Anda di halaman 1dari 10

LAPORAN PRAKTIKUM

PERBANYAKAN VEGETATIF DENGAN OKULASI

NAMA : SUSRIYANA

NIM : 201 08 11 069

PROGRAM STUDI : AGROTEKNOLOGI

SEMESTER/KELAS : III/B

FAKULTAS PERTANIAN, PERIKANAN DAN BIOLOGI

UNIVERSITAS BANGKA BELITUNG

2010
I. PENDAHULUAN

Perbanyakan tanaman dengan cara okulasi paling banyak dilakukan dalam


perkebunan terutama pada perkebunan karet dan kakao. Beberapa kelebihan dari
perbanyakan tanaman dengan cara okulasi yaitu :

Dengan cara diokulasi dapat diperoleh tanaman yang dengan produktifitas


yang tinggi.

Pertumbuhan tanaman yang seragam.

Penyiapan benih relatif singkat.

Pada musim gugur daun pada tanaman karet daun yang gugur dari satu klon
agar serentak pada waktu tertentu, dengan demikian akan memudahkan
pengendalian penyakit Oidium hevea bila terjadi.

Kelemahan dari perbanyakan tanaman secara vegetatif dengan cara okulasi

yaitu :

Terkadang suatu tanaman hasil okulasi ada yang kurang normal terjadi
karena tidak adanya keserasian antara batang bawah dengan batang atas
(entres)

Perlu menggunakan tenaga ahli untuk pengokulasian ini.

Bila salah satu syarat dalam kegiatan pengokulasian tidak terpenuhi


kemngkinan gagal atau mata entres tidak tumbuh sangat besar.

Syarat tanaman dapat diokulasi yaitu :

Tanaman tidak sedang Flush (sedang tumbuh daun baru)

Antara batang atas dan batang bawah harus memiliki umur yang sama.

Tanaman harus masih dalam satu family atau satu genus


Umur tanaman antara batang atas dan batang bawah sama.

Pada klon yang dijadikan batang bawah memiliki perakaran yang


kuat/kokoh, tidak mudah terserang penyakit terutama penyakit akar,
mimiliki biji/buah yang banyak yang nantinya disemai untuk dijadikan
batang bawah, umur tanaman induk pohon batang bawah yang biji/buahnya
akan dijadikan benih untuk batang bawah minimal 15 tahun, memiliki
pertumbuhan yang cepat.

Pada klon yang akan dijadika batang atas atau entres tanaman harus
memiliki produksi yang unggul, dan memiliki pertumbuhan yang cepat, dan
tahan terhadap penyakit.

Macam-macam okulasi pada tanaman karet :

1. Okulasi Coklat (Brown Budding) merupakan okulasi dilaksanakan


diperkebunan karet. Dengan batang bawah berumur 8-18 bulan diokulasi dengan
entres umur 1-2 tahun, dengan garis tengah 2,5-4 cm. Warna kayu entres
coklat,yang dipergunakan adalah mata prima yang berwarna coklat.

2. Okulasi Hijau (Green Budding) merupakan cara okulasi yang lazim


dilaksanakan diperkebunan karet. Dengan batang bawah yang berumur 4-6 bulan
diokulasi dengan entres yang berumur 3-4 bulan, garis tengah 0,5-1 cm, warna
kayu entres hijau tua, yang dipergunakan adalah mata burung yang berwarna
hijau.

3. Okulasi dini (Pro Green Budding) merupakan cara okulasi dengan batang
bawah berumur 2-3 bulan, diokulasi dengan entres umur 3-4 minggu, garis tengah
kurang dari 0,5 cm warna kayu entres hijau muda sampai hijau. Yang
dipergunakan sebagai mata entres adalah mata sisik (csale bud.Teknik
pengokulasian pada okulasi dini sama saja dengan yang dilakuka pada okulasi
hijau. Hasi dari okulasi sama dengan yang dicapai okulasi hijau maupun okulsi
coklat.
Teknik Mengokulasi :

Membuat Jendela Okulasi

Ukuran jendela disesuaikan dengan perisai dan besarnya batang bawah. Untuk
batang bawah yang dibawah umur 5-6 bulan dapat ukuran jendela ( - 1) cm x (3
4) cm.Torehan membujur dapat dimulai daribawah atau dari atas. Jarak torehan
terbawah lebih kurang 5 cm dari tanah. Torehan melintang dapat dari atas ataudari
bawah. Jika diatas jendela akan terbuka kebawah atau juga sebaliknya.Sebelum
ditoreh, batang dibersihkan dari kotoran atau tanah yang menempel akubat
percikan air hujan.Setelah ditoreh akan keluar lateks, lateks ini dibiarkan
membeku kemudian dibersihkan dengan kain sebelum jendela dibuka.

Mengambil Mata Okulasi

Mata okulasi diambil dari kayu okulssiyang sehat, segar dan mudah dikupas.Mata
okulasi diambil bersama sedikit bagian kayu, bentuk perisai yang ukuranya sedikit
lebih kecil dari ukuran jendela okulasi. Pengambilan mata okulsi yang terlalu
kecil akan mengakibatkan pemulihan luka lambat.Untuk melepas bagian kayu,
menariknya pelan-pelan supaya mata tetap menempel pada kulit.Pembuatan
perisai harus bersih dan lapisan kambium jangan sampai terkena tangan atau
kotoran.Perisai yang telah dibuat harus segera diselipkan ke jendela okulasi.

Menempel Mata Okulasi Dan Membalut

Setelah perisai disiapkan, jendela okulasi dibuka denga cara menarik bibir jendela
okulasi.Perisai diselipkan dibawah jendela okulasi dan dijepit dengan ibu jari
untuk memudahkan pembalutan. Dalam keadaan perisai terlalu kecil, diusahakan
supaya tepi tepi bagianatas dan salah satu sisi perisai berimpit dengan jendela
okulasi.Pembalutan dimulai dari torehan melintang digunakan plastik ukuran 2 x
0,02 cm dengan panjang 40 cm. Akhir ikatan sebaiknya dibawah. Pada waktu
membalut jangan sampai perisai bergeser.
Pemeriksaan Hasil Okulasi

Pemeriksaan pertama dilakukan 2-3 minggu setelah okulasi dilaksanakan


bersamaan dengan pembukaan pembalut.Okulasi yang gagal diberi tanda dengan
mengikat tali pada batang bawah, hal ini dilakukan untuk memudahkan okulasi
janda.Pemeriksaan ke dua dilakukan 10 15 haridari pemeriksaan pertama. Cara
pemeriksaan sama seperti pemeriksaan pertama

II. TUJUAN

1. Mempelajari teknik grafting (tempel/okulasi)


2. Mempelajari bagaimana teknik menciptakan tanaman baru yang memiliki
sifat unggul dari kedua induknya.
III. BAHAN DAN ALAT

Bahan Alat
Tanaman tahunan Pisau okulasi
Plastik Gunting
Selotip Pisau
Tali

IV. CARA KERJA

1. Membuat keratan melintang / mendatar pada bagian pokok/ stock


selebar 1-2 cm
2. Di tengah-tengah keratan melintang ditoreh ke bawah sepanjang 2-3
cm dan dijaga agar bagian kayu tidak luka karenanya.
3. Dengan ujung pisau diperiksa dulu apakah kulit mudah dilepaskan atau
tidak
4. Untuk mata entrys, dipilih yang sehat.
5. Membuat keratan melintang 1 cm dii bawah dan di atas mata
sepanjang 1,5 cm.
6. Pada ujung-ujung keratan dibuat keratan tegak sejajar arah batang di
kanan dan di kiri mata sepanjang 2-3 cm
7. Melepaskan mata okulasi dengan hati-hati dari bagian kayunya
8. Sebelum ditempelkan, diperiksa dahulu apakah nyawa pada mata
masih ada atau tidak. Jika masih ada scion segera ditempelkan.
9. Kulit pada stock yang sudah diiris dibuka lebih jau, kemudian scion
segera ditempelkan.
10. Tempelan diikat dan dijaga agar mata tidak ikut terikat
11. Dibuat dalam lima kali ulangan.
V. HASIL PRAKTIKUM

Jumlah Sampel Okulasi Berhasil Gagal


5 1 4

Persentase okulasi yang hidup (berhasil):


1 x 100% = 20%
5

VI. PEMBAHASAN
Budding atau okulasi akan menghasilkan tanaman baru yang memiliki
sifat-sifat campuran dari kedua tanaman induknya. penempelan atau okulasi
( budding) adalah penggabungan dua bagian tanaman yang berlainan sehingga
membentuk satu kesatuan yang utuh dan tumbuh sebagai satu tanaman setelah
terjadi regenerasi jaringan bekas luka tautannya.
Berdasarkan praktikum yang kami lakukantentang teknik perbanyakan
vegetative untuk mendapatkan sifat-sifat terbaik dari induk dengan okulasi
didapat data sebagai berikut yaitu dimana dari 5 sampel tanaman karet yang
diokulasi, hanya 1 sampel yang brhasil tumbuh atau hanya sekitar 20%.
Berdasarkan data diatas bahwa sebelum kita melakukan okulasi atau
penempelan terhadap tanaman kita harus memperhatikan hubungan kekeluargaan
antar stock( batang bawah atau batang pokok) dan scion ( bagian tanaman yang
ditempelkan) ,aktifitas pertumbuhan stock, kecermatan menempel, temperatur dan
kelembaban, kontaminasi virus, hama, dan penyakit pada saat pelaksanaan.
Banyaknya sampel okulasi yang gagal salah satunya disebabkan
kurangnya ketelitian dalam menempel sehingga pada saat penggabungan dua
bagian tanaman, kambiun dari stock dan scion tidak bersentuhan dan
bersinggungan. disamping itu dalam melakukan okulasi scok dan scion harus
memiliki hubungan kekeluargaan ( sistematik) yang dekat, paling jauh satu
familia. kegagalan juga disebabkan karena terkontaminasi oleh virus serta suhu
dan kelembaban nya tidak teratur, dan terkadang suatu tanaman hasil okulasi ada
yang kurang normal terjadi karena tidak adanya keserasian antara batang bawah
dengan batang atas (entres), sehingga hanya sedikit sampel okulasi yang hidup ( 1
dari sampel yang hidup).
Dalam melakukan penempelan dan okulasi dikatakan berhasl jika setelah
satu minggu dari pelaksanaan scion masih terlihat segar.

VII. KESIMPULAN
Dari praktikum yang kami lakukan tentang perbanyakan vegetative dengan
cara okulasi ( penempelan) dapat disimpulkan bahwa dari 5 sampel yang diokulasi
hanya 1 sampel yang berhasil atau hidup atau sekitar 20%, hal ini dikarenakan
kurangnya ketelitian dalam penempelan, serta terkontamonasi oleh virus,
kelembaban dan temperaturnya tidak cocok.

VIII. SARAN

Dalam melakukan praktikum sebaiknya lebih teliti lagi agar hasil yang
diperoleh lebih baik, dan lebih banyak tanaman yang hidup

DAFTAR PUSTAKA
Anonim, 2008. Perkembangbiakan Vegetatif. http://k4107078.wordpress.com /
2008/03/18/perkembangbiakan-vegetatif/. Diakses pada tanggal 20 Januari
2010.

Anonim. 2008. Perbanyakan Tanaman. http://www.toekangkeboen.


com/artikel.html?action=detail&id=474. Diakses pada tanggal 20 Januari
2009.

Anonim. 2009. Teknik Perbanyakan Tanaman. http://stf08.wordpress.com/teknik-


perbanyakan-tanaman/. Diakses pada tanggal 20 januari 2010.

Anonim. 2007. Teknik Perbanyakan Sirih Merah. http://jabber.rab.co.id/ratnas/


teknik-perbanyakan-sirih-merah. Diakses pada tanggal 20 Januari 2010.

Harjadi, S. S,. 1982. Pengantar Agronomi. Gramedia: Jakarta.