Anda di halaman 1dari 30

Pengampu : Idhawati Hestiningsih 1

PRAKTIKUM MINGGU 1
IDE DELPHI

I. TUJUAN INTRUKSIONAL KHUSUS


Setelah menyelesaikan materi ini diharapkan mahasiswa dapat :
1. Mengenal konsep pemrograman visual
2. Menyebutkan bagian-bagian dari IDE Delphi
3. Menggunakan IDE Delphi untuk pemrograman

II. DASAR TEORI


2.1 Mengenal Konsep Pemrograman Visual
Delphi merupakan perangkat pengembangan aplikasi yang sangat terkenal di lingkungan Windows.
Dengan Delphi, Anda dapat membangun berbagai aplikasi Windows (game, multimedia, database,
dll) dengan cepat dan mudah karena menggunakan pendekatan visual yaitu tanpa banyak
menuliskan kode. Delphi menggunakan bahasa object Pascal sebagai bahasa dasar. Jika Anda telah
menguasai Pascal, Anda akan dengan mudah memahami program Delphi.

Pemrograman visual pada Delphi :


- Merancang antarmuka (form dan komponen pendukungnya) secara visual (dapat dilihat)
- Menuliskan kode untuk melakukan tindakan tertentu
- Mengkompilasi kode Pascal dan form ke dalam bentuk file yang dapat dikesekusi

2.2 IDE Delphi


IDE (Integrated Development Environment) adalah lingkungan dimana semua tool yang diperlukan
untuk merancang, menjalankan, dan menguji sebuah aplikasi disajikan dan terhubung dengan baik
sehingga memudahkan pengembangan program.
IDE Delphi dibagi menjadi 8 bagian utama yaitu main menu, toolbar/speedbar, component palette,
form designer, code editor, code explorer, object inspector, object tree view.

Main menu
Component palette
Toolbar Form designer

Object tree view

Object inspector

Code explorer Code editor


Pengampu : Idhawati Hestiningsih 2
Main Menu
Semua perintah yang diperlukan selama merancang dan membangun program aplikasi tersedia
dalam menu ini. Jadi segala sesuatu yang berhubungan dengan IDE Delphi dapat dilakukan dari
main menu.

Toolbar / Speedbar
Toolbar adalah sekumpulan tombol yang tidak lain adalah penganti beberapa item menu yang
sering digunakan. Biasanya yang tersedia pada toolbar adalah perintah-perintah (item menu) yang
sering digunakan dalam proses pembuatan program aplikasi.

Component Palette
Component palette adalah tool yang berupa kumpulan tab (page control), dimana setiap tab (page
control) memuat berbagai tombol komponen (VCL / Visual Component Library) yang dapat
diletakkan pada form dan sebagai interface program aplikasi. Tab tersebut diantaranya adalah
Standard, Additional, Win32, dan lain-lain.

Form Designer
Form designer merupakan tempat untuk merancang program aplikasi. Perancangan form dilakukan
dengan meletakkan komponen-komponen yang diambil dari component palette.

Object Inspector
Object inspector digunakan untuk mengubah properti atau karakteristik dari suatu komponen.
Terdiri dari 2 tab yaitu :
- Properties
Digunakan untuk menentukan seting suatu objek. Satu objek memiliki beberapa properti yang
dapat diatur langsung dari object inspector maupun melalui kode program. Seting ini
mempengaruhi cara kerja objek tersebut saat aplikasi dijalankan.
- Event
Merupakan bagian yang dapat diisi dengan kode program tertentu yang berfungsi untuk
menangani event-event (berupa sebuah procedure) yang dapat direspon oleh sebuah komponen.
Event adalah peristiwa atau kejadian yang diterima oleh suatu objek, misal : klik, drag, dan lain-
lain. Event yang diterima objek akan memicu Delphi menjalankan kode program yang ada
didalamnya. Misalnya ingin sesuatu dikerjakan pada saat form ditutup, maka untuk menyatakan
tindakan tersebut (berupa sebuah procedure) menggunakan OnClose.

Object Tree View


Object tree view berisi daftar komponen yang sudah diletakkan di form designer.

Code Editor
Code editor merupakan tempat untuk menuliskan kode program menggunakan bahasa object
Pascal. Disini tidak perlu dituliskan seluruh kode sumber karena Delphi telah menyediakan
kerangka penulisan sebuah program.

Code Explorer
Digunakan untuk memudahkan berpindah antar file unit di dalam jendela code editor. Code
explorer berisi daftar yang menampilkan semua tipe,class, properti , method, variabel global, rutin
global yang telah didefinisikan di dalam unit. Saat memilih sebuah item dalam code explorer,
kursor akan berpindah menuju implementasi dari item yang dipilih di dalam code editor.

2.3 Menggunakan IDE Delphi Untuk Pemrograman


Berikut langkah-langkah dasar menggunakan IDE Delphi untuk membuat suatu program aplikasi :
1. Menyediakan media untuk membuat program yang sering disebut dengan project.
Pembuatan sebuah project baru secara otomatis akan membentuk sebuah form kosong,
membuka lembar code editor dan beberapa bagian lain yang mendukung pembuatan dari sebuah
program aplikasi.
2. Gambar komponen dalam jendela form menggunakan ikon komponen dalam component palette
3. Tentukan properti pada setiap komponen dengan menggunakan lembar kerja properties pada
jendela object inspector.
4. Tulis kode program untuk event pada komponen yang diinginkan pada jendela code editor.
Pengampu : Idhawati Hestiningsih 3
III. LANGKAH KERJA
3.1 Membuat Project
1. Buat folder utama untuk menyimpan pekerjaan Anda dengan nama DelphiXXX, XXX adalah
digit terakhir NIM Anda. Selanjutnya didalam folder tersebut buat folder baru dan diberi nama
Latih 1.
2. Klik tombol Start pada Windows, Pilih Borland Delphi 7, klik Delphi 7. Delphi akan
menampilkan project baru (Project1) dan pada project ini terdapat form bernama Form1.
3. Menyimpan program yang Anda buat dengan cara pilih File >> Save All >> pilih folder tempat
Anda akan menyimpan project (program) Anda, misal folder Latih 1.
Ketikkan nama unit pada File name, misal Coba.pas, klik tombol Save.
Ketikkan nama project pada File name, misal Coba_project.dpr, klik tombol Save.
Ingat : nama unit tidak boleh sama dengan nama project. Anda bisa memberikan nama unit
misal UCoba, sedangkan nama project adalah Coba
4. Setelah Anda menyimpan maka akan terbentuk sejumlah file dalam folder Latih 1, yaitu :
Coba.pas
Coba.dfm
Coba_project.dof
Coba_project.dpr
Coba_project.cfg
Coba_project.res
File berekstensi .pas : merupakan file unit. File ini berisi kode aplikasi (kode dalam object
Pascal) yang digunakan untuk menangani kejadian pada form
File berekstensi .dfm : merupakan file form, berisi daftar komponen dan propertinya
File berekstensi .dof : berisi opsi-opsi project yaitu berisi pengaturan linker dan kompiler,
direktori pencarian, dll.
File berekstensi .dpr : merupakan file project
File berekstensi .cfg : berisi konfigurasi project
File berekstensi .res : berisi resource Windows yang standar (menyimpan icon aplikasi,
kursor,bitmap,dll)

Ingat : Jangan menghapus salah satu dari file-file tersebut, karena Delphi memerlukan file-file
tersebut untuk menjalankan program aplikasi Anda.

5. Menjalankan program dengan klik ikon atau tekan tombol F9 atau pilih menu Run >>
Run.
Ketika Anda run program, Delphi akan membentuk file berekstensi .dcu dan file .exe
(file executable) yang merupakan hasil kompilasi dari file .pas
Nama file .dcu sama dengan nama unit, sedangkan nama file .exe memiliki nama yang
sama dengan nama project.

6. Mengakhiri program dengan klik atau pilih menu Run >> Program Reset.

7. Keluar dari Delphi, pilih File >> Exit

8. Bila Anda ingin mengecek apakah program Anda sudah tersimpan atau ingin menampilkan
program Anda kembali ke layar, maka pilih File >> Open Project

9. Bila Anda akan membuat project baru, maka :


- Anda harus keluar dari program lama Anda, yaitu : File >> Close All
- Kemudian membuat project baru, yaitu : File >> New >> Application

3.2 Membuat Program Aplikasi Sederhana Menggunakan IDE Delphi


1. Buat folder Latih 2 didalam folder utama Anda.
2. Buat project dengan form seperti berikut :
Pengampu : Idhawati Hestiningsih 4

komponen
label

komponen
button

Bila project tersebut dijalankan maka tampil suatu aplikasi dengan tombol Merah diklik maka
form berubah warna menjadi merah, bila tombol Biru diklik maka form berwarna biru.

3. Pengaturan Komponen
Pengaturan properties :
Komponen/Object Properties Pengaturan
TForm1 Caption Form Berwarna
Name Form1
TLabel Caption Halo ...
Name Label1
Font Size 12
TLabel Caption Aku yakin,
Name Label2
Font Name Gungsuh
Font Size 12
Font Style fsBold True
TLabel Caption Aku pasti bisa !
Name Label3
Font Size 12
Font Style fsBold True
Font Style fsItalic True
TButton Caption Merah
Name Tombol1
TButton Caption Biru
Name Tombol2

Pengaturan event :
Komponen Name Event Pengaturan
TButton Tombol1 OnClick Pada OnClick, klik 2 kali sehingga muncul tulisan Tombol1Click
pada event dan
procedure TForm1.Tombol1Click pada code editor.
Pada procedure TForm1.Tombol1Click, dibawah begin ketik :
form1.Color := clred;
TButton Tombol2 OnClick Pada OnClick, klik 2 kali sehingga muncul tulisan Tombol2Click
pada event dan
procedure TForm1.Tombol2Click pada code editor.
Pada procedure TForm1.Tombol1Click, dibawah begin ketik :
form1.Color := clblue;

4. Simpan pada folder Latih 2 dengan nama unit: UFormwarna dan nama project : Formwarna
5. Jalankan program aplikasi Anda.

IV. TUGAS
Modifikasi project Formwarna dengan menambahkan :
- Tombol Ganti Huruf. Bila tombol tersebut diklik, maka huruf pada Label3 berubah, baik jenis
hurufnya,ukuran, warna, dan stylenya (misal bergaris bawah).
- Tombol Selesai . Bila tombol Selesai diklik, maka keluar dari program tersebut.
Pengampu : Idhawati Hestiningsih 5

PRAKTIKUM MINGGU 2
TIPE DATA,VARIABEL, DAN KONSTANTA PADA DELPHI

I. TUJUAN INTRUKSIONAL KHUSUS


Setelah menyelesaikan materi ini diharapkan mahasiswa dapat :
1. Menyebutkan tipe data pada Delphi
2. Menggunakan variabel dan konstanta

II. DASAR TEORI


2.1 Tipe Data pada Delphi
Pada umumnya semua bahasa pemrograman mengenal tipe data. Beberapa jenis tipe data telah
disediakan oleh bahasa pemrogramaan dan ada juga tipe data yang dapat dibuat sendiri (type
constructor). Gagasan adanya type-constructor ini diperkenalkan oleh bahasa pemrograman Pascal
secara formal. Selain itu masih ada beberapa bahasa pemrograman, termasuk Delphi, juga
mendukung mekanisme untuk mendefinisikan tipe baru.
Tipe (Type) pada dasarnya adalah nama jenis data. Ketika variabel didefinisikan, tipe data yang
menentukan kumpulan nilai-nilai variabel yang dapat disimpan dan juga operasi di dalamnya,
harus ditentukan juga. Aturan ini dipakai di dalam Delphi. Delphi adalah bahasa strongly-typed,
artinya Delphi membedakan berbagai tipe data dan tidak selalu mengizinkan sebuah tipe
disubsitusikan ke tipe yang lainnya.
Beberapa jenis tipe sederhana (simple-type) yang dikenal di Delphi antara lain:
- Ordinal : Integer, Character, Boolean, Enumerasi, Subrange
- Real

Tipe Ordinal (Ordinal Type) berdasarkan pada konsep order atau urutan. Tipe ordinal meliputi
Integer, Character, Boolean, Enumerasi, Subrange. Masing-masing tipe data tersebut mempunyai
jangkauan yang disesuaikan dengan tipe datanya. Integer, Character, Boolean merupakan tipe data
yang sudah disediakan di Delphi, sedangkan Enumerasi dan Subrange merupakan tipe data yang
didefinisikan sendiri.

Tipe Real mewakili bilangan floating-point dalam berbagai format. Pada tipe ini ada bentuk Single,
Double, Extended yang mempunyai tingkat kepresisian yang berbeda. Standar dalam bilangan real
ini menggunakan IEEE (Institute of Electrical and Electronics Engineers)

2.2 Variabel dan Konstanta


2.2.1 Variabel
Variabel pada dasarnya adalah nama untuk suatu lokasi pada memori. Variabel dalam program
digunakan untuk menyimpan suatu nilai tertentu dimana nilai tersebut dapat berubah-ubah.
Setiap variabel mempunyai tipe dan hanya data yang bertipe sama dengan tipe variabel yang
dapat disimpan di dalam variabel tersebut. Setiap variabel mempunyai nama dan pemisahan antar
variabel dilakukan dengan memberikan tanda koma.
Contoh :
Var
namabarang : string;
harga_per_unit,totalbiaya : integer;

Sebelum suatu variabel dapat digunakan, variabel harus dideklarasikan terlebih dahulu dengan
menyebutkan nama variabel dan tipe datanya. Variabel dideklarasikan pada bagian yang diawali
dengan var seperti contoh diatas.
Keyword Var digunakan di beberapa tempat di dalam kode, seperti di awal unit untuk
mendefinisikan variabel global maupun di awal fungsi atau prosedur untuk menentukan variabel
lokal.
Aturan pemberian nama variabel pada Delphi :
1. Nama variabel maksimum terdiri dari 63 karakter
2. Nama variabel hanya boleh mengandung huruf, angka, garis bawah (_) dan tidak boleh
diawali dengan angka
3. Tidak boleh menggunakan keyword milik Delphi, misal variabel dengan nama if,else,
for tidak diperbolehkan.
Pengampu : Idhawati Hestiningsih 6
2.2.2 Konstanta
Berbeda dengan variabel yang isinya bisa berubah selama eksekusi program berlangsung, nilai
suatu konstanta tidak bisa berubah. Konstanta dapat dideklarasikan tanpa harus disertakan tipe
datanya. Compiler akan melihat datanya dan secara otomatis akan mengggunakan tipe data yang
sesuai. Seperti variabel, konstanta di dalam kode dapat berlaku sebagai konstanta global maupun
lokal. Cara mendeklarasikan konstanta sebagai berikut :
Const
Max : 100;
diskon : 0.2;
pi : 3.14;

III. LANGKAH KERJA


3.1 Menukarkan dua buah nilai dari dua buah variabel
1. Buat folder Latih 3 didalam folder utama Anda.
2. Buat project dengan form seperti berikut :

Komponen Edit

Bila project tersebut dijalankan maka tampil suatu aplikasi dengan memasukkan sembarang angka
pada bilangan pertama dan bilangan kedua. Bila tombol Tukar diklik maka terjadi pertukaran nilai
pada bilangan pertama dan kedua. Tombol Clear untuk membersihkan tampilan dari
angka/perhitungan sebelumnya, tombol Close diklik maka keluar dari program.

3. Pengaturan Komponen
Pengaturan properties :

Komponen/Object Properties Pengaturan


TForm1 Caption Tukar Angka
Name Form1
TLabel Caption Bilangan Pertama
Name Label1
Font Size 12
TLabel Caption Bilangan Kedua
Name Label2
Font Size 12
TLabel Caption Bilangan Pertama
Name Label3
Font Size 12
TLabel Caption Bilangan Kedua
Name Label4
Font Size 12
TEdit Name Edit1
Text
Font Size 12
TEdit Name Edit2
Text
Font Size 12
TEdit Name Edit3
Text
Font Size 12
TEdit Name Edit4
Text
Font Size 12
TButton Caption &HITUNG
Name TombolTukar
TButton Caption CLEA&R
Name TombolClear
TButton Caption &CLOSE
Name TombolClose
Pengampu : Idhawati Hestiningsih 7
Pendeklarasian variabel dan konstanta :
Pada code editor, dibawah tulisan berikut
var
Form1: TForm1;
Ketik tulisan berikut :
a,b,c : integer;

Pengaturan event :
Komponen Name Event Pengaturan
TButton TombolTukar OnClick Pada OnClick, klik 2 kali sehingga muncul tulisan TombolTukarClick pada event dan
procedure TForm1.TombolTukarClick pada code editor.
Pada procedure TForm1.TukarClick, dibawah begin ketik :
a := strtoint(edit1.text);
b := strtoint(edit2.text);
c := a;
a := b;
b := c;
edit3.text := inttostr(a);
edit4.text := inttostr(b);
application.MessageBox('Proses tukar berhasil','Informasi',mb_ok or
mb_iconexclamation);
TButton TombolClear OnClick Pada OnClick, klik 2 kali sehingga muncul tulisan TombolClearClick pada event dan
procedure TForm1.TombolClearClick pada code editor.
Pada procedure TForm1.TombolClearClick, dibawah begin ketik:
edit1.Text := '';
edit2.Text := '';
edit3.Text := '';
edit4.Text := '';
edit1.SetFocus;

4. Simpan pada folder Latih 3 dengan nama unit: UTukar dan nama project : Tukar
Jalankan program aplikasi Anda

3.2 Membuat Program Menghitung Luas dan Keliling Lingkaran


1. Buat folder Latih 4 didalam folder utama Anda.
2. Buat project dengan form seperti berikut :

Bila project tersebut dijalankan maka tampil suatu aplikasi dengan memasukkan angka pada
Jari-jari dan tombol Hitung diklik maka didapat luas dan keliling lingkaran. Tombol Clear
untuk membersihkan tampilan dari angka/perhitungan sebelumnya, tombol Close diklik maka
keluar dari program.

3. Pengaturan Komponen
Pengaturan properties :
Komponen/Object Properties Pengaturan
TForm1 Caption Lingkaran
Name Form1
TLabel Caption Jari-jari
Name Label1
Font Size 12
TLabel Caption Luas
Name Label2
Font Size 12
TLabel Caption Keliling
Name Label3
Font Size 12
TButton Caption &HITUNG
Name TombolHitung
TButton Caption CLEA&R
Name TombolClear
TButton Caption &CLOSE
Name TombolClose
Pengampu : Idhawati Hestiningsih 8
Pendeklarasian variabel dan konstanta :
Pada code editor, dibawah tulisan berikut
var
Form1: TForm1;
Ketik tulisan berikut :
r : integer;
luas,keliling : real;
const
pi = 3.14;

Pengaturan event :
Komponen Name Event Pengaturan
Tbutton TombolHitung OnClick Pada OnClick, klik 2 kali sehingga muncul tulisan TombolHitungClick pada event dan
procedure TForm1.TombolHitungClick pada code editor.
Pada procedure TForm1.TombolHitungClick, dibawah begin ketik :
r := strtoint(form1.edit1.Text);
luas := pi * r * r;
edit2.text := floattostr(luas);
keliling := 2 * pi * r;
edit3.text := floattostr(keliling);
application.MessageBox('Proses berhasil','Informasi',mb_ok or
mb_iconexclamation);
Tbutton TombolClear OnClick Pada OnClick, klik 2 kali sehingga muncul tulisan TombolClearClick pada event dan
procedure TForm1.TombolClearClick pada code editor.
Pada procedure TForm1.TombolClearClick, dibawah begin ketik:
edit1.Text := '';
edit2.Text := '';
edit3.Text := '';
edit1.SetFocus;

4. Simpan pada folder Latih 4 dengan nama unit: ULingkaran dan nama project : Lingkaran
Jalankan program aplikasi Anda

3.3 Membuat Program Mengkonversi Total Detik ke Jam,Menit,Detik


1. Buat folder Latih 5 didalam folder utama Anda.
2. Buat project dengan form seperti berikut :

3. Pendeklarasian variabel
Pada code editor, dibawah tulisan berikut
var
Form1: TForm1;
Ketik tulisan berikut :
totdet,sisa,jam,menit,detik : integer;

Pengaturan event
Komponen Name Event Pengaturan
Tbutton TombolKonversi OnClick Pada OnClick, klik 2 kali sehingga muncul tulisan TombolKonversiClick pada event dan
procedure TForm1.TombolKonversiClick pada code editor.
Pada procedure TForm1.TombolKonversiClick, dibawah begin ketik :
totdet := strtoint(edit1.text);
jam := totdet div 3600;
sisa := totdet mod 3600;
menit := sisa div 60;
detik := sisa mod 60;
edit2.text := inttostr(jam);
edit3.text := inttostr(menit);
edit4.text := inttostr(detik);
application.MessageBox('Proses berhasil','Informasi',mb_ok or
mb_iconexclamation);

4. Simpan pada folder Latih 5 dengan nama unit: UKonversi dan nama project : Konversi
Pengampu : Idhawati Hestiningsih 9
IV. TUGAS
1. Cari tipe/jenis data pada Delphi beserta range nilainya. Anda bisa mencari melalui
literatur/buku-buku tentang Delphi.
Diketik dan kirim ke email kuliah@idhaclassroom.com
2. Buat project dengan tampilan seperti berikut :

Setiap kali tombol Up diklik maka angka tersebut nilainya bertambah 1. Bila tombol Down
diklik maka angka tersebut nilainya berkurang 1.
Anda boleh modifikasi dengan menambahkan tombol Clear
Simpan pada folder Latih 6 dengan nama unit: UCounter dan nama project : Counter

3. Buat project untuk mengkonversi suhu dalam celcius ke fahrenheit dengan rumus
F = (9/5 x C) + 32
Dan mengkonversi suhu dalam fahrenheit ke celcius dengan rumus
C = 5/9 x (F 32)
Simpan pada folder Latih 7 dengan nama unit: USuhu dan nama project : Suhu

4. Buat project untuk menghitung lama pemakaian seorang user warnet (dalam jam menit detik)
dan biaya yang harus dibayar user. Bila tarip penggunaan di warnet tersebut 1 jam Rp. 5000,-
Petunjuk : jampemakaian = jamselesai jammulai.
Simpan pada folder Latih 8 dengan nama unit: UBiling dan nama project : Biling
Pengampu : Idhawati Hestiningsih 10

PRAKTIKUM MINGGU 3
OPERATOR PADA DELPHI

I. TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS


Setelah menyelesaikan materi ini diharapkan mahasiswa akan dapat:
1. Mengetahui fungsi operator
2. Mengenal operator unary dan operator binary
3. Menggunakan operator yang tepat pada tiap tipe data
4. Mengerti operasi yang terjadi pada operator aritmatika, logika dan relasional

II. DASAR TEORI


Operator berperilaku seperti fungsi terdefinisi (predefined function) yang menjadi bagian dari Delphi.
Operator mengatur operasi pada tipe data dengan menggunakan simbol-simbol yang sudah ditentukan
dalam syntax delphi. Contoh Expresi (X + Y) dibangun dari variabel X dan Y yang disebut operand,
dengan operator '+'.

Operator menurut jenis operand-nya dibagi dua yaitu unary operator dan binary operator. Unary
operator adalah operator yang operand-nya hanya satu seperti contoh +6, -B. Tanda bilangan negatif (-)
dan positif (+) pada angka 6 dan variabel B menunjukkan operator unary. Operator Binary merupakan
operator yang mempunyai dua operand. Hampir semua operator di Delphi bersifat binary. Contoh
operator ini pada operasi penjumlahan A + B, tanda positif (+) menunjukkan operator penjumlahan.

2.1 Operator Aritmatika

Operator Operasi Tipe Operand Tipe Hasil


+ Penjumlahan integer, real integer, real
- Pengurangan integer, real integer, real
* Perkalian integer, real integer, real
/ Pembagian real integer, real real
div Pembagian integer integer integer
mod sisa bagi integer integer

Selain operasi binary, operator + dan - digunakan sebagai tanda bilangan untuk tipe data integer
dan real.

2.2 Operator Logika (Operator Boolean)


Operator Boolean not, and, or dan xor menggunakan operand dengan tipe boolean manapun dan
mengembalikan nilai dengan tipe boolean.

Operator Operasi
not negasi
and logika dan
or logika atau
xor logika xor

2.3 Operator Pemanipulasi Bit


Operator ini berhubungan dengan pemanipulasian bit pada operand. Tipe operand yang digunakan
harus bilangan bulat (misal integer) dan hasil operasi juga bertipe bilangan bulat (misal integer).
Contoh : Bila A = 12 dan B = 10 maka A and B hasilnya 8.

Operator Operasi
not negasi
and logika dan
or logika atau
xor logika xor
shl Menggeser bit ke kiri
shr Menggeser bit ke kanan
Pengampu : Idhawati Hestiningsih 11
2.4 Operator Relational
Operator relational digunakan untuk membandingkan dua operand. Jenis-jenis operator relational
sebagai berikut :

Operator Operasi
= Persamaan
<> Pertidaksamaan
< Lebih kecil dari
> Lebih besar dari
<= Lebih kecil atau sama
>= Lebih besar atau sama

III. LANGKAH KERJA


3.1 Program Kalkulator Sederhana
1. Buat folder Latih 9 didalam folder utama Anda.
2. Buat project dengan form seperti berikut :

Komponen
Radiogroup

3. Pengaturan Komponen
Pengaturan properties :
Komponen/Object Properties Pengaturan
TForm1 Caption Kalkulator Sederhana
Name Form1
TLabel Caption Operand1
Name Label1
Font Size 12
TLabel Caption Operand2
Name Label2
Font Size 12
TLabel Caption Hasil
Name Label3
Font Size 12
TEdit Name Operand1
Text
Font Size 12
TEdit Name Operand2
Text
Font Size 12
TEdit Name Hasil
Text
Font Size 12
TRadioGroup Caption Pilihan
Name rgpilihan
Font Size 12
ItemIndex 0
Items Anda klik sehingga tampil String List Editor, kemudian ketik Penjumlahan > Enter >
Pengurangan > Enter > Perkalian dst > OK
TButton Caption &HITUNG
Name TombolHitung
TButton Caption &KELUAR
Name TombolKeluar

Pendeklarasian variabel dan konstanta :


Pada code editor, dibawah tulisan berikut
Pengampu : Idhawati Hestiningsih 12
var
Form1: TForm1;
Ketik tulisan berikut :
a,b,inthasil : integer;
realhasil : real;

Pengaturan event :
Komponen Name Event Pengaturan
Tbutton TombolHitung OnClick Pada OnClick, klik 2 kali sehingga muncul tulisan TombolHitungClick pada event dan
procedure TForm1.TombolHitungClick pada code editor.
Pada procedure TForm1.TombolHitungClick, dibawah begin ketik :
inthasil := 0;
realhasil := 0;
a := strtoint(Operand1.Text);
b := strtoint(Operand2.Text);

if rgpilihan.ItemIndex = 0 then
begin
inthasil := a + b;
end
else if rgpilihan.ItemIndex = 1 then
begin
inthasil := a - b;
end
else if rgpilihan.ItemIndex = 2 then
begin
inthasil := a * b;
end
else if rgpilihan.ItemIndex = 3 then
begin
realhasil := a / b;
end
else if rgpilihan.ItemIndex = 4 then
begin
inthasil := a div b;
end
else
begin
inthasil := a mod b;
end;

if rgpilihan.ItemIndex <> 3 then


hasil.Text := inttostr(inthasil)
else
hasil.Text := floattostr(realhasil);
end;

4. Simpan pada folder Latih 9 dengan nama unit: UKalkulator dan nama project : Kalkulator.

3.2 Program Tes Relasional


1. Buat folder Latih 10 didalam folder utama Anda.
2. Buat project dengan form seperti berikut :

Ketentuan program :
- Program menerima input dari komponen edit1 dan edit2
- Program melakukan operasi relasional sesuai dengan pilihan dari radiogroup
Pengampu : Idhawati Hestiningsih 13
- Eventclick() pada button hitung melakukan proses operasi relasional sesuai dengan pilihan yang
ada
- Hasil dari operasi relasional ditampilkan dalam bentuk string True atau False pada edit3
- Program akan keluar jika button keluar di-klik

3. Simpan pada folder Latih 10 dengan nama unit: URelasional dan nama project : Relasional

3.3. Program Kalkulator dengan Batasan Nilai


Buatlah program seperti tampilan Latih 9 dengan memberi batasan input-inputnya pada range antara
-100 sampai dengan 100. Bila inputan yang dimasukkan diluar batasan range tersebut maka muncul
pesan Error! Data input harus range -100 s/d 100. Simpan pada folder Latih 11 dengan nama
unit: URange dan nama project : Range

IV. TUGAS
1. Berapakah nilai C yang didapatkan dari ekspresi berikut, jika A = True, B = False
a. C = not A
b. C = A and B
c. C = A or B
d. C = A xor B
Buatlah projectnya, simpan pada folder Latih 12 dengan nama unit: ULogika dan nama
project : Logika.

2. Buatlah project untuk menunjukkan penggunaan operator pemanipulasian bit (and,or,xor,shl,shr).


Simpan pada folder Latih 13 dengan nama unit: UManipulasibit dan nama project :
Manipulasibit.
Pengampu : Idhawati Hestiningsih 14

PRAKTIKUM MINGGU 4
PERCABANGAN DAN PERULANGAN

I. TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS


Setelah menyelesaikan materi ini diharapkan mahasiswa akan dapat :
1. Mengenal bermacam-macam perintah percabangan dan perulangan
2. Mengetahui kondisi yang dibutuhkan untuk membuat sebuah percabangan atau perulangan
3. Menggunakan perintah percabangan dan perulangan dalam program Delphi

II. DASAR TEORI


Sebuah bahasa pemrograman pada umumnya dilengkapi dengan syntax-syntax yang digunakan untuk
mengontrol program. Setiap bahasa pemrograman bisa saja berbeda dalam hal syntax untuk
menggunakannya, tetapi pada dasarnya hasil yang diperoleh akan sama. Delphi mengenal beberapa
kontrol program, diantaranya adalah perulangan dan percabangan. Percabangan digunakan untuk
membuat sebuah program lebih cerdas dalam memutuskan sesuatu dengan kondisi yang sudah
ditentukan. Sedangkan perulangan digunakan untuk menulis program yang efisien. Pemrogram tidak
perlu menulis pernyataan yang sama berulang-ulang dengan menggunakan syntax perulangan ini.

2.1 Percabangan
Percabangan di Delphi dinyatakan dalam bentuk pernyataan kondisi (conditonal statement), dan
digunakan untuk mengeksekusi salah satu pernyataan yang dikandungnya ataupun tanpa satupun
darinya, tergantung beberapa pengujian. Ada dua pernyataan kondisi dasar, yaitu pernyataan if dan
pernyataan case.

Pernyataan if digunakan untuk mengeksekusi pernyataan hanya jika kondisi tertentu dipenuhi
(ifthen), atau memilih di antara dua alternatif yang berbeda (ifthenelse). Kondisi diuraikan
dengan ekspresi Boolean. Sebuah pernyataan if bisa sangat kompleks, misalnya jika ada pernyataan if
yang dimasukkan di dalam pernyataan if lainnya atau if bersarang (nested if).

Syntax yang digunakan pernyataan if diantaranya


if (kondisi) then
<pernyataan>

if (kondisi) then
<pernyataan1>
else
<pernyataan2>

if (kondisi1> then
if (kondisi2) then
<pernyataan1>
else
<pernyataan2>
else
<pernyataan3>

3.2. Perulangan
Perulangan mengizinkan program untuk mengeksekusi deret pernyataan secara berulang-ulang,
menggunakan suatu kondisi atau variabel kontrol untuk menentukan kapan eksekusi akan berhenti. Ada
tiga buah kontrol perulangan, yaitu for, while, dan repeat.

Untuk menghentikan atau mengendalikan sebuah perulangan dapat digunakan pernyataan break dan
continue. Break menghentikan pernyataan dimana ia berada, sementara continue untuk mengabaikan
pernyataan di bawahnya dan mulai iterasi berikutnya.

Syntax-syntax perulangan di Delphi


Pengampu : Idhawati Hestiningsih 15
FOR . DO
for variabel := nilaiawal to nilaiakhir do
<pernyataan>
for variabel := nilaiakhir downto nilaiawal do
<pernyataan>
Contoh
Var u,k : integer;
Begin
u := 0;
For k := 0 to 10 do
u := u + k;
End

WHILE DO
while (kondisi) do
<pernyataan>
Contoh
Var u,k : integer;
Begin
u := 0;
k := 0;
while (k<10) do
begin
inc(k) ;
u := u + k;
end;
End;

REPEAT UNTIL .
repeat
<pernyataan>
until (kondisi)
Contoh
Var u,k : integer;
Begin
u := 0;
k := 0;
repeat
inc(k) ;
u := u + k;
until k > 9;

III. LANGKAH KERJA


3.1 Program Discount
1. Buat folder Latih 14 didalam folder utama Anda.
2. Buat project dengan form seperti berikut :

komponen
checkbox
Pengampu : Idhawati Hestiningsih 16
3. Pengaturan Komponen
Pengaturan properties :

Komponen/Object Properties Pengaturan


TForm1 Caption Program Discount
Name Form1
TLabel Caption Harga Item1
Name Label1
Font Size 12
TLabel Caption Harga Item2
Name Label2
Font Size 12
TLabel Caption Total Harga
Name Label3
Font Size 12
TEdit Name Edit1
Text
Font Size 12
TEdit Name Edit2
Text
Font Size 12
TEdit Name Edit3
Text
Font Size 12
TRadioGroup Caption Jenis Discount
Name rgpilihan
Font Size 12
ItemIndex 0
Items Anda klik sehingga tampil String List Editor, kemudian ketik Discount 5 % > Enter >
Discount 10 % > Enter > Discount 15 % > OK
TCheckBox Caption Discount
Name cbdiscount
TButton Caption &HITUNG
Name TombolHitung
TButton Caption &KELUAR
Name TombolKeluar

Pendeklarasian variabel dan konstanta :


Pada code editor, dibawah tulisan berikut
var
Form1: TForm1;
Ketik tulisan berikut :
hargatotal, diskon : real;

Pengaturan event :
Komponen Name Event Pengaturan
Tbutton TombolHitung OnClick Pada OnClick, klik 2 kali sehingga muncul tulisan TombolHitungClick pada event dan
procedure TForm1.TombolHitungClick pada code editor.
Pada procedure TForm1.TombolHitungClick, dibawah begin ketik :
hargatotal := 0;
diskon := 0;
if cbdiscount.Checked then
case rgpilihan.ItemIndex of
0: diskon := 5/100 * (strtofloat(edit1.text) +
strtofloat(edit2.Text));
1: diskon := 10/100 * (strtofloat(edit1.text) +
strtofloat(edit2.Text));
2: diskon := 15/100 * (strtofloat(edit1.text) +
strtofloat(edit2.Text));
end;

hargatotal := (strtofloat(edit1.text) + strtofloat(edit2.Text)) - diskon;


edit3.Text := floattostr(hargatotal);

4. Simpan pada folder Latih 14 dengan nama unit: UDiscount dan nama project : Discount.
3.2 Program Konversi Nilai ke Huruf
1. Buat folder Latih 15 didalam folder utama Anda.
2. Buat project dengan form seperti berikut :
Pengampu : Idhawati Hestiningsih 17
Dengan ketentuan :
Nilai > 80 =A 50 < Nilai <= 60 = BC
70 < Nilai <= 80 = AB 40 < Nilai <= 50 = C
60 < Nilai <= 70 =B 30 < Nilai <= 40 = D
Nilai <= 30 =E
Jika nilai selain 0 sampai 100, maka pada nilai huruf berisi : NILAI INPUT SALAH atau
muncul kotak pesan NILAI INPUT SALAH.

3. Simpan pada folder Latih 15 dengan nama unit: UNilaiHuruf dan nama project : NilaiHuruf.

3.3. Program Loop


1. Buat folder Latih 16 didalam folder utama Anda.
2. Buat project dengan form seperti berikut :

komponen
listbox

3. Pengaturan Komponen
Pengaturan properties :

Komponen/Object Properties Pengaturan


TForm1 Caption Program Loop
Name Form1
TRadioButton Caption Break
Name rbbreak
TRadioButton Caption Continue
Name rbcontinue
TLabel Caption Nilai Break/Continue
Name Label1
Font Size 12
TLabel Caption Nilai Maksimum
Name Label2
Font Size 12
TEdit Name ENilai
Text
Font Size 12
TEdit Name ENilaiMax
Text
Font Size 12
TButton Caption &LOOP
Name TombolLoop
TButton Caption &KELUAR
Name TombolKeluar

Pendeklarasian variabel dan konstanta :


Pada code editor, dibawah tulisan berikut
var
Form1: TForm1;
Ketik tulisan berikut :
count : integer;

Pengaturan event :

Komponen Name Event Pengaturan


Tbutton TombolLoop OnClick Pada OnClick, klik 2 kali sehingga muncul tulisan TombolLoopClick pada event dan
procedure TForm1. TombolLoopClick pada code editor.
Pada procedure TForm1. TombolLoopClick, dibawah begin ketik :
count := 0;
listbox1.Items.Clear;
while count < strtoint(ENilaiMax.Text) do
begin
inc(count);
if rbBreak.Checked then
Pengampu : Idhawati Hestiningsih 18
if count = strtoInt(ENilai.Text) then break;
if rbContinue.Checked then
if count = strtoInt(ENilai.Text) then continue;
listbox1.Items.Add('Loop : '+ inttostr(count));
end;

5. Simpan pada folder Latih 16 dengan nama unit: ULoop dan nama project : Loop

IV. TUGAS
1. Buatlah project dengan form seperti berikut :

Banyak data menyatakan banyaknya data yang akan dihitung. Tombol Generate akan
membangkitkan nilai-nilai acak, menghitung total nilai dari data yang ada, dan membuat nilai
rerata yang bertipe real. Nilai data dibangkitkan secara random bertipe integer.
Simpan pada folder Latih 17 dengan nama unit: URerata dan nama project : Rerata
Pengampu : Idhawati Hestiningsih 19

PRAKTIKUM MINGGU 5
PROSEDUR DAN FUNGSI

I. TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS


Setelah menyelesaikan materi ini diharapkan mahasiswa akan dapat :
1. Memahami cara kerja prosedur dan fungsi
2. Dapat membedakan sebuah prosedur dengan sebuah fungsi
3. Dapat membuat prosedur dan fungsi di dalam program
4. Mengerti penggunaan parameter di dalam prosedur atau fungsi dalam bentuk passing by value
maupun passing by reference

II. DASAR TEORI


Konsep rutin yang dapat dipanggil kembali merupakan gagasan penting yang ditekankan dalam
pemrograman, demikian juga Delphi. Sebuah rutin yang diberi nama unik dapat diaktifkan berkali-kali
dengan menggunakan namanya. Metode ini menghindari pengulangan pernyataan yang sama yang
akan membingungkan jika terjadi proses modifikasi pada program. Rutin dengan nama unik tersebut
dapat dikelompokkan dalam dua jenis yaitu prosedur dan fungsi.

2.1. Prosedur
Prosedur adalah rutin yang melakukan operasi tertentu dan dipanggil menurut namanya yang unik.
Sebuah prosedur hanya melakukan tugas tertentu tanpa ada nilai balik yang diterima oleh prosedur
tersebut. Hal ini yang membedakan prosedur dan fungsi.

Sebuah event komponen di dalam Delphi merupakan contoh prosedur. Prosedur ini sudah didefinisikan
dan merupakan bagian dalam kelas komponen tersebut. Selain tersebut ada prosedur yang didefinisikan
sendiri. Syntax penggunaan prosedur seperti berikut ini:

Procedure namaProcedur(par1 : tipedata; par2 : tipedata;);


{deklarasi lokal}
Begin
<pernyataan>;
End;

Penggunaaan deklarasi lokal (nama variabel) maupun parameter bersifat pilihan. Artinya bagian ini
bisa ada maupun tidak dalam sebuah prosedur. Contoh penggunaan prosedur untuk menampilkan pesan
Hello World seperti berikut:

Procedure Halo;
Begin
ShowMessage(Hello World);
End;

Prosedur dengan nama Halo tersebut dapat dipanggil dalam bagian program yang lain dengan
menggunakan namanya. Sebuah prosedur dapat dipanggil berkali-kali sesuai dengan kebutuhan.

2.2. Fungsi
Penggunaan fungsi melengkapi adanya prosedur. Fungsi merupakan rutin yang melakukan sebuah
operasi dan dapat dipanggil sewaktu-waktu sesuai dengan namanya dan memberikan nilai balik dari
proses fungsi tersebut.

Pada fungsi ada nilai balik yang dihasilkan (return value) yang merupakan hasil dari proses fungsi
tersebut. Nilai tersebut dapat diberikan pada sebuah variabel maupun properti sebuah objek
menggunakan operator penugasan ketika fungsi tersebut dipanggil. Syntax fungsi sebagai berikut:

Function namaFungsi(par1 : tipedata; par2 : tipedata) : tipedata;


{deklarasi lokal}
Begin
<pernyataan>
End;
Pengampu : Idhawati Hestiningsih 20
Contoh penggunaan fungsi seperti berikut:
Function LPersegiPanj(panjang,lebar : real) : real;
Begin
Result := panjang * lebar;
End;

Fungsi pada contoh tersebut digunakan untuk mencari luas persegi panjang. Pada fungsi terdapat dua
parameter (panjang dan lebar) yang merupakan operand-operand untuk mencari luas. Hasil dari fungsi
tersebut diletakkan pada Result yang merupakan nilai balik untuk luas dari persegi panjang.
Penggunaan Result sebagai tempat nilai balik di Delphi akan membuat kode menjadi lebih mudah
dibaca.

2.3. Deklarasi Prosedur dan Fungsi


Untuk menggunakan prosedur dan fungsi dalam program ada beberapa aturan yang perlu dipenuhi.
Aturan ini mengenai tata cara penulisan prosedur maupun fungsi. Pada Delphi, penulisan prosedur dan
fungsi setidaknya dapat dilakukan dengan dua cara:
1. Dengan deklarasi awal
Deklarasi ini menentukan nama, jumlah dan tipe parameter yang digunakan, dan jika itu deklarasi
fungsi disertakan juga tipe nilai baliknya. Deklarasi ini diletakkan di bagian Interface. Kode
program sebenarnya diletakkan di bagian Implementation, seperti contoh

Interface

Function LPersegiPanj(panjang,lebar : real) : real;

Implementation
Function LPersegiPanj(panjang,lebar : real) : real;
Begin
Result := panjang * lebar;
End;
2. Tanpa Deklarasi awal
Dengan cara ini penulisan deklarasi tidak diperlukan. Prosedur dan fungsi langsung dituliskan
beserta kode programnya di bagian Implementation seperti contoh berikut
Implementation

Procedure Halo;
Begin
ShowMessage(Hello World);
End;

Dengan menggunakan deklarasi, penulisan kode program rutin akan lebih bebas posisinya. Rutin dapat
dipanggil dari bagian manapun dalam unit rutin tersebut. Sedangkan penulisan tanpa deklarasi
pemanggilan rutin hanya diizinkan oleh kode dalam unit yang berada di bawah rutin tersebut.

2.4. Parameter
Parameter dalam fungsi maupun prosedur dapat dideklarasikan dalam berbagai bentuk. Penggolongan
parameter ini akan berpengaruh pada cara kerja prosedur maupun fungsi tersebut. Untuk melewatkan
parameter tersebut ada 2 cara yaitu
1. Passing By Value (pelewatan berdasarkan nilai)
Pelewatan parameter dengan cara ini merupakan bentuk default pada Delphi. Parameter tanpa
diberi nilai apapun akan berbentuk ini. Contoh:

Function DoubleByValue(X : Integer) : Integer;

Penggunaan klausa Const merupakan bentuk pelewatan berdasarkan nilai. Hanya pada
parameter yang diberi klausa tersebut tidak dapat diubah nilainya didalam blok prosedur
tersebut.
Function DoubleByValue(Const X : Integer) : Integer;

Pada pelewatan berdasarkan nilai, parameter rutin akan dibentuk seperti lokal variabel, saat
rutin dipanggil terbentuk copy dari identifier asalnya. Perubahan pada parameter copy tidak
berpengaruh pada nilai asalnya. Setelah rutin selesai parameter copy ini akan hilang.
Pengampu : Idhawati Hestiningsih 21
2. Passing By Reference (pelewatan berdasarkan referensi)
Dengan cara ini pelewatan parameter didefinisikan dalam bentuk seperti contoh

Function DoubleByValue(Var X : Integer) : Integer;

Pada pelewatan berdasarkan referensi, parameter rutin yang terbentuk mereferensikan dirinya
pada nilai identifier pemanggil rutin tersebut. Akibatnya setiap perubahan pada badan rutin juga
berpengaruh pada identifier pemanggilnya.

III. LANGKAH KERJA


3.1. Program Pengganda
1. Buat folder Latih 18 didalam folder utama Anda.
2. Buat project dengan form seperti berikut :

.
3. Pengaturan komponen :
Pengaturan properties :

Komponen/Object Properties Pengaturan


TForm1 Caption Program Pengganda
Name Form1
TLabel Caption Bilangan
Name Label1
Font Size 12
TEdit Name EBilangan
Text
Font Size 12
TButton Caption &Pengganda
Name TombolPengganda
TButton Caption &Keluar
Name TombolKeluar

Pendeklarasian fungsi :
Pada code editor, dibawah tulisan berikut
var
Form1: TForm1;
Ketik tulisan berikut :
Function Pengganda(a : integer) : Integer;

Pengaturan event :
Komponen Name Event Pengaturan
Tbutton TombolPengganda OnClick Pada OnClick, klik 2 kali sehingga muncul tulisan TombolPenggandaClick pada event dan
procedure TForm1. TombolPenggandaClick pada code editor.
Pada procedure TForm1. TombolPenggandaClick, dibawah begin ketik :
EBilangan.Text := inttostr(Pengganda(strtoint( EBilangan.text)));

Pada code editor setelah bagian procedure TForm1. TombolPenggandaClick ketik tulisan
berikut :
Function Pengganda(a : integer) : Integer;
Begin
Result := a * 2;
End;

4. Simpan pada folder Latih 18 dengan nama unit: UPengganda dan nama project : Pengganda
5. Jalankan program dan amati hasilnya.
6. Hapus deklarasi pada bagian interface, jalankan program, apa yang terjadi?
7. Ubah posisi badan fungsi ke bagian awal program, jalankan program, apa yang terjadi?
Pengampu : Idhawati Hestiningsih 22
3.2. Program Faktorial
1. Buat folder Latih 19 didalam folder utama Anda.
2. Buat project dengan form seperti berikut :

Aturan program:
Input bilangan faktorial yang akan dihitung dimasukkan pada bagian bilangan
Proses menggunakan sebuah fungsi yang menghitung nilai faktorial
Output program diletakkan pada bagian hasil
Program akan menghitung faktorial jika terjadi event click() pada button hitung
Program akan keluar jka ada event click() pada button keluar
3. Simpan pada folder Latih 19 dengan nama unit: UFaktorial dan nama project : Faktorial

3.3. Program Penukar Bilangan


1. Buat folder Latih 20 didalam folder utama Anda.
2. Buat project dengan form seperti berikut :

3. Pengaturan Komponen
Pengaturan properties :

Komponen/Object Properties Pengaturan


TForm1 Caption Program Penukar Bilangan
Name Form1
TLabel Caption Bilangan 1
Name Label1
Font Size 12
TLabel Caption Bilangan 2
Name Label2
Font Size 12
TEdit Name Edit1
Text
Font Size 12
TEdit Name Edit2
Text
Font Size 12
TRadioGroup Caption Pelewatan Parameter
Name rgpilihan
Font Size 12
ItemIndex 0
Items Anda klik sehingga tampil String List Editor, kemudian ketik Berdasarkan Nilai >
Enter > Berdasarkan Referensi > OK
TButton Caption &TUKARKAN
Name TombolTukar
TButton Caption &KELUAR
Name TombolKeluar
Pengampu : Idhawati Hestiningsih 23
Pengaturan event :
Komponen Name Event Pengaturan
Tbutton TombolPengganda OnClick Pada OnClick, klik 2 kali sehingga muncul tulisan TombolTukarClick pada event dan
procedure TForm1. TombolTukarClick pada code editor.
Pada procedure TForm1. TombolTukarClick, ketik :
var x,y : Integer;
begin
x := strtoint(edit1.Text);
y := strtoint(edit2.Text);
if rgpilihan.ItemIndex = 0 then
begin
TukarByValue(x,y);
end
else
begin
TukarByReference(x,y);
end;
edit1.Text := inttostr(x);
edit2.Text := inttostr(y);
end;

Pada code editor, sebelum bagian procedure TForm1. TombolTukarClick ketik tulisan
berikut :
Procedure TukarByReference(var a,b : Integer);
var temp : integer;
Begin
temp := a;
a := b;
b := temp
End;

Procedure TukarByValue(a,b : Integer);


var temp : integer;
Begin
temp := a;
a := b;
b := temp
End;

8. Simpan pada folder Latih 20 dengan nama unit: UPTukar dan nama project : PTukar
9. Jalankan program dan amati hasilnya.
10. Ubah posisi badan Procedure TukarByReference dan Procedure TukarByValue ke bagian setelah
procedure TForm1. TombolTukarClick, jalankan program, apa yang terjadi?

3.4. Program Pengurut Bilangan


1. Buat folder Latih 21 didalam folder utama Anda.
2. Buat project dengan form seperti berikut :

Aturan program:
Program menerima input 5 bilangan secara
acak. Proses pengurutan dilakukan dengan
menggunakan prosedur, dengan posisi dari
paling kecil ke paling besar (ascending).
Output program diletakkan pada listbox
dan posisi bilangan sudah berurut. Program
akan mulai mengurutkan jika terjadi event
click() pada button Urutkan.

3. Simpan pada folder Latih 21 dengan nama unit: UUrut dan nama project : PUrut

IV. TUGAS
1. Jelaskan perbedaan Prosedur dengan Fungsi!
2. Apakah gunanya deklarasi prosedur dan fungsi pada bagian interface?
3. Jelaskan mengapa pada program langkah kerja 3.3, dengan pelewatan parameter yang berdasarkan
referensi program dapat bekerja dengan baik, sedangkan pelewatan berdasarkan nilai tidak!
4. Buatlah contoh prosedur atau fungsi yang menggunakan parameter
a. pelewatan berdasarkan referensi
b. pelewatan berdasarkan nilai
Pengampu : Idhawati Hestiningsih 24

PRAKTIKUM MINGGU 6
KOMPONEN PADA TAB STANDARD DAN TAB WIN32

I. TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS


Setelah menyelesaikan materi ini diharapkan mahasiswa akan dapat :
1. Mengenal sifat-sifat komponen di dalam pemrograman Delphi
2. Menggunakan komponen di dalam program Delphi
3. Memilih komponen yang tepat dalam menyelesaikan masalah di pemrograman Delphi

II. DASAR TEORI


Komponen merupakan bagian penting dalam pemrograman visual di Delphi. Sebuah komponen dapat
dianggap sebagai objek yang mempunyai karakteristik tertentu. Komponen mempunyai properti dan
event yang menjadi bagian dalam komponen tersebut. Sebuah komponen akan melakukan kontrol yang
berkenaan dengan fungsinya. Pada Delphi, komponen diletakkan pada bagian component palette pada
IDE Delphi. Berikut ini beberapa komponen yang terletak di bagian tab standard :
Edit Box
Komponen ini digunakan untuk tempat mengisi maupun menampilkan data. Dengan Edit Box,
pengguna aplikasi dapat mengisi data ke dalam program. Selain itu edit box juga dapat menampilkan
data pada user.
Label
Label digunakan untuk menampilkan keterangan. Label dapat digunakan untuk menampilkan sesuatu,
tetapi pengguna tidak dapat memasukkan data melalui label.
Button
Button merupakan komponen yang berlaku sebagai tombol untuk melakukan suatu proses. Pengguna
dapat menggunakan button untuk melakukan sesuatu ataupun menghentikan sesuatu.
Combo Box
Combo Box merupakan komponen yang digunakan sebagai tempat untuk menampilkan daftar pilihan.
Dengan Combo Box, pengguna dapat memilih item yang sudah terdapat dalam combo box tersebut.
List Box
Komponen ini hampir sama dengan Combo Box, yaitu menampilkan daftar. Perbedaannya, pada
Combo Box hanya 1 item yang terlihat sebelum Combo Box tersebut diklik, sedangkan pada List Box
dapat menampilkan beberapa item sekaligus.
Check Box
Check Box digunakan untuk menampilkan daftar pilihan. Pada Check Box dapat memilih lebih dari
satu pilihan.
Radio Button
Seperti Check Box, Radio Button juga digunakan untuk menampilkan daftar pilihan. Hanya pada Radio
Button hanya dapat memilih satu item.
Group Box
Group Box berfungsi untuk mengelompokkan kontrol-kontrol pada form menjadi satu bagian. Dengan
Group Box tampilan form akan menjadi lebih teratur. Dengan Group Box dapat dipisahkan item Radio
Button, sehingga pada satu bagian Group Box dapat dipilih 1 item Radio Button.
Radio Group
Radio Group mempunyai fungsi yang sama dengan Group Box. Perbedaannya Group Box dapat
diletakkan beberapa komponen sedangkan Radio Group hanya untuk Radio Button.
Memo
Memo seperti Edit Box digunakan untuk mengisi maupun menampilkan data. Perbedaannya, pada Edit
Box hanya dapat ditampilkan satu baris sedangkan pada Memo dapat ditampilkan lebih dari satu baris.
Scroll Bar
Scrollbar adalah komponen yang biasanya digunakan untuk menggerakkan sesuatu, seperti tampilan
atau mengerakkan nilai. Scroll Bar ada dua jenis, yaitu horizontal scroll bar dan vertical scroll bar
Panel
Panel mempunyai fungsi yang sama dengan Group Box. Panel berfungsi memberikan tempat bagi
komponen-komponen yang lain.

Beberapa komponen tambahan yang disediakan oleh Delphi dan umum terdapat di dalam suatu aplikasi
Windows antara lain:
Pengampu : Idhawati Hestiningsih 25
Tool Bar
Tool Bar adalah komponen yang biasanya digunakan untuk meletakkan tombol. Tool Bar biasanya
terletak pada bagian atas form. Contoh aplikasi yang menggunakan Tool Bar antara lain MS Word,
Excel.
Image List
Komponen ini digunakan untuk menyimpan daftar gambar. Contoh untuk menyimpan daftar gambar
tombol-tombol pada Toolbar.
Progress Bar
Progress Bar biasanya digunakan untuk melihat proses yang sedang berlangsung. Contoh pada saat
pengambilan data pada database.
Status Bar
Komponen yang digunakan untuk memberikan keterangan tambahan pada form, misalnya tanggal.
Komponen ini biasanya terletak di bawah form.
Date Time Picker
Komponen untuk menampilkan kalender.
Page Control
Digunakan untuk meletakkan beberapa kelompok informasi pada satu form. Dengan Page Control
beberapa kelompok informasi dapat diletakkan dalam sebuah form tetapi secara terpisah.

2.1. Properti

Properti pada komponen mewakili atribut yang dimiliki oleh komponen tersebut. Properti berlaku
seperti identifier variabel yang dapat dibaca maupun ditulis dengan tipe data tertentu. Manipulasi
properti dapat dilakukan pada design time maupun pada saat run time.
Untuk memakai properti yang perlu diperhatikan adalah komponen yang memiliki properti tersebut.
Manipulasi properti selalu didahului dengan nama komponen dan operator titik (.). Contoh
Edit1.text := Hello World

Text merupakan properti dari komponen Edit Box. Pada contoh tersebut properti text dengan nama
komponen Edit1 diberi nilai String Hello World.

2.2. Event
Event mewakili suatu kejadian. Kejadian ini bisa karena interaksi dengan pengguna seperti saat mouse
diklik (onClick), keyboard ditekan(OnKeyPress), atau saat komponen dibuat (event OnCreate pada
komponen form).
Sebuah kode program pada event merupakan suatu prosedur yang menjadi bagian dalam komponen
tersebut dan dieksekusi berdasarkan kejadian tersebut. Delphi merupakan pemrograman Event-Driven
artinya kode program Delphi dieksekusi berdasarkan suatu kejadian. Contoh event sebagai berikut

Procedure Tform1.Button1Click(sender : Tobject)


Begin
Form1.close;
End;

Event Button1Click merupakan kejadian yang dibangkitkan jika Button1 diklik dengan mouse kiri.
Pada saat kejadian, kode program di dalam event akan dieksekusi. Kode Form1.close berfungsi untuk
menutup form, sehingga pada saat tombol mouse kiri diklik pada tombol button1 maka program akan
bereaksi dengan menutup form.

III. LANGKAH KERJA


3.1. Program Komponen Standard
1. Buat folder Latih 22 di dalam folder utama Anda.
2. Buat project dengan form seperti berikut :
Pengampu : Idhawati Hestiningsih 26

Panel
Combo Box
Group Box

Memo

Scroll Bar

Radio Goup Scroll Bar


List Box

3. Pengaturan Komponen
Ganti properti komponen-komponen berikut:
Form1 BorderStyle : bsNone
Scroll Bar1 (merah) Max : 255
Scroll Bar2 (hijau) Max : 255
Scroll Bar3 (biru) Max : 255
Scroll Bar4 Kind : sbVertikal
Radio Group1 Columns : 2

Untuk properti lainnya sesuaikan dengan kode program. Isikan event-event berikut :
procedure TfrmKomStandar.cbMerahClick(Sender: TObject);
begin
if cbMerah.Checked then
begin
lbMerah.Visible := true;
scbMerah.Visible := true;
end
else
begin
lbMerah.Visible := false;
scbMerah.Visible := false;
end;
end;

procedure TfrmKomStandar.cbHijauClick(Sender: TObject);


begin
if cbhijau.Checked then
begin
lbhijau.Visible := true;
scbhijau.Visible := true;
end
else
begin
lbhijau.Visible := false;
scbhijau.Visible := false;
end;
end;

procedure TfrmKomStandar.cbBiruClick(Sender: TObject);


begin
if cbbiru.Checked then
begin
lbbiru.Visible := true;
scbbiru.Visible := true;
end
else
Pengampu : Idhawati Hestiningsih 27
begin
lbbiru.Visible := false;
scbbiru.Visible := false;
end;
end;

procedure TfrmKomStandar.scbMerahChange(Sender: TObject);


begin
panel1.Color := rgb(scbMerah.Position,scbHijau.Position,scbBiru.Position);
end;

procedure TfrmKomStandar.scbHijauChange(Sender: TObject);


begin
panel1.Color := rgb(scbMerah.Position,scbHijau.Position,scbBiru.Position);
end;

procedure TfrmKomStandar.scbBiruChange(Sender: TObject);


begin
panel1.Color := rgb(scbMerah.Position,scbHijau.Position,scbBiru.Position);
end;

procedure TfrmKomStandar.scbPanelChange(Sender: TObject);


begin
Panel1.Top := 24 + scbPanel.Position;
ListBox1.Top := 24 + scbPanel.Position;
end;

procedure TfrmKomStandar.Edit1Change(Sender: TObject);


begin
edit2.Text := edit1.Text;
end;

procedure TfrmKomStandar.FormCreate(Sender: TObject);


begin
cbWarna.Items.Append('Merah');
cbWarna.Items.Append('Hijau');
cbWarna.Items.Append('biru');
end;

procedure TfrmKomStandar.Edit2Change(Sender: TObject);


begin
if edit2.Text = 'merah' then
listbox1.Color := clred
else if edit2.Text = 'hijau' then
listbox1.Color := clgreen
else if edit2.Text = 'biru' then
listbox1.Color := clblue;
end;

procedure TfrmKomStandar.btnKeluarClick(Sender: TObject);


begin
frmKomStandar.Close;
end;

procedure TfrmKomStandar.cbWarnaClick(Sender: TObject);


begin
memo1.Lines.Add(cbWarna.text);
end;
procedure TfrmKomStandar.Button2Click(Sender: TObject);
begin
if rbPindah.Checked then
listbox1.Items := Memo1.Lines
else
Begin
memo1.Clear;
listBox1.Clear;
end;
end;
Pengampu : Idhawati Hestiningsih 28
procedure TfrmKomStandar.rgAktifClick(Sender: TObject);
begin
case rgAktif.ItemIndex of
0: btnKeluar.Enabled := true;
1: btnKeluar.Enabled := false;
end;
end;

4. Simpan pada folder Latih 22 dengan nama unit: UKomstandar dan nama project :
Komstandar
5. Jalankan program dan amati hasilnya.

3.2. Program Komponen Lanjutan (Win32)


1. Buat folder Latih 23 di dalam folder utama Anda.
2. Buat project dengan form seperti berikut :
Tool Bar

Page Control

Status Bar

3. Pengaturan Komponen
y Masukkan komponen berikut ke dalam form designer: 1 buah ToolBar, 1 buah Page
Control, 1 buah StatusBar dan 1 buah ImageList dan 1 buah button
y Pada komponen ImageList, klik 2 kali, Add 2 gambar ikon pada komponen tersebut
y Pada komponen ToolBar, klik kanan, klik item new button. Ulangi lagi hingga muncul 2
button, hubungkan properti images pada toolbar dengan komponen Image List
y Pada Komponen PageControl, klik kanan, Klik item new page, hingga pada komponen ada
2 page
y Pada page 1 letakkan komponen berikut: 2 buah label, 1 buah DateTimePicker, 1 buah Edit
Box dan 1 buah Button
Date Time Picker

y Pada page 2 letakkan komponen berikut: 2 buah label, 1 buah combo box, 1 buah List Box,
2 buah Button dan 1 buah Progress Bar
Pengampu : Idhawati Hestiningsih 29

Progress Bar

y Pada komponen Status Bar, Tambahkan 2 panel dengan cara klik kanan status bar >>
Panels Editor >> klik Add New
y Buatlah event-event berikut :

procedure TfrmKomLanjut.btnBerikutClick(Sender: TObject);


begin
pgcHal.ActivePage := pgcHal2;
end;

procedure TfrmKomLanjut.btnKembaliClick(Sender: TObject);


begin
pgcHal.ActivePage := pgcHal1;
end;

procedure TfrmKomLanjut.btnKeluarClick(Sender: TObject);


begin
frmKomLanjut.Close;
end;

procedure TfrmKomLanjut.btnProsesClick(Sender: TObject);


var i : integer;
begin
pbProses.Position := pbProses.Min;
cbAngka.Clear;
pbProses.Visible := true;
for i := 1 to pbProses.Max do
Begin
cbAngka.Items.Append(inttostr(i));
pbProses.Position := i;
End;
pbProses.Visible := false;
end;

procedure TfrmKomLanjut.ToolButton1Click(Sender: TObject);


begin
pgcHal.ActivePage := pgcHal1;
sbform.Panels[1].Text := '';
sbForm.Panels[0].Text := 'Hal1';
end;

procedure TfrmKomLanjut.ToolButton2Click(Sender: TObject);


begin
pgcHal.ActivePage := pgcHal2;
sbform.Panels[0].Text := '';
sbForm.Panels[1].Text := 'Hal2';
end;

procedure TfrmKomLanjut.cbAngkaClick(Sender: TObject);


begin
lbAngka.Items.Append(cbAngka.text);
end;

procedure TfrmKomLanjut.dtpTglChange(Sender: TObject);


begin
edInpTgl.Text := datetostr(dtpTgl.Date);
end;
Pengampu : Idhawati Hestiningsih 30

4. Simpan pada folder Latih 23 dengan nama unit: UKomlanjut dan nama project : Komlanjut
5. Jalankan program dan amati hasilnya.

IV. TUGAS
1. Jelaskan perbedaan komponen Edit Box dengan komponen Memo?
2. Jelaskan perbedaan komponen Check Box dengan komponen Radiobutton?
3. Menurut Anda, kapan sebaiknya kita menggunakan komponen ComboBox?