Anda di halaman 1dari 11

LOGIKA, FILSAFAT ILMU DAN ETIKA

HOME GROUP E

Andrian Surya Wirawan, 0906..


Danny Fitri Mulyanti, 0906..
Galuh Sekar Putih, 0906..
Maifiana Sari, 0906..
Muhammad Fauzi, 0906513094
Tina Mellani, 0906488571

KELAS MPKT (I)

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam


Universitas Indonesia
Depok, 2009
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena
berkat rahmat dan karunia-Nya lah kami dapat menyelesaikan makalah ini tepat
pada waktunya. Penulisan makalah ini bertujuan untuk memenuhi tugas MPKT
Semester satu dan menambah wawasan para mahasiswa akan pentingnya logika,
filsafat ilmu dan etika dalm kehidupan sehari-hari.
Dalam proses penulisan makalah ini, kami menemui begitu banyak
kesulitan. Namun berkat bantuan dan bimbingan berbagai pihak, makalah ini
akhirnya dapat terselesaikan dengan baik. Oleh karena itu, kami mengucapkan
terima kasih kepada:
1. Bapak Mulyadi, selaku fasilitator dan pembimbing kami dalam
penyusunan makalah ini,
2. Orang tua penulis yang senantiasa memberikan dukungan,
3. Serta semua pihak yang telah membantu dalam pembuatan karya tulis ini
yang tidak dapat kami sebutkan satu persatu.
Selain itu, kami juga menyadari bahwa baik dalam segi sistematika
penyusunan maupun materi yang dipaparkan masih terdapat banyak kekurangan.
Oleh karena itu, kami berharap agar adanya kritik dan saran yang sekiranya dapat
membantu kami untuk perbaikan di masa yang akan datang. Semoga makalah ini
bisa bermanfaat.

Depok, 26 September 2009

Penulis

2
DAFTAR ISI

Halaman Judul.1
Kata Pengantar....2
Daftar Isi..3
Bab I Pendahuluan
1.1 Latar Belakang.....4
1.2 Tujuan...................4
Bab II Isi
2.1 Pengertian Filsafat5
2.2 Berpikir Tepat dan Logis..6
2.3 Pengertian dan Pentingnya Etika Dalam Kehidupan Sehari-hari..........8

Bab III Penutup


3.1 Saran........10
Daftar Pustaka..11
1.3 Pengertian dan Pentingnya Etika Dalam Kehidupan Sehari-hari

3
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang


Kekerasan yang terjadi terutama dalam masyarakat perkotaan akhir-akhir
ini cukup memprihatinkan. Berbagai macam tindak kekerasan yang marak
dilakukan contohya adalah KDRT, perampokan, pembunuhan, korupsi, hingga
terorisme. Hal ini membuat kondisi lingkungan sosial masyarakat menjadi tidak
aman. Apabila ditinjau dari segi sosiologis, tindak kekeasan merupakan salah satu
contoh tindakan sosial karena melibatkan dua orang atau lebih yang disertai agresi
sehingga menyebabkan orang lain menderita. Suatu tindak kekerasan didasari oleh
berbagai faktor. Dalam makalah ini akan dibahas mengenai hubungan antara
logika, filsafat dan etika dengan tindak kekerasan sehingga dapat mempermudah
kita dalam mencari akar permasalahan serta solusinya.

1.2 Tujuan
Tujuan dari pembuatan makalah ini adalah untuk memberikan pemahaman
mengenai definisi dari logika, filsafat ilmu dan etika serta hubungannya dengan
tidak kekerasan yang marak terjadi, terutama dalam masyarakat perkotaan saat ini.
Hal ini diharapkan dapat menambah wawasan dan pemahaman sehingga kita
dapat mencari solusi yang tepat atas tindak kekerasan tersebut.

4
BAB II

ISI

1.1 Pengertian Filsafat


Secara historis, filsafat berasal dan didasari oleh latar belakang
kebudayaan bangsa Yunani. Philosphia merupakan kata majemuk dan berasal dari
kata philos dan sophos yang berarti seang atau suka mencari kebijaksanaan
maupun kebenaran. Di masa lalu kebijaksanaan ini oleh bangsa Yunani
diartikan mencari pengetahuan yang berguna bagi manusia ataupun mencoba
mencari suatu kebenaran dalam proses berpikir manusia.

Berfilsafat adalah suatu proses dalam memikirkan, merenungi, dan


mencari arti, hakikat hidup dan kehidupan. Filsafat juga membahas hubungan
manusia dengan alam dan juga pencipta. Menurut para ahli, filsafat memiliki
beberapa pengertian yang dilihat dari sudut pandang yang berbeda. Pertama,
filsafat dapat diartikan sebagai pengetahuan yang mempelajari berbagai fenomena
kehidupan manusia secara kritis. Kedua, filsafat adalah ilmu pengetahuan yang
mempelajari berbagai pemikiran manusia secara kritis. Ketiga, filsafat adalah ilmu
pengetahuan yang mempelajari dan mencari hakekat dari berbagai fenomena
kehidupan manusia. Keempat, filsafat adalah ilmu pengetahuan yang bersifat
kritis refleksif dalam penyelidikan terhadap objek kajian yang berkaitan dengan
ospek ontologis (realitaskonkret), aspek epistomologis (kebenaran pengetahuan),
dan aksiologis (nilai atau value tentang kebaikan dan keindahan).

Hubungan filsafat dengan kekerasan adalah hubungan bagaimana ilmu


filsafat itu mempelajari, mengkaji, dan memberikan solusi atas masalah tindak
kekerasan yang terjadi saat ini. Sesorang yang memahami hakikat filsafat, jika
dihadapkan pada suatu masalah maka dia tidak akan menyelesaikannya dengan
tindak kekerasan.

5
1.2 Berpikir Tepat Dan Logis

Kekerasan dalam rumah tangga bukanlah hal yang asing lagi bagi masyarakat.
Semakin hari, kasus kekerasan dalam rumah tangga semakin bertambah tanpa
sebab yang jelas. Apakah seseorang yang melakukan tindak kekerasan pernah
berpikir tentang apa yang mereka lakukan? Biasanya orang yang melakukan
tindak kekerasan akan menyesali perbuatan yang mereka lakukan. Mereka tidak
sadar dengan perbuatan mereka. Hal tersebut akan muncul sebagai pemicu kali
ini. Farah Dewi Novan, salah seorang anggota dari Dharma Wanita Persatuan,
menulis mengenai kekerasan dalam rumah tangga di Indonesia .

Dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia karangan WJS Poerwodarminto,


kekerasan diartikan sebagai sifat atau hal yang keras, paksaan sehingga menyakiti
orang lain. Banyak faktor yang menyebabkan tindak kekerasan, salah satu
diantaranya adalah desakan ekonomi. Banyak orang yang tidak bisa memnuhi
kebutuhannnya sehari-hari sehingga mereka frustasi dan melakukan tindakan
kekerasan. Selain faktor ekonomi, faktor pendidikan juga menyebabkan seseorang
melakukan tindak kekerasan. Biasanya seseorang dengan pendidikan yang rendah
cenderung melakukan tindak kekerasan. Tindak kekerasan yang sering terjadi
adalah pembunuhan, pemerkosaan, perampokan, dan lain-lain. Kekerasan dalam
rumah tangga biasanya terjadi kepada istri, anak, dan pembantu rumah tangga.
Dampak dari tindak kekerasan dapat berupa dampak fisik dan dampak psikologi.
Dampak fisik berupa luka-luka atau memar pada tubuh korban. Dampak psikologi
berupa trauma pada diri korban.

Menurut Farah Dewi Novan, di sebagian besar masyarakat Indonesia ,


KDRT atau Kekerasan Dalam Rumah Tangga belum diterima sebagai suatu
bentuk kejahatan. Artinya penanganan segala bentuk kekerasan dalam rumah

6
tangga hanya menjadi urusan domestik setiap keluarga saja, dan Negara dalam hal
ini tidak berhak campur tangan ke lingkup intern warga negaranya. Namun,
dengan berjalannya waktu dan terbukanya pikiran kaum wanita Indonesia atas
emansipasi yang telah diperjuangkan oleh pahlawan wanita Indonesia Ibu Kartini,
akhirnya sudah mulai muncul titik terangnya. Negara wajib memberikan
penghormatan, perlindungan, dan pemenuhan terhadap hak asasi warga negaranya
terutama hak atas rasa aman dan bebas dari segala bentuk kekerasan serta
diskriminasi. Terlebih lagi dalam beberapa pasal dalam UUD 1945 pasca
amanedemen II, pengaturan hak asasi manusia sudah sangat kongkrit. Untuk
menurunkan kasus-kasus kekerasan dalam rumah tangga maka masyarakat perlu
digalakkan pendidikan mengenai HAM dan pemberdayaan perempuan;
menyebarkan informasi dan mempromosikan prinsip hidup sehat, anti kekerasan
terhadap perempuan dan anak serta menolak kekerasan sebagai cara untuk
memecahkan masalah; mengadakan penyuluhan untuk mencegah kekerasan;
mempromosikan kesetaraan gender; mempromosikan sikap tidak menyalahkan
korban melalui media.

Kekerasan cenderung terjadi di kota-kota besar. Hal itu disebabkan karena


tingkat emosional masyarakat perkotaan lebih tinggi dibandingkan masyarakat
desa. Masyarakat perkotaan menganggap bahwa suatu masalah dapat terselesaikan
dengan melakukan tindak kekerasan. Tingkat pengangguran yang tinggi juga
menyebabkan tingkat emosional masyarakat perkotaan lebih tinggi sehingga
melakukan tindak kekerasan.

Melihat pembahasan di atas, terlihat masalah kekerasan dalam rumah


tangga masih banyak terjadi di Indonesia, terutama di kota-kota besar. Banyak
orang yang melakukan tindak kekerasan dalam rumah tangga tanpa berpikir
sebelumnya dampak apa yang akan terjadi setelahnya. Kita dapat menghindari
tindak kekerasan dalam rumah tangga dengan berpikir tepat dan logis sehingga
kita tidak terbawa emosi sehingga melakukan tindak kekerasan tersebut.

7
1.3 Pengertian dan Pentingnya Etika Dalam Kehidupan Sehari-hari

Kata etika (Yunani Kuno : ethikos,berarti timbul dari kebiasaan) yang memiliki
pengertian istilah yaitu Ethic in philosophy, the study and evaluation of human conduct
in the light of moral principles(http://www.encyclopedia.com)

Secara mudah etika dapat dikatakan sebagai pandangan tentang apa yang baik
dan yang buruk pada suatu komunitas. Sedangkan secara ilmiah,menurut etika
berkaitan dengan etimologi serta tindak tanduk manusia dengan pedoman nilai-
nilai luhur yang dasar.

Dewasa ini kekerasan di kota besar kian meningkat, hal ini merupakan dampak tak
langsung dari degradasi moral yang diikuti pengerusakan etika. Etika sendiri merupakan
aturan yang disepakati bersama oleh suatu komunitas. Maka dari itu pelanggaran etika
akan dihadapkan pada tersendatnya interaksi dalam komunitas tersebut.

Etika lahir sejak terjadinya kontak antar manusia yang pertama kali. Didasari oleh
norma kesopanan yang mengatur tata cara bergaul yang telah disepakati bersama. Etika
menjadi sangat penting dalam bergaul karena dengan etika maka interaksi antar manusia
menjadi lancar. Etika memiliki beberapa fungsi yang berhubungan :

1. Pedoman hidup
2. Pelancar interaksi
3. Perisai dari krisis moral
4. Pembangun keharmonisan
Absennya fungsi-fungsi tersebut dalam masyarakat menyebabkan angka kasus
kekerasan meningkat. Hal ini menunjukan pentingnya etika dalam kehidupan sehari-hari.

Pada realitanya etika memiliki banyak macam tergantung komunitas, bidang, maupun
waktu etika itu diberlakukan. Namun secara garis besar etika dapat dikelompokan
menjadi 2 yaitu :

8
a. Etika pekerjaan,etika yang berlaku pada suatu bidang profesi. Biasanya
disebut dengan kode etik. Etika pekerjaan sangat memengaruhi
profesionalisme seseorang. Pelanggaran terhadap etika ini akan berakibat
pada pengucilan oleh sesama rekan sebidang profesi. Seperti kode etik
jurnalistik yang diatur oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI).
b. Etika kehidupan,etika yang berlaku sehari-hari secara umum. Mengatur
hubungan dengan manusia lainnya. Etika ini sangat dipengaruhi oleh
kemapuan sosial seseorang. Pelanggaranya akan berakibat pada pengucilan
dari anggota masyarakat. Etika ini biasanya merupakan kesepakatan tidak
tertulis. Kecuali dibeberapa kalangan seperti kerjaan yang tata karma sudah
diatur.
Etika dan kehidupan bangsa beradab tak mungkin dipisahkan karena etika itulah yang
membentuk peradaban. Tanpa etika yang menjadi pagar pergaulan, interaksi manusia
akan semakin liar dan diperbudak oleh nafsu belaka.

1.3 Paradigma Ilmu Pengetahuan


Pengertian dari paradigma ilmu pengetahuan adalah seperangkat keyakinan
mendasar yang memandu tindakan-tindakan manusia dalam keseharian maupun
dalam penyelidikan ilmiah.
Paradigma ilmu pengetahuan memiliki fungsi utama yaitu menuntun pola
pikir seseorang ke arah metodologis. Sehingga setiap tindakan seseorang akan
terprogram menjadi sistematis.
Contoh paradigma ilmu pengetahan yang terbentuk di kalangan mahasiswa
adalah senioritas. Setiap warga senior harus membri pelajaran kepada
mahasiswa yang baru untukmenunjukan kekuatan. Paradigma ini diwariskan dan
dibentuk bergenerasi mahasiswa yang belajar di universitas tersebut.
Paradigma lebih mudah dibentuk ketika usia objek masih muda. Sama halnya
mendidik anak yang masih kecil lebih mudah dibandingkan dengan mendidik
anak yang sudah tumbuh besar. Ini dikarenakan anak kecil belum memiliki
paradigma khusus di dalam pikirannya.

9
BAB III
PENUTUP
3.1 Saran
Melalui makalah ini, kami selaku penulis menyarankan kepada :
1 Setiap orang untuk meningkatkan level moral masing-masing yang secara tidak
langsung memperbaiki etika menjadi lebih baik. Serta saling menjaga agar angka
kekerasan tidak meningkat.
2 Para mahasiswa untuk terus menyoroti hal ini.
3 Para orang tua untuk mendidik anak sebaik-baiknya sedini mungkin.

10
DAFTAR PUSTAKA
Susilawati, Pudji. Kekerasan Rumah Tangga terhadap Istri. http://www.e-
psikologi.com/epsi/individual_detail.asp?id=475 (20 Februari 2008)

Novan, Farah Dewi. Kekerasan Dalam Rumah Tangga.


http://www.dwp.kbridoha.com/artikel_kekerasan_rt.html (2008)

Departemen Kesehatan (2002), Pedoman Pencegahan dan Penanganan


Kekerasan terhadap Perempuan. Jakarta: Departemen Kesehatan. Venny A
(2003). Memahami Kekerasan terhadap Perempuan. Jakarta: Yayasan Jurnal
Perempuan.

Artikel non-personal, 2008, Ethic, Encyclopedia.com,


http://www.encyclopedia.com/ topic/ ethics.aspx, diakses 6 September 2009

11