Anda di halaman 1dari 4

MODUL PRAKTIKUM PERALATAN INDUSTRI PERTANIAN

MIXING (PENCAMPURAN)
Pencampuran adalah suatu operasi yang menggabungkan dua macam atau lebih komponen
bahan yang berbeda hingga tercapai suatu keseragaman. Teori tentang pencampuran bahan yang
sistematik dan kuantitatif masih sulit dan kompleks tetapi secara empiris telah berkembang dan
umumnya sederhana. Tujuan operasi pencampuran adalah bergabungnya bahan menjadi suatu
campuran yang sedapat mungkin memiliki kesamaan penyebaran yang sempurna.
Prinsip pencampuran bahan banyak diturunkan dari prinsip mekanika fluida dan perpindahan
bahan akan ada bila terjadi gerakan atau perpindahan bahan yang akan dicampur baik secara
horizontal ataupun vertical. Prinsip pencampuran didasarkan pada peningkatan pengacakan dan
distribusi- distribusi atau lebih komponen yang mempunya sifat yang berbeda. Derajat pencampuran
dapat dikarakterisasi dari waktu yang dibutuhkan, keadaan produk atau bahkan jumlah tenaga yang
dibutuhkan untuk melakukan pencampuran. Derajat keseragaman pencampuran, dalam diukur dari
sample yang diambil selama pencampuran, dalam hal ini jika komponen yang dicampur telah
terdistribusi mealui komponen lain secara random (acak), maka dikatakan pencampuran telah
berlangsung dengan baik.
Ada dua jenis pencampuran, yaitu (1) pencampuran sebagai proses terminal sehingga hasilnya
merupakan suatu bahan jadi yang siap pakai, dan (2) pencampuran merupakan proses pelengkap atau
proses yang mempercepat proses lainnya seperti pemanasan, pendinginan, atau reaksi kimia.
Pada proses pencampuran diharapkan tercapai suatu derajat keseragaman tertentu. Derajat
keseragaman ini berbeda-beda tergantung pada tujuan pencampuran, yaitu keseragaman dalam
kosentrasi satu macam bahan atau lebih, keseragaman suhu, atau keseragaman sifat fisik tepung.
Pencampuran ini dapat terjadi antara bahan solid-solid, solid-liquid, solid-gas, liquid-liquid, liquid-
gas, dan gas-gas.
Alat pencampuran ada dua macam, yaitu (1) tipe alat pencampur dengan pengaduknya
bergerak dan wadahnya diam, dan (2) tipe alat pencampur dengan pengaduknya diam sedang wadah
bergerak
Peralatan pencampur/ mixer dapat dibagi atau diklasifikasikan atas beberapa kategori, yaitu:
a. Berdasarkan jenis bahan yang dicampur yaitu alat pencampur liquid (liquid mixers), alat pencampur
granula/padat (powder and particles mixers), dan alat pencampur pasta (dough and paste mixers).
b. Berdasarkan jenis agitator,yaitu double cone mixers, ribbon blender, planetary mixers, propeller
mixers.
1. Alat Pencampur Bahan Cair/liquid
Bahan cair diaduk untuk mencapai beberapa maksud, diantaranya (Mc Cabe et al,1985) :
a. Mensuspensikan patikel padatan
b. Menggabungkan bahan cair yang dapat saling bercampur
c. Mendispersikan gas dalam bentuk gelembung halus
d. Mendispersikan bahan cair lain yang tidak dapat bercampur
e. Meningkatkan pindah panas antara bahan cair dan sumber panas.
Pengadukan bahan cair umumnya dilakukan dalam suatu bejana, biasanya berbentuk silinder,
yang memiliki sumbu vertikal. Bagian atas dari bejana bisa terbuka terhadap udara atau dapat juga
tertutup. Dasar bejana pada umumnya dicekungkan, artinya tidak rata, agar tidak dihindari adanya
sudut atau bagian yang tidak bisa dipenetrasi oleh aliran fluida. Sebuah pengaduk (impeller) terakit
pada sumbu yang menggantung ke atas. Sumbu ini digerakkan oleh motor listrik yang kadang-kadang
langsung dihubungkan ke sumbu tetapi lebih sering melalui kotak gear pengurang kecepatan.
Perlengkapan tambahan seperti jalur masuk atau keluar bahan, coil pemanas, jaket atau termometer
rendam atau alat pengukur suhu lainnya merupakan komponen tetap alat pencampur bahan cair ini.
Tiga tipe utama impeller adalah propeller (baling-baling), paddles (pedal), dan turbin. Setiap
tipe memiliki banyak variasi dan subtipe. Sekalipun masih terdapat tipe impeller lain yang juga
berguna untuk situasi tertentu, akan tetapi ketiga tipe tersebut mungkin dapat mengatasi 95% masalah
pencampuran bahan cair yang ada. Untuk pencampuran liquid, propeller mixer adalah jenis yang
paling umum dan paling memuaskan. Alat ini terdiri dari tangki silinder yang dilengkapi dengan
propeller/ blades beserta motor pemutar. Bentuk propeller, impeller, blades didisain sedemikian rupa
untuk efektifitas pencampuran dan disesuaikan dengan viskositas fluid. Pada jenis alat pencampur ini
diusahakan untuk dihindari tipe aliran monoton yang berputar melingkari dinding tangki ,
penambahan sekat-sekat (baffles) pada dinding tangki juga dapat menciptakan pengaruh pengadukan,
namun menimbulkan masalah karena sulit membersihkannya.
2. Alat Pencampur Bahan Padat
Pada umumnya, untuk mencampur bahan-bahan berpartikel padat digunakan mesin
pencampur yang lebih ringan daripada bahan viscous. Dalam hal ini digunakan ribbon blender dan
double cone mixers. Ribbon blender terdiri dari silinder horizontal yang di dalamnya dilengkapi
dengan ”screw” berputar dan pengaduk pita berbentuk heliks. Dua pita yang bergerak berlawanan
dirakit pada sumbu yang sama. Yang satu menggerakkan padatan perlahan kesatu arah, sedangkan
yang lain menggerakkannya dengan cepat ke arah lain. Pita-pita bisa kontinyu maupun terputus-putus.
Pencampuran dihasilkan oleh turbulensi yang diinduksi oleh pengaduk yang beraksi berlawanan, jadi
tidak oleh gerakan lamban padatan sepanjang rongga aduk. Beberapa ribbon blender beroperasi secara
batch yaitu dengan membuat padatan sekaligus dan mengaduknya sampai tercampur rata. Ribbon
blender tipe lain bekerja secara kontinu yaitu bahan padatan diumpankan pada salah satu ujung
rongga aduk dan dikeluarkan pada ujung lainnya. Ribbon blender adalah pencampur yang efektif
untuk tepung-tepungan yang tidak mengalir dengan sendirinya. Beberapa unit batch memiliki
kapasitas yang sangat besar sehingga mampu memuat sampai 9000 galon bahan padat. Kebutuhan
daya umumnya berukuran sedang.
Planetery mixer merupakan alat pencampur bahan padat yang bekerja berdasarkan perputaran
planet dimana beater berputar mengitari bowl sedangkan bowl tidak berputar sehingga menghasilkan
adonan yang lembut dan merata. Aplikasi alat ini adalah pada industri bakery (roti dan kue).
Double cone blender adalah alat pencampur yang terdiri dari 2 kerucut yang berputar pada
porosnya, jika kerucut berputar maka tepung granula berada di dalam granula yang berada di dalam
volume kerucut akan teragitasi dan tercampur. Pencampuran tipe ini memerlukan energi dan tenaga
yang lebih besar. Oleh karena itu diperhatikan jangna sampai energi yang dikonsumsi diubah menjadi
panas yang dapat menyebabkan terjadinya kenaikan temperatur dari produk. Jenis alat pencampur
adonan kadang-kadang harus dilengkapi dengan alat pendingin.
Yang umum ditemui yaitu kneader yang berbentuk sigmoid yang berputar didalam suatu
”can” atau ”vessel” dengan berbagai kecepatan. Prinsip dari alat ini adalah disamping mencampur
juga mengadon yaitu membagi, mematahkan dan selalu membuat luas permukaan yang baru sesering
mungkin terhadap adonan.
3. Alat Pencampur Bahan pasta/viscous
Dibandingkan dengan pencampuran pada bahan cair, proses pencampuran pada bahan viscous
memerlukan tenaga yang lebih banyak. Hal ini disebabkan oleh kenyataan bahwa pada bahan viscous
dan juga bahan padat tidak mungkin terbentuk aliran yang dapat memindahkan bagian yang belum
tercampur ke daerah pencampuran di sekitar impeller seperti pada pengadukan bahan cair.
Pada pencampuran bahan viscous seluruh bahan yang akan dicampur harus dibawa ke
pengaduk atau pengaduknya sendiri yang mendatangi seluruh bagian campuran. Aksi pada mesin-
mesin pencampuran merupakan kombinasi shear berkecepatan rendah, penyapuan (wiping), pelipatan
(folding), pelemasan (stretching, dan penekanan (compressing). Energi mekanik diaplikasikan oleh
komponen-komponen yang bergerak langsung pada massa bahan.
Diantara mesin pencampur pasta yang relatif dikenal adalah change-can mixer dan kneaders.
Change-can mixer merupakan alat yang memiliki wadah kecil dan dapat dipindah-pindahkan sebagai
tempat bahan yang akan dicampur. Wadah ini berukuran sekitar 5-10 galon. Pada pony mixer,
pengaduk terdiri dari beberapa bilah vertical atau jari yang terpasang pada head yang berputar dan
diletakkan di dekat dinding wadah. Pada beater mixer, wadah atau bejana bersifat stationer.
Pengaduknya memiliki gerakan melingkar sehingga ketika berputar secara berulang mendatangi
seluruh bagian dari bejana.

PROSEDUR KERJA
Pencampuran Tepung Dalam Air (suspensi)
Timbang tepung
Campur tepung dengan air dengan perbandingan 1: 8
Aduk dengan menggunakan mixer selama 30 menit
Ambil sampel suspensi yang terbentuk setiap 5 menit
Diamkan sampel hingga kering (hanya tersisa tepung)
Hitung persentase dari endapan tepung dalam sampel.

HASIL
Kelompok Menit ke- Bobot 1 Bobot 2 rata-rata
1 5
2 10
3 15
4 20
5 25
6 30