Anda di halaman 1dari 4

almanhaj.or.id - Keterasingan Sunnah Dan Ahlu Sunnah Di Tengah Marakn... http://www.almanhaj.or.

id/content/2720/slash/0

Cari

HOME
ADAB DAN PERILAKU
AHKAM
AKHLAK
AKTUAL
AL-ILMU
AL-IRHAB = TERORISME Kategori As-Sunnah
AL-MANHAJ AS-SALAFY
AL-MASAA'IL Keterasingan Sunnah Dan Ahlu Sunnah Di Tengah Maraknya
AL-QUR'AN
Bid'ah Dan Ahli Bid'ah
AL-QUR'AN : ILMU
AL-QUR'AN : TAFSIR Rabu, 9 Juni 2010 16:51:37 WIB
AL-WALA' DAN AL-BARA'
AL-WASAILU AL-MUFIDAH KETERASINGAN SUNNAH DAN AHLU SUNNAH DI TENGAH MARAKNYA BID'AH DAN AHLI
BID'AH
AMALAN SUNNAH
ANAK-ANAK MUSLIM Oleh
AQIDAH AHLUS SUNNAH Ustadz Abu Ihsan al Atsari
AQIDAH AL-WASITHIYAH
AQIDAH EMPAT IMAM
AR-RASAA-IL HUKUM
Abdullah bin Umar Radhiyallahu 'anhuma berkata: "Semua bid'ah sesat walaupun seluruh
AS-SAA'AH : AD-DAJJAL
manusia menganggapnya baik."[1]
AS-SAA'AH : AL-MAHDI
AS-SAA'AH : NABI ISA Ucapan Ibnu Umar Radhiyallahu 'anhuma ini menjadi peringatan bagi siapa saja, bahwa
AS-SUNNAH kwantitas atau jumlah bukan ukuran kebenaran. Salah satu kaidah yang telah disepakati oleh
AS-SUNNAH DALAM ISLAM ulama menyatakan: "Popularitas sebuah perbuatan dan penyebarannya, sama sekali tidak
BAI'AT menunjukkan kebolehannya, sebagaimana halnya keterasingan sebuah perbuatan, bukan dalil
BID'AH DAN BAHAYANYA
bahwa perbuatan itu dilarang".
BIRRUL WALIDAIN
Ibnu Muflih mengatakan di dalam kitab Al Adabusy Syar'iyyah (I/263): "Perlu diketahui,
DAKWAH, TARBIYAH banyak perbuatan yang dilakukan oleh mayoritas manusia justru bertentangan dengan syariat.
DEMOKRASI DAN POLITIK Lalu perbuatan itu menjadi populer di tengah-tengah mereka. Lalu banyak pula manusia yang
DO'A, DZIKIR, TAUBAT mengikuti perbuatan mereka tersebut. Satu hal yang sudah jelas bagi seorang yang berilmu
FATAWA 'ARKANIL ISLAM ialah menolak hal tersebut, baik diungkapkan lewat perkataan maupun perbuatan. Janganlah ia
FIQIH IBADAH mundur karena merasa asing dan karena sedikitnya pendukung".
FIRAQ
Imam an Nawawi rahimahullah berkata: "Janganlah seorang insan terpedaya dengan
FOKUS UTAMA banyaknya orang-orang yang melakukan perbuatan yang dilarang melakukannya, yaitu
GAMBAR, LAGU, PERMAINAN orang-orang yang tidak mengindahkan adab-adab Islam. Ikutilah perkataan al Fadhl bin Iyadh,
HADITS ia berkata: Janganlah merasa asing dengan jalan hidayah karena sedikitnya orang yang
HAJJI DAN UMRAH melaluinya. Dan jangan pula terpedaya dengan banyaknya orang-orang yang sesat binasa."[2]
HARI RAYA = IED
Abul Wafaa' Ibnu 'Uqail berkata di dalam kitab al Funun: "Siapa saja yang membangun
HIZBIYYAH DAN HAROKAH
aqidahnya di atas dalil, maka tidak perlu ia berkamuflase untuk menenggang orang lain. Allah
JENAZAH : KEMATIAN,
berfirman:
MAYIT
JIHAD FII SABILILLAH
JUAL BELI






KELUARGA & MASALAHNYA
KESEMPURNAAN ISLAM "Apakah jika dia wafat atau dibunuh kamu berbalik ke belakang (murtad)" [Ali Imran : 144]
KURBAN DAN AQIQAH
Dalam hal ini Abu Bakar ash Shiddiq Radhiyallahu a'nhu termasuk orang yang tetap teguh
MA'RUF NAHI MUNGKAR
menghadapi simpang siur pendapat manusia. Tekanan-tekanan dari kanan dan kiri yang kerap
MABHATS kali membuat manusia tergelincir tidaklah membuat beliau Radhiyallahu 'anhu labil atau maju
MAKANAN, SEMBELIHAN mundur..."
MANHAJ
MEDIA DAN SARANA Demikianlah seharusnya seorang mukmin yang memegang teguh Sunnah Nabi Shallallahu
MU'AMALAT DAN RIBA
'alaihi wa sallam di tengah maraknya bid'ah dan ahli bid'ah. Dia harus memiliki pendirian yang
kuat dan tidak terpengaruh dengan tekanan-tekanan di kanan kirinya, yang terkadang
MUJMAL AHLISSUNNAH

1 of 5 21/06/2010 5:22 AM
almanhaj.or.id - Keterasingan Sunnah Dan Ahlu Sunnah Di Tengah Marakn... http://www.almanhaj.or.id/content/2720/slash/0

NASEHAT membuatnya goyah dan mundur ke belakang. Banyak saudara kita dari kalangan ahlu sunnah
NIKAH menjadi lemah pendiriannya karena merasa terasing di tengah masyarakatnya yang rata-rata
NIKAH : TALAK - RUJUK sebagai pelaku bid'ah. Dia sering dianggap asing dan aneh. Lalu penyakit futurpun mulai
menyerang hatinya, sehingga mulailah sikapnya melemah, sedikit demi sedikit dan lambat laun
PAKAIAN DAN PERHIASAN
ia mengikuti bid'ah-bid'ah tersebut. Ambillah pelajaran dari keteguhan sikap Abu Bakar
PENGOBATAN PENYAKIT Radhiyallahu 'anhu dalam menjalankan pesan-pesan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam.
PERPECAHAN UMAT ! Perlu ia camkan baik-baik, bahwa ia sendirilah yang akan mempertanggung jawabkan amal
PRINSIP DASAR ISLAM perbuatannya, bukan orang lain. Jadi, janganlah ia terpengaruh dengan ucapan-ucapan jahil di
PROPAGANDA SESAT kanan kirinya. Terutama bagi orang awam yang sering menjadikan jumlah sebagai ukuran.
PUASA Seperti perkataan mereka, bagaimana dihukumi sesat atau bid'ah, sementara kaum muslimin
sejak dahulu sampai sekarang terus melakukannya? Atau perkataan mereka, mungkinkah
PUASA : FIQIH PUASA
perbuatan itu disebut bid'ah, padahal banyak orang yang membolehkan dan bahkan
PUASA : I'TIKAAF
mengerjakannya?
QADHA DAN QADAR
RIFQON AHLASSUNNAH Banyak sekali ayat yang menjelaskan, jumlah yang banyak sering kali memperdaya manusia.
RIZQI, HARTA, NAFKAH Diantaranya adalah firman Allah:
SHALAT








SIHIR, JIN, PERDUKUNAN
SIKAP KEPADA KAFIR
"Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi ini, niscaya mereka
SIYASI WAL FIKRI akan menyesatkanmu dari jalan Allah". [Al An'am : 116].
SUMPAH DAN NADZAR
SYARHU USHULIL IMAN









SYUBHAT DAN JAWABAN
TAUHID
"Katakanlah: "Tidak sama yang buruk dengan yang baik, meskipun banyaknya yang buruk itu
menarik hatimu, maka bertakwalah kepada Allah hai orang-orang berakal, agar kamu
TAUHID PRIORITAS UTAMA
mendapat keberuntungan". [Al Maidah : 100].
TAZKIYATUN NUFUS
TOLERANSI Allah Azza wa Jalla telah menegaskan, bahwa manusia yang menentang itu memang lebih
USHUL AHLISSUNNAH banyak jumlahnya:
WANITA : DARAH WANITA
WANITA : FIQIH SHALAT







WANITA : KESEHATAN
"Dan sebahagian besar manusia tidak akan beriman, walaupun kamu sangat
WANITA : KONSULTASI menginginkannya". [Yusuf:103].
WANITA : MUSLIMAH
WANITA : THAHARAH Sebaliknya, merupakan sunnatullah bahwa para pengikut kebenaran dan yang tetap teguh di
WANITA : WASIAT atas perintah Allah itu jumlahnya sedikit. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
WARIS, HIBAH, HADIAH





ZAKAT

"Dan tidaklah beriman bersama dengan Nuh itu kecuali sedikit saja".[Huud : 40].

Dan Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

"Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang shalih; dan amat sedikitlah
mereka ini". [Shad : 24].

Allah juga telah menyebutkan salah satu karakteristik pengikut setia ajaran para nabi itu lebih
sedikit jumlahnya dibandingkan dengan orang-orang yang menentang.

"(Fir'aun berkata): "Sesungguhnya mereka (Bani Israil) benar-benar golongan kecil (sedikit
jumlahnya)". [Asy Syu'araa : 54].

Dan Allah berfirman:

"Dan sedikit sekali dari hamba-hambaKu yang berterima kasih" [Saba' : 13].

Masih banyak lagi ayat-ayat yang semakna dengan ini.

Al Allamah Ibnu Qayyim al Jauziyah berkata di dalam kitab Ighatsatul Lahfaan min
Mashaayidis Syaithaan, hlm. 132-135: "Orang yang mempunyai bashirah dan kejujuran,
tidaklah merasa asing karena sedikitnya pendukung dan karena kehilangan dukungan. Apabila
hatinya merasa telah menyertai generasi awal yang telah Allah beri nikmat atas mereka dari

2 of 5 21/06/2010 5:22 AM
almanhaj.or.id - Keterasingan Sunnah Dan Ahlu Sunnah Di Tengah Marakn... http://www.almanhaj.or.id/content/2720/slash/0

kalangan nabi, para shiddiqin, para syuhada' dan orang-orang shalih, sungguh mereka adalah
sebaik-baik penyerta. Keterasingan seorang hamba dalam perjalanannya menuju Allah
merupakan bukti ketulusan niatnya".

Ishaq bin Rahuyah pernah ditanya tentang sebuah masalah, lalu iapun menjawabnya.
Kemudian dikatakan kepadanya: "Sesungguhnya saudaramu, Imam Ahmad bin Hambal juga
berpendapat seperti itu". Maka beliau berkata: "Aku kira tidak ada orang lain yang sependapat
denganku dalam masalah ini".

Setelah nyata kebenaran itu bagimu, maka janganlah merasa asing karena tidak ada orang
yang menyertaimu. Karena apabila kebenaran itu bersinar, maka cahayanya akan tampak dan
tidak butuh lagi penguat untuk menguatkannya. Hati dapat menilai kebenaran sebagaimana
mata dapat melihat matahari. Apabila seseorang telah melihat matahari, maka tidak perlu lagi
bukti lain untuk menguatkan pengelihatannya itu.

Sungguh baik apa yang dikatakan oleh Abu Muhammad Abdurrahman bin Ismail Abu Syaamah
dalam bukunya al Hawaadits wal Bida': "Perintah untuk melazimi jama'ah, maksudnya ialah
melazimi kebenaran dan mengikutinya walaupun yang mengikutinya sedikit dan yang
menyelisihinya banyak jumlahnya. Karena kebenaran itu ialah yang dipegang oleh jama'ah
pertama dari zaman Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam dan sahabat beliau. Jadi, janganlah
engkau melihat banyaknya pelaku bid'ah sesudah mereka".

Amru bin Maimun al Audi berkata: "Aku menyertai Mu'adz di Yaman, dan aku tidak
meninggalkannya hingga aku memakamkan jenazahnya di Syam. Kemudian sesudah itu aku
menyertai orang yang paling faqih, Abdullah bin Mas'ud Radhiyallahu 'anhu. Aku mendengar
beliau mengatakan, hendaklah kalian memegang teguh jama'ah. Karena tangan Allah di atas
jama'ah. Kemudian suatu hari aku mendengar beliau berkata, nanti kalian akan diperintah oleh
para penguasa yang mengakhirkan shalat dari waktunya. Shalatlah kalian tepat pada
waktunya, itulah shalat fardhu bagi kalian, lalu shalatlah bersama mereka, dan itu menjadi
shalat sunnat bagi kalian," maka aku berkata: "Wahai sahabat Rasulullah, aku belum paham
apa yang engkau sampaikan itu".

"Apa itu?" selidik beliau.

Aku berkata, Engkau suruh aku mengikuti jama'ah dan menganjurkanku kepadanya. Kemudian
engkau katakana, Shalatlah sendiri di awal waktu, dan itu menjadi shalat wajib bagi kalian.
Lalu shalatlah bersama jama'ah, dan itu menjadi shalat sunnat."

Maka Ibnu Mas'ud berkata: "Wahai Amru bin Maimun! Tadinya aku kira engkau adalah orang
yang paling paham di kampung ini. Tahukah engkau, apa itu jama'ah?"

Aku menjawab: "Tidak!"

Beliau berkata: "Sesungguhnya mayoritas manusia itulah yang menyelisihi jama'ah.


Sesungguhnya jama'ah itu adalah yang sesuai dengan kebenaran, walaupun engkau seorang
diri" [3].

Nu'aim bin Hammad berkata: "Yakni apabila jama'ah manusia sudah rusak, maka hendaklah
engkau mengikuti jama'ah awal sebelum rusak, walaupun engkau seorang diri. Karena
engkaulah jama'ah di kala itu".

Cobalah simak perkataan Imam al Auzaa'i berikut ini: "Hendaklah engkau mengikuti jejak
Salaf, walaupun manusia menolakmu. Dan tinggalkanlah pendapat manusia, walaupun mereka
menghiasinya dengan kata-kata manis".

Demikianlah kondisinya, seperti yang digambarkan oleh al Hasan al Bashri: "Sesungguhnya


Ahlu Sunnah adalah yang minoritas jumlahnya pada masa lalu dan pada masa yang akan
datang".

Seperti itulah kondisi yang dialami oleh al Imam asy Syatibi dalam menghadapi orang-orang
pada zamannya. Beliau menuturkan : "Aku dihadapkan kepada dua pilihan. Aku tetap
mengikuti sunnah tetapi menyelisihi adat kebiasan manusia. Maka aku pasti mengalami apa
yang dialami oleh siapa saja yang menyelisihi adat kebiasaan. Apalagi mereka menganggap
adat yang mereka lakukan itu adalah sunnah. Jelas, hal itu merupakan beban yang berat,
namun di dalamnya tersedia pahala yang besar. Atau aku mengikuti adat kebiasaan mereka
tetapi menyelisihi sunnah dan Salafush Shalih. Maka akupun dimasukkan ke dalam golongan
orang-orang sesat, wal iyadzu billah. Hanya saja, aku dipandang telah mengikuti adat,
dipandang sejalan dan bukan orang yang menyelisihi. Maka aku lihat, bahwa hancur karena
mengikuti sunnah adalah jalan keselamatan. Sesungguhnya manusia itu tidak ada gunanya
bagiku nanti di hadapan Allah".

3 of 5 21/06/2010 5:22 AM
almanhaj.or.id - Keterasingan Sunnah Dan Ahlu Sunnah Di Tengah Marakn... http://www.almanhaj.or.id/content/2720/slash/0

Itulah makna dari sabda Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam.

"Sesungguhnya Islam itu awalnya asing, kemudian akan kembali menjadi asing seperti
awalnya, maka beruntunglah orang-orang yang dianggap asing".

Coba simak wasiat Sufyan ats Tsauri rahimahullah berikut ini: "Tempuhlah jalan kebenaran
dan janganlah merasa asing karena sedikitnya orang-orang yang melaluinya sehingga
membuatmu ragu-ragu".

Bukankah ketika Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam mengabarkan tentang perpecahan


umat ini menjadi tujuh puluh tiga golongan yang selamat darinya cuma satu golongan saja?
Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda.

"Umat Yahudi terpecah belah menjadi tujuh puluh satu golongan. Umat Nasrani terpecah belah
menjadi tujuh puluh dua golongan. Dan umat ini akan terpecah belah menjadi tujuh puluh tiga
golongan".[4]

Kemudian Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam menjelaskan satu golongan yang selamat itu:

"Semuanya masuk neraka kecuali satu golongan, yaitu al Jama'ah" [5]

Adapun tentang tafsir al jama'ah telah kita sebutkan di atas.

Kesimpulannya, janganlah kita terpukau dengan banyaknya bid'ah dan para pelakunya. Jangan
pula kita merasa asing dalam mengamalkan Sunnah karena sedikitnya jumlah orang-orang
yang mengikutinya. Karena yang menjadi ukuran adalah hujjah dan dalil al Qur`an dan as
Sunnah menurut pemahaman Salaf, bukan kwantitas atau jumlah.

Maraji :
1. Ilmu Ushul Bida', Syeikh Ali Hasan Ali Abdul Hamid.
2. Al I'tishaam, Al Imam asy Syathibi.
3. Al Adabusy Syar'iyyah, Ibnu Muflih.
4. Syarah Ushul I'tiqad Ahlu Sunnah wal Jama'ah, Al Laalikaai.
5. Tafsir Ibnu Katsir.
6. Al Bida' al Hauliyah.

[Disalin dari Majalah As-Sunnah Edisi 09/Tahun IX/1426H/2005M. Diterbitkan Yayasan Lajnah
Istiqomah Surakarta, Alamat Jl. Solo-Puwodadi Km.8 Selokaton Gondangrejo Solo 57183,
Telp. 0271-761016]
________
Footnotes.
[1]. Diriwayatkan oleh al Laalikaai (nomor 126), Ibnu Baththah (205), al Baihaqi dalam kitab al
Madkhal Ilas Sunan (191), Ibnu Nashr dalam kitab as Sunnah (nomor 70).
[2]. Ucapan ini dinukil oleh adz Dzahabi dalam kitab Tasyabbuhil Khasis, halaman 33.
[3]. Al-Laalikaai dalam as Sunnah (nomor 160)
[4]. Hadits riwayat Ahmad dalam Musnad-nya (II/332), Abu Dawud dalam Sunan-nya (V/4)
dalam kitab as Sunnah hadits nomor 4596. Lafazh di atas adalah riwayat Abu Dawud, at
Tirmidzi dalam Jami'-nya (IV/134-135) dalam Abwaabul Imaan, hadits nomor 2778, beliau
berkata: Hadits hasan shahih. Ibnu Majah dalam Sunan-nya (II/1321) dalam kitab al Fitan
hadits nomor 3991 secara ringkas.
[5]. Diriwayatkan oleh Ibnu Majah dalam Sunan-nya (II/1322) dalam kitab al Fitan, hadits
nomor 3993, dalam az Zawaa-id dikatakan: "Sanadnya shahih dan perawinya tsiqah".

ARSIP ARTIKEL TAUHID MUSLIMAH REDAKSI

Obat Penyakit Riya

4 of 5 21/06/2010 5:22 AM