Anda di halaman 1dari 5

Nama : Rizki Lintang Erlangga Tanggal Praktikum : 04 Mei 2010

NRP : A14080011 Bahan Tanaman : Tanaman tomat

Mayor : Manajemen Sumberdaya Lahan (Licopersicon esculentum)

Kelompok : 3 Nama Asisten : 1. Meri Lestari

2. Diana Agustin C.

SUPLAI NITROGEN PADA TUMBUHAN

Tujuan

1. Mengamati ciri-ciri tanaman yang mengalami defisiensi nitrogen

2. Mengamati pengaruh nitrogen yang diberikan terhadap kandungan nitrat di dalam


tumbuhan

Pendahuluan

Unsur hara makro antara lain: C, H, O, N, P, K, S, Ca, dan Mg. Sedangkan yang
termasuk unsure hara mikro adalah : Fe, B, Mn, Cu, Zn, Mo, dan Cl. Beberapa unsur ada
yang esensial bagi tanaman tertentu, misalnya Na, Si dan Co. Karbon diambil oleh tumbuhan
dalam bentuk gas CO2 , hidrogen diambil dalam bentuk air (H2O), sedangkan oksigen selain
dalam bentuk CO2 dan H2O juga dapat diambil dalam bentuk O2, maupun senyawa lainnya.
Unsur C, H, dan O merupakan penyusun utama makromolekul, seperti: karbohidrat, lipid,
protein dan asam nukleat. Setelah C, H, dan O, nitrogen merupakan unsur hara makro
terpenting. Nitrogen merupakan komponen dari asam-asam amino (juga protein), klorofil,
koenzim dan asam nukleat. Nitrogen sering merupakan unsur pembatas pertumbuhan.
Walaupun gas N2 menyusun 78 % atmosfir bumi, tumbuhan tidak dapat menggunakannya
secara langsung (http://rioardi.wordpress.com/2009/01/21/unsur-hara-esensial/).

Nitrogen memiliki jumlahnya di dalam tanah sangat sedikit, sehingga tanaman sangat
kesulitan untuk memperoleh nitrogen dalam bentuk nitrat dan asam amino untuk
pertumbuhan dan perkembangan tanaman itu sendiri. Untuk memenuhi kebutuhan nitrogen
bagi tanaman, maka dilakukan pemupukan nitrogen dengan menggunakan pupuk N yaitu
pupuk urea. Meski di dalam pupuk tersebut ada unsur yang lain akan tetapi nitrogen
mempunyai pengaruh yang paling menyolok dan cepat. Fungsi nitrogen bagi pertumbuhan
tanaman yaitu memperbaiki pertumbuhan vegetatif tanaman, tanaman berwarna hijau jika
tanaman memperoleh nitrogen yang cukup, dan pembentukan protein(Hardjowigeno 2007).

Sifat nitrogen yang mobil yang menyebabkan ketersediaan nitrogen sangat sedikit.
Nitrogen dapat hilang atau berkurang ketersediaannya dalam tanah karena adanya proses
pencucian dan volatilisasi, serta melalui proses yang disebut denitrifikasi yakni perubahan
nitrogen dalam bentuk nitrat menjadi gas N2. Nitrogen yang ada di dalam tanah dapat berasal
dari bahan organik tanah baik bahan organik yang halus, N tinggi dan C/N rendah, maupun
bahan organik kasar dengan N rendah dan C/N tinggi. Selain itu, nitrogen dalam tanah dapat
berasal dari berbagai bentuk yaitu dalam bentuk protein (hasil dekomposisi bahan organik),
senyawa-senyawa amino, amonium, dan nitrat (Hardjowigeno 2007).

Hasil Pengamatan

*Tabel Hasil Uji Nitrat

Hasil Uji Terhadap Nitrat dari (+++


Perlakuan
sampai -)
Sesudah 7 Hari
Tanaman 1 (Ditambahkan larutan Ca(NO3)2 0,01 +++
M)
Tanaman 2 (Ditambahkan larutan (NH4)2 SO4 0,01 +
M)
Tanaman 3 (Ditambahkan larutan Hoagland bebas -
nitrogen)
Sesudah 14 Hari
Tanaman 1 (Ditambahkan larutan Ca (NO3)2 0,01 +++
M)
Tanaman 2 (Ditambahkan larutan (NH4)2 SO4 0,01 +
M)
Tanaman 3 (Ditambahkan larutan Hoagland bebas -
nitrogen)

Pembahasan

Meski jumlah yang melimpah, kadang kadang tanaman mengalami defisiensi


nitrogen. Oleh karena itu, nitrogen harus merubah susunan kimianya menjadi susunan kimia
yang mudah digunakan oleh tanaman tersebut dengan melakukan fiksasi salah satunya.
Proses yang dilakukan agar nitrogen dapat dimanfaatkan oleh tanaman dengan proses
aminisasi, amonifikasi, dan nitrifikasi (Campbell 2003).

Aminisasi adalah suatu proses pembentukan senyawa amino yang dimana terjadi dalam
tanah yang terdiri dari bahan organik (protein) dengan bantuan mikroorganisme yang ada di
dalam tanah dengan reaksi enzimatiknya. Proses amonifikasi yaitu proses pembentukan
amonium yang dimana dari senyawa - senyawa amino oleh mikroorganisme yang ada di
dalam tanah. Sedangkan proses nitrifikasi adalah proses perubahan dari amonium (NH 4+ )
menjadi nitrit oleh bakteri Nitrosomonas, menjadi nitrat oleh Nitrobacter(Hardjowigeno
2007). Tanaman menyerap nitrogen dalam mudah bentuk amonium, namun untuk
pertumbuhan yang baik tanaman membutuhkan nitrogen dalam bentuk nitrat (Soepardi
1983).

Praktikum kali ini mengenai suplai nitrogen pada tumbuhan, dengan menggunakan tiga
macam larutan, dari ketiga larutan tersebut dapat diketahui yang mendapatkan suplai nitrogen
terbanyak pada tanaman. Ketiga larutan tersebut adalah larutan Ca(NO3)2 0,01 M, larutan
(NH4)2 SO4 0,01 M, dan larutan hoagland bebas N 0,01 M. Berdasarkan pengamatan yang
telah dilakukan selama 2minggu, pengujian nitrat yang dilakukan yakni pada saat 7 hari dan
14 hari. Namun hasil yang diperoleh dari pengujian pada hari yang berbeda diperoleh nilai
yang sama, yakni pada tanaman yang ditambahkan larutan Ca(NO 3)2 0,01 M menghasilkan
warna larutan berwarna biru yang pekat (+++), pada tanaman yang ditambahkan larutan
(NH4)2 SO4 0,01 M menghasilkan larutan berwarna biru pudar (+) dan tanaman dengan
ditambahkan larutan hoagland bebas N menghasilkan larutan berwarna kuning (-). Dari hasil
menunjukkan bahwa ada tidaknya suplai nitrogen pada tanaman, pada larutan yang berwarrna
biru pekat menunjukan adanya suplai nitrogen pada tanaman cukup banyak, sedangkan
larutan yang berwarna biru pudar menunjukan kurangnya suplai nitrogen pada tumbuhan
sedikit, dan larutan yang berwarna kuning menunjukkan tidak adanya suplai nitrogen bagi
tumbuhan itu sendiri. Jadi suplai nitrogen yang paling banyak bagi tanaman diperoleh dari
larutan Ca(NO3)2 0,01 M, dimana larutan ini mengandung nitrat (NO3+) yang merupakan
bahan nitrogen yang mudah diserap oleh tanaman dan sesuai dengan literatur yang ada.

Kesimpulan

Nitrogen, unsur yang sanagt berpengaruh besar terhadap pertumbuhan tanaman.


Penambahan nitrogen harus sesuai dengan keperluan jika berlebihan akan berpengaruh
dengan kualitas tanaman tersebut. Berdasarkan hasil pengamatan dapat disimpulkan bahwa
suplai nitrogen yang terbanyak pada tanaman yakni dengan penambahan larutan Ca(NO3)2
0,01 M, paling sedikit dari larutan (NH4)2 SO4 0,01 M, dan larutan yang tidak dapat
menyuplai nitrogen pada tanaman yakni larutan hoagland bebas N, oleh karena itu kondisi
tanaman yang berbeda dimana pada tanaman yang ditambahkan larutan Ca(NO3)2 0,01 M
daunnya lebih segar dan berwarna hijau.

Daftar Pustaka

[Anonim]. 2009. Pengaruh Unsur Esensial TerhadapPertumbuhan dan Produksi


Tanaman. [Terhubung berkala].
http://www.tanindo.com/abdi4/hal2701.htm. (5 Mei 2010)

Campbell, N.A, J.B Reece, L.G.Mitchell.2003.Biologi Edisi Kelima jilid


II.Jakarta:Erlangga.

Hardjowigeno, Sarwono.2007.Ilmu Tanah Edisi Baru.Jakarta:Akademika Pressindo.

Soepardi, Goeswono.1983.Sifat dan Ciri Tanah.Departemen Ilmu Tanah dan


Sumberdaya Lahan Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor, Bogor:IPB
Press.

Jawaban Pertanyaan

1. Pada tanaman yang memperoleh sumber N dari larutan Ca(NO3)2 0,01 M yang
dimana nitrat tercukupi bagi tubuh tanaman tersebut pertumbuhannya cukup bagus
dengan daun berwarna hijau dan segar, sedangkan pada tanaman yang memperoleh
sumber nitrat dari larutan (NH4)2 SO4 0,01 M dimana nitrat yang diperoleh sedikit
pertumbuhannya tidak bgus dengan daun terlihat layu dan tidak segar, bahkan pada
tanaman yang diberi larutan hoagland tidak memperoleh nitrat tanaman kerdil dan
daun berguguran. Gejala tanaman yang kekurangan N adalah tanaman kerdil,
pertumbuhan akar terbatas, dan tanaman mengalami klorosis yaitu daun-daunnya
menjadi berwarna kuning serta gugur.

2. Pada tanaman tomat reduksi nitrat terjadi di akar, tepatnya di dalam


sitosol. Tumbuhan memperoleh nitrat yang berasal dari proses reduksi di dalam
sitosol pada akar, dengan proses awal yang dimulai dari nitrogen yang berasal dari
udara yang akan masuk ke dalam tanah kemudian mengalami proses nitrifikasi
yaitu proses perubahan nitrogen menjadi nitrat, yang kemudian nitrat tersebut di
ambil oleh akar tanaman baik secara langsung atau melalui simbiosis dengan
mikroorganisme yang memanfaatkan nitrogen dari udara. Setelah itu, terjadi proses
amonifikasi dimana asam amino akan dirubah menjadi senyawa nitrat.

3. NO3- + NAD(P)H NAD(P) + NO2- + H2O .................(1)

NO2- + 6 + 8H+ NH4+ + 2H2O .................(2)

L.Glutamant + NH3 + ATP Mg2+ 1 Glutamine + ADP + Pi

reduced feredoxin oxidized ferredoxin

L.Glutamate + 2.oxoglutarate 2 L.Glutamate

NH3 + CO2 + ATP NH2COO(P) + ADP

Asam amino arginine

4. NAD(P)H atau NADH

Reduksi nitrat menjadi nitrit dikatalis oleh enzim nitrat reduktase dengan reaksi
sabagai berikut :

NO3- + NAD(P)H + H+ + 2 NH2COO(P) + ADP

Asam amino arginine


5. Nitrogen amonium lebih cepat jika amonium terpakai dalam proses sintesis protein,
oleh karena itu nitrogen amonium perlu segera diubah menjadi asam amino karena
dapat bersifat racun bagi tanaman. Sedangkan nitrat lebih cepat digunakan oleh
tanaman yang kemudian yang diubah menjadi nitrit dan kemudian berubah lagi
menjadi amonia.