Anda di halaman 1dari 12

TIM

SAPA WONOSOBO SAPA REDAKSI


Penasihat :
“SAHABAT HATI”
Siti Nurhidayati Agung, SE
(Ketua GOW) April merupakan bulan yang penuh makna bagi perempuan Indonesia.
Kebangkitan perempuan dimulai dari sosok seorang Kartini yang dengan
Penanggung Jawab: segala keberaniannya memberdayakan perempuan untuk dapat melek huruf
Nuraini Ariswari dan bersatu dalam mengentaskan permasalahan perempuan lainnya.
Sahabat hati, April telah berlalu tapi kita diingatkan dengan bulan yang
Pemimpin Redaksi: berkaitan erat dengan masalah perempuan, yaitu ANAK. Bulan ini adalah bulan
Siti Saptaningsih penuh arti bagi anak, padahal perlakuan kasar/kekerasan pada anak akhir-
Staf Redaksi : akhir ini semakin sering di beritakan. Berdasarkan data Komisi Perlindungan
1. Nur Izah Anak Indonesia (KPAI) setiap tahunnya terdapat 781.000 kasus kekerasan
2. Ribka Anantya terhadap anak di Indonesia. Data tersebut masih jauh di bawah perkiraan data
3. Yetty C sebenarnya, karena begitu banyaknya kasus kekerasan yang tidak terlaporkan,
4. Sri Sumaryati terjadi secara “diam-diam” di dalam tangga. Banyak juga kasus kekerasan
yang terjadi di sekolah yang dilakukan oleh guru terhadap muridnya.
Distributor : Banyak ortu yang tidak tahu cara mengasuh anak-anaknya sehingga
1. Kuat Fitriyanto berlaku kasar secara verbal (kata-kata), fisik (pukulan) dan emosional (tidak
2. Fitri Ardani
3. Sri Susanti memberikan kasih sayang dan perhatian yang cukup). Kekerasan tersebut
dilakukan biasanya dengan dalih ingin memberikan pelajaran pada anak- anak
Diterbitkan oleh : mereka. Padahal sebenarnya para orang tua tersebut justru sedang
UPIPA GOW WONOSOBO mewariskan pola perilaku atau budaya kekerasan pada anak-anaknya.
Atas dukungan Inilah yang membuat mata rantai kekerasan yang tidak pernah
Hivos-Uni Eropa terputus, dimana setiap generasi akan melestarikan budaya kekerasan. Tery
Elawson mengatakan bahwa segala bentuk gangguan jiwa terkait erat dengan
Alamat Redaksi: perlakuan buruk yang pernah diterima manusia ketika masih kecil.
Jl. Mayor Bambang Sugeng
No. 435 Tembelang Wonosobo. Oleh karena itu, kami menyambut baik atas luncuran penerbitan
Telp/Fax (0286) 323399 perdana jurnal UPIPA yang berjudul SAPA WONOSOBO yang menguraikan
e-mail: pengalaman para relawan tentang bahayanya melakukan kekerasan terhadap
upipa_wsb07@yahoo.co.id anak. Diharapkan para orangtua dapat tersentak ketika membaca pengalaman
ini, karena betapa seriusnya akibat yang ditimbulkan dari pola asuh kekerasan
terhadap anak, sehingga mereka yang terbiasa membentak, memukul, atau
bahkan tidak memperhatikan anaknya, dengan segera menghentikan
kebiasaan buruk tersebut.
Apabila para ortu dapat memotong mata rantai kekerasan ini, maka
boleh jadi wajah Indonesia khususnya Wonosobo pada tahun-tahun
mendatang akan menjadi lebih aman dan tenteram sehingga anak cucu kita
dapat menikmatinya kelak. Inilah warisan paling berharga yang dapat kita
berikan kepada generasi mendatang. SEMOGA!!
Cover : “Bermain Bunga” Bravo Perempuan dan Anak Wonosobo. (SAP)
Oleh : Agung Wira
Juara Perunggu Nasional

KATA DATA
DATA KASUS MASUK KE UPIPA GOW
BULAN JANUARI – MEI 2009

JENIS KEKERASAN JANUARI FEBRUARI MARET APRIL MEI JUMLAH

KTI 7 5 8 6 8 34
KTS 2 1 3
KTA 3 2 2 7
KDP 2 1 3
KDK 3 2 2 2 9
PENCABULAN 1 2 3
PEL SEKS 1 1 2
PERKOSAAN 0
TOTAL 15 7 17 9 13 61
KETERANGAN: KTI : Kekerasan Terhadap Istri KTA : Kekerasan Terhadap Keluarga
KTS : Kekerasan Terhadap Suami KDP : Kekerasan Dalam Pacaran
KDK : Kekerasan Dalam Keluarga Pel Seks : Pelecehan Seksual
TERAS
STOP KEKERASAN TERHADAP ANAK !!

Apa yang disebut kekerasan terhadap 1. Menumpulkan Hati Nurani


anak? Hati nurani adalah rem yang paling ampuh
Menurut teori PAR kekerasan terhadap anak bagi manusia untuk tidak terlibat dalam
adalah segala tindakan agresif orangtua atau tindakan kejahatan. Hati nurani adalah rasa
guru, baik verbal maupun fisik, yang dapat bersalah yang timbul di dalam hati ketika
membuat anak merasa menderita baik fisik melakukan kesalahan atau rasa malu kalau
maupun psikis (kesakitan fisik, merasa tidak melakukan kesalahan, sehingga berusaha
diterima, merasa tidak berharga). Bahkan untuk selalu menjaga dirinya dari perbuatan-
menurut teori ini, orangtua yang tidak perbuatan yang buruk.
memberikan perhatian, tidak membangun Memberikan cinta, kelembutan, dan kata-kata
hubungan batin, adalah juga bentuk dari manis kepada anak, akan
kekerasan terhadap anak. Teori ini membagi 2 menumbuhsuburkan hati nurani anak.
sikap orangtua; menolak dan menerima. Sebaliknya pengalaman pahit seperti
Sikap yang menolak anak (kekerasan): ketakutan, rasa sakit akibat pemukulan dan
 Fisik : Memukul (dengan tangan, rotan atau penyiksaan akan menghambat pertumbuhan
tali pinggang), menjitak kepala, menjewer hati nurani, sehingga hati anak akan menjadi
kuping, mencubit, menendang, menjemur, , keras seperti batu. Manusia yang keras
menarik rambut, dan hukuman fisik lainnya seperti batu adallah mereka yang senang
(termasuk juga kekerasan seksual). melakukan kekerasan, kejahatan, perbuatan
 Verbal : membentak dengan suara tinggi, sadis, senang menyakiti orang lain, atau tidak
memaki dengan kata-kata kasar (“kurang mempunyai rasa kemanusiaan.
ajar”, “anak sialan”), memberikan label 2. Membuat Anak Terlibat Perbuatan
negatif (“anak bodoh”, “anak malas”, anak Kriminal
jelek” termasuk juga memberikan sindirian Menurut Sheldon dan Eleanor Glueck, para
(“wah..anak pak Anu rajin ya..tidak seperti...) orangtua yang gagal mengasuh anaknya
 Sikap Acuh tak Acuh: tidak ada kontak fisik dengan kasih sayang dan lemah lembut,
(mengelus kepala, mencium anak) juga tidak tetapi dengan cara memukul dan menghardik
ada kontak psikis (pandangan mata, anak, akan membuat anaknya menjadi
senyuman bermain atau bercengkerama) agresif, dan senang menyakiti pihak lain.
serta tidak mengadakan hubungan yang erat Semakin kasar orangtua memperlakukan
dan mesra (bonding) antara orangtua dan anaknya semakin parah tingkat kekerasan
anak. yang dilakukan anaknya kelak, bahkan bisa
menjadi seorang kriminal. Maka pesan
Sikap yang Menerima Anak (Memberikan kepada semua orangtua yang tidak ingin
Kasih Sayang) melihat anaknya kelak berada di tahanan
 Fisik : mencium, memeluk, mengelus kepala atau dipenjara, adalah amat simpel:
anak “ARAHKAN ANAK DENGAN NASIHAT
 Verbal : memberikan kata-kata pujian dan DAN KESABARAN DAN JANGAN PERNAH
doa (anak pintar, mudah-mudahan menjadi MEMUKUL”.
anak yang sholeh dsb), memanggil dengan 3. Membuat Anak Gemar Melakukan Teror
kata-kata lembut (sayang dll), mendisiplinkan dan Ancaman
dengan cara berdialog misalnya: “Jangan Anak-anak yang mengalami penderitaan
melempar batu, nanti kalau kena orang karena kekerasan, akan menyimpan rasa
bagaimana?misalnya ada orang yang kemarahan dan rasa ingin membalas
melempar batu, dan kepala kamu kena yang dendam. Tetapi biasanya, kemarahannya
berdarah, bagaimana rasanya? Marah tidak tersebut tidak dapat dilampiaskan kepada
kamu? Nah, kalau batu yang kamu lempar orangtuanya atau guru yang melakukan
mengenai kepala orang dan berdarah, kekerasan terhadapnya. Sebagai gantinya, ia
bagaimana? Dst dengan mengajak anak akan mencari target untuk melampiaskan
untuk berdialog. rasa dendamnya dan selalu mencari
kesalahan orang lain agar rasa marah dan
Delapan (8) Dampak Negatif Dari Kekerasan dendamnya dapat ia keluarkan. Biasanya
Terhadap Anak adiknya, kawannya yang lemah atau mencari
binatang untuk disiksa yang menjadi sasaran sangat terhina, sehingga ini akan
dendamnya. mengecilkan atau membenci dirinya sendiri.
Apabila ia tumbuh dewasa pada lingkungan Padahal rasa ingin dihargai dan diterima oleh
yang penuh curiga dan prasangka buruk lingkungannya adalah fitrah setiap manusia.
(biasanya terhadap golongan ras, suku, Oleh karena itu, anak yang demikian, suatu
sekolah lain, atau agama berbeda), ia akan saat akan mudah terjebak oleh rayuan atau
mudah melampiaskan kemarahannya pada himbauan yang ia anggap dapat
golongan yang lain yang dianggap “kotor” menghilangkan perasaan rendah dirinya.
maka, ia mudah masuk ke dalam kelompok Misalnya:masuk ke dalam kelompok yang
atau gank, ideologi atau agama dengan keberadaan dirinya bisa diterima (gang
pandangan yang ekstrim, yang semuanya remaja, terlibat perkelahian, ingin menjadi
bisa memberikan wadah untuk melampiaskan jagoan) atau kecanduan narkoba dan alkohol,
kemarahan dan dendamnya. Jadi, akar dari yang ia anggap dapat menghilangkan
semua tindakan kekerasan di masyarakat, perasaan galaunya walaupun hanya sesaat.
seperti kriminalitas, konflik dan perang adalah Padahal dengan keterlibatannya pada hal-hal
adanya tradisi kekerasan terhadap anak. yang negatif tersebut, ia akan terperosok
Jadi anak yang hatinya mengeras seperti pada permasalahan yang lebih dalam lagi.
batu, ibaratnya seperti “bom” yang siap 6. Menimbulkan Kelainan Perilaku Seksual
meledak apabila ada pemicunya. “Ledakan Pemukulan pada daerah “bokong” anak dapat
bom” ini akan membawa kerusakan luar menumbuhkan perasaan nikmat seksual
biasa. Oleh karena itu, hentikan perakitan secara dini. Mereka tidak dapat mengerti
“bom”, hentikan kekerasan terhadap anak- mengenai perasaan tersebut dan mereka
anak. tidak dapat menghindari atau mengontrolnya.
4. Membuat Anak Menjadi Pembohong Tragisnya, sebagian anak mengaitkannya
Orangtua yang sering memukul anaknya, perasaan sakitnya karena dipukul, dengan
akan dianggap sebagai sosok yang perasaan nikmat seksual, serta perasaan
menakutkan, sehingga anak cenderung dihina. Ilmu medis telah lama membuktikan
berpura-pura baik di depan orangtuanya. adanya terkaitan antara pemukulan bokong
Tetapi apabila di luar rumah, atau tidak ada anak dengan keanehan perilaku seksual
orangtuanya, maka ia akan nakal sekali. setelah dewasa. Selain itu anak korban
Sering terjadi para orangtua yang tidak pemukulan akan merasa bahwa tubuhnya
percaya ketika dilaporkan oleh pihak sekolah tidak berharga, karena terbiasa merasa sakit
bahwa anaknya sering membuat keonaran karena pukulan. Anak-anak seperti ini akan
atau nakal sekali, karena menurut mereka mudah menyerahkan tubuhnya untuk
kalau di rumah anaknya baik-baik saja. Jadi, diperlakukan tidak senonoh oleh orang
mendisiplinkan anak dengan kekerasan dewasa, sehingga ia mudah menjadi korban
adalah tidak efektif, karena anak hanya akan para phedhophyl. (pria yang senang mencari
menjadi baik apabila ada sosok yang ditakuti kepuasan seksual pada anak-anak).
(kontrol eksternal). Apabila sosok yang 7. Mengganggu Pertumbuhan Otak Anak
ditakuti tidak ada, ia akan tidak terkendali. Bekerjanya zat-zat neurotrasmiter antar sel,
Artinya,anak tersebut bersifat manipulatif sehingga otak korteks (berpikir) dapat
(berbohong atau pura-pura baik). Walaupun berkembang secara optimal. Hasil penemuan
anak tidak dipukul tetapi dimaki dengan Dr. Perry juga menunjukkan bahwa manusia
ancaman (misal, awas kalau kamu ribut terus, yang kejam mempunyai lapisan korteks yang
nanti dijahit mulut kamu) anak-anak mungkin lebih tipis dibandingkan manusia normal.
akan segera patuh karena takut ancaman. Begitu pula dengan bagian otak reptilnya
Namun anak akan tahu bahwa ancaman yang lebih tebal pada mereka yang senang
tersebut tidak akan pernah terjadi. Ia akan melakukan kekerasan. Oleh karena itu perlu
belajar bahwa orangtua yang seharusnya ada kesadaran para orangtua dan guru untuk
dipercaya ternyata tidak dapat dipercaya. selalu menciptakan emosi positif bagi anak-
5. Membuat Anak Menjadi Rendah anaknya. Karena menurut Erik Erikson apabila
Diri/Minder pengalaman yang diperoleh masa kecil adalah
Ketika anak dipukul atau dicaci maki, maka emosi positif, maka akan sangat menentukan
pesan yang ditangkap anak adalah “kamu perkembangan kepribadiannya untuk menjadi
adalah anak yang tidak berharga, pribadi yang sehat.
memalukan, sehingga aku muak dengan 8. Membuat Prestasi Belajar Anak Rendah
kamu.” Maka, anak merasa ditolak oleh Anak-anak yang sering mendapatkan
orangtuanya. Pengalaman ini membuat anak kekerasan di rumahnya, biasanya bermasalah
di sekolahnya. Mereka senang melakukan atau kamu harus keluar dan bermain di
keonaran, dan cenderung berkumpul dengan halaman?. Apabila anak terus memukul
teman-temannya yang mempunyai kaleng tersebut, maka dengan halus tetapi
kecenderungan yang sama. Para guru sering tegas, gandeng ia keluar rumah. Jadi, anda
melaporkan bahwa anak-anak tersebut tidak perlu membentak atau memukul anak.
mempunyai prestasi yang rendah sekali di 5. Jangan Melibatkan Diri untuk Konflik
sekolahnya. Orangtua yang tidak pernah Dengan Anak
memukul anaknya terbiasa dengan Sering terjadi orangtua mudah terpicu
menggunakan verbal atau menerangkan kemarahannya atau ingin memukul ketika
secara lisan mengapa suatu perbuatan tidak anaknya melawan, atau menjawab balik
boleh dilakukan. Dengan cara berdiskusi dan perkataan orangtuanya secara kasar. Dalam
menganalisa suatu masalah dengan anak, situasi seperti ini sebaiknya orangtua cepat
maka anaknya akan lebih banyak berpikir pergi ke ruangan lain, dan secara kalem
sehingga menjadi lebih kritis dan pandai. bilang, “Kamu boleh ketuk pintu kamar mama
apabila kamu sudah siap untuk meminta
TIPS UNTUK MENDISIPLINKAN ANAK maaf atas kata-kata kamu yang tidak sopan
TANPA KEKERASAN terhadap mama tadi”. Jangan dekati anak
1. Katakan Dengan Cara Halus Tapi Tegas sebelum anak meminta maaf. Cara ini akan
Biasanya orangtua mudah membentuk kasar, membuat anak berpikir ulang atas
atau memukul apabila anaknya tidak mau perbuatannya, dan membuat merasa
mendengar perintah orangtuanya yang telah bersalah, dan meminta maaf.
dikatakannya berkali-kali. Dalam situasi 6. Beritahu Anak Sebelumnya
demikian anda dapat berlutut agar sama Seringkali orangtua menyuruh anak secara
tinggi dengan anak, pegang pundaknya, serta tiba-tiba padahal anak sedang asyik dengan
tatap matanya sambil secara halus tetapi kegiatannya. Biasanya anak akan menolak
tegas dan dengan kalimat pendek sambil dan merengek ketika disuruh, yang dapat
berkata: misalnya, “Mama ingin kamu mandi memicu kemarahan orangtuanya. Sebaiknya
sekarang juga.” orangtua memberikan tenggat waktu,
2. Tenangkan Diri Anda sehingga anak akan lebih siap menerima
Apabila anda sedang marah, ingin meledak perintah.
dan memukul anak anda, tahan dan tarik 7. Ubahlah Cara Pandang Kita Terhadap
nafas, serta masuk ke kamar terlebih dahulu. Kelakuan Anak
Anda dapat berwudhu, berzikir atau dengan Anak-anak mempunyai rasa ingin tahu yang
cara apa saja yang dapat menenangkan diri. besar dan senang mencoba hal-hal yang
Setelah anda tenang, biasanya anda akan baru. Misal Andi berumur 3 tahun sedang
mepunyai solusi yang lebih baik untuk melempar semua barang yang ada di atas
menghadapi anak anda. Kemudian diskusikan meja, buku, pensil, kertas dll ke lantai. Ketika
dengan anak anda mengapa perbuatannya ibunya melihat, ia memukul tangannya dan
salah, dan minta anak untuk menyadari mengatakan nakal. Andi bingung karena ia
bahwa dirinya telah melakukan kesalahan. merasa mendapatkan ilmu baru bahwa benda
3. Berikan Anak Anda Konsekuensi yang ia lempar jatuhnya ke bawah. Maka
Apabila anak melanggar peraturan, beritahu ubahlah persepsi anda bahwa anak anda
anak bahwa perbuatannya salah, dan berikan tersebut nakal tetapi sebaliknya anak kreatif
tugas tambahan sebagai konsekuensinya. yang rasa ingin tahunya besar.
Misalnya, membersihkan kamar mandi, 8. Cari Waktu Untuk Diri Anda Sendiri
menyapu halaman, mencuci mobil dan Orangtua yang terlalu sibuk dan lelah,
sebagainya. Anak perlu mengetahui bahwa biasanya akan lebih mudah marah dan
segala perbuatan yang melanggar aturan, memukul anaknya. Para ibu yang habis
pasti ada konsekuensinya. waktunya untuk mengurus rumah tangga
4. Berikan Pilihan sering merasa lelah fisik dan mental. Oleh
Berikan anak pilihan sebagai konsekuensi karena itu penting sekali mencari waktu
perbuatannya yang salah. Apabila anak terus untuk diri sendiri misalnya membaca, olah
membuat keributan dengan memukul kaleng raga, menonton film atau berdoa. (Sumber :
dengan sendok, padahal anda sedang pusing, Buku Mari Kita Hentikan Kekerasan Terhadap
tanyakan pada anak:” Mama sedang pusing, Anak - Indonesia Heritage Foundation)
apakah kamu bisa stop memukul kaleng itu,
OPINI

JADIKANLAH SUARA ANAK BERMAKNA


Oleh : Agnes Siti Saptaningsih

Anak dari dulu hingga kini adalah insan yang dilakukan penuh sabar dan bijaksana, agar
memerlukan perhatian lebih besar dari orangtua dan anak tahu manfaatnya dan dengan penuh
orang disekitarnya. Suara anak harus didengar dan kesadaran serta senang hati melakukan
diperhatikan, berilah kasih sayang tanpa batas. kewajibannya.
“Jadikanlah Suara Anak Bermakna” adalah tema Untuk mengungkapkan kasih sayang, tidak
ulangtahun UPIPA GOW Wonosobo yang keenam. perlu menunggu momentum yang tepat. Hal
Permasalahan anak kian merebak, sebagai ini dapat dilakukan setiap saat melalui
pendamping UPIPA GOW, kita dapat mengatasi senyuman. Saat ini pelajaran yang paling
segala permasalahan anak tersebut melalui kegiatan utama untuk diberikan kepada anak-anak
berkualitas yang bisa memberikan perhatian kepada adalah pelajaran Budi Pekerti, dimana sopan
anak-anak. santun dan adat istiadat ditanamkan sedini
Peran orangtua dalam membina mungkin sehingga anak-anak dapat
perkembangan anak juga sangat penting, misalnya mengenal budaya bangsa.
dengan memberikan bimbingan dalam pendidikan
anak dan membangun kebersamaan antara orangtua Diakui atau tidak ada beberapa tantangan yang
dengan anak secara intensif. Anak-anak pasti akan menggelisahkan anak-anak yang pada umumnya
menikmati dan gembira berkumpul dengan masih labil kejiwaannya antara lain :
orangtuanya. Selain itu, sebagai orangtua penting  Pornografi di internet sudah kian
bagi kita menanamkan rasa percaya diri kepada meresahkan
anak-anak supaya mereka lebih mandiri, lebih  KDRT, terutama dimana anak menjadi
bahagia dan mencapai sukses yang lebih besar. korban kian merebak.
Seorang psikiater memberikan beberapa tips dalam  Terjadinya perselingkuhan orangtua, cepat
mendidik anak : atau lambat perselingkuhan itu akan
 Pujilah anak apabila benar-benar pantas diketahui, hal itu dapat membuat anak
dipuji, jika anak telah berusaha keras menjadi minder, malu, tidak percaya diri lagi
mengerjakan suatu pekerjaan, berilah dia di depan teman-temannya. Bahkan ada
pujian, jika tidak tak perlu memberikan kemungkinan anak seperti mendapat
pujikan. imajinasi untuk melakukan hal sama
 Cara ini untuk menanamkan pengertian dikemudian hari.
kepada anak bahwa kerja keras itu ada  Banyak anak harus menjalankan atau
nilainya dan menanamkan percaya diri lebih mewujudkan cita-cita orangtuanya.
besar terhadap anak. Akibatnya banyak anak kehilangan
 PR dan PS jika tidak dilakukan dengan keceriaan masa kanak-kanak dan masa
benar, harus diberitahu atau ditegur. remaja mereka. Mereka kehilangan
Teguran dan pemberitahuan hendaknya kreatifitas alami, semakin menjadi
disampaikan dengan penuh kasih, sehingga individualistik, dan tingkat sosialnya rendah,
tidak membuat anak menjadi kecil hati. Akan terutama karena terpengaruh oleh
tetapi malah mendorong dia berusaha lebih permainan yang tidak membutuhkan teman
keras. Tidak semua permintaan anak harus (playstation atau handphone).
dipenuhi. Menolak permintaan kendati
membuat frustasi justru dapat membantu Itu baru bagian kecil yang harus dihadapi anak-
anak mengembangkan ketabahan dan anak, orangtua, keluarga jaman sekarang. Ibaratnya
kesabaran. seperti fenomena gunung es, hanya ujungnya saja
 Sebagai orangtua, boleh menunjukkan yang terlihat akan tetapi pangkalnya sangat besar
posisinya sebagai pihak yang berkuasa atau dan tidak terlihat. Apa yang dapat dan harus kita
mengatur. Hal tersebut dilakukan untuk perbuat semua itu berbalik kepada kita sebagai
memancarkan wibawa pada anak bila dia orangtua. Orangtua hendaknya bisa meluangkan
tidak mau mengikuti peraturan yang ada di waktu untuk anak mencari peluang-peluang untuk
rumah. Misal : anak tidak mau belajar atau lebih dekat dengan anak, berperan sebagai teman
istirahat (tidur) di waktu jam istirahat. Anak bicara dan teman bermain dalam keluarga. Buatlah
akan bertanya, mengapa harus mematuhi anak benar-benar membutuhkan orangtua dan
semua itu? Maka sebagai orangtua kita bisa bangga akan orangtuanya. Beritahu juga kepada
menjawab bahwa anak harus mengikuti anak-anak tentang kesibukan dan kegiatan
perintah orangtua dan melaksanakan orangtuanya sehingga mereka mengerti.(SAP)
perintah itu, tentu saja semua itu harus
LIPUTAN UTAMA

FENOMENA ANAK JALANAN


Oleh : Nuraeni Ariswari

Slamet, Junet, Siwah, Badrun dkk menelusuri muda seperti mereka. Hidup dijalan dengan
jalan-jalan protokol di Wonosobo memegang gitar tua kebebasan liar bersama bukan pasangan hidupnya,
untuk mencari sesuap nasi. Mereka menempuh menimbulkan akibat yang negatif dan bermasalah,
kehidupan yang keras, panas oleh terik matahari, seperti kasus hamil diluar nikah dsb.
diterpa hujan demi mempertahankan nyawanya. Di Kepedulian organisasi-organisasi perempuan
razia, dibawa mobil Satpol PP dengan dalih begitu berarti, ketika mereka memiliki kegiatan nikah
“Adipura”, sudah menjadi solusi rutin kabupaten. massal buat anak jalanan yang bekerjasama dengan
Mengapa? Karena mereka dianggap penyakit atau Depag Kab. Wonosobo. Mereka bahagia dan
sampah masyarakat. Di kabupaten Wonosobo ada bertanggung jawab, memiliki akta nikah, yang bisa
sejumlah ± 309 anak jalanan yang memiliki aktifitas : dia pakai untuk kontrak rumah, hidup sebagai warga
mengamen, memulung dll. Dengan pendidikan dan masyarakat yang lain. Kesempatan belajar juga
SDM yang rendah karena memang berasal dari harus diberikan supaya mereka bisa memiliki ijazah
orangtua yang miskin, brokenhome dan bermasalah. yang layak, dan bisa bekerja tidak terus menerus
Anak-anak jalanan sebetulnya anak-anak yang menjadi anak jalanan. Mengentaskan pengamen dari
memiliki potensi kreatif hanya saja kesempatan yang papan bawah menjadi penyanyi profesional harus
tidak berpihak ke mereka. Peran masyarakat juga menjadi tanggung jawab masyarakat dan
bersama pemerintah dibutuhkan untuk mengentaskan pemerintah. Ternyata masih banyak pekerjaan yang
mereka karena anak jalanan sangat rentan kekerasan harus kita lakukan. Sendiri tidak akan bisa,
seperti narkoba, trafiking, kekerasan seksual (misal : kebersamaan dan koordinasi yang sinergis bukan
sodomi, perkosaan dll). hanya sekedar angan-angan tetapi hal yang realistis
Bahasa penyakit masyarakat atau sampah dan harus kita laksanakan semoga. (Noer)
masyarakat, menjadi label diskriminatif, buat generasi

BINCANG-BINCANG

ANAK JALANAN PENYAKIT MASYARAKATKAH?


Tim Redaksi UPIPA telah melakukan wawancara dengan para nara sumber yang membahas apakah Anak
Jalanan merupakan penyakit bagi masyarakat? Demikian penuturan mereka.

Siti Nurhidayati Agung, SE orangtuanya bekerja sebagai pemulung dan


Ketua GOW, Wakil Direkutr pengamen.
Umum RSIA Adina Untuk membantu anak-anak tersebut, akhirnya GOW
membuat program antara lain :
a. Usia Sekolah
Diikutkan program kejar paket A, B, C. Kejar
paket A diikuti oleh 20 anak, yang bisa diterima
Bagi wanita kelahiran Bogor 22 Maret 1953 di sekolah formal 5 anak (di SD Pagerkukuh
yang sering disapa Ibu Agung, impian bukan hanya Wonosobo)
angan tapi menjadi pijakan awal untuk mengubah b. Di atas 18 tahun
strata ketidakberdayaan dengan perjuangan. Diikutkan program bina LH (Pengajian 1 bulan 1
Perbuatan sekecil apapun itu akan kembali kali), tampil pada acara Islami dan acara Hari
kepada kita, sebagai bentuk syukur atas karunia Kartini, Hari Ibu serta Hari Anak. Di
kesehatan yang telah diberikan Allah SWT, Ibu usahakan/diikutkan nikah masal atau nikah gratis
berjilbab ini dalam kesehariannya berkeinginan teguh terutama bagi yang sudah berkeluarga namun
untuk mendedikasikan hidupnya pada masyarakat. belum menikah.
Berikut wawancara dengan beliau mengenai anak Target yang ingin dicapai?
jalanan. Saya ingin hak anak untuk mencapai pendidikan
terpenuhi serta mendapakan hidup yang lebih baik.
Latar Belakang Peduli terhadap Anak Jalanan?
Adapun jangka panjangnya anak-anak sudah tidak
Berawal dari secara kebetulan setelah pertemuan
hidup dijalan dan sudah mapan hidup menjadi warga
GOW selesai, saya melihat anak-anak berebut
negara yang punya tempat tinggal dan ber KTP.
mengambil dus snack dan gelas air mineral bekas,
Dunia anak jalanan identik dengan kebebasan yang
lalu anak-anak tersebut saya ajak bicara,
artinya anak sulit diatur dan kita harus lebih sabar.
terungkaplah kalau ternyata anak-anak itu putus
Anak mudah sekali sakit hati atu tersinggung kalau
sekolah karena tidak punya biaya, yang notabene
dikerasi jadi kita harus telaten, sabar dan penuh kasih
sayang untuk memotivasi agar tetap mau sekolah.
Waktu Anda untuk keluarga
Harapan selanjutnya?
Bukan hal yang mudah untuk membagi waktu dengan
1. Untuk anak-anak usia sekolah agar bisa
kegiatan yang banyak dan untuk keluarga, tetapi
menyelesaikan sekolah paling sedikit sampai
karena dukungan keluarga sangat baik semua jadi
tingkat SMA baik di sekolah formal atau kejar
lancar-lancar saja. Adapun rahasianya adalah apabila
paket. Anak-anak ke depan bisa meraih
saya sedang mempersiapkan suatu acara, suami dan
kehidupan yang lebih baik.
anak-anak selalu siap membantu juga teman-teman
2. Anak-anak pengamen berumur kurang dari 18 dan karyawan-karyawati di Rumah Sakit Adina. (Sri)
tahun bila ingin beralih profesi seperti beternak
kambing atau berdagang bisa diusahakan
bantuan dari Dinas Sosial.

Untuk mengantisipasi agar mereka tidak kembali


ke jalanan, langkah-langkah yang dilakukan Dinsos
WAWANCARA: adalah melakukan kunjungan kepada anak-anak
Bp. Hery Siswanto R AKS yang bermasalah untuk mengetahui latar belakang
(Kasie Anak Jalanan Dinas mereka, juga untuk mengetahui tingkat perekonomian
Sosial Kab. Wonosobo) mereka. Informasi yang kami terima bahwa sebagian
besar anak-anak jalanan merasa sudah nyaman
karena hidup di jalanan bebas dan mudah dalam
mencari uang, sosialisasi dan pembenahan
Fenomena anak jalanan merupakan masalah lingkungan agar mau menerima mereka, juga melalui
klasik yang sering ditemui di lapangan yang berkaitan kerjasama dengan kegiatan-kegiatan sosial GOW,
dengan masalah keterbatasan ekonomi. Kontribusi mengupayakan terbentuknya rumah singgah, dan
anak jalanan bagi keberlangsungan ekonomi memotivasi mereka dengan memberi pengarahan
keluarga dan masyarakat tidaklah sedikit jumlahnya. agar mereka kembali ke rumah, serta memberikan
Setelah menjalani hidup sebagai anak jalanan dan pembinaan bekerjasama dengan Kepolisian, Satpol
hidup mengembara di jalan mereka juga sangat PP, Kesehatan, melakukan pendekatan dan
rentan mengalami berbagai masalah sosial seperti, koordinasi bekerjasama dengan GOW Kabupaten
korban eksploitasi pekerjaan, rawan kecelakaan lalu Wonosobo.
lintas, ditangkap petugas, terlibat kriminal, konflik Mengingat jumlah anak jalanan yang tercatat di
dengan anak lain, perlakuan yang salah dalam seks Kabupaten Wonosobo sebanyak 309 anak, dalam
terhadap anak, diperjual belikan dan masih banyak program yang sudah dilaksanakan ada beberapa
masalah mereka lainnya, hal ini menyebabkan anak kendala yang kami hadapi yaitu keterbatasan dana
jalanan selain mengalami masalah umum sebagai pendukung dalam pelaksanakan program dan tidak
anak jalanan dalam bentuk kekerasan fisik tetapi juga semua anak jalanan ingin kembali sepenuhnya ke
mengalami masalah kekerasan yang berakibat rumah/keluarga karena dari lingkungan sendiri kurang
gangguan emosional. merespon mereka. Sebagian mereka merasa bosan
Seorang anak dikatakan anak jalanan jika hidup jadi pengamen dan ingin usaha dagang, misal
mempunyai indikasi usia dibawah 18 tahun, sebagian asongan, berdagang dengan gerobak dorong, dan
besar mereka menghabiskan waktunya untuk tentunya mereka membutuhkan modal.
mencari nafkah atau berkeliaran dijalanan atau Kondisi dilematis ini harus kita lihat sebagai
tempat-tempat umum lainya. Mereka tidak realitas sosial nyata, kita harus melindungi hak-hak
mempunyai orientasi waktu mendatang, orientasi anak dari eksploitasi ekonomi keluarga, anak adalah
waktunya adalah masa kini. Aktivitas yang mereka investasi dan harapan masa depan bangsa serta
kerjakan adalah berorientasi pada kemudahan dalam sebagai penerus generasi di masa mendatang.
mendapatkan uang sekedarnya untuk menyambung Dalam siklus kehidupan masa anak-anak merupakan
hidup, mereka juga tidak mempunyai tempat tinggal fase dimana anak mengalami tumbuh kembang yang
dan tidur disembarang tempat. menentukan masa depannya, pada masa usia anak,
Menurut informasi yang kami terima anak anak harus diberi penghargaan dan mempunyai
jalanan merasa betah hidup dijalan karena bebas dan identitas yang baik, kalau anak dibiarkan setiap saat
mudah mendapatkan uang tanpa harus kerja keras, mendapat stigma dan identitas diri yang tidak baik
bilamana anak jalanan menghadapi permasalahan- dan merendahkan harkat mereka, maka dikemudian
permasalahan dan mereka melapor ke Dinsos bisa hari dikuatirkan akan membentuk jati diri (self image)
ditindak lanjuti sesuai dengan permasalahan yang mereka menjadi kurang baik.
ada, contoh kasus, dimana ada seorang anak jalanan Melihat permasalahannya yang spesifik dan
yang “tergaruk” karena kasus percobaan perkosaan kebutuhan untuk melayani anak jalanan korban
dengan pelaku dan korbannya sama-sama anak eksploitasi ekonomi dalam bentuk pelayanan yang
jalanan. Penggarukan / penertiban kadang dinilai lebih sistematis dan terarah, maka dipandang perlu
dilematis, sebenarnya tujuan dilakukan penggarukan / untuk segera diwujudkan. Selama ini masyarakat
penertiban pada anak jalanan adalah untuk mendata belum begitu peduli dengan anak jalanan dan negara
anak-anak jalanan dan mengembalikan mereka ke juga belum mampu memberikan pelayanan yang
lingkungan, karena selama ini permasalahan sosial memadai, maka keberadaan anak jalanan tidak
yang sulit tertangani yaitu pengemis dan WTS. bisa dihindarkan. (Y
kesehatan karena istrinya seorang bidan yang siap
membantu persalinan ataupun bantuan medis yang
dibutuhkan anak-anak jalanan dan tentunya sanggat
Wawancara dengan Agus membantu mereka.
Wuryanto (aktifis Sosial, Peran pemerintah dalam mengangani kasus
Seni dan Budaya) anak jalanan dirasa belum optimal, dan belum tepat
sasaran. Seharusnya program pemerintah yang
sudah dijalankan harus terus dimonitor atau dipantau
agar perkembangannya bisa ditindaklanjuti dalam
Keberadaan dari teman-teman volunteer menangani permasalahan kebutuhan anak jalanan,
atau relawan yang selama ini peduli terhadap anak dan diharapkan ada perubahan yang signifikan di
jalanan adalah berorientasi pada masalah pola pikir mereka kearah yang lebih maju.
peningkatan kehidupan yang layak terutama Tanggungjawab terhadap anak jalan memang bukan
peningkatan pada pendidikan dan berupaya sepenuhnya dibebankan kepada pemerintah saja,
mengarahkan ke hal yang lebih positif. Anak jalanan tapi kepada semua pihak yang peduli terhadap anak
yang rata-rata berpendidikan minim bahkan banyak jalanan seperti organisasi masyarakat, LSM, dan
juga yang belum mengenyam pendidikan wajar semua pihak yang sangat dibutuhkan partisipasinya
dikdas, maka wajar pula bila keterampilan mereka dalam menggurangi masalah anak jalanan, terutama
terbatas hanya sekedar menjadi pengamen atau di kota Wonosobo tercinta.(za)
pengemis.
Sebutan “Penyakit Masyarakat” yang
selama ini melekat pada anak jalanan menurut bapak
dari dua putra ( Dinar Wangi Hananti dan Warih
Anom Wirawan) itu hanyalah istilah atau pelabelan
yang tidak bisa dipertanggungjawabkan, karena
istilah penyakit masyarakat tersebut tidak sebanding
dengan apa yang mereka kerjakan yaitu hanya untuk
mencari sesuap nasi untuk bertahan hidup.
Beristrikan Siti Fitrohayati pemilik rumah seni Air
Gunung juga memberikan pelayanan sosial dibidang

dapat mereka gunakan untuk mengumpulkan


beberapa recehan jadi terhambat karena tersita
waktu untuk menebus operasi penertiban tersebut.
Penghasilan rata-rata yang mereka hasilkan
dari mengamen sekitar Rp.10.000,- perhari hanya
Wawancara dengan bisa untuk makan saja, dan mereka juga belum ada
Slamet dan Junet pemikiran untuk menabung atau menyisihkan
(Anak-anak Pengamen sebagian penghasilannya untuk sebuah masa depan
di Kab. Wonosobo) karena belum terlintas dibenakanya apa cita-cita
hidupnya kelak. Hidup di jalanan yang nyaris tidak
Sejak kecil mereka hidup di jalan, bersama terikat oleh sebuah aturan atau tuntutan yang jelimet
keluarga dan teman-temannya mereka pemperoleh membuat mereka semakin betah dan nyaman,
penghidupannya dari meminta sedekah dan walaupun sebenarnya mereka juga ingin sekali hidup
mengamen. Slamet dan Junet yang tergabung dalam layak dan memperoleh penghidupan serta pendidikan
kelompok FKJM (Forum Komunikasi Jalanan yang layak tapi apa boleh buat dengan berbagai
Merdeka) memiliki daerah operasi kerja di pangkalan keterbatasannya mereka hanya pasrah menghadapi
angkutan desa jurusan Leksono dan sekitar wilayah kenyataan hidup. Harapannya kepada pemerintah
pasar Wonosobo yang sudah ditentukan wilayahnya. kepada anak jalanan adalah diberikannya rumah
Pembagian wilayah serta jadwal kerja dimaksudkan singgah yang memberikan fasilitas musik yang
yaitu agar tidak terjadi perselisihan perebutan lengkap, agar bakat atau kemampuan di bidang
wilayah. Mereka (Slamet dan Junet) juga sudah musik bisa lebih diasah dengan mempelajari alat-alat
beberapa kali terkena garukan oleh petugas, tapi musik yang kumlpit. Satu cita-cita yang sempat
tidak dirasa sebagai hal yang menakutkan atau dilontarkan oleh Slamet “ingin sekali ia punya gitar
membuatnya menjadi jera karena sanksi yang akustik listrik” karena sudah beberapa kali ia
mereka terima selama ini masih bisa mereka atasi, diundang untuk tampil dibeberapa acara tapi belum
karena hanya sekedar denda uang sejumlah Rp. mempunyai gitar sendiri. Mudah-mudahan ada
30.000, penyuluhan dan atau diinapkan untuk pembaca yang mau
sementara waktu. Dan yang dirasakan mereka Menghadiahkan untuknya.(za)
hanyalah sedikit kerugian finansial yang seharusnya
CURHAT

“Rengkuh aku,…………Ibu !
Setelah apa yang kulakukan, apakah tetap akan tersedia pelukan bagi ku, serupa pelukan yang ibu
rengkuhkan dihari pertamaku lahir kedunia ?

diawasi oleh laki-laki yang bernama Deri, ia


Oh……. Tuhan maafkan aku, atau adalah seorang preman yang tugasnya
kata-kata yang terucap dari mulutku. Aku mengawasi para pengamen dari hasilnya
dilahirkan dari buah perkawinan antara Laila disetorkan, kadang bila tidak ketahuan
dan Riyan. uangnya sebagian aku sisihkan buat beli
Awal cerita dikala aku sekolah kelas V makanan tapi kalau Deri tahu bisa dimarahi
SD dirumah aku anak yang penurut tapi kalau habis-habisan.
ditegur orang tua bila aku melakukan Hasil uang ngamen oleh Deri sebagian
kesalahan aku diam tapi pandangannya besar dibelikan minuman keras, aku dan Wiwin
menantang, pernah aku mengambil uang disuruh ikutan minum secara paksa sampai
punya ibu terus pergi dari rumah sampai tiga mabuk, pernah pada waktu lebaran aku dikasih
kali. Kepergian yang pertama seperti biasa minum sampai over dosis, juga dikasih ganja,
pagi-pagi pergi kesekolah pada istirahat cimen karena seringnya aku jadi ketagihan
pertama langsung kabur ke Sambek tempat sampai aku mensayat – sayat tanganku dengan
Nenek, ibuku mencari dan diajak pulang. silet agar keluar darahnya dan aku hisap.
Kepergian yang kedua seperti biasa Karena jenuh aku mencoba lari tapi ketahuan
pagi-pagi pergi kesekolah lagi-lagi saat istirahat oleh Deri, aku dihajar habis-habisan sampai
aku kabur selama satu minggu. Dalam dimasukkan ke kolam agar kapok, akhirnya
seminggu aku berhayal pergi ke Jakarta ngamen aku jalani lagi sambil berpikir
melihat Dufan Taman Mini, Ancol. Ini semua bagaimana caranya untuk lari lagi. Setelah
kulakukan karena aku ingin melihat Jakarta, suasana memungkinkan, bersama Wiwin
setelah pulang hal ini kuceritakan pada melarikan diri hingga aku bisa pulang. Dengan
temanku dikampung. menumpang truk akhirnya sampai di Wonosobo
Padahal semua ini bohong belaka jam 8.30 Wib. Di rumah aku bertemu ibu dan
karena aku hanya tidur diemper RSU ibu merasa senang dengan kepulanganku, tapi
Wonosobo. Kepergian ketiga berawal aku aku sudah bukan Dian yang dulu, aku Dian
mengambil uang ibu Rp.5000. aku pergi yang kotor yang hampir diperkosa Deri dan
kesekolah tapi istirahat pertama aku pulang sudah ketagihan narkoba, bila menginginkan
dan mengambil tas yang di isi makanan dan Narkoba badanku terasa menggigil.
baju, tujuanku dari Garung ke Wonosobo terus Ibuku memang hebat dalam keadaan
ke Purwokerto naik bus langsung ke stasiun seperti ini masih mau menerima aku, maafkan
Kereta Api Jurusan Jakarta, inilah awal aku ibu, aku sebetulnya marah dengan sikap
penderitaanku. bapakku yang bejat dan tidak tanggung jawab,
Di Jakarta aku turun di Senen, tapi aku malah meyengsarakan ibu.
kebingungan menyelimutiku karena memang Ibu, aku berjanji akan sembuh dan
belum pernah ke Jakarta, tanpa arah aku terus membantumu dengan menurut nasehatmu.
berjalan sampai di jembatan Galur, dalam Aku tak akan menghiraukan lagi tentang
kebingungan bertemulah dengan seorang ibu perilaku bapak yang sangat memalukan.
mengaku namanya bu Yati, singkat cerita hari (seperti yang dituturkan kepada Ibu Dadit)
berikutnya aku disuruh ngamen bersama anak
yang bernama Wiwin, dalam ngamen selalu
PROFIL
jangan Amelia tidak di rumah. Namun keraguan itu
AMELIA PUTRI MAHARANI segera sirna manakala dari balik daun pintu wajah
JUARA KARYA TULIS III Amelia tersenyum mengembang menyambut
TINGKAT SD SE-INDONESIA kedatangan SAPA, ramah dan akrab itulah kesan
pertama Amelia.
Hobby menulis sudah Amelia tekuni sejak
usia 10 tahun dengan mencoba mengirimkan tulisan
berbentuk cerpen ke majalah-majalah, walau sering
menulis Amelia tidak pernah lupa untuk belajar. Di
sekolahpun Amelia selalu mendapatkan prestasi 10
besar. Hasil karya tulisan Amelia antara lain
Matahari bersinar begitu cerah mengantar Kebaikan yang Bermakna, Mamaku berhati Emas.
kepergian SAPA meluncur ke arah kota menuju Jalan Sedang prestasi yang pernah diraihnya antara lain
Veteran No. 7 RT 01 RW 02 Sidomulyo Wonosobo, Juara II Karya Tulis Tingkat SD Se- Indonesia dan
tempat tinggal Amelia Putri Maharani Juara Karya Juara II Karya Tulis tingkat SD SE-Wonosobo.
Tulis II Tingkat SD Se Indonesia yang diadakan oleh Ada banyak hal yang menjadikan Amelia
Tupperware Childrens Fund melalui Program meraih juara diantaranya adalah dukungan dan
Children Helping di tahun 2008. motivasi dari keluarga dan kakaknya. Demikian
Berbekal sepotong alamat tanpa membuat penuturan Amelia putri ke 2 dari pasangan Bp.
janji pencarianpun dimulai. Beruntung sebelumnya Margono dan Ibu Asri Haryanti yang bercita-cita
ada saudara gadis manis berambut panajgn memberi menjadi penulis profesional dan terkenal. Semoga
ancer-ancer tempat tinggalnya. Ada sejumput Amelia Berhasil dan sukses!. (Fit & San)
keraguan taktala alamat sudah ditemukan, jangan-

UPIPA GOW
WONOSOBO
Jl. May.Jend Bambang Sugeng 435
Tembelang Wonosobo
Telp. (0286) 323399
E-mail : upipa_wsb@yahoo.co.id
LENSA UPIPA

STUDY BANDING KE APM JAMBI


Bersama dengan community center Sungai Kapas Merangin Jambi. Dalam
rangka study banding UPIPA yang berlangsung dari tanggal 27 Febuari- 1
Maret 2009, dengan tujuan untuk mempelajari kegiatan sebuah kelompok
perempuan yang mandiri dalam menyelesaikan permasalahan yang
menyangkut kesejahteraan perempuan; di bidang sosial, ekonomi,
kesehatan dan PKDRT dan diharapkan diimplementasikan di kabupaten
Wonosobo melalui program Layanan Berbasis Komunitas. WCC Sungai
Kapas menjuarai Desa tingkat nasional dan juara keluarga berencana
tigkat nasional. Operasional kelompok ini didukung melalui kegiatan
koperasi sawit yang menyediakan segala kebutuhan pertanian dan simpan
pinjam guna membantu permodalan kelompoknya, selebihnya keuntungan
dari koperasi dipergunakan untuk penanganan kasus yang mereka
tangani.

SUPPORT GROUP DALAM RANGKA HARI ANAK NASIONAL


Support group merupakan kegiatan rutin yang dilakukan satu bulan sekali
bersama survivor (korban kekerasan), pada tanggal 21 Maret 2009 UPIPA
mengadakan outbond yang dilakukan dihalaman kantor, dihadiri 50 peserta
terdiri dari 20 anak korban kekerasan dalam rumah tangga berserta ibunya;
staf UPIPA dan pendamping. Acara dimulai dari jam 9.00-13.00 wib, berjalan
meriah dan riang gembira walau hanya menggunakan media yang terbatas
dan ala kadarnya. Dengan berbagai permainan yang menghibur bertujuan
untuk membangkitkan semangat dan memberikan motivasi kepada anak-
anak korban supaya tetap semangat dalam menghadapi masalah yang
mereka alami.

TALKSHOW DI RADIO
Kegiatan sosialisasi PKDRT yang dilakukan UPIPA salah satunya melalui
talk show yang bekerjasama dengan radio swasta maupun radio
pemerintah. Acara yang dilakukan dua bulan sekali, dengan menyertakan
seluruh staf UPIPA dan relawan pendamping untuk menjadi nara sumber,
dengan mengangkat tema yang berbeda dalam tiap siarannya. Pada
tanggal 14 Mei 2009 bersama ketua dan staf UPIPA mengadakan talk
show di Radio Purnama Sidi yang membahas sekitar kegiatan lembaga
mulai dari fungsi ketua, koordinator program, administrasi keuangan dan
pemdokumentasian serta asisten program dalam menjalankan tugasnya
dan upaya membantu menyelesaikan permasalahan yang berhubungan
dengan penghapusan kekerasan dalam rumah tangga yang menimpa
perempuan korban dan anak.

SOSIALISASI UU PKDRT& PA DAN LBK


Bekerjasama dengan tim penggerak PKK Kabupaten UPIPA melakukan
sosialaisasi UU PKDRT-UUPA dan Layanan Berbasis Komunitas (LBK)
pada tanggal 16 Juni 2009 bertempat di Pendopo belakang dengan
dihadiri oleh 15 tim penggerak PKK kecamatan sekabupaten Wonosobo.
Materi pertama yaitu sosialisasi UU Perlindungan terhadap perempuan
dan anak disampaikan oleh Ibu Laela dari Bagian Pemberdayaan
Perempuan Setda Wonosobo dan materi kedua tentang LBK disampaika
oleh Ibu Nuraeni Ariswari. Tujuan acara ini adalah untuk meningkatkan
pemahaman mengenai kesetaraan gender, penghapusan kekerasan
terhadap perempuan dan anak, dan pembentukan kelompok layanan
berbasis komunitas. Acara berjalan sukses dan beberapa kecamatan
sudah siap untuk mengundang UPIPA untuk mensosialisasi LBK,
diantaranya kecamatan Selomerto dan Leksono. Adapun desa yang
sudah melakukan pembentukan LBK adalah desa Bogoran, kecamatan
Sapuran.