Anda di halaman 1dari 31

TUNE-UP SISTEM PENGAPIAN KONVENSIONAL

Pendahuluan
Cara kerja sistem pengapian konvensional adalah : apabila kunci kontak
dihubungkan, arus listrik akan mengalir dari baterai melalui kunci kontak
kekumparan primer, ke breaker point dan ke massa. Dalam keadaan seprti ini
breaker point masih dalam keadaan tertutup. Akibatnya mengalirmya arus pada
kumparan ptimer, maka inti besi akan menjadi magnet. Dalam keadaan inti besi
menjadi magnet, bila breaker point dibuka arus yang mengalir oada kumparan
primer akan terputus dan kemagnetan pada inti besi akan segera hilang. Hilangnya
kemagnetan ini akan menimbulkan kumparan primer dan sekunder timbul
tegangan induksi. Karena jumlah gulungan pada kumparan sekunder lebih banyak
dari primer, maka tegangan yang keluar dari kumparan sekunder ini akan jauh
lebih besar atau kumparan sekunder akan timbul tegangan tinggi. Tegangan tinggi
ini sselanjutmya disalurkan kerotor distributor untuk dibagi-bagikan kebusi-busi
pada tiap silinder yang sedang mengakhiri langkah kopresi.
1. Mengukur Tegangan
a. Mengukur tegangan pada baterai
b. Mengukur tegangan pada kunci kontak
c. Mengukur tegangan pada tahanan ballanst
d. Mengukur tegangan pada koil pengapian (kelm + dan klem -)
e. Mengukur tegangan pada kontak pemutus
2. Mengukur tahanan
a. Mengukur tahanan pada kunci kontak
b. Mengukur tahanan pada (tahanan ballast)
c. Mengukur tahanan koil pengapian
d. Mengukur tahanan pada kontak pemutus
Petunjuk :
a. Waktu pengukuran tagangan kunci kontak ON
b. Waktu mengukur tahanan kunci kontak posisi OFF
c. Tulisan hasil pengukuran pada lembar yang disediakan
PEMERIKSAAN BAGIAN-BAGIAN TEGANGAN TINGGI
Langkah Kerja :
1. Keluarkan tutup distributor, rotor dan kabel-kabel tegangan tinggi. Untuk
melepaskan, jangan menarik strecker busi pada kabelnya, karena kabel
tersebut berinti arang sehingga mudah rusak.
2. Periksa tahanan setiap pengantar, dari elektroda didalam tutup distributor
sampai striker bus. Tahanan penghantara tidak boleh melebihi 20 k.
Kalau tahanan pada satu penghantar terlalu besar, lepas bagian-bagian
pengantar tersebut dan periksa satu persatu, untuk mencari bagian yang
rusak.
Penghantar tegangan tinggi dengan tahanan yang terlalu besar
mengakibatkan mesin rusak.

3. Lepaskan semua bagian dan bersihkan dengan bensin, kemudian


keringkan dengan baik. Jika menggunakan angina, doronglah arang di
dalam pusat distributor, untuk mencegah arang keluar waktu
disemprotkan.
4. Periksa kondisi isolator pada koil, rotor, tutup distributor dan stecker busi.
Jika terdapat tempat yang terbakar, bagian tersebut harus diganti baru.
5. Tutup distributor harus diperiksa kondisi arangnya.

6. Periksa kondisi isolator kabel pengapian. Kabel yang retak atau terbakar
harus diganti.

7. Pasang rotor pada governor. Rotor yang mempunyai kelonggaran harus


diganti.
8. Pasang tutup distributor.
9. Hubungkan kabel-kabel tegangan tinggi ke busi.
10. Hidupkan mesin sebagai control.
Hubungan kabel : dari tutup distributor ke silinder yang mana ?
o Tutup distributor buatan Jepang biasanya ada nomor-nomornya.
o Rumah distributor buatan Bosch ada tanda garis diatas sisinya, yang
menunjukkan ke silinder satu. Sedangkan kabel-kabel tegangan tinggi
yang lain mengikuti urutan pengapian, sesuai dengan arah putaran rotor.
Contoh : motor 4 silinder, urutan pengapian 1-3-4-2

Pemeriksaan dan Penggantian Busi


Langkah Kerja :
1. Lepas stecker busi. Jangan ditarik pada kabelnya.
2. Hubungan inti arang kabel mudah terlepas dari stecker, kalau kabel ditarik.
3. Periksa kondisi ulir dari lubang busi. Ulir lubang yang rusak seperti pada
gambar harus diperbaiki
4. Periksa busi (bila perlu pakai kaca pembesar). Keadaan muka busi dapat
menunjukkan kondisi motor
5. Bandingkan busi yang diperiksa dengan gambar-gambar dengan
keterangan-keterangan.
6. Muka busi biasa. Isolasi berwarna kuning sampai coklat muda, puncak
isolasi bersih. Permukaan isolator kotor berwarna coklat muda sampai
abu-abu. Hal ini berarti kondisi penyetelan motor baik

7. Elektorda-elektroda terbakar, pada permukaan isolator menempel partikel-


partikel yang mengikat, isolator berwarna putih dan kuning itu berarti bisi
menjadi terlalu panas karena :
a. Campuran bahan terlalu kurus
b. Kualitas besin terlalu rendah
c. Saat pengapian terlalu awal
d. Jenis busi terlalu panas
8. Isolator elektroda berjelaga, karena :
a. campuran bahan bakar terlalu kaya
b. kenis busi terlalu dingin

9. Isolator dan elektroda sangat kotor serta berwarna coklat muda. Kotoran
ini berasal dari oli motor yang masuk keruang bakar, karena :
a. Sil pengantar katup aus
b. Cincin torak aus

10. Elektroda-elektroda aus serta warna kotoran pada isolator kuning sampai
coklat muda merupakan keausan biasa. Gantilah busi dengan yang baru
perhatikan spesifikasi pada buku manual/catalog busi

11. Busi seperti ini harus diganti, karena bunga api bisa meloncat melalui
isolator yang pecah.
Memasang Busi
1. Ukurlah celah elektoda dengan batang pengukur atau filler. Jika celah
tidak sesuai spesifikasi, stel dengan membengkokkan pada electrode masa

2. Pasang busi motor. Mulai menyekrupkan dengan dengan tangan kemudian


keraskan dengan kunci momen. Jangan terlalu keras.
Momen pengerasan : Untuk kepala silinder aluminium 15-20 Nm, untuk
kepala silinder besi tuang :20-25 Nm
3. Pasang kabel-kabel busi dan hidupkan motor sebagai kontrol.
Petunjuk :
Sebelum kondisi/penyetelan motor dapat dianalisa dengan melihat muka busi,
mobil harus dijalankan jam
Busi biasa harus diganti dengan setiap 20000 km. Bila busi perlu diganti,
pilihlah busi baru yang sesuai dengan buku manual/catalog busi. Busi yang
salah dapat mengakibatkan kerusakan motor yang serius
Ulir busi yang paling umum adalah M14 x 1,25 mm
Panjang ulir terdapat 3 macam :

4. Panjang ulir harus dengan panjang lubang ulir busi


5. pengerasan busi tanpa kunci momen berdasarkan sudut putar, setelah busi
disekrupkan tanpa tenaga sampai mulai keras, selanjutnya kita
mengeraskan seperti dibawah ini : kekerasan busi dengan ring perapat
90o (untuk busi baru). Keraskan busi dengan dudukan konis 15o

6. Celah elektroda biasanya 0,7-0,8 mm. Celah busi terlalu besar akibatnya
kebutuhan tegangan untuk meloncatkan bunga api lebih tinggi. Jika sitem
pengapian tidak dapat memenuhi kebutuhan tersebut, motor mulai
tersendat-sendatpada beban penuh, isolator-isolator bagian tegangan tinggi
cepat rusak karena dibebani tegangan pengapian yang luar biasa tingginya,
motor agak sulit dihidupkan. Apabial elektroda terlalu kecil akibatnya
bunga api lemah, elektroda cepat kotor, khususnya pada motor 2 tak
7. Perbaikan ulir busi apabila terdapat kerusakan yaitu dengan tap busi yang
sesuai. Sebelum lubang busi ditap baru, berilah vet pada tap agar beram-
beram tidak banyak jatuh kedalam silinder. Untuk membersihkan sisa-sisa
beram yang jatuh kedalam silinder kita menstarter motor sebelum busi
dibasang, akibat putaran motor, beram-beram akan keluar. Ulir busi yang
paling umum M14 x 1,25 mm. Pada ulir lubang busi yang sangat rusak
dapat dipasang sebuah bos reparasi yang sudah berulir.

PEMERIKSAAN DAN PENGGANTIAN KONTAK PEMUTUS


Pemeriksaan awal
1. lepas tutup distributor, rotor dan piringan tutup
2. Periksa keausan kontak, gunakan obeng untuk membuka kontak.
Perbaikan/penggantian kontak pemutus
1. Lepas kabel kontak pemutus
2. Lepas sekrup-sekrupnya keluarkan kontak pemutus
3. Bersihkan plat dudukan kontak pemutus dank am governor dengan lap
bersih
4. Kontak pemutus yang yang masih dapat digunakan harus diratakan, kalau
akan distel dengan fuller. Bila kontak tidak rata, penyetelan dengan fuller
akan menghasilkan celah yang terlalu besar.
5. Kontrol kedudukan kontak lepas kontak tetap

Baik

Miring

Miring

Tergeser

6. Kedudukan kontak yang salah seperti gambar b,c,d dapat dibetulkan


dengan membengkokkan kontak tetap. Gunakan alat bengkok khusus atau
tang
7. Periksa kekuatan pegas kontak pemutus dengan tangan jika pegas lemah
atau berkarat, kontak pemutus harus diganti
8. Sebelum pemasangan, nbersihkan permukaan kontak yang baru dengan
kertas yang bersih
9. Sebelum pemasangan kontak pemutus, beri vet pada tumit ebonite tetapi
jangan terlalu banyak. Pakai vet khusus jika tidak ada, pakai vet bantalan
roda

10. jika tidak ada vetpada tumit ebonite, bagian tersebutakan cepat aus, maka
celah kontak menjai lebih kecil, yang akhirnya mempengaruhi besar sudut
dwell dan saat pengapian

Penyetelan Celah Kontak Pemutus Dengan Fuller


1. Putar motor dengan tangan sampai kam dengan tumit ebonite dalam posisi
seperti gambar dibawah ini.
Celah
Maksimum

2. Celah fuller yang sesuai dengan besar celah kontak


3. Periksa celah kontak dengan fuller yang bersih, jika celah tidak baik , stel
seperti berikut :
4. Kendorkan sedikit sekrup-sekrup pada kontak tetap. Stel besar celah
dengan menggerakkan kontak tetap. Penyetelan dilakuakan dengan obeng
pada takik peyetel lihat gambar

5. Perhatikan pada waktu penyetelan celah, jika fuller tidak masuk secara
lurus, penyetelan akan salah

Baik
Salah, Fuller
terpuntir

Salah, fuller
bengkok

6. Kalau penyetelan sudah cepat, keraskan sekrup-sekrup pada kontak tetap


7. Putar mesin satu putaran, periksalah sekali lagi besarnya celah kontak,
besarnya celah kontak biasanya 0,4 0,5 mm
8. Kontak pemutus biasanya iganti dengan yang baru setiap 20000 km.
Kontak lama dapat diratakan dengan kikir kontaka atau kertas gosok, dan
selanjutnya dibersihkan deengan kertas yang bersih. Tetapi, kalau
ketidakrataan kontak besar, sebaiknya kontak pemutus diganti baru
9. Jika kontak pemutus dalam waktu singkat aus, kondensot pengapian harus
dikontrol
10. Jangan mengganti sekrup pengikat kontak dengan sekrup yanga lebih
panjang, ujung sekrup yang terlalu panjang menghalangi kerjanya
mekanisme advans vakum

Penyetelan Kontak Pemutus dengan Sudut Dwell


1. Lepas tutup distributor, rotor dan piringan tutup
2. periksa celah kontak secara visual, untuk mobil biasanya 0,4 - 0,5 mm.
Jika celah kontak lebih besar atau kecil, stel menurut metode yang sudah
dijelaskan pada penyetelan dengan fuller
3. Pasang dwell tester, catatan : sesuaikan dengan pemasangan kabel
pengetes dwell dengan merek/type yang digunakan
Stel jumlah
silinder

Merah baterai
+ Hitam massa
Ke minus coil

4. Hubungkan kabel sekunder koil ke massa, untuk menghindarkan


kerusakan koil dan bagian-bagian elektronik
5. Star motor dan periksa sudut dwell. Jika salah, stel celah kontak sampai
mendapatkan hasil yang baik dan keraskan sekrup-sekrup pada kontak
tetap
6. Pasang kembali, control sudut dwell sekali lagi selama motor (putaran
idle)
Petunjuk :
Besar sudut dwell untuk motor 4 silinder biasanya 52o-56o, untuk motor 6 silinder
36o-38o. Kadang-kadang ada perubahan pada sudut dwell, yang tergantun jumlah
putaran motor. Itu diakibatkan oleh kebebasan plat dudukan kontak dan
kebebasan poros governor. Kalau jumlah perubahan lebih dari 5 derajat,
distributor harus di overhoule, kecuali : distributor buatan delco (GM) dan
Ducellier (Renault), distributor tersebut mengelami perubahan sudut dwell pada
saat advans vakum bekerja. Perubahan itu dikarenakan oleh konstruksinya
Perhatikan : jangan menstarter mesin terlalu lama, starter menjadi sangat panas,
dan baterai akhirnya kosong
Perhatikan : Jangan lupa mematikan kunci kontak (off). Pada saat motor mati
biasanya kontak pemutus mengalir melalui koil. Aibatnya koil menjadi sangat
panas, kemungkinan koil bisa meledak
Menyetel Saat Pengapian Dengan Lampu Timing
1. Pasang lampu timing dan tachometer

2. Kontrol /stel putaran idle


3. lihat saat pengapian pada putaran idle. Tanda pengapian terletak pada puli
atau roda gaya. Jika tanda kotor, bersihkan terlebih dahulu

4. Apabila saat pengapian tidak tepat, kendorkan sekrup pengikat distributor


sampai distributor dapat bergerak
5. Putar distributor sampai didapatkan saat pengapian tepat, kemudian
keraskan sekrup kembali
6. Kontrol saat pengapian kembali. Kontrol juga dengan melepas slang
vakum dari distributor. Jika ada perbedaan antara saat pengapian dengan
/tanpa slang vakum, penyetelan karburator salah, atau slang pada
karburator disambung salah.
7. Petunjuk jika lampu timing dilengkapi dengan penyetel sudut, penyetel
tersebut harus ditetapkan pada posisi off atau 0o
8. Saat pengapian dalam idle biasanya 5-10o sebelum TMA
9. Penyetelan saat pengapian biasanya harus pada putaran idle. Bila putaran
idle terlalu tinggi, saat pengapian dimajukan oleh sistem advans didalam
distributor. Akibatnya, Penyetelan menjadi salah.
10. Putaran idle untuk motor 4 silinder biasanya 750-850 rpm, untuk motor 6
silinder 600-750 rpm
11. Pada mobil-mobil buatan jerman, Italia kadang-kadang penyetelan saat
pengapian tidak pada putaran idle. Lihat cara menyetel dalam buku
manual
12. Saat pengapian dikontrol setiap 10000 km
13. Pada distributor yang dilengkapi dengan oktan selector, penyetelan saat
pengapian dapat dilakukan melelui oktan selector, dengan memutar baut
penyetel. Hal tersebut bisa dilaksanakan jika kesalahan saat pengapian
hanya sedikit.

14. Letak silinder pertama untuk menghubungkan lampu timing, untuk motor
sebaris silinder 1 adalah silinder yang paling dekat dengan penggerak
poros kam, untuk motor bentuk V, biasanya silinder-silindernya diberi
nomor pada sambungan masuk. Biasanya silinder satu adalah juga silinder
yang paling dekat dengan penggerak poros kam, untuk motor boxer
biasanya silinder-silinsernya diberi nomor.
15. Beberapa tanda pengapian yang ada pada motor bakar, antara lain :
Satu tanda (pada roda gaya atau puli)
Kalau ada hanya satu tanda (pada roda
gaya atau puli ), itu menunjukkan tanda
saat pengapian.

Dua tanda (pada roda gaya atau puli)


Untuk menentukan tanda saat pengapian,
lihat arah putaran motor. Tanda yang paling
depan (dalam arah putaran motor) adalah
tanda saat pengapian, tanda berikutnya tanda
TMA.

Tiga tanda (pada roda gaya atau puli)


Tanda pertama (dalam arah putaran motor)
adalah tanda untuk mengontrol advans
sentrifugal maksimum, Tanda kedua
adalah tanda untuk saat pengapian dan
tanda terakir adallah tanda TMA

Penyetelan Saat Pengapian Tanpa Lampu Timing


1. Penyetelan saat pengapian dengan lampu control 12 V, prinsip penyetelan
adalah :
Pada saat kunci kontak ON dan kontak pemutus terbuka, lampu menyala
(arus primer mengelir melalui lampu control ke massa). Kontak pemutus
tertutup, lampu mati (arus primer mengelir melalui kontak pemutus ke
massa).
a. Langkah kerja :
Pasang lamu control seperti terllihat pada gambar dibawah. Satu
sambungan disambungkan kekoil (-) atau ke kontak pemutus dan
sambungan yang lain dihubungkan kemassa.

Putar motor sesuai dengan arah putarannya pada saat kunci kontak
ON. Kalau sudah dekat dengan tanda pengapian (yang terletak
pada puli atau roda gaya), putar pelan dan lihat lampu. Saat
pengapian adalah tepat saat lampu menyal pada waktu itu, hentikan
dan lihat saat pengapian pada tanda. Jika pengapian salah, lihat
tahap-tahap berikut
Tepatkan tanda pengapian, dengan memutar motor sesuai dengan
arah putarannya, dilarang memutar berlawanan arah. Hal itu akan
mengakibatkan salah penyetelan, karena ada kebebasan didalam
penggerak distributor.
Kendorkan sekrup pengikat distributor , sehingga distributor dapat
diputar.
Putar distributor searah putaran poros distributor, sampai lampu
mati. Arah putaran dapat dilihat dari posisi pengikat advans
vakum. Lihat gambar
Putar perlahan-lahan distributor, berlawanan arah putarannya
sampai lampu mulai menyala

Keraskan sekrup pengikat distributor

Penyetelan Saat Pengapian Tanpa Alat Khusus


1. Lepas tutup distributor, rotor dan piringan
2. Putaran kunci kontak pada posisi ON
3. Putar mesin dengan tangan sesuai dengan arahnya (biasanya searah
dengan arah jarum jam). Kalau sudah dekat pada tanda pengapian pada
puli (atau roada gaya), putar mesin pelan-pelan dan lihat ke kontak
pemutus. Saat pengapian adalah saat kontak pemutus mulai terbuka. Pada
saat itu terjadi bunga api kecil diantara kontak. Penyetelan saat pengapian
tepat apabila tanda pengapian pada puli tepat dan bersamaan dengan itu,
pada kontak pemutus terjadi bunga api.
Pemeriksaan Fungsi Advans Sentrifugal (Governor)
Pemeriksaan sederhana:
1. Lepas tutup distributor
2. Putar dengan tangan. Sesuai dengan arah putarannya rotor harus dapat
berbutar 10-15o terhadap pegas governor dan dapat kembali sendiri
keposisi semula. Jika tidak, governor harus diperbaiki atau diganti baru

Pemeriksaan Dengan Lampu Timing


1. Lepas slang vakum dariadvans vakum
2. pasang lampu timing dan tachometer
3. lihat tanda pengapian saat putaran idle, kemudian tambah putaran motor
pelan-pelan. Dibawah 900 rpm governor belum bekerja, saat pengapian
tidak boleh berubah
4. Antara 900-1500 rpm, governor harus mulai bekerja . untuk itu dapat
dilihat pada tanda pengapian yang mulai bergeser ke saat pengapian yang
lebih awal
5. Tambah putaran motor sampai 4500 rpm. Sekarang saat pengapian harus
maju 15-300.
6. Dilarang menambah putran lebih dari 4500 rpm, jangan lupa memasang
kembali slang vakum setelah pemeriksaan

7. Cara mmeriksa fungsi advans sentrifugal, dengan menggunakan lampu


timing yang dilengkapi petunjuk sudut
Cara memeriksa fungsiadvans sentrifugal, dengan lampu timing yang
dilengkapi penunjuk sudut

Antara 900-1500 rpm (mis, 1200 rpm)


Tanda pengapian mulai bergeser, karena governor mulai bekerja. Saat pengapian
akan dimajukan
Putar skala lampu timing, sehingga lampu menyala lambat (tanda bergeser
kembali) sampai tanda pada posisi semula. Lihat penunjuk sudut pada lampu
timing

Idle (mis 750 rpm)

Antara 900-1500 rpm (mis, 1200 rpm)

Tanda pengapian mulai bergeser, karena governor mulai bekerja. Saat pengapian
akan dimajukan
Pada 4500 rpm
Putar skala lampu timing, sehingga lampu menyala lambat (tanda bergeser
kembali) sampai tanda pada posisi semula. Lihat penunjuk sudut pada lampu
timing

Perubahan saat pengapian yang dapat dilihat pada skala sama dengan sudut
pengatur advans sentrifugal

Pelumasan Governor Sentrifugal


Kadang-kadang governor dapat dilumasi, misalnya pada distributor Toyota, ujung
luar pada poros governor ditutup dengan karet. Karet tersebut dapat dilepas,
lubang poros diisi dengan vet, karet dipasang kembali, kemudian ditekan beberapa
detik, sehingga vet akan tetekan kedalam celah antara poros governor dan poros
distributor.
Distributor bosch yang digunakan pada mobil-mobil jerman dilengkapi dengan
bahan laken pada ujung poros governor. Pada laken tersebut diberi satu tetes oli
mesin untuk menghindari kemacetan antara poros governor dengan poros
distributor. Pelumasan governor dilaksanakan 20000 km
Akibat kerja advans sentrifugal tidak teratur :
1. Keausan pada governor : pemajuan saat pengapian terlalu
besar, timbul knoking (detonasi)
2. Governor macet : saat pengapian tak akan dimajukan
pada tinggi, daya motor berkurang, pemakaian bahan bakar boros

Pemeriksaan Advans Vakum


1. Lepas tutup distributor
2. Lepas slang vakum menuju kedistributor pada karburator. Hisap slang
dengan mulut dan perhatikan plat dudukan kontak pemutus harus bergerak
Pemeriksaan Dengan Alat Pengetes
1. Pasang lampu timing dan tachometer
2. hidupkan motor, control /stel saat pengapian
3. tambah putaran motor sampai tepat 3500 rpm, kemudian lihat saat
pengapian
4. Lepas slang vekum pada distributor, kemudian lihat kembali saat
pengapian dengan tepat pada putaran 3500 rpm. Perbedaan saat pengapian
dengan/tanpa advans vakum harus 10-200
Putaran 3500 rpm dengan slang
vakum, pada contoh :280

Putaran 3500 rpm tanpa slang vakum ,


pada comtoh : 160

5. pada saat katup gas terbuka (beban rendah), pembentukan campuran dalam
silinder jelek, karena olakan sedikit, temperature hasil langkah kompresi
saat pengapian harus lebih awal supaya pada mulai langkah usaha
campuran sudah terbakar maksimum
6. Hanya pada beban randah (katup gas terbuka sedikit) pada idle dan pada
beban penuh advans vakum tidak bekerja

Pemeriksaan Keausan Distributor


1. Periksalah kelonggaran plat dudukan kontak pemutus. Gunakan obeng,
seperti gambar berikut. Plat dudukan tidak perlu dilepas dari distributor.

Kebebasan maksimal
Radial 0,02 mm
Aksial 0,2 mm

2. Jika kebebasan dapat dirasakan dengan baik, palt dudukan harus diganti
3. Periksa kelonggaran poros governor dengan tangan seperti pada gambar
berikut

Kebebasan maksimal
Radial 0,02 mm
Aksial 1 mm

4. Jika kebebasan radial dapat dirasakan dengan baik distributor harus


dioverhoule/diganti
5. periksa keausan kam governor . kam yang beralur terlalu tajam harus
diganti.

Melepas Distributor
1. Melepas semua kabel dari distributor
2. memutar poros engkol sehingga torak pada silinder satu pada posisi TMA,
langkah kompresi (posisi saat pengapian)
3. Memberi tanda pada rumah distributor sesuai dengan arah jri rotor
4. memberi tanda pada rumah distributor dan blok motor
5. melepas distributor dari dudukannya
Memasang Kembali Distributor
1. Pastikan bahwa posisi torak silinder pada TMA langkah kompresi/posisi
saat pengapian
2. Menyesuaikan tanda pada rumah distributor dengan arah jari rotor
3. Memesang distributor pada blok motor
4. Memasang baut pengikat tepi jangan keraskan
5. Pemasangan sistem pengkabelan
6. Stel saat pengapian, dan keraskan baut pengikat
7. Hidupkan motor
Menentukan Letak Silinder 1
Menurut DIN silinder satu terletak paling jauh dari pemindah tenaga pada bentuk
V atau bentuk datar silinder 1 terletak sebelah kiri paling jauh dari pemindah
tenaga
Menentukan Urutan Pengapian
Dengan melihat gerakan katup
1. Perhatikan jumlah silinder, untuk menentukan besar sudut jarak pengapian
2. Putar poros engkol sampai kedua katup silindr dalam posisi menutup
( langkah kompresi)]
3. Putar poros engkol sesuai dengan besar sudut jarak pengapian perksa dan
catat silinder mana yang kedua katupnya menutup
4. Ulangi langkah kerja diatas sampai silinder memperoleh urutan pangapian
Membongkar dan Memasang Kembali Distributor Konvensional
1. Lepaskan tutup distributor, rotor, plat tutup dan kontak pemutus
2. Lepaskan kabel dan terminal hubungan ke kondensator
3. Lepaskan kondensator

4. Lepaskan ring pengunci tuas advans vacuum


5. Buka sekrup-sekrup pengikat rumah advans vacuum, pada distributor

6. Periksa kebocoran advans vacuum yang sudah dilepas dengan pompa


vacuum atau dengan cara menghisap ujung slang
7. Pada waktu kevakuman tertentu tuas vakum harus bergerak
8. Bila pemompaan dihentikan kevakuman tidak boleh turun
9. Kevekuman turun bearati ada kebocoran pada advans vakum
10. Advans vakum yang bocor harus diganti satu unit
11. Lepaskan plat dudukan kontak pemutus
12. Periksa plat dudukan kontak pemutus gerakkan plat sesuai tanda panah,
gerakkan terasa lembut tanpa beban
13. Bila ada tahanan bersihkan plat dudukan beri vet seandainya tidak ada
perubahan ganti plat dudukan kontak pemutus
14. Lepaskan Nok dengan membuka sekrup pengunci yang ada didalam nok
15. lepaskan pegas sentrivugal, perhatikan pegas-pegas tidak boleh tertukar
dengan pasangannya/pemberat
16. Lepaskan ring pengunci pemberat sentrifugal. Periksalah kelonggaran pen
pemegang dengan pemberat, keausan pen menyebabkan advans sentrifugal
tidak bekerja dengan baik
17. lepaskan pemberat
18. Tempatkan pemberat pada suatu tempat bersama dengan pasangannya
19. Untuk melepas poros bentuk pasangan mekanis penggerak poros
distributor (seperti roda gigi penghubung dengan poros pemompaan oli
dan lain-lain)

20. Pemasangan mekanis penghubung itu biasanya dipakai rol pin, lepaskan
rol pin dengan cara seperti pada gambar, keluarkan poros distributor
Memasang/ Merakit Kembali
Rakitlah distributor dengan urutan langkah-langkah kebalikan dari pembongkaran
beri vet atau oli pada semua bagian yang bergesekan