Anda di halaman 1dari 16

Anggaran Dasar – Anggaran Rumah Tangga

Jaringan Pewarta Mahasiswa Independen


ANGGARAN DASAR
BAB I
NAMA dan BENTUK

Pasal 1
Oraganisasi ini bernama Jaringan Pewarta Mahasiswa Independen yang disingkat JaPMI

Pasal 2
JaPMI berbentuk perkumpulan

BAB II
PENDIRIAN DAN TEMPAT KEDUDUKAN

Pasal 3
JaPMI didirikan oleh 6 Organisasi Pers Mahasiswa sejak deklarasi Ciumbuleuit pada
tanggal 17 Nopember 2007 di Universitas Parahyangan Bandung untuk jangka waktu
yang tidak ditentukan.

Pasal 4
JaPMI berkedudukan di Kota Bandung, Jawa Barat, Republik Indonesia

BAB III
AZAS, PEDOMAN DAN KODE ETIK

Pasal 5
JaPMI berdasarkan prinsip-prinsip hak azasi manusia, konstitusi Republik Indonesia dan
Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Pasal 6
JaPMI berpedoman pada semangat dan Prinsip-prinsip Deklarasi Ciambluit, 17
Nopember 2007

Pasal 7
JaPMI memiliki kode etik untuk mengarahkan aktivitas profesional anggotanya

BAB IV
TUJUAN DAN USAHA

Pasal 8
JaPMI bertujuan untuk:
a. Memperjuangkan hak berpendapat, hak atas informasi, hak berkumpul dan hak
berserikat bagi semua orang.
b. Membela dan memperjuangkan harkat dan martabat Pewarta mahasiswa.

Pasal 9

2
Untuk mencapai tujuannya JaPMI berusaha:
a. Menggalang solidaritas sesama Pewarta mahasiswa
b. Meningkatkan kemampuan profesi Pewarta mahasiswa
c. Ikut berperan aktif membangun demokrasi di dalam kampus khususnya dan
masyarakat pada umumnya
d. Membantu masyarakat menggunakan hak informasinya secara baik
e. Membangun kerjasama dengan pihak lain guna mencapai tujuan organisasi

BAB V
KEANGGOTAAN

Pasal 10
Keanggotaan JaPMI bersifat perseorangan dan terbuka bagi setiap Pewarta
mahasiswa

Pasal 11
Keanggotaan JaPMI terdiri dari anggota biasa dan anggota kehormatan

Pasal 12
Hak-hak anggota meliputi :
a. Hak prtisipasi, yaitu hak untuk ikut serta dalam kegiatan yang diselenggarakan
oleh organissasi
b. Hak bicara, yaitu hak untuk mengajukan saran dan atau kritik baik secara lisan
maupun tulisan
c. Hak membela diri, jika dikenai sanksi organisasi
d. Hak memilih dan dipilih menjadi pengurus bagi anggota biasa.

Pasal 13
Kewajiban anggota meliputi:
a. Mentaati anggaran dasar dan Anggaran Rumah Tangga dan aturan organisasi
lainnya
b. Menjaga nama baik JaPMI
c. Mematuhi kode etik JaPMI dan menjunjung tinggi pedoman JaPMI

Pasal 14
Anggota dapat dikenai sanksi organisasi, termasuk pemecatan sebagai anggota

BAB VI
STRUKTUR ORGANISASI

Pasal 15
Kekuasaan organisasi dipegang oleh kongres JaPMI

Pasal 16
Pimpinan pelaksana organisasi dipegang oleh pengurus yang terdiri dari pengurus JaPMI

3
Pasal 17
Pengawasan atas pengelolaan dana aset organisasi dilakukan oleh badan pengawas
keuangan
BAB VII
KEUANGAN DAN ASET

Pasal 18
Dana dan asset organisasi diperoleh dari :
a. Uang pendaftaran anggota
b. Iuran tetap anggota
c. Sumbangan anggota
d. Hibah dan sumbangan yang tidak mengikat
e. Usaha organisasi yang sah

Pasal 19
Pengelolaan dan pemeliharaan dana dan aset dilakukan oleh pengurus JapMI dengan
pengawasan oleh Badan Pengawas Keuangan

BAB VIII
PEMBUBARAN ORGANISASI

Pasal 20
a. Pembubaran JaPMI hanya bisa dilakukan melalui Kongres atas usulan sedikitnya
2/3 anggota JaPMI serta disetujui sedikitnya 2/3 suara
b. Apabila JaPMI dinyatakan bubar, maka Kongres tersebut berkewajiban
membentuk tim likuidasi guna menyelesaikan utang piutang organisasi, serta
menyerahkan sisa kekayaan JaPMI kepada badan-badan sosial

BAB IX
PERUBAHAN DAN ATURAN TAMBAHAN

Pasal 21
Perubahan anggaran dasar ini hanya dapat dilakukan dan ditetapkan oleh Kongres

Pasal 22
Anggaran Dasar ini berlaku sejak tanggal ditetapkan, dan hal-hal yang belum diatur
dalam Anggaran dasar ini akan diatur dalam Anggaran Rumah Tangga, aturan pokok
organisasi dan aturan lainnya.

4
ANGGARAN RUMAH TANGGA

BAB I
ANGGOTA

Pasal 1
a. Anggota biasa adalah Pewarta mahasiswa yang telah memnuhi syarat
b. Yang dimaksud Pewarta adalah orang yang melakukan semua pekerjaan sah yang
berhubungan dengan kegiatan jurnalistik, seperti pengumpulan, pengolahan dan
penyiaran berita, opini, ulasan, foto, gambar, ilustrasi, karikatur, dan sebagainya
dalam bidang komunikasi massa
c. Mahasiswa adalah orang yang belajar di perguruan tinggi
d. Pewarta mahasiswa meliputi:
i. Pewarta media cetak dan elektronik
ii. Pewarta foto dan juru kamera media cetak dan elektronik
iii. karikaturis, pewarta grafis dan kolumnis

Pasal 2
Syarat menjadi anggota biasa JaPMI adalah:
a. Warga Negara Indonesia
b. Tercatat sebagai mahasiswa di Perguruan Tinggi
c. Aktif pada usaha pers cetak dan elektronik yang dikelola oleh mahasiswa
d. Memiliki sejumlah karya jurnalistik yang pernah dipublikasikan
e. Tidak bekerja pada bidang yang bertentangan dengan martabat sebagai pewarta,
maupun bertentangan dengan dasar, pedoman dan tujuan perjuangan JaPMI
f. Mendapat rekomendasi sekurang-kurangnya dari lima anggota JaPMI

Pasal 3
a. Status anggota kehormatan dapat diberikan kepada orang-orang yang berjasa dan
menaruh perhatian besar pada kemajuan pers dan jurnalistik serta kemanusiaan
pada umumnya, yang sesuai dengan semangat dan prinsip-prinsip deklarasi
Ciumbuleuit 2007
b. Yang berhak mengangkat anggota kehormatan adalah kongres JaPMI

Pasal 4
Untuk menjadi anggota biasa, seorang Pewarta mahasiswa harus:
a. Mendaftarkan diri secara tertulis kepada pengurus JaPMI
b. Menyertakan contoh karya jurnalistik
c. Mendapatkan rekomendasi sekurang-kurangnya dari lima anggota JaPMI

Pasal 5
Keanggotaan berhenti karena:
a. Meninggal dunia
b. Meminta berhenti
c. Tidak lagi memenuhi ketentuan untuk menjadi anggota

5
d. Anggota biasa yang dalam jangka waktu dua tahun berturut-turut tidak
menjalankan profesi Pewarta mahasiswa
e. Dipecat pengurus

Pasal 6
Pemecatan terhadap anggota dapat dilakukan apabila:
a. Seorang anggota telah melakukan perbuatan yang bertentangan dengan Anggaran
Dasar dan Anggaran Rumah Tangga dan atau Kode Etik
b. Seseorang anggota telah melakukan perbuatan yang mencemarkan, merugikan
atau merendahkan nama baik, serta harkat Pewarta mahasiswa dan organisasi
JaPMI
c. Seseorang anggota telah menyalahgunakan nama organisasi untuk kepentingan
pribadi
d. Seorang anggota yang tidak memenuhi kewajiban organisasi dan telah
mendapatkan peringatan dari Ketua JaPMI

Pasal 7
Prosedur pemecatan anggota adalah:
a. Sebelum pemecatan dijatuhkan, Ketua JaPMI terlebih dulu memberikan:
i. Surat peringatan sebanyak 2 kali dalam selama-lamanya satu bulan
ii. Surat peringatan keras, secepatnya sebulan setelah surat peringatan kedua
dikeluarkan
iii. Surat pemecatan sementara, secepatnya sebulan setelah surat peringatan keras
dikeluarkan
b. Anggota yang telah dipecat oleh pengurus JaPMI berhak mengajukan keberatan
kepada kongres JaPMI. Apabila keberatan diterima, maka keanggotaannya harus
segera direhabilitasi

BAB II
KONGRES

Pasal 8
a. Kongres merupakan kekuasaan tertinggi organisasi JaPMI dan diselenggarakan
satu tahun sekali
b. Kongres menetapkan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga dan pokok-
pokok program kerja selama satu tahun
c. Kongres memilih dan menetapkan Ketua
d. Kongres menerima atau menolak laporan pertanggungjawaban Ketua
e. Kongres memilih dan menetapkan anggota Badan Pengawas Keuangan
f. Kongres dapat menetapkan anggota kehormatan atas usul pengurus JaPMI
g. Kongres dapat membuat badan otonom dan aturan mainnya untuk melaksanakan
hal-hal yang bersifat khusus
h. Kongres menetapkan hal-hal lain yang dianggap perlu sesuai Anggaran Dasar dan
Anggaran Rumah Tangga

6
Pasal 9
Materi-materi kongres disiapkan khusus oleh pengurus JaPMI

Pasal 10
Kepanitian, lokasi dan anggaran kongres ditetapkan oleh Ketua, selambat-lambatnya dua
bulan sebelum pelaksanaan kongres

Pasal 11
Tata Tertib Kongres:
a. Peserta kongres terdiri atas anggota JaPMI, pengurus JaPMI, Badan Pengawas
Keuangan, peninjau yang diundang panitia
b. Peserta kongres harus sudah menerima bahan-bahan kongres paling lambat dua
minggu sebelum kongres dibuka
c. Kongres bisa dinyatakan sah, apabila dihadiri oleh lebih dari separuh anggota
JaPMI
d. Peserta kongres selain peninjau, mempunyai hak bicara
e. Anggota JaPMI memiliki hak suara
f. Keputusan dilakukan dengan cara mufakat dan atau suara terbanyak melalui
pemungutan suara
g. Peraturan kongres lainnya dibuat oleh panitia kongres dengan persetujuan kongres

Pasal 12
a. Kongres luar biasa dapat dilakukan apabila Ketua JaPMI melanggar Anggaran
Dasar dan Anggaran Rumah Tangga dan atau tidak dapat menjalankan tugas
b. Kongres luar biasa dilakukan atas usul sedikitnya 2/3 anggota JaPMI

BAB III
PENGURUS

Pasal 13
a. Pengurus JaPMI dipimpin oleh ketua yang dipilih oleh kongres.
b. Ketua harus melengkapi susunan pengurusnya dengan, Divisi Advokasi, Divisi
Litbang, Divisi Dana Usaha dan Divisi Jaringan
c. Susunan lengkap pengurus JaPMI harus sudah terbentuk selambat-lambatnya satu
bulan setelah berakhirnya kongres, dan diinformasikan secara tertulis kepada
pengurus JaPMI dan diumumkan kepada anggota JaPMI
d. Pengurus dipilih diantara anggota yang komitmen, dedikasi dan loyalitasnya
kepada organisasi sudah teruji, serta aktif menjalankan profesi Jurnalis
e. Pengurus tidak diperkenankan menjadi pengurus partai politik dan atau organisasi
massa
f. Pengurus hanya dapat menduduki posisi yang sama, selama-lamanya dua periode

7
Pasal 14
Jika Ketua berhalangan tetap, rapat pengurus dapat menunjuk dan mengangkat pejabat
sementara untuk menggantikan tugasnya

Pasal 15
a. Pengurus JaPMI bertugas dan berkewajiban melaksanakan pokok-pokok program
kerja dan hasil-hasil kongres lainnya.
b. Pengurus JaPMI menyusun dan menetapkan Rencana Kerja dan Anggaran
Tahunan
c. Pengurus JaPMI dapat membuat peraturan organisasi di bawah Anggaran Rumah
Tangga dan ketetapan Kongres
d. Pengurus JaPMI dapat membentuk panitia atau komisi khusus untuk menangani
masalah tertentu

BAB IV
BADAN PENGAWAS KEUANGAN

Pasal 16
a. Badan Pengawas Keuangan terdiri atas koordinator dan anggota
b. Koordinator dan Anggota Badan Pengawas keuangan dipilih dan ditetapkan oleh
kongres
c. Jika koordinator Badan Pengawas Keuangan berhalangan tetap, Anggota Badan
Pengawas Keuangan dapat mengadakan rapat untuk menunjuk pejabat sementara
untuk melaksanakan tugasnya

Pasal 17
a. Badan Pengawas Keuangan memeriksa keuangan organisasi dalam satu periode
kepengurusan dan hasil pemeriksaannya dilaporkan pada kongres
b. Badan Pengawas Keuangan memberikan saran dan rekomendasi terhadap masalah
pengelolaan dan pencarian aset dan dana organisasi
c. Badan Pengawas Keuangan berhak menyetujui atau tidak menyetujui laporan
keuangan pengurus, serta dapat memberikan pendapatnya secara tertulis

BAB V
RAPAT-RAPAT

Pasal 18
Macam-macam Rapat dalam Organisasi JaPMI:
a. Rapat Pengurus
b. Rapat Badan Pengawas Keuangan

Pasal 19
Macam-macam Rapat pengurus JaPMI adalah:
a. Rapat Kerja
b. Rapat Pleno Pengurus
c. Rapat Rutin

8
d. Rapat Divisi
e. Rapat kepanitiaan atau rapat rutin

Pasal 20
Pengaturan dan wewenang masing-masing rapat diatur lebih lanjut dalam aturan pokok
organisasi yang terlampir dari Anggaran Rumah Tangga ini

BAB VI
KEUANGAN

Pasal 21
Besarnya uang pendaftaran dan iuran anggota JaPMI ditentukan di kongres JaPMI

Pasal 22
a. Pengurus JaPMI wajib mengusahakan dana bagi program-program kerja
sebagaimana ditentukan dalam rencana kegiatan dan Anggaran Tahunan
b. Tata cara penyaluran dana yang diusahakan oleh pengurus JaPMI dan tata cara
pelaporan penggunaan dana tersebut dalam ayat (1), ditentukan dalam aturan
organisasi tersendiri

Pasal 23
Pengurus JaPMI dibenarkan untuk mencari dana yang sah dari sumber-sumber lain dan
yang tidak mengikat dan yang tidak bertentangan dengan Anggaran dasar dan Anggaran
Rumah Tangga, untuk kegiatan operasional dan program-program kerja JaPMI

Pasal 24
Kriteria sumber dana yang diperbolehkan:
a. Tidak mengurangi independensi JaPMI
b. Sumber dana tersebut tidak sedang terlibat kasus pidana, kejahatan ekonomi dan
perusakan lingkungan
c. Kriteria lebih lanjut akan ditetapkan dalam aturan organisasi pokok keuangan
organisasi

BAB VII
TRANSPARANSI PENGGUNAAN DANA

Pasal 25
a. Pengawasan atas pengelolaan penggunaan dana dilakukan oleh Badan Pengawas
Keuangan
b. Dalam hal laporan keuangan yang tidak disetujui. Badan Pengawas Keuangan
dapat memberikan laporan dan atau pendapatnya di Kongres secara tertulis yang
diinformasikan bersama-sama dengan laporan keuangan pengurus
c. Setiap proposal yang dikirim oleh JaPMI, Badan Pengawas Keuangan mendapat
tembusannya

9
d. Badan Pengawas Keuangan dapat meminta keterangan dan penjelasan kepada
Pengurus berkenan dengan masalah dana organisasi

BAB VIII
PERUBAHAN DAN ATURAN TAMBAHAN

Pasal 26
Perubahan Angaaran Rumah Tangga hanya dapat dilakukan dan ditetapkan oleh kongres

Pasal 27
Anggaran Rumah Tangga ini berlaku sejak tanggal ditetapkan, dan hal-hal yang belum
diatur dalam Anggaran Rumah Tangga ini akan diatur dalam Aturan Pokok Organisasi
dan aturan lainnya

ATURAN POKOK ORGANISASI

A. MANAJEMEN ORGANISASI

I. Mekanisme Perencanaan Kerja Organisasi


a. Induk perencanaan kerja dalam satu periode kepengurusan JaPMI adalah
ketetapan kongres tentang Poko-pokok Program Kerja
b. Pokok-pokok Program Kerja akan diterjemahkan secara lebih rinci dan lebih
praktis dalam satu periode Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT).
RKAT ditetapkan dalam Rapat Kerja (Raker) adalah Rapat yang diikuti oleh
seluruh pengurus dan mengundang Badan Pengawas Keuangan. RKAT ditetapkan
dengan keputusan Ketua Umum
c. Bersamaan dengan pembuatan draft RKAT, dirumuskan juga draft mekanisme
keuangan oleh Ketua Umum dengan Divisi Dana Usaha. Mekanisme keuangan ini
dibahas dalam Rapat Kerja dan ditetapkan dengan keputusan Ketua Umum
d. RKAT dibahas dan dapat diterjemahkan secara operasional dalam rapat Pleno
Pengurus. Disini, jika amat dibutuhkan, dapat pula dilakukan peninjauan,
penjadwalan ulang dan atau perubahan anggaran

II. Deskripsi Tugas dan Wewenang Pengurus


a. Ketua

i. Adalah pemimpin pelaksanaan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah


Tangga dan ketetapan-ketetapan kongres lainnya
ii. Bertanggung jawab atas keseluruhan pelaksanaan program kerja
sebagaimana ditetapkan dalam Pokok-pokok Program Kerja serta RKAT
iv. Berhak mewakili organisasi keluar atau menugaskan personal pengurus
lainnya. Sebelum dan atau sesudah aktivitas ini menginformasikannya
dalam Rapat Pengurus
v. Memberi sambutan dan tugas protokoler lainnya dalam kegiatan JaPMI
bersifat eksternal

10
vi. Mengangkat dan menugaskan personal atau tim yang mengerjakan tugas
yang bersirat eksternal atau banyak berhubungan dengan pihak luar
organisasi
vii. Menetapkan aturan organisasi di bawah AD/ART dan ketetapan kongres
viii. Bertanggung jawab atas pelaksanaan kegiatan kesekretariatan
ix. Mengangkat dan menugaskan personal, tim atau panitia dalam masalah
keorganisasian atau tugas yang bersifat internal
x. Menyiapkan agenda dan bahan Rapat Pengurus
xi. Memimpin Rapat pengurus

b. Ketua Divisi Advokasi

i. Bertanggung jawab atas pelaksanaan kegiatan yang berhubungan dengan


masalah advokasi’
ii. Untuk kegiatan keluar bertema advokasi yang bersifat tidak menyatakan
sikap organisasi, dapat langsung mewakili organisasi
iii. Menyampaikan Untuk kegiatan yang bertema advokasi yang menyatakan
sikap organisasi, harus terlebih dahulu berkoordinasi dengan Ketua Umum
dan atau melalui rapat pengurus sebelum mewakili organisasi
iv. Melaporkan dan mengevaluasi aktifitas ii dan iii dalam rapat pengurus
v. Menyampaikan pandangan dalam rapat pengurus atas perkembangan
utama tema advokasi dalam dunia jurnalistik

c. Ketua Divisi Litbang

i. Bertanggung jawab atas pelaksanaan kegiatan yang berhubungan dengan


masalah profesi.
ii. Dapat mewakili organisasi secara langsung untuk kegiatan bertema profesi
yang tidak menyatakan sifat organisasi
iii. Untuk kegiatan bertema profesi yang bersifat menyatakan sikap
organisasi, harus terlebih dahulu berkoordinasi dengan Ketua Umum dan
atau dalam rapat pengurus sebelum mewakili oraganisasi
iv. Melaporkan dan mengevaluasi kegiatan ii dan iii dalam rapat pengurus
vi. Menyampaikan pandangan dalam rapat pengurus atas perkembangan
utama tema ini
vii. Menyampaikan kondisi keorganisasian dalam setiap rapat

d. Ketua Divisi Dana Usaha

i. Bertanggung jawab atas pelaksanaan kegiatan yang berhubungan dengan


masalah keuangan dan dana usaha
ii. Berkoordinasi dengan Ketua mewakili organisasi untuk urusan-urusan
yang berhubungan dengan masalah keuangan dan dana usaha
iii. Membicarakan dalam rapat pengurus jika ada masalah keuangan yang
memerlukan interpretasi dan sikap pengurus, misalnya berkenaan dengan
sumber dana

11
iv. Menyampaikan kondisi terakhir keuangan organisasi dalam setiap rapat
pengurus

e. Ketua Divisi Jaringan

i. Bertanggung jawab atas pelaksanaan kegiatan yang berhubungan dengan


masalah hubungan nasional atau internasional
ii. Berkoordinasi dengan Ketua mewakili organisasi untuk urusan-urusan
yang berhubungan dengan masalah hubungan nasional atau internasional
iii. Membicarakan dalam rapat pengurus jika da masalah hubungan nasional
atau internasional yang memerlukan interpretasi dan sikap pengurus
iv. Menyampaikan kondisi terakhir hubungan nasional atau internasional
dalam setiap rapat pengurus

f. Staf-staf Divisi

i. Membantu Ketua Divisi masing-masing dalam menjalankan tugas


ii. Mewakili Ketua Divisi jika ditugaskan
iii. Mewakili pengurus jika ditugaskan

III. Mekanisme Penyusunan Personalia Pengurus


a. Ketua Umum terpilih dalam kongres menyusun nama-nama calon ketua
Divisi dan staf divisi dengan meminta masukan kepada pengurus
sebelumnya
b. Diputuskan terlebih dahulu nama-nama para ketua Divisi, kemudian
sedapat mungkin Ketua Umum dengan paara ketua divisi tentang nama-
nama yang dipilih sebagai staf divisi
c. Semua yang dipilih menjadi pengurus harus mengisi surat kesediaan
d. Susunan pengurus lengkap ditetapkan dengan keputusan Ketua selambat-
lambatnya satu bulan setelah kongres berakhir
e. Susunan pengurus lengkap harus diinformasikan kepada Anggota
f. Jika ada ketua dan atau staf divisi yang berhenti dalam periode
kepengurusan yang tengah berjalan, dapat diganti dengan orang lain
melalui keputusan Ketua Umum

IV. Mekanisme Koordinasi


a. Bentuk koordinasi yang tersedia adalah rapat laporan dan sosialisasi. Bentuk-
bentuk koordinasi ini dapat dijalankan sendiri-sendiri, bersamaan atau satu
rangkaian acara
b. Macam rapat dalam organisasi JaPMI adalah: Rapat pengurus, Rapat Badan
Pengawas Keuangan
c. Seluruh rapat yang diadakan harus dibuatkan notulensinya
d. Macam Rapat Pengurus adalah : Rapat Kerja, Rapat Pleno Pengurus, Rapat rutin,
Rapat Divisi dan Rapat khusus tim atau kepanitiaan
e. Rapat kerja (Raker) adalah rapat untuk menyusun RKAT. Raker diikuti oleh
seluruh pengurus dan mengundang Badan Pengawas Keuangan. Sesi rapat

12
pengambilan keputusan hanya diikuti oleh pengurus; sesi rapat yang diikuti oleh
seluruh undangan bersifat konsultatif dan aspiratif, Raker diadakan satu kali
dalam satu periode kepengurusan
f. Rapat Pleno Pengurus adalah rapat koordinasi pelaksanaan RKAT dan
pembicaraan jalannya organisasi secara umum. Rapat ini diikuti oleh seluruh
pengurus dan dapat mengundang pihak lain untuk keperluan tertentu. Rapat pleno
sedikitnya satu kali dalam dua bulan
g. Rapat rutin adalah rapat yang diikuti oleh Ketua Umum dan para ketua divisi
(atau yang mewakilinya). Rapat ini membicarakan hal-hal penting organisasi yang
bersifat mendesak. Rapat rutin juga merupakan pembahasan awal untuk masalah
yang akan dibicarakan dalam rapat pleno. Rapat rutin diadakan sedikitnya satu
kali dalam dua minggu.
h. Rapat divisi adalah rapat koordinasi kerja teknis yang diikuti oleh ketua dan staf
divisi masung-masing. Rapat ini dapat diselenggarakan serangkaian dengan rapat
pleno, yakni pada sesi sebelum dan atau sesudah rapat pleno.
i. Rapat kepanitiaan atau tim khusus adalah rapat sehubungan dengan program kerja
atau kepentingan tertentu sesuai dengan tujuan pembentukannya
j. Laporan adalah informasi tertulis tentang hal-hal tertentu dengan format standar
organisasi. Laporan terdiri dari laporan rutin dan laporan khusus, laporan rutin
adalah laporan keuangan dan laporan pertanggungjawaban pengurus. Laporan
khusu adalah: laporan kepanitian, laporan tim dan laporan penugasan personal.
k. Laporan khusu berdasarkan pada penugasan panitia, tim atau personal yang
mendapat tugas organisasi, dengan surat tugas atau surat keputusan, harus
melaporkan pelaksanaan tugasnya. Jika diperlukan, disertai keterangan lisan.
Pengiriman personal ke acara seperti seminar atau pelatihan juga harus membuat
laporan.
l. Sosialisasi adalah informasi lisan maupun tertulis dari pengurus JaPMI kepada
anggota dan atau kepada perangkat organisasi JaPMI lainnya. Sosialisasi dapat
berupa audiensi, seperti audiensi pengurus JaPMI dengan anggota.

V. Mekanisme Pengendalian dan Pengawasan


a. Sebagai organisasi yang bersifat terbuka dan demokratis, pada dasarnya semua
anggota JaPMI harus dilibatkan dalam pengendalian dan pengawasan organisasi.
Setiap anggota berhak mempertanyakan masalah organisasi dan harus diberi
respon oleh pengurus. Respon pengurus dapat bersifat langsung, dibicarakan
dalam rapat atau pun tindakan organisatoris lainnya. Jalannya kepengurusan pada
dasarnya bersifat terbuka kepada seluruh anggota, dengan tetap memperhatikan
keamanan organisasi, terutama kepada pihak eksternal.
b. Fungsi pengawasan yang utama terhadap masalah keuangan dilakukan oleh
Badan Pengawas Keuangan (BPK). BPK dapat meminta keterangan kepada
pengurus dan harus dijawab. BPK tetap harus memperhatikan keamanan
organisasi dan tidak berhak menyebarkan informasi keuangan kepada pihak
eksternal organisasi.
c. Fungsi pengawasan yang utama terhadap pelaksanaan AD/ART, ketetapan
kongres dan jalannya kepengurusan dilakukan oleh anggota.

13
d. seluruh proses pengendalian dan pengawasan organisasi dilakukan dengan itikad
baik dan mengutamakan kepentingan organisasi.

B. PENERIMAAN DAN PENDAFTARAN ULANG ANGGOTA

I. Penerimaan Anggota Baru


a. Syarat-syarat menjadi anggota:
1. Warga Negara Indonesia
2. Aktif di usaha Pers cetak maupun elektronik yang dikelola oleh mahasiswa
3. Memiliki sejumlah karya jurnalistik yang pernah dipublikasikan dan atau
disiarkan
4. Tidak aktif pada bidang yang bertentangan dengan martabat sebagai Pewarta ,
maupun bertentangan dengan dasar, pedoman dan tujuan JaPMI.
5. mendapat rekomendasi, sekurang-kurangnya dari lima anggota JaPMI.

b. Prosedur pendaftaran anggota:


1. Mengajukan surat permohonan secara tertulis kepada JaPMI
2. Membayar uang pendaftaran yang ditetapkan oleh kongres Sebesar Rp. 20.000
3. Mengisi formulir pendaftaran Anggota Baru yang telah disediakan oleh JaPMI
4. mengembalikan formulir pendaftaran yang telah diisi, dengan melampirkan:
i. Satu lembar pas foto terbaru berwarna ukuran 3x4
ii Melampirkan KTM dan KTP
iii. Bukti rekomendasi dari lima anggota JaPMI
iv Sedikitnya lima bukti karya jurnalistik terakhir, berupa kliping (untuk media
cetak), rekaman kaset audio (untuk media radio), rekaman kaset audio visual
(untuk media televisi) dan print out web (untuk media situs web)
v Menandatangani surat pernyataan untuk siap mentaati kode etik JaPMI

c. Penetapan Anggota.
Sebelum ditetapkan sebagai anggota, calon anggota diwajibkan:
1. Mengisi formulir data anggota untuk JaPMI, masing-masing formulir dilengkapi
dengan pas foto berwarna terbaru ukuran 4 x 6 cm
2. menandatangani surat pernyataan untuk mentaati kode etik JaPMI
3. menyerahkan pas foto berwarna terbaru ukuran 3x4 satu lembar, untuk surat
keterangan anggota atau kartu anggota dan pas foto berwarna terbaru ukuran 3x4
cm untuk ID Card yang dikeluarkan JaPMI
4. membayar iuran anggota selama satu tahun.

d. Surat Keterangan dan Kartu Anggota


1. Anggota yang telah ditetapkan berhak mendapatkan surat keterangan keanggotaan
JaPMI yang ditandatangani oleh Ketua JaPMI
2. Anggota yang telah ditetapkan berhak mendapatkan kartu anggota JaPMI yang
ditandatangani oleh Ketua JaPMI

II. Pendaftaran Ulang

14
a. anggota JaPMI diharuskan mendaftar ulang keanggotaannya satu tahun sekali,
terhitung dari tanggal surat keterangan atau kartu anggota ditandatangani. Dalam
hal yang berbeda, dihitung dari kartu anggota.
b. Pada saat mendaftar ulang, anggota harus melampirkan sedikitnya satu karya
jurnalistiknya dalam satu tahun terakhir.
c. Pada saat mendaftar ulang, anggota harus menyelesaikan kewajiban iuran
anggotanya serta membayar biaya administrasi pendaftaran ulang yang ditetapkan
pengurus JaPMI
d. Pengurus JaPMI berkewajiban memberikan pelayanan kepada anggota yang
mendaftar ulang. Pengurus JaPMI juga harus memberikan surat keterngan
anggota yang beru selambat-lambatnya satu bulan setelah surat permohonan atau
pengisian formulir pendaftaran ulang dilakukan dan telah memenuhi syrat di atas.
e. Prosedur Pendaftaran ulang tidak berlaku bagi para penanda tangan deklarasi
Ciambluit

C. PEMBERIAN SANKSI TERHADAP ANGGOTA


I. Ketentuan Umum
a. Pemberian sanksi berkaitan dengan ketidakpatuhan dan atau pelanggaran anggota
pada kode etik dan AD/ART
b. Yang berwenang memberikan sanksi kepada anggota yang melanggar kode etik
adalah pengurus JaPMI setelah mempertimbangkan rekomendasi lima orang
anggota JaPMI
c. Yang berwenang memberi sanksi kepada anggota yang melanggar AD/ART
adalah pengurus JaPMI

II. Jenis Pelanggaran dan Sanksi


a. Terhadap anggota yang melakukan perbuatan yang bertentangan dengan
Anggaran Dasar, Anggaran Rumah Tangga dan Kode Etik diancam sanksi
minimal dekenai peringatan keras dan atau skorsing sementara serta maksimal
pemecatan
b. Terhadap anggota yang tidak memenuhi kewajibannya pada organisasi dan telah
mendapatkan peringatan dari pengurus JaPMI diancam sanksi minimal dikenai
peringatan dan maksimal skorsing sementara waktu

III. Pelanggaran Khusus dan Sanksinya


Terhadap Anggota yang terbukti :
a. menerima suap dan atau imbalan dengan meminta atau pun tidak, diancam dengan
sanksi minimal dikenai peringatan keras dan kewajiban mengembalikan suap atau
imbalan tersebut dengan sepengetahuan Pengurus JaPMI dan atau skorsing
sementara waktu serta maksimal pemecatan.
b. Membuat berita insinuatif atau melakukan plagiat diancam sanksi minimal
mendapat surat peringatan keras dan dikenai kewajiban meminta maaf secara
tertulis kepada pihak yang dirugikan dan diteruskan kepada pengurus JaPMI dan
skorsing sementara waktu maksimal dikenai pemecatan
c. Melakukan perbuatan yang mencemarkan, merugikan atau merendahkan nama
baik, serta harkat martabat Pewarta dan JaPMI diancam sanksi minimal mendapat

15
surat peringatan keras dan dikenai kewajiban meminta maaf secara tertulis kepada
pihak yang dirugikan dan ditembuskan kepada pengurus JaPMI dan atau skorsing
sementara waktu serta maksimal dikenai pemecatan
d. Melakukan tindak kejahatan dan telah memperoleh status hukum yang tetap
keanggotaannya dicabut dan atau dibatalkan.

IV. Mekanime Pemberian Sanksi Terhadap Anggota


a. Sebelum keputusan atas pelanggaran dijatuhkan pengurus JaPMI, terlebih dahulu
harus melakukan
1. Pencarian data lain pembuktian atas kasus dugaan terjadinya pelanggaran oleh
anggota yang bersangkutan. Bahannya baik berupa laporan maupun penemuan di
lapangan, bukti tertulis dan dikuatkan oleh saksi-saksi.
2. Menghadirkan anggota yang bersangkutan untuk mengklarifikasi dugaan atas
terjadinya pelanggaran
3. Setelah proses butir 1 dan 2 dianggap cukup, pengurus JaPMI bisa segera
mengambil keputusan, selambat-lambatnya dalam waktu satu bulan
4. Bila anggota yang bersangkutan tidak hadir tanpa alasan jelas pada pertemuan
yang dimaksud pada butir 2, maka pengurus JaPMI dapat mengeluarkan surat
panggilan kedua mencakup peringatan selambat-lambatnya satu bulan setelah
keluarnya surat panggilan pertama.
5. Bila anggota yang bersangkutan tetap tidak hadir memenuhi surat panggilan
kedua, maka pengurus JaPMI dapat mengeluarkan surat penggilan ketiga
mencakup peringatan keras secepatnya satu bulan setelah surat peringatan kedua
dikeluarkan.
6. Bila anggota yang bersangkutan tetap tidak hadir memenuhi panggilan ketiga,
pengurus memberikan sanksi, secepatnya satu bulan setelah surat panggilan ketiga
dikeluarkan
b. Anggota yang telah dipecat oleh pengurus JaPMI berhak mengajukan keberatan
kepada kongres, yang kemudian menempuh langkah-langkah yang sama dengan yang
dimaksud dengan ayat a.
c. Apabila keberatannya diterima, maka keanggotannya harus segera direhabilitasi;
sebaliknya bila keberatnnya ditolak keanggotaannya gugur secara permanen.

16