Anda di halaman 1dari 14

Mesin Listrik I

Generator Arus Searah ( DC )

Disusun Untuk Memenuhi Tugas Terstruktur Mata Kuliah Mesin Listrik I

GENERATOR ARUS SEARAH ( DC )

Oleh :
Nama : Muhamad Rizal Ibnu Abdulah
NIM : 07.6 7008.963
Jurusan : Teknik Elektro ( S1 )
Semester :V

Dosen : Drs. Akh. Mustangin, ST.

Sekolah Tinggi Teknik Wiworotomo


Purwokerto
2010

Mesin Listrik I – Generator Arus Searah ( DC ) 1


Mesin Listrik I
Generator Arus Searah ( DC )

ABSTRAK

Generator arus searah (DC) adalah mesin yang mampu membangkitkan tegangan
dan arus searah (DC) dimana inputnya adalah energi mekanis dari putaran
penggerak mula (prime mover). Generator DC menghasilkan arus DC atau arus
searah. Generator DC dibedakan menjadi beberapa jenis berdasarkan dari
rangkaian belitan magnet atau penguat eksitasinya terhadap jangkar (anker), jenis
generator DC yaitu: generator penguat terpisah, generator shunt, dan generator
kompon. Komponen utama generator terdiri dari rotor ( bagian yang bergerak ),
dan stator ( bagian yang diam ). prinsip kerja dari generator sendiri merupakan
aplikasi dari hukum faraday Prinsip dasar generator DC menggunakan hukum
Faraday yang menyatakan jika sebatang penghantar berada pada medan magnet
yang berubah-ubah, maka pada penghantar tersebut akan terbentuk gaya gerak
listrik.

Mesin Listrik I – Generator Arus Searah ( DC ) 2


Mesin Listrik I
Generator Arus Searah ( DC )

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Generator DC merupakan sebuah perangkat mesin listrik dinamis yang
mengubah energi mekanis menjadi energi listrik.
Dalam kehidupan kita sehari – hari Generator DC dapat berfungsi sebagai
salah satu pembangkit arus searah di bengkel – bengkel atau pabrik, sebagai
pengisi accu pada perusahaan pengisi accu, sebagai pengisi accu mobil,
bahkan dipusat – pusat tenaga listrik berfungsi sebagai penguat maknit
( exiciter ) pada generator utama. Mengingat pentingnya penggunaan
generator arus searah ( DC ) dalam kehidupan sehari – hari maka dalam
makalah ini penulis mencoba untuk menggambarkan mengenai dasar-dasar
yang berhubungan mengenai generator arus searah ( DC ).

B. Manfaat
Manfaat dari penyusunan makalah ini adalah untuk memberikan pengetahuan
kepada pembaca tentang pengetahuan umum atau dasar – dasar Generator
DC.

Mesin Listrik I – Generator Arus Searah ( DC ) 3


Mesin Listrik I
Generator Arus Searah ( DC )

BAB II
GENERATOR DC

A. Prinsip Kerja Generator DC


Prinsip kerja suatu generator arus searah berdasarkan hukum Faraday :
e = - N df/ dt

dimana :
N : jumlah lilitan
f : fluksi magnet
e : Tegangan imbas, ggl (gaya gerak listrik)

Dengan lain perkataan, apabila suau konduktor memotong garis-garis


fluksi magnetik yang berubah-ubah, maka ggl akan dibangkitkan dalam
konduktor itu.
Jadi syarat untuk dapat dibangkitkan ggl adalah :
 harus ada konduktor ( hantaran kawat )
 harus ada medan magnetik
 harus ada gerak atau perputaran dari konduktor dalam medan, atau
ada fluksi yang berubah yang memotong konduktor itu.
Untuk menentukan arah arus pada setiap saat, berlaku pada kaidah tangan
kanan :
 ibu jari : gerak perputaran
 jari telunjuk : medan magnetik kutub u dan s
 jari tengah : besaran galvanis tegangan U dan arus I

Untuk perolehan arus searah dari tegangan bolak balik, meskipun tujuan
utamanya adalah pemabangkitan tegangan searah, tampak bahwa
tegangan kecepatan yang dibangkitkan pada kumparan jangkar merupakan

Mesin Listrik I – Generator Arus Searah ( DC ) 4


Mesin Listrik I
Generator Arus Searah ( DC )

tegangan bolak-balik. Bentuk gelombang yng berubah-ubah tersebut


karenanya harus disearahkan.
Untuk mendapatkan arus searah dari arus bolak balik dengan
menggunakan
- saklar
- komutator
- dioda

SISTEM SAKLAR
Saklar berfungsi untuk menghubungsingkatkan ujung-ujung kumparan.
Prinsip kerjanya adalah sebagai berikut :
Bila kumparan jangkar berputar, maka pada kedua ujung kumparan akan
timbul tegangan yang sinusoida. Bila setengan periode tegangan positif
saklar di hubungkan, maka tegangan menjadi nol. Dan bila sakalar dibuka
lagi akan timbul lagi tegangan. Begitu seterusnya setiap setenganh periode
tegangan saklar dihubungkan, maka akan di alirlkan tegangan searah
gelombang penuh.

SISTEM KOMUTATOR
Komutator berfungsi sebagai saklar, yaitu untuk menghubung singkatkan
kumparan jangkar. Komutator berupa cincin belah yang dipasang pada
ujung kumparan jangkar. Bila kumparan jangkar berputar, maka cincin
belah ikut berputar. Karena kumparan berada dalam medan magnet, akan
timbul tegangna bolak balik sinusoidal.
Bila kumparan telah berputar setengah putaran, sikat akan menutup celah
cincin sehingga tegangan menjadi nol. Karena cincin berputar terus, maka
celah akan terbuka lagi dan timbul tegangan lagi. Bila perioda tegangan
sama dengan perioda perputaran cincin, tegangan yang timbul adalah
tegangan arus searah gelombang penuh.

Mesin Listrik I – Generator Arus Searah ( DC ) 5


Mesin Listrik I
Generator Arus Searah ( DC )

Gambar 1. Efek Komutasi

SISTEM DIODA
Dioda adalah komponen pasif yang mempunyai sifat-sifat sebagai berikut:
 Bila diberi prasikap maju (forward bias) bisa dialiri arus.
 Bila diberi prasikap balik (reverse bias) dioda tidak akan dialiri
arus.
Berdasrakan bentuk gelombang yang dihasilkan, dioda dibagi dalam:
 Half wave rectifier (penyearah setengah gelombang)
 Full wave rectifier (penyearah satu gelombang penuh)

B. Konstruksi Generator DC
Pada umumnya generator DC dibuat dengan menggunakan magnet
permanent dengan 4-kutub rotor, regulator tegangan digital, proteksi
terhadap beban lebih, starter eksitasi, penyearah, bearing dan rumah
generator atau casis, serta bagian rotor. Gambar dibawah ini menunjukkan
gambar potongan melintang konstruksi generator DC.

Mesin Listrik I – Generator Arus Searah ( DC ) 6


Mesin Listrik I
Generator Arus Searah ( DC )

Gambar 2. Konstruksi Generator DC

C. Bagian – bagian Generator DC


Generator DC terdiri dua bagian, yaitu
1. stator, yaitu bagian mesin DC yang diam, dan bagian rotor, yaitu
bagian mesin DC yang berputar. Bagian stator terdiri dari: rangka
motor, belitan stator, sikat arang, bearing dan terminal box.
2. rotor terdiri dari: komutator, belitan rotor, kipas rotor dan
porosrotor.
Bagian yang harus menjadi perhatian untuk perawatan secara rutin adalah
sikat arang yang akan memendek dan harus diganti secara periodic /
berkala. Komutator harus dibersihkan dari kotoran sisa sikat arang yang
menempel dan serbuk arang yang mengisi celah-celah komutator, gunakan
amplas halus untuk membersihkan noda bekas sikat arang.

D. Dasar Perhitungan
1. Perhitungan GGL generator DC
Berdasarkan hukum Imbas dari faraday yakni apabila lilitan
penghantar atau konduktor di putar memotong garis – garis gaya
medan magnet yang diam, atau lilitan penghantar diam di potong oleh
garis – garis gaya medan magnet yang berputar maka penghantar

Mesin Listrik I – Generator Arus Searah ( DC ) 7


Mesin Listrik I
Generator Arus Searah ( DC )

tersebut timbul EMF (elektro motoris force) atau GGL( gaya gerak
listrik) atau tegangan industry.
EMF yang di bangkitkan pada penghantar jangkar adalah tegangan
bolak – balik.

Tegangan bolak – balik tersebut kemudian di searah oleh komutator.

Persamaan umum tegangan yang di bangkitkan oleh DC.


Tegangan yang di bangkitkan oleh generator DC akan mengikuti
persamaan umum.

Dengan,

= Tegangan yang di bangkitkan dalam volt

= fluks / kutub dalam Maxwell


P = Banyaknya kutub.
N = kecepatan putaran jangkar / menit
Z = Jumlah penghantar jangkar

= Jumlah hubungan parallel dalam jangkar.

Mesin Listrik I – Generator Arus Searah ( DC ) 8


Mesin Listrik I
Generator Arus Searah ( DC )

2. Perhitungan Torsi Generator DC


Garis-garis gaya fluks yang diinduksikan dari kumparan stator akan
memotong kumparan rotornya sehingga timbul emf (ggl) atau
tegangan induksi dan karena penghantar (kumparan) rotor merupakan
rangkaian yang tertutup, maka akan mengalir arus pada kumparan
rotor. Penghantar (kumparan) rotor yang dialiri arus ini berada dalam
garis gaya fluks yang berasal dari kumparan stator sehingga kumparan
rotor akan mengalami gaya Lorentz yang menimbulkan torsi yang
cenderung menggerakkan rotor sesuai dengan arah pergerakan medan
induksi stator.
3. Perhitungan Kuat Medan Generator DC

Jika ada kawat yang berarus maka di sekitar kawat tersebut akan
timbul medan magnet, Medan magnet pada generator dapat di
bangkitkan dengan 2 cara yaitu
 Dengan magnet permanen
 Dengan magnet remanen

Generator DC dengan magnet permanen sering juga di sebut magneto


dynamo, karena memiliki banyak kekurangan maka generator dengan
magnet permanen sudah jarang digunakan.

Sedangkan generator DC menggunakan magnet remanen


menggunakan medan magnet listrik atau sering disebut elektro magnet,
penggunaan elektro magnet sekarang ini banyak di gunakan karena
mempunyai beberapa kelebihan yaitu Medan magnet yang di
bangkitkan dapat di atur sesuai dengan kebutuhan

Pada generator DC berlaku hubungan Sebagai berikut :

Mesin Listrik I – Generator Arus Searah ( DC ) 9


Mesin Listrik I
Generator Arus Searah ( DC )

Sehingga besarnya medan magnet yang di bangkitkan dapat di ketahui


melalui persamaan :

Eg ..60
= P. N .Z

Dimana :

= Tegangan yang di bangkitkan dalam volt

= fluks / kutub dalam Maxwell


P = Banyaknya kutub.
N = kecepatan putaran jangkar / menit
Z = Jumlah penghantar jangkar

= Jumlah hubungan parallel dalam jangkar

E. Jenis – jenis Generator DC


Generator arus searah (DC) adalah mesin yang mampu membangkitkan
tegangan dan arus searah (DC) dimana inputnya adalah energi mekanis
dari putaran penggerak mula (prime mover).
Proses konversi didalam mesinnya sendiri sebenarnya tegangan dan arus
bolak-balik (lihat gambar 10), akan tetapi sebelum ditransmisikan ke
output harus melewati sistim penyearahan (komutasi) yang merubah
menjadi tegangan dan arus yang searah.
Berdasarkan penguatan medannya maka generator DC terbagi menjadi :
1. Generator Penguat Terpisah (separately exited generator)
2. Generator Penguat Shunt (shunt exited generator)
3. Generator Penguat Seri (series exited generator)
4. Generator Penguat Majemuk Pendek (Short Compound exited
generator)
5. Generator Penguat Majemuk Panjang (Long Compound exited
generator)

Mesin Listrik I – Generator Arus Searah ( DC ) 10


Mesin Listrik I
Generator Arus Searah ( DC )

Generator kompon sering juga dibagi :


1. Generator Majemuk Komulatif (Cumulatiely Compound
Generator)
2. Generator Majemuk Differensial (Differently Compound
Generator)

Mesin Listrik I – Generator Arus Searah ( DC ) 11


Mesin Listrik I
Generator Arus Searah ( DC )

BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Adapun kesimpulan dari makalah ini adalah :
1. Generator arus searah (DC) adalah mesin yang mampu
membangkitkan tegangan dan arus searah (DC) dimana inputnya
adalah energi mekanis dari putaran penggerak mula (prime mover).
2. Prinsip kerja suatu generator arus searah berdasarkan hukum
Faraday :
e = - N df/ dt
3. Pada umumnya generator DC dibuat dengan menggunakan magnet
permanent dengan 4-kutub rotor, regulator tegangan digital,
proteksi terhadap beban lebih, starter eksitasi, penyearah, bearing
dan rumah generator atau casis, serta bagian rotor.
4. Generator DC terdiri dua bagian, yaitu
 stator, yaitu bagian mesin DC yang diam, dan bagian rotor,
yaitu bagian mesin DC yang berputar. Bagian stator terdiri
dari: rangka motor, belitan stator, sikat arang, bearing dan
terminal box.
 rotor terdiri dari: komutator, belitan rotor, kipas rotor dan
porosrotor.
5. Berdasarkan penguatan medannya maka generator DC terbagi
menjadi :
 Generator Penguat Terpisah (separately exited generator)
 Generator Penguat Shunt (shunt exited generator)
 Generator Penguat Seri (series exited generator)
 Generator Penguat Majemuk Pendek (Short Compound
exited generator)

Mesin Listrik I – Generator Arus Searah ( DC ) 12


Mesin Listrik I
Generator Arus Searah ( DC )

 Generator Penguat Majemuk Panjang (Long Compound


exited generator)
B. Penutup
Demikian yang dapat penyusun sampaikan mengenai dasar-dasar
generator arus searah ( DC ). Semoga makalah ini bermanfaat dan apabila
ada kekurangan penyusun mohon maaf yang sebesar - besarnya. Akhir
kata, penyusun mengucapkan terima kasih kepada para pembaca yang
budiman.

Mesin Listrik I – Generator Arus Searah ( DC ) 13


Mesin Listrik I
Generator Arus Searah ( DC )

DAFTAR PUSTAKA

Theraja B.L. A Text Book of Electrical Technology, Dhampat Rai & Son , New
Delhi, 1984.

Usman Effendi, Direct Current Machines, PPPG Teknologi, Bandung, 1995

Jenneson J.R. Electrical principles for the Electrical Trades, 3rd edition, McGraw
Hill, Sidney, 1990.

http://ahmad239haryanto.wordpress.com/2008/08/01/generator-dc-arus-
searah/http://pksm.mercubuana.ac.id/new/elearning/files_modul/13020-6-
405268025079.pdf Di sunting pada tanggal 15 Februari 2010 pukul 09:27 WIB

http://paijo1965.wordpress.com/2007/02/13/penghubung-mesin-dengan-
generator/ Di sunting pada tanggal 15 Februari 2010 pukul 10:02 WIB

http://id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20080529050532AAsY8vB
Di sunting pada tanggal 15 Februari 2010 pukul 10:32 WIB

Mesin Listrik I – Generator Arus Searah ( DC ) 14

Anda mungkin juga menyukai