Anda di halaman 1dari 15

Materi Ajar

Arti Salam :
“Akad jual beli muslam fiil (barang pesanan) dengan penagguhan
pengiriman oleh muslam ilaihi (penjual). Pelunasannya dilakukan segera
oleh pembeli sebelum barang tersebut diterima sesuai dengan syarat-
syarat tertentu”.

Bank dapat bertindak sebagai pembeli atau penjual dalam suatu transaksi
salam.

Salam paralel adalah apabila bank bertindak sebagai penjual, kemudian


memesan kepada pihak lain untuk menyediakan barang pesanan.

Syarat Salam paralel :


1. Akad kedua antara bank dan pemasok terpisah dari akad pertama
antara bank dan pembeli akhir
2. Akad kedua dilakukan setelah akad pertama sah

Spesifikasi dan harga barang pesanan disepakati oleh pembeli dan penjual
di awal akad. Ketentuan harga barang pesanan tidak dapat berubah selama
jangka waktu akad.

Rukun Salam :
1. Muslam (pembeli)
2. Muslam ilaihi (penjual)
3. Muslam Fiil (barang/hasil produksi)
4. Modal atau uang
5. Shighat/Ijab Qabul

Syarat-syarat Salam :
1. Pihak yang berakad
2. Ridha dua belah pihak dan tidak ingkar janji
3. Cakap rukun

Ketentuan-ketentuan Dewan Syariah Nasional dalam Akuntansi


Salam :
1. Ketentuan tentang pembayaran
a. Alat bayar harus diketahui jumlah dan bentuknya baik berupa
uang, barang dan manfaat
b. Pembayaran harus dilakukan pada saat kontrak disepakati
c. Pembayaran tidak boleh dalam bentuk pembebasan hutang

2. Ketentuan tentang barang


a. Harus jelas ciri-cirinya dan dapat diakui sebagai hutang
b. Harus dapat dijelaskan spesifikasinya
c. Penyerahan dilakukan kemudian
d. Waktu dan tempat penyerahan barang harus ditetapkanb
berdasarkan kesepakatan
e. Pembeli tidak boleh menjual barang sebelum menerimanya
f. Tidak boleh menukar barang kecuali dengan barang yang sejenis
sesuai kesepakatan

3. Ketentuan pembatalan kontrak


“Pada dasarnya pembatalan salam boleh dilakukan, selama tidak
merugikan kedua belah pihak”.

Soal :

1. Coba sebutkan ketentuan Bank sebagai penjual berdasarkan standar


akuntansi salam ?
2. Sebutkan ketentuan Bank sebagai pembeli berdasarkan standar
akuntansi salam ?
3. Sebutkan rukun salam ?
4. Sebutkan isi ketentuan barang ?
5. Sebutkan Syarat salam ?

Jawab :
01. Syarat Salam paralel :
1. Akad kedua antara bank dan pemasok terpisah dari akad pertama
antara bank dan pembeli akhir
2. Akad kedua dilakukan setelah akad pertama sah

02. Ketentuan pembatalan kontrak


“ Pada dasarnya pembatalan salam boleh dilakukan, selama tidak
merugikan kedua belah pihak”.

03. Rukun Salam :


1. Muslam (pembeli)
2. Muslam ilaihi (penjual)
3. Muslam Fiil (barang/hasil produksi)
4. Modal atau uang
5. Shighat/Ijab Qabul

04. Ketentuan tentang barang


a. Harus jelas ciri-cirinya dan dapat diakui sebagai hutang
b. Harus dapat dijelaskan spesifikasinya
c. Penyerahan dilakukan kemudian
d. Waktu dan tempat penyerahan barang harus ditetapkanb
berdasarkan kesepakatan
e. Pembeli tidak boleh menjual barang sebelum menerimanya
f. Tidak boleh menukar barang kecuali dengan barang yang sejenis
sesuai kesepakatan

05. Syarat-syarat Salam


1. Pihak yang berakad
2. Ridha dua belah pihak dan tidak ingkar janji
3. Cakap rukun
Materi Ajar

Sehubungan dengan penerimaan barang pesanan pada transaksi salam.


PSAK 59 mengatur sbb :
 Penerimaan barang pesanan diakui dan diukur sbb :
a. Jika barang pesanan sesuai dengan akad dinilai sesuai nilai yang
disepakati
b. Jika barang pesanan berbeda kualitasnya, maka :
(i) Barang pesanan yang diterima diukur sesuai dengan nilai
akad, jika nilai pasar (nilai wajar jika nilai pasar tidak tersedia)
dari barang pesanan yang diterima nilainya sama atau lebih
tinggi dari nilai barang pesanan yang tercantum dalam akad.
(ii) Barang pesanan yang diterima diukur sesuai nilai pasar
(nilai wajar jika nilai pasar tidak tersedia) pada saat diterima dan
selisihnya diakui sebagai kerugian, jika nilai pasar dari barang
pesanan lebih rendah dari nilai barang pesanan yang tercantum
dalam akad.

c. Jika bank tidak menerima sebagian atau seluruh barang pesanan


pada tanggal jatuh tempo pengiriman, maka :
(i) Jika tanggal pengiriman diperpanjang, nilai tercatat piutang
salam sebesar bagian yang belum dipenuhi tetap sesuai dengan
nilai yang tercantum dalam akad;
(ii) Jika akad salam dibatalkan sebagian atau seluruhnya, maka
piutang salam berubah menjadi piutang yang harus dilunasi oleh
nasabah sebesar bagian yang tidak dapat dipenuhi;
(iii) Jika bank mempunyai jaminan atas barang pesanan dan
hasil penjualan jaminan tersebut lebih kecil dari nilai piutang
salam, maka selisih antara nilai tercatat piutang salam dan hasil
penjualan jaminan tersebut diakui sebagai piutang kepada
nasabah yang telah jatuh tempo. Sebaliknya, jika hasil penjualan
jaminan tersebut lebih besar dari nilai tercatat piutang salam
maka selisihnya menjadi hak nasabah; dan
(iv) Bank dapat mengenakan denda kepada nasabah, denda
hanya boleh dikenakan kepada nasabah yang mampu
menunaikan kewajibannya, tetapi tidak memenuhinya dengan
sengaja. Hal ini tidak berlaku bagi nasabah yang tidak mampu
menunaikan kewajibannya karena force majeur.

Jurnal :
Penyerahan barang pesanan sesuai akad
Persediaan salam Rp. xxx
Piutang salam Rp. xxx

Penyerahan barang pesanan (jika rugi)


Persediaan salam Rp. xxx
Kerugian penyerahan salam Rp. xxx
Piutang salam Rp. xxx
Soal :

Penerimaan barang dilakukan tahapan sbb:


1. Tahap ke-1 sebanyak 25 ton tepung, kualitas A kering gudang dengan
nilai wajar/harga pasar Rp. 20.000.000,- (Rp. 800.000,-/ton) sesuai
dengan harga dalam kontrak.
2. Tahap ke-2 sebanyak 25 ton tepung tapioka, kualitas kering gudang
dengan nilai pasar Rp. 25.000.000,- (Rp. 1.000.000,-/ton), harga pasar
lebih tinggi dari harga kontrak.
3. Tahap ke-3 sebanyak 25 ton tepung tapioka, kualitas kering gudang
dengan nilai pasar Rp. 16.000.000,- (Rp. 640.000,-/ton), harga pasar
lebih rendah dari harga kontrak.

Jawab :

1. 2004
Agst 15 Persediaan salam Rp. 20.000.000,00 -
Piutang salam - Rp.
20.000.000,00

2. 2004
Agst 15 Persediaan salam Rp. 20.000.000,00 -
Piutang salam - Rp.
20.000.000,00

3. 2004
Agst 15 Persediaan salam Rp. 16.000.000,00 -
Kerugian penyerahan brg salam Rp. 4.000.000,00 -
Piutang salam - Rp.
20.000.000,00

Buku Besar

Debet Piutang Salam


Kredit
Tgl Keterangan Debet Tgl Keterangan Kredit
2002 Penyerahan 1 Rp. 20.000.000,00
Agst Modal Kas Rp. Penyerahan 2 Rp. 20.000.000,00
15 Mesin Giling 60.000.000,00 Penyerahan 3 Rp. 20.000.000,00
1 Rp.
5 20.000.000,00

Neraca
Aktiva per 1 April 2002
Passiva

Piutang Salam Rp. 20.000.000,00


Persediaan salam Rp. 60.000.00,00
I. Materi Ajar

Jurnal penyerahan barang pesanan kepada pemilik modal

Hutang salam Rp. xxx


Persediaan Rp. xxx

Buku besar
Debet Hutang Salam Kredit

Rp. xxx Rp. xxx

Neraca
Debet Per................ Kredit

Hutang Salam Rp. xxx

Soal :
Penerimaan barang dilakukan tahapan sbb:
1. Tahap ke-1 sebanyak 25 ton tepung, kualitas A kering gudang dengan
nilai wajar/harga pasar Rp. 20.000.000,- (Rp. 800.000,-/ton) sesuai
dengan harga dalam kontrak.
2. Tahap ke-2 sebanyak 25 ton tepung tapioka, kualitas kering gudang
dengan nilai pasar Rp. 25.000.000,- (Rp. 1.000.000,-/ton), harga pasar
lebih tinggi dari harga kontrak.
3. Tahap ke-3 sebanyak 25 ton tepung tapioka, kualitas kering gudang
dengan nilai pasar Rp. 16.000.000,- (Rp. 640.000,-/ton), harga pasar
lebih rendah dari harga kontrak.

Pada saat penyerahan barang pesanan kepada Bulog, pada tanggal 15


September 2004, jurnal yang dilakukan oleh bank syariah adalah sbb:

Hutang salam Rp. 100.000.000,-


(100 ton tepung tapioka, kualitas A kering gudang)
persediaan Rp. 100.000.000,-

Dari jurnal tersebut perubahan posisi buku besar, dan perubahan laporan
posisi keuangan (neraca) bank syariah adalah sbb:
BUKU BESAR
Keuntungan Istishna Ditangguhkan

Debet Kredit
Tgl Keterangan Jumlah Tgl Keterangan Jumlah
15/0 100 ton tapioka 100.000.000 12/0 100 ton tapioca A 100.000.000
9 8
Saldo 00

100.000.000 100.000.000

NERACA
Per 12 Agustus 2004

Aktiva Passiva
Uraian Jumlah Uraian Jumlah

Hutang Salam 00

I. Materi Ajar

Bank sebagai pembeli


1. Piutang salam diakui pada saat modal usaha salam dibayarkan atau
dialihkan kepada penjual.
2. Modal usaha salam dapat berupa kas dan ktiva non kas. Modal usaha
salam dalam bentuk kas diukur sebesar jumlah yang dibayarkan,
sedangkan modal usaha salam dalam bentuk aktiva non kas diukur
sebesar nilai wajar (nilai yang disepakati antara bank dan nasabah).
3. Penerimaan barang pesanan diakui dan diukur sebagai berikut :
a. Jika barang pesanan sesuai dengan akad dinilai sesuai nilai yang
disepakati
b. Jika pesanan berbeda kualitasnya, maka :
i. Barang pesanan yang diterima diukur sesuai dengan nilai akad,
jika nilai pasar (nilai wajar jika nilai pasar tidak tersedia) dari
barang pesanan yang diterima nilainya sama atau lebih tinggi dari
nilai barang pesanan yang tercantum dalam akad.
ii. Barang pesanan yang diterima diukur sesuai nilai pasar (nilai
wajar jika nilai pasar tidak tersedia) pada saat diterima dan
selisihnya diakui sebagai kerugian, jika nilai pasar dari barang
pesanan lebih rendah dari nilai barang pesanan yang tercantum
dalam akad.

c. Jika bank tidak menerima sebagian atau seluruh barang pesanan


pada tanggal jatuh tempo pengiriman, maka :
i. Jika tanggal pengiriman diperpanjang, nilai tercatat piutang
salam sebesar bagian yang belum dipenuhi tetap sesuai dengan
nilai yang tercantum dalam akad;
ii. Jika akad salam dibatalkan sebagian atau seluruhnya, maka
piutang salam berubah menjadi piutang yang harus dilunasi oleh
nasabah sebesar bagian yang tidak dapat dipenuhi;

iii. Jika bank mempunyai jaminan atas barang pesanan dan hasil
penjualan jaminan tersebut lebih kecil dari nilai piutang salam,
maka selisih antara nilai tercatat piutang salam dan hasil
penjualan jaminan tersebut diakui sebagai piutang kepada
nasabah yang telah jatuh tempo. Sebaliknya, jika hasil penjualan
jaminan tersebut lebih besar dari nilai tercatat piutang salam
maka selisihnya menjadi hak nasabah; dan
iv. Bank dapat mengenakan denda kepada nasabah, denda hanya
boleh dikenakan kepada nasabah yang mampu menunaikan
kewajibannya, tetapi tidak memenuhinya dengan sengaja. Hal ini
tidak berlaku bagi nasabah yang tidak mampu menunaikan
kewajibannya karena force majeur.

4. Barang pesanan yang telah diterima diakui sebagai persediaan. Pada


akhir periode pelaporan keuangan, persediaan yang diperoleh melalui
transaksi salam diukur sebesar nilai terendah biaya perolehan atau nilai
bersih yang dapat direalisasi. Apabila nilai bersih yang dapat direalisasi
lebih rendah dari biaya perolehan, maka selisihnya diakui sebagai
kerugian.

Bank Sebagai Penjual


1. Hutang salam diakui pada saat bank menerima modal salam sebesar
modal salam yang diterima
2. Modal salam yang diterima dapat berupa kas dan aktiva non kas.
Modal salam dalam bentuk kas diukur sebesar jumlah yang diterima,
sedangkan modal salam dalam bentuk aktiva non kas diukur sebagai
nilai wajar (nilai yang disepakati antara bank dan nasabah).
3. Apabila bank melakukan transaksi paralel, selisih antara jumlah yang
dibayar oleh nasabah dan biaya perolehan barang pesanan diakui
sebagai keuntungan atau kerugian pada saat pengiriman barang
pesanan oleh bank ke nasabah.

Instrumen :
Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan benar !
1. Sebutkan isi ketentuan bank sebagai pembeli dalam akuntansi
Salam ?
2. Sebutkan isi ketentuan bank sebagai penjual dalam akuntansi Salam ?
3. Jelaskan bagaimana perlakuannya apabila barang pesanan berbeda
kualitasnya ?

Jawab :

1. Ketentuan bank sebagai pembeli


a. Piutang salam diakui pada saat modal usaha salam dibayarkan
atau dialihkan kepada penjual
b. Modal usaha salam dapat berupa kas dan aktiva non-kas
Modal usaha salam dalam bentuk kas diukur sebesar jumlah yang
dibayarkan, sedangkan modal usaha salam dalam bentuk aktiva non-
kas diukur sebesar nilai wajar.
c. Barang pesanan yang diterima diakui sebagai persediaan

2. Ketentuan bank sebagai penjual


a. Hutang salam diakui pada saat bank menerima modal salam
sebesar modal salam yang diterima
b. Modal salam yang diterima dapat berupa kas dan aktiva non-kas
Modal salam dalam bentuk kas diukur sebesar jumlah yang
dibayarkan, sedangkan modal salam dalam bentuk aktiva non-kas
diukur sebesar nilai wajar.
c. Apabila bank melakukan transaksi salam paralel, selisih antara
jumlah yang dibayar oleh nasabah dan biaya perolehan barang
pesanan diakui sebagai keuntungan atau kerugian pada saat
pengiriman barang pesanan oleh bank ke nasabah

3. Barang pesanan berbeda kualitasnya


a. Barang pesanan yang diterima diukur sesuai dengan nilai
akad, jika nilai pasar (nilai wajar jika nilai pasar tidak tersedia) dari
barang pesanan yang diterima nilainya sama atau lebih tinggi dari
nilai barang pesanan yang tercantum dalam akad.
b. Barang pesanan yang diterima diukur sesuai nilai pasar (nilai
wajar jika nilai pasar tidak tersedia) pada saat diterima dan selisihnya
diakui sebagai kerugian, jika nilai pasar dari barang pesanan lebih
rendah dari nilai barang pesanan yang tercantum dalam akad.

I. Materi Ajar
Perlakuan Akuntansi Penyerahan Modal Salam

Dalam PSAK tentang akuntansi perbankan syariah dijelaskan perlakuan


akuntansi tentang modal salam sebagai berikut :
1. Piutang salam diakui pada saat modal usaha salam dibayarkan tau
dialihkan kepada penjual.
2. Modal usaha salam dapat berupa kas dan aktiva non kas. Modal
usaha salam dalam bentuk kas diukur sebesar jumlah yang
dibayarkan, sedangkan modal usaha salam dalam bentuk aktiva non
kas diukur sebesar nilai wajar (niali yang disepakati antara bank dan
nasabah).

• Jurnal penyerahan modal berupa uang tunai


Piutang salam Rp. xxx
Kas Rp. xxx

• Jurnal penyerahan modal uang tunai dan non kas (laba)


Piutang salam Rp. xxx
Kas Rp. xxx
Persediaan Rp. xxx
Keuntungan penyerahan Rp. xxx
Aktiva salam Rp. xxx

• Jurnal penyerahan modal uang tunai dan non kas (rugi)


Piutang salam Rp. xxx
Kerugian penyerahan Rp. xxx
Aktiva salam Rp. xxx
Kas Rp. xxx
Persediaan Rp. xxx
Soal :
Bank Syariah pada tanggal 15 Agustus 2002 melakukan pemesanan
“tepung tapioka” pada kelompok industri tepung tapioka “Sejahtera”
dengan data sbb:

Nama barang pesanan : Tepung Tapioka


Jenis barang pesanan : Kualitas A, kering gudang
Jumlah barang : 100 ton
Jumlah modal/harga : Rp. 80.000.000,00 (Rp. 800.000,00/ton)
Jangka waktu penyerahan : 4 bulan
Penyerahan modal : Uang tunai Rp. 60.000.000,00
Mesin giling ketela pohon Rp. 20.000.000,00
Agunan : Sebidang sawah Rp. 50.000.000,00
Cara penyerahan : Secara bertahap masing-masing 25 ton setiap
bulan
Syarat pembayaran : Dilunasi pada saat akad

Jawab :

Jurnalnya :
1. Apabila penyerahan modal hanya berupa uang tunai
2002
Agst 15 Piutang salam Rp. 80.000.000,00 -
Kas - Rp. 80.000.000,00

2. Apabila penyerahan modal berupa uang tunai juga non kas


dengan harga perolehan Rp. 18.000.000,00

2002
Agst 15 Piutang salam Rp. 80.000.000,00 -
Kas - Rp. 60.000.000,00
Persediaan - Rp. 18.000.000,00
Keuntungan penyerahan - Rp -
Aktiva salam - Rp.
2.000.000,00

3. Jika harga perolehan aktiva non kas Rp. 25.000.000,00


2002
Agst 15 Piutang salam Rp. 80.000.000,00 -
Kerugian penyerahan Rp. 5.000.000,00 -
Aktiva salam Rp. - -
Kas - Rp. 60.000.000,00
Persediaan - Rp. 25.000.000,00
Buku Besar
Debet Piutang Salam
Kredit
Tgl Keterangan Debet Tgl Keterangan Kredit
2002
Agst 15 Modal Kas Rp.
15 Mesin Giling 60.000.000,00
Rp.
20.000.000,00

Neraca
Aktiva per 1 April 2002
Passiva

Piutang Salam Rp. 80.000.000,00

I. Materi Ajar
Jurnal penerimaan dana

Kas Rp. xxx


Hutang salam Rp. xxx

Buku besar
Debet Hutang Salam Kredit

Rp. xxx

Neraca
Debet Per................ Kredit

Hutang Salam Rp. xxx

Soal :

Pada tanggal 12 Agustus 2004 Bank Syariah memperoleh kepercayaan dari


Bulog untuk melakukan pemberlian tepung tapioka.
Dengan data sbb:
Nama barang pesanan : Tepung Tapioka
Jenis barang pesanan : Kualitas A, kering gudang
Jumlah barang : 100 ton
Jumlah modal/harga : Rp. 100.000.000,00 (Rp. 1.000.000,00/ton)
Jangka waktu penyerahan : 6 bulan
Syarat pembayaran : Dilunasi pada saat akad ditanda tangani

Pada tanggal 15 September 2004 dapat memenuhi kewajibannya untuk


menyerahkan barang yang dipesan oleh Bulog yaitu 100 ton tepung tapioka
type A.

Dari transaksi tersebut susunlah jurnal, poting ke buku besar dan neraca !

Jawab :

Maka oleh Bank Syariah dijurnal sbb:


2004
Agst 12 Kas (rek. Bulog) Rp. 100.000.000,00 -
Hutang salam - Rp. 100.000.000,00
2004
Sept 15 Hutang salam Rp. 100.000.000,00 -
Persediaan - Rp. 100.000.000,00

Buku Besar
Hutang Salam

Tgl Keterangan Debet Tgl Keterangan Kredit


2004 200
Agst 100 ton Rp. 4 100 ton tapioka Rp.
15 tapioka 100.000.000,00 Agst 100.000.000,00
Saldo Rp. 0 12

Rp. Rp.
100.000.000,00 100.000.000,00

Neraca
Aktiva per 1 April 2002
Passiva

Kewajiban

Hutang Salam Rp. 0

I. Materi Ajar

Arti salam paralel adalah Bank bertindak sebagai penjual kemudian


memesan kepada pihak lain untuk menyediakan barang perusahaan.
Perlakuan akuntansi Salam Paralel :
Untuk memberikan yang lengkap transaksi Salam Paralel dapt dilihat dlam
gambar sbb:

Skema Salam Paralel

1. Pesan barang (akad 1) 1a. Pesan barang (akad 2)

2. Penermaan Bank Syariah 2a. Penyerahan Modal


Modal Salam Kas/non kas
Petani

Pembeli 3. Penyerahan barang pesanan

Penyerahan barang pesanan

 Jurnal penerimaan dana


Kas Rp. xxx
Hutang salam Rp. xxx
 Jurnal penyerahan modal salam dari bank syariah
Piutang salam Rp. xxx
Kas Rp. xxx
Persediaan Rp. xxx
Pendapatan penyerahan aktiva Rp. xxx

Soal :

Bank syariah memperoleh kepercayaan dari Bulog untuk melakukan


pembelian beras, dengan data-data sbb :

Nama barang pesanan : Gabah padi


Jenis barang pesanan : IR 38 kadar air 15%
Jumlah : 100 ton
Harga : Rp. 50.000.000,- (Rp. 500.000,-/ton)
Jangka waktu penyerahan : 6 bulan

Penjelasan lain berkaitan dengan pesanan kepada petani Suka Makmur :


1. Harga perolehan alat pertanian yang diserahkan kepada petani
sebagai modal salam sebesar Rp. 9.500.000,-
2. Penyerahan barang pesanan dari petani kepada bank syariah
dilakukan secara bertahap sbb:
a. Tahap ke-1 sebanyak 25 ton gabah padi IR 38 kadar air 15%
dengan nilai wajar/harga pasar Rp. 10.000.000,- (Rp. 400.000,- per
ton, sama dengan harga dalam kontrak).
b. Tahap ke-2 sebanyak 25 ton gabah padi IR 38 kadar air 25%
dengan kualitas berbeda dengan kontrak) dengan nilai wajar/pasar
Rp. 12.500.000,- (Rp. 500.000,- per ton, lebih tinggi dari harga dalam
kontrak).

Dari transaksi tersebut, susunlah jurnal, posting ke buku besar dan susun
neraca.

Jawab :

Jurnal yang dilakukan oleh bank syariah adalah sbb :


1. Pada saat penerimaan dana dari bulog oleh bank syariah :
Kas Rp. 50.000.000,-
Hutang salam Rp. 50.000.000,-
(100 ton gabah padi IR 38 kadar air 15%)

BUKU BESAR
Hutang Salam

Debet Kredit
Tgl Keterangan Jumlah Tgl Keterangan Jumlah
100 ton gabah padi IR 38 500.000.000
kadar air 15%
Saldo 500.000.000

500.000.000 500.000.000

NERACA
Per 31 Desember 2000

Aktiva Passiva
Uraian Jumlah Uraian Jumlah

Hutang Salam 50.000.000

2. Penyerahan modal salam dari bank syariah kepada petani Suka Makmur,
sebesar Rp. 40.000.000,- yang terdiri dari alat pertanian dengan harga
wajar sebesar Rp. 10.000.000,- dan uang tunai sebesar Rp. 30.000.000,-

Piutang salam (barang) Rp. 40.000.000,-


(100 ton gabah padi IR 38 kadar air 15%)
Kas Rp. 30.000.000,-
Persediaan/aktiva Rp. 9.500.000,-
Pendapatan penyerahan aktiva Rp. 500.000,-

Jurnal pada saat pembelian alat pertanian sebesar Rp. 9.500.000,-


dengan tunai adalah :
Persediaan/aktiva Rp. 9.500.000,-
Kas Rp. 9.500.000,-

Transaksi penyerahan modal salam dari bank syariah kepada petani,


akan mengakibatkan perubahan posisi buku besar dan laporan posisi
keuangan (neraca) bank syariah sbb:
BUKU BESAR
Piutang Salam
Debet Kredit
Tgl Keterangan Jumlah Tgl Keterangan Jumlah
Modal kas 30.000.000
Mesin giling ketea 10.000.000
pohon
(100 ton gabah padi Saldo 40.000.000
IR 38 kadar air 15%)

40.000.000 40.000.000

NERACA
Per 31 Desember 2000
Aktiva Passiva
Uraian Jumlah Uraian Jumlah

Piutang Salam 40.000.000 Hutang Salam 40.000.000

3. Penerimaan barang pesanan dari petani kepada bank syariah, yang


dilakukan secara bertahap :
a. Tahap ke-1 sebanyak 25 ton gabah padi IR 38 dengan kadar air
15% seharga Rp. 10.000.000,- (kualitas barang pesanan sama dengan
kontrak)
b. Tahap ke-2 sebanyak 25 ton gabah padi IR 38 dengan kadar air
25% dengan harga pasar/nilai pasar Rp. 12.500.000,- (berbeda
kualitas dengan kontrak dan nilai pasar sama atau lebih tinggi dari
nilai akad/kontrak)

Persediaan Salam Rp. 10.000.000,-


(25 ton gabah padi IR 38 kadar air 25%)
Piutang Salam Rp. 10.000.000,-

Mengetahui, Ciputat, ….
Kepala SMA Negeri X Guru Mata Pelajaran
Tangerang Selatan,

Suhermin, S. Pd Dra. Susilowati Ariadi


NIP. 1966 0822 1990 0110 01 NIP. 1965 0508 2007
0120 05