Anda di halaman 1dari 103

EFEKTIFITAS PEMANFAATAN MEDIA GAMBAR

DALAM PENINGKATAN HASIL BELAJAR


PADA PEMBELAJARAN SHALAT
(Studi Eksperimen di Kelas II SD Negeri 2 Cibogogirang Plered - Purwakarta)

SKRIPSI

HAMDANI
NIM: 0101.0601.660

SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM


DR. KHEZ MUTTAQIEN
PURWAKARTA

2010
EFEKTIFITAS PEMANFAATAN MEDIA GAMBAR
DALAM PENINGKATAN HASIL BELAJAR
PADA PEMBELAJARAN SHALAT
(Studi Eksperimen di Kelas II SD Negeri 2 Cibogogirang Plered - Purwakarta)

SKRIPSI

Sebagai Salah Satu Syarat untuk Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Agama
Islam pada Program Studi Pendidikan Agama Islam STAI Dr. KHEZ. Muttaqien

HAMDANI
NIM: 0101.0601.660

SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM


DR. KHEZ MUTTAQIEN
PURWAKARTA

2010
EFEKTIFITAS PEMANFAATAN MEDIA GAMBAR
DALAM PENINGKATAN HASIL BELAJAR
PADA PEMBELAJARAN SHALAT
(Studi Eksperimen di Kelas II SD Negeri 2 Cibogogirang Plered - Purwakarta)

HAMDANI
NIM: 0101.0601.660

Menyetujui,

Pembimbing 1 Pembimbing 2

Manpan Drajat, M.Ag. Didin Syaprudien, S.Ag.


NIP. 197512222005011003 NTP. Kop.AB.II.016.001.04

Mengetahui,

Ketua Program Studi Ketua


Pendidikan Agama Islam STAI Dr. KHEZ. Muttaqien

Didin Syaprudien, S.Ag. Yusep Solihudien, M.Ag.


NTP. Kop.AB.II.016.001.04 NTP. AB.II.109.008.009
ii
EFEKTIFITAS PEMANFAATAN MEDIA GAMBAR
DALAM PENINGKATAN HASIL BELAJAR
PADA PEMBELAJARAN SHALAT
(Studi Eksperimen di Kelas II SD Negeri 2 Cibogogirang Plered - Purwakarta)

HAMDANI
NIM: 0101.0601.660

Dinyatakan lulus sidang munaqasah skripsi oleh tim penguji


Pada tanggal 21 Juni 2010

Tim Penguji

Penguji I :

Asep Gunawan, M.Ag.

Penguji II :

Moh. Syar’an, M.Ag.

Penguji III :

Drs. KH. Ali Mahmudi, M.Pd.

iii
PRAKATA

Bismillahirrahmanirrahim
Segala puji hanya bagi Allah SWT, karena atas berkat rahmat-Nya penulis
akhirnya dapat menyelesaikan penyusunan skripsi ini tanpa halang rintang yang
cukup berarti. Tidak lupa shalawat serta salam semoga selalu tercurahkan kepada
Nabi Muhammad SAW.
Skripsi yang mengambil judul “Efektifitas Pemanfaatan Media Gambar
dalam Peningkatan Hasil Belajar pada Pembelajaran Shalat” ini disusun guna
memenuhi salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan Agama
Islam pada Program Studi Pendidikan Agama Islam STAI Dr. KHEZ. Muttaqien
– Purwakarta.
Ucapan terima kasih penulis haturkan kepada segenap pihak yang telah
mendukung penyusunan skripsi ini, khususnya kepada:
1. Kedua orang tua tercinta, dan seluruh keluarga atas do‟a restu dan
dukungannya sepanjang hayat.
2. Manpan Drajat, M.Ag. dan Didin Syaprudien, S.Ag., yang telah
membimbing sepenuhnya dalam penyusunan skripsi ini.
3. Yusep Solihudien, M.Ag., Ketua STAI Dr. KHEZ Muttaqien
Purwakarta.
4. Didin Syaprudien, S.Ag., Ketua Jurusan Pendidikan Agama Islam
STAI Dr. KHEZ Muttaqien Purwakarta.
5. Hasanudin, A.Ma.Pd., Kepala SD Negeri 2 Cibogogirang Plered –
Purwakarta, dan seluruh stafnya.
6. Maman Saepurrohman, A.Ma., Guru Pendidikan Agama Islam SD
Negeri 2 Cibogogirang Plered – Purwakarta, dan seluruh siswa-
siswinya.
7. Rekan-rekan dan semua pihak yang tak dapat disebutkan satu persatu
yang telah membantu dan mendukung hingga rampungnya skripsi ini.
Penulis sadar, bahwa skripsi ini masih jauh dari sempurna. Namun besar
harapan penulis, meski dalam ketidaksempurnaan tapi mampu memberikan
sumbangan yang cukup berarti dalam memperkaya khazanah keilmuan masa kini,
khususnya di dunia Pendidikan Agama Islam.

Purwakarta, Juni 2010


Penulis

iv
DAFTAR ISI

HALAMAN PERSETUJUAN ......................................................................... ii


HALAMAN PENGESAHAN .......................................................................... iii
PRAKATA ....................................................................................................... iv
DAFTAR ISI .................................................................................................... v
ABSTRAKSI ................................................................................................... vii

BAB I PENDAHULUAN ........................................................................... 1


A. Latar Belakang ........................................................................... 1
B. Rumusan Masalah ...................................................................... 9
C. Tujuan Penelitian ....................................................................... 9
D. Kegunaan Penelitian .................................................................. 10
E. Kerangka Berpikir ..................................................................... 11
F. Hipotesis .................................................................................... 13
G. Sistematika Penulisan ................................................................ 13

BAB II TINJAUAN PUSTAKA .................................................................. 15


A. Media Belajar............................................................................. 15
1. Pengertian Media Belajar .................................................... 15
2. Jenis dan Karakteristik Media Belajar ................................. 18
3. Media Gambar ..................................................................... 21
B. Hasil/Perolehan Belajar ............................................................. 23
1. Pengertian Hasil Belajar ...................................................... 23
2. Pengukuran Hasil Belajar .................................................... 25
3. Hasil/Perolehan pada Pembelajaran Shalat ......................... 31
C. Pengaruh Media Gambar terhadap Hasil Belajar ...................... 36
1. Media Gambar sebagai Bentuk Inovasi ............................... 36
2. Media Gambar dan Hasil Belajar ........................................ 37

v
BAB III PROSEDUR PENELITIAN ............................................................ 39
A. Metode Penelitian ...................................................................... 39
B. Operasional Variabel ................................................................. 39
C. Populasi dan Sampel .................................................................. 40
D. Teknik Pengumpulan Data ........................................................ 41
E. Instrumen Pengumpulan Data.................................................... 42
F. Teknik Analisis Data ................................................................. 42
G. Lokasi dan Waktu Penelitian ..................................................... 45

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ............................... 46


A. Kondisi Objektif Lokasi Penelitian ........................................... 46
B. Data Responden ......................................................................... 50
C. Deskripsi Hasil Penelitian.......................................................... 51
1. Analisis Validitas dan Reliabilitas ....................................... 51
2. Analisis Hasil Tes Awal dan Tes Akhir .............................. 53
3. Nilai Peningkatan Hasil Belajar Siswa ................................ 55
4. Pembahasan ......................................................................... 56

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ....................................................... 58


A. Kesimpulan ................................................................................ 58
B. Saran .......................................................................................... 59

DAFTAR PUSTAKA ...................................................................................... 61

LAMPIRAN-LAMPIRAN............................................................................... 63

vi
ABSTRAKSI

Hamdani: Efektifitas Pemanfaatan Media Gambar dalam Peningkatan Hasil


Belajar pada Pembelajaran Shalat (Studi Eksperimen di Kelas II SD Negeri 2
Cibogogirang Plered - Purwakarta)
Dalam upaya peningkatan kualitas pendidikan yang inovatif dan kreatif
serta sesuai dengan perkembangan jaman, guru dituntut untuk dapat
memanfaatkan berbagai sumber dan media belajar yang ada, termasuk jenis media
gambar. Hal ini bertujuan untuk terus meningkatkan kualitas hasil belajar siswa,
khususnya pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam. Untuk itu, penulis
merasa terdorong untuk melakukan penelitian yang mengambil judul: Efektifitas
Pemanfaatan Media Gambar dalam Peningkatan Hasil Belajar pada Pembelajaran
Shalat (Studi Eksperimen di Kelas II SD Negeri 2 Cibogogirang Plered -
Purwakarta).
Penelitian ini bertujuan: 1) untuk mendapatkan nilai peningkatan hasil
belajar siswa yang memanfaatkan media gambar pada pembelajaran shalat, 2)
untuk mendapatkan nilai peningkatan hasil belajar siswa yang tidak
memanfaatkan media gambar pada pembelajaran shalat, dan 3) untuk
mendapatkan data perbedaan nilai peningkatan hasil belajar siswa yang
memanfaatkan dan tidak memanfaatkan media gambar pada pembelajaran Shalat.
Untuk mencapai tujuan tersebut, penulis menggunakan metode penelitian
eksperimen, yang menggunakan 26 siswa dari 56 siswa populasi kelas II SD
Negeri 2 Cibogogirang sebagai sampel/responden. Kelompok ini mengikuti
kegiatan pembelajaran yang memanfaatkan gambar sebagai media. Sebagai
pembanding, penulis membentuk satu kelompok kontrol dari populasi yang sama
dengan jumlah sampel yang sama pula, untuk kemudian mengikuti kegiatan
pembelajaran tanpa media gambar.
Data penelitian diperoleh melalui tes prestasi/tes hasil belajar berupa tes
tulis yang berbentuk 10 soal isian singkat (short answer). Tes diberikan dua kali,
yaitu pada tes awal dan tes akhir. Penulis kemudian mengolah hasil tes hingga
diperoleh nilai-t tes awal 1,132, nilai-t tes akhir 2,563, dan nilai-t tabel 1,68
dengan derajat kebebasan 50 (1,132<1,68<2,563). Penulis juga menemukan
bahwa kelompok eksperimen mengalami peningkatan rata-rata hasil belajar
hingga 1,38 atau 22%, sedangkan kelompok kontrol 0,81 atau 14%, dengan selisih
0,57 atau 8%.
Dari data tersebut, penulis menyimpulkan bahwa nilai hasil belajar siswa
yang memanfaatkan media gambar pada pembelajaran shalat ternyata mengalami
peningkatan yang lebih besar daripada siswa yang tidak memanfaatkan media
gambar. Sehingga, hipotesis nilai peningkatan hasil belajar siswa yang
memanfaatkan media gambar lebih besar daripada siswa yang tidak
memanfaatkan media gambar pada pembelajaran shalat dapat diterima.
Berdasarkan hal tersebut, penulis menyarankan khususnya kepada guru mata
pelajaran Pendidikan Agama Islam untuk dapat mengembangkan pemanfaatan
media gambar sebagai media pembelajaran secara kreatif dan inovatif dalam
kegiatan pembelajarannya untuk meningkatkan hasil belajar siswa.

vii
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Pendidikan merupakan usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan

suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif

mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan,

pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang

diperlukan dirinya dan masyarakat. Pendidikan meliputi pengajaran keahlian

khusus, dan juga sesuatu yang tidak dapat dilihat tetapi lebih mendalam yaitu

pemberian pengetahuan, pertimbangan dan kebijaksanaan. Salah satu dasar utama

pendidikan adalah untuk mengajar kebudayaan melewati generasi.

Rupert C. Lodge, dalam buku Metodologi Pengajaran Agama Islam

karangan Ahmad Tafsir (2008:5), menyatakan bahwa dalam pengertian yang luas

pendidikan itu menyangkut seluruh pengalaman. Sedangkan dalam arti sempit, ia

berpendapat bahwa pendidikan adalah pendidikan yang dilaksanakan di sekolah.1

Sekolah sebagai lembaga pendidikan memiliki tugas dan tanggung jawab

penuh dalam menjalankan amanat pendidikan. Sekolah merupakan suatu institusi

yang dirancang untuk membawa siswa pada proses belajar, di bawah pengawasan

guru atau tenaga pendidik profesional. Sekolah terdiri atas jenjang-jenjang

pendidikan, yaitu tahapan pendidikan yang ditetapkan berdasarkan tingkat

1
Ahmad Tafsir, Metodologi Pengajaran Agama Islam (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya,
2008), 5.

1
2

perkembangan peserta didik, tujuan yang akan dicapai, dan kemampuan yang

dikembangkan. Proses pendidikan memang tidak sepenuhnya dapat terlaksana di

sekolah, karena terdapat faktor keluarga dan lingkungan masyarakat yang juga

memiliki pengaruh penting dalam pendidikan peserta didik. Namun, sebagai

lembaga formal sekolah memiliki tanggung jawab yang besar terhadap

pembentukan karakter dan perilaku peserta didik.

Pendidikan di sekolah dilakukan dalam suatu proses yang disebut

pembelajaran. Belajar merupakan perubahan yang relatif permanen dalam

perilaku atau potensi perilaku sebagai hasil dari pengalaman atau latihan yang

diperkuat. Belajar merupakan akibat adanya interaksi antara stimulus dan respon.

Terdapat tiga atribut pokok belajar, yaitu: proses, perilaku, dan pengalaman.2

Sedangkan pembelajaran merupakan proses interaksi peserta didik dengan

pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. Pembelajaran

merupakan bantuan yang diberikan pendidik agar dapat terjadi proses

pemerolehan ilmu dan pengetahuan, penguasaan kemahiran dan tabiat, serta

pembentukan sikap dan kepercayaan pada peserta didik. Dengan kata lain,

pembelajaran adalah proses untuk membantu peserta didik agar dapat belajar

dengan baik.

Sutikno (2008:37) menyatakan bahwa pembelajaran merupakan suatu

sistem lingkungan belajar yang terdiri dari: tujuan pembelajaran, materi pelajaran,

kegiatan belajar mengajar, metode, media, sumber belajar, dan evaluasi.3

2
Winataputra, Strategi Belajar Mengajar (Jakarta: Universitas Terbuka, 2005), 2.3.
3
Sutikno, Belajar dan Pembelajaran (Bandung: Prospect, 2008), 37.
3

Setiap proses, apapun bentuknya, memiliki tujuan yang sama, yaitu

mencapai hasil yang memuaskan. Begitu pula proses pembelajaran yang

diselenggarakan dengan tujuan agar siswa mencapai hasil belajar yang

memuaskan.

Hasil belajar merupakan segala perilaku yang dimiliki seseorang sebagai

akibat proses belajar yang telah ditempuhnya. Hasil belajar bukan sekedar

penguasaan suatu hasil latihan melainkan adanya perubahan perilaku tahap-demi

tahap, baik dalam ranah kognitif, afektif, ataupun psikomotor, yang lambat laun

terintegrasi menjadi suatu kepribadian. Seseorang yang telah melakukan proses

belajar akan terlihat perubahan dalam salah satu atau beberapa ranah tingkah laku

tersebut.

William Burton, sebagaimana dikutip dalam skripsi S-1 karya Eka L.

Koncara (2009:26), menyatakan bahwa hasil belajar adalah pola-pola perbuatan,

nilai-nilai, pengertian-pengertian, sikap-sikap, apresiasi, abilitas, dan kemampuan

yang dicapai oleh pembelajar/peserta didik.4

Adapun hasil belajar peserta didik di sekolah hanya dapat diukur melalui

suatu proses evaluasi/penilaian, sehingga tingkat keberhasilan peserta didik

setelah mengikuti proses pembelajaran dapat terlihat dalam bentuk nilai/skor.

Suryosubroto (2002:54) dalam bukunya yang berjudul Proses Belajar

Mengajar di Sekolah, menyebutkan fungsi penilaian dalam proses pembelajaran

sebagai berikut: 1) untuk mengetahui tercapai tidaknya tujuan pembelajaran, dan

2) untuk mengetahui keefektifan proses pembelajaran yang dilakukan guru.


4
Eka L. Koncara, Skripsi Sarjana Pendidikan Islam; Efektifitas Pemanfaatan Media
Komputer dalam Peningkatan Hasil Belajar Siswa Pada Pembelajaran Tajwid (Purwakarta: tidak
diterbitkan, 2009), 26.
4

Dengan demikian, nilai hasil belajar peserta didik merupakan tolok ukur

keberhasilan dari suatu proses pembelajaran, baik peserta didik maupun guru.5

Berdasarkan hal tersebut, berbagai upaya dilakukan untuk meningkatkan

nilai hasil belajar peserta didik, oleh berbagai pihak, dan dengan berbagai alasan.

Nilai hasil belajar memiliki pengaruh yang cukup besar dalam memotivasi peserta

didik, guru, dan bahkan orang tua. Bagi peserta didik, nilai hasil belajar

merupakan hadiah yang paling ditunggu-tunggu dalam proses pembelajaran. Bagi

guru, nilai hasil belajar merupakan tolak ukur prestasinya dalam melakukan

proses pembelajaran. Bagi orang tua, nilai hasil belajar buah hatinya merupakan

kebanggaan tersendiri yang tiada duanya.

Demi meningkatkan hasil belajar peserta didiknya, guru yang ideal

senantiasa berupaya dengan berbagai strategi, termasuk di antaranya ialah dengan

menggunakan media belajar yang efektif dan menyenangkan bagi siswa. Media

belajar merupakan sarana bagi guru untuk mempermudah penyampaian ilmu

pengetahuan kepada peserta didiknya. Media belajar juga merupakan sarana bagi

siswa untuk mempermudah pencapaian hasil belajar yang diinginkan. Media

belajar yang tepat akan membuat peserta didik lebih termotivasi, lebih aktif, dan

lebih mudah mencerna ilmu pengetahuan yang diberikan gurunya selama proses

pembelajaran, serta membuat proses pembelajaran lebih menyenangkan.

Winataputra (2005:5.5) mengemukakan beberapa alasan mengapa media

pembelajaran sangat penting sehingga harus terintegrasi dalam proses

pembelajaran, yaitu:

5
Suryosubroto, Proses Belajar Mengajar di Sekolah (Jakarta: Rineka Cipta, 2002), 54.
5

1. Banyak hasil penelitian yang menunjukkan bahwa proses pembelajaran akan

lebih berhasil bila siswa turut aktif dalam pembelajaran tersebut, dan hal ini

hanya dapat terjadi dengan adanya media.

2. Rata-rata jumlah informasi yang diperoleh seseorang melalui indera

memiliki komposisi sebagai berikut:

a. 75% melalui penglihatan (visual)

b. 13% melalui pendengaran (audio)

c. 6% melalui sentuhan

d. 6% melalui penciuman dan pengecap.

3. Pengetahuan yang dapat diingat seseorang antara lain bergantung pada

melalui indera apa ia memperoleh pengetahuannya.

Dalam bukunya yang lain, Materi dan Pembelajaran IPS SD, Winataputra

(9.23:2008) mengemukakan sifat media pengajaran sebagai berikut:

1. Meletakkan dasar-dasar yang konkret untuk berpikir, sehingga

mengurangi verbalisme.

2. Memperbesar perhatian dan minat siswa terhadap materi

pembelajaran.

3. Membuat pembelajaran lebih menetap dan tidak mudah dilupakan.

4. Memberikan pengalaman yang nyata kepada siswa.

5. Menumbuhkan pemikiran yang teratur dan berkelanjutan.

6. Membantu tumbuhnya pengertian dan perkembangan berbahasa.

7. Menarik minat siswa untuk membicarakannya lebih lanjut.


6

Terdapat beberapa jenis media belajar, diantaranya:

1. Media Visual: grafik, diagram, chart, bagan, poster, kartun, komik

2. Media Audial: radio, tape recorder, laboratorium bahasa, dan sejenisnya

3. Projected still media: slide, projector, dan sejenisnya

4. Projected motion media: film, televisi, video (VCD, DVD, VTR), komputer

dan sejenisnya.

Media gambar merupakan salah satu jenis media yang paling disukai peserta

didik, terutama peserta didik usia anak-anak (tingkat Sekolah Dasar). Media

gambar lebih memudahkan mereka dalam memahami materi pembelajaran,

apalagi peserta didik kelas bawah yang sebagian besar belum lancar baca tulis.

Menilik pada pernyataan Winataputra di atas, dapat dilihat bahwa media visual

memiliki peranan yang paling besar dalam memudahkan peserta didik untuk

memperoleh informasi.

Penulis pernah melakukan perbincangan kecil dengan Maman

Saepurohaman, Guru Pendidikan Agama Islam di SD Negeri 2 Cibogogirang

Kecamatan Plered Kabupaten Purwakarta. Dalam perbincangan tersebut

dibicarakan beberapa hal yang menyangkut proses pembelajaran yang

dilakukannya sehari-hari. Dari itu, penulis mendapatkan informasi bahwa ternyata

beliau jarang sekali menggunakan media gambar dalam proses pembelajarannya.

Ruang lingkup Pendidikan Agama Islam meliputi aspek-aspek sebagai

berikut: Al Qur‟an dan Hadits, Aqidah, Akhlak, Fiqih, Tarikh dan Kebudayaan

Islam. Materi Shalat merupakan salah satu materi pembelajaran yang termasuk
7

dalam aspek Fiqih yang kemudian harus disampaikan kepada siswa melalui proses

pembelajaran yang menyenangkan.

Materi Shalat adalah materi yang penulis angkat dalam penelitian ini. Materi

Shalat merupakan salah satu materi pada aspek Fiqih. Shalat merupakan rukun

Islam yang kedua dan merupakan kewajiban seluruh umat muslim untuk

melaksanakannya. Materi ini diajarkan hampir di setiap jenjang pendidikan agama

Islam.

Menurut syariat Islam, praktik shalat harus sesuai dengan segala petunjuk

tata cara Rasulullah SAW sebagai figur pengejawantah perintah Allah. Rasulullah

SAW bersabda, “Shalatlah kalian sesuai dengan apa yang kalian lihat aku

mempraktikkannya”.

Materi Shalat ini salah satunya diajarkan di kelas 2 semester 2 tingkat

Sekolah Dasar, sebagaimana tertera dalam Standar Isi Kurikulum Tingkat Satuan

Pendidikan tahun 2006 untuk Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam SD/MI

yang telah disusun oleh pemerintah melalui Badan Nasional Standar Pendidikan

(BSNP)6, sebagai berikut:

Kelas/Semester : 2 (dua) / 2 (dua)

Standar Kompetensi : Membiasakan shalat secara tertib.

Kompetensi Dasar :

a. Mencontoh gerakan shalat.

b. Mempraktekkan shalat secara tertib.

Materi Pokok : Gerakan Shalat Lima Waktu

6
Ibid., 21.
8

Di kelas 2 SD Negeri 2 Cibogogirang, hasil belajar siswa pada materi ini

terlihat masih kurang, dan akan menjadi memprihatinkan jika menilik pentingnya

penguasaan materi ini bagi setiap individu siswa. Sebagaimana diungkapkan oleh

guru mata pelajaran PAI SD Negeri 2 Cibogogirang Maman Saepurrohman,

A.Ma., bahwa hanya sekitar 40 persen siswa kelas 2 di tahun ajaran sebelumnya

yang mendapatkan nilai hasil belajar baik pada materi ini. Ini menunjukkan bahwa

masih lebih dari 50 persen siswa yang belum menguasai materi ini di tahun ajaran

yang lalu. Di tahun ajaran ini, diharapkan dengan menggunakan media gambar,

hasil belajar siswa dapat mencapai hasil yang optimal.

Berdasarkan uraian di atas, penulis merasa tertarik untuk meneliti efektifitas

penggunaan media gambar terhadap siswa di SD Negeri 2 Cibogogirang,

khususnya pada materi Shalat, sebagai salah satu upaya meningkatkan hasil

belajar peserta didik. Dengan demikian, penulis bermaksud untuk melakukan

penelitian yang mengambil judul “Efektifitas Pemanfaatan Media Gambar dalam

Peningkatan Hasil Belajar Siswa pada Pembelajaran Shalat” (Study Eksperimen di

Kelas 2 SD Negeri 2 Cibogogirang Kecamatan Plered Kabupaten Purwakarta).


9

B. Rumusan Masalah

Rumusan masalah merupakan pertanyaan yang dicarikan jawabannya

melalui penelitian, yang dirumuskan dalam suatu kalimat pertanyaan, merupakan

hal yang dipertanyakan. (Arikunto, 2006:61)

Mengacu pada apa yang telah diuraikan sebelumnya, penulis menyusun

suatu rumusan masalah penelitian yaitu, “Bagaimana nilai peningkatan hasil

belajar siswa yang memanfaatkan dan tidak memanfaatkan media gambar pada

pembelajaran Shalat?”

Dari rumusan masalah tersebut, maka muncul pertanyaan masalah sebagai

berikut:

1. Bagaimana nilai peningkatan hasil belajar siswa yang memanfaatkan media

gambar pada pembelajaran Shalat?

2. Bagaimana nilai peningkatan hasil belajar siswa yang tidak memanfaatkan

media gambar pada pembelajaran Shalat?

3. Bagaimana perbedaan nilai peningkatan hasil belajar siswa yang

memanfaatkan dan tidak memanfaatkan media gambar pada pembelajaran

Shalat?

C. Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian merupakan keinginan yang ada pada peneliti untuk hal-hal

yang akan dihasilkan oleh penelitian, dirumuskan dalam kalimat pernyataan,

merupakan jawaban yang ingin dicari. (Arikunto, 2006:61)

Berdasarkan rumusan masalah yang telah dibuat, penulis menentukan tujuan

penelitian ini sebagai berikut:


10

1. Untuk mendapatkan nilai peningkatan hasil belajar siswa yang

memanfaatkan media gambar pada pembelajaran Shalat.

2. Untuk mendapatkan nilai peningkatan hasil belajar siswa yang tidak

memanfaatkan media gambar pada pembelajaran Shalat.

3. Untuk mendapatkan data perbedaan nilai peningkatan hasil belajar siswa

yang memanfaatkan dan tidak memanfaatkan media gambar pada

pembelajaran Shalat.

D. Kegunaan Penelitian

Kegunaan penelitian merupakan hasil yang akan disumbangkan untuk

kemajuan ilmu pengetahuan, merupakan follow up kesimpulan. (Arikunto,

2006:61)

Dari penelitian ini, penulis berharap agar pendidik (guru), khususnya guru

Pendidikan Agama Islam, di masa mendatang dapat lebih inovatif dalam

memanfaatkan media yang ada untuk menumbuhkembangkan minat dan hasil

belajar siswa. Dengan mudahnya menemukan dan mempersiapkan media gambar

saat ini, guru dapat memanfaatkan kesempatan dan sarana yang ada demi

peningkatan mutu pendidikan.

Diharapkan juga agar siswa lebih tertarik dan lebih terpancing untuk belajar

lebih giat, khususnya pada materi Pendidikan Agama Islam, dengan

dimanfaatkannya media gambar sebagai media pembelajaran. Hasil belajar siswa

pun diharapkan dapat meningkat.


11

E. Kerangka Berpikir

Syah (2008:89) menyatakan bahwa belajar merupakan kegiatan yang

berproses dan merupakan unsur yang sangat fundamental dalam setiap

penyelenggaraan jenis dan jenjang pendidikan. Syah (2008:92) juga

mengungkapkan belajar sebagai tahapan perubahan seluruh tingkah laku individu

yang relatif menetap sebagai hasil pengalaman dan interaksi dengan lingkungan

yang melibatkan proses kognitif. Dengan demikian, hasil belajar merupakan

perubahan tingkah laku yang diperoleh dari suatu proses belajar.

Pembelajaran merupakan suatu sistem lingkungan belajar yang terdiri dari

komponen-komponen berikut: tujuan pembelajaran, materi pelajaran, kegiatan

belajar mengajar, metode, sumber belajar, evaluasi, dan media belajar. (Sutikno,

2008:37)

Media bisa berupa manusia, materi, dan kejadian yang membangun kondisi

yang membuat siswa mampu memperoleh pengetahuan, keterampilan, dan sikap.

Media pembelajaran dapat didefinisikan sebagai sesuatu yang membawa

informasi dan pengetahuan dalam interaksi yang berlangsung antara pendidik

dengan siswa. (Sutikno, 2008:102)

Media belajar merupakan salah satu unsur yang harus tersedia dalam proses

belajar. Dengan dimanfaatkannya media belajar yang sesuai, maka diharapkan

proses belajar dapat berlangsung dengan efektif dan menyenangkan.

Media gambar merupakan salah satu bentuk media ajar yang termasuk jenis

media visual, yang diketahui memberi pengaruh paling besar terhadap siswa di

antara jenis media lainnya.


12

Media gambar memiliki peranan penting dalam meningkatkan hasil belajar

siswa pada materi ini. Hal ini mengacu pada pernyataan Winataputra (2005:5.5)

yang menyatakan bahwa penglihatan (visual) memiliki komposisi paling besar

(75%) dalam hal rata-rata jumlah informasi yang dapat diperoleh seseorang.

Informasi yang diperoleh melalui penglihatan juga lebih mudah ditangkap dan

diingat oleh memori seseorang. Media gambar, apabila didukung dengan metode

pembelajaran yang sesuai, juga dapat membawa siswa pada lingkungan belajar

yang aktif dan menyenangkan.

Dalam proses belajar Pendidikan Agama Islam di Sekolah Dasar kelas 2

semester 2 terdapat salah satu materi yang sangat krusial, yaitu materi shalat,

sebagaimana terdapat dalam Standar Isi yang dikeluarkan oleh Badan Standar

Nasional Pendidikan Republik Indonesia, sebagai berikut:

Kelas / Semester :2/2

Standar Kompetensi :

Membiasakan shalat secara tertib

Kompetensi Dasar :

Mencontoh gerakan shalat

Mempraktekkan shalat secara tertib

Dalam pembelajaran PAI pada materi shalat, sangat memungkinkan untuk

menggunakan media gambar. Apalagi di dunia modern seperti sekarang ini,

dimana media gambar dapat dengan mudah dibuat atau ditemukan dengan

bantuan komputer dan internet. Penerapannya pun sangat mudah, karena tidak

memerlukan fasilitas dan sarana khusus, serta dapat diterapkan kepada hampir
13

setiap kelompok peserta didik tanpa menilik usia atau latar belakang lainnya.

Terpenting adalah bagaimana guru memadukannya dengan materi dan metode

yang sesuai.

F. Hipotesis

Hipotesis dapat diartikan sebagai suatu jawaban yang bersifat sementara

terhadap permasalahan penelitian, sampai terbukti melalui data yang terkumpul.

(Arikuto, 2006:71)

Hipotesis dari penelitian ini adalah:

Nilai peningkatan hasil belajar siswa yang memanfaatkan media gambar

lebih besar daripada yang tidak memanfaatkan media gambar pada pembelajaran

Shalat, dan sebaliknya, nilai peningkatan hasil belajar siswa yang tidak

memanfaatkan media gambar lebih kecil daripada siswa memanfaatkan media

gambar pada pembelajaran Shalat.

G. Sistematika Penulisan

Bab I Pendahuluan

Pada bab ini, penulis mengemukakan hal-hal yang melatarbelakangi

penelitian ini, rumusan masalah dan tujuan penelitian, kerangka berpikir, hipotesis

penelitian, serta bagaimana sistematika penyusunan laporan penelitian.

Bab II Tinjauan Pustaka

Pada bab ini dikupas berbagai landasan teori yang mendasari penelitian ini,

teori-teori tentang media belajar, hasil belajar, serta bagaimana pengaruh media

gambar terhadap hasil belajar siswa.


14

Bab III Prosedur Penelitian

Pada bab ini penulis menguraikan metodologi yang digunakan dalam

penelitian ini, lokasi penelitian, subjek penelitian, penentuan data, sumber data,

pengumpulan data, serta bagaimana data tersebut diolah.

Bab IV Hasil Penelitian dan Pembahasan

Pada bab ini diuraikan bagaimana data diperoleh, bagaimana proses analisis

data dilakukan serta bagaimana penafsiran dari hasil analisis data hingga didapat

uraian pembahasan hasil penelitian.

Bab V Penutup

Pada bab ini, dituliskan kesimpulan hasil penelitian serta beberapa

rekomendasi untuk pihak-pihak terkait sebagai tindak lanjut dari hasil penelitian

ini.
BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A. Media Belajar

1. Pengertian Media Belajar

Media adalah perantara atau pengantar pesan dari pengirim kepada

penerima pesan. Secara garis besar, media adalah manusia, materi, atau kejadian

yang membangun kondisi yang membuat siswa mampu memperoleh pengetahuan,

keterampilan, atau sikap.

Media berasal dari bahasa latin merupakan bentuk jamak dari medium yang

secara harfiah berarti perantara atau pengantar, yaitu perantara atau pengantar

sumber pesan dengan penerima pesan. Beberapa ahli memberikan definisi tentang

media pembelajaran.

Belajar merupakan suatu proses perubahan tingkah laku dari tidak tahu

menjadi tahu dan dari tidak bisa menjadi tidak bisa.

Winataputra (2005:2.3) menyatakan: ”Belajar merupakan proses mental dan

emosional atau proses berpikir dan merasakan. Seseorang dikatakan belajar

apabila pikiran dan perasaannya aktif. Terdapat tiga atribut pokok belajar, yaitu:

proses, perilaku, dan pengalaman”.

15
16

Sikun Pribadi, guru besar IKIP Bandung, yang dikutip oleh Ahmad Tafsir

(2008:7) berpendapat: ”Pembelajaran adalah suatu kegiatan yang menyangkut

pembinaan anak mengenai segi kognitif dan psikomotor semata.”12

Pembelajaran merupakan suatu sistem lingkungan belajar yang terdiri dari

komponen-komponen berikut: tujuan pembelajaran, materi pelajaran, kegiatan

belajar mengajar, metode, media, sumber belajar, dan evaluasi. Yang menjadi

komponen utama dalam pembelajaran adalah tujuan pembelajaran, karena semua

komponen lainnya mengacu kepada tujuan pembelajaran. Karena itu, untuk

melaksanakan suatu proses pembelajaran, hal yang harus dirumuskan pertama kali

adalah tujuan pembelajaran. (Sutikno, 2008:37)

Tujuan utama belajar adalah bahwa apa yang dipelajari itu berguna di

kemudian hari, yakni membantu anak didik untuk dapat belajar terus dengan cara

yang lebih mudah. Apa yang dipelajari dalam situasi tertentu harus

memungkinkannya untuk memahami hal-hal lain. Belajar hanya akan terjadi

dengan kegiatan anak didik itu sendiri. Anak didik bukanlah bejana yang harus

diisi oleh guru dengan berbagai pengetahuan.

Proses belajar dapat dibedakan ke dalam tiga fase, yaitu:

a. Fase informasi, yaitu fase dimana anak didik memperoleh informasi yang

menambah, memperhalus dan memperdalam, atau bahkan menentang

pengetahuan yang telah dimiliki sebelumnya.

12
Ahmad Tafsir, Metodologi Pengajaran Agama Islam (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya,
2008), 7.
17

b. Fase transformasi, yaitu fase penganalisaan informasi yang telah didapat

untuk kemudian diubah ke dalam bentuk yang lebih konseptual agar dapat

digunakan untuk hal-hal yang lebih luas.

c. Fase evaluasi, yaitu fase penilaian apakah informasi yang didapat dan telah

ditransformasi itu dapat dimanfaatkan untuk memahami gejala-gejala lain.

“Dalam aktifitas pembelajaran, media dapat didefinisikan sebagai sesuatu

yang dapat membawa informasi dan pengetahuan dalam interaksi yang

berlangsung antara pendidik dengan siswa.” (Sutikno, 2008:101)

Dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran adalah segala sesuatu yang

dapat menyalurkan pesan, dapat merangsang fikiran, perasaan, dan kemauan

peserta didik sehingga dapat mendorong terciptanya proses belajar pada diri

peserta didik.

Media pembelajaran yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran dapat

mempengaruhi terhadap efektivitas pembelajaran. Pada mulanya, media

pembelajaran hanya berfungsi sebagai alat bantu guru untuk mengajar yang

digunakan adalah alat bantu visual. Sekitar pertengahan abad ke–20 usaha

pemanfaatan visual dilengkapi dengan digunakannya alat audio, sehingga lahirlah

alat bantu audio-visual. Sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan

teknologi (IPTEK), khususnya dalam bidang pendidikan, saat ini penggunaan alat

bantu atau media pembelajaran menjadi semakin luas dan interaktif, seperti

adanya komputer dan internet.


18

2. Jenis dan Karakteristik Media Belajar

Akhmad Sudrajat dalam artikel Media Pembelajaran (http://akhmad

sudrajat/wordpress.com/, 12 Januari 2008) menyebutkan berbagai jenis media

belajar, diantaranya:

a. Media Visual: grafik, diagram, chart, bagan, poster, kartun, komik

b. Media Audial: radio, tape recorder, laboratorium bahasa, dan sejenisnya

c. Projected still media: slide, projector, dan sejenisnya

d. Projected motion media: film, televisi, video (VCD, DVD, VTR), komputer

dan sejenisnya.

Terdapat beberapa karakteristik media, antara lain :

a. Kemampuan dalam menyajikan gambar (presentation)

b. Faktor ukuran (size): besar atau kecil

c. Faktor warna (color): hitam putih atau berwarna

d. Faktor gerak: diam atau bergerak

e. Faktor bahasa: tertulis atau lisan

f. Faktor keterkaitan antara gambar dan suara: gambar saja, suara saja, atau

gabungan antara gambar dan suara.

Winataputra (2005:5.5) mengemukakan beberapa alasan mengapa media

pembelajaran sangat penting sehingga harus terintegrasi dalam proses

pembelajaran, yaitu:

a. Proses pembelajaran akan lebih berhasil bila siswa turut aktif dalam

pembelajaran tersebut, dan hal ini hanya dapat terjadi dengan adanya media.
19

b. Rata-rata jumlah informasi yang diperoleh seseorang melalui indera

memiliki komposisi sebagai berikut:

1) 75% melalui penglihatan (visual)

2) 13% melalui pendengaran (audio)

3) 6% melalui sentuhan

4) 6% melalui penciuman dan pengecap.

c. Pengetahuan yang dapat diingat seseorang antara lain bergantung pada

melalui indera apa ia memperoleh pengetahuannya.

Dalam bukunya yang lain, Materi dan Pembelajaran IPS SD, Winataputra

(2008:9.23) mengemukakan sifat media pengajaran sebagai berikut:

a. Meletakkan dasar-dasar yang konkret untuk berpikir, sehingga

mengurangi verbalisme.

b. Memperbesar perhatian dan minat siswa terhadap materi

pembelajaran.

c. Membuat pembelajaran lebih menetap dan tidak mudah dilupakan.

d. Memberikan pengalaman yang nyata kepada siswa.

e. Menumbuhkan pemikiran yang teratur dan berkelanjutan.

f. Membantu tumbuhnya pengertian dan perkembangan berbahasa.

g. Menarik minat siswa untuk membicarakannya lebih lanjut.

Media memiliki beberapa fungsi, diantaranya :

a. Media pembelajaran dapat mengatasi keterbatasan pengalaman yang

dimiliki oleh para peserta didik. Pengalaman tiap peserta didik berbeda-

beda, tergantung dari faktor-faktor yang menentukan kekayaan pengalaman


20

anak, seperti ketersediaan buku, kesempatan melancong, dan sebagainya.

Media pembelajaran dapat mengatasi perbedaan tersebut. Jika peserta didik

tidak mungkin dibawa ke obyek langsung yang dipelajari, maka

obyeknyalah yang dibawa ke peserta didik. Obyek dimaksud bisa dalam

bentuk nyata, miniatur, model, maupun bentuk gambar – gambar yang dapat

disajikan secara audio visual dan audial.

b. Media pembelajaran dapat melampaui batasan ruang kelas. Banyak hal yang

tidak mungkin dialami secara langsung di dalam kelas oleh para peserta

didik tentang suatu obyek, yang disebabkan, karena: (a) obyek terlalu besar;

(b) obyek terlalu kecil; (c) obyek yang bergerak terlalu lambat; (d) obyek

yang bergerak terlalu cepat; (e) obyek yang terlalu kompleks; (f) obyek

yang bunyinya terlalu halus; (f) obyek mengandung berbahaya dan resiko

tinggi. Melalui penggunaan media yang tepat, maka semua obyek itu dapat

disajikan kepada peserta didik.

c. Media pembelajaran memungkinkan adanya interaksi langsung antara

peserta didik dengan lingkungannya.

d. Media menghasilkan keseragaman pengamatan

e. Media dapat menanamkan konsep dasar yang benar, konkrit, dan realistis.

f. Media membangkitkan keinginan dan minat baru.

g. Media membangkitkan motivasi dan merangsang anak untuk belajar.

h. Media memberikan pengalaman yang integral/menyeluruh dari yang konkrit

sampai dengan abstrak


21

Kriteria yang paling utama dalam pemilihan media bahwa media harus

disesuaikan dengan tujuan pembelajaran atau kompetensi yang ingin dicapai.

Contoh : bila tujuan atau kompetensi peserta didik bersifat menghafalkan kata-

kata tentunya media audio yang tepat untuk digunakan. Jika tujuan atau

kompetensi yang dicapai bersifat memahami isi bacaan maka media cetak yang

lebih tepat digunakan. Kalau tujuan pembelajaran bersifat motorik (gerak dan

aktivitas), maka media film dan video bisa digunakan. Di samping itu, terdapat

kriteria lainnya yang bersifat melengkapi (komplementer), seperti: biaya,

ketepatgunaan, keadaan peserta didik, ketersediaan, dan mutu teknis.

3. Media Gambar

Berikut beberapa pengertian media belajar menurut Hamalik, Sadiman, dan

Soerlako yang dikutip oleh Budiono dan kawan-kawan (http://tpcommunity05.

blogspot.com/2008/05/strategi-memanfaatkan-media-gambar.html):

a. Segala sesuatu yang diwujudkan secara visual kedalam bentuk 2 dimensi

sebagai curahan ataupun pikiran yang bermacam-macam seperti lukisan,

potret, slide, film, proyektor.

b. Media yang paling umum dipakai, yang merupakan bahasan umum yang

dapat dimengerti dan dinikmati dimana saja.

c. Peniruan dari benda-benda dan pemandangan dalam hal bentuk, rupa serta

ukurannya relatif terhadap lingkungan.

Media gambar merupakan salah satu jenis media yang sangat disukai peserta

didik, terutama peserta didik usia anak-anak (tingkat Sekolah Dasar). Media

gambar sangat mudah dibuat oleh guru serta lebih memudahkan peserta didik
22

dalam memahami materi pembelajaran, apalagi peserta didik kelas bawah yang

sebagian besar belum lancar baca tulis. Menilik pada pernyataan Winataputra di

atas, dapat dilihat bahwa media visual memiliki peranan yang paling besar dalam

memudahkan peserta didik untuk memperoleh informasi.

Adapun kelebihan Media Gambar menurut Sadiman yang dikutip oleh

Budiono (http://tpcommunity05.blogspot.com/2008/05/strategi-memanfaatkan-

media-gambar.html) antara lain: sifatnya konkrit dan lebih realistis dalam

memunculkan pokok masalah, jika dibandingkan dengan bahasa verbal, dapat

mengatasi batasan ruang dan waktu, dapat mengatasi keterbatasan pengamatan

kita, memperjelas masalah bidang apa saja, dan harganya murah serta mudah

didapat dan digunakan.

Sedangkan kelemahan Media Gambar menurut Rahadi yang dikutip oleh

Budiono (http://tpcommunity05.blogspot.com/2008/05/strategi-memanfaatkan-

media-gambar.html): hanya menampilkan persepsi indera mata, ukurannya

terbatas hanya dapat dilihat oleh sekelompok siswa, gambar diinterpretasikan

secara personal dan subyektif, gambar disajikan dalam ukuran yang sangat kecil,

sehingga kurang efektif dalam pembelajaran.

Sebagai mediator, guru harus mampu memilih dan menggunakan media

yang sesuai dengan tujuan, materi, metode, dan evaluasi, serta tetap bertujuan

untuk memperlancar pencapaian tujuan dan mampu menarik minat siswa.

Pada mulanya, media pembelajaran hanya berfungsi sebagai alat bantu guru

untuk mengajar yang digunakan adalah alat bantu visual. Sekitar pertengahan

abad ke–20 usaha pemanfaatan visual dilengkapi dengan digunakannya alat audio,
23

sehingga lahirlah alat bantu audio-visual. Sejalan dengan perkembangan ilmu

pengetahuan dan teknologi (IPTEK), khususnya dalam bidang pendidikan, saat ini

penggunaan alat bantu atau media pembelajaran menjadi semakin luas dan

semakin mudah diperoleh, terutama dengan adanya komputer dan internet.

B. Hasil/Perolehan Belajar

1. Pengertian Hasil Belajar

William Burton dalam skripsi karya Supartini (2008:11) menyatakan bahwa

hasil belajar adalah pola-pola perbuatan, nilai-nilai, pengertian-pengertian, sikap-

sikap, apresiasi, abilitas, dan kemampuan yang dicapai oleh pembelajar/peserta

didik.13

Hasil belajar bukan sekedar penguasaan suatu hasil latihan melainkan

adanya perubahan perilaku tahap-demi tahap, baik dalam ranah kognitif, afektif,

ataupun psikomotor, yang lambat laun terintegrasi menjadi suatu kepribadian.

Seseorang yang telah melakukan proses belajar akan terlihat perubahan dalam

salah satu atau beberapa ranah tingkah laku tersebut.

Oemar Hamalik, sebagaimana dikutip oleh Marliani (2009:23) menyatakan

bahwa tingkah laku manusia terdiri dari sejumlah aspek.14 Hasil belajar akan

tampak pada setiap perubahan pada aspek-aspek tersebut, yaitu: pengetahuan,

kebiasaan, keterampilan, apresiasi, emosional, hubungan sosial, jasmani, etis atau

budi pekerti, dan sikap.

13
Supartini, Skripsi; Hubungan Motivasi Belajar dan Hasil Belajar Siswa di SMK Al-
Hidayah 1 Jakarta Selatan (Jakarta: Tidak diterbitkan, 2008), 1.
14
Linda Marliani, Skripsi; Penerapan Metode Inkuiri dalam Pembelajaran IPA di SD untuk
Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada Konsep Cahaya (Purwakarta: tidak diterbitkan, 2009), 23.
24

Berdasarkan teori Taksonomi Bloom hasil belajar dalam rangka studi

dicapai melalui tiga kategori ranah antara lain kognitif, afektif, psikomotor.

Perinciannya adalah sebagai berikut:

a. Ranah Kognitif

Berkenaan dengan hasil belajar intelektual yang terdiri dari 6 aspek yaitu

pengetahuan, pemahaman, penerapan, analisis, sintesis dan penilaian.

b. Ranah Afektif

Berkenaan dengan sikap dan nilai. Ranah afektif meliputi lima jenjang

kemampuan yaitu menerima, menjawab atau reaksi, menilai, organisasi dan

karakterisasi dengan suatu nilai atau kompleks nilai.

c. Ranah Psikomotor

Meliputi keterampilan motorik, manipulasi benda-benda, koordinasi

neuromuscular (menghubungkan, mengamati).

Tipe hasil belajar kognitif lebih dominan daripada afektif dan psikomotor

karena lebih menonjol, namun hasil belajar psikomotor dan afektif juga harus

menjadi bagian dari hasil penilaian dalam proses pembelajaran di sekolah.

Hasil belajar adalah kemampuan-kemampuan yang dimiliki siswa setelah ia

menerima pengalaman belajarnya. Hasil belajar digunakan oleh guru untuk

dijadikan ukuran atau kriteria dalam mencapai suatu tujuan pendidikan. Hal ini

dapat tercapai apabila siswa sudah memahami belajar dengan diiringi oleh

perubahan tingkah laku yang lebih baik lagi.


25

2. Pengukuran Hasil Belajar

Hasil belajar anak didik dapat dilihat dengan melakukan kegiatan evaluasi.

Evaluasi berguna untuk mengetahui sampai mana pencapaian siswa terhadap

suatu tujuan pembelajaran yang telah ditentukan. Dengan evaluasi pendidik juga

dapat memperoleh timbal balik yang kemudian digunakan untuk memperbaiki

serta mengembangkan proses pembelajaran berikutnya.

”Evaluasi berarti penilaian terhadap tingkat keberhasilan siswa mencapai


tujuan yang telah ditetapkan dalam sebuah program. Padanan kata evaluasi
adalah assessment yang berarti proses penilaian untuk menggambarkan
prestasi yang dicapai seorang siswa sesuai dengan kriteria yang telah
ditetapkan.”15 (Syah, 2008:141)

Berdasarkan UU Sisdiknas No. 20 tahun 2003 pasal 58 ayat 1, ”evaluasi

hasil belajar siswa dilakukan untuk memantau proses, kemajuan, dan perbaikan

hasil belajar siswa secara berkesinambungan.”16

Banyak orang mencampuradukkan pengertian antara evaluasi, pengukuran

(measurement), tes, dan penilaian (assessment), padahal keempatnya memiliki

pengertian yang berbeda. Evaluasi adalah kegiatan identifikasi untuk melihat

apakah suatu program yang telah direncanakan telah tercapai atau belum, berharga

atau tidak, dan dapat pula untuk melihat tingkat efisiensi pelaksanaannya.

Evaluasi berhubungan dengan keputusan nilai (value judgement).

Secara khusus, dalam konteks pembelajaran di kelas, penilaian dilakukan

untuk mengetahui kemajuan dan hasil belajar peserta didik, mendiagnosa

kesulitan belajar, memberikan umpan balik/perbaikan proses belajar mengajar,

dan penentuan kenaikan kelas. Melalui penilaian dapat diperoleh informasi yang
15
Muhibbin Syah, Psikologi Belajar (Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2006), 195.
16
Republik Indonesia, Undang-Undang Republik Indonesia no. 20 tahun 2003 tentang
Sistem Pendidikan Nasional pasal 58 ayat 1.
26

akurat tentang penyelenggaraan pembelajaran dan keberhasilan belajar peserta

didik, guru, serta proses pembelajaran itu sendiri. Berdasarkan informasi itu, dapat

dibuat keputusan tentang pembelajaran, kesulitan peserta didik dan upaya

bimbingan yang diperlukan serta keberadaan kurikukulum itu sendiri.

Penilaian memiliki tujuan yang sangat penting dalam pembelajaran,

diantaranya:

a. Sebagai grading, penilaian ditujukan untuk menentukan atau membedakan

kedudukan hasil kerja peserta didik dibandingkan dengan peserta didik lain.

Penilaian ini akan menunjukkan kedudukan peserta didik dalam urutan

dibandingkan dengan anak yang lain. Karena itu, fungsi penilaian untuk

grading ini cenderung membandingkan anak dengan anak yang lain

sehingga lebih mengacu kepada penilaian acuan norma (norm-referenced

assessment).

b. Sebagai alat seleksi, penilaian ditujukan untuk memisahkan antara peserta

didik yang masuk dalam kategori tertentu dan yang tidak. Peserta didik yang

boleh masuk sekolah tertentu atau yang tidak boleh. Dalam hal ini, fungsi

penilaian untuk menentukan seseorang dapat masuk atau tidak di sekolah

tertentu.

c. Untuk menggambarkan sejauh mana seorang peserta didik telah menguasai

kompetensi.

d. Sebagai bimbingan, penilaian bertujuan untuk mengevaluasi hasil belajar

peserta didik dalam rangka membantu peserta didik memahami dirinya,


27

membuat keputusan tentang langkah berikutnya, baik untuk pemilihan

program, pengembangan kepribadian maupun untuk penjurusan.

e. Sebagai alat diagnosis, penilaian bertujuan menunjukkan kesulitan belajar

yang dialami peserta didik dan kemungkinan prestasi yang bisa

dikembangkan. Ini akan membantu guru menentukan apakah seseorang

perlu remidiasi atau pengayaan.

f. Sebagai alat prediksi, penilaian bertujuan untuk mendapatkan informasi

yang dapat memprediksi bagaimana kinerja peserta didik pada jenjang

pendidikan berikutnya atau dalam pekerjaan yang sesuai. Contoh dari

penilaian ini adalah tes bakat skolastik atau tes potensi akademik.

Sesuai dengan tujuan tersebut, penilaian menuntut guru agar secara

langsung atau tak langsung mampu melaksanakan penilaian dalam keseluruhan

proses pembelajaran. Untuk menilai sejauhmana siswa telah menguasai beragam

kompetensi, tentu saja berbagai jenis penilaian perlu diberikan sesuai dengan

kompetensi yang akan dinilai, seperti unjuk kerja/kinerja (performance),

penugasan (proyek), hasil karya (produk), kumpulan hasil kerja siswa (portofolio),

dan penilaian tertulis (paper and pencil test). Jadi, tujuan penilaian adalah

memberikan masukan informasi secara komprehensif tentang hasil belajar peserta

didik, baik dilihat ketika saat kegiatan pembelajaran berlangsung maupun dilihat

dari hasil akhirnya, dengan menggunakan berbagai cara penilaian sesuai dengan

kompetensi yang diharapkan dapat dicapai peserta didik.


28

Ada dua pendekatan yang dapat digunakan dalam melakukan penilaian hasil

belajar, yaitu penilaian yang mengacu kepada norma (Penilaian Acuan Norma

atau norm-referenced assessment) dan penilaian yang mengacu kepada kriteria

(Penilaian Acuan Kriteria atau criterion referenced assessment). Perbedaan kedua

pendekatan tersebut terletak pada acuan yang dipakai. Pada penilaian yang

mengacu kepada norma, interpretasi hasil penilaian peserta didik dikaitkan dengan

hasil penilaian seluruh peserta didik yang dinilai dengan alat penilaian yang sama.

Jadi hasil seluruh peserta didik digunakan sebagai acuan. Sedangkan, penilaian

yang mengacu kepada kriteria atau patokan, interpretasi hasil penilaian

bergantung pada apakah atau sejauh mana seorang peserta didik mencapai atau

menguasai kriteria atau patokan yang telah ditentukan.

Dalam pelaksanaan kurikulum tingkat satuan pendidikan, pendekatan

penilaian yang digunakan adalah penilaian yang mengacu kepada kriteria atau

patokan. Dalam hal ini prestasi peserta didik ditentukan oleh kriteria yang telah

ditetapkan untuk penguasaan suatu kompetensi. Meskipun demikian, kadang

dapat digunakan penilaian acuan norma, untuk maksud khusus tertentu sesuai

dengan kegunaannya, seperti untuk memilih peserta didik masuk rombongan

belajar yang mana, untuk mengelompokkan peserta didik dalam kegiatan belajar,

dan untuk menyeleksi peserta didik yang mewakili sekolah dalam lomba antar-

sekolah.
29

Lebih rinci, Sutikno (2008:114) menyebutkan beberapa kegunaan evaluasi,

antara lain:

a. Untuk mengetahui tingkat kemajuan yang telah dicapai siswa.

b. Untuk mengetahui kedudukan siswa dalam kelompok kelasnya.

c. Sebagai bahan pertimbangan dalam rangka melakukan perbaikan proses

belajar mengajar.

d. Bahan pertimbangan bagi bimbingan individual siswa.

e. Membuat diagnosis mengenai kelemahan-kelemahan dan kemampuan

siswa.

f. Bahan pertimbangan bagi perubahan arau perbaikan kurikulum.

g. Mengetahui status akademis seorang siswa dalam kelompok.

h. Mengetahui efisiensi metode mengajar yang digunakan.

i. Memberikan laporan kepada siswa dan orang tua.

j. Sebagai alat motivasi.

k. Mengetahui efektifitas cara belajar mengajar yang telah dilakukan.

l. Sebagai bahan umpan balik bagi siswa, guru, dan program pembelajaran.

Pada umumnya, ada dua teknik evaluasi, yaitu tes dan non-tes.

Tes adalah alat pengukuran berupa pertanyaan, perintah, dan petunjuk yang

ditujukan kepada siswa untuk mendapat respon sesuai petunjuk. (Sutikno,

2008:117)
30

Secara umum tes dibagi dua, yaitu tes kepribadian (personality test) dan tes

prestasi (achivement test). Adapun bentuk-bentuk tes antara lain:

a. Tes tertulis, yaitu tes yang soal dan jawaban diberikan kepada siswa berupa

bahasa tertulis, yang terdiri atas:

1) Tes uraian, yaitu tes yang menuntut anak untuk menguraikan

jawabannya dengan kata-kata dan cara tersendiri.

2) Tes obyektif, yaitu tes yang itemnya dapat dijawab dengan memilih

jawaban yang sudah tersedia.

b. Tes lisan, yaitu tes yang soal dan jawabannya menggunakan bahasa lisan.

c. Tes perbuatan/tindakan, yaitu tes dimana jawaban yang dituntut dari siswa

berupa tindakan atau tingkah laku konkrit.

Non-tes merupakan cara pengumpulan data yang tidak menggunakan alat-

alat baku, tidak bersifat mengukur, dan tidak memperoleh angka-angka sebagai

hasil pengukuran. (Sutikno, 2008:130)

Yang termasuk teknik non-tes, seperti:

a. Observasi, yaitu penghimpunan bahan-bahan keterangan yang dilakukan

dengan mengadakan pengamatan dan pencatatan secara sistematis terhadap

berbagai fenomena yang dijadikan objek pengamatan.

b. Wawancara, yaitu komunikasi langsung antara yang mewawancarai dengan

yang diwawancarai.

c. Skala sikap, yaitu kumpulan pernyataan mengenai sikap suatu objek.

d. Chek list, yaitu daftar yang berisi subjek dan aspek-aspek yang akan

diamati.
31

e. Ranting scale, yaitu daftar yang mengukur persepsi objek terhadap berbagai

fenomena lingkungan.

f. Angket, yaitu alat untuk mengumpulkan dan mencatat data/informasi, sikap,

dan faham dalam hubungan kausal.

3. Hasil/Perolehan pada Pembelajaran Shalat

Kurikulum Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam SD/MI Tahun 2006

menyebutkan:

“Pendidikan Agama dimaksudkan untuk peningkatan potensi spiritual dan


membentuk peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa
kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia. Akhlak mulia
mencakup etika, budi pekerti, dan moral sebagai perwujudan dari
pendidikan Agama. Peningkatan potensi spritual mencakup pengenalan,
pemahaman, dan penanaman nilai-nilai keagamaan, serta pengamalan nilai-
nilai tersebut dalam kehidupan individual ataupun kolektif kemasyarakatan.
Peningkatan potensi spritual tersebut pada akhirnya bertujuan pada
optimalisasi berbagai potensi yang dimiliki manusia yang aktualisasinya
mencerminkan harkat dan martabatnya sebagai makhluk Tuhan.”17

Al-Syaiban, yang dikutip oleh Hermawan (2008:102), menetapkan empat

dasar pokok dalam kurikulum pendidikan Islam, yaitu:

a. Dasar religi, yang merupakan dasar pokok dalam pendidikan Agama Islam.

b. Dasar filsafat, yang memberikan arah dan tujuan pendidikan Islam.

c. Dasar psikologis, berkaitan dengan perkembangan psikologis peserta didik.

d. Dasar sosiologis, yang memberikan implikasi bahwa kurikulum pendidikan

memegang peranan penting dalam penyampaian dan pengembangan budaya,

sosialisasi individu, dan rekonstruksi masyarakat.

17
Badan Nasional Standar Pendidikan, Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan; Standar
Kompetensi dan Kompetensi Dasar PAI SD, MI, dan SDLB (Jakarta: BSNP, 2006).
32

Ruang lingkup Pendidikan Agama Islam meliputi aspek-aspek sebagai

berikut: Al Qur‟an dan Hadits, Aqidah, Akhlak, Fiqih, Tarikh dan Kebudayaan

Islam. Materi Shalat merupakan salah satu materi pembelajaran yang termasuk

dalam aspek Fiqih yang kemudian harus disampaikan kepada siswa melalui proses

pembelajaran yang menyenangkan.

Materi Shalat adalah materi yang penulis angkat dalam penelitian ini. Materi

Shalat merupakan salah satu materi pada aspek Fiqih. Shalat merupakan rukun

Islam yang kedua dan merupakan kewajiban seluruh umat muslim untuk

melaksanakannya. Materi ini diajarkan hampir di setiap jenjang pendidikan agama

Islam.

Menurut syariat Islam, praktik shalat harus sesuai dengan segala petunjuk

tata cara Rasulullah SAW sebagai figur pengejawantah perintah Allah. Rasulullah

SAW bersabda, “Shalatlah kalian sesuai dengan apa yang kalian lihat aku

mempraktikkannya”.

Secara bahasa shalat berasal dari bahasa Arab yang memiliki arti, do'a.

Sedangkan menurut istilah shalat bermakna serangkaian kegiatan ibadah khusus

atau tertentu yang dimulai dengan takbiratul ihram dan diakhiri dengan salam.

Hukum shalat dapat dikategorisasikan sebagai berikut :

a. Fardhu, Shalat fardhu ialah shalat yang diwajibkan untuk mengerjakannya.

Shalat Fardhu terbagi lagi menjadi dua, yaitu :

1) Fardhu „Ain: ialah kewajiban yang diwajibkan kepada mukallaf langsung

berkaitan dengan dirinya dan tidak boleh ditinggalkan ataupun


33

dilaksanakan oleh orang lain, seperti shalat lima waktu, dan shalat jumat

(Fardhu 'Ain untuk pria).

2) Fardhu Kifayah: ialah kewajiban yang diwajibkan kepada mukallaf tidak

langsung berkaitan dengan dirinya. Kewajiban itu menjadi sunnah setelah

ada sebagian orang yang mengerjakannya. Akan tetapi bila tidak ada

orang yang mengerjakannya maka kita wajib mengerjakannya dan

menjadi berdosa bila tidak dikerjakan. Seperti shalat jenazah.

b. Nafilah (shalat sunnat),Shalat Nafilah adalah shalat-shalat yang dianjurkan

atau disunnahkan akan tetapi tidak diwajibkan. Shalat nafilah terbagi lagi

menjadi dua, yaitu

1) Nafil Muakkad adalah shalat sunnat yang dianjurkan dengan penekanan

yang kuat (hampir mendekati wajib), seperti shalat dua hari raya, shalat

sunnat witir dan shalat sunnat thawaf.

2) Nafil Ghairu Muakkad adalah shalat sunnat yang dianjurkan tanpa

penekanan yang kuat, seperti shalat sunnat Rawatib dan shalat sunnat

yang sifatnya insidentil (tergantung waktu dan keadaan, seperti shalat

kusuf/khusuf hanya dikerjakan ketika terjadi gerhana).

Terdapat banyak sekali ayat-ayat yang membahas tentang shalat di dalam Al

Qur'an, di antaranya:

           

         

“Katakanlah kepada hamba-hamba-Ku yang telah beriman: Hendaklah


mereka mendirikan shalat, menafkahkan sebahagian rezki yang Kami
34

berikan kepada mereka secara sembunyi ataupun terang-terangan sebelum


datang hari (kiamat) yang pada hari itu tidak ada jual beli dan
persahabatan.” (QS. Ibrahim: 31)

              

 
“Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji (zinah)
dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih
besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat lain) Dan Allah mengetahui apa
yang kamu kerjakan.” (QS. al-Ankabut: 45)

            



“Maka datanglah sesudah mereka, pengganti (yang jelek) yang menyia-


nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya, maka mereka kelak
akan menemui kesesatan.” (QS. Maryam: 59)

              

         

“Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir. Apabila


ia ditimpa kesusahan ia berkeluh-kesah, dan apabila ia mendapat kebaikan
ia amat kikir, kecuali orang-orang yang mengerjakan shalat, yang mereka itu
tetap mengerjakan shalatnya.” (QS. al-Ma‟arij: 19-23)

Materi Shalat ini salah satunya diajarkan di kelas 2 semester 2 tingkat

Sekolah Dasar, sebagaimana tertera dalam Standar Isi Kurikulum Tingkat Satuan

Pendidikan tahun 2006 untuk Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam SD/MI
35

yang telah disusun oleh pemerintah melalui Badan Nasional Standar Pendidikan

(BSNP)18, sebagai berikut:

Kelas/Semester : 2 (dua) / 2 (dua)

Standar Kompetensi : Membiasakan shalat secara tertib.

Kompetensi Dasar :

c. Mencontoh gerakan shalat.

d. Mempraktekkan shalat secara tertib.

Materi Pokok : Gerakan Shalat Lima Waktu

Di kelas 2 SD Negeri 2 Cibogogirang, hasil belajar siswa pada materi ini

terlihat masih kurang, dan akan menjadi memprihatinkan jika menilik pentingnya

penguasaan materi ini bagi setiap individu siswa. Sebagaimana diungkapkan oleh

guru mata pelajaran PAI SD Negeri 2 Cibogogirang Maman Saepurrohman,

A.Ma., bahwa hanya sekitar 40 persen siswa kelas 2 di tahun ajaran sebelumnya

yang mendapatkan nilai hasil belajar baik pada materi ini. Ini menunjukkan bahwa

masih lebih dari 50 persen siswa yang belum menguasai materi ini di tahun ajaran

yang lalu. Di tahun ajaran ini, diharapkan dengan menggunakan media gambar,

hasil belajar siswa dapat mencapai hasil yang optimal.

18
Ibid., 21.
36

C. Pengaruh Media Gambar terhadap Hasil Belajar

1. Media Gambar sebagai Bentuk Inovasi

Pendidikan tidak akan berkembang tanpa adanya suatu usaha yang disebut

inovasi pendidikan. Everett M. Rogers, sebagaimana dikutip oleh Wahyudin

(2008:9.3), mendefinisikan bahwa “innovation is an idea, practice, or object that

is perceived as new by an individual or another unit of adoption.”

Ahli lainnya, Stephen Robbins, yang juga dikutip oleh Wahyudin

(2008:9.3), mendefinisikan inovasi sebagai suatu gagasan baru yang diterapkan

untuk memprakarsai atau memperbaiki suatu produk atau proses, dan jasa.

Berdasarkan pengertian tersebut, Robbins lebih memfokuskan pada tiga hal

utama, yaitu: gagasan baru, produk dan jasa, serta upaya perbaikan.

Sedangkan Santoso S. Harnidjojo dalam Pengantar Pendidikan karya

Wahyudin (2008:9.5), menyatakan bahwa inovasi pendidikan merupakan suatu

perubahan yang baru dan secara kualitatif berbeda dari hal yang ada sebelumnya

dan sengaja diusahakan untuk meningkatkan kemampuan guna mencapai tujuan

tertentu.

Terdapat empat ciri utama inovasi (Wahyudin, 2008:9.5), termasuk inovasi

dalam pendidikan, yaitu:

a. Memiliki kekhasan khusus, artinya suatu inovasi memiliki ciri yang khas

dalam arti ide, program, tatanan, sistem, termasuk kemungkinan hasil yang

diharapkan.
37

b. Memiliki ciri atau unsur kebaruan, artinya suatu inovasi harus memiliki

karakteristik sebagai sebuah buah karya dan buah pikir yang memiliki kadar

orisinalitas dan kebaruan.

c. Program inovasi dilaksanakan melalui program terencana, tidak tergesa-

gesa, dan dipersiapkan secara matang.

d. Inovasi yang digulirkan memiliki tujuan dan arah yang ingin dicapai.

Sifat perubahan dalam inovasi pendidikan terbagi ke dalam enam kelompok,

yaitu: penggantian (substitution), perubahan (alternation), penambahan

(addition), penyusunan kembali (restructuring), penghapusan (elimination), dan

penguatan (reinforcement). (Wahyudin, 2008:9.7)

2. Media Gambar dan Hasil Belajar

Telah disebutkan sebelumnya bahwa media gambar ini sangat berpengaruh

terhadap hasil belajar siswa. Akan tetapi, penggunaan media dalam pembelajaran

tidak mutlak meningkatkan hasil belajar siswa.

Untuk dapat meningkatkan hasil belajar siswa sesuai dengan apa yang

diharapkan, guru harus mampu memilih, menciptakan, merancang, menguji, dan

atau menerapkan/menggunakan media belajar yang tepat dengan cara yang tepat

pula. Jika terdapat kekurangan atau kesalahan pada unsur-unsur tersebut, maka

tidak akan diperoleh hasil belajar yang maksimal sesuai dengan apa yang

diharapkan.

Berdasarkan teori-teori yang telah disebutkan sebelumnya, dapat dikatakan

bahwa media belajar akan menjadi sangat berpengaruh serta mampu

meningkatkan hasil belajar siswa, apabila didukung dengan langkah pemilihan


38

dan penerapan media yang sesuai. Logikanya, pemilihan dan penerapan media

belajar yang tepat mampu meningkatkan hasil belajar siswa.

Materi Shalat di kelas 2 semester 2 Sekolah Dasar membahas tentang

Gerakan-Gerakan dalam Shalat. Dalam hal ini, media gambar dirasa sebagai

media yang paling cocok yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi

ini. Biasanya, materi gerakan shalat dipelajari hanya dengan melihat dan meniru

demonstrasi guru atau siswa model. Langkah ini terlihat kurang efisien karena

hanya sebagian siswa yang dapat melihat dengan jelas demonstrasi yang

dilakukan oleh guru atau siswa model. Dengan menggunakan media gambar,

masing-masing siswa dapat melihat gambar gerakan shalat dari dekat, sambil

mendengarkan penjelasan dari guru, atau sambil meniru gerakan yang ada dalam

gambar. Dengan demikian, diharapkan hasil belajar siswa pun dapat meningkat.
BAB III

PROSEDUR PENELITIAN

A. Metode Penelitian

Metode penelitian yang penulis gunakan adalah penelitian eksperimental

dengan menggunakan kelompok yang diteliti (Experimental Group) dan

kelompok pembanding (Control Group), karena dalam penelitian ini akan diukur

seberapa besar peningkatan hasil belajar yang dicapai pada pembelajaran Shalat

dengan dan tanpa media gambar.

Eksperimen merupakan observasi di bawah kondisi buatan di mana kondisi

tersebut dibuat dan diatur oleh si peneliti. Dengan demikian penelitian

eksperimental adalah penelitian yang dilakukan dengan mengadakan manipulasi

terhadap objek penelitian serta adanya kontrol. (Hatimah, 2007:104)

Tujuan dari penelitian eksperimental adalah untuk menyelidiki ada tidaknya

hubungan sebab akibat, berapa besar hubungan sebab-akibat, dengan cara

memberi perlakuan tertentu pada kelompok eksperimental dan menyediakan

kontrol untuk perbandingan. (Hatimah, 2007:104)

B. Operasional Variabel

1. Menyusun instrumen penelitian.

2. Memilih populasi dan sampel penelitian, serta membagi kelompok

pembanding (control group) dan kelompok yang dibandingkan

(experimental group).

39
40

3. Memberikan tes awal (pre-test), untuk mengetahui sejauh mana kemampuan

siswa pada materi terkait sebelum proses pembelajaran, serta untuk

mendapatkan nilai reliabilitas dan validitas instrumen penelitian.

4. Melaksanakan proses pembelajaran/tindakan penelitian.

Proses pembelajaran dilaksanakan sebanyak 4 jam pelajaran (2 kali

pertemuan) untuk masing-masing kelompok eksperimen dan kontrol, untuk

menyelesaikan 2 kompetensi dasar dengan materi pembelajaran “Mencontoh

gerakan shalat dan mempraktekkan shalat secara tertib”.

5. Memberikan tes akhir (post-test), untuk mendapatkan nilai hasil belajar

siswa.

6. Menghitung dan menganalisis data.

7. Menyusun dan membahas hasil penelitian.

C. Populasi dan Sampel

Populasi adalah keseluruhan subjek penelitian. Dalam Encyclopedia of

Educational Evaluation tertulis: A population is a set (or collection) of all

elements prossessing one or more attributes of interest. (Arikunto, 2006:130)

Sampel adalah sebagian atau wakil populasi yang diteliti untuk

menggeneralisasikan hasil penelitian kepada populasi. (Arikunto, 2006:131)

Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas 2 SD Negeri 2

Cibogogirang yang berjumlah 52 siswa, terdiri atas 28 siswa laki-laki dan 24

siswa perempuan.
41

Karena populasi penelitian ini bersifat homogen dan berjumlah kurang dari

100 orang, maka penulis mengambil sampel populasi. Sebagaimana pernyataan

Suharsimi Arikunto (2006:134) bahwa setiap subjek dalam populasi yang bersifat

homogen memiliki kesempatan yang sama untuk dijadikan sampel.

D. Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data, atau teknik penelitian, merupakan cara yang

dipakai untuk mengumpulkan data. Sedangkan instrumen penelitian merupakan

alat penelitian/alat bantu yang digunakan dalam mengumpulkan data tersebut.

(Suryana, 2008:157)

Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode tes dalam

mengumpulkan data.

”Tes adalah serentetan pertanyaan atau latihan serta alat lain yang
digunakan untuk mengukur keterampilan, pengetahuan, intelegensi,
kemampuan, atau bakat yang dimiliki secara individu maupun kelompok.
Tes prestasi adalah tes yang digunakan untuk mengukur pencapaian
seseorang setelah mempelajari sesuatu.” (Arikunto, 2006:150)

Tes ini diberikan kepada siswa sebelum dan sesudah mengikuti

pembelajaran. Tes diberikan kepada dua kelompok siswa yang berbeda, yang

belajar dengan dan tanpa media gambar


42

E. Instrumen Pengumpulan Data

Instrumen digunakan untuk mengukur hasil belajar siswa sebelum dan

sesudah mengikuti proses pembelajaran, serta seberapa besar peningkatan yang

terjadi dengan dan tanpa media gambar. Instrumen yang digunakan pada

penelitian ini ialah berupa tes prestasi (achievement test) dalam bentuk tes tulis

berupa 10 soal isian singkat (short answer items). Instrumen yang disusun

mengacu pada Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar mata pelajaran

Pendidikan Agama Islam SD yang telah ditentukan oleh Badan Standar Nasional

Pendidikan, serta dengan melihat indikator yang telah dirumuskan oleh Guru Mata

Pelajaran PAI SD Negeri 2 Cibogogirang.

F. Teknik Analisis Data

Instrumen digunakan pada pre-test dan post-test. Pre-test bertujuan untuk

mengukur kemampuan siswa sebelum proses pembelajaran serta uji coba untuk

menemukan tingkat validitas dan reliabilitas instrumen tersebut. Sedangkan post-

test bertujuan untuk mengukur hasil belajar siswa setelah proses pembelajaran.

Validitas adalah suatu ukurran yang menunjukkan tingkat kevalidan atau

keshahihan suatu instrumen. (Arikunto, 2006:169)

Reliabilitas menunjukkan pada suatu pengertian bahwa suatu instrumen

cukup dapat dipercaya untuk digunakan sebagai alat pengumpulan data karena

instrumen itu sudah baik. (Arikunto, 2006:178)


43

Untuk itu, setelah data uji coba terkumpul, penulis kemudian menghitung

tingkat validitas dan reliabilitas instrumen dengan menggunakan Rumus Pearson:

rxy = Koefisien korelasi

N = Jumlah sample uji coba

ΣX = Jumlah skor butir pernyataan ganjil

ΣY = Jumlah skor butir pernyataan genap

ΣXY = Jumlah perkalian X dan Y (Sudjana, 2005:368)

Penulis kemudian menghitung r-hitung dan t-hitung dengan menggunakan

Rumus Spearman-Brown:

rXY = Koefisien korelasi

n = Jumlah sampel (Sudjana, 2005:377)

Seluruh data hasil penelitian yang terkumpul, baik nilai pre-test maupun

post-test dari kelompok pembanding (Control Group) maupun kelompok yang

dibandingkan (Experimental Group), kemudian dihitung dan dianalisa dengan

menggunakan uji-t (t-test) untuk mendapatkan nilai-t (t-value), yaitu nilai korelasi

antara variabel x dan variabel y, dengan langkah-langkah sebagai berikut:


44

Menghitung nilai rata-rata (M) tiap kelompok:

M = Rata-rata

X = Nilai hasil tes

n = Jumlah data (Sudjana, 2005:67)

Menghitung standar deviasi (Sd) tiap kelompok:

Sd = Standar deviasi

X = Nilai hasil tes

n = Jumlah data (Sudjana, 2005:93)

Menghitung t-value (distribusi selisih) dari pre-test dan post-test:

t = Nilai t (t-value)

M1 = Rata-rata experimental group

M2 = Rata-rata control group

Sd1 = Standar deviasi experimental group

Sd2 = Standar deviasi control group

N1 = Jumlah siswa experimental group

N2 = Jumlah siswa control group (Sudjana, 2005:189)


45

Setelah nilai-t didapat, lalu dikonsultasikan dengan tabel nilai-t, hingga

diperoleh nilai signifikansi peningkatan hasil belajar antara kelompok

eksperimental dengan kelompok kontrol. (Arikunto, 2006:306)

G. Lokasi dan Waktu Penelitian

Penelitian dilakukan di kelas 2 SD Negeri 2 Cibogogirang Kecamatan

Plered Kabupaten Purwakarta, yang berada di Desa Cibogogirang Kecamatan

Plered Kabupaten Purwakarta, pada minggu ke-2 dan ke-3 Bulan Mei 2010.
BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Kondisi Objektif Lokasi Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan di SDN 2 Cibogogirang Kecamatan Plered

Kabupaten Purwakarta, dengan NSS. 101022002029 yang beralamat di Kp.

Cibogogirang peuntas Rt. 08/03 Ds. Cibogogirang Kec. Plered Kab. Purwakarta.

Sekolah yang berdiri sejak tahun 1980 ini memiliki sarana dan prasarana

penunjang kegiatan belajar yang memadai, diantaranya: luas tanah 4800 m2, yang

terdiri dari Lapangan Upacara, Bangunan 2 Unit dengan Ruang Kelas 6 Unit,

Ruang Kantor 1 Unit, Ruang Perpusakaan/UKS 1 Unit, Mushola 1 Unit,

WC/Kamar Mandi 2 Unit. Selain itu terdapat pula arena olahraga. Berbagai sarana

penunjang belajar pun tersedia, seperti perlengkapan olahraga, perlengkapan

kesenian, komputer, dan sarana penunjang kegiatan ekstrakurikuler.

Fasilitas belajar yang ada di SDN 2 Cibogogirang berupa bangunan sekolah

yang terdiri dari dua unit bangunan permanen yang cukup baik, berada di tengah

pemukiman warga dan lingkungan yang cukup kondusif dengan udara yang cukup

bersih karena tidak terlalu dekat dengan jalan raya namun terjangkau oleh

kendaraan bermotor roda dua.

Dalam proses belajar mengajar, siswa/siswi SD Negeri 2 Cibogogirang

dibagi menjadi 10 rombongan belajar, yaitu kelas I A, Kelas I B, Kelas II A,

Kelas II B, Kelas III A, Kelas III B, Kelas IV A, Kelas IV B, Kelas V, dan Kelas

VI.

46
47

Untuk lebih jelasnya dapat dilihat dari denah lokasi sekolah sebagai berikut

DENAH SD NEGERI 2 CIBOGOGIRANG


U
2
3 4 5 6

1
7

Keterangan:
1. Ruang Kantor 6. R. Komputer
Ruang Guru Ruang UKS
Ruang Kepala Sekolah
Ruang Perpustakaan
2. Toilet dan
Dapur Sekolah Sekretariat Pramuka & Olahraga
3. Ruang Kelas 1 7. Ruang Kelas 4
4. Ruang Kelas 2 (Lokasi Penelitian) 8. Ruang Kelas 5
5. Ruang Kelas 3 9. Ruang Kelas 6
48

Kondisi fisik bangunan cukup baik dan layak dipergunakan oleh warga

sekolah terutama siswa untuk belajar. Unit pertama terdiri dari tiga lokal

digunakan oleh siswa/siswi kelas I, II dan III. Luas kelas masing-masing adalah 4

x 6 m². Unit kedua terdiri dari tiga lokal digunakan oleh siswa/siswi kelas IV,V

dan VI dengan luas kelas yang sama yaitu 4 x 6 m². Selain itu terdapat juga ruang

guru yang cukup luas dengan ukuran 5 x 10 m², dengan berbagai fasilitas seperti

meja dan kursi kerja, satu set meja tamu, rak penyimpanan piala, rak buku, satu

unit komputer, dan perangkat lain yang mendukung.

SD Negeri 2 Cibogogirang memiliki 14 orang guru dan 1 orang penjaga

sekolah, yang terdiri dari 9 orang laki-laki dan 6 orang perempuan.

Berikut data guru SD Negeri 2 Cibogogirang:


49

Data Personil SD Negeri 2 Cibogogirang Tahun Pelajaran 2009/2010

Ijazah/ Mengajar Gol/


No Nama/ Tempat Tgl Lahir Agama Jabatan
Tahun Kelas Ruang

1 HASANUDIN Islam D II Kep.Sek I-VI IV/A


BANDUNG, 27-07-1958 PGSD
1999
2 HUSEN Islam D II Guru IV A IV/A
PURWAKARTA, 11-12 1964 PGSD
2000
3 WAHYUDIN Islam D II Guru VI IV/A
PURWAKARTA, 01-06-1966 PGSD
2000
4 DEDEN PITRIANTINI Islam SI Guru II B III/A
PURWAKARTA, 07-11-1972 PAI
2004
5 ELIS IMAS HAYATI Islam D II Guru IA II/B
PURWAKARTA, 17-10-1980 PGSD
2002
6 NENENG Islam D II Guru III A II/A
MULYANINGSIH PGSD
PURWAKARTA, 21-06-1972 2008
7 LINDA MARLIANI Islam SI Guru V II/B
PURWAKARTA, 16-12-1982 PGSD
2009
8 MAMAN SAEPUROHMAN Islam D II Guru I-VI II/B
PURWAKARTA, 14 - 4 - PAI
1980 2002
9 FUADUL MUNIR Islam D II Guru I-VI II/B
PURWAKARTA, 10-12-1971 PAI
2002
10 NENENG ROBIATUL A. Islam MA Guru II A -
PURWAKARTA, 29-12-1986 IPS
2005
11 IWAN HASANUDIN Islam D II Guru III B -
PURWAKARTA, 14-01-1982 PAI
2007
12 EKA L. KONCARA Islam S1 PAI Guru I-VI -
PURWAKARTA, 16-06-1983 2009
13 HAMDANI Islam SMK Guru IB -
PURWAKARTA, 10-03-1986 TM
2005
14 PATMAWATI Islam SI Guru IV B
B Ind
2008
15 DADANG Islam SMP Penjaga - -
GARUT, 03-04-1966 1987 Sekolah
50

B. Data Responden

Penelitian yang penulis lakukan merupakan studi eksperimen yang bersifat

eksperimen, yang menggunakan 52 peserta didik sebagai sampel (responden)

yang diambil dari 52 total populasi di kelas II SD Negeri 2 Cibogogirang Plered –

Purwakarta. 26 responden dari total populasi selanjutnya disebut sebagai

kelompok eksperimen. Sebagai pembanding, penulis membentuk kelompok

kontrol yang terdiri atas 26 peserta didik juga yang diambil dari sisa siswa yang

ada.

Siswa kelas II SD Negeri 2 Cibogogirang Plered – Purwakarta pada tahun

ajaran 2009/2010 berjumlah 52 siswa yang terdiri atas 28 siswa laki-laki dan 24

siswa perempuan.

Adapun responden yang penulis gunakan dalam penelitian ini diambil

secara acak dari populasi tersebut, dengan rincian sebagai berikut:

Kelompok Kelas II Total


L P
Eksperimen 14 12 26 siswa
Kontrol 14 12 26 siswa

Dalam penelitian ini, penulis bermaksud untuk memperoleh data tentang

peningkatan hasil belajar siswa pada materi shalat (gerakan shalat), dengan dan

tanpa media gambar dalam proses pembelajarannya. Karena itu, untuk

mendapatkan hasil penelitian yang baik, penulis mengumpulkan beberapa

informasi yang dianggap perlu dari guru mata pelajaran Pendidikan Agama Islam
51

SD Negeri 2 Cibogogirang Plered – Purwakarta, sehingga mendapat kesimpulan

keadaan siswa sebagai berikut:

1. Seluruh siswa kelas II belum pernah sekalipun mempelajari materi ajar

shalat (gerakan shalat) di tingkat SD.

2. Seluruh siswa kelas II belum pernah mengikuti kegiatan pembelajaran

materi shalat dengan menggunakan media gambar.

Dari informasi tersebut diperoleh data bahwa seluruh siswa kelas II SD

Negeri 2 Cibogogirang Plered – Purwakarta memiliki latar belakang yang sama

terkait dengan materi ajar dan media yang digunakan dalam proses pembelajaran.

C. Deskripsi Hasil Penelitian

1. Analisis Validitas dan Reliabilitas

Instrumen yang digunakan dalam penelitian perlu diuji nilai validitas dan

reliabilitas. Dalam hal ini, penulis menyampaikan instrumen kepada seluruh

responden, baik kelompok eksperimen maupun kelompok kontrol, sebagai uji

coba (try out) sekaligus tes awal.

Dari uji coba inilah penulis melakukan analisis validitas dan reliabilitas

hingga memperoleh hasil sebagai berikut:

a. Analisis Validitas

Jumlah Responden (∑N) : 26

Jumlah Soal : 10
52

Nilai Korelasi (rXY) :

Nomor Soal
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
0,305 0,103 0,280 0,318 0,624 0,294 0,633 0,429 0,565 0,603

Nilai r-hitung :

Nomor Soal
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
1,570 0,508 1,428 1,644 3,917 1,508 4,007 2,324 3,352 3,707

Nilai r-tabel : 0,388

Penulis melakukan analisis validitas dengan menggunakan rumus distribusi

sampling koefisien korelasi, yang hasilnya kemudian dikonsultasikan

dengan tabel r-product moment. (Sudjana, 2005:377)

Karena nilai r-hitung masing-masing nomor soal lebih besar daripada nilai

r-tabel (0,388), maka seluruh soal dalam instrumen dapat dinyatakan valid

untuk digunakan sebagai instrumen penelitian.

b. Analisis Reliabilitas

Jumlah Responden (∑N) : 26

Jumlah Soal : 10

Jumlah Skor Nomor Soal Genap (∑X) : 76

Jumlah Skor Nomor Soal Ganjil (∑Y) : 72

Jumlah Kuadrat Skor Nomor Soal Genap (∑X2) : 266

Jumlah Kuadrat Skor Nomor Soal Ganjil (∑Y2) : 228

Jumlah Hasil Kali Ganjil dan Genap (∑XY) : 227

Nilai Korelasi (rXY) : 0,467


53

Nilai t-hitung : 0,637

Nilai t-tabel : 0,388

Penulis melakukan analisis reliabilitas dengan menggunakan rumus

spearman-brown, yang hasilnya kemudian dikonsultasikan dengan tabel r-

product moment. (Arikunto, 2006:180)

Karena nilai t-hitung (0,637) lebih besar daripada nilai t-tabel (0,388), maka

instrumen dapat dinyatakan cukup reliabel untuk digunakan sebagai

instrumen penelitian.

2. Analisis Hasil Tes Awal dan Tes Akhir

Adapun data yang diperoleh dari tes awal dan tes akhir adalah sebagai

berikut:

a. Tes awal

1) Kelompok Eksperimen

Nilai Rata-Rata (M) : 6,35

Simpangan Baku (Sd) : 2,153

2) Kelompok Kontrol

Nilai Rata-Rata (M) : 5,69

Simpangan Baku (Sd) : 2,055

b. Tes akhir

1) Kelompok Eksperimen

Nilai Rata-Rata (M) : 7,73

Simpangan Baku (Sd) : 0,875


54

2) Kelompok Kontrol

Nilai Rata-Rata (M) : 6,50

Simpangan Baku (Sd) : 2,285

Dari data di atas, penulis menghitung nilai-t (distribusi selisih) antara kedua

kelompok eksperimen dan kontrol, baik pada tes awal maupun tes akhir. Penulis

juga menentukan nilai derajat kebebasan (db) sebagai acuan untuk

mengkonsultasikan nilai-t dengan tabel distribusi t, sehingga diperoleh hasil:

Nilai-t Tes Awal (t1) : 1,132

Nilai-t Tes Akhir (t2) : 2,563

Derajat Kebebasan (db) : 50

Nilai-t Tabel (tt) : 1,68

t1 < tt < t 2

1,132 < 1,68 < 2,563

Terlihat bahwa nilai-t (t1) tes awal lebih kecil daripada nilai-t tabel (tt), dan

nilai-t (t2) tes akhir lebih besar daripada nilai-t tabel (tt).

Artinya, bahwa pada tes awal (t1), kedua kelompok eksperimen dan kontrol

memiliki kemampuan dan pengetahuan yang sama pada materi ajar gerakan

shalat, tidak terdapat kesenjangan/perbedaan yang signifikan. Tetapi pada tes

akhir (t2), terdapat perbedaan hasil belajar antara kelompok eksperimen dan

kontrol.
55

3. Nilai Peningkatan Hasil Belajar Siswa

Berikut data perkembangan nilai hasil belajar siswa:

Kelompok Eksperimen Kelompok Kontrol


Rata-Rata Tes Awal 6,35 5,69
Rata-Rata Tes Akhir 7,73 6,50
Rata-Rata Peningkatan 1,38 0,81
Total Peningkatan 22% 14%

Tabel di atas menunjukkan perbedaan nilai peningkatan rata-rata antara

kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Kelompok eksperimen mampu

memperoleh angka rata-rata peningkatan sebesar 1,38 atau naik 22%, sedangkan

kelompok kontrol hanya mampu memperoleh angka rata-rata peningkatan sebesar

0,81 atau naik 14%. Hal ini menunjukkan bahwa media gambar cukup efektif

dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada pembelajaran gerakan shalat.

Nilai Peningkatan %
Kelompok Eksperimen 1,38 22
Kelompok Kontrol 0,81 14
Selisih 0,57 8

Selisih yang diperoleh antara nilai peningkatan kelompok eksperimen dan

kelompok kontrol juga terlihat pada tabel di atas, bahwa terdapat selisih nilai

peningkatan sebesar 0,57 atau sekitar 8%.


56

4. Pembahasan

Di awal pembelajaran, baik kelompok eksperimen maupun kelompok

kontrol memiliki kemampuan yang tidak terlalu berbeda pada pembelajaran shalat

(materi gerakan shalat). Hal ini terlihat dari perolehan nilai rata-rata tes awal

kelompok eksperimen sebesar 6,35 dan kelompok kontrol sebesar 5,49. Kedua

kelompok tersebut juga sama sekali belum pernah mempelajari materi ajar

tersebut dengan atau tanpa media gambar.

Masing-masing kelompok kemudian mengikuti kegiatan pembelajaran

dengan materi ajar, metode, dan kegiatan pembelajaran yang sama persis.

Perbedaannya terdapat pada media yang dimanfaatkan, dimana kelompok kontrol

mengikuti kegiatan pembelajaran tanpa media gambar, sedangkan kelompok

eksperimen mengikuti kegiatan pembelajaran dengan memanfaatkan media

gambar.

Di akhir pembelajaran, siswa diberi tes akhir yang memperlihatkan hasil

belajar masing-masing kelompok. Kelompok eksperimen memperoleh rata-rata

nilai tes akhir sebesar 7,73, sedangkan kelompok kontrol hanya memperoleh rata-

rata nilai tes akhir sebesar 6,50. Di sini terlihat bahwa kelompok eksperimen

memperoleh rata-rata nilai yang lebih tinggi daripada kelompok kontrol.

Adapun rata-rata nilai peningkatan kelompok eksperimen adalah sebesar

1,38 atau naik 22%, sedangkan kelompok kontrol hanya memperoleh rata-rata

nilai peningkatan sebesar 0,81 atau naik 14%. Terdapat selisih nilai peningkatan

hasil belajar sebesar 0,57 atau 8%.


57

Dari pembahasan di atas, serta berdasarkan kepada rumusan masalah yang

telah dirumuskan di awal penelitian, penulis dapat memperoleh kesimpulan

sebagai berikut:

a. Nilai peningkatan hasil belajar yang diperoleh siswa yang memanfaatkan

gambar pada pembelajaran shalat adalah sebesar 1,38 atau naik 22% dari

sebelumnya.

b. Nilai peningkatan hasil belajar yang diperoleh siswa yang tidak

memanfaatkan gambar pada pembelajaran shalat adalah sebesar 0,81 atau

naik 14% dari sebelumnya.

c. Perbedaan nilai peningkatan hasil belajar yang diperoleh siswa yang

memanfaatkan gambar pada pembelajaran shalat lebih besar 0,57 atau 8%

daripada siswa yang tidak memanfaatkan media gambar.

Sehingga hipotesis penelitian yang menyatakan bahwa nilai peningkatan

hasil belajar siswa yang memanfaatkan media gambar lebih besar daripada siswa

yang tidak memanfaatkan media gambar pada pembelajaran shalat, dapat

diterima.
BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

Penelitian ini mengambil judul “Efektifitas Pemanfaatan Media Gambar

dalam Peningkatan Hasil Belajar pada Pembelajaran Shalat” (Study Eksperimen

di Kelas II SD Negeri 2 Cibogogirang Kecamatan Plered Kabupaten Purwakarta).

Tujuan dari penelitian ini adalah:

1. Untuk mendapatkan nilai peningkatan hasil belajar siswa yang

memanfaatkan media gambar pada pembelajaran Shalat.

2. Untuk mendapatkan nilai peningkatan hasil belajar siswa yang tidak

memanfaatkan media gambar pada pembelajaran Shalat.

3. Untuk mendapatkan data perbedaan nilai peningkatan hasil belajar siswa

yang memanfaatkan dan tidak memanfaatkan media gambar pada

pembelajaran Shalat.

Dari penelitian ini, penulis dapat memperoleh data bahwa:

1. Nilai peningkatan hasil belajar yang diperoleh siswa yang memanfaatkan

gambar pada pembelajaran shalat adalah sebesar 1,38 atau naik 22% dari

sebelumnya.

2. Nilai peningkatan hasil belajar yang diperoleh siswa yang tidak

memanfaatkan gambar pada pembelajaran shalat adalah sebesar 0,81 atau

naik 14% dari sebelumnya.

58
59

3. Perbedaan nilai peningkatan hasil belajar yang diperoleh siswa yang

memanfaatkan gambar pada pembelajaran shalat lebih besar 0,57 atau 8%

daripada siswa yang tidak memanfaatkan media gambar.

Dapat disimpulkan bahwa siswa yang memanfaatkan media gambar pada

pembelajaran shalat dapat memperoleh nilai peningkatan hasil belajar yang lebih

besar daripada siswa yang tidak memanfaatkan media gambar.

Sehingga hipotesis penelitian yang menyatakan bahwa nilai peningkatan

hasil belajar siswa yang memanfaatkan media gambar lebih besar daripada siswa

yang tidak memanfaatkan media gambar pada pembelajaran shalat, dapat

diterima.

B. Saran

Berdasarkan hasil penelitian tersebut, penulis memiliki beberapa saran

sebagai berikut:

1. Guru Pendidikan Agama Islam di tingkat Pendidikan Dasar, khususnya di

lingkungan Kabupaten Purwakarta, perlu mencoba berinovasi dengan

mengembangkan pemanfaatan media gambar dalam kegiatan

pembelajarannya.

2. Seiring dengan perkembangan teknologi yang semakin pesat, penulis

merasa perlu mengingatkan kepada seluruh guru Pendidikan Agama Islam

untuk senantiasa meningkatkan kemampuannya dalam memanfaatkan

teknologi sebagai media pembelajaran.


60

3. Guru juga diharapkan untuk selalu kreatif dan inovatif dalam menciptakan

media pembelajaran yang menarik bagi peserta didik, guna memperoleh

hasil belajar yang memuaskan.

4. Kepada para penyelenggara pendidikan, penulis juga menyarankan agar

senantiasa memprioritaskan pengembangan kualitas pendidikan melalui

upaya peningkatan kualitas dan kuantitas sarana pendidikan, khususnya

dalam hal pengadaan dan pengembangan media pembelajaran.


DAFTAR PUSTAKA

Arikunto, Suharsimi. 2006. Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktek.


Jakarta: Rineka Cipta.

Badan Nasional Standar Pendidikan. 2006. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan


Tngkat SD, MI, dan SD-LB. Jakarta: BNSP.

Hamalik. 1994. Media Pendidikan. Bandung: Citra Aditya Bakti.

Hatimah, Ihat., Susilana, Rudi., Nuraedi. 2007. Penelitian Pendidikan. Bandung:


UPI Press.

Hermawan, Heris. 2008. Ilmu Pendidikan Islam. Bandung: Pustaka Ilmiah.

Hidayat, Rahmat. 2007. Pendidikan Agama Islam; untuk SD dan MI Kelas 2.


Bandung: Sarana Panca Karya Nusa.

Koncara, Eka L. 2009. Skripsi Sarjana Pendidikan Islam; Efektifitas Pemanfaatan


Media Komputer dalam Peningkatan Hasil Belajar Siswa Pada
Pembelajaran Tajwid. Purwakarta: Tidak diterbitkan.

Marliani, Linda. 2009. Penerapan Metode Inkuiri dalam Pembelajaran IPA di SD


untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada Konsep Cahaya. Skripsi S1
UPI-Purwakarta: tidak diterbitkan.

Rahadi, Ansto. 2003. Media Pembelajaran. Jakarta: Dikjen Dikti Depdikbud.


Sadiman, Arif. 1996. Media Pendidikan. Jakarta: Raja.
Sadullah, U., Robandi, B., Muharam, A.,. 2007. Pedagogik. Bandung: Cipta
Utama
Soelarko. 1980. Psikologi Pendidikan. Jakarta: Depdikbud.

Sudjana. 2005. Metode Statistika. Bandung: Tarsito.

Sudrajat, Akhmad. Media Pembelajaran. http://akhmadsudrajat/wordpress.com/.


tanggal 12 Januari 2008.

Supartini. 2008. Hubungan Motivasi Belajar dan Hasil Belajar Siswa di SMK Al-
Hidayah 1 Jakarta Selatan. Skripsi Sarjana Pendidikan STKIP Purnama
Jakarta: Tidak diterbitkan.

Suryana, Y., Priatna, T. 2008. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Tsabita.

Suryosubroto. 2002. Proses Belajar Mengajar di Sekolah. Jakarta: Rineka Cipta.


61
Sutikno, M. S. 2008. Belajar dan Pembelajaran. Bandung: Prospect.

Syah, Muhibbin. 2008. Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru. Bandung:


PT. Remaja Rosdakarya.

Tafsir, Ahmad. 2008. Metodologi Pengajaran Agama Islam. Bandung: PT


Remaja Rosdakarya.

Tim Redaksi Kamus Bahasa Indonesia. 2008. Kamus Bahasa Indonesia. Jakarta:
Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional.

UU RI No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

Wahyudin, Dinn. 2008. Pengantar Pendidikan. Jakarta: Universitas Terbuka

Winataputra, Udin S. 2005. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Universitas


Terbuka

_________. 2008. Materi dan Pembelajaran IPS SD. Jakarta: Universitas Terbuka

Yuku. 2008. Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Mobile Ver.1.1.3. Jakarta:
Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional.

62
Lampiran-Lampiran
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
(Penelitian Skripsi: Kelompok Eksperimen)

Sekolah : SD Negeri 2 Cibgogoirang


Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Islam
Kelas / Semester : II / 2
Pertemuan ke- :1-2
Alokasi Waktu : 6 x 35 menit

1. Standar Kompetensi
Membiasakan shalat secara tertib.

2. Kompetensi Dasar
a. Mencontoh gerakan shalat.
b. Mempraktekkan shalat secara tertib.

3. Indikator
Peserta didik dapat:
 Menyebutkan rukun shalat/tata urutan gerakan shalat yang benar.
 Menyebutkan bacaan pada tiap-tiap gerakan shalat.
 Menyebutkan cara melakukan gerakan shalat dengan benar.

4. Tujuan pembelajaran
Pada akhir pembelajaran peserta didik dapat :
 Memahami tata urutan gerakan shalat yang benar.
 Mengetahui bacaan shalat yang benar pada tiap-tiap gerakan.
 Memahami cara melakukan gerakan shalat yang benar.

5. Materi Pembelajaran
 Gerakan Shalat Lima Waktu

6. Metode Pembelajaran
Pengamatan dan Games

7. Langkah Pembelajaran
 Kegiatan Awal (2 x 10 menit)
 Berdo’a, percakapan pembuka, dan memeriksa kehadiran siswa.
 Prolog (pengenalan singkat), tanya jawab singkat, dan membahas tujuan
pembelajaran.
 Kegiatan Inti (2 x 85 menit)
Pertemuan ke-1
 Melakukan tes awal.
 Membagi peserta didik menjadi beberapa kelompok kecil.
 Membagikan Lembar Kerja Kelompok.
 Melakukan pengamatan tentang materi terkait secara berkelompok melalui buku-
buku sumber dan dengan media gambar.
 Melakukan tanya jawab tentang hasil pengamatan.
 Menyimpulkan hasil pengamatan dan tanya jawab.
Pertemuan ke-2
 Membagi peserta didik menjadi beberapa kelompok kecil.
 Melakukan permainan tentang materi terkait secara berkelompok dengan media
gambar.
 Menyimpulkan hasil permainan dan tanya jawab.
 Melakukan tes akhir.
 Kegiatan Akhir (2 x 10 menit)
 Resume hasil pembelajaran dan memotivasi siswa.
 Penutup.

8. Sumber dan Media Belajar


 Buku Pendidikan Agama Islam Kelas II SD: PT. Sarana Panca Karya Nusa.
 Buku Pedoman dan Tuntunan Shalat Lengkap: PT. Makmur Graha.
 Buku Risalah Tuntunan Shalat Lengkap: PT. Karya Toha Putra.
 Gambar Gerakan Shalat, dikutip dari Video Belajar Shalat Anak-Anak:
http://www.youtube.com/watch?v=UVR4L-Tn0vc.

9. Penilaian
 Teknik : Tes Tulis
 Bentuk : Isian Singkat
 Instrument :

Isilah titik-titik di bawah ini dengan jawaban yang benar!


1. Gerakan mengangkat kedua tangan sambil mengucapkan disebut gerakan
Takbiratul ………………..
2. Ketika melakukan gerakan sidekap, kedua tangan diletakkan di atas ……………… ..
3. adalah bacaan gerakan ………………..
4. Pada saat ruku’, kedua telapak tangan diletakkan di atas ………………..
5. Gerakan i’tidal adalah gerakan berdiri setelah melakukan gerakan ………………..
6. Gerakan sujud dilakukan sebanyak …… kali pada masing-masing raka’at.
7. Ketika ……………….. kita membaca
8. Pada saat sujud, bagian tubuh yang harus menyentuh tempat sujud yaitu wajah,
kedua telapak tangan, kedua lutut, dan kedua ………………..
9. Pada tasyahud awal dan tasyahud akhir, jari ……………….. sebelah kanan harus
menunjuk ke arah kiblat.
10. Ketika salam, kita menengokkan wajah ke kanan dan ke kiri sambil membaca
………………..
Purwakarta, 21 Mei 2010
Guru Mata Pelajaran PAI Mahasiswa Praktikan/Peneliti

Maman Saepurrohman, A.Ma. Hamdani


NIP. 198004142008011005 NIM. 0101.0601.660
Mengetahui,
Kepala Sekolah

Hasanudin, A.Ma.Pd.
NIP. 195807271978031003
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
(Penelitian Skripsi: Kelompok Kontrol)

Sekolah : SD Negeri 2 Cibgogoirang


Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Islam
Kelas / Semester : II / 2
Pertemuan ke- :1-2
Alokasi Waktu : 6 x 35 menit

1. Standar Kompetensi
Membiasakan shalat secara tertib.

2. Kompetensi Dasar
a. Mencontoh gerakan shalat.
b. Mempraktekkan shalat secara tertib.

3. Indikator
Peserta didik dapat:
 Menyebutkan rukun shalat/tata urutan gerakan shalat yang benar.
 Menyebutkan bacaan pada tiap-tiap gerakan shalat.
 Menyebutkan cara melakukan gerakan shalat dengan benar.

4. Tujuan pembelajaran
Pada akhir pembelajaran peserta didik dapat :
 Memahami tata urutan gerakan shalat yang benar.
 Mengetahui bacaan shalat yang benar pada tiap-tiap gerakan.
 Memahami cara melakukan gerakan shalat yang benar.

5. Materi Pembelajaran
 Gerakan Shalat Lima Waktu

6. Metode Pembelajaran
Ceramah dan Demonstrasi

7. Langkah Pembelajaran
 Kegiatan Awal (2 x 10 menit)
 Berdo’a, percakapan pembuka, dan memeriksa kehadiran siswa.
 Prolog (pengenalan singkat), tanya jawab singkat, dan membahas tujuan
pembelajaran.
 Kegiatan Inti (2 x 85 menit)
Pertemuan ke-1
 Melakukan tes awal.
 Menjelaskan tata urutan gerakan shalat yang benar.
 Menjelaskan tata cara gerakan shalat yang benar
Pertemuan ke-2
 Memberikan contoh/mendemonstrasikan gerakan shalat yang benar.
 Melakukan tanya jawab seputar hasil demonstrasi.
 Melakukan tes akhir.
 Kegiatan Akhir (2 x 10 menit)
 Resume hasil pembelajaran dan memotivasi siswa.
 Penutup.

8. Sumber dan Media Belajar


 Buku Pendidikan Agama Islam Kelas II SD: PT. Sarana Panca Karya Nusa.
 Buku Pedoman dan Tuntunan Shalat Lengkap: PT. Makmur Graha.
 Buku Risalah Tuntunan Shalat Lengkap: PT. Karya Toha Putra.

9. Penilaian
 Teknik : Tes Tulis
 Bentuk : Isian Singkat
 Instrument :

Isilah titik-titik di bawah ini dengan jawaban yang benar!


1. Gerakan mengangkat kedua tangan sambil mengucapkan disebut gerakan
Takbiratul ………………..
2. Ketika melakukan gerakan sidekap, kedua tangan diletakkan di atas ……………… ..
3. adalah bacaan gerakan ………………..
4. Pada saat ruku’, kedua telapak tangan diletakkan di atas ………………..
5. Gerakan i’tidal adalah gerakan berdiri setelah melakukan gerakan ………………..
6. Gerakan sujud dilakukan sebanyak …… kali pada masing-masing raka’at.
7. Ketika ……………….. kita membaca
8. Pada saat sujud, bagian tubuh yang harus menyentuh tempat sujud yaitu wajah,
kedua telapak tangan, kedua lutut, dan kedua ………………..
9. Pada tasyahud awal dan tasyahud akhir, jari ……………….. sebelah kanan harus
menunjuk ke arah kiblat.
10. Ketika salam, kita menengokkan wajah ke kanan dan ke kiri sambil membaca
………………..

Purwakarta, 21 Mei 2010


Guru Mata Pelajaran PAI Mahasiswa Praktikan/Peneliti

Maman Saepurrohman, A.Ma. Hamdani


NIP. 198004142008011005 NIM. 0101.0601.660
Mengetahui,
Kepala Sekolah

Hasanudin, A.Ma.Pd.
NIP. 195807271978031003
Instrumen Penelitian Skor
(Kelompok Kontrol)

Tes Awal

Nama : ...........................................
Kelas : ...........................................

Isilah titik-titik di bawah ini dengan jawaban yang benar!


1. Gerakan mengangkat kedua tangan sambil mengucapkan
disebut gerakan Takbiratul ………………..
2. Ketika melakukan gerakan sidekap, kedua tangan diletakkan di
atas ……………… ..
3. adalah bacaan gerakan ………………..
4. Pada saat ruku’, kedua telapak tangan diletakkan di atas
………………..
5. Gerakan i’tidal adalah gerakan berdiri setelah melakukan gerakan
………………..
6. Gerakan sujud dilakukan sebanyak …… kali pada masing-masing
raka’at.
7. Ketika ……………….. kita membaca
8. Pada saat sujud, bagian tubuh yang harus menyentuh tempat
sujud yaitu wajah, kedua telapak tangan, kedua lutut, dan kedua
telapak ………………..
9. Pada tasyahud awal dan tasyahud akhir, jari ……………….. sebelah
kanan harus menunjuk ke arah kiblat.
10.Ketika salam, kita menengokkan wajah ke kanan dan ke kiri sambil
membaca ………………..
Instrumen Penelitian Skor
(Kelompok Kontrol)

Tes Akhir

Nama : ...........................................
Kelas : ...........................................

Isilah titik-titik di bawah ini dengan jawaban yang benar!


1. Gerakan mengangkat kedua tangan sambil mengucapkan
disebut gerakan Takbiratul ………………..
2. Ketika melakukan gerakan sidekap, kedua tangan diletakkan di
atas ……………… ..
3. adalah bacaan gerakan ………………..
4. Pada saat ruku’, kedua telapak tangan diletakkan di atas
………………..
5. Gerakan i’tidal adalah gerakan berdiri setelah melakukan gerakan
………………..
6. Gerakan sujud dilakukan sebanyak …… kali pada masing-masing
raka’at.
7. Ketika ……………….. kita membaca
8. Pada saat sujud, bagian tubuh yang harus menyentuh tempat
sujud yaitu wajah, kedua telapak tangan, kedua lutut, dan kedua
telapak ………………..
9. Pada tasyahud awal dan tasyahud akhir, jari ……………….. sebelah
kanan harus menunjuk ke arah kiblat.
10.Ketika salam, kita menengokkan wajah ke kanan dan ke kiri sambil
membaca ………………..
Instrumen Penelitian Skor
(Kelompok Eksperimen)

Tes Awal

Nama : ...........................................
Kelas : ...........................................

Isilah titik-titik di bawah ini dengan jawaban yang benar!


1. Gerakan mengangkat kedua tangan sambil mengucapkan
disebut gerakan Takbiratul ………………..
2. Ketika melakukan gerakan sidekap, kedua tangan diletakkan di
atas ……………… ..
3. adalah bacaan gerakan ………………..
4. Pada saat ruku’, kedua telapak tangan diletakkan di atas
………………..
5. Gerakan i’tidal adalah gerakan berdiri setelah melakukan gerakan
………………..
6. Gerakan sujud dilakukan sebanyak …… kali pada masing-masing
raka’at.
7. Ketika ……………….. kita membaca
8. Pada saat sujud, bagian tubuh yang harus menyentuh tempat
sujud yaitu wajah, kedua telapak tangan, kedua lutut, dan kedua
telapak ………………..
9. Pada tasyahud awal dan tasyahud akhir, jari ……………….. sebelah
kanan harus menunjuk ke arah kiblat.
10.Ketika salam, kita menengokkan wajah ke kanan dan ke kiri sambil
membaca ………………..
Instrumen Penelitian Skor
(Kelompok Eksperimen)

Tes Akhir

Nama : ...........................................
Kelas : ...........................................

Isilah titik-titik di bawah ini dengan jawaban yang benar!


1. Gerakan mengangkat kedua tangan sambil mengucapkan
disebut gerakan Takbiratul ………………..
2. Ketika melakukan gerakan sidekap, kedua tangan diletakkan di
atas ……………… ..
3. adalah bacaan gerakan ………………..
4. Pada saat ruku’, kedua telapak tangan diletakkan di atas
………………..
5. Gerakan i’tidal adalah gerakan berdiri setelah melakukan gerakan
………………..
6. Gerakan sujud dilakukan sebanyak …… kali pada masing-masing
raka’at.
7. Ketika ……………….. kita membaca
8. Pada saat sujud, bagian tubuh yang harus menyentuh tempat
sujud yaitu wajah, kedua telapak tangan, kedua lutut, dan kedua
telapak ………………..
9. Pada tasyahud awal dan tasyahud akhir, jari ……………….. sebelah
kanan harus menunjuk ke arah kiblat.
10.Ketika salam, kita menengokkan wajah ke kanan dan ke kiri sambil
membaca ………………..
Nilai Hasil Belajar Kelompok Eksperimen Nilai Hasil Belajar Kelompok Kontrol
X Y X Y
No. Nama Siswa Tes Tes X2 Y2 XY No. Nama Siswa Tes Tes X2 Y2 XY
Awal Akhir Awal Akhir
1 Alwi 7 7 49 49 49 1 Ahmad Rifa 7 8 49 64 56
2 Devi 4 7 16 49 28 2 Aisah 1 1 1 1 1
3 Faisal Tanjung 6 8 36 64 48 3 Akang 6 5 36 25 30
4 Jamjam 8 8 64 64 64 4 Anggi 6 6 36 36 36
5 Lulu 3 7 9 49 21 5 Ani Haryani 6 9 36 81 54
6 Lusi 7 7 49 49 49 6 Ardiansyah 8 10 64 100 80
7 Lutfi 7 7 49 49 49 7 Cici Raudatul J. 6 7 36 49 42
8 Marwan Hadi 8 8 64 64 64 8 Dedeh St. S. 6 6 36 36 36
9 Meli 9 9 81 81 81 9 Deden A. 7 6 49 36 42
10 Miftahudin 8 8 64 64 64 10 Deden Sarif H. 8 8 64 64 64
11 Muh. Rifai 7 8 49 64 56 11 Desi 3 5 9 25 15
12 Nannan 7 7 49 49 49 12 Dindin 5 7 25 49 35
13 Neng Lutfah 6 8 36 64 48 13 Elin 6 7 36 49 42
14 Neng Ripa 9 9 81 81 81 14 Euis 2 2 4 4 4
15 Neng Sinta 2 6 4 36 12 15 Fajar 6 9 36 81 54
16 Nisrin 2 7 4 49 14 16 Firman 9 9 81 81 81
17 Puput 9 9 81 81 81 17 Fuad Mustakim 9 8 81 64 72
18 Rani 4 8 16 64 32 18 Hasanudin 6 5 36 25 30
19 Sadiah 3 7 9 49 21 19 Herdianto 4 7 16 49 28
20 Saeful H. 8 9 64 81 72 20 Iik 5 6 25 36 30
21 Ujang N. 8 9 64 81 72 21 Ika St. J. 5 6 25 36 30
22 Ujang R. 8 8 64 64 64 22 Imam 4 6 16 36 24
23 Usman 6 8 36 64 48 23 Neng Hana 5 6 25 36 30
24 Wawan 5 6 25 36 30 24 Pitri N. 3 2 9 4 6
25 Windi 6 8 36 64 48 25 Ripal 9 9 81 81 81
26 Yusuf 8 8 64 64 64 26 Siti Rahmah 6 9 36 81 54
N=26 165 201 1163 1573 1309 N=26 148 169 948 1229 1057
Analisis Butir Soal
Hasil Tes Awal Kelompok Eksperimen

No. Soal
No Nama Siswa Skor
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
1 Alwi 1 0 1 1 0 1 1 0 1 1 7
2 Devi 0 1 0 0 1 1 0 0 0 1 4
3 Faisal Tanjung 1 0 1 1 0 1 1 1 0 0 6
4 Jamjam 1 1 1 0 1 0 1 1 1 1 8
5 Lulu 1 0 0 0 0 1 0 0 1 0 3
6 Lusi 1 1 1 0 1 0 0 1 1 1 7
7 Lutfi 0 1 1 1 1 0 1 0 1 1 7
8 Marwan Hadi 1 1 1 0 1 1 0 1 1 1 8
9 Meli 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 9
10 Miftahudin 0 1 1 1 1 1 1 0 1 1 8
11 Muh. Rifai 1 0 1 1 1 0 0 1 1 1 7
12 Nannan 1 1 0 1 1 0 1 1 1 0 7
13 Neng Lutfah 1 0 1 0 1 1 1 0 0 1 6
14 Neng Ripa 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 9
15 Neng Sinta 0 0 0 0 1 0 0 0 0 1 2
16 Nisrin 1 0 0 1 0 0 0 0 0 0 2
17 Puput 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 9
18 Rani 0 1 1 1 0 1 0 0 0 0 4
19 Sadiah 1 0 0 1 1 0 0 0 0 0 3
20 Saeful H. 1 1 1 1 0 1 0 1 1 1 8
21 Ujang N. 1 1 0 1 1 1 0 1 1 1 8
22 Ujang R. 1 1 1 1 0 1 1 1 0 1 8
23 Usman 1 0 1 1 0 0 1 1 0 1 6
24 Wawan 1 0 1 0 0 0 0 1 1 1 5
25 Windi 1 1 0 1 0 1 0 1 1 0 6
26 Yusuf 1 1 0 1 1 1 1 1 0 1 8
Jumlah 21 16 17 18 15 15 13 16 15 19 165
Analisis Butir Soal
Hasil Tes Akhir Kelompok Eksperimen

No. Soal
No Nama Siswa Skor
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
1 Alwi 1 0 1 1 0 1 0 1 1 1 7
2 Devi 1 1 0 1 1 1 0 1 0 1 7
3 Faisal Tanjung 1 1 1 1 0 1 1 0 1 1 8
4 Jamjam 1 0 1 0 1 1 1 1 1 1 8
5 Lulu 1 0 1 0 1 1 1 1 0 1 7
6 Lusi 0 1 1 1 1 1 0 1 1 0 7
7 Lutfi 0 1 1 1 1 1 1 0 0 1 7
8 Marwan Hadi 1 1 1 1 1 1 1 0 0 1 8
9 Meli 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 9
10 Miftahudin 1 1 1 1 1 0 1 0 1 1 8
11 Muh. Rifai 1 0 1 1 1 1 1 0 1 1 8
12 Nannan 1 0 1 1 0 1 1 1 1 0 7
13 Neng Lutfah 1 1 1 0 1 1 1 1 1 0 8
14 Neng Ripa 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 9
15 Neng Sinta 1 0 1 0 0 1 0 1 1 1 6
16 Nisrin 1 1 1 1 0 1 0 1 1 0 7
17 Puput 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 9
18 Rani 1 1 0 1 1 1 1 1 1 0 8
19 Sadiah 1 0 1 0 1 1 1 1 0 1 7
20 Saeful H. 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 9
21 Ujang N. 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 9
22 Ujang R. 1 1 1 1 1 0 1 1 0 1 8
23 Usman 1 0 1 1 1 0 1 1 1 1 8
24 Wawan 1 0 1 0 0 1 1 1 0 1 6
25 Windi 1 1 0 1 1 1 0 1 1 1 8
26 Yusuf 1 1 0 1 1 1 1 1 0 1 8
Jumlah 23 17 22 20 20 21 20 19 18 21 201
Analisis Butir Soal
Hasil Tes Awal Kelompok Kontrol

No. Soal
No. Nama Siswa Skor
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
1 Ahmad Rifa 1 1 0 1 1 0 1 1 1 0 7
2 Aisah 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 1
3 Akang 0 1 1 0 0 1 1 0 1 1 6
4 Anggi 1 0 0 1 0 1 0 1 1 1 6
5 Ani Haryani 1 1 0 1 0 1 0 0 1 1 6
6 Ardiansyah 1 0 0 1 1 1 1 1 1 1 8
7 Cici Raudatul J. 1 0 1 0 1 0 1 1 0 1 6
8 Dedeh St. S. 1 1 0 1 1 0 1 0 1 0 6
9 Deden A. 1 1 1 0 1 1 0 1 0 1 7
10 Deden Sarif H. 1 1 1 0 1 1 1 0 1 1 8
11 Desi 1 0 1 0 0 0 0 1 0 0 3
12 Dindin 1 1 0 1 0 1 1 0 0 0 5
13 Elin 1 0 1 0 1 1 0 1 0 1 6
14 Euis 1 0 0 1 0 0 0 0 0 0 2
15 Fajar 0 1 0 1 1 0 1 1 0 1 6
16 Firman 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 9
17 Fuad Mustakim 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 9
18 Hasanudin 1 0 1 0 1 0 0 1 1 1 6
19 Herdianto 1 0 0 0 1 0 0 1 0 1 4
20 Iik 1 1 0 0 1 1 0 0 1 0 5
21 Ika St. J. 1 0 1 1 0 0 0 1 0 1 5
22 Imam 0 0 1 1 0 1 0 0 1 0 4
23 Neng Hana 1 1 0 0 0 1 0 1 1 0 5
24 Pitri N. 1 0 1 0 0 1 0 0 0 0 3
25 Ripal 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 9
26 Siti Rahmah 1 0 1 1 0 1 0 1 1 0 6
Jumlah 22 12 14 14 14 15 11 16 15 15 148
Analisis Butir Soal
Hasil Tes Akhir Kelompok Kontrol

No. Soal
No. Nama Siswa Skor
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
1 Ahmad Rifa 1 1 1 1 0 1 1 1 0 1 8
2 Aisah 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 1
3 Akang 1 1 1 0 0 0 1 0 1 0 5
4 Anggi 1 0 0 1 0 1 1 0 1 1 6
5 Ani Haryani 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 9
6 Ardiansyah 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 9
7 Cici Raudatul J. 1 0 1 1 1 1 1 0 1 0 7
8 Dedeh St. S. 1 1 1 1 0 0 0 1 1 0 6
9 Deden A. 1 1 0 1 1 0 1 1 0 0 6
10 Deden Sarif H. 0 1 1 1 1 1 0 1 1 1 8
11 Desi 1 0 1 0 0 0 0 1 1 1 5
12 Dindin 1 1 0 1 1 1 1 0 0 1 7
13 Elin 1 0 1 0 1 1 0 1 1 1 7
14 Euis 1 0 0 0 0 1 0 0 0 0 2
15 Fajar 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 9
16 Firman 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 9
17 Fuad Mustakim 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 8
18 Hasanudin 1 0 0 0 1 0 1 1 0 1 5
19 Herdianto 1 1 1 0 0 1 1 0 1 1 7
20 Iik 1 1 0 0 1 0 1 0 1 1 6
21 Ika St. J. 0 1 1 0 1 1 0 0 1 1 6
22 Imam 1 0 0 1 1 0 1 0 1 1 6
23 Neng Hana 1 1 1 0 0 1 0 0 1 1 6
24 Pitri N. 0 0 0 1 0 0 0 1 0 0 2
25 Ripal 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 9
26 Siti Rahmah 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 9
Jumlah 22 17 16 16 14 15 16 15 18 19 168
Analisis Validitas

Nomor Soal (x) Skor Nomor Soal (x2) Nomor Soal (xy)
No Nama Siswa y2
(y)
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
1 Ahmad Rifa 1 1 0 1 1 0 1 1 1 0 7 1 1 0 1 1 0 1 1 1 0 49 7 7 0 7 7 0 7 7 7 0
2 Aisah 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0
3 Akang 0 1 1 0 0 1 1 0 1 1 6 0 1 1 0 0 1 1 0 1 1 36 0 6 6 0 0 6 6 0 6 6
4 Anggi 1 0 0 1 0 1 0 1 1 1 6 1 0 0 1 0 1 0 1 1 1 36 6 0 0 6 0 6 0 6 6 6
5 Ani Haryani 1 1 0 1 0 1 0 0 1 1 6 1 1 0 1 0 1 0 0 1 1 36 6 6 0 6 0 6 0 0 6 6
6 Ardiansyah 1 0 0 1 1 1 1 1 1 1 8 1 0 0 1 1 1 1 1 1 1 64 8 0 0 8 8 8 8 8 8 8
7 Cici Raudatul J. 1 0 1 0 1 0 1 1 0 1 6 1 0 1 0 1 0 1 1 0 1 36 6 0 6 0 6 0 6 6 0 6
8 Dedeh St. S. 1 1 0 1 1 0 1 0 1 0 6 1 1 0 1 1 0 1 0 1 0 36 6 6 0 6 6 0 6 0 6 0
9 Deden A. 1 1 1 0 1 1 0 1 0 1 7 1 1 1 0 1 1 0 1 0 1 49 7 7 7 0 7 7 0 7 0 7
10 Deden Sarif H. 1 1 1 0 1 1 1 0 1 1 8 1 1 1 0 1 1 1 0 1 1 64 8 8 8 0 8 8 8 0 8 8
11 Desi 1 0 1 0 0 0 0 1 0 0 3 1 0 1 0 0 0 0 1 0 0 9 3 0 3 0 0 0 0 3 0 0
12 Dindin 1 1 0 1 0 1 1 0 0 0 5 1 1 0 1 0 1 1 0 0 0 25 5 5 0 5 0 5 5 0 0 0
13 Elin 1 0 1 0 1 1 0 1 0 1 6 1 0 1 0 1 1 0 1 0 1 36 6 0 6 0 6 6 0 6 0 6
14 Euis 1 0 0 1 0 0 0 0 0 0 2 1 0 0 1 0 0 0 0 0 0 4 2 0 0 2 0 0 0 0 0 0
15 Fajar 0 1 0 1 1 0 1 1 0 1 6 0 1 0 1 1 0 1 1 0 1 36 0 6 0 6 6 0 6 6 0 6
16 Firman 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 9 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 81 9 9 9 9 9 0 9 9 9 9
17 Fuad Mustakim 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 9 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 81 9 0 9 9 9 9 9 9 9 9
18 Hasanudin 1 0 1 0 1 0 0 1 1 1 6 1 0 1 0 1 0 0 1 1 1 36 6 0 6 0 6 0 0 6 6 6
19 Herdianto 1 0 0 0 1 0 0 1 0 1 4 1 0 0 0 1 0 0 1 0 1 16 4 0 0 0 4 0 0 4 0 4
20 Iik 1 1 0 0 1 1 0 0 1 0 5 1 1 0 0 1 1 0 0 1 0 25 5 5 0 0 5 5 0 0 5 0
21 Ika St. J. 1 0 1 1 0 0 0 1 0 1 5 1 0 1 1 0 0 0 1 0 1 25 5 0 5 5 0 0 0 5 0 5
22 Imam 0 0 1 1 0 1 0 0 1 0 4 0 0 1 1 0 1 0 0 1 0 16 0 0 4 4 0 4 0 0 4 0
23 Neng Hana 1 1 0 0 0 1 0 1 1 0 5 1 1 0 0 0 1 0 1 1 0 25 5 5 0 0 0 5 0 5 5 0
24 Pitri N. 1 0 1 0 0 1 0 0 0 0 3 1 0 1 0 0 1 0 0 0 0 9 3 0 3 0 0 3 0 0 0 0
25 Ripal 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 9 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 81 9 0 9 9 9 9 9 9 9 9
26 Siti Rahmah 1 0 1 1 0 1 0 1 1 0 6 1 0 1 1 0 1 0 1 1 0 36 6 0 6 6 0 6 0 6 6 0
Jumlah 22 12 14 14 14 15 11 16 15 15 148 22 12 14 14 14 15 11 16 15 15 948 131 71 87 88 96 93 79 102 100 101
rXY = N. XY-( X).( Y)
N X2-( X)2.N Y2-( Y)2
r-hitung = rXY n-2
1-r2
Nomor N(∑xy)- (N∑x2-(∑x)2) (N∑x2-(∑x)2)
N ∑x ∑y ∑xy ∑x2 ∑y2 N∑xy N∑x2 N∑y2 ∑x∑y (∑x)2 (∑y)2 (∑x)(∑y) (N∑y2-(∑y)2) (N∑y2-(∑y)2) rxy
Soal
1 26 22 148 131 22 948 3406 572 24648 3256 484 21904 150 241472 491,398 0,305
2 26 12 148 71 12 948 1846 312 24648 1776 144 21904 70 460992 678,964 0,103
3 26 14 148 87 14 948 2262 364 24648 2072 196 21904 190 460992 678,964 0,280
4 26 14 148 88 14 948 2288 364 24648 2072 196 21904 216 460992 678,964 0,318
5 26 14 148 96 14 948 2496 364 24648 2072 196 21904 424 460992 678,964 0,624
6 26 15 148 93 15 948 2418 390 24648 2220 225 21904 198 452760 672,874 0,294
7 26 11 148 79 11 948 2054 286 24648 1628 121 21904 426 452760 672,874 0,633
8 26 16 148 102 16 948 2652 416 24648 2368 256 21904 284 439040 662,601 0,429
9 26 15 148 100 15 948 2600 390 24648 2220 225 21904 380 452760 672,874 0,565
10 26 15 148 101 15 948 2626 390 24648 2220 225 21904 406 452760 672,874 0,603

Nomor N N-2 N-2 r r2 1-r2 1-r2 r-hitung r-tabel Validitas


1 26 24 4,899 0,305 0,093 0,907 0,952 1,570 0,388 Valid
2 26 24 4,899 0,103 0,011 0,989 0,995 0,508 0,388 Valid
3 26 24 4,899 0,280 0,078 0,922 0,960 1,428 0,388 Valid
4 26 24 4,899 0,318 0,101 0,899 0,948 1,644 0,388 Valid
5 26 24 4,899 0,624 0,390 0,610 0,781 3,917 0,388 Valid
6 26 24 4,899 0,294 0,087 0,913 0,956 1,508 0,388 Valid
7 26 24 4,899 0,633 0,401 0,599 0,774 4,007 0,388 Valid
8 26 24 4,899 0,429 0,184 0,816 0,903 2,324 0,388 Valid
9 26 24 4,899 0,565 0,319 0,681 0,825 3,352 0,388 Valid
10 26 24 4,899 0,603 0,364 0,636 0,797 3,707 0,388 Valid
Analisis Reliabilitas
Nomor Soal
No Nama Siswa Skor X Y X2 Y2 XY
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

1 Ahmad Rifa 1 1 0 1 1 0 1 1 1 0 7 4 3 16 9 12
2 Aisah 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 1 0 1 0
3 Akang 0 1 1 0 0 1 1 0 1 1 6 3 3 9 9 9
4 Anggi 1 0 0 1 0 1 0 1 1 1 6 2 4 4 16 8
5 Ani Haryani 1 1 0 1 0 1 0 0 1 1 6 2 4 4 16 8
6 Ardiansyah 1 0 0 1 1 1 1 1 1 1 8 4 4 16 16 16
7 Cici Raudatul J. 1 0 1 0 1 0 1 1 0 1 6 4 2 16 4 8
8 Dedeh St. S. 1 1 0 1 1 0 1 0 1 0 6 4 2 16 4 8
9 Deden A. 1 1 1 0 1 1 0 1 0 1 7 3 4 9 16 12
10 Deden Sarif H. 1 1 1 0 1 1 1 0 1 1 8 5 3 25 9 15
11 Desi 1 0 1 0 0 0 0 1 0 0 3 2 1 4 1 2
12 Dindin 1 1 0 1 0 1 1 0 0 0 5 2 3 4 9 6
13 Elin 1 0 1 0 1 1 0 1 0 1 6 3 3 9 9 9
14 Euis 1 0 0 1 0 0 0 0 0 0 2 1 1 1 1 1
15 Fajar 0 1 0 1 1 0 1 1 0 1 6 2 4 4 16 8
16 Firman 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 9 5 4 25 16 20
17 Fuad Mustakim 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 9 5 4 25 16 20
18 Hasanudin 1 0 1 0 1 0 0 1 1 1 6 4 2 16 4 8
19 Herdianto 1 0 0 0 1 0 0 1 0 1 4 2 2 4 4 4
20 Iik 1 1 0 0 1 1 0 0 1 0 5 3 2 9 4 6
21 Ika St. J. 1 0 1 1 0 0 0 1 0 1 5 2 3 4 9 6
22 Imam 0 0 1 1 0 1 0 0 1 0 4 2 2 4 4 4
23 Neng Hana 1 1 0 0 0 1 0 1 1 0 5 2 3 4 9 6
24 Pitri N. 1 0 1 0 0 1 0 0 0 0 3 2 1 4 1 2
25 Ripal 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 9 5 4 25 16 20
26 Siti Rahmah 1 0 1 1 0 1 0 1 1 0 6 3 3 9 9 9
Jumlah 22 12 14 14 14 15 11 16 15 15 148 76 72 266 228 227

rXY = N. XY-( X).( Y)


N X2-( X)2.N Y2-( Y)2
= 26.227-76.72
26.266-762.26.228-722
= 5902-5472
6916-5776.5928-5184

= 430
1140.744
= 430
848160
= 430
920,956
= 0,467

t-hitung = 2rXY
1+rXY
= 0,934
1,467
= 0,637

Thitung > ttabel


0,637 > 0,388 Jadi, thitung terbukti reliable

Nilai Rata-Rata Tes Awal Kelompok Eksperimen


∑X
M1 = n
= 165
26
= 6,35

Nilai Simpangan Baku Tes Awal Kelompok Eksperimen


(∑X)2
∑X2 -
Sd1 = N
N–1
1652
1163-
= 26
26 – 1

27225
1163 -
= 26
25
= 1163 – 1047,12
25
= 115,88
25
= 4,635
= 2,153

Nilai Rata-Rata Tes Akhir Kelompok Eksperimen


∑Y
M1 = n
= 201
26
= 7,73
Nilai Simpangan Baku Tes Akhir Kelompok Eksperimen
(∑Y)2
∑Y2 -
Sd1 = N
N–1
2012
1573 -
= 26
26 – 1
40401
1573 -
= 26
25
= 1573 – 1553,88
25

= 19,12
25
= 0.765
= 0,875

Nilai Rata-Rata Tes Awal Kelompok Kontrol


∑X
M 2= n
= 148
26
= 5,69

Nilai Simpangan Baku Tes Awal Kelompok Kontrol


(∑X)2
∑X2 -
Sd2 = N
N–1
1482
948 -
= 26
26 – 1
21904
948 -
= 26
25
= 948 – 842,46
25
= 105,54
25
= 4,222
= 2,055
Nilai Rata-Rata Tes Akhir Kelompok Kontrol
∑Y
M2 = n
= 169
26
= 6,50

Nilai Simpangan Baku Tes Akhir Kelompok Kontrol


(∑Y)2
∑Y2 -
Sd2 = N
N–1
1692
1229 -
= 26
26 – 1
28561
1229 -
= 26
25
= 1229 – 1098,5
25
= 130,5
25
= 5,22
= 2,285

Nilai-t Tes Awal


M 1 – M2
t= Sd12 Sd22
N1 + N2
6,35 – 5,69
= 2,1532 2,0552
+
26 26
0,66
= 4,635 4,223
+
26 26
0,66
= 0,178 + 0,162
0,66
= 0,34
0,66
= 0,583
= 1,132
Nilai-t Tes Akhir
M 1 – M2
t= Sd12 Sd22
+
N1 N2
7,73 – 6,50
= 0,8752 2,2852
+
26 26
1,23
= 0,766 5,221
+
26 26
1,23
= 0,029 + 0,201
1,23
= 0,23
1,23
= 0,48
= 2,563

Data yang Didapat


Kelompok Eksperimen
Nilai Rata-Rata Tes Awal : 6,35
Nilai Rata-Rata Tes Akhir : 7,73
Nilai Simpangan Baku Tes Awal : 2,153
Nilai Simpangan Baku Tes Akhir : 0,875
Kelompok Kontrol
Nilai Rata-Rata Tes Awal : 5,69
Nilai Rata-Rata Tes Akhir : 6,50
Nilai Simpangan Baku Tes Awal : 2,055
Nilai Simpangan Baku Tes Akhir : 2,285
Perhitungan Nilai-t
Nilai-t Tes Awal : 1,132
Nilai-t Tes Akhir : 2,563

Derajat Kebebasan (db)


= (N1 + N2) – 2
= (26 + 26) – 2
= 52 – 2
= 50
P = 0.05
tt = 1,68

Pre-test t1 = 1,132
Post-test t2 = 0,324
tt = 1,68
Maka t1 < tt < t2
1,132 < 1,68 < 2,563
1. Berdiri Tegak
Menghadap Kiblat
Disunatkan
mengucapkan niat
shalat.
2. Takbiratul Ihram
Membaca niat shalat
dalam hati, sambil
mengangkat kedua
tangan, serta
mengucapkan:
3. Sidekap
Meletakkan kedua tangan di atas
dada, tangan kanan di atas tangan kiri.
 Pada raka’at pertama, kita
membaca Do’a Iftitah, Surat Al-
Fathihah, dan salah satu ayat Al-
Qur’an.
 Pada raka’at kedua, kita membaca
Surat Al-Fathihah dan salah satu
ayat Al-Qur’ an.
 Pada raka’at ketiga dan keem pat,
kita hanya membaca Surat Al-
Fathihah saja.
4. Ruku’
Membungkukkan badan, kedua
telapak tangan diletakkan di
kedua lutut, pandangan mata
lurus ke tempat sujud.
5. I’tidal
Berdiri tegak dari ruku’
6. Sujud
Meletakkan anggota sujud ke
tempat sujud, yaitu: wajah,
kedua telapak tangan, kedua
lutut, dan kedua telapak kaki.
7. Duduk di Antara Dua Sujud
8. Tasyahud Awal
9. Tasyahud Akhir
Bacaan Tasyahud
10. Salam
Memalingkan wajah ke kanan dan ke kiri. Gerakan ini merupakan penutup shalat.