Anda di halaman 1dari 21

c c

   


 c  

Pada dasarnya, tugas utama komputer adalah processing dan I/O (Input dan
Output). Bahkan, sebagian besar waktunya digunakan untuk mengolah I/O sedangkan
processing hanya bersifat insidental. Jadi, pada konteks I/O, peranan sistem operasi
adalah mengatur dan mengontrol perangkat I/O dan operasi I/O.

Perangkat I/O sangat bervariasi. Oleh karena itu, bagaimana cara mengontrol
perangkat-perangkat tersebut mendapat perhatian besar dalam organisasi komputer.
Bayangkan, perangkat I/O yang sangat banyak jumlahnya dan setiap perangkat memiliki
fungsi dan kecepatan sendiri-sendiri, tentunya memerlukan metode yang berbeda pula.
Oleh karena itu, dikenal klasifikasi perangkat I/O menjadi perangkat blok dan perangkat
karakter, walaupun ada perangkat yang tidak termasuk ke dalam satupun dari kedua
golongan ini.

Perangkat terhubung ke komputer melalui port, diatur oleh device controller dan
berkomunikasi dengan prosesor dan perangkat lain melalui bus. Perangkat
berkomunikasi dengan prosesor melalui dua pendekatan yaitu memory mapped dan
instruksi I/O langsung.

Bila prosesor ingin mengakses suatu perangkat, dia akan terus mengecek
perangkat untuk mengetahui statusnya, apakah mengizinkan untuk diakses. Cara ini
dilakukan berulang-ulang yang disebut dengan polling. Sedangkan bila perangkat ingin
memberitahu prosesor ketika siap diakses, maka perangkat akan menggunakan interupsi.
Kedua cara ini mempunyai kelebihan dan kelemahan masing-masing. Adanya Direct
Memory Access (DMA) dapat mengurangi beban CPU karena terjadinya transfer data
antara perangkat dan memori tanpa melalui CPU.






  
ãujuan dari penulisan makalah ini antara lain :

 Melengkapi tugas pengganti mid mata kuliah Arsitektur Komputer.
  Mengetahui sejauh mana pengetahuan mahasiswa mengenai sistem input/ output.
  Menambah wawasan berpikir mahasiswa mengenai sistem input / output.


 c  
Mengingat banyaknya point ± point dari materi input/ output serta keterbatasan
kemampuan, waktu dan biaya, sehingga yang menjadi pokok ± pokok batasan adalah
pada hal - hal berikut :
1. Penjelasan singkat mengenai sistem input / output.
2. Beberapa teknik dalam operasi input/ output.


c c

  
Modul I/O merupakan peralatan antarmuka (˜ ) bagi sistem bus atau switch
sentral dan mengontrol satu atau lebih perangkat peripheral. Modul I/O tidak hanya sekedar
modul penghubung, tetapi sebuah piranti yang berisi logika dalam melakukan fungsi
komunikasi antara peripheral dan bus komputer.


     

á Disebut juga peripheral


á Ada perangkat pengendalinya (Modul I/O)
á Memiliki nilai apabila bisa berinteraksi dengan dunia luar
á ãidak akan berfungsi apabila tidak dapat berinteraksi dengan dunia luar

   _     



á Merupakan peralatan antarmuka (interface) bagi sistem bus atau switch sentral dan
mengontrol satu atau lebih perangkat peripheral.
á ãidak hanya sekedar modul penghubung, tetapi sebuah piranti yang berisi logika
dalam melakukan fungsi komunikasi antara peripheral dan bus komputer

        



á Data saling dipertukarkan antara CPU dan modul I/O.
á CPU mengeksekusi program yang memberikan operasi I/O kepada CPU secara
langsung.

 Pemindahan data

 Pengiriman perintah baca maupun tulis

 Monitoring perangkat
 !    "#   

Masalah yang di jumpai pada I/O terprogram adalah bahwa CPU harus
menunggu modul I/O yang diinginkan agar siap baik untuk menerima maupun
mengirimkan data dalam waktu yang relatif lama. Pada saat menunggu,CPU harus
berulang-ulang menanyakan status modul I/O. Akibatnya tingkat kerja keseluruhan
sistem mengalami penurunan sistem.

ãeknik interrupt ± driven I/O memungkinkan proses tidak membuang ± buang


waktu. Prosesnya adalah CPU mengeluarkan perintah I/O pada modul I/O, bersamaan
perintah I/O dijalankan modul I/O maka CPU akan melakukan eksekusi perintah ±
perintah lainnya. Apabila modul I/O telah selesai menjalankan instruksi yang
diberikan padanya akan melakukan interupsi pada CPU bahwa tugasnya telah selesai

 $  "% _ & %%

Direct memory access (DMA) adalah suatu alat pengendali khusus disediakan
untuk memungkinkan transfes blok data langsung antar perangkat eksternal dan
memori utama, tanpa intervensi terus menerus dari prosesor.
Prinsip kerja DMA adalah CPU akan mendelegasikan kerja I/O kepada DMA,
CPU hanya akan terlibat pada awal proses untuk memberikan instruksi lengkap pada
DMA dan akhir proses saja. Dengan demikian CPU dapat menjalankan proses lainnya
tanpa banyak terganggu dengan interupsi.

 '       



Merupakan sebuah prosesor khusus dengan kemampuan terbatas yang disusun
untuk interface beberapa piranti I/O ke memori.






 (    _   )  

Dalam kinerja komputer pasti memiliki suatu perangkat atau peralatan untuk
melaksanakan proses input dan output. Peralatan tersebut terbagi atas dua jenis yaitu
masukkan dan keluaran
á Alat masukan (˜ 
 ˜), adalah alat yang digunakan untuk menerima
masukan yangg dapat berupa masukan data ataupun masukan program.
á Ouput yang dihasilkan dari pengolahan data dapat digolongkan ke dalam 3
bentuk tulisan (huruf, kata, angka, karakter dan simbol- simbol khusus),
˜   (grafik atau gambar) maupun suara



















c c
 


     

Mesin komputer akan memiliki nilai apabila bisa berinteraksi dengan dunia
luar. Lebih dari itu, komputer tidak akan berfungsi apabila tidak dapat berinteraksi
dengan dunia luar. Ambilcontoh saja, bagaimana kita bisa menginstruksikan CPU
untuk melakukan suatu operasi apabila tidak ada keyboard. Bagaimana kita melihat
hasil kerja sistem komputer bila tidak ada monitor. Keyboard dan monitor tergolang
dalam perangkat eksternal komputer.
Perangkat eksternal atau lebih umum disebut ˜ tersambung dalam sistem
CPU
melalui perangat pengendalinya, yaitu modul I/O seperti telah dijelaskan
sebelumnya. Secara umum perangkat eksternal diklasifikasikan menjadi 3 katagori:

á ?  
, yaitu perangkat yang berhubungan dengan manusia sebagai
pengguna komputer. Contohnya: monitor, keyboard, mouse, printer, joystick,
disk drive.
á _˜  
, yaitu perangkat yang berhubungan dengan peralatan. Biasanya
berupa modul sensor dan tranduser untuk monitoring dan kontrol suatu
peralatan atau sistem.
á Ä  ˜˜ , yatu perangkat yang berhubungan dengan komunikasi jarak jauh.
Misalnya: NIC dan modem.

Pengklasifikasian juga bisa berdasarkan arah datanya, yaitu perangkat output,


perangkat input dan kombinasi output-input. Contoh perangkat output: monitor,
proyektor dan printer. Perangkat input misalnya: keyboard, mouse, joystick, scanner,
mark reader, bar code reader. Perangkat eksternal dihubungkan dengan komputer
oleh suatu link dengan modul I/O ( Gambar 6.1 )

   
 

 

  
 
 


  
  


_  

 


 

Î  
  
 
  

Link digunakan untuk pertukaran kontrol, status, dan data antara modul I/O sering
kali disebut sebagai perangkat peripheral, atau untuk mudahnya disebut peripheral.

Secara umum, perangkat ekseternal dijelaskan pada Gambar. 6.2.

 
   !"#


  
$ 

 
 c 
 

 

! 
 #

$ $
 

Î         
Interface ke modul I/O adalah dalam bentuk signal-signal kontrol, status, dan
data. Data berbentuk sekumpulan bit untuk dikirimkan ke modul I/O atau diterima
dari modul I/O. Ä   ˜  menentukan fungsi-fungsi yang akan dilakukan
perangkat, seperti mengirimkan data ke modul I/O ( INPUã atau READ ), menerima
data dari modul I/O ( OUãPUã / WRIãE ), report status, atau membentuk fungsi
kontrol tertentu ke perangkat ( misalnya, posisi head disk ). ˜   menandai
status perangkat. Misalnya READY / NOã READY untuk menunjukkan kesiapan
perangkat untuk mengirimkan data.

Ä    ˜ berkaitan dengan perangkat yang mengontrol operasi perangkat


dalam memberikan respons yang berasal dari modul I/O.  
 mengubah data
dari energi listrik menjadi energi lain selama berlangsungnya output dan dari bentuk
energi tertentu menjadi energi listrik selamat berlangsungnya input. Umumnya, suatu
buffer dikaitkan dengan transducer untuk menampung sementara data yang ditransfer
di antara modul I/O dan dunia luar. Ukuran bufer yang umum adalah 8 hingga 16
bit.


   _ *     

 +"_  

Modul I / O merupakan suatu entiti di dalam komputer yang bertanggung


jawab atas pengontrol sebuah perangkat eksternal atau lebih dan untuk pertukaran
data antara perangkat-perangkat tersebut dengan memori utama dan atau register-
register CPU. Jadi, modul I / O harus memiliki interface internal dengan komputer (
CPU dan main memori ) dan interface eksternal dengan komputer ( perangkat
eksternal ).

Fungsi atau persyaratan utama bagi modul I / O dapat dibagi menjadi beberapa
kategori seperti di bawah ini :

ù Kontrol dan timing


ù Komunikasi CPU
ù Komunikasi perangkat
ù Data buffering
ù Deteksi Error

Dalam periode waktu tertentu, CPU dapat berkomunikasi dengan satu buah
atau lebih perangkat dengan pola yang tidak menentu, tergantung pada kebutuhan
program I / O. Sumber daya internal, seperti memori utama, dan sistem bus, harus
dipakai bersama-sama oleh sejumlah aktifitas termasuk di antaranya I / O data.
Dengan demikian, untuk mengkoordinasikan arus lalu lintas antara sumber daya
internal dan perangkat eksternal, fungsi I / O meliputi persyaratan kontrol dan timing.
Misalnya, kontrol pemindahan data dari sebuah perangkat eksternal ke CPU dapat
meliputi langkah-langkah berikut ini :

1. CPU meminta modul I / O untuk memeriksa status perangkat yang terhubung.
2. Modul I / O memberikan jawabannya tentang status perangkat
3. Bila perangkat sedang beroperasi dan berada dalam keadaan siap untuk
mengirimkan, maka CPU meminta pemindahan data, dengan menggunakan
perintah tertentu ke modul I / O.
4. Modul I / O akan memperoleh unit data ( misalnya, 8 atau 16 bit ) dari perangkat
eksternal.
5. Data akan dipindahkan dari modul I / O ke CPU.

Apabila sistem menggunakan bus, maka setiap interaksi antara CPU dengan
modul I / O akan melibatkan sebuah atau lebih arbitrasi bus. Skenario yang telah
disederhanakan seperti tersebut di atas menjelaskan juga, bahwa modul I / O harus
memiliki kemampuan untuk melaksanakan komunikasi dengan CPU dan perangkat
eksternal. Komunikasi CPU meliputi :

ù Command Decoding : Modul I / O menerima perintah-perintah dari CPU.


Umumnya perintah-perintah ini dikirimkan sebagai sinyal bagi bus
kontrol. Misalnya, sebuah moduil I / O untuk disk dapat menerima
perintah-perintah berikut : read sector, write sector, seek nomor track ,dan
scan record id. Kedua perintah terakhir meliputi parameter yang
dikirimkan pada bus data.
ù Data : data di pertukarkan antara CPU dengan modul I / O melalui bus data
ù Status reporting : karena peripheral sangat lambat, maka status modul I / O
perlu diketahui. Misalnya, bila sebuah modul I / O diminta untuk
mengirimkan data ke CPU ( read ), maka mungkin modul tersebut berada
dalam keadaan belum siap karena sedang melaksanakan perintah I / O lain.
Kenyataan seperti ini perlu dilaporkan dengan menggunakan signal status.
Signal status yang umum adalah busy dan ready terdapat pula signal-signal
status untuk melaporkan bermacam-macam kondiris error.
ù Address recognition : seperti halnya word memori memiliki alamat,
demikian pula dengan perangkat I / O. Dengan demikian, modul I / O
harus mengetahui address unik seluruh peripheral yang dikontrolnya.
Di sisi lain, modul I / O harus mampu membentuk komunikasi perangkat (
device communication ). Komunikasi ini meliputi perintah, informasi status, dan data
( Gambar 6.2. )

ãugas utama modul I / O adalah data buffering. Kebutuhan akan fungsi ini
dapat dilihat pada table 6.2. Sementara kelajuan transfer data ke main memori dan
dari main memori atau CPU cukup tinggi, kelajuan untuk perangkat peripheral
lambat. Data yang berasal dari main memori dikirimkan ke modul I / O dengan burst
sangat cepat. Data di bufferkan dan kemudian dikirimkan ke perangkat peripheral
dengan kelajuan datanya. Pada Arah kebalikannya, pembufferan data tidak secepat
seperti sebelumnya. Dengan demikian, modul I / O harus mampu beroperasi dengan
kecepatan perangkat dan memori.

Modul I / O seringkali harus bertanggung jawab atas error detection dan


pelaporan tentang terjadinya error terhadap CPU. Sebuah kelas error meliputi kesalah
mekanis dan elektris yang dilaporkan oleh perangkat ( misalnya, kertas menggulung,
track disk yang buruk ). Kelas error lainnya terdiri dari perubahan pola bit yang tiba-
tiba pada saat dikirimkan dari perangkat ke modul I / O. Beberapa kode error
detecting sering digunakan untuk mendeteksi error transmisi. Contohnya yang umum
adalah penggunaan parity bit karakter data. Misalnya, kode karakter ASCII memakai
tujuh bit dari suatu byte. Bit ke delapan disetel sehingga jumlah total ³bilangan 1´nya
dalam byte selalu genap ( even parity ) atau ganjil ( odd parity ). Ketika bit diterima,
maka modul I / O memeriksa parity untuk menentukan apakah suatu error telah terjadi
atau tidak.
  _  

Modul I / O sangat berbeda dalam hal kompleksitas dan jumlah perangkat


eksternal yang dikontrolnya. Disini kita hanya akan membahas masalah umumnya
saja. Gambar 6.3 adalah diagram blok secara umum sebuah modul I / O. Modul
dihubungkan dengan bagian-bagian komputer lainnya melalui saluran signal (
misalnya, saluran bus sistem ). Data yang dipindahkan ke modul dan dari modul
dibufferkan dalam sebuah register data atau lebih. Mungkin juga terdapat sebuah
register status atau lebih yang memberikan informasi status saat itu. Register status
dapat juga berfungsi sebagai register kontrol untuk menerima informasi kontrol secara
detail dari CPU. Logic pada modul berinteraksi dengan CPU melalui sejumlah saluran
kontrol. Saluran-saluran ini digunakan oleh CPU untuk memberika perintah ke modul
I / O. Beberapa saluran kontrol dapat digunakan oleh modul I / O ( misalnya untuk
signal arbitrasi atau signal status ). Modul juga dapat mengetahui dan menghasilkan
alamat-alamat yang berkaitan dengan perangkat yang dikontrolnya. Setiap modul I / O
memiliki alamat yang unik, atau apabila modul I / O mengontrol lebih dari sebuah
perangkat eksternal, maka terdapar sekumpulan alamat yang unik. ãerakhir, modul I /
O terdiri dari logic yang bersifat khusus bagi interface dengan setiap perangkat yang
di kontrolnya.

Modul I / O berfungsi untuk memungkinkan CPU dapat mengetahui perangkat


yang jumlahnya banyak dengan cara yang sederhana. ãerdapat spektrum kemampuan
yang dapat terjadi. Modul I / O dapat menyembunyikan detail pewaktuan, format, dan
elektro mekanis perangkat eksternal sehingga CPU dapat memberikan perintah
pembacaan dan penulisan dengan mudah, dan juga memungkinkan perintah-perintah
membuka dan menutup file. Pada bentuk yang paling sederhananya, modul I / O
masih dapat memberikan tugas pengontrolan perangkat dalam jumlah besar (
misalnya, menggulung pita ) yang dapat diketahui oleh CPU.

Modul I / O yang seringkali mendapatkan beban pengolahan yang detail, yang


memberikan interface tingkat tingi kepada CPU, dikenal sebagai I / O channel atau I /
O processr. Modul I / O yang agak primitif dan membutuhkan kontrol detail
seringkali disebut sebagai I / O kontroler dan device kontroler. Secara umum I / O
kontroler, dapat dilihat pada mikro komputer, sedangkan I / O channel digunakan
pada mainframem, sedangkan mini komputer menggunakan campuran keduanya.
Sejauh ini, kita akan menggunakan istilah generik modul I / O bila tidak terdapat hasil
yang rancu dan akan menggunakan istilah yang lebih spesifik bila memang
diperlukan.


         
 
  Pada I/O terprogram, data saling dipertukarkan antara CPU dan modul I/O.
CPU mengeksekusi program yang memberikan operasi I/O kepada CPU secara
langsung, seperti pemindahan data, pengiriman perintah baca maupun tulis, dan
monitoring perangkat. Kelemahan teknik ini adalah CPU akan menunggu sampai
operasi I/O selesai dilakukan modul I/O sehingga akan membuang waktu, apalagi
CPU lebih cepat proses operasinya. Dalam teknik ini, modul I/O tidak dapat
melakukan interupsi kepada CPU terhadap proses ± proses yang diinteruksikan
padanya. Seluruh proses merupakan tanggung jawab CPU sampai operasi lengkap
dilaksanakan.Untuk melaksanakan perintah ± perintah I/O, CPU akan mengeluarkan
sebuah alamat bagi modul I/O dan perangkat peripheralnya sehingga terspesifikasi
secara khusus dan sebuah perintah I/O yang akan dilakukan. ãerdapat empat
klasifikasi perintah I/O, yaitu:
1. Perintah   
Perintah ini digunkan untuk mengaktivasi perangkat peripheral dan
memberitahukan tugas yang diperintahkan padanya.
2. Perintah 
Perintah ini digunakan CPU untuk menguji berbagai kondisi status modul I/O dan
peripheralnya. CPU perlu mengetahui perangkat peripheralnya dalam keadaan
aktif dan siap digunakan, juga untuk mengetahui operasi ± operasi I/O yang
dijalankan serta mendeteksi kesalahannya.
3. Perintah 

Perintah pada modul I/O untuk mengambil suatu paket data kemudian menaruh
dalam buffer internal. Proses selanjutnya paket data dikirim melalui bus data
setelah terjadi sinkronisasi data maupun kecepatan transfernya.
4. Perintah °˜
Perintah ini kebalikan dari 
. CPU memerintahkan modul I/O untuk
mengambil data dari bus data untuk diberikan pada perangkat peripheral tujuan
data tersebut.

Dalam teknik I/O terprogram, terdapat dua macam inplementasi perintah I/O
yang tertuang dalam instruksi I/O, yaitu:   
 dan ˜ 
.
Dalam   
, terdapat ruang tunggal untuk lokasi memori dan
perangkat I/O. CPU memperlakukan register status dan register data modul I/O
sebagai lokasi memori dan
menggunakan instruksi mesin yang sama untuk mengakses baik memori maupun
perangkat I/O.
Konskuensinya adalah diperlukan saluran tunggal untuk pembacaan dan
saluran tunggal untuk penulisan. Keuntungan   
 adalah efisien
dalam pemrograman, namun memakan banyak ruang memori alamat.
Dalam teknik ˜ 
, dilakukan pemisahan ruang pengalamatan bagi memori
dan
ruang pengalamatan bagi I/O. Dengan teknik ini diperlukan bus yang dilengkapi
dengan saluran pembacaan dan penulisan memori ditambah saluran perintah output.
Keuntungan ˜ 
 adalah sedikitnya instruksi I/O.

),) 

Dengan menggunakan I/O terprogram, terdapat hubungan yang erat antara


instruksi I/O yang di ambil CPU dari memori dengan perintah I/O yang di keluarkan
CPU ke mdul I/O untuk mengeksekusi instruksi. Dengan kata lain instruksi dengan
mudah di petakan kedalam perintah-perintah I/O.

Umumnya, akan banyak terdapat perangkat I/O yang terhubung melalui modul
I/O ke sistem. Setiap perangkat diberi pengenal atau alamat yang unik. Pada saat CPU
mengelurakan perintah I/O, perintah akan berisi alamat perangkat yang diinginkan.




 !    "#   
 Masalah yang di jumpai pada I/O terprogram adalah bahwa CPU harus
menunggu modul I/O yang diinginkan agar siap baik untuk menerima maupun
mengirimkan data dalam waktu yang relatif lam. Pada saat menunggu,CPU harus
berulang-ulang menanyakan status modul I/O. Akibatnya tingkat kerja keseluruhan
sistem mengalami penurunan sistem.

Alternatifnya adalah CPU mengeluarkan perintah I/O ke modul dan kemudian


megerjakan pekerjaan yang lain. Kemudian modil I/O akan menginterupsi CPU untuk
meminta layanan ketika modul telah siap untuk salaing bertukar data dengan CPU.

-  

Pada perangkat I/O telah menyelesaikan sebuah operasi I/O, maka urutan
kejadian hardware di bawah akan terjadi :

1. Perangkat angkat mngeluarkan signal interrupt ke CPU.


2. Prosesor menyelesaikan eksekui intruksi yang sedang dilakukan sebelum
memberikan respon terhadap interrupt.
3. Prosesor memerikasa interrupt, menetapkan bahwa memang ada, dan mengirim
signal acknowledgment ke parangkat yang mengeluarkan interrupt,
acknowledgment memungkinakan meghapus dignal interrupt.
4. Sekarang prosesor perlu menyiapkan pengontrolan transfer routine interrupt,
prosesor perlu menyimpan informasi yang diperlukan untuk melanjutkan program
yang dikerjakan saat itu pada posisi interrupt. Informasi minimum yang
diperlukan adalah a.status prosesor, yang berisi register yang dipanggil program
status word (PSW), dan b. lokasi instruksi berikutnya yang akan dieksekusi.
5. Setelah prosesor dapat memuat menghitung program dengan lokasi entri dan
program penanganan interrupt yang akan emberikan respon ke interrupt ini.
ãergantung pada arsitektur computer dan rancangan sistem operasinya.
Kemungkinan ada sebuah program , satu program untuk setiap interrupt, atau
setiap untuk setiap perangkat dan setiap jenis interrupt.
6. Kemudian interrupt handle akan mendapat proses interrupt. Proses ini akan
melibatkan pengujian informasi status yang berkaitan dengan operasi I/O atau
kejadian-kejadian yang lain yang menyebabkan terjadinya interrupt.
·. Apabila pengolahan interuot telah selesai, nilai-nilai register yang tersimpan akan
diambil ke stack dan selanjutnya disimpan ke register.
8. Kegiatan terakhir adalah menyimpan kembali PSW dan nilai penghitung program
dari stack. Akibatnya, interupsi berikutnya yang akan dieksekusi akan berasal dari
program sebelumnya yang telah diinterupsi.

 $  "% _ & %%



 ãeknik yang dijelaskan sebelumnya yaitu I/O terprogram dan Interrupt-Driven
I/O memiliki kelemahan, yaitu proses yang terjadi pada modul I/O masih melibatkan
CPU secara langsung. Hal ini berimplikasi pada :
‡ Kelajuan transfer I/O yang tergantung pada kecepatan operasi CPU.
‡ Kerja CPU terganggu karena adanya interupsi secara langsung.
Bertolak dari kelemahan di atas, apalagi untuk menangani transfer data bervolume
besar dikembangkan teknik yang lebih baik, dikenal dengan p˜ _  
(DMA).
Prinsip kerja DMA adalah CPU akan mendelegasikan kerja I/O kepada DMA,
CPU hanya akan terlibat pada awal proses untuk memberikan instruksi lengkap pada
DMA dan akhir proses saja. Dengan demikian CPU dapat menjalankan proses lainnya
tanpa banyak terganggu dengan interupsi. Blok diagram modul DMA terlihat pada
gambar 6.· berikut :


Gambar 6.· Blok diagram DMA

Gambar 6.8 Konfigurasi modul DMA
Dalam melaksanakan transfer data secara mandiri, DMA memerlukan pengambil
alihan kontrol bus dari CPU. Untuk itu DMA akan menggunakan bus bila CPU tidak
menggunakannya atau DMA memaksa CPU untuk menghentikan sementara
penggunaan bus. ãeknik terakhir lebih umum digunakan, sering disebut 
˜ , karena modul DMA mengambil alih siklus bus.Penghentian sementara
penggunaan bus bukanlah bentuk interupsi, melainkan hanyalah penghentian proses
sesaat yang berimplikasi hanya pada kelambatan eksekusi CPU saja. ãerdapat tiga
buah konfigurasi modul DMA seperti yang terlihat pada gambar 6.8.

 '       

Saluran Input Output mempunyai dua kegunaan, yaitu:
á Saluran I/O dapat melakukan pendeteksian dan pembetulan kesalahan dan
beroperasi dalam basis cycle stealing.
á Saluran I/O berkomunikasi dengan CPU sebagai suatu fasilitas DMA dan
berkomunikasi dengan piranti I/O seolah-olah sebuah CPU.
Karena piranti I/O mempunyai kecepatan transfer yang berbeda-beda,
maka saluran dibagi menjadi 3 pelayanan, yaitu :

á Saluran Multiplexer
Digunakan untuk menghubungkan piranti yang berkecepatan rendah
dan sedang serta serta mengoperasikannya secara bersamaan dengan
multiplexing.

á Saluran Selektor
Digunakan untuk menghubungkan piranti I/O yang berkecepatan tinggi
tanpa multiplexing.

Contoh : pita magnetis, disk

á Saluran Multiplexer Blok


Merupakan kombinasi dari dua pelayanan di atas.


 
 '    _   )  

  (
    .Ê  /
Beberapa alat masukan mempunyai fungsi ganda, yaitu, sebagai alat masukan
dan sekaligus sebagai alat keluaran ( ) untuk menampilkan hasil. Alat I/O
demikian disebut terminal

Alat masukan dapat digolongkan ke dalam beberapa golongan yaitu :

1. K 

Merupakan alat input yang paling umum dan banyak digunakan. Beberapa alat input
yang menggunakan  
untuk memasukkan input adalah :

á ë˜
˜  ˜  (VDã) disebut juga dengan nama ë˜
˜  ˜
terdiri dari  
dan ˜
˜ (tampilan display)
á ˘  ˜  ˜  ˜  digunakan untuk transaksi yang berhubungan
dengan keuangan. Salah satu aplikasinya yaitu untuk  ˜ Ë
 
(EFã) dengan menggunakan AãM
á ˜     ˜  (POS), biasanya digunakan di swalayan.
POS terminal merupakan perkembangan dari   ˜ yang dapat
dihubungkan dengan komputer untuk tujuan pengendalian persediaan (˜   
  ) dan penjadwalan pemesanan kembali barang yang akan dipesan. Alat
tambahan pada POS ãerminal meliputi Ä  
 atau  
 


2. ˜ ˜
 ˜. Yang termasuk dalam peralatan  ˜ ˜
 ˜ adalah:
á 
á    , layar monitor yang akan mengaktifkan program bila layarnya
disentuh dengan tangan
á Light Pen, merupakan menyentuh layar monitor dengan pena. Posisi sentuhan di
layar akan lebih tepat dan teliti
á p˜ ˜˜ ˜ , digunakan untuk membuat grafik atau gambar dengan
cara menghubungkan dua buah titik di ˜  dengan alat yang
menyerupai pen
2.  . Alat masukan scanner dapat berupa :
á  ˜     ˜˜ (MICR), alat pembaca pengenal karakter tinta
magnetik, banyak digunakan di bank-bank amerika untuk transaksi cek.
Dibutuhkan tinta magnetik yg khusus supaya bisa dibaca oleh alatnya
á Reader.
á ˜ p 
, dapat berupa ˜ Ä  ˜˜ (OCR) 
,
Ä  
 (banyak dipergunakan di toko-toko serba ada untuk membaca
label data barang yang dijual yang dicetak dengan bentuk ( ) karakter OCR),
 Ä
 
, ˜ _  ˜˜ (OMR) 
 (banyak digunakan
untuk penilaian test (  ˜ ). Jawaban dari tes yang diberikan dijawab di
kertas      (dengan pensil 2B). OMR juga banyak digunakan untuk
membaca hasil dari daftar pertanyaan (!˜ ˜), registrasi mahasiswa dsb)
3. Sensor, Merupakan alat yang mampu secara langsung menangkap data kejadian fisik.
Data analog dikumpulkan oleh alat sensor dan dimasukan ke pengubah AD/DC yang
selanjutnya diproses oleh komputer. Kamera Digital merupakan salah satu sensor
yang dipakai untuk menangkap objek yg selanjutnya diproses dengan komputer.
Ä   
 (Ä  
) merupakan sensor untuk menangkap objek yang
bergerak
4. ë ˜  ˜, Biasa disebut   ˜ yaitu alat untuk membuat
komputer mengerti omongan manusia.

 (   )  .O /

c     0

á ?
 
 ˜
Merupakan alat keluaran yg digunakan untuk mencetak tulisan, grafik atau
gambar pada media pencetak. Alat 
 
 ˜ yang umum dipergunakan adalah
printer. Jenis-jenis printer meliputi
 ˜", ˜   ˜  dan laser. Selain itu juga
dikenal  , alat cetak yang mempunyai kemampuan mencetak grafik atau
gambar dengan baik, biasanya menggunakan  ## 

á   Ä  p ˜
Merupakan alat yg digunakan untuk menampilkan tulisan, image dan suara
pada media   (lunak) yg berupa sinyal elektronik. Contoh    
 ˜ adalah
video display (monitor), flat panel display ($˜%˜
Ä p˜), dan speaker.

á Alat Simpanan Luar


Main memory di dalam alat pemroses merupakan simpanan yg kapasitasnya
tidak begitu besar dan umumnya bersifat ë ˜ &ë ˜ ' informasi yg
dikandungnya akan hilang bila aliran listrik terputus).

Selain itu terdapat juga p˜     p ˜ (DASD) (Merupakan


alat penyimpan pengaksesan langsung), contohnya  
˜ 

˜, dan
 
˜.
c c1
_ _   

 Dari ketiga teknik sistem input output dalam memproses kinerja input maupun
output, teknik Direct Memory Acces merupakan teknik yang paling cepat. Hal ini d
karenakan teknik Input Output ãerprogram dan teknik Interupt Driven Input Output
memiliki kekurangan yang hampir sama yaitu sama sama melibatkan CPU dalam
proses Input Output, sehingga memberikan beban yang berap kepada CPU.

c c1
)_    


á )_ 

1. Modul I/O merupakan peralatan antarmuka (interface) bagi sistem bus atau switch
sentral dan mengontrol satu atau lebih perangkat peripheral.
2. Memory Access (DMA) dapat mengurangi beban CPU karena terjadinya transfer
data antara perangkat dan memori tanpa melalui CPU.
3. Modul I/O adalah suatu komponen dalam sistem komputer yang bertanggung
jawab atas pengontrolan sebuah perangkat luar atau lebih dan bertanggung jawab
pula dalam pertukaran data antara perangkat luar tersebut dengan memori utama
ataupun dengan register - register CPU.

á   
Walaupun dengan adanya direct memory acces yang dapat mengurangi
beban CPU dengan mengendalikan proses input maupun output secara lebih cepat,
tetapi perangkat keras di dalam komputer juga mempengaruhi proses kinerja input
maupun output. Sehingga untuk mempercepat proses kinerja dalam suau proses
input maupun output, juga perlu adanya peningkatan hardware pada computer
dengan cara menaikkan spesifikasi computer.

Anda mungkin juga menyukai