Anda di halaman 1dari 17

ASKEP INFLUENZA

Definisi
• Influenza yang lebih sering dikenal sebagai flu
adalah penyakit saluran pernapasan akut yang
disebabkan oleh virus influenza

• Virus influenza merupakan virus yang kompleks


dan terus-menerus berubah. Struktur fisik virus
ini cenderung mengalami perubahan-perubahan
kecil pada antigen permukaan selama fase
replikasi yang dapat meyebabkan virus
menginvasi sistem kekebalan pejamu. Hal ini
menjelaskan bahwa seseorang yang terinfeksi
dapat mengalami reinfeksi pada tahun
berikutnya meskipun sudah punya antibodi
terhadap virus pertama
• Selain menyerang manusia, ternyata virus
influenza juga dapat ditemukan pada
beberapa binatang, seperti unggas, babi,
bebek, ikan paus, kuda, dan anjing laut.


Gejala dan tanda penyakit Influenza
• - Demam mendadak disertai menggigil
- Sakit kepala
- Badan lemah
- Nyeri otot dan sendi
- sekresi mukus

• Masa Inkubasi
Jangka waktu seseorang terpapar virus hingga
munculnya gejala adalah satu sampai empat
hari, dengan rata-rata dua hari
TANDA DAN GEJALA SEORANG KLIEN
MENGALAMI OBSTRUKSI JALAN

• Batuk
Batuk merupakan refleks pertahanan yang
timbul akibat iritasi percabangan trakeabronkial.
Kemampuan untuk batuk merupakan
mekanisme yang penting untuk membersihkan
saluran napas bagian bawah, dan banyak orang
dewasa normal yang batuk beberapa kali
setelah pagi hari untuk membersihkan trakea
dan faring dari sekret yang terkumpul selama
tidur
Terdapatnya Sputum

• Orang dewasa normal menghasilkan mukus


sekitar 100 ml dalam saluran napas setiap hari.
Mukus ini diangkut menuju faring dengan
gerakan pembersihan normal silia yang melapisi
saluran pernapasan. Kalau terbentuk mukus
yang berlebihan, proses normal pembersihan
mungkin tak efektif lagi, sehingga akhirnya
mukus tertimbun. Bila hal ini terjadi, membran
mukosa akan terangsang, dan mukus
dibatukkan keluar sebagai sputum
Dispnea
• Dispnea atau sesak napas adalah
perasaan sulit bernapas dan merupakan
gejala utama dari penyakit
kardiopulmonar.

• Sianosis
Sianosis adalah warna kebiru-biruan pada
kulit dan selapur lendir yang terjadi akibat
peningkatan jumlah absolut Hb tereduksi
(Hb yang tak berkaitan dengan O2).
Hipoksemia dan Hipoksia

• Istilah hipoksemia menyatakan nilai PaO2


yang rendah dan seringkali ada
hubungannya dengan hipoksia, atau
oksigenasi jaringan yang tidak memadai
PATOFISIOLOGI
Virus masuk Aktivasi mediator
Peradangan
Via saluran pnafasan kimia

Peningkatan
Produksi mukus

Obstrusi jalan
nafas

Ggn Pertukaran
Hipoksia jaringan
gas
Pemeriksaan Diagnostik
• Sinar x dada: Dapat menyatakan
hiperinflasi paru-paru; mendatarnya
diafragma; peningkatan area udara
retrosternal
• Tes fungsi paru: Dilakukan untuk
menentukan penyebab dispnea, untuk
menentukan apakah fungsi abnormal
adalah obstruks atau restriksi
• Sputum dan sekret: Kultur untuk
menentukan adanya infeksi,
mengidentifikasi patogen; pemeriksaan
sitolitik untuk mengetahui keganasan atau
gangguan alergi.
Asuhan Keperawatan
Data dasar pengkajian pasien
Aktivitas/Istirahat
Gejala:
- Keletihan, kelelahan, malaise
- Ketidakmampuan untuk melakukan aktivitas
sehari-hari karena sulit bernapas.
- Ketidakmampuan untuk tidur

Sirkulasi
Tanda:
- Peningkatan frekuensi jantung/takikardia
berat, disritmia.
- Warna kulit/membran mukosa: sianosis
• Integritas Ego
Tanda:
- Ansietas, ketakutan, peka rangsang

• Makanan/Cairan
Gejala:
- Mual/muntah.
- Napsu makan buruk/anoreksi.
- Ketidakmampuan untuk makan karena distres
Pernapasan.
- Penurunan berat badan menetap.

Tanda:
- Turgor kulit buruk.
• Pernapasan
Gejala:
- Napas pendek khususnya pada kerja.
- Batuk menetap dengan produksi sputum

• Tanda:
- Penggunaan otot bantu pernapasan, misalanya
meninggikan bahu, retraksi fosasupraklafikula,
melebarkan hidung.
- Dada: Dapat terlihat hiperinflasi dengan peninggian
diameter AP.
- Bunyi napas: mungkin redup dengan ekspirasi
mengi; menyebar, lembut atau krekels lembab
kasar; ronki, mengi sepanjang area paru pada
ekspirasi dan kemungkinan selama inspirasi berlanjut
sampai penurunan atau tak adanya bunyi napas.
Diagnosa keperawatan

1. Ketidakefektifan Bersihan jalan napas,


b.d peningkatan produksi sekret,
sekresi tertahan, tebal, sekresi kental
akibat influenza.
Intervensi
1. Auskultasi bunyi napas. Catat adanya
bunyi napas, misal mengi, krekels, ronki
2. . Kaji/pantau frekuensi pernapasan.
Catat rasio inspirasi/ekspirasi
3. Catat adanya/derajat dispnea, mis.,
keluhan “lapar udara,” gelisah, ansietas,
distres pernapasan, penggunaan otot
bantu
4. Kaji pasien untuk posisi yang nyaman,
mis., peninggian kepala tempat tidur,
duduk pada sandaran tempat tidur
5. Pertahankan polusi lingkungan minimum,
mis., debu, asap, dan bulu bantal yang
berhubungan dengan kondisi individu.
6. Dorong/bantu latihan napas abdomen
atau bibir
Lanjutan Dx Kep

2. Diagnosa Keperawatan: Pertukaran gas,


kerusakan dapat dihubungkan dengan
gangguan suplai oksigen (obstruksi jalan
napas oleh sekresi).
3. Diagnosa Keperawatan: Nutrisi,
perubahan, kurang dari kebutuhan tubuh
dapat dihubungkan dengan dispnea.

Anda mungkin juga menyukai