P. 1
375

375

|Views: 1,409|Likes:
Dipublikasikan oleh Hary Buana

More info:

Published by: Hary Buana on Jul 04, 2010
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/12/2013

pdf

text

original

Simak Halaman Khusus

Satu Halaman Untuk Purwakarta - Subang dan Karawang

PURWASUKA
Halaman 5

Edisi 375 Tahun VII 28 Juni s.d. 04 Juli 2010

Media Komunikasi Masyarakat Transparan Kom omunikasi Masyarakat ansparan araka

Tepat & Perlu

HARGA ECERAN Rp2.500,- LUAR JAWA + Ongkos Kirim

DPRD Jabar Siap Fasilitasi Relokasi Lapas Tidak Manusiawi
Selengkapnya baca Halaman 3

Guru Resah Gaji Ke-13 Bakal Dipotong
SUBANG, Medikom–Menurut iformasi dari beberapa kepala sekolah serta guru-guru di wilayah Kabupaten Subang yang berhasil ditemui Medikom menjelaskan bahwa sejumlah guru di Kabupaten Subang mengaku kecewa terhadap induk organisasi mereka PGRI (Persatuan Guru Republik Indonesia ). Pasalnya, gaji ke-13 para guru tersebut akan dipotong masingmasing Rp110.000. Sementara, dana hasil pemotongan itu disebutsebut akan diarahkan untuk pembelian saham Bank Guru Rp100.000 dan sumbangan pembangunan gedung PGRI tingkat Jawa Barat Rp10.000. Menurut sumber, informasi mengenai pemotongan gaji ke-13 itu sudah disosialisasikan pihak PGRI melalui forum musyawarah kepala sekolah. Artinya, pemotongan gaji itu memang sudah direncanakan sejak awal. Dikatakan juga, pihak PGRI seharusnya lebih memikirkan peningkatan kesejahteraan para guru, bukan malah memikirkan mendirikan bank. Biarlah soal pendirian bank menjadi pemikiran pihak lain yang memang profesional dalam bidang tersebut. Lagi pula, timpal guru lainnya, pendirian Bank Guru belum tentu bisa membantu meringankan beban guru saat dihadapkan pada masalah finansial. Sebab, yang namanya perbankan pasti bakal menerapkan ataruan-aturan yang membebani nasabahnya. “Nilai pemotongannya memang terlihat tidak seberapa. Tetapi jika diakumulasikan hasil pemotongan dari Kabupaten Subang saja bisa mencapai Rp600 juta lebih,” ujar salah seorang kepala sekolah di Kecamatan Tanjungsiang yang memberikan komentarnya. Ketika hal itu dikonformasikan pada Ketua PGRI Kabupaten Subang, Asep Suarja, pihaknya membenarkan adanya rencana pemotongan gaji ke-13 dari para guru tersebut. Namun dia membatah jika pemotongan tersebut merupakan inisiatif PGRI Subang. Asep yang ditemui di ruang Kepala SDN Angkasa I, Kecamatan Kalijati menyebutkan, rencana itu merupakan kebijakan PGRI Pusat dan berlaku bagi para guru seIndonesia. Rp100.000 untuk membeli saham Bank Guru, dan Rp10.000 untuk pembangunan gedung PGRI Pusat, bukan PGRI Jawa Barat,” kata Asep. (Lbb)

Marak Penyunatan Bantuan Gempa di Banjarsari Kakek Cabul Beraksi di Kamar Mandi Orang Lain
MAJALENGKA, Medikom-Cartim (59), warga RT 01/01, Desa Bantarjati, Kecamatan Kertajati, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, babak belur dihajar massa. Dia juga kini meringkuk di ruang tahanan Polres Majalengka karena diduga telah memperkosa gadis dengan keterbelakangan mental, AK (17), asal Blok Senin RT 03/ 02, Desa Jatiraga, Kecamatan Jatitujuh, Rabu (23/6) siang. Menurut keterangan keluarga korban, ditemui di Mapolres Majalengka, pemerkosaan dilakukan tersangka sekitar pukul 11.00 WIB. Korban saat itu tengah bermain bersama adiknya di belakang rumah. Sambil bermain korban menyaksikan beberapa orang warga yang tengah mengkarungi kotoran domba di kandang domba milik orang tua korban, Rasna (53). Tersangka sendiri berada di sana bersama pembeli kotoran kambing. Namun, saat temannya, asal Maja, tengah mengarungi kotoran domba, Cartim justru terus ngobrol dengan AK. Beberapa saat kemudian tersangka membawa korban ke pinggir rumah. Awalnya orang tua korban, Rasna dan Titi (50), menduga korban dibawa ke samping rumah tersebut untuk diberi uang jajan sehingga dibiarkan saja. Namun, kemudian kedua orang tua korban curiga karena cukup lama anaknya bersama Cartim, sehingga berusaha mencarinya. Titi pun terus berusaha memanggil-manggil korban. Ternyata ada jawaban dari kamar mandi milik Cartini (50), yang letaknya berada di luar rumah atau sekitar beberapa meter saja dari rumah Tini. Sedangkan Cartini sendiri saat itu tengah tiduran di depan rumahnya, sehingga tidak mengetahui kalau kamar mandinya dipergunakan tersangka melampiaskan nafsu bejadnya. “Begitu melihat korban berada di kamar mandi bersama tersangka, ditemukan keduanya tengah membetulkan celananya masing-masing, Titi langsung memukul Cartim serta membawa korban keluar kamar mandi. Titi saat itu juga langsung berteriak meminta tolong tetangga,” ungkap Cartini seraya menyebutkan, tetangga pun langsung berhamburan dan beberapa di antaranya memukul tersangka. Saat itu juga tersangka langsung dibawa ke kantor Balai Desa setempat hingga akhirnya diamankan oleh anggota kepolisian dari Polsek Jatitujuh. Kasat Reskrim Polres Majalengka AKP Luhut Sitohang membenarkan adanya kasus tesrebut. Pihaknya mengaku kini masih melakukan pemeriksaan kepada korban, tersangka dan para saksi, atas kasus tersebut. (Jur)

di hal 4

Bahkan untuk wilayah DKI hampir setiap hari selama enam bulan terakhir terjadi ledakan. Banyaknya ledakan inilah yang menimbulkan tanda tanya besar di masyarakat.

Pemerintah Tak Peduli

Tabung Gas Meledak di Mana-mana
Ledakan tabung gas yang terjadi akhir-akhir ini telah menjadi teror baru bagi masyarakat. Puluhan nyawa melayang, ratusan rumah hancur terbakar, dan tak terhitung kerugian harta benda. Terus berjatuhannya korban akibat kebocoran tabung gas, belum juga terlihat adanya tindakan konkret pemerintah untuk mencegah. Bahkan terkesan pemerintah melakukan pembiaran atas kondisi masyarakat yang terus menerus menjadi korban. Padahal, kebijakan konversi energi dari minyak tanah ke penggunaan energi gas merupakan kebijakan pemerintah.
Sementara ledakan tabung gas terus saja terjadi. Bahkan untuk wilayah DKI hampir setiap hari selama enam bulan terakhir terjadi ledakan. Banyaknya ledakan inilah yang menimbulkan tanda tanya besar di masyarakat. Mengapa pemerintah terkesan lamban dalam menangani persoalan maraknya ledakan tabung gas, khususnya tabung gas ukuran 3 kilogram ini yang telah menimbulkan kesengsaraan masyarakat? Menurut Pengurus Harian YLKI, Tulus Abadi, terjadinya rentetan ledakan tabung gas, khususnya tabung gas 3 kg tidak terlepas adanya kebijakan pemerintah dalam program konversi minyak tanah menjadi gas yang tidak dipersiapkan secara matang. Ditambah, kata Tulus, lemahnya sosialisasi kepada masyarakat. Yang akibatnya, dalam implementasinya terjadi berbagai persoalan yang akhirnya merugikan masyarakat. Dalam penelitian YLKI, kata Tulus, ledakan yang sering terjadi karena dari segi standardisasi dan keamanan Tabung ada kecenderungan buruknya komponen tabung elpiji. Ditambah rendahnya kualitas kompor, termasuk selang dan regulatornya yang semuanya tidak sesuai dengan standar yang ditetapkan. Persoalan makin rumit ketika pemerintah dalam hal ini Pertamina tidak melakukan sosialisasi yang benar. Terutama tata cara penempatan tabung elpiji yang semestinya pada ruang yang bersirkulasi udara tidak ditempatkan pada bangunan tinggi. Hal ini juga sebagai salah satu sebab terjadinya ledakan. “Pemerintah dan Pertamina tidak melakukan sosialisasi yang baik dan menyeluruh dalam penggunaan tabung gas. Terutama bagaimana agar konsumen mengetahui standardisasi tabung gas elpiji yang baik, aman, dan terhindar dari risiko ledakan ketika digunakan di rumah,” kata Tulus. Untuk itu, menurut Tulus lagi, kebocoran tabung gas elpiji menjadi tanggung jawab Pertamina untuk mengganti segala kerugian yang dialami konsumen secara materil maupun imateril. Dan pemerintah harus segera mengeluarkan kebijakan perlindungan dan pengamanan

Izin 12 Tower di Ciamis Diduga Bodong
CIAMIS, Medikom-Sedikitnya kini sebanyak 283 tower atau menara telekomunikasi berdiri di wilayah Kabupaten Ciamis. Ternyata 12 di antaranya diduga belum diketahui kelengkapan perizinannya. Pasalnya, Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPPT) Kabupaten Ciamis baru mengeluarkan 52 surat izin untuk mendirikan tower (tiang tinggi dari besi). Sedangkan sisanya, mengantongi izin baik dari Bappeda, Disperindag dan Kimprasda. “Sejauh ini kami masih menelusuri kelengkapan 12 izin pembangunan tower tersebut. Karena sebelum ada BPPT, ada tiga instansi yang berwenang mengeluarkan izin, mulai Izin Penggunaan Peruntukan Tanah (IPPT) yang dikeluarkan Bappeda, Izin Mendirikan Bangunan (IMB) oleh Kimprasda, dan Izin Gangguan (HO) dikeluarkan oleh Bidang Perizinan pada Disperindag,” terang Kepala BPPT Kabupaten Ciamis, Agus Salim, Jumat (25/6). Diakuinya, selama BPPT berdiri pada tahun 2009 sampai Juni 2010 ini, pihaknya baru mengeluarkan izin untuk pendirian 52 tower yang terdiri terdiri dari IPPT, IMB dan HO. Namun bukan berarti sisanya, sebanyak 231 tower, dikatakan ilegal. Karena sebelum BPPT dibentuk di Ciamis, sudah berdiri 231 tower yang mengantongi izin masing-masing dari Bappeda, Kimprasda dan Disperindag. “Setelah diinventarisir, ternyata 12 di antaranya masih terindikasi belum lengkap perizinannya, dan kami masih menelusuri keberadaan izin semua itu,” ujarnya kepada wartawan. Menanggapi rencana perizinan tower akan dibuatkan peraturan daerahnya (perda), Agus mengakui, ini hal yang baik. Dan jika nanti ditetapkan dan diberlakukan perda tersebut, dari sisi perizinan pendirian, tidak akan mempengaruhi PAD maupun beban bagi pemilik tower yang sudah berdiri sebelumnya. Karena tower yang sudah berdiri dan memiliki izin, dimungkinkan tidak berubah. Terkait hal ini, dirinya mengharapkan sebaiknya DPRD bisa secepatnya mengeluarkan perda tentang izin usaha tower. “Dikarenakan para pemilik tower terkesan seperti mudah untuk mendirikan tower di lingkup Ciamis ini. Dan nampaknya, diduga ada beberapa tower yang belum mengantongi surat izin usahanya. Apalagi jika benar Ciamis memiliki perda perizinan tower, ini pun nantinya bisa menjadikan potensi untuk meningkatkan PAD,” tandasnya. (Herz)

Enam Pengedar Ganja Diringkus
Tersangka Berstatus Pelajar
INDRAMAYU, Medikom-Satuan Narkoba Polres Indramayu kembali berhasil meringkus enam pengedar ganja yang biasa beroperasi di wilayah Indramayu. Dari tangan tersangka polisi menyita kurang lebih 10 gram ganja kering siap edar berikut alat timbang barang haram tersebut yang digunakan untuk transaksi. Untuk mempertanggungjawabkan aksinya keenamnya kini dijebloskan ke ruang tahanan di Mapolres Indramayu. Dari keenam tersangka, dua diantaranya adalah pelajar SMK swasta di Kabupaten Indramayu. Pelajar berinisial Dik (16 tahun), warga Desa Karangmulya Kecamatan Kandanghaur, dan Wih (17 tahun), warga Desa Sekar Mulya Kecamatan Gabus Wetan. Empat tersangka lainnya berinisial Ar (25 tahun), warga Desa Gabus Kulon, Sun (30 tahun), warga Desa Sekarmulya Kecamatan Gabus Wetan, War (28 tahun) dan Fu (27 tahun), keduannya warga Desa/ Kecamatan Widasari. Kapolres Indramayu AKBP Nasri Wiharto SIK melalui Kasat Narkoba AKP Ansari Fuad menjelaskan, terbongkarnya sindikat

Ke Halaman 11

Ke Halaman 11

Parlemen Jalanan Minta Subardi Mundur
“Sudah dua periode Subardi menjabat, tapi apa yang diperbuat untuk kemajuan Kota Cirebon? Malah yang dibuat adalah berbagai persoalan dan rententan kebijakankbijakan kontroversial,” ujar salah satu peserta aksi, Ujang Kusumaatmaja.
CIREBON, Medikom–Pemerintahan yang dipimpin Walikota Subardi SPd terus mengalami guncangan. Setelah serentetan aksi mahasiswa termasuk teguran langsung yang disampaikan Sultan Kanoman XII, Sultan Raja Muhamad Emirudin beberapa waktu lalu, kini giliran berbagai elemen mahasiswa yang menyuarakan kritik. Bermodal alat musik perkusi dan dua buah gitar elektrik, gabungan organisasi mahasiswa mengekspresikan kritik mereka terhadap kinerja wali kota dalam lantunan lagu-lagu dan puisi-puisi. Mahasiswa memblokir separuh bagian Jln Perjuangan tepat di depan Kampus IAIN Syeh Nurjati. “Aku bertanya, tapi Subardi tidak menjawab. Aku bergoyang, tapi Subardi tidak melihat,” penggalan syair nyayian parlemen jalanan. Julukan Mr I Don’t Know kian popular menggantikan julukan Mr Cool, bahkan beberapa poster yang ditempel mahasiswa menuliskan kata-kata I Don’t Know dan ditempel gambar wali kota dua periode tersebut. Lantas, bergantian satu-persatu mahasiswa naik panggung menyuarakan aspirasinya lewat lagu, puisi dan aksi-aksi teatrikal. Aksi tersebut tentu saja menarik dan membuat arus lalu lintas sedikit tersendat. Pelaksanaan aksi parlemen jalanan itu, baru tahap awal. Mahasiswa menjanjikan serangkaian aksi lainnya untuk menurunkan Subardi dari jabatan walikota. “Sudah dua periode Subardi menjabat, tapi apa yang diperbuat untuk kemajuan Kota Cirebon? Malah yang dibuat adalah berbagai persoalan dan rententan kebijakankbijakan kontroversial,” ujar salah satu peserta aksi, Ujang Kusumaatmaja. Aksi tersebut, kata Ujang, baru tahap pertama. Masih ada aksi-aksi lanjutan untuk mengkritisi kebijakan wali kota. Pelaksanaan parlemen jalanan, akan diikuti aksi demonstrasi dalam bentuk lain. “Ini kan cuma persoalan bagaimana memilih media berekspresi. Kritik tidak hanya dilakukan dengen demonstrasi. Bisa juga lewat lagu, puisi atau lewat orasi. Untuk kali ini kami pilih melaksanakan parlemen jalanan,” bebernya. Parlemen jalanan tersebut, menurutnya salahsatu cara mencari simpati masyarakat. Bukan hanya mahasiswa yang menyumbang karya, komunitas hard core, seniman dan anak jalanan ikut ambil bagian. Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) IAIN Syeh Nurjati, Muhamad Zayin, menambahkan, kritik kepada wali kota yang disampaikan lewat berbagai kreasi adalah bentuk dari luapan kegundahan mahasiswa terhadap kotanya yang tidak juga mengalami kemajuan signifikan. “Ini cuma bentuk ekspresi kami. Luapan dan kegundahan dan kritik bagi wali kota,” ucapnya. (Rudi)

Setelah diinventarisir, ternyata 12 di antaranya masih terindikasi belum lengkap perizinannya, dan kami masih menelusuri keberadaan izin semua itu

Subardi SPd

Edisi 375 Tahun VII 28 Juni s.d. 04 Juli 2010

Sisi Lain
Unit Security and Safety Telkom Mampu Jaga Keamanan
BANDUNG, Medikom–Unit Security and Safety (SAS) Center yang berada di bawah Direktorat Compliance and Risk Management PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom) diharapkan mampu menjaga rasa aman dan nyaman baik bagi perusahaan, karyawan maupun pelanggan, mengawal proses implementasi zero accident dan SMK3 serta Telkom sebagai green company, melakukan tugas tanggap darurat ketika terjadi bencana. Hal ini disampaikan Direktur Compliance and Risk Management PT Telkom Prasetio pada apel kesiapan kerja SAS Nasional atau satuan pengamanan (Satpam) Telkom baru-baru ini di Bandung. “SAS Center hendaknya dapat membangun sinergi dan dirasakan kehadirannya bagi unit-unit bisnis lain serta turut membantu perusahaan dalam memenuhi tuntutan kepuasan pelanggan. Patriot SAS adalah garda terdepan Telkom,” ujar Prasetio. Karena patriot SAS merupakan ujung tombak kualitas pelayanan Telkom, Prasetio mengharapkan para personel SAS melakukan tugas dengan sepenuh hati, berpenampilan dengan seragam dan kelengkapannya, bersikap 5S (senyum, salam, sapa, sopan, dan santun), serta tegas dalam bertindak. Dalam apel kesiapan kerja SAS Telkom ini, juga dilakukan penyerahan empat bendera emas SMK3 dan 50 sertifikat zero accident, gerakan penanaman pohon “satu orang menanam 5 pohon” oleh seluruh jajaran SAS dari Sabang sampai Merauke dengan total 8.000 pohon, peresmian pengoperasian HT-RIG Nasional untuk jalur komunikasi DKI JakartaJawa Barat-Jawa Tengah. (IthinK)

2

Jawa Barat

Pendidikan Rendah Salah Satu Faktor Menjadi Korban “Trafficking”
BANDUNG, Medikom–Badan Pemberdayaan Perempuan dan KB (BPPKB) Provinsi Jawa Barat sesuai SK Gubernur 4672 Kep. 1331-BPPKB tentang Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan Korban Pemberdayaan Orang di Jabar selaku Pelaksana Harian Gugus Tugas berupaya terus memfasilitasi dan mendorong semua komponen masyarakat Jabar agar ikut berperan aktif dalam upaya pencegahan dan penanganan segala bentuk tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak sesuai dengan kapasitasnya. Demikian diungkapkan Kepala Bidang Peningkatan Kualitas Hidup dan Perlindungan Perempuan BPPKB Jabar Dra Tintin S Hidayat MT saat ditemui Medikom, Kamis (24/6) di Bandung. Menurutnya, peran gugus tugas selaku lembaga koordinatif yang bertugas mengkoordinasikan upaya pencegahan dan penanganan tindak pidana perdagangan orang (trafficking) di Jabar berupaya mematangkan rencana program maupun strategi peran koordinasi gugus tugas. Tujuannya agar penanganan dan penganggarannya tepat sasaran. Melalui peran gugus tugas ini, lanjut Tintin telah memulangkan korban dari daerah transit sejak tahun 2009-bulan Mei 2010 sebanyak 64 orang. Asal daerah transit korban, antara lain BatamKepri, Tarakan Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, Bangka Belitung dan Pekan Baru-Riau. Korban trafficking ini, kata Tintin berasal dari daerah yang ada di Jawa Barat, misalnya Subang, Indramayu, Cianjur, Cimahi dan Sukabumi. Umumnya menjadi korban trafficking di pengaruhi beberapa faktor seperti masalah ekonomi, sosial budaya, faktor pendidikan serta faktor ketidaktahuan. Korban ketidaktahuan masyarakat tersebut, mudah dipengaruhi oleh oknum-oknum yang kurang bertanggung jawab dengan iming-iming bekerja di daerah lain dengan gaji/upah yang tinggi tanpa koordinasi dengan pihak pemerintah misalnya Kantor Pedesaan atau Dinas Tenaga Kerja setempat. Untuk mengurangi korban trafficking ke depan, kata Tintin perlu peranan semua pihak baik pemerintah desa, disnaker, Badan Pemberdayaan Perempuan dan KB di kabupaten/kota di Jabar dan juga peranan keluarga/orang tua. Peranan kepala desa sangat penting, jangan sampai tidak tahu warganya menjadi korban trafficking karena kepala desa sebagai pucuk pimpinan pemerintah di desa yang punya kewenangan mengeluarkan rekomendasi surat bekerja ke luar daerah. Berkaitan dengan pencegahan dan penanganan korban, kata Tintin, pada tahun 2010 ini, pihaknya akan mengagendakan beberapa hal seperti pertama, menindaklanjuti hasil rapat kerja Gubernur, anggota forum kerja sama daerah mitra praja utama IX berupa sosialisasi, fasilitasi dan advokasi tentang perdagangan orang. Kedua, melaksanakan nota kesepahaman antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Kepulauan Riau, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, dan Bangka Belitung. Ketiga, sebagai hasil dengar pendapat dengan Komisi E DPRD Jabar, di mana penanganan masalah trafficking akan dilakukan secara komprehensif integral dari hulu ke hilir yakni penjemputan, penampungan dan pendampingan terhadap korban perdagangan orang. “Di samping itu, pembentukan lembaga P2TP2A dan wacana model pemberdayaan perempuan Jawa Barat dan rumah keterampilan perempuan (pemetaan potensi perempuan), melaksanakan monev (pemantauan) pelaksanaan tindak pidana perdagangan orang kepada aparatur penegak hukum yang berwenang sesuai dengan peraturan perundang-undangan, pemberian bantuan hukum dan pendampingan bagi korban perdagangan orang,” ujarnya. (Laures)

Donor Darah di Kantor Bagian Informatika Garut
GARUT, Medikom–Syarat seseorang untuk dapat mendonorkan darah di antaranya tekanan darah normal, HB mencukupi, dan dalam beberapa hari terakhir tidak mengonsumsi obatobatan atau terkena penyakit. Riwayat medis juga pasti ditanyakan, tapi biasanya berhubungan dengan penyakit yang ditularkan lewat darah, misalnya hepatitis, dan AIDS. Hal tersebut disampaikan Agus Koswara, Staf Unit Transfusi Darah (UTD) Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Garut di sele-sela acara Donor Darah Rutin di Kantor Bagian Informatika, Setda Kabupaten Garut, Senin (21/6). Agus menambahkan, sebaiknya pendonor beristirahat/tidur selama minimal 5 jam dan sarapan terlebih dahulu. Hal ini dimaksudkan agar metabolisme dalam tubuh lebih lancar. Dengan begitu maka keadaan darah pun lebih bagus, peredarannya lebih lancar dan kadar oksigen di dalamnya lebih banyak. “Tentu saja keadaan darah yang kaya akan oksigen inilah yang baik untuk didonorkan,” tuturnya. Kepala Bagian Informatika, Setda Kabupaten Garut, Drs Dikdik Hendrajaya MSi menjelaskan, kegiatan donor darah di Bagian Informatika merupakan kegiatan rutin (tiga bulan sekali) yang diselenggarakan bekerja sama dengan Unit Transfusi Darah (UTD) Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Garut. Diakuinya, kali ini jumlah pendonor turun dibandingkan donor darah yang dilaksanakan tiga bulan sebelumnya (20 orang pendaftar, 15 orang yang memenuhi syarat). Hal ini dikarenakan dinas lain telah melakukan kegiatan yang sama, yakni melaksanakan donor darah di dinasnya sendiri. “Syukur alhamdulillah dinas/instansi lain telah melakukan hal yang sama dalam upaya membantu memberikan solusi kekurangan darah yang dialami Unit Transfusi Darah (UTD) Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Garut,” imbuhnya. (Kus)

PPTI Cabang Kabupaten Tasikmalaya Sosialisasi DOTS
TASIKMALAYA, Medikom–Bupati Tasikmalaya Drs H T Farhanul Hakim MPd diwakili oleh Asisten Daerah Pemerintah dan Kesejahteraan Rakyat Drs H Djedje Suhendi ST MSi membuka secara resmi acara sosialisasi DOTS bagi pengurus Perkumpulan Pemberantasan Tuberkolosis Indonesia (PPTI) di Ruang Rapat Restoran Batara Nusantara Tasikmalaya, Selasa (22/6). Hadir pada kesempatan tersebut, OPD terkait, Ketua dan Pengurus PPTI Cabang Kabupaten Tasikmalaya, Ketua dan Pengurus Provinsi Jawa Barat, peserta serta tamu undangan lainnya. Bupati menyambut baik dan memberikan apresiasi atas diselenggarakannya acara ini sebagai salah satu wujud kepedulian terhadap penyakit tuberkolosis. Ia mengatakan diperkirakan setiap penderita TBC dapat menularkan kepada 10 orang tiap tahunnya. “Untuk itu kita maupun dunia berkomitmen dalam pemberantasan TBC, sebagaimana tercantum dalam Washington Commitmen tahun 2001, di mana salah satu butirnya menyatakan Dalam 50 tahun sejak Oktober 2010 sampai dengan tahun 2050, TBC tidak lagi merupakan masalah kesehatan masyarakat dunia,” tuturnya. Bupati menambahkan sampai saat ini Indonesia menempati ranking ke-3 dunia setelah India dan China, dalam hal jumlah penderita TBC. Hal tersebut digambarkan dengan angka kejadian 122 per 100.000 penduduk tahun 2001, Indonesia telah menjadi penyumbang 10% dari total kasus TBC dunia. Diperkirakan setiap tahunnya terdapat 583.000 orang penderita TBC baru dan 140.000 orang meninggal akibat TBC. Selanjutnya disampaikan bahwa di Kabupaten Tasikmalaya sendiri, tahun 2009 ditemukan kasus TBC baru 61,52% dari total perkiraan jumlah kasus, dengan angka kesembuhan sebesar 90,67% dan untuk Jawa Barat 69,62% jumlah kasus, dengan angka kesembuhan sebesar 85,05%. Penanggulangan TBC secara komprehensip dapat dilakukan melalui DOTS (Directly Observe Treatment Short-Course) yang telah digunakan sejak tahun 1995. DOTS itu sendiri meliputi 5 komponen yaitu dukungan komitmen politisi, diagnosa kasus TBC dengan pemeriksaan mikroskop, pengobatan dengan pengawasan langsung, jaminan ketersediaan obat anti-TBC yang bermutu dan peningkatan monitoring serta evaluasi. Diakhir acara Bupati mengimbau kepada semua pihak untuk menyingsingkan lengan baju, memberikan uluran tangan sekecil apapun untuk keberhasilan pemberantasan TBC di Kabupaten Tasikmalaya. (A Cucu)

Kominda Gelar Sosialisasi Jelang Pemilukada
INDRAMAYU, Medikom–Konstelasi politik menjelang pemilukada di Indramayu yang tinggal dua bulan lagi semakin meningkat. Berbagai aksi serta gerakan yang dilakukan oleh sejumlah oknum yang tidak bertanggung jawab tidak menutup kemungkinan akan bermunculan hingga membuat keresahan di masyarakat. Untuk mengantisipasinya, Komunitas Intelejen Daerah (Kominda) belum lama ini melakukan sosialisasi dengan para unsur tokoh agama, tokoh pemuda, tokoh masyarakat serta para aparatur di tingkat kecamatan dan desa se Kabupaten Indramayu bertempat di Wisma Haji Indramayu. Dengan tema Kewaspadaan Dini Masyarakat dari Bahaya Teroris dan Radikalisme yang, Kominda menghadirkan pemateri Kepala Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Drs H Munjaki, Kasat Intelkam Polres Indramayu AKP Sukriwan serta Pasi Intel Kodim 0616 Indramayu Mayor Budi. Dalam kesempatan itu, Kepala Kesbangpol Drs H Munjaki mengajak kepada aparatur baik di tingkat muspida maupun muspika serta para kuwu agar lebih waspada menjelang pemilukada. Karena tidak menutup kemungkinan saat seperti ini akan terjadi benturan antarsesama pendukung. Munjaki juga mengajak para aparatur di tingkat desa dan kecamatan, untuk memberikan pemahaman tentang bahaya laten terorisme kepada warganya terutama menjelang pemilukada. Sementara itu Kasatintelkam Polres Indramayu AKP Sukriwan menambahkan ancaman terorisme juga tidak saja terjadi di tingkat nasional, namun juga bisa terjadi di tingkat lokal. Seperti yang dicontohkan Kasat Intelkam Sukriwan, sejumlah oknum yang akan menggagalkan jalannya pemilukada dengan membuat kerusuhan keonaran bahkan kudeta yang meresahkan dan ancaman bagi masyarakat di wilayahnya masingmasing adalah bagian daripada ancaman teror. Pihaknnya juga mengatakan antisipasi kewaspadaan dini, dengan cara kembali menghidupkan ronda malam serta kewaspadaan terhadap para pendatang dengan menerapkan tamu wajib lapor 1x 24 jam. Pasi Intel Kodim 0616 Indramayu Mayor Budi juga menambahkan, untuk mengantisipasi bahaya laten terorisme yang mengancam, yakni dengan kembali membuka kebersamaan dan saling komunikasi antaraparatur dengan warga masyarakat di wilayahnya masing-masing. “Karena dengan demikian, kewaspadaan sejak dini akan bahaya terorisme bisa dicegah,” ungkapnya. (H YF)

Unsil, Unpas dan Universitas Malaysia Jajagi Kerja Sama
TASIKMALAYA, Medikom–Unsil, Unpas, dan Universitas Malaysia yang diwakili unsur pimpinan masing-masing, mengadakan pertemuan segi tiga bertempat di Gedung Rektorat Unsil, Jumat (25/6). Dari Unsil tampak hadir Ketua Yayasan Drs Oman Rosman dan para dekan serta pimpinan lainnya. Dari pembicaraan ketiga unsur pimpinan tersebut, tercetus suatu gagasan untuk mengadakan kerja sama segi tiga. Latar belakang rencana dilakukannya kerja sama sgitiga ini adalah adanya kesamaan visi untuk mengembangkan kewirausahaan, sehingga para lulusan diharapkan menjadi manusia manusia yang mandiri, yang mampu menciptakan kesmpatan kerja. Pihak Universitas Malaysia menilai bahwa berdasarkan fakta di lapagan menunjukkan bahwa orang Tasikmalaya telah membuktikan dirinya sebagai manusia manusia yang mandiri dan mampu beradaptasi dengan berbagai etnik. Hal ini merupakan suatu modal utama dalam kewirausahaan, bahkan lebih jauh mereka pun menilai konsep bisnis yang selama ini dijalankan orang Tasikmalaya telah dikembangkan secara ilmiah oleh negara besar seperti Amerika Serikat. Di sisi lain melihat potensi UKM yang ada di Tasikmalaya saat ini memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan, sehingga sudah saatnya perguruan tinggi untuk membuat suatu model pengembangan bagi UKM yag akan dilakukan melalui suatu “jont research”. Kerja sama lain yang bisa dilakukan adalah melakukan pertukaran staf pengajar dan mahasiswa. Pola pertukaran ini telah dilakukan sejak lama antara Uiversitas Malaysia dan Unpas. Dengan adanya kerja sama internasional ini diharapkan membawa nilai tambah bagi semua fihak, terutama dalam menghadapi era globalisasi. Acara pertemuan segitiga diakhiri dengan kesepakatan untuk menindaklanjutinya dalam pembicaraan yang lebih teknis. (A Cucu)

Pemkab Ciamis Harus Peka terhadap Kesulitan Warga
CIAMIS, Medikom-Terkait dengan adanya surat edaran penghentian pelayanan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) oleh Dinkes melalui Pemkab Ciamis ke masing-masing kecamatan, sementara pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ciamis masih melakukan pelayanan SKTM, itu bukan masalah besar. Demikian dikatakan Kepala Dinas Kesehatan Ciamis, Drg Dendy Rahayu Sukardjo, Rabu (24/6), kepada wartawan. Menurutnya, kepala desa dan kecamatan tidak usah pusing dan sulit menanggapi permasalahan yang ada, sebagaimana adanya surat edaran tersebut. Melainkan di sini perlu adanya koordinasi yang baik antara pemerintah desa dan kecamatan dengan pihak rumah sakit daerah. “Sebelum memberikan rekomendasi SKTM terhadap warganya, terlebih dahulu diwajibkan kepala desa atau camat senantiasa berkoordinasi terlebih dahulu dengan pihak RSUD,” ujarnya. Lebih lanjut Dendy mengatakan, hingga kini pihak Dinas Kesehatan tidak mempunyai kewenangan menghentikan pelayanan SKTM, melainkan hak sepenuhnya RSUD. “Adapun RSUD sewaktu-waktu menghentikan dan menyetop SKTM, itu kewenangannya dan di situ perlu koordinasi yang baik antara pihak kecamatan dan rumah sakit,” jelasnya. Ditambahkannya pula, sampai saat ini anggaran Dinkes untuk SKTM di RSUD Ciamis telah habis dan pihaknya tidak bisa lagi menganjurkan ke RSUD. “Pelayanan ini murni inisiatif RSUD, adapun sewaktu-waktu RSUD mencabut layanan, itu sudah haknya,” tambahnya. Menanggapi pernyataan tersebut, meski masih dinilai belum memahami sepenuhnya, dengan sedikit cemas namun banyak berharap, salah satu warga Dusun Pasirlaja, Desa Mangunjaya, Kecamatan Mangunjaya, akrab dipanggil Cengceng, mengakui dalam waktu dekat ini membutuhkan biaya untuk persalinan istrinya. Sementara kehidupannya serba kesulitan. Untuk itu mengharapkan ada ke-legowo-an dari pihak pemerintah, khususnya yang terkait dalam hal ini, agar bisa memberikan kebijakan kepada warga-warga seperti dirinya. “Tanpa ada kompensasi atau kesulitan apapun. Karena akan memproses SKTM, karena kami merasa bingung,” keluh Cengceng. Dirinya berharap ada kebijakan dari RSUD maupun puskesmas terdekat, mengingat keadaan masyarakat yang saat ini serba kekurangan. “Alhasil benar bahwa pemerintah bisa mengerti dengan keadaaan masyarakat di bawah,” ujarnya dengan penuh harapan, anaknya kelak bisa lahir selamat dan bisa dibantu dengan program dan kebijakan pemerintah. (Herz)

Malangnya Nenek Mariah, Hampir tak Tersentuh Bantuan
GARUT, Medikom–Gempa bumi dahsyat yang menimpa sebagian warga Garut selatan beberapa waktu silam banyak menyisakan kisah pilu bagi para korbannya. Selain pencairan dana rekonstruksi yang lamban, juga banyak warga yang kurang mendapat kepedulian dari pihak terkait, terutama dari Pemkab Garut. Salah seorang warga korban gempa bumi yang rumahnya hancur adalah Nek Mariah (90). Warga Kampung Yayasan Cijeruk, RT 03/04, Desa Sagara, Kecamatan Cibalong Pameungpeuk Garut, kini harus hidup dalam sebuah gubuk berukuran 2 x 3 meter beratapkan alang-alang. Keadaan yang jauh dari kelayakan ini merupakan pemandangan sangat memilukan. Bagaimana tidak, seorang nenek renta harus hidup dalam sebuah gubuk yang sesekali atapnya terbang diterpa angin. Jika hujan datang, si nenek pun harus kedinginan menahan bocoan air hujan di sana sini. Nek Mariah yang selam ini hidup bersama suaminya, Ipin (75) buruh kasar serabutan, terpaksa harus meanggung beratnya beban hidup pascamusibah gempa bumi yang meluluhlantakkan rumahnya. Penderitaan Nek Mariah semakin lengkap tatkala perhatian dari pemerintah tidak ada. Padahal warga seperti Nek Mariah seharusnya mendapatkan prioritas bantuan dari, karena memang mereka sangat layak medapatkan bantuan yang maksimal. Terkait tidak diperhatikannya kondisi Nek Mariah dan keluarganya, salah seorang tetangga Nek Mariah, Sulastri (45) menjelaskan, selama ini Nek Mariah dan warga di sekitarnya kurang diperhatikan pemerintah. “Jangankan dari pemerintah seperti Pak Bupati memberikan bantuan kepada kami, menengok kami yang sedang kesusahan pun tidak pernah. Jangankan Pak Bupati yang jauh, Pak Lurah pun belum pernah memperhatikan kami. Paling tidak menengok keadaan kami,” tegas Sulastri sambil menyeka air mata. Sulastri, Nek Mariah dan warga sekitar sangat mengharapkan kepedulian dari pemerintah dan. Harusnya keadaan ini tidak perlu terjadi, jika pemerintah mau peduli akan nasib rakyatnya yang telah memilihnya dalam pilkada. Jikapun membutuhkan bantuan adalah ketimpangan ekonomi dan sosial ini akut yang akan merugikan warga mereka tidak memilih, warga yang warganya juga. Jangan sampai menimbulkan krisis multi dimensi negaranya. (Kus/Yudi K)

SDN Sirnasari dan SDN Pasirmulya 2 Adakan Acara Perpisahan
PANGALENGAN, Medikom–Dalam rangka mengakhiri tahun pelajaran 2009/2010, sekitar 240 siswa siswi SDN Sirnasari, Desa Pulosari, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, mengadakan acara kenaikan kelas dan perpisahan untuk kelas VI, Jumat (26/6). Acara yang dilaksanakan di kompleks sekolah tersebut cukup meriah dengan menampilkan kreasi seni dari masingmasing kelas serta hiburan dari masyarakat sekitar sekolah. Pihak sekolah, komite sekolah dan masyarakat sekitar bahu membahu menyukseskan acara tersebut yang dihadiri Pengawas TK SD Drs Salim, Kepala Sekolah Mintarsih, Komite Sekolah Memen, para guru, orang tua siswa dan tamu undangan dari desa serta tokoh masyarakat setempat. Pada kesempatan itu, Kepala SD Sirnasari Mintarsih mengucapkan terimakasih kepada seluruh jajaran panitia, para guru, komite sekolah dan orangtua siswa yang telah menyukseskan acara tersebut. Menurutnya, suksesnya acara berkat adanya kerja sama semua pihak. Ia berharap agar kerja sama seperti ini bisa terus dipertahankan dan bahkan ditingkatkan lagi. Ia juga berpesan kepada siswa kelas VI yang segera meninggalkan sekolah karena telah lulus agar dapat melanjut ke jenjang yang lebih tinggi tanpa alasan apapun, karena sekarang sekolah ke SMP gratis tanpa dipungut biaya sesuai dengan program pemerintah Wajar Dikdas 9 Tahun. “Juga bagi siswa yang naik kelas harus belajar lebih baik lagi, bagi siswa yang tidak naik jangan putus asa, belajar dengan semangat, karena itu merupakan keberhasilan yang tertunda. Bagi orang tua agar dapat meningkatkan pengawasannya pada putra-putrinya di rumah saat libur sekolah,” ujar Mintarsih mengakhiri sambutannya. Sementar Komite Sekolah Memen yang didampingi H Asep selaku oarangtua dan tokoh masyarakat setempat mengucapkan terimakasih kepada para guru yang telah mendidik para siswa sehingga mampu meraih prestasi sehingga siswa kelas VI bisa lulus 100%. Menurut Memen keberhasilan ini berkat adanya kerja sama semua pihak dari mulai siswa, orangtua siswa, guru, kepala sekolah dan komite sekolah yang ikut peduli untuk memajukan SDN Sirnasari. Ditempat terpisah, acara pesta kenaikan kelas dan perpisahan dilaksanakan juga di SDN 2 Pasirmulya Desa Margamulya Kecamatan Pangalengan, Kamis (24/6). Acara yang dilangsungkan di halaman sekolah ini juga menampilkan berbagai kreasi siswa dari masingmasing kelas. Kreasi tersebut di antaranya upacara adat, tari jaipongan dan beberapa tarian lainnya serta paduan suara hasil binaan para guru dan kepala sekolah. Semua kreasi seni dan paduan suara tersebut disuguhkan kepada hadirin yang berjumlah ratusan orang, di antaranya orang tua siswa kepala sekolah Setiawan SPd, komite sekolah dan tamu undangan lainnya. Pada kesempatan itu, Kepala Sekolah Setiawan SPd yang didampingi Komite Sekolah Asep Suhanda beserta pengawas TK SD Drs Yuyu merasa bersyukur karena acara kenaikan kelas dan perpisahan ini bisa berjalan dengan baik dan sukses. Menurut Setiawan acara ini bisa terlaksana berkat adanya dukungan semua pihak, baik guru, siswa orangtua siswa dan komite sekolah. “Merupakan kebahagian bagi kami acara ini bisa berjalan dengan sukses, dan kami berharap siswa kelas VI yang telah lulus dapat melanjutkan ke sekolah yang lebih tinggi, karena sekolah merupakan kewajiban bagi anak,” ujar Setiawan. Ia juga mengucapkan terimakasih pada semua pihak yang telah membantu suksesnya acara tersebut. Sebagai kepedulian sekolah pada siswa yang berprestasi dari kelas I hingga kelas VI kepala sekolah memberikan hadiah dan piagam penghargaan yang diterima langsung oleh siswa yang bersangkutan didampingi orangtuanya masingmasing. Setiawan menambahkan, pada tahun pelajaran 2009/2010 lalu, SDN Pasirmulya memiliki siswa berjumlah sekitar 500 orang. (Suhendar)

Bagaimana tidak, seorang nenek renta harus hidup dalam sebuah gubuk yang sesekali atapnya terbang diterpa angin. Jika hujan datang, si nenek pun harus kedinginan menahan bocoan air hujan di sana sini.

Edisi 375 Tahun VII 28 Juni s.d. 04 Juli 2010

3

Lintas Kota
75 Anak Cacat di Kabupaten Bandung Dapat Bantuan
SOREANG, Medikom–Sekitar 75 orang anak cacat yang berada di Kabupaten Bandung pada tahun 2009 mendapatkan bantuan dari Pemerintah Kabupaten Bandung melalui Dinas Sosial Kependudukan dan Cacatatan Sipil. Bantuan tersebut dalam upaya membantu warga masyarakat yang tidak mampu terutama anak- anak cacat supaya kelak hidupnya sama dengan anak-anak yang sempurna. Sebab, zaman sekarang anak cacat tidak kalah kemampuannya dengan anak-anak normal. Itu semua berkat program pemerintah yang sampai pada masyarakat Kabupaten Bandung. Bantuan yang disampaiakan kepada anak anak cacat berupa barang perbaikan gizi dan kesehatan. Ketua IKDAC Desa Margaluyu Kecamatan Pangalengan Yayat yang didampingi Kepala Desa Margaluyu Edi saat ditemui Medikom di ruang kerjanya mengakui pada tahun 2009, sekitar 38 orang di Desa Margaluyu mendapatkan bantuan untuk anak cacat melalui Dinas Sosial Kabupaten Bandung. Bantuan tersebut berupa sarana kebutuhan yang diperlukan oleh masing- masing anak cacat, seperti tempat tidur, sepeda, kursi dll. Disesuaikan edngan kebutuhan anak. “Alhamdulillah sekarang sudah keterima oleh masing-masing anak cacat dengan utuh. Bantuan tersebut jika diuangkan senilai Rp2 juta per anak cacat,” lanjut Yayat. Kepala Dinas Sosial Kependudukan dan Cactatan Sipil Kabupaten Bandung Drs H Salimin MSi didampingi Drs Asep Sapaat menagkui bantuan untuk anak cacat tersebut sebanyak 75 orang di Kabupaten Bandung, yakni untuk 2 kecamatan di antaranya Kecamatan Pangalengan. Bantuan sebagai kepedulian dari Dinas Sosial Pusat melalui Dinas Sosial Kabupaten Bandung, ini, lanjut Salimin diberikan kepada harus berupa barang yang dibutuhkan masing-masing anak cacat. (Suhendar R)

“Dinkes Tutup Mata”

Limbah Medis Puskesmas Didaur Ulang Masyarakat
BANDUNG BARAT, Medikom–Tokoh masyarakat di wilayah sekitar lokasi daur ulang limbah medis mengeluhkan kegiatan anggota masyarakat berinisial Os yang mendaur ulang limbah medis dari Puskesmas Cicangkanggirang, Kecamatan Sindangkerta Kabupaten Bandung Barat. Tokoh masyarakat tersebut mengkhawatirkan daur ulanh limbah medis akan berbahaya bagi kesehatan. “Apa itu tidak berbahaya? Itu kan bekas digunakan untuk menyuntik orang yang sakit,” ujarnya. Saat Medikom OS di rumahnya baru-baru ini, kebetulan OS sedang membersihkan bekas alat suntik/ sepet dengan cara memisahkan jarum dari tabungnya, botol obat,plastik dan kardus. OS mengatakan, barang-barang ini didapat dari Puskesmas Cicangkanggirang. “Kan lumayan bisa untuk dijual,” tandasnya. Dikatakan, untuk satu biji botol dijual dengan harga Rp50. Alat suntik/sepet dijual Rp1.000Rp1.500/biji dan untuk kardus dan plastik dijual ke tukang rongsok per kg dihargai Rp500-Rp750. OS menambahkan, untuk bekas alat suntik dan botol obat itu ada yang mengambil langsung dari perodusen di Bandung. Kepala Puskesmas Cicangkanggirang Janjang Mulyana, Selasa (22/6) di ruang kerjanya yang didampingi oleh Kepala Desa Cicangkanggirang Ade Rahmat SAg dan Kasubag TU UPTD Kesehatan Kecamatan Sindang Kerta Maman mengatakan, dengan adanya kejadaian daur ulang limbah medis di masyarakat di sekitar puskemas, merupakan keteledoran pihak puskesmas dan UPTDkes dalam melakukan pengamanan limbah medis. Limbah medis tersebut, tandasnya, seharusnya ditimbun atau dibakar bukan untuk didaur ulang, karena merupakan limbah berbahaya dan tidak boleh didaur ulang. Menurutnya, untuk limbah yang ada di rumah OS, itu merupakan limbah medis bukan limbah non medis. Setelah pihak puskesmas menayakan langsung ke salah satu pegawai yang mengambil limbah medis tersebut, pegawainya membenarkan kalau itu limbah dari Puskesmas Cicangkanggirang, Jajang, Maman dan Kades mengatakan lebih lanjut, dengan adanya daur ulang limbah medis mengharapkan pihak Dinkes Kabupaten Bandung Barat mencarai solusi terkait dengan cara pengamanan lembah medis yang benar dan aman, agar tidak ada lagi kejadian seperti ini di puskesmaspuskesmas di Bandung Barat. Hal serupa dikatakan Kepala UPTDKes Kecamatan Sindang Kerta H Cecep. Saat ditemui Medikom di kantor Kecamatan Sindangkerta, Rabu (23/6), Cecep mengatakan, pihaknya mengucapakn terima kasih kepada Medikom atas adanya informasi daur ulang limbah medis di wilayah kerja UPTDKes Sindangkerta. Saat ini, pihak UPTDKes, puskesmas dan kepala desa berupaya mencari solusi. Sementara untuk melakukan pengamanan limbah medis agar jangan sampai didaur ulang kembali oleh masyarakat, pihaknya menunggu komando dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung Barat, karena sampai saat ini belum ada komando ke UPTDKes Sindangkerta tentang bagaimana cara penanganan limbah medis yang benar. Kepala Dinas Kesehatatn Kabupaten Bandung Barat dr Pupu Sari Rohayati melaui telepon selularnya, mengatakan, “Itu kan bisa jadi income buat masyarakat karena itu bisa dijual atau dimanfaatkan sebagai alat dapur seperti tempat bumbu. Jadi tidak ada masalah.” Pupu pun memberikan pesan singkat yang berbuyai: kapan-kapan main yah ke dinas kes biar wawasan luas kita ngobrol supaya dapat ilmu apa itu sampah. Sampah di kesehatan ada 2 yaitu sampah medis, apa itu arti masing- masing, dan apa itu definisi daur ulang, main yah terbuka ko dinkes ya. Pesan singkat kedua berbunyi: beritakan saja itu kan hak bapak ko, tapi siap-siap saja dengan ketidaktahuan bapak, itu mah bukan daur ulang tp dipakai lagi, makanya harus baca-baca dulu istilahnya hehehehe, apa ga sekalian ke persiden nanti kamu disekolahkan kembali biar jadi jurnalis yang profesional. Kepala LH Kabupaten Bandung Barat melalui Kabag TU Dedi Kurnia yang didampingi Seksi Pengendalian Pencemaran Use A Sanusi saat ditemui Medikom Kamis (24/6) di ruang kerjanya mengatakan, sesuai dengan Peraturan Pemerintah No 18 Tahun 1999 tentang Pengolahan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun, yang disebut dengan limbah B3 itu ada dua macam. Satu limbah B3 infeksius dan non infesius. Untuk limbah medis yang dikatagorikan limbah infeksius itu, jarum suntik dll, non infeksius itu yang tidak berbahaya seperti kardus dll. Untuk yang katagori infeksius itu harus dimusnahakan dengan cara dibakar menggunakan alat khusus dengan suhu mencapai 1.000- 1.500 C 0 . Dedi dan Use menambahkan,,yang namanya didaur ulang itu ada proses dan pemanfaatan kembali. Bagi masyarakat yang menerima sepet/jarum suntik dan ada proses itu disebut daur ulang. Saat Medikom menghubungi Ketua Komisi D Aep Nurdin dari PKS melalui telepon selularnya, pihaknya mengatakan, akan mempelajari dulu kasus ini dan akan melakukan koordinasi dengan dinas terkait. (tim)

Revitalisasi KB Harus Menjamin Pelayanan
BANDUNG, Medikom–Revitalisasi Keluarga Berencana (KB) Nasional merupakan bagian upaya pemerintah dalam percepatan pelaksanaan prioritas pembangunan tahun 2010. Revitalisasi KB sebagai program prorakyat harus dapat menjamin pelayanan KB yang berkualitas serta sesuai dengan standar operasional prosedur. Demikian disampaikan Kepala Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Dr dr Sugiri Syarief MPA, ketika membuka pertemuan Konsolidasi Pemaduan Kebijakan Program KB serta Perencanaan Anggaran Pembangunan Kependudukan dan KB tahun 2011 Hotel Garden Flower Bandung, Senin (21/6). “Dukungan yang dapat diberikan melalui revitalisasi program KB adalah dengan memberikan dukungan terhadap penyediaan alat kontrasepsi dan sarana pelayanan KB, penguatan kualitas SDM penyelenggara pelayanan KB serta meningkatkan kualitas SDM di tingkat lapangan. Dan ini adalah salah satu program prorakyat, dengan revitalisasi KB harus menjamin bahwa pelayanan KB secara gratis harus menjangkau keluarga pra sejahtera dan sejahtera,” ungkapnya. Selain itu, Sugiri juga mengharapkan Kepala BKKBN di seluruh Indonesia untuk memperhatikan petugas lapangan KB (PLKB) dan kader di lapangan. Peningkatan jumlah PLKB dianjurkan untuk memenuhi jumlah yang ideal, terutama memberikan serta menyediakan pelatihan sebanyak-banyaknya sehingga saat mereka di lapangan dapat melaksanakan pekerjaan sesuai dengan tugas dan fungsinya. “Pemberian reward (pnghargaan) dan insentif untuk PLKB maupun kader harus saudara perhatikan. Peningkatan capacity building untuk para pengelola program di tingkat kabupaten dan kota, kecamatan dan desa sejauh ini sudah lama tidak terperhatikan. Dengan berkumpulnya kita di Bandung, diharapkan para Kepala BKKBN di seluruh Indonedia harus mendesain pelatihan yang cocok serta memadai bagi mereka, demi tercapainya program kita untuk kemaslahatan rakyat dan bangsa,” ungkapnya. Maka untuk tercapainya program di daerah, Sugiri berharap kepala daerah memberi dukungan terhadap para pelaku program, dan jangan sampai ditelantarkan. Sebab, pertumbuhan penduduk sangat berpengaruh terhadap ekonomi daerah kabupaten maupun kota. (Iwan)

Eddy Kurnia Raih “Best of The Best People”
BANDUNG, Medikom–Vice President Public and Marketing Communication PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom) Eddy Kurnia dinobatkan sebagai Best of The Best dalam ajang “PR Program and PR People of The Year 2010” yang diselenggarakan oleh Majalah Mix Marketing Communication di Jakarta baru-baru ini. Selain memperoleh predikat Best of The Best, Eddy Kurnia juga meraih tiga gelar bergengsi lain, yakni sebagai Most Accesible, Most Cooperative, dan Most Communicative. Pertimbangan juri menobatkan Eddy sebagai PR People of the Year, antara lain kemudahan bagi para jurnalis untuk menghubungi, kooperatif dan komunikatif menjelaskan data dan informasi yang dibutuhkan para jurnalis. Menurut dewan juri, ia selama menjabat selalu menyadari kedudukan para jurnalis dalam konstelasi kepentingan komunikasi perusahaan. Sebagai representasi perusahaan, Eddy tahu betul kapan harus memberikan penjelasan panjang lebar dan kapan ia harus memberikan penjelasan secukupnya kepada para jurnalis. Eddy lahir di Ciamis, Jawa Barat, 10 November 1957. Ia dikenal oleh para jurnalis, khususnya jurnalis yang kerap meliput kegiatan-kegiatan Telkom. Ia memiliki prinsip, “Jurnalis adalah senyawa dari sebuah jembatan komunikasi dan informasi”. Diakuinya memang, ada perbedaan fungsi antara tugas jurnalis dan public relations (PR). PR harus membangun, menjaga dan mengembangkan citra perusahaan, sementara jurnalis memiliki tugas sebagai kontrol sosial. (IthinK)

Pagelaran Seni Daerah Sarat Apresiasi
KUNINGAN, Medikom–Kekayaan seni-budaya yang dimiliki Jabar perlu dilestarikan sebagai kebanggaan atas peninggalan leluhur atau nenek moyang. Oleh karenanya, pengungkapan seni tradisi melalui pergelaran seni tradisi yang mendapat perhatian luas dari masyarakat mesti diabadikan. Misi itu melatarbelakangi dukungan Kadisparbud Jabar Ir Herdiwan MM, Sabtu (26/6) terhadap pergelaran indegeneous appareance culture atau gelar kamonesan asli bogana sewang-sewangan sebagai bentuk penghargaan kekayaan seni tradisi. Event monumental yang dihadiri dan mendapat perhatian luas ini tambah Herdiwan harus terus didayagunakan seluruh panitia pelaksana dan masyarakat agar jadi kebanggaan bersama. Pagelaran yang melibatkan peserta kegiatan yang berasal dari lima kabupaten/ kota se wilayah Bakorpembangwil Jabar yaitu Kabupaten Indramayu, Kabupaten Majalengka, Kota Cirebon, dan Kabupaten Cirebon ini cukup bernuansa spirit dalam mengembangkan dan memanfaatkan seni dan perfilmaan tahun 2010 dengan sejumlah program kegiatan yang diluncurkan. “Kegiatan pelestarian dan pengembangan bidang kesenian dan perfilman 2010 ini sebagai upaya program kegiatan yang bersumber dari APBD 2010 untuk seni tradisi,” tandasnya sekaligus memberikan apresiasi khusus kepada seluruh seniman dan budayawan untuk menghadiri event monumental ini. Keunggulan dan keistimewaan yang terdapat dalam masyarakat Jabar sebagai anak bangsa harus sejalan dengan kebijakan pengelolaan keragaman budaya hingga kesemuanya bisa tetap lestari. Dengan bisa diselenggarakan pengelolaan keragaman budaya ini bisa pula disiapkan pengkaderan sekaligus pembinaan peninggalan kepada generasi muda. “Kita ketahui Jabar memiliki sumber daya alam (SDA) dan sumber daya manusia (SDM) yang sangat potensial seperti seniman dan budayawan yang cukup membanggakan untuk menyongsong karya anak bangsa ke depan,” tukasnya pada event yang mendapat apresiasi bukan saja dari masyarakat, tetapi para seniman dan generasi muda yang sudah berpengalaman di Jabar ini. (Zaz)

H Sugianto Nangolah SH:

DPRD Jabar Siap Fasilitasi Relokasi Lapas Tidak Manusiawi
BANDUNG, Medikom–Komisi A DPRD Provinsi Jawa Barat merasa prihatin melihat kondisi lembaga pemasyarakatan (lapas) di Kota Tasikmalaya yang sangat tidak manusiawi. Selain jumlah hunian melebihi kapasitas daya tampung, bangunan yang didirikan pada masa pemerintahan Belanda tersebut, hingga saat ini sulit dikembangkan. Masalah tersebut terungkap ketika rombongan Komisi A DPRD Provinsi Jawa Barat yang dipimpin Wakil Ketua Komisi A, H Sugianto Nangolah SH mengunjungi Lapas Kelas 2B di Jalan Otista Kota Tasikmalaya, Rabu (23/6). Rombongan berjumlah 18 anggota dewan dari delapan fraksi di DPRD Provinsi Jawa Barat itu, diterima Kepala Lapas Tasikmalaya I Made Darmajaya BcIp SSos MM beserta jajarannya di ruang kerjanya. Dalam dialog terungkap, sebenarnya ketika dibangun lapas tersebut hanya memiliki kapasitas hunian 150 orang. Namun saat ini telah dijejali narapidana dan tahanan sebanyak 415 orang. Menurut Sugianto dan Sekretaris Komisi E, A Darojat, kondisi seperti itu hendaknya jangan dibiarkan. Upaya-upaya pembenahan harus segera dilakukan dengan cara merelokasi lapas ke tempat yang lebih manusiawi dan representatif. “Kemudian, yang lebih penting, lembaga pemasyarakatan tersebut, hendaknya bukan sebagai penjara tetapi sebagai tempat untuk membina warga yang memang bermasalah dengan hukum. Sehingga, ketika mereka keluar dari lapas, mampu beradaptasi dengan masyarakat disertai dengan memiliki keahlian atau keterampilan tertentu dan mampu hidup mandiri,” ungkap Sugianto. Sementara itu, anggota Komisi A KH Nawafisaat juga tercengang. Saat melakukan peninjauan, ia melihat kamar dijejali sebanyak 62 orang. Seharusnya, kamar yang hanya berukuran 4 x 4 m tersebut, dihuni oleh 17 orang. “Bagaimana kalian tidur dengan kondisi kamar seperti ini. Kalau melihat tulisan di depan kamar, ini kan hanya untuk 17 orang, tapi ini malah diisi sampai 62 orang,” katanya ketika berdialog dengan salah seorang penghuni lapas. Menurut Nawafi, salah satu solusi yang memungkinkan, adalah dengan cara “memisahkan” atau membangun lapas baru di wilayah Kabupaten Tasikmalaya. Untuk itu, Kepala Lapas dapat membicarakan masalah tersebut dengan Pemkab Tasikmalaya, minimal dengan menyediakan lahannya dan DPRD Jabar akan mendorong Pemprov Jabar untuk membantu mendanai pembangunan lapas baru dengan bantuan dana hibah. “Dengan demikian, untuk mewujudkan Lapas yang memiliki fungsi pembinaan terhadap masyarakat yang bermasalah dengan hukum, dapat diwujudkan dengan tiga sumber pendanaan,” tegasnya. Disebutkan, Kepala Lapas beserta jajarannya hendaknya melakukan terobosan dengan melakukan pendekatan melalui bupati dan wali kota. Sedangkan DPRD Provinsi Jawa Barat melalui Komisi A, akan berusaha maksimal melalui APBD Provinsi Jawa Barat. Dengan demikian, sumber pendanaan akan lebih maksimal baik melalui APBD kabupaten/kota, APBD provinsi maupun Kementerian Hukum dan HAM, karena lapas merupakan institusi vertikal. Ketua Komisi I DPRD Kota Tasikmalaya yang turut hadir dalam pertemuan mengungkapkan, upaya untuk merelokasi lembaga pemasyarakatan (lapas), telah dilakukan sejak tahun 1983, tetapi selalu terkendala masalah teknis. Sebab, untuk Lapas Tasik yang notabene termasuk kelas 2B tersebut, harus memiliki lahan minimal 3 sampai dengan 5 hektare. Kepala Lapas Tasikmalaya I Made Darmajaya BcIp SSos MM mengakui lapas yang menjadi tanggung jawabnya saat ini sudah tidak layak lagi, baik kondisi bangunan, maupun jumlah hunian. Lapas Tasikmalaya, sebenarnya sudah termasuk salah satu program Kementerian Hukum dan HAM, yang akan direlokasi dengan bangunan yang sesuai peraturan dan perundang-undangan. Bahkan, sejak tahun 1983, upaya untuk merelokasi Lapas Tasikmalaya sudah menjadi wacana antara Kanwil Kementerian Hukum dan HAM Jabar dan Pemkab Tasikmalaya. Diharapkan, dengan kehadiran rombongan Komisi A DPRD Jawa Barat dan Komisi I DPRD Tasikmalaya, rencana relokasi yang sempat tertunda akan segera terwujud. (IthinK)

Pemprov Alokasikan Rp5 Miliar untuk Revitalisasi 6 Pasar Tradisional
BANDUNG, Medikom–Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menegaskan komitmennya dalam melindungi dan mengembangkan pasar tradisional. Dalam pengembangan pasar ini harus memperhatikan penataan, kenyamanan dan keamanan lingkungan, sebagai salah satu sasaran utama program pengembangan sistem perdagangan dalam negeri. Untuk itu, Pemerintah Povinsi Jawa Barat juga telah meluncurkan program khusus, yakni Gerakan Pengembangan dan Perlindungan Pasar Tradisional (Gempita). Heryawan menyatakan, pogram Gempita merupakan gerakan bersama untuk mengupayakan pengembangan dan perlindungan pasar tradisional dari segenap pemangku kepentingan di Jawa Barat, melalui pendekatan parsial, SDM, sosial budaya, demand, kelembagaan dan kemitraan. Fokus kegiatan program tersebut adalah meningkatkan kemampuan dan perubahan perilaku pedagang, perluasan pangsa pasar, penataan dan pengembangan kerja sama, peningkatan ketersediaan dan kualitas fisik bangunan serta monitoring dan evaluasi. Untuk itu menurut Heryawan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat pada Tahun Anggaran 2009, melalui Program Gempita telah melakukan kegiatan revitalisasi sejumlah pasar tradisional. Di antaranya telah berhasil dilaksanakan di 5 kabupaten/kota, yaitu Kota Bandung, Kota Bogor, Kota Cirebon, Kabupaten Karawang dan Kabupaten Kuningan, dengan alokasi anggaran sebesar Rp4,1 miliar. Hal itu diungkapkan Heryawan saat Peresmian Pengoperasian Pasar Tradisional Modern Jasinga, Kabupaten Bogor, Kamis (24/6) pagi. Hadir dalam acara itu Bupati Bogor Rahmat Yasin. Selanjutnya Pemprov Jabar dalam periode Tahun Anggaran 2010 ini juga telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp5 miliar, guna merevitalisasi 6 pasar tradisional di Jawa Barat, yaitu Pasar Cijerah di Kota Bandung sebesar Rp1,4 miliar, Pasar Tanjungsari di Kabupaten Sumedang sebesar Rp1 miliar, Pasar Jampang Kulon di Kabupaten Sukabumi sebesar Rp1 miliar, Pasar Cipeujeuh di Kabupaten Cirebon sebesar Rp660 juta, Pasar Kanoman di Kota Cirebon sebesar Rp680 juta, serta Pasar Cigurubug di Kota Tasikmalaya sebesar Rp500 juta. Selain dana yang berasal dari APBD Provinsi Jabar, pada Tahun Anggaran 2010 juga terdapat alokasi dana APBN sebesar Rp2 miliar untuk merevitalisasi 2 pasar tradisional di Jawa Barat, yaitu Pasar Taraju di Kabupaten Tasikmalaya dan Pasar Margahayu di Kabupaten Bandung. Alokasi dana masing-masing sebesar Rp1 miliar. “Semua itu diharapkan mampu menjadikan pasar tradisional lebih baik lagi,” tegas Heryawan. Menurut Heryawan meski Pemerintah Provinsi Jawa Barat memiliki kewenangan yang terbatas, namun terus berupaya melalui berbagai cara untuk melindungi serta memberdayakan pasar tradisional dengan melaksanakan sosialisasi pemberdayaan pasar tradisional pada bulan November 2009 dan melibatkan 10 provinsi anggota Mitra Praja Utama (MPU). Forum ini menghasilkan Surat Rekomendasi kepada Pemerintah Pusat (Menteri Perdagangan) Nomor 511.2/4713/Admrek Tanggal 16 Desember 2009, yang intinya mengenai peran dan kewenangan pemerintah provinsi dalam hal pembinaan pasar di daerah. Selain itu juga Pemprov Jabar telah menyampaikan Surat Gubernur Jawa Barat Nomor 511.2/2106/Admrek tanggal 20 Mei 2010 kepada Bupati/Wali Kota seJawa Barat, perihal Ijin Pendirian Mini Market. Intinya menjelaskan, pendirian mini market wajib memperhatikan aspek demografis/ kepadatan penduduk, perkembangan pemukiman baru, aksesibilitas wilayah pada arus lalu lintas, dukungan dan ketersediaan infrastruktur, keberadaan pasar tradisional dan warung/toko di wilayah sekitar; serta pembatasan jam kerja operasional. (IthinK)

BP3TKI Bandung Sentra Pelayanan Satu Pintu Penempatan dan Perlindungan TKI
BANDUNG, Medikom–Balai Pelayanan Penempatan Perlindungan dengan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Bandung, diharapkan ke depan dapat mendukung implementasi kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam mewujudkan upaya penciptaan satu juta kesempatan kerja bagi masyarakat Jabar, sebagaimana Visi dan Misi Gubernur dan Wakil Gubernur Jabar saat ini. Di samping itu, BP3TKI Bandung juga dapat berfungsi sebagai sentra pelayanan terpadu satu pintu di bidang pelayanan penempatan dan perlindungan TKI di Jabar, mengikuti Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Provinsi Sumatera Utara-Medan yang sudah berjalan. Semua itu, untuk mengikis para pencalonan/ sponsor terhadap tenaga kerja Indonesia ke Luar Negeri. Dengan dikeluarkannya surat dari Kementerian Hukum dan HAM RI beberapa waktu lalu tentang diizinkannya calon TKI bisa mengurus paspornya di daerah, diharapkan pemerintah daerah termasuk Provinsi Jabar dapat memantau secara tepat jumlah penduduknya yang bekerja ke luar negeri. Demikian diungkapkan Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Moh Jumhur Hidayat seusai meresmikan Gedung BP3TKI Bandung di Jln Soekarno Hatta No 587 Bandung, Selasa (22/6). Acara peresmian gedung BP3TKI Bandung dihadiri oleh Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, Kepala Disnakertrans Jabar Mustofa Djamaluddin, Kepala Disnaker Kota Bandung Hibarni Andam Dewi, pengurus PPTKIS/PJTKI yang ada di Jabar serta undangan lainnya. Dikatakan oleh Jumhur selama ini kewenangan pembuatan paspor bagi TKI ke Luar Negeri dipusatkan di Kantor Pusat Pelayanan Mutu TKI di Tangerang. Hal ini dapat menjadi celah munculnya sejumlah permasalahan ketenagakerjaan khususnya pengiriman TKI ke luar negeri, mengakibatkan data base jumlah pengiriman TKI tidak akurat karena berangkat dari pusat, maka di daerah tidak terdata dengan baik dan benar. Pembuatan paspor hanya di pusat juga menjadi celah maraknya kasus trafficking di Indonesia. Dengan peresmian gedung BP3TKI, kata Jumhur dapat melayani seluruh penduduk Jabar yang akan bekerja ke luar negeri secara benar dan dapat melakukan sosialisasi ke kabupaten/kota di Jabar. Bahkan sampai ke tingkat pedesaan, terlebih-lebih adanya mobilisasi sosialisasi selama ini diambil oleh pihak calo/sponsor yang mengakibatkan banyak calon TKI tertipu atau ilegal malah menjadi trafficking. Masyarakat yang direkrut oleh pihak calo/sponsor menjadi calon TKI dengan mengeluarkan uang berkisar Rp5-Rp6 juta/orang, jelasnya, tanpa mengikuti prosedur aturan yang benar. Sosialisasi yang diambil oleh sponsor selama ini bisa tergantikan apabila pihak pemerintah proaktif dari calon TKI kabupaten/kota di Jabar bisa langsung ke BP3TKI Bandung, tidak langsung ke Jakarta/Pusat. Salah satu sosialisasi BNP2TKI melalui BP3TKI di daerah, lanjut Jumhur dengan membuat bursa kerja luar negeri dan kelompok berlatih berbasis masyarakat (KBBM) di tiap desa di kabupaten. Jadi tidak perlu berlatih di pusat, cukup di daerah sekitar/pedesaan. Saat ini sudah terbentuk sekitar 100 KBBM, dan tahun 2011 direncanakan 300-500 pusat belajar di desa-desa. Kepala BP3TKI Bandung Drs Hasan Abdullah MM selaku penanggung jawab peresmian gedung dalam laporannya mengungkapkan gedung kantor BP3TKI Bandung berdiri di atas tanah seluas 943 m3 dan luas bangunan lebih kurang 750 m2, dibangun dua tahap pembangunan, yakni lantai 3 tahun 2008, pembangunan tahap kedua, lantai 2 dan lantai 3 pada tahun 2009. Menurut Hasan, BP3TKI Bandung yang mempunyai tugas pokok memberikan kemudahan pelayanan memproses seluruh dokumen penempatan, perlindungan dan penyelesaian masalah TKI secara terkoordinasi dan terintegrasi, khususnya di wilayah Propinsi Jawa Barat. Sdangkan fungsi BP3TKI Bandung, lanjut Hasan pembinaan, pemantauan dan evaluasi kinerja lembaga penempatan TKI. Di samping itu pelayanan, penertiban kartu tenaga kerja luar negeri (KTKLN). “Pemberdayaan dan pembekalan akhir penempatan TKI, pemantauan pelaksanaan kerja sama luar negeri, fasilitas unit pelayanan terpadu satu pintu pos pelayanan penempatan dan perlindungan TKI,” tandasnya. (Laures)

Edisi 375 Tahun VII 28 Juni s.d. 04 Juli 2010

Hukum
Perkara Bansos Disidang
DEPOK, Medikom-Menurut rencana, perkara dana bantuan sosial (bansos) Kota Depok bagian dari Rp87 miliiar yang diduga tidak jelas juntrungannya bakal digelar. Hal itu dikatakan oleh Ketua Pengalilan Negeri Depok D Budi Santrio kepada wartawan pekan lalu. Sebagaimana diketahui, Kejaksaan Negeri Depok telah menetapkan dua tersangka dalam bagian korupsi dana bantuan sosial senilai Rp87 miliar, yaitu Mien Hartati, mantan Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok dan Yusuf Efendi, direktur perusahaan. Mereka telah ditangkap dan dijebloskan ke LP Paledang Bogor Jawa Barat sejak bulan April 2010 lalu. Keterlibatan mereka dalam kasus bansos pada dugaan mark-up alat kesehatan di dua rumah sakit, yaitu Rumah Sakit Simpangan Depok dan Rumah Sakit Hasanah Grafiah. Akibat ulahnya itu negara telah dirugikan hampir dua ratus juta rupiah. Yang lebih miris lagi, Yusuf Effendi ternyata disebut-sebut masih keponakan Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail. Meski sempat dibantah bahwa itu tidak terkait dengan dirinya (wali kota–Red). Sidang yang digelar diperkirakan bakal menyedot perhatian publik dari masyarakat, LSM, mahasiswa hingga para kuli tinta. Mengingat masyarakat ingin tahu betul siapa-siapa saja yang terlibat dalam kasus itu. Apalagi dikabarkan mantan Sekretaris Daerah Kota Depok, Winwin Winantika bakal hadir sebagai saksi kunci dalam kasus itu. (Lucy/FR Ambarita)

4

Marak Penyunatan Bantuan Gempa di Banjarsari
CIAMIS, Medikom–Baru saja sehari bantuan gempa disalurkan ke pihak penerima, Rabu (2/6) di Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Ciamis sudah memicu ketegangan. Pasalnya, ada warga yang merasa kurang puas terhadap kinerja perangkat desa dalam pengusulan data korban gempa yang masih dinilai bermasalah. Seperti diberitakan Medikom sebelumnya bahwa bantuan gempa dinilai tidak valid. Karenanya, aksi demo dan bersitegang pun marak di sejumlah desa. Catatan Medikom dari hasil pantauan di lapangan, hampir di seluruh desa bermasalah. Lucunya, selain rancunya data juga pengkondisian mewarnai perjalan kekisruhan pembagian dana gempa sebagaimana yang ditetapkan pemerintah. Di Banjarsari sedikitnya 1.259 rumah mendapatkan bantuan gempa dari pemerintah dengan kategori rusak berat sebanyak 226 korban sementara untuk kategori rusak sedang sebanyak 1.033, dari 4.274 jiwa yang masuk data penerima bantuan untuk termin pertama. Pada pembagian bantuan yang dipusatkan di gedung dakwah Islam, Rabu (2/6) ada penerima yang menguasakan kepada orang lain. Bahkan dilakukan pokmas itu sendiri sehingga memicu permasalahan. Menurut sumber, pada kenyataannya dana bantuan disunat alias tidak utuh diterima si penerima. Pencairan selama dua hari itu pun yakni hari Rabu dan Kamis, menimbulkan masalah. Hasil pantauan Medikom bermunculan warga yang berbondong-bondong menggerudut kantor desa guna meminta kejelasan terkait penetapan serta usulan data korban gempa. Di Desa Cibadak, Kecamatan Banjarsari selain santer masalah ketidaksesuaian data penerima, juga marak aksi penyunatan bantuan dengan dalih yang tidak rasional, yakni setiap penerima diharuskan pokmas menyetor ke desa sebesar Rp1.000.000 dengan dalih untuk peng-SPJ-an dan pemberkasan. Kepala Desa Cibadak H Oleh tampak gugup saat dikonfirmasi Medikom terkait adanya dugaan pemotongan bantuan untuk korban gempa. Ia terkesan akan menutupnutupi kejadian sebelumnya, tepatnya usai salat Jumat para pokmas dikumpulkan di aula desa. Menurut kuwu kepada Medikom melalui telepon selularnya, usai pertemuan tersebut, dipertemuan membahas pengumpulan uang dengan besaran hampir Rp41.000.000. En, salah satu pokmas yang sebelumnya santer dituding sebagai biang keladi penyisihan untuk kepeluan di atas, Jumat (25/6) kepada Medikom dirinya mengakui bahwa sebenarnya hal ini atas arahan dari kuwu. Bahkan uang hasil pemberian maupun penitipan untuk kepentingan peng-SPJ-an dan pemberkasan langsung dibawa oleh kuwu sebesar Rp12.900.000. “Itu hasil pemberian dari 5 orang di lingkup pokmasnya,” akunya. Lebih lanjut En menjelaskan, besaran tersebut Rp2 juta dari 4 orang, Rp4 juta dari satu orang anggota penerima dan Rp1,5 juta dari 3 anggota yang telah menitipkan sekaligus bentuk ucapan terimakasih. “Namun uang tersebut semuanya dibawa kepala desa,” terangnya disaksikan istrinya. Sementara, kuwu malah menyuruh menanyakan hal ini ke pokmas. Alasannya, desa tidak tahu menahu masalah penyisihan uang dari masing-masing penerima dipungut sebesar Rp1.000.000. Menurut data yang ada, jumlah uang terkumpul dari seluruh pokmas sebesar Rp47.200.000. Untuk pengSPJ-an sebanyak 67 anggota @ Rp300.000 dengan jumlah total Rp20.100.000. “Dan ini uangnya ada di kami,” terang pokmas yang pegang. Selanjutnya ada pembiayaan uang transport Rp5.000.000, biaya pemberkasan pokmas Rp11.050.000 dan masih ada lagi biaya pemberkasan dan pelaporan desa dengan jumlah sebesar Rp11.050.000. “Nah itu-lah cerita sebenarnya,” ujar sumber. (AHp)

Kasus Rekayasakah?

Didakwa Garap Anak Bawah Umur, Dituntut 10 Tahun
SUMEDANG, MedikomPenegakan hukum amburadul seringkali membuat bulu kuduk merinding. Bagaimana tidak, yang benar bisa disalahkan, dan yang salah malah bisa dibenarkan. Rekayasa hukum dari hari ke hari tampak semakin merajalela. Sementara pemberantasan mafia hukum yang digembargemborkan hanya sebatas slogan belaka. Akibatnya, pedang hukum masih lebih cenderung menebas kaum akar rumput. Anggapan tersebut, boleh jadi tidak sekedar mengada-ada. Sederet fakta silih berganti muncul ke permukaan. Misalnya saja, kasus yang menimpa Cucu Mulyadi alias Unil bin Ukim (35), warga Dusun Cikamuning, Desa Cimarias, Kecamatan Pamulihan Sumedang, Jawa Barat. Cucu Mulyadi hanya bisa pasrah ketika jaksa penuntut umum (JPU) di Pengadilan Negeri Sumedang, baru-baru ini, mengganjarnya dengan tuntutan 10 tahun penjara. Dalam persidangan yang dipimpin ketua majelis hakim Angeliky HD SH dibantu hakim anggota Rimdan SH dan Anna Yuliana SH, JPU dalam tuntutan-nya mengatakan, Cucu alias Unil dengan sengaja melakukan kekerasan atau ancaman kekerasan memaksa anak, yaitu saksi Bunga (bukan nama sebenarnya) melakukan persetubuhan dengannya atau dengan orang lain. Perbuatan tersebut sebagaimana diatur dan diancam dengan Pasal 81 ayat (1) UU No 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Tanpa bermaksud membela Cucu, apalagi mencampuri kinerja aparat hukum, hanya saja, kasus yang satu ini sangat menarik untuk dicermati lebih jauh. Berdasarkan penelusuran Medikom selama sepekan terakhir, kasus yang menyeret Cucu ke kursi pesakitan PN Sumedang tersebut diwarnai berbagai kejanggalan yang terindikasi rekayasa. Bagaimana tidak. Bunga sebagai saksi korban tidak pernah dihadirkan di persidangan. Anehnya lagi, identitas saksi korban sangat tidak jelas dan tidak dilengkapi akta kelahiran sebagai bukti bahwa korban benar-benar berusia di bawah umur. Ironisnya lagi, surat bukti Visum Et Revertum No. 353/234/ 2010 tertanggal 22 Januari 2010 masih menggunakan kop surat yang bertuliskan Rumah Sakit Umum Swadana Sumedang. Padahal, menurut Humas RSU Sumedang, Jajat, Jumat (25/6) lalu, kepada Medikom, sejak April 2009 silam, kop surat tersebut sudah tidak berlaku lagi. “Sejak April 2009, kop surat itu sudah diganti. Yang dipakai saat ini adalah kop surat yang bertuliskan Rumah Sakit Umum Kabupaten Sumedang,” ujar Jajat. Bukan itu saja. Keganjilan lain ditemukan Medikom dalam kasus tersebut terkait kelengkapan identitas, seperti tempat dan tanggal lahir saksi korban (Bunga-Red) sebagaimana tertuang dalam surat keterangan yang dikeluarkan Kepala Sekolah SDN Jatiroke, Kecamatan Jatinangor, No. 421.2/01/SD-020 II/ 2010 yang ditandatangani Oom Komariah. Disebutkan tempat tanggal lahir korban, Bandung 25 Maret 1995. Sementara dalam berita acara (BAP) tertulis, tampat tanggal lahir, Sumedang 25 Maret 1995. Sementara itu, Cucu alias Unil, ketika dikonfirmasi Medikom di ruang sel PN Sumedang, pekan lalu, mengaku, kasus yang menimpanya tidak lain adalah rekayasa aparat hukum. “Saya pasrah. Mau dihukum 20 tahun pun saya terima, asal yang menjadi korban dalam perkara ini bisa dihadirkan di persidangan. Saya tidak terima kalau saya disebut melakukan persetubuhan dengan memaksa, apalagi mengancam. Toh, ketika itu saya bayar dan awalnya ada yang menawarkan. Saya yakin kasus ini direkayasa,” ujar Cucu. Lebih jauh diceritakan, awal pertemuannya dengan saksi korban terjadi pada 18 Januari 2010. “Waktu itu tidak ada masalah, hanya saja di luar dugaan saya. Tanggal 22 Januari atau empat hari setelah pertemuan saya dengan saksi korban, dengan membabi buta saya dikeroyok tujuh orang di sekitar Cileunyi Bandung. Entah bagaimana ceritanya, saya sadar sudah dirawat di Puskesmas Tanjungsari, dan ketika itu juga saya dilaporkan ke Polsek Tanjungsari. Saya heran, saya yang dianiaya sampai babak belur tidak diproses, malah direkayasa menjadi kasus persetubuhan dengan anak di bawah umur,” kata Cucu seraya meminta agar kasus yang menimpanya dinyatakan bebas demi hukum. Nah, kalau sudah begini, eloklah bila aparat hukum mengedepankan hati nurani. (Naga)

Bisnis Plastik Jadi Modus “Tipu-Gelap”
BANDUNG, Medikom-Saksi korban Budi Terdakwa Permana menjelaskan perbuatan terdakwa M Akhyar Ahmad Abdullah kembali berulah (MAAA) dalam bisnis plastik mulsa tidak langsung telah merugikannya sebesar Rp851,970 membayar juta. Padahal, sebelumnya terdakwa MAAA (37), selaku pembeli, juga pernah tunai, tetapi merugikan saksi korban (pelapor) Budi dengan cek dan Permana, selaku penjual, sekitar Rp350 bilyet giro juta, meski akhirnya diselesaikan. Nomor CK Menurut saksi Budi, Selasa (22/6), kerja sama jual-beli plastik untuk 005852, CK penutup atau bungkus tanaman 005853 dan hortikultura dimulai tahun 2005. bilyet giro yang Awalnya mulus, tetapi dalam perkembangannya bermasalah alias kosong alias macet. Kemudian karena terdakwa tidak ada menghindar, saksi sempat dananya. melaporkannya ke Polres Garut. Terjadi perdamaian dan terdakwa menyelesaikan seluruh kewajibannya sebesar Rp350 juta. Selanjutnya, terdakwa meminta diberi kesempatan lagi untuk bisnis plastik, pada Agustus 2009, dengan komitmen serius dan bertanggung jawab. Beberapa kali barang atau plastik itu dikirim kepada terdakwa, yaitu Agustus 2009 sebanyak 8.173,09 kg dengan tagihan sebesar Rp158,405 juta, tanggal 7 Agustus 2009 sebanyak 5.100 kg dengan tagihan sebesar Rp92,225 juta, tanggal 12 Agustus 2009 sebesar Rp131,7, dan sejumlah transaksi lainnya hingga totalnya Rp851,97 juta. Terdakwa kembali berulah tidak langsung membayar tunai, tetapi dengan cek dan bilyet giro Nomor CK 005852, CK 005853 dan bilyet giro yang kosong alias tidak ada dananya. Uang hasil penjualan itu tidak dibayarkan, tetapi dipergunakan terdakwa untuk usaha pribadi di bidang penjualan pupuk dan obat-obatan pertanian, membeli rumah di Cijati Asri Garut, tanpa seizin saksi pelapor Budi. Saksi Budi sempat kehilangan informasi keberadaan terdakwa, hingga akhirnya melaporkannya kembali ke Polwiltabes dan terjadi lagi perdamaian. Dalam perdamaian itu terdakwa berjanji menyelesaikan kewajiban bisnisnya secara mengangsur dan menyerahkan dua sertifikat hak milik tanah sebagai jaminan. “Ternyata terdakwa tidak konsekuen dengan janjinya hingga akhrinya kasus ini terus bergulir,” tegasnya di hadapan majelis hakim yang diketuai Nurhakim SH. Sementara jaksa penuntut umum (JPU) Fauzan SH mendakwa pertama dengan tindak penggelapan sebagaimana ketentuan Pasal 372 KUHP atau alternatif kedua dengan tindak rangkaian tipu muslihat sebagaimana ketentuan Pasal 378 KUHP. (Zaz)

Gelapkan Rp691 Juta, Dihukum 22 Bulan
BANDUNG, Medikom-Terdakwa Yayu Wahyuningsih (YW) terbukti secara sah dan meyakinkan menggelapkan uang PT Pilar Indo Sarana (Pilar) sebesar Rp691 juta. Setelah mempertimbangkan hal-hal yang memberatkan, yaitu keterangan berbelit dan tidak mengakui kesalahan yang dilakukan, dan halhal meringankan, maka terdakwa dihukum penjara selama 22 bulan. Amar putusan majelis hakim yang diketuai R Matras Supomo SH MH, Gusti Lanang Daud SH MH, Arifin Doloksaribu SH MH, Kamis (24/6), relatif ringan dibandingkan tuntutan jaksa selama tiga tahun penjara. Mendengar putusan majelis hakim PN Bandung itu, terdakwa tampak tertunduk lesu, seperti tidak menyangka. Sesaat kemudian barulah terdakwa berdiri dan meninggalkan kursi pesakitan yang telah menjadi tempat duduknya dalam persidangan selama beberapa bulan ini, meski selama ini tidak menjalani tahanan rutan. Dalam pertimbangan majelis hakim yang dibacakan secara bergantian, diyakini sesuai fakta persidangan bahwa seluruh unsur sebagaimana dakwaan pertama dengan ketentuan Pasal 372 KUHP terpenuhi. Meski terdakwa bersikukuh tidak bersalah sebagaimana yang dikemukakan para pengacaranya dalam nota pembelaan, uang yang diterimanya sebagai bentuk penyelesaian pinjaman hutang dinilai mengadangada. Sebab terdakwa yang pernah bekerja di PT Pilar tidak bisa membuktikan memiliki piutang atau memberikan pinjaman sebesar Rp600 juta. Dalih berdasarkan unsur kepercayaan dinilai adalah sebuah modus. Menurut majelis hakim, sebelum kasus ini hubungan hukum antara terdakwa dengan saksi pelapor Tb Indra dan Tb Rasyid (ayah Indra) sangat baik, sehingga terjadi perjanjian dengan pola pinjam bendera. Tugas terdakwa bagaimana agar bisa mendapatkan pekerjaan pada proyek pemerintah dalam lingkup Pusat Teknologi Mineral dan Batubara (Pustekmira) Bandung yang di bawah naungan Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dengan meminjam bendera perusahaan saksi pelapor. Ditegaskan majelis hakim, putusannya yang dibacakan di Ruang IV PN Bandung, sejalan dengan surat tuntutan jaksa dan mengabaikan nota pembelaan atau pledoi terdakwa yang dinilai tidak berdasar dan tidak beralasan secara hukum. Setelah proyek pengadaan lift sebanyak dua unit diselesaikan, maka pembayaran ditransfer negara ke rekening perusahaan milik saksi pelapor. Selanjutnya saksi pelapor menyerahkan cek untuk pencairan uang proyek yang menjadi hak PT Pilar sebesar Rp691 juta dengan rincian dialokasikan untuk menyelesaikan kewajiban kepada PT Mitsubishi sebesar US$16.000 plus Rp47 juta, keuntungan sebesar 3% yang menjadi hak saksi pelapor sebagaimana diperjanjian, dan uang pinjaman dari saksi pelapor sebesar Rp45 juta. “Di samping tidak menyelesaikan kewajiban yang dimandatkan kepada terdakwa, malah mempergunakan uang proyek itu untuk kepentingan pribadi,” tandas majelis hakim. Modus pinjam bendera lazim dalam bisnis. Tetapi perbuatan terdakwa menggelapkan uang PT Pilar untuk kepentingan pribadi dengan dalih pernah memberi pinjaman sebesar Rp600 juta kepada saksi pelapor dan/atau ayah saksi pelapor, dinilai mengada-ngada. Oleh karena itu, tambah majelis hakim, seluruh nota pembelaan yang dikemukakan para pengacaranya, H Kuswara S Taryono SH MH dkk, yang memohon terdakwa untuk dibebaskan dari hukuman atau setidaknya dilepaskan, ditolak atau dikesampingkan dengan tegas. Dengan demikian, jika terdakwa beralasan hanya bersifat membantu kepentingan proyek saksi pelapor Tb Indra, yaitu hanya tentang spesifikasi lift, sedangkan untuk penyelesaian proyek pengadaan lift di Pustekmira dan kewajiban proyek bukan urusan dan tanggung jawabnya, menurut hakim, itu adalah bukti perbuatan tindak pidana penggelapan dilakukan. Tentang putusan majelis hakim yang pada pokoknya sependapat dengan surat dakwaan, JPU Dian Herdiman SH, Firdaus SH MH, masih pikir-pikir. Kalau terdakwa mengajukan upaya hukum banding, maka JPU juga ikut upaya banding. Begitu juga kala terdakwa tidak menempuh upaya hukum banding, yang berarti putusan ini berkekuatan hukum tetap, maka jaksa akan mengeksekusi wanita separuh baya ini (terdakwa) ke dalam rutan. Hal itu diungkapkan JPU kepada Medikom, usai acara persidangan. (Zaz)

Tidak Ditemukan Penyimpangan Angaran di Badan Ketahanan Pangan Pempropsu
MEDAN, Medikom– ”Kita berkunjung ke Badan Ketahanan Pangan (BKP) Pemerintah Propinsi Sumatera Utara (Pempropsu) adalah untuk mengetahui dan mengecek kebenaran penggunaan anggaran dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun 2009 di BKP Pempropsu.
Hal iu dikatakan Yusuf Siregar anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumut (DPRDSU) dari Partai Demokrat selaku ketua TIM I grup A Kunjungan Kerja (Kunker) DPRDSU kepada Kepala Badan Ketahanan Pangan Sumut Purwanto yang diwakili oleh Sekretaris Badan Ketahanan Pangan Sumut Dahler Lubis dan didampingi Bambang, Kasubag Umum di ruangan Kepala BKP di Medan pekan silam. Kunjungan kerja TIM I DPRDSU tersebut dipimpin Yusuf Siregar dari Fraksi Demokrat, Robert Nainggolan dari Fraksi Demokrat dan M Faisal dari Fraksi Golkar, masing-masing sebagai anggota Tim I Group A DPRDSU. Turut pula hadir Kabag Inpro/Humasy Satudin Wade, Staf Inpro dan wartawan. Yusuf Siregar mengatakan kunker ini adalah salah satu agenda penting dari program kerja DPRDSU tiap tahunnya, guna mengetahui sejauh mana penggunaan anggaran belanja APBD SU tahun 2009 di BKP Sumut. Yusuf berharap BKP Sumut telah melaksanakan program Pempropsu Tahun 2009 tersebut dengan baik. Sedangkan Robert Nainggolan meminta BKP Sumut agar berhemat dan memangkas setiap penggunaan anggaran APBD tahun 2009. Kata Robert, biaya merehab 4 unit ruangan Kepala Bidang di lingkungan kantor BKP Sumut sebesar kurang lebih Rp97 juta, terlalu besar. Kunjungan kerja Tim I DPRDSU tersebut disambut oleh Sekretaris Kantor BKP Sumut Dahler Lubis dan Bambang Kasubag Umum serta didampingi beberapa staf dan pegawai kantor BKP Sumut. Kunjungan Tim I DPRDSU dilanjutkan dengan peninjauan ke lapangan di sekitar kantor BKP Sumut. Tim I DPRDSU melihat-lihat barang-barang inventaris perlengkapan kantor BKP Sumut, yaitu berupa beberapa unit alat kantor seperti komputer, laptop, beserta mesin fotokofi, printer komputer yang terpasang dan ditempatkan di setiap ruangan Kabid dan Kasubag kantor BKP Sumut, serta tim juga melihat langsung ke 4 unit ruangan Kabid di Sekretariat kantor BKP Sumut. Kunjungan kerja TIM I DPRDSU tersebut tidak menemukan adanya penyimpangan dari penggunaan anggaran APBD SU tahun 2009 di sekretariat kantor BKP Sumut. Tim I DPRDSU fokus pada anggaran tahun 2009 menyangkut sejauhmana pelaksanannya di lapangan dapat berjalan dengan baik. Sekretaris BKP Sumut Dahler Lubis mengatakan BKP Sumut fokus pada penggunaan anggaran APBDSU untuk konsumsi pangan, bagaimana percepatan konsumsi pangan di luar beras, seperti ubi dan bahan pangan lainnya. Dikatakan, untuk anggaran tahun 2009 yang telah dikelola sebesar 98% telah berhasil. Dari 14 program kegiatan pangan, banyak yang berpihak dengan masyarakat dan sesuai dengan 3 tupoksi (tugas, pokok dan fungsi). Program BKP Sumut yang paling besar adalah program pembinaan. “Selain itu BKP Sumut juga memberikan bantuan bibit kepada daerah-daerah kabupaten/kota seSumut yang daerahnya rawan pangan,” katanya. Pada tahun 2010, jelasnya, BKP Sumut akan memberdayakan 150 desa Se-Sumut. Program gerakan masyarakat 150 desa tersebut adalah program Pemerintah Pusat. BKP Sumut akan menyalurkan bantuan sebesar Rp20 juta/desa untuk seluruh daerah kabupaten/kota seSumut. Masing-masing kabupaten/ kota mendapat jatah 3 desa. Setiap tahunnya BKP Sumut akan memberdayakan 100 desa. “Desa yang kita anggap kekurangan pangan akan kita bantu dan kita bina. BKP Sumut berusaha bagaimana kita perjuangan agar desa tersebut bisa mendapatkan bantuan dari APBN dan ini juga turut mendukung program Gubsu agar rakyat jangan lapar,” ujar Dahler. Pada kesempatan itu Dahler Lubis juga menjelaskan untuk pengerjaan rehab 4 unit ruangan Kabid kantor BKP Sumut dan lainnya tersebut dikerjakan dari Tim Dinas Tarukim Sumut. Pihaknya hanya menyediakan dana untuk biaya rehab dan lainnya. Ditambahkannya, seluruh dana anggaran tahun 2009 tersebut sudah dimanfaatkan dan sudah terealisasi dengan baik dan lancar serta tidak ada penyimpangan. (Sul)

Sidang Kasus Pembunuhan Mahasiswi Unwir Ricuh
INDRAMAYU, Medikom-Sidang pembacaan dakwaan kasus pembunuhan seorang mahasiswi di Pengadilan Negeri Indramayu, Jawa Barat, berlangsung ricuh. Kericuhan terjadi beberapa saat setelah majelis hakim Pengadilan Negeri Indramayu menutup/ menunda sidang terhadap Tarkono, terdakwa kasus pembunuhan seorang mahasiswi. Sejumlah kerabat korban langsung memaki-maki serta berusaha menyerang terdakwa dan penasihat hukum terdakwa. Beruntung polisi dengan sigap langsung mengamankan terdakwa dan penasihat hukum terdakwa dari amukan massa yang sudah terlanjur emosi. Sidang kedua yang berlangsung sekitar pukul 10.00 pagi terhadap Tarkono, terdakwa pembunuhan Salamah, seorang mahasiswi Universitas Wiralodra Indramayu, mengagendakan dakwaan jaksa dan pemeriksaan keterangan terhadap sejumlah saksi. Semua saksi yang dihadirkan jaksa penuntut umum dalam sidang kali ini memberikan keterangan yang memberatkan terdakwa. Keluarga dan rekan-rekan korban yang hadir berharap kepada majelis hakim, untuk mengadili terdakwa sesuai dengan aturan hukum yang ada. Sebelumnya seorang mahasiswi Unwir ditemukan tewas di sebuah rumah kosong 22 Maret 2010 lalu. Korban tewas dibunuh dengan sejumlah luka pada bagian anggota tubuh akibat hantaman benda tumpul. Terdakwa Tarkono akhirnya ditangkap polisi tidak lebih dari 19 jam setelah penemuan mayat korban. Tarkono ditangkap saat tengah bersembunyi di rumah salah seorang keluarganya di daerah Cipinang, Jakarta Timur. Terdakwa diancam dengan Pasal 338 tentang pembunuhan dengan ancaman hukuman minimal 20 tahun penjara. (H YF)

Eksekusi Ditangguhkan Demi Kemanusiaan
BANDUNG, Medikom-Kejaksaan Negeri Bandung menangguhkan eksekusi penahanan terpidana Ny Nyayu Saodah karena dalam kondisi dirawat intensif. Pernyataan ini dikemukakan jaksa penuntut umum (JPU) J Tanamal, Senin (21/6) pagi, kepada Medikom, sehubungan dengan adanya surat keterangan sakit yang disampaikan melalui para pengacaranya. “Perintah eksekusi penahanan yang dikeluarkan Kajari Bandung Wisnus Subroto SH MH itu ditindaklanjuti dengan surat panggilan yang ditandatangani Kasipidum Bandung Rusmanto SH yang dijadwalkan hari ini, terkait putusan PK yang sudah inkracht,” jelasnya. Sesuai perintah undang-undang, jaksa selaku eksekutor hendak melaksanakan putusan PK No.4/ PID/2009 yang menegaskan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan menggunakan surat palsu atau surat hibah sebagaimana ketentuan Pasal 263 ayat 2 KUHP. Pengacara terdakwa Sahrin Hamid SH dkk, dalam kesempatan itu menyerahkan surat sakit sekaligus menyoalkan keganjilan materi pokok perkara yang dimulai dengan upaya PK yang dilakukan jaksa. Padahal dalam putusan tingkat pertama (PNB) dan putusan MA kliennya dinyatakan bebas murni atau tidak bersalah. Jaksa penuntut umum mengajukan novum untuk mengatakan akta hibah tanggal 3 Juli 1960 dari Asep Kosim ke Nyayu Saodah, atas tanah dan bangunan Hotel Dunia dengan menggunakan putusan PT No 532/Pdt/2004/PT Bandung dan putusan MA No 1434 K/Pdt/2005 yang secara perdata mengatakan surat hibah itu cacat hukum. Padahal novum dalam upaya PK yang dilakukan jaksa itu sudah pernah dipergunakan dalam acara pembuktian persidangan di PN Bandung, sehingga patut dipertanyakan atau dikritisi terhadap dugaan rekayasa. Pernyataan senada kembali dikemukakan sekelompok massa dengan mengatasnamakan Solidaritas Nenek Saodah ke Ketua Pengadilan Negeri Bandung, Kamis (24/6), yang mengkritisi sikap pengadilan menerima berkas permohonan PK jaksa. “Padahal novum itu sudah pernah dipergunakan dalam berkas perkara pidana,” tutur sejumlah massa. Advokat Hotma Agus Sihombing SH MH yang dimintai tanggapannya menjelaskan bahwa penundaan atau penangguhan eksekusi terpidana sifatnya teknis. “Sebab demi keadilan dan kepastian hukum jaksa sebagai pelaksana putusan atau eksekutor harus melaksanakan putusan PK yang sudah berkekuatan hukum tetap sebagai upaya hukum luar biasa,” tegas pengurus DPC Peradi Bandung ini. “Penangguhan atau penundaan eksekusi terpidana bukanlah eksekusi tidak akan dilaksanakan. Bisa saja dengan alasan kemanusiaan eksekusi itu ditunda supaya terpidana bisa menjalani perawatan intensif demi kepentingan kemanusiaan. Namun kala sudah sehat, eksekusi terhadap terpidana menggunakan surat palsu itu harus dilaksanakan,” tegas Agus kepada Medikom. Menurutnya wibawa hukum harus dihormati untuk kepentingan keadilan dan kepastian hukum, sehingga putusan yang sudah dijatuhkan harus dihormati dan tidak etis dikomentari. Namun penangguhan eksekusi itu sifatnya hanya sementara dan tidak berarti eksekusi dibatalkan. “Dengan demikian putusan perkara pidana secara teknis akan tetap atau harus dilaksanakan, sehingga eksekusi harus dilaksanakan demi kepastian hukum,” tuturnya. (Zaz)

Sidang Tipiring di Aula Balai Kota
DEPOK, Medikom-Dinas Polisi Pamong Praja (Pol PP) Kota Depok Jawa Barat, Selasa (29/ 6), menggelar sidang tindak pidana ringan (tipiring). Sidang tersebut rencananya ditempatkan di aula lantai satu Balai Kota Depok. “Hal itu kita lakukan kepada para pelanggar perda, seperti bangunan yang tidak memiliki IMB, para PKL yang mengunakan trotoar jalan, dan para penyeberang jalan yang tidak mau menggunakan jembatan penyeberangan,” kata Kepala Dinas Poisi Pamong Praja (Pol PP) Kota Depok, Drs H Sariyo Sabani MM, kepada wartawan, di ruang kerjanya, Jumat (18/6/). Menurut Sariyo, sidang tipiring tersebut dilakukan mengingat banyak para pelanggar perda tersebut ada yang sudah berkali-kali diingatkan melalui surat peringatan, tetapi selalu membandel dan tidak mengindahkan teguran. “Mereka akan dikenai denda sesuai tingkat kesalahan dan wajib membayar dendanya. Setelah itu kepada para pelanggar, khususnya bangunan yang tidak memilki IMB, akan kita proses agar mengurus perizinannya. Sedangkan kepada para PKL yang jelas-jelas melanggar GSJ, akan kita bongkar. Kemudian kepada penyeberang jalan, juga akan dilakukan hal yang sama,” jelas Sariyo. Sariyo menambahkan, selain digelar sidang tipiring pihaknya juga akan melakkukan razia terhadap 72 kafe yang tersebar di Kota Depok. Mereka akan dirazia terkait kepemilikan izin, termasuk izin minuman beralkohol di atas 5 persen. “Pelaksanaan razia terhadap 72 kafe tersebut dalam waktu dekat. Kami sudah berkoordinasi dengan kepolisian, Polres Depok, Kodim, Polisi Militer dan Garnisun. Hal itu dilakukan jika ada salah satu tempat hiburan yang diduga dibekingi oleh oknum tertentu,” terang Sariyo. Disinggung soal pelanggar perda tersebut, Sariyo menegaskan perlu dipahami bahwa tugas Satuan Polisi Pamong Praja adalah pengawal perda dan eksekutor setelah adanya laporan dari dinasdinas terkait dan laporan dari masyarakat. Jadi, bila tidak ada laporan tertulis baik dari dinas terkait dan laporan dari masyarakat tentang adanya pelanggaran, tentu pihaknya tidak akan bisa bertindak. Sekali lagi, kata Sariyo, pihaknya hanya eksekutor. Pihak dinas terkaitlah yang awalnya harus memberi teguran secara tertulis kepada para pelanggar. “Jika berkali-kali disurati tetap membandel ,barulah kami dikirimi surat perintah untuk melakukan eksekusi,” tandas Sariyo. (Lucy/FR Ambarita)

Halaman Khusus

Edisi 375 Tahun VII 28 Juni s.d. 04 Juli 2010

PURWASUKA
Purwakarta - Subang - Karawang
KARAWANG, Medikom–Kabupaten Karawang memiliki banyak obyek wisata religius. Salah satunya adalah Keramat Pakuleman Makam Pusaka yang terletak di Kampung Belendung 3, Desa Sumber Jaya, Kecamatan Tempuran, Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Jarak tempuh obyek wisata ini tidak terlalu sulit dijangkau, hanya membutuhkan waktu kurang lebih satu jam perjalanan dari arah pusat kota dan kurang lebih satu setengah jam dari arah pintu tol Cikopo Purwakarta. Menurut Juru Kunci Keramat Pakuleman Makam Pusaka, R Muhamad Karno yang lebih akrab dengan panggilan Mbah Uyut, kepada Medikom, para pengunjung (peziarah) yang datang kebanyakan dari luar daerah Karawang seperti Jakarta, Bandung, Purwakarta, Subang, Bekasi, Indramayu, Cirebon, Brebes, Bogor, Cianjur, Cilegon Banten, Merak, Bendul Plered, Magetan Jawa Timur, Surabaya, Madura, Pemalang, dan Yogyakarta. “Di samping itu ada juga yang dari Negara Singapura,” ucap Mbah Uyut. Menurut putra dari pasangan Bapak Karma dan Ibu Engkar ini, Keramat Pakuleman Makam Pusaka dibangun pada tahun 2000 yang di dalamnya terkubur tiga pusaka dari Kanjeng Ratu Kidul. “Maka dari itu kebanyakan warga sekitar lokasi lebih mengenal saya dengan sebutan Nyi Roro Kidul,” kata Mbah Uyut. Namun, dikatakannya juga bahwa apapun sebutan yang mereka berikan selalu diterima dengan hati senang dan senyum ramah. “Yang penting masyarakat mengetahui bahwa kanjeng Ratu Kidul tidaklah sejahat atau sejelek yang selama ini diceritakan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab,” imbau putra pertama dari tiga bersaudara ini. Selanjutnya, masih dikatakan Mbah Uyut bahwa dirinya adalah satu-satunya putra asuh sekaligus yang menjadi juru kunci Keramat Pakuleman Makam Pusaka yang berasal dari pusaka-pusaka Kanjeng Ratu Kidul yang dititipkan kepadanya oleh beliau dan seterusnya diperintahkan untuk dikeramatkan. Catatan Medikom, Mbah Uyut dilahirkan pada tahun 1981 dan pada usia 6 tahun sudah terlihat banyak memiliki kelebihan yang tidak dimiliki manusia normal lainnya. Mbah Uyut bergaul dengan ‘Maung Lodaya’ dan dapat mengobati berbagai macam penyakit. Di samping itu, pada saat usia 6 tahun tersebut Mbah Uyut pun dapat mengkaji Alquran yang menurut pengakuannya adalah bimbingan dari Kanjeng Ratu Kidul. Selanjutnya di usia 6 tahun juga Mbah Uyut

5
Purwasuka diolah oleh wartawan daerah yang dikepalai Endang Kosasih, penanggung jawab Ridwan Abdulah dengan wartawan Lodewyk Butar-Butar, Slamet SP, dan Asep Oloy.

Metode Inova Kreatif 32 Hari

Keramat Pakuleman Makam Pusaka
Obyek Wisata Religius Unggulan Kabupaten Karawang

Bupati Karawang Mendapatkan Hak Cipta Dari Kementerian Hukum dan HAM
KARAWANG, MedikomKeberhasilan Metode Inova Kreatif Keaksaraan Fungsional 32 Hari kembali mendapatkan pengakuan. Kali ini, metode yang merupakan gagasan dari Bupati Karawang Drs H Dadang S Muchtar tersebut telah mendapatkan Hak Cipta dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia dengan nomor registrasi 046712, yang berlaku sejak hari Kamis tanggal 15 April 2010 lalu. Dengan diperolehnya hak cipta, maka hak-hak intelektual dari Bupati Dadang S Muchtar selaku inventor/penggagas metode tersebut dilindungi oleh hukum dan diakui oleh negara. Hal ini sebagaimana tercantum dalam Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2002 tentang Hak Cipta, yang menyatakan bahwa hak cipta adalah hak eksklusif yang diberikan oleh Negara kepada pemegang hak cipta atas hasil ciptaannya. Oleh karena itu bagi yang akan menggunakan atau memperbanyak metoda ini harus mendapat izin terlebih dahulu. Hak Cipta Metode KF Innova Kreatif 32 Hari meliputi petunjuk pelaksanaan penyelengaraan, petujuk teknis penyelengaraan, petunjuk pelaksanaan tutorial serta bahan ajar untuk Metode KF Innova Kreatif 32 Hari. Hak cipta tersebut berlaku selama hidup pencipta dan terus berlangsung hingga lima puluh tahun setelah pencipta meninggal dunia. Metode KF Innova Kreatif 32 Hari merupakan metode pembelajaran bagi para penduduk buta aksara, di mana dengan menggunakan metode ini, para penduduk buta aksara dapat membaca, menulis dan berhitung hanya dalam tempo 32 hari. Metode ini telah sukses digunakan untuk penuntasan sebanyak 117.710 buta aksara yang ada di Kabupaten Karawang, hanya dalam kurun waktu tiga tahun. Kelahiran metode ini dilatarbelakangi oleh rasa keprihatinan Bupati Dadang S Muchtar terhadap jumlah buta aksara di Kabupaten Karawang yang mencapai 117.710 jiwa. Selain itu, metode yang digunakan dalam penuntasan buta aksara selama ini memakan waktu hingga enam bulan, sehingga dirasakan kurang efektif dan tidak sesuai dengan kondisi demografi para buta aksara yang ada di Kabupaten Karawang. Atas dasar itu, Bupati memiliki gagasan untuk mengembangkan metode yang tepat untuk penuntasan buta aksara dalam waktu singkat. Upaya tersebut diawali dengan melakukan uji coba di Desa Mekarjaya, Kecamatan Purwasari, di mana dalam uji coba menempuh lama belajar 20 hari, dengan frekuensi tatap muka sebanyak 5 kali seminggu selama 2,5 jam. Selain itu, Bupati pun memberikan insentif kepada para peserta pelatihan sebesar Rp3.000 per hari dengan harapan dapat meningkatkan motivasi para buta aksara untuk mau mengikuti pelatihan. Dari hasil ujicoba yang dilakukan ternyata cukup menggembirakan, karena dalam waktu 20 hari, para peserta pelatihan telah mahir membaca, menulis dan berhitung. Selanjutnya hal ini dikonsultasikan kepada pakar pendidikan dari Institut Teknologi Bandung (ITB) DR Megawati Santoso dan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung Prof Abin Samsyudin, serta Kementerian Pendidikan Nasional. Hasil konsultasi dengan Depdiknas kemudian ditindaklanjuti dengan melakukan penyempurnaan bagi metode baru, yaitu dengan menambah lama waktu belajar menjadi 32 hari. Metode inilah yang kemudian lebih dikenal sebagai Metoda Innova Kreatif 32 Hari. Dengan metoda inilah Kabupaten Karawang dapat menuntaskan buta aksara. Selain itu, metode ini pun sekarang telah banyak dipergunakan oleh kabupaten/kota lain di Indonesia. Dengan keberhasilan ini mengantarkan Kabupaten Karawang dapat meraih sejumlah penghargaan, di antaranya adalah Anugrah Aksara Pratama Tahun 2007, Anugrah Aksara Madya Tahun 2008, Anugrah Aksara Utama Tahun 2009, serta Kabupaten Karawang pun berhasil mendapatkan rekor dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sebagai pelopor penuntasan ratusan ribu buta aksara dalam waktu singkat dan menjadi salah satu model percepatan pemberantasan buta aksara yang resmi dan diakui oleh Direktorat Pendidikan Masyarakat Dirjen PNFI Kementerian Pendidikan Nasional. (Andy Nugroho)

Mbah Uyut dinobatkan sebagai sesepuh oleh masyarakat setempat yang selanjutnya menyebar ke luar daerah. Di tempat terpisah, Asisten Mbah Uyut yang bernama Syahroni, mengatakan bahwa Mbah Uyut memang pantas mendapat julukan itu. Diceritakan Syahroni, pada tahun 2009 Keramat Pakuleman Makam Pusaka pernah kedatangan salah seorang dari daerah Bekasi yang menginginkan pencalonannya menjadi kepala desa dimenangkan olehnya. Pada saat itu mereka datang dari Bekasi bersama istri dan anak serta keluarganya. Alhasil seseorang tersebut berhasil dan kembali lagi dengan membawa dua ekor domba beserta rombongannya sebanyak satu truk. Selanjutnya, masih menurut Syahroni, pernah juga dari sekitar lokasi Pasar Turi yang bernama Abah Among mendatangi Keramat Pakuleman Makam Pusaka untuk meminta pertolongan dikarenakan kakinya lumpuh. Paramedis sudah memvonis Abah Among untuk segera diamputasi dengan biaya yang tidak sedikit. Dikarenakan rasa kasihan yang sangat mendalam dari pihak keluarga, akhirnya Abah Among dibawa ke keramat Pakuleman Makam Pusaka oleh pihak keluarganya dan alhasil sembuh total. Masih menurut Syahroni, yang lebih seru lagi adalah salah seorang warga dari Cikarang Bekasi yang pada saat itu mengalami bengkakbengkak pada seluruh tubuhnya diiringi perut yang menggelembung besar. Keterangan dari pihak keluarganya menyebutkan bahwa mereka sudah mendatangi berbagai macam tabib namun tidak memiliki hasil yang diharapkan. Karenanya dengan keputusan mantap mereka membawa ke Keramat Pakuleman Makam Pusaka dan alhamdulillah dalam tempo satu hari ‘kempes’ serta seminggu kemudian dapat pulang dengan hati berbahagia. (Andy Nugroho)

Bupati Subang Eep Hidayat saat menyambut rombongan DPRD Bogor

DPRD Bogor Belajar ke Pemkab Subang
SUBANG, Medikom–Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Bogor, Eti Sumiati SH saat diterima langsung oleh Bupati Subang Eep Hidayat di Ruang Rapat Bupati mengatakan, masalah kependudukan di Kabupaten Bogor menjadi tantangan yang perlu mendapat penanganan. Oleh karena itu, pihak Pemerintah Kabupaten Bogor merasa perlu untuk belajar ke Pemerintah Kabupaten Subang dalam menangani masalah tersebut. Menurut Eti Sumiati, permasalahan kependudukan lainnya yang utama ialah angka kematian Ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) di Kabupaten Bogor masih tinggi. Sedangkan dinamika kependudukan yang berlangsung sekarang lebih dipengaruhi oleh urbanisasi. “Kami bersama aparatur pemerintah lainnya merasa perlu belajar untuk menjawab tantangan (kependudukan) ini, karena kami melihat AKB dan AKI di Subang cukup rendah sehingga kami perlu mempelajari metode pengendalian jumlah penduduk dari AKB dan AKB,” jelas Eti Sumiati sambil menambahkan bahwa permasalahan lainnya yang ingin dipelajari ialah penanganan pendidikan dan masalah pemberdayaan perempuan. Dalam sambutannya, Bupati Subang Eep Hidayat menyampaikan tentang pembangunan yang menerapkan strategi gotong royong bersama masyarakatnya sehingga banyak hal yang bisa dilakukan, di antaranya pengerukan sungai dengan biaya yang sangat kecil, begitu pula dengan pembangunan gedung olahraga, serta banyak kegiatan lainnya yang dikerjakan secara gotong royong dan tidak melalui anggaran pemerintah daerah. Dijelaskan Eep, sementara tentang potensi lainnya yang tengah dikelola di antaranya Lumbung Ekonomi Desa (LED) dan potensi koperasi yang beranggotakan wanita dengan anggaran dana bergulir. Selama pengelolaan dana bergulir, dana milik masyarakat menjadi lebih besar dari yang dipinjam. “Dana setelah dipinjamkan ke masyarakat akhirnya menjadi lebih besar uang masyarakatnya,” kata Bupati Subang. Sedangkan masalah pendidikan yang dihadapi Subang ialah masalah biaya operasional transportasi. “Namun mengenai pembangunan sarana dan prasana pendidikan seperti gedung sekolah GOR untuk olah raga itu dikerjakan dengan strategi gotong royong dengan melibatkan masyarakat, sehingga anggaran pemerintah bisa dioptimalkan,” jelas Bupati. (Loy)

Kekompakan Wajib Dijaga
SUBANG, Medikom–Wakil Bupati Subang, Ojang Sohandi mengingatkan kepada semua aparatur pemerintah untuk menjaga kualitas pelayanan dengan cara kinerja keras, kinerja cerdas, kinerja tuntas dan kinerja ikhlas. Untuk melaksanakan kinerja tersebut diperlukan konsentrasi dan kekompakan. Konsentrasi kerja sangat diperlukan. Oleh karena itu harus dihindari memikirkan hal-hal yang tidak perlu. “Sebagaimana sering diingatkan bahwa kita jangan memikirkan hal-hal yang tidak perlu sehingga mengganggu kegiatan penting yang seharusnya dikerjakan,” ujar Wakil Bupati dalam amanat Apel Pagi 21 Juni 2010 di halaman Kantor Bupati Subang. Selanjutnya kerja harus dibangun dengan kebersamaan dan menghilangkan “kelompokkelompok” di antara aparatur pemerintah. Pada kesempatan tersebut, Wakil Bupati atas nama Pemerintah Kabupaten Subang dan pribadi menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Kepala Desa Kasomalang Wetan, Dadang Rahayu, yang meninggal dunia akibat sakit. Wakil Bupati menyampaikan penghormatan setinggi-tingginya atas bakti selama hidupnya. Menurut Wakil Bupati, almarhum adalah figur yang yang baik. Semoga kesolehannya menjadi contoh bagi aparatur lain dan Allah SWT mengampuni semua kesalahan serta diberika tempat terbaik di Sisi-Nya. Bagi keluarga yang ditinggalkan, diberikan kekuatan lahir dan batin. Usai Apel Pagi, Wakil Bupati langsung melayat ke kediaman almarhum Kepala Desa, Dadang Rahayu. (Hms)

Perbaikan SD Melalui Dana BKUDK
SUBANG, Medikom – Demi untuk mempercepat alih teknologi lebih maju, Pemkab Subang membuka Program Beasiswa Pendidikan ke Luar Negeri dengan negara tujuan Jerman bagi siswa berprestasi, demikian diungkapkan kepala Dinas Pendidikan Nasional Kab Subang, Drs Makmur Sutisna saat menerima kunjungan pemerintah Kabupaten Bogor, di Ruang Rapat Bupati. Makmur Sutisna juga menyampaikan, bahwa perbaikan SD dilaksanakan melalui dana BKUDK sehingga akan mempercepat dan memperlancar proses penyelesaian. Selain itu, lanjut Makmur, guna menunjang pendidikan di Desa-Desa Kabupaten Subang diadakan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) kelas jauh dengan tujuan agar terjangkau oleh masyarkat Desa. Sementara, Asisten tata Praja Drs H Saad B Abdulgani menjelaskan bahwa wilayah Kabupaten Subang terdiri dari 30 kecamatan dan terbagi dalam tiga wilayah, yakni pegunungan, pedataran dan pesisir/ pantai. Menurut Saad ketiga wilayah tersebut satu sama lain mempunyai karakteristik yang bervariatif. Selain daerah pertanian yang dikenal sebagai lumbung padi di Jawa Barat, Kabupaten Subang mempunyai Objek Wisata Gunung Tangkubang Perahu dan Wisata Sari Ater yang sekarang sudah resmi milik Pemerintah Kabupaten Subang. (Loy/Lbb)

FBB Harus Seirama dengan Pemerintah Subang
SUBANG, Medikom–Dalam agenda pembukaan Deklarasi Forum Bela Bangsa (FBB) yang dipusatkan di halaman Gedung Wisma karya, Wakil Bupati Subang Ojang Sohandi mengatakan, tumbuhnya semangat berorganisasi di kalangan pemuda merupakan suatu hal yang patut dicontoh, karena akan menjadi salah satu media untuk mengubah mind set pemuda terhadap kehidupan ke depannya. “Ketika organisasi menjadi media kontrol sosial harus mampu memberikan contoh yang baik dalam menyampaikan aspirasi dengan cara-cara elegan. Bagi yang ingin menyampaikan aspirasinya, saya rasa pintu terbuka untuk menerimanya,” ungkap Ojang. Oleh karena itu, lanjut Ojang sebuah organisasi harus maju dan mau maju yang seirama dengan Pemerintah Kabupaten Subang sebagai kontrol sosial. Dengan demikian, sebagai warga Subang selayaknya bangga sebagai orang Subang yang hidup di Subang. Karena wilayahnya banyak dikaruniai kekayaan alam yang lengkap. Sementara itu, Komandan Kodim 0605/Subang Letkol Inf Stepanus Mahuri, dalam sambutannya menyampaikan bahwa ada kecenderungan lebih mudah dipecah berdasarkan golongan. Namun hal itu harus disikapi dengan arif dan dewasa. Oleh karena itu Stefanus berharap FBB yang saat ini sudah dideklarsikan harus mampu dan bisa menjadi pemersatu sebagai mitra pemerintah dalam mengakomodir aspirasi masyarakat. (Loy)

Perwakilan Kedubes Belanda Temui Wakil Bupati Karawang
KARAWANG, Medikom-Head of Political Affairs Embassy of the Kingdom of the Netherlands, Paul Ymkers beserta sejumlah anggota Hivos, LSM dari Belanda melakukan pertemuan dengan Wakil Bupati Karawang Hj Eli Amalia Priatna untuk membahas kelanjutan bantuan hibah bagi masyarakan Rawagede. Pertemuan berlangsung di Ruang Rapat Wakil Bupati Karawang, Selasa pekan lalu. Dalam pertemuan tersebut, Paul Ymkers mengatakan Kerajaan Belanda telah dan akan memberikan sejumlah bantuan kepada warga di sekitar Rawagede, Desa Balongsari, Kecamatan Rawamerta, Kabupaten Karawang. Bantuan yang telah diberikan berupa bantuan ekonomi dan yang akan menyusul merupakan pembangunan infrastruktur. “Kedua proyek tersebut diharapkan dapat berjalan lancar dan paralel,” ujarnya. Lebih lanjut Paul menambahkan, bantuan ekonomi yang telah diberikan selama ini dianggap cukup berhasil, di mana sekitar 720 orang telah menjadi anggota koperasi, dan dana bantuan senilai Rp438 juta telah berhasil dicairkan. “Ini tentunya merupakan kerja yang sangat bagus,” ujarnya. Sedangkan terkait pembangunan infrastruktur, lanjut Paul, pihaknya telah bekerja keras untuk dapat menyerahkan bantuan tersebut. Hal ini karena proses yang ada cukup rumit, karena bantuan dari Kerajaan Belanda tersebut akan diberikan melalui Kementerian Dalam Negeri,” jelasnya. Political Assistant Embassy of the Kingdom of the Netherlands, Wachid Ridwan, menambahkan, total bantuan infrastruktur yang akan diberikan mencapai Rp8,672 miliar. Bantuan tersebut dipergunakan untuk membangun sekolah, kamar inap puskesmas, pasar serta sawah yang dapat dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat. “Bangunan akan menjadi aset pemerintah daerah serta desa, dan tidak ada kelompok masyarakat tertentu yang mendapatkan bantuan tersebut,” tambahnya. Wakil Bupati Eli Amalia Priatna berharap bantuan yang telah dan akan diberikan tersebut hendaknya bisa terus dimanfaatkan. Oleh karena seluruh warga masyarakat hendaknya ikut mempunyai rasa memiliki karena bantuan tersebut diperuntukkan demi kesejahteraan bersama. “Khususnya untuk meningkatkan kualitas SDM masyarakat sekitar ke arah yang lebih baik,” ujarnya. Kepala Kantor Hivos Regional Asia Tenggara, Ben Witjer, menjelaskan, sebagai pihak yang dipercaya oleh Kedubes Belanda untuk menjadi pendamping dalam bantuan ekonomi, pihaknya melihat terdapat sejumlah tantangan. Salah satunya adalah masyarakat masih belum terbiasa dengan pola yang ada. Sementara itu, pertemuan tersebut juga dihadiri oleh Kepala DPPKAD Kabupaten Karawang, perwakilan Bagian Hukum, Camat Rawamerta, dll. (Andy Nugroho)

10 Siswa dari Subang Melanjutkan Sekolah ke Jerman
SUBANG, Medikom–Bupati Subang, Eep Hidayat menyampaikan bahwa Program Beasiswa Pendidikan ke Luar Negeri terinspirasi oleh keberhasilan warga Indonesia yang dinilai berhasil belajar dan bekerja di Luar Negeri. Secara eksplisit Bupati menyebutkan sosok BJ Habibie yang berhasil meningkatkan kemajuan Indonesia setelah lama belajar dan menimba pengalaman di Jerman. Hal tersebut disampaikan oleh Bupati Subang saat melepas 10 siswa hasil seleksi untuk diikutsertakan dalam Program Beasiswa Pendidikan ke Luar Negeri. Acara pelepasan berlangsung di Aula Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Subang. Saat ini, lanjut Bupati, berdasarkan data dari salah satu penukaran uang asing, menyebutkan uang masuk mencapai nilai Rp 1 trilyun per tahun. “Nilai sebesar ini belum termasuk dari lembaga keuangan perbankan swasta ataupun pemerintah,” kata Bupati. Hal senada disampaikan oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Subang, Drs Makmur Sutisna MPd, nilai 1 trilyun yang masuk seperti yang diutarakan bupati itu berasal dari TKI dengan latarbelakang pendidikan SMP sampai SMA, maka akan lain dengan latar belakang pendidikan lebih tinggi. Itu dari sisi uang masuk, belum lagi dengan pembangunan industri dalam negeri. Maka dari itu pengiriman pelajar memiliki muatan tujuan untuk meningkatkan kualitas SDM dan kulitas pendidikan dimasa depan. Ketika selesai menempuh pendidikan, mereka diharapkan bisa membangun sistem pendidikan di sekolah asalnya atau sekolah di Subang dengan berbasiskan kompetensi. “Harapan kami, ketika selesai menempuh pendidikan, mereka bisa mengembangkan pendidikan di sini (di Subang). Selanjutnya bisa saja nanti dalam memproduksi pesawat terbang, misalnya, sekolah ini membuat disain sayap, sekolah itu menciptakan mesinnya, dan sekolah lainnya membuat disain interiornya. Maka tidak menutup kemungkinan industri pesawat terbang bisa dibuat dengan percepatan dari putra-putri kita,” terang Makmur memaparkan harapannya. Pada saat pelepasan Bupati membacakan puisi ciptaannya yang berjudul “Anaking Jimat Awaking” yang berisikan serangkaian harapan orang tua kepada anaknya yang ingin anaknya berguna untuk masyarakat. Dalam pembacaan “Ikrar Putra Kabupaten Subang” dibacakan ulang oleh siswa yang diantara isinya menyatakan bahwa bila setelah lulus akan bekerja di Jerman guna menimba pengalaman kemudian akan mengamalkannya untuk kepentingan kemajuan Subang. 10 siswa hasil seleksi yang meliputi seleksi mata pelajaran matematika, fisika & kimia dan psikotes yang diselenggarakan atas kerja sama dengan Institut Teknologi Bandung (ITB). Program Beasiswa atas dasar hukum Perda Subang No. 2 Tahun 2010 tentang Penyelenggaraan Pendidikan di Kab. Subang, Perbup No. 10 tahun 2010 tentang Pedoman Pelaksanaan Bantuan Beasiswa Pendidikan ke Luar Negeri untuk Program Sarjana bagi Lulusan SMK, SMA dan MA 5 angkatan 2010 sampai dengan 2014, Memorandum of Understanding (MOU) antara Pemkab Subang dengan ITB No. 650/PK.17BAPPEDA, dan Kepbup No. 422.5/ Kep.152-Disdik/2010, tanggal 16 Juni 2010 tentang Penerimaan Bantuan Pendidikan ke Luar Negeri bagi Lulusan SMK, SMA di Kabupaten Subang. Seleksi menghasilkan 10 siswa dan asal sekolah adalah sebagai berikut: Adi Wibowo SMAN 1 Subang, Agung Gumilar SMAN 1 Subang, Cevi Herdian SMAN 1 Subang, Musiga Buana Juli Chrissy SMKN 2 Subang, Lilis Mulansari SMAN 1 Pagaden, Rio Mathias Mungok SMAN 1 Subang, Yulia Iskandar SMAN 1 Tanjungsiang, Galuh Permana SMAN 2 Subang, Rahmah Mulyawati SMAN 1 Pabuaran, dan Eha Rohayati SMAN 1 Compreng. Diantara para tamu yang hadir dalam acara pelepasan tersebut ialah, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Subang, Ir Agus Masykur Rosyadi MM, Dandim 0605/Subang Letkol Inf Stefanus Mahuri, Kepala Bappeda Ir Besta Besuki MM, dan Kabag Bina Mitra Polres Subang Kompol Sirat Harsono yang hadir mewakili Kapolres. (Loy/Hms)

Pelanggaran Anggota TNI AD di Subang Menurun
Apabila melanggar aturan termasuk menjadi backing perdagangan minuman keras yang saat ini sudah ada peraturan daerah (perda) terkait miras, maka pihaknya tidak akan pandang bulu dalam menindak oknum anggota Angkatan Darat (AD) maupun aparat lainnya. Demikian diungkapkan Komandan Sub Detasemen Polisi Militer (Denpom) Subang, Kapten CPM Dedy Haryanto saat syukuran HUT Ke-64 POM AD di Markas Sub Denpom Jalan Darmodihardjo Subang baru-baru ini. “Terkait adanya dugaan kasus oknum yang terlibat masalah miras Kami sudah mendapat limpahan berkas dari Polres Subang dan akan diselidiki. Selain itu, masyarakat pun jangan sampai salah melaporkan bila ada tindakan dari oknum tentara dipersilakan untuk datang langsung,” ujarnya. Dikatakan, pihaknya merasa bersyukur, pelanggaran yang dilakukan jajaran anggota TNI AD di wilayah kerjanya ada penu-runan dibanding tahun sebelum-nya. “Sekarang yang sedang kita tangani hanya ada dua perkara dan itu pun hanya berkaitan dengan disersi,” jelas Dedy. Dedy juga meminta kepada anggota bila dalam bertugas di lapangan haruslah bersikap simpatik, sopan apalagi bila bersentuhan langsung dengan masyarakat. Namun harus tetap memperlihatkan sifat-sifat dan sikap militer yang tegas. “Sebenarnya hari ulang tahun dipusatkan di Denpom Cirebon secara sederhana dan apabila di sini diadakan pengajian serta makan bareng bersama dengan tukang becak, ini sebagai salah satunya upaya agar lebih mendekatkan polisi militer dengan masyarakat sekitar,” ujar Dedy kepada wartawan. (Ssp)

Edisi 375 Tahun VII 28 Juni s.d. 04 Juli 2010

6

OPINI

Kebijakan yang Mengorbankan Rakyat
Dengan alasan tingginya beban subsidi kepada masyarakat pengguna bahan bakar minyak tanah, maka pemerintah menggulirkan program konversi minyak tanah ke gas yang digagas oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla pada tahun 2007 lalu. Sejak semula, program ini penuh kontroversi. Banyak pihak yang menentang, tapi banyak pula yang pro. Namun, pengguliran program ini memang terkesan tidak matang. Baik dalam kesiapannya maupun dalam implementasinya. Ada kesan pemaksaan dan dikejar target. Maka tak heran program ini cenderung tergesa-gesa, amburadul, dan tidak terukur. Dalam perjalanannya, berbagai kekhawatiran pelaksanaan program yang tidak matang ini menuai masalah. Terbukti, berbagai persoalan muncul di kemudian hari. Tetapi yang paling memprihatinkan, program konversi minyak tanah ke gas ini telah menimbulkan ekses yang paling memilukan. Karena berdasarkan fakta dan data sejak digulirkan telah 100 kali lebih ledakan tabung gas eplpiji 3 kg ini terjadi. Dan telah menimbulkan korban puluhan nyawa melayang, puluhan lukaluka, ratusan rumah hancur maupun rusak. Inilah fakta dari sebuah program yang tidak terencana matang. Anehnya bila dilihat durasi waktu yang sekian lama, terkesan pemerintah melakukan pembiaran, seolah-olah lepas tanggung jawab karena program ini digagas oleh Wakil Presiden periode lalu. Inilah celakanya kita. Penanganan korban dari sebuah kebijakan justru tidak terlihat responsif negara padahal rakyat telah dirugikan. Ada dua hal yang paling mendasar lemahnya program ini. Terutama terlihat dari kualitas tabung, regulator, dan aksesoris. Persoalan lain yang mengikuti adalah persoalan sosialisasi terhadap konsumen yang dinilai oleh banyak kalangan sangat lemah. Dua persoalan dasar ini yang tampaknya perlu dievaluasi secara mendasar. Karenanya, kita juga sepakat munculnya suara di DPR RI yang meminta agar seluruh tabung gas ditarik terlebih dahulu dari peredaran sebelum dievaluasi secara menyeluruh. Persoalan makin runyam di samping dua persoalan dasar yang disebutkan di atas, ternyata di lapangan juga beredar tabung gas palsu yang diproduk oleh orang-orang tertentu yang tentu kualitasnya sangat meragukan. Bukan itu saja, tabung gas yang pengadaannya dilakukan oleh Pertamina saja setelah dievaluasi oleh Badan Standar Nasional (BSN) tidak seluruhnya memenuhi kualitas berdasarkan Standar Nasional Indonesia (SNI). Inilah persoalan-persoalan nyata program yang digulirkan yang telah menimbulkan sebuah kekhawatiran dan kewaswasan. Tetapi tidak bisa dipungkiri kebijakan ini juga dijadikan kesempatan oleh berbagai kalangan untuk mengambil keuntungan-keuntungan dari sebuah kelemahan penyelenggaraan kebijakan. Sudah tiba saatnya pemerintah responsif secara cepat karena persoalan tabung gas elpiji 3 kg ini sudah menjadi ancaman nyata dan sebagian masyarakat sudah melihat bahwa tabung gas ini bagaikan kiriman bom yang datang ke rumah-rumah. Karenanya pemerintah tidak perlu berargumentasi atau saling melempar tanggung jawab. Karena yang perlu dilakukan adalah langkah konkret penanganan agar hak-hak konsumen terutama hak-hak memperoleh rasa aman terpenuhi. Di balik itu, kita juga merasa perlunya polisi melakukan langkah-langkah penegakan hukum. Keterlibatan polisi menjadi sebuah keniscayaan karena di dalam program konversi minyak tanah ke gas ini terjadi berbagai tindakan pelanggaran hukum terutama dari pemalsuan tabung gas dan segala aksesorisnya. Dan ada juga kecenderungan kejahatan yang bersifat penyuntikan gas dari tabung 3 kg yang disubsidi ke tabung 12 kg. Perilaku ini terjadi karena adanya disvaritas harga antara gas subsidi dengan non subsidi. Inilah berbagai peluang kejahatan yang terjadi. Dan semua kejahatan itu bisa melahirkan malapetaka. Karena pada akhirnya sterilisasi dan kualitas tabung maupun regulatornya menjadi tidak memadai dan ia rentan sebagai pemicu ledakan yang akhirnya menimbulkan tragedi. ***

Tulalit
+ Berdasarkan data Badan Nasional Narkotika Indonesia, 3,2 juta rakyat Indonesia pengguna narkoba. - Pantesan orang Iran juga ramerame bawa sabu ke Indonesia.

+ Kebakaran di Kelurahan Arjuna, Kota Bandung, Jumat (25/6) dini hari berakibat 600 warga tanpa rumah. Api memang bisa menyengsarakan banyak orang.

Kehebatan Teknologi Informasi

PERLUKAH JASA LAYANAN AKSES INTERNET DIATUR?
Oleh Dinoto
Beredarnya video mesum berhambur bintang akhirakhir ini menyadarkan kita betapa hebatnya teknologi informasi. Dalam hitungan detik, adegan suami-isteri itu bisa disaksikan siapa pun, di mana pun dan kapan pun. Ketiga bintang langsung mendunia, melibas kepopuleran karier yang selama bertahun-tahun dirintisnya.
Seorang bintang porno sekelas Miyabi pun menyanjung kehebatan bintang pria dan memuji keelokan paras kedua artis lawan mainnya. Sesuatu yang wajar, artis seprofesional Miyabi saja selalu harus menggunakan skenario dalam memainkan adegan. Ketiga selebritis Indonesia itu memang berbakat dan sangat lihai menjalankan tugasnya. Walau setinggi langit pujian Miyabi, sesungguhnya, apabila diamati secara seksama, maka “Bandung Lautan Asmara” jauh lebih dahsyat. Berangkat dari dua anak manusia yang tidak terlalu dikenal, Ahmad dan Nanda langsung meroket jadi idola. Tidak banyak yang menampakkannya, sebagian besar berpura-pura atau bahkan tidak sedikit yang sembunyi di balik caci. Tetapi kenyataan menunjukkan bahwa keping perak tentang apa yang dilakukan keduanya melebihi peredaran VCD karya artis papan atas sekalipun. Kalau video yang membuat heboh nusantara itu tidak dapat mendongkrak langsung pemerannya mendunia, itu hanya karena keterbatasan media informasi. Teknologi informasi sepuluh tahun lalu masih relatif terbatas. Bagaimana kalau video Ahmad dan Nanda sekarang di-upload ke dunia maya? Tidak akan bisa menembus kehebatan “Peterporn” karena seperti kata adegium lama, “Kesempatan hanya muncul sekali.” Berbeda dengan Ahmad dan Nanda yang gambarnya baru bisa dinikmati umum dengan enak melalui keeping VCD yang merepotkan, klip “Peterporn” bisa dinikmati dengan mudah melalui berbagai perangkat yang saat ini banyak tersedia. Telepon genggam pun bisa. Bila kurang puas, maka layar komputer bisa jadi pilihan. Tempat yang paling aman untuk melakukannya, di tempat umum, warung internet atau lebih populer disebut warnet! Banyak keuntungan yang didapat dengan menggunakan jasa warnet. Selain akses data yang biasanya lebih cepat, juga masih ada kemungkinan untuk mendapatkan gambar dan video yang sudah diberangus sekalipun. Tayangan “Peterporn” boleh saja dihapus dari dunia maya, tetapi di CPU warnet kemungkinan masih ada beberapa download-an yang tidak pernah diketahui oleh pengelolanya sekalipun, termasuk “Peterporn”. Dengan sedikit permainan tuts maka dapatlah dengan mudah gambar itu diputar, dipindahsimpan ke tempat yang dikehendaki. Kopian pun bukan hanya bisa diputar-ulang, tetapi akan dengan lebih mudah ditransfer ke berbagai media lainnya. Tidak mengherankan kalau peredaran video klip terakhir Ariel tersebut terus berlangsung sekalipun peredarannya di dunia maya sudah sedemikian di-nol-kan. Tanpa bermaksud memojokkan usaha warung internet yang saat ini berkembang pesat, razia aparat keamanan terhadap warung internet membuktikan kalau di CPU komputer mereka tersimpan banyak gambar dan video serta materi lainnya yang tidak pernah dihapus. Persaingan usaha satu dengan yang lainnya membuat pengunjung warnet seakan dimanja. Tempatnya nyaman, akses yang cepat dan berbagai kemudahan lainnya menjadi keunggulan untuk dapat meraih konsumen. Tetapi, sebagai bagian dari teknologi informasi yang berkembang sangat cepat maka cepat atau lambat berbagai usaha ini akan menemui titik klimaks. Tragedi Wartel adalah contoh nyata kehebatan bisnis di bidang teknologi informasi. Sekitar dua dasawarsa yang lalu, ketika PT Telkom meluncurkan STO (Sambungan Telepon Otomatis) maka dunia telepon engkol mengalami revolusi. Komunikasi jarak jauh sampai menembus negara lain pun menjadi sangat mudah dan murah. Warung telekomunikasi atau wartel pun bermunculan seiring kebutuhan masyarakat yang sangat tinggi. Sebagai sebuah bisnis yang menggiurkan, wartel tumbuh tak terkendali. Selain tiadanya aturan yang jelas, keadaan ini diperparah dengan munculnya berbagai makelar penyedia jasa yang bisa menjadikan telepon rumah menjadi wartel atau bahkan mendirikan wartel pada wilayah tanpa telepon kabel sekalipun. Titik balik pun tercapai ketika teknologi telepon seluler menjadi sangat populer. Persaingan antaroperator menjadikan akses informasi tanpa kabel menjadi sangat mudah dan murah. Demikian juga pesawat telepon saku makin bisa dibeli dengan biaya yang sangat ringan. Warung telekomunikasi pun dikubur oleh bapaknya sendiri, teknologi informasi. Demikian juga perkembangan warnet yang saat ini sangat pesat sebenarnya sudah dihadang oleh kemajuan teknologi informasi lainnya. Teknologi hot spot saat ini memang masih terlalu mahal dan terbatas, tetapi merupakan indikasi persaingan. Hal ini mengingatkan kejadian sebelumnya, ketika wartel tumbuh pesat di antara harga telepon genggam dan pulsa yang mahal, untuk nomor SIM saja saat itu masih harus dibeli. Selain itu teknologi wide spot dengan jangkauan lebih luas dari hot spot sudah juga mengintip. Beberapa tahun yang lalu sebuah perusahaan India telah bekerja sama dengan sebuah operator telepon seluler dalam negeri untuk mengembangkan teknologi informasi yang sudah diterapkan di negaranya untuk diterapkan di Indonesia. Hot spot dan wide spot tidak berjalan sendiri. Produsen laptop pun sudah mulai beradu tipe dan harga dalam merebut hati konsumen. Laptop dengan berbagai model dan ukuran saat ini dapat dibeli dengan harga terjangkau. Diperkirakan pada tahun-tahun mendatang harganya makin bergeser ke bawah seiring banyaknya produsen yang merangsek ke pasar nasional. Hot spot dan wide spot juga memungkinkan pengguna telepon genggam dapat mengakses internet secara gratis, tanpa harus membayar pulsa telepon seluler seperti sekarang terjadi. Bahkan personal computer (PC) yang saat ini sudah banyak dimiliki kantor dan keluarga di Indonesia pun dengan tambahan sedikit perangkat akan bisa mengakses internet tanpa kabel dan bayar sedikitpun. Seperti biasa, maka cepat atau lambat kemajuan teknologi informasi baru akan menggilas teknologi informasi lama yang mahal dan merepotkan. Teknologi lama akan menjadi barang kuno yang antik dan menjadi penghuni museum teknologi informasi. Jasa Layanan Akses Internet Kebutuhan masyarakat akan jasa akses internet berbanding lurus dengan perkembangan teknologi informasi itu sendiri. Hal ini jelas merupakan suatu pertanda bahwa teknologi terbaru yang selalu terbaharukan diciptakan untuk membantu masyarakat. Bukan hanya dalam hal fungsinya, tetapi juga biaya mengaksesnya semakin hari semakin relatif terjangkau. Perkembangan telepon genggam yang semula lahir sebagai pengganti telepon kabel yang terbatas kemobile-annya, saat ini justru jauh lebih berkembang sebagai salah satu media pengakses berbagai informasi dunia yang sangat mobile. Namun demikian, di balik ke-mobile-annya terdapat beberapa keterbatasan, misalnya biaya akses yang relatif tinggi, sekalipun demi alasan bisnis beberapa operator telepon memberikan tarif lebih murah atau bahkan gratis. Faktor lain yang tidak bisa digantikan adalah kelebaran layar yang dapat dilihat yang relatif berbanding lurus dengan kepuasan mengakses internet. Oleh karena itu tidak mengherankan k a l a u perkembangan k e i n g i n a n masyarakat dalam mengakses teknologi informasi identik dengan sebuah jenis usaha baru yang dikenal sebagai Warung Internet atau Warnet. Sekalipun namanya mirip dengan pendahulunya Warung Telekom atau Wartel, sangat diharapkan kalau nasibnya tidak akan sama seperti pendahulunya itu. Di Kabupaten Indramayu, misalnya, dua tahun yang lalu layanan internet masih hanya bisa diakses dari beberapa Warung Internet di tengah kota dengan tarif yang relatif mahal. Seiring perkembangan maka bukan hanya kualitas pelayanan yang meningkat, tetapi jumlahnya pun membludak. Sementara tarif per jamnya hanya seperempat dari semula. Di kota sekecil Indramayu, Warnet terdapat di setiap sudut kota. Usaha yang semula hanya disediakan di tempat yang luas seperti toko, sekarang sudah merambah ke mana-mana. Sebuah garasi atau bahkan kamar kos, bisa diubah menjadi usaha yang menggiurkan ini. Selain biaya produksi yang relatif terjangkau, pangsa pasar pun masih akan terus berkembang dan bertambah. Hal yang sama terjadi di perdesaan. Penyedia jasa layanan akses internet berkembang lebih cepat daripada telepon kabel yang sudah puluhan tahun disediakan PT Telkom. Tanpa telepon kabel pun mereka bisa membuka usaha ini. Banyak penyedia jasa yang membantu mereka mewujudkan harapan masyarakat untuk meraih dunia yang semakin sempit ini, terlepas dari resmi atau tidak resmi, legal maupun gelap. Melanggar hukum atau tidak belum menjadi bahan pertimbangan. Karena selain pengetahuan mereka yang terbats soal itu, godaan keuntungan materiil sering membuat mereka lupa akan sanksi yang berat sekalipun. Oleh karena itu, sebelum terlanjur terjadinya banyak dampak negatif dan pelanggaran yang bukan hanya merugikan masyarakat, tetapi juga dunia usaha, maka Pemerintah perlu membuat sebuah aturan yang melindungi masyarakat dan dunia usaha itu sendiri. Aturan Oh Aturan Anekdot yang sudah lazim di masyarakat negeri ini adalah bahwa peraturan dibuat setelah efek negatif menyebar luas. Selalu datang terlambat. Sebuah anekdot lainnya yang tidak kalah menggelikan, “Aturan dibuat untuk dilanggar!” Tidak dapat dipungkiri kalau kedua opini itu ada benarnya. Tetapi sesungguhnya hal tidak selalu benar. Dalam hal perkembangan teknologi informasi yang selalu berkembang sangat cepat, jelas proses pembuatan produk hukum yang harus mengikuti alur kaidah birokrasi yang berlaku akan terlihat seperti jalan di tempat. Jika keduanya dipersandingkan maka ibarat pesawat jet yang melaju makin cepat meninggalkan landasan dengan pejalan kaki yang menatap burung besi itu terbang makin jauh. Oleh karena itu tidak mengherankan apabila anekdot pertama ada benarnya. Ketika peraturan masih berupa rancangan dan mengalami berbagai proses yang menghambatnya untuk segera melaju menjadi produk hukum yang baku, sementara teknologi informasi tak mempedulikannya, terus melaju meninggalkan peraturan yang sulit kelar. Banyak peraturan bahkan justru memang lahir setelah berbagai dampak negatif timbul di masyarakat. Ironisnya, sudah lumrah di telinga kalau pengusung produk hukum itu justru menyiasati untuk menyiasati aturan yang dibuatnya. Dalam menyiasati perkembangan teknologi informasi bahkan pernah ada kebijakan yang justru jadi bahan tertawaan masyarakat. Misalnya pemblokiran situs www.youtube.com beberapa waktu lalu. Dalih menyebarkan pornografi dan pornoaksi, jelas sama sekali tidak bisa diterima masyarakat. Sangat banyak informasi yang dapat diraih dari web tersebut. Selain itu, ternyata Pemerintah tidak cerdas, menganggap bahwa semua masyarakatnya maniak ketelanjangan. Pemerintah lupa akan manfaat pendidikan yang dibiayai dengan dana sangat besar selama ini, tidak tahu bahwa masyarakatnya sudah sedemikian cerdas, bisa membedakan mana yang pantas diakses dan mana yang mesti ditinggalkan. Beruntunglah upaya membunuh tikus dengan membakar gudangnya ini tidak berlangsung lama, namun dampaknya sangat terasa. Sebagian masyarakat yang tidak terima identik dengan pornografi dan pornoaksi mengacak-acak berbagai situs lain dengan berbagai konten yang bernada benar-benar prono. Mudahmudahan keteledoran Pemerintah seperti yang dilakukan terhadap www.youtube.com tidak perlu terjadi lagi. Sebuah aturan semestinya bukan hanya harus lahir dari aspirasi dan melibatkan partisipasi masyarakat, tetapi juga untuk melindungi segenap masyarakat itu sendiri, termasuk di dalamnya adalah dunia usaha. Belajar dari Daerah Lain Dalam hal melindungi masyarakat pemanfaat dan usaha jasa penyedia layanan internet di suatu daerah maka akan lebih aplikatif kalau peraturan itu setingkat Peraturan Bupati. Hal ini mengingat terdapat perbedaan sosial-kultural antara satu daerah dengan daerah. Apalagi iklim otonomi daerah yang diterapkan hampir sepuluh tahun terakhir semakin mempertajam adanya ‘kekuasaan daerah’. Salah satu daerah yang telah membuat peraturan ini adalah Kabupaten Tanah Datar di Provinsi Sumatera Barat. Aturan yang ditetapkan di Batusangkar tanggal 10 Maret 2010 itu diberi nama sebagai Peraturan Bupati Tanah Datar Nomor 3 Tahun 2010 tentang Usaha Jasa Layanan Akses Internet. Sekali lagi aturan itu dibuat bukan untuk menghambat perkembangan teknologi informasi ataupun membatasi masyarakat untuk meraih berbagai informasi dunia dengan mudah atau bahkan mematikan usaha Warnet yang semakin menjamur. Sama sekali tidak, tetapi justru bertujuan untuk mengawasi perkembangan jasa usaha layanan akses internet dan membantu kelancaran perkembangan teknologi informasi itu sendiri. Namun, sebagai bagian dari masyarakat Indonesia yang berdasarkan Pancasila, maka tidak boleh melupakan norma agama, kesopanan, kesusilaan dan hukum yang berlaku. Kewajiban dan larangan penyedia jasa layanan askses internet perlu ditegaskan secara tertulis sehingga tidak ada pihak yang dirugikan satu sama lain. Peraturan yang dibuat hendaknya memuat beberapa hal penting. Di antaranya: (a) perlindungan kepada konsumen dan masyarakat umum, dan (b) perlindungan kepada dunia usaha. Masyarakat sebagai pengguna jasa internet bukan hanya mempunyai hak mendapatkan pelayanan yang memuaskan, tetapi juga perlu dilindungi dari berbagai dampak yang ditimbulkan akibat mengakses jasa layanan internet. Sebagai daerah yang bertumpu pada “Adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah,” maka Pemerintah Kabupaten Tanah Datar melarang pengusaha jasa layanan internet melakukan beberapa hal, di antaranya (Pasal 8, ayat (1)): (1) Membuat sekat pembatas di antara pengguna jasa layanan akses internet, (2) Menghadapkan monitor komputer ke ruang tertutup dan menghadap dinding Mungkin lebih tepatnya kalau kata “dan” pada (2) diganti dengan “atau” karena kalau menggunakan kata “dan” maka kedua klausal harus dipenuhi. Sementara penggunaan kata “atau” bermakna “salah satu atau keduanya” dilakukan. Sehingga penyedia jasa layanan internet dilarang menghadapkan komputer ke ruang tertutup. Demikian juga dianggap melanggar apabila monitor komputernya menghadap ke dinding. Apalagi kalau keduaduanya dilakukan. Sementara masyarakat sendiri dilarang melakukan (Pasal 8, ayat (2)): (1) Mengakses situs porno dan atau konten porno, (2) Mengakses situs yang mengandung unsur judi, (3) Membawa minuman yang mengandung alkohol, (4) Berpakaian seragam sekolah bagi peserta didik kecuali ada surat izin dari sekolah, (5) Berpasangan dengan lawan jenis pada monitor yang sama. Pembatasan terhadap anak-anak berseragam sekolah tentu bukan berarti membatasi ruang gerak para generasi muda dalam mengakses berbagai informasi di dunia maya, tetapi memberi pelajaran berharga bagi mereka agar mengakses internet sesuai dengan keperluan serta tetap terbimbing dan terawasi. Secara umum pengguna internet sebagai konsumen juga dapat perlakuan istimewa, oleh karena itu setiap pengusaha jasa internet diwajibkan menyediakan jasa layanan akses internet yang memadai kepada pengguna jasanya (Pasal 9 huruf a). Aturan yang berlaku tentu berbeda dari satu daerah dengan wilayah lainnya. Tetapi Peraturan Bupati yang berlaku di Luhak Nan Tuo itu dapat jadi bahan referensi untuk melindungi dan mengarahkan serta mendidik masyarakat, termasuk di dalamnya anak-anak sekolah, untuk berinternet secara bijak. (b) Perlindungan kepada dunia usaha. Tragedi Wartel yang diceritakan di atas adalah sebuah pelajaran yang sangat berharga. Animo masyarakat yang sangat tinggi dan rayuan keuntungan berlimpah dari para penyedia jasa pembuatan Wartel, legal ataupun terlarang, melambungkan bisnis teknologi informasi ini menjadi sangat populer. Tetapi drama usaha potensial ini harus berakhir menyedihkan. Boksboks ruang bicara harus beristirahat selamanya. Hal itu terjadi karena perkembangan teknologi informasi yang sangat cepat. Handphone bukan lagi menjadi barang mewah, diiringi dengan berbagai perang tarif antaroperator seluler dalam berebut pasar. Perkembangan teknologi informasi selanjutnya sudah sangat jelas, oleh karena itu tragedi bisnis ini tidak boleh terulang kembali. Oleh karena itu penyedia usaha jasa layanan internet harus dilindungi keberadaannya baik oleh ulah para konsumen yang usil ataupun dalam persaingan usaha. Oleh karena itu hanya mereka yang memenuhi persyaratan teknis dan administrasi yang ditentukan saja yang boleh membuka jasa usaha layanan internet. Berbagai persyaratan ini tentu saja bukan untuk mempersulit, tetapi untuk menertibkan keberadaan mereka sehingga diharapkan tidak terjadi persaingan usaha yang tidak sehat yang bukan hanya merugikan salah satu pihak, tetapi mengancam bangkrutnya semua usaha penyedia jasa layanan internet. Bagi penyedia jasa layanan akses internet yang sudah berdiri dan tidak sesuai dengan aturan diberi tenggang waktu tiga bulan untuk menyesuaikan dengan aturan yang bagi beberapa daerah lain terasa berat dilakukan! Perlindungan bagi Semua Sekali lagi, sebuah peraturan dibuat bukan untuk mempersulit tetapi demi melindungi masyarakat luas dari berbagai dampak yang tidak dikehendaki mereka sebelumnya. Menghindarkan masyarakat dari keinginan mengakses sesuatu informasi yang tidak pernah terbayang di kepala mereka sebelumnya. Medidik masyarakat bijak menyikapi perkembangan teknologi informasi yang tidak bisa dibendung lagi. Masyarakat harus dilindungi dari ketertarikan mengakses situs dan hal-hal yang tidak dikehendaki sebelumnya. Hal ini berguna juga untuk mendewasakan pengguna internet agar mempersiapkan diri sebelum mengakses informasi: agar hanya mengakses informasi yang memang diperlukan. Cara sederhana yang dapat dilakukan penyedia jasa layanan internet adalah dengan membersihkan CPU-nya setiap hari. Berbagai web yang pernah diakses dibersihkan. Demikian juga CPU dibersihkan dari berbagai file download-an para pengguna hari itu. Dengan menyempatkan setiap komputer beristirahat kurang dari satu jam dalam sehari, maka kegiatan ini akan sangat bermanfaat untuk melindungi pengguna dan perangkat komputer yang digunakan serta keberlanjutan usaha warnet itu sendiri.

Dinoto Pegawai di Bappeda Kabupaten Indramayu

Edisi 375 Tahun VII 28 Juni s.d. 04 Juli 2010

7

Sudut
SDN Bantarjati 9 Sekolah Berwawasan Lingkungan Adiwiyata
BOGOR, Medikom-Upaya SDN Bantarjati 9, untuk mendapatkan “Adiwiyata” tingkat Nasional lewat perjuangan yang cukup menguras tenaga pikiran dan material. Namun dari perjuangan yang ditempuh cukup berat ini, terbukti membuahkan hasil yang diharapkan. Sekolah Dasar yang ada di Kota Bogor dan menjadi kebanggaan Dinas Pendidikan Kota Bogor dan Jawa Barat dengan keberhasilannya meraih juara tingkat Nasional Adiwiyata. “Upaya ini juga tidak terlepas dari dukungan banyak pihak,” jelas Kepala SDN Bantarjati 9 Kota Bogor Yayah Komariah SPd, ketika bersama komite Sekolah, Mislah. Menurutnya, hal ini tidak terlepas dari peranserta Pemerintah Kota Bogor terutama untuk memberikan kepercayaan penuh kepada SDN Bantarjati 9, menjadi Sekolah Mandiri, supaya sekolah-sekolah lainnya bisa berupaya memajukan kualitas maupun kuantitas sekolahnya untuk menjadi kebanggaan semua pihak. Selain itu dengan keberhasilan SDN Bantarjati 9 meraih “Adiwiyata perak” tingkat Nasional, pihak sekolah dan komite ke depan akan berjuang untuk meraih juara “Adiwiyata Emas”. Masalah ini butuh dorongan Pemerintah Kota Bogor, supaya berhasil. (Wan/Gn)

Sekolah Dilarang Lakukan Pungutan dan Terima Siswa Titipan
CIBINONG, Medikom-Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) untuk tingkat SD/MI, SMP/MTS dan SMA/ SMK/MA untuk tahun pelajaran 2010/2011telah dimulai. Untuk itu Dinas Pendidikan dan Kementerian Agama Kabupaten Bogor melarang keras sekolah-sekolah melakukan pungutan liar dengan dalih biaya pendaftaran. Karena biaya pendaftaran untuk tingkat dasar dan menengah sudah dialokasikan dari dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Sedangkan untuk jenjang menengah atas, biaya pendaftaran sudah diatur dalam Anggaran Pendapatan Belanja Sekolah (APBS). Kepala SMPN 2 Cibinong H Maman Kuswandi ketika di konfirmasi Medikom diruang kerjanya belumlama ini membenarkan, untuk penerimaan siswa baru tidak ada pungutan dan biaya-biaya lainnya. Karena bagi SMPN 2 Cibinong tahun ini, kami berpegang teguh kepada Peraturan Bupati (Perbub) No. 32 tahun 2010 tentang pedoman penerimaan peserta didik baru. Yakni mudah, lancar, akuntabel, tersalurkan dan transparan serta tidak menerima siswa titipan dari manapun juga. Jadi kami pihak sekolah khususnya SMNP 2 Cibinong memegang teguh perbub tersebut. Dan saya minta kepada temanteman dari media untuk ikut memantau penerimaan siswa baru. Kalau ada indikasi kecurangan dalam penerimaan siswa baru atau ada istilah siswa titipan dari siapapun juga silakan laporkan kepada saya (Maman Kuswandi-red), dan akan saya berikan sanksi tegas bagi oknum guru SMPN 2 kalau melakukan itu, karena perbuatan itu sangat tidak mendidik. Ditempat terpisah hal yang sama juga disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor H Didi Kurnia SH MSi kepada Medikom menjelaskan, kalau ada sekolah setingkat SD, SMP dan SMA melakukan pemungutan dalam pendaftaran dan melakukan kecurangan dalam penerimaan murid dan siswa baru laporkan kepada dinas pendidikan dan akan kita lakukan proses sesuai aturan yang berlaku. Karena dalam penerimaan siswa baru untuk tahun ini Bupati Bogor H Rachmat Yasin telah mengeluarkan Perbub No 32 tahun 2010, yang isinya jelas melarang dengan keras sekolahsekolah melakukan pungutan pendaftaran dan menerima siswa titipan. “Maka saya imbau kepada seluruh kepala sekolah di Kabupaten Bogor untuk mengindahkan peraturan bupati tersebut, jangan main-main dengan jabatan. Dan kepada temanteman dari media untuk ikut mambantu memantau sekolahsekolah dalam penerimaan siswa baru. Dan kalau ada temuan dari teman wartawan yang mencurigakan silakan laporkan kepada saya dan akan saya berikan tindakan tegas kalau benar ada oknum kepala sekolah atau guru melakukan tindakan yang merugikan orang lain,” ujar Didi. Kadis Pendidikan juga minta kepada teman-teman dari wartawan berikan contoh yang baik jangan ikut bermain dalam penerimaan siswa baru. Karena dalam penerimaan siswa baru untuk tahun ajaran 2010/2011 SMPN dan SMAN Kabupaten Bogor tidak melakukan tes pelajaran masuk sekolah melainkan pakai seleksi dengan cara menggunakan nilai UASBN dan UN tertinggi. (Edison)

Siswa Meriahkan Pesta Kenaikan Kelas
BEKASI, Medikom-Pesta kenaikan kelas SDN Sukasari 02, Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi, Kamis (24/6) berlangsung sangat meriah. Acara diisi berbagai hiburan oleh siswa-siswi di antaranya upacara adat, nyanyi, menari, pidato 4 bahasa (Inggris, Arab, Sunda dan Indonesia). Pada awal acara dibuka dengan pembacaan ayat suci Alquran oleh siswa. Hadir dalam acara tersebut Kepala UPTD PAUD SD Serang Baru Mahpudin SPd, Ketua Komite Sekolah SDN Sukasari 02 H Ading Asep Aksana dan orang tua siswa. Kepala SDN Sukasari 02 Senin Supriatna SPd yang ditemui Medikom di kantornya mengatakan, acara pesta kenaikan kelas ini diadakan satu tahun sekali yang diikuti oleh seluruh siswa. Jumlah siswa yang ada saat ini dari kelas IVI sebanyak 514 siswa, dengan jumlah guru 17 orang yang terdiri dari 11 guru PNS dan 6 guru honor ditambah 1 orang tenaga TU (Tata Usaha). Sedangkan untuk siswa kelas VI yang berjumlah 64 siswa hasil ujian (UASBN) kemarin, semuanya lulus atau 100%. “Siswa kami yang telah lulus ini akan melanjutkan ke SMP, tsanawiyah dan pesantren,” ujar Senin. Menurut Kepala Sekolah, pihaknya selalu memberikan penghargaan kepada siswa-siswi dan para guru yang berprestasi. Begitu juga sebaliknya penghargaan itu diberikan oleh siswa-siswi kepada para guru yang berperestasi. “Penghargaan kepada siswa-siswi yang berprestasi diberikan dengan tujuan untuk memacu persaingan prestasi dan dapat memacu semangat mereka dalam belajar untuk meraih cita-cita demi masa depan yang lebih cerah,” tambah Senin. (Iwan Gunawan/Stef)

Upacara Adat Sunda Melepas Siswa Kelas VI
BOGOR, Medikom-Upacara Adat Sunda yang digelar SDN Layungsari II untuk melepas siswa kelas VI, mendapat respons dari masyarakat, karena selain menghibur juga dapat menumbuhkembangkan rasa kedaerahan terhadap siwa didik, sehingga budaya daerah tatar Sunda tetap menjadi prioritas khususnya untuk masyarakat Jawa Barat. Acara yang dikemas rapi ini menurut Julaeha SPd Kepala SD Layungsari II, selain upacara adat, tarian Sunda lainnya turut menghibur para siswa kelas VI yang dilakukan oleh para siswa dari kelas I sampai kelas V. Pelepasan siswa Kelas VI ini dengan memakai upacara adat Sunda dilakukan berkat peran serta para guru dan komite sekolah dan para orang tua murid. Untuk biaya atas terselenggaranya kegiatan ini, ungkap komite sekolah Faris HK, karena adanya sumbangan dari para orang tua murid yang cukup peduli terhadap seni budaya Sunda, dan untuk hal ini juga melalui tahapan pertemuan antara komite dan orang tua siswa, dengan menjujunjung asas kebersamaan dan tidak ada unsur paksaan. “Acara pelepasan kelas VI ini dengan upacara adat Sunda berkat adanya partisipasi orang tua siswa, yang peduli dengan kebudayaan Sunda serta menjunjung tinggi rasa kebersamaan,” kata Faris HK. (wan/gn)

SDN Gunugpuyuh CBM Dapat Bantuan dari Orangtua Siswa
SUKABUMI, Medikom–Seperti tahun-tahun sebelumnya, di penghujung tahun pelajaran 2009/ 2010 ini pun SDN Gunungpuyuh CBM Kota Sukabumi, menyelenggarakan acara kenaikan kelas dan pelepasan siswa kelas VI tahun pelajaran 2009/2010. Acara kenaikan kelas dan pelepasan siswa tersebut selain diisi dengan prosesi seni upacara adat Sunda, dimeriahkan juga dengan berbagai pagelaran seni, baik tradisional maupun modern, yang merupakan kreasi dari para siswa SD setempat. Acara kali ini juga diisi dengan penyerahan uang bantuan sebesar Rp16 juta lebih dari orangtua siswa untuk keperluan sekolah. Penyerahan langsung diberikan oleh Komite Sekolah kepada Kepala Sekolah. Komite Sekolah SDN Gununggpuyuh CBM Kompol Drs Sukamto MM menjelaskan, terkumpulnya anggaran sebesar Rp16 juta lebih tersebut hasil dari inisiatif orangtua murid kelas IA dan B, dan dana tersebut terkumpul selama 6 bulan, dan nantinya uang tersebut akan di gunakan untuk membeli komputer, karena komputer yang ada sekarang sudah ketinggalan zaman. Menurutnya, uang itu terkumpul dari orang tua Kelas IA sebanyak Rp9 juta lebih dan sisanya terkumpul dari orang tua kelas IB Selain itu pihaknya juga berjanji akan membantu dan mendukung program-program pemerintah bidang pendidikan, khusunya di SDN Gunungpuyuh CBM. Kepala SDN Gunungpuyuh CBM Kota Sukabumi, Hajah Neni Mulyaningsih SPd, dalam kesempatan tersebut menandaskan, SDN Gunungpuyuh CBM merupakan SD Percontohan di Kecamatan Gunungpuyuh Kota Sukabumi, tentunya harus lebih unggul dalam berbagai bidang, baik dalam bidang akademik maupun non akademik, serta harus senantiasa memberikan contohcontoh yang baik kepada SD-SD lainnya, khususnya kepada SD-SD yang ada di Kecamatan Gunungpuyuh, baik negeri maupun swasta. Untuk mewujudkan hal tersebut, dibutuhkan berbagai sarana dan prasarana yang memadai, di antaranya sejumlah komputer untuk meningkatkan pengetahuan, wawasan dan keterampilan, serta kualitas pendidikan para siswa. Maksud dan tujuannya, supaya para siswa di SDN Gunungpuyuh ini, lebih unggul dalam berbagai bidang. Adapun dana yang dibutuhkan untuk biaya pengadaan sejumlah unit komputer tersebut, seluruhnya mencapai 20 juta rupiah. Ketika disinggung mengenai adanya bantuan dari orangtua murid, Neni menjelaskan ia sangat terharu dan mengucapkan terimakasih kepada orang tua murid tersebut. Ia juga menilai bahwa peran serta pihak orang tua siswa sangat diperlukan karena pendidikan adalah tanggung jawab semua pihak, termasuk orang tua siswa. Neni juga menandaskan, bantuan tersebut merupakan kesadaran, kepedulian dan kesepakatan, antara Komite Sekolah dengan orangtua siswa kelas I A dan Kelas I B. Untuk itu tidak henti-hentinya kata ucapan terimikasih ia lontarkan kepada segenap jajaran Komite Sekolah dan kepada segenap orangtua siswa kelas I A dan Kelas I B yang telah berkenan memberi sumbangan untuk biaya pengadaan sejumlah komputer di SDN Gunugpuyuh CBM. “Saya ucapkan banyak terima kasih kepada Komite Sekolah dan juga kepada semua orang tua siswa terutama kelas IA dan IB dan semua pihak yang selama ini telah banyak berpartisipasi untuk kemajuan SDN Gunugpuyuh CBM,” ujarnya. (Arya)

UNPK Paket C Diikuti 480 Warga Belajar
MAJALENGKA, Medikom–Ujian Nasional Pendidikan Kesetaraan (UNPK) Paket C setara Sekolah Menangah Atas (SMA) yang diadakan pada Selasa s.d. Jumat (25/6) pekan lalu, di Kabupaten Majalengka diikuti sebanyak 480 warga belajar (WB). Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Majalengka Rieswan Graha mengatakan, ujian paket C setara SMA yang dilaksanakan ini diikuti oleh warga belajar program kesetaraan paket C yang tersebar di seluruh Kabupaten Majalengka. “Beberapa peserta di antaranya terdapat guru sukarelawan, aparat desa, PNS, tenaga honorer, dan sebagainya. Para warga belajar berharap, dengan kepemilikan ijazah paket C setara SMA ini mampu meningkatkan SDM (sumber daya manusia),” terang Rieswan di loksai ujian, SMA PGRI I Majalengka, Jalan KH Abdul Halim. Rieswan menyebutkan, dari 480 WB peserta UNPK Paket C ini terdapat WB yang telah berusia 55 tahun, yakni Abdul Latip. Dia saat ini menjabat sebagai Kepala Desa Paniis, Kecamatan Maja. Alasan mereka mengikuti program paket C diantaranya, memotivasi saudarasaudaranya serta anak dan cucunya untuk terus meningkatkan jenjang pendidikan serta berharap terjadi peningkatan mutu SDM. “Saya kira para WB berkeinginan meningkatkan jenjang karir atau ada kebutuhan lain, seperti memotivasi anak atau cucunya untuk terus belajar,” terang Rieswan. Abdul Latip mengaku dirinya merasa kesulitan dalam menjawab soal sehubungan kaca matanya tertinggal di rumah. Akhirnya, Kepala Desa Paniis ini harus dibantu oleh petugas dalam mengisi soal-soal ujian paket C. “Kaca mata saya tertinggal di rumah sehingga mata saya tidak bisa melihat 100 persen. Alhamdulillah, saat ujian saya dibantu oleh petugas, meski hanya sekedar membacakan dan membulatkan. Pengisian saya yang melakukan tapi pembulatan dilakukan petugas,” kata Abdul Latip saat istirahat Pria beranak dua ini mengaku ingin memberikan motivasi kepada keluarganya perihal pentingnya jenjang pendidikan. Ia sendiri mengaku pernah menempuh Pendidikan Guru Agama (PGA) namun ada masalah. “Saya ini pernah belajar di PGA namun ada masalah. Akhirnya, saya mengikuti program paket C,” kata Abdul Latip. (Jur)

Lulusan MI Buniasih Diterima di SBI
CIAMIS, Medikom–Di akhir tahun pelajaran 2009/2010, Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan Raudhatul Athfal (RA) Buniasih mengadakan acara kenaikan kelas dan perpisahan, Kamis (24/6) yang dilaksanakan di halaman sekolah tersebut. Walau diwarnai dengan turunnya hujan, namun tidak mengurangi kemeriahan kegiatan itu. Kepala MI Buniasih Holiludin SPdI dalam sambutannya mengemukakan, di tahun pelajaran 2009/2010 MI Buniasih mengadakan kegiatan belajar mengajar dengan penuh ekstra dalam bimbingan tenaga pengajar yang sudah memenuhi standar pendidikan, karena 6 dari 9 tenaga pengajar RA/MI sudah sarjana dan ada yang masih melaksanakan kuliah guna mengejar standar tenaga pengajar S1. Lulusan MI Buniasih tidak perlu diragukan lagi, terbukti dua tahun berturut-turut lulusan MI Buniasih bisa diterima di salah satu SMP bertaraf International, bahkan sekaligus pemecah rekor di mana menurut Waspendais Lakbok Badar Ismail SAg, baru lulusan MI Buniasih di wilayah Lakbok dan Purwadadi yang bisa lolos dan diterima di SMP bertaf Internasional. Ini merupakan prestasi dan keberhasilan para tenaga pengajar yang profesional. Bukan hanya itu saja, kegiatan lain di MI Buniasih, yakni kegiatan ekstra kurikuler yang cukup digemari oleh para siswa di antaranya kegiatan pramuka, komputer, bahasa Inggris dan drumband yang dibimbing oleh tenaga pengajar yang khusus didatangkan dari luar oleh dewan guru, guna mengajar para siswa/i MI Buniasih. (Herman)

1.811 WB Ikuti UNPK Paket C
INDRAMAYU, Medikom–Sedikitnya 1.811 warga belajar (WB) yang tersebar di berbagai lembaga pendidikan di Kabupaten Indramayu mengikuti Ujian Nasional Pendidikan Kesetaraan (UNPK) Paket C tahap pertama selama empat hari (22-25 Juni 2010) di empat lokasi, yakni SMA PGRI II Sindang, SMPN 1, 3 dan SMPN 4 Sindang. Menurut Ketua Panitia UN Paket C Drs Masdik MM melalui Wakil Ketua Ristoyo MPd didampingi Koordinator Sektor I (lokasi UN Paket C SMA PGRI II) Slamet Riadi, dari jumlah dimaksud tidak mengikuti UNPK Paket C atau tidak hadir sebanyak 86 WB. Ketidakhadiran mereka mungkin saja karena sedang bekerja musiman di luar kota. Dikatakan, meski UNPK Paket C tahap pertama tahun 2010 ini sama seperti pelaksanaan tahun-tahun sebelumnya, dimana peserta ujian terbagi menjadi dua jurusan yakni jurusan IPA dan IPS, namun pada pelaksanaannya hanya jurusan IPS saja yang diikuti, masalahnya karena dalam proses pembelajarannya jurusan IPA tidak ada WB-nya. “Bagi mereka yang tidak lulus UNPK Paket C tahap pertama masih ada kesempatan unuk mengikuti ujian serupa yakni ujian tahap kedua yang akan dilaksanakan bulan Oktober nanti. Sedangkan pelaksanaan UNPK Paket A dan B berdasarkan jadwal akan diujikan 29, 30 Juni dan 1 Juli 2010. Sesuai jadwal peserta UNPK Paket A sebanyak 233 WB dan peserta UNPK Paket B sebanyak 1.219 WB akan dilaksanakan pada tanggal 29-30 Juni dan 1 Juli 2010,” tambah Ristoyo. (H YF)

Siswa SD Negeri Jaya Mulya 01 Adakan Pesta Kenaikan Kelas
BEKASI, Medikom–Di akhir tahun pelajaran biasanya hampir seluruh sekolah mengadakan acara berupa ungkapan rasa syukur karena naik kelas dan sekaligus sebagai pelepasan kakak kelas yang telah lulus dan akan melanjut ke jenjang SMP. Pesta kemeriahan akhir tahun pelajaran ini juga dilaksanakan di Sekolah Dasar Negeri Jaya Mulya 01 yang berlokasi di Kampung Cikarang Tekel, Desa Jaya Mulya Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi. Edi Sunandi SPd, kepala SD Negeri Jaya Mulya 01 dalam sambutannya pada acara tersebut mengucapkan terima kasih yang tak terhingga khususnya kepada guruguru yang telah melaksanakan tugas dan fungsinya dengan baik serta profesional. Ia juga mengucapkan terimakasih kepada komite sekolah dan orang tua siswa yang telah ikut berpartisipasi dan mengawasi jalannya kegiatan sekolah selama ini, sehingga sekolah ini banyak meraih prestasi. Acara kenaikan kelas atau samenan ini dihadiri oleh Komite sekolah Abdul Malik, tokoh masyarakat H Idan, H Majih Mulyadiharja, Ustaz Memed, mantan Kades Jaya Mulya Anta, staf Desa Asep Saepudin, BPD Aman Sumantri dan orang tua siswa. Acara ini dimeriahkan dengan menampilkan, tari kreasi siswa, pencak silat dan dakwah oleh Dai Cilik dari kelas lima. Khususnya seni bela diri pencak silat siswa dari sekolah ini pernah meraih juara di tingkat Provinsi Jawa Barat pada tahun 2006 dan 2007. Kemudian satu persatu ditampilkan dimulai dari tari kreasi anak, dan pencak silat yang diikuti oleh kelas V dan VI menampilkan gaya tepak dua dan buah kaung, dilanjutkan dengan dakwah dari siswa kelas lima Arman Maulana, dengan lantang ia berkata Allah SWT berfirman dalam Alquran Surat AlMujadalah Ayat 11 yang artinya “Allah akan mengangkat derajat orang yang beriman dan yang mempunyai ilmu pengetahuan beberapa derajat di antara kamu. Dan hadist Nabi yang diriwayatkan oleh Imam Bukhori yang artinya “Siapa orang yang menghendaki urusan dunia maka harus dengan ilmunya dan siapa yang menghendaki urusan Akhirat maka harus dengan ilmunya dan kalau menghendaki kedua-duanya maka harus dengan ilmunya pula. Oleh karena itulah kata Arman menegaskan kepada hadirin, agar mendapatkan ilmu dunia dan akhirat maka wajib dan harus mau belajar. Dede Hadiana SPd, sebagai wali kelas lima mengatakan kepada Medikom bahwa Arman Maulana adalah siswanya yang telah lama mendalami ilmu dakwah dari Ustaz M Nawawi dan bakatnya di bidang dakwah telah tersalurkan. “Jika ada perlombaan dakwah Arman selalu ikut serta,” ujar Dede. Acara kenaikan kelas yang diadakan satu tahun sekali ini, menurut Edi Sunandi, dibiayai oleh sekolah, siswa tidak dipungut biaya sepeser pun alias gratis. “Kegiatan ini saya jadikan pula untuk peningkatan kreativitas seni dan budaya di sekolah ini,” tutur Edi Sunandi kepada Medikom di ruang kerjanya seusai acara. (Anur)

SDN Bantarjati 6 Butuh Dukungan Jadi Sekolah Futsal
BOGOR, Medikom-Rencana menjadikan SDN Bantarjati 6 Bogor Utara Kota Bogor, sebagai sekolah yang lebih mengedepankan ekskul di bidang olahraga futsal semakin kencang, karena adanya dukungan dari beberapa elemen masyarakat dan komite sekolah tersebut. Terlebih lagi dukungan menjadikan sekolah tersebut mumpuni di bidang ini karena banyak siswa SD Bantarjati 6 yang berprestasi di bidang olahraga tersebut. Selain itu, gagasan dalam mengembangkan program sekolah futsal tersebut, sangat direspons juga oleh para guru dan komite sekolah serta para orang tua murid, dikarenakan banyaknya para siswa juga yang cukup antusias dalam olahraga futsal, dibandingkan dengan cabang olah raga lainnya. Kepala SDN Bantarjati 6, Hj Renny Syaryani SPd MM, pada acara pelepasan siswa kelas VI mengatakan, dengan sudah tersedianya fasilitas sarana olahraga futsal serta banyaknya siswa yang antusias menekuni bidang olahraga tersebut, sudah cukup menjadikan sekolah ini untuk menciptakan bibit-bibit atlet di Kota Bogor, apalagi selama ini banyak siswanya yang berprestasi di cabang olahraga futsal yang kelulusannya dari SDN Bantarjati 6, maka dengan kesepakatan bersama sekolah futsal harus diwujudkan. “Munculnya keinginan untuk mewujudkan sekolah futsal ini, karena fasilitas sarana yang sudah tersedia serta banyak sekali para siswa kami dalam mengikuti event-

SMPN 1 Parigi Gelar Pameran Pendidikan
event untuk mewakili tingkat gugus maupun tingkat Bogor Utara dalam O2SN tingkat Kota Bogor. Selain itu, siswa kami banyak juga yang diikutsertakan untuk mewakili Kota Bogor untuk cabang olah raga ini,” katanya. Jika rencana menjadikan sekolah futsal itu terwujud, tambah Renny, maka sekolah ini akan menjadi pencetak siswa berperestasi di bidang olah raga futsal. Sehingga jika ke depannya siswa tersebut akan melanjut ke sekolah yang lebih tinggi sudah memiliki modal bakat dan prestasi. Dengan adanya kegiatan futsasl di sekolahnya, Renny mengaku tidak akan mengganggu bidang pelajaran yang lain, karena SDN Bantarjati 6 memiliki guru sebanyak 15 orang yang terus mengupayakan agar para siswa tidak anjlok di pelajaran lain. Siswa yang ada saat ini mencapai 223 siswa dengan fasilitas ruangan mencapai 7 ruang belajar yang audah memadai. “Hal ini menambah keyakinan kami, jika sekolah futsal itu terlaksana prestasi di bidang lain pun akan meningkat pesat,” pungkas Renny. Sementara di acara pelepasan siswa kelas VI yang dihadiri Wakil ketua PGRI Kota Bogor yang juga mantan Kepala Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Bogor Utara, Pandi Santoso, cukup merespons rencana program sekolah futsal. Karena ini merupakan strategi bagaimana supaya sekolah banyak diminati oleh masyarakat dan bisa menghasilkan siswa-siswa berprestasi. Untuk terlaksananya rencana ini juga dibutuhkan dorongan dari Disdik Kota Bogor, supaya bisa tercapai dan harapan Sekolah terwujud. “Saya sangat mendukung sekali apa yang direncanakan SDN Bantajati 6 ingin menjadikan sekolah futsal,” jelas Pandi Santoso. (Wan/GN) CIAMIS, Medikom-Menyambut datangnya akhir tahun pelajaran 2009/2010 SMPN 1 Parigi Kabupaten Ciamis menyelenggarakan gebyar pameran dan pagelaran seni hasil karya siswa SMPN 1 Parigi yang digelar di halaman sekolah tersebut, Rabu (23/6). Acara pameran yang berlangsung selama dua hari tersebut, Rabu dan Kamis, menyajikan berbagai kerajinan tangan hasil kreativitas siswa di bidang seni. Acara pameran itu sendiri dibuka oleh Camat Parigi, Irwanshah. Hadir pada acara tersebut di antaranya Kapolsek Parigi AKP M Tampubolon, Sekmat Parigi Jaja Alhusna, tokoh masyarakat setempat, orang tua siswa dan para siswa serta masyarakat sekitar sekolah. Menurut Tri Andini salah seorang guru seni dan budaya di sekolah ini, pelaksanaan pameran dan pagelaran seni di SMP 1 Parigi merupakan sebuah anugerah yang tidak ternilai. Tri Andini menambahkan, pameran dan pegelaran seni ini bertujuan mengembangkan kemampuan, dan menggali potensi yang dimiliki siswa, untuk berekspressi, berkreasi, dan berapresiasi melalui belajar tentang seni, khususnya dalam rangka menyikapi era globalisasi, dan kemajuan teknologi. Kepala SMPN 1 Parigi, H Ukus kurniady SPd MPd saat ditemui di ruang kerjanya kepada Medikom mengatakan, acara ini sebagai wujud nyata kegiatan selama program kerja selama satu tahun ke belakang. Tujuan acara tersebut digelar menurut Ukus adalah untuk meningkatkan kreativitas siswa dan guru, dalam rangka mengaplikasikan program pembelajaran dan memilih siswa-siswi yang berprestasi. (Ipan)

MI Puloerang Ciptakan Lulusan Berkualitas
CIAMIS, Medikom-Dalam rangka merayakan kenaikan kelas bagi kelas I s.d. kelasV dan acara perpisahan bagi siswa kelas VI MI ( Madrasah Ibtidaiyah) Puloerang belum lama ini telah mengadakan berbagai kegiatan yang cukup meriah. Acara yang diselenggarakan di lingkungan sekolah tersebut dihadiri pula oleh alumni, beberapa siswa dari madrasah lain dan warga sekitar sekolah. Kepala MI Puloerang H Rahmat Hidayat SAg MPd kepada Medikom mengatakan, acara tersebut digelar sampai malam dengan berbagai acara di antaranya, dari pagi hingga menjelang zuhur digelar acara Karnaval Drumband dari para siswa/ i MI Puloerang dan 6 MI swasta lain yang hari itu ikut serta menampilkan kreasinya. Setelah melaksanakan sembahyang zuhur dilanjutkan dengan kegiatan Gebyar Madrasah Diniyah se Desa Puloerang dan alumni yang menampilkan beberapa kreasinya di antaranya dengan penampilan Group Band dengan tembang yang sangat disenangi para pengunjung. Malam harinya diadakan pengajian dengan penceramah KH Wahyu SAg MpdI, Kepala Seksi Jakat Wakaf Kementerian RI Kabupaten Ciamis. Menurutnya tidak ada keraguan bagi para orang tua siswa di sekitar Desa Puloerang untuk mendaftarkan putra-putrinya untuk menjadi siswa di MI Puloerang. Tenaga pengajar di MI ini melaksanakan tugasnya dengan profesional dan mampu menciptakan para lulusan yang berkualitas.. Sesuai dengan Visi MI Puloerang Menjadi Lembaga Pendidikan terdepan dalam mendidik anak Sholeh yang Cerdas Berakhlak mulia Berfikir Global dan bertindak lokal melalui Keteladanan dan Profesionalisme, maka sudah saatnya Lembaga Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah Puloerang yang beralamat di Desa Puloerang Kecamatan Lakbok Kabupaten Ciamis ini siap menciptakan para siswa/i yang pintar dan mampu bersaing di dunia pendidikan . (Herman)

Edisi 375 Tahun VII 28 Juni s.d. 04 Juli 2010

Lintas
HIPMI Sumut:

8

Gubsu H Syamsul Arifin Cukup Berhasil
MEDAN, Medikom–Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Sumatera Utara (HIPMI) Said Agil mengatakan, kepemimpinan Gubernur Sumut Dato H Syamsul Arifin SE selama genap dua tahun ini cukup berhasil dan dari segi perekonomian secara perlahan-lahan mulai naik. Selama dua tahun kepemimpinan Gubsu, Agil berharap dapat terjalin hubungan baik dan bersinergi dengan HIPMI Sumut. “Sesuai dengan Visi Misi Gubsu Rakyat jangan lapar dan Rakyat punya masa depan, pihak HIPMI juga turut membantu salah satu program Gubsu tersebut dengan menciptakan dan membuka seluas-luasnya lapangan pekerjaan bagi rakyat,” tutur Agil kepada Medikom baru-baru ini di lantai 8 kantor Gubernur di Medan. Dia beraharap Gubsu dapat mempermudah segala pengurusan perizinan bagi para pengusaha muda yang bergabung di HIPMI Sumut. Pengurusan perizinan bagi para investor muda sangat dibutuhkan untuk menunjang laju perekonomian di Sumut. Sebab, akan meningkatkan laju pertumbuhan dunia usaha di Sumut, jika pengurusan perizinan tidak berlarut-larut dan berbelit-belit. Maka para investor muda dan pengusaha muda dapat berkembang. Pihaknya juga mengatakan hubungan baik antara Pemerintah Sumut dan DPD HIPMI Sumut masih terjalin dengan baik dan harmonis. (Sul)

Pemkab Serahkan Aset ke Pemerintahan Pemekaran Kabupaten Pangandaran
CIAMIS, Medikom–Menindaklanjuti rencana pembentukan Kabupaten Pangandaran, sebagai kabupaten induk, Ciamis akan menyerahkan asetnya mencapai ratusan miliar rupiah. Berdasarkan nilai yang dibutuhkan sampai Juni 2010, tercatat Rp308.629.651.226 terdiri dari kendaraan, bangunan dan perlengkapan kantor. Nilai tersebut belum termasuk jalan, irigasi dan kekayaan daerah yang dipisahkan yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Negara Daerah (BUMD) yakni Perusahaan Air Minum Daerah (PDAM) dan Bank Perekonomian Rakyat (BPR-BKPD). Demikian dikatakan Wakil Bupati H Iing Syam Arifin, Kamis (24/6) di Pendopo Kabupaten Ciamis kepada wartawan. Ia mengatakan aset atau hal lainnya yang belum terinventarisasi pun, nantinya akan diserahkan secara bertahap dan berkelanjutan. “Selain dari Pemkab Ciamis, Pangandaran juga akan mendapat bantuan dukungan dana dari Pemprov Jabar sebesar Rp12,5 miliar, sedang dari APBD Kabupaten Ciamis saat ini kabupaten induk menggelontorkan bantuan kurang lebih Rp14 mliar dari APBD Kabupaten Ciamis guna penyelenggaraan pemerintahan selama dua tahun dan pelaksanaan Pemilu. “Sehingga total dana yang dikucurkan hampir mencapai Rp27 miliar,” terang Wabup Ciamis. Salah satu anggota dewan asal Daerah Pemilihan 9 (dapil V Ciamis Selatan, Pangandaran dan sekitarnya), Wowo Kustiwa dari FPPP sekaligus anggota komisi III, Jumat (25/6) kepada Medikom mengatakan, menyambut baik rencana penyerahan aset tersebut kepada Pemerintah Kabupaten Pangandaran yang nantinya akan mendirikan pemerintahan sendiri. “Dengan harapan sesegera bisa ditetapkan pemerintah pusat,” ujarnya. Ini pun sekaligus merupakan respons positif dari kabupaten induk terhadap pengembangan pemekaran. Artinya ini salah satu langkah keseriusan Pemkab Ciamis dalam memberikan aset-asetnya baik aset yang bergerak maupun non bergerak dari Pemkab Ciamis kepada pemerintah pemekaran nantinya. Dalam hal ini tentu Pemkab Ciamis sangat mendukung dilakukannya pemekaran. Wowo berharap, proses pemekaran yang saat ini harus senantiasa dipenuhi sesuai dengan prasyarat yang ditentukan, bisa dilakukan dipenuhi dengan baik serta dukungan dari semua pihak. Di tempat terpisah, H Suprtaman Bec selaku Ketua Presidium, Jumat petang (25/6) kepada Medikom menjelaskan, bahwa dirinya “sangat menyambut baik dan bersyukur. Dikatakan Supratman, bahwa pemekaran itu selalu membawa berkah. “Kalau meminta sesuatu terus diberi dengan cara ikhlas, hasilnya akan berbeda. Apalagi langkahlangkah kita dipahami oleh Pemkab Ciamis, termasuk aset-aset yang diberikan ini berdasar atas berdialog guna pemahaman bersama. Dan pemahaman yang secara bersama inilah mengahsilkan sesuatu yang lebih baik,” ujarnya. Memang diakui hal ini merupakan langkah keharusan Pemkab Ciamis selaku pemerintah induk nantinya untuk pemekaran Kabupaten Pangandaran dalam memberikan asetnya kepada daerah pemekaran. “Kami semua merasakan hal itu, dengan pemberian aset baik yang dari Pemkab Ciamis maupun dari Pemprov Jabar,” terangnya. Masih dari Supratman konteks pemahaman bersama selalu dilakukan dengan cara elegan yakni berdialog dan bukan dengan cara demo-demo, pemaksaan mana kala menyikapi suatu permasalahan yang ada di Kabupaten Ciamis. Dirinya menilai pemekaran ini merupakan salah satu pencapaian keseimbangan di Kabupaten Ciamis. Karena, dengan adanya anggaran di Kabupaten Ciamis. (Herz)

Binamarga Cijulang Selalu Ajukan Keinginan Masyarakat
CIAMIS, Medikom–UPTD Binamarga wilayah Cijulang, yang membawahi empat kecamatan, yaitu Kecamatan Cigugur, Parigi, Cimerak, dan Cijulang, yang beralamat di Jalan Landasan Udara/Bandara Nusa Wiru, Cijulang, Kabupaten Ciamis, yang mempunyai 40 karyawan termasuk 15 sukwan. Kepala UPTD Nono warsono SSos saat ditemui Medikom di ruangan kerjanya, (24/6) mengatakan, perbaikan dan perawatan jalan akan terus diajukan oleh pihak UPTD. Namun karena banyaknya pengajuan maka oleh pihak Dinas dilihat dulu mana yang harus diutamakan dan mana yang paling penting. Selain itu, untuk pemeliharaan/perawatan juga selalu rutin dilakukan, dan untuk perawatan saat ini tidak ada kendala kecuali pengaruh cuaca. Dalam waktu dekat, jelasnya akan segera dikerjakan penghotmikan, jalan di Desa Parigi sampai Dusun Pasir Kiara, Desa Karang Benda, sepanjang 3 km. “Hari ini sedang dilakukan pengukuran,” terangnya dan proyek ini adalah proyek provinsi. Dikatakan, untuk pembuatan yang sempurna, jalan ini memerlukan dua kali tahap penghotmikan. Pengerjaannya oleh pihak ketiga karena proyek ini juga dilelang di depan publik, dan sekitar bulan 9 sudah dikerjakan. Nono juga menambahkan, untuk tahun sekarang sudah direncanakan perbaikan jalan Ciwangkal menuju Pager Bumi, Cimindi ke Cibanten, Cimerak ke Sindang Sari, Cijulang ke Cibanten. Namun pembangunan ini belum diketahui panjang jalan yang akan diperbaiki, karena anggarannya juga belum ditentukan nilai nominalnya. Maka panjangnya pun belum ditentukan. “Namun ini akan dikerjakan dan diselesaikan pada tahun ini tinggal menunggu waktu,” ungkapnya. (Ipan/Agus)

Bupati DS Terima Kunjungan Kerja FKUB Sumut
LUBUK PAKAM, Medikom–Bupati Deliserdang melalui Wabup H Zainuddin Mars selaku Dewan Penasihat Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Deliserdang menerima kunjungan kerja Pimpinan FKUB Provinsi Sumatera Utara, Senin (21/6) di ruang rapat Kantor Bupati Deliserdang, Lubuk Pakam. Wakil Bupati saat menerima kunjungan didampingi Kaban Kesbang Drs H Edi Azwar, Ka Kementerian Agama DS Drs H Adlin Damanik MAP, Ketua FKUB Deliserdang Drs H Waluyo beserta unsur pengurus, Ketua MUI Drs H Lukmanul Hakim Siregar dan pengurus, Ketua Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat Soelarto, tokoh agama dan sejumlah SKPD Pemkab Deliserdang. Kunjungan Kerja FKUB Sumut ini dipimpin oleh Ketua Drs H Maratua Simanjuntak bersama Sekretaris JA Ferdinandus, Koordinator Daerah Drs H Arifinsyah MAg, dan Pdt Dr Elim Simamora. Mereka berharap mendapatkan langsung informasi mengenai permasalahanpermasalahan yang berhubungan dengan kerukunan umat beragama di daerah ini dan mencari solusi pemecahannya untuk menjadi masukan bagi peningkatan kerukunan umat beragama di Sumaterra Utara. Drs H Maratua Simanjuntak selaku pimpinan rombongan menyampaikan terimakasih atas penerimaan kunjungan yang pertama kalinya di Kabupaten Deliserdang. Setelah menerima masukan, saran dan pendapat menyatakan keadaan di Delisedang tetap dalam suasana kondusif. Yang perlu mendapat perhatian penting di antaranya bidang pelaksanaan pengadaan tempat rumah ibadah. FKUB diharapkan lebih berperan dan berkoordinasi dengan fihak pemerintah untuk menyosialisasikan peraturan dan perundang-undangan sehingga tidak ada keraguan dan kesalahpahaman, terus pupuk rasa kebersamaan, kekompakan di tengah-tengah masyarakat. Demikian pula tentang pengadaan kantor sekretariat FKUB di ting-kat kabupaten sangat dibutuhkan dalam rangka mendukung program kerja sehingga ke depan peran FKUB semakin eksis sebagaimana yang telah dirasakan selama ini. Untuk pengadaan kantor tentu harus terlebih dahulu menyediakan tanah tapak perkantoran, sedangkan untuk pembangunan gedung menjadi tanggungan pemerintah. Pada kesempatan ini FKUB Sumut sekaligus membangikan buku referensi tentang Peraturan Bersama Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri Nomor 9 dan 8 Tahun 2006 tentang Pedoman Pelaksanaan Tugas Kepala Daerah/ Wakil Kepala Daerah dalam Memelihara Kerukunan Umat Beragama, Pemberdayaan FKUB dan Pendirian Rumah Ibadah. Bupati Deliserdang melalui Wabup H Zainuddin Mars menyampaikan terima kasih kepada FKUB Sumut yang proaktif meperhatikan upaya peningkatan kerukuan umat beragama dan keutuhan bangsa sampai ke daerah, tentu tugas ini merupakan tugas yang mulia. Program FKUB ini harus didukung sejalan pula dengan visi misi pembangunan Kabupaten Deliserdang yaitu Deliserdang yang maju dengan masyarakatnya yang religius, sejahtera, bersatu dalam kebhinekaan. Lebih jauh Wabup mengatakan Kabupaten Deliserdang yang masih memiliki keterbatasan dana dalam membangun berbagai tuntutan masyarakat, tetapi patut disyukuri berkat kebersamaan mampu menggerakkan partisipasi masyarakat, pihak pengusaha bersama pemerintah membangun lewat program GDSM. Kebersamaan ini tentu menjadi modal kekuatan bagi percepatan pembangunan dalam upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat. Tentang rencana pembangunan Kantor Sekretariat FKUB Deliserdang, Pemkab sendiri siap memfasilitasi dan mendukung , untuk percepatan pembangunan ini Wabup menyarankan kepada Pengurus FKUB untuk terus berkoordinasi dengan Badan Kesbang Deliserdang. Sebelumnya Ka Kementerian Agama Kabupaten Deliserdang Drs H Adlin Damanik MAP mengatakan instansinya telah melakukan sosialisasi tentang peraturan bersama Menteri Agama dan Mendagri dalam memelihara kerukunan umat beragama pemberdayaan FKUB dan Pendirian Rumah Ibadah, dijekaskan bahwa pemberian izin pendirian rumah Ibadah di Deliserdang terus berlangsung dengan mempedomani ketentuan dan peraturan tersebut. (R David Sagala)

Puskesmas Sukakarya Atasi Gizi Buruk
GARUT, Medikom–Tersiarnya kabar berita adanya anak yang menderita gizi buruk di beberapa media, baik cetak maupun elektronik tak ayal mebuat hati pilu, termasuk di Kabupaten Garut, berita pilu ini sempat membuat warga prihatin melihat kondisi seperti ini. Terkait adanya anak penderita gizi buruk di wilayah Kabupaten Garut, Puskesmas Sukakakarya yang berada di Desa Sukakarya, Kecamatan Samarang, Garut belum lama ini mengadakan survei langsung ke lapangan. Menurut catatan pihak Puskesmas Sukakarya, ada sekitar 3.905 balita se Kecamatan Samarang yang meliputi enam desa. Sebagian di antaranya menderita kekurangan gizi atau gizi buruk, di antaranya di Desa Sukakarya terdapat 40 orang anak yang kurang gizi, Desa Sukarasa 34 anak, Desa Tanjungkarya 52 anak, Desa Sukalaksana 14 anak, Parakan 24 anak dan Cisarua 36. Nurjaman, Kepala Puskesmas Sukakarya menerangkan, dari enam desa tersebut anak yang dinyatakan kekurangan gizi totalnya ada 200 orang anak, sedangkan yang teridentifikasi anak yang menderita gizi buruk hanya 7 orang anak saja. Melihat kenyataan di lapangan seperti demikian, Nurjaman merasa bertanggung jawab, bagaimana cara mengatasi anak kekurangan gizi di wilayahnya. Karena untuk mengatasi permasalahan ini sangat memerlukan biaya yang tidak sdikit, sedangkan jika mengandalkan kucuran dana dari pihak pemerintah dalam hal ini Pemkab Garut, sangatlah terbatas. Untuk mengatasi kekurangan dana ini, Nurjaman bersama jajaranya berusaha mencari bantuan dari sana sini. Setelah berusama maksimal, akhinya pihak Puskesmas medapatkan donatur dari salah satu perusahaan berpengaruh di Kota Garut, yakni PT PGE Area Kamojang. Bantuan yang didapatkan pihak puskesmas tidak di sia-siakan. Beberapa hari yang lalu tepatnya hari Rabu (23/6) secara simbolis membagikan paket makanan sehat kepada warga yang memiliki anak kekurangan gizi. Selama dalam masa perawatan, anak balita yang dinyatakan kurang gizi di berikan santunan bingkisan berupa makanan sehat dan susu. Selain itu pihak Puskesmas Sukakarya juga menambahkan uang sebesar Rp16.000 dalam setiap paketnnya. Sementara itu bagi balita yang dinyatakan menderita gizi buruk, selain mendapatkan paket yang sama juga ditambahkan satu kilo gram lebih telur dan uang tunai sebesar Rp60.000. Salah seorang petugas Puskesmas Sukakarya, Cucu Nurlina yang bertugas di bagian gizi, menjelaskan, gizi buruk yang diderita ketujuh balita yang dirawat di Puskesmas Sukakarya bukan lah penderita yang berkatagori parah atau dalam bahasa medisnya biasa disebut Marasmus Kwashirkor, tapi yang diderita ketujuh balita itu adalah katagori gizi buruk sesaat atau dengan istilah BB/U. “ Walaupun demikian, kami dari pihak puskesmas tetap merwatnya dengan intensif seperti merawat anak penderita gizi buruk yang berkatagori Marasmus Kwashirkor tadi ,” jelas Cucu, kepada Medikom. Kepala Puskesmas Sukakarya Nurjaman menambahkan, adanya anak yang menderita gizi buruk di wilayahnya, sebenarnya bukan karena akibat faktor ekonomi semata, namun ada yang lebih berpengaruh, yaitu gaya hidup dan pola makan yang tidak sehat. “Sebenarnya untuk mendapatkan dan mengonsumsi makanan sehat dan bergizi seperti di pedesaan tidaklah terlalu sulit, misalnya di pedesaan hamper tiap rumah biasanya suka memelihara ayam, atau menanam sayuran di sekitar rumahnya, namun anehnya telur ayam dan daging ayamnya itu seringkali dijual, dan uangnya dibelikan makanan yang bernilai gizi rendah, dengan alasan supaya lebih banyak. Contohnya jual telur dan uangnya dibelikan kerupuk atau makanan lain yang tidak memenuhi standar gizi,” demikian dikatakana Nurjaman sesaat setelah secara simbolik memberikan bingkisan bantuan kepada warga setempat yang anaknya dinyatakan kurang gizi (Kus)

Wabup Hadiri Peringatan Isra Mikraj di Jamanis
TASIKMALAYA, Medikom–Wakil Bupati Tasikmalaya HE Hidayat SH MH menghadiri acara peringatan Isra Mikraj dan Pelantikan Ranting Muslimat NU di Pusat Studi dan Da’wah Islam (Pusdai) Kecamatan Jamanis Kabupaten Tasikmalaya. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Ketua Muslimat NU Cabang Tasikmalaya, Ketua Anak Cabang Muslimat NU Kecamatan Jamanis, para tokoh agama serta tamu undangan lainnya. Dalam sambutannya Wakil Bupati Tasikmalaya menyampaikan ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh suatu organisasi agar dapat bertahan dan terus berkembang, di antaranya adanya identitas yang kuat dengan ciri khas serta aturan yang jelas yang didukung oleh anggotanya, adanya keikhlasan dari seluruh unsur organisasi yang selalu mau berjuang bagi organisasinya baik yang bersifat materi maupun immaterial, serta adanya sifat mau berkorban dari setiap unsur organisasi dalam membela guna kemajuan organisasinya. Hal lain yang disampaikan Wakil Bupati yaitu ada beberapa faktor yang mengakibatkan suatu negara itu hancur. Pertama, berkembangnya paham kebarat-baratan (westernisme), di mana menganggap segala sesuatu yang berasal dari barat itu bagus dan diterima. Padahal hal tersebut tidak sesuai dengan budaya timur. “Pergaulan bebas yang terjadi karena awal pemikiran kita yang menganut paham kebarat-baratan sehingga pergaulan bebas pun kita tiru, padahal hal tersebut bertentangan dengan agama dan budaya timur kita,” tuturnya. Ketua Panitia Tatang Burhanudin mengatakan nilai-nilai agama perlu dikaji, digali dan dimiliki serta diamalkan baik melalui ucapan maupun dengan sikap. (A Cucu)

TIM I DPRD Sumut Kunjungi Dinas Koperasi & UKM dan Dinas Infokom
MEDAN, Medikom–Tim I Kunjungan Kerja Group A DPRD SU mengunjungi Dinas Koperasi & UKM Pempropsu. Kunjungan kerja itu dipimpin oleh Yusuf Siregar dari Fraksi Demokrat, dan anggota M Faisal dari Fraksi Golkar dan Robert Nainggolan dari Fraksi Demokrat. Turut pula mendampingi Kabag Inpro/ Humasy Sekretariat DPRDSU Satudin Wade dan Staf Humasy serta wartawan. Kunjungan Tim I DPRDSU disambut oleh Kepala Dinas Koperasi & UKM Pempropsu Joni Pasaribu diwakili Sekretaris Kantor Dinas Koperasi & UKM Sumut. Mhd Yusuf Rangkuti didampingi Deni sebagai Kabid Usaha Koperasi belum lama ini di kantor Dinas Koperasi & UKM Sumut di Medan. Dalam kunjungan kerja Tim I DPRDSU tersebut, Sekretaris Dinas Koperasi & UKM Sumut. Mhd Yusuf Rangkuti mengatakan telah meyalurkan bantuan dana koperasi dan dana untuk pembinaan bagi pelaku UKM dari Pemerintah Pusat untuk diberikan kepada tiap-tiap daerah kabupaten/kota se-Sumut. Namun Yusuf Rangkuti juga menjelaskan pihaknya terkendala untuk mengawasi segala penyaluran bantuan koperasi dan bantuan dana pembinaan bagi pelaku usaha kecil menengah tersebut. Pihaknya juga kesulitan untuk mempromosikan berbagai produk UKM kepada khalayak ramai. Sementara itu Yusuf Siregar Ketua TIM I Kunker DPRDSU mengatakan kunjungan ini adalah agar DPRDSU dapat mengetahui segala kendala-kendala apa saja yang dihadapi oleh dinas ini serta DPRDSU juga akan memperjuangkan dinas ini pada Rapat Paripurna DPRDSU nantinya. Yusuf Siregar juga berharap Dinas Koperasi & UKM Sumut untuk membentuk Badan Pengawas. Hal ini untuk mengetahui dan mengawasi segala bantuan dana yang diberikan oleh Dinas Koperasi & UKM Sumut. Yusuf Siregar berharap dana bantuan Dinas Koperasi & UKM Pempropsu tersebut dapat tersalur dengan tepat. “Jangan diberikan kepada Ketua Kelompok Koperasi & UKM saja akan tetapi harus diketahui oleh seluruh anggotanya juga,” ujar Yusuf. Yusuf Siregar selaku anggota DPRD Sumut minta agar Dinas Koperasi & UKM Pempropsu untuk meminta dana bantuan sebanyakbanyaknya kepada Pemerintah Pusat, jangan di daerah Pulau Jawa saja yang banyak menerima bantuan itu, akan tetapi Sumut juga harus menerima banyak-banyak bantuan dana Koperasi tersebut. Anggota TIM I DPRDSU Robert Nainggolan didampingi Sekretaris Dinas Koperasi & UKM Sumut Mhd Yusuf Rangkuti meninjau alat timbangan di kantor Dinas Koperasi & UKM Sumut. Mhd Yusuf Rangkuti menambahkan, secara prinsip mengenai penyaluran bantuan tersebut, pihaknya memberikan bantuan bagi yang memenuhi syarat.. Ia juga menjelaskan semua program terlaksana dengan baik. Sebelum TIM I Kunker DPRDSU melakukan kunjungan ke Dinas Koperasi & UKM Sumut, terlebih dahulu telah mengunjungi Dinas Informasi & Komunikasi Pempropsu yang disambut langsung oleh Kepala Dinas Infokom Sumut Drs H Edy Sopyan MAP. (SuL)

Pempropsu dan 10 Kepala Daerah Sepakat PT Inalum Diambialih
MEDAN, Medikom–Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pempropsu) dan sepuluh kabupaten dan kota di kawasan Danau Toba, berkeinginan mengambilalih kepemilikan PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum). Guna percepatan pengambilalihan tersebut akan dilakukan penandatangan memorandum of understanding (MoU) tentang Pengambilalihan PT Inalum. Keinginan mengambilalih PT Inalum terungkap saat digelar pertemuan di Ruang Beringin Lantai VIII Kantor Gubernur Jalan Diponegoro, Jumat(14/5). Pemkab/ Pemko yang hadir yakni Walikota Tanjungbalai Sutrisno Hadi, Bupati Tapanuli Utara Torang Lumban Tobing, Bupati Samosir Mangindar Simbolon, Bupati Batubara OK Arya, serta pejabat setingkat Sekretaris Daerah (Sekda) atau Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) dari Kabupaten Toba Samosir, Tanah Karo, Simalungun, Humbag Hasundutan, Dairi, dan Kabupaten Asahan. Sementara dari Pempropsu hadir Gubernur Syamsul Arifin, Wakil Gubernur Gatot Pujo Nugroho, Sekda RE Nainggolan, Kepala Bappeda Riadil Akhir Lubis, Kadis Kominfo Eddy Syofian, dan yang lainnya. Dalam pertemuan itu, hadir juga Jenderal (Purn) TNI Luhut Panjaitan didampingi oleh Jenderal (Purn) TNI Fachrur Rozi, staf khusus Bambang Wirawan, serta Rektor Universitas HKBP Nommensen, dan salah satu mantan Direktur PT Inalum yang kini menjadi staf ahli pengambialihan PT Inalum, HAsrul Hasan. Luhut Panjaitan dibantu staf ahlinya, Bambang Wirawan, mengatakan pengambilalihan PT Inalum sangat dimungkinkan. Mengingat praktik yang mirip juga dilakukan pemerintah Indonesia terhadap perusahaan tambang emas, PT Newmont Indonesia yang beroperasi di Nusa Tenggara Barat. “Untuk PT Inalum kita lebih diuntungkan lagi, mengingat perjanjian yang dibangun antara Pemerintah Indonesia dan konsorsimu Jepang kala itu hanya bersifat built, operate, transfer (BOT). Kemudian, PT Inalum juga tidak memiliki sumbangsih sama sekali, sejak beroperasi tahun 1983 selalu saja negative reveneu (merugi),” kata mantan petingi yang memiliki sejumlah usaha di bidang energi, tambang dan perkebunan sawit di dalam dan luar negeri itu. Sebagai informasi, konsorsium Jepang yang dimaksud adalah 12 Sogo atau kelompok usaha yang teridiri dari Sumitomoto Chemical Company Limited, Sumitomo Shoji Kaisha Ltd, Nippon Light Metal Company Ltd, C. Itoh & Co LTd, Nissho-lwai o Ltd, Nichimen Co Ltd, Showa Denko K.K, Marubeni Corporation, Mitsubishi Chemical Industries Limited, Mitsubishi Corporation, Mitsui Aluminium Company Limited, and Mitsui & Co. Sewaktu menjabat Menteri Perindustrian dan Perdagangan era Presiden Gus Dur, Luhut mengaku pernah membuat sebuah kajian tentang PT Inalum yang tidak pernah memberikan keuntungan apapun kepada negara Indonesia. Namun karena keburu diturunkan oleh Presiden Gus Dur, ia urung melanjutkan pengkajian itu. Ia pun pernah melakukan kunjungan ke Moskow, Rusia, beberapa waktu lalu untuk mengetahui rencana awal pembangunan proyek Asahan itu. Hal ini mengingat cikal bakal proyek itu sebenarnya dikerjasamkan Presiden Soekarno dengan pemerintah komunis Uni Soviet. “Proyek Asahan itu kan awalnya dikerjasamakan dengan Uni Soviet. Namun karena keburu terjadi peristiwa 30 September itu, ya tidak ada perkembangannya,” katanya. Karena persoalan PT Inalum semakin riuh, Luhut menyebutkan akan menjumpai Menteri Perindustrian MS Hidayat untuk menyampaikan aspirasi pemerintah dan masyarakat tingkat provinsi dan kabupaten/kota di Sumatera Utara tentang PT Inalum. Ia ingin pemerintah pusat bisa melihat sejelas-jelasnya fakta yang sesungguhnya terjadi terkait PT Inalum. Asahan memiliki potensi pembangunan listrik sebesar 1.200 MW. Dalam master agrement antara Jepang dan Indonesia dalam pengoperasian PT Inalum, disebutkan PLTA yang akan dibangun lebih diperuntukkan pada pemenuhan kebutuhan PT Inalum. Katanya, tahun ini adalah tahun krusial, dimana pemerintah pusat akan memutuskan apakah memperpanjang master agreement itu atau tidak. Luhut yakin kalau pemerintah pusat akan bersikap arif dengan tidak memperpanjang perjanjian kerja sama dengan Jepang terkait Inalum. Disinggung mengenai kemungkinan tetap diperpanjang kerja sama seperti yang terjadi dengan sebuah perusahaan tambang emas dan tembaga milik negara asing di Papua, Luhut menyebutkan perjanjian yang berbentuk BOT itu mengharuskan konsorsium Jepang untuk menyelesaikan kontrak kerjanya terlebih dahulu. “Pemerintah jangan memperpanjang, BOT-nya kan sudah jelas,” ucap luhut. Untuk itu, ia merencanakan pertemuan dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono guna menyampaikan aspirasi ini. Luhut mengklaim, ia ikhlas megerjakan semua ini, bukan demi kepentingan bisnisnya. “Tidak ada kepentingan bisnis saya di sini. Saya lahir di sini, saya ingin berbuat untuk daerah saya. Umur saya 63 tahun sekarang, untuk apa lagi saya memikirkan bisnis. lagipula saya lahir bukan sebagai pebisnis, kok,” tegas Luhut Panjaitan. Bupati Samosir Mangindar mengatakan pengambialihan PT Inalum telah dibahas 10 daerah di kawasan Danau Toba itu sejak dua bulan lalu. Salah satu semangat untuk turut dalam pengambilalihan PT Inalum itu karena tidak adanya kontribusi perusahaan yang sebagian besar sahamnya dikuasai oleh konsorsium Jepang itu kepada mereka. Di samping itu, mereka juga ingin mendapatkan saham dan keuntungan jika kontrak PT Inalum itu berakhir tahun 2013 nanti. Menanggapi hal itu, Gubernur Syamsul Arifin mengatakan agar sepuluh kabupaten dan kota untuk melibatkan DPRD masing-masing dalam MoU itu. Pihaknya pun akan melibatkan DPRD Sumut untuk membahas hal ini, agar memiliki kekuatan politis dan sesuai dengan aspirasi rakyat. Gubernur pun ingin agar MoU itu dikomunikasikan dengan pihak LSM, kalangan perguruan tinggi, serta elemen masyarakat lainnya. Negoisasi Wakil Gubernur Sumatera Utara H Gatot Pudjo Nugroho ST mengatakan Pemprovsu sedang menegoisasi kepada pemerintah pusat tentang masa depan Inalum yang pada tahun 2013 berakhir masa kontraknya dengan Jepang. “Saat ini kita sedang melakukan negoisasi dengan pemerintah pusat tentang masa depan Inalum,” kata Wagubsu saat memberi sambutan pada wisuda 142 sarjana Sekolah Tinggi Teknik Harapan (STTH), Sabtu (22/5). Wagubsu melihat Inalum memiliki potensi yang sangat besar, maka jika Inalum bisa di-take over, perusahaan ini membutuhkan tenaga teknik yang terampil dan handal seperti lulusan STT Harapan sebagai pelopor pembangunan bangsa. (SS)

Disdik Bandung Barat Rencanakan Pelantikan Kepala SD Juni-Juli
BANDUNG BARAT, Medikom– Kalangan guru dan kepala sekolah di Kabupaten Bandung Barat diliputi rasa bingung dan bertanya-tanya tentang adanya isu rencana mutasi kepala sekolah dan pengangkatan kepala sekolah yang baru. Beberapa kpala sekolah mengaku telah mendengar adanya isu mutasi dan pengangkatan kepala sekolah baru tersebut, tapi mereka belum tahu kebenaran isu tersebut. Untuk meyakinkan, Medikom mencoba mempertanyakan kebenaran isu tersebut kepada Kabid TK/SD dan PNFI Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Barat melalaui Kasi Tentis Wawan Setiawan di ruang kerjanya, Kamis (24/6). Menurut Wawan, Didik Bandung Barat memang sudah merencanakan adanya mutasi dan pengangkatan kepala sekolah baru di tingkat SD se Kabupaten Bandung Barat. Jauh-jauh hari dan pihak Disdik juga sudah memberikan informasi tersebut kepada para UPTD TK, SD dan PNFI se-Bandung Barat agar segera memberikan data calon kepala sekolah yang sudah lulus seleksi di tingkat kecamatan. “Sampai saat ini baru beberapa UPTD yang sudah memasukkan data calon kepala sekolah dan masih bayak UPTD yang belum memberikan data calon kepala sekolah yang sudah lulus seleksi,” ujar Wawan. Wawan juga menambahkan, pelantikan kepala sekolah dan calon kepala sekolah baru se-Bandung Barat bulan Juni-Juli harus sudah dilaksanakan dan saat ini Disdik menunggu data masuk dari semua UPTD di masing masing kecamatan. “Kalau data udah masuk segera kita lakukan pelantikan kepala sekolah, kenapa harus menunggu lama kalau datanya sudah lengkap,” kilah Wawan lagi. (K Fauzi R)

Edisi 375 Tahun VII 28 Juni s.d. 04 Juli 2010

9

Sedap Rasa
Sahabat Medikom yang budiman, Dapur Sedap Rasa edisi kali ini menyuguhkan masakan restoran yang telah banyak diolah rumahan dengan penuh inovasi dan inprovisasi. Menu berbahan dasar cumi ini kerap dijadikan masakan favorit, apalagi disantap dengan nasi hangat dengan keluarga. Cumi juga mumpunyai protein tinggi, bagus bagi yang suka. Selamat mencoba.

Masyarakat Menuntut Ganti Rugi Segera Direalisasikan PT BBS
TASIKMALAYA, Medikom– Masyarakat yang mengajukan ganti rugi atau kompensasi untuk tanaman yang rusak akibat galian tanah pada pekerjaan pembangunan tapak tower T.34/CC SUTT 150 KV T/L Tasikmalaya-Ciamis meminta pihak PT BBS segera merealisasikan janjinya kepada masyarakat Desa Kalimanggis, Kecamatan Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya. Berdasarkan data yang ada, tuntutan itu berdasarkan musyawarah masyarakat Desa Kalimanggis yang dijembatani oleh Pemerintah Desa Kalimanggis di lokasi pelaksanaan pekerjaan pembangunan tapak tower T.34/CC/ SUTT 150 KV T/L Tasikmalaya-Ciamis. Pada musyawarah tersebut telah disepakati bersama dengan pihak PT BBS terkait dengan masalah ganti rugi. Adapun ganti rugi atau kompensasi sesuai dengan Kepmentaben No 975. K147/MPE/1999 dan SK Bupati No. 521.5/Kep.135/Diperta/ 2009 dengan rincian tanah seluas 121 m2 x Rp .5000 jumlah Rp 605.000, tanaman mahoni 50 pohon x Rp14.500 jumlah Rp5.725.000, dan tanaman singkong 60 pohon x Rp 8.100 jumlah Rp486.000, dengan total ganti rugi/ kompensasi Rp6.816.000. Jumlah tuntutan ganti rugi itu atas nama Musa, warga Desa Kalimanggis, Kecamatan Manonjaya yang disaksikan Kepala Desa Kalimanggis Edi Nugraha dan Camat Manonjaya T Suprapto SIp MSi. Ditemui di Kantor Kecamatan Manonjaya, Asosiasi LPM Kecamatan Manonjaya Robin Hanafi mengatakan, masyarakat Kecamatan Manonjaya ingin segera direalisasikan sesuai dengan penerangan waktu sosiliasi di tiap desa yang kena proyek pekerjaan pembangunan tapak tower T.24/CC SUTT 150 KV T/L TasikmalayaCiamis. Tuntutan masyarakat adalah pembayaran kompensasi di bawah jaringan. Saat ini kata Robin masyarakat yang masih sangat sabar, jangan dipancing emosinya. Tuntutan warga tidak terjadi di Desa Kalimanggis saja, tapi hal terjadi di Desa Pasirpanjang di mana tanah milik Ganda seluas 213 m2 sementara yang sudah dibebaskna oleh pihak PT BBS baru 208 m2 , sisanya 5 m2 belum didapat ganti pembayaran. Lebih lanjut dikatakan Robin Hanafi yang konsen terhadap nasib rakyat di lima desa yang kena proyek pembangunan tapak tower PT BBS, kasus di Desa Gunajaya ialah kebun salak milik H Jaja dipakai penyimpanan material pembangunan tapak tower T.24. “Komplen di Desa Cilangkap sangat fatal menyangkut masalah sosial ialah jalan umum rusak dipakai angkutan yang melintas setiap hari membawa barang bahan-bahan material untuk pembangunan tapak tower SUTT. Untuk itu, kami mendeasak agar PT BBS segera merealisasikan janjinya kepada masyarakat di 4 desa yang terkena dampak pembangunan tower itu,” kata Asosiasi LPM Kecamatan Manonjaya RobinManafi. (**)

CUMI MASAK SAUS TOMAT PEDAS
Bahan 500 gr cumi-cumi 3 sdm minyak mentega 1 btr bawang bombay yang telah dipotong kecil-kecil (chopped onion) 200 gr cabai gombong dipotong memanjang 3 btr siung bawang putih dihancurkan 1 sdm rosemary (tersedia di super market) saus tomat sesuai selera 60 cc white wine apabila suka, (air jeruk) garam, lada secukupnya Cara Memasak Cumi digoreng sebentar lalu angkat kembali. Panaskan fryingpan (tempat penggorengan), beri sedikit minyak mentega, setelah cukup panas, masukkan potongan bawang bombay, bawang putih, cabai gombong (disauted). Setelah agak layu, campurkan juga rosemary, saus tomat white wine, sedikit air lalu diaduk. Masukkan cumi yang telah digoreng ke dalam campuran bumbu, beri garam dan lada secukupnya, setelah beberapa menit dan bumbu meresap, angkat pindahkan pada sebuah piring tahan api, dan hidangkan panas-panas.

Pembebasan Lahan Jalan Lingkar Ditargetkan Selesai 2010
MAJALENGKA, Medikom– Pembebasan lahan untuk jalan lingkar (ring road) sepanjang 6,8 km yang melintasi Desa dan Kecamatan Panyingkiran hingga Desa Baribis, Kecamatan Cigasong ditargetkan selesai pada tahun 2010 ini. Menurut Kepala Bagian Tata Pemerintahan Sekretariat Daerah Majalengka Yayan Sumantri, Rabu (23/6) untuk pembebasan lahan kini sudah dimulai dengan pematokan koridor dan sosialisasi kepada para pemilik lahan yang bakal dilintasi oleh jalan lingkar tersebut. “Kita sekarang sudah mulai melakukan pematokan lahan yang bakal dilintasi, terhadap warga pemilik lahan pun sudah dilakukan sosialisasi. Setelah itu baru dilakukan pengukuran lahan yang akan dilakukan bersama BPN (Badan Pertanahan Nasional) Majalengka,” ungkap Yayan seraya menjelaskan dibangunnya jalan lingkar itu sendiri dilakukan guna menghindari terjadinya kemacetan di wilayah perkotaan serta untuk melakukan pengembangan wilayah kota. Sedangkan panjang jalan yang akan dibangun mencapai sekitar 6,8 km dengan lebar jalan rencananya mencapai 20 meter yang akan dibuka dua arah. Kebutuhan lahan untuk pembangunan jalan lingkar itu sendiri mencapai sekitar 14 hektare. Wilayah yang akan dilalui oleh jalan lingkar sebanyak 13 desa, meliputu Desa Panyingkiran, Jatipamor, Cijati, Cikasarung, Leuwikidang, Cicenang, Baribis, Kutamanggu, Simpeureum, Cigasong, Tajur, Kawunghilir, dan Kawunggirang. “Sosilisasi kepada masyarakat sudah dilaksanakan dan kami berharap masyarakat bisa mengapresiasi program ini secara positif sehingga seluruh tahapan pembebasan tanah bisa berjalan lancar. Dengan demikian, proses pembangunan bisa dilaksanakan secepatnya,” ungkap Yayan yang memprediksikan, pembebasan tanah jalan lingkar ini prosesnya akan berjalan lebih cepat dibanding pembebasan tanah untuk pembangunan jalan tol. Alasannya, keberadaan ring road akan berdampak pada pertumbuhan usaha ekonomi produktif di sepanjang jalan lingkar tersebut. (Jur)

Puluhan Hektare Sawah Diserang Hama
MAJALENGKA, Medikom– Serangan hama yang menimpa puluhan hektare sawah di Desa Pasirmalati, Desa Gandu dan Balida, Kecamatan Dawuan, serta Desa Panyingkiran, Kecamatan Jatitujuh, Kabupaten Majalengka adalah wereng coklat. Serangan hama tersebut telah berusaha dikendalikan dengan dilakukannya penyemprotan yang obatnya dikirim langsung dari Balai Organisme Pengendali Tanaman di Indramayu melalui kelompok tani desa setempat. Namun jika ternyata wereng tersebut lebih cepat berkembangbiak, maka areal sawah terpaksa harus dibakar untuk menghindari lebih meluasnya serangan hama tersebut. Serangan hama wereng, kupukupu dan ulat yang menimpa puluhan hektare sawah tersebut menurut Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Majalengka H Idi Tjahidi masih dalam ambang batas ekonomi, meski hingga kini harus terus diwaspadai manakala cuaca alam tidak mendukung karena akan berdampak patal. “Benar ada serangan hama wereng coklat di wilayah Desa Pasirmalati, Gandu dan Balida, namun setelah saya cek, itu sudah diatasi oleh BOPT dengan mengirim obat-obatan ke petani di wilayah tersebut melalui kelompok tani di desa setempat. Hanya, seberapa besar volumenya kita belum mengecek langsung, tapi itu sudah diatasi,” ungkap H.Idi Tjahidi dihubungi melalui sambungan telponnya. Menurutnya, serangan wereng tersebut masih dalam ambang batas ekonomi. Berdasarkan hasil penelitian dari satu rumpun padi, serangan wereng sekitar tiga hingga dua ekor saja. Namun memang di beberapa rumpun ada yang mencapai lima ekor wereng. “Berdasarkan keterangan yang kita terima dari satu rumpun padi ada yang tiga dan dua ekor, hanya memang ada beberapa di antaranya yang sudah mencapai lima ekor atau sudah kritis, dan jika demikian maka harus segera diwaspadai karena itu sudah tergolong eksplosif,” ungkap H Idi seraya menyebutkan akibat serangan wereng tersebut pihak BOPT di Indramayu sudah mengirimkan obat-obatan ke wilayah serangan untuk pengendalian hama pada pekan kemarin. “Apabila cuaca mendukung serangan hama diharapkan bisa dikendalikan, namun apabila cuaca tidak mendukung dan perkembangbiakan wereng lebih cepat maka areal serangan harus dibakar agar tidak merembet kea real sawah lainnya, yang kondisi padinya sama baru mulai berbuah,” ungkap H Idi. Seperti diketahui, puluhan hektare sawah di beberapa wilayah diserang tiga jenis hama, masingmasing wereng, kupu-kupu serta ulat, hingga hama tersebut sulit dibasmi. Serangan hama sudah mulai terjadi sejak padi masih berumur dua belas harian. Berawal dari serangan ulat hingga daunnya padi kemudian melinting, setelah dilakukan pemupukan daun padi justru meranggas. Para petani menduga rentannya serangan hama tersebut akibat pengaruh cuaca serta seringnya turun hujan di malam hari. (Jur)

Parkir ITC Menaikkan Tarif Seenaknya
DEPOK, Medikom-Pengelolaan parkir gedung ITC Depok, Jawa Barat, dikeluhkan masyarakat. Pasalnya, petugas pengelola parkir seenaknya menaikan tarif. Akibatnya lagi-lagi masyarakat yang dirugikan. Tarif parkir yang dinaikkan seenaknya tersebut, salah satunya dialami Sarip Hidayat, warga Jalan Amsar RT 12/RW 04 Jagakarsa, Jakarta Selatan. Sarip yang juga wartawan di Depok, Rabu (23/6), mengemukakan, pada tanggal 19 Juni 2010 malam, dirinya ke ITC Depok untuk berbelanja. Sarip memarkirkan sepeda motornya nopol B 6XXX PDA dan berada di ITC sekitar satu-setengah jam. Pada saat keluar parkir dikenakan biaya Rp1.000. Kemudian, 20 Juni 2010 malam, Sarip kembali berbelanja di ITC, pada jam yang sama. “Saya di ITC Depok selama 1 jam 5 menit. Ketika saya keluar parkir, saya dikenakan biaya Rp2.000. Lalu saya bertanya kepada petugas memang tarifnya berapa? Petugas tidak menjawab. Dan saya bertanya lagi, saya berapa lama di sini? Kemudian keluar kata “Rp1.000, Mas”,” kata Sarip, menirukan petugas parkir ITC. Sebetulnya, kata Sarif, dirinya sudah sering mengalami permainan tarip parkir seperti ini di ITC Depok. Pada saat keluar parkir motor, tidak ada tarif parkirnya. Semua harga di situ ada yang ditutup-tutupi. Harga tarif parkir yang ada di tempat parkir motor hanya ada tarif parkir mobil. “Saya sudah tiga kali seperti ini, tetapi dari karyawan Secure Parking itu jarang sekali memberikan struk parkir pada saat keluar. Jadi, untuk pengendara kendaraan bermotor yang parkir di ITC Depok, harus lebih teliti lagi pada saat membayar parkir. Karena, karyawan Secure Parking agak curang,” ujar Sarip. (Lucy/FR Ambarita)

Amri Tambunan Buka Muscab HNSI
LUBUK PAKAM, Medikom–Bupati Deli Serdang Drs H Amri Tambunan membuka Musyawarah Cabang (Muscab) Himpunan Nelayan Seluruh Indonesi (HNSI) Kabupaten Deliserdang Periode 2010 - 2015, Sabtu (19/6) di Balairung. Hadir pada acara, Ketua Golkar Deliserdang Drs H T Achmad Talaa, Ketua PMI Deliserdang H Ismayadi SH, Anggota DPRD, Ketua HNSI Sumatera Utara Afwandi SH, dan sejumlah pejabat pemkab. Bupati mengatakan dengan melaksanaklan muscab akan terbangun komunikasi yang pada gilirannya nanti akan dapat melahirkan pemikiran dan ide-ide serta diskusi untuk membuka peluang-peluang baru sehingga dapat mendorong tumbuhnya tingkat perekonomian, khususnya bagi kehidupan para nelayan. Karenanya HNSI harus tetap komit untuk memperjuangkan nasib para nelayan kita yang ratarata kehidupannya masih rendah serta dapat mencari solusi jalan pemecahan berbagai permasalahan yang dialami para nelayan. “Jadikan Muscab ini sebagai alat untuk mendekatkan dan menyatukan seluruh nelayan yang ada karena dengan bersatu kita dapat menciptakan kekuatan kebersamaan sehingga bisa menjawab tantangan yang ada serta dapat memajukan para nelayan kita,” ujarnya. Sekjen HNSI Sumatera Utara Drs Inya Ulumuddin dalam sambutannya mengatakan tugas HNSI dan pemerintah harus samasama memikirkan permasalahan yang dihadapi para nelayan, sehingga untuk ke depannya bisa mengangkat harkat martabat nelayan agar mempunyai masa depan yang baik. Ketua Antarwaktu HNSI Deli Serdang Rahmadsah SH menyampaikan, nelayan di Deliserdang masih tergolong nelayan tradisional, dan berharap agar bisa mendatangkan investor untuk bisa memajukan nelayan di Deliserdang yang moderen sehingga dapat meningkatkan pendapatan. Ketua Panitia Muhammad Sari dalam laporannya menyampaikan kegiatan berlangsaung selama satu hari dihadiri oleh 300 peserta, terdiri dari 5 kecamatan pesisir yaitu Kecamatan Pantai Labu, Percut Seituan, Hamparan Perak, Labuhan Deli, dan Kecamatan Beringin. Pada Muscab, Rahmadsyah SH terpilih menjadi Ketua HNSI Deliserdang Periode 2010–2015, yang sebelumnya sebagai ketua antarwaktu. (R David Sagala)

Mandiri Perdesaan Terbengkelai, Saling Tuding
CIAMIS, Medikom-Salah satu proyek PNPM Mandiri Pedesaan anggaran tahun 2009 yang dipergunakan untuk pembuatan jalan dan jembatan di RT 01 RW 18, Dusun Karangtawang, Desa Sidamulih, Kecamatan Sidamulih, Kabupaten Ciamis, diduga terbengkelai. Pasalnya, pengerjaan seharusnya sudah selesai pada bulan Mei lalu, hingga kini belum selesai. Terlihat jalan tersebut baru terhampar bebatuan tanpa lapisan aspal. Untuk jembatan baru terlihat tiang, tembok dan batu yang masih acak-acakan. Medikom bersama beberapa wartawan lainnya menyaksikan jika realisasi pengerjaannya masih di bawah 40%. Menurut warga sekitar, berhentinya pengerjaan terkendala karena anggaran proyek PNPM tersebut sudah habis. Anehnya, keterangan dari beberapa sumber terkait yang dihubungi tidak sinkron, di antaranya UPK, TPK, PJOK, dan kepala desa setempat. Program PNPM adalah program pemerintah yang bertujuan menyejahterakan dan menanamkan azas gotong-royong kepada masyarakat. Maka dari masyarakat juga dituntut partisipasi dan kerja sama, selain swadaya. Program ini akan sukses manakala swadaya dari masyarakatnya juga sukses. Menurut ketua RT setempat, dirinya dan masyarakat siap untuk bekerja sama dan membantu swadaya berbentuk tenaga sukarela. “Seperti sebelumnya sukarela demi selesainya proyek pembuatan jalan dan jembatan di sini. Namun karena bahan-bahan atau materialnya habis, dan menurut ketua TPK kepada saya, karena uangnya sudah habis maka proyek ini tidak dapat diselesaikan sekarang. Harus menunggu terkumpulnya uang swadaya dari masyarakat,” katanya. Kepala Desa Sidamulih, saat ditemui Medikom di ruang kerjanya, mengatakan, sudah lama proyek tersebut tersendat dan banyak masyarakat yang menanyakan mengapa berhenti sebelum selesai. “Saya tidak tahu uang tersebut digunakan untuk apa. Yang pasti, proyek tersebut belum selesai. Namun begitu, saya sebagai kepala desa tetap akan menyelesaikan, namun bukan dari dana PNPM tersebut, melainkan dengan dana desa atau swadaya masyarakat,” katanya. Menurut Suin, sebagai Ketua TPK, saat ditemui Medikom di rumahnya, Selasa (8/6), pembangunan proyek PNPM tersebut terkendala pengaruh cuaca buruk. Selama berhari-hari cuaca hujan dan ada pasir senilai Rp1.200.000 yang hanyut terbawa arus sungai yang banjir atau meluap. “Hilangnya pasir tersebut sudah dilaporkan ke UPK, dan mengakui kalau uang yang ada di kasnya masih ada sisa senilai Rp3 juta. Itu pun dalam waktu sebulan yang lalu. Karena proyek PNPM akan sukses manakala dana swadaya dari masyarakatnya juga sukses,” kata Suin. Hal senada diungkapkan Erwin, fasilitator dari UPK yang ditemui Medikom di ruangan kerjanya pada hari dan tanggal yang sama. “Kami di sini melihat tidak ada penyelewengan dana. Hanya saja, proyek yang seharusnya sudah selesai pada bulan Mei lalu, itu kendalanya karena uang swadayanya yang belum terkumpul dan belum diterima, karena masih dalam proses pengumpulan,” tandas Erwin. Kardayana Supriatman, sebagai Kepala PJOK (Penanggung Jawab Operasional Kerja) yang juga Seksi Pemerintahan di Kecamatan Sidamulih, pada hari dan tanggal yang sama, kepada Medikom, mengatakan, pihaknya hanya bertanggung jawab atas laporan keuangan yang keluar dan yang masuk. “Kenapa proyek belum selesai, karena swadayanya belum gol atau belum terkumpul semua. Ini semua harus segera disinkronkan. Karena saya yakin dari pihak terkait ada miskomunikasi atau tidak sinkron,” katanya. Dan pada Jumat (25/6), Medikom kembali menanyakan perkembangan proyek PNPM tersebut. Menurut Kepala PJOK, semuanya sudah dimusyawarahkan demi selesainya proyek PNPM tersebut, dengan hasil kesepakatan harus sudah selesai bulan Juli 2010. “Kalau tidak selesai, dikhawatirkan pada tahun-tahun berikutnya desa ini tidak akan mendapatkan dana bantuan serupa,” tandasnya. (Ipan)

Pos Indonesia dan Kopertis IV Beri Beasiswa
BANDUNG, Medikom–Untuk mewujudkan corporate social responsibility (CSR), PT Pos Indonesia dan Koordinator Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) IV baru-baru ini memberikan beasiswa kepada 113 orang mahasiswa berprestasi Politeknik Pos Indonesia. Hal tersebut dilakukan sebagai salah satu wujud kepedulian dan tanggung jawab sosial dalam rangka turut menunjang pembangunan bangsa di bidang pendidikan (SDM). Beasiswa ini diberikan di Kampus Politeknik Pos Indonesia, Bandung. Menurut Manajer Public Relations PT Pos Indopnesia R Joesman Kartaprawira SH MSi, Pos Indonesia bersama Kopertis melakukan penyerahan beasiswa kepada mahasiswa Politeknik Pos Tahun Akademik 2010. Penyerahan dilakukan oleh Direktur Utama Pos Indonesia Dr I Ketut Mardjana, dan Kopertis IV yang diwakili oleh Ketua Bidang Bagian Kemahasiswaan, Tatang Mulyana, didampingi Direktur Politeknik Pos Indonesia Dr Bambang Jatmiko SE MSi. Pos Indonesia mengeluarkan dana CSR senilai Rp100 juta yang diberikan kepada 50 orang mahasiswa masing-masing senilai Rp2 juta. Penyerahan beasiswa sebagai aktivitas CSR ini dilakukan bertepatan dengan momen Dies Natalis Politeknik Pos Indonesia ke9. Beasiswa diperuntukkan bagi biaya pendidikan mahasiswa semester II (prestasi akademik semester I) yang berasal dari umum dengan kategori mahasiswa diutamakan berasal dari keluarga yang secara finansial kurang mampu, lulus seleksi sebagai penerima beasiswa dengan kriteria nilai indeks prestasi (IP) yang ditetapkan oleh Politeknik Pos Indonesia. Wujud kepedulian kepada institusi pendidikan ini memang merupakan salah satu program CSR Pos Indonesia sebagai perusahaan BUMN. Ke depan Pos Indonesia masih memiliki rencana CSR-nya yakni melakukan pemberian beasiswa ikatan dinas bagi putra-putri karyawan dan pensiunan PT Pos Indonesia (Persero) secara bertahap, sejak mulai diterima sebagai mahasiswa sampai dengan diangkat sebagai karyawan PT Pos Indonesia (Persero) melalui mekanisme seleksi. Untuk tahun 2010, beasiswa ikatan dinas diberikan kepada 80 mahasiswa dengan jumlah total Rp400.000.000. Masing-masing mahasiswa mendapat Rp5.000.000. Politeknik Pos Indonesia merupakan lembaga pendidikan tinggi vokasional yang berada di bawah naungan Yayasan Pendidikan Bhakti Pos Indonesia (YPBPI). YPBPI menilai, era globalisasi dan perkembangan teknologi menuntut ketersediaan tenaga ahli yang terampil dan profesional dalam mengelola industri. Dibarengi dengan meningkatnya minat masyarakat untuk menjadi tenaga ahli dan profesional, Pos Indonesia yang bergerak di bidang perposan mendirikan Yayasan Pendidikan Bhakti Pos Indonesia pada 5 Juli 2001 berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan Nasional No. 56/D/O/2001, yang telah memberikan izin pendirian Politeknik Pos pada jalur Diploma III dengan Jurusan Teknik Informatika, Manajemen Informatika, Akuntansi, Pemasaran dan Logistik Bisnis. Kurikulum internasional Saat ini, Kurikulum Politeknik Pos Indonesia telah memiliki standar internasional di bidang Enterprise Resource Planning/ERP (SAP/Systems, Applications, and Products in Data Processing). Keunggulan ini, semakin memacu mewujudkan Politeknik Pos Indonesia untuk menerapkan sekaligus mengembangkan Politeknik Pos Indonesia sebagai Kampus Digital dan Kampus Riset. Kampus Digital berbasis Road Map TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) Politeknik Pos Indonesia Periode Tahun 20102020. Sebagai Kampus Riset, Politeknik Pos Indonesia telah menghasilkan berbagai riset (lebih dari 100) yang bersifat implementatif bagi masyarakat luas (dunia industri dan pemerintah) dan berbagai bentuk pengabdian masyarakat. Politeknik Pos telah memiliki Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat yang salah satu visinya melaksanakan penelitian terapan dan pengembangan bidang postal teknologi dan total logistik untuk memacu pertumbuhan ekonomi sosial. (IthinK)

Disparbud Jabar Tingkatkan Kompetensi SDM Wisata Kuliner
GARUT, Medikom–Kualitas sumber daya manusia dalam pengelolaan sektor pariwisata harus ditempa, supaya bisa meningkatkan kenyamanan wisatawan. Oleh karena itu, sejalan dengan perkembangan wisatawan kuliner, pelaku usaha dan masyarakat mesti memiliki kompetensi yang memadai untuk memberikan pelayanan terbaik. Pernyataan ini dikemukakan Kadisparbud Jabar Ir H Herdiwan MM, Selasa (15/6) dalam sambutannya saat membuka secara resmi pembinaan SDM untuk wisata kuliner yang diikuti sekitar 60 orang peserta dari Kabupaten Garut. “Penyelenggaraan kegiatan pembinaan ini diharapkan memberikan makna dan manfaat yang positif dalam meningkatkan kreativitas dan inovasi bagi para pelaku kuliner di Kabupaten Garut khususnya, dan pada umumnya di Jabar,” tutur Herdiwan yang direspons positif seluruh peserta dengan memberikan applaus dukungan. Dikatakan, pembinaan ini dimaksudkan untuk mengasah seluruh kemampuan dan keterampilan pelaku usaha dalam berinovasi, meningkatkan kreasi terhadap produk kuliner yang dihasilkan sesuai dengan ketersedian bahan baku lokal. Peran pemerintah atau Pemprov Jabar sebagai fasilitator melalui peran Balai Kemitraan (BPKPTK) sebagai UPT Disparbud Jabar memiliki kewajiban membangun sinergisitas. Pernyataan senada dikemukakan Kepala BPKPTK Drs H Moch Kahfi MSi sebagai penangung jawab kegiatan diklat. Menurutnya, pembinaan dan penyuluhan ini dimasukkan untuk pengembangan wisatawan kuliner yang sudah berjalan baik. Kegiatan yang dibiayai dari APBD Jabar 2010 untuk event selama tiga hari ini sangat penting untuk membangun pariwasata dan kebudayaan secara berkelanjutan, yang diharapkan tahun 2011 juga bisa dilaksanakan. “Hal itu, sesuai dengan UU No 10 Tahun 2009 dan aturan hukum lain termasuk Peraturan Gubernur Jabar No 71 Tahun 2007 tentang Pelaksanaan Gerakan Someah Hade Ka Semah ,” papar Moch Kahfi. (Zaz)

Usaha Jamur Merang dan Dodol Tradisional

Potensi Kampung Ceger yang Terlupakan
BEKASI, Medikom–Warga Kampung Ceger, Desa Suka Asih, Kecamatan Suka Tani, Kabupaten Bekasi sudah bertahun-tahun menggeluti budi daya jamur merang dan memproduksi dodol ketan tradisional. Untuk pengembangan usaha tersebut, dibutuhkan uluran tangan pemerintah baik dalam membantu permodalan maupun memperbaiki insfrastruktur jalan agar mendongkrak pemasaran. Seorang pengelola jamur merang hanya memerlukan modal sebesar Rp1,2 juta untuk satu gubuk. Modal pengelola selama ini ternyata didapat dari pedangang jamur. Tentu saja harga dan penjualannya harus lewat si pemodal. Menurut Nimung, salah satu petani jamur merang, pengembangan budi daya jamur merang jadi terhambat disebabkan modal yang minim dan sarana transportasi seperti jalan kampung keadaannya rusak. Selain jamur merang, usaha makanan tradisional dodol ketan khas Bekasi merupakan usaha keluarga turun temurun di Kampung Ceger, dan banyak digemari oleh masyarakat Bekasi khususnya. “Kampung Ceger inilah yang warganya tetap memelihara usaha makanan tradisional dodol ketan khas Bekasi sampai sekarang,” tutur Kurdi. Untuk pemasarannya masih tergantung dari banyaknya pemesanan. Jika menjelang hari raya, pembuatan dodol tiap hari siang dan malam dan setelah hari raya berlalu, pembuatan dalam satu bulan hanya tiga kali. Itu pun khusus melayani pesanan. “Dalam satu kali pembuatan dodol memerlukan bahan-bahan seperti gula putih 30 kg, gula merah 10 kg, kelapa 100 buah, beras ketan 18 liter, dan menghasilan 60 kg dodol ketan,” urai Kurdi kepada Medikom baru-baru ini seraya menjelaskan, dirinya sudah bertahun-tahun mengelola pembuatan dodol ketan dan karyawannya adalah keluarga sendiri, termasuk modal. Selama ini, jelas Maryamah, belum pernah ada dari pemerintah yang memperhatikan usaha ini. Apalagi penambahan modal. Padahal kalau dikembangkan, akan menjadi pendapatan daerah. “Tapi percuma saja pak saya ngomong seperti ini tetap saja pemerintah engga ada yang akan perhatian!” ketus Maryamah, pengelola dodol ketan lainnya. Di Kampung Ceger terdapat 10 pengelola jamur merang dan 15 pembuat dodol ketan khas Bekasi. Usaha mereka juga mengalami kendala, dari kondisi jalan yang sangat memprihatinkan hingga tidak adanya bantuan dana yang sangat diharapkan oleh para petani jamur merang dan pembuat dodol ketan di Kampung Ceger. (Anur)

Edisi 375 Tahun VII 28 Juni s.d. 04 Juli 2010

sorot
Sambut Hari Jadi Deliserdang Gelar Donor Darah dan Pelantikan PMI
LUBUK PAKAM, Medikom–Menyambut Hari Jadi Ke-64 Kabupaten Deliserdang, dan Hari Donor Darah se Dunia digelar berbagai kegiatan bakti sosial di antaranya donor darah sekaligus pelantikan Pengurus Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Deliserdang Periode 2009-2014 dan Pengiurus PMI Kecamatan Preiode 2010-2015, Kamis (24/6) di Aula Medistra, Lubuk Pakam. Pengurus PMI Deliserdang yang dilantik langsung oleh Ketua PMI Sumut Drs H Kasim Siyo MSi, masing-masing sebagai Ketua Ismayadi , Wakil Ketua Bidang Organisasi dan SDM Agussalim SAg, Bidang Penanggulangan Bencana Ir H Erry Nirwan, Bidang PMR dan Relawan Dra Hj Sa’adah Lubis, Bidang Pelayanan Sosial dan Kesehatan Safrin Nawar SKM MKes, Sekretaris M Yuniardhi Wiraatmaja ST, Wakil Sekretaris Nursyamsudin, Bendahara Darwin Surbakti SE, Anggota Akhmad Zulfikar SPd dan Endri Susanto. Sedangkan Pengurus PMI 22 kecamatan di Deliserdang dilantik oleh Ketua PMI Deliserdang H Ismayadi SH. Sementara hasil pencapaian donor darah pada kegiatan menyambut Hari Jadi Deliserdang ke-64, hingga tanggl 24 Juni 2010 berjumlah 230 orang. Bupati Deliserdang Drs H Amri Tambunan selaku Pelindung PMI Deliserdang mengucapkan selamat dan sukses kepada pengurus yang dilantik sebagai pengurus baru PMI Deliserdang. Bupati meyakini kepengurusan PMI adalah kader-kader terbaik yang dapat dipercaya dan diberi amanah untuk mampu membawa organisasi menjadi lebih eksis, berkiprah sekaligus memberi kontribusi berarti bagi pembangunan bangsa khususnya di Kabupaten Deliserdang. Ia berharap PMI ke depan dijadikan sebagai bagian dari satgas siaga bencana yang akan mengemban tugas kemanusiaan untuk menghadapi segala kemungkinan. Semua ini tergantung dari peran serta dan partisipasi seluruh lapisan masyarakat seperti donor darah dan bantuan kemanusiaan lainnya. Begitu juga tugas dan tanggung jawab yang akan diemban oleh PMI ke depan akan berjalan baik dengan semangat kebersamaan serta pengalaman organisasi dan didukung dengan potensi yang besar di daerah ini tentu akan siap menjadi barometer PMI di Sumatera Utara. Ketua PMI Sumut Drs H Kasim Siyo MSi menyampaikan rasa salut dan bangga melihat semangat dan kebersamaan yang tinggi untuk memajukan organisasi PMI di Deliserdang dengan telah terbentuknya kepengurusan PMI di tingkat Kabupaten Deliserdang sampai ke seluruh kecamatan. Diyakini lima tahun kepengurusan ini ke depan mampu mengemban tugas dengan baik dan diharapkan menjadi contoh bagi kabupaten lainnya. Dijelaskan, organisasi PMI adalah organisasi nasional yang keberadaannya merupakan dasar bagi terlaksananya berbagai bantuan dari negara-negara lain sesuai dengan kebutuhan daerahnya. Dijelaskan juga bahwa Provinsi Sumatera Utara masih belum mencapai target persediaan darah. Oleh karenanya, perlu upaya yang sungguh-sungguh meningkatkan pencapaian peserta donor darah sehingga dapat membantu masyarakat yang membutuhkan pertolongan. Hadir pada acara pelantikan, Wakil Ketua DPRD Deliserdang Dwi Andi Saputra Lubis LC, unsur muspida di antaranya Dandim 0204 DS Letkol Inf Herianto Sahputra, Danyon 121 MK Letkol Inf Dwi Tugas Irianto, Perwakilan PMI dari Negara Jerman, Asisten I Drs M Iqbal Nasution, sejumlah SKPD jajaran Pemkab Deliserdang para camat selaku pelindung PMI di tingkat kecamatan, pimpinan ormas, pemuda dan orpol. Sebelumnya, pagi harinya Wakil Bupati Deliserdang H Zainuddin Mars berkesempatan meninjau langsung kegiatan pelaksanaan bakti sosial donor darah yang dilaksanakan oleh PMI Deliserdang yang bertempat di Medistra Lubuk Pakam. (R David Sagala)

10

Rumah Pengusaha di Bogor Dilempar Bom Molotov
BOGOR, Medikom-Rumah Ketua Gabungan Pengusaha Konstruksi Nasional (Gapeknas), Taswin Nasution di Jalan Pangeret, Kelurahan Tegal Gundil, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor, dilempar bom molotop, Kamis (24/6), oleh orang tak dikenal. Tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut, tetapi kerugian yang dialami senilai jutaan rupiah. Hingga berita ini diturunkan belum diketahui siapa dalang peristiwa tersebut. Keterangan yang dihimpun menyebutkan, pagi itu sekitar pukul 08.30 WIB sebuah sepeda motor dengan kecepatan sedang, ditumpangi dua orang tak dikenal melintas di jalan dekat rumah korban. Tiba-tiba penumpang motor yang dibonceng melempar dua buah bom molotov, ke arah gerasi rumah pengusaha konstruksi. Salah satu pemilik rumah keburu mengetahui dan langsung memadamkan apinya. Selain itu juga, sempat terdengar suara ledakan, sehingga mengagetkan para penghuni rumah. “Ketika dilihat ke asal suara tersebut, ternyata ada percikan api dan sempat menyala,” kata Upit, seraya bergegas mengambil air dengan maksud memadamkan api dimaksud. Sementara itu saksi mata lainnya, Amar (40) mengatakan, beberapa menit setelah musibah itu, Taswin sempat menelponnya dan memberi tahu kalau rumahnya ada yang melempar dua buah bom molotov. “Semula bunyi ledakan tersebut akibat korsleting listrik yang ditimbulkan dari lemparan bom molotop tersebut,” ungkap Amar mengutif penjelasan Taswin. Beruntung kobaran api dengan cepat berhasil dipadamkan. Ditempat terpisah, Taswin yang dihubungi wartawan mengaku selama ini pihaknya tidak mempunyai masalah dengan orang lain, apa lagi teman-teman sesama pengusaha jasa konstruksi. Diakuinya, dia saat ini sedang melaporkan adanya KKN dalam proses pelelangan yang terjadi di Pemerintah Kabupaten Bogor. Kasat Reskrim Polres Kota Bogor, AKP Indra Gunawan yang dihubungi wartawan, membenarkan adanya pelemparan bom molotov ke rumah pengusaha jasa konstruksi tersebut. Polisi saat ini sedang memintai keterangan dua orang saksi mata yang mengetahui peristiwa tersebut. “Selain memeriksa kedua orang saksi, polisi juga mengamankan barang bukti yang ditemukan di tempat kejadian perkara (TKP),” jelas Kasat Reskrim Polres Kota Bogor. “Sementara ini sedang dalam tahap keterangan saksi-saksi, yang mengetahui aksi pengemudi kendaraan bersama boncengannya, setelah cukup keterangan yang diperoleh, maka pihaknya akan melakukan penyikapan lebih lanjut,” katanya. (Gan)

Pelantikan pengurus DPD Front Pembela Merah Putih (FPMP) Kota Depok oleh Sekjen DPP FPMP KP Norman Hadinegoro SE MM, Jumat (18/6) di Lapangan Beringin, Kemiri Jaya Kecamatan Beji-Depok. Ketua DPD FPMP Kota Depok terpilih adalah Hendra Amara. Pada kesempatan tersebut, Sekjen memberikan SK bagi Pengurus DPC kecamatan yang ada di Kota Depok. Foto: Tuhari (Arek)

Penjelasan Komisi C DPRD DKI

Coldstorage Sangat Bermanfaat dan Menguntungkan Nelayan
JAKARTA, Medikom-Dalam penjelasan Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi DKI Jakarta yang dikomandoi Sekretaris, Santoso, disebutkan bahwa tempat penyimpanan atau pendingin ikan (coldstorage) itu benar-benar sangat bermanfaat dan menguntungkan para nelayan. Coldstorage adalah salah satu program di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengelola Kawasan Pelabuhan Perikanan (PKPP) dan Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI), Muara Angke, Jakarta Utara yang dianggap sangat menyentuh masyarakat. “Coldstorage adalah salah satu program yang benar-benar sangat menyentuh masyarakat dan nelayan DKI Jakarta,” itulah penjelasan Sekretaris Komisi C DPRD Provinsi DKI Jakarta, Santoso di hadapan para kuli tinta di salah satu restoran, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat. Santoso mengatakan, kerja keras Kepala UPT-PKPP dan PPI Muara Angke, Jakarta Utara, Ir Soetrisno selama ini, dalam mewujudkan PPI Muara Angke, program yang meJakarta Utara Ir nyentuh masyarakat Soetrisno “dibombardir” dan nelayan DKI oleh beberapa media. Hal Jakarta melalui pemini sekaligus bangunan tempat membantah dengan penyimpanan ikan adanya pemberitaan atau mesin pendingin yang menyudutkan ikan (coldstorage) “bahwa pengadaan dianggap berhasil. coldstorage mubazir”. Pembangunan Sekali lagi saya katakan, tempat penyimsebenarnya pengadaan panan ikan dan coldstorage adalah salah peralatan mesin Santoso satu program yang sangat pendingin ikan menyentuh masyarakat sangat dibutuhkan oleh para nelayan. “Sebab, dengan dan para nelayan DKI Jakarta, maka adanya teknologi penyimpanan tidak mubazir,” ujar Santoso. Kepala UPT-PKPP dan PPI Muara ikan, para nelayan yang sebelumnya hanya menjual ikan pada saat Angke, Jakarta Utara, Ir Soetrisno, musimnya, kini bisa dilakukan pada beberapa hari lalu, pun mengatakan saat krisis ikan,” kata Santoso kepada kuli tinta bahwa coldstorage didampingi oleh beberapa anggota belum bisa dioperasikan, apalagi Komisi C DPRD Provinsi DKI Jakarta. disewakan, mengingat belum “Seharusnya, program dan kerja memiliki alas/payung hukum. “Tapi, keras Kepala UPT-PKPP dan PPI hal ini sedang diurus peraturan Muara Angke, Jakarta Utara, yang daerah (perda) retribusinya,” terang dipimpin Ir Soetrisno mendapat Ir Soetrisno yang didampingi Kepala pujian. Tapi kenyataannya, beberapa Seksi (Kasie) Iwan Sudarmawan di minggu lalu Kepala UPT-PKPP dan ruang kerjanya. (slamet supriyadi)

Kejati DKI Nyatakan Tidak Ada Indikasi Korupsi

Kalah Lelang, Kontraktor Bisa Menjadi LSM dan Wartawan
JAKARTA, Medikom-Sudah tidak aneh lagi jika di Provinsi DKI Jakarta bermacam-macam tingkah laku para kontraktor, dari yang punya perusahaan terbatas (PT) sampai yang tidak punya PT, alias pinjam bendera dan numpang. Apalagi saat mengikuti lelang, yang semula sebagai kontraktor, apabila kalah lelang seringkali tidak “legowo”. Bahkan bisa saja berubah wujud menjadi aktivis lembaga swadaya masyarakat (LSM) atau wartawan. Demikian diungkapkan salah seorang pegiat LSM yang kesal melihat polah kontraktor, karena dianggap bisa merusak citra buruk LSM dan wartawan yang sesungguhnya. Seperti belum lama ini Suku Dinas (Sudin) Pekerjaan Umum (PU) Jalan, Jakarta Utara, di bawah naungan Dinas PU Provinsi DKLI Jakarta membuka lelang secara terbuka dan transparan, bahkan disaksikan para LSM dan wartawan. Namun, Kepala Sudin PU Jalan, Jakarta Utara, Ir H Maman Suparman MEng dibuat resah oleh ulah segelintir kontraktor yang kalah dalam mengikuti lelang. Dibuatlah pemberitaan yang benar-benar sangat menyudutkan. Bahkan Kepala Sudin PU Jalan, Jakarta Utara Ir H Maman Suparaman MEng dianggap melakukan perbuatan tindak pidana korupsi. Hal ini pun di dalam pemberitaan sudah dilaporkan ke Kejaksan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta. Sesuai menghadiri Rapat Paripurna HUT DKI Jakarta Ke-483, Kepala Kejati DKI Jakarta, Soedybio saat dikonfirmasi mengatakan, terlalu banyak laporan dari LSM, jadi tidak ingat satu per satunya. “Coba anda ke Aspidsus Kejati DKI Jakarta,” singkat Soedybio saat akan meninggalkan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi DKI Jakarta. Di Gedung Kejati DKI Jakarta, salah satu Aspidsus mengatakan, masalah dugaan korupsi Sudin PU Jalan, Jakarta Utara tidak bisa untuk ditindaklanjuti, karena tidak kuat atau tidak bisa untuk ditindaklanjuti ke ranah hukum. “Saya ini bingung kepada LSM. Setiap membuat laporan tidak disertai dengan data-data yang akurat. Kalau seperti ini, kan, membuat bingung masyarakat DKI Jakarta,” ucap salah satu Aspidsus Kejati DKI Jakarta, yang namanya tidak ingin dipublikasikan. Kepala Sudin PU Jalan, Jakarta Utara Ir H Maman Suparman MEng, mengatakan, kita heran dengan cara kerja kontraktor seperti itu, yang selalu mencari kesalahan para pejabat. Bekerja sudah sesuai mekanisme masih dianggap salah, apalagi salah. Maunya dia saja (kontraktor, red) yang menang. “Saya anggap jabatan adalah amanah dari Allah. Artinya, setiap pekerjaan harus benar-benar menyentuh masyarakat dan dikerjakan dengan hati-hati, karena APBD itu adalah uang rakyat,” ujar Ir H Maman Suparman MEng. (slamet supriyadi)

Bupati DS, Ajarkan kepada Anak-anak Persaingan yang Sehat
LUBUKPAKAM, Medikom–Anakanak adalah harapan orang tua, bahkan harapan masa depan bangsa yang harus mempersiapkan penalaran dan keterampilan yang memadai. Kita ajarkan mereka persaingan yang sehat, kembangkan bagi mereka nilai-nilai semangat kebersamaan, kesetiakawanan dalam kepribadian di samping menumbuhkan wawasan kebangsaan yang sangat penting artinya di masa mendatang. Hal ini dikemukakan Bupati Drs H Amri Tambunan dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan SDM Ir Roniazir Agus, Jumat (18/ 6) pada Acara pembukaan perlombaan antar-TK/RA se Kabupaten Deliserdang menyambut Hari Anak Nasional tahun 2010 di Balairung Pemkab Deliserdang, Lubuk Pakam. Hadir saat itu, Ketua TP PKK Deliserdang Hj Anita Amri Tambunan, Krtoa Gop TKI Ny Asdiana Zainuddin sejumlah SKPD dan pimpinan organisasi wanita se Kabupaten Deliserdang. Bupati mengajak kepada para pendidik/guru, orang tua dan semua elemen masyarakat terkait, untuk benar-benar memberikan peran optimal dalam pendidikan anakanak sejak usia dini. “Dan harus kita sadari bahwa usaha mebina anak-anak menjadi tanggung jawab masyarakat dan semua pihak yang memiliki kaitan untuk ini,” ujarnya. Ketua TP PKK Hj Anita Amri Tambunan dalam sambutannya mengatakan, pada usia dini anak TK/RA adalah masa yang disebut golden age (usia emas), karena pada usia ini adalah awal pembentukan karakter anak, sangat efektif mengembangkan kreasi dan imajinasi anak sesuai dengan bakatnya Untuk mengembangkan kreasi dan imajinasi inilah diperlukan wahana yang dapat membangkitkan potensi dan bakat yang ada pada diri anak, menuangkan ide-ide yang terlintas dalam pikirannya seperti melalui lomba melukis dan mewarnai, menyalurkan kegembiraannya dengan menyanyi, menunjukkan kecerdasan dan kemampuannya lewat menyusun balok-balok atau alat permainan edukatif serta pengembangan kemampuan motoriknya lewat gerakan tari, senam dan sebagainya. Ketua Panitia Perlombaan Ny Juliana Sofian Marpaung dalam laporannya menjelaskan perlombaan yang berlangsung satu

S Andyka Membacakan Pemandangan Umum terhadap Raperda
JAKARTA, Medikom-Dalam Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi DKI Jakarta, pekan lalu, disampaikan pemandangan umum fraksi-fraksi terhadap beberapa raperda. Pemandangan Umum Fraksi Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) DPRD Provinsi DKI Jakarta dibacakan oleh S Andyka. Pemandangan umum tersebut disampaikan terhadap Revisi Peraturan Daerah (Perda) Nomor 7 Tahun 1991 tentang Bangunan Dalam Wilayah DKI Jakarta; Penyusunan Perda tentang Lembaga Musyawarah Kelurahan (LMK); dan Penyusunan Perda tentang Biaya Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB). Di dalam Rapat Paripurna, S Andyka membacakan tanggapan atau jawaban Gubernur terhadap pemandangan umum fraksifraksi. Kemudian dilanjutkan pendalaman dan sinkronisasi terhadap raperda melalui rapatrapat komisi, rapat pimpinan. Tujuannya agar prinsip-prinsip pokok materi mendekati dan mendapat persetujuan DPRD Provinsi DKI Jakarta dalam rapat paripurna pendapat akhir. “Jika masih terdapat prinsip-prinsip pokok materi yang krusial dan jauh dari persetujuan, kami Fraksi Partai Gerindra meminta untuk dilanjutkan dibahas dalam panitia khusus (pansus),” kata S Andyka, Rabu (23/6). Masih S Andyka, mengatakan, jika terdapat satu atau beberapa pasal dalam raperda ini belum dapat disetujui secara mufakat dan musyawarah, Fraksi Partai Gerindra DPRD Provinsi DKI Jakarta menyarankan untuk ditunda pembahasannya. Disarankan agar tidak dipaksakan tiga raperda tersebut harus selesai dalam waktu lebih kurang 34 hari sebagaimana telah dijadwalkan oleh Badan Musyawarah (Bamus). “Kiranya dapat diinventarisir dan

hari penuh ini terdiri dari enam jenis perlombaan yaitu menari, menyanyi, menggambar dan mewarnai, menyusun fazel, dai cilik serta

penghotbah cilik. Penyerahan hadiah dilakukan pada puncak acara Hari Anak Nasional tingkat Kabupatern Deliserdang. (R David Sagala)

Telkom dan J-Spot Mobile Kembangkan Media Informasi
BANDUNG, Medikom–Studi terbaru lembaga penelitian ROA (Research On Asia) Group mengungkapkan, perkembangan pasar ponsel Indonesia pada 2010 diprediksikan mencapai angka 133 juta. Jadi sedkitar separuh dari seluruh populasi negeri ini yang diperkirakan mencapai 250 juta jiwa, merupakan pengguna ponsel. Dengan pertumbuhan yang sedemikian cepat, Indonesia diyakini akan menempati peringkat ketiga pasar ponsel terbesar di Asia setelah China dan India. Meningkatnya jumlah pengguna telepon genggam dan tren penurunan tarif komunikasi membuat operator kini beralih pada pertumbuhan pengguna layanan data. Telkom sebagai penyedia jasa telekomunikasi terbesar di tanah air lebih memilih untuk memperkaya layanan konten. Dengan target pertumbuhan pengguna layanan data sebagai layanan terpadu serta konvergensi selular khususnya di area metropolitan, Telkom Indonesia menandatangani kesepakatan kerja sama (MoU) dengan penyedia jasa layanan mobile application, J-Spot Mobile untuk mengembangkan media informasi Indonesia InYourHand bagi jaringan dan infrastruktur yang dimiliki Telkom Group. IndonesiaInYourHand adalah salah satu alternatif media informasi selain media konvensional yang ada selama ini yang berisikan informasi pariwisata, kebudayaan, peninggalan sejarah, direktori kota dengan tempat-tempat menarik lainnya di seluruh Indonesia secara “real time” kepada para turis baik mancanegara maupun lokal. Aplikasi ini sudah memiliki fasilitas seperti: Google Maps, Google Directory, Augmented Reality Browser, Reservation, Transportation Schedule, nomor telepon penting dan Real Time News. Aplikasi ini juga bisa digunakan untuk telepon genggam dengan teknologi seperti Symbian, Android, Iphone, Blackberry dan Java Mobile. Widi Nugroho, Pjs Executive General Manager Divisi Multimedia Telkom mengatakan, kerja sama Telkom Indonesia dengan penyedia jasa layanan mobile application J-Spot Mobile adalah untuk mempermudah masyarakat memperloleh informasi khususnya dalam mendukung kampanye Visit Indonesia 2010 dan tahun kunjungan museum 2010. “Aplikasi IndonesiaInYourHand ini akan menunjang pariwisata Indonesia dengan menitikberatkan unsur-unsur kebudayaan dan peninggalan sejarah Indonesia ke mancanegara,” tambahnya usai penandatanganan kesepakatan kerja sama (MoU) antara PT Telkom Indonesia dan J-Spot Mobile di pameran CommunicAsia, Singapore Expo, Expo Drive Singapore barubaru ini. Senada dengan Widi Nugroho, founder sekaligus komisaris J-Spot Mobile, Ginung Pratidina mengatakan penggunaan teknologi selular selain mempercepat akses informasi bagi wisatawan juga menjadi wujud nyata promosi pariwisata yang lebih ramah lingkungan karena mengurangi penggunaan kertas sebagai alat komunikasi konvensional. “Seiring pertumbuhan selular yang semakin murah dan mudah, layanan konten akan dipakai sebagai pengganti promosi tradisional cetak yang cenderung mudah terbuang setelah informasi diserap audience yang menikmati informasi secara cumacuma,” ujar Ginung Pratidina. Bagi stakeholder pariwisata dan pemerintah daerah, Indonesia InYourHand merupakan terobosan penting karena tidak memungut biaya. Ginung membandingkan biaya produksi 5.000 lembar leaflet informasi daerah wisata saat ini dihargai sekitar Rp2,5 juta sementara dengan menggunakan aplikasi IndonesiaInYourHand ini masyarakat bisa mendapatkan informasi secara gratis. Dengan adanya aplikasi Indonesia InYourHand diharapkan semakin memudahkan masyarakat untuk mendapatkan informasi secara cepat (real time) dan mudah di mana saja dan kapan saja jika diperlukan. Telkom merupakan perusahaan penyelenggara jasa dan jaringan telekomunikasi (full service and network provider) terbesar di Indonesia. Telkomsel yang mayoritas sahamnya dimiliki oleh Telkom adalah penyelenggara seluler terbesar di Indonesia dihitung berdasarkan jumlah pelanggan dan pendapatan. Telkom menyediakan jasa InfoCom baik secara langsung maupun melalui perusahaan asosiasi, mencakup antara lain telepon tetap, jasa telepon nirkabel, jasa telepon bergerak, data & internet dan network & interkoneksi. Saham Telkom terdaftar di Bursa Efek Indonesia (IDX: TLKM) dan menerbitkan American Depository Shares yang terdaftar di New York Stock Exchange (NYSE: TLK) dan London Stock Exchange (LSE: TKIA). Sementara J-Spot terbentuk awal 2006 atas prakarsa Ginung Pratidina dan programmer Amiranto Adi Wibowo untuk mengantisipasi tren penggunaan teknologi Bluetooth sebagai media promosi di Eropa. Satu aplikasi marketing yang berhasil dilakukan J-Spot adalah Bluetooth Blast, media marketing berbasiskan teknologi Bluetooth yang dipuji peserta Asia Pacific Media Forum (APMF) 2006 di Bali. Berkat teknologi tersebut, peserta dapat melihat jadwal event, melakukan survei pembicara, dan promo APMF. Layanan Bluetooth Blast J-Spot Mobile digunakan operator telekomunikasi, Sony Ericsson, Sampoerna A Volution, Marlboro hingga pesta musik akbar AMild Soundrenaline 2008. (IthinK)

S Andyka
dirumuskan oleh pansus yang akan dibentuk, untuk dibahas dengan waktu yang memadai dan suasana lebih kondusif,” kata S Andyka. Fraksi Partai Gerindra juga meminta penjelasan lebih rinci alasan mengapa Revisi 1 Raperda Baru tentang Bangunan Dalam Wilayah DKI Jakarta dan Revisi 2 Penyusunan Perda Baru tentang LMK dan BPHTB ini diajukan. Fraksi Partai Gerindra menyesalkan mengapa Raperda tentang Dewan Kota (Dekot) tidak bersamaan diajukan dengan Raperda LMK. Karena keduanya adalah masalah yang berhimpitan dan memiliki kaitan dengan tuntutan dan aspirasi masyarakat selama ini. Dalam konteks ini Fraksi Partai Gerindra meminta penjelasan mengapa tidak diajukan secara bersamaan. Jika akan diajukan Raperda Dekot, kapan akan diajukan, dan apakah hasil pemilihan Calon Dekot yang telah dipilih di tingkat kota/kabupaten akan diulang atau adakah langkah lain. Raperda tentang LMK dan Raperda tentang BPHTB merupakan hal baru. Karena itu Fraksi Partai Gerindra DPRD Provinsi DKI Jakarta meminta perhatian agar eksekutif dan DPRD dapat membahasnya lebih intensif dengan dukungan kelayakan dan kepatutan waktu. “Khusus Raperda tentang LMK diharapkan pembahasannya tidak tergesa-gesa, sehingga hasil dari Raperda ini dapat mengakomodasi keanekaragaman aspirasi masyarakat yang berkembang,” ujar S Andyka. (slamet supriyadi)

Edisi 375 Tahun VII 28 Juni s.d. 04 Juli 2010

11

Jakarnaval Kegiatan Unggulan HUT Jakarta
Puncak HUT ke-483 Kota Jakarta menjadi semakin meriah dengan digelarnya Jakarnaval 2010 yang dilepas Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo di halaman Balaikota DKI. Event tahunan yang diisi berbagai atraksi kesenian Betawi dan daerah ini cukup menarik perhatian warga Jakarta yang terlihat berbaris rapi di pinggir jalan seberang halaman Balaikota DKI. Sebanyak 2.450 peserta dan 27 unit mobil hias, serta puluhan komunitas mobil antik, sepeda motor dan sepeda hias pun ambil bagian untuk berpawai keliling dengan rute halaman Balaikota DKI menuju Jl MH Thamrin, Bunderan Hotel Indonesia dan kembali ke silang Monas.
Acara Jakarnaval 2010 dibuka dengan Tari Garapan Sanggar Seni Budaya asuhan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta. Tidak ketinggalan juga penampilan tari dan musik daerah mulai dari Tari Jaipong (Jawa Barat),Reog Ponorogo (Jawa Timur), Tari Zapin Melayu (Riau), Tari Piring (Sumatera Barat) dan Tari Tor-Tor (Sumatera Utara). Bahkan, selain menampilkan khasanah kesenian Betawi dan nasional, atraksi Marching Band Batavia Bank Mandiri, Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka), komunitas Sepeda Ontel Batavia, komunitas Sepeda Seni IKJ dan komunitas Depok BMX juga ambil bagian mengisi kemeriahan acara. Mereka mendapat pengawalan ketat dari iring-iringan kendaraan petugas Polda Metro Jaya dan Dinas Perhubungan DKI. Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta, Arie Budhiman mengatakan, setiap tahunnya rangkaian kegiatan perayaan HUT DKI Jakarta selalu diakhiri dengan pagelaran Jakarnaval. Acara ini merupakan kegiatan unggulan yang selalu mendapatkan animo besar baik dari masyarakat maupun pelaku seni budaya dan komunitas khusus. “Buktinya tiap tahun peserta Jakarnaval selalu meningkat dan selalu mendapatkan respons positif dari warga Jakarta. Ini termasuk event unggulan yang selalu dinantikan masyarakat,” kata Arie Budhiman saat pembukaan Jakarnaval 2010 di Balaikota DKI, Jakarta, Minggu (27/6) Untuk Jakarnaval 2010, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI mencoba menampilkan lebih banyak peserta dengan berbagai keragaman. Sebab, Jakarta sebagai ibu kota negara dan melting pot Indonesia, merupakan tempat bertemunya beragam etnis dari berbagai daerah di seluruh Indonesia dengan beragam budayanya. “Dengan mengedepankan nilai-nilai budaya yang khas dan menonjolkan identitas masyarakatnya, eksistensi Jakarta di tengah-tengah arus globalisasi tetap terlihat memiliki identitas dan jati diri yang berkepribadian,” ujarnya. Untuk itu, tahun ini Jakarnaval mengambil tema, Kemilau Untuk Jakarta Semua. Diharapkan kemolekan dan kemilau Jakarta dengan ragam budayanya menjadi gambaran sebuah kota metropolitan. Tidak hanya itu, warganya tetap memegang teguh nilai-nilai budaya yang berkepribadian sebagai jati diri bangsa Indonesia. Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo mengatakan, keberagaman merupakan ciri sekaligus aset Kota Jakarta. Fauzi Bowo berharap pelaksanaan Jakarnaval 2010 akan semakin memperkokoh kebersamaan untuk mewujudkan Jakarta yang aman dan nyaman untuk semua. Fauzi Bowo juga memuji warga yang menonton Jakarnaval tahun ini yang dinilainya lebih tertib dari tahun-tahun sebelumnya. Padahal, tahun-tahun lalu, mobil-mobil hias kesulitan bergerak melintasi jalan, karena warga memenuhi jalur jalan. “Mencari orang dari Papua hingga Nangroe Aceh Darussalam pasti ada di sini. Bukan hanya orangnya, tetapi perwakilan budayanya juga ada di Jakarta,” tandasnya.

Enam Pengedar Ganja Diringkus ................................................................Hal 1
penjualan ganja kering bermula adanya laporan masyarakat. Berdasarkan laporan tersebut, selanjutnya polisi menuju lokasi dan melakukan penyamaran. Aksi penyamaran sebagai pembeli terpaksa dilakukan petugas karena sindikat tersebut dikenal licin dan sulit terdeteksi keberadaannya. Dan dari hasil penyamaran itu, polisi berhasil meringkus keenam tersangka di rumahnya masing masing dengan tidak ada perlawanan. Kemudian mereka digiring ke Mapolres Indramayu untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. “Keenam tersangka dikenakan Pasal 114 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara,” ujarnya. (H YF)

Penyulingan Air Laut, Antisipasi Krisis Air
Program penyulingan air laut atau Riverse Osmosis (RO) yang dilakukan PT Pembangunan Jaya Ancol terus mendapatkan dukungan dari berbagai kalangan. Setelah Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo serta Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta, Selamet Nurdin memberikan dukungan terhadap langkah tersebut, kali ini dukungan yang sama datang dari Direktur Administrasi dan Sumber Daya Manusia (SDM) PT Pembangunan Jaya Ancol, Harianto Badjoeri.
Menurutnya, program penyulingan air laut atau RO merupakan langkah tepat yang dilakukan PT Pembangunan Jaya Ancol. Karena, program ini tentu akan berdampak positif bagi masyarakat Jakarta.Tidak hanya saat ini sebagai alternatif solusi keterbatasan pasokan air, tetapi juga dalam jangka panjang sebagai langkah antisipasi krisis air yang mengancam kawasan ibu kota. "Penyulingan air laut itu sebagai langkah kreatif menyikapi krisis air yang selama ini terjadi. Suplai air itu tugasnya operator. Kalau operator tidak mampu, ide-ide kreatif seperti itu kan harus dikembangkan. Kami justru ingin mengajak Aetra bisa menyuling air laut," ujar Harianto Badjoeri, Minggu (27/6). Karena, jika operator hanya mengandalkan cara-cara konvensinal dengan hanya menunggu pasokan air dari Waduk Jatiluhur, krisis air yang sudah menjadi langganan setiap tahun akan terus terjadi sepanjang masa. Mulai dari krisis jumlah pasokan hingga penurunan kualitas. Sebab, diakui atau tidak, selain minimnya pasokan, masalah kualitas air juga menjadi persoalan serius. Air yang mengalir melewati saluran tarum barat (Kalimalang) banyak tercemar limbah yang membahayakan. Bahkan, hal itu juga rentan terhadap penyakit. Belum lagi, nantinya akan dialirkan melalui pipa-pipa yang sudah berumur puluhan tahun, tiba di pelanggan sudah tidak sesuai lagi dengan keadaan baru saja diolah. Air bisa keruh, berearna coklat, hitam atau berbau. "Masalah krisis air di Jakarta ini sudah sangat kompleks. Mulai hulu hingga hilir. Saya pikir, penyulingan air laut itu sebagai salah satu langkah solusi mengatasi krisis itu. Harusnya operator juga bisa berpikir ke arah sana, bukan justru keberatan dengan langkah kreatif. Itu berarti mereka tidak kreatif," kata Badjoeri. Tingginya kebutuhan air di Jakarta yang tidak diimbangi dengan penambahan jaringan dan pasokan ditengarai bakal memicu defisit air dari tahun ke tahun. Saat ini saja, total kebutuhan air baku di DKI Jakarta mencapai 17.700 liter per detik. Sebagian besar dipasok dari WadukJatiluhur. Hanya sebanyak 400 liter per detik sebagai tambahan dipasok dari Kali Krukut. Jika Waduk Jatiluhur bermasalah seperti sepanjang awal tahun hingga Mei lalu, ancaman krisis air pun semakin tinggi. Belum lagi, adanya rencana Tangerang yang akan menghentikan pasokan pada 2020 mendatang. Untuk menambah tambahan air, daerah itu ikut membantu pasokan sebanyak 2.700 liter per detik. Dari analisis kebutuhan air di DKI, defisit air baku akan terjadi sepanjang tahun. Tahun ini saja, defisit air mencapai 6.857 liter per detik. Lalu pada tahun 2015 diperkirakan akan terjadi defisit sekitar 13.045 liter per detik. Kemudian pada 2020, defisit akan mencapai 28.370 liter per detik. Ketua DPRD DKI Jakarta, Ferial Sofyan mengatakan, krisis air yang terjadi di Jakarta sebagai bukti ketidakmampuan operator memenuhi kewajibannya. PAM Jaya seharusnya bisa tegas. Apalagi jika pelayanan sudah sangat buruk dan berimbas pada masyarakat banyak. Seperti krisis air yang sudah menjadi rutinitas di Jakarta Utara. Evaluasi yang dilakukan seharusnya bisa membuat pelayanan lebih baik. Bukan justru menjadikan langkah mundur. Penambahan jaringan distribusi, pengurangan tingkat kebocoran air, serta peningkatan kualitas layanan harus terus ditingkatkan setiap tahunnya. Bukan justru dikurangi ketika operator tidak mampu memenuhinya. "Saat krisis, ide kreatif itu penting. Seperti langkah Ancol menyuling air laut, itu patut diapresiasi. Kalau ada operator keberatan, mereka harus evaluasi diri. Kenapa mereka tidak mampu," kata Ferial. Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo telah memberikan dukungan penuh terhadap program penyulingan air laut atau RO yang dilakukan PT Pembangunan Jaya Ancol.

Tabung Gas Meledak di Mana-mana ............................................................Hal 1
dalam bentuk sosialisasi dan pengawasan standardisasi. Sehingga tidak lagi terjadi kecelakaan, kebocoran yang menimbulkan hilangnya nyawa secara sia-sia. Sementara itu, Wakil Ketua Komisis VII DPR RI yang membidangi Energi Sumber Daya Mineral, Riset, Teknologi dan Lingkungan, Ahmad Faisal yang dihubungi terkait maraknya kebocoran tabung gas elpiji ukuran 3 kg yang mengakibatkan banyak terjadi ledakan menegaskan, program konversi minyak tanah ke gas adalah program pemerintah yang digulirkan pada tahun 2007. Bila dalam implementasinya terjadi berbagai hal, semestinya pemerintah melakukan evaluasi secara menyeluruh. Dan bagaimana program ini dipersiapkan lebih matang dalam implementasinya tidak membawa korban bagi konsumen. Apalagi sampai harus menimbulkan korban nyawa. Faisal juga mengemukakan, dalam rapat Komisi VII dengan Menteri ESDM, Direksi Pertamina, dewan selalu mengingatkan tabung gas elpiji 3 kg yang dalam sejarahnya diberikan gratis kepada masyarakat dan kelompok masyarakat tidak mampu semestinya diperhatikan standardisasi tabung dan kualitas perangkat lainnya. Sehingga tidak menimbulkan kerugian apalagi menimbulkan kecelakaan bagi konsumen. Terkait maraknya ledakan tabung gas yang juga telah menimbulkan korban nyawa, harta benda Faisal menekankan agar lembaga-lembaga pemerintah terkait yang bertanggung jawab terhadap pengelolaan segera merespons tanggung jawab sesuai aturan. Baik dari segi pasokan, infrastruktur, perlindungan konsumen, pengawasan elpiji bersubsidi, kesiapan pabrikasi tabung kompor dan aksesorisnya. Namun yang terpenting, menurut Faisal, menyangkut pengawasan untuk pengadaan tabung serta pendistribusian. “Sehingga diharapkan tidak ada lagi kasus kebocoran tabung gas 3 kg, 12 kg apalagi sampai menimbulkan korban nyawa,” kata Faisal. Bentuk tanggung jawab, menurut Politisi dari PPP ini, secara konkret harus segera dilakukan, janganlah pemerintah bersifat pasif, seolaholah tidak bertanggung jawab. Padahal rasa aman pengguna tabung gas adalah bagian dari pada hak konsumen. “Sebagai regulator, fasilitator seluruh proses pengadaan tabung gas hingga pendistribusian semestinya tanggung jawab pemerintah yang muaranya keterjaminan keamanan dan keselamatan konsumen,” tandas Faisal. Dalam catatan Medikom sejak program konversi minyak tanah ke gas yang digulirkan pemerintah sejak tahun 2007, lebih dari 100 ledakan tabung elpiji terjadi di tengah-tengah masyarakat. Tahun 2008 terjadi 14 kasus yang mengakibatkan 2 orang tewas, 27 orang luka-luka, 14 rumah rusak, 5 rumah terbakar. Persentasenya meningkat tajam pada tahun 2010, terjadi 15 ledakan mengakibatkan 13 korban jiwa, 32 luka-luka, 49 rumah hancur dan 3 rumah terbakar. Berdasarkan penelitian Badan Standarisasi Nasional (BSN) yang bekerja sama dengan Bareskrim Mabes Polri dan Kementerian Perdagangan didapat data-data yang sangat mengejutkan. Sebab, insiden ledakan bukan disebabkan tabung melainkan aksesoris dan kompor gas. Terutama akibat selang, rubber seal (karet) di dalam katup, katup, regulator dan kompor. “Insiden disebabkan pada slang, rubber seal (karet) di dalam katup, katup, regulator, dan kompor,” kata Kepala BSN Bambang Setiadi di Jakarta. “100% slang yang diuji tidak memenuhi syarat mutu Standar Nasional Indonesia (SNI),” jelasnya. Namun, meski mengantongi SNI, bukan berarti tabung dan aksesorinya 100% aman. “Apa bisa menjamin produsen akan memproduksi sesuai standar terus? Tidak ada jaminan perusahaan punya SNI pasti buat yang ber-SNI,” kata Direktur Industri Logam Kementerian Perindustrian I Gusti Putu Suryawirawan. Celakanya, produk ilegal juga berjibun. Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya menduga telah beredar 200.000 tabung gas palsu buatan PT Tabung Mas Murni ke Jabodetabek sejak Agustus 2009. Angka itu belum termasuk tabung gas palsu yang beredar di wilayah Indonesia lain. Sebab, indikasi beredarnya tabung gas elpiji 3 kg abal-abal sebenarnya bukan cerita baru. Ketua Umum Asosiasi Industri Tabung Baja (Asitab), Tjiptadi, mengaku total tabung gas 3 kilo untuk kebutuhan konversi sampai sekarang mencapai 60 juta. Dari jumlah itu, produsen tabung dalam negeri sejak 2006 sampai sekarang memasok 54 juta tabung. Sisanya, 6 juta lagi Pertamina yang menyiapkan dari impor. Tapi ada di antara yang beredar di masyarakat itu tidak menutup kemungkinan adanya tabung palsu yang tidak memenuhi standar. Tjiptadi di Kementerian Perindustrian pernah mengungkap, adanya belasan juta tabung gas 3 kilo abal-abal atau palsu yang beredar. Pernyataan tersebut didasarkan pada asumsi jumlah tabung gas yang beredar lebih banyak dibanding kebutuhan tabung terkait dengan program konversi yang hanya 40 juta. “Ada belasan juta tabung gas,” katanya. Permasalahan lain adanya ulah oknum yang berbuat tidak terpuji dengan menyuntik tabung gas untuk mendapat keuntungan. Polisi sempat menggerebek gudang penyuntikan gas elpiji ilegal terbesar di Kampung Bantargebang RT 01/ 06, Kelurahan Bantargebang, Kota Bekasi beberapa waktu lalu dan berhasil menyita 637 tabung gas 12 kg, 59 buah tabung gas ukuran 50 kg serta 1.573 tabung gas 3 kg. Selain itu, turut disita 17 alat suntik, 5 buah truk, dan 19 regulator. Pemindahan isi gas dari 3 kg yang mendapat subsidi pemerintah ke tabung gas 12 kg terjadi di Bogor. Dalam satu bulan pelaku mendapat pasokan gas ukuran 3 kg sebanyak 6.160 tabung untuk dipindahkan ke gas ukuran 12 kg. Ulah ini selain menimbulkan kerugian juga membahayakan keselamatan masyarakat karena bisa menyebabkan ledakan atau kebakaran. Menanggapi banyaknya ledakan tabung gas memaksa pemerintah menggelar rapat koordinasi barubaru ini. Rapat digelar di istana Wakil Presiden yang dipimpin langsung oleh Wakil Presiden Boediono yang dihadiri sejumlah pejabat lintas sektoral. Adapun sejumlah pejabat yang mengikuti rapat ini antara lain Menteri Riset dan Teknologi Suharna Surapranata, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Darwin Zahedi Saleh, Menteri BUMN Mustafa Abubakar, dan Kepala Badan Reserse Kriminal Umum Mabes Polri Komisaris Jenderal Ito Sumardi. Dalam rapat itu dihasilkan keputusan, pemerintah akan melakukan pengawasan ketat penggunaan gas elpiji 3 kilogram, termasuk menyosialiasasi penggunaan gas elpiji 3 kg kepada masyarakat. “Jadi pemerintah telah merumuskan program pengetatan peredaran tabung gas elpiji 3 kg dari mulai pengisian sampai diedarkan kepada masyarakat,” kata Sesmenkokesra Indroyono usai rapat di Istana Wakil Presiden. Indroyono mengatakan tiga program pemerintah tersebut adalah pengendalian dan pengkajian serta melihat tentang kekurangan dari penggunaan tabung gas elpiji 3 kg. Selain itu, juga meningkatkan sosialisasi penggunaan tabung gas elpiji kepada masyarakat termasuk pengawasannya. ***

Redaksi : Jalan Pratista Utara II No 12 Antapani Bandung Telp/Faks 022 7233856 Email : skmmedikom@yahoo.com Perusahaan : Jl. Peta No.149 A (Lingkar Selatan) Bandung Telp/Faks. 022 - 6001506
Diterbitkan : CV WIYATA PURNAKARYA. Berdasarkan UU No. 40/1999. Terdaftar pada Direktorat Merk Ditjen Hak & Kekayaan Intelektual Departemen Kehakiman dan HAM RI No. 556756/22 Desember 2003 Penasehat : Yodi Setiawan EDD, EDS Pendiri : LH Rahardja Pemimpin Perusahaan : HA Damini Wakil Pemimpin Perusahaan : Teddy Subarsyah SH SSos CN Dewan Redaksi : Yahya Siregar - HA Damini - Edie Nirwan S - HA Soleh Hidayat - H Rochadi Pemimpin Umum/Pemimpin Redaksi : Yahya Siregar Wakil Pemimpin Umum : Edie Nirwan S Wakil Pemimpin Redaksi : HA Soleh Hidayat Konsultan Hukum : Iwan Suwandhito SH - David Roesyidi Konsultan Kesehatan : dr Henry S Ibrahim - dr Isnindiary Sandra Dungga Manajer Keuangan : D Muliaman SE MBA Manajer Produksi : H Rochadi Manajer Iklan & Sirkulasi : Rudy Janto Soelaiman Litbang: Teddy Subarsyah SH SSos CN - Drs Heriyadi TS Redaktur Eksekutif : Dadan Supardan Redaktur Pelaksana : Hiskia Milala Redaktur Hukum : Sastrianta Sembiring Redaktur Politik: Drs A Basa MSc Redaktur Khusus : Bambang Wisono Staf Redaksi : Taryana SSos - Hary Buana - Nina Nurlinawati - Slamet Raharjo - Dudun Hamidullah - Desi Kurnia - Zulkifli SDP Lubis - Dudi Hendayat - Drs Eka Wirawan - Endang Kosasih - Kaka Suminta Koordinator Liputan/Wartawan : Kgs Dedi Iskandar Marketing : Edy Herwansyah Sekretaris Redaksi : Sulastiyah Desain Grafis : Hary Buana Sirkulasi : Sandi Lesmana Jaya - Angga Agus Junarsa - Nanang Johansyah Alamat Redaksi : Jalan Pratista Utara II No 12 Antapani Bandung Telp/Faks: 022 7233856 Perwakilan Jakarta : Jl Dr Muwardi I/37 Grogol Jakarta Barat Marketing Iklan : Jl Blitar No 13 Antapani Bandung 40291 Telp/Fax: (022) 7207988 Bank BNI 46 Cabang Kantor Unpad Bandung No Rek 6404937-3 a.n. Bpk Amin Damini H. Percetakan : CV WIYATA PURNAKARYA - Isi diluar tanggung jawab percetakan

Medikom Hadir di: Jl BKR depan Alifa, Jl BKR Depan PT INTI, Jl Peta Depan Tegalega, Jl Peta Depan RS Imanuel, Jl Peta Perempatan Jl Kopo, Jl Kopo Samping RS Imanuel, Jl Kopo Depan Alfamart, Jl Kopo Depan Bank BCA, Jl Astanaanyar, Jl Pasteur depan RSHS, Jl Pasteur Depan Yogya, Jl Pasteur samping Universitas PASIM, Jl Garuda Deket Lampu Merah, Jl Garuda, Jl Cihampelas Depan SDN Cihampelas 1,2, Jl Cihampelas Depan Pom Bensin,Jl Cihampelas Depan SMU Pasundan, Depan Alunalun, Jl Rajawali, Depan RS Rajawali, Terminal lewipanjang (dalam), Jl Terminal Leuwipanjang ( luar), Jl Tegalega Depan Museum Sri Baduga, Jl Buah Batu, Jl Buah Batu, Jl Gatot Subroto, Jl Gatot Subroto, Jl Kiaracondong, Jl Kiaracondong, Jl Soekarno Hatta, Jl Soekarno Hatta /Pasar Gede Bage, Jl Cipadung, Jl Raya Ujung Berung, Jl Raya Sumedang. Jl Padjadjaran (Depan Toko HWK), Jl Cihampelas (Depan STHB Bandung), Jl Cipaganti (Simpang Jl Dr Curie), Depan Jl Cipaganti No.37, Jl Sampurna (Depan Primajasatour), Jl Cipaganti (Depan Rumah-Praktek Prof Dr.Julianto W dan Dr Imelda A Widjojo SpPD), Jl Cipaganti (Depan Kantor Pos Cipaganti), Jl Cipaganti (Yayasan Bakti Sosial Santoso PSAA Santoso Cipaganti), Jl Setiabudhi (Depan Pizza Hut), Jl Ciumbuleuit (Depan Apotek Waringkas), Jl Ciumbuleuit (Depan Alfamart Ciumbuleuit), Jl Ciumbuleuit (Depan RSAU dr Salamun), Jl Siliwangi (Depan Siliwangi Billiards), Jl Ir H Juanda (Depan Dago Tea House), Jl Ir H Juanda Depan ITSB (Institute Tekhnologi dan Sains Bandung), Simpang Dago (Depan RM Pondok Kapau). WARTAWAN BANDUNG Kota : Mbayak Ginting - Iwan Herdiawan - Yusuf Suryaman - Laures - Eva - Akbar Kab Bandung : Suhendar R Kab Bandung Barat : K fauzi R CIMAHI : Zaenal Abidin - Fredy HS DKI Jakarta : Slamet Supriyadi - Ahmad Taufik Nawawi TASIKMALAYA : Agus Cucu SB - Anwar SB, Lukman Nurhakim CIAMIS : Heru Pramono (Kabiro) - Ipan Panuju Supriadi - Agus Supriyatman - Suherman BANJAR : Handri Martandangi CIREBON Kota : Yuyun W Kurnia BBA SE - Rudi Mulyana Indra Sunawar Kab : M Suratman - KUNINGAN : Yoyo Suhendar SUKABUMI : Anne Mustikasari - Ilham Septian B.W - Ariya Gumelar PURWAKARTA: - CIANJUR : Asep Kurnia - Rizal BOGOR : M Yusuf - Eka Wirawan - A Gani DJ - Rangga Anggoro TR Putra - Edison Nizar Jt DEPOK: FR. Ambarita - Lucia S. Andreeni Perwakilan KARAWANG : Andi Nugroho BEKASI : Iwan Gunawan - Dedi Sukandi - Stefanus Lung, Agus Nuryadin MAJALENGKA: Isa Ansori P - Juremi - Tatang Sutaryat SUMEDANG : Aidin Sinaga INDRAMAYU : H. Yonif Fatkhurony SUBANG : Loy - Slamet Supuwijara - Lodewyk Butar-butar - Asep Nasa PANTURA : Ridwan Abdullah GARUT : Engkus K - Yudi K - NIK NIK AGUS TEGAL : Dodi Yahya PANDEGLANG : - KABUPATEN LEBAK : - TANGERANG: Agus Salim - H. Bainul Amin - H. Syaiful Perwakilan JAWA TIMUR : Drs Albert PS JL Jaga Raga No 18 Surabaya (Tlp: 031 3557655/08165430289) Perwakilan YOGYAKARTA : - Perwakilan LAMPUNG BARAT : Suhardin (Kabiro) - Joniyawan Sumatera Utara : (Ka Perwakilan)-Jonpery Sinulingga Medan : Syamsul - Maradona Deli Serdang : R David Sagala - Paulus Butar Butar, HILDE TIURMA TAMPUBOLON Simanlungun/Siantar: Sailan Tarigan Langkat/Kota Binje : Sagin, Hendra Sinaga, Rusmajam Kabupaten DAIRI : Amin Sitanggang

Edisi 375 Tahun VII 28 Juni s.d. 04 Juli 2010

12

Kolom

Perizinan
Oleh Yahya Siregar
Ciri-ciri tata kelola pemerintahan yang baik terlihat dalam pelayanan publiknya. Di mana, semua pelayanan kepada masyarakat harus bermuara yang efektif, efisien dan murah. Bila berkaca dari itu, sepertinya adalah sebuah hal yang naif bila kita memasukkan Indonesia sebagai negara yang tata kelola negaranya baik. Sinisme kita itu berangkat dari berbagai penyakit yang ada di Indonesia.
Dari berbagai penyakit penyelenggara negara baik karena korupsi, kolusi dan nepotisme, persoalan pelayanan publik di pemerintahan ini pun masih terabaikan. Salah satu hal yang paling dikeluhkan adalah soal perizinan. Bukan saja persoalan perizinan ini sangat kompleks tetapi perizinan bagi sebagian aparat adalah lahan empuk dalam menangguk uang haram. Hal itu tidak terlepas, tidak ada satu pun perizinan di negeri yang tidak terlepas dari sogok menyogok. Walaupun beberapa waktu lalu pada 1 April 2008 secara simbolik di Kota Cimahi Menteri Perdagangan Mari E Pangestu yang diwakili Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Ardiansyah Parman melaksanakan pelaksanaan gebyar perizinan masal. Mulai saat itu, beberapa kabupaten/kota di seluruh Indonesia menempatkan sistem pelayanan perizinan terpadu satu pintu (PPTSP). Tapi apakah perubahan paradigma terjadi setelah gebyar perizinan masal ini dilakukan? Ternyata tidak. Sebab dalam proyek Riset Doing Business 2010 yang diadakan IFC dan Bank Dunia, Indonesia duduk di urutan 122 dari total 183 negara yang disurvei dalam hal kemudahan menjalankan bisnis. Peringkat Indonesia itu memang naik 7 peringkat dibanding tahun sebelumnya di mana Indonesia di peringat 129. Namun demikian, Indonesia masih bertengger di urutan 19 dari 24 negara dalam lingkar Asia Pasifik. Indonesia baru mampu mengungguli 5 negara Asia Pasifik lainnya, yakni Filipina, Kamboja, Timor Leste, dan Laos. Inilah soal perizinan yang telah dikeluhkan banyak orang. T e t a p i pemangkasan persoalan ini tak pernah juga tercapai. Dalam perkembangannya, perizinan bisa saja mudah. Tetapi kalau p e m o h o n perizinan melengkapi semua kebutuhan administrasi, barang tentu dengan kesiapan dana untuk upeti. Maka seringkali terdengar anekdot di kalangan aparat yang mewakili kewenangan dalam perizinan, “Kalau bisa dibuat susah kenapa harus dibuat gampang”. Inilah anekdot yang beredar luas dan ditangkap masyarakat menyangkut mentalitas aparat dalam memberikan pelayanan. Persoalan perizinan tidaklah mutlak kebutuhan badan-badan usaha atau perusahaan. Banyak juga perizinan yang menyangkut personal secara individu kepentingan masyarakat. Contohnya izin keramaian untuk perhelatan hajatan saja tidak pernah didapat oleh masyarakat tanpa ada dana pelicin. Maka kita kembali teringat tulisan Dadi J Iskandar yang menuliskan bahwa birokrasi di Indonesia bukan sebagai regulator kemajuan tetapi karena berbagai penyakit kronis di dalam tubuh birokrasi justru birokrat adalah penghambat kemajuan bangsa ini. Ini kan sebuah ironi. Yang penyelesaiannya butuh perhatian serius dan menyeluruh. Bila perilaku korupsi kini mendapat lawan tanding dengan adanya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tetapi keprihatinan kita, perilaku birokrat yang mengobjekan kewenangannya dalam memberikan perizinan ini tidak ada satu lembaga khusus pun yang mengawasi dan menindak. Padahal, perizinan seperti yang kita kemukakan di atas adalah salah satu lahan subur bagi aparat untuk meraup keuntungan haram yang perilakunya telah dikeluhkan oleh banyak kalangan dan terjadi sampai kini di mana-mana di setiap tingkatan dari tingkatan desa sampai tingkat pusat. Perizinan masih saja hal yang enggan dihadapi masyarakat. Karena sering sekali adanya perilaku paradoks di dalamnya. Di dalam banyak kesempatan pejabat-pejabat selalu berjanji dan mengubar jargon segala perizinan murah meriah dan cepat. Tapi faktanya perilaku itu jauh panggang dari api. ***

Hampir Semua Ruas Jalan Pemda di Wilayah UPTD Binamarga Pangandaran Rusak
CIAMIS, Medikom– Jalan-jalan di bawah ruang lingkup UPTD Binamarga Pangandaran banyak yang terkesan ditelantarkan, seperti Jalan Paledah– Karangpawitan Kecamatan Padaherang, Jalan Paledah–Kertajaya Kecamatan Mangunjaya, Jalan Paledah– Sukanagara Kecamatan Padaherang.
Kondisi Jalan Paledah– Sukanagara misalnya, sungguh sangat memprihatinkan. Andai saja tidak ada kepedulian masyarakat di Desa Sukanagara, bisa dipastikan roda perekonomian di desa ini akan lumpuh total. Menurut Kepala Desa Sukanagara, Rohim Jalan Pemda sepanjang + 5 km ini hampir 7 tahun belum ada upaya perbaikan jalan dari Pmerintah Kabupaten Ciamis khususnya Dinas Binamarga. “Adapun upaya kami melakukan beberapa pengajuan melalui proposal hampir tidak terhitung berapa banyak proposal yang telah kami ajukan ke Pemda melalui Dinas Badan Perencana Daerah (Bapeda). Namun sampai saat ini yang kami tunggu-tunggu upaya perbaikan tersebut tidak ada,” jelas Rohim seraya menambahkan, upaya selaku pemerintah desa hanya bisa melakukan penambalan menggunakan batu untuk pengurugan badan jalan yang terkumpul dari swadaya masyarakat yang memakan anggaran sekitar Rp10 juta. Padahal jalan ini merupakan satu-satunya yang menunjang perekonomian masyarakat yang didapat dari hasil bumi terutama gabah padi dan palawija yang mencapai ratusan ton per musim panen. Hal yang sama dilontarkan Kepala Desa Paledah Sano. Ia mengatakan Jalan Paledah– Kertajaya Mangunjaya tingkat kerusakannya sudah sangat parah dan lihat saja kubangan badan jalan tampaknya seperti kolam renang saja. Dikatakan, jalan ini merupakan jalur angkutan Pedesaan Banjarsari–Paledah–Kertajaya yang

H Abdul Adjib, Maestro Tarling Kini Jadi Mubaligh

“Ceramahnya Menentramkan dan Menyejukkan Hati”
CIREBON, Medikom–H Abdul Adjib, nama seniman yang satu ini selalu terkait dengan seni tarling. Sejak remaja ia menggeluti dunia kesenian itu. Pembaharu tarling dari klasik menjadi pop daerah. Ia bersama Fadjar Madraji–Kepala RRI Stasiun Cirebon–tahun 1965 membawa kesenian tarling dalam irama melodi Kota Udang. Lagu-lagi seperti Tukang Cukur, Supir Inden, Penganten Baru, Kota Cerbon, Warung Pojok dan sejumlah lagu lainnya sangat popular saat debut awal keseniannya. Salah satu lagunya Warung Pojok dikenal di seluruh penjuru Tanah Air dan banyak digubah lagu warung pojok dalam berbagai versi. Terutama dalam irama Sunda. Lagu Warung Pojoklah yang dikenalkan oleh Pranadjaja dalam International Folks Song di Denhag Belanda pada tahun 1969. Di samping sebagai seniman yang paling produktif dalam menciptakan sekaligus menyanyikan lagu-lagu tarling, H Abdul Adjib yang pernah menjadi pegawai negeri sipil (PNS) di Pemda Kota Cirebon itu bersama istrinya Hj Uun Kurniasih mendirikan kelompok seni tarling diberi nama Putra Sangkala. Kini di samping tetap menciptakan lagu juga dikenal sebagai pelukis kaca. Dan aktivitas sekarang selain sebagai penyanyi juga sebagai juru dakwah (mubaligh). Isi ceramahnya yang dibarengi lagu-lagu khasnya dapat menentramkan dan menyejukkan hati siapapun yang mendengarnya. (Rudi)

membawa anak didik siswa siswi SMP dan SMA seakan tersendat oleh jalan terlambat sampai ke sekolah. Ditempat terpisah UPTD Binamarga Pangandaran Drs Engkos Kosmara kepada Medikom, Rabu (23/6) mengatakan, pihaknya berupaya semaksimal mungkin guna pembangunan perbaikan jalan. “Upaya kami melaporkan pada Dinas Binamarga Kabupaten untuk segera memperbaiki jalan pemda di wilayah lingkungan Binamarga Pangandaran yang membawahi lima kecamatan yaitu Mangunjaya, Padaherang, Kalipucang, Pangandaran, Sidamulih. Tentunya hal yang pasti keluhan para pemerintah desa terhadap kami, karena kami pun selaku pelaksana teknis kerja di lapangan sudah melaksanakan tugas sebaik mungkin sesuai

perintah dinas itu sendiri seperti yang kami telah laksanakan perehaban pemeliharaan jalan antara Cikembulan–Sidamulih, Terminal Pangandaran, pasar, dan jalan Mangunjaya–Banjarsari, Padaherang Paledah dan jalan menuju Pantai Karapyak akan diupayakan bulan Juli bisa dilaksanakan mengingat untuk saat ini tidak memungkinkan pemeliharaan jalan dikarenakan cuaca yang tidak tentu kadang panas dan kadang hujan. Dikatakan Engkos, terkait anggaran Pemkab Ciamis yang diketahui pengalokasian dana tidak begitu besar. Apalagi dengan sisi pola pemerataan pembangunan di Dinas Binamarga membawahi 7 UPTD Binamarga. “Hal yang pasti pembangunan jalan tersebut tidak tersentuh secara keseluruhan,” katanya. (Ag/Herz)

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->