P. 1
edisi 373

edisi 373

|Views: 1,448|Likes:
Dipublikasikan oleh harybuana

More info:

Published by: harybuana on Jun 13, 2010
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/26/2012

pdf

text

original

Simak Halaman Khusus

Satu Halaman Untuk Purwakarta - Subang dan Karawang

PURWASUKA
Halaman 5

Edisi 373 Tahun VII 14 s.d. 20 Juni 2010

Media Komunikasi Masyarakat Transparan Kom omunikasi Masyarakat ansparan araka

Tepat & Perlu

HARGA ECERAN Rp2.500,- LUAR JAWA + Ongkos Kirim

Bantuan Pembangunan Desa Agar Segera Direalisasikan
Selengkapnya baca Halaman 3

Maraknya Adegan Syur Selebritis Meresahkan
Maraknya beredar video porno mesum mirip Ariel, Luna Maya, dan Cut Tari di dunia maya menimbulkan keprihatinan banyak kalangan. Terbukti, sejak video mesum ini heboh di masyarakat, 200.000 lebih gambar-gambar tidak senonoh itu telah diunduh orang.
di hal 4

Jaket Sensus Berlabel BPS Cianjur Seharga Rp100.000
CIANJUR, Medikom-Program nasional dalam pendataan penduduk yang lebih dikenal dengan sebutan sensus penduduk dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Pendataan pun dilakukan di seluruh wilayah republik ini, tak terkecuali di Kabupaten Cianjur Jawa Barat. Namun sangat ironis yang terjadi di Cianjur, selain menghitung jumlah penduduk dalam program sensus, Kantor BPS Cianjur juga dijadikan ajang penghitungan keuntungan materi dalam program nasional ini. Kantor BPS Cianjur ibarat menggunakan peribahasa “satu kali mendayung dua tiga pulau terlewati”. Diduga Kantor BPS Cianjur mengeluarkan produk (baca “proyek”) terbaru berupa pembuatan jaket berlogo ‘BPS Cianjur’ yang dijual kepada para petugas sensus yang ada Kabupaten Cianjur. Lumayan juga angkanya. Sebab saat berlangsungnya pendataan, petugas sensus yang ada berdasarkan data dari BPS, berjumlah 4.000 orang. Masingmasing petugas, sebagaimana diungkapkan salah seorang petugas pendata BPS yang tidak mau menyebutkan jati dirinya, kepada Medikom, diwajibkan mengambil jaket dengan cara pembayaran dipotong dari honornya. Besarnya pemotongan sebesar Rp100.000, sama dengan harga satu potong jaket tersebut. “Selain pemotongan sejumlah harga jaket sebesar Rp100.000, masih ada pemotongan sebesar Rp20.000 yang tidak jelas peruntukannya,” jelas petugas

Cabuli Tiga Anak Gadis Tetangga, Oknum Guru Ngaji Diciduk

Para Kuwu Kembali Tuntut Tunjangan Aparat Desa
MAJALENGKA, Medikom–Parade Nusantara datangi gedung DPRD Kabupaten Majalengka, Kamis (10/6). Mereka yang diterima oleh Komisi A DPRD Majalengka, meminta pemerintah memberlakukan Peraturan Daerah No 14 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Desa, serta meminta dewan ikut mendorong RUU Pemerintahan Desa segera disahkan. Menurut beberapa kuwu dan masyarakat yang tergabung dalam Parade Nusantara, pemberlakuan peraturan daerah seharusnya sudah dimulai sejak tiga tahun lalu, atau sejak disahkannya perda tersebut. Namun nyatanya hingga beberapa kali kuwu menuntut, pemerintah tetap tidak mentepati aturan tersebut. “Yang kami tuntut dari perda tersebut terutama pasal 26 tentang tunjangan untuk aparat desa,” ungkap salah seorang kuwu. Alasannya, lebih dari setengah jumlah desa di Majalengka, aparat desanya tidak memiliki bengkok sehingga mereka tidak memiliki penghasilan terutama kuwu-kuwu yang berada di wilayah selatan. Sehingga tunjangan perangkat desa diperlukan guna menunjang kinerja kuwu dan aparat desa lainnya. “Kalau jumlah desa di Majalengka mencapai lebih dari 320, yang memiliki bengkok dengan layak di bawah seratusan,” kata seorang kuwu. Di samping itu, mereka juga menuntut agar pemilihan kuwu di daerah dibiayai oleh pemerintah, sehingga calon kuwu atau pemerintahan di desa tidak dibebani biaya yang demikian besar. Mereka juga meminta pemerintah memberikan tunjangan purna bakti bagi jurutulis desa yang tidak diangkat menajdi PNS, karena di antara mereka sudah ada yang mengabdi hingga belasan bahkan puluhan tahun.

Ke Halaman 11

Ke Halaman 11

Dana Bagi Hasil Cukai Tembakau Diduga Bermasalah
SUMEDANG, Medikom–Petani tembakau di wilayah Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, seyogianya bisa bernafas lega selama tiga tahun terakhir. Paling tidak para petani tembakau di tatar Sumedang Larang ini, seharusnya semakin memahami dan memiliki pengetahuan yang cukup terkait budidaya tembakau sekaligus dengan ketataniagaannya. Bagaimana tidak, untuk Kabupaten Sumedang, sejak tahun 2008–2009 silam, Pemerintah Pusat telah menggelontorkan anggaran sekitar Rp933.297.997 yang bersumber dari Alokasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau. Secara logika, mengingat sumber dana tersebut, yang menjadi sasaran prioritas seharusnya adalah masyarakat petani tembakau Sumedang. Namun, dari besaran anggaran tersebut, diduga kuat, besaran anggaran yang menyentuh para petani tembakau di daerah ini hanyalah sebagian keciknya saja. Dugaan tersebut, sepertinya bukan tanpa alasan, dan bukan sekadar mengada-ada. Lihat saja misalnya, tahun 2008, anggaran yang diperoleh Sumedang sebesar Rp113.772.480, yang secara keseluruhan untuk kegiatan sosialisasi saja. Sementara untuk tahun 2009, sebesar Rp819.525.517 yang dialokasikan untuk beberapa kegiatan seperti pelatihan dan kajian Rp113.773.480, sosialisasi, pengawasan dan pembinaan Rp327.552.109, pelatihan pengolahan temabakau Rp150.000.000, budidaya dan pascapanen Rp124.999.928 dan sosialisasi bebas rokok di dalam ruangan kantor Rp103.200.000. Secara spesipik, Euis Juliantini selaku Kepala Seksi Bidang Sumberdaya Kesehatan pada Dinas Kesehatan Sumedang ketika

Bukan itu saja, heboh video mesum ini juga dikhawatirkan memiliki dampak luas terhadap moral generasi muda. Sebab bagaimanapun, pemeran video porno ini--bila hasil pemeriksaan polisi memang asli—adalah tokoh pujaan idola kaum muda negeri ini. Tak heran, pihak yang paling merasa khawatir atas maraknya video syur mirip selebritis ini dikemukakan Sekjen Komnas Perlindungan Anak (KPA) Arist Merdeka Sirait. Arist meminta Ariel, Luna Maya, dan Cut Tari minta maaf kepada bangsa Indonesia apabila nanti terbukti video yang beredar luas di masyarakat terbukti mereka. Ia juga menekankan Ariel, Luna, dan Cut Tari harus keluar dari dunia artis. “Kalau memang orang dalam video itu mereka, cepat-cepatlah minta maaf. Kalaupun tidak benar, ya bilang saja tidak benar,” katanya. Selain meminta maaf, Ariel, Luna, dan Tari juga diharapkan bisa mengatakan kepada fans-nya agar tidak meniru perilaku yang ada di dalam video. “Mereka kan publik figur, dengan bilang ‘jangan ditiru’ diharapkan itu bisa meredam ini semua,” kata Arist. Arist mengatakan, peredaran

Setwan Kota Tangerang Diduga Melakukan KKN
pornografi di lingkungan anak-anak saat ini sudah sangat tinggi. Apalagi dengan adanya video porno mirip idola para remaja ini. “Ariel dan Luna itu kan idola, bayangkan kalau idolanya melakukan demikian. Bisa ditiru itu sama anak-anak,” kata Aris. Maraknya peredaran video porno akhir-akhir ini juga ditanggapi serius anggota DPR RI dari Fraksi PDIP Eva Kusuma Sundari. Menurut Eva, dalam kasus maraknya peredaran video porno terlihat jelas pemerintah telah gagal melindungi harkat dan martabat manusia dan wilayah pribadi yang menjadi ranah publik dengan menyebar luasnya video porno, dan ini dikhawatirkan berdampak buruk hubungan sosial di masyarakat. “Saya menyalahkan Negara yang tidak mengeluarkan sejak dini memblokir sumber atau situs yang mengeluarkan tayangan video porno yang mirip selebritis papan atasnya,” kata Eva. Karenanya, proses hukum harus segera dilakukan untuk mengungkap fakta sesungguhnya dan meminta polisi membekuk otak penyebar video porno yang sudah menyebar secara nasional bahkan internasional. Eva juga berharap pemerintah harus optimal mereduksi dampak menyebarluasnya gambar video porno khususnya kepada anakanak yang belum dewasa agar tidak berakibat buruk bagi perkembangan moral, pikiran. Dan yang paling dikhawatirkan adalah merusak kejiwaan mereka. Sementara itu, Meneg Infokom Ir Tifatul Sembiring yang dihubungi Medikom terkait beredarnya video porno mirip artis papan atas ini berharap aparat kepolisian segera memproses secara hukum terutama untuk membuktikan apakah video itu asli atau rekayasa. Meski begitu, menurut Tifatul, otak penyebaran video porno ini harus segara dibekuk. Tifatul juga menyayangkan apa yang terjadi semestinya adalah dalam lingkup rahasia pribadi kaum dewasa. Dan semestinya tidak disebarluaskan. Karena bagaimanapun hal itu sangat sensitif dan dilarang untuk memasuki ranah publik. Dan para pelaku dapat dikenakan Undang-Undang Pornografi KUHP dan UU No 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Di samping itu, menurut mantan Presiden Partai PKS ini, sangat menyayangkan kalau artis dalam TANGERANG KOTA, MedikomPasca-keluarnya pengumuman hasil tender pengadaan asuransi kesehatan DPRD Kota Tangerang yang dimenangkan perusahaan PT Asuransi Jasa Indonesia, muncul berbagai keberatan dan protes. Di antaranya karena Jasindo dianggap perusahaan yang belum berpengalaman dalam menangani asuransi kesehatan. Selain itu dipersoalkan juga cara panitia tender yang pada akhirnya mengumumkan PT Jasindo sebagai pemenang. “Harga penawaran perusahaan kami lebih rendah, di mana sesuai Keppres 80/ 2003, harga terendah yang lebih dahulu diberi kesempatan untuk mengerjakan suatu kegiatan bila perusahaan tersebut mampu dan sejalan dengan prinsip pengadaan barang dan jasa yang efesien, adil dan akuntabel,” kata Robert Sitompul SE, salah satu perwakilan dari peserta tender lainnya. “Bila PT Asuransi jasa Indonesia tetap dimenangkan juga oleh Bapak/panitia, patut diduga dan disinyalir bahwa panitia telah melakukan persekongkolan atau KKN, baca Keppres 80/2003 Pasal 27,” katanya, seraya menambahkan akibat perbuatan panitia tersebut negara berpontensi mengalami kerugian dari selisih penawaran antara perusahaan tersebut. Namun, Sekwan Kota Tangerang Drs H Emed Mashuri MM menyanggah penilaian tersebut. Dikatakan, sesuai dokumen penawaran yang diterima pihak panitia, PT Asuransi Jasa Indonesia (Persero) adalah perusahaan yang bergerak di bidang asuransi kesehatan dan telah memenuhi syarat administrasi maupun data teknis sebagai calon pemenang. Sedangkan mengenai mekanisme di panitia dikatakan bahwa proses evaluasi data pelelangan sebagaimana tercantum

Ke Halaman 11

Ke Halaman 11

RSUD di Garut Selatan Hingga Kini Belum Beroperasi
GARUT, Medikom–Pembangunan rumah sakit umum tipe C di Pameungpeuk, Garut selatan hingga kini belum juga rampung. Padahal, rumah sakit yang mulai dibangun pada tahun 2006 silam tersebut, sudah menghabiskan biaya miliaran rupiah. Kondisi bangunannya saat ini, terlihat kumuh dengan kondisi dinding tembok rusak, sebagian kaca pecah serta halamannya penuh dengan rerumputan dan serakan sampah. Hal itu, mencerminkan bangunan tersebut tak terawat dan dibiarkan begitu saja. Sekretaris Kantor Kecamatan Pameungpeuk Rakhmat Efendi ketika ditemui di ruang kerjanya mengatakan, pembangunan rumah sakit yang lokasinya berada di Kampung Wanikari Desa Sirnabakti Kecamatan Pameungpeuk merupakan satu-satunya rumah sakit di kawasan Garut selatan yang mencakup beberapa kecamatan seperti Kecamatan Pameungpeuk, Cisompet, Cikelet, Cibalong, Caringin, dan Mekarmukti. “Apabila Rumah Sakit Pameungpeuk sudah beroperasi, setidaknya 300.000 jiwa akan terlayani kesehatannya dan saya heran kenapa sampai saat ini belum juga beroperasi, padahal pembangunan rumah sakit itu sudah dilakukan sejak tahun 2006 dengan anggaran yang dikeluarkan mencapai Rp48 miliar dari APBN,” tukasnya. Ditambahkan Rakhmat, keberadaan Rumah Sakit Pameungpeuk sangat diharapkan warga Garut selatan. “Saat ini masyarakat yang berada di Garut selatan apabila sakit hanya berobat di puskesmas terdekat. Kalau sakitnya tidak parah sih enggak apa-apa, akan tetapi bila penyakitnya parah dan membutuhkan perawatan efektif, tentunya perlu dirawat di rumah sakit sedangkan perjalanan dari Garut selatan ke rumah sakit yang ada di Garut saja perlu berjam-jam dan jaraknya lebih dari 80 kilometer,” paparnya.

Pejabat Dilaporkan ke Polisi Hanya Isu
SUBANG, Medikom–Isu tentang pejabat teras Pemkab Subang dilaporkan atlet Seagames cabang balap sepeda, Ferinanto ke Mapolres Subang, terkait dugaan selingkuh dengan istrinya, ternyata tidak terbukti. Kepada Medikom, Sabtu (12/6) di Rumah Makan Purnama, Feri mengatakan, jika ia tidak pernah melaporkan pejabat tersebut. Karena, tambah Feri, apa yang terjadi adalah kesalah pahaman dan ada pada lingkup persoalan keluarga. Kehadiran pejabat teras Pemkab Subang tersebut berada pada tempat yang salah, ketika konflik rumah tangga dirinya terjadi. “Sebenarnya, kehadiran pejabat tersebut, berhubungan dengan orang tua pihak istri, berkait dengan usaha keluarga, bila diisukan adanya ketegangan antara saya dan pejabat tersebut, memang terjadi, namun persoalan itu sudah ada kata sepakat untuk saling memaafkan,” ungkap Feri. Menyangkut tudingan adanya perselingkuhan antara istrinya dengan pejabat tersebut, secara tegas Feri membantah, jika dirinya tidak pernah memberikan keterangan kepada wartawan, bahwa telah terjadi perselingkuhan antara pihak istrinya dengan pejabat yang diisukan. Ia hanya melihat ketika ia pulang, istrinya, Ani Nur Eka Sari sedang bertiga di teras rumah dengan orang yang semula tidak dikenalnya. Hingga terjadi pecekcokan antara Feri dengan istrinya. Disulut emosi, dia sempat menampar istrinya. Pada kala itulah, orang yang kemudian ternyata pejabat teras Pemkab Subang tersebut melerai pertengkaran. Hal itulah yang diasumsikan oleh masyarakat seolah-olah yang bertengkar tersebut adalah dirinya dengan pejabat. “Sebenarnya rumah tangga saya berjalan biasa saja, tapi saya merasa heran mengapa tiba-tiba istri saya mengatakan, bahwa rumah tangga kami sudah cerai, inilah yang memicu saya jadi emosional kala itu,” jelas Feri. Feri juga menyayangkan insiden itu terjadi, yang akhirnya menyebar karena ditunggangi oleh kepentingan-kepentingan pihak lain. Padahal, apa yang terjadi, adalah sebuah insiden tanpa perencanaan, yang bersifat emosional sesaat. “Dan saya dengan pejabat yang bersangkutan sudah saling memaafkan, dan saya menyadari ini sebuah kealfaan,” tambah Feri. Sementara Kasat Intel Polres Subang, Asep Hamim menyatakan, sampai kemarin Polres Subang belum menerima pengaduan dari pihak pelapor yang bernama Ferinanto, atlet seagames cabor sepeda. Jika ada media yang memberitakan sudah terjadi pelaporan, menurut Kasat Intel, secara fakta hukum belum ada. “Mungkin saja, Kapolres memberikan keterangan karena didesak wartawan, jawaban Kapolres pun, secara resmi belum menerima pelaporan. Artinya, apa yang diisukan adanya pejabat yang dilaporkan kepada kepolisian, sampai saat ini, Polres Subang belum menerima,” tegas Asep. Isu dilaporkannya pejabat teras Subang terkait isu perselingkuhan, menjadi bola liar, berbagai pendapat baik itu pro dan kontra terjadi di masyarakat. Namun menurut pengacara Edi Sapran SH, dalam persoalan hukum, masyarakat harus tunduk pada standar hukum. Dalam peristiwa yang menyangkut Feri, pihak kepolisian belum menerima pelaporan secara resmi, maknanya belum terjadi tindak pidana. “Semua orang harus menghormati asas praduga tidak bersalah. Apalagi terkait dengan pejabat teras, jangan sempat isu digulirkan justru menimbulkan character assassination (pembunuhan karakter-red). Ini bukan lagi persoalan hukum, tapi sudah melenceng ke mana-mana,” ujar Edi. Sementara, dari perspektif politik, Enjang Beno Sobarna, bisa memaklumi isu dilaporkannya pejabat terkait perselingkuhan, menyebar bak bola liar, terkait berbagai persoalan kepemimpinan pemerintahan di Kabupaten Subang. Tapi, tambah Beno, wacana politik yang bersifat black campaign ini, semestinya tidak perlu diperluas, karena masyarakat harus dididik kualitas kecerdasannya dalam pendekatan fakta- fakta. “Apalagi, faktanya, tuduhan perselingkuhan itu sebenarnya tidak ada. Pada sisi lain, masyarakat juga harus memiliki filter dalam menyaring informasi- informasi yang bersifat fakta, atau isu, agar bangunan kesadaran melihat persoalan-persoalan penyelenggaraan pemerintah, semakin baik. Rakyat, harus diberi kecerdasan memilah- milah mana isu politik, dan mana hukum,” tambah Beno. (***)

Ke Halaman 11

Ke Halaman 11

Dana Terlambat Cair
TASIKMALAYA, Medikom–Ribuan warga belajar peserta pemberantasan buta huruf yang tersebar di berbagai kecamatan di Kabupaten Tasikmalaya, khususnya kelompok yang ditangani Dewan Mesjid Indonesia (DMI) belum melaksanakan kegiatan. Karena, sampai pertengahan bulan Juli, dana bantuan Gubernur masih terhambat di kas pemerintah daerah setempat. Dikhawatirkan, terhambatnya pencairan dana ini mengakibatkan pelaksanaan program pemberantasan buta aksara yang dicanangkan harus tuntas tahun 2010 tidak memenuhi target. Berdasarkan hasil informasi yang dikumpulkan Medikom, terhambatnya pencairan dana kegiatan pemberantasan buta aksara di Kabupaten Tasikmalaya

Pelaksanaan Pemberantasan Buta Aksara Terhambat
ini karena adanya kebijakan yang tidak sejalan dengan pengelola DMI. Berdasarkan ketentuan, bahwa warga belajar kelompok DMI penanganan serta dananya dikelola oleh pengurus wilayah Jawa Barat. Sementara dinas pendidikan menginginkan dana langsung diserahkan kepada kelompokkelompok. Tidak adanya titik temu antara dinas pendidikan dan DMI inilah yang membuat pelaksanaan kegiatan program pemberantasan buta huruf terkatung-katung yang sampai pertengahan tahun belum juga dilaksanakan. Padahal, berdasarkan data yang ada di Kabupaten Tasikmalaya ada 676 kelompok yang ditangani pihak disdik Kabupaten Tasikmalaya. Sementara 400 kelompok ditangani pihak DMI. Bila jumlah kelompk DMI dikalikan 10 orang per kelompok, maka ada 4.000 warga belajar peserta program pemberantasan buta aksara yang belum tergarap. Kabid PNFI Dinas Pendidikan Kabupaten Tasikmalaya Roni A KS yang dihubungi Medikom mengakui adanya keterlambatan pencairan dana bagi warga belajar program pemberantasan buta huruf yang ditangani oleh DMI. Namun Roni membantah keterlambatan itu karena kebijakan dinas pendidikan. Menurut Roni, berdasarkan aturan dana bantuan gubernur masuk kepada kas daerah. Dan Dinas Keuangan Kabupaten Tasikmalaya merekomendasikan agar pencairan langsung kepada rekening kelompok. Masalah inilah menurut Roni yang belum ada titik temu antara dinas keuangan, dinas pendidikan dan DMI. “Persoalan ini bukan kebijakan disdik. Tetapi atas rekomendasi dinas keuangan Kabupaten Tasikmalaya. Dan kita telah lima kali melakukan musyawarah atau rapat dan sampai kini memang belum ada titik terangnya,” katanya. Sebenarnya menurut Roni sudah ada solusi yang dilakukan dari hasil rapat terakhir yaitu ada dua opsi yang harus dilakukan. Pertama, dana dicairkan tetapi langsung ditransfer ke kelompok. Opsi kedua, dana dapat dicairkan dengan ketentuan pihak DMI membuat pernyataan kelompok-kelompok yang ditanganinya serta melampirkan adanya rekomendasi dari Biro Keuangan Provinsi Jawa Barat. Menjawab pertanyaan bahwa partisipasi keterlibatan DMI ada ruang yang diberikan Inpres No 5 Tahun 2006 menyangkut partisipasi ormas dan LSM dalam wajar dikdas dan pemberantasan buta aksara, Roni tidak membantah. Dan Roni juga mengakui bahwa partisipasi DMI dalam mengelola kelompok warga belajar program pemberantasan buta aksara merupakan kerja sama pengurus DMI Wilayah Jawa

Ke Halaman 11

Edisi 373 Tahun VII 14 s.d. 20 Juni 2010

Sisi Lain
Program PPA-PKH di Majalengka Berjalan Lancar
MAJALENGKA, Medikom-Perlindungan Pekerja Anak–Program Keluarga Harapan merupakan salah satu program pemerintah pusat dalam rangka mengurangi pekerja anak dalam usia sekolah yang berasal dari keluarga sangat miskin (RTSM) dengan usia di bawah 18 tahun. PPA–PKH telah dilaksanakan dua kali, yakni akhir 2008 dan 2010 ini. “Pelaksanaan kegiatan program ini sekaligus mengurangi jumlah pekerja anak yang putus sekolah dari rumah tangga sangat miskin untuk ditarik kembali dan belajar seperti biasanya,” tutur Rachman Hidayat S SH MM, Kepala Bidang Hubungan Industrial dan Pengawasan Ketenagakerjaan Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Majalengka. Diharapkan output dari program ini ialah benar-benar berkurang pekerja di bawah umur dan meningkat partisipasi anak untuk mengenyam pendidikan sebagaimana mestinya. Untuk tahun 2010, lanjut Rachman, terdiri dari 50 kabupaten dan 13 provinsi se-Indonesia yang serentak, termasuk Majalengka, mendapatkan jatah 60 siswa dari 5 kecamatan, yaitu Kecamatan Lemahsugih, Banjaran, Maja, Jatiwangi, Cikijing dan Panyingkiran, selama satu bulan. Menurut Embun Sutana, Kasi Pengawasan Ketenagakerjaan, pelaksanaan tahun 2008 jumlah anak didik 30 orang, dan hampir 100% kembali mengikuti pendidikan baik formal maupun non formal seperti kejar paket B dan C. Harapannya, anak dari rumah tangga sangat miskin (RTSM) dapat mengenyam pendidikan yang sejalan dengan program pemerintah, yaitu mencerdaskan kehidupan berbangsa dan bertanah air. (Tatang/Jun)

2

Jawa Barat

Penderita Thalassaemia di Garut Meningkat
GARUT, Medikom–Thalassemia merupakan penyakit akibat kelainan darah yang terdapat di banyak negara di dunia. Kelainan darah tersebut diturunkan dari kedua orang tua kepada anak-anaknya sehingga thalassaemia digolongkan penyakit genetik utama. Hingga saat ini belum ada obat untuk penyakit thalassaemia secara total. Untuk menjaga stamina dan kesehatan penderita thalassaemia mayor dilakukan dengan transfusi darah secara teratur, sekali dalam empat minggu. Umumnya anak-anak yang menjalankan transfusi demikian, tumbuh secara normal dan hidup bahagia sampai usia dua puluhan. Tetapi untuk hidup lebih lama mereka memerlukan pengobatan lainnya. Di Kabupaten Garut, berdasarkan catatan yang ada di UTD PMI Garut, sampai dengan bulan Juni 2010, jumlah penderita thalassaemia mencapai 153 penderita. Melihat fenomena tersebut, Bupati Garut Aceng H.M Fikri menilai, persoalan thalassaemia bukan hanya milik penderita dan orang tua penderita saja, akan tetapi merupakan persoalan semua. Ia mengajak, untuk senantiasa bersama-sama membantu, meringankan penderitaan anakanak dengan berbagai macam cara, di antaranya dengan mendonorkan darah secara rutin, memberikan perhatian dan dorongan psikologis kepada penderita serta orang tua agar mereka tidak merasa sendirian. “Penyakit thalassaemia tidak bisa dianggap enteng, meski tidak menular namun penyakit tersebut hingga ini belum ada obatnya. Makanya salah satu upaya untuk menangani penyakit thlassaemia, saya mengimbau kepada masyarakat baik orang tua maupun remaja khususnya yang akan menikah, sebelum melangsungkan pernikahan diharapkan untuk memeriksa darahnya,” tutur Bupati pada acara pelantikan Pengurus Perhimpunan Orang Tua Penderita Thalassaemia Indonesia (POPTI) Kabupaten Garut periode 2010-2013 di Aula Desa Wanaraja, Kecamatan Wanaraja, Kabupaten Garut, Kamis (10/6). Sementara itu, setelah dilantik, pengurus POPTI Kabupaten Garut mengunjungi penderita thalassaemia di RSU Dr Slamet, didampingi Ketua POPTI Jabar Ny Djoyo, dan Ketua POPTI Pusat Ruswandi, serta Ketua Dewan Pembina POPTI Kabupaten Garut Rani Permata Diky Candra. Dalam kesempatan tersebut, Ketua POPTI Jabar dan Ketua POPTI Pusat memberikan bantuan berupa uang dan peralatan penunjang bagi penderita penyakit thalassaemia. Bantuan diterima langsung oleh pengurus POPTI Kabupaten Garut di ruang kerja Direktur RSU Dr Slamet. Ketua I POPTI Kabupaten Garut H Pipin Ramdani MM Eg menuturkan, pihaknya merasa lega karena kini di RSU Dr Slamet Garut telah tersedia ruangan khusus bagi penderita penyakit thalassaemia. Hal itu menurutnya atas perhatian dan dukungan dari semua pihak yang peduli terhadap penderita penyakit thalasaemia. (Kus)

Jalan Oto Iskandar Dinata Bebas Kendaraan Bermotor
TASIKMALAYA, Medikom–Car Free Day atau hari bebas kendaraan bermotor di Kota Tasikmalaya akan dilaksanakan hari Minggu 20 Juni di Jln Oto Iskandar Dinata, mulai dari pukul 07.30 sampai dengan 14.00 WIB. Hal ini sesuai kesepakatan hasil rapat persiapan Hari Lingkungan Hidup tingkat Kota Tasikmalaya, Jumat (10/6) di Ruang rapat Wali Kota yang dipimpin langsung Wakil Wali Kota Tasikmalaya Ir H Dede Sudrajat MP. Hadir saat rapat, di antaranya dari Kantor Lingkungan Hidup, Dinas Pendidikan, Kodim, Lanud Wiriadinata, Polresta Tasikmalaya, Pol PP, kecamatan, kelurahan, DEM Unsil, HMI, BUMN, perbankan, Dinas Ciptakarya dan Kebersihan, Dinas Binamarga, dan Dishubkominfo. Selain menggelar Car Free Day, peringatan Hari Lingkungan Hidup tingkat Kota Tasikmalaya juga akan dilaksanakan berbagai kegiatan di antaranya Gerakan Kebersihan Daerah Aliran Sungai (DAS) di tiga lokasi yaitu Sungai Ciromban, Sungai Cihideung, dan Sungai Cidukuh. Gerakan Kebersihan Kota di 2 lokasi yaitu sekitar Masjid Agung dan Jln HZ Mustofa mulai dari Masjid Agung sampai Padayungan, dan Sosialisasi UU No 32/2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, khususnya yang berkaitan dengan pelestarian bukit sebagai daerah resapan dan sumber mata air. Kegiatan dilaksanakan bekerja sama dengan DPC Himpunan Keluarga Tani Indonesia (HKTI) Kota Tasikmalaya dan pihak kecamatan. Selain itu, upacara peringatan Hari Lingkungan Hidup tingkat Kota Tasikmalaya akan dilaksanakan pada hari Kamis, 17 Juni di Halaman Bale Kota Tasikmalaya. Sedangkan kegiatan yang sudah dilaksanakan, di antaranya penanaman pohon pelindung sebanyak 1.442 bibit di 11 lokasi, bantuan teknis pembuatan sumur resapan sebanyak 6 lokasi, Lembaga Pendidikan dan Sosial Al Fitrah Kelurahan Panglayungan Kecamatan Cipedes, pembuatan sumur resapan dan lubang biopori di Balekota, Bale Wiwitan, sekolah, masyarakat, uji kualitas udara di terminal Padayungan, Pertigaan Rancabango, dan Jalan RSU, uji kualitas air di Sungai Cihideung, Cimulu, Ciroyom, dan uji kualitas air limbah di RSUD, Nurjaya (Kulit Paseh), dan RS Jasa Kartini. (A Cucu)

Drs H Amri Tambunan menerima langsung piala dari Presiden DR H Bambang Susilo Yudhoyono pada peringatan Hari Lingkungan Hidup se Dunia, 8 Juni pekan kemarin di Istana Negara.

Piala Adipura Diarak Keliling Kota Lubuk Pakam
LUBUK PAKAM, Medikom–Piala Adipura kelima diraih Kota Lubuk Pakam “Bersinar” (bersih, indah, aman dan rapi). Bupati Deliserdang Drs H Amri Tambunan menerima langsung piala dari Presiden DR H Bambang Susilo Yudhoyono pada peringatan Hari Lingkungan Hidup se Dunia, 8 Juni pekan kemarin di Istana Negara. Setibanya di Lubuk Pakam, Rabu (9/6) siang, piala Adipura langsung diarak keliling kota. Sebelum diarak keliling kota, Piala Adipura yang dibawa Bupati Drs H Amri Tambunan didampingi Kepala Bapedalda (Badan Pengendali Dampak Lingkungan Daerah) Drs H Susmono disambut melalui acara penyambutan di kantor bupati. Hadir pada acara itu, Wakil Bupati Deliserdang H Zainuddin Mars, unsur muspida, Wakil Ketua DPRD Ruben Tarigan SE, Sekdakab Drs H Azwar MSi, Ketua TP PKK Anita Amri Tambunan, pimpinan SKPD, para camat serta tokoh masyarakat di antaranya Ketua MUI Drs H Lukmanul Hakim Siregar, Ketua Asosiasi Pengusaha Peduli Pendidikan Sunggal Datuk Selamat Fery serta petugas kebersihan. Pada kesempatan itu, bupati mengatakan rasa bangga dan harunya atas keberhasilan Kota Lubuk Pakam kembali mendapatkan penghargaan tertinggi dalam pengelolaan kota bersih. Diharapkan dengan keberhasilan Kota Lubuk Pakam meraih Piala Adipura, harus dimaknai dalam kehidupan secara nyata seperti budaya hidup sehat dan bersih akan terus semakin bertumbuh dan berkembang di tengah-tengah masyarakat khususnya Kota Lubuk Pakam. Apa yang telah dicapai Kota Lubuk Pakam, berkat peran aktif seluruh lapisan masyarakat dalam mengelola kebersihan kota sehingga mendapatkan piala Adipura. Karenanya, harus terus dipertahankan, agar pada tahun-tahun mendatang penghargaan tertinggi pengelolaan kota bersih tetap diperoleh Kota Lubuk Pakam yang merupakan ibukota Kabupaten Deliserdang. Pada kesempatan itu, Bupati juga menyampaikan terima kasihnya kepada semua elemen masyarakat Deliserdang khususnya Kota Lubuk Pakam dan seluruh petugas kebersihan yang berperan aktif menjaga kebersihan kota. Sebagai rasa syukur diberikan kemampuan dan kekuatan untuk membangun daerah ini, tentu ke depan harus meningkatkan tekad dan semangat. Pada kesempatan itu juga menyampaikan sambutan Wakil Ketua DPRD Ruben Tarigan SE. Di akhir acara syukuran, Bupati Deli Serdang Drs H Amri Tambunan menyerahkan Piala Adipura itu kepada Camat Lubuk Pakam Drs Sariguna Tanjung didampingi Danramil Lubuk Pakam Kapten Inf Cetak Barus serta Kapolsek Lubuk Pakam AKP Hasan Basri. Selanjutnya Piala Adipura itu diiarak kelililing Kota Lubuk Pakam agar masyarakat mengetahui kota mereka mendapatkan penghargaan tertinggi sektor kebersihan. (R David Sagala)

40 Pasangan Nikah Massal Berbahagia
CIBINONG, Medikom–Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun ke528 Bogor, Kementerian Agama Kabupaten Bogor mengadakan pernikahal massal bagi keluarga yang kurang mampu. Pernikahal massal yang berlangsung di halaman kantor Kementerian Agama Kabupaten Bogor tersebut dihadiri 40 pasangan, dari masing-masing kecamatan. H Karyawan Fathurahman Wakil Bupati Bogor, yang ikut menyaksikan pernikahan massal tersebut kepada wartawan menyampaikan, acara ini bertepatan dengan Hari Jadi Bogor yang ke-528. Jadi ini merupakan kado istimewa bagi pasangan keluarga yang kurang mampu untuk menikah, dan ini sesuai dengan UU Nomor 1 Tahun 1974 tentang Pernikahan. “Nikah secara sah sesuai dengan UU itu perlu untuk melindungi warga dari segi hukum. Beda dengan nikah siri yang tidak tercatat di negara dan sangat merugikan pasangannya terutama wanitanya. Kalian harus bangga sekarang karena pernikahan kalian telah tercatat di negara. Dan anak keturunan kalian nanti bisa sekolah dengan tenang karena bisa memiliki akta kelahiran. Beda dengan anak lahir dari nikah siri, anak tersebut tidak bisa dibikini surat keterangan akta kelahiran,” ungkap Wakil Bupati dari PDIP ini. Hal yang sama juga disampaikan Kepala Kementerian Agama Kabupaten Bogor H Asep Zaenal Abidin. Ia menuturkan, penyelenggaraan pernikahan massal ini dikhususkan bagi keluarga yang kurang mampu. Dan jumlah 40 pasangan ini diambil dari masingmasing satu pasangan dari 40 kecamatan yang ada di Kabupaten Bogor. “Acara pernikahan massal ini insyaAllah akan kita selenggarakan setiap tahun,” imbuhnya. (Edison)

Garut Terima Peserta Program Pertukaran Pemuda Antarprovinsi
GARUT, Medikom–Para pelajar dari beberapa provinsi, Rabu (9/6) diterima Wakil Bupati Garut Diky Candra di aula Setda Kabupaten Garut dalam acara pelepasan dan serah terima peserta Program Pertukaran Pemuda Antarprovinsi (PPAP). Para pelajar tersebut ditempatkan di Desa Tanjung Karya, Kecamatan Samarang, Garut, daerah yang terkena banjir dan longsor pada 15 Februari lalu. Pada kesempatan tersebut, Drs H Wahyu Kurnia Kabid Pemuda dan Olahraga Dinas Olahraga dan Pemuda provinsi Jawa Barat mengatakan, program pertukaran pemuda antarprovinsi secara rutin di selenggarakan setiap tahun. Tujuannya, untuk memberikan kontribusi positif tehadap pembangunan bidang kepemudaan khususnya di Jawa Barat. Kegiatan ini juga merupakan wahana untuk meningkatkan intensitas interaksi antarbudaya masing-masing daerah sehingga pemuda menjadi terbiasa dengan situasi dan kondisi yang berbeda. “Kami berharap dengan kegiatan ini pemuda lebih mandiri, memiliki prestasi di segala bidang, baik sosial, budaya, ekonomi, teknologi maupun olahraga. Mudah-mudahan dapat meningkatkan koordinasi antarinstansi di tingkat nasional dan daerah untuk mengembangkan sistem perencanaan, pelaksanaan dan pengendalian pembangunan kepemudaan, serta dikembangkannya sistem informasi manajemen kepemudaan dan meningkatkan program kewirausahaan juga kecakapan hidup pemuda,” tuturnya. Wakil Bupati Garut Diky Candra menuturkan, dengan adanya program pertukaran pemuda antarprovinsi mampu menggerakkan dan memberdayakan potensi masyarakat sekitar khususnya pemuda melalui kegiatan pendidikan, kesehatan, penghijauan, dan pelestarian lingkungan hidup, pariwisata, seni budaya dan kewirausahaan juga berpartisifasi secara lebih efektif dalam pembangunan masyarakat pedesaan. “Pemkab Garut saat ini telah melakukan pemulihan dan perbaikan pascabanjir lumpur yang telah menyebabkan berbagai kerusakan infrastruktur, mulai dari infrastruktur pendidikan, kesehatan, maupun fasilitas umum lainnya,” terangnya. Ia menegasakan, program ini dapat menjadi elemen penting dalam meningkatkan kerja sama antarprovinsi khususnya di bidang pemuda dan tentunya memperkokoh kerja sama antarprovinsi apabila ditopang oleh tingginya intensitas hubungan masyarakat. Dalam kegiatan tersebut hadir Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Garut Drs H Komar M MPd serta tamu undangan lainnya. (Yudi K)

Aktivis Forum Peduli Masyarakat Tolak Kehadiran Wartawan
CIAMIS, MedikomSetiap tindak-tanduk pegiat organisasi, forum, atau apapun namanya, sepanjang keberadaan organisasi itu masih dalam kerangka besar NKRI, mesti mengacu pada peraturan perundangan yang berlaku di republik ini.
Demo diawali penyebaran kertas selebaran atas nama Forum Peduli Desa Sukasari yang mengangkat topik kepedulian terhadap nasib rakyat yang tertimpa musibah gempa pada 2 September 2009 lalu. Ar (inisial), koordinator dari forum tersebut, menyampaikan keluh kesah masyarakat akibat kebijakan pemerintah, khususnya kinerja perangkat Desa Sukasari, dalam penanganan bantuan bencana gempa, sehingga menuntut harga mati “perangkat desa untuk mundur”. Tapi, pada acara tatap muka dengan muspika tersebut, koordinator bertindak seakan masyarakat luas tidak perlu tahu apakah aspirasi Maka, patut disayangkan mereka diutarakan atau tidak. tindakan dari seorang yang Bahkan dengan cara yang mengaku koordinator sebuah melecehkan profesi wartawan, forum yang diberi nama Forum Peduli Masyarakat Desa Sukasari, sebagai perpanjangan mata dan telinga masyarakat dalam beralamat di Dusun Sukahurip, memperoleh informasi. Desa Sukasari, Kecamatan Dengan memasang muka yang Banjarsari Kabupaten Ciamis, terlihat bengis dia menyuruh Jawa Barat. wartawan untuk segera keluar Pasalnya, sang koordinator dari ruangan. Seakan-akan yang menolak kehadiran wartawan mereka bahas rahasia negara. dalam pertemuan antara forum Pada saat itu, selain beberapa tersebut dengan unsur muspika, anggota forum peduli masyarakat, baru-baru ini. Padahal muspika tampak hadir tiga unsur Muspika termasuk pejabat publik atau aparat penyelenggara negara yang Kecamatan Banjarsari, yakni Drs Uga Yugaswara MSi selaku Camat kegiatan dan kinerjanya Banjarsari, AKP Asep KH Baehaqi masyarakat berhak untuk tahu selaku Kapolsek Banjarsari, dan (mendapatkan informasi). Djuanda selaku Danramil Tanpa ada basa-basi, Banjarsari. Mereka pun tampak koordinator dari forum tersebut tercengang atas sikap Ar yang dengan sekonyong-konyong menyuruh pergi wartawan yang “melakukan pengusiran” dari hendak masuk. acara tatap muka dengan “Apakah ini rahasia, kok Muspika Kecamatan Banjarsari, di aula kantor kecamatan, Selasa sampai-sampai wartawan tidak (8/6). Menurut kabar yang sempat boleh meliput,” celoteh beberapa warga. “Menjadi pertanyaan besar, diperoleh, tatap muka tersebut ada apa pertemuan itu. Janganmerupakan tindak lanjut atas jangan ada main mata akhirnya dilakukannya demo oleh forum tersebut sehari sebelumnya, Senin nanti, dari kepedulian yang mengatasnamakan masyarakat,” (7/6), di Aula Desa Sukasari. celetuk yang lainnya. Pada demo tersebut aparatur Pengusiran terjadi saat sekitar Desa Sukasari dituntut untuk seperempat jam acara mundur, terkait proses penerimaan bantuan gempa yang berlangsung pada ruangan yang dianggap tidak tepat sasaran dan terbuka dan tanpa adanya penerima tamu itu. Lucunya, saat menyimpang dari ketentuan. koordinator forum tersebut menyuruh agar wartawan keluar ruangan, diiringi kata-kata bahwa dirinya juga wartawan. Meski kebenarannya patut dipertanyakan, karena tidak ciriciri yang jelas kalau selama ini dia benar seorang wartawan. Dan tidak jelas pula sebagai wartawan untuk media apa. Bahkan tidak diketahui oleh para wartawan yang sering meliput di wilayah Banjarsari. “Kalau dirinya juga seorang wartawan, harusnya Aripin tidak memperlakukan sikap ketus dengan pengusiran terhadap wartawan tersebut,” protes seorang wartawan yang dihubungi Medikom telepon genggamnya. Menurut seorang wartawan harian sekaligus anggota PWI, kejadian ini sudah termasuk kategori menghalang-halangi tugas jurnalistik, sehingga bisa dikenakan sanksi atas perbuatannya itu. “Barangkali dia belum tahu tentang adanya undang-undang pers, barangkali masih belajar,” celetuknya. Seorang warga desa pun berkomentar senada, bahwa untuk menjadi aktivis, sekali pun itu di tingkat desa, perlu banyak belajar. Termasuk mempelajari peraturan perundangan yang berlaku, di antaranya seperti undang-undang pers. Hal senada dilontarkan mantan anggota yang sekarang sebagai dewan penasehat di PWI Kabupaten Ciamis dan merupakan perintis lahirnya Forum Silaturahmi Wartawan Kabupaten Ciamis (sekarang sebagai sekjen). Dirinya sangat menyayangkap sikap koordinator forum pada acara pertemuan dengan unsur muspika tersebut. “Siapa pun tidak boleh mengahalang-halangi wartawan, dan itu ada sanksinya. Apalagi ini jelas kepentingannya, demi pemberitaan, demi masyarakat luas. Bila perlu, laporkan ke polsek sekitar,” tandasnya, kepada Medikom. (Heru P)

GDI Diharapkan Selesai Tahun Ini
CIAMIS, Medikom–Saat ini, pembangunan Gedung Dakwah Islam (GDI) di Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Ciamis baru mencapai 60%. Gedung berlantai dua berukuran 20 x 15 meter ini berdiri kokoh di atas tanah wakaf dari H Karnaen seluas 25 m x 20 m persegi. Dana pembangunannya, didapat dari bantuan Pemprov Jabar sebesar Rp100 juta ditambah donator warga se Kecamatan Kalipucang sebesar Rp150 juta. Ketua GDI KH Mahfud, mengucapkan rasa syukur kepada Allah SWT dan menyampaikan terimakasih kepada para donator. Ia berharap, pembangunan GDI bisa terwujud secepatnya, sesuai harapan selesai pada tahun ini. Camat Kalipucang Kiswaya SH yang didampingi Kasi Pemberdayaan Masyarakat Desa Boy Ariswana SSn MM kepada Medikom mengatakan, pembangunan GDI diharapkan bisa selesai secepat mungkin. Dengan demikian, akan menambah sarana prasarana untuk kepentingan masyarakat, terutama di bidang keagamaan. (Agus S)

Bupati Tasikmalaya Lantik 92 Pejabat Struktural
TASIKMALAYA, Medikom– Perombakan Kabinet Bupati Tasikmalaya sudah kembali terjadi di tahun 2010 ini. Menurut catatan Medikom, selama tahun ini sudah berlangsung dua kali sejak bulan Maret sampai bulan Juni. Pada pelantikan pejabat struktural eselon II, III, dan IV yang berlangsung hari Jumat (11/6) tercatat sebanyak 92 pejabat. Terdiri dari pejabat eselon II sebanyak 8 orang, pejabat eselon III sebanyak 32 orang, dan pejabat eselon IV sebanyak 52 orang. Setelah mengambil sumpah dan janji pejabat eselon II, III, dan IV, Bupati Tasikmalaya Drs H Tatang Farhanul Hakim MPd mengatakan, para pejabat yang hari ini dilantik khususnya yang mendapat promosi jabatan diharapkan menjaga kepercayaan untuk bertugas. Buatlah kebijakan-kebijakan yang dapat dirasakan oleh masyarakat banyak. Dalam kesempatan itu, Bupati menyingung tahun anggaran 2010 saat ia menjabat Bupati di tahun yang kesembilan, sebagai tahun yang sangat devisit anggaran. “Makanya kami pada penyusunan tahun anggaran perubahan 2010 mengusulkan banyak yang dipangkas. Itu salah satu upaya menekan devisit anggaran yang perlu dicari solusinya,” tuturnya. Menurut Bupati, sesuai rencana, bulan Agustus pusat

TANGGAPAN
Kepada Yth. Pimpinan Redaksi Mingguan Medikom Jln. Pratista Utara II No. 12 Antapani di Bandung Perihal : Keberatan atas Isi Berita Minggua Medikom Memperhatikan dan mencermati isi berita Mingguan Medikom edisi 371 Tahun VII 31 Mei s.d. 6 Juni 2010 dengan judul Yance Berniat Mundur dari Ketua Golkar Jabar (Ogah Cabut SK Neneng Hasanah Yasin) sebagaimana terlampir. Sehubungan dengan hal tersebut di atas, saya:

Pelantikan pejabat eselon II, III, dan IV di lingkungan Pemkab Tasikmalaya. pemerintahan Kabupaten Tasikmalaya akan pindah ke lokasi baru di wilayah Singaparna. Untuk itu, perlu didukung oleh semua dinas intansi agar segera membangun gedung kantor dinas di wilayah ibu kota kabupaten. Bagi dinas yang belum membangun kantornya, Tatang mengimbau supaya cepat terwujud untuk meminta bantuan dana ke pemerintah pusat, karena kalau mengandalkan dana dari APBD sangat kecil. Bupati juga meminta kepada Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah agar berani segera menjual aset milik Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya yang dapat menunjang kelancaran pembangunan pusat pemerintahan kabupaten. Para pejabat eselon II yang dilantik Jumat (11/6) sebanyak 8 orang, yakni Drs H Munawar MM menjabat Kadis Sosial Kependudukan dan Tenaga Kerja, Drs H Adang Karyaman, Kepala Dinas Perhubungan, H Idi Supriadi Hidayat SH MSi, Kepala Dinas Tata Ruang dan Permukiman, Drs H Yusup Yustisiawandana MM, Kadis Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah, H I Sutiaman SSos MM, Kepala Staf Ahli Bidang Pembangunan, H Harmaen Muchyi dan staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan H Cece SM SPd. Sementara yang mendapat promosi jabatan di eselon III, H Maman Suherman SAg MP mendapat jabatan Camat Cibalong, sebelumnya Sekretaris Camat Manonjaya dan untuk jabatan eselon IV yang mendapat promosi jabatan di lingkungan Setwilda Kabupaten Tasikmalaya Wawan SSos menjabat Kepala SUB Bagian Perlengkapan pada Bagian Umum Setda Kabupaten Tasikmalaya. Untuk jabatan Teknis Perawat Kesehatan Atang Sumardi menjabat Kepala UPTD Puskesmas Kecamatan Manonjaya. (A Cucu)

Nama NPAG Jabatan

: drg. H. TONNY APRILIANI, M.Sc : 10140002021 : Wakil Ketua Bidang Organisasi DPD Partai Golkar Provinsi Jawa Barat

menyatakan keberatan atas isi pemberitaan Mingguan Medikom dimaksud, dikarenakan saya merasa tidak pernah diwawancarai atau dimintai keterangan perihal sebagaimana tercantum dalam berita tersebut dan saya mengharapkan agar Pimpinan Redaksi Mingguan Medikom mengklarifikasi kebenaran pemberitaan tersebut ke DPP Partai Golkar dan DPD Partai Golkar Provinsi Jawa Barat. Demikian untuk menjadi perhatian, atas bantuannya kami ucapkan terima kasih. Bandung, 5 Juni 2010 Wakil Ketua Bidang Organisasi DPD Partai Golkar Provinsi Jawa Barat drg. H. TONNY APRILIANI, M.Sc NPAG. 10140002021 Catatan Redaksi: Wartawan kami mewawancarai drg. H. Tonny Apriliani, M.Sc melalui telepon selular dengan nomor 0811232XXX pada tanggal 28 Mei 2010 pukul 14.50 WIB.

Edisi 373 Tahun VII 14 s.d. 20 Juni 2010

3

Lintas Kota

Bantuan Pembangunan Desa Agar Segera Direalisasikan
SOREANG, Medikom–Para kepala desa di Kabupaten Bandung berharap bantuan dari pemerintah untuk pembangunan, seperti bantuan ADPD, aspirasi, serta bantuan lainnya segera direalisasikan. Seperti di Desa Baros, Desa Mangunjaya Kecamatan Arjasari dan Desa Margamekar Kecamatan Pangalengan, pembangunan di masing-masing RW yakni pembangunan jalan gang, MCK, dan pemberdayaan ekonomi sudah diprogramkan dan dimusyawarahkan dengan masyarakat melalui RT, RW, BPD, dan LPMD. Makanya, Kepala Desa Baros Ahmad, Kepala Desa Mangun Jaya Asep T, dan Kepala Desa Margamekar Ade Wahyu saat dihubungi Medikom terkait rencana pembngunan tahun 2010, sangat mengharapkabn bantuan dari pemewrintah secepatnya direalisasikan Apalagi, jelas mereka, sekarang ini sudah memasuki bulan Juni, dan sebentar lagi akan melaksanakan pemilihan bupati, sudah jelas banyak sekali kesibukan di masingmasing desa. Oleh karna itu, Pemerintah Kabupaten Bandung diharapkan secepatnya menurunkan bantuan untuk pembangunan di masing masing desa, termasuk bantuan rekonstruksi rumah yang kena musibah bencana gempa bumi pada tahun 2009. Karena, untuk kerusakan yang ringan dan berat masih banyak warga yang belum menerima bantuan tersebut. “Ya kalau bisa secepatnya sekarang, jangan sampai menunggu bulan Agustus karena kelamaan. Intinya lebih cepat lebih baik, karena untuk kepentingan masyarakat yang kena musibah. Kasihan masyarakat harus menunggu satu tahun, mana masih banyak warga yang masih tidur di tenda akibat tidak punya uang dan menunggu bantuan dari pemerintah yang belum turun,” paparnya. Selain itu, Kepala Desa Margamekar Ade Wahyu dan Kepala Desa Baros Ahmad berharap kepada Bupati Bandung melalui Dinas Dispertasih agar dapat membantu kebutuhan desa dari bantuan pusat atau bantuan provinsi untuk pembangunan jalan, perumahan dan pembangunan lainnya yang tidak dianggarakan Pemkab Bandung. Sebab, banyak sekali program yang perlu dilaksanakan, untuk kepentingan masyarakat desa. Hal tersebut disampaiakan dua kepala desa pada Kasi Perumahan Dinas Dispertasih Kabupaten Bandung Karyono BAE di Dispertasih. Pihak Dispertasih juga merespons dan akan mengusahakan kebutuhan kedua desa tersebut dan akan berkoordinasi baik dengan provinsi maupun pusat. “Mudah-mudahan dapat direalisaikan, karena masih banyak program yang berasal dari pemerintah provinsi dan pusat,” papar Karyono di sela-sela obrolannya. (S Rohmani)

Pokmas Harus dari Korban Banjir
SOREANG, Medikom–Pemkab Bandung berencana menurunkan bantuan stimulan untuk warga yang tertimpa musibah banjir seperti di daerah Kecamatan Dayeuhkolot. Untuk itu, kelompok masyarakat (pokmas) diharapkan segera terbentuk. Karena, keberadaan pokmas merupakan salah satu syarat untuk mencairkan dana stimulan. “Kami berharap pokmas secepatnya dibentuk seperti yang dilakukan di Kecamatan Baleendah,” kata Ketua RT 02 Taufik di lingkungan Kampung Lewibandung yang juga sebagai koordinator pengungsian korban banjir di Kecamatan Dayeuhkolot. Taufik menekankan agar pengurus pokmas berasal dari korban banjir yang memiliki rasa tanggung jawab. Artinya, pengurus pokmas harus transparan tidak memiliki kepentingan pribadi dan kelompok serta benarbenar berasal dari korban banjir. Ia juga berharap agar pemerintah dari mulai pemerintahan desa/ kelurahan dan kecamatan secepatnya mensolisasikan dan memusyawarahkan pengucuran dana stimulan tersebut dengan warga korban banjir yang rumahnya rusak akibat terendam banjir terutama di Kampung Leuwibandung. Taufik menuturkan, pihaknya sempat mendapat informasi dari lapangan yang menyebutkan dana stimulan untuk korban banjir di Kecamatan Dayeuhkolot sudah ada dan akan segera turun. “Cuma masalah nominal untuk warga korban banjir untuk warga Kecamatan Dayeuhkolot belum jelas. Kalau informasi itu benar, diharapkan dapat direalisasikan dan disalurkan kepada warga korban banjir,” imbuhnya. (Suhendar)

Atasi PKL Tidak Hanya dengan Penertiban
BANDUNG-Medikom-Komisi A DPRD Kota Bandung akan menerbitkan peraturan daerah inisiatif tentang pedagang kaki lima (PKL). Karena peraturan daerah (Perda K 3) yang ada saat ini dinilai kurang efektif untuk mengatasi permasalahan PKL sehingga keberadaannya sulit dikendalikan. Rencana Komisi A DPRD Kota Bandung tersebut mendapat dukungan dari Ketua Asosiasi Pekerja-Pedagang Kaki Lima (APPKL), Iwan Suhermawan. Menurut Iwan, Perda K3 yang telah berusia sepuluh tahun tersebut hanya menyebutkan pelarangan,sanksi, dan mekanisme pembayaran denda. “Perda itu terkesan hanya untuk menakutnakuti kami (para PKL),” katanya. Permasalahan pedagang kaki lima, menurut Iwan, sudah kronis sehingga tidak bisa diselesaikan hanya dengan cara penertiban. Namun, perlu adanya pembinaan berkelanjutan yang harus dilakukan oleh Pemerintah Kota Bandung dengan memberi pemahaman kepada para PKL. “Pemkot harus menjelaskan kenapa berjualan di trotoar atau bahu jalan itu salah dan juga dicari ada solusi masalahnya. Itu sudah sepantasnya dicantumkan dalam undang-undang supaya pemerintah tidak hanya menertibkan pedagang, sehingga setelah penertiban mereka tidak kembali berjualan,” jelasnya. Menyikapai hal tersebut, Wali Kota Bandung Dada Rosada berpendapat, rencana pembahasan peraturan daerah (perda) solusi penanganan pedagang kaki lima hanya akan membuang-buang waktu dan uang saja. Alasannya, penataan pedagang kaki lima cukup didasarkan pada Perda Nomor 11/2005 tentang Perubahan atas Perda Nomor 3/ 2005 tentang Penyelenggaraan Ketertiban, Kebersihan, dan Keindahan (K3). Karenanya, menurut Dada, peraturan daerah itu (PKL) tidak perlu dibahas, namun cukup dengan aturan yang sudah ada dan pelaksanaannya harus diefektifkan dan aturan yang tercantum di dalamnya lebih ditegakkan. “Saya pikir tidak perlu lagi ada perda baru tentang K3 karena hanya akan buang-buang waktu dan uang,” ungkap Dada di Balai Kota Bandung beberapa waktu lalu. Dalam Perda K3, jelas Dada, ada dua poin yang berhubungan dengan pengaturan pedagang kaki lima. Dan keduanya tercantum dalam Pasal 49 ayat 1. Di mana pada poin bb tertulis larangan berusaha atau berdagang di trotoar, jalan/badan jalan, taman, jalur hijau, dan tempat-tempat lain tanpa persetujuan wali kota. Sementara pada poin jj, warga dilarang mendirikan kios dan atau berjualan di trotoar, taman, jalur hijau, melakukan kegiatan yang mengakibatkan kerusakan kelengkapan taman, atau jalur hijau. “Pelanggaran kedua poin tersebut sama-sama diberi sanksi denda sebesar Rp1 juta serta sanksi administrasi,” tegasnya. Untuk mengatasi permasalahan PKL, Kepala Dinas Satpol PP Kota Bandung Ferdi Ligaswara juga berencana mengundang sejumlah instansi pemerintah dan swasta, untuk bersama-sama mencari solusi. “Terus terang, menangani persoalan PKL itu sangat berat. Kalau dikatakan kami menyerah, ya boleh dibilang begitu. Untuk itu agar masalah ini bisa tuntas hingga akarnya perlu ada sinergi antarinstansi terkait,” tandasnya. (SR)

Sri Baduga Dirancang sebagai Barometer Museum Indonesia
BANDUNG, Medikom-Kemajuan dan kejayaan nusantara tidak lepas dari pelestarian budaya dan perkembangan museum. Maka, sebagai tolak ukur peradaban dan kemajuan sebuah bangsa, diharapkan revitalisasi terhadap 80 museum di seluruh Indonesia bisa dilakukan lebih terkelola. Pernyataan ini dikemukakan Dirjen Purbakala dan Arkeologi Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata RI Intan Mardiana MHum, Minggu (6/6), dalam sambutan mewakili Menbudpar dalam Milangkala (Milad) Museum Sri Baduga Ke-30 di Bandung. Dikatakan, adanya kekakuan dalam pelayanan atau fasilitas yang tersedia di museum harus dirubah menjadi lebih dinamis, sehingga sesuai dengan kebutuhan dan bisa digemari masyarakat. Oleh karenanya, revitalisasi secara dinamis haruslah jadi program utama, termasuk di Museum Sri Baduga, hingga tahun 2014, agar bisa sejalan dengan peningkatan angka kunjungan ke museum secara signifikan. Peran serta masyarakat untuk memberikan kontribusi pengembangan dan revitalisasi museum, tambahnya, secara sinergis harus terus diupayakan supaya sejalan dengan kebutuhan masyarakat. Sebab perkembangan teknologi informasi (TI) saat ini searah dengan perhatian terhadap peran museum sebagai media informasi. “Sinergisitas antara pemerintah dengan masyarakat sangat mendukung peningkatan standarisasi pelayanan sekaligus angka kunjungan ke museum,” ujarnya. Peringatan milad ke-30 Museum Sri Baduga ini diisi dengan penyelenggaraan pameran permuseuman dan kepurbakalaan selama satu bulan sejak 6 Juni 2010 hingga 6 Juli 2010. Pameran diikuti oleh 10 provinsi yang menjadi anggota Mitra Praja Utama (MPU), yang di antaranya diikuti perwakilan dari Jabar, DKI Jakarta, Jateng, Jatim, Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT). “Diharapkan kegiatan ini menjadikan Museum Sri Baduga semakin dikenal sebagai barometer museum di Indonesia. Pameran tingkat nasional selama sebulan penuh ini sangat strategis untuk memperkuat kekuatan dan kesatuan bangsa,” tuturnya. Dalam kesempatan itu, pernyataan senada dikemukakan Gubernur Jabar Ahmad Heryawan dalam sambutannya yang dibacakan Sekda Jabar Lex Laksamana. (Zaz)

Demo Pekerja Hotel Aquila Persoalan Kota Bandung
BANDUNG, Medikom–Pemkot Bandung menginginkan, persoalan perselisihan antara Serikat Pekerja Mandiri (SPM) eks karyawan dan manajemen Hotel Grand Aquila cepat selesai dan tidak berlarut-larut. Para pihak yang bertikai sama-sama mau membuka diri mencari solusi terbaik yang berkeadilan. Caranya bisa dengan musyawarah dalam kerangka hubungan industrial Pancasila. Kalaupun harus diselesaikan secara hukum, taati mekanisme dan prosedur kaidah hukum yang dipersyaratkan. Demikian diungkapkan Wali Kota Bandung H Dada Rosada pada musyawarah Tripartit (pemerintah, pengusaha, karyawan) di Ruang Tengah Balaikota, Kamis (10/6). Hubungan pengusaha dan karyawan, kata Dada, sangat berkait erat dengan yang disebutnya sebagai simbiosis mutualistis, hubungan yang saling membutuhkan dan harus saling membantu. Karenanya kunci penyelesaian ada pada para pihak yang berselisih terutama pada kearifan pengusaha. Pemkot hanya sekadar memfasilitasi. Wakil Wali Kota Bandung Ayi Vivananda menyatakan, pertama dalam sejarah dalam musyawarah penyelesaian perselisihan antara pengusaha dan pekerja sampai dipimpin langsung oleh seorang kepala daerah, di Indonesia baru Kota Bandung. Atensi yang harus diapresiasi, karena menurutnya berlarut-larutnya persoalan Aquila bisa menjadi preseden buruk. Dunia usaha dari luar akan menganggap, Pemkot Bandung tidak mampu sehingga merugikan pengembangan iklim usaha di Kota Bandung. “Aksi demo pekerja di halaman Hotel Aquila bukan persoalan manajemen Aquila, tapi persoalan Kota Bandung,” ungkapnya. Presdir Hotel Grand Aquila Indah Margaret menyatakan, untuk menyelesaikan persoalan menurutnya bukan bisa dan tidak bisa. Kewajiban perusahaan dianggapnya telah dipenuhi. Eks pekerja dinilainya mengundurkan diri bukan di PHK sepihak. Untuk itu, pihaknya tetap mempercayakan sepenuhnya pada tim pengacara, penyelesaian tetap melalui proses hukum. Di tempat yang sama, pengacara SPM eks Grand Aquila, Hamasari Darmabumi menyatakan, pihaknya tidak menyoal jika manajemen Aquila akan menyelesaikan persoalan lewat proses hukum. Namun dirinya mengingatkan, pengusaha juga harus konsekuen, tidak menunda-nunda dengan menolak menandatangani BAP dari Disnaker sebagai persyaratan dilimpahkan ke kejaksaan. Selama ini tidak dilakukan, proses hukum Aquila tidak akan pernah terlaksana. (Dudi)

Pemkot Butuh Ahli Pajak
BANDUNG, Medikom–Pemerintah Kota Bandung membutuhkan tenaga ahli bidang pajak untuk menangani pengelolaan pajak bumi dan bangunan (PBB), bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB), serta pajak pengambilan air bawah tanah. Selama ini, kewenangan pengelolaan ketiga jenis pajak tersebut dipegang Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Namun yang menjadi masalah adalah mekanisme perekrutan tenaga ahli tersebut. Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Bandung sedang mencari formula proses rekrutmen tenaga ahli pajak. Banggar melakukan studi banding hingga ke Batam sejak Senin (8/2) hingga Kamis (11/2). Bahkan, sebelumnya Banggar melakukan studi ke DKI Jakarta. Ketua Banggar DPRD Kota Bandung Tomtom Dabbul Qomar menuturkan, dari hasil studi ke Jakarta diketahui ada komparasi antara Dirjen Pajak dan Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda). Sementara di Batam, beberapa petugas Dirjen Pajak direkrut menjadi tenaga pegawai negeri sipil (PNS) di Dispenda. “Beberapa formula ini akan kita kaji, mana yang kira-kira bisa diadopsi di Kota Bandung,” ujar Tomtom kepada wartawan. Selain masalah SDM, tambah Tomtom, yang kemudian harus dipikirkan adalah infrastruktur, ketersediaan hardware dan software, serta beberapa hal lainnya. Hal ini tentunya harus ditunjang perda yang mengaturnya, sehingga bisa dilaksanakan semaksimal mungkin. Studi banding ke Batam, kata Tomtom, tidak lain adalah bagian dari kesiapan Pemkot Bandung dalam melaksanakan peraturan baru ini. Menurutnya, Batam dan DKI Jakarta dipilih sebagai tempat studi banding karena keduanya mempunyai permasalahan yang hampir sama dengan Kota Bandung. Meski demikian, dari segi pendapatan Kota Bandung jauh lebih tinggi dibandingkan Batam. (Dudi)

Tiga Direksi Kelola PD Pasar Bermartabat
BANDUNG, Medikom–Rahmat Kurnia, mantan Dirut PD Pasar Surya Surabaya dipastikan akan memimpin Perusahaan Daerah Pasar Bermartabat Kota Bandung. Rahmat akan didampingi Heryadi, mantan Direktur Bank BTN Bandung dan Dani Ramdani mantan General Manager BMC Bandung. “Yang tiga ini sudah saya tandatangani, sudah saya tunjuk. Ketiganya tertinggi dari hasil fit and propertest tim penilai,” ungkap Wali Kota Bandung H Dada Rosda menjawab pertanyaan terkait perkembangan seleksi jajaran direksi PD Pasar Bermartabat, di Balaikota Jalan Wastukancana pekan lalu. Dari 28 pelamar, tutur Dada, tim seleksi calon direksi PD Pasar Bermartabat, berhasil menjaring 13 pelamar terbaik, terakhir diambil tiga pelamar dengan nilai terbesar. Nilai terbesar kesatu untuk jabatan Direktur Utama, terbesar kedua Direktur Operasi, dan terbesar ketiga untuk Direktur Administrasi. Dada berharap, berdasar kopetensi yang diminta Pemkot dan dengan kemampuan para calon direksi ini, bisa mengelola dan memenej pasar lebih baik dan profesional. Kepada mereka, akan dilakukan kontrak politik juga pembekalan materi dari DPRD. Kalau dalam waktu tertentu tidak mampu, pemkot pasti akan mengganti. “Jabatan direksi ini 4 tahun, tapi kita evaluasi setiap tahun. Kalau ternyata tidak mampu, ya harus diganti,” ujarnya. Pengelolaan PD Pasar Bermartabat selama ini, diakui Dada, selain ada yang kurang, ada sejumlah masalah.. Kekurangan dan masalah-masalah yang ada ini menjadi tugas yang harus diselesaikan direktur yang sekarang khususnya persoalan pedagang pasar dan pasar-pasar yang belum terisi pedagang. Pasar sudah dibangun tapi masih kosong, karena pedagang ada di luar. Mereka harus memiliki kemampuan, di antaranya kepemimpinan, pengetahuan tentang pasar, manajemen perusahaan, juga kebersamaan dalam memajukan usaha. Sementara soal dirutnya mantan Dirut PD Pasar Surya, kalau kemudian mengadopsi seperti manajemen pasar di Surabaya, dikatakannya tidak soal. Bahkan harus kalau itu memang dirasakan baik. (Dudi)

Telkom Tawarkan Obligasi II Rp3 Triliun
BANDUNG, Medikom–PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom) menawarkan obligasi II Telkom senilai Rp3 triliun. Obligasi tersebut telah mendapatkan peringkat AAA (Stable Outlook) dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo). Bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi obligasi ini PT Bahana Securities, PT Danareksa Sekuritas, dan PT Mandiri Sekuritas. PT CIMB Niaga bertindak sebagai Wali Amanat. Telkom dan Penjamin Pelaksana Emisi Obligasi merencanakan (perkiraan) masa penawaran dari tanggal 28–29 Juni 2010, penjatahan pada tanggal 30 Juni 2010, dan pencatatan obligasi di Bursa Efek Indonesia pada tanggal 5 Juli 2010. Obligasi ini memberikan pilihan bagi masyarakat untuk memilih seri yang dikehendaki, yaitu: Seri A: Jangka waktu obligasi adalah lima tahun. Pembayaran obligasi dilakukan secara penuh (bullet payment) dan ditawarkan dengan nilai 100% dari jumlah pokok obligasi pada saat jatuh tempo pada tahun 2015. Bunga obligasi dibayarkan setiap triwulan. Seri B: Jangka Waktu Obligasi adalah sepuluh tahun. Pembayaran obligasi dilakukan secara penuh (bullet payment) sebesar 100% dari jumlah pokok obligasi pada saat tanggal jatu tempo pada tahun 2020. Bunga obligasi dibayarkan setiap triwulan. Obligasi yang ditawarkan tidak dijamin dengan agunan khusus berupa benda, pendapatan atau aktiva lain perseroan dalam bentuk apapun serta tidak dimasukkan dalam program penjaminan bank yang dilaksanakan oleh Bank Indonesia atau lembaga penjaminan lainnya. Seluruh harta kekayaan perseroan baik barang bergerak maupun barang tidak bergerak, baik yang telah ada maupun yang akan ada di kemudian hari, menjadi jaminan atas semua hutang perseroan kepada semua krediturnya yang tidak dijamin secara khusus atau tanpa hak preferen termasuk obligasi ini secara pari passu sesuai dengan ketentuan dalam pasal 1131 dan pasal 1132 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata. Dana yang diperoleh dari hasil Penawaran Umum Obligasi setelah dikurangi biaya-biaya emisi, seluruhnya akan dipergunakan untuk meningkatkan belanja modal yang meliputi: New Wave Broadband (Softswitching, Datakom, ITI & Others), Infrasructure (Backbone, Metro, RMJ, IP), Optimizing Legacy (Fixed wireline & wireless). (IthinK)

PDAM Miliki IPAL yang Memadai
BANDUNG, Medikom–Sanitasi lingkungan adalah status kesehatan suatu lingkungan, mencakup perumahan, pembuangan kotoran, penyediaan air bersih. Pembangunan sanitasi sangat disadari perlu perhatian memadai berbagai pihak, khususnya pemerintah untuk menyediakan alokasi anggaran dan fasilitas yang memadai. Perusahaan Daerah Air Minum Kota Bandung (PDAM) yang mengurus air bersih dan air kotor saat ini sedang meningkatkan pelayanan pengolahan air limbah. Salah satunya dengan meningkatkan pengolahan limbah tinja dari masyarakat. Direktur Air Limbah PDAM Kota Bandung Ir Pian Sopian MT menuturkan, Kota Bandung dalam pengolahan air limbah domestik (rumah tangga) telah memiliki sitem perpipahan yang baik. Secara teknik istilahnya adalah offside dan onside. Offside yaitu jaringan perpipaan yang menghubungkan limbah domestik ke pengolahan Bojongsoang. Sementara onside lebih dikenal dengan sistem septictank. “Sebelum PDAM mempunyai instalasi pengolahan air limbah Inhofthank kemudian pindah Bojongsoang, dulu tahun 1980 dikembangkan melalui Bandung Urbant Development Project (BUDP). Jaringan induk layanan air kotor di sepanjang Jln Soekarno-Hatta yang berakhir di IPAL Bojongsoang, cakupannya sudah mencapai 58 persen. Dengan sitem penataan yang sedang kita jalani diharapkan ada peningkatan sekitar 2 persen,” ungkapnya. Pian menjelaskan, investasi dalam pengolahan air limbah terbilang mahal, berbeda dengan pengolahan air bersih. Contohnya pada harga pipa yang sangat berbeda antara untuk limbah yang dengan air bersih. Kendati mahal, hal itu menjadi tantangan karena fungsinya sangat penting untuk pengolahan. Lanjut Pian, pembangunan jaringan air kotor di sepanjang Jln Soekarno-Hatta, agar bisa dikoneksikan langsung ke IPAL Bojongsoang, dan terintegrasi pada sistem saluran perpipahan tersebut. Sehingga dengan sistem perpipahan dengan koneksi langsung ke pengolahan IPAL Bojongsoang, meminimalisir pencemaran air Citarum dari limbah domestik dan diharapkan dapat menyelamatkan Citarum agar tidak bertambah parah akibat pencemaran dari limbah domestik. “Makanya limbah domestik yang dihasilkan dari rumah tangga sebelum masuk ke Citarum kita olah dulu. Setelah itu baru kita buang ke Citarum. Itu motivasi kami dalam mewujudkan sanitasi sehat masyarakat Kota Bandung,” jelasnya. Pian berharap, sitem pengolahan air limbah melalui perpiaan yang baik ini menjadi salah satu penilaian adipura. Sebab tidak semua kota memiliki seperti di Kota Bandung. Sejauh ini baru ada di kota Medan, Solo, Semarang, dan Cirebon. Jadi pengolahan air limbah di Kota Bandung, dengan sarana dan sitem perpiaan yang sudah tertata dengan baik dapat berjalan maksimal. “Saya berharap, parameter atau indikator penilaian Adipura, salah satunya dalam sistem pengolahan air limbah/kotor. Bila hal itu terjadi, Kota Bandung mungkin dapat meraih Adipura,” harapnya. Kepala Bappeda Kota Bandung H Taufik Rachman menuturkan, saluran air pembuangan air kotor di Kota Bandung, kini masih banyak bercampur dengan drainase saluran terbuka. Karenanya, upaya percepatan pembangunan sanitasi ditandaskannya, mutlak diperlukan perubahan perilaku masyarakat. Terkait percepatan pembangunan sanitasi di Kota Bandung, Pemkot imbuh Taufik, belum lama telah menambah jaringan induk layanan air kotor di sepanjang Jalan Soekarno-Hatta arah ke IPAL Bojongsoang. Dibiayai bantuan Pemerintah Pusat Rp62 miliar. IPAL seluas 85 hektare dan terbesar di Asia Tenggara ini, dikatakannya masih ideal karena pemanfaatannya baru sekitar 48%. Artinya masih ada peluang, belum over kapasiti. “Tugas Pemkot Bandung sekarang, bagaimana saluran buangan air kotor dari rumah-rumah tangga connect ke saluran itu. Jika ini bisa dimaksimalkan, insyaAllah bisa meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat,” tuturnya. (Dudi)

219 Pejabat Struktural Pemkot Dilantik
BANDUNG, Medikom– Untuk meningkatkan pelayanan publik, menyempurnakan yang kurang dan menguatkan implementasi berbagai kebijakan, Wakil Wali Kota Bandung Ayi Vivananda mewakili Wali Kota Bandung H Dada Rosada, melantik 219 pejabat struktural di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung. Enam orang di antaranya pejabat eselon II.b pada jabatan Aisten Setda, Kepala Dinas dan Kepala Badan. Pelantikan berlangsung di Aula Serbaguna Balaikota, Rabu (9/6).
Kepala Dinas Pemadam dan Pencegahan Kebakaran (Damkar), John Hilbert, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), Ema Sumarna, Kepala Badan Pelayanan Perijinan Terpadu (BPPT), Dandan Riza Wardana, dan Kepala Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup (BPLH), Ahmad Rekotomo. Jabatan eselon III.a, yaitu Edi Haryadi menjadi Kepala Bagian (Kabag) Pembangunan dan Sumber Daya, Rahmat Hidayat (Kabag Kesejahteraan Rakyat dan Kemasyarakatan), Jaja Nurzaman (Kabag Umum dan Perlengkapan), Dodi Ridwansyah (Kabag Perekonomian), Medi Mahendra (Kabag Pemerintah Umum), Ai Sutriansih (Camat Rancasari), dan Tatang Sunarya (Camat Kiaracondong). Sedangkan jabatan eselon IV a (lurah), di antaranya Cecep Rusmana Lurah Kebon Jeruk, Engkus Maulana Qusoy (Citarum), Kastawa Prawira (Pelindung Hewan), Wawan Karyawan (Campaka), Sunarko (Pamulang), Enang Kusnadi (Cijagra), M Karim (Mekarmulya), Dedi Suhendi (Pasanggrahan), Jana Surjana (Cipadung Kidul). Dada mengingatkan, jabatan adalah kepercayaan pimpinan, bukan hak PNS, apalagi hak yang dipaksakan. Untuk itu tandasnya penting dipahami, alih tugas dalam bentuk rotasi, mutasi dan promosi harus mampu meningkatkan kinerja pelayanan publik, menyempurnakan yang kurang dan bisa mengkaselarasi capaian 7 agenda prioritas pembangunan Kota Bandung. “Jabatan bisa tidak berfungsi dengan baik jika pejabat tidak mampu, tidak mau belajar, tidak mau bertanya atau berkoordinasi. Untuk itu pahami secara utuh dan benar tugas pokok, funsi, peranan dan tanggung jawab agar bisa melaksanakan tugas secara profesional,” pintanya. Syarat pemegang jabatan, kembali Dada mengingatkan, adalah memenuhi kriteria 3PB (prestasi, penampilan, pergaulan, berani). Prestasi ditempuh dengan belajar, bertanya dan berkoordinasi. Penampilan adalah kemampuan diri untuk membuat orang lain dan lingkungan menjadi senang. Sedangkan pergaulan dicirikan dengan kemampuan berkomunikasi dengan siapa saja, disertai keberanian berbuat dalam posisi yang baik, benar dan sesuai prosedur. “Jika ini dipahami, saya percaya kinerja pelayanan publik akan semakin membaik, profesonalisme terjaga dan warga kota terpuaskan,” harapnya. (Dudi)

Enam jabatan eselon II.b yang dilantik yaitu Asisten Administrasi Pemerintahan, Timbul Butarbutar, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub), Prijo Kusumo Utojo Soebiandono,

Edisi 373 Tahun VII 14 s.d. 20 Juni 2010

Hukum
Berkabung atas Penegakan Hukum
BANDUNG, Medikom-Saksi ahli sekaligus pakar hukum pidana dari Universitas Muhammadiyah Jakarta, Dr Nurul Huda SH MH, menerangkan, suap awalnya tidak termasuk dalam undang-undang korupsi. Perkembangan yang terjadi di Indonersia, akhirnya suap ditarik ke dalam rumusan undang-undang tindak pidana korupsi. Ini terjadi karena suap tersebut diidentikkan pemberian kepada pegawai negeri ataupun pejabat, dengan maksud untuk tercapainya suatu tujuan bagi pelaku suap. Namun dikatakan, berbeda dengan istilah gratifikasi yang konotasinya pemberian hadiah. Gratifikasi tersebut terbagi menjadi dua, yakni suap aktif dan suap pasif. Suap aktif merupakan pemberian yang sifatnya ada tujuan dengan kedudukan ataupun jabatannya. “Sedangkan suap pasif adalah pemberian tanpa adanya suatu tujuan, seperti halnya pemberian saat hari raya,” tuturnya. Keterangan saksi ahli yang dihadirkan dari tim kuasa hukum ini merupakan salah satu upaya untuk semua pihak dapat memandang jernih terhadap perkara dugaan terjadinya gratifikasi yang dilakukan terdakwa Antonius, selaku direktur OKCM. Sebagaimana didakwakan jaksa penuntut umum, terdakwa dinyatakan melakukan suap kepada PT KAI. Tim kuasa hukum terdakwa, Irma Hattu SH dan rekan, mengatakan, dengan keterangan saksi ahli dalam persidangan yang dilaksanakan di Ruang Sidang III, PN Bandung, Jumat (11/6), sudah jelas bahwa dakwaan jaksa keliru, karena mendakwa terdakwa sebagai pelaku gratifikasi. Padahal dalam keterangannya terdakwa membantah, bahwa tertanggal 1 Juli tidak mengetahui sama sekali akan adanya penyerahan uang sebesar Rp100 juta kepada Heri Setiawan. “Maka jelas terdakwa merupakan korban,” tuturnya kepada wartawan. Di depan majelis hakim yang diketuai Syahrul Mahfud SH MH, terdakwa juga membantah keterangan para saksi yang selama ini dihadirkan oleh jaksa ke persidangan. “Semua itu adalah rekayasa dan dipenuhi kebohongan, sehingga saya dijadikan korban,” terang terdakwa kepada majelis hakim. Tim kuasa hukum yang selama persidangan memakai baju serba hitam menuturkan, kepada Medikom, itu sebagai tanda keprihatinan atas penegakan hukum. “Gerakan kami selama sidang memakai baju serba hitam ini merupakan tanda keprihatinan dan bela sungkawa kami terhadap penegakan hukum saat ini. Itu kami tunjukkan dengan memakai baju serba hitam,” tutur Irma Hattu SH, usai persidangan lalu. (Iwan)

4

Rumahnya Dirusak Warga

Cabuli Tiga Anak Gadis Tetangga, Oknum Guru Ngaji Diciduk
GARUT, Medikom–Geram dengan kelakuan seorang oknum guru ngaji yang telah menodai tiga orang anak gadis tetangganya, puluhan warga Kampung Astana Girang, RT 02/04, Kelurahan Sukajaya, Kecamatan Tarogong Kidul, Senin (7/6) menyerang dan merusak rumah Jajang Rohmat (55). Untung saat penyerangan terjadi, Jajang sedang tidak berada di dalam rumah karena sudah diamankan polisi.Informai dari warga setempat, kemarahan warga dipicu kelakukan oknum guru ngaji yang sehari-harinya berprofesi sebagai tukang jahit ini yang telah tega melakukan perbuatan cabul terhadap tiga nak gadis tetangganya sekaligus menjadi murid ngajinya. Ketiga korban pencabulan Jajang yaitu kakak beradik Yu (16) dan Le (14), serta murid ngaji lainnya, In (14). Menurut pengakuan ketiga korban, pencabulan yang dilakukan Jajang terhadap mereka sudah berlangsung sejak dua tahun lalu. Salah seorang warga setempat, Noni (40) mengatakan, dirinya beserta tetangga lainnya sama sekali tidak menyangka kalau Jajang tega mencabuli tiga murid ngajinya. Apalagi yang menjadi korban merupakan anak tetangganya yang selama ini sudah diberi kepercayaan oleh orangtua korban untuk dididiknya. ”Saya tidak mengerti kenapa dia sampai tega berbuat seperti itu. Padahal ketiga gadis tersebut sudah lama diasuh dan dididiknya dalam ilmu keagamaan olehnya. Bahkan mereka sudah menganggap Pak Jajang seperti orangtuanya sendiri,” ujar Noni. Ditambahkannya, kalau saja tidak ada pengakuan dari tiga korbannya tersebut, warga sama sekli tidak akan menurigai kelakuan ayah dari empat anak tersebut sebejad itu. Makanya, wajar saja jika warga akhirnya berang dan menyerang rumahnya. Ketua RT setempat, Dede mengungkapkan, dirinya tidak melihat kejadian pengrusakan terhadap rumah milik Jajang tersebut. “Kejadiannya saya tidak lihat, tahu-tahu diberitahu warga sudah rusak begini,” ujarnya. Dia menilai, Jajang selama ini terlihat seperti warga yang baik karena mengajarkan ngaji kepada anak-anak setempat dan sehari-hari berprofesi sebagai penjahit pakaian. “Soal pencabulannya, saya enggak nerima laporan dari keluarganya. Tahu-tahu, sudah ramai di masyarakat,” katanya. Ketika dikonfirmasi, Kapolres Garut AKBP Amur Chandra Juli Buana menyatakan, pihaknya sudah mengamankan tersangka JJ dari kediamannya pada Senin (7/6) siang. Penangkapan tersangka dilakukan atas laporan dari keluarga korban ke pihak kepolisian. ”Suasana di lingkungan tersebut memanas, kami langsung amankan tersangka JJ dan dibawa ke Mapolres Garut. Ternyata, warga menumpahkan kekesalan dengan melakukan vandalisme dan pengrusakan di rumah tersangka,” ungkapnya. Kepada petugas, lanjut Amur, JJ mengakui perbuatannya mencabuli ketiga murid ngajinya. Kegiatan itu sudah berlangsung selama dua tahun terakhir. “Dia mengatakan kepada ketiga korbannya bahwa ada sesuatu dalam tubuh mereka yang harus diperbaiki. Kegiatan pencabulan dilakukan di lantai 2 rumahnya setelah pengajian usai, lalu dia melakukan hal yang tidak patut dilakukan seorang guru ngaji,” ucapnya. Ketiga korban sudah dilakukan pemeriksaan kesehatan untuk memastikan dugaan pencabulan yang dilakukan oleh JJ. Atas perbuatannya terhadap ketiga korban yang masih dibawah umur, JJ dapat dijerat pasal 82 jo 64 UU No. 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman 12 tahun hukuman penjara. Mengenai pelaku pengrusakan rumah, jajaran Polres Garut akan melakukan pendalaman terkait kasus tersebut. Warga setempat tidak ada yang mengaku bertanggung jawab atas perusakan ini. (nik)

Cucu Maemunah Mencari Keadilan
CIBINONG, Medikom-Adanya rekayasa pemalsuan surat keterangan warisan tanah milik H Moh Dzen tertanggal 25 September 1999 diduga melibatkan persekongkolan antara Hj Kasum, Hj Aminah dan mantan Kepala Desa Leuwinutug HZ Abidin. Termasuk mantan Camat Citeureup Kabupaten Bogor Drs Dadan Mulyadi, yang kini menjabat Asisten Pembangunan (Asda II) Kabupaten Bogor, diduga ikut dilibatkan. Akibat terbitnya surat keterangan warisan palsu tertanggal 25 September 1999 tersebut, surat pelepasan hak (SPH), surat keterangan riwayat tanah (SKRT) dan akte jual beli (AJB) tersebut, ahli waris dari H Moh Dzen, yakni Wempi K, salah seorang cucu dari Maemunah binti H Moh Dzen, telah mengalami kerugian yang cukup besar. Betapa tidak, tanah seluas kurang lebih 103.740 m2, yang terdiri dari surat keterangan Letter C No. 1278/418 seluas 3,45 Ha dan surat Letter C No. 568 seluas 5,849 Ha, raib dan berpindah tangan ke orang lain. Apabila diperhitungkan, dengan harga tanah yang sekarang Rp500.000 per meternya, maka Wempi K, ahli waris dari H Moh Dzen, mengalami kerugian yang sangat besar, yaitu Rp500.000 x 103.740 m2, mencapai angka Rp51,87 miliar. Maka Wempi K, salah seorang cucu dari Maemunah binti H Moh Dzen, sampai sekarang masih mencari keadilan. Wempi K berharap Bupati Bogor Drs H Rachmat Yasin MM, Ketua DPRD, Ketua Bawasda dan Kabag Hukum Pemda Kabupaten, membantu mengusut dan menyelesaikan surat keterangan warisan, kikitir dan surat hibah bermasalah yang dipalsukan, dan kasus hilangnya Buku Induk Letter C Desa Leuwinutug Kecamatan Citeureup, dan menindak bawahannya yang telah melakukan pelanggaran hukum. Begitu juga kepada Kakanpel PBB Kabupaten Bogor diminta agar menolak dan mencabut SPPT-SPPT di atas tanah sengketa tersebut. Karena, menurut keterangan dari Drs Salim Manullang, apabila tanah sedang dalam sengketa, SPPT-nya tidak dapat diterbitkan. Namun kenyataannya, pihak dari Kakanpel PBB mengeluarkan SPPT/PBB di atas tanah yang bermasalah tersebut. Mereka-mereka yang terlibat dalam penandatanganan pengeluaran SPPT tersebut, menurut Wempi K, adalah Dachlan SH, Djoko Sutrisno SH, Drs Krosbin Siahaan MSc dan Ari Darmanto SH. “Untuk itu saya meminta kepada mereka supaya membatalkan SPPT bermasalah tersebut dan sekaligus untuk mencabutnya,” kata Wempi. Dan tidak tertutup kemungkinan, masih menurut Wempi K, setoran pajak dari hasil pungutan di atas tanah sengketa tersebut terus mengalir ke kas daerah, dalam hal ini melalui Dinas Pendapatan Keuangan dan Barang Daerah (DPKBD) yang sekarang dijabat oleh Dedi A Bachtiar. Wempi K juga mempertanyakan kedudukan Drs Dandan Mulyadi yang sekarang menjabat Asda II, kenapa masih dipakai terus oleh bupati. Padahal kesalahannya kepada Pemda Kabupaten Bogor dan kepada ahli waris dari Maemunah binti H Moh Dzen sudah terlampau banyak. (Edison)

Meski Terdakwa Sakit,

Diduga Diculik, Bocah Enam Tahun Hilang
GARUT, Medikom–Kesedihan mendalam kini dirasakan pasangan suamiistri, Aden (47) dan Wawa (42). Warga Kampung Panday RT 03/08, Desa Cinunuk, Kecamatan Wanaraja ini, telah kehilangan anak mereka yang masih berusia enam tahun, Anisa. Mereka menduga Anisa hilang karena diculik seseorang tiga hari yang lalu. Ayah kandung Anisa, Aden, menyebutkan, anaknya hilang sejak Senin (31/5) lalu. Dia baru sadar anaknya telah hilang sekitar pukul 15.00 WIB. “Biasanya kalau bermain dengan teman-temannya, anak saya tidak pernah pulang lewat dari pukul dua sore. Namun sore itu, meski sudah pukul tiga sore, dia belum juga pulang,” ujar Aden. Menyadari adanya kejanggalan tersebut, Aden dan beberapa anggota keluarga lainnya pun saat itu mendatangi beberapa teman main Anisa. Dari keterangan mereka, Anisa ternyata sudah pulang lebih dahulu ketimbang teman-temannya. Maka, kepanikan saat itu mulai dirasakan kedua orangtua Anisa serta anggota keluarga lainnya. Pencarian pun kemudian dilakukan oleh Aden serta anggota keluarganya, bahkan sampai melibatkan sejumlah tetangganya. Namun hingga waktu menjelang magrib, anak keempat Aden dan Wawa itu pun masih belum juga berhasil ditemukan. “Selain telah mendatangi keluarga dan kerabat dekat, kami juga telah mencoba menanyakan keberadaannya ke teman-temannya. Namun tak satu pun dari mereka yang mengetahui keberadaan Nisa. Hal ini tentu membuat kami lebih panik,” lanjutnya. Setelah pencarian dilakukan hingga esok harinya tanpa membuahkan hasil, pihak keluarga pun menduga Anisa telah diculik seseorang. Kecurigaan ini semakin diperkuat dengan adanya keterangan dari salah seorang teman main Anisa yang mengaku sempat melihat orang tak dikenal membuntuti Anisa saat dia mau pulang. Selama tiga hari, pihak keluarga serta tetangga Anisa terus melakukan pencarian ke sejumlah tempat, di antaranya pasar, kampung terdekat, serta tempat-tempat mencurigakan lainnya. Namun upaya tersebut tetap tak membuahkan hasil. “Tak hanya itu, kami juga telah melakukan upaya-upaya lainnya, di antaranya mengumumkannya di radio serta menyebarkan poto Anisa,” tambah Aden. (nik)

Eksekusi Pengosongan Harap Ditangguhkan
BANDUNG, Medikom-Persidangan perkara pidana dalam berkas terdakwa Amin Mustofa (AM) dan Ny Oyoh (Oy), dan berkas terdakwa H Otong (Ot) dkk, yang dijadwalkan untuk acara pembacaan surat dakwaan, ditunda karena terdakwa ada yang sakit. Menurut jaksa penuntut umum (JPU) Dodi Junaidi SH, Selasa (8/6), sedianya pada hari itu dua berkas perkara pidana yang di-split atau dipisah itu disidangkan dengan acara pembacaan surat dakwaan. Namun, dikarenakan di antara terdakwa dalam kedua berkas perkara itu ada yang sakit, yang ditunjukkan dengan adanya surat keterangan sakit dari dokter, maka persidangan ditunda sepekan. Sementara advokat Purnama Sutanto SH, selaku kuasa Saksi Pelapor Itok Setiawan (IS) dalam perkara pidana itu, yang ditemui Rabu (9/6), kepada Medikom, menyampaikan bahwa pihaknya kembali mendesak Ketua Pengadilan Negeri Bandung (PNB) untuk menangguhkan eksekusi pengosongan yang didasarkan pada perkara perdata. Dikatakan, sebagai kuasa hukum Termohon Eksekusi I (IS) dan Termohon Eksekusi II Sucipto Lustojoputro (SL), sekaligus Pemohon Penangguhan Eksekusi pengosongan, upaya yang dilakukannya beralasan secara hukum. Sebabnya, para pemohon eksekusi AM, Oy, Ot dkk itu menjadi terdakwa dengan sangkaan atau dakwaan telah melakukan tindak pidana pemalsuan surat dan atau menggunakan surat palsu, yang ternyata dipergunakan dalam perkara perdata yang akan dieksekusi paksa tersebut. Menurut Purnama, berkas perkara pidana itu menunjukkan alat bukti yang dipergunakan Pemohon Eksekusi dalam Perkara Perdata No 213/Pdt/G/2007/ PN.Bdg, dilakukan dengan bukti T.1.II-12 yang diduga kuat palsu. Ini adalah fakta hukum yang dalam berkas penyidikan diperkuat dengan keterangan saksi dari penyidik Reserse Polwiltabes Bandung. Sebagaimana hasil pemeriksaan laboratorium kriminalistik Mabes Polri, menyimpulkan sebagai berikut. “Surat hibah/surat segel tahun 1936 yang telah dipergunakan oleh para pemohon eksekusi sebagai dasar hukum mengajukan Gugatan Perdata No 607 K/Pdt/2009 jo No 284/Pdt/2008/PT.Bdg jo No 213/ Pdt/G/2007/PN.Bdg adalah non identik,” tandas Purnama, mengutip hasil pemeriksaan Mabes Polri tersebut. Lebih jauh, pengacara yang akrab disapa Ivan ini berharap PNB menangguhkan eksekusi pengosongan dengan menunjuk Penetapan Ketua PNB No 24/Pdt/ Eks/2010/Put/PN.Bdg jo No 213/ Pdt/G/2007/PN.Bdg jo 284/Pdt/ 2008/PT.Bdg jo No 607 K/Pdt/2009 tertanggal 12 Mei 2010 yang ditandatangani Ketua PNB. Begitu juga dengan surat panggilan teguran (aanmaning) No 24/Pdt/eks/2010/ Put/PN.Bdg jo No 213/Pdt/G/2007/ PN.Bdg jo 284/Pdt/2008/PT.Bdg jo No 607 K/Pdt/2009 tertanggal 18 Mei 2010. Sehingga perkara perdata yang hendak diekskusi secara paksa itu harus ditangguhkan, karena terkait erat dengan kedua berkas perkara pidana yang sedang disidangkan, yaitu dengan register No 597/Pid.B/ 2010/PNB. Penangguhan itu hendaknya dilakukan hingga nantinya sudah berkekuatan hukum tetap (inkracht). Selanjutnya, dengan putusan yang inkracht itu saksi pelapor akan mengajukan upaya hukum peninjauan kembali (PK) ke Mahkamah Agung, atas putusan kasasi yang sudah dikeluarkan. Menanggapi penolakan itu, pengacara Terdakwa AM atau Pemohon Eksekusi, Singap A Pandajaitan SH MH, kembali menegaskan, sebagaimana diutarakan kepada Medikom, pekan kemarin, penolakan itu sangat tidak berdasar secara hukum. Sebab sudah jelas bahwa sertifikat hak milik (SHM) IS sudah dibatalkan. Apalagi objek tanah yang dikuasainya itu jelas bukan objek (error objecto) yang menjadi hak miliknya sebagaimana yang tertera dalam sertifikat. “Oleh karena itu penangguhan eksekusi itu tidak relevan diajukan pihak yang tidak berhak atas objek tanah yang sejak awal penguasaannya atas tanah yang dahulu dibiarkan kosong itu dengan cara melawan hukum,” tegas Singap, kepada Medikom. “Dengan demikian penangguhan eksekusi tidak beralasan untuk dilakukan. Jika tetap dilakukan PNB, maka ada pemaksaan kekuasaan yang dimiliki,” lanjutnya. Sementara itu, H Kresna Menon SH MH, selaku Ketua PNB, dimintai tanggapannya atas penolakan dari IS atas upaya eksekusi yang hendak dilakukannya, mengatakan pengadilan belum ada lagi mengeluarkan kebijakan mengenai langkah eksekusi pengosongan paksa. Menurutnya, seperti dijelaskan kepada Medikom, Kamis (10/6), hingga sekarang belum menentukan atau menetapkan lagi langkah selanjutnya untuk eksekusi pengosongan setelah dilakukan teguran atau aanmaning sebelumnya. Tentunya hal itu sembari mencermati perkara pidana yang sedang dalam proses persidangan. (Zaz)

Dua Warga Kerkoff Kritis

Keroyok Warga, Panglima Perang Gank Motor Diciduk Polisi
GARUT, Medikom–Dian Bekel alias Kampak (19), warga Kampung/Kelurahan Paminggir, Kecamatan Garut Kota, kini hanya bisa menyesali perbuatannya yang telah menyebabkan dua warga Kampung Kerkoff, Desa Jayaraga, Kecamatan Tarogong Kidul kritis. Dian yang ternyata merupakan Panglima Perang dari sebuah gank motor ternama, diciduk aparat Sat Reskrim Polres Garut setelah bersama puluhan anggota gank motor lainnya, Rabu (9/ 6) malam menyerang dan melakukan pengeroyokan terhadap sejumlah warga Kampung Kerkoff. Akibat aksi brutal yang dilakukan Dian dan komplotan gank motor XTC ini, sedikitnya dua orang remaja warga Kampung Kerkoff menderita luka berat akibat terkena bacokan senjata tajam. Hingga saat ini, kedua korban luka berat, yaitu Tayudin (16) dan Rismawan (15), masih terbaring di ruang IGD RSUD dr Slamet Garut. Mereka mengalami luka bacok pada bagian muka serta sejumlah bagian tubuh lainnya. Kabag Bina Mitra Polres Garut Kompol Bambang Sugito SH, didampingi Kasat Reskrim AKP Oon Suhendar SH menyebutkan, Dian yang ternyata berperan sebagai Panglima Perang Gank Motor XTC tersebut berhasil ditangkap di Pasar Ciawitali Garut saat mencoba sembunyi di kios tempat kedua orangtuanya berjualan, Kamis (10/6) pagi. Dari hasil pemeriksaan terhadap pelaku, lanjut Bambang, diketahui kalau dia ternyata jebolan sekolah dasar yang tidak melanjutkan ke tingkat SMP. Sekujur tubuh pelaku, lanjutnya dipenuhi tato dengan beragam jenis gambar. Uniknya, pelaku berpostur tubuh pendek serta kurus. Namun demikian, dia termasuk seorang berdarah dingin dan berani melakukan penganiayaan dengan menggunakan senjata tajam terhadap korbannya. “Kalau lihat tubuhnya yang sekecil itu, kita memang tidak akan menyangka kalau dia tega melakukan penganiayan dengan sadis. Namun pada kenyataannya, dia bisa berbuat garang dan keji. Dengan sadisnya, dia tega membantai siapa saja. Pantas saja kalau dia diberi kepercayaan sebagai Panglima Perang di gank motornya,” ujar Bambang. Bahkan menurut Bambang, beberapa waktu lalu, Dian pernah menodong seorang anggota polisi yang mau mengamankannya dengan sebilah golok saat terjadi aksi penertiban gank motor. Saat mau diamankan, dia berhasil kabur. Dari hasil pengembangan penyelidikan dan penyidikan yang dilakukannya, disebutkan Bambang, Dian melakukan aksi pengeroyokan bersama sejumlah anggota gank motor lainnya. Namun yang terlibat langsung pengeroyokan berjumlah 4 orang. Untuk itu, kini pihaknya masih melakukan pengejaran terhadap tiga pelaku lainnya. “Aksi pengeroyokan itu dilakukan oleh empat orang geng motor XTC dengan menggunakan dua sepedah motor. Mereka membawa sejumlah senjata tajam, di antaranya golok saat itu. Motif aksi brutal ini sendiri merupakan kenakalan remaja yang hanya ingin mencari popularitas,” tuturnya. Akibat perbuatannya, Dian dijerat pasal 351 dan atau pasal 170 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), karena telah melakukan pengeroyokan. Dian juga diancam kurungan penjara di atas lima tahun. Ditemui di ruang pemeriksaan Sat Reskrim Polres Garut, Dian mengaku sebelumnya tidak terlibat permasalahan apapun dengan para korban. Aksi brutal tersebut, lanjutnya, mereka lakukan secara spontan hanya untuk mencari perhatian dan pengakuan akan keberadaan gank motor mereka. Sebelumnya, Maman (21), salah seorang kakak korban menyebutkan, saat itu mereka sedang nongkrong di kawasan Kerkoff. Namun tiba-tiba datang sekelompok anggota gank motor dan tanpa basa-basi langsung melakukan penyerangan secara membabi buta terhadap mereka. Dituturkannya, dua orang korban lainnya yang juga merupakan teman Tahyudi tidak mengalami luka berat karena berhasil melarikan diri dengan menancap gas sepeda motornya. Anggota gank motor tersebut, imbuhnya, menyerang mereka dengan menggunakan berbagai macam senjata tajam, seperti golok, samurai, serta bambu yang dipasangi paku. (ag)

Pimpinan BRI Akui Terima Uang, Bukan Pencatutan
BANDUNG, Medikom-Kesaksian Enjang (EJ), mantan pimpinan BRI yang mengaku menerima sejumlah uang dari para nasabah setelah dana kreditnya cair, menguatkan sangkaan jaksa. Namun dikatakan, penerimaan itu bukan pencatutan dari nilai kredit atau pungutan satu persen dari nilai kredit yang direalisasikan. Hal ini dikemukakan EJ, saksi terkait kucuran dana kredit kepada 88 guru dengan dugaan korupsi yang besarannya Rp100.000 hingga Rp200.000, Kamis (3/6), di hadapan majelis hakim yang diketuai I Ngurah Arthanaya SH MH. Dalam acara pemeriksaan saksi, keterangan saksi EJ dibantah oleh Terdakwa I Mulyati Binti Mokh Toyib S (40) dengan mengatakan, sudah ada bentuk perjanjian kerja sama dengan saksi (EJ) bahwa para nasabah harus setor sebesar satu persen. Demikian juga bantahan Terdakwa II Imas Aisyah Djedje Binti Djedje (52), Terdakwa III N Siti Jenab Binti E Sukandar (57), Terdakwa IV Hetty Suhaety Binti Suhana Pradja (53), Terdakwa V Yeyet Hapsyah Binti E Rukaesih (43), Terdakwa VI Erna Fachriani Binti Achmad Hidayat Ibrahim (52). Para terdakwa didakwa secara berjamaah melakukan korupsi yang merugikan keuangan negara miliaran rupiah. “Akibat perbuatan para terdakwa, telah memperkaya guru-guru yang mendapatkan pencairan kredit, Tedih Supriatna (berkas penuntutan terpisah) serta memperkaya diri para terdakwa yang juga mendapatkan pencairan kredit dari fee total delapan persen dari pinjaman guruguru, yang berakibat negara dirugikan sekitar Rp1,68 miliar, sebagaimana hasil perhitungan kerugian keuangan negara oleh BPKP Jabar tanggal 6 November 2009,” tegas jaksa Cut Leli SH. Dalam pemeriksaan saksi-saksi itu, di antaranya Nengsih, Kamis (29/ 4), dan saksi lainnya, Kamis (20/5), terungkap tindak pidana korupsi ini diduga melibatkan pejabat atau Kepala BRI Unit Riung Bandung. Dijelaskan saksi-saksi secara umum bahwa setelah uang pinjaman saksi cair Rp28,5 juta, ada yang dipotong untuk biaya administrasi, biaya duplikat jaminan palsu sekitar Rp5 juta, termasuk diduga pemberian fee kepada Enjang (EJ) Kepala BRI Unit Riung Bandung. Mendengar fakta persidangan, sebagaimana keterangan saksi-saksi yang terikat sumpah ini, majelis hakim anggota Nurhakim SH MH menilai ada keterlibatan pejabat BRI yang harus dimintai pertanggungjawaban, sehingga dalam kesempatan itu meminta wartawan mencatatnya, agar penyidik segera mengusut keterlibatan dan pertanggungjawabannya. Persidangan ditunda sepekan, Kamis (6/5), dengan acara melanjutkan pemeriksaan saksisaksi terkait surat dakwaan jaksa, yaitu terhadap Terdakwa I selaku PNS/Bendahara Kantor Cabang Diknas Kecamatan Kiaracondong, Terdakwa II selaku PNS/Staf Kelurahan Sukamulya, Terdakwa III selaku pensiunan/Staf Diknas Kecamatan Kiaracondong Bandung, Terdakwa IV selaku PNS/Guru SD Babakan Sinyar Kiaracondong, Terdakwa V selaku PNS/Guru SD Cicaheum I, Terdakwa VI selaku PNS/Guru SD Cicaheum II. Para terdakwa didakwa bersama-sama sekitar tahun 2004–2005 melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi, yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara. Dipaparkan, Terdakwa I yang sempat ditahan sehari di Polda Jabar, mengkoordinir pengajuan kredit dengan dibantu lima terdakwa lainnya, yang belum pernah ditahan (hingga acara pemeriksaan saksi-saksi), menjalankan modus mendapatkan kredit dengan cara mudah, yaitu dengan membuat SK fotokopi seolah-olah menyerupai aslinya. Hal itu didahului dengan adanya pertemuan Terdakwa II dengan Terdakwa I, yang menawarkan cara mendapatkan kredit dengan mudah bermodalkan SK fotokopi yang seolah-olah menyerupai aslinya. “Calon nasabah/debitur yang datang kepada para terdakwa, semuanya ternyata sudah terlebih dahulu menjadi debitur di Bank Jabar-Banten, dengan jaminan SK-SK asli. Namun, para terdakwa mengatakan cukup menyerahkan fotokopi saja, ditambah syarat jika permohonan kredit dikabulkan, maka akan dilakukan pemotongan sekitar Rp5 juta-an, untuk pengurusan permohonan,” papar jaksa. Dalam surat dakwaan Perkara: PDS.01/0.2.10/Ft.1/03/2010, jaksa juga menguraikan penelitian dan analisis atas berkas dokumen dari debitur yang format pengusulannya diprakarsai oleh Kepala BRI Unit Riung Bandung EJ yang juga paling berwenang/pemutus untuk pemberian kredit ini. (Zaz)

Penyidikan Dinilai “Dipaksakan”, Sanggah Dolar Palsu
BANDUNG, Medikom-Terdakwa Nana Supriatna (NS) bersikukuh tidak mengetahui jika dolar yang diterimanya sebagai jaminan hutang dari saksi Agus (DPO), diduga palsu. Menurut terdakwa NS, Rabu (9/6), di hadapan majelis hakim yang diketuai Agus Jumardo SH, JPU Pintauli Sihombing SH, dia memberikan uang pinjaman Rp1 juta kepada saksi Agus. Kemudian, saksi Agus saat itu mengatakan, sebagai jaminan atas hutang itu dia menyerahkan ratusan lembar dolar sebagai jaminan. Terdakwa menerima dan tidak mengetahui jika dolar itu palsu. Menjawab pertanyaan pengacara terdakwa, Sepranadja SH MH, R Putty Primasari SH, dan Diki Abdullah SH, tentang acara pemeriksaan penyidikan, yang tidak pernah diberitahukan tentang hak yang dimiliki untuk didampingi pengacara. Begitu juga terdakwa yang awam, tidak mengetahui hak itu. Padahal dirinya sangat mengharapkan didampingi pengacara, apalagi selama pemeriksaan berlangsung, merasa ditekan, termasuk dalam menandatangani berita acara pemeriksaan (BAP). Lebih jauh, dalam proses hukum yang terkesan dipaksakan itu, terdakwa malah sempat “dipukul” di bagian wajahnya, ketika di ruang penyidikan. Karena itu, dalam kesempatan persidangan, terdakwa siap dikonfrontasi dengan penyidik dari Polda Jabar, meskipun kala kejadian itu berlangsung dirinya tidak mengingat persis pelakunya. Dijelaskan terdakwa, saat ditangkap tidak ada saksi yang mengetahui perbuatan pidana yang dituduhkan kepadanya. Kala petugas Polda Jabar menangkap terdakwa NS (32), Rabu 20 Januari 2010 sekitar jam 19.00, bertempat di Perum Paniisan Kecamatan Tarogong Kabupaten Garut, bersama barang bukti sebanyak 263 lembar dolar, hal itu dilakukan tanpa ada saksi. Di samping itu, tegas terdakwa di Ruang Sidang V PN Bandung, uang dolar itu juga belum pernah dipergunakannya sama sekali. Dalam kesempatan itu, pengacara terdakwa Sepranadja SH MH dkk, kembali menjelaskan, sebagaimana kepada Medikom, usai persidangan, tentang ketiadaan saksi fakta, sehingga tidak beralasan penyidik menyimpulkan barang bukti itu milik terdakwa. Menurut advokat Sepranadja SH MH, saksi itu, menurut ketentuan, bukan dari petugas yang menangkap. “Yang disyaratkan dalam undang-undang adalah saksi korban, saksi yang melihat, saksi mendengar, dan saksi menyaksikan perbuatan terdakwa. Oleh karena itu berlainan maksud antara saksi korban/yang dirugikan, saksi melihat, saksi mendengar, menyaksikan, dengan saksi kepolisian yang melakukan penangkapan terhadap diri terdakwa,” tegasnya, seraya menambahkan bahwa anggota Polda Jabar ini bukanlah saksi fakta. Fakta mengenai dugaan kepemilikan dolar juga dipertanyakan kembali sebagaimana yang diuraikan dalam eksepsi, pada acara persidangan silam, tentang bagaimana cara hingga uang dolar Amerika itu berada di rumah terdakwa, juga tidak bisa dijelaskan saksi yang notabene aparat kepolisian itu. Dikatakan Sepranadja, mengenai arti dan fungsi uang, yang jelas menjadi alat bayar adalah rupiah yang ada di negara Indonesia. Sedangkan uang dolar Amerika, sesuai ketentuannya, baru berguna dan berlaku setelah dilakukan tukar-menukar di lembaga keuangan resmi (money changer). Selain itu, jelas Sepranadja, sekalipun dolar itu asli, tapi tetap bukan sebagai alat bayar. Meski beredar di wilayah Kabupaten Garut, tetap saja tidak bisa dijadikan alat bayar. Apalagi lembaga resmi penukar dolar di Garut tidak ada. “Dengan demikian, dakwaan jaksa itu menjadi tidak jelas, tidak cermat dan tidak lengkap, siapa sesungguhnya menjadi korban yang dirugikan,” tegas para advokat ini. Sementara itu JPU Pintauli Sihombing SH, mengatakan, kepada Medikom, Rabu (9/6), bahwa keterangan atau pengakuan terdakwa itu tidak disertai bukti. Apalagi kala penyidik diperiksa dalam persidangan, hal itu tidak diungkapkan. Lebih jauh, jaksa Kejati Bandung itu meyakini seluruh unsur dakwaan tentang dolar palsu sudah terpenuhi, sehingga pada sidang selanjutnya, Rabu (16/6), membacakan surat tuntutan. (Zaz)

Halaman Khusus

Edisi 373 Tahun VII 14 s.d. 20 Juni 2010

PURWASUKA
Purwakarta - Subang - Karawang

5
Purwasuka diolah oleh wartawan daerah yang dikepalai Endang Kosasih, penanggung jawab Ridwan Abdulah dengan wartawan Lodewyk Butar-Butar, Slamet SP, dan Asep Oloy.

Wamentan Canangkan Uji Coba Subsidi Pupuk Langsung ke Petani

70% Lebih Lahan Sawah Karawang Milik Investor dari Jakarta
KARAWANG, Medikom–Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Republik Indonesia, Bayu Krisna Murti, mencanangkan uji coba pemberian subsidi pupuk langsung kepada petani tahun 2010 di Kabupaten Karawang, Selasa pekan lalu. Pencanangan yang dihadiri oleh ribuan petani, aparatur pemerintah terkait, serta direksi sejumlah perusahaan pupuk tersebut berlangsung di Gedung Graha PT. Pupuk Kujang Cikampek. Wamentan dalam kesempatan tersebut mengatakan, untuk tahun 2010 ini, anggaran yang disiapkan oleh Pemerintah untuk subsidi pupuk hampir mencapai Rp15 triliun. Jumlah tersebut lebih besar dari jumlah anggaran yang diberikan untuk subsidi BBM. “Namun demikian, apakah anggaran yang besar tersebut benar-benar sampai kepada petani, kita tidak tahu,” ujarnya. Lebih lanjut Wamentan mengatakan, pertanyaan lain yang tidak kalah penting adalah apakah metode subsidi pupuk yang telah digunakan selama ini merupakan metode yang paling baik, ataukah ada cara lain untuk mengalokasikan dana subsidi pupuk tersebut. “Itulah yang saat ini sedang kita coba cari mekanisme terbaiknya sehingga subsidi pupuk dapat benar-benar dirasakan petani,” imbuhnya. Ia menegaskan, hingga saat ini pemerintah tidak memiliki niat sama sekali untuk mengurangi dukungan kepada para petani. Dukungan dalam bentuk subsidi akan terus diberikan dan ditingkatkan setiap tahunnya. “Melalui ujicoba subsidi pupuk langsung, kita saat ini sedang memulai sesuatu untuk mensejahterakan para petani,” lanjutnya. Menurutnya, bila apa yang dikatakan sebelumnya oleh Bupati Karawang Drs H Dadang S Muchtar bahwa hampir 80 persen lahan sawah yang ada di Kabupaten Karawang merupakan milik orang kaya dari Jakarta, maka bila jumlah lahan dijadikan acuan dalam pemberian subsidi langsung ini, yang mendapatkan subsidi ini bukanlah para petani. Oleh karena itu, saat ini pihaknya melakukan ujicoba subsidi langsung tersebut secara hati-hati. Dana subsidi yang diberikan diperuntukkan bagi lahan seluas 100.000 hektare, dengan total kebutuhan mencapai 20.000 ton pupuk atau dana sebesar Rp200 miliar lebih. “Nilai subsidi tidak banyak berubah, melainkan hanya mekanisme aliran dana yang diserahkan kepada Gapoktan,” ujarnya. Wamentan menambahkan, untuk tahun 2010 ini, ujicoba dilaksanakan di Kabupaten Karawang dan akan diperluas pada tahun 2011 mendatang di sejumlah kabupaten/kota lainnya. “Bila sudah yakin telah tercapai mekanisme yang terbaik, maka diharapkan baru dapat diaplikasikan secara keseluruhan di Indonesia,” tambahnya. Terkait uji coba subsidi langsung kepada petani, Bupati Karawang Drs H Dadang S Muchtar yang juga hadir dalam acara tersebut, mengingatkan kepada pemerintah untuk memperhatikan kondisi riil, termasuk di antaranya bahwa 70 persen lebih lahan sawah yang ada di Kabupaten Karawang milik para investor dari Jakarta. “Sedangkan para petani kita hanya merupakan petani penggarap saja,” jelasnya. Bupati melanjutkan pemerintah hendaknya tidak mengambil kebijakan yang bersifat popularitas semata. Terlebih di era pascareformasi saat ini banyak kebijakan yang seringkali bersifat popularitas, yang tentunya perlu diwaspadai. “Untuk itu, bila hasilnya positif perlu dilanjutkan, dan bila tidak mari kita perbaiki kembali,” imbuhnya. Menurut Bupati, banyak hal yang harus diwaspadai terkait pelaksanaan uji coba subsidi pupuk langsung kepada petani. Seperti halnya program Kredit Usaha Tani (KUT) pada tempo dulu, pemberian subsidi langsung sangatlah rentan. “Sehingga haruslah yang produktif, selain itu subsidi langsung dapat memberikan peluang kepada masyarakat untuk fiktif,” imbuhnya. Bupati sendiri menilai metoda yang telah dilaksanakan saat ini sebenarnya sudah cukup baik. Meskipun masih terdapat penyalahgunaan, namun hal ini bisa diminimalisasi dengan melakukan pengawasan yang ketat. “Hal ini telah terbukti di Karawang, di mana sejak saya menjabat sebagai Bupati, tidak terdengar ada kelangkaan pupuk, karena distribusi pupuk diawasi secara ketat mulai dari Gudang Pupuk Kujang, hingga ke distributor dan kios pengecer oleh Dinas Perdagangan, Asisten Pemerintahan, camat, dan kepala desa,” tambahnya. (Andy Nugroho)

Rangka Bangunan Bakal Pabrik Garmen Ambruk

Empat Buruh Bangunan Tewas di Tempat, Puluhan Luka-luka
SUBANG, Medikom–Konstruksi rangka baja pembangunan pabrik Garment di Desa Gembor Kecamatan Pagaden, Kabupaten Subang Subang, Jawa Barat, Selasa siang pekan kemarin tibatiba roboh. Akibatnya, empat buruh yang sedang bekerja di bawah konstruksi tersebut tewas seketika tertimpa runtuhan baja dan puluhan buruh lainnya menderita luka berat dan ringan. Tiga buruh yang tewas dibawa ke RSUD Ciereng. Mereka adalah Dani (25), Ade Hidayat (36), dan Asep Sule (25), semuanya warga Dusun Cibuluh Wetan, Kelurahan Parung, Kecamatan Subang. Sedangkan, satu buruh tewas dibawa ke Rumah Sakit PTPN yakni Aman (25) juga warga Dusun Sadang, Kelurahan Parung, Kecamatan Subang. Sementara itu satu korban kritis, Aris (19), juga warga Cibulu Wetan, Kelurahan Parung dilarikan ke RSHS Bandung. Selebihnya korban luka-luka dirawat di RSUD Ciereng. Mereka adalah Nacim (55), warga Desa Haniwung, Kecamatan Pagaden, Edit (36), warga Cibuluh Wetan, Karyo (30), warga Cibuuh Wetan, Ade Wahyu ((26), warga Desa Palasari, Kecamatan Cijambe, Haris (17), warga Cibuluh Wetan, Yadi (37) warga Gembor Pagaden, Jejen (17) warga BTN Gembor, Samir (60), Atang (25) warga Gembor, Cakra (25) warga Gembor dan Arif (23) warga Cibuluh Wetan. Berdasarkan keterangan yang berhasil dihimpun Medikom di lokasi kejadian, saat peritiwa terjadi sekitar seratus buruh tengah bekerja meratakan tanah di bawah konstruksi. Di tempat yang sama terdapat satu alat berat yang juga dipergunakan untuk meratakan tanah. Sedangkan tiga buruh lainnya berada di atas memasang sejumlah besi palang. “Saat konstruksi bangunan runtuh cuaca sedang normal. Entah mengapa tiba-tiba konstruksi itu berderak dan ambruk dari arah barat ke timur,” ujar Kepala Pekerja Grup Baja, Oman Suherman. Menurut Oman, saat peristiwa berlangsung sebagian besar pekerja sedang berada di areal bagian timur, sehingga mereka bisa segera menyelamatkan diri. Namun, sebagian lagi terlambat lari hingga akhirnya tertimpa kerangka bangunan. Terkait ambruknya konstruksi baja pembangunan pabrik Garment tersebut, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Subang, H Umar ST saat ditemui di lokasi kejadian menyebutkan, peristiwa itu diduga terjadi akibat konstruksi pondasi yang rapuh. Hal itu terlihat dari tercabutnya sejumlah besi pondasi oleh konstruksi baja yang roboh. “Lihat saja, besi dalam beton pondasi ini tidak sesuai standar. Bahkan besi cincinnya sangat kecil dan jarang. Kalau konstruksi bajanya sih sudah bagus,” kata H Umar. Sementara, Bupati Subang Eep Hidayat yang juga datang ke lokasi kejadian, menyatakan siap membantu membongkar kerangka baja yang ambruk tersebut. Namun untuk melakukan hal itu, pihaknya perlu mendapatkan izin dari pihak Kepolisian. Di tempat terpisah Kepala Badan Penanaman Modal dan Perizinan (BPMP), Reny TW kepada wartawan mengatakan, pabrik yang sedang dibangun memiliki nilai investasi sebesar Rp40 miliar dan didirikan di atas lahan bekas areal pesawahan seluas lima hektare. “Jika terwujud, pabrik itu bakal menyerap tenaga kerja sebanyak 2.000 pekerja,” kata Reny. Untuk sementara pembangunan dihentikan sampai batas waktu yang tidak ditentukan. Penyelidikan polisi sementara telah memeriksa saksi-saksi dari karyawan, pengelola sampai owner-nya. Kepala Kepolisian Resort Subang Ajun Komisaris Besar Dadang Hartanto yang ditemui di lokasi kejadian menyebutkan, sejauh ini pihaknya belum bisa menyebutkan penyebab dari peristiwa itu. Namun demikian, pihaknya akan segera mendatangkan tim ahli dari ITB dan Pusat Laboratorium Forensik (Pulabfor) Markas Besar Kepolisian (Mabes Polri) guna meneliti penyebab kejadian itu. “Sebagai langkah awal, kami telah mengamankan dua mandor dan sejumlah pekerja untuk dimintai keterangan sebagai saksi,” kata Kapolres. Dewan kecam pemilik pabrik Ambruknya kerangka baja pabrik PT Kwanglim YH Indah mendapat kecaman dari Wakil Ketua DPRD Kabupaten Subang dan Komisi C saat berkunjung ke lokasi tempat kejadian perkara (TKP). “Di lokasi kejadian kami melihat konstruksi betonnya asalasalan,” kata Wakil Ketua DPRD Kabupaten Subang H Oman Wardjoman yang diamini anggota dewan lainnya dari Komisi C. Dikatakan Oman, ambruknya rangka baja sangat mungkin akibat konstruksi corannya yang berkualitas buruk ditambah konstruksi angkur dan cincin coran yang tidak sesuai ketentuan. Baja angkur menggantung, seharusnya tembus hingga coran pasak bumi bawah. “Kualitas beton yang tepat untuk konstruksi bangunan seperti itu, seharusnya berkualitas K22. Namun kenyataannya di bawah kualitas tersebut,” ungkapnya seraya berjanji akan memanggil pihak kontraktor. Sementara, Camat Pagaden Asep Nuroni SSos, menyatakan pihaknya telah berusaha menyisir lokasi ambruknya konstruksi Pabrik Garment. Hal ini dilakukan untuk memastikan tidak ada korban di reruntuhan lokasi kejadian. Penyisiran dilakukan sampai mendata ke keluargakeluarga karyawan untuk mengetahui apakah ada keluarga yang kehilangan anggota keluarganya. Menurut Asep, hingga saat ini dilaporkan tidak ada keluarga karyawan yang kehilangan anggota keluarganya, sementara lokasi kejadian telah dipasang garis polisi untuk dilakukan penyelidikan oleh pihak kepolisian. Pihak pemerintah, lanjut Asep, telah melakukan koordinasi dengan pihak terkait dalam memberikan bantuan kepada keluarga korban untuk memperoleh hak-haknya. “Dari setelah kejadian kami telah berusaha menjenguk korbankorban yang mengalami luka maupun keluarga yang meninggal dunia. Untuk mendapatkan hakhak para korban kami akan berusaha membantunya melalui pihak terkait. Disarankan kepada keluarga atau ahli waris korban untuk mengurus langsung,” jelasnya. Sementara Rina Hayati (20) istri dari Asep Zakaria (30) salah satu korban meninggal atas kejadian tersebut memaparkan, kepergian suaminya ke tempat kerja di hari Selasa, (8/6) lalu merupakan pertemuan terakhir bagi dirinya yang baru sembuh dari sakit. Sementara, almarhum meninggalkan seorang istri dan 1 orang anak laki-laki Muhammad Zakaria yang baru berumur 9 bulan. Di kampungnya, Asep dikenal baik dan aktif di masjid. Walaupun di tengah kesibukannya bekerja di proyek pembangunan pabrik garment, suaminya selalu memberikan perhatian saat istrinya sakit yang mengharuskan dioperasi. “Walaupun sedang sibuk, Kang Asep tetap memberikan perhatian. Saya sangat merasakannya,” kenang Rina. Menurut kabar yang diterima, ketika terjadi peristiwa runtuhnya rangka konstruksi, Asep tengah melakukan pengelasan di bagian bawah bangunan rangka. Namun nasib harus berkata lain. Asep tidak sempat menghindar sehingga peristiwa tersebut mengakhiri hidupnya. “Saat peristiwa terjadi saya mengaku tidak mendapat firasat apa-apa. Makanya saat mendengar suami saya menjadi salah satu korban, saya bersama keluarga sangat terpukul. Namun kami hanya bisa pasrah dan sabar untuk menerima takdir tersebut karena mungkin ini adalah ketentuan dari Yang Maha Kuasa. Tetapi saya berharap bisa mendapatkan hakhak suami demi buah hatinya yakni Muhammad Zakaria,” tutur Rina Hayati dengan nada sedih. (Loy/One/Lbb/Ssp)

Kontingen Porda XI Tingkat Jabar Dikukuhkan
SUBANG, Medikom–Kontingen Subang dalam berlaga di Pekan Olah Raga Daerah Provinsi XI Jawa Barat menargetkan perolehan 20 medali emas. Hal ini disampaikan oleh Bupati Subang Eep Hidayat dalam sambutannya pada pengukuhan Kontingen Porda XI Jabar tahun 2010. Pengukuhan dilakukan di Aula Kantor Pemda Kabupaten Subang. Eep menjelaskan, mengenai target medali didasarkan pada perolehan medali emas yang meningkat cukup signifikan. Dari 6 medali menjadi 9 kemudian memperoleh 14 medali dan untuk selanjutnya ditargetkan 20 medali emas. Karena itu Bupati berharap Bapak Asuh bisa memberikan perhatian sepenuhnya. Dengan memberikan dorongan ketika anak asuhnya bertanding, jangan sampai ketika anak asuhnya bertanding tetapi malah nonton cabang lainnya. “Dukungan para orang tua asuh saya anggap penting, karena di dalam beberapa hal bisa meningkatkan semangat juang. Semangat bisa menghasilkan kekuatan yang tidak terduga yang luar biasa. Maka dari itu perhatian tetap diberikan maksimal untuk keberhasilan prestasi,” ujar Bupati. Melalui prestasi olah raga, tambah Bupati sebagai upaya pembuktian eksistensi suatu bangsa/masyarakat. Maka jika prestasi olahraga bagus, akan makin terbuka lebar pengakuan eksistensi masyarakat. Khususnya Subang, sudah banyak melahirkan atlet-atlet yang mencetak prestasi di tingkat nasional dan Sea Game. Dengan demikian, melalui Porda yang sekarang akan berlansung bisa meningkat ke event yang lebih tinggi lagi. Ketua KONI Cabang Subang H Oman Warjoman SE pada kesempatan tersebut melaporkan bahwa pada kesempatan ini Kabupaten Subang mengirimkan 175 atlet dari 22 cabang olah raga (cabor) dengan 24 orang pengurus kontingen, 55 pelatih dan 125 offocial yang akan diikutkan pada 22 cabang olahraga yang terdiri dari dayung, judo, balap motor, atletik, angkat berati, tinju, pencak silat, senam, sepak takraw (perak), menembak, golf (emas), wushu (perak), balap sepeda, bola basket pa/pi, karate, taekwondo, tarung drajat, aquatic, panahan, catur, tenis meja dan bola voli. Adapun lokasi pertandingan akan diselenggarakan di Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat dan Cimahi. Pada kesempatan itu juga sekaligus menetapkan bapak/ibu asuh cabang olahraga yang memiliki tanggung jawab dalam pembinaan dan mendukung sepenuhnya keberhasilan cabang olahraga yang diasuhnya. (Loy)

Memperin Resmikan Pabrik Baru PT Unicharm Indonesia
KARAWANG, Medikom–Menteri Perindustrian Republik Indonesia MS Hidayat didampingi oleh Duta Besar (Dubes) Jepang untuk Indonesia Mr Kojiro Shiojiri dan Bupati Karawang Drs H Dadang S Muchtar meresmikan pabrik baru PT Unicharm Indonesia yang berlokasi di kawasan industri Karawang International Industrial City (KIIC) Kabupaten Karawang, Selasa pekan lalu. Pabrik baru tersebut hanya terletak beberapa ratus meter dari pabrik PT Unicharm Indonesia lainnya yang juga berada di kawasan industri KIIC. Menteri Perindustrian MS Hidayat dalam kesempatan tersebut mengatakan, jumlah penduduk Indonesia yang saat ini mencapai 230 juta jiwa merupakan pangsa pasar yang besar. Terlebih bagi produk-produk hasil PT Unicharm Indonesia, karena sebelumnya produk-produk tersebut harus diimpor dan berharga cukup mahal. Menurut Menperin, dengan meningkatnya tingkat daya beli masyarakat sehingga barang tersebut saat ini sudah menjadi barang consumable. Peluang ini tentunya ditangkap dengan baik oleh PT Unicharm Indonesia dengan dibangunnya pabrik baru yang akan diresmikan saat ini. Menperin berharap investor hendaknya dapat menciptakan produk yang bermanfaat sekaligus dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Selain itu, kehadiran investor pun diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi perkembangan ekonomi nasional dan kesejahteraan nasional,” imbuhnya. Untuk itu, Menperin mengucapkan terima kasih kepada manajemen PT Unichar Indonesia yang telah ikut berkontribusi dengan menyerap sekitar 1.480 tenaga kerja, dengan total nilai investasi mencapai Rp1,7 triliun lebih. “Semoga kebersamaan ini dapat memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat,” tambahnya. Bupati Dadang S Muchtar mengatakan, Karawang merupakan daerah yang sangat strategis dan memiliki dua fungsi ganda sebagai daerah pertanian dan industri. Lahan pertanian di Karawang mencapai 93.000 hektare sedangkan lahan industri mencapai 19.000 hektare, di mana Karawang diproyeksikan sebagai kawasan industri terbesar di Asia Tenggara. Bupati melanjutkan, saat ini terdapat 500 investor besar di Kabupaten Karawang yang 50 persennya merupakan investasi Penanaman Modal Asing (PMA) dan sisanya dalam negeri. Dari jumlah PMA tersebut, 80 persen di antaranya merupakan investor yang berasal dari Jepang, termasuk PT Unicharm Indonesia. Terkait peresmian tersebut, Bupati mengucapkan selamat kepada PT Unicharm Indonesia sekaligus berterimakasih atas partisipasi perusahaan tersebut yang telah merekrut lebih dari 50 persen tenaga kerja lokal asli Karawang di pabrik baru ini. “Mudah-mudahan kehadiran pabrik baru ini dapat memberikan kesejahteraan bagi masyarakat Karawang,” harapnya. Dubes Jepang Kojiro Shiojiri berharap PT Unicharm Indonesia dapat menjadi salah satu perusahaan teladan di Indonesia. “Selain dapat menghasilkan produksi yang baik, perusahaan juga diharapkan mampu memberikan kontribusi bagi kemajuan Indonesia, negara yang selama ini telah menjadi mitra Jepang,” tambahnya. (Andy Nugroho)

Calon Peserta Kuliah ke Jerman Mendapat Arahan dari Bupati
SUBANG, Medikom–Sebanyak 18 pelajar peserta calon penerima beasiswa kuliah ke Jerman, mendapatkan arahan dari Bupati Subang Eep Hidayat dan Ketua DPRD Subang Atin Supriatin, belum lama ini di ruang rapat bupati. Sesuai data yang diperoleh dari panitia seleksi, kedelapan belas peserta seleksi beasiswa kuliah ke Jerman, masing-masing bernama Yulia Iskandar dari SMAN 1 Tanjungsiang, Lilis Mulansari dari SMAN 1 Pagaden, Rahmah Mulyawati dari SMAN 1 Pabuaran, Rizka Noviandini, Agam Junaedi dan Agung Gumelar dari SMAN 1 Subang, Galuh Permana dari SMAN 2 Subang, Ariantono Eko Darmawan dari SMAN 1 Tanjungsiang, Cevi Herdian, Gelar Caesar Maulana dan Adi Dwi Wibowo dari SMAN 1 Subang, serta Masiga Buana July Crhissy dari SMKN 2 Subang. Bupati mengharapkan agar siswa yang melanjutkan pendidikan ke Jerman ini bisa membuka diri, pemikiran dan mampu menunjukkan identitas diri sebagai individu yang berkarakter. “Diberangkatkannya pelajar kita ke Jerman ini terinspirasi oleh keberhasilan Habibie yang berhasil menjadi sosok yang mampu berbuat dengan Nurtanio-nya. Indonesia mampu menjadi produsen pesawat terbang. Tetapi beliau tidak berubah dengan karakternya,” ujar Bupati. Ditegaskannya, kesempatan belajar di Jerman ini hendaknya benar-benar dimanfaatkan secara optimal, sehingga cita-cita Pemerintah Kabupaten Subang dalam rangka alih teknologi bisa terlaksana. Pada akhinya mampu menjadikan rakyat Subang sejahtera. Oleh karena itu dibutuhkan sosok-sosok pemberani yang mampu mandiri hidup di negara lain. “Maka dari itu bagi yang merasa tidak sanggup untuk belajar di Jerman, saat sekarang masih diberikan kesempatan kepada siapapun untuk mengundurkan diri bila dirasakan tidak mampu. Jangan sampai ketika di sana ingin pulang dan tidak betah. Tentu ini akan membuat malu,” tegas Bupati. Program pengiriman pelajar ke Jerman ini, lanjut Bupati merupakan program pertama kali yang digulirkan Pemerintah Subang. Oleh karena itu program pertama ini merupakan pertaruhan prestise Pemkab Subang selanjutnya. Pertaruhan prestise ini, lanjut Bupati, ketika di Subang masih banyak kebutuhan yang harus dipenuhi seperti perbaikan infrastruktur jalan dan masih tingginya angka drop out siswa SMP maupun SMA, tetapi karena memiliki harapan untuk memajukan Subang, pemerintah harus menempuh program ini. Wakil Ketua DPRD Subang, Agus Masykur Rosyadi mengatakan jika saja dirinya memiliki kesempatan yang sama, sangat berkeinginan belajar ke Jerman. “Saya pernah berkunjung ke Austria selama beberapa waktu. Ternyata perkembangan teknologi di sana cukup baik. Hal itu saya saksikan di Austria sudah barang tentu, kondisinya tidak akan jauh berbeda dengan Jerman,” terang Agus dalam kesempatan penyampaian pembekalan pelajar tersebut. Menurut Agus, program pengiriman pelajar untuk melanjutkan belajar ke luar negeri ini rencananya diikuti Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Maka dari itu kepada adikadik pelajar yang diamanahi belajar ke Jerman, diharapkan bisa menjadi mediator alih teknologi. Sementara, Ketua DPRD Atin Supriatin dalam pembekalannya berpesan, sebagai ibu yang mencintai putra-putri Subang supaya menjaga kesehatan dengan benar-benar dari sekarang hingga waktu keberangkatan nanti. Karena pemerintah Eropa sangat ketat memberlakukan aturan bagi pendatang dari luar guna menghindari penyakit menular. “Jangan sampai hanya karena mengidap penyakit bisa menghilangkan kesempatan untuk belajar ke luar negeri,” kata Atin. Sedangkan Wakil Ketua DPRD Oman Warjoman berharap para siswa yang belajar di Jerman bisa memberikan manfaat besar untuk kemajuan Indonesia, khususnya bagi Kabupaten Subang. (Loy/Lbb)

Bambang Bertekad Bentuk BPPD
SUBANG, Medikom–Bisnis pariwisata di Indonesia khususnya di Kabupaten Subang, merupakan bisnis yang prospektif. Karena semakin maju suatu masyarakat akan makin membutuhkan pariwisata. Bila dikelola dengan baik dan profesional, Kabupaten Subang akan menghasilkan potensi tersebut dan akan menghasilkan nilai ekonomis yang cukup baik. Demikian diungkapkan Direktur Objek Pariwisata Citapen, Bambang Herdadi, di sela-sela acara Pertemuan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) yang dipusatkan di Citapen Purwadadi Subang. Menurut Bambang, pihaknya saat ini sudah menyusun strategi dan memiliki tekad untuk membentuk Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Kabupaten Subang. Hal ini telah dirintis tinggal menunggu Surat Keputusannya. Adapun agenda yang akan laksanakan secara umum ialah sebagai penggerak wisata di Kabupaten Subang. Jika rencana ini terlaksana, lanjut Bambang, pengelolaannya bisa secara kompak bersama rekan-rekan pengelola wisata dan restoran yang tergabung dalam PHRI Cabang Subang untuk mengoptimalkannya. Salah satu cara yakni dengan membentuk pusat informasi tentang pariwisata di Subang sekaligus menyediakan sarana yang menampilkan kekhasan daerah baik berupa makanan maupun cindera mata termasuk kesenian

dan budayanya. Karena, optimalisasi potensi wisata di Kabupaten Subang baru 20%. Sehingga jika dilakukan lebih giat lagi akan melahirkan hasil yang sangat besar. Selain itu, dalam agenda tersebut Bambang juga menyinggung tentang kondisi jalan di Subang yang dinilai sebagai tantangan bagi Pemerintah Kabupaten Subang supaya bisa lebih fokus terutama pada jalanjalan vital seperti jalan protokol. “Jangan sampai ketika melihat situasi jalan seperti itu menimbulkan keengganan orang untuk datang ke Subang. Apalagi sampai ke objek wisata,” jelas Bambang.

Dengan demikian, pihak pemerintah diharapkan untuk bisa lebih memprioritaskan pada jalanjalan vital. Maksudnya bukan hanya jalan yang menghubungkan pada lokasi objek wisata saja, tetapi juga jalan yang bisa menjadikan daya tarik bagi orang untuk mengunjungi objek wisata. Mengenai objek pariwisata Pondok Bali, Bambang menilai akan sangat sulit dikembangkan kembali. Karena dinilai akan sulit antara investasi dan hasil yang mungkin akan diperoleh. “Sangat sulit sekali hal itu untuk dikembangkan. Apalagi di sana sering terjadi rob hampir setiap hari. Terutama pada musim-musim tertentu,” pungkasnya. (Loy)

Edisi 373 Tahun VII 14 s.d. 20 Juni 2010

6

OPINI

Video Porno yang Menghebohkan
Video porno di dunia maya sebenarnya telah lama menjadi keprihatinan. Karena bagi masyarakat sangat mudah untuk mendapatkan, melihat berbagai pornografi di dalamnya. Tetapi beredarnya video porno mirip artis papan atas belakangan ini membuat pornografi di alam maya makin membuat kita prihatin. Ini tidak terlepas karena pemeran adegan itu--bila nantinya benar—memang artis yang menjadi idola masyarakat dampak perilaku ini dikhawatirkan terhadap kaum muda. Selama ini saja, para artis papan atas yang menjadi idola kaum muda ini potongan rambut, pakaian dan segala tampilannya ditiru oleh jutaan orang. Dan kita tidak bisa bayangkan, bila perilaku porno ini juga akhirnya diikuti oleh para fansnya. Inilah kekhawatiran-kekhawatiran terkait beredarnya video porno mirip selebritis akhir-akhir ini. Tetapi yang lebih memprihatinkan berdasarkan pengamatan kaum pengguna internet persoalan pornografi di Indonesia memang sedemikan parahnya. Karena didapati adanya video-video porno baru setiap harinya yang dilakukan oleh pelaku-pelaku lokal dan juga diunduh oleh pengguna internet asal Indonesia. Ini adalah sebuah kenyataan bahwa perilaku pornografi di dunia maya, khususnya di Indonesia sedemikian marak. Namun, kita belum melihat langkah-langkah serius dari pemerintah dalam menanggulangi persoalan pornografi yang terjadi dalam dunia maya ini. Persoalan ini tentulah sebuah persoalan serius karena video porno mirip Ariel, Luna, dan Cut Tari saja telah diunduh lebih dari 200.000 orang. Sebuah angka yang sangat fantastis yang mengunduh video porno berdurasi sekitar tujuh menit ini. Banyak hal yang menjadi perhatian serius kita. Walaupun ada argumentasi yang menyebutkan bahwa perilaku kedua pasangan ini adalah domain privasi. Tetapi faktanya perilaku privasi ini telah masuk dan menyebar di ranah publik. Artinya, ketika perilaku ini bisa diakses siapapun, tentu persoalannya menjadi persoalan publik. Karenanya, ada persoalan-persoalan hukum yang bisa menjerat para pelaku dan pengunduh yang dapat dijerat, baik Undang-Undang Pornografi KUHP maupun UU No 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Terlepas dari itu, perilaku pornografi yang paling dikhawatirkan adalah dampak sosial dan dampak moralitas, terutama terhadap generasi muda dan anakanak. Terutama bagi anak-anak atau generasi muda yang menggunakan internet dan telepon selular. Karenanya juga kita mendukung pihak kepolisian yang secara intensif melakukan razia para siswa di sekolah-sekolah, khususnya bagi para pelajar pengguna telepon selular. Langkah pihak kepolisian minimal sebagai langkah sock therapy dan sosialisasi kepada kaum muda agar tidak menyimpan atau menggunakan pornografi di handphone selularnya. Tapi langkah ini tentu tidak berhenti pada langkah preventif ini. Karena kita melihat, pihak kepolisian pun perlu mengintensifkan langkah-langkah represif yang serius terutama melakukan penindakan hukum terhadap para pihak terutama pelaku-pelaku pengguna internet yang memposting video atau gambar-gambar porno ini ke dunia maya. Memang diakui kejahatan pornografi di dunia maya memerlukan penanganan yang serius dan spesifik karena kejahatan di dunia maya memang masuk pada high crime dan kejahatan yang terorganisasi secara apik dan profesional. Karena itu, maraknya video porno belakangan ini harus menjadi momentum serius bagi aparat penegak hukum dalam melakukan langkahlangkah pemberantasan maraknya pornografi. ***

Tulalit
+ Perhelatan akbar sepakbola dunia dibuka, Jumat (11/ 6) di Afrika Selatan - Indonesia mah cukup nonton saja

+ Moratorium kawasan Citatah Bandung Barat dilakukan untuk melindungi aset keilmuan dan lingkungan - Alasan ekonomi, apapun bisa dilakukan

Refleksi Hari Jadi Kabupaten Ciamis ke-368

Wujudkan Pengembangan Agrobisnis dan Pariwisata
CIAMIS, Medikom– Tanpa terasa pada hari ini tepatnya 12 Juni 2010, Kabupaten Ciamis telah berusia 368 tahun. Sejarah panjang pun telah ditorehkan oleh Kabupaten Ciamis dalam perjalanannya dari mulai berbentuk kerajaan Galuh silam hingga menjadi sebuah Kabupaten Ciamis sekarang ini. Perjalanan panjang ini membuktikan bahwa Kabupaten Ciamis mampu bereksistensi dan tak lapuk di makan zaman dan mempunyai daya saing dalam era globalisasi ini.
Kabupaten Pangandaran ini, Kabupaten Ciamis dituntut untuk bekerja lebih keras lagi mengembangkan potensi wisata lainnya seperti Kampung Kuta, Situ Lengkong, Karang Kamulyan, Situs Gunung Susuru, Astana Gede Kawali, dan tempat wisata lainnya yang belum terjamah. Dalam usianya yang ke-368 tahun Kabupaten Ciamis, diharapkan akan lebih mampu mengatasi berbagai macam persoalan yang dihadapinya, sehingga Visi Pembangunan Daerah Kabupaten Ciamis Tahun 2009 2014 Kabupaten Ciamis, yaitu “Dengan Iman Dan Taqwa Ciamis Mantap Sejahtera Tahun 2014”, bisa terwujud. Visi Kabupaten Ciamis tahun 2009-2014 yang memberikan skala prioritas terhadap pembangunan ekonomi yang berbasis agribisnis dan pariwisata, harus tetap dilanjutkan melalui penguatan dan pemantapan sektor tersebut, sehingga menjadi motor penggerak perekonomian daerah dan masyarakat. Visi ini semoga bukan hanya sebatas wacana saja, harus ada tindakan nyata untuk merealisasikannya. Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Ciamis harus menciptakan Good Goverment and Good Governance membangun pemerintah dan tata pemerintahan yang baik. Selain itu, yang perlu dikedepankan oleh Pemerintah Kabupaten Ciamis adalah bagaimana Pemerintah Kabupaten Ciamis mampu membangun kelembagaan daerah yang kondusif, sehingga dapat mendesain standar pelayanan publik yang mudah, murah, dan cepat. Pelayanan publik yang diberikan oleh pemerintah daerah akan memengaruhi minat para investor dalam menanamkan modalnya di suatu daerah. Excelent Service harus menjadi acuan dalam mendesain struktur organisasi di pemerintah daerah. Akan tetapi bukanlah hal yang mudah untuk membangun Bumi Tatar Galuh Parahiyangan ini. Dibutuhkan kerja sama antara berbagai pihak baik pemerintah, swasta, maupun masyarakat itu sendiri. Semangat kebersamaan dengan optimisme yang tinggi merupakan solusi untuk menjawab segala permasalahan dan tantangan yang dihadapi oleh Kabupaten Ciamis. Kado terindah telah diterima oleh Kabupaten Ciamis menjelang hari jadinya yang ke-368 dengan mendapatkan Piala Adipura sebagai kota terbersih untuk kategori kota kecil tiga kali secara berturut-turut dan mendapatkan Anugerah Kalpataru sebagai wujud partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan, keindahan dan ketertiban tata kota. Akhirnya, semoga di Hari Jadi Kabupaten Ciamis yang ke-368 ini bisa dijiwai oleh seluruh masyarakat Tatar Galuh dan bisa dijadikan refleksi untuk menghantar Kabupaten Ciamis ke depan yang lebih baik lagi. Wilujeng Milangkala ka-368 Bumi Tatar Galuh Parahiyangan, Mugya Mangsa Datang Ciamis Nanjung Tur Gumilang…! SELAMAT BERJUANG CIAMIS. (Mus/Herz)

Hari Jadi Ciamis ke-368 tahun ini, merupakan hari jadi ketujuh di masa kepemimpinan H Engkon Komara yang menjabat untuk kali kedua sebagai Bupati Ciamis. Tentunya dengan kepemimpinan Bupati Ciamis yang sudah berpengalaman dan mengerti dengan keadaan Ciamis diharapkan dengan konsep kepemimpinan partisipatifnya yang selalu berusaha menyerap aspirasi seluruh komponen masyarakat dalam pembangunan Bumi Tatar Galuh mampu menjawab berbagai macam kendala yang dihadapi oleh Kabupaten Ciamis. Fokus H Engkon Komara yang menitikberatkan pada pengembangan agrobisnis dan pariwisata Ciamis agar menjadi yang termaju di wilayah priangan perlu mendapat dukungan dari masyarakat Ciamis. Pasalnya, agrobisnis dan pariwisata merupakan potensi terbesar yang dimiliki oleh Kabupaten Ciamis. Sebagai penggerak utama roda perekonomian, sektor agrobisnis didominasi tanaman pangan dan hortikultura. Komoditas unggulannya adalah padi, jagung, kedelai, cabai, dan pisang dengan sentra di Kecamatan Sukamantri, Tambaksari, dan Sukadana. Produksi kedelai tiap tahun sekitar 4.000 ton dengan sentra di Kecamatan Padaherang, Banjarsari, dan Mangunjaya. Pada hortikultura, pisang dan cabai merupakan komoditas unggulan. Produksi pisang di Ciamis mencapai 2.304.910 ton, sedangkan cabai 28.200 ton. Kualitas cabai merah daerah ini lebih baik dibandingkan dengan daerah lain. Peternakan unggas juga menjadi unggulan. Setiap tahun Ciamis menghasilkan hampir 54.000 ton atau memasok 24 persen terhadap produksi daging ayam broiler di Jawa Barat dengan pusat di Kecamatan Rajadesa, Panumbangan, dan Langkaplancar. Sedangkan dari potensi wisata, Kabupaten Ciamis dihadapkan dengan direncanakannya Pangandaran yang akan memisahkan diri. Seperti yang kita ketahui, Pangandaran merupakan penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) terbesar bagi Ciamis. Dengan adanya proses pemekaran

Edisi 373 Tahun VII 14 s.d. 20 Juni 2010

7

Sudut
Koperasi Jauh Lebih Aman Ketimbang Lembaga Keuangan Lainnya
CIAMIS, Medikom–Kopersai jika dikelola dengan baik maka perkembangan serta keberadaannya akan jauh lebih aman, ketimbang lembaga-lembaga keuangan lainnya. Hal ini dikatakan Drs H Tatang SAg MPd selaku Kabid Pendidikan Dasar Kabupaten Ciamis yang juga sebagai Ketua Koperasi KPRI Purwadadi dan Konsultan Koperasi “Tarekah” wilayah Ciamis, pada pertemuan antarpengurus koperasi mimitran pendidikan, yang digelar di SDN 2 Baregbeg, Dusun Kedungsari, Desa Baregbeg, Kecamatan Lakbok, Kabupaten Ciamis, Minggu (6 /6). Tatang menambahkan, asas dalam berkoperasi itu adalah kekeluargaan, sedangkan koperasi juga tertuang dalam UUD 1945 dan ini peluang, kalau koperasi dimenej dengan baik jelas akan kuat keberadaannya. Tatang yang juga selaku pembicara pada pertemuan ini mengajak perubahan pola pikir dalam koperasi, jangan melihat koperasi sebagai objek namun harus subjek pemikiran para anggotanya. Menurutnya, jika di Ciamis ada sebanyak kurang lebih 800 lembaga koperasi, artinya jika dilihat dari kapasitas tentu Ciamis memiliki kapasitas koperasi yang besar, namun apabila dilihat dari kualitas dirinya masih kecil. Maka dalam hal ini, mari kita sama-sama merencanakan dan mencoba mengemas perekonomian koperasi yang lebih berkualitas di semua lini,” ujarnya. Turut hadir dalam pertemuan tersebut, selain pengurus dan anggota koperasi guru juga hadir peserta dari Dinas Koperasi Kabupaten Ciamis dan Bank Jabar. Menurut Tatang sengaja semua diundang untuk membahas konteks yang lebih luas, bukan hanya antaranggota koperasi selatan saja, melainkan dari wilayah utara dan tengah pun turut hadir dalam wacana pembahasan “Pengembangan Pemberdayaan Ekonomi Koperasi”. Acara yang berlangsung kurang lebih empat jam lebih itu, alhasil menyepakati sebuah komitmen bersama untuk menuju pemberdayaan koperasi di Ciamis ke arah yang lebih baik. Tatang menjelaskan, Ciamis berlabelkan sebagai Kota Koperasi, maka pembenahan koperasi merupakan tanggung jawab kita semua. Persoalan-persoalan yang ada di koperasi harus diselesaikan dengan konsep yang matang dan jelas. “Maka dengan ini, dalam pertemuan yang sangat baik ini, kita akan menawarkan konsep kerja sama dengan pihak Bank,” ujarnya. Lebih lanjut Tatang mengatakan, dalam UUD’45 pasal 33 disebutkan bahwa perekonomian nasional dan kesejahteraan sosial disusun dalam koperasi sebagai usaha bersama dan berdasarkan asas kekeluargaan. Bapak Koperasi Indonesia Bung Hatta menyatakan koperasi merupakan bentuk usaha bersama. Maka koperasi perlu pembenahan secara signifikan Salah satu fungsi pengurus koperasi yakni harus aktif menyikapi semua masalah. Salah satu solusi dalam pengembangan koperasi yakni bermitra dengan pihak bank. Mengingat yang menjadi kendala saat ini adalah modal yang harus disediakan oleh koperasi. Dalam penjabaran tentang konsep pemberdayaan koperasi ini, para pengurus koperasi yang hadir sebagai peserta diberikan pemahaman tentang persoalan dan sekaligus penanganannya, sehingga ke depan koperasi dapat lebih baik. Namun semua ini tidak akan berhasil tanpa dukungan dari semua pihak. “Rencana yang matang tanpa ada dukungan dari semua pihak, mustahil akan berhasil. Semoga konsep pengembangan koperasi di Ciamis, khususnya Koperasi Mimitraan Guru bisa lebih maju,” ujar Tatang. (Herz)

Peredaran Video Mesum Artis Bikin Orang Tua Kalangkabut
Heboh pemberitaan tentang beredarnya video porno mirip artis lokal Ariel-Luna Maya, dan Ariel-Cut Tari beberapa hari belakangan ini sangat meresahkan masyarakat. Beberapa kalangan menilai pemberitaan dari berbagai media tersebut malah akan memancing keinginan untuk mencari dan menyaksikan video mesum tersebut secara langsung. Hal ini yang membuat para ibu rumah tangga menjadi kalangkabut ketakutan, terutama yang memiliki anak remaja. Bagaimana tidak, peredaran vidio mesum tersebut semakin meluas di masyarakat. Video mesum yang awalnya menyebar lewat situs jejaring sosial dapat dengan mudah diunduh dan menyebarkannya melalui ponsel. Parahnya lagi, video mesum tersebut sudah menyebar hingga di kalangan pelajar. Tak pelak pihak sekolah pun dibuat gerah. Beberapa sekolah telah melakukan razia untuk meninjau penyebaran video mesum yang mirip kalangan artis yang saat ini banyak diidolakan oleh para remaja di tanah air. Para siswa akan dikenakan sanksi atau dilaporkan kepada orang tuanya apabila pada razia yang dilakukan oleh para guru tersebut ditemukan video mesum mirip artis atau film seronok lainnya di handphone mereka. Para ibu pun di rumah mulai ikut-ikutan memeriksa hp putra-putri mereka satu persatu. Hal itu dilakukan hanya untuk sekadar meyakinkan bahwa vidio mesum tersebut tidak tersimpan di hp anak mereka. Kita patut prihatin dengan meluasnya peredaran video mesum mirip artis Ariel-Luna Maya, dan Ariel-Cut Tari tersebut. Kasus ini telah mencoreng dunia hiburan di tanah air sekaligus mengindikasikan adanya praktik seks bebas di kalangan artis papan atas. Lebih jauh lagi kasus ini membuat kita semakin terperangah menyaksikan dekadensi moral yang dipertontonkan para artis idola para remaja. Dampaknya yang paling nyata, adegan pada video mesum tersebut menjadi pembicaraan di kalangan remaja bahkan anak-anak sekolah dasar. Hal ini yang sangat ditakutkan oleh kalangan orang tua, karena biasanya anak remaja selalu mengikuti perkembangan perilaku dari artis idola mereka, bahkan cenderung mencontohnya. Kalau sudah seperti ini kearifan orang tua sangat dibutuhkan. Karena tidak mungkin juga si anak dipaksa untuk menjauhi dan mengharamkan prangkat teknologi komunikasi tersebut. Untuk itu para orang tua sangat berharap agar pihak-pihak yang berkompeten memberikan solusi bagaimana menanggulangi maraknya peredaran video mesum tersebut sekaligus menyaring pemberitaan-pemberitaan di media massa yang dikhawatirkan malah dapat memancing rasa penasaran anak-anak remaja. Pihak sekolah pun diharapkan terus melakukan razia untuk mencegah semakin meluasnya peredaran video mesum yang dapat merusak moral anak bangsa itu. Terkait pemberitaan Menanggapi kekhawatiran para orang tua tersebut, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) melalui Ketuanya Hadi Supeno turut memberikan tanggapan. Dikatakannya, KPAI turut prihatin atas merebaknya pemberitaan menyangkut peredaran video porno dengan pelaku mirip kalangan pesohor karena merusak mental generasi muda. Ia mengatakan hal tersebut akan mengganggu perkembagan mental generasi bangsa, khususnya anakanak usia remaja. “Apalagi mereka masih dalam tahap pencarian orientasi nilai,” katanya. Ia pun meminta kepada media massa agar bersikap lebih bijaksana dalam menanyangkan pemberitaan tersebut. “Agar tidak menjadi penyebaran pornografi itu sendiri,” katanya. Pemberitaan media, lanjutnya, memang memiliki fungsi sebagai kontrol sosial. Namun, jangan sampai diekspos secara berlebihan. “Media harus mempertimbangkan aspek best interest for the child,” katanya. Selain itu, ia juga mengimbau artis dan selebritas lainnya agar lebih berhati-hati dalam bertindak dan berperilaku. Sebab, mereka adalah idola dan sering tindak tanduknya diikuti para pengagumnya. Tak terkecuali anak-anak muda. Terkait dengan hebohnya pemberitaan video mesum itu, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) juga memberikan tanggapanya. AJI melalui pernyataan sikap tertulis Ketua Umumnya, Nezar Patria mengimbau media untuk menghindari penayangan foto, cuplikan adegan dari video seks yang berpotensi memancing rasa ingin tahu publik. “Media harus berperan menjaga agar berita bocornya video mirip artis Ariel-Luna, dan Ariel-Cut Tari itu diperlakukan secara proporsional,” katanya. Ia juga mengingatkan dalam bekerja, jurnalis media mestinya memberitakan kasus video porno itu dengan memperhatikan kode etik jurnalistik, patuh kepada UndangUndang Pers Nomor 40/1999 Pasal 5 ayat 1 yakni pers nasional berkewajiban memberitakan peristiwa dan opini dengan menghormati norma-norma agama dan rasa kesusilaan masyarakat. Selanjutnya pasal 4 Kode Etik Jurnalistik yang menyatakan wartawan Indonesia tidak memuat berita bohong, fitnah, sadis, dan cabul serta pasal 9 bahwa wartawan Indonesia menghormati hak narasumber tentang kehidupan pribadinya, kecuali untuk kepentingan publik. Kasus beredarnya video mesum ini juga memaksa Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring angkat bicara. Menurutnya pembuat video porno itu dapat dijerat dengan UU Pornografi atau pasal perzinahan dalam KUHP dan pemilik situs yang mengedarkan rekaman video itu dapat dikenakan pasal 22 ayat 1 UU No 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Sementara itu, Kapolri Bambang Hendarso Danuri menjelaskan, ketiga artis yang dipanggil oleh Bareskrim Mabes Polri untuk dimintai keterangan pada 15 Juni 2010 belum bisa ditentukan statusnya. “Ini sedang ditangani, statusnya dimintai keterangan dulu,” ujarnya. (ediens/Medikom)

Ponpes Darussalam Cabang Bungin Adakan Tasyakuran Hataman
BEKASI, Medikom–Pondok Pesantren Darussalam yang berlokasi di Kampung Teluk Garut RT 05/02, Desa Setia Jaya, Kecamatan Cabang Bungin, Kabupaten Bekasi belum lama ini telah melangsungkan acara tasyakuran untuk hataman kitab Matan Bina Wal Asas karangan Syekh Abdulloh Addanquri. Hadir pada acara tersebut, Pimpinan Ponpes Ustaz Nandang Wahyudin SPd, Ustazah Nuriyah, Ustazah Sofiyah, Ustazah Aeny Luthfiyani sebagai guru pengajar dan santrisantri di ponpes tersebut. Ustaz Nandang Wahyudin menjelaskan kepada Medikom di rumahnya bahwa kitab Matan Bina Wal Asas karangan Syekh Abdulloh Addanquri tersebut adalah kitab tentang ilmu sharaf. Dan menurutnya tasyakuran kali ini adalah yang keempat, di mana sebelumnya sudah dilaksanakan hataman kitab Jurumiyah, Kafrawi, dan Safinatunnaja, di samping tasyakuran hataman juga sekaligus untuk menyambut Hari Besar Islam yaitu Isro Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1431 H. Ponpes ini dengan jumlah santri 52 orang yang terdiri dari Iqro sebanyak 7 orang, Alquran dan Tajwid sejumlah 21 orang dan santri Kitab-kitab Salafiyah sejumlah 24 orang. Pondok Pesantren Darussalam yang berdiri sejak tahun 2001 ini, pendiriannya digagas oleh Ustaz Nandang Wahyudin, dengan latarbelang karena di Desa Setia Jaya belum ada Pondok Pesantren Salafiyah dan untuk menjawab tantangan zaman yang sangat beragam. Bukan itu saja, untuk mewujudkannya diperlukan juga dukungan dari keluarga, kerabat dan rekan-rekan yang sepaham dengan Visi Ponpes Darussalam. Visi Ponpes Darussalam Cabang Bungin adalah Mengenal ilmu Nahwu Sharaf dan memperdalam kitab-kitab Salafiyah menuju Iman dan Taqwa kepada Allah SWT. “Saya bersama keluarga, kerabat dan rekan-rekan bermusyawarah mendirikan Pondok Pesantren Darussalam, dan tempatnya di samping rumah,” terang Ustaz Nandang. Pondok Pesantren Darussalam selain mengadakan pengajian rutin juga mempelajari dan memperdalam ilmu Nahwu Sharaf, ilmu Alquran dan kitab-kitab Salafiyah. Ilmu Nahwu Sharaf yang dipelajari adalah kitab Jurumiyah, Imriti, Kafrawi, Najom Maksud, Kailani, dan Matan Bina Wal Asas. Ilmu Alquran yang dipelajari adalah Iqro, Tajwid, Makhorijul Huruf, dan Qiro’at. Kitabkitab Salafiyah yang dipelajari di antaranya Safinatunnaja, Tijan Darori, Khasifatussaja, dan Fhatul Qorib. Di akhir acara Pimpinan Pondok Pesantren Darussalam Cabang Bungin Nandang Wahyudin membacakan hasil nilai yang diraih oleh para santri dan masuk sepuluh besar adalah Sri Fauziah dengan nilai 346, Iqoh Khairunnisa dengan nilai 318, Hayatun Nisa dengan nilai 312, Raudoh dengan nilai 293, Irma Wati dengan nilai 289, Aris Munandar dengan nilai 288, Laturrohmaenah dengan nilai 288, Murdi dengan nilai 282, Faisal Husaen dengan nilai 263 dan yang kesepuluh Heni Herlina dengan nilai 252. Faisal Husaen salah satu santri sangat bangga bisa belajar di Ponpes Darussalam dan menjelaskan kepada Medikom setelah acara selesai bahwa di Ponpes ini dirinya tidak hanya mempelajari Alquran dan Kitab, tetapi juga membahas masalah-masalah yang terjadi sehari-hari di masyarakat dan lingkungan, sehingga dapat mengetahui akar permasalahannya serta sekaligus mengulang dan mengingat kembali pelajaranpelajaran yang telah diberikan oleh guru pengajar. (Anur)

Heboh Video Mesum Mirip Artis, Disdik Razia HP Siswa
GARUT, Medikom–Hampir di seluruh sekolah saat ini disibukkan dengan kegiatan baru, yakni melakukan razia terhadap para siswanya, terkait dengan maraknya peredaran video porno dengan pemeran mirip selebriti terkenal Ariel-Luna Maya, dan ArielCut Tari. Peredaran vidio porno ini sangat meresahkan kalangan masyarakat karena dianggap dapat berdampak negatif merusak moral generasi muda. Untuk meminimalisasi hal tersebut, Dinas Pendidikan Kabupaten Garut berencana melakukan razia handphone siswa. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Garut Drs Komar Mariuna MMPd menuturkan, saat ini pihaknya tengah berkoordinasi dengan pihak terkait untuk melakukan razia terhadap hp para siswa. Hal ini bertujuan mengantisipasi terjadinya penyalahgunaan alat komunikasi dan digunakan untuk menyimpan video mesum. Ditambahkan Komar, terlepas dari maraknya video mesum pasangan yang diduga artis, penertiban penyalahgunaan alat komunikasi oleh para siswa dengan menyimpan video mesum dan halhal lainnya ini memang dinilai perlu untuk meminimalisasi dampak negatif dari penyalahgunaan alat komunikasi tersebut. “Razia HP siswa itu sendiri, dipastikan akan melibatkan pihak sekolah dan kita berkoordinasi dengan Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Garut dan pihak terkait lainnya. Selain itu kita juga akan berupaya meminimalisir dampak dari penyalahgunaan alat komunikasi oleh siswa. Dengan cara seperti ini diharapkan bisa jadi shock therapy bagi para siswa,” tukasnya. Jika memang nantinya didapati siswa yang melakukan penyalahgunaan alat komunikasi, lanjutnya, maka pihaknya akan memberikan sanksi kepada siswa melalui pihak sekolah masing-masing. Tak hanya itu, sanksi juga bahkan akan diberikan pihak Disdik terhadp sekolah bersangkutn karena dianggap tidak mampu melakukan pengawasan terhadap siswanya. Diterangkannya, untuk meningkatkan kedisiplinan siswa, pihaknya bukan hanya akan melakukan razia hp, tapi juga menggelar razia dadakan di sejumlah tempat keramaian yang bisa digunakan siswa nongkrong saat bolos dari sekolah. Hal ini penting untuk meningkatkan kedisiplinan belajar siswa. “Kita juga akan menggelar razia dadakan di tempat keramaian yang biasa dipakai tempat nongkrong dan dikunjungi siswa pada saat jam pelajaran. Jika didapati siswa keluyuran saat jam pelajaran, maka selain siswa, pihak sekolah juga akan dikenai sanksi,” paparnya. Sementara itu Kepala Satuan Polisi Pamongpraja (Satpol-PP) Kabupaten Garut Drs H Burhanuddin Afif MSi membenarkan bahwa Dinas Pendidikan telah berkoordinasi dengan Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Garut untuk menggelar razia video mesum yang ditujukan bagi para pelajar. “Memang dengan munculnya video mesum mirip artis terkenal tersebut, perlu diantisipasi dan diminimalisir agar tidak menyebar di lingkungan sekolah, makanya kami siap bersama Dinas Pendidikan Kabupaten Garut untuk menggelar razia video mesum itu,” jelasnya. Meski demikian Afif belum dapat menyebutkan kapan razia video mesum itu akan dilangsungkan, karena menunggu keputusan dari Dinas Pendidikan Kabupaten Garut. (Kus)

Tidak Dibenarkan Ada Pungutan dan Tes di P2DB SD
BEKASI, Medikom-Pada Penerimaan Peserta Didik Baru (P2DB) di Kabupaten Bekasi tidak boleh ada pungutan apapun dan dalam seleksi bila jumlah siswa yang akan diterima di sekolah dasar negeri melebihi daya tampung dilarang melaksanakan tes akademis kepada siswa baru. Sedangkan untuk usia bagi siswa baru di SD harus sudah berumur 7 tahun. Daya tampung untuk sekolah harus disesuaikan dengan jumlah kelas, jangan menerima siswa melebihi kapasitas dan harus disesuaikan dengan ruang kelas yang ada. Demikian ditegaskan oleh Sanusi, Kabid TK dan SD Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi kepada Medikom di ruang kerjanya belum lama ini. Sanusi menambahkan, jika ada sekolah yang melakukan pelanggaran akan mendapat sanksi tegas. “Kepala sekolah akan mendapat sanksi tegas jika menerima siswa melebihi kapasitas atau melakukan tes sleksi akademis, apalagi melakukan pungutan terhadap orang tua siswa pada P2DB,” ujarnya. Namun menurutnya pula, untuk sekolah yang menyandang RSBI (Rintisan Sekolah Berstandar Internasional) mereka boleh menentukannya sesuai kebutuhan di sekolahnya. Hanya ada 4 sekolah di Kabupaten Bekasi yang sudah masuk RSBI di antaranya 2 untuk SD yang berada di Tambun Selatan, satu SMPN 1 Cikarang Utara dan satu SMAN 1 Cikarang Utara. “Karena sekolah RSBI membutuhkan alat pembelajaran yang lebih baik sehingga dapat mendukung siswa dalam pembelajarannya ke depan dan orang tua siswanya pun harus dapat mendukung sepenuhnya bila anaknya sudah diterima di sekolah tersebut,” ujarnya lagi. Sedangkan untuk Sekolah Bestandar Internasional (SBI) diperuntukan bagi siswa yang tingkat kecerdasan yang rata-rata nilainya di atas 7,5. Diharapkan sekolah ini di Kabupaten Bekasi menjadi pioner dalam meningkatkan SDM (Sumbe Daya Manusia). “Salah satu kewajiban siswanya harus memiliki laptop masing-masing, karena akan dapat mempermudah siswa itu sendiri dalam belajar,” pungkas Sanusi. (Ign/Stef)

Bupati Resmikan Dua Unit Sekolah Baru di Karawang
KARAWANG, Medikom–Salah satu upaya meningkatkan daya tampung di jenjang sekolah menengah pertama (SMP), Bupati Karawang Drs H Dadang S Muchtar bersama Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat Moh Wahyudin Zarkasy serta perwakilan dari Kementerian Pendidikan Nasional, Dr Kamin meresmikan dua unit sekolah baru (USB), yaitu SMP Negeri 4 Kotabaru dan SMP Negeri 2 Pedes, Rabu pekan lalu.
Dalam peresmian yang digelar di SMPN 4 Kotabaru tersebut, Bupati Dadang S Muchtar juga meresmikan penggunan ruang kelas baru (RKB) di tiga sekolah lainnya, yaitu SMP Negeri 1 Purwasari, SMP Negeri 2 Majalaya, dan SMP Negeri 2 Telukjambe Timur. Dengan diresmikannya SMP tersebut, maka sejak tahun 2006 hingga saat ini, Pemerintah Kabupaten Karawang telah membangun 12 unit sekolah baru. Bupati Dadang S Muchtar dalam kesempatan tersebut mengatakan, pendidikan menjadi salah satu prioritas pembangunan di Kabupaten Karawang, selain kesehatan dan ekonomi kerakyatan yang ditunjang oleh daya tampung yang memadai. Kebijakan ini juga mutlak harus menjadi prioritas secara nasional dalam rangka meningkatkan sumber daya manusia. Lebih lanjut Bupati mengatakan, jumlah lulusan SD di kabupaten/kota yang berpenduduk 2 juta jiwa tidak kurang dari 32.000 lulusan, sedangkan daya tampung yang ada paling banyak hanya bisa menampung sekitar 25.000 saja. Dengan demikian setidaknya masih terdapat 11.000 lulusan SD yang belum tertampung di SMP. Hal ini pun berlaku untuk tingkat SLTA, dari setiap tahun jumlah lulusan tersebut terus bertambah. “Oleh karena itu, infrastruktur

Australia Berikan Dana Hibah Perbaikan Sekolah Rusak Akibat Gempa
GARUT, Medikom–Akibat guncangan gempa yang melanda kawasan Garut 2 September 2009 lalu, telah menimbulkan terjadinya kerusakan berbagai sarana dan prasarana yang ada, baik rumah warga maupun fasilitas umum lainnya, termasuk sekolah. Untuk bisa mengembalikan kondisi fasilitas sekolah yang rusak akibat gempa tersebut, tentu bukan hal yang mudah bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut. Bahkan untuk mengembalikannya, Pemkab Garut membutuhkan waktu bertahun-tahun.Beruntung, untuk melakukan perbaikan terhadap sekolah yang mengalami kerusakan berat akibat gempa beberapa waktu lalu, Pemkab Garut mendapatkan bantuan dari Pemerintah Negara Australia berupa dana hibah senilai Rp6 miliar. Kepala Seksi Sarana dan Prasarana Sekolah Dasar pada Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, Mahdar, membenarkan Kabupaten Garut mendapatkan bantuan dana hibah dari Australia sebesar Rp6 miliar. Dana tersebut khusus untuk membangun kembali sekolah yang mengalami kerusakan berat akibat gempa 2 September 2009 lalu. Dikatakannya, dana tersebut diberikan kepada lima sekolah yang berada di wilayah Garut selatan, yaitu SDN Cinagara 2 Kecamatan Cisompet, SDN Cigadog 6 Kecamatan Cikelet, SDN Mandalakasih 2-3 Kecamatan Pameungpeuk, dan SDN Sancang 3, Kecamatan Cibalong. Tiap sekolah akan mendapatkan dana sebesar Rp1,2 miliar.”Dana itu rencananya akan digunakan untuk membangun enam ruang belajar, ruang guru, kepala sekolah, perpustakaan dan WC. Pengerjaannya diharapkan selesai selama enam bulan sampai Desember mendatang,” ujar Mahdar. Adapun teknis pelaksanaannya, tambah Mahdar, sepenuhnya diserahkan ke pihak komite sekolah dengan cara swakelola. Pihak sekolah dilarang memberikan pengerjaan itu kepada pihak ketiga atau pemborong. Tujuannya, untuk pemberdayaan ekonomi di masyarakat sekitar. “Teknisnya sendiri tidak jauh berbeda dengan program rehab yang dibiayai dana alokasi khusus (DAK-Red),” imbuhnya. Mahdar berharap, dengan adanya dana hibah dari Australia ini, dapat mengurangi beban pemerintah untuk meperbaiki sekolah yang mengalami kerusakan akibat gempa kemarin. Jumlah sekolah yang rusak berat akibat gempa di Kabupaten Garut sendiri, lanjutnya, tercatat ada 804 ruang kelas yang tersebar di 18 kecamatan. Pada tahun 2010 ini, menurut Mahdar, pemerintah pusat baru mampu memperbaiki 20 ruang kelas yang berada di 10 sekolah dasar. (ag)

pendidikan sangat penting dalam pencapaian Wajar Dikdas 9 Tahun,” imbuhnya. Di Kabupaten Karawang, lanjut Bupati, permasalahan daya tampung tersebut diselesaikan secara integral dan komprehensif. Hal ini dilakukan dengan menggunakan tujuh langkah, yaitu membangun ruang kelas baru, membangun unit sekolah baru, double shift, mengadakan kelas jauh, SMP Terbuka, dan SMP Satu Atap, serta mengadakan kegiatan paket B dan C. Bupati menambahkan, Kabupaten Karawang dapat menyusun langkah-langkah tersebut karena pihak Pemerintah Kabupaten

Karawang dan Dinas Pendidikan memiliki data-data yang valid dan aktual. Untuk itu, Bupati berharap Kementerian Pendidikan Nasional dapat memiliki data-data yang akurat sehingga dapat menyusun kebijakan yang tepat dan disetujui oleh DPR. Kepala Dinas Provinsi Jawa Barat, Moh Wahyudin Zarkasyi mengatakan, pada tahun 2025 mendatang sekolah-sekolah kita akan setaraf dengan negara-negara maju. Saat ini telah ada sekolah standar, yang kemudian akan menjadi rintisan sekolah berstandar nasional (RSSN). Setelah menjadi sekolah standar

nasional (SSN) maka berkembang lagi menjadi Rintisan sekolah berstandar internasional (RSBI) dan sekolah berstandar internasional (SBI). Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Karawang, Eka Sanatha menjelaskan, mulai tahun 2006 hingga saat ini, di Kabupaten Karawang telah dibangun 12 unit sekolah, termasuk 2 di antaranya adalah yang baru diresmikan. “Dan untuk tahun ini, sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) akan dibangun 4 USB lagi,” imbuhnya. (Andy Nugroho)

Edisi 373 Tahun VII 14 s.d. 20 Juni 2010

Lintas
Rusmani Manurung Bantu Rehap Masjid
LUBUKPAKAM, Medikom–Dalam rangka menyahuti aspirasi masyarakat yang religius, anggota DPRD Deliserdang Ir Rusmani br Manurung menyerahkan bantuan uang tunai untuk rehabilitasi kubah Masjid Sirajulhuda yang berlokasi di Desa Sidodadi Kecamatan Pagar Merbau Deli Serdang, Senin (7/6). Penyerahan bantuan dilaksanakan secara sederhana di teras masjid, diterima langsung oleh Samingan selaku Ketua Nazir dan disaksikan oleh para tokoh masyarakat serta Kepala Desa Sidodadi M Gazali. Samingan menjelaskan, Masjid Sirajulhuda yang dibangun pada tahun 1982, kondisi lantainya sudah keramik, sedang kubahnya masih bawaan lama sehingga sangat perlu direnovasi agar tampak seimbang dan lebih cantik. Pihaknya dan seluruh umat masjid mengucapkan terima kasih atas perhatian dari anggota DPRD DS dapil IV tersebut. Rusmani mengatakan, kegiatan tersebut hanya spontanitas tanpa direncanakan. Dijelaskannya, sebelumnya sahabatnya, Diduk, yang juga teman seperjuangan saat masa kampanye, menginformasikan bahwa mereka sangat membutuhkan dana untuk merehab kubah tersebut. Tanpa pikir panjang, Rusmani menyetujuinya dan selanjutnya mengatur jadwal penyerahannya. Rusmani juga mengutarakan, akan tetap membantu warga semampunya, karena keberadaannya di legislatif merupakan amanah dari masyarakat. (David Sagaala)

8

Kader Partai Golkar Tolak Rencana Pemberian Dana Rp1 M untuk Desa
GARUT, Medikom–Usulan DPR Pusat agar Pemerintah Pusat memberikan anggaran sebesar Rp1 miliar kepada setiap desa yang ada, mendapat penolakan keras dari sejumlah kader Partai Golkar di Garut. Mereka memandang usulan tersebut sangat berlebihan dan lebih mengedepankan syahwat politik.Salah seorang kader Partai Golkar di Garut yang juga mantan anggota DPRD, Haryono menyebutkan, pengalokasian dana ini bertentangan dengan sejumlah aturan. Aturan yang dilanggar di antaranya Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah, UU Nomor 17 Tahun 2005 tentang Keuangan Negara, UU Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah dan Peraturan Pemerintah Nomor 72 Tahun 2005 tentang Desa.”Selain itu, jika dana ini sampai digulirkan, akan berpotensi menimbulkan korupsi. Alasannya, akan terjadi dobel anggaran karena pemberian dana untuk desa telah dialokasikan dari pemerintah daerah. Anggaran itu bersumber dari bagian dana perimbangan keuangan pusat dan daerah yang diterima oleh kabupaten/kota,” ujarnya. Dikatan, pemberian dana ini pun akan menimbulkan persaingan tidak sehat di internal partai. Karena setiap anggota DPR akan berlombalomba turun ke desa demi mempertahankan suranya untuk pemilu mendatang dengan menggunakan uang rakyat. Sisi negatif lainnya, para nggota DPR akan disibukkan dengan aspirasi masyarakat dan kecenderungan melupakan tugasnya sebagai lembaga legislasi. Haryono berharap, sebelum program dana desa ini digulirkan, sebaiknya para wakil rakyat berkoordinasi terlebih dahulu dengan Badan Perencanaan Pembagunanan Nasional. Hal ini bertujuan agar dana yang dikeluarkan pemerintah tidak salah sasaran sehingga pemberian dana ini juga memiliki standar perhitungan yang jelas dengan mengacu pada variabel individu desa. “Karenanya dalam waktu dekat ini, kami bersama perwakilan mahasiswa dari Kabupaten Garut, berencana untuk mendatangi gedung rakyat di Jakarta. Hal ini bertujuan untuk mengingatkan para anggota dewan agar dalam mengambil kebijakan tidak mengedepankan kekuasaan dan berujung di meja hijau,” tandasnya. Kepala Divisi Investigasi dan Monitorong Garut Governance Watch (GGW), Apit Masduki, memandang, potensi korupsi dari usulan dana desa ini cukup tinggi. Pola korupsinya tidak akan jauh beda dengan kasus korupsi dana jaring aspirasi masyarakat Kabupaten Garut tahun 2007 senilai Rp15 miliar yang melibatkan sejumlah anggota dewan. “Kasusnya tak akan jauh dengan apa yang terjadi di Garut selama ini. Modus yang mereka (anggota dewan-Red) gunakan dengan meminta imbalan atau gratifikasi dan pengajuan kegiatan fiktif. Polanya akan sama, karena pengawas anggaran akan menjadi pemain,” tuturnya. Apit meminta aparat penegak hukum untuk mengawasi penyaluran dana ini bila DPR bersikukuh untuk menggulirkannya ke masyarakat. Selain itu, diharapkan juga masyarakat proaktif dalam mengawasi dana ini. (nik)

Bupati Ciamis H Engkon Komara:

Pembangunan Ciamis dengan Pola Kebersamaan
CIAMIS, Medikom–Eksistensi kemajuan pembangunan Ciamis yang terlahir sejak 12 Juni 1642, hingga kini 12 Juni 2010 bisa dibilang pesat. Usia Kabupaten Ciamis yang saat ini mencapai 368 tahun, patut untuk dibanggakan. Demikian disampaikan Bupati Ciamis H Engkon Komara, saat Upacara Pokok Peringatan Hari Jadi Kabupaten Ciamis Ke-368, Jumat di Taman Raflesia tepatnya sebelah timur alun-alun Ciamis, Jumat (11/6). Upacara inti yang digelar dengan akbar ini, dihadiri ribuan peserta dari unsur pemerintah, kemitraan dan lapisan masyarakat yang menyatukan momentum sangat bersejarah dalam hari jadi kabupaten. Bupati mengatakan, Pemerintah Kabupaten Ciamis dalam pola pembangunannya selalu menekankan kebersamaan dan dijalin dengan komunikasi yang baik. “Ini merupakan kebanggan tersendiri,” ujarnya. Rasa kebersamaan ditonjolkan oleh berbagai pihak, baik unsur pemerintah, politisi, muspikab, serta terpenting oleh lapisan masyarakat. “Hal inilah yang harus tetap dijaga dan ditingkatkan untuk ke depan,” terang Engkon. Patut disadari, jelas Engkon keberhasilan pembangunan berkat perjuangan semua lapisan yang turut mendukung serta melaksankan pembangunan ke arah yang lebih baik. “Tuhan tidak akan mengubah nasib suatu kaum, apabila kaum tersebut tidak berupaya untuk mengubah dengan sendirinya. Apa yang manusia dapatkan tergantung pada upaya maupun ikhtiar kita masingmasing,” pepatahnya. Engkon mengakui, dalam melaluinya dihadapkan pada suka, duka cita dan penuh rintangan dan kesedihan. Namun tetaplah fenomena ini harus disikapi dan diterima dengan rasa kesabaran dan tawakal. Ia berharap, perayaan hari jadi ini haruslah menjadi catatan serta pacuan semangat dalam mengarah ke yang lebih baik. Jangan hanya dijadikan acara seremonial, tetapi memberi makna yang lebih bermanfaat bagi pemerintah terutama bagi masyarakat. Engkon mengajak semua lapisan masyarakat dan pihak terkait untuk menciptakan semangat mewujudkan pelayanan publik yang prima dan memudahkan investor serta berusaha meningkatkan daya saing dan meningkatkan kesejahteraan.

Operasi Yustisi Upaya Penegakan Perda dan Akurasi Data Penduduk
TASIKMALAYA, Medikom– Satpol PP Kota Tasikmalaya menggelar Operasi Yustisi KTP, Kamis (10/6). Menurut Kasat Pol PP Kota Tasikmalaya Haddi Riyadi SIP, Operasi Yustisi KTP kali ini merupakan operasi gabungan yang terdiri dari Satpol PP sebanyak 40 orang, dua orang dari Kejaksaan Negeri, dua orang dari pengadilan negeri dan satu orang hakim, serta dari Polresta Tasikmalaya dan PM Kodim 0612. Sebanyak 10 titik keramaian di antaranya Mayasari Plaza, Jalan Veteran, Jln Cihideung dan Jln HZ Perempatan menjadi sasaran operasi yang digelar selama dua jam mulai pukul 10.00 s.d. 12.00 WIB. Kepala Bagian Humas Setda Kota Tasikmalaya Drs Asep Maman Permana MSi menuturkan, operasi KTP sebagai bagian dari penegakan Perda No 3 Tahun 2009 tentang Administrasi Kependudukan. Penertiban penduduk yang sudah berhak memiliki identitas dan penertiban data kependudukan perlu dilakukan sehingga Pemerintah Kota Tasikmalaya memiliki data masyarakat yang mendekati keakuratan. Neni (50), warga Munjul Kidul Kecamatan Cisayong Kabupaten Tasikmalaya, yang sempat terjaring ketika dimintai keterangan menyampaikan bahwa operasi seperti ini bagus karena KTP merupakan identitas diri. Dia mengakui bahwa dirinya teledor dengan tidak membawa KTP saat bepergian “Ah, abdi rumaos taledor teu ngabantun KTP, padahal KTP identitas bilih aya nanaon pami angkat-angkatan,” katanya seraya menambahkan, operasi seperti ini bisa jadi pelajaran bagi masyarakat yang lain supaya memiliki identitas. Sumiyati, warga Indihiang Kota Tasikmalaya sempat menangis ketika terjaring operasi. Namun setelah diberi penjelasan oleh petugas, akhirnya bisa tenang dan mengatakan kaget sekali karena tidak tahu. “Sanaos dirazia oge angger we da kumaha kasadaran masing-masing perkawis gaduh KTP mah,” katanya sambil mengusap air matanya. Kedapatan juga empat orang mahasiswi Malasysia dari Universitas Malaya yang sedang studi banding di Kota Tasik. Namun mereka membawa data diri yang lengkap beserta paspor. Mereka rencananya berada di Kota Tasik selama 3 minggu dari 1 Juni sampai dengan 25 Juni. Selama 2 jam operasi digelar, terjaring 110 orang yang kedapatan tidak memiliki KTP dan 26 orang di antaranya warga luar Kota Tasikmalaya. Happy Siti Hapipah, Kasi Pelayanan Pendaftaran Penduduk mengatakan, berdasarkan data Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Tasikmalaya, dari 589.426 jumlah penduduk, sekitar 412.386 penduduk yang wajib memiliki KTP. “Di akhir tahun 2009, sekitar 15% warga Kota Tasikmalaya masih belum memiliki KTP,” tandasnya. Hakim, Dewa Ketut setelah melaksanakan sidang di tempat terkait dengan para pelanggar, menegaskan, kesadaran masyarakat masih sangat kurang sehingga dengan operasi seperti ini bisa memberikan efek jera. “Rata-rata yang terjaring adalah mereka yang KTP-nya ketinggalan, biar mereka jera dengan operasi ini. Apalagi di Kota Tasikmalaya pembuatan KTP gratis,” katanya. Pelaksanaan operasi ini disaksikan Kadis Kependudukan dan Pencatatan Sipil H Djuniar Havid, Kepala Satuan Pol PP Haddi Riyadi SIP, Kabag Humas Drs Asep MP MSi, serta unsur pemerintah kelurahan dan kecamatan setempat, Kejaksaan Negeri Kota Tasikmalaya, Pengadilan Negeri Kota Tasikmalaya, Polresta dan Kodim 0612 Kota Tasikmalaya. (A Cucu)

DPRD Soroti Pelantikan Pejabat Eselon II dan III
GARUT, Medikom–Untuk memenuhi desakan berbagai kalangan di Garut, termasuk pihak eksekutif terkait pelaksanaan agenda reformasi birokrasi, Bupati Garut Aceng HM Fikri SAg, Jumat (4/6) lalu, akhirnya melantik pejabat eselon II dan III di lingkungan Pemkab Garut. Namun karena dinilai asal-asalan, pelaksanaan pelantikan tersebut menuai kritikan dari berbagai kalangan, termasuk DPRD Garut. Oleh karena itu, awal minggu depan, DPRD akan memanggil Baperjakat untuk dimintai klarifikasinya terkait pelaksanaan rotasi mutasi kali ini. Ketua Komisi A DPRD Garut Nono Kusyana ketika ditemui seusai pelantikan mengatakan, pelaksanaan agenda reformasi birokrasi, khususnya rotasi mutasi pejabat di lingkungan Pemkab Garut yang dilaksanakan Jumat (4/6), belum bisa dikatakan mengakomodir harapan warga Garut, termasuk pihak eksekutif. Dirinya menilai pelaksanaan rotasi mutasi kali ini terkesan dipaksakan dan asal-asalan. “Menurut pandangan kami, pelaksanaan rotasi mutasi pejabat ini terkesan asal-asalan dan dipaksakan. Kami tidak melihat adanya perubahan yang signifikan dalam susunan pejabat, terutama eselon II. Perubahan yang terjadi saat ini hanya enol koma sekian persennya saja,” tuturnya. Selain itu, pihaknya juga melihat banyak kejanggalan dalam acara pelantikan kali ini, di antaranya tidak dilakukannya rotasi mutasi di lingkungan Dinas Pendidikan. Padahal, saat ini di Garut banyak sekali terdapat kekosongan kepala sekolah yang jumlahnya mencapai 120 orang. “Tadinya telah disepakati dalam acara pelantikan eselon II dan III kali ini juga akan dilakukan pengisian jabatan kepala sekolah yang kosong. Padahal ini sifatnya mendesak terkait akan berakhirnya tahun ajaran di mana akan dilakukan penandatanganan STTB siswa oleh kepala sekolah. Bayangkan, saat ini di Garut ada 120 sekolah yang tidak ada kepala sekolahnya,” tukasnya. Selain itu, Nono juga memandang Bupati, Wakil Bupati, Sekda serta unsur Baperjakat lainnya di Garut tidak konsisten. Disisi lain mereka telah mengeluarkan perbup baru yang menyatakan tidak boleh dilakukan perpanjangan jabatan terhadap pejabat yang telah memasuki mas pensiun, namun kenyataannya, hingga kini di lingkungan Pemkab Garut masih ada empat orang pejabat eselon II yang seharusnya sudah pensiun tapi tetap diperpanjang. “Tadinya kami juga mengira dalam rotasi mutasi kali ini sekaligus akan dilakukan pengisian jabatan eselon II yang saat ini masih dijabat oleh orang yang seharusnya telah pensiun. Namun ternyata hal itu sama sekali tidak dilakukan. Ini tentu menjadi sebuah pertanyaan besar bagi kita,” imbuhnya. Masih ungkap Nono, rencananya awal minggu depan pihaknya akan memanggil sekda serta unsur Baperjakat lainnya untuk dimintai klarifikasinya terkait hal ini. “Kita akan segera memanggil unur-unsur terkait, di antaranya sekda, Badan Kepegawaian serta unsur Baperjakat lainnya,” tegasnya. Bupati Garut Aceng HM Fikri SAg, menyebutkan, untuk pengisian kekosongan sejumlah kepala sekolah, dalam waktu dekat ini pihaknya kembali akan melaksanakan rotasi mutasi. Dia mengaku menyadari kalau pengisian kekosongan kepala sekolah merupakan kebutuhan yang mendesak terkit akan berakhirnya masa ajaran baru tahun ini. “Kita masih menunggu hasil penggodogan yang saat ini masih dilakukan pihak Baperjakat untuk pengisian kekosongan jabatan sejumlah kepala sekolah ini. Tunggu saja saatnya, pasti tidak lama lagi,” terangnya. Terkait masih “bercokolnya” sejumlah pejabat eselon II yang seharusnya sudah pensiun, bupati berkilah keempat pejabat tersebut saat ini belum jatuh tanggal yang telah ditetapkan untuk pensiun. “Saat ini kita juga memang sedang mempersiapkan pejabat untuk mengisi atau mengganti empat peajabat eselon II yng tahun ini akan pensiun,” kilahnya. (Kus/Yudi)

Semua itu, merupakan tuntutan dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan. “Kita semua dituntut untuk lebih meningkatkan pembangunan baik infrastruktur, kesempatan berusaha, investasi, peningkatan daya saing dan kesejahteraan masyarakat,” tuturnya seraya menambahkan, semua itu harus diatasi dengan kekuatan semangat dan optimisme guna mewujudkan Kabupaten Ciamis makin MANTAP: Maju, Aman, Nyaman, Tangguh, Amanah dan Produktif. (Herz/Ipan)

109 Pejabat Struktural dan Fungsional Kembali Dimutasi
INDRAMAYU, Medikom –BKD Kabupaten Indramayu, Jumat (4/4) kembali melakukan alih tugas/jabatan bagi 109 orang pejabat struktural dan fungsional di lingkungan Pemerintah Kabupaten Indramayu. Hal itu sebagai upaya penyegaran, peningkatan kinerja, dan pengembangan karier pegawai yang juga dilandasi oleh kebutuhan akan penempatan pejabat pada formasi jabatan yang belum terisi baik dikarenakan pensiun, meninggal maupun dasar pertimbangan lainnya Berdasarkan data yang diterima Bagian Humas dan Protokol dari Badan Kepegawaian Daerah, untuk eselon II sebanyak 7 orang, eselon III 25 orang, IV 68 orang dan kepala SDN sebanyak 9 orang. Untuk eselon II atau setingkat kepala dinas/badan, Drs Yayan Mulyantoro MM yang semula Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan kini menjadi Kepala Dinas Pemuda Olah Raga Kebudayaan dan Pariwisata, sementara posisi Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan ditempati Drs Sutrisno yang semula Staf Ahli Bidang Pembangunan. Posisi yang ditinggalkan Drs Sutrisno kini diisi oleh Drs H Muchamad MM. Sedangkan Kepala Badan Kesatuan Bangsa, Politik dan Perlindungan Masyarakat ditempati Drs H Munjaki MSi yang semula sebagai Sekretaris pada Badan Kepegawaian Daerah. Kemudian Ir Toto Kusmarwanto yang semula menjabat Sekretaris pada Dinas Pertanian kini promosi menjadi kepala dinas di tempat tersebut. Ir Tonni Sudjana yang semula Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan kini mengisi posisi Asisten Administrasi Setda Indramayu yang ditinggal pensiun pejabat sebelumnya, dan Ir Firman Muntako yang semula Kepala Bidang Operasi dan Pemeliharaan pada Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air, Pertambangan dan Energi Kabupaten Indramayu kini ditetapkan menjadi kepala dinas ditempat lamanya. Untuk eselon III banyak mengalami rotasi seperti halnya DR Akil MPd yang semula Kabid Ekstrakurikuler pada Dinas Pendidikan kini menjabat Kabid Pemerintahan Pengendalian dan Evaluasi pada Bappeda, Drs Ahmad Syadeli jabatan lamanya sebagai Sekretaris Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana kini berpindah menjadi Sekretaris Badan Kepegawaian Daerah. Dra Soelarti MSi dari jabatan lamanya sebagai Kabid Keluarga Sejahtera pada BPPKB kini menjabat sebagai Sekretaris pada Dinas Pertanian. Toety Hudayah SH kini menjabat sebagai Sekretaris pada Inspektorat meninggalkan jabatan lamanya sebagai Kabag Persidangan dan Perundang-undangan pada Sekretariat DPRD. Sementara itu rotasi juga terjadi pada camat. Camat Widasari Agus Sudrajat BA bertukar posisi dengan Camat Sliyeg Drs H Jajang Sudrajat. Bupati Indramayu DR H Irianto MS Syafiuddin dalam sambutannya mengatakan, reformasi birokrasi mempunyai target dan sasaran untuk mewujudkan terbentuknya birokrasi yang bersih, efisien, transparan, melayani, dan terdesentralisasi. Dengan demikian, dapat dipahami bahwa reformasi birokrasi merupakan perubahan signifikan elemen-elemen birokrasi, yaitu kelembagaan, sumber daya manusia aparatur, ketatalaksanaan, akuntabilitas aparatur, pengawasan, dan pelayanan publik, dengan sasaran mengubah pola pikir, budaya kerja, dan sistem manajemen pemerintahan. Bupati menambahkan, kegiatan mutasi pejabat ini merupakan bagian dari kehidupan organisasi dalam rangka pemantapan dan peningkatan kapasitas kelembagaan serta pembinaan karier pegawai. “Sebagai bagian dari upaya penyegaran dan peningkatan kinerja, mutasi ini hendaklah dimaknai terutama dari sudut kepentingan organisasi, bukan sekadar penempatan figur-figur pejabat pada jenjang jabatan dan kepentingan tertentu. Pengembangan karier pegawai tidak dilakukan sematamata untuk kepentingan pegawai yang bersangkutan, melainkan lebih diutamakan untuk melakukan pembenahan dan pemantapan organisasi dalam rangka meningkatkan kinerja penyelenggaraan tugas dan pelayanan publik,” katanya. Selain itu, parameter utama yang digunakan dalam menentukan jabatan bagi setiap pegawai, dilakukan melalui pertimbangan kapasitas, kompetensi, integritas, loyalitas, moralitas, pangkat, serta nilai pengabdian dan komitmen terhadap tugas dan tanggung jawab kepada negara. Dalam konteks ini, mutasi pejabat harus dimaknai sebagai suatu penugasan, dan secara lebih bijak merupakan suatu amanah. Setiap perpindahan tugas dan area kerja, akan memperkaya pengalaman setiap pegawai dalam mengadaptasi lingkungan strategis yang berubah sedemikian cepat menyesuaikan perubahan zaman dan dapat menjadi potensi pengkayaan dan pembinaan karier. Pembinaan karier harus selalu dilihat sebagai salah satu tujuan dari keseluruhan kebijakan pemantapan organisasi dalam rangka menciptakan pemerintahan yang baik melalui reformasi birokrasi. (H YF)

Menyoal Perilaku Adik Ketua DPRD Depok
DEPOK, Medikom-Perilaku adik Ketua DPRD Kota Depok Jawa Barat, Toto, yang mengunakan fasilitas negara, yakni mobil dinas DPRD Kota Depok jenis Kijang Innova Nopol B 1345 UQ, menuai pergunjingan di masyarakat Kota Depok. Wartawan berusaha menemui Ketua Badan Kehormatan DPRD Kota Depok, Selasa (8/6/) lalu, di gedung DPRD Depok, kompleks Kota Kembang, mendapat sambutan positif dari Ketua Badan Kehormatan DPRD Agung Witjaksono. Saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Agung Witjaksono mengakui bahwa mobil yang digunakan sang adik Ketua DPRD Depok itu adalah mobil dinas DPRD milik pemerintah Kota Depok dan akan segera ditertibkan terkait penyalahgunaan pemakaiannya. “Mobil itu adalah mobil dinas DPRD dan milik pemerintah. Terkait pemakaian yang disalahgunakan, akan kami tertibkan,” ujar Agung singkat. Toto, sang pengguna mobil dinas alias yang memanfaatkan fasilitas negara, di ruang parkir gedung DPRD Depok, pekan lalu, tidak mau berkomentar dan dengan sangat tergesa-gesa langsung pergi, saat ditanyakan perihal pemakaian kendaraan serta dirubahnya plat mobil merah menjadi hitam. Wartawan berusaha mengejar Toto yang saat itu mengunakan sepeda motor. Saat ditanya bagaimana tanggung jawab perihal pemakaian kendaaraan dan tanggapan berita itu, Toto dengan nada enteng menjawab “no comment”. “Saya sudah tahu dan telah membaca berita itu dari beberapa media. Soal itu saya no comment,” ujar Toto sambil menghidupkan sepeda motornya dan lari terbirit-birit melaju kencang. Perilaku Toto yang terkesan tidak mau menanggapi pemberitan yang memojokkan dirinya, karena disebut menggunakan kendaraan dinas milik negara serta diduga sering meminta-minta proyek di dinas-dinas, disayangkan oleh berbagai elemen masyarakat. Tindakan Toto dinilai tidak bertanggung jawab alias masa bodoh. Apalagi dirinya notabene adalah adik Ketua DPRD Depok, Rintisyanto. “Kalaulah benar apa yang dilakukan adik sang Ketua DPRD itu, berarti dirinya telah membuat tercoreng DPRD Depok. Apalagi sang kakak, Rintisyanto adalah Ketua DPRD dari Partai Demokrat yang notabene partai penguasa. Kami mendesak agar Badan Kehormatan DPR segera menindak tegas sampai tuntas, apalagi telah mencoreng nama baik institusi,” papar Kasno, warga Depok yang peduli, terkait perilaku buruk para pejabat. Tidak puas dengan jawaban Toto, wartawan berusaha konfirmasi ke Ketua DPRD Depok Rintisyanto. Namun, lagi-lagi sang Ketua DPRD tidak berada di ruangan. Pintunya tertutup rapat, begitu juga ruangan sekretaris dewan. Sebagaimana diberitakan media ini pada edisi lalu, Toto adalah adik kandung Ketua DPRD Depok Rintisyanto. Dalam menjalankan aktivitasnya, Toto selalu saja menggunakan kendaraan milik negara jenis Kijang Innova yang nomor polisinya telah dirubah menjadi plat hitam. Toto terlihat sering mondar-mandir dan meminta-minta proyek ke dinasdinas. Hal itu diutarakan banyak saksi, terutama dari kalangan pengusaha rekanan dan LSM di Depok. Sementara Bagian Aset Pemerintah Kota Depok, Satibi telah dengan tegas mengatakan bahwa kendaraan dinas yang digunakan Toto itu adalah milik Pemerintah Kota Depok. “Betul mobil itu adalah milik pemda. Seharusnya berplat merah. Kenapa, kok, bisa berubah menjadi plat hitam,” ujar Satibi. Ketua DPRD Kota Depok Rintisyanto didesak oleh masyarakat agar segera mengklarifikasi perihal kendaraan dinas yang digunakan adiknya. Hal itu agar persoalan tersebut tidak melebar dan menjadi polemik berkepanjangan yang malah meruncing tidak ada habisnya. (Lucy/FR Ambarita)

Ribuan Tikus Serang Hektaran Sawah
CIAMIS, Medikom–Warga Dusun Buniasih, Desa Kutawaringin, Kecamatan Purwadadi, Kabupaten Ciamis gelisah. Pasalnya, tanaman padi mereka yang baru berumur 40 hari, diserang ribuan ekor hama tikus. Tak pelak, lahan pesawahan yang berlokasi di Dusun Buniasih, Desa Kutawaringin, Kecamatan Purwadadi, Kabupaten Ciamis sekitar 67 hektare ini, lebih dari separuhnya menjadi arena perlombaan para tikus. Menurut Sariman, salah seorang petani yang tanaman padinya tak luput dari serangan para tikus tersebut, tikus-tikus ini sangat ganas melahap tanaman padi. “Kalau ini dibiarkan, bisa-bisa para petani di sini gagal panen dan petani akan megalami kerugian hingga puluhan juta rupiah. Harus bagaimana caranya untuk mengusir tikus tikus tersebut,” tutur Sariman. Dikatakan, tikus-tikus ini umumnya menyerang tanaman padi jenis IR, sementara untuk jenis mekongga dan ciherang tikus tersebut tidak begitu “ngagalaksak”. Tidak tahu kalau tanaman jenis IR sudah habis, mungkin saja yang lainnya juga akan dijadikan lahan santapan tikus itu. Para petani kini hanya mengandalkan cara mereka masing-masing dengan beraneka ragam cara. Yang penting tanaman padi mereka bisa terhindar dari ancaman para tikus. Ada yang dengan cara meracun, bahkan sampai cara ‘nyuguh,’ istilah para petani yang masih mempercayai mitos. Slamet Bahtiar, Ketua Gapoktan Desa Kutawaringin kepada Medikom mengatakan, selama ini dia telah melapor ke Dinas Pertanian Kecamatan Purwadadi. Kini, tinggal menunggu datangnya petugas pertanian yang akan turun ke lapangan untuk memeriksa sampai sejauh mana serangan para tikus tersebut. Tapi apakah para petani harus terus menunggu? Menurut salah seorang tokoh masyarakat Dusun Buniasih, semestinya ketua kelompok secepatnya mengambil sikap dan mengajak para petani bersama-sama mengadakan pemburuan massal. “Soalnya, kalau saja ini terlambat, akan berapa hektare padi yang rusak, dan berapa kerugian para petani kita,” tuturnya. Hal serupa juga dialami oleh petani Pasir Saluyu di Dusun Kertaharja, Desa Kertahayu, Kecamatan Pamarican. Sawah mereka yang luasnya sekitar 10 hektare, lebih dari 1 hektare hancur diserang tikus di masa tanam 60 harian. Ketua Kelompok Tani Pasir Saluyu Cece menerangkan, serangan tikus sudah berjalan satu bulan. Tikustikus tersebut sangat sulit dikendalikan. Walaupun sudah beberapa cara ia lakukan, dari peracunan hingga pengemposan, namun usaha tersbut sia-sia belaka. “Kami sudah bingung, hanya tinggal menunggu panen sisa tikus saja. Bahkan kami pernah merasa takut, di saat sedang berada di sawah sekitar jam 16.00, tikus-tikus itu sudah keluar. Saking banyaknya, saya langsung pulang, merinding bulu kuduk saya,” ujar Cece kepada Medikom. (Herman)

Masyarakat Garut Bentuk GERAM

Perkembangan Ajaran Ahmadiyah di Garut Mengkhawatirkan
GARUT, Medikom–Meski ajaran Ahmadiyah telah dinyatakan merupakan aliran sesat dan dilarang keberadaannya baik di tingkat internasional, nasional, maupun di berbagai daerah, namun ternyata saat ini perkembangannya di Kabupaten Garut semakin pesat saja dengan jumlah pengikutnya yang telah mencapai 1.800 orang. Hal ini tentu saja menimbulkan keprihatinan sejumlah elemen masyarakat Garut. Bukan hanya dari kalangan ormas Islam, ulama dan pesantren saja, namun juga sejumlah ormas kepemudaan serta LSM. Mereka pun sepakat untuk membersihkan segala hal yang berkaitan dengan Ahmadiyah dengan membentuk Gerakan Rakyat Anti Ahmadiyah (GERAM). Dewan Penasihat GERAM KH Aan Mustofa Kamil menyebutkan, dari masa ke masa, perkembangan ajaran Ahmadiyah di Kabupaten Garut bukannya berkurang, namun sebaliknya malah semakin mengalami peningkatan yang sangat pesat. Bahkan dibandingkan tahun sebelumnya, saat ini jumlah pengikut aliran yang nyata-nyata telah dinyatakan sesat ini, mengalami peningkatan hingga 12,88 persen. Bahkan yang lebih membahayakan lagi, lanjutnya, dari jumlah anggota sebanyak itu, 10 persen di antaranya kini bercokol di kalangan birokrasi Garut dengan menduduki jabatan strategis. “Kami sangat prihatin dengan kondisi seperti ini. Dan untuk membersihkannya, seluruh elmen masyarakat Garut yang terdiri dari berbagai unsur, sepakat membentuk GERAM. Setelah terbentuknya GERAM, maka dipastikan di Garut akan selalu ada gerakan untuk membersihkan Ahmadiyah,” ujar KH Aan Mustofa Kamil, yang ditemui di sela acara persiapan aksi turun ke jalan besar-besaran yang rencananya dilaksanakan Selasa (8/6). Ketua Elemen Gerakan Reformis Islam (GARIS) Cabang Garut Asep Maulana Hasanudin menambahkan, sebagai bagian dari umat Islam pihaknya akan berjuang bersama GERAM untuk membersihkan Garut dari Ahmadiyah. “Sampai manapun kami akan terus melakukan pembersihan terhadap Ahmadiyah terutama di Kabupaten Garut. Dan siapa saja yang menjadi penghalangnya, berarti akan jadi musuh kami,” tegasnya. (nik)

Edisi 373 Tahun VII 14 s.d. 20 Juni 2010

9

Sedap Rasa
Sahabat Medikom yang budiman, kali ini sedap rasa menyajikan makanan dari pasta yakni spagheti. Semoga makanan ini dapat bermanfaat dan dipraktikkan di rumah Anda sekalian. Selamat mencoba.

Bank Sumut Bank Pemda Terbaik di Indonesia
MEDAN, Medikom–Bank Sumut termasuk dalam enam bank terbaik di Indonesia versi Majalah Investor. Lima bank lainnya adalah Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI), Bank Tabungan Negara Tbk (BTN), Bank Tabungan Pensiun Nasional Tbk (BTPN), Bank Swadesi Tbk, dan BPD Nusa Tenggara Timur. “Bank-bank tersebut terpilih menjadi bank terbaik berdasarkan hasil-hasil pemeringkatan bank versi Majalah Investor dengan menggunakan 12 kriteria pemeringkatan,” ujar Direktur Globe Media Group Primus Dorimulu dalam acara pemberian penghargaan kepada Bank Terbaik 2010 di Citywalk Sudirman Jakarta, Kamis (3/6). Dia memaparkan, kriteria pemeringkatan tersebut antara lain berdasarkan rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR), tingkat kredit macet (non performing loan / NPL), tingkat pengembalian aset (return on asset/ROA), tingkat pengembalian aset (return on asset ROA), tingkat pengembalian ekualitas (return on ewulity/ROE), margin bunga bersih (net interest margin/NIM), dan perbandingan beban operasional dengan pendapatan operasional (BOPO). “Selain itu, juga berdasarkan rasio penyaluran kredit (loan to deposit ratio/LDR), pertumbuhan pendapatan non bunga bersih, pertumbuhan pendapatan operasional, pertumbuhan kredit, pertumbuhan laba operasional dan rasio biaya tenaga kerja (BTK),” tuturya. Keenam bank terbaik tersebut, lanjutnya terpilih menjadi bank terbaik di kelompok masing-masing. Dia menuturkan, BRI misalnya, terbaik pada kelompok bank umum dengan aset di atas Rp100 triliun. Lalu, BTN terbaik pada kelompok umum dengan aset di atas Rp10-Rp 50 triliun. “Berikutnya, BPD dengan aset di atas Rp10 triliun yaitu Bank Sumut dan BPD dengan aset di bawah Rp10 triliun yaitu Bank NTT,” ujarnya. Adapun salah satu juri dalam pemeringkatan bank 2010 ini yaitu ekonom Indev Aviliani. Menurutnya, tahun lalu merupakan tahun pemulihan perbankan pasca krisis global periode sebelumnya. “Lumrah bila bank-bank besar maupun berskala kecil menampilkan kinerja yang cukup positif,” tukasnya. Aviliani mengatakan, pada pemeringkatan bank terbaik tahun ini tim juri tidak memberikan penghargaan kepada bank asing. Menurutnya karena ini terkait dengan kondisi perbankan mereka. Sekadar informasi, dari 121 bank yang beroperasi per Mei 2010, hanya 79 bank yang diperingkat. Sebanyak 34 bank tidak diikutkan dalam pemeringkatan karena tidak lolos seleksi awal. Antara lain dua bank terganjal seleksi CAR di bawah 12 persen yaitu Bank Eksekutif Internasional Tbk dan Bank ICB Bumiputra. Selain itu, juga ada 23 bank yang tidak lolos seleksi karena memiliki aset di bawah Rp1 triliun. Penyerahan penghargaan langsung diserahkan Aviliani, pengamat ekonomi Indef (Institute for Development of Economics and Finance), selaku juri, kepada Direktur Utama Bank Sumut Gus Irawan di Citiwalk Sudirman Jakarta, Kamis (3/6). Pada kesempatan itu, Gus Irawan mengatakan, penghargaan ini merupakan hasil kerja keras dari seluruh PT Bank Sumut serta dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, Kabupaten/Kota se Sumatera Utara, DPRD Sumatera Utara, dan masayarakat, selaku nasabah. “Penghargaan dari Majalah Investor juga pernah diraih Bank Sumut pada 2007 untuk kategori Best Syariah untuk Unit Usaha Syariah dengan aset di bawah Rp100 miliar,” ujar Gus Irawan. Primus Dorimulu, Direktur Globe Media Group, penerbit Majalah Investor, mengatakan, Bank Sumut terpilih menjadi bank terbaik berdasarkan hasil pemeringkatan bank versi Majalah Investor. “Kami menggunakan 12 kriteria pemeringkatan,” ucapnya. Ke-12 kriteria yang digunakan adalah CAR (capital adequacy ratio), NPL (nonperforming loan), ROA (return on asset), ROE (return on equity), NIM (net interest margin), perbandingan BOPO (beban operasional dengan pendapatan operasional), LDR (loan to deposit ratio), pertumbuhan pendapatan nonbunga bersih, pertumbuhan laba operasional, pertumbuhan kredit, pertumbuhan laba operasional, dan rasio BTK (biaya tenaga kerja). (SS)

SPAGHETI DAGING CINCANG
Bahan 50 gr daging cincang 25 gr wortel cincang 1 sdm tomat pasta bawang putih secukupnya bawang merah secukupnya bay leaves secukupnya daun thyme secukupnya daun basil secukupnya, mentega untuk menumis oregano secukupnya garam dan merica secukupnya 150 spagheti direbus dan taburi minyak biar tidak lengket paprika merah dipotong dadu Cara membuat Tumis sebagian bawang putih dan bawang merah dengan paprika merah hingga harum, masukkan spagheti angkat lalu letakkan dalam piring. Tumis sisa bawang putih, bawang merah, bay leaves hingga harum. Masukkan tomato pasta, biarkan hingga kecoklatan. Masukkan daging cincang, wortel biarkan sebentar lalu tambahkan air. Bumbui dengan thyme, oregano, basil, garam dan merica. Setelah matang siaram di atas spagheti.

Jalan Kampung Ceger Tak Pernah Diperbaiki
BEKASI, Medikom–Warga Kampung Ceger sangat kecewa dengan Pemerintah Kabupaten Bekasi yang lamban menangani perbaikan jalan. Jalan Kampung Ceger yang penuh dengan batu belah sangat sulit dilewati kendaraan motor baik roda dua maupun roda empat. Hal itu, menjadi kendala bagi warga yang akan beraktivitas. “Kami mohon kepada Pemerintah Kabupaten Bekasi agar secepatnya meperbaiki jalan tersebut. Tolong jangan dianaktirikan. Sebab, untuk memajukan suatu daerah yang diperlukan adalah sarana jalan yang baik agar transportasi menjadi lancar bahkan sekaligus penunjang segala kegiatan dan aktivitas masyarakat.,” terang salah satu warga kepada Medikom. Apalagi jalan utama penghubung antardesa dan menuju ke arah kota ini sangat diinginkan oleh setiap warga. Sementara, jalan yang ada di Desa Suka Asih Kecamatan Suka Tani Kabupaten Bekasi yaitu Jalan Ceger-Suka JayaCikarang Jati dari RT 01/RW 01 sampai dengan RT 04/RW 02 sangat memprihatinkan. Kondisi jalannya sangat sulit dilalui kendaraan. Syarifudin, Ketua RT 02 menjelaskan, Jalan Ceger-Cikarang Jati menuju terminal dan Pasar Cikarang sejak tahun 2001 tidak pernah ada perbaikan. Padahal, warga selalu mempertanyakan kapan Jalan Ceger diperbaiki. “Dan sejak ada pengerasan jalan dengan batu belah, warga dengan sukarela telah memberikan tanah sebelah kiri dan kanan satu meter untuk pelebaran jalan,” tutur Syarifudin saat ditemui Medikom di di rumahnya baru-baru ini. Kaur Pemerintahan Desa Suka Asih menjelaskan, setiap Musrenbang, Jalan Ceger-Suka Jaya sampai Cikarang Jati selalu diusulkan. Tapi kenyataannya, jalan ini menjadi daftar tunggu saja, sampai sekarang tidak ada realisasinya. Sehingga aktivitas warga jadi terhambat, dan pengembangan potensi yang ada Kampung Ceger seperti jalan di tempat. Karenanya, usaha masyarakat membudidayakan jamur merang dan membuat makanan tradisional yakni dodol ketan menjadi terhambat. Tidak hanya itu, pelayanan pendidikan pun jadi terhambat, karena jalan menuju sekolah rusak, apalagi saat musim hujan. “Panjang Jalan Kampung Ceger yang rusak, keseluruhannya 1,9 km dan akan ada perbaikan jalan sepanjang 750 meter dari PNPM Mandiri. Sisanya 1,1 km hanya bisa menunggu dari Pemkab Bekasi,” jelas salah satu staf desa yang tak mau disebutkan identitasnya kepada kepada Medikom. (Anur)

Bupati Ciamis: HNSI Diharapkan Mampu Atasi Kesulitan Nelayan
CIAMIS, Medikom–Pengurus Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Ciamis yang baru diharapkan mampu mengatasi kesulitan nelayan saat ini. Dengan demikian, HNSI dituntut agar mampu membuat program serta bisa menerapkan langkah yang pasti guna menjawab persoalan yang saat ini tengah dihadapi para nelayan pada umumnya, yaitu paceuklik panjang. Hal tersebut disampaikan Bupati Ciamis H Engkon Komara saat menghadiri Musyawarah Cabang Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Ciamis Kelima di Hotel Pamordian, kawasan Pantai Timur, pekan lalu. Engkon berharap, keberadaan HNSI diberdayakan secara maksimal. Salah satu caranya, belajar dari nelayan tetangga (Cilacap, red), kenapa mereka bisa eksis sepanjang musim. “Kalau perlu kita lakukan studi banding ke sana, cari tahu konsep dan strategi mereka mencari ikan bagaimana. Yang saya tahu, nelayan kita paling melaut hanya 2-3 mil saja, di luar itu jika angin besar nelayan kita tidak berani melaut. Berbeda dengan nelayan Cilacap, perahu mereka besar-besar sehingga mereka leluasa menangkap ikan di lautan lepas bahkan ke daerah kita,” ungkapnya. Dikatakan, musim paceklik yang setiap tahun dikeluhkan nelayan Pangandaran berbulan-bulan merupakan satu fenomena yang harus dicermati. Menurutnya, banyak faktor yang membuat musim paceklik, bukan semata-mata karena tidak ada ikan. (Ipan/Herz)

Rekanan Pemerintah, Jadilah Profesional
CIBINONG, Medikom-Setiap tahun Pemerintahan Daerah Kabupaten Bogor mengadakan tender atau pelelangan proyek dengan nilai ratusan juta sampai miliaran rupiah. Namun, dari tahun ke tahun, setiap kali diadakan tender pelelangan proyek, selalu saja diwarnai insiden keributan antara sesama rekanan atau pengusaha lokal, walaupun sudah dijaga ketat oleh pihak keamanan. Menurut pengamatan sumber Medikom, keributan ini di antaranya melibatkan pengusaha lokal yang berinisial TSN dari Gapeknas. Setiap kali ada tender pelelangan proyek, TSN selalu saja terlihat bermasalah dengan sesama pengusaha. “Apa yang dilakukan saudara TSN ini benar adanya. Dia sering bikin masalah sesama pengusaha lokal setiap kali ada tender pelelangan proyek di Pemda Kabupaten Bogor. TSN ingin aturan dan kesepakatan ditegakkan bersama. Mana bisa seperti itu,” ungkap salah seorang pengusaha yang namanya minta dirahasiakan. Menurutnya, kalau mau aturan ditegakkan, itu lebih bagus karena sudah diatur dalam undangundang. Artinya, setiap pengusaha dari daerah mana saja boleh mengikuti tender pelelangan proyek di suatu daerah, asal menaati aturan yang berlaku. “Tapi kalau kesepakatan, lain ceritanya. Ini tidak diatur dalam undang-undang jasa konstruksi, tapi diatur sesama pengusaha saja. Namanya juga kesepakatan, ibarat contoh, kalau ada kue sepiring, kudu dibagi-bagi. Dan ingat, pembagiannya juga tidak semuanya harus sama. Ada yang dapatnya kecil, sedang, dan ada yang besar. Yang terpenting, semuanya harus dapat, itu baru namanya kesepakatan,” ungkap pengusaha lokal yang berinisial HS. Jadi, menurut HS, aturan dan kesepakatan tidak bisa disamakan. Aturan sudah ada undangundangnya, sedangkan kesepakatan hanya antara sesama pengusaha saja. ”Makanya kalau sudah menjadi pengusaha, jadilah pengusaha yang profesional. Jangan sudah jadi pengusaha, tapi mau juga jadi penguasa,” kata seorang rekanan yang namanya minta jangan ditulis. Dia menambahkan, dirinya tidak senang ketika mendengar salah seorang pengusaha dari Gabungan Pengusaha Kontraktor Nasional (Gapeknas) Kabupaten Bogor selalu saja menanyakan “isi dapur” orang lain. Ketika ditanya Medikom apa maksud isi dapur orang lain, HS, salah seorang pengusaha terkenal di Kabupaten Bogor, mengatakan, “Maksudnya, kita ini sama-sama pengusaha dan masing-masing punya organisasi. Jadi, apa maksudnya dia (TSN-red) menanyakan kepada ketua organisasi saya (Gapeksindo) berapa kamu mendapatkan jatah proyek tahun ini dari Pemda Kabupaten Bogor. Ini yang namanya kepengen tahu isi dapur orang lain. Dia punya hak apa menanyakan seperti itu, ya, tidak eloklah,” katanya. (Edison)

Wuzhou China Jajaki Kerja Sama dengan Kota Bogor
BOGOR, Medikom–Delegasi Kota Whuzhau Republik Rakyat China (RRC) mengunjungi Kota Bogor untuk menjajaki kerja sama dengan Pemerintah Kota Bogor. Kedatangan delegasi dari Negara Tirai Bambu tersebut diterima Sekretaris Daerah Kota Bogor Bambang Gunawan di Balaikota Bogor, Jumat (11/6). Delegasi berjumlah enam orang dipimpin Liu Yingmei (Deputy Mayor Wuzhau Municipal People’s Government). Lima delegasi lainnya adalah Qin Zhenming (Deputy Sekretary General Wuzhau), Chen Shaojin (Derector Of Planning Office Wuzhau Urban and Rural Planning Instutute), Chen Jian (Deputy Derector Of News Departement Wuzhau TV Station), Yen Fan (Deputy General Manager Wuzhou Contruction Investment Company) dan Wu Chenghua (Section Chief Of Tourism Development Section Wuzhau Tourism Bureau). Deputi Mayor Kota Wuzhau Liu Yongmei mengatakan, pihaknya datang ke Kota Bogor untuk menjajaki kerja sama. Hubungan Indonesia dan RRC sudah berjalan 60 tahun. “Sejak lama kita tahu Kota Bogor, makanya kami ingin menjajaki kerja sama di bidang seni dan budaya, pariwisata, pendidikan, riset, termasuk investasi dan perdagangan,” kata dia usai diterima Sekdakot Bogor. Ketua Kadin Kota Bogor Radjab Tampubolon mengatakan, pihaknya siap menggiring wisatawan dari Kota Wuzhau China ke Kota Bogor. “Nanti akan kita gerakan wisatawan dari Wuzhau untuk menghidupkan wisata Kota Bogor,” ujarnya. Untuk Kadin sendiri, kata Radjab, hanya yang berkaitan dengan investasi dan perdagangan. Ke depan akan ada pertemuan lanjutan untuk membahas kerja sama apa yang bisa dilakukan kedua kota, Bogor dan Wuzhau. Sekretaris Daerah Kota Bogor Bambang Gunawan berharap kunjungan ini merupakan awal untuk membuka ruang-ruang kerja sama antara dua pemerintahan dan dua kota yang berbeda budaya dan karakteristiknya. Kesempatan untuk melakukan kerja sama merupakan momentum yang sangat tepat menyusul pemberlakuan ASEAN-CHINA Free Trade Area (ACFTA) pada Januari 2010 lalu. “Kami berharap akan mampu belajar dari proses pembangunan di China yang menurut banyak pengamat sangat fastastik,” pintanya. Pada kesempatan tersebut Sekdakot Bambang Gunawan menawarkan kepada pengusaha China untuk menanamkan investasinya di Kota Bogor. Di bidang sektor pariwisata terbuka peluang investasi untuk pengadaan sarana dan prasarana konvensi serta pengembangan potensi wisata baru yang berbasis wisata alam. Sebagai salah satu kota tujuan wisata, lanjut Bambang, Kota Bogor berpeluang untuk pengembangan bisnis jasa kuliner yang saat ini sudah mulai tumbuh. “Sedangkan pada sektor pengadaan air bersih, peluang investasi terbuka antara lain untuk menggarap kegiatan pengadaan air bersih bagi penduduk kota yang semakin bertambah,” katanya (gn)

Telkom Luncurkan Bonastoco Solusi Aplikasi Akutansi Terintegrasi
BANDUNG, Medikom–PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom) meluncurkan Bonastoco, sebuah aplikasi akutansi terintegrasi untuk mendukung performansi bisnis perusahaan. Peluncuran dilakukan oleh Direktur IT & Supply Telkom Indra Utoyo di Jakarta barubaru ini.
sebuah perangkat (tool) ERP (enterprise resources planning) untuk memudahkan sebuah perusahaan berkomunikasi dan berbagi informasi antara pelanggan, staf-staf pelayanan, dan perusahaan secara keseluruhan. “Aplikasi bisnis ini pada awalnya dikembangkan dengan basis kebutuhan perusahaan dengan skala besar. Namun saat ini aplikasi tersebut dapat dinikmati oleh pelaku bisnis kecil dengan gratis melalui jaringan Speedy,” jelas Eddy. Sebagai perkakas ERP, Bonastoco dapat menyeimbangkan persediaan dan permintaan perusahaan secara menyeluruh, berkemampuan untuk menghubungkan pelanggan dan pemasok dalam satu kesatuan rantai ketersediaan, mengadopsi proses-proses bisnis yang telah terbukti dalam pengambilan keputusan, dan mengintegrasikan seluruh bagian fungsional perusahaan (penjualan, pemasaran, manufacturing, operations, logistik, pembelian, keuangan, pengembangan produk baru, dan sumber daya manusia). Dengan demikian, bisnis dapat berjalan dengan tingkat pelayanan pelanggan dan produktivitas yang tinggi, biaya dan inventory yang lebih rendah, dan menyediakan dasar untuk e-commerce yang efektif. Modul Bonastosco meliputi modul POS (Point of Sales), modul pengelolaan persediaan (inventory), modul akunting. Semua modul otomatis terintegrasi secara online, antarcabang. Keunikan produk ini dapat menghubungkan sesama pemakai Bonastoco untuk saling berbagi informasi produk, profil perusahaan, dalam menu searching berbasis web sehingga sesama member atau pengguna Bonastoco dapat saling bertukar data bisnis atau mengeluarkan pesanan pembelian (PO, purchase order) secara online. “Melalui aplikasi ini pengguna dapat mempromosikan produk di pasar internet Bonastoco semudah klik, tanpa persiapan teknis dan tanpa biaya,” terang Eddy Kurnia. UKM gratis Dalam rangka mendukung pengembangan usaha kecil dan mikro (UKM), Telkom memberikan secara gratis aplikasi ini. “Pelaku UKM dapat memperoleh aplikasi Bonastoco dengan fitur lengkap secara gratis, hanya dengan berlangganan Paket Internet Speedy UKM,” kata Eddy Kurnia. Aplikasi dengan fitur komplet seperti Bonastoco ini, biasanya dibandrol dengan harga tidak kurang dari Rp75 juta per lisensi. Saat ini Telkom menawarkan dua pilihan paket, yakni Speedy Bonastoco Standar (Rp265.000), 3 User Bonastoco; Speedy Bonastoco Premium (Rp365.000), 6 User + Monitoring Sales, Stok lewat Hp. Fitur Bonastoco Monitoring memungkinkan pengguna atau pengusaha untuk memonitor posisi stok kapan saja dan di mana saja cukup melalui hand phone. Nantinya Bonastoco Monitoring juga bisa dipergunakan untuk memantau penjualan. Jika pengguna memiliki usaha atau konter di banyak tempat, atau tidak menjalankan usaha sendiri, maka solusi monitoring di hand phone adalah solusi tepat. (IthinK)

GOW Kota Bogor Gelar Santunan dan Lomba
BOGOR, Medikom–Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kota Bogor, Kamis (10/6), genap berumur 58 tahun. Rangkaian peringatan hari jadi pun diselenggarakan di Gedung Wanita, milik GOW, yang terletak di bilangan Jenderal Sudirman Kota Bogor. Acara dihadiri Wakil Wali Kota Bogor Achmad Ru’yat, beserta jajaran pengurus GOW dan anggota. Salah satu agenda peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-58 GOW ini adalah pemberian bantuan kepada 55 anak asuh warga Kota Bogor. Bantuan secara simbolis diberikan oleh Ketua Umum GOW Tetty Djumala kepada tiga orang perwakilan anak asuh di hadapan undangan. “Alhamdulillah, walaupun tidak seberapa, kami sudah berhasil memberikan bantuan secara rutin kepada anak-anak usia sekolah. Untuk siswa SD diberikan bantuan sebesar Rp25.000 per bulan, untuk siswa SMP sebesar Rp30.000 per bulan, dan untuk siswa SMA Rp35.000 per bulan,” urai Tetty. Selain itu, menurut Tetty, lewat bantuan dari berbagai pihak, telah disalurkan pula bantuan lain berupa makanan dan buku-buku sekolah untuk kebutuhan anak-anak kurang mampu asuhan GOW. Kegiatan sosial lain yang juga dilakukan pengurus GOW adalah sunatan massal menjelang peringatan HUT beberapa waktu lalu. “Dalam kesempatan tersebut, 33 anak warga Kota Bogor berhasil disunat,” kata Tetty. Bakti sosial dilaksanakan berkaitan dengan misi yang diemban GOW melalui momentum HUT ini yaitu untuk meningkatkan kepedulian sosial bagi masyarakat. Untuk memeriahkan peringatan kali ini, diadakan lomba sulam pita dan kreasi hantaran bagi perwakilan dari berbagai organisasi yang tergabung dalam GOW. Masing-masing lomba diikuti 10 dan 20 orang peserta. Tim penilai untuk kedua lomba berjumlah tiga orang, berasal dari kepengurusan GOW Sub Bidang Pendidikan Non Formal (PNF) yang diketuai Ning Taufik. “Yang menjadi kriteria penilaian lomba ini adalah kerapihan, keserasian, dan keindahan,” jelasnya. Penyelenggaraan lomba ini di antaranya untuk mendukung kreativitas anggota yang telah ikut pelatihan untuk masing-masing bidang. “Tiap Selasa diadakan pelatihan dan setelah dua bulan, peserta akan diberikan sertifikat,” lanjut Ning. Selain bidang yang dilombakan, kepengurusan GOW juga membuka pelatihan tata boga, tata rias, dan tata busana. Dalam sambutannya Achmad Ru’yat berpesan agar ke depan, GOW dapat memberikan yang terbaik dalam pelayanan kepada masyarakat. “Ibaratnya kalau dalam permainan sepakbola, GOW bisa menjadi playmaker yang mengatur irama permainan organisasi-organisasi yang tergabung di dalamnya,” ujarnya. (gan)

PDAM Tirtanadi Peroleh Penghargaan dari IWK Malaysia
MEDAN, MedikomPDAM Tirtanadi menerima penghargaan “Nomination Award” atas keberhasilannya melaksanakan program pengelolaan air limbah rumah tangga dari WaterLink (Linking Water Operator Throughout Asia) di Kuala Lumpur Malaysia. Seperti diungkapkan Kepala Divisi Public Relation PDAM Tirtanadi, Ir H Delviyandri MPsi dalam siaran persnya kepada wartawan, belum lama ini, di Medan, penyerahan penghargaan dilakukan General Manager Indah Water Konsorsium (IWK) Malaysia, Ir Haniffa Hamid, kepada Direktur Perencana dan Produksi PDAM Tirtanadi, Ir Subahri Ritonga MM, pada Kamis (3/6) lalu.
limbah rumah tangga Kerajaan Malaysia di Kuala Lumpur, yang bertanggung jawab mengelola sistem sanitasi air limbah rumah tangga (domestik) di Kota Kuala Lumpur. Dalam sambutannya, Ir Haniffa Hamid menyatakan, pemberian penghargaan “Nomination Award” oleh Waiter-Link Asia kepada PDAM Tirtanadi Provinsi Sumatera Utara adalah atas dasar penilaian terhadap target perolehan pencapaian jumlah pasang baru air limbah rumah tangga yang melebihi target, yakni lebih dari 300 SR (sambungan rumah). Realisasi jumlah pasang baru air limbah rumah tangga PDAM Tirtanadi Provinsi Sumatera Utara untuk tahun 2009 adalah sebesar 1.374 SR. Pencapaian jumlah sambungan tersebut dilakukan melalui kerja sama antara antara Pemko Medan dibantu IWK Malaysia dan ECO Asia yang giat melakukan “public campaign” atau penyuluhanpenyuluhan kepada masyarakat tentang bagaimana pentingnya memelihara lingkungan terhadap buangan air limbah rumah tangga melalui jaringan perpipaan setelah selama ini menggunakan septic tank. Kerjasama Sedangkan Dirut PDAM Tirtanadi diwakili Ir Subahri Ritonga MM sebagai Direktur Perencanaan dan Produksi mengucapkan terima kasih atas penghargaan ini. Keberhasilan ini dapat terwujud berkat kerja sama yang dibangun dengan pihak IWK Malaysia melalui “kerjasama twinning” yang dilakukan pada tahun 2009 serta peran serta Pemko Medan membantu pembiayaan instalasi sambungan rumah. Dengan pertambahan yang dicapai, maka sampai tahun 2009 jumlah sambungan air limbah domestik Kota Medan melalui sistem terpusat (off site) sudah berjumlah 12.900. Selanjutnya, untuk program lima tahun ke depan, telah ditandatangani suatu nota kesepahaman antara pemerintah pusat, dalam hal ini Direktorat Jenderal Cipta Karya, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, Pemko Medan dan PDAM Tirtanadi, bagi pelaksanaan program MSMHP (Metropolitan Sanitation Management and Health Project). Program ini bertujuan antara lain untuk menambah sambungan baru yang diperkirakan dapat mencapai 12.500 sambungan dengan melakukan perluasan sistem jaringan dan pengembangan sistim instalasi yang ada di lokasi Cemara Medan. Pembiayaan program ini merupakan grant dari Kementerian Pekerjaan Umum Direktorat Cipta Karya dan bantuan Pemerintah Provinsi serta Pemko Medan. Untuk mendukung rencana MSMHP tersebut, PDAM Tirtanadi akan menjadikan “10 Step Tools” yang diberikan IWK Malaysia sebagai standar dalam public campaign dalam pengembangan pengelolaan sistem air limbah rumah tangga. Metode ini juga akan dicoba untuk ditularkan kepada PDAM-PDAM ataupun institusi lain yang bergerak dalam pengelolaan sistem air limbah di Indonesia. (SS)

Solusi aplikasi Bonastoco terutama ditujukan untuk perusahaan-perusahaan (tak terkecuali UKM) yang tersebar di berbagai lokasi, termasuk supermarket, minimarket atau jaringan toko. Melalui aplikasi ini, pengguna dapat melihat laporan operasional seperti penjualan (sales) dan persediaan (stock) di setiap cabang, cukup dengan menggunakan handphone atau laptop di mana saja. Aplikasi tersebut dapat dinikmati secara gratis oleh pelanggan Internet Cepat Speedy dari Telkom. Vice President Public and Marketing Communication Telkom Eddy Kurnia dalam siaran persnya mengatakan, Bonastoco adalah

Dikatakan, IWK merupakan perusahaan pengelolaan air

Edisi 373 Tahun VII 14 s.d. 20 Juni 2010

sorot
Oknum Kontraktor Ikut Konferensi Pers
DEPOK, Medikom-Kegiatan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Depok tahun 2009-2010 belum tuntas terselesaikan. Untuk menghindari terjadinya kesimpangsiuran dan agar masyarakat mendapatkan informasi tentang situasi yang sebenarnya melalui media massa, maka Dinas PU mengadakan konferensi pers (konfres). Namun anehnya, sedikitnya lima personil kontraktor mengikuti konferensi pers di Humas Pemerintah Kota Depok, Selasa (8/6) lalu. Kelima kontraktor yang dimaksud tersebut adalah BB, RN, DS, LO dan WU. Konferensi pers yang diselenggarakan oleh Dinas Bina Marga dan SDA Kota Depok ketika itu terkait pelaksanaan kegiatan proyek pembangunan/penanganan di tujuh titik rawan banjir yang sedang ditangani. Hadir dalam jumpa pers itu Kepala Dinas Bimasda Drs H Yayan Ariyanto MSi, Kabid SDA Dadan, serta Kabag Humas dan Protokol Hany Hamidah. Dari pantauan wartawan secara langsung, kontraktor yang ikut konfres tersebut bertingkah seperti layaknya kuli tinta, berlagak paling sibuk dan mengambil tempat paling depan. Padahal semua orang tahu setiap harinya mereka mengurus berkas kegiatan proyek-proyek. Anehnya, saat ada kegiatan konferensi pers, justru mereka lebih cepat ambil posisi tempat duduk sebagaimana wartawan yang benar. Yang lebih tidak tahu malu, mereka juga ikut mengisi daftar hadir. Kemudian, setelah selesai konfrensi pers mereka menunggu giliran untuk mendapatkan atau menerima bajet (budget) yang sudah disiapkan oleh Humas Depok. Kelima orang tersebut sudah lama beroperasi sebagaimana layaknya mafia yang dipelihara sehingga profesi wartawan di mata masyarakat menjadi tercoreng akibat ulah oknum kontraktor tersebut. (Lucy/FR Ambarita)

10

Pemkot Bogor Didesak Realisasikan Sistem Jaminan Sosial Nasional
BOGOR, Medikom–Pemerintah didesak untuk segera merealisasikan Sistem Jaminan Sosial Nasional sesuai Undang-Undang No 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional. “Undang-undang yang telah disyahkan oleh DPR RI enam tahun lalu hingga kini mandek, tanpa realisasi,” tandas Hasbullah Tabrani Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (UI) dalam Seminar Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) di Balaikota, Kamis (10/6). Seminar Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) yang digelar oleh PT Askes bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kota Bogor ini, dibuka resmi oleh Wakil Wali Kota Bogor Achmad Ru’yat. Seminar diikuti pejabat SKPD (Satuan Kerja Pemerintah Daerah) Kota Bogor, jajaran kesehatan dan instansi terkait lainnya. Hasbullah menilai, mandeknya UU No 40 Tahun 2004, di samping karena problemnya kompleks, Pemerintah juga tidak serius untuk menangani Sistem Jaminan Sosial bagi rakyatnya. “Saya melihat sejauh ini Pemerintah terjebak dengan kasus-kasus seperti kasus Century. Sehingga lupa kewajiban dasarnya menyejahterakan rakyatnya. Sibuk dengan urusan lain, jaminan sosial menjadi dilupakan,” kata dia. Mestinya, lanjut Hasbullah Pemerintah menugaskan salah satu dirjen atau deputi yang khusus mengkelarkan program Jaminan Sosial untuk rakyatnya. ”Itu sebabnya di Jakarta hari ini (Kamis 10/6) akan ada gugatan kepada Presiden yang dinilai lengah atau lalai menjalankan kewajibannya,” ungkapnya. Mengenai keberadaan lembaga penjamin sosial seperti Askes, Jamsostek, Taspen yang selama ini telah bekerja, Hasbullah mengakui bahwa lembaga itu sudah lama bekerja, meskipun masih banyak kelemahannya. “Jadi program dinilai bagus kita ambil dan yang dinilai kurang baik dihapuskan saja,” katanya. Hasbullah menargetkan paling lambat bulan Desember 2010, UU No 40 tentang Jaminan Sosial Nasional bisa direalisasikan. Instruksi Presiden (Inpres) No 1 Tahun 2010 tentang Percepatan Pembangunan Nasional tahun 2010 sudah ada. Oleh karena itu pihaknya mendesak Menko Kesra agar bisa menuntaskan Undang-Undang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) dan Peraturan Pemerintah yang mengatur Jaminan Sosial. “Kalau Desember 2010 masih juga belum terealisasi berarti aparatnya sudah tidak kompeten, lebih baik diganti saja,” tegasnya. Deputi Menko Kesra Bidang Koordinasi Perlindungan Sosial dan Perumahan Rakyat Adang Setiana menjelaskan, jaminan sosial yaitu bentuk perlindungan sosial untuk menjamin seluruh rakyat agar dapat memenuhi kebutuhan dasar hidupnya yang layak. Diakui Adang bahwa memang sudah ada UU No 40 Tahun 2004 yang merupakan reformasi Sistem Jaminan Sosial di Indonesia. SJSN diselenggarakan melalui mekanisme asuransi sosial (pengumpulan dana yang bersifat wajib yang berasal dari iuran peserta). ”Khusus iuran bagi fakir miskin dan tidak mampu dibayar oleh Pemerintah,” jelasnya. Dijelaskan, ada lima program SJSN meliputi jaminan kesehatan, jaminan kecelakaan kerja, jaminan hari tua, jaminan pensiun dan jaminan kematian. “Program SJSN mencakup seluruh rakyat Indonesia,” jelasnya. Selama ini jaminan sosial yang ada yaitu Jamsostek (Jaminan Sosial Tenaga Kerja) yang meliputi pemeliharaan kesehatan, jaminan kecelakaan kerja, jaminan hari tua, dan jaminan kematian. “Taspen yakni Asuransi dana pensiun dan tabungan hari tua untuk pegawai negeri sipil (PNS), kemudian Askes Asuransi Kesehatan Bagi PNS/ Perintis Kemerdekaan/Veteran dan anggota keluarganya. Asabri tabungan hari tua dan jaminan pensiun bagi TNI, Polri, dan PNS Dephan,” pungkasnya. (Gan)

Bangunan UPS salah satu penunjang Adipura yang gagal diraih Kota Depok

Pengalaman Keuangan Telkom di Pasar Modal Asing Dibukukan
BANDUNG, Medikom–Telkom menerbitkan buku berjudul “Mengurai Benang Kusut Merajut Masa Depan”. Buku tersebut mengupas mengenai pengalaman Telkom pada tahun 2004 membenahi laporan keuangan yang akan diserahkan kepada pemegang saham Telkom di New York Stock Exchange (NYSE) berdasarkan aturan yang ditetapkan oleh Security Exchange Commission (SEC). Listing di tiga pasar modal sekaligus dan mengikuti aturan yang ada di dalamnya bukan perkara mudah bagi sebuah perusahaan. Namun saat ini Telkom mampu mengikuti seluruh aturan yang ditetapkan dan masuk perusahaan dengan kategori kredibel. Telkom pun melalui serangkaian proses untuk menuju pencapaian tersebut. “Inti dari buku ini adalah bagaimana memahami proses transformasi tata kelola pelaporan keuangan di Telkom,” ungkap Komisaris Utama Telkom Tantri Abeng. Tantri mengatakan, di Telkom setiap masalah dijadikan peluang dan pasti bisa diselesaikan bila dikomunikasikan dengan efektif. “Maka dari itulah mengapa hari ini saya dapat tidur nyenyak karena saya tahu persis bahwa the financial reporting is credible,” tambahnya. Soft Launching buku dilaksanakan di Aula Pangeran Kuningan, Gedung Grha Citra Caraka, Jakarta pada Hari Jumat, 4 Juni 2010. Buku “Mengurai Benang Kusut, Merajut Masa Depan” Transformasi Tata Kelola Pelaporan Keuangan Telkom Pasca Sarbanes – Oxley Act disusun oleh Arif Arryman, P Sartono, Bobby AA Nazief, Salam, Sahat Pardede, Jarot Kristiono dan M Ghazali Latief. Hadir dalam peluncuran buku, Wakil Kementerian BUMN Anjang Kusumah, Komisaris Independen sekaligus Ketua Komite Audit Telkom, Arif Arryman, Komisaris Independen P Sartono, Direktur Utama Telkom Rinaldi Firmansyah beserta jajaran Direksi lainnya. Menurut salah satu penyusunnya, Arif Arryman, Telkom hendak berbagi pengalaman terutama tentang bagaimana mengembangkan Financial Reporting Governance dan pengendalian internal ala Sarbanes Oxley Act menjadi kesadaran dan praktik bersama. Direktur Utama Telkom Rinaldi Firmansyah menyambut baik terbitnya buku ini. Telkom patut mendapatkan apresiasi karena telah bersusah payah mewujudkan tata kelola laporan keuangan Sarbanes Oxley-Act (SOA) dan sebentar lagi akan mempelopori dimulainya pelaporan berstandar internasional atau International Financial Reporting Standard (IFRS) pada tahun 2011. “Mudah-mudahan buku ini bermanfaat bagi perkembangan pelaporan keuangan di Indonesia secara umum,” ujar Rinaldi. (IthinK)

Miliaran Rupiah Ludes Adipura Gagal Diraih
DEPOK, Medikom-Sungguh sangat memalukan. Penghargaan tertinggi di bidang lingkungan dan kebersihan dari pemerintah pusat, lagi-lagi gagal diraih Kota Depok. Kota dijuluki kota belimbing yang dihuni sekitar 1,2 juta jiwa itu sepertinya belum mampu meraih penghargaan bergengsi yang menjadi impian setiap daerah. Sejumlah anggaran telah digelontorkan melalui pos APBD terkait penanganan lingkungan dan kebersihan. Di antaranya tempat pembuangan akhir sampah (TPA) sebesar Rp4 miliar, unit pengelolaan sampah (UPS) Rp10,8 miliar, pengolahan sampah Rp5,3 miliar, serta pengelolaan angkutan sampah senilai Rp8,8 miliar. Belum lagi instruksi pemasangan spanduk dan baliho di setiap sudut perusahaan, sekolah-sekolah, termasuk badan serta instansi pemerintah lainnya. Bisa dibayangkan berapa besar anggaran yang terserap, tetapi Adipura tetap saja gagal diboyong. Sejumlah kalangan sangat menyesalkan atas kegagalan raihan Adipura tersebut mengingat sudah puluhan miliar anggaran yang dikeluarkan demi Adipura. Sementara Wakil Wali Kota Depok Yuyun Wira Saputra sebagaimana dilansir sejumlah media, hanya mengatakan kita telah berupaya, namun belum maksimal. “Termasuk sumber daya manusia belum faham betul ke arah itu. Luas wilayah Depok yang menjadi 11 kecamatan, satu faktor juga,” ujar wakil wali kota. Ujang Suparna, pegiat kebersihan di bilangan Kalibaru Depok, kepada wartawan, Rabu (9/6/), menegaskan, upaya Pemerintah Depok terkait Adipura hanya gembar-gembor semata, tetapi belum menyentuh kepada masyarakat bawah. Akibatnya berapa pun anggaran yang dikeluarkan akan menjadi sia-sia. “Jadi, saya tidak setuju atas apa yang dikatakan wakil wali kota. Yang benar adalah, berikan anggarannya langsung kepada masyarakat bawah terkait penanganan lingkungan sehingga masyarakat jadi semangat akan kebersihan. Introspeksi dirilah, bagaimana mau meraih Adipura jika pejabatnya saja masih kotor,” papar Ujang. (Lucy/FR Ambarita)

Terkait Pengadaan Coolstorage, H Thamrin SH:

Harus Berani Menggeser Soetrisno dan Iwan Sudarmawan
JAKARTA, MedikomKepala dan Kasie Unit Kepala (Soetrisno, red) Pelaksana Teknis dan Kasie Fasilitas (UPT) Pengelola (Iwan Sudarmawan, Kawasan Pelabuhan red) UPT-PKPP dan PPI Perikanan (PKPP) dan Muara Angke, Jakarta Pangkalan Pendaratan Utara dianggap oleh Ikan (PPI) Muara Angke, beberapa anggota Jakarta Utara, Dewan, khususnya Soetrisno dan Iwan Komisi B dan Komisi Sudarmawan,” kata H C Dewan Perwakilan Thamrin. Itulah Rakyat Daerah pernyataan tegas (DPRD) Provinsi DKI Sekretaris Komisi B Jakarta sebagai Dewan Perwakilan “kerikil-kerikil” yang H Thamrin SH Rakyat Daerah (DPRD) harus disingkirkan. Provinsi DKI Jakarta, H Hal itu sesuai dengan Thamrin SH, barupakta integritas yang ditandatangani baru ini, di ruang Fraksi Amanat Ir Ipih Ruyani dalam pelantikan dan Kebangsaan. dilantik menjadi/menjabat sebagai H Thamrin SH mengatakan, Kepala DKP Provinsi DKI Jakarta. sudah tiga tahun program “Ir Ipih Ruyani yang baru saja coolstorage dan menelan miliaran dilantik oleh Gubernur, Fauzi Bowo rupiah tidak berpihak kepada menjadi Kepala Dinas Kelautan dan nelayan miskin DKI Jakarta. Dan Pertanian (DKP) Provinsi DKI Jakarta, harus ada proses hukum. harus tegas dan berani menggeser “Keberadaan coolstorage itu benarbenar sangat merugikan semua pihak, terutama Pemerintah Provinsi (Pemrov) DKI Jakarta sebagai pemungut retribusi guna meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor perikanan,” kata Thamrin politisi yang benarbenar memihak masyarakat miskin DKI Jakarta. Kepala (Soetrisno, red) dan Kasie Fasilitas (Iwan Sudarmawan, red) UPT-PKPP dan PPI Muara Angke, Jakarta Utara mengatakan, coolstorage akan dioperasikan, namun terkendala karena belum ada peraturan daerah (perda) sebagai landasan/payung hukum. “Perda akan turun, karena sedang disusun oleh Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) Provinsi DKI Jakarta. Hanya menunggu waktu yang tepat untuk dilaksanakan,” kata Soetrisno dan Iwan Sudarmawan di ruang kerjanya UPT-PKPP dan PPI Muara Angke, Jakarta Utara. (tim)

Kejati DKI Didesak LSM

Anggaran Pengerukan Kali Sesuai Mekanisme
JAKARTA, Medikom-Dianggap tidak ada tindak lanjut, salah satu lembaga swadaya masyarakat (LSM) mendesak, bahkan menuding Kejaksan Tinggi (Kejati) tidak ada komitmen dalam menangani dugaan korupsi pengerukan kali yang dilakukan oleh Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi DKI Jakarta. “Jangan paksakan Kejati mengungkap kasus korupsi di PU DKI Jakarta tanpa data-data yang kongkrit alias lengkap,” tegas Kepala Kejati Provinsi DKI Jakarta, Soedybio, Jumat (11/6), di Gedung Kejati DKI Jakarta Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan. Soedybio mengatakan, memang benar ada beberapa pejabat PU DKI Jakarta dipanggil untuk dimintai keterangan seputar laporan dari salah satu LSM, dengan masalah seputar anggaran pengerukan kali yang besarnya Rp200 miliar. “Pemanggilan tersebut sudah dilaksanakan,” kata Soedybio. Kenapa hingga kini tidak ada kelanjutannya, karena anggaran pengerukan kali sebesar Rp200 miliar dianggap sesuai dengan mekanisme. “Maka tidak ada yang dijadikan tersangka. Sedangkan alat yang disewa PU DKI Jakarta benarbenar bekerja dan sesuai dengan kontrak. Dan sesuai antara biaya alat dengan lumpur yang dibuang dalam hitungan,” ucap Soedybio. Anggota Komisi D juga Ketua Fraksi Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindera) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi DKI Jakarta, Mohamad Sanusi mengimbau kepada LSM agar profesional dalam melaporkan setiap temuan yang berbau korupsi di lapangan, agar jangan sampai membingungkan masyarakat DKI Jakarta. “Pantauan kami sebagai mitra kerja Dinas PU DKI Jakarta tidak ada masalah. Kami tahu persis kinerja Kukuh Hadi Santoso, apalagi Ery Basworo yang baru saja menggantikan Budi Widiantoro. Mereka itu berkomitmen tinggi dalam pelaksanaan program yang menyentuh kepentingan masyarakat. Hal itu sejalan dengan tujuan pembangunan nasional,” ujar Mohamad Sanusi. (slamet supriyadi)

Kota Tangerang Dapat Adipura
TANGERANG, Medikom-Pemerintah Kota Tangerang menerima penghargaan tertinggi bidang lingkungan hidup atau penghargaan Adipura tahun 2009/2010. Dalam penghargaan itu, Kota Tangerang menduduki posisi ke lima kategori kota metropolitan. Penghargaan diberikan hari Selasa (8/6), di Istana Negara, oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan diterima oleh Wali Kota Tangerang H Wahidin Halim. Penghargaan tersebut bukan tanpa sebab. Harus kerja keras dan semangat tinggi untuk meraih penghargaan. Tanpa itu dan semangat yang tinggi dari seluruh elemen masyarakat, mustahil Kota Tangerang bisa meraih tertinggi bidang lingkungan hidup di Indonesia itu. Adipura juga salah satu lambang kesuksesaan seorang kepala daerah. Adipura sendiri sebuah penghargaan bagi kota di Indonesia yang berhasil dalam kebersihaan serta pengelolaan lingkungan. Penghargaan ini diselenggarakan oleh Kementerian Negara Lingkungan Hidup. Sedangkan program pemberian penghargaan Adipura dilaksanankan setiap tahun sejak 1986. Walaupun sempat vakum pada era tahun 1998, akhirnya program Adipura dicanangkan kembali di Denpasar Bali pada 5 Juni 2002 dan terus berlanjut hingga sekarang. Wahidin Halim sendiri belum merasa puas atas penghargaan tertinggi dalam bidang pengelolaan lingkungan hidup. Pemkot sangat serius untuk menjadikan kebersihan sebagai gaya hidup masyarakat kota. H Wahidin Halim yang akrab disingkat WH mengatakan, pada tahun 2010 Pemkot Tangerang telah mengalokasikan dana sebesar Rp21 miliar. Dana yang berasal dari APBD Kota Tangerang ini akan digunakan untuk menata lingkungan, yakni dengan menambah lahan terbuka hijau di berbagai titik seluruh wilayah Kota Tangerang secara merata. Maka itu dilakukan perbaikan infrastruktur, normalilasi kali, membersihkan gorong-gorong, kebersihan ruas jalan, serta membebaskan lahan seluas 32 hektare di Rawa Kucing Neglasari, untuk pelebaran tempat pembuangan akhir (TPA), juga untuk tempat rekreasi. Kota ini menempati urutan kelima terbaik setelah Kota Palembang , Kota Jakarta Pusat, Kota Jakarta Selatan, dan Kota Surabaya. Kota lain yang meraih Adipura ialah Kota Jakarta Utara, Kota Jakarta Timur, Kota Jakarta Barat, dan Kota Bekasi. Usai menerima penghargaan dari SBY, piala Adipura tersebut diarak mengelilingi Kota Tangerang. H Wahidin Halim sendiri yang melepas secara resmi pawai Piala Adipura yang diikuti berbagai komponen masyarakat, mulai dari Muspida, Pemkot Tangerang, LSM, MUI, organisasi pemuda, pimpinan satuan kerja perangkat daerah (SKPD), hingga kalangan pendidikan, organisasi masyarakat lainnya, di depan Masjid Raya Al Azhom. Pada pawai arak-arakan massa itu digunakan kendaraan mobil hias, motor gede alias moge dan beragam jenis kendaraan motor. Di sepanjang rute perjalanan, iring-iringan yang dipimpin Wakil Wali Kota Tangerang H Arief R Wismansyah mendapat sambutan antusias dari masyarakat. Rombongan arakarakan Adipura disambut dengan yel-yel “Hidup Kota Tangerang, Hidup Adipura”. (AgsS)

Ir Riadil Akhir Lubis MSi:

Pembangunan Bandara Kuala Namu Sumut Bisa Seperti Eropa
Kasus Korupsi Program Kajian di Setwan DKI

Jampidsus Kejagung Sidik Kembali Saksi-Saksi
JAKARTA, Medikom-Dengan penuh berbagai pertimbangan, belum lama ini di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, jaksa penuntut umum (JPU) juga tim penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung) telah menuntut panitia lelang/tender, Aries Halawani Rowiyan tiga tahun enam bulan penjara. Hal itu terkait dugaan korupsi program kajian di Sekretariat Dewan (Setwan) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi DKI Jakarta yang dianggap telah merugikan keuangan negara/ daerah sebesar Rp27,5 miliar, dan menghadirkan banyak saksi-saksi. Panitia lelang/tender program kajian dan beberapa oknum anggota DPRD Provinsi DKI Jakarta yang sudah menjadi saksi di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, “benar-benar bakal kaga bisa tidur, kaga bisa makan”. Pasalnya, Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Kejagung HM Amari yang telah menggantikan posisi Marwan Effendi akan melakukan penyidikkan kembali terhadap saksi-saksi korupsi program kajian. Saksi-saksi (panitia lelang/tender, red) di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat tersebut antara lain, Asril P Ritonga, Nuripah, Nooriza, Wawan Setiawan, Sri Wiyono, Hendi Kurniawan, Anja Indra, Irwan Sudaryanto, dan Kartawi. Anggota dewan, antara lain, HM Firmansyah (Partai Demokrat), Inggard Joshua/ Wakil Ketua DPRD (Partai Golkar, red), dan Prya Ramadhani/Ketua DPD Partai Golkar DKI Jakarta. Jampidsus HM Amari mengatakan, dalam waktu dekat ini tim penyidik Kejagung akan melakukan penyidikan kembali terhadap saksisaksi korupsi program kajian. Untuk pemeriksaan/penyidikkan beberapa anggota dewan lagi, dari pihak Kejagung hanya menunggu turunnya surat dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri). “Kalau SBY sudah menyetujui, karena ingin memberantas para pelaku korupsi. Kami anggap kasus tersebut korupsi berjamaah,” singkat HM Amari, usai pelantikan di Gedung Kejagung. (slamet S)

Penghargaan diberikan hari Selasa (8/6), di Istana Negara, oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan diterima oleh Wali Kota Tangerang H Wahidin Halim.

MEDAN, Medikom–Akses infrastruktur yang memadai dan terhubungkan dari kawasan satu ke kawasan lainnya tentu akan berdampak positif. Batas-batas wilayah yang selama ini selalu menjadi kendala untuk mempercepat akses distribusi nantinya akan terbuka dengan lebar. “Jika pembangunan infrastruktur dari segalal sektor di Sumut ini terwujud, tentunya masyarakat tidak akan lagi merasa adanya batas-batas wilayah. Sumut bisa seperti Negara Eropa, di mana setiap kawasan di negaranya seolah tak terbatas karena terbukanya akses yang ditopang dengan infrastruktur yang memadai,” ujar Ir Riadil Akhir Lubis MSi, Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sumut, kepada wartawan belum lama ini di Medan. Pembangunan infrastruktur yang menyeluruh dari segala sektor ini tentu saja berdampak positif. Selain menambah pendapatan penduduk perkapita, meningkatkan daya saing hasil produk di Sumut, juga menggairahkan para wisatawan asing. Ke depan, dampak positif ini disebutkan Riadil akan mampu menjamin masa depan Sumut yang lebih baik. Untuk itulah, Bappeda Sumut

berharap adanya political jangka panjang hingga 2 will dari pemerintah pusat tahun yang akan datang untuk memperhatikan melalui APBD, p e m b a n g u n a n pemerintah daerah juga infrastruktur di Sumut. sudah mempersiapkan Apalagi, banyak kebijakan anggaran pendukung pembangunan di Sumut proyek pembangunan. yang harus diambil oleh “Kita akan siapkan pemerintah pusat. Begitu anggaran untuk juga dengan anggarannya. pembebasan lahan dari Ir Riadil Akhir P e m b a n g u n a n APBD, juga fasilitas Lubis MSi infrastruktur Sumut lainnya untuk proyek memang tidak terlepas dari harapan pembangunan. Namun, untuk kepada pemerintah pusat untuk konstruksi kita tetap berharap dari mengalokasikan anggaran dari anggaran pemerintah pusat,” terang APBN. Riadil. “Kondisi inilah yang membuat Begitupun, Bappeda Sumut kita berharap adanya political will dikatakan Riadil tidak ingin dari pemerintah pusat, sehingga sepenuhnnya berpangku tangan dan desain pembangunan di Sumut ini menunggu kucuran dana dari dapat direalisasikan. Pembangunan APBN. Selama ini, pihaknya di Sumut bisa terwujud,” kata Riadil. berupaya untuk terus membuka Apalagi, Riadil mengakui kalau jalur kerja sama dengan pihak-pihak pembangunan di Sumut memang swasta, terutama untuk pembasudah jauh tertinggal. Seharusnya, ngunan pengembangan infrastruksejak 1 tahun yang lalu, Sumut tur di Sumut seperi pembangunan harus mulai berbenah di segala lini, instalasi pengolahan air (IPA) juga terutama di sektor infrastruktur. pembangunan pembangkit listrik. Namun, kenyataan itu tidak terjadi, Program kerja sama dengan pihak sehingga ketika jumlah penduduk swasta ini diterapkan dengan sistem meningkat, jumlah kendaraan Public Private Pathnership (P3). Di meningkat, pembangunan di Sumut mana ke depannya, antara masih berjalan tertatih. Pemprovsu dan swasta akan saling Pemerintah daerah, dikatakan berkerja sama dengan sistem yang Riadil selain telah melakukan kajian akan dinegosiasikan bersama, desain pembangunan Sumut (detail apakah nantinya akan Buid, Operate desain dan feasibility study) untuk dan Own (BOO) maupun Build, jangka pendek, menengah dan Operate dan Transfer (BOT). (Sul)

Edisi 373 Tahun VII 14 s.d. 20 Juni 2010

11
Dandim 0605 Subang,

Jaga Kesehatan dan Jaga Kekompakan
SUBANG, Medikom–Komandan Kodim 0605/Subang, Stefanus Mahuri menyatakan keprihatinannya selama lebih dari satu tahun bertugas di Subang, dirinya menyaksikan banyak warga Subang yang mengalami gagal ginjal. Ternyata disebabkan kurangnya mengonsumsi air putih atau mengonsumsi air putih yang kurang sehat dalam kesehariannya. Hal tersebut diutarakan Dandim pada kesempatan Apel Pagi di Kantor Bupati Subang, Jumat (11/6) sebelum melaksanakan senam pagi bersama. Melihat kondisi ini, lanjut Dandim dirinya sekarang tengah melakukan terapi air (hydro therapy) dengan cara mengonsumsi air putih yang sehat. Selanjutnya, Dandim mengamanatkan kepada semua aparatur pemerintah untuk menjaga kualitas kesehatan. Baik dengan mengonsumsi makanan yang sehat maupun dengan berolahraga. Sebab, kualitas kesehatan sangat berhubungan erat dengan kualitas kinerja selama melaksanakan tugas pelayanan. Kemudian Dandim pun mengamanatkan untuk tetap menjaga kekompakan dan kesolidan dalam melaksanakan tugas pelayanan. Sehingga mendukung keberhasilan program yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Subang. Pada kesempatan tersebut, Dandim menyampaikan kesannya selama bertugas di Subang. “Tidak terasa saya telah bertugas lebih dari satu tahun di Subang. Banyak kesan yang saya dapatkan dari keramahan dan kekondusifan masyarakat Subang. Tidak lama lagi saya akan bergeser ke Bandung. SK penugasannya telah turun, tinggal

Camat Serang Baru Bantu Operasi Tumor Warga
BEKASI, Medikom–Camat Serang Baru Mahrup SIP dan istrinya, M Munayah Mahrup sangat peduli terhadap warga yang kurang mampu. Hal ini ditunjukkan dengan membawa warga kurang mampu yang menderita penyakit tumor, kista oparium, dan lumpuh ke rumah sakit untuk diberi pengobatan secara gratis. Para penderita akan dioperasi di berbagai rumah sakit, di antaranya Rumah Sakit Umum Darerah Cibitung Kabupaten Bekasi dan Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung. Pengobatan tersebut bekerja sama dengan LKC (Layanan Kesehatan Cuma-Cuma). Penderita penyakit tumor mata, Samot binti Sait (50), Rahmat Hidayat penderita penyakit lumpuh, dan Odah penderita penyakit kista oparium di perut, ketiganya merupakan warga Serang Baru. Samot binti Sait yang ditemui Medikom di kantor Kecamatan Serang Baru sebelum berangkat ke Bandung mengaku sangat senang akan dioperasi secara gratis di Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung. Penyakit tumor mata yang dideritanya sudah empat tahun lamanya. Sebelumnya terjadi benjolan di mata, tutur Samot, pertamakali terasa gatal-gatal, lalu terjadi benjolan sedikit demi sedikit pada mata sebelah kiri. “Akhirnya menjadi besar seperti sekarang ini. Bahkan hanya mata kanan saja yang bisa melihat dan yang satu sudah tertutup tumor sehingga bagian mata yang sebelah kiri lagi sudah tidak bisa melihat seperti biasa,” terang Samot. Ia sangat berterimakasih kepada Camat dan Ibu Camat karena sudah bisa membantu meringankan biaya operasi tumor pada matanya secara gratis. “Mudah-mudahan setelah dioperasi penyakit tumor pada mata saya dapat sembuh dan melihat kembali seperti biasa pada mata sebelah kiri saya. Mudahanmudahan kebaikan Pak Camat dan Ibu Camat terhadap orang yang tidak mampu seperti saya dan juga teman-teman saya yang senasib, nanti dibalas oleh Allah SWT,” tambah Samot. Camat Serang Baru Mahrup beserta istri, M Munayah Mahrup turut mengantar keberangkatan ketiga warganya yang akan dioperasi ke rumah sakit. “Pengobatan gratis kepada pasien yang kurang mampu ini akan kita lakukan secara bertahap agar nantinya dapat dirasakan manfaatnya oleh warga Serang Baru,” terang Camat. (Ign/ Stef)

RSUD di Garut Selatan Hingga Kini Belum Beroperasi ...................................Hal 1
Keberadaan rumah sakit di Garut selatan, ujar Rakhmat, merupakan kebutuhan mendesak yang perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah. “Saya berharap pemerintah segera menyelesaikan pembangunan Rumah Sakit Pameungpeuk demi kepentingan masyarakat,” katanya. Ika (25), warga Perumahan Desa Sirnabakti Kecamatan Pameungpeuk yang rumahnya berdekatan dengan bangunan Rumah Sakit Pameungpeuk menuturkan, dari mulai dibangun hingga tahun ini sudah beberapa kali proyek rumah sakit itu berganti-ganti pemborong. “Yang saya ketahui sudah tiga kali ganti pemborong bahkan pengerjaan Komandan Kodim 0605/Subang, Stefanus Mahuri menunggu serah terima jabatan. Mungkin bulan ini mungkin juga bulan depan,” ujar Dandim. Atas nama pribadi dan institusi dirinya mengucapkan banyak terima kasih atas penerimaan selama menjalankan tugas di Subang. Ia berharap, jalinan silaturahmi tetap terjaga dengan baik. (Hms) proyeknya pun tersendat-sendat dan hampir tiap tahun selalu terhenti,” imbuhnya. Sementara, orang tua Ika, saat ditemui menuturkan dirinya berharap Rumah Sakit Pameungpeuk secepatnya dapat dipergunakan oleh masyarakat. “Saya bingung kalau di keluarga dan tetangga ada yang sakit apalagi kalau sakitnya parah tentunya harus dibawa ke rumah sakit yang ada di Garut, makanya kalau rumah sakit Pameungpeuk sudah jadi tentunya akan membantu warga di kawasan Garut selatan,” imbuhnya. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Garut dr Hendi Budiman mengaku bahwa pembangunan RSUD Pameungpeuk mengalami berbagai kendala yang akhirnya sampai saat ini belum juga dapat digunakan “Targetnya bulan November mendatang Rumah Sakit Pameungpeuk dapat digunakan oleh masyarakat di Garut selatan meski hanya untuk pelayanan unit gawat darurat, pelayanan anak, dan kebidanan. Saya optimis target tersebut dapat tercapai karena ada penambahan anggaran dari APBD Kabupaten sebesar Rp7,5 miliar dan dari APBD Provinsi Rp3,5 miliar dan mudahmudahan di tahun 2013 akan selesai secara keseluruhan,” jelasnya. Lebih lanjut Hendi menerangkan rumah sakit ini dibangun di atas lahan seluas 2,2 ha. Secara keseluruhan luas bangunan sekitar 8.420 m², dengan fasilitas yang akan dimiliki antara lain IGD, ruang perawatan dengan kapasitas 100 tempat tidur, ruang poliklinik, kamar operasi, ICU, laboratorium, radiologi serta ruang administrasi. Sedangkan untuk ketenagaannya sesuai dengan standar rumah sakit type C minimal diperlukan 4 orang dokter spesialis penyakit dalam, anak, kebidanan dan spesialis bedah. Bila memungkinkan ditambah spesialis anestesi dan spesialis radiologi, juga dibutuhkan 12 dokter umum, 2 dokter gigi, 148 perawat, 8 bidan, apoteker, ahli gizi, penata rontgen, penata anestesi, dan tenaga adminitrasi. “Tujuannya agar tersedia sarana dan prasarana pelayanan medik rujukan yang memadai berbasis rumah sakit. Selain itu, untuk menigkatkan akses, keterjangkauan dan kualitas pelayanan medik rujukan yang aman melalui sarana kesehatan yang memadai,” katanya. Dengan dibangunnya rumah sakit ini, Hendi berharap dapat meningkatkan dan mengembangkan sistem pelayanan medik rujukan dengan jejaring pelayanan medik lainnya, serta meningkatkan dan mendorong pengembangan serta pemanfaatan teknologi tepat guna dalam medik rujukan. (Kus/Yudi K)

Setwan Kota Tangerang Diduga Melakukan KKN ...........................................Hal 1
dalam dokumen pemilihan penyedia jasa dilakukan dengan menggunakan sistem, merit, poin, nilai/skor tertinggi dari harga penawaran, dan benefit tertinggi. Bukan semata-mata dari harga terendah.”Panitia pengadaan barang dan jasa bekerja indepeden berdasarkan prosedur dan ketentuan yang berlaku, dan tidak ada kepentingan-kepentingan tertentu atau KKN,” ujar Emed Mashuri. Namun hal itu direspons kembali bahwa PT Asuransi Jasa Indonesia adalah perusahaan yang baru enam bulan bergerak menangani asuransi kesehatan, sehingga belum berpengalaman. Bukti belum berpengalaman tersebut, kata Robert, bisa dilihat bahwa perusahaan yang bergerak menangani asuransi kesehatan belum berpengalaman biasanya belum mempunyai provider sampai 200 rumah sakit. “Apakah sudah benar dicek oleh panitia keberadaan provider tersebut ? Hal ini menjadi kecurigaan kami sebagai peserta lelang. Dengan ini juga kami ingin melihat bukti kerjasama PT Asuransi Jasa Indonesia dengan providernya,” lanjutnya. Terkait adanya silang pendapat tersebut, sejauh ini belum ditanggapi oleh anggota dewan selaku pihak yang akan menerima manfaat. (tim)

Para Kuwu Kembali Tuntut Tunjangan Aparat Desa ............................................................Hal 1
“Saat ini ada sejumlah desa yang kesulitan untuk memecat mantan jurutulis tersebut, karena pengabdiannya yang sudah cukup lama. Sehingga walapun sudah ada jurutulis baru, dia masih bekerja di desa dengan status yang tidak jelas. Makanya kalau ada pesangon sepertinya akan mudah bagi kuwu untuk memecatnya,” kata kuwu lainnya. Tuntutan lainnya yang disampaikan oleh anggota Parade Nusantara adalah, meminta pemerintah memberikan penguatan modal ekonomi bagi masyarakat desa guna mengentaskan kemiskinan. Anggota Komisi A M Sihabudin menyebutkan, dua persoalan masing-masing tunjangan untuk perangkat desa dan modal untuk perekomoniam masyarakat desa telah direkomendasikan dewan kepada pemerintah untuk segera direalisasikan. Terlebih tunjangan pemerintahan desa yang telah tertuang dalam peraturan daerah. “Tunjangan aparat pemerintahan desa telah lama menjadi pembahasan di dewan sesuai permohonan para kuwu sebelumnya. Persoalannya sangat mendasar kenapa aparat desa harus mendapat tunjangan, karena banyak desa yang tidak memiliki bengkok sama sekali sehingga aparat desa tidak memiliki penghasilan yang layak. Mereka bekerja di desa lebih pada pengabdian,” ungkap M Sihabudin seraya menyebutkan, untuk dua tuntutan Parade Nusantara lainnya, biaya pemilihan kuwu dan tunjangan purnabakti bagi jurutulis yang tidak diangkat menjadi PNS akan dibahas terlebih dulu di panitia musyawarah. Hanya sebetulnya, ungkap Sihabudin, biaya untuk pemilihan kuwu dua tahun lalu pernah diberikan pemerintah namun kemudian dihilangkan lagi mulai tahun 2009 lalu. “Sebelumnya biaya pemilihan kuwu pernah mendapat dukungan dari APBD senilai Rp13,7 miliar, namun mulai tahun kemarin dihilangkan. Karena dalam perda tersebut memang bukan wajib namun dapat dibantu,” kata M Sihabudin. (Jur)

Jaket Sensus Berlabel BPS Cianjur Seharga Rp100.000 .................................Hal 1
tersebut. Ketika ditemui Medikom, Kepala Kantor BPS Cianjur, Jumat (11/6), di ruang kerjanya, hanya bertahan pada jawaban “sudah lupa” dan “tidak tahu”, saat ditanyakan berbagai hal. Apalagi saat ditanyakan tentang penjualan jaket tersebut. “Wajar saja, mungkin hanya untuk bergaya. Malah banyak baju bermerek Persija yang pake,” kata Kepala BPS Cianjur, sedikit memvariasikan jawabannya. Ketika ditanyakan jumlah petugas sensus, dia kembali dengan enteng menjawab ‘sudah lupa’. Begitu pun saat ditanyakan perihal sinyalemen potongan honor petugas pendata Rp20.000, lagi-lagi dikeluarkan jawaban klise, “Tidak tahu.” Namun, apa yang dipraktekkan oleh Kepala BPS, saat Medikom melakukan konfirmasi, menurut Ardi, Ketua Korwil Bosuci LSM LeSPER, mencerminkan ketakutan terbongkarnya kolusi yang dilakukan oleh BPS dalam program sensus. Seharusnya Kepala Kantor BPS tersebut, atas apa yang terjadi di lapangan, lanjut Ardi, tidak perlu bersikap seperti “pengecut” dan “orang pikun”. “Selaku pimpinan harus respons terhadap kejadian tersebut, bukan ketakutan dengan menjawab tidak tahu,” tegasnya. Untuk membuatnya menjadi lebih terang benderang, LSM LeSPER mengharapkan pihak tipikor maupun kejaksaan melakukan pengusutan atas penjualan jaket BPS tersebut. “Ada dugaan pengadaan jaket tersebut merupakan kolusi yang dilakukan BPS Cianjur dengan salah satu pengusaha,” jelas Ardi. Lebih lanjut korwil tersebut mengatakan, pihaknya sangat menyesalkan atas respons yang dipraktekkan Kepala BPS Cianjur. “Padahal saat ini figur warisan Orba sudah tidak digunakan. Dengan cara apatis terhadap permasalahan tugas, mencerminkan belum adanya reformasi di tubuh BPS,” tegas Ketua Korwil LeSPER. (Asep Ar)

Maraknya Adegan Syur Selebritis Meresahkan .............................................Hal 1
video itu benar atau sesungguhnya telah melakukan perbuatan yang dilarang tidak dalam perikatan perkawinan yang sah. Sebab, lanjutnya, mereka menjadi panutan dari jutaan masyarakat Indonesia. Dilain pihak, Pengamat Teknologi Komunikasi Informasi, Heru Sutadi berpendapat bintang di video tersebut memiliki kemiripan yang sangat tinggi dengan Luna dan Ariel. “Video itu diambil dengan kamera HP dengan tingkat kemiripan yang tinggi dengan Luna Maya dan Ariel,” ujar Heru saat diwawancara wartawan. Heru membandingkan gambargambar yang ada di video dengan foto-foto Luna dan Ariel. Dari perbandingan itu, ia melihat kemiripan tersebut. “Kantong matanya, alis sebelah kiri, suara dan rambut,” tuturnya. Menurut Heru lagi, video porno mirip Luna dan Ariel tersebut merupakan video asli bukan adegan rekayasa. Video tersebut dibuat sendiri oleh dua bintangnya tanpa ada bantuan pihak ketiga. “Banyak diambil oleh si laki-laki,” jelasnya. Maraknya video porno direspons secara cepat oleh Mabes Polri. Polri sendiri berjanji tidak hanya akan menindak pembuat dan penyebarluas video porno yang mengangkut publik figur, tetapi juga video porno yang diperankan dan disebarluaskan oleh siapapun. Merebaknya video porno mirip artis akan dijadikan momentum bagi Polri untuk menindak semua video porno. “Ini momentum untuk penyadaran hukum,” kata Wakadiv Humas Polri Brigjen Pol Zainuri Lubis kepada wartawan baru-baru ini. Namun demikian, lanjut Zainuri, kepolisian juga meminta dukungan masyarakat untuk memberantas tindak pidana pembuatan dan penyebaran video porno yang dilarang UU Pornografi itu. Ia mencontohkan, masyarakat yang sudah mengunduh video porno sebaiknya tidak mengirimkannya ke orang lain. “Hapus ajalah, karena itu dia (penyebar) juga bisa kena,” kata dia. Namun demikian, kata Zainuri, orang yang mem-posting video porno untuk pertama kali ke internet adalah yang akan kena hukuman terberat. Sementara untuk pembuat/pemeran, jika penyebarluasan tidak disengaja, bisa disangka lalai. “Yang menyebarluaskan dapat maksimal 12 tahun penjara,” kata Zainuri. Zainuri juga membenarkan kemungkinan sanksi pidana dikenakan kepada Ariel dan Luna Maya atas perekaman adegan mesum keduanya. Zainuri juga mengakui bahwa pernyataan pengacara Luna dan Ariel yang mengatakan keduanya korban adalah penegasan yang terlalu cepat. “Masih ada kemungkinan sanksi pidana dikenakan. Misalnya, dengan Pasal 4 UU Pornografi dan UU ITE Pasal 27, serta Pasal 128 KUHP tentang perzinahan,” ujarnya. “Patut diduga kalau orang dewasa berbuat demikian. Kalau disimpan kan tidak jadi masalah. Tapi kalau ketahuan orang kan asusila,” tegasnya. Sebelumnya, Ariel dan Luma Maya telah menjalani pemeriksaan awal di Mabes Polri pada Jumat (11/6) lalu. Sementara Cut Tari, artis yang diduga menjadi lawan main Ariel dalam video serupa lainnya, belum diperiksa. ***

Dana Bagi Hasil Cukai Tembakau Diduga Bermasalah .........................................Hal 1
dikonfirmasi Medikom di ruang kerjanya, Jumat (11/6), pada awalnya tidak keberatan menjelaskan pengelolaan kegiatan yang ditanganinya, terkait kawasan bebas rokok dengan anggaran sebesar Rp103.200.000. Namun sangat disayangkan, di tengah konfirmasi tersebut, secara mendadak, Kepala Bidang Sumberdaya Kesehatan, Dadang Sulaeman, melarang Euis memberikan penjelasan secara rinci. Ada apa gerangan, patut menjadi pertanyaan bahwa Undang-Undang No 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, sepertinya belum tersosialisasikan di dinas yang satu ini. “ Saya hanya bisa menjelaskan global anggarannya saja, kalau secara rinci, saya dilarang sama Kepala Bidang. Apalagi kalau menyangkut data, seharusnya ada surat resmi dari redaksinya. Ya maaf saja, saya hanya menjalankan perintah,” ujar Euis. Padahal sebelumnya, Euis sesungguhnya telah telanjur menjelaskan sebagian item kegiatan yang dilaksanakannya, seperti Pembangunan Pojok Rokok yang merupakan percontohan di lingkungan Dinas Kesehatan dan di lingkungan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sumedang yang dikerjakan pihak ketiga, yaitu CV Rahayu. Persoalannya, secara kasat mata, Pojok Rokok di lingkungan dinas dimaksud, sepertinya sangat sulit diyakini bila menghabiskan anggaran masing-masing sebesar Rp9.000.000. Pertanyaannya, bila anggaran yang dikelola Dinas Kesehatan Sumedang saja, tidak dapat diakses secara terbuka, lantas anggaran yang lainnya patut diduga bermasalah. Sementara itu, berdasaarkan informasi yang dihimpun Medikom mengungkapkan, Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau tahun 2010, disebut-sebut jauh lebih besar dibanding tahun sebelumnya. Bahkan untuk kesekretariatan dalam penggunaan anggaran tersebut, konon akan dipindahkan ke lingkungan Setda Sumedang. Ya, kalau sudah begini patut untuk dikawal semua pihak. (Aidin Sinaga)

Pelaksanaan Pemberantasan Buta Aksara Terhambat ...........................................Hal 1
Barat dengan Gubernur Jabar. “Ya kita memang menghormati itu adalah kerja sama antara DMI dan Gubernur. Namun dalam pencairan dana dinas keuangan kabupaten merekomendasikan seperti apa yang saya kemukakan,” kata Roni. Roni juga mengharapkan agar dalam waktu dekat persoalan ini dapat diselesaikan agar pemberantasan buta aksara di Kabupaten Tasikmalaya tidak terhambat. “Kita berharap masalah ini tidak terkatungkatung dan ada jalan keluarnya. Dan agar program ini dapat terselenggara,” tandasnya. ***

Redaksi : Jalan Pratista Utara II No 12 Antapani Bandung Telp/Faks 022 7233856 Email : skmmedikom@yahoo.com Perusahaan : Jl. Peta No.149 A (Lingkar Selatan) Bandung Telp/Faks. 022 - 6001506
Diterbitkan : CV WIYATA PURNAKARYA. Berdasarkan UU No. 40/1999. Terdaftar pada Direktorat Merk Ditjen Hak & Kekayaan Intelektual Departemen Kehakiman dan HAM RI No. 556756/22 Desember 2003 Penasehat : Yodi Setiawan EDD, EDS Pendiri : LH Rahardja Pemimpin Perusahaan : HA Damini Wakil Pemimpin Perusahaan : Teddy Subarsyah SH SSos CN Dewan Redaksi : Yahya Siregar - HA Damini - Edie Nirwan S - HA Soleh Hidayat - H Rochadi Pemimpin Umum/Pemimpin Redaksi : Yahya Siregar Wakil Pemimpin Umum : Edie Nirwan S Wakil Pemimpin Redaksi : HA Soleh Hidayat Konsultan Hukum : Iwan Suwandhito SH - David Roesyidi Konsultan Kesehatan : dr Henry S Ibrahim - dr Isnindiary Sandra Dungga Manajer Keuangan : D Muliaman SE MBA Manajer Produksi : H Rochadi Manajer Iklan & Sirkulasi : Rudy Janto Soelaiman Litbang: Teddy Subarsyah SH SSos CN - Drs Heriyadi TS Redaktur Eksekutif : Dadan Supardan Redaktur Pelaksana : Hiskia Milala Redaktur Hukum : Sastrianta Sembiring Redaktur Politik: Drs A Basa MSc Redaktur Khusus : Bambang Wisono Staf Redaksi : Taryana SSos - Hary Buana - Nina Nurlinawati - Slamet Raharjo - Dudun Hamidullah - Desi Kurnia - Zulkifli SDP Lubis - Dudi Hendayat - Drs Eka Wirawan - Endang Kosasih - Kaka Suminta Koordinator Liputan/Wartawan : Kgs Dedi Iskandar Marketing : Edy Herwansyah Sekretaris Redaksi : Sulastiyah Desain Grafis : Hary Buana Sirkulasi : Sandi Lesmana Jaya - Angga Agus Junarsa - Nanang Johansyah Alamat Redaksi : Jalan Pratista Utara II No 12 Antapani Bandung Telp/Faks: 022 7233856 Perwakilan Jakarta : Jl Dr Muwardi I/37 Grogol Jakarta Barat Marketing Iklan : Jl Blitar No 13 Antapani Bandung 40291 Telp/Fax: (022) 7207988 Bank BNI 46 Cabang Kantor Unpad Bandung No Rek 6404937-3 a.n. Bpk Amin Damini H. Percetakan : CV WIYATA PURNAKARYA - Isi diluar tanggung jawab percetakan

Medikom Hadir di: Jl BKR depan Alifa, Jl BKR Depan PT INTI, Jl Peta Depan Tegalega, Jl Peta Depan RS Imanuel, Jl Peta Perempatan Jl Kopo, Jl Kopo Samping RS Imanuel, Jl Kopo Depan Alfamart, Jl Kopo Depan Bank BCA, Jl Astanaanyar, Jl Pasteur depan RSHS, Jl Pasteur Depan Yogya, Jl Pasteur samping Universitas PASIM, Jl Garuda Deket Lampu Merah, Jl Garuda, Jl Cihampelas Depan SDN Cihampelas 1,2, Jl Cihampelas Depan Pom Bensin,Jl Cihampelas Depan SMU Pasundan, Depan Alunalun, Jl Rajawali, Depan RS Rajawali, Terminal lewipanjang (dalam), Jl Terminal Leuwipanjang ( luar), Jl Tegalega Depan Museum Sri Baduga, Jl Buah Batu, Jl Buah Batu, Jl Gatot Subroto, Jl Gatot Subroto, Jl Kiaracondong, Jl Kiaracondong, Jl Soekarno Hatta, Jl Soekarno Hatta /Pasar Gede Bage, Jl Cipadung, Jl Raya Ujung Berung, Jl Raya Sumedang. Jl Padjadjaran (Depan Toko HWK), Jl Cihampelas (Depan STHB Bandung), Jl Cipaganti (Simpang Jl Dr Curie), Depan Jl Cipaganti No.37, Jl Sampurna (Depan Primajasatour), Jl Cipaganti (Depan Rumah-Praktek Prof Dr.Julianto W dan Dr Imelda A Widjojo SpPD), Jl Cipaganti (Depan Kantor Pos Cipaganti), Jl Cipaganti (Yayasan Bakti Sosial Santoso PSAA Santoso Cipaganti), Jl Setiabudhi (Depan Pizza Hut), Jl Ciumbuleuit (Depan Apotek Waringkas), Jl Ciumbuleuit (Depan Alfamart Ciumbuleuit), Jl Ciumbuleuit (Depan RSAU dr Salamun), Jl Siliwangi (Depan Siliwangi Billiards), Jl Ir H Juanda (Depan Dago Tea House), Jl Ir H Juanda Depan ITSB (Institute Tekhnologi dan Sains Bandung), Simpang Dago (Depan RM Pondok Kapau). WARTAWAN BANDUNG Kota : Mbayak Ginting - Iwan Herdiawan - Yusuf Suryaman - Laures - Eva - Akbar Kab Bandung : Suhendar R Kab Bandung Barat : K fauzi R CIMAHI : Zaenal Abidin - Fredy HS DKI Jakarta : Slamet Supriyadi - Ahmad Taufik Nawawi TASIKMALAYA : Agus Cucu SB - Anwar SB, Lukman Nurhakim CIAMIS : Heru Pramono (Kabiro) - Ipan Panuju Supriadi - Agus Supriyatman - Suherman BANJAR : Handri Martandangi CIREBON Kota : Yuyun W Kurnia BBA SE - Rudi Mulyana Indra Sunawar Kab : M Suratman - KUNINGAN : Yoyo Suhendar SUKABUMI : Anne Mustikasari - Ilham Septian B.W - Ariya Gumelar PURWAKARTA: - CIANJUR : Asep Kurnia - Rizal BOGOR : M Yusuf - Eka Wirawan - A Gani DJ - Rangga Anggoro TR Putra - Edison Nizar Jt DEPOK: FR. Ambarita - Lucia S. Andreeni Perwakilan KARAWANG : Andi Nugroho BEKASI : Iwan Gunawan - Dedi Sukandi - Stefanus Lung, Agus Nuryadin MAJALENGKA: Isa Ansori P - Juremi SUMEDANG : Aidin Sinaga INDRAMAYU : H. Yonif Fatkhurony SUBANG : Loy - Slamet Supuwijara - Lodewyk Butar-butar - Asep Nasa PANTURA : Ridwan Abdullah GARUT : Engkus K - Yudi K - NIK NIK - AGUS TEGAL : Dodi Yahya PANDEGLANG : - KABUPATEN LEBAK : - TANGERANG: Agus Salim - H. Bainul Amin - H. Syaiful Perwakilan JAWA TIMUR : Drs Albert PS JL Jaga Raga No 18 Surabaya (Tlp: 031 3557655/08165430289) Perwakilan YOGYAKARTA : - Perwakilan LAMPUNG BARAT : Suhardin (Kabiro) - Joniyawan Sumatera Utara : (Ka Perwakilan)-Jonpery Sinulingga Medan : Syamsul - Maradona Deli Serdang : R David Sagala - Paulus Butar Butar, HILDE TIURMA TAMPUBOLON Simanlungun/Siantar: Sailan Tarigan Langkat/Kota Binje : Sagin, Hendra Sinaga, Rusmajam Kabupaten DAIRI : Amin Sitanggang

Edisi 373 Tahun VII 14 s.d. 20 Juni 2010

12

Peduli Pendidikan PT Indah Jaya Sumbang 53.000 Buku SD
BANDUNG, Medikom–Kepedulian pihak swasta dalam pembangunan di daerah sangat dirasakan manfaatnya. Seperti di Kecamatan Katapang Kabupaten Bandung, PT Indah Jaya senantiasa memperhatikan pembangunan di wilayahnya, khususnya terkait dengan masalah pendidikan. Salah satu langkah yang diambil perusahaan yang berlokasi di Kecamatan Katapang ini, menyumbangkan sebanyak 53.000 eksemplar buku pelajaran SD dari kelas I s.d. kelas VI. Penyerahan buku dilakukan secara simbolis oleh Bupati Bandung H Obar Sobarna kepada siswa SD di Kecamatan Katapang, pada kegiatan Kunjungan Kerja Bupati ke Kecamatan Katapang Kabupaten Bandung, Selasa (8/6) di Aula Gedung PGRI Katapang, Kabupaten Bandung. Bupati sangat apresiatif kepada perusahaan yang turut memperhatikan pembangunan. Apalagi, bidang pendidikan menjadi salah satu konsentrasi pembangunan di Kabupaten Bandung. Menurut Obar, dari Rp887 miliar APBD Kabupaten Bandung, 43%-nya merupakan anggaran pendidikan. Bupati berharap agar partisipasi pihak swasta terhadap pembangunan di bidang pendidikan, seperti yang dilakukan PT Indah Jaya ini dapat diikuti oleh pengusaha lainnya. UPTD Pendidikan TK/SD Kecamatan Katapang, Dadang Supriatna menegaskan, buku sumbangan dari PT Indah Jaya akan disebarkan ke 30 SD yang ada di Kecamatan Katapang. Buku ini akan menambah jumlah buku di perpustakaan sekolah masingmasing. “Tentunya, sumbangan ini akan sangat berguna bagi para siswa,” kata Dadang. Direktur PT Indah Jaya H Rochadi, menuturkan, sumbangan buku untuk siswa SD tersebut merupakan bukti kepedulian perusahaan pada sektor pendidikan, khususnya di Kecamatan Katapang. Selain itu, jelas Rochadi, pihaknya juga telah membangun perpustakaan di Kecamatan Katapang, lengkap dengan isinya. Bahkan, ada rencana membangun sekolah gratis guna membantu warga kurang mampu agar mendapatkan pelayanan pendidikan. “Jika pemerintah atau Kecamatan Katapang bersedia menyiapkan lahan, kami siap membangunkan sekolahnya,” imbuh Rochadi. Sementara, Camat Katapang Dra Hj Nina Setiana MSi sangat berterima kasih atas peran serta perusahaan di wilayah kerjanya. Ia berharap apa yang dilakukan PT Indah Jaya menjadi motivasi bagi perusahaan lain untuk turut berkontribusi dalam pembangunan di Katapang. Nina juga merasa bangga dengan prestasi di bidang pendidikan yang diraih Kecamatan Katapang. Buktinya, beberapa siswa dan pendidik berhasil mengukir prestasi baik di tingkat kabupaten, provinsi, maupun nasional. IPM Katapang di atas rata-rata Pada kesempatan tersebut, Nina menyampaikan pelaksanaan pembangunan di Kecamatan

PRA Arief Natadiningrat Naik Tahta
CIREBON, Medikom–Pangeran Raja Adipati (PRA) Arief Natadiningrat dinobatkan menjadi Sultan Sepuh XIV Keraton Kasepuhan Cirebon. Penobatan (Jumenengan) dilaksanakan bersamaan dengan wilujengan atau peringatan 40 hari wafatnya Sultan Sepuh XIII, Raja Adipati H Maulana Pakuningrat, Rabu (9/6) di Bangsal Panembahan Keraton setempat. Penobatan Sultan Sepuh XIV PRA Arief Natadiningrat ditandai dengan penyematan sebuah keris Sunan Gunung Jati di pinggul sebelah kiri yang dilakukan sendiri Arief Natadingrat. Ribuan orang hadir dalam acara sakral tersebut. Ruang Panembahan dipenuhi raja-raja dan pemangku adat seNusantara, pejabat, ulama, keluarga, dan sesepuh. Ruang Prabayaksa dipenuhi warga dan para undangan. Ruang Gajahguling dipenuhi juru kunci, ruang Jinem Pangrawit dan Srimanganti dipenuhi jamaah dan masyarakat. Hadir dalam kesempatan itu, antara lain Ketua DPRD RI, Irman Gusman dan Wakil Gubernur Jabar, Dede Yusuf. Sultan Sepuh XIV Keraton Kasepuhan PRA Arief Natadiningrat dalam pidato budayanya usai penobatan memberikan kilas balik sejarah Keraton Kasepuhan sebagai bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Di mana tahun 1959 Gubernur Jawa Barat mewakili pemerintah daerah dan pusat mengakui Kesultanan Kasepuhan Cirebon. Menurut adat istiadat, Lembaga Asli, dan tradisi yang sampai sekarang terpakai serta masih dijalankan di kesultanan secara turun menurun, di antaranya tentang jumenengan

seorang Sultan Kasepuhan. “Penganugerahan harkat dan martabat sultan kepada saya, merupakan amanah yang tidak ringan untuk menjalakannya. Untuk itu, kami mohon doa restu dan dukungan dari seluruh lapisan masyarakat dalam menjalankan amanah ini demi kemaslahatan umat dan masyarakat Cirebon pada khusunya serta bangsa dan Negara pada umumnya,” ujar Arif Natadiningrat. Setelah resmi dinobatkan Sultan Sepuh, Arief pun berencana merevitalisasi di lingkungan dan melestarikan nilai-nilai luhur budaya Cirebon yang merupakan bagian tak terpisahkan dari budaya nasional. Di samping itu dengan modal budaya lokal yang adiluhung, dirinya akan merekonstruksikannya dalam sebuah tatanan budaya yang modern dan terbuka dengan tetap memerhatikan nilai-nilai dasarnya.

Revitalisasi Arief juga akan meneruskan kebijakan Sultan Sepuh XIII, yaitu bersilahturahmi kepada para wargi keraton, para ulama, para raja seNusantara, termasuk sejumlah pejabat Negara luar yang pernah menjalin kerja sama dengan Keraton Kesepuhan. “Kami akan melakukan revitalisasi seperti melakukan panataan keraton sebagai aset budaya dan pariwisata Jabar. Kami juga akan melakukan revitalisasi struktur organisasi keraton, namun bagaimana bentuk dan modelnya masih akan kami bicarakan dengan para wargi keraton,” ujarnya. Usai memberikan pidato budaya, Sultan Sepuh bersama sejumlah pejabat dan para raja melepas 14 burung merpati putih sebagai simbol atau pesan perdamaian abadi dan menanam 14 jenis pohon langka di lingkungan keraton sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan.

Pagi harinya, masih dalam rangakaian sakral tersebut juga dilakukan khinatan terhadap 14 anak yatim piatu sebagai simbol kasih sayang dan memeliharan. Wakil Gubernur Jabar Dede Yusuf berharap Kesultanan Kasepuhan Cirebon di bawah kepemimpinan PRA Arif Natadiningrat mampu menempatkan Cirebon sebagai bagian penting dalam percaturan politik dan perdagangan baik nasional maupun global. “Kebetulan Sultan Sepuh yang baru ini orangnya cukup aktif dan punya network (jaringan) baik di daerah maupun pusat. Mudahmudahan di bawah kepemimpinan beliau citra Cirebon akan terangkat. Kami juga mendukung dan mendorong agar keraton-keraton di Cirebon menjadi daya tarik bagi wisatawan di Jawa Barat,” kata Dede di sela-sela penanaman pohon di lingkungan keraton. (Rudi)

Sejarah Baru Buat Bupati DR Yance

Indramayu Kembali Raih Adipura Keempat Kali
INDRAMAYU, Medikom–Di akhir masa jabatannya sebagai Bupati Indramayu yang akan berakhir pada Desember mendatang, Bupati Indramayu DR H Irianto MS Syafiuddin (H Yance) kembali menerima Piala Anugerah Adipura untuk yang ke-4 kali, Adiwiyata, dan Adiwiyata Mandiri Tahun 2010. Pemberian anugerah tersebut diserahkan langsung Presiden RI DR Susilo Bambang Yudhoyono kepada Bupati Indramayu DR H Irianto MS Syafiuddin 8 Juni pekan kemarin bertepatan pada Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2010. Menurut Yance, prestasi ini merupakan hasil kerja keras semua dalam mengupayakan dan mewujudkan Indramayu yang bersih, hijau, indah, teduh dan asri. Untuk itu lanjutnya, atas nama pribadi dan pemerintah daerah, ia mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya atas dedikasi dan partisipasi seluruh komponen masyarakat, khususnya para petugas kebersihan yang telah bekerja keras menjaga dan memelihara kebersihan dan keindahan kota Indramayu. “Prestasi ini hendaknya bisa menjadi motivasi yang tinggi bagi kita semua untuk melanjutkan visi Indramayu Remaja, Religius, Maju, Mandiri dan Sejahtera,” ujar Yance saat pelepasan Kirab Piala Anugerah Adipura, Adiwiyata dan Adiwiyata Mandiri di halaman Pendopo Agung Indramayu, Rabu (9/6). Sejumlah masyarakat Indramayu menyampaikan apresiasi positif atas diraihnya Anugerah Adipura untuk yang keempat kalinya. Menurutnya, keberhasilan itu tidak lepas dari peran seorang Bupati Yance yang begitu konsen dalam menata daerahnya untuk menjadi bersih, asri dan hijau. “Pantaslah apabila Indramayu di bawah kepemimpinan Bupati Yance terus menoreh prestasi,” ujar H Gilang Suprianto, tokoh masyarakat Desa Telagasari, Kecamatan Lelea yang diamini Fachrul Rachman dan Nasirudin. (H Yonif)

Salah satu langkah yang diambil perusahaan yang berlokasi di Kecamatan Katapang ini, menyumbangkan sebanyak 53.000 eksemplar buku pelajaran SD dari kelas I s.d. kelas VI. Penyerahan buku dilakukan secara simbolis oleh Bupati Bandung H Obar Sobarna kepada siswa SD di Kecamatan Katapang, pada kegiatan Kunju-ngan Kerja Bupati ke Kecamatan Katapang Kabupaten Bandung, Selasa (8/6) di Aula Gedung PGRI Katapang, Kabupaten Bandung.
Katapang. Pada tahun 2009 ujar dia, Kecamatan Katapang mendapat bantuan dana pembangunan sebesar Rp6.111.641.000. Untuk bantuan bidang pendidikan sebesar Rp3.994.665.000, infrastruktur Rp1.598.764.000, dan bidang ekonomi Rp518.212.000. Dikatakan, pembangunan yang dilaksanakan di 7 desa yang ia pimpin selama kurang lebih tiga tahun mengalami peningkatan yang cukup signifikan di berbagai bidang. Hal itu, dibuktikan dengan peningkatan IPM yang pada tahun 2010 mencapai 73,50. Angka tersebut melebihi ratarata IPM tingkat Kabupaten Bandung. Di sisi lain, jelas Nina, di Kecamatan Katapang, sudah terbangun sistem teknologi informasi berupa web kecamatan dan di tiga desa. Dengan demikian, diharapkan pelayanan kepada publik bisa dilaksanakan lebih cepat lagi. Dalam sektor lingkungan, Kecamatan Katapang menggalakkan biotop, yakni pemberdayaan lingkungan berbasis masyarakat sebagai salah satu upaya menjaga lingkungan dengan adanya pengelolaan sampah (TPS) di Desa Cilampeni dan Desa Sangkanhurip. Untuk produk unggulan, tambahnya, Kecamatan Katapang dikenal dengan produknya berupa sangkar burung, sathelcock, keripik singkong, awug, molen, dan kerajinan limbah. (edie ns)

Suasana Kirab Piala Anugerah Adipura. Tampak Pasukan Kuning Dinas Kebersihan menyertai kirab tersebut. Di sebelahnya Bupati DR Yance bersama Hj Anna Sophana ikut mengelilingi kota Indramayu berbaur bersama warga dengan memakai sepeda ontel. (Foto: H Yonif Fatkhurony)

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->