Anda di halaman 1dari 10

SPESIFIKASI PERANGKAT HUBUNG BAGI (PHB)

TEGANGAN RENDAH GARDU LISTRIK DITINJAU


DARI ASPEK KEAMANAN DAN KESEHATAN
MANUSIA DISEKITAR

PENGETAHUAN LINGKUNGAN HIDUP

OLEH :

PUTU RUSDI ARIAWAN (0804405050)

JURUSAN TEKNIK ELEKTRO


FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS UDAYANA
DENPASAR
2010
PERANGKAT HUBUNG BAGI TEGANGAN RENDAH (PHB-TR) 2010

SPESIFIKASI PERANGKAT HUBUNG BAGI (PHB) TEGANGAN RENDAH


GARDU LISTRIK DITINJAU DARI ASPEK KEAMANAN DAN KESEHATAN MANUSIA
DISEKITAR
(Suatu Kajian Pustaka)

Putu Rusdi Ariawan (0804405050)


Mahasiswa Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Udayana
Kampus Bukit Jimbaran, Bali, 80361

Abstrak

Gardu distribusi merupakan sarana penyaluran tenaga listrik dari PLN ke Pelanggan. Dengan
tegangan primer 20 KV lalu diubah oleh trafo menjadi tegangan sekunder 400 V (antar fasa) atau 220
V (fasa netral). Pelanggan yang menggunakan ini adalah pelanggan TR, baik industri maupun
rumah tangga. Permasalahan yang ditimbulkan adalah letaknya yang tidak sesuai dan juga mengenai
radiasi elektromagnet yang ditimbulkan dari gardu listrik tegangan rendah ini karena menggunakan
transformator yang mengeluarkan medan magnet. Oleh sebab itu Standar ini dimaksudkan untuk
menetapkan spesifikasi Perangkat Hubung Bagi Tegangan Rendah Gardu Distribusi. Semua peralatan
dan komponen yang digunakan dalam perangkat hubung bagi ini harus memenuhi SPLN ; SNI ; IEC
yang sesuai. Pada setiap unit PHB-TR harus mempunyai peralatan minimal : Satu sakelar masuk sirkit
masuk dan Satu proteksi arus pada sirkit keluar atau kombinasi proteksi dan sakelar (MCB atau
MCCB). Spesifikasi ini berlaku untuk Perangkat Hubung Bagi Tegangan Rendah pasangan luar dan
pasangan dalam. Tujuan standar ini ialah untuk membatasi dan menyeragamkan bentuk dan ukuran
serta memberikan pegangan yang terarah baik untuk pemesanan dan pengujian oleh PT
PLN(PERSERO) maupun dalam pembuatan oleh pabrikan.

Kata kunci :Perangkat Hubung Bagi, Radiasi Elektromagnet.

PENDAHULUAN fasa) atau 220 V (fasa netral). Pelanggan yang


menggunakan ini adalah pelanggan TR, baik
Seiring jaman yang semakin maju dan industri maupun rumah tangga. (Zaiki, 2009)
meningkatnya kebutuhan tenaga listrik tiap Sarana dan peralatan distribusi tenaga
tahun, maka dibutuhkan pasokan listrik yang listrik dinyatakan memenuhi syarat kesehatan
mencukupi bagi seluruh konsumen masyarakat, lingkungan apabila memenuhi kebutuhan
industri, maupun gedung perkantoran. Energi fisiologis, psikologis dan dapat mencegah
listrik dapat disalurkan ke konsumen melalui timpulnya penyakit antar pengguna dan
suatu sistem jaringan. Sistem jaringan terdiri dari masyarakat sekitarnya, selain itu harus
unit pembangkit dan unit penyalur berupa memenuhi persyaratan dalam pencegahan
perlengkapan tenaga listrik yang terpasang pada terjadinya kecelakaan. Dan pada saat ini penulis
gardu-gardu, baik itu gardu induk maupun gardu akan membahas lebih rinci mengenai syarat
distribusi yang dioperasikan secara otomatis dan keamanan dan pengaruh radiasi elektromagnet
manual. Kegiatannya mencakup pengaturan, yang ditimbulkan PHB tegangan rendah bagi
pembagian, pemindahan, dan penyaluran tenaga kesehatan manusia.
listrik dari pusat pembangkit kepada konsumen Pada beberapa kasus meledaknya gardu
dengan efektif serta menjamin kelangsungan bukan hal yang mustahil, malah itu yg paling
penyaluran dan pelayanannya. sering terjadi. Padamnya juga karena badai &
Gardu distribusi merupakan sarana beberapa gardu PLN meledak karena sambaran
penyaluran tenaga listrik dari PLN ke Pelanggan. petir, yg paling parah, 26 jam lebih listrik mati
Dengan tegangan primer 20 KV lalu diubah oleh total. bukan hanya itu, kerusakannya juga sampai
trafo menjadi tegangan sekunder 400 V (antar kepada rumah-rumah pelanggan, lampu dirumah

Teknik Elektro Page 2 of 10 Pengetahuan Lingkungan Hidup


PERANGKAT HUBUNG BAGI TEGANGAN RENDAH (PHB-TR) 2010

semua putus termasuk lampu aquarium padahal Bidang Pemeliharaan Peralatan


jarak dengan gardu jauh . Jadi wajar sekali kalau Ketenagalistrikan.
orang-orang untuk tidak memiliki rumah di Berikutnya dipergunakan pula bahan hukum
dekat gardu listrik. sekunder berupa pendapat hasil-hasil penelitian,
Permasalahan yang ditimbulkan juga kegiatan ilmiah dan beberapa informasi dari
mengenai radiasi elektromagnet yang media masa.
ditimbulkan dari gardu listrik tegangan rendah Pendekatan masalah yang dipakai terhadap
ini karena menggunakan transformator yang penelitian ini, adalah beberapa pendekatan yang
mengeluarkan medan magnet. Untuk radiasi dikenal dalam hukum normatif, yaitu pendekatan
yang namanya medan elektromagnetik tentu kasus (the case approach), pendekatan
memiliki potensi radiasi yang dapat perundang-undangan (the statute approach),
menyebabkan misalnya penyakit kanker. Maka pendekatan analisis konsep hukum (analitical
setiap pembangunan gardu listrik oleh PLN itu conceptual approach).
harus telah memenuhi SOP. Jenis bahan hukum yang dipergunakan
Tentu saja perlu dipahami bahwa tidak ada berupa bahan-bahan hukum primer seperti
satu pun teknologi yang seratus persen bebas dari peraturan perundang-undangan, surat keputusan
kemungkinan resiko kecelakaan. Namun perlu Menteri, peraturan daerah, sedangkan bahan-
juga disadari bahwa dalam pengembangan bahan hukum sekunder yaitu bahan-bahan yang
teknologi. Maka dari itu perlu diperhatikan aspek erat kaitannya dengan bahan-bahan hukum
keselamatan dan kesehatan dari peralatan primer dapat membantu menganalisis dan
kelistrikan yang digunakan. memahami hukum primer adalah : a) hasil karya
Berdasarkan latar belakang permasalahan ilmiah para sarjana; b) hasil penelitian ; c)
di atas, dapat dirumuskan permasalahannya laporan-laporan, media massa
sebagai berikut: Bagaimanakah spesifikasi Bahan-bahan hukum tersier, yaitu bahan-
bangunan PHB-TR serta pengaruh bangunan bahan yang memberikan informasi tentang
PHB-TR ini terhadap lingkungan masyarakat bahan-bahan hukum primer dan bahan hukum
sekitar? sekunder meliputi bibliografi.
Karya Ilmiah ini bertujuan untuk Adapun metode pengumpulan bahan hukum
mengetahui sejauh mana dan syarat tingkat dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan
keamanan serta pengaruh bangunan PHB-TR metode gabungan antara bola salju (snowball
memancarkan radiasi gelombang methode) dengan metode sistematis (systematic
elektromagnetik terhadap kesehatan manusia methode).
sekitarnya. Dari hasil pengumpulan data, kemudian data
dianalisis, dikontruksi dan diolah sesuai dengan
METODE PENELITIAN rumusan masalah yang telah ditetapkan,
kemudian disajikan secara deskriptif.
Tipe penelitian ini tergolong kedalam Dalam penelitian hukum normatif, yang
penelitian hukum normatif dan penelitian hukum dianalisis bukanlah data, melainkan dilakukan
kepustakaan maka titik berat penelitian secara deskriptif, interpretatif, evaluatif,
mempergunakan bahan hukum bukan data, argumentatif dan sistematis. Bahan hukum yang
sehingga data primer yang dipergunakan hanya dikumpulkan akan disajikan secara utuh,
bersifat memperkuat, melengkapi dan kemudian dianalisis. Adapun analisis yang
menunjang, kemudian sumber data sekunder dikemukakan bersifat deskriptif artinya uraian
dilakukan melalui sumber data kepustakaan apa adanya terhadap suatu kondisi atau posisi
(library research) yang terdiri dari bahan hukum dari proporsi-proporsi hukum atau non hukum.
primer dan bahan hukum sekunder. Interpretatif adalah analisis dengan cara
Adapun bahan hukum primer yang menginterprestasi atau menjelaskan penggunaan
digunakan terutama berpusat dan bertitik tolak jenis-jenis penafsiran dalam ilmu hukum, seperti
pada peraturan perundang-undangan yang penafsiran yang sistematis dan gramatikal.
berlaku di Indonesia seperti Keputusan Menteri Penafsiran secara sistematis artinya terdapat
Pertambangan Dan Energi Nomor : hubungan antara pasal satu dengan pasal-pasal
2500.K/40/M.PE/. 1997. Tentang Usaha yang lainnya. Sedangkan penafsiran secara
Penunjang Tenaga Listrik Bidang Konsultasi, gramatikal adalah penafsiran berdasarkan arti
Bidang Pembangunan Dan Pemasangan, Dan kata. Evaluatif yakni melakukan evaluasi atau
penilaian tepat atau tidak tepat, setuju atau tidak

Teknik Elektro Page 3 of 10 Pengetahuan Lingkungan Hidup


PERANGKAT HUBUNG BAGI TEGANGAN RENDAH (PHB-TR) 2010

setuju, benar atau salah, sah atau tidak oleh masingmasing kabel perfasa, Cu 2 x 3 x 1 x 240
peneliti terhadap suatu pandangan, proporsi, mm2 + 1 x 240 mm2. (Suhadi, 2008)
pernyataan rumusan, norma, keputusan baik yang
tertera dalam bahan hukum primer maupun
bahan hukum sekunder.
Sedangkan analisis yang bersifat
argumentatif tidak bisa dilepaskan dari teknik
evaluasi karena penilaian harus didasarkan pada
alasan-alasan yang bersifat penalaran hukum.
Dalam pembahasan permasalahan hukum makin
banyak argumen makin menunjukkan kedalam
penalaran hukum. Sistematis, adalah berupa
upaya mencari kaitan rumusan suatu konsep
hukum atau proposisi hukum antara peraturan Gambar 1. Penampang Fisik Gardu Distribusi
perundang-undangan yang sederajat maupun Sumber : Suhadi, 2008
antara yang tidak sederajat.
Gardu Beton Yaitu gardu distribusi yang
HASIL DAN PEMBAHASAN bangunan pelindungnya terbuat dari beton
(campuran pasir, batu dan semen). Gardu
Definisi beton termasuk gardu jenis pasangan dalam,
Gardu listrik pada dasarnya adalah karena pada umumnya semua peralatan
rangkaian dari suatu perlengkapan hubung bagi ; penghubung/ pemutus, pemisah dan trafo
a) PHB tegangan menengah; b) PHB tegangan distribusi terletak di dalam bangunan beton.
rendah. Masing-masing dilengkapi gawai-gawai Yaitu gardu distribusi yang bangunan
kendali dengan komponen proteksinya. Jenis- pelindungnya terbuat dari besi. Gardu besi
jenis gardu listrik atau gardu distribusi didesain termasuk gardu jenis pasangan dalam, karena
berdasarkan maksud dan tujuan penggunaannya pada umumnya semua peralatan
sesuai dengan peraturan Pemda setempat, yaitu: penghubung/pemutus, pemisah dan trafo
1) Gardu Distribusi konstruksi beton (Gardu distribusi terletak di dalam bangunan besi.
Beton); 2) Gardu Distribusi konstruksi metal clad Gardu Tiang, yaitu gardu distribusi yang
(Gardu besi); 3a) Gardu Distribusi tipe tiang bangunan pelindungnya/ penyangganya
portal, 3b) Distribusi tipe tiang cantol (Gardu terbuat dari tiang. Dalam hal ini trafo
Tiang); dan 4a) Gardu Distribusi mobil tipe kios, distribusi terletak di bagian atas tiang, Gardu
4b) Gardu Distribusi mobil tipe trailer (Gardu portal adalah gardu listrik tipe terbuka
Mobil). Komponen-komponen gardu: a) PHB (outdoor) yang memakai konstruksi
sisi tegangan rendah; b) PHB pemisah saklar tiang/menara kedudukan transformator
daya); c) PHB pengaman transformator); d) PHB minimal 3 meter diatas platform. Umumnya
sisi tegangan rendah; e) Pengaman tegangan memakai tiang beton ukuran 2x500 daN.
rendah; f) Sistem pembumian; g) alat-alat Lemari PHB TR dipasang minimal 1,2 meter
indikator. (Suhadi, 2008) diatas permukaan tanah atau 1,5 meter pada
Instalasi perlengkapan hubung bagi daerah yang sering terkena banjir.
tegangan rendah berupa PHB TR atau rak TR
terdiri atas 3 bagian, yaitu : 1) Sirkit masuk + Perlengkapan Hubung Bagi jaringan
sakelar; 2) Rel pembagi; 3) Sirkit keluar + distribusi tegangan rendah, PUIL mensyratkan
pengaman lebur maksimum 8 sirkit Spesifikasi sebagai berikut: (Zaiki, 2009)
mengikuti kapasitas transformator distribusi yang
dipakai. Instalasi kabel daya dan kabel kontrol, o Pada jaringan distribusi tegangan rendah,
yaitu KHA kabel daya antara kubikel ke PHB-TR berfungsi sebagai titik pencabangan
transformator minimal 125 % arus beban jaringan dan sambungan pelayanan.
nominal transformator. Pada beban konstruksi o Instalasi PHB-TR pasangan luar dan pasangan
memakai kubikel TM single core Cu : 3 x 1 x 25 dalam harus memenuhi persyaratan keamanan
mm2 atau 3x1x35mm2. Antara transformator dan keselamatan lingkungan, persyaratan
dengan Rak TR memakai kabel daya dengan teknis elektris dan mekanis, serta harus
KHA 125 % arus nominal. Pada beberapa dilindungi dari kemungkinan kerusakan
instalasi memakai kabel inti tunggal mekanis.

Teknik Elektro Page 4 of 10 Pengetahuan Lingkungan Hidup


PERANGKAT HUBUNG BAGI TEGANGAN RENDAH (PHB-TR) 2010

o Pada setiap unit PHB-TR harus mempunyai diijinkan pada suhu yang lebih rendah
peralatan minimal; misalnya 90% pada +20oC. Harus
Satu sakelar masuk sirkit masuk diperhatikan bahwa pengembunan sewaktu-
Satu proteksi arus pada sirkit keluar atau waktu dapat terjadi karena perubahan suhu.
kombinasi proteksi dan sakelar (MCB atau Kondisi udara untuk pasangan luar,
MCCB). (Zaiki, 2009) kelembaban nisbinya boleh mencapai 100%
o Arus minimal sakelar masuk minimal sama pada suhu maksrmum + 25oC.
besar dengan arus nominal penghantar masuk Ketinggian tempat pemasangan tidak
atau arus maksimal beban penuh. melebihi 1000 m di atas permukaan laut.
o Besar arus yang mengalir pada rel harus (SPLN 118-3-1:1996)
diperhitungkan sesuai kemampuan rel,
temperature ruang dan kerja tidak boleh Desain PHB
melebihi 65 oC. 1. Kontruksi
o Pemasangan rel telanjang harus sedemikian Kerangka PFIB terbuat dan besi siku, kanal
rupa sehingga memenuhi persyaratan jarak 5 U atau pelat baja cetakan. Ukuran minimum
cm + 2/3 kV dari system tegangan nominal. komponen yang digunakan untuk kerangka
PHB adalah sebagai berikut :
PHB-TR adalah suatu perlengkapan listrik Pelatbaja :3 mm
yang berfungsi sebagai pengendali, penghubung Besisiku :50 x 50 x 5 mm (untuk
dan melindungi, serta membagi tenaga dari indoor) dan 40 x 40 x 4mm (untuk
sumber tenaga listrik ke suatu beban atau outdoor)
pemakai. Besi kanal U:50 x 38 x5 mm
Untuk instrument ukur indicator dan Unit kerangka harus cukup kuat menahan
terminasi, PHB-TR diisyaratkan sebagai berikut: peralatan normal operasi dan gerakan-
(Zaiki, 2009) gerakan lainnya tanpa menunjukkan adanya
kelemahan/kerusakan
Harus dipasang paling sedikit instrument Susunan kerangka harus sedemikian
indikator dengan warna yang sesuai. sehingga tidak ada arus bocor mengalir pada
Panel PHB-TR utama pada gardu distribusi penyangga vertikal atau horizontal akibat
(GTT) harus dipasang instrument ukur induksi dari arus pelayanan dan juga tidak
minimal Volt meter dan Ampere meter. terjadi pemanasan yang tidak semestinya
Instrument indicator harus disambung pada pada kerangka.
sirkit masuk sebelum saklar masuk. Untuk mencegah terjadinya loop magnet
Sambungan sirikit pada PHB harus memakai pada kerangka, dapat dipilih sistem
sepatu kabel yang sesuai dengan jenis pencegahan seperti pemakaian bahan anti
metalnya dan ukuran penghantar serta harus rnagnea atau menyisipkan isolator di antara
dijepit/dipress pada penghantar, KHA komponen baja. (SPLN 118-3-1:1996)
terminal sepatu kanel harus minimum sama
dengan kemampuan sakelar dari sirikit yang 2. Proteksi terhadap korosi
bersangkutan rangkaian. Semua bagian kerangka harus dilindungi
Pemegang kabel harus dapat memikul gaya dengan cat anti karat (Zinc Chromate atau
berat, gaya tekan dan gaya tarik, sehingga Red Lead) dua lapis atau dengan galvanis
gaya tersebut tidak akan langsung dipikul celup panas (hot dip galvanizing). Tebal
oleh gawai listrik lain. lapisan minimum 500 grm per m2, atau
dengan ketebalan 70 mikron.
Persyaratan khusus Perlengkapan listrik
Suhu udara sekitar tidak melebihi + 40oC dan Semua tembaga untuk hubungan listrik harus
rata-ratanya dalam 24 jam tidak melebihi dilapisi tirnah atau perak dengan ketebalan
35oC. Batas suhu udara sekitar terendah minimum 8 mikron. Semua mur dan baut
adalah -5oC. termasuk bagian lainnya untuk perlengkapan
Kondisi udara untuk pasangan dalam, kondisi hubungan listrik harus dilapis Cadmium
udara haru bersih dan kelembaban nisbinya dengan ketebalan minimum 8 mikron. (SPLN
tidak melebihi 50% pada suhu maksimum 118-3-1:1996)
+40oC. Kelembaban nisbi yang lebih tinggi

Teknik Elektro Page 5 of 10 Pengetahuan Lingkungan Hidup


PERANGKAT HUBUNG BAGI TEGANGAN RENDAH (PHB-TR) 2010

3. Bagian-Bagian Perangkat indikator hubung singkat, dihubungkan pada


Unit masukan busbar masukan sebelum saklar utama
Saklar pemutus beban dalam posisi terbuka melalui pengaman lebur HRC 6 A.
dapat dikunci dan dapat dioperasikan Kotak-kontak. Dua kotak-kontak tahan cuaca
buka/tutup dengan tangkai operasi (handle) dengan nilai pengenal 10 A harus ada pada
yang terletak didepan atau disebelah kanan panel tambahan. Pemasangannya
jika dilihat dari depan saklar. Dalam posisi dihubungkan pada busbar masukan setelah
tertutup ujung tangkai operasi tidak boleh saklar utama dilengkapi dengan sebuah
lebih tinggi 1,8 m dari dasar PHB untuk PHB pengaman lebur HRC tipe DZ 6A/32A dan
pasangan dalam dan 0,5 m untuk PHB sebuah terminal netral. Desain hubungannya
pasangan luar. harus aman untuk operator ketika mengganti
Sistem busbar unit pelebur saat PHB bertegangan. (SPLN
Sistem busbar terbuat dari Tembaga 118-3-1:1996)
Elektrolit. Pemasangan dan penyambungan
hanya dapat dilakukan dengan mur-baut. 5. Hubungan pembumian
Pemboran lubang berulir pada tembaga tidak Instalasi pembumian menggunakan kabel 1 x
dianjurkan. 50 mm2 Cu digelar dibawah fondasi
Unit keluaran melingkar tertutup. Pada beberapa titik tiap-
Setiap unit keluaran dilengkapi dengan : tiap 1 meter dikeluarkan sebagai terminal
- Tiga buah pengaman lebur HRC pembumian. Kabel ini berfungsi juga sebagai
- Satu buah penghubung netral ikatan penyama potensial.
(SPLN 118-3-1:1996) Penggunaan elektroda batang pada gardu
distribusi:
4. Peralatan bantu - Memakai elektroda dengan kedalaman 3-6
Satu keluaran untuk lampu penerangan gardu meter.
distribusi. Hubungan harus baik sehingga - Jarak tanam minimal 2 meter atau sejarak 1
aman untuk operator ketika mengganti atau x panjang elektroda.
melepas unit pelebur ketika PHB - Pada terminal keluar harus diberi bak
bertegangan. kontrol untuk melakukan pengukuran
Satu keluaran untuk lampu penerangan tahanan tanah. (SPLN 118-3-1:1996)
umum. Untuk menjamin pengopersiannya
lebih lama, kontaktor yang digunakan harus 6. Pengawatan
memiliki ketahanan operasi listrik sekurang- Kabel tembaga berisolasi PVC sekurang-
kurangnya 2000 kali dengan kapasitas kurangnya 2,5 mm2 untuk rangkaian kontrol
pemasukan/pemutusan 800 A. dan 4 mm2 untuk pengukuran harus
Tiga Amperemeter kebutuhan maksimum. digunakan untuk semua instalasi dalam PHB.
Keluaran untuk lampu penerangan panel. Kabel tembaga harus memiliki warna yang
Saklar dan hubungamya harus didesain sama atau penandaan yang sama dengan
sedemikian sehingga lampu akan menyala penandaan fase/label yang dihubungkan.
ketika pintu dibuka dan padam ketika pintu (SPLN 118-3-1:1996)
ditutup.
Instrumen. Satu buah Ampere meter Pengaruh Radiasi Medan Magnet yang
kebutuhan maksimum harus terpasang pada ditimbulkan.
setiap fase dari untt masukan melalui Perangkat Hubung Bagi Tegangan Rendah
tranformator arus dilengkapi jarum penunjuk (PHB-TR), menggunakan Trafo daya step down
cadangan yang dapat terbawa maju oleh berfungsi untuk menurunkan dari tegangan
jarum penunjuk utama dan tetap tinggal pada menengah 20 kV ke tegangan rendah 380/200 V.
posisi maksimumnya serta dilengkapi alat (referensi tegangan trafo 400/231 V). Listrik
penyetel kembali ke posisi nol yang dapat yang mengalir serta dari trafo akan menimbulkan
diatur dari luar. induksi magnet serta memancarkan radiasi
Keluaran untuk Indikator hubung singkat. elektromagnet.
PHB pasangan dalam harus dilengkapi Satuan untuk mengukur radiasi tegangan
dengan indikator hubung singkat. Diperlukan tinggi tidaklah sama dengan satuan untuk radiasi
satu titik hubung untuk suplai lampu nuklir yang menggunakan satuan REM,
singkatan Rontgen Equivalent of Man. Satuan

Teknik Elektro Page 6 of 10 Pengetahuan Lingkungan Hidup


PERANGKAT HUBUNG BAGI TEGANGAN RENDAH (PHB-TR) 2010

radiasi tegangan tinggi masih menggunakan Medan listrik yang diukur oleh Scheneider
satuan Weber/meter2, yaitu satuan flux dalam (1988) dibawa jaringan transmisi tegangan
sistem mks. Mengingat bahwa l Weber/m2 sama 380 kV sebesar 2,5 kV/m dan 20 m ke lateral
dengan 104 gauss, sedangkan satuan untuk terjadi penurunan medan listrik menjadi 2
induksi magnetik telah ditentukan dengan satuan kV/m.
Tesla yang besarnya sama dengan 104 gauss, Departemen Kesehatan (1993) menunjukkan
maka satuan radiasi tegangan tinggi dapat juga hasil pengukuran dibawah jaringan tegangan
menggunakan satuan Tesla yang identik dengan ekstra tinggi diluar rumah sebesar 0,2 -1,44
Weber/m2. (Kris, 2009) kV/m dan 0,2 kV/m didalam rumah.
Walaupun belum ada kata sepakat untuk Medan magnet yang dihasilkan oleh
menentukan batas aman bagi radiasi tegangan pembangkit listrik, gardu induk dan jaringan
tinggi, namun Amerika Serikat sebagai negara transmisi sebesar 0,05 mT (hasil survey
industri yang banyak menggunakan jaringan Krause 1986).
tegangan tinggi, telah menetapkan batas aman Departemen Kesehatan (1993) menunjukkan
sebesar 0,2 mikro Weber/m2. Sedangkan Rusia hasil pengukuran dibawah jaringan tegangan
(bekas Uni Sovyet) menetapkan batas aman ekstra tinggi diluar rumah sebesar 0,3 -1,66
radiasi tegangan tinggi dengan faktor 1000 lebih T dan 0,4 -1,99 T didalam rumah.
rendah dari yang telah ditetapkan Amerika
Serikat. Adanya perbedaan penetapan batas aman Batas Pemaparan Medan Listrik dan
ini disebabkan karena penelitian mengenai Medan Magnet. Negara kita menggunakan
dampak radiasi tegangan tinggi terhadap manusia Standar medan listrik yaitu 50/60 Hz. Standar
masih belum selesai dan masih terus dilakukan. medan listrik untuk 50/60 Hz di beberapa negara
Hal menarik dari penentuan harga batas aman maju untuk tingkat pemaparan terus menerus
tersebut adalah bahwa Amerika Serikat yang pada kelompok masyarakat umum dan kelompok
menetapkan harga batas aman tersebut adalah pekerja adalah sebagai berikut dapat dilihat pada
Radiation Protection Board, sedangkan di Rusia tabel berikut : (Usman, 2004)
oleh Ministry Of Health (Departemen
Kesehatan), sedangkan di Australia oleh
Australian Radiation Protection Society (ARPS),
suatu lembaga non pemerintah. (Kris, 2009)
Adanya induksi medan magnetik yang
dihasilkan oleh distribusi tenaga listrik terhadap
manusia sedikit banyak akan, mempengaruhi WHO 1984 memberikan nilai ambang
tingkat kesehatan secara tidak langsung, induksi batas untuk medan elektromagnetik yang
tersebut akan menyebabkan tersimpannya digolongkan sebagai No Ionizing Radiation
sejumlah elektron dalam tubuh mausia dan seperti terlihat pada tabel berikut.
merupakan sesuatu yang tidak normal. Kelebihan
elektron tersebut akan mempengaruhi kerja
susunan syaraf yang membuat komunikasi antar
set terganggu, dimana elektron tersebut
tersimpan dalam tubuh karena tubuh tesebut
tidak dapat mengalirkan kelebihan elektron ke
bumi disebabkan terisolasi terhadap bumi. Petunjuk lain yang diberikan ICNIRP
Secara alamiah medan listrik dan medan (1998) untuk batas pemaparan medan listrik dan
magnet terdapat pada permukaan bumi yang
medan magnet:
besarnya menurut data yang dikeluarkan oleh
WHO (1984) :
Pada cuaca normal didapat medan listrik
sebesar 0,1 kV/ m - 1,5 kV/m ( sesuai dengan
perubahan pada atmosfer).
Besar medan magnet pada kutub bumi 67 T
dan pada bidang equator sebesar 3,3 T.

Sumber lain yang menghasilkan medan


listrik dan medan magnet antara lain:

Teknik Elektro Page 7 of 10 Pengetahuan Lingkungan Hidup


PERANGKAT HUBUNG BAGI TEGANGAN RENDAH (PHB-TR) 2010

Gejala-gejala yang menunjukkan adanya sesuai yang diatur pada peraturan perundang-
radiasi elektromagnetik ini sebenarnya banyak undangan yang berlaku di Indonesia seperti
sekali, tetapi yang khas antara lain berupa sakit Keputusan Menteri Pertambangan Dan
kepala, pening , keletihan . Tanda dan gejala lain Energi Nomor : 2500.K/40/M.PE/. 1997.
yang dapat dijumpai, misalnya, jantung berdebar- Tentang Usaha Penunjang Tenaga Listrik
debar, gangguan tidur, gangguan konsentrasi, Bidang Konsultasi, Bidang Pembangunan
rasa mual dan gangguan pencernaan lain yang Dan Pemasangan, Dan Bidang Pemeliharaan
tidak jelas penyebabnya, telinga berdenging, Peralatan Ketenagalistrikan.
muka terbakar , dan kulit meruam, kejang otot, 2. Pada setiap unit PHB-TR harus mempunyai
kebingungan, gangguan kejiwaan berupa depresi, peralatan minimal :
serta penyakit kanker. Satu sakelar masuk sirkit masuk
Listrik yang mengalir serta dari trafo akan Satu proteksi arus pada sirkit keluar atau
menimbulkan induksi magnet serta kombinasi proteksi dan sakelar (MCB
memancarkan radiasi elektromagnet. Dengan atau MCCB).
hasil penelusuran tentang radiasi elektromagnetik 3. Suhu udara sekitar tidak melebihi + 40oC dan
tersebut maka gardu distribusi atau Perangkat rata-ratanya dalam 24 jam tidak melebihi
Hubung Bagi Tegangan Rendah (PHB-TR) yang 35oC. Batas suhu udara sekitar terendah
menggunakan Trafo daya step down yang adalah -5oC.
berfungsi untuk menurunkan dari tegangan 4. Untuk proteksi terhadap korosi semua bagian
menengah 20kV ke tegangan rendah 380/200 V. kerangka harus dilindungi dengan cat anti
(referensi tegangan trafo 400/231 V) maka karat (Zinc Chromate atau Red Lead) dua
didapat nilai ambang batas medan listrik untuk lapis atau dengan galvanis celup panas (hot
gardu tersebut adalah sebesar 0,2 -1,44 kV/m da dip galvanizing). Tebal lapisan minimum
medan magnet sebesar 0,3 -1,66 T. 500 grm per m2, atau dengan ketebalan 70
Maka dari itu PHB-TR terebut tidak baik mikron.
ditempakkan dekat perumahan penduduk selain 5. Hubungan pembumian
radiasi yg tinggi (ini sering disangkal sama PLN) Instalasi pembumian menggunakan kabel 1 x
bahaya juga buat penduduk sekitar dari 50 mm2 Cu digelar dibawah fondasi
terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, maka melingkar tertutup. Pada beberapa titik tiap-
dari itu disyaratkan agar gardu distribusi itu : tiap 1 meter dikeluarkan sebagai terminal
Ditempatkan minimal 10 meter dari rumah pembumian. Penggunaan elektroda batang
warga. pada gardu distribusi:
Kedudukan transformator minimal 3 meter - Memakai elektroda dengan kedalaman 3-6
diatas platform meter.
Lemari PHB TR dipasang minimal 1,2 meter - Jarak tanam minimal 2 meter atau sejarak
diatas permukaan tanah atau 1,5 meter pada 1 x panjang elektroda.
daerah yang sering terkena banjir. - Pada terminal keluar harus diberi bak
Terminal pembumian harus terpasang pada kontrol untuk melakukan pengukuran
kerangka menggunakan mur baut Ml4 yang tahanan tanah
terbuat dari Tembaga atau Kuningan dan 6. Hasi pengukuran medan listrik pada PHB-
dilengkapi dengan dua buah mur dan tiga TR dibawah jaringan tegangan ekstra tinggi
buah ring, sesuai untuk hubungan konduktor diluar rumah sebesar 0,2 -1,44 kV/m dan 0,2
pembumian Tembaga 50 mm2. Terminal kV/m didalam rumah.
pembumian tersebut ditempatkan 7. Medan magnet yang diukur dibawah jaringan
dipermukaan bagian depan salah satu dari tegangan ekstra tinggi diluar rumah sebesar
kerangka penopang pada ketinggian 30 cm 0,3 -1,66 T dan 0,4 -1,99T didalam rumah
dari dasar PHB. (Suhadi, 2008) 8. Hubungan PHB-TR dengan manusia,
gangguan-gangguan tersebut dapat dicegah
SIMPULAN DAN SARAN antara lain:
a. PHB-TR ditempatkan minimal 10 meter
Simpulan dari rumah warga.
b. Kedudukan transformator minimal 3
1. Semua peralatan dan komponen yang meter diatas platform
digunakan dalam perangkat hubung bagi ini c. Lemari PHB TR dipasang minimal 1,2
harus memenuhi SPLN ; SNI ; IEC yang meter diatas permukaan tanah atau 1,5

Teknik Elektro Page 8 of 10 Pengetahuan Lingkungan Hidup


PERANGKAT HUBUNG BAGI TEGANGAN RENDAH (PHB-TR) 2010

meter pada daerah yang sering terkena [8] -----. 2009. Masalah Radiasi Tegangan
banjir. Tinggi. http://ionozer.blogspot.com/2009/1
d. Terminal pembumian ditempatkan 2/masalah-radiasi-tegangan-tinggi.html.
dipermukaan bagian depan salah satu diakses Kamis, 10, Juni, 2010.
dari kerangka penopang pada ketinggian
maksimal 30 cm dari dasar PHB.

Saran
Untuk lebih meningkatkan kualitas lingkungan
sehingga menjadi lebih baik perlu diadakan
pengawasan yang lebih teratur lagi, sehingga
dapat tercipta lingkungan tempat tinggal yang
aman, nyaman dan bersih serta terlindung dari
bahaya kesehatan.

DAFTAR PUSTAKA

[1] Suhadi, TW. 2008. TEKNIK DISTRIBUSI


TENAGA LISTRIK JILID 1. Jakarta :
Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah
Kejuruan.
[2] Usman, B. 2004. Sistem Tenaga Listrik :
Polusi dan Pengaruh Medan
Elektromaknetik terhadap Kesehatan
Manusia. Pidato Disampaikan pada waktu
Pengukuhan Jabatan Guru Besar Tetap
Fakultas Teknik Universitas Sumatera Utara
[3] Usman, B. 2003. Pengaruh Pemaparan
Medan Elektromagnetik terhadap Manusia.
Jurnal Teknik Simetrika, ISSN. 1412- 7806,
vol. 2, No.2
[4] Usman, B. 2003. Pengaruh Pemaparan
Medan Magnet terhadap Aktifitas Mencit.
Buletin Utama Teknik UISU, Terakreditasi,
No.52/Dikti/Kep/2002, ISSN .1410-4520,
Vol. 7, No. I.
[5] Zaiki. 2009. Gardu Tiang Trafo. Makalah
pada mata kuliah Proteksi dan Isolasi
Tenaga Elektrik
[6] Kris. 2009. Gangguan Kesehatan akibat
Radiasi Elektromagnetik. http://dunia-
listrik.blogspot.com/2009/11/gangguan-
kesehatan-akibat-radiasi.html. diakses
Kamis, 10, Juni, 2010.
[7] -----. 1996. SPLN 118-3-1:1996.
PERANGKAT HUBUNG BAGI Bagian 3- I
:Spesifikasi Perangkat Hubung Bagi
Tegangan Rendah Gardu Distribusi. Jakarta
: PT. PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA
(PERSERO).

Teknik Elektro Page 9 of 10 Pengetahuan Lingkungan Hidup


PERANGKAT HUBUNG BAGI TEGANGAN RENDAH (PHB-TR) 2010

BIODATA PENULIS

Nama : Putu Rusdi Ariawan

TTL : Denpasar. 19 April 1990

Agama : Hindu

Mahasiswa Teknik Elektro Unv. Udayana

Email : turusdi.info@gmail.com

www.facebook.com/turusdi

Teknik Elektro Page 10 of 10 Pengetahuan Lingkungan Hidup