Anda di halaman 1dari 5

TUGAS REVIEW MAKALAH

MATA KULIAH PAKAN RUMINANSIA

DEVELOPING RUMEN FERMENTATION


WITH DIRECT FEED MICROBIA
Lyming kung Jr

Oleh :
Fatimah
H4A 008 017

JURUSAN MAGISTER ILMU TERNAK


FAKULTAS PETERNAKAN
UNIVERSITAS DIPONEGORO
SEMARANG
2009
PENDAHULUAN

Pertumbuhan ternak ruminansia muda yang dipelihara pada kondisi yang


tidak steril akan memacu petrumbuhan mikro organism di dalam saliran
pencernaannya. Keberadaan mikrobia tersebut ternyata berdampak positif pada
pertumbuhan ternak khususnya membantu pada proses pencernaan. Beberapa
penelitian mengenai peran mikrobia rumen menunjukkan ada beberapa jenis
mikrobia di dalam rumen yang memiliki kemampuan mencerna pakan dengan
substrat tertentu sehingga sangat bermanfaat untuk meningkatkan pemanfaatan
pakan guna meningkatkan produktifitas ternak.

DIRECT FEED MICROBIAL

Tujuan Pemberian preparat microbial pada ternak ruminansia di masa dulu


hanya sebatas pada tindakan kuratif agar ternak lebih tahanterkena serangan
penyakit khususnya pada saat ternak stress. Namun penelitian selanjutnya
menyatakan bahwa pemberian preparat mikrobia mampu membantu
meningkatkan produktifitas ternak. Oleh karena itu departemen pengawasan
makanan dan obat Amerika Serikat berkolaborasi dengan departemen pertanian
serta pabrik pakan mencoba menciptakan feed aditiv berbasis pemanfaatan
mikrobial.
Penggunaan mikrobial sebagai feed aditiv pada mulanya beranggapan bahwa
kolonisasi microbial mampu menghambat kolonisasi bakteri patogen dalam
saluran pencernaan dengan bersaing mendapatkan nutrisi&wilayah namun seiring
pesatnya penelitian penggunaan mikrobial sebagai feed aditiv, penggunaan DFM
memberikan manfaat antara lain:
Menghasilkan produk antibakterial (asam, antibiotik)
Produksi nutrien yang bermanfaat bagi ternak (AA, Vit)
Produksi stimulator pertumbuhan bagi MO lain di saluran pencernaan
Produksi enzym pencernaan
Memetabolis/detotsifikasi komponen berbahaya
Menstimilasi respon imun bagi ternak
JENIS MIKROBIAL YANG DIGUNAKAN SEBAGAI DFM

Jenis mikrobial yang digunakan sebagai DMF adalah jenis bakteri dan fungi.
Berdasarkan atas beberapa penelitian terdahulu, baktri yang digunakan sebagai
DFM antara lain adalah :
lactobacilli (Lactobacillus acidophilus)
bifidobacterium
Enterococcus
Bacillus
Berikut beberapa penelitian mengenai pengunaan berbagai jenis mikrobia
sebagai DFM
Table 1. Jenis Bakteri Potensial Sebagai DFM untuk Ruminansia
Jenis fungi yang digunakan sebagai feeed additive antara lain adalah
1. Saccharomyces cerevisiae
2. Aspergillus oryzae
Kinerja fungi sebagai DFM adalah dengan merubah laju fermentasi dalam rumen
sehingga diperoleh pH rumen yang lebih optimal bagi pertumbuhan bakteri
selulolitik. Kondisi pH yang cenderung asam mendekati normal tersebut akan
menghambat pertumbuhan bakteri pathogen dan bakteri pembusuk namun
meningkatkan populasi bakteri pemecah serat. Peningkatan jumlah bakteri
pemecah serat akan meningkatkan efisiensi pencernaan pakan berserat sehingga
produksi VFA sebagai sumber energy akan meningkat dan produktifitas ternak
khususnya pada ternak perah (produksi susunya) akan meningkat pula.

Bentuk DFM yang menggunaan fungi ada 3 macam yakni :


1. DFM yang disusun dari Saccharomyces cerevisiae yang masih hidup
2. DFM yang disusun dari Saccharomyces cerevisiae dan kultur ekstrak
organism lain yang sudah mati.
3. DFM yang tersusun dari Aspergillus oryzae beserta produk fermentasinya
Berikut beberapa penelitian mengenai potensi fungi sebagai DFM
Table 2. Jenis Fungi Potensial Sebagai DFM untuk Ruminansia
Pemberian DFM pada ternak telah dikemas sedemikian rupa sehinnga dapat
diberikan dalam bentuk :

Dicampur dengan pakan

Dalam bentuk kapsul

Dalam bentuk pasta

KESIMPULAN

Kesimpulan yang dapat diambil dari uraian diatas adalah penggunaan


mikrobia sebagai feed additive mampu meningkatkan efisiensi penggunaan pakan
sehingga efisiensi produktifitas ternak juga semakin tinggi. Mikrobia yang
digunakan sebagai DFM adalah jenis bakteri dan fungi dimana mampu membantu
proses pencernaan pakan khususnya pakan berserat.