Anda di halaman 1dari 12

KATA PENGANTAR

Puji syukur penyusun panjatkan ke hadirat Allah Subhanahu Wata΄ala, karena


berkat rahmat-Nya kami dapat menyelesaikan laporan yang berjudul Menghitung
Pertambahan Regangan Kawat Baja. Makalah ini diajukan guna memenuhi tugas mata
kuliah Kekuatan Bahan.
Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu
sehingga makalah ini dapat diselesaikan sesuai dengan waktunya. Makalah ini masih jauh
dari sempurna, oleh karena itu kami mengharapkan kritik dan saran yang bersifat
membangun demi kesempurnaan makalah ini. Semoga makalah ini memberikan
informasi bagi masyarakat dan bermanfaat untuk pengembangan ilmu pengetahuan bagi
kita semua.

Indralaya, April 2010

Penyusun
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR……………………………………………………………
PENDAHULUAN………………………………………………………………..
I. LATAR BELAKANG……………………………………
II. TUJUAN………………………………………………….
TINJAUAN PUSTAKA………………………………………………………….
METODOLOGI………………………………………………………………….
HASIL DAN PEMBAHASAN…………………………………………………..
KESIMPULAN DAN SARAN…………………………………………………..
I. KESIMPULAN…………………………………………..
II. SARAN…………………………………………………...
DAFTAR PUSTAKA…………………………………………………………….
PENDAHULUAN

I. LATAR BELAKANG

Elastis atau elastsisitas adalah kemampuan sebuah benda untuk kembali ke bentuk
awalnya ketika gaya luar yang diberikan pada benda tersebut dihilangkan. Jika sebuah
gaya diberikan pada sebuah benda yang elastis, maka bentuk benda tersebut berubah.
Untuk pegas dan karet, yang dimaksudkan dengan perubahan bentuk adalah pertambahan
panjang.

Perlu anda ketahui bahwa gaya yang diberikan juga memiliki batas-batas tertentu.
Sebuah karet bisa putus jika gaya tarik yang diberikan sangat besar, melawati batas
elastisitasnya. Demikian juga sebuah pegas tidak akan kembali ke bentuk semula jika
diregangkan dengan gaya yang sangat besar. Jadi benda-benda elastis tersebut memiliki
batas elastisitas.

Namun untuk studi kasus ini kita akan menghitung besar deformasi aksial yang
memiliki kesepadanan dengan elastisitas. Benda yang kita gunakan sebagai obyek untuk
dianalisa adalah batang logam dengan diameter 20cm.

II. TUJUAN

Tujuan menghitung deformasi atau perubahan yang terjadi pada batang baja yang
terdapat beban penumpu adalah untuk mengetahui besar perubahan penambahan panjang
yang terjadi pada batang baja.
TINJAUAN PUSTAKA

Hukum Hooke untuk benda non Pegas

Hukum hooke ternyata berlaku juga untuk semua benda padat, dari besi sampai
tulang tetapi hanya sampai pada batas-batas tertentu. Mari kita tinjau sebuah batang
logam yang digantung vertikal, seperti yang tampak pada gambar di bawah.

Pada benda bekerja gaya berat (berat = gaya gravitasi yang bekerja pada benda),
yang besarnya = mg dan arahnya menuju ke bawah (tegak lurus permukaan bumi).
Akibat adanya gaya berat, batang logam tersebut bertambah panjang sejauh (delta L)

Jika besar pertambahan panjang (delta L) lebih kecil dibandingkan dengan panjang
batang logam, hasil eksperimen membuktikan bahwa pertambahan panjang (delta L)
sebanding dengan gaya berat yang bekerja pada benda. Perbandingan ini dinyatakan
dengan persamaan :

Persamaan ini kadang disebut sebagai hukum Hooke. Kita juga bisa
menggantikan gaya berat dengan gaya tarik, seandainya pada ujung batang logam
tersebut tidak digantungkan beban.

Besarnya gaya yang diberikan pada benda memiliki batas-batas tertentu. Jika gaya
sangat besar maka regangan benda sangat besar sehingga akhirnya benda patah.
Hubungan antara gaya dan pertambahan panjang (atau simpangan pada pegas) dinyatakan
melalui grafik di bawah ini.

Jika sebuah benda diberikan gaya maka hukum Hooke hanya berlaku sepanjang
daerah elastis sampai pada titik yang menunjukkan batas hukum hooke. Jika benda
diberikan gaya hingga melewati batas hukum hooke dan mencapai batas elastisitas, maka
panjang benda akan kembali seperti semula jika gaya yang diberikan tidak melewati
batas elastisitas. tapi hukum Hooke tidak berlaku pada daerah antara batas hukum hooke
dan batas elastisitas. Jika benda diberikan gaya yang sangat besar hingga melewati batas
elastisitas, maka benda tersebut akan memasuki daerah plastis dan ketika gaya
dihilangkan, panjang benda tidak akan kembali seperti semula; benda tersebut akan
berubah bentuk secara tetap. Jika pertambahan panjang benda mencapai titik patah, maka
benda tersebut akan patah.

Berdasarkan persamaan hukum Hooke di atas, pertambahan panjang (delta L)


suatu benda bergantung pada besarnya gaya yang diberikan (F) dan materi penyusun dan
dimensi benda (dinyatakan dalam konstanta k). Benda yang dibentuk oleh materi yang
berbeda akan memiliki pertambahan panjang yang berbeda walaupun diberikan gaya
yang sama, misalnya tulang dan besi. Demikian juga, walaupun sebuah benda terbuat dari
materi yang sama (besi, misalnya), tetapi memiliki panjang dan luas penampang yang
berbeda maka benda tersebut akan mengalami pertambahan panjang yang berbeda
sekalipun diberikan gaya yang sama. Jika kita membandingkan batang yang terbuat dari
materi yang sama tetapi memiliki panjang dan luas penampang yang berbeda, ketika
diberikan gaya yang sama, besar pertambahan panjang sebanding dengan panjang benda
mula-mula dan berbanding terbalik dengan luas penampang. Makin panjang suatu benda,
makin besar besar pertambahan panjangnya, sebaliknya semakin tebal benda, semakin
kecil pertambahan panjangnya. Jika hubungan ini kita rumuskan secara matematis, maka
akan diperoleh persamaan sebagai berikut :

Persamaan ini menyatakan hubungan antara pertambahan panjang (delta L)


dengan gaya (F) dan konstanta (k). Materi penyusun dan dimensi benda dinyatakan
dalam konstanta k. Untuk materi penyusun yang sama, besar pertambahan panjang (delta
L) sebanding dengan panjang benda mula-mula (Lo) dan berbanding terbalik dengan luas
penampang (A). Kalau dirimu bingung dengan panjang mula-mula atau luas penampang,
coba amati gambar di bawah ini terlebih dahulu.
Besar E bergantung pada benda (E merupakan sifat benda). Pada persamaan ini
tampak bahwa pertambahan panjang (delta L) sebanding dengan hasil kali panjang
benda mula-mula (Lo) dan Gaya per satuan Luas (F/A).

Tegangan

Gaya per satuan Luas disebut juga sebagai tegangan. Secara matematis ditulis :

Satuan tegangan adalah N/m2 (Newton per meter kuadrat)


Regangan

Regangan merupakan perbandingan antara perubahan panjang dengan panjang


awal. Secara matematis ditulis :

Karena L sama-sama merupakan dimensi panjang, maka regangan tidak mempunyai


satuan (regangan tidak mempunyai dimensi).

Regangan merupakan ukuran perubahan bentuk benda dan merupakan tanggapan


yang diberikan oleh benda terhadap tegangan yang diberikan. Jika hubungan antara
tegangan dan regangan dirumuskan secara matematis, maka akan diperoleh persamaan
berikut :
Ini adalah persamaan matematis dari Modulus Elastis (E) alias modulus Young (Y). Jadi
modulus elastis sebanding dengan Tegangan dan berbanding terbalik Regangan.

Di bawah ini adalah daftar modulus elastis dari berbagai jenis benda padat
METODOLOGI

Metodologi percobaan ini adalah menganalisa suatu studi kasus dalam


permasalahan tentang deformasi aksial yaitu perubahan panjang dari suatu batang baja.
Menganalisa permasalahan itu untuk mengetahui besar perubahan panjang yang terjadi
jika beban yang diberikan sesuai dengan soal yang diberikan, apakah batang logam itu
dapat menopang dengan baik atau tidak?

HASIL DAN PEMBAHASAN

Studi kasus yang kita ambil adalah deformasi aksial yang terjadi pada batang baja
yang memiliki luas penampang sebesar 225mm2 dengan beban W sebesar 30kN.
Modulus elastisitas batang baja itu E adalah sebesar 200 GPa (200 x 10 9 Pa) dan panjang
betang adalah 5√ 2 m. Batang baja di letakkan pada sudut sebesar 45o, lihat gambar:

45o

T Batang baja dengan A= 225mm2 dan E= 200 GPa dengan l=5√ 2 m

45o

W=30kN

Pertama kita harus menghitung besar tegangan batang besi tersebut dengan persamaan:

ΣFy=0

T sin 45o – 30kN = 0


1
T = 30kN/ √2
2

T= 30√ 2 kN

Jika kita telah mendapatkan tegangan batang baja tersebut kita dpat menghitung besarnya
deformasi dengan rumus:

PL
δ=
AE

Dimana P adalah gaya yang bekerja pada batang kita dapat mengasumsikannya
adalah tegangan batanga baja tadi. L adalah adalah panjang batang. A adalah luas
penampang baja dan E adalah modulus elatisitas baja yang telah diketahui dalam soal
studi kasus ini. Lalu kita masukan data yang telah diberikan dan kalkulasikan. Maka
mendapatkan hasil;

30 √ 2 kN ×5 √ 2m
δ=
225 ×10−6 m2 × 200× 109 Pa

1
δ= m
75

1
δ= mm
75000

Maka deformasi yang dihasilkan pada batang baja tersebut adalah sebesar
13.333mm.
KESIMPULAN

Maka dari perhitungan diatas didapat bahwa deformasi yang terjadi pada batang
baja yang menahan beban sebesar 30kN adalah sebesar 13.333mm. Tentu harga besaran
deformasi ini masih terlihat besar dan ada pengaruhnya terhadap struktur batang baja.
Untuk mengetahuinya perlu diteliti lebih lanjut.

Referensi :

Giancoli, Douglas C., 2001, Fisika Jilid I (terjemahan), Jakarta : Penerbit Erlangga

Halliday dan Resnick, 1991, Fisika Jilid I, Terjemahan, Jakarta : Penerbit Erlangga

Kanginan, Marthen, 2000, Fisika 2000, SMU kelas 1, Caturwulan 2, Jakarta : Penerbit
Erlangga

Tipler, P.A.,1998, Fisika untuk Sains dan Teknik-Jilid I (terjemahan), Jakarta : Penebit
Erlangga

Young, Hugh D. & Freedman, Roger A., 2002, Fisika Universitas (terjemahan), Jakarta :
Penerbit Erlangga

Anda mungkin juga menyukai