Anda di halaman 1dari 26

APLIKASI SEMIKONDUKTOR PADA

TRANSISTOR DAN DIODA

TUGAS PAPER
BAHAN LISTRIK

OLEH :

PUTU RUSDI ARIAWAN (0804405050)

JURUSAN TEKNIK ELEKTRO


FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS UDAYANA
JIMBARAN - BALI
2008
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadapan IDA SANG HYANG WIDHI WASA,
karena berkat rahmat-Nyalah kami dapat menyelesaikan laporan tugas paper bahan
listrik saya dengan judul : APLIKASI SEMIKONDUKTOR PADA
TRANSISTOR DAN DIODA tepat pada waktunya. Adapun tujuan dari penulisan
ini adalah untuk memenuhi tugas mata kuliah Bahan Listrik pada Program Studi
Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Udayana.
Paper ini merupakan salah satu sarana mengembangkan ilmu pengetahuan di
bidang elektronika, tepatnya dalam industri elektronika,. Sehingga pembaca dapat
mengetahui, mengerti, memahami dan mengembangkan ilmu pengetahuan yang
didapatkan dari paper ini dalam kehidupannya sehari-hari
Penyajian materi dalam ringkasan ini saya sesuaikan dan usahakan tidak jauh
menyimpang, sebagaimana yang tertulis dalam buku Bahan-Bahan Listrik Untuk
Politeknik karya Drs. Muhaimin serta beberapa sumber online (internet) yang kami
gunakan sebagai referensi, sehingga nantinya melalui paper ini para membaca dapat
lebih mudah memahami isi buku ini dalam pembelajaran Bahan Listrik.
Kami menyadari makalah kami ini masih banyak kekurangan untuk itulah
kritik dan saran dari pembaca yang baik dan budiman sangat kami harapkan., tidak
ada manusia yang sempurna. Akhir kata saya ucapkan terima kasih dan semoga paper
ini bermanfaat bagi kita semua

Denpasar , Mei 2008

Penyusun

PUTU RUSDI ARIAWAN 2


ABSTRAK

Bahan semikonduktor adalah bahan yang dipakai untuk pembuatan komponen


elektronika.Disebut semi atau setengah konduktor, karena bahan ini memang bukan
konduktor murni. Semikonduktor adalah sebuah bahan dengan konduktivitas listrik
yang berada di antara insulator dan konduktor.. Sebuah semikonduktor bersifat
sebagai insulator pada temperatur yang sangat rendah, namun pada temperatur
ruangan besifat sebagai konduktor. Bahan semikonduksi yang sering digunakan
adalah silikon, germanium, dan gallium arsenide.
Aplikasi bahan semikonduktor pada umumnya digunakan sebagai dioda dan
transistor.Transistor adalah alat semikonduktor yang dipakai sebagai penguat,
sebagai sirkuit pemutus dan penyambung (switching), stabilisasi tegangan, modulasi
sinyal atau sebagai fungsi lainnya. Dioda atau diode adalah sambungan bahan p-n
yang berfungsi terutama sebagai penyearah.

PUTU RUSDI ARIAWAN 3


BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar belakang


Belakangan ini penggunaan semikonduktor mempunyai peranan yang sangat
penting di bidang elektronika yang penggunaannya tidak terbatas pada arus lemah
saja. Suatu hal yang penting untuk memahami konduksi elektronik baik pada bahan
konduktor maupun pada semikonduktor adalah susunan pita atom. Pada bahan-bahan
terdapat pita konduksi maupun pita valensi. Pada konduktor kedua pita tersebut saling
menumpuk, pada isolator jarak keduanya cukup jauh. Sedangkan pada semikonduktor
jarak keduanya tidak terlalu jauh dan ini memungkinkan terjadinya tumpang tindih
jika dipengaruhi misalnya: panas, medan magnet, dan tegangan yang cukup tinggi.
Semikonduktor adalah bahan penghantar arus listrik yang terbatas. Bahan ini
bisa menghantarkan dalam jumlah tertentu atau dalam keadaan tertentu. Bahan yang
termasuk jenis ini adalah germanium, silikon dan karbon. Transistor, dioda dan
komponen aktif lainnya biasanya menggunakan germanium atau silikon, sedangkan
untuk perangkat pasif (seperti resistor) menggunakan karbon.
Salah satu alasan utama kegunaan semikonduktor dalam elektronik adalah
sifat elektroniknya dapat diubah banyak dalam sebuah cara terkontrol dengan
menambah sejumlah kecil ketidakmurnian. Ketidakmurnian ini disebut dopant.
Doping sejumlah besar ke semikonduktor dapat meningkatkan
konduktivitasnya dengan faktor lebih besar dari satu milyar. Dalam sirkuit terpadu
modern, misalnya, polycrystalline silicon didop-berat seringkali digunakan sebagai
pengganti logam.

1.2. Rumusan Masalah


Dari latar belakang di atas, maka dapat dirumuskan suatu permasalahan yaitu
1. Apa saja bahan baku apa saja yang termasuk dalam semikonduktor?
2. Bagaimana proses produksin bahan baku tersebut menjadi semikonduktor?
3. Apa saja sifat-sifat yang terdapat dalam semikonduktor ?
4. Apa saja aplikasi dari bahan semikonduktor tersebut?

PUTU RUSDI ARIAWAN 4


1.3. Tujuan Pembuatan
Penulisan paper atau makalah ini bertujuan untuk agar kita lebih mengetahui
apa itu semikonduktor, bagaimana cara memproduksi semikonduktor, sifat-sifat apa
saja yang terdapat pada semikonduktor, dan bagaimana aplikasi dari bahan
semikonduktor dalam kehidupan kita sehari-hari.

PUTU RUSDI ARIAWAN 5


BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

Bahan semikonduktor merupakan bahan yang dipakai dalam pembuatan


komponen elektronika seperti resistor, dioda, transistor, kapasitor, dan lain
sebagainya. Antara bahan yang satu dengan yang lainnya mempunyai sifat dasar dan
karakteristik yang berbeda. Sebelum mulai mempelajari komponen elektronika
terlebih dahulu akan dipelajari tentang sifat dasar bahan semikonduktor sebagai
berikut.

2.1. TEORI ATOM


Atom adalah partikel yang sangat kecil dan terdiri atas proton, elektron, serta
neutron. Inti atom adalah sebagian besar massa atom dan semua muatan positif
berkumpul pada sebuah titik di tengah-tengah atom. Atom terdiri atas nukleus dengan
elektron-elektron yang bergerak di sekitar nukleus yang menyerupai sistem tata surya.
Nuklesu tersebut bermuatan positif dan merupakan inti atom, yang menjadi pusat
hampir semua massa atom. Inti atom tersebut berisi proton dan neutron, dengan massa
kira0kira 2000 kali massa elektron, sedangkan massa proton sama dengan massa
neutron.
Elektron memiliki sifat tarik menarik dengan proton dan tolak menolak
dengan sesama elektron. Dari dal ini maka timbul konsep muatan listrik. Elektron
bermuatan negatif, proton bermuatan positif, dan neutron tidak bermuatan atau
netral.Menurut Niels Bohr (1913), elektron-elektron dari suatu atom tersusun atas
beberapa kulit atau orbit yang berada pada jarak yang berbeda dari inti atom.
Atom dan lingkaran orbit electron K, L, M, N, O, P, Q adalah kulit atau orbit elektron.
Pada setiap kulit elektron hanya bergerak elektron-elektron dengan jumlah elektron
maksimum. Jumlah elektron maksimum kulit K adalah 2, kulit L adalah 8, kulit M
adalah 18, dst.

PUTU RUSDI ARIAWAN 6


2.2. STRUKTUR ATOM BAHAN SEMIKONDUKTOR
Bahan semikonduktor murni akan menjadi isolator pada suhu mutlak (-
273C), hal ini dikarenakan elektron valensi terikat erat pada tempatnya. Elektron
valensi adalah elektron-elektron yang terletak di kulit terluar sebuah unsur. Susunan
elektron pada beberapa atom:
NAMA UNSUR LINGKARAN ORBIT JUMLAH ELEKTRON ELEKTRON
VALENSI K L M N O P Q
born 2 3 - - - - - 5 3
alumunium 2 8 3 - - - - 13 3
silikon 2 8 4 - - - - 14 4
fosfor 2 8 5 - - - - 15 5
galium 2 8 18 3 - - - 31 3
germanium 2 8 18 4 - - - 32 4
arsenikum 2 8 18 5 - - - 33 5
indium 2 8 18 18 3 - - 49 3
antimon 2 8 18 18 5 - - 51 5
barium 2 8 18 18 8 2 - 56 2
Silikon dan Germanium adalah bahan semikonduktor yang paling banyak
digunakan dalam pembuatan komponen elektronika. Silikon lebih banyak digunakan
daripada Gemanium karena sifatnya yang lebih stabil pada suhu tinggi.

2.3. SIFAT KONDUKTOR, ISOLATOR, DAN SEMIKONDUKTOR PADA


PEMBUATAN KOMPONEN ELEKTRONIKA
Konduktor adalah bahan yang konduktivitasnya tinggi sehingga dapat
mengalirkan listrik dengan baik. Konduktor sering disebut dengan penghantar karena
dapat menghantarkan arus listrik. Contoh, tembaga, seng, alumunium, baja, dsb.
Isolator adalah bahan yang tidak dapat menghantarkan listrik karena konduktivitasnya
rendah. Contoh, plastik, kayu kering, karet, kain, dll.
Semikonduktor adalah bahan yang terletak di antara konduktor dan isolator.
Contoh, silikon, germanium, antimon, dll. Sifat bahan, baik konduktor, isolator,
maupun semikonduktor terletak pada struktur jalur atau pita energi atom-atomnya.
Pita energi adalah kelompok tingkat energi elektron dalam kristal. Sifat-sifat
kelistrikan sebuah kristal tergantung pada struktur pita energi dan cara elektron
menempati pita energi tersebut. Pita energi dibedakan menjadi 3, yaitu:

PUTU RUSDI ARIAWAN 7


1. jalur valensi. Penyebab terbentuknya jalur valensi adalah adanya ikatan ato-
atom yang membangun kristal. Pada jalur ini elektron dapat lepas dari ikatan
atomnya jika mendapat energi.
2. jalur konduksi. Jalur konduksi adalah tempat elektron-elektron dapat bergerak
bebas karena pengaruh gaya tarik inti tidak diperhatikan lagi. Dengan
demikian elektron dapat bebas menghantarkan listrik.
3. jalur larangan. Jalur larangan adalah jalur pemisah antara jalur valensi dengan
jalur konduksi.
Yang membedakan apakah bahan itu termasuk konduktor, isolator, atau
semikonduktor adalah energi Gap (Eg). Satuan energi gap adalah elektron volt (eV).
Satu elektron volt adalah energi yang diperlukan sebuah elektron untuk berpindah
pada beda potensial sebesar 1 volt. Satu elektron volt setara dengan 1,60 x 10-19
Joule. Energi gap adalah energi yang diperlukan oleh elektron untuk memecahkan
ikatan kovalen sehingga dapat berpindah jalur dari jalur valensi ke jalur konduksi.
Energi gap germanium pada suhu ruang (300K) adalah 0,72 eV, sedangkan silikon
adalah 1,1 eV. Bahan-bahan semikonduktor dengan energi gap yang rendah biasanya
dipakai sebagai bahan komponen elektronika yang dioperasikan pada suhu kerja yang
rendah pula.

2.4. ARUS PADA SEMIKONDUKTOR


Pada semikonduktor dikenal dua macam arus, yaitu arus drift dan arus difusi.
Arus drif adalah arus yang ditimbulkan oleh mengalirnya muatan-muatan yang
disebabkan oleh perbedaan potensial. Contohnya adalah arus yang terjadi pada bahan
resistif yang dipasang pada suatu tegangan listrik.
Arus difusi adalah arus yang tidak disebabkan oleh adanya perbedaan tegangan,
melainkan akibat gerak random dari pertikel-partikel bermuatan yang disebabkan oleh
energi panas. Contohnya adalah elektron mengalir dari suatu tempat yang padat ke
tempat yang sedikit sampai dicapainya suatu keseimbangan.

PUTU RUSDI ARIAWAN 8


BAB III
METODELOGI PENELITIAN

3.1 Tempat dan Waktu Penulisan

Pembuatan tugas ini dilakukan di tempat tinggal saya yaitu di R.T Gotong
Royong Wantilan II blok 8 no 1, Kuta Denpasar Bali.

3.2 Sumber Data

Data diperoleh melalui literatur-literatur yang berupa konsep dan aplikasi


dari semikonduktor yang dikarang oleh, Budiona Ismail, Silaban Fatur serta sumber
online (Internet).

3.3 Jenis Data


Data yang digunakan dalam menganalisis adalah data sekunder yang berasal dari
kajian pustaka dengan data-data sebagai berikut :
Bahan-bahan listrik untuk Politeknik
Oleh : Drs.Muhaimin
Dasar-dasar elektro teknik
Oleh : Silaban Fatur.

PUTU RUSDI ARIAWAN 9


BAB VI
PEMBAHASAN

4.1 Bahan-bahan Semikonduktor


Bahan baku dari semikonduktor pada umumnya terdiri dari :
Tellurides / Susunan Tellurium
Alloys (MgSb2, ZnSb, Mg2Sn, CaSb,AlSb, GlSb)
Aluminium arsenide
Aluminium gallium arsenide
Boron nitrida
Cadmium sulfida
Cadmium selenide
Berlian
Gallium arsenide
Gallium nitrida
Germanium
Indium phosphide
Silicon
Silicon carbide
Silicon germanium
Zinc sulfida
Zinc selenide

4.2 Proses Produksi Dari Bahan Semikonduktor


Tiga metoda yang berbeda digunakan dalam pembuatan rangkaian
semikonduktor.
1. Teknologi komponen diskrit
Yaitu setiap rangkaian transistor, hambatan dan lain sebagainya adalah komponen
individu. Kontruksi rangkaian dicapai dengan saling menghubungkan berbagai
komponen tersebut yang biasanya menggunakan kawat individu yang dibungkus
untuk membentuk hubungan- hubungan tersebut. Pembuatan komponen diskrit
adalah cara mula-mula dan tradisional yang digunakan dalam kontruksi
rangkaian.

PUTU RUSDI ARIAWAN 10


2. Teknologi monolitik
Yaitu dua golongan kontruksi rangkaian yang diintegrasi.
3. Teknologi Hibrida
adalah sebuah gabungan dari teknologi komponen monolitik dan teknologi diskrit
Teknologi rangkaian yang diintegrasi melibatkan penggunaan alat zat padat,
hambatan dan kapasitor saja, dan teknologi monolitik dicirikan oleh penggunaan
semikonduktor yang sama atau kepingan dan transistor. Khasnya maka rangkaian
yang diintegrasi monolitik baik digunakan pada alat bipolar maupun alat MOS karena
pembuatan pada keping yang sama sering kali tidak mungkin dilakukan. Gambar
berikut melukiskan kontruksi hambatan monolitik dan kapasitor monolitik

Plat logam Plat logam ke


dan sentuhan pelat n+
Sentuhan logam
SiO2
SiO2
A B (dielektrik)

Hambatan P n+
Isolator n
n

Substrat p Substrat p

Hambatan monolitik kapasitor monolitik

Hambatan monolitik dibentuk oleh bahan jenis (n) dengan sentuhan logam yang
berfungsi sebagai terminal Resistor untuk geometri sederhana yang diperlihatkan,
maka resistansi R diberikan oleh :
L
R
A
Dimana A= t x W maka persamaan tersebut menjadi
L
R
t W
Sebuah metoda yang lazim untuk menunjukkan nilai resistansi dan luas pada
keping yang ditutupi resistansi tersebut adalah menyatakan R dalam Ohm per kuadrat,
karena t adalah uniform melalui luas hambatan maka kontruksi sebuah hambatan yang
panjangnya dan lebarnya sama akan menghasilkan sebuah nilai R yang sama dengan
Ohm per kuadrat.
Kapasitor pada gambar tersebut adalah kapasitor plat sejajar dimana sentuhan
logam dan lapisan jenis n membentuk plat-plat tersebut SiO2 adalah isolator diantara
plat-plat dan digunakan untuk memperbesar nilai kapasitans yang dapat diperoleh.
Dalam kedua alat tersebut substrat jenis p digunakan sebagai pondasi pada

PUTU RUSDI ARIAWAN 11


komponen-komponen. Sambungan-sambungan p-n yang dibentuk selalu dibiaskan
balik agar komponen tersebut diisolasi dari komponen lain pada keping.
4.3 Sifat-sifat yang Terdapat Dalam Semikonduktor
4.3.1 Sifat Kimia
Semikonduktor merupakan elemen dasar dari komponen elektronika seperti
dioda, transisitor, dan sebuah IC (Integrated Circuit). Disebut semikonduktor karena
bahan ini bukan konduktor murni bahan-bahan logam seperti tembaga, besi, timah
disebut semikonduktor yang lebih baik sebab logam memliki susunan atom yang
sedemikian rupa, sehinga elektronnya dapat bergerak bebas.
Sebenarnya atom tembaga dengan lambang kimia Cu memiliki inti 29 ion (+)
dikelilingi oleh 29 elektron (-). Sebanyak 28 elektron menempati orbit-orbit bagian
dalam bentuk inti yang disebut nukleus. Diperlukan energi yang sangat besar untuk
dapat melepaskan ikatan elektron-elektron ini. Satu buah elektron lagi yaitu elektron
ke-29 berada pada orbit paling luar.
Orbit terluar ini disebut elektron valensi dan elektron yang berada pada pita ini
dinamakan elekron valensi. Karena hanya ada satu elektron dan jaraknya jauh dari
nukleus, ikatannya tidak terlalu kuat. Hanya dengan energi yang sedikit saja elektron
ini dapat lepas dari ikatannya.
Pada suhu kamar, elektron tersebut dapat bebas bergerak atau berpindah-pindah
dari satu nukleus ke nukleus lainnya. Jika diberi tegangan potensial listrik, elektron-
elektron tersebut dengan mudah berpindah ke arah potensial yang sama.
Isolataor adalah atom yang memeliki valensi sebanyak 8 buah dan dibutuhkan
energi yang besar untuk dapat melepaskan elektron-elektron ini. Sehingga yang
termasuk semikonduktor adalah yang mempunyai elektron valensi antara 1 sampai
dengan 8.

PUTU RUSDI ARIAWAN 12


4.3.2 Sifat Listrik
4.3.2.1 Konduktivitas
Pita-pita energi bahan-bahan semikonduktor seperti silikon dan germanium
mirip seperti isolator yaitu pita konduksinya kosong. Perbedaanya adalah pita
terlarang semikonduktor lebih sempit sehingga untuk memindahkan elektron-elektron
dari pita valensi ke pita konduksi melelui pita terlarang hanya diperlukan energi 1,1
eV untuk silicon dan 0,7 eV untuk Germanium. Karena pita terlarang tidak begitu
lebar maka sejumlah elektron dari pita valensi dapat melompat ke pita konduksi
walaupun pada suhu ruang. Oleh karena itu pada suhu ruang, semikonduktor masih
dapat menghantarkan arus listrik walaupun tidak semudah konduktor.
Dalam kristal semiokonduktor murni, keempat elektron valensi dari sebuah
atom berikatan kovalen dengan empat buah elektron valensi terikat kuat pada atom
dan diperlukan energi cukup besar agar sebuah elektron dapat memutuskan ikatan
kovalennya menjadi elektron bebas dan berpindah dari pita valensi ke pita konduksi.
Oleh Karena itu pada suhu rendah, semikonduktor bersifat sebagai isolator.
Berdasarkan cara pembuatannya, semikonduktor terbagi atas dua yaitu
semikonduktor intrinsik dan semikonduktor ekstrinsik.
Semikonduktor ekstrinsik adalah semikonduktor murni yang belum dicampur
atau dikotori dengan atom lain. Semikonduktor intrinsik bersifat sebagai isolator
Karena memiliki pita konduksi yang kosong. Semikonduktor ekstrinsik adalah
semikonduktor murni yang diberi tambahan ekstra elektron bebas atau lubang-lubang
yang berasal dari atom asing. Dengan pengertian lain semikonduktor ekstrinsik
diperoleh dengan proses pengotoran (doping) terhadap semikonduktor ekstrinsik.
Tujuan pengotoran adalah untuk meningkatkan konduktivitas semikonduktor. Sebagi
contoh pengotorann kristal. Silicon murni denagn rasio 1:10 juta mengurangi hambat
jenis dari 60 k cm menjadi 2 mm.

4.3.2.2 Tahanan
Tahanan tembaga (Cu) adalah 1,7
Tahanan Germanium (Ge) adalah 6,5

4.3.3 Sifat Mekanik


Volume resistivity semikonduktor 10 3
sampai dengan 10 8 -cm

PUTU RUSDI ARIAWAN 13


4.4 Aplikasi Semikonduktor
Alat Semikonduktor atau semiconductor devices, adalah sejumlah komponen
elektronik yang menggunakan sifat-sifat materi semikonduktor, yaitu Silikon,
Germanium, dan Gallium Arsenide. Alat-alat semikonduktor zaman sekarang telah
menggantikan alat thermionik (seperti tabung hampa). Alat-alat semikonduktor ini
menggunakan konduksi elektronik dalam bentuk padat (solid state), bukannya bentuk
hampa (vacuum state) atau bentuk gas (gaseous state). Alat-alat semikonduktor dapat
ditemukan dalam bentuk-bentuk dicrete (potongan) seperti transistor, diode, dll, atau
dapat juga ditemukan sebagai bentuk terintegrasi dalam jumlah yang sangat besar
dalam satu keping Silikon yang dinamakan Integrate Circuit (IC).
Bila sebuah semikonduktor murni dan tidak ter-eksitasi oleh sebuah input
seperti medan listrik dia mengijinkan hanya jumlah sangat kecil arus listrik untuk
berada dalam dirinya, dan ia merupakan sebuah isolator. Alasan utama mengapa
semikonduktor begitu berguna adalah konduktivitas semikonduktor yang dapat
dimanipulasi dengan menambahkan ketidakmurnian (doping, dengan pemberian
sebuah medan listrik, dikenai cahaya, atau dengan cara lain). CCD sebagai contoh,
unit utama dalam kamera digital, bergantung pada kenyataan bahwa konduktivitas
semikonduktor meningkat dengan terkenanya sinar. Operasi transistor tergantung
konduktivitas semikonduktor yang dapat ditingkatkan dengan hadirnya sebuah medan
listrik.
Konduksi arus dalam sebuah semikonduktor terjadi melalui elektron yang
dapat bergerak atau bebas dan lubang. Lubang ini, dapat diperlakukan sebagai
muatan-positif yang merupakan lawan dari elektron yang bermuatan-negatif. Untuk
mudahnya penjelasan elektron bebas disebut elektron, tetapi harus dimengerti bahwa
mayoritas elektron dalam benda padat, tidak bebas, tidak menyumbang kepada
konduktivitas.
Bila sebuah kristal semikonduktor murni sempurna, tanpa ketidakmurnian, dan
ditaruh di suhu yang mendekati nol mutlak dengan tanpa eksitasi (yaitu, medan listrik
atau cahaya), dia tidak akan berisi elektron bebas dan tidak ada lubang, dan oleh
karena itu akan menjadi sebuah isolator sempurna. Pada suhu ruangan, eksitasi panas
memproduksi beberapa elektron bebas dan lubang dalam pasangan-pasangan, tetapi
kebanyakan semikonduktor pada suhu ruangan adalah isolator.
Dengan mengkombinasikan bahan semikonduktor tipe P dan tipe N dengan
berbagai cara, maka akan diperoleh peralatan semikonduktor yang dipergunakan

PUTU RUSDI ARIAWAN 14


dalam elektronika modern. Peralatan semikonduktor tersebut antara lain Transistor,
Diode, Diac, Triac dan sebagainya.

4.4.1 Transistor
Transistor merupakan pengkombinasian dari bahan semikondoktor. Ada
beberapa jenis transistor, antara lain :
1. Junction Transistor
Junction transistor merupakan kombinasi tiga lapis semikonduktor tidak
murni dari tipe P dan tipe N. Ada dua jenis junction transistor yaitu:
a. Transistor P-N-P
b. transistor N-P-N.
Ada tiga tipe pengkombinasian kedua tipe semikondutor yaitu:
Alloy Junction Ground Junction

P N P

N P N
B C
E

C
E
B Mesa dan Planner Transistor

N P N

E B C Gambar 4.1 Jenis Junction Transistor


Ada beberapa keunggulan dari penggunaan transistor dibanding dengan
penggunaan tabung vakum udara, antara lain:
a. Ukurannya kecil
b. Pemakaian dyanya kecil (power consumption)
c. Lebih murah dan lebih realiable (dapat dipercaya)

2. Transistor Tanpa Bias


Pada gambar 3.4 a menunjukkan majority carrier sebelum bergerak melewati
junction. Elekton bebas berdifusi melewati junction yang mana menghasilkan dua

PUTU RUSDI ARIAWAN 15


lapisan penggosongan (gambar 3.4.b). Untuk setiap lapisan penggosongan ini
potensial barriernya sebesar kira-kira 0.7 V (untuk silikon) pada suhu 25 C (untuk
transistor germanium 0.3 V).
Ada tiga daerah yang mempunyai level doping yang berbeda, lapisan
penggosongan tidak mempunyai lebar yang sama, makin banyak suatu daerah di-dop,
makin besar konsentrasi ion dekat junction.
E B C
------ + + + ------
- - - - - - + + + - - - - -- -
- - - - - - + + + - - -- - - -
- - - - - -- + + + - - - - -- -
N P N
(a)

E B C
-----+ - + + - +-----
-----+ -+ +- + - - - -
-----+ - + + - +-----
-----+ -+ +- +-----
(b)
Gambar 4.2 Lapisan Penggosongan

3. Transistor dengan Bias Forward-Reverse


a. Prinsip Kerja
Pada gambar 3.5 menunjukkan bahwa diode emitter dibias forward dengan
diode kolektor dibias reserve. Kondisi ini disebut Transistor Bias Forward-Reserve
(FR).
Kita mengharapkan memperoleh arus emitter yang besar karena diode emitter
dibias forward, dan kita tidak mengharapkan arus kolektor yang besar karena diode
kolektor dibias reserve, tetapi dalam kenyataannya lain, malah kita memperolah arus
kolektor yang besar.

PUTU RUSDI ARIAWAN 16


Banyak e N P N Banyak e
E C

B +
-
VEB VCB
+ Sedikit e -

Gambar 4.3 Cara kerja Transistor Bias Forward-Reserve

Pada saat awal bias forward diberikan pada diode emitter, elektron-elektron
dalam emitter belum memasuki basis. Jik kemudian VEB naik lebih besar daripada
potensial barrier (> 0.7 Volt), maka banyak elektron-elektron emitter memasuki
daerah basis.
Elektron-elektron ini dalam basis dapat mengalir dalam dua arah, yang pertama
kearah bawah basis yang tipis menuju basis dan kedua kearah junction kolektor
menuju ke dalam daerah kolektor.
Elektron yang mengalir ke bawah melalui daerah basis, mereka akan jatuh ke
dalam hole-hole dan mengalami proses rekombinasi dengan hole basis, selanjutnya
mengalir ke dalam kawat basis luar. Arus ini desebut arus rekombinasi dan arus ini
kecil sekali. Hmpir kurang dari 5% arus yang diinjeksikan emitter akan mengalir ke
bawah basis.
Sedangkan arus emitter yang menuju ke arah kolektor, bias forward akan
memaksa elektron emitter masuk ke daerah basis yang tipis terus menuju ke daerah
penggosongan kolektor. Selanjutnya medan lapisan penggosongan kolektor akan
mendorong arus elektron ke dalam daerah kolektor. Elektron ini akan melewati daerah
kolektor terus menuju ke kawat kolektor. Hampir lebih dari 95% arus diinjeksikan
emitter akan mengalir ke kolektor.

Dari uraian diatas dapat diambil kesimpulan sebagai berikut:


1) Bias forward pada diode emitter akan mengandalkan jumlah elektron yang
diinjeksi ke dalam basis. Makin besar potensial VEB, makin banyak elektron
yang diinjeksi.
2) Bias reserve pada diode kolektor mempunyai pengaruh yang kecil terhadap
banyaknya elektron yang memasuki kolektor. Dengan menaikkan VCB tidak
akan banyak pengaruhnya terhadap jumlah elektron yang sampai pada lapisan
penggosongan kolektor.

PUTU RUSDI ARIAWAN 17


b. Simbol Transistor
C C

B B

E E
Jenis PNP Jenis NPN

Gambar 4.4 Simbol-simbol Transistor

Dari gambar tersebut menunjukkan simbol-simbol transistor NPN dan PNP.


Emitter mempunyai tanda panah, sedangkan kolektor tidak. Satu hal yang perlu
diingat, bahwa tanda panah pada emitter menunjukkan arah arus konvensional emitter
(arah arus konvensional berlawanan dengan arah arus elektron).
Selain penggunaan transistor seperti diatas, transistor juga dapat digunakan
sebagai rangkaian penguat. Bila suatu transistor akan digunakan sebagai penguat
sinyal arus/tegangan, maka pada outputnya diberi tahanan beban (RL) dan pada
inputnya dimasukkan sinyal yang akan dikuatkan. Sinyal input umumnya merupakn
tegangan atau arus bolak-balik dan sebelum sinyal memasuki transistor biasanya
dipasang suatu kondensator yang berfungsi untuk melakukan sinyal dan
mencegah/memblokir tegangan searah (DC).
Demikian pula pada bagian outputnya, tahanan beban akan digandeng dengan
suatu kondensator ke bagian selanjutnya dengan alasan yang sama.
Ada tiga macam dasar rangkaian penguat, yaitu:
a. Common Base Amplifier
b. Common Emitter Amplifier
c. Common Collector Amplifier
IC IE IC
IB

RL RS
RS RL
VCB VBE VEB VCE
IE
Vs Vs -
- + VBB
- + VCC
VCC + VBB +
-

Common Emitter Amplifier


Common Base Amplifier

PUTU RUSDI ARIAWAN 18


IE

IB
IC
RS
RL VEB
VCB Vs
VCC + +
-
- VBB

Common Collector Amplifier


Gambar 4.5 Jenis rangkaian penguat

Untuk mengetahui gejala-gejala yang timbul di dalam rangkaian penguat terdapat


karakteristik-karakteristik dari transistor. Karakteristik itu biasanya diberikan oleh
pabrik pembuat transistor tersebut, yaitu:
a. Karakteristik input, yaitu karakteristik yang menggambarkan hubungan antara
arus input dengan tegangan input dengan suatu unsur output tertentu.
b. Karakteristik output, yaitu karakteristik yang menggambarkan hubungan
antara arus output dengan tegangan output pada suatu unsur input tertentu.
c. Karakteristik gabungan antara karakteristik input dengan karakteristik output.

PUTU RUSDI ARIAWAN 19


4.4.2 Diode
Pada suhu ruangan, suatu semikonduktor tipe P mempunyai pembawa muatan
sebagian besar berupa hole-hole sebagai hasil pemasukan tak-murnian, dan sebagian
kecil berupa elektron-elektron bebas yang dihasilkan oleh energi thermal. Dipihak
lain, dalam semikonduktor tipe N pembawa muatan sebagian besar berupa elektron-
elektron bebas dan hanya mengandung sebagian kecil hole-hole. Jika kedua tipe
semikonduktor tersebut digunakan secara terpisah, masing-masing tipe tidak lebih
dari suatu penghambat (resistor) karbon. Akan tetapi apabila kedua tipe tersebut
dihubungkan, maka hasilnya berupa suatu penghantar satu arah. Dan apabila kedua
tipe tersebut digabungan maka akan menghasilkan sesuatu yang disebut Diode yang
merupakan singkatan dari di yang berarti dua dan ode yang artinya elektrode Maka
arti dari diode adalah suatu piranti dua elektrode yang dapat mengalir arus pada arah
tertentu. Adapun simbol dari diode itu sendiri yakni :

A K

Simbol Dioda

Ada beberapa tipe diode:


1. Tipe diode P-N dengan forward bias (pra-tegangan maju)

P N
+ + + + - - - -
- - - - - + + + + +
+ + + + - - - -
- - - - - + + + + +
+ + + + - - - -
- - - - - + + + + +

- VT +

+ -

Gambar 4.6 Type Dioda P-N dengan Forward bias (pra-tegangan maju)

Prinsip kerjanya yakni diode P-N disambungkan dengan baterai yang bersifat
variable, dimana potensial positif dihubungkan ke tipe P dan potensial negatif

PUTU RUSDI ARIAWAN 20


dihubungkan dengan tipe N. Diumpamakan bahwa kontak-kontak A dan B adalah
baik dan ideal, tanpa ada potensial kontak.
Kita anggap potensial awal baterai adalah 0 volt, bila suatu elektron bebas dari
tipe N ingin memasuki daerah barrier, elektron ini menghadapi tembok ion-ion
negatif yang akan menolaknya kembali ke daerah N semula. Pada awalnya, tembok
ion-ion negatif itu masih rendah (tipis) dan elektron-elektron bebas dari tipe N yang
mempunyai energi yang cukup besar masih mampu menerobos dan mengatasi tembok
tersebut. Namun hasil penerobosan ini akan menghasilkan pembentukan tembok ion-
ion negatif yang baru, yang akibatnya tembok ion-ion negatif makin tinggi (tebal),
sehingga energi elektron-elektron bebas ini tidak lagi cukup untuk mengatasi tolakan
ion-ion negaitf tersebut.
Apabila potensial baterai secara perlahan-lahan dinaikkan hingga
mencapai potensial 0.7 V, maka elektron-elektron pada sisi N dekat persambungan
akan memperoleh energi yang cukup besar untuk memasuki sisi P. Selanjutnya
apabila potensial baterai tersebut dinaikkan kembali, maka kedua sisi kristal P dan N
akan ada madan listrik yang akan mendorong hole-hole dari sisi P akan melewati
persambungan dari kiri ke kanan dan elektron-elektron bebas dari sisi N akan
melawati persambungan dari kanan ke kiri.
Apabila potensial baterai diperbasar terus, maka suatu saat diode akan hangus,
sebab arus yang mengalir terlampau besar.
Selain daripada itu terdapat pula pengaliran arus karena penyusupan minority
carriers yang disebabkan adanya suhu. Arus listrik yang disebabkan penyusupan
minority carriers dinamakan arus diffusi, sedangkan arus karena adanya tekanan dari
medan listrik yaitu arus karena majority carriers dinamakan arus hantaran (drift
current atau conduction current).
Jadi melalui persambungan terjadi pengaliran arus dengan mudah yang terdiri
dari:
1. Majority carriers negatif dari kanan ke kiri
2. Majority carriers positif/hole dari kiri ke kanan
3. Minority carriers positif dan negatif baik ke kanan maupun ke kiri
Karena pengaliran arus di dalam forward bias ini dapat dilakukan dengan
mudah, maka tahanan dari batang ini (tipe P dan tipe N) dalah kecil.

PUTU RUSDI ARIAWAN 21


2. Tipe diode P-N dengan Reversed bias (pra-tegangan balik)
P N
+ + + + - - - -
- - - - - + + + + +
+ + + + - - - -
- - - - - + + + + +
+ + + + - - - -
- - - - - + + + + +

- VT +

- +

Gambar 4.7 Type Dioda P-N dengan Reserved bias (pra-tegangan balik)

Seandainya potensial dari baterai dibuat sedemikian rupa sehingga tipe P


mendapat potensial negatif dan tipe N mendapat potensial positif, maka majority
carriers pada masing-masing tipe akan ditarik oleh potensial baterai, yaitu elektron-
elektron bebas bergerak ke kanan dan hole-hole bergerak ke kiri meninggalkan
batang.
Apabila ada kemungkinan arus IR mengalir maka arus ini semata-mata terdiri
dari arus diffuse, jadi kecil sekali, sehingga batang dengan reversed bias hampir
mengalirkan arus yang tidak ada artinya, umumnya berjumlah beberapa mikro-ampere
saja atau dapat dikatakan tahanan batang besar. Arus ini dinamakan arus jenuh atau
saturation current.
Apabila potensial reversed bias makin lama makin besar sehingga melampoi
breakdown voltage, maka arus IR menjadi besar sekali mencapai tingkatan tertentu
yang disebut Zener Level.
Dengan adanya perilaku diode baik forward maupun reversed bias yang
demikian, maka diode dapat dipakai sebagai penyearah arus bolak-balik.

Selain tipe diode diatas, ada juga beberapa macam diode lainnya :
a. Zener Diode
A K
Simbol :

Karakeristik : Mulai dari arus > I3 zener diode akan memberikan tegangan yang
konstan yaitu sebesar VZ.
Gambar:

PUTU RUSDI ARIAWAN 22


Fungsi : 1. Stabilisator tegangan
2. Sebagai clipper pada sirkit pulsa
b. Light Emitting Diode (LED)
Simbol :
A K

Karakeristik : Diode dibuat dari bahan Gallium Arsenit. Bila diode tersebut dialiri
arus, maka LED akan menyala. Makin besar yang dialirkan, maka cahaya yang
dipancarkan oleh LED makin terang.
Gambar :
Fungsi : 1. Display (perangkat/permainan)
2. Switching Circuit

c. Thermionic Diode
A K
Simbol :
Karakeristik : Diode ini mempunyai slave yang lebih linier dan mempunyai swing
yang lebih besar.
Gambar
Fungsi : 1. Pulse Circuit
2. Switching Circuit
Adapun karakteristik dari diode itu sendiri yakni mudah mengalirkan arus
apabila tipe P-nya diberi potensial positif dan boleh dikatakan hampir tidak dapat
mengalirkan arus apabila tipe P-nya diberi potensial negatif. Dan disamping
digambarkan simbol dari diode tersebut dengan arah panah adalah sebagai arah
pengaliran arus yang mudah. Jadi apabila diode diletakkan pada tegangan bolak-balik
arus hanya dapat mengalir selama setengah periode saja.

PUTU RUSDI ARIAWAN 23


BAB V
PENUTUP

5.1 Kesimpulan
1. Semikonduktor adalah sebuah bahan dengan konduktivitas listrik yang berada di
antara isolator dan konduktor. Sebuah semikonduktor bersifat sebagai isolator
pada suhu yang sangat rendah, pada suhu ruangan besifat sebagai konduktor.
2. Bahan baku dari semikonduktor pada umumnya adalah :
3. Tellurides / Susunan Tellurium, Alloys (MgSb2, ZnSb, Mg2Sn, CaSb,AlSb,
GlSb), Aluminium arsenide, Aluminium gallium arsenide, Boron nitrida,
Cadmium sulfida, Cadmium selenide, Berlian , Gallium arsenide, Gallium nitrida,
Germanium, Indium phosphide, Silicon, Silicon carbide, Silicon germanium,
Zinc sulfida, Zinc selenide.
4. Proses pembuatannya dapat dilakukan dengan tiga cara yaitu : Teknologi
komponen diskrit , Teknologi Hibrida, dan Teknologi monolitik.
5. Semikonduktor merupakan bahan bukan konduktor murni bahan-bahan logam
seperti tembaga, besi, timah disebut semikonduktor yang lebih baik sebab logam
memliki susunan atom yang sedemikian rupa, sehinga elektronnya dapat bergerak
bebas.
6. Aplikasi bahan semikonduktor pada umumnya digunakan sebagai dioda dan
transistor.

PUTU RUSDI ARIAWAN 24


DAFTAR PUSTAKA

Muhaimin, 1993, Bahan-Bahan Listrik Untuk Politeknik. Jakarta:Pradnya Paramita


Silaban Fantur, 1981, Dasar-dasar elektro teknik edisi ke-5. Jakarta:Erlangga
http://ariefcute.blogspot.com/2008/05/sifat-dasar-bahan-semikonduktor-bahan.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Alat_semikonduktor
http://id.wikipedia.org/wiki/Semikonduktor

PUTU RUSDI ARIAWAN 25


BIODATA PENULIS

Nama : Putu Rusdi Ariawan

TTL : Denpasar. 19 April 1990

Agama : Hindu

Mahasiswa Teknik Elektro Unv. Udayana

Email : turusdi.info@gmail.com

www.facebook.com/turusdi

PUTU RUSDI ARIAWAN 26