Anda di halaman 1dari 65

MENGAKUI

KEMAHAESAAN
SANG PENCIPTA

277


Sejenak suasana hening. Kami semua larut dalam kisah kehidupan


semesta ini. Membayangkan diri berawal dari ketiadaan. Dan akan
kembali kepada ketiadaan. Bergetar hati kami mengakui, bahwa
kehidupan ini pada hakekatnya adalah adanya Allah. Semua ini
milik Nya.

Dalam panorama gelap langit, bintang masih berkelap kelip. Sesekali


mengajak kami bercanda, main petak umpet tertutup semburat awan
yang berlalu. Kunang-kunangpun tak mau kalah berkelap kelip,
sesekali menghilang di rimbunnya pepohonan. Angin menimbulkan
suara derit daun dan batang yang bergesekan, bagai alun seruling
dan decak rebana. Semua seakan berlomba untuk menghibur,
menghalau kegundahan hati kami.

”Ting ting”

Denting penjual bajigur mengusik keheningan kami. Dinginnya


malam membuat kami tergiur membayangkan kehangatan bajigur
dan ubi rebusnya. Tanpa menyia-nyiakan waktu kami sepakat
melakukan bajigur break dulu.

”Bajigurr euyy ...”



278
Siapa Gerangan
Pencipta Semua ini?

“Kita seperti sedang melakukan napak tilas”, suara seseorang


memecah tegukan bajigur.

“Maksudnya?”, yang lain bertanya.

“Seperti Nabi Ibrahim yang membandingkan bintang, bulan dan


matahari dengan Tuhan yang sedang dicarinya. Seperti Nabi
Muhammad melakukan mi’raj hingga ke langit ketujuh. Kita
berpetualang mengeksplorasi Bola Semesta” ujarnya.

“Betul, sejak tadi sore kita telah berpetualang ke berbagai negeri di


bumi ini, melihat perbedaan kehendak dan keyakinan yang timbul
diantara manusia dan bangsa-bangsa. Kita juga telah terbang
menjumpai benda-benda raksasa di alam galaksi. Kita menyelam
menyisir benda-benda ke alam atom dan quark. Kita menembus
lorong waktu ke masa lalu, melihat asal-usul manusia, bumi, dan
asal-usul alam semesta. Kita melompat ke masa depan melihat
kejadian kiamat yang merupakan akhir dari dunia galaksi. Jauh ke
depan lagi menyaksikan penciptaan surga dan neraka. Dan jauh
kedepan lagi saat semua dikembalikan kepada Sang Pencipta”.

“Setelah kita melanglang buana kesimpulan apa yang kita peroleh?”,


aku memancing pertanyaan kepada para anak muda itu.

279
“Dibandingkan Bola Semesta, dari sudut ukuran, energi dan waktu,
planet Bumi ini kecil. Apalagi manusia, enam milyar manusia ini tak
ada apa-apanya di jagad ini, termasuk diri kita”, sahut seseorang

“Kalau dilihat proses Bola Semesta dari awal sampai akhir, maka
semua kejadian dan gerakan semesta ini hanyalah satu skenario.
Tidak ada skenario lain, arah ke depannya sudah jelas”, celetuk yang
lain.

“Aneka benda dan makhluk hidup yang ada di bumi dan langit, dari
dulu hingga nanti, semua adalah bagian dari Bola Semesta.
Semuanya sama sebagai makhluk ciptaan”, yang lainnya lagi
menimpali.

“Yang pasti Penciptanya hebat, Maha Pintar, Maha Kuat, Maha


Detail. Pokoknya Maha segala-galanya”, suara berat turut
menyumbang pendapat.

“Pencipta semua ini Satu, tak ada pertentangan didalam ciptaan


Nya”, seolah menyimpulkan pendapat-pendapat lain.

“Kalau begitu siapa gerangan Pencipta semua?” tanyaku.

“Allah, Tuhan semesta alam”, jawab mereka beramai-ramai.

Dan sesungguhnya jika kamu tanyakan kepada mereka:


"Siapakah yang menciptakan langit dan bumi?" Tentu mereka
akan menjawab: "Allah". Katakanlah: "Segala puji bagi

280
Allah"; tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui. (QS
31:25)

Dan sungguh jika kamu tanyakan kepada mereka: "Siapakah


yang menciptakan langit dan bumi?", niscaya mereka akan
menjawab: "Semuanya diciptakan oleh Yang Maha Perkasa
lagi Maha Mengetahui". (QS 43:9)

Katakanlah: "Siapakah Tuhan langit dan bumi?" Jawabnya:


"Allah." Katakanlah: "Maka patutkah kamu mengambil
pelindung-pelindungmu dari selain Allah, padahal mereka
tidak menguasai kemanfaatan dan tidak (pula) kemudaratan
bagi diri mereka sendiri?". Katakanlah: "Adakah sama orang
buta dan yang dapat melihat, atau samakah gelap gulita dan
terang benderang; apakah mereka menjadikan beberapa sekutu
bagi Allah yang dapat menciptakan seperti ciptaan-Nya
sehingga kedua ciptaan itu serupa menurut pandangan
mereka?" Katakanlah: "Allah adalah Pencipta segala sesuatu
dan Dia-lah Tuhan Yang Maha Esa lagi Maha Perkasa". (QS
13:16)

281
Dan sungguh jika kamu bertanya kepada mereka: "Siapakah
yang menciptakan langit dan bumi?", niscaya mereka
menjawab: "Allah". Katakanlah: "Maka terangkanlah
kepadaku tentang apa yang kamu seru selain Allah, jika Allah
hendak mendatangkan kemudaratan kepadaku, apakah
berhala-berhalamu itu dapat menghilangkan kemudaratan itu,
atau jika Allah hendak memberi rahmat kepadaku, apakah
mereka dapat menahan rahmat-Nya?. Katakanlah: "Cukuplah
Allah bagiku". Kepada-Nya lah bertawakal orang-orang yang
berserah diri. (QS 39:38)

Dan sungguh jika kamu bertanya kepada mereka: "Siapakah


yang menciptakan mereka, niscaya mereka menjawab: "Allah",
maka bagaimanakah mereka dapat dipalingkan (dari
menyembah Allah)?, (QS 43: 87)

282
Katakanlah: "Kepunyaan siapakah bumi ini, dan semua yang
ada padanya, jika kamu mengetahui?". Mereka akan
menjawab: "Kepunyaan Allah." Katakanlah: "Maka apakah
kamu tidak ingat?"
Katakanlah: "Siapakah Yang Empunya langit yang tujuh dan
Yang Empunya Arasy yang besar?". Mereka akan menjawab:
"Kepunyaan Allah." Katakanlah: "Maka apakah kamu tidak
bertakwa?"
Katakanlah: "Siapakah yang di tangan-Nya berada kekuasaan
atas segala sesuatu sedang Dia melindungi, tetapi tidak ada
yang dapat dilindungi dari (azab) -Nya, jika kamu
mengetahui?". Mereka akan menjawab: "Kepunyaan Allah."
Katakanlah: "(Kalau demikian), maka dari jalan manakah
kamu ditipu?". Sebenarnya Kami telah membawa kebenaran
kepada mereka, dan sesungguhnya mereka benar-benar orang-
orang yang berdusta. (QS 23:84-90)

Katakanlah: "Kepunyaan siapakah apa yang ada di langit dan

283
di bumi?" Katakanlah: "Kepunyaan Allah". Dia telah
menetapkan atas diri-Nya kasih sayang. Dia sungguh-sungguh
akan menghimpun kamu pada hari kiamat yang tidak ada
keraguan terhadapnya. Orang-orang yang merugikan dirinya,
mereka itu tidak beriman. (QS 6:12)

Dan sesungguhnya jika kamu tanyakan kepada mereka:


"Siapakah yang menjadikan langit dan bumi dan menundukkan
matahari dan bulan?" Tentu mereka akan menjawab: "Allah",
maka betapakah mereka (dapat) dipalingkan (dari jalan yang
benar). Allah melapangkan rezeki bagi siapa yang dikehendaki-
Nya di antara hamba-hamba-Nya dan Dia (pula) yang
menyempitkan baginya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui
segala sesuatu.
Dan sesungguhnya jika kamu menanyakan kepada mereka:
"Siapakah yang menurunkan air dari langit lalu menghidupkan
dengan air itu bumi sesudah matinya?" Tentu mereka akan
menjawab: "Allah". Katakanlah: "Segala puji bagi Allah",
tetapi kebanyakan mereka tidak memahami (nya). (QS 29: 61-
63)

Katakanlah: "Siapakah yang memberi rezeki kepadamu dari

284
langit dan dari bumi?" Katakanlah: "Allah", dan sesungguhnya
kami atau kamu (orang-orang musyrik), pasti berada dalam
kebenaran atau dalam kesesatan yang nyata. (QS 34:24)

Katakanlah: "Siapakah yang memberi rezeki kepadamu dari


langit dan bumi, atau siapakah yang kuasa (menciptakan)
pendengaran dan penglihatan, dan siapakah yang
mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan
yang mati dari yang hidup dan siapakah yang mengatur segala
urusan?" Maka mereka akan menjawab: "Allah". Maka
katakanlah: "Mengapa kamu tidak bertakwa (kepada-Nya)?"
(QS 10:31)

(yaitu) hari (ketika) mereka keluar (dari kubur); tiada suatu


pun dari keadaan mereka yang tersembunyi bagi Allah. (Lalu
Allah berfirman): "Kepunyaan siapakah kerajaan pada hari
ini?" Kepunyaan Allah Yang Maha Esa lagi Maha
Mengalahkan. (QS 40:16)

285
Dan dia membuat perumpamaan bagi Kami; dan dia lupa
kepada kejadiannya; ia berkata: "Siapakah yang dapat
menghidupkan tulang belulang, yang telah hancur luluh?".
Katakanlah: "Ia akan dihidupkan oleh Tuhan yang
menciptakannya kali yang pertama. Dan Dia Maha Mengetahui
tentang segala makhluk, (QS 36:78-79)

Katakanlah: "Siapakah yang lebih kuat persaksiannya?"


Katakanlah: "Allah. Dia menjadi saksi antara aku dan kamu.
Dan Al Qur'an ini diwahyukan kepadaku supaya dengannya
aku memberi peringatan kepadamu dan kepada orang-orang
yang sampai Al Qur'an (kepadanya). Apakah sesungguhnya
kamu mengakui bahwa ada tuhan-tuhan yang lain di samping
Allah?" Katakanlah: "Aku tidak mengakui". Katakanlah:
"Sesungguhnya Dia adalah Tuhan Yang Maha Esa dan
sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kamu
persekutukan (dengan Allah)". (QS 6:19)

Ayat-ayat ini berisi pertanyaan yang mengajak kita untuk berpikir


kembali mengenai Sang Pencipta alam semesta ini. Pertanyaan ini

286
sebenarnya bukanlah pertanyaan yang rumit untuk dijawab. Hati
kecil kita yang jujur tak bisa mengelak untuk menjawab bahwa
hanya Allah lah pencipta dan pemilik dari bumi dan langit.

Di dalam otak kita ada suatu areal sel-sel otak yang disebut God
Spot. Disebut God Spot karena bagian otak ini suatu kerjaannya
berpikir tentang ke Mahaan dan Keesaan Allah. Ketika kita melihat
ada teman di kelas yang pintar, dari tahun ke tahun selalu ranking
satu, kita akan mendengar ada anak yang lebih pintar di kelas lain.
Selanjutnya kita berpikir mungkin ada yang lebih pintar di sekolah
lain, di propinsi lain atau di negara lain. Kita juga jadi ingat kepada
Einstein yang mungkin menjadi orang yang paling pintar di abad ini.
Diantara para ilmuwan manusia sepanjang masa ada yang paling
pintar diantara mereka semua. Tetapi yang paling pintar itu ternyata
tak ada apa-apanya dibanding kepintaran dzat yang merancang alam
semesta ini. Seperti petualangan kita dari tadi sore, alam ini begitu
sempurna yang hanya bisa di rancang oleh Dzat Yang Maha Pintar.

Ketika kita melihat ada preman pasar atau preman kampus yang
merasa sebagai orang kuat, kita mendengar ada petinju juara dunia
yang lebih kuat. Kita juga mendengar ada atlet angkat berat yang
memegang rekor dunia. Tetapi kekuatan mereka ternyata tak
seberapa dibandingkan kekuatan yang menggerakkan gempa bumi
dan tsunami, kekuatan yang menggerakkan bulan, bumi dan
matahari, kekuatan yang menggerakkan alam semesta ini. Energi
yang dibutuhkan untuk menggerakkan semesta ini begitu dahsyat
yang hanya bisa digerakkan oleh Dzat Yang Maha Kuat.

Ketika ita melihat ada polisi atau tentara yang petantang petenteng
merasa berkuasa, yang kehendaknya selalu terpenuhi, ternyata kita
mendengar ada yang lebih berkuasa dari mereka. Ada panglima
tentara yang berkuasa memerintah kekuatan militer di negeri ini.
Ada presiden negeri yang berkuasa mengatur negeri ini. Atau di era
sekarang ini kita teringat Presiden Amerika Serikat yang mungkin
paling berkuasa di bumi. Tetapi kekuasaan dan kehendaknya
belumlah apa-apa dibanding kekuasaan dan kehendak yang telah
memerintahkan terbentuknya langit dan bumi. Yang telah
mengarahkan kemana alam semesta ini berjalan. Dibutuhkan

287
kekuasaan yang sangat besar yang dapat menentukan arah segenap
alam langit dan bumi menuju alam surga dan neraka. Kekuasaan
yang hanya dimiliki oleh Dzat Yang Maha Kuasa dan Maha
Berkehendak.

Dalam skala yang lebih kecil, diri sendiri, kita dapat merasakan dan
berpikir siapa sebenarnya yang memiliki dan berkuasa atas diri ini.
Alhamdulillah saat ini kalian telah lulus UAN (Ujian Akhir
Nasional). Banyak siswa kelas tiga SMA yang tahun ini tidak lulus
UAN. Dan Alhamdulillah kalian semua telah diterima dan akan
meneruskan ke perguruan tinggi. Demikianlah rezeki, rahmat dan
manfaat yang kalian rasakan dalam hidup. Tetapi siapa yang dapat
memastikan bahwa bulan depan kalian semua telah ada di kampus.
Bagaimana kalau tiba-tiba orang tua kalian mengalami musibah,
katakanlah sawah ladangnya kebanjiran atau diserang hama, atau
harta bendanya terbakar. Atau bagaimana bila kendaraan yang
membawa kalian ke kota mengalami kecelakaan yang menyebabkan
kalian harus dirawat berbulan-bulan. Siapa sebenarnya yang
memberi rezeki kepada diri kita. Siapa yang berkuasa untuk
memberikan mudarat atau cobaan kepada kita. Pikir punya pikir tak
mungkin benda atau manusia berkuasa atas kehidupan kita. Yang
berkuasa atas rahmat dan mudarat yang kita terima adalah juga yang
menguasai rahmat dan mudarat atas manusia lainnya; yaitu Allah.

Kehidupan kota tidak selamanya ramah. Saat nanti kalian pertama


kali tiba di kota mungkin kalian akan dikerubuti oleh banyak orang
yang menawarkan bantuan. Namun bisa jadi setelah membantu,
orang tersebut meminta imbalan yang tinggi dan tidak masuk akal,
alias kalian sebenarnya diperas. Jauh dari orang tua dan sanak
saudara, ternyata ada polisi berjalan mendekat yang membuat para
preman itu mengurungkan niatnya memeras kalian. Pada
hakekatnya siapakah yang melindungi kalian, polisi itu atau Allah
yang menggerakkan langkah polisi. Tentu kita akan berterima kasih
kepada polisi dan bersyukur kepada Allah yang telah melindungi.

Tak usah jauh-jauh. Saat ini kalian dengan jelas dapat mendengar
apa yang Om katakan, dapat melihat bintang dilangit, dapat
merasakan dinginnya udara malam, dan dapat merasakan hangat

288
dan nikmatnya bajigur. Apakah karena Om ngomong lalu kuping
kalian bisa mendengar, apakah karena bintang berkelap kelip lalu
mata kalian bisa melihat, apakah karena akang bajigur jualan lalu
lidah kalian bisa merasa? Apakah bapak dan ibu terlebih dahulu
mendesain semua ini sebelum melahirkan kita?. Siapa yang memberi
semua ini. Tentu otak kita akan berpikir bahwa semua ini merupakan
karunia dan kasih sayang Allah kepada kita.

Demikianlah kira-kira pola berpikir God Spot di dalam otak kita.


Oleh karena itu kita pasti akan menjawab Tuhan atau Allah ketika
ditanya siapa Sang Pencipta dan Pemelihara alam semesta, termasuk
yang memiliki diri ini.

289
Lemah Tapi Sombong

“Sebenarnya kalau ditanya siapa Pencipta langit bumi, siapa tempat


memohon, kita dan semua manusia tentu akan menjawab; Tuhan
atau Allah. Tetapi kalau dilihat dinamika kehidupan manusia di
muka bumi, mengapa masih ada orang yang mengingkari? Mengapa
masih ada yang percaya pada kekuatan batu, mengkeramatkan
tempat, mengkultuskan manusia, bahkan bergantung kepada jin dan
sihir? Mereka sangat tergantung kepada benda dan makhluk itu,
dibandingkan dengan Allah”, tanya seorang anak muda.

“Itu adalah konsekuensi dari diciptakannya manusia dengan


kemampuan otak manusia yang brilian. Manusia punya kemampuan
analisa yang luas dengan rentang waktu yang panjang. Kalau
binatang hanya berpikir untuk makan hari ini, dan itupun
tergantung dari tanaman atau hewan yang dijumpai dan dapat
dimakan. Sedangkan manusia, untuk makan hari ini saja sudah
berpikir menu dan selera, bagaimana mendapatkan dan mengolah
makanannya. Tetapi manusia juga sudah berpikir bagaimana untuk
makan esok hari atau musim kering mendatang atau untuk anak
cucu. Berbagai ilmu dan teknologi diupayakan manusia supaya
dapat makan terus dan dengan menu yang lezat.

Dibalik keunggulan kemampuan berpikir manusia, terdapat


beberapa titik kelemahan. Pertama, karena tahu apa yang harus
dilakukan dalam hidupnya, atau dalam mencapai suatu tujuan, maka
belum apa-apa sebagian manusia melihat hidup ini sebagai beban.
Sehingga kemanapun melangkah selalu terasa berat. Dia merasa

290
berat karena pagi-pagi buta harus berangkat ke kebun atau ke
kantor. Dia merasa berat karena sawah yang harus digarap terasa
terlalu luas, atau kerjaan di kantor makin hari makin menumpuk. Dia
merasa berat karena harus membeli makanan bergizi untuk anaknya,
harus membayar biaya pendidikan, harus mengadakan pesta untuk
sunatan atau pernikahan. Dia merasa berat untuk menyisihkan
sebagian hartanya dalam bentuk zakat dan sedekah. Dia merasa
berat karena harus shalat lima kali sehari. Semua aktivitas hidupnya
dirasakan sebagai suatu beban yang harus dilakukan dengan susah
payah.

Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia berada dalam


susah payah. (QS 90:4)

Menerima kehidupan ini sebagai beban sangat bertentangan dengan


bimbingan Allah yang mengajak untuk melihat kehidupan ini
sebagai rahmat dan nikmat. Oleh karena itu dia tidak percaya pada
bimbingan Allah, tidak memohon kepada Allah. Maka mulailah dia
mencari sesuatu yang dapat meringankan bebannya, sesuatu
kekuatan gaib yang dapat menyulap setiap masalah terselesaikan
dalam sekejap. Berbagai bentuk ilmu pengasihan, azimat, jin hingga
sihir dicari untuk menyelesaikan semua ini tanpa susah payah.
Semakin lama tingkat ketergantungannya semakin kuat, dan secara
perlahan kenyataan bahwa Allah Maha Pencipta dan Tempat
Memohon Pertolongan, mulai terabaikan.

Konsekensi kedua dari kebrilianan otak manusia adalah bahwa otak


manusia tahu apa yang diinginkannya, tetapi terkadang kenyataaan
tidak sesuai dengan keinginan. Pada sebagian manusia, perbedaan
ini, apalagi bila kenyataannya jauh dari yang diinginkan, akan
muncul sebagai suatu keluhan. Ketemu teman, mengeluh karena
kerjaan terlalu banyak tapi gaji kecil. Ketemu istri, mengeluh karena
kebutuhan belanja rumah tangga tinggi tapi makanan dirumah

291
kurang sedap. Ketemu anak mengeluh karena anak kerjanya main
melulu. Ketemu tetangga mengeluh, ketemu sopir bajaj mengeluh,
ketemu penjual minyak mengeluh, semua isi kehidupan sehari-
harinya dipenuhi dengan keluhan.

Keluhan demi keluhan ini akan mendorong ia berpikir dua kali


untuk memberikan sesuatu kepada orang lain. Ia Mulai mengurangi
uang belanja rumah tangga, mengurangi uang jajan anak, pelit dalam
meminjamkan uang kepada teman atau tetangga yang
membutuhkan. Apalagi memberikan hartanya begitu saja kepada
fakir miskin dan anak yatim, dianggap buang-buang uang yang
sudah dikumpulkan dengan keringatnya (keluhannya).

Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi


kikir. (QS 70:19)

Orang seperti ini matanya tertutup dari kenyataan bahwa ia hidup


diantara banyak keinginan manusia. Ia hidup didalam keterbatasan
kemampuan yang melekat pada dirinya. Bila tak bisa hidup dialam
nyata, maka ia akan hidup di alam impian dan kenyataan sering tak
seindah impian. Akhirnya ia akan mencari penolong yang berasal
dari dunia impiannya. Apakah melalui korupsi dan tipu menipu, jin,
sihir dan berhala-berhala lain. Ia jauh dari realita yang ada, bahwa
semua kekayaannya milik Allah, dan semua bersumber dari Nya.

Konsekuensi ketiga dari kebrilianan otak manusia adalah kesadaran


otak bahwa ada proses atau prosedur yang harus dilalui untuk
mencapai hasil yang diinginkannya. Proses yang dibutuhkan
kadangkala dirasakan terlalu lama sehingga dia menjadi tak sabar
untuk segera menuai hasil. Kalau ingin memanen padi ya harus
ditanam dulu, diairi dan beberapa bulan kemudian baru dipanen.
Kalau ingin jadi sarjana, ya harus lulus UAN, lulus ujian masuk,
lulus setiap mata kuliah yang diikuti, membuat skripsi, berhasil

292
dalam sidang kelulusan, dan tidak lupa semua biaya-biaya
perkuliahan dan administrasi dilunasi. Kalau ingin jualannya untung
ya harus efisien dalam membeli dan berproduksi, menawarkan
jualan dengan baik, harga jual terjangkau tapi menguntungkan,
pelayanan jual beli dengan baik, dan harus menunggu pembeli yang
tertarik dalam jumlah yang banyak. Kalau ingin di ridhoi Allah, ya
harus hidup lurus di setiap aspek kehidupan sesuai petunjuk dan
peringatan Nya.

Kepahaman tentang proses juga sering digunakan sebagai olok-olok


untuk menantang orang lain agar menyegerakan hasilnya. Termasuk
mengolok-olok orang yang yakin akan hari kiamat dan hari akhirat,
agar membuktikan kejadian kiamat sekarang juga.

Manusia telah dijadikan (bertabiat) tergesa-gesa. Kelak akan


aku perlihatkan kepadamu tanda-tanda (azab) -Ku. Maka
janganlah kamu minta kepada-Ku mendatangkannya dengan
segera. (QS 21:37)

Seringkali manusia tidak sabar terhadap tahapan-tahapan proses


yang harus dilalui. Manusia ingin potong kompas, bagaimana agar
hasil cepat diperoleh. Hal ini sebenarnya mendorong inovasi positif,
namun seringkali cara potong kompasnya tidak benar, merusak
sistem. Padi belum kuning sudah dipanen. Kuliah jarang datang, cari
bocoran atau nyontek saat ujian, bayar orang untuk nyusun skripsi,
dan nyogok dosen dan pegawai administrasi untuk kelulusannya.
Jualan dilakukan dengan membohongi pembeli, mulai dari mencuri
barang untuk dijual, menjual barang rusak, atau menerapkan harga
yang berlipat-lipat. Lebih jauh lagi, potong kompas dilakukan
dengan menggunakan keyakinan akan kekuatan-kekuatan supra
natural. Pake jampi-jampi, jimat dan lain-lain. Lupa deh kepada
Allah yang menciptakan alam ini melalui suatu proses evolusi.

293
Kalau keingkaran-keingkaran di atas disebabkan oleh perasaan
inferior (merasa rendah dan lemah), maka keingkaran dapat juga
disebabkan oleh perasaan superior (merasa mampu dan kuat).

Setelah berulangkali keinginannya tercapai, dan semua orang


disekelilingnya bisa dipengaruhi atau dipaksa sesuai dengan apa
yang diinginkan, maka timbullah rasa percaya diri yang berlebihan.
Keberhasilan berjualan, keberhasilan berdakwah, keberhasilan
memimpin perusahaan, keberhasilan memimpin negara, pada
awalnya semua ditanggapi dengan penuh rasa syukur. Namun saat
membandingkan diri yang berhasil dengan orang-orang lain,
timbullah rasa takjub pada diri sendiri. Aku bisa dan orang lain tak
bisa, aku tahu orang lain tak tahu, aku mau orang lain tak mau, aku
mampu orang lain tak mampu, aku sukses orang lain gagal.

Keberhasilan demi keberhasilan terus diraih, meninggalkan orang-


orang jauh belakang sehingga tampaklah perbedaan kekuatan dan
kekuasaan atas orang-orang. Dalam kondisi seperti bila kontrol diri
dan introspeksi tidak dilakukan, maka rasa percaya diri berlebihan
ini akan mendorong timbulnya sifat sombong. Bermula dengan
mencibir dan merendahkan orang, hingga berbuat sewenang-
wenang atas hak-hak orang.

Negara yang militernya kuat akan menekan kehendak pada negara


yang militernya lemah. Negara dengan kapital kuat dapat
mempermainkan perekonomian negara-negara miskin. Pemerintah
membodohi rakyatnya. Pengusaha memeras kering keringat para
pekerjanya. Preman mengambil pungutan liar di perempatan jalan.
Majikan menyiksa pembantunya. Dan terkadang, tanpa sadar kita
sering menyuruh adik mengurus kebun sementara kita berleha-leha.

294
Adapun kaum Aad maka mereka menyombongkan diri di muka
bumi tanpa alasan yang benar dan berkata: "Siapakah yang
lebih besar kekuatannya dari kami?" Dan apakah mereka itu
tidak memperhatikan bahwa Allah yang menciptakan mereka
adalah lebih besar kekuatan-Nya dari mereka? Dan adalah
mereka mengingkari tanda-tanda (kekuatan) Kami. (QS 41:
15)

Kebanggaan diri dan kesombongan akan membutakan mata. Merasa


berjasa dan dapat menentukan nasib kehidupan orang lain, membuat
manusia haus untuk dihormati dan disembah. Manusia bisa terjerat
menuhankan diri seperti kisah terkenal Firaun di Kerajaan Mesir
Kuno. Manusia sombong tak mampu membawa pikiran untuk
melihat realita bahwa apa yang dihasilkan dan apa yang dimiliki
tidak berarti apa-apa dibandingkan alam semesta. Tidak berarti apa-
apa dibandingkan kekuatan, kekayaan dan ilmu Allah.

Kadang rasa percaya diri timbul berkaitan dengan ketaqwaan.


Setelah mendalami ilmu, rajin beribadah bahkan menyebarkan ajaran
agama kepada umat, timbul perasaan seolah-olah diri ini adalah
manusia yang paling bertaqwa. Merasa diri yang paling dekat
dengan Sang Pencipta, dan Sang Pencipta akan mengabulkan segala
permintaannya.

Perbuatan baik yang tidak disertai keikhlasan dapat menjebak


kepada praduga-praduga yang salah tentang Allah. Bahwa Allah
pasti akan selalu sayang padanya dan tidak akan menyiksanya. Allah
akan memenuhi kemauannya. Lho koq jadi terbalik?. Manusia
menuhankan dirinya dan menghambakan Allah. Masya Allah.

295
Arogansi ini membuatnya tidak merasa salah ketika melakukan
perbuatan yang merusak, karena Allah pasti akan memaklumi dan
mengampuni.

Orang-orang Yahudi dan Nasrani mengatakan: "Kami ini


adalah anak-anak Allah dan kekasih-kekasih-Nya".
Katakanlah: "Maka mengapa Allah menyiksa kamu karena
dosa-dosamu?" (Kamu bukanlah anak-anak Allah dan kekasih-
kekasih-Nya), tetapi kamu adalah manusia (biasa) di antara
orang-orang yang diciptakan-Nya. Dia mengampuni bagi siapa
yang dikehendaki-Nya dan menyiksa siapa yang dikehendaki-
Nya. Dan Kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi serta
apa yang ada antara keduanya. Dan kepada Allah-lah kembali
(segala sesuatu). (QS 5:18)

Kalian khan akan kuliah, dan kelak menjadi sarjana. Tentu kalian
akan lebih pintar dari rata-rata warga desa ini yang tidak
mengenyam bangku kuliah. Om juga mendoakan dengan bekal ilmu
itu, kalian menjadi enterpreuner yang berhasil baik di bisnis,
pemerintahan, seni dan olahraga atau bidang lainnya. Nah, saat-saat
keberhasilan menghiasi hidupmu, janganlah timbul rasa bangga diri,
apalagi tampil sombong didepan oranglain.

Saat inipun kalian bisa bangga karena menjadi salah satu dari sedikit
orang yang bisa meneruskan kejenjang pendidikan tinggi. Tapi
janganlah hal ini menyebabkan engkau berjalan di desa ini dengan
membusungkan dada dan wajah mendongak keatas dan bibir
mencibir. Mirip kerbau yang sedang melenguh.

296
Agar terhindar kepercayaan diri yang berkembang kearah sombong
dan bahkan menuhankan diri, sering-seringlah kalian untuk
merenung dan introspeksi. Ingatlah pengembaraan virtual kita hari
ini. Bagaimana kondisi ketidakberdayaan kita saat bayi. Betapa kita
dulu hanya berasal dari air yang hina. Bahwa kita sebelumnya
memang tidak ada. Maka tidak sepantasnya kita mengaku-ngaku
semua yang melekat pada kita adalah milik kita. Semua ciptaan
Allah dan milik Allah.

Dan apakah manusia tidak memperhatikan bahwa Kami


menciptakannya dari setitik air (mani), maka tiba-tiba ia
menjadi penantang yang nyata! (QS 36:77)

Apakah mereka diciptakan tanpa sesuatu pun ataukah mereka


yang menciptakan (diri mereka sendiri)? Ataukah mereka telah
menciptakan langit dan bumi itu?; sebenarnya mereka tidak
meyakini (apa yang mereka katakan). (QS 52:35-36)

Dan tidakkah manusia itu memikirkan bahwa sesungguhnya


Kami telah menciptakannya dahulu, sedang ia tidak ada sama
sekali? (QS 19:67)

297
Malaikat dan Jin
Tak Pantas Dituhankan

”Saat ini banyak tayangan di televisi yang membuat bulu kuduk


merinding. Ada tayangan mengenai azab dunia bagi yang berbuat
tidak baik. Ada penjelasan mengenai makhluk halus yang sering
mengganggu. Ada tayangan para penangkap makhluk halus yang
mengusir dan memenjarakan makhluk halus ke dalam botol. Ada
juga tayangan hipnotis yang mampu membaca pikiran dan
menyuruh orang lain melakukan perbuatan aneh. Ada yang
memamerkan kemampuan sihir mereka dengan bungkus
pertunjukan ilusi. Apakah itu termasuk syirik atau menuhankan
makhluk?”, tanya anak muda menyelidik.

”Namanya juga makhluk halus. Kita tak bisa melihatnya, tak bisa
mendengarnya, dan tak bisa merasakannya. Kalau dipikir-pikir
kondisinya sama seperti udara atau gelombang radio. Namun
dengan teknologi manusia bisa mengetahui bahwa ada udara atau
gelombang elektromagnetik di sekitar kita. Tapi jin dan malaikat
belum terdeteksi dengan kemajuan teknologi manusia saat ini. Oleh
karena itu banyak manusia cenderung untuk membayang-
bayangkan sendiri bagaimana kehidupan jin dan malaikat. Karena
Tuhan juga ’tak terlihat’, maka bayangan manusia tentang jin dan
malaikat bisa dipelesetkan menjadi mirip-mirip dengan sifat Tuhan.

Berbagai imajinasi manusia tentang malaikatpun bermunculan. Ada


yang mengimajinasikan malaikat bersifat lemah lembut dan patuh
mirip seperti wanita, sehingga muncullah isu bahwa malaikat

298
berjenis kelamin wanita. Lebih jauh imajinasi ini membawa pada
pembenaran bahwa anak manusia yang wanita adalah malaikat,
sehingga anak wanita perlu dikorbankan untuk dikembalikan dan
melayani Tuhan. Sedangkan anak lelaki untuk membantu manusia-
manusia terhormat.

Dan mereka menjadikan sebahagian dari hamba-hamba-Nya


sebagai bahagian daripada-Nya. Sesungguhnya manusia itu
benar-benar pengingkar yang nyata (terhadap rahmat
Allah).Patutkah Dia mengambil anak perempuan dari yang
diciptakan-Nya dan Dia mengkhususkan buat kamu anak laki-
laki. (QS 43: 15-16)

Dan mereka menjadikan malaikat-malaikat yang mereka itu


adalah hamba-hamba Allah Yang Maha Pemurah sebagai
orang-orang perempuan. Apakah mereka menyaksikan
penciptaan malaikat-malaikat itu? Kelak akan dituliskan
persaksian mereka dan mereka akan dimintai
pertanggungjawaban. (QS 43:19)

Atau apakah Kami menciptakan malaikat-malaikat berupa


perempuan dan mereka menyaksikan (nya)? (QS 37:150)

299
Sebagian lagi berimajinasi lain tentang malaikat. Dalam imajinasinya
sifat-sifat malaikat sulit dibedakan dengan sifat-sifat Tuhan, sehingga
menganggap bahwa malaikat dan Tuhan adalah satu keluarga. Kalau
Tuhan yang paling kuat maka malaikat adalah anak Tuhan. Tentu
saja prasangka ini dibantah oleh Allah.

Allah sekali-kali tidak mempunyai anak, dan sekali-kali tidak


ada tuhan (yang lain) beserta-Nya, kalau ada tuhan beserta-
Nya, masing-masing tuhan itu akan membawa makhluk yang
diciptakannya, dan sebagian dari tuhan-tuhan itu akan
mengalahkan sebagian yang lain. Maha Suci Allah dari apa
yang mereka sifatkan itu, (QS 23:91)

Kalau sekiranya Allah hendak mengambil anak, tentu Dia akan


memilih apa yang dikehendaki-Nya di antara ciptaan-ciptaan
yang telah diciptakan-Nya. Maha Suci Allah. Dia-lah Allah
Yang Maha Esa lagi Maha Mengalahkan. (QS 39:4)

Sebagian manusia memuja-muja makhluk halus lainnya, bangsa jin.


Karena lemah, manusia membutuhkan perlindungan dan bantuan
dalam menyelesaikan banyak tugas. Dibandingkan malaikat, bangsa
jin ini boleh dikata hidup ’berdampingan’ dengan manusia di bumi.
Sehingga jin seringkali melibatkan diri dalam kesibukan manusia,
memberikan saran dan pendapatnya. Sebagaimana teman-teman
disekeliling kita, jin yang baik memberi saran positif sedangkan jin
yang jahat akan memberi saran-saran negatif.

300
Bagi jin yang jahat, banyak saran yang bisa disampaikan, terutama
bila dikaitkan dengan kelemahan manusia dan kebutuhan manusia.
Manusia butuh uang, akan dicarikan oleh jin. Manusia butuh tenaga
dalam, akan dibantu oleh jin. Manusia ingin terbang, akan digotong
oleh jin. Dan kebutuhan-kebutuhan lainnya. Bantuan ini tentu tidak
gratis, karena jin juga haus kekuasaan. Maka mulailah ada semacam
’perjanjian’.

Manusia yang lemah dan pendek akal akan sangat mudah menerima
pendapat jin yang menyimpang. Bila sudah termakan bualan jin,
maka akan lebih mudah bagi jin untuk pamer kekuatan di hadapan
manusia. Kalau sudah demikian maka bagi manusia yang buta, akan
semakin tidak jelas mana kekuatan gaib dari jin dan mana kekuatan
Allah. Pada akhirnya manusia akan memuja-muja jin seolah-olah jin
adalah penguasa alam. Kalau sudah demikian, apapun yang
diperintahkan jin akan diikuti secara membabi buta oleh manusia.

Dan mereka (orang-orang musyrik) menjadikan jin itu sekutu


bagi Allah, padahal Allah-lah yang menciptakan jin-jin itu, dan
mereka membohong (dengan mengatakan): "Bahwasanya
Allah mempunyai anak laki-laki dan perempuan", tanpa
(berdasar) ilmu pengetahuan. Maha Suci Allah dan Maha
Tinggi dari sifat-sifat yang mereka berikan. Dia Pencipta langit
dan bumi. Bagaimana Dia mempunyai anak padahal Dia tidak
mempunyai istri. Dia menciptakan segala sesuatu; dan Dia
mengetahui segala sesuatu. (QS 6: 100-101)

301
dan aku benar-benar akan menyesatkan mereka, dan akan
membangkitkan angan-angan kosong pada mereka dan akan
menyuruh mereka (memotong telinga-telinga binatang ternak),
lalu mereka benar-benar memotongnya, dan akan aku suruh
mereka (merubah ciptaan Allah), lalu benar-benar mereka
merobahnya". Barang siapa yang menjadikan setan menjadi
pelindung selain Allah, maka sesungguhnya ia menderita
kerugian yang nyata. (QS 4:119)

Tanda-tanda sifat jin yang jahat terlihat ketika salah satu jin, yaitu
iblis, enggan mematuhi perintah Allah untuk bersujud (mengakui
kemampuan) Adam. Semata-mata karena merasa dirinya lebih baik,
dan ia bangga akan kelebihannya itu, sehingga muncullah sifat
sombong. Tak tertahan sifat sombong itu sampai-sampai berani ia
tampilkan dihadapan Allah Yang Maha Perkasa dan Maha Kuasa.
Naudzubillah.

Allah berfirman: "Apakah yang menghalangimu untuk bersujud


(kepada Adam) di waktu Aku menyuruhmu?" Menjawab iblis:
"Saya lebih baik daripadanya: Engkau ciptakan saya dari api
sedang dia Engkau ciptakan dari tanah". (QS 7: 12)

302
Allah berfirman: "Hai iblis, apakah yang menghalangi kamu
sujud kepada yang telah Ku-ciptakan dengan kedua tangan-Ku.
Apakah kamu menyombongkan diri ataukah kamu (merasa)
termasuk orang-orang yang (lebih) tinggi?". (QS 38: 75)

Iblis dan jin-jin pengikutnya tidak pantas sombong, karena sama


seperti makhluk lain, mereka sebelumnya tidak ada.

Aku tidak menghadirkan mereka (iblis dan anak cucunya) untuk


menyaksikan penciptaan langit dan bumi dan tidak (pula)
penciptaan diri mereka sendiri; dan tidaklah Aku mengambil
orang-orang yang menyesatkan itu sebagai penolong. (QS
18:51)

Selain pemujaan terhadap malaikat dan jin, sebagian manusia juga


memuja-muja kekuatan gaib berupa sihir. Kekuatan sihir memang
menarik bagi manusia karena kekuatan ini bisa mewujudkan apa
yang diinginkannya. Mau menghilang? Sim salabim!. Mau
menghadirkan binatang buas? Abrakadabra!. Mau berganti rupa?
Hocus Focus!. Apa saja bisa dengan sihir.

Dalam Al Quran dikisahkan adanya malaikat yang didesak untuk


mengajarkan sihir kepada manusia. Alasannya sih untuk berbuat
kebaikan. Namun pada akhirnya kekuatan sihir itu digunakan untuk
mencapai keinginan-keinginan pribadi. Termasuk keinginan untuk

303
berzina dengan istri orang. Dengan kekuatan sihirnya, manusia bisa
mengubah wajahnya sehingga akan terlihat sebagai suami dari si
wanita. Dengan wajah sang suami, sang penyihir dapat melakukan
apa saja mulai dari menghasut, berbuat kasar hingga berzina. Tentu
saja semua perbuatan sang penyihir disangkal oleh sang suami, dan
mulailah terjadi keretakan dan kesaling tidakpercaya antara suami
istri. Ujung-ujungnya bisa berakhir dengan perceraian diantara
keduanya.

Dan mereka mengikuti apa yang dibaca oleh setan-setan pada


masa kerajaan Sulaiman (dan mereka mengatakan bahwa
Sulaiman itu mengerjakan sihir), padahal Sulaiman tidak kafir
(tidak mengerjakan sihir), hanya setan-setan itulah yang kafir
(mengerjakan sihir). Mereka mengajarkan sihir kepada
manusia dan apa yang diturunkan kepada dua orang malaikat
di negeri Babil yaitu Harut dan Marut, sedang keduanya tidak
mengajarkan (sesuatu) kepada seorang pun sebelum
mengatakan: "Sesungguhnya kami hanya cobaan (bagimu),
sebab itu janganlah kamu kafir". Maka mereka mempelajari
dari kedua malaikat itu apa yang dengan sihir itu, mereka

304
dapat menceraikan antara seorang (suami) dengan istrinya.
Dan mereka itu (ahli sihir) tidak memberi mudarat dengan
sihirnya kepada seorang pun kecuali dengan izin Allah. Dan
mereka mempelajari sesuatu yang memberi mudarat kepadanya
dan tidak memberi manfaat. Demi, sesungguhnya mereka telah
meyakini bahwa barang siapa yang menukarnya (kitab Allah)
dengan sihir itu, tiadalah baginya keuntungan di akhirat dan
amat jahatlah perbuatan mereka menjual dirinya dengan sihir,
kalau mereka mengetahui. (QS 2:102)

Ngomong-ngomong masalah yang berkaitan dengan makhluk gaib


dan kekuatan gaib, maka jagoannya adalah Nabi Sulaiman. Beliau
menguasai angin sehingga dapat pergi kemana saja dengan cepat.
Beliau menguasai banyak jin dan bisa memerintahkan para jin itu
untuk membuat apa saja, mulai dari piring hingga gedung tinggi.
Beliau juga dibantu oleh ulama yang mampu memindahkan istana
dalam waktu yang kurang dari sekejap mata. Beliau juga memahami
percakapan binatang dan mampu berinteraksi dengan mereka.

Dan Kami (tundukkan) angin bagi Sulaiman, yang


perjalanannya di waktu pagi sama dengan perjalanan sebulan
dan perjalanannya di waktu sore sama dengan perjalanan
sebulan (pula) dan Kami alirkan cairan tembaga baginya. Dan
sebahagian dari jin ada yang bekerja di hadapannya (di bawah
kekuasaannya) dengan izin Tuhannya. Dan siapa yang
menyimpang di antara mereka dari perintah Kami, Kami

305
rasakan kepadanya azab neraka yang apinya menyala-nyala.
Para jin itu membuat untuk Sulaiman apa yang dikehendakinya
dari gedung-gedung yang tinggi dan patung-patung dan piring-
piring yang (besarnya) seperti kolam dan periuk yang tetap
(berada di atas tungku). Bekerjalah hai keluarga Daud untuk
bersyukur (kepada Allah). Dan sedikit sekali dari hamba-
hamba Ku yang berterima kasih. (QS 34:12-13)

Berkata Sulaiman: "Hai pembesar-pembesar, siapakah di


antara kamu sekalian yang sanggup membawa singgasananya
kepadaku sebelum mereka datang kepadaku sebagai orang-
orang yang berserah diri". Berkata `Ifrit (yang cerdik) dari
golongan jin: "Aku akan datang kepadamu dengan membawa
singgasana itu kepadamu sebelum kamu berdiri dari tempat
dudukmu; sesungguhnya aku benar-benar kuat untuk
membawanya lagi dapat dipercaya".Berkatalah seorang yang
mempunyai ilmu dari Al Kitab: "Aku akan membawa
singgasana itu kepadamu sebelum matamu berkedip". Maka
tatkala Sulaiman melihat singgasana itu terletak di
hadapannya, ia pun berkata: "Ini termasuk karunia Tuhanku
untuk mencoba aku apakah aku bersyukur atau mengingkari
(akan nikmat-Nya). Dan barang siapa yang bersyukur maka
sesungguhnya dia bersyukur untuk (kebaikan) dirinya sendiri
dan barang siapa yang ingkar, maka sesungguhnya Tuhanku
Maha Kaya lagi Maha Mulia". (QS 27:38-40)

306
Dan Sulaiman telah mewarisi Daud, dan dia berkata: "Hai
Manusia, kami telah diberi pengertian tentang suara burung
dan kami diberi segala sesuatu. Sesungguhnya (semua) ini
benar-benar suatu karunia yang nyata".Dan dihimpunkan
untuk Sulaiman tentaranya dari jin, manusia dan burung lalu
mereka itu diatur dengan tertib (dalam barisan). Hingga
apabila mereka sampai di lembah semut berkatalah seekor
semut: Hai semut-semut, masuklah ke dalam sarang-sarangmu,
agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan tentaranya,
sedangkan mereka tidak menyadari"; (QS 27:16-18)

Selain Nabi Daud dan Sulaiman, para Nabi lain juga dibekali dengan
ilmu gaib. Nabi Ibrahim tahan terhadap air mendidih, Nabi Ayub
dapat menyembuhkan penyakit dengan air, Nabi Yusuf dapat
melihat masa depan melalui mimpi, Nabi Musa punya ’tongkat
ajaib’, Nabi Isa bisa menyembuhkan berbagai penyakit dan
menghidupkan orang mati, dan banyak kemampuan luar biasa para
nabi lain yang disebut mukjizat. Para nabi mempunyai kemampuan
itu, karena memang hal itu berkembang dalam budaya masyarakat
mereka.

Melihat kemampuan para nabi, maka kita harus mengakui bahwa


kekuatan dan ilmu gaib itu ada. Kita tahu dizaman ini ada yang
menguasai ilmu gaib, sebagaimana yang ditunjukkan oleh para ahli

307
ilusi (magician), para ahli pemburu hantu, para ahli pawang satwa
liar, pawang hujan, ahli nujum, pengobatan alternatif. Bagaimanapun
kita tidak boleh takut kepada kekuatan-kekuatan gaib atau kepada
orang-orang yang mempunyai kekuatan gaib itu.

Bagaikan kita ketemu tentara yang membawa pistol, atau tukang


jagal yang membawa golok, atau petani yang membawa arit . Pistol,
golok dan arit memang berbahaya dan bisa digunakan untuk
melukai manusia bila berada di tangan orang jahat. Jadi yang penting
adalah bagaimana agar secara bersama-sama kita menjaga agar
tentara, tukang jagal dan petani tidak menyalahgunakan alatnya.
Sama juga kita berharap para pemegang kunci senjata nuklir tidak
berkeinginan untuk meluncurkan rudal-rudal nuklirnya.

Kalau mau, kita juga bisa mempelajari ilmu-ilmu gaib. Dan andaikan
ilmu dan kekuatan itu sudah kita kuasai, sebaiknya kita bersikap
seperti Nabi Sulaiman. Menyikapi semua kemampuan yang
dimilikinya, Sulaiman berkata: "Ini termasuk karunia Tuhanku untuk
mencoba aku apakah aku bersyukur atau mengingkari (akan nikmat-Nya).
Dan barang siapa yang bersyukur maka sesungguhnya dia bersyukur untuk
(kebaikan) dirinya sendiri dan barang siapa yang ingkar, maka
sesungguhnya Tuhanku Maha Kaya lagi Maha Mulia".

Atau doa Sulaiman sesaat setelah mendengar percakapan semut


yang takut terinjak pasukannya yang akan lewat.

maka dia tersenyum dengan tertawa karena (mendengar)


perkataan semut itu. Dan dia berdoa: "Ya Tuhanku, berilah aku
ilham untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau
anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan
untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridai; dan

308
masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan
hamba-hamba-Mu yang saleh". (QS 27:19)

309
Isa juga Manusia Seperti Adam

”Satu hal yang masih mengganggu pikiran kami. Kristen sangat


yakin bahwa Nabi Isa (Yesus) itu Tuhan”

Berbicara masalah keyakinan itu susah, karena hal itu telah


terdoktrin dan terbentuk sejak manusia kecil, bahkan turun temurun.
Milyaran orang percaya bahwa Yesus itu Tuhan, milyaran orang
percaya bahwa Yesus itu hanya seorang Nabi. Milyaran orang
lainnya tak peduli pada masalah ini, karena mereka punya
keyakinan tersendiri masalah ketuhanan, yang tak ada kaitannya
dengan Yesus. Masing-masing umat juga mempunyai orang yang
dianggap orang suci, dijadikan panutan, dipuji dan didoakan pada
kegiatan ritual mereka.

Oleh karena itu Islam melarang, memberantas dan memerdekakan


manusia dari sifat taqlid. Apapun keyakinan bapak-ibu, masyarakat
dan nenek moyang, tidak boleh diikuti begitu saja. Pada saat akil
baliq (dewasa) setiap insan disentuh hatinya, diajak untuk
merenungkan keyakinan yang harus dipegang dan menjadi dasar
dari aktivitas hidupnya. Bahwa pada akhirnya keyakinan itu sama
dengan keyakinan nenek moyangnya, itu sudah menjadi tanggung
jawabnya sendiri, bukan tanggung jawab renteng (bersama).

Al Quran sebagai panduan agama Islam juga tidak ingin dipercayai


secara taqlid, Al Quran justru menantang pembacanya untuk
meneliti setiap sudut alam dan melihat apa yang ada di dalam diri
manusia itu sendiri. Manusia dituntut untuk memperhatikan
bagaimana dinamika kehidupan alam serta bagaimana sikap dan

310
tindak tanduk manusia. Al Quran menjamin bahwa hasil kajian dan
penelaahan ilmu manusia tidak akan bertentangan dengan apa yang
ditulis dalam Al Quran. Bahkan Al Quran bisa dijadikan petunjuk
atau hipotesa dari teori dan ilmu yang akan dikembangkan. Inilah
cara membuktikan kebenaran keyakinan. Bila fakta-fakta (ilmu) alam
ini dari Allah dan ayat-ayat suci pada Al Kitab juga dari Allah, maka
seharusnya Al Kitab tidak bertentangan dengan fakta alam.

“Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda


(kekuasaan) Kami disetiap ufuk dan pada diri mereka sendiri,
sehingga jelaslah bagi mereka bahwa Al Quran itu benar. Dan
apakah Tuhanmu tidak cukup (bagi kamu) bahwa sesungguhnya
Dia menyaksikan segala sesuatu?” (QS 41:53)

Itulah sebabnya Om bawa kalian ’berpetualang’ melihat Bola


Semesta. Om tidak ingin kalian menjadi pembela suatu ajaran secara
membabi buta. Jadi Om juga tidak ingin beradu argumen secara
debat kusir. Pokoknya Islam benar, pokoknya Kristen benar,
pokoknya masing-masing merasa benar. Mari kita lihat fakta-fakta
alam yang telah terbukti, dan mari kita lihat apa kata Kitab dari
masing-masing ajaran agama atau kepercayaan. Apapun hasilnya
maka sebaiknya kita tidak saling menuduh salah, tetapi sebagai
sesama manusia, saudara satu turunan Adam dan Hawa, mari kita
beri kesempatan setiap insan untuk mencari dan mendapatkan
kebenaran.

Hasil pengamatan ilmu alam dan teori-teori yang mendukung. Maka


apapun yang ada dan hidup dalam alam galaksi ini atau dalam teori
Bola Semesta yang kita kembangkan, semua adalah makhluk ciptaan
Allah. Galaksi, matahari, bumi, gunung, hewan dan manusia adalah
makhluk. Allah berkuasa atas makhluk Nya. Dia mempunyai

311
kehendak untuk menciptakan atau memusnahkannya tanpa
seorangpun dapat mencegah. Termasuk bila Dia berkehendak untuk
memusnahkan Nabi Isa, ibunya dan seluruh manusia.

Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata:


"Sesungguhnya Allah itu ialah Al Masih putra Maryam".
Katakanlah: "Maka siapakah (gerangan) yang dapat
menghalang-halangi kehendak Allah, jika Dia hendak
membinasakan Al Masih putra Maryam itu beserta ibunya dan
seluruh orang-orang yang berada di bumi semuanya?"
Kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi dan apa yang di
antara keduanya; Dia menciptakan apa yang dikehendaki-Nya.
Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. (QS 5: 17)

Dalam kajian logis kita, apapun yang diperoleh oleh makhluk di Bola
semesta ini adalah semata-mata merupakan rahmat dan karunia
Allah. Begitu juga rezeki dan kekuatan yang diperoleh oleh Nabi Isa,
semua merupakan karunia Allah.

312
(Ingatlah), ketika Allah mengatakan: "Hai Isa putra Maryam,
ingatlah nikmat-Ku kepadamu dan kepada ibumu di waktu Aku
menguatkan kamu dengan ruhulkudus. Kamu dapat berbicara
dengan manusia di waktu masih dalam buaian dan sesudah
dewasa; dan (ingatlah) di waktu Aku mengajar kamu menulis,
hikmah, Taurat dan Injil, dan (ingatlah pula) di waktu kamu
membentuk dari tanah (suatu bentuk) yang berupa burung
dengan izin-Ku, kemudian kamu meniup padanya, lalu bentuk
itu menjadi burung (yang sebenarnya) dengan seizin-Ku. Dan
(ingatlah), waktu kamu menyembuhkan orang yang buta sejak
dalam kandungan ibu dan orang yang berpenyakit sopak
dengan seizin-Ku, dan (ingatlah) di waktu kamu mengeluarkan
orang mati dari kubur (menjadi hidup) dengan seizin-Ku, dan
(ingatlah) di waktu Aku menghalangi Bani Israel (dari
keinginan mereka membunuh kamu) di kala kamu
mengemukakan kepada mereka keterangan-keterangan yang
nyata, lalu orang-orang kafir di antara mereka berkata: "Ini
tidak lain melainkan sihir yang nyata." (QS 5:110)

313
Tidak ada sesuatu yang aneh dalam penciptaan Nabi Isa. Nabi Isa
terlahir tanpa ayah, Siti Hawa terlahir tanpa ibu, Nabi Adam terlahir
tanpa ibu dan ayah. Semua merupakan kejadian alam yang telah
direncanakan sebelumnya. Semua dapat dijelaskan dengan
pengetahuan tentang sulalat. Dan bagi Allah cukuplah Dia
mengatakan ”jadilah”, maka alampun akan bergerak sesuai dengan
kehendak Nya.

Maryam berkata: "Ya Tuhanku, betapa mungkin aku


mempunyai anak, padahal aku belum pernah disentuh oleh
seorang laki-laki pun." Allah berfirman (dengan perantaraan
Jibril): "Demikianlah Allah menciptakan apa yang
dikehendaki-Nya. Apabila Allah berkehendak menetapkan
sesuatu, maka Allah hanya cukup berkata kepadanya:
"Jadilah", lalu jadilah dia. (QS 3:47)

Sesungguhnya misal (penciptaan) Isa di sisi Allah, adalah


seperti (penciptaan) Adam. Allah menciptakan Adam dari
tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya: "Jadilah"
(seorang manusia), maka jadilah dia. (QS 3: 59)

Yang jelas seperti Nabi Ibrahim, kita tidak mau menyembah tuhan
yang lemah. Menurut Om, Nabi Isa lemah dan jauh dari sifat-sifat
yang pantas dijadikan tuhan. Sejak dalam kandungan ia sudah
tergantung dari makanan yang disuplai melalaui plasenta ibunya.
Nabi Isa juga harus banyak belajar kepada ulama-ulama Yahudi di

314
masa kanak-kanak hingga remaja. Periode dakwahnya relatif
sebentar, hanya beberapa tahun. Dan dari segi keberhasilan
dakwahnya, jumlah pengikutnya belum banyak. Tuhan yang
sebenarnya tidak akan selemah dia. Om kagum pada ketaqwaan
Nabi Isa, tapi bagi Om ia bukanlah tuhan yang harus disembah.
Penciptaannya tidak lebih sulit dari penciptaan Adam, mukjizatnya
setara dengan mukzijat yang diberikan kepada Nabi atau orang
pintar lain, jalan kehidupannya sama dengan manusia umumnya.
Nabi Isa juga manusia.

Bukan hanya Nabi Isa, orang-orang Yahudi juga menuhankan Uzair,


rahib dan ulama.

Orang-orang Yahudi berkata: "Uzair itu putra Allah" dan


orang Nasrani berkata: "Al Masih itu putra Allah". Demikian
itulah ucapan mereka dengan mulut mereka, mereka meniru
perkataan orang-orang kafir yang terdahulu. Dilaknati Allah-
lah mereka; bagaimana mereka sampai berpaling? Mereka
menjadikan orang-orang alimnya, dan rahib-rahib mereka
sebagai tuhan selain Allah, dan (juga mereka
mempertuhankan) Al Masih putra Maryam; padahal mereka
hanya disuruh menyembah Tuhan Yang Maha Esa; tidak ada
Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Maha Suci Allah
dari apa yang mereka persekutukan. (QS 9:30-31)

315
Satu hal yang ingin Om sampaikan adalah agar kalian berhati-hati
dalam menafsirkan Al Quran. Seringkali bila kita hanya membaca
sebagian, maka kita kehilangan penjelasannya yang berada pada ayat
di bagian lain. Kalian ingat bahwa dalam Al Quran, selain ’Aku’
Allah sering menyebut diri Nya sebagai ’Kami’, yang berarti banyak.
Namun makna banyak ini sering dikaitkan dengan sifat-sifatnya
yang lebih dari satu. Kita mengenal asmaul husna yang jumlahnya
sembilan puluh sembilan.

Om wanti-wanti dalam hal ini karena kalau tidak hati-hati kita bisa
terjebak seperti agama Yunani atau Romawi atau agama-agama lain
yang menganut banyak tuhan. Penganut-penganutnya
menterjemahkan setiap sifat atau setiap peran Tuhan, masing-masing
sebagai satu Tuhan tersendiri. Sehingga akhirnya agama-agama itu
mempunyai banyak tuhan. Karena banyak dan bertentangan dengan
hukum kepemimpinan dalam suatu organisasi, akhirnya mereka
akan menunjuk satu tuhan sebagai Tuhan Utama. Kitapun berpotensi
untuk salah menterjemahkan, sehingga nanti agama Islam bisa
mempunyai 99 Tuhan. Yaitu Tuhan Ar-Rahman, Tuhan Ar-Rahim,
dan seterusnya, sampai Tuhan Ash-Shabur. Naudzubillah, jangan
sampai dech”.

316
Yang Dicipta Pasti Bukan Pencipta

”Bagaimana agar kita tidak terjebak menuhankan sesuatu selain


Allah?”

”Tuhan yang kita cari adalah Tuhan yang menciptakan alam


semesta. Artinya seluruh semesta alam ini adalah ciptaan Tuhan. Jadi
tak ada satu makhlukpun yang merupakan bagian dari alam semesta
ini layak menjadi Tuhan. Karena ia diciptakan maka ia bukanlah
pencipta”.

Segala puji bagi Allah Yang telah menciptakan langit dan


bumi, dan mengadakan gelap dan terang, namun orang-orang
yang kafir mempersekutukan (sesuatu) dengan Tuhan mereka.
(QS 6:1)

Katakanlah: "Apakah di antara sekutu-sekutumu ada yang


dapat memulai penciptaan makhluk, kemudian mengulanginya
(menghidupkannya) kembali?" katakanlah: "Allah-lah yang

317
memulai penciptaan makhluk, kemudian mengulanginya
(menghidupkannya) kembali; maka bagaimanakah kamu
dipalingkan (kepada menyembah yang selain Allah)?" (QS
10:34)

Katakanlah: "Terangkanlah kepada-Ku tentang sekutu-


sekutumu yang kamu seru selain Allah. Perlihatkanlah kepada-
Ku (bahagian) manakah dari bumi ini yang telah mereka
ciptakan ataukah mereka mempunyai saham dalam
(penciptaan) langit atau adakah Kami memberi kepada mereka
sebuah Kitab sehingga mereka mendapat keterangan-
keterangan yang jelas daripadanya? Sebenarnya orang-orang
yang lalim itu sebahagian dari mereka tidak menjanjikan
kepada sebahagian yang lain, melainkan tipuan belaka". (QS
35:40)

Katakanlah: "Terangkanlah kepadaku tentang apa yang kamu


sembah selain Allah; perlihatkan kepada-Ku apakah yang telah
mereka ciptakan dari bumi ini atau adakah mereka berserikat
(dengan Allah) dalam (penciptaan) langit? Bawalah kepada-Ku
Kitab yang sebelum (Al Qur'an) ini atau peninggalan dari
pengetahuan (orang-orang dahulu), jika kamu adalah orang-
orang yang benar". (QS 46:4)

318
Hai manusia, telah dibuat perumpamaan, maka dengarkanlah
olehmu perumpamaan itu. Sesungguhnya segala yang kamu
seru selain Allah sekali-kali tidak dapat menciptakan seekor
lalat pun, walaupun mereka bersatu untuk menciptakannya.
Dan jika lalat itu merampas sesuatu dari mereka, tiadalah
mereka dapat merebutnya kembali dari lalat itu. Amat
lemahlah yang menyembah dan amat lemah (pulalah) yang
disembah. (QS 22:73)

Kemudian mereka mengambil tuhan-tuhan selain daripada-Nya


(untuk disembah), yang tuhan-tuhan itu tidak menciptakan apa
pun, bahkan mereka sendiri diciptakan dan tidak kuasa untuk
(menolak) sesuatu kemudaratan dari dirinya dan tidak (pula
untuk mengambil) sesuatu kemanfaatan pun dan (juga) tidak
kuasa mematikan, menghidupkan dan tidak (pula)
membangkitkan. (QS 25:3)

Apakah mereka mempersekutukan (Allah dengan) berhala-

319
berhala yang tak dapat menciptakan sesuatu pun? Sedangkan
berhala-berhala itu sendiri buatan orang. (QS 7:191)

Dan berhala-berhala yang mereka seru selain Allah, tidak


dapat membuat sesuatu apa pun, sedang berhala-berhala itu
(sendiri) dibuat orang. (QS 16:20)

”Bagaimana kalau ada suara yang mengaku sebagai Tuhan, atau


makhluk yang mengaku sebagai malaikat utusan Tuhan?”

”Kemungkinannya ada dua. Itu benar dari Allah atau itu hanyalah
setan yang berwujud suara atau sosok makhluk lain. Allah dan
malaikat tentu menginginkan kita meningkatkan ketaqwaan dan rasa
syukur kepada Nya. Sedangkan setan menginginkan sebaliknya.

Apapun kemungkinannya, yang terbaik bagi kita adalah jangan


panik dan segera memohon perlindungan kepada Allah dari godaan
setan yang terkutuk. Lalu kita membuka-buka kembali Al Quran,
terutama mengkaji ayat-ayat tentang setan. Tujuannya adalah agar
kita diingatkan kembali apa saja tipudaya setan. Kalau suara atau
sosok itu mengingatkan untuk meninggalkan perbuatan setan,
Alhamdulillah. Tapi kalau suara atau sosok itu mengajak untuk
melakukan perbuatan setan seperti pada ayat-ayat Al Quran, maka
tolaklah ia dan mohonlah bantuan Allah untuk mengusirnya. Insya
Allah, Yang Maha Pengasih Maha Penyayang Maha Perkasa akan
mengabulkan doa kita.

Bagi kita, dengan atau tanpa suara gaib dan sosok halus, kita tetap
bertekad menjadi manusia yang hanya menyembah Allah dan
bertaqwa. Berbuat baik untuk orang lain dan diri sendiri, sebagai
suatu ibadah dan semata-mata mencari ridho Allah. Toh nanti di
surga kita juga akan ’menjumpai’ Allah dan bertemu dengan
malaikat serta ’bidadari’. Dan bagi kita, dengan atau tanpa suara
gaib, Allah ternyata selalu berada dekat dengan kita.

320
Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang
Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku
mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia
memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi
(segala perintah) Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-
Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran. (QS 2:186)

Untuk cross check, ini ada daftar ayat-ayat yang berkait dengan
godaan setan. Bila mengalami kejadian atau situasi seperti di atas,
prioritaskan untuk membaca ayat-ayat ini terlebih dahulu. Sehingga
kita tentu akan menolak suara halus yang mengajak mabuk, judi,
zina, riba, boros, dan semua yang termasuk dalam daftar bisikan
setan di bawah ini.

Godaan ketika baca Al Quran ( QS 22:52)


Membantah tanpa ilmu (QS 22:3)
Iming-iming Kekekalan (QS 20:120)
Mengingkari hari kiamat (QS 43:62)
Mengajarkan sihir untuk mudarat (QS 2;102)
Bingung dalam beragama (QS 6:71)
Mendorong riba (QS 2:275)
Menjanjikan angan-angan dan tipuan (QS 4:120, 47:25)
Takut perang (QS 3:155)
Takut miskin (QS 2;268)
Lupa terhadap niat baik (QS 6:68, 12:42, 18:63)
Minum khamr, judi, berhala, undi nasib (QS 5:90-91)
Riya (QS 4:38)
Berdusta (QS 58:19, 26:221)
Membuka aurat (QS 7:27)
Mensifatkan Tuhan (QS 23:97)

321
Boros (QS 17:27)
Menentang makanan halal dan haram (QS 6:142)
Membanggakan kekuatan, harta, anak (QS 17:64)
Menyembah matahari (QS 27:24),
Menyembah Thaghut (QS 4:117, 4:60)
Sombong, riya menghalangi dari jalan Allah (QS 8:47-48)
Ingkar kepada Tuhan (QS 43:36)
Membunuh karena sara (QS 28:15)
Memecah belah umat (QS 12:100)
Pembicaraan rahasia (QS 58:10)
Sikap bermusuhan (QS 5:90)
Memperolok-olok (QS 2:14, 6:68)
Setan sebagai pemimpin (QS 16:99-100)
Provokator, melalui si fulan (QS 25:29)
Menakuti secara berkelompok (QS 3:175)
Taqlid mengikuti nenek moyang (QS 31:21, 7:175)
Berkeluh kesah atas kepayahan dan siksaan (QS 38:41)
Hatinya sakit dan keras hati (QS 22:53)
Merasa berilmu/punya pandangan (QS 29:38)

322
Semesta Diciptakan dengan HAK

”Terhanyut oleh kesibukan untuk berlomba, berkompetisi dan


berjuang untuk kelangsungan hidup di dunia ini, manusia sering
terlena. Seolah-olah hidup ini hanyalah prestasi dunia, setelah itu
selesai. Kalau ada kehidupan baru di akhirat, berarti akan dimulai
dari nol lagi. Apa yang ada pada diri manusia, apa yang ada pada di
hamparan bumi, apa yang ada di langit, dianggap sebagai objek
pelengkap.

Dan tidaklah Kami ciptakan langit dan bumi dan segala yang
ada di antara keduanya dengan bermain-main. (QS 21:16)

Dan Kami tidak menciptakan langit dan bumi dan apa yang
ada antara keduanya tanpa hikmah. Yang demikian itu adalah
anggapan orang-orang kafir, maka celakalah orang-orang
kafir itu karena mereka akan masuk neraka. (QS 38:27)

323
Padahal setelah kita kaji ternyata alam semesta ini sedang berjalan
dari suatu asal menuju ke suatu tujuan. Kita sudah tahu dimana
posisi alam semesta saat ini dan ke arah mana alam semesta
bergerak. Dengan pengetahuan ini dan dengan keyakinan yang kuat,
maka kita akan menetapkan posisi saat ini dan arah hidup, untuk
selalu selaras dengan alam semesta. Yaitu menjalani kehidupan
dunia dengan berserah diri, beriman, bertaqwa dan bersyukur, dan
insya Allah kita telah siap menuju kehidupan akhirat.

Allah menciptakan langit dan bumi dengan hak. Sesungguhnya


pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah
bagi orang-orang mukmin. (QS 29:44)

Dinamika alam saat ini bukanlah tanpa perhitungan. Pergerakan


galaksi dan bintang, rotasi bumi hingga perputaran bulan, berjalan
berdasar besaran dan interaksi energi yang menyertainya. Dalam
skala waktu yang panjang terjadi dinamika energi yang mengubah
interaksi energi semesta. Tetapi dalam ukuran periode kehidupan
spesies manusia yang hanya sebentar, posisi matahari, bumi dan
bulan, berada dalam keseimbangan yang stabil. Saat ini kita
menikmati matahari yang selalu menepati janji untuk terbit di pagi
hari dan bulan yang secara periodik tampil purnama, elok bulat
menawan.

Dia menciptakan langit dan bumi dengan (tujuan) yang benar


(hak); Dia menutupkan malam atas siang dan menutupkan

324
siang atas malam dan menundukkan matahari dan bulan,
masing-masing berjalan menurut waktu yang ditentukan.
Ingatlah Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.
(QS 39:5)

Penciptaan manusia pada akhirnya disesuaikan dengan kondisi


semesta, khususnya planet bumi di mana manusia hidup. Manusia
dirancang sebagai makhluk siang, yang aktif disiang hari dan
istirahat di malam hari. Hormon-hormon kita berubah dan berganti
mengikuti perubahan cahaya, radiasi matahari dan suhu lingkungan
yang terjadi sepanjang hari.

Tubuh manusiapun dirancang untuk dapat berperan sebagai


khalifah atau makhluk yang ’berkuasa’ dalam mengelola bumi.
Disamping otak yang cerdas, manusia dibekali dengan
keseimbangan tubuh yang mampu berdiri tegak, jari yang mampu
mencipta berbagai kreasi teknologi, bibir yang mampu
mengembangkan komunikasi bergenerasi. Betapa indahnya sosok
manusia.

Dia menciptakan langit dan bumi dengan (tujuan) yang benar,


Dia membentuk rupamu dan dibaguskan-Nya rupamu itu, dan
hanya kepada-Nya-lah kembali (mu). (QS 64:3)

Skenario kesempurnaan diri manusia dan alam semesta ini adalah


kehendak dan milik Allah. Adalah hal yang mudah bagi Allah untuk
menciptakan skenario alam semesta yang lain. Sebuah skenario tanpa
spesies manusia di dalamnya. Kita harus bersyukur bahwa skenario
dengan kehadiran manusia dan diri kitalah yang saat ini merupakan
kehendak Allah.

325
Tidakkah kamu perhatikan, bahwa sesungguhnya Allah telah
menciptakan langit dan bumi dengan hak? Jika Dia
menghendaki, niscaya Dia membinasakan kamu dan mengganti
(mu) dengan makhluk yang baru, (QS 14:19)

Dia menciptakan langit dan bumi dengan hak. Maha Tinggi


Allah daripada apa yang mereka persekutukan. (QS 16:3)

326
Tak ada alasan untuk menentang

Walau sudah mengetahui penciptaan alam ini, manusia seringkali


terlupa dan terlena. Peran Allah terhadap kehidupan semesta,
tertutup oleh kehidupan sehari-hari yang didominasi sepak terjang
dan peran manusia di muka bumi. Dari waktu ke waktu manusia
terus mengukir prestasi. Dari transport yang memanfaatkan hewan
yang sudah dijinakkan, sepeda, kapal laut, mobil, kereta api hingga
pesawat terbang. Dari komunikasi bahasa isyarat, buku, telepon,
radio, koran, televisi, handphone hingga internet. Dari rumah di
gua, rumah gubuk, hingga gedung pencakar langit. Dari obat
tanaman, imunisasi, bedah cesar, suplemen, bayi tabung, hingga
bedah laser. Dan banyak lagi kisah-kisah mengagumkan yang telah
diukir sejarah manusia.

Prestasi manusia ini disatu sisi menghasilkan kekaguman disisi lain


memacu untuk membuat prestasi yang lebih maju lagi. Kekaguman
dan keasyikan berprestasi inilah yang acapkali menutup siapa
sebenarnya manusia di pentas jagad ini. Demi kemajuan peradaban,
kesetaraan dan kebersamaan sesama manusia dan sesama makhluk
terabaikan. Tanpa sadar sebagian manusia menimbulkan kerusakan,
penaklukan dan penjajahan. Tanpa sadar sebagian manusia kurang
memperhatikan manusia lain yang hidup tidak layak. Tanpa sadar
manusia menentang kenyataan bahwa dirinya hanyalah satu
makhluk yang harus tunduk pada aturan alam.

Tabir yang menutupi hakekat keberadaan manusia ini harus


disingkap. Kekaguman atas prestasi manusia seharusnya

327
disampaikan kepada pencipta manusia. Keasyikan berprestasi
harusnya ditujukan agar tetap selaras dengan sunatullah, ketetapan-
ketetapan yang berlaku di jagad raya termasuk bumi. Karena pada
hakekatnya kreasi manusia disebabkan oleh penciptaan manusia
yang sempurna. Manusia diciptakan untuk mampu memahami
sunatullah, dan mempunyai daya kreatif memanfaatkan sunatullah.
Dan pencipta manusia, tidak lain dan tidak bukan adalah Allah.

Padahal Allah-lah yang menciptakan kamu dan apa yang kamu


perbuat itu". (QS 37:96)

Dasar manusia. Dorongan untuk berkuasa dan terhormat selalu


menggiurkan. Di tingkat mana saja, di keluarga, lingkungan warga,
di kantor, di negeri bahkan di dunia. Setelah tahu nilai-nilai kebaikan
dan tahu bahwa masyarakatpun mendukung nilai-nilai kebaikan,
keinginan berkuasa ini tidak kendor. Bila harus melalui jalan yang
kurang baik, maka terpaksa niatpun disembunyikan dibalik senyum
dan aktivitas sosial.

Kalian dan semua anak yang telah diterima di perguruan tinggi


memang akan segera kuliah menimba ilmu. Tetapi dari ratusan ribu
calon mahasiswa baru, bisa saja tujuan dan niatnya berbeda-beda.
Ada yang kuliah karena ingin memperbaiki kualitas diri. Ada yang
buat cari kerja. Ada yang buat modal melamar kembang desa. Ada
yang karena mengikuti dimana teman akrabnya kuliah. Ada yang
sekedar pelarian dari rutinitas sehari-hari di dalam kehidupan
keluarganya. Ada yang direkrut oleh intel untuk memata-matai
kehidupan kampus. Ada yang disisipkan untuk menyebarkan
doktrin tertentu dikalangan muda terpelajar.

Didalam kehidupan sehari-haripun, dalam berbagai aspek


kehidupan, tidak semua niat terungkap dalam tindakan yang
ditampilkan seseorang. ’No Free Lunch’, tidak ada makan siang

328
gratis. Menurut para pebisnis, bila ada orang menawarkan diri untuk
mentraktir makan, pasti ada keinginan tertentu dibalik ajakan itu.
Niat memang bisa disembunyikan, dan sebagian besar manusia tidak
mempunyai kemampuan untuk membaca niat orang lain. Tapi itu
bukan berarti kita boleh berniat buruk. Bagaimanapun berniat itu
merupakan sebuah proses alam, dan setiap proses alam mempunyai
jejak yang ditinggalkan. Niat kita juga mempunyai jejak dan jejak itu
tercatat rapi. Manusia tak bisa menentang kenyataan, bahwa serapih
apapun ia merahasiakan sesuatu, hal itu tetap akan terlihat jelas.
Setiap niat yang timbul, sehalus apapun, setiap perbuatan yang
disembunyikan, sekecil apapun, akan diketahui oleh Pencipta
manusia.

Apakah Allah Yang menciptakan itu tidak mengetahui (yang


kamu lahirkan dan rahasiakan); dan Dia Maha Halus lagi
Maha Mengetahui? (QS 67:14)

Kehebatan sepak terjang manusia di bumi tidak menjadikan manusia


spesial. Manusia tetaplah bagian dari dinamika semesta. Penciptaan
manusia hanya bagian kecil dari penciptaan alam semesta.
Penciptaan Adam, penciptaan Hawa, penciptaan Isa dan penciptaan
diri kita bukanlah sesuatu yang rumit. Tak ada yang bisa
dibanggakan dan disombongkan dari penciptaan manusia, meskipun
manusia adalah khalifah fil ardh, pengelola bumi.

Apakah kamu yang lebih sulit penciptaannya ataukah langit?


Allah telah membangunnya, (QS 79:27)

329
Sesungguhnya penciptaan langit dan bumi lebih besar daripada
penciptaan manusia akan tetapi kebanyakan manusia tidak
mengetahui. (QS 40:57)

Manusia juga tak bisa menentang arah kehidupannya. Bila Bola


Semesta mengarah kepada pembentukan Surga dan Neraka setelah
fase dunia ini, maka kesanalah manusia akan berjalan. Tak ada
keraguan atasnya, karena Allah telah membuktikan kemampuan
Nya menciptakan langit dan bumi, maka Allah mampu
menciptakannya kembali dalam fase yang lain.

, bahwa kita akan dihiudpkan sesudah mati

Dan apakah mereka tidak memperhatikan bahwasanya Allah


yang menciptakan langit dan bumi adalah kuasa (pula)
menciptakan yang serupa dengan mereka, dan telah
menetapkan waktu yang tertentu bagi mereka yang tidak ada
keraguan padanya? Maka orang-orang lalim itu tidak
menghendaki kecuali kekafiran. (QS 17:99)

330
Dan apakah mereka tidak memperhatikan bahwa sesungguhnya
Allah yang menciptakan langit dan bumi dan Dia tidak merasa
payah karena menciptakannya, kuasa menghidupkan orang-
orang mati? Ya (bahkan) sesungguhnya Dia Maha Kuasa atas
segala sesuatu. (QS 46:33)

Maka apakah Kami letih dengan penciptaan yang pertama?


Sebenarnya mereka dalam keadaan ragu-ragu tentang
penciptaan yang baru. (QS 50:15)

Apapun arah evolusi Bola Semesta, itu telah menjadi kehendak dan
pilihan Allah. Allah bisa saja mengganti kita dengan yang lain.

Dan Tuhanmu menciptakan apa yang Dia kehendaki dan


memilihnya. Sekali-kali tidak ada pilihan bagi mereka. Maha
Suci Allah dan Maha Tinggi dari apa yang mereka
persekutukan (dengan Dia). (QS 28:68)

Jika Dia menghendaki, niscaya Dia memusnahkan kamu dan


mendatangkan makhluk yang baru (untuk menggantikan kamu).
(QS 35:16)

331
Maka Sembahlah Tuhanmu

”Kalau begitu kita tidak punya pilihan untuk menentang skenario


alam semesta ini. Pilihan kita hanyalah tunduk terhadap sunatullah”,
anak muda menyimpulkan.

”Betul. Oleh karena itu sembahlah Allah. Menyembah dengan cara


mengikuti aturan main, memohon kepada Nya dan bersyukur
kepada Nya,” ujarku.

Dia-lah Allah Yang Menciptakan, Yang Mengadakan, Yang


Membentuk Rupa, Yang Mempunyai Nama-Nama Yang Paling
baik. Bertasbih kepada-Nya apa yang ada di langit dan di
bumi. Dan Dia-lah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
(QS 59:24)

Dan di antara orang-orang yang Kami ciptakan ada umat yang


memberi petunjuk dengan hak, dan dengan yang hak itu (pula)
mereka menjalankan keadilan. (QS 7:181)

332
(Yang memiliki sifat-sifat yang) demikian itu ialah Allah Tuhan
kamu; tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia;
Pencipta segala sesuatu, maka sembahlah Dia; dan Dia adalah
Pemelihara segala sesuatu. (QS 6:102)

Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya


mereka menyembah-Ku. (QS 51:56)

Hai manusia, sembahlah Tuhanmu Yang telah menciptakanmu


dan orang-orang yang sebelummu, agar kamu bertakwa. (QS
2:21)

Dan sebagian dari tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah malam,


siang, matahari dan bulan. Janganlah bersujud kepada
matahari dan janganlah (pula) kepada bulan, tetapi
bersujudlah kepada Allah Yang menciptakannya, jika kamu
hanya kepada-Nya saja menyembah. (QS 41:37)

333
Mengamati Alam
Menuai Keesaan Allah

”Begitulah, mudah-mudahan dengan kajian ini kita semua bisa


menjadi lebih yakin akan tujuan dan pedoman hidup. Malam ini
memang malam yang membahagiakan bagi Om. Bahagia karena Om
melihat kalian, insya Allah akan menjadi generasi yang lebih baik.

Nanti diantara kesibukan kalian, luangkanlah waktu untuk bersama-


sama merenung. Atau sesekali bangunlah tengah malam untuk
melakukan introspeksi diri dihadapan Penciptamu. Atau ajaklah
teman-temanmu berkemah di gunung, di laut atau di hutan, lalu
bersama-sama menjelajah jagad raya.

Ingatlah bahwa malam ini kita pernah bersama-sama berpetualang


menembus ruang dan waktu. Dan dari petualangan tak terlupakan
ini, kita menuai keyakinan tentang Kemahaesaan Allah dan
kesetaraan makhluk.

Sebagai kesimpulan sekaligus bekal dan oleh-oleh atas apa yang


telah kita kaji malam ini, dan untuk bahan renungan kelak, ada
baiknya kalian membuka atau menghapalkan Surat An Naml
(Semut) surat ke 27 ayat 60 sampai 65.

Atau siapakah yang telah menciptakan langit dan bumi dan


yang menurunkan air untukmu dari langit, lalu Kami
tumbuhkan dengan air itu kebun-kebun yang berpemandangan
indah, yang kamu sekali-kali tidak mampu menumbuhkan
pohon-pohonnya? Apakah di samping Allah ada tuhan (yang

334
lain)? Bahkan (sebenarnya) mereka adalah orang-orang yang
menyimpang (dari kebenaran). (QS 27:60)

Atau siapakah yang telah menjadikan bumi sebagai tempat


berdiam, dan yang menjadikan sungai-sungai di celah-
celahnya, dan yang menjadikan gunung-gunung untuk
(mengokohkan) nya dan menjadikan suatu pemisah antara dua
laut? Apakah di samping Allah ada tuhan (yang lain)? Bahkan
(sebenarnya) kebanyakan dari mereka tidak mengetahui. (QS
27:61)

Atau siapakah yang memperkenankan (doa) orang yang dalam


kesulitan apabila ia berdoa kepada-Nya, dan yang
menghilangkan kesusahan dan yang menjadikan kamu
(manusia) sebagai khalifah di bumi? Apakah di samping Allah
ada tuhan (yang lain)? Amat sedikitlah kamu mengingati (Nya).
(QS 27:62)

Atau siapakah yang memimpin kamu dalam kegelapan di


daratan dan lautan dan siapa (pula) kah yang mendatangkan
angin sebagai kabar gembira sebelum (kedatangan) rahmat-

335
Nya? Apakah di samping Allah ada tuhan (yang lain)? Maha
Tinggi Allah terhadap apa yang mereka persekutukan (dengan-
Nya). (QS 27:63)

Atau siapakah yang menciptakan (manusia dari


permulaannya), kemudian mengulanginya (lagi), dan siapa
(pula) yang memberikan rezeki kepadamu dari langit dan
bumi? Apakah di samping Allah ada tuhan (yang lain)?.
Katakanlah: "Unjukkanlah bukti kebenaranmu, jika kamu
memang orang-orang yang benar". (QS 27:64)

Katakanlah: "Tidak ada seorang pun di langit dan di bumi


yang mengetahui perkara yang gaib, kecuali Allah", dan
mereka tidak mengetahui bila mereka akan dibangkitkan. (QS
27:65)

Sebenarnya introspeksi diri tak harus mengkhususkan waktu dan


tempat. Kapan saja, dimana saja, kalian akan melihat dan menjumpai
alam ciptaan Allah. Pandang dan amatilah mereka, dan coba cari
satu saja manfaat mereka bagi kita. Maka kita akan menemukan
banyak manfaat mereka. Dan akhirnya rasa syukur jualah yang akan
terlontar dari hati kita. Syukur kepada Pencipta alam semesta, Allah
Rabbul Alamin.

336
Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih
bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi
orang-orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang
mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam
keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan
langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah
Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau,
maka peliharalah kami dari siksa neraka. (QS 3:190-191)

337
Penutup

Pada akhirnya kualitas seorang manusia dilihat dari keluasan


ilmunya dan bagaimana ia menerapkan ilmunya dalam kehidupan
sehari-hari. Semua butuh proses dan semua butuh waktu.
Sebagaimana dinamika Bola Semesta yang terus berevolusi seiring
waktu.

Ilmu utama yang harus terus dikaji adalah mencari tahu dan
meyakini ’Siapa’ yang patut kita sembah dan kita mintai
pertolongan. Renungan terhadap kehidupan manusia dan alam
semesta, akan mengerucut mengarah kepada Dzat Yang Maha
Kuasa, Maha Pengasih dan Maha Esa.

Ilmu kedua yang harus dikaji adalah mencari tahu dan meyakini
apakah ada kehidupan sesudah kematian. Eksplorasi mengenai hari
akhirat bisa bersifat logika sederhana, seperti dahulu kita ’tidak ada’
maka tak kan aneh bila setelah mati kita akan ’ada’ lagi. Ekplorasi
juga bisa memanfaatkan ilmu pengetahuan modern, seperti
bagaimana teori fisika menjelaskan arah pergerakan alam semesta
ini.

Ilmu ketiga yang harus dikaji adalah memilah dan memilih kegiatan-
kegiatan yang bermanfaat bagi diri,orang lain dan lingkungan alam.
Ilmu ini sangat luas, dan kita bisa memilih atau fokus pada salah satu
atau beberapa diantaranya. Kita bisa jadi peneliti, petani, pengusaha,
penghibur, pemerintah, pendakwah, penjaga keamanan, dan lain-
lain.

338
Walaupun akhirnya kita sibuk dan fokus pada satu kegiatan. Kita
juga harus ikut andil dalam membentuk kondisi lingkungan. Yang
menjaga agar dalam kegiatan-kegiatan masyarakat lain, nilai-nilai
kebaikan umat tetap dijunjung tinggi.

Tak ada yang sulit bila kita berniat dengan sungguh-sungguh. Allah
tidak membebankan manusia di luar batas kemampuannya. Batas
kemampuan manusia adalah Sabar atas segala yang kurang berkenan
dan Syukur atas sekecil apapun nikmat yang dirasakan. Jadi kalau
Sabar dan Syukur menjadi batas kemampuan manusia, dan karena
Sabar dan Syukur tidak ada batasnya, maka sebenarnya kemampuan
manusia itu tidak ada batasnya. Selama semua diniatkan dan
dikembalikan kepada Sang Pencipta, Yang Maha, yang tanpa batas.
Wallahu’alam.

339
Tentang Penulis

Dengan keyakinan bahwa Al Quran berasal dari Allah dan alam


semesta ini adalah ciptaan Allah, maka tentu tak akan ada
pertentangan antara Al Quran dan ilmu pengetahuan modern. Untuk
itu perlu dilakukan kajian-kajian keselarasan Al Quran dengan ilmu
modern agar mudah dipahami oleh masyarakat dunia yang modern.
Sehingga mispersepsi (kesalahpahaman) terhadap ajaran Islam dapat
dihindari.

Pendekatan ini mewarnai buku-buku yang telah dihasilkan penulis.


Beberapa yang sudah diterbitkan oleh Penerbit Hikmah adalah
Spiritualitas Bisnis (2004), Puasa itu Mengasyikkan (2004), dan 12
Langkah membentuk Manusia Cerdas (2004).

Penulis dilahirkan di Tanjung Pinang, 26 September 1967. Saat ini


menjadi Asisten Komisaris Utama di PT Garuda Indonesia.

340
Katakanlah: "Terangkanlah kepadaku,
jika Allah menjadikan untukmu malam itu terus menerus
sampai hari kiamat,
siapakah Tuhan selain Allah
yang akan mendatangkan sinar terang kepadamu?
Maka apakah kamu tidak mendengar?".

Katakanlah: "Terangkanlah kepadaku,


jika Allah menjadikan untukmu siang itu terus menerus
sampai hari kiamat,
siapakah Tuhan selain Allah
yang akan mendatangkan malam kepadamu
yang kamu beristirahat padanya?
Maka apakah kamu tidak memperhatikan?".

Dan karena rahmat-Nya,


Dia jadikan untukmu malam dan siang,
supaya kamu beristirahat pada malam itu
dan supaya kamu mencari sebahagian dari karunia-Nya
(pada siang hari)
dan agar kamu bersyukur kepada-Nya.

(QS 28:71-73)

341