P. 1
Data Tentang Brunei Darussalam

Data Tentang Brunei Darussalam

1.0

|Views: 7,391|Likes:
Dipublikasikan oleh Aziz Gapake Gagap

More info:

Published by: Aziz Gapake Gagap on Jun 27, 2010
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/05/2013

pdf

text

original

Sections

INDONESIAN EMBASSY PRESS RELEASE

HOME

(Source: Borneo Bulletin)

Positive outcome at the Joint Commission

By CT Hj Mahmod

Brunei Minister of Foreign Affairs HRH Prince Mohamed Bolkiah and Indonesian MInister of
Foreign Affairs
Dr N. Hassan Wirajuda at the first Joint Commission meeting in Jakarta. -
Photo: Infofoto

Brunei's Minister of Foreign Affairs, His Royal Highness Prince Mohamed Bolkiah,
expressed his confidence on the positive outcome of the first Joint Commission between
Brunei Darussalam and the Republic of Indonesia that envisaged new areas of co-
operation between the two countries.

HRH Prince Mohamed Bolkiah co-chaired the First Joint Commission Meeting on Friday,

file:///E|/Aziz's%20Doc/Brunei%20Darussalam/2003news_jcm.htm (1 of 3) [8/29/2008 5:43:11 PM]

INDONESIAN EMBASSY PRESS RELEASE

at which the signing of the Agreed Minutes also took place.

Signing on behalf of the government of the Republic of Indonesia was Indonesia's
Foreign Minister, Dr. N. Hassan Wirajuda.

Speaking at the meeting HRH Prince Mohamed said that both ministers have had a
comprehensive look at the existing good relationship, not only current and future
concerns but also past cooperation between both countries.

"The meeting has identified human resource development, defence, social services, and
private sector development as most important immediate areas, all which involved
capacity-building and all are aimed in helping the people meet today's challenges well,"
he added.

The Prince referred to the healthy relations between the two countries, that are most
strongly shown with the 30,000 Indonesians currently working in Brunei.

"Many of these are the backbone of our industries and we are grateful to them for their
contribution to our development," he said.

Earlier in his introductory remarks the Minister said that the percentage of Indonesians
working in Brunei must be about the highest in any country in the world.

The Prince cited the idea of setting up of a working group in trade and investment and
said it is a step in the right direction.

" In this our two governments will do all they can, of course but at the same time, our
business people need to play their part as well. So it is good to see that have decided to
form Business Council. Also the idea of an Indonesia-Brunei Friendship Association fits
very well. It certainly helps our overall aim of promoting personal contacts between our
people," he added.

On the area of transport, HRH Prince Mohamed noted that the meeting puts special
focus on transport, where there is a need to look at ways to make it easier to move
goods and vehicles by land and sea. He said, " It should mean that our people will find it
easier to travel between Brunei and Kalimantan'.

Meanwhile according to a joint press statement an MoU on Land, Transport of
Passengers and Goods and an MoU on Shipping Services and Ports were proposed during
the meeting.

Both sides agreed there should be a call to increase investment co-operation between

file:///E|/Aziz's%20Doc/Brunei%20Darussalam/2003news_jcm.htm (2 of 3) [8/29/2008 5:43:11 PM]

INDONESIAN EMBASSY PRESS RELEASE

Indonesia and Brunei. In this regard, they agreed to explore the possibility of
establishing investment agreement for the purpose of promoting investment between the
two countries.

On defence, the meeting noted that the Brunei side would convey to the concerned
authority about the Indonesia sale offer of various military equipments, including military
vessels and CN-235 aircraft.

Concerning the arrangements of Indonesian workers in Brunei, the meeting noted
Indonesia's view that both countries needed to sign an MoU on Labour placement.

The meeting agreed that the second meeting of the Joint Commission would be
convened in Brunei at a date mutually agreed upon.

| Home | Press Release | Statement | Bulletin | Bilateral Issues |
| Business Info | Education Info | Tourism | Consular |
| The Embassy | Link

Copyright (c) 2000-2003 Embassy of the Republic of Indonesia to Negara Brunei Darussalam

file:///E|/Aziz's%20Doc/Brunei%20Darussalam/2003news_jcm.htm (3 of 3) [8/29/2008 5:43:11 PM]

INDONESIAN EMBASSY PRESS RELEASE

HOME

No. 01/PEN/I/2003

KUNJUNGAN KERJA MENTERI AGAMA
PROF. DR. H. SAID AGIL HUSIN AL MUNAWAR, MA
DI BRUNEI DARUSSALAM
TANGGAL 17-20 JANUARI 2003

_______________________________________________

Dalam rangka menghadiri ASEAN Youth Reading Competition ke-2 di Bandar Seri Begawan
tanggal 17-19 Januari 2003, Menteri Agama RI, Prof. Dr. H. Said Agil Husin Al Munawar, MA
berkesempatan menghadiri acara ramah tamah dengan Staf KBRI dan masyarakat Indonesia di
Bandar Seri Begawan bertempat di Wisma Duta Indonesia tanggal 18 Januari 2003, kunjungan
kehormatan dengan Menteri Kebudayaan, Belia dan Sukan serta Menteri Agama Brunei
Darussalam.

Pada kesempatan pertemuan di Wisma Duta Indonesia, Menteri Agama memberikan
penjelasan mengenai perkembangan terkini di tanah air yang meliputi al.

Tragedi Bali 12 Oktober 2002

Peristiwa nasional ini ditandai oleh ulah sekelompok golongan dengan melakukan
tindakan anarkis melakukan pengeboman di Bali yang berdampak banyaknya korban

file:///E|/Aziz's%20Doc/Brunei%20Darussalam/2003pr01.htm (1 of 4) [8/29/2008 5:43:14 PM]

INDONESIAN EMBASSY PRESS RELEASE

jiwa. Hingga saat ini aparat keamanan RI telah berhasil menangkap tersangka pelaku
pengeboman dan terus memburu tersangka lainnya untuk mempertanggung jawabkan
perbuatannya. Cepatnya para aparat keamanan RI berhasil menangkap para pelaku,
merupakan suatu usaha positif dan bukti keseriusan pemerintah menciptakan keamanan
dan lindungan kepada masyarakat.

Penandatangan Kesepakatan Damai Pemri-GAM

Tanggal 9 Desember 2002 di Jenewa ditandatangani Kesepakatan Perdamaian/
Penghentian Permusuhan antara pemerintah RI-GAM. Peristiwa tersebut merupakan
suatu peristiwa yang menggembirakan semua pihak. Terhitung tangal penandatangan
perjanjian tersebut hingga 7 bulan kemuka, merupakan masa untuk membangun saling
kepercayaan (confidence building measures) kedua pihak.

Penerapan Kebijakan R & B (release and discharge)

Merupakan Kebijakan Pemerintah berupa pemberian pengampunan kepada para
konglomerat yang memiliki masalah berkaitan dengan hutang-hutang mereka. Kebijakan
ini mendapat tentangan dari bebrepa pihak karena dianggap pemerintah cenderung lebih
memperhatikan pihak-pihak tertentu dibandingkan pihak-pihak lainnya.

Kenaikan BBM, tarif dasar listrik dan tarif telepon

Maraknya demonstrasi yang terjadi hampir di seluruh Indonesia menentang kenaikan
BBM, listrik dan telepon turut mempengaruhi kehidupan masyarakat dan bangsa
Indonesia. Disinyalir aksi-aksi demonstrasi yang dilakukan para mahasiswa dan
sebagian kalangan masyarakat, sudah melampaui batas koridor tujuan demonstrasi
sebenarnya. Hal ini disebabkan terdapat pihak-pihak tertentu yang memanfaatkan unjuk
rasa tersebut untuk kepentingan politik praktis mereka (menggulingkan pemerintah yang
berkuasa). Terdapat skenario diupayakan timbulnya korban jiwa para pengunjuk rasa
oleh aparat keamanan. Patut disyukuri hingga sejauh ini bahwa dalam mengantisipasi
unjuk rasa tersebut, para aparat keamanan tidak terpancing melakukan tindakan represif
yang dapat menimbulkan korban jiwa pengunjuk rasa.

Serangan AS ke Irak

Dampak serangan militer AS ke Irak diperkirakan akan mempengaruhi harga pasaran
minyak dunia menjadi US $33/barrel. APBN mencanangkan sektor pendapatan dari
minyak sebesar US $22/barrel. Sedangkan dipikirkan apabila serangan AS ke Irak terjadi
yang diikuti oleh meningkatnya harga minyak dunia, kompensasi dari selisih harga
minyak tersebut dapat dimanfaatkan pemerintah untuk memecahkan masalah kenaikan
BBM, listrik dan telepon.

Pemerintah RI telah menyiapkan langkah-langkah evakuasi bagi warga Indonesia di
Timur Tengah yang berjumlah 28.000 orang. Telah disampaikan pula kepada jemaah
haji Indonesia yang sedang menunaikan ibadahnya, agar tetap memfokuskan kegiatan
mereka beribadah dengan sebaik-baiknya dan tidak terpancing kegiatan politis akibat

file:///E|/Aziz's%20Doc/Brunei%20Darussalam/2003pr01.htm (2 of 4) [8/29/2008 5:43:14 PM]

INDONESIAN EMBASSY PRESS RELEASE

rencana serangan AS ke Irak tersebut.

Kunjungan Kehormatan Menag RI dengan Menteri Kebudayaan, Belia dan Sukan dan
Menag Brunei Darussalam

Menteri Agama RI didampingi oleh Duta Besar RI dan rombongan mengadakan
pertemuan dengan Menteri Kebudayaan, Belia dan Sukan Brunei Darussalam tanggal 18
Januari 2003. Dalam pertemuan tersebut Menteri Kebudayaan, Belia dan Sukan sebagai
Ketua Penyelenggara MTQ Remaja ASEAN 2003 menyampaikan ucapan terima kasih
partisipasi qari dan qariah Indonesia dalam kejuaran ini. Selain itu disampaikan juga
penghargaan dan ucapan terima kasih kepada pihak Indonesia atas kerjasama dan
khususnya kepada para atlit dan seniman Indonesia yang berpartisipasi aktif dalam
kegiatan/pertandingan di Brunei Darussalam. Dijelaskan pula bahwa MTQ Remaja
ASEAN 2003 ini al. Bertujuan untuk memupuk rasa kebersamaan para remaja ASEAN
serta mencari bibit unggul untuk dipertandingkan di MTQ Internasional.

Menteri Agama RI didampingi oleh Duta Besar RI dan rombongan bertemu dengan
Menteri Agama Brunei Darussalam tanggal 18 Januari 2003. Dalam pertemuan tersebut
Menteri Agama Brunei menjelaskan bahwa jemaah haji Brunei tahun 2003 berjumlah
1086 orang dibawah kuota sebesar 3000 orang. Menteri Agama RI menjelaskan adanya
kerjasama baru antara Garuda Indonesia dengan pemerintah Arab Saudi yang
mengijinkan maskapai penerbangan Indonesia tersebut melakukan penerbangan
langsung Jakarta-Madinah dimulai tahun 2003.

Tanggal 19 Januari 2003 atas undangan Menag Brunei, Menag RI beserta Duta Besar
RI dan rombongan berkesempatan mengadakan Majelis Zikir dan Pembacaan Ayat-Ayat
Suci Al Quran di kediaman resmi Menteri Agama Brunei.

Menghadiri Musabaqah Tilawatil Al-Quran Pemuda Asia Tenggara 2003

Tanggal 19 Januari 2003 Menteri Agama RI dan rombongan didampingi Duta Besar RI
Yusbar Djamil menghadiri acara penutupan Musabaqah Tilawatil Al-Quran Pemuda Asia
Tenggara 2003 di Internasional Convention Centre, Berakas. Dalam pertandingan yang
diikuti 16 peserta masing-masing delapan Qari dan Qariah dari negara-negara Asia
Tenggara, Indonesia mengirimkan peserta masings satu Qari dan Qariah. Diperingkat
akhir pertandingan dibagian juara pertama qari dimenangkan peserta tuan rumah
sedangkan juara kedua Asep Nuryasin asal Kerawang, Jawa Barat dan juara ketiga dari
Philippina. Sementara juara pertama qariah direbut oleh Eka Hermayani dari Mataram,
Nusa Tenggara Barat, juara kedua Philippina dan juara ketiga Singapura. Hadiah juara
pertama mendapat uang tunai B$ 3000, piala bergilir, cendramata Mushaf Brunei
Darussalam dan piagam penghargaan, untuk juara ke dua dan ke tiga masings
mendapat uang tunai B$2000 dan B$1500. Penyerahan hadiah-hadiah kepada para
pemenang disampaikan langsung oleh oleh Sultan Hassanal Bolkiah.

Bandar Seri Begawan, 20 Januari 2002

file:///E|/Aziz's%20Doc/Brunei%20Darussalam/2003pr01.htm (3 of 4) [8/29/2008 5:43:14 PM]

INDONESIAN EMBASSY PRESS RELEASE

| Home | Press Release | Statement | Bulletin | Bilateral Issues |
| Business Info | Education Info | Tourism | Consular |
| The Embassy | Link

Copyright (c) 2000-2003 Embassy of the Republic of Indonesia to Negara Brunei Darussalam

file:///E|/Aziz's%20Doc/Brunei%20Darussalam/2003pr01.htm (4 of 4) [8/29/2008 5:43:14 PM]

INDONESIAN EMBASSY PRESS RELEASE

HOME

No. 02/PEN/II/2003

KUNJUNGAN KERJA DUTA BESAR RI
KE WILAYAH KUALA BELAIT,
BRUNEI DARUSSALAM
TANGGAL 5 PEBRUARI 2003

________________________________________________

Dalam rangka menjajaki potensi peningkatan kerjasama RI-Brunei Darussalam tanggal
5 Pebruari 2003 Duta Besar Republik Indonesia, Drs. Yusbar Djamil dan staf KBRI
BSB mengadakan kunjungan kerja ke wilayah Kuala Belait, Brunei Darussalam.
Wilayah ini berjarak 122 kilometer dari Bandar Seri Begawan, merupakan wilayah
terbesar (2.734 kilometer persegi dengan populasi 60.244 jiwa atau 1/5 penduduk
Brunei) dari 4 wilayah di Brunei Darussalam dan merupakan salah satu daerah
terpenting yang merupakan penyumbang devisa negara terbesar (80%) dari sektor
migas. Kuala Belait juga merupakan wilayah salah satu pintu gerbang perbatasan
langsung dengan kota Miri (Malaysia) yang secara geografis, ekonomi, sosial-politik
sangat penting serta menampung Tenaga Kerja Indonesia kedua terbanyak di Brunei
Darussalam.

file:///E|/Aziz's%20Doc/Brunei%20Darussalam/2003pr02.htm (1 of 3) [8/29/2008 5:43:15 PM]

INDONESIAN EMBASSY PRESS RELEASE

Pada pertemuan dengan Kepala Daerah Kuala Belait, Duta Besar RI al. menyampaikan
hal-hal sebagai berikut :

1. Kunjungan kerja ini diharapkan dapat lebih mempererat
hubungan baik pribadi maupun secara kedinasan serta menjajaki
peluang peningkatan hubungan di segala bidang.
2. Memandang pentingnya daerah Kuala Belait baik secara potensi
ekonomi yang dimiliki juga dalam hal secara geografi, ekonomi, sosial-
politik sangat penting dan sebagai tempat rencana Pemerintah Brunei
Darussalam menempatkan wilayah Sungai Liang di Kuala Belait, sebagai
Mega Proyek untuk menuntaskan masalah penggangguran di Brunei
Darussalam.
3. Menyampaikan penghargaan terhadap pernyataan Kepala
Daerah mengenai sumbangsih yang diberikan para TKI bagi
pembangunan wilayah tersebut, dan mengharapkan peran positif para
TKI tersebut meningkat di masa-masa mendatang.

Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai potensi yang dimiliki di wilayah tersebut, Duta
Besar RI juga mengadakan kunjungan ke Perusahaan Minyak Brunei Shell Sdn. Bhd.
serta Pusat Informasi Minyak dan Gas Brunei Discovery (OGDC) yang berdiri atas
sponsor Brunei Shell Petroleum Company Sdn. Bhd. (BSP) dan Shell International
Exploration and Production (SIEP). OGCD berlokasi di Seria (Kuala Belait), wilayah
minyak dan gas Brunei Darussalam, berdiri bulan Juli 2002 merupakan pusat informasi
yang bertujuan untuk mempelajari ilmu pengetahuan khususnya di bidang minyak dan
gas serta sebagai salah satu objek turis seperti yang dikehendaki oleh Sultan Brunei.
Dalam kesempatan tersebut dijelaskan mengenai sejarah, usaha dan peranan Brunei
Shell di Brunei Darussalam.

Dalam kesempatan terpisah Duta Besar RI mengadakan pertemuan dan tatap muka
dalam rangka pembinaan dan perlindungan dengan para wakil masyarakat/pekerja
Indonesia di Kuala Belait. Dalam pertemuan yang dihadiri sekitar 300 masyarakat
Indonesia dari berbagai lapisan masyarakat yang berlangsung dengan sederhana,
bersahabat dan akrab tersebut, Duta Besar RI menghimbau dan mengingatkan
masyarakat Indonesia senantiasa menjaga persatuan dan kesatuan bangsa serta
bekerja dengan giat, ulet, rajin, dan jujur. Masyarakat Indonesia dituntut untuk
senantiasa menghargai adat kebiasaan setempat tanpa merendahkan harga diri dan
martabat bangsa Indonesia, mematuhi hukum dan peraturan serta ketentuan
pemerintah RI maupun pemerintah setempat. Selain itu dihimbau pula masyarakat
Indonesia untuk menyadari mengenai hak dan kewajiban mereka termasuk menjaga
ketrentaman dan perdamaian serta menjaga dialog dan komunikasi khususnya dengan
KBRI BSB.

file:///E|/Aziz's%20Doc/Brunei%20Darussalam/2003pr02.htm (2 of 3) [8/29/2008 5:43:15 PM]

INDONESIAN EMBASSY PRESS RELEASE

Bandar Seri Begawan, 7 Pebruari 2003

| Home | Press Release | Statement | Bulletin | Bilateral Issues |
| Business Info | Education Info | Tourism | Consular |
| The Embassy | Link

Copyright (c) 2000-2003 Embassy of the Republic of Indonesia to Negara Brunei Darussalam

file:///E|/Aziz's%20Doc/Brunei%20Darussalam/2003pr02.htm (3 of 3) [8/29/2008 5:43:15 PM]

INDONESIAN EMBASSY PRESS RELEASE

HOME

No. 03/PEN/II/2003

THE INDONESIAN EMBASSY DI BANDAR SERI BEGAWAN
PERFORMS A HARI RAYA EID ADHA PRAYER
_________________________________________________

The Indonesian Embassy in Bandar Seri Begawan will perform solemnly a Hari Raya
Eid Adha prayer for Indonesian community and people surrounding the Embassy in
conjunction with the 10th of Zulhijjah 1423 Hijr celebration. The function will be as
follows:

Day/Date : Wednesday/12 February 2003
Time : 7.30 am
Venue : The Indonesian Embassy Chancery
Simpang 528, Jalan Muara
Bandar Seri Begawan

Ustadz Hj. Mohammad Sholeh will preside as Imam for the prayer and Ustadz. Drs.
Hj. A. Rosyad Syuhudi, MA will deliver its sermon / khotbah Hari Raya Aidul Adha. The
Indonesian Embassy herewith cordially invites the Indonesian community and people
surrounding the Embassy in Brunei Darussalam to perform their Eid Adha prayer at
07.00 to be proceeded with the recitation of Atakbir hari raya@ together. After the

file:///E|/Aziz's%20Doc/Brunei%20Darussalam/2003pr03.htm (1 of 2) [8/29/2008 5:43:15 PM]

INDONESIAN EMBASSY PRESS RELEASE

prayer, it will be continued with extending the greetings from the staffs at the Embassy
to the audiences at the moment of self forgiveness which the refreshment will be also
served. It will continue with sacrificing >Qurban@ consist of 1 cow and several goats.
Any enquiry or further information, please contact the Committee of Celebration at the
Indonesian Embassy at number 330180.

Bandar Seri Begawan, 10th February 2003

| Home | Press Release | Statement | Bulletin | Bilateral Issues |
| Business Info | Education Info | Tourism | Consular |
| The Embassy | Link

Copyright (c) 2000-2003 Embassy of the Republic of Indonesia to Negara Brunei Darussalam

file:///E|/Aziz's%20Doc/Brunei%20Darussalam/2003pr03.htm (2 of 2) [8/29/2008 5:43:15 PM]

INDONESIAN EMBASSY PRESS RELEASE

HOME

No. 04/PEN/III/2003

PENGANUGERAHAN BIDANG
KESUSASTERAAN
KEPADA PENYAIR AJIP ROSIDI

Dalam acara peresmian Sidang MABBIM
ke-42 dan MASTERA ke-8 yang
dirangkaikan dengan peringatan Majelis
Bahasa Brunei-Indonesia-Malaysia ke-30
tanggal 9 Maret 2003, bertempat di Empire
Theatre Empire Hotel, Brunei Darussalam
telah diadakan upacara pemberian
penghargaan kepada sasterawan
Indonesia, Ajip Rosidi. Penyair Ajip Rosidi
memperoleh Piagam Penghargaan di
bidang Mastera atas jasa-jasa di bidang
kesusasteraan, ditambah hadiah uang
tunai sebesar B$ 10.000 (sekitar Rp. 50
juta).

file:///E|/Aziz's%20Doc/Brunei%20Darussalam/2003pr04.htm (1 of 3) [8/29/2008 5:43:16 PM]

INDONESIAN EMBASSY PRESS RELEASE

Penghargaan disampaikan oleh Menteri
Kebudayaan, Belia dan Sukan Brunei
Darussalam, Pehin H. Awang Hussain bin
Pehin H. Awang Mohd. Yusof dengan
disaksikan langsung oleh Menteri
Pendidikan Nasional RI, Prof. Drs. A.
Malik Fadjar, Msc, dan Duta Besar RI
untuk Negara Brunei Darussalam, Drs.
Yusbar Djamil serta delegasi Indonesia,
Malaysia dan Brunei Darussalam peserta
Sidang MABBIM dan MASTERA.

Ajip Rosidi dilahirkan di Jatiwangi,
Majalengka tanggal 31 Januari 1938.
Sepanjang karirnya beliau dikenal sebagai
penyair dan sasterawan yang telah
membuahkan berbagai karya sastera
antara lain : kumpulan cerpen APesta@,
ACari Mantu@, kumpulan sajak
APertemuan Kembali@, cerita rakyat
AMundinglaya Dikusumah@, ACiung
Wanara@ dan sebagainya, dan novel
APerjalanan Penganten@ yang telah
diterjemahkan ke dalam bahasa Perancis.

Ajip Rosidi sejak tahun 1980 sampai
sekarang adalah Guru Besar tamu pada
Universitas Osaka di Jepang.

Dari pihak Indonesia lainnya yang
memperoleh penghargaan MABBIM adalah
Dr. Hassan Alwi, Dr. Sugito Wonodirekso,
dan Drs. Hasjmi Dini atas jasa-jasa mereka
berperan aktif dalam MABBIM.

Bandar Seri Begawan, 12 Maret 2003

file:///E|/Aziz's%20Doc/Brunei%20Darussalam/2003pr04.htm (2 of 3) [8/29/2008 5:43:16 PM]

INDONESIAN EMBASSY PRESS RELEASE

| Home | Press Release | Statement | Bulletin | Bilateral Issues |
| Business Info | Education Info | Tourism | Consular |
| The Embassy | Link

Copyright (c) 2000-2003 Embassy of the Republic of Indonesia to Negara Brunei Darussalam

file:///E|/Aziz's%20Doc/Brunei%20Darussalam/2003pr04.htm (3 of 3) [8/29/2008 5:43:16 PM]

INDONESIAN EMBASSY PRESS RELEASE

HOME

No. 05/PEN/III/2003

KUNJUNGAN KERJA MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL
PROF. DRS. ABDUL MALIK FADJAR, MSC
DI BRUNEI DARUSSALAM
TANGGAL 8-10 MARET 2003

________________________________________________

Atas undangan Menteri Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga Brunei
Darussalam untuk menghadiri perayaan HUT Majelis Bahasa Brunei-
Indonesia-Malaysia (MABBIM) ke-30 yang dirangkaikan dengan
Sidang MABBIM ke-42 dan Sidang Majelis Sastera Asia Tenggara
(MASTERA) ke-8 tanggal 9-14 Maret 2003 di Brunei Darussalam,
Menteri Pendidikan Nasional RI, Prof. Drs. Abdul Malik Fadjar, Msc
dan delegasi Indonesia berkesempatan menghadiri acara ramah
tamah dengan Staf KBRI dan masyarakat Indonesia di Bandar Seri
Begawan bertempat di Wisma Duta Indonesia tanggal 9 Maret 2003,
menghadiri perayaan MABBIM ke-30 tanggal 9 Maret 2003 dan
pertemuan dengan Menteri Kebudayaan, Belia dan Sukan tanggal 10
Maret 2003.

file:///E|/Aziz's%20Doc/Brunei%20Darussalam/2003pr05.htm (1 of 5) [8/29/2008 5:43:17 PM]

INDONESIAN EMBASSY PRESS RELEASE

Pada kesempatan pertemuan di Wisma Duta Indonesia, Menteri
Pendidikan Nasional RI memberikan penjelasan mengenai siruasi
dan konsisi terkini di tanah air yang meliputi al. :

Krisis yang melanda Indonesia

Masalah utama yang dihadapi bangsa Indonesia saat ini adalah
timbulnya krisis kepercayaan di berbagai bidang. Situasi saat ini di
tanah air ditandai oleh adanya indikasi lunturnya nilai-nilai
kebersamaan, penghargaan dan identitas diri untuk menerima
perbedaan antara satu kelompok dengan kelompok lainnya. Maraknya
unjuk rasa saat ini antara lain disebabkan kurangnya kepercayaan
dan suburnya rasa Akeakuan/egoisme@ oleh satu pihak kepada
pihak lainnya. Krisis kepercayaan juga timbul disebabkan oleh
menurunnya sikap nasionalisme akibat pendalaman nilai-nilai agamis
yang rendah dan mengakibatkan terbentuknya pola pikir yang
cenderung destruktif (negative thingking), sehingga menyebabkan
masyarakat Indonesia saat ini cenderung menggunakan kekerasan
sebagai jalan pemecahan masalah.

Penyebab timbulnya krisis kepercayaan a.l. disebabkan terbentuknya
pola pandang masyarakat Indonesia mengenai konsep kemajuan
bangsa berdasarkan kepemilikan atas benda-benda riel/fisik
(materialisme). Sesuai konsep dan kenyataan bahwa tolak ukur
keberhasilan suatu bangsa/negara dinilai dari kesuksesannya untuk
menghargai sejarah, budaya dan tradisi serta keimanan, dan
menguasai ilmu pengetahuan. Hal-hal ini yang cenderung menurun
dimiliki bangsa Indonesia saat ini.

Krisis kepercayaan juga timbul a.l. disebabkan tingkah laku sebagian
pejabat di Indonesia yang tidak dapat memberikan keteladanan untuk
menjadi panutan masyarakat. Contohnya banyak pejabat dan orang-
orang Indonesia yang masih sering berfoya-foya di luar negeri dalam
situasi negara yang krisis saat ini. Untuk itulah perlunya diterapkan
konsep hidup sederhana sebagai panutan bangsa.

Masalah yang dihadapi bangsa Indonesia saat ini sangatlah
kompleks, salah satunya sebagai akibat timbulnya Aeforia@
transparansi di segala bidang. Adanya kebijakan otonomi daerah
menimbulkan akibat maraknya keinginan untuk membentuk propinsi/
kabupaten baru. Di bidang politik ditandai oleh banyaknya pertikaian
antar partai-partai politik yang situasinya jauh lebih tidak kondusif
dibandingkan dengan situasi di tahun 1955, ketika pemilihan umum
dengan sistem multi partai diberlakukan.

file:///E|/Aziz's%20Doc/Brunei%20Darussalam/2003pr05.htm (2 of 5) [8/29/2008 5:43:17 PM]

INDONESIAN EMBASSY PRESS RELEASE

Pendidikan juga dituding gagal dalam menyelesaikan krisis saat ini.
Masyarakat menganggap Lembaga Pendidikan Nasional
bertanggungjawab sehingga terciptanya krisis sangat kompleks di
Indonesia. Mendiknas RI dalam kesempatan ini menyampaikan
secara langsung penghargaan kepada beberapa tenaga pendidik
Indonesia (dosen-dosen di UBD) atas usaha mereka secara tidak
langsung membuat pendidikan Indonesia diakui di Brunei
Darussalam.

Pembangunan citra Indonesia

Krisis di tanah air berdampak secara langsung berdampak pada
menurunnya citra Indonesia di Luar negeri. Tugas paling berat yang
diemban baik sejak pemerintahan Presiden Habibie, Presiden
Abdurrahman Wahid dan Pemerintahan Presiden Megawati
Soekarnoputri adalah mengembalikan citra Indonesia yang terpuruk.
Pengembalian citra Indonesia ini merupakan tugas berat dan lebih
sulit dilaksanakan oleh Perwakilan RI dibandingkan tugas yang sama
dilakukan oleh dengan lembaga-lembaga resmi lainnya di tanah air.
Untuk itu Mendiknas RI menyampaikan penghargaan kepada
Perwakilan RI di luar negeri atas usaha-usaha pengembalian citra
Indonesia selama ini.

Mendiknas RI juga menghimbau khusus bagi masyarakat
Indonesia di Brunei Darussalam untuk terus mempertahankan citra
Indonesia. Ditambahkan bahwa perlunya misi-misi kesenian dan
kebudayaan digalakkan dalam rangka menopang pembangunan citra
Indonesia.

Hal penting ditangani bidang pendidikan

Departemen Pendidikan Nasional RI bertanggung jawab menangani
masalah-masalah yang berkaitan dengan :
- kesiapan bangsa Indonesia menghadapi situasi global
saat ini,
- menjadikan bahasa sebagai salah satu kekuatan
regional,
- membentuk Anational building@.

Dewasa ini Depdiknas RI sedang menggodok kurikulum baru untuk
mengurangi beban siswa dalam memperoleh ilmu pengetahuan
(menseleksi mata pelajaran). Mata pelajaran yang diuji dalam
Ebtanas direncanakan hanya meliputi bahasa, matamatika dan ilmu

file:///E|/Aziz's%20Doc/Brunei%20Darussalam/2003pr05.htm (3 of 5) [8/29/2008 5:43:17 PM]

INDONESIAN EMBASSY PRESS RELEASE

pengetahuan (science).

Pembinaan masyarakat Indonesia

Mendiknas RI menyampaikan penghargaan kepada KBRI BSB atas
usaha-usaha pembinaan masyarakat Indonesia di Brunei Darussalam.
Secara khusus Mendiknas RI memuji peranan KBRI BSB sebagai
Akantor lurah@ bukan Amenara gading@ dalam menjembatani dan
menyelesaikan masalah-masalah warga Indonesia di Brunei
Darussalam.

Membentuk funding bagi masyarakat Indonesia

Dalam rangka mengurangi beban masyarakat di tanah air, Mendiknas
RI juga menghimbau masyarakat Indonesia di Brunei Darussalam
untuk membentuk seperti lembaga sosial dalam bentuk zakat, infaq
dan shadakah (ZIS) berdasarkan dana iuran sukarela masyarakat
Indonesia, untuk disumbangkan kepada yang memerlukan di tanah air.

Pertemuan Mendiknas RI dengan Menteri Kebudayaan, Belia dan
Sukan

Menteri Agama RI didampingi oleh Duta Besar RI, Yusbar Djamil dan
Kepala Pusat Bahasa Depdiknas RI mengadakan pertemuan dengan
Menteri Kebudayaan, Belia dan Sukan Brunei Darussalam tanggal 10
Maret 2003.

Perayaan HUT MABBIM ke-30

Atas undangan Panitia Peneyelenggara dan sebagai salah satu
bentuk solidaritas persahabatan negara-negara MABBIM, Duta Besar
RI dan staf KBRI BSB bersama-sama dengan delegasi negara-negara
MABBIM ikut serta dalam acara jalan santai/walkaton pada tanggal 9
Maret 2003.

Dalam acara peresmian Sidang MABBIM ke-42 dan MASTERA ke-8,
Mendiknas RI dan rombongan didampingi Duta Besar RI, Yusbar
Djamil menghadiri acara tersebut tangal 9 Maret 2003. Acara tersebut
juga menampilkan musik Perkusi Kerabat Nusantara (KNP Project)
dari masyarakat Indonesia di Brunei Darussalam mewakili Indonesia
yang mana grup tersebut merupakan binaan KBRI BSB. Dalam acara
tersebut sasterawan Indonesia, Ajip Rosidi mendapat penghargaan
Mastera sebagai wakil Indonesia dengan memperoleh uang tunai

file:///E|/Aziz's%20Doc/Brunei%20Darussalam/2003pr05.htm (4 of 5) [8/29/2008 5:43:17 PM]

INDONESIAN EMBASSY PRESS RELEASE

sebesar B$ 10.000. Dari pihak Indonesia lainnya yang memperoleh
penghargaan MABBIM adalah Dr. Hassan Alwi, Dr. Sugito
Wonodirekso, dan Drs. Hasjmi Dini.

Liputan media massa

Liputan kegiatan Perayaan HUT MABBIM ke-30 dan Sidang MABBIM
ke-42 serta MASTERA ke-8 terlampir. Kegiatan serupa termasuk
wawancara khusus Mendiknas RI juga diliput oleh media massa
elektronik (televisi) RTB.

Bandar Seri Begawan, 11 Maret 2003

| Home | Press Release | Statement | Bulletin | Bilateral Issues |
| Business Info | Education Info | Tourism | Consular |
| The Embassy | Link

Copyright (c) 2000-2003 Embassy of the Republic of Indonesia to Negara Brunei Darussalam

file:///E|/Aziz's%20Doc/Brunei%20Darussalam/2003pr05.htm (5 of 5) [8/29/2008 5:43:17 PM]

INDONESIAN EMBASSY PRESS RELEASE

HOME

No. 10/PEN/V/2003

KUNJUNGAN TENTARA LAUT (TNI AL) REPUBLIK INDONESIA
KE BRUNEI DARUSSALAM TANGGAL 20-23 MEI 2003

Pada tanggal 20-23 Mei 2003 seramai 4 orang TNI Angkatan Laut Republik Indonesia
dipimpin Kolonel Laut (P) Hari Bowo telah mengadakan kunjungan kerja ke Brunei
Darussalam. Selama berada di Brunei Darussalam telah mengadakan pertemuan dengan
Royal Brunei Navy (RBN) bertempat di Markas Besar Royal Brunei Navy (RBN).

Kunjungan tersebut bertujuan rencana kerjasama latihan bersama "Elang Laut" TNI
Angkatan Laut Republik Indonesia dengan Royal Brunei Navy (RBN) tahun 2003.

Pada kesempatan kunjungan ke Brunei Darussalam rombongan TNI AL telah mengadakan
kunjungan kehormatan kepada Duta Besart RI Yusbar Djamil bertempat di Kedutaan Besar
Republik Indonesia.

Bandar Seri Begawan, 24 Mei 2003

file:///E|/Aziz's%20Doc/Brunei%20Darussalam/2003pr10.htm (1 of 2) [8/29/2008 5:43:18 PM]

INDONESIAN EMBASSY PRESS RELEASE

| Home | Press Release | Statement | Bulletin | Bilateral Issues |
| Business Info | Education Info | Tourism | Consular |
| The Embassy | Link

Copyright (c) 2000-2003 Embassy of the Republic of Indonesia to Negara Brunei Darussalam

file:///E|/Aziz's%20Doc/Brunei%20Darussalam/2003pr10.htm (2 of 2) [8/29/2008 5:43:18 PM]

INDONESIAN EMBASSY PRESS RELEASE

HOME

No. 11/PEN/VI/2003

KUNJUNGAN KERJA PIMPINAN DAN ROMBONGAN
PONDOK PESANTREN ASALAFIYAH SAFI’IYAH
KE BRUNEI DARUSSALAM TANGGAL 2-6 JUNI 2003

Pimpinan Pondok Pesantren Salafiyah
Syafi'iyah

Sukorejo, Situbondo, Jawa Timur K.H.
Raden Achmad Fawaid As'ad dan rombongan sebanyak 6 orang mengadakan
kunjungan ke Brunei Darussalam tanggal 2-6 Juni 2003. Kunjungan tersebut
bertujuan untuk meningkatkan hubungan silaturrahmi dan menjajaki peluang
kerjasama pendidikan khususnya dalam bidang pendidikan Agama Islam. Dalam
kunjungan tersebut, rombongan Pondok Pesantren

Asalafiyah Safi

'iyah

didampingi

oleh Dubes RI untuk Brunei Darussalam, Yusbar Djamil mengadakan kunjungan
kehormatan kepada Act. Menteri Agama Brunei Darussalam yang juga dijabat
oleh Wakil Menteri Agama Brunei Darussalam, Pehin Siraja Khatib Dato Paduka
Seri Setia H. Awang Yahya (Menag Brunei Darussalam sedang dalam cuti
tanggal 3-7 Juni 2003), Vice Chancellor Universitas Brunei Darussalam (UBD),
Dr. H. Ismail H. Duraman, dan Dekan Institut Pengkajian Islam Sultan Haji
Omar Ali Saifuddien (IPISHOAS), Dr. H. Serbini H. Matahir.

Act. Menteri Agama Brunei Darussalam dalam pertemuan dengan
rombongan Pondok Pesantren Salafiyah

file:///E|/Aziz's%20Doc/Brunei%20Darussalam/2003pr11.htm (1 of 3) [8/29/2008 5:43:19 PM]

INDONESIAN EMBASSY PRESS RELEASE

Safi

'iyah

tanggal 4 Juni 2003, a.l. menyatakan bahwa
hubungan antara Indonesia dan Brunei Darussalam khususnya dalam bidang
pengembangan agama Islam telah terjalin melalui MABIMS (Majelis Agama
Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia dan Singapura) sehingga hubungan
kerjasama kedua negara selama ini telah berjalan dengan baik baik.
Diharapkan dengan adanya kunjungan ini semakin meningkatkan hubungan
kedua negara yang telah berjalan baik selama ini.

Dalam kesempatan tersebut, pimpinan Pondok Pesantren

Salafiyah Syafi

'iyah

, melalui

Rektor Institut Agama Islam Ibrahimy Salafiyah Safi'iyah, Drs. K.H. Hasan Basri.
LC menyampaikan informasi mengenai sejarah pendirian dan kondisi
pengelolaan pondok pesantren saat ini. Dijelaskan bahwa institusi ini memiliki
sistem pendidikan nasional, umum dan agama mulai dari tingkat dasar (TK)
sampai perguruan tinggi (program S-1 dan S-2) dengan berbagai disiplin ilmu
dan jurusan seperti Fakultas Syari'ah, Dakwah dan Tarbiyah disamping memiliki
Akademi Perikanan, Akademi Manajemen dan Informatika dan Komputer.
Jumlah siswa dan mahasiswa yang menuntut ilmu di lembaga pendidikan
tersebut berjumlah 13.304 orang yang berasal dari berbagai daerah di
Indonesia dan juga dari Malaysia dan Singapura. Komplek perguruan tersebut
berdiri di kawasan seluas 20 hektar.

Dalam upaya meningkatkan sarana dan prasarana pondok pesantren,
saat ini pimpinan pondok pesantren sedang membangun masjid yang lebih
representatif yang dapat menampung lebih banyak jamaah yang tidak hanya
terdiri dari para siswa dan mahasiswa, namun juga warga masyarakat
sekitarnya. Hingga saat ini mesjid yang direncanakan dapat menampung hingga
7000 jemaah dan pembangunannya telah selesai 15%, untuk kelanjutan
pembangunannya masih memerlukan bantuan dermawan bagi penyelesaiannya.
Berkaitan dengan hal ini maka pimpinan pondok pesantren menyerahkan
proposal permohonan bantuan pembangunan masjid tersebut melalui Act.
Menag Brunei untuk disampaikan kepada Sultan Brunei Darussalam.

Dalam pertemuan dengan Vice Chancellor UBD dan Dekan IPISHOAS
tanggal 3 Juni 2003, pokok-pokok pembicarakan membahas a.l. mengenai :

- keinginan UBD berkunjung ke berbagai Perguruan Tinggi di
Indonesia dalam rangka studi banding dan menjajaki peluang kerjasama
di bidang pendidikan yang dapat dituangkan dalam suatu bentuk
kerjasama kesepakatan (MOU), seperti yang telah dilakukan UBD dengan
beberapa perguruan tinggi di Malaysia, Inggris dan Australia.

file:///E|/Aziz's%20Doc/Brunei%20Darussalam/2003pr11.htm (2 of 3) [8/29/2008 5:43:19 PM]

INDONESIAN EMBASSY PRESS RELEASE

- Berdasarkan masukan dari Duta Besar RI mengenai kemungkinan
penambahan jumlah bea siswa yang diberikan UBD kepada mahasiswa
dari Indonesia, pihak UBD dan IPISHOAS akan mempertimbangkan
masukan tersebut dan mendiskusikan dengan pimpinan masing-masing.

Rombongan Pondok Pesantren Salafiyah

Syafi

'iyah

juga mengadakan kunjungan ke Jabatan Mufti
Kerajaan Brunei Darussalam, Institut Tahfiz Sultan Haji Hassanal Bolkiah,
Islamic Qur'an Readers Association (IQRA) serta pertemuan dan presentasi
khusus mengenai "Prospek Pendidikan Pondok Pesantren Salafiyah Safi'iyah" di
KBRI Bandar Seri Begawan.

Berita kunjungan rombongan Pondok Pesantren

Salafiyah Safi

'Iyah

dimuat dalam

surat kabar "Borneo Bulletin" tanggal 5 Juni 2003.

Demikian disampaikan.

Bandar Seri Begawan, 5 Juni 2003

| Home | Press Release | Statement | Bulletin | Bilateral Issues |
| Business Info | Education Info | Tourism | Consular |
| The Embassy | Link

Copyright (c) 2000-2003 Embassy of the Republic of Indonesia to Negara Brunei Darussalam

file:///E|/Aziz's%20Doc/Brunei%20Darussalam/2003pr11.htm (3 of 3) [8/29/2008 5:43:19 PM]

INDONESIAN EMBASSY PRESS RELEASE

HOME

No. 12/PEN/VII/2003

KUNJUNGAN KERJA MENTERI SOSIAL
RI, BACHTIAR CHAMSYAH
MENGHADIRI HARI KEPUTERAAN
SULTAN BRUNEI KE-57
DI BRUNEI DARUSSALAM TANGGAL 14-
16 JULI 2003

Dalam rangka memenuhi undangan
pemerintah Brunei Darussalam menghadiri
Hari Keputeraan Sultan Brunei ke-57,
Menteri Sosial Republik Indonesia, Bachtiar
Chamsyah sebagai utusan khusus
Pemerintah Indonesia berada di Brunei
Darussalam tanggal 14-16 Juli 2003. Acara
resmi Menteri Sosial di Brunei Darussalam
dilaksanakan tanggal 15 Juli 2003 yang
bertepatan dengan Hari Keputeraan Sultan
Brunei ke-57, meliputi : menyaksikan parade
Hari Keputeraan, menyaksikan
penganugerahan Bintang-Bintang Jasa dan

file:///E|/Aziz's%20Doc/Brunei%20Darussalam/2003pr12.htm (1 of 7) [8/29/2008 5:43:20 PM]

INDONESIAN EMBASSY PRESS RELEASE

Kehormatan, kunjungan kehormatan kepada
Sultan Hassanal Bolkiah di Istana Nurul
Iman, dan Jamuan makan malam di Istana
Nurul Iman. Menteri Sosial RI didampingi
oleh Duta Besar RI untuk Brunei
Darussalam, Yusbar Djamil menghadiri
semua kegiatan resmi tersebut,

Selama di Brunei Darussalam, Menteri Sosial
RI juga berkesempatan melakukan
silaturrahmi sambil makan malam sekaligus
pertemuan dengan staf KBRI BS Begawan
dan masyarakat Indonesia yang diadakan
oleh Duta Besar RI tanggal 14 Juli 2003 di
Wisma Duta Indonesia. Pada acara tersebut
Menteri Sosial RI menyampaikan informasi
terkini mengenai situasi di tanah air a.l.
sebagai berikut :

1. Dalam kurun waktu terakhir ini
khususnya situasi keamanan sosial di
Indonesia dirasakan semakin
kondusif. Pada awal terbentuknya
Kabinet Gotong Royong dan
dimulainya tugas sebagai Menteri
Sosial yang baru sekitar 1 tahun 11
bulan yang lalu, Menteri Sosial
dihadapi masalah seperti konflik
etnis Madura dan Dayak di
Kalimantan dan konflik etnis Jawa
dengan Aceh di Aceh. Begitu juga
konflik bernuansa SARA seperti yang
terjadi di Poso, Sulawesi Tengah dan
Maluku Utara. Konflik tersebut
menyebabkan hilangnya rasa aman
di kalangan masyarakat sehingga
terjadinya arus pengungsi dalam
jumlah yang besar. Demikian pula
ketika Timor Timur memisahkan diri
dari NKRI, warga yang pro Indonesia
terpaksa mengungsi ke NTT
sehingga pada saat itu tidak kurang
dari 2 juta pengungsi terpaksa tinggal
di penampungan dengan kondisi

file:///E|/Aziz's%20Doc/Brunei%20Darussalam/2003pr12.htm (2 of 7) [8/29/2008 5:43:20 PM]

INDONESIAN EMBASSY PRESS RELEASE

yang sangat memprihatinkan. Upaya
penanggulangan yang dilakukan
pemerintah adalah dengan
membentuk Badan Koordinasi
Penanggulangan Bencana Alam dan
Pengungsi dipimpin Departemen
Sosial yang bertugas untuk melayani
dan memulangkan pengungsi ke
daerah asalnya. Saat ini jumlah
pengungsi Timur Timur di NTT hanya
tinggal 30 ribu orang. Penangganan
segera terhadap pengungsi sangat
penting mengingat pengungsi
merupakan sasaran empuk bagi
kalangan tertentu seperti media
massa asing untuk meniupkan
kebencian terhadap negara dan
pemerintah Indonesia.

2. Terdapat aturan dalam
kehidupan berbangsa dan bernegara
yang mesti ditegakkan bahwa
pemerintah RI seperti juga di negara
manapun, tidak dapat mentolerir
adanya upaya pemisahan diri dari
NKRI. Dalam kasus di Aceh,
pemerintah sebelumnya terkesan
kurang tegas dan menyebabkan
GAM yang sebenarnya hanya
kelompok kecil, seolah-olah
merupakan kelompok besar dan
bahkan mengganggu jalannya
pemerintahan daerah. Diperkirakan
30-40% administrasi pemerintahan di
Aceh saat itu tidak berjalan normal.
Keputusan Pemerintah
memberlakukan Keadaan Darurat
tidak hanya bertujuan untuk
memulihkan keamanan karena
Operasi Terpadu mencakup 4 aspek
yaitu : Operasi Pemulihan Kemanan,
Operasi Kemanusiaan dibawah
koordinasi Menko Kesra dan Mensos,
Operasi Penegakkan Hukum dan

file:///E|/Aziz's%20Doc/Brunei%20Darussalam/2003pr12.htm (3 of 7) [8/29/2008 5:43:20 PM]

INDONESIAN EMBASSY PRESS RELEASE

Operasi Pemantapan Pemerintahan.

3. Agar operasi pemulihan
keamanan berjalan tepat sasaran dan
menghindari terjadinya korban
dikalangan sipil, pemerintahan
meminta masyarakat melakukan
pengungsian untuk memisahkan
GAM dengan masyarakat.
Pemerintah juga membagi daerah
Aceh menjadi 3 bagian berdasarkan
sikap loyalitas masyarakatnya
terhadap NKRI masing-masing Aceh
Putih
yaitu daerah yang
masyarakatnya loyal sepenuhnya
terhadap NKRI seperti : Aceh
Tengah, Takengon, Gayo, Aceh
Tenggara, Singkil dan Simeulue.
Aceh Abu-Abu adalah daerah
dimana masyarakat yang loyal
kepada NKRI bercampur dengan
simpatisan GAM. Aceh Hitam
merupakan daerah yang mayoritas
dikuasai GAM seperti di
Lhokseumawe, Biruen dan Aceh
Timur.

4. Bagi upaya memulihkan
pemerintahan maka beberapa upaya
yang dilakukan pemerintah a.l.
dengan menyerukan kepada
masyarakat untuk mengibarkan
bendera Merah Putih bagi
meningkatkan semangat
nasionalisme dan membangkitkan
sikap saling percaya, serta
menghapus sikap saling curiga antar
sesama pegawai dengan mewajibkan
penggunaan pakaian seragam PNS
(baju Korpri). Selain itu pemerintah
juga mengangkat 27 anggota TNI
sebagai camat menggantikan pejabat
sipil yang mengundurkan diri karena

file:///E|/Aziz's%20Doc/Brunei%20Darussalam/2003pr12.htm (4 of 7) [8/29/2008 5:43:20 PM]

INDONESIAN EMBASSY PRESS RELEASE

alasan keamanan. Dampak positif
yang terjadi saat ini adalah semakin
banyaknya kelompok masyarakat
yang menyatakan ikrar dan sikap
setia kepada NKRI.

5. Dalam kesempatan kunjungan
Menteri Sosial ke Biruen, pemuka
ulama di Aceh menyatakan tidak
keinginan Aceh untuk memisahkan
diri dari NKRI. Para ulama Aceh
tersebut juga mengemukakan bahwa
bahwa pada waktu itu saat Teuku
Daud Berueh dihubungi oleh Dr.
Teuku Mohd. Mansur dari Medan
yang menyatakan kemerdekaan bagi
Sumatera Timur dan mengharapkan
dukungan Aceh, Teuku Daud Berueh
menyatakan penolakannya karena
ingin berjuang dalam NKRI. Sejarah
mencatat bahwa gerakan DI/TII
dimasa lampau hanya menuntut 2 hal
yaitu perimbangan keuangan antara
pusat dan daerah serta
pemberlakuan syariat Islam. Hal
tersebut sekarang telah dipenuhi oleh
pemerintah RI terhadap Aceh dimana
85% pendapatan daerah
dikembalikan lagi ke daerah dan
pemberlakuan syariah Islam di
propinsi Aceh. Dengan adanya
kemajuan tersebut tidak ada alasan
GAM untuk mengatasnamakan
perjuangan Islam, karena GAM
sendiri sesungguhnya banyak
membunuh ulama Islam dan menodai
nama Islam itu sendiri.

6. Mensos RI mengharapkan
Pemilu 2004 yang akan diikuti oleh
berbagai partai politik serta
terlaksana di alam reformasi ini,
dapat memilih pemimpin yang kuat
serta menciptakan clear and clean

file:///E|/Aziz's%20Doc/Brunei%20Darussalam/2003pr12.htm (5 of 7) [8/29/2008 5:43:20 PM]

INDONESIAN EMBASSY PRESS RELEASE

government yang dapat
memberantas KKN sehingga dapat
mengejar ketertinggalan selama ini.
Pemerintahan yang kuat diharapkan
pula dapat meningkatkan martabat
dan harga diri bangsa di mata dunia
internasional.

7. Sebagai penutup Mensos
menghimbau agar masyarakat
Indonesia di Brunei Darussalam
dapat bekerja dengan baik, mematuhi
aturan dan UU yang berlaku sehingga
tidak mengalami banyak masalah
yang dapat berdampak negatif
terhadap kondisi perekonomian
nasional. Mensos juga
mengharapkan permasalahan tenaga
kerja Indonesia seperti yang terjadi di
Malaysia, tidak sampai terjadi di
Brunei Darussalam.

8. Dalam sambutan
pendahuluannya, Dubes RI Yusbar
Djamil menyatakan bahwa kehadiran
Mensos RI atas nama Pemerintah
Indonesia tentunya akan lebih
mempererat hubungan yang telah
terjalin selama ini antara Brunei
Darussalam dan Indonesia.
Ditambahkan bahwa warga Indonesia
di Brunei Darussalam yang berjumlah
30 ribu jiwa dan menempati posisi
kedua terbesar setelah Malaysia (35
ribu jiwa) dinilai mendapat
perlindungan yang cukup memadai
dari pemerintah. Terjadinya berbagai
kasus ketenagakerjaan dapat
ditangani dengan baik a.l. atas
peranan KBRI BS Begawan
sehingga tidak menimbulkan dampak
yang besar sebagaimana yang terjadi
di negara tetangga lainnya. Salah
satu upaya meningkatkan lagi

file:///E|/Aziz's%20Doc/Brunei%20Darussalam/2003pr12.htm (6 of 7) [8/29/2008 5:43:20 PM]

INDONESIAN EMBASSY PRESS RELEASE

hubungan bilateral tersebut, pada
bulan Juli 2003 akan dilaksanakan
Komisi Bersama tingkat Menteri di
Jakarta yang akan dihadiri oleh Menlu
Brunei.

Bandar Seri Begawan, 15 Juli 2003

| Home | Press Release | Statement | Bulletin | Bilateral Issues |
| Business Info | Education Info | Tourism | Consular |
| The Embassy | Link

Copyright (c) 2000-2003 Embassy of the Republic of Indonesia to Negara Brunei Darussalam

file:///E|/Aziz's%20Doc/Brunei%20Darussalam/2003pr12.htm (7 of 7) [8/29/2008 5:43:20 PM]

INDONESIAN EMBASSY PRESS RELEASE

HOME

No. 13/PEN/VIII/2003

KUNJUNGAN KERJA MENTERI AGAMA RI,
PROF. DR. H. SAID AGIL HUSIN AL MUNAWAR, MA MENGHADIRI MTQ TINGKAT
NASIONAL KE BRUNEI DARUSSALAM TANGGAL 3 - 6 AGUSTUS 2003
_____________________________________________________________________

Dalam rangka memenuhi undangan pemerintah Brunei Darussalam untuk menghadiri MTQ
Tingkat Nasional Brunei Darussalam, Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. H. Said Agil
Husin Al Munawar, MA beserta rombongan qari dan qariah Indonesia sebanyak 6 orang
mengadakan kunjungan ke Brunei Darussalam tanggal 3-6 agustus 2003. Menteri Agama RI
sempat menyaksikan pertandingan final dan penyerahan hadiah bagi para pembaca terbaik,
kemudian membentangkan kertas karya dan sebagai penceramah dalam seminar yang diadakan
oleh Kementerian Agama Brunei. Dalam kunjungan kali ini Menteri Agama dengan didampingi
Duta Besar RI untuk Brunei Darussalam Yusbar Djamil mengadakan kunjungan kehormatan
kepada Sultan Hassanal Bolkiah di Istana Nurul Iman tanggal 6 Agustus 2003. Pada kesempatan
tersebut Menteri Agama menyampaikan cendra mata berupa Al-Quran edisi cetakan terbesar di
Indonesia yang oleh sebuah penerbit di Jawa Tengah. Menteri Agama juga adakan lawatan-
lawatan ke beberapa pusat pengkajian Islam, serta atas undangan Duta Besar RI menghadiri
acara makan siang di Wisma Duta tanggal 6 Agustus 2003.

Menteri Agama RI dalam acara seminar yang berjudul Seminar Al Quran dan Pentadbiran Ugama
yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama Brunei Darusasalam tanggal 5 Agustus 2003
bertempat di Pusat Dakwah Islamiyah, berkesempatan membentangkan makalah berjudul Al-
Quran dan Keberkesanannya Sebuah Kajian Awal. Pokok-pokok isi ceramah Menteri Agama RI

file:///E|/Aziz's%20Doc/Brunei%20Darussalam/2003pr13.htm (1 of 3) [8/29/2008 5:43:21 PM]

INDONESIAN EMBASSY PRESS RELEASE

antara lain sebagai berikut :

1. Al Quran merupakan wahyu dan kitab suci yang ditulis dalam bahasa Arab dimana
setiap hurufnya memiliki simbol dan makna tertentu. Dalam Al Quran dinyatakan bahwa
alam semesta ini merupakan wahyu yang bersifat makrokosmos (dalam pengertian luas)
sedangkan Al Quran itu sendiri merupakan wahyu secara mikrokosmos (dalam pengertian
sempit). Karena itu, nilai kesemestaan (kosmologi) yang terkandung di dalamnya dapat
dijelaskan secara ilmiah karena berhubungan erat dengan nilai sejarah, ilmu pengetahuan
dan metafisika. Artinya nilai-nilai yang terkandung dalam Al Quran memiliki nilai
kontekstual ruang dan waktu sehingga dapat menjadi pedoman dan panduan bagi umat
manusia.

2. Para ahli kosmologi masa lampau dan pada abad pertengahan berpendapat bahwa
adanya alam semesta termasuk galaksi bima sakti mengalami suatu proses yang alamiah.
Jika hal tersebut tidak dipelajari secara ilmiah berdasarkan wahyu maka akan dapat
menimbulkan pemikiran bahwa alam semesta ini tidak berhubungan langsung dengan Al
Quran. Bahkan lebih ekstrim lagi, Al Quran hanya dianggap sebagai panduan ibadah
kepada Allah SWT semata-mata dan bukan merupakan sumber rujukan ilmiah dalam
mempelajari alam semesta dengan berbagai sifat dan eksistensinya.

3. Sebagai kitab suci yang menjadi sumber hukum, motivasi, inovasi dalam konteks
hubungan vertikal dengan Sang Pencipta maupun hubungan horizontal antar sesama
manusia, Al Quran juga menjadi sumber inspirasi dalam hubungan kemasyarakatan,
budaya dan peradaban sehingga Al Quran memiliki pengaruh yang signifikan terhadap ilmu
pengetahuan, sosial dan budaya. Dengan demikian Al Quran juga berperanan dalam
rekayasa sosial serta rekayasa teknik . Rekayasa sosial dalam pengertian untuk mengatur
tatanan kehidupan masyarakat sesuai dengan kondisi objektif manusia sehingga Al Quran
menjadi sumber inovasi terhadap perubahan budaya dan peradaban.

4. Masih memerlukan suatu penelitian mendalam apakah semua ayat Al Quran yang
dibacakan oleh para Qari atau Qariah dapat secara langsung menggetarkan hati para
pendengarnya. Dampak bacaan tersebut tentunya akan semakin besar jika pendengar dan
pembaca mampu memahami setiap ayat yang dibaca. Qari dan qariah dituntut memahami
ayat-ayat yang dibaca dan irama yang ditampilkan hendaknya sesuai dengan makna dan
konteks ayat itu sendiri.

5. Tentunya hal tersebut bukanlah sesuatu yang mudah karena memerlukan ketelitian,
keahlian dari berbagai disiplin ilmu dan teknik membaca, akan tetapi jika bacaan yang
begitu indah serta menarik tersebut mampu ditampilkan oleh qari dan qariah dengan baik
tentunya para pendengar akan bergetar hati dan jiwanya. Secara sosiologi, seni bacaan Al
Quran yang demikian akan terasa nikmat dan syahdu serta berdampak terhadap prilaku
dan moral manusia di dunia ini.

Berita-berita kegiatan Menteri Agama RI di Brunei Darussalam diliput oleh media massa Brunei
Darussalam Borneo Bulletin dan Media Permata masing-masing tanggal 7 Agustus 2003. Kegiatan

file:///E|/Aziz's%20Doc/Brunei%20Darussalam/2003pr13.htm (2 of 3) [8/29/2008 5:43:21 PM]

INDONESIAN EMBASSY PRESS RELEASE

ini juga disiarkan langsung oleh televisi dan radio Brunei Darussalam (RTB).

Bandar Seri Begawan, 6 Agustus 2003

| Home | Press Release | Statement | Bulletin | Bilateral Issues |
| Business Info | Education Info | Tourism | Consular |
| The Embassy | Link

Copyright (c) 2000-2003 Embassy of the Republic of Indonesia to Negara Brunei Darussalam

file:///E|/Aziz's%20Doc/Brunei%20Darussalam/2003pr13.htm (3 of 3) [8/29/2008 5:43:21 PM]

INDONESIAN EMBASSY PRESS RELEASE

HOME

DELEGASI BADAN KOORDINASI PENANAMAN MODAL
(AGENSI PELABURAN) INDONESIA
BERKUNJUNG KE BRUNEI DARUSSALAM
TANGGAL 10-12 DESEMBER 2003

_______________________________________________________________

Nomor : 25/PENSOSBUD/XII/2003

Dalam rangka mempersiapkan Rancangan Undang-Undang Penanaman Modal/Bill
of Investment yang baru sebagai pengganti Undang-Undang No.1 tahun 1967
tentang Penanaman Modal dan Undang-Undang No.6 tahun 1968 tentang
Penanaman Modal Dalam Negeri, Badan Koordinasi Penanaman Modal telah
melakukan kunjungan studi banding ke Brunei Darussalam pada tanggal 10-12
Desember, 2003.

Delegasi Badan Koordinasi Penanaman Modal Indonesia terdiri dari 4 orang
dipimpin oleh Deputi Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal, Engineer Yus’an.

Dalam kunjungannya, delegasi tersebut telah mengadakan pertemuan dengan
Pengiran Metali Pengiran Hj Jemat Ketua Unit Promosi dan Industri Kementerian
Perindustrian dan Sumber-Sumber Utama Brunei, Mr. John Perry Direktur Lembaga
Kemajuan Ekonomi Brunei, dan Pejabat Kementerian Keuangan Brunei Darussalam.

file:///E|/Aziz's%20Doc/Brunei%20Darussalam/2003pr25.htm (1 of 2) [8/29/2008 5:43:21 PM]

INDONESIAN EMBASSY PRESS RELEASE

Delegasi Badan Koordinasi Penanaman Modal juga berkunjung kepada Duta Besar
Republik Indonesia di Bandar Seri Begawan, Bapak Yusbar Djamil, dan
menyempatkan diri untuk beramah mesra dengan staff Kedutaan Indonesia di
Bandar Seri Begawan. Pada acara tersebut, Ketua Engineer Yus’an telah
menjelaskan, bahwa Kedutaan Besar Indonesia di luar negeri dapat berperan
dalam pemberian informasi dan fasilitasi bagi calon pelabur yang berminat melabur
di Indonesia.

Delegasi Agensi Pelaburan Indonesia meninggalkan Bandar Seri Begawan hari
Jumat, 12 Desember, 2003.

Bandar Seri Begawan, 5 Desember 2003

| Home | Press Release | Statement | Bulletin | Bilateral Issues |
| Business Info | Education Info | Tourism | Consular |
| The Embassy | Link

Copyright (c) 2000-2003 Embassy of the Republic of Indonesia to Negara Brunei Darussalam

file:///E|/Aziz's%20Doc/Brunei%20Darussalam/2003pr25.htm (2 of 2) [8/29/2008 5:43:21 PM]

INDONESIAN EMBASSY PRESS RELEASE

HOME

ANGGOTA KOMISI VI DEWAN PERWAKILAN RAKYAT
REPUBLIK INDONESIA
BERKUNJUNG KE BRUNEI DARUSSALAM

____________________________________________________________________

Empat (4) orang anggota Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia
(Parlemen Indonesia) dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi VI Hjh. Chodijah H.M. Soleh,
melakukan kunjungan kerja ke Brunei Darussalam tanggal 7-9 Januari, 2004. Komisi VI
DPR-RI adalah komisi yang membidangi masalah agama, pendidikan, kebudayaan,
pariwisata, kepustakaan, dan arsip nasional.

Tujuan daripada kunjungan ini adalah untuk melihat kemungkinan menggalakkan
kembali penggunaan huruf Jawi atau huruf Arab Gundul di Indonesia, seperti yang ada
dan dilakukan di Brunei Darussalam.

Dalam kesempatan pertemuan di Kedutaan Besar Republik Indonesia, Duta Besar
Republik Indonesia untuk Brunei Darussalam, Bapak Drs. Yusbar Djamil telah
memberikan pemaparan kepada para anggota Komisi VI DPR-RI tersebut, mengenai
perkembangan hubungan bilateral antara Indonesia dengan Brunei Darussalam di
berbagai bidang.

Duta Besar menjelaskan, hubungan kedua negara telah mengalami peningkatan yang
berarti semenjak kunjungan kenegaraan Sultan Hasanal Bolkiah ke Indonesia pada bulan

file:///E|/Aziz's%20Doc/Brunei%20Darussalam/2004pr01.htm (1 of 2) [8/29/2008 5:43:22 PM]

INDONESIAN EMBASSY PRESS RELEASE

April 2003. Dalam hal perdagangan terlihat peningkatan berarti, di mana Brunei
Darussalam mengekspor ke Indonesia antara lain: petroleum, radio transmission
apparatus, concrete or mortar mixers electric. Di lain pihak, Brunei Darussalam
mengimpor dari Indonesia antara lain: mie (noodles containing eggs not cooked stuffed
or prepared), makanan bayi, aluminium sulphatus, ban mobil, barang-barang cetakan,
termasuk kendaraan bermotor.

Rombongan sempat melakukan peninjauan ke beberapa obyek budaya dan
pariwisata di Brunei Darussalam seperti: Kampung Ayer, Mesjid Jami’ As’r, dan Musium
alat-alat kebesaran Di-Raja Royal Galeria. Rombongan anggota Komisi VI DPR-RI
kembali ke Jakarta pada tanggal 9 Januari 2004.

Bandar Seri Begawan, 8 Januari, 2004

| Home | Press Release | Statement | Bulletin | Bilateral Issues |
| Business Info | Education Info | Tourism | Consular |
| The Embassy | Link

Copyright (c) 2000-2003 Embassy of the Republic of Indonesia to Negara Brunei Darussalam

file:///E|/Aziz's%20Doc/Brunei%20Darussalam/2004pr01.htm (2 of 2) [8/29/2008 5:43:22 PM]

INDONESIAN EMBASSY PRESS RELEASE

HOME

36 PERUSAHAAN INDONESIA TURUT SERTA DALAM
BITE (BRUNEI INTERNATIONAL TRADE EXHIBITION) 2004

____________________________________________________________________

Indonesia adalah salah satu negara yang ikut serta secara aktif pada Pameran
Perdagangan Antar Bangsa Brunei (BITE) tahun 2004. Dua Propinsi yaitu Propinsi Jawa
Barat dan Propinsi Kalimantan Tengah telah mengirimkan pengusaha dan pejabat
pemerintahnya yang berjumlah sekitar 90 orang untuk ikut serta pada BITE tahun 2004
di Bandar Seri Begawan. Propinsi Jawa Barat mengirimkan 36 buah perusahaan diwakili
oleh 75 orang Pengusaha dan 5 orang Pejabat Pemerintah, sementara Propinsi
Kalimantan Tengah diwakili oleh 10 orang Pejabat Pemerintahnya.

Duta Besar Republik Indonesia untuk Brunei Darussalam, Yusbar Djamil yang
hadir pada acara pembukaan pameran menyatakan BITE merupakan suatu peluang bagi
konsumen Brunei Darussalam untuk lebih mengenal aneka ragam barang produk
manufaktur Indonesia, berupa handicraft, tenunan batik dan seni embooidernya yang
bernilai tinggi, lukisan kaligrafi bernapaskan ke-Islaman, furniture, produksi makanan jadi
dsb. Duta Besar RI Yusbar Djamil mengemukakan juga terbuka peluang usaha business
bagi pengusaha tempatan yang ingin menjalin kontak dagang dengan pengusaha
manufaktur Indonesia melalui business
matching

di BITE 2004 ini.

file:///E|/Aziz's%20Doc/Brunei%20Darussalam/2004pr06.htm (1 of 2) [8/29/2008 5:43:23 PM]

INDONESIAN EMBASSY PRESS RELEASE

Untuk pameran yang baru pertama kali diikuti ini, terlihat minat dan antusiasme
Pengusaha Indonesia cukup besar. Ada pun produk yang dipamerkan kali ini antara lain
adalah: shoes, alat-alat rumah tangga, furniture dan handicraft, sarung, clothes,
mukenas, women’s fashion long dress, products of mining and agrobusiness, medical
equipments, sports equipments, dan gene stone dan souvenirs. Selain mempromosikan
produk-produk perdagangan, pada BITE 2004 juga telah dipromosikan investasi,
terutama promosi investasi di Propinisi Kalimatan Tengah.

Bandar Seri Begawan, 28 Pebruari 2004

| Home | Press Release | Statement | Bulletin | Bilateral Issues |
| Business Info | Education Info | Tourism | Consular |
| The Embassy | Link

Copyright (c) 2000-2003 Embassy of the Republic of Indonesia to Negara Brunei Darussalam

file:///E|/Aziz's%20Doc/Brunei%20Darussalam/2004pr06.htm (2 of 2) [8/29/2008 5:43:23 PM]

INDONESIAN EMBASSY PRESS RELEASE

HOME

No.01 /Pensosbud/I/2005

INDONESIANS IN THE SULTANATE PERFORMED GHAIB
MASS PRAYER FOR EARTHQUAKE AND TSUNAMI
VICTIMS IN ACEH AT THE EMBASSY

In light of the national disaster, devastating earthquake and tsunami tidal wave which
occurred on 26 December 2004 in the Province of Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) and
North Sumatra, The Embassy of the Republic of Indonesia in Bandar Seri Begawan
conducted the “Ghaib” mass prayer for the Moslem casualties of the tragedy. The service
aims to show solidarity and unity toward our countrymen especially to casualties. The mass
prayer attended by Ambassador of Republic of Indonesia, H.E. Yusbar Djamil and more than
150 Indonesian expatriates and their families in Brunei Darussalam.

The “Ghaib” mass prayer performed after “Isya” led by Ustad Haji Abdul Qadir Umar
Alhamidy, MA, senior lecturer of Islamic Study Institute of Sultan Omar Ali Saifuddien,
University of Brunei Darussalam. The mass prayer was followed by the recital of “Surah
Yasin” led by Ustad Haji Akhtiar Ismail. To date as of 31 December 2004, death toll in
Indonesia alone reached around 80.00 lives.

The Indonesian Ambassador, H.E. Yusbar Djamil in his remarks quote the exemplary action
led by His Majesty, the Sultan and Yang Dipertuan of Brunei Darussalam who sent

file:///E|/Aziz's%20Doc/Brunei%20Darussalam/2005pr01.htm (1 of 2) [8/29/2008 5:43:23 PM]

INDONESIAN EMBASSY PRESS RELEASE

condolences and expressed deep sadness on the fatality of many lives following the
earthquakes and tsunami waves hitting Indonesia. Indonesian Ambassador also appreciated
the friends of Brunei Darussalam and Indonesians who had express their sympathy and
provide assistance in kind and liquids for the victims.

The function was concluded by the presentation of slide projector about “The earthquake and
Tsunami in Nanggroe Aceh Darussalam” delivered by Haji Agus S Djamil, an Indonesian
geologist from Unit Petroleum of Prime’s Minister Office, Negara Brunei Darussalam. In his
presentation, the speaker explained how the process of earthquakes and tidal tsunami with its
epicenter in Indian Ocean 160 km West of the Province Nanggroe Aceh Darussalam on 26
December 2004. At the end, speaker gave some early warnings of the disaster to anticipate
the earthquake could come afterward.

In response to the public demands who have expressed their sympathy and intended to
donate to alleviate the misery faced by thousands of the victim of disasters in Aceh, the
Indonesian Embassy has open The Tsunami Disaster Relief’s Assistance Section headed by
Mr. M. Nazirwan Hafiz (HP, 8721376) and Mr. Soerjadi Dharmawisastra (HP; 8721273) at the
address:

The Embassy of the Republic of Indonesia
Simpang 528, Kg. Sg. Hanching Baru
Jalan Muara, Bandar Seri Begawan
Telephone: 2330180 or fax: 2330646

Bandar Seri Begawan, January1, 2005

| Home | Press Release | Statement | Bulletin | Bilateral Issues |
| Business Info | Education Info | Tourism | Consular |
| The Embassy | Link

Copyright (c) 2000-2003 Embassy of the Republic of Indonesia to Negara Brunei Darussalam

file:///E|/Aziz's%20Doc/Brunei%20Darussalam/2005pr01.htm (2 of 2) [8/29/2008 5:43:23 PM]

INDONESIAN EMBASSY PRESS RELEASE

HOME

No : 02/Pen/I/2005

PERHATIAN SULTAN DAN RAKYAT BRUNEI TERHADAP BENCANA
ALAM GEMPA BUMI DAN GELOMBANG TSUNAMI
SANGAT MENDALAM

Berita terjadinya bencana alam gempa bumi dan gelombang Tsunami yang menerpa
beberapa negara di Asia termasuk Indonesia telah menggemparkan dan mengetuk hati
yang terdalam dari rakyat maupun Sultan Brunei Darussalam.

Pada saat pertama kali mendengar berita mengenai bencana alam tersebut, tanggal 26
Desember 2004, Sultan melalui Kedubesnya di Jakarta telah menyerahkan bantuan sebesar
USD 100.000. Hari berikutnya tanggal 27 Desember 2004 Sultan juga telah
menyampaikan ucapan duka-cita serta simpati yang mendalam. Ucapan ini telah dibalas
oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Di saat yang prihatin ini, Sultan telah
membatalkan segala jenis hiburan dalam rangka menyambut tahun baru 2005 dan diganti
dengan kegiatan Shalat Ghoib di masjid-masjid. Atas petunjuk Sultan, Menteri Pendidikan
Brunei Darussalam telah menghimbau seluruh pelajar untuk memberikan sumbangan
sebesar B$ 1, setiap orangnya. Pada tanggal 3 Januari 2005 Kementerian Kebudayaan
Belia dan Sukan dan Persekutuan Pengakap (Pramuka) Brunei Darussalam masing-masing
telah mengumpulkan dana sebesar B$ 250.000 dan B$ 4000 yang akan disumbangkan
kepada seluruh korban gempa bumi dan gelombang tsunami termasuk korban di Indonesia
(B$ 1 = Rp 5500,-).

file:///E|/Aziz's%20Doc/Brunei%20Darussalam/2005pr02.htm (1 of 2) [8/29/2008 5:43:24 PM]

INDONESIAN EMBASSY PRESS RELEASE

Selain masyarakat Brunei Darussalam, masyarakat ekspatriat pun tak mau ketinggalan
untuk mengumpulkan dan mengirimkan bantuan ke masing-masing negaranya. Mereka
antara lain dari Malaysia, Indonesia, Philipina, Thailand, Singapura dan Sri Lanka.

Masyarakat Indonesia di Brunei Darussalam pun tidak mau ketinggalan. Di bawah
koordinasi yang erat dengan KBRI Bandar Seri Begawan, Ibu Mijanti D. Rahardja seorang
pengusaha Indonesia terkemuka di Brunei Darussalam berhasil mengumpulkan 4 container
barang berupa pakaian, selimut dan sepatu/sandal yang akan dikirimkan ke Medan
Sumatera Utara tanggal 10 Januari 2004. Selain daripada itu, paguyuban Masyarakat
Indonesia, Kerabat Nusantara telah berhasil mengumpulkan dana sumbangan sebesar B$
3000,-.

Sesuai petunjuk dari Jakarta, Duta Besar RI Yusbar Djamil telah mengeluarkan SK
mengenai pembentukan suatu Satuan Tugas (Satgas) Penanggulangan Bencana Alam yang
pada dasarnya bertugas untuk menggalang solidaritas masyarakat Indonesia, dan
menggalang pengumpulan dana bantuan dari masyarakat Indonesia di Brunei Darussalam.
Satgas juga bertugas memberikan informasi, publikasi dan keterangan seputar bencana
alam kepada masyarakat Indonesia di Brunei Darussalam.

Kegiatan konkrit yang telah dilaksanakan oleh Satgas KBRI Bandar Seri Begawan adalah
membuat himbauan kepada masyarakat Indonesia melalui dua kali penerbitan press release
di media massa setempat. Tanggal 30 Desember 2004 mengirimkan uang sumbangan
tahap pertama berasal dari staf KBRI Bandar Seri Begawan sebesar US$ 1000. Satgas
selanjutnya telah mengumpulkan sumbangan Masyarakat Indonesia melalui Kotak Amal
Bantuan sunami Aceh berjumlah lebih dari B$ 10.000 atau sekitar Rp 55 juta yang segera
dikirim ke Acehj dan Sumut melalui Posko Deplu Jakarta.

Bandar Seri Begawan, 4 Januari 2005

| Home | Press Release | Statement | Bulletin | Bilateral Issues |
| Business Info | Education Info | Tourism | Consular |
| The Embassy | Link

Copyright (c) 2000-2003 Embassy of the Republic of Indonesia to Negara Brunei Darussalam

file:///E|/Aziz's%20Doc/Brunei%20Darussalam/2005pr02.htm (2 of 2) [8/29/2008 5:43:24 PM]

INDONESIAN EMBASSY PRESS RELEASE

HOME

No : 07/Pensosbud/iI/2005

WORKING VISIT OF THE AMBASSADOR OF INDONESIA
TO TEMBURONG

Group photo of Indonesian workers with H.E. Mr. Yusbar Djamil
and Madam Praptiningsih Yusbar (central) (3)

The Ambassador of the Republic of Indonesia to Brunei Darussalam H.E Mr. Yusbar
Djamil accompanied by some of the Embassy’s Staff visited Temburong on February 26 to
27, 2005.

file:///E|/Aziz's%20Doc/Brunei%20Darussalam/2005pr07.htm (1 of 2) [8/29/2008 5:43:25 PM]

INDONESIAN EMBASSY PRESS RELEASE

The purpose of the visit was to meet the invitation of the Indonesian community
members working and residing in Temburong who wanted to express their sympathy and
intended to donate to alleviate the misery faced by the victims of tsunami disaster in Aceh
and North Sumatera.

The meeting with the Indonesian community members was held at Sekolah
Persediaan Arab Pekan Bangar Temburong on Februari 26, 2005 and was attended by
around one hundred attendees.

During the meeting, the Indonesian community members were briefed by Mr.
Bambang Gumilar and Mr. Herman Darman, two Indonesian geologists who gave
presentation of slide projector about the earthquake and tsunami in Aceh and North
Sumatera. The said two Indonesian geologists are working at Brunei Shell Petroleum
Company in Seria.

During the visit to Temburong, the Ambassador H.E.Mr. Yusbar Djamil paid a
courtesy call to Awang Syahminan bin Haji Tengah, the Acting District Officer of
Temburong. In the meeting with Awang Syahminan, H.E Mr. Yusbar Djamil quoted the
exemplary actions demonstrated by His Majesty Sultan Haji Hassanal Bolkiah being the first
Head of State to visit the Tsunami’s affected area of Aceh early this month. H.E Mr. Yusbar
Djamil also appreciated the fact that His Majesty Sultan Haji Hassanal Bolkiah and the people
of Brunei Darussalam have committed themselves to assist Indonesia not only for the
emergency relief but also for the rehabilitation and reconstruction process due to begin
shortly.

Bandar Seri Begawan, February 28, 2005

| Home | Press Release | Statement | Bulletin | Bilateral Issues |
| Business Info | Education Info | Tourism | Consular |
| The Embassy | Link

Copyright (c) 2000-2003 Embassy of the Republic of Indonesia to Negara Brunei Darussalam

file:///E|/Aziz's%20Doc/Brunei%20Darussalam/2005pr07.htm (2 of 2) [8/29/2008 5:43:25 PM]

INDONESIAN EMBASSY PRESS RELEASE

HOME

No.15 /Pensosbud/IV/2005

Menko Perekonomian RI, Ir. Aburizal Bakrie
jadi Pembicara Utama pada Konferensi Bisnis Nasional
di Brunei Darussalam

Menko Perekonomian RI, Ir. Aburizal Bakrie mengadakan kunjungan ke Bandar Seri
Begawan tanggal 27 April 2005 untuk memenuhi undangan Asia INC. Forum. Asia INC.
Forum mengundang Menko Perekonomian RI, Ir. Aburizal Bakrie untuk menjadi
pembicara utama dalam Konferensi Bisnis Nasional Brunei Darussalam tanggal 27 April
2005.

Konferensi Bisnis Nasional ini dihadiri oleh 300 delegasi dari berbagai negara dan dinilai
sangat prestisus mengingat para delegasi berasal dari berbagai kalangan pengusaha
besar dan kalangan pemerintah. Penunjukan Menko Perekonomian RI, Ir. Aburizal
Bakrie sebagai pembicara dinilai sangat tepat karena disamping menjabat sebagai
Menteri yang mengurus bidang perekonomian juga karena pengalaman beliau yang
luas sebagai mantan praktisi ekonomi. Ceramah Menko Perekonomian RI, Ir. Aburizal
Bakrie tersebut mendapat sambutan hangat ditandai dengan banyaknya tanggapan
yang disampaikan pada saat sessi tanya jawab.

Dalam ceramahnya yang berjudul “The Rebuilding of Indonesia: Opportunities for New
Partnership”, Menko Perekonomian RI, Ir. Aburizal Bakrie menyatakan bahwa Indonesia

file:///E|/Aziz's%20Doc/Brunei%20Darussalam/2005pr15.htm (1 of 3) [8/29/2008 5:43:26 PM]

INDONESIAN EMBASSY PRESS RELEASE

saat ini sedang memasuki babak baru menjadi negara yang lebih demokratis, lebih
sejahtera dan lebih stabil. Kondisi perekonomian Indonesia menunjukkan perbaikan
berarti. Pada tahun 2004, kondisi perekonomian lebih baik dari yang diprediksikan
sebelumnya. Tingkat Inflasi rendah, nilai suku bunga turun dan indek harga saham
gabungan untuk pertama kalinya mencapai level tertinggi. Untuk pertama kali pula sejak
tahun 1997, tingkat pertumbuhan investasi mencapai 13,7% dan tingkat pertumbuhan
ekspor mencapai 18,3%. Oleh karena itu, para pengamat ekonomi termasuk IMF dan
Bank Dunia percaya bahwa era pertumbuhan tinggi yaitu diatas 6-7% pertahun bukan
lagi menjadi sesuatu yang tidak mungkin bagi Indonesia tahun-tahun mendatang.
Dalam masalah fiskal juga menunjukkan kecenderungan yang positif bahkan di Asia,
Indonesia saat ini menjadi salah satu negara dengan tingkat defisit yang paling rendah.

Walaupun indikator ekonomi makro menunjukkan kecenderungan yang positif, namun
Pemerintah menyadari bahwa reformasi dalam bidang mikro-ekonomi juga merupakan
sesuatu yang sangat penting. Hal itu berarti bahwa pemerintah harus dapat
memperbaiki iklim investasi, membuat peraturan dan perundangan yang akrab dengan
dunia usaha, menghapuskan ekonomi biaya tinggi, melakukan reformasi sistem
perpajakan dan lain sebagainya. Disamping itu, infrastruktur adalah merupakan tulang
punggung pembangunan yang sangat mendasar. Dari prediksi pemerintah, untuk
mencapai pertumbuhan rata-rata GDP sebesar 6,6 % pertahun pada 5 tahun
mendatang, Indonesia membutuhkan dana untuk investasi infrastruktur sebesar Rp
1.300 trilyun. Karena keterbatasan anggaran, pemerintah hanya dapat mengalokasikan
dana sebesar 17% sehingga terdapat kesenjangan yang cukup besar antara anggaran
yang tersedia dengan kebutuhan dana tersebut. Terkait dengan hal ini Menko
Perekonomian RI, Ir. Aburizal Bakrie mengajak pengusaha di Brunei Darussalam untuk
berpartisipasi dalam investasi pembangunan infrastruktur di Indonesia.

Bandar Seri Begawan, 28 April 2005

file:///E|/Aziz's%20Doc/Brunei%20Darussalam/2005pr15.htm (2 of 3) [8/29/2008 5:43:26 PM]

INDONESIAN EMBASSY PRESS RELEASE

| Home | Press Release | Statement | Bulletin | Bilateral Issues |
| Business Info | Education Info | Tourism | Consular |
| The Embassy | Link

Copyright (c) 2000-2003 Embassy of the Republic of Indonesia to Negara Brunei Darussalam

file:///E|/Aziz's%20Doc/Brunei%20Darussalam/2005pr15.htm (3 of 3) [8/29/2008 5:43:26 PM]

INDONESIAN EMBASSY PRESS RELEASE

HOME

No.16 /Pensosbud/IV/2005

KERJASAMA BILATERAL BIDANG PERTAHANAN
INDONESIA – BRUNEI MENINGKAT

KSAU Djoko Suyanto
Mendapat Penghargaan
Wing Penerbang

Kehormatan Dari Sultan
Brunei Darussalam

Sultan Brunei Darussalam, Sultan Haji Hassanal Bolkiah telah berkenan menganugerahkan
“Wing Penerbang Kehormatan Tentera Udara Diraja Brunei Darussalam” kepada Kepala Staf
TNI Angkatan Udara Marsekal Madya Djoko Suyanto.

Marsekal Madya Djoko Suyanto menerima penghargaan ini dalam kunjungan kerjanya selama
dua hari (26-27 April 2005) ke Brunei Darussalam sebagai penghargaan atas jasanya dalam
meningkatkan kerjasama antara TNI AU dengan Angkatan udara Brunei Darussalam.

Wing kehormatan tersebut telah disematkan kepada Marsdya Djoko Suyanto dalam suatu
upacara militer di Markas Besar Tentera Udara Diraja Brunei oleh Panglima Angkatan
Bersenjata Diraja Brunei Mayjen Dato Paduka Seri Haji Awang Halbi Haji Yusof hari Selasa
tanggal 26 April 2005. Upacara tersebut dihadiri pula oleh Duta Besar RI untuk Brunei
Darussalam Yusbar Djamil.

Duta Besar Yusbar Djamil mengharapkan kiranya penganugerahan wing kehormatan ini dapat

file:///E|/Aziz's%20Doc/Brunei%20Darussalam/2005pr161.htm (1 of 2) [8/29/2008 5:43:27 PM]

INDONESIAN EMBASSY PRESS RELEASE

meningkatkan lagi hubungan kerjasama antara Indonesia dan Brunei Darussalam di bidang
pertahanan khususnya pertahanan udara di masa datang.

Selesai upacara penyematan wing kehormatan, Marsekal Madya TNI Djoko Suyanto
mengadakan kunjungan kehormatan kepada KSAU Brunei Darussalam Kol.(U) Haji Mahmud
Haji Saidin, kepada Wakil Menteri Pertahanan Brunei Darussalam Mayjen (Purn) Pengiran Haji
Ibnu Ba’asith dan Sekjen Departemen Pertahanan Brunei Darussalam, Pehin Dato Kolonel (L)
Mohammad Yasmin.

Pada kunjungan ini, Marsekal Madya Djoko Suyanto disertai oleh isteri yaitu Ibu Ratna Sinar
Febrian dan beberapa Perwira tinggi TNI AU lainnya.

Bandar Seri Begawan, 28 April 2005

| Home | Press Release | Statement | Bulletin | Bilateral Issues |
| Business Info | Education Info | Tourism | Consular |
| The Embassy | Link

Copyright (c) 2000-2003 Embassy of the Republic of Indonesia to Negara Brunei Darussalam

file:///E|/Aziz's%20Doc/Brunei%20Darussalam/2005pr161.htm (2 of 2) [8/29/2008 5:43:27 PM]

INDONESIAN EMBASSY PRESS RELEASE

HOME

No.17 /Pensosbud/V/2005

FRIENDSHIP VOLLEY BALL GAME
BETWEEN THE EMBASSY OF THE REPUBLIC OF INDONESIA
S
STAFF AND THE LIMAU MANIS POLICE STATION
S OFFICER

The Embassy of the Republic of Indonesian conducted a friendship volley
ball game between the Embassy’s staff and The Limau Manis Police
Station officer at its premise on 13 May 2005.

The game was officially declared open by the Indonesian Ambassador, H.
E. Mr. Yusbar Djamil who stroke the first ball. H.E. Mr. Yusbar Djamil said
that this game aims to promote healthy life style through volley ball sport
and to boost good relationship between the Embassy of the Republic of
Indonesia’s staff and The Limau Manis Police Station’s officer as well.

The game was involving two teams from both sides. The Indonesian
Embassy named its team by “KBRI Satu” led by Sudarsono Soedirlan
while “KBRI Dua” led by Sukijo Hadiyatmo. In this regard, the Limau Manis

file:///E|/Aziz's%20Doc/Brunei%20Darussalam/2005pr17.htm (1 of 2) [8/29/2008 5:43:28 PM]

INDONESIAN EMBASSY PRESS RELEASE

Police Station officer led by Insp. Haji Hasnul Fikri bin Haji Metussin, Head
of Limau Manis Police Station also represented by two teams. The first
team was dubbed “Police A” led by Copal Roslan Haji Abdul Latif while the
second team was dubbed “Police B” led by PC (Police Constables) Rozimi
Nona.

At the end of game, Indonesian Embassy’s Team was claiming the victory.
In the final, Embassy Team of “KBRI Satu” match with a 25-20 won
against “Police A”.

Bandar Seri Begawan, 13 Mei 2005

| Home | Press Release | Statement | Bulletin | Bilateral Issues |
| Business Info | Education Info | Tourism | Consular |
| The Embassy | Link

Copyright (c) 2000-2003 Embassy of the Republic of Indonesia to Negara Brunei Darussalam

file:///E|/Aziz's%20Doc/Brunei%20Darussalam/2005pr17.htm (2 of 2) [8/29/2008 5:43:28 PM]

INDONESIAN EMBASSY PRESS RELEASE

HOME

No : 19/Pensosbud/VII/2005

FRIENDSHIP VOLLEY BALL
MARKED THE OUTSET OF
INDONESIAN MONTH

In concurrence with the established
practice year by year, month of August
will become a busy day for Indonesian
community in Bandar Seri Begawan. It is
because on August 17, 2005, Indonesian
will celebrate the 60th

anniversary of the

proclamation of the Indonesian
Independence.

On this occasion, the Embassy of the
Republic of Indonesia will conduct

various activities such as flag hoisting
ceremony, diplomatic reception, sport competition, blood donation which will be commenced
in July and last until August 2005.

file:///E|/Aziz's%20Doc/Brunei%20Darussalam/2005pr19.htm (1 of 2) [8/29/2008 5:43:29 PM]

INDONESIAN EMBASSY PRESS RELEASE

On Sunday morning of July 24, 2005 at 8 am,
Ambassador of the Republic of Indonesia, H.E.
Mr. Yusbar Djamil officially declared open the
volley ball competition at its premise in
Kampung Sungai Hanching by striking the first
ball. This competition was joined by Indonesian
community and will be finalized until August 7,
2005.

On his remarks during the opening
ceremony, H.E. Mr. Yusbar Djamil asked all
participants to share the moment of the
independence day celebration to boost nationalism spirit and to promote good will among
Indonesian community member.

This year volley ball competition is involving 20 teams which comprise 17 male teams

and 3 female teams.

Bandar Seri Begawan, 24 July 2005

| Home | Press Release | Statement | Bulletin | Bilateral Issues |
| Business Info | Education Info | Tourism | Consular |
| The Embassy | Link

Copyright (c) 2000-2003 Embassy of the Republic of Indonesia to Negara Brunei Darussalam

file:///E|/Aziz's%20Doc/Brunei%20Darussalam/2005pr19.htm (2 of 2) [8/29/2008 5:43:29 PM]

INDONESIAN EMBASSY PRESS RELEASE

HOME

No : 21/Pensosbud/VIII/2005

SUNGAI AKAR WOMENS TEAM
WON THE INDONESIAN NATIONAL DAY VOLLEY BALL CHAMPIONSHIP

The Women’s team of “Sungai Akar”
was declared as champion for Women’s
category at the Indonesian National Day
Volley Ball Championship. The
Indonesian Embassy’s Ladies team won
the second place and “Kerabat
Nusantara” quite happy with third
position.

The volley ball matches was conducted
at the Embassy of the Republic of
Indonesia, Kampong Sungai Hanching
on Sunday August 7, 2005 attended by
around 200 supporters.

file:///E|/Aziz's%20Doc/Brunei%20Darussalam/2005pr21.htm (1 of 2) [8/29/2008 5:43:32 PM]

INDONESIAN EMBASSY PRESS RELEASE

In another final for men, “Arbados” emerged as the winner after beating “Garuda” at the final
round. There were twenty two teams representing all the Indonesian community residing in
the Sultanate took part in the tournament held since July 24, 2005.

In his remarks during the closing ceremony of the championship, the Indonesian Ambassador
to Brunei Darussalam H.E Mr. Yusbar Djamil asked all participants to share the moment of the
independence day celebration to boost nationalism spirit and to promote good will among
Indonesian community member. H.E Mr Yusbar jamil also asked all Indonesians residing in
Brunei Darussalam to participate in all other activities held by the Embassy in conjunction with
the Indonesian Independence Day Celebration, especially to participate in the “Flag Hoisting
Ceremony” that will be held at the Embassy of the Republic of Indonesia in Kg. Sungai
Hanching Baru Jalan Muara on August 17, 2005 at 07.00.

Bandar Seri Begawan, August 7, 2005

| Home | Press Release | Statement | Bulletin | Bilateral Issues |
| Business Info | Education Info | Tourism | Consular |
| The Embassy | Link

Copyright (c) 2000-2003 Embassy of the Republic of Indonesia to Negara Brunei Darussalam

file:///E|/Aziz's%20Doc/Brunei%20Darussalam/2005pr21.htm (2 of 2) [8/29/2008 5:43:32 PM]

INDONESIAN EMBASSY IN BANDAR SERI BEGAWAN

* Welcome - Selamat Datang * Embassy of the Republic of Indonesia to Brunei Darussalam - Kedutaan Besar Republik Indonesia di
Bandar Seri Begawan *

THE EMBASSY

Sejarah hubungan diplomatik

Awal dibukanya hubungan diplomatik antara Indonesia dengan Brunei
Darussalam sebenarnya telah ditandai dengan adanya saling kunjung secara
tidak resmi antara Pejabat Tinggi kedua negara. Menjelang kemerdekaan
Brunei Darussalam pada 1984, Sultan Hassanal Bolkiah melakukan kunjungan
tidak resmi ke Indonesia pada tahun 1981. Sementara itu Menteri Luar Negeri
Republik Indonesia Prof. Dr. Mochtar Kusumaatmadja, SH juga telah
melakukan kunjungan ke Brunei Darussalam pada tahun 1982.

Untuk melakukan persiapan pembukaan hubungan diplomatik RI dengan
Kerajaan Brunei Darussalam, pemerintah RI telah menugaskan seorang
Pejabat Senior Departemen Luar Negeri yakni saudara Muharam
Soemadipradja sebagai pejabat penghubung (LO) selama periode bulan
Oktober sampai dengan bulan Desember 1983.

Hubungan diplomatik Republik Indonesia dengan Brunei Darussalam dibuka
secara resmi pada tanggal 1 Januari 1984, dimana kedua pihak saling
menempatkan wakilnya di masing-masing ibukota pada tingkat Kedutaan
Besar. Yang ditunjuk sebagai Duta Besar Republik Indonesia pertama yang
berkedudukan di Bandar Seri Begawan adalah Dubes Zuwir Djamal. Beliau
menyerahkan surat-surat kepercayaan kepada Sultan Hassanal Bolkiah pada
tanggal 13 Pebruari 1984. Sementara itu dari pihak Brunei yang ditunjuk
sebagai sebagai Duta Besar pertama yang berkedudukan di Jakarta adalah Pg.
Jaludin bin Pg. Mohammad Limbang yang menyerahkan surat-surat
kepercayaannya kepada Presiden Soeharto pada bulan dan tahun yang sama.

History on Diplomatic Ties

The Various unofficial visits made by the Senior Officials from the Republic of
Indonesia and Negara Brunei Darussalam marked the beginning of the
Diplomatic ties between Indonesia and Brunei Darussalam. Towards achieving
independence in 1984, Sultan Hassanal Bolkiah visited Indonesia in 1981
meanwhile Prof. Dr. Mochtar Kusumaatmadja, SH., Minister of Foreign Affairs
of the Republic of Indonesia also visited Brunei Darussalam in 1982.

Mr. Muharam Soemadipradja, a senior officer from Indonesian Ministry of
Foreign Affairs was assigned by the Government of the Republic of Indonesia
in preparation for the official opening of the diplomatic relations between the
Republic of Indonesia and the Government of Negara Brunei Darussalam.

The diplomatic ties between the Republic of Indonesia and Brunei Darussalam
was officiated on 1st January 1984, whereby both countries established their
own embassy office in the designated capital city. His Excellency Zuwir
Djamal, the first Ambasador of the Republic of Indonesia to Negara Brunei
Darussalam had on 13 February 1984, presented his Letter of Credence to His
Majesty Sultan Hassanal Bolkiah. His Excellency Pg. Jaludin bin Pg.
Mohammad Limbang, the first Ambassador of Negara Brunei Darussalam to

Lot 4498, Spg 528
Kampung Sungai
Hanching, Jalan
Muara, BS Begawan
BC2115, Brunei
Darussalam Telp:
(+673) 2330180 Fax:
2330646s

Visitor No :

Mass Media of Indonesia

*Media Indonesia
*Kompas
*theJakarta Post

More

Mass Media of Brunei

*Borneo Bulletin
*Media Permata
*Pelita Brunei
*Brudirect
*Brunei Times

file:///E|/Aziz's%20Doc/Brunei%20Darussalam/about.htm (1 of 3) [8/29/2008 5:43:35 PM]

INDONESIAN EMBASSY IN BANDAR SERI BEGAWAN

the Republic of Indonesia presented his Letter of Credence to President
Soeharto in February 1984 as well.

List of Indonesian Ambassador to Brunei Darussalam

NO.

NAMA KEPALA PERWAKILAN
Name

MASA BAKTI
Time

1. H.E. H. Zuwir Djamal

1984 - 1987

2. H.E. H. Ferdy Salim (alm.)

1987 - 1990

3. H.E. Drs. M. P. Azhari Boer

1991 - 1994

4. H.E. Drs. Kusnadi Pudjiwinarto

1995 - 1998

5. H.E. Rahardjo Djojonegoro, SH

1998 - 2002

6. H.E. Drs. Yusbar Djamil

2002 - 2005

7. H.E. Drs. Herijanto Soeprapto

2006 - present

Organizational Chart

NO.

NAME

Designation

1. HE. Mr. Herijanto Soeprapto

Ambassador Extraordinary and
Plenipotentiary

2. Mr. Budi Perianto

Minister / Deputy Chief of Mission /
Head of Chancery

3. Mr. Syarifuddin

Minister Counsellor Consular Affairs

4. Mrs. Erna Kusmaningsih

Minister Counsellor Policy Palnning

5. Colonel Inf Herawan Adjie

Defence Attache

6. Mr. Enda Iskandar Yusuf

Counsellor Social and Culture Affairs

7. Mr. Tjoki Aprianda Siregar

First Secretary

8. Mr. Bimo Ariawan

Second Secretary Economy Affairs
and Protocol Officer

9. Mrs. Dyah Lestari Asmarani

Third Secretary Economy Affairs

10. Mr. Eko Sutrisno

Third Secretary Administration

11. Mr. Syahrial Ismail

Treasurer

12. Mr. Robinson Tanjung

Administration Staff

13. Mr. Partiman

Administration Staff

Address of Embassy of The Republic of Indonesia

Lot 4498. Simpang 528, Kampung Sungai Hanching Baru, Jalan Muara,
Bandar Seri Begawan BC 2115, Brunei Darussalam

Postal Address :

PO Box 3013, Bandar Seri Begawan
BS 8675, Brunei Darussalam
Telephone : +673 - 2330180
Facsimile : +673 - 2330646

file:///E|/Aziz's%20Doc/Brunei%20Darussalam/about.htm (2 of 3) [8/29/2008 5:43:35 PM]

INDONESIAN EMBASSY IN BANDAR SERI BEGAWAN

Website : http://www.indonesia.org.bn
E-mail : kbribsb@brunet.bn

Office hours : Monday -Thursday 08.00 am - 12.30 pm
01.30 pm - 04.30 pm
Friday 08.00 am - 12.00 noon
02.00 pm - 04.30 pm

Saturday & Sunday CLOSED

Alamat Wisma Duta Indonesia
Address of Indonesian Ambassador's Residence

Simpang 336 No. 155, Jalan Kebangsaan,
Bandar Seri Begawan BA 1111, Brunei Darussalam
Telepon/Phone : +673 - 2381490

Portal Nasional
Republik Indonesia

Negara
Brunei Darussalam

ASEAN Secretariat

APEC Secretariat

National Agency for Export
Development of the
Republic of Indonesia

This Web Site is designed and maintained by Indonesian Embassy in Bandar Seri Begawan
Copyright (c) 2000-2008 Embassy of the Republic of Indonesia to Negara Brunei Darussalam

file:///E|/Aziz's%20Doc/Brunei%20Darussalam/about.htm (3 of 3) [8/29/2008 5:43:35 PM]

Palanta Baikoeni - BERKUNJUNG KE DAERAH TEMBURONG

Do you know efri yoni?

Become his contact

Who is on Multiply?

Find your friends

Want to learn more?

Take the Tour

Already a Member?

Sign In

baikoeni

● Photos of efri yoni

● Personal Message

● RSS Feed [?]

● Report Abuse

Nov 1, '06 10:53 PM
for everyone

Oleh : H. Efri Yoni Baikoeni

Bencana alam gempa bumi dan gelombang tsunami tanggal 26 Desember 2004 di Nanggroe
Aceh Darussalam telah menimbulkan duka cita dan simpati yang mendalam dikalangan
masyarakat Indonesia di Brunei Darussalam, tidak terkecuali TKI di Daerah Temburong.
Duta Besar RI, Yusbar Djamil dan 16 anggota rombongan telah memenuhi undangan TKI di
daerah terpencil itu yang ingin bersilaturahmi dan menunjukkan simpati dan rasa duka cita
atas terjadinya peristiwa bencana alam gempa bumi dan gelombang tsunami di Nanggroe
Aceh Darussalam (NAD) dan Sumatera Utara. Rombongan KBRI disertai juga oleh ahli
Geologi asal Indonesia yang bekerja di Brunei Shell Petrolium (BSP), Seria yaitu Ir.
Bambang Gumilar MSi dan Ir. Herman Darman MSc. Perjalanan ke daerah Temburong
dilakukan tanggal 26-27 Pebruari 2004 dengan menggunakan 4 buah mobil. Selama di
Daerah Temburong, rombongan menginap di “Rest House” milik Pemda Temburong di
Pekan Bangar

Pertemuan dengan Masyarakat Indonesia dihadiri lebih 150 orang di Sekolah Persediaan
Arab Pekan Bangar tanggal 26 Pebruari 2005 yang diawali dengan makan malam bersama.
Melalui presentasi slide projector, pembicara yaitu Bambang Gumilar, seorang petrophysic
tamatan Teknik Perminyakan, ITB dan Herman Darman seorang geologist tamatan Petrolium
Geology, Aberdeen United Kingdom menjelaskan mengenai peristiwa bencana alam gempa
tsunami di NAD dan Sumatera Utara. Pada pertemuan itu pula, Duta Besar RI Yusbar Djamil
menyampaikan ucapan terima kasih kepada Masyarakat Indonesia di Daerah Temburong
yang telah menunjukkan simpati dan duka cita terhadap korban bencana alam gempa-
tsunami. Disamping itu, Dubes RI juga mengingatkan agar masyarakat Indonesia senantiasa
melengkapi diri dengan berbagai dokumen yang diperlukan agar terhindar dari hal-hal yang
tidak diinginkan yang dapat merugikan dirinya sendiri, bahkan dapat mengganggu citra
bangsa di Brunei Darussalam. Tokoh masyarakat Temburong, Ustad Muslih Sugito
membacakan doa selamat sementara sambutan disampaikan oleh Suyanto. Meskipun
dengan gaji yang tidak terlalu tinggi, namun sumbangan yang terkumpul cukup besar yaitu B
$244,00 dan Rp50.000.

Selain mengadakan pertemuan dengan masyarakat Indonesia, Duta Besar RI juga
mengadakan kunjungan kehormatan kepada Kepala Daerah Temburong, Awang Syahminan
Haji Tengah di Kantor Pemerintah Daerah Temburong Pekan Bangar. Kunjungan ini
bertujuan untuk menjaga hubungan baik yang selama ini telah terbina sambil menitipkan
masyarakat Indonesia yang bekerja di Temburong. Pada kunjungan itu, Duta Besar RI
Yusbar Djamil menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya
kepada Pemerintah dan rakyat Brunei Darussalam atas simpati dan perhatian mendalam

file:///E|/Aziz's%20Doc/Brunei%20Darussalam/BERKUNJUNG_KE_DAERAH_TEMBURONG.htm (1 of 4) [8/29/2008 5:43:40 PM]

Palanta Baikoeni - BERKUNJUNG KE DAERAH TEMBURONG

yang diberikan kepada korban bencana alam gempa bumi dan gelombang tsunami di
Indonesia. Duta Besar juga menyampaikan penghargaan yang setinggi-tinggi nya kepada
Sultan Haji Hassanal Bolkiah yang merupakan kepala negara pertama yang melakukan
kunjungan ke NAD untuk melihat dari dekat kondisi kawasan yang mengalami bencana.
Brunei Darussalam juga telah menunjukkan komitmen yang tinggi untuk membantu Pemri
dalam upaya-upaya pemulihan NAD tidak hanya pada tahap tanggap darurat namun juga
pada proses rekonstruksi dan rehabilitasi.

Perjalanan ke Temburong

Daerah Temburong adalah daerah terluas kedua di Brunei Darussalam namun berpenduduk
paling sedikit yaitu 9.600 jiwa atau 2,8 % dari 338.400 jiwa penduduk Brunei Darussalam.
Terdapat sekitar 1.000 orang TKI yang bekerja di sektor informal seperti pembantu rumah
tangga (PRT), pekerja bangunan dan pekerja perkebunan/pertanian. Daerah Temburong
merupakan salah satu dari empat propinsi di Brunei Darussalam. Daerah ini dikepalai oleh
Pegawai Daerah (Gubernur) yang membawahi 5 mukim (kabupaten) yaitu: Mukim Bangar,
Mukim Batu Apoi, Mukim Labu, Mukim Amo dan Mukim Bokok. Daerah Temburong memiliki
luas 1,306 km2.

Dari Bandar Seri Begawan diperlukan waktu sekitar 3 jam melalui jalan darat. Namun
dengan melalui transportasi sungai hanya memerlukan waktu 45 menit saja. Hal tersebut
karena untuk menuju Daerah Temburong, pengunjung harus melewati daerah Limbang,
Malaysia yang memisahkan Daerah Brunei-Muara dan Daerah Temburong sehingga kita
harus membawa pastport untuk melewati 4 kali pos imigrasi. Setelah menempuh perjalan
sekitar 40 menit dari Bandar Seri Begawan, pengunjung akan sampai di Pos Imigrasi Kuala
Lurah yang merupakan daerah perbatasan dengan Limbang. Sekitar 20 meter dari pos
imigrasi tersebut berdiri pula pos Imigrasi Tedungan Malaysia. Pengecopan passport
memerlukan waktu yang tidak sedikit apalagi perjalanan di akhir minggu. Kemudian
perjalanan dilanjutkan ke kota Limbang dengan menempuh waktu sekitar 35 menit. Di
Limbang Townland yang berpenduduk 19 ribu ini, pengunjung harus melapor lagi di Kantor
Imigrasi Limbang untuk pengecopan ke-3 passport sebelum menuju Daerah Temburong.
Antara kota Limbang ke perbatasan Daerah Temburong berjarak 15 km. Ketika memasuki
Daerah Temburong, pengunjung harus melewati sungai yang lebarnya sekitar 20 m. Sungai
inilah yang merupakan batas alam antara Limbang dan Daerah Temburong. Penyeberangan
feri tersebut dengan membayar B $ 4 atau RM 8. Begitu menyeberangi sungai akhirnya
sampailah di Daerah Temburong. Sebuah papan tanda besar berwarna hijau menyambut
wisatawan yang sampai di daerah penghasil batu kerikil tersebut. Pengunjung kemudian
masih harus melaporkan kembali di pos imigrasi Puni sebelum melanjutkan perjalanan ke
Pekan Bangar yang merupakan ibu kota Daerah Temburong. Kota yang menjadi pusat
pemerintahan dan pusat perdagangan tersebut terletak di tepi Sungai Temburong. Kota ini
telah memiliki jalan raya yagng mulus yang menghubungkan kampung-kampung di
sekitarnya.

Kondisi alam Temburong

Di Daerah Temburong terdapat gunung yang tingginya lebih dari 1000 meter di atas
permukaan laut. Kawasan yang terletak arah Selatan dan berbatasan dengan Serawak
tersebut merupakan dataran tinggi yang memiliki hutan bakau yang amat curam dan
bergelombang. Beberapa gunung tinggi antara lain: Gunung Pagon, Gunung Retak, Gunung
Belalong dan Gunung Paradayan. Gunung Pagon adalah gunung yang tertinggi di Brunei
yang mencapai 1.850 meter. Sebagian besar kawasan Temburong masih tertutup hutan dan
tidak didiami kecuali: Batang Duri, Bukok, Amo dan Biang. Penduduk umumnya bekerja
sebagai petani. Kawasan hutan Temburong merupakan daerah paling tinggi curah hujannya
terutama pada bulan September – Januari. Hutan Temburong adalah jenis hutan khatulistiwa
sehingga menjadi lahan subur tumbuhnya pohon-pohon besar. Tanahnya diselimuti oleh
tumbuh-tumbuhan menjalar yang sangat tebal sehingga tanahnya berlumpur dan lembab
karena kurang mendapatkan sinar matahari. Sebagian besar hutan ini belum dijamah
manusia terutama di pedalaman. Jenis pohon yang tumbuh antara lain: ramin, kapur,
meranti, kerbing dan selangan batu. Pohon-pohon itu dijadikan bahan bangunan dan
perabot.

Daerah Temburong juga dialiri oleh beberapa buah sungai seperti Sungai Labu dan Sungai
Temburong. Disekitarnya terbentang dataran rendah (tanah pamah) yang umumnya masih

file:///E|/Aziz's%20Doc/Brunei%20Darussalam/BERKUNJUNG_KE_DAERAH_TEMBURONG.htm (2 of 4) [8/29/2008 5:43:40 PM]

Palanta Baikoeni - BERKUNJUNG KE DAERAH TEMBURONG

diselimuti rawa-rawa. Dataran rendah terletak arah Utara dataran Tinggi Temburong dan
terhampar luas sampai ke Teluk Brunei. Kawasan inipun masih diliputi hutan bakau sehingga
usaha budidaya pertanian tidak berjalan dengan baik. Daerah pertanian hanya di beberapa
tempat seperti: Kampung Paradayan dan Kampung Labu dengan hasilnya seperti: getah,
padi, kelapa dan buah-buahan.

Di daerah Temburong juga terdapat lembah yang dalam yang umumnya terbentang di
Dataran Tinggi Temburong. Sungai Temburong yang panjangnya 111 km tersebut memiliki
beberapa jeram. Hulunya terletak di lereng Gunung Pagon di arah Selatan. Sungai yang
memiliki anak sungai seperti: Sungai Belalong, Sungai Batu Apoi dan Sungai Labu tersebut
mengalir ke Teluk Brunei. Bagi penduduk Temburong, sungai merupakan sarana
transportasi yang penting. Daerah Temburong merupakan daerah penghasil batu kerikil
terbesar di Brunei yang ditambang di Batu Apoi, Bangar, Amo dan disepanjang jalan Bangar-
Limbang.

Obyek Wisata Temburong

Selama di Daerah Temburong, pengunjung dapat melihat berbagai objek wisata alam dan
wisata budaya yang merupakan ciri khas Daerah Temburong seperti: Kunjungan ke Taman
Negara Ulu Temburong, mengunjungi Mini Zoo di Batang Duri, tinjauan ke Rumah Panjang
di Mukim Amo. Daerah Temburong dihuni oleh beberapa etnis seperti: Melayu, Murut dan
Iban. Sebelum meninggalkan Temburong, pengunjung jangan lupa membawa oleh-oleh
berupa makanan. Wajid adalah makanan khas dari Temburong yang dapat dibeli di sekitar
tamu. Kalau di Indonesia dikenal dodol maka wajid adalah sejenis dodol Brunei yang terbuat
dari pulut hitam dan dilapisi oleh daun pandan. Rasanya manis dan sesuai untuk paganan
sambil minum teh.

Bandar Seri Begawan, 7 Maret 2005

Tags: wisata brunei
Prev: NELANGSA DIBALIK ASA
Next: “Dengan Maulid Nabi Muhammad saw, Kita Lahirkan Umat Terbaik”

reply

share

audio reply video reply

Add a Comment

For:

Add a comment to this blog entry, for everyone

Send baikoeni a personal message

Subject:

-

Quote original message

© 2008 Multiply, Inc. About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help
Template design Copyright © 2005 Jeff Miller

file:///E|/Aziz's%20Doc/Brunei%20Darussalam/BERKUNJUNG_KE_DAERAH_TEMBURONG.htm (3 of 4) [8/29/2008 5:43:40 PM]

Re: BERKUNJUNG KE DAERAH TEMBURONG

Submit (Ctrl+Enter)
Preview & Spell Check

Palanta Baikoeni - BERKUNJUNG KE DAERAH TEMBURONG

file:///E|/Aziz's%20Doc/Brunei%20Darussalam/BERKUNJUNG_KE_DAERAH_TEMBURONG.htm (4 of 4) [8/29/2008 5:43:40 PM]

Bilateral Issues - KBRI BS Begawan

Home

KUNJUNGAN KENEGARAAN SULTAN BRUNEI DARUSSALAM
KE REPUBLIK INDONESIA
TANGGAL 7 - 11 APRIL 2003

Daftar Isi:

Info Singkat

Galeri Foto

Liputan Pers

Kunjungan Sultan Hassanal Bolkiah ke Indonesia tanggal 7 - 11 April 2003
yang lalu merupakan kunjungan kenegaraan kedua, setelah kunjungan
kenegaraan pertamanya pada bulan Oktober 1984. Kunjungan tersebut
menandai babak baru dalam hubungan bilateral Indonesia – Brunei
Darussalam dan mengisyaratkan tekad kedua pemimpin bagi peningkatan
hubungan dan kerjasama kedua negara di berbagai bidang yang selama
ini telah terjalin dengan baik.

Pertemuan bilateral antara Delegasi Brunei dan Indonesia yang membahas
usaha-usaha peningkatan hubungan bilateral kedua negara telah
memperoleh hasil positif dalam rangka meningkatkan saling pengertian
dan menjajaki bidang-bidang kongkrit dalam hubungan kerjasama kedua
negara.

Selama kunjungan Sultan Hassanal Bolkiah telah dicapai beberapa
komitmen yang perlu segera ditindaklanjuti dalam tataran teknis antara
kedua negara seperti yang terangkum dalam Joint Press Statement yang
dikeluarkan setelah selesainya pembicaraan antara kedua Kepala Negara
antara lain:

a. Penyelenggaraan Sidang Komisi Bersama Indonesia-Brunei yang
akan menggarap bidang-bidang kerjasama kongkrit antara kedua
negara akan menjadi prioritas bagi kedua belah pihak;

b. Kesepakatan kedua pihak untuk meningkatkan hubungan
perdagangan dan kerjasama investasi kedua negara termasuk
penggalakkan sektor swasta untuk ambil peranan serta menjajaki

file:///E|/Aziz's%20Doc/Brunei%20Darussalam/bi_info.htm (1 of 3) [8/29/2008 5:43:41 PM]

Bilateral Issues - KBRI BS Begawan

pembentukan business council;

c. Pengakuan terhadap peranan dan kontribusi Tenaga Kerja
Indonesia dalam pembangunan di Brunei serta sambutan terhadap
Tenaga Kerja Indonesia yang serumpun khususnya terhadap tenaga-
tenaga trampil (skilled);

d. Kesepakatan untuk menjajagi dalam kerjasama perminyakan
khususnya dalam bidang peningkatan sumber daya manusia antara
kedua negara;

e. Komitmen terhadap usaha revitalisasi kerjasama Brunei Darussalam
– Indonesia – Malaysia – Philippines East ASEAN Growth Area (BIMP-
EAGA);

f. Sambutan terhadap kerjasama di bidang kebahasaan dalam
kerangka MABBIM (Majelis Bahasa Brunei, Indonesia, Malaysia) dan
kerjasama di bidang agama dalam kerangka MABIMS (Majelis Agama
Brunei, Indonesia, Malaysia dan Singapura).

Kunjungan Sultan ke fasilitas-fasilitas militer dan berhasilnya
penandatanganan MOU tentang Kerjasama di bidang Kerjasama
Pertahanan antara kedua negara di samping akan memberikan payung
terhadap kerjasama yang telah berlangsung selama ini diharapkan juga
akan lebih memantapkan kerjasama-kerjasama teknis lain yang dicakup
dalam MOU tersebut.

Pemberian gelar Doktor HC kepada Sultan Hassanal Bolkiah oleh
Universitas Gadjah Mada telah menjadikan Sultan Hassanal Bolkiah
sebagai salah satu alumnus dan juga ajakan Sultan Hassanal Bolkiah
terhadap mahasiswa Universitas Gadjah Mada untuk belajar di Universitas
Brunei Darussalam telah membuka peluang untuk dibuatnya suatu MOU di
bidang pendidikan antara kedua negara atau pun antara kedua Universitas.

Secara umum kunjungan kenegaraan Sultan Hassanal Bolkiah ke
Indonesia dapat dinilai sukses dan berjalan lancar, baik dari segi substansi
maupun teknis pelaksanaan/aspek-aspek protokoler terlihat dari kunjungan
yang semula dijadwalkan untuk tiga hari berkembang menjadi lima hari.

Dari segi substansi dalam kunjungan ini berhasil dicapai beberapa
komitmen-komitmen tingkat atas seperti MOU Bidang Kerjasama
Pertahanan, usaha-usaha peningkatan kerjasama perdagangan,
kerjasama di bidang pendidikan, sektor tenaga kerja, kerjasama di bidang

file:///E|/Aziz's%20Doc/Brunei%20Darussalam/bi_info.htm (2 of 3) [8/29/2008 5:43:41 PM]

Bilateral Issues - KBRI BS Begawan

perminyakan dan lain-lain yang diharapkan dapat segera ditindaklanjuti
pada tingkat teknis.

Peliputan mass media terhadap kunjungan cukup memadai baik dari mass
media di Indonesia dan terutamanya peliputan pada mass media di Brunei
Darussalam cukup mendapat perhatian khusus dan besar-besaran seperti
terlihat dalam sajian gambar-gambar dalam buletin kita ini.

(Sumber: Buletin KBRI oleh Bidang Penerangan KBRI Bandar Seri Begawan
Edisi April 2003)

Copyright (c) 2000-2003 Embassy of the Republic of Indonesia to Negara Brunei Darussalam

file:///E|/Aziz's%20Doc/Brunei%20Darussalam/bi_info.htm (3 of 3) [8/29/2008 5:43:41 PM]

file:///E|/Aziz's%20Doc/Brunei%20Darussalam/brunei.htm

LIST OF BILATERAL TREATIES TO WHICH INDONESIA IS A PARTY

NO.

Country

Treaty Classification

Place

Type of Cooperation

Title

Date of Signing

1

BRUNEI DARUSSALAM
(BRUNEI DARUSSALAM)

Agreement

Bandar Sri Begawan

ECO[Economy]

Agreement Between the Government of the Rep. of Indonesia and the Government
of Brunei Darussalam For Air Services Between and Beyond Their Respective
Territories

24-Jul-86

2

BRUNEI DARUSSALAM
(BRUNEI DARUSSALAM)

Agreement

Bandar Seri
Begawan

ECO[Economy]

Agreement between the Government of the Republic of Indonesia and the
Government of Brunei Darussalam for the Avoidance of Double Taxation and the
Prevention of Fiscal Evasion with Respect to Taxes on Income

27-Feb-00

3

BRUNEI DARUSSALAM
(BRUNEI DARUSSALAM)

Agreed Minutes

Bandar Seri
Begawan

ECO[Economy]

Agreed Minutes Between The Republic of Indonesia And Brunei Darssalam On The
First Senior Officials' Meeting For The Second Meeting Of The Joint Commission
For Bilateral Cooperation

18-Aug-06

4

BRUNEI DARUSSALAM
(BRUNEI DARUSSALAM)

Agreement

INV[Investment]

Addendum to the Loan Agreement betwen the Republic of Indonesia and the
Brunei Investment Agency.

25-Mar-00

5

BRUNEI DARUSSALAM
(BRUNEI DARUSSALAM)

MoU

New York

POL[Politic]

Memorandum of Understanding on the Establishment of a Joint Commission for
Bilateral Cooperation Between the Government of the Republic of Indonesia and
the Government of His Majesty the Sultan and Yang Di-Pertuan of Brunei
Darussalam

27-Sep-99

6

BRUNEI DARUSSALAM
(BRUNEI DARUSSALAM)

MoU

Jakarta.

POL[Politic]

Memorandum Saling Pengertian antara Pemerintah Republik Indonesia dan
Kerajaan Kebawah Duli Yang Mulia Paduka Seri Baginda Sultan dan Yang Di-
Pertuan Negara Brunei Darussalam tentang Kerjasama di Bidang Pertahanan

10-Apr-03

7

BRUNEI DARUSSALAM
(BRUNEI DARUSSALAM)

Agreed Minutes

Jakarta

POL[Politic]

Agreed Minutes of the First Meeting of the Joint Commission Between the Republic
of Indonesia and Brunei Darussalam, Jakarta, 25 July 2003

25-Jul-03

file:///E|/Aziz's%20Doc/Brunei%20Darussalam/brunei.htm [8/29/2008 5:43:42 PM]

Brunei - Wikipedia Indonesia, ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia

Brunei

Dari Wikipedia Indonesia, ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia.

Langsung ke: navigasi, cari

ﺏﺭﻥﻱ ﺩﺍﺭﺍﻝﺱﻝﺍﻡ

Negara Brunei Darussalam

(Bendera Brunei)

(Lambang Brunei)

Motto

(terjemahan):
Selalu menuruti

arahan Tuhan

Bahasa resmiMelayu

Ibu kota

Bandar Seri Begawan

Sultan

Hassanal Bolkiah

Wilayah

- Total
- % air

Urutan ke-163
5.765 km²
8.6%

Brunei Darussalam adalah
sebuah negara kecil yang sangat
makmur di bagian utara Pulau
Borneo/Kalimantan dan berbatasan
dengan Malaysia. Brunei terdiri dari
dua bagian yang yang dipisahkan di
daratan oleh Malaysia.

Nama Borneo berdasarkan nama
negara ini, sebab pada zaman
dahulu kala, negeri ini sangat
berkuasa di pulau ini.

Daftar isi

[sembunyikan]

● 1 Asal-usul Brunei

● 2 Sejarah Brunei

● 3 Politik

r 3.1 Raja-raja Brunei

● 4 Pembagian administratif

● 5 Geografi

● 6 Ekonomi

● 7 Demografi

● 8 Budaya

● 9 Lihat pula

● 10 Pranala luar

[sunting] Asal-usul

file:///E|/Aziz's%20Doc/Brunei%20Darussalam/Brunei2.htm (1 of 15) [8/29/2008 5:43:45 PM]

Brunei - Wikipedia Indonesia, ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia

Penduduk

- Total (2001)
- Kepadatan

Urutan ke-162

343.653
61/km²

Kemerdekaan1 Januari 1984

Mata uang

Dolar Brunei

Zona waktu

UTC + 8

Lagu
kebangsaan

Allah
Peliharakan
Sultan

TLD

.bn

Kode telepon673 (080 dari
Malaysia)

Brunei

Silsilah kerajaan Brunei didapatkan
pada Batu
Tarsilah

yang
menuliskan Silsilah Raja-Raja Brunei
yang dimulai dari Awang Alak
Betatar, raja yang mula-mula
memeluk agama Islam (1368)
sampai kepada Sultan Muhammad
Tajuddin (Sultan Brunei ke-19,
memerintah antara 1795-1804 dan
1804-1807).

Brunei adalah sebuah negara tua di
antara kerajaan-kerajaan di tanah
Melayu. Keberadaan Brunei Tua ini
diperoleh berdasarkan kepada
catatan Arab, China dan tradisi
lisan. Dalam catatan Sejarah China dikenal dengan nama Po-li

, Po-

lo

, Poni

atau Puni

dan Bunlai

. Dalam catatan Arab

dikenali dengan Dzabaj

atau Randj

.

Catatan tradisi lisan diperoleh dari Syair Awang
Semaun

yang menyebutkan Brunei berasal dari perkataan baru

nah

yaitu setelah rombongan klan atau suku Sakai yang dipimpin Pateh Berbai pergi
ke Sungai Brunei mencari tempat untuk mendirikan negeri baru. Setelah mendapatkan
kawasan tersebut yang memiliki kedudukan sangat strategis yaitu diapit oleh bukit, air, mudah
untuk dikenali serta untuk transportasi dan kaya ikan sebagai sumber pangan yang banyak di
sungai, maka mereka pun mengucapkan perkataan baru nah

yang

berarti tempat itu sangat baik, berkenan dan sesuai di hati mereka untuk mendirikan negeri
seperti yang mereka inginkan. Kemudian perkataan baru nah

itu lama

kelamaan berubah menjadi Brunei.

Replika stupa yang dapat ditemukan di Pusat Sejarah Brunei menjelaskan bahwa agama Hindu-
Buddha pada suatu masa dahulu pernah dianut oleh penduduk Brunei. Sebab telah menjadi
kebiasaan dari para musafir agama tersebut, apabila mereka sampai di suatu tempat, mereka
akan mendirikan stupa sebagai tanda serta pemberitahuan mengenai kedatangan mereka
untuk mengembangkan agama tersebut di tempat itu. Replika batu nisan P'u
Kung Chih Mu

, batu nisan Rokayah binti Sultan Abdul Majid ibni
Hasan ibni Muhammad Shah Al-Sultan, dan batu nisan Sayid Alwi Ba-Faqih (Mufaqih) pula

file:///E|/Aziz's%20Doc/Brunei%20Darussalam/Brunei2.htm (2 of 15) [8/29/2008 5:43:45 PM]

Brunei - Wikipedia Indonesia, ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia

menggambarkan mengenai kedatangan agama Islam di Brunei yang dibawa oleh musafir,
pedagang dan mubaligh-mubaliqh Islam, sehingga agama Islam itu berpengaruh dan
mendapat tempat baik penduduk lokal maupun keluarga kerajaan Brunei.

[sunting] Sejarah Brunei

Artikel utama untuk
bagian ini adalah:
Sejarah Brunei

Para peneliti sejarah telah mempercayai terdapat sebuah kerajaan lain sebelum berdirinya
Kesultanan Brunei kini, yang disebut orang Tiongkok sebagai Po-ni. Catatan orang Tiongkok
dan orang Arab menunjukkan bahwa kerajaan perdagangan kuno ini ada di muara Sungai
Brunei awal abad ke-7 atau ke-8. Kerajaan itu memiliki wilayah yang cukup luas meliputi
Sabah, Brunei dan Sarawak yang berpusat di Brunei. Kesultanan Brunei juga merupakan pusat
perdagangan dengan China. Kerajaan awal ini pernah ditaklukkan Kerajaan Sriwijaya yang
berpusat di Sumatra pada awal abad ke-9 Masehi dan seterusnya menguasai Borneo utara dan
gugusan kepulauan Filipina. Kerajaan ini juga pernah dijajah Kerajaan Majapahit yang
berpusat di pulau Jawa tetapi berhasil membebaskan dirinya dan kembali sebagai sebuah
negeri yang penting.

Pada awal abad ke-15, Kerajaan Malaka di bawah pemerintahan Parameswara telah
menyebarkan pengaruhnya dan kemudian mengambil alih perdagangan Brunei. Perubahan ini
menyebabkan agama Islam tersebar di wilayah Brunei oleh pedagangnya pada akhir abad ke-
15. Kejatuhan Melaka ke tangan Portugis pada tahun 1511, telah menyebabkan Sultan Brunei
mengambil alih kepimpinan Islam dari Melaka, sehingga Kesultanan Brunei mencapai zaman
kegemilangannya dari abad ke-15 hinga abad ke-17 sewaktu memperluas kekuaaannya ke
seluruh pulau Borneo dan ke Filipina di sebelah utaranya. Semasa pemerintahan Sultan
Bolkiah (1473-1521) yang terkenal disebabkan pengembaraan baginda di laut, malah pernah
seketika menaklukkan Manila. kesultanan Brunei memperluas pengaruhnya ke utara hingga ke
Luzon dan Sulu serta di sebelah selatan dan barat Kalimantan; dan pada zaman pemerintahan
sultan yang kesembilan, Hassan (1605-1619), yang membangun susunan aturan adat istiadat
kerajaan dan istana yang masih kekal hingga hari ini.

Pada tahun 1658 Sultan Brunei menghadiahkan kawasan timur laut Kalimantan kepada Sultan
Sulu di Filipina Selatan sebagai penghargaan terhadap Sultan Sulu dalam menyelesaikan
perang saudara di antara Sultan Abdul Mubin dengan Pengeran Mohidin. Persengketaan dalam
kerajaan Brunei merupakan satu faktor yang menyebabkan kejatuhan kerajaan tersebut, yang
bersumber dari pergolakan dalam disebabkan perebutan kuasa antara ahli waris kerajaan,

file:///E|/Aziz's%20Doc/Brunei%20Darussalam/Brunei2.htm (3 of 15) [8/29/2008 5:43:45 PM]

Brunei - Wikipedia Indonesia, ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia

juga disebabkan timbulnya pengaruh kuasa penjajah Eropa di rantau sebelah sini, yang
menggugat corak perdagangan tradisi, serta memusnahkan asas ekonomi Brunei dan
kesultanan Asia Tenggara yang lain.

Pada Tahun 1839, James Brooke dari Inggris datang ke Serawak dan menjadi raja disana
seerta menyerang Brunei, sehingga Brunei kehilangan kekuasaannya atas Serawak. Sebagai
balasan, ia dilantik menjadi gubernur dan kemudian "Rajah" Sarawak di Barat Laut Borneo
sebelum meluaskan kawasan di bawah pemerintahannya. Pada tanggal 19 Desember 1846,
pulau Labuan dan sekitarnya diserahkan kepada James Brooke. Sedikit demi sedikit wilayah
Brunei jatuh ke tangan Inggris melalui perusahaan-perusahaan dagang dan pemerintahnya
sampai wilayah Brunei kelak berdiri sendiri di bawah protektorat Inggris sampai berdiri sendiri
tahun 1984.

Pada masa yang sama, Persekutuan Borneo Utara Britania sedang meluaskan penguasaannya
di Timur Laut Borneo. Pada tahun 1888, Brunei menjadi sebuah negeri di bawah perlindungan
kerajaan Britania dengan mengekalkan kedaulatan dalam negerinya, tetapi dengan urusan
luar negara tetap diawasi Britania. Pada tahun 1906, Brunei menerima suatu lagi langkah
perluasan kekuasaan Britania saat kekuasaan eksekutif dipindahkan kepada seorang residen
Britania, yang menasihati baginda Sultan dalam semua perkara, kecuali yang bersangkut-paut
dengan adat istiadat setempat dan agama.

Pada tahun 1959, Brunei mendeklarasikan kerajaan baru yang berkuasa memerintah kecuali
dalam isu hubungan luar negeri, keamanan dan pertahanan di mana isu-isu ini menjadi
tanggung jawab Britania. Percobaan untuk membentuk sebuah badan perundangan pada
tahun 1962 terpaksa dilupakan karena terjadi pemberontakan oleh partai oposisi yaitu Partai
Rakyat Brunei dan dengan bantuan Britania, pemberontakan ini berhasil diberantas. Pada
akhir 1950 dan awal 1960, kerajaan Brunei ketika itu menolak cadangan (walaupun pada
awalnya menunjukkan minat) untuk bergabung dengan Singapura, Sabah, Sarawak, dan
Tanah Melayu untuk membentuk Malaysia dan akhirnya Sultan Brunei ketika itu bercadang
untuk membentuk sebuah negara yang merdeka.

Pada 1967, Omar Ali Saifuddin III telah turun dari takhta dan melantik putranda sulungnya
Hassanal Bolkiah, menjadi Sultan Brunei ke-29. Baginda juga berkenan menjadi Menteri
Pertahanan setelah Brunei mencapai kemmerdekaan penuh dan disandangkan gelar Paduka
Seri Begawan Sultan. Pada tahun 1970, pusat pemerintahan negeri Brunei Town, telah diubah
namanya menjadi Bandar Seri Begawan untuk mengenang jasa baginda. Baginda mangkat
pada tahun 1986.

Pada 4 Januari 1979, Brunei dan Britania Raya telah menandatangani Perjanjian Kerjasama
dan Persahabatan. Pada 1 Januari 1984, Brunei Darussalam telah berhasil mencapai

file:///E|/Aziz's%20Doc/Brunei%20Darussalam/Brunei2.htm (4 of 15) [8/29/2008 5:43:45 PM]

Brunei - Wikipedia Indonesia, ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia

kemerdekaan sepenuhnya.

Saat ini Brunei memiliki wilayah yang lebih kecil daripada masa lalu, dengan berbatasan
dengan Serawak dari sebelah barat sampai timur wilayah itu, serta sebelah utara berbatasan
dengan Laut China Selatan.

[sunting] Politik

Kerajaan Brunei Darussalam adalah negara yang memiliki corak pemerintahan monarki
konstitusional dengan Sultan yang menjabat sebagai Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan,
merangkap sebagai Perdana Menteri dan Menteri Pertahanan dengan dibantu oleh Dewan
Penasihat Kesultanan dan beberapa Menteri. Sultan Hassanal Bolkiah yang gelarnya
diturunkan dalam wangsa yang sama sejak abad ke-15, ialah kepala negara serta
pemerintahan Brunei. Baginda dinasihati oleh beberapa majelis dan sebuah kabinet menteri,
walaupun baginda secara berkesan merupakan pemerintah tertinggi. Media amat memihak
kerajaan, dan kerabat kerajaan melestarikan status yang dihormati di dalam negeri.

Brunei tidak memiliki dewan legislatif, namun pada bulan September 2000, Sultan bersidang
untuk menentukan Parlemen yang tidak pernah diadakan lagi sejak tahun 1984. Parlemen ini
tidak mempunyai kuasa selain menasihati sultan. Disebabkan oleh pemerintahan mutlak
Sultan, Brunei menjadi salah satu negara yang paling stabil dari segi politik di Asia.

Pertahanan Keamanan Brunei mengandalkan perjanjian pertahanan dengan Inggris di mana
terdapat pasukan Gurkha yang terutama ditempatkan di Seria. Jumlah pertahanan
keamanannya lebih kecil bila dibandingkan dengan kekayaannya dan negara negara tetangga.
Secara teori, Brunei berada di bawah pemerintahan militer sejak pemberontakan yang terjadi
pada awal dekad 1960-an. Pemberontakan itu dihancurkan oleh laskar-laskar Britania Raya
dari Singapura.

Brunei memiliki dengan hubungan luar negeri terutama dengan negara negara ASEAN dan
negara negara lain serta ikut serta sebagai anggota PBB. Kesultanan ini juga terlibat konflik
Kepulauan Spratly yang melibatkan hampir semua negara ASEAN (kecuali Indonesia, Kamboja,
Laos dan Myanmar), China dan Taiwan. Selain itu terlibat konflik perbatasan laut dengan
Malaysia terutama masalah daerah yang menghasilkan minyak dan gas bumi. Brunei menuntut
wilayah di Sarawak, seperti Limbang. Banyak pulau kecil yang terletak di antara Brunei dan
Labuan, termasuk Pulau Kuraman, telah dipertikaikan oleh Brunei dan Malaysia.
Bagaimanapun, pulau-pulau ini diakui sebagai sebagian Malaysia di tingkat internasional.

[sunting] Raja-raja Brunei

file:///E|/Aziz's%20Doc/Brunei%20Darussalam/Brunei2.htm (5 of 15) [8/29/2008 5:43:45 PM]

Brunei - Wikipedia Indonesia, ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia

Raja-raja Brunai Darusalam yang memerintah sejak didirkiannya kerajaan pada tahun 1363 M
yakni:

1. Sultan Muhammad Shah (1383 - 1402)
2. Sultan Ahmad (1408 - 1425)
3. sultan Syarif Ali (1425 - 1432)
4. Sultan Sulaiman (1432 - 1485)
5. Sultan Bolkiah (1485 - 1524)
6. Sultan Abdul Kahar (1524 - 1530)
7. Sultan Saiful Rizal (1533 - 1581)
8. Sultan Shah Brunei (1581 - 1582)
9. Sultan Muhammad Hasan (1582 - 1598)
10. Sultan Abdul Jalilul Akbar (1598 - 1659)
11. Sultan Abdul Jalilul Jabbar (1669 - 1660)
12. Sultan Haji Muhammad Ali (1660 - 1661)
13. Sultan Abdul Hakkul Mubin (1661 - 1673)
14. Sultan Muhyiddin (1673 - 1690)
15. Sultan Nasruddin (1690 - 1710)
16. Sultan Husin Kamaluddin (1710 - 1730) (1737 - 1740)
17. Sultan Muhammad Alauddin (1730 - 1737)
18. Sultan Omar Ali Saifuddien I (1740-1795)
19. Sultan Muhammad Tajuddin (1795-1804) (1804-1807)
20. Sultan Muhammad Jamalul Alam I (1804)
21. Sultan Muhammad Kanzul Alam (1807-1826)
22. Sultan Muhammad Alam (1826-1828)
23. Sultan Omar Ali Saifuddin II (1828-1852)
24. Sultan Abdul Momin (1852-1885)
25. Sultan Hashim Jalilul Alam Aqamaddin (1885-1906)
26. Sultan Muhammad Jamalul Alam II (1906-1924)
27. Sultan Ahmad Tajuddin (1924-1950)
28. Sultan Omar 'Ali Saifuddien III (1950-1967)
29. Sultan Haji Hassanal Bolkiah Mu'izzaddin Waddaulah (1967-kini)

[sunting] Pembagian administratif

file:///E|/Aziz's%20Doc/Brunei%20Darussalam/Brunei2.htm (6 of 15) [8/29/2008 5:43:45 PM]

Brunei - Wikipedia Indonesia, ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia

Pembagian administratif.

Artikel utama untuk
bagian ini adalah:
Distrik di Brunei

Brunei dibagi atas empat distrik:

● Belait

● Brunei dan Muara

● Temburong

● Tutong

Distrik-distrik Brunei dibagi lagi menjadi 38 mukim.

[sunting] Geografi

Artikel utama untuk
bagian ini adalah:
Geografi Brunei

file:///E|/Aziz's%20Doc/Brunei%20Darussalam/Brunei2.htm (7 of 15) [8/29/2008 5:43:45 PM]

Brunei - Wikipedia Indonesia, ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia

Brunei terdiri dari dua bagian yang tidak berkaitan; 97% dari jumlah penduduknya tinggal di
bagian barat yang lebih besar, dengan hanya kira-kira 10.000 orang tinggal di daerah
Temburong, yaitu bagian timur yang bergunung-gunung. Jumlah penduduk Brunei 383.000
orang. Dari bilangan ini, lebih kurang 46.000 orang tinggal di ibukota Bandar Seri Begawan.
Sejumlah kota utama termasuk kota pelabuhan Muara, serta kota Seria yang menghasilkan
minyak, dan Kuala Belait, kota tetangganya. Di daerah Belait, kawasan Panaga ialah kampung
halaman sejumlah besar ekspatriat, disebabkan oleh fasilitas perumahan dan rekreasi Royal
Dutch Shell dan British Army. Klub Panaga yang terkenal terletak di sini.

Iklim Brunei ialah tropis khatulistiwa, dengan suhu serta kelembapan yang tinggi, dan sinar
matahari serta hujan lebat sepanjang tahun.

[sunting] Ekonomi

Artikel utama untuk
bagian ini adalah:
Ekonomi Brunei

Ekonomi kecil yang kaya ini adalah suatu campuran keusahawanan dalam negeri dan asing,
pengawalan kerajaan, kebajikan, serta tradisi kampung. Pengeluran minyak mentah dan gas
alam terdiri dari hampir setengah PDB. Pendapatan yang cukup besar pekerjaan luar negeri
menambah pendapatan daripada pengeluaran dalam negeri. Kerajaan membekali semua
layanan pengobatan dan memberikan subsidi beras dan perumahan. Pemimpin-pemimpin
Brunei merasa bimbang bahawa keterpaduan dengan ekonomi dunia yang semakin bertambah
akan menjejaskan perpaduan sosial dalam, walaupun Brunei telah memainkan peranan yang
lebih kentara dengan menjadi ketua forum APEC pada tahun 2000. Rancangan-rancangan
yang dinyatakan untuk masa hadapan termasuk peningkatan kemahiran tenaga buruh,
pengurangan pengangguran, pengukuhan sektor-sektor perbankan dan pelancongan, serta
secara umum, peluasan lagi asas ekonominya. Sistem Penerbangan Brunei Diraja, sistem
penerbangan negara, sedang mencuba menjadikan Brunei sebagai pusat perjalanan
internasional antara Eropa dan Australia/Selandia Baru. Ia juga mempunyai layanan ke tujuan-
tujuan Asia yang utama.

Ekonomi Brunei Darussalam bertumpu pada sektor minyak bumi dan gas dengan pendapatan
nasional yang termasuk tinggi di dunia satuan mata uangnya adalah Brunei Dolar yang
memiliki nilai sama dengan Dolar Singapura.

Selain bertumpu pada sektor minyak bumi dan gas, pemerintah Brunei mencoba melakukan
diversifikasi sumber-sumber ekonomi dalam bidang perdagangan. Namun dalam waktu dekat

file:///E|/Aziz's%20Doc/Brunei%20Darussalam/Brunei2.htm (8 of 15) [8/29/2008 5:43:45 PM]

Brunei - Wikipedia Indonesia, ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia

usaha tersebut mengalami kebuntuan karena masalah internal kerajaan yang menurut sumber
sumber media internasional dihabiskan untuk kepentingan pemborosan istana yang ketika
dipegang oleh Pangeran Jeffry. Keadaan tersebut dapat menimbulkan masalah bagi
perekonomian Brunei di masa yang akan datang.

[sunting] Demografi

Artikel utama untuk
bagian ini adalah:
Demografi Brunei

Kira-kira dua pertiga jumlah penduduk Brunei adalah orang Melayu. Kelompok etnik minoritas
yang paling penting dan yang menguasai ekonomi negara ialah orang Tionghoa (Han) yang
menyusun lebih kurang 15% jumlah penduduknya. Etnis-etnis ini juga menggambarkan
bahasa-bahasa yang paling penting: bahasa Melayu yang merupakan bahasa resmi, serta
bahasa Tionghoa. Bahasa Inggris juga dituturkan secara meluas, dan terdapat sebuah
komunitas ekspatriat yang agak besar dengan sejumlah besar warganegara Britania dan
Australia.

Islam ialah agama resmi Brunei, dan Sultan Brunei merupakan kepala agama negara itu.
Agama-agama lain yang dianut termasuk agama Buddha (terutamanya oleh orang Tiong Hoa),
agama Kristen, serta agama-agama orang asli (dalam komunitas-komunitas yang amat kecil).

[sunting] Budaya

Artikel utama untuk
bagian ini adalah:
Budaya Brunei

Budaya Brunei seakan sama dengan budaya Melayu, dengan pengaruh kuat dari Hindu dan
Islam, tetapi kelihatan lebih konservatif dibandingkan Malaysia. Penjualan dan penggunaan
alkohol diharamkan, dengan orang luar dan non-Muslim dibenarkan membawa dalam 12 bir
dan dua botol MiRas setiap kali mereka masuk negara ini. Setelah pengenalan larangan pada
awal 1990-an, semua pub dan kelab malam dipaksa tutup.

[sunting] Lihat pula

● Komunikasi di Brunei

file:///E|/Aziz's%20Doc/Brunei%20Darussalam/Brunei2.htm (9 of 15) [8/29/2008 5:43:45 PM]

Brunei - Wikipedia Indonesia, ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia

● Pariwisata di Brunei

● Militer Brunei

● Transportasi di Brunei

● Hubungan luar negeri Brunei

● Angkatan Laut Kerajaan Brunei

● Polis Diraja Brunei

● Dolar Brunei

● Akhbar Brunei

[sunting] Pranala luar

(en) Situs resmi

(ms) Pusat Sejarah Brunei Darussalam

[tampilkan]

l • d • s

Negara-negara di Asia Tenggara

Negara berdaulatBrunei · Filipina · Indonesia · Kamboja · Laos · Malaysia · Myanmar ·
Singapura · Thailand · Timor Timur · Vietnam
DependensiPulau Natal (Australia) · Kepulauan Cocos (Keeling) (Australia)

Daerah yang dipertentangkan

Sungai Naf (Bangladesh, Myanmar) · Tepi Macclesfield (RRT, RC, Vietnam) · Kepulauan Paracel (RRT,
RC, Vietnam) · Kepulauan Pratas (RRT, RC) · Sabah (Malaysia, Filipina) · Beting Scarborough (Filipina,
RRT, RC) · Kepulauan Spratly (Brunei, Malaysia, Filipina, RRT, ROC, Vietnam)
Gerakan separatis

Aceh · Maluku · Papua Barat · Chinland · Sulawesi · Nagaland · Wa · Zogam · Bangsamoro ·
Patani · Sabah

l • d • sPerhimpunan Bangsa-bangsa Asia Tenggara (ASEAN)[ Tampilkan ]
Diperoleh dari "http://id.wikipedia.org/wiki/Brunei"
Kategori: Negara di Asia Tenggara | Brunei | Kerajaan di Asia Tenggara

Tampilan

● Artikel

● Pembicaraan

● Sunting

file:///E|/Aziz's%20Doc/Brunei%20Darussalam/Brunei2.htm (10 of 15) [8/29/2008 5:43:45 PM]

Brunei - Wikipedia Indonesia, ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia

● ↑

● Versi terdahulu

Peralatan pribadi

● Log in / create account

Navigasi

● Halaman Utama

● Portal komunitas

● Peristiwa terkini

● Perubahan terbaru

● Halaman sembarang

● Bantuan

● Menyumbang

● Warung Kopi

Pencarian

Kotak peralatan

● Pranala balik

● Perubahan terkait

● Pemuatan

● Halaman istimewa

● Versi cetak

● Pranala permanen

● Kutip artikel ini

Bahasa lain

● Aragonés

● ﺍﻝﻉﺭﺏﻱﺓ

● Asturianu

● Azərbaycan

● Žemaitėška

file:///E|/Aziz's%20Doc/Brunei%20Darussalam/Brunei2.htm (11 of 15) [8/29/2008 5:43:45 PM]

Tuju ke

Cari

Brunei - Wikipedia Indonesia, ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia

● Беларуская (тарашкевіца)

● Български

● •••••

● •••• •••/••••••••••••• •••••••

● Brezhoneg

● Bosanski

● Català

● Cebuano

● Qırımtatarca

● Česky

● Kaszëbsczi

● Cymraeg

● Dansk

● Deutsch

● Zazaki

● ••••••••••

● Ελληνικά

● English

● Esperanto

● Español

● Eesti

● Euskara

● ﻑﺍﺭﺱی

● Suomi

● Français

● Arpetan

● Frysk

● Gàidhlig

● Galego

● Gaelg

● עברית

● ••••••

● Hrvatski

● Kreyòl ayisyen

● Magyar

● Interlingua

● Interlingue

● Ilokano

file:///E|/Aziz's%20Doc/Brunei%20Darussalam/Brunei2.htm (12 of 15) [8/29/2008 5:43:45 PM]

Brunei - Wikipedia Indonesia, ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia

● Ido

● Íslenska

● Italiano

● •••

● •••••••

● Қазақша

● •••••••••

● •••

● Ripoarisch

● Kurdî / ﻙﻭﺭﺩی

● Kernewek

● Latina

● Lëtzebuergesch

● Limburgs

● Líguru

● Lietuvių

● Latviešu

● Basa Banyumasan

● Māori

● Македонски

● ••••••

● Монгол

● Bahasa Melayu

● Ekakairũ Naoero

● Nahuatl

● Plattdüütsch

● Nederlands

● Norsk (nynorsk)

● Norsk (bokmål)

● Novial

● Occitan

● Иронау

● Kapampangan

● Polski

● Piemontèis

● پښﺕﻭ

● Português

● Runa Simi

file:///E|/Aziz's%20Doc/Brunei%20Darussalam/Brunei2.htm (13 of 15) [8/29/2008 5:43:45 PM]

Brunei - Wikipedia Indonesia, ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia

● Română

● Armãneashce

● Русский

● •••••••

● Sicilianu

● Sámegiella

● Srpskohrvatski / Српскохрватски

● Simple English

● Slovenčina

● Slovenščina

● Shqip

● Српски / Srpski

● Svenska

● Kiswahili

● •••••

● ••••••

● Tetun

● То•ик•/tojikī

● ไทย

● Tagalog

● Türkçe

● Удмурт

● Українська

● O'zbek

● Tiếng Việt

● Volapük

● Winaray

● ••

● Zeêuws

● ••

● Bân-lâm-gú

● Halaman ini terakhir diubah pada 09:44, 3 Mei 2008.

● Seluruh teks tersedia sesuai dengan Lisensi Dokumentasi Bebas GNU

file:///E|/Aziz's%20Doc/Brunei%20Darussalam/Brunei2.htm (14 of 15) [8/29/2008 5:43:45 PM]

Brunei - Wikipedia Indonesia, ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia

Wikipedia® adalah merek dagang terdaftar dari Wikimedia Foundation, Inc.

● Kebijakan privasi

● Perihal Wikipedia

● Penyangkalan

file:///E|/Aziz's%20Doc/Brunei%20Darussalam/Brunei2.htm (15 of 15) [8/29/2008 5:43:45 PM]

Kebijakan Luar
Negeri
Layanan Publik
Indonesia dan Isu
Global
Diplomasi Publik
Ruang Berita dan
Publikasi
Perjanjian Internasional
dan Konvensi
Kepegawaian
Kerjasama Teknik
Tentang Deplu
Otonomi Daerah

Selasa, 06 Mei 2008, 06:14 WIB

Indeks Berita

24 Mar 2008 10:40

Indonesia dan Brunei Darussalam Kerjasama Berantas Korupsi

No. 06/Pensosbud/III/2008

Pada 14-17 Maret 2008, KBRI Bandar Seri Begawan telah memfasilitasi kunjungan
Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Indonesia ke Brunei Darussalam.
Dalam kunjungan tersebut telah diatur pertemuan antara KPK dengan Biro
Mencegah Rasuah (BMR) Brunei Darussalam. Dalam pertemuan antara KPK dan
BMR, Indonesia dan Brunei Darussalam sepakat untuk meningkatkan kerjasama
memerangi korupsi. Pimpinan KPK, terdiri dari Ketua, Antasari Azhar, SH, MH, dan
Wakil Ketua, Chandra M. Hamzah, SH, didampingi Direktur Informasi dan Data KPK,
Dr. Ing. Budi Ibrahim.

Pada kunjungan tersebut, Pimpinan KPK melakukan pertemuan terpisah dengan
Pimpinan Biro Mencegah Rasuah (Korupsi)/ BMR, Jaksa Agung dan Ketua
Mahkamah Agung Brunei Darussalam pada 15 Maret 2008. Saat bertemu dengan
Direktur BMR, Pengiran Kashmirhan bin Pengiran Haji Tahir, disampaikan bahwa
Brunei Darussalam merupakan negara pertama yang dikunjungi Ketua KPK sejak
mulai bertugas tiga bulan yang lalu. Pemilihan Brunei disebabkan negara itu
merupakan negara dengan tingkat korupsi terendah di dunia menurut Global
Corruption Perception Index. Oleh karenanya KPK RI bermaksud mempelajari kiat-
kiat BMR dalam memerangi korupsi di Brunei Darussalam.

Dalam upaya mencegah tindak korupsi di Brunei Darussalam, BMR telah
mencanangkan program Pendidikan Pencegahan Korupsi pada 2006. Pertemuan
KPK dengan BMR, Jaksa Agung dan Ketua Mahkamah Agung Brunei Darussalam
memfokuskan diri pada kerjasama di bidang capacity building, meskipun membahas
pula isu-isu teknis pencegahan dan pemberantasan korupsi.

Adapun Indonesia dan Brunei Darussalam ikut berpartisipasi pada Konperensi Para
Pihak ke-2 Konvensi Anti-Korupsi PBB (UNCAC) di Bali pada 28 Januari 2008.
Indonesia telah meratifikasi Konvensi tersebut. Berbeda dengan Indonesia, Brunei
Darussalam masih memproses ratifikasi Konvensi tersebut.

Pada16 Maret 2008, Pimpinan KPK berkesempatan melakukan kunjungan kepada
Dubes RI Bandar Seri Begawan dan bertatap muka dengan masyarakat Indonesia di
Brunei Darussalam di KBRI Bandar Seri Begawan, dimana pada kesempatan itu
dilakukan pemaparan mengenai ” Perkembangan terakhir Kasus-kasus Korupsi yang
ditangani KPK”.

KBRI Bandar Seri Begawan, 19 Maret 2008

Kunjungan Kerja
Delegasi Komisi XI DPR
RI ke Venezuela
[05 May 2008 12:34]

ARF Desktop Exercise
on Disaster Relief
[02 May 2008 10:49]

Roundtable
Discussion“Membangun
Kerangka Strategis
Hubungan Indonesia-
Thailand ke Depan:
Peluang dan
Tantangan”Jakarta, 23
April 2008
[30 Apr 2008 17:17]

Diskusi
Terbatas”Tinjauan
Analitis Konflik
Palestina: Upaya
Indonesia Dalam Proses
Penyelesaian Konflik
Internal Palestina”
Jakarta, 28 April 2008
[30 Apr 2008 16:47]

Temu Muka dan
Penyerahan Paspor RI
kepada 36 Anak
Pasangan Kawin
Campur Italia-Indonesia
Vicenza, 26 April 2008
[30 Apr 2008 15:58]

Penyelamatan dan
Pemulangan Satu WNI
Yang Terjebak di Zona
Perang Irak
[30 Apr 2008 15:08]

Lokakarya Internasional
Mengenai
Pemberdayaan
Perempuan di Bidang
Pembangunan Ekonomi
[29 Apr 2008 09:42]

Program Pertukaran
Pelajar Asean-Jenesys
(ASEAN-Japan East
Asia Network Of
Exchange For Students
And Youths)
[25 Apr 2008 16:33]

Departemen Luar Negeri Republik Indonesia

file:///E|/Aziz's%20Doc/Brunei%20Darussalam/Departemen%20Luar%20Negeri%20Republik%20Indonesia.htm (1 of 3) [8/29/2008 5:43:47 PM]

Departemen Luar Negeri Republik Indonesia

Pertemuan Kelompok
Ahli Indonesia menuju
Ratifikasi the Rome
Statute of the
International Criminal
Court: Implikasi Hukum
dan
Pengimplementasiaanya
[24 Apr 2008 14:49]

Konferensi Pers
Asosiasi Persahabatan
Dan Kerjasama Italia -
Indonesia, Roma, 21
April 2008
[23 Apr 2008 11:08]

Perlindungan TKI
Dibawah Umur Puji
Rahayu di Singapura
[23 Apr 2008 10:56]

Mahasiswa Ceko Belajar
Membatik
[23 Apr 2008 10:25]

Dialog HAM Bilateral
antara Indonesia dan
Swedia
[23 Apr 2008 09:42]

Seminar 50 Tahun
Indonesia-Jepang:
Refleksi Kemitraan dan
Proyeksi Arah
Hubungan
[23 Apr 2008 09:32]

Pertemuan Kelompok
Ahli Peningkatan
Kerjasama Ekonomi
Dengan Negara-negara
Eropa Timur: Peluang
dan Tantangan
[23 Apr 2008 09:27]

Kunjungan Menteri Luar
Negeri Swedia Carl Bildt
ke Indonesia, 21-22 April
2008
[21 Apr 2008 15:15]

BATIK: HERITAGE OF
INDONESIA – WORLD
TOUR 2008 DIMULAI di
MANILA dan
AUCKLAND
[17 Apr 2008 14:32]

Indonesia-Yunani
Selenggarakan Forum
Konsultasi Bilateral di
Athena
[17 Apr 2008 11:18]

KBRI Cairo Peduli
Prestasi Mahasiswa
Indonesia di Mesir
[15 Apr 2008 16:02]

file:///E|/Aziz's%20Doc/Brunei%20Darussalam/Departemen%20Luar%20Negeri%20Republik%20Indonesia.htm (2 of 3) [8/29/2008 5:43:47 PM]

Departemen Luar Negeri Republik Indonesia

Pencalonan H.R. Agung
Laksono Sebagai
Presiden IPU Didukung
Kelompok ASEAN +3,
OKI dan Asia-Pasifik
[15 Apr 2008 15:50]

Lihat Semua

Hak Cipta © 2005 Departemen Luar Negeri Republik Indonesia
Departemen Luar Negeri Republik Indonesia
Jalan Pejambon No.6 Jakarta Pusat 10110
Telepon (021) 344 1508

file:///E|/Aziz's%20Doc/Brunei%20Darussalam/Departemen%20Luar%20Negeri%20Republik%20Indonesia.htm (3 of 3) [8/29/2008 5:43:47 PM]

Kebijakan Luar
Negeri
Layanan Publik
Indonesia dan Isu
Global
Diplomasi Publik
Ruang Berita dan
Publikasi
Perjanjian Internasional
dan Konvensi
Kepegawaian
Kerjasama Teknik
Tentang Deplu
Otonomi Daerah

Selasa, 06 Mei 2008, 06:15 WIB

Indeks Berita

10 Apr 2008 11:04

Penganugerahan Bintang Kehormatan dari Sultan Brunei
Darussalam kepada Kapolri

Pada tanggal 7 April 2008 jam 14.00 siang waktu setempat, bertempat di
Istana Nurul Iman, Bandar Seri Begawan, Sultan Haji Hassanal Bolkiah
menganugerahkan bintang kehormatan “Darjah Pahlawan Negara Brunei
Yang Amat Perkasa Darjah Pertama” kepada Jenderal Pol. Drs. Soetanto,
Kepala Kepolisian Republik Indonesia.

Sebelum acara penganugerahan, Kapolri melakukan kunjungan
kehormatan kepada Pesuruhjaya Polis (Kepala Kepolisian) Diraja Brunei
Darussalam, Pehin Dato Kerma Setia CP (Commissioner of Police) Dato
Paduka Seri Zainuddin bin Jalani. Kapolri juga melakukan pemeriksaan
kepada barisan kehormatan (Guard of Honour) saat tiba di Markas Besar
Polis Diraja Brunei Darussalam.

Turut hadir pada acara tersebut, Dubes RI Bandar Seri Begawan, para
perwira Polri yang mendampingi, dan Kepala Kepolisian Diraja Brunei
Darussalam. Sultan Brunei didampingi Permanent Secretary pada Kantor
Perdana Menteri, Dayang Hajah Salbiah binti Haji Sulaiman.

Menurut keterangan resmi Mabes Kepolisian Brunei, tersebut kepada
Kapolri dengan pertimbangan bahwa beliau dinilai telah berjasa dalam
meningkatkan hubungan kerjasama antara Polri dan Kepolisian Diraja
Brunei Darussalam. (Sumber: KBRI Bandar Seri Begawan)

09 April 2008

Batik untuk Pakaian
Musim Panas di Jerman
[05 May 2008 14:29]

Ketua Parlemen dan
Mantan Presiden
Hungaria Sambut Gong
Perdamaian Dunia di
Godollo
[05 May 2008 12:44]

Penghargaan “Knight
Grand Cordon (Special
Class) of the Most
Exalted Order of the
White Elephant” dari
Raja Thailand kepada
Duta Besar RI untuk
Kerajaan Thailand
[05 May 2008 11:17]

Indonesia Raih
Penghargaan Terbaik
Kategori Tujuan Wisata
Masa Depan Versi
Majalah Wisata Spanyol
[05 May 2008 11:10]

Menlu Menyerahkan
Bantuan Kemanusiaan
bagi Komunitas Nelayan
di Ciamis, Jawa Barat
[02 May 2008 17:39]

Upaya Merebut Pasar
Wisata Kazakhstan
[02 May 2008 11:41]

Gelar Festival Indonesia
di Hong Kong
[02 May 2008 10:34]

Gerakan Non-Blok
Serukan Kembali
Pentingnya
Penghapusan Senjata
Nuklir
[02 May 2008 08:37]

Tarian Tradisional
Indonesia Mendapat
Pengakuan pada Gala
AHM 2008 di Ottawa.
[30 Apr 2008 15:56]

Departemen Luar Negeri Republik Indonesia

file:///E|/Aziz's%20Doc/Brunei%20Darussalam/Departemen%20Luar%20Negeri%20Republik%20Indonesia1.htm (1 of 2) [8/29/2008 5:43:50 PM]

Departemen Luar Negeri Republik Indonesia

Indonesia Menekankan
Kembali Hak Setiap
Negara untuk
Mengembangkan Energi
Nuklir
[30 Apr 2008 15:47]

11.000 Perusahaan
Kroasia Harapkan
Kerjasama dengan
Indonesia
[30 Apr 2008 15:43]

Temu Bisnis dan
Pameran Produk
Indonesia di Yangon
Guna Jajagi Peluang
Ekspor
[30 Apr 2008 10:10]

KJRI Karachi Jemput
Bola “Jual “ Indonesia
[29 Apr 2008 15:33]

Menteri Urusan
Pendidikan dan Etnik
Selbar: Batik Indonesia
Memiliki Nilai Seni
Paling Tinggi
[28 Apr 2008 15:54]

Grand Mufti Suriah
Dukung Negara
Kesatuan Republik
Indonesia
[28 Apr 2008 14:38]

Peluang Kerjasama
Lembaga Riset
Indonesia Semakin
Terbuka ke Negara
Kroasia
[28 Apr 2008 14:11]

Sekjen Deplu:
Perubahan Konstelasi
Dunia Global Menuntut
Diplomat yang Adaptif
[25 Apr 2008 17:45]

Konjen RI Karachi Jajaki
Peluang Pasar Garmen
[25 Apr 2008 15:54]

Menlu Lantik 12 Pejabat
Baru
[24 Apr 2008 14:31]

India akan Berikan US$
5 Juta untuk ASEAN
[24 Apr 2008 14:09]

Lihat Semua

Hak Cipta © 2005 Departemen Luar Negeri Republik Indonesia
Departemen Luar Negeri Republik Indonesia
Jalan Pejambon No.6 Jakarta Pusat 10110
Telepon (021) 344 1508

file:///E|/Aziz's%20Doc/Brunei%20Darussalam/Departemen%20Luar%20Negeri%20Republik%20Indonesia1.htm (2 of 2) [8/29/2008 5:43:50 PM]

Foreign Policy
Public Services
Indonesia and Global
Issues
Public Diplomacy
News Room &
Publication
Treaties and
Conventions
Human Resources
Technical
Cooperation
About Us
Regional Autonomy

Regional Relations

Tuesday, 06 May 2008, 06:17 WIB

Recent News

| AA | ACD | AMED | APEC | ARF | ASEAN | ASEM | BIMP-EAGA |
FEALAC | IOR-ARC | KAA-2005 | PIF | SwPD | UE |

Joint Declaration of the First ACD Energy Forum

Sep 28, 2005

JOINT DECLARATION
OF THE
1st ACD ENERGY FORUM
Bali, Indonesia
26-28 September 2005

We, the representatives of 14 ACD member countries (the People’s
Republic of Bangladesh, Brunei Darussalam, the People’s Republic of
China, the Republic of Indonesia, the Islamic Republic of Iran, the
Republic of Korea, Malaysia, the Union of Myanmar, the Islamic
Republic of Pakistan, the State of Qatar, the Russian Federation, the
Kingdom of Saudi Arabia, the Republic of Singapore, and the
Kingdom of Thailand) gathered in Bali, Indonesia on 26-28
September 2005 for the 1st ACD Energy Forum, as a follow-up to the
Qing Dao Initiative of the 3rd ACD Foreign Ministers’ Meeting of 22
June 2004, to chart the future energy cooperation among ACD
members countries;

REAFFIRMING our commitment to the outcomes of the 3rd ACD
Foreign Ministers’ Meeting held in Qing Dao, China, on 22 June 2004,
particularly the Qing Dao Initiative;

RECALLING the outcomes of the previous meetings within the ACD
framework, among others, the meeting of Prime Movers on Energy
Security ACD, held in Manama, Kingdom of Bahrain on 3 February
2003; the 1st ACD Working Group Meeting on Energy Security held in
Manama, Kingdom of Bahrain on 13 January 2004; and the 2nd Meeting
of ACD Energy Working Group in the Philippines from 19-20 May 2004;

REALIZING the escalating oil prices and its effects on ACD member
countries as well as the need to cooperate in various areas, including
the possibility of establishing a forum on energy cooperation in Asia as
specified within the Qing Dao Initiative;

EMPHASIZING the important role of energy in supporting economic
development and industrialization in Asian countries;

RECOGNIZING the complementarities of ACD countries as well as the
differences in economic development, natural resource endowments,
and specific geographical conditions;

ACKNOWLEDGING the potential contribution of ACD countries in

The 1st Asia
Cooperation Dialogue
(ACD) Energy Forum 26-
28 September 2005,
Bali, Indonesia
[Oct 6, 2005]

Departemen Luar Negeri Republik Indonesia

file:///E|/Aziz's%20Doc/Brunei%20Darussalam/Departemen%20Luar%20Negeri%20Republik%20Indonesia2.htm (1 of 4) [8/29/2008 5:43:52 PM]

Departemen Luar Negeri Republik Indonesia

enhancing energy cooperation to fulfill the energy needs in the region
and, thereby, ensure sustainable development in the region;

NOTING the need to cooperate and gain benefit from existing
initiatives/programs emanating from ACD and non-ACD countries/
organizations in order to promote the development of sustainable
energy resources and technologies;

NOTING ALSO the need to consolidate the activities of ACD in the
field of energy, which cover the interest of consumers and producers,
as well as the need to address the issues of energy sustainability,
stability, efficiency, security, and cooperation;

To these ends, WE, HEREBY, DECLARE the establishment of the
ACD Energy Forum which will be the main forum to deliberate on
issues related to the energy field in the ACD, with the tasks and
responsibilities of drawing up an ACD Energy Action Plan which can
include the following initiatives to be implemented, in the spirit of
voluntary cooperation, mutual respect, and shared benefit:

1. to make efforts to ensure a sustainable supply of
energy, inter alia, increasing energy exploration, facilitating
energy-related innovations, and developing energy-efficient
technologies;

2. to advancethe sustainable development of energy
resources and technologies including geothermal, bio-fuel,
solar, hydro-power, wind, etc. For interested ACD member
countries, development of sustainable nuclear energy for
peaceful purposes should adequately address security, seismic,
and health concerns, including trans-border effects;

3. to conduct joint research and studies in developing
renewable energy resources as well as energy and market
efficiency in order to address the increasing energy demand,
shortage of energy supply, and to mitigate the negative
environmental impacts of energy use;

4. to enhance the knowledge on energy through sharing
of information, best practices, and experience in energy
exploration, development, and conservation on fossil energy
and renewable energy;

5. to encourage capacity building programs in the energy
sector including training and scholarship programs;

6. to establish linkages with existing energy cooperations
in Association of Southeast Asian Nations (ASEAN), ASEAN+3,
Greater Mekong Sub-region (GMS), Bay of Bengal Initiative on
Multi-Sectoral Technical and Economic Cooperation (BIMSTEC),
South Asia Association for Regional Cooperation (SAARC), Gulf
Cooperation Council (GCC), and other regional energy
cooperations;

7. to explore the possibility of setting up a consultative
mechanism between ACD oil producing and consuming
countries to identify ways and means to help mitigate the
adverse effects of oil price fluctuations, including examining the
possibility of re-investing profits gained from the recent surge
in oil prices to ensure the sustainable economic growth,
development, and welfare of the ACD member countries;

8. to explore the possibility of building strategic oil

file:///E|/Aziz's%20Doc/Brunei%20Darussalam/Departemen%20Luar%20Negeri%20Republik%20Indonesia2.htm (2 of 4) [8/29/2008 5:43:52 PM]

Departemen Luar Negeri Republik Indonesia

storage system to mitigate shortfall in oil supplies as well as to
maintain a prudent level of energy supply for Asia in the future,
for interested ACD member countries;

9. to study the possibility of formulating contingency
plans relevant to each ACD member country’s needs as well as
the needs of the region, in the event of an energy supply crisis
or disruption due to natural disasters, terrorist attacks, and
war;

10. to encourage a government-private partnership as well
as increase participation of related enterprises, institutions,
agencies, and sub-regional arrangements in providing their
support for the enhancement of energy cooperation in ACD
member countries;

11. to encourage closer cooperation and networking among
the private sectors of ACD member countries, particularly
energy companies, in addressing energy needs and efficiency
as well as sharing of information and best practices;

12. to encourage closer economic ties among ACD member
countries by promoting foreign direct investment and project
financing in the energy sector as well as improvement of
investment climate;

13. to enhance networking among ACD member countries’
energy institutions, energy eminent persons, technology
universities, and centers of excellence in exploring possible
ways to develop economical and feasible alternative energy
resources, specific to each respective ACD member country;

14. to establish a national energy focal point in each ACD
member country and designate an ACD Energy Forum focal
point to coordinate and enhance networking among policy/
decision makers. In this regard, we welcome the offer of
Indonesia to act as ACD Energy Forum focal point coordinator.

We resolve to hold a meeting of ACD Energy Forum regularly with a
view to strengthening energy cooperation in Asia, to further develop
modalities and mechanism to follow up on the initiatives proposed in
the 1st ACD Energy Forum.

We recommend that the ACD Energy Forum will be the main forum
to deliberate on issues related to the energy field in the ACD. In this
regard, we welcome the offer of Thailand as ACD Coordinator to
coordinate with prime movers to follow up on the matter.

With regard to the hosting of the 2nd ACD Energy Forum, Thailand as
the ACD Coordinator will consult with the members. The ACD Energy
Forum was informed of Pakistan’s proposal of having a meeting of
producers and consumers of energy in Pakistan.

We note with appreciation the Government and People of the
Republic of Indonesia for the warm hospitality and excellent
arrangements for the Meeting.

Bali, 28 September 2005

file:///E|/Aziz's%20Doc/Brunei%20Darussalam/Departemen%20Luar%20Negeri%20Republik%20Indonesia2.htm (3 of 4) [8/29/2008 5:43:52 PM]

Departemen Luar Negeri Republik Indonesia

Copy Right © 2005 Department of Foreign Affairs Republic of Indonesia
Departement of Foreign Affair Republic of Indonesia
Jalan Pejambon No.6 Jakarta Pusat 10110
Phone (021) 344 1508

file:///E|/Aziz's%20Doc/Brunei%20Darussalam/Departemen%20Luar%20Negeri%20Republik%20Indonesia2.htm (4 of 4) [8/29/2008 5:43:52 PM]

Kebijakan Luar
Negeri
Layanan Publik
Indonesia dan Isu
Global
Diplomasi Publik
Ruang Berita dan
Publikasi
Perjanjian Internasional
dan Konvensi
Kepegawaian
Kerjasama Teknik
Tentang Deplu
Otonomi Daerah

Selasa, 06 Mei 2008, 06:16 WIB

Indeks Berita

26 Mar 2008 11:58

Ceramah Dubes RI di Depan Junior Staff Course Angkatan 1 / 08
Kamp Militer Penanjong, Distrik Tutong, Brunei Darussalam

Memenuhi undangan Institut Latihan Angkatan Bersenjata Diraja Brunei
Darussalam (ABDB), Dubes RI Bandar Seri Begawan telah memberikan
kuliah di depan para peserta Junior Staff Course Angkatan 1 / 08 Kamp
Militer Penanjong, Distrik Tutong, Brunei Darussalam, pada 24 Maret
2008. Topik kuliah adalah mengenai ”Indonesia’s Foreign Policy, the
Bilateral Relations between Indonesia and Brunei Darussalam, Indonesia
in ASEAN, Asia and the World”.

Para peserta adalah para perwira berpangkat Kapten yang disyaratkan
mengikuti kursus tersebut untuk kenaikan pangkat menjadi Mayor.
Jumlah peserta 20 orang, terdiri dari 15 perwira pria dan 5 perwira wanita
yang berasal dari ketiga Angkatan dari ABDB. Junior Staff Course
Angkatan 1/08 tersebut telah berlangsung sejak 26 Februari 2008 dan
dijadwalkan selesai tanggal 9 Mei 2008.

Saat membuka sesi kuliah, Wakil Komandan Institut Latihan ABDB, Letkol
B.K. Rawat, menyampaikan bahwa Junior Staff Course tersebut telah
diselenggarakan selama enam tahun, dimana tiap tahunnya diadakan dua
kali. Angkatan peserta kali ini merupakan yang pertama untuk tahun
2008, dimana pada akhir kursus diprogramkan kunjungan studi banding
para peserta ke salah satu negara sahabat.

Disampaikan pula bahwa para peserta Junior Staff Course Angkatan 2 /
07 telah mengunjungi Indonesia selama 10 hari pada 5-15 Desember
2007. Adapun para peserta Angkatan 1 / 08 diprogramkan melakukan
kunjungan studi banding ke China pada akhir bulan April 2008.

Secara khusus, Letkol Rawat mengutip arahan Sultan Brunei, Sultan Haji
Hassanal Bolkiah, selaku Panglima Tertinggi ABDB, agar para perwira
ABDB mengembangkan wawasan, pengetahuan dan kemampuannya
sehingga tidak hanya mahir dalam keterampilan militer, namun juga
mampu menganalisis berbagai perkembangan yang terjadi di lingkup
regional dan internasional (atau istilah Sultan, ”think out of the box”).
Pihak Institut Latihan ABDB telah mengundang Dubes Inggris, Dubes
Australia, Dubes China dan Dubes Amerika Serikat, selain Dubes RI.

Maksud Penyelenggara mengundang Duta Besar negara-negara sahabat
untuk memberikan ceramah mengenai kebijakan luar negeri negara
masing-masing adalah untuk memperluas wawasan dan pengetahuan
para perwira mengenai negara-negara sahabat Brunei Darussalam, kiprah
negara-negara tersebut dalam berbagai organisasi multilateral dan
regional, serta perkembangan hubungan bilateral negara-negara tersebut
dengan Brunei Darussalam.

Batik untuk Pakaian
Musim Panas di Jerman
[05 May 2008 14:29]

Ketua Parlemen dan
Mantan Presiden
Hungaria Sambut Gong
Perdamaian Dunia di
Godollo
[05 May 2008 12:44]

Penghargaan “Knight
Grand Cordon (Special
Class) of the Most
Exalted Order of the
White Elephant” dari
Raja Thailand kepada
Duta Besar RI untuk
Kerajaan Thailand
[05 May 2008 11:17]

Indonesia Raih
Penghargaan Terbaik
Kategori Tujuan Wisata
Masa Depan Versi
Majalah Wisata Spanyol
[05 May 2008 11:10]

Menlu Menyerahkan
Bantuan Kemanusiaan
bagi Komunitas Nelayan
di Ciamis, Jawa Barat
[02 May 2008 17:39]

Upaya Merebut Pasar
Wisata Kazakhstan
[02 May 2008 11:41]

Gelar Festival Indonesia
di Hong Kong
[02 May 2008 10:34]

Gerakan Non-Blok
Serukan Kembali
Pentingnya
Penghapusan Senjata
Nuklir
[02 May 2008 08:37]

Tarian Tradisional
Indonesia Mendapat
Pengakuan pada Gala
AHM 2008 di Ottawa.
[30 Apr 2008 15:56]

Departemen Luar Negeri Republik Indonesia

file:///E|/Aziz's%20Doc/Brunei%20Darussalam/Departemen%20Luar%20Negeri%20Republik%20Indonesia3.htm (1 of 2) [8/29/2008 5:43:54 PM]

Departemen Luar Negeri Republik Indonesia

Seusai memberikan kuliah, para peserta nampak antusias bertanya.
Dubes RI menjawab pertanyaan-pertanyaan peserta dengan terbuka.
Pihak Penyelenggara menyambut gembira sikap keterbukaan yang
ditunjukkan Dubes RI dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan para
peserta. Pada kesempatan ramah tamah dengan Komandan Institut
Latihan, Kolonel Aminuddin, seusai kuliah, Dubes RI menyampaikan
bahwa umumnya belum banyak orang yang memahami latar belakang
Pemerintah RI mengambil kebijakan-kebijakannya. Hal ini dapat
dimengerti dan memang tugas KBRI untuk memberikan informasi yang
obyektif dan berimbang.

Bandar Seri Begawan, 25 Maret 2008

Indonesia Menekankan
Kembali Hak Setiap
Negara untuk
Mengembangkan Energi
Nuklir
[30 Apr 2008 15:47]

11.000 Perusahaan
Kroasia Harapkan
Kerjasama dengan
Indonesia
[30 Apr 2008 15:43]

Temu Bisnis dan
Pameran Produk
Indonesia di Yangon
Guna Jajagi Peluang
Ekspor
[30 Apr 2008 10:10]

KJRI Karachi Jemput
Bola “Jual “ Indonesia
[29 Apr 2008 15:33]

Menteri Urusan
Pendidikan dan Etnik
Selbar: Batik Indonesia
Memiliki Nilai Seni
Paling Tinggi
[28 Apr 2008 15:54]

Grand Mufti Suriah
Dukung Negara
Kesatuan Republik
Indonesia
[28 Apr 2008 14:38]

Peluang Kerjasama
Lembaga Riset
Indonesia Semakin
Terbuka ke Negara
Kroasia
[28 Apr 2008 14:11]

Sekjen Deplu:
Perubahan Konstelasi
Dunia Global Menuntut
Diplomat yang Adaptif
[25 Apr 2008 17:45]

Konjen RI Karachi Jajaki
Peluang Pasar Garmen
[25 Apr 2008 15:54]

Menlu Lantik 12 Pejabat
Baru
[24 Apr 2008 14:31]

India akan Berikan US$
5 Juta untuk ASEAN
[24 Apr 2008 14:09]

Lihat Semua

Hak Cipta © 2005 Departemen Luar Negeri Republik Indonesia
Departemen Luar Negeri Republik Indonesia
Jalan Pejambon No.6 Jakarta Pusat 10110
Telepon (021) 344 1508

file:///E|/Aziz's%20Doc/Brunei%20Darussalam/Departemen%20Luar%20Negeri%20Republik%20Indonesia3.htm (2 of 2) [8/29/2008 5:43:54 PM]

Kebijakan Luar
Negeri
Layanan Publik
Indonesia dan Isu
Global
Diplomasi Publik
Ruang Berita dan
Publikasi
Perjanjian Internasional
dan Konvensi
Kepegawaian
Kerjasama Teknik
Tentang Deplu
Otonomi Daerah

Selasa, 06 Mei 2008, 06:16 WIB

Indeks Berita

11 Feb 2008 10:50

Kunjungan Forum Pemuda Betawi ke Brunei Darussalam

Sebagai bagian dari upaya meningkatkan saling pengertian dan
kerjasama antar pemuda di negara-negara ASEAN, sebuah organisasi
pemuda bernuansa budaya Jakarta, yakni Forum Pemuda Betawi, telah
melakukan kunjungan ke Brunei Darussalam pada tanggal 4-7 Februari
2008. Kunjungan tersebut difasilitasi bersama oleh Kementerian
Kebudayaan, Belia dan Sukan Negara Brunei Darussalam, KBRI Bandar
Seri Begawan dan Majelis Belia Brunei (MBB).

Rombongan Forum Pemuda Betawi terdiri dari 17 orang dan dipimpin oleh
Rachmat HS yang juga salah satu Fungsionaris DPP KNPI Pusat. Brunei
Darussalam merupakan negara keempat dari negara-negara anggota
ASEAN yang dikunjungi. Sebelumnya Forum Pemuda Betawi telah
berkunjung ke Singapura, Malaysia dan Thailand.

Dalam kunjungannya ke Brunei Darussalam, rombongan telah melakukan
pertemuan dengan Direktur Direktorat (Pengarah Jabatan) Belia dan
Sukan, Kementerian Kebudayaan, Belia dan Sukan, serta Pengurus dan
anggota MBB. Rombongan melakukan pula kunjungan ke Universitas
Brunei Darussalam, dan Pusat Pembangunan Belia yang merupakan
lembaga pelatihan kerja pemuda-pemudi Brunei agar siap masuk dalam
lapangan pekerjaan. Rombongan juga berkesempatan melihat kehidupan
masyarakat asli Brunei di Kampong Sungai Mattan yang terletak di tepian
Sungai Brunei.

Hasil-hasil pertemuan dengan para pejabat Jabatan Belia dan Sukan
Negara Brunei Darussalam serta MBB antara lain disepakatinya untuk
mengadakan suatu Memorandum Saling Kesepahaman (MoU) antara
Forum Pemuda Betawi dan MBB, serta didukungnya kemungkinan
mengadakan program kunjungan balasan dari organisasi pemuda Brunei
ke Indonesia. Selain itu dibicarakan pula kemungkinan mengadakan
program homestay bagi para pemuda Indonesia dimana mereka akan
tinggal di perkampungan masyarakat asli Brunei yang umumnya berlokasi
di tepian sungai.

Pada acara tatap muka dengan Dubes RI dan jajaran KBRI Bandar Seri
Begawan didukung pula rencana Forum Pemuda Betawi untuk
mengirimkan misi budaya Betawi bekerjasama dengan KBRI Bandar Seri
Begawan di masa depan. FPB merencanakan untuk mengadakan
kunjungan berikutnya ke Vietnam yang kemungkinan akan dilakukan
dalam tahun ini pula (Sumber: KBRI Bandar Seri Begawan).

Batik untuk Pakaian
Musim Panas di Jerman
[05 May 2008 14:29]

Ketua Parlemen dan
Mantan Presiden
Hungaria Sambut Gong
Perdamaian Dunia di
Godollo
[05 May 2008 12:44]

Penghargaan “Knight
Grand Cordon (Special
Class) of the Most
Exalted Order of the
White Elephant” dari
Raja Thailand kepada
Duta Besar RI untuk
Kerajaan Thailand
[05 May 2008 11:17]

Indonesia Raih
Penghargaan Terbaik
Kategori Tujuan Wisata
Masa Depan Versi
Majalah Wisata Spanyol
[05 May 2008 11:10]

Menlu Menyerahkan
Bantuan Kemanusiaan
bagi Komunitas Nelayan
di Ciamis, Jawa Barat
[02 May 2008 17:39]

Upaya Merebut Pasar
Wisata Kazakhstan
[02 May 2008 11:41]

Gelar Festival Indonesia
di Hong Kong
[02 May 2008 10:34]

Gerakan Non-Blok
Serukan Kembali
Pentingnya
Penghapusan Senjata
Nuklir
[02 May 2008 08:37]

Tarian Tradisional
Indonesia Mendapat
Pengakuan pada Gala
AHM 2008 di Ottawa.
[30 Apr 2008 15:56]

Departemen Luar Negeri Republik Indonesia

file:///E|/Aziz's%20Doc/Brunei%20Darussalam/Departemen%20Luar%20Negeri%20Republik%20Indonesia4.htm (1 of 2) [8/29/2008 5:43:55 PM]

Departemen Luar Negeri Republik Indonesia

Indonesia Menekankan
Kembali Hak Setiap
Negara untuk
Mengembangkan Energi
Nuklir
[30 Apr 2008 15:47]

11.000 Perusahaan
Kroasia Harapkan
Kerjasama dengan
Indonesia
[30 Apr 2008 15:43]

Temu Bisnis dan
Pameran Produk
Indonesia di Yangon
Guna Jajagi Peluang
Ekspor
[30 Apr 2008 10:10]

KJRI Karachi Jemput
Bola “Jual “ Indonesia
[29 Apr 2008 15:33]

Menteri Urusan
Pendidikan dan Etnik
Selbar: Batik Indonesia
Memiliki Nilai Seni
Paling Tinggi
[28 Apr 2008 15:54]

Grand Mufti Suriah
Dukung Negara
Kesatuan Republik
Indonesia
[28 Apr 2008 14:38]

Peluang Kerjasama
Lembaga Riset
Indonesia Semakin
Terbuka ke Negara
Kroasia
[28 Apr 2008 14:11]

Sekjen Deplu:
Perubahan Konstelasi
Dunia Global Menuntut
Diplomat yang Adaptif
[25 Apr 2008 17:45]

Konjen RI Karachi Jajaki
Peluang Pasar Garmen
[25 Apr 2008 15:54]

Menlu Lantik 12 Pejabat
Baru
[24 Apr 2008 14:31]

India akan Berikan US$
5 Juta untuk ASEAN
[24 Apr 2008 14:09]

Lihat Semua

Hak Cipta © 2005 Departemen Luar Negeri Republik Indonesia
Departemen Luar Negeri Republik Indonesia
Jalan Pejambon No.6 Jakarta Pusat 10110
Telepon (021) 344 1508

file:///E|/Aziz's%20Doc/Brunei%20Darussalam/Departemen%20Luar%20Negeri%20Republik%20Indonesia4.htm (2 of 2) [8/29/2008 5:43:55 PM]

Kebijakan Luar
Negeri
Layanan Publik
Indonesia dan Isu
Global
Diplomasi Publik
Ruang Berita dan
Publikasi
Perjanjian Internasional
dan Konvensi
Kepegawaian
Kerjasama Teknik
Tentang Deplu
Otonomi Daerah

Selasa, 06 Mei 2008, 06:17 WIB

Indeks Berita

28 Sep 2005 04:15

Pertemuan the 1st Asia Cooperation Dialogue (ACD) Energy Forum

Pada tanggal 26-28 September 2005 di Bali, Departemen Energi dan
Sumber Daya Mineral (DESDM) bekerjasama dengan Deplu telah
mengadakan pertemuan The First ACD Energy Forum. Pertemuan ini,
merupakan tindak lanjut dari usulan pada Pertemuan Tingkat Menteri
ACD ketiga yang diselenggarakan di Qing Dao, China, pada bulan Juni
2004, yang menyepakati Indonesia dapat menjadi tuan rumah Forum
termaksud.

Pertemuan tersebut dihadiri oleh wakil-wakil dari 14 negara anggota ACD,
yaitu: Bangladesh, Brunei Darussalam, China, Indonesia, Iran, Korea
Selatan, Malaysia, Myanmar, Pakistan, Qatar, Russia, Saudi Arabia,
Singapura, dan Thailand. Dalam forum termaksud, setiap delegasi telah
menyampaikan presentasi mengenai berbagai masalah terkait dengan
energi antara lain situasi dan kondisi sektor energi masing-masing negara
serta pentingnya memperkuat kerjasama di bidang energi dalam
kerangka ACD.

Pertemuan dibuka oleh Menteri ESDM, yang pada sambutannya antara
lain menekankan mengenai tepat dan pentingnya penyelenggaraan
pertemuan energi ini mengingat kondisi harga minyak yang tidak stabil
sehingga berpengaruh bagi pembangunan ekonomi dan kesejahteraan
kawasan dan dunia.

Pertemuan telah menghasilkan dokumen Joint Declaration of the 1st ACD
Energy Forum yang pada intinya menyepakati pembentukan ACD Energy
Forum sebagai wadah utama untuk melakukan kerjasama dan dialog
masalah-masalah terkait di bidang energi.

Joint Declaration of the 1st ACD Energy Forum

Batik untuk Pakaian
Musim Panas di Jerman
[05 May 2008 14:29]

Ketua Parlemen dan
Mantan Presiden
Hungaria Sambut Gong
Perdamaian Dunia di
Godollo
[05 May 2008 12:44]

Penghargaan “Knight
Grand Cordon (Special
Class) of the Most
Exalted Order of the
White Elephant” dari
Raja Thailand kepada
Duta Besar RI untuk
Kerajaan Thailand
[05 May 2008 11:17]

Indonesia Raih
Penghargaan Terbaik
Kategori Tujuan Wisata
Masa Depan Versi
Majalah Wisata Spanyol
[05 May 2008 11:10]

Menlu Menyerahkan
Bantuan Kemanusiaan
bagi Komunitas Nelayan
di Ciamis, Jawa Barat
[02 May 2008 17:39]

Upaya Merebut Pasar
Wisata Kazakhstan
[02 May 2008 11:41]

Gelar Festival Indonesia
di Hong Kong
[02 May 2008 10:34]

Gerakan Non-Blok
Serukan Kembali
Pentingnya
Penghapusan Senjata
Nuklir
[02 May 2008 08:37]

Tarian Tradisional
Indonesia Mendapat
Pengakuan pada Gala
AHM 2008 di Ottawa.
[30 Apr 2008 15:56]

Departemen Luar Negeri Republik Indonesia

file:///E|/Aziz's%20Doc/Brunei%20Darussalam/Departemen%20Luar%20Negeri%20Republik%20Indonesia5.htm (1 of 2) [8/29/2008 5:43:57 PM]

Departemen Luar Negeri Republik Indonesia

Indonesia Menekankan
Kembali Hak Setiap
Negara untuk
Mengembangkan Energi
Nuklir
[30 Apr 2008 15:47]

11.000 Perusahaan
Kroasia Harapkan
Kerjasama dengan
Indonesia
[30 Apr 2008 15:43]

Temu Bisnis dan
Pameran Produk
Indonesia di Yangon
Guna Jajagi Peluang
Ekspor
[30 Apr 2008 10:10]

KJRI Karachi Jemput
Bola “Jual “ Indonesia
[29 Apr 2008 15:33]

Menteri Urusan
Pendidikan dan Etnik
Selbar: Batik Indonesia
Memiliki Nilai Seni
Paling Tinggi
[28 Apr 2008 15:54]

Grand Mufti Suriah
Dukung Negara
Kesatuan Republik
Indonesia
[28 Apr 2008 14:38]

Peluang Kerjasama
Lembaga Riset
Indonesia Semakin
Terbuka ke Negara
Kroasia
[28 Apr 2008 14:11]

Sekjen Deplu:
Perubahan Konstelasi
Dunia Global Menuntut
Diplomat yang Adaptif
[25 Apr 2008 17:45]

Konjen RI Karachi Jajaki
Peluang Pasar Garmen
[25 Apr 2008 15:54]

Menlu Lantik 12 Pejabat
Baru
[24 Apr 2008 14:31]

India akan Berikan US$
5 Juta untuk ASEAN
[24 Apr 2008 14:09]

Lihat Semua

Hak Cipta © 2005 Departemen Luar Negeri Republik Indonesia
Departemen Luar Negeri Republik Indonesia
Jalan Pejambon No.6 Jakarta Pusat 10110
Telepon (021) 344 1508

file:///E|/Aziz's%20Doc/Brunei%20Darussalam/Departemen%20Luar%20Negeri%20Republik%20Indonesia5.htm (2 of 2) [8/29/2008 5:43:57 PM]

Speeches - KBRI BS Begawan

Home

MESSAGE FROM H.E YUSBAR DJAMIL
AMBASSADOR OF THE REPUBLIC OF INDONESIA
ON RADIO KRISTAL FM ON THE OCCASION OF

THE 21TH

ANNIVERSARY OF THE NATIONAL DAY OF BRUNEI DARUSSALAM
FEBRUARY 23, 2005 (RECORDED ON FEBRUARY 18, 2005)

ASSALAMU ‘ALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKAATUH,

MY NAME IS YUSBAR DJAMIL, I AM THE AMBASSADOR OF THE REPUBLIC OF INDONESIA TO BRUNEI
DARUSSALAM. FIRST OF ALL I WOULD LIKE TO THANKS RADIO KRISTAL FM AND ITS FAITHFUL
LISTENERS FOR INVITING ME TO PARTICIPATE IN ITS SPECIAL PROGRAME OF TODAY.

AT THE OUTSET, I HAVE THE DISTINCT HONOUR ON BEHALF OF THE GOVERNMENT AND THE PEOPLE OF
THE REPUBLIC OF INDONESIA IN BRUNEI DARUSSALAM TO CONVEY TO HIS MAJESTY SULTAN HAJI
HASSANAL BOLKIAH MUIZZADDIN WADDAULAH SULTAN AND YANG DIPERTUAN OF NEGARA BRUNEI
DARUSSALAM AND TO THE PEOPLE OF BRUNEI DARUSSALAM OUR HEARTIEST CONGRATULATIONS AND
BEST WISHES ON THE AUSPICIOUS OCCASION OF THE 21TH ANNIVERSARY OF THE NATIONAL DAY OF
NEGARA BRUNEI DARUSSALAM.

IN ITS TWENTY ONE YEARS OF INDEPENDENCE, BRUNEI DARUSSALAM HAS EMERGED AS ONE OF THE
MOST SUCCESSFUL ECONOMIES IN ASIA. THIS HAS BEEN MADE POSSIBLE DUE TO HIS MAJESTY’S
EMPHASIS ON M.I.B WHICH IS ITSELF A VERY DYNAMIC PHILOSOPHY IN FOSTERING NATIONAL UNITY
AND SOCIAL HARMONY.

OVER THE LAST TWENTY ONE YEARS. INDONESIA AND BRUNEI DARUSSALAM HAVE STEADILY
DEVELOPED A WARM RELATIONSHIP BASED ON SHARED POLITICAL, ECONOMIC, AND SOCIAL INTEREST.

TO BE MORE SPECIFIC, THE EXAMPLARY ACTIONS DEMONSTRATED BY HIS MAJESTY SULTAN HAJI
HASSANAL BOLKIAH BEING THE FIRST HEADS OF STATE TO VISIT THE TSUNAMI’S AFFECTED AREA OF
ACEH EARLY THIS MONTH HAS BROUGHT ABOUT A DEEP IMPRESSIONS AMONG THE PEOPLE OF
INDONESIA. WE HIGHLY APPRECIATE THE FACT THAT HIS MAJESTY SULTAN HAJI HASSANAL BOLKIAH
AND THE PEOPLE OF BRUNEI DARUSSALAM HAVE COMMITTED THEMSELVES TO ASSIST INDONESIA NOT
ONLY FOR THE EMERGENCY RELIEF BUT ALSO FOR THE REHABILITATION AND RECONTSRUCTION
PROCESS DUE TO BEGIN SHORTLY.

FINALLY, I WOULD LIKE TO TAKE THIS OPPORTUNITY TO ONCE AGAIN CONVEY MY SINCERE WISHES
AND CONGRATULATIONS TO HIS MAJESTY SULTAN AND YANG DIPERTUAN OF BRUNEI DARUSSALAM AND
THE PEOPLE OF BRUNEI DARUSSALAM ON ITS 21ST ANNIVERSARY OF THE NATIONAL DAY. MAY GOD
ALMIGHTY BLESS HIS MAJESTY SULTAN HAJI HASSANAL BOLKIAH WITH CONTINUED HAPPINESS, LONG
LIFE, AND PROSPERITY.

THANK YOU, WABILLAHI TAUFIQ WAL HIDAYAH, WASALAMUALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATUH.

BANDAR SERI BEGAWAN, FEBRUARY 23, 2005

YUSBAR DJAMIL
AMBASSADOR

file:///E|/Aziz's%20Doc/Brunei%20Darussalam/dubes_ntbrunei.htm (1 of 2) [8/29/2008 5:43:58 PM]

Speeches - KBRI BS Begawan

Copyright (c) 2000-2005 Embassy of the Republic of Indonesia to Negara Brunei Darussalam

file:///E|/Aziz's%20Doc/Brunei%20Darussalam/dubes_ntbrunei.htm (2 of 2) [8/29/2008 5:43:58 PM]

Bilateral Issues - KBRI BS Begawan

BACK

Home

Keikutsertaan Brunei Darussalam dalam
KTT Asia Afrika 2005 dan Peringatan 50 Tahun KAA

Sultan Haji Hassanal Bolkiah menghadiri KTT Asia Afrika yang berlangsung
tanggal 22-24 April 2005 yang didampingi oleh Menlu Brunei Darussalam, Prince
Mohamed Bolkiah. KTT Asia Afrika tanggal 22-24 April 2005 dihadiri oleh 108
negara termasuk 43 Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan. KTT yang dipimpin
secara bersama oleh Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono dan Presiden Afrika
Selatan Thabo Mbeki tersebut dibuka secara resmi tanggal 22 April 2005 di
Jakarta Convention Centre (JCC).

Sementara itu, saat menyampaikan pidato pada Sidang KTT tersebut, Sultan Haji
Hassanal Bolkiah telah menawarkan solidaritas dan persaudaraan kepada
pemimpin Asia Afrika yang hadir. Sultan Haji Hassanal Bolkiah juga
menyampaikan rasa duka cita kepada korban bencana alam gempa-tsunami dan
korban gempa bumi di Pulau Nias. Sultan Haji Hassanal Bolkiah menyatakan
bahwa Konferensi Asia Afrika telah memberi inspirasi baru kepada pemimpin Asia
Afrika di tengah berbagai macam kesulitan yang dihadapi dewasa ini.

Sultan Haji Hassanal Bolkiah juga menyarankan agar para pemimpin Asia Afrika
mengenang kembali semangat yang penuh harapan, niat yang luhur dan
keinginan bersama yang ditemukan oleh para pendahulu KAA pada 50 tahun yang
lalu. Menurut Sultan Haji Hassanal Bolkiah inilah saat yang tepat untuk
memperbaharui semangat Asia Afrika yang telah diawali oleh para pendahulu
KAA. Pada akhir kegiatan, Sultan Haji Hassanal Bolkiah telah menghadiri acara
jamuan makan malam bersama dengan para pemimpin Asia Afrika lainnya dimana
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bertindak sebagai tuan rumah. KTT KAA
menghasilkan Deklarasi Kemitraan Strategis Baru Asia Afrika dan pernyataan
bersama tentang tsunami, gempa bumi dan bencana alam lainnya.

file:///E|/Aziz's%20Doc/Brunei%20Darussalam/KAA.htm (1 of 2) [8/29/2008 5:43:59 PM]

Bilateral Issues - KBRI BS Begawan

Copyright (c) 2000-2005 Embassy of the Republic of Indonesia to Negara Brunei Darussalam

file:///E|/Aziz's%20Doc/Brunei%20Darussalam/KAA.htm (2 of 2) [8/29/2008 5:43:59 PM]

Bilateral Issues - KBRI BS Begawan

BACK

Home

Sultan Haji Hassanal Bolkiah menghadiri pelantikan
Presiden dan Wakil Presiden RI yang baru

Sultan Haji Hassanal Bolkiah mengadakan kunjungan ke Jakarta dalam rangka
menghadiri pelantikan Presiden dan Wakil Presiden RI yang baru dalam Sidang
Paripurna MPR RI tanggal 20 Oktober 2004. Beberapa kepala negara dan kepala
pemerintahan lainnya yang menghadiri Sidang Paripurna MPR itu adalah PM
Australia John Howard, PM Malaysia Abdullah Ahmad Badawi, PM Singapura Lee
Hsien Loong dan PM Republik Demokratik Timor Leste, Mari Alkatiri. Pemerintah
Jepang mengirimkan utusan khusus, sementara negara lainnya akan diwakili oleh
Duta besarnya di Jakarta.

Sultan Haji Hassanal Bolkiah dari Brunei Darussalam menyampaikan ucapan
selamat atas pelantikan Susilo Bambang Yudhoyono dan Muhammad Jusuf Kalla
sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI yang baru. Dalam kesempatan itu, Sultan
Haji Hassanal Bolkiah juga mengharapkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono
dan Wapres Muhammad Jusuf Kalla dapat meraih kesuksesan dan keberhasilan.
Bagi Brunei Darussalam, Indonesia yang kuat, sejahtera dan aman adalah
merupakan hal yang sangat penting bagi stabilitas di kawasan. Dibawah
kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Rakyat Indonesia akan terus
meningkatkan harapan dan keyakinannya untuk mencapai kemajuan. Kedua
Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan tersebut menyatakan komitmennya
untuk meningkatkan kerjasama yang lebih erat baik secara bilateral maupun
regional dalam rangka menciptakan negara dan kawasan yang damai, stabil dan
aman. Sultan Haji Hassanal Bolkiah juga menyampaikan rasa gembiranya dapat
bekerjasama dengan pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono dan
menyampaikan dukungan penuh Brunei Darussalam karena Indonesia merupakan
negara tetangga sekaligus sahabat dekat dan juga sebagai mitra kerjasama Brunei
Darussalam dalam kerangka regional dan internasional.

file:///E|/Aziz's%20Doc/Brunei%20Darussalam/Pelantikan.htm (1 of 2) [8/29/2008 5:43:59 PM]

Bilateral Issues - KBRI BS Begawan

Sultan Haji Hassanal Bolkiah dari Brunei Darussalam menghadiri acara buka puasa
bersama yang diselenggarakan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Istana
Merdeka. Acara yang juga dihadiri oleh PM Malaysia Abdullah Ahmad Badawi
tersebut kemudian dilanjutkan dengan shalat maghrib berjamaah. Setelah
sebelumnya mengikuti acara pelantikan Susilo Bambang Yudhoyono dan
Muhammad Jusuf Kalla sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI dalam Sidang
Paripurna MPR RI, Sultan Haji Hassanal Bolkiah dan rombongan a.l. Mufti Kerajaan
Pehin Dato H. Abdul Aziz bin Juned kembali ke Bandar Seri Begawan pada tanggal
21 Oktober 2004.

Copyright (c) 2000-2005 Embassy of the Republic of Indonesia to Negara Brunei Darussalam

file:///E|/Aziz's%20Doc/Brunei%20Darussalam/Pelantikan.htm (2 of 2) [8/29/2008 5:43:59 PM]

The Embassy of the Republic of Indonesia

Home

::: Press Release :::

::: Statement :::

::: Bulletin :::

::: Bilateral Issues :::

::: Business Info :::

::: Education Info :::

::: Tourism :::

::: The Embassy :::

::: Link :::

CONSULAR SERVICES

Consular and Visa Services

V I S A S categories :

DIPLOMATIC VISA

SERVICE VISA

TRANSIT VISA

VISITATION VISA

LIMITED STAY VISA

NON-VISA SHORT TERM VISIT

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->