INDONESIAN EMBASSY PRESS RELEASE

HOME

(Source: Borneo Bulletin)

Positive outcome at the Joint Commission
By CT Hj Mahmod

Brunei Minister of Foreign Affairs HRH Prince Mohamed Bolkiah and Indonesian MInister of Foreign Affairs Dr N. Hassan Wirajuda at the first Joint Commission meeting in Jakarta. Photo: Infofoto

Brunei's Minister of Foreign Affairs, His Royal Highness Prince Mohamed Bolkiah, expressed his confidence on the positive outcome of the first Joint Commission between Brunei Darussalam and the Republic of Indonesia that envisaged new areas of cooperation between the two countries. HRH Prince Mohamed Bolkiah co-chaired the First Joint Commission Meeting on Friday,
file:///E|/Aziz's%20Doc/Brunei%20Darussalam/2003news_jcm.htm (1 of 3) [8/29/2008 5:43:11 PM]

INDONESIAN EMBASSY PRESS RELEASE

at which the signing of the Agreed Minutes also took place. Signing on behalf of the government of the Republic of Indonesia was Indonesia's Foreign Minister, Dr. N. Hassan Wirajuda. Speaking at the meeting HRH Prince Mohamed said that both ministers have had a comprehensive look at the existing good relationship, not only current and future concerns but also past cooperation between both countries. "The meeting has identified human resource development, defence, social services, and private sector development as most important immediate areas, all which involved capacity-building and all are aimed in helping the people meet today's challenges well," he added. The Prince referred to the healthy relations between the two countries, that are most strongly shown with the 30,000 Indonesians currently working in Brunei. "Many of these are the backbone of our industries and we are grateful to them for their contribution to our development," he said. Earlier in his introductory remarks the Minister said that the percentage of Indonesians working in Brunei must be about the highest in any country in the world. The Prince cited the idea of setting up of a working group in trade and investment and said it is a step in the right direction. " In this our two governments will do all they can, of course but at the same time, our business people need to play their part as well. So it is good to see that have decided to form Business Council. Also the idea of an Indonesia-Brunei Friendship Association fits very well. It certainly helps our overall aim of promoting personal contacts between our people," he added. On the area of transport, HRH Prince Mohamed noted that the meeting puts special focus on transport, where there is a need to look at ways to make it easier to move goods and vehicles by land and sea. He said, " It should mean that our people will find it easier to travel between Brunei and Kalimantan'. Meanwhile according to a joint press statement an MoU on Land, Transport of Passengers and Goods and an MoU on Shipping Services and Ports were proposed during the meeting. Both sides agreed there should be a call to increase investment co-operation between
file:///E|/Aziz's%20Doc/Brunei%20Darussalam/2003news_jcm.htm (2 of 3) [8/29/2008 5:43:11 PM]

INDONESIAN EMBASSY PRESS RELEASE

Indonesia and Brunei. In this regard, they agreed to explore the possibility of establishing investment agreement for the purpose of promoting investment between the two countries. On defence, the meeting noted that the Brunei side would convey to the concerned authority about the Indonesia sale offer of various military equipments, including military vessels and CN-235 aircraft. Concerning the arrangements of Indonesian workers in Brunei, the meeting noted Indonesia's view that both countries needed to sign an MoU on Labour placement.

The meeting agreed that the second meeting of the Joint Commission would be convened in Brunei at a date mutually agreed upon.

| Home | Press Release | Statement | Bulletin | Bilateral Issues | | Business Info | Education Info | Tourism | Consular | | The Embassy | Link
Copyright (c) 2000-2003 Embassy of the Republic of Indonesia to Negara Brunei Darussalam

file:///E|/Aziz's%20Doc/Brunei%20Darussalam/2003news_jcm.htm (3 of 3) [8/29/2008 5:43:11 PM]

INDONESIAN EMBASSY PRESS RELEASE

HOME

No. 01/PEN/I/2003

KUNJUNGAN KERJA MENTERI AGAMA PROF. DR. H. SAID AGIL HUSIN AL MUNAWAR, MA DI BRUNEI DARUSSALAM TANGGAL 17-20 JANUARI 2003

_______________________________________________

Dalam rangka menghadiri ASEAN Youth Reading Competition ke-2 di Bandar Seri Begawan tanggal 17-19 Januari 2003, Menteri Agama RI, Prof. Dr. H. Said Agil Husin Al Munawar, MA berkesempatan menghadiri acara ramah tamah dengan Staf KBRI dan masyarakat Indonesia di Bandar Seri Begawan bertempat di Wisma Duta Indonesia tanggal 18 Januari 2003, kunjungan kehormatan dengan Menteri Kebudayaan, Belia dan Sukan serta Menteri Agama Brunei Darussalam. Pada kesempatan pertemuan di Wisma Duta Indonesia, Menteri Agama memberikan penjelasan mengenai perkembangan terkini di tanah air yang meliputi al. Tragedi Bali 12 Oktober 2002 Peristiwa nasional ini ditandai oleh ulah sekelompok golongan dengan melakukan tindakan anarkis melakukan pengeboman di Bali yang berdampak banyaknya korban
file:///E|/Aziz's%20Doc/Brunei%20Darussalam/2003pr01.htm (1 of 4) [8/29/2008 5:43:14 PM]

INDONESIAN EMBASSY PRESS RELEASE

jiwa. Hingga saat ini aparat keamanan RI telah berhasil menangkap tersangka pelaku pengeboman dan terus memburu tersangka lainnya untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya. Cepatnya para aparat keamanan RI berhasil menangkap para pelaku, merupakan suatu usaha positif dan bukti keseriusan pemerintah menciptakan keamanan dan lindungan kepada masyarakat. Penandatangan Kesepakatan Damai Pemri-GAM Tanggal 9 Desember 2002 di Jenewa ditandatangani Kesepakatan Perdamaian/ Penghentian Permusuhan antara pemerintah RI-GAM. Peristiwa tersebut merupakan suatu peristiwa yang menggembirakan semua pihak. Terhitung tangal penandatangan perjanjian tersebut hingga 7 bulan kemuka, merupakan masa untuk membangun saling kepercayaan (confidence building measures) kedua pihak. Penerapan Kebijakan R & B (release and discharge) Merupakan Kebijakan Pemerintah berupa pemberian pengampunan kepada para konglomerat yang memiliki masalah berkaitan dengan hutang-hutang mereka. Kebijakan ini mendapat tentangan dari bebrepa pihak karena dianggap pemerintah cenderung lebih memperhatikan pihak-pihak tertentu dibandingkan pihak-pihak lainnya. Kenaikan BBM, tarif dasar listrik dan tarif telepon Maraknya demonstrasi yang terjadi hampir di seluruh Indonesia menentang kenaikan BBM, listrik dan telepon turut mempengaruhi kehidupan masyarakat dan bangsa Indonesia. Disinyalir aksi-aksi demonstrasi yang dilakukan para mahasiswa dan sebagian kalangan masyarakat, sudah melampaui batas koridor tujuan demonstrasi sebenarnya. Hal ini disebabkan terdapat pihak-pihak tertentu yang memanfaatkan unjuk rasa tersebut untuk kepentingan politik praktis mereka (menggulingkan pemerintah yang berkuasa). Terdapat skenario diupayakan timbulnya korban jiwa para pengunjuk rasa oleh aparat keamanan. Patut disyukuri hingga sejauh ini bahwa dalam mengantisipasi unjuk rasa tersebut, para aparat keamanan tidak terpancing melakukan tindakan represif yang dapat menimbulkan korban jiwa pengunjuk rasa. Serangan AS ke Irak Dampak serangan militer AS ke Irak diperkirakan akan mempengaruhi harga pasaran minyak dunia menjadi US $33/barrel. APBN mencanangkan sektor pendapatan dari minyak sebesar US $22/barrel. Sedangkan dipikirkan apabila serangan AS ke Irak terjadi yang diikuti oleh meningkatnya harga minyak dunia, kompensasi dari selisih harga minyak tersebut dapat dimanfaatkan pemerintah untuk memecahkan masalah kenaikan BBM, listrik dan telepon. Pemerintah RI telah menyiapkan langkah-langkah evakuasi bagi warga Indonesia di Timur Tengah yang berjumlah 28.000 orang. Telah disampaikan pula kepada jemaah haji Indonesia yang sedang menunaikan ibadahnya, agar tetap memfokuskan kegiatan mereka beribadah dengan sebaik-baiknya dan tidak terpancing kegiatan politis akibat
file:///E|/Aziz's%20Doc/Brunei%20Darussalam/2003pr01.htm (2 of 4) [8/29/2008 5:43:14 PM]

INDONESIAN EMBASSY PRESS RELEASE

rencana serangan AS ke Irak tersebut.

Kunjungan Kehormatan Menag RI dengan Menteri Kebudayaan, Belia dan Sukan dan Menag Brunei Darussalam Menteri Agama RI didampingi oleh Duta Besar RI dan rombongan mengadakan pertemuan dengan Menteri Kebudayaan, Belia dan Sukan Brunei Darussalam tanggal 18 Januari 2003. Dalam pertemuan tersebut Menteri Kebudayaan, Belia dan Sukan sebagai Ketua Penyelenggara MTQ Remaja ASEAN 2003 menyampaikan ucapan terima kasih partisipasi qari dan qariah Indonesia dalam kejuaran ini. Selain itu disampaikan juga penghargaan dan ucapan terima kasih kepada pihak Indonesia atas kerjasama dan khususnya kepada para atlit dan seniman Indonesia yang berpartisipasi aktif dalam kegiatan/pertandingan di Brunei Darussalam. Dijelaskan pula bahwa MTQ Remaja ASEAN 2003 ini al. Bertujuan untuk memupuk rasa kebersamaan para remaja ASEAN serta mencari bibit unggul untuk dipertandingkan di MTQ Internasional. Menteri Agama RI didampingi oleh Duta Besar RI dan rombongan bertemu dengan Menteri Agama Brunei Darussalam tanggal 18 Januari 2003. Dalam pertemuan tersebut Menteri Agama Brunei menjelaskan bahwa jemaah haji Brunei tahun 2003 berjumlah 1086 orang dibawah kuota sebesar 3000 orang. Menteri Agama RI menjelaskan adanya kerjasama baru antara Garuda Indonesia dengan pemerintah Arab Saudi yang mengijinkan maskapai penerbangan Indonesia tersebut melakukan penerbangan langsung Jakarta-Madinah dimulai tahun 2003. Tanggal 19 Januari 2003 atas undangan Menag Brunei, Menag RI beserta Duta Besar RI dan rombongan berkesempatan mengadakan Majelis Zikir dan Pembacaan Ayat-Ayat Suci Al Quran di kediaman resmi Menteri Agama Brunei. Menghadiri Musabaqah Tilawatil Al-Quran Pemuda Asia Tenggara 2003 Tanggal 19 Januari 2003 Menteri Agama RI dan rombongan didampingi Duta Besar RI Yusbar Djamil menghadiri acara penutupan Musabaqah Tilawatil Al-Quran Pemuda Asia Tenggara 2003 di Internasional Convention Centre, Berakas. Dalam pertandingan yang diikuti 16 peserta masing-masing delapan Qari dan Qariah dari negara-negara Asia Tenggara, Indonesia mengirimkan peserta masings satu Qari dan Qariah. Diperingkat akhir pertandingan dibagian juara pertama qari dimenangkan peserta tuan rumah sedangkan juara kedua Asep Nuryasin asal Kerawang, Jawa Barat dan juara ketiga dari Philippina. Sementara juara pertama qariah direbut oleh Eka Hermayani dari Mataram, Nusa Tenggara Barat, juara kedua Philippina dan juara ketiga Singapura. Hadiah juara pertama mendapat uang tunai B$ 3000, piala bergilir, cendramata Mushaf Brunei Darussalam dan piagam penghargaan, untuk juara ke dua dan ke tiga masings mendapat uang tunai B$2000 dan B$1500. Penyerahan hadiah-hadiah kepada para pemenang disampaikan langsung oleh oleh Sultan Hassanal Bolkiah.

Bandar Seri Begawan, 20 Januari 2002
file:///E|/Aziz's%20Doc/Brunei%20Darussalam/2003pr01.htm (3 of 4) [8/29/2008 5:43:14 PM]

INDONESIAN EMBASSY PRESS RELEASE

| Home | Press Release | Statement | Bulletin | Bilateral Issues | | Business Info | Education Info | Tourism | Consular | | The Embassy | Link
Copyright (c) 2000-2003 Embassy of the Republic of Indonesia to Negara Brunei Darussalam

file:///E|/Aziz's%20Doc/Brunei%20Darussalam/2003pr01.htm (4 of 4) [8/29/2008 5:43:14 PM]

INDONESIAN EMBASSY PRESS RELEASE

HOME

No. 02/PEN/II/2003

KUNJUNGAN KERJA DUTA BESAR RI KE WILAYAH KUALA BELAIT, BRUNEI DARUSSALAM TANGGAL 5 PEBRUARI 2003 ________________________________________________

Dalam rangka menjajaki potensi peningkatan kerjasama RI-Brunei Darussalam tanggal 5 Pebruari 2003 Duta Besar Republik Indonesia, Drs. Yusbar Djamil dan staf KBRI BSB mengadakan kunjungan kerja ke wilayah Kuala Belait, Brunei Darussalam. Wilayah ini berjarak 122 kilometer dari Bandar Seri Begawan, merupakan wilayah terbesar (2.734 kilometer persegi dengan populasi 60.244 jiwa atau 1/5 penduduk Brunei) dari 4 wilayah di Brunei Darussalam dan merupakan salah satu daerah terpenting yang merupakan penyumbang devisa negara terbesar (80%) dari sektor migas. Kuala Belait juga merupakan wilayah salah satu pintu gerbang perbatasan langsung dengan kota Miri (Malaysia) yang secara geografis, ekonomi, sosial-politik sangat penting serta menampung Tenaga Kerja Indonesia kedua terbanyak di Brunei Darussalam.
file:///E|/Aziz's%20Doc/Brunei%20Darussalam/2003pr02.htm (1 of 3) [8/29/2008 5:43:15 PM]

INDONESIAN EMBASSY PRESS RELEASE

Pada pertemuan dengan Kepala Daerah Kuala Belait, Duta Besar RI al. menyampaikan hal-hal sebagai berikut : 1. Kunjungan kerja ini diharapkan dapat lebih mempererat hubungan baik pribadi maupun secara kedinasan serta menjajaki peluang peningkatan hubungan di segala bidang. 2. Memandang pentingnya daerah Kuala Belait baik secara potensi ekonomi yang dimiliki juga dalam hal secara geografi, ekonomi, sosialpolitik sangat penting dan sebagai tempat rencana Pemerintah Brunei Darussalam menempatkan wilayah Sungai Liang di Kuala Belait, sebagai Mega Proyek untuk menuntaskan masalah penggangguran di Brunei Darussalam. 3. Menyampaikan penghargaan terhadap pernyataan Kepala Daerah mengenai sumbangsih yang diberikan para TKI bagi pembangunan wilayah tersebut, dan mengharapkan peran positif para TKI tersebut meningkat di masa-masa mendatang. Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai potensi yang dimiliki di wilayah tersebut, Duta Besar RI juga mengadakan kunjungan ke Perusahaan Minyak Brunei Shell Sdn. Bhd. serta Pusat Informasi Minyak dan Gas Brunei Discovery (OGDC) yang berdiri atas sponsor Brunei Shell Petroleum Company Sdn. Bhd. (BSP) dan Shell International Exploration and Production (SIEP). OGCD berlokasi di Seria (Kuala Belait), wilayah minyak dan gas Brunei Darussalam, berdiri bulan Juli 2002 merupakan pusat informasi yang bertujuan untuk mempelajari ilmu pengetahuan khususnya di bidang minyak dan gas serta sebagai salah satu objek turis seperti yang dikehendaki oleh Sultan Brunei. Dalam kesempatan tersebut dijelaskan mengenai sejarah, usaha dan peranan Brunei Shell di Brunei Darussalam. Dalam kesempatan terpisah Duta Besar RI mengadakan pertemuan dan tatap muka dalam rangka pembinaan dan perlindungan dengan para wakil masyarakat/pekerja Indonesia di Kuala Belait. Dalam pertemuan yang dihadiri sekitar 300 masyarakat Indonesia dari berbagai lapisan masyarakat yang berlangsung dengan sederhana, bersahabat dan akrab tersebut, Duta Besar RI menghimbau dan mengingatkan masyarakat Indonesia senantiasa menjaga persatuan dan kesatuan bangsa serta bekerja dengan giat, ulet, rajin, dan jujur. Masyarakat Indonesia dituntut untuk senantiasa menghargai adat kebiasaan setempat tanpa merendahkan harga diri dan martabat bangsa Indonesia, mematuhi hukum dan peraturan serta ketentuan pemerintah RI maupun pemerintah setempat. Selain itu dihimbau pula masyarakat Indonesia untuk menyadari mengenai hak dan kewajiban mereka termasuk menjaga ketrentaman dan perdamaian serta menjaga dialog dan komunikasi khususnya dengan KBRI BSB.

file:///E|/Aziz's%20Doc/Brunei%20Darussalam/2003pr02.htm (2 of 3) [8/29/2008 5:43:15 PM]

INDONESIAN EMBASSY PRESS RELEASE

Bandar Seri Begawan, 7 Pebruari 2003

| Home | Press Release | Statement | Bulletin | Bilateral Issues | | Business Info | Education Info | Tourism | Consular | | The Embassy | Link
Copyright (c) 2000-2003 Embassy of the Republic of Indonesia to Negara Brunei Darussalam

file:///E|/Aziz's%20Doc/Brunei%20Darussalam/2003pr02.htm (3 of 3) [8/29/2008 5:43:15 PM]

INDONESIAN EMBASSY PRESS RELEASE

HOME

No. 03/PEN/II/2003

THE INDONESIAN EMBASSY DI BANDAR SERI BEGAWAN PERFORMS A HARI RAYA EID ADHA PRAYER _________________________________________________

The Indonesian Embassy in Bandar Seri Begawan will perform solemnly a Hari Raya Eid Adha prayer for Indonesian community and people surrounding the Embassy in conjunction with the 10th of Zulhijjah 1423 Hijr celebration. The function will be as follows: Day/Date Venue : Wednesday/12 February 2003 Time : 7.30 am : The Indonesian Embassy Chancery Simpang 528, Jalan Muara Bandar Seri Begawan

Ustadz Hj. Mohammad Sholeh will preside as Imam for the prayer and Ustadz. Drs. Hj. A. Rosyad Syuhudi, MA will deliver its sermon / khotbah Hari Raya Aidul Adha. The Indonesian Embassy herewith cordially invites the Indonesian community and people surrounding the Embassy in Brunei Darussalam to perform their Eid Adha prayer at 07.00 to be proceeded with the recitation of Atakbir hari raya@ together. After the
file:///E|/Aziz's%20Doc/Brunei%20Darussalam/2003pr03.htm (1 of 2) [8/29/2008 5:43:15 PM]

INDONESIAN EMBASSY PRESS RELEASE

prayer, it will be continued with extending the greetings from the staffs at the Embassy to the audiences at the moment of self forgiveness which the refreshment will be also served. It will continue with sacrificing >Qurban@ consist of 1 cow and several goats. Any enquiry or further information, please contact the Committee of Celebration at the Indonesian Embassy at number 330180. Bandar Seri Begawan, 10th February 2003

| Home | Press Release | Statement | Bulletin | Bilateral Issues | | Business Info | Education Info | Tourism | Consular | | The Embassy | Link
Copyright (c) 2000-2003 Embassy of the Republic of Indonesia to Negara Brunei Darussalam

file:///E|/Aziz's%20Doc/Brunei%20Darussalam/2003pr03.htm (2 of 2) [8/29/2008 5:43:15 PM]

INDONESIAN EMBASSY PRESS RELEASE

HOME

No. 04/PEN/III/2003

PENGANUGERAHAN BIDANG KESUSASTERAAN KEPADA PENYAIR AJIP ROSIDI

Dalam acara peresmian Sidang MABBIM ke-42 dan MASTERA ke-8 yang dirangkaikan dengan peringatan Majelis Bahasa Brunei-Indonesia-Malaysia ke-30 tanggal 9 Maret 2003, bertempat di Empire Theatre Empire Hotel, Brunei Darussalam telah diadakan upacara pemberian penghargaan kepada sasterawan Indonesia, Ajip Rosidi. Penyair Ajip Rosidi memperoleh Piagam Penghargaan di bidang Mastera atas jasa-jasa di bidang kesusasteraan, ditambah hadiah uang tunai sebesar B$ 10.000 (sekitar Rp. 50 juta).
file:///E|/Aziz's%20Doc/Brunei%20Darussalam/2003pr04.htm (1 of 3) [8/29/2008 5:43:16 PM]

INDONESIAN EMBASSY PRESS RELEASE

Penghargaan disampaikan oleh Menteri Kebudayaan, Belia dan Sukan Brunei Darussalam, Pehin H. Awang Hussain bin Pehin H. Awang Mohd. Yusof dengan disaksikan langsung oleh Menteri Pendidikan Nasional RI, Prof. Drs. A. Malik Fadjar, Msc, dan Duta Besar RI untuk Negara Brunei Darussalam, Drs. Yusbar Djamil serta delegasi Indonesia, Malaysia dan Brunei Darussalam peserta Sidang MABBIM dan MASTERA. Ajip Rosidi dilahirkan di Jatiwangi, Majalengka tanggal 31 Januari 1938. Sepanjang karirnya beliau dikenal sebagai penyair dan sasterawan yang telah membuahkan berbagai karya sastera antara lain : kumpulan cerpen APesta@, ACari Mantu@, kumpulan sajak APertemuan Kembali@, cerita rakyat AMundinglaya Dikusumah@, ACiung Wanara@ dan sebagainya, dan novel APerjalanan Penganten@ yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Perancis. Ajip Rosidi sejak tahun 1980 sampai sekarang adalah Guru Besar tamu pada Universitas Osaka di Jepang. Dari pihak Indonesia lainnya yang memperoleh penghargaan MABBIM adalah Dr. Hassan Alwi, Dr. Sugito Wonodirekso, dan Drs. Hasjmi Dini atas jasa-jasa mereka berperan aktif dalam MABBIM. Bandar Seri Begawan, 12 Maret 2003

file:///E|/Aziz's%20Doc/Brunei%20Darussalam/2003pr04.htm (2 of 3) [8/29/2008 5:43:16 PM]

INDONESIAN EMBASSY PRESS RELEASE

| Home | Press Release | Statement | Bulletin | Bilateral Issues | | Business Info | Education Info | Tourism | Consular | | The Embassy | Link
Copyright (c) 2000-2003 Embassy of the Republic of Indonesia to Negara Brunei Darussalam

file:///E|/Aziz's%20Doc/Brunei%20Darussalam/2003pr04.htm (3 of 3) [8/29/2008 5:43:16 PM]

INDONESIAN EMBASSY PRESS RELEASE

HOME

No. 05/PEN/III/2003

KUNJUNGAN KERJA MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL PROF. DRS. ABDUL MALIK FADJAR, MSC DI BRUNEI DARUSSALAM TANGGAL 8-10 MARET 2003

________________________________________________
Atas undangan Menteri Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga Brunei Darussalam untuk menghadiri perayaan HUT Majelis Bahasa BruneiIndonesia-Malaysia (MABBIM) ke-30 yang dirangkaikan dengan Sidang MABBIM ke-42 dan Sidang Majelis Sastera Asia Tenggara (MASTERA) ke-8 tanggal 9-14 Maret 2003 di Brunei Darussalam, Menteri Pendidikan Nasional RI, Prof. Drs. Abdul Malik Fadjar, Msc dan delegasi Indonesia berkesempatan menghadiri acara ramah tamah dengan Staf KBRI dan masyarakat Indonesia di Bandar Seri Begawan bertempat di Wisma Duta Indonesia tanggal 9 Maret 2003, menghadiri perayaan MABBIM ke-30 tanggal 9 Maret 2003 dan pertemuan dengan Menteri Kebudayaan, Belia dan Sukan tanggal 10 Maret 2003.

file:///E|/Aziz's%20Doc/Brunei%20Darussalam/2003pr05.htm (1 of 5) [8/29/2008 5:43:17 PM]

INDONESIAN EMBASSY PRESS RELEASE

Pada kesempatan pertemuan di Wisma Duta Indonesia, Menteri Pendidikan Nasional RI memberikan penjelasan mengenai siruasi dan konsisi terkini di tanah air yang meliputi al. : Krisis yang melanda Indonesia Masalah utama yang dihadapi bangsa Indonesia saat ini adalah timbulnya krisis kepercayaan di berbagai bidang. Situasi saat ini di tanah air ditandai oleh adanya indikasi lunturnya nilai-nilai kebersamaan, penghargaan dan identitas diri untuk menerima perbedaan antara satu kelompok dengan kelompok lainnya. Maraknya unjuk rasa saat ini antara lain disebabkan kurangnya kepercayaan dan suburnya rasa Akeakuan/egoisme@ oleh satu pihak kepada pihak lainnya. Krisis kepercayaan juga timbul disebabkan oleh menurunnya sikap nasionalisme akibat pendalaman nilai-nilai agamis yang rendah dan mengakibatkan terbentuknya pola pikir yang cenderung destruktif (negative thingking), sehingga menyebabkan masyarakat Indonesia saat ini cenderung menggunakan kekerasan sebagai jalan pemecahan masalah. Penyebab timbulnya krisis kepercayaan a.l. disebabkan terbentuknya pola pandang masyarakat Indonesia mengenai konsep kemajuan bangsa berdasarkan kepemilikan atas benda-benda riel/fisik (materialisme). Sesuai konsep dan kenyataan bahwa tolak ukur keberhasilan suatu bangsa/negara dinilai dari kesuksesannya untuk menghargai sejarah, budaya dan tradisi serta keimanan, dan menguasai ilmu pengetahuan. Hal-hal ini yang cenderung menurun dimiliki bangsa Indonesia saat ini. Krisis kepercayaan juga timbul a.l. disebabkan tingkah laku sebagian pejabat di Indonesia yang tidak dapat memberikan keteladanan untuk menjadi panutan masyarakat. Contohnya banyak pejabat dan orangorang Indonesia yang masih sering berfoya-foya di luar negeri dalam situasi negara yang krisis saat ini. Untuk itulah perlunya diterapkan konsep hidup sederhana sebagai panutan bangsa. Masalah yang dihadapi bangsa Indonesia saat ini sangatlah kompleks, salah satunya sebagai akibat timbulnya Aeforia@ transparansi di segala bidang. Adanya kebijakan otonomi daerah menimbulkan akibat maraknya keinginan untuk membentuk propinsi/ kabupaten baru. Di bidang politik ditandai oleh banyaknya pertikaian antar partai-partai politik yang situasinya jauh lebih tidak kondusif dibandingkan dengan situasi di tahun 1955, ketika pemilihan umum dengan sistem multi partai diberlakukan.
file:///E|/Aziz's%20Doc/Brunei%20Darussalam/2003pr05.htm (2 of 5) [8/29/2008 5:43:17 PM]

INDONESIAN EMBASSY PRESS RELEASE

Pendidikan juga dituding gagal dalam menyelesaikan krisis saat ini. Masyarakat menganggap Lembaga Pendidikan Nasional bertanggungjawab sehingga terciptanya krisis sangat kompleks di Indonesia. Mendiknas RI dalam kesempatan ini menyampaikan secara langsung penghargaan kepada beberapa tenaga pendidik Indonesia (dosen-dosen di UBD) atas usaha mereka secara tidak langsung membuat pendidikan Indonesia diakui di Brunei Darussalam. Pembangunan citra Indonesia Krisis di tanah air berdampak secara langsung berdampak pada menurunnya citra Indonesia di Luar negeri. Tugas paling berat yang diemban baik sejak pemerintahan Presiden Habibie, Presiden Abdurrahman Wahid dan Pemerintahan Presiden Megawati Soekarnoputri adalah mengembalikan citra Indonesia yang terpuruk. Pengembalian citra Indonesia ini merupakan tugas berat dan lebih sulit dilaksanakan oleh Perwakilan RI dibandingkan tugas yang sama dilakukan oleh dengan lembaga-lembaga resmi lainnya di tanah air. Untuk itu Mendiknas RI menyampaikan penghargaan kepada Perwakilan RI di luar negeri atas usaha-usaha pengembalian citra Indonesia selama ini. Mendiknas RI juga menghimbau khusus bagi masyarakat Indonesia di Brunei Darussalam untuk terus mempertahankan citra Indonesia. Ditambahkan bahwa perlunya misi-misi kesenian dan kebudayaan digalakkan dalam rangka menopang pembangunan citra Indonesia. Hal penting ditangani bidang pendidikan Departemen Pendidikan Nasional RI bertanggung jawab menangani masalah-masalah yang berkaitan dengan : kesiapan bangsa Indonesia menghadapi situasi global saat ini, menjadikan bahasa sebagai salah satu kekuatan regional, membentuk Anational building@. Dewasa ini Depdiknas RI sedang menggodok kurikulum baru untuk mengurangi beban siswa dalam memperoleh ilmu pengetahuan (menseleksi mata pelajaran). Mata pelajaran yang diuji dalam Ebtanas direncanakan hanya meliputi bahasa, matamatika dan ilmu
file:///E|/Aziz's%20Doc/Brunei%20Darussalam/2003pr05.htm (3 of 5) [8/29/2008 5:43:17 PM]

INDONESIAN EMBASSY PRESS RELEASE

pengetahuan (science). Pembinaan masyarakat Indonesia Mendiknas RI menyampaikan penghargaan kepada KBRI BSB atas usaha-usaha pembinaan masyarakat Indonesia di Brunei Darussalam. Secara khusus Mendiknas RI memuji peranan KBRI BSB sebagai Akantor lurah@ bukan Amenara gading@ dalam menjembatani dan menyelesaikan masalah-masalah warga Indonesia di Brunei Darussalam. Membentuk funding bagi masyarakat Indonesia Dalam rangka mengurangi beban masyarakat di tanah air, Mendiknas RI juga menghimbau masyarakat Indonesia di Brunei Darussalam untuk membentuk seperti lembaga sosial dalam bentuk zakat, infaq dan shadakah (ZIS) berdasarkan dana iuran sukarela masyarakat Indonesia, untuk disumbangkan kepada yang memerlukan di tanah air. Pertemuan Mendiknas RI dengan Menteri Kebudayaan, Belia dan Sukan Menteri Agama RI didampingi oleh Duta Besar RI, Yusbar Djamil dan Kepala Pusat Bahasa Depdiknas RI mengadakan pertemuan dengan Menteri Kebudayaan, Belia dan Sukan Brunei Darussalam tanggal 10 Maret 2003. Perayaan HUT MABBIM ke-30 Atas undangan Panitia Peneyelenggara dan sebagai salah satu bentuk solidaritas persahabatan negara-negara MABBIM, Duta Besar RI dan staf KBRI BSB bersama-sama dengan delegasi negara-negara MABBIM ikut serta dalam acara jalan santai/walkaton pada tanggal 9 Maret 2003. Dalam acara peresmian Sidang MABBIM ke-42 dan MASTERA ke-8, Mendiknas RI dan rombongan didampingi Duta Besar RI, Yusbar Djamil menghadiri acara tersebut tangal 9 Maret 2003. Acara tersebut juga menampilkan musik Perkusi Kerabat Nusantara (KNP Project) dari masyarakat Indonesia di Brunei Darussalam mewakili Indonesia yang mana grup tersebut merupakan binaan KBRI BSB. Dalam acara tersebut sasterawan Indonesia, Ajip Rosidi mendapat penghargaan Mastera sebagai wakil Indonesia dengan memperoleh uang tunai
file:///E|/Aziz's%20Doc/Brunei%20Darussalam/2003pr05.htm (4 of 5) [8/29/2008 5:43:17 PM]

INDONESIAN EMBASSY PRESS RELEASE

sebesar B$ 10.000. Dari pihak Indonesia lainnya yang memperoleh penghargaan MABBIM adalah Dr. Hassan Alwi, Dr. Sugito Wonodirekso, dan Drs. Hasjmi Dini. Liputan media massa Liputan kegiatan Perayaan HUT MABBIM ke-30 dan Sidang MABBIM ke-42 serta MASTERA ke-8 terlampir. Kegiatan serupa termasuk wawancara khusus Mendiknas RI juga diliput oleh media massa elektronik (televisi) RTB.

Bandar Seri Begawan, 11 Maret 2003

| Home | Press Release | Statement | Bulletin | Bilateral Issues | | Business Info | Education Info | Tourism | Consular | | The Embassy | Link
Copyright (c) 2000-2003 Embassy of the Republic of Indonesia to Negara Brunei Darussalam

file:///E|/Aziz's%20Doc/Brunei%20Darussalam/2003pr05.htm (5 of 5) [8/29/2008 5:43:17 PM]

INDONESIAN EMBASSY PRESS RELEASE

HOME

No. 10/PEN/V/2003 KUNJUNGAN TENTARA LAUT (TNI AL) REPUBLIK INDONESIA KE BRUNEI DARUSSALAM TANGGAL 20-23 MEI 2003 Pada tanggal 20-23 Mei 2003 seramai 4 orang TNI Angkatan Laut Republik Indonesia dipimpin Kolonel Laut (P) Hari Bowo telah mengadakan kunjungan kerja ke Brunei Darussalam. Selama berada di Brunei Darussalam telah mengadakan pertemuan dengan Royal Brunei Navy (RBN) bertempat di Markas Besar Royal Brunei Navy (RBN). Kunjungan tersebut bertujuan rencana kerjasama latihan bersama "Elang Laut" TNI Angkatan Laut Republik Indonesia dengan Royal Brunei Navy (RBN) tahun 2003. Pada kesempatan kunjungan ke Brunei Darussalam rombongan TNI AL telah mengadakan kunjungan kehormatan kepada Duta Besart RI Yusbar Djamil bertempat di Kedutaan Besar Republik Indonesia. Bandar Seri Begawan, 24 Mei 2003

file:///E|/Aziz's%20Doc/Brunei%20Darussalam/2003pr10.htm (1 of 2) [8/29/2008 5:43:18 PM]

INDONESIAN EMBASSY PRESS RELEASE

| Home | Press Release | Statement | Bulletin | Bilateral Issues | | Business Info | Education Info | Tourism | Consular | | The Embassy | Link
Copyright (c) 2000-2003 Embassy of the Republic of Indonesia to Negara Brunei Darussalam

file:///E|/Aziz's%20Doc/Brunei%20Darussalam/2003pr10.htm (2 of 2) [8/29/2008 5:43:18 PM]

INDONESIAN EMBASSY PRESS RELEASE

HOME

No. 11/PEN/VI/2003 KUNJUNGAN KERJA PIMPINAN DAN ROMBONGAN PONDOK PESANTREN ASALAFIYAH SAFI’IYAH KE BRUNEI DARUSSALAM TANGGAL 2-6 JUNI 2003 Pimpinan Pondok Pesantren Salafiyah Syafi'iyah Sukorejo, Situbondo, Jawa Timur K.H. Raden Achmad Fawaid As'ad dan rombongan sebanyak 6 orang mengadakan kunjungan ke Brunei Darussalam tanggal 2-6 Juni 2003. Kunjungan tersebut bertujuan untuk meningkatkan hubungan silaturrahmi dan menjajaki peluang kerjasama pendidikan khususnya dalam bidang pendidikan Agama Islam. Dalam kunjungan tersebut, rombongan Pondok Pesantren 'iyah didampingi Asalafiyah Safi oleh Dubes RI untuk Brunei Darussalam, Yusbar Djamil mengadakan kunjungan kehormatan kepada Act. Menteri Agama Brunei Darussalam yang juga dijabat oleh Wakil Menteri Agama Brunei Darussalam, Pehin Siraja Khatib Dato Paduka Seri Setia H. Awang Yahya (Menag Brunei Darussalam sedang dalam cuti tanggal 3-7 Juni 2003), Vice Chancellor Universitas Brunei Darussalam (UBD), Dr. H. Ismail H. Duraman, dan Dekan Institut Pengkajian Islam Sultan Haji Omar Ali Saifuddien (IPISHOAS), Dr. H. Serbini H. Matahir. Act. Menteri Agama Brunei Darussalam dalam pertemuan dengan rombongan Pondok Pesantren Salafiyah

file:///E|/Aziz's%20Doc/Brunei%20Darussalam/2003pr11.htm (1 of 3) [8/29/2008 5:43:19 PM]

INDONESIAN EMBASSY PRESS RELEASE

Safi 'iyah tanggal 4 Juni 2003, a.l. menyatakan bahwa hubungan antara Indonesia dan Brunei Darussalam khususnya dalam bidang pengembangan agama Islam telah terjalin melalui MABIMS (Majelis Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia dan Singapura) sehingga hubungan kerjasama kedua negara selama ini telah berjalan dengan baik baik. Diharapkan dengan adanya kunjungan ini semakin meningkatkan hubungan kedua negara yang telah berjalan baik selama ini.
Dalam kesempatan tersebut, pimpinan Pondok Pesantren Salafiyah Syafi 'iyah , melalui Rektor Institut Agama Islam Ibrahimy Salafiyah Safi'iyah, Drs. K.H. Hasan Basri. LC menyampaikan informasi mengenai sejarah pendirian dan kondisi pengelolaan pondok pesantren saat ini. Dijelaskan bahwa institusi ini memiliki sistem pendidikan nasional, umum dan agama mulai dari tingkat dasar (TK) sampai perguruan tinggi (program S-1 dan S-2) dengan berbagai disiplin ilmu dan jurusan seperti Fakultas Syari'ah, Dakwah dan Tarbiyah disamping memiliki Akademi Perikanan, Akademi Manajemen dan Informatika dan Komputer. Jumlah siswa dan mahasiswa yang menuntut ilmu di lembaga pendidikan tersebut berjumlah 13.304 orang yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia dan juga dari Malaysia dan Singapura. Komplek perguruan tersebut berdiri di kawasan seluas 20 hektar. Dalam upaya meningkatkan sarana dan prasarana pondok pesantren, saat ini pimpinan pondok pesantren sedang membangun masjid yang lebih representatif yang dapat menampung lebih banyak jamaah yang tidak hanya terdiri dari para siswa dan mahasiswa, namun juga warga masyarakat sekitarnya. Hingga saat ini mesjid yang direncanakan dapat menampung hingga 7000 jemaah dan pembangunannya telah selesai 15%, untuk kelanjutan pembangunannya masih memerlukan bantuan dermawan bagi penyelesaiannya. Berkaitan dengan hal ini maka pimpinan pondok pesantren menyerahkan proposal permohonan bantuan pembangunan masjid tersebut melalui Act. Menag Brunei untuk disampaikan kepada Sultan Brunei Darussalam. Dalam pertemuan dengan Vice Chancellor UBD dan Dekan IPISHOAS tanggal 3 Juni 2003, pokok-pokok pembicarakan membahas a.l. mengenai : keinginan UBD berkunjung ke berbagai Perguruan Tinggi di Indonesia dalam rangka studi banding dan menjajaki peluang kerjasama di bidang pendidikan yang dapat dituangkan dalam suatu bentuk kerjasama kesepakatan (MOU), seperti yang telah dilakukan UBD dengan beberapa perguruan tinggi di Malaysia, Inggris dan Australia.

file:///E|/Aziz's%20Doc/Brunei%20Darussalam/2003pr11.htm (2 of 3) [8/29/2008 5:43:19 PM]

INDONESIAN EMBASSY PRESS RELEASE

Berdasarkan masukan dari Duta Besar RI mengenai kemungkinan penambahan jumlah bea siswa yang diberikan UBD kepada mahasiswa dari Indonesia, pihak UBD dan IPISHOAS akan mempertimbangkan masukan tersebut dan mendiskusikan dengan pimpinan masing-masing. Rombongan Pondok Pesantren Salafiyah Syafi 'iyah juga mengadakan kunjungan ke Jabatan Mufti Kerajaan Brunei Darussalam, Institut Tahfiz Sultan Haji Hassanal Bolkiah, Islamic Qur'an Readers Association (IQRA) serta pertemuan dan presentasi khusus mengenai "Prospek Pendidikan Pondok Pesantren Salafiyah Safi'iyah" di KBRI Bandar Seri Begawan. Berita kunjungan rombongan Pondok Pesantren Salafiyah Safi 'Iyah surat kabar "Borneo Bulletin" tanggal 5 Juni 2003. Demikian disampaikan. Bandar Seri Begawan, 5 Juni 2003

dimuat dalam

| Home | Press Release | Statement | Bulletin | Bilateral Issues | | Business Info | Education Info | Tourism | Consular | | The Embassy | Link
Copyright (c) 2000-2003 Embassy of the Republic of Indonesia to Negara Brunei Darussalam

file:///E|/Aziz's%20Doc/Brunei%20Darussalam/2003pr11.htm (3 of 3) [8/29/2008 5:43:19 PM]

INDONESIAN EMBASSY PRESS RELEASE

HOME

No. 12/PEN/VII/2003 KUNJUNGAN KERJA MENTERI SOSIAL RI, BACHTIAR CHAMSYAH MENGHADIRI HARI KEPUTERAAN SULTAN BRUNEI KE-57 DI BRUNEI DARUSSALAM TANGGAL 1416 JULI 2003

Dalam rangka memenuhi undangan pemerintah Brunei Darussalam menghadiri Hari Keputeraan Sultan Brunei ke-57, Menteri Sosial Republik Indonesia, Bachtiar Chamsyah sebagai utusan khusus Pemerintah Indonesia berada di Brunei Darussalam tanggal 14-16 Juli 2003. Acara resmi Menteri Sosial di Brunei Darussalam dilaksanakan tanggal 15 Juli 2003 yang bertepatan dengan Hari Keputeraan Sultan Brunei ke-57, meliputi : menyaksikan parade Hari Keputeraan, menyaksikan penganugerahan Bintang-Bintang Jasa dan
file:///E|/Aziz's%20Doc/Brunei%20Darussalam/2003pr12.htm (1 of 7) [8/29/2008 5:43:20 PM]

INDONESIAN EMBASSY PRESS RELEASE

Kehormatan, kunjungan kehormatan kepada Sultan Hassanal Bolkiah di Istana Nurul Iman, dan Jamuan makan malam di Istana Nurul Iman. Menteri Sosial RI didampingi oleh Duta Besar RI untuk Brunei Darussalam, Yusbar Djamil menghadiri semua kegiatan resmi tersebut, Selama di Brunei Darussalam, Menteri Sosial RI juga berkesempatan melakukan silaturrahmi sambil makan malam sekaligus pertemuan dengan staf KBRI BS Begawan dan masyarakat Indonesia yang diadakan oleh Duta Besar RI tanggal 14 Juli 2003 di Wisma Duta Indonesia. Pada acara tersebut Menteri Sosial RI menyampaikan informasi terkini mengenai situasi di tanah air a.l. sebagai berikut : 1. Dalam kurun waktu terakhir ini khususnya situasi keamanan sosial di Indonesia dirasakan semakin kondusif. Pada awal terbentuknya Kabinet Gotong Royong dan dimulainya tugas sebagai Menteri Sosial yang baru sekitar 1 tahun 11 bulan yang lalu, Menteri Sosial dihadapi masalah seperti konflik etnis Madura dan Dayak di Kalimantan dan konflik etnis Jawa dengan Aceh di Aceh. Begitu juga konflik bernuansa SARA seperti yang terjadi di Poso, Sulawesi Tengah dan Maluku Utara. Konflik tersebut menyebabkan hilangnya rasa aman di kalangan masyarakat sehingga terjadinya arus pengungsi dalam jumlah yang besar. Demikian pula ketika Timor Timur memisahkan diri dari NKRI, warga yang pro Indonesia terpaksa mengungsi ke NTT sehingga pada saat itu tidak kurang dari 2 juta pengungsi terpaksa tinggal di penampungan dengan kondisi
file:///E|/Aziz's%20Doc/Brunei%20Darussalam/2003pr12.htm (2 of 7) [8/29/2008 5:43:20 PM]

INDONESIAN EMBASSY PRESS RELEASE

yang sangat memprihatinkan. Upaya penanggulangan yang dilakukan pemerintah adalah dengan membentuk Badan Koordinasi Penanggulangan Bencana Alam dan Pengungsi dipimpin Departemen Sosial yang bertugas untuk melayani dan memulangkan pengungsi ke daerah asalnya. Saat ini jumlah pengungsi Timur Timur di NTT hanya tinggal 30 ribu orang. Penangganan segera terhadap pengungsi sangat penting mengingat pengungsi merupakan sasaran empuk bagi kalangan tertentu seperti media massa asing untuk meniupkan kebencian terhadap negara dan pemerintah Indonesia. 2. Terdapat aturan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara yang mesti ditegakkan bahwa pemerintah RI seperti juga di negara manapun, tidak dapat mentolerir adanya upaya pemisahan diri dari NKRI. Dalam kasus di Aceh, pemerintah sebelumnya terkesan kurang tegas dan menyebabkan GAM yang sebenarnya hanya kelompok kecil, seolah-olah merupakan kelompok besar dan bahkan mengganggu jalannya pemerintahan daerah. Diperkirakan 30-40% administrasi pemerintahan di Aceh saat itu tidak berjalan normal. Keputusan Pemerintah memberlakukan Keadaan Darurat tidak hanya bertujuan untuk memulihkan keamanan karena Operasi Terpadu mencakup 4 aspek yaitu : Operasi Pemulihan Kemanan, Operasi Kemanusiaan dibawah koordinasi Menko Kesra dan Mensos, Operasi Penegakkan Hukum dan
file:///E|/Aziz's%20Doc/Brunei%20Darussalam/2003pr12.htm (3 of 7) [8/29/2008 5:43:20 PM]

INDONESIAN EMBASSY PRESS RELEASE

Operasi Pemantapan Pemerintahan. 3. Agar operasi pemulihan keamanan berjalan tepat sasaran dan menghindari terjadinya korban dikalangan sipil, pemerintahan meminta masyarakat melakukan pengungsian untuk memisahkan GAM dengan masyarakat. Pemerintah juga membagi daerah Aceh menjadi 3 bagian berdasarkan sikap loyalitas masyarakatnya terhadap NKRI masing-masing Aceh Putih yaitu daerah yang masyarakatnya loyal sepenuhnya terhadap NKRI seperti : Aceh Tengah, Takengon, Gayo, Aceh Tenggara, Singkil dan Simeulue. Aceh Abu-Abu adalah daerah dimana masyarakat yang loyal kepada NKRI bercampur dengan simpatisan GAM. Aceh Hitam merupakan daerah yang mayoritas dikuasai GAM seperti di Lhokseumawe, Biruen dan Aceh Timur. 4. Bagi upaya memulihkan pemerintahan maka beberapa upaya yang dilakukan pemerintah a.l. dengan menyerukan kepada masyarakat untuk mengibarkan bendera Merah Putih bagi meningkatkan semangat nasionalisme dan membangkitkan sikap saling percaya, serta menghapus sikap saling curiga antar sesama pegawai dengan mewajibkan penggunaan pakaian seragam PNS (baju Korpri). Selain itu pemerintah juga mengangkat 27 anggota TNI sebagai camat menggantikan pejabat sipil yang mengundurkan diri karena

file:///E|/Aziz's%20Doc/Brunei%20Darussalam/2003pr12.htm (4 of 7) [8/29/2008 5:43:20 PM]

INDONESIAN EMBASSY PRESS RELEASE

alasan keamanan. Dampak positif yang terjadi saat ini adalah semakin banyaknya kelompok masyarakat yang menyatakan ikrar dan sikap setia kepada NKRI. 5. Dalam kesempatan kunjungan Menteri Sosial ke Biruen, pemuka ulama di Aceh menyatakan tidak keinginan Aceh untuk memisahkan diri dari NKRI. Para ulama Aceh tersebut juga mengemukakan bahwa bahwa pada waktu itu saat Teuku Daud Berueh dihubungi oleh Dr. Teuku Mohd. Mansur dari Medan yang menyatakan kemerdekaan bagi Sumatera Timur dan mengharapkan dukungan Aceh, Teuku Daud Berueh menyatakan penolakannya karena ingin berjuang dalam NKRI. Sejarah mencatat bahwa gerakan DI/TII dimasa lampau hanya menuntut 2 hal yaitu perimbangan keuangan antara pusat dan daerah serta pemberlakuan syariat Islam. Hal tersebut sekarang telah dipenuhi oleh pemerintah RI terhadap Aceh dimana 85% pendapatan daerah dikembalikan lagi ke daerah dan pemberlakuan syariah Islam di propinsi Aceh. Dengan adanya kemajuan tersebut tidak ada alasan GAM untuk mengatasnamakan perjuangan Islam, karena GAM sendiri sesungguhnya banyak membunuh ulama Islam dan menodai nama Islam itu sendiri. 6. Mensos RI mengharapkan Pemilu 2004 yang akan diikuti oleh berbagai partai politik serta terlaksana di alam reformasi ini, dapat memilih pemimpin yang kuat serta menciptakan clear and clean
file:///E|/Aziz's%20Doc/Brunei%20Darussalam/2003pr12.htm (5 of 7) [8/29/2008 5:43:20 PM]

INDONESIAN EMBASSY PRESS RELEASE

government yang dapat memberantas KKN sehingga dapat mengejar ketertinggalan selama ini. Pemerintahan yang kuat diharapkan pula dapat meningkatkan martabat dan harga diri bangsa di mata dunia internasional. 7. Sebagai penutup Mensos menghimbau agar masyarakat Indonesia di Brunei Darussalam dapat bekerja dengan baik, mematuhi aturan dan UU yang berlaku sehingga tidak mengalami banyak masalah yang dapat berdampak negatif terhadap kondisi perekonomian nasional. Mensos juga mengharapkan permasalahan tenaga kerja Indonesia seperti yang terjadi di Malaysia, tidak sampai terjadi di Brunei Darussalam. 8. Dalam sambutan pendahuluannya, Dubes RI Yusbar Djamil menyatakan bahwa kehadiran Mensos RI atas nama Pemerintah Indonesia tentunya akan lebih mempererat hubungan yang telah terjalin selama ini antara Brunei Darussalam dan Indonesia. Ditambahkan bahwa warga Indonesia di Brunei Darussalam yang berjumlah 30 ribu jiwa dan menempati posisi kedua terbesar setelah Malaysia (35 ribu jiwa) dinilai mendapat perlindungan yang cukup memadai dari pemerintah. Terjadinya berbagai kasus ketenagakerjaan dapat ditangani dengan baik a.l. atas peranan KBRI BS Begawan sehingga tidak menimbulkan dampak yang besar sebagaimana yang terjadi di negara tetangga lainnya. Salah satu upaya meningkatkan lagi
file:///E|/Aziz's%20Doc/Brunei%20Darussalam/2003pr12.htm (6 of 7) [8/29/2008 5:43:20 PM]

INDONESIAN EMBASSY PRESS RELEASE

hubungan bilateral tersebut, pada bulan Juli 2003 akan dilaksanakan Komisi Bersama tingkat Menteri di Jakarta yang akan dihadiri oleh Menlu Brunei. Bandar Seri Begawan, 15 Juli 2003

| Home | Press Release | Statement | Bulletin | Bilateral Issues | | Business Info | Education Info | Tourism | Consular | | The Embassy | Link
Copyright (c) 2000-2003 Embassy of the Republic of Indonesia to Negara Brunei Darussalam

file:///E|/Aziz's%20Doc/Brunei%20Darussalam/2003pr12.htm (7 of 7) [8/29/2008 5:43:20 PM]

INDONESIAN EMBASSY PRESS RELEASE

HOME

No. 13/PEN/VIII/2003 KUNJUNGAN KERJA MENTERI AGAMA RI, PROF. DR. H. SAID AGIL HUSIN AL MUNAWAR, MA MENGHADIRI MTQ TINGKAT NASIONAL KE BRUNEI DARUSSALAM TANGGAL 3 - 6 AGUSTUS 2003 _____________________________________________________________________ Dalam rangka memenuhi undangan pemerintah Brunei Darussalam untuk menghadiri MTQ Tingkat Nasional Brunei Darussalam, Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. H. Said Agil Husin Al Munawar, MA beserta rombongan qari dan qariah Indonesia sebanyak 6 orang mengadakan kunjungan ke Brunei Darussalam tanggal 3-6 agustus 2003. Menteri Agama RI sempat menyaksikan pertandingan final dan penyerahan hadiah bagi para pembaca terbaik, kemudian membentangkan kertas karya dan sebagai penceramah dalam seminar yang diadakan oleh Kementerian Agama Brunei. Dalam kunjungan kali ini Menteri Agama dengan didampingi Duta Besar RI untuk Brunei Darussalam Yusbar Djamil mengadakan kunjungan kehormatan kepada Sultan Hassanal Bolkiah di Istana Nurul Iman tanggal 6 Agustus 2003. Pada kesempatan tersebut Menteri Agama menyampaikan cendra mata berupa Al-Quran edisi cetakan terbesar di Indonesia yang oleh sebuah penerbit di Jawa Tengah. Menteri Agama juga adakan lawatanlawatan ke beberapa pusat pengkajian Islam, serta atas undangan Duta Besar RI menghadiri acara makan siang di Wisma Duta tanggal 6 Agustus 2003. Menteri Agama RI dalam acara seminar yang berjudul Seminar Al Quran dan Pentadbiran Ugama yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama Brunei Darusasalam tanggal 5 Agustus 2003 bertempat di Pusat Dakwah Islamiyah, berkesempatan membentangkan makalah berjudul AlQuran dan Keberkesanannya Sebuah Kajian Awal. Pokok-pokok isi ceramah Menteri Agama RI
file:///E|/Aziz's%20Doc/Brunei%20Darussalam/2003pr13.htm (1 of 3) [8/29/2008 5:43:21 PM]

INDONESIAN EMBASSY PRESS RELEASE

antara lain sebagai berikut : 1. Al Quran merupakan wahyu dan kitab suci yang ditulis dalam bahasa Arab dimana setiap hurufnya memiliki simbol dan makna tertentu. Dalam Al Quran dinyatakan bahwa alam semesta ini merupakan wahyu yang bersifat makrokosmos (dalam pengertian luas) sedangkan Al Quran itu sendiri merupakan wahyu secara mikrokosmos (dalam pengertian sempit). Karena itu, nilai kesemestaan (kosmologi) yang terkandung di dalamnya dapat dijelaskan secara ilmiah karena berhubungan erat dengan nilai sejarah, ilmu pengetahuan dan metafisika. Artinya nilai-nilai yang terkandung dalam Al Quran memiliki nilai kontekstual ruang dan waktu sehingga dapat menjadi pedoman dan panduan bagi umat manusia. 2. Para ahli kosmologi masa lampau dan pada abad pertengahan berpendapat bahwa adanya alam semesta termasuk galaksi bima sakti mengalami suatu proses yang alamiah. Jika hal tersebut tidak dipelajari secara ilmiah berdasarkan wahyu maka akan dapat menimbulkan pemikiran bahwa alam semesta ini tidak berhubungan langsung dengan Al Quran. Bahkan lebih ekstrim lagi, Al Quran hanya dianggap sebagai panduan ibadah kepada Allah SWT semata-mata dan bukan merupakan sumber rujukan ilmiah dalam mempelajari alam semesta dengan berbagai sifat dan eksistensinya. 3. Sebagai kitab suci yang menjadi sumber hukum, motivasi, inovasi dalam konteks hubungan vertikal dengan Sang Pencipta maupun hubungan horizontal antar sesama manusia, Al Quran juga menjadi sumber inspirasi dalam hubungan kemasyarakatan, budaya dan peradaban sehingga Al Quran memiliki pengaruh yang signifikan terhadap ilmu pengetahuan, sosial dan budaya. Dengan demikian Al Quran juga berperanan dalam rekayasa sosial serta rekayasa teknik . Rekayasa sosial dalam pengertian untuk mengatur tatanan kehidupan masyarakat sesuai dengan kondisi objektif manusia sehingga Al Quran menjadi sumber inovasi terhadap perubahan budaya dan peradaban. 4. Masih memerlukan suatu penelitian mendalam apakah semua ayat Al Quran yang dibacakan oleh para Qari atau Qariah dapat secara langsung menggetarkan hati para pendengarnya. Dampak bacaan tersebut tentunya akan semakin besar jika pendengar dan pembaca mampu memahami setiap ayat yang dibaca. Qari dan qariah dituntut memahami ayat-ayat yang dibaca dan irama yang ditampilkan hendaknya sesuai dengan makna dan konteks ayat itu sendiri. 5. Tentunya hal tersebut bukanlah sesuatu yang mudah karena memerlukan ketelitian, keahlian dari berbagai disiplin ilmu dan teknik membaca, akan tetapi jika bacaan yang begitu indah serta menarik tersebut mampu ditampilkan oleh qari dan qariah dengan baik tentunya para pendengar akan bergetar hati dan jiwanya. Secara sosiologi, seni bacaan Al Quran yang demikian akan terasa nikmat dan syahdu serta berdampak terhadap prilaku dan moral manusia di dunia ini. Berita-berita kegiatan Menteri Agama RI di Brunei Darussalam diliput oleh media massa Brunei Darussalam Borneo Bulletin dan Media Permata masing-masing tanggal 7 Agustus 2003. Kegiatan
file:///E|/Aziz's%20Doc/Brunei%20Darussalam/2003pr13.htm (2 of 3) [8/29/2008 5:43:21 PM]

INDONESIAN EMBASSY PRESS RELEASE

ini juga disiarkan langsung oleh televisi dan radio Brunei Darussalam (RTB). Bandar Seri Begawan, 6 Agustus 2003

| Home | Press Release | Statement | Bulletin | Bilateral Issues | | Business Info | Education Info | Tourism | Consular | | The Embassy | Link
Copyright (c) 2000-2003 Embassy of the Republic of Indonesia to Negara Brunei Darussalam

file:///E|/Aziz's%20Doc/Brunei%20Darussalam/2003pr13.htm (3 of 3) [8/29/2008 5:43:21 PM]

INDONESIAN EMBASSY PRESS RELEASE

HOME

DELEGASI BADAN KOORDINASI PENANAMAN MODAL (AGENSI PELABURAN) INDONESIA BERKUNJUNG KE BRUNEI DARUSSALAM TANGGAL 10-12 DESEMBER 2003 _______________________________________________________________ Nomor : 25/PENSOSBUD/XII/2003 Dalam rangka mempersiapkan Rancangan Undang-Undang Penanaman Modal/Bill of Investment yang baru sebagai pengganti Undang-Undang No.1 tahun 1967 tentang Penanaman Modal dan Undang-Undang No.6 tahun 1968 tentang Penanaman Modal Dalam Negeri, Badan Koordinasi Penanaman Modal telah melakukan kunjungan studi banding ke Brunei Darussalam pada tanggal 10-12 Desember, 2003. Delegasi Badan Koordinasi Penanaman Modal Indonesia terdiri dari 4 orang dipimpin oleh Deputi Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal, Engineer Yus’an. Dalam kunjungannya, delegasi tersebut telah mengadakan pertemuan dengan Pengiran Metali Pengiran Hj Jemat Ketua Unit Promosi dan Industri Kementerian Perindustrian dan Sumber-Sumber Utama Brunei, Mr. John Perry Direktur Lembaga Kemajuan Ekonomi Brunei, dan Pejabat Kementerian Keuangan Brunei Darussalam.

file:///E|/Aziz's%20Doc/Brunei%20Darussalam/2003pr25.htm (1 of 2) [8/29/2008 5:43:21 PM]

INDONESIAN EMBASSY PRESS RELEASE

Delegasi Badan Koordinasi Penanaman Modal juga berkunjung kepada Duta Besar Republik Indonesia di Bandar Seri Begawan, Bapak Yusbar Djamil, dan menyempatkan diri untuk beramah mesra dengan staff Kedutaan Indonesia di Bandar Seri Begawan. Pada acara tersebut, Ketua Engineer Yus’an telah menjelaskan, bahwa Kedutaan Besar Indonesia di luar negeri dapat berperan dalam pemberian informasi dan fasilitasi bagi calon pelabur yang berminat melabur di Indonesia. Delegasi Agensi Pelaburan Indonesia meninggalkan Bandar Seri Begawan hari Jumat, 12 Desember, 2003.

Bandar Seri Begawan, 5 Desember 2003

| Home | Press Release | Statement | Bulletin | Bilateral Issues | | Business Info | Education Info | Tourism | Consular | | The Embassy | Link
Copyright (c) 2000-2003 Embassy of the Republic of Indonesia to Negara Brunei Darussalam

file:///E|/Aziz's%20Doc/Brunei%20Darussalam/2003pr25.htm (2 of 2) [8/29/2008 5:43:21 PM]

INDONESIAN EMBASSY PRESS RELEASE

HOME

ANGGOTA KOMISI VI DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA BERKUNJUNG KE BRUNEI DARUSSALAM ____________________________________________________________________ Empat (4) orang anggota Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (Parlemen Indonesia) dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi VI Hjh. Chodijah H.M. Soleh, melakukan kunjungan kerja ke Brunei Darussalam tanggal 7-9 Januari, 2004. Komisi VI DPR-RI adalah komisi yang membidangi masalah agama, pendidikan, kebudayaan, pariwisata, kepustakaan, dan arsip nasional. Tujuan daripada kunjungan ini adalah untuk melihat kemungkinan menggalakkan kembali penggunaan huruf Jawi atau huruf Arab Gundul di Indonesia, seperti yang ada dan dilakukan di Brunei Darussalam. Dalam kesempatan pertemuan di Kedutaan Besar Republik Indonesia, Duta Besar Republik Indonesia untuk Brunei Darussalam, Bapak Drs. Yusbar Djamil telah memberikan pemaparan kepada para anggota Komisi VI DPR-RI tersebut, mengenai perkembangan hubungan bilateral antara Indonesia dengan Brunei Darussalam di berbagai bidang. Duta Besar menjelaskan, hubungan kedua negara telah mengalami peningkatan yang berarti semenjak kunjungan kenegaraan Sultan Hasanal Bolkiah ke Indonesia pada bulan
file:///E|/Aziz's%20Doc/Brunei%20Darussalam/2004pr01.htm (1 of 2) [8/29/2008 5:43:22 PM]

INDONESIAN EMBASSY PRESS RELEASE

April 2003. Dalam hal perdagangan terlihat peningkatan berarti, di mana Brunei Darussalam mengekspor ke Indonesia antara lain: petroleum, radio transmission apparatus, concrete or mortar mixers electric. Di lain pihak, Brunei Darussalam mengimpor dari Indonesia antara lain: mie (noodles containing eggs not cooked stuffed or prepared), makanan bayi, aluminium sulphatus, ban mobil, barang-barang cetakan, termasuk kendaraan bermotor. Rombongan sempat melakukan peninjauan ke beberapa obyek budaya dan pariwisata di Brunei Darussalam seperti: Kampung Ayer, Mesjid Jami’ As’r, dan Musium alat-alat kebesaran Di-Raja Royal Galeria. Rombongan anggota Komisi VI DPR-RI kembali ke Jakarta pada tanggal 9 Januari 2004. Bandar Seri Begawan, 8 Januari, 2004

| Home | Press Release | Statement | Bulletin | Bilateral Issues | | Business Info | Education Info | Tourism | Consular | | The Embassy | Link
Copyright (c) 2000-2003 Embassy of the Republic of Indonesia to Negara Brunei Darussalam

file:///E|/Aziz's%20Doc/Brunei%20Darussalam/2004pr01.htm (2 of 2) [8/29/2008 5:43:22 PM]

INDONESIAN EMBASSY PRESS RELEASE

HOME

36 PERUSAHAAN INDONESIA TURUT SERTA DALAM BITE (BRUNEI INTERNATIONAL TRADE EXHIBITION) 2004 ____________________________________________________________________ Indonesia adalah salah satu negara yang ikut serta secara aktif pada Pameran Perdagangan Antar Bangsa Brunei (BITE) tahun 2004. Dua Propinsi yaitu Propinsi Jawa Barat dan Propinsi Kalimantan Tengah telah mengirimkan pengusaha dan pejabat pemerintahnya yang berjumlah sekitar 90 orang untuk ikut serta pada BITE tahun 2004 di Bandar Seri Begawan. Propinsi Jawa Barat mengirimkan 36 buah perusahaan diwakili oleh 75 orang Pengusaha dan 5 orang Pejabat Pemerintah, sementara Propinsi Kalimantan Tengah diwakili oleh 10 orang Pejabat Pemerintahnya. Duta Besar Republik Indonesia untuk Brunei Darussalam, Yusbar Djamil yang hadir pada acara pembukaan pameran menyatakan BITE merupakan suatu peluang bagi konsumen Brunei Darussalam untuk lebih mengenal aneka ragam barang produk manufaktur Indonesia, berupa handicraft, tenunan batik dan seni embooidernya yang bernilai tinggi, lukisan kaligrafi bernapaskan ke-Islaman, furniture, produksi makanan jadi dsb. Duta Besar RI Yusbar Djamil mengemukakan juga terbuka peluang usaha business bagi pengusaha tempatan yang ingin menjalin kontak dagang dengan pengusaha manufaktur Indonesia melalui business matching di BITE 2004 ini.

file:///E|/Aziz's%20Doc/Brunei%20Darussalam/2004pr06.htm (1 of 2) [8/29/2008 5:43:23 PM]

INDONESIAN EMBASSY PRESS RELEASE

Untuk pameran yang baru pertama kali diikuti ini, terlihat minat dan antusiasme Pengusaha Indonesia cukup besar. Ada pun produk yang dipamerkan kali ini antara lain adalah: shoes, alat-alat rumah tangga, furniture dan handicraft, sarung, clothes, mukenas, women’s fashion long dress, products of mining and agrobusiness, medical equipments, sports equipments, dan gene stone dan souvenirs. Selain mempromosikan produk-produk perdagangan, pada BITE 2004 juga telah dipromosikan investasi, terutama promosi investasi di Propinisi Kalimatan Tengah. Bandar Seri Begawan, 28 Pebruari 2004

| Home | Press Release | Statement | Bulletin | Bilateral Issues | | Business Info | Education Info | Tourism | Consular | | The Embassy | Link
Copyright (c) 2000-2003 Embassy of the Republic of Indonesia to Negara Brunei Darussalam

file:///E|/Aziz's%20Doc/Brunei%20Darussalam/2004pr06.htm (2 of 2) [8/29/2008 5:43:23 PM]

INDONESIAN EMBASSY PRESS RELEASE

HOME

No.01 /Pensosbud/I/2005

INDONESIANS IN THE SULTANATE PERFORMED “GHAIB” MASS PRAYER FOR EARTHQUAKE AND TSUNAMI VICTIMS IN ACEH AT THE EMBASSY

In light of the national disaster, devastating earthquake and tsunami tidal wave which occurred on 26 December 2004 in the Province of Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) and North Sumatra, The Embassy of the Republic of Indonesia in Bandar Seri Begawan conducted the “Ghaib” mass prayer for the Moslem casualties of the tragedy. The service aims to show solidarity and unity toward our countrymen especially to casualties. The mass prayer attended by Ambassador of Republic of Indonesia, H.E. Yusbar Djamil and more than 150 Indonesian expatriates and their families in Brunei Darussalam. The “Ghaib” mass prayer performed after “Isya” led by Ustad Haji Abdul Qadir Umar Alhamidy, MA, senior lecturer of Islamic Study Institute of Sultan Omar Ali Saifuddien, University of Brunei Darussalam. The mass prayer was followed by the recital of “Surah Yasin” led by Ustad Haji Akhtiar Ismail. To date as of 31 December 2004, death toll in Indonesia alone reached around 80.00 lives. The Indonesian Ambassador, H.E. Yusbar Djamil in his remarks quote the exemplary action led by His Majesty, the Sultan and Yang Dipertuan of Brunei Darussalam who sent

file:///E|/Aziz's%20Doc/Brunei%20Darussalam/2005pr01.htm (1 of 2) [8/29/2008 5:43:23 PM]

INDONESIAN EMBASSY PRESS RELEASE

condolences and expressed deep sadness on the fatality of many lives following the earthquakes and tsunami waves hitting Indonesia. Indonesian Ambassador also appreciated the friends of Brunei Darussalam and Indonesians who had express their sympathy and provide assistance in kind and liquids for the victims. The function was concluded by the presentation of slide projector about “The earthquake and Tsunami in Nanggroe Aceh Darussalam” delivered by Haji Agus S Djamil, an Indonesian geologist from Unit Petroleum of Prime’s Minister Office, Negara Brunei Darussalam. In his presentation, the speaker explained how the process of earthquakes and tidal tsunami with its epicenter in Indian Ocean 160 km West of the Province Nanggroe Aceh Darussalam on 26 December 2004. At the end, speaker gave some early warnings of the disaster to anticipate the earthquake could come afterward. In response to the public demands who have expressed their sympathy and intended to donate to alleviate the misery faced by thousands of the victim of disasters in Aceh, the Indonesian Embassy has open The Tsunami Disaster Relief’s Assistance Section headed by Mr. M. Nazirwan Hafiz (HP, 8721376) and Mr. Soerjadi Dharmawisastra (HP; 8721273) at the address: The Embassy of the Republic of Indonesia Simpang 528, Kg. Sg. Hanching Baru Jalan Muara, Bandar Seri Begawan Telephone: 2330180 or fax: 2330646 Bandar Seri Begawan, January1, 2005

| Home | Press Release | Statement | Bulletin | Bilateral Issues | | Business Info | Education Info | Tourism | Consular | | The Embassy | Link
Copyright (c) 2000-2003 Embassy of the Republic of Indonesia to Negara Brunei Darussalam

file:///E|/Aziz's%20Doc/Brunei%20Darussalam/2005pr01.htm (2 of 2) [8/29/2008 5:43:23 PM]

INDONESIAN EMBASSY PRESS RELEASE

HOME

No : 02/Pen/I/2005

PERHATIAN SULTAN DAN RAKYAT BRUNEI TERHADAP BENCANA ALAM GEMPA BUMI DAN GELOMBANG TSUNAMI SANGAT MENDALAM
Berita terjadinya bencana alam gempa bumi dan gelombang Tsunami yang menerpa beberapa negara di Asia termasuk Indonesia telah menggemparkan dan mengetuk hati yang terdalam dari rakyat maupun Sultan Brunei Darussalam. Pada saat pertama kali mendengar berita mengenai bencana alam tersebut, tanggal 26 Desember 2004, Sultan melalui Kedubesnya di Jakarta telah menyerahkan bantuan sebesar USD 100.000. Hari berikutnya tanggal 27 Desember 2004 Sultan juga telah menyampaikan ucapan duka-cita serta simpati yang mendalam. Ucapan ini telah dibalas oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Di saat yang prihatin ini, Sultan telah membatalkan segala jenis hiburan dalam rangka menyambut tahun baru 2005 dan diganti dengan kegiatan Shalat Ghoib di masjid-masjid. Atas petunjuk Sultan, Menteri Pendidikan Brunei Darussalam telah menghimbau seluruh pelajar untuk memberikan sumbangan sebesar B$ 1, setiap orangnya. Pada tanggal 3 Januari 2005 Kementerian Kebudayaan Belia dan Sukan dan Persekutuan Pengakap (Pramuka) Brunei Darussalam masing-masing telah mengumpulkan dana sebesar B$ 250.000 dan B$ 4000 yang akan disumbangkan kepada seluruh korban gempa bumi dan gelombang tsunami termasuk korban di Indonesia (B$ 1 = Rp 5500,-).

file:///E|/Aziz's%20Doc/Brunei%20Darussalam/2005pr02.htm (1 of 2) [8/29/2008 5:43:24 PM]

INDONESIAN EMBASSY PRESS RELEASE

Selain masyarakat Brunei Darussalam, masyarakat ekspatriat pun tak mau ketinggalan untuk mengumpulkan dan mengirimkan bantuan ke masing-masing negaranya. Mereka antara lain dari Malaysia, Indonesia, Philipina, Thailand, Singapura dan Sri Lanka. Masyarakat Indonesia di Brunei Darussalam pun tidak mau ketinggalan. Di bawah koordinasi yang erat dengan KBRI Bandar Seri Begawan, Ibu Mijanti D. Rahardja seorang pengusaha Indonesia terkemuka di Brunei Darussalam berhasil mengumpulkan 4 container barang berupa pakaian, selimut dan sepatu/sandal yang akan dikirimkan ke Medan Sumatera Utara tanggal 10 Januari 2004. Selain daripada itu, paguyuban Masyarakat Indonesia, Kerabat Nusantara telah berhasil mengumpulkan dana sumbangan sebesar B$ 3000,-. Sesuai petunjuk dari Jakarta, Duta Besar RI Yusbar Djamil telah mengeluarkan SK mengenai pembentukan suatu Satuan Tugas (Satgas) Penanggulangan Bencana Alam yang pada dasarnya bertugas untuk menggalang solidaritas masyarakat Indonesia, dan menggalang pengumpulan dana bantuan dari masyarakat Indonesia di Brunei Darussalam. Satgas juga bertugas memberikan informasi, publikasi dan keterangan seputar bencana alam kepada masyarakat Indonesia di Brunei Darussalam. Kegiatan konkrit yang telah dilaksanakan oleh Satgas KBRI Bandar Seri Begawan adalah membuat himbauan kepada masyarakat Indonesia melalui dua kali penerbitan press release di media massa setempat. Tanggal 30 Desember 2004 mengirimkan uang sumbangan tahap pertama berasal dari staf KBRI Bandar Seri Begawan sebesar US$ 1000. Satgas selanjutnya telah mengumpulkan sumbangan Masyarakat Indonesia melalui Kotak Amal Bantuan sunami Aceh berjumlah lebih dari B$ 10.000 atau sekitar Rp 55 juta yang segera dikirim ke Acehj dan Sumut melalui Posko Deplu Jakarta.

Bandar Seri Begawan, 4 Januari 2005

| Home | Press Release | Statement | Bulletin | Bilateral Issues | | Business Info | Education Info | Tourism | Consular | | The Embassy | Link
Copyright (c) 2000-2003 Embassy of the Republic of Indonesia to Negara Brunei Darussalam

file:///E|/Aziz's%20Doc/Brunei%20Darussalam/2005pr02.htm (2 of 2) [8/29/2008 5:43:24 PM]

INDONESIAN EMBASSY PRESS RELEASE

HOME

No : 07/Pensosbud/iI/2005

WORKING VISIT OF THE AMBASSADOR OF INDONESIA TO TEMBURONG

Group photo of Indonesian workers with H.E. Mr. Yusbar Djamil and Madam Praptiningsih Yusbar (central) (3)

The Ambassador of the Republic of Indonesia to Brunei Darussalam H.E Mr. Yusbar Djamil accompanied by some of the Embassy’s Staff visited Temburong on February 26 to 27, 2005.

file:///E|/Aziz's%20Doc/Brunei%20Darussalam/2005pr07.htm (1 of 2) [8/29/2008 5:43:25 PM]

INDONESIAN EMBASSY PRESS RELEASE

The purpose of the visit was to meet the invitation of the Indonesian community members working and residing in Temburong who wanted to express their sympathy and intended to donate to alleviate the misery faced by the victims of tsunami disaster in Aceh and North Sumatera. The meeting with the Indonesian community members was held at Sekolah Persediaan Arab Pekan Bangar Temburong on Februari 26, 2005 and was attended by around one hundred attendees. During the meeting, the Indonesian community members were briefed by Mr. Bambang Gumilar and Mr. Herman Darman, two Indonesian geologists who gave presentation of slide projector about the earthquake and tsunami in Aceh and North Sumatera. The said two Indonesian geologists are working at Brunei Shell Petroleum Company in Seria. During the visit to Temburong, the Ambassador H.E.Mr. Yusbar Djamil paid a courtesy call to Awang Syahminan bin Haji Tengah, the Acting District Officer of Temburong. In the meeting with Awang Syahminan, H.E Mr. Yusbar Djamil quoted the exemplary actions demonstrated by His Majesty Sultan Haji Hassanal Bolkiah being the first Head of State to visit the Tsunami’s affected area of Aceh early this month. H.E Mr. Yusbar Djamil also appreciated the fact that His Majesty Sultan Haji Hassanal Bolkiah and the people of Brunei Darussalam have committed themselves to assist Indonesia not only for the emergency relief but also for the rehabilitation and reconstruction process due to begin shortly. Bandar Seri Begawan, February 28, 2005

| Home | Press Release | Statement | Bulletin | Bilateral Issues | | Business Info | Education Info | Tourism | Consular | | The Embassy | Link
Copyright (c) 2000-2003 Embassy of the Republic of Indonesia to Negara Brunei Darussalam

file:///E|/Aziz's%20Doc/Brunei%20Darussalam/2005pr07.htm (2 of 2) [8/29/2008 5:43:25 PM]

INDONESIAN EMBASSY PRESS RELEASE

HOME

No.15 /Pensosbud/IV/2005

Menko Perekonomian RI, Ir. Aburizal Bakrie jadi Pembicara Utama pada Konferensi Bisnis Nasional di Brunei Darussalam
Menko Perekonomian RI, Ir. Aburizal Bakrie mengadakan kunjungan ke Bandar Seri Begawan tanggal 27 April 2005 untuk memenuhi undangan Asia INC. Forum. Asia INC. Forum mengundang Menko Perekonomian RI, Ir. Aburizal Bakrie untuk menjadi pembicara utama dalam Konferensi Bisnis Nasional Brunei Darussalam tanggal 27 April 2005. Konferensi Bisnis Nasional ini dihadiri oleh 300 delegasi dari berbagai negara dan dinilai sangat prestisus mengingat para delegasi berasal dari berbagai kalangan pengusaha besar dan kalangan pemerintah. Penunjukan Menko Perekonomian RI, Ir. Aburizal Bakrie sebagai pembicara dinilai sangat tepat karena disamping menjabat sebagai Menteri yang mengurus bidang perekonomian juga karena pengalaman beliau yang luas sebagai mantan praktisi ekonomi. Ceramah Menko Perekonomian RI, Ir. Aburizal Bakrie tersebut mendapat sambutan hangat ditandai dengan banyaknya tanggapan yang disampaikan pada saat sessi tanya jawab. Dalam ceramahnya yang berjudul “The Rebuilding of Indonesia: Opportunities for New Partnership”, Menko Perekonomian RI, Ir. Aburizal Bakrie menyatakan bahwa Indonesia

file:///E|/Aziz's%20Doc/Brunei%20Darussalam/2005pr15.htm (1 of 3) [8/29/2008 5:43:26 PM]

INDONESIAN EMBASSY PRESS RELEASE

saat ini sedang memasuki babak baru menjadi negara yang lebih demokratis, lebih sejahtera dan lebih stabil. Kondisi perekonomian Indonesia menunjukkan perbaikan berarti. Pada tahun 2004, kondisi perekonomian lebih baik dari yang diprediksikan sebelumnya. Tingkat Inflasi rendah, nilai suku bunga turun dan indek harga saham gabungan untuk pertama kalinya mencapai level tertinggi. Untuk pertama kali pula sejak tahun 1997, tingkat pertumbuhan investasi mencapai 13,7% dan tingkat pertumbuhan ekspor mencapai 18,3%. Oleh karena itu, para pengamat ekonomi termasuk IMF dan Bank Dunia percaya bahwa era pertumbuhan tinggi yaitu diatas 6-7% pertahun bukan lagi menjadi sesuatu yang tidak mungkin bagi Indonesia tahun-tahun mendatang. Dalam masalah fiskal juga menunjukkan kecenderungan yang positif bahkan di Asia, Indonesia saat ini menjadi salah satu negara dengan tingkat defisit yang paling rendah. Walaupun indikator ekonomi makro menunjukkan kecenderungan yang positif, namun Pemerintah menyadari bahwa reformasi dalam bidang mikro-ekonomi juga merupakan sesuatu yang sangat penting. Hal itu berarti bahwa pemerintah harus dapat memperbaiki iklim investasi, membuat peraturan dan perundangan yang akrab dengan dunia usaha, menghapuskan ekonomi biaya tinggi, melakukan reformasi sistem perpajakan dan lain sebagainya. Disamping itu, infrastruktur adalah merupakan tulang punggung pembangunan yang sangat mendasar. Dari prediksi pemerintah, untuk mencapai pertumbuhan rata-rata GDP sebesar 6,6 % pertahun pada 5 tahun mendatang, Indonesia membutuhkan dana untuk investasi infrastruktur sebesar Rp 1.300 trilyun. Karena keterbatasan anggaran, pemerintah hanya dapat mengalokasikan dana sebesar 17% sehingga terdapat kesenjangan yang cukup besar antara anggaran yang tersedia dengan kebutuhan dana tersebut. Terkait dengan hal ini Menko Perekonomian RI, Ir. Aburizal Bakrie mengajak pengusaha di Brunei Darussalam untuk berpartisipasi dalam investasi pembangunan infrastruktur di Indonesia.

Bandar Seri Begawan, 28 April 2005

file:///E|/Aziz's%20Doc/Brunei%20Darussalam/2005pr15.htm (2 of 3) [8/29/2008 5:43:26 PM]

INDONESIAN EMBASSY PRESS RELEASE

| Home | Press Release | Statement | Bulletin | Bilateral Issues | | Business Info | Education Info | Tourism | Consular | | The Embassy | Link
Copyright (c) 2000-2003 Embassy of the Republic of Indonesia to Negara Brunei Darussalam

file:///E|/Aziz's%20Doc/Brunei%20Darussalam/2005pr15.htm (3 of 3) [8/29/2008 5:43:26 PM]

INDONESIAN EMBASSY PRESS RELEASE

HOME

No.16 /Pensosbud/IV/2005 KERJASAMA BILATERAL BIDANG PERTAHANAN INDONESIA – BRUNEI MENINGKAT KSAU Djoko Suyanto Mendapat Penghargaan Wing Penerbang Kehormatan Dari Sultan Brunei Darussalam
Sultan Brunei Darussalam, Sultan Haji Hassanal Bolkiah telah berkenan menganugerahkan “Wing Penerbang Kehormatan Tentera Udara Diraja Brunei Darussalam” kepada Kepala Staf TNI Angkatan Udara Marsekal Madya Djoko Suyanto. Marsekal Madya Djoko Suyanto menerima penghargaan ini dalam kunjungan kerjanya selama dua hari (26-27 April 2005) ke Brunei Darussalam sebagai penghargaan atas jasanya dalam meningkatkan kerjasama antara TNI AU dengan Angkatan udara Brunei Darussalam. Wing kehormatan tersebut telah disematkan kepada Marsdya Djoko Suyanto dalam suatu upacara militer di Markas Besar Tentera Udara Diraja Brunei oleh Panglima Angkatan Bersenjata Diraja Brunei Mayjen Dato Paduka Seri Haji Awang Halbi Haji Yusof hari Selasa tanggal 26 April 2005. Upacara tersebut dihadiri pula oleh Duta Besar RI untuk Brunei Darussalam Yusbar Djamil. Duta Besar Yusbar Djamil mengharapkan kiranya penganugerahan wing kehormatan ini dapat

file:///E|/Aziz's%20Doc/Brunei%20Darussalam/2005pr161.htm (1 of 2) [8/29/2008 5:43:27 PM]

INDONESIAN EMBASSY PRESS RELEASE

meningkatkan lagi hubungan kerjasama antara Indonesia dan Brunei Darussalam di bidang pertahanan khususnya pertahanan udara di masa datang. Selesai upacara penyematan wing kehormatan, Marsekal Madya TNI Djoko Suyanto mengadakan kunjungan kehormatan kepada KSAU Brunei Darussalam Kol.(U) Haji Mahmud Haji Saidin, kepada Wakil Menteri Pertahanan Brunei Darussalam Mayjen (Purn) Pengiran Haji Ibnu Ba’asith dan Sekjen Departemen Pertahanan Brunei Darussalam, Pehin Dato Kolonel (L) Mohammad Yasmin. Pada kunjungan ini, Marsekal Madya Djoko Suyanto disertai oleh isteri yaitu Ibu Ratna Sinar Febrian dan beberapa Perwira tinggi TNI AU lainnya.

Bandar Seri Begawan, 28 April 2005

| Home | Press Release | Statement | Bulletin | Bilateral Issues | | Business Info | Education Info | Tourism | Consular | | The Embassy | Link
Copyright (c) 2000-2003 Embassy of the Republic of Indonesia to Negara Brunei Darussalam

file:///E|/Aziz's%20Doc/Brunei%20Darussalam/2005pr161.htm (2 of 2) [8/29/2008 5:43:27 PM]

INDONESIAN EMBASSY PRESS RELEASE

HOME

No.17 /Pensosbud/V/2005

FRIENDSHIP VOLLEY BALL GAME BETWEEN THE EMBASSY OF THE REPUBLIC OF INDONESIA’S STAFF AND THE LIMAU MANIS POLICE STATION’S OFFICER

The Embassy of the Republic of Indonesian conducted a friendship volley ball game between the Embassy’s staff and The Limau Manis Police Station officer at its premise on 13 May 2005. The game was officially declared open by the Indonesian Ambassador, H. E. Mr. Yusbar Djamil who stroke the first ball. H.E. Mr. Yusbar Djamil said that this game aims to promote healthy life style through volley ball sport and to boost good relationship between the Embassy of the Republic of Indonesia’s staff and The Limau Manis Police Station’s officer as well. The game was involving two teams from both sides. The Indonesian Embassy named its team by “KBRI Satu” led by Sudarsono Soedirlan while “KBRI Dua” led by Sukijo Hadiyatmo. In this regard, the Limau Manis
file:///E|/Aziz's%20Doc/Brunei%20Darussalam/2005pr17.htm (1 of 2) [8/29/2008 5:43:28 PM]

INDONESIAN EMBASSY PRESS RELEASE

Police Station officer led by Insp. Haji Hasnul Fikri bin Haji Metussin, Head of Limau Manis Police Station also represented by two teams. The first team was dubbed “Police A” led by Copal Roslan Haji Abdul Latif while the second team was dubbed “Police B” led by PC (Police Constables) Rozimi Nona. At the end of game, Indonesian Embassy’s Team was claiming the victory. In the final, Embassy Team of “KBRI Satu” match with a 25-20 won against “Police A”.

Bandar Seri Begawan, 13 Mei 2005

| Home | Press Release | Statement | Bulletin | Bilateral Issues | | Business Info | Education Info | Tourism | Consular | | The Embassy | Link
Copyright (c) 2000-2003 Embassy of the Republic of Indonesia to Negara Brunei Darussalam

file:///E|/Aziz's%20Doc/Brunei%20Darussalam/2005pr17.htm (2 of 2) [8/29/2008 5:43:28 PM]

INDONESIAN EMBASSY PRESS RELEASE

HOME

No : 19/Pensosbud/VII/2005

FRIENDSHIP VOLLEY BALL MARKED THE OUTSET OF “INDONESIAN MONTH”

In concurrence with the established practice year by year, month of August will become a busy day for Indonesian community in Bandar Seri Begawan. It is because on August 17, 2005, Indonesian will celebrate the 60th anniversary of the proclamation of the Indonesian Independence.

On this occasion, the Embassy of the Republic of Indonesia will conduct various activities such as flag hoisting ceremony, diplomatic reception, sport competition, blood donation which will be commenced in July and last until August 2005.
file:///E|/Aziz's%20Doc/Brunei%20Darussalam/2005pr19.htm (1 of 2) [8/29/2008 5:43:29 PM]

INDONESIAN EMBASSY PRESS RELEASE

On Sunday morning of July 24, 2005 at 8 am, Ambassador of the Republic of Indonesia, H.E. Mr. Yusbar Djamil officially declared open the volley ball competition at its premise in Kampung Sungai Hanching by striking the first ball. This competition was joined by Indonesian community and will be finalized until August 7, 2005. On his remarks during the opening ceremony, H.E. Mr. Yusbar Djamil asked all participants to share the moment of the independence day celebration to boost nationalism spirit and to promote good will among Indonesian community member. This year volley ball competition is involving 20 teams which comprise 17 male teams and 3 female teams.

Bandar Seri Begawan, 24 July 2005

| Home | Press Release | Statement | Bulletin | Bilateral Issues | | Business Info | Education Info | Tourism | Consular | | The Embassy | Link
Copyright (c) 2000-2003 Embassy of the Republic of Indonesia to Negara Brunei Darussalam

file:///E|/Aziz's%20Doc/Brunei%20Darussalam/2005pr19.htm (2 of 2) [8/29/2008 5:43:29 PM]

INDONESIAN EMBASSY PRESS RELEASE

HOME

No : 21/Pensosbud/VIII/2005

“SUNGAI AKAR” WOMEN’S TEAM WON THE INDONESIAN NATIONAL DAY VOLLEY BALL CHAMPIONSHIP

The Women’s team of “Sungai Akar” was declared as champion for Women’s category at the Indonesian National Day Volley Ball Championship. The Indonesian Embassy’s Ladies team won the second place and “Kerabat Nusantara” quite happy with third position. The volley ball matches was conducted at the Embassy of the Republic of Indonesia, Kampong Sungai Hanching on Sunday August 7, 2005 attended by around 200 supporters.

file:///E|/Aziz's%20Doc/Brunei%20Darussalam/2005pr21.htm (1 of 2) [8/29/2008 5:43:32 PM]

INDONESIAN EMBASSY PRESS RELEASE

In another final for men, “Arbados” emerged as the winner after beating “Garuda” at the final round. There were twenty two teams representing all the Indonesian community residing in the Sultanate took part in the tournament held since July 24, 2005. In his remarks during the closing ceremony of the championship, the Indonesian Ambassador to Brunei Darussalam H.E Mr. Yusbar Djamil asked all participants to share the moment of the independence day celebration to boost nationalism spirit and to promote good will among Indonesian community member. H.E Mr Yusbar jamil also asked all Indonesians residing in Brunei Darussalam to participate in all other activities held by the Embassy in conjunction with the Indonesian Independence Day Celebration, especially to participate in the “Flag Hoisting Ceremony” that will be held at the Embassy of the Republic of Indonesia in Kg. Sungai Hanching Baru Jalan Muara on August 17, 2005 at 07.00.

Bandar Seri Begawan, August 7, 2005

| Home | Press Release | Statement | Bulletin | Bilateral Issues | | Business Info | Education Info | Tourism | Consular | | The Embassy | Link
Copyright (c) 2000-2003 Embassy of the Republic of Indonesia to Negara Brunei Darussalam

file:///E|/Aziz's%20Doc/Brunei%20Darussalam/2005pr21.htm (2 of 2) [8/29/2008 5:43:32 PM]

INDONESIAN EMBASSY IN BANDAR SERI BEGAWAN

* Welcome - Selamat Datang * Embassy of the Republic of Indonesia to Brunei Darussalam - Kedutaan Besar Republik Indonesia di Bandar Seri Begawan *

THE EMBASSY

Sejarah hubungan diplomatik
Awal dibukanya hubungan diplomatik antara Indonesia dengan Brunei Darussalam sebenarnya telah ditandai dengan adanya saling kunjung secara tidak resmi antara Pejabat Tinggi kedua negara. Menjelang kemerdekaan Brunei Darussalam pada 1984, Sultan Hassanal Bolkiah melakukan kunjungan tidak resmi ke Indonesia pada tahun 1981. Sementara itu Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Prof. Dr. Mochtar Kusumaatmadja, SH juga telah melakukan kunjungan ke Brunei Darussalam pada tahun 1982. Untuk melakukan persiapan pembukaan hubungan diplomatik RI dengan Kerajaan Brunei Darussalam, pemerintah RI telah menugaskan seorang Pejabat Senior Departemen Luar Negeri yakni saudara Muharam Soemadipradja sebagai pejabat penghubung (LO) selama periode bulan Oktober sampai dengan bulan Desember 1983. Hubungan diplomatik Republik Indonesia dengan Brunei Darussalam dibuka secara resmi pada tanggal 1 Januari 1984, dimana kedua pihak saling menempatkan wakilnya di masing-masing ibukota pada tingkat Kedutaan Besar. Yang ditunjuk sebagai Duta Besar Republik Indonesia pertama yang berkedudukan di Bandar Seri Begawan adalah Dubes Zuwir Djamal. Beliau menyerahkan surat-surat kepercayaan kepada Sultan Hassanal Bolkiah pada tanggal 13 Pebruari 1984. Sementara itu dari pihak Brunei yang ditunjuk sebagai sebagai Duta Besar pertama yang berkedudukan di Jakarta adalah Pg. Jaludin bin Pg. Mohammad Limbang yang menyerahkan surat-surat kepercayaannya kepada Presiden Soeharto pada bulan dan tahun yang sama.

Mass Media of Indonesia * Media Indonesia * Kompas * theJakarta Post
More

Mass Media of Brunei * Borneo Bulletin * Media Permata * Pelita Brunei
* Brudirect * Brunei Times

Lot 4498, Spg 528 Kampung Sungai Hanching, Jalan Muara, BS Begawan BC2115, Brunei Darussalam Telp: (+673) 2330180 Fax: 2330646s

History on Diplomatic Ties
The Various unofficial visits made by the Senior Officials from the Republic of Indonesia and Negara Brunei Darussalam marked the beginning of the Diplomatic ties between Indonesia and Brunei Darussalam. Towards achieving independence in 1984, Sultan Hassanal Bolkiah visited Indonesia in 1981 meanwhile Prof. Dr. Mochtar Kusumaatmadja, SH., Minister of Foreign Affairs of the Republic of Indonesia also visited Brunei Darussalam in 1982. Mr. Muharam Soemadipradja, a senior officer from Indonesian Ministry of Foreign Affairs was assigned by the Government of the Republic of Indonesia in preparation for the official opening of the diplomatic relations between the Republic of Indonesia and the Government of Negara Brunei Darussalam. The diplomatic ties between the Republic of Indonesia and Brunei Darussalam was officiated on 1st January 1984, whereby both countries established their own embassy office in the designated capital city. His Excellency Zuwir Djamal, the first Ambasador of the Republic of Indonesia to Negara Brunei Darussalam had on 13 February 1984, presented his Letter of Credence to His Majesty Sultan Hassanal Bolkiah. His Excellency Pg. Jaludin bin Pg. Mohammad Limbang, the first Ambassador of Negara Brunei Darussalam to

Visitor No :

file:///E|/Aziz's%20Doc/Brunei%20Darussalam/about.htm (1 of 3) [8/29/2008 5:43:35 PM]

INDONESIAN EMBASSY IN BANDAR SERI BEGAWAN

the Republic of Indonesia presented his Letter of Credence to President Soeharto in February 1984 as well.

List of Indonesian Ambassador to Brunei Darussalam

NO. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7.

NAMA KEPALA PERWAKILAN Name H.E. H. Zuwir Djamal H.E. H. Ferdy Salim (alm.) H.E. Drs. M. P. Azhari Boer H.E. Drs. Kusnadi Pudjiwinarto H.E. Rahardjo Djojonegoro, SH H.E. Drs. Yusbar Djamil H.E. Drs. Herijanto Soeprapto

MASA BAKTI Time 1984 - 1987 1987 - 1990 1991 - 1994 1995 - 1998 1998 - 2002 2002 - 2005 2006 - present

Organizational Chart

NO. 1.

NAME HE. Mr. Herijanto Soeprapto

Designation Ambassador Extraordinary and Plenipotentiary Minister / Deputy Chief of Mission / Head of Chancery Minister Counsellor Consular Affairs Minister Counsellor Policy Palnning Defence Attache Counsellor Social and Culture Affairs First Secretary Second Secretary Economy Affairs and Protocol Officer Third Secretary Economy Affairs Third Secretary Administration Treasurer Administration Staff Administration Staff

2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13.

Mr. Budi Perianto Mr. Syarifuddin Mrs. Erna Kusmaningsih Colonel Inf Herawan Adjie Mr. Enda Iskandar Yusuf Mr. Tjoki Aprianda Siregar Mr. Bimo Ariawan Mrs. Dyah Lestari Asmarani Mr. Eko Sutrisno Mr. Syahrial Ismail Mr. Robinson Tanjung Mr. Partiman

Address of Embassy of The Republic of Indonesia
Lot 4498. Simpang 528, Kampung Sungai Hanching Baru, Jalan Muara, Bandar Seri Begawan BC 2115, Brunei Darussalam Postal Address : PO Box 3013, Bandar Seri Begawan BS 8675, Brunei Darussalam Telephone : +673 - 2330180 Facsimile : +673 - 2330646
file:///E|/Aziz's%20Doc/Brunei%20Darussalam/about.htm (2 of 3) [8/29/2008 5:43:35 PM]

INDONESIAN EMBASSY IN BANDAR SERI BEGAWAN

Website E-mail

: http://www.indonesia.org.bn : kbribsb@brunet.bn

Office hours : Monday -Thursday 08.00 am - 12.30 pm 01.30 pm - 04.30 pm Friday 08.00 am - 12.00 noon 02.00 pm - 04.30 pm Saturday & Sunday CLOSED

Alamat Wisma Duta Indonesia Address of Indonesian Ambassador's Residence
Simpang 336 No. 155, Jalan Kebangsaan, Bandar Seri Begawan BA 1111, Brunei Darussalam Telepon/Phone : +673 - 2381490

Portal Nasional Republik Indonesia

Negara Brunei Darussalam

ASEAN Secretariat

APEC Secretariat

National Agency for Export Development of the Republic of Indonesia

This Web Site is designed and maintained by Indonesian Embassy in Bandar Seri Begawan Copyright (c) 2000-2008 Embassy of the Republic of Indonesia to Negara Brunei Darussalam

file:///E|/Aziz's%20Doc/Brunei%20Darussalam/about.htm (3 of 3) [8/29/2008 5:43:35 PM]

Palanta Baikoeni - BERKUNJUNG KE DAERAH TEMBURONG

Do you know efri yoni?
Become his contact

Who is on Multiply?
Find your friends

Want to learn more?
Take the Tour

Already a Member?
Sign In

Nov 1, '06 10:53 PM for everyone

Oleh : H. Efri Yoni Baikoeni Bencana alam gempa bumi dan gelombang tsunami tanggal 26 Desember 2004 di Nanggroe Aceh Darussalam telah menimbulkan duka cita dan simpati yang mendalam dikalangan masyarakat Indonesia di Brunei Darussalam, tidak terkecuali TKI di Daerah Temburong. Duta Besar RI, Yusbar Djamil dan 16 anggota rombongan telah memenuhi undangan TKI di daerah terpencil itu yang ingin bersilaturahmi dan menunjukkan simpati dan rasa duka cita atas terjadinya peristiwa bencana alam gempa bumi dan gelombang tsunami di Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) dan Sumatera Utara. Rombongan KBRI disertai juga oleh ahli Geologi asal Indonesia yang bekerja di Brunei Shell Petrolium (BSP), Seria yaitu Ir. Bambang Gumilar MSi dan Ir. Herman Darman MSc. Perjalanan ke daerah Temburong dilakukan tanggal 26-27 Pebruari 2004 dengan menggunakan 4 buah mobil. Selama di Daerah Temburong, rombongan menginap di “Rest House” milik Pemda Temburong di Pekan Bangar Pertemuan dengan Masyarakat Indonesia dihadiri lebih 150 orang di Sekolah Persediaan Arab Pekan Bangar tanggal 26 Pebruari 2005 yang diawali dengan makan malam bersama. Melalui presentasi slide projector, pembicara yaitu Bambang Gumilar, seorang petrophysic tamatan Teknik Perminyakan, ITB dan Herman Darman seorang geologist tamatan Petrolium Geology, Aberdeen United Kingdom menjelaskan mengenai peristiwa bencana alam gempa tsunami di NAD dan Sumatera Utara. Pada pertemuan itu pula, Duta Besar RI Yusbar Djamil menyampaikan ucapan terima kasih kepada Masyarakat Indonesia di Daerah Temburong yang telah menunjukkan simpati dan duka cita terhadap korban bencana alam gempatsunami. Disamping itu, Dubes RI juga mengingatkan agar masyarakat Indonesia senantiasa melengkapi diri dengan berbagai dokumen yang diperlukan agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan yang dapat merugikan dirinya sendiri, bahkan dapat mengganggu citra bangsa di Brunei Darussalam. Tokoh masyarakat Temburong, Ustad Muslih Sugito membacakan doa selamat sementara sambutan disampaikan oleh Suyanto. Meskipun dengan gaji yang tidak terlalu tinggi, namun sumbangan yang terkumpul cukup besar yaitu B $244,00 dan Rp50.000. Selain mengadakan pertemuan dengan masyarakat Indonesia, Duta Besar RI juga mengadakan kunjungan kehormatan kepada Kepala Daerah Temburong, Awang Syahminan Haji Tengah di Kantor Pemerintah Daerah Temburong Pekan Bangar. Kunjungan ini bertujuan untuk menjaga hubungan baik yang selama ini telah terbina sambil menitipkan masyarakat Indonesia yang bekerja di Temburong. Pada kunjungan itu, Duta Besar RI Yusbar Djamil menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Pemerintah dan rakyat Brunei Darussalam atas simpati dan perhatian mendalam
file:///E|/Aziz's%20Doc/Brunei%20Darussalam/BERKUNJUNG_KE_DAERAH_TEMBURONG.htm (1 of 4) [8/29/2008 5:43:40 PM]

baikoeni

● ● ● ●

Photos of efri yoni Personal Message RSS Feed [?] Report Abuse

Palanta Baikoeni - BERKUNJUNG KE DAERAH TEMBURONG

yang diberikan kepada korban bencana alam gempa bumi dan gelombang tsunami di Indonesia. Duta Besar juga menyampaikan penghargaan yang setinggi-tinggi nya kepada Sultan Haji Hassanal Bolkiah yang merupakan kepala negara pertama yang melakukan kunjungan ke NAD untuk melihat dari dekat kondisi kawasan yang mengalami bencana. Brunei Darussalam juga telah menunjukkan komitmen yang tinggi untuk membantu Pemri dalam upaya-upaya pemulihan NAD tidak hanya pada tahap tanggap darurat namun juga pada proses rekonstruksi dan rehabilitasi. Perjalanan ke Temburong Daerah Temburong adalah daerah terluas kedua di Brunei Darussalam namun berpenduduk paling sedikit yaitu 9.600 jiwa atau 2,8 % dari 338.400 jiwa penduduk Brunei Darussalam. Terdapat sekitar 1.000 orang TKI yang bekerja di sektor informal seperti pembantu rumah tangga (PRT), pekerja bangunan dan pekerja perkebunan/pertanian. Daerah Temburong merupakan salah satu dari empat propinsi di Brunei Darussalam. Daerah ini dikepalai oleh Pegawai Daerah (Gubernur) yang membawahi 5 mukim (kabupaten) yaitu: Mukim Bangar, Mukim Batu Apoi, Mukim Labu, Mukim Amo dan Mukim Bokok. Daerah Temburong memiliki luas 1,306 km2. Dari Bandar Seri Begawan diperlukan waktu sekitar 3 jam melalui jalan darat. Namun dengan melalui transportasi sungai hanya memerlukan waktu 45 menit saja. Hal tersebut karena untuk menuju Daerah Temburong, pengunjung harus melewati daerah Limbang, Malaysia yang memisahkan Daerah Brunei-Muara dan Daerah Temburong sehingga kita harus membawa pastport untuk melewati 4 kali pos imigrasi. Setelah menempuh perjalan sekitar 40 menit dari Bandar Seri Begawan, pengunjung akan sampai di Pos Imigrasi Kuala Lurah yang merupakan daerah perbatasan dengan Limbang. Sekitar 20 meter dari pos imigrasi tersebut berdiri pula pos Imigrasi Tedungan Malaysia. Pengecopan passport memerlukan waktu yang tidak sedikit apalagi perjalanan di akhir minggu. Kemudian perjalanan dilanjutkan ke kota Limbang dengan menempuh waktu sekitar 35 menit. Di Limbang Townland yang berpenduduk 19 ribu ini, pengunjung harus melapor lagi di Kantor Imigrasi Limbang untuk pengecopan ke-3 passport sebelum menuju Daerah Temburong. Antara kota Limbang ke perbatasan Daerah Temburong berjarak 15 km. Ketika memasuki Daerah Temburong, pengunjung harus melewati sungai yang lebarnya sekitar 20 m. Sungai inilah yang merupakan batas alam antara Limbang dan Daerah Temburong. Penyeberangan feri tersebut dengan membayar B $ 4 atau RM 8. Begitu menyeberangi sungai akhirnya sampailah di Daerah Temburong. Sebuah papan tanda besar berwarna hijau menyambut wisatawan yang sampai di daerah penghasil batu kerikil tersebut. Pengunjung kemudian masih harus melaporkan kembali di pos imigrasi Puni sebelum melanjutkan perjalanan ke Pekan Bangar yang merupakan ibu kota Daerah Temburong. Kota yang menjadi pusat pemerintahan dan pusat perdagangan tersebut terletak di tepi Sungai Temburong. Kota ini telah memiliki jalan raya yagng mulus yang menghubungkan kampung-kampung di sekitarnya. Kondisi alam Temburong Di Daerah Temburong terdapat gunung yang tingginya lebih dari 1000 meter di atas permukaan laut. Kawasan yang terletak arah Selatan dan berbatasan dengan Serawak tersebut merupakan dataran tinggi yang memiliki hutan bakau yang amat curam dan bergelombang. Beberapa gunung tinggi antara lain: Gunung Pagon, Gunung Retak, Gunung Belalong dan Gunung Paradayan. Gunung Pagon adalah gunung yang tertinggi di Brunei yang mencapai 1.850 meter. Sebagian besar kawasan Temburong masih tertutup hutan dan tidak didiami kecuali: Batang Duri, Bukok, Amo dan Biang. Penduduk umumnya bekerja sebagai petani. Kawasan hutan Temburong merupakan daerah paling tinggi curah hujannya terutama pada bulan September – Januari. Hutan Temburong adalah jenis hutan khatulistiwa sehingga menjadi lahan subur tumbuhnya pohon-pohon besar. Tanahnya diselimuti oleh tumbuh-tumbuhan menjalar yang sangat tebal sehingga tanahnya berlumpur dan lembab karena kurang mendapatkan sinar matahari. Sebagian besar hutan ini belum dijamah manusia terutama di pedalaman. Jenis pohon yang tumbuh antara lain: ramin, kapur, meranti, kerbing dan selangan batu. Pohon-pohon itu dijadikan bahan bangunan dan perabot. Daerah Temburong juga dialiri oleh beberapa buah sungai seperti Sungai Labu dan Sungai Temburong. Disekitarnya terbentang dataran rendah (tanah pamah) yang umumnya masih
file:///E|/Aziz's%20Doc/Brunei%20Darussalam/BERKUNJUNG_KE_DAERAH_TEMBURONG.htm (2 of 4) [8/29/2008 5:43:40 PM]

Palanta Baikoeni - BERKUNJUNG KE DAERAH TEMBURONG

diselimuti rawa-rawa. Dataran rendah terletak arah Utara dataran Tinggi Temburong dan terhampar luas sampai ke Teluk Brunei. Kawasan inipun masih diliputi hutan bakau sehingga usaha budidaya pertanian tidak berjalan dengan baik. Daerah pertanian hanya di beberapa tempat seperti: Kampung Paradayan dan Kampung Labu dengan hasilnya seperti: getah, padi, kelapa dan buah-buahan. Di daerah Temburong juga terdapat lembah yang dalam yang umumnya terbentang di Dataran Tinggi Temburong. Sungai Temburong yang panjangnya 111 km tersebut memiliki beberapa jeram. Hulunya terletak di lereng Gunung Pagon di arah Selatan. Sungai yang memiliki anak sungai seperti: Sungai Belalong, Sungai Batu Apoi dan Sungai Labu tersebut mengalir ke Teluk Brunei. Bagi penduduk Temburong, sungai merupakan sarana transportasi yang penting. Daerah Temburong merupakan daerah penghasil batu kerikil terbesar di Brunei yang ditambang di Batu Apoi, Bangar, Amo dan disepanjang jalan BangarLimbang. Obyek Wisata Temburong Selama di Daerah Temburong, pengunjung dapat melihat berbagai objek wisata alam dan wisata budaya yang merupakan ciri khas Daerah Temburong seperti: Kunjungan ke Taman Negara Ulu Temburong, mengunjungi Mini Zoo di Batang Duri, tinjauan ke Rumah Panjang di Mukim Amo. Daerah Temburong dihuni oleh beberapa etnis seperti: Melayu, Murut dan Iban. Sebelum meninggalkan Temburong, pengunjung jangan lupa membawa oleh-oleh berupa makanan. Wajid adalah makanan khas dari Temburong yang dapat dibeli di sekitar tamu. Kalau di Indonesia dikenal dodol maka wajid adalah sejenis dodol Brunei yang terbuat dari pulut hitam dan dilapisi oleh daun pandan. Rasanya manis dan sesuai untuk paganan sambil minum teh.

Bandar Seri Begawan, 7 Maret 2005

Tags: wisata brunei Prev: NELANGSA DIBALIK ASA Next: “Dengan Maulid Nabi Muhammad saw, Kita Lahirkan Umat Terbaik”
share reply

Add a Comment Add a comment to this blog entry, for everyone For: Send baikoeni a personal message Subject:
Re: BERKUNJUNG KE DAERAH TEMBURONG

audio reply video reply

-

Quote original message
Submit (Ctrl+Enter) Preview & Spell Check

© 2008 Multiply, Inc. About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help Template design Copyright © 2005 Jeff Miller
file:///E|/Aziz's%20Doc/Brunei%20Darussalam/BERKUNJUNG_KE_DAERAH_TEMBURONG.htm (3 of 4) [8/29/2008 5:43:40 PM]

Palanta Baikoeni - BERKUNJUNG KE DAERAH TEMBURONG

file:///E|/Aziz's%20Doc/Brunei%20Darussalam/BERKUNJUNG_KE_DAERAH_TEMBURONG.htm (4 of 4) [8/29/2008 5:43:40 PM]

Bilateral Issues - KBRI BS Begawan

Home

KUNJUNGAN KENEGARAAN SULTAN BRUNEI DARUSSALAM KE REPUBLIK INDONESIA TANGGAL 7 - 11 APRIL 2003

Kunjungan Sultan Hassanal Bolkiah ke Indonesia tanggal 7 - 11 April 2003 yang lalu merupakan kunjungan kenegaraan kedua, setelah kunjungan kenegaraan pertamanya pada bulan Oktober 1984. Kunjungan tersebut Daftar Isi: menandai babak baru dalam hubungan bilateral Indonesia – Brunei Darussalam dan mengisyaratkan tekad kedua pemimpin bagi peningkatan Info Singkat hubungan dan kerjasama kedua negara di berbagai bidang yang selama ini telah terjalin dengan baik. Galeri Foto Liputan Pers Pertemuan bilateral antara Delegasi Brunei dan Indonesia yang membahas usaha-usaha peningkatan hubungan bilateral kedua negara telah memperoleh hasil positif dalam rangka meningkatkan saling pengertian dan menjajaki bidang-bidang kongkrit dalam hubungan kerjasama kedua negara. Selama kunjungan Sultan Hassanal Bolkiah telah dicapai beberapa komitmen yang perlu segera ditindaklanjuti dalam tataran teknis antara kedua negara seperti yang terangkum dalam Joint Press Statement yang dikeluarkan setelah selesainya pembicaraan antara kedua Kepala Negara antara lain: a. Penyelenggaraan Sidang Komisi Bersama Indonesia-Brunei yang akan menggarap bidang-bidang kerjasama kongkrit antara kedua negara akan menjadi prioritas bagi kedua belah pihak; b. Kesepakatan kedua pihak untuk meningkatkan hubungan perdagangan dan kerjasama investasi kedua negara termasuk penggalakkan sektor swasta untuk ambil peranan serta menjajaki
file:///E|/Aziz's%20Doc/Brunei%20Darussalam/bi_info.htm (1 of 3) [8/29/2008 5:43:41 PM]

Bilateral Issues - KBRI BS Begawan

pembentukan business council; c. Pengakuan terhadap peranan dan kontribusi Tenaga Kerja Indonesia dalam pembangunan di Brunei serta sambutan terhadap Tenaga Kerja Indonesia yang serumpun khususnya terhadap tenagatenaga trampil (skilled); d. Kesepakatan untuk menjajagi dalam kerjasama perminyakan khususnya dalam bidang peningkatan sumber daya manusia antara kedua negara; e. Komitmen terhadap usaha revitalisasi kerjasama Brunei Darussalam – Indonesia – Malaysia – Philippines East ASEAN Growth Area (BIMPEAGA); f. Sambutan terhadap kerjasama di bidang kebahasaan dalam kerangka MABBIM (Majelis Bahasa Brunei, Indonesia, Malaysia) dan kerjasama di bidang agama dalam kerangka MABIMS (Majelis Agama Brunei, Indonesia, Malaysia dan Singapura). Kunjungan Sultan ke fasilitas-fasilitas militer dan berhasilnya penandatanganan MOU tentang Kerjasama di bidang Kerjasama Pertahanan antara kedua negara di samping akan memberikan payung terhadap kerjasama yang telah berlangsung selama ini diharapkan juga akan lebih memantapkan kerjasama-kerjasama teknis lain yang dicakup dalam MOU tersebut. Pemberian gelar Doktor HC kepada Sultan Hassanal Bolkiah oleh Universitas Gadjah Mada telah menjadikan Sultan Hassanal Bolkiah sebagai salah satu alumnus dan juga ajakan Sultan Hassanal Bolkiah terhadap mahasiswa Universitas Gadjah Mada untuk belajar di Universitas Brunei Darussalam telah membuka peluang untuk dibuatnya suatu MOU di bidang pendidikan antara kedua negara atau pun antara kedua Universitas. Secara umum kunjungan kenegaraan Sultan Hassanal Bolkiah ke Indonesia dapat dinilai sukses dan berjalan lancar, baik dari segi substansi maupun teknis pelaksanaan/aspek-aspek protokoler terlihat dari kunjungan yang semula dijadwalkan untuk tiga hari berkembang menjadi lima hari. Dari segi substansi dalam kunjungan ini berhasil dicapai beberapa komitmen-komitmen tingkat atas seperti MOU Bidang Kerjasama Pertahanan, usaha-usaha peningkatan kerjasama perdagangan, kerjasama di bidang pendidikan, sektor tenaga kerja, kerjasama di bidang
file:///E|/Aziz's%20Doc/Brunei%20Darussalam/bi_info.htm (2 of 3) [8/29/2008 5:43:41 PM]

Bilateral Issues - KBRI BS Begawan

perminyakan dan lain-lain yang diharapkan dapat segera ditindaklanjuti pada tingkat teknis. Peliputan mass media terhadap kunjungan cukup memadai baik dari mass media di Indonesia dan terutamanya peliputan pada mass media di Brunei Darussalam cukup mendapat perhatian khusus dan besar-besaran seperti terlihat dalam sajian gambar-gambar dalam buletin kita ini.
(Sumber: Buletin KBRI oleh Bidang Penerangan KBRI Bandar Seri Begawan Edisi April 2003)

Copyright (c) 2000-2003 Embassy of the Republic of Indonesia to Negara Brunei Darussalam

file:///E|/Aziz's%20Doc/Brunei%20Darussalam/bi_info.htm (3 of 3) [8/29/2008 5:43:41 PM]

file:///E|/Aziz's%20Doc/Brunei%20Darussalam/brunei.htm

LIST OF BILATERAL TREATIES TO WHICH INDONESIA IS A PARTY

NO. 1

Country Type of Cooperation BRUNEI DARUSSALAM (BRUNEI DARUSSALAM) ECO[Economy] Agreement

Treaty Classification Title

Place Date of Signing Bandar Sri Begawan

Agreement Between the Government of the Rep. of Indonesia and the Government 24-Jul-86 of Brunei Darussalam For Air Services Between and Beyond Their Respective Territories Agreement Agreement between the Government of the Republic of Indonesia and the Government of Brunei Darussalam for the Avoidance of Double Taxation and the Prevention of Fiscal Evasion with Respect to Taxes on Income Agreed Minutes Bandar Seri Begawan 27-Feb-00

2

BRUNEI DARUSSALAM (BRUNEI DARUSSALAM) ECO[Economy]

3

BRUNEI DARUSSALAM (BRUNEI DARUSSALAM) ECO[Economy]

Bandar Seri Begawan Agreed Minutes Between The Republic of Indonesia And Brunei Darssalam On The 18-Aug-06 First Senior Officials' Meeting For The Second Meeting Of The Joint Commission For Bilateral Cooperation Agreement Addendum to the Loan Agreement betwen the Republic of Indonesia and the Brunei Investment Agency. MoU Memorandum of Understanding on the Establishment of a Joint Commission for Bilateral Cooperation Between the Government of the Republic of Indonesia and the Government of His Majesty the Sultan and Yang Di-Pertuan of Brunei Darussalam MoU Memorandum Saling Pengertian antara Pemerintah Republik Indonesia dan Kerajaan Kebawah Duli Yang Mulia Paduka Seri Baginda Sultan dan Yang DiPertuan Negara Brunei Darussalam tentang Kerjasama di Bidang Pertahanan Agreed Minutes 25-Mar-00 New York 27-Sep-99

4

BRUNEI DARUSSALAM (BRUNEI DARUSSALAM) INV[Investment] BRUNEI DARUSSALAM (BRUNEI DARUSSALAM) POL[Politic]

5

6

BRUNEI DARUSSALAM (BRUNEI DARUSSALAM) POL[Politic]

Jakarta. 10-Apr-03

7

BRUNEI DARUSSALAM (BRUNEI DARUSSALAM) POL[Politic]

Jakarta

Agreed Minutes of the First Meeting of the Joint Commission Between the Republic 25-Jul-03 of Indonesia and Brunei Darussalam, Jakarta, 25 July 2003

file:///E|/Aziz's%20Doc/Brunei%20Darussalam/brunei.htm [8/29/2008 5:43:42 PM]

Brunei - Wikipedia Indonesia, ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia

Brunei
Dari Wikipedia Indonesia, ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia.
Langsung ke: navigasi, cari Brunei Darussalam adalah sebuah negara kecil yang sangat makmur di bagian utara Pulau Borneo/Kalimantan dan berbatasan dengan Malaysia. Brunei terdiri dari dua bagian yang yang dipisahkan di daratan oleh Malaysia. Nama Borneo berdasarkan nama negara ini, sebab pada zaman dahulu kala, negeri ini sangat berkuasa di pulau ini.

‫ﻡﺍﻝﺱﻝﺍﺭﺍﺩ ﻱﻥﺭﺏ‬ Negara Brunei Darussalam

(Bendera Brunei)

(Lambang Brunei)

Motto (terjemahan): Selalu menuruti arahan Tuhan

Daftar isi
[sembunyikan]
● ● ●

● ● ● ● ● ● ●

1 Asal-usul Brunei 2 Sejarah Brunei 3 Politik r 3.1 Raja-raja Brunei 4 Pembagian administratif 5 Geografi 6 Ekonomi 7 Demografi 8 Budaya 9 Lihat pula 10 Pranala luar

Bahasa resmi Ibu kota Sultan Wilayah - Total - % air

Melayu Bandar Seri Begawan Hassanal Bolkiah Urutan ke-163 5.765 km² 8.6%

[sunting] Asal-usul
file:///E|/Aziz's%20Doc/Brunei%20Darussalam/Brunei2.htm (1 of 15) [8/29/2008 5:43:45 PM]

Brunei - Wikipedia Indonesia, ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia

Brunei
Silsilah kerajaan Brunei didapatkan pada Batu Tarsilah yang menuliskan Silsilah Raja-Raja Brunei yang dimulai dari Awang Alak Betatar, raja yang mula-mula memeluk agama Islam (1368) sampai kepada Sultan Muhammad Tajuddin (Sultan Brunei ke-19, memerintah antara 1795-1804 dan 1804-1807).

Penduduk

Urutan ke-162

- Total (2001) - Kepadatan

343.653 61/km²

Kemerdekaan 1 Januari 1984 Mata uang Zona waktu Lagu kebangsaan Dolar Brunei UTC + 8

Brunei adalah sebuah negara tua di antara kerajaan-kerajaan di tanah .bn TLD Melayu. Keberadaan Brunei Tua ini 673 ( 080 dari Kode telepon diperoleh berdasarkan kepada Malaysia) catatan Arab, China dan tradisi , Polisan. Dalam catatan Sejarah China dikenal dengan nama Po-li , Poni atau Puni dan Bunlai . Dalam catatan Arab lo atau Randj . dikenali dengan Dzabaj Catatan tradisi lisan diperoleh dari Syair Awang Semaun yang menyebutkan Brunei berasal dari perkataan baru nah yaitu setelah rombongan klan atau suku Sakai yang dipimpin Pateh Berbai pergi ke Sungai Brunei mencari tempat untuk mendirikan negeri baru. Setelah mendapatkan kawasan tersebut yang memiliki kedudukan sangat strategis yaitu diapit oleh bukit, air, mudah untuk dikenali serta untuk transportasi dan kaya ikan sebagai sumber pangan yang banyak di sungai, maka mereka pun mengucapkan perkataan baru nah yang berarti tempat itu sangat baik, berkenan dan sesuai di hati mereka untuk mendirikan negeri seperti yang mereka inginkan. Kemudian perkataan baru nah itu lama kelamaan berubah menjadi Brunei. Replika stupa yang dapat ditemukan di Pusat Sejarah Brunei menjelaskan bahwa agama HinduBuddha pada suatu masa dahulu pernah dianut oleh penduduk Brunei. Sebab telah menjadi kebiasaan dari para musafir agama tersebut, apabila mereka sampai di suatu tempat, mereka akan mendirikan stupa sebagai tanda serta pemberitahuan mengenai kedatangan mereka untuk mengembangkan agama tersebut di tempat itu. Replika batu nisan P'u Kung Chih Mu , batu nisan Rokayah binti Sultan Abdul Majid ibni Hasan ibni Muhammad Shah Al-Sultan, dan batu nisan Sayid Alwi Ba-Faqih (Mufaqih) pula
file:///E|/Aziz's%20Doc/Brunei%20Darussalam/Brunei2.htm (2 of 15) [8/29/2008 5:43:45 PM]

Allah Peliharakan Sultan

Brunei - Wikipedia Indonesia, ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia

menggambarkan mengenai kedatangan agama Islam di Brunei yang dibawa oleh musafir, pedagang dan mubaligh-mubaliqh Islam, sehingga agama Islam itu berpengaruh dan mendapat tempat baik penduduk lokal maupun keluarga kerajaan Brunei.

[sunting] Sejarah Brunei
Artikel utama untuk bagian ini adalah: Sejarah Brunei
Para peneliti sejarah telah mempercayai terdapat sebuah kerajaan lain sebelum berdirinya Kesultanan Brunei kini, yang disebut orang Tiongkok sebagai Po-ni. Catatan orang Tiongkok dan orang Arab menunjukkan bahwa kerajaan perdagangan kuno ini ada di muara Sungai Brunei awal abad ke-7 atau ke-8. Kerajaan itu memiliki wilayah yang cukup luas meliputi Sabah, Brunei dan Sarawak yang berpusat di Brunei. Kesultanan Brunei juga merupakan pusat perdagangan dengan China. Kerajaan awal ini pernah ditaklukkan Kerajaan Sriwijaya yang berpusat di Sumatra pada awal abad ke-9 Masehi dan seterusnya menguasai Borneo utara dan gugusan kepulauan Filipina. Kerajaan ini juga pernah dijajah Kerajaan Majapahit yang berpusat di pulau Jawa tetapi berhasil membebaskan dirinya dan kembali sebagai sebuah negeri yang penting. Pada awal abad ke-15, Kerajaan Malaka di bawah pemerintahan Parameswara telah menyebarkan pengaruhnya dan kemudian mengambil alih perdagangan Brunei. Perubahan ini menyebabkan agama Islam tersebar di wilayah Brunei oleh pedagangnya pada akhir abad ke15. Kejatuhan Melaka ke tangan Portugis pada tahun 1511, telah menyebabkan Sultan Brunei mengambil alih kepimpinan Islam dari Melaka, sehingga Kesultanan Brunei mencapai zaman kegemilangannya dari abad ke-15 hinga abad ke-17 sewaktu memperluas kekuaaannya ke seluruh pulau Borneo dan ke Filipina di sebelah utaranya. Semasa pemerintahan Sultan Bolkiah (1473-1521) yang terkenal disebabkan pengembaraan baginda di laut, malah pernah seketika menaklukkan Manila. kesultanan Brunei memperluas pengaruhnya ke utara hingga ke Luzon dan Sulu serta di sebelah selatan dan barat Kalimantan; dan pada zaman pemerintahan sultan yang kesembilan, Hassan (1605-1619), yang membangun susunan aturan adat istiadat kerajaan dan istana yang masih kekal hingga hari ini. Pada tahun 1658 Sultan Brunei menghadiahkan kawasan timur laut Kalimantan kepada Sultan Sulu di Filipina Selatan sebagai penghargaan terhadap Sultan Sulu dalam menyelesaikan perang saudara di antara Sultan Abdul Mubin dengan Pengeran Mohidin. Persengketaan dalam kerajaan Brunei merupakan satu faktor yang menyebabkan kejatuhan kerajaan tersebut, yang bersumber dari pergolakan dalam disebabkan perebutan kuasa antara ahli waris kerajaan,
file:///E|/Aziz's%20Doc/Brunei%20Darussalam/Brunei2.htm (3 of 15) [8/29/2008 5:43:45 PM]

Brunei - Wikipedia Indonesia, ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia

juga disebabkan timbulnya pengaruh kuasa penjajah Eropa di rantau sebelah sini, yang menggugat corak perdagangan tradisi, serta memusnahkan asas ekonomi Brunei dan kesultanan Asia Tenggara yang lain. Pada Tahun 1839, James Brooke dari Inggris datang ke Serawak dan menjadi raja disana seerta menyerang Brunei, sehingga Brunei kehilangan kekuasaannya atas Serawak. Sebagai balasan, ia dilantik menjadi gubernur dan kemudian "Rajah" Sarawak di Barat Laut Borneo sebelum meluaskan kawasan di bawah pemerintahannya. Pada tanggal 19 Desember 1846, pulau Labuan dan sekitarnya diserahkan kepada James Brooke. Sedikit demi sedikit wilayah Brunei jatuh ke tangan Inggris melalui perusahaan-perusahaan dagang dan pemerintahnya sampai wilayah Brunei kelak berdiri sendiri di bawah protektorat Inggris sampai berdiri sendiri tahun 1984. Pada masa yang sama, Persekutuan Borneo Utara Britania sedang meluaskan penguasaannya di Timur Laut Borneo. Pada tahun 1888, Brunei menjadi sebuah negeri di bawah perlindungan kerajaan Britania dengan mengekalkan kedaulatan dalam negerinya, tetapi dengan urusan luar negara tetap diawasi Britania. Pada tahun 1906, Brunei menerima suatu lagi langkah perluasan kekuasaan Britania saat kekuasaan eksekutif dipindahkan kepada seorang residen Britania, yang menasihati baginda Sultan dalam semua perkara, kecuali yang bersangkut-paut dengan adat istiadat setempat dan agama. Pada tahun 1959, Brunei mendeklarasikan kerajaan baru yang berkuasa memerintah kecuali dalam isu hubungan luar negeri, keamanan dan pertahanan di mana isu-isu ini menjadi tanggung jawab Britania. Percobaan untuk membentuk sebuah badan perundangan pada tahun 1962 terpaksa dilupakan karena terjadi pemberontakan oleh partai oposisi yaitu Partai Rakyat Brunei dan dengan bantuan Britania, pemberontakan ini berhasil diberantas. Pada akhir 1950 dan awal 1960, kerajaan Brunei ketika itu menolak cadangan (walaupun pada awalnya menunjukkan minat) untuk bergabung dengan Singapura, Sabah, Sarawak, dan Tanah Melayu untuk membentuk Malaysia dan akhirnya Sultan Brunei ketika itu bercadang untuk membentuk sebuah negara yang merdeka. Pada 1967, Omar Ali Saifuddin III telah turun dari takhta dan melantik putranda sulungnya Hassanal Bolkiah, menjadi Sultan Brunei ke-29. Baginda juga berkenan menjadi Menteri Pertahanan setelah Brunei mencapai kemmerdekaan penuh dan disandangkan gelar Paduka Seri Begawan Sultan. Pada tahun 1970, pusat pemerintahan negeri Brunei Town, telah diubah namanya menjadi Bandar Seri Begawan untuk mengenang jasa baginda. Baginda mangkat pada tahun 1986. Pada 4 Januari 1979, Brunei dan Britania Raya telah menandatangani Perjanjian Kerjasama dan Persahabatan. Pada 1 Januari 1984, Brunei Darussalam telah berhasil mencapai
file:///E|/Aziz's%20Doc/Brunei%20Darussalam/Brunei2.htm (4 of 15) [8/29/2008 5:43:45 PM]

Brunei - Wikipedia Indonesia, ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia

kemerdekaan sepenuhnya. Saat ini Brunei memiliki wilayah yang lebih kecil daripada masa lalu, dengan berbatasan dengan Serawak dari sebelah barat sampai timur wilayah itu, serta sebelah utara berbatasan dengan Laut China Selatan.

[sunting] Politik
Kerajaan Brunei Darussalam adalah negara yang memiliki corak pemerintahan monarki konstitusional dengan Sultan yang menjabat sebagai Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan, merangkap sebagai Perdana Menteri dan Menteri Pertahanan dengan dibantu oleh Dewan Penasihat Kesultanan dan beberapa Menteri. Sultan Hassanal Bolkiah yang gelarnya diturunkan dalam wangsa yang sama sejak abad ke-15, ialah kepala negara serta pemerintahan Brunei. Baginda dinasihati oleh beberapa majelis dan sebuah kabinet menteri, walaupun baginda secara berkesan merupakan pemerintah tertinggi. Media amat memihak kerajaan, dan kerabat kerajaan melestarikan status yang dihormati di dalam negeri. Brunei tidak memiliki dewan legislatif, namun pada bulan September 2000, Sultan bersidang untuk menentukan Parlemen yang tidak pernah diadakan lagi sejak tahun 1984. Parlemen ini tidak mempunyai kuasa selain menasihati sultan. Disebabkan oleh pemerintahan mutlak Sultan, Brunei menjadi salah satu negara yang paling stabil dari segi politik di Asia. Pertahanan Keamanan Brunei mengandalkan perjanjian pertahanan dengan Inggris di mana terdapat pasukan Gurkha yang terutama ditempatkan di Seria. Jumlah pertahanan keamanannya lebih kecil bila dibandingkan dengan kekayaannya dan negara negara tetangga. Secara teori, Brunei berada di bawah pemerintahan militer sejak pemberontakan yang terjadi pada awal dekad 1960-an. Pemberontakan itu dihancurkan oleh laskar-laskar Britania Raya dari Singapura. Brunei memiliki dengan hubungan luar negeri terutama dengan negara negara ASEAN dan negara negara lain serta ikut serta sebagai anggota PBB. Kesultanan ini juga terlibat konflik Kepulauan Spratly yang melibatkan hampir semua negara ASEAN (kecuali Indonesia, Kamboja, Laos dan Myanmar), China dan Taiwan. Selain itu terlibat konflik perbatasan laut dengan Malaysia terutama masalah daerah yang menghasilkan minyak dan gas bumi. Brunei menuntut wilayah di Sarawak, seperti Limbang. Banyak pulau kecil yang terletak di antara Brunei dan Labuan, termasuk Pulau Kuraman, telah dipertikaikan oleh Brunei dan Malaysia. Bagaimanapun, pulau-pulau ini diakui sebagai sebagian Malaysia di tingkat internasional.

[sunting] Raja-raja Brunei
file:///E|/Aziz's%20Doc/Brunei%20Darussalam/Brunei2.htm (5 of 15) [8/29/2008 5:43:45 PM]

Brunei - Wikipedia Indonesia, ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia

Raja-raja Brunai Darusalam yang memerintah sejak didirkiannya kerajaan pada tahun 1363 M yakni: 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. 21. 22. 23. 24. 25. 26. 27. 28. 29. Sultan Muhammad Shah (1383 - 1402) Sultan Ahmad (1408 - 1425) sultan Syarif Ali (1425 - 1432) Sultan Sulaiman (1432 - 1485) Sultan Bolkiah (1485 - 1524) Sultan Abdul Kahar (1524 - 1530) Sultan Saiful Rizal (1533 - 1581) Sultan Shah Brunei (1581 - 1582) Sultan Muhammad Hasan (1582 - 1598) Sultan Abdul Jalilul Akbar (1598 - 1659) Sultan Abdul Jalilul Jabbar (1669 - 1660) Sultan Haji Muhammad Ali (1660 - 1661) Sultan Abdul Hakkul Mubin (1661 - 1673) Sultan Muhyiddin (1673 - 1690) Sultan Nasruddin (1690 - 1710) Sultan Husin Kamaluddin (1710 - 1730) (1737 - 1740) Sultan Muhammad Alauddin (1730 - 1737) Sultan Omar Ali Saifuddien I (1740-1795) Sultan Muhammad Tajuddin (1795-1804) (1804-1807) Sultan Muhammad Jamalul Alam I (1804) Sultan Muhammad Kanzul Alam (1807-1826) Sultan Muhammad Alam (1826-1828) Sultan Omar Ali Saifuddin II (1828-1852) Sultan Abdul Momin (1852-1885) Sultan Hashim Jalilul Alam Aqamaddin (1885-1906) Sultan Muhammad Jamalul Alam II (1906-1924) Sultan Ahmad Tajuddin (1924-1950) Sultan Omar 'Ali Saifuddien III (1950-1967) Sultan Haji Hassanal Bolkiah Mu'izzaddin Waddaulah (1967-kini)

[sunting] Pembagian administratif

file:///E|/Aziz's%20Doc/Brunei%20Darussalam/Brunei2.htm (6 of 15) [8/29/2008 5:43:45 PM]

Brunei - Wikipedia Indonesia, ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia

Pembagian administratif.

Artikel utama untuk bagian ini adalah: Distrik di Brunei
Brunei dibagi atas empat distrik:
● ● ● ●

Belait Brunei dan Muara Temburong Tutong

Distrik-distrik Brunei dibagi lagi menjadi 38 mukim.

[sunting] Geografi
Artikel utama untuk bagian ini adalah: Geografi Brunei
file:///E|/Aziz's%20Doc/Brunei%20Darussalam/Brunei2.htm (7 of 15) [8/29/2008 5:43:45 PM]

Brunei - Wikipedia Indonesia, ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia

Brunei terdiri dari dua bagian yang tidak berkaitan; 97% dari jumlah penduduknya tinggal di bagian barat yang lebih besar, dengan hanya kira-kira 10.000 orang tinggal di daerah Temburong, yaitu bagian timur yang bergunung-gunung. Jumlah penduduk Brunei 383.000 orang. Dari bilangan ini, lebih kurang 46.000 orang tinggal di ibukota Bandar Seri Begawan. Sejumlah kota utama termasuk kota pelabuhan Muara, serta kota Seria yang menghasilkan minyak, dan Kuala Belait, kota tetangganya. Di daerah Belait, kawasan Panaga ialah kampung halaman sejumlah besar ekspatriat, disebabkan oleh fasilitas perumahan dan rekreasi Royal Dutch Shell dan British Army. Klub Panaga yang terkenal terletak di sini. Iklim Brunei ialah tropis khatulistiwa, dengan suhu serta kelembapan yang tinggi, dan sinar matahari serta hujan lebat sepanjang tahun.

[sunting] Ekonomi
Artikel utama untuk bagian ini adalah: Ekonomi Brunei
Ekonomi kecil yang kaya ini adalah suatu campuran keusahawanan dalam negeri dan asing, pengawalan kerajaan, kebajikan, serta tradisi kampung. Pengeluran minyak mentah dan gas alam terdiri dari hampir setengah PDB. Pendapatan yang cukup besar pekerjaan luar negeri menambah pendapatan daripada pengeluaran dalam negeri. Kerajaan membekali semua layanan pengobatan dan memberikan subsidi beras dan perumahan. Pemimpin-pemimpin Brunei merasa bimbang bahawa keterpaduan dengan ekonomi dunia yang semakin bertambah akan menjejaskan perpaduan sosial dalam, walaupun Brunei telah memainkan peranan yang lebih kentara dengan menjadi ketua forum APEC pada tahun 2000. Rancangan-rancangan yang dinyatakan untuk masa hadapan termasuk peningkatan kemahiran tenaga buruh, pengurangan pengangguran, pengukuhan sektor-sektor perbankan dan pelancongan, serta secara umum, peluasan lagi asas ekonominya. Sistem Penerbangan Brunei Diraja, sistem penerbangan negara, sedang mencuba menjadikan Brunei sebagai pusat perjalanan internasional antara Eropa dan Australia/Selandia Baru. Ia juga mempunyai layanan ke tujuantujuan Asia yang utama. Ekonomi Brunei Darussalam bertumpu pada sektor minyak bumi dan gas dengan pendapatan nasional yang termasuk tinggi di dunia satuan mata uangnya adalah Brunei Dolar yang memiliki nilai sama dengan Dolar Singapura. Selain bertumpu pada sektor minyak bumi dan gas, pemerintah Brunei mencoba melakukan diversifikasi sumber-sumber ekonomi dalam bidang perdagangan. Namun dalam waktu dekat
file:///E|/Aziz's%20Doc/Brunei%20Darussalam/Brunei2.htm (8 of 15) [8/29/2008 5:43:45 PM]

Brunei - Wikipedia Indonesia, ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia

usaha tersebut mengalami kebuntuan karena masalah internal kerajaan yang menurut sumber sumber media internasional dihabiskan untuk kepentingan pemborosan istana yang ketika dipegang oleh Pangeran Jeffry. Keadaan tersebut dapat menimbulkan masalah bagi perekonomian Brunei di masa yang akan datang.

[sunting] Demografi
Artikel utama untuk bagian ini adalah: Demografi Brunei
Kira-kira dua pertiga jumlah penduduk Brunei adalah orang Melayu. Kelompok etnik minoritas yang paling penting dan yang menguasai ekonomi negara ialah orang Tionghoa (Han) yang menyusun lebih kurang 15% jumlah penduduknya. Etnis-etnis ini juga menggambarkan bahasa-bahasa yang paling penting: bahasa Melayu yang merupakan bahasa resmi, serta bahasa Tionghoa. Bahasa Inggris juga dituturkan secara meluas, dan terdapat sebuah komunitas ekspatriat yang agak besar dengan sejumlah besar warganegara Britania dan Australia. Islam ialah agama resmi Brunei, dan Sultan Brunei merupakan kepala agama negara itu. Agama-agama lain yang dianut termasuk agama Buddha (terutamanya oleh orang Tiong Hoa), agama Kristen, serta agama-agama orang asli (dalam komunitas-komunitas yang amat kecil).

[sunting] Budaya
Artikel utama untuk bagian ini adalah: Budaya Brunei
Budaya Brunei seakan sama dengan budaya Melayu, dengan pengaruh kuat dari Hindu dan Islam, tetapi kelihatan lebih konservatif dibandingkan Malaysia. Penjualan dan penggunaan alkohol diharamkan, dengan orang luar dan non-Muslim dibenarkan membawa dalam 12 bir dan dua botol MiRas setiap kali mereka masuk negara ini. Setelah pengenalan larangan pada awal 1990-an, semua pub dan kelab malam dipaksa tutup.

[sunting] Lihat pula

Komunikasi di Brunei

file:///E|/Aziz's%20Doc/Brunei%20Darussalam/Brunei2.htm (9 of 15) [8/29/2008 5:43:45 PM]

Brunei - Wikipedia Indonesia, ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia
● ● ● ● ● ● ● ●

Pariwisata di Brunei Militer Brunei Transportasi di Brunei Hubungan luar negeri Brunei Angkatan Laut Kerajaan Brunei Polis Diraja Brunei Dolar Brunei Akhbar Brunei

[sunting] Pranala luar
● ●

(en) Situs resmi (ms) Pusat Sejarah Brunei Darussalam

l•d•s

Negara-negara di Asia Tenggara

[tampilkan]

Negara berdaulat

Brunei · Filipina · Indonesia · Kamboja · Laos · Malaysia · Myanmar · Singapura · Thailand · Timor Timur · Vietnam Daerah yang dipertentangkan

Dependensi Pulau Natal (Australia) · Kepulauan Cocos (Keeling) (Australia)

Sungai Naf (Bangladesh, Myanmar) · Tepi Macclesfield (RRT, RC, Vietnam) · Kepulauan Paracel (RRT, RC, Vietnam) · Kepulauan Pratas (RRT, RC) · Sabah (Malaysia, Filipina) · Beting Scarborough (Filipina, RRT, RC) · Kepulauan Spratly (Brunei, Malaysia, Filipina, RRT, ROC, Vietnam) Gerakan separatis Aceh · Maluku · Papua Barat · Chinland · Sulawesi · Nagaland · Wa · Zogam · Bangsamoro · Patani · Sabah

Bangsa-bangsa Asia Tenggara (ASEAN)[ Tampilkan ] Diperoleh dari "http://id.wikipedia.org/wiki/Brunei" Kategori: Negara di Asia Tenggara | Brunei | Kerajaan di Asia Tenggara
Tampilan
● ● ●

l • d • sPerhimpunan

Artikel Pembicaraan Sunting

file:///E|/Aziz's%20Doc/Brunei%20Darussalam/Brunei2.htm (10 of 15) [8/29/2008 5:43:45 PM]

Brunei - Wikipedia Indonesia, ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia
● ●

↑ Versi terdahulu

Peralatan pribadi

Log in / create account

Navigasi
● ● ● ● ● ● ● ●

Halaman Utama Portal komunitas Peristiwa terkini Perubahan terbaru Halaman sembarang Bantuan Menyumbang Warung Kopi

Pencarian

Tuju ke
Kotak peralatan
● ● ● ● ● ● ●

Cari

Pranala balik Perubahan terkait Pemuatan Halaman istimewa Versi cetak Pranala permanen Kutip artikel ini

Bahasa lain
● ● ● ● ●

Aragonés ‫ﺓﻱﺏﺭﻉﻝﺍ‬ Asturianu Azərbaycan Žemaitėška

file:///E|/Aziz's%20Doc/Brunei%20Darussalam/Brunei2.htm (11 of 15) [8/29/2008 5:43:45 PM]

Brunei - Wikipedia Indonesia, ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia
● ● ● ● ● ● ● ● ● ● ● ● ● ● ● ● ● ● ● ● ● ● ● ● ● ● ● ● ● ● ● ● ● ● ● ● ● ●

Беларуская (тарашкевіца) Български ••••• •••• •••/••••••••••••• ••••••• Brezhoneg Bosanski Català Cebuano Qırımtatarca Česky Kaszëbsczi Cymraeg Dansk Deutsch Zazaki •••••••••• Ελληνικά English Esperanto Español Eesti Euskara ‫یﺱﺭﺍﻑ‬ Suomi Français Arpetan Frysk Gàidhlig Galego Gaelg ‫תירבע‬ •••••• Hrvatski Kreyòl ayisyen Magyar Interlingua Interlingue Ilokano

file:///E|/Aziz's%20Doc/Brunei%20Darussalam/Brunei2.htm (12 of 15) [8/29/2008 5:43:45 PM]

Brunei - Wikipedia Indonesia, ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia
● ● ● ● ● ● ● ● ● ● ● ● ● ● ● ● ● ● ● ● ● ● ● ● ● ● ● ● ● ● ● ● ● ● ● ● ● ●

Ido Íslenska Italiano ••• ••••••• Қазақша ••••••••• ••• Ripoarisch Kurdî / ‫یﺩﺭﻭﻙ‬ Kernewek Latina Lëtzebuergesch Limburgs Líguru Lietuvių Latviešu Basa Banyumasan Māori Македонски •••••• Монгол Bahasa Melayu Ekakairũ Naoero Nahuatl Plattdüütsch Nederlands ‪Norsk (nynorsk)‬ ‪Norsk (bokmål)‬ Novial Occitan Иронау Kapampangan Polski Piemontèis ‫ﻭﺕښپ‬ Português Runa Simi

file:///E|/Aziz's%20Doc/Brunei%20Darussalam/Brunei2.htm (13 of 15) [8/29/2008 5:43:45 PM]

Brunei - Wikipedia Indonesia, ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia
● ● ● ● ● ● ● ● ● ● ● ● ● ● ● ● ● ● ● ● ● ● ● ● ● ● ● ● ● ● ●

Română Armãneashce Русский ••••••• Sicilianu Sámegiella Srpskohrvatski / Српскохрватски Simple English Slovenčina Slovenščina Shqip Српски / Srpski Svenska Kiswahili ••••• •••••• Tetun То•ик•/tojikī ไทย Tagalog Türkçe Удмурт Українська O'zbek Tiếng Việt Volapük Winaray •• Zeêuws •• Bân-lâm-gú

● ●

Halaman ini terakhir diubah pada 09:44, 3 Mei 2008. Seluruh teks tersedia sesuai dengan Lisensi Dokumentasi Bebas GNU

file:///E|/Aziz's%20Doc/Brunei%20Darussalam/Brunei2.htm (14 of 15) [8/29/2008 5:43:45 PM]

Brunei - Wikipedia Indonesia, ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia

● ● ●

Wikipedia® adalah merek dagang terdaftar dari Wikimedia Foundation, Inc. Kebijakan privasi Perihal Wikipedia Penyangkalan

file:///E|/Aziz's%20Doc/Brunei%20Darussalam/Brunei2.htm (15 of 15) [8/29/2008 5:43:45 PM]

Departemen Luar Negeri Republik Indonesia

Selasa, 06 Mei 2008, 06:14 WIB

Kebijakan Luar Negeri Layanan Publik Indonesia dan Isu Global Diplomasi Publik Ruang Berita dan Publikasi Perjanjian Internasional dan Konvensi Kepegawaian Kerjasama Teknik Tentang Deplu Otonomi Daerah

Indeks Berita 24 Mar 2008 10:40 Indonesia dan Brunei Darussalam Kerjasama Berantas Korupsi No. 06/Pensosbud/III/2008
Kunjungan Kerja Delegasi Komisi XI DPR RI ke Venezuela [05 May 2008 12:34] ARF Desktop Exercise on Disaster Relief [02 May 2008 10:49] Roundtable Discussion“Membangun Kerangka Strategis Hubungan IndonesiaThailand ke Depan: Peluang dan Tantangan”Jakarta, 23 April 2008 [30 Apr 2008 17:17] Diskusi Terbatas”Tinjauan Analitis Konflik Palestina: Upaya Indonesia Dalam Proses Penyelesaian Konflik Internal Palestina” Jakarta, 28 April 2008 [30 Apr 2008 16:47] Temu Muka dan Penyerahan Paspor RI kepada 36 Anak Pasangan Kawin Campur Italia-Indonesia Vicenza, 26 April 2008 [30 Apr 2008 15:58] Penyelamatan dan Pemulangan Satu WNI Yang Terjebak di Zona Perang Irak [30 Apr 2008 15:08] Lokakarya Internasional Mengenai Pemberdayaan Perempuan di Bidang Pembangunan Ekonomi [29 Apr 2008 09:42] Program Pertukaran Pelajar Asean-Jenesys (ASEAN-Japan East Asia Network Of Exchange For Students And Youths) [25 Apr 2008 16:33]

Pada 14-17 Maret 2008, KBRI Bandar Seri Begawan telah memfasilitasi kunjungan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Indonesia ke Brunei Darussalam. Dalam kunjungan tersebut telah diatur pertemuan antara KPK dengan Biro Mencegah Rasuah (BMR) Brunei Darussalam. Dalam pertemuan antara KPK dan BMR, Indonesia dan Brunei Darussalam sepakat untuk meningkatkan kerjasama memerangi korupsi. Pimpinan KPK, terdiri dari Ketua, Antasari Azhar, SH, MH, dan Wakil Ketua, Chandra M. Hamzah, SH, didampingi Direktur Informasi dan Data KPK, Dr. Ing. Budi Ibrahim. Pada kunjungan tersebut, Pimpinan KPK melakukan pertemuan terpisah dengan Pimpinan Biro Mencegah Rasuah (Korupsi)/ BMR, Jaksa Agung dan Ketua Mahkamah Agung Brunei Darussalam pada 15 Maret 2008. Saat bertemu dengan Direktur BMR, Pengiran Kashmirhan bin Pengiran Haji Tahir, disampaikan bahwa Brunei Darussalam merupakan negara pertama yang dikunjungi Ketua KPK sejak mulai bertugas tiga bulan yang lalu. Pemilihan Brunei disebabkan negara itu merupakan negara dengan tingkat korupsi terendah di dunia menurut Global Corruption Perception Index. Oleh karenanya KPK RI bermaksud mempelajari kiatkiat BMR dalam memerangi korupsi di Brunei Darussalam. Dalam upaya mencegah tindak korupsi di Brunei Darussalam, BMR telah mencanangkan program Pendidikan Pencegahan Korupsi pada 2006. Pertemuan KPK dengan BMR, Jaksa Agung dan Ketua Mahkamah Agung Brunei Darussalam memfokuskan diri pada kerjasama di bidang capacity building, meskipun membahas pula isu-isu teknis pencegahan dan pemberantasan korupsi. Adapun Indonesia dan Brunei Darussalam ikut berpartisipasi pada Konperensi Para Pihak ke-2 Konvensi Anti-Korupsi PBB (UNCAC) di Bali pada 28 Januari 2008. Indonesia telah meratifikasi Konvensi tersebut. Berbeda dengan Indonesia, Brunei Darussalam masih memproses ratifikasi Konvensi tersebut. Pada16 Maret 2008, Pimpinan KPK berkesempatan melakukan kunjungan kepada Dubes RI Bandar Seri Begawan dan bertatap muka dengan masyarakat Indonesia di Brunei Darussalam di KBRI Bandar Seri Begawan, dimana pada kesempatan itu dilakukan pemaparan mengenai ” Perkembangan terakhir Kasus-kasus Korupsi yang ditangani KPK”. KBRI Bandar Seri Begawan, 19 Maret 2008

file:///E|/Aziz's%20Doc/Brunei%20Darussalam/Departemen%20Luar%20Negeri%20Republik%20Indonesia.htm (1 of 3) [8/29/2008 5:43:47 PM]

Departemen Luar Negeri Republik Indonesia

Pertemuan Kelompok Ahli Indonesia menuju Ratifikasi the Rome Statute of the International Criminal Court: Implikasi Hukum dan Pengimplementasiaanya [24 Apr 2008 14:49] Konferensi Pers Asosiasi Persahabatan Dan Kerjasama Italia Indonesia, Roma, 21 April 2008 [23 Apr 2008 11:08] Perlindungan TKI Dibawah Umur Puji Rahayu di Singapura [23 Apr 2008 10:56] Mahasiswa Ceko Belajar Membatik [23 Apr 2008 10:25] Dialog HAM Bilateral antara Indonesia dan Swedia [23 Apr 2008 09:42] Seminar 50 Tahun Indonesia-Jepang: Refleksi Kemitraan dan Proyeksi Arah Hubungan [23 Apr 2008 09:32] Pertemuan Kelompok Ahli Peningkatan Kerjasama Ekonomi Dengan Negara-negara Eropa Timur: Peluang dan Tantangan [23 Apr 2008 09:27] Kunjungan Menteri Luar Negeri Swedia Carl Bildt ke Indonesia, 21-22 April 2008 [21 Apr 2008 15:15] BATIK: HERITAGE OF INDONESIA – WORLD TOUR 2008 DIMULAI di MANILA dan AUCKLAND [17 Apr 2008 14:32] Indonesia-Yunani Selenggarakan Forum Konsultasi Bilateral di Athena [17 Apr 2008 11:18] KBRI Cairo Peduli Prestasi Mahasiswa Indonesia di Mesir [15 Apr 2008 16:02]

file:///E|/Aziz's%20Doc/Brunei%20Darussalam/Departemen%20Luar%20Negeri%20Republik%20Indonesia.htm (2 of 3) [8/29/2008 5:43:47 PM]

Departemen Luar Negeri Republik Indonesia

Pencalonan H.R. Agung Laksono Sebagai Presiden IPU Didukung Kelompok ASEAN +3, OKI dan Asia-Pasifik [15 Apr 2008 15:50] Lihat Semua
Hak Cipta © 2005 Departemen Luar Negeri Republik Indonesia Departemen Luar Negeri Republik Indonesia Jalan Pejambon No.6 Jakarta Pusat 10110 Telepon (021) 344 1508

file:///E|/Aziz's%20Doc/Brunei%20Darussalam/Departemen%20Luar%20Negeri%20Republik%20Indonesia.htm (3 of 3) [8/29/2008 5:43:47 PM]

Departemen Luar Negeri Republik Indonesia

Selasa, 06 Mei 2008, 06:15 WIB

Kebijakan Luar Negeri Layanan Publik Indonesia dan Isu Global Diplomasi Publik Ruang Berita dan Publikasi Perjanjian Internasional dan Konvensi Kepegawaian Kerjasama Teknik Tentang Deplu Otonomi Daerah

Indeks Berita 10 Apr 2008 11:04 Penganugerahan Bintang Kehormatan dari Sultan Brunei Darussalam kepada Kapolri
Batik untuk Pakaian Musim Panas di Jerman [05 May 2008 14:29] Ketua Parlemen dan Mantan Presiden Hungaria Sambut Gong Perdamaian Dunia di Godollo [05 May 2008 12:44] Penghargaan “Knight Grand Cordon (Special Class) of the Most Exalted Order of the White Elephant” dari Raja Thailand kepada Duta Besar RI untuk Kerajaan Thailand [05 May 2008 11:17] Indonesia Raih Penghargaan Terbaik Kategori Tujuan Wisata Masa Depan Versi Majalah Wisata Spanyol [05 May 2008 11:10] Menlu Menyerahkan Bantuan Kemanusiaan bagi Komunitas Nelayan di Ciamis, Jawa Barat [02 May 2008 17:39] Upaya Merebut Pasar Wisata Kazakhstan [02 May 2008 11:41] Gelar Festival Indonesia di Hong Kong [02 May 2008 10:34] Gerakan Non-Blok Serukan Kembali Pentingnya Penghapusan Senjata Nuklir [02 May 2008 08:37] Tarian Tradisional Indonesia Mendapat Pengakuan pada Gala AHM 2008 di Ottawa. [30 Apr 2008 15:56]

Pada tanggal 7 April 2008 jam 14.00 siang waktu setempat, bertempat di Istana Nurul Iman, Bandar Seri Begawan, Sultan Haji Hassanal Bolkiah menganugerahkan bintang kehormatan “Darjah Pahlawan Negara Brunei Yang Amat Perkasa Darjah Pertama” kepada Jenderal Pol. Drs. Soetanto, Kepala Kepolisian Republik Indonesia. Sebelum acara penganugerahan, Kapolri melakukan kunjungan kehormatan kepada Pesuruhjaya Polis (Kepala Kepolisian) Diraja Brunei Darussalam, Pehin Dato Kerma Setia CP (Commissioner of Police) Dato Paduka Seri Zainuddin bin Jalani. Kapolri juga melakukan pemeriksaan kepada barisan kehormatan (Guard of Honour) saat tiba di Markas Besar Polis Diraja Brunei Darussalam. Turut hadir pada acara tersebut, Dubes RI Bandar Seri Begawan, para perwira Polri yang mendampingi, dan Kepala Kepolisian Diraja Brunei Darussalam. Sultan Brunei didampingi Permanent Secretary pada Kantor Perdana Menteri, Dayang Hajah Salbiah binti Haji Sulaiman. Menurut keterangan resmi Mabes Kepolisian Brunei, tersebut kepada Kapolri dengan pertimbangan bahwa beliau dinilai telah berjasa dalam meningkatkan hubungan kerjasama antara Polri dan Kepolisian Diraja Brunei Darussalam. (Sumber: KBRI Bandar Seri Begawan) 09 April 2008

file:///E|/Aziz's%20Doc/Brunei%20Darussalam/Departemen%20Luar%20Negeri%20Republik%20Indonesia1.htm (1 of 2) [8/29/2008 5:43:50 PM]

Departemen Luar Negeri Republik Indonesia

Indonesia Menekankan Kembali Hak Setiap Negara untuk Mengembangkan Energi Nuklir [30 Apr 2008 15:47] 11.000 Perusahaan Kroasia Harapkan Kerjasama dengan Indonesia [30 Apr 2008 15:43] Temu Bisnis dan Pameran Produk Indonesia di Yangon Guna Jajagi Peluang Ekspor [30 Apr 2008 10:10] KJRI Karachi Jemput Bola “Jual “ Indonesia [29 Apr 2008 15:33] Menteri Urusan Pendidikan dan Etnik Selbar: Batik Indonesia Memiliki Nilai Seni Paling Tinggi [28 Apr 2008 15:54] Grand Mufti Suriah Dukung Negara Kesatuan Republik Indonesia [28 Apr 2008 14:38] Peluang Kerjasama Lembaga Riset Indonesia Semakin Terbuka ke Negara Kroasia [28 Apr 2008 14:11] Sekjen Deplu: Perubahan Konstelasi Dunia Global Menuntut Diplomat yang Adaptif [25 Apr 2008 17:45] Konjen RI Karachi Jajaki Peluang Pasar Garmen [25 Apr 2008 15:54] Menlu Lantik 12 Pejabat Baru [24 Apr 2008 14:31] India akan Berikan US$ 5 Juta untuk ASEAN [24 Apr 2008 14:09] Lihat Semua

Hak Cipta © 2005 Departemen Luar Negeri Republik Indonesia Departemen Luar Negeri Republik Indonesia Jalan Pejambon No.6 Jakarta Pusat 10110 Telepon (021) 344 1508

file:///E|/Aziz's%20Doc/Brunei%20Darussalam/Departemen%20Luar%20Negeri%20Republik%20Indonesia1.htm (2 of 2) [8/29/2008 5:43:50 PM]

Departemen Luar Negeri Republik Indonesia

Regional Relations
Foreign Policy Public Services Indonesia and Global Issues Public Diplomacy News Room & Publication Treaties and Conventions Human Resources Technical Cooperation About Us Regional Autonomy

Tuesday, 06 May 2008, 06:17 WIB

Recent News
| AA | ACD | AMED | APEC | ARF | ASEAN | ASEM | BIMP-EAGA | FEALAC | IOR-ARC | KAA-2005 | PIF | SwPD | UE | The 1st Asia Cooperation Dialogue (ACD) Energy Forum 2628 September 2005, Bali, Indonesia [Oct 6, 2005]

Joint Declaration of the First ACD Energy Forum Sep 28, 2005
JOINT DECLARATION OF THE st ACD ENERGY FORUM 1 Bali, Indonesia 26-28 September 2005

We, the representatives of 14 ACD member countries (the People’s Republic of Bangladesh, Brunei Darussalam, the People’s Republic of China, the Republic of Indonesia, the Islamic Republic of Iran, the Republic of Korea, Malaysia, the Union of Myanmar, the Islamic Republic of Pakistan, the State of Qatar, the Russian Federation, the Kingdom of Saudi Arabia, the Republic of Singapore, and the Kingdom of Thailand) gathered in Bali, Indonesia on 26-28 September 2005 for the 1st ACD Energy Forum, as a follow-up to the Qing Dao Initiative of the 3rd ACD Foreign Ministers’ Meeting of 22 June 2004, to chart the future energy cooperation among ACD members countries;
REAFFIRMING our commitment to the outcomes of the 3rd ACD Foreign Ministers’ Meeting held in Qing Dao, China, on 22 June 2004, particularly the Qing Dao Initiative; RECALLING the outcomes of the previous meetings within the ACD framework, among others, the meeting of Prime Movers on Energy Security ACD, held in Manama, Kingdom of Bahrain on 3 February 2003; the 1st ACD Working Group Meeting on Energy Security held in Manama, Kingdom of Bahrain on 13 January 2004; and the 2nd Meeting of ACD Energy Working Group in the Philippines from 19-20 May 2004; REALIZING the escalating oil prices and its effects on ACD member countries as well as the need to cooperate in various areas, including the possibility of establishing a forum on energy cooperation in Asia as specified within the Qing Dao Initiative; EMPHASIZING the important role of energy in supporting economic development and industrialization in Asian countries; RECOGNIZING the complementarities of ACD countries as well as the differences in economic development, natural resource endowments, and specific geographical conditions; ACKNOWLEDGING the potential contribution of ACD countries in

file:///E|/Aziz's%20Doc/Brunei%20Darussalam/Departemen%20Luar%20Negeri%20Republik%20Indonesia2.htm (1 of 4) [8/29/2008 5:43:52 PM]

Departemen Luar Negeri Republik Indonesia

enhancing energy cooperation to fulfill the energy needs in the region and, thereby, ensure sustainable development in the region; NOTING the need to cooperate and gain benefit from existing initiatives/programs emanating from ACD and non-ACD countries/ organizations in order to promote the development of sustainable energy resources and technologies; NOTING ALSO the need to consolidate the activities of ACD in the field of energy, which cover the interest of consumers and producers, as well as the need to address the issues of energy sustainability, stability, efficiency, security, and cooperation;

To these ends, WE, HEREBY, DECLARE the establishment of the ACD Energy Forum which will be the main forum to deliberate on issues related to the energy field in the ACD, with the tasks and responsibilities of drawing up an ACD Energy Action Plan which can include the following initiatives to be implemented, in the spirit of voluntary cooperation, mutual respect, and shared benefit: 1. to make efforts to ensure a sustainable supply of energy, inter alia, increasing energy exploration, facilitating energy-related innovations, and developing energy-efficient technologies; to advancethe sustainable development of energy 2. resources and technologies including geothermal, bio-fuel, solar, hydro-power, wind, etc. For interested ACD member countries, development of sustainable nuclear energy for peaceful purposes should adequately address security, seismic, and health concerns, including trans-border effects; to conduct joint research and studies in developing 3. renewable energy resources as well as energy and market efficiency in order to address the increasing energy demand, shortage of energy supply, and to mitigate the negative environmental impacts of energy use; to enhance the knowledge on energy through sharing 4. of information, best practices, and experience in energy exploration, development, and conservation on fossil energy and renewable energy; to encourage capacity building programs in the energy 5. sector including training and scholarship programs; to establish linkages with existing energy cooperations 6. in Association of Southeast Asian Nations (ASEAN), ASEAN+3, Greater Mekong Sub-region (GMS), Bay of Bengal Initiative on Multi-Sectoral Technical and Economic Cooperation (BIMSTEC), South Asia Association for Regional Cooperation (SAARC), Gulf Cooperation Council (GCC), and other regional energy cooperations; to explore the possibility of setting up a consultative 7. mechanism between ACD oil producing and consuming countries to identify ways and means to help mitigate the adverse effects of oil price fluctuations, including examining the possibility of re-investing profits gained from the recent surge in oil prices to ensure the sustainable economic growth, development, and welfare of the ACD member countries; 8. to explore the possibility of building strategic oil

file:///E|/Aziz's%20Doc/Brunei%20Darussalam/Departemen%20Luar%20Negeri%20Republik%20Indonesia2.htm (2 of 4) [8/29/2008 5:43:52 PM]

Departemen Luar Negeri Republik Indonesia

storage system to mitigate shortfall in oil supplies as well as to maintain a prudent level of energy supply for Asia in the future, for interested ACD member countries; to study the possibility of formulating contingency 9. plans relevant to each ACD member country’s needs as well as the needs of the region, in the event of an energy supply crisis or disruption due to natural disasters, terrorist attacks, and war; to encourage a government-private partnership as well 10. as increase participation of related enterprises, institutions, agencies, and sub-regional arrangements in providing their support for the enhancement of energy cooperation in ACD member countries; to encourage closer cooperation and networking among 11. the private sectors of ACD member countries, particularly energy companies, in addressing energy needs and efficiency as well as sharing of information and best practices; to encourage closer economic ties among ACD member 12. countries by promoting foreign direct investment and project financing in the energy sector as well as improvement of investment climate; to enhance networking among ACD member countries’ 13. energy institutions, energy eminent persons, technology universities, and centers of excellence in exploring possible ways to develop economical and feasible alternative energy resources, specific to each respective ACD member country; to establish a national energy focal point in each ACD 14. member country and designate an ACD Energy Forum focal point to coordinate and enhance networking among policy/ decision makers. In this regard, we welcome the offer of Indonesia to act as ACD Energy Forum focal point coordinator. We resolve to hold a meeting of ACD Energy Forum regularly with a view to strengthening energy cooperation in Asia, to further develop modalities and mechanism to follow up on the initiatives proposed in the 1st ACD Energy Forum. We recommend that the ACD Energy Forum will be the main forum to deliberate on issues related to the energy field in the ACD. In this regard, we welcome the offer of Thailand as ACD Coordinator to coordinate with prime movers to follow up on the matter. With regard to the hosting of the 2nd ACD Energy Forum, Thailand as the ACD Coordinator will consult with the members. The ACD Energy Forum was informed of Pakistan’s proposal of having a meeting of producers and consumers of energy in Pakistan. We note with appreciation the Government and People of the Republic of Indonesia for the warm hospitality and excellent arrangements for the Meeting. Bali, 28 September 2005

file:///E|/Aziz's%20Doc/Brunei%20Darussalam/Departemen%20Luar%20Negeri%20Republik%20Indonesia2.htm (3 of 4) [8/29/2008 5:43:52 PM]

Departemen Luar Negeri Republik Indonesia

Copy Right © 2005 Department of Foreign Affairs Republic of Indonesia Departement of Foreign Affair Republic of Indonesia Jalan Pejambon No.6 Jakarta Pusat 10110 Phone (021) 344 1508

file:///E|/Aziz's%20Doc/Brunei%20Darussalam/Departemen%20Luar%20Negeri%20Republik%20Indonesia2.htm (4 of 4) [8/29/2008 5:43:52 PM]

Departemen Luar Negeri Republik Indonesia

Selasa, 06 Mei 2008, 06:16 WIB

Kebijakan Luar Negeri Layanan Publik Indonesia dan Isu Global Diplomasi Publik Ruang Berita dan Publikasi Perjanjian Internasional dan Konvensi Kepegawaian Kerjasama Teknik Tentang Deplu Otonomi Daerah

Indeks Berita 26 Mar 2008 11:58 Ceramah Dubes RI di Depan Junior Staff Course Angkatan 1 / 08 Kamp Militer Penanjong, Distrik Tutong, Brunei Darussalam
Batik untuk Pakaian Musim Panas di Jerman [05 May 2008 14:29] Ketua Parlemen dan Mantan Presiden Hungaria Sambut Gong Perdamaian Dunia di Godollo [05 May 2008 12:44] Penghargaan “Knight Grand Cordon (Special Class) of the Most Exalted Order of the White Elephant” dari Raja Thailand kepada Duta Besar RI untuk Kerajaan Thailand [05 May 2008 11:17] Indonesia Raih Penghargaan Terbaik Kategori Tujuan Wisata Masa Depan Versi Majalah Wisata Spanyol [05 May 2008 11:10] Menlu Menyerahkan Bantuan Kemanusiaan bagi Komunitas Nelayan di Ciamis, Jawa Barat [02 May 2008 17:39] Upaya Merebut Pasar Wisata Kazakhstan [02 May 2008 11:41] Gelar Festival Indonesia di Hong Kong [02 May 2008 10:34] Gerakan Non-Blok Serukan Kembali Pentingnya Penghapusan Senjata Nuklir [02 May 2008 08:37] Tarian Tradisional Indonesia Mendapat Pengakuan pada Gala AHM 2008 di Ottawa. [30 Apr 2008 15:56]

Memenuhi undangan Institut Latihan Angkatan Bersenjata Diraja Brunei Darussalam (ABDB), Dubes RI Bandar Seri Begawan telah memberikan kuliah di depan para peserta Junior Staff Course Angkatan 1 / 08 Kamp Militer Penanjong, Distrik Tutong, Brunei Darussalam, pada 24 Maret 2008. Topik kuliah adalah mengenai ”Indonesia’s Foreign Policy, the Bilateral Relations between Indonesia and Brunei Darussalam, Indonesia in ASEAN, Asia and the World”. Para peserta adalah para perwira berpangkat Kapten yang disyaratkan mengikuti kursus tersebut untuk kenaikan pangkat menjadi Mayor. Jumlah peserta 20 orang, terdiri dari 15 perwira pria dan 5 perwira wanita yang berasal dari ketiga Angkatan dari ABDB. Junior Staff Course Angkatan 1/08 tersebut telah berlangsung sejak 26 Februari 2008 dan dijadwalkan selesai tanggal 9 Mei 2008. Saat membuka sesi kuliah, Wakil Komandan Institut Latihan ABDB, Letkol B.K. Rawat, menyampaikan bahwa Junior Staff Course tersebut telah diselenggarakan selama enam tahun, dimana tiap tahunnya diadakan dua kali. Angkatan peserta kali ini merupakan yang pertama untuk tahun 2008, dimana pada akhir kursus diprogramkan kunjungan studi banding para peserta ke salah satu negara sahabat. Disampaikan pula bahwa para peserta Junior Staff Course Angkatan 2 / 07 telah mengunjungi Indonesia selama 10 hari pada 5-15 Desember 2007. Adapun para peserta Angkatan 1 / 08 diprogramkan melakukan kunjungan studi banding ke China pada akhir bulan April 2008. Secara khusus, Letkol Rawat mengutip arahan Sultan Brunei, Sultan Haji Hassanal Bolkiah, selaku Panglima Tertinggi ABDB, agar para perwira ABDB mengembangkan wawasan, pengetahuan dan kemampuannya sehingga tidak hanya mahir dalam keterampilan militer, namun juga mampu menganalisis berbagai perkembangan yang terjadi di lingkup regional dan internasional (atau istilah Sultan, ”think out of the box”). Pihak Institut Latihan ABDB telah mengundang Dubes Inggris, Dubes Australia, Dubes China dan Dubes Amerika Serikat, selain Dubes RI. Maksud Penyelenggara mengundang Duta Besar negara-negara sahabat untuk memberikan ceramah mengenai kebijakan luar negeri negara masing-masing adalah untuk memperluas wawasan dan pengetahuan para perwira mengenai negara-negara sahabat Brunei Darussalam, kiprah negara-negara tersebut dalam berbagai organisasi multilateral dan regional, serta perkembangan hubungan bilateral negara-negara tersebut dengan Brunei Darussalam.

file:///E|/Aziz's%20Doc/Brunei%20Darussalam/Departemen%20Luar%20Negeri%20Republik%20Indonesia3.htm (1 of 2) [8/29/2008 5:43:54 PM]

Departemen Luar Negeri Republik Indonesia

Seusai memberikan kuliah, para peserta nampak antusias bertanya. Dubes RI menjawab pertanyaan-pertanyaan peserta dengan terbuka. Pihak Penyelenggara menyambut gembira sikap keterbukaan yang ditunjukkan Dubes RI dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan para peserta. Pada kesempatan ramah tamah dengan Komandan Institut Latihan, Kolonel Aminuddin, seusai kuliah, Dubes RI menyampaikan bahwa umumnya belum banyak orang yang memahami latar belakang Pemerintah RI mengambil kebijakan-kebijakannya. Hal ini dapat dimengerti dan memang tugas KBRI untuk memberikan informasi yang obyektif dan berimbang. Bandar Seri Begawan, 25 Maret 2008

Indonesia Menekankan Kembali Hak Setiap Negara untuk Mengembangkan Energi Nuklir [30 Apr 2008 15:47] 11.000 Perusahaan Kroasia Harapkan Kerjasama dengan Indonesia [30 Apr 2008 15:43] Temu Bisnis dan Pameran Produk Indonesia di Yangon Guna Jajagi Peluang Ekspor [30 Apr 2008 10:10] KJRI Karachi Jemput Bola “Jual “ Indonesia [29 Apr 2008 15:33] Menteri Urusan Pendidikan dan Etnik Selbar: Batik Indonesia Memiliki Nilai Seni Paling Tinggi [28 Apr 2008 15:54] Grand Mufti Suriah Dukung Negara Kesatuan Republik Indonesia [28 Apr 2008 14:38] Peluang Kerjasama Lembaga Riset Indonesia Semakin Terbuka ke Negara Kroasia [28 Apr 2008 14:11] Sekjen Deplu: Perubahan Konstelasi Dunia Global Menuntut Diplomat yang Adaptif [25 Apr 2008 17:45] Konjen RI Karachi Jajaki Peluang Pasar Garmen [25 Apr 2008 15:54] Menlu Lantik 12 Pejabat Baru [24 Apr 2008 14:31] India akan Berikan US$ 5 Juta untuk ASEAN [24 Apr 2008 14:09] Lihat Semua

Hak Cipta © 2005 Departemen Luar Negeri Republik Indonesia Departemen Luar Negeri Republik Indonesia Jalan Pejambon No.6 Jakarta Pusat 10110 Telepon (021) 344 1508

file:///E|/Aziz's%20Doc/Brunei%20Darussalam/Departemen%20Luar%20Negeri%20Republik%20Indonesia3.htm (2 of 2) [8/29/2008 5:43:54 PM]

Departemen Luar Negeri Republik Indonesia

Selasa, 06 Mei 2008, 06:16 WIB

Kebijakan Luar Negeri Layanan Publik Indonesia dan Isu Global Diplomasi Publik Ruang Berita dan Publikasi Perjanjian Internasional dan Konvensi Kepegawaian Kerjasama Teknik Tentang Deplu Otonomi Daerah

Indeks Berita 11 Feb 2008 10:50 Kunjungan Forum Pemuda Betawi ke Brunei Darussalam
Batik untuk Pakaian Musim Panas di Jerman [05 May 2008 14:29] Ketua Parlemen dan Mantan Presiden Hungaria Sambut Gong Perdamaian Dunia di Godollo [05 May 2008 12:44] Penghargaan “Knight Grand Cordon (Special Class) of the Most Exalted Order of the White Elephant” dari Raja Thailand kepada Duta Besar RI untuk Kerajaan Thailand [05 May 2008 11:17] Indonesia Raih Penghargaan Terbaik Kategori Tujuan Wisata Masa Depan Versi Majalah Wisata Spanyol [05 May 2008 11:10] Menlu Menyerahkan Bantuan Kemanusiaan bagi Komunitas Nelayan di Ciamis, Jawa Barat [02 May 2008 17:39] Upaya Merebut Pasar Wisata Kazakhstan [02 May 2008 11:41] Gelar Festival Indonesia di Hong Kong [02 May 2008 10:34] Gerakan Non-Blok Serukan Kembali Pentingnya Penghapusan Senjata Nuklir [02 May 2008 08:37] Tarian Tradisional Indonesia Mendapat Pengakuan pada Gala AHM 2008 di Ottawa. [30 Apr 2008 15:56]

Sebagai bagian dari upaya meningkatkan saling pengertian dan kerjasama antar pemuda di negara-negara ASEAN, sebuah organisasi pemuda bernuansa budaya Jakarta, yakni Forum Pemuda Betawi, telah melakukan kunjungan ke Brunei Darussalam pada tanggal 4-7 Februari 2008. Kunjungan tersebut difasilitasi bersama oleh Kementerian Kebudayaan, Belia dan Sukan Negara Brunei Darussalam, KBRI Bandar Seri Begawan dan Majelis Belia Brunei (MBB). Rombongan Forum Pemuda Betawi terdiri dari 17 orang dan dipimpin oleh Rachmat HS yang juga salah satu Fungsionaris DPP KNPI Pusat. Brunei Darussalam merupakan negara keempat dari negara-negara anggota ASEAN yang dikunjungi. Sebelumnya Forum Pemuda Betawi telah berkunjung ke Singapura, Malaysia dan Thailand. Dalam kunjungannya ke Brunei Darussalam, rombongan telah melakukan pertemuan dengan Direktur Direktorat (Pengarah Jabatan) Belia dan Sukan, Kementerian Kebudayaan, Belia dan Sukan, serta Pengurus dan anggota MBB. Rombongan melakukan pula kunjungan ke Universitas Brunei Darussalam, dan Pusat Pembangunan Belia yang merupakan lembaga pelatihan kerja pemuda-pemudi Brunei agar siap masuk dalam lapangan pekerjaan. Rombongan juga berkesempatan melihat kehidupan masyarakat asli Brunei di Kampong Sungai Mattan yang terletak di tepian Sungai Brunei. Hasil-hasil pertemuan dengan para pejabat Jabatan Belia dan Sukan Negara Brunei Darussalam serta MBB antara lain disepakatinya untuk mengadakan suatu Memorandum Saling Kesepahaman (MoU) antara Forum Pemuda Betawi dan MBB, serta didukungnya kemungkinan mengadakan program kunjungan balasan dari organisasi pemuda Brunei ke Indonesia. Selain itu dibicarakan pula kemungkinan mengadakan program homestay bagi para pemuda Indonesia dimana mereka akan tinggal di perkampungan masyarakat asli Brunei yang umumnya berlokasi di tepian sungai. Pada acara tatap muka dengan Dubes RI dan jajaran KBRI Bandar Seri Begawan didukung pula rencana Forum Pemuda Betawi untuk mengirimkan misi budaya Betawi bekerjasama dengan KBRI Bandar Seri Begawan di masa depan. FPB merencanakan untuk mengadakan kunjungan berikutnya ke Vietnam yang kemungkinan akan dilakukan dalam tahun ini pula (Sumber: KBRI Bandar Seri Begawan).

file:///E|/Aziz's%20Doc/Brunei%20Darussalam/Departemen%20Luar%20Negeri%20Republik%20Indonesia4.htm (1 of 2) [8/29/2008 5:43:55 PM]

Departemen Luar Negeri Republik Indonesia

Indonesia Menekankan Kembali Hak Setiap Negara untuk Mengembangkan Energi Nuklir [30 Apr 2008 15:47] 11.000 Perusahaan Kroasia Harapkan Kerjasama dengan Indonesia [30 Apr 2008 15:43] Temu Bisnis dan Pameran Produk Indonesia di Yangon Guna Jajagi Peluang Ekspor [30 Apr 2008 10:10] KJRI Karachi Jemput Bola “Jual “ Indonesia [29 Apr 2008 15:33] Menteri Urusan Pendidikan dan Etnik Selbar: Batik Indonesia Memiliki Nilai Seni Paling Tinggi [28 Apr 2008 15:54] Grand Mufti Suriah Dukung Negara Kesatuan Republik Indonesia [28 Apr 2008 14:38] Peluang Kerjasama Lembaga Riset Indonesia Semakin Terbuka ke Negara Kroasia [28 Apr 2008 14:11] Sekjen Deplu: Perubahan Konstelasi Dunia Global Menuntut Diplomat yang Adaptif [25 Apr 2008 17:45] Konjen RI Karachi Jajaki Peluang Pasar Garmen [25 Apr 2008 15:54] Menlu Lantik 12 Pejabat Baru [24 Apr 2008 14:31] India akan Berikan US$ 5 Juta untuk ASEAN [24 Apr 2008 14:09] Lihat Semua

Hak Cipta © 2005 Departemen Luar Negeri Republik Indonesia Departemen Luar Negeri Republik Indonesia Jalan Pejambon No.6 Jakarta Pusat 10110 Telepon (021) 344 1508

file:///E|/Aziz's%20Doc/Brunei%20Darussalam/Departemen%20Luar%20Negeri%20Republik%20Indonesia4.htm (2 of 2) [8/29/2008 5:43:55 PM]

Departemen Luar Negeri Republik Indonesia

Selasa, 06 Mei 2008, 06:17 WIB

Kebijakan Luar Negeri Layanan Publik Indonesia dan Isu Global Diplomasi Publik Ruang Berita dan Publikasi Perjanjian Internasional dan Konvensi Kepegawaian Kerjasama Teknik Tentang Deplu Otonomi Daerah

Indeks Berita 28 Sep 2005 04:15 Pertemuan the 1st Asia Cooperation Dialogue (ACD) Energy Forum
Batik untuk Pakaian Musim Panas di Jerman [05 May 2008 14:29] Ketua Parlemen dan Mantan Presiden Hungaria Sambut Gong Perdamaian Dunia di Godollo [05 May 2008 12:44] Penghargaan “Knight Grand Cordon (Special Class) of the Most Exalted Order of the White Elephant” dari Raja Thailand kepada Duta Besar RI untuk Kerajaan Thailand [05 May 2008 11:17] Indonesia Raih Penghargaan Terbaik Kategori Tujuan Wisata Masa Depan Versi Majalah Wisata Spanyol [05 May 2008 11:10] Menlu Menyerahkan Bantuan Kemanusiaan bagi Komunitas Nelayan di Ciamis, Jawa Barat [02 May 2008 17:39] Upaya Merebut Pasar Wisata Kazakhstan [02 May 2008 11:41] Gelar Festival Indonesia di Hong Kong [02 May 2008 10:34]

Pada tanggal 26-28 September 2005 di Bali, Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral (DESDM) bekerjasama dengan Deplu telah mengadakan pertemuan The First ACD Energy Forum. Pertemuan ini, merupakan tindak lanjut dari usulan pada Pertemuan Tingkat Menteri ACD ketiga yang diselenggarakan di Qing Dao, China, pada bulan Juni 2004, yang menyepakati Indonesia dapat menjadi tuan rumah Forum termaksud. Pertemuan tersebut dihadiri oleh wakil-wakil dari 14 negara anggota ACD, yaitu: Bangladesh, Brunei Darussalam, China, Indonesia, Iran, Korea Selatan, Malaysia, Myanmar, Pakistan, Qatar, Russia, Saudi Arabia, Singapura, dan Thailand. Dalam forum termaksud, setiap delegasi telah menyampaikan presentasi mengenai berbagai masalah terkait dengan energi antara lain situasi dan kondisi sektor energi masing-masing negara serta pentingnya memperkuat kerjasama di bidang energi dalam kerangka ACD. Pertemuan dibuka oleh Menteri ESDM, yang pada sambutannya antara lain menekankan mengenai tepat dan pentingnya penyelenggaraan pertemuan energi ini mengingat kondisi harga minyak yang tidak stabil sehingga berpengaruh bagi pembangunan ekonomi dan kesejahteraan kawasan dan dunia. Pertemuan telah menghasilkan dokumen Joint Declaration of the 1st ACD Energy Forum yang pada intinya menyepakati pembentukan ACD Energy Forum sebagai wadah utama untuk melakukan kerjasama dan dialog masalah-masalah terkait di bidang energi.

Joint Declaration of the 1st ACD Energy Forum

Gerakan Non-Blok Serukan Kembali Pentingnya Penghapusan Senjata Nuklir [02 May 2008 08:37] Tarian Tradisional Indonesia Mendapat Pengakuan pada Gala AHM 2008 di Ottawa. [30 Apr 2008 15:56]

file:///E|/Aziz's%20Doc/Brunei%20Darussalam/Departemen%20Luar%20Negeri%20Republik%20Indonesia5.htm (1 of 2) [8/29/2008 5:43:57 PM]

Departemen Luar Negeri Republik Indonesia

Indonesia Menekankan Kembali Hak Setiap Negara untuk Mengembangkan Energi Nuklir [30 Apr 2008 15:47] 11.000 Perusahaan Kroasia Harapkan Kerjasama dengan Indonesia [30 Apr 2008 15:43] Temu Bisnis dan Pameran Produk Indonesia di Yangon Guna Jajagi Peluang Ekspor [30 Apr 2008 10:10] KJRI Karachi Jemput Bola “Jual “ Indonesia [29 Apr 2008 15:33] Menteri Urusan Pendidikan dan Etnik Selbar: Batik Indonesia Memiliki Nilai Seni Paling Tinggi [28 Apr 2008 15:54] Grand Mufti Suriah Dukung Negara Kesatuan Republik Indonesia [28 Apr 2008 14:38] Peluang Kerjasama Lembaga Riset Indonesia Semakin Terbuka ke Negara Kroasia [28 Apr 2008 14:11] Sekjen Deplu: Perubahan Konstelasi Dunia Global Menuntut Diplomat yang Adaptif [25 Apr 2008 17:45] Konjen RI Karachi Jajaki Peluang Pasar Garmen [25 Apr 2008 15:54] Menlu Lantik 12 Pejabat Baru [24 Apr 2008 14:31] India akan Berikan US$ 5 Juta untuk ASEAN [24 Apr 2008 14:09] Lihat Semua

Hak Cipta © 2005 Departemen Luar Negeri Republik Indonesia Departemen Luar Negeri Republik Indonesia Jalan Pejambon No.6 Jakarta Pusat 10110 Telepon (021) 344 1508

file:///E|/Aziz's%20Doc/Brunei%20Darussalam/Departemen%20Luar%20Negeri%20Republik%20Indonesia5.htm (2 of 2) [8/29/2008 5:43:57 PM]

Speeches - KBRI BS Begawan

Home
MESSAGE FROM H.E YUSBAR DJAMIL AMBASSADOR OF THE REPUBLIC OF INDONESIA ON RADIO KRISTAL FM ON THE OCCASION OF THE 21TH ANNIVERSARY OF THE NATIONAL DAY OF BRUNEI DARUSSALAM FEBRUARY 23, 2005 (RECORDED ON FEBRUARY 18, 2005)

ASSALAMU ‘ALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKAATUH, MY NAME IS YUSBAR DJAMIL, I AM THE AMBASSADOR OF THE REPUBLIC OF INDONESIA TO BRUNEI DARUSSALAM. FIRST OF ALL I WOULD LIKE TO THANKS RADIO KRISTAL FM AND ITS FAITHFUL LISTENERS FOR INVITING ME TO PARTICIPATE IN ITS SPECIAL PROGRAME OF TODAY. AT THE OUTSET, I HAVE THE DISTINCT HONOUR ON BEHALF OF THE GOVERNMENT AND THE PEOPLE OF THE REPUBLIC OF INDONESIA IN BRUNEI DARUSSALAM TO CONVEY TO HIS MAJESTY SULTAN HAJI HASSANAL BOLKIAH MUIZZADDIN WADDAULAH SULTAN AND YANG DIPERTUAN OF NEGARA BRUNEI DARUSSALAM AND TO THE PEOPLE OF BRUNEI DARUSSALAM OUR HEARTIEST CONGRATULATIONS AND BEST WISHES ON THE AUSPICIOUS OCCASION OF THE 21TH ANNIVERSARY OF THE NATIONAL DAY OF NEGARA BRUNEI DARUSSALAM. IN ITS TWENTY ONE YEARS OF INDEPENDENCE, BRUNEI DARUSSALAM HAS EMERGED AS ONE OF THE MOST SUCCESSFUL ECONOMIES IN ASIA. THIS HAS BEEN MADE POSSIBLE DUE TO HIS MAJESTY’S EMPHASIS ON M.I.B WHICH IS ITSELF A VERY DYNAMIC PHILOSOPHY IN FOSTERING NATIONAL UNITY AND SOCIAL HARMONY. OVER THE LAST TWENTY ONE YEARS. INDONESIA AND BRUNEI DARUSSALAM HAVE STEADILY DEVELOPED A WARM RELATIONSHIP BASED ON SHARED POLITICAL, ECONOMIC, AND SOCIAL INTEREST. TO BE MORE SPECIFIC, THE EXAMPLARY ACTIONS DEMONSTRATED BY HIS MAJESTY SULTAN HAJI HASSANAL BOLKIAH BEING THE FIRST HEADS OF STATE TO VISIT THE TSUNAMI’S AFFECTED AREA OF ACEH EARLY THIS MONTH HAS BROUGHT ABOUT A DEEP IMPRESSIONS AMONG THE PEOPLE OF INDONESIA. WE HIGHLY APPRECIATE THE FACT THAT HIS MAJESTY SULTAN HAJI HASSANAL BOLKIAH AND THE PEOPLE OF BRUNEI DARUSSALAM HAVE COMMITTED THEMSELVES TO ASSIST INDONESIA NOT ONLY FOR THE EMERGENCY RELIEF BUT ALSO FOR THE REHABILITATION AND RECONTSRUCTION PROCESS DUE TO BEGIN SHORTLY. FINALLY, I WOULD LIKE TO TAKE THIS OPPORTUNITY TO ONCE AGAIN CONVEY MY SINCERE WISHES AND CONGRATULATIONS TO HIS MAJESTY SULTAN AND YANG DIPERTUAN OF BRUNEI DARUSSALAM AND THE PEOPLE OF BRUNEI DARUSSALAM ON ITS 21ST ANNIVERSARY OF THE NATIONAL DAY. MAY GOD ALMIGHTY BLESS HIS MAJESTY SULTAN HAJI HASSANAL BOLKIAH WITH CONTINUED HAPPINESS, LONG LIFE, AND PROSPERITY. THANK YOU, WABILLAHI TAUFIQ WAL HIDAYAH, WASALAMUALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATUH. BANDAR SERI BEGAWAN, FEBRUARY 23, 2005

YUSBAR DJAMIL AMBASSADOR
file:///E|/Aziz's%20Doc/Brunei%20Darussalam/dubes_ntbrunei.htm (1 of 2) [8/29/2008 5:43:58 PM]

Speeches - KBRI BS Begawan

Copyright (c) 2000-2005 Embassy of the Republic of Indonesia to Negara Brunei Darussalam

file:///E|/Aziz's%20Doc/Brunei%20Darussalam/dubes_ntbrunei.htm (2 of 2) [8/29/2008 5:43:58 PM]

Bilateral Issues - KBRI BS Begawan

BACK Home Keikutsertaan Brunei Darussalam dalam KTT Asia Afrika 2005 dan Peringatan 50 Tahun KAA

Sultan Haji Hassanal Bolkiah menghadiri KTT Asia Afrika yang berlangsung tanggal 22-24 April 2005 yang didampingi oleh Menlu Brunei Darussalam, Prince Mohamed Bolkiah. KTT Asia Afrika tanggal 22-24 April 2005 dihadiri oleh 108 negara termasuk 43 Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan. KTT yang dipimpin secara bersama oleh Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono dan Presiden Afrika Selatan Thabo Mbeki tersebut dibuka secara resmi tanggal 22 April 2005 di Jakarta Convention Centre (JCC). Sementara itu, saat menyampaikan pidato pada Sidang KTT tersebut, Sultan Haji Hassanal Bolkiah telah menawarkan solidaritas dan persaudaraan kepada pemimpin Asia Afrika yang hadir. Sultan Haji Hassanal Bolkiah juga menyampaikan rasa duka cita kepada korban bencana alam gempa-tsunami dan korban gempa bumi di Pulau Nias. Sultan Haji Hassanal Bolkiah menyatakan bahwa Konferensi Asia Afrika telah memberi inspirasi baru kepada pemimpin Asia Afrika di tengah berbagai macam kesulitan yang dihadapi dewasa ini. Sultan Haji Hassanal Bolkiah juga menyarankan agar para pemimpin Asia Afrika mengenang kembali semangat yang penuh harapan, niat yang luhur dan keinginan bersama yang ditemukan oleh para pendahulu KAA pada 50 tahun yang lalu. Menurut Sultan Haji Hassanal Bolkiah inilah saat yang tepat untuk memperbaharui semangat Asia Afrika yang telah diawali oleh para pendahulu KAA. Pada akhir kegiatan, Sultan Haji Hassanal Bolkiah telah menghadiri acara jamuan makan malam bersama dengan para pemimpin Asia Afrika lainnya dimana Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bertindak sebagai tuan rumah. KTT KAA menghasilkan Deklarasi Kemitraan Strategis Baru Asia Afrika dan pernyataan bersama tentang tsunami, gempa bumi dan bencana alam lainnya.

file:///E|/Aziz's%20Doc/Brunei%20Darussalam/KAA.htm (1 of 2) [8/29/2008 5:43:59 PM]

Bilateral Issues - KBRI BS Begawan

Copyright (c) 2000-2005 Embassy of the Republic of Indonesia to Negara Brunei Darussalam

file:///E|/Aziz's%20Doc/Brunei%20Darussalam/KAA.htm (2 of 2) [8/29/2008 5:43:59 PM]

Bilateral Issues - KBRI BS Begawan

BACK Home Sultan Haji Hassanal Bolkiah menghadiri pelantikan Presiden dan Wakil Presiden RI yang baru

Sultan Haji Hassanal Bolkiah mengadakan kunjungan ke Jakarta dalam rangka menghadiri pelantikan Presiden dan Wakil Presiden RI yang baru dalam Sidang Paripurna MPR RI tanggal 20 Oktober 2004. Beberapa kepala negara dan kepala pemerintahan lainnya yang menghadiri Sidang Paripurna MPR itu adalah PM Australia John Howard, PM Malaysia Abdullah Ahmad Badawi, PM Singapura Lee Hsien Loong dan PM Republik Demokratik Timor Leste, Mari Alkatiri. Pemerintah Jepang mengirimkan utusan khusus, sementara negara lainnya akan diwakili oleh Duta besarnya di Jakarta. Sultan Haji Hassanal Bolkiah dari Brunei Darussalam menyampaikan ucapan selamat atas pelantikan Susilo Bambang Yudhoyono dan Muhammad Jusuf Kalla sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI yang baru. Dalam kesempatan itu, Sultan Haji Hassanal Bolkiah juga mengharapkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wapres Muhammad Jusuf Kalla dapat meraih kesuksesan dan keberhasilan. Bagi Brunei Darussalam, Indonesia yang kuat, sejahtera dan aman adalah merupakan hal yang sangat penting bagi stabilitas di kawasan. Dibawah kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Rakyat Indonesia akan terus meningkatkan harapan dan keyakinannya untuk mencapai kemajuan. Kedua Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan tersebut menyatakan komitmennya untuk meningkatkan kerjasama yang lebih erat baik secara bilateral maupun regional dalam rangka menciptakan negara dan kawasan yang damai, stabil dan aman. Sultan Haji Hassanal Bolkiah juga menyampaikan rasa gembiranya dapat bekerjasama dengan pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono dan menyampaikan dukungan penuh Brunei Darussalam karena Indonesia merupakan negara tetangga sekaligus sahabat dekat dan juga sebagai mitra kerjasama Brunei Darussalam dalam kerangka regional dan internasional.

file:///E|/Aziz's%20Doc/Brunei%20Darussalam/Pelantikan.htm (1 of 2) [8/29/2008 5:43:59 PM]

Bilateral Issues - KBRI BS Begawan

Sultan Haji Hassanal Bolkiah dari Brunei Darussalam menghadiri acara buka puasa bersama yang diselenggarakan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Merdeka. Acara yang juga dihadiri oleh PM Malaysia Abdullah Ahmad Badawi tersebut kemudian dilanjutkan dengan shalat maghrib berjamaah. Setelah sebelumnya mengikuti acara pelantikan Susilo Bambang Yudhoyono dan Muhammad Jusuf Kalla sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI dalam Sidang Paripurna MPR RI, Sultan Haji Hassanal Bolkiah dan rombongan a.l. Mufti Kerajaan Pehin Dato H. Abdul Aziz bin Juned kembali ke Bandar Seri Begawan pada tanggal 21 Oktober 2004.

Copyright (c) 2000-2005 Embassy of the Republic of Indonesia to Negara Brunei Darussalam

file:///E|/Aziz's%20Doc/Brunei%20Darussalam/Pelantikan.htm (2 of 2) [8/29/2008 5:43:59 PM]

The Embassy of the Republic of Indonesia

CONSULAR SERVICES

Consular and Visa Services

Home
::: Press Release ::: ::: Statement ::: ::: Bulletin ::: ::: Bilateral Issues ::: ::: Business Info ::: ::: Education Info ::: ::: Tourism ::: ::: The Embassy ::: ::: Link :::

V I S A S categories :
DIPLOMATIC VISA SERVICE VISA TRANSIT VISA VISITATION VISA LIMITED STAY VISA NON-VISA SHORT TERM VISIT

DIPLOMATIC VISA Diplomatic Visas are given to foreign citizens bearing diplomatic passports, for the conduct of diplomatic assignments in Indonesia. Requests for Diplomatic Visas must be submitted via an Indonesian diplomatic mission abroad, by filling out the appropriate registration forms and enclosing: 1. 2. 3. 4. Complete proof of identity of the passport bearer. Two 4x6cm color passport photographs of the passport bearer. The original diplomatic passport with at least 6 months validity from the date of submission. A diplomatic note confirming the person's diplomatic assignment.

back to top
file:///E|/Aziz's%20Doc/Brunei%20Darussalam/services.htm (1 of 8) [8/29/2008 5:44:01 PM]

The Embassy of the Republic of Indonesia

SERVICE VISA Service Visas are given to foreign citizens bearing service passports, on assignment to Indonesia for non-diplomatic purposes. Requests for Service Visas must be submitted through an Indonesian diplomatic mission abroad, by filling out the appropriate registration forms and enclosing: 1. 2. 3. 4. Complete proof of identity of the passport bearer. Two 4x6cm color passport photographs of the passport bearer. The original passport with at least 6 months validity from the date of submission. A diplomatic note confirming the person's assignment as non-diplomatic in nature.

back to top
TRANSIT VISA - There are two types of Transit Visas available: 1. 2. Transit Visa Transit Visa On Arrival

- Transit Visa The validity of a Transit Visa is 90 days from its date of issue, with a staying period of 14 days from the day of arrival in Indonesia. Requests for a Transit Visa must be submitted by filling out the appropriate registration forms and enclosing: Complete proof of identity of the passport bearer. 1. 2. Two 4x6cm color passport photographs of the passport bearer. The original passport with at least 6 months validity from the date of submission.

3. Persons stopping over in Indonesia to continue their journey to another country or their country of origin must be able to produce proof of a ticket to that country. 4. Persons stopping over in Indonesia to join or work on a transport vehicle that will continue its journey outside

file:///E|/Aziz's%20Doc/Brunei%20Darussalam/services.htm (2 of 8) [8/29/2008 5:44:01 PM]

The Embassy of the Republic of Indonesia

Indonesian territory must have proof of a work contract pertaining to that fact. 5. Proof of having paid all dues according to regulations. Transit Visas are given to persons of foreign origin who wish to stop over in Indonesian territory for purposes of: Continuing a journey to another country. 1. 2. 3. Continuing a journey to return to their country of origin. To join or work on a transport vehicle that will continue its journey outside Indonesian territory. In emergency cases due to a delayed flight or journey.

- Transit Visa On Arrival Transit Visas On Arrival are valid for stopovers within Indonesian territory due to emergencies affecting transport vehicles and other legitimate causes, resulting in a delay in that journey and verified by the proper authorities.

back to top
VISITATION VISA There are four types of Visitation Visas: 1. Single-Visitation Visa 2. Collective-Visitation Visa 3. Multiple-Journey Visitation Visa 4. Visitation Visa On Arrival - Single-Visitation Visa Validity period of a Single-Visitation Visa is a maximum of 60 days. Requests for Single-Visitation Visas are submitted by filling out the appropriate forms and enclosing: 1. 2. 3. Complete proof of identity of the passport bearer. Two 4x6cm color passport photographs of the passport bearer. The original passport with at least 6 months validity from the date of submission.

file:///E|/Aziz's%20Doc/Brunei%20Darussalam/services.htm (3 of 8) [8/29/2008 5:44:01 PM]

The Embassy of the Republic of Indonesia

4. Letter of recommendation from a sponsor or, if considered necessary, a guarantee of the availability of funds to cover living expenses while in Indonesia. 5. Proof of a return ticket, or a ticket to continue travel to another country.

- Collective-Visitation Visa Collective-Visitation Visas are valid for visits lasting a maximum of 60 (sixty) days. Requests for Collective-Visitation Visas are submitted by filling out the appropriate forms and enclosing: 1. Complete proof of identity of each of the requesting persons. 2. Two 4x6cm color passport photographs of the passport bearer. 3. The original passport or travel document with at least 6 months validity from the date of submission. 4. Letter of recommendation from a sponsor in the country of origin, or a 5. Proof of return tickets or tickets to continue travel to another country. 6. Members of the group holding the Collective-Visitation Visas must carry their own passports and must enter and exit Indonesian territory at the same time as and with the group. - Multiple-Journey Visitation Visa Multiple-Journey Visitation Visas are valid for a maximum of one year, with the visitation period of each entry no longer than 60 (sixty) days. Requests for Multiple-Journey Visitation Visas must be submitted by filling out the appropriate forms and enclosing: 1. 2. 3. 4. 5. Complete proof of identity of each of the requesting person. Two 4x6cm color passport photographs of the passport bearer. The original passport or travel document with at least 18 months validity from the date of submission. Letter of recommendation from the sponsor in the country of origin or the sponsor in Indonesia. If deemed necessary, a guarantee of the availability of funds to cover living expenses while in Indonesia. request from a sponsor in Indonesia.

- Visitation Visa On Arrival Visitation Visas On Arrival are valid for a maximum of 30 (thirty) days, and are given to the following parties:
file:///E|/Aziz's%20Doc/Brunei%20Darussalam/services.htm (4 of 8) [8/29/2008 5:44:01 PM]

The Embassy of the Republic of Indonesia

1. Citizens from countries that do not require visas to visit Indonesia but have done so without entering the predetermined ports of entry. 2. Other foreign citizens that have acquired a permit from the Indonesian Directorate-General of Immigration.

Requests for Visitation Visa On Arrival must be submitted by filling out the appropriate forms, and enclosing: Complete proof of identity of each of the requesting persons. 1. The original passport or travel document with at least 6 months validity from the date of arrival in Indonesia.

2. A letter of recommendation from a sponsor or, if deemed necessary; a guarantee of the availability of funds to cover living expenses while in Indonesia. 3. Proof of return tickets or tickets to continue travels to another country.

back to top
LIMITED STAY VISA Limited Stay Visas are given to Regular Passport holders, valid for a 1 (one)-year stay in Indonesia and must not exceed the validity period of his/her travel documents. Requests for Limited Stay Visas must be submitted by filling out the appropriate forms and enclosing: 1. 2. 3. 4. 5. 6. Complete proof of identity of each of the requesting person. Two 4x6cm color passport photographs of the passport bearer. The original passport or travel document with at least 18 months validity from the date of submission. Letter of recommendation from the sponsor in the country of origin or the sponsor in Indonesia. A complete and updated Curriculum Vitae. For those accompanying: - their spouse or parent who are Indonesian citizens living in Indonesia,

- Their spouse or parent who are foreign citizens living in Indonesia holding Limited Stay Permits, Must submit a copy of a their Marriage
file:///E|/Aziz's%20Doc/Brunei%20Darussalam/services.htm (5 of 8) [8/29/2008 5:44:01 PM]

The Embassy of the Republic of Indonesia

Certificate and/or their Birth Certificate.
7. For those conducting activities in: - Religious missions - Research - Education - Social fields

Must enclose the original and a copy of a letter of recommendation from the institution or specific department/division that has assigned them.
7. For those who wish to work in a foreign investment or domestic investment venture, or as a technical professional on assignment by a foreign aid organizations, must furnish a letter of recommendation from a technical department, the Department of Labor, the Investment Coordinating Board, and a copy of the letter of agreement to employ foreign labor. 8. For those seeking repatriation, must provide proof of former Indonesian citizenship and proof of a guarantee of living expenses in Indonesia.

back to top
NON-VISA SHORT TERM VISIT NEW - beginning February 1, 2004 The government has changed the visa-free facility and has a new tourist visa system with three different categories: Pay-for-visa-on-arrival system for citizens of the United States, Australia, South Africa, Argentina, Brazil, Denmark, the Arab Emirates, Finland, Hungary, United Kingdom, Italy, Japan, Germany, Canada, South Korea, Norway, France, Poland, Switzerland, New Zealand, and Taiwan. The cost of the new 30-day (only) tourist visa is US$25/person for a 30-day visa and US$10 for a 3-day visa. Visitors from countries with visa-on-arrival facility will have to go to a special counter to have their passports stamped with the on-arrival visa before going to the immigration clearance desk. Avisa issued on arrival can be extended only once for a period of 15 days on payment of an additional fee, and cannot be converted into another class of visa. Immigration authorities say the visa purchasing system will take no more than 3-5 minutes per applicant. Six payment counters, a bank and a money changer have been set up to process payments.

file:///E|/Aziz's%20Doc/Brunei%20Darussalam/services.htm (6 of 8) [8/29/2008 5:44:01 PM]

The Embassy of the Republic of Indonesia

Initially, the visa on arrival facility will only be available at the following international gateways: Airports: Medan, Pekanbaru, Padang, Jakarta, Surabaya, Bali and Manado. Newly added are these airports where tourists can enjoy a visa-on-arrival facility: Halim Perdana Kusuma in Jakarta, Adisucipto in Yogyakarta, Adisumarmo in Solo, Selaparang in Mataram, Lombok, Sepinggan in Balikpapan, Kalimantan, Hasanudddin in Makasar, Sulawesi, Eltari in Kupang, Timor. Seaports: Batam, Tanjung Uban (Bintan), Belawan (Medan), Sibolga (Sumatra), Dumai, Teluk Bayar (Padang, Sumatra), Padang Bai (Bali), and Jayapura (Papua). Newly added are these seaports where tourists can enjoy a visa-on-arrival facility: • Teluk Bayar in Padang, Sumatra • Bitung • Tanjung Balaikarimun • Tanjung Mas in Semarang • Tenau in Kupang • Pare Pare in Sulawesi • Soekarno-Hatta in Makassar, Sualwesi Visa-free facility is granted to the citizens of 11 countries whose governments extend visa free facility to Indonesian nationals would continue to enjoy visa-free stays. Included in the 11 countries and administrative districts to be granted the 30-day visa-free facility are: Thailand, Malaysia, Singapore, Brunei Darussalam, the Philippines, Hongkong Special Administrative Region, Macao Special Administrative Region, Chile, Morocco, Peru and Vietnam. Visitors with the visa-free facility will be able to proceed directly to the immigration clearance counter. Citizens of other countries not on the visa on arrival or visa free lists will be required to apply for a visa overseas (in their home country) before entering Indonesia. Citizens of any country wishing to stay more than 30 days must also apply for an appropriate visa at their nearest Indonesian Embassy or Consulate before traveling to Indonesia. Tour Agents are able to arrange express handling for groups at no additional charge by presenting the completed immigration cards, passports and applicable visa fee. Passengers who overstay their visa period for a short period of time can be processed immediately at the airport by paying US$ 20 for every day they overstayed their 30-day visa. Airlines that experience technical difficulties or delayed flights can apply for their passengers to be exempted from paying any overstay penalties. The new policy cuts the length of stay for tourist visas from 60 days to 30 days. It is not clear what procedures will apply for visitors wishing to stay more than 30 days, so it would be wise for those visitors to apply for a visa beforehand with their nearest Indonesian Embassy or Consulate. According to Indonesia's bureaucracy, arriving tourists may
file:///E|/Aziz's%20Doc/Brunei%20Darussalam/services.htm (7 of 8) [8/29/2008 5:44:01 PM]

The Embassy of the Republic of Indonesia

be asked to produce the following documents (although a return ticket should be enough): Itinerary (original/copy) or a letter from travel agents, airline, steamship company, confirming the purchase of tickets into Indonesia (Note the officer may ask to see the copy of the original airplane ticket). Letter of Employment, indicating the employment status of the applicant. For retirees, please submit proof of retirement income. Copy of US Permanent Residence/Visa/Valid I-20 from schools/universities. Copy of bank statement, indicating the current applicant’s available funds at least two weeks prior to the date of obtaining visa. Beware ... of the 30-day counting trap! The way they immigration officials count the 30-day period is: you arrive on the 1st day with, for instance, a 30-day visa, and you must leave on the 30th day (not the 31st or the first of the next month, as you might think). This is actually their policy for how to count the days. and, after getting burned once and learning my lesson, I see their point and follow their definition of 30 days.

back to top

Copyright (c) 2000 The Embassy of the Republic of Indonesia Bandar Seri Begawan, Brunei Darussalam

file:///E|/Aziz's%20Doc/Brunei%20Darussalam/services.htm (8 of 8) [8/29/2008 5:44:01 PM]

Bilateral Issues - KBRI BS Begawan

BACK Kunjungan Sultan Haji Hassanal Bolkiah ke Jakarta dalam rangka menghadiri pertemuan “Special Asean Leaders’ Meeting on Aftermath of Earthquake and Tsunami”

Home

Sultan Haji Hassanal Bolkiah dari Brunei Darussalam mengadakan kunjungan ke Jakarta untuk menghadiri pertemuan “Special Asean Leaders’ Meeting on Aftermath of Earthquake and Tsunami” di Jakarta tgl 6 Januari 2005. Sultan Haji Hassanal Bolkiah yang didampingi oleh Menlu Prince Mohamed Bolkiah, dilepas di Bandara Internasional Berakas oleh Dubes RI, Yusbar Djamil dan pejabat tinggi pemerintah Brunei Darussalam. Pertemuan dihadiri oleh 25 kepala pemerintahan Asean dan negara terkait seperti: Jepang, Cina, Kanada, Australia, AS, Selandia Baru, India, Sri Lanka, Maldives, Korea Selatan termasuk lembaga internasional seperti Uni Eropa, PBB, WHO, ADB dan Bank Dunia. Pemerintah Indonesia menjadi tuan rumah penyelenggaraan pertemuan “Special Asean Leaders’ Meeting on Aftermath of Earthquake and Tsunami” di Jakarta tgl 6 Januari 2005. KTT tersebut dilatarbelakangi oleh besarnya dampak yang ditimbulkan akibat bencana gempa dan tsunami terhadap kawasan sehingga diperlukan kerjasama untuk menanggulangi dan mengantisipasinya di masa yang akan datang. Menlu RI, Hassan Wirayuda menyatakan bahwa pertemuan itu mendapat sambutan yang sangat baik dengan kehadiran kepala pemerintahan dan perwakilan internasional. Mengingat besarnya delegasi menyebabkan terbatasnya waktu dalam menyampaikan pandangannya. dalam kesempatan itu akan dikeluarkan pernyataan bersama yang menggalang solidaritas dan komitmen bersama untuk mengatasi bencana dan “komitmen nyata” untuk rehabilitasi dan pembangunan kembali daerah gempa dalam jangka panjang. Disamping itu, beberapa pokok pembicaraan lainnya adalah mengenai bantuan darurat, rekonstruksi, sistem deteksi gempa dini, pembangunan masyarakat dan penanggulangan dampak traumatis masyarakat atas bencana gempa.

file:///E|/Aziz's%20Doc/Brunei%20Darussalam/Tsunami.htm (1 of 2) [8/29/2008 5:44:02 PM]

Bilateral Issues - KBRI BS Begawan

Copyright (c) 2000-2005 Embassy of the Republic of Indonesia to Negara Brunei Darussalam

file:///E|/Aziz's%20Doc/Brunei%20Darussalam/Tsunami.htm (2 of 2) [8/29/2008 5:44:02 PM]

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful