Anda di halaman 1dari 17

EPIDEMIOLOGI LINGKUNGAN

Oleh :
Cris purwandari M.A
6450408061
Definisi Epidemiologi lingkungan

Studi atau ilmu yang menganalisis hubungan


agent di lingkungan dengan dampak kesehatan pada
masyarakat, yang mempelajari distribusi
(penyebaran) dan determinan (faktor resiko)
penyakit dalam kelompok masyarakat.
Tujuan epidemiologi Lingkungan

1. Mengidentifikasi, menganalisis, memprediksi bahaya berbagai


pajanan di lingkungan, dan melakukan pengendalian dengan tujuan
mencegah dan melindungi kesehatan masyarakat dan ekosistem
2. Mempelajari interaksi dinamis berbagai pajanan atau agen
lingkungan (fisik, radiasi, kimia, biologi, dan perilaku) melalui wahana
udara, air, limbah, makanan dan minuman, vektor atau binatang
pembawa penyakit, dan manusia di lingkungan pemukiman, tempat kerja
atau sekolah, tempat-tempat umum maupun perjalanan dengan risiko
dampak kesehatan (kejadian penyakit) pada kelompok manusia atau
masyarakat.
Proses terjadinya penyakit

Interaksi manusia dengan lingkungan

AGENT HOST

ENVIRONMENT
Interaksi diantara ketiga elemen tadi(Agent,Host,environment) terlaksana
karena adanya faktor penentu pada setiap element, yaitu :
1. Agent: -jumlahnya bila hidup,konsentrasinya bila tak hidup
-Infektiviti/patoganitas/virulensi bila hidup dan toxisitas atau
reaktivitas bila tidak hidup
2. Host : -derajat kepekaan
-imunitas terhadap agent hidup, toleransi terhadap agent mati
-status gizi,pengetahuan,pendidikan,perilaku
3. Environment:kualitas dan kuantitas berbagai kompartemen lingkungan
yang berupa udara, tanah, air, makanan, perilaku dan higiene
perorangan,kualitas dan kuantitas serangga vektor/penyebar penyakit.
AGENT
Karakteristik agent sangat berpengaruh dan menentukan dalam proses
terjadinya penyakit, pemberantasannya ataupun pengendaliannya.
1. AGENT HIDUP
- Agent yang terdiri atas benda hidup seperti metazoa, fungi,
protozoa, bakteri, rikettsia, dan virus yang menyebabkan penyakit yang bersifat
menular.
- Karakteristik Agent hidup :
a. Proses deteksi dan identifikasi penyebab
b. Komposisi kimia
c. Komposisi genetik, Enzim
d. Viabilitas (kemampuan dapat bertahan hidup dan tumbuh kembali)
e. Reservoir: Suatu mekanisme yang kompleks dalam mempertahankan
spesiesnya dan membantu bertahan hidup di dalam lingkungannya.
f. Sistem transmisi: Sistem yang membawa/mentranspor agent dari
satu host ke host yang lain.
Lanjutan..
g. Latensi: perioda interval waktu yang diperlukan oleh agent untuk
menjadi infektif, sejak diekskresikan dari tubuh
h. Spesifitas: Setiap agent hanya dapat menyebabkan satu jenis penyakit
i. Selektivitas: Agent hidup mempunyai selektivitas atas dasar waktu dan
organ target, sehingga penyakit timbul pada waktu tertentu lebih banyak
daripada biasanya atau terjadi siklus dan juga menyerang organ tertentu
saja.
j. infektivitas: kemampuan mikroba untuk masuk ke dalam tubuh host dan
berkembang biak di dalamnya.
k. Patogenitas: Daya suatu mikroorganisme untuk menimbulkan penyakit
pada host.
l. virulensi: Kesanggupan organisme tertentu untuk menghasilkan reaksi
patologis yang berat yang mungkin dapat menyebabkan kematian
2. AGENT TIDAK HIDUP
- Agent tidak hidup dapat berupa:
a. Zat kimia yang berasal dari luar tubuh (exogen) terutama banyaknya zat
kimia pencemar lingkungan dan dari dalam tubuh (endogen)seperti metabolit
dan hormon
b. Zat fisis seperti temperatur, kelembaban, kebisingan, radiasi pengion,
radiasi non-pengion
c. Kekuatan Mekanis seperti tumbukan pada kecelakaan industri
d. Faktor fisiologis seperti usia
e. Faktor psikologis seperti tekanan jiwa akibat hubungan manusia yang tidak
selaras
f. Faktor keturunan
- Karakteristik agent tak hidup:
a. Identifikasi
b. Dosis efektif
c. ekokinetik
d. Farmakokinetik
Lanjutan..
e. Toxisitas: kemampuan organisme untuk memproduksi reksi kima yang
toksis oleh substansi kimia yang dibuatnya
f. Sistem Transmisi
h.Spesifitas
i. Selektivitas
j. Reservoir
HOST
A. Faktor penentu yang ada pada host dibagi :
1. Faktor-faktor yang dibawa atau sudah ada sejak lahir
usia, jenis kelamin, bangsa, keluarga, daya tahan natural
2. faktor-faktor yang di dapat setelah dilahirkan
- status kesehatan umum
- status fisiologis (keadaan fungsi tubuh seseorang)
- status gizi
- pengalaman sakit
- stress atau tekanan hidup
- kekebalan dan respons imunologis
B. Karakteristik Host
1.Resistensi : Kemampuan dari host untuk bertahan terhadap suatu infeksi
2.Immunitas : Kesanggupan host untuk mengembangkan suatu respon
imunologis,dapat secara alamiah maupun diperoleh, sehingga kebal
terhadap suatu penyakit.
3.Infectiousness : Potensi host yang terinfeksi untuk menularkan kuman
yang berada alam tubuh manusia kepada manusia dan sekitarnya
C. Perilaku Host
a. Perilaku dan lingkungan air
Penyakit bawaan air (water borne disease) disebabkan karena perilaku
masyarakat dalam mengkonsumsi air. Kualitas air ditentukan oleh
kepercayaan dan kebiasaan masyarakat dalam mengkonsumsi air.
b. Perilaku dan lingkungan udara
Penyakit bawaan udara (air borne disesase) antara lain disebabkan oleh
kurangnya ventilasi di dalam rumah, kepadatan rumah dalam satu
kelompok masyarakat, kebiasaan membakar sampah, dan penerapan
teknologi yang kurang sempurna dalam pabrik/industri
Lanjutan..
c. Perilaku dan Lingkungan makanan
Makanan berfungsi sebagai media transmisi dan merupakan agent
penyakit.
Yang menentukan terjadinya penyakit karena makanan adalah Cara
pengolahan makanan yang salah, kebiasaan makan makanan
mentah,makanan yang diawetkan, hingga penyimpanan dan penyajian
makanan yang tidak higienis.
d. Perilaku dan lingkungan kerja
Lingkungan kerja mengandung berbagai agent, yang dapat
dikelompokkan ke dalam faktor fisis, kimia, biologi dan ergonomi. Selain
itu dapat pula terjadi kecelakaan akibat kerja karena adanya mekanisasi
dan elektrifikasi sistem kerja.
ENVIRONMENT
A. Definisi
Lingkungan adalah segala sesuatu yang ada di luar diri host, baik benda mati,
benda hidup, nyata atau abstrak, seperti suasana yang terbentuk akibat
interaksi semua elemen-elemen tersebut, termasuk host yang lain.
B. Peran Lingkungan dalam kesehatan
Lingkungan berperan sebagai media transmisi yang mendukung terjadinya
penyakit apabila media/lingkungan itu dapat membawa atau mendekatkan
agent pada host.
1. Media transmisi yang tidak hidup seperti air, udara, makanan, debu
disebut vehicle.Sedangkan yang hidup secara spesifik seperti insekta atau
arthropoda disebut vektor.
2. Penularan penyakit dapat terjadi karena
- Fingers atau tangan yang kotor karena terkontaminasi agent
- Flies atau lalat merupakan media transmisi yang hidup
- Food atau makanan
Lanjutan..
- field atau ladang merupakan lingkungan padat atau litosfer dan
menyebabkan penyakit lewat debu
- Faeces/tinja merupakan buangan manusia yang berisi banyak agent.
C. Karakteristik lingkungan
1.Topografi : Situasi lokasi baik yang natural maupun buatan manusia
yang mungkin mempengaruhi terjadinya penyebaran suatupenyakit
tertentu.
2.Geografis : Keadaan yang berhubungan dengan strukur geologi dari
bumi yang berhubungan dengan kejadian penyakit
PENGUKURAN PAPARAN
A. Paparan adalah pengalaman yang didapat populasi atau organisme
akibat terkena atau terjadinya kontak dengan suatu faktor agent
potensial, yang berasal dari lingkungan.
B. Dasar yang digunakan dalam mengukuran paparan yaitu :
1. Waktu paparan : lama atau periode seseorang terpapar terhadap suatu
agent potensial.
2. Tempat paparan : berupa lokasi geografis dan lokasi pada tubuh
3. Efek paparan: tergantung pada dosis atau konsentrasi paparan yang
diterima seseorang.
- Dosis : jumlah agent yang masuk ke dalam tubuh
- Konsentrasi : kualitas agent di dalam lingkungan
Pengendalian dan pencegahan wabah
1. Kategori who/atribut orang
Mencari penyebab wabah yakni penderita yang merupakan bahan satu-
satunya yang dapat memberi mpetunjuk ke arah penyebab.Dengan cara
mandata siapa saja yang terkena wabah.
2. Kategori where/atribut tempat
Merupakan konsep geografis yang tampak pada peta, dengan cara
mencari persamaan dan perbedaan yang di dapat antara penderita dan
yang tidak menderita.
3. Kategori when/atribut waktu
Dengan menanyakan kapan terjadi penyakit.
PENCEGAHAN PENYAKIT
1. Pencegahan primer : mempunyai tujuan agar agent tidak dapat
memasuki tubuh, dapat dilakukan dengan memutuskan transmisi dengan
memperbaiki kualitas, sehingga tidak menjadi vektor penyakit dan
meningkatkan status kesehatan host yang beresiko tinggi.
2. Pencegahan sekunder : Usaha agar apabila agent telah memsuki tubuh
host, maka proses patologis yang terjadi masih dapat reversibel, dengan
cara deteksi secara aktif mana ynag kontak dengan penderita
3. Pencegahan tersier : Uasahga agar mereka yang telah sakit tidak
menyebarkan atau menularkan penyakit ke sekitarnya.

Anda mungkin juga menyukai