Anda di halaman 1dari 2

Nama : Abraham Abimanyu K P

NIM : 03081003069
Tugas Agama Katolik
Modal untuk menjadi garam dan terang dunia

Menjadi garam dan terang dunia


Ini adalah kotbah Tuhan Yesus yang dikenal sebagai Kotbah di bukit. Tuhan
menyatakan “Kamu adalah garam dunia” (ay 13) dan “Kamu adalah terang dunia” (ay
14). Pernyataan ini jelas menyatakan bahwa Tuhan tidak akan menjadikan mmurid-
muridNya sebagai garam dan terang dunia tetapi mereka sudah menjadi garam dan
terang dunia dan selayaknya mereka memiliki pola kehidupan sebagai garam dan
terang dunia.

Menjadi garam dan terang dunia. Firman: Matius 5: 13-16

ni adalah kotbah Tuhan Yesus yang dikenal sebagai Kotbah di bukit. Tuhan
menyatakan “Kamu adalah garam dunia” (ay 13) dan “Kamu adalah terang dunia” (ay
14). Pernyataan ini jelas menyatakan bahwa Tuhan tidak akan menjadikan mmurid-
muridNya sebagai garam dan terang dunia tetapi mereka sudah menjadi garam dan
terang dunia dan selayaknya mereka memiliki pola kehidupan sebagai garam dan
terang dunia.

Dengan tegas Tuhan juga menyatakan “Jika garam itu menjadi tawar …… Tidak ada
lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang” (ay 13b) dari sebab itu pastikanlah diri
kita sebagai murid Kristus untuk berfungsi sebagai garam dan terang dunia dengan
memperhatikan beberapa aspek kehidupan yaitu sbb:

1. Agar dunia menikmati beradaan kita.


“Kamu adalah garam dunia” (ay 13). Manfaat garam diantaranya adalah untuk
menambah kelezatan, mencegah kebusukan dan menyembuhkan penyakit.
Keberadaan kita sebagai garam adalah untuk memberkati orang lain dengan
menambah sukacita orang lain. Bukan sebagai “trouble maker” tetapi sebagai
“pembawa damai”. Tuhan Yesus menyatakan “Berbahagialah orang yang membawa
damai karena mereka akan disebut anak-anak Allah” (Mat 5:9). Di mana saja kita
berada kita seharusnya membawa berkat untuk memberkati orang lain disekitar kita.

2. Agar dunia mengenal Kristus.


“Kamu adalah terang dunia …. sehingga menerangi semua orang” (ay 14-15).
Menerangi berarti menjadikan orang lain dapat melihat. Rasul Paulus mengungkapkan
“bahwa engkau adalah penuntun orang buta dan terang bagi mereka yang di dalam
kegelapan” (Rom 2:19). Lewat hidup kita dunia dapat mengenal Kristus karena kita
telah dipanggil “wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup” (1 Yoh 2:6). Lewat
hidup kita akan banyak orang diselamatkan dan masuk ke dalam pertobatan. (baca Kis
2:47).

3. Agar dunia merasakan kasih Kristus.


“Kamu adalah terang dunia……supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik” (ay
14& 16). Dalam bahasa Yunani: Agathos yang lebih menekankan pada kepribadian,
tidak hanya sekedar berbuat baik tetapi memiliki juga karakter yang baik. Kita yang
memiliki Roh Kudus seharusnya menghasilkan buah Roh yang mengandung unsur
diantaranya kasih….. kesabaran, kemurahan, kebaikan….kelemahlembutan,
penguasaan diri. (Gal 5:22-23). Rasul Yohanes menegaskan “Barangsiapa tidak
mengasihi, ia tetap di dalam maut” (1 Yoh 3:14), ia bukan milik Kristus! Umat Tuhan
seharusnya memiliki kasih dan peduli (baca 1 Yoh 3:17).

4. Agar dunia memuliakan nama Tuhan.


“Kamu adalah terang….. supaya mereka … memuliakan Bapamu yang di surga” (ay
14&16). Jika kita memuliakan Tuhan lewat hidup kita maka dunia akan ikut
memuliakan nama Tuhan. Bagaimana nama Tuhan dipermuliakan? Tuhan Yesus
menyatakan “Aku telah mempermuliakan Engkau di bumi dengan jalan
menyelesaikan pekerjaan yang Engkau berikan kepadaKu untuk melakukannya” (Yoh
17:4). Kita akan memuliakan Tuhan jika segala rancangan Tuhan dalam hidup kita
terlaksana dengan baik. PernyataanNya, rancangan yang “memberikan kepadamu hari
depan yang penuh harapan” (Yer 19:11). Keberhasilan dalam kehidupan sesuai
dengan rancanganNya akan membuat kita dan orang-orang yang menyaksikannya,
akan memuliakan Tuhan.