P. 1
SKB EDISI 17

SKB EDISI 17

|Views: 480|Likes:
Dipublikasikan oleh Hamdanil Asykar
SKB EDISI 17
SKB EDISI 17

More info:

Published by: Hamdanil Asykar on Jun 25, 2010
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/26/2011

pdf

text

original

LEMBAGA INDEPENDENT PEMERHATI PEMBANGUNAN & PENDIDIKAN INDONESIA ( LIPPIN ) Jl. Macan No. 70 Jatisampurna Cibubur - Jakarta Telp.

/ Fax 021-84312205 KETUA LIPPIN PUSAT BESERTA STAFF
Mengucapkan

Selamat Hari Raya

Idul Adha 1430 H
“Jadikan Ibadah Qurban untuk mempertebal keimanan kita”

Ketua LIPPIN ttd Drs. ANIS JALAL

Edisi : 17 / Tahun I / 21 November - 05 Desember 2009

Web Site : http://www.skb.20m.com

E-Mail : redaksiskb@yahoo.com

Menpan dan RB.......
harus bisa menyelesaikan grand design reformasi birokrasi, sekaligus road map-nya hingga.................

Badan KBPP.......
A m i n u d i n menyatakan Badan KBPP ingin menerapkan prilaku hidup bersih dan sehat untuk ............

SMAN Gratis....
Wakil Walikota Bekasi menegaskan, Pemkot Bekasi berencana membebaskan biaya pendidikan untuk .....

Hal 4
Berbagai prestasi yang membanggakan telah diraih SMAN 7 Kota Bekasi, mulai dari tingkat kecamatan sampi tingkat Nasional. seperti dalam tahun 2009 ini Sekolah ini berhasil meraih penghargaan sebagai Sekolah Peduli dan Berbudaya Lingkungan atau Sekolah Adiwiyata dari Menteri Negara Lingkunga Hidup. Gubernur Jawa Barat ,
Ahmad Heryawan. Penghargaan tersebut diperoleh setelah SMAN 7 Kota Bekasi berhasil menyisihkan sekolah- sekolah lain dalam lomba UKS kategori sekolah SMA seJawa Barat (Jabar) dan berhasil meraih predikat Terbaik dua.Lomba yang menitik beratkan pada kegiatan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) ini diikuti seluruh sekolah terbaik di tingkat kota dan kabupaten yang terdapat di Provinsi Jabar. Menanggapi prestasi yang telah diraih sekolahnya dalam bidang kesehatan ini, Kepala SMAN 7 Kota Bekasi, H Alwi, M.Pd, didampingi Guru Pembina UKS, Drs Dade Rohmah, mengungkapkan

Hal 7
HUT Kesehatan Nasional Ke-45

Hal 12
UKS dengan siswa-siswa kelas biologi, dalam menata lokasi Tanaman Obat Keluarga di sekolah kami,” paparnya. Keberhasilan yang telah diraih SMAN 7 Kota Bekasi, menurut Alwi, merupakan wujud nyata keberhasilan visi yang dimiliki sekolah ini, yakni unggul dalam prestasi dan disiplin dalam bertindak, serta bertabiat ihsan. “Kami akan selalu upayakan untuk mewujudkan visi ini secara maksimal,” ujarnya. Selain itu, tambah Alwi, SMAN 7 Kota Bekasi memiliki misi yang berkaitan erat dengan dunia pendidikan, lingkungan hidup, dan kesehatan. Beberapa misi itu diantaranya melaksanakan pembelajaran dan bimbingan yang efektif dan menyenangkan, menciptakan warga sekolah yang berdisiplin tinggi, serta menumbuhkan semangat kepedulian dalam menjaga dan memelihara HALAMAN 15

SMAN 7 Kota Bekasi Terima Penghargaan UKS dari Gubernur Jabar

Drs H Alwi, M.Pd

Dalam rangka HUT Kesehatan yang ke-45 ini pun, sekolah ini kembali meraih prestasi, berupa penghargaan sebagai juara dua UKS tingkat Provinsi Jabar,yang mana piala dan penghargaannya di serahkan langsung oleh

Kaur Tata Usaha SMAN 7 Kota Bekasi menerima piala

rasa syukurnya terhadap keberhasilan pihaknya dalam Lomba Sekolah Sehat Tingkat Jabar. “Kami lega, karena kerja keras yang dilakukan para guru, siswa, orangtua siswa, dan masyarakat lingkungan, akhir-

nya memperoleh hasil yang membanggakan, dan tidak menjadi sia-sia,” paparnya kepada SKB. Dalam menghadapi penilaian Lomba Sekolah Sehat, ungkap Alwi, pihaknya telah melakukan per-

siapan-persiapan khusus yang melibatkan para siswa yang tergabung dalam kegiatan ekstrakurikuler UKS di SMAN 7 Kota Bekasi. “Bahkan, kami juga berusaha mengkolaborasikan kegiatan

Nelayan Sukabumi Masuki Musim Paceklik
Sukabumi, SKB
Memasuki musim angin barat, para nelayan dari Kecamatan Palabuhanratu, Simpenan, Cisolok, Ciwaru, Ciemas, Ujung Genteng, Ciracap dan Minajaya, Kecamatan Surade, harus bersiap diri memasuki musim paceklik. Hal ini disebabkan angin yang bertiup cukup kencang, ombak besar, dan hujan deras yang diselingi kilatan petir. Umumnya, nelayan di daerah tersebut masuk kategori kelompok nelayan tradisional, dengan perlengkapan laut yang cukup sederhana. Dampaknya, kalau nelayan tetap memaksakan melaut, tentunya bisa berakibat fatal terhadap keselamatan jiwa.

Wakil Walikota Bekasi Tinjau Ujian Penerimaan CPNSD
Bekasi, SKB
Wakil Walikota Bekasi H Rahmat Effendi, Minggu (22/11), meninjau langsung kegiatan ujian Calon Pegawai Negeri Sipil Daerah (CPNSD) Kota Bekasi Tahun 2009. Titik pantau kegiatan itu, antara lain dilakukan di Unisma dan SMAN 2 Kota Bekasi. Pada kesempatan itu, Wakil Walikota yang didampingi Wakil Ketua DPRD Kota Bekasi, H Sutriyono, Kabid Administrsi Kepegawaian (Adpeg) BKD, Imanudin, SE, M.Si, dan Kabid Pembinaan Kepegawaian (Binpeg) BKD, Jamus Rasidi, SH, M.Si, menyempatkan diri untuk menyapa para pengawas dan peserta ujian. “Jangan lupa berdoa,” pesannya.

Wilayah pesisir pantai Palabuhanratu

Wakil Walikota Bekasi tinjau kegiatan Tes CPNS

Sebagian dari mereka kemudian mengisi kekosongan waktu dengan memperbaiki perahu, jaring, pancing dan perlengkapan lainnya, karena tidak ada alternatif pekerjaan lain. Kondisi ini mereka pertahankan de-

ngan biaya hidup seadanya sambil menunggu cuaca membaik. Tidak sedikit dari mereka, harus menjual barang-barang yang ada, HALAMAN 15

Ujian CPNSD Kota Bekasi ini menggunakan gedung SD, SMP, SMA maupun universitas yang tersebar di Kota Bekasi. “Hal tersebut sejalan dengan visi Pemkot Bekasi yaitu Bekasi Sehat, Cerdas dan Ihsan. Sehingga,

untuk percepatan dalam segala hal diperlukan sejumlah tenaga yang memadai sesuai bidangnya. Untuk formasi tenaga strategis, nantinya diproHALAMAN 15

2

Edisi : 17 / Tahun I / 21 November - 05 Desember 2009

OPINI
Ketika Rasulullah SAW Memberikan Syafaat Kepada Ummatnya di Hari Kiamat (Bagian Akhir)
‘Arsy. Di sana beliau bersujud kepada Rabb, kemudian Allah membukakan kepadanya dari puji-pujianNya, dan indahnya pujian atas-Nya, sesuatu yang tidak pernah dibukakan kepada seorang pun sebelum Nabi Muhammad. Kemudian Allah SWT berkata kepada Muhammad, “Wahai Muhammad, angkat kepalamu, mintalah, niscaya kau diberi, dan berilah syafa’at niscaya akan dikabulkan!” Maka Nabi Muhammad SAW mengangkat kepalanya dan berkata, “Ummatku wahai Rabbku, ummatku wahai Rabbku, ummatku wahai Rabbku!” Lalu disampaikan dari Allah kepadanya, “Wahai Muhammad, masukkan ke surga di antara umatmu yang tanpa hisab dari pintu sebelah kanan dari sekian pintu surga, dan mereka adalah ikut memiliki hak bersama dengan manusia yang lain pada selain pintu tersebut dari pintu-pintu surga.”

EDITORIAL
Hujan. Banjir lagi.....becek lagi....musibah lagi.......... Memasuki musim penghujan, kita tidak kaget lagi mendengar kabar tentang terjadinya banjir, terutama di beberapa wilayah DKI Jakarta dan sebagian wilayah Bodetabek. Meski pemerintah selalu meneriakkan peringatan waspada banjir, namun apa mau dikata, banjir tetap saja terjadi. Sehingga bagi sebagian orang, turunnya hujan dianggap sebagai momok yang menakutkan, bukan sebagai anugerah yang patut disyukuri. Selain banjir, kita juga sering mendengar kabar atau menyaksikan secara langsung, pohon yang tumbang, akibat hujan yang turun dengan deras dan disertai angina kencang. Tentu saja kondisi ini langsung membuat sibuk pihak dinas pertamanan, yang harus segera menyingkirkan pohon-pohon tumbang yang seringkali melintang ditengah jalan raya. Sudah bisa ditebak, selanjutnya kemacetan yang panjang pasti akan terjadi. Belum lagi jalan becek dan berlubang yang hampir bosan kita dengar dari dumelan masyarakat, bila musim hujan datang. Meski pemerintahan di tingkat daerah mempromosikan program-program pembangunan infrastruktur yang dikerjakan, namun sekali lagi, tetap saja masih ada jalan yang becek dan berlubang. Kalau sudah begini, hujan seringkali dijadikan kambing hitam atas berbagai musibah dan bencana yang terjadi di negara kita ini. Bukannya mencari solusi, bagaimana menghindari musibah dan bencana itu tidak terjadi. Kita sering lupa akan hal ini.......... Masyarakat Jabodetabek mendukung penuh, upaya Pemprov DKI Jakarta yang membangun proyek Banjir Kanal Timur (BKT), yang diharapkan dapat berfungsi sebagai penangkal banjir. Masyarakat juga mendukung upaya pemerintah daerah yang giat melakukan perbaikan sejumlah saluran air, agar berfungsi secara normal. Tapi bila di kemudian hari hujan deras turun dengan deras dan banjir tetap terjadi, masihkah kita harus menyalahkan hujan? Mengapa kita tidak mengevaluasi hasil-hasil program pembangunan yang telah terealisasi, apakah sesuai dengan perencanaan, apakah sudah sesuai dengan ketentuan yang berlaku? Kita mungkin harus bercermin kepada masyarakat pedesaan yang mayoritas mengandalkan hidup mereka dengan bertani. Mereka pasti mengharapkan turunnya hujan untuk menyirami sawah atau ladang mereka. Tentu saja mereka tidak dapat membayangkan jika musim kemarau terjadi sepanjang tahun, tanpa ada hujan. Mari kita bayangkan bersama.........................

Ustd Ahmad Yani
Allah telah mengampuni dosamu yang lalu maupun yang akan datang. Syafa’atilah kami kepada Rabb-mu, tidakkah kau lihat apa yang kami alami?” Lalu Nabi Muhammad SAW pergi menuju bawah

dan Hajar, atau seperti jarak Makkah dan Bushro. Hajar adalah nama kota besar pusat pemerintahan Bahrain. Sedangkan Bushro adalah kota di Syam. Bisa kita bayangkan, betapa tebalnya pintu-pintu surga itu. Itulah sekelumit kisah masa depan ketika hari kiamat. Pada hari itu, Rasulullah SAW memberi syafa’at kepada ummatDi dalam kisah ini, nya. Pada hari itu RasululRasulullah SAW juga lah SAW menjadi sayyid menceritakan bahwa (tuan)nya manusia. Shalebar jarak antara kedua lawat dan salam kepada sisi pintu surga itu, Rasulullah Muhammad bagaikan jarak Makkah SAW.

Renungan untuk suami-suami:

“Bila Istri Cerewet”
siapa pun? Umar berdiam diri karena ingat 5 hal. Istrinya berperan sebagai BP4. Apakah BP4 tersebut? 1. Benteng Penjaga Api Neraka Kelemahan laki-laki ada di mata. Jika ia tak bisa menundukkan pandangannya, niscaya panahpanah setan berlesatan dari matanya, membidik tubuh-tubuh elok di sekitarnya. Panah yang tertancap membuat darah mendesir, bergolak, membangkitkan raksasa dalam dirinya. Sang raksasa dapat melakukan apapun demi terpuasnya satu hal, yakni syahwat. Adalah sang istri yang selalu berada di sisi, menjadi ladang bagi lakilaki untuk menyemai benih, menuai buah di kemudian hari. Adalah istri tempat ia mengalirkan berjuta gelora. Biar lepas dan bukan azab yang kelak diterimanya Ia malah mendapatkan dua kenikmatan, dunia dan akhirat. Maka, ketika Umar terpikat pada liukan penari yang datang dari kobaran api, ia akan ingat pada istri, pada penyelamat yang melindunginya dari liukan indah namun membakar. Bukankah sang istri dapat menari, bernyanyi dengan liukan yang sama, lebih indah malah. Membawanya ke langit biru. Melambungkan raga hingga langit ketujuh. Lebih dari itu istri yang salihah selalu menjadi penyemangatnya dalam mencari nafkah. 2.Pemelihara Rumah Pagi hingga sore suami bekerja. Berpeluh. Terkadang sampai menjelang malam. Mengumpulkan harta. Setiap hari selalu begitu. Ia pengumpul dan terkadang tak begitu peduli dengan apa yang dikumpulkannya. Mendapatkan uang, beli ini atau beli itu. Untunglah ada istri yang selalu menjaga, memelihara. Agar harta yang diperoleh dengan keringat, air mata, bahkan darah tak menguap sia-sia. Ada istri yang siap menjadi pemelihara selama 24 jam, tanpa bayaran. Jika suami menggaji seseorang untuk menjaga hartanya 24 jam, dengan penuh cinta, kasih sayang, dan rasa memiliki yang tinggi, siapa yang sudi? Berapa pula ia mau dibayar. Niscaya sulit menemukan pemelihara rumah yang lebih telaten dari pada istrinya. Umar ingat betul akan hal itu. Maka tak ada salahnya ia mendengarkan omelan istri, karena (mungkin) ia lelah menjaga harta-harta sang suami yang semakin hari semakin membebani. 3. Penjaga Penampilan Umumnya laki-laki tak bisa menjaga penampilan. Kulit legam tapi berpakaian warna gelap. Tubuh tambun malah suka baju bermotif besar, atasan dan bawahan sering tak sepadan. Untunglah suami punya penata busana yang setiap pagi menyiapkan pakaianannya, memilihkan apa yang pantas untuknya, menjahitkan sendiri di waktu luang, menisik bila ada yang sobek. Suami yang tampil menawan adalah wujud ketelatenan istri. Tak mengapa mendengarnya berkeluh kesah atas kecakapannya itu. 4. Pengasuh Anakanak Suami menyemai benih di ladang istri. Benih tumbuh, mekar. Sembilan bulan istri bersusah payah merawat benih hingga lahir tunas yang menggembirakan. Tak berhenti sampai di situ. Istri juga merawat tunas agar tumbuh besar. Kokoh dan kuat. Jika ada yang salah dengan pertumbuhan sang tunas, pastilah istri yang disalahkan. Bila tunas membanggakan lebih dulu suami maju ke depan, mengaku, akulah yang membuatnya begitu. Baik buruknya sang tunas beberapa tahun ke depan tak lepas dari sentuhan tangannya. Umar paham benar akan hal itu. 5. Penyedia Hidangan Pulang kerja, suami memikul lelah di badan. Energi terkuras, beraktivitas di seharian. Ia butuh asupan untuk mengem-

Ustd. Abu Aqila
Adakah istri yang tidak cerewet? Tentu sulit menemukannya. Bahkan istri khalifah sekaliber Umar bin Khatab pun cerewet. Seorang laki-laki berjalan tergesa-gesa menuju kediaman khalifah Umar bin Khatab. Ia ingin mengadu pada khalifah, tak tahan dengan kecerewetan istrinya. Begitu sampai di depan rumah khalifah, laki-laki itu tertegun. Dari dalam rumah terdengar istri Umar sedang ngomel, marah-marah. Cerewetnya melebihi istri yang akan diadukannya pada Umar. Tapi, tak sepatah kata pun terdengar keluhan dari mulut khalifah. Umar diam saja, mendengarkan istrinya yang sedang gundah. Akhirnya lelaki itu mengurungkan niatnya, batal melaporkan istrinya pada Umar. Apa yang membuat seorang Umar bin Khatab yang disegani kawan maupun lawan, berdiam diri saat istrinya ngomel? Mengapa ia hanya mendengarkan, padahal di luar sana, ia selalu tegas pada

SMS / Email Pembaca
Yang dimuat adalah pertanyaan yang menarik dan sopan SMS KE 0878 29 524 924 Email : redaksiskb@yahoo.com ke PO.BOX 362 BKS , Bekasi 17000
- Kepada Walikota Bekasi kok ngurus KTP lama banget sampai berbulan-bulan Yono Bekasi 08788492xxxx (Ya Pak Wali kan baca juga ......red) - Kepada PJU, tolong dong perbaiki lampu jalan di pangkalan dua Bantargebang Husen Bt Gebang Bekasi 08191167xxxx

ke Hal 15

Penerbit : CV. SINAR ABDYA PERKASA
Berdasarkan UU Pokok Pers. No. 40 tahun 1999, No. 12/III/2009 Notaris : Irene Kusumawardani, SH Dicetak oleh : CV. KHOHANYO PUTROMA (Isi diluar tanggung jawab percetakan)

Wartawan SKB dibekali KTA, Surat Tugas,Kartu Tugas atau Kartu Pers,dan dilengkapi dengan seragam yang berlogo SKB serta namanya tercantum dalam Box Redaksi

Pendiri : Anis Jalal, Ahmad Saikhu, SH, Drs. Jamalullail, MM | Dewan Pembina : DR. H. Risman Musa, Drs. Aceng Solahudin, Kombes Pol Drs. H. Nanang Pramara S, MM, | Dewan Penasehat: KH. Mursyid Kamil, H. Yusuf Nasih, S.Sos, MM, Abu Aqila, H. Ahmad Yani, MM.MBA | Staf Ahli : Drs. Jamalullail, MM, Drs. H Alwi, M.Pd, Drs. D. Saefuddin. | Pemimpin Perusahaan : Ahmad Saikhu, SH. | Pemimpin Umum/Pemimpin Redaksi : Drs. Anis Jalal. | Wakil Pemimpin Redaksi : Ramalan Situmorang | Penasihat Hukum : Daski SH, Ade Multaman SH, Asnawi, SH | Redaktur Pelaksana : Slamet Mulyono | Staf Redaksi/Sirkulasi/Iklan/Design Grafik/Artistic : Hamdanil Asykar | Biro/ Koordinator : Siaga Yudha (Ka.Biro Jakarta) , Saut MP, SE. (Ka.Biro Kota/Kab Bekasi ), Wawan (Ka.Biro Depok), Yarzuk Arfani (Ka.Biro Banten), Drs.Slamet Basuki (Ka.Biro Tanggerang), Putri, Asep ( Ka.Biro Karawang), Hendra G (Ka.Biro Purwakarta/ Subang/Indramayu), Asep Yuliyandi (Ka.Biro Bandung), Dede Maska (Ka.Biro Cirebon), Hilman Sudakta (Ka.Biro Bogor/Cianjur), Sopandi (Ka.Biro Sukabumi), Drs. K Windy P.BBA (Ka.Biro Jateng) Ir. Zainul Arifin (Ka.Biro NTB), Musa Sasmite (Ka.Biro Kalimantan), Hudi (Ka.Biro Sumsel), Sardion Pandiangan (Ka.Biro Kepri/Ka.Biro Batam), Agus Mustafa, M.BA (Ka.Biro Maluku Utara), KH. Baginda Chaidir Abshar (Ka.Biro Sumbar), Deby S (Ka.Biro Medan), Arena Hidayani (Ka.Biro Bengkulu), Yusmardi (Ka.Biro NAD) |Photografer : H. Hambali, Kasiman. | Sekretaris Redaksi : Nur Fatmawati | Wartawan : Abdul Rauf M, Siaga Yudha, Djati Marniati, Herri A. Sihombing, Saut MP, SE, Drs Sujanto, A. Putri Andriani, Nena Muniroh, Pandu Tyas Palupy, Suratman, Asep Sudjana, Dede Maska, Hilman A, Hilman S, Edi, Sopandi, Wawan Junaedi, Dasep, Ahmad Jais, Suhendy Alamat Redaksi : Jl. Macan No.70 Jatisampurna Cibubur Tlp/Fax. 021-84312205, Sekretariat Redaksi : Jl. Siliwangi (Narogong) KM 7 Rawa Lumbu Kota Bekasi Bank: BCA No.Rek. 7400818082, Mandiri No.Rek. 129-00-0691701-3 , BRI Cab.Pondok Gede No.Rek. 0995-01-026310-53-5, An. ANIS JALAL E-mail : anisjalalskb@yahoo.com, redaksiskb@yahoo.com

BERITA UTAMA
Tim Delapan

Edisi : 17 / Tahun I / 21 November - 05 Desember 2009

3

“Kesannya, Kisruh Dimulai dari Antasari”
moni dimulai ketika polisi menemukan rekaman di laptopnya, sedangkan Polri mengatakan, Antasari yang melaporkannya terlebih dulu ke Polri. ”Ini adalah keterangan bagaimana proses testimoni yang dilakukan oleh Antasari dan proses pembuatan laporan polisinya. Karena dalam proses ini, keterangan dari pihak Antasari dengan Polri itu ada perbedaan,” ujar Kombes Iza Fadri dari Binkum Polri di Kantor Wantimpres. Iza mengatakan, pihaknya telah menjelaskan kembali proses sebenarnya dengan didukung oleh bukti-bukti yang ada. Proses ini sama dengan keterangan yang disampaikan oleh Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Nanan Soekarna, beberapa waktu lalu. Pertemuan antara Tim Delapan dan mantan Direktur Penyidikan KPK, Bambang Widaryatmo di Kantor Wantimpres, membuahkan pemahaman baru bagi tim yang dipimpin oleh Adnan Buyung Nasution ini. Hal ini pula yang harus dipahami publik dengan jernih bahwa KPK bukan malaikat. ”Iya, KPK juga bukan malaikat. Kita lihat ada keteledoran prosedur yang
perlu kita klarifikasi juga. Di KPK juga sering ada kesalahan. Ini akan kita crosscheck dulu,” jelas Buyung dalam keterangan pers seusai pertemuan. Sementara itu, salah seorang anggota Tim Delapan, Anies, dalam keterangan pers di Kantor Wantimpres menjelaskan, pembicaraan yang dilakukan pihaknya menyangkut keterkaitan penyidikan Antasari dan proses yang diklarifikasi. “Pertanyaan utama yang selama ini menjadi tema kita adalah siapa yang sebenarnya memulai pertama kali rekaman Anggoro, dimulai kepolisian atau Antasari,” ujarnya. “Kesan kita (Tim Delapan-red), memang inisiatif pelaporan dilakukan lebih banyak oleh Antasari. Itu kesan kita dari video, sequences atau urut-urutan waktu, dan ada bukti-bukti penopangnya,” kata Anies. Tim Delapan juga memaparkan, dari situ terlihat urutan bahwa Antasari melaporkan ke Polda Metro Jaya dan diterima. Lalu, laporan dilimpahkan ke Mabes Polri karena sedang banyak penanganan kasus yang harus dilakukan oleh Polda. (Anis Jalal)

Majelis Ulama Indonesia:

Film “2012” Tidak Haram
Jakarta, SKB Majelis Ulama Indonesia (MUI) tidak mengharamkan masyarakat menonton film “2012”. Lembaga ini hanya menghimbau agar film tentang hari kiamat itu dilihat hanya sebatas imajinasi saja.
”Itu kan hanya imajinasi saja, seolah-olah itulah gambaran hari kiamat. Tapi kan tidak ada yang tahu secara pasti, kapan kiamat itu akan datang,” ujar Ketua MUI, KH Ma’ruf Amin, saat dihubungi SKB terkait banyaknya isu dari beberapa MUI daerah, yang mengharamkan menonton film “2012”. Menurut Ma’ruf, film “2012” yang bercerita soal adanya ramalan suku Maya bahwa kiamat akan terjadi pada 21 Desember 2012 itu tidak menyesatkan pandangan orang terhadap hari kiamat. Ia meyakinkan, umat Islam tidak akan tersesatkan jika telah mengetahui ajaran Islam dengan baik mengenai hari kiamat. ”Saya tidak melihat ada sesuatu yang bisa menyesatkan, selama itu dipandang hanya sebatas imajinasi dari pembuatan sebuah film yang mencoba mengambarkan kiamat terjadi pada tahun 2012. Jadi silakan saja menonton film itu,” kata Ma’ruf, seraya menambahkan, dalam ajaran Islam sudah dijelaskan, terjadinya hari kiamat itu diawali dengan tanda-tanda dan peristiwaperistiwa sebelumnya. Ma’ruf juga mengatakan, kiamat itu tidak ada yang bisa meramalkan kapan datangnya. “Jangankan meramalkan kiamat, manusia saja tidak ada bisa mengetahui apa yang akan terjadi pada dirinya besok, kecuali Allah SWT,” ungkapnya. Selain itu, tegasnya, sekarang masih banyak orang baik, masih banyak orang beriman. Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Timur, Saifullah Yusuf (Gus Ipul), saat dibubungi SKB melalui ponselnya, menilai, kontroversi terhadap pemutaran film kiamat berjudul “2012” hanya terjadi sebentar saja. “Kita lihat dulu apa message (pesan) yang terkandung dalam film itu. Saya rasa kontroversi itu hanya sebentar saja. Wong cuma tontonan, nanti pasti terjadi satu pendapat. Sebelum film itu beredar, buku-buku yang membahas kiamat 2012 kan sudah banyak,” tegasnya. Gus Ipul kemudian mengaku belum mengetahui secara pasti, tentang adanya sikap penolakan pemutaran film kiamat 2012 dari MUI Jawa Timur. Menurutnya, apa yang disampaikan MUI Jatim sekadar imbauan. ”Saya sendiri baru lihat selintas di media massa. Kalau dilarang, malah membuat film itu menarik untuk ditonton, karena masyarakat pasti penasaran,” imbuhnya. Gus Ipul juga mengaku belum berani berkomentar terlalu jauh untuk film ini. Kontroversi yang terjadi sekarang ini, dianggapnya hanya sebuah perbedaan pendapat. ”Itu tergantung keimanan dan keyakinan kita masing-masing dalam memahami film kiamat. MUI Jatim jangan terlalu reaksioner menanggapi film kiamat. Pelan-pelan dan diendapkan dulu,” tegasnya. Secara terpisah, MUI Malang juga mengatakan kalau film 2012 adalah menyesatkan. Menurut Ketua MUI Malang, Mahmud Zubaidi, film tersebut dapat mempengaruhi pemikiran orang dan tidak pantas untuk ditayangkan. “Kapan kiamat itu akan datang, Allah yang menentukan. Sehingga kita tidak boleh meramalkannya,” tegasnya. (Hamdanil)

Adnan Buyung Nasution

Jakarta, SKB Kapolri meminta Tim Delapan untuk mendengarkan keterangan penyidik Antasari. Penyidik Polri yang terdiri dari Iriawan datang bersama dua penyidik dari Mabes Polri dan tiga penyidik dari Polda Metro Jaya. Dua penyidik dari Mabes Polri yang menyertai berasal dari Divisi Hukum dan Binkum, yaitu Kombes Iza Fadri dan AKP Dwi Agus menjelaskan perbedaan keterangan Antasari dan Polri. Polri melihat adanya perbedaan dalam keterangan antara mantan Ketua KPK Antasari Azhar dan Polri soal testimoni percakapan Antasari dengan Anggoro Widjojo di Singapura. Antasari selama ini berbicara bahwa testi-

DPRD DKI Jakarta Dukung Pembangunan Puskesmas Rawat Inap
Jakarta, SKB Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta diminta untuk terus meningkatkan perhatiannya terhadap pelayanan kesehatan untuk masyarakat secara luas. Diakui atau tidak, keberadaan sarana kesehatan seperti Puskesmas ternyata menjadi andalan utama bagi masyarakat, terutama golongan tidak mampu, untuk memeriksakan kondisi kesehatan mereka. Pembangunan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) perlu diprioritaskan pada tahun anggaran 2010. Hal itu mengingat fungsinya yang sangat penting dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada seluruh lapisan masyarakat. Demikian pernyataan Firmansyah, anggota Komisi E, DPRD Provinsi DKI Jakarta, baru-baru ini. Menurutnya, berdasarkan data yang ada di pihaknya, saat ini masih ada sekitar 35 kelurahan yang belum mempunyai Puskesmas. Firmansyah menegaskan, DPRD DKI Jakarta mendukung program Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk mengembangkan Puskesmas dengan fasilitas rawat inap. “Karena masyarakat sangat mengharapkan agar pembangunan pusat kesehatan model ini segera direalisasikan di seluruh DKI Jakarta,” ujarnya. Sementara itu, dalam menindaklanjuti kemauan DPRD DKI Jakarta tentang rencana penambahan dan pembangunan Pukesmas di wilayah DKI Jakarta, Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Dien Emmawati, mengakui bahwa fasilitas itu selama ini memang belum menjadi prioritas. Beberapa kelurahan yang belum mempunyai Pukesmas, menurutnya, kemungkinan memang tidak perlu memiliki Puskesmas, seperti Kelurahan Menteng. Namun sebagai gantinya, ungkap Dien, pemerintah telah mengoperasikan sarana Puskesmas Keliling untuk melayani masyarakat yang benarbenar membutuhkan, terutama untuk sebagian masyarakat di Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu. Selain itu, tambahnya, pihak Dinas Kesehatan DKI Jakarta juga akan segera menambah fasilitas Puskesmas, contohnya berupa sarana rawat inap. “Ini untuk meningkatkan pelayanan kita pada masyarakat. Sekarang Pemprov DKI justru sedang berkonsentrasi membangun rumah sakit umum daerah atau RSUD untuk wilayah Jakarta Selatan yang rencana pembangunan rumah sakit ini akan dibangun pada tahun 2011,” papar Dien. Lebih lanjut Dien mengingatkan agar lokasi rumah sakit harus dekat dengan masyarakat kelas bawah. “Saat ini kita sudah mendapat dukungan dari DPRD DKI Jakarta tentang rencana perluasan RSUD Koja, RSUD Budi Asih dan RSUD Duren Sawit,” jelasnya. (Jais)

Pengurus Gemar Adipura Bekasi Utara Dilantik
beserta pelajar serta kalangan LSM. Ketua Umum Gemar Adipura, Abdul Manan, saat melantik para pengurus Gemar Adipura Kecamatan Bekasi Utara, mengatakan, Gemar Adipura merupakan gerakan sosial yang dilakukan oleh masyarakat dengan sukarela tanpa tekanan dan imbalan. “Maka bisa dikatakan sebagai relawan Adipura,” katanya. Manan menegaskan, gerakan tersebut dapat dimulai dari lingkungannya masing-masing. “Yang terpenting, keinginan itu timbul dari keinginan dan dari hati nurani, sehingga mau berbuat untuk lingkungannya,” ujarnya. Usai acara pelantikan, seluruh rombongan peserta kemudian berjalan menuju tiga titik pantau kebersihan, dengan rute Jl H Mochtar Tabrani— Teluk Pucung—Stasiun Bekasi, Bulan-bulan. Sebelumnya juga telah dilakukan penanaman pohon bersama, sebagai simbol tumbuhnya kepengurusan Gemar Adipura di wilayah Bekasi Utara. (Yudha)

Apel masal dari semua unsur se-Kecamatan Bekasi Utara. Inzet: H Abdul Manan, Jamalullail, Camat Darsono melakukan penanaman pohon

Bekasi, SKB Dalam rangka upaya mempertahankan prestasi dalam penilaian Adipura, Pemeritah Kota (Pemkot) Bekasi beserta seluruh lapisan masyarakat terusmenerus menggalakan program K-3. Bahkan saat ini telah terbentuk satu wadah dari kalangan masyarakat yang peduli terhadap program kebersihan di Kota Bekasi, yakni Gemar Adipura, atau Gerakan Masyarakat Peduli Adipura. Baru baru ini, telah dilaksanakan pelantikan

pegurus Gemar Adipura tingkat Kecamatan Bekasi Utara. Para pengurus yang berjumlah 31 orang itu berasal dari lima wilayah kelurahan yang ada di Kecamatan Bekasi Utara. Sekitar 1.000 orang mengikuti apel pagi untuk mengikuti acara pelantikan sekaligus melaksanakan kerja bakti masal. Peserta apel pagi itu terdiri dari berbagai unsur, diantaranta pegawai pemerintah kecamatan dan kelurahan, jajaran Koramil, kepolisian setempat, para pengajar

4

Edisi : 17 / Tahun I / 21 November - 05 Desember 2009

NASIONAL

Polda Metro Jaya Sosialisasikan UU Lalin
Jakarta, SKB Para pengguna kendaraan bermotor harus berhati-hati dalam memperhatikan rambu-rambu, terutama rambu larangan belok kiri langsung dengan baik. Hal ini disebabkan terhitung memasuki tahun 2010, Polda Metro Jaya dan Pemprov DKI Jakarta akan mensosialisasi-kan Undang-Undang (UU) No 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas (Lalin) Pengguna Jalan Raya. Tidak tanggung-tanggung, bagi pelanggar akan diancam dengan denda mulai dari Rp 100 ribu sampai Rp 1 juta. Undang-undang tersebut juga mengatur tentang larangan belok kiri langsung dan aturan menyalakan lampu utama motor pada siang hari. Hal ini disampaikan Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Condro Kirono. Menurutnya, saat ini pelanggaran Lalin di Jakarta termasuk pelanggaran tertinggi di Indonesia, seperti ngetem di jalan, berhenti di sembarang tempat, dan menerobos lampu merah. Ia menambahkan, tujuan dibuatnya undang-undang itu adalah agar pengguna jalan raya di DKI Jakarta bisa tertib dan sekaligus mengurangi tingkat kecelakaan Lalin. “Denda maksimal kalau tidak menyalakan lampu siang hari adalah Rp 100 ribu, kalau persimpangan yang ada traffic light belok kiri dilanggar dendanya Rp500 ribu, yang tertinggi Rp 1 juta,” papar Condro. Condro juga mengatakan, UU ini akan mulai diterapkan pada tahun 2010. Saat ini, tambahnya, Polda sedang melakukan pelatihan bagi petugasnya untuk memahami peraturan, sehingga nantinya tidak asal memberikan
tilang. Sementara itu, Dinas Perhubungan DKI Jakarta menyatakan akan segera memperbaiki ramburambu lalu lintas di seluruh daerah untuk mengakomodasi aturan baru tersebut. Kepala Dinas Perhubungan DKI M Tauchid, mengatakan, beberapa persimpangan yang setelah dianalisa secara teknis memungkinkan untuk belok kiri langsung, akan dilengkapi dengan petunjuk. “Beberapa petunjuk yang sudah ada, akan diberi lampu tambahan,” jelasnya.

Presiden Tak Mau Campuri Kasus Hukum Bibit-Chandra
Jakarta, SKB Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memutuskan untuk tidak mencampuri proses penegakan hukum tentang kasus Chandra Marta Hamzah dan Bibit Samad Rianto. Namun, Presiden meminta agar tiga lembaga penegak hukum baik kepolisian, kejaksaan, maupun Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk terus berbenah diri dalam menyelesaikan perkara.
Terhadap tiga opsi yang diberikan Tim Independen Verifikasi Fakta dan Proses Hukum atas Kasus Chandra-Bibit atau Tim Delapan yang meminta agar kasus hukum terhadap keduanya dihentikan, Presiden menyampaikan bahwa hal itu bukan kewenangannya. Kewenangan untuk menghentikan penyelidikan, penuntutan, ataupun penyampingan perkara, menurutnya, ada di tangan kepolisian, kejaksaan, dan KPK. Hal tersebut disampaikan Presiden SBY dalam pidato tanggapannya terhadap rekomendasi Tim Delapan di Istana Merdeka, Jakarta.Tanggapan terhadap kasus kriminalisasi Chandra M Hamzah dan Bibit Samad Rianto diungkapkan setelah Presiden memberikan pernyataan soal kasus Bank Century. Menurut Presiden, yang lebih baik adalah tidak membawa kasus tersebut ke pengadilan. “Solusi dan opsi lain yang lebih baik yang dapat ditempuh adalah pihak kepolisian dan kejaksaan tidak membawa kasus ini ke pengadilan dengan tetap mempertimbangkan azas keadilan,” ujar Presiden.

Presiden SBY saat memberikan pidato tanggapannya

Ia menyebutkan aturan baru tersebut merupakan kebalikan dari aturan yang lama, dimana dalam peraturan sebelumnya menyatakan kalau tidak diatur, maka boleh belok kiri langsung. ”Yang perlu dilakukan Dishub adalah menyesuaikan. Yang penting, saat ini kalau tidak diatur, belok kiri tidak boleh langsung,” tegasnya. Dalam undang-undang baru tersebut juga dijelaskan tentang beberapa peraturan serta denda untuk pelanggaran lain, seperti tidak mengenakan helm standar yang akan dikenakan denda maksimal Rp 250 ribu atau kurungan penjara paling lama satu bulan. Selain itu, pengendara mobil yang tidak mengenakan sabuk pengaman diancam denda maksimal Rp 500 ribu, pengguna sepeda motor yang tidak mengendarai motor di tempat yang sudah ditentukan akan dikenakan denda maksimal Rp 250 ribu. Sedangkan perusakan terhadap ramburambu lalu lintas didenda paling banyak Rp 50 juta. (Yudha)

“Solusi seperti ini saya nilai lebih banyak manfaatnya dibanding mudharatnya. Tentu saja cara yang ditempuh tetaplah mengacu kepada ketentuan perundang-undangan dan tatanan hukum yang berlaku,” tegas SBY. Presiden juga menegaskan, dirinya tidak memiliki niat untuk memasuki penanganan perkara Bibit-Chandra. “Karena penghentian penyelidikan ada di wilayah lembaga penyi-dik atau Polri,” ujarnya.

Penghentian tuntutan, menurut Presiden, merupakan kewenangan lembaga penuntut atau kejaksaan. “Serta penyampingan perkara melalui pelaksanaan asas oportunitas merupakan kewenangan Jaksa Agung,” kata SBY. Sebagai kepala pemerintahan dan kepala negara, Presiden SBY mengharapkan agar ketiga lembaga hukum yang terlibat, segera membenahi institusi mereka masing-masing. “Sesuai dengan kewenangan saya, saya menginstruksikan kepada Kapolri dan Jaksa Agung untuk melakukan penertiban, pembenahan, dan

perbaikan di institusinya masing-masing berkaitan dengan kasus ini. Demikian pula, saya sungguh berharap KPK juga melaksanakan hal yang sama di institusinya,” ungkap SBY. Seperti diketahui, dalam rekomendasinya, Tim Delapan me-minta kasus yang menjerat KPK dihentikan karena kurang cukup bukti. Tim ini menyarankan adanya Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) oleh kepolisian atau Surat Keputusan Penghentian Penuntutan (SKP2) oleh kejaksaan, atau deponeering oleh Jaksa Agung. (Anis Jalal)

Menpan dan RB Akan Selesaikan Dua PP Pelayanan Publik
Bekasi, SKB Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, EE Mangindaan, Rabu (11/11) lalu menegaskan, Kementerian yang dipimpinnya akan menyelesaikan penyusunan dua Peraturan Pemerintah (PP) sebagai pelaksanaan Undang-Undang Pelayanan Publik dan grand design reformasi birokrasi, beserta road map hingga tahun 2025, dalam program 100 hari.
Dua PP yang dimaksud adalah PP tentang Standar Pelayanan Publik, dan PP tentang Pelayanan Terpadu Satu Pintu (One Stop Service/OSS), yang merupakan bagian dari 5 PP yang akan disusun, ditambah dengan satu Peraturan Presiden (Perpres) yang diperintahkan oleh UU No. 25/2009 tersebut. “Dalam program seratus hari ini kita utamakan 2 PP, yakni PP Standar Pelayanan Publik dan PP tentang OSS,” ujarnya. Dalam pengarahannya pada kunjungan kerja ke Badan Kepegawaian Negara (BKN) saat itu, Menpan juga mengatakan, pihaknya akan melakukan penambahan 10 kabupaten atau kota yang melaksakanan OSS, agar menyiapkan sarana serta prasarananya. Dalam menjalankan program 100 hari, ia menjelaskan, pihaknya harus bisa menyelesaikan grand design reformasi birokrasi, sekaligus road map-nya hingga tahun 2025. ”Dengan demikian akan dapat diketahui, program-program apa saja yang dievaluasi, mana yang terus dijalankan, dan mana yang harus menunggu,” tegasnya. Mangindaan juga menjelaskan, reformasi birokrasi itu mencakup penataan kelembagaan dan penataan SDM aparatur. Dalam hal ini, ia meminta agar BKN bersama LAN bekerja keras, untuk secara cepat menyiapkannya. “Kita harus ada program akselerasi, jaEE Mangindaan

Bung SKB kenapa setiap musim hujan selalu banjir dan becek ???

Makanya sedia payung sebelum hujan. Tau.... he... he... he...

ngan yang biasa-biasa saja,” tuturnya. Hal itu ditegaskan Mangindaan, mengingat perubahan situasi ke depan, yang merupakan tantangan ibarat deret ukur. “Sedangkan kita, dalam menangani penataan aparatur negara masih seperti deret hitung. Kalau deret hitung, tambahnya tetap, tapi kalau deret ukur, terjadi kelipatan. Ketinggalan kita,” tandasnya. Mangindaan kemudian menunjuk satu contoh, yakni PP 30 Tahun 1980 tentang Disiplin Pegawai yang dinilainya sudah ketinggalan jaman, dan sedang dalam proses penyempurnaan. “Agar tidak

ketinggalan, maka harus ditempuh dengan penerapan teknologi informasi, dan tentunya pendidikan,” ungkapnya. Tak lupa, Mangindaan menyinggung banyaknya keluhan dari daerah, tentang banyaknya pegawai karier yang sering ‘ditendang’ oleh kepala daerah yang baru terpilih. Pasalnya, seperti diungkapkan Mangindaan, kepala daerah provinsi dan kota atau kabupaten terpilih, pada umumnya merupakan jago-jago politik. Mangindaan mengungkapkan, banyak kepala daerah yang tidak paham tentang administrasi pemerintahan, administrasi keuangan, apalagi administrasi personil. Biasanya, ia menambahkan, kalau habis Pilkada, pegawai yang diangkat oleh Bupati sebelumnya langsung diganti. “Rusaklah karier-karier pegawai ini. Kita harus bisa atasi ini. Saya juga bekas Gubernur, jadi tahu benar,” sergahnya, seraya menekankan, reformasi birokrasi ini bisa berhasil kalau aparaturnya bisa diatur. (AJ/Humas Menpan)

DAERAH
si di wilayah ini. “Karena Kelurahan Cikiwul merupakan salah satu kelurahan di Kecamatan Bantargebang, dan termasuk dalam zona industri di Kota Bekasi,” jelasnya. Selain itu, kata Yayan, keberadaan Tempat Pembuangan Sampah Terpadu Bantargebang milik Pemprov DKI Jakarta membuat Kecamatan Bantargebang menjadi terkenal, melalui publikasi di berbagai media elektronik maupun media cetak. “Namun, masyarakat berusaha mengambil hikmah positif dari keberadaan TPA sampah ini, dengan melakukan beragam pembangunan infrastruktur, melalui dana swadaya yang mereka salurkan melalui Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) di tingkat kelurahan,” paparnya. Dalam kesempatan yang sama, Lurah Cikiwul, Ending

Edisi : 17 / Tahun I / 21 November - 05 Desember 2009

5

Pemkot Tasikmalaya Kunjungi Kelurahan Cikiwul
Wahidin, AP, menjelaskan, pembangunan di wilayah kelurahannya ini melibatkan seluruh unsur masyarakat. “Kami berusaha melekatkan sikap saling memiliki di antara unsur masyarakat, agar mereka termotivasi untuk bersama-sama membangun Kelurahan Cikiwul,” ujarnya. Sementara itu, seusai acara kunjungan saat itu, Ketua LPM Cikiwul, Nanang Riana, menyatakan rasa bangganya terhadap kemajuan yang diraih pemerintahan Kelurahan Cikiwul, dalam rangka meningkatkan Sumber Daya Manusia dan kesejahteraan masyarakat. “Semoga perkembangan ini akan berdampak terhadap bertambahnya minat para pelaku usaha, untuk berinvestasi di wilayah Kelurahan Cikiwul,” harapnya. (Slamet Mulyono)

PGRI Karawang Gelar Konkerkab
Karawang, SKB
PGRI sebagai orga-nisasi para guru diharapkan mampu membina para anggotanya menjadi profesional. Sehingga mampu menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas, khususnya dalam upaya meningkatkan kualitas para peserta didik. Demikian dikatakan Bupati Karawang, dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Asisten Administrasi Setda Kabupaten Karawang, Drs H Harun Firdaus, M.Si, saat acara Konferensi Kerja Kabupaten (Konkerkab) Tahun 2009. Konkerkab tersebut untuk mengevaluasi dan menyusun rencana kerja ke depan, bagi jajaran PGRI Karawang. Ditegaskan, wujud profesionalisme guru, salah satunya adalah dengan menjadi guru yang disenangi oleh para peserta didiknya. Dengan demikian, para peserta didik dapat lebih menyenangi pelajaran yang diberikan dan mampu memahaminya dengan mudah. PGRI merupakan wadah para guru dalam upaya mewujudkan hak asasi dan meningkatkan kesejahteraan anggotanya. Namun demikian, PGRI tidak terlepas dari sistem pemerintah. “Untuk itu, PGRI sebagai mitra pemerintah diharapkan dapat membina para guru untuk ikut serta dalam kebijakan pembangunan pendidikan,” jelasnya. Ketua PGRI Provinsi Jawa Barat, Drs H K Edi Permadi, M.Pd, mengatakan, melalui konferensi kerja ini, PGRI Kabupaten Karawang diharapkan mampu menyusun action plan atau rencana kerja ke depan. Dengan demikian, tambahnya, program kerja PGRI dapat terus berjalan secara berkesinambungan meskipun terdapat pergantian kepengurusan. Sementara itu, Ketua PGRI Karawang, Drs Ade Mahmud, menyatakan, PGRI sebagai organisasi independen akan mengawal kebijakan pendidikan yang dilaksanakan oleh pemerintah. Anggaran pendidikan sebesar 20 persen, menurutnya, perlu dicermati, agar sesuai dengan esensi peningkatan mutu pendidikan. Sedangkan menurut Ketua Panitia Pelaksana, H Caya Suryana, SPd, kegiatan ini mengandung maksud untuk melakukan evaluasi terhadap program kerja yang telah dilaksanakan PGRI, sekaligus membuat catatan penting terhadap program kerja yang akan dilaksanakan. “Terlebih Tahun 2010 merupakan tahun yang sangat strategis bagi PGRI,” imbuhnya. (Asep/Putri)

Camat Bantargebang, Lurah dan Ketua LPM Cikiwul dengan rombongan Pemkot Tasikmalaya

Bekasi, SKB Predikat sebagai Kelurahan Terbaik Tingkat Kota Bekasi dalam penilaian Lomba Kelurahan tahun 2009, yang disandang Kelurahan Cikiwul, Kecamatan Bantargebang, rupanya berimbas terhadap laju pembangunan di wilayah ini yang semakin pesat. Wajar saja jika perkembangan yang terjadi di Kelurahan Cikiwul menjadi percontohan wilayah lain, terutama wilayahwilayah yang terdapat di Provinsi Jawa Barat.
Belum lama ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Tasikmalaya mengunjungi wilayah Kelurahan Cikiwul, dalam rangka studi banding mengenai berbagai program pembangunan. Tidak tanggungtanggung, rombongan yang terdiri dari unsur lurah, camat, dan dipimpin Asda II Bidang Pemerintahan Kota Tasikmalaya itu menyatakan pujian mereka terhadap programprogram pembangunan yang dijalankan Pemkot Bekasi di wilayah Cikiwul. Melalui kata sambutannya, saat menerima rombongan dari Pemkot Tasikmalaya itu, Camat Bantargebang, Drs Yayan Yuliana, menegaskan, pesatnya pembangunan di Kelurahan Cikiwul sangat dipengaruhi oleh banyaknya perusahaan atau pabrik-pabrik yang beropera-

Lurah Cikiwul memberikan sambutannya di hadapan utusan Pemkot Tasikmalaya

Lurah Jati Ranggon Tingkatkan Pelaksanaan Program K3
Bekasi, SKB Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi terus menggalakkan program Kebersihan, Keindahan dan Ketertiban (K3) untuk mewujudkan lingkungan bersih dan sehat. Kegiatan tersebut dilaksanakan seluruh jajaran pemerintahan yang ada di Kota Bekasi.
Begitu juga dengan jajaran institusi pemerintahan Kelurahan Jati Ranggon, Kecamatan Jati Sampurna, yang giat melaksanakan program kebersihan untuk mempertahankan Adipura 2009 di Kota Bekasi. Kelurahan ini memang memiliki areal yang cukup luas, dengan pertumbuhan penduduk yang sangat padat. Dalam hal pelaksanaan program K3, wilayah kelurahan ini memiliki beberapa titik pantau Adipura yang selalu diperhatikan pihak keluraha setiap hari, agar program K3 tetap terjaga. Lokasi yang dijadikan program K3, diantaranya Jalan Raya Jati Ranggon yang dikoordinir langsung oleh Lurah Jati Ranggon, Sri Purwangsih S, AP, dan Jalan Raya Hankam yang dikoordinir Sekretaris Kelurahan (Sekkel), Yetti Handayani. Keduanya harus bekerja keras dan turun ke lapangan, serta berbaur dengan masyarakat untuk melaksanakan K3. Lurah Jati Ranggon, Sri Purwangsih S, AP, saat ditemui SKB, menyatakan siap memberikan pelayanan yang prima sebagai upaya untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat. Diantara titik pantau yang ada, menurut Sri, seluruh staf kantor kelurahan bekerjasama melakukan beberapa kegiatan, seperti pengecetan pada ruas jalan yang ada di wilayah Kelurahan Jati Ranggon, sekaligus menertibkan lokasi tititk pantau Adipura, agar selalu terlihat indah dan rapi. Bahkan, jelasnya, pihak kelurahan menggunakan kesempatan kegiatan K3 juga untuk melakukan penagihan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). “Kami akan berusaha menjalankan program K3 secara maksimal, seperti yang diharapkan Bapak Walikota dan Wakil Walikota, untuk dapat mempertahankan prestasi penilaian Adipura,” papar Sri. Sri juga mengaharapkan partisipasi dari seluruh lapisan masyarakat, untuk bersama-sama mensuk-

Pekerjaan Umum Didanai Rp 200 M
tata air, dana yang dialokasikan sebesar Rp 40 miliar dan akan dilakukan untuk penurapan Kali Bekasi, pembuatan tanggul di sekitar kompleks permukiman untuk menghindari banjir, serta pengadaan pompa air. Kerusakan jalan di Kota Bekasi, ungkapnya, terjadi berulang-ulang akibat kontur tanah di daerah itu yang kurang cepat dalam meresep air, padatnya kendaraan yang lewat, serta tonase barang muatan melebihi daya tampung jalan.

Agus Sofyan Lurah Jati Ranggon turut berbaur dalam kegiata K3

seskan program yang telah dicanangkan Pemkot Bekasi, guna mewujudkan Kota Bekasi sebagai Kota Terbersih di tahun 2010 mendatang. “Kami memang sengaja melibatkan unsur masyarakat, dalam menjalankan program K3, seperti pada kegiatan Sabtu Bersih yang kami gelar secara rutin,” katanya. Berdasarkan pantauan SKB, tingkat partisipasi masyarakat Jati Ranggon, dalam rangka menjaga kebersihan lingkungan terbilang sangat tinggi. Sebagaian besar masyarakat secara suka rela memanfaatkan waktu libur mereka di hari Sabtu untuk bergotong royong membersihkan lingkungan, bersama seluruh staf kelurahan. Kekompakan juga terlihat dari kerjasma yang

Bekasi, SKB Proyek sektor pekerterjalin, antara jajaran jaan umum yang meliputi Kelurahan Jati Ranggon pembuatan dan perbaikan dengan masyarakat, dalam menjalankan tugas jalan serta penurapan dan masing-masing, terutama pembuatan tanggul di dalam menjaga keber- Kota Bekasi selama 2010 sihan lingkungan di lokasi akan didanai APBD pemukiman penduduk. senilai Rp 200 miliar. “Tentunya, kami ber- Demikian penjelasan harap kekompakan yang terjalin ini dapat diperta- Kepala Dinas Bina hankan selamanya. Se- Marga dan Tata Air Kota hingga, tugas berat dalam Bekasi Agus Sofyan, meraih Piala Adipura di belum lama ini. Agus mengatakan, kemasa mendatang akan terasa lebih ringan,” harap giatan pembangunan jalan Sri. akan terfokus pada pemSri juga berharap mas- bukaan jalan baru di sisi yarakat Jati Ranggon me- kanan Jalan KH Noor Ali miliki budaya hidup bersih atau di seberang Kalidan sehat dalam men- malang. Ia menambahjalankan kehidupa seharihari. “Masyarakat juga kan, ada beberapa ruas akan merasakan manfa- jalan yang diperbaiki serta atnya menjalankan bu- dilakukan pelapisan aspal daya hidup sehat dan ber- agar jalan lebih rata dan bagus. sih,” ucapnya.
(A Rauf) Ditegaskannya, untuk

Agus kemudian menerangkan tentang rencana pembangunan Jalan Tol ruas Cimanggis-Cibitung melewati kecamatan Mustika Jaya dan Cimone. Ia mengungkapkan, pembangunan jalan tol tersebut akan berdampak tergusurnya sebagian besar rumah di satu kelurahan di wilayah Mustika Jaya yang masuk dalam kawasan pembangunan jalan. Sementara itu, Agus memaparkan, pembangunan di Jalan Ahmad Yani akan selesai pada akhir Desember 2009. Sedangkan Jalan Cut Meuthia akan selesai pada Januari 2010, setelah adanya perpanjangan pengerjaan satu bulan. (Ham/Ant)

6
Karawang, SKB

Edisi : 17 / Tahun I / 21 November - 05 Desember 2009
RPJPD Karawang

DAERAH

Sejahtera Berbasis Pertanian dan Industri
Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) merupakan dokumen perencanaan pembangunan daerah guna membangun Kabupaten Karawang yang sejahtera adil dan makmur. Guna mencapai hal tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang telah melaksanakan Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Jangka Panjang tahun 2005 – 2025 yang dibuka Sekretaris Daerah Kabupaten Karawang, Drs H Arifin H Kertasaputra, di Lt 3 Gedung Singaperbangsa Karawang, Rabu (11/11).
Hadir pada acara pembukaan tersebut, diantaranya Kepala Bappeda Jawa Barat, Ketua DPRD Kabupaten Karawang, Kepala Kejaksaan Negeri, Ketua Pengadilan Negeri, Dandim 0604/Karawang, Wakapolres Karawang, Wadanyon 305 Kostrad, serta sejumlah pejabat sipil dan anggota DPRD. Pelaksanaan pembukaan RPJPD telah diamanatkan oleh Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional, dan Peraturan Pemerintah Kabupaten Karawang No 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian serta Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah. Saat membacakan isi sambutan tertulis dari Bupati Karawang, Drs H Dadang S Muchtar, yang berhalangan hadir, Sekda menyatakan bahwa dokumen RPJPD merupakan bentuk skenario strategis masa depan yang memuat visi, misi dan arah pembangunan jangka panjang daerah Kabupaten Karawang untuk periode 20 tahun, yang dimulai tahun 2005 sampai 2025.

“Terwujudnya masyarakat Kabupaten Karawang yang sejahtera,

merupakan cita-cita kita bersama, sesuai dengan tujuan dasar penyelenggaraan roda pemerintahan,” papar Sekda. Untuk itu, tegasnya, proses penyusunan RPJPD yang telah berlangsung selama ini yang diformulasikan dalam visi Karawang Sejahtera Berbasis Pertanian dan Industri mengandung dua makna, yaitu Karawang Sejahtera, serta Berbasis pertanian dan Industri. Untuk mewujudkan visi tersebut, Sekda menambahkan, pihaknya telah merancang empat misi, yaitu mewujudkan masyarakat Karawang yang berkualitas dan berakhlak dalam lingkungan kehidupan sosial yang berbudaya serta beradab, upaya membangun kualitas individu masyarakat yang memiliki kompetensi ilmu pengetahuan, mewujudkan perekonomian masyarakat yang kuat, berdaya saing, juga berkualitas, serta mewujudkan Kabupaten Karawang yang produktif, aman, nyaman, indah dan lestari, serta mewujudkan tata kelola pemerintahan yang maju, mandiri, profesional dan akuntabel dalam rangka otonomi daerah. Ia berharap para peserta Musrenbang bisa termotivasi untuk melakukan perencanaan pembangunan yang lebih matang. Dengan demikian, imbuhnya, pembangunan dapat berjalan sesuai rencana yang ditetapkan. “Apabila direncanakan secara matang, maka insya Allah pelaksanaan pembangunan di Kabupaten Karawang dapat berjalan baik, sesuai dengan waktu yang telah ditentukan, serta tidak terjadi pelanggaran dan penyelewengan, sehingga masyarakat bisa menerima hasilhasil pembangunan secara baik. (Putri/Asep)

Mahasiswa IAIN Banten Demo Kantor Gubernur
Serang, SKB

Akibat tidak terakomodirnya lulusan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Maulana Hasanuddin Banten dalam penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang dibuka Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten tahun 2009, puluhan mahasiswa Fakultas Syariah IAIN Sultan Maulana Hasanuddin ini mendatangi Kantor Gubernur Banten untuk memprotes kebijakan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Banten yang menolak lamaran CPNS dari sarjana Syariah atau Sarjana Hukum Islam (S.Hi).
Para pengunjuk rasa yang mengatasnamakan Aliansi Anti Diskriminasi tersebut berdemo di depan kantor gubernur Banten di Serang. Dalam orasinya, mereka mengaku kecewa atas kebijakan BKD Provinsi Banten, karena menolak lamaran CPNS 2009 dari Sarjana Syariah atau Sarjana Hukum Islam dengan alasan tidak memenuhi kualifikasi pendidikan. Koordinator pengunjuk rasa, Usep Saefullah, menegaskan, BKD Provinsi Banten dinilai telah melakukan diskriminasi terhadap para Sarjana Hukum Islam. “Kalau tidak diakomodasi dalam CPNS, lalu untuk apa kami sekolah,” tegasnya. Menurut Usep, belasan pelamar CPNS dari Sar-jana Hukum Islam dari IAIN Maulana Hasanud-din Banten tidak

diterima panitia CPNS. Sedangkan mereka yang bergelar Sarjana Hukum (SH), imbuhnya, lamarannya langsung diterima dan bisa mengikuti ujian CPNS. Padahal, keluh Usep, dalam Undang-undang No 18 Tahun 2003 tentang Advokat, antara SH dan S.Hi tidak ada perbedaan. Sehingga, menurutnya, BKD Banten juga bisa menerima pelamar dari Sarjana Hukum Islam untuk ikut dalam seleksi CPNS Banten 2009. Sementara itu, Kepala BKD Provinsi Banten, Acid Syamsuri, ketika dikonfirmasi wartawan di kantornya mengatakan, dalam penerimaan CPNS 2009, pihaknya hanya menjalankan kebijakan yang disampaikan oleh Kementerian Negara Pendayagunaan Aparatur Negara (Menpan) melalui

Badan Kepegawaian Negara (BKN). Sebab, menurut Syamsuri, kualifikasi pendidikan yang ada dalam formasi CPNS tersebut untuk perancang undang-undang pidana dan perdata adalah Sarjana Hukum (SH).
Berkaitan dengan tuntutan tersebut, ungkap Syamsuri, pihaknya akan menyerahkan sepenuhnya kepada lembaga pendidikan bersangkutan. Ia juga berjanji akan mena-nyakan permasalahan tersebut kepada BKN, secara kelembagaan. Syamsuri kemudian berharap agar dalam CPNS mendatang, para lulusan sarjana hukum Islam akan terakomodir. Tidak hanya untuk sarjana hukum. ”Untuk saat ini sudah terlanjur, karena ujian CPNS sudah dilak-sanakan. Untuk CPNS yang akan datang, seba-iknya hal tersebut ditanyakan langsung kepada BKN,” katanya. (YZ)

Pemilihan Ketua RW 01 Jatimurni

Machfudin Peroleh Mayoritas Suara
Bekasi, SKB Menjelang berakhirnya tugas Ketua RW 01 Kelurahan Jatimurni, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi, pada bulan November 2009, masyarakat setempat sepakat membentuk Panitia Pemilihan Ketua RW. Setelah dilakukan musyawarah, akhirnya masyarakat mempercayakannya kepada Sony Laksono, untuk mempersiapkan segala sesuatu yang diperlukan dalam pemilihan tersebut.
Panitia selanjutnya melakukan seleksi terhadap Calon Ketua RW bagi seluruh masyarakat yang berminat dan berdomisili di delapan lingkungan RT. Dari sekian banyak bakal calon, panitia akhirnya menetapkan tiga calon yang maju dalam pemilihan, yakni Machfudin yang merupakan incumbent, Maesy, dan H Hasan K. Selaku Ketua Panitia Pemilihan, Sony Laksono, kepada SKB menjelaskan, Pemilihan Ketua RW ini diikuti seluruh masyarakat di lingkungan RW 01, dengan total suara pemilih sebanyak 820 suara yang dihitung berdasarkan jumlah Kartu Keluarga (KK). “Sedangkan anggaran untuk kegiatan pemilihan berasal dari para calon peserta, panitia, dan masyarakat. Kami memperkirakan, pemilihan ini akan menghabiskan dana senilai Rp 7 juta,” katanya. Acara pemilihan yang berlangsung selama 2 hari itu diisi dengan beberapa

ANEH TAPI NYATA
Ular Berkepala Manusia
Di Desa Ngemplak Kidul, Kecamatan Margoyoso, Pati, Jawa Tengah

rangkaian kegiatan, diantaranya penyampaian visi dan misi seluruh calon peserta di hadapan masyarakat dan pendukungnya masing-masing. Dalam pemilihan ini, Machfudin yang mendapat nomor urut pertama memperoleh sebanyak 323 suara, Maesy dengan nomor urut dua memperoleh 62 suara, sedangkan H Hasan K dengan nomor urut tiga memperoleh 214 suara. Sementara suara tidak sah sebanyak 3, dan 218 suara yang tidak menggunakan hak pilihnya. Lurah Jatimurni, Drs Nasib Umar, yang hadir langsung menyaksikan pemilihan tersebut, dalam sambutannya mengatakan rasa terima kasihnya kepada pihak panitia yang telah menggelar pemilihan ini secara demokratis, lancar, tertib dan aman. Ia menambahkan, pemilihan yang dilaksanakan di RW 01 ini akan dijadikan percontohan, dalam pemilihan Ketua RW se-

Para Calon Ketua RW 01 berphoto bersama

Kelurahan Jatimurni. Sementara itu, H Hasan K dan Maesy yang gagal memperoleh suara, langsung bersalaman dan menyampaikan ucapan selamat kepada Ketua RW terpilih, Machfudin. Mereka juga menyatakan dukungan penuh, untuk membantu seluruh program yang

akan dilaksanakan oleh Ketua RW terpilih. Tak lupa, mereka mengucapkan permohonan maafnya kepada para pendukung mereka, sambil tetap mengajak seluruh masyarakat untuk bersamasama menjalankan program-program pembangunan di lingkungan RW 01. (AJ)

Hiburan musik yang dimainkan Bimaspol mampu mencairkan suasana tegang saat pemilihan

SOSIAL BUDAYA
Masyarakat Pertanyakan Keberhasilan Pembangunan Sukabumi
Sukabumi, SKB Keberhasilan pembangunan masa ke pimpinan Bupati dan Wakil Bupati Sukabumi, H Sukmawijaya dan H Marwan Hamami, mulai dipertanyakan berbagai kalangan. Seperti yang dilontarkan salah seorang tokoh masyarakat Desa Cicadas, Kecamatan Cisolok, Edi Hardadi. “Program-program pembangunan di Sukabumi belum bisa dirasakan secara langsung oleh masyarakat,” ujarnya. Sementara itu, Dadang Samsudin, Kepala Desa Warungkiara, merasa kecewa, terhadap kinerja pasangan Sukma dan Marwan. Menurutnya, masyarakat Desa Warungkiara merasa dianaktirikan, karena kurangnya perhatian dari kedua pimpinan daerah tersebut. “Pembangunan kantor Desa menghabiskan dana ratusan juta, ini hasil partisipasi masyarakat. Tidak ada bantuan dari pemerintah. Padahal sudah puluhan sertifikat tanda lunas PBB di dapat oleh Desa Warungkiara, tetapi perhatian Pemkab Sukabumi sangat minim,” keluhnya. Sedangkan Kepala Desa Cibuntu, H Yayan Sutateng, dan Kepala Desa Cidadap, A Munajat, mempertanyakan janji Bupati dan Wakil Bupati ketika melaksanakan kampanye, yang rencananya akan memperhatikan ruas Jalan Mariuk-Cibuntu-Mekar Asih. “Ternyata sampai menjelang akhir jabatannya, kondisi jalan rusak berat, tidak ada upaya perbaikan,” keluhnya. Secara terpisah, Ketua Pimpinan Kecamatan KNPI Kecamatan Cisolok, Cep Odang AK, berharap tata ruang Kecamatan Cisolok ditinjau ulang, dari peruntukan kawasan pariwisata ditingkatkan menjadi kawasan pertanian, pertambangan, dan Industri. Sehingga, ungkapnya, tidak terjadi tumpang tindih dan dugaan pelanggaran perijinan. Ia kemudian mencontohkan alih fungsi yayasan pendidikan yang dijadikan kegiatan industri di wilayahnya. Berdasarkan hasil pantauan SKB, di wilayah selatan Sukabumi masih terdapat ratusan kilometer jalan yang rusak, seperti jalan penghubung Kecamatan Lengkong-Pabuaran dan Sagaranten, atau jalan penghubung kali bunder mulai Bojong Haur, Desa Bantar Sari, dan Sirna Sari. Seluruh ruas jalan tersebut berada dalam kondisi rusak parah dan memprihatinkan. (Sopandi/DHM/Dasep)

Edisi : 17 / Tahun I / 21 November - 05 Desember 2009

7

Pasar Bintara Berwajah Baru

Untung BP

Kondisi Pasar Bintara yang selalu mendapat perhatian program kebersihan

Bekasi,SKB
Belum lama ini, jajaran petugas Pasar Bintara, Kecamatan Bekasi Barat, melaksanakan kegiatan K3. Kegiatan kebersihan ini melibatkan seluruh personil yang ada. Titik lokasi yang dijadikan sasaran kegiatan kebersihan saat itu adalah seluruh areal pasar. Kesibukan yang nampak rupanya membuat para pedagang yang berjualan di lokasi Pasar Bintara tergerak untuk ikut bergotong royong membersihkan lokasi tempat mereka berdagang. Ketika diajak berbincang, di sela kegiatan, Kepala Pasar Bintara, Untung Bambang Purwoko, menjelaskan, kegiatan kebersihan saat itu difokuskan dalam dua lokasi, yakni areal basement dan kios pedagang. “Kami selalu upayakan agar kondisi Pasar Bintara tetap ter-jaga kebersihannya, ter-utama dari tumpukantumpukan sampah yang mengganggu kenyamanan masyarakat pengunjung pasar,” ujarnya. Selain membersihkan sampah, pihaknya juga melakukan pengecatan tembok pagar pasar. “Hal ini untuk menjaga keindahan bangunan pasar, agar tidak terlihat kumuh,” katanya. Bambang menegaskan, pihaknya telah mencetuskan program kebersihan secara rutin kepada seluruh pedagang Pasar Bin-tara. “Terlebih lagi untuk mempertahankan prestasi penilaian Adipura di Kota Bekasi,” katanya, seraya berharap dengan kegiatan kebersihan yang dilakukan bersama-sama dengan pedagang, kondisi Pasar Bintara akan tetap terlihat bersih dan rapi. (A Rauf)

SKB - tainment Christian Sugiono Nikmatnya Cium Artis Pendatang Baru
Jakarta, SKB Apa yang terjadi ketika Christian Sugiono yang dikabarkan baru menikahi Titi Kamal, kekasihnya selama 10 tahun, tiba-tiba ketahuan sedang asyik mencium mesra gadis cantik bernama Pevita Pearce. Hebohnya, keduanya nampak menikmatinya, dan menganggap ciuman itu sangat wajar. Wah, jika tahu hal ini, Titi pasti aka merasa jealous. Wajar saja jika ia merasa cemburu. Gadis mana yang tidak akan terpesona, saat menatap wajahnya. Eit, jangan negative thinking dulu. Adegan ini memang tidak terjadi di dunia nyata. Christian dan Pevita Pearce berciuman dalam film terbaru berjudul ‘Rasa’. Keduanya melakukan adegan ciuman itu sebanyak dua kali. Pevita mengatakan ciuman itu adalah tuntutan skenario. “Aku berciuman dengan Tian memang karena di skenarionya tertulis seperti itu. Jadi kita melakukannya tetap dalam batas pekerjaan dan profesionalisme saja dan lepas dari karakter pribadi masing-masing,” kata Pevita, seperti

Badan KBPP Gelar Monitoring KB Kesehatan
Percontohan Kesehatan di RW 06, RW Siaga Gerakan Sayang Ibu (GSI) di RW 03, Bina Lingkungan Keluarga di RW 03, dan Contoh Rumah Sehat di RW 02. Lebih lanjut, Aminudin menegaskan, pihaknya memiliki beberapa kriteria penilaian mencakup perilaku hidup bersih dan sehat, KB dan kesehatan lingkungan, serta aktifitas para kader PKK dalam kegiatan Gemar Sehat dan pelayanan KB kepada masyarakat. “Kriteria itu yang akan menentukan wilayah yang mendapatkan predikat terbaik dalam penilaian yang kami lakukan,” jelasnya. Aminudin menambahkan, dalam kegiatan monitoring ini, pihaknya melakukan koordinasi dengan Dinas Kesehatan, Dinas Kebersihan, Bagian Kessos, dan TP PKK Kota Bekasi. “Masing-masing unsur tersebut tergabung dalam tim penilai,” ujarnya. Aminudin kemudian berharap, kegiatan Monitoring Kesatuan Gerak PKK dan KB Kesehatan ini dapat memotivasi para kader PKK, untuk meningkatkan pelayanan bidang kesehatan dan kesejahteraan keluarga kepada masyarakat. Ia juga berharap, masyarakat mendapatkan pemahaman yang maksimal dalam menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat. (Slamet Mulyono)

Drs Aminudin Wijaya, MM

Bekasi, SKB
Guna membentuk keluarga yang sehat dan sejahtera, Badan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan (KBPP) Kota Bekasi melakukan kegiatan Monitoring Kesatuan Gerak PKK dan KB-Kesehatan Tingkat Kota Bekasi. Dalam penilaian tersebut, tim monitoring mengunjungi wilayahwilayah kelurahan yang mewakili wilayah kecamatannya masing-masing. Demikian penjelasan Kabid Pemberdayaan Perempuan pada Badan KBPP Kota Bekasi, Drs Aminudin Wijaya, MM, yang juga sebagai Ketua Tim Penilai II, saat mengunjungi wilayah Kelurahan Sumur Batu, Kecamatan Bantargebang, baru-baru ini. Saat melakukan monitoring, tim penilai sempat mengunjungi beberapa produk unggulan yang dimiliki Kelurahan Sumur Batu, seperti Rumah

Christian Sugiono

dikutip sebuah situs. Dalam film hasil garapan sutradara ternama, Charles Gozali, ini, Pevita berperan sebagai pelukis yang memiliki kemampuan untuk melihat masa depan. Sedangkan Christian berperan sebagai seorang pemuda bernama Wisnu yang akhirnya jatuh cinta pada Riyanti. Bagi Riyanti, kemampuannya ini tak lebih hanyalah kutukan yang ia sesali. Namun Wisnu tak pernah berhenti untuk selalu memberi keyakinan

bahwa ini bukanlah kutukan dan terus membangun kepercayaan diri Riyanti. Dengan senyumnya yang sumringah, Pevita mengaku kalau ia cukup puas bermain dalam film ini. Karena untuk urusan karakter peran, gadis berdarah belasteran ini memang cukup pemilih. “Sebelum memutuskan bermain layar lebar, pertama-tama aku harus lihat skenario dan ceritanya dulu. Aku suka cerita yang menantang dan susah

ditebak, seperti di film ‘Rasa’ ini salah satunya,” tambahnya. Christian pun nampaknya berhasil “menyamakan suara” dengan Pevita. Bahkan, pria ganteng berdarah JawaJerman ini juga tidak terlalu mempersoalkan tentang adegan ciuman yang diberitakan oleh media. Namun, ia maupun Pevita mengakui, lakon ciuman dilakukan keduanya secara spontan. (Irina Damayanti)

8

Edisi : 17 / Tahun I / 21 November - 05 Desember 2009

PEMBANGUNAN
Sukseskan Program Adipura 2010
yarakat tingkat ling-kungan RW. “Kami juga menjelaskan tentang berbagai fungsi lobang biopori kepada masyarakat, dalam menunjang program penghijauan yang dicanangkan Walikota dan Wakil Walikota Bekasi,” tegasnya. Ridwan kemudian berharap, kerjasama yang terjalin antara jajaran pemerintahan Kelurahan Padurenan dengan masyarakat, dapat memberikan hasil maksimal dalam mendukung program Adipura di Kota Bekasi. “Kami juga mengharapkan agar masyarakat mampu membiasakan diri untuk berprilaku hidup bersih dan sehat, dalam kehidupan mereka sehari-hari. Dengan demikian akan terwujud Kota Bekasi yang Sehat, Cerdas dan Ihsan, seperti visi dan misi Kota Bekasi,” ungkapnya. (Slamet Mulyono)

Karawang Kontribusikan

Berbagai Program

Lurah Padurenan Gali Partisipasi Masyarakat
Bekasi, SKB Sebagai bagian dari Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi, jajaran institusi pemerintahan Kelurahan Padurenan, Kecamatan Mustika Jaya, terus menggencarkan kegiatan kebersihan secara rutin. Hal itu demi mewujudkan cita-cita Kota Bekasi sebagai Kota Terbersih di tingkat Jawa Barat tahun 2010 mendatang.
Seperti yang dijelaskan Lurah Padurenan, Ridwan AS, SH, M.Si, seusai melaksanakan kegiatan Sabtu Bersih, belum lama ini. Menurutnya, masyarakat bersama seluruh jajaran pemerintahan Kelurahan Padurenan memiliki semangat yang tinggi, untuk memberikan hasil terbaik pada penilaian Adipura tahun 2010. Dalam melaksanakan program kebersihan, ungkap Ridwan, pihaknya menitikberatkan perhatiannya terhadap wilayah-wilayah yang menjadi titik pantau penilaian Adipura, seperti Jalan Raya Setu-Bantargebang dan Jalan Raya Perumahan Dukuh Jambrud. “Secara rutin, melalui kegiatan kebersihan seperti Sabtu Bersih, kami beserta seluruh lapisan masyarakat selalu memprioritaskan kedua wilayah yang menjadi titik pantau penilaian Adipura tersebut, agar selalu terlihat bersih dan rapi,” ujarnya. Namun Ridwan mengaku, pihaknya masih menemui beberapa kendala yang menurutnya dapat menghambat suksesnya program Adipura, seperti kondisi saluran air yang tidak berfungsi dengan baik. “Kurang berfungsinya beberapa saluran air itu, menyebabkan terjadinya genangan air yang tentunya akan memberikan kesan kumuh. Terlebih lagi saat ini mulai memasuki musim penghujan,” paparnya. Meski demikian, tegas Ridwan, dengan bergotong royong bersama masyarakat, pihaknya tetap berupaya melakukan upaya perbaikan terhadap beberapa saluran air, agar berfungsi kembali secara normal. “Kami juga telah mengusulkan kepada pihak dinas-dinas terkait, agar segera memperbaiki sistem drainase yang masih buruk, yang terdapat di sekitar wilayah Kelurahan Padurenan,” katanya. Selain gencar melaksanakan program kebersihan, Ridwan menyatakan, pihaknya juga giat menjalankan program penghijauan, seperti penanaman pohon dan pembuatan lobang biopori.

Karawang, SKB Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawangterus mengembangkan dan memajukan dunia pendidikan untuk masyarakat. Inisiatif dan motivasi kerja yang ditunjukkan kepala daerah serta jajaran institusi pemerintahan di wilayah ini akhirnya mulai mulai menuai beberapa keberhasilan yang membanggakan. Keberhasilan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang dalam pemberantasan buta aksara menjadi bahan diskusi, khusus bagi para pakar pendidikan di berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Keberhasilan itu juga menjadi bahan acuan di Direktorat Jendral (Ditjen) Pendidikan Tinggi pada Departemen Pendidikan

banyak 114 jam selama 32 hari. “Mereka belajar secara berkelompok, dimana setiap kelompok berisi 20 orang dengan tutor seba-nyak 2 orang,” katanya. Guna memotivasi para buta aksara untuk meng-ikuti pelatihan, ungkap Bupati, Pemkab Kara-wang juga memberikan insentif sebesar Rp 3.000 per hari bagi masyarakat yang mau mengikuti pelatihan, dan memberikan honor untuk masingmasing tutor sebesar Rp 600 ribu. Keberhasilan Metoda KF Innova Kreatif 32 Hari sendiri telah diakui oleh Pemerintah Pusat. Bahkan, Depdiknas telah memberikan Anugrah Aksara kepada Bupati

Ridwan AS, SH, M.Si

“Khusus program penghijauan ini, kami bekerjasama dengan jajaran Tim Penggerak PKK Kelurahan Padurenan, dan tentunya juga melibatkan seluruh masyarakat,” ucapnya. Menurut Ridwan, pengurus Tim Penggerak PKK (TP PKK) Kelurahan Padurenan telah melakukan sosialisasi tentang pembuatan lobang biopori di kalangan mas-

Bupati bersama peserta diskusi

Jajaran pemerintahan Kelurahan Padurenan, unsur Bimaspol dan Babinsa, serta masyarakat seusai kegiatan Sabtu Bersih

Nasional (Depdiknas). Hal ini disampaikan Sekretaris Dewan Pendidikan Tinggi, Prof Dr Nizam, saat menggelar satu diskusi dengan Bupati Karawang, Drs H Dadang S Muchtar, terkait dengan keberhasilan menuntaskan buta aksara. Kegiatan yang berlangsung di Gedung Singa Perbangsa lantai II, Rabu (18/11) lalu itu dihadiri Konsultan PPK IPM, DR Megawati Santoso, jurnalis Iwan Nasir dan Pakar Pendidikan UPI, Prof DR Abin Samsudin, para guru besar, serta beberapa pejabat terkait di lingkungan Pemkab Karawang. Bupati Karawang, Drs H Dadang S Muchtar, mengatakan, keberhasilan Kabupaten Karawang dalam menuntaskan buta aksara tersebut tidak terlepas dari metode yang digunakannya yaitu Metode Innova Kreatif Keaksaraan Fungsional 32 Hari. Metode ini, menurutnya, merupakan metode yang digagas pertama kali oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang. Melalui metode tersebut, Bupati menjelaskan, para buta aksara telah mengikuti pelatihan se-

Karawang. Kini Dirjen Pen-didikan Tinggi telah meluncurkan buku metode dan kiat memberantas buta aksara yang telah disebar, tidak hanya di Indonesia melainkan sudah diedarkan ke berbagai negara. Lebih lanjut, Bupati mengatakan, selain penuntasan buta aksara, Pemkab Karawang pun sangat concern di sektor pendidikan, khususnya dalam program Wajib Belajar Pendidikan Dasar (Wajar Dikdas) 9 Tahun. Untuk itu, ia menambahkan, Pemkab Karawang telah mengambil 2 kebijakan strategis, yaitu pendidikan gratis serta pembangunan dan rehabilitasi ruang kelas yang rusak. Melalui program pendidikan gratis ini, kata Bupati, Pemkab Karawang telah menggratiskan biaya pendidikan serta menghapus Dana Sumbangan Pendidikan (DSP) di tingkat SD/ SMP dengan menggunakan Dana BOS Kabupaten. Selain itu, Pemkab Karawang juga telah membatasi besaran DSP di tingkat SMA dan SMK. (Putri/Asep)

Bupati Hadiri Panen Raya Petani Desa Cibuaya
Karawang, SKB
Kabupaten Karawang merupakan Kabupaten di Jawa Barat yang terkenal dengan sebutan lumbung padi. Wilayah ini mampu menghasilkan produksi padi antara 6 hingga 7 tondi setiap panennya untuk lahan rata-rata 1 hektar. Hal ini disampaikan Bupati Karawang Drs H Dadang S Muchtar pada acara pemotongan padi dan tasyakuran panen raya di Kesa Cibuaya, Kecamatan Cibuaya, Kabupaten Karawang, Selasa (17/11). Ketua Kelompok Tani H Acep Sukmana (H Keling), sekaligus sebagai Ketua Panitia acara tersebut dalam sambutannya mengatakan, acara ini merupakan tasyakuran bagi para petani di wilayah Kecamatan Cibuaya khususnya. Hal ini dilakukan, karena pada musim panen tahun 2009 ini hasil yang di capai oleh para petani sangat memuaskan dan merupakan suatu kebanggaan bagi petani. Menurut pengakuan para petani hasil binaannya, mereka mendapat bantuan dari salah satu perusahaan PT Guna Wibawa yang memberikan kredit tanpa bunga sebesar Rp 666 juta, untuk kebutuhan para petani mulai

Bupati dan petani bergembira bersama dalam panen raya

musim tanam sampai panen. Ia mengaku, pihaknya bersama pihak perusahaan itu selalu berkoordinasi. khususnya dalam menggali potensi dan mengenali masalah serta kebutuhan masyrakat petani. Sehingga pihaknya mampu memberikan yang terbaik bagi para petani. Selain itu, pihaknya juga memohon kepada Bupati Karawang supaya menekan harga pupuk agar para petani tidak merasa terbebani. Hadir dalam kesempatan tersebut, diantaranya Manager Marketing PT Guna Wibawa Hery Ekawan. Dalam sambutannya, ia mengucapkan

terima kasih atas partisipasi serta kerjasamanya, karena pihaknya mempunyai tujuan ingin memajukan para petani. Hery kemudian berharap agar para petani di Kabupaten Karawang harus pintar memilah dan memilih, baik pupuk, pestisida, juga benih. Selama ini, ungkapnya, produk yang ia tawarkan sangat aman dan murah serta menghasilkan panen yang berlimpah. Untuk itu dirinya sangat yakin dengan produk Demoligh yang ditawarkan, dapat membuahkan hasil yang memuaskan. Masih dalam kesempatan sama, Bupati Kara-

wang, Drs H Dadang S Muchtar mengajak seluruh pihak untuk selalu mensyukuri keberhasilan panen raya ini. Selain itu, Bupati juga mengatakan bahwa ada 3 komponen dasar dalam membangun suatu daerah, yakni pemerintah, investor dan masyarakat. Selama menjadi Bupati, ia mengaku sudah mempunyai visi ingin membangun dan mensejahterakan masyarakat Karawang dengan pertanian dan industri. Kabupaten Karawng, menurutnya, masih mempunyai kurang lebih 83 ribu hektar sawah teknis dengan infrastruktur irigasi yang memadai. “Ini adalah modal yang tak terhingga yang harus dimanfaatkan demi kesejahteraan masyarakat,” katanya. Bupati berharap, panen raya ini bisa memotivasi dan memacu para petani agar labih giat serta mengintruksikan kepada pihak terkait, agar tetap berkoordinasi dengan baik guna membasmi berbagai penyakit tanaman, seperti hama wereng, sundep. Pemerintah, imbuhnya, juga sudah menyediakan pupuk. (Putri/Asep)

POLITIK
Terkait Kasus Pinjaman Uang
Jakarta, SKB Dimyati Natakusumah, anggota Komisi III DPR RI akhirnya ditahan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Banten di LP Serang sejak Rabu (11/ 11) malam. Diduga kuat, penangkapan itu terkait pertanggungjawaban Dimyati, sewaktu menjabat sebagai Bupati Pandeglang mengenai laporan keuangan pinjaman dari Bank Jabar Banten.
Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus (Jampidsus), Marwan Effendy, kepada wartawan mengatakan, Berita Acara Pemeriksaan (BAP) kasus yang dihadapi Dimyati sudah lengkap atau P21. Dimyati sudah dua kali dipanggil oleh Kejati Banten, tapi tidak datang. Dimyati telah ditetapkan Kejati Banten sebagai tersangka pada kasus pinjaman uang oleh Pemerintah Kabupaten Pandeglang pada Bank Jabar Banten Cabang Pandeglang sebesar Rp 200 miliar pada tahun 2006. Menanggapai penangkapan terhadap Dimyati, Ketua Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (F-PPP) DPR, H Hasrul Azwar, mengaku sangat terkejut atas penangkapan salah seorang anggota fraksinya itu. ”Saya merasa terkejut dan prihatin atas peristiwa yang dialami saudara Dimyati Natakusumah. Saya akan berusaha mencermati kasus yang dialaminya,” ujarnya. Hasrul menegaskan, sebagai kader partai, Dimyati akan dibela semaksimal mungkin oleh F-PPP dengan tetap menghormati landasan hukum yang berlaku, yakni praduga tak bersalah, sampai ada kepastian hukum yang tetap. “Langkah awal dari pembelaan tersebut, kami akan melakukan bedah kasus dengan mencari masukan dari berbagai pihak terkait masalah ini,” jelasnya. Hasrul meminta semua pihak agar tidak terburuburu menuduh Dimyati sebagai koruptor, sebelum ada kepastian hukum yang tetap. “Kasus yang dihadapi Dimyati saat ini baru pada tahap awal dan belum terbukti, agar menghormati azas praduga tak bersalah,” jelasnya. Di sisi lain, penahanan yang dilakukan pihak Kejati Banten terhadap mantan Bupati Pandeglang dan anggota Komisi III DPR RI, Dimyati Natakusumah disambut gembira oleh ratusan warga Pandeglang. Hal itu terungkap dalam aksi damai ratusan orang dari Pandeglang yang terdiri atas unsur LSM dan mahasiswa. Demonstrasi itu mereka gelar di halaman kantor Kejati Banten, belum lama ini. Dalam aksi yang diikuti massa Aliansi Masyarakat Pandeglang Menggugat (AMPM) ini, selain berorasi dengan menggunakan pengeras suara, mereka juga membagikan selebaran yang berisikan ungkapan syukur atas ditahannya Dimyati. Tb Nuruzzaman, selaku Ketua GP Ansor Pandeglang, dalam orasinya mengatakan telah mendatangi pihak Kejati Banten untuk menyatakan ucapan terima kasih. Menurutnya, penahanan terhadap Dimyati sudah sepantasnya, karena seluruh unsur-unsur dugaan tindak pidana korupsi yang dilakukan mantan Bupati Pandeglang tersebut, ber-

Edisi : 17 / Tahun I / 21 November - 05 Desember 2009

9

Anggota Komisi III DPR RI Ditangkap
dasarkan penyidikan Kejati Banten sudah memenuhi syarat. Sementara itu Wakil Ketua DPR, Pramono Anung, mengatakan, DPR bukan lembaga perlindungan bagi koruptor dan tidak ada anggotanya yang kebal hukum. “Jika ada anggota DPR yang bersalah, akan menerima hukuman atas perbuatannya, dengan tetap menghormati azas praduga tak bersalah,” tegasnya. Pramono menyatakan, DPR mendukung upaya penegakan hukum yang transparan. Sebaliknya, ia menambahkan, jika dari proses hukum diputuskan tidak bersalah, maka DPR akan membantu memulihkan nama baik anggotanya. Secara terpisah, Ketua Umum DPP PPP, Suryadharma Ali, menegaskan, tak akan mengintervensi proses hukum terhadap Dimyati. Ia menyebutkan, partai berlambang Ka‘bah akan menghormati proses hukum yang berjalan. Tapi, ungkapnya, PPP akan tetap mencermati serius kasus Achmad Dimyati. (Anis Jalal)

Eko Patrio Dukung Angket
DPR RI, belum lama ini. Lebih jelas Eko Patrio mengatakan, apa yang ia lakukan ini didukung langsung oleh Ketua Umum PAN, Soetrisno Bachir, Ketua Fraksi. Tak hanya itu, Eko juga mengaku mendapat dukungan dari pendiri PAN, Amien Rais. Eko menambahkan jika dirinya sudah menanyakan ke Ketua MPP (Majelis Pertimbangan Partai) PAN, Amien Rais. “Beliau bilang, tanda tangan saja, saya pasti sangat mendukung,” ujar Eko menirukan perkataan Amien Rais. Pengakuan Eko ini tak pelak menggembirakan seniornya, ekonom dan mantan anggota DPR, Dradjad Wibowo, yang menjadi salah satu pembicara kunci dalam diskusi Century tersebut. Drajat Wibowo dalam kesempatan itu berharap jumlah dukungan dari anggota Fraksi PAN akan terus bertambah. Hingga kini, Fraksi PAN menyumbangkan 12 tanda tangan dukungan. Dradjad mengingatkan, pada DPR periode lalu, PAN kerapkali berada dalam barisan motor penggerak angket. “Kalau dulu jadi motor, masak sekarang untuk tanda tangan saja takut,” celutuk Dradjad. Dradjad berharap, hak angket Century dapat gol dan tidak kempis di tengah jalan. “Banyak yang harus digali oleh panitia angket terkait skandal Century ini,” ujar Dradjad. (Hamdanil).

Anggota DPRD Jabar dan Kota Bekasi Gelar Reses Bersama
Bekasi, SKB Melalui kegiatan reses putaran III tahun 2009, anggota DPRD Provinsi Jawa Barat (Jabar) dari Fraksi Golkar, Hj Neneng Hasanah Yasin, S.Ked, dan anggota DPRD Kota Bekasi yang juga dari Fraksi Golkar, Drs HM Yakum, menemui konstituen mereka untuk menjaring segala aspirasi yang berkaitan dengan rencana pembangunan Kota Bekasi tahun 2010 mendatang.
Selain untuk menyerap aspirasi masyarakat, kegiatan yang digelar di Sekretariat Pimpinan Kecamatan (PK) Partai Golkar Kecamatan Bantargebang ini juga bertujuan untuk mengevaluasi seluruh kegiatan pembangunan yang telah berjalan di tahun 2009, terutama untuk wilayah Kecamatan Bantargebang, Rawa Lumbu, dan Mustika Jaya. Acara ini dihadiri Camat Bantargebang, serta ratusan masyarakat yang terdiri dari tokoh masyarakat, tokoh agama, dan kader Partai Golkar. Dari usulan yang tertampung dalam kegiatan reses saat itu, usulan terhadap pembangunan infrastruktur, seperti pembangunan sarana jalan dan saluran air, ternyata tetap mendominasi harapan yang disampaikan masyarakat. Bahkan mayoritas masyarakat menginginkan agar Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi segera membangun Unit Sekolah Baru (USB) tingkat SD dan SMP di wilayah Kecamatan Bantargebang. Menanggapi aspirasiaspirasi yang disuarakan masyarakat konstituennya, anggota DPRD Kota Bekasi, Drs HM Yakum, berjanji akan mengakomodir seluruh aspirasi tersebut, sehingga dapat direalisasikan dalam program pembangunan. “Saya akan berjuang diantara banyaknya kepentingan rekanrekan saya di DPRD Kota Bekasi, agar usulan masyarakat Kecamatan Bantargebang mendapat prioritas utama, sehingga bisa direalisasikan,” ungkapnya. Terhadap rencana program pembangunan di tahun 2010, Yakum menjelaskan, Pemkor Bekasi masih memprioritaskan kegiatan pembangunan dalam bidang pendidikan dan kesehatan. “Hal ini untuk mendukung visi dan misi Pemkot Bekasi, guna

Jakarta, SKB Usulan hak angket kasus Bank Century menuai dukungan dari kalangan artis yang duduk di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI. Dari total 224 tanda tangan dukungan, tercatat nama Eko Patrio dari Fraksi PAN yang mendukung usulan angket. Eko menyatakan, ia siap mengawal usulan hak angket Century sampai pada Rapat Paripurna yang akan digelar pada tanggal 1 Desember nanti. Memang dalam rapat paripurna nanti akan menjadi ajang penentuan usul angket ini, apakah ditolak atau diterima oleh DPR. “Ke mana duit Rp 6,7 triliun itu? Apa pun bentuknya, saya akan mengawal angket Century ini,” kata Eko. Eko mengaku, selain ingin memperjuangkan nasib nasabah Bank Century yang notabene tak memperoleh keadilan, ia juga terinspirasi oleh para seniornya di PAN. “Kalau senior-senior saya saja memberikan yang terbaik untuk bangsa, masak saya yang yunior ini nggak bisa?” kata Eko dalam diskusi ‘Membongkar Skandal Bank Century’ yang digelar di Gedung

Dr Karolus Kopong Medan, SH, M.Hum

“Sikap Presiden Tepat”
Hj. Neneng Hasanah Yasin, S.Ked Drs. HM. Yakum

mewujudkan Kota Bekasi yang Sehat, Cerdas, dan Ihsan. Bahkan pada tahun 2009, Pemkot Bekasi telah mengalokasikan lebih dari 30 persen dari total APBD untuk bidang pendidikan, nilai ini sudah di atas target yang diharapkan pemerintah pusat,” jelasnya. Yakum juga menyampaikan tekadnya, agar pembangunan dapat terlaksana secara lebih merata di seluruh pelosok wilayah Kecamatan Bantargebang. “Saya juga mengharapkan masyarakat untuk tetap aktif mengawasi jalannya program pembangunan, agar tepat pada sasaran yang diinginkan bersama,” tegasnya. Semetara itu, anggota DPRD Provinsi Jabar, Hj Neneng Hasanah Yasin, S.Ked, menyampaikan upayanya yang ingin mendorong percepatan pem-

bangunan Kota Bekasi. “Saya akan berjuang melalui kelembagaan legislatif di DPRD Jabar, agar Pemerintah Provinsi Jabar mengalokasikan anggaran pembangunan yang lebih besar untuk Kota Bekasi,” ujarnya. Dalam kesempatan sama, Neneng juga menyampaikan penghargaannya kepada seluruh masyarakat Kecamatan Bantargebang yang telah memilihnya pada Pemilu Legislatif lalu. “Harus saya akui, suara terbanyak yang memilih saya pada Pemilu Legislatif lalu, berasal dari wilayah Kecamatan Bantargebang,” ucapnya, seraya menyerahkan plakat penghargaan untuk masyarakat Bantargebang melalui Drs HM Yakum, yang juga merupakan Ketua PK Partai Golkar Bantargebang. (Slamet Mulyono)

Kupang, SKB Pengamat hokum dan politik Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang, NTT, Dr Karolus Kopong Medan, SH, M.Hum, berpendapat, sikap Presiden SBY terhadap kasus BibitChandra sudah tepat, mengingat posisinya sebagai pimpinan eksekutif yang tidak serta-merta mengintervensi lembaga yudikatif. Menurut Kopong, pernyataan yang terkesan tidak tegas itu, sesungguhnya ingin membuka ruang bagi semua pihak, termasuk kepolisian dan kejaksaan, untuk mencermati kembali, apa yang dikerjakannya dalam suasana hati yang bersih. “Kalau memang apa yang dikerjakan (penyelidikan dan penyidikanred) selama ini tidak cukup bukti, maka harus dengan jiwa besar, menghentikan kasus tersebut tanpa harus meunggu dari Presiden,” tegasnya. Menurutnya,

semua pihak sebaiknya memahami sikap Presiden SBY sebagai kepala negara yang tidak langsung mengatakan kasus BibitChandra harus dihentikan, karena akan menimbulkan persoalan baru ditilik dari tugas dan fungsi Lembaga Tinggi Negara yang ada di negara ini. Pembantu Dekan I Fakultas Hukum Undana Kupang ini, lebih lanjut menyatakan, secara implisit, sikap Presiden SBY meminta pihak kepolisian dan kejaksaan untuk menghentikan kasus BibitChandra. “Kata-kata Presiden bahwa setelah mempertimbangkan aspirasi rakyat Indonesia dan rekomendasikan Tim Delapan, maka demi azas manfaat dan keadilan, maka pihak kasus BibitChandra perlu ditanggapi secara bijaksana, demi keadilan bersama,” ujarnya. (Slamet Mulyono)

10

Edisi : 17 / Tahun I / 21 November - 05 Desember 2009

PENDIDIKAN
Akhir Tahun 2009

Pemprov Jatim Kaji Metode Innova Kreatif 32 Hari

Depdiknas Targetkan Peserta PAUD 53,9 Persen
Jakarta, SKB Masa usia anak menjelang 6tahun adalah masa yang paling potensial untuk membangun dan menumbuhkembangkan potensi generasi penerus di Indonesia. Depdiknas menargetkan akhir 2009 ini, jumlah anak yang mengikuti Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) mencapai 53,9 persen.

Capaian angka tersebut akan disebar di seluruh wilayah terpencil pada 50 kabupaten, dari 21 Plakat penghargaan untuk Bupati Karawang provinsi di Indonesia. Hal Karawang, SKB tersebut. “Para pakar ini disampaikan Direktur Bupati Karawang, Drs selanjutnya memberikan Jenderal (Dirjen) PendiH Dadang S Muchtar nama Innova Kreatif bagi dikan Non Formal dan didaulat menjadi nara metode baru tersebut,” Informal (PNFI) Depsumber untuk membagi- lanjutnya. Menurut Bupati, hasil diknas, Hamid Muhamkan pengalaman dan kiat suksesnya mencapai kajian selanjutnya dikon- mad. keberhasilan di bidang sultasikan kepada DeparMenurut Hamid, Deppendidikan di Kabupaten temen Pendidikan NasiKarawang dengan meng- onal (Depdiknas), dan diknas akan menargetkan gunakan metode Innova dinyatakan bahwa metode Angka Partisipasi Kasar Kreatif 32 Hari. Bupati harus disempurnakan agar (APK) PAUD formal menjadi nara sumber memenuhi standar kelu- maupun PAUD nonfordalam Workshop Strategi lusan, yaitu mampu ber- mal, baik yang dikelola Pemberantasan Buta hitung, membaca dan Aksara di Jawa Timur menulis tujuh kata, serta Depdiknas maupun Dep(Jatim) yang di seleng- telah menempuh 114 jam artemen Agama. Ia megarakan oleh Bappeda pelajaran. “Akhirnya me- nyatakan, Depdiknas beJatim di Hotel Oval, tode tersebut diperpanjang kerja sama dengan Badan Surabaya , Rabu (11/11). menjadi 32 hari,” imbuhStandar Nasional PendiPada kegiatan work- nya. shop yang diikuti oleh para Dengan menggunakan dikan (BSNP) telah mepejabat teknis Dinas metode tersebut, Pemkab nyiapkan standar pelaPendidikan se-Jatm ter- Karawang telah berhasil yanan (PAUD) untuk sebut, paparan Bupati menuntaskan 117.710 buta meningkatkan kualitas mendapat apresiasi yang aksara dalam waktu 3 sangat tinggi. Sejumlah tahun. Setelah dilakukan pelayanan pendidikan peserta workshop lang- penyisiran ulang, masih pada tingkat pra sekolah sung merencanakan untuk ditemukan 5.000 buta yang mampu menjangkau melakukan studi banding aksara yang keseluruhan- selu-ruh lapisan masyake Karawang dalam nya laki-laki-laki. “Dengan waktu dekat. Bahkan para demikian, hingga tahun rakat. Hamid juga menegaspeserta meminta Bupati
untuk pindah dan memimpin di daerah mereka. Bupati, pada kesempatan tersebut mengatakan, berdasarkan data BPS tahun 2005, di Kabupaten Karawang terdapat 117.710 penderita buta aksara. Pemerintah pusat dan pemerintah provinsi telah memiliki program untuk pemberantasan buta aksara. Namun demikian, menurut Bupati, setelah dipelajari apa yang telah dilakukan tersebut tidak mencapai sasaran dan memerlukan waktu yang lama untuk menuntaskan seluruh buta aksara. “Padahal anggaran yang digunakan miliaran rupiah,” ujarnya. Oleh karena itu, Bupati menjelaskan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang kemudian melakukan uji coba penuntasan buta aksara dengan lama belajar 20 hari di salah satu desa. Hasil uji coba tersebut ternyata berhasil. Bupati mengaku, berdasarkan hasil kajian pakar, yaitu Prof Abin Syamsudin dari Universitas Pendidikan Indonesia dan DR Megawati Santoso dari Institut Teknologi Bandung, terdapat sejumlah keunggulan dalam metode baru 2009 terdapat 122.710 yang telah dituntaskan,” jelas Bupati. Bupati menambahkan, usai menuntaskan buta aksara, Pemkab Karawang tengah berupaya memberdayakan kelompok belajar yang telah terbentuk. Mereka diberikan modal setelah sebelumnya diberikan pelatihan usaha oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi. Selain itu, Bupati menerangkan, untuk memelihara kemampuan membaca mereka, pemerintah daerah juga membangun taman bacaan masyarakat, serta menyediakan puluhan unit mobil dan motor perpustakaan keliling. “Untuk tahun 2010, akan dibangun seluruh kantor desa, yang dilengkapi pusat kesehatan dan perpustakaan desa,” tambahnya. Sementara itu, menurut Kepala Bidang Sosial Budaya Bappeda Jatim, saat pembukaan workshop tersebut mengatakan, jumlah buta aksara di Provinsi Jatim sangat banyak, yaitu mencapai 3 juta buta aksara. “Oleh karena itu, melalui workshop ini kami berupaya untuk mencari solusi mengatasi permasalahan tersebut,” jelasnya. (Putri/Asep)

kan, BSNP dan Direktorat PAUD di Depdiknas telah menyelesaikan standar pelayanan umum yang meliputi standar isi, kompetensi, pendidik dan tenaga kependidikan, serta sarana dan prasarana yang diharapkan akan meningkatkan mutu layanan pendidikan usia dini. “Pertumbuhan lembaga PAUD tidak bisa dihentikan dan terus berkembang pesat, sehingga pemerintah perlu membuat standarisasi pelayanan pendidikan,” katanya. Hamid juga mengakui masih banyak lembaga PAUD di tanah air yang belum memenuhi standar. Namun, imbuhnya, kondisi tersebut lebih baik, dibandingkan bila anak diserahkan pada pengasuhan keluarga. “Utamanya, keluarga ekonomi lemah yang cenderung kurang memberikan perhatian dalam penga-

Suasana kegiatan lembaga PAUD

suhan dan pendidikan anak,” ungkapnya. Menurut data pada bulan November 2009, jumlah anak usia PAUD di Indonesia mencapai 30 juta orang. Namun baru seki-tar 20 persen atau 14,5 juta orang yang terakomodir, sedangkan 50 persen lainnya tetap dilayani oleh lembaga PAUD yang kualitasnya tidak terjamin. Lebih lanjut Hamid mengatakan, layanan PAUD ke depan akan disinergikan antara aspek pendidikan, kesehatan, gizi, pengasuhan dan perlindungan anak, agar menjadi layanan holistik integratif. “Kita akan bekerja sama dengan Badan PBB yang membidangi masalah pendidikan,

ilmu pengetahuan dan kebudayaan, Unesco. Indonesia memiliki kepedulian besar terhadap PAUD karena telah menjadi kesepakatan negaranegara anggota Unesco, terkait pendidikan untuk semua atau education for all,” paparnya. Pada tahun 2015, sebut Hamid, APK sudah bisa mencapai 72 persen. “APK PAUD di Indonesia tahun 2008 lalu baru mencapai 50,6 persen, dan akhir tahun 2009 diharapkan bisa meningkat menjadi sebesar 53 persen. Kita harus bekerja ekstra keras untuk mencapai APK sebesar 72 persen, karena hal tersebut sudah menjadi komitmen bersama anggota Unesco”, tandasnya. (Anis Jalal)

IGRA:

Tanamkan Dasar Keimanan dan Ketaqwaan Sejak Dini
Karawang, SKB
Ikatan Guru Raudatul Athfal (IGRA) Kabupaten Karawang, Rabu (18/11) lalu menggelar peragaan Manasik Haji Siswa Raudatul Athfal (RA) dan Taman Kanak-kanak (TK) se-Kabupaten Karawang. Kegiatan ini merupakan salah satu upaya untuk meletakkan dasar keimanan dan ketaqwaan anak sejak dini. Kegiatan tersebut dibuka secara langsung oleh Wakil Bupati Karawang, Hj Eli Amalia Priatna, di Lapang Karang Pawitan. Wakil Bupati, dalam sambutannya, mengatakan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang menyambut baik atas terselenggaranya kegiatan ini. Menurutnya, kegiatan seperti ini merupakan salah satu bukti keberhasilan para guru dan pendidik IGRA dalam upaya mendorong minat dan semangat anak untuk lebih memahami akan rukun Islam yang kelima, yaitu menunaikan ibadah Dalam kesempatan yang sama, Ketua Panitia Manasik Haji Siswa, Husaini H, MD, menjelaskan, tujuan umum diselenggarakannya kegiatan ini adalah dalam rangka menyebarkan syiar Islam, sekaligus meningkatkan hubungan silaturahmi dan kerjasama antar RA dan TK se-Kabupaten Karawang. “Melalui kegiatan ini diharapkan anak-anak dapat mengenal tata cara pelaksanaan ibadah haji sekaligus semakin meningkatkan keimanan dan ketaqwaan anak terhadap Allah SWT,” katanya. Husaini menambahkan, jumlah peserta yang mengikuti kegiatan ini mencapai 5.682 anak, yang terdiri dari 4.182 siswa RA, dan 1.500 siswa TK. Sedangkan tema kegiatan yang diselenggarakan di Lapang Karang Pawitan tersebut adalah “Dengan peragaan manasik haji, kita letakkan dasar keimanan dan ketaqwaan anak terhadap Allah SWT sejak Dini”. (Putri/Asep)

Suasana manasik jahi yang digelar IGRA

haji. Lebih lanjut Wakil Bupati mengatakan, anak merupakan titipan dan amanah dari Allah SWT. Oleh karena itu, ia menegaskan, seorang anak harus dibesarkan dan dididik dengan penuh tanggung jawab serta memotivasi mereka untuk giat belajar. “Namun demikian, memotivasi anak merupakan hal yang sulit dan tidak mudah,” ujar Wakil Bupati, mengakui. Selain itu, Wakil Bupati

juga menambahkan, para orangtua harus bisa memahami kondisi psikologis anak, salah satunya dengan mempelajari ilmu psikologi. “Terlebih seorang anak memiliki kecenderungan untuk meniru lingkungan sekitarnya,” jelasnya. Oleh karena itu, melalui kegiatan ini, Wakil Bupati mengajak para orang tua untuk bersama-sama membentuk anak yang indah, taqwa, saleh, dan cerdas dengan penuh rasa tanggung jawab.

PENDIDIKAN
Peringati HUT PGRI Ke-38
Bekasi, SKB Dalam rangka memperingati hari jadi PGRI ke-38 tahun 2009, PGRI Kota Bekasi bekerja sama dengan “Irene Kharisma Organizer” menggelar Turnamen Catur Cepat Terbuka Nasional selama dua hari, di gedung Pendopo Pemkot Bekasi. Acara yang dimulai 13 November lalu itu dibuka Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bekasi, Tjandra Utama Effendi.
Dalam sambutannya, Tjandra mengatakan, penyelenggaraan turnamen catur terbuka seperti ini bukanlah yang pertama kali. Selain untuk mencari bakat, jelasnya, kegiatan ini bertujuan untuk memberikan animo kepada masyarakat penggemar catur. “Sehingga kami, dari pihak Pemda, sangat mendukung dan akan selalu memfasilitasi kegiatankegiata seperti ini,” ujar Tjandra. Turnamen catur ini banyak mendapat sambutan dari berbagai kalangan masyarakat Kota Bekasi. Hal ini terbukti dengan banyaknya peserta yang mengikuti turnamen ini. Sementara itu, Ketua Panitia Turnamen Catur, H Ahmad Yani, menyatakan, turnamen catur terbuka yang digelarnya ini memperebutkan Piala Walikota Bekasi Ke-3. Ia menambahkan, turnamen ini diikuti 125 peserta, dan menggunakan sistem semi setengah kompetisi, atau disebut dengan sistem swis dengan standing-9, agar lebih praktis dan lebih cepat. Sependapat dengan pernyataan Sekda yang disampaikan sebelumnya, Yani juga menegaskan, pihaknya secara rutin menggelar turnamen catur untuk memperingati HUT PGRI. Dengan penyelenggaraan ini, ia berharap bakat dan hobi masyarakat terhadap olahraga catur ini, dapat tersalurkan. Yani kemudian mengucapkan rasa terima kasihnya bagi semua pihak yang sudah mendukung suksesnya penyelenggaraan turnamen tersebut. Ia juga berpesan kepada para juara, agar dapat mempertahankan prestasi yang

Edisi : 17 / Tahun I / 21 November - 05 Desember 2009
E Komaryati Yd, S.Pd

11

PGRI Kota Bekasi Gelar Turnamen Catur Nasional

Kepala Sekolah yang Aktif Berorganisasi
menjadi guru teladan tingkat Kabupaten Sukabumi ini juga pernah mewakili Sukabumi ke tingkat Provinsi Jawa Barat (Jabar) ini aktif di berbagai organisasi, seperti PGRI sebagai bendahara, ketua Pokja III PKK, pengurus Koperasi Guru, pengurus Kwarran Pramuka, pengurus Perwosi di tingkat Kecamatan Warung Kiara.

E Komaryati Yd, S.Pd Suasana Turnamen Catur yang digelar PGRI Kota Bekasi Inzet: H Ahmad Yani bersama para juara

Sukabumi, SKB
Pengabdiannya di dunia pendidikan bukan hal baru bagi yang punya nama lengkap Enden Komaryati Yohana Dina, S.Pd atau akrab disapa Enden. Pengalamannya selama 28 tahun menjadi pendidik telah bersertifikasi yang kini sebagai Kepala Sekola SD Negeri Tunas Harapan dan sedang menempuh S2. Enden yang bersuamikan Cecep S Mulyana yang kini bertugas di Kawasaki Motor Indonesia (KMI) telah dikaruniai seorang putri, bernama Febby Dian Ayu Meiriana, SE yang telah bekerja di perusahaan otomotif Honda Trade Indonesia (HTI). Wanita yang pernah

telah diraih. “Bagi yang belum mendapatkan kesempatan meraih juara, agar berlatih terus, pantang menyerah,” pesannya, seraya memuji tingkat sportifitas yang ditunjukkan seluruh peserta turnamen.. Selain dihadiri beberapa pejabat pemerintahan, turnamen catur saat itu juga dihadiri Grand Master tingkat nasional, Irene Kharisma Sukandar, yang baru berusia 17 tahun dan merupakan putri kedua dari pasangan Ratna dan Singgih. Siapa sangka, mahasiswi Universitas Guna Dharma ini pernah membawa nama besar

bangsa dalam mengikuti kejuaraan catur internasional. Kepada SKB, di sela acara, Irene menyatakan dukungannya terhadap pelaksanaan turnamen catur terbuka yang digelar PGRI. Putri asal Bekasi ini juga menyampaikan tekadnya yang ingin menjadi juara catur dunia. Selain itu, ia juga menyatakan kesiapannya untuk melatih pecaturpecatur muda yang berbakat, melalui Irene Kharisma Organizer.

Kepala sekolah yang satu ini sebenarnya banyak mendapat dorongan dan penawarari oleh rekanrekannya untuk maju menjadi ketua PGRI, ketua Koperasi Guru Kecamatan Warung Kiara periode mendatang. Bahkan UPTD Pendidikan Kecamatan Warung Kiara sedang mempromosikannya menjadi seorang pengawas.
Kiranya, dunia pendidikan di wilayah Kabupaten Sukabumi, khususnya, sangat membutuhkan figur seperti Enden, yang telah mengabdikan dirinya secara tulus dan ikhlas untuk memajukan mutu pendidikan. Karena bisa diyakini, figur seperti Enden masih sangat sulit ditemui masyarakat. (Sopandi/DHM/Hilman S)

Irene juga menyampaikan harapannya agar olahraga catur dapat berkembang dan disenangi seluruh lapisan masyarakat. (Yudha)

LOMBA MEWARNAI Anak Bangsa untuk TK Edisi 17

MTs Negeri Rawamerta Tingkatkan Mutu Pendidikan
Karawang, SKB
Salah satu faktor penunjang mutu pendidikan diantaranya adalah sekolah harus memiliki fasilitas sarana dan prasarana yang memadai. Seiring dengan pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) di Madrasah Tsanawiyah (MTs) Rawamerta, pihak sekolah beserta para guru siap meningkatkan mutu pendidikan di sekolahnya guna mendukung kebijakan Bupati Karawang. MTs Rawamerta sudah memiliki fasilitas ruang belajar siswa berkat dari Departemen Agama. RKB tersebut sudah dapat digunakan untuk kegiatan belajar siswa. “Atas nama masyarakat Kecamatan Rawamerta, kami mengucapkan terimakasih kepada Kandepag atas bantuan RKB kepada madrasah ini,” ujar Kepala MTs Negeri Rawamerta, Drs Ahmad Ade, di kantornya belum lama ini. Menurut Ahmad, sebelum mendapat bantuan dari Kandepag, pihaknya masih kekurangan satu ruang kelas untuk belajar siswa, sebab daya tampung siswa makin me-

Gunting gambar yang telah diwarnai dengan Spidol / Krayon, tulis nama, kelas dan nama sekolah, sertakan Photo Siswa. Kirim ke Redaksi Koran Suara Karya Bangsa (SKB) Po.Box 362 Bks, Bekasi 17000 Karya Pemenang akan di Muat di Edisi berikutnya

NAMA KELAS SEKOLAH ALAMAT

: ..................................... : ..................................... : ..................................... : ..................................... .....................................

ningkat. “Untuk siswa Kelas 3 saja ada 5 kelas. Sedangkan daya tampung untuk kelas baru hanya 4 kelas. Sehingga kekurangan 1(satu) kelas,” kata Ahmad. Pihak sekolah, ujar Ahmad, akhirnya memilih ruang guru untuk dijadikan ruang kelas, agar kegiatan belajar tidak terganggu. “Akhirnya untuk ruang guru bergabung dengan ruang Tata Usaha. Bahkan sebelum ada RKB, bukubuku disimpan di mushola sekolah agar terbaca oleh siswa,” paparnya. Ahmad menerangkan, MTs Negeri Rawamerta hingga kini belum memiliki sarana pendidikan seperti perpustakaan. “Mudahmudahan untuk ke depanya kita sudah memiliki ruang perpustakaan,” ujarnya. Ahmad menambahkan, program yang tengah digalakkan di sekolahnya adalah pengembangan program Bahasa Inggris. Selain itu, pihaknya bekerjasama dengan USAID, telah mengikutsertakan semua guru, dalam pelatihan pada program Desentralized Basic Education (DBE-3). “Tujuannya adalah mengarah kepada pemberdayaan siswa dan kualitas guru,” jelas Ahmad. (Asep/Putri)

12

Edisi : 17 / Tahun I / 21 November - 05 Desember 2009

PENDIDIKAN
Pemkab Karawang Gelar Lomba Gerak Jalan HUT Korpri Ke-38
Karawang, SKB
Bupati Karawang, Drs H Dadang S.Muchtar, bersama Wakil Bupati Eli Amalia Priatna, dan Ketua DPRD Karda Wiranata, Jumat (20/11) lalu melepas ratusan Pegawai Negeri Sipil (PNS) dari berbagai Organisasi, Perangkat Daerah dan anggota Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Karawang yang mengikuti Lomba Gerak Jalan Korpri dan DWP Tingkat Kabupaten Karawang, di LaTanggul Irigasi Utara, KW 6 Kepuh, Jl Banten, dan berakhir kembali di Lapang Karang Pawitan. Sementara itu, menurut Sekretaris Korpri Kabupaten Karawang, Drs Akhmad Hidayat, para peserta gerak jalan ini dibagi menjadi 16 regu, yang terdiri dari 106 regu dari OPD, dan 10 regu dari DWP. “Penilaian juara dalam lomba gerak jalan ini dilihat dari berbagai aspek, diantaranya ketepatan waktu, kekompakan, dan

Wakil Walikota:

2010, SMAN di Kota Bekasi Bebas Biaya
Bekasi, SKB Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasiberupaya mewujudkan salah satu visi Kota Bekasi Cerdas melalui penuntasan Wajib Belajar Pendidikan Dasar (Wajar Dikdas) 9 tahun, dan merintis wajib belajar pendidikan 12 tahun.
Demikian penjelasan Wakil Walikota Bekasi, H Rahmat Effendi, S.Sos, M.Si, saat menerima kunjungan kerja Dinas Pendidikan Kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), di Balai Patriot Kota Bekasi. Dalam acara tersebut, Wakil Walikota didampingi Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Bekasi dan seluruh jajaran pejabat di Dinas Pendidikan Kota Bekasi. Wakil Walikota menegaskan, bukti keseriusan dan kepedulian Pemkot Bekasi di bidang pendidikan, dalam tahun 2009 ini, Pemkot Bekasi merealisasikan anggaran pendidikan sebesar 37,06% dari total APBD Kota Bekasi. Ia menambahkan, pada tahun 2010 yang akan datang, anggaran pendidikan di Kota Bekasi akan ditingkatkan lagi, sesuai dengan pencapaian sasaran pembangunan yang telah ditetapkan pada Rencana murni SD, SMP, SMA berturut-turut menjadi, 99,55%, 91,93%, 67,80%. Selain itu, ia juga menargetkan standar kualifikasi guru PNS, dengan indikator meningkatnya jumlah guru dengan pendidikan minimal S1 untuk guru SDN menjadi 82,56%, guru SMPN menjadi 85,57%, dan guru SMAN menjadi 99,17%. Dari sisi Sekolah Standar Nasional (SSN) dalam RPJM tersebut untuk tingkat SD ditetapkan angka menjadi 2,22%, tingkat SMP menjadi 28,57%, dan tingkat SMA menjadi 28,57%. Sementara itu, untuk Sekolah Berstandar Internasional (SBI) untuk tingkat SMP menjadi 11,11% dan tingkat SMA menjadi 26,67%. Guna mewujudkan hal tersebut, Wakil Walikota mengharapkan adanya dukungan dari seluruh komponen pendidikan serta seluruh Masyarakat Kota Bekasi Wakil Walikota juga menuturkan, Pemkot Bekasi dalam tahun 2010 nanti menargetkan lanjutan pendanaan dalam bidang pendidikan melalui sekolah bebas biaya bagi SDN dan SMPN serta subsidi kepada siswa SD dan SMP Swasta, serta akan diterapkan subsidi pembiayaan untuk siswa SMA Negeri. Beberapa hal lainnya yang akan dilakukan Pemkot Bekasi, menurutnya, adalah peningkatan kualifikasi kompetensi S1 dan S2 serta tenaga pendidik, penerapan TIK untuk pembelajaran dan administrasi, peningkatan pembangunan sarana dan prasarana Sekolah SD, SMP, SMA dan SMK. Sementara itu, rombongan Dinas Pendidikan Kota Tarakan yang ditemui SKB mengatakan sangat puas, saat mendengar dan melihat hasil yang dicapai Kota Bekasi dalam bidang pendidikan. Rombongan juga merasa puas dengan sambutan yang mereka terima dari pihak Pemkot Bekasi. Pihak Dinas Pendidi-kan Kota Tarakan kemudian berjanji akan mengikuti langkah yang telah diambil Pemkot Bekasi, dalam memajukan mutu pendidikan di Kota Tarakan. “Kami merasa perlu banyak belajar dari Pemkot Bekasi,” ujar salah seorang peserta rombongan. (Anis Jalal)

H Rahmat Effendi, S.Sos, M.Si

Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Kota Bekasi 2008-2013, dalam meningkatkan akses dan pelayanan bidang pendidikan. Wakil Walikota juga mejelaskan, dalam RPJM Kota Bekasi telah ditetapkan pencapaian angka melek huruf menjadi 99,32%, meningkatnya angka rata-rata lama sekolah menjadi 11,22%, meningkatnya angka partisipasi murni PAUD menjadi 40,80%, meningkatnya angka partisipasi

Bupati saat melepas peserta Lomba Gerak Jalan

HUT Kwarran Pramuka Bekasi Selatan Ke-25 Berlangsung Meriah
Bekasi, SKB Seperti biasanya, Kwartir Rantng (Kwarran) Pramuka Kecamatan Bekasi Selatan setiap tahun selalu merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) secara meriah. Untuk tahun ini, perayaannya dipusatkan di halaman Kantor Kecamatan Bekasi Selatan.
Sebelum acara puncak dimulai, para anggota Pramuka terlebih dahulu melaksanakan upacara bendera, sebagai pembukaan. Bertindak sebagai Pembina Upacara adalah Wakil Walikota Bekasi, H Rahmat Effendi, S.Sos, M.Si. Sedangkan selaku Pemimpin Upacara, untuk kali ini dipercayakan kepada figur seorang wanita, yakni Maisaroh, S.Pd. Melalui kata sambutannya, Rahmat Effendi, secara tegas menyampaikan dukungannya terhadap kegiatan jajaran Gerakan Pramuka di wilayah Kota Bekasi. Bahkan, ia menginginkan adanya alokasi anggaran dari APBD Kota Bekasi, untuk menunjang kegiatan kepramukaan ini. Ia juga menghimbau kepada semua pihak, agar visi dan misi dari Kota Bekasi dapat dikolerasikan melalui kegiatan kepramukaan. Rahmat Effendi atau akrab Bang Pepen ini kemudian menekankan agar aktifitas Gerakan Pramuka di Kecamatan Bekasi Selatan dapat lebih ditingkatkan, demi mendukung penghargaan Adipura yang telah diraih masyarakat Kota Bekasi. Selain itu, ia berharap, kegiatan ini dapat membentuk karakter generasi bangsa yang mandiri, bertanggungjawab dan memiliki displin yang tinggi. Dalam kesempatan sama, Ketua Kwarran Bekasi Selatan, Hendi Irawan, menilai positif terhadap dukungan yang diberikan Majelis Pembina (Mabin) Gerakan Pramuka dan Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi selama ini. Ia juga mengucapkan rasa terima kasihnya atas peran serta seluruh pihak yang turut mensukseskan kegiatan tersebut. “Tanpa dukungan seluruh pihak, acar ini tidak akan mungkin berjalan secara sukses dan meriah,” ujarnya. Perayaan HUT Kwarran Pramuka Bekasi Selatan berlangsung semarak dengan berbagai kegiatan

pang Karang Pawitan. Dalam sambutannya, Bupati mengatakan, lomba gerak jalan ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan dalam memeriahkan peringatan hari ulang tahun Korpri Ke-38 dan DWP Ke-10. “Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi ajang silaturahmi dan meningkatkan tali silaturahmi antar anggota Korpri dan Dharma Wanita,” ujarnya. Bupati menjelaskan, para peserta akan menempuh rute jarak sekitar 6 kilometer. Peserta start di Lapang Karang Pawitan, dilanjutkan dengan menyusuri Jl Jend Ahmad Yani, Jl Siliwangi, Jl Ir Suratin, Jl Tanggul Irigasi Selatan, KW 5 Johar, Jl

keselarasan,” imbuhnya. Kegiatan saat itu juga dirangkai dengan penyerahan uang kadeudeuh bagi kontingen anggar Kabupaten Karawang yang berhasil meraih prestasi pada Kejuaran Anggar Nasional Tahun 2009 yang berlangsung di Sport Mall Kelapa Gading Jakarta, serta pada Kejuaraan Jawa Barat, dan Kadet Pemula, Kadet, Junior, di Soreang, Bandung, serta Babak Kualifikasi Porda XI/2010 Jabar. Kadeudeuh tersebut diserahkan langsung oleh Ketua KONI Kabupaten Karawang, Aris Suparno, dengan disaksikan oleh Bupati Dadang S. Muchtar. (Putri/Asep)

Disdik Gelar Pelatihan Pakem
Wakil Walikota Bekasi memberikan potongan tumpeng kepada Ketua Harian Kwarran Bekasi Selatan

perlombaan kepramukaan. Selain itu, pihak panitia juga menggelar lomba Cerdas Tangkas untuk putra dan putri yang dimenangkan oleh peserta dari SMPN 7 Kota Bekasi. Kota Pramuka Saat ditemui di sela kegiatan perlombaan kepramukaan, Ketua Harian Kwarran Pramuka Bekasi Selatan, Ahmad Yani, berharap banyak terhadap kemajuan kegiatan kepramukaan di wilayah Bekasi Selatan. Ia yakin, dengan dukungan seluruh pihak, keinginan menjadikan Kota Bekasi sebagai Kota Pramuka dapat terwujud. “Asal semua pihak bersikap kooperatif,” tegas-

nya. Ia mengakui banyaknya kendala yang dihadapi pihak Kwarran Pramuka Bekasi Selatan, dalam memajukan Gerakan Pramuka. “Salah satu kendala itu adalah kurangnya komunikasi yang terjalin antara jajaran pengurus Kwarran dengan jajaran Majelis Bimbingan Gugus (Mabigus) di tingkat sekolah,” ungkapnya. Ahmad Yani juga menyambut baik segala perhatian yang diberikan Walikota dan Wakil Walikota Bekasi. “Perhatian itu bisa menjadi motivasi bagi kami untuk selalu memajukan Gerakan Pramuka di Kota Bekasi,” ujarnya. (S4ut/Yudha)

Karawang, SKB Dinas Pendidikan Kabupaten Karawang menggelar Pelatihan Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan (Pakem) bagi para guru SD. Kegiatan ini diprakarsai USAID melalui program Desentralized Basic Education (DBE-2). Pelatihan Pakem tersebut berlangsung selama 3 hari bertempat di SDN Tanjungpura III Karawang. “Para peserta yang mengikuti Pakem sebanyak 50 orang dari 25 kecamatan dari 30 kecamatan yang ada di Karawang. Lima kecamatan lagi sudah merupakan binaan dari program DBE yaitu Kecamatan Rengasdengklok, Karawang Barat, Kotabaru, Telagasari dan Ciampel,” tutur Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Karawang, Yan Zuwarsyah, melalui Kabid Pendidikan Dasar,

Suhendar dikantornya barubaru ini. Dikatakan, masingmasing UPTD Pendidikan kecamatan mengirimkan 2 orang guru untuk diikutsertakan dalam pelatihan Pakem. Tujuan pelatihan Pakem ini bagi para guru adalah agar guru pintar dalam kegiatan belajar dan mengajar. Menurutnya, bagi guru yang sudah mengikuti pelatihan ini diharapkan mensosialisasikanya di wilayah masing-masing. Diambahkan, materi Pakem yang diterapkan kepada guru diantaranya adalah bagaimana guru tersebut dapat memahami sifat yang dimiliki anak, mengenal anak secara perorangan, mengembangkan ruang kelas sebagai lingkungan belajar yang menarik, dan memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar. (Putri/Asep)

HUKUM & KRIMINAL
Karawang, SKB Sebagai upaya penegakan Perda Kabupaten Karawang Nomor 26 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tempat Penjualan Minuman Keras (Miras), Peredaran Narkotika dan Obat Terlarang, serta upaya memberantas berbagai penyakit masyarakat dan sebagai tindak lanjut berbagai aksi razia minuman keras, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang belum lama ini memusnahkan 980 dus atau 4.850 botol miras yang berhasil disita.
Pemusnahan Miras tersebut dipimpin Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Karawang, Drs H Arifin H Kertasaputra, yang didampingi Ketua DPRD Kabupaten Karawang, Karda Wiranata, serta bersama unsur Polres Karawang, Satpol PP, dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) di halaman Gedung Islamic Center Karawang. Miras tersebut merupakan hasil razia yang dilakukan oleh unsur gabungan dari Satpol PP, Polres Karawang, Kodim 0604/Karawang, dan Den Subdenpom III-3 Karawang, di tiga titik, yaitu Kecamatan Karawang Barat, Karawang Timur, Teluk Jambe Barat, Cikampek, tempuran, Jatisari dan Tirta Mulya. Dari hasil kerja keras unsur gabungan tersebut berhasil disita dari berbagai merk miras, baik impor maupun lokal dengan kandungan alkohol 7 % hingga 40 %. Dalam kesempatan tersebur Kepala Satpol PP mengatakan, pihaknya telah berupaya semaksimal mungkin untuk terusmenerus menertibkan wilayah Kabupaten Karawang,, serta berupaya untuk memberantas dan selalu merazia berbagai penyakit masyarakat, diantaranya adalah minuman keras, yang dirazia dari para pedagang yang diduga menyimpan barang-barang haram tersebut. Dalam sambutannya Bupati Karawang, Drs H Dadang S Muchtar, yang dibacakan Sekda mengatakan, dirinya merasa bangga dan berterima kasih kepada semua pihak khususnya Satpol PP dan aparat terkait yang telah bekerja keras melakukan operasi pemberantasan peredaran minuman keras. Keberhasilan ini menunjukan tingginya komitmen dari Satpol PP dalam rangka meningkatkan kualitas keamanan dan kenyamanan kota Karawang. Menurutnya, peredaran miras secara ilegal merupakan faktor yang dapat merangsang tumbuhnya ancaman kemanan di wilayah Kabupaten Karawang. Bupati menghimbau kepada seluruh warga masyarakat Karawang untuk memberi dukungan yang nyata kepada Satpol PP dan kepolisian dalam operasi-operasi yang digelar.

Edisi : 17 / Tahun I / 21 November - 05 Desember 2009

13

Ribuan Botol Miras Hasil Sitaan Dimusnahkan

Guru Aniaya Anak Didik
Bekasi, SKB Aksi penganiayaan anak murid, belum lama ini terjadi di Kota Bekasi. Penganiayaan tersebut dilakukan guru SD Bani Saleh. Ironisnya lagi, korban merupakan anak dari Wakil Ketua DPRD Kota Bekasi. Muhammad Fajar Panuntun (8) murid Kelas 3 SD Bani Saleh VI, yang terletak di Jalan Jembatan 11, Rawa Lumbu, Kota Bekasi, menjadi korban penganiayaan yang dilakukan oleh gurunya sendiri, berinisial Bar. Korban sendiri dianiaya gurunya dengan cara, menarik kerah baju dan memutar mutarkan tubuh korban. Setelah diputar putar, korban kemudian dilempar oleh gurunya. Bahkan baju bagian depan korban rusak akibat ditarik pelaku secara kuat. Menurut saksi mata, kejadian berawal saat seluruh siswa tengah belajar di dalam kelas. Saat salah seorang siswi ada yang mengambil penghapus, tiba-tiba guru tersebut melempar siswi yang mengambil penghapus tadi dengan menggunakan jam dinding sekolah hingga pecah. Fajar yang masih polos, kemudian hendak melihat jam dinding yang pecah. Namun secara tiba-tiba guru yang lagi emosi tersebut menarik kerah baju Fajar di bagian belakang dan menarik serta memutar-mutar. Tak lama kemudian, guru itu akhirnya melempar Fajar hingga beberapa meter. Tak ingin buah hatinya diperlakukan secara kasar, Timoria, orangtua korban, langsung mendesak pihak sekolah agar tidak mempekerjakan guru yang telah melakukan penganiayaan tersebut. Ia kemudian berjanji akan melanjutkan kasus penganiayaan yang dialami anaknya ke pihak kepolisian. (S4uT)

Susasana pemusahan Miras

Disamping itu, dukungan yang sama juga diharapkan dari masyrakat dalam upaya penanganan penyakit sosial masyarakat lainnya, seperti premanisme, tempat perjudian, tempat prostitusi, Curanmor, narkoba dan penyakit msyarakat lainya. Miras hasil sitaan tersebut selanjutnya dimusnahkan dengan cara digilas menggunakan mesin stoom. Sekda H. Arifin H. Keertasaputra

dan Ketua DPRD Kabupaten Karawang, Karda Wiranata, serta perwakilan dari Kapolres mengendarai mesin stoom tersebut. Masih dalam kesempatan tersebut, Sekda mengatakan, kegiatan ini merupakan salah satu wujud dan upaya untuk memperbaiki kualitas mental masyarakat Kabupaten Karawang, khususnya dalam menekan peredaran miras. (Putri/Asep)

Tidak mau Pulang, Istri Dipukul Hingga Sekarat
Bogor, SKB Karena tidak mau di-ajak pulang, seorang suami tega memukul dan membacok istrinya hingga sekarat. Perbuatan keji ini dilakukan oleh Amip, terhadap istrinya, Asny 20 tahun. Amip Roy, 33 tahun, dibekuk di Kampung Bubulak RT 03/04 Desa Bojong Kulur, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, beberapa waktu lalu. Peristiwa sadis ini berawal saat pelaku mengajak istrinya pulang ke rumahnya di Pondok Benda RT 04/ 01 Kelurahan Jati Asih Kota Bekasi. Saat itu, sang istri memang sedang pulang ke rumah orang tuanya. Namun karena tidak mau, pelaku kemudian mejadi emosi. “Korban menolak diajak pulang ke rumah mereka. Karena tidak mau diajak pulang, maka pria yang menikah sirih ini jadi kalaf dan emosi, lalu memukulnya dengan tangan. Kemudian korban dibacok pakai golok hingga sekarat. Pelaku sempat kabur. Namun berkat kesigapan petugas, dua jam kemudian pelaku behasil dibekuk,” ujar Kapolsek Gunung Putri, AKP Fathoni Rizal. Sementara orang tua korban, Encep, menuturkan, alasan koban pulang ke rumahnya, karena suaminya sudah dua bulan tidak lagi memenuhi kebutuhan jasmani maupun rohani Asny. “Anak saya diajak pulang ke rumahnya, tapi dianya tidak mau,” jelasnya. Korban diperkirakan mengalami luka bacok sepanjang 15 Cm dan kedalaman 2 Cm. Dalam peristiwa tersebut, tidak ada warga yang berani mengejar, karena pelaku masih memegang golok. “Kami hanya fokus pada upaya petolongan bagi jiwa koban,” kata Encep, seraya berharap pelaku mendapat hukuman yang setimpal atas perbuatannya. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatnya itu, pelaku kini meringkuk di sel tahanan Mapolsek Gunung Putri Bogor untuk dilakukan penyidikan lebih lanjut. (Slamet Mulyono)

Ribuan botol Miras yang dimusnahkan dengan menggunakan mesin stoom

Korban Kecelakaan Lalin Dapat Kaki Palsu
Bekasi, SKB
Sebanyak 30 warga Kota Bekasi korban kecelakaan lalu lintas yang mengalami amputasi kaki, mendapatkan bantuan kaki palsu dari Yayasan Kick Andy. Kepala Unit Lakalantas Polres Metro Kota Bekasi, AKP Heri Purwanto, mengatakan, penderita cacat kaki itu telah datang ke Polres untuk ukur kaki sebelum dibuatkan kaki palsu. Ia menambahkan, pengukuran dilakukan bergilir karena hanya ada dua petugas. “Penyandang cacat tersebut tidak hanya akibat lakalantas di Kota Bekasi, tetapi juga di Jakarta, Bandung, dan kota lainnya. Namun, mereka memiliki identitas sebagai warga Kota Bekasi,” ujarnya. Dijelaskan, bantuan kaki palsu tersebut merupakan hasil kerja sama antara Polda Metro Jaya dan Yayasan Kick Andy, yang akan menyalurkan 1.000 kaki palsu. Pemberian kaki palsu kepada korban lakalantas tidak dipungut biaya sepeserpun dan kegiatan sosial tersebut dimaksudkan untuk membantu penderita agar bisa tetap produktif. “Korban lakalantas yang menderita cacat ratarata berusia 20-30 tahun. Mereka berada di usia produktif dan bantuan kaki tersebut diharapkan menjadikannya lebih optimistis dalam menjalani kehidupan,” ujar Heri. Sementara itu, Pengurus Yayasan Kick Andy, Ahmad Harun, menyatakan, dari hasil pengukuran akan dipesan kaki palsu sesuai ukuran kepada pembuatnya yang juga seorang penyandang cacat di Bojonegoro Jawa Timur. Ia mengatakan, kaki palsu yang diserahkan tersebut terdiri dari dua macam, tergantung kecacatan si korban, yaitu ada yang sebetis dan juga yang di atas lutut. (Ham/Ist)

Pengemis Cilik Kian Menjamur
Bekasi, SKB
Pengemis cilik yang masih anak-anak di perempatan jalan utama di Kota Bekasi semakin menjamur. Bahkan terdapat bayi yang digendong untuk mendapatkan belas kasihan dari warga yang melintas. Beberapa anak-anak tersebut menyanyi tanpa alat musik apapun, dengan suara tak jelas agar warga memberikan sumbangan bagi mereka. Setelah mendapat uang mereka berkumpul dengan teman lainnya. Kepala Satpol PP Kota Bekasi, Dedi Djuanda, mengatakan, pengemis anak semakin banyak, terutama setelah lebaran dan adanya larangan mengemis di wilayah DKI Jakarta. Para pengemis anak itu, menurut Dedi, berdatangan dari berbagai daerah di Jawa Barat, seperti Indramayu, Subang, dan Purwakarta. Dedi menegaskan, di Kota Bekasi belum ada aturan hukum yang melarang warga yang ingin memberikan sedekah kepada pengemis atau pengamen. “Akan lebih baik, pengemis anak dibina oleh dinas sosial daerah asal mereka,” ujarnya.

Melonjaknya pengemis anak, ungkap Dedi, diduga karena Kota Bekasi berbatasan dengan DKI Jakarta. Bahkan ia mensinyalir pengemis anak dan Gepeng yang terjaring di daerah lain diturunkan di Kota Bekasi. “Padahal seharusnya mereka diantar ke daerah asal mereka hingga Kota Bekasi menjadi tempat penampungan pengemis,” katanya. “Kita telah berupaya menangkap basah oknum yang menurunkan pengemis anak dan gepeng di Kota Bekasi, tapi belum pernah tertangkap tangan. Kita harapkan persoalan pengemis jangan sebatas dimobilisasi ke daerah lain,” ujarnya. (Ham/Ant)

14
Surabaya,SKB

Edisi : 17 / Tahun I / 21 November - 05 Desember 2009

OLAH RAGA
Setelah Kalahkan Cagliari

Persipura Tekuk Persebaya
Juara bertahan Persipura Jayapura memetik kemenangan pertamanya di musim ini. Melawat ke markas Persebaya Surabaya, Minggu (22/11/ 2009), tim asuhan Jacksen F Tiago itu unggul 1-0. Di depan 24 ribu pasang mata Bonek Mania yang memenuhi Stadion 10 November Tambaksari Surabaya, skuad “Mutiara Hitam” menang lewat gol tunggal hasil sundulan Bio Paulin Pierre di babak kedua. Ini adalah kemenangan pertama Persipura di musim ini, setelah hanya meraih hasil seri di tiga pertandingan pertamanya. Sebaliknya, Persebaya menelan kekalahan keduanya dari enam laga. Tak banyak peluang berarti yang tercipta di sepanjang babak pertama, namun keadaan berubah sejak wasit Armando Pribadi meniup peluit restart alias babak kedua. Kans emas penting terjadi di menit 64, ketika tendangan gelandang Persebaya John Tarkpor yang mengarah ke ujung tiang gawang Jendry Pitoy masih terselamatkan. Persipura yang tidak diperkuat beberapa pemain pilarnya seperti Ricardo Salampessy dan Boaz Solossa, juga memberi tekanan, dan bahkan menuai hasilnya. Memasuki menit 75, berawal dari tendangan bebas di sisi kanan pertahanan Persebaya, terjadi kemelut di kotak penalti. Bek Bio Paulin berhasil menanduk bola yang tidak mampu dibendung para pemain Persebaya termasuk kiper Endra Prasetya. Persebaya gagal meningkatkan performanya setelah tertinggal dan tak mampu memperoleh gol balasan. Tim tamu pun membawa pulang tiga angka pertamanya di musim ini. (Ist)

Rossoneri Bertengger di Posisi Kedua
Milan, SKB Pelatih AC Milan, Leonardo, sudah memprediksi hasil laga melawan Cagliari akan cukup menghibur. Namun pria asal Brasil ini tidak menyangka akan banyaknya gol yang mewarnai kemenangan Rossoneri. Milan berhasil untuk sementara merangsek ke posisi dua klasemen Seri A setelah membungkam Cagliari dengan skor 4-3 di San Siro, Minggu (23/ 11) malam WIB. Selain tercipta tujuh gol, laga tersebut juga cukup menghibur karena berjalan ketat dan tim tamu sempat unggul. Tentang serunya partai itu rupanya telah diperkirakan oleh Leonardo sebelumnya. Namun mantiga angka. Leonardo mengatakan penampilan menyerang yang diperagakan anak asuhnya membuat perbedaan antara ke dua tim. “Kami merupakan tim yang attack-minded dan itu membuat lawan kerepotan,” katanya. Lebih lanjut Leonardo merasa cukup yakin dengan kelanjutan momentum positif Milan di laga-laga selanjutnya. Karena tim tersebut dinilainya memiliki DNA berupa kemenangan. “Sekarang kami perlu untuk lebih tajam, logis, dan mengevaluasi setiap tahapan yang kami jalani. Sangat sulit untuk mengatakan apa yang dapat kami lakukan di musim ini, namun kemenangan adalah DNA kami,” ungkapnya. (Ist)

tan gelandang Il Diavolo Rosso tersebut sama sekali tidak mengira akan ada tujuh gol yang terlibat di laga itu. “Saya tidak memperkirakan akan terdapat begitu banyak gol, namun saya telah memprediksi akan pertempuran yang menghibur,” tuturnya di Football Italia.

“Cagliari tidak terkalahkan di empat laga sebelumnya dan tiga kali beruntun berhasil clean sheet. Saya tahu bahwa kami harus berhati-hati, namun pada akhirnya kami berhasil membuat banyak peluang.” ujar Leonardo. Di akhir laga, Milanlah yang berhak meraup

Halim Kirmansyah

Tingkatkan SDM Masyarakat Pasir Suren
ketertinggalan, terutama dalam bidang peningkatan SDM. Upaya tersebut mulai nampak kelihatan dengan diperbaikinya bangunan sekolah yang tidak layak pakai, perbaikan jalan desa, program penguatan ekonomi dan sarana pendidikan. Atas peran aktif bekerjasama dengan pengurus Yayasan Asyuhada, ia dipercaya oleh pemerintah melalui program partner ship Indonesia Australia untuk mengembangkan lembaga pendidikan satu atap dengan biaya Rp 1,2 miliar lebih yang pembangunannya memasuki tahap penyelesaian. Halim yang berusia 54 tahun ini beristerikan Neng Sri Astuti, dan dikaruniai 5 orang anak, bernama Neni Kartika Sari, S.Pd, Asep Muhlis Nugraha, Sanusi Fana Halim, Dadang Iskandar H, Baojudin Rido H. Ia mempunyai keinginan besar untuk membawa Desa Pasir Suren ke arah yang lebih baik, bangkit dari keterpurukan dan sejajar dengan desa yang telah maju. Sejak tahun 1986, desa ini menjadi langganan Desa Lunas PBB tiap tahunnya. Desa ini berpenduduk 6.644 jiwa, terdiri dai 1.672 KK, terbagi ke 4 dusun 9 RW dan 33 RT. Saat ini, masyarakat di desa ini, terutama di Kedusunan Cihurang, menginginkan pengaspalan jalan dan penerangan listrik.
(Sopandi/DHM/Hilman S)

SPP-SPMA Karawang Adakan Praktek Kerja Usaha
Karawang, SKB Siswa-siswi kelas III SPP-SPMA Kabupaten Karawang pada semester V ini tengah melaksanakan Praktek Kerja Usaha (PKU) di berbagai perusahaan yang bergerak dibidang pertanian. “Kegiatan PKU untuk siswa kelas 3 ini bertujuan agar siswa memiliki semangat wira usaha dan mampu mengelola suatu usaha di bidang pertanian secara profesional dengan memperhatikan situasi, kondisi dan potensi wilayah,” ujar Kepala Sekolah SPP-SPMA Karawang, Ade Suhadi, saat ditemui SKB di ruang kerjanya, baru-baru ini. Ade menjelaskan, kegiatan PKU itu sendiri merupakan kegiatan belajar siswa dalam situasi nyata di lapangan, guna mendapatkan pengalaman wira usaha di bidang pertanian. Menurutnya salah satu visi pembangunan Provinsi Jawa Barat (Jabar) adalah menjadikan Jabar sebagai provinsi agribisnis terdepan di Indonesia. Sinyal ini, ungkap Ade, menunjukkan bahwa tantangan serta peluang sektor pertanian (agribisnis) saat ini dan masa depan semakin terbuka walaupun areal pertanian

Pasar Hewan Sagaranten Tidak Terawat

Halim Kirmansyah

Sukabumi, SKB
Kiprahnya selama 23 tahun di desa tempat tinggalnya, bersama suka dan duka yang dilaluinya dengan ikhlas menjadi bekal pengalaman berharga yang akhirnya mengantarkan Halim Kirmansyah menjadi Sekretaris Desa (Sekdes) sekaligus Pejabat Sementara (Pjs) Kepala Desa (Kades) Pasir Suren, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi. Ia memiliki visi yang sangat kuat untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) masyarakat di desanya, menuju masyarat yang cerdas, beradab, bermoral, dan berakhlak mulia. Sedangkan misi yang akan dijalankan adalah ingin menghidupkan kembali, budaya yang dianggap positif dan tidak bertentangan dengan agama maupun lingkungan. Berkat jalinan kerjasama yang baik dengan staf desa, unsur BPD, LPMD dan unsur lain dengan langkah pasti Desa Pasir Suren mulai menggeliat mengejar

semakin sempit. “Untuk mengakomodir kebutuhan Kabupaten Karawang sebagai kota lumbung padi, SPPSPMA merupakan salah satu sekolah pertanian yang dapat menunjang pemerintah daerah dari sektor pertanian karena SPMA mencetak pelajar asal Karawang menjadi seorang teknisi pertanian yang handal,” jelasnya. Untuk menyikapi keadaan tersebut, menurut Ade, SPPSPMA menyelenggarakan program pengembangan agribisnis berdasarkan teknologi dan manajemen yang selaras dengan kebutuhan pembangunan nasional. Ia menargetkan untuk menghasilkan tenaga teknisi pertanian yang berdedikasi tinggi, berbudi luhur, terampil, mandiri dan berkemampuan memimpin serta memiliki wawasan budidaya dan teknologi berorientasi agribisnis. “Sehingga akan memiliki kemampuan yang cukup untuk memilih alternatif usaha yang menguntungkan,” papar Ade, seraya berharap lulusan SPPSPMA dapat menjawab kebutuhan Pemkab Karawang di bidang pertanian. (Asep/Putri)

Kondisi Pasar Hewan Sagaranten yang memprihatinkan dan tidak terawat

Sukabumi,SKB
Keberadaan pasar hewan di belakang Kantor Desa Pasanggrahan, Kecamatan Sagaranten, Kabupaten Sukabumi semakin terlantar. Berdasarkan hasil investigasi SKB di lapangan, keberadaannya tidak ter urus, dan ditumbuhi tanaman liar. Berdasarkan keterangan beberapa sumber di lokasi, bangunan ini tidak pernah difungsikan sama sekali semenjak dibangun dua tahun lalu. Penyebab tidak berfungsinya pasar hewan tersebut, menurut sumber, karena kurang strategisnya lokasi pembangunan sehingga para pedagang hewan tidak mau mengguanakan bangunan tersebut, ada kesan pembangunan pasar hewan Sagaranten di paksakan.

Masyarakat setempat sangat mengharapkan adanya perhatian Pemerintah Kabupaten Sukabumi terhadap keberadaan Pasar Hewan Sagaranten. Masyarakat merasa yakin jika kondisi pasar tersebut dirawat kembali, akan mengundang minat para pedagang untuk berjualan di lokasi pasar. Edi, salah seorang warga setempat, bahkan mengusulkan agar fungsi pasar tersebut dirubah. Sehingga bukan hanya melayani transaksi jual-beli hewan saja, melainkan beberapa kebutuhan pokok juga bisa diusahakan di pasar tersebut. Bagi Edi, jika pasar tersebut kembali ramai dengan transaksi jual-beli, tentunya akan mempengaruhi peningkatan taraf hidup masyarakat. (Sopandi/Edi )

SAMBUNGAN.......
SMPN 7 Kota Bekasi..................dari Hal 1
terus meningkatkan mutu pendidikan di Kota Bekasi. “Sehingga visi dan misi Pemkot Bekasi untuk mewujudkan Kota Bekasi yang Sehat, Cerdas, dan Ihsan dapat terlaksana,” ucapnya. Selain itu, Alwi menekankan, seluruh pihak di SMAN 7 Kota Bekasi juga selalu berupaya untuk mempertahankan penghargaan Adipura yang telah dirai Kota Bekasi tahun 2009. “Kami juga akan mendukung upaya Pemkot Bekasi untuk meraih Piala Adipura yang menjadi supremasi kebanggaan seluruh wilayah di negara ini,” jelasnya. Untuk mewujudkan sasaran tersebut, ungkap Alwi, pihaknya selalu mengingatkan tentang pentingnya menjaga lingkungan agar selalu tetap bersih dan asri kepada seluruh siswa SMAN 7 Kota Bekasi. (Aj/Mul/H)

Edisi : 17 / Tahun I / 21 November - 05 Desember 2009

15

Wakil Walikota...........................dari Hal 1
yeksikan mengisi bagian administrasi pemerintahan,” lanjutnya. Dalam kesempatan yang sama, Kabid Adpeg BKD, Imanudin, SE, M.Si, yang juga didampingi Kabid Binpeg Jamus Rasidi, SH, M.Si, menjelaskan, peserta yang berhak mengikuti ujian tes CPNSD adalah peserta yang telah memenuhi persyaratan yang ditentukan oleh panitia. Ia menambahkan, dari ribuan pendaftar, ternyata banyak juga yang tidak memenuhi persyaratan, kendati sebelumnya sudah dijelaskan secara detail melalui pengumuman, baik di media cetak maupun melalui website, menyangkut mekanisme persyaratannya. Saat disinggung tentang jumlah kehadiran peserta tes, Imanudin menjelaskan, terdapat beberapa peserta yang tidak ikut ujian. “Berdasarkan informasi yang kami terima, peserta yang tidak hadir pada hari ini mungkin dikarenakan sedang mengikuti ujian penerimaan CPNS di instansi lain. Selaku panitia, kami akan tetap memantau perkembangan dan keamanan ujian ini,” tegasnya. Menurut pantauan SKB, jumlah peserta yang mengikuti seleksi CPNSD Kota Bekasi tahun 2009 ini cukup banyak. Hampir seluruh sekolah yang ada di wilayah Kecamatan Bekasi Timur dan Kekasi Selatan dipenuhi para peserta ujian. Kegiatan Ujian yang berlangsung sejak pagi hingga siang hari itu akhirnyaberjalan dengan tertib, aman dan lancar. Robby H, salah seorang peserta ujian CPNSD yang ditemui SKB, menyatakan rasa leganya karena telah megikuti ujian. Sebagai peserta, ia merasa mendapat penghargaan dari Pemkot Bekasi, karena telah diberi kesempatan mengikuti seleksi CPNSD. “Kami dilayani dengan baik, ramah dan ruangannya pun sangat nyaman, karena dilengkapi dengan AC. Saya merasa salut dengan pelayanan Pemkot Bekasi kepada peserta ujian CPNSD tahun ini,” ujarnya. Komentar senada juga disampaikan peserta lainnya, Poppy SO. Ia merasa mendapatkan semangat, dengan kehadiran Wakil Walikota yang datang meninjau pelaksanaan ujian CPNSD saat itu. Poppy kemudian menyatakan tekadnya untuk lulus ujian, hingga akhirnya diterima sebagai seorang Pegawai Negeri Sipil. “Menjadi seorang PNS memang telah menjadi citacita saya sejak kecil. Saya hanya berharap seleksi penerimaan CPNSD ini dilakukan secara obyektif dan transparan,” ungkapnya. (Anis Jalal)

lingkungan sekolah. Dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional Ke 45 tahu 2009, Alwi menjelaskan, SMAN 7 Kota Bekasi mengadakan beberapa kegiatan sosial yang berkaitan dengan bidang kesehatan, seperti penyuluhan kesehatan untuk siswa dan masyarakat, yang bekerjasama dengan pihak Puskesmas setempat. Selain itu, imbuhnya, sekolah ini juga mengadakan aksi do-

nor darah massal, yang bekerjasama dengan pihak Palang Merah Indonesia (PMI). Alwi kemudian berharap agar dukungan dan kerjasama dari para guru, siswa tetap terjaga. “Dengan demikian, SMAN 7 akan terus meraih prestasi di segala bidang, terutama bidang pendidikan,” katanya. Sebagai pimpinan lembaga pendidikan, Alwi menyatakan, pihaknya akan

Nelayan Sukabumi............dari Hal 1
untuk mempertahankan kehidupan mereka dan keluarga. Padahal, sudah miliaran rupiah anggaran pemerintah pusat, provinsi, maupun kabupaten dialokasikan untuk pembangunan dermaga satu dan dua, pembangunan alat break poter (pemecah ombak) di dermaga Padjagan Kecamatan Cisolok, pembangunan PLTU Jabar Selatan di Desa Citarik, Kecamatan Palabuhanratu. Program-program pemberdayaan nelayan dari Dinas Kelautan dan Perikanan nampaknya tidak dapat menyentuh dan memperbaiki taraf hidup nelayan tradisional. Sisi positif dari adanya pembangunan itu seyogyanya bisa menciptakan nilai tambah bagi masyarakat sekitar. Namun nampaknya, kondisi yang terjadi malah sebaliknya. Wajar saja jika kemudian pembangunan mega proyek PLTU dan break poter itu mendapat reaksi keras dari masyarakt nelayan. Para nelayan rata-rata khawatir keberadaan dua proyek tersebut justru akan mengancam kelangsungan hidup para nelayan di kawasan teluk Palabuhanratu dan sekitarnya.
(Sopandi/Hilman S/Tedi)

Antusias Peserta Lomba SKB CUP I
Kabar Gembira !!!!!!!!!!!!!!!!
Dalam rangka memperingati ulang tahun yang pertama, Koran Suara Karya Bangsa (SKB) akan mengadakan berbagai kegiatan lomba, memperebutkan Piala Bergilir SKB CUP I dengan total hadiah sebesar Rp 10 juta. Karya Lomba di Kirim ke Redaksi SKB Po. Box 362 BKS Bekasi 17000
Lomba Mewarnai di sekolah TK adalah suatu kegiatan wajib bagi anak didik yang ada di sekolah tingkat Taman Kanakkanak. Hal ini kemudian dimanfaatkan oleh Tim Kreatif Koran SKB untuk mengadakan lomba mewarnai tingkat TK dan SD yang ternyata mendapat sambutan yang antusias dari kalangan anak-anak TK dan SD. Hal ini terbukti de-ngan banyaknya kiriman hasil karya mewarnai yang masuk ke Redaksi SKB. Bahkan Tim Kreatif SKB merasa ke-sulitan menentukan para juaranya, karena hasil karya yang dikirim para generasi penerus kita itu bagus semua. Nah, selain menggelar Lomba Mewarnai, menurut Kak Hamdanil dari Tim Kreatif SKB, rencananya di hari ulang tahun SKB yang pertama pada tanggal 23 Maret 2010 nanti, akan diada-kan berbagai acara yang pastinya sangat menarik. Berbagai perlombaan yang terbuka untuk anak sekolah, mahasiswa, guru dan masyarakat umum ini berlangsung mulai 10 November 2009 hingga 23 Maret 2010. Adapun perlombaan yang akan diadakan, diantaranya: - Lomba Mewarnai dan Lomba Menyanyi-kan Lagu Kebangsaan untuk kalangan pelajar TK. - Lomba Mewarnai, Lomba Baris Berbaris (PBB), serta Cerdas Cermat untuk kalangan pelajar SD. - Lomba Menulis Puisi untuk kalangan pe-lajar SMP - Lomba Menulis Cerpen untuk kalangan pelajar SMA - Lomba Karya Ilmiyah dengan tema: a) “ Peran dan Fungsi Media dalam Pendidikan ” b) “Peran dan Fungsi Media dalam Pembangunan” untuk kalangan mahasiswa dan umum. - Lomba Catur, Lomba Kerapihan dan Kedisiplinan yang terbuka untuk kalangan kepala sekolah tingkat SD, SMP dan SMA. Acara yang terbuka untuk seluruh Warga Negara Indonesia ini bekerjasama dengan Departemen Pendidikan Nasional, LIPPIN, Radio Elgangga 100.3 FM, PWI Pusat, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Pemkot Bekasi, Pemkab Bekasi, Pemkab Karawang, Pem-kab Sukabumi, Pemkab Bogor, Pemkab Depok, Pemkab

Ustd Abu Aqila ............................ dari Hal 2
balikan energi. Di meja makan, suami cuma tahu ada hidangan: ayam panggang kecap, sayur asam, sambal terasi dan lalapan. Tak terfikir olehnya harga ayam melambung; atau tadi pagi istrinya sempat berdebat, menawar harga yang melebihi anggaran. Suami tak perlu lagi memotong sayuran, mengulek bumbu, dan memilahmilih cabai dan bawang. Tak pusing memikirkan berapa takaran bumbu agar rasa pas di lidah. Yang suami tahu hanya makan. Itupun terkadang dengan jumlah berlebihan, menyisakan sedikit saja untuk istri, si juru masak. Tanpa perhitungan istri selalu menjadi koki terbaik untuk suami. Mencatat dalam memori makanan apa yang disuka dan dibenci suami. Dengan mengingat lima peran ini, Umar kerap diam setiap istrinya ngomel. Mungkin dia capek, mungkin dia jenuh dengan segala beban rumah tangga di pundaknya. Istri telah berusaha membentenginya dari api neraka, memelihara hartanya, menjaga penampilannya, mengasuh anak-anak, menyediakan hidangan untuknya. Untuk segala kemurahan hati sang istri, tak mengapa ia mendengarkan keluh kesah buah lelah.

Cianjur, Coca-cola, serta BM Peterpen. Acara penyeleksian akan dilakukan di setiap Biro/ Perwakilan Koran SKB di seluruh Indonesia. Sementara final seluruh perlombaan akan digelar di Kota Bekasi. Tunggu apa lagi? Persiapkan segala kemampuan dan bakat yang Anda miliki. Ini merupakan kesempatan bagi Anda untuk menyalurkan bakatbakat yang terpendam.

Siapa tahu, hadiah-hadiah menarik yang disediakan Koran SKB menjadi milik Anda. Hasil Karya Tulis sudah bisa dikirim sejak November 2009. Bagi sponsor yang ingin berpartisipasi, dapat mendaftar ke Radio Elgangga Bekasi, Redaksi Koran SKB atau bisa menghubungi Kru Tim Kreatif SKB di (021) 84312205 / 087829524924 (Redaksi)

Umar hanya mengingat kebaikan-kebaikan istri untuk menutupi segala cela dan kekurangannya. Bila istri sudah puas menumpahkan kata-katanya, barulah ia menasehati, dengan cara yang baik, dengan bercanda. Hingga tak terhindar pertumpahan ludah dan caci maki tak terpuji. Akankah suami-suami masa kini dapat mencontoh perilaku Umar ini? Ia tak hanya berhasil memimpin negara tapi juga menjadi imam idaman bagi keluarganya.
Wallahualam........

STOP PRES
Dibutuhkan Wartawan/ Wartawati untuk wilayah DKI dan sekitarnya Syarat : - Mau bekerja keras - Pendidikan Min D3 - Mandiri - Pengalaman sbg Jurnalist Min 1 Tahun - Memiliki Kendaraan Sendiri Kirim Lamaran Lengkap ke Redaksi SKB Po. Box 362 Bks Bekasi 17000

16

Edisi : 17 / Tahun I / 21 November - 05 Desember 2009
Saat pencanangan penanaman pohon, Wakil Walikota berharap kegiatan ini diikuti oleh seluruh lapisan masyarakat. “Karena kalau bukan kita, siapa lagi yang akan melakukanya,” ungkapnya. Menurut Wakil Walikota, selain mengkampanyekan global warming, penghijauan yang dilakukan Pemkot Bekasi itu untuk mensukseskan program Adipura. Gerakan yang dilakukan Pemkot Bekasi ini juga dalam rangka menjadikan Kota Bekasi sebagai Kota Terbersih sekaligus untuk mempertahankan penghargaan Adipura yang diraih pada tahun 2009. Kegiatan ini disambut baik oleh berbagai instansi baik pemerintah maupun swasta. Salah satunya adalah Indonesia Institute for Coorporate Social Responsibility (IICSR). Kepada SKB, Director IICSR, Mohammad Nur Hasan, mengatakan, pihaknya mendukung penuh kegiatan seperti ini. “Disamping untuk mempertahankan penghargaan Adipura yang sudah kita raih, kita juga menjadikan dan sekaligus memberikan pembelajaran kepada generasi muda untuk peduli dengan kebersihan dan penghijauan. Melihat itu semua, kami bekerja sama dengan Pemkot Bekasi, dalam hal ini Badan Pengelola Lingkungan Hidup dan Dinas Pendidikan juga melakukan lomba pembuatan tong sampah,” paparnya. Sementara itu gerakan penanaman ribuan pohon dan gerakan Gemar Adipura yang dicanangkan oleh Pemkot Bekasi, dalam pantaua SKB berjalan sangat baik. Hai ini terlihat di setiap sudut di wilayah Kota Bekasi, baik pemerintah maupun masyarakat melakukan kegiatan penanamam dan penghijauaan. Di Kelurahan Jati Mekar, gerakan penanaman ribuan pohon dan gerakan Gemar Adipura ini bekerja sama dengan BM Peterpen Kota Bekasi dan masarakat melakukan kegiatan di

REHAT

Pemkot Bekasi dan Masyarakat Tanam Ratusan Ribu Pohon

Wakil Walikota menanam pohon untuk penghijauan

Ketua I BM Peterpen dan Lurah Jati Mekar sekitar wilayah. Khairuddin S Sos, saat di wawancarai di lokasi kegiatan yang didampiongi Ketua I BM Peterpen, Amad Saikhu, SH, mengatakan, untuk wilayah Jati Mekar, kegiatan kebersihan ini sudah digalakkan sejak dari dulu. “Masyarakat selalu melakukan kegiatan kebersihan lingkungan yang dilakukan setiap hari Minggu secara bergotong royong. Disamping itu saya juga sudah memberikan pengarahan kepada seluruh masyarakat Jati Mekar pada setiap pertemuan, agar setiap rumah

Bekasi, SKB
Wakil Walikota Bekasi, H Rahmat Effendi, S.Sos, M.Si, Minggu (22/11) lalu memimpin penanaman ratusan pohon yang merupakan bagian dari penanaman 100.000 pohon. Pelaksanaannya dilakukan di sekitar Jalan Raya Pekayon. Sebelumnya, Walikota Bekasi, H Mochtar Mohamad, juga telah melakukan penanaman pohon bersama yang digelar di Perumahan Pesona Metropolitan, Kelurahan Bojong Menteng, Kecamatan Rawa Lumbu. Kegiatan dalam rangka mem-

peringati Hari Cinta Puspa dan Satwa tersebut diiringi dengan hiburan dan lomba melukis tong sampah yang diikuti oleh kurang lebih 50 peserta lomba dari 25 sekolah setingkat SLTP se-Kota Bekasi yang dimenangkan oleh Ade Lisa dan Anis Rista siswi SMPN 7 Kota Bekasi. Selain itu, penanaman pohon yang dilakukan serempak di wilayah Kota Bekasi itu juga sebagai bukti kepedulian Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi, dalam menjaga lingkungan hidup dan menggalakkan kegiatan penghijauan.

Siswa yang ikut Lomba Lukis Tong Sampah

harus ada tanaman hidup, dan setiap ada lahan kosong di wilayah ini, saya instruksikan agar ditanami dengan pohon yang bermanfaat,” ujarnya. BM Peterpen dalam kesempatan ini mengadakan kegiatan kebersihan di seputar Jalan Ratna, Kelurahan Jati Mekar sampai pertigaan Simpang Cikunir Kelutahan Jati Bening. Dalam kesempata tersebut juga Ketua I BM Peterpen mengajak seluruh pengurus BM Peterpen untuk menanam pohon di lingkungan rumah setiap anggotanya. (AJ/Mul/Ham)

Dukung Penghijauan dan Program CSR

Camat Bantargebang Bangun Trotoar dan Taman Jalan
inisiatifnya untuk membangun trotoar dan taman jalan di sekitar Jalan Raya Narogong (Siliwangi). Sebagai pelaksanaan awal, pembangunan trotoar dan taman jalan itu sudah dilakukan di depan Kantor Kecamatan Bantargebang. Dalam sebuh wawancara dengan SKB, beberapa waktu lalu, Yayan Yuliana, menjelaskan, pembangunan trotoar dan taman jalan itu didasari oleh rasa kepeduliannya terhadap kondisi Jalan Raya Narogong yang terdapat di wilayah Kecamatan Batargebang agar tidak semrawut. “Selama ini saya memperhatikan, para pejalan kaki seperti menemui kesulitan saat berjalan di sisi Jalan Raya Narogong, akibat jalurnya sering digunakan kendaraan Angkot (Angkutan Perkotaan-red) yang sedang ngetem. Terlebiuh ketika hujan, kondisi di sisi jalan ini menjadi becek,” ujarnya. Yayan menjelaskan, awal pembangunan sedang dikerjakan di depan Kantor Kecamatan Bantargebang sepanjang 300 meter. “Semua biayadan pegerjaannya dilakukan secara swadaya,” ungkapnya, seraya menambahkan, pembangunan ini untuk mendukung gerakan penghijauan dan perogram Coorporate Social Responbility (CSR), yakni upaya pembangunan yang berasal dari kalangan pengusaha. Yayan mengharapkan dukungan dari seluruh masyarakat untuk mendukung program penghijauan dan kebersihan yang diterapkan Pemerintah Kota Bekasi. “Hal ini untuk mewujudkan Kota Bekasi sebagai kota terbersih tingkat Jawa Barat,” tegasnya. (Slamet Mulyono)

Drs. Yayan Yuliana

Bekasi, SKB
Sebagai wujud dukungannya terhadap program kebersihan dan penghijauan yang dicanangkan Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi guna mempertahankan prestasi penilaian Adipura, Camat Bantargebang, Drs Yayan Yuliana, melaksanakan

Inilah pemenang Lomba Mewarnai Tingkat TK , hasil seleksi dari ratusan peserta lomba yang mengirimkan hasil karyanya ke Redaksi Koran SKB, yang bekerjasama dengan Radio Elgangga 100.3 FM “Radionya Orang Bekasi”. Yang lainnya.....sabar aja yah. Makanya kirim terus hasil karya kamu yang lebih bagus lagi. Siapa tahu kamu yang menjadi pemenang berikutnya, dan photo kamu juga ikut terpajang. Wah, bangga kan orangtua kamu.

Syifa P. M. Kls B TK Islam As-Syifa Jati Ranggon Rt. 04/02 Jatisampurna-Kota Bekasi

Aurel Kls B3 TK.I Al-Azhar 11 Kemang Pratama Kota Bekasi

Taman Kecamatan Bantargebang yang asri

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->