P. 1
Tugas Jurnal Bahasa Indonesia

Tugas Jurnal Bahasa Indonesia

|Views: 454|Likes:
Dipublikasikan oleh teknik_pendelektro

More info:

Published by: teknik_pendelektro on Jun 20, 2010
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/16/2013

pdf

text

original

.Perbandingan Hasil Belajar Sub Kompetensi Menguasai Gambar Teknik Elektronika Antara Siswa Yang Diajar Menggunakan Alat

Peraga Microsoft Power Point 2000 Dengan Siswa Yang Diajar Menggunakan Alat Peraga Wallchart Di Kelas I Program Keahlian Teknik Elektronika Industri SMKN 39 Jakarta Oleh Rahmat Sudrajad Abstrack Penelitian ini berhubungan dengan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar sub kompetensi menguasai gambar teknik elektronika antara siswa yang diajar menggunakan alat peraga Microsoft power point 2000 dengan siswa yang diajar menggunakan alat peraga wallchart. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan populasi seluruh siswa kelas I program keahlian teknik elektronika industri SMKN 39 Jakarta. Sample penelitian ini menggunakan metode random sampling. Jumlah siswa yang diamati adalah 62 orang, 31 siswa sebagai kelas eksperimen I yaitu proses belajar mengajar menggunakan alat peraga Microsoft power point 2000 dan 31 siswa sebagai kelas eksperimen II menggunakan alat peraga wallchart. Instrument penelitian yang digunakan adalah test ulangan harian. Koefisien realibilitas instrument 0,914 dan rata-rata indek daya pembeda soal 0,36. uji normalitas menggunakan uji liliefors pada kelas eksperimen I didapat nilai L0 = 0,0768 dan kelas eksperimen II L0 = 0,1056. uji homogenitas hasil belajar menggunakan uji Fisher. Diperoleh F hitung = 1,105 dengan F 0,025 (30,30) = 0,482 dan F 0,975 (30,30) = 2,07. Uji hipotesis dilakukan menggunakan uji-t, diperoleh t hitung = 3,932 dan derajat kebebasan (dk) = 60 didapat nilai t tabel = 1,671. Dari hasil analisis pengujian nilai rata-rata hasil belajar menggunakan alat peraga Microsoft Power Point 2000 sebesar 7,38 dan nilai rata-rata hasil belajar menggunakan alat peraga wallchart sebesar 6,57, sehingga dapat disimpulkan hasil belajar menggunakan alat peraga Microsoft power point 2000 lebih tinggi dari pada menggunakan alat peraga wallchart. Kata kunci : Gambar teknik elektronika, alat peraga Microsoft Power poit dan wallchart A. Latar Belakang Masalah Dalam kurikulum SMK edisi 2004 program keahlian teknik elektronika dan industri terdapat kompetensi mengoperasikan peralatan industri berbasis peralatan elektronik. Kompetensi memiliki 5 sub kompetensi, diantaranya menguasai gambar teknik elektronika yang diajarkan pada siswa SMK tingkat I program keahlian teknik elektronika industri. Dalam kompetensi menguasai gambar teknik elektronika berdasarkan pada standar gambar teknik listrik dan elektronika perlu adanya perubahan dalam penyajian materi selain siswa dituntut berpikir cerdas menyajian materi ini cenderung tidak menarik, hal ini karena guru sebagian besar masih menggunakan metode ceramah dan latihan, sehingga pengaruh tersebut terhadap siswa menyebabkan nilai sub kompetensi menguasai gambar teknik elektronika turun. Kualitas pembelajaran sangat erat kaitanya dengan guru dalam mengelola dan menjajikan ilmu pengetahuan seperti yang diterangkan oleh pendapat Usman yang dikutip oleh Sri Rejeki “dalam menciptakan kondisi belajar mengajar sedikitnya ditentukan oleh lima variable yaitu : (1) menarik minat dan perhatian siswa, (2) melibatkan siswa secara aktif, (3) membangkitkan motivasi siswa, (4)

prinsip individualitas, (5) peragaan dalam pengajaran.” Menurut teori kerucut pengalaman Edgar Dale, “Dale (1969) memperkirakan bahwa pemerolehan hasil belajar melalui indera pandang berkisar 75%, melalui indera dengar sekitar 13% dan melalui indera lainnya sekitar 12%. Alat peraga adalah metode dan teknik yang digunakan dalam rangka mengefektifkan komunikasi dan interaksi antara guru dan siswa dalam proses pendidikan dan pengajaran di sekolah. Oleh karena itu bagi seorang guru meningkatkan hasil derajat siswa adalah dengan memilih alat peraga yang tepat. Berdasarkan latar belakang masalah yang diuraikan, maka ada beberapa masalah yang dapat diidentifikasi yaitu : (1) mengapa siswa sulit menyebutkan nama-nama symbol komponen listrik dan elektronika ? (2) apa kesulitan siswa ketika menggambar symbol beserta menentukan nama dari komponen listrik dan elektronika? (3) mengapa siswa kurang memberikan perhatian ketika guru menyampaikan materi pelajaran? (4) upaya apa yang dilakukan oleh guru untuk meningkatkan hasil belajar sub kompetensi menguasai gambar teknik elektronika? (5) adakah perbedaan hasil belajar sub kompetensi menguasai gambar teknik elekronika antara siswa yang diajar menggunakan alat peraga Microsoft power point 2000 dan alat peraga wallchart. Penelitian ini difokuskan pada perbandingan hasil belajar sub kompetensi menguasai gambar teknik elektronika antara siswa yang diajar menggunakan alat peraga Microsoft power point 2000 dengan siswa yang diajar menggunakan alat peraga wallchart pada kriteria kinerja identifikasi dan prosedur gambar teknik elektronika berdasarkan pada standar gambar teknik listrik dan elektronika di kelas I program keahlian teknik elektronika SMKN 39 Jakarta. Berdasarkan identifikasi masalah dan pembatasan masalah, maka dapat dirumuskan masalah sebagai berikut :

apakah hasil belajar sub kompetensi menguasai gambar teknik elektronika siswa yang diajar menggunakan alat peraga Microsoft power point 2000 lebih tinggi dari pada hasil belajar menggunakan alat peraga wallchart. Adapun manfaat penelitian ini sebagai bahan pertimbangan untuk memilih alternative media pembelajaran bagi pihak-pihak yang terkait dalam dunia pendidikan khususnya guru dan calon guru sub kompetensi menguasai gambar teknik elektronika dalam proses belajar mengajar di kelas. B. Kajian Teori 1. Belajar Belajar adalah suatu usaha yang dilakukan secara sadar oleh seseorang individu dalam memperoleh pengetahuan, ketrampilan dan sikap yang melibatkan lingkungan sebagai tempat interaksinya sehingga menghasilkan perubahan dalam pola pikir dan tingkah laku sesuai dengan yang diharapkannya menurut Yusuf Hadi Miarso ( 1984 : 25) 2. Sub kompetensi menguasai gambar teknik elektronika Adalah salah satu mata diklat pada program keahlian teknik elektronika industri yang dalam hal ini mengupayakan peserta didik untuk memperoleh pengetahuan dan ketrampilan dalam hal ini menyampaikan ide dan gagasan keteknikannya dibidang elektronika dalam bentuk bahasa yang universal sehingga individu lain mengerti akan ide dan gagasan tersebut. 3. Media pembelajaran Briggs berpendapat bahwa media pembelajaran adalah segala alat phisik yang dapat disajikan pesan serta merangsang siswa untuk belajar. a. Fungsi dan Manfaat Media Pembelajaran Menurut Kemp & Dayton yang dikutip oleh Azhar Arsyad tiga fungsi

utama media yang digunakan untuk perorangan, kelompok atau kelompok pendengar yang besar jumlahnya yaitu : (1) memotivasi minat atau tindakan (2) menyajikan informasi (3) memberikan intruksi Sudjana dan Rifai dikutip oleh Azhar Arsyad, mengemukakan manfaat media pembelajaran dalam proses belajar siswa, yaitu : (1) pembelajaran akan lebih perhatian siswa sehingga menumbuhkan motivasi belajar (2)
Alat Bantu Pembelajaran

bahan pelajaran akan lebih jelas maknanya sehingga dapat lebih dipahami oleh siswa dan memungkinkannya menguasai dan mencapai tujuan pembelajaran (3) metode mengajar akan lebih bervariasi (4) siswa dapat lebih banyak melakukan kegiatan belajar b. Penggolongan media pembelajaran Gambar berikut menunjukkan kedua penggolongan media menurut Anderson
OHP, OHT, Film bingkai (slide), Foto, peta, poster, grafik, wallchart, flip chart, model, benda sebenarnya

Media Program televisi pelajaran, film pendidikan, program audio, program perbantu komputer atau CAI

Media Pembelajaran

Secara umum dapat dikatakan bahwa alat bantu pembelajaran penggunaannya disertai dengan narasumber /guru. Sementara media pembelajaran dapat digunakan sendiri oleh pengajar atau siswa itu sendiri.

power point dan keuntungan lainnya adalah sederhananya tampilan icon-icon b. Wallchart adalah bahan cetak, biasanya berupa bagan siklus/proses atau grafik yang bermakna menunjukkan posisi tertentu. 5. Hasil belajar sub kompetensi menguasai gambar teknik elektronika Menurut Ngalim Purwanto bahwa, “ hasil belajar adalah potensi yang dapat dipergunakan dulu untuk menilai hasil pelajaran yang diberikan siswa dalam waktu tertentu. Hasil belajar sub kompetensi menguasai gambar teknik elektronika adalah perubahan tingkah laku atau perubahan kemampuan yang berkaitan dengan kecakapan, kebiasaan dan ketrampilan yang terjadi pada siswa setelah melakukan suatu kegiatan belajar sub kompetensi menguasai gambar teknik elektronika dalam satu waktu tertentu Kerangka Berpikir Belajar adalah proses perubahan tingkah laku melalui interaksi dengan

4.

Alat Peraga Menurut Oemar Hamalik (1986 : 2) bahwa alat peraga adalah alat, metode dan teknik yang digunakan dalam rangka mengefektifkan komunikasi dan interaksi antara guru dan siswa dalam proses pendidikan dan pengajaran di sekolah. a. Microsoft Power Point 2000 adalah program aplikasi presentasikan yang merupakan salah satu program aplikasi dibawah Microsoft office. Keuntungan program ini adalah tidak perlunya pembelian piranti lunak karena sudah berada dalam Microsoft office, jadi penginstalan program Microsoft office dengan sendirinya program ini akan terinstal. Sehingga waktu dan tenaga lebih efisien untuk belajar Microsoft

lingkungan. Hasil belajar sub kompetensi menguasai gambar teknik elektronika dipengaruhi oleh factor internal dan eksternal siswa. Diantaranya metode mengajar guru dan lingkungan yang kondusif. Alat peraga dapat membantu siswa dalam memahami konsep gambar. Guru dapat membimbing siswa dengan menggunakan alat peraga Microsoft power point 2000 dan wallchart. Pengajuan Hipotesis Dapat dirumuskan sebagai berikut : hasil belajar sub kompetensi menguasai gambar teknik elektronika siswa yang diajar dengan menggunakan alat peraga Microsoft power point 2000 lebih tinggi daripada hasil belajar siswa yang diajar menggunakan alat peraga wallchart pada criteria kinerja identifikasi dan prosedur gambar teknik elektronika berdasarkan pada standar gambar teknik listrik dan teknik elektronika. Metodelogi Penelitian A. Tujuan Operasional Penelitian adalah untuk mengetahui apakah hasil belajar sub kompetensi menguasai gambar teknik elektronika siswa yang Tabel desain penelitian Kelas (R) EI (R) EII Perlakuan XEI XEII

diajar dengan menggunakan alat peraga Microsoft power point 2000 lebih tinggi daripada hasil belajar siswa yang diajar menggunakan alat peraga wallchart B. Tempat dan waktu penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SMKN 39 Jakarta pada kelas I program keahlian teknik elektronika industri semester I I tahun ajaran 2005/2006. jadwal dan waktu sesuai dengan kurikulum untuk criteria kinerja identifikasi dan prosedur gambar teknik elektronika berdasarkan pada standar gambar teknik listrik dan elektronika C. Metode penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen. Penelitian dilakukan terhadap kelompokkelompok yang homogen, terdiri atas 2 kelompok. Kelompok pertama adalah kelompok yang diajar dengan menggunakan alat peraga Microsoft power point 2000 dan kelompok kedua adalah kelompok yang diajar dengan menggunakan alat peraga wallchart. D. Desain Penelitian Desain penelitian yang digunakan adalah sebagai berikut :

Pasca Tes Y Y Data penelitian diperoleh dari hasil belajar sub kompetensi menguasai gambar teknik elektronika siswa pada keals eksperimen I dan II yang diperoleh dari skor pilihan ganda pada criteria kinerja identifikasi dan prosedur gambar teknik elektronika berdasarkan pada standar gambar teknik listrik dan elektronika. E. Teknik Pengambilan Sampel

Keterangan : E1 : Kelas eksperimen I (alat peraga Microsoft power point 2000) E2 : Kelas eksperimen II (alat peraga wallchart) XEI : Perlakuan yang diberikan pada kelas eksperimen I XEII : Perlakuan yang diberikan pada kelas eksperimen II Y : Tes akhir yang sama pada tiga kelas R : Proses pemilihan subjek secara acak

Teknik yang dilakukan untuk memperoleh sampel penelitian adalah teknik random sampling, kemudian dilakukan pengamatan terhadap seluruh siswa pada kelas terpilih dengan : 1. Populasi target pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas I SMKN 39 Jakarta semester II tahun ajaran 2005/2006 2. Populasi terjangkau adalah seluruh siswa kelasa I program keahlian teknik elektronika industri SMKN 39 Jakarta semester II tahun ajaran 2005/2006 3. Sampel dipilih dari populasi terjangkau sebanyak dua kelas yang dipilih secara acak (random sampling). F. Teknik Pengumpulan Data 1. Variabel yang diteliti adalah (a) Variabel bebas : Pembelajaran dengan menggunakan alat peraga microsoft power point 2000 dan pembelajaran dengan menggunakan alat peraga wallchart (b) Variabel terikat : hasil belajar sub kompetensi menguasai gambar teknik elektronika. 2. Data penelitian terdiri dari data primer dan sekunder. Data primer adalah nilai tes ulangan harian siswa pada kelas eksperimen I dan II setelah kedua kelas diberi perlakuan. Data sekunder adalah nilai praktik gambar siswa kelas eksperimen I dan II. G. Instrumen Penelitian Instrumen penelitian yang digunakan adalah tes ulangan yang disusun sendiri oleh peneliti sebanyak 40 soal pilihan ganda. Setiap soal skor 1 jika jawaban benar dan 0 jika jawaban salah. Instrumen berdasarkan pada aspek kognitif yang meliputi ingatan dan aplikasi. 1. Hasil uji coba instrument Dari 40 soal yang diuji coba hanya 36 soal yang memenuhi syarat test yang baik, syarat tes tersebut yaitu : a. Pengujian validitas

Uji validitas yang digunakan dalam instrument ini adalah validitas isi dengan rumus :

Keterangan : : koefisien korelasi biserial Mp : rerata skor dari subjek yang menjawab betul bagi item yang dicari validitasnya Mt : rerata skor total St : standar deviasi dari skor total P : proporsi siswa yang menjawab benar ( P = banyaknya siswa yang benar ) Jumlah seluruh siswa q : proporsi siswa yang menjawab salah (q = 1-P) b. Pengujian Realibilitas Realibilitas tes menentukan ketepatan atau ketelitian suatu alat evaluasi ( tes). Rumus yang digunakan KR – 20 yaitu :

keterangan : r11 : Realibilitas tes secara keseluruhan p : proporsi subjek yang menjawab item dengan benar q : proporsi subjek yang menjawab item dengan salah (q = 1-p) Σpq : jumlah hasil perkalian antara p dan q K : banyaknya item S2 : varian tes Klasifikasi koefisien realibilitas : r11 : 0,800 -1,000 : sangat tinggi : tinggi r11 : 0,600 – 0,800 r11 : 0,400 – 0,600 : cukup r11 : 0,200 – 0,400 : rendah : Sangat rendah r11 : 0,000 – 0,200 Dari hasil uji coba instrument diperoleh koefisien realibilitas instrument tes

sebesar 0,914 berarti tergolong sangat tinggi c. Pengujian taraf kesukaran Rumus yang digunakan adalah P = B Js Keterangan : P : indeks kesukaran B : banyaknya siswa yang menjawab soal dengan benar Js : jumlah seluruh siswa peserta tes Klafikasi indeks kesukaran : 0,00 - 0,29 : sukar 0,30 – 0,69 : sedang 0,70 – 1,00 : mudah Dari hasil uji coba instrument diperoleh indeks kesukaran antara 0,13 – 0,80 dan rata-rata 0,51 d. Pengujian daya pembeda soal Daya pembeda soal adalah kemampuan suatu soal untuk membedakan antara siswa yang berkemampuan tinggi dan rendah dengan menggunakan D = PA-PB = BA _ BB JA JB Keterangan : D : indeks disriminasi (daya pembeda) J : jumlah peserta tes JA : banyaknya peserta kelompok atas JB : banyaknya peserta kelompok bawah BA : banyaknya peserta kelompok atas yang menjawab benar BB : banyaknya peseta kelompok bawah yang menjawab benar PA : proporsi peserta kelompok atas yang menjawab benar PB : proporsi peserta kelompok bawah yang menjawab benar Klasifikasi daya pembeda soal : D < 0,00 : sangat jelek D = 0,00 – 0,19 : jelek D = 0,20 – 0,19 : cukup D = 0,40 – 0,69 : baik D = 0,70 – 1,09 : baik sekali

Dari hasil uji coba instrument diperoleh daya pembeda soal antara – 0,13 – 0,67 dan rata-rata 0,36. H. Hipotesis Statistik Ho : µ1 = µ2 Hi : µ1 > µ2 Keterangan : µ1 = rata-rata hasil belajar menggunakan alat peraga microsoft power point 2000 µ2 = rata-rata hasil belajar menggunakan alat peraga wallchart Teknik Analisis Data Uji prasyarat analisis data Uji homogenitas menggunakan uji fisher dengan taraf signifikan α = 0,05 Hipotesis statistik : Ho : σ12 = σ22 H1 : σ12 ≠ σ22 Rumus uji fisher adalah : F = Varians terbesar Varians terkecil Kriteria pengujian, terima Ho jika : Fhitung ≥ F1/2 α (n1-1, n2-1) b. Uji normalitas menggunakan uji liliefors dengan taraf signifikan α = 0,05 Hipotesis statistik Ho : data berdistribusi normal H1 : data tidak berdistribusi normal Uji Analitas Data Untuk menguji hipotesis digunakan uji – t dengan taraf signifikan α=0,05 Jika kondisi kelas eksperimen I dan II homogen ( σ12 = σ22), maka statistik uji yang digunakan untuk melakukan uji rata-rata adalah 2. I. 1. a.

yang diajar menggunakan alat peraga Microsoft Power Point 2000 Tes hasil belajar sub kompetensi menguasai gambar teknik elektronika didapat nilai terendah Dengan s derajat kebebasan (dk) = ( n1 + n2 – 2) kriteria pengujian, tolak Ho jika t > t1-1/2α Hasil Penelitian 1. Hasil belajar sub kompetensi menguasai gambar teknik elektronika 6,00 dan nilai tertinggi 9,06 dan nilai rata-rata sebesar 7,38, simpangan baku 0,792, modus 7,58 dan median 7,41. Tabel distribusi frekuensi hasil belajar sub kompetensi menguasai gambar teknik elektronika kelas eksperimen I

No 1 2 3 4 5 6

Titik Tengah Xi 6,00-6,40 6,20 6,50-6,90 6,70 7,00-7,40 7,20 7,50-7,90 7,70 8,20 8,00-8,40 8,50-8,90 8,70 Jumlah (Σ) Interval Kelas

Batas Nyata 5,95-6,45 6,45-6,95 6,95-7,45 7,45-7,95 7,95-8,45 8,45-8,95

Frekuensi Absolut (fi) 5 4 7 9 3 3 31

Frekuensi Komulatif 5 9 16 25 28 31

Frekuensi Relatif (%) 16,13 12,90 22,58 29,03 9,68 9,68 100

2. Hasil belajar sub kompetensi menguasai gambar teknik elektronika yang diajar menggunakan alat peraga wallchart. Tes hasil belajar sub kompetensi gambar teknik elektronika diperoleh nilai terendah 4,75 dan nilai
No 1 2 3 4 5 6 Titik Tengah Xi 4,75 – 5,15 4,95 5,25 – 5,65 5,45 5,75 – 6,15 5,95 6,25 – 6,65 6,45 6,75 – 7,15 6,95 7,25 – 7,65 7,45 Jumlah (Σ) Interval Kelas Batas Nyata 4,70 – 5,20 5,20 – 5,70 5,70 – 6,20 6,20 – 6,70 6,70 – 7,20 7,20 – 7,70

tertinggi 7,61, nilai rata-rata sebesar 6,57, simpangan baku 0,832, modus 7,26 dan median 6,66. Tabel distribusi frekuensi hasil belajar sub kompetensi menguasai gambar teknik elektronika kelas eksperimen II
Frekuensi Absolut (fi) 3 2 5 6 7 8 31 Frekuensi Komulatif 3 5 10 16 23 31 Frekuensi Relatif (%) 9,68 6,45 16,13 19,35 22,58 25,81 100

1.

Pengujian Persyaratan Analisis Uji Homogenitas Dari hasil pengujian diperoleh Fhitung = 1,105

Ftabel = 0,482 pada taraf signifikan α = 0,05 dengan derajat kebebasan pembilang 30 dan derajat kebebasan penyebut 30, karena Fhitung ≥ 0,482 pada taraf signifikan α = 0,05, maka

2.

Varians kedua kelas setelah diberi perlakuan “sama” Uji Normalitas Dari hasil pengujian pada kelas eksperimen I diperoleh harga Lo =0,0768, L tabel =0,1591 pada taraf signifikan α = 0,05, untuk n =31. Dari hasil pengujian pada kelas eksperimen II diperoleh harga Lo = 0,1056, L tabel = 0,1591 pada taraf signifikan α = 0,05, untuk n = 31, karena Lo < L tabel pada kedua kelas maka data hasil belajar kelas eksperimen I dan II berasal dari populasi berdistribusi norma’

Pengujian Hipotesis Menggunakan uji – t, berdasarkan hasil perhitungan diperoleh t hitung = 3,932 dan t tabel = 1,671 pada taraf signifikan α = 0,05 dengan derajat kebebasan 60, karena t hitung > t tabel maka Ho (Hipotesis Nol) ditolak, berarti hasil belajar sub kompetensi menguasai gambar teknik dengan menggunakan alat peraga Microsoft Power Point 2000 lebih tinggi dari pada hasil belajar dengan menggunakan alat peraga Wallchart.

Kesimpulan Berdasarkan hasil analisis data dan pengujian hipotesis penelitian, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut : Rata-rata nilai hasil belajar sub kompetensi menguasai gambar teknik elektronika siswa yang diajar dengan menggunakan alat peraga Microsoft Power Point 2000 sebesar 7,38 dan ratarata nilai hasil belajar sub kompetensi menguasai gambar teknik elektronika siswa yang diajar dengan menggunakan alat peraga Wallchart sebesar 6,57, sehingga hasil belajar sub kompetensi menguasai gambar teknik elektronika siswa yang diajar dengan menggunakan alat peraga Microsoft Power Point 2000 lebih tinggi dari pada hasil belajar siswa yang diajar dengan menggunakan alat peraga Wallchart. Penelitian ini diharapkan guru hendaknya menggunakan alat peraga Microsoft Power Point 2000 dalam proses belajar mengajar di kelas, agar dapat mengingkatkan hasil belajar siswa dan pihak sekolah hendaknya memberikan fasilitas dan keleluasaan lebih terhadap guru dan siswa agar proses belajar mengajar di kelas berjalan dengan baik .

Daftar Pustaka Azhar Arsyad. (2005). Media pembelajaran, (cetakan ke VI). Jakarta : PT Raja Grafindo Persada. Depdiknas. (2004). Kurikulum SMK edisi 2004 bagian I program keahlian teknik Elektronika Industri. Jakarta : Sekjen Depdiknas. Endang Sri Rejeki. (2001). Meningkatkan minat belajar Biologi melalui model pembelajaran team games tournament. Pelangi Pendidikan Vol 4 (1).

Ngalim Purwanto. (1982). Prinsip dan teknik evaluasi pendidikan. Jakarta Wijaya Yusuf hadi Miarso/ (1984)/ Teknologi Komunikasi pendidikan. Jakarta : CV Rajawali

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->