P. 1
MR Edisi 216

MR Edisi 216

|Views: 1,073|Likes:
Dipublikasikan oleh akang_sia4065

More info:

Published by: akang_sia4065 on Jul 03, 2010
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/25/2012

pdf

text

original

SURAT KABAR UMUM

Press Release
Hal. 2
Jabatan Kapolres Dihargai Rp. 100 Jua?

Hal. 6
e-mail : mediarakyat_new@yahoo.com Contact Person : 0812 9936 977

Dana Pendidikan Masih Terlalu Kecil

klik website : www.mediarakyatonline.com

Pembawa Suara Pembangunan
Tender Gedung Baru DPR Dinilai Rawan Korupsi
Aktivis LSM Government Watch (Gowa)Andi W Syahputra memandang proses tender pembangunan gedung baru (Hal 4)

Bangsa

Hal. 8
BOS Pesantren Rawan Dikorupsi

Majalah Tempo Hilang di Pasaran
Majalah Tempo yang baru terbit, Senin (28/6), menjadi sulit diperoleh di pasaran. Majalah ini menampilkan cover story bertema (Hal 3)

Baca Juga

Edisi 216 Tahun X, 4 - 10 Juli 2010

Harga Rp. 3.500,- (Luar Jawa + Ongkos Kirim)

Satgas: Mafia Kehutanan Didukung Politisi
Johan Budi Mas Achmad Santosa

Jakarta (MR) Anggota Satuan Tugas (Satgas) Pemberantasan Mafia Hukum, Mas Achmad Santosa mengatakan, mafia kasus kejahatan kehutanan, khususnya pembalakan liar, didukung oleh oknum politisi dan aparat penegak hukum.

“ Pembiaran disebabkan salah satunya oleh praktik backing (dukungan) kekuasaan dan oknum aparat penegak hukum. Dukungan oknum politisi dan atau aparat penegak hukum telah memasuki wilayah mafia hukum,” baca hal 11 kata MasAchmad saat

Yusril: Jaksa Agung “Ilegal”
"Kalau Saya Ditahan, Saya Akan Melawan. Pokoknya, Mati Satu Mati Semua”
Satpol PP Karawang Berubah Status
Karawang (MR) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Karawang, Jawa Barat, menyetujui perubahan status Satuan Polisi Pamong Praja Karawang dari tipe B menjadi A, melalui rapat paripurna di gedung paripurna DPRD setempat, Rabu 30/06/10 Dalam rapat paripurna tersebut, tujuh fraksi DPRD Karawang yakni PDIP, Demokrat, Golkar Amanat Reformasi, PKS, Gerindra, Persatuan Bintang Nurani, dan PKB, menyetujui rancangan peraturan daerah (raperda) tentang Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) menjadi peraturan daerah. Salah satu pasal dalam perda tentang Satpol PP Karawang yang baru disahkan itu disebutkan perubahan status Satpol PP dari tipe B menjadi tipeA. Satpol PP tipe A memiliki susunan organisasi yang lebih besar dibandingkan tipe B dan dipimpin oleh pegawai negeri baca hal 11 Sipil eselon IIB. Sedangkan Satpol PP tipeA Jakarta (MR) Mantan Menteri Hukum dan HAM Yusril Ihza Mahendra menyatakan alasan dirinya menolak diperiksa penyidik Kejaksaan Agung karena menilai jabatan Jaksa Agung Hendarman Supandji saat ini ilegal. "Karena Jaksa Agung ini tidak sah atau kata lain ilegal," kata Yusril ketika hendak meninggalkan Gedung Bundar, Kejagung, Jakarta Selatan, Kamis (1/7). "Maka secara hukum segala tindakan yang dilakukannya dengan mengatasnamakan dirinya sebagai Jaksa Agung secara hukum adalah tak sah juga." Ia menjelaskan, saat masa jabatan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berahkhir pada 20 Oktober 2009, seluruh anggota Kabinet Indonesia Bersatu diberhentikan dengan hormat dari jabatannya, kecuali Jaksa Agung Hendarman Supandji. "Hendarman Supandji terus menjadi jaksa agung hingga sekarang, tanpa pernah dilantik. Padahal, ia sebelumnya dilantik sebagai Jaksa Agung Kabinet Indonesia Bersatu," ucap Yusril. baca hal 11

Hendarman Supandji

Yusril Ihza Mahendra

Kegiatan Sosial Anggota DPR

Dipermasalahkan

Logo Dan Motto Pemkab Anambas Di Sahkan
“Kayuh Serentak Langkah Sepijak”
Anambas (MR) Dalam era Otonomi daerah, terbuka lebar wacana untuk Pemekaran Wilayah baru di Indonesia. Seperti Kabupaten Kepulauan Anambas dimekarkan dari kabupaten Natuna. Sudah tentu munculnya Kabupaten baru ini dengan sendirinya diperlukan identitas diri semacam Logo atau Slogan (Motto) untuk memudahkan mengingat dan membedakan dengan wilayah induk. (Kabupaten sebelumnya). Logo atau simbul dari sebuah Kabupaten harus menggambarkan secara global dari Kabupaten yang baru tersebut, demikian pula Slogan atau Motto, mengandung Misi dan semangat yang diemban untuk membangun dan mengisi program-program Pemerintah kedepan. Pj.Bupati KKA,Yusrizal didampingi ketua DPRD Anambas, Lahirnya Kabupaten Kepulauan Amat Yani pengesahan Logo dan Motto KKA Anambas, adalah sebuah baca hal 11 di gedung BPMS Terempa

Kontras:

Kepercayaan Publik Terhadap Polri Terkikis
Jakarta (MR) Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) menyatakan, tingkat kepercayaan publik terhadap Polri semakin terkikis antara lain karena keterkaitan Polri dengan sejumlah kasus kontroversial di masyarakat. Indria Fernida “Terkikisnya kepercayaan publik tampak jelas dalam setahun ini dalam kontroversi `cicak versus buaya` yang mengundang gelombang ketidakpuasan publik terhadap Polri yang begitu masif,” kata Wakil Koordinator Kontras, Indria Fernida, di Jakarta, Selasa. Selain itu, ujar Fernida, dampak kontroversial itu terus berlanjut ketika mantan Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Mabes Polri Komjen Pol Susno Duadji ditahan oleh institusinya sendiri. Menurut dia, hal itu membuat Susno seolah-olah menjadi lawan dari Polri karena keberanian Susno dalam mengungkapkan informasi skandal mafia peradilan termasuk menyangkut sejumlah orang di tubuh Polri. “Penetapan Susno Duadji sebagai tersangka untuk baca hal 11 dugaan mafia peradilan juga tidak berhasil

Sukabumi (MR) Kegiatan sosial yang digelar Ketua Komisi IX DPR RI, Ribka Tjiptaning, di Desa Sirnajaya, Kecamatan Warungkiara, Sukabumi, Jawa Barat, terpaksa dihentikan karena pihak desa dan camat setempat mempermasalahkannya. Tim medis dalam hajat pengobatan gratis terpaksa menghentikan kegiatannya karena pihak Desa Sirnajaya dan Camat Warungkiara Eri Estanto meminta tim membuat surat pernyataan bermeterai bahwa kegiatan itu bukan mal praktik. Informasi yang diperoleh wartawan, Senin petang, menyebutkan, penghentian kegiatan pengobatan gratis yang digelar Ribka Tjiptaning itu terjadi sekitar pukul 10.00 WIB, ketika 200 orang warga tengah menghadiri pengobatan gratis. “Kami menolaknya dan kami menilai sudah berlebihan karena tim medis yang diterjunkan atas penugasan langsung baca hal 11 Ketua Komisi IX DPR RI yang membidangi

Kampanye Pembangunan Jalan dan Jembatan
Pada masa kampanye, ujang seorang calon legislatif berkampanye guna mempromosikan dirinya agar di pilih di sebuah desa yang agak terpencil dan inilah isi kampanyenya: Ujang : "Bapak-bapak,Ibu-ibu jika saya terpilih nanti,saya akan membangun jalan dan jembatan agar akses ke kampung ini lebih mudah untuk menjual hasil pertanian ke kota." Salah seorang dari masyarakat yang hadir, nyeletuk "Tapi pak di kampung kita tidak ada sungai, jadi untuk apa dibangun jembatan?" Ujang: "Jangan khawatir! Jika tidak ada sungai di kampung ini, kita akan bangun jembatan sekaligus dengan sungainya!" Masyarakat : "!!??##%%!!!”

Polri Tidak Pernah Melakukan Kejahatan

Tapi Kalau Orangnya Mungkin
“Kami sama sekali tidak punya motif melecehkan institusi Kepolisian RI. Jika ada yang menyamakan polisi dengan babi itu keliru besar,” kata Wahyu, Rabu (30/6) menanggapi Jakarta (MR) gugatan yang dilayangkan Mabes Pemimpin Redaksi Majalah Tem- Polri kepada Majalah Tempo. po Wahyu Muryadi meminta semua Wakil Juru Bicara Markas Besar pihak menginterpretasi cover majalah Kepolisian Brigadir Jenderal Zainuri Tempo edisi 28 Juni-4 Juli “Rekening Lubis Rabu (30/6) mengatakan Mabes Gendut Perwira Polisi” dengan tenang Polri telah menyiapkan materi gugatan untuk Majalah Tempo. dan pikiran jernih. Sri Sultan HB X Zainuri Lubis : Itu penghinaan, anggota Polri dan keluarga kecewa. Termasuk saya, tidak pernah menggiring celengan babi. Kata Zainuri, Mabes Polri masih mempertim-bangkan apakah akan menggugat perdata atau pidana Majalah Tempo. Untuk gugatan perdata, alasannya pemberitaan itu dinilai menjelekan institusi kepolisian. Karenanya, Polri meminta Majalah Tempo untuk minta maaf dan mengembalikan nama baik institusi. “Polri kan tidak pernah melakukan kejahatan tapi kalau orangnya baca hal 11 mungkin,” ujarnya.

Lintas Daerah
Banjarmasin (MR) Manajer Pembangkitan Perusahaan Listrik Negara Wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah Budhi Kustianto di Banjarmasin Rabu mengatakan, pihaknya siap dipecat bila mulai 1 Juli 2010

Zainuri Lubis

Pejabat PLN Siap Dipecat Jika Terjadi Pemadaman
pemadaman listrik di wilayah ini masih terjadi. Pernyataan Budhi tersebut disampaikan usai pertemuan antara Dewan Perwakilan Daerah (DPD) utusan Kalsel, LSM, baca hal 11 pengusaha dan

CV. RANCA MAYA
Jl. Raya Karangnunggal - Tasikmalaya

Dirgahayu Bhayangkara ke-64
(1 Juli 2010)
ABAS KUSNANDAR Dirut

Mengucapkan

2
Venues Porda XI Jabar 2010

Berita Utama
Hingga kini sudah ada tujuh tersangka dalam kasus Sisminbakum. Empat di antaranya sudah disidang, yakni mantan Dirjen Administrasi Hukum Umum, Romli Atmasasmita, Zulkarnaen Yunus, Syamsudin Manan Sinaga, dan Dirut PT SRD Yohanes Woworuntu.
Jakarta(MR) Skandal dugaan korupsi Sistem Administrasi Badan Hukum (Sisminbakum) di tubuh Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) memasuki babak baru. Setelah lama terkatung-katung kasus korupsi Sisminbakum yang ditangani Kejaksaan Agung mulai menampakkan keseriusannya. Dalam konferensi pers akhir pekan lalu, Kejagung menetapkan mantan Menteri Hukum dan HAM Yusril Ihza Mahendra dan pengusaha Hartono Tanoesudibyo menjadi tersangka. Hartono Tanoesudibyo merupakan Komisaris PT Sarana Rekatama Dinamika, perusahaan rekanan Depkumham. Terhadap Hartono, Kejaksaan sudah merilis surat cegah tangkal atau cekal dalam batas maksimal setahun. Adapun Yusril adalah mantan menteri pada saat pengadaan proyek Sisminbakum dilangsungkan. Meski belum dikenai status pencekalan, Yusril tetap mengaku tidak bersalah. Hingga kini sudah ada tujuh tersangka dalam kasus Sisminbakum. Empat di antaranya sudah disidang, yakni mantan Dirjen Administrasi Hukum Umum, Romli Atmasasmita, Zulkarnaen Yunus, Syamsudin Manan Sinaga, dan Dirut PT SRD Yohanes Woworuntu. Yohanes Waworuntu oleh Mahkamah Agung telah diputus vonis lima tahun penjara. Yohanes merasa keputusan ini tidak adil karena ia mengaku hanya menjalankan tugas sesuai dengan perintah Hartono. Kejagung menyidik kasus Sisminbakum sekitar dua tahun lalu karena diduga ada kerugian negara sekitar Rp 400 miliar. Penyelidikan kemungkinan dugaan pidana bermula karena biaya Sisminbakum tidak disetor ke rekening kas negara. Sarat Muatan Politik

Tahun Edisi 216 Tahun X 4 - 10 Juli 2010

Siap 100 Persen

Babak Baru Skandal Dugaan Korupsi Sisminbakum

Bandung (MR) Pada Pekan Olah Raga Daerah (Porda) XI Jabar 4 Juli 2010, Kota Bandung nampaknya sangat konsisten dengan komitmennya. Tidak saja menjadikan kontingennya tetap yang terbaik dan menjadi Juara Umum, tapi juga menjadi tuan rumah yang baik dengan mengupayakan maksimal ketersediaan prasarana sarana bertanding yang memadai bagi seluruh kontingen. Hal ini ditandaskan Wali Kota Bandung, H. Dada Rosada disela kunjungan pemantauan kevenues-venues yang akan digunakan, yaitu ke Lapang dan GOR Lodaya, Lapang Saparua, GOR Citra, Lap dan GOR Pajajaran, serta Kolam Renang dan Gymnasium milik Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung. Dalam pantauannya selama 3 jam itu, nampaknya Dada cukup optimis. Meski sebagian masih dalam proses pengerjaan, namun secara keseluruhan bisa dikatakan prosentasenya sudah mencapai 85 %. Diharapkan pada 28 Juni batas akhir yang ditargetkan, kesiapan seluruh venues sudah 100 % selesai dan siap digunakan. Kadispora Kota Bandung, Ebet Hidayat selaku ketua penyelenggara menuturkan, Porda Jabar merupakan agenda Pemprop Jabar yang dilaksanakan dalam rangka pembinaan keolahragaan daerah. “Bagi Kota Bandung, kegiatan ini merupakan promosi prestasi atlet kita untuk PON 2016, juga SEA Games 2011”. Ebet menambahkan, event 4 tahunan ini khususnya Porda XI Jabar 2010, tuan rumah penyelenggaraan dipercayakan kepada 4(empat) kota, yaitu Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kota Cimahi dan Kabupaten Bandung Barat. Dari 42 cabor yang dipertandingkan, 28 diantaranya dilangsungkan di Kota Bandung. Untuk itu pihaknya telah menyiapkan 24 venues, 19 milik pemerintah dan 5 sisanya merupakan milik swasta. >>Dodi Sulaeman

Yusril Iza Mahendra

Jabatan Kapolres Dihargai Rp100 Juta
Jakarta (MR) Tidak ada makan siang gratis. Pameo itu berlaku juga di jajaran kepolisian. Mulai dari rekrutmen, pendidikan, belanja barang, hingga kenaikan pangkat dan mutasi jabatan, semua ada biayanya. Bahkan untuk mendapatkan jabatan Kapolres, perlu mengeluarkan uang lebih dari Rp100 juta. Hal itu diungkapkan anggota Komisi III DPR bidang hukum Nasir Djamil pada diskusi di Warung Daun, Cikini, Jakarta, Minggu (27/6). “Seorang AKBP (Ajun Komisaris Besar Polisi) bercerita kepada saya telah mengeluarkan uang hampir Rp100 juta tapi tidak dimutasi juga,” katanya. Politisi asal Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu juga menyebutkan, untuk rekruitmen polisi baru dibebankan Rp 30 sampai Rp 60 juta. “Momentum Susno sebetulnya bisa dijadikan untuk melakukan perubahan di tubuh Polri, tapi oleh Kapolri ditanggapi sebagai masalah internal sehingga muncul keraguan untuk memberantas praktek duagaan korupsi. Perubahan yang dilakukan memang sudah ada seperti pelayanan SIM keliling tapi itu bukan sesuatu yang istimewa,” ulasnya. Karena itu Nasir mengatakan perlunya revisi UU Kepolisian. Alasannya, saat ini regulasi tersebut justru melegitimasi kewenangan Polri yang sangat luas mulai dari persoalan lalu lintas, kriminal, tindak pidana khusus, bahkan soal laut juga diurus oleh korps bhayangkara karena punya satuan Polairud. Sementara pakar psikologi forensik, Reza Indragiri Amriel, mengatakan, ada empat faktor yang mengkondisikan ditubuh kepolisian sehingga terjadi praktek-praktek korupsi. Pertama, wilayah kerja yang cenderung tertutup. Kedua, keberadaan diskresi yang memberikan kewenangan polisi lebih luas. Ketiga adalah supervisi yang tidak memadai. Faktor terakhir, kecendrungan organisasi kepolisian yang eksklusif. “Berdasarkan hasil survei pihak yang paling parah adalah pangkat satu tingkat di atas bawahan,” ujarnya. >> Ediatmo

Mantan anggota DPR dan adik Yusril Ihza Mahendra, Yusron Ihza, mengatakan, kasus Sistem Administrasi Badan Hukum (Sisminbakum) sarat dengan muatan politik ketimbang soal penegakan hukum atau pemberantasan korupsi. “Isu itu tidak logis. Bahkan, mengarah tindakan menghabisi reputasi dan karier politik Yusril,” kata Yusron dalam pesan pendek kepada wartawan. Yusron mengatakan, “Bayangkan saja bahwa hal paling utama yang dipersoalkan adalah soal apakah dana Sisminbakum itu penerimaan negara bukan pajak (PNBP) atau tidak.

Padahal, jelas-jelas presiden tidak memasukkannya sebagai PNBP.” Jika begitu, yang perlu dipersoalkan bukanlah masalah mengapa dana tersebut masuk ke Koperasi Depkeh, melainkan mengapa Presiden tak memasukkannya sebagai PNBP. “Karena itu, ideal jika Kejagung mempersoalkan hal tersebut kepada Presiden dan bukan kepada Yusril.” Lebih lanjut, kata Yusron, dalam hal kerugian negara yang digembar-gemborkan itu, orang hanya bicara atas dasar asumsi dan potensi. “Hukum itu bukti, bukan berandai-andai.” >> Nugraha/ Tedy Sutisna

Kenaikan Gaji Guru Masih Mimpi ?
Jakarta, (MR) Kenaikan gaji guru tampaknya belum akan direalisasikan dalam waktu dekat. Menteri Pendidikan Nasional Mohammad Nuh menyatakan, Kementerian Pendidikan Nasional belum akan memberikan kenaikan gaji guru karena kinerja guru juga belum signifikan. Kerja belum bagus sudah minta kenaikan gaji, kenapa harus minta disamakan dengan Kementerian Keuangan. Toh kesejahteraannya sudah sama perawat dan bidan. Pelayanan guru sama dengan mereka, tuturnya di kantor Kementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat di Jakarta, Senin. Nuh mengatakan, kementeriannya telah memberikan pelayanan yang terbaik untuk para guru. Sekitar 70 persen dari anggaran pendidikan yang meningkat di APBN diperuntukkan bagi gaji guru dan dosen. Menurutnya, para guru tinggal menikmati dan memanfaatkannya. Kalau gaji guru naik lagi jadi 100 persen dari anggaran pendidikan, itu tidak seimbang dengan kontribusi dan kualitas yang diberikan, katanya. Selain itu, menurut Nuh, para guru sudah mendapat tunjangan fungsional dan gaji pokok yang sudah relatif membaik. Perubahan pemberian tunjangan fungsional dan tunjangan guru menjadi per semester juga terjadi karena adanya perubahan sistem pembayaran terkait persoalan administrasi dan aturan keuangan yang baru dari Kementerian Keuangan. >> Nugraha

Pembatasan Pemakaian Premium Bersubsidi diberlakukan September
Jakarta (MR) Bagi Anda pemilik mobil pribadi, bersiaplah merogoh kocek lebih dalam. Pada September nanti, pemerintah hanya membolehkan angkutan umum dan sepeda motor untuk menggunakan premium bersubsidi. Salah seorang pemilik mobil, Abdi, setuju tidak setuju terhadap program pembatasan subsidi BBM. “Ya mau gimana lagi, itu kan keputusan pemerintah,” kata dia kepada wartawan, Selasa (29/6). Tak hanya warga, pengamat minyak dan gas, Kurtubi ikut menentang rencana ini. Menurut dia, pembatasan premium bersubsidi dapat menurunkan pertumbuhan ekonomi. Cina dan India dapat menjadi contoh bahwa subsidi BBM bagi warga cukup penting dalam menopang pertumbuhan ekonomi. Dua negara ini tetap memberi subsidi meski Cina mengimpor 60 persen BBM sementara India 80 persen. Subsidi BBM di Cina lima kali subsidi di Indonesia. Kurtubi menawarkan solusi, yaitu mengganti BBM dengan gas. Pemerintah bisa mewajibkan mobil pemerintah dan angkutan umum menggunakan BBM. Ini bisa menghemat subsidi bensin sampai 25 persen tanpa harus menaikkan harga dan membatasi pemakaian BBM >> Eka Lesmana

Kota Tasikmalaya Peringati Hari Anti Narkoba
Kota Tasikmalaya (MR) Kota Tasikmalaya terlihat tidak seperti biasanya, banyak masyarakat, pelajar dan para pejabat di Kota Tasikmalaya hadir di Alun-alun. ditengahtengah warganya hadir Walikota Tasikmalaya Drs. H. Syarif Hidayat, M.Si., didampingi Wakil Walikota Tasikmalaya Ir. H. Dede Sudrajat, MP. selaku Ketua BNK Kota Tasikmalaya, turut hadir pula Wakil Ketua DPRD Kota Tasikmalaya, Unsur Forum Konsultasi Pimpinan Daerah Kota Tasikmalaya, Para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kota Tasikmalaya, Ketua MUI Kota Tasikmalaya dan perwakilan siswa/ siswi SLTA dan SMK Se Kota Tasikmalaya. Kehadiran para pejabat, masyarakat dan pelajar tersebut dalam rangka memperingati Hari Anti Narkoba Internasional (HANI) Tingkat Kota Tasikmalaya. Tema kegiatan ini adalah Hidup sehat tanpa narkoba, yang dilaksanakan dalam rangka mencegah dan menanggulangi bahaya penyalahgunaan narkoba dan perlunya upaya secara terpadu menyeluruh serta berkesinambungan dalam menjaga peredaran gelap narkoba atau dikenal dengan P4GN (Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, Peredaran Gelap Narkoba). Jenis kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka peringatan Hari Anti Narkoba Internasional (HANI) tahun 2010 antara lain : - Pemberian jarum suntik sebanyak 2.000 pcs kepada pengguna narkotika untuk mengantisipasi penyebaran penyakit HIV AIDS dilaksanakan pada bulan Mei tahun 2010. - Penyuluhan tentang kenakalan remaja dan bahaya Narkotika kepada Guru BP, Ketua OSIS Se Kota Tasikmalaya, Orang Tua Murid dan Karang Taruna Se-Kota Tasikmalaya. - Pemusnahan miras yang telah dilaksanakan pada tanggal 25 Mei bertempat di halaman Polresta Tasikmalaya. - Lomba penyuluhan anti Narkoba antar SLTA dan SMK se-Kota Tasikmalaya.- Pengungkapan kasus di wilayah Kota Tasikmalaya yang meliputi ganja dan sabu.- Penyuluhan ke pesantren dan pelajar se- Kota Tasikmalaya. Ketua Badan Narkotika Kota Tasikmalaya dalam amanatnya, menghimbau kepada semua pihak “Untuk melaksanakan upaya sosialisasi tentang bahaya penyalahgunaan narkoba bagi kesehatan pada masyarakat luas terutama remaja dan sanksi bagi yang melakukan sesuai dengan UU No. 5 Th. 2007 tentang Psikotropika. Juga berbagai kegiatan lomba yang menunjang upaya pemberantasan satu kawasan bersih dari narkoba seperti sekolah bebas narkoba, kampung bebas narkoba, semua itu harus segera kita laksanakan sekarang karena bahaya penya-

lahgunaan narkoba telah menjadi bahaya kita bersama, jadi kita semua harus peduli dan melakukan berbagai upaya untuk menjauhkan masyarakat dan remaja dari barang haram tersebut “, tuturnya. Dalam sambutannya Walikota Tasikmalaya mengajak kepada semua pihak untuk mencegah dan menyelamatkan Kota Tasikmalaya beserta penduduknya terutama generasi muda dari ancaman bahaya narkoba yang mengerikan, serta bersama-sama menjalankan kewajiban dan tanggungjawab moral ini sebaik-baiknya.

Walikota pun berharap semoga peringa-tan HANI Tahun 2010 ini lebih meningkatkan kepada komit-men dan kerja nyata kita semua di dalam menyelamatkan kehi-dupan generasi muda kita de-ngan secara khusus melaku kan pencegahan dan pemberan tasan kejahatan Narkoba. Diakhir acara ditampilkan testimoni dari rekan-rekan dampingan, mereka bercerita pengalaman pahitnya pernah terjerumus Narkoba, mereka pun berharap tidak akan ada lagi korban-korban yang lain dan bisa sembuh dari ketergantungan Narkoba. >>Iin Kartiwan

Pemimpin Umum : Hisar MT Sagala, Penasehat : KH. DR. TG. Abd. Rahman Anwar SH. MA, Bambang Nugroho. ST, Aleh Heryanto.ST, Drs. Insanul Kamil, Syamsurizon. SH. MSi, Drs. Ir. H. Didin Sahidin, NJ. MSP, Ir.H.Agus Irianto MM, Drs. H. Ilyas Sabli, Konsultasi Hukum : Susanto. SH, Pemimpin Redaksi / Penanggung Jawab : Hisar MT Sagala, Dewan Redaksi : Hisar MT Sagala, Drs.H. Asep Achmad Djaelani, MM, Iwan Saputra, SE, M.Si, Drs. H. Yono Kusyono, Redaktur : Irwan Hamid, Litbang : Herman Sugianto, Manager Iklan : Rudi Harris, Manager Distribusi : Herdi, Layout / Design : Ahmad Y, St, Fhoto Grafer : Hamin, Staf Redaksi : Jenri. S, Rusman, Rudi, Besti, Chandra
PERWAKILAN/ BIRO : Jakarta Pusat : Ediatmo (Kepala), Nokipa, Jakarta Utara : Eka Lesmana (Kepala), Sarif, Yanto Sitanggang, Jakarta Timur : Sukron (Kepala), Wisnu, Jakarta Barat : Mohammad (Kepala), Nugraha, Tedy Sutisna, Jakarta Selatan : Hengki (Kepala), Yusandi, Sahrial Nova, Karawang : K. Komarudin, HM. Suryana, Warsian, E. Supriatna, Cece Wiriyadi, Bogor, Depok : Ali, Ruslan, Bekasi Kota : Yosef Rangkuti (Kepala), S. Wahyudi, Kab. Bekasi : A. Natawi Jaya, Marulloh, H. Andang Hamdani, Purwakarta : Sapan Supriatna, Biro Subang : Ukat Sukatma (Kepala), Sujana, Agus Sunoto, Dulkarim, Bandung Kota : Dodi Sulaeman (Kepala), Tuty Suhartati, Bandung Barat : Dayanto, Darfi, Kabupaten Bandung : Maman, Sumedang/ Majalengka : Edi Moelyana (kepala), Ani Suhartini, Wawan Setiawan, Budi, Ratim, Ruhiyat, Agus Atang, Darmansyah, Indramayu : Abdullah (Kepala), Mukromin, Cirebon : Masduri, Kuningan : Dian, Biro Garut : Undang Suryana (Kepala), Ali Hasan, Usep Jaelani, Kab. dan Kota Sukabumi : Handi, Lamhot, Biro Cianjur : Ruslan AG, Kuswandi, H. Apipudin, Adlan Taftajani, Biro Kabupaten Tasik/ Kota Tasik : Zamzam Hermansyah (Kepala), H. Ade Dimyati, Barkah Sudrajat, Iin Kartiwan, Widayanti, Yuyu Wahyudin, Ciamis : Heri Herdiana (Kepala), Banjar : Ahmad Setia (Kepala), Tangerang : Halim Untar (Kepala), Herman, Lebak/ Pandeglang : Belfri (Kepala), Herianto, Serang : Sukendar (Kepala), Nani, Lampung : Kab. Tanggamus & Pringsewu: Dahlan (Kab. Biro), Jainuddin, Perwakilan Sumatera Selatan : Alex Effendi, (Kepala), Kota Palembang, Adiyanto, (Kepala), Kota Prabumulih / kab. Muara Enim : Alex Effendi (Kepala), Indra Apriansyah (Kepala), Wendi Karno, H.M. Taher SN, Teti Pega, Biro Batu Raja / OKU : Sahmi, (Kepala), Biro Oku Selatan : Swardi, (Kepala), Yudi Novi, Oku Timur : Rustam Efendi (Kepala), Ogan Ilir : Marleni (Kepala), Astute, Tulang Bawang : Sumarta (Kepala), Nani, Kota Metro : Tohir (Kepala), Maman Irawan, Pekanbaru : Paizal (Kepala), Nurdin, Padang : Marqian, Bengkulu : Aman Sipahutar, Biro Mukomuko : Hilman Daud, Bengkulu Utara : Syaiful Bahkri S, Jambi : Hendar, Dumai : Suparta (Kepala), Parjio, Tanjung Pinang : Winarto, Jerlin P, Rony Rudianto, Biro Batam : Ganda S.Prawira (Kepala, Herwin Saputra, Dodi Togatorop, A. Stansa Tuah, Biro Tanjung Balai Karimun : Jerlin P (Kepala), Kab. Lingga : Heri Susanto, Nurjaly, Hendrano, Biro Natuna : Herman Sugianto (Kepala), Didik Harjanto, M. Amin, Kab. Anambas : S. Edwar. S, (Kepala), Rokan Hilir : M. Erickson. S.Pd (Kepala), Rasmali SH, Syahdan, Purwokerto : Hanapiah (Kepala), Kuswandi, Batang : Rika Ida (Kepala), Hapid, Kota Semarang: Irman Idrus (Kepala), Warsoma, Cilacap : Murtaqin, Pekalongan : Hetty (Kepala) Narwan, Purbalingga : Hermanda, Yogyakarta : Suratno, Klaten : Sutrisno, Tarmo, Jawa Timur : RH. Batubara (Kepala), Adesva HT, Lambok Ferdinando, Hertanto, V. Julius Tarigan, Sidoarjo : Palguno, Malang : ....., Probolinggo : ......, Kupang : Moses Mone Kaka (Kepala), Klaudius Edy Burga, Kalimantan Barat : Ranto Leonardo, Kalimantan Selatan / Tengah : Gatner Eka Tarung, SE (Kepala), Banjar Masin : Mulia, Banjar Baru : Asrian Talatika, Pulang Pisau : Yabi. K, Samarinda : Kipan Suerta, Delimah, Belu & TTu : Heribertus Kolo (Kepala), Lodowikus Umbu Lodongo, Robertus Seran, Agus TB. SH, Flores Timur : Ferdinandus (Kepala), K. Lewoema, Sorong : Dea (Kepala), Gonjali, Kota Medan : Frendi Tua (Kepala), Herwan, Siti, Tebing Tinggi : Hasni (Kepala), Herdan, Langkat : Ojak Sianturi (Kepala), Waskito, Deli Serdang : T. Manalu (Kepala), Belfri, Pematang Siantar : Heru (Kepala), Sintan, Simalungun : Togap Munthe (Kepala), Jentar Bangun, Tarutung : Juang N, Dairi : Karlen (Kepala), Benni Sitorus, Dadang Kusmandi, Padang Sidempuan : Chairun (Kepala), Hotman, Ali, Bali : Nyoman, Putu Artha.

Alamat Redaksi Tata Usaha / Iklan / Sirkulasi : Jl. Paledang RT 19/20 No. 4 Kel. Karawang Kulon - Karawang 41311 Telp. (0267) 8454238 Jawa Barat E-mail : mediarakyat_new@yahoo.com PO. BOX 88 Karawang 41300 Rekening : Bank BRI Cab.Karawang No. Rek : 0116-01-022016-50-9 a/n: Hisar MT Sagala Kantor Perwakilan Utama : Jl. Bina Harapan No. 38-C, Telp. (021) 79192764 Kel. Duren Tiga Pancoran - Jakarta Selatan Penerbit : Yayasan Media Rakyat Intermedia Percetakan : PT. Wahana Semesta Intermedia

Yang tidak tercantum di BOX Redaksional bukan wartawan kami. Dalam melaksanakan tugas jurnalistik wartawan kami dilengkapi dengan Tanda Pengenal dan Surat Tugas Peliputan dari Redaksi yang masih berlaku. Dan saat bertugas wartawan kami selalu membawa Surat Kabar Media Rakyat Edisi terbaru.

Edisi 216 Tahun X Tahun 4 - 10 Juli 2010

Berita Utama
Jakarta (MR) Majalah Tempo yang baru terbit, Senin (28/6), menjadi sulit diperoleh di pasaran. Majalah ini menampilkan cover story bertema “Rekening Gendut Perwira Polisi”, lengkap dengan gambar seragam polisi di bagian sampul majalah. Majalah Tempo terbaru diborong di tingkat pengecer. Bahkan sejumlah pengecer

3
mengaku tidak kebagian majalah tersebut, saat akan mengambil dari agen. Hilangnya majalah itu di pasaran di Jakarta, diduga diborong oleh pihak tertentu. Seorang penjual menuturkan, majalah Tempo edisi terbaru diborong oleh orang berpakaian safari. Rekening mencurigakan milik sejumlah perwira polisi, bahkan ada jenderal polisi yang memiliki rekening senilai 95 miliar rupiah yang diduga diperoleh dari cara-cara ilegal, memang tengah menjadi sorotan publik. Namun, tidak diketahui pasti apakah hilangnya majalah Tempo terkait dengan isu tersebut. Strategi Pemasaran Mabes Polri menilai hilangnya majalah Tempo dari pasaran hanya merupakan bagian dari strategi pemasaran pihak tertentu. Polri membantah telah melakukan aksi borong terhadap majalah yang memuat rekening miliaran rupiah milik sejumlah perwira polisi, agar tidak beredar di masyarakat, demikian pernyataan Kadiv Humas Mabes Polri Inspektur Jenderal Polisi Edward Aritonang, di Jakarta, Selasa (29/6). “Itu hanya strategi pasar aja buat apa kita borong itu, gak ada uangnya, sekarang harganya seratus ribu rupiah kan?” ujar Edward setelah acara penyerahan bintang jasa di Mabes Polri. Polri menurut Edward, konsisten terhadap keterbukaan informasi publik dan tidak ada upaya untuk membungkam informasi. >> Nugraha/Tedy

Kinerja PLN Dianggap Mengecewakan
Banjarmasin (MR) Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, Nasib Alamsyah menyatakan, kecewa terhadap kinerja Perusahaan Listrik Negara, terutama yang berada di wilayahnya. Perusahaan Listrik Negara (PLN) terkesan cuma bisa berjanji untuk mengatasi masalah kelistrikan yang belakangan masih sering terjadi pemadaman dan ternyata baru sebatas janji. Ketua DPRD Kalimantan Selatan (Kalsel) dari Fraksi Partai Golkar (FPG) tersebut menyatakan Juma, pihaknya kurang sependapat terhadap rencana PLN menaikkan tarif dasar listrik (TDL). “Kalau mau menaikan TDL boleh-boleh saja, tapi perbaiki dulu kinerja PLN, jangan lagi terjadi pemadaman bergilir dan usahakan semaksimal mungkin penanggulangan agar tak sering listrik hidup mati-hidup mati,” tandasnya. Ia berharap, jika terjadi kenaikan TDL, hendaknya jangan terlalu tinggi, terutama bagi rumah tangga ekonomi kelas menengah ke bawah. “Kita juga maklum terhadap permasalahan yang dihadapi PLN, tapi rakyat pun jangan sampai sengsara dan mereka juga harus dapat menikmati hasil pembangunan dan kemerdekaan, termasuk penerangan listrik dari PLN,” kata Alamsyah. Pada kesempatan terpisah, mantan anggota DPRD Kalsel, Drs H. Jumaderi Masrun dari Partai Amanat Nasional (PAN) menyatakan, tidak sependapat terhadap rencana kenaikan TDL. Karena, menurut Ketua Asosiasi Buruh Bongkar Muat Indonesia Kalsel itu, kenaikan TDL bisa berdampak pada naiknya pembiayan terhadap kegiatan kepelabuhanan. >> Mulia

Majalah Tempo Hilang di Pasaran, Kenapa?
Polri : Tempo Hilang Bagian dari Strategi Pemasaran

Terima Gaji ke-13 PNS Banyak Tebus Gadaian
Jambi (MR) Pegawai negeri sipil banyak menebus barang gadaiannya setelah menerima gaji ke-13, sehingga tingkat penyaluran dana atau kredit Perum Pegadaian berkurang dari bulan sebelumnya. Kepala Perum Pegadaian Jambi, Sutrisno, di Jambi, Sabtu, mengatakan, memasuki tahun ajaran baru pegawai negri sipil (PNS) akan menerima gaji ke-13, sehingga mereka tidak perlu lagi menggadaikan barang berharganya untuk memenuhi kebutuhan biaya sekolah putra putrinya. “Bahkan PNS lebih banyak menebus gadaiannya, karena gaji ke-13 yang mereka terima sudah lebih dari cukup dari nilai barang yang digadai,” katanya. Gaji ke-13 pada 2010 sebagian besar daerah mencairkan pada akhir bulan Juni dan awal Juli, bertepatan dengan memasuki tahun baru pendidikan, saat orang tua membutuhkan dana segar untuk memenuhi kebutuhan sekolah anaknya. Pada tahun-tahun sebelumnya memasuki tahun ajaran baru ramai orang tua mendatangi pegadaian menawarkan hiasan dan barang elektronik untuk digadai, namun kini sepekan libur sekolah tidak terjadi lonjakan yang cukup signifikan. Lima bulan berjalan jumlah kredit yang sudah tersalurkan mencapai Rp100 miliar lebih, diprediksikan untuk dua bulan ke depan pencapaian kredit bisa Rp60 miliar, atau satu bulan bisa mencapai Rp30 miliar, karena saat itu kebutuhan untuk biaya sekolah cukup tinggi. Para orang tua selain PNS akan membutuhkan dana untuk membeli pakaian seragam, buku pelajaran, biaya masuk sekolah, dan perlengkapan belajar lainnya. Perum Pegadaian melayani nasabah yang membutuhkan dana segar dengan menggadai perhiasan dan barang berharga lainnya seperti kendaraan dan barang-barang elektronik. Pada 2010 Perum Pegadaian Jambi ditargetkan menyalurkan dana Rp250 miliar atau meningkat seratus persen dibanding tahun sebelumnya Rp125 miliar. Diyakini pencapaian target 2010 juga akan terealisasi seratus persen sama seperti tahun sebelumnya, seiring terus meningkatnya minat masyarakat menggunakan jasa pegadaian, serta layanan yang diberikan dengan memperbanyak cabang hingga di tiap kecamatan,” kata Sutrisno. >> Hendar

Ratusan Warga Tuntut Lapangan Pekerjaan

Open Turnamen Bulutangkis Walikota Cup V Tahun 2010, Dibuka
Kota Tasikmalaya (MR) Menandai dibukanya Open Turnamen Bulutangkis Walikota Cup V Tahun 2010 Walikota Tasikmalaya Drs. H. Syarif Hidayat, M.Si. lakukan Servis pertama yang diterima oleh Ketua KNPI Kota Tasikmalaya Endang Rusyanto S.Ag. di GOR Susi Susanti Jalan Dadaha Kota Tasikmalaya, Jumat (25/6). Walikota Tasikmalaya dalam sambutanya menyampaikan “Sehat tapi tidak segar itu yang dialami orang banyak saat ini, apalagi orang yang sibuk dengan aktivitas kerja setiap hari makanya dengan adanya event seperti ini khusunya yang melibatkan para pekerja sangat baik untuk kesehatan”. Ditambahkan dalam perlombaan ini, olah raga disebut sport karena menjunjung sportivitas dan beliau mengharapkan “Mudah-mudahan dengan berolahraga kita jadi sehat dan kuat” pungkasnya. Ketua Pelaksana Dede Solih dalam laporannya menyampaikan perlombaan yang diikuti 430 peserta yang tergabung dalam 70 group dari semua kalangan, dapat terlaksana berkat kerjasama serta dukungan semua pihak. Sementara Drs. Deni Perwakilan KNPI DPD Provinsi Jawa Barat memberikan sambutan bahwa Pemuda Jabar khususnya, Nasionalisme terasa sudah kehilangan ruhnya dengan berbagai kejadian yang cukup mengkhawatirkan dikalangan generasi muda, maka mudah-mudahan dengan ajang seperti ini bisa memupuk kembali rasa persatuan dan kesatuan. Endang Rusyanto S.Ag selaku Ketua KNPI Kota Tasikmalaya mengharapkan supaya bersungguh-sungguh dalam pertandingan dan menjunjung sportifitas, pertandingan ini bukan hanya ajang mencari eksistensi tapi ini sebagai ajang silaturahmi dan bersama-sama menjalin hubungan baik serta memanifestasikan sebuah kekuatan bangsa. Hadir pula dalam pembukaan tersebut Unsur Forum Konsultasi Pimpinan Daerah Kota Tasikmalaya, Kabag Kesra Agus Murtadlo, Kabag Humas Drs. Asep MP.,M.Si, dan para peserta turnamen.>> Iin Kartiwan

Jambi (MR) Ratusan warga Tanjung Jabung berdemo di depan perusahaan Petro China di Jambi, Selasa (29/6). Mereka menuntut agar dipekerjakan di perusahaan migas tersebut. Para pendemo mengatakan sebelum Petro China berdiri, warga dijanjikan akan dipekerjakan di bagian umum seperti sopir. Pembagiannya adalah 40 persen orang luar dan 60 persen penduduk setempat. Namun setelah berjalan lima tahun, warga tidak mendapatkan pekerjaan. Sementara itu pihak perusahaan menyatakan hanya menyewa pekerja dengan sistem outsourcing melalui perusahaan pemasok tenaga kerja. >> Hendar

Pusat Perbelanjaan Bali Hindari Penggunaan Plastik
Denpasar (MR) Gubernur Bali Made Mangku Pastika, mengintruk-sikan kepada pusat-pusat perbelanjaan dan para pedagang di daerah ini untuk menghindari penggunaan plastik sebagai alat pembungkus barang yang diperjual-belikan. “Alat pembungkus plastik itu hendaknya diganti daun atau kertas, sebagai upaya ikut menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan di Bali,” harap Gubernur Pastika di Denpasar Senin. Ia mengharapkan, masyarakat yang berbelanja ke pasar atau pusat perbelanaan dari rumah sudah menyiapkan tas, seperti yang dilakoni para orang tua dulu. Dengan demikian penggunaan plastik akan dapat dihindari sedini mungkin, sekaligus membantu upaya mewujudkan kebersihan di daerah tujuan wisata Pulau Bali. Gubernur Pastika menjelaskan, plastik yang selama ini dijadikan alat pembungkus tidak hancur dalam waktu 1.000 tahun, sehingga merusak struktur tanah. Oleh sebab itu masyarakat dan pedagangan hendaknya menghindari penggunaan plastik, karena plastik yang berserakan di mana-mana dapat menimbulkan pencemaran lingkungan dan kebersihan tidak dapat diwujudkan. Bali sebagai daerah tujuan wisata, diharapkan mampu menangani masalah sampah secara tuntas, sekaligus mewujudkan Bali sebagai Pulau hijau yang telah dicanangkan Maret lalu. Hal itu perlu mendapat dukungan semua pihak, mengingat kebersihan menjadi keluhan utama wisatawan mancanegara dalam menikmati liburan di Pulau Bali. “Ke depan pengolahan sampah menjadi sumber penghasilan yang cukup menggiurkan, sehingga mampu mengatasi masalah kebersihan dan menciptakan lapangan kerja baru,” ujar Gubernur Pastika. Volume sampah perkotaan di Bali setiap harinya rata-rata mencapai 5.094 meter. Untuk itu Pemerintah Provinsi Bali merintis pengolahan sampah menjadi pupuk anorganik, dengan harapan mampu memberikan nilai tambah sekaligus mewujudkan kebersihan lingkungan di Pulau Dewata. Pabrik pengolahan sampah skala kecil tahap pertama itu akan dibangun di sekitar kawasan Pura Besakih (Karangasem), Goa Lawah (Klungkung) dan Pura Batur Kintamani (Bangli). Pabrik pengolahan sampah ramah lingkungan pada tiga lokasi kawasan suci itu memprioritaskan sampah-sampah bekas kegiatan ritual, dan sisasisa yang tidak berguna dari masyarakat sekitarnya. “Kita ingin sampah yang berserak bekas kegiatan ritual itu mampu memberikan nilai ekonomis,” ujar Gubernur Pastika.>> Putu Artha

DPR Harapkan Pemerintah Segera Sepakati Usulan BPIH
Jakarta (MR) Komisi VIII DPR berharap pemerintah dan DPR segera mencapai kesepakatan soal penurunan biaya penyelenggaraan ibadah haji atau BPIH tahun 2010 agar DPR bisa menetapkan secepatnya. “Komisi VIII DPR dan pemerintah akan melanjutkan rapat konsultasi membahas penurunan BPIH pada Rabu (30/6),” kata Wakil Ketua Komisi VIII DPR Gondo Radityo Gambiro, di Jakarta, Selasa. Radityo mengatakan, Departemen Agama hendaknya segera menyepakati usulan penurunan BPIH sampai pada nilai moderat. Menurut dia, BPIH selama ini cukup mahal dan biaya tersebut seluruhnya ditanggung oleh jemaah haji. Padahal, BPIH itu masih bisa diefisienkan dan ada komponen yang seharusnya menjadi beban APBN. Anggota DPR dari Fraksi Partai Demokrat itu mencontohkan, dana komponen sistem komputerisasi haji terpadu (Siskohat) selama ini ditanggung oleh jemaah haji, padahal seharusnya bersumber dari APBN. Menurut dia, DPR bisa menerima argumentasi pemerintah tidak mengalokasikan anggaran tersebut, tapi terlalu berat jika seluruh BPIH dibebankan kepada jemaah haji. “Jemaah haji dari Indonesia jumlahnya paling banyak dibandingkan dengan negara-negara lainnya. Dengan kondisi ini seharusnya pemerintah Indonesia bisa memiliki posisi tawar yang tinggi dengan pemerintah Arab Saudi untuk mendapat fasilitas dan pelayanan yang baik,” katanya. Radityo mencontohkan, pemondokan bagi jemaah haji Indonesia kondisinya tidak lebih baik dari pemondokan jemaah haji asal negara tetangga seperti Malaysia, Brunei Darussalam, dan Singapura. Padahal, kata dia, BPIH dari negara tetangga itu lebih murah daripada BPIH di Indonesia tapi fasilitas dan pelayanannya justru lebih baik. Ia mengusulkan, agar fasilitas pemondokan mendapatkan yang baik dengan biaya tidak mahal hendaknya pemerintah menyewa untuk jangka panjang misalnya sampai lima tahun ke depan. Apalagi, katanya, pemerintah melalui departemen agama memiliki dana cadangan dari dana awal jemaah haji sangat banyak. Hendaknya dana cadangan itu bisa dialokasikan menyewa pemondokan dalam jangka panjang. Menurut dia, ada sekitar 27 item komponen BPIH yang belum efisien dan masih bisa diefisienkan. “Komponen-komponen ini yang diusulkan Komisi VIII untuk diturunkan dan masih terus dalam pembahasan,” katanya. Anggota Komisi VIII DPR dari Fraksi Hanura Abdillah Fauzi mengatakan, komponen BPIH yang terbesar adalah biaya penerbangan haji. Menurut dia, semula pemerintah mengusulkan biaya penerbangan jemaah haji sebesar 1.779 dolar Amerika Serikat (AS) tapi setelah dilakukan beberapa kali rapat konsultasi pemerintah sepakat menurunkan 59 dolar menjadi 1.720 dolar AS. “Menteri Agama pernah mengatakan bahwa biaya tiket penerbangan jemaah haji bisa diturunkan hingga 150 dolar AS. DPR meminta pemerintah bisa merealisasikan pernyataan tersebut atau mencapai kesepakatan moderat,” kata Fauzi. >> Mohammad

Pelabuhan Benoa Terima Sertifikat K3 dan Bendera Emas
Surabaya (MR) Satu kinerja yang baik di tunjukan PT.Pelindo III (Persero) Cabang Benoa dalam mencapai sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan kerja (K3). Yang mana, penilaian, audit serta pengajian yang telah dilakukan Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik Indonesia terhadap ratusan Instansi dan perusahaan selama tiga tahun terakhir. Mendapatkan, Pelabuhan cabang Benoa untuk memperoleh Sertifikat dan Bendera Emas tingkat pencapaian (89%). Sesuai dengan keputusan Menteri Tenaga kerja dan Transmigrasi Nomor: Kep.83/V/2010. Tentu saja, untuk mendapatkan sertifikat semacam ini bukanlah perkara mudah.tetapi, dituntut kerja keras serta figur seorang pemimpin yang tangguh, cakap serta berdedikasi tinggi. Agar dalam pelaksanaan serta menciptakan K3 di dalam pengoperasian di lapangan dapat betul-betul berjalan. Sehingga, dalam hal ini dituntut ketegasan & kepiawaian dari seorang pemimpin, Hal itu, dibuktikan Bambang Priyanto selaku General Manager Pelabuhan Cabang Benoa. Direksi Pelido III (Persero) harusnya bangga memiliki sosok seorang GM di daerah yang mampu mengharumkan serta mengibarkan bendera prestasi di kancah nasional. Selain Pelabuhan Benoa, ada pelabuhan cabang lainnya yang memperoleh sertifikat dengan bendera emas yaitu Terminal Petikemas Semarang(TPKS)dan pelabuhan cabang tanjung emas. Sementara, pelabuhan cabang lainnya Kota Baru dan Tenau Kupang Sertifikat dengan bendera perak. sukses. >> Julius T

Musrenbang Kabupaten Garut Digelar
Garut, (MR) Musrembang Kabupaten/ Kota adalah forum perencanaan pembangunan tahunan yang melibatkan para pelaku pembangunan tingkat Kabupaten/ Kota dan merupakan satu kesatuan proses perencanaan tahun dimulai sejak Musrenbangdes, Musrenbang kecamatan, Musrenbang Kabupaten/Kota, Musrenbang propinsi hingga Musrenbang nasional. Hal tersebut tertuang dalam sambutan Gubernur Jawa Barat, Ahmad Haryawan yang disampaikan oleh Bakorpembang Wilayah IV priangan, Bambang Agus.S di Gedung Kropi Kabupaten Garut. Dirinya menambahkan, Musrenbang menjadi momen yang sangat penting dalam rangka menghasilkan dokumen Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun 2011 yang merupakan tahun pemantapan dari RPJMD 2008-2013 untuk menyiapkan kemandirian masyarakat Jawa Barat. Mengingat strategisnya pencapaian prioritas pembangunan tersebut, Gubernur Jawa Barat melalui Bambang Agus berharap penyelenggaraan Musrenbang ini dapat menghasilkan dokumen Rencana Kerja Pemerintahan Daerah (RKPD) Kabupaten Kota yang sinergis dengan prioritas pembangunan Propinsi Jawa Barat yang mengacu pada tema : “ Mematapkan sinergi pembangunan yang bermutu dan akuntabel bersama pemerintah pusat, Kabupaten/Kota dan mitra menuju masyarakat Jawa Barat yang mandiri, dinamis, dan sejahtera”. Sementara itu Bupati Garut, aceng H.M Fikri berharap, segenap potensi dapat dicurahkan untuk membangun kerangka pikir, orirentasi, dan persepsi yang cama pada upaya pemenuhan kebutuhan, sesuai dengan proposi dan asionalitas kemampuan anggaran. Hal tersebut menurutnya dapat dijadikan pedoman pembahasan pada Musrenbang kali ini. Dirinya meyakini Musrenbang ini dapat menghasilkan rancangan Rencana Kerja Pemerintahan Daerah (RKPD) tahun 2011 yang dapat meminimalisir berbagai persoalan yang berkembang sehingga pada saatnya dapat bernilai guna dan bermanfaat bagi seluruh lapisan masyarakat Kabupaten Garut. >> Undang/ Ali

4
Jalan Rusak Jadi Topik Debat Cagub Bengkulu
“Bahkan saya pernah membaca dalam koran lokal tentang kesaksian dua turis mancanegara yang melintasi jalan di Bengkulu dengan sepeda menyebutkan jalan Provinsi Bengkulu adalah jalan terburuk kedua yang mereka temui setelah Negara Kongo,” Bengkulu (MR) Jalan rusak yang menghubungkan desa dengan kabupaten/kota di Provinsi Bengkulu menjadi topik perdebatan lima pasangan calon kepala daerah pada acara debat kandidat yang disiarkan langsung oleh salah satu TV nasional Selasa malam. Pasangan calon gubernur pejabat kini atau incumbent, Agusrin Najamudin dan Junaidi Hamzah mengklaim bahwa jalan-jalan di Provinsi Bengkulu masuk dalam 10 besar jalan yang mulus dari 33 provinsi. Pernyataan ini mengundang protes dari empat pasangan calon gubernur lainnya terutama pasangan Rosihan Arsyad dan Rudi Irawan yang mengatakan bahwa jalan rusak merupakan persoalan infrastruktur paling mendasar yang harus dibenahi di Bengkulu. “Bahkan saya pernah membaca dalam koran lokal tentang kesaksian dua turis mancanegara yang melintasi jalan di Bengkulu dengan sepeda menyebutkan jalan Provinsi Bengkulu adalah jalan terburuk kedua yang mereka temui setelah Negara Kongo,” katanya disambut tepuk tangan ratusan pendukung pasangan calon yang memenuhi Gedung Gunung Bungkuk. Menurut calon gubernur nomor urut lima ini, jalan merupakan urat nadi untuk membangun perekonomian selain jalur laut dan udara. Kondisi jalan rusak, kata dia, membuat investasi di Bengkulu kurang menarik sebab memaksa investor mengeluarkan biaya lebih. Hal serupa juga disampaikan pasangan nomor urut tiga yang diusung PKS dan PKPI Sudirman Ail dan Dani Hamdani yang menyebutkan jalan rusak akan menjadi program prioritas dalam kepemimpinannya jika terpilih menjadi gubernur dan wakil gubernur. “Karena dari pertemuan dengan masyarakat dalam masa kampanye, jalan rusak ini sangat dikeluhkan masyarakat,” katanya. Pasangan nomor urut dua yang didukung Golkar, Imron Rosyadi dan Rudi Trivianto serta pasangan nomor urut empat dari jalur perseorangan Sudoto dan Ibrahim Saragih juga mengatakan jalan rusak akan masuk dalam prioritas pembenahan jika terpilih memimpin Bengkulu lima tahun ke depan. Salah seorang panelis, Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Bengkulu Riduan Nurazi juga menilai bahwa jalan rusak merupakan persoalan utama Provinsi Bengkulu. “Infrastruktur khususnya jalan adalah urat nadi perekonomian dan kalau jalan dalam kondisi baik maka yang lain akan mengikut termasuk investasi, tentu selain perizinan dan kepastian hukum,” katanya. Riduan mengatakan data yang diperoleh dari Komite Otonomi Daerah menyebutkan sejak 2003 tidak ada investasi asing yang masuk ke Bengkulu dan sebesar 75 persen sumbangan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) berasal dari konsumsi bukan produksi. >> Aman Sipahutar

Berita Utama
sebaiknya menyadap telepon pimpinan DPR dan BUMN atau memantau wakil rakyat itu. Mana tahu ada upaya menggolkan perusahaan tertentu dalam proses tender," katanya. Menurut Sekretaris Gowa itu, pelaksanaan tender hanya dilakukan untuk melegitimasi saja, padahal dari awal proses tendernya sendiri tidak transparan. Dikemukakannya bahwa sebelum proses tendernya dilaksanakan bulan depan, sudah ada wacana yang dihembuskan untuk penunjukan secara langsung. Selain itu, pimpinan DPR dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pun dikabarkan mulai melakukan pertemuan untuk tawar menawar pembangunan gedung baru tersebut. Sebelumnya, sejumlah BUMN bidang konstruksi diantaranya PT Pembangunan Perumahan (PP), PT Adhikarya, PT Waskita Karya, PT Bina Karya, PT Hutama Karya, PT Istaka Karya, PT Nindya Karya, PT Wijaya Karya (Wika) diam-diam sedang mengincar pembangunan proyek gedung baru DPR yang peletakan batu pertama dijadwalkan akhir Agustus 2010. Bahkan, PT Wika disebutsebut sebagai perusahaan yang akan mengepalai pembangunan gedung baru DPR membawahi dua perusahaan BUMN lainnya, PT Adhi Karya dan PT PP. Menanggapi desakan agar KPK turut mengawasi proses tender itu, Juru Bicara KPK Johan Budi menyatakan, pihaknya tidak bisa langsung mengawasi pelaksanaan tender gedung baru DPR tanpa ada laporan dari Badan Pemeriksa

Tahun Edisi 216 Tahun X 4 - 10 Juli 2010

Tender Gedung Baru DPR Dinilai Rawan Kolusi
Keuangan (BPK). "KPK tidak bisa langsung mengawasi pelaksanaan tender gedung baru DPR. Namun, KPK baru bisa menyelidiki jika hasil audit dari BPK menemukan adanya penyimpangan tender dalam pembangunan gedung baru DPR. Jadi, kalau ada laporan BPK, pasti kami tindaklanjuti," ungkap Johan. Secara terpisah, Ketua Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) Sebastian Salang meminta BPK melakukan auditnya terkait dengan anggaran pembangunan gedung baru DPR yang sangat besar itu. "Kalau mereka tetap ngotot ingin membangun gedung, sebaiknya dari sekarang secara transparan tahapantahapannya dilaporkan ke publik." katanya. >>Nokipa

Jakarta (MR) Aktivis LSM Government Watch (Gowa)Andi W Syahputra memandang proses tender pembangunan gedung baru DPR yang menelan biaya Rp1,8 triliun rawan praktik kolusi karena tidak adanya keterbukaan informasi. Oleh karena itu, ujar

Andi W Syahputra kepada pers di Jakarta, Rabu, pihaknya meminta berbagai kalangan, khususnya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk aktif mengawasi tender pembangunan gedung baru DPR itu. "Tender gedung baru DPR itu rawan kongkalikong. KPK

Korpri Mampu Memjawab Tuntutan
Garut (MR) Saat ini, banyak tuntutan kuat dari masyarakat agar aparatur Pemerintah Kabupaten Garut melakukan perubahan, kondisi seperti ini telah mendorong semua warga Korpri untuk selalu melakukan koreksi reaktualisasi, sehingga anggota Korpri dapat kembali ke jati dirinya sebagai aparatur yang profesional dan independent. Hal tersebut disampaikan Bupati Garut, Aceng H.M Fikri pada Upacara Bendera di Dinas perindustrian, perdagangan Koperasi dan UKM Kabupaten Garut. Bupati menambahkan, meski proses pembaharuan citra dan kinerja korpri belum optimal sebagaimana yang diharapkan, namun secara bertahap upaya tersebut sudah mulai menunjukan hasil, antara lain, banyaknya prestasi yang diraih oleh Kabupaten Garut. Hal ini menunjukkan bahwa jajaran korpri Kabupaten Garut mampu menjawab tuntutan tersebut, Kondisi ini patut disyukuri, namun tidak harus membuat kita cepat puas, karena saat ini masih banyak tugas yang belum terselesaikan, imbuhnya. Berkaitan dengan kinerja aparat, dirinya memberikan arahan kepada peserta apel, berkaitan dengan aanya mutasi, khususnya bagi para pejabat esselon II dan esselon III di lingkungan Pemerintah Kabupaten Garut yang lalu, agar senantiasa melakukan intropeksi dan evaluasi dari semua aktivitas sebagai pejabat di lingkungan Pemkab Garut, terutama dalam hal pelayanan kepada masarakat. Hapuskan bahwa aparatur pemerintah sering lamban dalam memberikan pelayanan kepada public. Di akhir Upacara, Bupati mengajak kepada seluruh peserta upacara untuk dapat meningkatkan kinerja, khususnya bagai para pejabat yang telah di lantik, sesuai dengan kemampuan dan tugas pokok masing-masing. Upacara Bendera dilakukan di tiga tempat, yakni: Dinas Perindustrian, perdagang koperasi dan UKM Kabupaten Garut yang di pimpin oleh Bupati Garut, Aceng H.M Fikri, S.Ag, di DPPKA di pinpin oleh Wakil Bupati Garut, Rd Diky Chandra dan di lapangan Apel Setda Kabupaten Garut dipimpin oleh Sekda Kabupaten Garut, H.Hilman Faridz,SE, M.Si. >> Undang/Ali

Gedung Kantor DPRD Kota Banjar Nampak gedung kantor DPRD Kota Banjar di jalan Tanjung Syukur Sumanding Wetan kecamatan Pataruman Banjar. Pembangunan Kantor DPRD Kota banjar yang baru wacananya kedepan akan segera dilanjutkan, tampak terlihat keberadaan kantor tersebut yang beberapa tahun tertunda sudah selayaknya terus berlanjutkan, seiring dengan pembangunan gedung kantor DPRD yang baru, untuk gedung kantor DPRD yang lama. Wacananya, Kantor pemerintah Kota Banjar akan digunakan di gedung kantor BAPEDA, gedung kantor DPRD yang baru terletak di jalan Tanjung Syukur Sumanding Wetan Kecamatan Pataruman Banjar yang letaknya tidak jauh dari gedung kantor DPRD yang lama di jalan Batulawang Kecamatan Pataruman Kota Banjar. >>A-S

Bupati Lingga Hadiri Peletakan Batu Pertama Lingga Beach Resort

Kedatangan Bupati Lingga H. Daria disambut dengan Atraksi Pencak silat

Bupati Lingga bersama para undangan yang hadir pada acara peletakan batu pertama Lingga Beach Resort

Bupati Lingga bersama para undangan tengah melakukan persiapan untuk peletakan batu pertama

Sambutan bupati Lingga, H. Daria pada acara peletakan batu pertama Lingga Beach Resort

Sambutan Ketua DPRD Lingga pada acara peletakan batu pertama Lingga Beach Resort

Suasana peletakan batu pertama Lingga Beach Resort

Bupati Lingga, Camat Senayang beserta Unsur Muspida Kabupaten Lingga

Para Pengusaha yang ikut menyaksikan peletakan batu pertama Lingga Beach Resort

Para Kontraktor yang hadir pada acara peletakan batu pertama

Edisi 216 Tahun X Tahun 4 - 10 Juli 2010

Sos-Ek-Bis
Anambas (MR) Meskipun berada di wilayah kepulauan, status ketahanan pangan di Kabupaten Kepulauan Anambas masih cukup aman. Namun begitu, pemerintah daerah ini dianjurkan mulai mengembangkan potensi pangan lokal supaya tidak tergantung kepada daerah lain. Hal ini disampaikan Kepala Bidang Perencanaan Badan Ketahanan Pangan Nasional, Ir. Agus Widodo, dalam Sosialisasi Ketahanan Pangan di Gedung Balai Pertemuan Masyarakat Siantan (BPMS) Tarempa, Rabu (16/6). Acara ini digelar Dinas Pertanian, Perkebunan, Peternakan, Kehu-tanan dan Ketahanan Pangan (P3K2P) Anambas dan 150 orang peserta terdiri dari Tujuh kecamatan, yang masing-masing kecamatan 20 orang peserta sedangkan dari kecamatan Siantan 30 orang peserta “Sampai saat ini Anambas belum rawan pangan. Tapi perlu ada program-program pengembangan potensi pangan lokal,” kata Widodo kepada wartawan. Pengembangan potensi pangan lokal ini, kata Widodo, harus disejalankan dengan kondisi alam dan ketersediaan tenaga SDM. Khusus wilayah Anambas, ada beberapa potensi pangan lokal bisa dikembangkan. Seperti jenis umbiumbian, pisang, dan tanaman padi. Ditanya soal ketahanan pangan secara nasional, Widodo menyebutkan saat ini dalam posisi aman. Di tahun 2009 dan 2010, Indonesia berhasil mencapai swasembada beras dan jagung. Sedangkan komoditas kedelai, dan daging sapi ditargetkan mencapai swasembada pada 2014 mendatang. “2014 kita menargetkan mencapai swasembada pangan untuk segala komoditas,” katanya. Terpisah, Kepala Dinas P3K2P, Sudiono, menyebutkan saat ini pihaknya sudah mulai mengembangkan potensi pangan lokal, termasuk padi. Menurutnya, Anambas memiliki potensi lahan persawahan seluas 2.745 hektare yang tersebar di empat kecamatan. Yakni di Siantan, Jemaja, Jemaja Timur, dan Palmatak. Sayangnya sampai saat ini baru sekitar 36 hektare sudah dimanfaatkan untuk areal persawahan. >> Edward

5

Lukisan Napi Narkoba Terjual Rp12 Juta
Denpasar (MR) Sebuah lukisan karya Lukman terpidana kasus narkoba di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kerobokan, Kabupaten Badung, Bali laku Rp12 juta oleh pembeli emebembKonsul Denmark di Bali. “Kami dalam memperingati hari HIV/AIDS menampilkan hasil kreativitas warga binaan mulai dari hasil kerajinan, konveski hingga lukisan yang kami lelang bagi siapa saja yang tertarik untuk membeli,” kata Kepala Lapas Kelas II A Denpasar, Siswanto di Lapas setempat, Sabtu. Karya seni yang laku jutaan rupiah itu merupakan salah satu dari enam lukisan karya Lukman, terpidana kasus narkoba yang menampilkan hasil kreativitas dan imaginasi pria asal Malang Jawa Timur. Di sela sela peringatan, salah satu lukisan karya Lukman menarik perhatian Konsul Denmark yang langsung berani membeli seharga Rp12 juta. Semua hasil lelang dalam kegiatan tersebut nantinya akan dikumpulkan sebagian diantaranya disumbangkan kepada salah satu panti asuhan di daeerah sekitar Lapas. Kalapas Siswanto menyatakan, pihaknya sengaja menunjukkan karya karya warga binaan kepada masyarakat luas, agar mereka bisa menghargai para terpidana, sekaligus membuktikan bahwa di penjara bisa berkarya. “Dengan perhatian seperti ini menjadi bekal bagi para warga binaan nantinya agar setelah keluar dari Lapas bisa diterima masyarakat seperti biasa. Mereka hendaknya jangan dikucilkan, dengan karya nyata seperti itu menunjukkan warga binaan bisa berubah menjadi lebih baik,” harap Siswanto. Lukman, yang lukisannya terjual saat lelang dalam peringatan hari AIDS, mengatakan dirinya justru menemukan pelajaran berharga dalam hidup justru saat di penjara. Ia lalu berusaha bangkit, salah satunya berhasil membuat lukisan yang merupakan ekpresi dirinya dalam memandang hidup. “Dalam lukisan tiga wajah yang saya buat, pesan yang ingin saya sampaikan bahwa sesuatu yang material di dunia itu tidak kekal, tetapi yang esensilah yang akan kekal. Saya bersyukur mendapat pencerahan justru di penjara,” ucap Lukman.>> Putu Artha

Anambas Kembangkan Potensi Pangan Lokal

Kabid Perencanaan Badan Ketehanan Pangan Nasional, Ir. Agus Widodo

BPLHD Jabar Beri Penghargaan Perusahaan Berwawasan Lingkungan
Bandung (MR) Bagian dari upaya untuk memperbaiki dan menjaga lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat berencana memberikan penghargaan kepada sejumlah perusahaan yang dinilai telah mampu menjaga lingkungan, khususnya yang berada di sekitar perusahaan dengan baik. Kepala Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) Jabar, Setiawan Wangsaatmadja, mengatakan langkah tersebut dilakukan untuk memberikan dorongan serta mengikutsertakan perusahaan secara langsung dalam menjaga lingkungan. Menurut Setiawan, ada beberapa kriteria yang akan menjadi penilaian tim yang harus dipenuhi oleh perusahaan sesuai konsep lingkungan hidup dan tema lingkungan di Jabar, yaitu Selamatkan Sungai dan DAS (Daerah Aliran Sungai). “Yang bisa lolos dalam penilaian, diantaranya dalam satu bulan ini perusahaan harus melakukan kegiatan lingkungan, mengolah limbah dengan baik dan mampu meminimalisir polusi yang dihasilkan dari kegiatan perusahaan,” ujarnya. Setiawan menyatakan, diakhir bulan ini gubernur berencana melakukan evaluasi perusahaan mana saja yang dinilai layak untuk mendapat penghargaan dari provinsi di bidang lingkungan hidup. “Kita saat ini sedang melakukan penjaringan ke perusahaan-perusahaan yang ada di Jabar sebelum nantinya mereka masuk dalam penilaian,” ucap Setiawan. Kedepan menurut Setiawan, pihaknya berharap perusahaan yang mendapat penghargaan diberikan keringanan dalam masalah pembayaran pajak ataupun insentif lainnya. >> Dodi Sulaeman

Dongkrak Pajak Kendaraan, Jabar Perlu Buat Promosi
Bandung (MR) Merujuk kepada hasil Kunjungan Kerja (kunker) ke beberapa UPPD masing-masing UPPD Subang dan Cirebon, pencapaian pajak yang diperoleh dari pajak kendaraan bermotor nampaknya akan mencapai target sebagaimana terjadi di tahun-tahun sebelumnya. Untuk meningkatkan pencapaian pajak tersebut, Jabar perlu membuat promosi agar masyarakat aktif membayar pajak kendaraan, ungkap Anggota Komisi C DPRD Jabar, Humar Dani, SE,SH,MH dalam keterangannya kepada wartawan. Menurut Humar, pajak kendaraan terjaring dari beberapa jenis pajak yaitu Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), BBNKB I dan BBNKB II. Untuk jenis pajak tersebut, di UPPD Ciledug Cirebon, PKB ditargetkan sebesar Rp.15.369.000.000 realisasinya sampai posisi 19 Juni 2010 sebesar Rp.8.159.333.800,. Jenis pajak yang lainnya dalam kurun waktu yang sama di UPPD Ciledug, BBNKB I dari target sebesar Rp.18.002. 000.000,- realisasinya sebesar Rp.12.080.270.000,- serta BBNKB II dari target Rp. 618.000.000 realiasinya sebesar Rp.348.744.650,-. Kenyataan serupa nampak juga di UPPD Subang. Berdasarkan hasil peninjauan sampai posisi Mei 2010, PKB mencapai Rp.13.773.450.100 dari target sebesar Rp.28.803.000.000,-, BBNKB I mencapai Rp. 23.558.115.000 dari target sebesar Rp.39.525.000.000 serta BBNKB II mencapai Rp. 277.854.000,- dari target sebesar Rp.695.000.000,Kenyataan tersebut, menunjukkan target pajak kendaraan dari ketiga jenis pajak tersebut berpeluang dapat tercapai. Bahkan potensi tersebut, dapat meningkat mulai Juli sampai akhir tahun karena dalam rentang kurun waktu tersebut, dengan melihat pengalaman di tahun-tahun sebelumnya selalu meningkat sejalan dengan banyaknya perusahaan kendaraan menawarkan kredit kendaraan bermotor dengan cicilan ringan. Kenaikan pemilik kendaraan, seyogyanya betul-betul meningkatkan pencapaian pajak karena dengan bertambahnya pemilik kendaraan, berimplikasi bertambahnya wajib pajak. Untuk kepentingan hal tersebut, Pemprov. Jabar melalui Dispenda bisa membuat promosi untuk mendongkrak kesadaran masyarakat untuk membayar pajak kendaraan bermotor. Langkah tersebut, bisa dilaksanakan melalui kegiatan penyelenggaraan undian yang diperuntukkan bagi mereka yang membayar pajak. Langkah lain yang dapat dilakukan, ujar Humar adalah dengan bekerja sama dengan pihak Kepolisian menggelar razia. Langkah tersebut, belum dilakukan oleh UPPD di seluruh wilayah di Jabar. >>Dodi Sulaeman

OP Minyak Tanah Mampu Tekan Harga

Penyeberangan Selat Bali Naik 60%

Mataram (MR) Operasi pasar minyak tanah di Kota Mataram, yang tahap pertama dilakukan 23 Juni di Kelurahan Babakan, dinilai mampu menekan harga minyak tanah yang dalam dua pekan ini terus melambung. Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan Kota Mataram, Drs. H. Marzuki Sahaz di Mataram, Jumat mengatakan, jumlah minyak tanah yang di OP pada saat itu sebanyak 5.000 liter untuk sekitar 1.000 warga miskin, namun banyak juga bukan warga miskin ingin mendapat jatah minyak tanah. Pihak panitia nampaknya cukup tegas, karena tidak memberikan siapa saja yang akan membeli minyak tanah tanpa membawa kupon, dan hal ini sempat diprotes namun dapat diatasi. Harga minyak OP Rp2.800 per liter, sementara harga di tingkat pengecer cukup tinggi mencapai Rp7.000 hingga Rp7.500 per liter.”Namun setelah dilakukan OP harga minyak tanah pada tingkat pengecer turun drastis hingga Rp5.000 per liter,” katanya. Pihak Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan terus berupaya menyediakan minyak tanah bagi masyarakat terutama untuk kebutuhan memasak. Sementara OP minyak tanah tetap akan dilakukan di berbagai lokasi yang dinilai cukup rawan. Hal ini dimaksudkan untuk membantu masyarakat terutama warga miskin dalam mendapatkan bahan bakar minyak tanah. “Belum mengetahui apa penyebab langka minyak tanah di kota Mataram, apakah diborong oleh petani tembakau untuk omprongan atau lainnya,” katanya. Pantauan di Mataram menunjukkan, di samping harga mahal masyarakat dalam dua pekan ini mulai kesulitan mendapat minyak tanah untuk memasak. Masyarakat yang datang ke sejumlah pengecer untuk membeli minyak tanah, terpaksa kembali dengan tangan hampa. Untuk bisa mendapat minyak tanah, masyarakat harus menitip jerigen atau botol terlebih dulu baik di pangkalan maupun pengecer dan ini pun terbatas dan hanya bisa dapat satu hingga dua liter per orang. Salah seorang pengecer minyak tanah, I. Saknah, nampak cukup adil dalam menjual minyak di mana setiap orang hanya diberikan satu hingga dua liter. >> Klaudius Edy Burga

Golden Empire Bandar Seri Begawan Undang PLKND
Natuna, (MR) Tertanggal 20 Juni 2010 Presedium Lembaga Konsorsium Natuna Darussalam (PLKND) mendapat surat jemputan bermusyawarat di Bandar Seri Begawan dari pengurus Golden Empire (GE) yang akan diadakan pada tanggan 10 Juli hingga 14 Juli 2010. Agenda yang akan dilaksakan yaitu membincangkan penumbuhan consortium atau joint venture bagi mengusahakan peluang kerjasama di bidang minyak dan gas juga peluang kerja sama lainnya. Serta membincangkan dan membuat persetujuan isi undangan penjanjian kerja sama JV Argreement dan seterusnya menandatangani perjanjian. Hal itu dibenarkan oleh MZ Said pimpinanan PLKND saat dijumpai Radar Kepri, tujuan kerja sama itu untuk memberikan hasil dan memberikan kesejahteraan bagi pembangunan rakyat Natuna. Undangan itu langsung diberi oleh Major (B) Awang Haji Ya’akub Bin Haji Mohd Tahir selaku pengurus GE. ’’Kita akan mengajak Bupati Natuna Raja H Amirullah Apt, Ketua DPRD kabupaten Natuna Hadi Candra Sos, Ketua ketua Komisi, Raja Faath, Habib Maluku, Salim Sahab, Agus Ibrahim, R Darmika, Sekretaris Daerah Drd H Ilyas Sably Msi dan Abdullah, karena mereka semua akan ikut andil dalam persetujuan kerja sama nantinya,’’kata Said. Inti dari kerja sama yang tertulis dalam bahasa serta logat bahasa warga Brunai Darussalam itu adalah, JV. Kita akan from new JV company dan musyawarat akan diadakan di Bandar Seri Bengawan tarikh akan dimaklumkan dengan segeranya. Dipohonkan bapak akan mengirim semua dokumen mengenai kelulusan LPG dan maklumat mengenai dengan prospect yang akan digali. Laporan sesemic dan sebagainya. Syarikat berkenaan bersetuju memberikan 10% keuntungan dari pada NET PROTT. Saya akan meminta 1% dari pada Natuna Group. Group ini akan membuat penggalian sehingga ke pemasaran. JV akan dikawal sepenuhnya oleh Group ini. Dan Group ini akan membawa semua kelengkapan dan alat-alat yang perlu yang bernilai berjuta-juta USD. Itulah isi dan gambaran kerja sama pihak Brunai kepada Pemerintah Natuna, dalam hal ini Said berharap pemerintah Natuna segera menyikapi karena ini adalah kepentingan masyarakat Natuna,’’Pinggirkan dulu kepentingan politik, karena kalah menang dalam pemilihan nanti itu sudah biasa dan siapapun pemimpin Kabupaten Natuna ini agar lebih mengutamakan kepentingan masyarakat,’’ harapnya. Mengingat tidak lama lagi Kabupaten Natuna akan melakukan pemilihan pimpinan daerah yatu bulan 4 tahun 2011 nanti, tentunya para pejuang dari kini sudah sibuk memikirkan bagaimana agar menang pada pilkada nanti, jika hal ini terus berlanjut bagaimana nasib masyarakat Natuna yang dari dulu hingga sekarang mendambakan kesejahteraan. Said juga berharap keseriusan Bupati yang sekarang dalam menyingkapi masalah besar ini, tidak semua masalah di anggap gurauan, hal itu dikatakannya pada pimpinan Bupati lama saat kepemimpinan Daeng Rusnadi selaku Bupati Natuna,’’ Saat itu tahun 2007 saya pernah mengajukan masalah ini dengan memerlukan dana Rp 200 juta diberi nota oleh Daeng Rusnadi untuk dicairkan ke pihak keuangan, namun setiba saya di keuangan Daeng menelepon bahwa nota itu borak-borak saja. Saya kesal mendengarnya langsung saya sobek-sobek nota itu didepan orang keuangan,’’ ingatnya kesal merasa dipermainkan oleh Daeng Rusnadi. >>Otoy

Denpasar (MR) Aktivitas penyeberangan dari Pelabuhan Ketapan, Banyuwangi, Jawa Timur ke Pelabuhan Gilimanuk, Bali, meningkat sebesar 60% terkait hari liburan panjang anak-anak sekolah. “Peningkatan yang cukup signifikan itu terjadi pada dua sisi, dapat diatasi dengan baik, tanpa menimbulkan atrian,” kata Manager Operasional Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Pelabuhan Gilimanuk, Ospar Silaban, Sabtu. Ia mengatakan, arus wisatawan domestik dari Jawa menuju Bali semakin padat namun tidak sampai menimbulkan kemacetan. Sebelum pintu keluar dermaga pelabuhan Gilimanuk, memang sempat terjadi antrean kendaraan sehubungan dengan pemeriksaan yang dilakukan oleh petugas gabungan setempat. Ospar Silaban mencontohkan, bus yang datang dari Jawa setiap harinya rata-rata 200 buah, sejak liburan panjang meningkat menjadi 375 bus. Demikian pula berbagai jenis kendaraan pribadi maupun sepeda motor terjadi peningkatan yang cukup signifikan. AKP Suartha, kepala KP3 Gilimanuk menyebutkan, setiap penumpang yang tidak dapat menunjukkan identitas, akan dilarang masuk ke wilayah Bali melalui pelabuhan di ujung barat Pulau Dewata itu. “Begitu juga dengan kendaraan bermotor yang tanpa surat-surat yang jelas, tidak dibenarkan masuk Bali. Bahkan bila perlu, akan langsung diproses,” katanya. Sehubungan dengan arus wistawan domestik terkait liburan sekolah yang mulai meningkat, Suartha mengaku bahwa pihaknya cukup sibuk melakukan pemeriksaan atas kendaraan dan penumpangnya. Menurut dia, pemeriksaan yang dilakukan petugas gabungan tidak hanya menyangkut identitas orang dan kendaraan semata, namun juga mengenai barang-barang yang mereka bawa masuk ke Bali. “Kami juga harus memeriksa barang-barang, sehingga tidak ada benda yang dapat membahayakan bisa lolos masuk begitu saja,” kata Suartha.>> Putu Artha

6
Perpisahan Kelas VI SDN Sabajaya I, Meriah
Karawang MR Untuk memeriahkan kenaikan kelas sekaligus perpisahan kelas VI SDN Sabajaya I adakan acara resepsi perpisahan yang diadakan di VI SDN Sabajaya I berjalan dengan lancar dan meriah. Acara tersebut di hadiri UPTD TK, SD kecamatan Tirta jaya, kepala desa Ade Amung Purawinata, para guru, ketua komite sekolah se kecamatan Tirtajaya M Raitam, seluruh orang tua murid dan masyarakat sekitar. Kepala UPTD TK, SD kecamatan Tirtajaya Drs. H.Dedi Suhendi M.Pd menyampaikan agar para oranmg tua dan masyarakat kecamatan Tirtajaya yang mempunyai anak usia siap masuk sekolah untuk segera mendaftarkan kepada pihak sekolah yang terkait. Dalam acara tersebut Pihak sekolah tidak memungut biaya dari orang tua murid, seluruh biaya di tanggung sekolah. Kepala sekolah M.Dayat Hidayat S.Pd mengatakan saya ingin ada kesan yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, seluruh biaya termasuk akomodasi mendatangkan group Marching Band dari Tirtajaya ditanggung sekolah Acara terlihat meriah karena pihak sekolah mendatangkan group Marching Band dari Tirtajaya, selain pihak sekolah masyarakatpun merasa bangga dan berharap kedepannya SDN Sabajaya I bisa lebih baik dan menjadi pedoman bagi sekolah yang lain.>> Warsian

Pendidikan
penyebab biaya pendidikan di negara ini masih mahal kendati pemerintah telah mengalokasikan anggaran pendidikan sebesar 20% dari APBN. Atau senilai Rp214 triliun pada tahun ini. Demikian Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Muhammad Nuh mengemukakan hal itu, usai membuka International Conference on Best Practice II, Selasa (22/6) sore, di Jakarta. Alokasi dana bagi gaji dan tunjangan guru bakal lebih menggelembung dari tahun ke tahun, seiring dengan semakin banyaknya tenaga pengajar yang memperoleh sertifikat kompetensi. Nuh mengatakan, sesuai ketentuan, guru yang memperoleh sertifikat tersebut, berhak mendapat tunjangan senilai gaji pokok. Dia memberi gambaran, terdapat kurang lebih 2,6 juta guru di Indonesia. Jika semua guru sudah memperoleh sertifikasi, maka pemerintah wajib menggelontorkan dana tunjangan bagi mereka sekitar Rp62 triliun. Ini yang menyebabkan dari tahun ke tahun, anggaran pendidikan makin kurang dan otomatis biaya pendidikan tetap tinggi, imbuhnya. Di samping dipotong untuk alokasi tunjangan, alokasi 30% dana pendidikan yang tersisa, masih dipotong lagi untuk alokasi dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) sebanyak 10% atau jumlahnya berkisar antara Rp15-20 triliun. Kemudian dipotong lagi untuk beasiswa sekitar 3,5% dan kewajiban memasukan ke kas negara dari Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNPB) di tingkat perguruan tinggi. Praktis, lanjut Nuh, dana

Tahun Edisi 216 Tahun X 4 - 10 Juli 2010

Mendiknas : Dana Pendidikan Masih Terlalu Kecil
pendidikan yang tersisa dari tahun ke tahun hanya berkisar sekitar 15% atau kurang lebih jumlahnya tidak jauh dari Rp100 triliun. Padahal, lanjut Nuh, jumlah itu tidak semuanya dipegang Kementerian Pendidikan Nasional, tetapi masih dibagi lagi dengan Kementerian Agama dan sejumlah instansi lain. Inilah yang menyebabkan kita tidak punya dana untuk hal sekedar unttuk memperbaiki sekolah-sekolah yang bangunannya hampir ambruk, sebutnya. >> Tedy Sutisna

Jakarta (MR) Sekitar 70% anggaran pendidikan habis dipergunakan untuk alokasi peningkatan gaji dan tunjangan bagi guru dan dosen. Faktor ini yang menjadi

Pengamat : LKS Batasi Kreativitas Guru
Semarang (MR) Pengamat pendidikan dari Universitas Negeri Semarang Prof Mungin Eddy Wibowo menilai bahwa pembelajaran menggunakan lembar kerja siswa (LKS) justru membatasi kreativitas guru. “Dalam lembar kerja siswa (LKS) berisi soalsoal yang harus dikerjakan siswa, hal itu justru membatasi kreativitas guru karena mereka tidak bisa mengembangkan materi secara luas,” katanya, di Semarang, Senin. Menurut dia, para guru memang diharuskan menyelenggarakan kegiatan pembelajaran dengan mengacu pada buku-buku pelajaran yang sudah diseleksi oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP). Mungin yang juga anggota BSNP itu mengatakan, bukubuku pelajaran itu hanya untuk acuan materi yang diajarkan, tetapi terkait soal seharusnya dibuat sendiri oleh setiap guru yang bersangkutan. “Para guru bisa membuat soal dengan mengacu buku-buku pelajaran, silabus, dan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang tentunya sudah disesuaikan dengan kurikulum yang ditetapkan,” katanya. Pembelajaran semacam itu, kata dia, diyakini dapat memperluas kreativitas guru, karena mereka dapat mengembangkan soal berdasarkan materi yang ada, bukan semata-mata didapatkan dari LKS. “Lembar kerja siswa sifatnya terpola dan soalnya sudah ditentukan, apalagi jika ternyata LKS yang digunakan tidak sesuai dengan kurikulum yang ditetapkan tentunya akan merugikan,” katanya. Ia mencontohkan ada siswa yang mengeluh bahwa materi soal-soal ujian nasional (UN) ternyata tidak sesuai dengan apa yang mereka pelajari dan diperoleh di sekolah selama mereka menempuh pendidikan. “Hal tersebut bisa dimungkinkan siswa hanya diberikan tugas untuk mengerjakan soalsoal yang terdapat dalam LKS, dan LKS itu ternyata tidak mengacu pada materi atau kurikulum yang ada,” katanya. Oleh karena itu, kata dia, para guru diharapkan tidak semata-mata mengandalkan LKS sebagai upaya untuk mengevaluasi pembelajaran, namun tetap mengandalkan kreativitas dan kemampuan yang dimilikinya. “Kami hanya bertugas untuk menyeleksi buku-buku pelajaran yang akan digunakan sekolah, kalau untuk LKS bukan wewenang BSNP untuk menye-leksinya,” kata Mungin yang juga mantan Ketua BSNP terse-but. Menurut dia, BSNP menyeleksi setiap buku pelajaran berdasarkan pertimbangan kelayakan isi, penyajian, kebahasaan, dan grafik. Hal tersebut untuk mengantisipasi beredarnya buku pelajaran yang tidak sesuai. Ditanya tentang jumlah buku pelajaran yang telah diseleksi BSNP, ia mengaku jumlahnya sangat banyak, karena setiap mata pelajaran untuk setiap jenjang pendidikan berjumlah lebih dari satu buku. “Misalnya, mata pelajaran matematika untuk kelas I SD, ada lebih dari satu jenis buku dengan pengarang dan penerbit yang berbeda, demikian juga dengan buku-buku pelajaran untuk jenjang lain,” kata Mungin. >> Irman Idrus

ICW: RSBI Rawan Korupsi
Jakarta, (MR) Di sekolah yang sudah mendapat status rintisan sekolah bertaraf internasional atau RSBI justru rawan terjadi tindak pidana korupsi. Pasalnya, kepala sekolah memiliki peran yang dominan dalam menentukan pungutan walau sekolah sudah mendapat subsidi dari pemerintah. Hal itu diperparah dengan tidak adanya aturan jelas terhadap mekanisme penggunaan anggaran. Sekolah ini sudah mendapat subsidi dari pemerintah, tapi masih melakukan pungutan terhadap orangtua calon murid, seperti pembayaran syarat administratif, biaya tes, dana sumbangan pembangunan, dan SPP, ucap koordinator divisi pelayanan publik ICW, Ade Irawan, Minggu (20/6/2010). Di dalam petunjuk pelaksanaan RSBI, tidak diatur dengan jelas mengenai mekanisme pengganggaran dan penggunaan anggaran sehingga pihak kepala sekolah cenderung rajin melakukan pungutan. RSBI adalah status yang diberikan setelah sebuah sekolah memenuhi standar nasional pendidikan dan diperkaya dengan standar pendidikan negara maju yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan daya saing lulusan di tingkat regional dan internasional. Sementara itu, informasi dari Kemendiknas ke sekolah cenderung tertutup sehingga potensi korupsi sangat besar terjadi pada pengadaan, sosialisasi, pelatihan-pelatihan, pengawasan, dan evaluasi. Jumlah RSBI 2009 : Sekolah Dasar 136, Sekolah Menengah Pertama 300, Sekolah Menengah Lanjutan 118, Sekolah Menengah Atas 320, Latar Belakang Pendidikan Pekerja Indonesia : Pendidikan SD 55,31 juta (51,50%), Pendidikan Diploma 2,89 juta (2,69%), Pendidikan Sarjana, 4,94 juta (4,60%). Sekolah ini sudah mendapat subsidi dari pemerintah, tapi masih melakukan pungutan terhadap orangtua calon murid. >> Tedy Sutisna

Bentuk Akhlaq Anak Tanggung Jawab Bersama
Garut (MR) Pendidikan merupakan prasarat utama bagi pembangunan sebuah Negara, namun hal lain yang juga di anggap penting adalah pendidikan moralitas atau ahlak. Hal ini di sebabkan, pendidikan tidak berbanding lurus dengan moral, terkadang seseorang pintar dari sisi akademis, akan tapi ahlaknya rendah. Hal tersebut di sampaikan Bupati Garut, Aceng H.M Fikri dalam sambutanya pada acara Haplah Musyawadah/Wisuda Santriwan/wait di lingkungan lembaga pembinaan dan pengembangan Taman Kanak-Kanak AL-Quran (LPPTKA) Badan Komunikasi pemuda Remaja Mesjid Indonesa (BKPRMI) Kabupaten Garut, di Gedung Wanita Kabupaten Garut, Senin (21/06) Bupati memaparkan, dari 19 angkatan (lulusan) yang telah dikeluarkan oleh LPPTK BKPRMI Garut yang berjumlah sekitar 10.000 santri/wait yang telah mengenyam pendidikan harus di jadikan bekal bagi diri santri masing-masing dalam mengarungi kehidupan sehari-hari. Disini, peran dan kewajiban para orang tua dan kita semua untuk tidak hanya memperhatikan pendidikan dari sisi prestasi tetapi juga memperhatikan pengembangan akhlak mulia anak tersebut, tandasnya. Perserta Wisuda Santri 385 Santri/Wati dari 72 teka SeKabupaten Garut yang berada di bawah LPPTKA, turut hadir perwakilan dari Departemen Agama Kabupaten Garut, Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, MUI Kabupaten Garut, dan Camat Garut Kota Drs.H.Nurdinyana M.Si. >> Undang/Ali

Pemkab Lingga Adakan Penyuluhan HIV dan NAPZA Kepada Para Siswa SMU Sederat
Lingga (MR) Untuk meminimalisir kerusakan masyarakat khususnya generasi muda akibat pengaruh pergaulan bebas yang dominan melibati remaja khususnya para pelajar, Pemerintah Kabupaten Lingga mengadakan penyuluhan HIV dan NAPZA bertempat digedung Nasional Dabo Singkep Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Tranmigrasi Kabupaten Lingga, kamis (24/6). Bupati Kabupaten Lingga H.Daria dalam arahanya menyampaikan, Narkotika, Psikotropika dan zat Adiktif lainya (NAPZA), zat yang dapat mempengaruhi kondisi Sosial, Psikologis seseorang (pikiran, perasaan dan prilakunya) serta dapat menimbulkan ketergantungan fisik dan psikologik. Ini merupakan ancaman yang serius untuk kelangsungan hidup generasi muda kita khususnya Remaja.ungkapnya. Penyalahgunaan Napza saat ini telah menyebar, bukan hanya diperkotaan hingga pedesaan, kasus-kasus penyalahgunaan Napza telah merambah kedalam kehidupan remaja bahkan anak-anak yang berusia 15 dan 13 tahun sudah menggunakan Napza, dengan alasan ingin tahu dan tekanan teman sebaya ataupun ingin sekedar mendapatkan teman. Melihat persoalan ini perlu peningkatan partisipasi masyarakat untuk mencegah penyalahgunaan Napza ini, Mudamudahan dengan diadakan nya penyuluhan ini kita semua berharap agar generasi muda Kabupaten Lingga bersih dari Napza dan terhindar dari HIV-AID untuk masa yang akan datang. Pada penyuluhan tersebut, turut hadir Ketua DPRD Kabupaten Lingga, Sekda, para Asisten, Kepala Badan, Kepala Dinas, Kepala kantor, kepala Bagian, Intansi Vertikal dijajaran pemerintahan Kabupaten Lingga, camat, Kepala Desa, Nara sumber, para tokoh masyarakat dan tokoh Agama serta Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Lingga dan Peserta penyuluhan yang terdiri dari siswa-siswi SMU dan sederajat. >> HR

Bupati Lingga, H. Daria Memasuki Ruang penyelenggaraan Kegiatan penyuluhan HIV dan NAPZA.

Bupati Lingga Membuka Pelaksana Kegiatan penyuluhan HIV dan NAPZA.

H. Daria memasuki gedung Nasional Dabo Singkep dan Mengahmpiri Peserta yang terdiri dari Siswa-Siswi SMA

Kadis Disnaker Lingga, Drs. Wan Chairil memberikan sambutan

Kedatangan Bupati Lingga disambut Bahagia Peserta.

Para peserta yang terdiri dari Pelajar Menengah SMU se-Kecamatan Singkep & Singkep Barat.

Edisi 216 Tahun X Tahun 4 - 10 Juli 2010

Pendidikan
Natuna,(MR) Olimpiade Sains Tingkat SD/SLTP secara resmi dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Natuna H. Taslim Atan bertempat di penginapan Ajo Basamo, Selasa (4/5).Dalam Olimpiade Sains Tingkat SD/ SLTP se-Kabupaten Natuna di ikuti dari 12 Kecamatan. Pemerintahan Kabupaten Natuna melalui Dinas Pendidikan bertekat untuk memajukan mutu dari pada dunia pendidikan yang merupakan salah satu pilar pembangunan guna mencapai Visi dan Misi Natuna MAS ( Masyarakat Adil dan Sejahtera) Tahun 2020. Pada perlombaan Olimpiade Sains Tingkat SD/SLTP Kabupaten Natuna tahun 2010 ini, Kepala Dinas Pendidikan Natuna H. Taslim Atan mengatakan, hendaknya menjadi ajang lomba berprestasi bagi murid sehingga di harapkan menjadi barometer mutu pendidikan pada setiap mata pelajaran yang diperlombakan untuk menuju puncak prestasi dalam ajang Olimpiade Sains tingkat Provinsi Kepulauan Riau nantinya. Taslim Atan juga berharap utuk mencapai hasil yang baik pada mutu dan kualitas pendidikan yang merupakan tangung jawab kita semua baik Pemerintahan Kabupaten, Guru sebagai pendidik maupun orang tua wali murid. Pada perlombaan Olimpiade Sains kali ini untuk Tingkat SD yang diperlombakan pada mata pelajaran Matematika dan IPA . Sementara pada Tingkat SLTP mata pelajaran yang diperlombakan diantaranya mata pelajaran Matematika, Fisika, Biologi dan IPS. Perlombaan ONS (Olimpi-de Sains) tingkat SD dengan mata pelajara Matematika keluar sebagai Pemenang pertama oleh Manggala Bahari dari SD 01 Subi, pemenang kedua oleh Hayatuloh dari SDN 01 Tanjung Kumbik dan pemenang ketiga oleh Siska dari SDN 04 Ceruk. Sementara pada mata pelajaran IPA ke luar sebagai pemenang pertama jatuh pada Lestario SDN 002 Ranai, pemenang kedua direbut oleh Fahrur Razi dariSDN 001 Batu Ampar dan pemenang ketiga direbut oleh Nova Septiana dari SDN 002 Sedanau. Untuk perlombaan Olimpiade Sains Tingkat SLTP dengan mata pelajaran Matematika keluar sebagai pemenang pertama direbut oleh Sadika Dianta dari SMPN 1 Serasan Timur, pemenang kedua direbut oleh Handriwei dari SMPN 1 Bunguran Barat dan pemenang ketiga direbut oleh Esti Elvinda dari SMPN 1 Subi. Pada mata pelajaran Fisika untuk pemenang pertama direbut oleh Prayoga Darma Hasniadi dari SMPN 1 Bunguran Barat, pemenang kedua direbut oleh Diki Darmawan SMPN 2 Bunguran Timur dan pemenang ketiga direbut oleh Cindi Clara Elizaberta. Bidang mata pelajaran Biologi pemenang pertama direbut oleh Roiki Then dari SMPN 1 Bunguran Barat, pemenang kedua direbut oleh Rahmadani dari SMPN 1 Bunguran Timur Laut dan pemenang ketiga direbut oleh Awang Ewaldo dari SMPN 1 Bunguran Utara. Dan pada mata pelajaran bidang IPS pemenang pertama direbut oleh Anita Yuan dari SMPN 1 Bunguran Barat, pemenang kedua direbut oleh Hardan dari SMPN 1 Bunguran Timur Laut dan sebagai peme-

7

TK Al-Ittihad dan Dt.A Al-Furkon Lepas 2 Siswa

H.Taslim Atan : Olimpiade Sains Merupakan Ajang Prestasi Bagi Murid
nang ketiga jatuh padaAsyer Aprinaldo dari SMPN 1 Bunguran Timur Laut. Masing masing pemenang dari pada perlombaan mendapatkan hadiah berupa Troopi piala dan uang pembinaan, begitu juga sekolah yang keluar sebagai pemenang umum akan mendapat uang pembinaan dari pihak panitia penyelengara kegiatan Olimpiade Sains Tingkat SD/SLTP. Untuk perolehan pemenang secara keseluruhannya pada mata pelajaran yang diperlombakan dalam Olimpiade Sains Tingkat SD/SLTP Se-Kabupaten Natuna direbut oleh SD/ SLTP Bunguran Barat, hal ini disampaikan langsung oleh panitia pelaksana H. Sakdanur pada pemgumuman pemenang pada acara perlombaan OSN Tingkat SD/SLTP Tingkat Kabupaten Natuna. Adapan Anggaran pelaksanaan dari pada Olimpiade Sain Tingkat SD/SLTP Se- Kabupaten Natuna di Anggarkan pada APBD Natuna tahun 2010. Turut hadir pada acara tersebut Ketua Dewan Pendidikan Natuna H.Jafarin Samad dan para guru pendamping masing masing sekolah yang ikut pada acara OSN. >> Otoy

Ciamis (MR) Peningkatan mutu pendidikan dan mencetak prestasi merupakan salah satu langkah Positif sekolah dalam rangka meningkatkan sumber daya manusia (SDM). demikian tujuan TK Al-Ittihad dan Dt.A Al furkon yang beralamat dusun Desa Kulon Cimari Cikoneng Kabupaten Ciamis disela acara wisuda TK Al-Ittihad dan Dt. A Alfurkon dihadiri oleh para tokoh masyarakat para orang tua murid. Ade Marmah selaku kepala TK Al-Ittihad mengatakan guru sangat penting peranannya dalam mendorong penciptaan karya nyata di segala bidang, yang pada gilirannya memberikan dukungan untuk mewujudkan anak didik yang lebih cerdas, sehat dan berakhlakul karimah, kerjasama antara kepala sekolah dan guru sangat perlukan, dan ia juga mengatakan bahwa dari 54 siswa yang ada di TK Al-Ittihad yang di wisuda tahun ini sebanyak 13 orang hasil musyawarah bersama antara TK Al-Ittihad dan Dt. A Alfurkon digabung untuk pelepasannya sedangkat untuk Dt. A Alfurkon untuk tahun ini menurun hanya 2 orang siswa yang dilepas. Selanjutnya, Ade harapan, kedepan mudah-mudahan dengan dorongan para orang tua siswa masyarakat dan juga para donator diharapkan karena kalau cuma mengandalkan dari yayasan sangat terbatas sekali dan untuk tahun ini insa aloh telah dibukanya PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) diharapkan bantuan dari para inehong khususnya perhatian dari pemerintah, kegiatan ini dilakukan sesuai dengan undang-undang Sisdiknas No. 20/th2003 pasal 28 ayat 1 bahwa PAUD dapat diselenggarakan melalui jalur pendidikan formal, non formal maupun jalur informal kegiatan PAUD yang formal diantaranya TK dan RA non formal dilaksanakan oleh kelompok bermain (Kober/Play group) sejenis (Pos PAUD) Taman Penitipan Anak (TPA) sedangkan jalur informal yaitu pendidikan dalam keluarga dan lingkungan papanya. >> H.R

Dadan Kuswara

Harapkan Ketertiban Lingkungan Sekolah
Indramayu, (MR) Dadan Kuswara, A. Ma. Selaku Juru Bicara Sekolah Dasar Negeri (SDN) II Cipancuh Kecamatan Haurgeulis Kabupaten Indramayu Jawa Barat, mengharapkan pihak dinas berwenang menciptakan lingkungan yang kondusip, diantaranya menertibkan sejumlah kendaraan truk roda 4 yang parker dibahu jalan depan sekolah ini, saat berlangsungnya aktivitas pendidikan. Menurutnya, SDN Cipancuh II dibawah kepemimpinan Hj. Rostianingsih, S. Pd. MM. semua program pendidikan baik Kegiatan Belajar Mengajar (KBM), Ujian Kenaikan Kelas (UKK) dan Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional (UASBN), terselenggara sesuai dengan Juknis dan juklak yang semestinya. Sebab itu, untuk mensukseskan program sekolah gratis kepada pihak yang terkait segera menertibkan kendaraan yang parkir dibahu jalan depan sekolah ini, sehingga Ketertiban Kebersihan dan Keindahan SDN Cipancuh II ini bisa terkendali. Memang kita sudah mengajukan permohonan pemasangan rambu-rambu lalu-lintas, tetapi hingga saat ini belum ada respon yang menggembirakan, terang Dadan dikantornya belum lama ini. >> Abdullah

Kenaikan Kelas dan Perpisahan Disambut Baik Warga
Karawang, (MR) Dalam rangka perpisahan dan kenaikan kelas SDN Nagasari III mengadakan pentas kesenian daerah dan diadakan upacara adat sungkem. selain menampilkan Kesenian seni khas daerah karawang seperti tari Jaipong, juga menampilkan seni khas daerak lain seperti Daerah Padang, kesenian Daerah Betawi, kesenian Daerah Sumatera Utara, kesenian Daerah Sulawesi dan peragaan Model. Ketika kesenian daerah dari Karawang Barat (Jaipongan) tampil, Mendapat sambutan tepuk tangan dari para tamu undangan, dan juga kesenian dari daerah Sumatera Utara (Tari Tor-tor) mendapat tepuk tangan dari undangan. Begitu juga tarian dari daerah lainnya. Acara tersebut di hadiri kepala UPTD Kecamatan Karawang Barat. Drs. H. Sudirja Mujinjen, Pengawas, Berlan, Pengawas komite, Tokoh masyarakat, Tokoh Agama, Ratusan orang tua wali murid dan masyarakat. Dalam Sambutannya, kepala UPTD Karawang Barat Drs. H. Sudirja Mujinjen. mengucapkan terima kasih kepada Kepala Sekolah SDN nagasari III, dengan adanya kegiatan ini berarti

Porsadin V 2010 Se-Cianjur Dibuka
Cianjur (MR) “Pekan Olahraga dan Seni antar Madrasah Diniyah (Porsadin) meningkatkan solidaritas antar sekolah, mambangun semangat persaudaraan, persatuan serta menanamkan nilai-nilai sportivitas yang tinggi, siap menerima kekalahan dan siap menerima kemenangan dalam setiap pertandingan yang dilombakan, ujar Bupati Cianjur, Drs. H. Tjetjep Muhtar Soleh, MM., pada acara pembukaan Porsadin V tingkat kabupaten di lapangan Badak Putih Cianjur (22/06). Menurut Bupati Cianjur bahwa para peserta dapat menjaga kualitas kemampuan dan keterampilannya dengan terus bersemangat dan berjuang serta konsisten, disiplin, tetap ulet, tangguh, juga penuh rasa kebersamaan dalam mengikuti arena Porsadin ini dengan sktif serta penuh hati. Juga sangat penting peranannya dalam mendorong penciptaan karya nyata di segala bidang, terutama bidang olahraga dan seni, yang pada gilirannya memberikan dukungan untuk mewujudkan anak didik yang lebih cerdas, sehat dan berakhlakul karimah. Laporan panitia kegiatan Pekan Olahraga dan Seni Antar Madrasah Diniyah (Porsadin) tersebut dilator belakangi oleh keinginan dari pengelola Madrasah diniyah se-kabupaten Cianjur, dari menyikapi tumbuh kembangnya lembaga Madrasah Diniyah yang berada di kabupaten cianjur dari hari ke hari mengalami perkembangan diniyah takmiliyah awaliyah yang berada dengan jumlah guru madrasah diniyah sebanyak enam ribu orang serta jumlah siswa sebanyak 81.778 orang se kab. Cianjur. Pekan olahraga yang ke 5 tersebut akan berlangsung mulai tanggal 22 sampai dengan 23 Juni 2010 yang berlokasi di dua tempat antara lain di kompleks kantor Kementrian Agama kab. Cianjur dan Kompleks Raider, yang di ikuti oleh seluruh madrasah diniyah yang merupakan perwakilan dari tingkat kecamatan se-kab. Cianjur. Adapun jenis pertandingan yang dilombakan diantaranya : cerdas cermat, murottal, hafalan juz’ama (mata pelajaran Al-Quran Hadist kelas 1 sampai dengan kelas 4), kaligrafi, uraian Sirah Nabawiyah, hymned an qasidah serta Futsal . >> H. Apipudin

Unidarma Indramayu Adakan Lomba Baca Puisi
Indramayu (MR) Civitas Akademika Universitas Islam Pangeran Dharma Kusuma (Unidarma) Indramayu, bertempat diaula Rektorat Kampus III Haurgeulis, mengadakan acara lomba baca puisi bagi para Pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA) se-Wilayah Kabupaten Indramayu Jawa Barat, beberapa waktu lalu. Dosen Unidarma Haurgeulis, Ilham Soleh, mengabarkan acara tersebut melalui ponsel tada malam. Maksud dan tujuan kegiatan lomba baca puisi sebagai sarana penyalur aspirasi pelajar dibidang kesinian, social dan kebudayaan, sehingga para peserta akan membawa kehidupan romantis/estetika baik ditengah masyarakat maupun dilingkungan sekolah, tegasnya. Diungkapkannya, dalam pergumulan hidup banyak persaingan, maka digelarnya acara pembacaan puisi diharapkan menjadi penyejuk dan hiburan baik bagi para peserta maupun panitia, yang terdiri dari rekan-rekan Dosen, Penyair Indramayu Angkatan Pertama A. Nugraha, dan para Mahasiswa Unidarma. >> Abdullah

Foto bersama wali murid SDN Nagasari III saat acara Kenaikan Kelas dan Perpisahan

Kalangan Dewan Dukung Realisasikan Tunjangan Guru Daerah
segera merealisasikan tunjangan guru di daerah sebesar sekitar Rp 10,944 triliun. “Untuk urusan peningkatan kesejahteraan para pendidik kita, apalagi di daerahdaerah, itu tidak ada kata lain selain mendukung,” tandasnya melalui wartawan di Jakarta, Minggu malam. Angelina Sondakh yang baru saja terpilih sebagai Wakil Sekjen DPP Partai Demokrat (PD), menambahkan, perhatian serius juga perlu diarahkan kepada guru-guru pegawai negeri sipil (PNS) di daerahdaerah terpencil, terisolasi, pulau-pulau terluar serta kawasan perbatasan. “Perlu suatu upaya khusus untuk memberi `tegen prestasi` lebih kepada para guru yang mau mengabdi di wilayahwilayah seperti itu, demi membangun generasi baru bangsa yang semakin berkualitas,” ujarnya. Terhadap hal itu, Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Fayakhun Andriadi (Komisi XI, bidang Keuangan dan Perbankan) mengatakan, dari anggaran sebesar Rp10 triliun itu, juga telah termasuk bagi para guru di daerah-daerah terisolasi, terpencil, pulaupulau terluar serta kawasan perbatasan. Ia menambahkan, fraksinya akan terus secara serius memperjuangkan berbagai insentif bagi para guru PNS di teritori seperti itu. “Ini bukan sekedar peningkatan kesejahteraan bagi mereka, tetapi pada giliran berikutnya diharapkan ada dampak signifikan terhadap peningkatan kualitas pendidikan,” kata Fayakhun lagi. >> Mohammad

SDN Nagasari III ini tidak pakem. Dan saya merasa bangga walaupun di sekolah ini banyak perbedaan agama tetapi kebersamaan ini harus di jadikan motivasi bagi sekolah lainnya. Khususnya untuk Kecamatan Karawang Barat, umumnya sekolah-sekolah yang ada di Kabupaten Karawang. dalam sambutannya, kepala sekolah SDN Nagasari III Karawang Barat, Sumarni Spd. Mengucapkan terima kasih kepada para Guru-guru, Dewan Guru, Pengurus Komite dan juga dari seluruh Orangtua wali murid yang mendukung dan berpartisirasi di kegiatan ini, sehingga kegiatan ini terlaksana dengan baik. Dan harapan bagi siswa siswi yang telah lulus dari SDN Nagasari III semoga anakanak di terima di SMP Negeri dan bisa mengangkat nama baik

sekolah ini. Dan Menghimbau kepada seluruh siswa SDN Nagasari III dilarang membawa HP. Karena dengan peristiwa pornografi akan merusak moral anak. Hal yang sama dikatakan Ketua Komite SDN Nagasari III, Suwarso. SH. Jangan takut SDN Nagasari ditutup, sekarang sudah menerima ajaran baru. Dan mengucapkan terima kasih kepada yayasan Dharma Persada yang diketuai oleh Yana Wangsa. Yang telah memberikan bantuan dan partisipasi kepada SDN Nagasari III sehingga acara ini meriah. Menurut orangtua wali murid dengan menyaksikan acara pentas seni ini, merasa bangga. Semoga dengan pentas seni akan menambah pendidikan secara Mentalitas. >> K Komarudin

Angelina Sondakh

Jakarta (MR) Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat, Angelina Sondakh mengungkapkan, mayoritas jajarannya di Komisi X (bidang Pendidikan) mendukung upaya Pemerintah

8
Kota Tasikmalaya Adakan Lomba Penyuluhan Narkoba
Kota Tasikmalaya (MR) Di Jalan Dadaha tepatnya di Gedung KORPRI Kota Tasikmalaya, Jumat (25/06) dilaksanakan pembukaan Lomba Penyuluhan Narkoba Tingkat SMA Se Kota Tasikmalaya yang dibuka secara langsung oleh Wakil Walikota Tasikmalaya Ir. H. Dede Sudrajat, MP selaku Ketua Badan Narkotika Kota (BNK) didampingi Kasat Narkoba dan Kepala Dinas Kebudayaan Pemuda dan Olah Raga Kota Tasikmalaya serta para peserta dari SMA Se Kota Tasikmalaya. Ir. H. Dede Sudrajat, MP dalam sambutannya menyampaikan bahwa Narkoba merupakan barang terlarang yang bisa merugikan diri sendiri dan merusak generasi bangsa. Beliau juga mengharapkan generasi muda khususnya peserta dapat menjadi anak yang soleh, pintar, menguasai teknologi yang baik serta menjadi generasi yang bisa diharapkan keluarga, nusa dan bangsa. Sementara Kasat Narkoba AKP. Yaya Mulyadi selaku Kasi Pencegahan dan Penegakan Hukum di BNK, lomba seperti ini sangat bagus untuk pemahaman bahaya narkoba serta menjadi wahana sosialisasi serta sebuah ajang penjaringan, yang menjadi pemenang akan tampil bertelekonfren langsung bersama Presiden SBY. >> H. Ade Dimyati

Investigasi
Sidoarjo (MR) Proyek pembangunan puskesmas medaeng yang menelan anggaran Rp.1,5 miliar ini terkesan mark-up, dilihat dari bangunan fisik proyek hingga dilakukan serah terima ( PHO ) oleh dinas kesehatan Sidoarjo bangunan masih terlihat belum selesai di kerjakan oleh pihak kontraktor pelaksana. Menurut narasumber yang ditemui dilokasi mengatakan, pekerjaan proyek ini sudah di hentikan sejak awal Januari 2010 yang lalu dan langsung ditempati padahal bagian atas gedung belum selesai dikerjakan dan pintu-pintu nya juga belum terpasang semua, terangnya. Kepala dinas kesehatan Sidoarjo, dr. Ratih ketika dikonfirmasi diruang kerjanya, mengaku bahwa paket pekerjaan tersebut memang tidak begitu saya pahami karena saya baru menjabat disini, yang pasti lebih tau adalah pak Edi, Kadis yang lama, terangnya. Pengakuan tersebut diamini oleh dr. Ika sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) untuk proyek pembangunan puskesmas tersebut, Lebih lanjut dr. Ika mengatakan, kami melakukan serah terima proyek tersebut dari pelaksana karena memang sudah sesuai dengan spesifikasi/ bestek dalam kontrak, dan saat ini sudah langsung di gunakan untuk pelayanan bagi masyarakat, dan untuk menyelesaikan kelanjutan bangunan yag belum selesai itu “nanti menunggu anggaran berikutnya jika sudah ada, terangnya yang ketika itu juga didampingi salah seorang yang mengaku dari consultan proyek. Terkait tentang permasalahan ini, LSM GERHANA melalui ketua koorwil Jawa Timur, RH.Batubara berjanji akan segera melaporkan kepala dinas kesehatan Sidoarjo beserta rekanan (kontraktor pelaksana) ke aparat hukum terkait, pihak kami akan selalu melakukan pengawasan, dan fungsi control terhadap anggaran keuangan negara yang berasal APBN ataupun APBD, termasuk DAK plus pendamping yang digunakan dalam beberapa paket proyek pembangunan puskesmas di Sidoarjo ini, terangnya kepada wartawan ketika dikonfirmasi di kantor dinas kesehatan setelah selesai mengadakan klarifikasi di ruangan kepala dinas beberapa waktu lalu.

Tahun Edisi 216 Tahun X 4 - 10 Juli 2010

Bangunan Puskesmas Medaeng Telan Dana Rp. 1,5 Miliar
LSM GERHANA Segera Laporkan Lepala Dinas Kesehatan ke Polda Katim.

Amaludin, SE. :

Kerusakan Jalan Penyebeb Laka-Lantas
Indramayu, (MR) Amaludin, SE. tokoh masyarakat Kecamatan Anjatan Kabupaten Indramayu Jawa Barat, menilai kerusakan ruas jalan raya jurusan Patrol Haurgeulis, menjadi penyebab kecelakaan lalu lintas (Laka-Lantas) yang kerap terjadi akhir-akhir ini. Misalnya, didepan Kantor Camat Anjatan, akibat kerusakan jalan yang parah sering terjadi musibah laka lantas, yang merugikan warga pengguna jalan selain kendaraan bermotornya rusak pengemudinya juga luka-luka baik ringan maupun berat, ujarnya prihatin. Karena itu, kami mengharapkan Dinas Instansi terkait segera memperbaiki peningkatan ruas jalan tersebut, untuk mengantisipasi atau meminimalisasikan musibah yang tidak diinginkan, bagi masyarakat pengguna jalan raya dalam aktivitas social ekonominya setiap harinya, tutur Amaludin di Indramayu baru-baru ini. Masalah yang sama terjadi diruas jalan raya Jurusan Sanca-Gantar, akibat kerusakan jalan transportasi darat terhambat, sehingga produktivitas ekonomi, pendidikan dan kesehatan menjadi terkendala, bahkan sering terjadi musibah laka lantas baik kendaraan roda 2 maupun roda 4, demikian Kontributor MR Sapna mengabarkan melalui e-mail. Kepala UPTD Bina Marga Haurgeulis, sewaktu hendak diminta komentarnya terkait kerusakan ruas jalan diwilayah kerjanya, yang bersangkutan sedang tidak ada dikantornya. Namun, para pengawas/karyawannya menyatakan dalam pekan ini pihaknya sudah memulai pekerjaan pengaspalan jalan yang dananya bersumber dari Pemerintah. >> Mukromin

Batubara menambahkan, saya sangat menyayangkan proyek untuk pelayanan kesehatan masyarakat tersebut di kerjakan tidak selesai apalagi kita bisa melihat pada ruangan atas, pintu kamar plafon atap, dan dinding yang baru dikerjakan juga sudah banyak yang mengalami keretakan jadi terlihat kumuh dan semrawut,

serta pavingisasinya belum terpasang akibat bekas bongkaran ketika proyek itu awal di kerjakan, bagaimana bisa mela-

yani dan menjaga kesehatan para pasien yang akan berobat ke sana, sesalnya. Bersambung >> L.Fernando

BOS Pesantren Rawan Dikorupsi
Bogor (MR) Maraknya Pondok Pesantren Salapiyah penyelenggara Wajar Dikdas 9 tahun menjadi penomena sekaligus sumber penyakit bagi masyarakat sekitar, bagaimana tidak, dengan adanya program BOS yang teralokasi untuk Santri yang mengikuti Wajib belajar 9 tahun, para Ustad sepertinya di beri racun untuk belajar berkorupsi. Awalnya seperti malu-malu namun akhirnya para Ustad mulai berani dan tidak segan-segan untuk me mark-up siswa demi untuk meraih uang dari Pemerintah melalui Program Kesetaraan seperti di salah satu Pondok Pesantren Salapiyah yang ada di Desa Cigudeg di bawah ke penanggungjawab inisial M, siswanya hanya ada 30 orang yang dimasukan dalam daftar 150 siswa dan mendapat alokasi BOS. Yang informasinya satu dari sekian puluh PPS pegangan Bahrul Ulum Kasi PK Pontren. Segala sesuatunya di atur oleh oknum pejabat Depag yang satu ini. Termasuk pembuatan SPJ para Ustad terima beres hanya mengenai Dana, dipersentasikan/dibagikan. Dari hasil investigasi MR dilapangan, dari 148 PPS yang ada di Kabupaten Bogor 85% mempunyai kelas siswa siluman alis Fiktif dan beberapa tahun berjalan karena adanya konpirasi pihak Depag khususnya Kasi PK Pontren dengan para penanggung jawab yang ada di masing-masing PPS, dengan komitmen setiap triwulan uang cair dibagikan. >> RUS-MR

Depo Pertamina Sampit Diamuk Ratusan Warga
Kalteng (MR) Depo Pertamina Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah diamuk ratusan warga, dipicu oleh terbakarnya tumpahan minyak di Sungai Mentaya mengakibatkan satu bocah tewas terbakar dan satu lagi hilang. Sejumlah saksi mata menyebutkan peristiwa itu terjadi bermula dari tumpahnya minyak pada saat Kapal Motor (KM) Adhitama X pengangkut Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Bensin dan kerosin sebanyak 1600 ton membongkar muatannya di pelabuhan Depo Pertamina Sampit yang berada di lingkungan padat penduduk. Tumpahnya minyak ke sungai Mentaya tersebut sebelumnya telah dilaporkan ke pihak Depo Pertamina, namun laporan itu tidak tanggapi oleh pihak Depo Pertamina Sampit. Munculnya api bermula dari salah seorang warga yang menghidupkan kelotok di sungai Mentaya, tanpa sepengetahuannya percikan api langsung menyambar minyak yang tumpah tersebut. Akibat sambaran api itu, kelotok tersebut sempat terbakar dan api menjalar cepat membakar seluruh minyak yang tumpah di sekitar rumah warga yang berada di pinggiran sungai Mentaya. Melihat kejadian itu, tanpa di komando secara serentak warga sekitar langsung mendatangi kantor Depo Pertamina untuk meminta pertanggungjawaban. Emosi warga semakin tersulut setelah tidak mendapati kepala Depo Pertamina Sampit dan beberapa staf pun tidak bisa memberikan keterangan terkait kejadian itu. Keadaan segera dapat diredakan setelah petugas kepolisian dari Kepolisian Sektor (Polsek) Baamang dibantu sejumlah tokoh masyarakat setempat mengamankan dan menenangkan warga yang terbakar emosi. Kekesalan warga memuncak saat warga mengetahui seorang bocah mengalami luka bakar yang saat kejadian sedang buang air besar di jamban terapung. Selain menewaskan Fahrujianur (8) dan menghilangkan Rika (9), kobaran api juga menghanguskan sebanyak 15 jamban terapung dan sejumlah keramba milik warga Rt I Kelurahan Baamang Hulu, Kecamatan Baamang, Kotawaringin Timur. Fahrujianur sendiri menghembuskan nafas terakhirnya sekitar pukul 18.30 WIB, tepatnya pada saat menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Murjani Sampit. “Hilangnya Rika baru diketahui setelah hari gelap, keluarga bersama warga setempat berusaha mencari tapi tidak membuahkan hasil, kuat dugaan Rika hilang tenggelam di sungai Mentaya pada saat tumpahan minyak terbakar,” kata Syahrani salah seorang warga setempat. Dikatakannya, dugaan itu diperkuat dengan ditemukannya sepasang sandal milik Rika di lanting (pelabuhan apung sederhana) tempat terakhir Rika bermain bersama dengan Fahrujianur. Hingga Sabtu malam, petugas kepolisian dan tim SAR di bantu sejumlah warga setempat melakukan pencarian Rika dengan menyisir pinggiran sungai Mentaya. Sementara Kapolres Kotawaringin Timur, AKBP I Putu Mahayana mengungkapkan, karena musibah ini telah memakan korban maka pihaknya harus memproses lebih lanjut dengan membawanya ke ranah hukum. “Berdasarkan laporan dari anggota kami, sejumlah saksi sudah dipanggil untuk dimintai keterangan dan mereka hanya sebatas saksi,” katanya. Guna menghindari amuk warga, kapal pengangkut BBM saat ini diamankan di dermaga Ditpolair Polda Kalteng, sedangkan Anak Buah Kapal (ABK) bersama Nahkoda KM Adhitama X diamankan di Polres Kotawaringin Timur. >> Gatner Eka Tarung

Isteri Gantung Diri Disaat Suami Kerja Bakti
Garut, (MR) Ketika seorang suami di Kampung Cijambe Desa/ Kecamatan Caringin, Kabupaten Garut, sekitar 120 KM arah selatan pusat Kota Garut, tengah berjibaku gotong royong kerja bakti, malahan istrinya Ny.Nurhaeni (25) nekat gantung diri hingga tewas mengenaskan, Minggu (20/06). Kepala bagian informatika Setda Garut, Dik Dik Hendrajaya, M.SI mengemukakan, selama ini almarhummah dikenal sebagai penderita penyakit jantung dan paru-paru, namun masih belum dipastikan motif ibu dari dua anak ini nekat bunuh diri. Korban telah tuntas di kebumikan di kampung halamannya,di warnai isak tangis serta kesedihan seluruh keluarga dan sanak saudaranya. Sementara itu, tetangga terdekat korban mengaku masih terkejut dengan peristiwa yang cukup menghebohkan masarakat tersebut, justru berlangsug saat suami korban tengah berkerja bakti di desa, imbuhnya. >> Undang/Ali

Sindikat Uang Palsu Terbongkar

KPAID Medan Terima Pengaduan Korban Perkosaan Oknum Polisi
Medan (MR) MM (14), warga Kota Pinang, Kabupaten Labuhan Batu Selatan yang menjadi korban perkosaan oknum polisi, mengadu ke Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Sumatera Utara di Medan, Rabu. Ketua KPAID Sumut, Zahrin Piliang, mengatakan bahwa MM mengadu ke KPAID didampingi ibu kandungnya yang berinisial RBP. Dalam pengaduan di KPAID Sumut itu, korban menuturkan kronologis peristiwa perkosaan oknum Polisi, Aiptu J. Peristiwa perkosaan itu berawal dari perkenalan MM dengan Aiptu J melalui seorang wanita yang merupakan teman ibu korban. Pada suatu hari yang tanggalnya tidak diingat korban, teman ibunya itu menjemput siswi salah satu SMP swasta di Kota Pinang itu, dan mengajaknya untuk membeli makanan. Teman ibu korban mengajak MM bertemu dengan Aiptu J di salah satu kafe di Kota Pinang. Sebelumnya, MM atas ajakan teman ibunya itu sempat mengalami pelecehan seksual oleh Aiptu J saat bertemu di kolam renang salah satu hotel di kawasan Rantau Prapat. Ternyata, MM pada 24 April 2010 sempat diikat dan diperkosa oleh Aiptu J di salah satu hotel Kota Pinang. Akhirnya, MM membuat pengaduan ke Markas Besar Kepolisian Resort (Mapolres) Labuhan Batu pada 15 Juni 2010 yang tercantum dalam surat pelaporan nomor STPLP/606/6/2010 SPK C. MM melapor setelah membicarakan dengan keluarganya. KPAID Sumut akan memberikan advokasi dan mendampingi korban dalam setiap proses hukum, termasuk dalam kaitan penyelidikan atas laporan perkosaan tersebut. >> Herwan/Siti

Komunitas Anak Punk, Dianggap Masalah oleh Wali Kota Jambi
“Selain mengganggu aktivitas masyarakat, keberadaannya dikhawatirkan bisa ditiru kalangan anakanak. Oleh karena itu, saya meminta segera dilakukan penertiban,”
Jambi (MR) Wali Kota Jambi R Bambang Priyanto meminta komunitas anak punk yang makin banyak berkeliaran di kota ini perlu segera ditertibkan, karena dikhawatirkan keberadaan dan perilaku mereka ditiru kalangan anak-anak. “Hampir di tiap persimpangan lampu merah terdapat kelompok anak punk dengan dandanan yang mencolok. Selain mengganggu aktivitas masyarakat, keberadaannya dikhawatirkan bisa ditiru kalangan anak-anak. Oleh karena itu, saya meminta segera dilakukan penertiban,” katanya, di Jambi, Minggu. Selain melakukan penertiban, wali kota juga menginstruksikan pihak terkait melakukan pembinaan terhadap komunitas anak-anak punk yang berkeliaran di jalan. Menurutnya, keberadaan anak punk di Kota Jambi sebagian besar datang dari luar Provinsi Jambi. Jika tidak bisa dilakukan penertiban maupun pembinaan, dia menginstruksikan agar komunitas anak punk tersebut dikembalikan ke daerah asalnya. Secara terpisah, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Kota Jambi, Sabriyanto mengatakan, pihaknya bersama dinas sosial dan tenaga kerja (Dinsosnaker) Kota Jambi telah berkali-kali melakukan penertiban maupun pembinaan. Namun, komunitas anak punk tetap saja banyak berkeliaran di Kota Jambi. “Sebagian besar komunitas anak punk di Kota Jambi berasal dari luar provinsi seperti dari Medan, Padang, Palembang, Lampung dan bahkan dari pulau Jawa,” katanya. Menurut Sabriyanto, dari hasil razia, komunitas punk yang tertangkap langsung dibawa ke Dinsosnaker Kota Jambi untuk di data kemudian diberikan pembinaan dan pelatihan. Meski begitu, banyak dari anggota komunitas tersebut lebih memilih dipulangkan daripada dibina dan diberikan pelatihan. “Dari hasil razia selama ini sudah ratusan anak punk kami pulangkan ke daerah asal mereka masing-masing. Jika mereka kembali datang, razia akan kami lakukan lagi,” kata Sabriyanto. >> Hendar

Putri Diana
Koveksi Kaos & Sablon
Melayani Pesanan Cepat dan Rapih
Jl. Raya Irigasi Utara Sukra Wetan Kec. Sukra Indramayu Telp. (0234) 611315 HP. 081321194692 – 081828303777

Samarinda (MR) Brimob Polda Kalimantan Timur berhasil membongkar sindikat pembuat dan pengedar uang palsu di Samarinda, Selasa (22/6), sekaligus menangkap pelakunya dan menyita uang palsu “senilai” Rp3,9 juta. Polisi menangkap mereka setelah dilapori masyarakat yang menyebut ada uang palsu beredar di Kecamatan Sungai Kunjang. “Dari laporan tersebut kami kemudian menindaklanjutinya dan pada Senin (21/6) malam sekitar pukul 22.00 WITA di Jalan Slamet Riyadi, tepatnya di depan Islamic Centre, “ ungkap Komandan Kompi 4 Pelopor Brimob Polda Kaltim, Ajun Komisaris Mujianto, di Samarinda, Rabu. Polisi menangkap dua pengedar bernama Edi dan Riyadi,yang dari mereka Tim Resmob Polda Kaltim berhasil membekuk dua pembuat uang palsu, Hendra dan Yadi. Kedua pembuat uang palsu itu ditangkap di sebuah perusahaan tempat mereka bekerja di sekitar Sempaja, Samarinda Utara. Dari situ polisi kemudian menyita puluhan lembar uang palsu, kertas dan printer yang digunakan untuk mencetak uang palsu serta 13 butir pil koplo. “Bahan yang digunakan untuk mencetak ang palsu itu sangat sederhana sebab mereka hanya membuatnya dari kertas biasa dan mesin printer. Untuk mengelabui korban, mereka hanya membelanjakannya pada malam hari dan di warung kecil,” papar Mujianto. Selain pecahan Rp100 ribu dan Rp50 ribu, para pelaku juga membuat uang palsu pecahan Rp10 ribu, Rp5 ribu hingga Rp2 ribu. “Dari hasil pemeriksaan sementara, selain digunakan membeli rokok uang palsu itu juga dipakai pembeli minuman keras. Mereka mengaku sudah tiga bulan membuat uang palsu itu,” kata Komandan Kompi 4 Pelopor Brimob Polda Kaltim itu. Polisi asih mengejar seorang pelajar yang diduga menjadi otak pembuat uang palsu itu. “Kasus ini telah kami limpahkan ke Poltabes Samarinda untuk penanganan lebih lanjut. Otak pembuat uang palsu itu diduga seorang yang masih berstatus pelajar dan sampai saat ini keberadaannya belum diketahui,” kata Mujianto. >> Kipan S/Delimah

Edisi 216 Tahun X Tahun 4 - 10 Juli 2010

Nusantara
gai bakal calon Bupati Karawang periode 2010-2015 ke Panitia Penjaringan DPD Partai Golkar yang Berkantor di Jl. A.Yani, By Pass Karawang, Jawa Barat. Pendaftaran Eli di lakukan bukan tanpa alasan kuat dan rasional. Faktanya Eli sudah terlebih dahulu mengantongi dukungan penuh dari 24 Pengurus Kecamatan (PK) Partai berlambang pohon beringin itu. Dukungan terhadap Eli mengalir, setelah 24 PK Golkar menyusul dukungan dari berbagai elemen masyarakat Karawang antara lain : pemuka agama, tokoh masyarakat, komunitas ibu-ibu Majelis Taklim, Dharma Wanita, Kalangan petani, nelayan dan lain sebagainya. Mereka mendesak Eli untuk tampil menjadi orang No.1 di Kabupaten Karawang guna melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan bupati Karawang Dadang S. Muchtar yang tidak bisa mencalonkan kembali pada pemilukada Karawang 2010 karena terbentur aturan, “sudah dua kali menjabat dalam jabatan yang sama”. Kehadiran Eli sebagai calon bupati Karawang dapat diterima masyarakat karena dianggap mampu untuk melanjutkan kesinambungan pembangunan Karawang di masa depan. Dipastikan Eli telah berpengalaman dan sudah teruji saat dirinya menduduki jabatan sebagai Wakil Bupati yang kiprah dan pikirannya dicurahkan untuk pembangunan dan kemajuan rakyat Karawang. Selain itu, Eli juga dikenal oleh masyarakat Karawang

9
dengan baik. salah satu “Putera Daerah” terbaik yang pernah dimiliki “Urang Karawang”. Dan pada saat menjabat menjadi Wakil Bupati sering kali melakukan road show, kunjungan ke tengah masyarakat negeri lumbung padi Jawa Barat ini. Hubungan Eli dengan masyarakat sudah terjalin komunikasi harmonis, sehingga masalah yang ada di tengah masyarakat bisa di sampaikan secara langsung. Amanah dan dapat di percaya. Kepentingan rakyat karawang harus diutamakan. Artinya: “Pembangunan masa depan Karawang kita berikan kepada pemimpin yang jelas riwayat hidupnya itu lebih baik daripada kita berikan pada pemimpin yang tidak jelas asalusulnya”. Keberangkatan Eli Amalia Priatna untuk mendaftar sebagai bakal calon bupati ke panitia penjaringan Partai Golkar diiringi 500 orang masa pendukungnya yang terdiri dari berbagai elimen masyarakat di Kabupaten Karawang ini cukup menjadi bukti integritasnya Eli Amalia tidak di ragukan lagi. “hanya Ibu Eli Amalia Priatna yang bisa melanjutkan pembangunan Kabupaten Karawang, dan Karawang akan lebih baik untuk ke depan”. >> K Komarudin

Pengurus IDI Provinsi Kepri, Dilantik
Kepri (MR) Pelaksana Tugas Gubernur Provinsi Kepulauan Riau HM Sani menghadiri Pelantikan Pengurus Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kepri untuk masa bakti 2010-2013, Sabtu (26/ 6) di Hotel Good Way, Batam. Acara ini diselaraskan dengan pelantikan Pengurus Ikatan Dokter Kesehatan Kerja Indonesia (IDKI) cabang Batam, serta pelantikan Pengurus Ikatan Istri Dokter Indonesia (IIDI) cabang Batam. Dalam sambutannya, Plt Gubernur Kepri HM Sani mengatakan guna memenuhi kekurangan tenaga medis di wilayah hinterland, Pemerintah Provinsi Kepri memberikan beasiswa kepada pelajar Kepri yang berminat mengambil fakultas kedokteran. Setelah berhasil menuntaskan ilmu kedokteran, kiranya mereka dapat mengabdikan serta memberikan pelayanan kepada masyarakat Kepri. Plt Gubernur juga menyinggung kasus pemogokan tenaga medis yang pernah terjadi di RSUD Karimun. HM Sani berharap agar kasus tersebut tidak terulang kembali. Apabila ada persoalan sebaiknya dibicarakan secara baik-baik dan melalui jalan musyawarah. Ketua IDI Wilayah Kepri yang terpilih dr. T.Afrizal Dachlan mengatakan, dokter harus terus waspada dengan meningkatkan potensi ke-ilmuan, perkembangan teknologi, dan pelayanan prima kepada pasien di era persaingan bebas. Dalam kesempatan itu, Afrizal juga menghimbau baik Pemerintah Provinsi Kepri maupun Pemerintah Kota Batam, agar memperhatikan insentif para dokter yang bertugas diwilayah terpencil. Mengingat jumlah tenaga dokter di Indonesia masih sedikit berkisar, 95 ribu orang. Di antaranya 75 ribu dokter umum, selebihnya dokter spesialis. Dari jumlah tersebut 60 persen tersebar di Jawa, Bali, dan Sumatera. >> Win/ jer

Eli Amalia Daftar Ke Golkar Untuk Calbup

Hj Eli Amalia Priatna

Karawang (MR) Diiringi Ratusan Masa Pendukung Dari Berbagai Elemen Masyarakat Karawang, Wakil Bupati Karawang Hj Eli Amalia Priatna kader Partai Golkar dari Incumbent, hari (Senin, 21/06) mendaftar seba-

Lahan Tidur Diusulkan Jadi Hutan Lindung
Anambas (MR) Pemkab Anambas mengusulkan sejumlah lahan yang belum dimanfaatkan atau lahan tidur untuk dijadikan hutan lindung. Luas lahan yang diusulkan mencapai 1.430,15 hektare (Ha). Kepala Dinas Pertanian Perkebunan Peternakan Kehutanan dan Ketahanan Pangan (P3K2P) Kabupaten Anambas, Sudiono menjelaskan, lahan Ir.Sudiono yang diusulkan menjadi hutan Kadis P3K2P KKA lindung ini tersebar di tiga wilayah. Yakni di Kecamatan Jemaja seluas 937,57 hektare, di Pulau Semut seluas 285, 08 hektare, dan di Kecamatan Palmatak seluas 207, 50 hektare. “Usulan sejumlah lahan yang belum dimanfaatkan atau lahan tidur untuk dijadikan hutan lindung ini sudah masuk ke Tim Padu Serasi TGHK dan RTRW Provinsi Kepri,” kata Sudiono, beberapa waktu lalu. Sudiono menambahkan, setelah usulan hutan lindung ini dikabulkan, ia berharap segera ada Peraturan Daerah (Perda) tentang hutan lindung di Anambas. Sehingga legalitasnya akan semakin kuat. Di samping menggagas usulan hutan lindung, Dinas P3K2P Anambas juga mengusulkan hutan produksi, hutan produksi terbatas, dan hutan produksi yang dapat dikonservasi. Total luasnya mencapai 13.754, 77 hektare. Dengan rincian hutan produksi seluas 1054,41 hektare, hutan produksi terbatas seluas 4062,68 hektare, dan hutan produksi yang dapat dikonservasi seluas 8637, 68 hektare.”Kami juga mengusulkan hutan penggunaan lain seluas 9.282,74 hektare,” imbuhnya. Sudiono menyebutkan, total luas hutan di Anambas mencapai 64.387, 21 hektare. Ini berdasarkan SK Menteri Kehutanan (Menhut) Nomor 173 KPTS-II1983. tertanggal 3 juni 1986 tentang Tataguna Hutan. Berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 41 Tahun 1999, sebut Sudiono, luas alokasi kawasan hutan harus 30 persen dari luas daerah yang ada atau Daerah Aliran Sungai (DAS). Sehingga total hutan yang harus dimiliki Kabupaten Kepulauan Anambas adalah seluas 19.316,175 hektare. >> Edward

Bina Marga Kediri Antisipasi Kerusakan Jembatan Semampir
Kediri (MR) Keberadaan Jembatan Semampir yang melintang di atas Sungai Brantas di Kecamatan Semampir Kabupaten Kediri sangat berarti bagi masyarakat dalam kehidupan sehari-hari, sebagai sarana lalu lintas dan penunjang laju perekonomian di Kabupaten Kediri dan sekitarnya. Setiap hari ribuan kendaraan yang melintas di atasnya, mulai kendaraan roda dua, kendaraaan roda empat bahkan Truk dan Trailler Containerpun hampir ratusan jumlahnya melintas di atas jembatan semampir ini. Sebenarnya jembatan ini sudah cukup lama dibangun oleh pemerintah dengan dana yang berasal dari APBN. Jumlah dana yang dikeluarkan untuk membangun nilainya mencapat puluhan miliar rupiah. Sampai saat ini keadaan jembatan nampak masih berdiri kokoh. Namun apabila diamati dengan teliti apalagi pada saat aliran air sungai berantas agak susut akan terlihat pondasi jembatan yang mulai ada keretakan. Hal ini disebabkan karena material pasir di sekitar jembatan telah mengalami penyusutan (erosi) akibat dari penambangan pasir yang dilakukan secara besarbesaran di hulu Sungai Brantas yang dilakukan oleh orangorang yang tidak bertanggung jawab. Pengamatan wartawan MR di lapangan. Di hulu sungai (sebelum jembatan) banyak berjejer pompa-pompa penyedot pasir. Dan akibatnya saat ini sepanjang Sungai Brantas terus mengalami Defisit Sedimen (pasir dan bata). Dengan semakin berkurangnya pasir yang ada di dalam sungai menyebabkan pondasi yang ada di dalam air menjadi menggantung. Keadaan seperti ini sama dialami oleh semua jembatan yang melintang di sepanjang Sungai Brantas. Untuk mengantisipasi kerusakan jembatan lebih parah, pihak Bina Marga dalam hal ini sebagai pihak yang paling bertanggung jawab terhadap terpeliharanya jembatan nasional ini telah melakukan upaya yang tepat, yaitu membangun Ground Seel (Bendung Kawat Bronjong) sebagai penahan laju material pasir yang terbawa arus sungai. Apabila tindakan terhadap kondisi ini terlambat dipastikan keadaan Jembatan Semampir akan mengalami kerusakan lebih parah lebih jauh bisa ambrol. Akibat tiang pancang tengah yang tidak tertanam cukup dalam lagi. Sementara itu ketika dikonfirmasi oleh wartawan MR, Bunadi salah seorang PPK Brantas (Pejabat Pembuat Komitmen) di kantornya membenarkan bahwa pada tahun 2010 ini. Pihak Bina Marga akan membangun Grand Seel di Sungai Brantas yang menjadi wilayah kewenangannya. Dia menjelaskan pihak Bina Marga telah melakukan koordinasi teknis dengan pihak BBWS (Balai Besar Wilayah Sungai) Brantas. Pada prinsipnya kami mengijinkan dan setuju asal dalam pembangunan dan hasil akhirnya tidak mengganggu laju air, artinya ketinggian bangunan Grand Seel sesuai dengan batas yang diizinkan. Saat ini pembangunannya sudah mulai dikerjakan ujarnya. >> RH. Batubara

Masyarakat Muara Gembong Harapkan Bantuan Rehab Sungai
Bekasi (MR) Satuan Kerja Balai Besar Wilayah Citarum bersama consultan yang telah mengadakan pendataan dilapangan wilayah Kecamatan Muara Gembong beberapa bulan yang lalu terkait kondisi sungai citarum yang rusak khususnya di Desa Pantai Bahagia. Dari hasil pendataan rencananya sungai-sungai yang ada di daerah tersebut akan di rehab, masyarakatpun sangat berantusias dan sangat setuju dengan adanya program pemerintah/Departemen Pekerjaan Umum untuk merehabilitasi sungai tersebut yang kondisinya sudah dangkal dan menyempit. Dengan kondisi sungai dangkal dan menyempit itu, ketika musim hujan tiba dan gelombang pasangan air laut meluap, debit air meningkat sehingga membanjiri pemukiman penduduk, kebun sawah dan tambakpun tergenang, masyarakat rugi besar. Masyarakat sangat meyakinkan bila sungai direhab akan sangat membantu pencegahan bahaya banjir dan perkonomian rakyatpun kembali meningkat. Masyarakat berharap janji yang di berikan oleh pemerintah/Departemen Pekerjaan Umum bisa di tepati sesuai sosialisasi di balai kecamatan Muara Gembong yang di hadiri puluhan tokoh masyarakat. Salah satu tokoh masyarakat yang di konfirmasi wartawan MR Pak AJI, mengatakan Kami sangat berharap bantuan dari Pemerintah/Departemen Pekerjaan Umum untuk merehab sungai yang di daerah Muara Gembong dan memperbaiki jalan yang hancur agar Muara gembong ada perkembangan, jangan hanya janji kami perlu bukti. >> A. Nata/Iyan

Hak Dasar Pengungsi Timtim Terabaikan
Kupang (MR) Anggota DPD asal Nusa Tenggara Timur Sarah Lery Mboeik mengatakan, negara belum memenuhi hak-hak dasar bagi warga eks pengungsi Timor Timur yang ada di Timor bagian barat Nusa Tenggara Timur. “Akibat hak-hak dasar yang belum terpenuhi inilah yang kemudian menjadi faktor pemicu bagi warga eks pengungsi Timtim yang masih menetap dikamp-kamp untuk meminta suaka politik ke negara lain,” katanya di Kupang, Kamis. Sarah mengemukakan hal ini setelah bersama anggota DPD lainnya Emanuel Babu Eha kembali dari melakukan kunjungan ke wilayah perbatasan NTT dengan Timor Leste dan meninjau sejumlah kamp eks pengungsi di Kabupaten Belu. “Kami merekam banyak fakta yang berkaitan dengan pemenuhan hak-hak dasar eks pengungsi. Akses ke pendidikan yang sulit, kehidupan ekonomi merana dan derajat kesehatan rendah, berpengaruh terhadap kondisi psikologis mereka,” katanya mencontohkan. Dalam kondisi psikologis sedang tertekan, kata dia, warga eks pengungsi mudah terpengaruh, termasuk muncul keinginan untuk mencari suaka atau perlindungan ke negara lain. Padahal, kata Sarah, warga eks pengungsi Timtim ke Timor bagian barat NTT menyusul jajak pendapat yang dimenangkan kelompok pro kemerdekaan pada September 1999, karena ada kesamaaan ideologi dan kesetiaan kepada Merah Putih. “Namun, hak-hak dasar untuk mendapat kehidupan ekonomi yang layak, memperoleh pelayanan kesehatan yang memadai dan akses pendidikan yang mudah dan murah dari negara, belum diperoleh selama lebih dari 10 tahun berada di NTT,” ujarnya. Dia mengatakan, kemiskian dan kemelaratan secara kasat mata bisa dilihat di kamp-kamp eks pengungsi yang ada di wilayah Kabupaten Belu. “Jika kondisi ini tetap bertahan, saya yakin NTT akan sulit mencapai Tujuan Pembangunan Milenium (MDGs),” katanya. Selain itu, masih sulit pula untuk menurunkan angka kematian anak, meningkatkan keselamatan ibu melahirkan, menghentikan dan mengurangi kasus penyakit menular, melestarikan lingkungan dan kemitraan global untuk pembangunan. Secara terpisah, sekelompok eks pengungsi Timtim di Kamp Tuapukan, sekitar 20 km arah timur Kota Kupang, hingga kini masih bertahan di kamp darurat. Salah seorang koordinator eks pengungsi Marcelino Lopez mengaku, untuk bertahan hidup mereka menjadi buruh tani dengan penghasilan rendah, sehingga tidak mampu membiayai pendidikan, kesehatan, apalagi membeli tanah untuk bangun rumah dan lahan pertanian. “Untuk makan minum saja kami susah, apalagi biaya sekolah anak, berobat ke puskesmas dan beli tanah agar bisa mendapat bantuan bahan bangunan rumah dari pemerintah,” kata Marcelino Lopez.>> Moses Mone Kaka

Perda Tentang Pengujian Kendaraan Bermotor di Tanjungpinang Disyahkan
Tanjungpinang (MR) Walikota Tanjungpinang Dra. Hj. Suryatati A Manan menyaksikan langsung diskusi atau penilaian dari masingmasing fraksi tentang Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) menjadi Peraturan Daerah (Perda) di Kota Tanjungpinang tentang Pengujian Kendaraan Bermotor di Kota Tanjungpinang. Rapat yang digelar pada Senin (28/6) Bertempat di Ruang Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Tanjungpinang, menghadirkan seluruh kepala SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) Pemko Tanjungpinang dan unsur Muspida. Pengesahan Raperda tentang Pengujian Kendaraan bermotor ini telah masuk ke DPRD Kota Tanjungpinang untuk disahkan menjadi Perda sejak tahun 2007. Hanya saja pembahasan ini terkendala karena adanya transisi DPRD periode sebelumnya dengan DPRD periode sekarang sehingga perlu diadakan sinkronisasi ulang atas Raperda yang diajukan oleh Pemko Tanjungpinang sebelumnya Hari berangsur siang dan Ketua DPRD Suparno akhirnya mengesahkan Raperda Pemko Tanjungpinang tentang Pengujian Kendaraan Bermotor menjadi Perda Kota Tanjungpinang yang ditandai dengan pengetukkan palu dilanjutkan dengan penandatanganan surat keputusan atas disahkannya Raperda tentang Pengujian Kendaraan Bermotor menjadi Perda Kota Tanjungpinang. Walikota Tanjungpinang menyampaikan terimakasih atas disahkannya Raperda tentang Pengujian Kendaraan Bermotor. “Saya berterimakasih pada DPRD Kota Tanjungpinang yang telah mengesahkan Raperda tentang Pengujian Kendaraan Bermotor menjadi Perda Kota Tanjungpinang dan perda tersebut disetujui dengan perubahan yang tidak terlalu signifikan”, ungkap Suryatati. “Mudah-mudahan Perda ini bisa segera dilaksanakan dengan baik”, tambah Tatik. Suryatati menutup kata sambutannya dengan mengatakan bahwa saran yang ada dari Dewan akan menjadi perhatian untuk Pemerintah Kota Tanjungpinang dalam pemeliharaan dan peningkatan kualitas daerah. Secara garis besar, Raperda yang akan disahkan ini adalah tentang wajib uji syarat teknis untuk kelayakan jalan sebuah kendaraan. Kemudian bagi kendaraan yang telah memenuhi syarat teknis, akan dilakukan pemeriksaan berupa pengujian berkala. Jenis kendaraan yang wajib diuji adalah mobil penumpang umum, mobil bus, mobil barang, kereta gandeng, kereta tempelan dan kendaraan khusus. Dan pengujian ini dilakukan demi memperoleh keamanan, kenyamanan dan menjamin keselamatan lalu lintas. Untuk itu, Pemko Tanjungpinang terus berupaya agar Raperda tersebut disahkan dan dapat segera diimplementasikan. Pada kesempatan yang sama, masing-masing fraksi mengutarakan pendapat atau opini tentang Raperda yang direncanakan oleh Pemko Tanjungpinang. Semua fraksi DPRD Kota Tanjungpinang mengemukakan pendapatnya, setuju Raperda yang diajukan Pemko Tanjungpinang tentang Pengujian Kendaraan Bermotor. Dinas Perhubungan dan Komunikasi Informatika Kota Tanjungpinang adalah salah satu SKPD yang berhubungan tegak lurus dengan Raperda yang dibahas. Untuk itu, fraksi dari Demokrat menyarankan agar perancangan Perda berikutnya yang terkait dengan Dishub Kominfo Kota Tanjungpinang agar bisa disatukan dalam 1 perda, karena jika terjadi perubahan pada suatu objek yang terkait, diskusi tidak terlalu mengarah pada banyak perda seperti yang terjadi saat ini. Dari fraksi Golkar juga mengatakan bahwa untuk meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat perlu adanya perubahan-perubahan Perda agar peraturan daerah itu bisa merambah ke segala aspek masyarakat dan lebih detail. Dan Raperda itu sendiri dibuat berdasarkan pemikiran terhadap kejadian fakta. Fraksi Perjuangan Demokrasi Bulan Bangsa juga meminta SKPD melakukan sosialisasi Perda-perda yang ada sehingga implementasi produk hukum ini bisa memuaskan pelayanan masyarakat. >> Win/Jer

Dihantam Gelombang, Kapal Tongkang Terdampar
Serang (MR) Sebuah kapal tongkang pengisi bahan bakar bunker terdampar di perairan Muara Tengkurak, Kecamatan Tirtayasa, Serang, Banten. Kapal terdampar sejak sepekan silam akibat dihantam gelombang pasang. Menurut saksi mata, kapal berukuran 474 gros ton milik PT Natakusuma Abadi ini kandas di malam hari. Karena merusak perahu dan jaring nelayan, kapal ditarik ke sisi perairan Muara Tengkurak. Kini kapal disandera para nelayan yang menuntut ganti rugi. Hingga Selasa (29/6), belum ada keterangan resmi dari pemilik kapal maupun pihak Pertamina. Di atas kapal tidak ditemukan satupun petugas jaga maupun muatan bahan bakar. Dalam sepekan terakhir cuaca buruk terus melanda perairan Banten. Menurut pantauan BGKB Banten, ketinggian gelombang pernah mencapai 3,5 meter dengan kecepatan angin mencapai 7 knot atau 15 kilometer perjam. Kondisi ini dinilai berbahaya bagi kapal tongkang, perahu nelayan, serta kapal cepat. >> Sukendar

10
Tasik Festival 2010 Dibuka Untuk Umum
Kota Tasikmalaya (MR) Dalam rapat persiapan di Aula Bale Kota Tasikmalaya, Kamis (24/6) yang dipimpin oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Tasikmalaya Drs. H. Eddy Sumardi M. Ed didampingi Kepala Bagian Ekonomi Setda Kota Tasikmalaya dan dihadiri perwakilan OPD se Kota Tasikmalaya diperoleh hasil bahwa Tasik Festival akan dibuka untuk umum sejak tanggal 25 Juni 2010 dan dibuka secara resmi pada hari Selasa 29 Juni 2010 lalu. Tasik Festival yang digelar di Eks. Terminal Cilembang Kota Tasikmalaya dibuka sejak tanggal 25 Juni 2010 hingga tanggal 18 Juli 2010 mendatang. Kegiatan yang diselenggarakan Pemerintah Kota Tasikmalaya bekerjasama dengan Signal Promo (Lingkar Ide Management, CV) merupakan ajang promosi dagang terbesar di Priangan Timur. Diharapkan Tasik Festival ini menjadi salah sarana efektif untuk mempercepat perputaran roda perekonomian di Kota Tasikmalaya. >> Iin Kartiwan

Nusantara
Peringati Hari Jadi,
pakan Roh kehidupan yang menjiwai kita dan kekuatan batin untuk selalu belajar meningkatkan inovasi dan kreatifitas serta bekerja keras dan pantang menyerah dalam melaksanakan tugas-tugas kedinasan ataupun kehidupan pribadi sedangkan optimisme merupakan suatu sikap keyakinan atau harapan terhadap hal yang lebih baik dimasa-masa selanjutnya Roh dan sikap ini merupakan karakter positif yang diajarkan Rosululloh SWT, serta di transformasi ke dalam prinsipprinsip managemen modern yang dapat di jiwai masyarakat Ciamis Lanjut, Engkon Mari kita pertahankan dan tingkatkan terus prestasi bidang lingkungan hidup yang diraih Kabupaten Ciamis, Adipura Kencana suatu kebanggaan masyarakat Tatar Galuh Kabupaten Ciamis Adipura sebagai wujud perjuCiamis (MR) Upacara Peringatan Hari Jadi Kabupaten Ciamis Ke-368 Tahun Di halaman Taman Raflesia dihadiri oleh segenap Unsur Muspida, Para sesepuh tokoh masyarakat, alim ulama, Pim, Opp, Okp, Ormas serta organisasi kewanitaaan, peringatan hari jadi kabupaten ciamis Merupakan momentum penting bagi Pemerintah dan masyarakat Ciamis karena mempunyai nilai Historis dan Filosofis yang tinggi antara lain dapat dijadikan media silaturahmi tahunan antar pimpinan daerah beserta aparatur pemerintah dengan masyarakat serta dengan masyarakat sehingga terjalin hubungan yang harmonis sebagai modal dasar mewujudkan tata kelola pemerintah yang baik (good goovernance) Bupati kabupaten Ciamis H.Engkon Komara dalam sambutannya mengatakan, khususnya bagi saya, sekarang ini adalah peringatan hari jadi Kabupaten Ciamis ke-7 (tujuh) yang saya pimpin dalam kurun waktu 7 Tahun, atau yang ke-2 kalinya dalam masa jabatan saya sebagai Bupati Ciamis jika pada peringatan hari jadi tahun 2009 yang lalu, pasca proses demokrasi local, Propinsi dan Nasional saya mengajak semua komponen masyarakat agar memaknainya dengan meningkatkan kebersamaan terwujud. Lanjut Bupati, pada saat sekarang ini saya mengajak seluruh jajaran pemerintah, komponen masyarakat dan seluruh pelaku usaha swasta untuk membangun serta menjaga, semangat dan optimisme, bersama demi mewujudkan kesejahteraan masyarakat Tatar Galuh Ciamis, semangat meru-

Tahun Edisi 216 Tahun X 4 - 10 Juli 2010

Ciamis Raih Adipura Tiga Kali Berturut-turut

25 Pengurus IPMKN Kab. Natuna Dilantik
Ranai, (MR) Bupati Natuna Raja Amirullah Apt melantik 25 orang pengurus Ikatan Pelajar Mahasiswa Kabupaten Natuna (IPMKN) di Pekanbaru periode 2009 -2011, Minggu (20 /6) lalu, di Hotel Mona Plaza Pekanbaru. Selain melantik pengurus IPMKN, Raja juga memberikan bantuan beasiswa kepada mahasiswa berprestasi berdasarkan indeks prerstasi (IP) dan menyerahkan bantuan untuk memperbaiki gedung asrama IPMKN di pekanbaru. Turut hadir balam kesempatan itu, Ketua DPRD Kabupaten Natuna Hadi Candra S.sos, Kepala Dinas Kabupaten Natuna Drs H Taslim Atan dan Ketua PKK Kabupaten Natuna Novita Raja Amirulah. Dalam Arahannya, Raja berharap, para mahasiswa dan mahasiswi bisa memahami makna dari organisasi tersebut. Dengan memahami itu, diharapkan mahasiswa dapat membuat dan merencanakan program secara tertulis. “Dengan dasar Intelektual, diharapkan menciptakan mahasiswa yang berdaya guna dan berhasil guna, Ini bukan untuk kita saja, tapi untuk orang-orang di sekeliling kita nantinya. Untuk itu diharapkan masukan dan saran yang positif dari adik-adik mahasiswa. Demi pembangunan Natuna ke depan yang lebih baik,”ungkap Raja. >> Otoy

Raja Amirullah Resmikan Posyandu di Bunguran Tengah
Natuna, (MR) Raja Amirullah, Penjabat Bupati Natuna meresmikan pemakaian dua gedung secara bersamaan di Kecamatan Bunguran Tengah, tepatnya di Desa Air Lengit, dan Desa Harapan Jaya. Dua gedung Posyandu yang merupakan Program PNPM-Mandiri tahun 2009. Serta peresmian Gedung PKK yang di anggarkan dari ADD Desa Air Lengit. Seperti tahun lalu, mantan Bupati Natuna Daeng Rusnadi juga meresmikan Taman Kanakkanak di desa ini yang merupakan hasil program PNPMMandiri Tahun 2009 lalu. Dalam peresmian ini, juga di hadiri oleh Sekda Natuna, Ilyas Sabli, Kadisperindag, Sabli Ismail, Ketua BPMD, Chaidir Char, dan sejumlah Kepala Desa se Kecamatan Bunguran Tengah. Pemakaian gedung ini ditandai dengan pemotongan pita oleh Raja Amirullah didampingi Ilyas Sabli. Sedangkan gedung PKK, peresmiannya di lakukan oleh Ketua PKK Kabupaten Natuna, Ny. Raja Amirullah. Dalam kesempatan tersebut, Raja Amirullah berharap dengan berdirinya gedung Posyandu di Desa Air Lengit, Kecamataan Bunguran Tengah tersebut, hendaknya dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat setempat yang juga akan dirasakan oleh masyarakat sendiri khususnya di bidang pelayanan kesehatan. “Dengan berdirinya gedung posysndu ini saya harapkan, agar kiranya dapat dimanfaatkan secara optimal untuk melayani keperluan masyarakat, terutama mengenai kesehatan,” harap Raja. Dalam laporanya, Achmad Nur Fatah, Camat Bunguran Tengah kepada Raja Amirullah mengatakan, pada tahun lalu di Desa Air Lengit dan Desa Harapan Jaya ini juga telah berdiri Taman Kanak-kanak (TK) yang pembangunannya juga berasal dari dana PNPM-Mandiri. Disamping itu, Camat Bunguran Tengah juga melaporkan bahwa di kecamatan tersebut terdapat 6 hektar lebih hutan yang di tetapkan Pemda Natuna sebagai kawasan hutan lindung, dan telah di resmikan oleh Daeng Rusnadi. Sementara di Desa Harapan Jaya, juga ditetapkan sebagai kawasa Hijau Bumi Perkemahan, dan pemakaiannya juga sudah diresmikan oleh Daeng Rusnadi semasa menjabat sebagai Bupati. Dalam kesempatan itu juga, Achmad Nur Fatah mengeluhkan kondisi pengairan persawahan kelompok tani padi yang berada di beberapa titik lahan. Selama ini, pengairan sawahsawah petani ini belum di aliri oleh irigasi yang tetap, sehingga program pertanian padi terhambat. >> Otoy

angan semua warga masyarakat Tatar Galuh Ciamis bidang pengelolaan lingkungan hidup dan kebersihan lingkungan. Kabupaten Ciamis telah tiga kali berturut-turut selama tiga tahun mendapatkan Penghar-gaan Anugrah Adipura Kenca-na dari Bapak Presiden RI sebagai wujud keberhasilan warga Tatar Galuh Kabupaten Ciamis dalam mengelola keber-sihan dan lingkungan hidup masyarakat, kebersihan adalah merupakan tanggung jawab dan milik kita bersama mari kita senantiasa menjaga lingkungan kita agar tetap Kabupaten Cia-mis Menawan, Asri, Nyaman, Indah

dan sehat agar dimasa yang akan datang Anugrah Adipura Kencana dapat diraih kembali oeh kita semua, khu-susnya warga masyarakat Tatar Galuh Kabupaten Ciamis atas di raihnya Anugrah Adipura Kencana, kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat Tatar Galuh Ciamis yang telah berpartisipasi dalam mewujudkan kebersihan lingkungan hingga diraihnya Anug-rah Adipura Kencana, Wilujeng Milangka Tatar Galuh Kabupaten Ciamis Ke368 “Piken Mapag Mangsa Datang anu najung Tur Gumilang, Mahayunan Ayuna Kadatuan” pungkasnya. >> H.R

Polisi Sita 5.505 Batang Kayu Ilegal

Kota Tasikmalaya Adakan Orientasi Program KB Para Lurah
Kota Tasikmalaya (MR) Kamis, bertempat di Aula Bale Kota Tasikmalaya berlangsung acara Orientasi Program Keluarga Berencana yang diikuti oleh Para Lurah se Kota Tasikmalaya. Kepala Kantor Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan Kota Tasikmalaya (KBPP) Dra. Hj. Nunung Kartini, M.Pd. dalam laporannya kegiatan orientasi program KB merupakan tindak lanjut kegiatan KB Nasional yang dibiayai oleh Balai Diklat KB Nasional Priangan Garut. Walikota Tasikmalaya Drs. H Syarif Hidayat, M.Si. dalam sambutannya menyatakan salah satu fungsi dan tugas Lurah dibidang pemerintahan adalah membantu menggerakan tokoh masyarakat dan ulama dalam membantu mensukseskan program pemerintah dibidang pengendalian penduduk. Selaras dengan itu revitalisasi Program KB merupakan salah satu bidang penting untuk pengendalian penduduk. Diakhir sambutannya Walikota Tasikmalaya menghimbau kepada semua Lurah agar membantu menggerakkan tokoh agama. >> Iin Kartiwan

Padang Anggarkan Rp 3,48 Miliar Untuk Rehabilitasi Jalan
Padang (MR) Pemerintah Kota Padang akan melakukan rehabilitasi dan pemeliharaan ruas jalan dan jembatan di ibukota provinsi Sumatera Barat (Sumbar) ini, dengan anggaran sebesar Rp3,48 miliar. Dana untuk tersebut telah dianggarakan dalam APBD Padang 2010 dan akan dilaksanakan Dinas Pekerjaan Umum Padang bersama pihak terkait, kata Ketua DPRD Padang, Zulherman di Padang, Senin. Ia menjelaskan, ada kegiatan yang dilaksanakan dalam program ini, yakni perencanaan rehabilitasi/pemeliharaan jalan dengan biaya 50 juta rupiah, rehabilitas/pemeliharaan jalan dengan dana 1,93 miliar Rupiah. Satu kegiatan lainnya, operasional dan pemeliharaan rutin jalan dan jembatan dengan dana disiapkan Rp1,5 miliar. Selain dana rehabilitasi dan pemeliharaan, dalam APBD Padang 2010 juga dialokasikan anggaran untuk pembangunan jalan dan jembatan sebesar Rp9,05 miliar. Anggaran itu digunakan untuk membiayai tujuh kegiatan terkait dengan perencanaan dan pembangunan jalan serta jembatan yakni perencanaan pembangunan jembatan dialokasikan dana Rp200 juta, perencanaan pembukaan dan pengkrekelan jalan disediakan Rp100 juta serta perencanaan peningkatan jalan dengan biaya Rp150 juta. Selanjutnya, kegiatan pembangunan jalan dan pembuatan duiker dengan dana Rp527,75 juta, pembuatan infrastruktur jalan dengan biaya Rp4,51 miliar dan pembukaan jalan baru dialokasikan anggaran Rp2,53 miliar. Selain itu, dalam anggaran tersebut terdapat dana alokasi khusus (DAK) luncuran sebesar Rp1,02 miliar untuk kegiatan pembangunan infrastruktur jalan.>> Marqian

Gubernur NTT Selamat, Pilot Dipuji
Kupang (MR) Gubernur Nusa Tenggara Timur Frans Lebu Raya memuji pilot helikopter Kapten Pamungkas yang mengambil keputusan untuk melakukan pendaratan darurat ketika awan tebal dan hujan lebat menyelimuti helikopter milik TNI-AD itu. “Saya puji pilot itu.. Dia sudah mengambil keputusan yang tepat (mendarat darurat, red), dan kami semua selamat,” kata Gubernur Lebu Raya di Kupang, Jumat. Hal itu dikemukakan beberapa saat setelah helikopter yang ditumpangi itu mendarat darurat di Benlutu, sebuah perkampungan di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS). “Kami semua tegang pada saat itu...tetapi ketegangan itu segera berlalu ketika pilot mendaratkan helikopter itu dengan aman di daerah Benlutu,” kata gubernur. Lebu Raya didampingi Kepala Seksi Intelijen Korem 161/ Wirasakti Kupang Mayor Inf Helmy Tjayadi Sugiono hendak terbang menuju Noemuti di wilayah Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), menghadiri sebuah acara syukuran sekaligus penobatan Sekwilda NTT Fransiskus Salem sebagai Raja Noemuti. Ketika helikopter itu terbang melintas di atas wilayah TTS, sekitar 110 km timur Kupang, tiba-tiba terjadi hujan lebat yang disertai kabut tebal sehingga membuat pilot kesulitan meneruskan penerbangan ke TTU, sekitar 220 km timur Kupang atau sekitar 100 km dari TTS. Pilot kemudian mengambil keputusan untuk melakukan pendaratan darurat, karena keadaan cuaca sangat buruk pada saat itu. “Dia sudah mengambil keputusan yang tepat untuk melakukan pendaratan darurat di Benlutu. Kami sangat tegang pada saat itu, tetapi akhirnya mendarat dengan selamat,” ujar gubernur. Mendengar kabar helikopter yang ditumpangi Gubernur NTT Frans Lebu Raya mendarat darurat di Benlutu, TTS, pemerintahan setempat langsung mengirim bantuan mobil untuk menjemput Gubernur dan Kasie Intelijen Korem 161/ Wirasakti. Gubernur langsung dibawa ke SoE, ibu kota Kabupaten TTS untuk menikmati makan siang, sebelum melanjutkan perjalanan darat menuju Noemuti, TTU. >> Klaudius Edy Burga

Samarinda (MR) Poltabes Samarinda, Kalimantan Timur, menyita 5505 batang kayu ilegal dari dua tempat berbeda, demikian Kepala Bagian Operasi (Kabag Ops) Poltabes Samarinda, Komisaris Akhmad Yusef Gunawan. “Satu perahu berisi 2.844 batang kami sita di Lok Tuan, Kecamatan Sungai Kunjang. tepatnya di lokasi perusahaan milik PT. Hartati Hartono Jaya Playwood (HJP) dan satunya yakni 2.661 batang di Pulau Buaya Kecamatan Palaran,” ungkap Akhmad. Penyitaan itu dilakukan karena kayu tersebut tidak sesuai dokumen, lanjut Kabag Ops Poltabes Samarinda “Dari hasil pemeriksaan, kayu tersebut tidak sesuai SKAU (Surat Keterangan Asal Usul) sebab pada lapisan ketiga dan keempat perahu itu juga terdapat jenis kayu hutan lainnya yang tidak sesuai Permenhut No.33 tahun 2007 tentang Penggunaan Surat Keterangan Asal Usul Kayu untuk Pengangkutan Hasil Hutan Kayu yang Berasal dari Hutan Hak,” katanya. “Kami juga menemukan ketidaksesuaian volume kayu itu dengan dokumen yang ditunjukkan,” ujarnya. Kayu hasil pembalakan liar itu, lanjut dia, didatangkan dari wilayah Kutai Timur dan akan dijual pada dua perusahaan kayu di Samarinda. Dua orang telah ditetapkan tersangka pada penyitaan kayu ilegal itu, yakni SS dan Ap. “Mereka kami tetapkan sebagai tersangka dalam kapasitas sebagai orang yang menguasai kayu ilegal tersebut. Keduanya dijerat pasal 50 ayat 3 huruf E Undangundang No. 41 tentang Kehutanan,” katanya. Pada Mei 2010, Poltabes Samarinda juga menyita 1.991 batang kayu bulat atau lebih 4.000 meter kubik di sebuah rakit yang ditambatkan di tempat penimbunan kayu PT. HJP. Polisi telah menetapkan pemilik kayu itu sebagai tersangka. >> Kipan Suerta/ Delimah

Pemkot Tanjungpinang Adakan Diklat Kepemimpinan
Tanjungpinang (MR) Pemantapan PNS untuk kepemimpinan dan tanggungjawab terus digalakkan Pemerintah Kota Tanjungpinang. Hal ini ditandai dengan digelarnya Diklat Kepemimpinan Tingkat III Angkatan II di Lingkungan Pemerintah Kota Tanjungpinang bertempat di Hotel Comfort Tanjungpinang (28/6) lalu dihadiri Widyaiswara dari Lembaga Administrasi Negara RI dan BKD Provinsi Kepri, turut hadir para Pejabat Pemkot Tanjungpinang. Diklat resmi dibuka Walikota Tanjungpinang Dra Hj Suryatati A Manan, dalam sambutanya menyampaikan bahwa Diklat Kepemimpinan Tingkat III adalah diklat strategis yang merupakan bagian integral dari manajemen dan pembinaan PNS. “Diklat ini juga berfungsi untuk menambah kepercayaan diri dan juga meningkatkan kinerja PNS yang bersangkutan khususnya pejabat eselon 3”, ungkap Tatik. Menurut Suryatati, Tugastugas pejabat daerah akan terasa semakin berat semenjak Kota Tanjungpinang menjadi daerah Otonomi. Hal ini memacu peningkatan pengetahuan dan kemampuan pejabat daerah untuk melaksanakan tugas-tugas yang sebelumnya dilaksanakan oleh Pemerintah Provinsi atau Pemerintah Pusat. “Peningkatan ilmu pengetahuan dan kompetensi bagi pejabat di daerah khususnya Pejabat Eselon III merupakan sesuatu yang tidak dapat ditawar”, tegas Suryatati. “Kemampuan aparatur yang mampu mengikuti perkembangan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi akan dapat menciptakan efisiensi dan efektifitas pekerjaan dan dapat memberikan pelayanan kepada masyarakat”, tambah Suryatati. Suryatati juga menghimbau kepada pejabat daerah untuk mempunyai semangat dan kemauan tinggi untuk berubah sesuai dengan situasi dan kondisi yang dibutuhkan. Pejabat daerah juga harus berusaha meningkatkan kualitas diri sesuai dengan tuntutan perubahan karena ilmu pengetahuan bersifat dinamis. Di penutupan pidatonya, Suryatati menegaskan bahwa maju mundurnya sebuah organisasi tergantung dari manusianya (Man Behind The Gun) dan berharap agar peserta Diklat Kepemimpinan Tingkat III bisa mengikuti pelatihan ini dengan sungguh-sungguh dan tidak menganggap sebagai formalitas saja. Pada kesempatan yang sama, Walikota Tanjungpinang melakukan penyematan tanda anggota kepada peserta Diklat Kepemimpinan Tingkat III Angkatan II di Lingkungan Pemerintah Kota Tanjungpinang sebagai tanda diklat dimulai. Kepala Badan Kepegawaian Daerah Kota Tanjungpinang H. A.Gafar Walid, BA dalam pembacaan laporannya menyampaikan bahwa kegiatan Diklat tersebut diprakasai Pemerintah Kota Tanjungpinang melalui Badan Kepegawaian Daerah Kota Tanjungpinang dengan menghadirkan 40 peserta dari pegawai struktural Pemko Tanjungpinang. Gafar juga menyampaikan, Dalam kegiatan Diklat kali ini bekerja sama dengan Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI, Pejabat Pemerintah Kota Tanjungpinang, Pejabat Pemerintah Provinsi Kepri yang memiliki jabatan struktural di Pemerintah Kota Tanjungpinang yang merupakan syarat administrasi untuk melanjutkan ke eselon 3. “Tujuan dari pelaksanaan kegiatan ini ialah untuk membentuk dan membangun jiwa kepemimpinan dan juga sebagai syarat administrasi untuk melanjutkan ke eselon 3”, papar Gafar. >> Win/ Jer

Edisi 216 Tahun X Tahun 4 - 10 Juli 2010

Ragam
Jaksa Agung “Ilegal” .................................................... (Sambungan dari Hal 1)
Yusril menilai sikap Presiden SBY yang tidak memberhentikan Jaksa Agung melanggar ketentuan Pasal 22 Undang-Undang Nomor 16 tahun 2004 tentang Kejaksaan. Pasal itu menyatakan jaksa agung diberhentikan dengan hormat dari jabatannya karena meninggal dunia, permintaan sendiri, sakit jasmani atau rohani terus menerus dan berakhir masa jabatannya. Sementara Pasal 19 UU Nomor 16 tahun 2004 menegaskan, jaksa agung adalah pejabat negara, jaksa agung diangkat dan diberhentikan oleh presiden. Dengan tidak diberhentikannya Jaksa Agung seiring berakhirnya kabinet pemerintah sebelumnya, kata Yusril, maka rakyat berhak meminta Kapolri menangkap Hendarman Supandji serta seluruh bawahannya yang diusulkan untuk diangkat presiden. "Karena selama ini, mereka (Jaksa Agung) tidak sah dan melawan hukum, maka dalam melakukan berbagai tindakan jabatan yang sesungguhnya juga, tidak sah dan ilegal," ujar Yusril. Sekitar pukul 10.10 WIB, Yusril datang ke Kejaksaan Agung. Tapi, "Saya bukan untuk memenuhi panggilan, saya hanya ingin meminta kejelasan dalam soal pemanggilan," ujar. Ia ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus Sistem Administrasi Badan Hukum (Sisminbakum). Dalam kasus ini, kerugian negara diduga mencapai Rp 400 miliar. Bersama Yusril, Hartono Tanoesoedibyo juga ditetapkan sebagai tersangka. Usai bertemu tim Kejaksaan Agung, Yusril tidak diperkenankan keluar. Provost Kejaksaan Agung menutup pintu belakang yang akan digunakan mobil rombongan Yusril. Rombongan pun tertahan. Maqdir Ismail, salah satu pengacara Yusril, mengatakan, "Kami tidak tahu mengapa kami tidak diperbolehkah keluar. Atas perbuatan itu, Yusril melaporkan Kejaksaan Agung ke Mabes Polri. "Kejaksaan Agung dilaporkan atas tuduhan perbuatan tidak menyenangkan," kata M. Assegaf, pengacara Yusril. Kalau Ditahan, Saya Akan Lawan "Kalau saya sampai ditahan, saya akan melawan. Pokoknya, mati satu mati semua. Saya tidak mau terus-menerus diperlakukan sewenang-wenang. Apalagi dalam kasus ini, bukan Hartono Tanoesoedibyo yang dijadikan target, tetapi saya," ujar Yusril kepada wartawan. Ia juga menyatakan, upaya menyeret dirinya dalam kasus ini, sangat kental nuansa politiknya. Bahkan, Ia menyebutkan ada lima anggota DPR yang mendatangi Kejaksaan Agung untuk menemui Jaksa Agung Hendarman Supandji. Kejaksaan Agung, Kamis 1 Juli 2010, dijadwalkan akan memeriksa Yusril Ihza Mahendra dan pengusaha Hartono Tanoesudibyo. "Jam 9 jadwalnya," kata Kepala Pusat Penerangan dan Hukum Kejaksaan Agung Didiek Darmanto, Kamis 1 Juli 2010. "Sebagai tersangka." Menurut Didiek, penyidik belum mengagendakan pemeriksaan saksi hari ini. "Baru dua tersangka ini dulu," kata dia. Keduanya diduga kejaksaan ikut bertanggun jawab pada uang yang seharusnya masuk kas negara mencapai Rp 400 miliar lebih. Uang ini berasal dari dana masyarakat yang ditarik saat menggunakan layanan online Sisminbakum. >>Ediatmo/TIM

11
Dudukung Politisi ..... (Sambungan dari Hal 1)
menjadi salah satu pembicara dalam seminar tentang kejahatan kehutanan di Jakarta, Selasa. Mas Achmad menjelaskan, dukungan oknum politisi dan penegak hukum itu bertujuan untuk menghambat proses hukum terhadap kasus-kasus pembalakan liar. Dukungan oknum politisi dan penegak hukum diduga bisa melindungi aktor intelektual pembalakan liar. “Atau untuk mengatur agar kasus itu hanya berhenti pada pelaku di lapangan saja,” kata Mas Achmad menambahkan. Berdasar kajian Satgas Pemberantasan Mafia Hukum, mafia kasus kehutanan bisa terjadi pada tahap perizinan pengusahaan hutan. Pada tahap itu, mafia antara lain akan mengatur pemberian izin analisis dampak lingkungan meski tidak sesuai aturan, izin mengelola hutan di kawasan yang tidak semestinya, serta pemberian izin untuk dijual lagi. Mafia juga beroperasi pada tahap penebangan pohon. Selain itu, Mas Achmad juga mengatakan ada potensi praktik mafia hukum pada proses pengangkutan kayu. Untuk itu, Mas Achmad mengusulkan penguatan sistem pengawasan terhadap penyelenggara negara dan penegakan hukum. Pengawasan bisa dilakukan langsung oleh masyarakat atau melalui lembaga yang sudah ada, seperti komisi kejaksaan atau komisi kepolisian. Mas Achmad juga menyatakan, mekanisme perlindungan saksi atau pelapor akan meningkatkan kualitas pengusutan kasus-kasus kejahatan kehutanan. Wakil Ketua KPK, M. Jasin yang juga menjadi pembicara dalam seminar itu berharap, aparat penegak hukum tidak hanya menggunakan Undang-undang Kehutanan dalam mengusut kasus pembalakan liar. Menurut Jasin, kasus kehutanan juga harus diusut dengan menggunakan Undang-undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dan Undang-undang Pencucian Uang. “Dengan menggunakan instrumen tambahan ini, diharapkan penegakan hukum di sektor kehutanan bisa lebih diperkuat,” kata Jasin. >> Ediatmo

Menyembunyi Noordin Dituntut Delapan Tahun

Jakarta (MR) Sidang pembacaan tuntutan terhadap Putri Munawaroh, terdakwa kasus terorisme, digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (29/6). Dalam tuntutan yang dibacakan jaksa penuntut umum (JPU) Teguh Suhendro, Munawaroh didakwa menyembunyikan buronan teroris Noordin M. Top, sehingga dituntut delapan tahun penjara. Di hadapan majelis hakim Ida Bagus Dwiyantra, JPU yang membacakan tuntutan secara bergantian itu, memberikan ancaman pidana dalam pasal berlapis. Di antaranya Undang-undang Antiterorisme dan pasal 55 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP). Jaksa menyebutkan, pihaknya menemukan sejumlah fakta dari bukti-bukti yang ada serta dari para saksi Di persidangan, terdakwa menggunakan busana serba biru tua dan bercadar. Ia adalah janda dari Susilo Adib alias Ahsan, tersangka teroris yang tewas saat penggerebekan di rumah kontrakan di Jalan Kepuh Sari, Mojosongo, Kecamatan Jebres, Solo, Jawa Tengah, September 2009. Munawaroh yang didampingi kuasa hukumnya itu pun tampak tenang begitu tuntutan dijatuhkan padanya. Padahal, tuntutan terhadap dirinya terbilang serius. Ia didakwa turut serta merahasiakan tiga tamunya, yaitu Noordin M. Top, Ario Sudarso alias Aji dan Bagus Budi Pranoto alias Urwah di rumahnya tanpa memberitahukan kepada ketua rukun tetangga setempat. >> Yusandi/ Sahrial Nova.

Logo dan Motto Anambas .................................... (Sambungan dari Hal 1)
cita-cita masyarakat dan tokoh yang berasal dari wilayah Kepulauan Anambas mulai dari Kecamatan Siantan, Kecamatan Palmatak, Kecamatan Siantan Timur, Siantan Tengah, Siantan Selatan, Kecamatan Jemaja dan Kecamatan Jemaja Timur, baik yang berada di kampung maupun yang berada di perantauan. Dengan perjuangan yang alot bahkan terjadi tarik ulur antara Pemerintah Pusat, Propinsi dan Kabupaten Natuna dengan Panitia Pemekaran (independen). Akhirnya lahirlah Kabupaten Kepulauan Anambas dengan Tujuh Kecamatan yaitu Kecamatan Siantan, Kecamatan Palmatak, Kecamatan Siantan Timur, Kecamatan Siantan Tengah,Kecamatan Siantan Selatan, Kecamatan Jemaja dan Kecamatan Jemaja Timur. Secara yuridis ditandai dengan terbitnya Undang-undang Mendagri No. 33 tahun 2008 tanggal 24 Juli 2008. Mendagri menunjuk seorang Bupati PLT untuk mempersiapkan pemilihan Bupati Defenitif melalui PILKADA, yaitu Drs. H Tengku Mukhtaruddin yang kemudian dilanjutkan /diperpanjang oleh Drs.Yusrizal sehingga terpilih Bupati pertama Kabupaten Kepulauan Anambas, Drs. H Tengku Mukhtaruddin dengan wakilnya Abdul Haris,SH. Waktu kepimpinan Drs.Yusrizal, mengadakan Sayembara Rancang Logo dan Motto Kabupaten yang diikuti oleh perancang / designer umum dari warga Anambas. Design Logo dan Motto KKA yang digunakan merupakan gabungan dari hasil karya Said M Damrie dan Alkaf Sandra Bonga. Keduanya merupakan juara pertama dan kedua dalam sayembara logo daerah. Logo dengan warna dasar biru ini memiliki gambar utama jongkong dengan layar mengembang serta sebilah keris. Sedangkan pada pitanya tertulis motto Kayuh Serentak Langkah Sepijak, katanya mengacu kepada ke 2 perancangan tersebut menggambarkan secara umum Alam, Budaya dan Sejarah, Ekonomi, Potensi Alam dan Ideologi masyarakat Kepulauan Anambas. Penjabat Bupati Anambas Yusrizal mengaku lega dengan disahkannya lambang daerah ini. Menurut Yusrizal, ini merupakan titik tolak bagi Anambas untuk terus bangkit dan mengejar ketertinggalan sebagai kabupaten termuda di Kepri. “Pengesahan logo ini menandai kesempurnaan lahirnya Anambas sebagai kabupaten di Kepri,” kata Yusrizal kepada sejumlah wartawan, usai menghadiri Sidang Paripurna pengesahan logo dan motto Anambas, kemarin. Kata Yusrizal, logo dan motto daerah ini merupakan roh dari Kabupaten Kepulauan Anambas (KKA). Untuk itu, ia meminta masyarakat Anambas supaya benar-benar memaknai logo dan motto daerah ini dan mengaplikasikannya dalam sikap dan perilaku sehari-hari. “Kayuh Serentak Langkah Sepijak” mengandung makna kesatuan dan kebersamaan masyarakat membangun Anambas. Tanpa membedakan suku, ras, agama dan status sosial lainnya. “Jadi tidak ada yang berambisi untuk menonjolkan diri sendiri,” kata Yusrizal. Sementara itu, Ketua DPRD Anambas Amat Yani mengatakan, selain motto seluruh gambar dan warna yang ada di lambang daerah ini merupakan representasi dari identitas Anambas.Senada dengan Bupati, Amat Yani juga berharap logo dan motto daerah ini menjadi semangat dan simbol perilaku serta karakter masyarakat di Anambas. Setelah disahkan melalui sidang paripurna kemarin, Amat Yani meminta Bupati Anambas menyampaikan logo dan moto daerah ini ke Gubernur Kepri.”Paling lambat 3 hari setelah pengesahan,” kata Amat Yani. Dengan semangat “Kayuh Serentak Langkah Sepijak” inilah Pemda Kabupaten Kepulauan Anambas dan Masyarakatnya bersatu dan bersinergi dalam rangka membangun dan mengisi “Kemerdekaan” ini dengan hal-hal yang positif, dalam mewujudkan cita-cita pendahulu kita yang telah berjuang dari lebih 5 tahun yang lalu untuk bisa berdiri sendiri, agar terangkat kepermukaan dari keterbelakangan, terisolasi, termarginalkan, keterpurukkan dan lain-lain. Untuk itu marilah kita sama-sama seiring sejalan menuju cita-cita luhur para pejuang untuk mewujudkan kemandirian di Anambas dengan mengoptimalkan SDA dan SDM yang kita miliki, ibarat kata pepatah lama, “Berakit-rakit ke hulu berenang-renang ke tepian,bersakitsakit dahulu bersenang-senang kemudian” “Berat sama dipikul, ringan sama dijinjing” Setelah cukup lama menanti, Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Logo dan Motto Daerah Kabupaten Kepulauan Anambas (KKA) akhirnya disahkan. Seluruh fraksi DPRD KKA menyetujui penetapan Perda ini dalam rapat paripurna di Gedung BPMS, Tarempa, Kamis (24/6). >>Edward

Satpol PP .................................. (Sambungan dari Hal 1)
dipimpin PNS eselon III A. Perwakilan tujuh fraksi DPRD Karawang berharap Satpol PP Karawang bisa semakin profesional dalam menjalankan tugas dan fungsinya. Bupati Karawang, Dadang S Muchtar, mengatakan, keberadaan Perda Satpol PP yang baru merupakan salah satu wujud penyempurnaan organisasi pemerintah daerah. Sebab, Satpol PP merupakan bagian integral dalam menegakkan perda dan menjamin keamanan serta ketertiban masyarakat. Ia berharap ke depannya, Satpol PP Karawang bisa melaksanakan penertiban secara persuasif, sesuai aturan, menjunjung tinggi hak asasi manusia, serta menghindari sikap brutal. “Dengan berubahnya tipe Satpol PP Karawang, maka siapapun yang menjabat sebagai Kepala Satpol PP Karawang, nanti harus seorang yang ahli di bidang hukum. Minimal bergelar sarjana hukum. Sehingga dalam melaksanakan tugasnya mereka tidak salah dalam menjabarkan aturan hukum,” katanya. >> Tim

Rumah Eks Pengungsi Timtim Tidak Layak Huni
Kupang (MR) Tokoh masyarakat Timor Timur di Nusa Tenggara Timur Armindo Soares Mariano mengungkapkan hampir 70 persen rumah yang dibangun TNI dan Departemen Sosial untuk eks pengungsi Timor Timur di Timor bagian barat, tidak layak huni. “Saya sudah berjalan keliling ke lokasi pemukiman kembali (resettlement) bagi warga eks pengungsi Timtim di Timor bagian barat NTT. Hampir 70 persen pemukiman yang dibangun TNI dan Departemen Sosial, sama sekali tidak layak huni,” kata Armindo yang juga anggota Komisi B DPRD NTT dari F-Gerindra itu di Kupang, Senin. Mantan Ketua DPRD Timtim semasa integrasi itu menambahkan eksistensi eks pengungsi Timtim di Timor bagian barat NTT tetap menjadi masalah, karena pihakpihak yang bertanggungjawab di Indonesia masih setengah hati untuk menyelesaikan persoalan eks pengungsi Timtim di NTT. “Rumah yang dibangun TNI dan Departemen Sosial yang menghabiskan dana miliaran rupiah itu hampir 70 persen di antaranya tidak layak huni. Ini salah satu contoh konkrit penyelesaian masalah eks pengungsi Timtim di NTT masih setengah hati,” katanya menjelaskan. Menurut dia, sebanyak 1.500-2.000 unit rumah yang dibangun Dinas Sosial NTT pada 2003 lalu boleh dikata “cukup manis” untuk ditempati, karena disiapkan pula dengan lahan pekarangan bagi eks pengungsi Timtim untuk bercocok tanam. “Saya bukan mau membandingbandingkan antara satu dengan yang lainnya, tetapi kenyataan di lapangan memang demikian,” kata Armindo yang juga mantan Ketua DPD Golkar Timtim semasa integrasi itu. Ia menambahkan sebanyak 10.000 lebih unit rumah yang dibangun TNI dan Departemen Sosial, selain tidak layak huni, juga dibangun di atas tanah yang bermasalah sehingga masih terus diributkan oleh penduduk lokal NTT yang merasa lahannya dicaplok begitu saja. “Semuanya ini terjadi karena orientasi pokoknya adalah proyek, bukan upaya untuk menyelesaikan masalah kemanusiaan yang dihadapi warga eks pengungsi Timtim yang ada di NTT. Ini yang saya sesalkan sebagai tokoh Timtim yang ada di NTT,” katanya. >> Moses Mone Kaka

Dipermasalahkan ....... (Sambungan dari Hal 1)
kesehatan tersebut merupakan tenaga profesional. Sehingga kami memutuskan agar pengobatan gratis tersebut dihentikan,” kata Humas Tim Pengobatan Gratis, Andi Suherlan. Ketua Komisi IX DPR RI, Ribka Tijptaning, mengatakan, kegiatan pengobatan gratis ini merupakan ungkapan terima kasihnya kepada warga Sukabumi yang telah memilihnya kembali menjadi wakil rakyat. “Apa salahnya, jika saya ingin mengucapkan terima kasih kepada warga Sukabumi yang telah memilih saya dengan menggelar kegiatan sosial. Ini sangat berlebihan bila kegiatan sosial ini dianggap salah dan dipersulit,” kata anggota DPR dari Fraksi PDIP itu. Kegiatan sosial itu telah berlangsung selama kurang lebih satu bulan dengan target kegiatan seluruh kecamatan di Kabupaten dan Kota Sukabumi. Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi Asep Wahyu NB mengungkapkan kekecewaannya terhadap sikap dan tindakan camat Waringkiara yang telah mempersulit pelaksanaan pengobatan gratis, padahal kegiatan yang digelar berdasarkan permintaan warga. “Di beberapa kecamatan kegiatan ini berjalan mulus. Saya sangat kecewa jika pemerintah kecamatan dan desa mempersulitnya sebab kondisi warga saat ini sangat membutuhkan kegiatan-kegiatan seperti ini,” katanya yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPD PDIP Jawa Barat. Ia menegaskan, tindakan camat tersebut diindikasikan telah memarginalkan salah satu partai politik. Di tempat terpisah, Camat Warungkiara Eri Estanto mengaku tidak penah membubarkan atau menghentikan kegiatan pengobatan gratis Ribka Tjiptaning, tetapi pihaknya hanya meminta agar ada penjelasan tentang tim medis yang diterjunkan. “Saya hanya ingin ada kejelasan siapa dan dari mana saja tim medis yang diterjunkan karena ini menyangkut nyawa orang. Surat materai yang ditawarkan tersebut hanya solusi jika terjadi sesuatu, maka dapat dipertanggungjawabkan,” katanya.>> Handi/Lamhot

Polri Tidak Pernah .......................................................... (Sambungan dari Hal 1)
Sedangkan gugatan pidana, Majalah Tempo dianggap menghina institusi Polri dengan menampilkan gambar perwira yang menggiring celengan babi pada sampulnya. “Itu penghinaan, anggota Polri dan keluarga kecewa. Termasuk saya, tidak pernah menggiring celengan babi.” Menurut Wahyu, Tempo memiliki empat alasan memilih celengan babi untuk menyimbolkan beberapa rekening Perwira Tinggi Kepolisian tersebut. Pertama, dari asal bahasa celengan diambil dari celeng yang artinya babi hutan. Kedua, sejak zaman Majapahit terakota celengan juga selalu dalam bentuk babi. Ketiga, piggy bank (celengan) di luar negeri juga berbentuk babi. “Desain grafis Majalah yang masih muda-muda mengikuti perkembangan tren saat ini. Di film Toys Story yang sedang tren, artisnya si babi,” katanya menjelaskan alasan keempatnya. Kata Wahyu meski banyak ancaman, Tempo tak pernah khawatir dalam pemberitaan selanjutnya. “Kami yakin dan menghormati Polisi sebagai aparat penegak hukum,” katanya. >> Edatmo

Ela Nurhayati :

Siap Dipecat ............................................................................... (Sambungan dari Hal 1)
mahasiswa di Aula kesbanglinmas Pemprov Kalsel, Banjrmasin, Rabu. Setelah didesak wartawan tentang risiko yang bakal diterima pejabat PLN, jika ternyata mulai 1 Juli 2010 PLN tetap melakukan pemadaman listrik, Budhi menyatakan siap dipecat. “Kalau memang kompensasinya harus dipecat, ya akan saya terima, namun perlu diketahui saya akan bekerja lebih baik lagi,” kata Budhi yang baru bertugas di Kalsel selama dua minggu. Menurut Budhi, begitu ditugaskan di wilayah Kalsel dan Kalteng, pihaknya langsung mengecek seluruh pembangkit di wilayah ini, dan memang terjadi banyak gangguan. Kebutuhan listrik wilayah Kalsel-Kalteng kini sebanyak 220 megawatt, sedangkan pada uji coba yang dilakukan beberapa waktu lalu, daya listrik dua wilayah tersebut mencapai 222 megawatt. Dengan demikian, ad kelebihan hingga 2 megawatt, di luar kebutuhan industri dan perusahaan. “Kalau ditambah dengan kebutuhan industri dan perusahaan, kebutuhan listrik Kalsel-Kalteng menjadi 280-300 megawatt, sehingga masih kekurangan sekitar 60-70 megawatt,” katanya. Kendati pertemuan dengan beberapa elemen terkait yang difasilitasi DPD berjalan cukup tegang, mengingat PLN kini sedang bermasalah dengan terjadinya pemadaman yang terus menerus, beberapa pertanyaan mahasiswa membuat suasana mencair. Permintaan mahasiswa antara lain adalah agar pejabat PLN segera bertobat karena telah banyak berdosa dengan mengingkari janji, tidak akan terjadi pemadaman yang menyengsarakan masyarakat. “Saya tidak akan banyak bertanya tetapi saya hanya minta kepada pejabat dan pegawai PLN agar banyak bertobat karena terlalu sering ingkar janji,” kata salah seorang mahasiswa disambut tawa undangan. Seperti diketahui bersama, kata dia, doa orang-orang yang teraniaya sangat cepat dikabulkan Tuhan, jangan sampai warga Kalsel mendoakan kurang baik terhadap PLN. Menanggapi hal tersebut, Budhi menyatakan, sebenarnya dia sudah bertobat dan minta ampun agar pemadaman terjadi lagi. >>Mulia

Terkikis ....................................... (Sambungan dari Hal 1)
menyakinkan kepercayaan publik dan justru membenarkan dugaan motif `balas dendam` oleh Polri,” katanya. Selain itu, menurut Indria, peristiwa tersebut juga dapat mengindikasikan terseretnya Polri ke dalam ranah politik. Kontras juga berpendapat bahwa hal yang menonjol secara negatif dalam setahun ini adalah dominannya Polri dalam pemberitaan media terkait dugaan praktik korupsi, rekayasa kasus, dan mafia peradilan. Pemberitaan itu, ujar dia, jelas akan berimbas pada pencapaian pembentukan kepercayaan publik. Namun, LSM itu juga mengapresiasi berbagai hal penting dalam reformasi Polri seperti berupaya mendorong akuntabilitas publik dengan membetnuk Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi, serta memperbaiki institusi dan personel melalui pendidikan dan pelatihan HAM yang melibatkan pihak luar Polri. Selain itu, Kontras juga menyatakan bahwa kemajuan yang berarti setahun ini adalah keberhasilan Polri dalam mengejar salah satu buruan kasus terorisme yang paling berbahaya, Noordin M Top. “Paling tidak ini menunjukkan bagaimana tindak terorisme masih bisa dibendung lewat proses penegakan hukum, tanpa memerlukan mobilisasi aktor keamanan lain, khususnya TNI,” katanya.enambahkan. >> Nugraha

Siap Hibur
Warga Indramayu
Indramayu, (MR) Aktris Dangdut Daerah Indramayu, Ela Nurhayati, menya-takan siap kembali menghibur masyarakat seusai melahirkan anak pertamanya. Pasalnya, penyanyi yang telah merilis 4 album itu sudah beberapa bulan ini absen dari panggung hiburan. Ela Nurhayati, kepada Marlina dan Nur Hasanah yang dikutif MR, pihaknya mengakui memulai profesinya sebagai penyanyi sejak masih duduk di SMP, dan berkat dukungan rekan-rekan yang tergabung dalam grup musik setempat, akhirnya dia berhasil masuk kedapur rekaman dengan lagunya yang melecit isep-isep tebu. Ketika disinggung pengalamannya didunia hiburan, Ela Nurhayati yang ditemui penulis lepas dirumahnya di Dusun Tanjung Jaya Desa Mekar Jaya Kecamatan Gantar Kabupaten Indramayu Jawa Barat, Minggu siang pekan lalu. Menurutnya pernah pentas di DKI Jakarta, dalam acara hajatan pada salah satu warga. >> Mukromin

Kepulauan Anambas
Kayuh Serentak Langkah Sepijak

SURAT KABAR UMUM

Edisi 216 Tahun X, 4 - 10 Juli 2010

12

Galery Foto Anambas

Rapat Paripurna Pengesahan Logo dan Motto Anambas

Foto bersama Pj.Bupati KKA,Yusrizal,Danlanal Terempa,Letkol (P) Apri Suryanta dan sejumlah Pejabat KKA

Penandatanganan teks hasil Rapat Paripurna pengesahan Logo dan Motto KKA oleh Pj.Bupati Yusrizal

Pembacaan Doa oleh Sekretaris Kementrian Agama KKA,Drs.Edi Batara

Penandatanganan teks hasil Rapat Paripurna pengesahan Logo dan Motto KKA oleh ketua DPRD Anambas,Amat Yani

Pj.Bupati KKA,Yusrizal dan Kasubag Humas Protokol DPRD Anambas,Richart

Foto bersama Pj.Bupati KKA,Yusrizal dengan Sejumlah Anggota DPRD Anambas

Pj.Bupati KKA,Yusrizal didampingi ketua DPRD Anambas, Amat Yani pengesahan Logo dan Motto KKA di gedung BPMS Terempa

Laporan Kasubag Humas Protokol,Richart saat Rapat Paripurna pengesahan Logo dan Motto KKA

Ketua DPRD Anambas,Amat Yani didampingi Pj.Bupati KKA memimpin Rapat Paripurna pengesahan Logo dan Motto KKA

Foto bersama Danlanal,Letkol (P) Apri Suryanta dan sejumlah pejabat vertikal yang hadir saat pengesahan Logo dan Motto KKA

Sejumlah SKPD KKA mengahadiri Rapat Paripurna pengesahan Logo dan Motto KKA

Sejumlah Anggota DPRD Anambas menghadiri Rapat Paripurna pengesahan Logo dan Motto KKA

Sejumlah Tokoh Masyarakat dan Tokoh Agama menghadiri Rapat Parirpurna pengesahan Logo dan Motto KKA

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->