Anda di halaman 1dari 4

MBA Programme

Graduate School of Business

operations excellence INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG

http://www.mba.itb.ac.id

MARKETING MANAGEMENT

Case :

(CROCS)

“Crocs yang Mengejutkan”

“Once-Trendy Crocs Could be on Their Last Legs”

Class of R-41A

Syndicate “A4- OndeMandhe”

29109011 Dita Maulana


29109015 Mohammad Taufan
29109023 Silvi Oktavia
29109032 Friska Indriani
29109071 Achmad Setiawan
29109096 Ariel Arief Machmud
29109106 Dian Gita Utami

MASTER OF BUSINESS ADMINISTRATION

INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG

2009

1. Definisi Masalah:
Terjadinya kejenuhan konsumsi pasar terhadap produk Crocs, hal ini ditandai
dengan menumpuknya stok barang di gudang sedangkan perusahaan terus
melakukan proses produksi dalam jumlah besar. Adapun penyebab
kejenuhan konsumen antara lain :

• Kualitas produk TERLALU BAIK sehingga sebagian besar konsumen


akan melakukan pembelian kembali produk Crocs hanya ketika Crocs
mereka sebelumnya rusak dan itupun akan terjadi dalam jangka waktu
sangat lama (low repeated consumption);

• Varian produk kurang bervariasi. Konsumen akan lebih cenderung


melihat produk Crocs pada sisi fungsional saja, tetapi tidak pada
pemenuhan emotional benefit atau sisi fashionable;

• Terjadi resesi ekonomi global yang mengakibatkan daya beli


konsumen menjadi berkurang (menurun).

2. Marketing strategi dan taktik yang kelompok kami sarankan berdarkan pada
pendefinisian masing – masing bagian yang tercakup dalam STP
(Segmentation, Targetting, and Positioning) akan kami jelaskan dibawah ini:

Menetapkan Segmentasi Pasar (Segmentation):

Merupakan membagian sebuah pasar berdasarkan pada keinginan dari


kebutuhan yang berbeda dari konsumen. Terdapat empat basis dasar untuk
melakukan segmentasi pasar, yakni : kondisi geografis, kondisi demografis,
kondisi psikografis, dan perilaku konsumen. Dihubungkan dengan kasus
Crocs, maka beberapa saran yang dapat kami berikut adalah sebagai
berikut:

• Menambah segmen pasar, sehingga market share akan lebih


bervariasi. Hal itu akan memungkinkan perusahaan menambah omzet
dari bulan atau tahun sebelumnya. Perusahaan juga akan merambah
pada segmentasi pasar yang belum tergarap sebelumnya seperti :
caterers, pekerja rumah sakit, dan orang–orang yang mempunyai
masalah dengan kakinya.

• Melakukan localization (menyesuaikan karakter produk dengan culture


disetiap negara), karena culture pada masing – masing negara akan
berpengaruh pada selera corak warna atau varian produk yang pada
akhirnya secara tidak langsung akan mempengaruhi jumlah penjualan
produk.

• Melakukan penetrasi pasar (perluasan wilayah pemasaran) ke


wilayah / negara yang belum didistribusikan produk Crocs.

Menetapkan Target Pasar (targetting)

Merupakan pemilihan satu atau lebih segmen pasar yang akan


dimasuki/dipenetrasi. Dihubungkan dengan kasus Crocs, maka saran kami
adalah :

• Membuat produk baru yang lebih fashionable yang dapat diterima oleh
dunia mode. Seperti yang kita ketahui sebelumnya bahwa Crocs
kurang dapat mengedepankan keinginan dari para pecinta
fashion,seperti model yang bisa dikatakan tidak up-to date.

Memposisikan Pasar (positioning)

Merupakan proses memposisikan produk dalam target market dan cara yang
digunakan oleh marketer untuk mendifinisikan produknya pada konsumen,
dan proses penciptaan brand image. Berdasarkan pada kasus Crocs, jika
dihubungkan dengan tiga langkah strategis yang seharusnya dilakukan oleh
marketer. Dihubungkan dengan kasus Crocs, maka saran kami adalah :

• Menurunkan kualitas durable product, agar terjadi repeat buyer dalam


jangka waktu dekat. Dengan kata lain bahwa apabila kuliatas sebuah
produk TERLALU BAIK, maka konsumen akan menghabiskan waktu
yang lama untuk kembali membeli produk Crocs.

• Menunjuk icon product, perusahaan bekerja sama dengan George


Clooney untuk menjadi “brand representative” dari produk Crocs.

3. Dengan kondisi menanggung beban kerugian $185,1 juta dan harga saham
turun sebesar 76%, krisi ekonomi global masih melanda dunia maka pada
akhir bulan September 2009, Crocs akan mengalami kebangkrutan karena
hutang mereka yang mencapai jutaan dollar tidak akan mungkin dapat
dilunasi dalam rentang waktu yang sedemikian cepat. Kondisi ini diperburuk
dengan angka penjualan produk Crocs yang mengalami penurunan drastis
dan banyaknya stok barang yang menumpuk. Sejumlah persoalan yang
timbul di Crocs diakibatkan oleh pertumbuhan perusahaan yang terlalu cepat
namun mereka tidak mampu mengakomodir pertumbuhannya sendiri yang
begitu cepat.

Dari hasil analisa yang telah kami sebutkan diatas, menurut kelompok kami
perusahaan Crocs harus menjual asset mereka agar dapat membayar hutang
pada akhir bulan September 2009. Dengan scenario seperti ini maka crocs
akan terhindar dari total lost, namun lebih menjadi controllable lost supaya
tidak mengalami kerugian yang jauh lebih besar.