P. 1
Landasan Psikologis

Landasan Psikologis

4.75

|Views: 5,892|Likes:
Dipublikasikan oleh kangasnur
Landasan Psikologis seringkali dijadikan pertimbangan dalam pendidikan. Salah satunya adalah dari perkembangan aspek psikososial dan psikoseksual peserta didik. Erik H. Erikson dan Freud merupakan tokoh yang berpengaruh dalam hal ini.
Landasan Psikologis seringkali dijadikan pertimbangan dalam pendidikan. Salah satunya adalah dari perkembangan aspek psikososial dan psikoseksual peserta didik. Erik H. Erikson dan Freud merupakan tokoh yang berpengaruh dalam hal ini.

More info:

Published by: kangasnur on Jun 15, 2008
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/20/2013

pdf

text

original

LANDASAN PSIKOLOGIS DALAM  KURIKULUM

Perkembangan  Psikososial dan Pskososial

Perkembangan Psikososial dan  g Psikoseksual
Erik H. Erikson Erik H  Erikson Tahap I II III IV V VI VII VIII Usia 0‐2 2‐3 3‐6 7 7‐12 12‐18 20 an 20‐an 30‐an‐ 50‐an 50 an 50‐an‐ ke atas Krisis Psikososial Percaya Vs. Tidak Percaya Otonomi Vs. Ragu dan Malu Inisiatif  Vs. Rasa Bersalah Industri Vs. Inferioritas Identitas  Vs. Difusi Peran Keintiman dan Isolasi Generativitas Vs. Self Absorption Integritas  Ego Vs. Penyesalan diri Integritas  Ego Vs  Penyesalan diri Freud Psikoseksual Oral Respiratory Anal Uretheral Infantil‐Genital Latency y Puberty and  Adolescence Nature Genitality

Sumber: Diadaptasi dari Sudjatmiko http://www.geocities.com/antara_kita/erikson.htm, dan  Saodih, (200: p. 52)

Trust Vs. Mistrust
Rasa aman dan rasa percaya pada lingkungan R    d       d  li k Apabila pada umur ini tidak tercapai rasa  percaya dengan lingkungan maka dapat  d l k k d timbul berbagai masalah.
http://bayoesmartboy.blogspot.com/2008/04/freud‐dorongan‐seksual.html

Autonomy Vs. Shame and Doubt
Mandiri secara fisik M di i   fi ik Sebagai fondasi untuk mampu percaya diri Kondisi yang tercipta setelah krisis pertama  terlewati adalah timbulnya Harapan, maka   t l ti  d l h ti b l  H   k kondisi setelah krisis kedua ini berlalu adalah  "citra diri" atau "Sense of Identity".
Sumber: Sudjatmiko http://www.geocities.com/antara_kita/erikson.htm, 200.

Initiative Vs. Guilty
Masa usia 3 sampai 6 tahun adalah fase  bermain. Anak belajar berfantasi, belajar  mentertawakan diri, mulai belajar bahwa ada  , j pribadi lain selain dirinya. Fase ini merupakan  fondasi anak untuk menjadi kreatif yang akan  menjadi sangat penting pada fase berikut. menjadi sangat penting pada fase berikut
Sumber: Sudjatmiko http://www.geocities.com/antara_kita/erikson.htm, 200.

Marahilah atas berbagai Inisiatifnya! = GUILTY (RASA BERSALAH)

Industry Vs. Inferiority
Pada masa‐masa ini :
• Tidak ada hal relatif, yang ada hanyalah kemutlakan. 

Semua penjahat berbaju hitam dan berwajah kotor. Semua penjahat berbaju hitam dan berwajah kotor Pahlawan berwajah bersih, dan bajunya terang. • Sangat tertarik untuk belajar, dan sangat sulit untuk berdiam diri. • Belajar segala sesuatu, terutama yang berhubungan dengan fisik  seperti olahraga, berlari, berenang, mengumpulkan segala sesuatu  dan mengembara sampai ke batas yang disetujui.  • Anak‐anak yang melalui fase ini dengan baik akan memperoleh  ganjaran dengan mendapatkan sense of mastery, suatu keyakinan  bahwa mereka mampu menguasai masalah yg mereka hadapi. bahwa mereka mampu menguasai masalah yg mereka hadapi Gagal ? Inferioritas  (Perasaan Tidak Mampu)

Keberhasilan  Krisis Identitas
Berhasil memperoleh Identitas Diri yang sehat, yaitu suatu keadaan yang disebut oleh Erikson sebagai Fidelity, yaitu suatu kelegaan karena dapat mengenal siapa diri kita, tempat kita dalam masyarakat dan kontribusi apa yang dapat kita sumbangkan untuk masyarakat.
Sumber: Sudjatmiko http://www.geocities.com/antara_kita/erikson.htm, 200. j p g _ ,

Keberhasilan Krisis Keintiman
Keintiman dapat terjadi karena kita telah mengenal diri kita dan merasa cukup aman dengan identitas diri yang kita miliki.
Akibat dari rasa aman ini adalah mengijinkan orang  lain untuk sharing dengan kita melalui hari‐hari dan  malam‐malam kita, mengenal kelebihan dan  kekurangan kita. . g
Sumber: Sudjatmiko http://www.geocities.com/antara_kita/erikson.htm, 200.

Krisis Generativitas
Generativity adalah rasa peduli yang sudah lebih dewasa dan luas daripada intimacy karena rasa kasih ini telah men"generalize" ke kelompok lain, terutama generasi g p , g selanjutnya. Bila dengan intimacy kita terlibat dalam hubungan di mana kita mengharapkan suatu imbal balik dari partner kita, maka dengan generativity kita tidak

mengharapkan balasan. Misalnya saja, sebagian sangat besar dari para otang tua tidak keberatan untuk menderita atau mati demi keturunannya.
Sumber: Sudjatmiko http://www.geocities.com/antara_kita/erikson.htm, 200.

Keberhasilan pada  Ego Integrity
Integritas Diri, yaitu rasa harga diri untuk tidak  takut mati karena telah melalui hidup dengan  OK. Lawan dari rasa integritas diri ini adalah  p p p y g Despair atau rasa putus asa dan penyesalan. Orang‐ orang yang putus asa pada masa usia lanjut ini  ditandai dengan meluapnya rasa jijik pada diri  sendiri, terhadap kegagalan mereka, cara mereka  menyia‐nyiakan hidup.
Sumber: Sudjatmiko http://www.geocities.com/antara_kita/erikson.htm, 200.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->