Anda di halaman 1dari 3

Dina Elsa

Akuntansi 08/ Politeknik

Afwan Ukhty Ana Telat

Sebuah judul yang sulit untuk di kembangkan karena jujur ana sendiri
bukanlah seorang yang disiplin dan pandai dalam me-management
waktu. Wallahu’alam ‘ntah kenapa ana mendapatkan judul ini,
mungkin ini adalah bahan introspeksi bagi diri ana sendiri.Ana sadar di
antara ciri utama berdakwah kepada Allah, tidak saja mengamalkan
ajaranNya dan menjauhi segala yang dilarang melainkan lebih dari itu
menampilkan diri sebagai seorang Muslim di manapun ia berada,
Dengan kata lain tidak cukup seorang mengamalkan Islam hanya
dengan shalat, membayar zakat dan menjalankan haji, sementara
dalam hidup sehari-harinya tidak mencerminkan Islam. Dan
menampilkan diri sebagai seorang muslim itu sendiri adalah dakwah.
Islam pun mengajarkan kita akan kedisiplinan, kebersihan, dan akhlak
mulia.

Disiplin ialah meresapi 'Waktu adalah pedang'. Disiplin bukan


terlambat, terlebih menentang. Disiplin ialah tepat waktu, tepat
sasaran. Disiplin mengajarkan kita
beramal dengan ahsan profesional. Tanpanya barisan dakwah pun
berantakan.
Tanpa disiplin tujuan-sasaran-target dakwah melemah. Maka displin
menjadi mutlak dimiliki setiap jundi-jundi fii sabiliLlah. Kalau berbicara
teori itu sich gampang, namun kenyataannya kadang teori sangat jauh
berbeda dengan prakteknya di lapangan.

Kalau boleh Jujur ungkapan “Afwan ukh, ana telat” adalah sebuah
ungkapan yang sering ana ucapkan… Sebuah dilema bagi ana, untuk
memilih satu dari dua bahkan tiga agenda yang bentrok dalam waktu
yang bersamaan. Memilih mana agenda yang harus diprioritaskan dan
pada akhirnya tetap saja “telat” untuk memenuhi agenda berikutnya.
Disini Sebagai seorang aktivis dakwah dengan peranan ganda dan
multifungsi kita dituntut untuk profesional, pandai dalam me-
management waktu dengan segala rutinitas yang cukup padat dan
menguras energi setiap harinya; dakwah, kuliah, bisnis, dsb nya…
semua harus di jalani seimbang. Kadang kelemahan dari sisi
manusiawi hendak berteriak dengan semua ini dan bahkan terlintas di
benak ini untuk bisa rehat sejenak saja. Astaghfirullah…Ana teringat
dengan ucapan salah seorang akhwat yang mengatakan “semakin
sibuk seseorang, maka semakin pandai dia dalam memanagement
waktunya dan untuk itu ana resapi betul maknanya.
َ ‫وم‬
‫وي‬ ِ َ ‫سست‬ْ َ ‫ وََل ت‬. ‫ن‬
َ ‫مي‬ ِ ِ ‫س سل‬ ْ ‫م‬ ُ ْ ‫ن ال‬ ْ ‫مس‬ ِ ‫ل إ ِن ّن ِسسي‬َ ‫حا وََقا‬ ً ِ ‫صال‬ َ ‫ل‬ ِ َ ‫عا إ َِلى الل ّهِ وَع‬
َ ‫م‬ َ َ‫ن د‬ ْ ‫م‬
ّ ‫م‬ِ ‫ن قَوًْل‬ ُ ‫س‬ َ ‫ح‬ ْ ‫نأ‬ ْ َ َ
َ ّ َ ّ َ
‫ما‬
َ َ ‫و‬ . ‫م‬ ‫مي‬ ‫ح‬ ‫ي‬ ِ
ٌ ِ َ ّ َ ُ ّ ‫ل‬‫و‬ ‫ه‬ ‫ن‬ ‫أ‬َ ‫ك‬ ٌ ‫ة‬ ‫و‬
َ َ‫دا‬ َ ‫ع‬ ‫ه‬ ‫ن‬‫ي‬‫ب‬
ُ َََْ ‫و‬ ‫ك‬َ ‫ن‬‫ي‬‫ب‬
ََْ ِ ‫ذي‬ ‫ل‬ ‫ا‬ َ
‫ذا‬ ‫إ‬ َ ‫ف‬ ‫ن‬
ِ ُ َ ْ َ ِ ‫س‬ ‫ح‬ ‫أ‬ ‫ي‬ ‫ه‬ ‫تي‬ ِ ‫ل‬ ‫با‬ ‫ع‬َ
ِ ْ ْ ‫ف‬‫د‬ ‫ا‬ ‫ة‬
ُ َ ‫ئ‬ ‫ي‬‫س‬
ّ ّ ‫ال‬ ‫ل‬ َ َ َ ‫ح‬
‫و‬ ‫ة‬ُ ‫ن‬‫س‬ َ ْ ‫ال‬
ّ ّ
ُ ‫ها إ ِل‬ َ ّ ّ َ
ٍ ‫ظيم‬ ِ َ ‫حظ ع‬ َ ‫ذو‬ َ ‫قا‬ ّ ‫ما ي ُل‬ َ َ‫صب َُروا و‬ َ ‫ن‬ َ ‫ذي‬ ِ ‫ها إ ِل ال‬ َ ‫قا‬ ّ ‫ي ُل‬

Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru


kepada Allah, mengerjakan amal yang shalih dan
berkata:”Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah
diri.” Dan tidaklah sama kebaikan dan kejahatan. Tolaklah (kejahatan
itu) dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antaramu
dan antara dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang
sangat setia. Sifat-sifat yang baik itu tidak dianugerahkan melainkan
kepada orang-orang yang sabar dan tidak dianugerahkan melainkan
kepada orang-orang yang mempunyai keberuntungan yang besar. (Qs.
Fushshilat: 33-35).

Ayat di atas merupakan bekal utama bagi para aktivis dakwah di jalan
Allah (dai), agar selalu semangat dan istiqamah, tidak pernah gentar
dan getir, senantiasa menjalankan tugasnya dengan tenang, tidak
emosional dan seterusnya. Satu dari amalan yang menunjang kita
dalam proses pengusungan kebangkitan Islam ialah sikap disiplin.
Komitmen dengan waktu, komitmen dengan janji.

Nah, Pertanyaannya sekarang sudahkah kita mewarnai kerja-kerja


dengan kedisplinan?
Ukhty, apa yang bisa kita qudwah-kan kepada masyarakat kita kalau
ternyata komitmen kita terhadap waktu dan kerja dakwah sama
lembeknya dengan mereka. Bukankah kita kader dakwah, selalu
menggaungkan uswatun hasanah Rasulullah SAW. Dimana kedisiplinan
kita ...
Suatu hari Rasulullah punya janji meeting dengan seseorang di suatu
tempat. Rasulullah datang on time bahkan menunggu seharian guna
menunaikan janjinya. Dalam memenuhi hak istri-istrinya pun Rasul
melakukannya dengan disiplin. Rasulullah sangat menekankan agar
umatnya tepat waktu dalam menunaikan sholat jamaah. Sebab sholat
jamaah dimulai dari panggilan adzan hingga penutupan salam sholat
memberikan sebuah tarbiyah indhiba' (pembinaan kedisiplinan). Entah
apa akibat yang diperoleh muslimin saat menghadapi tentara salibis
dalam perang salib, jika saja Shalahuddin tidak menerapkan
kedisiplinan dalam penjagaan dan qiyamul lail tentaranya.Islam
merupakan agama 'amali, agama yang mengutamakan nilai-nilai
produktivitas secara sempurna dan syumuli, baik produktif dalam arti
menghasilkan sebuah karya ataupun produktif dalam arti
menghasilkan sebuah peningkatan serta perbaikan diri dan
masyarakat. Untuk itu hanya ada satu rumus yaitu cukup 3M.

1. Mulai dari diri sendiri,2. Mulai dari hal kecil,3. Mulai dari skarang!
Solusinya berupa sebuah tindakan yang mungkin dapat jadi jalan
keluar jika kita dengan rela dan ikhlas melakukannya. Mudah, murah,
menarik… dan tanpa basa-basi.Takbir…!!! Allahuakbar