P. 1
Hormon Pertumbuhan (Growth Hormone, Gh)

Hormon Pertumbuhan (Growth Hormone, Gh)

|Views: 4,291|Likes:
Dipublikasikan oleh Rihi Here Wila
Bahan Kuliah
Bahan Kuliah

More info:

Published by: Rihi Here Wila on Jun 22, 2010
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/19/2015

pdf

text

original

HORMON PERTUMBUHAN (GROWTH HORMONE, GH) Rihi Here Wila, dr.

SpA
PENDAHULUAN Salah satu hormon dari Hipofisis anterior SelSel-sel sekretorik hipofisis anterior : 1. Somatotrop (sekresi GH) 2. Laktotrop (prolaktin) 3. Kortikotrop (ACTH dan F-LPH) 4. Tirotrop (TSH) 5. Gonadatrop (LH DAN FSH)

HORMONHORMON-HORMON HIPOFISIS Hipofisis anterior : TSH/tirotropin : merangsang sekresi dan pertumbuhan tiroid ACTH/kortikotropin : merangsang sekresi dan pertumbuhan korteks adrenalis. GH/Somatotropin : percepat pertumbuhan tubuh dan merangsang sekresi IGF-1 IGF-

HORMONHORMON-HORMON HIPOFISIS Hipofisis anterior : FSH : merangsang pertumbuhan folikel ovarium dan spermatogenesis LH : merangsang ovulasi dan luteinisasi folikel ovarium dan sekresi testosteron Prolaktin (PRL) : merangsang sekresi susu F-Lipotropin (F-LPH) : ? (F

HORMONHORMON-HORMON HIPOFISIS Hipofisis posterior : Vasopresin (ADH) : meningkatkan retensi air Oksitosin : menyebabkan pengeluaran susu dan kontraksi uterus hamil.

HORMON PERTUMBUHAN, GH : Patofisiologi Sekresi GH dirangsang oleh GH-releasing GHhormone (GHRH) dari hipotalamus dan mungkin GH-releasing peptide (GHRP) GHHambatan sekresi GH : oleh somatostatin (juga dari hipotalamus) Defisiensi GH : kerusakan aksis, di level hipofisis ataupun hipotalamus, bisa didapat ataupun kongenital.

HORMON PERTUMBUHAN, GH : Patofisiologi Defisiensi GH (GHD) kongenital : Kelainan hipofisis/sindroma penyakit, mis. de Morsier syndrome (defisiensi hormon hipofisis, hipoplasi nervus optikus dan absennya septum lucidum) GHD didapat : trauma, infeksi, iradiasi kepala dan penyakit sistemik spt histiositosis

DEFSIENSI GH (GHD) : Frekuensi Utah, 1 : 3500 anak Sri Lanka, 1 : 1800 anak Newcastle, 1 : 30.000 anak Indonesia (?), penyebab perawakan pendek: organik (41%), familial (41%), GHD (8%), pertumbuhan janin terganggu (7,5%) dan idiopatik (19%).

DEFISIENSI GH (GHD)
Mortalitas dan Morbiditas Mortalitas karena defisiensi hormon lain Morbiditas karena perawakan pendek Ras, jenis kelamin dan umur GHD idiopatik : 85% kulit putih, 6% kulit hitam, 2% keturunan Asia, pada anak laki lebih banyak (73 %), sedang anak wanita 23 % GHD organik : 68 % pada anak laki dan 32 % pada anak wanita.

DEFISIENSI GH (GHD) : DIAGNOSIS
GHD idiopatik biasanya terlambat diagnosa, datang karena perawakan pendek (saat umur > 5 tahun dan pubertas) Syarat untuk work up : TB < 3 persentil Perkiraan TB dewasa < potensi genetik Kecepatan tumbuh < persentil 25 atau < 5 cm per tahun pada anak 4 10 tahun Kecepatan tumbuh melambat setelah umur 3 tahun

DEFISIENSI GH (GHD) : DIAGNOSIS Anamnesis lengkap, meliputi : Umur kehamilan, BB dan PB lahir TB orang tua dalam cm TB anak sesuai potensi genetik :
(TB ibu + 13cm) + TB ayah Anak laki = ------------------------------ ± 8,5 cm 2

DIAGNOSIS GHD : Anamnesis
(TB ayah 13 cm) + TB ibu Anak wanita = ------------------------------- ± 8,5 cm 2

Saat pertama orang tua mengalami puber Pertumbuhan sebelumnya (pernah normal lalu lambat atau memang lambat) Status kesehatan secara umum Riwayat Nutrisi (KEP salah 1 penyebab)

DIAGNOSIS GHD : Pemeriksaan Fisik Ukur TB/BB secara akurat, lalu plot pada kurva pertumbuhan Lihat proporsi ekstremitas terhadap badan Nilai status pubertas (dianjurkan memakai staging dari Tanner) Periksa tanda-tanda klinis sindroma tandaseperti sindroma Turner dsb.

KLASIFIKASI MATURASI SEKS (SEX MATURITY STAGE (SMR) PADA ANAK WANITA (TANNER) Sumber : Nelson Text Book of Pediatric
STAGE PUBIC HAIR 1 Praadolesen 2 Sparse, lightly pigmented straight, medial border of labia. 3 Darker, beginning to curl, increased amount 4 Coarse, curly, abundant but amount less than in adult 5. Adult feminine tirangle, spread to medial surface of thighs BREAST Praadolesen Breast and papilla elevated as small mound; areolar diameter increased Breast and areola enlarged, no contour separation Areola and papilla form secondary mound Mature, nipple projects, areola part of general breast contour

KLASIFIKASI SMR PADA ANAK LAKI-LAKI LAKI(TANNER) Sumber : Nelson Text Book of Pediatric
Stage Pubic Hair Penis Testes 1 None Preadolescent Preadolescent 2 Scanty,long, SlightenlargeSlightenlargeEnlarged scrotum, pink, slightly pigmented ment texture altered 3 Darker, starts Longer Larger to curl, sedikit 4 Resembles adults Larger, glans Larger, scrotum dark sedikit, kasar, curly increased in size 5 Adult distribution, spread to medial Adult size Adult size surface of thighs

DIAGNOSIS GHD Pemeriksaan Pendukung Laboratorium : T4 dan TSH, bikarbonat dan SE, CBC dan LED; di LN : IGF-1 dan IGFIGFBPIGFBP-3 (kalau keduanya rendah, baru diagnosa GHD dapat dibuat), CBC/LED Kariotipe khususnya anak wanita Radiologi : MRI kepala Tes lain : umur tulang (bone age)

DIAGNOSIS GHD Pemeriksaan Pendukung Tes provokasi GH : memberi obat yang bisa menyebabkan hipoglikemi seperti insulin, levodopa, clonidin, glukagon sehingga merangsang sekresi GH. Kalau setelah 2 x provokasi kadar GH tidak o lebih dari 10 Lg/mL GHD Perlu untuk klaim asuransi di LN.

GHD : KAUSA Terbanyak : idiopatik Organik : tumor otak (kraniofaringioma), iradiasi SSP, kelainan anatomi Kelainan genetik.

GHD : TATALAKSANA
Anak dengan short stature cari kausa dan orang tua dijelaskan potensi genetik anak. Tx disesuaikan hasil work up , segera dilakukan Substitusi GH (somatotropin rekombinan), dosis : 15 20 U/m² luas permukaan tubuh per minggu, 6 7 x seminggu

GHD : TATALAKSANA
Substitusi GH (somatotropin rekombinan) : Genatropin, Saizen, Humatrope, Nutropin. Dosis : 0,18 0,3 mg/kgBB/minggu, dibagi dalam 6 7 x suntikan sub kutan dan tidak lebih dari 0,7 mg/kgBB/minggu Respons Tx baik bila terjadi pertambahan TB 9 12 cm/tahun Defisiensi hormon lain harus diatasi; respons Tx dinilai tiap 3 6 bulan (ukur TB dan bone age)

GHD : PENYULIT PENGOBATAN
Metabolisme KH (anti insulin) DM 2 TIK o (sakit kepala, muntah) Gangguan hemostasis cairan edema dan carpal tunel syndrome Slipped capital femoral epiphyses (SCFE) Ginekomastia prepubertal (ringan, jarang) Leukemi (belum ada bukti meyakinkan)

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->