Anda di halaman 1dari 15

TUGAS

TOPIK KHUSUS WIRELESS

RFID
(RADIO FREQUENCY IDENTIFICATION NETWORK)

SUDIRMAN MALIANG
D41106007

TEKNIK TELEKOMUNIKASI DAN INFORMASI


JURUSAN ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS HASANUDDIN
MAKASSAR
2010
BAB I
PENDAHULUAN

Radio Frekuensi Identification (RFID) sudah merambah pada kehidupan kita dan sangat
bermanfaat pada manufacture, pengendali inventaris barang.

Pada makalah ini akan dibahas beberapa hal tentang teknologi RFID ini mencakup,
definisi, sejarah perkembangan, sistem kerja, aplikasi dan penggunaan, regulasi dan
standarisasi, keamanan dan privacy serta beberapa tipe RFID.

Selain itu, di makalah ini akan dibahas pula mengenai konsep dasar teknologi RFID,
karakeristik tag dan reader, mobilitas dan supply powernya.

Teknologi RFID memiliki kesamaan dengan sistem identifikasi bar code yang dapat kita
lihat pada berbagai supermarket saat ini. Pada umumnya aplikasi RFID digunakan di
dalam ruangan sehingga tidak gain yang dibutuhkan tidak terlalu besar agar propagasi
gelombang dari tag ke reader dapat terjadi.

Kemampuan ini mengurangi keterlibatan manusia dalam melakukan proses identifikasi.


Contohnya sebuah supermarket menggunakan sebuah sistem RFID untuk menentukan
konten dari berbagai barang tanpa harus memindahkan setiap barang dan
menempatkannya di dekat scanner, yang memerlukan waktu yang lama. Dalam kasus ini,
kemampuan scanning tanpa harus memindahkan barang akan meningkatkan waktu
proses pengecekan barang.
BAB II
RADIO FREQUENCY IDENTIFICATION (RFID)

1. DEFINISI

RFID merupakan singkatan dari Radio Frequency Identification, Istilah RFID digunakan
untuk menggambarkan berbagai teknologi yang menggunakan gelombang radio yang
secara otomatis mengidentifikasi seseorang atau sebuah objek.

Teknologi RFID adalah suatu metode yang bisa digunakan untuk menyimpan atau
menerima data secara jarak jauh dengan menggunakan suatu piranti yang bernama RFID
tag atau transponder.

Suatu RFID tag adalah sebuah benda kecil, misalnya berupa stiker adesif, dan dapat
ditempelkan pada suatu barang atau produk. RFID tag berisi antena yang memungkinkan
mereka untuk menerima dan merespon terhadap suatu query yang dipancarkan oleh
suatu RFID transceiver.

2. SEJARAH RFID

Beberapa orang berpikir bahwa device pertama ditemukan oleh Leon Theremin sebagai
suatu tool spionase untuk pemerintahan Rusia sekitar tahun 1945. Hal ini tidak benar
sepenuhnya karena alamat Theremin ini sebenarnya suatu alat pendengar yang pasif dan
bukan merupakan suatu identification tag. Teknologi yang digunakan oleh RFID sendiri
sebenarnya sudah ada sejak tahun 1920-an. Suatu teknologi yang lebih dekat dengan
RFID, yang dinamakan IFF transponder, beroperasi pada tahun 1939 dan digunakan oleh
Inggris pada Perang Dunia II untuk mengenali pesawat udara musuh atau teman.
Penggunaan RFID untuk maksud tracking pertama kali digunakan sekitar tahun 1980 an.
RFID dengan cepat mendapat perhatian karena kemampuannya dalam men-tracking atau
melacak object yang bergerak. Seiring dengan perkembangan teknologi, maka teknologi
RFID sendiripun juga berkembang sehingga nantinya penggunaan RFID bisa digunakan
untuk kehidupan sehari-hari.

3. SISTEM RFID

Konsep Dasar Teknologi RFID

Setiap sistem RFID termasuk di dalamnya radio frequecy (RF) subsystem, terdiri
dari tag dan reader yang saling berkomunikasi satu sama lain, dengan menggunakan
antena yang unik pada masing-masing komponen. Dimana tag merupakan komponen
yang diletakkan pada sebuah objek yang akan diidentifikasi dan reader yang terdiri dari
antena dan rangkaian elektrik yang berfungsi untuk membaca tag dan berhubungan
langsung dengan perangkat komputer.

Sebuah reader memancarkan sinyal dan kemudian diterima oleh antena tag yang
terintegrasi dengan sebuah chip RF. Pada umumnya chip aktif hanya pada saat reader
melakukan scanning. Pada saat aktif, chip ini akan mengirimkan data berupa identifier
number yang nantinya data ini akan digunakan sebagai suatu identitasi dari sebuah objek
yang akan diterjemahkan oleh reader.

Data yang dipancarkan dan dikirimkan tadi bisa berisi beragam informasi, seperti ID,
informasi lokasi atau informasi lainnya seperti harga, warna, tanggal pembelian dan lain
sebagainya.

Seperti yang dijelaskan di atas RFID memiliki dua komponen penting yaitu tag dan
reader.
Karakteristik Tag

Tag RFID merupakan perangkat data radio yang dirancang untuk membawa data. Terdiri
dari bagian rangkaian yang terintegrasi, beberapa memori dan sebuah antena RF. Pada
beberapa rancangan juga terdapat baterai sebagai sumber energi. Yang dikenal dengan
aktif tag. Jenis tag ini mampu mengirim sinyal secara indepeden kepada reader.
Rancangan yang tidak memiliki sumber tenaga sendiri disebut pasif tag. Jenis tag ini
mendapatkan power secara tidak langsung melalui gelombang elektromagnet yang
dipancarkan oleh reader. Aktif tag sering digunakan untuk tracking barang-barang yang
bernilai tinggi dengan jarak jangkau diatas 300 meter. Tetapi tag jenis ini sangat mahal
harganya. Berbeda dengan pasif tag yang memiliki jangkauan terbatas dan tidak
membutuhkan perawatan.

Perancangan tag RFID bergantung pada kebutuhan terhadap aplikasi dan lingkungan
tempat pemasangan tag, juga termasuk perbedaan harga, ukuran, kemampuan, dan
keamanan. Dengan mengetahui karakteristik dasar dari tag akan dapat membantu dalam
merancang sebuah sistem RFID. Karaktersitik dasar dari tag yaitu:

 Format identifikasi,
 Sumber energi,
 Frekuensi kerja,
 Kegunaan,

 Faktor bentuk.

a. Format Identifikasi

Setiap tag memiliki sebuah identifier yang digunakan secara unik untuk
mengidentifikasinya. Terdapat beberapa format data yang digunakan untuk
mengkodekan identifier tag. Perancang sistem seringkali menggunakan identifier yang
memiliki struktur standar, dengan kelompok-kelompok bit khusus yang me-representasi-
kan bagian khusus. Sebuah format tag identifier yang digunakan pada berbagai sektor
industri adalah Electronic Product Code (EPC). Format ini telah dikembangkan oleh grup
industri EPCglobal. Format identifier tag terdiri dari empat bagian data:

 Header, yang menentukan tipe EPC,


 pengelola ID EPC, dengan identitas yang unik bertanggung jawab
memberikan kelas objek dan nomor seri bit-bit,
 kelas objek, identitas sebuah kelas dari objek, seperti model televisi tertentu,
dan

 nomor seri, yang menggambarkan secara unik bagian dari sebuah kelas objek
(misalnya bagian dari televisi).

Menggunakan format standar identifier memudahkan kita dalam mengorganisasi


pengkodean identifier. Saat sebuah mesin membaca standar identifier, hal ini dapat
menguraikan identfier dan mengkodekannya. Mesin tersebut akan membutuhkan
permintaan informasi dari komputer remote untuk mencari sebuah identifier. Ketika
database tersebar di beberapa server, sebuah format standar identifier dengan bagian
spesifik sangat membantu proses pencarian. Oleh karena itu format standar identifier
harus digunakan kapanpun sebuah sistem RFID akan digunakan pada berbagai organisasi.

b. Sumber Energi

Tag membutuhkan tanaga untuk melakukan fungsinya seperti mengirimkan sinyal


radio kepada reader, menyimpan dan mendapatkan kembali data, dan melakukan
komputasi lainnya (seperti kebutuhan akan mekanisme keamanan). Tag dapat
memperoleh energi ini dari sebuah baterai atau dari gelombang elektromagnetik yang
dipancarkan oleh reader yang menginduksikan arus listrik di dalam tag. Kebutuhuan
energi pada tag bergantung pada beberapa faktor, termasuk jarak operasi antara tag dan
reader, frekuensi radio yang digunakan, dan fungsi dari tag itu sendiri. Pada umumnya,
semakin kompleks fungsi yang didukung oleh sebuah tag, maka semakin banyak energi
yang di butuhkan. Sebagai contoh, sebuah tag yang mampu mendukung cryptography
atau autentifikasi membutuhkan lebih banyak energi dari pada tag yang memiliki
keterbatasan dalam mengirimkan sebuah identifier. Tag dikategorikan dalam empat tipe
berdasarkan sumber energi yang digunakan untuk berkomunikasi dan fungsi lainnya [15]:

 Pasif,
 aktif
 semi- pasif,

 semi-aktif.

Telah dijelaskan di atas, sebuah pasif tag menggunakan energi elektromagnetik yang
diterimanya melalui transmisi reader untuk merespon reader. Sinyal respon dari pasif
tag, biasa dikenal sebagai backscattered signal, yang diperoleh dari pecahan sinyal
reader. Energi yang terbatas ini secara signifikan membatasi jarak operasi tag.

Sebuah tag aktif mengandalkan baterai sebagai sumber energi. Baterai digunakan untuk
berkomunikasi dengan reader, untuk memberikan energi pada rangkaian, dan melakukan
fungsi-fungsi lainnya. Tag aktif mampu berkomunikasi dengan jarak yang lebih jauh
dibandingkan tipe tag yang lainnya. Tetapi memiliki batas waktu penggunaan dan pada
umumya besar dan lebih mahal. Karena tag ini miliki sumber energi sendiri, maka ia
dapat menanggapi daya sinyal yang lebih rendah dibandingkan dengan pasif tag.

Sebuah tag semi-aktif adalah sebuah tag aktif yang mengalami waktu dormansi, sampai
setelah tag ini menerima sinyal dari reader untuk melaksanakan tugasnya. Tag dapat
menggunakan baterai untuk berkomunikasi dengan reader. Sama dengan tag aktif, tag
semi-aktif dapat berkomunikasi pada jarak yang lebih jauh dibandingkan dengan tag
pasif. Keuntungan utamanya relatif memiliki waktu kerja yang lebih lama dari pada tag
aktif. Proses pembangkitan biasanya memiliki waktu tunda yang tidak cocok ketika tag
melewati reader dengan cepat atau saat beberapa tag akan dibaca pada kurun wkatu
yang singkat.

Sebuah tag semi-pasif adalah tag pasif yang menggunakan energi dari baterai untuk
keperluan rangkaian, tetapi tidak untuk menghasilkan sinyal. Ketika baterai digunakan
untuk memberikan energi pada sensor, maka ini disebut sensor tag. Tag ini cenderung
lebih kecil dan lebih murah jika dibandingkan dengan tag aktif, juga memiliki fungsi lebih
jika dibandingkan dengan tag pasif karena lebih banyak energi yang tersedia untuk
kegunaan lain. Beberapa literatur menggunkan istilah “semi-pasif” dan “semi-aktif”
secara bertukaran.

c. Kegunaan

Kegunaan utama dari sebuah tag adalah menyediakan sebuah identifier kepada reader,
tetapi banyak jenis tag yang mampu mendukung kemampuan tambahan yang sangat
berarti dalam proses bisnis tertentu. Hal ini termasuk:

 Memory. Memory merupakan data yang tidak mudah hilang yang disimpan pada
tag dan digunakan kembali pada waktu yang akan datang. Memory ini ditulis satu
kali, ditulis beberapa kali atau berualng kali sehingga dapat diubah-ubah setelah
inisialisasi. Memory yang tidak mudah hilang memberikan fleksibilitas pada
rancangan sistem RFID karena transfer data RFID dapat terjadi tanpa melalui
akses pada data yang tersimpan di enterprise subsystem. Tetapi penambahan
memory pada sebuah tag meningkatkan harga dan kebuthuan energi.
 Sensor lingkungan. Integrasi antara sensor lingkungan dengan tag merupakan
salah satu contoh dari penggunaan memory lokal. Sensor dapat merekam
temperatur, kelembapan, getaran, atau fenomena lain pada memory tag, yang
kemudian dapat diterima oleh reader. Integrasi dengan sensor secara pasti
meningkatkan biaya dan kompleksitas tag. Selain itu walaupun tag dapat
beroperasi menggunakan energi yang diperoleh dari energi elektromagnetik dari
radio melalui sebuah reader. Keadaan ini tidak dapat membuat sensor bekerja,
tetapi harus menggunakan energi dari baterai. Tag yang ter-integrasi dengan
sensor secara khusus hanya digunakan untuk lingkungan yang sensitif atau objek
yang tidak tahan lama yang memiliki nilai lebih.
 Fungsi keamanan, seperti password dan cryptography. Tag dengan on-borad
memory seringkali berpasangan dengan mekanisme keamanan untuk melindungi
data yang tersimpan pada memory. Sebagai contoh, beberapa tag mendukung
perintah pengunci, yang bergantung pada penggunaannya, dapat mencegah lebih
jauh perubahan data dalam memory tag atau dapat mencegah akses pada data
yang tersimpan di memory tag. Dalam beberapa kasus, perintah pengunci adalah
permanen, dan kasus yang lain reader dapat membuka memory. Beberapa sistem
RFID mendukung kemajuan algoritma cryptographic yang memunginkan
mekanisme autentifikasi dan keistimewaan keamanan data, walaupun fungsi ini
biasanya ditemukan pada RFID-based contactless smart cards dan bukan dalam
tag yang dugunakan untuk manajemen barang.

 Mekanisme perlindungan privasi. EPCglobal tag mendukung layanan yang


disebut kill command yang me-nonaktifkan tag secara permanen untuk mersepon
perintah yang ada. Tujuan utama kill command adalah untuk melindungi
kerahasiaan data. Berbeda dengan perintah penguncian kill command tidak dapat
diubah. Kill command juga mencegah akses wireless pada identifier tag. Tag RFID
dapat berpotensi untuk melacak objek yang membawa sebuah tag yang
diletakkan pada berbagai barang, ketika tag tidak lagi dibutuhkan kegunaannya,
seperti telah dibeli, atau keluar dari tempat penyimpanannya. Kemampuan untuk
me-nonaktifkan tag dengan menggunakan kill command memberikan
pencegahan terhadap hak akses dan penggunaan yang tidak diinginkan terhadap
data yang tersimpan pada tag.

d. Faktor Bentuk

Bentuk dari sebuah tag berhubungan dengan ukuran, paket, dan kemampuan
bertahan. Dalam berbagai hal bentuk sebuah tag ditentukan oleh kerakteristik yang telah
dibahas terlebih dahulu, seperti sumber energi dan kegunaan. Aspek yang juga penting
dalam pernacangan tag adalah ukuran dan berat dari tag tersebut serta cara
penempatan tag sebagai tambahan dan mengeluarkannya dari sebuah objek. Umumnya
jenis tag bervariasi dari seukuran perangko sampai sekecil stapler. Tag aktif memiliki
ukuran yang lebih besar dan lebih berat jika dibandingkan dengan tag pasif karena tag
aktif memiliki sumber energi tersendiri. Tag yang terintegrasi dengan sensor lingkungan
juga lebih berat jika dibandingkan dengan tag yang tidak memiliki kegunaan tambahan.
Saat meningkatkan fungsi komputasi maka akan meningkatkan biaya dan kebutuhan
energi dari tag tersebut. Tag pasif memiliki ukuran yang lebih kecil karena microchip-nya
merupakan bagian terkecil dari tag. Pada kebanyakan tag pasif komponen terbesarnya
adalah antena yang digunakan.

Tag dapat disisipkan pada sebuah objek menggunakan bahan perekat atau dapat
ditanamkan di dalam objek tersebut. Hal utama yang harus diperhatikan ketika tag
disisipkan pada sebuah objek adalah kemudahannya terlepas dari objek tersebut. Tag
disisipkan pada sebuah objek juga mudah rusak yang disebabkan oleh kondisi lingkungan
seperti, debu, kelembapan, reruntuhan, hujan, dan suhu yang ekstrim.

Karakteristik Reader

Tag dan Reader haruslah mengikuti standar yang sama untuk dapat saling
berkomunikasi. Jika tag menjadi dasar perancangan, sebuah reader harus mampu
mendukung protokol komunikasi yang sama untuk berkomunikasi dengan tag. Dalam
banyak kasus, jika dasar perancangan tag yang digunakan maka, hanya reader RFID dari
vendor yang sama yang mampu berkomunikasi. Karaktersitik reader berbeda dengan
karakteristik tag antara lain:

 output energi dan duty cycle,


 antar-muka enterprise subsystem,
 mobilitas,

 perancangan antena dan penempatan.

a. Output energi dan duty cycle

Pada kebanyakan kasus, standar dan regulasi akan menetukan output energi dan
kegunaan yang diizinkan dari sebuah reader. Duty cycle sebuah reader
mempresentasikasn waktu yang dibutuhkan oleh sebuah alat memancarkan energi
dalam satu periode. Sebagai contoh, sebuah reader yang berkomunikasi dalam 30 detik
setiap menit memiliki 50% duty cycle. Reader yang berkomunikasi dengan tag pasif
memerlukan energi yang lebih besar jika dibandingkan komunikasi dengan tag aktif
karena energi tersebut harus cukup kuat untuk menjangkau dan meng-aktifkan tag
sehingga mampu merespon reader. Secara umum reader dengan output energi dan duty
cycle yang besar mampu membaca tag lebih akurat, lebih cepat, dan dengan jarak yang
lebih jauh, tetapi output energi yang semakin besar menignkatkan resiko eavesdropping.

b. Antar-muka enterprise subsystem

Semua reader memiliki sebuah antar-muka RF subsystem untuk berkomunikasi


dengan tag. Antar-muka enterprise subsystem mendukung pertukaran data RFID dari
reader menujuk ke komputer enterprise subsystem untuk melakukan proses dan analisa.
Dalam berbagai kasus, antar-muka enterprise subsystem digunakan untuk manajemen
jarak jauh dari reader. Antar-muka dapat berupa penghubung dengan sebuah kabel
(contoh. Ethernet) atau tanpa kabel (contoh. Wi-Fi atau satelit). Kebanyakan sistem
mengunakan Simple Network Management Protocol (SNMP).

c. Mobilitas

Penghubung antaran reader dan enterprise subsystem dapat menggunakan kabel


atau tanpa kebel. Kebanyakan reader yang menggunakan kabel ditempatkan di tempat
yang tidak berpindah-pindah dan mendukung penggunaan pada tag yang mendekati
reader. Dengan menggunakan kabel reader menjadi terbatas dalam mobilitasnya.
Berbeda dengan hal tersebut, reader yang tidak menggunakan kabel mendukung aplikasi
yang mengharuskannya bergerak untuk membaca tag. Mobile reader biasanya
menggunakan protokol komunikasi yang berbeda pada RF dan antar-muka enterprise
subsystem, karena kedua penghubungnya tidak menggunakan kabel.
4. REGULASI DAN STANDARISASI

Sampai saat ini belum ada lembaga atau badan dunia yang mengatur mengenai
penggunaan frekuensi pada RFID. Pada dasarnya, setiap negara dapat membuat
peraturan sendiri mengenai hal ini. Badan-badan utama yang tugasnya memberi alokasi
frekuensi untuk RFID adalah sebagai berikut:
- USA: FCC (Federal Communications Commision)
- Canada: DOC (Department of Communication)
- Europe: ERO, CEPT dan ETSI
- Japan: MPHPT (Ministry of Public Management, Home Affairs, Post and
Telecommunication)
- China: Ministry of Information Industry
- Australia: Australian Communication Authority
- New Zealand: Ministry of Economic Development

Frekuensi rendah (125 - 134 kHz dan 140 - 148.5 kHz) dan frekuensi tinggi (13.56 MHz)
dari RFID tag dapat digunakan secara global tanpa lisensi. Frekuensi ultra high (UHF 868
MHz - 928 MHz) tidak boleh digunakan secara global karena belum ada standar global
yang mengaturnya. Di Amerika Utara, UHF dapat digunakan tanpa lisensi pada rentang
908 – 928 MHz, tetapi restriksinya ada pada transmission power-nya. Di Eropa, UHF
sedang dipertimbangkan dalam rentang 865.6 - 867.6 MHz. Penggunaannya saat ini
masih tanpa lisensi untuk rentang 869.40 - 869.65 MHz, tetapi restriksinya kembali pada
transmission power-nya.

Standar UHF di Amerika Utara tidak diterima di Perancis karena akan menimbulkan
interferensi dengan frekuensi yang digunakan oleh militer. Di Cina dan Jepang juga belum
ada regulasi untuk penggunaan UHF. Di Australia dan Selandia Baru, rentang 918 - 926
MHz digunakan tanpa lisensi, tetapi restriksinya juga ada pada transmission power-nya.
Regulasi juga ada pada sisi kesehatan dan isu lingkungan. Sebagai contoh, di Eropa,
regulasi dari Waste Electrical and Electronic Equipment menyatakan bahwa RFID tag
tidak boleh dibuang. Ini artinya bahwa jika suatu kemasan kosong mau dibuang, maka
RFID tag-nya harus dilepas terlebih dahulu.

Berikut ini beberapa standar yang dibuat dan mengandung seputar teknologi RFID, yaitu:
- ISO 10536
- ISO 14443
- ISO 15693
- ISO 18000
- EPCglobal

5. KEAMANAN & KONTROVERSI

Pintu security dapat melakukan query untuk menentukan status keamanan atau RFID
tag-nya berisi bit security yang bisa menjadi on atau off pada saat didekatkan ke reader
station.

Pihak RSA Security sudah memiliki suatu prototipe alat yang bisa secara lokal untuk men-
jam sinyal RFID. Ini memungkinkan seseorang nantinya bisa menghindari identifikasi.

Kontroversi seputar RFID.


Penggunaan RFID juga mengundang berbagai kontroversi. Ada empat alasan sehubungan
privasi dalam penggunaan RFID, antara lain:
- Pembeli suatu barang (yang dilengkapi RFID tag) tidak akan tahu keberadaan dari
RFID tag atau bahkan tidak dapat untuk melepasnya.
- RFID tag dapat dibaca oleh pihak lain dalam jarak yang jauh tanpa sepengetahuan
pemiliknya.
- Jika suatu barang yang mengandung RFID tag Anda beli dengan menggunakan
kartu kredit, maka akan sangat mungkin untuk mengasosiasikan ID tersebut
dengan identitas si pembeli.
- EPCglobal sedang membuat suatu standar untuk memberikan suatu ID yang unik
secara global dan ini dikhawatirkan akan menimbulkan masalah privasi dan juga
masih belum begitu perlu untuk beberapa aplikasi.

6. APLIKASI RFID

Low frequency RFID tag banyak digunakan untuk identifikasi pada binatang, beer keg
tracking, keylock pada mobil dan juga sistem anti pencuri. Binatang peliharaan seringkali
ditempeli dengan chip yang kecil sehingga mereka bisa dikembalikan kepada pemiliknya
jika hilang.

High-frequency RFID tag sering digunakan pada perpustakaan atau toko buku, pallet
tracking, akses kontrol pada gedung, pelacakan bagasi pada pesawat terbang dan apparel
item tracking.

Ini juga digunakan secara luas pada identifikasi lencana, mengganti keberadaan kartu
magnetic sebelumnya. Lencana ini hanya perlu dipegang dalam suatu jarak tertentu dan
reader-nya langsung dapat mengenali siapa pemegang lencana tersebut. Kartu kredit
American Express Blue saat ini sudah mengandung RFID tag dengan high-frequency.

RFID juga bisa digunakan pada system keamanan buku perpustakaan. Kita ambil contoh
sekarang misalnya buku-buku yang ada pada perpustakaan. Pintu security bisa
mendeteksi buku-buku yang sudah dipinjam atau belum. Ketika seorang user
mengembalikan buku, security bit yang ada pada RFID tag buku tersebut akan di-reset
dan recordnya di ILS secara otomatis akan di-update. Pada beberapa solusi yang berbasis
RFID maka slip pengembaliannya bisa di-generate secara otomatis pula.
7. REFERENSI

- RFID - Wikipedia http://en.wikipedia.org/


- Asyraf, Ahmad and Dani Achmad, Andini. “Perancangan Antena Microstrip untuk
Sistem Tag dan Reader RFID Beroperasi pada Frekuensi 2.45 GHz”. Universitas
Hasanuddin. 2009.
- K. Tom, E. Bernard, and P. Ted. “Guidelines for Securing Radio Frequency
Identification (RFID) Systems”. Recommedations of the National Institute of
Standards and Technology. Gaithersburg. 2007.