Anda di halaman 1dari 282

E k o n o m i SMA - Kelas X i

Untuk
SMA dan MA Kelas X

Disusun oleh:
Supriyanto
Ali Muhson

PUSAT PERBUKUAN
Departemen Pendidikan Nasiona
l
ii E k o n o m i SMA - Kelas X

Hak Cipta pada Departemen Pendidikan Nasional


Dilindungi Undang-undang

Hak cipta buku ini dibeli oleh Departemen Pendidikan Nasional


dari Penerbit CV. HaKa MJ

EKONOMI untuk SMA/MA KELAS X


Penulis : Supriyanto,Ali Muhson
Editor Materi : Taupik Mulyadi
Editor Bahasa : Eryana Triharyani

Buku ini diset dan dilay-out dengan Adobe Pagemaker 7.0


(Times New Roman 11 pt dan Book Anaytytiqua 14 pt)
Setting/Lay-out : Tim Setting
Desain Cover : Fascho

330.07
SUP SUPRIYANTO
e Ekonomi 1 : Untuk SMA dan MA Kelas X/ Disusun Oleh Supriyanto,
Ali Muhson; editor, Taupik Mulyadi. -- Jakarta: Pusat Perbukuan,
Departemen Pendidikan Nasional, 2009
vi, 274.: ilus.; 25 cm.

Bibliografi : hlm. 267-268


Indeks : hlm. 271-272
ISBN 978-979-068-192-7 (No.jil. lengkap)
ISBN 978-979-068-195-8

1. Ekonomi-Studi dan Pengajaran I. Judul II.Ali Muhson III.Taupik Mulyadi

Diterbitkan oleh Pusat Perbukuan


Departemen Pendidikan Nasional
Tahun 2009

Diperbanyak oleh ...


E k o n o m i SMA - Kelas X iii

KATA SAMBUTAN
Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT, berkat rahmat dan karunia-
Nya, Pemerintah, dalam hal ini, Departemen Pendidikan Nasional, pada tahun
2008, telah membeli hak cipta buku teks pelajaran ini dari penulis/penerbit untuk
disebarluaskan kepada masyarakat melalui situs internet (website) Jaringan
Pendidikan Nasional.
Buku teks pelajaran ini telah dinilai oleh Badan Standar Nasional Pendidikan
dan telah ditetapkan sebagai buku teks pelajaran yang memenuhi syarat kelayakan
untuk digunakan dalam proses pembelajaran melalui Peraturan Menteri
Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2007 tanggal 25 Juni 2007.
Kami menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada para
penulis/penerbit yang telah berkenan mengalihkan hak cipta karyanya kepada
Departemen Pendidikan Nasional untuk digunakan secara luas oleh para siswa
dan guru di seluruh Indonesia.
Buku-buku teks pelajaran yang telah dialihkan hak ciptanya kepada
Departemen Pendidikan Nasional ini, dapat diunduh (down load), digandakan,
dicetak, dialihmediakan, atau difotokopi oleh masyarakat. Namun, untuk
penggandaan yang bersifat komersial harga penjualannya harus memenuhi
ketentuan yang ditetapkan oleh Pemerintah. Diharapkan bahwa buku teks
pelajaran ini akan lebih mudah diakses sehingga siswa dan guru di seluruh
Indonesia maupun sekolah Indonesia yang berada di luar negeri dapat
memanfaatkan sumber belajar ini.
Kami berharap, semua pihak dapat mendukung kebijakan ini. Kepada para
siswa kami ucapkan selamat belajar dan manfaatkanlah buku ini sebaik-baiknya.
Kami menyadari bahwa buku ini masih perlu ditingkatkan mutunya. Oleh karena
itu, saran dan kritik sangat kami harapkan.

Jakarta, Februari 2009


Kepala Pusat Perbukuan
iv E k o n o m i SMA - Kelas X

KATA PENGANTAR
Ekonomi merupakan ilmu tentang perilaku dan tindakan manusia untuk
memenuhi kebutuhan hidupnya yang bervariasi, dan berkembang dengan sumber
daya yang ada melalui pilihan-pilihan kegiatan produksi, konsumsi dan distribusi.
Luasnya ilmu ekonomidan terbatasnya waktu yang tersedia membuat standar
kompetensi dan kompetensi dasar ini dibatasi dan difokuskan pada fenomena empirik
ekonomi yang ada di sekitar peserta didik, sehingga peserta didik dapat merekam
peristiwa yang terjadi di sekitar lingkungannya dan mengambil manfaat untuk
kehidupan yang lebih baik.
Buku Ekonomi SMA kelas X ini penyajiannya menggunakan pendekatan
pembelajaran kontekstual (Contextual Teaching and Learning). Materi dalam buku
ini disajikan sedemikian rupa dengan bahasa yang runtut dan mudah dipahami. Dengan
demikian materi yang berkaitan dengan masalah-masalah ekonomi mudah diserap
dengan cepat. Setiap awal bab akan disajikan peta konsep sebagai penuntun untuk
mempelajari materi yang terkandung. Hal ini penting agar tujuan pembelajaran
ekonomi tercapai. Selain itu buku ini juga menyajikan kegiatan-kegiatan yang
menyenangkan dan mengasyikkan dengan menggunakan metode pengamatan,
diskusi bahkan debat baik secara individu maupun kelompok. Dengan demikian
akan menumbuhkan sikap kemandirian dan demokratis di kalangan siswa.
Untuk menambah wawasan dan membuka cakrawala berpikir siswa, buku
ini juga menyajikan berbagai macam informasi aktual, tajam dan terpercaya. Dengan
informasi tersebut diharapkan siswa tidak ketinggalan jaman dan mampu termotivasi
untuk berpikir kritis.
Untuk mengasah kemampuan kognitif, buku ini juga menyajikan soal-soal
latihan. Soal-soal ini dikemas dengan menarik dan inovatif sehingga diharapkan
siswa dapat berpikir kreatif sesuai dengan kompetensi yang ingin dicapai.
Penulis telah berusaha semaksimal mungkin dalam menyusun buku ini.
Namun demikian, penulis tetap mengharapkan kritikan dan komentar yang ditujukan
demi perbaikan buku ini. Semoga buku ini berguna bagi pengembangan pendidikan
di Indonesia.

Surakarta, Juni 2007


Penulis
E k o n o m i SMA - Kelas X
v

DAFTAR ISI
KATA SAMBUTAN ............................................................................................................................ iii

KATA PENGANTAR ...................................................................................................................... iv

DAFTAR ISI ..................................................................................................................................... v

BAB 1 PERMASALAHAN EKONOMI


A. Jenis kebutuhan ........................................................................................................... 2
B. Benda Pemuas Kebutuhan ........................................................................................... 5
C. Sumber ekonomi yang langka dan kebutuhan yang tak terbatas ................................ 8
D. Masalah Pokok Ekonomi .............................................................................................. 11
E. Sistem Ekonomi ............................................................................................................ 13
Rangkuman ......................................................................................................................... 17
Latihan ................................................................................................................................ 18

BAB 2 PERILAKU KONSUMEN DAN PRODUSEN


A. Perilaku Konsumen ...................................................................................................... 22
B. Perilaku Produsen ........................................................................................................ 37
Rangkuman ......................................................................................................................... 45
Latihan ................................................................................................................................ 46
Evaluasi Akhir Kelas X Semester 1 ..................................................................................... 49

BAB 3 PERMINTAAN, PENAWARAN, HARGA, DAN KESEIMBANGAN


A. Permintaan (Demand) ................................................................................................... 53
B. Penawaran (Supply) ..................................................................................................... 64
C. Elastisitas dan Macam-macam Elastisitas .................................................................... 72
D. Pengertian Harga dan Jumlah Keseimbangan ............................................................. 90
Rangkuman ......................................................................................................................... 98
Latihan ................................................................................................................................ 99

BAB 4 PASAR, PASAR BARANG DAN PASAR INPUT


A. Bentuk-Bentuk Pasar Menurut Struktur ...................................................................... 105
B. Ciri-ciri Berbagai Bentuk Pasar .................................................................................... 109
C. Kebaikan dan Kelemahan Masing-masing Bentuk Pasar. ............................................ 117
D. Berbagai Contoh Bentuk-Bentuk Pasar ....................................................................... 121
E. Pasar Barang ................................................................................................................ 124
F. Pasar Input ................................................................................................................... 127
Rangkuman ......................................................................................................................... 137
Latihan ................................................................................................................................ 138
vi E k o n o m i SMA - Kelas X

BAB 5 KEBIJAKAN PEMERINTAH DALAM BIDANG EKONOMI


A. Ekonomi Makro dan Ekonomi Mikro ........................................................................................... 142
B. Kebijakan Pemerintah di Bidang Ekonomi..................................................................................... 143
C. Masalah yang dihadapi Pemerintah di Bidang Ekonomi.............................................................. 145
Rangkuman.................................................................................................................................................. 150
Latihan.......................................................................................................................................................... 151

BAB 6 PENDAPATAN NASIONAL


A. Pengertian Pendapatan Nasional ................................................................................. 154
B. Metode Perhitungan Pendapatan Nasional ................................................................. 159
C. Perbandingan Tingkat PDB dan Perkapita Indonesia dengan Negara Lain ............... 165
D. Manfaat Perhitungan Pendapatan Nasional ................................................................ 168
E. Ketimpangan Distribusi Pendapatan ........................................................................... 168
F. Usaha Meningkatkan Pendapatan Nasional ................................................................ 170
Rangkuman ......................................................................................................................... 182
Latihan ................................................................................................................................ 184

BAB 7 KONSUMSI DAN INVESTASI


A. Konsumsi dan Tabungan ............................................................................................. 194
B. Investasi ...................................................................................................................... 204
C. Kaitan Pendapatan Nasional, Konsumsi, Tabungan dan Investasi ............................ 211
Rangkuman ......................................................................................................................... 214
Latihan ................................................................................................................................ 215

BAB 8 UANG DAN PERBANKAN


A. Permintaan dan Penawaran Uang ................................................................................ 220
B. Standar Moneter ......................................................................................................... 234
A. Pengertian Bank ........................................................................................................... 236
B. Fungsi dan Peranan Bank ............................................................................................ 236
C. Jenis-jenis Bank ........................................................................................................... 237
D. Produk Perbankan ........................................................................................................ 235
E. Jasa-jasa Perbankan ..................................................................................................... 241
F. Kebijakan Pemerintah di Bidang Moneter ................................................................... 242
Rangkuman ......................................................................................................................... 244
Latihan ................................................................................................................................ 247
Evaluasi Akhir Kelas X Semester 2 ..................................................................................... 245
Evaluasi Akhir Tahun Kelas X ............................................................................................ 253
Daftar Pustaka .................................................................................................................... 261
Glossarium .......................................................................................................................... 263
Bab 1 - Permasalahan Ekonomi 1

11  PERMASALAHAN EKONOMI

Tujuan Pembelajaran :

Setelah mempelajari bab ini diharapkan siswa mampu:


1. Mampu mengidentifikasi berbagai macam kebutuhan.
2. Mampu mendeskripsikan masalah kelangkaan dan kebutuhan yang tidak terbatas.
3. Mampu mendeskripsikan berbagai permasalahan pokok ekonomi yang dihadapi oleh
negara.
4. Mampu mengidentifikasi hilangnya kesempatan kerja pada tenaga kerja bila melakukan
produksi di bidang lain.
5. Mampu mengidentifikasikan sistem ekonomi untuk memecahkan masalah ekonomi.

P K

Intensitas, Sifat,
Kebutuhan
Subjek, Waktu

Kelangkaan Benda Ekonomi,


Benda Bebas
Permasalahan Ekonomi
Permasalahan What, How, For
Pokok Ekonomi Whome

Tradisional,
Sistem Ekonomi Terpusat, Pasar,
Campuran

Kata Kunci

Kebutuhan, Kelangkaan, Permasalahan Pokok Ekonomi, dan Sistem Ekonomi


2 E k o n o m i SMA - Kelas X

P
kk2
2
Dari bangun tidur sampai menjelang tidur kembali umumnya manusia tidak
dapat lepas dari kebutuhan. Coba kamu ingat, sebagai seorang pelajar apa saja yang
kamu butuhkan sejak bangun tidur? kamu tentu membutuhkan handuk, sabun, pasta
gigi dan perlengkapan mandi lain bukan? itu baru dalam rangka keperluan mandi,
belum sarapan pagi dan keperluan sekolah yang lain tentunya lebih beragam.
Kalau begitu apa yang dimaksud dengan kebutuhan? Pengertian kebutuhan
kadang disamakan dengan pengertian keinginan. Padahal keduanya amat berbeda.
2 Keinginan adalah sesuatu yang kita ingin miliki atau ingin kita capai, namun jika
tidak tercapai tidak menyebabkan terganggunya kelangsungan hidup kita. Contohnya
keinginan memiliki rumah megah, memiliki mobil mewah, atau keinginan menjadi
orang terkenal. Meskipun kita tidak memiliki barang tersebut kita tetap masih bisa
hidup. Lain halnya dengan kebutuhan, kebutuhan adalah sesuatu yang mutlak harus
dipenuhi, jika tidak maka akan menggangu kualitas hidup kita atau bahkan bisa
mengancam hidup kita. Contoh yang paling mudah adalah tempat tinggal, makanan
dan pakaian. Ketiganya merupakan hal yang tidak dapat ditunda pemenuhannya.

A. J K M
Setiap manusia pasti memiliki kebutuhan dalam menjalani kehidupan sehari-
sehari. Kebutuhan yang dimaksud adalah sesuatu yang harus dicari untuk
mempertahankan hidup di masyarakat. Kebutuhan ini dapat terpenuhi jika
manusia berusaha dengan bekerja keras. Kebutuhan manusia ada bermacam-
macam yaitu sebagai berikut.

1. K M I K

. K
Menurut etimologi, kata primer berasal dari bahasa Latin primus
yang berarti pertama. Jadi kebutuhan primer adalah kebutuhan pertama
yang harus dipenuhi agar manusia dapat hidup layak. Yang termasuk
kebutuhan primer antara lain makanan (termasuk minuman), rumah,
pakaian, pendidikan dan kesehatan.
. K
Kebutuhan ini muncul setelah terpenuhinya kebutuhan primer. Kata
sekunder berasal dari Bahasa Latin secundus yang artinya kedua. Orang
yang telah dapat memiliki rumah secara otomatis akan membutuhkan
perabot untuk mengisi atau melengkapi rumahnya, jadi perabot rumah
tangga bisa dikatakan sebagai kebutuhan sekunder. Setelah kebutuhan
primer terpenuhi orang akan cenderung memenuhi kebutuhan sekundernya
untuk meningkatkan kenyamanan hidupnya.

2222222
Bab 1 - Permasalahan Ekonomi 3

. K
Kata tersier berasal dari kata tertius yang artinya ketiga. Menurut
urutannya kebutuhan ini muncul setelah terpenuhinya kebutuhan primer
dan sekunder. Kebutuhan ini dapat disebut kebutuhan kemewahan,
misalnya mobil Jaguar, berlian, dan berwisata ke Hawai. Pemenuhan
kebutuhan tersebut lebih bersifat untuk menjaga prestise seseorang di
33 tengah masyarakat. Hal yang perlu kamu pahami adalah batas antara
kebutuhan primer, sekunder, dan tersier untuk tiap orang tidaklah sama.
Tergantung kedudukan dan strata ekonomi orang tersebut dalam
masyarakat. Bagi wanita di pedesaan, berlian masih merupakan kebutuhan
tersier atau kemewahan, namun bagi para artis berlian adalah kebutuhan
primer untuk menunjang penampilannya.
2. K M S

. K
Sesuai namanya, kebutuhan ini terkait dengan badan kita.Untuk
menjaga kelangsungan hidup, kita perlu memperhatikan kebutuhan badan
kita seperti: makanan dan minuman yang bergizi, pakaian,istirahat yang
cukup. Itu semua agar kesehatan jasmani kita terjaga dan layak dalam
pergaulan bermasyarakat.Saat ini khususnya di daerah perkotaan sudah
banyak tersedia pusat-pusat kebugaran, salon perawatan tubuh, dan
sebagainya. Fenomena ini menunjukkan bahwa kebutuhan jasmani
semakin diperhatikan pemenuhannya.
. K
Terpenuhinya kebutuhan jasmani belum menjamin seseorang
menjadi bahagia. Kita banyak mendengar kisah yang menceritakan orang
kaya namun mengalami stres atau setidaknya merasa hidupnya tidak
nyaman. Hal ini menunjukan bahwa bukan hanya pemenuhan kebutuhan
jasmani saja yang menentukan kebahagiaan seseorang akan tetapi
kebutuhan rohani juga penting.Yang termasuk kebutuhan rohani
diantaranya: beribadah, berbagi dengan sesama, berekreasi , menonton
film di bioskop, membaca buku, dan sebagainya.
3. K M S
. K
Kebutuhan ini merupakan kebutuhan yang diperuntukkan bagi individu,
sehingga orang yang satu dengan yang lain akan berbeda. Kebutuhan
seorang petani dengan seorang dokter akan berbeda. Petani memerlukan
traktor, pupuk, cangkul, pestisida dan benih tanaman, sedangkan dokter
memerlukan jarum suntik, infuse, stetoskop, dan obat-obatan.
. K
Kebutuhan yang pemanfaatannya untuk kepentingan masyarakat
secara bersama.Misalnya jalan raya, jembatan, pasar, puskesmas, rumah
ibadah, telepon umum, dan lain sebagainya.
4 E k o n o m i SMA - Kelas X

4. K M
kk4 . K
4
Kebutuhan ini pemenuhannya tidak dapat ditunda lagi, harus
sekarang. Jika ditunda bisa berakibat fatal. Misalnya seorang yang
mengalami kecelakaan dengan pendarahan hebat harus segera mendapat
tambahan darah agar jiwanya tidak terancam.
. K
Kebutuhan yang pemenuhannya dilakukan di kemudian hari.
4 Kebutuhan ini berhubungan dengan persediaan atau persiapan untuk akan
datang. Misalnya menabung, membeli polis asuransi, dan lain sebagainya.
5. F - M K
Manusia satu dengan yang lain memiliki kebutuhan yang tidak sama,
hal ini karena sebagai mahluk individu memiliki sifat yang berbeda dengan
manusia lain. Bahkan untuk orang yang terlahir kembar sekalipun. Hal-
hal yang mempengaruhi kebutuhan manusia antara lain:
. K
Kebutuhan orang yang tinggal di daerah kutub berbeda dengan orang
yang tinggal di daerah tropis. Orang yang tinggal di daerah kutub
memerlukan pakaian yang tebal untuk menghangatkan tubuh dari terpaan
hawa dingin, sedangkan orang yang tinggal di daerah tropis memerlukan
pakaian yang menyerap keringat dan berbahan tipis. Hal ini mengingat
keadaan alam tropis yang cenderung panas sehingga tubuh mudah
berkeringat.
Dari gambaran di atas tampak jelas bahwa keadaan alam mempe-
ngaruhi jenis barang yang dibutuhkan manusia. Hal ini bertujuan agar
manusia tetap dapat mempertahankan rasa nyaman tinggal di lingkungan
tempat tinggalnya.
. P
Pada zaman purba manusia belum membutuhkan televisi, saat itu
yang dibutuhkan hanya kebutuhan primer, yaitu terkait kebutuhan makan,
pakaian dan tempat tinggal. Sebagai contoh untuk pemenuhan kebutuhan
makanan dan pakaian, dapat diperolehnya dari hutan.Karena saat itu
makanan dan pakaian yang diperlukan masih sederhana. Namun seiring
perkembangan peradaban, berkembang juga kebutuhan manusia. Saat ini
jika tidak ada televisi serasa masih ada yang kurang.
Bukan hanya televisi, sederet kebutuhan lain seperti telepon seluler,
internet sudah mendesak untuk dipenuhi. Hal ini untuk memudahkan
manusia dalam beraktifitas dan berkomunikasi.

4444444
Bab 1 - Permasalahan Ekonomi 5

. A
Masyarakat di berbagai belahan dunia memiliki adat atau tradisi
yang beragam. Hal ini menimbulkan pola perilaku dan kebiasaan yang
beragam pula, sehingga muncul berbagai kebutuhan untuk lestarinya adat
atau kebiasaan tersebut.
55 Misalnya di Indonesia terdapat bermacam tata upacara perkawinan,
di daerah tertentu ada yang mensyaratkan kembang, gamelan, tari-tarian,
hiasan janur sebagai kelengkapan tradisi. Mungkin di daerah lain berbeda
untuk jenis barang dan jasa kebutuhan dalam upacara perkawinan. Coba
kalian buat daftar kebutuhan untuk upacara perkawinan menurut adat di
daerahmu!
. A
Keberadaan agama yang bemacam-macam dan kepercayaan yang
berbeda mengakibatkan perbedaan kebutuhan pula.Penganut agama Islam
di larang makan daging babi. Sedangkan penganut Hindu dilarang makan
daging sapi. Terkait perlengkapan ibadah, masing-masing agama memiliki
alat tertentu untuk perlengkapan ibadahnya.
Adanya perayaan keagamaan meningkatkan permintaan terhadap
barang tertentu. Ketika Natal tiba permintaan pohon natal meningkat,saat
Tahun Baru Imlek tiba permintaan kue keranjang melonjak, demikian pula
saat lebaran permintaan ketupat dan daging meningkat.
Tugas:
Diskusikan dengan teman-teman dalam kelompok belajar kalian!
Deskripsikan berbagai macam kebutuhan, dan masing-masing berikan
contohnya! Hasilnya dikumpulkan kepada guru kalian!

B. B P K
Untuk memenuhi kebutuhan manusia diperlukan benda berupa barang produksi
maupun jasa. Wujud kebutuhan merupakan benda yang sudah diolah menjadi sesuatu
yang ada nilainnya dalam memuaskan kebutuhan manusia. Benda pemuas kebutuhan
itu sebagai berikut.
1. J - B P K

. M
1) Benda ekonomi
Benda ekonomi yaitu benda pemuas kebutuhan yang untuk
mendapatkannya perlu adanya pengorbanan. Pengorbanan ini biasanya
dalam bentuk uang. Misalnya untuk mendapatkan sepatu baru, tidak bisa
mengambilnya begitu saja dari toko sepatu. Perlu sejumlah uang untuk
membelinya.
6 E k o n o m i SMA - Kelas X

2) Benda Bebas
kk6 Benda bebas yaitu benda pemuas kebutuhan yang cara
6 mendapatkannya bisa mengambil secara bebas, tidak perlu pengorbanan
tertentu. Hal ini dapat terjadi mengingat barang tersebut tersedia dalam
jumlah yang banyak di alam. Contohnya pasir di padang pasir, udara untuk
bernafas pada umumnya, es di daerah kutub, air laut, dan sebagainya.
. B ( )

1) Benda konsumsi
6 Benda konsumsi yaitu benda yang langsung dapat digunakan untuk
memenuhi kebutuhan. Misalnya, pakaian, makanan, dan minuman. Benda
konsumsi juga disebut benda siap pakai.
2) Benda produksi
Benda produksi yaitu benda yang manfaatnya sebagai alat untuk suatu
proses produksi. Contoh benda ini misalnya mesin pabrik, penggilingan
padi, mobil angkutan barang, dan sebagainya
. B

1) Benda substitusi
Benda substitusi yaitu benda yang pemakaiannya dapat saling
menggantikan. Misalnya kereta api dapat menggantikan bus untuk alat
transportasi darat, ketela dapat menggantikan beras sebagai bahan makanan
dan sebagainya.
2) Benda komplemente
Benda komplementer yaitu benda yang akan berguna jika
penggunaanya bersamaan dengan benda lain. Misalnya motor tidak dapat
berjalan tanpa bensin dan balpoint tidak dapat digunakan untuk menulis
jika tanpa tinta.
2. K B P K
Kegunaan benda pemuas kebutuhan dapat digolongkan menjadi empat
macam, yaitu:
. Form utility ( )
Gulungan kain jika dijadikan sebuah baju akan memiliki nilai jual
atau nilai guna yang lebih tinggi, begitu juga sebatang kayu akan memiliki
nilai jual atau nilai guna yang lebih tinggi jika diubah bentuknya menjadi
kursi. Contoh tersebut menunjukkan bahwa yang dimaksudkan dengan
form utility (nilai guna bentuk) adalah perbedaan nilai guna suatu barang
akibat adanya perbedaan bentuk.

6666666
Bab 1 - Permasalahan Ekonomi 7

Dengan adanya perbedaan nilai guna tersebut akan berpengaruh pula


pada manfaat dan harga barang. Baju akan memiliki manfaat dan harga
yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan gulungan kain, begitu juga
kursi tentu memiliki manfaat dan harga yang lebih tinggi bila dibandingkan
dengan kayu yang berupa gelondongan. Karena itulah banyak sekali
perusahaan garmen yang memproduksi pakaian dan perusahaan mebel
77 yang memproduksi perabot rumah tangga. Kedua perusahaan itu
merupakan contoh perusahaan yang menambah nilai guna suatu barang
dengan cara mengubah bentuk barang tersebut.
. Place utility ( )
Batu kapur yang ada di pegunungan kapur dengan batu kapur yang
ada di toko material memiliki bentuk yang sama tetapi tentu saja batu
yang ada di toko memiliki nilai guna yang lebih tinggi, karena dijadikan
sebagai bahan bangunan. Begitu juga air di daerah yang kekurangan air
akan memiliki nilai guna yang lebih tinggi dibandingkan dengan air yang
ada di daerah yang banyak tersedia air.
Contoh tersebut menunjukkan bahwa yang dimaksud dengan place
utility (nilai guna tempat) adalah perbedaan nilai guna suatu barang yang
diakibatkan oleh adanya perbedaan tempat. Perusahaan jasa angkutan
adalah contoh perusahaan yang bergerak dalam bidang ini, yakni
memindahkan barang dari satu tempat ke tempat lain sehingga mampu
meningkatkan nilai guna barang yang dipindahkan tersebut.
. Time utility ( )
Payung akan lebih bermanfaat jika dipakai waktu hujan atau pada
saat hari panas. Begitu juga obat di saat sehat tentu kurang memiliki nilai
guna dibandingkan dengan obat di saat sakit.
Kedua contoh tersebut menunjukkan bahwa, barang yang bentuknya
sama memiliki nilai guna yang berbeda karena adanya perbedaan waktu.
Jadi, yang dimaksudkan dengan time utility (nilai guna waktu) adalah
perbedaan nilai guna suatu barang akibat adanya perbedaan waktu atau
dipakai pada waktu yang tepat. Perusahaan yang biasanya bergerak di
bidang ini adalah Rumah Sakit, pergudangan, apotik, dan sebagainya.
. Ownership utility ( )
Bisa jadi pakaian yang dipakai seorang artis ternama memiliki kualitas
bahan dan harga yang sama dengan pakaian yang kita miliki, namun karena
pernah dipakai atau dimiliki oleh artis jika dilelang akan memiliki nilai
jual yang tinggi. Para penggemarnya akan berlomba untuk mendapatkan
benda dari sang idolanya meskipun dengan membeli dengan harga tinggi.
Bagi penggemarnya pakaian tersebut memiliki nilai guna yang tinggi yakni
sebagai kebanggaan dan kenang-kenangan, juga agar merasa dekat dengan
artis pujaannya. Ini tentu akan berbeda dengan pakaian milik kita. Begitu
juga barang yang tersedia di toko akan memiliki nilai guna yang lebih
tinggi jika dimiliki oleh orang yang membutuhkan barang tersebut.
8 E k o n o m i SMA - Kelas X

Kedua contoh tersebut menunjukkan bahwa barang yang bentuknya


kk8 sama memiliki nilai guna yang berbeda karena adanya perbedaan
8 kepemilikan. Jadi ownership utility (nilai guna kepemilikan) adalah
perbedaan nilai guna suatu barang yang diakibatkan oleh adanya perbedaan
kepemilikan. Contoh perusahaan yang bergerak di bidang ini adalah
warung, pertokoan, dan sebagainya.

G 1.1 Penciptaan nilai guna kepemilikan


S : Buletin Pusat Perbukuan 2004

C. S

Sebagai homo economicus atau mahluk ekonomi manusia memiliki keinginan


yang sangat banyak atau tak terbatas. Dari keinginan inilah kemudian menimbulkan
kebutuhan yang tak terbatas pula. Namun hal yang harus disadari apabila seluruh
kebutuhan harus dipenuhi maka memerlukan barang dan jasa yang tak terbatas
juga. Hal ini dapat terjadi jika terdapat sumber daya yang tidak terbatas. Namun
sayang, sumber daya tersebut tidak pernah ada. Sumber daya yang ada adalah
yang sifatnya terbatas atau langka, yang terdiri atas:
1. S D M
Sumber daya ini menempati posisi yang lebih penting dibadingkan sumber
daya yang lain.Manusia memiliki kesempurnaan jika dibanding mahluk lain,
hal ini karena manusia memiliki akal dan budi. Dengan menggunakan akalnya
secara maksimal, manusia bisa menciptakan berbagai kemajuan dan
kemanfaatan bagi masyarakat. Dengan budi atau nurani manusia bisa berempati
sehingga dalam kehidupan bermasyarakat dapat berjalan selaras berlandaskan
norma-norma.
Sudah terbukti di beberapa Negara betapa peran sumber daya manusia
amat penting. Contohnya Jepang, dari segi luas wilayah termasuk Negara kecil
dan tidak memiliki sumber daya alam, namun dengan segala keterbatasannya
mendorong untuk mengoptimalkan sumber daya manusia yang dimiliki,
sehingga kini Jepang dapat menunjukkan sebagai Negara yang sangat maju
teknologi dan perekonomiannya. Demikian juga halnya dengan Singapura.
Beberapa unsur pembentuk sumber daya manusia berkualitas diantaranya:

8888888
Bab 1 - Permasalahan Ekonomi 9

. K
Semakin tinggi keahlian, semakin banyak yang dapat dikerjakan.Tentu
saja orang yang memiliki keahlian amat dibutuhkan dalam masyarakat.
Dengan keahlian manusia dapat mengelola sumber daya yang tersedia,dapat
mengubah bahan baku menjadi berbagai barang yang bermanfaat.Contoh
99 tukang kayu dapat merubah kayu yang tadinya tidak bermanfaat menjadi
mebel yang berharga tinggi, pelukis dengan bermodalkan kain kanfas, kuas
dan cat dapat menghasilkan lukisan yang berharga jutaan.
. K
Keuletan bisa diartikan sebagai daya tahan terhadap kendala yang
dihadapi. Unsur ini terutama diperlukan ketika mengalami hambatan atau
kendala dalam mengolah sumber daya yang dimiliki. Dengan keuletan
kendala-kendala yang ada dianggap sebagai tantangan dan tidak
menjadikannya surut dalam berkarya menghasilkan produk-produk baru.
. K
Kejujuran menempati posisi yang penting dalam kaitannya dengan
kualitas sumber daya manusia. Kejujuran selalu diperlukan apapun
kedudukan orang tersebut. Pemimpin perusahaan yang jujur disukai
bawahannya yang pada akhirnya kepemimpinannya didukung oleh
bawahan sehingga perkembangan perusahaan pesat.
. K
Negara-negara maju seperti Jepang, Amerika, dan Singapura rata-
rata warganya memiliki tingkat kedisiplinan yang tinggi. Dengan
kedisiplinan target-target yang telah direncanakan dapat dicapai.Pimpinan
dan karyawan yang disiplin akan membawa kemajuan bagi perusahaannya.

2. S D A
Sumber daya ini dapat memberi banyak manfaat jika dikelola dengan baik,
sebaliknya dapat pula menimbulkan bencana jika dieksploitasi secara
berlebihan. Sumber daya alam terdiri dari:
. T
Tanah dapat dimanfaatkan untuk pertanian, lokasi usaha dan sebagai
bahan bangunan. Tanah ini juga sering disebut property yang dari tahun
ke tahun harganya semakin mahal.
. A
Air merupakan sumber daya yang vital. Air dapat dimanfaatkan untuk
pembangkit listrik, perikanan, irigasi, pariwisata dan sebagainya.
10 E k o n o m i SMA - Kelas X

. H
kk10 Banyak kekayaan alam yang terdapat di hutan, seperti aneka flora
10
dan fauna. Manfaatnya antara lain sebagai sumber penghasil oksigen,
sumber bahan baku industri kayu dan sebagai peresapan air.
. B
Berbagai macam hasil tambang yang banyak dibutuhkan manusia
antara lain emas, minyak bumi, besi, timah, permata, timah, nikel, dan
sebagainya.
10 . E
Energi yang terdapat di alam antara lain sinar matahari, angin,
gelombang laut, nuklir, panas bumi dan lain sebagainya. Energi-energi
tersebut jika dieksploitasi dengan baik akan memberi manyak manfaat
bagi manusia.

3. S D M
Modal merupakan sumber daya yang penting. Unsur-unsur modal
diantaranya informasi, teknologi, fasilitas fisik dan peralatan. Informasi amat
diperlukan untuk menjalin kerja sama dengan Negara lain. Teknologi bertujuan
memudahkan aktifitas manusia, hal ini terkait dengan penemuan baru, mesin-
mesin, dan alat telekomunikasi. Untuk menambah pemasukan negara, negara
memerlukan dana yang dapat diperoleh melalui pajak, berbagai sumber
pendapatan negara dan kredit dari negara donor.
. M ( )
1) Modal perorangan
Modal ini hanya dimiliki oleh individu atau satu orang.
Contohnya modal berupa bunga deposito, upah, sewa, dan lain-
lain.
2) Modal kemasyarakatan
Modal ini untuk kepentingan orang banyak. Contohnya jalan,
jembatan, listrik, dan pasar.
. M ( )
1) Modal tetap
Merupakan modal yang tidak langsung habis sekali pakai, dapat
dipakai lebih dari satu kali produksi. Misalnya: gedung, mobil,
mesin dan peralatan.
2) Modal lancar
Merupakan modal yang habis dalam satu kali proses produksi.
Misalnya kertas, tinta dan bahan baku.
. M
1) Berwujud uang

10101010101010
Bab 1 - Permasalahan Ekonomi 11

2) Berwujud barang, contohnya gedung, tanah, alat transportasi


dan mesin
. M ( )
1) Konkrit, merupakan modal yang terlihat nyata dalam proses
produksi. Contohnya mesin, bahan baku, uang dan kendaraan.
1111 2) Abstrak, merupakan modal yang tidak tampak namun
manfaatnya besar bagi perusahaan.Contohnya nama baik
perusahaan, kecakapan berpromosi dan profesionalitas pegawai.
. M ( )
1) Modal sendiri, modal yang merupakan milik pribadi. Contohnya
saham, tabungan, deposito.
2) Modal pinjaman, modal yang diperoleh dari pinjaman pihak
lain. Contohnya kredit, utang bank dan sebagainya.

Tugas:
Carilah berita/ ulasan atau kliping di media massa seperti koran atau majalah
yang memuat kelangkaan suatu produk!
1. Dari berita di media massa, kritisi atau berikan komentar atau ulasan kalian!
2. Definisikan apa yang dimaksud dengan kelangkaan!
3. Apa dampaknya jika suatu barang/ produk mengalami kelangkaan!
4. Deskripsikan apa yang dimaksud dengan barang ekonomi dan barang bebas?
Kerjakan secara individu dan hasilnya dikumpulkan kepada guru kalian!

D. M P E
Karena keterbatasan sumber daya maka perlu adanya skala prioritas dengan
mempertimbangkan tiga permasalahan perekonomian fundamental yaitu:
1. A (What ?)
Barang atau jasa apa yang akan diproduksi, perlu ditentukan dengan
cermat juga jumlah produksinya. Untuk dapat mengetahui secara tepat
perlu dilakukan penelitian atau survey pasar. Misalnya memiliki sebidang
tanah yang terletak di tepi jalan raya, akan diapakan tanah tersebut?
ditanami kedelai, jagung, dijadikan kebun tanaman hias, atau dibangun ruko?
begitu juga jika memiliki sejumlah dana, akan digunakan untuk memproduksi
apa dan berapa jumlahnya, agar diperoleh keuntungan yang maksimum.
Pertanyaan-pertanyaan tersebut harus dicari jawabannya dengan
cermat. Hal ini mengingat kesalahan dalam memberi jawaban akan
berakibat tidak terpenuhinya kebutuhan masyarakat sehingga keuntungan
yang akan diperoleh produsen menjadi hilang.
12 E k o n o m i SMA - Kelas X

2. B (How ?)
kk12 Setelah adanya kepastian mengenai jenis dan jumlah barang yang
12
dikehendaki masyarakat, langkah berikutnya adalah melakukan persiapan
untuk memproduksi produk tersebut. Faktor-faktor penting yang perlu
dipertimbangkan antara lain:
a. Bagaimana memilih kombinasi sumberdaya yang digunakan , yaitu
sumber daya alam, sumber daya manusia dan sumber daya modal,
sehingga diperoleh hasil optimal dalam pemenuhan kebutuhan
masyarakat.
12 b. Bagaimana mengelola biaya produksi agar dengan biaya minimum
diperoleh laba maksimum.
c. Bagaimana memilih teknik produksi, apakah menggunakan teknik
produksi yang padat karya ataukah padat modal. Masing-masing
memiliki kelebihan tersendiri. Jika menggunkan teknik padat karya
kelebihannya banyak menyerap tenaga kerja secara otomatis
mengurangi pengangguran. Sedangkan teknik yang padat modal lebih
menekankan penggunaan alat, mesin, dan teknologi yang canggih
sehingga produksi dapat lebih efisien.
3. S (For Whom ?)
Untuk merumuskan jawaban dari pertanyaan “untuk siapa” hal-hal yang
perlu dipertimbangkan antara lain:
a. Siapa pengguna atau pemakai produk yang diproduksi?
b. Bagaimana cara distribusi agar barang atau jasa sampai pada
konsumen?
Setelah ada penentuan yang jelas tentang barang atau jasa apa yang
akan diproduksi,bagaimana cara memproduksi dan untuk siapa barang
diproduksi (what, how, dan for whom) langkah selanjutnya adalah
melaksanakan produksi sesuai rencana tersebut. Dalam pelaksanaan ini
perlu konsistensi agar tidak ada pihak yang mengalami kerugian. Untuk
itu harus teliti benar dalam merumuskan tiga permasalahan pokok ekonomi
tersebut.
Sebagai contoh, seseorang pemilik modal memiliki sebidang tanah
yang cukup luas, dari hasil survey, dan pertimbangan what, how, dan for
whom diputuskan di atas tanah tersebut akan dibangun sebuah pabrik
tekstil. Tahap berikutnya pemilik modal berusaha mendapatkan faktor-
faktor produksi lain yang dibutuhkan antara lain mesin-mesin dan tenaga
kerja.
Ketika semua faktor telah siap untuk proses produksi, namun tanpa diduga
terjadi goncangan ekonomi nasional sehingga mengakibatkan lesunya
pasar produk tekstil dalam negeri. Untuk mencoba pasar luar negeri belum
berani mengingat kualitas produk belum mampu bersaing dengan produk
luar negeri.
Hal ini mendorong pemilik modal untuk memikirkan kembali
keputusannya, setelah mempertimbangkan semua hal akhirnya sampailah

12121212121212
Bab 1 - Permasalahan Ekonomi 13

pada keputusan bahwa langkah terbaik adalah merubah produksi dari


memproduksi tekstil ke produk lain yang saat itu dirasa lebih menguntungkan
yaitu mebel. Pemilik modalpun menjual mesin-mesin tekstil untuk dibelikan
mesin-mesin baru yang diperlukan untuk pembuatan mebel.
Meskipun keputusan yang diambil pemilik modal adalah tepat,
namun demikian agar tidak mengalami kerugian, pihak yang perlu
1313 mendapat perhatian adalah para tenaga kerja, secara otomatis kehilangan
kesempatan bekerja mengingat tenaga kerja yang ada tidak memiliki
kemampuan yang cukup untuk bekerja di perusahaan pembuatan mebel.
Jika tidak dicari solusi yang menguntungkan keduabelah fihak bisa
mengakibatkan memburuknya hubungan perusahaan dengan
karyawannya.Yang pada akhirnya dapat mengganggu kelancaran proses
produksi di bidang baru tersebut.

G 1.2 Demonstrasi mempengaruhi produktifitas


Sumber: Solo Pos 2006

Tugas:
Diskusikan dengan teman-teman dalam kelompok belajar kalian!
Carilah atau identifikasi minimal 2 (dua) permasalahan pokok ekonomi (what,
how dan for whom) di daerah dimana kalian tinggal! Kaji secara mendalam.
Hasilnya di presentasikan kelompok kalian di depan kelas!

E. S E
Dalam mengatasi permasalah pokok perekonomian yang sudah dibahas di
atas setiap masyarakat memiliki cara pemecahan atau sistem yang berbeda.
Hal ini dipengaruhi oleh pengetahuan yang dimiliki, kebiasaan , dan faktor
politik yang berlaku pada masyarakat yang bersangkutan. Sebagai contoh,
masyarakat tradisional memiliki cara tersendiri dalam mengatasi masalah
ekonominya, yang tentu akan berbeda dengan cara masyarakat modern. Pada
masyarakat yang telah modern juga terdapat perbedaan yang kemudian muncul
berbagai sistem ekonomi. Sistem-sistem ekonomi tersebut adalah:
14 E k o n o m i SMA - Kelas X

1. S E T
kk14 Sistem ini terdapat pada masyarakat yang cara hidupnya masih tradisional.
14
Mereka memproduksi sendiri barang-barang yang diperlukan meskipun dengan
cara sederhana mengingat mereka belum mengenal teknologi, jika ada masih
sangat sederhana. Semua kegiatan berdasar tradisi yang telah dilaksanakan
secara turun temurun. Kegiatan ekonomi lebih tertuju untuk mempertahankan
yang telah ada, tidak ada usaha untuk memperoleh sesuatu yang baru, karena
mereka menganggap apa yang mereka miliki telah memadai.
Secara umum kebutuhannya tidak lebih dari kebutuhan makan dan minum
yang dapat mereka atasi dengan bercocok tanam, beternak, dan berburu. Pada
14
sistem ini perdagangan belum dikenal.
. C -
1) Kegiatan ekonomi hanya mengandalkan sektor pertanian
(agraris).
2) Belum mengenal perdagangan.
3) Rumah tangga produksi masih menyatu dengan rumah tangga
konsumsi (produsen mengkonsumsi sendiri barang yang
diproduksinya).
. S
1) Kegiatan ekonomi hanya untuk memenuhi kebutuhan sendiri,
jadi dalam hal ini masyarakat tidak dibebani target yang berat.
2) Segala sesuatu berdasar tradisi atau kebiasaan sehingga tidak
terdapat persaingan.
. S
1) Sulit terjadi kemajuan karena perubahan dianggap sesuatu yang
tabu.
2) Kegiatan ekonomi hanya sekedar pemenuhan kebutuhan hidup,
bukan untuk meningkatkan kesejahteraan.
3) Belum memperhitungkan efisiensi dan efektifitas dalam
memproduksi.
2. S E T /K
Sistem ekonomi terpusat (tersentralisasi) disebut juga sistem ekonomi
komando. Dalam sistem ini jenis dan jumlah barang yang diproduksi ditentukan
oleh pemerintah. Dalam hal ini pemerintah memiliki ke kuasaan yang besar
terhadap faktor-faktor produksi mengingat sebagian besar faktor produksi adalah
milik pemerintah. Pencetus gagasan ekonomi terpusat adalah Karl Mark.
Sosialisme dan komunisme merupakan contoh sistem ekonomi terpusat.
Ciri sosialisme yaitu kepemilikan dan kontrol atas semua industri penting
dilakukan oleh pemerintah, meskipun demikian swasta masih diperbolehkan
mengelola industri yang tidak terlalu penting seperti pertokoan, rumah makan
dan lainnya. Sedangkan pada komunisme tidak terdapat kepemilikan pribadi,

14141414141414
Bab 1 - Permasalahan Ekonomi 15

semua barang dimiliki oleh umum, negara mengendalikan sepenuhnya faktor


produksi juga rencana produksi. Contoh negara yang menganut komunisme
saat ini adalah Kuba, dan Korea Utara.
. C - S
1) Pemerintah bertanggung jawab atas keputusan produksi,
1515 konsumsi dan distribusi.
2) Semua faktor produksi dan modal milik pemerintah
3) Hak pribadi tidak diakui. Semuanya diatur oleh pemerintah.
4) Pemerintah tidak memberi kebebasan yang cukup kepada
perseorangan maupun kelompok untuk melakukan kegiatan
ekonomi.
. S
1) Penentuan dan pelaksanaan produksi dan distribusi relative lebih
mudah.
2) Pemerataan dan pengendalian harga relative lebih mudah
dilakukan.
3) Pengangguran dapat dikendalikan.
. S
1) Karya cipta pribadi kurang dihargai pemerintah sehingga
mematikan kreatifitas masyarakat.
2) Kebutuhan ekonomi masyarakat sangat kompleks sehingga
pemerintah kesulitan menghitung secara pasti berapa yang
dibutuhkan masyarakat dan berapa pula biaya kegiatan produksi
yang diperlukan secara sentral.
3) Barang yang didistribusikan oleh pemerintah tidak selalu yang
dibutuhkan oleh masyarakat
3. S E P
Pencetus gagasan Sistem Ekonomi Pasar adalah Adam Smith. Ia
berpendapat bahwa “Kemakmuran bangsa akan terjamin jika setiap orang diberi
kebebasan untuk menentukan sendiri, apa, berapa, di mana, dan bagaimana
melakukan kegiatan ekonomi” pemikirannya tersebut dimuat dalam buku An
Inquiri into the Nature and Causes of the wealth of Nations.
Menurut sistem ekonomi pasar, sering disebut juga sitem perekonomian
liberalis, sistem perekonomian yang paling tepat untuk mendorong kesejahteraan
bangsa adalah sistem ekonomi di mana pemerintah memberi kebebasan kepada
individu dan badan-badan swasta untuk melakukan produksi dan konsumsi
menurut pertimbangan sendiri.
Sedangkan jenis dan jumlah barang atau jasa yang diproduksi, untuk siapa
sasaran produksi serta cara distribusi ditentukan oleh mekanisme pasar yaitu
hubungan permintaan dan penawaran. Pemerintah memberi kebebasan dalam
penggunaan sumber-sumber ekonomi.
16 E k o n o m i SMA - Kelas X

. C -
kk16 1) Hak milik setiap orang diakui, bahkan diberi kebebasan untuk
16
memiliki barang modal.
2) Seluruh aktifitas ekonomi dilakukan oleh swasta atau
masyarakat.
3) Pemerintah tidak campur tangan dalam mekanisme pasar.
Namun dalam kenyataan saat ini tidak ada satu negara pun yang
sama sekali tidak campur tangan dalam kegiatan ekonomi. Hal
ini tentunya bertujuan agar kesejahteraan masyarakat secara
16 umum tetap terperhatikan.
4) Terjadi persaingan secara bebas
. S
1) Terjadi efisiensi dan efektifitas yang tinggi, mengingat semua
tindakan dilandasi motif ekonomi.
2) Kreatifitas masyarakat dalam kegiatan ekonomi berkembang
karena diberi kebebasan berusaha, memilih pekerjaan dan
menentukan konsumsi.
3) Barang-barang yang ada di pasar bermutu tinggi karena yang
kurang bermutu tidak diterima oleh pasar.
4) Perseorangan dan badan-badan swasta bebas memilih dan
memiliki alat produksi.
. S
1) Terjadi persaingan yang tidak sehat.
2) Pemerataan pendapatan sulit dicapai, mengingat sistem ini
cenderung memberi balas jasa yang sangat tinggi terhadap orang
yang memiliki keahlian namun memberi balas jasa yang sangat
rendah kepada orang yang tidak memiliki keahlian.
3) Terdapat kecenderungan pemilik modal untuk mengeksploitasi
kaum pekerja, dan sumber-sumber ekonomi.
4) Monopoli yang terjadi akibat persaingan bebas dapat merugikan
masyarakat.
4. S E C
Seperti namanya, sistem ini merupakan campuran atau kombinasi dengan
mencoba mengambil masing-masing sisi positif dari sistem ekonomi terpusat
dan sistem ekonomi pasar. Oleh karena itu sistem ini banyak dianut oleh Negara-
negara di dunia. Meskipun demikian bukan berarti sistem ekonomi yang
dijalankan di tiap negara tersebut sama antara negara yang satu dengan lainnya.
Perbedaan terjadi karena tiap negara memiliki proporsi yang tidak sama dalam
mengambil unsur baik dari sistem ekonomi terpusat maupun sistem ekonomi
pasar.
Oleh karena itu sistem ini banyak dianut oleh negara-negara di dunia,
termasuk Malaysia, Singapura dan Indonesia. Meskipun demikian, sistem

16161616161616
Bab 1 - Permasalahan Ekonomi 17

ekonomi Indonesia kurang tepat jika disebut sistem campuran, mengapa? Karena
merupakan sistem ekonomi yang khas yang berasal dari kepribadian bangsa
Indonesia sendiri, yang dikenal dengan istilah Sistem Ekonomi Pancasila. Prof.
Mubyarto mengatakan bahwa “sistem ekonomi Pancasila mencerminkan
keseimbangan antara kepentingan umum dengan kepentingan individu”’

1717 Ciri-ciri Sistem Ekonomi Campuran


1) Merupakan kombinasi antara sistem ekonomi terpusat dan sistem ekonomi
pasar
2) Sumber daya yang penting seperti listrik, air, telekomunikasi,dan
transportasi dikuasai oleh pemerintah
3) Intervensi pemerintah ditandai dengan adanya undang-undang dan
kebijakan ekonomi sehingga persaingan tidak sehat dapat dihindari.
4) Terjadinya keseimbangan peran antara pemerintah dan swasta

Tugas:
Diskusikan dengan teman-teman dalam kelompok belajar kalian!
Mengapa banyak permasalahan ekonomi di Indonesia yang masih belum bisa
diselesaikan dengan baik! Apakah karena sistem ekonomi yang dipakai di
Indonesia belum sesuai atau lebih banyak disebabkan oleh orang-orang/
personal yang terlibatnya, jadi bukan karena sistemnya? Jelaskan jawaban
kalian! Hasilnya dikumpulkan kepada guru kalian!

Rangkuman

1. Kebutuhan menurut intensitas kemanfaatan dibedakan menjadi:


a. Kebutuhan primer
b. Kebutuhan sekunder
c. Kebutuhan tersier
2. Kebutuhan menurut sifatnya:
a. Kebutuhan Jasmani
b. Kebutuhan Rohani
3. Kebutuhan menurut subyeknya:
a. Kebutuhan perseorangan
b. Kebutuhan kolektif
4. Kebutuhan menurut waktunya:
a. Kebutuhan sekarang
b. Kebutuhan yang akan datang
5. Hal-hal yang dapat mempengaruhi kebutuhan antara lain: keadaan alam, peradaban,
adat istiadat, dan agama
6. Jenis-jenis benda pemuas kebutuhan:
a. Menurut cara mendapatkannya: benda ekonomi, benda bebas,
b. Benda menurut kegunaanya (utility): benda konsumsi, benda produksi
18 E k o n o m i SMA - Kelas X

c. Benda menurut hubungannya dengan benda lain; benda substitusi, benda


kk18 komplementer
18
7. Kegunaan barang pemuas kebutuhan dibedakan menjadi :Form utility (nilai guna
bentuk), Place utility (nilai guna tempat), Time utility (nilai guna waktu), Ownership
utility (nilai guna kepemilikan)
8. Berbagai macam sistem ekonomi :
a. Sistem Ekonomi Tradisional
b. Sistem Ekonomi Terpusat
c. Sistem Ekonomi Pasar
d. Sistem Ekonomi Campuran
18

Latihan
I. Berilah tanda silang (x) huruf a, b, c, d, atau e pada jawaban yang paling benar!
1. Penyebab timbulnya kelangkaan adalah ...
a. kebutuhan yang tidak sebanding dengan jumlah alat pemuas kebutuhan
b. banyaknya konglomerat
c. akibat yang kaya semakin kaya
d. penguasaan dari kaum kapitalis
e. rendahnya daya beli
2. Bu Darmo tinggal di kampung, Ia lebih menyukai memasak menggunakan
kayu bakar daripada menggunakan kompor minyak. Untuk kasus ini, kayu
bakar merupakan benda ...
a. komplementer
b. substitusi
c. bebas
d. konsumsi
e. elite
3. Survei pasar sangat penting untuk membantu perusahaan dalam mengatasi
salah satu permasalahan ekonomi, yaitu ...
a. apa yang diproduksi
b. bagaimana cara memproduksi
c. untuk siapa barang/jasa diproduksi
d. siapa yang memproduksi
e. kapan waktu memproduksi

18181818181818
Bab 1 - Permasalahan Ekonomi 19

4. Badan ekonomi dunia yang bertugas mengatur tata perdagangan dunia dalam
rangka pedagangan bebas adalah ...
a. WTO d. UNDP
b. ILO e. UNICEF
c. FAO
1919 5. Masalah ekonomi yang ada menunjukkan bahwa manusia merupakan ...
a. mahluk sosial
b. mahluk religius
c. mahluk ekonomi
d. mahluk biologis
e. mahluk politik
6. Terbatasnya sumber daya yang ada, sedangkan kebutuhan manusia tidak terbatas
menyebabkan timbulnya ...
a. kebutuhan
b. masalah ekonomi
c. kelangkaan
d. permintaan yang tidak terbatas
e. persediaan yang terbatas
7. Air laut yang melimpah temasuk benda ...
a. ekonomi
b. bebas
c. konsumsi
d. produksi
e. berwujud
8. Seorang siswa yang berhenti menulis karena pulpennya kehabisan tinta.Dalam
hal ini pulpen dan tinta merupakan ...
a. benda komplementer
b. benda bebas
c. benda ekonomi
d. benda substitusi
e. benda berwujud
9. Pemerintah menerapkan tarif pajak, dalam hal ini pemerintah berperan dalam
perekonomian negara sebagai ...
a. produsen d. agen
b. konsumen e. distributor
c. pengatur
10. Individu tidak dapat bebas dalam melakukan usaha.Hal ini merupakan ciri sistem
ekonomi ...
a. tradisional d. pasar
b. terpusat e. campuran
c. pasar
20 E k o n o m i SMA - Kelas X

11. Salah satu ciri sistem ekonomi pasar adalah ...


kk20 a. pemerintah ikut campur tangan dalam perekonomian
20 b. harga diserahkan pada mekanisme pasar
c. pemerintah hanya mengelola sebagian sumber daya
d. hampir semua negara menganut sistem ini
e. pemerintah mengatur perdagangan dalam taraf tertentu
13. Sisi positif sistem ekonomi pasar yaitu ...
a. tidak terdapat pengangguran
b. pendapatan terdistribusi secara merata
20 c. masyarakat bebas berusaha dan berkreasi
d. tidak terjadi persaingan
e. pemeintah menguasai faktor produksi
14. Menabung di bank termasuk kebutuhan ...
a. pimer
b. sekunder
c. jasmani
d. rohani
e. masa akan datang
15. PLN merupakan wujud peran pemerintah dalam perekonomian yaitu
sebagai ...
a. podusen
b. konsumen
c. distributor
d. pengatur
e. pemilik

II. Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan singkat !


1. Apa penyebab terjadinya kelangkaan?
2. Jelaskan hubungan antara keinginan, kebutuhan dan kelangkaan!
3. Jelaskan hubungan antara kelangkaan dengan alokasi sumber daya!
4. Sebutkan langkah-langkah yang sebaiknya dilakukan jika seseorang
menghadapi banyak pilihan!
5. Dalam sebuah sistem ekonomi, sebutkan perbedaan antara komunisme dan
sosialisme?
6. Sebutkan masalah ekonomi yang paling pokok?
7. Menurutmu sistem ekonomi apa yang dipakai di Indonesia?
8. Dapatkah sebuah sistem ekonomi mengalami perubahan?
9. Siapakah tokoh peletak dasar sistem ekonomi liberal, komunis dan campuran?

20202020202020
Bab 2 - Perilaku Konsumen dan Produsen 21

PERILAKU KONSUMEN DAN


PRODUSEN

Tujuan Pembelajaran :
Setelah mempelajari bab ini diharapkan siswa mampu:
1. Mendeskripsikan manfaat dan nilai suatu barang,
2. Menarik kesimpulan tentang hukum Gossen,
3. Mendeskripsikan teori perilaku konsumen,
4. Memberi contoh pola hidup hemat dan bersahaja (efisien) dalam perilaku konsumsi,
5. Menarik kesimpulan tentang tabel dan grafik persamaan produksi,
6. Mendeskripsikan teori produksi,
7. Mengidentifikasi perilaku produsen yang mengutamakan kepentingan masyarakat dan
merugikan masyarakat

Peta Konsep

Perilaku Produsen dan


Konsumen

Konsumen Produsen Circulair Flow Diagram

Tujuan Konsumsi

Produksi Faktor Produksi


Perilaku Konsumen

Pendekatan Kardinal

Pendekatan Ordinal

Kata Kunci

Konsumen, produsen, perilaku konsumen, perilaku produsen, circulair flow diagram.


22 E k o n o m i SMA - Kelas X

Pengantar

Dalam sebuah perekonomian ada yang berperan sebagai produsen dan konsumen.
Setiap orang pasti selalu menjadi seorang konsumen tetapi tidak semua orang mampu
menjadi seorang produsen.
Setiap perekonomian terdiri dari tiga kelompok ekonomi yaitu konsumen, produsen,
dan pemilik faktor produksi. Setiap orang tanpa kecuali termasuk kalian yang masih
sekolah, adalah sebagai konsumen. Perilaku konsumen pada dasarnya tindakan seseorang
dalam mengalokasikan penghasilannya yang terbatas jumlahnya untuk mendapatkan
barang dan jasa agar memberikan kepuasan yang maksimum. Jika Seseorang dapat
memahami akan hal ini, maka niscaya Ia dapat memaksimumkan kepuasannya walau
dengan penghasilan yang terbatas jumlahnya.
Sementara perilaku produsen juga merupakan tindakan seseorang/ badan dalam
mengalokasikan sumber daya ekonomi (faktor produksi) untuk menghasilkan barang
atau jasa secara efisien. Dengan efisiensi yang dilakukan, maka akan memberikan
keuntungan kepadanya secara maksimal. Manakala seseorang dapat melakukan hal ini,
maka Ia sebagai produsen yang akan mendapatkan keuntungan yang maksimum dalam
mengalokasikan atau memanfaatkan sumber daya ekonomi yang tersedia.
Materi ini sangat dekat dengan mata pelajaran geografi, dimana faktor geografi
akan menentukan tindakan seseorang sebagai konsumen (perilaku konsumen) dan
tindakan seseorang sebagai produsen (perilaku produsen).
Masyarakat kota memiliki perilaku konsumsi yang berbeda jika dibandingkan
dengan masyarakat desa atau pegunungan. Demikian pula tindakan atau perilakunya
dalam mengalokasikan sumber daya yang ada. Di kota masyarakat lebih bersifat konsumtif
karena ditunjang dengan berbagai perkembangan modernisasi yang memunculkan pasar-
pasar modern seperti supermarket, hipermarket, dan lain sebagainya. Dengan demikian
perilaku konsumen juga sangat dipengaruhi dengan kemajuan lingkungan sekitarnya.

A. Perilaku Konsumen

1. Pengertian Konsumsi dan Konsumen


Konsumsi adalah kegiatan menghabiskan atau mengurangi nilai guna suatu
barang dan jasa. Makan nasi adalah merupakan kegiatan konsumsi karena
menghabiskan nilai guna nasi, memakai baju juga merupakan kegiatan konsumsi
karena mengurangi nilai guna baju. Kedua contoh di atas merupakan contoh
sederhana dari kegiatan konsumsi.
Masih banyak contoh lain karena manusia memiliki kebutuhan yang
beraneka ragam. Kegiatan pemenuhan kebutuhan yang sifatnya menghabiskan
atau mengurangi nilai guna barang atau jasa tersebut yang disebut dengan
konsumsi.
Contoh yang lain tentang kegiatan konsumsi adalah membaca buku,
menonton televisi, memotong kuku, bermain sepak bola, berobat ke dokter,
menelpon, naik sepeda motor, dan sebagainya.
Bab 2 - Perilaku Konsumen dan Produsen 23

Lalu apa yang dimaksud dengan konsumen? Konsumen adalah orang atau
pihak yang melakukan kegiatan konsumsi tersebut. Misalnya siswa merupakan
konsumen pendidikan, pasien merupakan konsumen pengobatan, bahkan semua
orang dapat berperan sebagai konsumen karena semua orang selalu berupaya
untuk memenuhi kebutuhan seperti makan, minum, berpakaian, berekreasi,
dan sebagainya.
2. Tujuan Konsumsi
Berdasarkan pengertian di atas dapat dikatakan bahwa sebenarnya konsumsi
bertujuan untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia guna memperoleh
kepuasan. Jadi tujuan akhir dari kegiatan konsumsi adalah kepuasan. Jika kita
lapar makan akan merasa puas jika sudah makan, begitu juga kita akan merasa
puas jika kita haus memperoleh minuman yang segar.
3. Nilai Suatu Barang
Setiap rumah tangga mesti mempunyai pengetahuan yang pasti tentang
penghasilan yang diterimanya dalam jangka waktu tertentu, misalnya satu
minggu atau satu bulan. Setiap rumah tangga juga mengetahui mengenai barang
dan jasa yang ingin dibeli dalam jangka waktu itu.
Masalah yang dihadapi oleh setiap keluarga, juga termasuk keluarga kalian
adalah “Bagaimana membelanjakan uang penghasilan yang jumlahnya terbatas
untuk barang atau jasa, agar mendapatkan kesejahteraan atau kepuasan yang
maksimum”.
Barang atau jasa yang nyata-nyata dibutuhkan oleh setiap keluarga untuk
memenuhi kebutuhan, maka barang atau jasa tersebut memiliki “nilai guna”
atau ”manfaat” bagi keluarga. Nilai guna atau manfaat suatu barang atau jasa
dalam pengertian ekonomi yaitu kemampuan atau daya barang atau jasa dalam
memenuhi kebutuhan manusia.
Seseorang memberi nilai terhadap motor, karena dengan motor dapat lebih
cepat mencapai tujuan. Motor memiliki daya guna memuaskan kebutuhan.
Demikian juga untuk barang-barang atau jasa yang lain, seperti sandang, pangan,
papan, obat-obatan, dan lain sebagainya. Semuanya itu memiliki daya guna
atau nilai untuk memuaskan kebutuhan manusia.
Nilai suatu barang dapat dibedakan menjadi dua, yaitu nilai pakai (value
in use) dan nilai tukar (value in exchange)
a. Nilai pakai (value in use)
Nilai pakai adalah kemampuan suatu barang untuk dapat memuaskan
kebutuhan. Misalnya buku pelajaran ekonomi, tas sekolah, buku tulis,
beras, tektil, perumahan, dan kendaraan, yang semua mempunyai nilai
pakai. Tinggi atau rendahnya nilai pakai barang ditentukan oleh intensitas
kebutuhan, tempat dan waktu. Contohnya baju dingin akan tinggi nilainya
jika dibutuhkan di daerah pegunungan yang berhawa dingin, apalagi di
waktu musim salju.
24 E k o n o m i SMA - Kelas X

Nilai pakai terdiri dari dua macam, yaitu:


1) Nilai pakai subjektif
Adalah nilai/arti yang diberikan oleh seseorang pada suatu barang,
sehubungan dengan kemampuan barang untuk memenuhi/memuaskan
kebutuhan. Misalnya Buku pelajaran ekonomi bagi siswa, buku tulis bagi
siswa, tas sekolah bagi siswa, nasi bagi orang yang lapar.
2) Nilai pakai objektif
Adalah kemampuan suatu barang untuk dapat memuaskan kebutuhan
manusia pada umumnya. Misalnya sandang, makanan, perumahan sangat
bernilai bagi suatu keluarga, buku pelajaran sangat bernilai bagi siswa
SMA.
b. Nilai Tukar (value in exchange)
Nilai tukar ialah kemampuan suatu barang untuk dapat ditukarkan
dengan barang lain di pasar. Misalnya : Buku pelajaran ekonomi, tas
sekolah, buku tulis, beras, tekstil, tembakau, cengkeh, obat-obatan
memiliki nilai tukar. Tinggi atau rendahnya nilai tukar suatu barang
ditentukan oleh nilai pakai barang tersebut. Contoh beras memiliki nilai
pakai yang lebih besar daripada pasir, sehingga nilai tukar beras lebih
tinggi daripada nilai tukar pasir. Bila suatu barang semakin tinggi nilai
pakainya, maka nilai tukarnya juga akan semakin tinggi. Faktor lain yang
juga ikut menentukan tinggi atau rendahnya nilai tukar suatu barang adalah
faktor persediaan. Makin sedikit persediaan makin tinggi nilai tukarnya.
Misalnya : beras, gula pasir, semen, besi baja, dan lain sebagainya. Nilai
tukar terdiri dari dua macam, yaitu:
1) Nilai tukar subjektif
Adalah nilai/arti yang diberikan seseorang pada suatu barang,
sehubungan kemampuan suatu barang untuk dapat ditukarkan dengan
barang lain. Seorang petani memberikan penilaian pada padi yang
dihasilkannya menurut ukurannnya sendiri
2) Nilai tukar objektif
Adalah kemampuan suatu barang untuk dapat ditukarkan dengan
barang lain. Hampir semua barang yang ada di dalam masyrakat
mempunyai nilai tukar objektif, karena setiap manusia tidak membuat
sendiri barang-barang yang ia butuhkan. Semakin maju pembagian kerja
dalam masyrakat, makin mudah kita memperoleh barang-barang dengan
jalan pertukaran. Maka dengan sendirinya barang-barang tersebut
mempunyai nilai tukar objektif. misalnya: mengganti penggunaan bus
menjadi taxi. Hal ini terjadi karena bus memiliki nilai tukar objektif dengan
taxi.
4. Teori Nilai
Teori nilai memberikan jawaban atas pertanyaan Apakah sebabnya barang-
barang mempunyai nilai? Dan faktor-faktor mana yang mempengaruhi tinggi/
rendahnya nilai suatu barang. Beberapa ahli ekonomi membahas teori nilai
Bab 2 - Perilaku Konsumen dan Produsen 25

menurut pandangannya masing-masing. Dalam garis besarnya, teori nilai dapat


dibedakan menjadi dua golongan yaitu : teori nilai objektif, dan teori nilai
subjektif.
a. Teori Nilai Objektif
Mazhab Klasiklah yang pertama kali mempelajari soal nilai, terutama
nilai tukar. Teori nilai objektif menyelidiki nilai suatu barang dengan barang
itu sendiri sebagai objek penelitian. Bagaimana terjadinya barang itu? apakah
barang itu mempunyai guna pakai dan guna tukar? Dalam hal menilai,
produsen mempunyai peranan penting, karena produsenlah yang
menghasilkan barang serta mengetahui seluk-beluk proses produksi barang
itu sampai dapat dijual di pasar.
Sebagai dasar dalam penyelidikan teori nilai objektif ialah:
1) barang yang akan diselidiki.
2) penilaian dari pihak produsen.
3) apakah barang itu memiliki guna pakai dan guna tukar?
Beberapa pelopor teori nilai objektif yaitu: Adam Smith dengan teori
nilai biaya produksi, David Ricardo: teori nilai biaya produksi tenaga kerja,
Karl Marx: teori nilai tenaga rata-rata masyarakat dan teori nilai lebih,
Carey: teori nilai biaya reproduksi, dan David Humme dan John Locke :
teori nilai pasar.
1) Ajaran Nilai Bia a Produksi (Adam Smith)
Untuk membuat suatu benda telah dipergunakan modal dan tenaga.
Orang harus memberikan pengorbanan berupa modal dan tenaga.
Pengorbanan berupa modal dan tenaga inilah yang menjadi nilai dari benda
tersebut. Nilai suatu benda menurut teori ini adalah sama dengan nilai
yang dipergunakan berupa modal dan tenaga (biaya produksi). Teori Adam
Smith dikenal dengan nama Teori Nilai Biaya produksi (Cost Value
Theory).
Sering pula terjadi bahwa perbaikan dalam cara produksi menyebabkan
biaya produksi sangat berkurang. Hal ini dapat diperhatikan dalam ajaran
nilai biaya reproduksi dari Carey.

2) Ajaran Nilai Bia a Produksi Tenaga Kerja (Da id Ricardo)


Nilai barang ditentukan oleh jumlah tenaga kerja yang diperlukan
untuk menghasilkan barang itu. Tenaga kerja yang dimaksud oleh Ricardo
adalah meliputi tenaga kerja manusia dan perkakas dan mesin-mesin,
karena perkakas dan mesin-mesin kalau dianalisis ternyata tidak lain adalah
hasil dari tenaga kerja. Ricardo membedakan barang menjadi dua golongan
a) barang yang tidak mungkin diganti atau diperbanyak, seperti : lukisan.
Nilai barang ini ditentukan oleh penggemar.
b) Barang yang mudah diperbanyak, nilainya ditentukan oleh jumlah
tenaga kerja yang diperlukan untuk menghasilkan barang tersebut.
Berkaitan dengan itu, tenaga kerja merupakan alat penunjuk nilai
dalam tukar-menukar.
26 E k o n o m i SMA - Kelas X

3) Ajaran Nilai Tenaga rata-rata Mas arakat dan Teori Nilai


Lebih (Karl Mar )
Pendapat Karl Marx ini merupakan kelanjutan hasil pemikiran
Ricardo. Tenaga kerja adalah sumber nilai, dan nilai tukar suatu benda
ditentukan oleh jumlah tenaga kerja rerata masyarakat. Yang dimaksud
dengan masyarakat adalah tenaga manusia termasuk perkakas dan mesin
yang dipakai dalam produksi sebenarnya juga tenaga kerja, yaitu tenaga
kerja yang sudah mengkristal. Teori tenaga kerja Karl Marx dipakai sebagai
dasar untuk menyusun “teori pemerasan”, yang mengkritik terjadinya
kepincangan-kepincangan sosial ekonomi dalam masyarakat. Teori
pemerasan ini sangat membantu dalam menguraikan teori nilai lebih (value
added).
4) Ajaran Teori Nilai Bia a Reproduksi (Carey)
Menurut Carey, nilai barang harus didasarkan atas biaya reproduksi,
yaitu biaya untuk memproduksi kembali suatu barang. Contohnya : untuk
membuat meja belajar diperlukan biaya Rp 150.000,00. Setelah satu bulan
kemudian karena harga kayu naik, maka diperlukan biaya Rp 200.000,00.
Sehingga jumlah uang Rp 200.000,00 merupakan biaya reproduksi.
5) Ajaran Teori Nilai Pasar (David Humme dan John Locke)
Ajaran nilai David Humme dan John Locke ini juga disebut market
value theory. Menurut teori ini, nilai suatu barang bergantung pada
permintaan dan penawaran barang di pasar. Jika penawaran lebih besar
daripada permintaan maka nilai barang akan turun. Sebaliknya jika
permintaan lebih besar daripada penawaran, maka nilai barang akan naik.
6) Ajaran Nilai Batas (Carl Menger, Stanley Jevons, Leon Walras)
Teori Menger, Jevons, dan Walras tidak saling berhubungan dalam
membuat teori guna batas. Teori ini kemudian dikembangkan oleh Von
Bohm Bawerk, Von Weiser, dan Joseph Schumpeter.

b. Teori Nilai Subjektif


Para pelopor teori nilai subjektif adalah Herman Heinrich Gossen,
Karl Menger, dan Von Bohm Bawerk. Dalam teori nilai objektif
dikemukakan bahwa suatu barang yang memiliki guna pakai umum akan
bernilai tinggi. Akan tetapi teori ini terbentur pada suatu paradoks bahwa
air yang mempunyai guna pakai tinggi, tetapi bernilai rendah, sedangkan
berlian/intan yang mempunyai guna pakai umum kecil, tetapi justru bernilai
tinggi. Paradox antinomi nilai ini tidak dianalisis lebih lanjut oleh ajaran
klasik.
Analisis nilai suatu barang harus berpangkal pada subjek pemakai
berhubung dengan pemuasan kebutuhannya. Gambaran yang lebih jelas
dapat kalian ikuti analisis pemuasan kebutuhan menurut Hukum Gossen.
Teori nilai menurut Gossen terkenal dengan nama hukum Gossen I dan
hukum Gossen II.
Bab 2 - Perilaku Konsumen dan Produsen 27

Hukum Gossen I berbunyi “ Jika pemuasan kebutuhan dilakukan


terus menerus, maka kenikmatan semakin lama semakin berkurang, dan
pada suatu saat akan tercapai titik kepuasan”
Hukum Gossen I disebut hukum guna batas yang semakin menurun.
Bagaimana kenyataan hukum Gossen I tersebut dalam praktik? Hukum
Gossen tidak selalu berlaku tepat, karena ada faktor-faktor lain yang
mempengaruhi. Dalam kenyataan hukum Gossen I masih mendapatkan
kritikan:
1. Tidak berlaku bagi pengisap madat, ganja, miras, obat terlarang
(narkoba) yang semakin banyak minum justru semakin merasakan
kenikmatan.
2. Orang tidak selalu memuaskan satu macam kebutuhan hingga
mencapai kepuasan maksimal. Pada saat memuaskan telah mencapai
titik kepuasan tertentu akan menyusul kebutuhan lain yang harus
dipuaskan pula.
Untuk menyempurnakan hukum pertama, Gossen menyusun
analisisnya lebih lanjut . Hasilnya adalah Hukum Gossen II, yang berbunyi
“Manusia berusaha memuaskan kebutuhannya yang beraneka ragam
hingga mencapai tingkat intensitas yang sama (harmonis).
Hukum Gossen II ini dipergunakan oleh Karl Menger untuk
menyelidiki bagaimana orang membagi penghasilannya guna memenuhi
kebutuhannya yang bermacam-macam. Pada umumnya seseorang akan
menggunakan penghasilannya dengan sebaik-baiknya agar supaya
kebutuhannya yang bermacam-macam dapat dipenuhi hingga tingkat
kepuasan yang sama. Kebutuhan yang perlu di dahulukan misalnya, makan,
pakaian, perumahan, pendidikan, kesehatan baru kebutuhan sekunder
seperti: rekreasi, hiburan, dan tabungan.
Untuk kejelasan tersebut,paparan ini dapat kalian perhatikan pada
daftar preferensi kebutuhan dibawah ini
Pak Masruri mempunyai penghasilan Rp. 1.500.000,00 sebulan. Maka
uang sebanyak ini tidak akan dipergunakan unrtuk memuaskan satu macam
kebutuhan saja, misalnya hanya untuk makan sampai tingkat kepuasan
yang maksimal, sedangkan kebutuhan lainnya diabaikan. Akan tetapi
pendapatan Pak Masruri akan dipergunakan sebaik-baiknya agar supaya
beberapa kebutuhannya dapat dipuaskan sampai tingkat kepuasan yang
sama.

Kalian perhatikan contoh berikut ini


1. Untuk makan keluarga Rp 400.000,00
2. Mengangsur perumahan Rp 200.000,00
3. Pakaian Rp 80.000,00
4. Pendidikan &Kesehatan Rp 200.000,00
5. Transportasi Rp 160.000,00
6. Bayar listrik dan air bersih Rp 90.000,00
7. Rekreasi dan hiburan Rp 125.000,00
8. Sosial dan iuran kampung Rp 55.000,00
9. Menabung Rp 190.000,00
28 E k o n o m i SMA - Kelas X

Tabel 2.1 Daftar Kebutuhan Hidup

Pendidikan & Transportasi Listrik & Air Rekreasi & Sosial &
Makanan Perumahan Pakaian Bersih Menabung
Kesehatan Hiburan Kampung

1 2 3 4 5 6 7 8 9
10
9 9
8 8 8
7 7 7 7
6 6 6 6 6
5 5 5 5 5 5
4 4 4 4 - - 4
3 3 3 3 3 3 - 3
2 2 2 2 2 2 - - 2
1 1 1 1 1 1 - 1 -
0 0 0 0 0 0 0 0 0
Jadi dengan pendapatan sebesar Rp 1.500.000,00 Pak Masruri dapat
memuaskan kebutuhan sampai golongan kebutuhan yang ke sembilan (9),
sedangkan kebutuhan yang ke sepuluh dan seterusnya tidak dapat
dipuaskan.
Namun jika pendapatan Pak Masruri mengalami kenaikan atau harga
barang-barang turun, maka kebutuhan yang ke sepuluh dan seterusnya
akan dapat dipuaskan. Akan tetapi sebaliknya, jika pendapatan berkurang
atau tingkat harga barang-barang pada umumnya naik, maka golongan
kebutuhan yang dapat dipuaskan akan berkurang dan tingkat kepuasannya
akan berkurang. Golongan Kebutuhan yang masih dapat dipuaskan dengan
pendapatan seseorang disebut dengan nama kebutuhan batas dan nilai
kepuasannya disebut nilai batas.
Dalam tabel diatas, golongan kebutuhan batas adalah kebutuhan
kesembilan (9), sedangkan nilai batasnya adalah dua (2) yaitu sewaktu
penghasilan Pak Masruri dipergunakan untuk memuaskan golongan
kebutuhan menabung dengan nilai kepuasan (nilai batas ) sebesar dua (2).
Selanjutnya menurut teori nilai subjektif, tinggi/rendahnya nilai suatu
benda ditentukan oleh faktor-faktor:
1) guna pakai barang untuk memuaskan kebutuhan
2) intensitas kebutuhan konsumen
3) banyak/sedikitnya persediaan yang dimiliki
Suatu contoh, seseorang yang tinggal di daerah yang sukar untuk
mendapatkan air, mempunyai lima drum/galon persediaan air. Masing-
masing drum/galon disediakan untuk keperluan seperti tertera dalam tabel
dibawah.
Bab 2 - Perilaku Konsumen dan Produsen 29

Tabel 2.2 Persediaan dan Nilai


Persediaan Persediaan Nilai
Pertama Minum dan memasak 10
kedua Mandi dan mencuci 8
ketiga Minuman ternak piaraan 7
keempat Menyiram tanaman 6
kelima Membersihkan lantai 4

Bila air untuk keperluan minum dan memasak tertumpah, dan air
ini tidak dapat diganti dengan air persediaan yang lain, maka persediaan
kedua yang akan dipergunakan untuk menggantikan yang pertama,
sedangkan persediaan ketiga untuk menggantikan yang kedua. Persediaan
keempat dipergunakan untuk persediaan ketiga, dan kemudian meniadakan
persediaan air untuk membersihkan lantai, maka berapakah nilai persediaan
air setiap drum/galon tersebut?
Tiap drum/galon mempunyai nilai 4 (empat), karena tiap-tiap drum/
galon yang hilang dapat diganti dengan oleh drum yang ke lima yang
nilainya = 4. Cara menetapkan nilai semacam ini lazim disebut faham
kerugian.
Kesimpulan
Dari paparan diatas kiranya cukup jelas, bila teori nilai subjektif
menegaskan bahwa “nilai suatu barang ditentukan oleh guna terendah
yang masih dapat memuaskan kebutuhan seseorang” Teori nilai
subjektif disebut teori nilai batas atau teori nilai Austria, yang dipelopori
oleh Karl Menger, Leon Walras, dan Von Bohm Bawerk, serta Stanley
Jevons.

5. Teori Perilaku Konsumen


Seorang konsumen tentu memiliki kebutuhan yang tidak terbatas tetapi
alat pemuas kebutuhannya sangat terbatas. Kalian sebagai seorang konsumen
juga akan merasakan hal yang sama. Kalian tentu memilii kebutuhan yang
demikian banyak, misalnya makanan yang beraneka macam, minuman yang
beraneka rasa, pakaian yang beraneka rupa, buku, tas, sepatu, tempat tinggal,
mainan, dan sebagainya. Tentu saja semua kebutuhan tersebut tidak mungkin
mampu dipenuhi semuanya karena kita memiliki keterbatasan. Kita tentu tidak
memiliki uang yang cukup untuk membeli semua barang yang kita butuhkan
tersebut. Hal inilah yang menjadikan perlunya kita mempelajari perilaku
konsumen dalam memenuhi kebutuhannya.
Setiap konsumen berusaha mengalokasikan penghasilan yang terbatas
jumlahnya untuk membeli barang dan jasa yang tersedia di pasar sedemikian
rupa sehingga tingkat kepuasan yang diperolehnya maksimum. Demikian pula
seorang produsen mengorganisir produksi yang selanjutnya menentukan
penawaran barang di pasar. Produsen yang dapat mengorganisir produksi secara
30 E k o n o m i SMA - Kelas X

efisien akan memperoleh keuntungan. Mereka ini juga dapat berperan sebagai
konsumen.
Semua anggota masyarakat yang menerima uang dan kemudian
membelanjakannya untuk pembelian barang dan jasa disebut konsumen.
Anggota keluarga yang dependen terhadap penerima penghasilan (anak yang
masih sekolah) yang ikut menentukan anggaran rumah tangga, juga disebut
konsumen. Setiap konsumen haruslah menetapkan permintannya untuk setiap
barang dan jasa yang tersedia di pasar. Jumlah seluruh permintaan masyarakat
atas barang dan jasa menunjukkan permintaan pasar.
Untuk menjelaskan perilaku konsumen dalam memperoleh kepuasan
terhadap barang dan jasa yang dikonsumsi terdapat dua pendekatan teori, yaitu
pendekatan kardinal dan pendekatan ordinal. Berikut ini penjelasan tentang
kedua teori tersebut:
a. Pendekatan Kardinal
Pendekatan kardinal menganggap bahwa kepuasan konsumen yang
diperoleh dari kegiatan konsumsi barang dan jasa dapat diukur secara
kuantitatif. Artinya kepuasan konsumen dapat diukur dengan angka
sebagaimana kita mengukur berat badan, tinggi badan dan sebagainya.
Kepuasan konsumen yang diperoleh dari hasil konsumsi barang dan
jasa disebut dengan istilah utilitas (utility). Oleh karena itu pendekatan
kardinal juga sering disebut dengan pendekatan utilitas (utility approach).
Pendekatan ini beranggapan bahwa:
1) Tingkat utilitas total yang dicapai seorang konsumen merupakan
fungsi dari kuantitas barang yang dikonsumsi. Artinya tingkat
kepuasan total yang diperoleh konsumen dipengaruhi oleh jumlah
berbagai barang yang dikonsumsi. Hal ini sesuai dengan hukum
Gossen yang telah dijelaskan di depan bahwa tingkat kepuasan
konsumen dipengaruhi oleh jumlah dan variasi barang yang
dikonsumsi.
2) Konsumen akan berusaha untuk memaksimalkan kepuasannya sesuai
dengan anggaran yang dimilikinya. Hal ini menunjukkan bahwa
anggaran yang dimiliki konsumen merupakan faktor penentu bagi
pencapaian tingkat kepuasannya. Artinya konsumen tidak akan
mampu mencapai tingkat kepuasan yang setinggi-tingginya sesuai
dengan yang diinginkan melainkan tergantung dari jumlah anggaran
yang dimilikinya. Karena itu konsumen akan berusaha untuk
mengalokasikan jumlah anggaran yang dimiliki tersebut untuk
membeli berbagai jumlah barang yang mampu menghasilkan
kepuasan yang maksimal.
3) Tingkat kepuasan konsumen dapat diukur secara kuantitatif.
4) Tambahan kepuasan dari setiap unit tambahan barang yang
dikonsumsi akan menurun.
Bab 2 - Perilaku Konsumen dan Produsen 31

Perhatikan contoh berikut ini:


Jika konsumen ingin membelanjakan uangnya Rp. 100.000 tentunya
untuk membeli barang X, karena memberikan marginal utiliti sebesar 50
unit guna, sementara jika dibelanjakan untuk barang Y hanya akan
memberikan marginal utiliti sebesar 40 unit guna.
Demikan pula uang Rp. 100.000 yang kedua akan dibelikan barang
X, karena memberikan unit guna sebesar 45, sementara jika dibelikan
barang Y hanya akan mendapatkan 40 unit guna. Setelah Rp. 100.000
yang ketiga konsumen berada dalam keadaan indifferen, baik dibelikan
barang X ataupun barang Y akan memberikan unit guna yang sama yaitu
40 unit guna. Penganalisaan ini dapat dilakukan terus sampai uang
konsumen sebanyak Rp. 1.300.000 habis. Akhirnya didapatkan konsumen
membeli 7 barang X dan 6 barang Y dengan total guna 425 unit guna.
Guna barang X ( 50 +45 + 40 + 35 + 30 + 25 + 20 = 245 unit guna) dan
barang Y (40 + 36 + 32 + 28 + 24 + 20 = 180 unit guna ), sehingga
totalnya 425 unit guna.
Seandainya konsumen membeli barang X 6 unit dan barang Y 7
unit, sama-sama menghabiskan uang sebanyak Rp. 1.300.000 , namun
unit guna total yang diperoleh hanyalah 411 unit guna.
Secara matematis, tingkat keseimbangan konsumen terjadi apabila :

MUa MUb MUc MUz


= = = .................. =
Pa Pb Pc Pz

Dengan batasan penghasilan dan harga barang-barang besarnya tertentu ;


axPa + bxPb + cxPc + ……… + zxPz = I = penghasilan konsumen
Pa,Pb,Pc, …….. Pz : harga masing-masing barang perunit.
Misalkan konsumen memiliki penghasilan Rp. 1.600.000,00 pada periode
tertentu. Ia ingin membelanjakan penghasilannya untuk barang A dan B,
yang harganya masing-masing Rp. 200.000 dan Rp. 100.000 per unit.
Preferensi konsumen tersebut tercermin pada tabel 2.3 dibawah ini.
Konsumen berada dalam keseimbangan bilamana ia membeli barang A
sebanyak 5 unit dan barang B sebanyak 6 unit.
Pada tingkat pembelian ini:
MUa MUb 20 10
= = atau =
Pa Pb 2 1
32 E k o n o m i SMA - Kelas X

Tabel 2.3. : Guna Batas A dan B Pada Berbagai Tingkat Kuantitas


Barang A Barang B
Jumlah Guna Batas Jumlah Guna Batas
1 40 1 30
2 35 2 26
3 30 3 22
4 25 4 18
5 20 5 14
6 15 6 10
7 10 7 6
8 5 8 2

Batasan penghasilan dan tingkat harga dalam hal ini juga dipenuhi,
5 x Rp. 200.000,00 + 6 x Rp. 100.000,00 = Rp. 1.600.000,00. Jadi
konsumen membelanjakan semua penghasilannya. Jika konsumen
mengalihkan uangnya yang untuk barang A Rp. 100.000 untuk membeli
barang B, maka konsumen akan kehilangan 10 unit guna untuk
mendapatkan 6 unit guna. Sebaliknya jika konsumen mengalihkan uangnya
Rp. 100.000 dari B untuk membeli barang A, maka konsumen akan
kehilangan guna total sebesar 2,5 unit. Konsumen membeli barang A
mendapatkan 7,5 unit guna, sementara kehilangan 10 unit guna barang B.
Jadi jelas guna total konsumen tersebut dimaksimumkan pada tingkat
konsumsi barang A = 5 unit, dan barang B = 6 unit.
b. Pendekatan Ordinal
Pendekatan ordinal menggunakan pengukuran ordinal (bertingkat)
dalam menganalisis kepuasan konsumen. Artinya kepuasan konsumen
tidak dapat diukur dengan angka tetapi hanya dapat diukur dengan
peringkat, misalnya tidak puas, puas, lebih puas, sangat puas dan
seterusnya. Pendekatan ini juga sering disebut dengan pendekatan
indeferens.
Sebagaimana pendekatan kardinal, pendekatan ordinal juga
beranggapan bahwa tingkat utilitas total yang dicapai seorang konsumen
merupakan fungsi dari kuantitas barang yang dikonsumsi. Di samping itu
anggapan lain yang sama adalah konsumen akan berusaha untuk
memaksimalkan kepuasannya sesuai dengan anggaran yang dimilikinya.
Namun demikian pendekatan ini memiliki anggapan yang berbeda
dengan pendekatan kardinal. Pendekatan ordinal tidak menganggap bahwa
tingkat utilitas dapat diukur secara angka tetapi konsumen hanya memiliki
skala preferensi.
Skala preferensi adalah suatu kaidah dalam menentukan pilihan
terhadap barang yang akan dikonsumsi. Skala preferensi tersebut memiliki
ciri sebagai berikut:
Bab 2 - Perilaku Konsumen dan Produsen 33

1) Konsumen mampu membuat peringkat kepuasan terhadap barang.


Artinya konsumen mampu membedakan tingkat kepuasan dalam
pemenuhan barang, misalnya minum es jus lebih puas dibandingkan
minum es teh.
2) Peringkat kepuasan tersebut bersifat transitif artinya jika es jus lebih
disukai daripada es teh, sedangkan es teh lebih disukai daripada es
jeruk, maka es jus lebih disukai daripada es jeruk, bukan sebaliknya.
3) Konsumen akan selalu ingin mengkonsumsi jumlah barang yang lebih
banyak karena konsumen tidak pernah terpuaskan.
6. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Konsumsi
Konsumsi mengandung pengertian kegiatan mengurangi atau
menghabiskan nilai guna barang atau jasa. Ini dilakukan oleh setiap orang dalam
usaha memuaskan kebutuhannya secara langsung. Barang atau jasa yang
dikonsumsi oleh setiap orang berbeda. Perbedaan itu terletak pada jumlah, jenis,
dan kualitasnya. Mengapa bisa demikian? Karena banyak faktor yang dapat
mempengaruhi konsumsi seseorang, antara lain :
a. Pendapatan
1) Besar atau kecilnya pendapatan
Semakin besar pendapatan yang diterima oleh seseorang, semakin
besar pula daya belinya. Akan tetapi sebaliknya jika pendapatan seseorang
semakin kecil, maka kemampuan membeli akan barang dan jasa juga
semakin kecil, semakin sedikit barang atau jasa yang dapat dibeli/dimiliki.
Pendapatan dengan konsumsi dapat digambarkan dengan rumus sebagai
berikut:

Y = Pendapatan (Yield)
Y= C + S C = Konsumsi (Consumption)
S = Tabungan (Saving)

Perhatikan tabel berikut ini:


Tabel 2.4 Daftar Pendapatan, Konsumsi dan Tabungan

Pendapatan satu Konsumsi Ditabung dalam


Nama bulan dalam dalam Rupiah Rupiah
Rupiah
Pak Mangku 1.500.000.00 100.000,00 400.000,00
Pak broto 2.500.000,00 1.900.000,00 600.000,00
Bu Maria 4.000.000,00 2.500.000,00 1.500.000,00

Semakin besar pendapatan seseorang semakin besar konsumsinya, dan


semakin besar pula tabungannya
34 E k o n o m i SMA - Kelas X

2) Pendapatan yang mungkin diterima dimasa yang akan


datang
Expected income, seberapa banyak pun akan berpengaruh pada
besarnya pengeluaran konsumsi masa sekarang. Semakin besar expected
income, akan semakin besar pula pengeluaran konsumsinya.

Contoh: Semakin dekat masa pensiun biasanya akan semakin hemat,


karena pendapatan yang akan diterima akan menjadi lebih kecil. Akan
tetapi jika pendapatan yang akan diterima seseorang diwaktu yang akan
datang bertambah, maka konsumsinya saat sekarangpun mengalami
kenaikan.

3) Pendapatan tertinggi yang pernah dicapai pada masa


lampau
Pengeluaran konsumsi seseorang dipengaruhi juga oleh tingkat
pendapatan tertinggi yang pernah dicapainya. Dalam arti bahwa
pengeluaran konsumsi seseorang tidak mudah berkurang meskipun
pendapatan mereka berkurang. Akibatnya seseorang itu akan mengurangi
tabungannya/saving-nya. Bilamana pendapatan bertambah, maka
konsumsi pun akan bertambah dan tabungannyapun akan bertambah
dengan lebih cepat. Kenyataan ini akan terus berlangsung sampai pada
tingkat pertambahan pendapatan tertinggi yang pernah dicapai semula.
4) Tingkat Bunga
Konsumsi merupakan fungsi dari tingkat bunga. Khususnya mereka
percaya bahwa naiknya suku bunga mendorong tabungan dan mengurangi
konsumsi. Namun para kenyataan yang terjadi dapat sebaliknya, yaitu
dengan naiknya tingkat bunga pendapatan meningkat dan justru kemudian
akan menaikkan konsumsi.
b. Harga Barang dan jasa
Harga barang sangat menentukan terhadap besar atau kecilnya
konsumsi seseorang. Jika harga barang naik, maka seseorang akan
memperkecil konsumsinya, sebaliknya jika harga barang turun, seseorang
akan memperbesar konsumsinya. Akan tetapi perubahan harga barang ini
tidak berlaku untuk barang kebutuhan pokok pada umumnya yang selalu
akan dibeli dalam jumlah yang relatif tetap, kendati harga mengalami
perubahan.
c. Adat Istiadat dan Kebiasaan Konsumen
Adat istiadat dan kebiasaan cukup berpengaruh pada konsumsi
seseorang atau masyarakat. Adat istiadat dan kebiasaan dapat
menyebabkan seseorang berperilaku konsumtif.
Contoh:
— Adat istiadat dilakukannya upacara-upacara ritual yang menggunakan
bahan-bahan makanan atau yang lain, akan mempengaruhi tigkat
konsumsi. Misalnya upacara Ngaben di Bali.
Bab 2 - Perilaku Konsumen dan Produsen 35

— Kebiasaan masyarakat yang sering dan senang melakukan pesta dan


hidup ber hura-hura, maka akan akan memperbesar konsumsinya.
Akan tetapi masyarakat yang mempunyai adat istiadat dan kebiasaan
bersikap terhadap kehematan (attitude toward thrift), maka konsumsi
masyarakat tersebut akan semakin kecil.
d. Barang Subtitusi
Barang subtitusi/pengganti dapat mempengaruhi tingkat konsumsi
seseorang/masyarakat. Jika terdapat barang yang dapat menggantikan
fungsi suatu barang yang dibutuhkan seseorang dengan harga yang jauh
lebih murah, maka barang tersebut dapat mempengaruhi konsumsi
seseorang/masyarakat tersebut.
Contoh: Ember plastik dengan merek tertentu mahal harganya, sementara
ada ember plastik merek lain atau ember seng yang harganya lebih murah,
maka seseorang akan membeli ember merek lain atau ember seng yang
lebih murah tersebut.
e. Jumlah Penduduk
Besarnya jumlah penduduk, akan berpengaruh pada pengeluaran
konsumsi suatu masyarakat. Suatu perekonomian yang penduduknya
relatif banyak, pengeluarannya untuk konsumsi pun akan lebih besar
daripada perekonomian yang jumlah penduduknya sedikit, meskipun
pendapatan nasional kedua masyarakat tersebut sama besarnya.
f. Banyaknya barang konsumsi yang tahan lama dalam
masyarakat
Sedikit banyak pengeluaran masyarakat untuk konsumsi dipengaruhi
oleh banyak sedikitnya “consumer’s durable” yaitu barang konsumsi
terpakai lama seperti: rumah, motor, mobil pesawat televisi, lemari es,
dsb. Pengaruhnya sebagai berikut:
1) Mengurangi pengeluaran konsumsi masyarakat tersebut. Misalnya
dengan telah dimilikinya Televisi, maka acara menonton Bioskop
berkurang
2) Menambah pengeluaran konsumsi. Misalnya dengan membeli mobil,
maka acara pergi keluar kota semakin sering. Akibatnya pengeluaran
bertambah besar untuk beli bensin, oli, reparasi, makan dsb.
3) Barang terpakai lama harganya mahal. Oleh karena itu untuk
memperolehnya pada umumnya dibutuhkan masa untuk menabung
. Masa hemat kita lakukan sebelum membeli, jika pembelian secara
cash, sedangkan jika secara kredit masa menghemat kita lakukan
sesudah pembelian.
36 E k o n o m i SMA - Kelas X

g. Ramalan/dugaan masyarakat akan adanya perubahan


harga
Dalam kenyataan harga barang dan jasa tidaklah stabil. Kalau
diperkirakan harga akan naik, maka masyarakat ada tendensi untuk se-
segera mungkin menggunakan uangnya guna membeli barang dan jasa,
sekalipun pendapatan masyarakat tidak berubah. Maka dengan demikian
fungsi konsumsi akan bergeser keatas, dan sebaliknya jika harga barang
dan jasa diperkirakan akan turun.
h. Selera Konsumen
Di antara orang-orang yang usianya sama, namun pengeluaran
konsumsinya tidak sama, karena perbedaan sikap menghemat atau attitude
toward thrift dan selera masyarakat dalam berkonsumsi. Bila masyarakat
memiliki selera yang menurun dalam konsumsi, maka tingkat konsumsi
juga akan turun. Sebaliknya jika selera konsumsi masyarakat meningkat,
hal ini akan meningkatkan konsumsi pula.
Contoh : Selera masyarakat untuk berekreasi beberapa waktu lalu
menurun, akibat sering terjadinya kerusuhan dan tindakan kriminal yang
dilakukan oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab. Maka hal ini
juga menurunkan tingkat konsumsi masyarakat yang melakukan rekreasi.
Namun setelah saat ini menjadi aman, maka selera masyarakat untuk
berekreasi menjadi meningkat lagi, sehingga tingkat konsumsi mereka
mengalami kenaikan.

Informasi Ekonomi

Perilaku Konsumen Menjelang Lebaran


PERILAKU konsumen menjelang Idul fitri beraneka ragam, terbukti dengan
semarakn a toko-toko, mal, dan pasar s ala an dijejali pembeli atau konsumen.
Dalam kondisi seperti itu, konsumen tidak akan berpikir dua kali untuk membeli
barang. Mereka tidak akan meneliti barang ang akan dibelin a, ang penting segala
kebutuhan untuk Lebaran tersedia , Apalagi jika konsumen berperilaku konsumtif,
mereka segera membeli jika kebutuhann a tersedia.
Sebalikn a, produsen atau pelaku usaha mengobral janji dan menggunakan
segala cara agar barang dagangann a terjual. Produsen ang mempun ai moto
pengeluaran sekecil-keciln a dan keuntungan sebesar-besarn a itu secara tidak
sadar bisa melanggar Undang-Undang Perlindungan Konsumen (UUPK) No. 8
Tahun 1999 bab III pasal 6 dan 7 dan perbuatan itu juga dilarang bagi pelaku usaha
pada bab IV pasal 8 sampai pasal 17 ang akan menjerat produsen ang tidak jujur,
atau tidak beriktikad baik, bahkan menipu konsumen.
UUPK dengan segala kelebihan dan kekurangann a merupakan tonggak
penting untuk melindungi konsumen, karena pada bab III pasal 4 dan 5 merupakan
pasal ang menekankan hak dan ke ajiban konsumen. Hak Konsumen itu antara
lain, hak atas ken amanan, keamanan dan keselamatan dalam mengkonsumsi
barang dan/atau jasa serta ban ak lagi. Selain itu, ke ajiban konsumen ang
beritikad baik dalam melakukan transaksi pembelian barang dan/atau jasa.
Bab 2 - Perilaku Konsumen dan Produsen 37

UUPK pada pasal 6 aitu hak dan ke ajiban pelaku usaha dalam suasana
menjelang Lebaran, aitu konsumen harus men ikapin a dengan hak untuk
mendapatkan perlindungan hukum dari tindakan produsen beriktikad tidak baik,
sedangkan ke ajiban pelaku usaha antara lain beriktikad baik dalam melakukan
usahan a. Rambu ang lain untuk pelaku usaha itu adalah pada Bab IV tentang
perbuatan ang dilarang bagi pelaku usaha.
Konsumen mandiri adalah konsumen ang memiliki:
1. Perencanaan sebelum melakukan belanja.
2. Teliti sebelum membeli.
3. Berpikir dua kali sebelum membeli.
4. Mengadukan pelaku usaha kepada ang ber enang salah satun a BPSK
jika terjadi adan a sengketa.
Ciri-ciri konsumen mandiri:
1. Sadar akan harkat dan martabat konsumen serta mampu melindungi diri
sendiri dan keluargan a.
2. Mampu menentukan pilihan barang dan jasa sesuai kepentingan,
kebutuhan, kemampuan dan keadaan ang menjamin keamanan,
keselamatan, dan kesehatan konsumen sendiri.
3. Jujur dan bertanggung ja ab.
4. Berani dan mampu mengemukakan pendapat serta berani
memperjuangkan dan mempertahankan hak-hakn a.
5. Berbuda a dan sadar hukum perlindungan konsumen.

Oleh Bagoes Ellan Bagasari (Pikiran Rakyat, 10 Mei 2005)

B. Perilaku Produsen

1. Pengertian Produksi dan Produsen


Berpangkal pada 3 (tiga) masalah pokok dalam ilmu ekonomi yaitu “What”
berkaitan dengan apa yang akan diproduksi dan berapa banyak; “How”
berkaitan dengan cara menghasilkan atau memproduksi barang dan atau jasa
tersebut ; dan “for Whom” untuk siapa barang/jasa tersebut (berkaitan dengan
distribusi pendapatan). Pengertian Produksi menekankan pada barang (goods)
dan atau jasa (services) yang dihasilkan perusahaan; yang sering disebut
“Produk”.
Produksi sering diartikan sebagai:
Kegiatan menambah dan atau menciptakan guna/manfaat (utility) suatu barang.
Konsep lain, Produksi sering diartikan sebagai:

Input Proses Output


(How?) (What?)
38 E k o n o m i SMA - Kelas X

a. Input berupa faktor produksi/sumber daya.


b. Proses berupa proses “Transformasi” bisa melalui Alter (Perubahan
struktur/bentuk); Transport (Perubahan tempat); Store (Perubahan/
perbedaan waktu); dan Inspect (perbedaan kepemilikan/guna milik).
c. Output berupa barang/goods and jasa/services.
Proses Produksi harus berjalan secara efisien; yaitu proses produksi yang
mampu menghasilkan output tertentu dengan input minimum atau menghasilkan
output maksimum dengan input tertentu.
2. Faktor-faktor Produksi
Jika seseorang ingin membuat layang-layang maka ia perlu bambu untuk
membuat kerangkanya, kertas, tali, tenaga, dan keterampilan untuk membuat
layang-layang tersebut. Barang-barang yang digunakan untuk membuat layang-
layang tersebut dapat pula disebut dengan faktor produksi atau sumber daya
ekonomi. Jadi, layang-layang tersebut akan jadi jika barang-barang yang
dibutuhkan untuk membuat layang-layang itu tersedia.
Begitu juga sebuah perusahaan garmen yang memproduksi pakaian. Agar
proses produksi tersebut dapat berjalan dengan lancar maka perusahaan tersebut
memerlukan hal-hal berikut ini:
a. Tanah sebagai tempat berdirinya perusahaan
b. Mesin jahit, mesin obras, kain, benang, gedung dan sebagainya yang
digunakan untuk membuat pakaian
c. Karyawan yang melaksanakan proses pembuatan pakaian
d. Orang yang bertanggung jawab terhadap keseluruhan proses produksi atau
biasa disebut dengan pengusaha, pemimpin, atau manajer.
Semua yang disebutkan di atas merupakan faktor-faktor produksi atau
sumber daya ekonomi yang dibutuhkan oleh sebuah perusahaan garmen. Tanpa
adanya faktor produksi tersebut maka proses pembuatan pakaian tidak akan
dapat berjalan dengan lancar.

Faktor produksi atau sumber daya ekonomi adalah segala sesuatu


yang digunakan untuk menciptakan atau menambah nilai guna suatu barang

Pada umumnya faktor-faktor produksi seperti yang telah dicontohkan di


atas dapat digolongkan ke dalam empat kelompok, yaitu:
a. Faktor Produksi Alam (natural resources)
Dalam contoh di atas disebutkan bahwa perusahaan garmen
memerlukan tanah sebagai tempat berdirinya perusahaan. Tanah tersebut
merupakan contoh faktor produksi alam. Jadi, faktor produksi alam adalah
segala sesuatu di alam semesta ini baik yang ada di darat, laut, maupun
udara yang digunakan dalam proses produksi. Tanah yang terhampar luas,
baik yang ada di atasnya seperti air, udara, tumbuhan, binatang, dan
sebagainya, maupun yang ada di dalamnya seperti bebatuan, emas,
tembaga, batu bara, timah, dan sebagainya merupakan contoh faktor
produksi alam. Balas jasa yang diterima oleh pemilik faktor produksi alam
berupa sewa, seperti sewa tanah.
Bab 2 - Perilaku Konsumen dan Produsen 39

Faktor produksi alam adalah segala sesuatu yang berasal dari alam
semesta yang dapat digunakan dalam proses produksi
b. Faktor produksi tenaga kerja (human resources)
Perusahaan garmen dalam memproduksi pakaian memerlukan
karyawan. Karyawan tersebut merupakan contoh faktor produksi tenaga
kerja. Jadi, faktor produksi tenaga kerja adalah segala kegiatan jasmani
atau rohani manusia yang ditujukan untuk kegiatan produksi. Contoh lain
faktor produksi tenaga kerja adalah buruh, mandor, tenaga harian, satpam,
kepala bagian, dan sebagainya. Balas jasa yang diterima oleh pemilik faktor
produksi tenaga kerja adalah upah atau gaji, seperti gaji pegawai, upah
buruh, dan sebagainya.

Faktor produksi tenaga kerja adalah segala kegiatan manusia baik


jasmani maupun rohani yang dapat digunakan dalam kegiatan proses
produksi

Secara garis besar faktor produksi tenaga kerja dibagi ke dalam dua bagian, yaitu:
1) Tenaga kerja rohaniah, yaitu tenaga kerja yang kegiatannya lebih
banyak menggunakan pikiran daripada kekuatan fisik. Tenaga kerja
jenis ini dikelompokkan ke dalam tiga bagian, yaitu:
a) Managerial skill (keterampilan mengelola), yaitu tenaga kerja
yang memiliki kemampuan mengelola segala sumber daya untuk
mencapai tujuan tertentu, misalnya manajer perusahaan, kepala
bagian, dan sebagainya.
b) Technological skill (keterampilan teknologi), yaitu tenaga kerja
yang memiliki kemampuan menggunakan dan menerapkan
teknologi dalam proses produksi, misalnya teknisi komputer,
teknisi mesin, programmer, dan sebagainya.
c) Organizational skill (keterampilan organisasi), yaitu tenaga
kerja yang memiliki kemampuan melakukan pembagian tugas
dan tanggung jawab dalam kegiatan proses produksi, misalnya
mandor, pengawas, direktur perusahaan, dan sebagainya.
2) Tenaga kerja jasmaniah, yaitu tenaga kerja yang lebih banyak
menggunakan kekuatan fisik dalam melakukan kegiatan proses
produksi. Tenaga kerja jenis ini dibedakan ke dalam tiga bagian, yakni:
a) Tenaga kerja terdidik (skilled labour), yaitu tenaga kerja yang
memerlukan pendidikan khusus sesuai dengan bidangnya terlebih
dahulu sebelum melakukan kegiatan proses produksi, misalnya
dokter, perawat, insinyur, tenaga pembukuan, dan sebagainya.
b) Tenaga kerja terlatih (trained labour), yaitu tenaga kerja yang
memerlukan latihan terlebih dahulu sebelum melakukan kegiatan
proses produksi, misalnya juru ketik, montir, sopir, pemahat,
tukang ojek, dan sebagainya.
40 E k o n o m i SMA - Kelas X

3) Tenaga kerja tidak terdidik (unskilled labour), yaitu tenaga


kerja yang tidak memerlukan pendidikan atau latihan dalam
melakukan kegiatan proses produksi, misalnya tukang sapu, buruh
bangunan, pemulung, penjaga malam, dan sebagainya.
c. Faktor produksi modal (capital resources)
Dalam contoh di atas juga disebutkan bahwa perusahaan garmen
dalam proses produksi memerlukan mesin jahit, mesin obras, dan
sebagainya dalam proses produksi. Mesin tersebut termasuk dalam faktor
produksi modal. Modal yang dimaksudkan di sini tidak hanya terbatas
pada uang saja melainkan dapat pula berujud barang-barang yang
digunakan dalam proses produksi. Jadi, faktor produksi modal dapat berupa
benda atau alat yang dapat digunakan untuk menghasilkan produk.
Balas jasa atau imbalan yang diterima oleh pemilik faktor produksi modal
adalah berupa bunga atau sewa, seperti bunga pinjaman, bunga modal,
sewa kendaraan, sewa gedung, dan sebagainya

Faktor produksi modal adalah semua alat atau benda yang dapat
digunakan untuk menghasilkan produk

Mesin jahit seperti dicontohkan di atas jika berada di perusahaan yang


memang memproduksi mesin jahit, maka ia merupakan barang hasil
produksi bukan sebagai faktor produksi modal.
Akan tetapi jika mesin jahit tersebut dipakai di perusahaan garmen maka
ia merupakan faktor produksi modal yang berguna untuk menghasilkan
pakaian.
Contoh lain faktor produksi modal bagi sebuah perusahaan roti adalah
uang tunai, persediaan tepung, mesin pembuat roti, gedung, tanah,
kendaraan, dan sebagainya. Untuk lebih jelasnya lihatlah pembagian modal
berikut ini:
Bab 2 - Perilaku Konsumen dan Produsen 41

Tabel 2.5 Pembagian Modal


Pembagian Modal

Menurut Jenis Modal Contoh


Wujudnya Modal konkret, yaitu modal Mesin, gedung, alat-alat kantor,
yang berujud benda yang kendaraan, bahan mentah,
digunakan untuk proses uang, deposito, dan sebagainya
produksi df
Modal abstrak, yaitu modal hak patent, merk dagang, good-
yang tidak berujud tetapi dapat will (nama baik perusahaan),
dilihat hasil dan manfaatnya izin perusahaan, dan sebagainya
Sumbernya Modal sendiri, yaitu modal Saham pemilik, simpanan
yang berasal dari kekayaan atau pokok, simpanan wajib, laba
investasi pemilik perusahaan yang diinvestasikan kembali,
dan sebagainya
Modal asing, yaitu modal yang utang dagang, gaji yang belum
berasal dari pihak lain yang dibayar, utang pajak, utang
biasanya berupa pinjaman jangka panjang, dan sebagainya
Sifatnya Modal tetap (fixed capital), tanah, gedung, mesin-mesin,
yaitu modal yang dapat kendaraan, komputer, dan
digunakan untuk proses sebagainya
produksi dalam jangka waktu
yang lama, atau beberapa kali
proses produksi
Modal lancar (variable capi- bahan mentah atau bahan baku,
tal), yaitu modal yang habis bahan bakar, dan sebagainya
terpakai dalam satu kali proses
produksi

d. Faktor produksi kewirausahaan (entrepreneurship


resources)
Walaupun sudah tersedia faktor produksi alam, tenaga kerja, dan
modal, namun hal itu tidaklah menjamin bahwa proses produksi dapat
berjalan dengan efektif dan efisien tanpa adanya kemampuan pengusaha
untuk mengelola faktor-faktor produksi tersebut secara baik. Kemampuan
untuk mengelola dan mengkombinasikan faktor produksi alam, tenaga
kerja, dan modal tersebut biasanya dinamakan kewirausahaan
(entrepreneurship). Imbalan atau balas jasa yang diterima oleh orang yang
memiliki faktor produksi kewirausahaan adalah berupa laba/rugi atau gaji.
Faktor produksi kewirausahaan adalah kemampuan seseorang untuk
dapat mengelola dengan baik faktor produksi alam, tenaga kerja, dan
modal, sehingga proses produksi dapat berjalan dengan efektif dan
efisien
42 E k o n o m i SMA - Kelas X

Definisi di atas dapat diuraikan bahwa seorang wirausaha atau orang yang
memiliki jiwa wirausaha akan memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
1) Ulet dan tidak mudah putus asa
Seorang wirausaha juga memiliki keuletan atau kegigihan dalam
berusaha. Ia tidak akan berhenti dan puas begitu saja sebelum mencapai
hasil yang diinginkannya. Segala hambatan yang dihadapi dianggap sebagai
tantangan yang harus dihadapi dan ia percaya bahwa dengan kegigihan
tersebut ia akan mampu mengatasi semua hambatan yang dihadapi.
Seandainya ia menghadapi kegagalan dalam berusaha, ia tidak mudah putus
asa tetapi kegagalan tersebut dijadikan sebagai pemicu untuk berusaha
lebih keras lagi. Dengan modal inilah maka pada saatnya nanti ia akan
menjadi seorang wirausaha yang sukses.
2) Berani mengambil risiko
Setiap usaha selalu mengandung risiko mulai dari yang paling berat,
seperti bangkrut atau rugi, maupun yang ringan seperti impas. Namun
demikian seorang wirausaha harus mampu memperhitungkan risiko yang
akan ditanggungnya, bahkan ia juga mampu mengendalikan risiko tersebut
dalam arti dengan daya upaya yang gigih mampu menghindari risiko
tersebut. Jadi, keberanian mengambil risiko tersebut bukanlah tanpa
perhitungan, tetapi mampu memperhitungkan segala kemungkinan yang
akan terjadi sehingga sedapat mungkin mampu menghindarkan diri dari
risiko kerugian tersebut.
3) Memiliki rasa percaya diri yang tinggi
Rasa percaya diri menjadi sangat penting jika seseorang akan
melangkah lebih jauh. Tanpa rasa percaya diri seorang akan ragu dan
canggung dalam melangkah dan hal ini dapat berakibat fatal bagi usahanya.
Rasa percaya diri yang tinggi akan mampu memberikan motivasi untuk
bekerja lebih giat. Jadi, modal utama keberhasilan seorang wirausaha
adalah memiliki rasa percaya akan kemampuan dirinya dan tidak terlalu
banyak bergantung kepada orang atau pihak lain. Untuk memperoleh rasa
percaya diri yang tinggi tersebut seseorang harus memiliki pengetahuan,
wawasan, dan keterampilan yang memadai. Tanpa bekal ini tidak mungkin
seseorang dapat tumbuh rasa percaya dirinya, yang ada hanyalah rasa
keberanian yang tanpa perhitungan. Untuk itu agar rasa percaya diri
tersebut tumbuh maka ia harus banyak belajar, memiliki banyak
pengalaman, dan memiliki pergaulan yang luas.
4) Bersifat kreatif dan inovatif
Kreatif artinya kemampuan untuk berkarya dan berdaya cipta yang
tinggi. Artinya dalam bekerja mampu menunjukkan ciri tersendiri atau
berbeda dari biasanya, prestasinya juga lebih baik daripada yang lain.
Sedangkan inovatif artinya kemampuan untuk selalu mencari sesuatu
penemuan yang baru dan tidak bersifat latah atau ikut-ikutan.
Bab 2 - Perilaku Konsumen dan Produsen 43

5) Berorientasi ke depan
Yang dimaksudkan berorientasi ke depan adalah segala tindakan yang
dilakukan sekarang selalu diarahkan untuk mencapai hasil yang tinggi di
kemudian hari. Setiap langkah yang dilakukan saat ini akan diperhitungkan
dampak dan akibat yang ditimbulkannya untuk masa-masa yang akan
datang. Misalnya seorang pengusaha yang rugi, jika ia seorang
wirausahawan sejati, ia tidak akan terus-menerus meratapi kerugian yang
telah dihadapinya tersebut, sebaliknya ia akan melihat ke depan bahwa
peluang untuk meraih keuntungan yang lebih besar masih selalu terbuka.
Kerugian yang dialaminya tersebut akan dijadikan sebagai pengalaman
agar tidak terulang di kemudian hari. Jadi, kerugian tersebut akan dijadikan
sebagai pemicu untuk meraih keberhasilan di masa yang akan datang.
6) Memiliki kemampuan memimpin
Seorang wirausaha haruslah mampu menjadi atasan yang
bertanggung jawab terhadap segala tugas, mampu melakukan pembagian
tugas, mampu mengarahkan bawahan, mampu menjadi teladan bagi
bawahannya, mampu membuat perencanaan sekaligus pengawasannya,
dan sebagainya.
Melihat ciri-ciri dan karakteristik di atas, dapat dikatakan bahwa
faktor produksi kewirausahaan merupakan faktor produksi yang sangat
penting karena tanpa adanya kemampuan kewirausahaan ini maka faktor-
faktor produksi yang lainnya tidaklah begitu berarti dalam proses produksi.
Walaupun demikian dalam sebuah proses produksi keseluruhan faktor
produksi itu memiliki kedudukan yang sama pentingnya, semuanya saling
melengkapi. Jika salah satu faktor produksi tersebut ada yang kurang maka
proses produksi tidak akan dapat berjalan. Karena itu dalam mendirikan
sebuah perusahaan perlu diperhatikan ketersediaan semua faktor produksi
yang dibutuhkan tersebut.
3. Fungsi Produksi
Fungsi yang menunjukkan hubungan fungsional antara tingkat/kombinasi
penggunaan input dengan tingkat output per satuan waktu.
Secara matematis dirumuskan :

Q = f ( X1, X2, X3, …… Xn),

Dimana :
Q adalah tingkat output yang diproduksi.
X1, X2 …… Xn adalah berbagai jumlah input (faktor produksi) yang digunakan.
atau:
44 E k o n o m i SMA - Kelas X

Q = f (R, L, C, T)

dimana:
Q = QUANTITY = barang yang dihasilkan
F = FUNCTION = fungsi persamaan (simbol)
R = RESOURCE = kekayaan alam
L = LABOUR = tenaga kerja
C = CONTROL = modal
T = TECHNOLOGY = teknologi

Contoh :
Suatu tingkat produksi dihasilkan oleh faktor-faktor produksi yang
ditunjukkan oleh fungsi-fungsi sebagai berikut :
R = 2X + 1
L = 5X + 2
C = 7X + 2
T = 5X + 3
Dari masing-masing faktor produksi tersebut diketahui R = 100, L = 200, C
= 75 dan T = 85, berapakah tingkat produksi yang bisa dihasilkan ?
Jawab :
Q = f (R, L, C, T)
Q = (2X + 1) + (5X + 2) + ( 7X + 2) + (5X + 3)
Q = 2X + 5X + 7X + 5X + 8
Q = 2(100) + 5(200) + 7(75) + 5(85) + 8
Q = 200 + 1.000 + 525 + 425 + 8
Q = 2.158
Bab 2 - Perilaku Konsumen dan Produsen 45

Rangkuman
. Konsumsi adalah kegiatan menghabiskan atau mengurangi nilai guna suatu barang
dan jasa
. Konsumen adalah orang atau pihak yang melakukan kegiatan konsumsi tersebut
. Nilai suatu barang/jasa dapat dibedakan menjadi dua, yaitu nilai pakai (value in
use) dan nilai tukar (value in exchange)
. Nilai pakai dan nilai tukar, masing-masing dapat dilihat dari sisi subjektif (dari
sisi orangnya) dan dari sisi objektif (dari sisi barangnya).
. Hukum Gossen I berbunyi “ Jika pemuasan kebutuhan dilakukan terus menerus,
maka kenikmatan semakin lama semakin berkurang, dan pada suatu saat akan
tercapai titik kepuasan”
. Hukum Gossen II berbunyi “Manusia berusaha memuaskan kebutuhannya yang
beraneka ragam hingga mencapai tingkat intensitas yang sama (harmonis)”
. Untuk menjelaskan perilaku konsumen dalam memperoleh kepuasan terhadap
barang dan jasa yang dikonsumsi terdapat dua pendekatan teori, yaitu pendekatan
kardinal dan pendekatan ordinal.
. Faktor yang dapat mempengaruhi konsumsi seseorang:
1. Tingkat pendapatan
2. Harga barang dan jasa
3. Adat istiadat dan kebiasaan konsumen
4. Barang substitusi
5. Jumlah penduduk
6. Banyaknya barang konsumsi yang tahan lama dalam masyarakat
7. Ramalan/dugaan masyarakat akan adanya perubahan harga
8. Selera Konsumen
. Produksi sering diartikan sebagai kegiatan menambah dan atau menciptakan guna/
manfaat (utility) suatu barang. Sedangkan orang yang melakukan kegiatan produksi
disebut dengan produsen.
. Faktor produksi terdiri dari:
1) Faktor produksi alam (natural resources)
2) Faktor produksi tenaga kerja (human resources)
3) Faktor produksi modal (capital resources)
4) Faktor produksi kewirausahaan (entrepreneurship resources)
46 E k o n o m i SMA - Kelas X

Latihan

I. Berilah tanda silang (x) huruf a, b, c, d, atau e pada jawaban yang paling benar!

1. Kegiatan konsumsi dilakukan memiliki tujuan tertentu. Tujuan dari kegiatan


konsumsi adalah ...
a. mengurangi nilai guna barang/jasa
b. menghabiskan barang/jasa
c. memperoleh kepuasan
d. memanfaatkan hasil produksi
e. mendapatkan keuntungan
2. Kegiatan yang menghasilkan atau menambah nilai guna suatu barang disebut dengan ...
a. konsumsi
b. distribusi
c. produksi
d. semua jawaban salah
e. konstribusi
3. Yang bukan merupakan kegiatan produksi adalah ...
a. mengubah kayu menjadi kursi
b. membuat layang-layang
c. membuat kue
d. membeli buku
e. membuat baju
4. Gulungan kain diubah menjadi baju merupakan kegiatan produksi yang bersifat
...
a. form utility
b. time utility
c. ownership utility
d. place utility
e. reformulity
5. Perusahaan yang bukan melakukan kegiatan produksi jasa adalah ...
a. rumah sakit
b. perusahaan roti
c. perusahaan transportasi
d. stasiun televisi
e. salon kecantikan
Bab 2 - Perilaku Konsumen dan Produsen 47

6. Segala sesuatu yang digunakan untuk menciptakan atau menambah nilai guna suatu
barang disebut dengan ...
a. sumber daya manusia
b. faktor ekonomi
c. faktor produksi
d. sumber produksi
e. konsumsi
7. Yang bukan merupakan faktor produksi adalah ...
a. konsumen
b. bahan baku
c. karyawan
d. direktur
e. tanah
8. Mesin jahit, uang, gedung, dan tanah merupakan faktor produksi ...
a. alam
b. tenaga kerja
c. modal
d. kewirausahaan
e. skill
9. Yang bukan faktor produksi alam adalah ...
a. tembaga
b. air
c. batubara
d. manusia
e. emas
10. Berikut ini merupakan anggapan dari pendekatan kardinal dalam menjelaskan
kepuasan konsumen, kecuali ....
a. Konsumen akan berusaha memaksimalkan kepuasannya dengan tunduk pada
anggaran
b. Kepuasan dapat diukur dengan angka
c. Tingkat kepuasan merupakan fungsi dari jumlah dan variasi barang
d. Marginal utility semakin berkurang dengan adanya penambahan jumlah barang
yang dikonsumsi
e. Kepuasan hanya bersifat sementara
48 E k o n o m i SMA - Kelas X

II. Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan singkat !


1. Apa yang dimaksud dengan produksi? Berikan contohnya!
2. Jelaskan tentang jenis-jenis nilai guna suatu barang!
3. Ada berapa jenis-jenis faktor produksi? Jelaskan masing-masing disertai contoh!
4. Bagaimana perbedaan teori kardinal dan ordinal dalam menjelaskan tingkat
kepuasan konsumen?
5. Berikan penjelasan tentang tujuan konsumsi?
Evaluasi Akhir Kelas X Semester 1 49

Evaluasi Akhir Kelas X Semester 1

I. Pilihlah salah satu jawaban yang paling benar!


1. Kebutuhan manusia yang wajib dipenuhi demi kelangsungan hidup adalah
kebutuhan....
a. primer d. biologis
b. sekunder e. individu
c. jasmani
2. Berikut ini merupakan salah satu jenis kebutuhan menurut intensitasnya ....
a. individu d. biologis
b. sekarang e. jasmani
c. sekunder
3. Masalah ekonomi muncul dilatarbelakangi oleh ....
a. manusia mempunyai kebutuhan untuk memenuhi segala keperluannya
b. ketersediaan sumber daya yang tidak merata
c. melimpahnya sumber daya dan kebutuhan manusia yang tidak terbatas
d. kelangkaan sumber daya dan kebutuhan manusia yang tidak terbatas
e. manusia yang tidak dapat mengendalikan segala keinginannaya
4. Masyarakat luar negeri yang berperan sebagai konsumen tercermin dalam
kegiatan....
a. pengeluaran pemerintah d. impor
b. konsumsi e. membayar pajak
c. ekspor
5. Rumah tangga produsen akan menjual produk yang dihasilkannya melalui ....
a. pasar sumber daya d. pasar output
b. pasar input e. pasar uang
c. pasar faktor produksi
6. Penurunan permintaan akan ditandai dengan bergesernya kurve permintaan ke ....
a. Kiri d. Bawah
b. Kanan e. Tidak menentu
c. Atas
7. Kurva penawaran memiliki kemiringan atau slope ....
a. negatif d. mendatar
b. positif e. menurun
c. lurus
8. Kurva permintaan sebuah produk dapat bergeser ke kanan akibat ....
a. penurunan harga produksi tersebut
b. peningkatan pendapatan konsumen
c. penurunan harga barang subtitusi dari produk tersebut
d. peningkatan harga barang komplementer
e. perubahan selera konsumen
50 E k o n o m i SMA - Kelas X

9. Menurut hukum penawaran ....


a. jumlah produk yang ditawarkan berbanding terbalik dengan harga.
b. jumlah produk yang ditawarkan berbanding lurus dengan harga.
b. jumlah produk yang ditawarkan berbanding tidak menentu dengan harga.
c. jumlah produk yang ditawarkan tidak tergantung dari harga.
d. jumlah produk yang ditawarkan tergantung dari jumlah permintaan
10. Apabila kurve permintaan bertambah dengan proporsi lebih besar dari
bertambahnya kurve penawaran, maka akan menyebabkan ....
a. harga dan jumlah keseimbangan tetap
b. harga naik dan jumlah keseimbangan turun
c. harga naik dan jumlah keseimbangan naik
d. harga turun dan jumlah keseimbangan naik
e. harga turun dan jumlah keseimbangan turun
11. Harga keseimbangan akan naik jika terjadi hal berikut ini kecuali ....
a. Permintaan bertambah dan penawarang tetap
b. Penawaran berkurang dan permintaan tetap
c. Penawaran bertambah dan permintaan berkurang
d. Permintaan bertambah dan penawaran berkurang
e. Permintaan bertambah dengan proporsi yang lebih besar dari bertambahnya
penawaran
12. Di pasar terjadi pepurunan harga beras dari Rp 750,00 per kg menjadi Rp 650,00
per kg. Hal ini menyebabkan terjadinya perubahan penawaran dari 5.000 kg menjadi
4.500 kg, maka koefisien elastisitas penawaran (Es) beras adalah 0,75 dapat
disimpulkan ....
a. Elastis
b. Elastis uniter
c. Elastis sempurna
d. Inelastis
e. Inelastis sempurna
13. Jika harga barang naik 20% mengakibatkan jumlah barang yang diminta turun
30% maka sifat permintaan barang tersebut adalah ....
a. Elastis d. Inelastis
b. Elastis uniter e. Inelastis sempurna
c. Elastis sempurna
14. Bentuk campur tangan pemerintah dalam pasar persaingan sempurna dapat
berwujud....
a. Pemberian subsidi pada perusahaan kecil
b. Pemberian subsidi pada perusahaan besar
c. Pemberian subsidi pada perusahaan besar dan kecil
d. Pemberian subsidi pada konsumen kecil
e. Pemberian subsidi pada konsumen potensial
Evaluasi Akhir Kelas X Semester 1 51

15. Untuk mengatasi dampak negatif dari monopoli, pemerintah mengambil tindakan-
tindakan berikut, kecuali ....
a. Subsidi
b. Pajak
c. Penerapan harga eceran tertinggi
d. Operasi pasar
e. Mendirikan perusahaan tandingan
16. Jika pasar dikuasai oleh beberapa pembeli, maka pasar tersebut dinamakan ....
a. Oligopoli d. Monopsoni
b. Oligopsoni e. Duopoli
c. Monopoli
17. Berikut ini yang merupakan ciri-ciri pasar pasar monopoli adalah ....
a. Produk yang dijual tidak ada produk substitusinya
b. Harga barang ditentukan oleh pasar
c. Tidak ada campur tangan pemerintah
d. Penjual dan pembeli mengetahui informasi/keadaan pasar
e. Produsen sebagai price taker
18. Jika suatu produk yang dihasilkan oleh produsen dapat dianggap sejenis tetapi
dapat dibedakan karena berbeda bentuk, merk, kemasan atau kualitas merupakan
ciri dari pasar:
a. Persaingan sempurna d. Duopoli
b. Persaingan monopolistik e. Monopoli
c. Oligopoli
19. Berikut ini ciri-ciri pasar persaingan sempurna, kecuali ....
a. Jumlah penjual dan pembeli sangat banyak tetapi tidak ada yang bisa
mempengaruhi harga
b. Barang yang diperjualbelikan homogen tetapi bisa dibedakan
c. Ada kebebasan penjual maupun pembeli untuk masuk ke dalam pasar
d. Ada kebebasan mobilitas faktor-faktor produksi
e. Penjual dan pembeli mengetahui informasi pasar
20. Kebijakan produsen monopoli di mana mampu membuat harga yang berbeda untuk
setiap konsumen yang berbeda, termasuk kebijakan ....
a. Diskriminasi harga derajat ke satu
b. Diskriminasi harga derajat ke dua
c. Diskriminasi harga derajat ke tiga
d. Memindahkan surplus produsen menjadi surplus konsumen
e. Mengurangi surplus produsen

B. Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan singkat !


1. Sebutkan dan jelaskan jenis-jenis kebutuhan manusia!
2. Apa yang dimaksud dengan opportunity cost?
52 E k o n o m i SMA - Kelas X

3. Jelaskan peranan masyarakat luar negeri dalam konsep circular flow!


4. Apa yang dimaksud dengan marginal utility?
5. Sebutkan dan jelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan dan
penawaran!
6. Faktor-faktor apa saja yang menyebabkan bergesernya kurve permintaan ke kanan?
7. Jika harga barang naik sebesar 10% mengakibatkan jumlah barang yang diminta
turun sebesar 5% maka bagaimana elastisitas permintaan barang tersebut?
8. Mengapa pada umumnya barang kebutuhan pokok inelastis tehadap harga
sedangkan barang-barang mewah elastis terhadap harga ?
9. Apabila kurve permintaan bertambah dengan proporsi lebih besar dari
bertambahnya kurve penawaran, maka akan menyebabkan ……..
10. Apabila kurve permintaan bertambah dengan proporsi yang lebih kecil dari
bertambahnya kurve penawaran, maka akan menyebabkan ……..
11. Apakah yang dimaksud dengan pasar monopoli? Dan sebutkan ciri-ciri pasar
monopoli!
12. Kedudukan produsen dalam pasar yang monopoli akan dapat menentukan dapat
menentukan dua hal, yaitu ………. dan ……….
13. Apa saja kebaikan dan keburukan pasar oligopoli?
14. Bagaimana dampak kalau diantara para oligopolis melakukan persaingan harga?
15. Apakah yang dimaksud dengan pasar persaingan monopolistik? Berikan contoh
pasar persaingan monopolistik !

C. Kerjakan dengan uraian atau perhitungan lengkap

1. Jika kalian sebagai produsen barang-barang yang permintaanya inelastis beranikah


kalian membuat kebijakan menaikkan harga? Ilustrasikan jawaban kalian dengan
mengkaitkan penerimaan total (total revenue)!
2. Tabel berikut adalah data permintaan dan penawaran telor pada berbagai tingkat
harga!

Harga per Kg Jumlah Barang yang Jumlah Barang yang


(Rp) diminta (kg) ditawarkan (kg)

6000 24 3
7000 18 11
8000 12 19
9000 6 27

Dari daftar/skedul di atas carilah harga dan jumlah keseimbangan dengan


pendekatan matematis? Gambarkan grafiknya!
Bab 3 - Permintaan, Penawaran, dan Harga Keseimbangan 53

!
PERMINTAAN, PENAWARAN,DAN
HARGA KESEIMBANGAN

Tujuan Pembelajaran :
Setelah mempelajari bab ini diharapkan siswa mampu:
1. Mendeskripsikan pengertian permintaan dan penawaran
2. Mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan dan penawaran
3. Menjelaskan jenis-jenis elastisitas permintaan dan penawaran
4. Mampu menghitung elastisitas permintaan dan penawaran
5. Mampu menghitung harga dan jumlah keseimbangan dengan pendekatan matematis

Peta Konsep

Permintaan, Penawaran,
dan Harga Keseimbangan

Permintaan Penawaran Keseimbangan Pasar

Pengertian Permintaan, Penawaran, dan Harga Keseimbangan


Faktor yang mempengaruhi Permintaan dan Penawaran
Hukum Permintaan dan Penawaran
Elastisitas

Harga Keseimbangan
Jumlah Keseimbangan
Metode Perhitungan
Kata Kunci

Permintaan, Penawaran, Elastisitas dan Keseimbangan.


54 E k o n o m i SMA - Kelas X

Pengantar

Ruang lingkup pembahasan dalam bab ini mencakup sub-sub bab: Faktor-faktor
yang Mempengaruhi Permintaan dan Penawaran, Hukum Permintaan dan Hukum
Penawaran, Pengertian Harga dan Jumlah Keseimbangan, Berbagai Bentuk Pasar Barang,
dan Pasar Input.
Pembahasan dalam bab ini juga terkait dengan bab-bab sebelumnya yaitu
Permasalahan Ekonomi dan Kegiatan Ekonomi Konsumen dan Produsen. Sedangkan
manfaat mempelajari materi dalam bab ini, kalian dapat memahami fakta, konsep dan
generalisasi tentang perilaku pelaku ekonomi baik konsumen maupun produsen dalam
kaitannya dengan kelangkaan, alokasi sumber daya barang dan jasa melalui mekanisme
pasar.Kemudian untuk memudahkan kalian memahami, menguasai berbagai pembahasan
dan aktivitas dalam bab ini sebaiknya kalian berusaha menguasai konsep-konsep yang
sudah diberikan di bab-bab sebelumnya maupun berusaha memahami konsep-konsep
baru seperti : Permintaan, Hukum Permintaan, Penawaran, Hukum Penawaran, Perubahan
Jumlah, Pergeseran Kurva, Harga dan Jumlah Keseimbangan, Pasar Barang dan Pasar
Input.

A. Permintaan (Demand)

Pernahkah kalian mengamati ketika menjelang lebaran harga sirup, gula pasir,
terigu cenderung naik?. Pernahkah kalian mengamati ketika minyak tanah langka
dan terjadi antrian panjang untuk mendapatkannya maka harga yang ditentukan
oleh penjual/pengecer cenderung naik/mahal?.

Gambar 3.1 Suasana Pasar Tradisional dengan banyak Penjual


dan Pembeli sebagai ilustrasi Permintaan dan
Penawaran.
Bab 3 - Permintaan, Penawaran, dan Harga Keseimbangan 55

1. Pengertian Permintaan
Pengertian permintaan dalam bahasa sehari-hari sedikit berbeda
dengan pengertian permintaan dalam ekonomi. Pengertian sehari-hari
permintaan sering hanya diartikan sebagai jumlah barang yang diinginkan
atau dibutuhkan oleh konsumen. Dalam pengertian ekonomi permintaan
diartikan lebih jauh lagi yaitu tidak sekedar keinginan (want) dari konsumen,
melainkan permintaan terhadap sejumlah barang akan berarti jika memang
konsumen menuntut untuk dipenuhinya keinginan tersebut atau sampai pada
taraf kebutuhan (need yaitu keinginan yang menuntut untuk segera
dipenuhi), berarti perlu didukung oleh daya beli.
Dari uraian diatas, maka secara sederhana permintaan dapat diartikan
sebagai jumlah barang yang diminta pada berbagai tingkat harga. Secara
lengkap permintaan adalah jumlah barang atau jasa yang rela dan mampu
dibeli oleh konsumen/pelanggan pada berbagai kemungkinan harga selama
periode tertentu dengan asumsi faktor-faktor lainnya dianggap tetap (ceteris
paribus). Kondisi waktu tertentu tersebut dapat 1 (satu) jam, 1 (satu)
hari, 1 (satu) tahun atau periode waktu lainnya.
Sedangkan faktor-faktor lain yang mempengaruhi permintaan suatu
barang sebenarnya disamping harga barang itu sendiri, kita perlu
memperhatikan harga dan ketersediaan barang yang berkaitan (bisa barang
substitusi dan barang komplementer), pendapatan konsumen, dan selera/
preferensi konsumen terhadap barang tersebut.

2. Macam-macam Permintaan
Konsep permintaan dapat dibedakan atas daya beli konsumen:
a. Permintaan Potensial (Potential Demand)
Permintaan potensial adalah permintaan yang hanya mendasarkan
pada keinginan dan tanpa atau belum didukung oleh daya beli.
Keinginan tanpa daya beli hanya mengarah pada kemauan, tetapi
tidak pada permintaan
b. Permintaan Efektif (Effective Demand)
Permintaan Efektif adalah permintaan yang disertai dengan kekuatan
untuk membeli atau daya beli.
Pembagian lain, permintaan dapat dibedakan dari jumlah pemintanya:
a. Permintaan Individual/Pribadi
Permintaan individual adalah permintaan yang datang dari perseo-
rangan atau individu. Permintaan ini dipengaruhi oleh nilai yang
dikaitkan dengan perolehan dan penggunaan barang jasa yang
bersangkutan serta kemampuan untuk memperolehnya.
b. Permintaan Pasar
Permintaan Pasar adalah penjumlahan secara horizontal (semata-
mata merupakan gabungan) dari permintaan-permintaan individual/
pribadi yang ada di pasar tersebut.
56 E k o n o m i SMA - Kelas X

3. Fungsi, Daftar/Skedul dan Kurva Permintaan

a. Fungsi Permintaan
Fungsi permintaan akan sebuah produk adalah sebuah pernyataan
hubungan antara kuantitas yang diminta dan semua faktor yang
mempengaruhi kuantitas tersebut. Permintaan ditempatkan sebagai
suatu fungsi yang dipengaruhi oleh beberapa faktor.
Faktor-faktor tersebut antara lain harga barang itu sendiri, harga
barang lain/saingan, selera, pendapatan, jumlah penduduk dan faktor
lain. Selain dapat diidentifikasi, keterkaitan antara permintaan dan
faktor-faktor tersebut dapat dirumuskan secara matematis sebagai
berikut:

Qdx = f (Px ; Py ; t ; Y ; Pop)

Dimana:
Qdx = Jumlah produk X yang diminta
Px = Harga barang X
Py = Harga barang Y (Harga barang lain, bisa barang
substitusi dan Barang komplementer)
t = Selera/taste
Y = Pendapatan/Yield
Pop = Jumlah Penduduk/ Populasi
Dalam kaitannya dengan hukum ekonomi, pada masalah
permintaan sebagian besar analisisnya menggunakan asumsi ceteris
paribus (faktor-faktor lain dianggap konstan/tidak berubah). Oleh
karena itu harga merupakan faktor dominan dalam permintaan,
sementara faktor-faktor seperti harga barang lain, selera, tingkat
pendapatan dan jumlah penduduk dianggap tetap.

b. Daftar/skedul Permintaan
Sebagaimana uraian di depan, kita mengenal permintaan individu/
perseorangan tertentu dan permintaan pasar yang sebenarnya
merupakan penjumlahan secara horizontal dari permintaan-permintaan
individu yang ada di pasar. Berikut ini contoh Daftar/Skedul permintaan
akan telur per bulan dalam kg dari permintaan individu dan permintaan
pasar (dengan asumsi dalam pasar tersebut hanya ada dua permintaan
individu yaitu Individu A dan Individu B):
Bab 3 - Permintaan, Penawaran, dan Harga Keseimbangan 57

Tabel 3.1 Permintaan akan telur per bulan dari Individu dan Pasar

Jumlah Telur Jumlah Telur Jumlah Telur


Harga per yang diminta yang diminta yang diminta
Situasi
Kilogram(Rp) Individu A per Individu B per Pasar per bulan
bulan (Kg) bulan (Kg) (Kg)

A Rp 9.000,00 2 4 6
B Rp 8.500,00 3 6 9
C Rp 8.000,00 4 8 12
D Rp 7.500,00 5 10 15
E Rp 7.000,00 6 12 18
F Rp 6.500,00 7 14 21
G Rp 6.000,00 8 16 24

c. Kurva Permintaan
Dari skedul/daftar permintaan di atas kita dapat membuat kurva
permintaan. Kurva permintaan sendiri merupakan garis yang
menghubungkan berbagai jumlah barang yang diminta pada berbagai
tingkat harga. Berikut kurva permintaan individu dan kurva permintaan
pasar yang bisa digambar dari daftar skedul di atas:

P P
D D

9000 9000
8500 8500
8000 8000
7500 7500
7000 7000
6500 6500
6000 6000 D
D

0 0 2 4 6 8 10 12 14 16 Q
2 3 4 5 6 7 8 Q

Grafik 3.1.a Kurva Permintaan Individu A Grafik 3.1.a Kurva Permintaan Individu B
(Harga/kg telor) (Harga/kg telor)
58 E k o n o m i SMA - Kelas X

P
D
9000
8500
8000
7500
7000
6500
6000 D

0 6 9 12 15 18 21 24 Q

Grafik 3.2.c Kur a Permintaan Pasar per bulan


(Harga/kg telor)
Dari grafik kurva permintaan di atas dapat dibuat kesimpulan bahwa bentuk
kurva permintaan pada umumnya memiliki kemiringan (slope) yang negatif
atau bergerak dari kiri atas ke kanan bawah. Bentuk kurva semacam ini
mempunyai makna bahwa semakin tinggi harga suatu barang maka semakin
sedikit permintaan akan barang tersebut, demikian juga sebaliknya semakin
rendah harga suatu barang maka semakin tinggi permintaan akan barang
tersebut. Hal ini terjadi karena pada harga yang tinggi banyak pembeli
yang sebenarnya berminat membeli barang tersebut menjadi tidak mampu
membeli sehingga permintaan terhadap barang tersebut menjadi berkurang/
sedikit.
Sebaliknya pada harga yang rendah, pembeli yang sebelumnya tidak
mampu membeli, menjadi mampu membeli sehingga pada harga yang
rendah permintaan terhadap barang cenderung banyak atau mengalami
kenaikan.
Dari grafik di atas juga menunjukkan bahwa permintaan-permintaan
individu yang ada di pasar jika dijumlahkan secara horizontal (hanya pada
sumbu kuantitas = Q) akan menjadi kurva permintaan pasar. Jadi kurva
permintaan pasar sebenarnya hanya merupakan penggabungan secara
horizontal dari kurva-kurva permintaan individual yang ada di pasar.

d. Perubahan Permintaan
Perubahan permintaan dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu:
1) Perubahan Jumlah Barang Yang Diminta
Perubahan jumlah barang yang diminta menunjukkan
berubahnya jumlah barang yang diminta karena adanya
perubahan harga barang itu sendiri. Dalam perubahan jumlah
barang yang diminta maka faktor-faktor lain seperti harga barang
lain, selera, tingkat pendapatan dianggap tetap (ceteris paribus).
Untuk lebih jelasnya dapat dilihat dalam grafik berikut:
Bab 3 - Permintaan, Penawaran, dan Harga Keseimbangan 59

D
A
P

B
P1
D

0 Q Q1

Grafik 3.3 Perubahan Jumlah yang Diminta


Dari grafik di atas dapat dijelaskan bahwa perubahan jumlah
barang yang diminta dari OQ ke OQ1 atau pergeseran dari titik A ke
titik B terjadi karena berubahnya harga (penurunan harga) dari OP
ke OP1.
Jadi pada perubahan jumlah barang yang diminta dapat ditandai
adanya pergeseran dari titik A ke titik B, dimana pergeseran terjadi
karena adanya penurunan harga dan pergeseran itu terjadi disepanjang
kurva atau masih pada kurva yang sama.

2) Perubahan Permintaan.
Yang dimaksud perubahan permintaan adalah berubahnya jumlah
barang yang diminta sebagai akibat perubahan salah satu faktor atau
lebih dari faktor-faktor yang dianggap tetap.
Jadi dalam perubahan permintaan maka asumsi ceteris paribus menjadi
tidak berlaku. Ciri yang nampak pada perubahan permintaan adalah
pada harga barang yang sama/tetap tetapi jumlah yang diminta bisa
berubah (berkurang ataupun bertambah), sehingga akan terjadi
pergeseran kurva atau pada kurva yang berbeda.
Pada kondisi harga yang tetap tetapi jumlah barang yang diminta
menjadi berkurang disebut sebagai Permintaan Berkurang. Sedangkan
pada harga yang tetap tetapi jumlah barang yang diminta mengalami
kenaikkan disebut permintaan bertambah.
60 E k o n o m i SMA - Kelas X

P (Price)
D2 D D1
F A C
P

B
P1
D2 D D1
0 Q3 Q Q2 Q1 Q (Quantity)
Grafik 3.4 Perubahan Permintaan

Dari grafik di atas dapat dijelaskan bahwa pergeseran dari titik A ke


titik B hanyalah merupakan perubahan jumlah yang diminta.
Bertambahnya jumlah yang diminta dari OQ ke OQ1 terjadi karena
turunnya harga dari OP ke OP1, dan yang terjadi hanyalah pergeseran
disepanjang kurva DD (masih dalam satu kurva).
Pergeseran dari titik A ke titik C, yang terjadi pada harga yang
tetap yaitu sebesar OP, sedangkan jumlah barang yang diminta
bertambah dari OQ ke OQ2. Pada pergeseran ini bisa disebut sebagai
perubahan permintaan atau lebih tetapnya permintaan bertambah.
Pada kasus permintaan bertambah ada pergeseran kurva permintaan
ke arah kanan atau kurva permintaan bergeser dari DD ke D1D1.
Pergeseran dari titik A ke F yang terjadi pada harga yang sama
yaitu sebesar OP. Pada kondisi ini ternyata jumlah yang diminta
mengalami penurunan dari OQ ke OQ3. Penurunan dari OQ ke OQ3
dapat disebut telah terjadi perubahan permintaan, dalam hal ini bisa
disebut permintaan berkurang. Pada kondisi permintaan berkurang
ini terjadi pergeseran kurva dari kurva DD ke kurva D2D2 atau kurva
permintaan bergeser ke kiri.

4. Faktor yang Mempengaruhi Permintaan


Sekarang ini kita beranggapan bahwa perubahan harga produk itu
sendiri yang akan mempengaruhi jumlah produk yang diminta (dalam hal ini
berarti faktor-faktor lain dianggap konstan/asumsi ceteris paribus berlaku).
Perubahan harga produk hanya akan menyebabkan perubahan jumlah produk
yang diminta, perubahan ini hanya terjadi dalam satu kurva atau disepanjang
kurva.
Jika ceteris paribus tidak berlaku dengan kata lain faktor-faktor
lain yang dianggap konstan mengalami perubahan maka akan terjadi
perubahan permintaan atau terjadi pergeseran kurva. Adapun faktor-faktor
yang bisa mempengaruhi perubahan permintaan antara lain:
Bab 3 - Permintaan, Penawaran, dan Harga Keseimbangan 61

a. Harga Barang Lain yang Mempunyai Hubungan Erat.


Jumlah permintaan suatu barang bisa berubah bila harga barang lain
yang mempunyai hubungan erat berubah. Harga barang lain yang
mempunyai hubungan erat bisa berupa barang substitusi (barang yang
bisa saling menggantikan) atau barang komplementer (barang yang bisa
saling melengkapi).
Barang substitusi adalah dua barang yang dalam penggunaannya
bisa saling menggantikan. Contoh: Daging Sapi dengan Daging Ayam.
Ketika harga daging sapi naik, maka masyarakat/konsumen akan cenderung
mengurangi volume permintaan barang yang harganya naik dan
menggantikannya dengan barang yang harganya relatif tetap. Jadi dalam
hal ini jika daging sapi harganya mengalami kenaikkan, sementara daging
ayam harganya tetap maka permintaan akan daging sapi mengalami
penurunan dan permintaan daging ayam akan mengalami kenaikkan. Dalam
hal ini konsumen akan mengganti konsumsi barang yang harganya naik
(daging sapi) dengan barang substitusinya (daging ayam), sehingga
masyarakat masih bisa menikmati daging.
Barang komplementer adalah dua barang yang dalam
penggunaannya akan efektif bila digunakan secara bersama-sama. Contoh:
Kopi dengan Gula Pasir atau Mobil Diesel dengan Solar. Dalam kasus ini
contohnya naiknya harga kopi akan bisa menyebabkan turunnya permintaan
akan gula pasir, walaupun harga gula pasir relatif tetap. Atau naiknya harga
solar bisa menyebabkan turunnya permintaan akan mobil jenis diesel.

Gambar 3.2 Barang Substitusi Daging Gambar 3.3 Barang Komplementer, misal Gula
Sapi dan Daging Ayam dengan Teh atau Mobil dengan Bensin

b. Selera/Taste Masyarakat terhadap barang/produk yang


dihasilkan.
Selera atau cita rasa konsumen terhadap suatu barang dapat
mempengaruhi permintaan terhadap barang tersebut. Jika selera
masyarakat terhadap suatu barang meningkat maka permintaan terhadap
barang tersebut juga akan meningkat dan sebaliknya jika selera masyarakat
terhadap suatu barang menurun maka permintaan terhadap barang tersebut
menurun.
62 E k o n o m i SMA - Kelas X

Contoh, selera masyarakat terhadap suatu barang yang berhubungan


dengan mode. Model pakaian/celana panjang yang sedang trend saat ini
adalah celana yang relatif ketat, maka jumlah permintaan model celana ini
cenderung meningkat. Sebaliknya model pakaian yang sudah ketinggalan
(out of date) seperti model rok mini atau model longgar, jumlah
permintaannya cenderung menurun atau berkurang.

Gambar 3.4 Mode Pakaian untuk menarik minat calon pembeli


Sumber: Majalah Kartini 2002

c. Pendapatan Masyarakat (Income/Yield)


Pendapatan masyarakat merupakan cermin atau gambaran daya beli
masyarakat, sehingga akan mempengaruhi permintaan barang atau jasa
baik dari segi kuantitas atau kualitas. Untuk barang normal, jika pendapatan
masyarakat naik maka permintaan akan barang tersebut cenderung naik
dan sebaliknya jika pendapatan masyarakat turun maka permintaan akan
barang tersebut juga cenderung turun. Tetapi untuk barang inferior
sebaliknya, yaitu jika pendapatan masyarakat naik/bertambah justru
permintaan akan barang tersebut semakin berkurang.

Gambar 3.5 Orang bekerja, dapat upah /bayaran dengan gambar uang
sebagai ilustrasi pendapatan masyarakat
Sumber: Pusat Perbukuan 2004
Bab 3 - Permintaan, Penawaran, dan Harga Keseimbangan 63

Contoh :
Contoh kongkrit barang inferior: Lauk-pauk tahu tempe, ketika pendapatan rendah
orang cenderung mengkonsumsi tahu atau tempe, tetapi ketika pendapatan naik
justru orang/masyarakat cenderung mengurangi pembelian tahu/tempe dan mengganti
dengan lauk-pauk yang lebih baik misal dengan daging atau telur dan lainnya.

d. Jumlah Penduduk.
Pertambahan jumlah penduduk cenderung menyebabkan
bertambahnya permintaan, walaupun tidak selalu demikian. Jumlah
penduduk yang besar secara potensial jelas akan mampu menambah
permintaan. Lebih-lebih jika jumlah penduduk yang besar jika disertai dengan
kesempatan kerja yang luas maka pada gilirannya akan lebih banyak orang
yang menerima pendapatan. Penerimaan pendapatan akan menambah daya
beli yang pada gilirannya akan menambah permintaan.

Gambar 3.6 Orang banyak, ilustrasi jumlah penduduk


Sumber: Solo Pos 2006

e. Intensitas Kebutuhan
Mendesak tidaknya kebutuhan seseorang terhadap suatu barang/jasa
yang diinginkan akan mempengaruhi permintaan terhadap barang/jasa
tersebut. Jika suatu barang masuk kategori kebutuhan primer maka
konsumen tidak akan menunda permintaan terhadap barang tersebut, tetapi
jika barang tersebut masuk kategori kebutuhan sekunder, maka konsumen
cenderung menunda permintaan terhadap barang tersebut.

Gambar 3.7 Makanan, Rumah dan Mobil, Sebagai ilustrasi


kebutuhan pokok dan kebutuhan sekunder.
Sumber: Majalah Kartini 2002, Solo Pos 2006
64 E k o n o m i SMA - Kelas X

5. Hukum Permintaan
Hukum sebenarnya merupakan generalisasi dari suatu realita. Hukum
Permintaan mencoba menjelaskan realita dilapangan mengenai sifat
hubungan antara perubahan harga suatu barang dengan perubahan jumlah
barang yang diminta. Secara umum dijumpai bahwa apabila harga suatu
barang turun, maka orang cenderung untuk membeli barang itu dalam jumlah
yang lebih banyak. Sebaliknya apabila harga suatu barang naik, maka orang
akan cenderung mengurangi jumlah pembeliannya. Jadi pola hubungan
antara harga barang dengan jumlah barang yang diminta adalah negatif.
Berdasarkan kenyataan di atas maka munculah hukum permintaan
yang menyatakan bahwa “Jumlah produk (barang/jasa) yang diminta
berbanding terbalik dengan harga”. Artinya apabila harga suatu produk
naik/tinggi maka jumlah produk yang diminta cenderung turun/rendah, atau
sebaliknya bila harga suatu produk cenderung turun/rendah maka jumlah
produk yang diminta cenderung naik atau tinggi.
Hukum permintaan ini hanya berlaku apabila faktor-faktor lain yang
mempengaruhi permintaan produk, selain faktor harga dianggap konstan
(ceteris paribus). Dalam analisis ini berarti jumlah produk yang diminta
hanya dianggap bergantung pada harga barang itu sendiri.

B. Penawaran (Supply)
Pernahkan kalian mengamati ketika masa panen padi maka harga padi
cenderung menurun?. Semua fenomena ini sebenarnya bisa dipahami melalui
perilaku konsumen dan produsen yaitu melalui penawaran
1 Pengertian Penawaran
Dengan memahami konsep permintaan maka kita tidak akan kesulitan
untuk memahami konsep penawaran, karena pembahasan konsep
penawaran pada dasarnya hanya kebalikan dari konsep permintaan. Kalau
permintaan merupakan kegiatan ekonomi yang dilihat dari sudut
konsumennya, maka penawaran dilihat dari sudut produsen atau penjualnya.
Dalam ilmu ekonomi penawaran diartikan kesediaan penjual untuk
menjual/menyerahkan berbagai jumlah barang pada berbagai tingkat harga
dalam waktu tertentu dan keadaan tertentu. Waktu tertentu menunjukkan
periode atau saat tertentu dan kondisi tertentu menunjukkan keadaan
ceteris paribus.
2. Macam-macam Penawaran
Pembagian penawaran dapat dibedakan dari jumlah penjualnya:
a. Penawaran Individual/Pribadi
Penawaran individual adalah penawaran yang datang dari penjual/
produsen perseorangan/individu.
Bab 3 - Permintaan, Penawaran, dan Harga Keseimbangan 65

b. Penawaran Pasar
Penawaran Pasar adalah penjumlahan secara horizontal (semata-
mata merupakan gabungan) dari penjual-penjual individual/pribadi
yang ada di pasar tersebut.

Tugas:
Diskusikan dengan teman-teman dalam kelompok kalian !
1. Diskripsikan adanya bermacam-macam permintaan dan penawaran yang
kalian ketahui!
2. Berikan contoh kongkrit permintaan individual, permintaan pasar, penawaran
individual dan penawaran pasar dari barang-barang yang sering kalian
gunakan.

3. Fungsi, Daftar/Skedul dan Kurva Penawaran

a. Fungsi Penawaran
Fungsi penawaran akan sebuah produk adalah sebuah pernyataan
hubungan antara kuantitas yang ditawarkan dan semua faktor yang
mempengaruhi kuantitas tersebut.
Penawaran ditempatkan sebagai suatu fungsi yang dipengaruhi oleh
beberapa faktor. Faktor-faktor tersebut antara lain harga barang itu sendiri,
harga barang lain/saingan, tingkat teknologi, harga input/faktor-faktor
produksi dan faktor lain. Keterkaitan antara jumlah yang ditawarkan dan
faktor-faktor tersebut dapat dirumuskan secara matematis sebagai berikut:.

Qsx = f ( Px ; Py ; T ; I )

Dimana:
Qsx = Jumlah produk X yang ditawarkan
Px = Harga barang X
Py = Harga barang Y (Harga barang lain, bisa barang
substitusi dan Barang komplementer)
T = Tingkat Tekonologi yang dipakai
I = Harga Input
Sama halnya dengan kurva permintaan, pada masalah penawaran
analisisnya juga menggunakan asumsi ceteris paribus (faktor-faktor lain
dianggap konstan/tidak berubah). Oleh karena itu harga barang itu sendiri
merupakan faktor dominan dalam penawaran, sementara faktor-faktor
seperti harga barang lain, tingkat teknologi dan harga input dianggap tetap.
66 E k o n o m i SMA - Kelas X

b. Daftar/Skedul Penawaran
Sebagaimana uraian di depan, kita mengenal penawaran individu/
perseorangan tertentu dan penawaran pasar yang sebenarnya merupakan
penjumlahan secara horizontal dari penawaran-penawaran individu yang
ada di pasar. Berikut ini contoh Daftar/Skedul penawaran akan telur per
bulan dalam kg dari penawaran individu dan penawaran pasar (dengan
asumsi dalam pasar tersebut hanya ada dua produsen individu):
Tabel 3.2. Penawaran akan telur per bulan dari Individu dan Pasar

Jumlah Telur yang Jumlah Telur yang Jumlah Telur


Harga per ditawarkan ditawarkan yang ditawarkan
Situasi
Kilogram (Rp) Individu A per Individu B per Pasar per bulan
bulan (Kg) bulan (Kg) (Kg)

H Rp 9.000,00 14 13 27
I Rp 8.500,00 12 11 23
J Rp 8.000,00 10 9 19
K Rp 7.500,00 8 7 15
L Rp 7.000,00 6 5 11
M Rp 6.500,00 4 3 7
N Rp 6.000,00 2 1 3

c. Kurva Penawaran
Dari skedul/daftar penawaran di atas kita dapat membuat kurva
penawaran. Kurva penawaran sendiri merupakan garis yang
menghubungkan berbagai jumlah barang yang ditawarkan pada
berbagai tingkat harga. Berikut kurva penawaran individu dan kurva
penawaran pasar yang bisa digambar dari daftar/skedul di atas :
P (Price)
S
9000
8500
8000
7500
7000
6500
6000
S

0 2 4 6 8 10 12 14 Q (Quantity)
Grafik 3.5. A Kurva Penawaran Individu A Price (Harga/
kg telur)
Bab 3 - Permintaan, Penawaran, dan Harga Keseimbangan 67

P (Price)
S
9000
8500
8000
7500
7000
6500
6000
S

0 1 3 5 7 9 11 13 Q (Quantity)
Grafik 3.5. B Kurva Penawaran Individu B Price (Harga/
kg telur)

P (Price)
S
9000
8500
8000
7500
7000
6500
6000
S

0 3 7 11 15 19 24 27
Q (Quantity)
Grafik 3.6 Kurva Penawaran Pasar Price (Harga/kg telur)

Dari grafik kurva penawaran di atas dapat dibuat kesimpulan bahwa bentuk
kurva penawaran pada umumnya memiliki kemiringan (slope) yang positif
atau bergerak dari kiri bawah ke kanan atas. Bentuk kurva semacam ini
mempunyai makna bahwa semakin tinggi harga suatu barang maka semakin
banyak penawaran akan barang tersebut, demikian juga sebaliknya semakin
rendah harga suatu barang maka akan semakin rendah penawaran akan
barang tersebut. Hal demikian terjadi karena pada harga yang tinggi banyak
penjual yang mampu menjual barangnya sehingga penawaran barang
tersebut menjadi bertambah. Sebaliknya pada harga yang rendah penjual/
produsen yang tidak efisien atau yang biaya produksinya relatif tinggi menjadi
tidak mampu menawarkan produknya, sehingga pada harga yang rendah
penawaran terhadap barang tersebut cenderung mengalami penurunan atau
berkurang.
Dari grafik di atas juga menunjukkan penawaran-penawaran individu
yang ada di pasar jika dijumlahkan secara horizontal (hanya pada sumbu
kuantitas = Q) akan menjadi kurva penawaran pasar. Jadi kurva penawaran
pasar sebenarnya hanya merupakan penggabungan secara horizontal dari
kurva-kurva penawaran individual atau semua produsen yang ada di pasar.
68 E k o n o m i SMA - Kelas X

d. Perubahan Penawaran
Perubahan penawaran dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu:
1) Perubahan Jumlah Yang Ditawarkan
Perubahan jumlah barang yang ditawarkan menunjukkan
berubahnya jumlah barang yang ditawarkan karena adanya perubahan
harga barang itu sendiri. Dalam perubahan jumlah barang yang
ditawarkan maka faktor-faktor lain seperti harga barang lain, tingkat
teknologi, harga input/faktor produksi dianggap tetap (ceteris paribus).
Untuk lebih jelasnya dapat dilihat dalam grafik berikut:

P (Price)

P1
B

P
A

0 Q Q1 Q (Quantity)
Grafik 3.7 Perubahan Jumlah Yang Ditawarkan

Dari grafik di atas dapat dijelaskan bahwa perubahan (kenaikan)


jumlah barang yang ditawarkan dari OQ ke OQ1 atau pergeseran
dari titik A ke titik B terjadi karena berubahnya harga (kenaikan harga)
dari OP ke OP1 dan pergeseran itu terjadi disepanjang kurva atau
masih pada kurva yang sama.

1) Perubahan Penawaran.
Yang dimaksud perubahan penawaran adalah berubahnya jumlah
barang yang ditawarkan produsen sebagai akibat perubahan salah
satu faktor atau lebih dari faktor-faktor yang dianggap tetap. Jadi
dalam perubahan penawaran maka asumsi ceteris paribus menjadi
tidak berlaku. Ciri yang nampak pada perubahan penawaran adalah
pada harga barang yang sama/tetap tetapi jumlah yang ditawarkan
bisa berubah (berkurang ataupun bertambah), sehingga akan terjadi
pergeseran kurva.
Pada kondisi harga yang tetap tetapi jumlah barang yang
ditawarkan menjadi bertambah disebut sebagai Penawaran
Bertambah. Sedangkan pada harga yang tetap tetapi jumlah barang
yang ditawarkan mengalami penurunan disebut Penawaran
Berkurang.
Bab 3 - Permintaan, Penawaran, dan Harga Keseimbangan 69

P (Price)
S2 S S1
B
P1

P F A C

S2 S S1

Q (Quantity)
0 Q3 Q Q1 Q2

Grafik 3.8. Tentang Perubahan Penawaran

Dari grafik di atas dapat dijelaskan bahwa pergeseran dari titik


A ke titik B hanyalah merupakan perubahan jumlah yang ditawarkan.
Bertambahnya jumlah yang ditawarkan dari OQ ke OQ1 terjadi karena
naiknya harga dari OP ke OP1, dan yang terjadi hanyalah pergeseran
disepanjang kurva SS.
Pergeseran dari titik A ke titik C, yang terjadi pada harga yang
tetap yaitu sebesar OP, sedangkan jumlah barang yang ditawarkan
bertambah dari OQ ke OQ1. Pada pergeseran ini bisa disebut sebagai
perubahan penawaran atau lebih tepatnya penawaran bertambah.
Pada kasus penawaran bertambah ini ada pergeseran kurva
penawaran ke arah kanan atau kurva penawaran bergeser dari SS
ke S1S1.
Pergeseran dari titik A ke F yang terjadi pada harga yang sama
yaitu sebesar OP. Pada kondisi ini ternyata jumlah yang ditawarkan
mengalami penurunan dari OQ ke OQ3. Penurunan dari OQ ke OQ3
dapat disebut telah terjadi perubahan penawaran, dalam hal ini bisa
disebut penawaran berkurang. Pada kondisi penawaran berkurang
ini terjadi pergeseran kurva dari kurva SS ke kurva S2S2 atau kurva
penawaran bergeser ke kiri.

Tugas:
Diskusikan dengan kelompok kalian!
1. Tunjukkan perbedaan perubahan jumlah yang diminta dan perubahan permintaan?
2. Tunjukkan perbedaan perubahan jumlah yang ditawarkan dan perubahan
penawaran?
3. Mengapa pada umumnya kurva permintaan berslope negatif sedangkan kurva
penawaran berslope positif?
70 E k o n o m i SMA - Kelas X

4. Faktor-faktor yang mempegaruhi penawaran


Seperti halnya pada permintaan maka penawaranpun dipengaruhi oleh
beberapa faktor. Selama keadaaan ceteris paribus berlaku , maka perubahan
harga barang hanya mempengaruhi jumlah produk yang ditawarkan (terjadi dalam
satu kurva/sepanjang kurva), tidak mempengaruhi/menggeser kurva
penawarannya.
Beberapa faktor-faktor yang bisa menyebabkan keadaan menjadi tidak
ceteris paribus dan kemudian mempengaruhi penawaran suatu produk antara
lain:
a. Harga Barang Lain
Jumlah suatu barang yang ditawarkan dapat bertambah karena
menurunnya harga barang yang lain. Misalkan sebuah perusahaan
memproduksi dua macam barang yaitu sepatu dan tas kulit, kalau harga
tas kulit cenderung turun maka perusahaan akan mengurangi produksi
barang yang harganya turun (tas kulit) dan menambah produksi barang
yang harganya relatif tetap (sepatu).

(a) (b)
Gambar 3.8 Tas dan Sepatu
Sumber: (a) Majalah Kartini 2002, (b) IFA 2006

b. Biaya Produksi
Biaya produksi berkaitan langsung dengan penentuan harga jual. Jika
biaya produksi mengalami kenaikan maka harga barang akan cenderung
naik, sehingga produsen cenderung mengurangi jumlah produksinya
akibatnya jumlah penawaranpun akan berkurang. Sebaliknya jika biaya
produksi turun, produsen akan menambah jumlah produksi sehingga akan
mampu menambah jumlah penawaran.
c. Harga Sumber Daya
Harga sumber daya atau input (faktor-faktor produksi) yang
digunakan dalam proses produksi barang dan jasa tertentu akan
berpengaruh terhadap biaya produksi. Jika harga sumber daya mengalami
penurunan dengan sendirinya biaya produksi cenderung menurun. Turunnya
biaya produksi akan menyebabkan pada harga output/hasil yang sama
produsen akan mampu menjual lebih banyak, dengan kata lain penawaranya
akan bertambah. Dan sebaliknya bila harga input mengalami kenaikan maka
biaya produksi juga akan mengalami kenaikkan, oleh karena itu pada harga
output yang sama produsen cenderung akan menjual/menawarkan barang
dalam jumlah yang lebih sedikit atau penawarannya akan berkurang.
Bab 3 - Permintaan, Penawaran, dan Harga Keseimbangan 71

d. Tingkat Teknologi yang Digunakan.


Kemajuan di bidang teknologi, seperti diketemukannya tehnologi baru
dalam proses produksi biasanya akan membawa perubahan-perubahan
kuantitas maupun kualitas dengan kata lain akan terjadinya penghematan
atau efisiensi. Penggunaan teknologi yang lebih efisien jelas akan mampu
menurunkan biaya produksi yang pada gilirannya akan mampu menambah
jumlah barang yang diproduksi sehingga penawarannyapun akan bertambah.

Tugas:
Diskusikan dengan kelompok kalian!
1. Benarkah ketika pendapatan seseorang atau masyarakat naik, maka permintaan
terhadap suatu barang (asumsi barang normal) juga akan mengalami kenaikkan?
Berilah contoh dan penjelasan!
2. Benarkah ketika biaya produksi mengalami kenaikkan, maka produsen cenderung
akan mengurangi penawarannya? Berilah contoh dan penjelasannya!

5. Hukum Penawaran
Sejalan dengan hukum permintaan, maka Hukum Penawaran mencoba
menjelaskan realita dilapangan mengenai sifat hubungan antara perubahan harga
suatu barang dengan perubahan jumlah barang yang ingin ditawarkan oleh
penjual/produsen. Secara umum dijumpai bahwa apabila harga suatu barang
turun, maka produsen akan cenderung untuk menawarkan barang dalam jumlah
yang lebih sedikit. Hal ini disebabkan dengan turunnya harga atau rendahnya
harga maka hanya produsen yang efisienlah yang mampu dan berani menjual
pada harga yang rendah. Produsen yang tidak efisien tidak bisa lagi menawarkan
barang pada harga yang sedemikian rendah sehingga mereka akan menarik diri
dari pasar. Kalau hal ini terjadi maka pada harga yang rendah produsen yang
bersedia menawarkan barangnya menjadi lebih sedikit. Sebaliknya apabila harga
suatu barang naik, maka produsen akan cenderung menawarkan barangnya
dalam jumlah yang lebih banyak. Hal ini terjadi karena produsen yang pada
harga lebih rendah sebelumnya tidak mampu menawarkan barangnya, maka
ketika harga barang naik produsen menjadi mampu menawarkan/menjual
barangnya sehingga akan menambah supply atau penawaran di pasar. Jadi
pola hubungan antara harga barang dengan jumlah penawarannya adalah positif.
Berdasarkan kenyataan itulah maka munculah hukum penawaran yang
menyatakan bahwa “Jumlah produk yang ditawarkan berbanding lurus
dengan harga”. Artinya apabila harga suatu produk naik/tinggi maka jumlah
produk yang ditawarkan cenderung naik/tinggi, atau sebaliknya bila harga suatu
produk cenderung turun/rendah maka jumlah produk yang ditawarkan juga
cenderung turun atau rendah.
72 E k o n o m i SMA - Kelas X

Hukum penawaran ini juga hanya berlaku apabila faktor-faktor lain yang
mempengaruhi penawaran produk, selain faktor harga barang itu sendiri dianggap
konstan (ceteris paribus). Dalam analisis ini berarti jumlah produk yang
ditawarkan hanya dianggap tergantung pada harga.

Tugas:
Diskusikan dengan kelompok yang sudah kamu bentuk. Kapan (dalam kondisi
bagaimana) hukum permintaan dan hukum penawaran dapat berlaku dan dalam
kondisi bagaimana hukum permintaan dan hukum penawaran menjadi tidak berlaku!
Berikan contoh kongkritnya!

C. Elastisitas dan Macam-macam Elastisitas


Pernahkah kalian melihat sebuah pusat perbelanjaan/departement store
mengadakan program diskon atau potongan harga? Jika kita amati sering kali kita
menemukan pusat perbelanjaan akan menjadi ramai pembeli/pengunjung ketika
ada program diskon atau potongan harga.

Gambar 3.8 Suasana Supermarket Dengan Program Diskon dan Pengunjung/


Pembeli yang berjubel sebagai ilustrasi Elastisitas

Dari hukum permintaan dan penawaran yang telah kita pelajari di depan
juga nampak bila harga suatu barang diturunkan maka permintaan akan barang
tersebut akan mengalami kenaikan, disisi lain penawaran akan barang tersebut
akan mengalami penurunan. Dari uraian di atas tampak bahwa baik dari sisi
permintaan maupun penawaran suatu barang sebenarnya sangat peka terhadap
perubahan harga. Berapa tingkat kepekaan perubahan kuantitas suatu barang yang
diminta atau yang ditawarkan terhadap perubahan harga barang tersebut menjadi
sangat penting untuk dipelajari dalam ekonomi. Sub bab ini mencoba mengupas
masalah derajat kepekaan atau sering disebut elastisitas/pemuluran.
Bab 3 - Permintaan, Penawaran, dan Harga Keseimbangan 73

1. Pengertian Elastisitas
Secara sederhana elastisitas dapat diartikan sebagai derajat kepekaan suatu
gejala ekonomi terhadap perubahan gejala ekonomi lain. Pengertian lain elastisitas
dapat diartikan sebagai tingkat kepekaan perubahan kuantitas suatu barang yang
disebabkan oleh adanya perubahan faktor-faktor lain.
Ukuran yang dipakai untuk mengukur derajat kepekaan digunakan rasio/
perbandingan persentase perubahan kuantitas barang yang diminta atau barang
yang ditawarkan dengan persentase perubahan faktor-faktor yang menyebabkan
kuantitas barang itu berubah. Penyebab kuantitas suatu barang yang diminta/
ditawarkan bisa berubah dapat dikelompokkan dalam tiga hal :
a. Harga barang itu sendiri
b. Harga barang lain
c. Income atau pendapatan.
Jika dikaitkan dengan penyebab kuantitas suatu barang bisa berubah, maka
kita mengenal 3 (tiga) macam elastisitas, yaitu :
a. Elastisitas Harga (Price Elasticity), membahas perbandingan/ratio
persentase perubahan kuantitas suatu barang yang diminta atau yang
ditawarkan dengan persentase perubahan harga barang itu sendiri.
b. Elastisitas Silang (Cross Elasticity), membahas perbandingan/ratio
persentase perubahan kuantitas suatu barang (barang X) yang diminta
atau yang ditawarkan dengan persentase perubahan harga barang lain
(barang Y).
c. Elastisitas Pendapatan/Income, membahas perbandingan/ratio persentase
perubahan kuantitas suatu barang yang diminta atau yang ditawarkan
dengan persentase perubahan income/pendapatan.
Dari ketiga macam elastisitas di atas, kita hanya akan mempelajari secara
mendalam pada elastisitas harga saja. Elastisitas harga bisa dibedakan menjadi
2 (dua) macam :
a. Elastisitas Harga dari Permintaan (Price Elasticity of Demand) atau yang
lebih dikenal sebagai Elastisitas Permintaan.
b. Elastisitas Harga dari Penawaran (Price Elasticity of Supply) atau lebih
dikenal dengan Elastisitas Penawaran.
2. Elastisitas Permintaan
Sebagaimana kita ketahui pada umumnya konsumen peka/sensitive
terhadap perubahan harga. Ketika terjadi perubahan harga (baik harga naik
atau harga turun) akan mempengaruhi keputusan konsumen dalam pembelian.
Ukuran kepekaan konsumen inilah yang disebut dengan Elastisitas Harga dari
Permintaan atau sering disebut Elastisitas Permintaan disimbolkan Ed.
a. Pengertian Elastisitas Permintaan
Elastisitas permintaan (Ed) diartikan sebagai derajat kepekaan
perubahan kuantitas barang yang diminta yang disebabkan karena
perubahan harga barang itu sendiri. Pengertian lain, Elastisitas permintaan
sering diartikan sebagai perbandingan persentase perubahan kuantitas
barang yang diminta dengan persentase perubahan harga barang itu sendiri.
Besar kecilnya elastisitas permintaan diukur dengan tingkat Koefisien
Elastisitas.
74 E k o n o m i SMA - Kelas X

b. Jenis-jenis Elastisitas Permintaan.


Berdasarkan besar kecilnya tingkat koefisien elastisitas permintaannya,
elastisitas permintaan dapat dibedakan menjadi 5 (lima) macam:
1) Permintaan Inelastis Sempurna (Ed = 0)
Permintaan Inelastis Sempurna terjadi jika tidak ada perubahan jumlah
yang diminta meskipun ada perubahan harga, atau ΔQd = 0, meskipun ΔP
ada. Secara matematis %ΔQd = 0, berapapun %ΔP. Dengan kata lain
perubahan harga sebesar apapun sama sekali tidak berpengaruh terhadap
jumlah yang diminta. Kasus permintaan inelastis sempurna terjadi bila
konsumen dalam membeli barang tidak lagi memperhatikan harganya,
melainkan lebih memperhatikan pada seberapa besar kebutuhannya.
Contoh: Pembelian Garam dapur oleh suatu keluarga atau pembelian Obat
ketika sakit. Konsumen membeli garam atau obat lebih mempertimbangkan
berapa butuhnya, bukan pada berapa harganya.
2) Permintaan Inelastis (Ed < 1)
Permintaan Inelastis kalau perubahan harga kurang begitu
berpengaruh terhadap perubahan kuantitas barang yang diminta. Dengan
kata lain kalau persentase perubahan jumlah yang diminta relatif lebih kecil
dibanding persentase perubahan harga. Secara matematis %ΔQd < %ΔP.
Permintaan Inelastis atau sering disebut Permintaan yang tidak peka
terhadap harga, misal harga berubah naik 10% maka perubahan
permintaannya akan turun kurang dari 10%. Elatisitas kurang dari satu
biasanya terjadi pada barang-barang kebutuhan pokok seperti beras, gula,
pupuk, bahan bakar dan lain-lain.
3) Permintaan Elastis Uniter (Ed = 1)
Permintaan Elastis Uniter kalau perubahan harga pengaruhnya
sebanding terhadap perubahan kuantitas barang yang diminta. Dengan kata
lain persentase perubahan jumlah yang diminta sama dengan persentase
perubahan harga. Jadi kalau harga berubah turun sebesar 10% maka
kuantitas yang diminta juga akan berubah dalam hal ini akan naik sebesar
10%. Secara matematis %ΔQd = %ΔP. Permintaan yang elastis uniter
atau yang elastis proporsional atau yang Ed tepat = 1 sulit ditemukan dalam
kehidupan sehari-hari, kalaupun terjadi sebenarnya hanyalah secara
kebetulan.
4) Permintaan Elastis (Ed > 1)
Permintaan Elastis kalau perubahan harga pengaruhnya cukup besar
terhadap perubahan kuantitas barang yang diminta. Dengan kata lain
persentase perubahan jumlah yang diminta relatif lebih besar dari
persentase perubahan harga. Jadi kalau harga turun 10% maka kuantitas
barang yang diminta akan mengalami kenaikan lebih dari 10%. Secara
matematis %ΔQd > %ΔP. Permintaan yang elastis atau atau peka terhadap
harga (Ed >1) dapat ditemukan dalam kehidupan sehari-hari biasanya terjadi
pada barang-barang mewah, seperti mobil, alat-alat elektronik, pakaian
pesta dan lain-lain.
Bab 3 - Permintaan, Penawaran, dan Harga Keseimbangan 75

5) Permintaan Elastis Sempurna (Ed = )


Permintaan Elastis Sempurna terjadi jika ada perubahan jumlah yang
diminta meskipun tidak ada perubahan harga, atau ΔQd = Ada perubahan,
meskipun ΔP = 0 (Tidak ada perubahan harga). Secara matematis %ΔQd
= Ada, %ΔP = 0. Kasus permintaan elastis sempurna terjadi pada bila
permintaan suatu barang dapat berubah-ubah meskipun harga barang
tersebut tetap. Contoh kasus ini bisa terjadi pada berbagai produk, yang
jelas kalau permintaan akan produk tersebut bisa berubah-uabah walaupun
harga produk itu tetap. Grafik berikut menggambarkan jenis-jenis elastisitas.
(a) Inelastis Sempurna (b) Inelastis

P P
D
P2 = 80 D
P2

Ed = 0 Ed < 1
P1
P1 = 40

0 60 Q 0 Q2 = 60 Q1 = 80

(c) Elastis Uniter (d) Elastis

P D P

P2 = 60 P2 = 60
D
Ed = 1

Ed > 1

P1 = 40 P1 = 40

0 Q2 = 30 Q1 = 60 Q 0 Q2 = 30 Q1 = 60 Q

Grafik 3.9.a Jenis-jenis Elastisitas Permintaan


76 E k o n o m i SMA - Kelas X

(e) Elastis Sempurna


P

Ed = ~

0 30 60 Q
Grafik 3.9.b. Jenis-jenis Elastisitas Permintaan

3. Elastisitas Penawaran
Sebagaimana kita ketahui pada umumnya konsumen sensitive terhadap
perubahan harga, tetapi disisi lain produsenpun sensitive terhadap perubahan
harga. Ketika terjadi perubahan harga (baik harga naik atau harga turun) akan
mempengaruhi keputusan produsen dalam berproduksi. Ukuran kepekaan
produsen terhadap perubahan harga inilah yang disebut dengan Elastisitas Harga
dari Penawaran atau sering disebut Elastisitas Penawaran disimbolkan Es.
a. Pengertian Elastisitas Penawaran
Elastisitas penawaran (Es) diartikan sebagai derajat kepekaan
perubahan kuantitas barang yang ditawarkan yang disebabkan karena
perubahan harga barang itu sendiri. Pengertian lain, Elastisitas penawaran
sering diartikan sebagai perbandingan persentase perubahan kuantitas
barang yang ditawarkan dengan persentase perubahan harga barang itu
sendiri. Besar kecilnya elastisitas penawaran diukur dengan tingkat Koefisien
Elastisitas Penawaran.
b. Jenis-jenis Elastisitas Penawaran
Berdasarkan besar kecilnya tingkat koefisien elastisitas
penawarannya, elastisitas penawaran dapat dibedakan menjadi 5 (lima)
macam :
1) Penawaran Inelastis Sempurna (Es = 0)
Penawaran Inelastis Sempurna terjadi jika tidak ada perubahan jumlah
yang ditawarkan meskipun ada perubahan harga, atau ΔQs = 0, meskipun
ΔP ada. Secara matematis %ΔQs = 0, berapapun perubahan dalam %ΔP.
Dengan kata lain perubahan harga sebesar apapun sama sekali tidak
berpengaruh terhadap jumlah yang ditawarkan.
Kasus penawaran inelastik dalam kenyataan agak sulit ditemui dalam
kehidupan sehari-hari, kalaupun ada biasanya pada produk/barang-barang
hasil pertanian misalnya jumlah produksinya sudah tidak mungkin ditambah
atau sulit ditambah walaupun harga terus-menerus menaik. Jumlah
penawaran kelapa di suatu daerah ketika musim kemarau sangat sedikit
dan tergantung/dipengaruhi dari faktor alam, walaupun harga tinggi maka
jumlah yang ditawarkan tetap relatif terbatas.
Bab 3 - Permintaan, Penawaran, dan Harga Keseimbangan 77

2) Penawaran Inelastis (Es < 1)


Penawaran Inelastis kalau perubahan harga kurang begitu
berpengaruh terhadap perubahan kuantitas barang yang ditawarkan.
Dengan kata lain kalau persentase perubahan jumlah yang ditawarkan
relatif lebih kecil dibanding persentase perubahan harga. Secara matematis
%ΔQs < %ΔP. Penawaran Inelastis atau sering disebut Penawaran yang
tidak peka terhadap harga, misal harga berubah naik 10% maka perubahan
penawarannya akan naik kurang dari 10%.
Elatisitas penawaran kurang dari satu biasanya terjadi pada barang-barang
hasil pertanian, karena barang-barang produk pertanian tidak mudah untuk
menambah atau mengurangi produksinya dalam jangka pendek.
3) Penawaran Elastis Uniter (Es = 1)
Penawaran Elastis Uniter kalau perubahan harga pengaruhnya
sebanding terhadap perubahan kuantitas barang yang ditawarkan. Dengan
kata lain persentase perubahan jumlah yang ditawarkan sama dengan
persentase perubahan harga. Jadi kalau harga berubah turun sebesar 10%
maka kuantitas yang ditawarkan juga akan berubah dalam hal ini akan
turun sebesar 10%. Demikian juga kalau harga naik 10% maka jumlah
barang yang dtawarkan akan naik sebesar 10%. Secara matematis
%ΔQd = %ΔP. Penawaran yang elastis uniter atau elastis proporsional
atau Es tepat = 1 sulit ditemukan dalam kehidupan sehari-hari, kalaupun
terjadi sebenarnya hanyalah secara kebetulan.
4) Penawaran Elastis (Es > 1)
Penawaran Elastis kalau perubahan harga pengaruhnya cukup besar
terhadap perubahan kuantitas barang yang ditawarkan. Dengan kata lain
persentase perubahan jumlah yang ditawarkan relatif lebih besar dari
persentase perubahan harga. Jadi kalau harga turun 10% maka kuantitas
barang yang ditawarkan akan mengalami penurunan lebih dari 10%, dan
sebaliknya kalau harga naik 10% maka kuantitas barang yang ditawarkan
akan mengalami kenaikkan lebih dari 10%. Secara matematis %ΔQd >
%ΔP. Penawaran yang elastis atau peka terhadap harga (Es >1) dapat
ditemukan dalam kehidupan sehari-hari biasanya terjadi pada barang hasil
industri yang mudah ditambah atau dikurangi produksinya.
5) Penawaran Elastis Sempurna (Ed = )
Penawaran Elastis Sempurna terjadi jika ada perubahan jumlah yang
ditawarkan meskipun tidak ada perubahan harga, atau ΔQs = Ada
perubahan, meskipun ΔP = 0. Secara matematis %ΔQs = Ada, %ΔP = 0.
Kasus penawaran elastis sempurna terjadi pada bila penawaran suatu
barang dapat berubah-ubah meskipun harga barang tersebut tetap. Contoh
kasus ini bisa terjadi pada berbagai produk, yang jelas kalau penawaran
akan produk tersebut bisa berubah-ubah walaupun harga produk itu tetap,
sehingga kurva penawarannya sejajar dengan sumbu X atau Q.
78 E k o n o m i SMA - Kelas X

Grafik berikut menggambarkan jenis-jenis elastisitas penawaran.


(a) Inelastis Sempurna (b) Inelastis
P P

P2 = 80 S S
P2 = 80
Es = 0
P1 = 40
P1 = 40 Es < 1

0 60 Q 0 Q1 = 60 Q2 = 80

(c) Elastis Uniter (d) Elastis

P P
S P2 = 60 S
P2 = 60 Es = 1
Es > 1

P1 = 40 P1 = 40

Q Q
0 Q1 = 40 Q2 = 60 0 Q1 = 30 Q2 = 60

(e) Elastis Sempurna

Ed = ~
40 S

0 30 60 Q
Grafik 3.10. Jenis-jenis Elastisitas Permintaan
Bab 3 - Permintaan, Penawaran, dan Harga Keseimbangan 79

Tugas:
Diskusikan dengan kelompok kalian.
1. Mengapa barang-barang kebutuhan pokok pada umumnya elastisitas
permintaannya inelastis, sedang barang-barang mewah umumnya elastis? Berikan
penjelasan dan contoh-contohnya!
2. Mengapa produk-produk pertanian/perkebunan elastisitas penawarannya
cenderung inelastis? Berikan penjelasan dan contoh-contohnya!

4. Perhitungan Elastisitas
Di bagian depan sudah dijelaskan macam-macam elastisitas baik elastisitas
permintaan maupun penawaran. Angka yang diperoleh dari perhitungan
elastisitas juga dapat digunakan untuk melihat pengelompokkan atau jenis-jenis
elastisitas permintaan atau penawaran suatu barang termasuk kategori elastis
sempurna, elastis, elastis uniter, inelastis ataupun inelastis sempurna.
Besarnya elastisitas permintaan maupun penawaran dapat diukur dengan
menghitung koefisien elastisitas yang diberi simbol (E). Untuk elastisitas
permintaan diberi simbol (Ed = Elasticity of demand) dan elastisitas penawaran
diberi simbol (Es = elasticity of supply). Untuk menghitung besarnya elastisitas
dapat digunakan pendekatan Tabel, Grafik atau pendekatan Matematis.
Untuk menentukan besarnya koefisien elastisitas baik elastisitas permintaan
maupun elastisitas penawaran, perhitungan secara matematis dapat ditentukan
dengan rumus:
Rumus Pertama :

% Perubahan Kuantitas (Q) % ΔQ


E = =
% Perubahan Harga (P) % ΔP

Keterangan :
ΔQ
% ΔQ = ————————— x 100%
Q mula-mula

ΔP
% 6P = ————————— x 100%
P mula-mula
80 E k o n o m i SMA - Kelas X

Rumus Kedua :
ΔQ
———————
% Perubahan Kuantitas (Q) Q
E = —————————————— = ———————
% Perubahan Harga (P) ΔP
———————
P

ΔQ P ΔQ P
= ———— x ———— = ——— x ———
Q ΔP ΔP Q

Q2 - Q1 P
Ed = ——————— x ———
P2 - P1 Q

Keterangan :
ΔQ = Selisih Q yang baru (Q2) dengan Q mula-mula (Q1)
= Q2 - Q1
ΔP = Selisih P yang baru (P2) dengan P mula-mula (P1)
= P 2 - P1
P dan Q, dari rumus kedua di atas tergantung dari pendekatan yang dipakai

Pendekatan untuk menghitung Elastisitas ada dua macam :


a. Menghitung dengan Elastisitas Titik (Point Elasticity)
Jika menghitung elastisitas dengan pendekatan elastisitas titik, maka
P dan Q yang digunakan untuk pengali adalah P mula-mula (P1 = Harga
mula-mula) dan Q mula-mula (Q1 = Kuantitas mula-mula), sehingga Rumus
untuk mencari elastisitas menjadi :

Q2 - Q1 P1
Ed = ——————— x ————
P2 - P1 Q1

Kalau kita perhatikan sebenarnya rumus di atas sama dengan rumus


pertama. Jadi dapat disimpulkan bahwa rumus pertama bisa diartikan
menghitung elastisitas dengan pendekatan titik.
Bab 3 - Permintaan, Penawaran, dan Harga Keseimbangan 81

b. Menghitung dengan Elastisitas Busur (Arc Elasticity)


Jika menghitung elastisitas dengan pendekatan elastisitas busur, maka
P dan Q yang digunakan untuk pengali adalah P rata-rata (Harga rata-
rata) dan Q rata-rata (Kuantitas rata-rata), sehingga Rumus untuk mencari
elastisitas menjadi :

P1 + P2
————————
Q2 - Q1 2
E = ———————— x ————————
P2 - P1 Q1 + Q2
————————
2

Dalam perhitungan di buku ini, kita hanya menggunakan pendekatan dengan


Point Elasticity (Pendekatan Elastisitas Titik)
a. Elastisitas Permintaan
Berikut contoh perhitungan elastisitas permintaan dengan pendekatan
Tabel, grafik dan pendekatan matematis.

Tabel 3.3. Perhitungan Elastisitas Permintaan dengan Tabel

Harga Barang Kuantitas yang


Titik per Unit/Kg Elastisitas
diminta (Unit)

A 400 200 Elastis


B 300 300 Elastis Uniter
C 200 400
Inelastis
D 100 500

Dari tabel di atas kalau kita gambarkan akan diperoleh grafik sebagai berikut:

Price
Ed = 0 (Inelastis Sempurna)

400
Ed > 1 (Elastis)
300
Ed = 1 (Elastis Uniter)
200
Ed <1 (Inelastis)
100
Ed = ~ (Elastis Sempurna)

0 100 200 300 400 500 Q (Quantity)


Gambar 3.11 Elastisitas Permintaan
82 E k o n o m i SMA - Kelas X

Untuk menentukan besarnya koefisien elastisitas permintaan, perhitungan


secara matematis dengan pendekatan titik dapat dihitung dengan rumus :
Rumus Pertama:

% Perubahan Kuantitas (Qd) % ΔQd


Ed = ————————————— = —————
% Perubahan Harga (P) % ΔP

Rumus Kedua :

Q 2 - Q1 P1
E d = —————— x ———
P2 - P1 Q1

Dengan Rumus di atas, berdasar data pada tabel 3.3, maka perubahan
dari titik A ke titik B, elastisitas permintaannya dapat dihitung sebagai
berikut :
Titik A, P1 = 400 dan Q1 = 200 ; titik B, P2 = 300 dan Q2 = 300
Dengan Rumus Pertama :
300 - 200
% Perubahan Q = —————— x 100% = 50%
200

300 - 400
% Perubahan P = ————— x 100% = -25%
400
50%
Ed = ————— = - 2 = | –2 | = 2
-25%

Rumus Kedua :

300 - 200 400 100 400 40000


Ed = ————— x —— = ——— x —— = ——— = -2
300 - 400 200 -100 200 -20000

= -2 = | –2 | = 2 (Ed = 2 > 1, Permintaannya Elastis)


Perubahan dari titik B ke titik C, elastisitas permintaannya dapat dihitung
sebagai berikut :
Titik B, P1 = 300 dan Q1 = 300 ; titik C, P2 = 200 dan Q2 = 400
Dengan Rumus Pertama :
400 - 300
% Perubahan Q = —————— x 100% = 33,33%
300
Bab 3 - Permintaan, Penawaran, dan Harga Keseimbangan 83

P
500
Es < 1

400 Es = 0

300 K G
Es = 1 (elastis uniter)

200
F J Es > 1
I
100
E Es = ~

0 100 200 300 400 600 Q (Quantity)


200 - 300
% Perubahan P = ————— x 100% = -33,33%
300
33,33%
Ed = ————— = - 1 = | –1 | = 1
-33,33%
Rumus Kedua :
400 - 300 300 100 300 30000
E d = ————— x ——— = ——— x —— = ——— = -1
200 - 300 300 -100 300 -30000
= - 1 = | –1 | = 1 (Ed = 1, permintaannya Elastis Uniter)

Perubahan dari titik C ke titik D, elastisitas permintaannya dapat dihitung


sebagai berikut :
Titik B, P1 = 200 dan Q1 = 400 ; titik C, P2 = 100 dan Q2 = 500
Dengan Rumus Pertama :
500 - 400
% Perubahan Q = —————— x 100% = 25%
400
100 - 200
% Perubahan P = —————— x 100% = -50%
200
25%
Ed = ——— = - 0,5 = | –0,5 | = 0,5
-50%
Rumus Kedua :
500 - 400 200 100 200 20000
E d = ————— x ——— = —— x —— = ——— = -0,5
100 - 200 400 -100 400 -40000

= - 0,5 = | –0,5 | = 0,5 (Ed = 0,5 < 1, Permintaannya Inelastis)


84 E k o n o m i SMA - Kelas X

b. Elatisitas Penawaran
Berikut contoh perhitungan elastisitas penawaran dengan pendekatan
tabel, grafik dan pendekatan matematis.
Tabel 3.4. A. Elastisitas Penawaran dengan Tabel

Harga Barang Kuantitas yang


Titik per Unit/Kg Elastisitas
diminta (Unit)

E 100 150 Elastis Uniter


F 200 300 Elastis Uniter
G 300 450
H 400 600 Elastis Uniter

Tabel 3.4. B. Elastisitas Penawaran dengan Tabel

Harga Barang Kuantitas yang


Titik per Unit/Kg Elastisitas
diminta (Unit)

E 100 150 Elastis Uniter


F 200 300 Elastis Uniter
G 300 450
H 400 600 Elastis Uniter

Tabel 3.4. C. Elastisitas Penawaran dengan Tabel

Harga Barang Kuantitas yang


Titik per Unit/Kg Elastisitas
diminta (Unit)

E 100 150 Elastis Uniter


I 150 375 Elastis Uniter
J 200 600

Dari tabel di atas kalau kita gambarkan akan diperoleh grafik sebagai berikut:

Harga Barang Kuantitas yang


Titik per Unit/Kg Elastisitas
diminta (Unit)

E 100 150 Inelastis


K 300 300 Inelastis
L 500 450
Bab 3 - Permintaan, Penawaran, dan Harga Keseimbangan 85

P
500
Es < 1

400 Es = 0

300 K G
Es = 1 (elastis uniter)

200
F J Es > 1
I
100
E Es = ~

0 100 200 300 400 600 Q (Quantity)


Grafik 3.12. Elastisitas Penawaran

Untuk menentukan besarnya koefisien elastisitas penawaran, perhitungan


secara matematis dengan pendekatan titik dapat dihitung dengan rumus :
Rumus Pertama :
% Perubahan Kuantitas (Qs) % ΔQs
Es = ———————————————— = ——————
% Perubahan Harga (P) % ΔP
Rumus Kedua :
Q2 - Q 1 P1
E s = ——————— x ———
P2 - P 1 Q1
Dengan Rumus di atas, berdasar data pada tabel 3.4.A maka perubahan
dari titik E ke titik F, elastisitas penawarannya dapat dihitung sebagai berikut:
Titik E, P1 = 100 dan Q1 = 150 ; titik F, P2 = 200 dan Q2 = 300
Dengan Rumus Pertama :
300 - 150
% Perubahan Q = —————— x 100% = 100%
150
200 - 100
% Perubahan P = —————— x 100% = 100%
100
100%
Es = ————— = 1
100%
86 E k o n o m i SMA - Kelas X

Rumus Kedua :
300 - 150 100 150 100 15000
Es = ————— x ——— = ——— x ——— = ———— = 1
200 - 100 150 100 150 15000
= 1 (Es = 1, Penawarannya Elastis Uniter)
Perubahan dari titik F ke titik G, elastisitas penawarannya dapat dihitung
sebagai berikut :
Titik F, P1 = 200 dan Q1 = 300 ; titik G, P2 = 300 dan Q2 = 450
Dengan Rumus Pertama :
450 - 300
% Perubahan Q = —————— x 100% = 50%
300
300 - 200
% Perubahan P = ————— x 100% = 50%
200
50%
Es = ———— = 1
50%
Rumus Kedua :
450 - 300 200 150 200 30000
E s = ————— x ——— = ——— x —— = ———— = 1
300 - 200 300 100 300 30000

= 1 (Es = 1, penawarannya Elastis Uniter)

Demikian juga berlaku untuk perubahan dari titik G ke titik H,


elastisitas penawarannya kalau dihitung akan diperoleh sebesar 1 (Elastis
Uniter). Jadi dapat disimpulkan sepanjang garis EFGH elastisitas
penawarannya sebesar = 1.
Berdasarkan tabel 3.4.B, maka elastisitas penawaran dari perubahan titik
E ke titik I, dapat dihitung titik E, P1 = 100 dan Q1 = 150 ; titik I, P2 = 150
dan Q2 = 375
Dengan Rumus Pertama :
375 - 150
% Perubahan Q = —————— x 100% = 150%
150

150 - 100
% Perubahan P = —————— x 100% = 50%
100
150%
Es = ———— = 3
50%
Bab 3 - Permintaan, Penawaran, dan Harga Keseimbangan 87

Rumus Kedua:
375 - 150 100 225 100 22500
Es = —————— x ——— = ——— x ——— = ——— = 3
150 - 100 150 50 150 7500
= 3 (Es > 1, Penawarannya elastis)
Demikian juga berlaku untuk perubahan dari titik I ke titik J, elastisitas
penawarannya kalau dihitung akan diperoleh sebesar 1,80 (Es > 1, Elastis).
Untuk tabel 3.4.C, maka elastisitas penawaran dari perubahan titik E ke
titik K, dapat dihitung yaitu titik E, P1 = 100 dan Q1 = 150 ; titik K, P2 = 300
dan Q2 = 300.
Dengan Rumus Pertama :
300 - 150
% Perubahan Q = —————— x 100% = 100%
150
300 - 100
% Perubahan P = —————— x 100% = 200%
100
100%
Es = ———— = 0,5
200%
Rumus Kedua :
300 - 150 100 150 100 15000
Es = —————— x ——— = ——— x ——— = ——— = 0,5
300 - 100 150 200 150 30000
= 0,5 (Es < 1, Penawarannya inelastis)
Demikian juga berlaku untuk perubahan dari titik K ke titik L,
elastisitas penawarannya kalau dihitung akan diperoleh sebesar 0,74 (Es
< 1, penawarannya inelastis).

5. Penerapan Elastisitas
Banyak pertanyaan yang sering muncul di benak kita, seperti mengapa
pendapatan sebuah toko HP (Hand Phone) justru meningkat ketika harga HP
diturunkan?. Mengapa pendapatan petani kadang meningkat justru pada saat
panenan buruk?. Apakah harga tiket kereta api, tiket pesawat terbang atau
taksi harus naik atau turun untuk menaikkan pendapatan total dari perusahaan
KA, perusahaan penerbangan atau Taksi tersebut?. Untuk menjawab semua
pertanyaan di atas kita harus memahami bagaimana aplikasi/penerapan elastisitas
dalam kehidupan sehari-hari.
Konsep elastisitas mempunyai banyak penerapan yang berguna dalam
kehidupan sehari-hari. Dari konsep elastisitas yang ada, ukuran elastisitas yang
paling banyak dipergunakan adalah elastisitas harga dari permintaan atau cukup
disebut elastisitas harga. Oleh karena itu dalam membahas penerapan ini kita
hanya memfokuskan diri pada elastisitas harga.
88 E k o n o m i SMA - Kelas X

Salah satu ciri terpenting dari konsep elastisitas harga adalah konsep ini
memberikan ukuran ringkasan yang berguna untuk melihat pengaruh perubahan
harga terhadap pendapatan.
Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh perubahan harga terhadap
perubahan pendapatan sangat tergantung dari elastisitas harga. Oleh karena itu
jika kita memiliki perkiraan yang baik tentang elastisitas harga, maka kita akan
dapat memperkirakan dengan cukup akurat dampak perubahan harga terhadap
pendapatan total. Sebagai contoh kita ingin menganalisis bagaimana dampak
penurunan harga terhadap pendapatan totalnya (hasil perkalian antara harga
produk atau Price dengan jumlah produk atau Quantity), apakah meningkatkan
pendapatan total, menurunkannya atau membuatnya tidak berubah ?. Jawabnya
tergantung dari elastisitas permintaan barang tersebut.
a. Jika permintaan elastis ( |Ed| > 1), perubahan relatif dalam jumlah adalah
lebih besar daripada perubahan dalam harga, sehingga kenaikan persentase
tertentu dalam harga menyebabkan jumlah menurun dengan persentase
yang lebih besar, sehingga menurunkan pendapatan total. Jadi jika
permintaan elastis, kenaikan harga akan menurunkan pendapatan total dan
penurunan harga akan menaikan pendapatan total.
b. Jika permintaan elastis uniter (|Ed| = 1), perubahan relatif dalam jumlah
adalah sama besar dengan perubahan dalam harga, sehingga kenaikan
persentase tertentu dalam harga menyebabkan jumlah menurun dengan
persentase yang sama besar, sehingga pendapatan totalnya tetap. Jadi jika
permintaan elastis uniter, kenaikan harga ataupun penurunan harga tidak
akan merubah pendapatan totalnya.
c. Jika permintaan inelastis ( |Ed| < 1), perubahan relatif dalam jumlah adalah
lebih kecil dengan perubahan dalam harga, sehingga kenaikan persentase
tertentu dalam harga menyebabkan jumlah menurun dengan persentase
yang lebih kecil, sehingga pendapatan totalnya justru mengalami kenaikan.
Jadi jika permintaan inelastis, kenaikan harga akan menaikan pendapatan
total dan penurunan harga akan menurunkan pendapatan totalnya.
Hubungan-hubungan di atas kalau diringkaskan dalam sebuah tabel sebagai
berikut :
Tabel 3.5 Hubungan Elastisitas dan Pendapatan
Dampak
No. Kasus Kondisi
Kenaikan Harga Penurunan Harga

1 Permintaan Elastis %*Q>%*P Pendapatan Pendapatan


|Ed| > 1 menurun meningkat
2 Permintaan Elastis %*Q=%*P Pendapatan tidak Pendapatan tidak
Uniter |Ed| = 1 berubah berubah
3 Permintaan Inelastis %*Q<%*P Pendapatan Pendapatan
|Ed| < 1 meningkat menurun
Sebagaimana kita ketahui bahwa pada umumnya barang-barang yang
relatif mewah permintaannya menjadi peka (elastis) terhadap perubahan
Bab 3 - Permintaan, Penawaran, dan Harga Keseimbangan 89

harga, sebaliknya barang-barang kebutuhan pokok pada umumnya tidak


peka (inelastis) terhadap perubahan harga. Contoh berikut menggambarkan
bagaimana reaksi perubahan harga terhadap pendapatan total untuk kategori
barang yang elastis dan barang yang inelastis. Kasus (1) Sebuah Toko/
Counter HP (Hand Phone), ketika harga rata-rata HP yang dijual seharga
Rp 2.000.000,00 per unit tiap bulan hanya mampu menjual 25 unit. Ketika
harga rata-rata HP yang dijual dinaikkan menjadi Rp 2.500.00,00 volume
penjualan turun menjadi 10 unit per bulan. Tetapi ketika harga rata-rata
HP yang dijualnya diturunkan menjadi Rp 1.500.000,00 per unit volume
penjualan perbulan meningkat menjadi 40 unit.
Kasus (2) Sebuah took barang-barang kebutuhan pokok, menjual beras
dengan harga Rp 2.000,00 per kilogram dalam sebulan mampu terjual
sebanyak 1000 kg. Saat harga beras naik menjadi Rp 2.500,00 per kg
warung tersebut dalam sebulan mampu menjual sebanyak 950 kg, saat
harga beras turun menjadi Rp 1.800,00 per kg penjualannya naik menjadi
1010 kg. Dari dua contoh di atas perhitungan elastisitas dan dampak
perubahan harga terhadap pendapatannya dapat dilihat pada tabel berikut
Tabel 3.6. Perhitungan elastisitas dan dampak perubahan harga terhadap
pendapatan.
Kondisi
Perhitungan Dampak Perubahan Harga
Kasus Perubahan
Elastisitas terhadap Pendapatan
harga
Toko Hp Harga naik -60% TR1 = Rp.2.000.000,00 x 25
Ed = = -2,4 = Rp.50.000.000,00
25% TR2 = Rp.2.500.000,00 x 10
= |-2,4| = 24 = Rp.25.000.000,00
Permintaan elastis Pendapatan menurun
Toko Hp Harga turun 60% TR1 = Rp.2.000.000,00 x 25
Ed = = -2,4 = Rp.50.000.000,00
-25% TR2 = Rp.1.500.000,00 x 40
= |-2,4| = 24 = Rp.60.000.000,00
Permintaan elastis Pendapatan meningkat
Toko Kebutuhan Harga naik -5% TR1 = Rp.2.000,00 x 1.000
Pokok Ed = = -0,2 = Rp.2.000.000,00
25% TR2 = Rp.2.500,00 x 950
= |-0,2| = 0,2 = Rp.2.375.000,00
Permintaan inelastis Pendapatan meningkat
Toko Kebutuhan Harga turun 1% TR1 = Rp.2.000,00 x 1000
Pokok Ed = = 0,1 = Rp.2.000.000,00
-10% TR2 = Rp.1.800,00 x 1010
= |-0,1| = 0,1 = Rp.1.818.000,00
Permintaan inelastis Pendapatan menurun
90 E k o n o m i SMA - Kelas X

Tugas:
1. Bagaimanakah kalian dapat menjelaskan turunnya harga tiket pesawat justru
dapat meningkatkan pendapatan perusahaan penerbangan tersebut?
2. Bagaimanakah kalian dapat menjelaskan kalau turunnya harga beras, justru
menyebabkan pendapatan petani menurun?

D. Pengertian Harga dan Jumlah Keseimbangan


Pernahkah kalian berbelanja di pasar? Semua pasti pernah berbelanja di
pasar. Dan apa yang kalian lakukan ketika hendak membeli sesuatu barang yang
ditawarkan oleh penjual?. Kalian tentu akan bertanya berapa harga yang ditawarkan/
diminta penjual dan kalian akan berusaha menawar harga dengan harga yang lebih
rendah dari yang ditawarkan penjual. Proses tawar menawar harga suatu produk
(barang atau jasa) antara penjual dan pembeli adalah hal yang wajar terjadi baik
dalam pasar tradisional maupun dalam pasar modern.
Dalam proses tawar menawar, konsumen selalu menghendaki harga serendah
mungkin. Sebaliknya produsen/penjual selalu menghendaki harga yang tinggi, karena
pada harga yang tinggi produsen akan memperoleh keuntungan yang besar. Proses
tawar menawar (interaksi) ini baru akan berhenti kalau harga yang diminta konsumen
telah sama dengan harga yang ditawarkan oleh produsen. Pada harga dimana terjadi
kesepakatan atau titik temu antara produsen dan konsumen inilah akan terjadi
transaksi atau proses pertukaran.

1. Pengertian Harga dan Jumlah Keseimbangan


Di pasar, berbagai pembeli mempunyai penilaian subyektif terhadap barang
yang ia perlukan. Hal ini akan tergambar dalam kurva permintaannya. Ada
pembeli yang mempunyai nilai subyektif tinggi terhadap suatu barang sehingga
mereka berani membeli dengan harga yang tinggi. Kurva permintaan pembeli
semacam ini akan terletak di bagian atas. Sebaliknya ada pembeli yang
mempunyai nilai subyektif yang rendah, sehingga harga permintaannya juga
rendah dan kurva permintaannya ada di bagian bawah. Jadi sepanjang kurva
permintaan sebenarnya menunjukkan berbagai permintaan konsumen
berdasarkan penilaian subyektif yang terungkap dalam harga permintaannya.
Di sisi lain, penjual dalam menentukan harga penawarannnya akan melihat
besarnya biaya produksi. Ada produsen dengan biaya produksi rendah, sehingga
mempunyai harga penawaran yang rendah. Produsen dengan biaya produksi
rendah kurva penawarannya ada dibagian bawah. Disamping itu ada produsen
dengan biaya produksi tinggi, sehingga harga penawarannyapun tinggi, akibatnya
kurva penawarannya ada di bagian atas. Dengan demikian, maka titik-titik
disepanjang kurva penawaran menunjukkan jumlah barang yang ditawarkan
produsen/pengusaha pada berbagai tingkat harga penawarannya, dimana tingkat
harga penawarannya ditentukan oleh biaya produksi.
Bab 3 - Permintaan, Penawaran, dan Harga Keseimbangan 91

Oleh karena itu sebenarnya sebelum terjadi harga keseimbangan, maka


jumlah yang diminta konsumen dan jumlah barang yang ditawarkan produsen
tentunya tidaklah sama. Hasil proses interaksi atau tawar-menawar antara
pembeli (permintaan) dan penjual (penawaran) inilah yang akan menghasilkan
harga kesepakatan atau harga keseimbangan/pasar (Equilibrium price). Oleh
karena itu harga keseimbangan atau harga pasar dapat diartikan sebagai tingkat
harga yang terjadi berdasarkan kesepakatan antara pembeli (permintaan) dan
penjual (penawaran).
Pada tingkat harga keseimbangan tersebut produsen bersedia melepas
barangnya, sedangkan konsumen bersedia membayarnya, sehingga terjadi
keseimbangan antara penawaran dan permintaan. Dengan kata lain maka harga
keseimbangan ini terjadi ketika kurva permintaan berpotongan dengan
kurva penawarannya. Titik perpotongan antara kedua kurva tersebut
disebut dengan titik keseimbangan (Equilibrium), harganya pada sumbu
vertikal disebut harga keseimbangan (Price Equilibrium) dan kuantitasnya
pada sumbu horizontal disebut jumlah/kuantitas keseimbangan (Quantity
Equlibrium).

2. Terbentuknya Harga dan Jumlah Keseimbangan


Proses terbentuknya harga keseimbangan/harga pasar sebenarnya
merupakan proses tarik-menarik antara kekuatan permintaan dan kekuatan
penawaran. Proses tarik menarik antara kekuatan permintaan dan penawaran
ini dalam kehidupan sehari-hari sering disebut dengan mekanisme pasar. Adam
Smith menyebut yang mengatur proses terjadinya harga adalah Invisible Hand
(tangan tidak kelihatan), yang tidak lain adalah mekanisme pasar.
Perlu juga diketahui bahwa keseimbangan antara permintaan dan
penawaran akan menghasilkan suatu tingkat harga tertentu yang relatif stabil
(Harga Ekuilibrium). Pada tingkat harga ekuilibrium tersebut, maka kuantitas
barang yang diminta sama dengan kuantitas barang yang ditawarkan. Sedangkan
pada tingkat harga lainnya baik terlalu tinggi atau terlalu rendah akan cenderung
mengakibatkan ketidakseimbangan pasar (Disekuilibrium), dan bersifat labil
atau mudah berubah-ubah karena tarikan berbagai faktor. Sebagai contoh, jika
kondisi harga yang terjadi (P1) < Harga Ekuilibrium (Pe), akan mengakibatkan
kuantitas yang diminta (Qd) > kuantitas yang ditawarkan (Qs). Pada kondisi ini
akan terjadi Excess Demand atau kelebihan permintaan barang (kekurangan
Supply/defisit) yang akan mendorong harga ke atas. Sebaliknya, pada harga
yang berlaku (P2) > harga ekuilibrium (Pe) akan mengakibatkan Qd < Qs,
kondisi ini akan mengakibatkan terjadinya Excess Supply atau kelebihan jumlah
barang yang ditawarkan (Surplus) yang akan menekan harga untuk turun.
Keadaan akan relatif stabil pada saat harga yang berlaku sama dengan
harga ekuilibrium, karena jumlah barang yang diminta konsumen (Qd) sama
dengan jumlah barang yang ditawarkan produsen (Qs). Perhatikan Grafik berikut:
92 E k o n o m i SMA - Kelas X

D Surplus S Keterangan:
E = Titik Ekuilibrium/Titik
P2 keseimbangan
Pe E Pe = Price Equilibrium/Harga
Keseimbangan
P1 Qe= Quantity Equilibrium/
S Defisit D Kuantitas Keseimbangan
(Excess Demand)
0 Qe
Grafik 3.11 Ekuilibrium Pasar

3. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Harga dan Output


Keseimbangan
Harga keseimbangan sebenarnya merupakan harga yang relatif stabil selama
kurva permintaan dan penawarannya relatif tetap. Tetapi kalau faktor-faktor
yang mempengaruhi kurva permintaan dan penawaran seperti harga barang
lain, tingkat pendapatan, selera masyarakat, tingkat teknologi, biaya produksi
dan faktor lainnya mengalami perubahan dapat mengakibatkan pergeseran kurva
permintaan dan penawaran. Apabila terjadi pergeseran kurva permintaan dan
atau kurva penawaran, maka dengan sendirinya harga dan jumlah keseimbangan
dapat mengalami perubahan.
Beberapa perubahan yang mungkin terjadi secara garis besar dapat
dikelompokkan:
a. Jika kurva penawaran tetap, tetapi kurva permintaannya bertambah maka
harga keseimbangannya akan naik dan juga jumlah keseimbangan juga
akan mengalami kenaikan.
Peristiwa ini dapat dijelaskan dalam Grafik 3.14.:

P (Price)
D1
S
D
E1
P1
E
Pe
D1
S D

0 Qe Q1 Q (Quantity)
Grafik 3.14 Keseimbangan baru, bila demand
bertambah dan supply tetap
Bab 3 - Permintaan, Penawaran, dan Harga Keseimbangan 93

b. Jika kurva penawaran tetap, tetapi kurva permintaannya berkurang maka


harga keseimbangannya akan turun dan juga jumlah keseimbangan juga
akan mengalami penurunan. Peristiwa ini dapat dijelaskan dalam Grafik 3.15:
P (Price)
D
S
D1

Pe E

P1 E1
D
S D1

0 Q1 Qe Q (Quantity)
Grafik 3.15 Keseimbangan baru, bila demand berkurang dan supply tetap

c. Jika kurva permintaan tetap, tetapi kurva penawarannya bertambah maka


harga keseimbangannya akan turun dan juga jumlah keseimbangan akan naik.
Peristiwa ini dapat dijelaskan dalam Grafik 3.16:
P (Price)
D S

S1
E
Pe
E1
P1
S

S1 D

0 Q e Q1 Q (Quantity)

Grafik 3.16 Keseimbangan baru, bila demand tetap dan supply bertambah

d. Jika kurva permintaan tetap, tetapi kurva penawarannya berkurang maka


harga keseimbangannya akan naik dan juga jumlah keseimbangan akan
turun. Peristiwa ini dapat dijelaskan dalam Grafik 3.17:
P (Price)
S1
D
S
E1
P1
Pe E

S1

S D
0 Q1 Qe Q (Quantity)
Grafik 3.17 Keseimbangan baru, bila demand tetap dan supply berkurang
94 E k o n o m i SMA - Kelas X

e. Jika kurva permintaan bertambah dan kurva penawarannya juga bertambah


dalam proporsi yang sama maka harga keseimbangannya akan tetap dan
jumlah keseimbangan akan naik.
Peristiwa ini dapat dijelaskan dalam Grafik 3.18:

P (Price)
D1 S
D S1

E
Pe = P1 E1

S D1
S1 D

0 Qe Q1 Q (Quality)
Grafik 3.18 Keseimbangan baru, bila demand dan supply
bertambah dengan proporsi yang sama

Tugas:
Diskusikan dengan kelompok kalian
1. Jelaskan bagaimana proses terbentuknya harga keseimbangan (harga pasar)?
2. Jelaskan mengapa Excess Demand ataupun Excess Supply, cenderung bersifat labil
dan tidak berlangsung lama?
3. Bagaimana titik keseimbangan yang baru, jika terjadi peningkatan permintaan lebih
kecil dibanding peningkatan penawaran?

4. Menghitung Harga dan Jumlah Keseimbangan


Sebagaimana diuraikan di depan, harga keseimbangan terbentuk dari proses
tarik-menarik antara kekuatan permintaan dan kekuatan penawaran. Ada beberapa
cara atau pendekatan dalam menentukan harga dan jumlah keseimbangan, yaitu
dengan pendekatan Tabel, pendekatan Grafik/Kurva dan pendekatan Matematis.
a. Pendekatan Tabel
Contoh permintaan dan penawaran pasar atas komoditi telur
sebagaimana telah diuraikan di depan akan kita gunakan lagi sebagai ilustrasi
ketiga macam pendekatan.
Bab 3 - Permintaan, Penawaran, dan Harga Keseimbangan 95

Tabel 3.7. Permintaan dan Penawaran Pasar pada berbagai


Tingkat Harga:

Jumlah Telur yang Jumlah Telur


Harga per yang ditawarkan
Situasi diminta Pasar
Kilogram Pasar per bulan
per bulan
(Rp) (Kg)
(Kg)

A Rp 9.000,00 6 27
B Rp 8.500,00 9 23
C Rp 8.000,00 12 19
D Rp 7.500,00 15 15
F Rp 7.000,00 18 11
G Rp 6.500,00 21 7
H Rp 6.000,00 24 3

Pada pendekatan tabel, harga dan jumlah keseimbangan dapat dicari dengan
menyusun tabel harga (P), jumlah penawaran (Qs) dan jumlah
permintaannya (Qd). Dengan pendekatan tabel, kalau terlihat suatu keadaan
di mana pada harga tertentu jumlah yang ditawarkan sama dengan jumlah
yang diminta, maka pada saat tersebut terjadi harga keseimbangan dan
jumlah keseimbangan.
Dari tabel 3.7, terlihat bahwa Qs = Qd terjadi pada volume sebesar
15 kg telur dan harganya sebesar Rp 7.500,00 per kilogram. Jadi dari kasus
di atas harga keseimbangan pada Rp7.500,00/kg dan jumlah/output
keseimbangannya pada 15 kg telur per bulan. Pendekatan ini hanya bisa
digunakan kalau dari data/tabel yang kita miliki ada angka-angka yang
sama pada Qs dan Qd.

b. Pendekatan Grafik/Kurva.
Dari data pada Tabel 3.7, jika digambar grafiknya akan dapat diketahui
Harga Keseimbangan dan Jumlah/kuantitas Keseimbangannya. Penawaran
akan telur per bulan dari Individu dan Pasar
Price D S
9000
8500

8000
E
Pe = 7500
Keterangan : 7000
Kurva SS = Kurva Penawaran
6500 S
Kurva DD = Kurva Permintaan
Titik E = Titik Ekuilibrium atau 6000 D
titik keseimbangan S
Pe = Harga keseimbangan Q
0 3 6 9 12 15 18 21 24 27 30
Qe = Kuantitas keseimbangan
Grafik 3.19 Harga dan Jumlah Keseimbangan
96 E k o n o m i SMA - Kelas X

Dari pendekatan grafik atau kurva di atas, titik potong antara kurva
permintaan dan kurva penawaran terjadi di titik E. Titik E inilah yang disebut
dengan titik keseimbangan, sedangkan harga keseimbangan terjadi pada
saat P = Rp 7.500,00 dan jumlah/ kuantitas keseimbangannya pada saat
Q = 15 kg.
3. Pendekatan Matematis
Secara matematis, titik keseimbangan terjadi ketika kurva permintaan (Qd)
berpotongan dengan kurva penawaran (Qs). Dua kurva akan berpotongan kalau
persamaan kurva permintaan akan sama dengan persamaan kurva penawarannya
atau dapat dikatakan bahwa keseimbangan akan terjadi ketika Qd (kuantitas
yang diminta) = Qs (kuantitas yang ditawarkan) atau pada saat Pd (harga yang
diminta pembeli) = Ps (Harga yang ditawarkan oleh penjual).
Dengan menggunakan data pada tabel 3.7, kita dapat mencari persamaan
kurva permintaan dan juga persamaan kurva penawaran. Karena kedua kurva
berupa garis lurus (kurva linier) maka kita dapat menggunakan rumus untuk
mencari persamaan garis lurus yang diketahui 2 (dua) titik. Rumus tersebut
sebagai berikut :
Misal titik A (X1; Y1) dan titik B (X2 ; Y2), maka rumus persamaan garis
yang melalui 2 (dua) titik :
Y2 – Y1
Y – Y1 = ——————— . ( X – X1 )
X2 – X1
Karena dalam ekonomi sumbu Y = sumbu P (harga) dan sumbu X = sumbu
Q (kuantitas), maka rumus di atas dapat dirubah menjadi :
P2 - P1
P - P1 = ——————— . ( Q – Q1 ).
Q2 – Q1
Dari kasus data pada tabel 3.7, misal kita hendak mencari persamaan kurva
permintaan dengan memakai 2 (dua) titik yaitu titik A (6, 9000) dan titik
G (24, 6000), maka persamaan kurva permintaannya :
6000 - 9000
P – 9000 = ————————— . ( Q – 6 )
24 - 6
P – 9000 = - 3000/ 18 . ( Q – 6 )
P – 9000 = - 166,67 . ( Q – 6 )
P – 9000 = - 166,67 Q + 1000
P = - 166,67 Q + 1000 + 9000
Pd = - 166,67 Q + 10000. (Persamaan Permintaan)
Untuk mencari persamaan kurva penawarannya dengan memakai 2 (dua)
titik yaitu titik A (27, 9000) dan titik G ( 3, 6000), maka persamaan kurva
penawaranya dapat dicari, yaitu :
6000 - 9000
P – 9000 = ————————— . ( Q – 27 )
- 24
Bab 3 - Permintaan, Penawaran, dan Harga Keseimbangan 97

P – 9000 = - 3000/ -24 . ( Q – 27 )


P – 9000 = 125 . ( Q – 27 )
P – 9000 = 125 Q - 3375
P = 125 Q -3375 + 9000
Ps = 125 Q + 5625. (Persamaan Penawaran).

Sebagaimana diuraikan didepan syarat keseimbangan tejadi kalau Qd = Qs


atau Pd = Ps. Karena Pd dan Ps sudah diketahui, maka keseimbangan dapat
dicari:
Syarat à Pd = Ps
-166,67 Q + 10000 = 125 Q + 5625
291,67 Q = 4375
Q = 4375/ 291,67
Qe = 14,99 = 15
(Qe = kuantitas keseimbangan)
Jika Q = Qe sudah diketahui sebesar 15, maka Pe bisa dicari, yaitu :
Pe = 125 . (15) + 5625
Pe = 1875 + 5625
Pe = 7500. (Pe = harga keseimbangan)
Dari hasil perhitungan di atas, ternyata dengan ketiga pendekatan, yaitu
pendekatan tabel, grafik dan pendekatan matematis diperoleh hasil yang sama.

Tugas:
Dari daftar berikut, carilah kurva permintaan, kurva penawaran dan titik
keseimbangannya (harga dan kuantitas keseimbangan), dengan pendekatan
Grafik dan pendekatan matematis!

Jumlah
Harga (Rp) Jumlah Penawaran
Permintaan (Qd)
(Qs)
1000 1500 300
2000 1100 500
3000 700 700
4000 300 900
98 E k o n o m i SMA - Kelas X

Rangkuman
1. Permintaan (Demand) adalah jumlah barang atau jasa yang rela dan mampu dibeli
oleh konsumen/pelanggan pada berbagai kemungkinan harga selama periode tertentu
dengan asumsi faktor-faktor lainnya dianggap tetap (ceteris paribus). Faktor-faktor
yang dapat mempengaruhi permintaan suatu barang adalah harga barang itu sendiri
(Px), harga barang lain (Py) bisa barang substitusi dan barang komplementer,
pendapatan konsumen (Y), selera/preferensi konsumen (t), dan jumlah Penduduk
(Pop).
2. Penawaran (Supply) diartikan kesediaan penjual untuk menjual/menyerahkan
berbagai jumlah barang pada berbagai tingkat harga dalam waktu tertentu dan
keadaan tertentu. Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi penawaran antara lain
harga barang itu sendiri (Px), harga barang lain (Py), tingkat teknologi (T) dan
harga sumber daya/input (I).
3. Elastisitas dapat diartikan sebagai derajat kepekaan suatu gejala ekonomi terhadap
perubahan gejala ekonomi lain. Pengertian lain elastisitas diartikan sebagai tingkat
kepekaan perubahan kuantitas suatu barang yang disebabkan oleh adanya perubahan
faktor-faktor lain seperti perubahan harga barang itu sendiri, harga barang lain dan
Income. Macamnya ada 3 (tiga) yaitu: Elastisitas Harga/permintaan; Elastisitas
Silang dan Elastisitas pendapatan/income.
4. Keseimbangan pasar (Equilibrium price) atau harga keseimbangan atau harga
pasar diartikan sebagai tingkat harga yang terjadi berdasarkan kesepakatan antara
pembeli dan penjual. Keseimbangan terjadi saat kurva permintaan berpotongan
dengan kurva penawaran. Titik perpotongan antara kedua kurva tersebut disebut
dengan titik keseimbangan (Equilibrium), harganya pada sumbu vertikal disebut
harga keseimbangan (Price Equilibrium) dan kuantitasnya pada sumbu horizontal
disebut jumlah/kuantitas keseimbangan (Quantity Equlibrium). Metode untuk
menghitung keseimbangan ada 3 (tiga) macam yaitu Pendekatan Tabel, Pendekatan
Grafik dan Pendekatan Matematis.
Bab 3 - Permintaan, Penawaran, dan Harga Keseimbangan 99

Latihan
I. Berilah tanda silang (x) huruf a, b, c, d, atau e pada jawaban yang paling
benar!
1. Kurva permintaan memiliki kemiringan atau slope ....
a. negatif
b. positif
c. lurus
d. mendatar
e. menurun
2. Salah satu faktor penentu permintaan yang dominan adalah ....
a. pendapatan masyarakat
b. harga barang itu sendiri
a. harga barang substitusi
b. harga barang komplementer
c. selera masyarakat
3. Semakin tinggi harga, semakin banyak jumlah barang yang ditawarkan. Pernyataan
ini berlaku untuk ....
a. penawaran
b. permintaan
c. produksi
d. persediaan
e. permintaan dan penawaran
4. Bentuk kurva permintaan memanjang dari kiri ke atas ke kanan bawah, artinya ....
a. semakin tinggi harga semakin banyak pembelian
b. semakin rendah harga semakin rendah pembelian
c. semakin tinggi harga semakin rendah pembelian
d. semakin rendah harga semakin tinggi pembelian
e. semakin tinggi permintaan akan semakin tinggi pula penawaran
5. Permintaan merupakan tindakan ekonomi yang dilakukan oleh ....
a. masyarakat produsen
b. masyarakat konsumen
c. masyarakat buruh
d. masyarakat produsen dan konsumen
e. masyarakat pemilik faktor produksi
100 E k o n o m i SMA - Kelas X

6. Permintaan dan penawaran bergeser ....


a. apabila dalam keadaan ceteris paribus
b. apabila faktor yang mempengaruhinya berubah
c. apabila barang dan jasa di pasar naik
d. apabila harga barang dan jasa di pasar turun
e. apabila harga factor produksi berubah
7. Titik perpotongan antara kurva permintaan dan kurva penawaran merupakan ....
a. harga pasar
b. penurunan harga
c. penurunan permintaan
d. penurunan penawaran
e. titik keseimbangan (jumlah dan harga keseimbangan)
8. Kurva permintaan sebuah produk dapat bergeser ke kanan akibat ....
a. penurunan harga produksi tersebut
b. peningkatan pendapatan konsumen
c. penurunan harga barang subtitusi dari produk tersebut
d. peningkatan harga barang komplementer
e. perubahan selera konsumen
9. Di antara faktor-faktor berikut ini, faktor apa yang tidak menyebabkan pergeseran
kurva penawaran di industri kosmetik ....
a. peningkatan upah para pekerja industri kosmetik
b. pengenaan pajak pada industri kosmetik
c. peningkatan harga kosmetik
d. peningkatan efisiensi pada industri kosmetik
e. peningkatan harga bahan baku
10. Kurva penawaran bergeser ke kiri atau ke atas, berarti ....
a. penawaran berubah
b. penawaran bertambah
c. penawaran berkurang
d. penawaran tetap
e. tidak bisa ditentukan perubahan penawarannya
11. Menurut hukum penawaran ....
a. jumlah produk yang ditawarkan berbanding terbalik dengan harga.
b. jumlah produk yang ditawarkan berbanding lurus dengan harga.
b. jumlah produk yang ditawarkan berbanding tidak menentu dengan harga.
c. jumlah produk yang ditawarkan tidak tergantung dari harga.
d. jumlah produk yang ditawarkan tergantung dari jumlah permintaan
Bab 3 - Permintaan, Penawaran, dan Harga Keseimbangan 101

12. Apabila E<1, merupakan permintaan/penawaran ….


a. Permintaan/ penawaran elastis.
b. Permintaan /penawaran inelastis.
c. Permintaan /penawaran elastis uniter.
d. Permintaan /penawaran elastis sempurna.
e. Permintaan/penawaran inelastis sempurna
13. Untuk barang-barang kebutuhan pokok, penurunan harga akan menyebabkan ....
a. Total revenue meningkat
b. Total revenue tetap
c. Total revenue menurun
d. Total revenue bisa meningkat bisa juga menurun
e. Tidak ada hubungan dengan total revenue
14. Apabila kita menggunakan pendekatan kurva, keseimbangan harga dapat ditinjau
dari ....
a. titik tertinggi dari kurva permintaan dan penawaran.
b. titik terendah dari kurva permintaan dan penawaran
c. titik tertinggi dari kurva permintaan.
d. titik tertinggi dari penawaran.
e. titik potong dari kurva permintaan dan penawaran.
15. Apabila kurva permintaan bertambah dengan proporsi lebih besar dari bertambahnya
kurva penawaran, maka akan menyebabkan ....
a. harga dan jumlah keseimbangan tetap
b. harga naik dan jumlah keseimbangan turun
c. harga naik dan jumlah keseimbangan naik
d. harga turun dan jumlah keseimbangan naik
e. harga turun dan jumlah keseimbangan turun

II. Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan singkat !


1. Mengapa kurva permintaan memiliki slope negatif, sedangkan kurva
penawaran memiliki slope positif?
2. Diskripsikan pengertian permintaan dan penawaran!
3. Sebutkan dan jelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan dan
penawaran!
4. Mengapa pada umumnya barang kebutuhan pokok inelastis tehadap harga
sedangkan barang-barang mewah elastis terhadap harga?
5. Diskripsikan mengapa kondisi disekulibrium merupakan kondisi yang labil,
sedangkan pada kondisi ekuilibrium relatif lebih stabil! Dan apa yang dimaksud
dengan excess demand dan excess supply?
102 E k o n o m i SMA - Kelas X

Tugas:
1. Buatlah contoh daftar barang yang elastisitasnya inelastis, elastis, mendekati inelastis
sempuran dan mendekati elastis sempurna ?
2. Dari tabel permintaan dan penawaran barang berikut !

Harga Permintaan (Unit) Penawaran (Unit)

2000 20 6
2500 16 12
3000 12 18
3500 8 24
4000 4 28

Dari daftar/skedul di atas carilah harga dan jumlah keseimbangan dengan pendekatan
Grafik dan pendekatan matematis?
Bab 4 - Pasar, Pasar Barang dan Pasar Input 103

" PASAR, PASAR BARANG DAN


PASAR INPUT

Tujuan Pembelajaran:

Setelah mempelajari bab ini diharapkan siswa mampu:


1. Mendeskripsikan pengertian pasar dan berbagai bentuk pasar barang
2. Mendeskripsikan dan menyebutkan ciri-ciri berbagai bentuk pasar
3. Mampu menjelaskan kebaikan dan kelemahan masing-masing bentuk pasar
4. Mendeskripsikan pengertian pasar input

Peta Konsep

Pasar

Barang yang ditransaksikan: Struktur Pembelinya:


1. Pasar Output 1. Monopsoni
2. Pasar Input 2. Oligopsoni

Struktur Penjualnya: Komoditas:


1. Pers. Sempurna 1. Komoditi/ Barang
2. Pers. tidak Sempurna 2. Tenaga Kerja
- Monopoli 3. Uang
- Oligopoli 4. Modal
- Persaingan Monopolistik

Kata Kunci

Pasar, Pasar Barang dan Pasar Input


104 E k o n o m i SMA - Kelas X

Pengantar

Manusia dalam aktivitas kehidupan sehari-hari selalu mengadakan interaksi atau


saling hubungan antara pihak satu dengan pihak lainnya. Terlebih dalam kegiatan ekonomi,
misalnya kalian selalu melihat adanya interaksi antara penjual (produsen) dan pembeli
(konsumen). Proses interaksi (hubungan) inipun bisa terjadi secara langsung atau ada
pertemuan secara phisik ataupun interaksi tidak secara langsung (non phisik) misalnya
melalui berbagai media (telepon, faxsimile, videophone, internet dan lainnya).
Salah satu bentuk interaksi langsung secara phisik jelas akan memerlukan tempat
(wadah). Jika yang melakukan interaksi adalah produsen dan konsumen, maka wadah
atau tempat yang sering digunakan adalah pasar. Pada bab ini kalian secara khusus akan
mendalami tentang pasar barang dan pasar input. Tentunya akan lebih memudahkan
kalian untuk mempelajari bab ini, kalau kalian sudah memahami materi-materi di bab-
bab sebelumnya. Materi tentang pasar ini jelas berkaitan dengan perilaku produsen,
perilaku konsumen maupun berkaitan dengan proses pembentukan harga seperti yang
telah diuraikan di bab-bab depan.
Sedangkan manfaat mempelajari materi dalam bab ini, kalian dapat dalam
memahami konsep ekonomi dalam kaitannya dengan pasar.

A. Bentuk-Bentuk Pasar Menurut Struktur

1. Pengertian Pasar
Dalam arti ekonomi, pasar seringkali diartikan sebagai tempat bertemunya
penjual dan pembeli (permintaan dan penawaran) untuk melakukan transaksi
jual beli. Konsep tradisional, pasar diartikan sebagai “tempat” bertemunya
kekuatan penjual (supply) dan kekuatan pembeli (demand) sehingga
menimbulkan transaksi. Pengertian lain menekankan sebagai tempat interaksi
antara penjual dan pembeli. Pengertian dalam konsep tradisional menekankan
arti pentingnya pasar dalam arti fisik, sehingga dalam pengertian lain pasar
tradisional sering disebut sebagai “pasar kongkrit”.

Gambar 4.1 Suasana Pasar Tradisional yang ramai dengan Penjual dan Pembeli
(Ilustrasi Pasar Kongkrit)
Sumber: Solo Pos 2006
Bab 4 - Pasar, Pasar Barang dan Pasar Input 105

Dalam konsep modern, pasar diartikan sebagai “bertemunya” kekuatan


penjual dan kekuatan pembeli sehingga menimbulkan transaksi. Bertemunya
penjual dan pembeli tidak harus secara fisik, tetapi bisa menggunakan berbagai
media komunikasi, oleh karena itu pasar modern sering disebut “pasar abstrak”.
Sebetulnya dalam pengertian pasar yang modern bukanlah menunjuk tempat
melainkan yang jauh lebih penting adalah aktivitas bertemunya permintaan dan
penawaran sehingga menimbulkan transaksi. Interaksi antara penjual/produsen
dan pembeli/konsumen inilah yang selanjutnya akan membentuk harga yang
kita sebut harga pasar.
Dalams sebuah pasar, pembentukan harga sangat dipengaruhi oleh kondisi
persaingan. Faktor-faktor yang mempengaruhi kondisi persaingan ini sangat
ditentukan oleh bentuk (struktur penjual dan pembeli) yang ada di pasar tersebut.
Kenyataan di lapangan, ada barang yang dijual atau diproduksi oleh banyak
penjual atau produsen, ada pula yang hanya diproduksi oleh beberapa penjual
dan ada yang hanya diproduksi atau dijual oleh satu produsen tertentu . Demikian
pula di sisi pembeli, ada barang yang dibeli oleh banyak pembeli, ada pula yang
dibeli beberapa pembeli atau bahkan hanya satu pembeli.
Dengan mengetahui tingkat persaingan (jumlah penjual dan pembeli) yang
dihadapi pasar akan menentukan bentuk/struktur pasar. Fokus bahasan utama
dalam bab ini adalah pada struktur pasar, pasar output dan pasar input.
2. Berbagai Penggolongan Pasar
Berbicara bentuk/struktur pasar, penggolongan pasar sering kali hanya
dikelompokkan pada pasar persaingan sempurna atau pasar persaingan tidak
sempurna (termasuk di dalamnya pasar monopoli, oligopoli dan persaingan
monopolistik). Pada dasarnya pembicaraan pasar secara lebih luas masih dapat
digolongkan dalam berbagai bentuk yang mendasarkan pada berbagai hal, antara
lain sebagai berikut :
a. Berdasarkan barang yang ditransaksikan, pasar dapat dibedakan menjadi
dua yaitu :
1) Pasar Output ( Pasar Produk/Barang Hasil Produksi )
2) Pasar Input ( Pasar Faktor – faktor produksi )
b. Berdasarkan bentuknya (struktur penjual), khususnya untuk pasar output
dapat diklasifikasikan menjadi dua golongan yaitu :
1) Pasar Persaingan Sempurna ( Perfect Competition )
2) Pasar Persaingan Tidak Sempurna ( Imperfect Competition ), masih
bisa dibedakan lagi :
a) Pasar Monopoli
b) Pasar Oligopoli (Duopoli dan Oligopoli)
c) Pasar Persaingan Monopolistik
Berdasarkan struktur pembeli, kita mengenal :
a) Pasar Monopsoni
b) Pasar Oligopsoni
106 E k o n o m i SMA - Kelas X

c. Dilihat dari komoditas yang diperdagangkan, pasar dapat dibedakan


menjadi:
1) Pasar Komoditi/barang
2) Pasar Tenaga Kerja
3) Pasar Uang
4) Pasar Modal,
Pembagian lain atas komoditas yang diperdagangkan ada yang membagi
pasar menjadi 5, yaitu :
1) Pasar Komoditi/barang
2) Pasar Tenaga Kerja
3) Pasar Uang
4) Pasar Valas (Valuta Asing)
5) Pasar Modal,
3. Pengertian Bentuk-Bentuk Pasar menurut Struktur
Sesuai dengan bahasan utama dalam bab ini, maka fokus pembahasan hanya
diutamakan pada bentuk-bentuk pasar menurut struktur (jumlah penjualnya),
sedangkan dilihat menurut struktur pembelinya hanya sebagai tambahan
pengertian saja.
Pasar menurut struktur (jumlah penjualnya) dapat dibedakan :
a. Pasar Persaingan Sempurna (Perfect Market Competition)
Pasar Persaingan Sempurna diartikan sebagai pasar dengan jumlah
penjual dan pembeli yang sangat banyak sehingga tidak ada satupun penjual
atau pembeli yang bisa mempengaruhi harga. Harga bagi penjual hanya
sebagai datum (sudah ada, produsen tinggal mengambil harga yang berlaku
di pasar). Pada harga datum ini ada kecenderungan sulit diubah dalam
jangka waktu tertentu baik oleh penjual/produsen maupun oleh pembeli/
konsumen. Oleh karena itu pada pasar persiangan sempurna maka produsen
hanya sebagai pengambil atau penganut harga (price taker). Penjual tidak
bisa mempengaruhi harga secara individual karena kuantitas yang
ditawarkan oleh penjual secara individual terlalu kecil dibanding pasar secara
keseluruhan. Pada pasar persaingan sempurna diasumsikan bahwa seorang
penjual bisa menjual berapapun kuantitas di dalam pasar, tanpa
mempengaruhi kuantitas pasar secara keseluruhan. Harga pada pasar
persaingan sempurna terjadi dari hasil interaksi kurva permintaan dan
penawaran seluruh industri.
Dalam pasar seperti ini, harga yang terbentuk benar-benar
mencerminkan keinginan produsen dan konsumen. Permintaan
mencerminkan keinginan konsumen, sementara penawaran mencerminkan
keinginan produsen atau penjual.
b. Pasar Persaingan Tidak Sempurna
Pasar Persaingan Tidak Sempurna (Imperfect Competition) sering
diartikan sebagai pasar dengan jumlah penjual dan pembeli yang banyak,
Bab 4 - Pasar, Pasar Barang dan Pasar Input 107

tetapi dalam pasar tersebut ada satu atau beberapa penjual yang dominan
sehingga penjual dominan tersebut bisa mempengaruhi harga atau dalam
pasar itu ada satu atau beberapa pembeli yang bisa mempengaruhi harga.
Adanya banyak penjual menyebabkan dalam pasar menjadi ada persaingan,
tetapi adanya penjual dominan (misal karena menguasai volume yang cukup
signifikan/besar, kualitas cukup baik dan lainnya) menjadikan ada unsur
monopolistik (dalam pengertian bisa mempengaruhi harga).
Adanya berbagai pihak yang menguasai pasar atau harga melahirkan
keberagaman bentuk-bentuk pasar persaingan tidak sempurna. Secara
umum, bentuk-bentuk pasar persaingan tidak sempurna antara lain pasar
monopoli, pasar oligopoli, pasar persaingan monopolistik dibahas berikut
ini.
1) Pasar Monopoli
Pasar monopoli adalah pasar produk di mana hanya terdapat satu
penjual saja dalam industri tersebut dan untuk produknya tidak tersedia
barang pengganti/substitusi. Oleh karena pada pasar ini penjualnya hanya
ada satu saja dan produknya tidak ada barang pengganti maka bagi
konsumen tentunya tidak ada pilihan lain. Pembentukan harga dalam pasar
ini tidak lagi ditentukan oleh kekuatan tarik-menarik antara penjual/
produsen dan pembeli/konsumen, tetapi harga ditentukan oleh produsen
(produsen sebagai price maker/pembuat harga).
2) Pasar Oligopoli
Pasar Oligopoli adalah pasar di mana terdapat beberapa penjual
(beberapa penjual yang dimaksud sering antara dua sampai belasan
penjual) dalam pasar suatu produk tertentu. Kadang kala ada yang
membedakan untuk pasar di mana hanya ada dua penjual saja disebut
dengan pasar Duopoli, yang lebih dari dua penjual (dalam pengertian
beberapa) disebut dengan pasar Oligopoli.
Dilihat dari produk yang diperdagangkan maka dalam pasar oligopoli dapat
dibedakan Oligopoli non differentiated product dan Oligopoli dengan
differentiated product.
3) Pasar Persaingan Monopolistik
Pasar persaingan monopolistik adalah suatu pasar di mana terdapat
banyak penjual (produsen) sehingga ada unsur persaingan tetapi produknya
dapat dibedakan (differentiated product) sehingga ada kemampuan penjual
untuk mempengaruhi harga.

Sebagai pengertian tambahan, bentuk penguasaan pasar oleh pembeli


atau tinjauan pasar menurut struktur pembelinya, yang paling sering
dibicarakan adalah pasar monopsoni dan pasar oligopsoni.
a. Pasar Monopsoni
Pengertian pasar monopsoni menunjuk pada kondisi permintaan akan
suatu produk di mana penawaran produk tersebut dari banyak pihak/penjual,
108 E k o n o m i SMA - Kelas X

tetapi permintaan akan produk tersebut dalam pasar dikuasai oleh pembeli
tunggal. Atau secara singkat dapat dikatakan bahwa pasar monopsoni adalah
suatu pasar yang dikuasai oleh satu orang/ badan/ lembaga sebagai pihak
pembeli, sehingga pembentukan harga pada pasar ini akan dikuasai oleh
pembeli (pembeli sebagai price maker).
Adapun contoh pasar bentuk ini yang pernah berlaku, misalnya ketika
Bulog (Badan Urusan Logistik) sebagai satu-satunya pembeli tunggal
produksi gula pasir milik petani tebu yang dihasilkan melalui pabrik-pabrik
gula diseluruh Indonesia. Contoh lain ketika Badan Penyangga Cengkeh
Nasional (BPCN) sebagai satu-satunya badan yang ditunjuk sebagai
pembeli cengkeh dari petani.
Dalam pasar monopsoni peran pemerintah dalam penentuan harga
menjadi penting. Bentuk campur tangan pemerintah dalam pasar ini
bertujuan untuk melindungi produsen dari tekanan harga oleh pembeli
(pembeli price maker = pembuat harga). Ujud kongkrit perlindungan
terhadap produsen adalah dengan penentuan harga minimum atau harga
bawah (floor price) yaitu dengan menentukan harga terendah untuk harga
jual suatu produk agar produsen tetap masih bisa berproduksi.
b. Pasar Oligopsoni
Pasar Oligopsoni menunjukkan pada suatu kondisi pasar di mana dalam
pasar hanya terdapat beberapa pembeli yang menghadapi banyak penjual.
Penjual atau produsennya biasanya para petani kecil atau industri kecil
sedangkan para pembelinya adalah pedagang/produsen yang relatif besar.
Masing-masing pembeli memiliki peran cukup besar untuk mempengaruhi
harga produk/barang yang dibelinya.
Contoh kongkrit pasar ini, misalnya pasar tembakau di daerah sentra-
sentra tembakau di Pulau Jawa seperti daerah kabupaten Temanggung,
Wonosobo, Kendal, Bojonegoro dan lainnya. Produsen atau penjualnya
para petani kecil yang sangat banyak jumlahnya sementara pembelinya
hanya beberapa pabrik rokok besar seperti Djarum, Sampurna, Gudang
Garam, Bentoel dan sebagainya.

Informasi Ekonomi
Struktur Pasar Gagal Merusak Harga Tembakau
Harga tembakau yang anjlok bukan sesuatu yang tak bisa diduga. Hampir
setiap musim panen petani tembakau di Temanggung, Magelang, Wonosobo, Klaten,
Kendal, dan Grobogan mengeluhkan kondisi tersebut. Sony Heru Priyanto, dosen
Jurusan Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga
mengatakan ‘’kerusakan’’ harga komoditas tersebut diakibatkan oleh kemunculan
struktur pasar oligopsoni.
Dalam struktur pasar itu kegiatan perdagangan dilakukan oleh sedikit pembeli
dan banyak penjual sehingga posisi kedua belah pihak tidak seimbang. Pembeli,
Bab 4 - Pasar, Pasar Barang dan Pasar Input 109

dalam hal ini pabrik rokok berada di pihak yang diuntungkan oleh keadaan. Jumlah
petani tembakau selaku produsen yang banyak menyebabkan pasokan barang di
pasaran menumpuk sehingga dapat dipastikan harga menjadi sangat rendah.
Kerugian akibat oligopsoni bukan mutlak kesalahan pembeli. Kebutuhan pabrik atas
tembakau yang dipasarkan terbatas dan daya serapnya juga terbatas. Kondisi tersebut
bukan timbul lantaran ada negative purpose atau niatan buruk pabrik terhadap
petani. Namun lebih disebabkan oleh stok yang masih melimpah di gudang, atau
mungkin kualitas yang menjadi standar pabrik tidak dapat dipenuhi oleh petani.
Pasar oligopsoni atau dia istilahkan ‘’pasar gagal’’ faktor yang dapat
dikendalikan ada dua, yakni kualitas dan kuantitas. Jika petani menjual tembakau
dengan kualitas baik, maka kecil kemungkinan pabrik mematok harga rendah.
Menurut dia, ada tiga sistem kerja sama antara pabrik dan petani tembakau. Pertama,
sistem kontrak yang merupakan sistem paling ideal. Dalam sistem itu kepastian
semua tembakau yang diproduksi petani terjual jelas. Baik pabrik maupun petani
mempunyai kedudukan sama kuat karena sebelum kontrak ditandatangani terlebih
dahulu keduanya bernegosiasi. Beberapa petani tembakau di Klaten menggunakan
sistem itu dalam kerja samanya dengan British American Tobacco (BAT).Kedua,
sistem sewa. Dengan sistem itu petani bisa mendapatkan bagian keuntungan jika
produksi tembakaunya melebihi target yang ditetapkan oleh pabrik. Pihak pabrik
juga memberikan uang sewa lahan serta upah tenaga kepada petani yang menjadi
mitranya. Dalam struktur pasar oligopsoni kedua sistem kerja sama atau sewa di
atas lebih baik bagi produsen atau petani dibandingkan dengan sistem yang ketiga,
yaitu pasar bebas. Pasar bebas adalah sistem yang terjadi dalam perdagangan
tembakau sekarang. Kekuatan pasar menjadi satu-satunya penentu posisi tawar
pelaku jual-beli, sehingga petani tembakau sebagai penjual sangat tidak
diuntungkan.
Sumber : Suara Merdeka Kamis 19 Agustus 2004

Tugas:
Diskusikan dengan teman-teman dalam kelompok kalian :
1. Apakah yang dimaksud dengan pasar kongkrit dan pasar abstrak ?
2. Bagaimanakah bisa muncul persaingan dalam pasar ?
3. Bagimanakah pembagian struktur pasar menurut jumlah penjualnya ?
4. Apa yang dimaksud pasar Monopsoni dan Oligopsoni ?

B. Ciri-ciri Berbagai Bentuk Pasar


Dalam pembicaraan ciri-ciri berbagai bentuk pasar ini, diuraikan hanya 4
(empat) macam yaitu yang pertama pasar persaingan sempurna dan kelompok
kedua yang terdiri atas pasar monopoli, oligopoli serta persaingan monopolistik.
110 E k o n o m i SMA - Kelas X

1. Ciri-ciri Pasar Persaingan Sempurna


Walaupun dalam prakteknya di lapangan kita sulit menemukan pasar
persaingan sempurna yang benar-benar seratus persen, namun secara umum
kita masih dapat memberikan gambaran ciri-ciri umum pasar persaingan
sempurna.
Pasar persaingan sempurna sendiri merupakan pengembangan dari pasar
persaingan murni. Hal ini didasari pendapat yang membedakan Pasar Persaingan
Sempurna (Perfect Competition) dengan Persaingan Murni (Pure Competition).
Dalam hal ini sebenarnya perbedaannya hanya dalam persyaratan untuk dapat
disebut sebagai pasar persaingan sempurna menuntut persyaratan yang lebih
banyak. Kalau pasar persaingan murni hanya menuntut tiga persyaratan, maka
dalam persaingan sempurna di samping memenuhi tiga persyaratan sebagaimana
pada pasar persaingan murni masih ditambah dua persyaratan tambahan.
Tiga ciri-ciri pada Pasar Persaingan Murni antara lain:
a. Jumlah penjual dan pembeli sangat banyak sehingga tidak ada satupun
penjual atau pembeli yang bisa mempengaruhi harga. Oleh karena itu harga
ditentukan oleh kekuatan tarik menarik antara kekuatan permintaan dan
penawaran. Dengan demikian, masing-masing pembeli dan penjual telah
menerima tingkat harga yang terbentuk di pasar sebagai suatu datum
(pemberian) yang tidak dapat diubah. Bagi pembeli, barang atau jasa yang
ia beli sedemikian kecilnya dari keseluruhan jumlah pembelian masyarakat.
Bagi penjualpun berlaku hal yang sama sehingga bila penjual menurunkan
harga ia akan rugi sendiri, sedangkan bila penjual menaikan harga, maka
pembeli akan lari kepada penjual lainnya.
b. Barang dan jasa yang diperjual belikan bersifat homogen
Yang dimaksud produknya homogen adalah anggapan konsumen barang
yang diperjual belikan sama mutunya atau paling tidak konsumen tidak
dapat membedakan antara barang yang satu dengan lainnya. Sifat homogen
ini menyebabkan barang yang dijual oleh produsen yang satu dapat
menggantikan sepenuhnya barang yang dijual oleh produsen lain. Di
samping itu karena barangnya sama maka konsumen akan bersifat
indifferent (tanpa beda) terhadap kelompok penjual.
c. Ada kebebasan pembeli dan penjual untuk keluar masuk pasar (ada
kebebasan free entry dan free exit)
Pembeli bebas mengambil keputusan untuk membeli atau tidak terhadap
suatu produk. Penjualpun memiliki kebebasan untuk mendirikan atau
membubarkan perusahaan, bebas atau tidak ada hambatan masuk dan
keluar dari jenis usaha tersebut. Hal yang mendorong produsen masuk
dan keluar dari jenis usaha tersebut tergantung pada ada tidaknya
keuntungan yang akan diperoleh penjual atau produsen.
Dari 3 (tiga) ciri-ciri pada pasar persaingan murni apabila ditambah dengan
2 (dua) ciri lagi maka jadilah 5 (lima) ciri pasar persaingan sempurna. Kedua
ciri-ciri tambahannya sebagai berikut :
d. Ada kebebasan mobilitas faktor-faktor produksi.
Bab 4 - Pasar, Pasar Barang dan Pasar Input 111

Semua faktor-faktor produksi, seperti bahan baku, tenaga kerja, modal


bebas bergerak, bebas berpindah pindah dari suatu tempat ke tempat lain.
Dalam mobilitas faktor-faktor produksi tidak ada halangan atau rintangan
yang membatasi mobilitas, baik itu kendala peraturan maupun kendala
teknik.
e. Pembeli dan penjual mengetahui informasi atau keadaan pasar.
Pembeli dan penjual satu sama lain saling mengetahui dalam hal biaya,
harga, mutu, tempat dan waktu produk yang diperjual belikan. Atau dengan
kata lain baik penjual ataupun pembeli mengetahui informasi pasar secara
sempurna.
Berdasarkan ciri-ciri pada pasar persaingan sempurna di atas, maka seorang
produsen yang berada di pasar persaingan sempurna tidak dapat mempengaruhi
harga pasar. Dengan demikian produsen hanya bisa mempengaruhi berapa jumlah
barang yang harus diproduksi/dijual, harga jual per unit output tetap berapapun
jumlah barang yang dijual. Sehingga produsen dalam pasar persaingan sempurna
ini menghadapi kurva permintaan horizontal sejajar dengan sumbu output. Dalam
grafik dapat dijelaskan sebagaimana dalam Grafik berikut:
Y (P)
4
TR
3

1 MR = AR = P = D

X (Q)
1 2 3 4 5 (Output)
Grafik: 4.1 Kurva Permintaan yang dihadapi produsen secara indivual

Pembentukan harga pasar persaingan sempurna dibedakan antara lain :


a. Keseimbangan pasar yaitu keseimbangan antara penawaran dan permintaan.
b. Keseimbangan produsen secara individu
Keseimbangan Pasar dalam grafik dapat digambarkan sebagai berikut :

P (Price) D
S

0 Q Q (Quantity)
Grafik: 4.2 Keseimbangan pasar dalam keseimbangan sempurna
112 E k o n o m i SMA - Kelas X

Keseimbangan produsen secara individu dapat dilihat dalam grafik 4.3 sebagai
berikut :
MC AC

P1 AR = MR = D = P
C

0 Q1
Grafik: 4.3. Keseimbangan Produsen Individual di Pasar

Keterangan :
OC = Biaya Produksi per unit
OP1 = Harga jual per unit
CP1EF = Segi empat CP1EF luas/besarnya keuntungan
Dalam pasar persaingan sempurna keuntungan maksimum perusahaan
secara individual dapat tercapai pada saat MC = MR.

2. Ciri-ciri Pasar Monopoli


Sebagaimana pada pasar persaingan sempurna, maka kitapun sulit
menemukan pasar yang seratus persen monopoli. Secara konseptual suatu pasar
dapat disebut monopoli kalau memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
a. Hanya terdapat satu produsen/penjual dipasar yang menguasai produk
tertentu
b. Produk yang dijual tidak ada produk substitusinya (nonsubstitusi)
c. Ada hambatan masuk ke industri tersebut, hambatan ini bisa karena faktor
regulasi atau bisa juga karena faktor alamiah.
d. Perusahaan/produsen mempunyai kekuatan untuk mempengaruhi dan
menentukan harga jual produknya.
Sebagaimana kita ketahui penyebab terjadinya Monopoli bisa karena (1)
tindakan Yuridis/Regulasi, misal karena memperoleh hak patent untuk sesuatu
produk atau proses produksi, lisensi ataupun karena regulasi/aturan
pemerintah; (2) Monopoli secara alamiah, terjadi jika perusahaan tunggal
mampu melayani pasar dengan harga murah dibandingkan dengan jika bidang
tersebut terdapat dua atau lebih perusahaan. Produsen monopoli karena alamiah
seringkali berusaha menghalang-halangi masuknya pendatang baru dengan
Bab 4 - Pasar, Pasar Barang dan Pasar Input 113

membatasi harga lebih rendah dari pada harga yang dapat mendatangkan
keuntungan.
3. Pasar yang dihadapi Perusahaan Monopoli
Bagi perusahaan monopoli, maka pasar adalah besarnya permintaan
total (permintaan industri) yang harus dilayani. Sedangkan barang yang
ditawarkan tergantung dari titik optimalnya perusahaan (economies of
scale).
Perusahaan/ produsen monopoli bisa menentukan dua hal: (1) harga
barangnya (produsen sebagai price setter atau price maker); (2)
menentukan kuantitas barangnya.
4. Strategi/ Kebijakan Penentuan Harga dalam Pasar Monopoli
Strategi atau kebijakan diskriminasi harga ini tentunya dibuat oleh produsen
dalam rangka untuk lebih menguntungkan produsen sebagai seorang monopolis,
macam-macam diskriminasi harga tersebut antara lain:
a. Kebijakan Diskriminasi Harga Derajat Satu, kalau produsen sudah
mampu menetapkan harga yang berbeda untuk setiap konsumen yang
berbeda. Konsumen yang berani/preferensi harga yang tinggi harus
membayar dengan harga yang tinggi/sesuai dengan preferensi
konsumennya. Akibatnya semua “surplus konsumen” akan jatuh menjadi
“surplus produsen”. Kondisi ini merupakan kondisi yang paling
menguntungkan bagi produsen.
b. Kebijakan Diskriminasi Harga Derajat Kedua, kalau produsen mampu
membuat lebih dari dua macam harga yang berbeda untuk lebih dari dua
segmen yang berbeda.
c. Kebijakan Diskriminasi Harga Derajat Ketiga, kalau produsen hanya
mampu membuat dua macam harga untuk dua segmen pasar yang berbeda.

5. Keseimbangan Harga dalam Monopoli


Dalam pasar monopoli, maka kurva permintaan pasar juga merupakan kurva
produsen monopoli karena hanya ada satu penjual dalam pasar. Dengan
demikian keseimbangan pasar sama dengan keseimbangan produsen. Produsen
monopoli harus menentukan berapa jumlah barang yang harus dijual dan berapa
harga jual untuk dapat menghasilkan keuntungan maksimum.
Walaupun produsen monopolis biasa menentukan jumlah produk dan harga
produk yang harus dijual, namun keuntungan produsen monopoli tergantung
besarnya biaya produksi per unit output ( AC=Average Cost ). Keseimbangan
monopolis dibedakan dalam tiga kasus yaitu :
a. Monopolis memperoleh keuntungan, karena P > AC
b. Monopolis menederita rugi, karena P < AC
114 E k o n o m i SMA - Kelas X

c. Monopolis tidak menderita rugi ataupun tidak memperoleh keuntungan


karena P = AC.
Tiga kondisi di atas, dapat dijelaskan dengan
AC
grafik sebagai berikut :
MC

A
P
C B

AR = P = D

0 Q
MR
Grafik 4.4. Tingkat Keseimbangan Monopolis Mendapat Keuntungan ( P > AC )

MC AC
A
P
C B

AR = P = D

0 Q MR
Grafik 4.5.Tingkat Keseimbangan Monopolis Menderita Rugi ( P < AC )

MC AC

A
P = AC

AR = P = D

0 Q MR

6. Ciri-ciri Pasar Oligopoli


Pasar oligopoli adalah suatu pasar di mana hanya ada beberapa penjual
yang menguasai pasar ( 2 sampai belasan penjual ). Adapun secara umum ciri–
ciri pasar oligopoli sebagai berikut:
Bab 4 - Pasar, Pasar Barang dan Pasar Input 115

a. Terdapat beberapa penjual yang menguasai pangsa pasar.


b. Penjual dapat sendiri–sendiri atau bekerja sama untuk menguasai pasar.
c. Produk/barang yang diperdagangkan dapat homogen (sejenis) atau dengan
berbeda dengan ciri khas (misal: pembedaan merk, kemasan, kualitas).
d. Setiap perusahaan cenderung untuk memberlakukan harga pasar yang
umum, disamping itu sebenarnya masing-masing perusahaan mempunyai
kekuatan untuk menentukan harga jualnya sendiri.
e. Timbulnya kepemimpinan harga (price leader) oleh perusahaan yang
terbesar.
Dari ciri-ciri di atas maka oligopoli masih dapat dibedakan menjadi dua
macam lagi yaitu :
a. Oligopoli murni (pure oligopoly) yaitu jika beberapa perusahaan dalam
pasar oligopoli tersebut menjual produk homogen.
b. Oligopoli dengan ada pembedaan produk (differentiated product) yaitu
jika beberapa perusahaan dalam pasar oligopoli tersebut menjual produk
yang dapat dibedakan.
Konsekuensi dari ciri-ciri pasar oligopoli tersebut, seringkali para produsen
dalam pasar oligopoli melakukan beberapa hal antara lain :
a. Para produsen bekerja sama (membentuk kerjasama tidak formal dalam
bentuk kolusi/Collusive atau bentuk kerja sama formal dalam bentuk
Kartel/Trust). Bentuk kerja sama ini misalnya dalam pembentukan
kesepakatan harga atau dalam bentuk kuota produksi.
b. Para produsen tidak bersaing dalam harga (non price competition), tetapi
bersaing dalam bentuk lain, seperti : kemasan, kupon berhadiah, pelayanan/
service, dan lainnya.
c. Kemungkinan timbulnya tindakan yang merugikan konsumen akan sangat
besar kalau diantara para oligopolis melakukan kesepakatan harga, dampak
yang ditimbulkan akan sama seperti dalam pasar monopoli.
d. Sebaliknya kalau diantara para oligopolis bersaing dalam hal harga (price
competition) maka sering kali muncul perilaku : (1) Jika seorang produsen
menurunkan harga maka semua produsen yang lain cenderung ikut
menurunkan harga. (2) Jika seorang produsen menaikkan harga maka tak
ada satupun produsen lain yang ikut menentukan harga. Dua perilaku
oligopolis ini yang akan menghasilkan kurva permintaan patah (kinked
demand) yang akan dipelajari dalam ekonomi mikro di perguruan tinggi.

7. Ciri-ciri Pasar Persaingan Monopolisitis


Pasar persaingan monopolistis adalah suatu pasar di mana terdapat banyak
penjual (produsen) tetapi ada perbedaan produk (diferensiasi produk) sehingga
ada kemampuan penjual untuk mempengaruhi harga.
Ciri – ciri pasar persaingan monopolistis:
a. Terdapat banyak penjual (produsen) yang menguasai pasar walaupun tidak
sebanyak seperti pada pasar persaingan sempurna.
116 E k o n o m i SMA - Kelas X

b. Masing-masing penjual atau produsen masih dapat mempengaruhi harga,


walaupun tidak mutlak.
c. Produk/barang yang dihasilkan atau diperdagangkan sejenis tetapi ada
perbedaan (dapat dibedakan/differentiated product, terutama menurut
pandangan/versi konsumen). Misalnya: bentuk, warna, merk / nama,
kualitas, kemasan, dll.
d. Terdapat unsur persaingan tetapi juga terdapat unsur monopoli.
e. Ada pembatasan dalam pendirian perusahaan, tetapi tidak sesulit pada
seperti monopoli dan tidak semudah seperti pada pasar persaingan
sempurna.
f. Ada kebebasan bagi perusahaan baru untuk memasuki pasar.
g. Menghadapi persaingan dari perusahaan lain yang menghasilkan barang
yang sejenis, alat utamanya adalah dengan promosi.
Dari ciri-ciri di atas, dapat dikatakan bahwa pasar persaingan monopolistik
pada dasarnya merupakan pasar di antara pasar persaingan sempurna dengan
pasar monopoli. Unsur monopoli menampakkan diri dalam tersedianya barang-
barang homogen, seperti sabun cuci, sabun mandi, minyak goreng, air mineral,
beras dan lain-lain. Di sisi lain produk-produk semacam itu di pasar ternyata di
buat oleh beberapa pabrik (perusahaan) yang masing-masing mempunyai merek
atau cap dagang tersendiri dan bahkan beberapa merk telah mempunyai hak
patent. Merk dagang ataupun hak patent sebenarnya memperlihatkan adanya
unsur monopoli dalam pasar. Sedangkan unsur persaingannya terlihat adanya
keberagaman atau variasi merek, kemasan, cita rasa.
Untuk kondisi penentuan harga dalam pasar ini, para produsen atau penjual
mempunyai sedikit kebebasan dalam penentuan harga jual produknya sendiri.
Penentuan harga pada pasar persaingan monopolistik lebih bebas daripada pasar
persaingan sempurna (harga sudah datum), tetapi tidak sebebas pada pasar
monopoli (produsen sebagai price setter atau price maker). Hanya saja
penentuan harga pada pasar ini walaupun ada kebebasan tetapi harus hati-hati,
karena kalau harga produk terlalu mahal, maka konsumen akan beralih ke produk
lain yang sejenis.

Tugas:

1. Sebutkan ciri-ciri pasar persaingan sempurna? Dan buatlah daftar barang-barang


yang pasarnya mendekati persaingan sempurna?
2. Sebutkan dan jelaskan mengapa sebuah perusahaan dapat menjadi monopoli?
Berilah contoh kongkrit!
3. Apa dampak jika para oligopolis melakukan kolusi atau membentuk kartel? Dan
apa dampaknya jika para oligopolis bersaing dalam hal harga?
4. Sebutkan ciri-ciri pasar persaingan monopolistis ? Dan berilah penjelasan ciri-ciri
tadi dengan contoh-contoh kongkrit ?
Bab 4 - Pasar, Pasar Barang dan Pasar Input 117

C. Kebaikan dan Kelemahan Masing-masing Bentuk Pasar.

1. Pasar Persaingan Sempurna

a. Kebaikan Pasar Persaingan Sempurna antara lain :


1) Harga yang terjadi adalah harga yang benar-benar ditentukan
oleh kekuatan tarik-menarik antara permintaan dan penawaran.
Harga pasar yang terbentuk merupakan harga yang bebas dari
campur tangan pemerintah maupun asosiasi produsen.
2) Dalam jangka panjang, akan menjamin posisi di mana setiap
perusahaan akan berproduksi pada biaya rata-rata yang
minimum, sehingga pasar persaingan sempurna menjamin
diproduksinya produk/barang dengan biaya serendah-
rendahnya.
3) Dalam persaingan sempurna tidak perlu adanya iklan/advertensi.
4) Perusahaan bisa menjual berapapun barang yang diinginkan
tanpa perlu kekawatiran terjadinya penurunan harga, karena
jumlah berapapun yang diproduksi oleh suatu perusahaan
sebenarnya masih terlalu kecil dibandingkan jumlah keseluruhan
yang ditawarkan di pasar.
5) Konflik antara kepentingan individu dan masyarakat tidak ada.
b. Keburukan Pasar Persaingan Sempurna antara lain:
1) Dalam jangka panjang perusahaan-perusahaan yang ada dalam
persaingan sempurna hanya akan memperoleh keuntungan
normal saja, sehingga sulit bagi perusahaan untuk menyediakan
dana bagi penelitian dan pengembangan. Akibatnya sulit bagi
perusahaan untuk berkembang.
2) Produk/barang pada pasar persaingan sempurna adalah produk/
barang-barang yang homogen. Barang-barang yang homogen
atau sama sebenarnya kurang disukai oleh konsumen/
masyarakat, karena konsumen akan cepat bosan.
Mengingat persaingan yang ketat pada pasar persaingan sempurna,
seringkali perusahaan/produsen kecil yang biasanya kurang efisien dan
tidak mampu bersaing dengan perusahaan/produsen besar. Jika dibiarkan
saja tanpa ada campur tangan dari pemerintah maka perusahaan/produsen
kecil akan gulung tikar karena tidak mampu bersaing dengan perusahaan/
produsen besar, lebih-lebih dengan produsen dari luar negeri. Oleh karena
itu pada pasar persaingan sempurna inipun tetap perlu campur tangan
pemerintah misal dalam bentuk subsidi atau kemudahan-kemudahan
fasilitas lain sehingga perusahaan/produsen kecil bisa tetap eksis.
118 E k o n o m i SMA - Kelas X

2. Pasar Monopoli

a. Kebaikan Pasar Monopoli :


1) Ada dua kemungkinan yang berbeda, satu sisi monopoli justru
menguntungkan konsumen kalau diimbangi efisiensi, tetapi
disisi lain monopoli juga sering kali menjadi sumber inefisiensi.
Monopoli biasanya merupakan perusahaan besar dengan skala
produksi yang besar (mass production) sehingga efisiensi
produksi dapat tercapai.
2) Monopoli bisa memperoleh keuntungan lebih/excess profit (di
atas keuntungan normal) sehingga perusahaan bisa melakukan
penelitian dan pengembangan. Dengan penelitian dan
pengembangan diharapkan dapat meningkatkan kualitas barang
yang dihasilkan dan juga penurunan biaya produksi.
b. Keburukan Pasar Monopoli :
1) Harga produk cenderung tinggi (produsen sebagai price maker)
karena produsen cenderung menginginkan keuntungan yang
tinggi. Hal ini tentunya merugikan masyarakat atau konsumen.
2) Jumlah produk di pasar sangat tergantung dari produsen/penjual
di pasar. Jumlah produk yang tersedia kadangkala terganggu
oleh permainan produsen.
3) Dalam monopoli cenderung terjadi pemborosan penggunaan
sumber daya ekonomi, karena produsen tidak beroperasi pada
biaya rata-rata minimum artinya perusahaan sering beroperasi
secara tidak efisien.
4) Ditinjau dari segi distribusi pendapatan masyarakat, pasar
monopoli sering menimbulkan ketidakadilan. Dalam jangka
panjang produsen monopoli cenderung mendapatkan
keuntungan berlebih, sementara produsen yang berada pada
persaingan sempurna hanya akan memperoleh keuntungan
normal.
5) Pada pasar monopoli sering terjadi eksploitasi baik terhadap
konsumen maupun pemilik faktor produksi. Konsumen
cenderung membayar produk dengan harga tinggi, sementara
pemilik faktor produksi dibayar dengan harga yang rendah.
Dengan adanya keburukan/dampak dari monopoli, seperti cenderung
inefisiensi, sehingga seringkali justru merugikan konsumen dan
menguntungkan produsen. Oleh karena hal-hal di atas itulah pemerintah
perlu campur tangan dalam pasar monopolis agar tindakan produsen/
penjual tidak merugikan masyarakat luas, khususnya konsumen.
Bentuk campur tangan pemerintah yang utama misalnya dalam
bentuk regulasi (Undang-undang atau peraturan-peraturan lain) untuk
mencegah timbulnya monopoli antara lain dengan cara:
1) Dengan mengeluarkan Undang–Undang anti monopoli
Bab 4 - Pasar, Pasar Barang dan Pasar Input 119

2) Campur tangan pemerintah dengan membatasi ruang gerak monopolis


yaitu pemerintah turut campur tangan dengan cara penentuan
produksi dan penentuan harga. Untuk penentuan harga bentuk campur
tangan pemerintah yang paling penting adalah penentuan harga
tertinggi/harga maksimum (celling price) yang boleh dikenakan oleh
monopolis.
3) Pengaturan monopoli dapat dilakukan oleh pemerintah melalui
pemungutan pajak agar monopolis tidak menerima seluruh
keuntungannya, bisa melalui pajak per unit barang (specific tax) atau
pajak lamp sum (pajak tetap/pajak yang dikenakan perusahaan tanpa
memperhatikan unit barang yang diproduksinya).
4) Mendirikan perusahaan tandingan yaitu mendirikan perusahaan yang
sama untuk menghasilkan barang yang sama seperti yang dihasilkan
oleh monopolis.
5) Mengimpor barang dari luar negeri untuk membatasi kekuatan
monopoli.
3. Pasar Oligopoli:

a. Kebaikan Pasar Oligopoli :


1) Mengingat dalam oligopoli ada kecenderungan produsen bersaing
baik dalam harga maupun bukan dalam hal harga, maka jika
diantara produsen melakukan persaingan bukan dalam harga
(seperti dalam kualitas dan service/pelayanan) akan ada
kecenderungan konsumen untuk mendapatkan mutu produk dan
pelayanan secara baik.
2) Jika produsen oligopoli melakukan persaingan dalam harga,
maka konsumen juga cenderung untuk mendapatkan harga yang
stabil atau kalaupun berubah justru cenderung mengalami
penurunan.
3) Oligopolis umumnya perusahaan besar, sehingga mempunyai
dana untuk penelitian dan pengembangan yang cukup. Di sisi
lain suasana persaingan ada, sehingga dorongan untuk
melakukan inovasi proses produksi baru, penemuan produk baru
dan penurunan biaya produksi menjadi cukup kuat, tentunya
semua hal itu akan menguntungkan konsumen.
b. Keburukan Pasar Oligopoli:
Pasar oligopoli akan banyak berdampak negatif bagi konsumen kalau
diantara para oligopolis melakukan kerjasama (collusive). Dampak
oligopoli dengan kerjasama hampir sama dengan dampak monopoli, hanya
kadarnya lebih ringan.
Dampak tersebut antara lain :
1) Dalam oligopoli cenderung terjadi pemborosan penggunaan sumber
daya ekonomi, karena produsen tidak beroperasi pada biaya rata-
rata (AC) minimum artinya perusahaan sering beroperasi secara tidak
efisien.
120 E k o n o m i SMA - Kelas X

2) Ditinjau dari segi distribusi pendapatan masyarakat, pasar oligopoli


sering menimbulkan ketidakadilan. Dalam jangka panjang produsen
oligopoli cenderung mendapatkan keuntungan berlebih, sementara
produsen yang berada pada persaingan sempurna hanya akan
memperoleh keuntungan normal.
3) Pada pasar oligopoli sering terjadi eksploitasi baik terhadap konsumen
maupun pemilik faktor produksi. Konsumen cenderung membayar
produk dengan harga tinggi, sementara pemilik faktor produksi
dibayar dengan harga yang rendah.
Mengingat dampak negatif dari oligopoli, maka campur tangan
pemerintah tetap diperlukan. Ujud campur tangan pemerintah pada pasar
oligopoli bisa dengan cara :
1) Mempermudah kemungkinan masuknya perusahaan/produsen baru
ke dalam pasar sehingga akan meningkatkan tingkat persaingan.
2) Mengeluarkan peraturan-peraturan seperti melarang terjadinya
kerjasama antar perusahaan yang berada dalam pasar oligopoli, misal
dengan peraturan/undang-undang anti collusive/kartel/trust.
4. Pasar Persaingan Monopolistik
a. Kebaikan Pasar Persaingan Monopolistik :
1) Bagi konsumen menjadi ada pilihan produk/barang yang
dikehendaki sesuai dengan selera dan dana yang dimilikinya.
2) Dalam jangka panjang konsumen akan mendapatkan produk/
barang dengan harga yang relatif normal, karena keuntungan
yang dinikmati produsenpun hanya berupa keuntungan normal.
b. Keburukan Pasar Persaingan Monopolistik :
1) Perusahaan dalam persaingan monopolistik ukurannya biasanya
relatif kecil dan cenderung bekerja kurang efisien serta masih
terjadi pemborosan dalam pemakaian sumber daya jika
dibanding perusahaan dalam persaingan sempurna, tetapi sudah
lebih efisien dibanding perusahaan pada monopoli.
2) Kadang sering konsumen harus membayar produk/barang
dengan harga yang lebih tinggi dari biaya untuk membuat barang
tersebut.
Tugas:
Diskusikan dengan teman-teman dalam kelompok kalian :
1. Apa kebaikan dan keburukan pada pasar persaingan sempurna? Serta
bagaimanakah proses pembentukan harga pada pasar persaingan sempurna?
2. Kecendurangan apa yang muncul di pasar Indonesia saat ini, kecenderungan
monopoli atau oligopoli?
3. Bagaimanakah bentuk kongkrit campur tangan pemerintah pada berbagai bentuk
pasar di atas? Jelaskan dengan contoh-contoh!
Bab 4 - Pasar, Pasar Barang dan Pasar Input 121

D. Berbagai Contoh Bentuk-Bentuk Pasar


Dari berbagai bentuk pasar, sebenarnya dapat dibedakan pada dua sisi yang
ekstrim yaitu di satu sisi ekstrim adalah pasar persaingan sempurna dan di sisi ekstrim
lainnya adalah pasar monopoli. Dalam contoh kehidupan sehari-hari pasar yang benar-
benar pasar persaingan sempurna maupun yang benar-benar pasar monopoli sebenarnya
sulit ditemukan. Kalaupun ada sebenarnya hanyalah mendekati pasar persaingan sempurna
atau pasar yang mendekati monopoli. Yang paling mudah kita temukan dalam contoh
kongkrit sehari-hari adalah pasar yang terletak diantara kedua ujung ekstrim di atas,
yaitu seperti pasar persaingan monopolistik, oligopoli, dan pasar monopoli.
1. Contoh Pasar Persaingan Sempurna
Dalam kenyataannya sehari-hari bentuk pasar yang benar-benar bersifat
persaingan sempurna sulit ditemukan, yang ada hanyalah kecenderungan
mendekati ke bentuk pasar persaingan sempurna. Contoh kongkrit bentuk pasar
yang paling mendekati pasar persaingan sempurna adalah pasar barang-barang
atau komoditi makanan pokok, seperti pasar beras.
Dalam pasar beras dapat dijelaskan hubungan antara penjual/produsen
dengan pembeli/konsumen dapat dikatakan mendekati ciri-ciri pasar persaingan
sempurna sebagai berikut :
a. Dalam pasar komoditi beras jumlah penjual dan pembeli sangat banyak.
b. Penjual dan pembeli secara perorangan tidak akan mampu mempengaruhi
harga.
c. Komoditi beras dapat dikatakan komoditi yang relatif homogen, kalaupun
ada perbedaan rasa atau mutu akan berakibat adanya perbedaan harga.
d. Harga yang terbentuk pada pasar beras adalah hasil kekuatan tarik menarik
antara penawaran beras dan permintaan beras. Walaupun kenyataan di
Indonesia masih ada campur tangan pemerintah dalam stabilisasi harga
beras yaitu melalui peran Bulog (Badan Urusan Logistik) namun peran
Bulog inipun sudah semakin kecil. Adanya campur tangan pemerintah
dalam pengendalian harga komoditas pertanian seperti beras sebenarnya
menjadikan pasar beras kurang tepat kalau disebut persaingan sempurna,
lebih tepatnya hanya mendekati pasar persaingan sempurna.
2. Contoh Pasar Monopoli
Seperti pada pasar persaingan sempurna, maka pada pasar monopoli kitapun
menemui kesulitan untuk menemukan perusahaan yang benar-benar seratus
persen bersifat monopoli. Yang dapat kita temukan hanyalah perusahaan-
perusahaan yang pasarnya mendekati monopoli. Beberapa produk (barang dan
jasa) yang pasarnya dapat dikatakan mendekati monopoli antara lain:
telekomunikasi (Telkom), listrik (PLN), jasa kereta api (PT KAI), minyak dan
gas bumi (Pertamina), dan perusahaan air minum (PDAM). Namun perlu kalian
ketahui bahwa perusahaan-perusahaan di atas dapat menjadi perusahaan
monopoli karena adanya regulasi atau undang-undang.
122 E k o n o m i SMA - Kelas X

Bentuk monopoli lain yaitu hak paten yang merupakan bentuk khusus dan
monopoli undang-undang untuk memasuki suatu industri. Hak paten ini
diberikan kepada seorang penemu berupa hak ekslusif (monopoli). Hak paten
ini diberikan oleh pemerintah dengan tujuan untuk merangsang adanya
penemuan-penemuan baru terutama bagi perusahaan kecil dan individu.
Contoh lain, misalnya perusahaan marmer dari Tulungagung atau intan
dari Martapura juga dapat dikatakan sebagai monopoli tetapi monopoli pada
kasus ini terjadi secara alamiah dikarenakan penguasaan bahan baku. Bahan
baku yang khas yang tidak bisa digantikan dengan bahan baku dari daerah lain
menjadikan suatu produk menjadi suatu monopoli dari daerah tertentu.
3. Contoh Pasar Oligopoli
Sebagaimana kita ketahui oligopoli dapat didefinisikan sebagai suatu
bentuk pasar yang didalamnya terdapat beberapa penjual dan produk yang dijual
bisa sama persis atau bisa dibedakan menurut ciri khasnya. Sedangkan contoh
pasar oligopoli dalam kehidupan sehari-hari banyak terdapat dalam masyarakat
Indonesia. Beberapa contoh perusahaan/produsen yang berada pada pasar
oligopoli antara lain pada produk/barang seperti pada industri semen, misalnya
pemainnya ada Semen Gresik, Semen Holcim, Semen Indocement dan ada
Semen Cibinong. Pada industri sepeda motor, misalnya ada Honda, Yamaha,
Suzuki, Kawasaki, Vespa, Sanex, Tossa dan lainnya. Pada produk elektronik
kita melihat ada Sony, Toshiba, National, Samsung dan lain-lain. Sedangkan
pada produk jasa misalnya pada industri jasa penerbangan di Indonesia, ada
Garuda, Merpati, Pelita, Bouroq, Mandala, Lion, Adam Air dan lainnya. Pada
industri jasa penerbangan yang terjadi saat ini para oligopolis cenderung
bersaing dalam hal harga (price competition), kalian dapat melihat bagaimana
ramainya perang tarif antar maskapai penerbangan.
Untuk membedakan produk satu perusahaan dengan perusahaan lain,
sering para oligopolis menerapkan strategi dalam menguasai dan menarik
konsumen adalah dengan membuat model serta memberikan merek tertentu
pada produk yang dijual (strategi diferensiasi produk). Model dan terutama
merek ini biasanya dibuat agar berkesan di sanubari konsumen, agar konsumen
menjadi loyal. Konsumen yang sudah terikat pada produk merek tertentu (loyal)
akan sulit berpindah ke produk yang lain.

Informasi Ekonomi
Kekuatan Nyata Monopoli dan Oligopoli
Perbincangan peta kekuatan monopoli dan oligopoli di pasar Indonesia, yang
sering menjadi contoh adalah Indofood dan Industri semen dengan kartel tak resmi
melalui Asosiasi Semen Indonesia. Dalam kedua bentuk pasar ini, kekuatan
mengontrol harga menjadi sorotan. Mengapa? Beban ekonomi diberikan kepada
konsumen, dan produsen menikmati keuntungan lewat harga yang dibayar
konsumen. Indofood mendominasi rangkaian produksi dari mi instan. Melalui
Bogasari yang menguasai 89% tepung terigu, Indofood merajai bagian hilir.
Bab 4 - Pasar, Pasar Barang dan Pasar Input 123

Indofood telah mengakuisisi perkebunan CPO dari Grup Salim pada 1997. Di
hulu, dengan kapasitas produksi sekitar 110 miliar bungkus per tahun, ia menguasai
pangsa pasar sekitar 90%. Kondisi ini Indofood praktis merajai hilir dan hulu industri
mi instan. Dengan sendirinya, ia akan memiliki kekuatan monopoli untuk mendikte
harga di pasar. Oligopoli di pasar semen nasional Di pasar semen nasional ini
terjadi oligopoli kolusif. Produsen bersepakat menentukan harga jual. Semen Gresik
bersama Indocement bisa dikatakan sebagai market leader, sementara Semen Cibinong
berposisi sebagai market follower. Bentuk pasar oligopoli pada industri semen
mempunyai entry barriers yang lebih natural, bukan semata karena adanya regulasi
pemerintah. Dengan nilai investasi yang cukup besar, investasi pada pabrik semen
dengan kapasitas 2,3 juta ton kira-kira US$ 500 juta dan pabrik efisien kalau kapasitas
9 - 10 juta ton pada satu kompleks lokasi.Jalan keluar untuk mengatasinya tak ada
jalan lain kecuali lewat persaingan, terutama apabila para produsen itu harus
berhadapan dengan persaingan internasional.. Maka, sangat diperlukan undang-
undang anti-trust, agar produsen tak tak seenaknya merajai industri dari hulu sampai
hilir, dan mampu bersaing secara bebas di pasar.
Sumber: Chandra Pasaribu, Refleksi, Edisi 8/III/1998
Tanggal 16 Nopember 1998

4. Contoh Pasar Persaingan Monopolistis


Pernahkah kalian minum air minum dalam kemasan (AMDK) atau air
mineral? Merk apa yang kalian minum? Aqua, Zam, Aquaria, Vit, Ades, atau
merk yang lain lagi atau bahkan air mineral “isi ulang”? Sebagaimana kita ketahui
produsen air minum dalam kemasan atau produsen air minum isi ulang sekarang
ini boleh dikatakan jumlahnya banyak, dimasing-masing daerah ada produk
AMDK baik menggunakan merk-merk lokal ataupun yang menggunakan merk-
merk berskala lebih luas ataupun depot-depot pengisian ulang. Siapa konsumen
air minum dalam kemasan? Kita ketahui bahwa sekarang sangat banyak orang/
masyarakat yang mengkonsumsi air minum dalam kemasan/air mineral, tidak
saja ketika dalam perjalanan, bahkan dirumahpun untuk minum sehari-hari orang
sudah menggunakan AMDK yang tersedia dalam galon besar.
Dari berbagai produk di atas, samakah harganya atau kualitasnya? Kalau
kalian amati mungkin kalian akan menemukan ada yang berharga sangat murah
seperti air mineral isi ulang, tetapi ada yang berharga sangat mahal seperti
Aqua. Kalau kita amati sebenarnya produk air mineral (AMDK) boleh dikatakan
relatif homogen, tetapi karena adanya berbagai merk dan cara promosi yang
berbeda-beda maka dalam versi konsumen produk air mineral menjadi dapat
dibedakan (dalam hal merk, imej ataupun kualitas).
Akibatnya walaupun produsen air mineral atau air minum dalam kemasan
jumlahnya cukup banyak, berarti mengandung unsur persaingan, tetapi karena
produknya bisa dibedakan (mengandung unsur monopoli), maka ada diantara
produsen yang bisa mempengaruhi harga. Jadi produsen air minum dalam
kemasan (AMDK) dapat dikatakan sebagai contoh pasar persaingan
monopolistik.
124 E k o n o m i SMA - Kelas X

Tugas:
Diskusikan dengan teman-teman dalam kelompok kalian!
1. Carilah masing-masing dua contoh perusahaan/produsen yang pasar produknya
mendekati persaingan sempurna, pasar persaingan monopolistik, pasar oligopoli
dan pasar monopoli?
2. Adakah suatu perusahaan yang ketika sebagai pembeli di pasar input (faktor
produksi) atau pasar output (hasil/produk) berada dalam pasar Monopsoni dan
ketika sebagai penjual berada pada pasar Monopoli?

E. Pasar Barang

1. Pengertian Pasar Barang/Komoditi


Pasar barang/komoditi atau dikenal dengan Bursa komoditi adalah suatu
pasar yang kegiatannya mempertemukan antara penjual dan pembeli untuk
melaksanakan transaksi jual atau beli barang/komoditi tertentu. Dalam pasar
komoditi, barang yang diperjual-belikan adalah barang/komoditi yang laku dijual
di pasar dunia/internasional, misalnya kopi, kedelai, kakao, gula, jagung, tembakau,
karet, CPO (crude palm oil), emas, perak, tembaga, dan lainnya.
Pada pasar/bursa komoditi dilihat dari sisi penyelenggarakan perdagangan
dapat dibedakan menjadi dua macam pasar, yaitu:
a. Pasar fisik, adalah suatu kegiatan perdagangan yang penyerahan barang
dagangan dari penjual kepada pembeli biasanya dilakukan segera setelah
transaksi atau ada penyerahan barang secara tunai. Pada pasar fisik terjadi
transaksi efektif. Transaksi efektif menunjuk pada suatu transaksi jual
beli di bursa yang di akhiri dengan penyerahan barang dagangan dari
penjual kepada pembeli secara nyata.
b. Pasar komoditi berjangka adalah suatu kegiatan perdagangan dalam
hal ini yang diperdagangkan adalah surat kontrak yang mewakili barang
yang disimpan di gudang. Pada pasar ini setelah terjadi transaksi tidak
segera diikuti dengan penyerahan barang. Biasanya penyerahan barang
dilakukan kemudian atau beberapa waktu bahkan beberapa bulan kemudian
sesuai dengan perjanjian. Pada pasar komoditi berjangka motif utama
transaksi seringkali hanya spekulatif bukan merupakan transaksi jual beli
secara murni. Pada transaksi dengan motif sepekulasi yang lebih dominan,
maka transaksi tidak diakhiri dengan penyerahan barang, karena tujuannya
bukan menyelesaikan persetujuan dagang dengan serah terima barang,
melainkan pembayaran dan penerimaan dari adanya perbedaan harga.
Berdasarkan UU No.32/1997 tentang Perdagangan Berjangka Komoditi,
perdagangan berjangka adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan jual beli
komoditi dengan penyerahan kemudian berdasarkan Kontrak Berjangka dan
Opsi atas Kontrak Berjangka.
Bab 4 - Pasar, Pasar Barang dan Pasar Input 125

Perdagangan berjangka disebut Bursa Berjangka, yang selanjutnya sering


disebut dengan Bursa yang memperdagangkan Kontrak Berjangka berbagai
komoditi. Tempat untuk memperdagangkan Kontrak Berjangka juga disebut
pasar berjangka.

2. Lembaga Penjamin dan Mekanisme Pembentukan Harga


Kontrak Berjangka merupakan kontrak yang standar di mana jumlah, mutu,
jenis, tempat, dan waktu penyerahannya komoditi telah ditetapkan terlebih
dahulu. Karena bentuknya yang standar itu, maka yang perlu di”negoisasi”kan
dalam kontrak berjangka hanya harganya saja. Performance atau “terpenuhinya”
Kontrak Berjangka sesuai dengan spesifikasi yang tercantum dalam kontrak,
dijamin oleh suatu lembaga khusus yaitu Lembaga Kliring Berjangka.
Pembentukan harga komoditi di Bursa berlangsung secara transparan.
Harga yang terbentuk tersebut akan mencerminkan kekuatan pasokan dan
permintaan yang sebenarnya. Transaksi di Bursa dilakukan oleh para Anggota
Bursa, yang terdiri dari Pialang Berjangka dan Pedagang Berjangka, baik dengan
cara berteriak (open outcry) atau secara elektronik (authomated/electronic
trading system). Selanjutnya, harga yang terjadi dicatat menurut bulan
penyerahan masing-masing Kontrak Berjangka, dan diumumkan secara luas
kepada masyarakat. Harga yang terjadi di Bursa ini umumnya dijadikan sebagai
harga acuan (reference price) oleh dunia usaha, termasuk petani dan produsen/
pengusaha kecil, untuk melakukan transaksi di pasar fisik.

3. Manfaat Pasar Komoditi Berjangka


Ada dua manfaat utama dari penyelenggaraan perdagangan berjangka
komoditi. Yaitu sebagai sarana pengelolaan resiko (risk management) melalui
kegiatan lindung-nilai atau kegiatan mencoba mengurangi resiko perubahan
harga/nilai untuk waktu yang akan datang dengan melakukan transaksi sekarang
ini penyerahan dan pembayaran kemudian (hedging), dan sarana pembentukan
harga (price discovery).
Pada dasarnya, harga komoditi primer (seperti produk-produk pertanian
dan perkebunan) seringkali berfluktuasi karena ketergantungannya pada faktor-
faktor yang sulit dikuasai seperti faktor cuaca atau musim, bencana alam, dan
lain-lain. Dengan kegiatan lindung-nilai menggunakan Kontrak Berjangka,
mereka dapat mengurangi sekecil mungkin dampak (resiko) yang diakibatkan
gejolak/fluktuasi harga tersebut.
Dengan memanfaatkan Kontrak Berjangka, produsen komoditi tertentu
dapat menjual komoditi yang baru akan mereka panen beberapa bulan kemudian,
pada harga yang telah dipastikan sekarang ini (sebelum panen). Dengan
demikian, mereka dapat memperoleh jaminan harga sehingga tidak terpengaruh
oleh kenaikan/penurunan harga jual di pasar tunai.
Manfaat yang sama juga dapat diperoleh pihak lain seperti eksportir
yang harus melakukan pembelian komoditi di masa yang akan datang, pada
saat harus memenuhi kontraknya dengan pembeli diluar negeri. Atau pengolah,
yang harus melakukan pembelian komoditi secara berkesinambungan dan terus
menerus.
126 E k o n o m i SMA - Kelas X

Manfaat kedua adalah sebagai sarana pembentukan harga yang transparan


dan wajar, yang mencerminkan kondisi pasokan dan permintaan yang sebenarnya
dari komoditi yang diperdagangkan. Hal ini dimungkinkan, karena transaksi hanya
dilakukan oleh/melalui Anggota Bursa, mewakili nasabah atau dirinya sendiri.
Artinya, antara pembeli dan penjual Kontrak Berjangka tidak saling kenal/
mengetahui secara langsung, karena setiap transaksi dalam bursa tentunya tidak
boleh secara langsung tetapi harus melalui pialang/pedagang perantara yang
tidak lain merupakan anggota bursa.

4. Contoh Pasar Komoditi Berjangka:


Pasar komoditi berjangka biasanya dipergunakan oleh para produsen,
konsumen, pedagang, maupun spekulan. Bagi produsen atau konsumen
menggunakan Kontrak Berjangka sebagai alat untuk melindungi dirinya dari
resiko fluktuasi harga, sedangkan bagi pedagang atau spekulan kontrak
berjangka digunakan untuk mencari keuntungan. Oleh karena itu secara garis
besar penggunan kontrak berjangka ada dua pihak. Pihak pertama yang disebut
“hedger”, yaitu pihak yang menggunakan Kontrak Berjangka untuk mengurangi
resiko. Di pihak lain terdapat apa yang disebut “investor/spekulator”, yaitu
mereka yang ingin mencari keuntungan dari adanya fluktuasi harga.
Investor atau spekulator biasanya akan membeli Kontrak Berjangka pada
saat harga rendah, dan menjualnya pada saat harga naik. Atau sebaliknya,
menjual Kontrak Berjangka pada saat harga diperkirakan akan mengalami
penurunan, dan membelinya kembali pada saat harga rendah.
Contoh kongkrit di pasar berjangka sebagai berikut. Misal, saat sekarang
ini di bulan Juli seorang produsen gula mengharapkan dapat menjual gula yang
akan dihasilkannya sejumlah 1000 ton dalam waktu kurang lebih 3 bulan
mendatang atau di akhir bulan September atau awal bulan Oktober. Produsen
tersebut berharap memperoleh keuntungan yang wajar jika bisa menjual gula
yang akan dihasilkannya pada harga US$ 240/ton. Harga di pasar berjangka
untuk 3 bulan mendatang (penyerahan bulan Oktober) sebesar US$ 258/ton.
Karena harga di pasar berjangka untuk penyerahan bulan Oktober sudah cukup
tinggi menurut versi produsen gula, maka Si produsen kemudian menggunakan
jasa Pialang Berjangka untuk menjual semua gula produknya sebesar 1000 ton
di pasar berjangka untuk penyerahan bulan Oktober pada harga US$ 258/ton.
Pada akhir bulan September, ketika gula milik si Produsen sudah siap dijual,
ternyata harga gula di pasar fisik (pasar lokal atau pasar biasa) turun menjadi
US$ 235/ton. Sementara penurunan juga terjadi di pasar berjangka, harga untuk
penyerahan bulan Oktober turun menjadi US$ 245/ton.
Akhir bulan September ketika gula sudah siap, akhirnya Si produsen
memutuskan menjual semua gula produksinya di pasar lokal pada harga US$
235/ton, dan pada saat yang sama dia juga memutuskan membeli sejumlah
1000 ton gula melalui kontrak di pasar berjangka, untuk penyerahan bulan
Oktober pada harga US$ 245/ton. Berarti, si produsen sekarang sekarang ini
(akhir bulan September) memiliki kontrak jual gula sebanyak 1000 ton pada
harga US$ 258/ton untuk penyerahan bulan Oktober dan sekaligus juga memiliki
kontrak beli 1000 ton pada harga US$ 245/ton untuk penyerahan bulan Oktober.
Bab 4 - Pasar, Pasar Barang dan Pasar Input 127

Dari dua kontrak di pasar berjangka di atas, sebenarnya untuk produsen


memberinya keuntungan sebesar US$ 13/ton. Keuntungan sebesar US$ 13/ton
ini jika ditambahkan pada penerimaan yang diperoleh dari penjualan gula pasar
lokal pada harga US$ 235/ton, sehingga harga jual sebenarnya diterima produsen
menjadi US$ 248/ton. Harga ini tentunya sudah di atas harga yang wajar yang
diharapkan produsen yaitu sebesar US$ 240/ton.
Kondisi sebaliknya yaitu bila harga naik, misalnya, harga di pasar lokal
pada bulan September naik menjadi US$ 260/ton, sedangkan harga kontrak
penyerahan Oktober di pasar berjangka naik menjadi 270/ton. Kondisi ini bagi
si produsen menderita kerugian di pasar berjangka sebesar US$ 12/ton, karena
kontrak berjangka penjualan produsen untuk penyerahan bulan Oktober hanya
sebesar US$ 258/ton. Jika produsen sama sekali tidak melakukan kontrak
berjangka, berarti ia bisa menjual produknya di pasar lokal bulan Oktober senilai
US$ 260/ton. Karena ia memutuskan melakukan kontrak maka hasil yang
diterima produsen hanya sebesar US$ 248/ton sebagai harga akhir yang diterima.
Dari contoh di atas, jika produsen tidak melakukan penjualan melalui pasar
berjangka dan kebetulan harga mengalami penurunan maka ia akan menerima
kerugian yang cukup besar atau hanya akan menerima penjualan gulanya sebesar
US$235/ton. Sebaliknya jika ia tidak melakukan kontrak berjangka dan harga
mengalami kenaikan memang lebih menguntungkan, dibanding jika ia melakukan
kontrak berjangka. Namun perlu diingat bahwa fungsi kontrak berjangka lebih
pada meminimalkan resiko fluktuasi harga atau pada perlindungan nilai. Berarti
melakukan kontrak tetap dianggap lebih menguntungkan.
Hal yang perlu diperhatikan juga bahwa dalam melakukan kontrak pada
pasar berjangka maka semua pengguna pasar berjangka, dipersyaratkan
menyerahkan sejumlah uang yang di sebut “margin”. Besarnya per kontrak
umumnya berkisar antara 5% - 10% dari nilai kontrak, tergantung pada komoditi,
waktu, dan gejolak harga yang terjadi. Selain menyerahkan margin, dalam pasar
berjangka ada biaya komisi yang dikenakan oleh Pialang Berjangka, yang besaran
minimumnya ditetapkan Bursa atas persetujuan Badan Pengawas Perdagangan
Berjangka Komoditi (Bappebti).

F. Pasar Input

Pembahasan pada pasar input atau pasar faktor-faktor produksi hanya akan
dibahas antara lain :
1. Pasar Tenaga Kerja

a. Pengertian Pasar Tenaga Kerja


Pasar/bursa tenaga kerja adalah suatu pasar yang mempertemukan
antara pihak yang mencari pekerjaan (penawaran tenaga kerja) dengan
pihak yang memerlukan tenaga kerja (permintaan/pembeli tenaga kerja).
Penawaran tenaga kerja datang dari rumah tangga konsumen, sedangkan
permintaan tenaga kerja datang dari rumah tangga perusahaan atau
produsen dan terjadinya transaksi di bursa tenaga kerja.
128 E k o n o m i SMA - Kelas X

Di Indonesia bursa tenaga kerja ini ditangani oleh Departemen Tenaga


Kerja dan Lembaga swasta seperti Perusahaan Penyalur Tenaga Kerja
Indonesia (PPTKI) yang telah mendapat ijin dari Departemen Tenaga
Kerja. Adanya bursa tenaga kerja dimasudkan untuk mengkoordinir
pertemuan antara pencari kerja dengan organisasi/lembaga-lembaga yang
membutuhkan tenaga kerja.
b. Pembentukan Harga dan Macam Kualitas Tenaga Kerja
Kekuatan tarik-menarik antara permintaan tenaga kerja di satu sisi
dan penawaran tenaga kerja di sisi yang lain akan dapat membentuk harga
tenaga kerja. Di mana harga tenaga kerja pada bursa tenaga kerja tidak
lain adalah tingkat upah. Tingkat upah ini tentunya sangat beragam dan
berbeda-beda, antara pekerja di pedesaan dengan perkotaan, antara suatu
daerah dengan daerah lain (misal UMR atau upah minimum regional).
Keterlibatan pemerintah dalam penentuan upah melalui penetapan Upah
Minimum Regional dimaksudkan untuk melindungi tenaga kerja, karena
jika diserahkan pasar cenderung posisi tenaga kerja berada pada posisi
yang lemah. Tingkat upah juga berbeda-beda di antara berbagai bidang
profesi, seperti profesi guru, dokter, para medis, apoteker, insinyur dan bidang-
bidang keahlian lain.

Informasi Ekonomi
Kegagalan Pasar Tenaga Kerja
Di pasar tenaga kerja di Indonesia sampai saat ini telah terjadi apa yang
disebut dengan kegagalan pasar yaitu bila penentuan upah, diserahkan ke
mekanisme pasar maka akibatnya akan sangat buruk dalam bentuk upah atau gaji
yang sangat rendah. Kegagalan pasar terjadi karena penawaran tenaga kerja jauh
melampaui permintaan akan tenaga kerja. Selama kondisi pasar kelebihan
penawaran tenaga kerja, usaha kenaikan gaji upah buruh yang harus dilakukan
secara hati-hati, karena tuntutan berlebihan akan dapat berakibat peningkatan
pengangguran atau dapat menyebabkan usaha menggantikan manusia dengan mesin
semakin gencar dilakukan.
Sumber : Pande Raja Silalahi, Suara Karya Tanggal 2 Juni 2004

Dari segi kualitas tenaga kerja bisa dibedakan :


1). Tenaga kerja tidak terdidik dan tidak terlatih (unskilled labour),
yaitu tenaga kerja yang tidak memerlukan latihan maupun pendidikan
yang khusus. Contoh tenaga bongkar muat, tenaga kebersihan/
cleaning service, pramuwisma dan lainnya.
2). Tenaga kerja terlatih (trained labour), yaitu tenaga kerja yang
mempunyai pendidikan sekedarnya sesuai dengan bidangnya dan
ditambah latihan-latihan sehingga terampil. Contoh tenaga tukang
masak, montir, pengemudi dan lainnya.
Bab 4 - Pasar, Pasar Barang dan Pasar Input 129

3). Tenaga kerja terdidik dan terlatih (skilled labour), yaitu tenaga kerja
yang memerlukan pendidikan yang cukup dalam bidangnya ditambah
pengalaman lapangan di bidangnya. Contoh profesi dokter, akuntan,
guru, pengacara, apotheker, arsitek dan lainnya.
c. Peran Informasi dalam Penyaluran Tenaga Kerja
Untuk menunjang penyaluran tenaga kerja maka peran informasi
menjadi sangat penting. Contoh peran informasi ketika akan menyalurkan
tenaga kerja dari satu tempat ke tempat lain, seperti :
1) AKL (Antar kerja antar lokal), penyaluran/mobilisasi tenaga kerja
lokal.
2) AKAD (Antar kerja antar daerah), mobilisasi tenaga kerja antar
daerah.
3) AKAR (Antar kerja antar regional), mobilisasi tenaga kerja antar
wilayah regional/kawasan tertentu, misal penyaluran tenaga kerja
di kawasan ASEAN.
4) AKAN (Antar kerja antar negara), mobilisasi tenaga kerja antar
negara, missal pengiriman tenaga kerja Indonesia ke Kuwait, ke
negara lain di Timur Tengah.
Dalam penyaluran tenaga kerja bisa melalui Depnaker atau melalui
Perusahaan Penyalur Tenaga Kerja Indonesia (PPTKI). Kegiatan
penyalurann tenaga kerja sebaiknya dalam pelaksanaannya selalu didahului
dengan pemberian peningkatan ketrampilan serta penyuluhan mengenai
disiplin kerja dan materi lainnya. Hal ini bisa dilakukan di Balai Latihan
Kerja (BLK). Dalam pelatihan ini diharapkan para pencari kerja dapat
memenuhi persyaratan jabatan sesuai dengan yang diminta oleh pencari
kerja atau sesuai dengan lowongan yang tersedia.
d. Manfaat Bursa Tenaga Kerja
Adanya pasar/bursa tenaga kerja, maka akan mempermudah bagi
orang yang mencari pekerjaan untuk mendapatkan informasi tentang
lowongan pekerjaan. Oleh karena itu pasar/bursa tenaga kerja sebenarnya
mempunyai banyak manfaat yaitu antara lain :
1) Manfaat untuk pemerintah, akan mengurangi pengangguran karena
dengan adanya pasar tenaga kerja akan lebih banyak tenaga kerja
yang tersalurkan.
2) Manfaat untuk perusahaan/lembaga-lembaga lain, lebih memudahkan
dalam mencari tenaga kerja sesuai dengan yang diinginkan atau sesuai
kebutuhannya.
3) Manfaat bagi pencari kerja dengan adanya bursa menjadi lebih mudah
bisa memperoleh informasi tentang lowongan pekerjaan sesuai yang
diinginkan.
130 E k o n o m i SMA - Kelas X

e. Contoh Pasar Tenaga Kerja


Pasar tenaga kerja sebagai media yang mempertemukan antara pihak
yang mencari pekerjaan dengan pihak yang memerlukan tenaga kerja. Di
Indonesia banyak pihak yang mencoba menjembatani pertemuan antara
dua pihak di atas. Ada Departemen Tenaga Kerja, ada lembaga swasta
seperti Perusahaan Penyalur Tenaga Kerja Indonesia (PPTKI), ada bursa
kerja semua dimaksudkan untuk mengkoordinir pertemuan antara pencari
kerja dengan organisasi/lembaga-lembaga yang membutuhkan tenaga
kerja.
Contoh kongkrit pasar ini adalah dapat tersebarnya informasi
lowongan kerja di suatu institusi atau lembaga membutuhkan tenaga kerja
dan informasi itu dapat diketahui oleh pihak-pihak yang mencari kerja.
Saat ini banyak sekali media yang dapat digunakan untuk penyampaian
informasi antara lain:
a. Publikasi atau iklan melalui media cetak maupun elektronik seperti
koran, majalah, Radio, Televisi, internet dan lain-lain.
b. Jalinan/kontak langsung antara perusahaan sebagai peminta/pemakai
tenaga kerja dengan institusi perguruan tinggi/sekolah/lembaga-
lembaga penghasil tenaga kerja.
c. Lembaga-lembaga penyaluran tenaga kerja atau bursa kerja swasta
d. Lingkungan internal perusahaan, melalui karyawan yang sudah ada.
e. Lembaga-lembaga konsultan/biro professional.
f. Jaringan serikat pekerja.
g. Institusi resmi pemerintah melalui Depnaker.
Dalam pasar kerja, peran informasi menjadi sedemikian penting
dalam mempertemukan, antara pihak pencari kerja dan pihak yang
membutuhkan tenaga kerja. Sedangkan pihak-pihak yang berperan bisa
dari pengusaha, pencari kerja, lembaga perantara, pemerintah. Di sisi lain
bertemunya permintaan tenaga kerja dan penawaran tenaga kerja akan
membentuk harga tenaga kerja/tingkat upah dan jumlah tenaga kerja yang
dibutuhkan.
Banyak faktor yang dapat mempengaruhi penawaran maupun
permintaan tenaga kerja. Penawaran tenaga kerja sangat dipengaruhi oleh
jumlah penduduk, struktur penduduk menurut umur, tingkat pendidikan,
tingkat upah dan lainnya. Untuk permintaan tenaga kerja juga dapat
dipengaruhi oleh tingkat produksi, tingkat kemajuan teknologi, tingkat
upah, kualitas tenaga kerja dan lainnya.
Di era IT (Information Technology) seperti saat sekarang ini perlu
kita ketahui bahwa pasar tenaga kerja baik permintaan maupun penawaran
tidak lagi terbatas pada lingkup negara tertentu saja, tetapi sudah
menjangkau antar negara.
Bab 4 - Pasar, Pasar Barang dan Pasar Input 131

Informasi Ekonomi
SEBANYAK 27 NEGARA BUTUH PERAWAT INDONESIA
Peluang kerja bidang perawatan di 27 negara belum bisa diisi oleh tenaga
kerja Indonesia (TKI) karena keterbatasan bahasa dan rendahnya disiplin.
Presiden Direktur PT Binawan Inti Utama (PT BIU) Saleh Alwaini seusai
pelepasan 153 perawat Indonesia ke Kuwait di Jakarta, Jumat, mengatakan Amerika
Serikat saja membutuhkan tenaga perawat 250.000 orang, demikian juga negara
lain di Eropa dan Timur Tengah.
Peluang kerja perawat di AS dan Eropa sebagian besar diisi oleh tenaga kerja
dari Filipina dan Thailand dan sejumlah negara lain. Filipina adalah negara Asia
terbesar yang menempatkan tenaga kerja perawat di mancanegara.
“Indonesia sebenarnya berpeluang besar untuk menempatkan perawat tetapi
terkendala pada kemampuan berbahasa Inggris,” kata Saleh. Pendapat yang sama
juga disampaikan oleh Menakertrans Jacob Nuwa Wea. Dari segi kemampuan dan
kompetensi keperawatan, Indonesia sudah mampu bersaing, tetapi tidak di bidang
bahasa.
Sumber : Gatra-Com.htm, 6 Juni 2003

2. Pasar Uang

a. Pengertian Pasar Uang


Pengertian pasar uang adalah pasar yang memperjualbelikan surat
berharga jangka pendek (yang mempunyai jangka waktu kurang dari satu
tahun). Dalam kamus keuangan, pasar uang (money market) diartikan
sebagai pasar untuk perdagangan dana jangka pendek, berupa surat
berharga yang berjangka waktu tidak melebihi 360 hari. Jadi pasar uang
sebenarnya merupakan pertemuan antara pihak yang kelebihan dana (the
lender) dan pihak yang membutuhkan dana (the borrower) dengan lembaga
perantara/intermediasi berupa bank, koperasi atau lembaga keuangan
lainnya dan sifat dananya dalam jangka pendek. Mekanismenya, misal
seseorang atau masyarakat kelebihan dana datang menabung di bank atau
koperasi/lembaga lain maka kemudian bank/lembaga lain akan
menyalurkan ke pihak-pihak yang membutuhkan dana.

Gambar 4.2 Suasana Kantor Bank


Sumber: Buletin Surat Perbukuan 2004
132 E k o n o m i SMA - Kelas X

b. Pelaku dan surat berharga yang diperjual belikan di Pasar


Uang
Adapun para pelaku di pasar uang adalah bank, yayasan dana
pensiun, perusahaan asuransi, perusahaan sekuritas, perusahaan-
perusahaan pada umumnya maupun perorangan. Sedangkan surat berharga
atau dana-dana yang diperjual belikan di pasar uang meliputi :
1) SBI ( Sertifikat Bank Indonesia ) merupakan sertifikat yang
dikeluarkan oleh Bank Indonesia selaku bank sentral dan dapat
diperjualbelikan kepada bank-bank umum maupun dilelang kepada
masyarakat. Adapun salah satu tujuan Bank Indonesia mengeluarkan
SBI yaitu untuk mengendalikan jumlah uang yang beredar dalam
rangka pengendalian inflasi.
2) SBPU (Surat Berharga Pasar Uang) merupakan surat berharga yang
dikeluarkan oleh bank umum yang mendapat jaminan dari Bank
Indonesia dan dapat diperjualbelikan. Transaksi SBPU hanya terjadi
antar bank tidak dijuabelikan untuk umum.
3) Sertifikat Deposito, merupakan sertifikat yang dikeluarkan oleh bank
umum dalam nilai nominal tertentu dan sertifikat ini dapat diperjual
belikan secara bebas.
4) Call money atau Interbank call money merupakan pinjaman
sewaktu-waktu antar bank yang umumnya berjangka waktu hanya
beberapa hari. Transaksi ini timbul sebagai pasar yang terorganisir,
bagi bank yang kelebihan likuiditas diharapkan dapat meningkatkan
rentabilitas dan bagi bank yang kekurangan likuiditas (kekurangan
dana untuk membayar kepada nasabahnya) akan dapat dana secara
cepat.
5) Wesel dagang (surat utang) dan Promes (surat utang atau janji untuk
membayar), merupakan surat yang diterbitkan oleh bank atau lembaga
keuangan bukan bank atau oleh debitur bank yang kemudian disahkan
(diendosemen) oleh bank.
6) Pasar Valuta Asing (Bursa Valas) yaitu suatu bursa atau pasar yang
mempertemukan penjual dan pembeli mata uang asing yang berlaku
dalam perdagangan internasional. Sedangkan perbandingan nilai
tukar mata uang suatu negara dengan mata uang negara lain disebut
dengan kurs (yang merupakan harga dari valuta asing). Atau dalam
pengertian lain kurs sering diartikan sebagai harga mata uang asing
tertentu jika dinyatakan dengan mata uang domistik. Dari konsep
kurs ini, kita mengenal kurs jual (offer rate = harga jual dari bank
atau pedagang valas ketika menjual valas) dan kurs beli (bid rate =
harga beli dari bank atau pedagang valas ketika membeli valas).
Dan selisih kurs jual dan kurs beli inilah yang menjadi keuntungan
dari penyelenggara bursa valuta asing. Selisih ini sering juga disebut
spread atau margin trading.
Bab 4 - Pasar, Pasar Barang dan Pasar Input 133

Adapun perdagangan valuta asing bisa dilakukan di Bank Indonesia,


Bank-bank devisa atau pihak-pihak lain penyelenggarakan pasar valuta
asing yang telah mendapat ijin dan telah disetujui oleh Bank Indonesia
seperti Pedagang Valuta Asing/money changer (Perusahaan bukan bank
devisa yang memperoleh izin Bank Indonesia, untuk memperjualbelikan
valuta asing, seperti uang kertas bank, uang logam, cek bank, dan cek
bepergian; perusahaan tersebut tidak boleh melakukan pengiriman uang
dan menagih sendiri ke luar negeri).
c. Manfaat Pasar Uang
Adapun manfaat pasar uang antara lain :
1) Bagi yang memerlukan dana, dengan mudah dan cepat dalam
mendapatkan dana dengan biaya yang relatif murah, aman.
2) Bagi yang memiliki dana, mempunyai peluang untuk
meningkatkan pendapatan dan diversifikasi resiko.
3) Bagi Bank, sebagai sarana memelihara secondary reserve
(sumber cadangan kedua).
d. Contoh Pasar Uang
Banu seorang pelajar kelas 1 (satu) SMA termasuk anak yang rajin
dan tidak boros. Oleh karena itu uang saku pemberian orangtuanya selalu
dikumpulkannya, setelah genap 1 tahun ternyata uang Banu sudah
terkumpul sebanyak Rp 500.000,00 (lima ratus ribu rupiah). Oleh Banu
uang tersebut ditabung di sebuah bank “X” di dekat sekolahnya. Dalam
kasus ini maka Banu dapat dikatakan sebagai pihak yang kelebihan dana
(the lender). Di pihak lain maka Bank juga akan meminjamkan dana yang
terkumpul dari para penabung/deposan ataupun dana-dana dari pihak
ketiga untuk disalurkan kembali kepada pihak-pihak yang membutuhkan
dana (the borrower).
Bank sebagai lembaga intermediasi, akan memberikan bunga kepada
Banu atau kepada para penabung/deposan lain. Sebaliknya ketika bank
meminjamkan uangnya kepada para peminjam juga akan menarik bunga
pinjaman. Tentunya bunga pinjaman harus lebih besar dari bunga tabungan/
deposito, karena selisih positif inilah yang akan menjadi sumber
pendapatan bank. Selisih bunga pinjaman dengan bunga tabungan/deposito
inilah yang disebut “Spread”. Contoh kongkrit misalnya Bank “ABC”
tersebut memberikan bunga deposito saat ini sebesar 8,5% per tahun dan
bank “ABC” tersebut ketika memberikan pinjaman menarik bunga sebesar
12% per tahun, maka Bank “ABC” akan memperoleh spread positif sebesar
3,5%.
Dari kasus di atas dapat disimpulkan bahwa di pasar uang, maka
penawaran uang datang dari pihak yang kelebihan dana dan permintaan
uang datang dari pihak yang membutuhkan dana, di mana sifat dananya
jangka pendek dan lembaga perantaranya bisa bank atau lembaga keuangan
lainnya. Dan harga yang terbentuk di pasar uang adalah tingkat bunga
(rate of interest).
134 E k o n o m i SMA - Kelas X

Contoh lain, jika sebuah Bank “Y” saat ini memiliki kelebihan uang kas
yang cukup besar (kelebihan likuiditas) dan sudah tidak mampu lagi
menyalurkan sebagian kelebihannya ke nasabah, maka kelebihan uang
kas itu dapat dibelikan SBI (Sertifikat Bank Indonesia), tentunya bank
akan mendapatkan keuntungan jika bunga yang dibayarkan ke nasabah
lebih rendah dari bunga SBI. Data berikut menunjukkan besarnya tingkat
bunga Sertifikat Bank Indonesia untuk jangka waktu 1 bulan dan 3 bulan.

Sertifikat Bank Indonesia


Jangka Waktu Bunga (Per Tahun)

1 bulan 10.75 %
3 bulan 11.36 %
Sumber Laporan BI, tanggal 9 Agustus 2006

Jika kelebihan likuiditas Bank “Y” tersebut dibelikan SBI dengan


jangka waktu 1 bulan, maka Bank “Y” tersebut akan mendapat bunga
dari SBI sebesar 10,75% dibagi 12 atau sebesar 0,895837%. Misal pada
saat yang sama Bank “Y” memberikan bunga deposito untuk jangka waktu
1 bulan dengan tingkat bunga sebesar 8,5% per tahun berarti bunga
deposito yang diberikan per bulan sebesar 8,5% dibagi 12 sama dengan
0,70833%. Dari contoh di atas jika kelebihan likuiditas Bank “Y” tersebut
dibelikan SBI jangka waktu 1 bulan maka Bank “Y” masih mempunyai
keuntungan sebesar 0,18750%.
Cara lain selain dibelikan SBI, jika suatu bank kelebihan likuiditas
maka bank bisa juga menempatkan sebagian dananya pada pinjaman
interbank call money atau pinjaman antar bank, sehingga bank tetap akan
mendapatkan pendapatan berupa bunga dari hasil pinjaman antar bank.
Contoh kongkrit lain, ada pada pasar valas kita mengenal kurs jual
(harga jual dari bank atau pedagang valas ketika menjual valas) dan kurs
beli (harga beli dari bank atau pedagang valas ketika membeli valas).
Dan selisih kurs jual dan kurs beli inilah yang menjadi keuntungan dari
penyelenggara bursa valuta asing. Contoh berikut data kurs jual dan kurs
beli beberapa mata uang asing terhadap Rupiah tanggal 16 Oktober 2006

Kurs Nilai Jual (Rp) Beli (Rp)


USD (Dollar AS) 1 9.251,00 9.159,00
SGD (Dollar Singapura 1 5.832,55 5.771,27
JPY (Yen Jepang) 100 7.725,26 7.647,80
EUR (Euro Dollar) 1 11.560,97 11.442,39
Sumber Laporan BI, tanggal 16 Agustus 2006
Bab 4 - Pasar, Pasar Barang dan Pasar Input 135

3. Pasar Modal

a. Pengertian Pasar Modal


Pasar modal atau capital market adalah pasar yang mempertemukan
pihak kelebihan/menawarkan dana (the lender) dan pihak yang
memerlukan/membutuhkan dana (the borrower) melalui bursa dan sifat
dananya jangka panjang. Pengertian lain pasar modal (capital market)
adalah pasar untuk perdagangan dana jangka panjang dalam bentuk
obligasi atau saham.
Dana-dana yang ditawarkan melalui pasar modal adalah dana-dana
yang berbentuk surat berharga atau sekuritas/efek yang memiliki jatuh
tempo lebih dari satu tahun. Oleh karena itu, pasar modal dapat disebut
dengan Bursa Efek , yaitu pasar tempat bertemunya penjual dan pembeli
surat berharga/efek.
Menurut Undang-undang Indonesia No 8 tahun1995 tentang Pasar Modal:
1) Pasar Modal adalah kegiatan yang bersangkutan dengan Penawaran
Umum dan Perdagangan efek, Perusahaan Publik yang berkaitan
dengan Efek yang diterbitkannya, serta lembaga dan profesi yang
berkaitan dengan Efek.
2) Bursa Efek adalah pihak yang menyelenggarakan dan menyediakan
sistem dan atau sarana untuk mempertemukan penawaran jual dan
beli efek pihak-pihak lain dengan tujuan memperdagangkan efek
diantara mereka.
3) Efek adalah surat berharga, yaitu surat pengakuan utang, surat
berharga komersial, saham, obligasi, tanda bukti utang, unit
penyertaan kontrak investasi kolektif, kontrak berjangka atas efek,
dan setiap derivatif dari efek.
b. Manfaat Pasar Modal
Bagi Emiten atau perusahaan yang menerbitkan saham, pasar modal
mempunyai manfaat antara lain :
1) Menyediakan alternatif sumber pendanaan jangka panjang
2) Mempublikasikan perusahaan dengan biaya minimal secara terus
menerus.
3) Memungkinkan penyebaran kepemilikan
4) Memperkuat struktur permodalan perusahaan
5) Mendorong pengelolaan yang terbuka dan lebih professional
6) Meningkatkan citra perusahaan.
c. Contoh Pasar Modal
Jika sebuah perusahaan yang telah berbentuk badan hukum Perseroan
Terbatas (PT) bermaksud mencari tambahan dana untuk ekspansi
usahanya, maka perusahaan itu bisa melakukan pencarian dana (sumber
dana) melalui beberapa alternatif :
136 E k o n o m i SMA - Kelas X

1) Pinjam ke bank, dengan mencari pinjaman jangka pendek (melalui


pasar uang)
2) Menerbitkan Obligasi/Bonds (berupa hutang jangka panjang) atau
menerbitkan Saham/Stock (saham adalah modal sendiri/equity).
Untuk penerbitan obligasi atau saham dilakukan melalui pasar modal.
Jika perusahaan memilih alternatif dengan menerbitkan saham maka
langkah-langkah yang harus dilakukan perusahaan adalah:
Perusahaan harus menyiapkan proses go-public, yaitu perusahaan paling
tidak harus paham apa yang menjadi tujuan go-public dan bagaimana
proses go-publicnya:
1) Tujuan Go-Public:
a) Mendapatkan dana untuk: (1) Perluasan usaha (ekspansi) atau
diversifikasi usaha; (2) Memperbaiki struktur modal
perusahaan.
b) Meningkatkan shareholder value (peningkatan nilai bagi
pemilik) dan Divestasi (pemecahan)
2) Proses Go-Public:
Dalam proses go public, ada beberapa langkah yang dapat dipecah-
pecah, yaitu langkah sebelum melakukan emisi (penerbitan saham), saat
emisi dan sesudah emisi.

Sebelum Emisi Emisi Sesudah Emisi


Intern Perusahaan BAPEPAM, Pasar Primer, Pasar Sekunder, Pelaporan

(1) (2) (3)

1. Rencana Go-Public 1. Penawaran oleh 1. Pelaporan berkala:


2. RUPS penjamin Emisi dan Laporan tahunan dan
Agen Penjual laporan semesteran.
3. Penunjukkan :
2. Penjatahan kepada 2. Laporan kejadian
- Underwriter
pemodal penting:
- Profesi Penunjang
3. Penyerahan efek kepada - Akuisisi.
- Lembaga pemodal - Pergantian
Penunjang
Direktur.
4. Mempersiapkan
dokumen
5. Konfirmasi sebagai
Agen Penjual
6. Kontak dengan Bursa
7. Penandatanganan
perjanjian
8. Public Expose
Bab 4 - Pasar, Pasar Barang dan Pasar Input 137

Rangkuman
1. Pasar diartikan sebagai “tempat” bertemunya kekuatan penjual (supply) dan
kekuatan pembeli (demand) sampai timbul transaksi. Pengertian pasar yang
menekankan pentingnya tempat atau dalam arti fisik disebut pasar tradisional
(pasar konkret). Pengertian pasar yang menekankan “bertemunya” kekuatan
penjual dan kekuatan pembeli (tidak harus secara fisik) sampai menimbulkan
transaksi. disebut pasar modern (pasar abstrak).
2. Penggolongan pasar dapat dilakukan menurut:
a. Barang yang ditransaksikan: (1) Pasar Output; dan (2) Pasar Input.
b. Struktur Penjualnya: (1) Pasar Persaingan Sempurna; (2). Pasar Persaingan
Tidak Sempurna, terdiri atas Pasar Monopoli; Pasar Oligopoli (bisa dipecah
lagi menjadi Duopoli dan Oligopoli) dan Pasar Persaingan Monopolistik.
c. Struktur Pembelinya: (1) Pasar Monopsoni; dan (2) Pasar Oligopsoni.
d. Komoditas yang Diperdagangkan: (1) Pasar Komoditi atau pasar barang; (2)
Pasar Tenaga Kerja; (3) Pasar Uang; dan (4) Pasar Modal.
3. Pasar barang (komoditi) atau dikenal dengan Bursa komoditi adalah suatu
pasar yang kegiatannya mempertemukan antara penjual dan pembeli untuk
melaksanakan transaksi jual atau beli barang/komoditi tertentu. Pasar Komoditi
dapat dibedakan menjadi 2 (dua) : (1) Pasar Fisik adalah suatu kegiatan
perdagangan yang penyerahan barang dagangan dari penjual kepada pembeli
dilakukan segera setelah transaksi atau ada penyerahan barang secara tunai; (2)
Pasar komoditi berjangka adalah suatu kegiatan perdagangan dalam hal ini yang
diperdagangkan adalah surat kontrak yang mewakili barang yang disimpan di
gudang. Pada pasar ini penyerahan barang dilakukan kemudian bahkan bisa sampai
beberapa bulan sesuai perjanjian.
4. Pasar input adalah pasar faktor-faktor produksi. Pasar faktor produksi bisa dijabarkan
menjadi : (1) Pasar tenaga kerja; (2) Pasar Uang; dan (3) Pasar Modal.
138 E k o n o m i SMA - Kelas X

Latihan
I. Berilah tanda silang (x) huruf a, b, c, d, atau e pada jawaban yang paling benar!
1. Bentuk atau struktur pasar ditentukan oleh ....
a. Jumlah pembeli
b. Jumlah penjual
c. Tingkat harga
d. Tingkat persaingan
e. Tingkat harga dan persaingan
2. Pasar di mana seorang penjual bisa menjual berapapun produk yang dihasilkannya
tanpa mempengaruhi kuantitas pasar secara keseluruhan termasuk dalam pasar ....
a. Persaingan sempurna
b. Persaingan monopolistik
c. Oligopoli
d. Doupoli
e. Monopoli
3. Bentuk campur tangan pemerintah dalam pasar persaingan sempurna dapat berujud ....
a. Pemberian subsidi pada perusahaan kecil
b. Pemberian subsidi pada perusahaan besar
c. Pemberian subsidi pada perusahaan besar dan kecil
d. Pemberian subsidi pada konsumen kecil
e. Pemberian subsidi pada konsumen potensial
4. Perusahaan Aqua di Indonesia adalah contoh perusahaan ....
a. Persaingan sempurna
b. Persaingan monopolistik
c. Oligopoli
d. Duopoli
e. Monopoli
5. Monopoli dapat disebabkan oleh beberapa faktor, kecuali ....
a. Hak Eksklusif
b. Adanya kesamaan produk
c. Pemberian hak patent
d. Produsen menguasai bahan baku
e. Produsen menguasai teknologi
6. Untuk mengatasi dampak negatif dari monopoli, pemerintah mengambil tindakan-
tindakan berikut, kecuali ....
a. Subsidi
b. Pajak
c. Penerapan harga eceran tertinggi
d. Operasi pasar
e. Mendirikan perusahaan tandingan
Bab 4 - Pasar, Pasar Barang dan Pasar Input 139

7. Jika pasar dikuasai oleh pembeli tunggal, maka pasar tersebut dinamakan ....
a. Oligopoli
b. Oligopsoni
c. Monopoli
d. Monopsoni
e. Duopoli
8. Berikut ini yang merupakan ciri-ciri pasar pasar monopoli adalah ....
a. Produk yang dijual tidak ada produk substitusinya
b. Harga barang ditentukan oleh pasar
c. Tidak ada campur tangan pemerintah
d. Penjual dan pembeli mengetahui informasi/keadaan pasar
e. Produsen sebagai price taker
9. Apabila beberapa perusahaan menguasai penjualan atas suatu produk/barang,
keadaan ini disebut ....
a. Monopoli
b. Duopoli
c. Oligopoli
d. Oligopsoni
e. Persaingan monopolistik
10. Jika suatu produk yang dihasilkan oleh produsen dapat dianggap sejenis tetapi
dapat dibedakan karena berbeda bentuk, merk, kemasan atau kualitas merupakan
ciri dari pasar ....
a. Persaingan sempurna
b. Persaingan monopolistik
c. Oligopoli
d. Duopoli
e. Monopoli
II. Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan singkat !
1. Apakah yang dimaksud dengan pasar persaingan sempurna ?
2. Sebutkan ciri-ciri pasar persaingan sempurna !
3. Apakah yang dimaksud dengan pasar monopoli ?
4. Sebutkan ciri-ciri pasar monopoli !
5. Sebutkan ciri-ciri pasar oligopoli !
6. Apa saja kebaikan dan keburukan pasar oligopoli ?
7. Apakah dampak kalau diantara para oligopolis melakukan kolusi atau membentuk
kartel ?
8. Apakah yang dimaksud dengan pasar persaingan monopolistik ?
9. Sebutkan ciri-ciri pasar persaingan monopolistik !
10. Apa yang kalian ketahui tentang (a) price setter/maker; (b) price taker; dan (c)
bursa komoditi ?
140 E k o n o m i SMA - Kelas X

C. Jawablah dengan uraian lengkap, jelas dan bila perlu dengan penjelasan grafik !
1. Bagaimanakah pembentukan harga pada pasar persaingan sempurna ? Jelaskan
dengan kurva dan berikan contoh !
2. Mengapa dalam jangka panjang, perusahaan yang berada pada pasar persaingan
sempurna hanya akan mendapatkan keuntungan normal ? Jelaskan !
3. Sebutkan perbedaan antara bentuk pasar monopoli, oligopoli, dan pasar persaingan
sempurna !
4. Bagaimanakah tingkat keseimbangan monopolis saat monopolis mendapatkan
keuntungan maksimum ? Jelaskan dengan grafik !
5. Jelaskan bentuk-bentuk campur tangan pemerintah yang mungkin dilakukan dalam
berbagai bentuk pasar ! Jelaskan bentuk campur tangannya apa dan dilakukan
dalam pasar apa !
6. Lakukan pengamatan di sekitar kalian, identifikasikan masing-masing dua macam
produk (barang atau jasa) yang bisa dijadikan contoh untuk berbagai bentuk pasar,
tulis nama produknya dan bentuk pasarnya !
7. Apa saja manfaat yang bisa diperoleh adanya pasar komoditi berjangka ?
8. Mengapa dalam pasar tenaga kerja seringkali di satu sisi banyak pengangguran
tetapi di sisi lain banyak permintaan tenaga kerja yang tidak bisa terpenuhi ?
9. Apa komentar kalian tentang pandapat Pande Raja Silalahi pada topik Kegagalan
Pasar Tenaga Kerja di Indonesia !
10. Kenapa pasar modal sering dikatakan sebagai sumber dana murah bagi pihak yang
membutuhkan dana ! Dan mengapa pasar modal juga menarik bagi pihak yang
Bab 5 - Kebijakan Pemerintah dalam Bidang Ekonomi 141

# KEBIJAKAN PEMERINTAH
DALAM BIDANG EKONOMI

Tujuan Pembelajaran:

Setelah mempelajari bab ini diharapkan siswa mampu:


1. Mampu mendeskripsikan perbedaan antara ekonomi mikro dan ekonomi makro.
2. Mampu mendeskripsikan berbagai kebijakan pemerintah di bidang ekonomi.
3. Mampu mendeskripsikan berbagai permasalahan yang dihadapi pemerintah di bidang
ekonomi.

Peta Konsep

Kebijakan Pemerintah
dalam Bidang Ekonomi

Ekonomi Makro Macam-macam Kebijakan Permasalahan yang


Ekonomi Mikro Ekonomi Pemerintah dihadapi Pemerintah
di Bidang Ekonomi

Fiskal, Moneter, Perdag. Kemiskinan, Inflasi,


Internasional, Pendapatan Pengangguran

Kata Kunci

Ekonomi Mikro dan Makro, Kebijakan Pemerintah di Bidang Ekonomi dan Permasalahan-
permasalahan Ekonomi.
142 E k o n o m i SMA - Kelas X

A. Ekonomi Makro dan Ekonomi Mikro


Secara garis besar ilmu ekonomi dapat dikategorikan menjadi dua yaitu ilmu
ekonomi mikro dan ilmu ekonomi makro.
Pengertian ilmu ekonomi makro adalah ilmu yang mempelajari perilaku
ekonomi sebagai keseluruhan tentang kehidupan ekonomi. Istilah keseluruhan
(agregat) menunjukkan bahwa yang menjadi kajian perhatian dalam ekonomi makro
adalah variabel-variabel total, seperti pendapatan total, produksi total, konsumsi,
tabungan, investasi serta ekspor impor total. Materi-materi tentang ekonomi
moneter, perdagangan internasional, ekonomi pembangunan, masuk dalam
kelompok ekonomi makro. Sedangkan ilmu ekonomi mikro mempelajari keputusan-
keputusan individu baik sektor rumah tangga maupun perusahaan dalam
mengalokasikan sumber daya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Perbedaan
kajian antara ekonomi mikro dan makro dapat dilihat pada tabel 5.1.

Tabel 5.1 Perbedaan Ilmu Ekonomi mikro dan makro

Variabel Ilmu Ekonomi Mikro Ilmu Ekonomi Makro

Produksi - Produksi masing-masing - Produksi Nasional


perusahaan - Keluaran industri total
- Berapa banyak ruang kantor - Produksi Domestik
Bruto
Harga - Harga masing-masing barang - Pertumbuhan keluaran
dan jasa - Tingkat harga agregat
- Harga perawatan kesehatan - Harga konsumen
- Harga premium - Harga produsen
- Sewa gedung - Harga inflasi
Pendapatan - Distribusi pendapatan dan - Pendapatan nasional
kekayaan - Upah dan gaji total
- Upah di industri logam - Laba perusahaan total
- Upah minimum
- Gaji eselon
Kesempatan kerja - Penempatan kerja masing- - Kesempatan kerja dan
masing perusahaan dan pengangguran dalam
industri perekonomian
- Pekerjaan di industri kayu - Jumlah pekerja total
lapis - Tingkat pengangguran
- Jumlah karyawan di perusa-
haan
Sumber : Sebagian dikutip dari Case & Fair
Bab 5 - Kebijakan Pemerintah dalam Bidang Ekonomi 143

Meskipun kajian ekonomi dikelompokkan menjadi dua yakni mikro dan


makro, namun pembagian ini tidaklah mutlak. Sebagai contoh bila kalian
mempelajari mengenai variabel pendapatan total (agregate), variabel ini akan masuk
dalam kelompok makro. Namun sebetulnya pendapatan total adalah penjumlahan
dari pendapatan-pendapatan sektor rumah tangga. Demikian pula variabel harga
yang menjadi variabel penting dalam kelompok ekonomi mikro, juga dipelajari
dalam kelompok ekonomi makro, namun dengan pembahasan yang lebih luas yakni
secara keseluruhan (agregate).

Tabel 5.2 Perkembangan variabel makro Indonesia 1998-2003


No. Variabel Makro 1998 1999 2000 2001 2002 2003
1. Pertumbuhan ekonomi -13,13 0,79 4,92 3,44 3,66 4,10
2. Inflasi 77,54 2,01 9,35 12,55 10,03 5,08
3. Suku Bunga 38,44 12,51 14,53 17,62 12,93 8,31
4. Nilai Tukar Rupiah 8.025 7.100 8.595 10.400 8.940 8.465
5. Volatilitas Rupiah 21,49 9,97 9,09 8,15 5,62 2,85
6. Neraca Perdagangan 21,51 24,66 28,61 25,36 25,87 28,63
7. Cadangan Devisa 23,60 24,35 29,39 28,02 31,57 36,25
Sumber : BPS

Tugas:
Diskusikan dengan teman-teman dalam kelompok belajar kalian!
Deskripsikan variabel-variabel perbedaan ruang lingkup ilmu ekonomi makro
dengan ilmu ekonomi mikro! Berikan Contoh-contohnya!
Hasilnya dikumpulkan kepada guru kalian!

B. Kebijakan Pemerintah di Bidang Ekonomi


Permasalahan perekonomian negara sangat beragam diantaranya laju inflasi,
pengangguran pertumbuhan ekonomi, dan lain-lain. Untuk mengatasi masalah
tersebut pemerintah menyiapkan kebijakan-kebijakan sebagai solusi, antara lain:

1. Kebijakan Fiskal
Kebijakan fiskal merupakan kebijakan yang mengatur tentang penerimaan
dan pengeluaran negara. Sumber-sumber penerimaan negara antara lain dari
pajak, penerimaan bukan pajak serta bantuan/pinjaman dari luar negeri. Selain
itu, pengeluaran dibagi menjadi dua kelompok besar yakni pengeluaran yang
bersifat rutin seperti membayar gaji pegawai, belanja barang serta pengeluaran
yang bersifat pembangunan. Dengan demikian, kebijakan fiskal merupakan
kebijakan pengelolaan keuangan negara dan terbatas pada sumber-sumber
penerimaan dan alokasi pengeluaran negara yang tercantum dalam APBN.
144 E k o n o m i SMA - Kelas X

2. Kebijakan Moneter
Berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia No. 23 Tahun 1999
tentang Bank Indonesia, Bab 1 Pasal 10 yang dimaksud dengan Kebijakan
Moneter adalah kebijakan yang ditetapkan dan dilaksanakan oleh Bank
Indonesia untuk mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah yang
dilakukan antara lain melalui pengendalian jumlah uang beredar dan atau suku
bunga.
Beberapa kebijakan fiskal dan moneter yang diambil pemerintah pada saat
krisis untuk merespons turunnya nilai rupiah adalah sebagai berikut (Mar’ie
M. 2004, hal. 111).
a) Kontraksi rupiah secara besar-besaran melalui kebijakan fiskal (APBN)
dengan cara menekan pengeluaran dan menunda pembayaran-pembayaran
yang tidak mendesak.
b) Bank Indonesia meningkatkan suku bunga, sehingga suku bunga SBI
(Sertifikat Bank Indonesia) mencapai 70% dengan maksud membatasi
ekspansi kredit perbankan yang dikonversikan ke dalam SBI pada Bank
Indonesia.
c) Bank Indonesia melakukan intervensi pasar dengan menjual dollar pada
saat diperlukan jika rupiah menunjukkan tanda-tanda yang benar-benar
mengkhawatirkan.
d) Pembatalan dan penundaan berbagai mega proyek pemerintah guna
memperketat pengeluaran melalui APBN serta menguarangi laju impor
barang agar cadangan devisa tidak semakin terkuras. Demikian pula pihak
swasta dihimbau untuk menunda berbagai proyek yang bernilai besar agar
impor dapat dikurangi guna menolong cadangan devisa nasional.

3. Kebijakan Ekonomi Internasional.


Dalam hal ini pemerintah dan BI dapat mengintervensi kegiatan
perdagangan internasional. Kebijakan-kebijakan tersebut biasanya juga bisa
digunakan untuk mempertahankan keseimbangan pasar valuta asing. Hal ini
tercermin dari kebijakan pemerintah untuk mengatur nilai tukar mata uang asing
terhadap nilai mata uang di dalam negeri. Hal ini cuma sebagai bentuk intervensi
pemerintah, namun mekanisme tetap mengikuti mekanisme pasar. Berbagai
contoh kebijakan ekonomi internasional yang dilakukan oleh banyak negara,
termasuk oleh Indonesia antara lain:

4. Kebijakan pendapatan oleh pemerintah untuk


mempengaruhi tingkat pendapatan masyarakat.
Misalnya melalui ketentuan upah minimum dan harga produk tertentu untuk
menaikkan pendapatan ataupun untuk menekan laju inflasi.
Bab 5 - Kebijakan Pemerintah dalam Bidang Ekonomi 145

Tugas:
Carilah berita/ulasan atau kliping di mediamasa seperti koran atau majalah yang
memuat kebijakan pemerintah di bidang ekonomi!
Dari berita di mediamasa, kritisi atau berikan komentar atau ulasan kalian! Kaitkan
dengan kebijakan di atas termasuk jenis kebijakan apa? Apa tujuannya? Apa dampak
positif dan negatifnya!
Hasilnya dikumpulkan kepada guru kalian!

C. Masalah yang dihadapi Pemerintah di Bidang Ekonomi

1. Kemiskinan
Konsep tentang kemiskinan sangat beragam, mulai dari sekedar
ketakmampuan memenuhi kebutuhan konsumsi dasar dan memperbaiki keadaan,
kurangnya kesempatan berusaha, hingga pengertian yang lebih luas yang
memasukkan aspek sosial dan moral. Misalnya, ada pendapat yang mengatakan
bahwa kemiskinan terkait dengan sikap, budaya hidup, dan lingkungan dalam
suatu masyarakat atau yang mengatakan bahwa kemiskinan merupakan
ketakberdayaan sekelompok masyarakat terhadap sistem yang diterapkan oleh
suatu pemerintahan sehingga mereka berada pada posisi yang sangat lemah
dan tereksploitasi (kemiskinan struktural). Tetapi pada umumnya, ketika orang
berbicara tentang kemiskinan, yang dimaksud adalah kemiskinan material.
Dengan pengertian ini, maka seseorang masuk dalam kategori miskin apabila
tidak mampu memenuhi standar minimum kebutuhan pokok untuk dapat hidup
secara layak. Ini yang sering disebut dengan kemiskinan konsumsi.
Memang definisi ini sangat bermanfaat untuk mempermudah membuat
indikator orang miskin, tetapi defenisi ini sangat kurang memadai karena; (1)
tidak cukup untuk memahami realitas kemiskinan; (2) dapat menjerumuskan
ke kesimpulan yang salah bahwa menanggulangi kemiskinan cukup hanya
dengan menyediakan bahan makanan yang memadai; (3) tidak bermanfaat bagi
pengambil keputusan ketika harus merumuskan kebijakan lintas sektor, bahkan
bisa kontraproduktif.
BAPPENAS (2004) mendefinisikan kemiskinan sebagai kondisi dimana
seseorang atau sekelompok orang, laki-laki dan perempuan, tidak mampu
memenuhi hak-hak dasarnya untuk mempertahankan dan mengembangkan
kehidupan yang bermartabat. Hak-hak dasar masyarakat desa antara lain,
terpenuhinya kebutuhan pangan, kesehatan, pendidikan, pekerjaan, perumahan,
air bersih, pertanahan, sumberdaya alam dan lingkungan hidup, rasa aman dari
perlakukan atau ancaman tindak kekerasan dan hak untuk berpartisipasi dalam
kehidupan sosial-politik, baik bagi perempuan maupun laki-laki. Untuk
mewujudkan hak-hak dasar masyarakat miskin ini, BAPPENAS menggunakan
beberapa pendekatan utama antara lain; pendekatan kebutuhan dasar (basic
needs approach), pendekatan pendapatan (income approach), pendekatan
146 E k o n o m i SMA - Kelas X

kemampuan dasar (human capability approach) dan pendekatan objective and


subjective.
Program yang dilaksanakan pemerintah untuk mengatasi kemiskinan :
a) IDT (Inpres Desa Tetinggal)
b) BLT (Bantuan Langsung Tunai)
c) BOS (Bantuan Operasional Sekolah)
d) JPS (Jaring Pengaman Sosial)
2. Inflasi
Inflasi didefinisikan sebagai kenaikan harga secara keseluruhan yang
berlangsung terus-menerus. Sebenarnya inflasi tidak terlalu buruk, asalkan masih
berada pada tingkat yang aman. Inflasi menjadi bermasalah dan harus segera
diatasi bila laju inflasinya tinggi. Karena, inflasi yang tinggi menyebabkan daya
beli masyarakat terdapat barang dan jasa menjadi turun. Indonesia pernah
mengalami masa suram perekonomian pada saat tahun 1965, dimana terjadi
hiper inflasi. Laju inflasi pada waktu itu sebesar 65%, berarti harga-harga naik
lebih dari enam kali lipat dalam kurun waktu satu tahun.
Penyebab inflasi sangat beragam, oleh sebab itu pengambil kebijakan harus
tahu persis apa akar permasalahan yang menyebabkan kenaikan pada barang
dan jasa. Untuk kurun waktu 1990-an, beberapa pengamat menilai dan
merumuskan berbagai faktor penyebab inflasi diantaranya adalah devaluasi,
kenaikan gaji pegawai negeri, kenaikan BBM, dan kenaikan harga listrik.
Kenaikan gaji adalah harapan bagi setiap pegawai. Mengapa demikian?
Dengan kenaikan gaji diharapkan kesejahteraan pegawai meningkat lebih baik.
Namun efek kenaikan gaji tidak semanis yang diharapkan banyak orang, karena
yang akan dilakukan oleh mereka adalah meningkatkan konsumsi.
Peningkatan konsumsi terhadap barang dan jasa berarti mendorong inflasi
dari sisi permintaan, dan yang sudah sering terjadi, bahwa kenaikan pendapatan
tersebut diiringi oleh kenaikan harga yang terkadang secara persentase lebih
besar dari kenaikan pendapatan. Akibatnya kebijakan menaikkan gaji pegawai
hanya menaikkan pendapatan secara nominal namun secara riil sebenarnya
menjadi lebih miskin.
Tabel 5.3 menunjukkan laju inflasi di beberapa negara Asia tahun 2004, dan
prediksi inflasi pada tahun 2005.
Bab 5 - Kebijakan Pemerintah dalam Bidang Ekonomi 147

Tabel 5.3 Laju inflasi di beberapa negara Asia tahun 2004-2005.


Inflasi
No. Negara 2004 2005*
1. China 2,9 2,8
2. Hongkong -0,3 1,4
3. India 4,2 4,5
4. Indonesia 5,7 5,9
5. Malaysia 1,6 2,0
6. Filipina 3,7 4,2
7. Singapura 1,2 1,4
8. Korea Selatan 3,1 3,0
9. Taiwan 0,6 1,3
10. Thailand 2,1 2,2
11. Vietnam 4,1 4,1
Sumber: Citygroup, Asia Pacifik Economic/Strategy
*Angka Perkiraan

Dari tabel di atas kalian tahu bahwa negara yang memiliki laju inflasi
tertinggi adalah Indonesia, yakni sebesar 5,7% pada tahun 2004 dan tahun 2005
diprediksi mencapai 5,9%, sedangkan yang terndah rendah adalah Hongkong,
dimana inflasi negara tersebut menunjukkan angka negatif atau disebut dengan
deflasi. Yang dimaksud dengan deflasi adalah penurunan harga secara umum
dan terus menerus. Deflasi dapat muncul apabila jumlah uang yang beredar
lebih sedikit dibandingkan dengan jumlah barang dan jasa yang ditawarkan.
Biasanya kondisi ini disebabkan adanya perasaan takut akan masa yang akan
datang atau sebab lainnya, sehingga pengeluaran konsumsi masyarakat menurun.
3. Pengangguran dan Lapangan Kerja
Pengangguran merupakan permasalahan yang terjadi hampir di tiap Negara.
Pengangguran di Indonesia sudah merupakan masalah ekonomi yang harus
menjadi perhatian dan segera diatasi. Karena pengangguran merupakan salah
satu indikator kunci kesehatan perekonomian. Banyaknya keinginan untuk
menjadi TKI di manca negara, meskipun dari berbagai pemberitaan di media
massa kita tahu bahwa tidak sedikit anggota TKI yang bekerja di luar negeri
mengalami ancaman penganiayaan, penderitaan, dan lain sebagainya.
Ini merupakan bukti bahwa lapangan kerja yang tersedia di dalam negeri
tidak mampu menampung orang yang sudah masuk angkatan kerja. Meskipun
banyak juga yang berdalih, keinginan mereka bekerja di luar negeri karena
adanya perbedaan tingkat upah yang signifikan.
148 E k o n o m i SMA - Kelas X

Tabel 5.4 menggambarkan pertumbuhan ekonomi dan pengangguran di


Indonesia sejak tahun 1996 hingga 2004 serta prediksi untuk tahun 2005.

Tabel 5.4 Pertumbuhan ekonomi dan pengangguran terbuka


Pertambahan
Jumlah Jumlah Lapangan Kerja Tambahan
Angkatan Angkatan Pertumbuhan Orang yang per 1 % Lapangan Pengangguran
Periode Kerja
Kerja Ekonomi Bekerja Pertumbuhan Kerja Terbuka
(Juta) (Juta) (%) (Juta) PDB (Juta) (Juta) (%)

1996 88,19 9,96 7,8 83,90 292.000 3,79 4,29 4,9


1999 94,85 2,11 0,8 88,62 1.443.030 1,14 6,23 6,6
2000 95,65 0,94 4,9 89,84 208.250 1,00 5,81 6,1
2001 98,81 3,16 3,4 90,81 281.980 0,97 8,00 8,1
2002 100,78 1,97 3,7 91,65 229.510 0,84 9,13 9,1
2003 102,88 2,10 4,0 92,80 -210.300 1,10 10,13 9,8
2004 104,98 2,13 4,5 94,20 308.720 1,40 10,83 10,3
2005 E 107,08 2,16 5,0 95,90 314.000 1,80 11,19 10,5

Sumber : BPS Tahun 2005, menggunakan angka proyeksi Bappenas

Berdasarkan data yang dipublikasikan oleh Bappenas Pusat Statistik,


pengangguran di Indonesia memiliki kencenderungan meningkat. Pada tahun
1996, sebelum krisis moneter muncul, pengangguran terbuka mencapai 4,29
juta orang atau sekitar 4,9%. Memasuki tahun kedua krisis moneter, yakni tahun
1999 pengangguran terbuka meningkat sebanyak 1,7% dimana saat itu
pertumbuhan ekonomi hanya 0,8%. Tahun 2004, pengangguran meningkat lagi
menjadi 10,3%.
Data Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas), yang tiap tahun dilakukan
Badan Pusat Statistik (BPS). Tahun 2006, Sakernas mencakup 33 provinsi,
dengan jumlah sampel 68.800 rumah tangga. Hasil survei disajikan BPS dalam
buku Keadaan Angkatan Kerja di Indonesia.
Kondisi penyediaan lapangan kerja per Februari 2006, jumlah angkatan
kerja di Indonesia 106,28 juta, dari 159,26 juta penduduk usia kerja (> 15 tahun).
Jadi tingkat partisipasi angkatan kerja (TPAK) 66,7%, terendah dibandingkan
tahun sebelumnya, yaitu 67-68% selama tahun 2002-2004 dan 68% per Februari
2005.
Jumlah angkatan kerja pun hanya naik 479.000 orang selama Februari 2005-
Februari 2006. ini lebih rendah dari kenaikan 1,97 juta selama Agustus 2002-
Agustus 2003, dan 1,22 juta pada periode setahun berikutnya.
Rendahnya pertumbuhan angkatan kerja dan TPAK menunjukkan kian
banyaknya penduduk usia kerja yang masih sekolah, mengurus rumah tangga,
atau kegiatan lain. Di dalamnya termasuk korban pemutusan hubungan kerja,
lulusan baru, dan orang yang menyerah mencari kerja, yang karena sulitnya
mencari kerja, yang sulitnya mendapat kerja, sekolah kembali, mengurus rumah
tangga, atau kegiatan lain yang tidak jelas.
Bab 5 - Kebijakan Pemerintah dalam Bidang Ekonomi 149

Seandainya kelompok ini tetap “mencari pekerjaan”, jumlah penganggur


akan meningkat. Dari data Agustus 2002-Februari 2006, bukan tak mungkin
jumlah kelompok ini mencapai 740.000 hingga 1,5 juta orang. Jika benar, jumlah
penganggur per Februari 2006 berubah menjadi 11,8-12,6 juta orang, atau 11,14
persen-11,85 persen, jauh di atas angka resmi BPS 10,4 persen.
Dari tabel kalian akan mengetahui bahwa penciptaan lapangan kerja neto
turun dibandingkan Agustus 2002, 2003, dan 2004. Pada Agustus 2002-2003,
tiap satu persen pertumbuhan ekonomi menghasilkan lapangan kerja neto
250.000 orang. Setahun berikutnya kondisi ini merosot menjadi 180.000 orang.
Februari 2005-2006, rasio itu turun lagi mejadi sekitar 40.000 orang.
Mengapa demikian? Untuk kurun waktu 2005-2006, penyebab utamanya
adalah kenaikan harga bahan bakar minyak yang jauh di atas daya tahan
perekonomian. Terbukti daya beli masyarakat turun secara drastis dan banyak
sektor industri mengalami kontraksi. Indeks produksi industri padat karya,
seperti tekstil, pakaian jadi, kulit perkayuan, dan barang dari logam kecuali
mesin, misalnya, turun cukup besar. Ini berarti kualitas pertumbuhan amat
merosot. Pertumbuhan banyak disumbang sektor padat modal.
Langkah-langkah yang dilakukan pemerintah yang berkaitan dengan
ketenagakerjaan yaitu:
1) Untuk mengatasi masalah-masalah lapangan pekerjaan pemerintah
mengeluarkan kebijakan di bidang ketenagakerjaan
2) Menciptakan lapangan kerja selaras dengan kebijakan ekonomi makro
yang berlandaskan pada upaya pengurangan penngangguran di berbagai
sektor dan wilayah.
3) Meningkatkan kompetensi dan kemandirian tenaga kerja. Antara lain
dengan penyediaan pendidikan dan pelatihan.
4) Meningkatkan kesejahteraan tenaga kerja dengan penetapan system
pengupahan dan penjaminan kesejahteraan pekerja.
5) Meningkatkan perlindungan bagi pekerja secara langsung

Tugas:

Diskusikan dengan teman-teman dalam kelompok belajar kalian!


Carilah atau identifikasi sebanyak mungkin permasalahan-permasalahan ekonomi
baik yang bersifat mikro maupun makro. Cobalah cari solusi dari permasalahan-
permasalahan yang kalian temukan!
Hasilnya dikumpulkan kepada guru kalian!
150 E k o n o m i SMA - Kelas X

Rangkuman
1. Ilmu ekonomi makro mempelajari perilaku ekonomi sebagai keseluruhan tentang
kehidupan ekonomi.
2. Ilmu ekonomi mikro mempelajari keputusan-keputusan individu baik sektor rumah
tangga maupun perusahaan dalam mengalokasikan sumber daya untuk memenuhi
kebutuhan hidupnya.
3. Kebijakan pemerintah di bidang ekonomi meliputi:
a. Kebijakan fiskal, merupakan kebijakan yang mengatur tentang penerimaan dan
pengeluaran negara.
b. Kebijakan moneter, kebijakan yang ditetapkan dan dilaksanakan oleh Bank
Indonesia untuk mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah yang
dilakukan antara lain melalui pengendalian jumlah uang beredar dan atau suku
bunga.
c. Kebijakan ekonomi internasional, kebijakan yang ditetapkan dalam hubungan
perdagangan intenasional.
d. Kebijakan pendapatan, kebijakan yang ditetapkan oleh pemerintah untuk
mempengaruhi tingkat pendapatan masyarakat.
4. Masalah yang dihadapi pemerintah di bidang ekonomi antara lain: kemiskinan,
inflasi, pengangguran dan lapangan kerja.
Bab 5 - Kebijakan Pemerintah dalam Bidang Ekonomi 151

Latihan
I. Berilah tanda silang (x) huruf a, b, c, d, atau e pada jawaban yang paling benar!
1. Salah satu program pemerintah untuk mengatasi kemiskinan adalah BOS yang
merupakan kependekan dari ....
a. Biaya Operasional Siswa
b. Biaya Operasi Siswa
c. Biaya Operasional Sekolah
d. Bantuan Operasional Sekolah
e. Bantuan Operasi Siswa
2. Kebijakan pemerintah yang terkait dengan penerimaan pemerintah dari sektor pajak
disebut ....
a. Kebijakan Pajak
b. Kebijakan Moneter
c. Kebijakan fiscal
d. Kebijakan Fisik
e. Kebijakan Sosial
3. Yang menjadi kajian pokok dalam ekonomi mikro adalah ....
a. sektor rumah tangga dan perusahaan
b. ekonomi moneter
c. perdagangan internasional
d. ekonomi pembangunan
e. ekonomi moneter dan perdagangan internasional
4. Berikut ini bukan termasuk permasalahan ekonomi di Indonesia ….
a. pengangguran
b. kemiskinan
c. Inflasi
d. lapangan pekerjaan
e. rendahnya angka pengangguran
5. Untuk mengatasi masalah-masalah lapangan pekerjaan pemerintah mengeluarkan
kebijakan di bidang ketenagakerjaan, kecuali ....
a. Meningkatkan kesejahteraan tenaga kerja dengan penetapan system pengupahan
dan penjaminan kesejahteraan pekerja.
b. Meningkatkan perlindungan bagi pekerja secara langsung
c. Menciptakan lapangan kerja selaras dengan kebijakan ekonomi makro yang
berlandaskan pada upaya pengurangan penngangguran di berbagai sektor dan
wilayah.
d. Meningkatkan kompetensi dan kemandirian tenaga kerja. Antara lain dengan
penyediaan pendidikan dan pelatihan.
e. Kebijakan untuk melarang warga Indonesia menjadi TKI
152 E k o n o m i SMA - Kelas X

6. Program pemerintah memberi bantuan untuk desa-desa yang miskin sebagai dana
untuk mengembangkan desa adalah ….
a. Inpres Desa Tertentu
b. Inpres Desa Tertinggal
c. Inpres Desa Termiskin
d. Intensifikasi Desa Tertinggal
e. Intensifikasi Desa Termiskin
7. Apabila jumlah uang yang beredar lebih sedikit dibandingkan dengan jumlah barang
dan jasa yang ditawarkan terjadi .…
a. Inflasi d. Reflasi
b. Deflasi e. Deregulasi
c. Devaluasi
8. Program yang dilaksanakan pemerintah untuk mengatasi kemiskinan, kecuali ....
a. IDT (Inpres Desa Tetinggal)
b.. BLT (Bantuan Langsung Tunai)
c. BOS (Bantuan Operasional Sekolah)
d. JPS (Jaring Pengaman Sosial)
e. IDT (Inpres Desa Termiskin)
9. Pada tahun 1965 perekonomian Indonesia mengalami keterpurukan karena terjadi
inflasi yang parah atau sering disebut juga ....
a. Mega Inflasi d. Makro Inflasi
b. Hyper Inflasi e. Mikro Inflasi
c. Super Inflasi
10. Negara Asia yang memiliki laju inflasi tertinggi tahun 2004-2005 adalah ....
a. China d. Indonesia
b. Hongkong e. Malaysia
c. India

II. Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan singkat !


1. Sebutkan program-program untuk mengentaskan kemiskinan di Indonesia ?
2. Jelaskan perbedaan kajian Ekonomi Makro dan Mikro !
3. Jelaskan masalah-masalah yang dihadapi pemerintah di bidang ekonomi !
4. Sebutkan contoh-contoh kebijakan di bidang ekonomi !
5. Menurut pendapat kalian, banyaknya orang yang berkeinginan menjadi TKI
menunjukan indikasi apa ? (kaitannya dengan lapangan kerja di Indonesia)
6. Mengapa kenaikan gaji pegawai dapat memicu terjadinya inflasi ?
7. Apa yang dimaksud hyper inflasi ?
8. Sebutkan 3 kebijakan pemerintah untuk mengatasi masalah tenaga kerja !
9. Sebutkan definisi kemiskinan menurut Bappenas !
10. Apa yang dimaksud dengan deflasi ?
Bab 6 - Pendapatan Nasional 153

$ PENDAPATAN NASIONAL

Tujuan Pembelajaran:

Setelah mempelajari bab ini diharapkan siswa mampu:


1. Mendeskripsikan konsep pendapatan nasional
2. Mendeskripsikan konsep PDB, PDRB, GNP, NNP, PI, DI
3. Menghitung pendapatan nasional dengan tiga metode pendekatan
4. Menjelaskan hubungan pendapatan nasional, jumlah penduduk dan pendapatan perkapita
5. Mendeskripsikan manfaat perhitungan pendapatan nasional
6. Mendeskripsikan konsep inflasi dan indek harga
7. Menjelaskan kebijakan pemerintah untuk mengatasi inflasi

Peta Konsep

Gross Domestic Product

Product Domestic Regional Bruto

Gross National Product


Pendapatan Pendapatan
Net National Income Nasional Perkapita

National Income

Personal Income

Disposable Income

Kata Kunci
Pendapatan Nasional, Pendapatan Perkapita, Inflasi
154 E k o n o m i SMA - Kelas X

Pengantar

Dalam bab sebelumnya kita telah mempelajari masalah-masalah yang dihadapi


pemerintah baik dalam skala makro maupun dalam skala mikro, maka dalam bab ini kita
akan mempelajari tentang konsep pendapatan nasional baik dari sisi Produk Domestik
Bruto (PDB), Produk Domestik Regional Bruto(PDRB) maupun Produk Nasional Bruto.
Diharapkan setelah mengetahui konsep-konsep pendapatan nasional tersebut nantinya
kita akan mampu:
1. Menjelaskan manfaat perhitungan pendapatan nasional dengan model-model rumus
mulai GDP sampai pada DI
2. Membandingkan kondisi PDB dan perkapita yang kita milki dengan negara lain
3. Mendeskripsikan pengertian indeks harga dan inflasi serta bagaimana metode
penghitungannya
Kita mungkin sudah sering mendengar bahwa Indonesia adalah negara yang subur,
makmur gemah ripah loh jinawi, artinya segala potensi alam selalu kita milki, baik dari
bumi, air maupun udara. Tetapi mengapa di koran, TV dan media lain mengatakan bahwa
negara kita termasuk salah satu golongan dari kelompok negara miskin di dunia? Padahal
semua tahu bahwa kekayaan alam kita melimpah. Mengapa pula Singapura yang notabene
merupakan negara kecil dengan jumlah kekayaan alam yang terbatas justru masuk kategori
negara kaya di dunia? Ada apa dengan Indonesia?
Dari beberapa kesimpulan umum yang dikumpulkan bahwa untuk menjadi kaya,
suatu negara tidaklah perlu memilki kekayaan alam yang melimpah ruah, yang penting
adalah kualitas SDM (sumber daya manusia). Dari kesimpulan di atas apakah anda setuju?
Silakan anda renungkan dan diskusikan dengan guru dan teman-teman di kelas tentang
semua itu.
Permasalahan ekonomi makro yang selalu menjadi sorotan penting dan utama dalam
pembangunan ekonomi suatu bangsa tidak lain adalah bagaimana suatu bangsa dapat
meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya melalui upaya peningkatan pendapatan
nasional. Nah, apa sebenarnya yang dimaksud dengan pendapatan nasional suatu negara?
Dan bagaimana cara menghitung pendapatan nasional? Manfaat apa yang akan diperoleh
dengan menghitung pendapatan nasional? Dalam bab ini kita akan membahas dan
mengulas secara lebih terperinci tentang pendapatan nasional dengan segala bentuk
persoalan yang timbul.

A. Pengertian Pendapatan Nasional


Setiap negara yang ada di bumi ini memilki kekayaan yang berbeda-beda,
baik dilihat dari sumber daya alamnya maupun dari sumber daya manusianya.
Ada negara dengan sumber daya alam melimpah sementara kemampuan sumber
daya manusianya pas-pasan atau bahkan minim dan sebaliknya ada negara dengan
sumber daya alam yang minim tetapi memiliki banyak sumber daya manusia yang
berkualitas. Yang jelas semua kekayaan yang dimilki oleh negara tersebut diarahkan
untuk kesejahteraan masyarakatnya.
Bab 6 - Pendapatan Nasional 155

Kita semua sudah mengetahui bagaimana kekayaan alam negara kita yang
sangat melimpah tetapi itu tidak bisa menjamin negara Indonesia sebagai negara
yang kaya. Kenapa? Karena Indonesia juga harus bisa menjamin dan memproduksi
barang/jasa yang dibutuhkan oleh rakyatnya. Sehingga jumlah barang/jasa yang
dihasilkan oleh negara Indonesia dalam waktu satu tahun merupakan gambaran
kaya atau miskinnya negara Indonesia. Perhatikanlah bagan kegiatan ekonomi di
bawah ini yang menunjukkan hubungan antara empat macam rumah tangga
ekonomi.
Ekspor Investasi & Devisa
Rumah Tangga
Devisa Luar Negeri Impor

Rumah Tangga
Pembayaran pajak Pembayaran pajak
Pemerintah

Arus uang (pembelian barang/jasa)

Out put (barang/jasa)

Rumah Tangga Rumah Tangga


Produksi Konsumsi
(RTP)
Input (faktor produksi)
Arus uang (pembayaran faktor produksi)
Bagan 6.1

Berdasarkan bagan di atas maka dapat disimpulkan bahwa pendapatan


nasional adalah pendapatan yang diterima oleh golongan-golongan masyarakat
sebagai bentuk balas jasa sehubungan dengan produksi barang-barang dan jasa
tersebut. Besarnya pendapatan nasional akan sama dengan produk nasional. Dan
besarnya pendapatan nasional dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain :
1. Tersedianya faktor produksi
2. Ketrampilan dan keahlian tenaga kerjanya
3. Kemajuan Teknologi produksi yang digunakan
4. Stabilitas nasional
Dalam menjelaskan konsep pendapatan nasional kita akan menemui beberapa
istilah yang dianggap sama meskipun sebenarnya tidak demikian. Istilah yang paling
dominan tentang pendapatan nasional antara lain istilah PDB, GNP dan NNI,
kemudian istilah lain yang sekarang ini sering muncul adalah PDRB. Keempatnya
merupakan istilah yang menunjukkan pendapatan nasional suatu negara, namun
demikian instrumen yang digunakan untuk masing-masing negara berbeda sehingga
akan memiliki arti yang berbeda pula untuk pengunaan istilah-istilah tersebut.
Selain istilah di atas, ada istilah lain yang merupakan penggambaran konsep
pendapatan nasional, antara lain NNP, PI dan DI. Ada perbedaan yang mendasar
dari istilah-istilah tersebut di atas. Di bawah ini akan kita kupas tentang perbedaan
diantara istilah-istilah pendapatan nasional, sebagai berikut.
156 E k o n o m i SMA - Kelas X

1. Gross Domestic Product (GDP) atau Product Domestik Bruto


(PDB)
Kalau anda perhatikan beberapa perusahaan yang ada di daerah anda
masing-masing, apakah semuanya dimilki oleh pengusaha atau penduduk daerah
anda? Atau mungkin dimiliki oleh pengusaha dari daerah lain atau bahkan dari
luar negeri? Coba anda sebutkan dan anda telusuri keberadaanya satu persatu.
Nah, bila semua nilai barang dan jasa akhir yang dihasilkan oleh seluruh
perusahaan-perusahaan tersebut dihitung tiap tahun maka akan diperoleh
besarnya Pendapatan Domestik Bruto (PDB) yang ada di daerah anda.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa PDB atau GDP adalah jumlah
dari seluruh produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh suatu Negara selama
satu tahun termasuk di dalamnya barang dan jasa yang dihasilkan oleh orang
asing dan perusahaan asing yang beroperasi di dalam negeri. (misal untuk Negara
Indonesia Mac Donald, PT Freeport, PT Caltex, Carrefour, PT Nutrisia dan
sebagainya), tetapi tidak termasuk hasil barang dan jasa yang dihasilkan oleh
masyarakat Negara tersebut yang bekerja di luar negeri (misal untuk Indonesia
TKI atau TKW yang bekerja di Luar negeri). Ada sembilan lapangan usaha
yang masuk dalam perhitungan Product Domestic Bruto (PDB), antara lain:
a. pertanian
b. pertambangan dan penggalian
c. industri
d. listrik, gas dan air bersih
e. bangunan atau konstruksi
f. perdagangan, hotel dan restoran
g. pengangkutan dan komunikasi
h. keuangan, persewaan dan jasa perusahaan
i. jasa-jasa lainnya, misalkan jasa konsultan, pengacara dll
Tabel 6.1 Keadaan PDB Indonesia Tahun 2004 Kuartal 1.
Sektor PDB Persentase (%)

Pertanian, kehutanan, dan perikanan 85,06 15,43


Pertambangan 40,95 7,42
Industri Pengolahan 168,48 30,54
Listrik, gas dan air 4,76 0,86
Bangunan/konstruksi 29,42 5,33
Perdagangan, hotel, dan restoran 91,51 16,59
Transportasi dan komunikasi 32,75 5,94
Keuangan, asuransi, dan jasa keuangan 46,14 8,36
Jasa-jasa 52,57 9,53
Produk Domestik Bruto (PDB) 551,64 100,00

Dari tabel tersebut maka dapat dijelaskan bahwa 30,54% PDB Indonesia
diperoleh dari sektor industri pengolahan. Hal ini menunjukkan tingkat
perekonomian Indonesia yang sedang mulai beralih dari sektor pertanian ke
sektor Industri.
Bab 6 - Pendapatan Nasional 157

2. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB)


Keberadaan perusahaan-perusahan baik nasional maupun multi nasional
yang menghasilkan nilai barang/jasa akhir secara tidak langsung juga akan
membawa pengaruh bagi perolehan pendapatan suatu daerah. Struktur
perekonomian suatu daerah baik propinsi atau kabupaten akan mempengaruhi
atau juga dipengaruhi oleh jumlah perusahaan-perusahaan yang beroperasi di
daerah yang bersangkutan.
Semakin tinggi nilai barang/jasa akhir yang dihasilkan perusahaan-
perusahaan yang ada di daerah-daerah propinsi atau kabupaten maka akan
semakin tinggi pula perolehan PDRB nya dan nantinya pertumbuhan ekonomi
suatu daerah juga akan mengalami peningkatan. Peningkatan pertumbuhan
ekonomi daerah melalui peningkatan PDRB akan memacu peningkatan
pertumbuhan perekonomian nasional.
Dengan demikian PDRB dapat diartikan sebagai jumlah produk berupa
barang dan jasa yang dihasilkan oleh unit-unit produksi yang ada di daerah
selama 1 (satu) tahun. Dalam perhitungan PDRB ini juga termasuk produk
yang dihasilkan oleh perusahaan asing yang beroperasi di daerah tersebut
( misal: MC Donald, Carefour, PT Nutrisia, PT Danone dan sebagainya)
3. Gross National Product (GNP) atau Produk Nasional Bruto
(PNB)
Produksi Nasional Kotor (GNP) adalah jumlah seluruh barang dan jasa
yang dihasilkan masyarakat selama satu tahun termasuk di dalamnya jumlah
barang dan jasa yang dihasilkan masyarakat Negara tersebut yang bekerja di
luar negeri tetapi tidak diperhitungkan barang dan jasa yang dihasilkan
masyarakat asing yang bekerja di dalam negeri. Jika dirumuskan sebagai berikut:

GNP = GDP - Pendapatan Neto terhadap luar negeri

Ada tingkat perbandingan yang bisa dilakukan antara GDP dan GNP untuk
mengetahui kondisi perekonomian suatu negara, antara lain :
a) Bila GDP lebih besar dari GNP menunjukkan bahwa perekonomian Negara
tersebut belum maju, karena akan terjadi Net Factor Income to Abroud
(Pendapatan Neto ke luar negeri) artinya Investasi Negara tersebut di luar
negeri lebih kecil dari pada investasi asing di dalam negeri.
b) Bila GDP lebih kecil dari pada GNP menunjukkan bahwa perekonomian
Negara tersebut sudah maju, karena Negara tersebut mampu menanamkan
investasinya di luar negeri lebih besar dibandingkan investasi asing di
dalam negeri.
158 E k o n o m i SMA - Kelas X

4. Net National Product (NNP) atau Produk Nasional Netto


Produksi nasional neto (NNP) adalah produksi nasional kotor (GNP)
dikurangi penyusutan barang-barang modal. NNP ini sama dengan Pendapatan
Nasional (PN) atau National Income (NI). NNP dan NI ini dihitung berdasarkan
harga pasar yang sering dirumuskan :

NNP = GNP – Penyusutan Barang –barang Modal

5. Net National Income (NNI) atau Pendapatan Nasional Netto


Pendapatan nasional Bersih (NNI) adalah produksi nasional neto dikurangi
dengan pajak tidak langsung. Pajak tidak langsung merupakan unsur pembentuk
harga pasar, tetapi tidak termasuk dalam biaya faktor produksi. Pajak ini dapat
dialihkan kepada pihak lain, yang termasuk dalam kategori pajak tidak langsung
adalah pajak penjualan , PPN, Bea Masuk dan cukai.

NNI = NNP - Pajak Tidak Langsung

6. Personal Income (PI)


Pendapatan perseorangan (PI) adalah Pendapatan yang berhak diterima
oleh seseorang sebagai bentuk balas jasa atas keikutsertaannya dalam proses
produksi.
Tidak semua pendapatan ini sampai ke tangan pemilik faktor produksi
(perseorangan) , karena masih dikurangi laba yang tidak dibagikan, pajak
perseorangan, asuransi, jaminan sosial dan ditambah dengan pindahan/transfer
(transfer payment) misalnya dana pensiun, iuran sosial, tunjangan bekas
pejuang, bantuan korban bencana, bea siswa, subsidi pemerintah atau bantuan
pada panti asuhan dan sebagainya.
Pendapatan ini dirumuskan sebagai berikut:

PI = NNI + Transfer Payment – (Laba yang tidak dibagikan +


Pajak Perseroan+Asuransi + Jaminan Sosial )

7. Disposible Income (DI)


Pendapatan Bebas (DI) adalah pendapatan dari seseorang yang siap
digunakan baik untuk keperluan konsumsi maupun untuk ditabung Pendapatan
bebas (DI) secara langsung akan mempengaruhi permintaan karena sebagian
digunakan untuk konsumsi dan sebagian lagi digunakan untuk tabungan sebagai
unsur pembentuk modal. Besarnya pendapatan bebas ini adalah pendapatan
perseorangan dikurangi dengan pajak langsung ( misal pajak penghasilan ).
Pendapatan ini dirumuskan sebagai berikut:
Bab 6 - Pendapatan Nasional 159

DI = PI - Pajak Langsung

Perhatikan contoh perhitungan pendapatan nasional berikut ini.

Contoh Perhitungan Pendapatan Nasional (Dinyatakan dalam jutaan rupiah)

I. Produk Domestik Bruto (PDB) ........................................ Rp. 22.500,00


Dikurangi : Pendapatan Neto terhadap Luar Negeri ................. Rp. 2.500,00
II. Produk Nasional Bruto (GNP) ........................................ Rp. 20.000,00
Dikurangi : Penyusutan Barang modal ..................................... Rp. 5.000,00
III. Produk Nasional Neto (NNP) ........................................ Rp. 15.000,00
Dikurang : Pajak Tidak Langsung ........................................ Rp. 4.000,00
IV. Pendapatan Nasional Neto (NNI) ........................................ Rp. 11.000,00
Ditambah : Transfer Payment ........................................ Rp. 500,00
Dikurangi : a. Laba yang tahan ............ Rp. 500,00
b. Pajak perseroan ............ Rp. 2.000,00
c. Jaminan social ............ Rp. 500,00
+ Rp. 3.000,00
V. Personal Income (PI) ........................................ Rp. 8.500,00
Dikurangi : Pajak Langsung ........................................ Rp. 2.000,00
VI. Pendapatan Bebas (DI) ........................................ Rp. 6.500,00
Dikurangi : Tabungan /saving ........................................ Rp. 1.500,00
Tingkat Konsumsi ........................................ Rp. 5.000,00

B. Metode Perhitungan Pendapatan Nasional


Berdasarkan arus kegiatan ekonomi negara, penghitungan pendapatan
nasional dapat dilakukan dengan tiga (3) metode pendekatan, antara lain:
1. Metode Pendekatan Pendapatan
Dalam metode ini cara yang dilakukan adalah dengan menjumlahkan
seluruh pendapatan yang diterima masyarakat sebagai pemilik faktor produksi
atas penyerahan faktor produksinya kepada perusahaan.
Tabel 6.2 Faktor Produksi dan Pendapatan
Faktor Produksi Pendapatan Simbul
Tanah Sewa r (rent)
Tenaga kerja Upah/gaji w (wages)
Modal Bunga i (interest)
Skill Laba p (profit)
160 E k o n o m i SMA - Kelas X

Untuk mencari besarnya pendapatan nasional dirumuskan:

Y = r + w + i + p

Contoh :
Diketahui data-data sebagai berikut (dalam miliar)
Sewa tanah Rp 30.000,00
Upah Rp 250.000,00
Bunga modal Rp 50.000,00
Laba usaha Rp 40.000,00
Hitunglah pendapatan nasional dengan pendekatan penerimaan/ pendapatan
Jawab :
Y = r+w+i+p
Y = Rp 30.000 + Rp 250.000 + Rp 50.000 + Rp 40.000
= Rp 370.000,00

2. Metode Pendekatan Produksi


Perhitungan pendapatan nasional dengan metode produksi dilakukan
dengan cara menjumlahkan nilai tambah (value added) yang diwujudkan oleh
berbagai sektor dalam perekonomian, antara lain:
a. Pertanian, peternakan, kehutanan dan perikanan
b. Pertambangan dan penggalian
c. industri pengolahan
d. listrik, gas dan air bersih
e. Bangunan
f. Perdagangan, restoran dan hotel
g. pengangkutan dan komunikasi
h. Keuangan, persewaan bangunan dan jasa perusahaan serta
i. Jasa-jasa
Apakah sebenarnya yang dimaksud dengan nilai tambah (value added)
itu?
Sebagai contoh, untuk memproduksi kemeja harus diproduksi terlebih
dahulu kain, benang dan kapas. Jika kita menjumlahkan nilai akhir produksi
tiap-tiap komponen maka akan terjadi penghitungan ganda (double accounting),
mengapa? Hal ini disebabkan karena dalam nilai akhir kemeja sudah terkandung
nilai kain, dalam nilai akhir kain sudah terkandung nilai akhir benang dan
seterusnya. Oleh karena itulah untuk memperoleh total produk yang dihasilkan
suatu negara harus dilihat dari nilai tambahnya.
Perhatikan contoh perhitungan nilai tambah berikut ini
Bab 6 - Pendapatan Nasional 161

Tabel 6.3 Nilai Produksi dan Nilai Tambah


Komoditas Nilai produksi Nilai Tambah
Kapas Rp 10.000,00 Rp 10.000,00
Benang Rp 15.000,00 Rp 5.000,00
Kain Rp 17.500,00 Rp 2.500,00
Kemeja Rp 25.000,00 Rp 7.500,00
Jumlah Rp 67.500,00 Rp 25.000,00
Keterangan :
Untuk masing-masing komoditas penghitungan nilai tambahnya didasarkan
pada selisih nilai produksi perubahan tiap komoditas dari kapas sampai dengan
kemeja.
Misalkan:
a Nilai tambah kapas besarnya tetap Rp10.000,00 (karena nilai produksinya
belum mengalami perubahan menjadi komoditas lain)
b. Nilai tambah benang Rp5.000,00 → merupakan selisih antara nilai
produksi kapas dengan benang
c Nilai tambah kain Rp2.500,00 → selisih antara nilai produksi benang dan
kain
d Nilai tambah kemeja Rp7.500,00 → selisih antara nilai produksi kain
dengan kemeja
Sehingga dapat disimpulkan bahwa nilai tambah yang diperoleh dari
perubahan komoditas kapas menjadi kemeja sebesarRp 25.000,00.
Dengan adanya perhitungan nilai tambah tersebut maka akan terhindar
dari adanya perhitungan ganda. Dengan demikian metode ini dapat dirumuskan
sebagai berikut:

Y = NTB1 + NTB2 + NTB3 + ……… NTBn

Keterangan:
Y = Pendapatan nasional
NTB = Nilai tambah dari tiap-tiap sektor ekonomi
3. Metode Pendekatan Pengeluaran
Untuk mengetahui besarnya pendapatan nasional dengan metode ini maka
dilakukan dengan cara menjumlahkan seluruh pengeluaran masyarakat dari tiap-
tiap rumah tangga yang ada. Adapun pengeluaran yang dihitung bukan berasal
dari nilai transaksi barang jadi, hal ini dimaksudkan untuk menghindari
perhitungan ganda.
Empat sektor Rumah tangga sebagai pelaku ekonomi yang digunakan
sebagai acuan dalam menghitung pengeluaran adalah :
a. Rumah tangga konsumen
Pada sektor rumah tangga ini pengeluaran yang dilakukan berupa
pembelian barang atau jasa yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan
yang biasa di sebut dengan konsumsi (C)
162 E k o n o m i SMA - Kelas X

b. Rumah tangga produsen atau perusahaan


Pengeluaran pada rumah tangga ini dilakukan sebagai pembentukan
barang dan jasa yang digunakan untuk menghasilkan barang/jasa lebih
lanjut atau yang diistilahkan dengan Investasi (I)
c. Rumah tangga pemerintah
Pengeluaran pemerintah ini terdiri dari:
- Pengeluaran konsumsi pemerintah, misalnya pembayaran gaji
pegawai dan pembelian alat-alat kantor
- Pengeluaran pemerintah untuk investasi, misalnya pembuatan
jalan, jembatan, saluran irigasi, pelabuhan dan lain-lain
Pengeluaran investasi oleh pemerintah maupun swasta nantinya oleh
pemerintah dimasukkan dalam komponen pembentukan modal tetap
domestik bruto dan komponen perubahan stok yang diistilahkan
Goverment Expenditure (G)
d. Rumah tangga luar negeri / ekspor bersih (X-M).
Pengeluaran untuk rumah tangga ini merupakan selisih dari nilai
ekspor terhadap nilai impor yang dilakukan oleh suatu negara dalam
kegiatan perdagangan internasional.
Pengeluaran-pengeluaran dari keempat sektor perekonomian itulah
yang merupakan komponen pendapatan nasional. Sehingga perhitungan
pendapatan nasional ini dapat dirumuskan sebagai berikut:

Y = C + I + G + (X - M )

Keterangan: Y = pendapatan nasional


C = konsumsi
I = Investasi
G = Pengeluaran pemerintah (Government Expenditure)
X = ekspor
M = impor
Contoh :

Diketahui data sebagai berikut (dalam miliar) :


Pengeluaran konsumen Rp 125.000,00
Tingkat investasi Rp 150.700,00
Pengeluaran pemerintah Rp 130.000,00
Nilai ekspor Rp 225.250,00
Nilai impor Rp 170.500,00
Hitunglah besarnya pendapatan nasional dengan pendekatan pengeluaran
Jawab :
Y = C + I + G + (X – M)
Y = Rp 125.000 + Rp 150.700 + Rp 130.000 + (Rp 225.250 – Rp 170.500)
= Rp 405.700 + Rp 54.750
= Rp 460.450,00
Bab 6 - Pendapatan Nasional 163

Tabel 6.4 PDB Indonesia tahun 1999 atas harga yang berlaku (trilyun rupiah)
No Jenis Transaksi Jumlah

1. Pengeluaran konsumsi rumah tangga 730,3


2. Pengeluaran konsumsi pemerintah 68,9
3. Pembentukan modal tetap domestik bruto 196,8
4. Perubahan stok 4,4
5. Ekspor barang dan jasa 379,2
6. Impor barang dan jasa 295,8
Produk Domestik Bruto 1.075,0
Sumber BPS thn 2000 dan statistik Indonesia tahun 1998

4. Faktor-faktor yang mempengaruhi Komponen Pendapatan


Nasional
Komponen pendapatan nasional sebagai unsur pembentuk pendapatan
nasional dilihat dari sumbernya terdiri dari konsumsi (C) dan Investasi (I)
sehingga persamaan matematiknya

Y = C + I

Sedangkan dilihat dari penggunaanya komponen pendapatan nasional


terdiri konsumsi (C) dan tabungan (S) dan persamaan matematisnya

Y = C+ S

Komponen Konsumsi dipengaruhi oleh:


a. Besarnya pendapatan bersih/neto
b. Tingkat komposisi rumah tangga (usia dan jumlah)
c. Tuntutan lingkungan (geografis dan sosial)
d. Dugaan untuk masa depan (naik turunnya harga)
Komponen tabungan dipengaruhi oleh:
a. Tingkat pendapatan dan tingkat konsumsi masyarakat
b. Motif berjaga-jaga dari masyarakat untuk waktu yang akan datang.
c. Tingkat suku bunga bank untuk tabungan
Komponen investasi dipengaruhi oleh:
a. Tingkat suku bunga bank untuk modal
b. Kekuatan permintaan di pasar terhadap barang dan jasa
c. Tingkat perkembangan teknologi yang mampu menjamin efisiensi
produksi
164 E k o n o m i SMA - Kelas X

Tugas:
Dalam menghitung pendapatan nasional suatu negara dipergunakan tiga metode
pendekatan, yaitu metode produksi, metode penerimaan dan metode pengeluaran.
Perhitungan pendapatan nasional ini didasarkan pada berbagai lapangan usaha yang
ada. Di bawah ini dipaparkan sumber-sumber/lapangan usaha yang digunakan untuk
menghitung pendapatan nasional. (dalam Milyar)
1. pertanian, peternakan, perikanan 37.000
2. pertambangan dan penggalian 32.000
3. industri pengolahan 40.000
4. listrik, gas dan air 4.000
5. bangunan 18.000
6. perdagangan, hotel 39.500
7. pengangkutan 7.500
8. bank dan lembaga keuangan 16.000
9. sewa rumah 1.500
10. jasa pemerintahan 11.500
11. jasa lainnya 3.000
12. gaji dan upah 65.000
13. bunga modal 23.000
14. sewa tanah 8.500
15. laba usaha 19.500
16. konsumsi keluarga 70.500
17. konsumsi pemerintah 35.500
18. investasi neto dalam negeri 34.000
19. investasi neto luar negeri 10.000

Buatlah perhitungan pendapatan nasional dengan format seperti berikut:


a. Pendekatan Produksi
Lapangan Usaha Nilai Tambah
………………....………………...... ………………....………………......
………………....………………...... ………………....………………......
………………....………………...... ………………....………………......
………………....………………...... ………………....………………......

b. Pendekatan Penerimaan
Sumber Penerimaan Jumlah (Rp Milyar)
………………....………………...... ………………....………………......
………………....………………...... ………………....………………......
………………....………………...... ………………....………………......
………………....………………...... ………………....………………......
Bab 6 - Pendapatan Nasional 165

c. Pendekatan Pengeluaran
Penggunaan Barang dan Jasa Jumlah (Rp Milyar)
………………....………………...... ………………....………………......
………………....………………...... ………………....………………......
………………....………………...... ………………....………………......
………………....………………...... ………………....………………......

C. Perbandingan Tingkat PDB dan Perkapita Indonesia dengan


Negara Lain

1. Hubungan Pendapatan Nasional, Jumlah penduduk dan


Pendapatan Perkapita
Sebelum melakukan perbandingan tingkat perkapita Negara kita dengan
Negara lain maka sebaiknya harus kita ketahui dahulu hubungan antara
Pendapatan nasional, jumlah penduduk dan pendapatan perkapita.
Telah kita ketahui bersama bahwa pendapatan perkapita merupakan salah
satu komponen penting dalam penentuan tingkat kemakmuran masyarakat suatu
bangsa, dan sekarang tentunya telah paham bahwa pendapatan perkapita
diperoleh dari pendapatan nasional suatu Negara pada tahun tertentu dibagi
dengan jumlah penduduk suatu negara pada tahun tersebut. Namun seperti
yang telah kita bahas sebelumnya pendapatan nasional dapat dilihat dari
beberapa pendekatan. Definisi manakah yang mau dipakai tergantung dari
Negara masing-masing.
Untuk Indonesia dan beberapa negara lain pada umumnya konsep
pendapatan nasional yang biasa dipakai adalah dengan pendekatan produksi.
Dan dalam menghitung pendapatan perkapita konsep pendekatan produksi
diwujudkan dengan jumlah produksi barang dan jasa yang dihasilkan masyarakat
yang diistilahkan Produk Domestik Bruto (PDB) atau Produk Nasional Bruto
(PNB). Perhitungan pendapatan perkapita oleh negara-negara di dunia pada
umumnya ada dua (2) macam, yaitu :
a. Dilihat dari komponen produk domestik bruto (PDB)
Rumus:

PDB perkapita = PDB tahun n


Jumlah penduduk tahun n
166 E k o n o m i SMA - Kelas X

b. Dilihat dari komponen produk nasional bruto


Rumus:
perkapita
PNB =
Jumlah Penduduk

Tabel 6.5 Contoh Perhitungan Pendapatan Perkapita Tahun 2003


PNB per Tahun Penduduk Pendapatan per
Negara
(juta $) (juta) Kapita (juta $)

Indonesia 130.600 204 810


India 427.407 980 530
Malaysia 81.311 22 3.780
Singapura 95.453 3 21.230
Korea 398.825 46 12.020
Meksiko 358.059 96 6.230
Sumber :

Kesimpulan bahwa berdasarkan rumus perhitungannya maka pendapatan


nasional (PDB) dan jumlah penduduk merupakan dua hal yang saling
mempengaruhi pendapatan perkapita, naik turunnya PDB atau jumlah penduduk
akan mengakibatkan naik turunnya pendapatan perkapita.
Sehingga kita tidak bisa mengandalkan komponen pendapatan nasional
semata untuk bisa mengetahui kesejahteraan rata-rata penduduk suatu negara .
Meskipun pertambahan pendapatan nasional besar tetapi pertambahan
penduduknya juga besar maka pendapatan perkapitanya tetap kecil. Oleh karena
itu agar pendapatan perkapita besar maka kita harus mampu mengendalikan
laju pertumbuhan penduduk.
2. Kondisi Pendapatan Perkapita Indonesia Dibanding Negara
Lain
Merupakan suatu hal yang sangat dilematis bila kita harus membandingkan
kondisi kesejahteraan masyarakat kita dengan negara lain, terutama dengan
negara-negara yang memiliki kategori maju dimana tingkat kesejahteraan
masyarakatnya sangat jauh dari kondisi masyarakat kita. Disatu sisi itu semua
adalah sebuah realita yang harus dihadapi dan di sisi lain kita dihadapkan pada
segala keterbatasan yang ada. Yang menjadi pertanyaan bagi kita semua adalah
bagaimana cara atau usaha yang harus dilakukan untuk meningkatkan
kesejahteraan masyarakat Indonesia dengan segala keterbatasan yang dimiliki
sekarang ini?
Untuk menjawab itu semua sebelumnya kita harus berani melakukan
perbandingan dengan negara lain yang kemudian kita ambil langkah atau solusi
untuk melakukan perbaikan. Sebagai gambaran awal tahun 1996 kita pernah
mencapai pendapatan perkapita US $ 1,200. Namun hal itu tidak bisa bertahan
lama, karena bangsa Indonesia dihadapkan pada kondisi krisis ekonomi yang
Bab 6 - Pendapatan Nasional 167

berkepanjangan selain dari laju pertumbuhan penduduk yang terus meningkat.


Untuk melihat perbandingan pendapatan perkapita Indonesia dengan Negara
lain yang tergabung dalam ASEAN perhatikan tabel berikut ini:
Tabel 6.6 Pendapatan perkapita Negara-Negara ASEAN Tahun 1993-2000
No Negara Tahun Pendapatan Peringakat Dunia

1. Indonesia 1993 780 18


1996 1100 6
2000 650 19
2. Brunai Darussalam 1993 15.390 6
1998 18.500 8
3. Malaysia 1993 3.530 13
2000 3.521 11
4. Philipina 1993 1.010 17
2000 1.061 16
5. Singapura 1993 22.520 3
2000 21.765 5
6. Thailand 1993 2.315 14
2000 2.530 14
7. Vietnam 1995 277 20
2000 387 20
Pada kelompok Negara-negara ASEAN ternyata Indonesia memiliki tingkat
pendapatan perkapita yang rendah jika dibandingkan dengan mayoritas dari 7
Negara anggota ASEAN lain, kita hanya mampu unggul atas negara Vietnam
(US $ 387) sampai tahun 2000, meskipun pada era tahun 1995-1996 kita pernah
menempati peringkat yang tinggi di kawasan ASEAN. Kemudian masuk dalam
kategori kelompok Negara manakah Indonesia?
Berdasarkan pendapatan perkapita, Bank Dunia (World Bank)
mengelompokkan negara di dunia dalam 4 kategori, yaitu :
Tabel 6.7 Kelompok Negara Berdasarkan Perkapita
No. Kelompok Negara Perkapita (US$)

1. Berpendapatan rendah Kurang dari 765


(low income)

2. Berpendapatan menengah ke bawah 766 - 3.035


(low middle income)

3. Berpendapatan menengah tinggi 3.036 - 9.385


(upper middle income)

4. Berpendapatan tinggi lebih dari 9.386


(high income)

Berdasarkan kriteria di atas maka Indonesia masuk dalam kategori


kelompok negara berpendapatan menengah ke bawah (low middle income),
tetapi kriteria di atas bukanlah sebuah harga mati karena bisa saja berubah
168 E k o n o m i SMA - Kelas X

setiap saat tergantung dari dinamika kehidupan ekonomi negara yang


bersangkutan. Jika kita mampu bangkit dan giat untuk melakukan perubahan
dan perbaikan di segala sektor kehidupan maka niscaya segala apa yang kita
inginkan akan tercapai.
Dengan demikian maka dapat disimpulkan manfaat dari perhitungan
pendapatan perkapita adalah :
a. Untuk mengetahui perbandingan kesejahteraan masyarakat suatu negara
dari tahun ke tahun.
b. Untuk mengetahui data-data perbandingan tingkat kesejahteraan penduduk
antar negara
c. Sebgai pedoman pengambilan kebijakan dalam bidang ekonomi
d. Sebagai bahan perencanaan pembangunan di masa yang akan datang
e. Untuk membandingkan standar hidup suatu negara

D. Manfaat Perhitungan Pendapatan Nasional

1. Tujuan mempelajari Pendapatan Nasional


Tujuan utama dari mempelajari pendapatan nasional adalah untuk
mengetahui seberapa jauh suatu negara dapat memakmurkan kondisi
masyarakatnya. Selain dari tujuan utama tersebut ada tujuan yang lainnya antara
lain:
a. mengetahui tingkat kemakmuran
b. untuk melihat kemajuan perekonomian suatu negara
c. Untuk merumuskan kebijakan pemerintah
d. Untuk membandingkan tingkat perkembangan ekonomi dari waktu ke
waktu
e. Untuk mengetahui sejauh mana penggunaan pendapatan masyarakat
f. Untuk membandingkan perekonomian antar negara atau antar daerah
sehingga dapat diketahui tingkat perkembangannya

E. Ketimpangan Distribusi Pendapatan


Kita telah memahami bahwa kemakmuran suatu negara bisa dilihat dari
pendapatan nasional atau pendapatan perkapita. Semakin tinggi perolehan
pendapatan perkapita maka tingkat kemakmurannya relatif baik dan sebaliknya.
Tetapi perlu diingat pula bahwa tingkat perkapita yang tinggi tidak menjamin
masyarakatnya dapat menikmati kemakmuran. Pendapatan perkapita hanyalah
sebuah gambaran umum dari tingkat kesejahteraan suatu negara tanpa membedakan
status dan posisi kehidupan masyarakatnya.
Cara distribusi pendapatan nasional akan menentukan bagaimana tingkat
oendapatan nasional yang tinggi akan mampu menciptakan perbaikan masyarakat,
seperti mengurangi kemiskinan, pengangguran dan keterbelakangan.
Pendistribusian pendapat yang tidak merata justru akan menciptakan kemakmuran
golongan masyarakat tertentu saja.
Indikator yang digunakan untuk mengetahui adanya ketimpangan distribusi
pendapatan nasional adalah dengan Indeks Gini (Gini Index)
Bab 6 - Pendapatan Nasional 169

Besar koefisien Gini dimulai dari 0 sampai dengan 1. Jika koefisien Gini 0
atau mendekati 0 artinya distribusi pendapatan merata dan sempurna, dan sebaliknya
jika koefisien Gini menunjukkan angka 1atau mendekati angka 1 artinya terjadi
ketimpangan dalam distribusi pendapatan nasional.
Selanjutnya berapapun nilai koefisien gini yang diperoleh akan digambarkan
dalam sebuah kurva yang di sebut dengan Kurva Lorenz.
Y E
% Komulatif Pendapatan

Keterangan :
Garis diagonal menunjukkan
kemerataan sempurna karena tiap
titik pada garis diagonal merupakan
A tempat kedudukan prosentase
penduduk yang sama dengan
prosentase penerimaan pendapatan.
B

O P
% Komulatif Penduduk

Contoh titik tengah garis diagonal menunjukkan 50% dari pendapatan


didistribusikan persisi untuk 50% jumlah penduduk. Semakin jauh jarak garis kurva
lorenz dengan garis diagonal semakin tinggi ketidakmerataanya, sebaliknya semakin
dekat dengan garis diagonal maka semakin tinggi kemerataanya. Suatu distribusi
semakin merata jika nilai koefisien gini mendekati nol (0) dan sebaliknya (daerah
B merupakan daerah besarnya ketimpangan).
Apabila pendapatan dibagi secara merata maka semua titik berada pada garis
diagonal sehingga nilainya nol (B tidak ada ) sebaliknya jika pendapatan hanya
dinikmati satu pihak saja maka nilai koefisien Gini satu (1) dan daerah B sama
dengan segitiga OP1 (A tidak ada/berimpit).
Tabel 6.8 Patokan koefisien Gini
Koefisien Distribusi Pendapatan

< 0,4 Tingkat ketimpangan rendah


0,4 - 0,5 Tingkat ketimpangan sedang
> 0,5 Tingkat ketimpangan tinggi

Tabel 6.9 Koefisien Gini yang terjadi di Indonesia adalah sebagai berikut :
Tahun Desa Kota Total

1988 0,31 0,36 0,34


1990 0,25 0,34 0,32
1996 0,27 0,36 0,36
1999 0,26 0,34 0,33

Sumber : BPS tahun 2001


170 E k o n o m i SMA - Kelas X

F. Usaha Meningkatkan Pendapatan Nasional


Setelah kita memahami tentang manfaat dan tujuan mempelajari pendapatan
nasional maka tentunya kita memiliki gambaran bagaimana kiat atau usaha yang
sesuai untuk meningkatkan pendapatan nasional, untuk itu ada beberapa cara yang
dianggap cocok antara lain sebagai berikut :
1. Kita tingkatkan pembangunan nasional di segala bidang, khususnya sektor
ekonomi tanpa harus meninggalkan aspek-aspek kepribadian bangsa.
2. Meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui peningkatan mutu
pendidikan nasional dan pemberian pelatihan-pelatihan.
3. Memberikan kesempatan kepada perusahaan-perusahaan swasta untuk bisa
mengembangkan usahanya bagi terciptanya kemajuan ekonomi
4. mendorong dan meningkatkan perkembangan industri kecil dan rumah tangga
sebagai penopang sekaligus mitra bagi pergerakan industri menengah dan
industri besar.
5. membuka dan meningkatkan kesempatan untuk berinvesatasi bagi para
pemilik modal baik lewat PMDN maupun lewat PMA.

Tugas:
Salinlah tabel di bawah ini di buku catatan dan isilah agar Anda dapat lebih
memahami tingkat hubungan antara perndapatan nasional, jumlah penduduk dan
pendapatan perkapita
Pendapatan nasional Jumlah Penduduk Pendapatan Perkapita
(GNP) (IPC)

Bertambah Berkurang ...............................................


Bertambah Tetap ...............................................
Berkurang Bertambah ...............................................
Bertambah 20% Bertambah 20% ...............................................
Bertambah 15% Bertambah 5% ...............................................
Bertambah 5% Bertambah 7,5% ...............................................

G. Inflasi dan Indeks Harga


Inflasi yang ditandai dengan kenaikan harga-harga barang, adalah peristiwa
moneter penting yang biasa kita jumpai dalam kegiatan perekonomian. Hampir
seluruh perekonomian di Negara manapun mesti mengalami inflasi. Sehingga
kadang-kadang fenomena ekonomi ini bisa menjadi suatu kendala bahkan juga
bisa menjadi acuan untuk mengukur tingkat kestabilan ekonomi.
Inflasi yang terjadi terus menerus secara beruntun dapat menimbulkan
keresahan masyarakat. Kenaikan harga akan menyulitkan masyarakat khususnya
Bab 6 - Pendapatan Nasional 171

bagi mereka yang berpenghasilan tetap. Misalkan sebelum terjadi inflasi uang
Rp.100.000, bisa digunakan selama 2 minggu, tetapi setelah terjadi inflasi nilai
uang sebesar itu hanya cukup untuk pemenuhan kebutuhan selama 1 minggu dengan
kualitas yang sama seperti sebelum terjadi inflasi. Jadi , dengan jumlah uang yang
sama diperoleh jumlah barang yang lebih sedikit dibanding sebelum inflasi. Sebagai
sebuah fenomena ekonomi yang pengaruhnya cukup besar terhadap kehidupan
masyarakat, maka inflasi banyak mendapat perhatian istimewa oleh para ekonom,
pemerintah maupun masyarakat umum.
Untuk lebih jelasnya bisa kita amati bagan/illustrasi berikut ini.

Pengangguran

Jumlah Indeks
Uang Harga Inflasi Kemakmuran
Beredar Konsumen

Pertumbuhan
Ekonomi

Jumlah uang beredar merupakan faktor penentu kenaikan indeks harga.


Inflasi yang sangat tinggi akan berdampak pada tingkat pengangguran dan
kesempatan kerja serta pertumbuhan ekonomi. Pertumbuhan ekonomi dan
kesempatan kerja merupakan ciri dari kemakmuran masyarakat, sehingga inflasi
harus dikendalikan dan diatasi
1. Definisi Inflasi
Secara umum dapat diambil pengertian bahwa inflasi merupakan suatu
peningkatan harga secara umum dalam perekonomian yang terjadi secara terus
menerus. Peningkatan di sini bisa berarti peningkatan yang kecil (creeping
inflation) atau peningkatan tinggi dan cepat (Hyper inflation). Pada dasarnya
keberadaan inflasi sangat erat kaitannya dengan masalah nilai uang. Uang
sebagai alat tukar nilainya dapat ditentukan oleh kemampuannya terhadap barang
atau jasa yang disimbolkan dengan harga.
Bila harga-harga dalam kegiatan perekonomian naik, maka jumlah barang
dan jasa yang dapat ditukarkan dengan uang menjadi sedikit. Dengan kata lain
adanya peningkatan harga-harga barang dan jasa menyebabkan kemampuan
atau nilai dari uang mengalami penurunan.
Untuk lebih jelasnya dalam mengetahui fenomena inflasi maka akan kita
runtut keberadaanya secara lebih mendetail. Adanya kenaikan atau
ketidakstabilan harga (inflasi) sebenarnya bersumber dari ketidakseimbangan
172 E k o n o m i SMA - Kelas X

arus uang dengan arus barang dalam perekonomian. Secara sederhana dapat
kita gambarkan sebagai berikut :

Arus barang mengalir dari hasil produksi Rumah Tangga Perusahaan ke


pasar barang dan bertemu dengan arus uang yang berasal dari pembelanjaan
pemerintah dan rumah tangga Konsumen, di sinilah harga akan tercipta. Jika
terjadi keseimbangan arus uang dan barang maka harga-harga akan stabil atau
antara permintaan dan penawaran seimbang. Apabila terjadi ketidakseimbangan
arus uang dan arus barang maka harga-harga akan mengalami kenaikan. Hal
demikian itulah yang disebut dengan inflasi.

Sebelum kita membahas lebih jauh tentang keberadaan inflasi dengan jenis-
jenisnya, sebenarnya komponen harga yang dimaksud dalam inflasi adalah harga
yang bagaimana? Harga yang dimaksud di sini adalah tingkat harga Umum,
yaitu rata-rata tertimbang dari harga barang dan jasa dalam perekonomian yang
diperlihatkan dalam sebuah angka Indeks Harga Konsumen
2. Jenis jenis Inflasi
Keberadaan inflasi bisa ditinjau dari beberapa sisi, bisa dari sisi parah atau
tidaknya, dari sisi penyebabnya yang sangat berkaitan erat dengan arus uang
dan barang atau bisa juga dilihat dari sisi asalnya.
a. Inflasi dilihat dari Tingkat Keparahannya
Berdasarkan tingkatan ini inflasi dibedakan menjadi 4 tingkatan,
yaitu:
1) Inflasi Ringan ( di bawah 10% per tahun )
2) Inflasi sedang ( antara 10% s/d 30% per tahun )
3) Inflasi berat ( antara 30% s/d 100% per tahun)
4) Inflasi sangat berat atau hiperinflasi ( di atas 100% per tahun )
b. Inflasi di lihat dari Penyebabnya
Berdasarkan penyebabnya inflasi dapat dibedakan menjadi 2 macam,
yaitu:
1) Demand Pull Inflation
Jenis inflasi ini disebabkan karena adanya peningkatan jumlah
permintaan efektif baik dari masyarakat maupun pemerintah. Misalkan,
dari sisi masyarakat karena permintaan akan barang/jasa yang terlalu besar
tidak bisa diikuti oleh kapasitas produksi sehingga keseimbangan antara
permintaan dan penawaran akan terganggu yang berakibat harga-harga
akan naik. Dan dilihat dari sisi pemerintah yang juga sebagai pelaku
ekonomi bertambahnya pengeluaran pemerintah yang dibiayai dengan
pencetakan
uang baru atau bertambahnya investasi swasta karena memperoleh kredit
murah dari bank. Hal ini juga akan menyebabkan peningkatan permintaan
tanpa diimbangi dengan peningkatan penawaran sehingga mendorong
Bab 6 - Pendapatan Nasional 173

harga-harga naik. Untuk memahami tentang Demand Pull Inflation ini


perhatikan gambar berikut ini.

P
D2 S
D1
E2
P2
E1
P1
D2 Keterangan:

D1

0 Q1 Q2 Q

Kurva 6.1 Kurva Inflasi dikarenakan Demand


Pull In flation

2) Cost Push Inflation


Merupakan jenis inflasi yang disebabkan oleh kenaikan biaya-biaya
produksi. Ada beberapa hal yang menyebabkan biaya produksi naik yang
akhirnya menimbulkan inflasi, hal tersebut antara lain :
a) Kenaikan Biaya bahan Baku (Price Push Inflation)
Inflasi ini secara umum disebabkan karena adanya kenaikan harga
bahan baku produksi. Misalkan, Kenaikan harga BBM akan berakibat
pada kenaikan biaya transport untuk hampir semua jenis barang,
sehingga harga jualnya juga mengalami kenaikan.
b) Adanya Kenaikan Gaji/upah (Wages Cost Push Inflation)
Kenaikan upah buruh yang terjadi karena adanya tuntutan dari kaum
buruh (serikat pekerja) akan menyebabkan biaya produksi menjadi
naik, untuk menutupi kerugian ini maka perusahaan akan
meningkatkan harga jual produknya. Pada jenis inflasi ini efeknya
cukup membahayakan di masa-masa selanjutnya, yakni bisa
dilukiskan sebagai berikut:
“Jika upah buruh naik maka akan mendorong timbulnya
kenaikan harga, adanya kenaikan harga tersebut tentu saja
akan menimbulkan tuntutan lagi dari kaum buruh untuk
menaikkan gaji/upahnya begitu seterusnya.”
Efek semacam ini dalam permasalahan inflasi disebut Efek Spiral.
174 E k o n o m i SMA - Kelas X

P
D S2
S1

P2 E2
P1 E1 Keterangan:

S2
S1
0 Q2 Q1 Q

Kurva 6.2 Kurva Inflasi dikarenakan Cost


Push Inflation

c) Inflasi dilihat dari asalnya


Berdasarkan asal terjadinya, inflasi dibedakan dalam 2 jenis.
1) Inflasi yang berasal dari luar negeri (Imported Inflation)
Inflasi ini merupakan bentuk inflasi sebagai efek dari terjadinya
inflasi di luar negeri. Bahwasanya sekarang ini kita sudah
menginjak era globalisasi, dimana hubungan antara Negara sudah
begitu terbuka. Apa yang terjadi di suatu negara dampaknya baik
secara langsung maupun tak langsung bisa dirasakan oleh negara
lain. Apalagi bila suatu negara dalam kehidupan ekonominya
banyak tergantung dari negara lain maka akan mudah sekali
terpengaruh fenomena ini.
2) Inflasi yang berasal dari dalam negeri (Domestic Inflation)
Inflasi ini terjadi karena adanya beberapa permasalahan yang ada
di dalam negeri, baik yang disengaja (kebijakan) maupun yang
tidak disengaja. Misalkan, adanya bencana alam, gagal panen,
kebijakan pemerintah mencetak uang baru untuk menutup defisit
anggaran, kebijakan uang longgar dan sebagainya.
Ketiga jenis inflasi yang telah kita bahas di atas semuanya saling
mendorong dan saling memperkuat, begitu masyarakat mendengar adanya
inflasi biasanya akan bereaksi sedemikian rupa yang justru kebanyakan
akan menambah parah kondisi yang sudah ada.
Dilihat dari sisi pedagang atau produsen, karena harga-harga naik
maka para pedagang cenderung untuk menahan atau menyimpan barang
dagangannya dengan harapan harga masih akan naik lebih tinggi lagi. Hal
ini menyebabkan peredaran barang di pasar berkurang sehingga harga-
harga akan menjadi naik lebih tinggi lagi. Karena harga naik terus maka
pengusaha akan mengikuti gerakan harga dan berusaha mempertahankan
atau meningkatkan pendapatan dan labanya dengan cara menaikkan harga
jual produknya.
Kemudian dari sisi masyarakat umum karena harga-harga naik, maka
masyarakat mengalami kegelisahan dan cenderung bereaksi dengan cara
Bab 6 - Pendapatan Nasional 175

melakukan pembelian secara besar-besaran (sebelum harga-harga naik).


Justru reaksi yang demikian akan membawa akibat pada kenaikan harga-
harga secara umum, karena permintaan masyarakat akan barang naik secara
tajam. Yang perlu diingat bahwa antara barang satu dengan barang lain
saling berkaitan sehingga kenaikan salah satu barang akan mendorong
naiknya harga barang-barang lain.
3. Penyebab Inflasi
Secara umum ada beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya inflasi,
antara lain :
1. Jumlah uang yang beredar di masyarakat tidak seimbang dengan jumlah
peredaran barang (jumlah uang lebih banyak dari pada jumlah barang).
2. Adanya pencetakan uang baru oleh pemerintah sehingga menambah jumlah
uang beredar. Hal ini biasanya dilakukan pemerintah untuk menutupi defisit
anggaran.
3. Adanya desakan dari golongan tertentu untuk memperoleh kredit murah
sehingga akan mendorong peningkatan jumlah uang beredar dan kestabilan
harga tidak terjamin.
4. Adanya fluktuasi dari sektor luar negeri (ekspor/impor), investasi,
tabungan, penerimaan dan penerimaan negara.
Dari keempat faktor di atas bisa ditarik kesimpulan bahwa permintaan
masyarakat (effective demand) merupakan inti penentu dari kestabilan kehidupan
ekonomi. Para pelaku ekonomi baik produsen, konsumen, pemerintah dan luar
negeri secara bersama-sama membeli lebih banyak barang dari kapasitas
produksi yang dihasilkan. Hal ini akan menyebabkan ketegangan-ketegangan
di pasar, produksi tidak dapat dinaikkan karena kapasitasnya terbatas, sementara
permintaan dari para pelaku ekonomi terus bertambah, akibatnya timbullah
inflasi.
4. Pengukuran Laju Inflasi
Untuk mengetahui seberapa besar kenaikan harga barang terlebih dahulu
dihitung angka indek harga. Angka Indeks Harga merupakan perbandingan
harga-harga barang tertentu pada suatu periode tertentu yang berbeda dalam
bentuk prosentase (%). Peran indeks harga sangat besar sekali dalam mengetahui
besar kecilnya inflasi, karena dari indeks harga tersebut nantinya akan mudah
diketahui besarnya tingkat kenaikan harga (inflasi) secara agregat tiap periode
waktu tertentu
Nah, bagaimana sebenarnya cara menghitung inflasi? Menghitung besarnya
laju inflasi dilakukan dengan 3 cara antara lain :
a. GNP/PDB Deflator
Cara mengukur laju inflasi ini dengan menggunakan perbandingan
GNP nominal dengan GNP riil. GNP nominal sering disebut dengan GNP
berdasarkan tingkt harga yang sedang berlaku sedangkan GNP Riil adalah
GNP berdasarkan tingkat harga konstan. GNP deflator dapat diukur dengan
Indeks Paasche.
176 E k o n o m i SMA - Kelas X

Σ Pn x Qn
IP = x 100
Σ Po x Qn

Keterangan :
IP = Indeks Paasche
Pn = harga tahun tertentu (tahun ke-n)
Po = harga tahun dasar
Qn = kuantitas tahun tertentu (tahun ke-n)
b. Indeks Harga Konsumen (IHK)
Indeks Harga Konsumen (IHK) adalah angka indeks yang
menghitung dari kelompok barang yang paling banyak dibeli oleh
masyarakat/konsumen. Biasanya kelompok barang yang dibeli oleh
konsumen selalu berubah-ubah sesuai dengan kondisi dan pola aktual
konsumsi masyarakat. IHK mengukur biaya yang langsung dibayar
konsumen pada tingkat harga eceran, dan biasanya IHK dihitung setiap
bulan, 3 bulan dan 1 tahun. Rumus yang digunakan untuk menghitung
IHK dengan menggunakan indeks Laspeyres sebagai berikut:

Σ Pn x Qo
IL = x 100
Σ Po x Qo

Keterangan :
IL = indeks Laspeyres
Pn = harga pada tahun tertentu
Po = harga tahun dasar
Qo = kuantitas tahun dasar
Dalam Penyajian IHK sekarang ini dilihat dari 7 kelompok jenis
barang atau jasa, antara lain :
1) Bahan makanan
2) Makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau
3) Perumahan
4) Sandang
5) Kesehatan
6) Pendidikan, rekreasi dan olah raga
7) Transportasi dan komunikasi

c. Indeks Harga Produsen (IHP)


Indeks ini mengukur sekelompok barang yang dibeli oleh produsen
yang berupa bahan mentah, barang setengah jadi atau bahan pembantu.
Bab 6 - Pendapatan Nasional 177

Biasanya IHP dihitung untuk mengukur indeks harga pada tahap awal
sistem distribusi.
Pada kenyataanya kenaikan IHP dapat dijadikan tanda terhadap
kenaikan IHK dan nantinya digunakan sebagai indikator bagi
perkembangan siklus bisnis dalam suatu negara dan untuk selanjutnya
menjadi bahan pertimbangan bagi pemerintah untuk menentukan
kebijakan. Dasar penghitungan Indeks Harga Produsen (IHP) sama dengan
penghitungan IHK yakni dengan menggunakan rumus Indeks Laspeyres.
Setelah kita mengetahui beberapa metode penghitungan angka
indeks, maka kita coba bagaimana cara melakukan penghitungan
sesungguhnya dalam beberapa contoh berikut:

Komoditas Buku Pakaian

Tahun 2005 2006 2005 2006


Harga 10.000 15.000 20.000 40.000
Jumlah 30 40 20 30

Hitunglah besarnya GNP/PDB deflator dan IHK pada tahun 2006 sebagai
tahun dasar adalah tahun 2005.

Jawab:
a. GNP/PDB deflator
Σ Pn x Qn
IP = x 100
Σ Po x Qn

(15.000x40) + (40.000x30)
IP = x 100
(10.000x40) + (20.000x30)
1.800.000
= x 100 = 180
1.000.000
Artinya , antara tahun 2005 sampai dengan 2006 terjadi kenaikan harga
sebesar 80% dari dua macam komoditas.
b. Indeks Harga Konsumen (IHK)
 Σ Pn x Qo
IL = x 100
 Σ Po x Qo
(15.000x30) + (40.000x20)
= x 100
(10.000x30) + ( 20.000x20)
1.250.000
= x 100 = 178,57
700.000
178 E k o n o m i SMA - Kelas X

Artinya, antara tahun 2005 sampai dengan 2006 terjadi kenaikan harga
sebesar 78,57% dari dua macam komoditas

5. Cara Mengatasi Inflasi


Setelah kita mengetahui tentang inflasi dan penyebabnya, maka untuk
selanjutnya kita akan bahas beberapa cara untuk mengatasi inflasi. Kita tahu
bahwa inflasi merupakan penyebab dari keresahan masyarakat dan pemerintah.
Sehingga pemerintah berusaha untuk menekan inflasi serendah-rendahnya
karena inflasi itu sendiri tak bisa dihilangkan sama sekali.
Inflasi keberadaanya ada yang disahkan oleh pemerintah dan ada yang
tidak disahkan. Jika inflasi ini keberadaanya dibiarkan berlangsung terus
menerus karena pemerintah mengizinkan penambahan jumlah uang beredar
(karena defisit anggaran dengan mencetak uang baru) maka inflasi ini
keberadaanya disahkan pemerintah. Jika inflasi yang keberadaanya tidak disertai
dengan kenaikan persediaan uang, maka inflasi ini tidak disahkan oleh
pemerintah. Secara teoritis untuk mengatasi inflasi relatife mudah caranya yakni
tinggal mengatasi penyebab utamanya dan mengurangi jumlah uang beredar di
masyarakat (M). Berikut ini beberapa kebijakan pemerintah untuk mengatasi
inflasi, antara lain :
a. Kebijakan Moneter
Kebijakan ini adalah kebijakan bank sentral yang dilakukan untuk
mengendalikan jumlah uang beredar atau dengan kata lain kebijakan ini
juga disebut dengan politik uang ketat (Tight Money Policy).
1) Politik Diskonto
adalah politik bank sentral untuk mempengaruhi jumlah uang beredar
dengan jalan menaikkan atau menurunkan tingkat bunga. Misalkan, dengan
menaikkan suku bunga maka diharapkan jumlah uang yang beredar di
masyarakat akan berkurang, karena masyarakat cenderung untuk
menyimpan uangnya di bank dari pada membelanjakan/investasi.
Sebaliknya bila bank sentral menurunkan tingkat suku bunga biasanya
terjadi jika jumlah uang beredar turun atau terjadi deflasi maka diharapkan
masyarakat akan menarik uangnya di bank karena bunga bank sudah tidak
menarik lagi.
2) Politik Pasar Terbuka
Untuk memperkuat politik diskonto bank sentral sebagai pemegang
otoritas moneter juga melakukan politik pasar terbuka (open market), yaitu
dengan jalan menjual atau membeli surat berharga. Dengan menjual surat
berharga diharapkan uang akan tersedot dari masyarakat akan masuk ke
pemerintah/ Bank Sentral, sehingga jumlah uang beredar berkurang dan
sebaliknya dengan membeli surat berharga diharapkan uang bertambah di
masyarakat sehingga jumlah uang beredar di masyarakat bertambah.
3) Politik Persediaan Kas
Politik persediaan kas (cash ratio policy) adalah politik bank sentral
untuk mempengaruhi jumlah uang beredar dengan jalan menaikkan atau
menurunkan persentase persediaan kas di bank. Dengan dinaikkannya
Bab 6 - Pendapatan Nasional 179

persentase persediaan kas di bank maka diharapkan jumlah kredit akan


berkurang. Sebaliknya jika diturunkannya persentase persediaan kas maka
nantinya permintaan kredit diharapkan bertambah.
b. Kebijakan Fiskal
Dengan kebijakan ini pemerintah berusaha mempengaruhi jumlah
uang beredar dan kenaikan harga dengan cara melakukan perubahan-
perubahan pengeluaran dan penerimaan pemerintah. Jenis kebijakan fiskal
ini di antaranya adalah:
1) Pengaturan pengeluaran pemerintah
Pemerintah harus menjaga kestabilan anggaran, penggunaan anggaran
harus sesuai dengan rencana. Jika pengeluaran melebihi batas yang telah
direncanakan akan mendorong peningkatan jumlah uang beredar.
2) Peningkatan Tarif Pajak
Pajak merupakan sumber penerimaan pemerintah yang utama.
Dengan adanya kenaikan tariff pajak maka penghasilan rumah tangga akan
diberikan kepada pemerintah sehingga daya beli masyarakat terhadap
barang dan jasa menurun selanjutnya inflasi dapat ditekan.
c. Kebijakan Non Moneter
Kebijakan non moneter ditempuh dengan beberapa cara:
1) Peningkatan Produksi
Adanya peningkatan produksi meskipun jumlah uang bertambah di
masyarakat maka inflasi tidak akan terjadi, bahkan bisa dikatakan bahwa
hal tersebut merupakan peningkatan kemampuan perekonomian.
2) Kebijakan Upah
Inflasi yang terjadi bisa dilakukan dengan cara menurunkan pendapatan
yang siap untuk dibelanjakan (disposable income) masyarakat yang
instrumennya dilakukan dengan peningkatan pajak penghasilan.
3) Pengawasan Harga
Adanya kecenderungan kenaikan harga yang disengaja oleh para
produsen membuat pemerintah melakukan penetapan kebijakan harga
maksimum. Namun tindakan pemerintah dapat menimbulkan fenomena
pasar gelap (Black Market), yaitu jual beli barang tanpa mengindahkan
aturan-aturan harga yang telah ditetapkan pemerintah. Untuk mengatasi
hal ini maka pemerintah melakukan pendistribusian langsung barang-
barang kepada masyarakat.
4) Pendistribusian Langsung
Adanya kecenderungan kenaikan harga pada beberapa jenis
komoditas pokok mendorong pemerintah untuk melakukan pendistribusian
secara langsung kepada konsumen. Misalkan kenaikan harga beras, minyak
180 E k o n o m i SMA - Kelas X

tanah karena adanya permainan harga pasar mendorong pemerintah untuk


melakukan pendistribusian langsung kepada konsumen.
5) Kebijakan di Bidang Perdagangan Internasional
Mengatasi inflasi melalui perdagangan internasional dilakukan
pemerintah dengan cara menurunkan bea masuk barang-barang impor,
sehingga peredaran jumlah barang di dalam negeri menjadi lebih banyak
dan harganya cenderung turun.
5. Dampak Inflasi
Inflasi sebagai sebuah fenomena ekonomi akan membawa pengaruh yang
cukup luas terhadap kegiatan perekonomian suatu negara, ada beberapa pihak
yang sangat dirugikan bahkan cukup diuntungkan akibat dari terjadinya inflasi.
Biasanya jika inflasinya hanya beberapa persen saja (inflasi lunak) justru akan
membawa keuntungan, karena dapat mendorong pengusaha memperluas
produksinya dan dengan demikian dapat menciptakan kesempatan kerja baru.
Dalam sub pokok bahasan ini kita coba lakukan analisis dampak inflasi terhadap
perekonomian dilihat dari aspek distribusi pendapatan, efisiensi produksi, out
put, pengangguran dan perdagangan internasional.
a. Dampak Inflasi Terhadap Distribusi Pendapatan
(Equity Effect)
Tabel 6.10 Dampak inflasi ini meliputi hal-hal sebagai berikut:
Pihak yang diuntungkan Pihak yang dirugikan

1. Para spekulan dan petani 1. Masyarakat yang berpengha-


2. Pedagang /produsen silan tetap
3. Debitur/peminjam uang 2. Pembeli/konsumen
4. Penyimpan kekayaan dalam 3. Kreditur/pemberi pinjaman
bentuk emas atau barang lain 4. Penyimpan kekayaan dalam
5. Investor berbentuk saham bentuk tunai
5. Investor berupa obligasi

Dari tabel di atas dapat di jelaskan sebagai berikut:


Pihak yang dirugikan:
1) Merugikan terhadap orang-orang yang memiliki penghasilan tetap,
seperti pegawai negeri atau pensiunan pegawai negeri. Misalkan jika
seorang pegawai memiliki penghasilan Rp 6.000.000,- per tahun
sementara laju inflasinya per tahun 10% maka ia akan mengalami
penurunan penghasilan riilnya sebesar 10% x Rp 6.000.000,- =
Rp 600.000,- setahun. Artinya ia akan mengalami kerugian dari tahun
sebelumnya sebesar Rp 600.000,-
2) Merugikan orang yang menyimpan kekayaan dalam bentuk kas (uang
tunai) atau mereka yang menabung uang di rumah dalam bentuk uang
tunai. Jumlah uang tunai yang mereka kumpulkan sebelumnya, setelah
Bab 6 - Pendapatan Nasional 181

terjadi inflasi nilai riil uang (kemampuan daya beli ) menjadi turun
dalam memenuhi kebutuhan.
3) Merugikan bagi para konsumen/pembeli, pendapatan yang mereka
miliki tak mampu untuk memenuhi kebutuhan maksimal mereka seperti
sebelum terjadi inflasi, karena uang yang mereka miliki nilainya
merosot.
4) Merugikan Kreditur, akibat adanya inflasi maka kemampuan dari
nilai uang yang dipinjamkan untuk kegiatan usaha menjadi menurun
sehingga akan menghambat proses pengembalian pinjaman oleh
debitur.
5) Merugikan investor berupa obligasi, karena adanya inflasi nominal
dari obligasi yang mereka secara riil nilainya akan menjadi rendah.
Pihak yang diuntungkan
1) Para spekulan, petani dan pedagang, merupakan pihak yang
diuntungkan, karena adanya inflasi memungkinkan mereka untuk
meningkatkan nilai produksinya dengan harapan ada kenaikan harga
jual maka keuntungan mereka meningkat.
2) Debitur atau peminjam uang, dengan adanya inflasi akan
meningkatkan keuntungan sehingga akan mempermudah dan
mempercepat debitur dalam mengembalikan utangnya.
3) Penyimpan kekayaan dalam bentuk emas atau barang lain, adanya
inflasi maka akan membuat nilai barang atau emas yang mereka
simpan nilainya menjadi naik.
4) Investor berupa saham, saham yang ditanamkan dalam perusahaan
karena adanya inflasi menyebabkan nilai jual dari produknya naik
maka keuntungan akan besar, dengan demikian deviden yang diterima
investor menjadi naik.

b. Dampak Inflasi Terhadap Efisiensi


Adanya inflasi akan berpengaruh pada proses produksi, terutama
dalam penggunaan faktor-faktor produksi menjadi tidak efisien. Inflasi
berpengaruh terhadap perubahan daya beli masyarakat, perubahan daya
beli ini akan berpengaruh pada struktur/komposisi permintaan masyarakat
pada beberapa jenis barang.
Misalkan dari adanya inflasi ada pihak yang diuntungkan dan
dirugikan yang berakibat pada adanya perubahan struktur permintaan
masyarakat yang tidak menentu. Adanya perubahan struktur permintaan
masyarakat yang tak menentu ini bagi para produsen akan menimbulkan
inefisiensi dalam proses produksi.

c. Dampak Inflasi terhadap Output


Dampak inflasi terhadap output akan membawa pada dua
kemungkinan, yaitu:
1) Menyebabkan terjadinya kenaikan hasil produksi, dalam keadaan
inflasi biasanya kenaikan harga barang mendahului dari pada
kenaikan upah/gaji, sehingga keuntungan produsen akan meningkat,
182 E k o n o m i SMA - Kelas X

keuntungan ini akan menambah volume produksi sehingga


keuntungan juga akan terus meningkat lagi
2) Bila kondisi inflasinya terlalu tinggi justru akan sebaliknya
menurunkan kemampuan outputnya, hal ini disebabkan karena inflasi
menjadikan nilai riil uang menurun. Turunnya nilai riil uang
menjadikan masyarakat enggan memiliki uang tunai. Akibatnya
pertukaran dalam masyarakat cenderung akan mengarah pada barter.
Jika pertukaran dalam masyarakat menggunakan barter maka
produsen cenderung tidak akan melakukan kegiatan produksi dan
produksi secara umum mengalami penurunan.
d. Dampak Inflasi terhadap Pengangguran
Adanya inflasi yang tinggi akan dibayar dengan pertumbuhan
ekonomi yang rendah. Dengan kata lain inflasi akan menyebabkan
rendahnya permintaan pasar, sehingga dunia usaha akan menjadi lesu yang
berakibat pengurangan tenaga kerja, dan akan tercipta pengangguran.
f. Dampak Inflasi terhadap Perdagangan Internasional
Jika terjadi inflasi di dalam negeri maka harga-harga barang dalam
negeri akan lebih tinggi dari barang-barang luar negeri, sehingga
kemampuan bersaing produk dalam negeri di pasaran internasional rendah.
Akibatnya arus impor barang-barang luar negeri meningkat dan arus
ekspornya menurun. Pada akhirnya hal tersebut akan menghambat pada
perolehan cadangan devisa negara sehingga neraca perdagangannya akan
mengalami defisit, nilai kurs mata uang dalam negeri akan terdepresiasi/
turun.
Rangkuman

1. Product Domestic Regional Bruto (PDRB) merupakan jumlah produk berupa barang
dan jasa yang dihasilkan oleh unit-unit produksi yang ada di daerah selama 1 (satu)
tahun
2. Product Domestic Buto (PDB atau GDP) adalah jumlah dari seluruh produksi barang
dan jasa yang dihasilkan oleh suatu Negara selama satu tahun termasuk di dalamnya
barang dan jasa yang dihasilkan oleh orang asing dan perusahaan asing yang
beroperasi di dalam negeri.
3. Produksi Nasional Kotor atau Gross National Product (GNP) adalah jumlah seluruh
barang dan jasa yang dihasilkan masyarakat selama satu tahun termasuk di dalamnya
jumlah barang dan jasa yang dihasilkan masyarakat Negara tersebut yang bekerja
di luar negeri tetapi tidak diperhitungkan barang dan jasa yang dihasilkan
masyarakat asing yang bekerja di dalam negeri
4. Produksi nasional neto atau Net National Product (NNP) adalah produksi nasional
kotor (GNP) dikurangi penyusutan barang-barang modal.
5. Pendapatan nasional Bersih atau Net National Income (NNI) adalah produksi
nasional neto dikurangi dengan pajak tidak langsung.
Bab 6 - Pendapatan Nasional 183

6. Pendapatan perseorangan (PI) adalah Pendapatan yang berhak diterima oleh


seseorang sebagai bentuk balas jasa atas keikutsertaannya dalam proses produksi.
7. Pendapatan Bebas (DI) adalah pendapatan dari seseorang yang siap digunakan
baik untuk keperluan konsumsi maupun untuk ditabung.
8. Pendapatan perkapita adalah pendapatan rata-rata dari penduduk suatu negara yang
diperoleh dari pendapatan nasional pada tahun tertentu dibagi dengan jumlah
penduduk suatu negara pada tahun tersebut.
9. Rumus pendapatan perkapita yaitu :
a. Dilihat dari komponen produk domestik bruto (PDB)
Rumus :

PDB tahun n
PDB perkapita =
Jumlah penduduk tahun n

b. Dilihat dari komponen produk nasional bruto


Rumus :

PNB tahun n
PNB perkapita =
Jumlah Penduduk

10.Inflasi merupakan suatu peningkatan harga secara umum dalam perekonomian


yang terjadi secara terus menerus.
11.Jenis–jenis Inflasi
a. Inflasi dilihat dari Tingkat Keparahannya
1) Inflasi Ringan ( di bawah 10% per tahun )
2) Inflasi sedang ( antara 10% - 30% per tahun )
3) Inflasi berat ( antara 30% - 100% per tahun)
4) Inflasi sangat berat atau hiperinflasi ( di atas 100% per tahun )
b. Inflasi di lihat dari Penyebabnya
1) Demand Pull Inflation
Inflasi karena adanya peningkatan jumlah permintaan efektif baik dari
masyarakat maupun pemerintah.
2) Cost Push Inflation
Inflasi yang disebabkan oleh kenaikan biaya-biaya produksi.
c. Inflasi dilihat dari Asalnya
1) Inflasi yang berasal dari luar negeri (Imported Inflation)
2) Inflasi yang berasal dari Dalam Negeri (Domestic Inflation)
12.Indeks Harga Konsumen (IHK) adalah angka indeks yang menghitung dari
kelompok barang yang paling banyak dibeli oleh masyarakat/konsumen.
184 E k o n o m i SMA - Kelas X

Latihan
I. Berilah tanda silang (x) huruf a, b, c, d, atau e pada jawaban yang paling benar!
1. Perhitungan pendapatan nasional dengan cara menjumlahkan seluruh pengeluaran
untuk membeli barang dan jasa merupakan ciri....
a. Pendekatan pendapatan d. Pendekatan terapan
b. Pendekatan produksi e. Pendekatan manfaat
c. Pendekatan pengeluaran
2. Pada penggunaan metode pendapatan besarnya pendapatan nasional suatu negara
akan sama dengan....
a. Jumlah produksi ditambah dengan upah
b. Jumlah invetasi yang dilakukan masyarakat
c. Jumlah konsumsi dan investasi
d. Jumlah nilai tambah produksi dari barang dan jasa
e. Penjumlahan dari sewa,bunga,upah dan laba
3. GDP (Gross Domestic Product) akan naik bila ….
a. investasi sebagai sector produksi bertambah
b. besarnya barang dan jasa di luar negeri
c. volume uang yang beredar bertambah
d. penerimaan negara dalam APBN bertambah
e. laju inflasi berkurang
4. Negara X pada tahun 2000 memiliki data (dalam miliar rupiah) sebagai berikut :
laba yang ditahan : Rp.360.000,00
pajak langsung : Rp. 60.000,00
Penyusutan modal : Rp. 4.000,00
Pajak tidak langsung : RP. 20.000,00
Berdasarkan data di atas maka besarnya NNI adalah….
a. Rp.340.000,00 d. Rp. 296.000,00
b. Rp. 316.000,00 e. Rp. 236.000,00
c. Rp. 300.000,00
5. Bila diketahui data sebagai berikut :
sewa tanah Rp. 1.000.000,00
upah tenaga kerja Rp. 500.000,00
bunga modal Rp. 200.000,00
laba pengusaha Rp. 10.000,00
pengeluaran konsumsi Rp. 1.000.000,00
pengeluaran investasi Rp. 750.000,00
ekspor Rp. 1.000.000,00
impor Rp. 250.000,00
pengeluaran pemerintah Rp. 500.000,00
maka besarnya pendapatan nasional dihitung dari pendekatan pendapatan adalah….
Bab 6 - Pendapatan Nasional 185

a. Rp. 1.750.000,00 d. Rp. 500.000,00


b. Rp. 1.710.000,00 e. Rp. 250.000,00
c. Rp. 1.250.000,00
6. Berikut ini adalah beberapa komponen pendapatan nasional
1. gaji 4. bunga modal
2. investasi 5. konsumsi pemerintah
3. konsumsi rumah tangga
Yang merupakan komponen pendapatan nasional dengan pendekatan pendapatan
adalah....
b. 1, 2 dan 3 c. 1, 4 dan 5 e. 2, 4 dan 1
c. 1, 3 dan 4 d. 2, 3 dan 5
6. Selisih antara pendapatan yang diperoleh dari faktor produksi Indoneia yang ada
di luar negeri dengan pendapatan yang diperoleh dari faktor produksi asing di
Indonesia di sebut ....
a. ekspor neto
b. pendapatan neto luar negeri atas faktor produksi
c. penyusutan barang modal
d. pajak tidak langsung
e. laba
7. Pendapatan yang dibelanjakan adalah ....
a. NNP dikurangi pajak keuntungan perusahaan
b. GNP dikurangi penyusutan barang modal
c. Pendapatan perseorangan dan rumah tangga dikurangi pajak perseorangan dan
rumah tangga
d. NNP dikurangi pajak tidak langsung
e. NNP ditambah transfer payment
8. Pendapatan perseorangan dikurangi dengan pajak perseorangan atau pajak langsung
adalah....
a. National Income d. Gross National Product
b. Disposible Income e. Net National Product
c. Personal Income
9. Perhatikan tabel berikut ini
No A B C D
1. Konsumsi upah/gaji usaha pokok Keuntungan
2. Sewa ekspor pajak Selisih ekspor-impor
3. Tabungan konsumsi Negara bunga modal Investasi negara
4. investasi tabungan Negara impor Retribusi

Dari tabel di atas yang merupakan komponen pendapatan nasional dengan


pendekatan pendapatan adalah ....
a. A1, B2, C3, D4 d. A3, B1, C3, D2
b. A2, B1, C1, D1 e. A4, B4, C2, D3
c. A2, B1, C3, D1
186 E k o n o m i SMA - Kelas X

10. Bila negara X selama tahun 1997 memiliki data sebagai berikut:
NNI $ 900 juta, pajak perseroan $ 50 juta, laba ditahan $150 juta, iuran jaminan
sosial $ 30 juta, transfer payment $ 40 juta, maka besarnya Personal Income adalah
....
a. $ 710 juta
b. $ 630 juta
c. $ 600 juta
d. $ 630 juta
e. $ 580 juta
11. Rumus pendapatan nasional dengan metode pendekatan pendapatan adalah.....
a. Y = C+ I + G + (X – M)
b. Y = r + w + i + p
c. Y = C + S/I
d. Y = P1.Q1 + P2.Q2 + Pn.Qn
e. Y = W + I + P + R + D + S
12. Data pendapatan nasional pada tahun 2001 adalah sebagai berikut :
GNP 350 milyar
Penyusutan 35 milyar
Pajak tidak langsung 65 milyar
Pembayaran pindahan 20 milyar
Pajak langsung 5 milyar
Berdasarkan data di atas maka besarnya Personal Income adalah….
a. 260 milyar d. 275 milyar
b. 265 milyar e. 280 milyar
c. 270 milyar
13. GNP suatu negara Rp 24.000 juta, pendapatan neto luar negeri Rp 3.500 juta,
penyusutan Rp 2.750 juta, pajak langsung Rp 2.500 juta, pajak tak langsung Rp
3.000 juta. Maka besarnya NNI adalah….
a. Rp 17.250 juta d. Rp 21.250 juta
b. Rp 18.250 juta e. Rp 21.750 juta
c. Rp 20.500 juta
14. Diketahui data-data sebagai berikut ( dalam milyar rupiah)
Sewa tanah 30.000
Bunga modal 40.000
Upah/gaji 250.000
Laba usaha 50.000
Maka besarnya pendapatan nasional jika dihitung dengan metode pendekatan
pendapatan adalah....
a. 380.000 d. 200.000
b. 370.000 e. 170.000
c. 330.000
Bab 6 - Pendapatan Nasional 187

15. Data penggunaan GDP tahun 1992 atas dasar harga konstan tahun 1983 (dalam
milyar rupiah)
No Jenis Pengeluaran Jumlah

1. Konsumsi rumah tangga 69.227,2


2. Konsumsi pemerintah 12.879,0
3. Pembentukan modal tetap domestik bruto 36.414,8
4. Perubahan stok (361,6)
5. Ekspor barang/jasa 42.132,9
6. Dikurangi impor barang/jasa (29.180,7)

Perhitungan pendapatan nasional pada tabel di atas adalah perhitungan dengan


metode pendekatan....
a. Pengeluaran d. Kategori pengeluaran khusus
b. Produksi e. Jumlah barang
c. Pendapatan
21. Kecenderungan naiknya harga barang pada umumnya secara terus menerus akibat
adanya ketidakseimbangan antara arus barang dan arus uang adalah pengertian
dari …
a. inflasi d. apresiasi
b. deflasi e. revaluasi
c. devaluasi
22. Adanya tuntutan dari kaum buruh akan kenaikan gaji atau upah akan menyebabkan
tingkat kenaikan harga yang cenderung tidak terkontrol di masa yang akan datang.
Inflasi ini disebut….
a. Demand pull inflation d. Spiral inflation
b. Open inflation e. Cost push inflation
c. Closed inflation
23. Golongan yang dirugikan apabila terjadi inflasi adalah….
a. spekulan d. kaum pedagang
b. pengusaha industri e. petani
c. penerima upah tetap
24. Perhatikan kurva terjadinya inflasi berikut ini!

S2 S1
P2
P1
D
Q2 Q1
Inflasi yang tergambar di atas merupakan ….
a. Demand pull inflation d. Spiral Inflation
b. Cost push inflation e. Suppressed inflation
c. Open inflation
188 E k o n o m i SMA - Kelas X

25. Inflasi yang terjadi karena masyarakat ingin hidup di luar batas kemampuan
ekonomi yang dimilikinya. Pernyataan ini merupakan teori inflasi yang
dikemukakan oleh….
a. Keynes d. Karl Marx
b. Teori Strukturalis e. Gresham
c. Teori kuantitas
26. Dalam keadaan inflasi tidak akan pernah terjadi hal-hal sebagai berikut
a. Sukar menetapkan kalkulasi barang-barang
b. jumlah uang yang beredar
c. harga kecenderungan spekulasi meluas
d. perdagangan spekulasi meluas
e. banyak orang belanja ke luar negeri
27. Dalam mengatasi inflasi pemerintah menggunakan cara-cara berikut ini , kecuali….
a. Menaikkan pajak d. pengawasan kredit selektif
b. Menurunkan suku bunga e. Mengurangi pengeluaran pemerintah
c. Menjual surat berharga
28. Perhatikan tabel berikut ini

Bulan Indeks Harga


Konsumen
Januari 2004 120,40
Februari 2004 124,26
Maret 2004 130,42

Berdasarkan tabel di atas maka laju inflasi untuk bulan Maret 2004 adalah….
a. 3,21% d. 5,11% E. 8,32%
b. 4,72% e. 8,32%
c. 4,96%
29. Untuk menyehatkan kondisi karena adanya inflasi maka pemerintah melalui bank
sentral dapat melakukan politik….
a. Politik pajak d. tight money
b. call money e. semua salah
c. Hot money
30. Berikut ini yang bukan merupakan dampak inflasi adalah….
a. jumlah uang yang beredar banyak
b. daya beli masyarakat menurun
c. dunia usaha semakin lesu
d. semakin banyak pengangguran
e. merosotnya tingkat kehidupan
31. Tinggi rendahnya kemakmuran suatu bangsa ditentukan dari….
a. tingkat GNP yang tinggi
b. besarnya volume uang yang beredar
c. luasnya lapangan kerja yang tersedia
d. potensi yang dimiliki oleh alam
e. banyaknya pengangguran
Bab 6 - Pendapatan Nasional 189

32. Pendapatan perkapita tertinggi dari tabel berikut ini terdapat pada negara….
Pendapatan Nasional Jumlah Penduduk
No Nama Negara
(miliar) (juta)

a. Negara R 42.000 120


b. Negara S 78.000 150
c. Negara T 96.000 160
d. Negara U 130.000 100
e. Negara V 180.000 300

33. Faktor yang mempengaruhi pendapatan perkapita setelah pendapatan nasional


adalah ….
a. Tabungan d. Investasi
b. Jumlah penduduk e. Tenaga kerja
c. Modal
34. Jika pertambahan pendapatan nasional suatu negara prosentasenya lebih besar dari
pada pertambahan penduduk maka hal ini menunjukkan....
a. akan terjadi keseimbangan pendapatan dalam masyarakat
b. tingkat kesejahteraan penduduk menurun
c. pendapatan perkapitanya akan turun
d. pendapatan perkapitanya akan meningkat
e. pertambahan penduduk lambat
35. Perhatikan tabel data pendapatan perkapita berbagai negara selama tahun 2000
berikut ini (dalam US$):
No Negara GNP per kapita

1 Filipina 1.040
2 Thailand 2.010
3 Korea Selatan 8.910
4 Hongaria 4.700
5 Meksiko 5.080
6 Indonesia 570
Menurut Bank Dunia negara yang termasuk dalam kategori low middle income
adalah ….
a. 1 dan 2 d. 1, 2 dan 6
b. 1 dan 6 e. 2, 4 dan 5
c. 4 dan 5
36. Di bawah ini adalah usaha-usaha untuk meningkatkan pendapatan nasional, kecuali ….
a. meningkatkan pembangunan di segala bidang, terutama pembangunan ekonomi
b. peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan
c. meminta bantuan modal kepada IMF dalam pelaksanaan pembangunan
d. mendorong peningkatan perkembangan industri kecil dan rumah tangga
e. memberikan kesempatan kepada perusahaan-perusahan agar mampu untuk
berkembang
190 E k o n o m i SMA - Kelas X

37. Salah satu upaya untuk meningkatan pendapatan perkapita dapat diusahan dengan ….
a. memperbesar jumlah tenaga kerja
b. memperbesar ekspor barang-barang modal
c. melakukan proteksi terhadap produk dalam negeri
d. meningkatkan produksi dengan mekanisasi
e. memperluas lapangan kerja
38. Bila 40% penduduk termiskin memperoleh pendapatan lebih dari 17% dari
keseluruhan pendapatan nasional maka menurut Bank Dunia hal tersebut tergolong
tingkat ketimpangan yang ….
a. tinggi
b. sedang
c. rendah
d. sangat tinggi
e. sangat rendah
39. Untuk mengukur merata tidaknya distribusi pendapatan nasional maka dapat
digunakan ....
a. Koefisien Lorenz
b. Koefisien Gini
c. Koefisien Elastisitas
d. Kurva Gini
e. Kurva penawaran
40. Salah satu kegunaan pendapatan perkapita dalam analisis perekonomian masyarakat
adalah .....
a. Untuk mengetahui tingkat susku bunga bank
b. Untuk mengetahui jumlah penduduk yang mengalami kekurangan
c. Untuk mengetahui tingkat kemakmuran masyarakat
d. Untuk mengetahui angka kelahiran dan kematian
e. Untuk mengetahui dan menelaah struktur ekonomi suatu negara

II. Isilah titik-titik berikut ini dengan jawaban yang benar!


1. Produk nasional bruto dikurangi dengan depresiasi akan menghasilkan ....
2. Ukuran paling umum yang digunakan untuk menilai kemakmuran suatu negara
adalah ....
3. Pendapatan nasional yang diperoleh dengan cara penyerahan faktor-faktor produksi
kepada Rumah tangga perusahaan adalah ....
4. Kita dapat mengetahui struktur perekonomian suatu negara dengan mempelajari ....
5. Untuk memberikan gambaran sebenarnya mengenai kemajuan ekonomi suatu
negara pendapatan nasional dihitung dengan harga ....
6. Pendapatan nasional dibagi dengan jumlah penduduk akan menghasilkan ....
7. Cara pendistribusian pendapatan nasional akan menentukan bagaimana pendapatan
nasional yang tinggi mampu menciptakan ....
Bab 6 - Pendapatan Nasional 191

8. Agar tidak terjadi perhitungan ganda, maka dalam menghitung pendapatan nasional
dalam metode produksi yang dihitung hanya ....
9. Dalam penghitungan pendapatan nasional yang berasal dari komponen luar negeri,
maka besarnya komponen ekspor dipengaruhi oleh ....
10. Selisih antara pendapatan yang diterima dan yang dibayarkan ke luar negeri disebut
dengan ....

III. Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan singkat !


1. Apa yang dimaksud dengan pendapatan perkapita?
2. Sebutkan tiga kegunaan pendapatan perkapita dalam analisa singkat kesejahteraan
masyarakat !
3. Jelaskan hubungan antara pendapatan nasional dengan pendapatan perkapita !
4. Apa perbedaan antara GDP dengan GNP ?
5. Sebutkan dan jelaskan manfaat perhitungan pendapatan nasional dalam kehidupan
ekonomi!
6. Apakah perbedaan produk nasional dengan pendapatan nasional?
7. Mengapa negara yang mempunyai hubungan internasional ada kecenderungan PNB
lebih kecil atau mungkin lebih besar dari pada PDB?
8. Bagaimana cara menghindari perhitungan ganda dalam penghitungan pendapatan
nasional?
9. Jelaskan kriteria yang dipakai bank dunia dalam menilai distribusi pendapatan
suatu negara!
10. Apa yang dimaksud dengan pendapatan disposible dan dari mana pendapatan
tersebut diperoleh?
11. Jelaskan perbedaan antar imported inflation dengan domestic inflation!
12. Faktor-faktor apa saja yang mendorong timbulnya inflasi?
13. Jelaskan dampak inflasi terhadap masyarakat!
14. Jelaskan proses terjadinya demand pull inflation dengan kurva, bagaimana cara
untuk mengatasinya?
15. Mengapa pemerintah terus mencetak uang meskipun kita tahu bahwa upaya tersebut
akan memicu terjadinya inflasi, jelaskan!

IV. Diskusi
Diskusikan dengan teman-teman Anda beberapa permasalahan yang terjadi dalam
inflasi dari pernyataan berikut:
“Dalam kondisi inflasi, banyak orang membeli barang (seperti tanah dan
bangunan), sedangkan pada saat deflasi orang banyak menabung”
192 E k o n o m i SMA - Kelas X

Tugas:
Sebutkan tindakan atau kebijakan pemerintah untuk mengatasi inflasi selama masa
perekonomian reformasi sekarang ini. (bahan dicari dari surat kabar, majalah dan
sumber-sumber lain)

Uji Kompetensi

Ø Coba anda lakukan pengamatan terhadap pola kehidupan masyarakat kita secara
umum, baik pola produksi maupun pola konsumsinya. Setelah itu anda renungkan
dan anda simpulkan apakah pola kehidupan masyarakat kita sekarang ini mampu
mendukung upaya peningkatan pendapatan nasional?
Ø Dari hasil pengamatan anda tersebut maka carilah solusi yang terbaik guna mengatasi
kendala-kendala yang terjadi agar pendapatan nasional bisa meningkat.
Bab 7 - Konsumsi dan Investasi 193

% KONSUMSI DAN INVESTASI

Tujuan Pembelajaran:

Setelah mempelajari bab ini diharapkan siswa mampu:


1. Mendeskripsikan fungsi konsumsi
2. Mendeskripsikan fungsi tabungan
3. Mendeskripsikan kurva permintaan investasi

Peta Konsep

Konsumsi dan Investasi

Konsumsi Tabungan Investasi

Kata Kunci

Konsumsi, Tabungan, Pendapatan, MPS, MPC, dan Investasi.

Pengantar

Setiap minggu atau setiap bulan sekali kalian selalu mendapat uang saku dari orang
tua bukan? Pernahkah kalian menyisihkan sebagian uang saku untuk di tabung? Jika
kalian seorang yang berperilaku hemat tentu sebagian uang saku kalian akan disisihkan
untuk ditabung. Dengan menabung berarti kalian memikirkan kebutuhan untuk berjaga-
jaga atau untuk masa mendatang. Demikian juga kalau kalian mengelola usaha, kalian
harus menyisihkan sebagian penghasilannya untuk pengembangan usaha.
194 E k o n o m i SMA - Kelas X

Bab ini secara khusus akan mempelajari tentang: Fungsi konsumsi, Fungsi
tabungan, dan Fungsi investasi. Materi tentang konsumsi dan investasi ini berkaitan dengan
pendapatan nasional, kebijakan makro ekonomi, perilaku produsen dan konsumen seperti
yang telah diuraikan di bab-bab sebelumnya. Oleh karena itu agar lebih memudahkan
untuk mempelajari bab ini, kalian sudah pahami materi-materi di bab-bab sebelumnya.
Adapun manfaat mempelajari materi dalam bab ini, kalian dapat menjelaskan peran
konsumsi dan investasi dalam kegiatan ekonomi, menjelaskan hubungan antara
pendapatan dengan konsumsi serta tabungan dan mampu menjelaskan faktor-faktor yang
mempengaruhi konsumsi dan tabungan. Kalian mampu menjelaskan pengaruh investasi
terhadap perekonomian termasuk faktor-faktor yang mempengaruhi investasi.

A. Konsumsi dan Tabungan

1. Pengertian Konsumsi (Consumption) dan Tabungan (Saving)


Jika kalian menyempatkan diri untuk makan pagi dengan menghabiskan
sepiring nasi sebelum berangkat ke Sekolah berarti kalian telah melakukan
kegiatan konsumsi. Demikian juga ketika berangkat ke sekolah kalian memakai
baju, sepatu serta tas, berarti kalian sedang melakukan kegiatan konsumsi.
Makan sepiring nasi berarti kalian melakukan kegiatan mengkonsumsi barang
yang habis dalam sekali pakai. Memakai baju, sepatu atau tas juga melakukan
kegiatan mengkonsumsi barang yang tidak habis dalam sekali pakai atau bisa
dipakai berualang-ulang.
Contoh-contoh aktivitas konsumsi di atas maka kalian dapat menyimpulkan
pengertian konsumsi adalah sebuah aktivitas guna menghabiskan atau
mengurangi nilai guna suatu barang. Contoh kegiatan mengkonsumsi sepiring
nasi (habis pakai), maka pengertian konsumsi adalah sebuah aktivitas guna
“menghabiskan” nilai guna suatu barang. Contoh memakai baju, sepatu atau
tas berarti kalian melakukan kegiatan mengkonsumsi barang yang tidak habis
dalam sekali pakai, maka pengertian konsumsi yang lebih tepat adalah sebuah
aktivitas guna “mengurangi” nilai guna suatu barang.
Kenyataan sehari-hari di masyarakat, didapat suatu pola bahwa pada
masyarakat yang tingkat pendapatannya masih rendah maka tingkat
konsumsinya-pun terbatas. Pada masyarakat yang tingkat pendapatannya
semakin tinggi maka konsumsinya-pun meningkat. Oleh karena itu, jika
konsumsi dikaitkan dengan tingkat pendapatan, di dapat pola hubungan semakin
tinggi tingkat pendapatan seseorang maka akan semakin tinggi tingkat konsumsi
seseorang. Dari hubungan ini dapat disimpulkan bahwa konsumsi merupakan
fungsi dari pendapatan siap pakai (disposable income). Sedangkan pendapatan
siap pakai adalah pendapatan setelah dikurangi pajak penghasilan.
Pola konsumsi masyarakat pada umumny tidak akan menghabiskan semua
pendapatannya untuk dikonsumsi. Biasanya akan ada sebagian pendapatan yang
disisihkan untuk ditabung. Oleh karena itu tabungan dapat diartikan sebagai
sisa pendapatan setelah dikurangi untuk konsumsi.
Bab 7 - Konsumsi dan Investasi 195

Tabungan juga diartikan sebagai pengurangan konsumsi saat ini, demi untuk
mengkonsumsi lebih banyak diwaktu yang akan datang. Tabungan dapat
memperbesar kapital/modal, yang pada akhirnya memperbesar pula kapasitas
produksi, sehingga akan semakin banyak barang dan jasa yang dihasilkan.
2. Fungsi Konsumsi dan Fungsi Tabungan
Hubungan antara tingkat konsumsi dan pendapatan diformulasikan dalam
fungsi konsumsi, sementara hubungan antara tingkat tabungan dengan tingkat
pendapatan dirumuskan dalam fungsi tabungan. Jadi fungsi konsumsi
menunjukkan hubungan antara tingkat konsumsi dengan tingkat pendapatan.
Sedangkan fungsi tabungan menunjukkan hubungan antara tabungan dengan
tingkat pendapatan. Bila pendapatan meningkat, konsumsi dan tabunganpun
ikut meningkat dengan proporsi yang lebih kecil dari kenaikan pendapatan.
Pendapatan merupakan penjumlahan antara konsumsi dan tabungan.
Tabel berikut ini untuk menunjukkan gambaran atau ilustrasi hubungan
tingkat pendapatan suatu masyarakat dengan tingkat konsumsi dan tingkat
tabungan yang ada di masyarakat tersebut.

Tabel 7.1. Hubungan Pendapatan, Konsumsi dan Tabungan


Pendapatan Konsumsi C Tabungan/ S
Titik (Kondisi)
(Trilyun Rp) (Trilyun Rp) (Trilyun Rp)

A 0 180 -180
B 150 285 -135
C 300 390 -90
D 450 495 -45
E 600 600 0
F 750 705 45
G 900 810 90

Dari tabel 7.1. di atas terlihat bahwa ada hubungan antara konsumsi dan
tabungan dengan pendapatan. Dari data juga tampak perubahan konsumsi dan
perubahan tabungan lebih kecil dari pada perubahan pendapatannya. Adapun
bentuk umum dari fungsi konsumsi sebagai berikut:

C = a + bY

Di mana:
a =Besarnya konsumsi pada saat pendapatan nasional sebesar nol atau dikenal
dengan sebutan konsumsi otonom
b = MPC yaitu angka yang menunjukkan besarnya marginal propensity to
consume adalah angka perbandingan antara besarnya perubahan konsumsi
dengan besarnya perubahan pendapatan nasional.
C = Tingkat Konsumsi Masyarakat
Y = Pendapatan Masyarakat
196 E k o n o m i SMA - Kelas X

Dalam bentuk persamaan, definisi b atau MPC tersebut dapat kita


formulasikan:

ΔC C2 – C1
b = MPC = ————— = —————
ΔY Y2 – Y1

Di mana:
b = MPC = Marginal Propensity to Consume (Hasrat konsumsi marginal)
ΔC = menunjukan besarnya perubahan konsumsi
ΔY = menunjukkan besarnya perubahan pendapatan nasional
C1 = tingkat konsumsi awal atau mula-mula
C2 = tingkat konsumsi akhir
Y1 = tingkat pendapatan mula-mula
Y2 = tingkat pendapatan akhir
Sementara saving atau tabungan yang dapat didefinisikan sebagai bagian
daripada pandapatan nasional yang tidak dikonsumsi atau sisa pendapatan
nasional setelah dikurangi tingkat konsumsinya, jadi dapat dirumuskan sebagai
berikut :

S = Y – C

Di mana:
S = Tingkat Tabungan
Y = Tingkat Pendapatan
C = Tingkat Konsumsi
Jika dari 2 (dua) persamaan di atas kita hubungkan dengan persamaan umum
fungsi konsumsi, maka akan didapatkan persamaan umum dari fungsi tabungan
atau saving sebagai berikut:

S = Y – C .......................... 1)
C = a + b .Y .......................... 2)
Dari 2 (dua) persamaan di atas, jika persamaan (2) disubstitusikan ke
persamaan (1) diperoleh persamaan:
S = Y – C
S = Y - ( a + b .Y )
S = Y – a – b .Y
S = ( 1 - b) .Y - a
S = - a + (1 - b) . Y ............. 3)
Karena MPC + MPS = 1 ; maka MPS = 1 – MPC atau MPS = 1 – b.
Dari konsep MPS = 1 - b, maka persamaan fungsi saving sebagaimana dalam
persamaan nomor 3 di atas dapat ditulis:

S = - a + (1 - b) . Y atau
Bab 7 - Konsumsi dan Investasi 197

S = - a + MPS . Y
Jadi fungsi konsumsi dan fungsi tabungan secara matematis dapat ditulis:

C = a + b .Y
S = - a + ( 1 – b ) .Y

Di mana:
C = Pengeluaran untuk konsumsi
S = Besarnya tabungan
a = Besarnya konsumsi pada saat pendapatan nol (Konsumsi Otonom)
b = Besarnya tambahan konsumsi yang disebabkan karena tambahan
pendapatan (MPC)
Y = Pendapatan yang siap dibelanjakan (disposable income)

3. Perhitungan Fungsi Konsumsi dan Fungsi Tabungan


Dari data pada tabel 7.1. di atas jika kalian akan menghitung fungsi
konsumsi dan fungsi tabungan, maka pertama kali kalian dapat mencari:
a. Fungsi Konsumsi
Dari data pada tabel 7.1, karena fungsinya garis linier atau garis lurus,
maka untuk mencari persamaan konsumsinya kita bisa menggunakan 2
(dua) titik.
Misal: Titik B yaitu Y = 150 ; C = 285 dan S = -135
Titik D yaitu Y = 450 ; C = 495 dan S = -45
Mencari Fungsi Konsumsi:
Rumus:

C = a + b.Y

Untuk mencari fungsi C, kita perlu mencari b (MPC) terlebih dulu:


C2 - C1 495 - 285 210
b = —————— = —————— = ——— = 0,70
Y2 - Y1 450 - 150 300
Setelah b ditemukan b = 0,70; maka langkah selanjutnya mencari “a”,
dengan cara menggunakan salah satu titik atau kondisi (misal dalam hal
ini kita memakai titik D dengan Y = 450 dan C = 495), kemudian
substitusikan ke persamaan.
C = a + b . Y.
495 = a + 0,70 . 450
a = 495 - 315
a = 180
Setelah a dan b diketahui, maka persamaan konsumsinya dapat diketahui:

C = 180 + 0,70 . Y
198 E k o n o m i SMA - Kelas X

b. Fungsi Tabungan
Dari data pada tabel 7.1, karena fungsinya garis linier atau garis lurus,
maka untuk mencari persamaan tabungannya kita bisa juga menggunakan
2 (dua) titik.
Misal: Kondisi atau titik B yaitu Y = 150 ; C = 285 dan S = -135
Kondisi atau titik D yaitu Y = 450 ; C = 495 dan S = -45
1) Mencari Fungsi Tabungan
Rumus : S = -a + (1 – b) . Y
S = -a + MPS . Y = -a + D S / D Y . Y
Untuk mencari fungsi S, kita perlu mencari MPS terlebih dulu:
S2 - S1 -45 - (-135) 90
MPS = ————— = ——————— = ———— = 0,30
Y2 - Y1 450 - 150 300
Setelah MPS ditemukan sebesar = 0,30; maka langkah selanjutnya
mencari “a”, dengan cara menggunakan salah satu titik atau kondisi
(misal dalam hal ini kita memakai titik D dengan Y = 450 dan S = -
45), kemudian substitusikan ke persamaan.
S = -a + MPS. Y.
-45 = -a + 0,30 . 450
a = 45 + 135
a = 180
Setelah “a” dan “MPS” diketahui, maka persamaan tabungannya
dapat diketahui:

S = -180 + 0,30 . Y

2) Mencari Fungsi Tabungan, jika fungsi C sudah diketahui


Untuk mencari fungsi S, jika fungsi C sudah diketahui atau ditemukan
terlebih dulu
C = a + b . Y ; di mana a = 180 dan b = 0,70 ,
maka fungsi C dapat ditulis:
C = 180 + 0,70 . Y
Untuk merubah dari fungsi C menjadi fungsi S;
S = -a + MPS . Y ; atau
S = -a + (1 – b) Y
S = -180 + (1 - 0,70) . Y
Maka fungsi S dapat dicari, yaitu:
S = -180 + 0,30 . Y
Bab 7 - Konsumsi dan Investasi 199

4. Mengambar Grafik Fungsi Konsumsi dan Fungsi Tabungan


Berdasarkan data pada tabel 7.1. di atas, jika digambarkan dalam sebuah
grafik fungsi Pendapatan, fungsi Konsumsi dan fungsi Tabungan akan tampak
sebagai mana gambar berikut:

C Y=C

C=a+b.Y
C = 180 + 0,70 . Y

E
600
S = -a + (1 - b) . Y
S = -180 + 0,30 . Y

180
a Saving
0
-a 600 Y (Income)
-180
Disaving

Grafik 7.1. Gambar Grafik Fungsi Konsumsi dan Fungsi Tabungan

Keterangan :
1. Garis OE ( Y = C) adalah garis yang melalui titik origin (titik 0) atau sudut
45 derajad sebagai garis yang menunjukkan berbagai tingkat pendapatan
= besarnya konsumsi
2. Titik E disebut titik Break Event Point atau kondisi ketika semua
pendapatannya habis dikonsumsi, dengan kata lain tabungan atau S = 0
3. C adalah garis fungsi konsumsi = besarnya konsumsi pada berbagai tingkat
pendapatan
4. S = garis fungsi tabungan, yaitu besarnya saving pada setiap tingkat
pendapatan

5. Marginal Propensity to Save (MPS) dan Average Propensity


to Save (APS)
Pada fungsi konsumsi kita mengenal Marginal Propensity to Consume dan
Average Propensity to Consume. Pada fungsi saving-pun kita juga mengenal
Marginal Propensity to Save dan Average Propensity to Save. Yang dimaksud
dengan Marginal Propensity to Save adalah perbandingan antara
bertambahnya saving dengan bertambahnya pendapatan nasional yang
mengakibatkan bertambahnya saving. Oleh karena itu perumusannya MPS ialah:

ΔS S2 - S1
MPS = ——————— = ———————
ΔY Y2 - Y1
200 E k o n o m i SMA - Kelas X

Jika fungsi saving berbentuk garis lurus besarnya nilai MPS, mengandung
makna bahwa besarnya marginal propensity to save pada semua tingkat
pendapatan nasional adalah sama.
Sedangkan yang dimaksud dengan Average Propensity to Save adalah
perbandingan besarnya saving pada suatu tingkat pendapatan nasional
dengan besarnya pendapatan nasional bersangkutan. Jadi formula atau
rumusannya adalah:
Sn
APSn =
yn
Jika kita perhatikan bahwa untuk fungsi konsumsi berbentuk garis lurus
maka fungsi savingnya-pun akan berbentuk garis lurus. Untuk fungsi saving
garis lurus ini, besarnya Average Propensity to Save berbeda-beda tergantung
kepada tinggi rendahnya pendapatan nasional, semakin tingkat pendapatan maka
semakin besar pula angka average propensity to save-nya. Contoh pada kondisi
tingkat-tingkat pendapatan di bawah tingkat nasional “break-even”, angka
average propensity to save-nya mempunyai tanda negatif, sebaliknya, pada
tingkat-tingkat pendapatan nasional di atas tingkat pendapatan nasional break-
even, average propensity to save akan selalu positif. Sedangkan pada tingkat
pendapatan break-even, angka average propensity to save-nya akan sama dengan
nol, oleh karena, seperti di atas kita terangkan, yang dimaksud dengan tingkat
pendapatan break-even ialah tingkat pendapatan nasional di mana seluruh
pendapatan digunakan untuk konsumsi, berarti pada tingkat pendapatan break-
even maka besarnya saving sama dengan nol.
6. Hubungan antara MPC dengan MPS, dan APC dengan APS
Hubungan antara Marginal Propensity to Consume dengan Marginal
Propensity to Save dapat kita nyatakan sebagai berikut: MPC + MPS = 1
Atau bisa dinyatakan dengan cara lain: MPC = 1 – MPS Atau MPS = 1 –
MPC
Pembuktian dari perumusan tersebut adalah sebagai berikut:
Y = C + S ; maka DY= DC + DS
Kalau ruas kanan dan ruas kiri masing-masing kita bagi dengan DY, maka-
hasilnya:
ΔY ΔC + ΔS
=
ΔY ΔY
ΔC ΔS
1 = +
ΔY ΔY
1 = MPC + MPS
Hubungan antara Average Propensity to Consume dengan Average
Propensity to Save adalah mirip dengan hubungan antara Marginal Propensity
to Consume dengan Marginal Propensity to Save yaitu :
APCn + APSn = 1 Atau APCn = 1 – APSn atau APSn = 1 – APCn 1 =
APCn + APSn
Bab 7 - Konsumsi dan Investasi 201

Berikut ini contoh perhitungan yang menunjukkan hubungan antara


pendapatan, konsumsi, saving, average propensity to consume, average
propensity to save, marginal propensity to consume dan marginal propensity
to save dengan menggunakan data dari Tabel 7.1. Nilai perhitungan tertera
dalam tabel 7.2
Tabel 7.2. Perhitungan APC, APS, MPC dan MPS

Pendapatan Y Konsumsi C Tabungan/ S APC APS MPC MPS


(Trilyun Rp) (Trilyun Rp) (Trilyun Rp)

0 180 -180 - - - -
150 285 -135 1,90 -0,90 0,70 0,30
300 390 -90 1,30 -0,30 0,70 0,30
450 495 -45 1,10 -0,10 0,70 0,30
600 600 0 1 0 0,70 0,30
750 705 45 0,94 0,06 0,70 0,30
900 810 90 0,90 0,10 0,70 0,30

7. Kasus-kasus Fungsi Konsumsi dan Fungsi Tabungan


Sebagai mana dikemukakan di depan, rumus umum daripada fungsi
konsumsi adalah C = a + b . Y atau C = a + MPC . Y, maka perumusan kembali
daripada fungsi konsumsi ini ialah :

C = (APC n – MPC) Yn + MPC.

Berdasarkan perumusan di atas, berikut ini merupakan contoh kasus


menemukan fungsi konsumsi. Jika diketahui data tingkat pendapatan dan tingkat
konsumsi suatu masyarakat sebagai berikut:
a. Pada tingkat pendapatan nasional per tahunnya sebesar Rp 750,- miliar,
besarnya konsumsi sebesar Rp 705,- miliar per tahun.
b. Pada tingkat pendapatan nasional sebesar Rp 900,- milyar per tahun,
besarnya konsumsi per tahunnya Rp 810,- milyar.
Dari kasus di atas, pertanyaannya adalah:
a. Carilah fungsi konsumsinya!
b. Carilah berapa besarnya tingkat pendapatan nasional pada kondisi Break-
event point?
Jawab:
a. Mencari besarnya APC pada tingkat konsumsi 810;
APC810 = C810/Y900 = 810/900 = 0,90
Mencari nilai atau besarnya MPC:
MPC : DC / DY = (C810 – C705) : (Y900 – Y750)
= (810 – 705) : (900 – 750)
= 105 : 150
= 0,70.
202 E k o n o m i SMA - Kelas X

Dengan menggunakan rumus:


C = (APCn – MPC) . Yn + MPC . Y
= (0,90 – 0,70) .900 + 0,70 . Y
= 0,20 x 900 + 0,70 . Y
C = 180 + 0,70 . Y
b. Tingkat pendapatan break-event (break-event level of income), yaitu tingkat
pendapatan di mana besarnya pendapatan sama dengan besarnya
pengeluaran untuk konsumsi.
Jadi : Y = C ⇒ Y – C = 0
Y – (180 + 0,70 Y) = 0
Y – 0,70 Y – 180 = 0
0,30 . Y – 180 = 0
0,30 Y = 180
Y = 600
Dari kasus di atas dapat disimpulkan bahwa persamaan fungsi konsumsinya
adalah C = 180 + 0,70 .Y dan tingkat pendapatan break-event sebesar
Rp.600 milyar rupiah per tahun.
Contoh :
Menentukan fungsi tabungan/saving
Jika diketahui: Fungsi konsumsi suatu masyarakat mempunyai persamaan:
C = 180 + 0,70 Y. Berdasarkan data di atas, carilah fungsi saving masyarakat tersebut!
Jawab:
Dengan menggunakan perumusan
S = - a + (1 – b) . Y
S = - 180 + (1 – 0,70) . Y
S = - 180 + 0,30 . Y

8. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Tingkat Konsumsi dan


Tabungan
Ada banyak faktor yang dapat mempengaruhi besarnya konsumsi dan
tabungan suatu masyarakat. Secara umum faktor-faktor yang dapat mepengaruhi
fungsi konsumsi dan fungsi tabungan suatu masyarakat antara lain:
a. Distribusi Pendapatan Nasional
Jika distribusi pendapatan masyarakat semakin merata, maka akan
semakin tinggi pengeluaran konsumsi masyarakat tersebut.
b. Kekayaan Masyarakat dalam Bentuk Alat Likuid
Semakin banyak alat likuid yang ada dalam masyarakat, dengan
tingkat pendapatan yang sama ada kecenderungan jumlah pengeluaran
konsumsi akan lebih besar dari pada keadaan di mana alat likuid dalam
masyarakat sedikit.
Bab 7 - Konsumsi dan Investasi 203

c. Pendapatan akan diterima di masa yang akan datang


(Expected Income)
Expected income akan berpengaruh pada besarnya pengeluaran
konsumsi masa sekarang. Semakin besar expected income, semakin besar
pula pengeluaran konsumsinya. Demikian juga sebaliknya, semakin rendah
expected income maka akan semakin kecil pengeluaran konsumsinya.
d. Jumlah Penduduk
Jumlah penduduk, akan berpengaruh pada pengeluaran konsumsi
suatu masyarakat. Suatu perekonomian yang penduduknya relatif banyak,
pengeluarannya untuk konsumsi pun akan lebih besar daripada
perekonomian yang jumlah penduduknya sedikit, meskipun pendapatan
nasional kedua masyarakat tersebut sama besarnya.
e. Pendapatan tertinggi yang pernah dicapai pada masa lampau
Pengeluaran konsumsi masyarakat dipengaruhi juga oleh tingkat
pendapatan tertinggi yang pernah dicapainya.
f. Harapan/expectasi masyarakat akan adanya perubahan harga
Jika diperkirakan harga akan naik, maka masyarakat ada tendensi
untuk menggunakan uangnya untuk membeli barang dan jasa, sekalipun
pendapatan masyarakat tidak berubah. Maka dengan demikian fungsi
konsumsi akan bergeser keatas.
g. Struktur Pajak
Pajak yang bersifat progresif dapat menyebabkan kenaikan fungsi
konsumsi. Dan adanya perubahan struktur pajak akan mempengaruhi
fungsi konsumsi masyarakat.
h. Sikap masyarakat terhadap kehematan (Attitude toward Thrift)
Fungsi konsumsi masyarakat yang sebenarnya, banyak dipengaruhi
oleh kebiasaan dan tingkah laku masyarakat itu sendiri terhadap sifat hemat.
Makin hemat suatu masyarakat, makin rendahlah MPC nya.Tingkah laku
seseorang terhadap kehematan dipengaruhi oleh time-preference-nya, yaitu
pemilihan waktu tentang konsumsi masyarakat yang lebih penting, antara
konsumsi waktu sekarang dengan konsumsi waktu kemudian.
i. Selera
Perbedaan selera masyarakat dalam berkonsumsi akan berpengaruh
terhadap fungsi konsumsinya. Bila masyarakat memiliki selera yang
menurun dalam konsumsi, maka fungsi konsumsi jangka pendek bergeser
ke bawah.
j. Faktor Sosial Ekonomi
Faktor sosial ekonomi misalnya; umur, pendidikan, jenis kelamin,
pekerjaan, keadaan keluarga, ini akan berpengaruh pada pengeluaran
204 E k o n o m i SMA - Kelas X

konsumsinya, yang kemudian akan menyebabkan pergeseran fungsi


konsumsi.
k. Keuntungan/kerugian kapital (Windfall Gain)
Keuntungan kapital, yaitu dengan naiknya keuntungan bersih dari
kapital akan mendorong bertambahnya konsumsi, sebaliknya adanya
kerugian kapital akan mengurangi konsumsi .
l. Tingkat Bunga (Rate of Interest)
Tingkat bunga akan berpengaruh terhadap besarnya tingkat
konsumsi. Semakin tinggi tingkat akan cenderung mengurangi besarnya
tingkat konsumsi masyarakat tersebut. Sedangkan semakin rendah tingkat
bunga akan cenderung menaikkan tingkat konsumsi masyarakat tersebut.

Tugas:
Kerjakan secara individu!
1. Ketika pendapatan masyarakat sebesar Rp 500 milyar, tingkat konsumsinya
sebesar Rp 400 milyard. Saat pendapatan masyarakat tersebut naik menjadi
Rp 600 milyar, tingkat konsumsinya naik menjadi Rp 480 milyar. Carilah
fungsi konsumsinya, fungsi tabungan dan break event pointnya?
2. Kalian pasti mengetahui pentingnya tabungan bagi pembangunan nasional
bukan? Coba tuliskan apa saja peran tabungan bagi pembangunan nasional?
3. Identifikasikan minimum 5 faktor yang dapat mempengaruhi fungsi
konsumsi dan fungsi tabungan.
Hasilnya dikumpulkan kepada guru kalian!

B. Investasi

1. Pengertian Investasi
Pengertian investasi diartikan sebagai pengeluaran yang ditujukan untuk
menambah atau mempertahankan persediaan modal atau persediaan kapital
(capital stock). Perlu kita sadari bahwa pengertian investasi dalam ekonomi
berbeda dengan istilah investasi yang dipergunakan sehari-hari. Contoh
pembelian barang maupun jasa seperti gedung, mesin, peralatan dan pendidikan
dapat digolongkan sebagai investasi, tetapi pembelian surat berharga seperti
obligasi, dan saham bukan merupakan investasi dalam pengertian ekonomi,
alasannya karena pembelian obligasi dan saham hanya merupakan pertukaran
kertas berharga dan tidak ada kapasitas produksi baru yang diciptakan. Dalam
pertukaran kertas berharga tersebut tidak ada investasi real dalam perekonomian.
Tetapi jika seseorang memiliki saham kemudian dijual dan uangnya
dipergunakan untuk membeli mesin-mesin, gedung dan peralatan lain, maka
pengeluaran ini dapat diartikan sebagai investasi dalam arti ekonomi.
2. Penggolongan Investasi
Bab 7 - Konsumsi dan Investasi 205

Secara garis besar investasi dapat digolongkan menjadi 5 (lima) macam


yaitu:
a. Investasi tetap, investasi perusahaan yang terdiri dari: pengeluaran
perusahaan untuk mesin-mesin, perlengkapan, bangunan yang semuanya
bersifat tahan lama.
b. Investasi untuk perumahan khususnya rumah tempat tinggal.
c. Investasi yang berupa penambahan persediaan atau inventory.
d. Investasi Bruto atau Investasi Kotor yaitu semua tambahan barang-barang
modal (stock capital) selama periode tertentu, baik tambahan yang benar-
benar baru ataupun tambahan barang-barang modal yang sifatnya untuk
penggantian barang-barang modal yang sudah ada (replecement).
e. Investasi Netto atau Investasi Bersih yaitu semua tambahan barang-barang
modal (stock capital) selama periode tertentu yang benar-benar baru. Dalam
investasi bersih ini tidak diperhitungkan tambahan barang-barang modal
yang sifatnya untuk penggantian barang-barang modal yang sudah ada
(replecement). Investasi Netto bisa dicari dari Investasi Bruto dikurangi
dengan penggantian (replacement) atau untuk penyusutan (depresiasi).
Contoh :
Sebuah perusahaan otobus di tahun 2005 memiliki 50 unit bus. Selama tahun 2005
itu ada 5 unit bus yang sudah tidak bisa dipakai mengingat umur ekonomis yang
sudah habis atau sudah tidak menguntungkan lagi kalau dioperasionalkan, sehingga
pengusaha memutuskan menghentikan operasional 5 unit bus yang sudah tidak
layak lagi. Pengusaha bus tersebut selama tahun 2005 melakukan pembelian 10
unit bus masing-masing seharga Rp 900 juta sehingga total dana yang dikeluarkan
sebesar Rp 9 milyar. Dengan tambahan 10 bus baru tetapi ada 5 buah bus yang
tidak dioperasionalkan lagi maka jumlah bus yang dapat dioperasional oleh
pengusaha bus tersebut setelah melakukan pembelian 10 unit hanya berjumlah 55
unit. Dari kasus di atas, maka dapat disimpulkan besarnya investasi bruto
perusahaan tersebut sebesar Rp9 milyar, tetapi investasi netto-nya hanya 5 unit
bus yang dianggap benar-benar baru dan bukan sebagai penggantian dari armada
bus yang sudah ada. Jadi nilai investasi netto-nya berjumlah Rp900 juta x 5 unit
bus atau sebesar Rp4,5 milyar.

3. Konsep Nilai Waktu dari Uang (Present Value of Money).


Dalam konsep nilai waktu dari uang kita mengenal 2 (dua) macam, yaitu:
a. Konsep Nilai Sekarang (Present Value)
Konsep nilai sekarang digunakan untuk menilai arus kas masuk yang
akan diterima di masa yang datang, jika dinilai sekarang. Pengertian lain
mengetahui bagaimana menghitung nilai sekarang untuk returnyang akan
diterima di waktu yang akan datang.
206 E k o n o m i SMA - Kelas X

Rumus Umum:

PV = FV ( 1 + r ) –n atau PV = FV/ (1 - r) n

Di mana: PV= Nilai Sekarang (Present Value)


FV= Nilai yang akan datang (Future Value)
r = tingkat bunga yang berlaku
n = jangka waktu dalam tahun
Contoh :
1. Anik akan diberi uang oleh orangtuanya sebesar Rp10.000.000,00, tetapi uang
tersebut baru akan diterimakan 2 tahun mendatang. Jika bunga yang berlaku sebesar
10% per tahun, berapa uang Ani jika dinilai sekarang?
PV = Rp10.000.000,00 / (1 + 0,10) 2
= Rp10.000.000,00 / 1,21
= Rp8.264.462,80
2. Sebuah proyek di akhir tahun pertama mendapatkan hasil Rp 30 juta, dan diakhir
tahun ke dua mendapatkan hasil Rp 40 juta. Berapa nilai sekarang (present value)
dari hasil proyek di atas jika bunga pasar (r) sebesar 10%.
tahun
0 1 2
PV = ? Rp 30 juta Rp 40 juta

PV = Rp 30 juta/ (1 + 0,10)-1 + Rp 40 juta/ (1 + 0,10)-2


PV = Rp 27,273 juta + Rp 33,058 juta
= Rp 60,331 juta
Dari perhitungan di atas maka nilai sekarang dari sejumlah uang yang akan diterima
di masa yang akan datang tentunya akan menjadi lebih kecil, karena adanya unsur
pengurang atau discount factor.

b. Konsep Nilai Mendatang (Future Value)


Konsep nilai mendatang atau yang akan datang digunakan untuk
menilai dana yang dimiliki saat ini bila dihitung di masa yang datang.
Pengertian lain untuk menghitung nilai yang akan datang dari sejumlah
uang yang dimiliki saat ini.
Rumus Umum :

FV = PV ( 1 + r ) n

Di mana: PV = Nilai Sekarang (Present Value)


FV = Nilai yang akan dating (Future Value)
r = tingkat bunga yang berlaku
n = jangka waktu dalam tahun
Bab 7 - Konsumsi dan Investasi 207

Contoh :
Bagus saat ini mempunyai uang sebesar Rp10.000.000,00. Jika bunga yang berlaku
sebesar 10% per tahun, berapa uang Bagus 2 tahun mendatang?
FV = Rp10.000.000,00 . (1 + 0,10) 2
= Rp10.000.000,00 . 1,21
= Rp12.100.000,00
Dari perhitungan di atas maka nilai yang akan datang dari sejumlah uang yang
dimiliki saat ini tentunya akan menjadi lebih besar, karena adanya unsur pengali
atau coumponding factor.

4. Marginal Efficiency of Capital (MEC) dan Marginal Efficiency


of Investment (MEI)
Dalam investasi, sebagaimana kita ketahui hubungan antara tingkat bunga
dan investasi bersifat negatif, hal ini mengandung arti bahwa semakin tinggi
tingkat bunga semakin rendah tingkat investasi. Sebaliknya semakin rendah
tingkat bunga maka akan semakin tinggi tingkat investasinya. Mengapa
demikian? Hal ini bisa dijelaskan bahwa seorang investor dalam berinvestasi
tentunya akan mempertimbangkan hasil yang akan diperolehnya (return) dan
resiko (risk) yang dihadapinya. Jika dikaitkan dengan tingkat bunga (rate of
interest) yang berlaku misal tingkat bunga pasar (bisa diwakili dengan tingkat
bunga deposito), investor akan melihat bunga deposito sebagai salah satu
alternatif menanamkan uangnya dengan hasil tertentu dan resikonya nol.
Dari uraian di atas wajarlah jika seorang investor akan melihat bunga pasar
(bunga bank/bunga deposito) sebagai acuan atau pertimbangan ia mau
berinvestasi atau tidak. Perilaku investor akan melihat tingkat bunga yang
berlaku sebagai bahan pertimbangan, jika bunga bank tinggi maka ia akan lebih
tertarik menanamkan dananya di bank daripada berinvestasi langsung, oleh
karena itu ketika bunga bank tinggi investasi cenderung rendah. Sebaliknya
jika bunga bank rendah investor akan lebih tertarik berinvestasi langsung
daripada menanamkan dananya di bank, di sisi lain pengusaha/investor juga
akan berani pinjam bank dan menanamkan dananya untuk investasi. Jadi wajar
jika bunga bank rendah investasi cenderung meningkat. Hubungan tersebut
jika digambarkan dalam bentuk kurva maka kurvanya disebut kurva Marginal
Efficiency of Capital (MEC) dan kurva Marginal Efficiency of Investment
(MEI). Kurva MEC merupakan kurva yang menunjukkan hubungan negatif
antara Investasi (I) dan tingkat bunga (rate of interest = ri), di mana diasumsikan
pertimbangan investor hanya perbandingan antara besarnya hasil (Return = R)
dan tingkat bunga (ri), faktor-faktor lain yang mempengaruhi investasi
diabaikan. Keputusan investor, jika R > ri, atau return lebih besar dari tingkat
bunga maka investasi akan dilakukan, tetapi sebaliknya jika R < ri atau return
lebih kecil dari tingkat bunga investasi tidak dilakukan.
208 E k o n o m i SMA - Kelas X

Konsep Marginal Efficiency of Capital (MEC) sebenarnya sama dengan


pengertian Internal Rate of Return (IRR). IRR sendiri dapat diartikan sebagai
suatu tingkat bunga yang menyebabkan nilai sekarang dari arus kas masuk
bersih proyek (Proceed atau dikenal Present Value Cash Inflow) akan sama
dengan nilai sekarang dari arus kas keluar (Outlay atau Present Value Cash
Outflow). Keputusan yang diambil investor adalah dengan membandingkan
IRR dengan bunga yang berlaku (bunga pasar atau bisa tingkat bunga yang
disyaratkan pemodal). Jika IRR > bunga yang disyaratkan, maka proyek layak.
Sebaliknya jika IRR < bunga yang disyaratkan maka proyek tidak layak.
Penilaian usulan proyek juga bisa digunakan kriteria Nett Present Value
(NPV = Nilai bersih Sekarang). Proyek layak jika NPV positif dan proyek
tidak layak jika NPV negatif. NPV dapat dicari dari Nilai Sekarang Arus Kas
Masuk (Present Value Cash Inflow = PV CIF) – Nilai Sekarang Arus Kas Keluar
(Present Value Cash Outflow = PV COF). Atau dapat diformulasikan sebagai
berikut:

NPV = PV CIF - PV COF

Dari konsep MEC untuk suatu usulan proyek, sebenarnya nilai MEC akan
tergantung dari Nilai/Biaya Aktiva sekarang (CA), Jumlah Dana yang dihasilkan
Selama Umur Proyek (MA) dan Distribusi dari pendapatan atau dana yang
dihasilkan (DA). Jadi nilai atau besarnya MEC dapat diformulasikan:

MEC = f (CA, MA, DA)

Perhitungan bisa dilakukan dengan mencari “r” atau tingkat bunga yang
menyebabkan, perhitungan “r” bisa dilakukan dengan mencoba-coba “r” atau
trial and error atau bisa dengan software excel.

PV COF = PV CIF

Contoh :
Contoh Perhitungan MEC atau IRR
Sebuah usulan investasi berupa pembelian mesin membutuhkan seharga Rp 100
juta. Umur mesin 3 tahun dan nilai sisa (residu mesin) di akhir tahun ke 3 senilai
Rp 30 juta. Pendapatan bersih mesin di akhir tahun 1 = sebesar Rp 40 juta, akhir
tahun ke 2 Rp40juta dan di akhir tahun ke 3 sebesar Rp 25 juta.
Tahun
0 1 2 3
-100 juta +40 juta +40 juta +25 juta
Residu +30 juta
Jika tingkat bunga yang disyaratkan pemodal sebesar 12% layakah proyek usulan
pembelian mesin di atas?
Bab 7 - Konsumsi dan Investasi 209

Jawab:
MEC = IRR = ? Mencari “r” à PV COF = PV CIF
PVCOF = 100 juta
PV CIF= [ 40 juta/(1 + r)-1 ] + [ 40juta/(1 + r)-2 ] + [ 55 juta/(1 + r)-3 ]
100 juta = [ 40 juta/(1 + r)-1 ] + [ 40juta/(1 + r)-2 ] + [ 55 juta/(1 + r)-3 ]
Dengan mencoba-coba (trial and error) berbagai “r” atau bisa menggunakan soft-
ware excel pada menu fungsi (fx) financial IRR, ditemukan r = 15,68%. Karena
IRR atau MEC yang diperoleh > tingkat bunga yang disyaratkan pemodal, maka
usalan pembelian mesin di atas layak dilaksanakan.

Kenyataan di masyarakat atau di lapangan ternyata proses investasi tidak


sesederhana yang ada dalam teori. Walaupun R > ri, ada saja investor yang
tidak berhasil menjalankan proyek itu, karena dalam memperebutkan proyek
itu investor harus bersaing. Persaingan memperebutkan proyek itu diperlukan
biaya, keahlian bersaing, kiat negosiasi dan lain-lain. Oleh karena itu, besar
kecilnya porsi dari nilai proyek yang dapat diperoleh tergantung pada
kemampuan dan kekuatan investor tersebut dalam proses memperebutkan
proyek. Dalam kasus riil, hubungan antara tingkat bunga (ri) dan besarnya
Investasi (I) di sini tidak hanya berdasarkan pada pertimbangan antara besarnya
R dan ri saja, tetapi juga dipengaruhi oleh faktor-faktor yang memengaruhi
kekuatan tawar untuk memperoleh proyek tersebut. Nah, hubungan antara ri
dan I yang memasukkan unsur kekuatan tawar tersebut jika digambarkan dalam
kurva akan membentuk kurva Marginal Efficiency of Investment (MEI). Jika
digambarkan dalam kurva, kurva MEI di sebelah kiri kurva MEC.
Pengertian MEI ini sebenarnya berkaitan dengan permintaan barang-barang
kapital bagi suatu perusahaan, dengan anggapan bahwa penerimaan (aliran kas)
dari proyek investasi tersedia dan diketahui secara pasti oleh perusahaan. Pada
permintaan barang-barang kapital menggambarkan antara jumlah investasi dan
besarnya keuntungan dari investasi tersebut. Kurve MEC dan MEI dapat dilihat
pada gambar berikut:
ri

MEI MEC
0
I
Grafik 7.2. Kurva MEC dan MEI
210 E k o n o m i SMA - Kelas X

5. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pengeluaran Investasi.


Pengeluaran untuk investasi dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain:
a. Tingkat suku bunga ( r = ri), jadi dapat dirumuskan I = f(r = ri). Hal
ini dapat diartikan bahwa tinggi rendahnya tingkat investasi
merupakan fungsi dari tingkat suku bunga.
b. Tingkat Pendapatan, investasi tergantung juga dari tingkat
pendapatan, sehingga dapat dirumuskan I = f (Y)
Jadi, secara keseluruhan investasi ditentukan oleh suku bunga (r =
ri) dan pendapatan (Y), sehingga dapat ditulis I = f (r = ri,Y)
ri

I = f(ri, Y1)
I = f(ri, Yo)
O Io I1
Grafik 7.3. Kurva I = f(r = ri, Y)

Kasus ini dapat dijelaskan lebih lanjut, bahwa melalui kurva MEC kita
dapat mengetahui besarnya investasi, dengan catatan bunga pasar diketahui.
Dengan demikian, bila suku bunga dan MEC diketahui, kita otomatis bisa
mengetahui berapa besarnya investasi yang dilaksanakan.
Secara grafik dapat dijelaskan sebagai berikut:
MEC (r) r (ri)

MEC0 r0

MEC1 r1
I(r)
MEC

0 I0 I1 I 0 I0 I1 I
Gambar 7.4 Kurva MEC dan Investasi

Dari gambar 7.4 di atas, diketahui dengan MEC0 dan r0; investasi yang
dilakukan sebesar I0 dan MEC1 dan r = r1, investasi sebesar I1. Dengan
demikian kita akan memperoleh hubungan antara I dan r atau I = I (r).
Bab 7 - Konsumsi dan Investasi 211

c. Social Over Head Capital (SOC), semakin banyak SOC semakin tinggi
pulalah MEI.
d. Populasi Penduduk, semakin besar bertambahnya penduduk akan semakin
bertambah permintaan barang-barang/jasa-jasa, sehingga akan menaikkan
harga. Naiknya harga akan menaikkan annual rate of income, sehingga
MEI pun akan naik
e. Penemuan dan inovasi teknologi (Technological Invention dan Inovation)
yang mengakibatkan berkurangnya biaya-biaya produksi (cost reducing)
akan mengakibatkan naiknya MEI.
f. Akumulasi modal (Capital Accumulation). Makin banyak akumulasi
kapitaal akan semakin rendahlah tingkat MEI.
g. Kepercayaan terhadap situasi perdagangan dimasa depan (state of business
confience). Sikap optimis terhadap kemungkinan hari depan akan
menaikkan MEI.
h. Struktur pajak. Struktur pajak yang memberatkan produsen akan berakibat
menakutkan dan merendahkan MEI.

Tugas:
Kerjakan secara Individu!
1. Jika kalian saat ini mempunyai uang sebesar Rp10 juta, bunga bank sebesar 12%
bunga majemuk. Berapakah uang kalian 2 tahun kemudian?
2. Jika kalian akan menerima uang sebesar Rp20 juta, tetapi uang itu baru akan diterima
3 tahun lagi, bunga bank sebesar 10%. Berapakah uang kalian saat ini?
3. Sebuah mesin memerlukan dana sebesar Rp80juta, bisa dipakai selama 3 tahun
residu nol. Hasil bersih tiap tahun selama 3 tahun berturut-turut sebesar Rp40 juta,
Rp30 juta dan Rp 30 juta. Jika tingkat bunga yang berlaku 12%, layakah usulan
pembelian mesin tersebut?
Hasilnya dikumpulkan kepada guru kalian!

C. Kaitan Pendapatan Nasional, Konsumsi, Tabungan dan


Investasi

1. Kondisi Keseimbangan Umum (Ekuilibrium)


Konsep pendapatan nasional dilihat dari segi sumber atau asalnya, terdiri
dari pendapatan yang dipakai untuk konsumsi dan untuk tabungan (saving)
bagi rumah tangga konsumen. Bagi rumah tangga produsen pendapatan nasional
unsurnya terdiri dari pendapatan yang dikeluarkan untuk konsumsi dan untuk
investasi. Jadi Y = C + S untuk rumah tangga konsumen dan Y = C + I, untuk
rumah tangga produsen.
Sedangkan yang dimaksud dengan pendapatan nasional ekulibrium ialah
tingkat pendapatan nasional di mana tidak ada kekuatan ekonomi yang
mempunyai tendensi untuk mengubahnya.
212 E k o n o m i SMA - Kelas X

Ini berarti bahwa pendapatan nasional akan ada dalam keadaan ekulibrium
apabila dipenuhi syarat, yaitu Y = C + S; sementara di sisi lain Y = C + I, dan
pendapatan nasional akan mencapai ekulibrium bilamana dipenuhi syarat
tabungan akan sama dengan investasi atau ketika S = I.
2. Pendapatan Nasional Ekuilibrium
Dengan menggunakan syarat S = I, di mana persamaan S = I dapat diuraikan
lagi menjadi:
S = I
Y–C =I
Y- (a + bY) = I
Y- a – bY= I
Y – bY = a+I
(1 – b)Y = a+I

1
Y = ———— . ( a + I )
1 - b

Contoh :

Menghitung Tingkat Pendapatan Ekuilibrium


Diketahui :
a. Fungsi konsumsi per tahun : C = Rp100 milyar + 0,75 .Y
b. Besarnya investasi pertahun : I = Rp 80 milyar
Ditanyakan:
a. Hitunglah besarnya pendapatan nasional ekuilibrium
b. Hitunglah besarnya konsumsi ekuilibrium .
c. Hitunglah besarnya saving ekulibrium .
Jawab :
a. Besarnya pendapatan nasional ekulibrium:
Y = [1/( 1 – 0,75)] .(100 + 80)
Y = 4 . (180)
= 720 milyar
b. Besarnya konsumsi ekuilibrium:
C = 100 + 0,75 . Y
C = 100 + 0,75 . 720
C = 100 + 540
C = 640 milyar
c. Besarnya saving ekuilibrium:
S = Y–C
S = 720 – 640
= 80 milyar
Bab 7 - Konsumsi dan Investasi 213

3. Angka Pengganda (Multiplier)


Dalam kenyataan di masyarakat akan sulit terpenuhinya persyaratan
keseimbangan S = I, misal pada suatu ketika besarnya investasi tidak sama
dengan besranya saving, maka yang akan terjadi adalah ketidakseimbangan
dalam perekonomian.
Peran angka pengganda atau multiplier adalah bilangan dengan mana
investasi harus kita kalikan, apabilka kita ingin mengetahui besarnya perubahan
pendapatan nasional ekuilibrium yang baru, yang diakibatakan oleh adanya
perubahan investasi. Angka pengganda disimbolkan dengan k. Untuk angka
pengganda sendiri bisa berupa angka pengganda investasi, angka pengganda
goverment expenditure, angka pengganda pajak dan lainnya.
Jika k adalah angka pengganda untuk investasi, maka k dapat dirumuskan:
Y= k. I
Dan besarnya multiplier:
k= Y/ I
Perumusan daripada angka pengganda investasi dapat kita temukan antara
lain dengan cara seperti berikut: Kalau misalnya tambahan investasi sebesar
I, mengakibatkan pendaptan nasional berubah dari Y menjadi:
Y + Y, maka :
Y + Y = [1/(1 – b)] . (a + I + I)
Karena (1 – b) = MPS, maka:
Y + Y = (1/MPS) . (a + I + I)
Angka penggada investasi:

1 1 1
k1 = ΔY / ΔI = atau = =
1− b 1 − MPC MPS
Contoh :
Menghitung Tingkat Pendapatan Ekuilibrium dengan kasus ada angka pengganda
(multiplier) investasi
Diketahui :
a. Fungsi konsumsi per tahun : C = Rp100 milyar + 0,75 .Y
b. Besarnya investasi tahun pertama : I = Rp 80 milyar
c. Besarnya investasi tahun kedua : I = Rp 120 milyar
Ditanyakan:
Dengan menggunakan angka pengganda atau multiplier investasi hitunglah besarnya
pendapatan nasional tahun (periode) kedua?
Jawab:
a. Besarnya angka pengganda investasi :
k1 = 1/MPS = 1/0,25 = 4
b. Besarnya perubahan investasi:
I = I tahun ke 2 – I tahun ke1 = 120 – 80 = 40
214 E k o n o m i SMA - Kelas X

c. Pendapatan nasional ekuilibium pada tahun (periode) ke 1:


Y1 = [ 1/ (1 – 0,75)] . (100 + 80) = 720 milyar
d. Pendapatan nasional ekuilibium pada tahun (periode) 2:
Y2 = Y1 + Y = Y1 + k1. I
= 720 + 4(40) = 720 + 160
= Rp 880 milyar

Rangkuman
1. Pengertian konsumsi adalah sebuah aktivitas guna menghabiskan atau mengurangi
nilai guna suatu barang.
2. Bentuk umum dari fungsi konsumsi sebagai berikut:
C = a + b .Y
Di mana a = konsumsi otonom
b = MPC
3. Bentuk umum dari fungsi tabungan sebagai berikut
S = - a + (1 - b) . Y atau
S = - a + MPS . Y
4. Pengertian investasi dapat diartikan sebagai pengeluaran yang ditujukan untuk
menambah atau mempertahankan persediaan modal atau persediaan kapital (capital
stock). Penggolongan Investasi: Investasi Bruto dan Investasi Netto.
5. Dalam konsep nilai waktu dari uang kita mengenal 2 (dua) macam, yaitu:
a. Konsep Nilai Sekarang (Present Value) digunakan untuk menghitung nilai
sekarang untuk return–return yang akan diterima di waktu yang akan datang.
Rumus Umum:
PV = FV ( 1 + r ) –n atau PV = FV/ (1 - r) n
b. Konsep Nilai Mendatang (Future Value) digunakan untuk menghitung nilai
yang akan datang dari sejumlah uang yang dimiliki saat ini.
Rumus Umum :
FV = PV ( 1 + r ) n
6. Kurva MEC merupakan kurva yang menunjukkan hubungan negatif antara Investasi
(I) dan tingkat bunga (rate of interest = ri). Konsep Marginal Efficiency of Capital
(MEC) sebenarnya sama dengan pengertian Internal Rate of Return (IRR). IRR
sendiri dapat diartikan sebagai suatu tingkat bunga yang menyebabkan nilai
sekarang dari arus kas masuk bersih proyek (Proceed atau dikenal Present Value
Cash Inflow) akan sama dengan nilai sekarang dari arus kas keluar (Outlay atau
Present Value Cash Outflow).
7. Pendapatan nasional ekulibrium ialah tingkat pendapatan nasional di mana tidak
ada kekuatan ekonomi yang mempunyai tendensi untuk mengubahnya. Keadaan
ekulibrium apabila dipenuhi syarat, tabungan akan sama dengan investasi atau
ketika S = I.
8. Angka pengganda atau multiplier adalah bilangan dengan mana investasi harus
kita kalikan, apabilka kita ingin mengetahui besarnya perubahan pendapatan
nasional ekuilibrium yang baru, yang diakibatakan oleh adanya perubahan investasi.
Bab 7 - Konsumsi dan Investasi 215

Latihan
I. Berilah tanda silang (x) huruf a, b, c, d, atau e pada jawaban yang paling benar!
1. Berikut adalah Tabel tentang pendapatan (Y) dan konsumsi (C) suatu masyarakat
dalam satuan milyar rupiah.

Y 100.000 150.000 200.000 250.000 300.000


C 200.000

Kalau MPC konstan 0,6 maka break even income akan dicapai pada saat pendapatan
....
a. 230.000
b. 260.000
c. 290.000
d. 320.000
e. 350.000
2. Fungsi konsumsi masyarakat adalah : C = 120 Milyar + 0,6 Y. Bila pendapatan
nasional sebesar Rp 6.000 milyar, jumlah tabungan masyarakat adalah ....
a. Rp 2.280 milyar
b. Rp 2.520 milyar
c. Rp 3.600 milyar
d. Rp 3.720 milyar
e. Rp 5.880 milyar
3. Bila I = Rp 80 juta dan MPC = 0,8, maka Y= ....
a. Rp 100 juta
b. Rp 200 juta
c. Rp 400 juta
d. Rp 500 juta
e. Rp 800 juta
4. Kalau C adalah konsumsi dan MPC adalah Marginal Propencity to Consume =
0,75. apabila pendapatan bertambah dengan 8 satuan, maka tabungan akan
bertambah dengan ....
a. 75 satuan
b. 60 satuan
c. 40 satuan
d. 20 satuan
e. 10 satuan
216 E k o n o m i SMA - Kelas X

5. Diketahui C = 3000 +0,75 Y, apabila saat itu diadakan penambahan investasi sebesar
Rp500.000 maka pendapatan akan bertambah dengan Rp ....
a. 500.000
b. 1.000.000
c. 1.500.000
d. 2.000.000
e. 2.500.000
6. Bila diketahui persamaan konsumsi C = 20 + 0,9 Y maka konsumsi sebanyak ....
a. 90 jika pendapatan disposable 100
b. 100 jika pendapatan disposable 90
c. 110 jika pendapatan disposable 100
d. 180 jika pendapatan disposable 200
e. 200 jika pendapatan disposable 220
7. Suatu Perekonomian memiliki pendapatan nasional awal sebesar Rp 100 triliun.
Jika diketahui besarnya MPC = 0,6 dan konsumsi otonom meningkat Rp 10 triliun
maka besarnya pendapatan nasional setelah tercapai keseimbangan yang baru adalah
Rp ....
a. 5 triliun
b. 25 triliun
c. 125 triliun
d. 106 triliun
e. 116,67 triliun
8. Diketahui MPC sebesar 0,75 artinya ....
a. Setiap pendapatan Rp 100, akan menyebabkan konsumsi Rp 0,75
b. Setiap pendapatan Rp 100, akan menyebabkan konsumsi Rp 75
c. Setiap pendapatan Rp 1, akan memerlukan konsumsi Rp 0,75
d. Setiap tambahan konsumsi Rp 1, akan menyebabkan tambahan pendapatan
Rp 0,75
e. Setiap tambahan pendapatan Rp 100, akan menyebabkan tambahan konsumsi
Rp 75
9. Diketahui fungsi tabungan S =-50 Triliun + 0,6 Y. jika investasi aggregate sebesar
Rp 125 triliun, maka besarnya pendapatan nasional keseimbangan adalah Rp ....
a. 175 triliun
b. – 350 triliun
c. 291,7 triliun
d. 150 triliun
e. 105 triliun
10. Jika diketahui “Y = 1000 dan “C = 600. maka besarnya MPS adalah ....
a. 0,3
b. 0,4
c. 0,5
d. 0,6
e. 0,8
Bab 7 - Konsumsi dan Investasi 217

11. Jika pendapatan masyarakat naik, maka konsumsi akan ....


a. naik dengan jumlah yang lebih kecil
b. naik dengan jumlah yang sama
c. naik dengan jumlah yang lebih kecil
d. sama saja
e. turun
12. Besarnya konsumsi pada saat pendapatan nol (tidak mempunyai pendapatan) disebut ….
a. Average Propensity to consume
b. Consumption expenditure
c. Autonomous consumption
d. Propensity to consume
e. Marginal consumption
13. Tambahan konsumsi dibagi dengan tambahan pendapatan disebut ….
a. Total Propensity to consume
b. Average Propensity to consume
c. Propensity to consume
d. Marginal efficiency of capital
e. Marginal Propensity to consume
14. Konsumsi adalah fungsi dari….
a. Investasi
b. tabungan
c. pengeluaran
d. tabungan
e. jumlah uang yang dibelanjakan
15. Jika pendapatan Rp1.000.000,00, konsumsi Rp800.000,00. Jika pendapatan naik
menjadi Rp1.500.000,00, konsumsi naik menjadi Rp1.000.000,00. Dari data
tersebut, fungsi konsumsinya adalah….
a. C = 200.000 + 0,5 Y
b. C = 300.000 + 0,5 Y
c. C = 400.000 + 0,4 Y
d. C = 400.000 + 0,5 Y
e. C = 500.000 + 0,5 Y
16. Nilai pendapatan dikurangi konsumsi merupakan ….
a. konsumsi rata-rata
b. konsumsi marginal
c. tabungan
d. investasi
e. konsumsi otonom
17. Jika diketahui fungsi konsumsi C = 200 + 0,8Y, maka fungsi tabungannya adalah….
a. –150 + 0,75Y
b. –200 + 0,2Y
c. –200 + 0,25Y
d. 200 + 0,2Y
e. 200 – 0,25Y
218 E k o n o m i SMA - Kelas X

18. Jika diketahui persamaan konsumsi C = 80 juta + 0,6Y, maka pendapatan saat
break even point sebesar….
a. 80 juta d. 350 juta
b. 160 juta e. 400.juta
c. 200 juta
19. Jika tingkat bunga turun, maka investasi….
a. naik
b. turun
c. tetap
d. naik kemudian turun
e. ada hubungan positif
20. Hubungan antara tingkat bunga dan investasi bersifat….
a. negatif
b. positif
c. konstan
d. berbanding lurus
e. netral

II. Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan singkat !


1. Deskripsikan pengertian MPS, MPC, MEC, APC, APS!
2. Jika Y = 100, C = 80. Jika Y =200, C = 150.
Tentukan persamaan atau fungsi konsumsi dan fungsi tabungannya!
3. Jika diketahui fungsi C = 100 + 0,80 Y. Tentukan berapa pendapatan pada saat
break even point! Gambarkan kurvanya!
4. Mengapa status sosial memengaruhi konsumsi seseorang?
5. Jika tingkat bunga naik, apakah konsumsi turun? Berilah alasan!
6. Apakah yang dimaksud dengan konsumsi otonom?
7. Jika pendapatan naik 1000, apakah konsumsi juga naik sebesar 1000? Berilah
alasan!
8. Hitunglah nilai sekarang dari Rp20 juta yang akan diterima tiap-tiap tahun selama
3 tahun berturut-turut, jika bunga yang berlaku sebesar 12%?
9. Diketahui fungsi tabungan sebesar S = -120 + 0,25 Y. Jika ada investasi sebesar
30, berapa keseimbangan pendapatan setelah ada investasi?
10. Diketahui fungsi konsumsi suatu masyarakat C = 230 + 0,8 .Y. Jika dimasyarakat
tersebut ada tambahan investasi sebesar 60, berapa tambahan pendapatan?
Bab 8 - Uang dan Perbankan 219

& UANG DAN PERBANKAN

Tujuan Pembelajaran:

Setelah mempelajari bab ini diharapkan siswa mampu:


1. Menjelaskan konsep permintaan dan penawaran uang
2. Membedakan peran bank umum dan bank sentral
3. Mendeskripsikan kebijakan pemerintah di bidang moneter

Peta Konsep

Kebijakan Moneter

Peranan Bank Pasar Uang

Bank Sentral - Penawaran Uang

Bank Umum - Permintaan Uang

Bank Konvensional

Bank Syariah

Kata Kunci

Permintaan dan Penawaran Uang, Peranan Bank, Kebijakan Moneter


220 E k o n o m i SMA - Kelas X

Pengantar

Setelah dalam kompetensi dasar sebelumnya telah kita pelajari bagaimana


kegiatan konsumsi, tabungan dan investasi dengan berbagai macam metode perhitungan
serta aplikasinya terhadap kegiatan ekonomi secara riil, maka dalam pada kompetensi
dasar berikut ini kita akan mempelajari tentang uang dan bank serta kebijakan
pemerintah yang berkaitan dengan kegiatan peredaran uang dan kegiatan perbankan
yang biasa disebut dengan kebijakan moneter.
Sehingga diharapkan setelah mempelajari kompetensi dasar ini maka diharapkan
nantinya kita akan dapat menjelaskan dengan benar tentang konsep permintaan dan
penawaran uang, selain itu kita juga akan dapat membedakan bagaimana sesungguhnya
peran bank sentral dan bank umum dalam kegiatan perekonomian secara makro maupun
mikro serta bagaimana wujud dari kebijakan pemerintah di bidang moneter untuk
memperlancar kegiatan ekonomi secara umum.

A. Permintaan dan Penawaran Uang


Kalian pasti masih ingat konsep pasar. Di dalam pasar tentu ada penjual dan
pembeli yang melakukan transaksi. Penjual merupakan pihak yang melakukan
penawaran barang sedangkan pembeli merupakan pihak yang melakukan permintaan
barang.
Untuk mempelajari tentang ekonomi moneter, kalian harus memahami kembali
konsep permintaan dan penawaran. Kalau dalam pasar barang, yang dijadikan
sebagai objek transaksi adalah barang sedangkan dalam pasar uang yang dijadikan
sebagai objek transaksi adalah uang. Sehingga nanti kalian juga akan diperkenalkan
dengan konsep permintaan dan penawaran uang. Namun demikian sebelum
menjelaskan hal tersbut, terlebih dahulu akan dijelaskan tentang konsep uang itu
sendiri.
1. Definisi Uang
Pada prinsipnya uang timbul karena tuntutan kemudahan dalam mengadakan
transaksi dengan pihak lain. Sebelum adanya uang, seseorang dalam melakukan
transaksi menggunakan sistem barter, yaitu tukar menukar barang antara dua
orang yang saling membutuhkan.
Misalnya, seorang yang mempunyai seekor ayam membutuhkan beras,
maka ia harus mencari orang lain yang mempunyai beras dan membutuhkan
seekor ayam. Jika keduanya bertemu, akan terjadi proses pertukaran melalui
barter.
Dalam kenyataannya banyak kelemahan yang dihadapi dalam perekonomian
dengan sistem barter di antaranya:
a. Dalam perekonomian barter sulit menemukan dua pihak yang saling
membutuhkan untuk dapat terjadinya pertukaran. Contoh: Jika Ozie
membutuhkan jeruk sementara ia hanya memiliki beras, maka ia harus
mencari orang yang memiliki jeruk dan membutuhkan beras. Betapa sulitnya
Bab 8 - Uang dan Perbankan 221

kita untuk mencari orang yang memiliki kehendak yang sama dengan kita
apalagi bila perekonomiannya luas.
b. Dalam perekonomian barter sulit menentukan tingkat perbandingan harga
yang sesuai, maksudnya bahwa dalam sistem barter akan menemui banyak
kesulitan untuk menentukan perbandingan harga/nilai yang satu dengan
lain yang akan ditukar.
Untuk mengatasi kelemahan tersebut, maka perlu diciptakan suatu benda
yang dapat dijadikan sebagai perantara dalam pertukaran. Karena itulah muncullah
uang sebagai alat perantara dalam mengadakan pertukaran.
Dari uraian tersebut menunjukkan bahwa uang adalah suatu benda yang
diakui masyarakat/negara untuk dijadikan sebagai perantara dalam melakukan
pertukaran barang/jasa. Oleh karena uang dijadikan sebagai alat pertukaran,
benda yang dijadikan uang tersebut harus memenuhi syarat-syarat seperti berikut.
a. Dapat diterima oleh masyarakat umum (acceptability)
Artinya benda yang dijadikan uang tersebut haruslah bisa diterima
oleh seluruh masyarakat, karena jika benda tersebut tidak diterima maka
uang tersebut tidak dapat beredar ke seluruh kalangan masyarakat.
Misalnya benda yang dijadikan uang tersebut adalah daging babi atau anjing
maka tentu benda tersebut tidak akan diterima oleh masyarakat yang
beragama Islam.
b. Tidak berkurang nilainya (stability of value)
Artinya jika benda itu tidak dipakai dan dibiarkan saja maka nilainya
tidak akan berkurang. Sehingga masyarakat akan percaya jika mereka
menyimpan benda tersebut dalam waktu yang lama karena nilai akan tetap.
Seandainya benda yang dijadikan uang itu adalah air atau es maka jika
disimpan dalam waktu lama air tersebut akan kering dan es itu akan mencair
sehingga nilainya berkurang.
c. Tahan lama dan tidak mudah rusak (durability)
Artinya benda yang dijadikan uang tersebut harus tahan jika disimpan
dalam waktu yang lama, di samping itu benda tersebut juga tidak mudah
rusak. Misalnya benda yang dijadikan uang itu adalah daun maka jika
disimpan dalam waktu yang lama akan kering dan mudah rusak.
d. Mudah dipindah dan dibawa ke mana-mana (portability)
Artinya benda yang dijadikan uang tersebut haruslah mudah jika akan
disimpan, dibawa dan dipindahkan dari satu tempat ke tempat lainnya.
Untuk itu benda tersebut haruslah memiliki ukuran yang kecil dan ringan
sehingga mudah disimpan dan dibawa ke mana. Seandainya benda berupa
besi atau batu yang dibuat dengan ukuran yang cukup besar maka akan
222 E k o n o m i SMA - Kelas X

kesulitan untuk dibawa dan dipindahkan karena akan memakan tempat


yang banyak serta berat untuk dibawa ke mana-mana.
e. Mudah dibagi tanpa mengurangi nilai (disability)
Artinya jika benda itu dipecah ke dalam beberapa bagian maka nilai
keseluruhan benda yang dibagi-bagi tersebut akan tetap. Misalnya emas 2
gram jika dibagi dua masing-masing 1 gram, maka nilai emas tersebut
secara keseluruhan tetap 2 gram. Lain halnya jika benda tersebut berupa
gelas. Jika gelas tersebut dipecah ke dalam dua bagian, maka pecahan
gelas tersebut tidak ada nilainya, karena nilai gelas ada pada keseluruhan
gelas yang utuh bukan yang dipecah-pecah.
f. Memiliki satu kualitas saja (uniformity)
Artinya kualitas benda yang dijadikan tersebut sama. Jika kualitas
bendanya berbeda akan mengakibatkan terjadi perbedaan nilai uang
tersebut. Misalnya benda yang dijadikan uang tersebut adalah emas, maka
harus ditentukan kadarnya, misalnya emas dengan kadar 80%. Sehingga
hanya emas yang berkadar 80% saja yang dijadikan uang, sedangkan emas
dengan kadar yang lain tidak diakui sebagai uang.
g. Jumlahnya terbatas dan tidak mudah dipalsukan
Jika jumlahnya tidak terbatas dan mudah dipalsukan maka setiap orang
dapat saja memiliki benda tersebut dengan jumlah yang tidak terbatas,
sehingga peran dan fungsi uang menjadi tidak dapat dijalankan. Mengapa
demikian? Karena jika setiap orang sudah memiliki benda tersebut dalam
jumlah yang tidak terbatas maka mereka tidak memerlukan lagi benda
tersebut dari orang lain sehingga pertukaran tidak dapat berjalan.
Dalam pelaksanaan pertukaran, syarat-syarat tersebut belum tentu
semua terpenuhi oleh suatu benda, namun orang selalu berusaha agar
syarat-syarat itu dapat dipenuhi oleh suatu benda uang. Dengan
terpenuhinya syarat-syarat tersebut maka benda yang dijadikan uang
tersebut dapat menjalankan fungsi dan perannya sebagai alat pertukaran.
Benda-benda yang mendekati syarat-syarat sebagai uang seperti yang
disebutkan di atas pada saat itu adalah emas dan perak. Oleh karena itu emas
dan perak sudah berabad-abad lamanya dijadikan sebagai alat tukar menukar
dalam kegiatan perdagangan di berbagai belahan dunia.
Perkembangan ekonomi dari tahun ke tahun mengalami kemajuan yang
pesat, sehingga menuntut kegiatan pertukaran dan transaksi yang lebih efektif
dan efisien. Maka dari itu uang sebagai sarana pertukaran dalam kegiatan
ekonomi harus mampu untuk menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman.
Logam emas dan perak sebagai bentuk mata uang kurang bisa mengikuti arus
perkembangan zaman, oleh karena itu diciptakan jenis mata uang yang mampu
untuk berkembang dan sifatnya lebih fleksibel.
Bab 8 - Uang dan Perbankan 223

Namun demikian, pada zaman sudah tidak ada barang atau benda yang
dapat dijadikan uang seperti pada zaman dahulu. Sekarang ini sudah diciptakan
uang tersendiri sebagai alat tukar dan alat pembayaran yang sah. Uang tersebut
dibuat pemerintah dan mendapat jaminan penuh dari pemerintah sehingga uang
tersebut dipercaya masyarakat.
Uang yang diciptakan sekarang sudah diusahakan agar memenuhi
persyaratan di atas, di antaranya adalah:
a. Dapat diterima oleh masyarakat umum, artinya uang yang diciptakan dapat
diterima oleh masyarakat umum karena uang tersebut dipercaya dapat
digunakan sebagai alat tukar dan alat pembayaran. Di samping itu uang
tersebut juga sudah dijamin pemerintah secara hukum sehingga dapat
diterima masyarakat.
b. Nilai uang tersebut juga stabil, artinya dalam jangka waktu yang cukup
panjang nilai uang tersebut tetap. Uang Rp 1.000,00 yang kita miliki nilainya
akan tetap Rp 1.000,00 dan tidak akan berkurang.
c. Uang juga diciptakan tahan lama karena terbuat dari logam dan kertas.
Memang antara logam dan kertas lebih awet logam, namun ditinjau dari
kemudahan dalam penyimpanan dan pemindahan akan lebih praktis uang
kertas karena tidak terlalu banyak memakan tempat dan bobotnya pun
lebih ringan, sehingga uang yang nilai nominalnya tinggi seperti Rp 10.000,00,
Rp 20.000,00 dan seterusnya biasanya dibuat dari kertas.
d. Uang juga diciptakan mudah dibawa ke mana-mana. Baik uang logam
maupun uang kertas mudah untuk dibawa ke mana-mana. Namun demikian
untuk uang logam memang lebih sulit dibandingkan dengan uang kertas.
Namun demikian biasanya uang yang dibuat dari logam juga ada yang
dibuat dari kertas, seperti uang Rp 100,00, Rp 500,00, Rp 1.000,00.
e. Uang juga diciptakan dalam berbagai macam nilai nominal, dari yang paling
kecil (Rp 50,00) sampai dengan yang paling besar (Rp100.000,00). Hal ini
dilakukan agar nilai uang dapat dibagi-bagi ke dalam nilai yang lebih kecil
tanpa mengurangi nilainya.
f. Uang juga memiliki satu kualitas karena dijamin oleh pemerintah. Walaupun
bahannya berbeda namun nilainya sama. Misalnya uang Rp100,00 yang berasal
dari logam sama nilainya dengan uang Rp100,00 yang berasal dari kertas.
g. Uang juga diciptakan dalam jumlah yang terbatas dan dibuat dengan bahan
dan model tertentu sehingga sulit untuk dipalsukan. Jika kalian cermati
dengan kaca pembesar maka uang kertas yang kalian miliki akan memiliki
ciri-ciri khusus yang sulit untuk ditiru, seperti ada gambar di dalam kertas,
ada tanda tangan pejabat gubernur BI, dan sebagainya. Semua itu
dimaksudkan agar uang tersebut tidak dapat dipalsukan oleh orang lain.
Uang kertas dan uang bank (uang giral) sebagai suatu alternatif yang mampu
menjembatani ketidakefektifan uang emas dan perak banyak digunakan di
Negara-negara di belahan bumi ini. Bahkan untuk Negara yang memiliki tingkat
kemajuan ekonomi yang cukup tinggi lebih banyak menggunakan uang bank
(uang giral ) sebagai sarana dalam kegiatan ekonominya, misalkan cek, wesel,
giro, kartu kredit dan lain-lain yang sejenis.
224 E k o n o m i SMA - Kelas X

2. Fungsi Uang
Menurut sejarah lahirnya, uang bertujuan untuk mengatasi segala kesulitan
yang dialami dalam perekonomian barter. Sehingga dalam kegiatan perekonomian
fungsi uang dikategorikan menjadi dua, yaitu :
a. Fungsi Asli (Primer) Uang
1) Uang Sebagai Alat Tukar Menukar
Dalam hal ini uang dapat dipertukarkan dengan segala sesuatu yang
dibutuhkan seseorang, baik yang berupa barang atau jasa. Dengan uang
kalian dapat memenuhi semua kebutuhan dengan cara menukarkan uang
yang kalian miliki dengan barang/jasa yang kalian butuhkan.
Misalnya, jika kalian memiliki uang Rp5.000,00 sementara kalian
membutuhkan sebuah pensil maka kalian dapat menukarkan uang yang
kalian miliki tersebut dengan pensil yang kalian butuhkan. Uang yang
kalian tukarkan dengan pensil tersebut menunjukkan bahwa uang dapat
berfungsi sebagai alat tukar.
2) Sebagai Alat Satuan Hitung (Alat Pengukur Nilai)
Setiap barang selalu memiliki nilai tukar. Nilai tukar masing-masing
barang dapat berbeda atau sama dengan barang lain. Nilai tukar barang
adalah kemampuan suatu barang untuk dapat dipertukarkan dengan barang
lain. Untuk menentukan nilai tukar suatu barang diperlukan suatu alat
ukur dengan satuan hitung tertentu yang disebut dengan harga. Di sinilah
fungsi uang sebagai alat satuan hitung, yakni sebagai alat untuk menentukan
kemampuan suatu barang untuk dipertukarkan dengan barang lain.
Dengan demikian, fungsi uang ini dapat dipergunakan untuk mengukur
dan menentukan nilai suatu barang. Di Indonesia, rupiah dijadikan sebagai
dasar pengukuran nilai suatu barang dan jasa yang diperjualbelikan di pasar.
Seseorang dapat mengukur nilai sebuah mobil atau rumah dengan rupiah,
bahkan dengan diketahuinya nilai rupiah dari mobil dan rumah, maka dapat
diketahui pula perbandingan nilai antara mobil dan rumah. Jadi, semakin
tinggi harga barang atau jasa maka semakin tinggi pula nilai barang atau
jasa tersebut.
Jika harga sebuah pensil Rp500,00 sedangkan harga sebuah buku
Rp1.000,00 maka kita dapat menentukan bahwa sebuah buku memiliki
nilai yang lebih tinggi dibandingkan dengan sebuah pensil. Berdasarkan
dari harga barang tersebut dapat pula dikatakan bahwa nilai sebuah buku
dua kali lipat dari nilai sebuah pensil. Contoh di atas menunjukkan bahwa
uang memiliki peran dan fungsi sebagai alat satuan hitung atau pengukur
nilai.
Bab 8 - Uang dan Perbankan 225

b. Fungsi Turunan Uang


1) Sebagai Alat Pembayaran Utang
Uang berfungsi sebagai alat apabila pada saat penyerahan uang tidak
diimbangi dengan penerimaan barang lain, seperti untuk membayar pajak,
membayar denda, membayar utang, membayar iuran, menyumbang, dan
sebagainya. Apabila dalam suatu negara ditentukan bahwa uang mesti
diterima pada pembayaran utang , maka uang itu disebut sebagai alat
pembayaran yang sah.
2) Sebagai Alat Untuk Menimbun Kekayaan
Menyimpan kekayaan dalam bentuk uang akan lebih fleksibel dari
pada menyimpan kekayaan dalam wujud barang. Hal ini dimungkinkan
karena jika terjadi sesuatu yang sifatnya mendadak dapat segera dipenuhi,
sekaligus juga akan memberikan kebebasan pada kita untuk memilih apa
yang akan kita beli.
3) Sebagai Alat Pemindah Kekayaan
Dengan adanya uang maka kekayaan bisa dipindahtempatkan dari
satu daerah ke daerah lain, misalkan: Memindahkan rumah yang ada di
kampung ke kota bisa dilakukan dengan cara menjual rumah yang di
kampung yang untuk selanjutnya membeli rumah yang ada di kota.
3. Jenis jenis Uang

a. Berdasarkan Bahannya
1) Uang Logam, yaitu uang yang terbuat dari logam atau bahan
dasarnya adalah logam. Contoh uang koin Rp100,00, Rp200,00
Rp500,00, dan Rp1.000,00
2) Uang Kertas, yaitu uang yang terbuat dari kertas atau bahan
dasarnya terbuat dari kertas. Contoh uang kertas Rp1.000,00,
Rp5.000,00, Rp10.000,00, dan Rp100.000,00
b. Berdasarkan Lembaga Yang Mengeluarkannya
1. Uang Kartal (Chartal = Kepercayaan), yaitu mata uang logam
dan kertas yang dikeluarkan bank sentral. Uang ini dipercayai
masyarakat dan dapat digunakan untuk melakukan pertukaran.
Contohnya uang kertas dan uang logam seperti di atas.
2. Uang Giral (Giro = Simpanan di bank), yaitu dana yang disimpan
pada bank dan sewaktu-waktu dapat digunakan sebagai alat
pembayaran dengan perantaraan cek, giro bilyet. Dengan demikian
uang giral hanya dikeluarkan oleh bank Umum.
226 E k o n o m i SMA - Kelas X

c. Berdasarkan Nilai
Berdasarkan perbandingan antara nilai bahan dan nilai daya belinya,
uang dikelompokkan menjadi:
1. Bernilai Penuh (Full Bodied Money), yaitu uang yang nilai bahannya
(nilai intrinsik) sama dengan nilai yang tertera (nilai nominal), jenis
uang ini biasa disebut dengan uang logam. Misal uang logam Rp50,00,
Rp100,00, Rp200,00, Rp500,00 dan Rp1.000,00
2. Tidak Bernilai Penuh (Token Money), yaitu uang yang nilai
nominalnya lebih besar daripada nilai bahannya. Artinya bahan yang
dipakai untuk membuat uang nilainya tidak sebanding dengan nilai
nominal uang tersebut. Dengan demikian nilai uang ini didasarkan
pada aspek kepercayaan, sehingga jenis uang ini disebut uang
kepercayaan. Misalkan Uang Kertas Rp50.000,00 nilai bahannya tidak
sebanding dengan nilai nominalnya.

Informasi Ekonomi

Bank Indonesia mengeluarkan dan mengedarkan uang kertas pecahan


Rp100.000,00 dan Rp 20.000,00 tahun emisi 2004 mulai 29 Desember 2004. Sementara
itu uang pecahan lama dengan dominasi sama dinyatakan tetap berlaku sebagai alat
pembayaran yang sah.
Ketika itu gubernur bank Indonesia, Burhanudin menambahkan bahwa penerbitan
uang kertas baru bertujuan untuk menstandardisasi ukuran uang kertas, meningkatkan
kualitas peng-amanan yang mudah dan cepat dikenali masyarakat, mengantisipasi per-
kembangan teknologi pengamanan uang yang mutakhir dan meminimalisir potensi
pemalsuan uang. Dan untuk pertama kalinya pihak BI mengakomodir keinginan kaum
tuna netra Indonesia dengan menggunakan Blind Code pada uang pecahan kertas yang
baru. Adapun ciri khas uang kertas baru ini adalah adanya ukuran benang pengaman
yang lebih besar seperti dianyam serta nomer seri yang berjenis teleskopik dan tidak
simetris. Pada awal pengedarannya Bank Indonesia mengedarkan pecahan Rp 100.000,00
sebanyak 368 juta lembar dan uang pecahan Rp 20.000,00 sebanyak 386 juta lembar.
Sumber: www.kompas.com

Gambar 8.1 Contoh Uang Kertas


Bab 8 - Uang dan Perbankan 227

d. Berdasarkan Pemakai
Berdasarkan pemakaiannya di dalam dan luar negeri maka uang
dibedakan sebagai berikut:
1. Internal Value, yaitu kemampuan dari uang untuk membeli barang
di dalam suatu negara, dengan kata lain nilai internal uang adalah
kemampuan daya beli uang terhadap barang-barang.
Misalkan uang sebesar Rp4.500,00 mampu ditukar dengan 1 liter
premium. Ini berarti bahwa uang sebesar Rp4.500,00 memiliki nilai
internal sebesar 1 liter bensin.
2. External Value, yaitu kemampuan dari uang dalam negeri untuk bisa
ditukar dengan mata uang asing. Dengan kata lain eksternal value
adalah daya beli uang dalam negeri terhadap uang asing atau lebih
dikenal dengan istilah nilai kurs. Contoh nilai uang Rp10.500,00 mampu
ditukarkan dengan US$ 1, ini berarti bahwa uang Rp10.500,00 memiliki
nilai eksternal sama dengan US$ 1.

4. Teori Nilai Uang


Banyak teori yang membahas tentang nilai uang. Dalam pokok bahasan
ini akan kita bahas beberapa teori yang membahas tentang nilai uang.
a. Teori Kuantitas Uang (Quantity Theory)
Teori ini dikemukakan oleh Irving Fisher yang termuat dalam
bukunya yang berjudul The Purchasing Power of Money (teori daya beli
uang). “Pada hakikatnya Perubahan jumlah uang beredar akan
menimbulkan perubahan harga barang pada umumnya”.
Menurut Irving Fisher, untuk mengetahui jumlah uang beredar dengan
tingkat-tingkat harga umum yang berkaitan dengan daya beli uang maka
dapat dirumuskan sebagai berikut:

MV = PT
Keterangan:
M = Money (jumlah uang beredar)
V = Velocity circulation of money (kecepatan peredaran uang)
P = Price (tingkat harga-harga umum)
T = Volume of trade (volume perdagangan)
Berdasarkan teori di atas maka dapat disimpulkan bahwa daya beli
uang (permintaan uang ) pada dasarnya ditentukan oleh jumlah uang yang
beredar . Jumlah uang yang beredar identik dengan tingkat harga-harga
umum yang berlaku. Kesimpulan ini baru akan berlaku jika tingkat kecepatan
peredaran uang (V) dan volume perdagangan bersifat tetap (T).
b. Teori Persediaan Kas (Cash Balance Theory)
Teori ini dicetuskan oleh Alfred Marshal dari Cambridge yang sering
juga disebut dengan teori sisa tunai. Pada prinsipnya teori ini merupakan
pengembangan dari teori kuantitas Irving Fisher.
228 E k o n o m i SMA - Kelas X

Dalam teori ini dinyatakan bahwa tinggi rendahnya nilai uang tergantung
dari jumlah uang yang di tahan/disimpan masyarakat untuk persediaan kas.
Dan persediaan kas masyarakat akan sangat tergantung pada jumlah
pendapatan yang diterima dan tingkat suku bunga yang berlaku di pasar.
Maka berdasarkan ketentuan tersebut teori ini dapat dirumuskan sebagai
berikut:

M = k. P . Y

Keterangan:
M = Money (jumlah uang beredar)
k = koefisien (keinginan untuk menahan uang sebagai persediaan kas)
p = tingkat harga-harga umum
Y = Income (pendapatan)
Dari teori tersebut akan menjelaskan bahwa besarnya uang yang
akan dipegang masyarakat dianggap sebagai persediaan uang kas
masyarakat yang besarnya sebanding dengan pendapatan yang mereka
peroleh.
Contoh :
Pada umumnya masyarakat akan memegang uang tunai sebesar 20% dari
pendapatan yang mereka peroleh. Ini artinya apabila seseorang memiliki pendapatan
Rp.1000.000,00 maka uang sebesar Rp. 200.000,00 akan mereka simpan dalam
bentuk uang tunai.

Berdasarkan teori tersebut dapat disimpulkan bahwa “Nilai uang


akan ditentukan oleh peredaran uang”. Peredaran uang akan tergantung
dari corak kebiasaan masyarakat dalam memegang uang tunai. Makin besar
bagian dari pendapatan masyarakat yang disimpan, maka akan semakin
lambat laju kecepatan peredaran uang (v). dan sebaliknya makin sedikit
kebiasaan masyarakat memegang uang maka akan makin cepat laju
peredaran uang,
5. Permintaan Uang
Konsep permintaan uang pada dasarnya memiliki arti sebagai suatu
keinginan masyarakat untuk mewujudkan bagian tertentu dari pendapatannya
dalam bentuk uang kas. Kemampuan uang sebagai alat tukar terhadap suatu
barang dapat memberikan gambaran yang luas terhadap arus peredaran uang
dalam masyarakat, yang mana arus peredaran uang merupakan kunci dari
kelancaran suatu kegiatan ekonomi. Permintaan uang merupakan bidang yang
paling banyak dibicarakan dalam ekonomi moneter.
Teori ini dikemukakan oleh JM Keynes yang menyatakan bahwa hasrat /
motif orang memiliki uang tunai (liquidity preference) karena didorong oleh tiga
motif, yaitu:
Bab 8 - Uang dan Perbankan 229

a. Motif untuk bertransaksi


Seseorang memiliki uang tunai karena untuk mempermudah dalam
membiayai konsumsi sehari-hari. Semakin tinggi pendapatan maka keinginan
berkonsumsi masyarakat semakin besar. Jadi bisa disimpulkan bahwa
permintaan uang kas untuk tujuan transaksi tergantung dari besar kecilnya
pendapatan.

Gambar 8.2 Pedagang sedang berjualan di pasar (Pedagang


membutuhkan uang kas untuk modal usaha dagangannya
dan membayar upah karyawannya)

b. Motif Berjaga-jaga
Uang disimpan seseorang karena untuk membiayai keadaan darurat,
misal ketika ada kondisi yang sifatnya mendadak (sakit ). Besarnya motif
berjaga-jaga juga tergantung dari besarnya pendapatan.
c. Motif Spekulasi
Motif seseorang memiliki uang tunai adalah untuk memperoleh
keuntungan, Misalkan orang memiliki uang supaya dapat membeli surat
berharga karena harganya rendah dan berdasarkan ramalan harganya akan
naik di kemudian hari. Dari perbedaan harga sekarang dan yang akan
datang orang akan memperoleh keuntungan (deviden). Tetapi motif
spekulasi tergantung dari tingkat suku bunga di pasar.
Untuk lebih jelasnya menurut pendapat Keynes “Nilai uang akan
tergantung pada pendapatan dan tingkat suku bunga uang di pasar. Semakin
tinggi pendapatan dan semakin rendah tingkat suku bunga, maka permintaan
terhadap uang akan semakin tinggi” yang pada akhirnya akan mempengaruhi
secara langsung terhadap tingkat harga barang.
Secara sistematis nilai uang dapat dirumuskan sebagai berikut:

M . Vy = Py . Ty
230 E k o n o m i SMA - Kelas X

Keterangan:
M = Jumlah uang beredar
Vy = Kecepatan peredaran uang dari pendapatan
Py = Harga barang
Ty = Barang yang diperdagangkan
Jadi pada dasarnya Permintaan uang yang oleh Keynes disebutkan
sebagai Liquidity Preference besar kecilnya tergantung dari tingkat suku
bunga. Bila kita gambarkan dalam sebuah kurva maka permintaan akan
uang memiliki hubungan negatif dengan tingkat bunga.
Artinya Bahwa makin tinggi tingkat bunga yang terjadi maka
keinginan masyarakat akan uang kas makin rendah dan sebaliknya
makin rendah tingkat bunga maka makin tinggi pula keinginan
masyarakat memegang uang kas.

Tingkat Bunga (%)

Liquidity Preferences

Jumlah uang beredar


Grafik 8.1

Gambar 8.3 Suasana BEJ


Sumber: tempointeraktif.com

Dari gambaran permintaan uang (Liquidity Preference) yang telah


dijelaskan di atas maka dapat kita ambil beberapa kesimpulan tentang faktor-
faktor apa saja yang mempengaruhi tingkat permintaan uang selain dari
pada faktor pendapatan, tingkat bunga/harga, dan selera, antara lain :
1) Kekayaan Masyarakat
Kondisi masyarakat yang makin kaya dapat mendorong peningkatan
permintaan akan uang. Namun demikian seiring dengan perkembangan
Bab 8 - Uang dan Perbankan 231

zaman alternatif bentuk kekayaan tidak saja diwujudkan dalam bentuk uang
kas tapi bisa dalam bentuk hal lain yang mudah diuangkan serta memperoleh
bunga (misal, tabungan, deposito, surat berharga)
2) Tersedianya Fasilitas Kredit
Dengan semakin banyaknya serta semakin mudahnya fasilitas
perkreditan (kartu kredit, pembayaran dengan angsuran) maka permintaan
akan uang kas akan semakin kecil. Dengan adanya kartu kredit maka
pembayaran terhadap suatu barang atau jasa tidak perlu dengan uang kas,
sehingga keinginan masyarakat akan uang kas kecil.
3) Harapan tentang Harga
Apabila masyarakat memiliki harapan bahwa di kemudian hari harga-
harga akan turun maka ada kecenderungan dari masyarakat untuk
menyimpan uang kasnya dengan menunda pembelian. Dan sebaliknya bila
ada asumsi bahwa harga-harga akan naik di masa mendatang maka
masyarakat memiliki kecenderungan untuk memiliki uang kas sehingga
permintaan uang akan naik.
4) Kepastian tentang Pendapatan yang Diharapkan
Bila masyarakat memiliki kepastian tentang pendapatan yang akan
mereka peroleh di masa akan datang maka permintaan uang cenderung
turun, dan sebaliknya jika belum ada kepastian tentang pendapatan yang
akan mereka peroleh di masa yang akan datang maka permintaan uang
kas cenderung naik.
5) Sistem Pembayaran yang Berlaku
Sistem pembayaran ini berhubungan erat dengan proses produksi
barang dan jasa. Jika proses produksi yang dilakukan beberapa perusahaan
pembayarannya dengan uang kas maka permintaan uang akan tinggi dan
sebaliknya jika pembayaran yang dilakukan perusahaan dengan cara kredit
atau sistem vertikal maka tingkat permintaan uang kas akan semakin kecil.
Dari uraian di atas jelas sekali bahwa banyak faktor yang
mempengaruhi tingkat permintaan uang, sehingga dari faktor-faktor ini
menimbulkan sebuah pertanyaan apakah permintaan uang kondisinya bisa
stabil? Padahal perubahan dari faktor-faktor tersebut di atas sukar sekali
diramalkan. Sehingga dengan demikian maka permintaan uang pun menjadi
tidak stabil dan sukar untuk diramalkan. Namun banyak dari kalangan
ekonom yang merasa yakin bahwa permintaan uang selain dapat diramalkan
juga stabil, minimal terhadap beberapa faktor-faktor tertentu saja, misalkan
pendapatan dan tingkat bunga.

Tugas:
Coba kalian amati kehidupan masyarakat di sekitarmu. Tulislah pengaruh faktor-
faktor permintaan uang lain yang paling dominan dalam masyarakat, kemudian
diskusikan dengan teman-temanmu di kelas!
232 E k o n o m i SMA - Kelas X

6. Penawaran Uang
Penawaran uang tidak lepas dari pengertian Uang dalam Peredaran dan
Uang beredar. Uang dalam peredaran adalah seluruh jumlah mata uang yang
telah dikeluarkan dan diedarkan oleh bank sentral, baik itu uang logam maupun
uang kertas. Sedangkan Uang Beredar adalah semua jenis uang yang ada dalam
perekonomian termasuk di dalamnya jumlah mata uang dalam peredaran ditambah
dengan uang giral yang ada di bank-bank umum.
Konsep penawaran uang besar kecilnya dipengaruhi oleh penguasa moneter
atau dengan kata lain penawaran uang tidak dipengaruhi oleh tingkat suku bunga.
Meskipun demikian masyarakat dapat juga mempengaruhi tingkat penawaran
uang melalui perilakunya dalam menentukan jenis atau bentuk kekayaan yang
diinginkan. Bank sentral sebagai lembaga pemegang otoritas moneter memiliki
wewenang untuk menciptakan uang sebagai alat pembayaran yang sah. Dengan
kata lain konsep penawaran uang lebih ditekankan pada usaha bank sentral untuk
menjamin kelancaran sirkulasi jumlah uang beredar di masyarakat agar lebih
efisien. Untuk memenuhi tujuan tersebut bank sentral melakukan 2 (dua) hal
yaitu :
a. Menciptakan Uang Kas
Dengan harapan apabila kebutuhan akan uang kas dari masyarakat
meningkat bank dapat memenuhinya. Misalkan: ketika menjelang hari Raya
Idul fitri dan Natal biasanya kebutuhan masyarakat akan uang kas
meningkat. Efek ini mula-mula dirasakan oleh bank umum, mereka
kekurangan alat liquid (kas). Untuk memenuhi kekurangan ini bank
mengambil cadangannya pada bank sentral, sehingga dengan demikian
lalu lintas pembayaran di dalam masyarakat tidak terganggu.
b. Melakukan Clearing antar Bank Umum
Yaitu proses penyelesaian pembayaran antar bank atas besarnya
tagihan yang dimiliki masing-masing, dengan demikian proses lalu lintas
pembayaran antar bank menjadi lebih cepat.
Berdasarkan pengertian di atas maka kurva penawaran uang dapat
digambarkan sebagai berikut:
Tingkat Bunga (%)

Jumlah Uang (M)

Jumlah uang dan permitaan uang


Grafik 8.2 Kurva Penawaran uang
Bab 8 - Uang dan Perbankan 233

Kurva penawaran uang bentuknya vertikal, hal ini terjadi karena jumlah
uang beredar ditentukan oleh penguasa moneter atau pemerintah. Dengan
demikian bila terjadi kebijakan pemerintah yang mengakibatkan jumlah uang
beredar meningkat maka kurva penawaran uang akan bergeser ke kanan.
Pergeseran ini akan menyebabkan terjadinya penurunan suku bunga.

7. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Penawaran Uang/Jumlah


Uang Beredar

a. Bank Sentral
Sebagai lembaga yang memiliki otoritas moneter melalui hak Oktroi-
nya (Mencetak dan mengedarkan uang) bank sentral dapat mempengaruhi
jumlah uang yang beredar di masyarakat.
Selain itu kebijakan-kebijakan moneter yang dikeluarkan bank sentral juga
memberikan kontribusi yang besar, seperti:
· Politik diskonto
· Politik pasar terbuka
· Politik cash ratio
· Politik kredit selektif
b. Pemerintah
Pemerintah melalui menteri keuangan atas persetujuan Gubernur Bank
Indonesia dapat meminta Perum Peruri untuk mencetak uang berupa uang
kertas maupun uang logam (uang kartal)
c. Bank Umum
Bank umum dapat menciptakan uang giral (uang bank) melalui
pembelian surat berharga dari masyarakat
d. Tingkat Pendapatan Masyarakat
Pendapatan masyarakat adalah sejumlah uang yang diterima
masyarakat pada jangka waktu tertentu, semakin tinggi pendapatan
masyarakat makin tinggi pula jumlah uang beredar
e. Tingkat Suku Bunga
Jika tingkat suku bunga yang ditentukan oleh bank sentral maupun
bank umum tinggi, akan mendorong masyarakat untuk menyimpan uangnya
di Bank dan penciptaan kredit baru akan terhambat sehingga jumlah uang
beredar akan turun. Dan sebaliknya jika tingkat suku bunga rendah akan
mendorong masyarakat enggan untuk menyimpan uangnya di bank bahkan
akan mendorong terciptanya kredit-kredit baru, sehingga jumlah uang yang
beredar akan bertambah.
234 E k o n o m i SMA - Kelas X

B. Standar Moneter
Dalam standar moneter harus memperhatikan ukuran, ciri-ciri khusus dan
jumlah uang yang beredar dalam masyarakat agar memudahkan pemakaian uang
tersebut dalam perekonomian. Jadi secara lebih jelasnya dapat kita artikan bahwa
Standar Moneter adalah patokan atau ukuran suatu benda dapat dijadikan sebagai
uang dalam perekonomian suatu negara. Standar moneter yang dimaksud di sini
adalah uang sebagai uang kertas maupun sebagai uang logam.
1. Standar Logam
Standar Logam (metallic standard) adalah penetapan logam tertentu untuk
dijadikan mata uang dalam perekonomian, misal standar emas dan standar perak.
Salah satu ciri dari standar logam adalah bahwa setiap orang bebas menempa
mata uang (melalui pemerintah) dan bebas pula meleburnya.
a. Standar Tunggal (Monometalisme)
Adalah suatu sistem di mana emas atau perak sebagai standar
keuangan suatu negara. Standar Tunggal terdiri dari :
1) Standar emas penuh
Artinya sistem keuangan menggunakan uang emas yang beredar di
masyarakat dan dijamin sepenuhnya oleh penguasa moneter.
2) Standar inti emas
Artinya sistem keuangan menggunakan persediaan emas dalam negeri
yang dijadikan sebagai cadangan untuk pembayaran ke luar negeri dan
sebagai jaminan uang kertas yang dikeluarkan.
3) Standar wesel emas
Artinya sistem keuangan oleh bank sentral tidak menukarkan emas dengan
uang kertas yang dibawa kepadanya. Bank sentral menyimpan emas untuk
persediaan pembelian saham investasi ke luar negeri.
Pada dasarnya standar tunggal akan membawa kebaikan antara lain
dapat mempermudah pembayaran internasional jika semua Negara
menggunakan standar yang sama. Hal itu dimungkinkan karena nilai dari
emas dan perak lebih stabil di dunia internasional.
Tetapi dalam pemakaian standar tunggal ada beberapa keburukan
yang terjadi antara lain:
1) Perubahan produksi logam yang digunakan sebagai standar moneter,
misalkan karena diketemukannya tambang logam baru akan
mempengaruhi harga barang-barang dan pengaruh tersebut tidak akan
berkurang walaupun ada logam lain.
2) Adanya risiko dalam perdagangan antar negara yang menggunakan
standar tunggal dengan logam yang berbeda, sehingga akan
menyulitkan dalam penentuan tolok ukur dasar perbandingannya.
Bab 8 - Uang dan Perbankan 235

b. Standar Kembar (Bimetalisme)


Adalah suatu sistem di mana mata uang emas dan perak dipakai
sebagai standar keuangan negara. Kedua logam tersebut memiliki
perbandingan tertentu yang ditetapkan oleh penguasa moneter.
Dalam pelaksanaanya pemakaian dua macam logam ini sebagai mata
uang dengan perbandingan tertentu akan menimbulkan kesulitan sebab
dalam prakteknya jumlah uang emas dengan uang perak akan lebih banyak
uang perak, hal ini akan mengakibatkan hilangnya uang emas dari
peredaran.
Maka tepatlah apa yang dikemukakan oleh Gresham (Hukum
Gresham) yang berbunyi “Bad money always drives out good money”
yang artinya jika suatu negara menganut standar kembar sedangkan
perbandingan antara emas dan perak berbeda, maka logam yang bernilai
rendah (perak ) akan mendesak logam yang bernilai tinggi (emas) dari
peredaran.
c. Standar Pincang
Adalah sistem keuangan Negara di mana mata uang yang berlaku
adalah emas dan perak namun kedua logam tersebut tidak memiliki
perbandingan tertentu. Dengan kata lain uang emas dipakai sebagai dasar
keuangan, sedangkan uang perak dipakai sebagai alat pembayaran yang
sah dan umum tidak boleh membuatnya. David Ricardo mengatakan bahwa
kegemaran orang memegang mata uang emas bukan karena pertimbangan
ekonomi tetapi karena senang dan ingin memiliki benda indah tersebut.
Maka lebih bermanfaat bila benda emas tersebut dijadikan inti atau jaminan
keuangan atau juga hanya digunakan untuk pembayaran luar negeri.
2. Standar Kertas (The Paper Standard)
Adalah sistem keuangan negara di mana uang kertas berlaku sebagai
alat pembayaran yang sah. Uang kertas yang beredar di masyarakat diterima
dan digunakan karena masyarakat “percaya” pada penguasa moneter. Tiap
kesatuan uang diukur tidak dengan berat logam tertentu melainkan dengan
nominalnya.
Standar kertas ini merupakan standar dasar yang dipakai oleh negara
di seluruh dunia. Kebaikan dari standar kertas ini adalah sebagai berikut :
a. Menghemat pemakaian emas dan menghindari dari risiko
kemungkinan hilang
b. Ongkos pembuatannya murah dan untuk pengiriman dalam jumlah
besar lebih mudah.
c. Peredaran mudah disesuaikan dengan kebutuhan
3. Standar Gabungan
Standar barang gabungan merupakan dasar cadangan mata uang barang
(commodity reserve currency). Dasar dari standar ini adalah untuk mengaitkan
nilai dollar atau beberapa unit moneter internasional menjadi barang gabungan.
Standar ini dikembangkan oleh Amerika.
236 E k o n o m i SMA - Kelas X

C. Pengertian Bank
Bank berasal dari bahasa Yunani, Banco yang artinya “meja” (meja yang
dimaksud di sini adalah tempat untuk melakukan tukar-menukar uang). Mula-mula
pekerjaan bank dilakukan sebagai pedagang uang, yaitu membeli dan menjual uang
logam (emas dan perak). Kemudian kegiatan sang pedagang uang ini bertambah
sebagai tempat penitipan uang logam dari masyarakat.
Sebagai bukti dari penitipan ini, maka pedagang memberikan tanda bukti
penyimpanan dengan memberikan Nota Emas Smith (Gold Smith Notes), di mana
nota ‘ini bisa diperjualbelikan dengan nilai nominal dan nilai kurs, yang sekarang
bisa disebut dengan uang giral.
Selain menghimpun atau menyalurkan dana dari atau ke masyarakat, bank
di sini juga memberikan jasa pelayanan dalam bidang keuangan lainnya kepada
masyarakat, seperti jasa penagihan dan pemindahan uang. Dewasa ini kegiatan
perbankan memegang peranan penting dalam tata perekonomian modern, khususnya
usaha-usaha menarik dana dari masyarakat dan menyalurkan dana kepada
masyarakat.
Di negara maju sektor perbankan menjadi suatu industri jasa yang
berkembang ke arah yang lebih baik. Pelayanan perbankan sekarang ini sudah
menjangkau masyarakat dari segala lapisan.
Seperti yang tercantum dalam Undang-undang Perbankan No. 10 Tahun
1998 menerangkan bahwa bank adalah Badan usaha yang menghimpun dana dari
masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kembali kepada
masyarakat dalam bentuk kredit atau bentuk-bentuk lain dalam rangka
meningkatkan taraf hidup rakyat banyak.

D. Fungsi dan Peranan Bank


Dalam undang-undang perbankan seperti yang telah disebutkan di atas bahwa
fungsi utama kegiatan perbankan Indonesia adalah sebagai lembaga penghimpun
dana dari masyarakat dan penyalur dana kepada masyarakat.
Verryn Stuart mengemukakan ada dua tugas utama dari bank, yaitu:
1. Sebagai penyalur kredit, bank menerima simpanan dari masyarakat, kemudian
memberikan pinjaman kepada masyarakat lain yang membutuhkannya.
2. Sebagai pencipta kredit, bank dalam hal ini menciptakan alat pembayaran (uang
kartal dan giral) yang nantinya dipergunakan masyarakat dalam kegiatan
ekonomi.
Adapun peranan bank di dalam negeri menyangkut kegiatan-kegiatan yang
berhubungan dengan pemenuhan kebutuhan perekonomian nasional. Kegiatan-
kegiatan perbankan dalam hal ini, meliputi: kegiatan administrasi, penggunaan
uang, perkreditan, pengiriman uang (transfer), penciptaan uang, dan
pengawasannya.
Sedangkan peranan bank dalam kegiatannya dengan luar negeri adalah
sebagai perantara lalu lintas keuangan (devisa) dalam rangka hubungan moneter
dan perdagangan internasional. Secara sederhana kegiatan bank dalam lingkup ini
meliputi kegiatan perencanaan dan pengadministrasian cadangan emas.
Bab 8 - Uang dan Perbankan 237

E. Jenis-jenis Bank

1. Bank Sentral
Bank Sentral adalah pelaksana dari kebijaksanaan moneter pemerintah
yang ditetapkan oleh dewan moneter. Dewan moneter tersebut merupakan
pengelola moneter yang diketuai oleh Menteri Keuangan dan anggotanya adalah
Menteri Perdagangan dan Gubernur Bank Sentral. Nama Bank Sentral
disesuaikan dengan nama negara yang bersangkutan. Bank sentral di Indonesia
adalah Bank Indonesia (BI).
Bank Sentral pada umumnya memilki 3 tugas/peranan utama yang
meliputi:
a. Pengendalian moneter → dimaksudkan untuk menjaga kestabilan harga
dan atau pertumbuhan ekonomi
b. Pengaturan dan pengawasan perbankan → dimaksudkan untuk menjaga
kestabilan sistem perbankan
c. Pengaturan sistem pembayaran → bertujuan untuk mengembangkan
sistem pembayaran dan infrastruktur keuangan yang sehat.

Bank sentral yang merupakan lembaga negara yang independen bebas


dari campur tangan pemerintah dan pihak-pihak lain, kecuali untuk hal-hal yang
secara tegas diatur dalam undang-undang.
Dalam Undang-undang No.23 Tahun 1999, yang mengatur Bank Indonesia
sebagai bank sentral yaitu mengatur dan menjaga kestabilan nilai rupiah serta
undang-undang perbankan di Indonesia. Kestabilan nilai rupiah akan tampak
dari perkembangan laju inflasi dan perkembangan nilai tukar rupiah terhadap
mata uang negara lain. Untuk mencapai tujuan tersebut, maka Bank Indonesia
sebagai penguasa moneter memiliki tugas sebagai berikut:
a. Menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter
Pengendalian moneter ini dilakukan di antaranya dengan cara operasi
pasar terbuka, penentuan tingkat suku bunga, dan pengendalian cadangan
uang kas yang dimiliki oleh bank-bank lainnya.
b. Mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran
Untuk tugas yang demikian ini, maka Bank Indonesia memiliki
wewenang memberikan persetujuan atas penyelenggaraan jasa sistem
pembayaran dan mewajibkan penyelenggara jasa sistem pembayaran ini
untuk memberikan laporan kegiatan serta penetapan penggunaan alat
pembayaran.
c. Mengatur dan mengawasi bank
Untuk tugas ini, maka Bank Indonesia berwenang memberikan dan
mencabut izin usaha perbankan, memberikan izin pembukaan, penutupan
dan pemindahan kantor perbankan serta memberikan izin kepemilikan dan
kepengurusan bank.
238 E k o n o m i SMA - Kelas X

d. Sebagai penyedia dana terakhir (last lending resort)


Untuk tugas ini, maka bank sentral berperan sebagai penyedia dana
terakhir bagi bank umum dalam bentuk, Bantuan Likuiditas Bank Indonesia
(BLBI).
Dalam melaksanakan tugasnya Bank Indonesia dipimpin oleh dewan
gubernur yang terdiri atas seorang gubernur, seorang deputi gubernur senior
dan sekurang-kurangnya empat orang atau sebanyak-banyaknya tujuh orang
deputi gubernur. Apabila gubernur atau deputi senior gubernur berhalangan,
maka akan menunjuk seorang deputi gubernur untuk memimpin dewan gubernur.
Gubernur, deputi gubernur senior, dan deputi gubernur diusulkan dan diangkat
oleh presiden dengan persetujuan DPR untuk masa jabatan 5 tahun dan untuk
selanjutnya bisa diangkat kembali untuk satu kali masa jabatan selanjutnya. Modal
Bank Indonesia ditetapkan berjumlah sekurang-kurangnya 2 triliun rupiah.

2. Bank Umum
Bank Umum adalah bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara
konvensional dan atau berdasarkan prinsip Syariah yang dalam kegiatannya
memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran. Sehingga dalam pelaksanaanya
maka bank umum dikategorikan menjadi 2, yakni:
a. Bank Umum Konvensional adalah bank yang memilki aktivitas memobilisasi
atau menerima dana masyarakat dengan memberikan bunga sebagai bentuk
balas jasanya.
b. Bank Umum Syariah (Bank bagi hasil) adalah bank yang dalam aktivitasnya
tidak menarik bunga dari jasa usahanya, tetapi diperhitungkan mendapat
bagian jasa berupa bagi hasil.

a. Bank Umum Konvensional


1). Fungsi pokok Bank Umum adalah sebagai berikut:
a). Menyediakan mekanisme dan alat pembayaran yang lebih efesien
dalam kegiatan ekonomi
b). Menciptakan uang (uang giral)
c). Menghimpun dan menyalurkan dana dari dan kepada masyarakat
d). Menawarkan jasa-jasa perbankkan
2). Usaha yang dapat dilakukan oleh bank umum (U U No 10 Tahun
1998) antara lain :
a) Menghimpun dana dari masyarakat
b) Memberikan kredit
c) Menerbitkan surat pengakuan utang
d) Memindahkan uang baik untuk kepentingan sendiri ataupun untuk
kepentingan nasabah
e) Menyediakan tempat penitipan barang atau dokumen berharga
f) Melakukan kegiatan penitipan untuk kepentingan pihak lain
berdasarkan atas kontrak (Custodian)
Bab 8 - Uang dan Perbankan 239

g) Melakukan kegiatan anjak piutang (factoring), kartu kredit dan


kegiatan wali amanat (trustee)
h) Melakukan kegiatan valuta asing, penyertaan modal pada bak atau
perusahaan lain dibidang keuangan seperti sewa guna usaha,
perusahaan efek, modal ventura dan asuransi
3). Produk-produk Bank Umum Konvensional:
a) Giro adalah simpanan di bank yang penarikannya dapat dilakukan
dengan perantaraan cek, ATM, surat perintah pembayaran lainnya
atau dengan cara pemindahbukuan. Simpanan giro setiap saat bisa
diambil. Rekening giro ini biasa juga disebut dengan rekening
koran.
b) Cek adalah perintah kepada bank dari orang yang menandatangani
untuk pembayaran sejumlah uang yang tertera pada lembaran cek
tersebut kepada orang yang namanya disebutkan pada cek tersebut.
Macam-macam cek antara lain:
(1) Cek atas tunjuk adalah cek yang tidak tercantum nama orang
yang akan menguangkan dan bank akan membayarkan
kepada siapa saja yang akan datang untuk menggunakan cek
tersebut.
(2) Cek atas nama adalah cek yang mencantumkan nama orang
yang akan dibayarkan
(3) Cek kosong adalah cek yang dananya sudah tidak ada lagi
atau tidak cukup dalam rekening orang yang bersangkutan di
bank
(4) Cek mundur adalah cek yang pembayarannya dilakukan pada
tanggal yang tercantum mundur dari saat cek tersebut dibuat
(5) Wesel adalah perintah tertulis dari penarik kepada seseorang
untuk membayar sejumlah uang kepada penarik pada tanggal
yang ditentukan.
(6) Tabungan adalah simpanan seseorang kepada bank yang
penarikannya hanya dapat dilakukan menurut syarat-syarat
tertentu
(7) Deposito Berjangka adalah simpanan dalam bentuk valuta
asing atau rupiah milik seseorang yang penarikannya dapat
dilakukan setelah jangka waktu tertentu.
(8) Travel Cheque adalah cek bepergian yang dijual untuk dipakai
oleh orang yang tidak menghendaki membawa uang tunai saat
bepergian ke dalam atau luar negeri.

b. Bank Umum Syariah


Didasarkan pada UU No7 tahun 1992 tentang perbankkan kemudian
dipertegas kembali dengan PP No72 tahun 1992 tentang bank dengan sistem
bagi hasil.
240 E k o n o m i SMA - Kelas X

1). Latar belakang adanya Bank Syariah antara lain:


a) Adanya kesadaran umat muslim yang ingin menjalankan
aktifitasnya sesuai dengan tuntutan agama.
b) Umat muslim membutuhkan perbankan bebas bunga, tidak bersifat
spekulatif dan pembiayaan kegiatan usaha riil.
2). Ruang Lingkup Kegiatan Usaha Bank Syariah.
Bank Syariah tidak menempuh cara transaksi pinjam meminjam
dana sebagai kegiatan komersiil. Kegiatan komersil bank syariah
meliputi:
a) Perdagangan baik tunai maupun tangguh (al bai’)
b) Sewa dan sewa beli (al ijarah)
c) Investasi/penyertaan (syirkah) baik untuk keuntungan sendiri
maupun untuk kepentingan dan atas perintah nasabah
d) Jasa-jasa titipan (al wadi’ah) bentuknya seperti custodian dan
trusteeship
e) Jasa-jasa (ju’alah) dalam lalu lintas pembayaran sepertitransfer,
penerbitan L/C, collections(wakalah), garansi bank (kafalah)
3) Contoh-contoh Bank Syariah; antara lain Bank Muamalat, Bank
Syariah Mandiri, Bank BNI Syariah dan lainnya

c. Perbedaan Bank Umum Konvensional dan Bank Syariah

No. Perbedaan Bank Konvensional Bank Syariah

1. Falsafah Sistem Bunga (Interest) Sistem bagi hasil (Revenue/


Profit - Risk Sharing)
Hanya Perundang-
2. Landasan undangan dan ketentuan - Al-Qur’an dan Hadits Nabi
Hukum Perbankan Muhammad SAW
- Ijma Ulama, Qiyas dan
Fatwa Dewan Syariah
- Hukum Positif perundang
dan ketentuan perbankan

3. Koridor Memiliki Aspek Maysir, Anti Maysir, riba dan Gharar


Bisnis riba, dan Gharar

4. Organisasi Tidak memiliki Dewan Memiliki Dewan Pengawas


Pengawasan Pengawas Syariah Syariah dan Dewan Syariah
Nasional

5. Operasional - Dana masyarakat - Dana Masyarakat berupa


yang harus dibayar titipan dan investasi yang
bunganya pada saat akan mendapat hasil sesuai
jatuh tempo hasil dikelola usaha
Bab 8 - Uang dan Perbankan 241

- Penyaluran Dana pada - Penyaluran hanya pada


sektor yang usaha yang halal, anti
menguntungkan, tanpa maysir, riba dan gharar,
mempertimbangkan serta menguntungkan
aspek halal-haram

F. Jasa-jasa Perbankan
Usaha pokok bank adalah mengumpulkan dana dari masyarakat dan
menyalurkannya kembali kepada masyarakat. Untuk menunjang usaha pokok
tersebut, maka bank memberikan jasa atau pelayanan kepada masyarakat yang
antara lain sebagai berikut:
1. Jasa Transfer
Adalah jasa pengiriman uang antar daerah atau bahkan antar negara yang
dilaksanakan oleh suatu bank atas permintaan nasabah baik dalam bentuk rupiah
maupun valuta asing yang ditujukan kepada pihak lain (perorangan lembaga atau
perusahaan).
Manfaat dari transfer antara lain:
a. Membantu kelancaran transaksi perdagangan, baik di dalam maupun luar
negeri.
b. Membantu kelancaran pembayaran biaya pendidikan dan lain-lain.
c. Memperkecil risiko yang ditimbulkan dari membawa uang.

2. Jasa Diskonto
Adalah jasa yang dilakukan oleh bank dengan cara bank menjamin surat-
surat berharga yang diperjualbelikan oleh masyarakat.

3. Jasa Inkaso
Adalah bentuk jasa dari perbankan yang berupa usaha penagihan wesel
atau surat utang atas nama nasabahnya dari pihak lain. Manfaat dari adanya
inkaso, adalah sebagai berikut:
a. Nasabah tidak perlu menagih sendiri jika tempatnya berjauhan, cukup
menyerahkan surat tagihan tersebut pada bank.
b. Nasabah dapat menghemat tenaga dan biaya serta kemampuan terjamin

4. Jasa Garansi Bank


Bank menjamin nasabahnya dalam melakukan suatu perjanjian atau suatu
transaksi. Jika nasabahnya tidak memenuhi kewajiban sesuai dengan perjanjian
maka bank akan membayar kerugian yang terjadi.
242 E k o n o m i SMA - Kelas X

5. Jasa Penyewaan Tempat Penyimpanan Barang atau Surat


Berharga
Jasa perbankan ini dilakukan dengan cara menyewakan kepada nasabah
tempat penyimpanan barang-barang berharga dalam sebuah box (safe deposit
box) dengan ukuran tertentu dan nasabah sendiri yang menyimpan kuncinya
dan pihak bank tidak boleh mengetahui wujud dari barang yang disimpan. Misalnya:
surat-surat berharga, mata uang, emas, sertifikat atau dokumen-dokumen lainnya.
6. Jasa Kartu Kredit
Kartu kredit adalah alat pembayaran pengganti uang tunai atau cek.
Dewasa ini hampir setiap bank menyediakan bentuk jasa ini, dan tentunya hanya
bank-bank yang memiliki kriteria sehat yang boleh menerbitkan kartu kredit setelah
mendapat persetujuan Bank Indonesia. Kartu kredit ini digunakan untuk transaksi-
transaksi pembelian di sejumlah tempat, seperti toko, hotel, tempat hiburan, dan
lain-lain.
Salah satu keuntungan dari penggunaan kartu kredit selain memberikan
rasa aman daripada memegang uang tunai, juga akan memberikan jaminan dari
risiko kemacetan pembayaran karena keberadaanya dijamin oleh bank.
7. Jasa Cek Perjalanan (Traveler s Cheque)
Bentuk jasa yang dikeluarkan oleh bank dengan cara menyediakan cek
perjalanan kepada para nasabahnya untuk memudahkan nasabah dalam
melakukan transaksi selama dalam perjalanan.
8. Jasa Valuta Asing
Bentuk usaha ini terkenal dengan nama Money Changer, yaitu bank
melaksanakan kegiatan tukar-menukar mata uang asing menjadi mata uang rupiah
atau sebaliknya atau pertukaran antarmata uang asing lainnya.
9. Jasa Penyediaan ATM
Sebagai tindak lanjut dari jasa penerbitan kartu kredit, maka bank juga
menyediakan layanan ATM (Automatic Teller Machine) atau istilahnya adalah
Anjungan Tunai Mandiri. Maksud dari ATM ini adalah untuk memudahkan nasabah
mengambil uang tunai tanpa harus datang dan antri di bank yang bersangkutan.
Dilihat dari kepentingannya, maka biasanya ATM banyak dijumpai di tempat-
tempat yang dekat dengan aktivitas perekonomian.

G. Kebijakan Pemerintah di Bidang Moneter

1. Gambaran Umum Kebijakan Moneter


Kebijakan moneter merupakan kebijakan bank sentral atau otoritas moneter
dalam bentuk pengendalian besaran moneter dan suku bunga untuk mencapai
perkembangan kegiatan perekonomian yang diinginkan. Kegiatan perekonomian
Bab 8 - Uang dan Perbankan 243

yang dimaksud adalah kestabilan perekonomian makro yang tercermin dalam


kestabilan harga (rendahnya laju inflasi), membaiknya perkembangan out put riil
(pertumbuhan ekonomi) serta cukup luasnya kesempatan kerja yang tersedia.
Kebijakan moneter yang dimaksud di atas adalah bagian integral dari
kebijakan ekonomi makro yang pada umumnya dilakukan dengan
mempertimbangkan siklus ekonomi, sifat perekonomian suatu negara (terbuka
atau tertutup) serta faktor-faktor fundamental ekonomi lainnya.
2. Kebijakan Moneter di Indonesia
Dalam ere perekonomian global, interaksi ekonomi antar negara merupakan
salah satu aspek penting dari perkembangan ekonomi suatu negara yang semakin
terbuka. Dengan semakin besarnya keterkaitan antar negara, maka semakin
terbuka pula perekonomian negara yang bersangkutan seperti yang tercermin
pada peningkatan transaksi perdagangan dan arus dana antarnegara.
Keterbukaan perekonomian suatu negara akan membawa konsekuensi
pada perencanaan dan pelaksanaan kebijakan ekonomi makro, termasuk
kebijakan moneternya. Indonesia sebagai salah satu negara yang menganut
keterbukaan ekonomi mau tidak mau juga harus memilki strategi tersendiri dalam
melaksanakan kebijakan moneternya.
Pasang surut perkembangan perekonomian di Indonesia terlebih dengan
adanya krisis ekonomi yang berkepanjangan membawa konsekuensi tersendiri
bagi arah kebijakan perekonomian secara makro khususnya arah kebijakan
moneter itu sendiri. Bank Indonesia sebagai otoritas moneter berusaha melakukan
langkah-langkah strategis guna meningkatkan upaya pemulihan perekonomian
Indonesia yang mengalami keterpurukan akibat krisis ekonomi yang
berkepanjangan.
Kebijakan moneter yang dilakukan dalam rangka pengendalian jumlah uang
beredar (JUB), dapat dilakukan melalui beberapa instrumen. Adapun instrumen
kebijakan moneter di Indonesia dapat dikelompokkan menjadi:
a. Kebijakan Moneter Kualitatif adalah kebijakan moneter yang dilakukan oleh
Bank Indonesia dalam bentuk himbauan moral kepada para pemimpin bank-
bank umum agar ikut mengamankan apa yang menjadi kebijakan Bank
Indonesia. Ujud kebijakan moneter kualitatif ini antara lain: (1) bujukan moral
(moral suasion); (2) kredit selektif dan lainnya.
b. Kebijakan Moneter Kuantitatif adalah kebijakan moneter dalam rangka
pengendalaian jumlah uang yang beredar melalui pengendalian besaran
moneter yang berujud angka-angka atau kuantitatif. Ujud kebijakan moneter
kuantitatif antara lain: (1) Operasi Pasar Terbuka (Open Market Operation)
yaitu dalam bentuk keterlibatan BI dalam pengendalian JUB dengan cara
intervensi atau terjun ke pasar untuk menjual atau membeli surat berharga;
(2) Politik Diskonto/ Kebijakan Suku Bunga (Discount Rate Policy) yaitu
kebijakan BI dalam pengendalian JUB dengan cara menaik-turunkan suku
bunga Sertifikat Bank Indonesia (SBI); (3) Kebijakan Nisbah Cadangan
244 E k o n o m i SMA - Kelas X

atau cash ratio yaitu kebijakan BI dalam pengendalian JUB dengan cara
menaik-turunkan prosentase Cadangan Wajib yang harus disetor oleh bank-
bank umum dari dana pihak ketiga yang berhasil dihimpun oleh bank-bank
umum.
Kebijakan moneter di Indonesia diarahkan untuk mengatasi terjadinya inflasi
dan upaya pemerintah dalam rangka menstabilkan harga. Ada beberapa upaya
yang dilakukan untuk mencapai usaha ke arah tersebut antara lain :

a. Penerapan sasaran inflasi


Sejak tahun 2000 Bank Indonesia menetapkan dan mengumumkan
sasaran inflasi yang akan dicapai melalui kebijakan moneter, yaitu jangka
menengah-panjang (3-5 tahun kedepan) yang saat ini sebesar 6% utk tahun
2006.

b. Kebijakan moneter mengarah ke depan


Kebijakan moneter yang ditempuh Bank Indonesia diarahkan untuk
mencapai sasaran inflasi yang ditetapkan ke depan melalui pengembangan
model-model proyeksi ekonomi, nilai tukar dan inflasi.
c. Transparansi
Penjelasan secara periodik mengenai pelaksanaan kebijakan moneter
dilakukan oleh bank Indonesia baik pada setiap awal tahun, triwulan, bulanan
maupun mingguan.

d. Akuntabilitas
Sesuai dengan UU No 3 tahun 2004 bank indonesia diwajibkan untuk
menyampaikan laporan tahunan dan laporan triwulanan mengenai
pelaksanaan tugas dan wewenangnya termasuk kebijakan moneternya
kepada DPR.

Rangkuman

1. Uang adalah suatu benda yang diakui masyarakat/negara untuk dijadikan sebagai
perantara dalam melakukan pertukaran barang/jasa.
2. Syarat-syarat uang
a. Dapat diterima oleh masyarakat umum (acceptability),
b. Tidak berkurang nilainya (stability of value),
c. Tahan lama dan tidak mudah rusak (durability),
d. Mudah dipindahkan dan dibawa ke mana-mana (portability),
e. Mudah dibagi tanpa mengurangi nilai (disability),
f. Memiliki satu kualitas saja (uniformity
g. Jumlahnya terbatas dan tidak mudah dipalsukan,
Bab 8 - Uang dan Perbankan 245

3. Fungsi uang dikategorikan menjadi dua, yaitu :


a. Fungsi Asli (Primer): 1) Alat Tukar Menukar; 2) Alat Satuan Hitung (Alat
Pengukur Nilai)
b. Fungsi Turunan: 1) Alat Pembayaran Utang; 2) Alat Untuk Menimbun kekayaan;
dan 3) Alat Pemindah Kekayaan
4. Jenis–jenis Uang
a. Berdasarkan Bahannya: 1) Uang Logam; 2) Uang Kertas
b. Berdasarkan Lembaga Yang Mengeluarkannya
1) Uang Kartal (Chartal = Kepercayaan),
2) Uang Giral (Giro = Simpanan di bank),
c. Berdasarkan Nilai
1) Bernilai Penuh (Full Bodied Money)
2) Tidak Bernilai Penuh (Token Money),
d. Berdasarkan Pemakai
1) Internal Value,
2) External Value,
5. Permintaan uang adalah keinginan masyarakat untuk mewujudkan bagian tertentu
dari pendapatannya dalam bentuk uang kas.
6. Motif orang memiliki uang tunai menurut JM Keynes ada tiga, yaitu:
a. Motif untuk bertransaksi
b. Motif Berjaga-jaga
c. Motif Spekulasi
7. Penawaran uang adalah seluruh jumlah mata uang yang telah dikeluarkan dan
diedarkan oleh bank sentral, baik itu uang logam maupun uang kertas.
8. Bank adalah Badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk
simpanan dan menyalurkannya kembali kepada masyarakat dalam bentuk kredit
atau bentuk-bentuk lain dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak.
9. Tugas utama dari bank yaitu sebagai lembaga mediasi (perantara) dari pihak yag
kelebihan dana (the lender) dan pihak yangf membutuhkan dana (the borrower).
Oleh karena itu bank dapat berperan sebagai penyalur kredit dan pencipta kredit:
10. Bank sentral yang merupakan lembaga negara yang independen bebas dari campur
tangan pemerintah dan pihak-pihak lain, kecuali untuk hal-hal yang secara tegas
diatur dalam undang-undang.
11. Tugas Bank Sentral sebagai berikut:
a. Menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter
b. Mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran
c. Mengatur dan mengawasi bank
d. Sebagai penyedia dana terakhir (last lending resort)
12.Bank Umum adalah bank yang dapat memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran
yang bertugas menghimpun dana dari masyarakat dan menyalurkannya kembali
kepada masyarakat serta memberikan jasa-jasa kepada masyarakat dalam bidang
keuangan. dibagi menjadi dua yaitu bank konvensional dan bank syariah
13.Kebijakan moneter merupakan kebijakan bank sentral atau otoritas moneter dalam
bentuk pengendalian besaran moneter dan suku bunga untuk mencapai
perkembangan kegiatan perekonomian yang diinginkan.
246 E k o n o m i SMA - Kelas X

14.Macam-macam kebijakan moneter


a. Politik diskonto
b. Politik open market
c. Kredit selektif
d. Cash ratio
e. Dorongan moral (moral suasion)
Bab 8 - Uang dan Perbankan 247

Latihan
I. Berilah tanda silang (x) huruf a, b, c, d, atau e pada jawaban yang paling benar!
1. Di bawah ini termasuk syarat-syarat uang kecuali ….
a. Nilainya mudah berubah
b. Tidak mudah dibagi-bagi
c. Tidak mudah rusak
d. Jumlahnya sangat terbatas
e. Bahannya bagus dan mahal
2. Uang memiliki fungsi sebagai berikut
1. alat pembentuk kekayaan
2. alat pembayaran
3. alat penukaran umum
4. alat pengukur nilai
Yang merupakan fungsi asli uang adalah ….
a. 1 dan 2
b. 1 dan 3
c. 1 dan 4
d. 2 dan 4
e. 3 dan 4
3. Faktor-faktor yang mempengaruhi kebutuhan dan jumlah uang yang beredar
dalam masyarakat:
1. kegiatan ekonomi
2. suku bunga
3. persediaan kas
4. motif berjaga-jaga
5. transaksi
6. cash ratio
Termasuk faktor yang mempengaruhi jumlah uang yang beredar dalam
masyarakat, adalah ….
a. 1,2 dan 4
b. 1,2 dan 6
c. 2,3 dan 5
d. 3,4 dan 6
e. 3,5 dan 6
248 E k o n o m i SMA - Kelas X

4. Menurut teori Irving Fisher faktor-faktor yang mempengaruhi jumlah uang yang
beredar dalam masyarakat adalah ….
a. Kebijakan pemerintah, kecepatan peredaran uang, pendapatan masyarakat
b. Kebijakan pemerintah, pendapatan masyarakat, tingkat harga barang
c. Kecepatan peredaran uang, pendapatan masyarakat, tingkat harga barang
d. Kecepatan peredaran uang, tingkat harga barang, jumlah barang yang
diperdagangkan
e. Pendapatan masyarakat, tingkat suku bunga, jumlah barang yang
diperdagangkan
5. Pada selembar uang Rp.100.000,00, angka Rp.100.000,00 tersebut merupakan
nilai…
a. Eksternal
b. Internal
c. Intrinsik
d. ekstrinsik
e. nominal
6. Ny. Andini menyetor uang ke bank dengan nomor rekening atas namanya sendiri
sebesar Rp.5.000.000,00. Kemudian ia menerima buku cek dari bank tersebut,
maka pada saat itu terjadi perubahan ….
a. uang giral menjadi uang kartal
b. uang nominal menjadi cek
c. uang kartal menjadi uang giral
d. uang kartal menjadi uang kontan
e. uang giral menjadi cek
7. Suatu negara menggunakan dua logam secara bersama-sama sebagai alat
pembayaran yang sah, tetapi yang dipakai sebagai dasar penentuan nilai mata
uang hanya satu logam saja,misalkan logam perak. Maka negara tersebut
menganut sistem standar….
a. tunggal
b. kertas
c. emas
d. kembar
e. pincang
Bab 8 - Uang dan Perbankan 249

8. “Bad money drive out good money” pernyataan tersebut merupakan bunyi
dari hukum Gresham. Hukum ini akan berlaku pada negara yang menganut
standar uang….
a. tunggal
b. kertas
c. emas
d. kembar
e. pincang
10. Ketika kita harus membayar pajak kendaraan bermotor tiap tahun kepada
pemerintah sebagai wujud dari ketaatan sebagai warga negara, maka dalam
hal ini uang yang kita gunakan berfungsi sebagai ….
a. Fungsi uang sebagai alat tukar umum (medium of exchange)
b. Fungsi uang sebagai alat satuan hitung (unit of account)
c. Fungsi uang sebagai alat pengukur nilai (a measure of value)
d. Fungsi uang sebagai alat pembayaran (a standard of payment)
e. Fungsi uang sebagai penyimpan nilai (store of value)

II. Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan singkat !


1. Jelaskan perbedaan antara uang kartal dan uang giral berdasarkan cirri-cirinya
masing-masing!
2. Jelaskan syarat-syarat benda bisa disebut sebagai uang!
3. Sebutkan dan jelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi jumlah uang beredar!
4. Bila suatu negara mengedarkan uang sebesar 1000, jumlah peredaran barang
200 dan kecepatan peredaran uang 50. Hitunglah
a. Berapakah tingkat harga yang terjadi
b. Jika jumlah uang yang beredar 4 kali lipat, sedangkan faktor yang lain tetap
maka berapa % kenaikan harga yang terjadi
5. Apa yang dimaksud dengan nilai tukar uang?

III. Jelaskan pertanyaan-pertanyaan berikut menurut pendapat anda!


1. Apa maksudnya bahwa hubungan antara nilai uang dengan harga suatu barang
berbanding terbalik?
2. Apa yang anda ketahui tentang full bodied money dan token money? Dan
mengapa dalam perkembangannya full bodied money tidak bisa dipertahankan?
3. Anda sebutkan bentuk-bentuk uang yang termasuk dalam jenis credit money
atau uang kredit dan apa keuntungan dari uang kredit!
250 E k o n o m i SMA - Kelas X

4. Kulkas, handphone, mobil, dan peralatan rumah tangga lain dapat berfungsi
sebagai alat penimbun kekayaan seperti halnya dengan uang. Akan tetapi
barang-barang tersebut memiliki kelemahan. Tunjukkan dan jelaskan kelemahan
barang-barang tersebut menurut anda?
5. Jelaskan uang memiliki peranan penting dalam kehidupan perekonomian
masyarakat!
Evaluasi Akhir Kelas X Semester 2 251

Evaluasi Akhir Kelas X Semester 2

A. Pilihlah salah satu jawaban yang paling benar!

1. Kebijakan yang mengatur tentang penerimaan dan pengeluaran negara adalah ...
a. kebijakan moneter
b. kebijakan ekonomi internasional
c. kebijakan pengeluaran
d. kebijakan pendapatan
e. kebijakan fiskal
2. IDT kependekan dari ....
a. Inpres Desa Tertentu d. Intensifikasi Desa Tertinggal
b. Inpres Desa Tertinggal e. Intensifikasi Desa Termiskin
c. Inpres Desa Termiskin
3. Berikut ini merupakan kajian pokok dalam ekonomi makro kecuali…
a. ekonomi pembangunan
b. sektor rumah tangga dan perusahaan
c. perdagangan internasional
d. ekonomi moneter
e. ekonomi moneter dan perdagangan internasional
4. Yang merupakan program pemerintah terkait dengan masalah ketenagakerjaan
adalah...
a. Inpres Desa Tetinggal
b. Bantuan Langsung Tunai
c. Bantuan Operasional Sekolah
d. Jaring Pengaman Sosial
e. Meningkatkan perlindungan bagi pekerja secara langsung
5. Indonesia pernah mengalami hyperinflasi yakni pada tahun ... .
a. 1960 d. 1975
b. 1965 e. 1980
c. 1970
6. Mengapa Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang bekerja di luar negeri sebagian besar
bekerja sebagai pekerja kasar (mengandalkan otot)?
a. pekerja kasar gajinya lebih besar
b. pekerja kasar tidak ada saingan
c. pekerja kasar kesempatan kerjanya sempit
d. kualitas SDM masih rendah
e. kualitas SDM tinggi
7. Apabila terjadi penurunan harga secara umum dan terus menerus keadaan ini
disebut ....
a. inflasi d. reflasi
b. deflasi e. deregulasi
c. devaluasi
252 E k o n o m i SMA - Kelas X

8. Berikut ini bukan termasuk angkatan kerja yaitu ... .


a. siswa d. pensiunan
b. mahasiswa e. wanita karier
c. ibu rumah tangga
9. Dalam kaitannya dengan kemiskinan BAPPENAS menggunakan beberapa
pendekatan utama kecuali ... .
a. pendekatan pendapatan
b. pendekatan kebutuhan dasar
c. pendekatan kebutuhan menengah
d. pendekatan objective and subjective
e. pendekatan kemampuan dasar
10. Perhitungan pendapatan nasional dengan cara menjumlahkan seluruh pengeluaran
untuk membeli barang dan jasa merupakan ciri ... .
a. pendekatan pendapatan
b. pendekatan produksi
c. pendekatan pengeluaran
d. pendekatan terapan
e. pendekatan manfaat
11. Perhitungan pendapatan nasional dengan cara menjumlahkan seluruh nilai tambah
dari barang dan jasa merupakan ciri ... .
a. pendekatan pendapatan
b. pendekatan produksi
c. pendekatan pengeluaran
d. pendekatan terapan
e. pendekatan manfaat
12. Pada penggunaan metode pendapatan besarnya pendapatan nasional suatu negara
akan sama dengan ... .
a. jumlah produksi ditambah dengan upah
b. jumlah invetasi yang dilakukan masyarakat
c. jumlah konsumsi dan investasi
d. jumlah nilai tambah produksi dari barang dan jasa
e. penjumlahan dari sewa, bunga, upah dan laba
13. GDP (Gross Domestic Product) akan naik bila … .
a. investasi sebagai sektor produksi bertambah
b. besarnya barang dan jasa di luar negeri
c. volume uang yang beredar bertambah
d. penerimaan negara dalam APBN bertambah
e. laju inflasi berkurang
14. Pendapatan perseorangan dikurangi dengan pajak perseorangan, disebut….
a. Net National Product d. Disposible Income
b. Personal Income e. National Income
c. Gross National Income
Evaluasi Akhir Kelas X Semester 2 253

15. Negara X pada tahun 2000 memiliki data (dalam miliar rupiah) sebagai berikut :
laba yang ditahan : Rp. 360.000,00
pajak langsung : Rp. 60.000,00
Penyusutan modal : Rp. 4.000,00
Pajak tidak langsung : Rp. 20.000,00
Berdasarkan data di atas maka besarnya NNI adalah ... .
a. Rp. 340.000,00
b. Rp. 316.000,00
c. Rp. 300.000,00
d. Rp. 296.000,00
e. Rp. 236.000,00
16. Tinggi rendahnya kemakmuran suatu bangsa ditentukan dari … .
a. tingkat GNP yang tinggi
b. besarnya volume uang yang beredar
c. luasnya lapangan kerja yang tersedia
d. potensi yang dimiliki oleh alam
e. banyaknya pengangguran
17. Bila diketahui data sebagai berikut:
sewa tanah Rp 1.000.000,00
upah tenaga kerja Rp 500.000,00
bunga modal Rp 200.000,00
laba pengusaha Rp 10.000,00
pengeluaran konsumsi Rp 1.000.000,00
pengeluaran investasi Rp 750.000,00
ekspor Rp 1.000.000,00
impor Rp 250.000,00
pengeluaran pemerintah Rp 500.000,00
maka besarnya pendapatan nasional dihitung dari pendekatan pendapatan adalah....
a. Rp 1.750.000,00
b. Rp 1.710.000,00
c. Rp 1.250.000,00
d. Rp 500.000,00
e. Rp 250.000,00
18. Berikut ini adalah beberapa komponen pendapatan nasional
1. gaji 4. bunga modal
2. investasi 5. konsumsi pemerintah
3. konsumsi rumah tangga
Yang merupakan komponen pendapatan nasional dengan pendekatan pendapatan
adalah ... .
a. 1, 2 dan 3 d. 2, 3 dan 5
b. 1, 3 dan 4 e. 2, 4 dan 1
c. 1, 4 dan 5
254 E k o n o m i SMA - Kelas X

19. Fokus perhitungan Gross Domestic Product adalah ... .


a. pada hasil produksi warga negaranya yang ada pada negara yang bersangkutan
b. pada nilai tambah dalam setiap proses produksi yang dihasilkan oleh warga
negaranya
c. pada hasil produksi yang terbatas dalam wilayah suatu negara
d. pada hasil produksi warga negaranya termasuk yang berada di luar negeri
e. pada GDP termasuk nilai hasil produksi yang dihasilkan warga negara atau
perusahaan warga negara tersebut yang berada di luar negeri
20. Selisih antara pendapatan yang diperoleh dari faktor produksi Indoneia yang ada
di luar negeri dengan pendapatan yang diperoleh dari faktor produksi asing di
Indonesia di sebut ... .
a. ekspor neto
b. pendapatan neto luar negeri atas faktor produksi
c. penyusutan barang modal
d. pajak tidak langsung
e. laba
21. Pendapatan yang dibelanjakan adalah ... .
a. NNP dikurangi pajak keuntungan perusahaan
b. GNP dikurangi penyusutan barang modal
c. Pendapatan perseorangan dan rumah tangga dikurangi pajak perseorangan dan
rumah tangga
d. NNP dikurangi pajak tidak langsung
e. NNP ditambah transfer payment
22. Pendapatan perseorangan dikurangi dengan atau pajak langsung adalah ... .
a. National Income
b. Disposible Income
c. Personal Income
d. Gross National Product
e. Net National Product
23. Perhatikan tabel berikut ini

No A B C D

1. Konsumsi upah/gaji usaha pokok Keuntungan


2. Sewa ekspor pajak Selisih expor-impor
3. Tabungan konsumsi Negara bunga modal Investasi negara
4. Investasi tabungan Negara impor Retribusi

Dari tabel di atas yang merupakan komponen pendapatan nasional dengan


pendekatan pendapatan adalah ....
a. A1, B2, C3, D4 d. A3, B1, C3, D2
b. A2, B1, C1, D1 e. A4, B4, C2, D3
c. A2, B1, C3, D1
Evaluasi Akhir Kelas X Semester 2 255

24. Bila negara X selama tahun 1997 memiliki data sebagai berikut:
NNI $ 900 juta, pajak perseroan $ 50 juta, laba ditahan $150 juta, iuran jaminan
sosial $ 30 juta, transfer payment $ 40 juta, maka besarnya Personal Income adalah
....
a. $ 710 juta d. $ 630 juta
b. $ 630 juta e. $ 580 juta
c. $ 600 juta
25. Rumus pendapatan nasional dengan metode pendekatan pendapatan adalah.....
a. Y = C+ I + G + (X – M)
b. Y = r + w + i + p
c. Y = C + S/I
d. Y = P1 × Q1 + P2 × Q2 + Pn × Qn
e. Y = W + I + P + R + D + S
26. Data pendapatan nasional pada tahun 2001 adalah sebagai berikut :
GNP 350 milyar
Penyusutan 35 milyar
Pajak tidak langsung 65 milyar
Pembayaran pindahan 20 milyar
Pajak langsung 5 milyar
Berdasarkan data di atas maka besarnya Personal Income adalah … .
a. 260 milyar
b. 265 milyar
c. 270 milyar
d. 275 milyar
e. 280 milyar
27. GNP suatu negara Rp 24.000 juta, pendapatan neto luar negeri Rp 3.500 juta,
penyusutan Rp 2.750 juta, pajak langsung Rp 2.500 juta, pajak tak langsung
Rp3.000 juta. Maka besarnya NNI adalah … .
a. Rp17.250 juta
b. Rp18.250 juta
c. Rp20.500 juta
d. Rp21.250 juta
e. Rp21.750 juta
28. Diketahui data-data sebagai berikut (dalam milyar rupiah)
Sewa tanah Rp. 30.000,00
Bunga modal Rp. 40.000,00
Upah/gaji Rp. 250.000,00
Laba usaha Rp. 50.000,00
Maka besarnya pendapatan nasional jika dihitung dengan metode pendekatan
pendapatan adalah....
a. 380.000 d. 200.000
b. 370.000 e. 170.000
c. 330.000
256 E k o n o m i SMA - Kelas X

29. Data penggunaan GDP tahun 1992 atas dasar harga konstan tahun 1983 (dalam
milyar rupiah)

No Jenis Pengeluaran Jumlah

1. Konsumsi rumah tangga 69.227,2


2. Konsumsi pemerintah 12.879,0
3. Pembentukan modal tetap domestik bruto 36.414,8
4. Perubahan stok (361,6)
5. Ekspor barang/jasa 42.132,9
6. Dikurangi impor barang/jasa (29.180,7)
Perhitungan pendapatan nasional pada tabel di atas adalah perhitungan dengan
metode pendekatan....
a. Pengeluaran
b. Produksi
c. Pendapatan
d. Kategori pengeluaran khusus
e. Jumlah barang
30. Berikut adalah Tabel tentang pendapatan (Y) dan konsumsi (C) suatu masyarakat
dalam satuan milyar rupiah.
Y 100.000 200.000 300.000 400.000 500.000
C 200.000

Kalau MPC konstan 0,8 maka break even income akan dicapai pada saat
pendapatan :
a. 360.000 d. 600.000
b. 440.000 e. 680.000
c. 520.000
31. Fungsi konsumsi masyarakat adalah : C = 200 Milyar + 0,7Y. Bila pendapatan
nasional sebesar Rp7.000 milyar, jumlah tabungan masyarakat adalah :
a. Rp 1.090 milyar
b. Rp 1.900 milyar
c. Rp 2.090 milyar
d. Rp 2.100 milyar
e. Rp 2.900 milyar
32. Bila I = Rp 100 juta dan MPC = 0,6 maka Y= ....
a. Rp 100 juta
b. Rp 200 juta
c. Rp 250 juta
d. Rp 500 juta
e. Rp 600 juta
Evaluasi Akhir Kelas X Semester 2 257

33. Diketahui MPC sebesar 0,7 artinya ....


a. Setiap pendapatan Rp 100, akan menyebabkan konsumsi Rp 0,7
b. Setiap pendapatan Rp 100, akan menyebabkan konsumsi Rp 7
c. Setiap pendapatan Rp 1, akan memerlukan konsumsi Rp 0,7
d. Setiap tambahan konsumsi Rp 1, akan menyebabkan tambahan pendapatan
Rp 0,7
e. Setiap tambahan pendapatan Rp 100, akan menyebabkan tambahan konsumsi
Rp 7
34. Jika diketahui Y = 800 dan C = 600. maka besarnya MPS adalah
a. 0,25
b. 0,30
c. 0,50
d. 0,75
e. 0,8
35. Besarnya konsumsi pada saat pendapatan nol (tidak mempunyai pendapatan)
disebut….
a. Average Propensity to consume
b. Consumption expenditure
c. Autonomous consumption
d. Propensity to consume
e. Marginal consumption
36. Jika pendapatan Rp 800.000,00, konsumsi Rp 600.000,00. Jika pendapatan naik
menjadi Rp 1200.000,00, konsumsi naik menjadi Rp800.000,00. Dari data tersebut,
fungsi konsumsinya adalah….
a. C = 200.000 + 0,5Y
b. C = 300.000 + 0,5Y
c. C = 400.000 + 0,4Y
d. C = 400.000 + 0,5Y
e. C = 500.000 + 0,5Y
37. Tindakan yang dilakukan oleh penguasa moneter untuk mempengaruhi jumlah
uang yang beredar disebut kebijakan….
a. Fiskal d. Moneter
b. Anggaran e. keuangan negara
c. APBN
38. Tindakan yang dilakukan oleh bank sentral dengan jalan menjual surat-surat
berharga disebut ….
a. Politik diskonto
b. Moral suasion
c. Margin requirements
d. operasi pasar terbuka
e. cash ratio
258 E k o n o m i SMA - Kelas X

39. Dengan uang tunai Rp 5.000,00 Ani bisa membeli 1 kg mangga. Hal ini
menunjukkan bahwa uang memilki nilai ....
a. Intrinsik d. Riil
b. Nominal e. Beli
c. Standar
40. Di bawah ini adalah faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan uang:
1. tingkat bunga
2. motif masyarakat dalam memilki uang
3. tingkat pendapatan masyarakat
4. laju peredaran uang
5. jumlah penduduk
6. belanja negara
Pernyataan di atas yang benar adalah ....
a. 1, 2, 3 d. 3, 5, 6
b. 2, 3, 4 e. 2, 4, 5
c. 1, 3, 5

B. Jawablah dengan singkat pertanyaan-pertanyaan berikut ini!

1. Apa definisi dari kemiskinan konsumsi?


2. Sebutkan hal-hal yang dapat sebagai pemicu terjadinya inflasi!
3. Apa program pemerintah untuk mengurangi pengangguran?
4. Jika Y = 100, C = 90. Jika Y =200, C = 155.
Tentukan persamaan atau fungsi konsumsi dan fungsi tabungannya!
5. Jika diketahui fungsi C = 300 + 0,70 Y. Tentukan berapa pendapatan pada saat
break even point! Gambarkan kurvanya!
6. Diketahui fungsi tabungan sebesar S = -220 + 0,30 Y. Jika ada investasi sebesar
60, berapa keseimbangan pendapatan setelah ada investasi?
7. Hitunglah nilai sekarang dari Rp 30 juta yang akan diterima tiap-tiap tahun selama
3 tahun berturut-turut, jika bunga yang berlaku sebesar 10%?
8. Jelaskan motif-motif yang dimiliki masyarakat dalam memiliki uang menurut JM
Keynes!
9. Sebutkan pembagian fungsi uang!
10. Sebutkan faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan dan penawaran uang!
Evaluasi Akhir Tahun Kelas X 259

Evaluasi Akhir Tahun Kelas X

A. Pilihlah salah satu jawaban yang paling benar!

1. Bambu diubah menjadi kursi, kegiatan produksi tersebut bersifat:


a. Form utility
b. Time utility
c. Ownership utility
d. Place utility
e. Possesion utility
2. Yang bukan merupakan faktor produksi adalah:
a. Konsumen
b. Bahan baku
c. Karyawan
d. Direktur
e. Tenaga kerja
3. Secara umum dapat dikatakan bahwa kebutuhan akan makanan dapat dikategorikan
sebagai kebutuhan. …
a. primer
b. sekunder
c. tersier
d. sosial
e. rohani
4. Berikut ini merupakan salah satu jenis kebutuhan menurut intensitasnya. …
a. individu
b. sekarang
c. sekunder
d. biologis
e. jasmani
5. Balas jasa yang diterima oleh rumah tangga konsumen yang menawarkan faktor
produksi tanah kepada rumah tangga produsen akan menerima balas jasa berupa
a. upah
b. sewa
c. bunga
d. gaji
e. keuntungan
6. Input yang jumlahnya tetap berapapun jumlah output yang diproduksi disebut ….
a. Input marginal
b. Input total
c. Input tetap
d. Input variabel
e. Input campuran
260 E k o n o m i SMA - Kelas X

7. Faktor penentu permintaan yang dominan adalah ....


a. pendapatan masyarakat d. harga barang komplementer
b. harga barang itu sendiri e. selera masyarakat
c. harga barang substitusi
8. Semakin tinggi harga, semakin banyak jumlah barang yang ditawarkan. Pernyataan
ini berlaku untuk ....
a. penawaran d. persediaan
b. permintaan e. permintaan dan penawaran
c. produksi
9. Bentuk kurva permintaan memanjang dari kiri ke atas ke kanan bawah, artinya ....
a. semakin tinggi harga semakin banyak pembelian
b. semakin rendah harga semakin rendah pembelian
c. semakin tinggi harga semakin rendah pembelian
d. semakin rendah harga semakin tinggi pembelian
e. semakin tinggi permintaan akan semakin tinggi pula penawaran
10. Permintaan dan penawaran bergeser ....
a. apabila dalam keadaan ceteris paribus
b. apabila faktor yang mempengaruhinya berubah
c. apabila barang dan jasa di pasar naik
d. apabila harga barang dan jasa di pasar turun
e. apabila harga faktor produksi berubah
11. Titik perpotongan antara kurve permintaan dan kurve penawaran merupakan ....
a. harga pasar
b. penurunan harga
c. penurunan permintaan
d. penurunan penawaran
e. titik keseimbangan (jumlah dan harga keseimbangan)
12. Semua barang dan jasa yang dihasilkan oleh suatu masyarakat negara dalam waktu
tertentu selama satu tahun disebut ....
a. produksi perkapita d. pendapatan nasional
b. pendapatan perkapita e. produksi nasional
c. pendapatan perorangan
13. Berikut ini manfaat dan tujuan mempelajari pendapatan nasional, kecuali ....
a. mengukur tingkat pengangguran
b. mengukur tingkat kemakmuran
c. mengetahui struktur perekonomian
d. mengetahui tingkat pertumbuhan ekonomi
e. merumuskan kebijakan pemerintah
14. Pendapatan perkapita adalah pendapatan ….
a. masyarakat selama satu tahun
b. nasional dikurangi replacement
c. masing-masing orang pada suatu negara
d. rata-rata tiap warga pada suatu negara
e. pendapatan bersih penduduk pada suatu negara
Evaluasi Akhir Tahun Kelas X 261

15. Tinggi rendahnya kemakmuran suatu bangsa ditentukan dari ....


a. tingkat GNP yang tinggi
b. besarnya volume uang yang beredar
c. luasnya lapangan kerja yang tersedia
d. potensi yang dimiliki oleh alam
e. banyaknya pengangguran
16. Pendapatan perkapita tertinggi dari tabel berikut ini terdapat pada negara….

No Nama Negara Pendapatan Nasional Jumlah Penduduk


(Miliar) (Juta)

A. Negara R 42.000 120


B. Negara S 78.000 150
C. Negara T 96.000 160
D. Negara U 130.000 100
E. Negara V 180.000 300
17. Jika pertambahan pendapatan nasional suatu negara prosentasenya lebih besar dari
pada pertambahan penduduk maka hal ini menunjukkan ....
a. akan terjadi keseimbangan pendapatan dalam masyarakat
b. tingkat kesejahteraan penduduk menurun
c. pendapatan perkapitanya akan turun
d. pendapatan perkapitanya akan meningkat
e. pertambahan penduduk lambat
18. Perhatikan tabel data pendapatan perkapita berbagai negara selama tahun 2000
berikut ini (dalam US$) :

No Negara GNP Perkapita

1. Filipina 1.040
2. Thailand 2.010
3. Korea Selatan 8.910
4. Hongaria 4.700
5. Meksiko 5.080
6. Indonesia 570

Menurut Bank Dunia negara yang termasuk dalam kategori low middle income
adalah ....
a. 1 dan 2 d. 1, 2 dan 6
b. 1 dan 6 e. 2, 4 dan 5
c. 4 dan 5
262 E k o n o m i SMA - Kelas X

19. Di bawah ini adalah usaha-usaha untuk meningkatkan pendapatan nasional, kecuali
a. Meningkatkan pembangunan di segala bidang, terutama pembangunan ekonomi
b. Peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan
c. Meminta bantuan modal kepada IMF dalam pelaksanaan pembangunan
d. Mendorong peningkatan perkembangan industri kecil dan rumah tangga
e. Memberikan kesempatan kepada perusahaan-perusahan agar mampu untuk
berkembang
20. Salah satu upaya untuk meningkatan pendapatan perkapita dapat diusahan dengan
a. memperbesar jumlah tenaga kerja
b. memperbesar ekspor barang-barang modal
c. melakukan proteksi terhadap produk dalam negeri
d. meningkatkan produksi dengan mekanisasi
e. memperluas lapangan kerja
21. Bila 40% penduduk termiskin memperoleh pendapatan lebih dari 17% dari
keseluruhan pendapatan nasional maka menurut Bank Dunia hal tersebut tergolong
tingkat ketimpangan yang ….
a. tinggi
b. sedang
c. rendah
d. sangat tinggi
e. sangat rendah
22. Untuk mengukur merata tidaknya distribusi pendapatan nasional maka dapat
digunakan ....
a. Koefisien Lorenz
b. Koefisien Gini
c. Koefisien Elastisitas
d. Kurva Gini
e. Kurva Penawaran
23. Salah satu kegunaan pendapatan perkapita dalam analisis perekonomian masyarakat
adalah .....
a. Untuk mengetahui tingkat suku bunga bank
b. Untuk mengetahui jumlah penduduk yang mengalami kekurangan
c. Untuk mengetahui tingkat kemakmuran masyarakat
d. Untuk mengetahui angka kelahiran dan kematian
e. Untuk mengetahui dan menelaah struktur ekonomi suatu negara
Evaluasi Akhir Tahun Kelas X 263

24. Syarat yang harus dipenuhi agar pendapatan perkapita bisa naik adalah....
a. Pertambahan persentase pendapatan nasional sama dengan persentase
pertambahan jumlah penduduk
b. Persentase pertambahan pendapatan nasional lebih besar dari pada persentase
pertambahan penduduk
c. Pendapatan nasional bertambah dan pertambahan penduduk terus meningkat
d. Jumlah tabungan lebih besar dari investasi
e. Kesempatan kerja dan angkatan kerja terjadi keseimbangan
25. Berikut adalah Tabel tentang pendapatan (Y) dan konsumsi (C) suatu masyarakat
dalam satuan milyar rupiah.

Y 100.000 200.000 300.000 400.000 500.000


C 260.000

Kalau MPC konstan 0,6 maka break even income akan dicapai pada saat pendapatan
:
a. 360.000
b. 440.000
c. 500.000
d. 600.000
e. 680.000
26. Fungsi konsumsi masyarakat adalah : C = 200 Milyar + 0,7 Y. Bila pendapatan
nasional sebesar Rp5.000 milyar, jumlah tabungan masyarakat adalah :
a. Rp1.090 milyar
b. Rp1.300 milyar
c. Rp2.090 milyar
d. Rp2.100 milyar
e. Rp2.300 milyar
27. Bila “I = Rp 50 juta dan MPC = 0,8 maka “Y=
a. Rp 100 juta
b. Rp 200 juta
c. Rp 250 juta
d. Rp 400 juta
e. Rp 500 juta
28. Diketahui MPC sebesar 0,80 artinya
a. Setiap pendapatan Rp 100, akan menyebabkan konsumsi Rp 0,80
b. Setiap pendapatan Rp 100, akan menyebabkan konsumsi Rp 8
c. Setiap pendapatan Rp 1, akan memerlukan konsumsi Rp 0,80
d. Setiap tambahan konsumsi Rp 1, akan menyebabkan tambahan pendapatan
Rp 0,80
e. Setiap tambahan pendapatan Rp 100, akan menyebabkan tambahan konsumsi
Rp 80
264 E k o n o m i SMA - Kelas X

29. Jika diketahui “Y = 1000 dan “C = 700. maka besarnya MPS adalah
a. 0,25
b. 0,30
c. 0,50
d. 0,75
e. 0,80
30. Kondisi Break Event Income terjadi saat ….
a. Pendapatan nol
b. Konsumsi nol
c. Pendapatan = konsumsi
d. Pendapatan > konsumsi
e. Pendapatan < konsumsi
31. Jika pendapatan Rp1.000.000,00, konsumsi Rp700.000,00. Jika pendapatan naik
menjadi Rp1.300.000,00, konsumsi naik menjadi Rp900.000,00. Dari data tersebut,
fungsi konsumsinya adalah….
a. C = 30.000 + 0,67 Y
b. C = 300.000 + 0,67 Y
c. C = 200.000 + 0,67 Y
d. C = 30.000 + 0,5 Y
e. C = 300.000 + 0,6 Y
32. Jika diketahui fungsi C = 2000 + 0,6 Y. Pada saat besarnya pendapatan sama
dengan 500.000,00. Berapakah besarnya tabungan ....
a. 302.000,00
b. 198.000,00
c. 188.000,00
d. 178.000,00
e. 118.000,00
33. Tindakan yang dilakukan oleh penguasa moneter untuk mempengaruhi RAPBN
disebut kebijakan….
a. Fiskal
b. Anggaran
c. APBN
d. Moneter
e. Keuangan Negara
Evaluasi Akhir Tahun Kelas X 265

34. Himbauan yang dilakukan oleh bank sentral kepada bank-bank umum untuk
melakukan sesuatu dalam rangka ikut mengamankan kebijakan bank sentral
disebut ….
a. Politik diskonto
b. Moral suasion
c. Margin requirements
d. Operasi pasar terbuka
e. Cash ratio
35. Uang memiliki nilai nominal sama dengan nilai intrinsiknya disebut….
a. Full bodied money
b. Feduciary money
c. token money
d. Hot money
e. Common money

B. Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan singkat !


1. Apa yang dimaksud dengan kebutuhan individual?
2. Apa perbedaan sistem ekonomi pasar dengan ekonomi campuran?
3. Jelaskan teori perilaku konsumen dengan menggunakan pendekatan marginal!
4. Jelaskan masing-masing peran pelaku ekonomi dalam konsep circular flow?
5. Jelaskan apa perbedaan antara perubahan permintaan dengan perubahan jumlah
barang diminta?
6. Sebutkan faktor-faktor yang dapat mempengaruhi penawaran suatu barang?
7. Apa yang dimaksud dengan surplus konsumen dan surplus produsen?
8. Mengapa harga keseimbangan merupakan sutu posisi harga yang relatif stabil?
Jelaskan!
9. Apa yang dimaksud dengan pendapatan perkapita?
10. Sebutkan tiga kegunaan pendapatan perkapita dalam analisa singkat kesejahteraan
masyarakat !
11. Jelaskan hubungan antara pendapatan nasional dengan pendapatan perkapita !
12. Apa perbedaan antara GDP dengan GNP ?
13. Sebutkan dan jelaskan manfaat perhitungan pendapatan nasional dalam kehidupan
ekonomi!
14. Apakah perbedaan produk nasional dengan pendapatan nasional?
15. Mengapa negara yang mempunyai hubungan internasional ada kecenderungan PNB
lebih kecil atau mungkin lebih besar dari pada PDB?
16. Bagaimana cara menghindari perhitungan ganda dalam penghitungan pendapatan
nasional?
17. Jelaskan kriteria yang dipakai bank dunia dalam menilai distribusi pendapatan
suatu negara!
266 E k o n o m i SMA - Kelas X

18. Apa yang dimaksud dengan pendapatan disposable dan dari mana pendapatan
tersebut diperoleh?
19. Apa yang dimaksud dengan kurva MEC dan MEI?
20. Apa yang dimaksud dengan konsumsi otonom?
21. Bagaimanakah bentuk hubungan antara investasi dan tingkat bunga?
22. Jelaskan fungsi bank Indonesia sebagai bank sentral!
23. Mengapa permata tidak bisa dijadikan sebagai mata uang pada masa sekarang ini?
Jelaskan pendapat kalian!
24. Jelaskan teori nilai menurut David Ricardo!
25. Bedakan antara nilai pakai dan nilai tukar! Jelaskan disertai contoh!
Daftar Pustaka 267

Daftar Pustaka
Budiono. (1994). Pengantar Ilmu Ekonomi Jilid I (Ekonomi Mikro). Yogyakarta: BPFE
UGM
_________. (1994). Pengantar Ilmu Ekonomi Jilid II (Ekonomi Makro). Yogyakarta:
BPFE UGM
Djamaluddin Gade dan Muhammad Gade. (2002). Hukum Pajak. Jakarta: Lembaga
Penerbit FE UI
Didik J. Rachbini dan Suwidi Tono, dkk. Bank Indonesia Menuju Independensi Bank
Sentral. Jakarta: PT Mardi Mulyo
Faried Wijaya dan Soetatwo Hadiwigeno. (1994). Lembaga Keuangan dan Bank.
Yogyakarta: BPFE UGM
Faried Wijaya. (1990). Untaian Ekonomi Moneter dan Perbankan. Yogyakarta: BPFE
UGM
Gilarso, T. (1991). Pengantar Ilmu Ekonomi, Bagian Makro. Yogyakarta: Kanisius
_________. (1992). Pendapatan Nasional. Yogyakarta: Kanisius
Heru Subiyanto (ed.) (2004). Kebijakan Fiskal: Pemikiran, Konsep, dan Implementasi.
Jakarta: Kompas
Irawan M. Suparmoko. (1989). Ekonomi Pembangunan. Yogyakarta: BPFE UGM
Iswardono Sp. (1994). Uang dan Bank. Yogyakarta: BPFE UGM
Kasmir. (2000). Manajemen Perbankan. Jakarta: PT Raja Grafindo Perkasa
______. (2003). Bank & Lembaga Keuangan Lainnya. Jakarta: PT Raja Grafindo
Perkasa
Mankiw, G. N. (1998). Principles of Economics Part I. Hardvard: Hascourt Brace Company
Mardiasmo. (1998). Perpajakan. Yogyakarta: Andi Offset
Muhammad Syafe’I Antonio. (2001). Bank Syariah, Dari Teori ke Praktek. Jakarta:
Gema Insani
Nopirin. (1997). Ekonomi Moneter Jilid I. Yogyakarta: BPFE UGM
_______. (1997). Ekonomi Moneter Jilid II. Yogyakarta: BPFE UGM
Samuelson, Paul A & Nordhaus, William D. (1985). Ekonomi Edisi Keduabelas – Jilid
I. (Diterjemahkan oleh: Jaka Wasana).Jakarta: Erlangga
Simorangkir, O.P. (1980). Pengantar Lembaga Keuangan Bank dan Nonbank. Surabaya:
Ghalia Indonesia
Sudiyono. (1992). Ekonomi Makro (Pengantar Analisa Pendapatan Nasional).
Yogyakarta: Liberty
268 E k o n o m i SMA - Kelas X

Thomas Suyatno, dkk. (1996). Kelembagaan Perbankan. Jakarta: PT Gramedia Pustaka


Utama
Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998 tentang Perbankan. Jakarta: Harvarindo
Undang-undang Nomor 16 Tahun 2000 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara
Perpajakan
Undang-undang Nomor 18 Tahun 2000 tentang Pajak Pertambahan Nilai Barang
dan Jasa dan Pajak penjualan atas Barang Mewah
Undang-undang Nomor 17 tahun 2000 tentang Pajak Penghasilan
Undang-undang Nomor 19 tahun 2000 tentang Pajak Bumi dan Bangunan
Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1999 Tentang Pemerintah Daerah
Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1999 tentang Bank Indonesia. Jakarta: Harvarindo
Winardi. (1987). Pengantar Ekonomi Makro. Bandung: Tarsito
Y. Sri Susilo, dkk. (2000). Bank dan Lembaga Keuangan Lain. Jakarta: Penerbit Salemba
Empat
Daftar Pustaka 269

Glossarium
Dependen : Tergantung atau terikat
Mal : Pusat perbelanjaan
Paradoks : Lawan asas atau bertentangan
Reproduksi : Menghasilkan kembali
Rerata : Rata-rata
Demand : permintaan
Want : keinginan
Need : kebutuhan
Ceteris Paribus : hal/faktor-faktor lain dianggap konstan
Preferensi : skala prioritas konsumen
Supply : penawaran
Taste : selera
Out of date : ketinggalan jaman/usang
Slope : kemiringan garis/gradien
Elastisitas : derajat kepekaan
Elastis : peka
Inelastis : tidak peka
Total Revenue : total penerimaan
Invisible Hand : tangan tidak kentara (mekanisme pasar)
Disekuilibrium : ketidakseimbangan
Faxsimile : semacam fotocopy jarak jauh
Videophone : telepon tetapi terlihat wajah/orang yang bertelpon
Internet : alat komunikasi data/suara dan sumber informasi
Conduct : tingkah laku
Performance : kinerja
Dead weight loss : mubadir
Price maker/setter : pembuat/penentu harga
Price taker : pengambil harga
Perfect Competition : persaingan sempurna
Pure Competition : persaingan murni
Indefferent : tanpa beda
Free entry : bebas masuk
Free exit : bebas keluar
Patent : pengakuan hak cipta secara hukum
Lisensi : ijin pemakaian merk/nama dagang
Economies of scale : skala produksi yang ekonomis
Surplus konsumen : keuntungan yang dirasakan oleh konsumen, karena bisa
memperoleh produk/barang dibawah harga optimalnya.
Surplus produsen : keuntungan yang dirasakan oleh produsen, karena bisa
menjual produk dengan harga di atas harga optimalnya
Kinked Demand : kurva permintaan patah dalam oligopoli
Kartel : konsentrasi beberapa perusahaan sejenis dan
mengadakan perjanjian tertentu.
270 E k o n o m i SMA - Kelas X

Trust : konsentrasi beberapa perusahaan dan meleburkan diri


menjadi satu perusahaan raksasa.
Money Market : pasar uang
The Lender : pihak yang kelebihan dana
The Borrower : pihak yang butuh dana
Interbank Call Money : pinjaman antar bank
Promes : surat janji untuk membayar
Offer Rate : kurs jual
Bid Rate : kurs beli
Margin Trading : selisih kurs jual dan kurs beli dalam perdagangan valas
Money Changer : tempat penukaran uang
Spread : penghasilan bank yang bersumber dari selisih ketika bank
meminjamkan uang dan bank memberi bunga deposito/
simpanan
Konsumsi Otonom : Konsumsi saat pendapatan sama dengan nol
Marginal Propencity to Comsume : Hasrat konsumsi marginal
Marginal Propencity to Saving : Hasrat manabung marginal
Break Event Point Income : kondisi ketika semua pendapatan habis dikonsumsi
Time value of money : Nilai waktu dari uang
Present value : Nilai sekarang
Future value : Nilai yang datang
Multiplier : angka pengganda
Daftar Pustaka 271

Indeks
A
Angka pengganda;213,214, 215
Attitude toward thrift;35, 36,203
Average Propensity to consume;199,200,217,201
B
Bank Sentral;178, 188, 219, 220, 225, 232, 233, 234, 237, 245, 246
Bank Umum;132, 219
C
Capital stock;204, 214
Ceteris paribus;55, 56, 59, 60, 64, 65, 68, 70, 72, 98, 100
Cost Push Inflation;173, 175, 187
Coumponding factor;207
Cross Elasticity;73
D
Demand Pull Inflation;172, 173, 183, 187, 191
Disaving;198
Discount factor;206
Disposable Income;153, 179, 194, 197
Distribusi Pendapatan;37, 118, 120, 143, 168, 180, 190, 191, 202
Domestic Inflation;174, 183, 191
E
Efek Spiral;173
Elastisitas;50, 52, 53, 72, 73, 74, 75, 76, 78, 79, 80, 81, 82, 83, 84, 85, 86, 87, 88, 89, 98, 102
Elastisitas Busur;81
Elastisitas Pendapatan;73,98
Elastisitas Titik;80, 81
Excess Demand;91, 93, 94,101
Excess Supply;91, 94,101
Expected income;34, 203
External Value;227, 245
F
Faktor produksi;12, 14, 15, 22, 38, 39, 40, 41, 43, 44, 47, 48, 49, 51, 65, 68, 70, 99, 105, 111, 118, 120, 124,
127, 137, 155, 158, 159, 181, 185, 190
Form utility;6,18, 46
Full Bodied Money;226, 245,249
Fungsi konsumsi;36, 193, 194,195,199, 200, 201, 202, 203, 204, 212, 213, 214, 215, 217, 218
Fungsi Tabungan;193, 194,195, 197, 198, 199, 201, 202, 204, 214, 216, 217, 218
Fungsi uang;222, 224,245, 249
272 E k o n o m i SMA - Kelas X

G
GNP nominal;175
GNP Riil;175
Gross National Product;153, 157, 156, 184 185
H
Harga keseimbangan;53,91, 92, 94, 95, 96, 97, 98, 100
Hukum Penawaran;54, 71,72,100
Hukum Permintaan;53, 54, 64,71, 72
I
Imported Inflation;174, 183,191
Indeferens;32
Indeks Harga;154,170, 171, 172, 175, 176, 177, 183, 189
inflasi;132, 143, 144, 146, 147, 150, 152, 153, 154, 170, 171, 172, 173, 174, 175, 178, 179, 180, 181, 182, 183,
184, 187, 188, 191, 192, 237, 243, 244
Internal Value;227, 245
K
Kardinal;21, 30, 32, 45, 47, 48
Kebijakan fiskal;143, 144, 150, 179
Kebijakan moneter;144, 150, 151, 178, 219, 220, 233, 237, 242, 243, 244, 245, 246
Kebutuhan;1, 2, 3, 4, 5, 6, 8, 11, 12, 14, 17, 18, 19, 20, 22, 23, 24, 26, 27, 28, 29, 33, 34, 36, 37, 45, 49, 51, 52,
55, 63, 74, 79, 89, 101, 129, 142, 145, 150, 161, 171, 181, 193, 224, 232, 235, 236, 247
Keseimbangan Umum;211
Konsumsi;193
Daftar Pustaka 273

Catatan:
..............................................................................................................
..............................................................................................................
..............................................................................................................
..............................................................................................................
..............................................................................................................
..............................................................................................................
..............................................................................................................
..............................................................................................................
..............................................................................................................
..............................................................................................................
..............................................................................................................
..............................................................................................................
..............................................................................................................
..............................................................................................................
..............................................................................................................
..............................................................................................................
..............................................................................................................
..............................................................................................................
..............................................................................................................
..............................................................................................................
..............................................................................................................
..............................................................................................................
..............................................................................................................
..............................................................................................................
..............................................................................................................
..............................................................................................................
..............................................................................................................
..............................................................................................................
..............................................................................................................
..............................................................................................................
..............................................................................................................
..............................................................................................................
..............................................................................................................
..............................................................................................................
274 E k o n o m i SMA - Kelas X

Catatan:
..............................................................................................................
..............................................................................................................
..............................................................................................................
..............................................................................................................
..............................................................................................................
..............................................................................................................
..............................................................................................................
..............................................................................................................
..............................................................................................................
..............................................................................................................
..............................................................................................................
..............................................................................................................
..............................................................................................................
..............................................................................................................
..............................................................................................................
..............................................................................................................
..............................................................................................................
..............................................................................................................
..............................................................................................................
..............................................................................................................
..............................................................................................................
..............................................................................................................
..............................................................................................................
..............................................................................................................
..............................................................................................................
..............................................................................................................
..............................................................................................................
..............................................................................................................
..............................................................................................................
..............................................................................................................
..............................................................................................................
..............................................................................................................
..............................................................................................................
..............................................................................................................