Anda di halaman 1dari 12

Public Relations yang diterjemahkan menjadi hubungan masyarakat (humas) mempunyai

dua pengertian. Pertama, humas dalam artian sebagai teknik komunikasi atau
technique of communication dan kedua, humas sebagai metode komunikasi atau
method of communication (Abdurrahman, 1993: 10). Konsep Public Relations
sebenarnya berkenaan dengan kegiatan penciptaan pemahaman melalui pengetahuan, dan
melalui kegiatan-kegiatan tersebut akan muncul perubahan yang berdampak (lihat
Jefkins, 2004: 2).

PR sendiri merupakan gabungan berbagai imu dan termasuk dalam jajaran ilmu-ilmu
sosial seperti halnya ilmu politik, ekonomi, sejarah, psikologi, sosiologi, komunikasi dan
lain-lain.

Dalam kurun waktu 100 tahun terakhir ini PR mengalami perkembangan yang sangat
cepat. Namun perkembangan PR dalam setiap negara itu tak sama baik bentuk maupun
kualitasnya.Proses perkembangan PR lebih banyak ditentukan oleh situasi masyarakat
yang kompleks.

PR merupakan pendekatan yang sangat strategis dengan menggunakan konsep-konsep


komunikasi (Kasali, 2005:1). Di masa mendatang PR diperkiraan akan mengalami
pertumbuhan yang luar biasa. Pemerintah AS mempekerjakan 9000 karyawan di bidang
komunikasi yang ditempatkan di United States Information Agency.

Perkembangan Humas di Dunia

Dalam sejarahnya istilah Public Relations sebagai sebuah teknik menguat dengan adanya
aktivitas yang dilakukan oleh pelopor Ivy Ledbetter Lee yang tahun 1906 berhasil
menanggulangi kelumpuhan industri batu bara di Amerika Serikat dengan sukes. Atas
upayanya ini ia diangkat menjadi The Father of Public Relations.

Perkembangan PR sebenarnya bisa dikaitkan dengan keberadaan manusia. Unsur-unsur


memberi informasi kepada masyarakat, membujuk masyarakat, dan mengintegrasikan
masyarakat, adalah landasan bagi masyarakat.

Tujuan, teknik, alat dan standar etika berubah-ubah sesuai dengan berlalunya waktu.
Misalnya pada masa suku primitif mereka menggunakan kekuatan, intimidasi atau
persuasi ntuk memelihara pengawasan terhadap pengikutnya. Atau menggunakan hal-hal
yang bersifat magis, totem (benda-benda keramat), taboo (hal-hal bersifat tabu), dan
kekuatan supranatural.

Penemuan tulisan akan membuat metode persuasi berubah. Opini publik mulai berperan.
Ketika era Mesir Kuno, ulama merupakan pembentuk opini dan pengguna persuasi. Pada
saat Yunani kuno mulai dikembangkan Olympiade untuk bertukar pendapat dan
meningkatkan hubungan dengan rakyat. Evaluasi mengenai pendapat atau opini publik
merupakan perkembangan terakhir dalam sejarah kemanusiaan.
Dasar-dasar fungsi humas ditemukan dalam revolusi Amerika. Ketika ada gerakan yang
direncanakan dan dilaksanakan. Pada dasarnya, masing-masing periode perkembangan
memiliki perbedaaan dalam startegi mempengaruhi publik, menciptakan opini publik
demi perkembangan organisasinya.

Berikut gambaran kronologis PR di dunia:

Abad ke-19 : PR di Amerika dan Eropa merupakan program studi yang


mandiri didasarkan pada perkembangan Ilmu
pengetahuan dan teknologi.
1865-1900 : Publik masih dianggap bodoh
1900-1918 : Publik diberi informasi dan dilayani
1918-1945 : Publik diberi pendidikan dan dihargai
1925 : Di New York, PR sebagai pendidikan tinggi resmi
1928 : Di Belanda memasuki pendidikan tinggi dan minimal di
fakultas sebagai mata kuliah wajib. Disamping itu
banyak diadakan kursus-kursus yang bermutu
1945-1968 : Publik mulai terbuka dan banyak mengetahui
1968 : Di Belanda mengalami perkembangan pesat. Ke arah
ilmiah karena penelitian yang rutin dan kontinyu.
Di Amerika perkembangannya lebih ke arah bisnis.
1968-1979 : Publik dikembangkan di berbagai bidang,
pendekatan tidak hanya satu aspek saja
1979-1990 : Profesional/internasional memasuki globalisasi dalam
perubahan mental dan kualitas
1990-sekarang : a. perubahan mental, kualitas, pola pikir, pola pandang,
sikap dan pola perilaku secara nasioal/internasional
b. membangun kerjasama secara lokal, nasional, internasional
c. saling belajar di bidang politik, ekonomi, sosial budaya,
Iptek, sesuai dengan kebutuhan era global/informasi
Asal Mula Istilah

Pengertian :

Hubungan dengan masyarakat luas baik melalui publisitas khususnya fungsi-fungsi


organisasi dan sebagainya terkait dengan usaha menciptakan opini publik dan citra yang
menyenangkan untuk dirinya sendiri (Webster’s New World Dictionary)

Fungsi manajemen yang mengevaluasi sikap publik, mengidentifikasi kebijaksanan dan


prosedur seorang individu atau organisasi berdasarkan kepentingan publik dan
menjalankan suatu program untuk mendapatkan pengertian dan penerimaan publik
(Public Relations News)

Filsafat sosial dan manajemen yang dinyatakan dalam kebijaksanaan beserta


pelaksaannya yang melalui interpretasi yang peka mengenai peristiwa-peristiwa
berdasarkan pada komunikasi dua arah dengan publiknya, berusaha memperoleh saling
pengertian dan itikad baik (Moore, 2004: 6).
Public Relations menyangkut suatu bentuk komunikasi yang berlaku untuk semua
organisasi (non profit - komersial, publik- privat, pemerintah - swasta). Artinya Public
Relations jauh lebih luas ketimbang pemasaran dan periklanan atau propaganda, dan telah
lebih awal.

Dewasa ini, Public Relations harus berhadapan dengan fakta yang sebenarnya, terlepas
dari apakah fakta itu buruk, baik, atau tanpa pengaruh yang jelas. Karena itu, staf Public
Relations dituntut mampu menjadikan orang-orang lain memahami suatu pesan, demi
menjaga reputasi atau citra lembaga yang diwakilinya.

[dewi]

Bahan Bacaan :

Abdurrachman, Oemi. 1993. Dasar-dasar Public Relations. Bandung: Citra Aditya Bakti
Effendy, Onong Uchjana. 1999. Hubungan Masyarakat. Suatu Study Komunikologis.
Cetakan ke lima. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Jefkins, Frank dan Daniel Yadin. 1996. Public Relations. Edisi Kelima. Jakarta: Erlangga
Kasali, Rhenald. 2005. Manajemen Public Relations. Jakarta: Grafiti
Moore, Frazier. 2004. Humas, Membangun Citra dengan Komunikasi. Bandung: Rosda.

Perspektif Dasar Public Relations (1) 27 September, 2007

Beberapa Pandangan Tentang Public Relations

Humas atau Public Relations akan sangat dipengaruhi faktor-faktor lingkungan dimana
Public Relations itu dipraktekkan.

Edward L. Berneys dalam buku Public Relations menyatakan PR memiliki tiga macam
arti:memberi informasi kepada masyarakat persuasi yang dimaksudkan untuk mengubah
sikap dan tingkah laku masyarakat terhadap lembaga demi kepentingan kedua belah
pihak usaha untuk mengintegrasikan sikap dan perbuatan antar lembaga dengan sikap
perbuatan masyarakat dan sebaliknya.

Melvin Sharpe (dalam Kasali, 2005: 8-9) menyebut lima prinsip hubungan harmonis:
komunikasi yang jujur untuk memperoleh kredibilitas keterbukaan dan konsistensi
terhadap langkah-langkah yang diambil untuk memperoleh keyakinan orang lain
langkah-langkah yang fair untuk mendapatkan hubungan timbal balik dan goodwill
komunikasi dua arah yang terus menerus untuk mencegah keterasingan dan untuk
membangun hubungan evaluasi dan riset terhadap lingkungan untuk menentukan
langkah atau penyesuaian yang dibutuhkan masyarakat.

Empat Unsur Falsafah PR (Rumanti, 2002):


− PR sebagai upaya mempengaruhi kemauan individu, golongan, atau masyarakat
yang menjadi sasaran dengan maksud mengubah pikiran, pendapat publik secara
umum oleh pemerintah
− PR ditujukan untuk mendorong atau memajukan usaha-usaha bidang ekonomi.
Falsafah ini dipakai oleh badan usaha ekonomi yang mencari keuntungan
− PR dengan menggunakan pengetahuan yang luas dan bijaksana bisa dipergunakan
dalam pencapaian tujuan
− Misi PR yang perlu disampaikan kepada masyarakat diintegrasikan dengan
kebutuhan publik.

Gambaran Profesi Public Relations

PR merupakan suatu profesi yang menghubungkan antara lembaga atau organisasi


dengan publiknya yang ikut menentukan kelangsungan hidup lembaga tersebut. Karena
itu PR berfungsi menumbuhkan hubungan baik antara segenap komponen, memberikan
pengertian, menumbuhkan motivasi dan partisipasi. PR pada dasarnya menciptakan
kerjasama berdasarkan hubungan baik dengan publik. Dalam PR dibedakan dua macam
publik yang menjadi sasaran yakni publik internal dan eksternal.

Menurut Dozier (1992) peranan praktisi humas dalam organisasi merupakan salah satu
kunci penting untuk pemahaman akan fungsi public relations dan komunikasi organisasi
disamping sebagai sarana pengembangan pencapaian profesionalitas dari praktisi humas.

Secara sederhana tugas praktisi kehumasan adalah menjadi penghubung antara lembaga
publik dengan masyarakat luas, agar tercapai saling pengertian, kerjasama dan sinergi
yang positif antara berbagai pihak yang ada. Dalam konteks lembaga lembaga publik
seperti pemerintah, sejatinya peran melayani dan mengembangkan dukungan publik guna
mencapai tujuan organisasi-lah yang sangat penting dimainkan oleh praktisi kehumasan.
Pada konteks ini, maka praktisi humas harus bisa membentuk nilai-nilai, pemahaman,
sikap-sikap, sampai perilaku dari publik agar sejalan dengan kebutuhan organisasi.
Melalui pengemasan pesan-pesan komunikasi publik yang lebih banyak berisikan
tentang apa dan siapa serta apa manfaat keberadaan organisasi. Pesan-pesan ini dapat
dikomunikasikan melalui media massa atau media lain yang dipilih sesuai dengan target
sasaran.

Bahan Bacaan :

Abdurrachman, Oemi. 1993. Dasar-dasar Public Relations. Bandung: Citra Aditya Bakti
Effendy, Onong Uchjana. 1999. Hubungan Masyarakat. Suatu Study Komunikologis.
Cetakan ke lima. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Jefkins, Frank dan Daniel Yadin. 1996. Public Relations. Edisi Kelima. Jakarta: Erlangga
Kasali, Rhenald. 2005. Manajemen Public Relations. Jakarta: Grafiti
Moore, Frazier. 2004. Humas, Membangun Citra dengan Komunikasi. Bandung: Rosda.
Rachmadi. F. 1994. Public Relations dalam Teori dan Praktek. Jakarta: Gramedia
Rumanti, Maria Assumpta. 2002. Dasar-dasar Public Relations: Teori dan Praktek.
Jakarta: Gramedia Widiasarana
Soemirat. Soleh dan Elvinaro Ardianto. 2003. Dasar-dasar Public Relations. Bandung:
Remaja Rosda Karya.

Dunia PR mulai berkembang pesat di awal abad 20. Aktivitas praktisi PR mulai
diperhitungkan dan dibutuhkan di negara-negara industri. Dalam pandangan Noeradi
(2005: 35), sejarah PR di Indonesia mulai dikenalkan oleh para pendiri republik ini.
Ketika merumuskan konstitusi, ada banyak jurnalis atau wartawan yang menunggu
kelanjutan peritiwa setelah proklamasi kemerdekaan sehari sebelumnya. Akhirnya
pertemuan itu ditunda untuk memilih presiden dan wakil presiden pertama Indonesia dan
diumumkan kepada para jurnalis yang ada. Itu, fase media relations yang penting. Ketika
perang kemerdekaan, adalah Soedarpo Sastorsatomo yang mengelola media relations
sebagai Menteri Penerangan. Ia mengelola media relations di dalam negeri hingga
mendukung dipomasi di PBB, termasuk untuk mengemas citra Indonesia di luar negeri.
RRI juga disebut sebagai bagian dari aktivitas PR ketika mengeluarkan program siaran
luar negeri, yang kini pemancarnya ada di kawasan Cimanggis, Depok,Jawa Barat. Ada
pula upaya untuk membantu India dalam mengatasi kelaparan dalam Program Rice for
India, sekalipun Indonesia belum memiliki surplus beras.

Istilah Purel

Setelah perang kemerdekaan, mulai berdatangan beberapa perusahaan minyak


diantaranya Shell, Stanvac, Caltex. Sebagai perusahaan multinasional, mereka memiliki
organ bernama PR. Sebut saja S. Maimoen, R Imam Sajono dan Soedarso yang di tahun
1950-an mulai dikenal sebagai PR Officer. Latar belakang mereka dari kalangan
jurnalistik.

Tahun 1954, Garuda Indonesian Airways mulai mengembangkan unit PR. Di tahun 1955,
Mabes Polri menjadi institusi pemerintah pertama yang memiliki unit PR. Kemudian
diikuti oleh RRI. Sekalipun demikian, beberapa angkatan bersenjata juga memiliki unit
informasi yang dibawa kontrol presiden waktu itu. Di tahun 60-an, istilah ”purel” sebagai
akronim public relations makin populer digunakan ketimbang term kehumasan.

Konsultan PR “Pertama”

Adalah PT Inscore Zecha yang dipimpin M. Alwi Dahlan tercatat sebagai konsultan PR
pertama yang berdiri di Indonesia tahun 1972. Kebanyakan mereka mengelola
kepentingan publisitas dalam bentuk iklan. Sejak tahun 1970, sekitar 20 tahun national
Development Information Office mendukung pengelolalaan PR pemerintah RI untuk
dunia internasional.

Pendidikan PR
Universitas Padjajaran menjadi universitas pertama yang membuka Fakultas Public
Relations di tahun 1964. Ibu Oemi Abdulrachman yang menjadi dekannya. Setelah itu,
banyak berkembang pendidikan PR dalam bentuk program studi hingga pendidikan di
tingkat diploma. Tanggal 15 Desember 1972 merupakan moment delarasi asosiasi PR
Indonesia, Perhumas. ketika itu beberapa PRO perusahaan minyak dan konsultan serta
akademisi termasuk Menteri Dalam Negeri menjadi anggota pendiri.

Asosiasi PR

Di tahun 1974 posisi unit PR dalam organisasi pemerintah sudah mulai dipegang pejabat
eselon III. Beberapa tahun kemudian meningkat menjadi eselon II. Karena itulah di tahun
1974 ada Badan Koordinasi Humas (Bakohumas) yang diketuai Direktur Humas
Pembangunan Menteri Penerangan (anda bisa membaca Sejarah Departemen
Penerangan).

Dalam pertemuan di Kuala Lumpur, 26 Oktober 1977, Perhumas bersama asosiasi humas
di negara-negara ASEAN bergabung dalam Federasi Organisasi PR ASEAN dan
menggelar Kongres PR Asean pertama di tahun 1978 di Manila.
10 April 1987, Asosiasi Perusahaan PR Indonesia dibentuk. Kemudian, tanggal 11
November 2003, tercatat sebagai kelahiran PR Society Indonesia.

PR TOOLS AND TECHNOLOGIES

Para public relation mengerjakan pekerjaan mereka dengan menggunakan


berbagai macam peralatan dan teknologi yang dapat membantu mereka dalam
menciptakan, menyampaikan dan membawa komunikasi mereka secara efisien dan
efektif atas nama klien dan perusahaan.

Peralatan yang mendominasi dalam public relation sudah terlihat sejak awal tahun
1900an, yaitu news release, pitch letters dan press kits.

News Release. Digunakan untuk menyampaikan berita dan informasi yang bersifat umum
untuk para editor dan repoter.
Pitch Letter. Digunakan untuk mengulas secara lebih meluas tentang suatu keterangan
tertentu. Ini biasanya digunakan secara eksklusif kepada siapa saja yang dikirimkan.
Press Kit. Biasanya termasuk cover surat dan news release meliputi informasi mengenai
apa saja yang telah dipromosikan. Misalkan produk, pelayanan, kampanye, atau acara
serta material pendukungnya, seperti brosur, biografi, foto dan business card.

Walaupun peralatan dan teknologi yang konvensional memiliki peranan yang dominant
dalam pelaksanaan public relation, namun mereka secara cepat digantikan dengan
peralatan dan teknologi yang dibangun secara lebih maju yaitu pada video, audio dan
komunikasi komputer. Bentuk teknologi yang bervariasi tersebut telah memberikan para
pelaksana public relation mempunyai peluang untuk meraih ribuan orang secara langsung
dan lebih personal yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Video News Release atau VNR merupakan sebuah penyampaian berita melalui siaran
televisi yang disediakan untuk sebuah program berita secara cuma cuma selama
digunakan pada saat penyiaran berita berlangsung. VNR lebih sering digunakan untuk
health care, konsumen, teknologi, travel dan juga riwayat bisnis. Walaupun mahal dalam
pembuatannya, VNR daoat membangkitkan publisitas dalam pasar yang kecil, sedang
dan besar secara lebih meluas; khususnya ketika membandingkan pada berapa yang harus
dikeluarkan suatu organisasi dalam membayar iklan untuk memperoleh airtime dan
perhatian yang sebanding. VNR memiliki karakteristik yaitu durasinya harus lebih dari
90 detik hingga 2 menit dan mengandung trek audio terpisah yang berhubungan dengan
proses wawancara sehingga stasiun dapat mengganti dengan suara reporter mereka
sendiri.

Webcasts adalah bentuk dari produksi penyiaran yang menggabungkan aliran


video dengan audio. ini digunakan untuk menyampaikan kegiatan konferensi pers atau
acara lainnya secara langsung ke layer komputer melalui jaringan internet sehingga dapat
ditampilkan secara langsung kepada para pemirsanya

E-SMTS atau media melalui internet memerlukan sedikit yang harus dilakukan
dengan menggunakan satelit dan banyak yang harus dilakukan dengan mengguanakan
komputer dalam pengaplikasianya. Seperti webcast, E-SMT menyediakan cara yang
mudah bagi para klien public relation untuk meperbolehkan media dan partisipasi lain
dalam konferensi pers, dimana mereka dapat menonton acara tersebut pada progress dan
pertanyaan yang dikirimkan lewat email sebelum, selama, setelah acara tersebut.

Electronic Press Kits ( E-Kits) merupakan versi internet atau email dari perangkat
pers yang dibuat dalam bentuk cetak. E-Kits dapat menjadi sesimpel atau secanggih
imajinasi kreatornya. Ini juga dapat diproduksi sebagai CD-ROM. Blog berguna untuk
menyebarkan berita, rumor, isu, kejadian menarik, dan opini secara cepat. Banyak PR
yang mengawasi beberapa blog tertentu yang membawa berita dan target industri yang
spesifik atau objek-objek lainnya untuk melihat apa yang mereka ciptakan yang mungkin
dapat membawa pengaruh bagi perusahaan atau klien mereka.
Online Advocacy System, seperti contohnya ARENA dari Lesgislative
Demographic Service, membolehkan para perusahaan untuk mengatur kampanye secara
online yang bertujuan mengikat karyawan, investor, pelanggan, dan bagian-bagian lain
yang berperan besar dalam kegiatan promosi.

Email sejauh ini telah menjadi metode yang berperan besar pada public relation
dalam mengadakan hubungan atau kontak dengan pers. Ini digunakan untuk
mendistribusikan news release namun pertumbuhannya pun tidak meningkat secara
signifikan karena banyak reporter dan editor yang takut terkena virus komputer yang
biasanya datang dari attachment pada email.

TECHNOLOGY:

NEW ADVERTISING MEDIA

Iklan berkembang seiring perkembangan media massa. Teknologi yang paling berperan
dalam perkembangan industri iklan adalah penggunaan internet. Iklan pada blog,
intermercial dan button adalah beberapa bentuk penggunaannya. Beberapa orang
menyatakan internet tidak hanya mampu menjangkau khalayak yang beragam tetapi juga
salah satu cara memperluas keefektifan dari media-media tradisional sebelumnya seperti
koran, majalah, radio, dan televisi.

Internet merupakan sumber data yang responsif dan fleksibel dimana ada pertukaran
message secara dua arah yang terjadi. Selain itu, fitur pada internet pun memungkinkan
para pembuat iklan untuk berkomunikasi dengan konsumennya dengan cara yang
nontradisional yang berguna untuk menumbuhkan dan menciptakan hubungan yang lebih
erat dan personal kepada para konsumennya yang nantinya dapat membangun hubungan
yang kuat pada merek.
Perkembangan pada internet melahirkan melibatkan Viral Marketing. Bentuk
iklan yang satu ini melibatkan tim pemasaran yang mengikat diri untuk berpartisipasi
dalam hal bertukar informasi mengenai suatu produk di dalam chat room dan pada
message board di internet. Startegi iklan tersebut berguna untuk memberikan dorongan
kepada diskusi mengenai hal hal yang berhubungan dengan merk produk yang ingin
dipasarkan.

Teknologi informasi telah menciptakan dan akan terus menerus untuk menciptakan
cara baru dalam membangun hubungan antara konsumen dengan merek. Database
marketing membuat hal tersebut menjadi mungkin. Para pengiklan menyediakan
informasi mengenai konsumen, data tersebut dikumpulkan dan disimpan.

E-commerce merujuk pada rentang yang luas mengenai transaksi yang bersifat
komersial, serta pembelian yang terjadi melalui internet. Konsumen dapat mengunjungi
situs dengan produk yang komparattif dan informasi mengenai harga, bertanya, membaca
review dari konsumen yang lain dan bahkan melengkapi pembelian mereka. Ini
merupakan teknologi yang impulsif dan direksional.

Digital Video Recorder (DVR) merupakan bentuk teknologi lain yang memicu
pertumbuhan dunia periklanan khususnya pada para pengiklan. Lebih dari 75 persen para
pengiklan merasa bahwa DVR akan mempunyai efek yang signifikan dalam menciptakan
alternatif metode periklanan pada televisi. DVR memberikan para konsumen
pengontrolan pada apa yang ingin mereka tonton, tidak seperti televisi komersial biasa.
Para pengiklan yakin bahwa pengemasan bentuk iklan seperti ini, yang disebut pula
dengan advertainment, akan memperoleh popularitas. Dengan ini para perusahaan
semakin banyak yang beriklan di internet dengan memasang iklan dalam bentuk yang
interaktif. Para perusahaan yang ingin beriklan akan mendatangi biro iklan dan kemudian
membayar sejumlah dana untuk mendapatkan iklan yang cocok untuk produknya.
Selanjutnya, biro iklan akan membeli satuan waktu yang digunakan untuk menyiarkan
iklan tersebut. Maka media akan menyentuh khalayak melalui iklan yang ditampilkan dan
menyerahkan sepenuhnya kepada khalayak untuk membeli produk yang telah diiklankan
atau tidak. Teater periklanan juga merupakan kategori periklanan yang cukup penting.
Saat ini teater periklanan telah diperluas dari hanya sekedar spot preshow dan slide,
trailer, atau preview, menjadi upcoming news release.

Komunikasi tidak hanya menyangkut media massa. Public relation dan Iklan juga
bagian dari ilmu komunikasi. Public relation (PR) di Indonesia dikenal dengan istilah
Hubungan Masyarakat (Humas). Dalam wikipedia dinyatakan kalau PR merupakan
profesi yang bertanggung jawab untuk memberikan informasi, mendidik, meyakinkan,
meraih simpati dan membangkitkan ketertarikan masyarakat akan sesuatu sehingga
membuat masyarakat mengerti dan menerima situasi tersebut. Sedangkan iklan,
merupakan salah satu cara untuk mempromosikan barang, jasa, perusahaan dan ide yang
harus dibayar oleh sponsor. Pemasaran iklan merupakan bagian dari strategi promosi
secara keseluruhan.

Ada beragam kemajuan dan perkembangan dalam ilmu PR dan Iklan.


Perkembangan ini tak hanya terjebak dalam teori. Akan tetapi juga pada segi praktek.
Penggunaan teknologi membuat keduanya bisa menyampaikan informasi ke khalayak,
lebih luas dan lebih baik.

Para praktisi hubungan masyarakat (humas) melakukan pekerjaan mereka dengan


berbagai macam alat dan teknologi mulai dari pensil untuk sketsa hingga menggunakan
internet untk mengumpulkan bahan. Produk kehumasan diciptakan sedemikian rupa
untuk menjadi jembatan penghubung antara pihak perusahaan dengan khalayaknya.

The Tried and True

Di awal tahun 1900an, ketika para professional humas mulai menunjukan


keberadaannya, mereka menggunakan media seperti siaran pers, siaran berita, peralatan
berita, hingga surat yang dikirimkan pada klien mereka (pitch letter) dalam rangka
menjaga hubungan agar tetap harmonis. Siaran atau rilis digunakan untuk menyampaikan
berita dan informasi untuk nantinya disebarkan melalui media cetak atau elektronik. Pitch
letters digunakan untuk memberikan berita dengan cakupan informasi yang luas.
Seperangkat peralatan media biasanya terdiri dari surat pengantar, siaran pers mengenai
sesuatu yang ingin dipublikasikan, beberapa brosur, biografi, foto, dan kartu bisnis.

Walaupun perangkat yang sederhana dan lazim digunakan terus menerus


mendominasi kegiatan kehumasan, saat ini para praktisi humas sudah mlai menggunakan
teknologi seperti video atau audio. Biasanya untuk menjelaskan tentang perusahaan dapat
dilakukan dengan membuat sebuah film singkat mengenai perusahaan yang nantinya
dikemas dalam bentuk cd. Alat-alat hasil perkembangan teknologi ini mampu
menjangkau khalayak sangat luas dimana dahulu itu dianggap mustahil.

The New and Newest

Ada beberapa perkembangan teknologi pada dunia PR. Diantaranya munculnya


teknologi baru seperti di bidang press releases seperti munculnya video news releases
(VNR), webcast, dan satelit media tours (SMT).

Video News Release atau video siaran berita adalah sebuah penyampaian berita
melalui siaran televisi yang diberikan untuk sebuah program berita secara cuma cuma
selama digunakan pada saat penyiaran berita. Video news release memiliki karakteristik
yaitu durasinya harus lebih dari 90 detikhingga 2 menit dan mengandung trek audio
terpisah yang berhubungan dengan proses wawancara, sehingga nantinya dapat diisi
dengan suara reporter dari media yang telah menerima video news release ini. VNR
didistribusikan melalui satelit dan rekaman yang bermanfaat untuk transmisi digital atau
internet.

Edited B-Roll (Outtake) Packages merupakan bentuk dari video news release.
Didalamnya terdapat 3 hingga 5 menit video yang belum diedit bersamaan dengan
sejumlah skrip yang telah dicetak yang disebut dengan slates yang berfungsi untuk
membantu memfasilitasi proses pengeditan. B-rolls lebih murah dibandingkan dengan
vnr dan terkadang bekerja secara lebih cepat.

Webcasts adalah bentuk dari produksi penyiaran yang menggabungkan aliran


video dengan audio. Peralatan ini digunakan untuk menyampaikan kegiatan konferensi
pers secara langsung yang dikirimkan melalui jaringan internet sehingga dapat
ditampilkan secara langsung kepada para pemirsa yang berkaitan dengan konferensi pers
tersebut.

Satelit Media Tours (SMT) merupakan suatu perkembangan teknologi yang dapat
memudahkan pembicara dalam suatu seminar atau konferensi pers untuk dapat
diwawancara secara langsung pada 15 hingga 25 stasiun televisi di seluruh dunia. Dengan
SMT ini, seorang pembicara selebriti atau perusahaan dapat menghabiskan beberapajam
saja di dalam studio siaran atau di dalam lokasi tempat wawancara berlangsung
bersamaan dengan siran tersebut ditampilkan di layar televisi secara langsung.

E-SMTS atau media satelit yang menggunakan jaringan internet memerlukan


komputer dan internet dalam pengaplikasianya. Sama halnya seperti Webcast, E-SMT
menyediakan cara yang mudah bagi seorang klien humas untuk meperbolehkan
partisipasi lain dalam konferensi persnya. Siaran pers yang interaktif dapat dikirimkan
melalui surat elektronik (email) atu dipasang pada website untuk dapat dilihat oleh setiap
orang.

Cakupan dari sebuah siaran pers agar bersifat menarik adalah harus mencakup 5
w+1h (what,when,where,who,why and how) serta harus mengandung nilai berita. Nilai
berita bisa berupa faktor yang dapat menarik minat pembaca sperti hal hal yang sifatnya
besar besaran, langka, ada unsur kedekatan, berhubungan dengan orang terkenal atau
petinggi negara, dan aneh atau jarang terjadi.

Electronic Press Kits ( E-Kits) merupakan versi internet dari perangkat pers yang
biasanya hanya dibuat dalam bentuk cetak. Blog berguna untuk menyebarkan berita,
rumor, isu, kejadian menarik, dan opini yang ditujukan kepada khalayak sesuai dengan
tujuan kehumasan. Yaitu membina hubungan baik, menciptakan kepercayaan, dan saling
pengertian diantara perusahaan dan khalayak.

Online Advocacy System, atau salah satu contohnya adalah arena merupakan
layanan demografis legislatif yang memudahkan organisasi utnuk mengatur kampanye
secara online yang bertujuan mengikat karyawan, investor, pelanggan, dan bagian yang
berhunungan dengan suatu perusahaan. Layanan ini pada akhirnya bertujuan untuk
mempromosikan sebuah keuntungan.
Online Media Database dibuat para praktisi humas untuk menyusun hal hal yang
berhubungan dengan perusahaan sehingga dapat diperlihatkankepada publik. Sedangkan
Online Tracking And Monitoring System membantu humas dalam memonitor media apa
yang mencantumkan berita mengenai perusahaan tempat humas itu bekerja, seperti apa
berita yang dicantumkan, apa efeknya, dan bagaimana tanggapan pelanggan.

Pada akhirnya, teknologi telah membantu para praktisi kehumasan dalam


membina hubungan baik dengan publiknya. Dengan kemajuan di bidang internet dan
media online lain, humas dapat lebih mudah menggali binformasi dan menentukan
langkah untuk memajukan citra positif atas perusahaannya.