Anda di halaman 1dari 10

PERATURAN AKADEMIK

SMA NEGERI 1 WARUNGKIARA


TAHUN PELAJARAN 2010 /2011

Digunakan untuk kalangan sendiri

SMA NEGERI 1 WARUNGKIARA


Jl. Palabuhanratu Km.29 Desa/Kec.Warungkiara Telp/Fax (0266)320248
Website: http://sma1warungkiara.sch.id; email: sma1warungkiara@gmail.com
KAB. SUKABUMI PROVINSI JAWA BARAT
KATA PENGANTAR

Kami panjatkan syukur Alhamdulillah atas tersusunnya dokumen “Peraturan Akademik”


untuk Tahun pelajaran 2010/2011 di SMA Negeri 1 Warungkiara yang tercinta ini.
Berdasarkan Undang-Undang (UU) Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang
Sistem Pendidikan Nasional dan Peraturan Pemerintah (PP) Republik Indonesia Nomor 19
Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan mengamanatkan bahwa setiap satuan
pendidikan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah wajib memenuhi Standar Nasional
Pendidikan (SNP) yang meliputi standar isi, standar kompetensi lulusan, standar proses,
standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar
pengelolaan, standar pembiayaan, dan standar penilaian pendidikan.
Standar pengelolaan adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan
perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan kegiatan pendidikan pada tingkat satuan
pendidikan, kabupaten/kota, provinsi, atau nasional agar tercapai efisiensi dan efektivitas
penyelenggaraan pendidikan. Standar pengelolaan pendidikan mencakup perencanaan
program, pelaksanaan rencana kerja, pengawasan evaluasi, kepemimpinan sekolah, dan
sistem informasi manajemen.
Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas) Nomor 19 Tahun
2007 untuk melaksanakan rencana kerja sekolah diperlukan berbagai pedoman pengelolaan
sebagai petunjuk pelaksanaan operasional. Bagian utama dari pedoman pengelolaan yang
dibutuhkan dalam pelaksanaan rencana kerja sekolah bidang kurikulum dan kegiatan
pembelajaran adalah peraturan akademik SMA.
Peraturan akademik adalah seperangkat aturan yang harus dipatuhi dan
dilaksanakan oleh semua komponen sekolah yang terkait dalam pelaksanaan rencana
kerja sekolah bidang kurikulum dan kegiatan pembelajaran yang disusun untuk satu
tahun pelajaran. Maka dalam upaya memenuhi kebutuhan satuan pendidikan guna
mempercepat pemenuhan standar pengelolaan pendidikan, SMA Negeri 1 Warungkiara
menyusun Peraturan Akademik Tahun pelajaran 2010/2011.
Kami banyak mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu
sehingga Peraturan Akademik SMA negeri 1 Warungkiara tahun 2010/2011 ini terselesaikan.
Semoga amal baik semuanya dibalas berlipat ganda. Amin.
Kritik dan saran yang sifatnya membangun sangat kami harapkan semi tersusunnya
peraturan akademik yang lebih baik lagi.
Semoga dengan adanya dokumen peraturan akademik ini dapat bermanfaat bagi
semuanya khususnya bagi civitas akademika di SMA negeri 1 Warungkiara.

Warungkiara, Juli 2010


Kepala Sekolah

Drs. UDIN KOMARUDIN


NIP 19550115 198603 1 005
LEMBAR PENGESAHAN

Peraturan Akademik SMA Negeri 1 Warungkiara disahkan dan dinyatakan berlaku


penggunaannya pada Tahun Pelajaran 2010/2011. Peraturan Akademik ini berlaku sejak
tanggal ditetapkan.

Disahkan di : Warungkiara

Pada Tanggal : 12 Juli 2010

Mengetahui Kepala Sekolah

Komite Sekolah

K. DJUANDI, S.Pd Drs. UDIN KOMARUDIN

NIP. 19550115 198603 1 005


PERATURAN AKADEMIK

SMA NEGERI 1 WARUNGKIARA

A. PELAKSANAAN PROSES PEMBELAJARAN


1. Proses Pembelajaran dilaksanakan dalam tahun pelajaran.
2. Satu Tahun Pelajaran dibagi menjadi dua semester.
3. Jumlah minggu efektif untuk pelaksanaan proses pembelajaran dalam satu tahun
pelajaran sebanyak 38 minggu,
4. Jumlah minggu efektif untuk pelaksanaan proses pembelajaran setiap semesternya
sebanyak 19 minggu .

B. KEHADIRAN SISWA
1. Siswa wajib hadir mengikuti proses pembelajaran selama satu tahun pelajaran
untuk setiap tingkat.
2. Setiap peserta didik wajib hadir mengikuti proses belajar mengajar minimal 90
persen; kehadiran dalam satu semester.
3. Dalam satu semester setiap siswa wajib hadir mengikuti proses pembelajaran tatap
muka sebanyak 19 kali jumlah Jam Pelajaran perminggu dari setiap Mata
Pelajaran.
4. Setiap siswa wajib mengikuti kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan di lapangan
( di luar kelas ) sesuai karakteristik Mata pelajaran dan tuntutan Standar Isi setiap
Mata Pelajaran.
5. Setiap siswa yang tidak dapat mengikuti proses belajar mengajar di kelas dihitung
masuk dalam kegiatan belajar mengajar apabila:
a. Mengikuti lomba mewakili sekolah, Kecamatan, Kota, Propinsi maupun
Negara.
b. Mengikuti rapat OSIS
c. Menghadiri upacara/kegiatan yang ditugaskan oleh OSIS dan atau sekolah.
d. Mengikuti lomba/pertandingan seni/olahraga dari lembaga resmi dengan
dibuktikan dengan surat klubnya.
e. Mengerjakan sesuatu yang berkaitan dengan program sekolah

C. KETIDAK HADIRAN SISWA


1. Ketidak hadiran siswa dalam kegiatan proses pembelajaran dapat disebabkan
karena :
a. Sakit ( dibuktikan dengan surat keterangan dokter/pemberitahuan langsung
orang tua/wali )
b. Ijin ( didahului dengan permohonan orang tua )
c. Ditugaskan oleh sekolah mengikuti kegiatan kurikuler dan ekstrakurikuler.
d. Sengaja tidak mengikuti kegiatan pembelajaran ( bolos ) dan atau tanpa
keterangan yang sah.
2. Setiap peserta didik yang tidak dapat mengikuti KBM karena sakit maksimal tiga
hari;
- Surat izin yang membuat orang tua/wali, bila satu hari cukup peserta didik yang
diketahui oleh orang tua/wali dan sakit/rawat inap lebih tiga hari surat izin
dilampiri surat keterangan dokter.
D. PROSES PENILAIAN
1. Penilaian hasil belajar peserta didik dilaksanakan secara terencana dan
berkesinambungan melalui berbagai kegiatan ulangan dan Tugas
Mandiri/Kelompok.
2. Tugas yang dibebankan guru kepada siswa dapat berupa :
a. Tugas Terstruktur
b. Tugas Mandiri Tidak Tersetruktur
c. Siswa wajib menyelesaikan seluruh tugas yang dibebankan oleh guru.
E. SANKSI
1. Persentase minimal kehadiran siswa mengikuti kegiatan pembelajaran agar dapat
diikutsertakan dalam proses penilaian adalah 75 % dari kehadiran wajib.
2. Persentase minimal kehadiran siswa mengikuti kegiatan pembelajaran agar dapat
diikutsertakan dalam proses penilaian adalah 50% dari kehadiran wajib,jika ketidak
hadirannya akibat ditugaskan sekolah mengikuti kegiatan kurikuler dan
ekstrakurikuler.
3. Siswa yang tidak diikutsertakan proses penilaian akibat tidak memenuhi kehadiran
minimal, dikembalikan kepada orang tua setelah ada pemberitahuan/peringatan
kepada orang tua terlebih dahulu.
4. Siswa yang tidak mengikuti proses penilaian secara lengkap tidak
diperkenankan mengikuti UAS/UN.

F. KETENTUAN PENILAIAN
1. Penilaian hasil belajar peserta didik yang dilaksanakan mengacu pada standar
kompetensi lulusan untuk seluruh mata pelajaran atau kelompok mata pelajaran,
yang mencakup sikap, pengetahuan dan keterampilan.
2. Penilaian hasil belajar oleh pendidik dilakukan secara berkesinambungan,
bertujuan untuk memantau proses dan kemajuan belajar peserta didik serta untuk
meningkatkan efektivitas kegiatan pembelajaran.
3. Penilaian hasil belajar oleh satuan pendidikan dilakukan untuk menilai pencapaian
kompetensi peserta didik pada semua mata pelajaran.
4. Penilaian akhlak mulia yang merupakan aspek afektif dari kelompok mata
pelajaran agama dan akhlak mulia.
5. Penilaian kepribadian, yang merupakan perwujudan kesadaran dan tanggung jawab
sebagai warga masyarakat dan warganegara yang baik sesuai dengan norma dan
nilai-nilai luhur yang berlaku dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa,
adalah bagian dari penilaian kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan
kepribadian.
6. Penilaian selama proses pembelajaran berlangsung dilakukan secara periodik
melalui: ulangan harian, ulangan tengah semester, ulangan akhir semester dan
ulangan kenaikan kelas.

G. ULANGAN DAN UJIAN


1. Ulangan adalah proses yang dilakukan untuk mengukur pencapaian kompetensi
peserta didik secara berkelanjutan dalam proses pembelajaran, untuk memantau
kemajuan, melakukan perbaikan pembelajaran, dan menentukan keberhasilan
belajar peserta didik.
2. Ulangan harian adalah kegiatan yang dilakukan secara periodik untuk mengukur
pencapaian kompetensi peserta didik setelah menyelesaikan satu Kompetensi
Dasar (KD) atau lebih.
3. Ulangan tengah semester adalah kegiatan yang dilakukan oleh pendidik untuk
mengukur pencapaian kompetensi peserta didik setelah melaksanakan 8 – 9 minggu
kegiatan pembelajaran. Cakupan ulangan meliputi seluruh indikator yang
merepresentasikan seluruh KD pada periode tersebut.
4. Ulangan akhir semester adalah kegiatan yang dilakukan oleh pendidik untuk
mengukur pencapaian kompetensi peserta didik di akhir semester. Cakupan
ulangan meliputi seluruh indikator yang merepresentasikan semua KD pada
semester tersebut.
5. Ulangan kenaikan kelas adalah kegiatan yang dilakukan oleh pendidik di akhir
semester genap untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik di akhir
semester genap pada satuan pendidikan yang menggunakan sistem paket. Cakupan
ulangan meliputi seluruh indikator yang merepresentasikan KD pada semester
tersebut.
6. Ujian sekolah adalah kegiatan pengukuran pencapaian kompetensi peserta didik
yang dilakukan oleh satuan pendidikan untuk memperoleh pengakuan atas prestasi
belajar dan merupakan salah satu persyaratan kelulusan dari satuan pendidikan.
7. Ujian Nasional yang selanjutnya disebut UN adalah kegiatan pengukuran
pencapaian kompetensi peserta didik pada beberapa mata pelajaran
tertentu dalam kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi
dalam rangka menilai pencapaian Standar Nasional Pendidikan.

H. PELAKSANA ULANGAN DAN UJIAN


1. Penilaian hasil belajar yang diselenggarakan melalui ulangan harian dan Tugas
Mandiri/Kelompok dilakukan sepenuhnya oleh pendidik.
2. Penilaian hasil belajar yang diselenggarakan melalui ulangan tengah semester,
dan ulangan akhir semester, dan ulangan kenaikan kelas dilakukan oleh pendidik
dibawah koordinasi satuan pendidikan.
3. Ujian Sekolah dilaksanakan oleh satuan pendidikan
4. Ujian Nasional dilaksanakan oleh Pemerintah

I. NILAI/LAPORAN PENILAIAN
1. Nilai ahlak mulia dan kepribadian dihimpun oleh guru BP/BK dari guru Agama dan
Kewarganegaraan.
2. Nilai Pengembangan Diri dihimpun oleh guru BP/BK dari
Pelatih/Instruktur/Pembimbing kegiatan pengembangan diri.
3. Nilai harian diperoleh dari gabungan Hasil ulangan harian dengan nilai tugas
dengan perbandingan 60% : 40 %.
4. Skala nilai untuk pengetahuan dan praktik memakai skala ratusan dan nilai yang
pecahan dibulatkan ke atas contoh ; 74,51 dibulatkan 75.
5. Skala nilai kepribadian, Sangat Baik = A, Baik = B, Kurang = C
6. Setiap peserta didik berhak menerima pengembalian hasil ulangan, ulangan harian,
ulangan tengah semester, ulangan akhir semester, ulangan kenaiakan kelas setelah
diperiksa dan diberi komentar oleh pendidik.
7. Nilai akhir setiap mata pelajaran diperoleh dari 30% Nilai Harian, 30% Nilai Ulangan
Tengah Semester dan 40% Nilai Ujian Akhir Semester.
8. Nilai Ujian Sekolah / UN
9. Nilai pada laporan hasil belajar selalu ada komentar dari pendidik
berdasarkan Kompetensi Dasar yang diselesaaikan dalam satu semester.
J. REMEDIAL
1. Peserta didik yang belum mencapai KKM pada ulangan harian dan Ujian Tengah
Semester harus mengikuti pembelajaran remidi.
2. Pembelajaran remedial diberikan setelah dilakukan analisis terhadap hasil ulangan
harian ( untuk beberapa KD ) atau Ujian tengah semester ( untuk beberapa SK ).
3. Pembelajaran remedial dapat diselenggarakan dengan berbagai kegiatan antara
lain:
a. Pemberian pembelajaran ulang dengan metode dan media yang berbeda
melalui kegiatan tatap muka di luar jam efektif.
b. Pemberian bimbingan secara khusus, misalnya bimbingan perorangan.
c. Pemberian tugas-tugas latihan secara khusus.
d. Pemanfaatan tutor sebaya.
4. Tes ulang diberikan kepada peserta didik yang telah mengikuti program
pembelajaran remedial.
5. Nilai hasil remedial tidak melebihi nilai KKM.

K. KENAIKAN KELAS DAN KELULUSAN


1. Kenaikan Kelas dilaksanakan pada setiap akhir tahun pelajaran atau setiap akhir
semester genap.
2. Kenaikan kelas didasarkan pada penilaian hasil belajar pada semerter genap,
dengan pertimbangan seluruh SK/KD yang belum tuntas pada semester ganjil,
harus dituntaskan sampai mencapai KKM yang ditetapkan, sebelum akhir semester
genap.
3. Peserta didik dinyatakan tidak naik ke kelas XI dan XII, apabila
a. tidak mencapai ketuntasan belajar minimal pada mata pelajaran Agama dan
Kewarganegaraan
b. tidak memperoleh nilai minimal baik pada penilaian akhlak mulia dan
kepribadian.
c. Memiliki satu mata pelajaran dengan nilai kurang dari atau sama dengan 40.
4. Peserta didik dinyatakan tidak naik ke kelas XI, apabila yang bersangkutan tidak
mencapai ketuntasan belajar minimal, lebih dari 3 (tiga) mata pelajaran.
5. Peserta didik dinyatakan tidak naik ke kelas XII, apabila yang bersangkutan tidak
mencapai ketuntasan belajar minimal, lebih dari 3 (tiga) mata pelajaran yang
bukan mata pelajaran ciri khas program, atau yang bersangkutan tidak mencapai
ketuntasan belajar minimal pada salah satu mata pelajaran ciri khas program.
6. Kelulusan peserta didik ditetapkan oleh rapat Dewan Pendidik dengan krireria :
a. menyelesaikan seluruh program pembelajaran.
b. memperoleh nilai minimal baik pada penilaian akhir untuk seluruh mata
pelajaran kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia; kelompok
mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian; kelompok mata
pelajaran estetika; dan kelompok mata pelajaran jasmani, olahraga, dan
kesehatan.
c. lulus ujian sekolah (US) untuk kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan
dan teknologi;
d. lulus UN.
Kriteria peserta didik yang dinyatakan lulus secara rinci sesuai dengan
Ketentuan mengenai penilaian akhir dan ujian sekolah yang diatur lebih
lanjut dengan peraturan Menteri dan prosedur operasi standar ( POS )
tentang Ujian Nasional yang berlaku dalam tahun pelajaran 2010/2011.
L. PENJURUSAN
a. Waktu penjurusan
1) Penentuan penjurusan program studi Ilmu Pengetahuan Alam, Ilmu
Pengetahuan Sosial dan Ilmu Bahasa dilakukan mulai akhir semester 2
kelas X.
2) Pelaksanaan penjurusan program studi di semester 1 kelas XI.
b. Kriteria penjurusan program studi meliputi :
1). Nilai akademik,

Peserta didik yang naik kelas XI dan akan mengambil program studi
tertentu yaitu : Ilmu Alam, Ilmu Sosial atau Ilmu Bahasa: boleh memiliki
nilai yang tidak kompeten paling banyak 3 (tiga) mata pelajaran pada
mata pelajaran-mata pelajaran yang bukan menjadi ciri khas program
studi tersebut (lihat Struktur Kurikulum). Penjurusan peserta didik yang
memasuki Program Ilmu Alam adalah peserta didik yang memiliki nilai
mata pelajaran program Ilmu Alam ( fisika, biologi, kimia ) dan ditambah
matematika rata-rata 65

1) Minat peserta didik


Untuk mengetahui minat peserta didik dapat dilakukan melalui
angket/kuesioner dan wawancara yang dilakukan oleh guru BK dan wali
kelas, atau cara lain yang dapat digunakan untuk mendeteksi minat, dan
bakat.

3) Batas waktu untuk pindah program studi paling lambat 1 (satu) bulan
dengan memperhatikan point a dan b di atas.

M. HAK DAN KEWAJIBAN SISWA MENGGUNAKAN FASILITAS BELAJAR


1. Setiap peserta didik berhak menggunakan fasilitas belajar dalam rangka mencapai
kompetensi dasar sesuai mata pelajaran, yang berupa :
a. Alat dan Bahan Praktikum untuk mata pelajaran Biologi,Kimia dan Fisika
b. Media Pembelajaran
c. Alat / perabot praktik untuk mata pelajaran Kesenian, Penjasorkes dan
Keterampilan
d. Komputer dan Internet untuk praktek mata pelajaran TIK
e. Alat praktik ( Lab. Bahasa ) untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia dan
Bahasa Inggris.
2. Setiap peserta didik berhak menggunakan fasilitas perpustakaan sekolah dalam
bentuk :
a. Meminjam buku pelajaran, buku refrensi dan pengetahuan umum di
perpustakaan sesuai prosedur.
3. Setiap peserta didik berkewajiban untuk memiliki minimal satu buah buku
pelajaran dan buku refrensi setiap mata pelajaran yang sesuai dengan Standar Isi
Kurikulum.
4. Setiap peserta didik berkewajiban untuk memelihara setiap fasilitas belajar yang
terdapat di perpustakaan, Lab.Fisika, Lab Kimia, Lab.Biologi, Lab.Bahasa
Lab.Matematika, Lab.Komputer dan Lab. IPS.
N. LAYANAN KONSULTASI SISWA
1. Untuk membantu pencapaian kompetensi, setiap peserta didik diberi pelayanan
akademis oleh guru mata pelajaran,wali kelas maupun konselor ( Guru BK )
2. Setiap guru mata pelajaran wajib menyediakan jadwal layanan akademik kepada
setiap peserta didik asuhannya.
3. Setiap wali kelas wajib menyediakan jadwal layanan akademik kepada setiap
peserta didik asuhannya.
4. Setiap guru BK wajib menyediakan jadwal layanan akademik kepada setiap peserta
didik asuhannya.
5. Layanan khusus diberikan kepada setiap peserta didik yang memiliki masalah
khusus dalam mengikuti proses pembelajaran, seperti masalah :
a. Kehadiran
b. Kepribadian
c. Ahlak
d. Ekonomi
e. Keamanan
6. Layanan khusus diberikan secara berjenjang mulai dari guru mata pelajaran, wali
kelas dan guru BK
7. Segala bentuk pelayanan ( akademik dan khusus ) dikoordinasikan dengan guru BK.
8. Setiap peserta didik wajib melaksanakan satu jenis kegiatan pengembangan diri.
9. Setiap peserta didik berhak mendapat pelayanan untuk melaksanakan
pengembangan diri.

O. MUTASI SISWA
1. Mutasi siswa dapat berupa :
a. Mutasi Jurusan
b. Mutasi Masuk
c. Mutasi Keluar
2. Setiap peserta didik kelas XI berhak menentukan jurusan/program sesuai prestasi
akademik dan minat.
3. Setiap peserta didik kelas XI berhak pindah ( mutasi ) jurusan paling lambat satu
bulan setelah kegiatan pembelajaran berlangsung di awal tahun ajaran.
4. Peserta didik yang ingin pindah jurusan setelah satu bulan kegiatan pembelajaran
berlangsung, dipindahkan dari sekolah.
5. Peserta didik kelas XI yang tidak naik ke kelas XII dapat mengulang kembali dikelas
XI dengan memilih jurusan yang lain.
6. Peserta didik kelas XI yang naik ke kelas XII tidak boleh mengganti jurusan yang
telah dipilih.
7. Proses penerimaan siswa pindah masuk dilakukan paling lambat minggu ke tiga
setiap awal tahun pelajaran.
8. Siswa pindah masuk harus memenuhi persyaratan :

a. Memenuhi persyaratan yang ditentukan


1) Surat permohonan orang tua yang bersangkutan
2) Memiliki Laporan Hasil belajar ( Rapor ) dengan nilai lengkap dari sekolah
asal
3) Memilki Ijazah Sekolah Menengah Pertama/sederajat.
4) Memiliki surat tanda lulus dengan nilai yang tidak lebih rendah dari nilai
minimal ( PSB pada tahunnya )
5) Memiliki surat pindah dari sekolah asal yang diketahui oleh pengawas
dengan dilampirkan daftar 8355 ( status peserta didik yang bersangkutan )
b. Menyesuaikan bentuk laporan hasil belajar (LHBS) dari sekolah asal sesuai
dengan bentuk raport yang digunakan di sekolah tujuan
c. Mengikuti seleksi masuk dengan tes sesuai program yang diminati dan
hasilnya diumumkan secara terbuka.

9. Setiap peserta didik berhak pindah keluar atas permintaan orang tua/wali murid.
Setiap peserta didik berpeluang pindah keluar atas pertimbangan sekolah.

Warungkiara, Juli 2010

Kepala Sekolah

Drs. UDIN KOMARUDIN


NIP 19550115 198603 1 005

Anda mungkin juga menyukai