P. 1
Mingguan Medikom Edisi 376

Mingguan Medikom Edisi 376

|Views: 1,242|Likes:
Dipublikasikan oleh Hary Buana

More info:

Published by: Hary Buana on Jul 04, 2010
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/14/2012

pdf

text

original

Simak Halaman Khusus

Satu Halaman Untuk Purwakarta - Subang dan Karawang

PURWASUKA
Halaman 5

Edisi 376 Tahun VII 05 s.d. 11 Juli 2010

Media Komunikasi Masyarakat Transparan Kom omunikasi Masyarakat ansparan araka

Tepat & Perlu

HARGA ECERAN Rp2.500,- LUAR JAWA + Ongkos Kirim

Gubernur Canangkan 2011 Sebagai Tahun Irigasi Jawa Barat
Selengkapnya baca Halaman 3

Pemkab Sumedang “Keok” vs Unang Sastra Atmaja
SUMEDANG, Medikom–Unang Sastra Atmaja, beserta kerabat dan keluarganya yang beralamat di Dusun Bentar, Desa Cibitung, Kecamatan Buahdua, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, saat ini boleh jadi merasakan kelegaan hati yang amat dalam. Perjuangan panjang penuh liku beraroma penzoliman yang dialaminya selama lima tahun terakhir, ahirnya membuahkan kemenangan. Tidak urung, kucuran air mata dan peluk cium penuh haru mewarnai kemenangan tersebut, tatkala, hakim tunggal di Pengadilan Negeri Sumedang, Rimdan SH, Jumat (2/ 7) lalu membebaskannya dari segala tuntutan. “Saya bersyukur kepada Allah Tuhan Yang Maha Kuasa, Hakim yang mengadili perkara ini benarbenar bersikap jernih dan lepas dari tekanan. Ternyata saat ini keadilan itu masih ada, meski yang kita lawan adalah penguasa Sumedang,” ujar H Yovie M Santosa SH, selaku kuasa hukum Unang Sastra Atmaja, sesaat setelah persidangan berahir di Pengadilan Negeri Sumedang pekan lalu. Pengacara yang berkantor di Jalan Diponegoro No 34 Bandung ini, lebih jauh kepada Medikom mengakui, selama lima tahun perjuangan yang dilalui mendampingi kliennya benar-benar menguras tenaga dan pikiran, mengingat yang menjadi lawannya adalah penguasa Sumedang. Dikatakan, ikhwal sengketa dengan Bupati Sumedang tersebut, tatkala kliennya sekitar tahun 2004 silam mengajukan Ijin Usaha Penambangan Pasir di Desa Cibitung, Kecamatan Buahdua, Sumedang. Di luar dugaan, muncul SK Bupati Sumedang No. 541.3/ 1676/Org/08 tanggal 6 Mei 2008 tentang Penolakan Ijin Usaha Pertambangan (IUP) Eksploitasi Bahan Galian Golongan C atas nama Unang Sastra Atmaja. Padahal, lokasi yang dimohon tersebut sudah ditetapkan menjadi zona penambangan galian golongan C. Yovie lebih lanjut menjelaskan, karena merasa terzolimi akhirnya

Kenapa Tanah dan Bangunan Naripan 78 Dieksekusi
Dewan Akan Panggil Kepala BPMPD

di hal 4

Warga Ancam Berunjuk Rasa

GARUT, Medikom–Merasa diperlakukan tidak adil oleh pihak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut terkait pemberian bantuan dana Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Pedesaan, warga Desa Cikarag, Kecamatan Malangbong, mengancam akan melakukan aksi unjukrasa besar-besaran ke Pemkab dan DPRD Garut. Mereka akan meminta keadilan karena mereka juga warga Kabupaten Garut yang tidak bisa menerima jika dianaktirikan. Kepala Desa Cikarag, Totong, membenarkan jika saat ini di Kecamatan Malangbong situasinya cukup panas menyusul ditetapkannya sejumlah desa sebagai penerima PNPM Pedesaan. Menurutnya, akibat penyaluran dana PNPM yang diduga bermasalah tersebut, timbul saling curiga dan kecemburuan antaraparat desa dan masyarakat terhadap desa lainnya. “Bukan hanya saling curiga dan muncul kecemburuan saja, bahkan sejumlah kepala desa ada yang hampir terlibat adu jotos akibat masalah ini. Hal ini kemudian meluas di kalangan warga sehingga jika terus dibiarkan rawan menimbulkan konflik lebih besar lagi,” ujar Totong. Ditambahkannya, karena desanya pada tahun ini tidak memperoleh dana PNPM, warga desanya sudah menyatakan siap untuk berunjuk rasa memperjuangkan hak mereka. Pasalnya, saat ini desanya sedang membangun beberapa sarana fisik seperti jalan dan kirmir. Hal serupa ternyata juga terjadi di desa lainnya yang juga tidak menerima dana bantuan PNPM.

Ke Halaman 11

HUT Ke-64 Bhayangkara

Kepercayaan Publik Terhadap Polri Rendah
Tepat 1 Juli 2010 , Polri genap merayakan hari ulang tahunnya ke-64. Berbagai prestasi ditorehkan kepolisian dalam pengabdiannya kepada masyarakat. Salah satu yang mendapat apresiasi tinggi ketika polisi berhasil menumpas jaringan teroris di tanah air. Prestasi polisi ini bukan hanya mendapat penghargaan di dalam negeri, tetapi juga mendapat acungan jempol dari dunia internasional karena kepolisian RI salah satu polisi terbaik dunia dalam menghadapi terorisme. Namun seiring bertambahnya usia korps Bhayangkara ini berbagai sorotan tajam pun dialamatkan.
Kasus yang menarik perhatian publik terungakapnya mafia pajak yang melibatkan sejumlah perwira polisi. Dan yang paling menghebohkan selang beberapa hari sebelum hari jadinya, muncul kasus rekening mencurigakan sejumlah jenderal. Berbagai permasalahan internal inilah yang menempatkan kinerja polisi menjadi sorotan tajam. Bahkan, berbagai kalngan menilai di usianya yang ke-64 kepercayaan publik terhadap institusi polisi justru menurun. Hal itu terungkap dalam acara evaluasi dan harapan masyarakat sipil pada Hari Bhayangkara ke-64 yang diselenggarakan Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras), Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta, dan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) di Jakarta beberapa waktu lalu. Dalam diskusi itu, untuk mengembalikan kepercayaan publik, polisi diminta untuk mengambil langkah-langkah konkret. Salah satunya dengan meningkatkan akuntabilitas, transparansi dan profesionalitas di jajarannya. Hal lain yang perlu dilakukan adanya evaluasi kritis kinerja kepolisian pada hari Bhayangkara ke-64 ini. Karena persoalannya menyangkut citra dan kredibilitas lembaga kepolisian yang saat ini sedang memburuk. Hal itu dikemukakan oleh Advokat dan Praktisi Hukum Jhonson Panjaitan. Menurutnya, buruknya kinerja kepolisian saat ini tampak Sementara itu, mengomentari rendahnya publik terhadap institusi kepolisian di tengah peringatan HUT Bhayangkara ke64, anggota Komisi Kepolisian Nasional Adnan Pandu Praja tidak memungkiri berbagai persoalan di tubuh kepolisian menjadi penyebab rendahnya kepercayaan publik. Karena itu dalam menjawab semua kritikan ini, hendaknya kata Pandu, Kapolri membentuk audit eksternal untuk mengusut dan memeriksa seluruh persoalan kasus khususnya persoalan yang menyangkut rekening gendut para pati. “Kapolri harus sigap merespons temuan dan keganjilan yang disuarakan ICW, laporan PPTK, atau keluhan yang dialami para pencari keadilan,” kata Pandu. Karena pengusutan yang dilakukan mengedepankan transparansi dan akuntabilitas untuk memulihkan kinerja dan kepercayaan publik serta menekankan kepada masyarakat bahwa kepolisian sungguhsungguh melakukan reformasi. Bila perlu, kata Pandu, pelibatan lembaga yang independen untuk mengusut kinerja dan mendorong kinerja polisi harus dilakukan. Menyoal pemberitaan yang disampaikan majalah Tempo

Penduduk Miskin Jabar 4,7 Juta Jiwa
BANDUNG, Medikom–Jumlah penduduk miskin atau penduduk yang berada di bawah garis kemiskinan di Jawa Barat pada bulan Maret 2010 sebesar 4.773.720 orang. Jumlahnya mengalami penurunan sebesar 209.850 atau sebesar 0,65 persen dibandingkan pada bulan Maret 2009 sebesar 4,983.570 atau sebesar 11,96 persen. Untuk penduduk miskin untuk daerah perkotaan pada Maret 2010 sebesar 2.350.530 orang atau sebesar 9,43 persen. Sedangkan penduduk miskin di daerah perdesaan sebanyak 2.423.190 orang atau sebesar 13,88 persen. Demikian diungkapkan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jabar Drs H Lukman Ismail didampingi Kepala Bidang Statistik Sosial Ir Hj Sri Daty, Jumat (1/7), di Bandung. Dikatakan, garis kemiskinan Jabar Maret 2010 sebesar Rp201.138 atau mengalami peningkatan sebesar 4,77 persen dibandingkan dengan garis kemiskinan kondisi Maret 2009, yakni sebesar Rp191.985. Dalam rentang 12 bulan, kata Lukman, terjadi inflasi “year to year” (Maret 2010 terhadap Maret 2009) sebesar 2,99 persen. Dalam mengukur kemiskinan, lanjut Lukman, BPS menggunakan pendekatan kemampuan dalam memenuhi kebutuhan dasar (basic need approach). Dengan pendekatan ini, kemiskinan dipandang sebagai ketidakmampuan dari sisi ekonomi untuk memenuhi kebutuhan dasar makanan dan non makanan yang diukur dari sisi pengeluaran. Dengan cara ini dapat dihitung Headcount Index, yaitu persentase penduduk miskin terhadap total penduduk. Sedangkan metode yang digunakan adalah menghitung Garis Kemiskinan (GK), yang terdiri dari dua komponen, yaitu Garis Kemiskinan Makanan (GKM) dan Garis Kemiskinan Non Makanan (GKNM). Penghitungan Garis Kemiskinan dilakukan secara terpisah untuk daerah perkotaan dan perdesaan. Penduduk miskin adalah penduduk yang memiliki rata-rata pengeluaran per kapita per bulan di bawah Garis Kemiskinan. Yang dimaksud Garis Kemiskinan Makanan (GKM), kata Lukman, merupakan nilai pengeluaran kebutuhan minimum makanan yang disetarakan dengan 2.100 kalori per kapita per hari. Paket komoditas kebutuhan dasar makanan diwakili oleh 52 jenis komoditas (padi-padian, umbiumbian, ikan, daging, telur dan susu, sayuran, kacang-kacangan, buah-buahan, minyak dan lemak, dan sebagainya). Sedangkan Garis Kemiskinan Non Makanan (GKNM) adalah kebutuhan minimum untuk perumahan, sandang, pendidikan, dan kesehatan. Paket komoditas kebutuhan dasar non makanan diwakili oleh 51 jenis komoditas di perkotaan dan 47 jenis komoditas di perdesaan. Dalam kurun waktu setahun terakhir, persentase penduduk miskin yang tinggal di daerah perdesaan turun sebesar 0,40 persen, sedangkan di daerah perkotaan turun 0,90 persen. Secara absolut selama periode Maret 2009-Maret 2010, penduduk miskin di perdesaan berkurang 29.100 orang, sementara di perkotaan turun sebanyak 180.840 orang. Persentase penduduk miskin yang tinggal di daerah perdesaan pada bulan Maret 2010 terhadap penduduk miskin Jawa Barat adalah sebesar 50,76 persen. Ini mengalami peningkatan jika

Ke Halaman 11

Polres Majalengka Amankan 2,57 Kubik Kayu Pinus Ilegal
MAJALENGKA, Medikom–Polres Majalengka amankan sekitar 2,57 kubik kayu pinus ilegal dari rumah Saepul Yadi bin Ano (46), warga Blok Mendalaksana, RT 02/07, Desa Gununglarang, Kecamatan Bantarujeg, Kabupaten Majalengka, Kamis (1/7). Kayu tersebut, diambil dari kawasan hutan lindung di Blok Cipicung, Desa Gunungarang. Hingga kini pihak kepolisian belum menetapkan siapa yang menjadi tersangka illegal loging tersebut. Saepul sendiri baru dimintai keterangan sebagai saksi.Menurut Kapolres Majalengka Ajun Komisaris Besar Polisi Sony Sonjaya, terungkapnya kasus tersebut berawal dari ditemukannya kayu gelondongan sebanyak tiga batang dengan ukuran panjang sekitar 4 meter dan medelin 30 cm oleh anggota kepolisian saat melakukan patroli, di samping rumah Saepul. Setelah diteliti, ternyata ada kayu lain yang disimpan di garasi rumah sebanyak 14 batang dengan ukuran yang sama, sehingga jumlahnya mencapai 17 batang.Saat ditanya soal surat-surat tentang kayu tersebut ternyata Saepul Yudi tidak bisa menunjukannya. Sehingga aparat kepolisian segera melakukan penyelidikan atas kasus tersebut dan membawa barang bukti ke Mapolres Majalengka serta memintai keterangan mengenai status kayu tersebut kepada Saepul. Ke Halaman 11

Kapolri dibukanya kasus mafia hukum yang diungkap oleh mantan Kabareskrim Mabes Polri Komjen Susno Duadji sehingga pejabat Kapolri dan pejabat di Mabes Polri harus bertanggung jawab. Persoalan makin diperburuk, kata Jhonson, saat terbukanya kasus rekening gendut perwira tinggi di Mabes Polri oleh media. Hal itu, tambahnya, makin mempersulit posisi polisi. Tetapi secara esensi semua persoalan yang membelit polisi harus dipertanggungjawabkan oleh Kapolri. Karena secara institusi Kapolrilah yang harus mempertanggungjawabkannya.

Nyambi Jual Sabu, Pemandu Lagu Diskotek Diringkus
INDRAMAYU, Medikom–Satuan Reserse Narkoba Polres Indramayu kembali berhasil meringkus penjual sabu. Kali ini, tiga orang pengedar sabu, satu orang perempuan yang tercatat sebagai pemandu lagu (PL) di Diskotek Bunga Indah (BI), Kecamatan Losarang, Selasa (29/6) dini hari berhasil diringkus polisi. Polisi juga menyita barang bukti (BB) berupa dua paket sabu yang disimpan dalam kresek plastik, satu paket dan tiga linting ganja kering berikut sedotan warna biru, tiga buah HP Nokia, satu bong alat hisap, uang tunai Rp85.000 , dan sepeda motor Supra X Nopol E 2346 RO. Untuk mempertanggungjawabkan aksinya, ketiganya kini meringkuk di Hotel Prodeo Polres Indramayu. Ketiga tersangka kurir sabu berinisial Ip (21), seorang PL Diskotek BI asal Desa/Kecamatan Patrol, Ab (24), warga Blok Ujungjaya, Desa Santing, dan Mas alias Sewol (34), warga Blok Ika Bakar, Desa Krimun, Kecamatan Losarang, Kabupaten Indramayu. Informasi yang berhasil dihimpun Medikom, terbongkarnya sindikat pemasok sabu yang selama ini meresahkan masyarakat itu bermula dari adanya informasi warga kepada petugas tentang keberadaan para tersangka yang sedang melakukan transaksi barang haram di Blok Ujungjaya, Desa Santing. Petugas Satreskrim Narkoba segera melakukan penyelidikan di lapangan selama satu bulan. Bahkan, petugas melakukan penyamaran sebagai pembeli, dan berusaha menghubungi nomor handphone milik salah satu seorang tersangka.

Ke Halaman 11

Ke Halaman 11

Pantai Karapyak Dijadikan Tempat Mesum
CIAMIS, Medikom- Pantai Karapyak, Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, mempunyai keindahan tersendiri. Tak sedikit wisatawan lokal dan wisatawan asing tidak puas kalau tidak mampir ke obyek wisata pantai Karapyak ini. Memang obyek wisata ini bisa dilalui sebelum obyek wisata Pantai Pangandaran. Namun, pantai tersebut kini mendapat sorotan tajam dari para tokoh agama setempat. Pasalnya, di balik keelokan pantai Karapyak ada tudingan yang tak elok didengar, seakan pantai ini identik dengan tempat berbuat mesum. Pantauan Medikom di lapangan terlihat gelagat yang membenarkan tudingan tersebut. Selain pengunjung keluarga terlihat banyak kawula muda yang berkunjung, namun mereka ini sepertinya berperilaku tidak wajar. Tindak tanduk mereka bisa membuat risi pengunjung yang murni ingin menikmati keindahan pantai. Penginapan yang ada juga seakan memfasilitasi mereka berbuat mesum. Cukup dengan uang Rp40.000 bisa mendapat sebuah kamar yang cukup nyaman dan aman, termasuk untuk melakukan yang semestinya hanya dilakukan pasangan yang telah terikat perkawinan. Apalagi pengamanan di pantai ini tidak begitu terpantau oleh pihak-pihak yang berwenang karena pantai Karapyak jauh dari pusat kota kecamatan. Asep (25 tahun), pengunjung pantai Karapyak asal Ciamis, mengatakan, dirinya merasa malu sewaktu berkunjung ke pantai ini karena seakan ada anggapan negatif. “Kami diteriaki dengan bahasa yang tidak sopan. Padahal kami ke sana hanya untuk berlibur. Bukan berbuat maksiat. Apalagi apa yang mereka katakan tempat wisata ini seakan identik dengan perilaku mesum. Sampai-sampai saya kapok mengunjungi tempat wisata ini,” katanya, menceritakan saat dirinya deteriaki oleh warga sekitar pintu masuk bundaran Emplak. Ustad Iwan, tokoh agama setempat, membenarkan jika pantai Karapyak kini jadi tempat mesum. “Sekalipun saya secara pribadi belum melihat secara kasat mata. Karena masukan kepada kami dan kami mengetahui banyaknya hilir-mudik kendaraan roda dua asal dari luar daerah Kabupaten Ciamis, yaitu dari daerah perbatasan Cilacap, Jawa Tengah. Kami tidak mau daerah wisata ini tercemari oleh perbuatan maksiat perilaku mesum,” katanya, kepada Medikom. Untuk itu pihaknya berupaya melakukan penceramahan pada tiap-tiap pengajian, untuk membina mental dan moral masyarakat Desa Bagolo, khususnya, untuk mengantisipasi kerusakan moral masyarakat. Hal yang sama dikatakan Ketua MUI Desa Bagolo, Herman Suherman. Para tokoh masyarakat sudah berupaya semaksimal mungkin untuk memantau mereka yang berperilaku mesum. Upaya lainnya dilakukan sempat merazia ke tiap-tiap penginapan. “Namun, ketika kami melakukan razia, tidak ada satu pun yang terpergoki berbuat mesum. Karena meraka yang berbuat mesum tersebut seakan waktunya tidaklah panjang, hanya berkisaran satu hingga dua jam. Jadi kesulitan kami di situ. Harapan kami ke depan memohon kepada pihakpihak yang berwenang untuk menanggapi hal ini. Karena kalau tidak segera ditanggapi, hal ini tidak menjadi mungkin kebejadan moral dan masyarakat kami Bagolo, khususnya Kecamatan Kalipucang, akan tercemar,” katanya. Di tempat terpisah, Kepala UPTD Pariwisata Pangandaran Endang Sukirna SSos, mengatakan pihaknya tidak bisa berbuat lebih jauh terkait masalah ini. “Wisata pantai Karapyak ini, sekalipun wilayahnya di bawah naungan kami, namun lebih jauhnya pengawasan wisata pantai Karapyak ini adalah pihak Pemerintahan Desa Bagolo. Karena obyek wisata ini dikelola oleh Pemerintah Desa Bagolo,” kata Endang Sukirna, di sela-sela acara pertemuan Pansus DPRD Kabupaten Ciamis di Parigi, terkait perencanaan pemekaran Kabupaten Pangandaran, barubaru ini. Sampai berita ini diturunkan wartawan Medikom belum mendapat mendapat tanggapan dari Kepala Desa Bagolo terkait pantai Karapyak yang disebut sebagai ajang berbuat mesum. (Ag/Pan)

Ke Halaman 11

Edisi 376 Tahun VII 05 s.d. 11 Juli 2010

Sisi Lain
Sarana yang Memadai Menunjang KBM yang Optimal
KUNINGAN, Medikom–Untuk menciptakan manusia yang pintar, cerdas, berbudi pekerti, disiplin, teladan dan berakhlak mulia merupakan tanggung jawab kita semua. Bukan hanya tanggung jawab pihak sekolah, namun harus diimbangi peran serta masyarakat. Pada lembaga pendidikan formal, untuk mewujudkan semua itu perlu ditunjang dengan sarana dan prasarana yang memadai guna tercapainya kegiatan belajar mengajar (KBM) yang optimal. Seperti halnya yang dilakukan Madrasah Tsanawiah (MTs) Negeri Garawangi Kabupaten Kuningan. Uhandi SAg MSi sebagai kepala sekolah menyampaikan kepada Medikom belum lama ini, bahwa dengan adanya program perbaikan gedung sekolah yang dinantikan pihak sekolah segera terwujud. Hal ini dalam rangka mengakselerasikan peningkatan mutu pendidikan dan memberikan kenyamanan dalam proses KBM, baik kepada guru maupun murid. “Meski dengan kondisi tanah yang tidak luas, maka rencananya bangunan tersebut akan ditingkat menjadi dua lantai. Hal ini pun untuk menambah daya tarik bangunan agar masyarakat dan anak didik merasa bangga bersekolah di MTsN Garawangi,” terangnya. Ditambahkan, untuk pembangunan kali ini pihaknya tidak mau pusing dengan harus mengelola pembangunan perbaikan gedung sekolah. Karena pekerjannya dikerjakan oleh pihak ketiga. Hal sama juga diungkapkan Dra Nani Sutarni Selaku Kaur TU yang sekaligus sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) di MTsN Garawangi. “Kemajuan sekolah pun tidak lepas dari peran serta masyarakat, bukan hanya mejadi tanggung jawab pemerintah,” tegasnya. Ia mengajak agar semua komponen harus merasa bertanggung jawab untuk kemajuan pendidikan, sehingga apa yang dicanangkan pemerintah dalam rangka wajib belajar pendidikan dasar (Wajar Dikdas) 9 tahun dan menyongsong Wajib Belajar (Wajar) 12 tahun. (Ys)

2

Jawa Barat

183 Kabupaten Daerah Tertinggal,

Termasuk Kabupaten Garut dan Kabupaten Sukabumi di Jabar
BANDUNG, Medikom – Pergeseran jumlah penduduk kota dan desa saat ini sangat mengkhawatirkan. Untuk itu perlu intervensi pemerintah secara komprehensif dan stakeholder lainnya untuk menekan laju pergeseran komposisi kota dan desa. Apabila hal ini tidak dilakukan, maka di masa akan datang penduduk kota lebih besar dari penduduk yang ada di pedesaan. Demikian diungkapkan Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal, Ahmad Helmi Faisal Zaini kepada wartawan, seusai pembukaan Expo Pemuda Mandiri Pencipta Lapangan Kerja Pedesaan (PMPLKP) di lapangan Gasibu, Bandung, Kamis (1/7), di Bandung. Dijelaskannya, Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal punya program bedah desa dan perdagangan pasar tradisional. Pihaknya akan mencoba menekan kecepatan pergeseran tersebut. Selain itu, kata Ahmad Helmi, diperlukan dukungan seluruh sektor dan pemangku kepentingan. Salah satunya dengan pelaksanaan program PMPLKP yang dilaksanakan saat ini, untuk mengoptimalkan potensi pedesaan. Apabila semua dapat berjalan dengan baik, diharapkan dapat menekan atau menurunkan tingkat urbanisasi sebesar 10-15 persen. Menyangkut daerah tertinggal di Indonesia, menurutnya, ada 183 kabupaten termasuk Kabupaten Sukabumi dan Kabupaten Garut. Sekitar 70 persen daerah tertinggal tersebut berada di Kawasan Indonesia Timur dan termasuk di dalamnya 34 kabupaten pemekaran baru. Kriteria daerah tertinggal ada beberapa hal, antara lain pendapatan asli daerahnya (PAD) sebesar 1 sampai 2 miliar. Dengan PAD yang rendah maka alokasi belanja daerah tersebut akan kecil. Untuk itu perlu ada kebijakan hulu dan hilir. “Pemerintah sendiri, punya kebijakan dana perimbangan khusus apakah itu Dana Alokasi Umum (DAU) maupun Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk menjaga keseimbangan fiskal,” ujar Ahmad Helmi. Sementara itu Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengungkapkan, penciptaan satu juta lapangan kerja enam bulan ke depan akan tercapai. Dari Januari sampai Juni 2010 telah tercapai sekitar 200 kesempatan kerja, yang sebelumnya satu setengah tahun ke belakang telah tercapai 800 lebih kesempatan kerja. Walaupun di sisi lain banyak terjadi PHK, menurut Heryawan, tidak sebesar penyerapan tenaga kerja, hal ini masih bisa ditoleransi. Penyerapan tenaga kerja sampai akhir 2010 meliputi penempatan tenaga kerja ke luar negeri, baik formal maupun informal, dan juga penyerapan tenaga kerja di dalam negeri, baik formal maupun informal. Hal ini sesuai dengan database di Disnakertrans Jabar yang berdasarkan by name, by addres dan by job. Disinggung tentang kenaikan tarif dasar listrik (TDL) 1 Juli 2010, apakah berpengaruh dengan dunia usaha dan jumlah pengangguran di Jawa Barat, menurut Heryawan, semua pasti mengkhawatirkan, termasuk di Provinsi Jawa Barat. Itu dapat meningkatkan jumlah pengangguran, karena 65 persen industri dan dunia usaha ada di Jabar. Tetapi walaupun demikian, lanjut Heryawan, pihaknya telah mengantisipasi dengan melakukan koordinasi dengan LKS tripartit, LKS bipartit. “Dengan adanya koordinasi ini, diharapkan sedapat mungkin jangan terjadi PHK,” ujarnya. (Laures)

Ketua YPI Nurul Azhar Adakan Pelepasan Siswa MI, MTs, dan MA
BEKASI, Medikom–Acara perayaan kenaikan kelas dan wisuda serta pelepasan siswa yang telah lulus, ternyata sangat memiliki arti tersendiri bagi siswa-siswi yang mengikutinya. Sehingga acara seperti ini sudah menjadi agenda tahunan sekolah. Demikian disampaikan H Syamsuddin SAg, Ketua Umum sekaligus pendiri Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Nurul Azhar saat melakukan wisuda sekaligus pelepasan kepada siswa yang telah lulus, Selasa malam (29/6). Jumlah siswa yang diwisuda terdiri dari siswa kelas VI MI sebanyak 18 orang, siswa kelas IX MTs sebanyak 83 orang dan siswa kelas XII MA sebanyak 80 orang. Kepada Medikom H Syamsuddin mengatakan, Yayasan Pendidikan Islam Nurul Azhar yang berlokasi di Jalan KH Sobir Syamsoe, Lubang Buaya, Kecamatan Setu Kabupaten Bekasi ini merupakan lembaga pendidikan mulai dari MI, MTs dan MA yang sudah berdiri sejak tahun 1987 yang diawali dengan pondok pesantren dan Madrasah Ibtidaiyah (MI). Pada tahun 1997 berdiri Madrasyah Tsanawiyah (MTs) dan enam tahun kemudian yakni tahun 2003 didirikan pula Madrasah Aliah (MA). Saat ini, tambah Syamsuddin, siswa keseluruhan berjumlah sekitar 600 siswa, di bawah bimbingan sebanyak 24 orang guru yang berpengalaman dan rata-rata sudah menyandang gelar S1. YPI Nurul Azhar juga telah memiliki fasilitas gedung 2 lantai, masjid, asmara santri putra putri, perpustakaan, laboratorium komputer, drumband dan marawis. Selain itu ada juga pondok pesantren dan panti asuhan. Misi YPI Nurul Azhar yakni membangun dan mendidik siswa agar menjadi manusia yang uswatun hasanah, serta visi yakni, mempersiapkan kader pembagunan yang berakhlak mulia, membentuk generasi rabbani yang intelek, mengangkat kaum duafa dan yatim/piatu, ikut mencerdaskan kehidupan bangsa, membentuk masyarakat sadar pendidikan, membina dan mengembangkan ilmu pengetahuan teknologi dan seni yang integral dalam bentuk pengabdian masyarakat, untuk turut ambil bagian dalam pembentukan masyarakat yang madani, mengapresiasikan khasanah pangalaman dan keilmuan muktahir dalam memaksimalkan pembentukan suasana dan proses belajar. Entum Syaifullah SAg, panitia pada acara ini kepada Medikom mengatakan, acara pelepasan dan wisuda merupakan titik awal dari pencapaian cita-cita siswa, sebab Allah SWT berfirman dalam Alquran surat Al-Mujadallah ayat 11 yang artinya “…Niscaya Allah akan meninggikan orang-orang beriman dan berilmu pengetahuan beberapa derajat dan Allah maha mengetahui apa yang kamu kerjakan”. “Jadi jika ingin meraih cita-cita kita harus beriman dan berilmu pengetahuan maka jangan berhenti dan malas dalam mencari ilmu dan tetap belajar,” jelasnya. (Anur)

309 WB di Sukabumi Mengikuti UNPK Paket B
SUKABUMI, Medikom-Sebanyak 309 warga belajar (WB) di Kota Sukabumi mengikuti Ujian Nasional Pendidikan Kesetaraan (UNPK) Paket B setara SMP, yang dilaksankan di 5 kecamatan, yaitu Kecamatan Gunungpuyuh, Citamian, Warudoyong, Baros, dan Kecamatan Lembursitu. UNPK Paket B yang digelar mulai tanggal 29 Juni hingga 1 Juli 2010 lalu mengujikan enam mata pelajaran yaitu PKN, matematika, IPS, bahasa Indonesia, bahasa Inggris dan IPA. Kabid PNFI Disdik Kota Sukabumi Ade Suherman mengatakan, pelaksaanan UNPK Paket B digelar di 5 kecamatan di Kota Sukabumi berjalan lancar tanpa ada gangguan yang berarti. “Nantinya bagi peserta yang tidak ikut UNPK tahap pertama ini, bisa mengikuti ujian tahap II yang akan dilaksanakan bulan November mendatang,” ujarnya. Sementara itu dari hasil pantauan Medikom, UN paket B di Kecamatan Lembursitu yang dipusatkan di SDN Situ Endah diikuti sebanyak 140 peserta. “Peserta ujian kami bagi dalam 7 ruangan,” ungkap Ketua Panitia UNPK Paket B Kecamatan Lembur Situ Taufiq MH, ketika ditemui di sela-sela pelaksanaan UNPK Paket B Hari Pertama, Selasa (29/6). Dijelaskan Taufiq, seluruh peserta yang mengikuti UN Paket B berasal dari 3 PKBM dan 1 SKB UPT PNFI yang tersebar di Kecamatan Lembursitu. Hari pertama pelaksanaan UNPK Paket B di SDN Situ Endah ada 4 peserta yang tidak hadir. “Siswa yang tidak ikut tahap I ini, bisa ikut pada periode II bulan November mendatang,” jelasnya. Lebih jauh Taufiq menjelaskan, para peserta cukup antusias mengikuti UNPK Paket B ini. Hal ini bisa terlihat dari keseriusan mereka dalam mengerjakan soal. “Saya terus memotivasi peserta ujian agar jangan mempunyai rasa minder meski hanya ujian paket. Bahkan kalau bisa dengan ijazah paket B ini mereka bisa melanjutkan ke sekolah umum,” ujar Taufiq. Taufik juga berharap agar UNPKkali ini bisa lulus 100 persen. Bagi sisiwa yang lulus UNPK Paket B ini bisa melanjutkan ke sekolah umum, dan bisa bersaing dengan siswa-siswa yang lainnya. (Arya)

Masa Reses, Anggota DPD RI Kunjungi Pangandaran

Sepakati Pemekaran Pangandaran
CIAMIS, Medikom–Anggota DPD RI Prof DR M Surya mengaku sangat memahami keinginan warga di Ciamis selatan, Kabupaten Ciamis untuk membentuk daerah otonom baru sebagai pemekaran dari Kabupaten Ciamis. Pemahaman itu muncul setelah mengetahui bagaimana jauhnya jarak dari Ciamis selatan ke pusat pemerintahan di Ciamis Kota. “Setelah melihat jauhnya jarak dari Ciamis selatan ke pusat pemerintahan yang sekarang, sangat dipahami jika warga Ciamis selatan ingin ada pemekaran wilayah,” kata dia, saat berbicara di hadapan ribuan warga Ciamis selatan, dalam kunjungan kerjanya ke Parigi, Ciamis selatan, Kabupaten Ciamis, Rabu (30/6). Atas dasar itu, kata dia, DPD RI mendukung sekali upaya pembentukan daerah otonom Pangandaran. Dengan terbentuknya daerah otonom baru Pangandaran, diharapkan masyarakat di Ciamis selatan tidak jauh bila akan ke pusat pemerintahan. Sebaliknya, aparat pemerintahan pun menjadi mudah memberikan pelayanan kepada masyarakat. “Itulah saya kira makna dari pembentukan daerah otonom baru itu,” kata Surya yang datang ke Ciamis selatan bersama sejumlah anggota DPD RI lainnya yaitu Dra Hj Ela M Giri Komala, KH Sofyan Yahya MA, dan H Amang Syafrudin Lc. Hadir dalam kunjungan anggota DPD RI itu, antara lain jajaran Presidium Kabupaten Pangandaran yaitu Supratman BSc, H Adang Sandaan Hadari, H Yos Rosby, dan Andis Sose SE. Sementara dari unsur pemerintahan Ciamis, tampak hadir anggota DPRD Ciamis, Tudi Hermanto SSos, Camat Pangandaran Drs Rida Nirwana K, Camat Kalipucang E Kiswaya, dan pejabat lainnya. Surya menambahkan, pembentukan daerah otonom Kabupaten Pangandaran mungkin saja tidak bisa dinikmati oleh generasi masa kini. Hal itu dimungkinkan, karena pembangunan sejumlah infrastruktur seperti sarana jalan, perguruan tinggi, rumah sakit, atau sarana olahraga tidak akan selesai dalam waktu cepat. Karena itu, yang akan menikmati hasil pemekaran, dipastikan generasi masa datang. Namun, hal itu hendaknya tidak dipersoalkan oleh penggagas pemekaran. Anggota DPD RI lainnya H Amang, dalam kesempatan itu menyampaikan hasil koordinasi dengan Komisi II DPR RI mengenai kelengkapan Kabupaten Pangandaran. Dikatakan, bahwa pembahasan soal kelengkapan daerah otonom baru Pangandaran, sudah selesai, tinggal menunggu suspres (surat presiden). Ketua Presidium, Supratman BSc kepada Medikom mengatakan, kunjungan anggota DPD RI ini adalah salah satu konsep pembahasannya dengan cara langsung meninjau dan mencermati wilayah dan beberapa warga guna pemekaran Kabupaten Pangandaran. Melihat serta mendengar penjelasannya dirinya menanggapi dengan saksama serta bahagia. Tampaknya apa yang menjadi keinginan semua warga bisa terkabul, mudah-mudahan hal ini bisa cepat terealisasikan. “Hal-hal yang sudah menjadi syarat ketentuan sebagimana yang tertuang dalam aturan untuk bisa dilaksanakan, kami pun sudah menempuh untuk memenuhi, terlepas ada yang masih kurang. Saya meyakini akan dan harus menjadi komitmen bersama demi menciptakan pemerintahan yang lebih baik,” tandasnya. (Herz/Ag/Pan)

Acara Pelepasan Siswa SDN Cibuluh 1 Kota Bogor Meriah
BOGOR, Medikom-Acara pelepasan siswa yang telah lulus sepertinya sudah membudaya dan menjadi kegiatan rutin setiap sekolah di akhir tahun pelajaran. Seperti yang dilakukan oleh Sekolah Dasar (SD) Cibuluh 1 Bogor Utara, Kota Bogor, belum lama ini. Acara yang dikemas meriah yang diadakan di Gedung Olahraga (GOR) Pajajaran Kota Bogor, mendapat respons dari komite dan orang tua siswa. Pengunjung GOR Pajajaran semakin padat manakala sebanyak 615 siswa berbaur dengan pengunjung lainnya, sepertinya GOR Pajajaran yang luas ini seakan tak mampu lagi menampung pengunjung yang akan mengikuti acara tersebut. Acara pelepasan siswa kelas VI ini, ungkap Kepala SDN Cibuluh 1, Hj Sri Sudarti ketika ditemui saat acara perpisahan berlangsung, kegiatan yang diadakan di luar sekolah ini adalah prakarsa dari pihak komite dan orang tua siswa. “Kami sangat bangga kegiatan ini bisa berjalan lancar, ini semua prakarsa pihak komite dan orang tua siswa, pihak sekolah hanya mendukung apa yang menjadi keinginan bersama,” ungkap Hj Sri. Ia menambahkan, apa yang menjadi keinginan para orang tua murid dan komite, pihak sekolah tetap melakukan koordinasi dengan pihak Dinas Pendidikan Kota Bogor. Jadi walau acara diadakan di luar sekolah, namun tidak menyalahi aturan yang diterapkan Dinas Pendidikan Kota Bogor. “Alhamdulillah berkat dukungan semua pihak acara pelepasan siswa kelas VI yang berjumlah 115 siswa dan kenaikan kelas I sampai kelas V ini bisa terlaksana dengan baik. Untuk itu atas kehadiran orang tua murid dari Kelas I sampai Kelas VI kami ucapkan banyak terima kasih, kepada siswa kami yang akan melanjut ke jenjang SMP semoga sukses,” ujarnya. Ia juga berharap agar kegiatan seperti ini bisa memberikan motivasi dan dorongan kepada siswa untuk lebih giat lagi belajar. (wan/gn)

SMA YKB 3 Garut 600 WB Telah Ikuti UNPK Paket C di Kabupaten Bandung Gelar Bakti Sosial
BALEENDAH, Medikom–Sekitar 600 warga belajar (WB) telah mengikuti Ujian Nasional Pendidikan Keseteraan (UNPK) Paket C setara Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kabupaten Bandung. UNPK Paket C yang diselenggarakan pada tanggal 22 s.d. 25 Juni lalu itu pelaksanaannya dipusatkan di Baleendah. Seperti yang disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Drs H Juhana MMPd yang didampingi Panitia Drs Tarlan MPd beserta jajaran panitia Drs Tedi Priatna dan Drs Asep Gunawan saat ditemui Medikom di sela-sela pelaksanaan ujian, UNPK Paket C setara SMA yang dilaksanakan ini diikuti oleh warga belajar paket C di Kabupaten Bandung, termasuk peserta dari kalangan umum, pegawai, aparat desa, dan kalangan lainnya. Menurut Ketua Panitia Drs Tarlan MPd, kegiatan ini juga diikuti oleh peserta yang sudah lanjut usia, di atas 50 tahunan. Yang bersangkutan, kata Tarlan, sangat membutuhkan ijazah Paket C dengan tujuan untuk memotivasi anak dan keluarganya untuk terus meningkatkan jenjang pendidikan guna meningkatkan sumber daya manusia di masa yang kan datang. Apalagi pemerintah telah mencanangkan program rintisan Wajib Belajar (Wajar) 12 tahun sebagai lanjutan dari Wajar Dikdas 9 tahun. Beberapa warga belajar peserta UNPK Paket C yang berhasil ditemui Medikom seusai ujian mengatakan dirinya sangat berharap bisa lulus pada tahap I ini. Asep misalnya, dia mengaku merasa bangga bisa ikut pada UNPK Paket C tersebut. “Mudahmudahan bisa lulus pada tahap I ini,” ujarnya sembari menambahkan dengan ijazah paket C dia bisa mencari kerja dan bisa melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi karena ijazah Paket C sama dengan ijazah SMA. Hal yang sama juga diungkapkan Ayi, salah seorang warga belajar peserta UNPK Paket C. Ia berharap dengan ijazah Paket C telah di tangan nanti dia bisa mendapatkan pekerjaan yang lebih layak. (Suhendar R) GARUT, Medikom-Salah satu sekolah menengah atas (SMA) swasta favorit di Garut Kota, yakni SMA-YKB-3 di Jln Raya Leles Garut, Sabtu (26/6) lalu menggelar bakti sosial berupa khitanan masal gratis dan memberikan santunan kepada warga kurang mampu dan anak yatim piatu. Acara bakti sosial ini mendapat apresiasi dari masyarakat sekitar dan muspika serta tokoh masyarakat setempat. Sebelum digelarnya acara khitanan masal, warga sudah tampak berdatangan sambil membawa anaknya yang akan dikhitan. Ketua panitia, Nandang Jaelani SAg yang didampingi Drs H Dede Rasihan Anwar MPd yang merupakan Kepala SMA YKB-3 Leles, mengatakan acara yang digelar ini merupakan salah satu bentuk kepedulian lembaga dan alumni kepada warga sekitar yang perlu mendapatkan santunan. “Kami di sini merasa terpanggil untuk memberikan bantuan atau paling tidak meringankan beban mereka yang kurang mampu dan salah satunya dengan khitanan massal ini. Selain anak yang mendapatkan pelayan khitan gratis, kami juga memberikan santunan kepada anak-anak atau warga yang kurang mampu, di antaranya ada sekitar 35 orang anak yang kami berikan santunan selain itu anak anak ini kami berikan bantuan berupa SPP gratis. Alhamdulillah kami dari pihak sekolah bisa menggalang dana dari alumni SMA YKB-3 dan juga para orang tua murid yang mampu dan peduli akan nasib sesama,” ujar Nandang Jaelani. Dede (32) salah seorang warga Kampung Pangkurisan, Desa Leles, Kecamatan Leles yang ketika itu membawa anaknya, Ahmad (4) untuk dikhitan menyampaikan rasa syukurnya bahwa anaknya bisa dikhitan secara gratis dan mendapat santunan pula. “Alhamdulillah, saya sangat berterima kasih kepada SMA YKB -3 yang telah memberikan bantuan kepada kami di sini, memang kami sangat menantikan acara seperti ini, bagaimana tidak untuk sekadar makan saja kami begitu kesulitan, apalagi saya hanya bekerja sebagai kernet yang penghasilanya tidak jelas, dan dengan adanya khitanan masal ini kami sangat berbahagia dan sangat berterima kasih pada SMA YKB-3 yang telah peduli pada kami. Semoga SMA YKB-3 lebih maju dan mendapatkan limpahan rezeki,” ungkap Dede seraya menitikkan air mata menahan rasa bahagia. Lain halnya menurut Hana Christina (16) salah seorang siswi kelas X-3 SMA YKB, menurutnya kegiatan ini sangatlah positif terutama bagi siswa siswi untuk belajar tentang kepedulian sosial dan membangkitkan jiwa tolong menolong. “Ya acara ini saya kira adalah sebuah kegiatan positif yang mestinya berlangsung dengan kontinu, apalagi dengan adanya santunan untuk teman-teman kami sebgai siswa/siswi yang kurang mampu yang di antaranya dengan mebebaskan SPP, itu sangat membantu bagi teman-teman kami yang kurang beruntung,” ungkapnya. Pada acara khitanan massal ini, panita menugaskan tim medis dari Puskesmas Leles yang dipimpin mantri Ade, sejak dimulainya acara warga yang mengkhitan atau yang medapat santunan tampak terlihat berbahagia dan tak sedikit dari mereka yang menitikkan air mata bahagia. (Yudi K/Kus)

MI Al-Islamiayah 01 Adakan Acara Kenaikan Kelas dan Pelepasan
BEKASI, Medikom-MI Al-Islamiyah 01 yang berlokasi di Kampung Gebang, Desa Suka Ragam, Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi mengadakan Ihtifal atau syukuran kenaikan kelas dan pelepasan kelas enam tahun pelajaran 2009/2010. Acara kenaikan kelas yang sering disebut dengan samenan merupakan puncak atau akhir dari segala kegiatan di sekolah. Kegiatan samenan seperti ini telah dilaksanakan sejak Madrasah Ibtidaiyah ini berdiri tahun 1962, dan tahun 2010 pelaksanaannya diadakan pada Sabtu malam (26/ 6) yang dihadiri oleh Nahdiyanto SAg, Pengawas Pendidikan Agama Islam (Pendais) Kecamatan Serang Baru, orang tua siswa, dan staf Pemerintah Desa Suka Ragam. Acara ini dimeriahkan juga dengan berbagai kreativitas siswa di antaranya berbagai jenis kesenian, pidato dan hafalan Alquran surat-surat pendek. Di sela-sela acara Samenan Sabtu malam itu, Suhanda SPdI, guru kelas V mengatakan kepada Medikom, acara kali ini mengambil tema “Menuju Siswa yang Cerdas dan Berakhlakulkarimah”. “Acara ini juga sekaligus untuk menguji kemampuan siswa tampil di depan umum,” ujar Suhanda. Nandang Wahyudin Kepala MI Al-Islamiyah 01 dalam sambutannya menjelaskan kepada hadirin bahwa pihaknya sangat berterima kasih pada para guru, siswa, orang tua siswa, komite sekolah dan staf yang selama ini telah terjalin kerja sama yang baik dan hubungan yang harmonis, sehingga segala pelaksanaan kegiatan di sekolah menjadi lancar. “Yang paling membanggakan yakni siswa kelas VI yang berjumlah 51 siswa, bisa lulus UASBN 100 persen,” ujarnya. Ia juga meminta kepada siswa kelas VI yang telah lulus agar dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya, karena tambahnya, pemerintah telah menyediakan kesempatan itu, tinggal si anak saja mau tetap belajar dan sekolah atau tidak. Nandang mengingatkan bahwa pendaftaran siswa baru di sekolahnya dimulai sejak 1 s.d. 5 Juli, dan hanya menerima siswa sebanyak 80 orang saja. Jika lebih maka akan dilakukan seleksi usia minimal 6 tahun, mempunyai akta kelahiran dan memiliki ijazah TK atau TPA. MI Al-Islamiyah 01 saat ini memiliki siswa yang berjumlah 352 orang, di bawah bimbingan guru pengajar sebanyak 16 orang, 4 orang di antaranya sudah berstatus PNS sedangkan 12 orang masih berstatus guru honorer, ditambah 1 orang penjaga sekolah. “Alhamdulillah di tahun 2010 ini 85 persen pengajar di MI Al-Islamiyah 01 telah meraih gelar kesarjanaan dan ini merupakan salah satu syarat dalam penilaian terakreditasi “A”. MI Al-Islamiyah 01 juga telah dilengkapi dengan fasilitas laboratorium komputer, perpustakaan dan laboratorium mini untuk praktek IPA,” jelas Nandang Wahyudin. Sementara untuk lebih memeriahkan acara, panitia yang juga pengajar di sekolah ini Miftahuddin SHI mengumumkan siswa yang mendapatkan peringkat di kelasnya, dari kelas I s.d. VI. Di kelas IA, peringkat Iadalah Ahmad Faisal, peringkat II Siti Aisyah Alawiyah dan peringkat III Regina Kartini Adzahra. Di kelas IB, peringkat I Riestya Putri Zahiera, peringkat II Putri Ayu Lestari dan peringkat III Johan Iskandar. Kelas IIA peringkat I Syarif Hidayat, peringkat II Kasdi Suyono dan peringkat III Halimatusya’diah. Kelas IIB peringkat I Aliya Putri, peringkat II Risma Riyani dan peringkat III Anisa Al-Maratu Sholihat. Selanjutnya di kelas IIIA peringkat I Nada Suryana, peringkat II Lisdiana Putri dan peringkat III Topik Hidayat. Sementara di kelas IIIB peringkat I Mila Sarmila Dewi, peringkat II Nurrizka Isnaini Habibah dan peringkat III Husaeni. Kelas IVA peringkat I Lala Safatasya Kamila, peringkat II Ida Dahlia dan peringkat III Dewi Sartika. Kelas IVB peringkat I M Bustomy Alfayed, peringkat II Aurina Supina peringkat III Sri Agustia. Kelas V peringkat I Siti Nurazizah, peringkat II Rizqullah Fahri Ubaid, peringkat III Mayang. Sementara untuk kelas VI peringkat I Nurul Afifah, peringkat II Mu’min Muklis dan peringkat III adalah Astri Lestari. Salah seorang orang tua siswa ketika berbincang dengan Medikom di sela-sela acara mengatakan, dirinya sangat bangga putranya bisa bersekolah di MI Al-Islamiyah 0, karena menurutnya, di sekolah ini para guru melakukan tugasnya secara profesional. “Lebih dari itu, masukan-masukan dari orang tua murid yang sifatnya membangun selalu diterima oleh pihak sekolah,” tegas Dora salah seorang orang tua siswa. (Anur/Dis)

Manusia Selalu Dihadapkan pada Alternatif
BANDUNG, Medikom–”Hidup adalah pilihan dan proses” merupakan ucapan yang sering dikatakan Wali Kota Bandung Dada Rosada di berbagai kesempatan. Bagi Pitoyo, pemimpin umum salah satu harian di Bandung, kata-kata itu menginspirasinya untuk dijadikan judul buku tentang perjalanan hidup Wali Kota Bandung, Dada Rosada. Dalam buku tersebut, menurut Pitoyo, mengungkap pilihan dan proses Dada Rosada, yang mengawali karier dari pegawai honor daerah (honda) Pemerintah Kotamadya Bandung, kemudian bergabung dengan organisasi massa dan politik, menjadi pengurus Persib hingga menjadi Wali Kota Bandung selama dua periode, yaitu 2003-2008 dan 2008-2013. “Buku ini terdiri dari 12 bab, terdiri dari kehidupan Pak Dada lahir, kemudian meniti karier, meraih puncak prestasi, menjadi pengurus Persib, hobinya dengan off road sampai lingkungan hidup yang menjadi prioritasnya. Dalam buku ini juga KH Miftah Faridl memberikan kata pengantarnya,” ujar Pitoyo. Dada berharap buku tersebut menjadi bacaan alternatif bagi semua kelompok usia, memperkaya khazanah perbukuan dan menginspirasi lahirnya karya-karya sejenis. “Buku ini merupakan refleksi perjalanan saya sebagai individu, keluarga, birokrat, politisi, dan juga wali kota,” ucap Dada. Menurut Dada, dikatakan sebagai pilihan, karena dirinya percaya manusia selalu dihadapkan kepada alternatif tujuan yang seringkali tampak jelas perbedaannya, hitam atau putih, baik atau buruk, benar atau salah, serta mau atau tidak mau merealisasikannya. “Untuk menentukan pilihan tadi tidak cukup hanya dengan nurani saja, tetapi harus disertai kematangan nalar, kemauan melaksanakannya dengan kerja keras, serta kemampuan menjalin hubungan baik dengan sesama manusia dan lingkungan alam,” ujarnya. Dengan demikian, pilihan tersebut, menurut Dada harus ditindaklanjuti melalui proses, walaupun dalam perjalanannya seringkali berhadapan dengan situasi yang diliputi perbedaan pendapat, atau bahkan ada pihak-pihak yang merasa dirugikan. “Namun itulah konsekuensi pilihan dan proses yang harus ditempuh, karena hampir tidak mungkin semua aspirasi dari sudut pandang yang berbeda diwujudkan dalam waktu bersamaan. Yang jelas semua itu dijalani dnegan perhitungan dan pertimbangan yang sangat matang demi kemaslahatan semua pihak,” paparnya.(Dudi)

Edisi 376 Tahun VII 05 s.d. 11 Juli 2010

3

Lintas Kota

Akhir 2010 Lapangan Gasibu Bebas PKL?
BANDUNG, Medikom–Pemerintah Kota Bandung menargetkan pengosongan kawasan Lapangan Gasibu dari pedagang kaki lima (PKL) selesai akhir tahun 2010. Selain kawasan Lapangan Gasibu, penanganan PKL yang ada di kawasan tujuh titik juga harus bisa diselesaikan. Untuk merealisasikan target tersebut, Wakil Wali Kota Bandung, Ayi Vivananda, menegaskan, pemkot dalam waktu dekat akan membuat tim kecil yang bertujuan menyelesaikan masalah PKL mulai dari akar-akarnya. Tim akan berisi orangorang dari berbagai kalangan, termasuk dari akademisi dan stakeholder. “Kita akan buat tim. Dengan tim tersebut tidak perlu tunggu waktu hingga 2012,” tutur Ayi di ruang kerjanya, Balai Kota Bandung, Jln Wastukancana. Ayi menyadari, penataan PKL Gasibu termasuk PKL yang ada di kawasan tujuh titik, memerlukan koordinasi terkait dari berbagai pihak. Selain membentuk tim, dalam waktu dekat Ayi juga akan mengundang koordinator PKL Gasibu, kordinator PKL kawasan tujuh titik, aparat kewilayahan, perwakilan pedagang, unsur SKPD, pakar pendidikan, dan berbagai pihak yang terkait. “Harus dicari solusi terbaik yang saling menguntungkan. Namun patut diingat, kami tidak akan membinasakan PKL. Tetapi PKL juga harus menyadari bahwa tindakan yang mereka lakukan dengan berjualan di atas trotoar, badan jalan, dan Lapangan Gasibu, merugikan masyarakat sebagai pengguna,” ungkapnya. Perwakilan PKL Gasibu, Syafruddin mengatakan, berjualan di seputar Lapangan Gasibu adalah upaya memenuhi omzet yang hilang dari berjualan di pasar permanen. Menurutnya, alasan tersebut yang membuat sekitar 6.000 PKL memadati Lapangan Gasibu. Dikatakan Syafrudin, PKL Gasibu banyak yang berstatus pemilik toko di pusat-pusat perbelanjaan yang tersebar di Kota Bandung. “Di ITC (Kebonkalapa) dalam seminggu belum tentu tiga potong pakaian laku. Tetapi kalau di Gasibu bisa terjual 20 potong per hari,” kata Syafrudin yang mempunyai kios di ITC Kebonkalapa. Syafrudin menuturkan, untuk bisa berjualan di Gasibu, ia harus mengajukan permohonan izin yang dilayangkan kepada “pengurus” atau “pengelola”. Bahkan menurutnya, dalam sehari setiap berjualan, ada keharusan membayar uang retribusi sebesar Rp14.000. (Dudi)

Gubernur Canangkan 2011 Sebagai Tahun Irigasi Jawa Barat
BANDUNG, Medikom–Pada tahun 2011 Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan melakukan sejumlah pembenahan irigasi. Hal itu merupakan kelanjutan dari kebijakan membenahi sarana infrastruktur yang pada tahun 2010 ini ditetapkan sebagai Tahun Infrastruktur. Berikutnya untuk tahun 2011 akan ditetapkan sebagai Tahun Irigasi. Kebijakan itu dimaksudkan untuk mendorong pembangunan sektor pertanian, apalagi Jawa Barat bertekad untuk menjadi kawasan pemasok bahan pangan terbesar Nasional. Tentunya tekad tersebut harus diwujudkan dengan kerja keras bersama dengan seluruh pemangku kepentingan. Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menegaskan hal tersebut pada saat Peringatan Hari Krida Pertanian di Open Space Gallery Cilimus, Kabupaten Kuningan, Rabu (30/6). ”Tahun 2011, insya Allah akan ditetapkan sebagai Tahun Irigasi. Hal ini merupakan wujud keberpihakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang bertekad terus mendorong pembangunan sektor pertanian. Kita ingin Jawa Barat sebagai penghasil sekaligus pemasok bahan pangan terbesar Nasional. Mari kita wujudkan tekad itu bersama antara pemerintah, swasta, petani dan seluruh elemen,” tegas Heryawan. Menurut Heryawan, kawasan Jawa Barat memiliki potensi sumber daya pertanian yang sangat besar. Hal ini terlihat dari luas areal sawah yang mencapai 900.000 ha, areal perkebunan yang mencapai 500.000 ha, areal hutan sekitar 800.000 ha, areal perikanan darat yang mencapai sekitar 200.000 ha, serta luas areal perikanan laut 154.000 ha. Kondisi tersebut juga diperkuat dengan besarnya sumber daya manusia (SDM) pertanian Jawa Barat, komposisi masyarakatnya yang bekerja di sektor pertanian mencapai sekitar 60%. ”Sehingga wajar bila keberpihakan kita arahkan kepada sektor ini,” ujarnya. Potensi di atas kata Heryawan, merupakan modal utama yang harus diberdayakan secara optimal bagi kemajuan sektor pertanian sebagai sektor andalan. Kebutuhan dan ketergantungan pada sektor pertanian harus dikelola dengan baik sehingga mampu menjadi penyuplai bahan pangan sekaligus menyerap tenaga kerja dan sumber pendapatan masyarakat. Oleh karenanya peran penting sektor pertanian senantiasa menjadi fokus dalam pembangunan bidang ekonomi Jawa Barat. (IthinK)

Prangko Satu Abad Muhammadiyah Diterbitkan
BANDUNG, Medikom–Bertepatan dengan Muktamar Muhammadiyah ke46 (Satu abad Muhammadiyah), Direktorat Jenderal Pos dan Telekomunikasi, Depkominfo menerbitkan prangko seri “Satu Abad Muhammadiyah” pada tanggal 3 Juli 2010. Prangko seri Satu Abad Muhammadiyah merupakan prangko peringatan, dan dicetak dalam jumlah terbatas sebanyak 500.000 set. Pos Indonesia juga menerbitkan Sampul Hari Pertama yang ditempeli prangko dan dibubuhi cap khusus teraan terbit pertama, sebanyak 5.000 set dengan nilai nominal Rp6.500. Prangko seri “Satu Abad Muhammadiyah” menampilkan Desain Mesjid Kauman Yogyakarta, foto diri KH Ahmad Dahlan, Muhammadiyah dan Pendidikan. Nilai nominal prangko ini Rp1.500 atau harga per-sheet Rp36.000 untuk 24 keping. Sedangkan untuk minisheet dijual seharga Rp9.000 untuk 6 keping. Masa jual prangko ini sampai dengan 31 Desember 2013, dan masa berlaku untuk pemrangkoan sampai dengan 31 Desember 2015. Penerbitan prangko seri Satu Abad Muhammadiyah ini merupakan Program Penerbitan Prangko tahun 2010 ke-6 dan merupakan seri yang menarik bertepatan dengan Muktamar ke-46 yang diselenggarakan di Yogyakarta pada 3-8 Juli 2010. Prangko dengan tema tentang Muhammadiyah serupa pernah diterbitkan di atas prangko Nederlandsch Indie, pada masa penjajahan Belanda yakni tahun 1941 tepatnya 22 September 1941 yang dirancang oleh JF Dickhoof. (IthinK)

Kepala Daerah Berinovasi Kegiatan Lingkungan
BANDUNG, Medikom–Wali Kota Bandung H Dada Rosada bersama dua kepala daerah lainnya, Kabupaten Kuningan dan Kota Bekasi menerima penghargaan sebagai Kepala Daerah Berinovasi Kegiatan Lingkungan dari Gubernur Jawa Barat, H Ahmad Heryawan. Penghargaan diberikan pada peringatan hari lingkungan hidup sedunia tingkat Jawa Barat, di lapangan PDAM Kabupaten Bogor, Selasa (29/6). Selain wali kota, penghargaan lingkungan hidup juga diberikan kepada 5 sekolah yang ada di Kota Bandung sebagai sekolah berbudaya lingkungan. Kelima sekolah itu, SMP Negeri 36 Juara I untuk tingkat SLTP, SMAN 15 dan SMAN 20 sebagai Juara II dan III Tingkat SMA, SMKN 7 Juara III Tingkat SMK Teknik. Sementara SMKN 13 diajukan sebagai calon penerima Adiwiyata Tingkat Nasional mewakili Jawa Barat. “Penghargaan ini pastinya lebih memantapkan dan memberi dorongan motivasi, Kota Bandung ke depan lebih berpretasi lagi dalam gerakan pembangunan lingkungan, tidak saja tingkat Jawa Barat tapi juga tingkat Nasional,” ungkap Kepala Badan Pengelola Lingkungan Hidup (BPLH) Kota Bandung, H Rekotomo. (Dudi)

DPRD Jabar Harusnya Minta SUS Gedebage Harus Bebas Banjir Biro Hukum Buat Pemetaan Perda
BANDUNG, Medikom–Wali Kota Bandung H Dada Rosada meminta kepada pengembang untuk membangun Stadion Utama Sepak Bola (SUS) Gedebage yang bebas banjir. “Kawasan tersebut ‘kan selama ini dikenal banjir, saya tidak ingin hal itu nanti terjadi. Mohon kepada PT Adhi Karya untuk memikirkan masalah ini,” katanya dalam rapat koordinasi dan penyampaian laporan perkembangan pembangunan SUS Gedebage oleh PT Adhi Karya, di Pendopo Kota Bandung, Jln Dalem Kaum, pekan lalu. Dada meminta kepada pengembang supaya sejak sekarang melakukan langkah antisipasi banjir yang biasa terjadi di sekitar kawasan SUS. Selain menyoroti masalah banjir, Dada meminta kepada Dinas Pertamanan dan Pemakaman (Distamkam) Kota Bandung untuk menyiapkan dan menanam pohon di lokasi stadion. “Dengan ditanami pohon sejak dini, maka ketika pembukaan stadion dilakukan, pepohonan tersebut sudah mulai besar dan membuat kawasan SUS lebih asri dan hijau. Pilih pohon yang akan ditanam, apakah pohon pelindung, produktif atau kombinasi keduanya,” ujar Dada. Ia juga berharap, stadion bisa memberi kenyamanan kepada penonton. Mulai dari akses masuk, tempat duduk, sampai kamar kecil diperhatikan. Di tempat yang sama, Engineering Manager PT Adhi Karya, Hanif Setyo Nugroho menyatakan, pembangunan SUS Gedebage sampai 20 Juni 2010 telah mencapai 1,6928% atau lebih cepat 0,0338% dari target. Hanif mengungkapkan, dalam pelaksanaannya pekerjaan mengalami beberapa hambatan. Di samping kendala karena faktor cuaca yang tidak mendukung untuk membawa material ke lokasi, akses jalan ke lokasi juga hanya melalui Jln Cimencrang. Rencana melalui Kompleks Adipura tidak bisa dilaksanakan, sedangkan akses melalui Tol Padaleunyi KM 151 baru bisa dipakai sekitar pertengahan Juli. “Jika akses KM 151 sudah bisa digunakan, kemungkinan besar pekerjaan pembangunan stadion ini dapat berjalan sesuai target, bahkan mungkin lebih cepat,” katanya. Saat ini, tambah Hanif, pengerjaan memang baru sebatas pengurugan tanah di lahan seluas lebih dari 24 ha. Untuk beberapa proses sudah sampai 100%, sehingga bulan Desember mendatang diharapkan pemasangan tiang pancang sudah bisa dilakukan. (Dudi) BANDUNG, Medikom–Untuk membuat program legislasi daerah (prolegda) yang komprehensif, DPRD seharusnya meminta Biro Hukum untuk membuat mapping atau pemetaan perda yang sudah ada. Perda tersebut diklasifikasi dalam kategori yang tidak dilaksanakan, yang harus diubah dan yang tidak bisa dilakukan keduanya. Jadi ketika akan membuat prolegda, bisa benar-benar diketahui perda seperti apa yang memang dibutuhkan oleh daerah. Hal tersebut disampaikan Gutmen SH MH dari Kementerian Dalam Negeri saat menjadi narasumber pada Inhouse Training Badan Legislasi DPRD Provinsi Jawa Barat di Cipanas baru-baru ini. Gutmen selanjutnya mengatakan, posisi Badan Legislasi Daerah (Balegda) sebenarnya sangat strategis. Karena Balegda sebenarnya merupakan alat kelengkapan DPRD yang menjalankan fungsi utama DPRD yaitu fungsi legislasi, sementara posisi eksekutif hanya sebagai pendamping. Stressing Balegda adalah mematangkan rancangan perda baik dari inisiatif DPRD maupun dari eksekutif. “Ketika rancangan yang sudah dimatangkan di Balegda diparipurnakan, artinya adalah Balegda sedang diadili dan dengan posisi strategisnya Balegda harus memberikan justifikasi terhadap rancangan yang sudah dibahas tersebut, baru kemudian hasilnya ditetapkan dan diserahkan kepada eksekutif sebagai prolegda,” kata Gutmen. Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat Drs Uu Rukmana MSi mengemukakan, sesungguhnya fungsi legislasi merupakan karakteristik lembaga DPRD sebagai representasi kedaulatan rakyat. Melalui fungsi legislasi inilah aspirasi masyarakat dapat diaktualisasikan dalam bentuk regulasi yang menjadi dasar eksekutif menjalankan roda pemerintahan dalam rangka menyejahterakan masyarakat. Sebagai konsekuensi logis dari pemahaman ini, seharusnya raperda lebih banyak berasal dari prakarsa DPRD atau inisiatif DPRD, namun yang ada adalah sebalik-nya. Oleh karena itulah, DPRD Provinsi Jawa Barat Periode 2009-2014 menurut Uu, akan terus beru-paya untuk menambah jumlah raperda yang berasal dari prakarsa DPRD. Pada kesempatan yang sama, pakar hukum dari Unpad Prof I Gede Panca Astawa SH MH yang menjadi salah satu narasumber mengemukakan, terkait penyusunan Program Legislasi bukan hanya masalah kualitas dan kuantitas, tapi bagaimana membuat aturan yang tidak berakhir di MA atau dalam arti lain tidak bertentangan dengan aturan lainnya. Menurut Panca yang tak kalah penting adalah adanya harmonisasi di antara instansi atau lembaga yang terkait. “Saat ini cenderung ego sektoral di antara instansi atau lembaga yang lebih menonjol, seperti misalnya antara kementerian atau antara sektoral,” ujarnya. Panca juga mengemukakan, sosialisasi perda seringkali dilakukan setelah perda tersebut ditetapkan, padahal seharusnya sosialisasi dan penyebaran juga dilakukan pada saat masih dalam bentuk draf agar diperoleh feed back dari masyarakat sebagai pengguna. Lebih lanjut Panca mengatakan, pemerintah daerah saat ini tidak smart dalam menerjemahkan otonomi, sehingga mereka berlombalomba membuat peraturan tentang retribusi atau pajak daerah untuk menambah PAD. Namun tidak sesuai dengan sumber daya daerah yang dimiliki sehingga malah membebani masyarakat sendiri. Inilah yang mengakibatkan banyak perda bermasalah sehingga dibatalkan oleh Pemerintah Pusat. Banyak daerah membuat pelayanan terpadu dengan tujuan untuk memberikan kemudahan dalam aturan perizinan, namun tidak memperhitungkan dampaknya terhadap lingkungan. Padahal menurut Panca semakin mudahnya pelayanan perizinan khususnya yang menyangkut RTRW, semakin mudah pula eksploitasi terhadap lingkungan. Inhouse Training Badan Legislasi DPRD Provinsi Jawa Barat menurut Ketua Baleg DPRD Jabar Tate Qomaruddin Lc dilaksanakan sebagai upaya penguatan fungsi legislasi DPRD, khususnya peningkatan kompetensi sumber daya manusia DPRD yang berkaitan dengan pengetahuan di bidang hukum, legal drafting yang di dalamnya terkandung persoalan filosofis, sosiologis, substansi dan teknis. (IthinK)

Pemkot dan UPI Tingkatkan Mutu Pendidikan
BANDUNG, Medikom–Pemerintah Kota Bandung dan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung, selama 3 tahun ke depan bekerja sama dalam peningkatan mutu pendidikan dan profesionalisme guru di lingkungan Dinas Pendidikan Kota Bandung. Pemkot akan menimba pengalaman teoretis dan praktis dari pakar UPI, sebaliknya pihak UPI menjadikan Kota Bandung sebagai laboratorium pengembangan ilmu pengetahuan, baik yang bersifat terapan (applied science) maupun murni (pure science). Wali Kota Bandung Dada Rosada berharap, melalui program ini para guru dituntut menajamkan materi pembelajaran, mengembangkan sistem hubungan sosial yang harmonis, serta kemampuan memberi nilai tambah terhadap rekan seprofesi dan peserta didik. “Saya menilai lesson study memiliki sentuhan yang lebih manusiawi, karena ada sisi lain dari proses dan hasil pembelajaran yang mendorong kemajuan guru, peserta didik dan masyarakat,” ungkapnya. Kalau model ini mampu dikembangkan secara struktural, Dada yakin, proses belajar mengajar bukan sekadar mewujudkan pendidikan bermutu, tetapi juga mendorong semua pihak berpartisipasi. “Saya percaya, bimbingan yang disampaikan para pakar UPI akan menjadi sumbangan besar bagi kemajuan pendidikan di Kota Bandung,” ujarnya optimis. Rektor UPI, Sunaro Kartadinata menuturkan, lesson study adalah sebuah program strategi pembelajaran yang 10 tahun lalu telah dikembangkan UPI melalui berbagai riset, penelitian dan praktik lapangan. “Lesson study hingga kini terus semakin memproleh kepercayaan, penguatan dan makin memperoleh tingkat keberterimaan, khususnya di masyarakat kependidikan. Untuk itu, UPI mengangkat lesson study sebagai program unggulan dalam upaya memperbaiki dan meningkatkan mutu pendidikan,” jelasnya.(Dudi)

Meski Krisis, Kunjungan Wisatawan Meningkat
BANDUNG, Medikom–Krisis global yang melanda dunia termasuk Indonesia tidak berakibat buruk pada angka kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) dan wisatawan nusantara (wisnus) pada tahun 2009. Pernyataan ini dikemukakan Trindiana selaku Kasubdit Promosi Wisata Depbudpar dalam acara “Peningkatan Kompetensi Bidang Pariwisata dan Kebudayaan bagi Aparatur Disparbud Jabar di kantor Disparbud Jabar, Selasa (29/6). Pada tahun 2008, jelas Trindiana, angka kunjungan wisman ke Indonesia sekitar 6.429.027, sedangkan pada tahun 2009 mengalami kenaikan menjadi 6.452.259. Begitujuga angka kunjungan wisnus dari tahun 2008 ke tahun 2009 mengalami kenaikan sekitar 1,65%. “Kalau yang dibadingkan angka wisman yang masuk ke Indonesia dengan wisatawan Indonesia ke luar negeri sebaliknya. Realitasnya kunjungan wisatawan luar negeri ke Indonesia masih lebih sedikit dibandingkan wisatawan Indonesia ke luar negeri,” tuturnya. Menurut dia, untuk tahun 2010 ini kunjungan wisman ke Indonesia ditargetkan 7 juta orang dengan prioritas berasal dari negara Eropa, Singapura, Malaysia, Brunai Darussalam, Australia, Jepang, China, Korea, India, dan Timur Tengah. Pernyataan senada dikemukakan H Achyaruddin SE MPar selaku Direktur Produk Wisata Pengembangan Destinasi Pariwisata Depbudpar bahwa untuk menunjang peningkatan angka kunjungan wisatawan, ditetapkan program desa wisata se Indonesia hingga tahun 2014. “Depbudpar memiliki program pengembangan 2.000 desa wisata se Indonesia. Hingga tahun 2010 ini sudah ada sekitar 450 desa wisata yang terealisir termasuk yang terdapat di Jabar,” tegasnya. Program desa wisata ini tambahnya dimaksudkan untuk memikat wisman berkunjung sekaligus menyaksikan kerajinan tradisional yang dimiliki, program pengembangan agrowisata yang bekerja sama dengan hotel, restoran dalam pengembangan lahan pertanian. Sehingga dengan paket produk wisata yang berbasis alam dikombinasikan dengan artificial sebagai buatan manusia memiliki daya tarik istimewa. “Akibat dari keunggulan yang ditawarkan dalam kawasan wisata itu akan menambah daya tarik wisatawan, kenyamanan untuk berkunjung sekaligus peningkatan angka kunjungan wisatawan ke seluruh Indonesia,” imbuhnya. (Zaz)

OKP dan Ormas Agar Menjaga Tali Silaturahmi
BANDUNG, Medikom–Pemerintah sebagai fasilitator dituntut untuk bersikap adil terhadap semua elemen masyarakat termasuk OKP (organinasi kepemudaan), karena menurutnya apabila hal itu tidak dilakukan maka akan terjadi gesekan dan bentrokan di masyarakat. Apabila terjadi gesekan di masyarakat, bagaimana kita bisa membangun, yang ada malahan pertentangan. Oleh karena itu pemerintah berusaha agar tidak terjadi gesekan, dengan cara berbuat adil kepada semua elemen masyarakat. Demikian diungkapkan Wali Kota Bandung Dada Rosada usai membuka kemah bhakti dan latihan kepemimpinan yang diadakan oleh Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Bandung di Lapangan RW 08, Kelurahan Pasir Biru, Kecamatan Cibiru, Kamis (1/7). Hadir dalam kesempatan tersebut, Ketua KNPI Jawa Barat Dian Rahardian, Ketua KNPI Kota Bandung Dandan Riza Wardhana, Anggota DPRD Kota Bandung Kadar Slamet, dan sejumlah pejabat publik Kota Bandung. Dada juga mengingatkan kepada OKP agar senantiasa menjaga tali silaturahmi supaya tidak terjadi gesekan. Menurutnya, komunikasi merupakan salah satu kiat yang harus selalu dijaga dan dibina agar tidak terjadi gesekan. Ketua KNPI Kota Bandung Dandan Riza Wardana mengatakan komunikasi merupakan salah satu cara menjaga agar tidak terjadi gesekan. “Komunikasi, bekerja sama dalam melakukan kegiatan, saling care merupakan cara-cara yang dilakukan agar tidak terjadi gesekan,” ujarnya. Kegiatan kemah bhakti, menurut Dandan berlangsung mulai 30 Juni sampai dengan 4 Juli 2010, dengan diikuti sekitar 75 orang yang terdiri dari OKP/ormas dan 23 perwakilan PK KNPI Kecamatan. “Kegiatan bertujuan menciptakan pemuda-pemuda Kota Bandung yang berprestasi dan berpikir wawasan kebangsaan dengan tidak meninggalkan keberpihakan bagi kepentingan masyarakat,” ujarnya. Lebih lanjut dikatakannya, ada dua kegiatan pokok yang dilakukan yaitu pengabdian kemasyarakatan dan latihan kepemimpinan. “ Pagipagi mereka melakukan kegiatan bhakti kepada masyarakat, misalnya dengan memperbaiki jalan, MCK, dan sorenya baru melakukan latihan kepemimpinan,” ujarnya. Selain itu menurut Dandan, melakukan penanaman 1.000 pohon dan pembuatan biopori, pengobatan gratis, sunatan massal, donor darah, dan tablig akbar. (Dudi)

Harganas Ke-17 Tingkat Kabupaten Bandung Meriah
SOREANG, Medikom-Hari Keluarga Nasional (Harganas) tingkat Kabupaten Bandung beserta Hari Kependudukan tingkat Kabupaten Bandung dilaksanakan pada 29 Juni 2010 bertempat di lapangan Desa Banjasari, Kecamatan Pangalengan. Acara tersebut dihadiri Kepala BKKBN Provinsi Jawa Barat Drs H Rukmana, Bupati Bandung H Obar Sobarna Sip, Asisten 2 H Juhana, Kepala BKPP Kabupaten Bandung Drs H Edi Siswandi, para kepala SKPD, para camat, para kepala desa, beserta tamu undangan lainnya. Acara tersebut dimeriahkan dengan upacara Adat Sunda dan Longser, gerak jalan santai yang diikuti 1.000 peserta, marching band, serta pembagian hadiah kepada para juara dalam kegiatan KB, MOU, MOP tingkat Kabupaten Bandung. Kepala BKPP Kabupaten Bandung Drs H Edi Siswandi dalam sambutannya, selain mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah menyukseskan Harganas dan Hari Kependudukan tahun 2010, juga mengajak meningkatkan peran serta masyarakat dalam upaya terwujudnya keluarga tumbuh mandiri. Apalagi dalam rangka menyukseskan program pemerintah, baik dari tingkat kabupaten, provinsi sampai ke tingkat nasional, Badan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan (BKBPP) Kabupaten Bandung sangat banyak keberhasilan. “Termasuk pada tahun 2007 menjadi juara nasional. Semoga dalam tahun ini juga bisa menjadi juara tingkat nasional. Sudah beberapa kali kita melaksanakan kegiatan Modus Operasi Pria (MOP). Mudahan-mudahan target kita bisa mencapai 1.000 peserta sampai akhir Desember 2010. Alhamdulilah ini semua berkat kepercayaan dari Bupati Bandung H Obar Sobarna yang didukung oleh semua pihak, terutama masyarakat Kabupaten Bandung,” kata Edi Siswandi. Kepala BKKBN Provinsi Jawa Barat Drs H Rukmana didampingi Bupati H Obar Sobarna SIP, optimis pada tahun 2010 Kabupaten Bandung akan menjadi juara kegiatan MOP tingkat nasional dalam rangka Hari KB Nasional. “Karena kesadaran masyarakat Kabupaten Bandung sangat mendukung kegiatan MOP. Target dari provinsi sekitar 800 orang. Alhamdulilah, pada bulan ini sudah sebanyak 500 orang peserta MOP yang telah ikut dalam kegiatan ini. Apalagi pada tahun 2007 Kabupaten Bandung telah berhasil menjadi juara tingkat nasional,” kata Rukmana. Dikatakan, tahun demi tahun perserta kegiatan KB pria di Kabupaten Bandung terus meningkat. Itu bukti kesadaran masyarakat dan mereka sudah merasakan manfaat ber-KB. “Lebih baik punya dua anak sejahtara dalam bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi dibanding banyak anak, tapi tidak sejahtera. Ini tidak merupakan paksaan, tapi kesadaran mereka. Maka kami datang ke daerah bekerja sama dengan BKKBN Pusat untuk menyukseskan program pemerintah 2 anak cukup,” papar Rukmana. Pada kesempatan itu tak lupa BKKBN Provinsi Jawa Barat mengucapkan terima kasih kepada Bupati Bandung H Obar Sobarna yang akan mengakhiri jabatannya. “Beliau sangat berhasil membngun Kabupaten Bandung pada 10 tahun terakhir. Semoga kelak Bupati Bandung dapat meneruskan pembangunannya seperti Buapti sekarang,” harap Rukmana. Dalam akhir acara Bupati Bandung H Obar Sobarna didampingi Hj Iyan Sobarna mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Kabupaten Bandung yang telah mendukungnya selama dua periode. “Semoga Allah membalas kebaikannya,” ucapnya. (S Rohmani)

Wajah Baru Plasa TELKOM dengan E-SISKA
BANDUNG, Medikom–PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom) meresmikan renovasi Plasa Telkom di Bandung dan Jakarta Utara. Plasa Telkom merupakan pusat layanan yang diberikan Telkom Direct Visiting untuk semua produk Telkom dan anak-anak perusahaannya. “Plasa Telkom Bandung merupakan Plasa Telkom pertama dari seluruh Plasa Telkom di Indonesia yang menggunakan E-SISKA atau Sistem Aplikasi Pelayanan Terintegrasi,” jelas Vice President Public and Marketing Communication Telkom Eddy Kurnia.
Penataan kembali fisik maupun layanan di Plasa Telkom merupakan bagian dari transformasi Telkom. Hal ini dimaksudkan agar para pelanggan maupun calon pelanggan mendapatkan nilai tambah sebagaimana motto Telkom: World In Your Hand. “Persaingan industri telekomunikasi makin ketat. Sekarang, masing-masing operator berkompetisi untuk memberikan kualitas yang terbaik bagi pengguna produknya,” kata Eddy Kurnia. “Sebab itu, kami sangat fokus dalam meningkatkan pelayanan kepada pengguna produk-produk Telkom Group,” tambahnya. Eddy menjelaskan, perseroan telah mengubah penampilan Plasa Telkom menjadi lebih akrab dan nyaman. “Semakin baiknya layanan Telkom tentu berdampak pada loyalitas pelanggan yang bisa mendongkrak peningkatan revenue bagi perusahaan,” kata Eddy. Saat ini menurutnya, terdapat sekitar 750 Plasa Telkom di seluruh Indonesia yang secara bertahap akan diubah penampilannya sejalan dengan semangat transformasi. Buah keseriusan Telkom menata Plasa Telkom sebagai Walk In Center, bulan Mei 2010 lalu Plasa Telkom mendapat penghargaan Service Quality Award 2010 pada ajang International Conference & Net Promoter Customer (NPS) Loyalty Award 2010 yang diselenggarakan oleh Octovate Consulting Group dan Majalah SWA. Bersamaan dengan peresemian citra dan layanan baru Plasa Telkom Bandung dan Jakarta Utara tersebut, dilakukan penandatanganan nota kesepahaman antara Telkom dengan mitra strategis Telkom, antara lain dengan Politeknik Telkom, IBCC (Istana Building Commodities Center), Harian Republika, Pusat Bimbingan Belajar “Ganesha Operation”, Masjid Salman ITB dan Kampanye Internet sehat-Speedy dengan

Buah keseriusan Telkom menata Plasa Telkom sebagai Walk In Center, bulan Mei 2010 lalu Plasa Telkom mendapat penghargaan Service Quality Award 2010 pada ajang International Conference & Net Promoter Customer (NPS) Loyalty Award 2010 yang diselenggarakan oleh Octovate Consulting Group dan Majalah SWA.
Detik.com. Dalam kesempatan tersebut, Direktur Utama Telkom, Rinaldi Firmansyah memberikan apresiasi kepada pelanggan dan pelajar berprestasi di kota Bandung, yakni: Tiga Pelanggan terlama dan terloyal di Bandung; Pelanggan Speedy yang ke 150.000 di Bandung; NEM tertinggi dari hasil Tryout SNMPTN, yakni: Nurhalimah SMAN 1 Majalaya Jawa Barat (IPS dengan nilai 407), Devin SMAN 1 Tasikmalaya Jawa Barat (IPA dengan nilai 521). Rinaldi juga memberikan apresiasi kepada Best Sales Speedy semester satu kepada Telkom Area Bandung Timur dengan jumlah penjualan sebanyak 11.500 SSL dan Telkom Area Bandung Barat dengan jumlah penjualan sebanyak 13.000 SSL. (IthinK)

Edisi 376 Tahun VII 05 s.d. 11 Juli 2010

Hukum
Bila Oknum Polisi Sewenang-Wenang
CIAMIS, Medikom-Malang benar nasib Nani (25), warga Dusun Suka Maju RT 04/04 Desa Kutawaringin, Kecamatan Purwadadi, Kabupaten Ciamis. Jumat (2/7) sekitar pukul 09.00 WIB, Nani hendak ke rumah kerabatnya. Sial, sepeda motor miliknya Vega R bernomor polisi B 6340 BTA yang ia kendarai menyenggol seorang anak kecil berusia sekitar 5 tahun. Untung hanyalah kecelakaan ringan. Nani memang mengendarai motornya pelan-pelan, terlebih karena situasi cukup ramai di jalan ketika itu, sebab ada penduduk setempat yang sedang hajatan. Sang anak pun hanya mengalami luka ringan. “Balared wungkul,” kata Nani. Sayangnya, saat Nani sedang menenangkan pikirannya, tiba-tiba AS, salah satu anggota kepolisian dari Polsek Banjar yang kebetulan berada di tempat kejadian, Dusun Sukamaju RT 03/04 Desa Kutawaringin, datang dan langsung marah-marah sembari menendang sepeda motor milik Nani. Akibatnya terjadi kerusakan pada sepeda motor tersebut. Bagian depan/batok dan lampu sein motor tersebut pecah. Bahkan kabel kuilnya dijambret. Selain kerusakan motor, yang paling dirasakan Nani ialah ketakutan dan trauma. Dia sempat lega melihat ada aparat kepolisian yang disebut sebagai pelayan dan pengayom masyarakat. Aparat yang bertindak adil kepada setiap warga negara. Ternyata meleset dari yang dibayangkan. Sang aparat malah bertindak kasar dan membuatnya ketakutan. Saat dikonfirmasi, Nani mengatakan dirinya tidak mau melaporkan kejadian itu ke polsek setempat karena merasa takut dengan AS yang ia ketahui sebagai anggota kepolisian. “Saya takut kalau melapor, nantinya ada apa-apa di kemudian hari,” kata Nani. “Tadi pun sudah damai secara kekeluargaan,” lanjutnya, walau ia tahu perbuatan AS sangatlah merugikan pihaknya. Warga yang mengetahui kejadian tersebut sangat menyayangkan perbuatan AS yang secara sewenang-wenang bertindak hanya karena merasa mempunyai power di daerah itu. Padahal anggota kepolisian tugasnya mengayomi dan melindungi masyarakat. Dia tahu aturan perundang-undangan dan semestinya memberikan contoh yang baik bagi masyarakat. (Tim)

4

Penetapan Ketua PN Bandung Dipertanyakan

Sebuah CV Lalaikan Kenapa Tanah dan Bangunan Pekerjaan Jalan Naripan 78 Dieksekusi
BANDUNG, Medikom-Bantahan eksekusi dengan Nomor 42/PDT/G/ 2010/PN.BDG dilayangkan Vincensius B Ronny Hutabarat SH, selaku kuasa hukum Taufan Trisjono (Pembantah) kepada Ny Sweety Uiti Puteri (Terbantah atau Pemohon Eksekusi) dan Tan Khin Hin (Turut Terbantah atau Termohon Eksekusi) di Pengadilan Negeri Bandung. Kuasa hukum Pembantah, kepada Medikom, menerangkan, bantahan dilayangkan karena adanya penetapan Ketua PN Bandung No 31/PDT/EKS/2006/ PUT/PN.BDG jo Nomor 47/PDT.G/ 1996/PN.BDG jo Nomor 464/PDT/ 1996/PT.BDG jo Nomor 2232 K/ PDT/2003 jo Nomor 398 PK/PDT/ 2006 tentang pelaksanaan eksekusi pengosongan secara paksa atas tanah dan bangunan di Jalan Naripan No 78 Bandung. Alasan pihaknya melakukan bantahan dikarenakan tanah dan bangunan milik Taufan Trisjono (Pembantah) terletak di Jalan Naripan 78 Bandung sesuai dengan hak kepemilikan Pembantah, yakni Sertifikat Hak Milik (SHM) No 00556/ Kelurahan Kebon Pisang dengan Surat Ukur tanggal 28-06-2000 no 25/Kebon Pisang/2000, luas 42 m2 yang tertulis atas nama Taufan Trisjono. Tanah tersebut dibeli Pembantah dari Ny Mimin Rukmini sesuai Akta Jual Beli No 28/2000 tanggal 04 September 2000 yang dibuat di hadapan Sri Muhardini SH, selaku PPAT di Kotamadya Daerah Tingkat II Bandung. Bangunan milik Pembantah juga telah mendapatkan izin pendirian bangunan dari Dinas Pengawasan Bangunan Kota Bandung sesuai Surat Izin No 503.648.1/SI-2523.DISBANG/2006 tentang IMB tertanggal 05 September 2006. “Tanah dan bangunan milik Pembantah tersebut merupakan bagian dari objek eksekusi pengosongan berdasarkan penetapan Ketua Pengadilan Negeri Klas I A Bandung, sebagaimana pula terbukti sewaktu dilakukannya pemeriksaan setempat oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Bandung yang memeriksa perkara Bantahan No 42/PDT/G/2010/ PN.BDG yang diketuai oleh Bpk Mula Pangaribuan SH pada tanggal 16 Juni 2010 di Jalan Naripan No 78 Kota Bandung,” jelasnya. Menurut Ronny, berdasarkan fakta di lapangan yang diperkuat oleh keterangan dari staf penyelesaian permasalahan pertanahan dan petugas ukur Kantor Pertanahan Kota Bandung serta diakui pula oleh kuasa Terbantah (Pemohon Eksekusi), menunjukkan bahwa di atas lokasi objek eksekusi telah berdiri bangunan dua lantai milik Pembantah sebagaimana dimaksud dalam Surat Izin Nomor 503.648.1/ SI-2523.Disbang/2006 tentang izin mendirikan bangunan tertangagal 5 September 2006. Dengan demikian, lanjut Ronny, maka jelas-jelas secara yuridis penetapan eksekusi pengosongan Ketua PN Klas IA Bandung tidak dapat dilaksanakan atau non eksekutabel, karena diktum penetapan eksekusi pengosongn tersebut tidak sesuai atau tidak sejalan dengan amar putusan Perkara No 464/pdt/1996/PT.Bdg tertanggal 4 Maret 1997 yang menjadi dasar lahirnya penetapan eksekusi pengosongan tersebut. Amar putusan Perkara No 464/pdt/1996/ PT.Bdg tertanggal 4 Maret 1997 bersifat penghukuman, dan kaitannya dengan eksekusi pengosongan hanya menghukum tergugat untuk menyerahkan tanah dan bangunan dalam keadaan kosong. “Menghukum Tergugat/Terbanding untuk menyerahkan tanah dan bangunan tersebut di atas dalam keadaan kosong kepada Penggugat untuk bebas dikuasai Penggugat dan para ahli waris lainnya, tanpa ada klausul tambahan, atau siapa saja yang mendapat hak dari padanya,” kata Ronny. Itu sebagaimana diktum dari surat penetapan eksekusi pengosongan secara paksa, sehingga secara yuridis putusan tersebut hanya mengikat kepada Tan Khin Hin (Terbantah/Termohon Eksekusi) dan tidak mengikat kepada Pembantah yang bukan sebagai pihak dalam perkara tersebut, sehingga tidak bisa dieksekusikan terhadap tanah dan bangunan milik Pembantah yang berada di lokasi objek eksekusi. “Berdasarkan alasan dan fakta tersebut, maka PN Bandung sangat beralasan hukum untuk menangguhkan pelaksanaan eksekusi pengosongan tanah berikut bangunan di atasnya yang terletak di Jalan Naripan No 78 Kota Bandung yang didasarkan kepada surat penetapan eksekusi Pengadilan Negeri Kelas 1A Bandung No.31/ PDT/EKS/PUT/PN.Bdg jo Nomor 2232K/PDT/2003 jo Nomor 398 PK/ PDT/2006 tertanggal 6 Mei 2009,” tambahnya. (IWAN) BEKASI, Medikom-Jalan yang berada di depan Pasar Cibarusah, Kota Bekasi, menuju Cibucil Jonggol sangat memprihatinkan. Terutama bagi para pengguna jalan dan masyarakat yang beraktivitas di pasar. Hal itu melihat kondisi jalan yang sedang diperbaiki sampai sekarang tidak ada kelanjutan pengerjaannya. Akibatnya segala bentuk aktivitas pengguna jalan dan masyarakat jadi terganggu. Sudah pasti yang tinggal di sisi jalan serta para pedagang mengeluhkan hal tersebut. Jalan tersebut juga berada dekat pasar dan sarana pendidikan. Sebelah kiri arah menuju Cibarusah-Cibucil Jonggol terdapat SDN Cibarusah Kota 02, kantor UPTD Kecamatan Cibarusah, dan SMPN 01 Cibarusah. Sebelah kanannya terdapat kantor Desa Cibarusah Kota dan SDN Cibarusah Kota 03. Selain kondisi itu sangat mengganggu, juga sudah sering terjadi kecelakaan. Warga dan pengguna jalan yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan, jika pelebaran dan perbaikan jalan tidak segera diselesaikan, akan sangat terganggu berbagai aktivitasnya. Sudah banyak kendaraan terperosok karena jalan yang ada sempit. Ditelusuri ternyata pelaksana perbaikan jalan tersebut kontraktor CV NBP (inisial). Pekerjaan dimulai 18 Maret 2010 mencakup perbaikan badan jalan 340 meter dan pembuatan saluran diperkeras 570 meter dengan sumber dana dari APBD Tahun 2010 sebesar Rp932.403.272.94 dan masa pengerjaan 150 hari. Kepala Sub Unit Pelayanan Wilayah Kabupaten/Kota Bekasi,

Menggugat Demi Iktikad Baik
BANDUNG, Medikom-Penggugat Miming Tanuwidjaja (MT) memiliki hubungan keperdataan (hubungan dagang) dengan Tergugat Tan Juan Liang (TJL) alias Hanny, pada tahun 2007. Hanny selaku pemilik/ pimpinan toko Gaya Baru Textile, MT sebagai pembeli/distributor barang/ kain dengan bendera PD Ade Jaya (AJ). Dalam menyelesaikan kewajiban pada Tergugat Hanny atau TJL, selama tahun 2007 Penggugat selalu menunjukkan iktikad baik. Selanjutnya, tahun 2008-2010 bisnis Penggugat mengalami goncangan karena ulah pihak ketiga. Sehingga, dengan iktikad baik menggugat TJL agar dijadwalkan penyelesaian hutang dan penetapan angka hutang yang sebenarnya. Penggugat yang diwakili pengacaranya Musa Darwin Pane SH, S Maruli Situmeang SH, dan Ucok Rolando P Tamba SH, menjelaskan kliennya telah mendapat kiriman barang (kain) dari Tergugat seharga Rp295.740.000 sebagaimana bukti bilyet giro dan nota bon. Seluruh barang itu diserahkan Penggugat kepada rekan bisnisnya Henny, yang dalam perkembangannya tidak lagi diketahui keberadaannya. “Hasil dari penjualan Ibu Henny, yang hingga kini tidak diketahui keberadaannya, ternyata sampai kini tidak pernah diserahkan kepada Penggugat. Akibatnya Penggugat mengalami hambatan untuk melakukan pembayaran hutang atau tagihan kain,” tutur advokat Musa, dalam acara persidangan yang dipimpin Arifin Doloksaribu SH Mhum, barubaru ini. Meski mengalami musibah, penggugat terbukti tetap beriktikad baik untuk membayar kewajibannya hingga sebesar Rp78,5 juta, dengan sisa kewajiban sebesar Rp217,242 juta. Mengenai penyerahan beberapa bilyet giro, itu sebagai bukti adanya pengakuan hutang sebagaimana Yurisprudensi MARI No.5096K/Pdt/1998 dengan petikan, “Pembayaran/ pemberian dengan bilyet giro adalah sama dengan pengakuan hutang”. Ditambahkan bahwa secara prinsip Penggugat memiliki iktikad baik untuk membayar. Termasuk tentang bilyet giro yang dikuasai Tergugat, sudah diberitahukan Penggugat kepada Tergugat melalui telepon bahwa dananys tidak cukup. Itu disebabkan rekan bisnisnya, Henny yang diharapkan mengirim dana ke rekening bilyet giro, ternyata dalam dateline yang dijanjikan tidak mengirim dana tersebut pada Penggugat. “Penggugat juga pernah memohon kepada Tergugat agar tidak mengkliring bilyet giro, agar tidak salah penggunaan,” tandasnya. Penggugat yang sedang tidak memiliki pekerjaan ini, tetap beriktikad baik menyelesaikan kewajibannya dengan memberikan kemudahan dengan mencicil sebesar Rp500.000 hingga Rp750.000 setiap bulan hingga lunas. “Sebagai pemilik PD AJ usaha penggugat itu sudah beku operasi atau tidak berjalan, dan sebagai pekerja di kantor hukum penghasilan sedang berkurang drastis, sehingga sangat sulit membayar,” tegas Musa, seraya melarang kolektor atau kuasa tergugat untuk menagih hingga putusan berkekuatan hukum tetap. Apalagi dengan tindakan ala premanisme. Para pengacara yang mewakili penggugat menyoal surat tanggal 24 Desember 2009 yang menyebutkan tindakan penggugat memberikan bilyet giro yang tidak dapat dicairkan karena rekening giro telah ditutup, merupakan tindak penipuan. (Zaz)

Polisi Masih Identifikasi Potongan Tubuh Manusia di Pameungpeuk
GARUT, Medikom-Menyusul ditemukannya tiga potongan bagian tubuh manusia di bawah Jembatan Cilauteureun, tepatnya di Kampung Mancagahar, Desa Mancagahar, Kecamatan Pamengpeuk, Sabtu (26/6), sekitar pukul 15.15 WIB, jajaran Kepolisian Resor (Polres) Garut hingga kini masih terus melakukan proses identifikasi. Kabag Bina Mitra Polres Garut, Kompol Bambang Sugito SH didampingi Kasat Reskrim AKP Oon Suhendar SH menyatakan, pihaknya hingga kini masih terus melakukan identifikasi terhadap temuan potongan tubuh yang diduga kuat berjenis kelamin perempuan tersebut. “Kami belum bisa memastikan identitas dari korban yang sebagian potongan tubuhnya ditemukan di bawah jembatan Cilauteureun tersebut. Kami masih melakukan identifikasi,” ujar Bambang. Saat disinggung kemungkinan adanya keterkaitan antara penemuan potongan tubuh di Pameungpeuk dengan kasus mutilasi di Ciwidey Kabupaten Bandung yang sebelumnya membuat geger, Bambang mengaku hal itu pun belum bisa dipastikan. Namun demikian, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan Polres Bandung untuk menyelidiki kemungkinan adanya keterkaitan kasus. “Tadi malam kami telah mengirim anggota ke Bandung untuk berkoordinasi dengan pihak Polres Bandung dan RSHS. Sipa tahu terdapat kecocokkan antara bagian potongan tubuh yang ditemukan di wilayah hukum kami dengan yang ditemukan di Ciwidey,” imbuhnya. Sebelumnya, Sabtu (26/6) sekitar pukul 15.15 WIB, warga Kecamatan Pameungpeuk dan Cikelet dikejutkan dengan penemuan potongan tubuh manusia yang terbagi atas tiga bagian yaitu kepala, bagian dada, dan bagian pinggul. Potongan mayat tersebut diduga kuat adalah potongan tubuh seorang perempuan. Kapolsek Pamengpeuk AKP Deni Ginandjar yang dihubungi melalui telepon selulernya mengungkapkan, pihaknya menerima laporan dari masyarakat terkait adanya potongan tubuh manusia di bawah Jembatan Cilauteureun, tepatnya di Kampung Mancagahar, Desa Mancagahar, Kecamatan Pamengpeuk. Setelah menerima laporan tersebut, pihaknya langsung mendatangi TKP untuk melakukan pengecekan. “Berdasarkan hasil pengecekan di lapangan, ternyata didapati potongan tubuh manusia berupa kepala, dada, dan bagian pinggul. Dilihat dari potongan tubuh yang ada, kami menduga dia merupakan korban mutilasi dan berjenis kelamin wanita yang uianya diperkirakan antara 25-30 tahunan,” terangnya. Diterangkan Deni, setelah dievakuasi, potongan tubuh tersebut kemudian dikirim ke RSHS Bandung untuk keperluan identifikasi lebih lanjut. Camat Pameungpeuk Drs Jujun Juhana melalui Kepala Bagian Informatika Setda Garut Drs Dikdik Hendrajaya MSi membenarkan adanya penemuan tiga bagian potongan tubuh di daerahnya. “Saat ini, kasus tersebut sudah ditangani pihak kepolisian,” tandasnya. (ag)

Herison Soesnandar ST MM, saat ditemui Medikom, menjelaskan, teguran sudah diberikan dua kali secara tertulis dan secara lisan melalui via telepon. “Tetapi dari pihak pimpinan kontraktor CV NBP tidak ada respons ataupun tanggapan. Padahal waktunya tinggal 50 hari berjalan. Kami sudah berusaha semaksimal mungkin agar jalan tersebut dapat dilanjutkan dalam pengerjaannya,” kata Herison. Camat Cibarusah Denny Hataji MM, di ruang kerjanya, ditemui Medikom, mengatakan, sangat kecewa atas kerterlambatan pengerjaan jalan tersebut. Camat akan memberikan surat ke Dinas Bina Marga Provingsi Jawa Barat agar secepat mungkin melakukan tindakan kepada pihak kontraktor CV NBP untuk segera melanjutkan pekerjaannya, sebab sisa waktunya 50 hari lagi, sedangkan waktu terus berjalan. Sebab CV tersebut pelaksana pengerjaan jalan provinsi di Cibarusah. Menurutnya pihak kontraktor harus bertanggung jawab terhahap pekerjaannya, sebab untuk

mendapatkan pekerjaan tersebut harus melalui tender. Senada dikemukakan tokoh pemuda di Cibarusah, bahwa pihak kontraktor harus bertanggung jawab terhadap pekerjaannya yang terbengkalai. “Jangan didiamkan seperti ini, apalagi pengerjaan jalan berada di depan pusat perbelanjaan yang setiap hari padat oleh aktivitas pasar itu sendiri. Hampir setiap hari ada saja yang mengalami kecelakaan. Jika demikian, perlu dipertanyakan kepada pihak kontraktor CV NBP atas kelalaiannya,” katanya. Untuk mendapatkan keterangan dari pihak kontaktor, yakni CV NBP, Medikom beberapa kali telah mencoba menghubungi pimpinan kontraktor tersebut melalui telepon selulernya, namun tetap saja tidak ada jawaban. Sementara masyarakat Cibarusah mengharapkan pihak Bina Marga Provinsi Jawa Barat segera merealisasikan solusi atas keluhan pengguna jalan dan warga tersebut. (Anur/Ign/Stef)

Peredaran Narkoba Sudah Mengglobal
LUBUK PAKAM, Medikom– Peredaran narkoba di Negara kita saat ini sudah mengglobal, masuk ke dalam peredaran jaringan internasional yang dilakukan secara sistematis dengan memanfaatkan kemajuan teknologi yang melibatkan kelompok-kelompok tertentu yang sulit untuk dideteksi. Demikian sambutan tertulis Bupati Deliserdang Drs H Amri Tambunan yang disampaikan Wabup H Zainuddin Mars pada Upacara Hari Anti Narkoba Internasional Tahun 2010 Sabtu (26/6) di Lapangan Alun-alun Pemkab Deliserdang, Lubuk Pakam. Upacara Hari Anti Narkoba Internasional ini dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Deliserdang H Zainuddin Mars sebagai Irup, dan bertindak sebagai Dan-up Kapten Inf Budiono dari Pasi Intel Kodim 0204/ DS serta Perwira Upacara Kompol Budiardo Saragih SIk, diikuti peserta upacara yang terdiri dari pelajar, TNI, Polri, Pramuka, OKP dan PNS se-jajaran Pemkab Deliserdang. Lebih jauh Bupati mengatakan, putra/putri Bangsa ini masih terus menjadi korban keganasan narkoba. Karena itu, harus bersatu dan merapatkan barisan sehingga tidak ada celah sedikit pun bagi pengedar narkoba untuk hidup dan berkembang di bumi tanah air ini. “Sebab bangsa kita adalah bangsa pejuang, bermartabat, bangsa yang memiliki peradaban, bangsa yang memegang teguh nilai budaya dan norma-norma agama,” ujarnya. Hadir pada upacara Ketua DPRD Hj Fatmawati, Muspida plus, Ketua Tim PKK Hj Anita Amri Tambunan, Ketua Gop TKI Hj Asdiana Zainuddin, Percit KCK, Bayangkari, serta SKPD, camat se-Kabupaten Deliserdang, dan ratusan undangan lainnya. (R David Sagala)

Komisaris BPR KS Mundur Karena Diperiksa BI?
BANDUNG, MedikomSaksi Darwin dari bagian deposito, saksi Diana selaku sekretaris, saksi Rouli Dewi selaku kepala administrasi kredit BPR Karyajatnika Sadaya menjelaskan bahwa berdasarkan informasi yang diterimanya penggugat Ny Selmi Kusuma Dewi Syamsudin (SKDS) mundur sebagai komisaris utama karena diperiksa Bank Indonesia (BI). Itu diungkapkan dalam acara pemeriksaan secara terpisah, Kamis (1/ 7), di PN Bandung.
hanya Ny SKDS yang mundur dari jabatannya. Dalam pemeriksaan itu Dewi menyerahkan sejumlah dokumen terkait administrasi kredit yang ditanganinya. Tampak hadir sebagai pengunjung sidang, Prayitno Yoga Prabowo, Direktur BPR KS yang dalam acara persidangan sebelumnya ditolak tergugat dari Bank Indonesia kesaksiannya, karena dinilai tidak akan objektif. Padahal yang hendak dijelaskan landasan kebijakan pemberian insentif. Penggugat Ny SKDS diwakili para pengacaranya, Nur Kholim SH MH, Nona Idar. Secara prinsip, menurut penggugat, insentif diterima Ny SKDS dari PT BPR KS selama Februari 2006–Oktober 2009 sebesar Rp717,8 juta, karena prestasi dan loyalitas yang dimilikinya. “Tindakan yang dilakukan penggugat sebagai kapasitas karyawan atau pribadi Ny SKDS yang berhasil menghimpun dana deposito dari masyarakat, bukan sebagai komisaris utama,” paparnya di ruang persidangan utama PN Bandung. Penggugat menunjukkan bukti pendukung bahwa insentif diterima dari Turut Tergugat II menurut yang sudah ditentukan dalam RUPS. Uang insentif itu diterimanya atas prestasinya menghimpun dana di luar tugas utamanya sebagai komisaris utama. Kalaupun BI bersikukuh dengan pendapatnya bahwa pemberian insentif kepada komisaris utama itu salah, sekalipun dalam kapasitas sebagai karyawan, maka kata para pengacaranya, pencegahan dengan pengawasan sekaligus pembinaanlah yang mesti dikedepankan. Bukan mencari-cari kesalahan, sehingga penggugat merasa ditekan dan harus mengundurkan diri berakibat mengalami kerugian secara materiil sebesar Rp1,697 miliar disertai kerugian imateriil Rp1 miliar. Pernyataan senada dikemukakan advokat Purnama Sutanto SH mewakili PT BPR KS atau Turut Tergugat II. Seperti disampaikannya kepada Medikom, kesaksian dari direksi dan pejabat/karyawan itu mestinya beralasan untuk didengarkan. Sebab, yang hendak diterangkan kebijakan perusahaan (PT BPR KS) mengenai dasar pemberian insentif, sehingga yang mengetahui persis adalah direksi atau pejabat yang terkait. Menurut pimpinan Kantor Advokat Purnama Sutanto SH & Rekan itu, sebagaimana bukti yang dihadirkan dalam persidangan silam, penghargaan yang diberikan PT BPR KS dalam bentuk insentif kepada Ny SKDS sudah sesuai ketentuan hukum. Prestasi atau penghargaan yang diterima Penggugat dari Turut Tergugat II (PT BPR KS), itu jelas dan tegas sesuai dengan ketentuan yang diamanatkan dalam kegiatan operasional perbankan, yakni Pasal 29 UU No 23 Tahun 1999 tentang BI yang telah diubah dengan UU No 3 Tahun 2004, dan Pasal 30-33 UU No 7 Tahun 1992 tentang Perbankan sebagaimana telah diubah dengan UU No 10 Tahun 1998. Sementara itu, menurut Tergugat I–IV dan Turut Tergugat I yang diwakili Arjaya Dewi Raya SE, Belly Harry Tjong, desakan pengembalian insentif itu sudah sesuai ketentuan hukum. Kembali ditegaskan, dalam acara pembuktian, bahwa gugatan itu tidak jelas, termasuk mengenai kewajiban hukum, kepatutan dan kesusilaan yang dilanggar. “Tidak jelas ketentuan hukum yang dilanggar pihak tergugat dalam gugatan perbuatan melawan hukum. Dengan demikian secara prinsip pihak tergugat menilai kebijakan pengawasan BI sudah tepat secara hukum,” jelasnya. (Zaz)

Amin Dkk Didakwa Gunakan Surat Palsu
BANDUNG, MedikomPersidangan perkara pidana dalam berkas No 597/Pid/B/2010 dengan Terdakwa I Amin Mustofa (AM) dan Terdakwa II Hj Oyoh (Oy) yang sempat tertunda akhirnya dilanjutkan. Jaksa penuntut umum Dodi Junaidi SH, Selasa (29/ 6), membacakan surat dakwaan kepada dua terdakwa itu dengan tuduhan menggunakan surat palsu sebagaimana ketentuan yang diatur dalam Pasal 263 ayat (2) KUHP.
Dalam paparan surat dakwaan atas Terdakwa I AM (55), Terdakwa II Oy (88), diuraikan, untuk kepentingan pembuktian dalam persidangan di PTUN Bandung dan gugatan perdata di PN Bandung, para terdakwa menggunakan surat segel hibah/ segel 1936 yang diduga palsu. Adanya sejumlah keganjilan dalam surat untuk kepentingan pembuktian itu diperkuat dengan pengujian hasil di labkrim. “Yang menyimpulkan tanda tangan yang terdapat dalam surat itu non identik,” tutur jaksa di hadapan majelis hakim yang diketuai I Made Sukadana SH MH, di ruang sidang IV PN Bandung. Menanggapi surat dakwaan itu, Terdakwa II yang sudah lansia, dan tampak kurang sehat dan mengalami gangguan pendengaran, ini dengan suara terbata dan raut wajah yang serius mengatakan tidak memahami surat dakwaan jaksa. Pernyataan itu diperkuat pengacaranya Boyke Lumbansiantar SH dari Kantor Advokat Singap A Pandjaitan SH MH, tentang ketidakmengertian kliennya terhadap dakwaan sekaligus meminta penetapan untuk seluruh kliennya yang mengalami gangguan kesehatan, termasuk dua terdakwa berkas kedua yang terpisah. Juga disampaikan bahwa terdakwa III Ule (berkas kedua terpisah) minggu lalu meninggal dunia. Sebelumnya, dalam penyidikan, tersangka Embat meninggal dunia. Majelis hakim dalam penetapannya memberikan kesempatan kepada Terdakwa II Hj Oy, berkas kedua No Perkara: 538/ Pid/B/2010 yang surat dakwaanya belum dibacakan, yakni Otong dan Engko, untuk diperiksa kondisi kesehatannya secara keseluruhan (general check up). Pembiayaannya menjadi tanggung jawab para terdakwa, sedangkan para pengacaranya diwajibkan sesegera mungkin melaporkan hasil pemeriksaannya. Sementara, advokat Purnama Sutanto SH, kuasa hukum saksi pelapor Itok Setiawan (IS) dalam perkara pidana itu, seperti disampaikan kepada Medikom, mengatakan, dua berkas perkara ini bisa cepat diadili sesuai asas cepat, sederhana dan murah, untuk kepentingan kebenaran materiil. Dia kembali mendesak Ketua Pengadilan Negeri Bandung (PNB) untuk menangguhkan eksekusi pengosongan terkait perkara perdata. Sebagai kuasa hukum Termohon Eksekusi I Itok Setiawan dan Termohon Eksekusi II Sucipto Lustojoputro, sekaligus pemohon penangguhan eksekusi pengosongan, menurut Purnama, upaya yang dilakukannya beralasan secara hukum. “Sebab para pemohon eksekusi AM, Hj Oy, Ot, Eng menjadi terdakwa dengan sangkaan menggunakan surat palsu itu, sedang diadili untuk mendapatkan kebenaran materiil,” tegasnya. Advokat Purnama menjelaskan, surat palsu berupa surat segel tahun 1936, sebagaimana didakwa dalam berkas perkara pidana itu, dipergunakan sebagai alat bukti untuk mengklaim sebagai pemilik melalui jalur hukum perdata. Bukti surat itu dipergunakan pemohon eksekusi (para terdakwa) dalam perkara perdata No 213/Pdt/G/2007/ PN.Bdg itu dengan bukti T.1.II-12 diduga kuat palsu. Fakta hukum tentang keganjilan surat ini, secara formil dalam berkas penyidikan diperkuat dengan keterangan saksi dari penyidik Reserse Polwiltabes Bandung sebagaimana hasil pemeriksaan laboratorium. “Laboratorium Kriminalistik Mabes Polri menyimpulkan sebagai berikut, surat hibah/surat segel tahun 1936 yang telah dipergunakan oleh para pemohon eksekusi sebagai dasar hukum mengajukan gugatan perdata No 607 K/Pdt/ 2009 jo No 284/Pdt/2008/PT.Bdg jo No 213/Pdt/G/2007/PN.Bdg adalah non identik,” tandas Purnama. Lebih jauh, pengacara yang akrab disapa Ivan ini berharap PNB melanjutkan mengadili perkara pidananya sekaligus menangguhkan eksekusi pengosongan atas Penetapan Ketua PNB No 24/Pdt/Eks/2010/ Put/PN.Bdg jo No 213/Pdt/G/ 2007/PN.Bdg jo 284/Pdt/2008/ PT.Bdg jo No 607 K/Pdt/2009 tertanggal 12 Mei 2010 yang ditandatangani Ketua PNB, hingga dua berkas pidana itu sudah berkekuatan hukum tetap. Begitu juga dengan surat panggilan teguran (aanmaning) No 24/Pdt/eks/2010/Put/PN.Bdg jo No 213/Pdt/G/2007/PN.Bdg jo 284/Pdt/2008/PT.Bdg jo No 607 K/Pdt/2009 tertanggal 18 Mei 2010. Sehingga, harus ditangguhkan perkara perdata yang hendak diekskusi secara paksa itu, karena alas haknya berdasarkan surat segel/hibah tahun 1936 yang diduga palsu. Penangguhan itu hingga Perkara No 597-598/Pid.B/2010/PNB (sekarang sedang disidangkan) sudah berkekuatan hukum tetap (inkracht). Selanjutnya dengan putusan yang inkraht itu saksi pelapor akan mengajukan upaya hukum peninjauan kembali (PK) ke Mahkamah Agung atas putusan kasasi secara perdata yang sudah dikeluarkan. (Zaz)

Menurut para saksi di hadapan majelis hakim yang diketuai H Suprapto SH MH, mundurnya penggugat terkait dengan tuntutan pengembalian insentif yang diterima, tetapi tidak mengetahui secara persis dan detailnya. Lebih jauh saksi Dewi juga menjelaskan bahwa bagiannya juga diperiksa BI terkait kasus penggugat, pada akhir 2009 dan terakhir diperiksa April 2010. Tetapi tidak pernah menyaksikan Ny SKDS diperiksa BI secara langsung. Juga tidak mengetahui pemeriksaan secara langsung kepada direksi. Yang pasti, akibat pemeriksaan itu

Halaman Khusus

Edisi 376 Tahun VII 05 s.d. 11 Juli 2010

PURWASUKA
Purwakarta - Subang - Karawang
SUBANG, Medikom–Program TMMD memiliki potensi memberikan multiplier efect secara optimal jika didukung oleh kesadaran masyarakat setempat khususnya dalam memanfaatkan hasil program dengan sebaik-baiknya untuk memberikan manfaat terhadap peningkataan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan. Hal tersebut merupakan sambutan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, yang dibacakan oleh Bupati Subang Eep Hidayat pada penutupan Program TNI Manunggal Masuk Desa (TMMD) ke-84 tingkat Jawa Barat tahun 2010 di SMPN Cisalak Subang. Selanjutnya, Gubernur menyampaikan harapannya hasil yang telah terbangun dengan baik melalui TMMD dapat dipertahankan dan dikembangkan lebih optimal sebagai salah satu modal dasar dalam upaya pelaksanaan pembangunan yang berkelanjutan melalui penguatan partisipasi masyarakat dan pemberdayaan suber daya lokal yang bermuara pada perwujudan masyarakat Jawa Barat yang berkualifikasi mandiri, dinamis dan sejahtera. “Bagi Bupati Subang, TMMD merupakan aksi yang luar biasa dan perlu dipertahankan. Karena TMMD bukti kekuatan gotong royong antara TNI, pemerintah daerah dan masyarakat. Saya melihat setiap TMMD hasilnya karya luar biasa. TMMD harus dipertahankan dan wajib diteruskan setiap pemerintah daerah dalam setiap tingkatan harus memberikan apresiasi yang baik dengan menyediakan support dana dan kegiatan,” kata Bupati mengomentari hasil kegiatan TMMD dalam agenda penutupan TMMD. Penutupan ditandai dengan ditandatanganinya laporan kegiatan TMMD tahun 2010 oleh Bupati Subang dan Kodim 0605/Subang, Letkol Inf Stefanus Mahury. Dandim 0605/Subang menyampaikan bahwa TMMD merupakan keterpaduan antara masyarakat dan TNI bersama Pemerintah Daerah (Pemda), termasuk komponen bangsa lainnya. Melalui program ini, lanjut Dandim, sangat bermanfaat sebagai media meningkatkan kemanunggalan yang dianggap penting sesuai dengan sistem pertahanan semesta, dengan merangkul elemen masyarakat lainnya seperti pengusaha dan pihak lainnya. Peranan pemerintah baik kabupaten maupun provinsi cukup baik. “Apalagi untuk Subang ini sangat tepat sesuai dengan program pembangunan berbasiskan desa dengan strategi gotong royong. Metode pertahanan pun bisa dikembangkan dengan petahanan berbasis desa. Ini merupakan sinergis, yang menurut saya, sangat tepat,” jelas Dandim. Kegiatan kali ini mengambil tema: “Melalui Manunggal Membangun Desa Kita Tingkatkan Kebersamaan dalam Memberdayakan Masyarakat dan Desa Guna Meningkatkan Akselerasi Pembangunan di Daerah Dalam Rangka mewujudkan Ketahanan Wilayah yang Tangguh serta Memperkokoh Persatuan dan Kesatuan Bangsa”. TMMD tingkat Jawa Barat tahun 2010 dilaksanakan di Subang, Cianjur, Bekasi, Karawang dan Garut, dari 8–28 Juni 2010. Untuk Kabupaten Subang berlokasi di Desa Sukakerti, Cisalak, Subang berhasil melaksanakan aksi bedah rumah milik Ibu Endah (73 tahun), seorang jompo, Warga Dusun Sukamulya, perbaikan gedung balai musyawarah, membangun empat pos kamling, dan merenovasi satu tempat ibadah, serta membangun gorong-gorong buis tujuh unit, gorong-gorong plat 3 unit, pengerasan jalan sepanjang 5 km dan pengaspalan jalan sejauh 400 meter dengan lebar 3 meter dan aksi penanaman pohon sebanyak 2.500 pohon yang dilakukan oleh 150 prjurit TNI. Usai penutupan diselenggarakan hiburan rakyat yang melibatkan prajurit TNI dan para perwira bersama bupati dan pejabat lainnya menari jaipongan. (Loy)

5
Purwasuka diolah oleh wartawan daerah yang dikepalai Endang Kosasih, penanggung jawab Ridwan Abdulah dengan wartawan Lodewyk Butar-Butar, Slamet SP, dan Asep Oloy.

Bupati Tutup TMMD ke-84 Tahun 2010
KARAWANG, Medikom–Bupati Karawang Drs H Dadang S Muchtar menutup kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-84 Tahun 2010 yang diselenggarakan oleh Korem 063/ Sunan Gunung Jati dan Kodim 0604/Karawang di Desa Sukajaya dan Desa Pasirjaya, Kecamatan Cilamaya Kulon, Senin pekan lalu. Prosesi penutupan ditandai dengan diserahkannya peralatan pembangunan oleh perwakilan anggota TNI kepada Bupati Dadang S Muchtar. Bupati dalam kesempatan tersebut mengatakan, keberadaan TNI hingga saat ini masih dibutuhkan oleh rakyat, dan kegiatan ini merupakan salah satu karya TNI dalam rangka ikut serta membangun masyarakat sehingga dapat terwujud kemanunggalan antara TNI dan masyarakat serta meningkatkan ketahanan nasional. “Untuk itu, saya atas nama pemerintah daerah dan masyarakat Kabupaten Karawang memberikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada jajaran TNI,” ujarnya. Lebih lanjut Bupati mengatakan, tantangan bangsa Indonesia saat ini sangat berat dan kompleks, baik tantangan yang terlihat jelas, maupun yang tidak terlihat. Salah satunya adalah terorisme maupun peredaran video porno. Untuk itu, Bupati berharap seluruh stakeholder dapat ikut serta dalam mengantisipasi dan mendeteksi secara dini tantangantantangan tersebut. Keberadaan TMMD ini hendaknya dapat dimanfaatkan sebagai sarana untuk mengantisipasi dan mencegah dampak-dampak tersebut, sehingga dapat dilaksanakan tindakan preventif. “Seluruhnya, mulai dari TNI, hingga ke ibu rumah tangga maupun anak sekolah harus mampu memberikan informasiinformasi, sehingga dapat menjadi satu kesatuan,” imbuhnya. Di sisi lain, terkait pembangunan prototipe gedung Kantor Desa, Bupati mengatakan bahwa dalam kantor tersebut juga akan tersedia ruangan bagi para Babinsa TNI dan Babinkamtibmas Polisi. “Mereka akan memiliki ruangan tersendiri sehingga dapat semakin berperan di tengah-tengah masyarakat,” tambahnya. Dandim 0604/Karawang, Letkol Kav I E Djoko Purwanto mengatakan, kegiatan TMMD telah dapat mewujudkan tugas-tugas bantuan TNI kepada Pemkab Karawang, antara lain dengan meningkatkan infrastruktur dan kesejahteraan masyarakat pedesaan, serta terwujudnya kesadaran berbangsa dan bernegara serta peranan masyarakat dalam rangka sistem bela negara. “Yang terpenting terwujudnya kemanunggalan TNI dan rakyat,” ucap Djoko. Selanjutnya, kegiatan TMMD ini diselenggarakan selama 21 hari, mulai tanggal 8 hingga 28 Juni 2010, dengan kegiatan berupa pembangunan fisik dan non fisik. Sebelum dilaksanakan kegiatan pokok, telah diselenggarakan pula kegiatan Pra TMMD yang berlangsung pada tanggal 8 Mei hingga 7 Juni 2010. Kegiatan fisik yang telah dilaksanakan di antaranya adalah pembuatan jembatan, pembuatan turap, pengerasan jalan lingkungan dengan menggunakan beton, pembuatan duicker, pengerasan jalan desa dan lingkungan dengan menggunakan sirtu, pembuatan badan jalan, serta rehabilitasi musala. Sedangkan untuk kegiatan nonfisik antara lain adalah pelatihan keterampilan, sosialisasi dan penyuluhan terpadu, serta pemberian sarana kontak, berupa buku dan peralatan olahraga untuk SD, MTs, dan SMA,” tambahnya. (Andy Nugroho)

TMMD Merupakan Aksi yang Luar Biasa

DPRD Karawang Setujui Perda dan Perubahan Status Satpol PP
KARAWANG, Medikom-Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Karawang menyetujui Rancangan Perda Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), yang salah satu pasalnya menyebutkan mengenai perubahan status Satpol PP Kabupaten Karawang dari Tipe B menjadi Tipe A. Hal tersebut tesirat saat pelaksanaan Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Karawang, Rabu pekan lalu. Dalam rapat paripurna tersebut, ketujuh fraksi DPRD, yaitu PDIP, Demokrat, Golkar, PKS, Gerindra, Persatuan Bintang Nurani, serta PKB, dalam pandangan akhirnya menyetujui Raperda Satpol PP untuk disahkan sebagai Perda. Namun demikian, ketujuh fraksi berharap dengan disahkannya perda tersebut, Satpol PP Kabupaten Karawang dapat semakin profesional dalam menjalankan tugas dan fungsinya. Selain itu, Satpol PP Kabupaten Karawang pun diharapkan dapat melaksanakan penertiban secara persuasif, sesuai aturan, menjunjung tinggi hak asasi manusia, serta menghindari sikap brutal. Dengan demikian dapat menghindari anggapan Satpol PP yang penuh kekerasan, dan menghindari terjadinya kasus sebagaimana yang terjadi di Tanjung Priok saat penertiban lokasi makam Mbah Priok. Bupati Karawang Dadang S Muchtar dalam sambutannya usai pandangan akhir fraksi-fraksi, menilai keberadaan Perda Satpol PP yang baru merupakan salah satu wujud penyempurnaan organisasi pemerintah daerah, karena Satpol PP merupakan bagian integral dalam rangka penegakkan perda dan menjamin keamanan dan ketertiban masyarakat. “Siapapun yang menjabat sebagai Kepala Satpol PP harus merupakan seorang yang ahli di bidang hukum,” kata Bupati. Dengan demikian, dalam pelaksanaan tugasnya mereka tidak salah menjabarkan aturan hukum. “Terlebih Karawang mempunyai permasalahan yang kompleks, dengan dinamika penduduk yang terus berkembang pesat,” jelasnya. Bupati menambahkan, dalam rangka mencegah terjadinya kasus seperti kasus Tanjung Priok, Satpol PP Kabupaten Karawang setiap akan melaksanakan tugas penertiban selalu diapelkan dan diberikan pengarahan terlebih dahulu secara langsung oleh Bupati. Hal ini agar mereka dapat melaksanakan tugas secara persuasif. “Mudah-mudahan protap ini dapat terus dipertahankan sehingga tidak terjadi seperti kasus Tanjung Priok,” harapnya. (Andy Nugroho)

Peranan Pramuka di Kabupaten Subang Harus Ditingkatkan
SUBANG, Medikom–Wakil Bupati Subang Ojang Sohandi menyampaikan rasa masygul atas degradasi moral yang terjadi di kalangan generasi muda. Di antaranya dengan maraknya tindak dan aksi kekerasan dilakukan oleh anak-anak muda yang notabene adalah generasi muda. “Kemungkinan salah satu penyebabnya ialah kurang berperannya Gerakan Pramuka. Oleh karena itu, peranan Gerakan Pramuka perlu ditingkatkan kembali,” ungkap Wakil Bupati yang juga sebagai Ketua Kwacab Gerakan Pramuka Kabupaten Subang, dalam pembukaan Kursus Pengelola Dewan Kerja di Gedung Puri Kitri Pramuka Kwarcab Subang, (29/6). Menurutnya, untuk m e m b a n g u n k a n kekuatanGerakan Pramuka diperlukan etos kerja yang meliputi empat aspek, yaitu kerja keras, kerja cerdas, kerja tuntas, dan kerja ikhlas. Sehingga gerakan pramuka bisa terasa manfaatnya baik oleh anggota maupun oleh masyarakat. Dijelaskan maksud dari kerja keras ialah menumpahkan segala kemampuan yang dimiliki atas tugas yang diamanatkan dan melaksanakannya dengan sebaikbaiknya. Segala kemampuan dilakukan untuk menyelesaikan tugas yang diembannya. Kedua, kerja cerdas maksudnya memahami tugas pokok dan fungsi (tupoksi) secara jelas. Sehingga tidak terjadi “pacorok kokod” yang berakibat ketidakjelasan tugas dan tanggung jawabnya atau terjadi saling andalkan. Dengan kerja cerdas tugas dapat dilaksanakan dengan baik dan memiliki tanggung jawab yang jelas. Kerja tuntas maksudnya tidak meninggalkan sisa pekerjaan atau hal-hal yang belum selesai pada akhir kegiatan. Dengan kerja tuntas apa yang menjadi amanat agenda dilakukan secara tuntas periode yang telah ditentukan. Keempat, ialah kerja ikhlas. Ini adalah bagian terpenting dalam etos kerja. Pekerjaan dilakukan dengan baik dengan atau tanpa sepengetahuan kakak-kakak pembina. Ada rasa diawasi oleh yang Maha Kuasa. Kontrol moral kepada pekerjaan yang diamanatkan sehingga menghasilkan karya yang maksimal. Keempat aspek etos kerja tadi harus diiringi oleh penegakkan disiplin dari para anggota pramuka. “Pramuka bukan sekadar buat gagah-gagahan, tetapi sebagai wahana penegakkan disiplin untuk menciptakan kader bangsa yang baik. Maka dari itu, disiplin merupakan sesuatu yang harus tegak,” tegas Wakil Bupati. Maka dengan etos kerja yang baik atas dasar kedisiplinan bisa meningkatkan peranan pramuka pada kehidupan sosial di masa depan. Gerakan Pramuka adalah sebagai “Raksasa yang tengah tidur”. Untuk itu perlu dibangunkan supaya pramuka menjadi kekuatan yang membawa manfaat baik bagi anggotanya terutama kepada masyarakat luas. Dalam laporan Panitia kegiatan yang disampaikan oleh Ketua Panitia, Pian Firman Hidayat, Kursus Pengelola Dewan Kerja kali ini diikuti oleh 25 anggota dari 15 kwaran se-Kabupaten Subang yang rencananya berlangsung sampai dengan 1 Juli 2010. Pembukaan ditandai dengan penancapan kujang pada kayu pohon dengan iringan doa kesuksesan. (Loy)

Sekdes Non-PNS Akan Dapat Jaminan Pemeliharaan Kesehatan
SUBANG, Medikom–Dalam rangka memberikan jaminan kesehatan bagi aparat desa non-PNS, Pemerintah Kabupaten Subang akan memberikan jaminan kesehatan. Untuk itu telah dilakukan kerja sama dengan PT Askes (Persero) pada acara Penadatanganan Perjanjian Kerja Sama Program Jaminan Pemeliharaan Kesehatan bagi Aparat Desa Kabupaten Subang tahun 2010–2011. Kegiatan dilaksanakan di Kantor Kecamatan Pagaden, Kamis (1/7). Dari pihak Pemkab Subang diwakili oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Subang, Drs H Rahmat Solihin, sedangkan dari pihak PT Askes (Persero) oleh Kepala PT Askes Cabang Sumedang yang dilanjutkan penyerahan Jamkesmas secara simbolis diberikan kepada Sekdes Gambarsari, Kecamatan Pagaden disaksikan para camat, wakil dari BPMKB, RSUD Subang, dan aparat desa. Dalam sambutannya, Sekda Subang menyampaikan bahwa pemberian jamkesmas kepada sekdes Non-PNS adalah bentuk upaya Pemkab Subang supaya para sekdes yang Non-PNS bisa lebih tenang menjalankan tugas. Jamkesmas hanya berlaku bagii sekdesnya saja, sedangkan keluarga belum. Oleh karena itu, atas nama pemerintah, Sekda mengharapkan supaya perolehan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) dapat dilunasi. “Kami berharap kepada aparatur desa bisa melunasi PBB dengan cara berupaya lebih keras lagi dengan berbagai upaya yang baik. Karena PBB merupakan pendapatan negara. Pembiayaan pembangunan 70% di antaranya dibiayai dari pajak,” kata Sekda. Guna merangsang keberhasilan, bagi kecamatan yang mampu melunasi PBB, pemerintah akan memberikan penghargaan . (Hms)

Wabup Karawang Resmikan Pembukaan Liga Purwadana 2010
KARAWANG, Medikom-Wakil Bupati Karawang, Hj. Eli Amalia Priatna meresmikan pembukaan kejuaraan sepak bola junior Liga Purwadana VI Tahun 2010, Minggu pekan lalu. Pembukaan kejuaraan yang berlangsung di lapangan sepak bola Desa Purwadana tersebut ditandai dengan prosesi penendangan bola pertama serta pelepasan balon oleh Wakil Bupati, dengan didampingi oleh Camat Telukjambe Timur Hilda Syafrida, Kepala Desa Purwadana Asep Komara, serta unsur Muspika Kecamatan. Kejuaraan tersebut diikuti oleh 18 klub sepakbola asal Kabupaten Karawang, di antaranya adalah PSB, Belpolres, Ikrama, Arget, Persaba A, Persaba B, Genvika, Radial, Krapu, GK Lumayung A, GK Lumayung B, Remako, Porget A, Porget B, JVC A, JVC B, serta Rejensi A, dan Rejensi B. Laga perdana kejuaraan tersebut akan mempertemukan kesebelasan Rejensi B berhadapan dengan kesebelasan PSB, yang merupakan juara bertahan Liga Purwadana V. Wakil Bupati dalam kesempatan tersebut berpesan baik kepada para peserta, ofisial, maupun supporter masing-masing klub untuk senantiasa menjaga sportivitas dalam bertanding. Terlebih saat ini suporter sepak bola di Indonesia memiliki citra yang negatif dan cenderung merusak. “Hal ini merupakan cara memberikan dukungan yang salah, dan itu bukan merupakan supporter yang baik,” jelasnya. Oleh karena itu, melalui kegiatan Liga Purwadana ini, Wakil Bupati mengimbau seluruh jajaran pecinta olahraga sepak bola, khususnya para suporter untuk dapat menunjukkan sikap yang taat aturan, memiliki etika, serta tidak merusak. “Bertandinglah dengan sportif dan jujur, sehingga ke depan dapat ditemukan bibit-bibit sepakbola yang dapat mewakili Karawang di tingkat nasional, bahkan Internasional,” tambahnya. Ketua Karang Taruna Desa Purwadana, Tatang Sudrajat, yang merupakan penyelenggara kegiatan tersebut menjelaskan, kegiatan Liga Purwadana terus digelar secara kontinu, dan saat ini telah mencapai penyelenggaraannya yang keenam. “Liga ini diselenggarakan selama dua tahun sekali dengan harapan dapat memberikan kontribusi bagi pembinaan sepakbola di Kabupaten Karawang,” ujarnya. Tatang melanjutkan, salah satu keberhasilan dari penyelenggaraan Liga Purwadana adalah mempromosikan bibit-bibit pemain sepak bola di Kabupaten Karawang. “Salah satunya adalah Tata Suparta, pemain asli Karawang yang berprestasi dalam Liga Purwadana, dan saat ini telah menjadi salah satu anggota tim Persib Junior,” tambahnya. Sementara itu, Wakil Bupati sendiri merupakan sosok yang cukup concern dengan keberadaan olahraga sepak bola di Kabupaten Karawang. Selain saat ini menjabat sebagai Ketua Badan Sepak bola Rakyat Indonesia (BASRI), Wakil Bupati juga pernah mengelola sebuah sekolah sepakbola, yaitu SSB Sanggabuana. (Andy Nugroho)

Menyambut Hari Koperasi Ke-63
SUBANG, Medikom–Keluarga Muhammad Hatta atau Bung Hatta yang dikenal sebagai Bapak Koperasi Indonesia direncanakan turut hadir pada Peringatan Hari Jadi Koperasi ke-63 tingkat Jawa Barat yang akan dipusatkan di Kabupaten Subang. Kegiatan akan berlangsung pada 16 dan 17 Juli 2010 di Alun-alun Subang. Hal tersebut terungkap dalam Rapat Persiapan Hari Koperasi yang berlangsung di Kantor Dinas Koperasi & UKM Kabupaten Subang pada 1 Juli 2010. Rapat persiapan dipimpin oleh Kepala Diskop UKM Kabupaten Subang Drs Ugit Sugiana MSi, bersama Kepala Diskop & UKM Prov Jabar Drs Wawan Hermawan MA serta Ketua Dekopinda Kabupaten Subang Daeng Taher SE. Menurut Kabag Humas & Protokol Drs Asep Setia Permana Msi persiapan yang dilaksanakan meliputi penyambutan tamu dari provinsi yang akan hadir pada hari pertama ialah Wakil Gubernur Jawa Barat didampingi oleh Kadis Koperasi & UKM dan Ketua Dekopinwil Jawa Barat diterima oleh Wakil Bupati yang didampingi oleh Kadis Koperasi & UKM serta Ketua Dekopinda Subang. Wakil Gubernur Jabar, Dede Yusuf, disambut kesenian kuda renggong di alun-alun untuk kemudian melangsungkan acara pokok. Sedangkan untuk acara hiburan, sebagaimana disampaikan Kepala Seksi Kesenian Disbuparpora, Warman Santi, pada hari pertama ialah prosesi adat tutunggulan group sampih, musik awi Grup Penus pimpinan Tajudin, Kuda Renggong Asih Parung Jaya pimpinan Utom Lubis, organ plus dari Grup Ceria Nada Ceceng Priatna dan hiburan malam Gembyung Grup Galih Pusaka. Pada hari kedua yang merupakan puncak acara, akan dihadiri oleh Menteri Koperasi dan UKM, DR Sjarifuddin Hasan MM MBA berserta Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan serta tamu pejabat provinsi lainnya. Gubernur dan Menkop & UKM akan disambut oleh kesenian sisingaan untuk menuju Alun-alun Subang. (Loy)

Rp20 Juta bagi Peraih Medali Emas Porda
SUBANG, Medikom–Bupati Subang Eep Hidayat yang didampingi oleh Wakil Bupati Ojang Sohandi serta pejabat lainnya melepas 175 atlet untuk mengikuti 22 cabang olahraga dalam Porda Jabar XI yang akan berlangsung di Soreang, Kabupaten Bandung. Pelepasan dilakukan di Rumah Dinas Bupati Subang. Pada kesempatan tersebut, Ketua Harian KONI Cabang Kabupaten Subang Oman Warjoman, menyampaikan, keberangkatan para atlet dibagi dalam dua gelombang, yaitu tanggal 30 Juni 2010 sebanyak 6 cabang olahraga dan tanggal 2 Juli 2010 sebanyak 16 cabang olahraga. Pihak KONI menargetkan perolehan 20 medali emas. Bupati Subang mengatakan, sebagai bukti keseriusan pemerintah dalam olahraga, pihaknya akan memberikan uang pembinaan atau kadeudeuh Rp20 juta bagi atlet peraih medali emas. Sedangkan bagi orang tua angkat masing-masing cabang olahraga, oleh Bupati diimbau supaya hadir di lokasi lomba saat pertandingan berlangsung untuk memberikan dukungan penuh kepada atlet asuhnya. “Dengan kehadiran orang tua asuh di lapangan saat pertandingan, saya rasa akan memberikan pengaruh positif berbeda,” jelas Bupati. Pelepasan atlet ditandai oleh penyerahan seragam atlet dari Ketua Harian KONI kepada Bupati Subang yang disaksikan oleh para orang tua asuh yang terdiri dari para pejabat dan Muspida Kabupaten Subang. Di sela-sela ramah-tamah dengan para atlet olahraga yang akan berangkat, Kapolres Subang AKBP Dadang Hartanto, menyampaikan dalam rangka HUT Bhayankara, akan melaksanakan sepeda santai dengan tema “Polisi Sejuta Kawan”. Menurut Dadang, kegiatan itu akan serentak dilaksanakan di seluruh Indonesia pada 4 Juli mendatang. “Insya Allah pada hari itu (4 Juli) akan ada pemecahan rekor MURI di Jakarta,” jelas Dadang. Melalui momen bersepeda supaya polisi lebih dekat dengan masyarakat. Sehingga anggota Polri bisa lebih mengenal situasi dan kondisi masyarakat yang dihadapinya. Sarana sepeda, kata Dadang, dianggap cukup familiar dengan kehidupan masyarakat baik kalangan bawah, menengah, maupun dan kalangan atas sekalipun. Selain sehat, sekaligus untuk kampanye hemat energi yang saat ini tengah digalakkan. (Loy)

Majelis Taklim Al Kautsar Gempol Kolot Banyusari Diresmikan
KARAWANG, Medikom–Wakil Bupati Karawang Hj Eli Amalia Priatna meresmikan penggunaan Majelis Taklim Al-Kautsar yang terletak di Desa Gempol Kolot, Kecamatan Banyusari. Peresmian tersebut ditandai dengan pengguntingan pita oleh Wakil Bupati yang didampingi Camat Banyusari serta para pengurus majelis taklim, Kamis pekan lalu. Dalam kesempatan tersebut Eli mengatakan, keberadaan majelis taklim ini diharapkan dapat menjadi sarana dan tempat bagi para jemaah berkumpul guna tukar menukar ilmu pengetahuan. Tidak hanya agama, melainkan juga informasi-informasi lain yang juga penting, seperti pencegahan narkoba dan HIV/AIDS,” ujarnya. Dikatakan, kondisi generasi muda saat ini sangat memprihatinkan. Hal ini harus turut menjadi perhatian para jemaah majelis taklim yang sebagian besar merupakan kaum ibu. Selain itu, Wakil Bupati juga mengingatkan bahwa sebagai umat Islam, harus peduli pada kebersihan dan kesehatan lingkungan, karena kebersihan merupakan sebagian dari iman yang dapat membawa kita hidup sehat. “Allah SWT cinta kepada umatnya yang suka akan kebersihan. Oleh karena itu, kita harus cinta kebersihan sehingga dicintai oleh Allah SWT,” imbuhnya. Sebelumnya Kepala Desa Gempol Kolot, Karmin mengatakan, dengan selesainya pembangunan majelis taklim yang cukup megah tersebut, keberadaannya diharapkan dapat menjadi kebanggaan bagi para jemaah serta warga desa. Untuk itu, pihaknya mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat selama proses pembangunan. “Khususnya Pemda Karawang dan para donatur lainnya,” jelasnya. Di sisi lain, Pengurus Majelis Taklim Al-Kautsar, Ustaz.ah Een Nuraenah berharap keberadaan majelis taklim dapat berjalan baik, bermanfaat, dipergunakan terus oleh para jemaah. “Dalam pelaksanaannya, majelis taklim ini tidak hanya akan diisi oleh kegiatan keagamaan, melainkan juga kegiatan-kegiatan bermanfaat lainnya,” tambahnya. Peresmian majelis taklim tersebut juga dipadukan dengan kegiatan peringatan Isra Miraj tingkat Desa Gempol Kolot. Puluhan jemaah serta masyarakat lain yang sebagian besar merupakan kaum perempuan memadati lokasi peresmian. Mereka berharap dapat bertatap muka langsung dengan Wakil Bupati serta mendengarkan tausyiah dari Mubalighoh asal Cirebon, Ustazah Sopiah Muhyi. (Andy Nugroho)

HUT KOTA BANDUNG ke 200
Tujuan : Mewujudkan peningkatan kesejahteraan masyarakat, meningkatkan sinergitas pelestarian budaya lokal antar pemerintah, pelaku budaya dan masyarakat, meningkatkan prestasi kepemudaan, meningkatkan kepekaan dan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan sosial serta meningkatkan mutu kerjasama diantara semua pemangku kepentingan dalam pembangunan kota bandung. Implementasi dari Misi 3 ini dituangkan secara lebih rinci ke dalam 8 (delapan) arah kebijakan dan 14 (empat belas) program. 4.Menata Kota Bandung menuju metropolitan terpadu yang berwawasan lingkungan Penataan Kota. Tujuan : Mewujudkan kualitas udara, air dan tanah sesuai baku mutu lingkungan, menjamin tersedianya kuantitas dan kualitas air, mewujudkan pengelolaan limbah padat yang efektif dan bernilai ekonomi. menyediakan ruang kota yang aman, nyaman, produktif dan berkelanjutan, memantapkan pembangunan Kota Bandung yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan, menyediakan sistem transportasi yang aman, efisien, nyaman, terjangkau dan ramah lingkungan, mewujudkan sarana dan prasarana lingkungan yang memenuhi standar teknis/standar pelayanan minimal (SPM), serta mewujudkan mitigasi bencana yang handal. Implementasi dari Misi 4 ini dituangkan secara lebih rinci ke dalam 7 (tujuh) arah kebijakan dan 29 (dua puluh sembilan) program. 5.Meningkatkan kinerja pemerintah kota yang efektif, efisien, akuntabel dan transparan dalam upaya meningkatkan kapasitas pelayanan kota metropolitan. Tujuan : Mewujudkan Tata Kelola Pemerintahan yang Baik (Good Governance) melalui Pemantapan Reformasi Birokrasi. Implementasi dari Misi 5 ini dituangkan secara lebih rinci ke dalam 6 (enam) arah kebijakan dan 10 (sepuluh) program. 6.Meningkatkan kapasitas pengelolaan keuangan dan pembiayaan pembangunan kota yang akuntabel dan transparan dalam menunjang sistem pemerintahan yang bersih dan berwibawa. Tujuan : Mewujudkan anggaran pemerintahan yang optimal serta mewujudkan peran serta aktif masyarakat dan swasta dalam pembiayaan pembangunan kota. Implementasi dari Misi 6 ini dituangkan secara lebih rinci ke dalam 5 (lima) arah kebijakan dan 2 (dua) program. B. PRIORITAS DAERAH Secara umum untuk Tahun 2009-2013 akan dilakukan berbagai macam program pembangunan. Program-program tersebut disusun berdasarkan Permendagri Nomor 59 Tahun 2007. Dengan mempertahankan substansi program-program yang sudah berjalan pada periode sebelumnya serta mempertimbangkan kampanye Walikota, maka disusun 7 (tujuh) Agenda Prioritas untuk Tahun 2009-2013. Adapun 7 (tujuh) agenda tersebut adalah: 1.Memantapkan kecerdasan warga Kota Bandung (Bandung Cerdas), melalui Bantuan Walikota untuk Pendidikan (Bawaku Sekolah), dengan mengupayakan program sebagai berikut: 1)Program Peningkatan Kualitas Penyelenggaraan Pendidikan 2)Program Wajar Pendidikan Dasar Sembilan Tahun 3)Program Pendidikan Menengah 4)Program Pendidikan Non Formal / PAUD 5)Program Peningkatan Sarana Prasarana Pendidikan 6)Program Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan 7)Program Manajemen Pelayanan Pendidikan 8)Program Pengembangan Budaya Baca dan Pembinaan Perpustakaan 2.Memantapkan Kesehatan warga Kota Bandung (Bandung Sehat), melalui Bantuan Walikota untuk Kesehatan (Bawaku Sehat), dengan mengupayakan program sebagai berikut: 1)Program Upaya Kesehatan Masyarakat 2)Program Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat 3)Program Pencegahan, Penanggulangan Penyakit, dan Lingkungan Sehat 4)Program Obat dan Perbekalan Kesehatan 5)Program Peningkatan Sarana, Prasarana, dan Manajemen Kesehatan 6)Program Keluarga Berencana 7)Program Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR) 8)Program Pemberdayaan Keluarga 9)Program Penguatan Kelembagaan Keluarga Kecil Berkualitas 10)Program Pengembangan Sistem Informasi dan Mikro Keluarga. 3.Meningkatkan kemakmuran warga Kota Bandung (Bandung Makmur), melalui beberapa kegiatan bantuan, antara lain: a.Bantuan Walikota untuk Kemakmuran (Bawaku Makmur) b.Bantuan Walikota untuk Ketahanan Pangan (Bawaku Pangan); c.Bantuan Walikota untuk Penduduk Lanjut Usia (Bawaku Lansia) melalui Gerakan Sayang Orang Tua (Gerakan Nyaah Ka Kolot) yang terdiri dari: Bina Perumahan, Bina Usaha dan Bina Lingkungan (Benah Imah, Benah Usaha, Benah Lingkungan); Dalam rangka mencapai tujuan termaksud diupayakan program sebagai berikut: 1)Program Peningkatan Ekonomi Masyarakat 2)Program Peningkatan ketenagakerjaan 3)Program Pemberdayaan Kelembagaan Kesejahteraan Sosial 4)Program Peningkatan Investasi 5)Program Peningkatan Ketahanan Pangan 4.Memantapkan pembangunan Kota Bandung berkelanjutan dan berwawasan lingkungan (Bandung Hijau dan Harmonis), yaitu suatu keadaan yang mencerminkan adanya keselarasan, keserasian dan keseimbangan dalam memantapkan pembangunan Kota Bandung berkelanjutan dan berwawasan lingkungan yang didukung oleh 5 gerakan: a.Gerakan Pengihijauan dan hemat serta menabung air, b.Gerakan Cikapundung bersih c.Gerakan Sejuta bunga untuk Bandung d.Gerakan Udara Bersih e.Gerakan pembibitan, penanaman, pemeliharaan dan pengawasan lingkungan hidup (P4LH) Dalam rangka mencapai tujuan termaksud diupayakan program sebagai berikut: 1)Program Perencanaan Tata Ruang 2)Program Pemanfaatan Ruang 3)Program Pengendalian Pemanfaatan Ruang 4)Program Pengembangan Perumahan 5)Program Pengendalian Pencemaran dan Perusakan Lingkungan Hidup 6)Program Peningkatan Pengendalian Polusi 7)Program Penyediaan Air Baku 8)Program Perlindungan dan Konservasi Sumber Daya Alam 9)Program Rehabilitasi Hutan dan Lahan 10)Program Penyediaan Sarana Pembibitan RTH 11)Program Penataan Ruang Terbuka Publik Secara Berkualitas 12)Program Peningkatan Pengelolaan Sampah Perkotaan 13)Program Optimalisasi Sistem Pengelolaan Persampahan 14)Program Pengembangan Kinerja Pengelolaan Air Minum dan Air Limbah 5.Memantapkan Pembinaan Seni dan Meningkatkan Budaya Kota Bandung (Bandung Kota Seni Budaya), dengan mengupayakan program sebagai berikut: 1)Program Peningkatan Pariwisata 2)Program Pengembangan Nilai Budaya Daerah 6.Meningkatkan Prestasi Olah Raga dan Kepemudaan Kota Bandung (Bandung Berprestasi), dengan mengupayakan program sebagai berikut: 1)Program Peningkatan Peran Serta Kepemudaan 2)Program Peningkatan Upaya Penumbuhan Kewirausahaan dan Kecakapan Hidup Pemuda 3)Program Pengembangan Kebijakan dan Manajemen Olah Raga 4)Program Pembinaan dan Pemasyarakatan Olah Raga 5)Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Olah Raga 7.Memantapkan Toleransi dan Pembinaan Umat Beragama (Bandung Agamis), dengan mengupayakan program sebagai berikut: 1)Program Pengembangan Iklim Religius, Lingkungan Agamis, dan Aktivitas Sosial Keagamaan 2)Program Peningkatan Toleransi dan Kerukunan Umat Beragama C. PENGELOLAAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH C.1 Target dan Realisasi Pendapatan Secara operasional Pendapatan Pemerintah Kota Bandung pada Tahun Anggaran 2009 direncanakan sebesar Rp. 2.189.313.267.404,08 dan dapat direalisasikan sebesar Rp. 2.403.470.674.178,00 atau mencapai sebesar 109,78% sebelum dilakukan audit oleh BPKRI dengan perincian sebagai berikut: c.Misi Meningkatkan Kesejahteraan Sosial dan Mengembangkan Budaya Kota yang Tertib, Aman, Kreatif, Berprestasi dalam Menunjang Kota Jasa Bermartabat Misi pembangunan “Meningkatkan Kesejahteraan Sosial dan Mengembangkan Budaya Kota yang Tertib, Aman, Kreatif, Berprestasi dalam Menunjang Kota Jasa Bermartabat” pada Tahun 2009, didukung dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 42.026.544.897 dan dapat direalisasikan sebesar Rp. 23.017.301.287atau mencapai 54,77%.

INFORMASI LAPORAN PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN DAERAH KOTA BANDUNG TAHUN 2009
PENDAHULUAN Reformasi sistem ketatanegaraan di Indonesia yang dimulai sejak tahun 1998 telah melahirkan kemajuan dalam berbagai hal termasuk dalam konteks penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan di daerah. Diterbitkannya Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah yang kemudian diganti dengan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 sebagaimana telah diubah untuk kedua kalinya dengan UndangUndang Nomor 12 Tahun 2008 berikut peraturan pelaksanaannya yang mengatur berbagai hal tentang Otonomi Daerah semakin mendorong daerah untuk menyelenggarakan pemerintahannya secara efektif, efisien, transparan dan akuntabel. Berdasarkan semangat otonomi tersebut, daerah memiliki keleluasan untuk menciptakan prioritas pembangunannya dan mempertanggungjawabkannya kepada masyarakat. Bentuk pertanggungjawaban pemerintah daerah dalam melaksanakan pembangunan diwujudkan dalam kewajiban Kepala Daerah untuk menyampaikan Informasi Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (ILPPD) kepada masyarakat. Hal tersebut diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 3 Tahun 2007 tentang Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah kepada Pemerintah, Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Kepala Daerah kepada DPRD dan Informasi Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah kepada Masyarakat. Berdasarkan hal di atas, maka Pemerintah Kota Bandung dalam penyelenggaraan pemerintahan daerahnya memiliki kewajiban untuk menyampaikan ILPPD Tahun 2009 kepada masyarakat Kota Bandung. ILPPD Tahun 2009 ini merupakan laporan kinerja pelaksanaan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kota Bandung Tahun 2009, sebagaimana diatur dalam Peraturan Walikota Bandung Nomor 546 Tahun 2008 tentang RKPD Kota Bandung Tahun 2009, yang merupakan penjabaran tahunan Peraturan Daerah Kota Bandung Nomor 09 Tahun 2009 Tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Bandung Tahun 2009–2013 dengan berpedoman pada Peraturan Daerah Kota Bandung Nomor 08 Tahun 2008 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kota Bandung Tahun 2005–2025. GAMBARAN UMUM KOTA BANDUNG Secara geografis, Kota Bandung terletak pada koordinat 107º 36’ Bujur Timur dan 6 º 55’ Lintang Selatan. Iklim Kota Bandung dipengaruhi oleh iklim pegunungan di sekitarnya. Namun, beberapa tahun belakangan ini Kota Bandung mengalami peningkatan suhu yang disebabkan meningkatnya sumber polutan dan pengaruh pemanasan global (global warming). Secara administratif, Kota Bandung berbatasan dengan : 1) Sebelah Utara berbatasan Kabupaten Bandung dan Kabupaten Bandung Barat; 2)Sebelah Barat berbatasan dengan Kabupaten Bandung Barat dan Kota Cimahi; 3)Sebelah Timur berbatasan dengan Kabupaten Bandung; 4)Sebelah Selatan berbatasan dengan Kabupaten Bandung. Luas wilayah Kota Bandung saat ini adalah 16.729,65 Ha, terbagi dalam wilayah administratif 30 Kecamatan, 151 Kelurahan, 1.558 Rukun Warga (RW), dan 9.678 Rukun Tetangga (RT). Jumlah penduduk Kota Bandung per Desember 2009 adalah 2.417.287 jiwa, dengan ratarata kepadatan penduduk 14.449 jiwa per km2 dan Laju Pertumbuhan Penduduk (LPP) 1,81%. Kontribusi paling tinggi terhadap PDRB (Produk Domestik Regional Bruto) Kota Bandung tahun 2009 adalah sektor perdagangan, hotel dan restoran (38,92% berdasarkan harga konstan dan 40,96% berdasarkan harga berlaku). Kemudian sektor industri pengolahan (26,66% berdasarkan harga konstan dan 24,49% berdasarkan harga berlaku). Pertumbuhan ekonomi dapat diketahui dengan membandingkan perubahan indikator pokok angka-angka dan indeks-indeks pembentuk atau komposit besaran yang menjadi dasar penetapan PDRB pada tahun 2008 dengan indeks komposit capaian tahun 2009. Perbandingan indikator makro Kota Bandung tahun 2009 dengan tahun 2008, dapat dilihat pada tabel berikut ini.

C.2 Target dan Realisasi Belanja Belanja Daerah Pemerintah Kota Bandung pada Tahun Anggaran 2009 dianggarkan sebesar Rp. 2.498.896.793.515,08 dan dapat direalisasikan Rp. 2.240.317.269.997,00 atau 89,65% sebelum dilakukan audit oleh BPK-RI yang perinciannya dapat dilihat pada tabel berikut.

d. Misi Menata Kota Bandung Menuju Metropolitan Terpadu yang Berwawasan Lingkungan Misi pembangunan ”Menata Kota Bandung Menuju Metropolitan Terpadu yang Berwawasan Lingkungan” pada Tahun 2009, didukung dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 381.086.012.259 dan dapat direalisasikan sebesar Rp. 279.070.089.449 atau mencapai 73,23 %.

D. PENCAPAIAN KINERJA MISI, AGENDA PRIORITAS DAN REFORMASI BIROKRASI Pencapaian Kinerja Misi Pembangunan, 7 (tujuh) Agenda Prioritas dan Reformasi Birokrasi Kota Bandung tahun 2009 merupakan refleksi dari pelaksanaan program dan kegiatan yang terakomodir dalam penyelenggaraan Urusan Wajib dan Urusan Pilihan yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kota Bandung pada tahun 2009, sebagaimana diamanatkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Tahun 2009-2013 dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah Tahun 2009. 1.Pencapaian Kinerja Misi a.Misi Mengembangkan Sumber Daya Manusia yang Sehat, Cerdas, Berakhlak, Profesional, dan Berdaya Saing. Misi pembangunan “Mengembangkan Sumber Daya Manusia yang Sehat, Cerdas, Berakhlak, Profesional dan Berdaya Saing” pada Tahun 2009, didukung dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 339.382.061.425 ,00 dan dapat direalisasikan sebesar Rp. 291.189.690.022,00 atau mencapai 85,80 %.

KEBIJAKAN PEMERINTAH KOTA BANDUNG 2009 Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah yang dilaksanakan sesuai amanah Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah sebagaimana telah diubah untuk kedua kalinya dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2008 memuat azas desentralisasi dan tugas pembantuan dengan otonomi seluas-luasnya dalam sistem dan prinsip Negara Kesatuan Republik Indonesia. Hal ini telah membawa perubahan kebijakan struktur dan manajemen pemerintahan yang mengarah kepada penguatan daerah untuk melaksanakan urusan Pemerintahan dalam kerangka pelaksanaan fungsi pemerintahan daerah. RKPD Tahun 2009 disusun pada saat transisi. Kondisi ini dikarenakan Peraturan Daerah Nomor 06 Tahun 2004 tentang Rencana Strategis Pemerintah Kota Bandung Tahun 20042008 telah habis masa berlakunya seiring dengan berakhirnya masa jabatan Walikota pada periode tersebut, serta belum ditetapkannya peraturan daerah tentang RPJMD Tahun 20092013. Merujuk kepada Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 050/2020/SJ tanggal 11 Agustus 2005 perihal Petunjuk Penyusunan Dokumen RPJP Daerah dan RPJM Daerah, dan Surat Edaran Gubernur Jawa Barat Nomor 050/46/Bappeda tanggal 12 Nopember 2007 perihal periodisasi tahapan RPJP terhadap masa jabatan Kepala Daerah serta sesuai pula Kesepakatan Gubernur Jawa Barat dengan para Bupati/Walikota Se-Jawa Barat Tahun 2008 bahwa untuk menghindari terhambatnya penetapan dokumen RPJMD pada masa transisi tersebut Pemerintah Daerah dimungkinkan menyusun RPJMD Transisi dengan masa berlaku 1 (satu) tahun sebagai landasan hukum penyusunan RKPD pada masa transisi tersebut (RKPD Tahun 2009). Untuk menghindari kekosongan hukum tentang RPJMD, maka ditetapkanlah Peraturan Walikota Bandung Nomor 545 Tahun 2008 Tentang RPJMD Transisi Tahun 2009. Selanjutnya, 6 (enam) bulan setelah prosesi pelantikan Walikota dan Wakil Walikota Bandung periode 2008-2013 yang dilaksanakan pada tanggal 16 September 2008, ditetapkanlah Peraturan Daerah Kota Bandung Nomor 09 Tahun 2009 tentang RPJMD Tahun 2009-2013 pada tanggal 16 April 2009. Dengan demikian, RPJMD Transisi Tahun 2009 menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari Peraturan Daerah Nomor 09 Tahun 2009 tentang RPJMD 2009-2013 dimana RPJMD Transisi Tahun 2009 merupakan tahun pertama RPJMD 2009-2013. Dengan demikian, ILPPD Tahun 2009 merupakan lapora penyelenggaraan pemerintahan dari pelaksanaan tahun pertama RPJMD Tahun 2009-2013. A. VISI, MISI, DAN STRATEGI DAERAH Visi Kota Bandung : Memantapkan Kota Bandung sebagai Kota Jasa Bermartabat Misi : 1.Mengembangkan Sumber Daya Manusia Yang Sehat, Cerdas, Berakhlak, Profesional, Dan Berdaya Saing. Tujuan : Memantapkan kesehatan dan kecerdasan warga Kota Bandung, mewujudkan masyarakat yang berakhlak mulia, serta kesetaraan dan keadilan gender dalam kehidupan berkeluarga, bermasyarakat dan bernegara. Implementasi dari Misi 1 ini dituangkan secara lebih rinci ke dalam 8 (delapan) arah kebijakan dan 24 (dua puluh empat) program. 2.Mengembangkan perekonomian kota yang berdaya saing dalam menunjang penciptaan lapangan kerja dan pelayanan publik serta meningkatkan peranan swasta dalam pembangunan ekonomi kota. Tujuan : Memantapkan kemakmuran warga Kota Bandung, serta mewujudkan pariwisata yang berdaya saing dan kerjasama ekonomi dengan daerah lain. Implementasi dari Misi 2 ini dituangkan secara lebih rinci ke dalam 8 (delapan) arah kebijakan dan 5 (lima) program. 3.Meningkatkan Kesejahteraan Sosial Dan Mengembangkan Budaya Kota Yang Tertib, Aman, Kreatif, Berprestasi Dalam Menunjang Kota Jasa Bermartabat.

b. Misi Mengembangkan Perekonomian Kota yang Berdaya Saing dalam Menunjang Penciptaan Lapangan Kerja dan Pelayanan Publik serta Meningkatkan Peranan Swasta dalam Pembangunan Ekonomi Kota Misi pembangunan ”Mengembangkan Perekonomian Kota yang Berdaya Saing dalam Menunjang Penciptaan Lapangan Kerja dan Pelayanan Publik serta Meningkatkan Peranan Swasta dalam Pembangunan Ekonomi Kota” pada Tahun 2009, didukung dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 15.493.863.750,00 dan dapat direalisasikan sebesar Rp. 12.442.730.200,00 atau mencapai 80,31 %.

HUT KOTA BANDUNG ke 200
e.Misi Meningkatkan Kinerja Pemerintah Kota yang Efektif, Efisien, Akuntabel dan Transparan dalam Upaya Meningkatkan Kapasitas Pelayanan Kota Metropolitan Misi pembangunan ”Meningkatkan Kinerja Pemerintah Kota yang Efektif, Efisien, Akuntabel dan Transparan dalam Upaya Meningkatkan Kapasitas Pelayanan Kota Metropolitan” pada Tahun 2009, didukung dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 116.692.596.096 dan dapat direalisasikan sebesar Rp. 102.399.031.093 atau mencapai 87,75 %. 11) Jumlah Koperasi pada Tahun 2008 sebanyak 2376 koperasi menjadi 2401 koperasi pada Tahun 200 (naik 1,05%). 12) Anggota Koperasi pada Tahun 2008 sebanyak 535.550 orang menjadi 546.050 orang pada Tahun 2009 (naik 1,96%). d.Memantapkan Pembangunan Kota Bandung Berkelanjutan dan Berwawasan Lingkungan (Bandung Hijau dan Harmonis) Kinerja kebijakan Agenda Bandung Hijau dan Harmonis dapat dilihat dari tabel dan grafik capaian kinerja penyelenggaraan bidang lingkungan hidup berikut ini :

2.Pencapaian Kinerja 7 (Tujuh) Agenda Prioritas dan Reformasi Birokrasi Upaya Pemerintah Kota Bandung untuk memantapkan perwujudan Visi Kota Bandung sebagai Kota Jasa yang BERMARTABAT (Bersih, Takmur, Taat dan Bersahabat) adalah melalui 7 (Tujuh) Agenda Prioritas Kota Bandung dimana pencapaiannya dapat diuraikan sebagai berikut: a.Memantapkan Kecerdasan Warga Kota Bandung (Bandung Cerdas) Kinerja kebijakan Agenda Prioritas Bandung Cerdas dapat dilihat dari tabel dan grafik capaian kinerja penyelenggaraan bidang pendidikan berikut ini :

Adapun capaian kinerja Bandung Hijau dan Harmonis dapat dijelaskan sebagai berikut : 1)Luas lahan Ruang Terbuka Hijau dari seluas 1.484,24 Ha (8.87 % dari luas wilayah Kota Bandung) pada tahun 2008 menjadi 1.560,24 Ha (9,31%) pada tahun 2009 (meningkat 76 Ha atau 0.44%). 2)Jumlah sumur resapan 20.470 buah pada Tahun 2008 menjadi 24.574 buah pada Tahun 2009 (naik 20,05%). 3)Pohon Pelindung dan Pohon Produktif pada Tahun 2008 masing-masing berjumlah 597.167 buah dan 558.890 buah menjadi 704.814 buah dan 640.462 buah pada Tahun 2009 (naik 19,15%% untuik penanamam pohon pelindung dan 15,42% pohon produktif). Untuk jumlah penanaman pohon keseluruhan, pada Tahun 2008 sebanyak 1.156.057 buah menjadi 1.345.276 buah pada Tahun 2009 (naik 16,37%). 4)Pada Kegiatan Cikapundung Bersih, proses pembabadan rumput pada Tahun 2008 sebanyak 1200 m2 menjadi 4960 m2 pada Tahun 2009 (naik 313,33%), pengangkatan sampah sebanyak 1600 m3 pada Tahun 2008 menjadi 2200 m3 pada Tahun 2009 (naik 37,5%), serta pengangkatan sedimen pada Tahun 2008 sebanyak 1800 m3 menjadi 3100 m3 pada Tahun 2009 (naik 72,22%). e.Memantapkan Pembinaan Seni dan Meningkatkan Budaya Kota Bandung (Bandung Kota Seni Budaya) Kinerja kebijakan Agenda Bandung Kota Seni Budaya dapat dilihat dari tabel dan grafik capaian kinerja penyelenggaraan bidang seni dan budaya berikut ini :

E.

PENYELENGGARAAN TUGAS PEMBANTUAN

Adapun capaian kinerja Bandung Cerdas adalah sebagai berikut : 1)Meningkatnya Indeks Pendidikan dari 89,18 tahun 2008 menjadi 89,83 poin pada Tahun 2009 (Naik 0.65 poin atau 0,73%). 2) Meningkatnya Rata-Rata Lama Sekolah dari 10,52 tahun pada tahun 2008 menjadi 10,65 tahun pada tahun 2009 (naik 0,13 tahun atau 1,24%). 3)Meningkatnya Angka Melek Huruf dari 99,50% pada tahun 2008 menjadi 99,97% pada Tahun 2009 (Naik sebesar 0,47%). 4)Menurunnya Angka Putus Sekolah SD/MI (dari 0,05% tahun 2005 menjadi 0,01% pada tahun 2009), SMP/MTs (dari 0,35% tahun 2005 menjadi 0,08% pada tahun 2009), dan SMA/ MA/SMK (dari 0,7% tahun 2005 menjadi 0,4% pada tahun 2009). 5)Meningkatnya Anggaran Beasiswa Bawaku Sekolah dari Rp 20.594.000.000,00 pada tahun 2008 menjadi Rp 25.222.250.000,00 pada Tahun 2009 (naik Rp 83.250.000,00 atau 22,47%). 6)Jumlah penerima Beasiswa Bawaku Sekolah pada periode 2005 - 2008 mengalami peningkatan (dari 13.332 penerima menjadi 68.120 penerima), sedangkan pada Tahun 2009 mengalami penurunan (19.733 penerima). Hal ini karena tidak masuknya kategori siswa SD dan SMP yang tidak mampu sebagai penerima Beasiswa Bawaku Sekolah pada Tahun 2009. 7)Meningkatnya jumlah sekolah gratis SD/MI dari 224 sekolah tahun 2008 menjadi 824 sekolah pada Tahun 2009 (peambahan 600 sekolah atau meningkat sebesar 267,86%) 8)Meningkatnya jumlah Sekolah SMP/MTs dan SMA/SMK/MA dari masing-masing 51 dan 30 sekolah menjadi 223 dan 51 sekolah pada Tahun 2009 (masing-masing naik 337,25% dan 70%). b.Memantapkan Kesehatan Warga Kota Bandung (Bandung Sehat) Kinerja kebijakan Agenda Bandung Sehat dapat dilihat dari tabel dan grafik capaian kinerja penyelenggaraan bidang kesehatan berikut ini :

Adapun capaian kinerja Bandung Kota Seni dan Budaya dapat dijelaskan sebagai berikut: 1)Meningkatnya Pagelaran Seni dan Budaya serta Lingkung Seni dan Forum Komunitas Seni Budaya dari masing- masing sebanyak 1054 dan 817 buah pada tahun 2008 menjadi 1533 dan 834 buah pada Tahun 2009 (naik 45,45% untuk Pagelaran Seni dan Budaya dan 2,08% untuk Lingkung Seni dan Forum Komunitas Seni Budaya). 2)Perkembangan Apresiator Seni Budaya pada Tahun 2008 sebanyak 1.610.942 orang menjadi 2.362.200 orang pada Tahun 2009 (naik 46,63%). 3)Jumlah Kreator Seni Budaya pada Tahun 2008 sebanyak 106 orang menjadi 152 orang pada Tahun 2009 (naik 43,40%). 4)Jumlah wisatawan mancanegara pada Tahun 2008 sebanyak 157.066 orang menjadi 168.712 orang pada Tahun 2009 (naik 7,41%). Adapun jumlah wisatawan nusantara pada Tahun 2008 sebanyak 2.481.489 orang menjadi 2.928.157 orang pada Tahun 2009 (naik 18%). f.Meningkatkan Prestasi Olah Raga dan Kepemudaan Kota Bandung (Bandung Berprestasi) Kinerja kebijakan Agenda Bandung Berprestasi dapat dilihat dari tabel dan grafik capaian kinerja penyelenggaraan bidang keolahragaan berikut ini :

Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang melaksanakan tugas-tugas pembantuan yang diterima oleh Pemerintah Kota Bandung pada Tahun Anggaran 2009 adalah : 1. Dinas Tenaga Kerja Kota Bandung yang melaksanakan tugas pembantuan dari Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi. alokasi anggaran Tugas Pembantuan sebesar Rp. 450.000.000 dipergunakan untuk mendanai Program Peningkatan Ketahanan Pangan dan kegiatan: a. Kegiatan Peningkatan Pasca Panen dan Pemasaran Komoditas Pertanian (Rp. 145.590.000,-) b. Kegiatan Pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT), Penyakit Hewan, Karantina dan Peningkatan Keamanan Pangan (Rp. 80.000.000,-) c. Kegiatan Pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT), Penyakit Hewan, Karantina dan Peningkatan Keamanan Pangan (anggaran Rp. 100.000.000,- direalisasikan Rp. 96.820.000,-) d. Kegiatan Peningkatan Produksi, Produktivitas dan Mutu Produk Pertanian serta Pengembangan Kawasan (TP) (Rp. 120.000.000,-) 2. Dinas Pertanian Kota Bandung yang melaksanakan tugas pembantuan dari Kementerian Pertanian. Alokasi anggaran Tugas Pembantuan sebesar Rp. 483.815.000,- dipergunakan untuk mendanai program dan kegiatan: a. Program Perlindungan dan Pengembangan Lembaga Ketenagakerjaan 1) Kegiatan Pengawasan Norma Keselamatan dan Kesehatan Kerja sebesar Rp. 179.868.000,- dengan realisasi Rp. 177.458.000,-. b. Program Perluasan dan Pengembangan Kesempatan Kerja 1) Kegiatan Konsolidasi Program-Program Perluasan Kesempatan Kerja sebesar Rp. 176.370.000,- dengan realisasi Rp. 165.930.000,2) Kegiatan Fasilitasi Pendukung Pasar Kerja Melalui Penguatan Kelembagaan Peningkatan Informasi dan Penyelenggaraan Bursa Kerja sebesar Rp. 127.577.000,- dengan realisasi 88.612.000,-. F. PENYELENGGARAAN TUGAS UMUM PEMERINTAHAN

Kerjasama antar daerah dan negara lain dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Pemerintah Kota Bandung tahun 2009 diakomodasi dalam kegiatan dan sasaran sebagai berikut:

Adapun capaian kinerja Bandung Berprestasi dapat dijelaskan sebagai berikut : 1)Perolehan medali kontigen Kota Bandung Tahun 2008 dalam pelaksanaan PORPEMDA sebanyak 1 medali emas, menjadi 4 medali emas, 3 perak, dan 1 perunggu pada Tahun 2009. 2)Renovasi SOR pada Tahun 2008 sebanyak 7 unit menjadi 4 unit pada Tahun 2009. g.Memantapkan Toleransi dan Pembinaan Umat Beragama (Bandung Agamis) Kinerja kebijakan Agenda Bandung Agamis dapat dilihat dari tabel dan grafik capaian kinerja penyelenggaraan bidang keagamaan berikut ini :

Adapun capaian kinerja Bandung Sehat adalah sebagai berikut : 1)Meningkatnya Indeks Kesehatan dari 80,79 poin pada tahun 2008 menjadi 81,08 poin pada tahun 2009 (naik 0,29 poin atau 0,36%). 2)Meningkatnya Angka Harapan Hidup dari 73,39 tahun pada tahun 2008 menjadi 73,65 tahun pada tahun 2009. (naik 0,26 tahun atau 0,35%). 3)Meningkatnya Anggaran Bawaku Sehat dari Rp 18.000.000.000,00 tahun 2008 menjadi Rp 20.500.000.000,00 pada tahun 2009 (naik sebesar 13,89%). 4)Meningkatnya jumlah pasien yang terlayani oleh Bawaku Sehat dari 8857 pasien tahun 2008 menjadi 26478 pasien pada Tahun 2009 (naik sebesar 198,95%). 5)Meningkatnya pemberian insentif kepada kader Posyandu dari Rp 2.844.000.000,00 tahun 2008 menjadi Rp 2.854.500.000,00 pada tahun 2009 (naik sebesar 0,37%). 6)Meningkatnya Jumlah Kader Posyandu yang Diberi Insentif dari 9480 orang pada Tahun 2008 menjadi 9515 orang pada tahun 2009 (naik sebesar 0,37%). 7)Meningkatnya Jumlah posyandu dari 1896 posyandu pada tahun 2008 menjadi 1903 posyandu pada Tahun 2009 (naik sebesar 0,37%) c.Meningkatnya Kemakmuran Warga Kota Bandung (Bandung Makmur) Kinerja kebijakan Agenda Bandung Makmur dapat dilihat dari tabel dan grafik capaian kinerja penyelenggaraan bidang kemakmuran berikut ini :

Adapun capaian kinerja Bandung Agamis dapat dijelaskan sebagai berikut : 1)Penerimaan zakat pada Tahun 2008 sebesar Rp 1.693.520.397,00 menjadi Rp 2.064.508.554,00 pada Tahun 2009 (naik 21,91%. 2)Bantuan Keagamaan pada Tahun 2009 sebesar Rp 6.300.000.000,00 sedangkan pada Tahun 2008 sebesar Rp 5.363.200.000,00. Hal ini berarti terjadi peningkatan sebesar 17,47%. h.Agenda Reformasi Birokrasi Kinerja kebijakan Agenda Reformasi Birokrasi dapat dilihat dari tabel dan grafik capaian kinerja penyelenggaraan bidang pemerintahan berikut ini :

f.Misi Meningkatkan Kapasitas Pengelolaan Keuangan dan Pembiayaan Pembangunan Kota yang Akuntabel dan Transparan dalam Menunjang Sistem Pemerintahan yang Bersih dan Berwibawa Misi pembangunan ”Meningkatkan Kapasitas Pengelolaan Keuangan dan Pembiayaan Pembangunan Kota yang Akuntabel dan Transparan dalam Menunjang Sistem Pemerintahan yang Bersih dan Berwibawa” pada Tahun 2009, didukung dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 10.238.916.334 dan dapat direalisasikan sebesar Rp. 8.319.338.096 atau mencapai 81,25%.

Adapun capaian kinerja Bandung Makmur adalah sebagai berikut : 1)Laju Pertumbuhan Ekonomi pada tahun 2008 sebesar 8,29% menjadi 8,34% pada Tahun 2009 (naik sebesar 0,05%). 2)Perkembangan Indeks Daya Beli pada Tahun 2008 sebesar 64,27 poin menjadi 65,22 poin pada Tahun 2009 (naik 0,95 poin atau 1,48%). 3)Anggaran Bawaku Makmur pada Tahun 2009 Rp 11.000.000.000,00 sedangkan pada Tahun 2008 Rp 22.129.887.000,00 (turun 50,29%). 4)Penerima Bawaku Makmur padaTahun 2008 sebanyak 27.473 orang menjadi 20.516 orang pada Tahun 2009 (turun 25,32%). 5)Bantuan perbaikan rumah kumuh: a.Sumber dana APBD, tahun 2009 sebanyak 160 rumah, sedangkan tahun 2008 sebanyak 225 rumah (turun 28,89%) b.Sumber sana swadaya masyarakat, Tahun 2009 15 rumah), sedangkan pada Tahun 2008 sebanyak 17 rumah (turun 11,76%). 6)Anggaran perbaikan rumah kumuh: a.Sumber dana APBD, tahun 2009 sebesar Rp 800.000.000,00, sedangkan pada Tahun 2008 Rp 1.125.000.000,00 (turun 28,89%) b.Sumber sana swadaya masyarakat, tahun 2009 sebesar Rp 150.000.000,00, sedangkan pada Tahun 2008 Rp 85.000.000,00 (naik 76,47%). 7)Terjadi peningkatan jumlah tenaga kerja dari 952.752 orang tahun 2008 menjadi 984.025 pada tahun 2009 (naik 3,28%). Adapun jumlah pengangguran pada Tahun 2008 sebanyak 171.659 orang (Angka Perbaikan, BPS, 2009) menjadi 157.915 orang (Angka Sangat Sementara, BPS, 2009), atau turun sebesar 8,01%. 8)UMK dan KHL pada tahun 2008 masing-masing sebesar Rp 939.000,00 dan Rp 1.002.059,00 menjadi Rp 1.044.630,00 dan Rp 1.155.698,00 pada tahun 2009 (naik 11,25% untuk UMK dan 15,33% untuk KHL). 9)Jumlah unit usaha industri pada Tahun 2008 sebanyak 14.793 unit menjadi 14.990 unit pada Tahun 2009 (naik 1,33%). 10)Jumlah unit usaha perdagangan pada Tahun 2008 21.908 unit menjadi 98.580 unit pada Tahun 2009 (naik 349,97%).

Agenda Reformasi Birokrasi yang dilaksanakan Pemerintah Kota Bandung antara lain bertujuan untuk penyederhanaan jalur birokrasi dan deregulasi pelayanan perijinan. Bbeberapa produk yang telah dihasilkan sampai dengan tahun 2009 yaitu : 1.Standar Operasional Prosedur (SOP) dan Standar Pelayanan Minimal (SPM) Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu Kota Bandung berupa 2 (dua) dokumen Perwal dan SK Walikota. 2.HGSL (Hapuskan, Gabungkan, Sederhanakan, dan Limpahkan) Perizinan, yang awalnya lebih dari 60-an perizinan di Kota Bandung menjadi pengelolaan BPMPPT 30 perizinan saja. 3.Partisipasi Pembangunan Partisipasi masyarakat merupakan salah satu faktor kunci keberhasilan pembangunan di Kota Bandung dimana salah satu bentuk dalam pelaksanaan pembangunan adalah melalui partisipasi/swadaya dana pembangunan, yang setiap tahunnya menunjukkan peningkatan yang sangat menunjang pembangunan di Kota Bandung. Pada Tahun 2009, partisipasi dana masyarakat yang dapat dihimpun dan direkap sebesar Rp. 128.352.559.983,00 dan apabila dibandingkan dengan jumlah partisipasi dana masyarakat pada Tahun 2008 yaitu sebesar Rp. 114.259.139.289,00 atau meningkat sebesar 12,33%. Hal ini menunjukkan kesadaran masyarakat semakin tinggi dalam keikutsertaannya untuk mendukung pelaksanaan program-program pembangunan di Kota Bandung. Rincian partisipasi masyarakat per Kecamatan se-Kota Bandung sebagaimana tercantum pada tabel berikut ini.

8

Pembangunan Jembatan Bojongnangka Tak Berlanjut
CIAMIS, Medikom–Pembangunan Jembatan Bojongnangka belum ada kelanjutannya. Padahal jembatan sepanjang 50 m yang menghubungkan Desa Kutawaringin, Kecamatan Purwadadi dengan Desa Kertahayu, Kecamatan Pamarican ini sangatlah dinantikan oleh warga. Pasalnya bila jembatan terwujud, maka sumber perekonomian warga Desa Kutawaringin akan mengalami peningkatan. Menurut Sekdes Kutawaringin Dede Sunari, pihak desa sudah memberikan proposal pada tanggal 12 November 2007 kepada Gubernur Jawa Barat. Waktu itu, Kepala Desa Kutawaringin masih dijabat oleh Kamilin. Alhamdulillah pada bulan Agustus 2008 penggarapan jembatan dimulai dengan didanai dari APBD provinsi dalam kontrak tender 120 hari kalender dan dikerjakan oleh PT Limus Nunggal dengan biaya Rp1.470.685.000. “Kami berharap mudahmudahan pemerintah bisa mewujudkan keinginan warga Kutawaringin yang berharap

Polisi Ku Sayang, Polisi Ku …
Ratusan ribu pengguna sepeda ikut memeriahkan perayaan Hari Bhayangkara ke-64 dengan mengikuti Bhayangkara Fun Bike 2010. Menurut polisi, kegiatan Bhayangkara Fun Bike dilaksanakan di 31 polda di seluruh Indonesia. Dan Fun Bike ini bersifat online. Saking gempitanya dan banyaknya peserta, di mana menurut catatan panitia ada 247.000 orang, rekor ini tercatat di Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai kegiatan bersepeda dengan peserta terbanyak. Namun di balik kemeriahan itu, perayaan Hari Bhayangkara masih menyisakan berbagai catatan tentang institusi ini. Berbagai persoalan kinerja polisi masih dikritik oleh publik. Dan di ultah ke-64 ada kecenderungan kepercayaan publik terhadap korps polisi justru menurun. Hal itu tidak terlepas adanya persoalan-persoalan yang belum tuntas. Di antarnya, terbongkarnya persoalan mafia hukum dan persoalan mafia pajak Gayus Tambunan. Yang buntutnya juga melibatkan beberapa perwira tinggi Polri, bahkan menyebabkan mantan Kabareskrim Mabes Polri Komjen Susno Duadji menjadi tersangka dan ditahan di Mako Brimob Klapa Dua, Depok. Hal lain yang membetot perhatian publik ketika polisi secara resmi melaporkan majalah tempo kepada Dewan Pers dan Kabareskrim menyangkut karikatur di halaman depan majalah itu. Padahal esensi pemberitaan dari majalah Tempo terkait persoalan rekening jumbo beberapa perwira tinggi aktif di Mabes Polri. Sepertinya polisi jengah dengan pemberitaan Tempo ini. Dan yang berakhir pada kesimpulan polisi mengambil langkah hukum. Walaupun, langkah polisi ini disayangkan banyak pihak karena dianggap polisi terlalu reaktif dan responsif. Padahal semestinya polisi harus menerima kritik secara legowo yang merupakan bagian dari pendewasaan bukan malah sebaliknya. Tapi polisi telah melakukan langkah untuk menuntut media. Itulah polisi kita yang memang cenderung terlihat arogan dalam banyak hal dalam penanganan persoalan, apalagi dalam menanggapi kritik terhadap institusinya. Ditinjau dari tugas dan pokok polisi, di samping selaku penegak hukum terkait dengan sistem peradilan pidana, polisi juga selaku pembina keamanan dan ketertiban masyarakat terkait dengan sistem pemerintahan. Maka tidak heran, tugas-tugas polisi bersentuhan langsung dengan kepentingan dan dinamika kehidupan masyarakat sehari-hari. Wajah dan performa polisi menjadi sangat akrab dan masyarakat juga sangat mengetahui berbagai kelemahan personal polisi dalam menangani persoalan kemasyarakatan dalam keseharian. Pertanyannya, apakah polisi sudah ideal dalam menjalankan tugasnya di tengah-tengah masyarakat? Jawabannya tentu tidak perlu dan tidak dibutuhkan dari pemimpin maupun pengelola manajemen polisi. Karena jawaban yang paling fair justru harus datang dari masyarakat. Karena masyarakatlah yang paling membutuhkan kehadiran polisi dan kinerja polisi. Karena itu, sekecil apapun kesalahan maupun kelemahan polisi di mata publik akan dicatat. Persoalannya kini, bagaimana polisi justru merespons kritik masyarakat itu dengan melakukan pembenahan, dengan bahasa yang lebih baik bahwa polisi butuh mereformasi dirinya secara serius dan menyeluruh. Langkah reformasi polisi itu bukan saja bagi kepentingan polisi tapi kepentingan masyarakat. Karena bagaimanapun kinerja polisi yang baik adalah harapan masyarakat banyak. Tampilnya polisi bersih merupakan idaman masyarakat luas. Karena masyarakat sangat sadar bahwa polisi adalah sebuah kebutuhan yang sangat dibutuhkan. Tetapi masyarakat juga siap menghujam dengan segala kritiknya bila polisi melakukan penyimpangan atau kesalahan. Polisi sebagai profesi yang mulia harus disadari oleh semua personal polisi, bahwa menjadi polisi memiliki tanggung jawab besar dan pengabdian yang besar pula terhadap masyarakatnya. Karena itu, di tengah perayaan Hari Jadi ke-64 Bhayangkara kita berharap polisi mampu melakukan pembenahan eksternal dalam rangka untuk mengembalikan kinerjanya guna meraih penghormatan publik dalam pengabdiannya. ***

sekali adanya jembatantan itu. Sebab, para pengguna roda empat sekarang kalau mau ke Banjar atau ke kota lain harus menjalani rute sangat jauh, harus melewati perkebunan karet PTPN VIII

Batulawang hingga memerlukan waktu yang lumayan lama,” tuturnya. Kalau saja Jembatan Bojongnangka sudah ada, perjalanan sangatlah dekat dan bisa

ditempuh dengan beberapa menit saja. “Mudah-mudahan saja Pemerintah Kabupaten Ciamis mau mendengar keluhan warga kami,” tandasnya kepada Medikom. (Herman)

Buntut Perseteruan Angkutan Batubara,

Ketua Organda Sumedang Laporkan Oknum Perwira TNI
SUMEDANG, Medikom–Meski orde berganti orde, sikap arogansi sepertinya masih saja mewarnai sebagian oknum TNI di negeri ini. Padahal, sikap dan perilaku seperti itu sesungguhnya sudah menjadi rahasia umum bahwa arogansi maupun tindakan yang tergolong premanisme sudah bukan zamannya lagi. Namun, apa mau dikata, namanya saja oknum. Ironis memang, kenyataan terkait ulah oknum TNI dimaksud lagi-lagi meresahkan masyarakat, khususnya di wilayah hukum Kabupaten Sumedang. Lihat saja misalnya, ulah oknum TNI berinisial L berpangkat kapten di lingkungan KAPUSKOPAD DAM III Siliwangi Bandung, baru-baru ini terpaksa dilaporkan karena diduga telah bertindak arogan dan melakukan perbuatan yang tidak menyenangkan. Adalah, Djadjat Sudradjat, selaku Ketua Organda Kabupaten Sumedang, tepatnya, tanggal 25 Juni 2010 lalu, karena merasa terancam terpaksa melaporkan Kapten L sekaligus meminta perlindungan kepada DANSUBDENPOM III/2-1 Sumedang. Laporan dan permohonan perlindungan bernomor: 108/ORG-SMD/VI/2010 tersebut secara gamblang diuraikan, sedikitnya lima poin utama terkait kronologis asal muasal perseteruan kedua belah pihak. Menurut Djadjat, perseteruan tersebut memuncak ketika kegiatan pengaturan jeda waktu angkutan beban berat Cirebon- Bandung lintas Sumedang diresmikan Wakil Bupati Sumedang, Taufiq Gunawansyah tepatnya, 14 Juni lalu. Namun, kegiatan yang sudah jelas landasan hukumnya tersebut, pada akhirnya hanya berumur satu hari saja akibat ulah sang oknum TNI tersebut. Diakhir suratnya ditegaskan, bahwa terhadap apapun yang telah dilakukan atau diperbuat Kapten L sudah cukup jelas merupakan sebuah ancaman serta perbuatan tidak menyenangkan baik atas nama pribadi maupun kepada pihak-pihak yang terkait. Terutama perbuatan tersebut sudah merupakan bentuk pelecehan bahkan dapat diketagorikan sebagai pembunuhan karakter terhadap seorang pimpinan daerah yaitu Wakil Bupati Sumedang. Sementara itu, Ketua LSM PENJRA Sumedang, Chevpy Lubis ketika diminta Medikom komentarnya dengan tegas mengatakan, LSM PENJARA senantiasa akan berada di depan untuk melindungi siapapun yang mendapat ancaman maupun intimidasi. “LSM PENJARA akan berada di garda terdepan dalam menyikapi kasus ini. Kita tahu, perseteruan ini erat kaitannya dengan pungli yang merajalela di Jembatan Timbang Tomo, terhadap angkutan batubara. Untuk itu, LSM PENJARA mendesak aparat hukum, untuk memberangus pelaku pungli tersebut. Sumedang ini selaku Puser Budaya Sunda, artinya haram hukumnya kalau pungli justru merajalela,” ujar Chevhy dengan nada sengit. (Naga)

Situ Rancabeureum Mulai Ancam Desa Pilangsari
MAJALENGKA, Medikom-Situ Rancabeureum, salah satu situ yang ada di Desa Pilangsari, Kecamatan Jatitujuh, Kabupaten Majalengka, letaknya langsung berdempetan dengan rumah masyarakat Desa Pilangsari yang penduduknya lebih dari 3.000 jiwa. Keberadaan Situ Rancabeureum di mata masyarakat Pilangsari sebagai nyawanya kehidupan masyarakat. Karena tampa adanya situ, di musim kemarau tidak mungkin bisa bercocok tanam. Bahkan untuk mandi pun sulit bila situ itu tidak ada. Sejalan bertambahnya usia, kini keadaan Situ Rancabeureum mulai mengancam masyarakat. Tanggulnya yang dulu kokoh sekarang sudah mulai mengalami longsor. Terutama di sebelah selatan, material tanggul terus turun sepanjang lebih dari 100 meter. Pada musim hujan tahun ini masyarakat desa cukup merasa resah. Kepala Desa Pilangsari, Turochman, menuturkan, Situ Rancabeureum yang luasnya mencapai 56 Ha dapat menampung satu juta meter kubik air dan dapat mengairi sawah seluas 150 ha dalam keadaan normal. “Kini keadaannya cukup meresahkan masyarakat, terutama pada musim hujan. Masyarakat keadaan siaga satu jika hujan besar tiba,” jelasnya. Lebih lanjut Turochman menuturkan, tanggul situ sudah tipis sekali. Pondasinya mulai rusak, termasuk penyangganya sudah pada rusak. Jika tahun ini tidak diperbaiki, ditakutkan musim hujan yang akan datang tanggul akan jebol. Jika jebol, masyarakat Desa Pilangsari bisa karam semua. Selain perumahan penduduk habis, lahan pertanian di beberapa desa juga akan habis. Lebih dari tiga desa terancam keselamatannya jika tanggul Situ Rancabeureum jebol. “Untuk lebih aman, situ harus dilebarkan tanggulnya paling kecil 10 meter agar masyarakat merasa aman,” kata Turochman. Menurut H Didi, seorang pengusaha lele, bila tanggul tidak secepatnya diperbaiki, dikhawatirkan tanggul akan jebol. “Bagaimana kami usaha kami selanjutnya. Masyarakat akan kehilangan mata pencahariannya,” katanya. Saat mengkonfirmasi Kabid Pemeliharaan pada Balai Provinsi yang ada di Cirebon, Rustam, mengatakan, untuk tahun ini tidak ada kegiatan di Rancabeureum. “Karena anggaran tahun ini sedikit, kecuali dari yang lain, seperti dari Balai Basar Wilayah Sungai (BBWS) atau dari dinas kabupaten. (Tatang)

Dari Peringatan HUT Bhayangkara ke-64 Polres Indramayu

124 Bintara dan Perwira Naik Pangkat
INDRAMAYU, Medikom–Rangkaian kegiatan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Bahayangkara ke-64 Tahun 2010, Kepolisian Resor Indramayu menggelar upacara Korps Raport Kenaikan Pangkat di halaman Mapolres setempat, Rabu (30/6). Upacara yang berlangsung sederhana ini dipimpin Kapolres AKBP Nasri Wiharto SIK didampingi Wakapolres Kompol Rayumundus Andi SIK, dan bertindak sebagai komandan upacara AKP Zaenuri. Sebanyak 124 orang bintara dan perwira di lingkungan Polres Indramayu naik pangkat satu tingkat. Ikut hadir seluruh Kapolsek, dan ibu-ibu Bhayangkari Polres Indramayu. Kapolres AKBP Nasri Wiharto SIK dalam amanatnya mengatakan, upacara Korps Raport ini digelar secara serentak kepada ratusan bintara dan satu orang perwira. Para bintara dan perwira yang baru naik pangkat agar terus meningkatkan kinerja di satuannya masing-masing. Kenikan pangkat, menurut Nasri, sebagai wujud perhatian dan penghargaan dari pimpinan Polri terhadap anggota yang telah menunjukkan prestasi, dedikasi dan loyalitas pengabdian terhadap tugasnya dengan baik dan tanpa cela. Kenaikan pangkat ini diharapkan akan lebih memacu semangat kerja para anggota, serta mengabdikan dirinya sebagai pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat. Oleh karenanya, ia mengingkatkan kepada seluruh aparat penegak hukum untuk lebih mengedepankan profesionalisme dan proporsional. Ditambahkannya, berbagai kegiatan telah dilaksanakan Polres Indramayu dalam memeriahkan peringatan HUT Bhayangkara ke-64. Yakni, mulai kejuaraan bola voli, bulu tangkis, lomba burung berkicau tingkat nasional hingga menggelar aksi kemanusiaan donor darah. Pelaksanaan seluruh kegiatan itu melibatkan masyarakat yang berada di sejumlah desa di Kabupaten Indramayu. “Melalui rangkaian kegiatan ini, kami berharap, bisa mempererat tali silaturahmi dengan masyarakat. Selain itu, dengan adanya acara ini, kedekatan antara polisi sebagai pengayom masyarakat dan masyarakatnya pun akan lebih terasa dengan keberadaan polisi yang humanis, bukan polisi yang sok kuasa dan sombong,” ujarnya. (H YF)

PENUTUP Informasi Laporan Pelaksanaan Pemerintahan Tahun 2009 adalah laporan yang berupa informasi penyelenggaraan pemerintahan daerah selama Tahun Anggaran 2009 yang disampaikan kepada masyarakat sebagai aplikasi dari prinsip transparansi penyelenggaraan pemerintahan di lingkungan Pemerintah Kota Bandung sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 3 Tahun 2007 Tentang Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kepada Pemerintah, Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Kepala Daerah Kepada DPRD Dan Informasi Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kepada Masyarakat. ILPPD Kota Bandung Tahun 2009 disusun dengan penekanan pada aspek pengawasan dan pengendalian guna melihat dan mengevaluasi perkembangan (progress) kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah yang lebih menekankan pada pelaksanaan dan pencapaian kinerja misi, 7 (tujuh) agenda prioritas dan reformasi birokrasi, serta penyelengaraan tugas pembantuan dan tugas umum pemerintahan. Momentum ILPPD adalah media untuk merefleksi dan mengevaluasi tahapan perjalanan pemerintahan selama setahun. Hasil ILPPD ini diharapkan dapat semakin mendorong tumbuhnya semangat obyektivitas, dalam memotret kinerja pemerintahan daerah, yang dilandasi kemitraan, untuk saling melengkapi dalam menterjemahkan kebutuhan dan aspirasi masyarakat menuju perwujudan dan pencapaian Good Local Governance. Dalam rangka efisiensi dan efektivitas penyelenggaraan Pemerintahan di lingkungan Pemerintah Kota Bandung, peran aktif serta dukungan dari seluruh stakeholder yang terkait sangat kami harapkan untuk mengoptimalkan dan mendayagunakan seluruh potensi sumber daya yang ada dalam upaya mewujudkan Kota Bandung Bermartabat serta masyarakat yang sejahtera lahir dan batin. Bandung, April 2010 WALIKOTA BANDUNG Ttd DADA ROSADA

Program OBIT Motivasi Kepedulian Rakyat
KUNINGAN, Medikom-Dampak perubahan iklim telah nyata dirasakan, bukan hanya tingkat Negara Indonesia, tapi bahkan dunia. Yang lebih memprihatinkan dari dampak tersebut, pada musim penghujan telah terjadi intensitas peningkatan angin panas, bencana banjir tahunan, bahkan longsor. Sebaliknya, menjelang musim kemarau, bencana kekeringan terjadi sangat berkepanjangan. Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Kuningan, Ir Dendi Warsita, melalui Kepala Bidang Penataan Kawasan hutan dan Lahan, Ir Ii Syafei, kepada Medikom, menyampaikan, dalam rangka mengurangi serta mencegah terjadinya bencana longsor pada musim penghujan dan bencana kekeringan serta kerusakan hutan pada musim kemarau, pihaknya di tahun 2010 ini telah mengambil langkah-langkah antisipasi. Hal ini sebagai perwujudan komitmen penurunan emisi sebesar 26% - 41%, yaitu dengan sistem penanaman pohon satu miliar pohon yang disebut One Billion Indonesia Tress (OBIT) yang melibatkan seluruh komponen di Kabupaten Kuningan. “Seiring berjalannya program pemerintah sesuai Keppres No 24 Tahun 2008 tentang Hari Menanam Pohon Indonesia dan Bulan Menanam Nasional, yang diperkuat dengan Permenhut No 21 Tahun 2010 tentang Panduan Menanam Satu Miliar Pohon,” terangnya. Dengan program tersebut, kata dia, diharapkan dapat meningkat kepedulian masyarakat dan seluruh kompnen bangsa akan pentingnya fungsi pepohonan guna menurunkan emisi gas rumah kaca. Bahkan diharapkan pula masyarakat bisa melakukan penanaman itu dan memeliharanya agar berkelanjutan. Dirinya berharap penyelenggaraan OBIT ini sebagai motivasi untuk masyarakat terus diingatkan tentang pentingnya keberadaan hutan yang hijau. Bukan sebaliknya, malah gundul akibat ulah oknum yang melakukan penebangan secara liar. Sementara Kasi Tata Guna dan Lahan Dishutbun, Susilo SHut menyampaikan, dalam rangka penataan hutan merupakan kewajiban kita semua agar dapat terus berkelanjutan. Hal sama diutarakan Aa Kusnandar SP, selaku Kasi Produksi. Menurut dia, pihaknya pun dalam rangka inventarisasi potensi yang ada sebagai bidang garapannya, ikut andil dalam rangka penanaman nilam, tembakau serta tebu, yang dibina melalui para kelompok. Di samping meningkatkan hasil produksi, itu juga untuk menjaga kekosongan lahan yang mengakibatkan kering dan tandusnya lahan yang tidak dimanfaatkan. (Ys)

Aquarius Pub & Karaoke Hotel Prima Terbakar
CIREBON, Medikom–Kebakaran hebat kembali terjadi di wilayah Kota Cirebon. Salah satu tempat hiburan terkenal, Aquarius Pub & Karaoke Hotel Prima Cirebon, Jln Siliwangi, Kota Cirebon, Kamis (1/7), sekitar pukul 14.45 WIB ludes dilalap si jago merah. Meski tidak ada korban jiwa, namun kerugian mencapai ratusan juta rupiah. Kebakaran sendiri mulai diketahui saat salah seorang saksi bernama Wisnu yang merupakan lawyer Hotel Prima mencium bau karet yang terbakar. Karena penasaran ia pun menuju sumber bau itu ke room karaoke. Benar saja, begitu memeriksa salah satu room, api terlihat sudah memenuhi ruangan. “Ketika pintu saya buka ternyata api di dalam ruangan sudah membesar,” ujarnya. Kebakaran yang menghanguskan sejumlah room karaoke tersebut diduga berasal dari korsleting listrik salah satu blower di bagian atap room karaoke. Api pertama kali terlihat di salah satu room karaoke lantai dua. Api menjalar dan menghanguskan sedikitnya sembilan room yang berada di lantai dua berikut peralatan nyanyi termasuk layar datar dan perangkat karaoke lainnya. Api baru berhasil dipadamkan sekitar pukul 16.44 WIB. Selanjutnya, pihak kepolisian dari Polresta Cirebon melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dengan memasang garis polisi. Ahmad Hidayat, security Hotel Prima Cirebon mengungkapkan, pihaknya bersama karyawan setempat bahu-membahu memadamkan api sebelum petugas datang. Seluruh karyawan setempat sudah berusaha memadamkan api dengan alat seadanya, namun usaha itu sia-sia karena jilatan api semakin membabibuta. Empat armada damkar yang didatangkan dari kantor Dinas Kebakaran Kota Cirebon pun kewalahan, karenanya satu unit armada damkar dari Kabupaten Cirebon dan dua unit armada damkar dari PT Pertamina EP Regional Jawa diterjunkan. Kapolresta Cirebon, Ajun Komisaris Besar Polisi, Ary Laksamana Wijaya mengungkapkan kebakaran tersebut masih dalam penyidikan. Namun kesimpulan sementara api diduga berasal dari korsleting listrik. (Rudi)

Edisi 376 Tahun VII 05 s.d. 11 Juli 2010

9

Sedap Rasa
Sahabat Medikom yang budiman, Dapur Sedap Rasa kali ini memberikan resep aneka minuman segar sebagaimana yang diharapkan pemabaca setia Mingguan Medikom. Terlebih sebentar lagi akan menghadapi bulan suci Ramadan.

Kabupaten Garut Selatan Masih Tertahan di Provinsi
GARUT, Medikom–Meski dianggap berbagai pihak sudah sangat layak, namun rencana pemekaran Kabupaten Garut Selatan sampai saat ini ternyata masih tertahan di tingkat Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Akibatnya, hingga kini berkas rencana pemekaran Kabupaten Garut Selatan belum sampai ke pihak Departemen Dalam Negeri (Depdagri). Wakil Ketua Komisi A DPRD Garut Ir Rajab Prilyadi, menyebutkan, hal itu terungkap dalam acara “Ekspos Pemekaran Garut Selatan” yang diselenggarakan di Pemprov Jabar. Selain dihadiri pihak DPRD Garut, Presidium Masyarakat Garut Selatan, Pemkab Garut dan Pemprov Jabar, acara tersebut juga dihadiri langsung oleh Dirjen Otda dan Tim Peneliti dari Unpad. “Berdasarkan informasi yang kami terima dari pihak Pemprov Jabar, tertahannya berkas pembentukan Kabupaten Garut Selatan karena memang masih banyak terdapat kekurangan dalam segi administrasi. Makanya pihak provinsi belum bisa memeberikan berkas tersebut ke Mendagri,” terang Rajab yang ditemui di ruang Komisi A DPRD Garut. Rajab sendiri mengaku sepenuhnya mendukung rencana pembentukan Kabupaten Garut Selatan tersebut karena memang dilihat dari berbagai persyaratannya sudah sangat layak. Selain dilihat dari luas wilayah serta jumlah pnduduk yang sudah layak untuk dibentuk sebuah kabupaten, Garut selatan juga mempunyai potensi sumber alam yang dapat diandalkan untuk PAD, di antaranya sektor pertanian dan perkebunan, sektor perikanan dan kelautan, sektor pariwisata serta sektor pertambangan yang banyak tersebar di hampir setiap kecamatan. Dikatakan, sebagai bukti keseriusan pihak DPRD Garut terhadap rencana pembentukan Kabupaten Garut Selatan di antaranya dengan dianggarkannya dana sebesar Rp7,5 miliar untuk percepatan pembangunan Rumah Sakit Umum (RSU) Pameungpeuk. Hal itu merupakan upaya untuk mempercepat pembangunan infrastruktur sebagai penunjang pembentukan kabupaten baru. Dengan pihak-pihak terkait, lanjutnya, pihaknya akan berupaya sesegera mungkin melengkapi kekurangan administrasi agar rencana pembentukan Kabupaten Garut Selatan ini bisa segera ditembuskan ke Mendagri. “Saya berharap paling lambat dua tahun lagi, rencana pembentukan Kabupaten Garut Selatan ini sudah terwujud,” tandasnya. (nik)

SIRUP ORIENTAL
Bahan natadecoco ½ bh alpukat kelapa muda selasih secukupnya sirup rasa jeruk es batu secukupnya Cara Membuat Masukkan natadecoco, alpukat, kelapa muda, selasih ke dalam mangkok atau gelas. Lalu tambahkan serutan es batu diatasnya. Tuangkan sirup rasa jeruk di atasnya sesuai selera. Sajikan. Selamat mencoba.

Pendistribusian Raskin di Kota Sukabumi Lancar
Berpeluang Dapatkan Raskin Award
SUKABUMI, Medikom–Penyaluran beras untuk masyarakat miskin (raskin) di Kota Sukabumi berjalan lancar. Demikian disampaikan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Sukabumi H Deden Solehudin SAg MM usai memimpin rapat evaluasi pendistribusian raskin bersama Kepala Gudang Dolog Sukabumi Divre Cianjur H Agus Hermawan di Balaikota Sukabumi, Selasa (29/6). Deden mengatakan, raskin tersebut disalurkan ke 33 kelurahan se Kota Sukabumi, dan hingga akhir triwulan dua tahun ini, telah selesai secara keseluruhan 100 persen. Lancarnya pendistribusian raskin tersebut, tidak terlepas dari meningkatnya kinerja dan koordinasi, yang dilakukan dengan baik oleh para petugas, khususnya para petugas dari Gudang Dolog Sukabumi Divre Cianjur, dengan para petugas yang ada di setiap kecamatan dan kelurahan, termasuk dengan para petugas yang ada di dinas-instansi terkait di Kota Sukabumi. Deden juga mneuturkan, jika Kota Sukabumi lancar mendistribusikan raskin mencapai 100% selama 1 tahun, maka akan berpeluang untuk diikutsertakan dalam Raskin Award yang akan digelar pada akhir tahun ini. “Peluang Kota Sukabumi sangat besar untuk meraih Raskin Award. Ini berdasarkan hasil evaluasi hingga akhir pertengahan tahun ini,” ujar Deden. Raskin Award tersebut diperebutkan secara berjenjang mulai dari tingkat provinsi hingga tingkat nasional. Hal senada diungkapkan oleh Kepala Gudang Dolog Sukabumi Divre Cianjur H Agus Hermawan, penyaluran raskin di Kota Sukabumi selama enam bulan terakhir ini sudah mencapai 100%. Ini terlihat dari akhir triwulan kedua tahun ini beras raskin yang telah disalurkan kepada warga Kota Sukabumi yang berhak menerimanya mencapai 921.960 ton atau 50% dari 18 juta ton beras raskin yang harus disalurkan pada tahun 2010 ini. Angka tersebut sekaligus menunjukkan bahwa pendristibusian penyaluran raskin di wilayah ini lancar.Lancarnya penyaluran dan pendistribusian tersebut, tidak terlepas dari baiknya koordinasi yang dibangun dengan pihak kecamatan dan kelurahan. Menurutnya, rata-rata Gudang Dolog Sukabumi setiap bulannya menyalurkan sebanyak 153.660 ton. Meski lancar dalam penyaluran, namun Agus juga tidak membantah ada kendala seperti adanya tunggakan pembayaran. Namun meski demikian, kata dia hal tersebut tidak sampai menghambat lancarnya penyaluran karena dapat diselesaikan tanpa memakan waktu yang lama. Agus juga merasa optimis, pendistribusian raskin untuk Kota Sukabumi pada tahun ini, bisa tuntas sesuai dengan jadwal waktu yang telah ditentukan. Karena di Kota Sukabumi, tidak ada satu pun kelurahan yang terlambat, baik dalam mengajukan pendistribusian maupun dalam melakukan pembayaran. “Saya yakin ke depannya juga lancar hingga akhir tahun dan selesai tepat waktu,” ujarnya. Ia berharap, dengan lancarnya pendistribusian dan pembayaran raskin, Kota Sukabumi berpeluang untuk diikutsertakan dalam Raskin Award, yang menurut rencana dilaksanakan pada akhir tahun ini. Dikatakannya, Raskin Award tersebut diperebutkan secara berjenjang, mulai dari tingkat provinsi hingga tingkat nasional. “ Berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan beberapa waktu yang lalu, Kota Sukabumi sangat berpeluang besar untuk mendapatkan Raskin Award pada tahun Ini,” ungkap Agus. (Arya)

Kesadaran Masyarakat Bantu Penurunan Gangguan Listrik
SUKABUMI, Medikom–Sejak digelarnya Word Cup 2010, PLN APJ Sukabumi boleh sedikit berbangga, karena hingga saat ini belum pernah terjadi padam listrik akibat gangguan pada saat-saat berlangsungnya pertandingan sepak bola berkelas dunia itu. “Mudahmudahan kondisi seperti ini dapat dipertahankan seterusnya oleh PLN,” ungkap Andri, seorang pemuda penggila sepak bola, warga Gang Adireja. Mengatasnamakan masyarakat, Andri juga berharap agar PLN mampu mengurangi volume gangguan padam listrik yang sering terjadi. Hal senada juga dilontarkan Anita, mahasiswi salah satu perguruan tinggi di Sukabumi. Ia menegaskan, seharusnya PLN mampu mengurangi terjadinya padam listrik akibat gangguan ini jangan hanya karena menghadapi event World Cup saja, tapi harus berkesinambungan, sehinga istilah byar pet tidak berlaku lagi, khususnya di Sukabumi. Menanggapi hal tersebut, Humas PLN APJ Sukabumi Harry SAS ketika ditemui, Rabu (30/6) di ruang kerjanya, mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang telah bersama-sama membantu PLN hingga terlaksananya pemeliharaan jaringan listrik Saluran Udara Tegangan Menengah (SUTM) berupa pembersihan jaringan listrik dari arku layang-layang serta pemangkasan pepohonan yang jaraknya sudah terlalu dekat dengan SUTM. “Bantuan masyarakat yang dirasakan sangat tinggi kontribusinya dalam upaya menurunkan intensitas gangguan listrik adalah keikhlasan dan merelakan pepohonan milik mereka untuk dipangkas, sehingga terpenuhinya jarak radius 3 meter zona aman SUTM,” ujar pria yang lebih akrab dipanggil “Mang Harry” di lingkungan kerja PLN APJ Sukabumi ini seraya menambahkan, kalau jarak radius 3 meter itu tidak terpenuhi, maka besar kemungkinan intensitas gangguan akan lebih sering. Begitu pula jarak waktu antara satu event pemeliharaan ke event pemeliharaan berikutnya akan terjadi sangat kerap, apalagi dalam cuaca ekstrem seperti sekarang. Hampir setiap hari turun hujan, akan mempercepat tumbuhnya pucuk-pucuk pohon mendekati SUTM, terutama pucuk pohon bambu. Harry berharap, ke depannya kesadaran masyarakat seperti ini akan dibina terus dan dilanjutkan melalui kebersamaan dalam bentukbentuk kegiatan seperti penyuluhan dan lain-lain. “Dengan demikian diharapkan akan tumbuh kesadaran dan rasa peduli kepada PLN di kalangan masyarakat,” tandas Harry optimistis. (Arya/Ne)

Pelanggan Flexi Tumbuh Pesat Mengukuhkan Predikat sebagai “Market Leader”
BANDUNG, Medikom–Selama triwulan pertama 2010, pelanggan Flexi tumbuh sebesar 19% sehingga total pelanggan Flexi menjadi 15,9 juta. Flexi didukung oleh 5.543 unit BTS (Base Transceiver Station) dan melayani lebih dari 370 kota di Indonesia. Hal ini semakin mengukuhkan Flexi sebagai market leader layanan Fixed Wireless Access (FWA) dengan penguasaan pasar sekitar 57%. “Meski persaingan semakin ketat tetapi kami tetap optimis, pertumbuhan pelanggan dari FWA tersebut akan semakin tumbuh secara signifikan,” kata Vice Presiden Public and Marketing Communication PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom) Eddy Kurnia. Faktor yang dipandang bisa semakin meningkatkan kinerja Flexi, selain cakupan (coverage) yang sangat luas, juga program promo yang kini tengah dijalankan. Program promo Ngeroopi misalnya, saat ini sangat diminati oleh pelanggan Flexi. Melalui program promosi ini pelanggan cukup membayar tarif yang sangat murah, yakni Rp49 per menit tanpa memperhatikan jarak. Selain Ngeroopi, program “Flexi Irit Mingguan” juga disambut baik oleh pelanggan. Paket ini memberikan paket menelepon senilai Rp500.000 per minggu, hanya dengan Rp5.000. Program promo yang memungkinkan pelanggan memperoleh nilai lebih dibandingkan biaya yang harus dikeluarkan. Flexi juga akan meneruskan program promo bundling handset. Hal ini menyusul program Flexi Chatting yang diluncurkan beberapa waktu lalu dan memperoleh sambutan yang luar biasa. Dijelaskan Eddy, pada layanan telepon selular dan telepon Telkom tetap masih menjadi market leader, dengan total pelanggan mencapai 24,3 juta ((15,9 juta di antaranya adalah pelanggan Flexi), sehingga total pelanggan TELKOMGroup mencapai 106,3 juta. Adapun pelanggan telepon selular Telkom (melalui Telkomsel) menguasai 82 juta pelanggan. IthinK)

Strategi Pemasaran Jitu Genjot Angka Wisatawan
BANDUNG, Medikom–Keunggulan dan keunikan daya tarik dunia pariwisata Jabar mesti dikemas secara baik untuk menggenjot daya tarik kunjungan wisatawan. Oleh karena itu, Dinas Pariwasata dan Kebudayaan Jabar menetapkan sejumlah kebijakan strategis dalam promosi (pemasaran) guna meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) dan nusantara (wisnus). Hal ini dikemukakan Kadisparbud Ir Herdiwan MM baru-baru ini kepada Medikom. Menurutnya, kegiatan pemasaran pariwasata mesti mengandalkan metode strategi yang jitu dan tepat (strategic) serta target yang terukur dan realistis (targeting). Posisi produk pariwisata yang ditawarkan pun harus sesuai dengan selera wisatawan yang dikemas secara unik dalam beberapa segmentasi. Selain itu, pendekatan pemasaran promosi wisata ditujukan untuk menghasilkan paket wisata yang unik, kemasan khas, harganya ekonomis dan signifikan memengaruhi angka kunjungan wisatawan 2010–2011. Kebijakan Pemprov Jabar melalui program Disparbud Jabar itu, jelasnya, di antaranya memfasilitasi pelaku usaha atau penyelenggara pariwisata di Jabar supaya berpartisipasi dalam pameran pasar wisata di dalam negeri dan luar negeri. Misalnya dalam event pemasaran wisata Jabar Travel Exchange 2010 di Hotel Horizon Bandung, pameran di Malaysia Fair (MATTA) 2010 yang berimplikasi pada peningkatan transaksi bisnis pariwisata sekitar Rp6,5 miliar. “Paket yang dipastikan berkunjung ke Jabar sekitar 4.320 orang dengan asumsi pengeluaran belanja Rp500.000 per hari (di luar transport dan akomodasi) dengan memiliki rata-rata lama tinggal 3 hari,” tuturnya yang optimis bisa dicapai, dengan harapan sarana prasarana perhubungan menggunakan pesawat terbang dari Malaysia ke Bandung mengalami peningkatan. Dikatakan, promosi atau pemasaran pariwisata yang difasilitasi pemerintah ini memiliki dampak yang luar biasa untuk memutarkan roda pertumbuhan ekonomi yang bersifat ganda (multiplier effect) bagi dunia pariwisata, maupun perekonomian di Jabar. “Mengingat manfaat dan dampak ekonomi yang meningkat secara terukur, maka partisipasi Jabar pada event seperti ini perlu ditingkatkan jumlah pesertanya yang difasilitasi pemerintah maupun yang dikoordinasikan pihak ketiga atau event organizer,” tuturnya. (Zaz)

UPTD BBPPI Majalengka Tingkatkan Produksi Benih Ikan
MAJALENGKA, Medikom-UPTD Balai Benih dan Pengembangan Produksi Ikan, Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, berhasil meningkatkan produksi benih dari beberapa jenis ikan yang dikelola selama beberapa tahun terakhir. Hingga saat ini jumlahnya bisa mencapai 700.000-1.000.000 ekor larva benih ikan tiap bulan, dengan asumsi 70% hidup jadi benih. Peningkatan yang dicapai tidak terlepas dari penguasaan teknologi perikanan yang selama ini terus dikembangkan. Hal itu didukung semakin baiknya sarana dan prasarana seperti kolam, pengairan yang cukup, dan dengan cuaca yang memungkinkan dalam pengelolaan perikanan. Daya hidup larva cukup membantu produktivitas benih. Hal itu ditambah lagi lancarnya pemasaran dan berjalannya siklus pendederan dari larva ke benih. Menurut Kepala UPTD BBPPI Dinas Pertanian Majalengka, Ir Sukani MP, sejak Balai Benih Ikan didirikan di Babakan Jawa, yakni tahun 2000 lalu, produksi benih terus meningkat secara bertahap. Walaupun mulai menghasilkan dimulai tahun 2005, kini produksinya terus meningkat dan cukup membanggakan. Hingga Juni 2010, jumlahnya telah mencapai 1 juta ekor larva per bulannya. Begitu pula pemasarannya semakin baik. “Selain di Kabupaten Majalengka, juga mencakup ke Kabupaten Sumedang, Kuningan, Cirebon, bahkan sudah mencoba mengirim ke Lampung, dengan harga di bawah pasar masyarakat umum maupun bandar. Setiap hari selalu ada dan kami layani, walaupun partai kecil,” kata Sukani. Lebih lanjut Sukani mengatakan, UPTD BBPPI sebenarnya mengelola tiga lokasi, yakni Rajagaluh 13 kolam seluas 1 Ha, Maja 6 kolam dengan luas 0,23 Ha, dan Babakan Jawa 36 kolam seluas 4 Ha. Yang dibudidayakan di antaranya ikan nila nirwana, ikan lele, ikan patin, ikan mas, dan tawes. Untuk memenuhi permintaan masyarakat, yang lebih dominan jenis ikan nila nirwana. Selain cepat besar, juga harganya terjangkau. “Untuk tahun 2010 kami akan menargetkan untuk 2 juta ekor larva per bulan, dan akan ada penambahan bibit sebanyak 10 paket. Di samping itu, akan menambah kolam induk, renovasi kolam dan peninggian tanggul kolam,” jelasnya. Menurut Maman, petani ikan asal Desa Kadu, Sumedang, jika dulu untuk membeli benih ikan dirinya harus ke Cimalaka yang jaraknya cukup jauh, sekarang tidak lagi. “Di Majalengka sangat banyak. Butuh berapa kilo, selalu ada. Mau kapan saja,” katanya. (Tatang)

315 Kuwu dan Lurah Terima Kendaraan Operasional
INDRAMAYU, Medikom–Wujud kepedulian kepada pemerintahan desa sebagai ujung tombak pelaksanaan pemerintahan, pembangunan, dan kemasyarakatan, khususnya dalam hal pemungutan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), Pemerintah Kabupaten Indramayu Kamis (1/ 7) menyerahkan bantuan kendaraan operasional roda dua kepada 315 kuwu dan lurah untuk dipergunakan dalam pelaksanaan pemungutan PBB di wilayahnya. Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh Bupati Indramayu DR H Irianto MS Syafiuddin (Yance) disaksikan Ketua Asosiasi Kuwu Seluruh Indramayu (AKSI) H Sumadi, Kepala Dinas, PPKAD Drs Rinto Waluyo MPd, Kabag Otdes, para camat, serta para kuwu dan lurah se-Kabupaten Indramayu. Pada kesempatan tersebut Yance menekankan agar kendaraan operasional itu dimanfaatkan dan dipelihara sebaik-baiknya, sehingga dapat berfungsi maksimal untuk pemungutan PBB saat ini dan dimasa yang akan datang. “Sebagai salah satu sumber PAD yang utama menurutnya, PBB memiliki peran signifikan dalam pembiayaan pembangunan. Lebih penting dari itu, PBB merupakan wujud peran serta masyarakat dalam pembangunan. Dengan membayar PBB, berarti masyarakat turut membangun bangsa dan memperlancar jalannya pemerintahan dan pembangunan,” ujarnya. Yance mengatakan, untuk tahun 2011 Pemkab Indramayu telah menganggarkan dana sebasar Rp75 miliar di luar ADD guna perbaikan infrastruktur perdesaan. Tetapi tidak semua desa akan mendapatkan kucuran dana tersebut, kecuali mereka yang berprestasi dan mendukung program Pemerintah Kabupaten Indramayu. “Terus terang hanya desa yang memiliki komitmen dan kepedulian terhadap program Pemkab Indramayu yang akan mendapatkan kucuran dana untuk percepatan pembangunan perdesaan,” tegas Yance seraya mengatakan, sudah saatnya desa-desa tersebut untuk berlomba menoreh prestasi di segala bidang. Kepala Dinas PPKAD Kabupaten Indramayu Drs Rinto Waluyo MPd menjelaskan. Pemerintah Kabupaten Indramayu di tahun 2009 lalu telah menyelesaikan PBB di semua sektor lebih dari 100%. Menurut Rinto, prestasi yang gemilang ini, baru terjadi di bawah kepemimpinan Bupati Yance. Yang lebih membanggakan lagi masuk peringkat pertama di Jawa Barat. Ketua AKSI H Sumadi menyampaikan terima kasih kepada Bupati Yance atas perhatiannya yang diberikan kepada para kuwu. “Awalnya saya berharap bantuan yang diterima itu roda empat, tetapi roda dua juga saya sangat bersyukur,” klakarnya seraya menegaskan agar kendaraannya itu dapat digunakan untuk kegiatan dinas, sebab kalau digunakan untuk hal-hal yang tidak benar, yang malu bukan hanya ketua AKSI, melainkan Bupatinya juga ikut malu. (H Yonif)

Tidak Tepat Sasaran

Ketua Komisi B DPRDSU Minta Pemerintah Cabut Seluruh Subsidi
MEDAN, MedikomKetua Komisi B DPRDSU Layari Sinukaban meminta Pemerintah Pusat segera mencabut seluruh subsidi yang saat ini masih berkutat di tengah-tengah masyarakat. Sinukaban menilai saat ini ditengarai subsidi yang berada di tengah masyarakat tidak hanya dirasakan oleh masyarakat yang ekonomi lemah. “Namun masyarakat kelas atas juga turut menikmatinya,” tegas Layari Sinukaban kepada wartawan, belum lama ini, di ruangan Komisi B DPRDSU di Medan.
Dikatakan, padahal penyaluran subsidi yang selama ini telah dinikmati hanya diperuntukkan bagi warga ekonomi lemah. Untuk itu dengan tegas beliau menyatakan, meminta agar Pemerintah Pusat secepatnya mencabut subsidi yang ada, karena disinyalir hal ini masih kurang tepat sasaran dalam penyalurannya. Layari Sinukaban yang juga salah seorang pengurus Hiswana Migas Sumut dan juga pelaku ekonomi, mengusulkan, sebaiknya subsidi diganti dengan kompensasi dana lansung tunai untuk rakyat miskin dalam jumlah yang cukup besar. Dari apa yang telah didapat masyarakat saat ini, bantuan terhadap rakyat miskin bukan hanya dalam bentuk bantuan langsung tunai. “Tetapi masyarakat tersebut diberi kemudahan dalam berusaha, mulai dari perizinan hingga modal usaha dan sekaligus membimbing masyarakat dalam mengelola usahanya,” katanya. Maka dari itu, pinta Layari Sinukaban, agar nantinya tidak terjadi salah dalam penyaluran bantuan kepada yang berhak menerima, berharap supaya pemerintah untuk mendata ulang masyarakat yang berpenghasilan rendah. “Saya yakin jikalau hal ini dilakukan, beberapa tahun kemudian angka kemiskinan akan berkurang di negeri ini. Karena selama ini banyak masyarakat yang mau berusaha terkendala dengan modal usaha dan semrawutnya mengurus perizinan,” ujarnya. Layari Sinukaban menambahkan, keterpurukan ekonomi nasional tak terlepas dari banyaknya subsidi diberikan Pemerintah kepada rakyat Indonesia, baik subsidi BBM, pupuk, serta listrik. Hal itu terasa wajar mengingat Pemerintah harus menopang kehidupan rakyat miskin yang jumlahnya mencapai 60%. Menjadi aneh jika Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) mengeluarkan kebijakan justru menguntungkan Perusahaan BBM Malaysia, Petronas. Perusahaan milik Malaysia itu diberi subsidi oleh BPH Migas dalam mendistribusikan BBM ke rakyat Indonesia. Menanggapi hal itu, Layari Sinukaban mengatakan, BPH Migas bertindak ceroboh memberikan kebijakan pada Petronas dalam distribusi BBM ke rakyat Indonesia. Petronas sudah diberi keleluasaan berniaga di Indonesia, mengapa BPH Migas justru memberikan subsidi pada perusahaan asing tersebut. “Ini tindakan ceroboh,” keluh Layari dengan kesal. Layari yang juga anggota Fraksi Demokrat menjelaskan, pemberian subsidi ke Petronas sama saja memberi keuntungan pada pengusaha asing. Hal ini akan berdampak buruk bagi para pengusaha SPBU lokal, dalam kurun waktu dekat akan gulung tikar alias bangkrut. Beliau juga heran mengingat subsidi tersebut kenapa BPH Migas memberikan ke Petronas hanya berlaku di Provinsi Sumatera Utara dan Lampung. Sedangkan di Pulau Jawa dan Indonesia Timur tidak satupun perusahaan Petronas yang mendapat subsidi. Untuk itu Komisi B DPRDSU akan melaporkan kebijakan BPH Migas ke Menko Ekuin. Selain itu pihaknya juga akan merekomendasikan pembubaran BPH Migas. (SS)

Pos Indonesia Raih Penghargaan Quality Management Certification
BANDUNG, Medikom–Deputy Director General of Universal Postal Union (UPU) Mr Guozhong Huang memberikan sertifikat Penghargaan UPU Quality Management Certification kepada PT Pos Indonesia (Persero). Penghargaan ini diterima oleh Direktur Utama PT Pos Indonesia DR I Ketut Mardjana, pada Sidang Asian–Pacific Postal Union Executive Council (APPPU-EC) barubaru ini di Nusa Dua, Bali. Lima negara anggota APPU lain yang menerima penghargaan yakni Malaysia, Maldives, Mongolia, Lao PDR, dan Srilanka. Pemberian penghargaan ini merupakan salah satu bukti bahwa Pos Indonesia telah siap memasuki era persaingan industri perposan global yang semakin kompetitif. Dirjen Postel Muhammad Budi Setiawan menyampaikan harapan terbukanya kesempatan untuk saling bertukar pandangan dalam perkembangan layanan pos di saat teknologi telah menguasai pasar secara global serta saling meningkatkan kerja sama antaranggota APPU di bidang layanan Pos. Pada kesempatan itu juga Dirjen Postel mengulas Undang-Undang tentang Pos Nomor 38 Tahun 2009 yang telah diberlakukan menggantikan Undang-Undang tentang Pos Nomor 6 Tahun 1984 di Indonesia. Pos Indonesia sebagai salah satu perusahaan BUMN siap meningkatkan daya saing dengan menaikkan kinerja layanan internasional. Di sisi operasional, Pos Indonesia mencanangkan review end to end process produk pos internasional, sedangkan di sisi business development akan dikembangkan aliansi strategis dengan pelaku bisnis mancanegara melalui kerja sama port to door agar mampu meraih pasar pengiriman barang ke seluruh dunia.Upaya-upaya lain di antaranya penyempurnaan sistem IT, peningkatan handling operasional dan kualitas pelayanan, dan banyak upaya lain yang secara teknis diwujudkan melalui percepatan waktu tempuh. (IthinK)

Edisi 376 Tahun VII 05 s.d. 11 Juli 2010

sorot
6.000 Peserta Ikuti Gerak Jalan Santai
LUBUK PAKAM, Medikom–Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun Kabupaten Deliserdang ke-64 dan HUT Bayangkara, yang juga dirangkai dengan Hari Anti Narkoba Internasional Tahun 2010 tingkat Deliserdang, Sabtu (26/6) pagi, dilakukan kegiatan olahraga gerak jalan santai. Kegiatan spektakular yang mengambil start di Kompleks Stadion Baharuddin Siregar dan finis di Alun-alun Pemkab tersebut diikuti lebih dari 6.000 peserta termasuk di dalamnya Wakil Bupati Deliserdang H Zainuddin Mars dan Ketua DPRD Hj Fatmawati, unsur Muspida Plus, Ketua TP PKK Hj Anita Amri Tambunan, serta para SKPD, camat SeKabupaten Deliserdang, TNI, Polri, PNS, BUMN, BUMD, perusahan swasta, pelajar, OKP, pers, pramuka dan dari berbagai organisasi lainnya yang dilepas oleh Wakil Bupati Deli Serdang H Zainuddin Mars. Dalam gerak jalan santai tersebut para peserta sangat bergembira, tampak canda tawa mewarnai acara yang menempuh rute kompleks Kantor Bupati tersebut. Acara Gerak Jalan Santai dimaksudkan juga sebagai wahana silaturahmi untuk menjalin komunikasi yang lebih dekat, mempererat persaudaraan dan menjalin hubungan kekeluargaan yang lebih erat. Acara diakhiri dengan penarikan nomor undian peserta dan pembagian hadiah kepada para peserta yang beruntung. (R David Sagala)

10
Kasus Kajian Belum Selesai Muncul Gratifikasi Mbah Priok

10 Anggota DPRD DKI Bakal Masuk Penjara
JAKARTA, Medikom-Masih terngiang di telinga kita pidato Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Fauzi Bowo pada saat rapat paripurna kasus tragedi berdarah Mbah Priok, Jakarta Utara, beberapa bulan lalu. Dalam rapat paripurna di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Fauzi Bowo meminta agar diusut dugaan adanya aliran dana dari Pelindo sebesar Rp11 miliar. “Apabila pernyataan itu benar, ada anggaran Rp11 miliar dari Pelindo, saya minta agar diusut secara tuntas,” kata-kata inilah cuplikan pernyataan Fauzi Bowo. Serapat-rapatnya menutupi bangkai, pasti tercium juga. Serapat apa pun menutupi kejahatan, pasti akan terbongkar. Peribahasa inilah yang saat ini sedang mencoreng citra lembaga Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi DKI Jakarta. Pasalnya, kasus korupsi Mbah Priok, Jakarta program kajian yang Utara. “KPK akan diduga telah melibatkan terus-menerus meFirmansyah (Partai lakukan penyidikan Demokrat), Prya terhadap dugaan Ramadhani, dan Inggard gratifikasi yang Joshua (Partai Golkar), diduga melibatkan 10 yang dianggap telah anggota Dewan. Bila merugikan keuangan dalam pengemnegara/daerah sebesar bangan penyidik itu Rp27,5 miliar, belum terbukti, KPK segera selesai di persidangan, menahan 10 anggota nongol lagi kasus 10 Dewan (DPRD DKI, anggota Dewan dipanggil red),” kata Johan Ida Mahmudah Komisi Pemberantasan Budi, Kamis (1/7). Korupsi (KPK) terkait dugaan Ketua Komisi A DPRD Provinsi DKI gratifikasi Mbah Priok. Jakarta dari Fraksi PDIP yang juga Juru bicara KPK, Johan Budi saat anggota TPF menyangkal adanya dikonfirmasi, mengatakan, memang surat panggilan dari KPK. “Memang benar beberapa hari lalu dari pihak ada surat dari KPK, tapi bukan KPK telah mengirim surat panggilan masalah gratifikasi. Surat masalah terhadap 10 anggota Dewan (DPRD laporan TPF,” singkat Ida DKI, red) untuk dimintai keterangan Mahmudah, di ruang kerjanya. terkait gratifikasi tragedi berdarah (slamet supriyadi)

1.706 Personel Polda Sumut Naik Pangkat
MEDAN, Medikom-Sebanyak 1.706 personel Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Poldasu) mendapat kenaikan pangkat regular. Kenaikan pangkat itu sesuai dengan Telegram Rahasia (TR) Kapoldasu yang dikeluarkan pada tanggal 25 Juni 2010. Kabid Humasy Poldasu Kombes Pol Baharudin Djafar melalui Kasubid Dokliput AKBP MP Nainggolan menjelaskan kepada wartawan di kantornya di Medan, kenaikan pangkat 1.706 tersebut merupakan program Kepolisian dalam peningkatan karier personel. “Kenaikan pangkat ini atas dasar surat TR masing-masing pangkat yang dikeluarkan oleh Kapoldasu Irjen Pol Oegroseno tertanggal 25 Juni 2010,” ungkap Nainggolan kepada wartawan. Dirincikannya, jumlah 1.706 personel tersebut terdiri dari bintara sebanyak 1.622 orang dengan mulai pangkat brigadir pol dua naik menjadi brigadir satu sebanyak 437 personel, brigadir satu-brigadir kepala 180 personel, brigadir kepala- ajun inspektur dua 509 personel, dan pangkat aipda-ajun inspektur satu 205 personel. Di tingkat perwira menengah (pamen) juga terjadi kenaikan pangkat. Sebanyak 50 personel, mulai pangkat AKP hingga kombes, mengalami kenaikan pangkat. Kenaikan itu dengan rincian AKP menjadi kompol sebanyak 20 personel, kompol menjadi AKBP sebanyak 29 personel, dan AKBP menjadi kombes satu personel, yakni Kepala Bidang Propesi dan Pengamanan (Kabid Propam) Poldasu Kombes Pol Edi Hasioalan Napitupulu. (SS)

Bila Kita Bersyukur Allah Akan Menambahi NikmatNya
TANJUNG MORAWA, MedikomBupati Deli Serdang Drs H Amri Tambunan mengatakan, bila mensyukuri segenap nikmat yang dianugerahkan Allah SWT kepada kita, Insya Allah akan ditambahiNya. Namun bila kita ingkar atas nikmat tersebut, maka tunggulah kehadiran azabNya. Hal itu ditekankan Bupati Deli Serdang di hadapan ribuan umat Islam Kecamatan Tanjung Morawa, Selasa (29/6), di lapangan Garuda Tanjung Morawa, pada peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Besar Muhammad SAW 1431 H. Peringatan itu dirangkai dengan zikir akbar dan doa bersama dalam menyambut Hari Jadi Ke-64 Kabupaten Deli Serdang, yang jatuh pada 1 Juli 2010. Warga Deli Serdang, tambah Bupati, merupakan masyarakat yang taat pada ajaran agamanya masing-masing, sehingga tidak akan pernah lupa mensyukuri nikmat pembangunan yang diberikan Allah di daerah Deli Serdang, bagi kesejahteraan masyarakat Deli Serdang. Dalam membangun, pasti ada rintangan dan halangan. Namun, kata Bupati, tidak akan menghambat masyarakat Deli Serdang untuk terus bersinergi dalam membangun Deli Serdang melalui program Cerdas dan GDSM, dengan kebersamaan dan gotong royong dalam bingkai nilai kasih sayang. Pelaksanaan zikir akbar yang dipandu lembaga Zikir Tazkira Sumut dan peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Besar Muhammad SAW 1431 H, dinilai Bupati Deli Serdang merupakan sarana menyadarkan dan meningkatkan ketaatan warga Deli Serdang kepada ajaran agamanya, sekaligus menumbuhkan semangat untuk berpartisipasi membangun Deli Serdang. Pada acara ini, Dr KH Amiruddin MS MAP MBA dalam tausiyahnya, mengatakan, umat Islam jangan selalu mencari-cari dan mengumpulkan kesalahan orang lain. “Carilah kelemahan dan kesalahan diri sendiri, lalu meminta ampun kepada Allah SWT, sehingga kalbu/jiwa/nafs Anda dalam keadaan bersih ketika kembali kepadaNya,” katanya. Dalam setahun, kata KH Amiruddin MS, ada tiga bulan yang memiliki makna tersendiri, yakni bulan Sya’ban bulannya Rasul, perbanyaklah berpuasa, bulan Ramadhan bulannya Umat Islam, perbanyaklah membaca Alquran, dan bulan Rajab bulannya Allah, perbanyak puasa dan istigfar guna menyucikan kalbu/jiwa/nafs. Ketua DPRD Deli Serdang Hj Fatmawaty dalam sambutannya mengingatkan agar kita bersyukur atas pembangunan yang ada di daerah Deli Serdang serta berfikir dan merenung apa peran serta kita dalam mewujudkan pembangunan tersebut. Kepala Kantor Kementerian Agama Deli Serdang Drs Adlin Damanik MAP selaku panitia pelaksana melaporkan, kegiatan yang dihadiri ribuan orang ini merupakan bagian dari syukur nikmat kepada Allah SWT atas Hari Jadi Ke-64 Kabupaten Deli Serdang. (R David Sagala)

Beragam Kegiatan Digelar di Hari Jadi Deliserdang Ke-64
DELI SERDANG, Medikom–Suatu harapan telah menjadi kenyataan tentunya akan timbul harapanharapan baru yang semakin meningkat. Semuanya merupakan tuntutan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara yang tak akan pernah berhenti. Kita telah dapat bersinergi melakukan proses percepatan pembangunan Deliserdang, sehingga dapat dijadikan modal berharga untuk tahun-tahun ke depan sebagai tahun kebangkitan pembangunan berikutnya. Meskipun hal itu merupakan tahun yang penuh tantangan di samping mengandung harapan-harapan baru. Demikian sambutan Bupati Deliserdang Drs H Amri Tambunan pada acara syukuran peringatan Hari Jadi ke64 Kabupaten Deliserdang dan HUT Ke- 64 Bayangkara Tahun 2010, (1/ 7) di Balairung Kompleks Kantor Bupati Deliserdang di Lubuk pakam. Hadir Ketua dan Wakil Ketua serta para Anggota DPRD Kabupaten Deliserdang, Wakil Bupati dan seluruh unsur Muspida plus beserta istri, para mantan Bupati dan Mantan Wakil Bupati serta Mantan Sekda Kabupaten Deliserdang, Sekda beserta para pimpinnan SKPD dan camat se- Kabupaten Deliserdang, Ketua Tim Penggerak PKK dan Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Deliserdang serta seluruh unsur pengurus. Ditambah para veteran, pejuang, pemuka agama unsur pemuda, jajaran aparatur pemerintah dan Polri serta para undangan lainnya. Lebih jauh Bupati Drs H Amri Tambunan mengemukakan berbagai penghargaan telah diraih baik dari Pemerintah Pusat, provinsi maupun lembaga instansi lainnya terhadap prestasi kegiatan pembangunan yang telah dilaksanakan di daerah ini. Begitu juga yang diterima dalam bentuk Satya Lencana dari Presiden RI maupun bentuk penghargaan lainnya. Semua ini adalah merupakan keberhasilan bersama seluruh elemen masyarakat yang telah memberi dukungan yang sangat berarti dalam upaya pencapaiannya. Pada kesempatan itu juga Bupati Deliserdang secara khusus atas nama pemerintah dan muspida plus beserta seluruh masyarakat Deliserdang mengucapkan selamat dan terima kasih serta penghargaan yang tulus kepada jajaran Polres Deliserdang atas prestasi dalam perolehan penghargaan “Citra Pelayanan Prima” di bidang Lalu Lintas dari Menpan RI. Selama ini pihak Polres Deliserdang dinilai telah menunjukkan peran sertanya yang cukup berarti dalam mewujudkan situasi kamtibmas yang sangat kondusif dalam mendukung kegiatan pembangunan di daerah ini. Sebelum acara syukuran digelar, dilakukan Sidang Paripurna DPRD Deliserdang dalam penetapan HUT Kabupaten Deliserdang yang ke-64. Sidang Paripurna penetapan Hari Jadi Kabupaten Deliserdang langsung dipimpin Ketua DPRD Hj Fatmawati Takrim dan dihadiri seluruh Anggota Dewan. Selain itu hadiri juga Bupati Deliserdang Drs H Amri Tambunan, Wakil Bupati H Zainudin Mars, Muspida, para SKPD, camat seKabupaten Deliserdang, para kepala desa/lurah, tokoh agama, ormas, OKP serta segenap tokoh partai politik. Dalam acara Sidang Paripurna Dewan ini, Bupati menegaskan, pada dasarnya tentu tidak sekadar menyelenggarakan kegiatan ceremonial saja, tapi lebih jauh dari itu adalah melakukan berbagai evaluasi apa yang telah dilakukan selama ini, untuk menghadapi tantangan yang masih ada. Dalam rangka menyambut Hari Jadi Kabupaten Deli Serdang ke-64, sebelumnya telah digelar berbagai rangkaian kegiatan seperti, gotong royong di seluruh kecamatan seKabupaten Deliserdang, penghijauan sejuta pohon, pertandingan sepak bola antarinstansi, penilaian kebersihan setiap kantor instansi pemerintah dan perusahaan, gerak jalan santai, tarik tambang dan senam sehat, pengobatan secara gratis, operasi bibir sumbing dan khitanan massal, kunjungan ke panti asuhan, zikir akbar, pameran pembangunan serta hiburan rakyat dengan mendatangankan artis Ibu Kota, Wali Band. Bupati Deliserdang beserta Muspida Plus menyempatkan diri meninjau seluruh stan pameran yang berlangsung hingga 7 Juli 2010. Dalam pameran ini juga ditampilkan kesenian pelajar dan seluruh etnis. (R David Sagala)

Ketua DPC Gapeksindo: Jangan Ada Bom Lagi
CIBINONG, Medikom-Tindakan oknum yang tidak bertanggung jawab melempar bom molotov ke rumah Ketua DPC Gapeknas Kabupaten Bogor, Taswin Nasution, merupakan tindakan yang bodoh. “Saya kira orang melempar bom molotov ke rumah Saudara Taswin, merupakan orang-orang suruhan yang diduga usahanya tidak mau tersaingi,” ujar Ketua DPC Gapeksindo Kabupaten Bogor, Gustav Manurung BE. “Siapa pun dia, saya mengutuk dengan tegas atas perbuatan tersebut dan segera bertaubat. Karena perbuatan ini tidak dibenarkan sama sekali dengan alasan apa pun juga. Kalau memang ada masalah, misal sesama rekanan, mari kita selesaikan dengan cara musyawarah dan mufakat. Atau secara pribadi yang bersangkutan. Jangan gunakan dengan cara-cara tidak terpuji apalagi sampai melawan hukum,” ungkap Gustav. Menurut Gustav, tindakan itu sama sekali tidak terarah, tidak efektif, malah bisa masyarakat luas yang dirugikan. “Coba kita bayangkan seandainya bom molotov tersebut dilempar dan mengenai mobil yang ada di gerasi atau bom tersebut masuk ruangan. Apa yang akan terjadi. Kita pasti tahu semua jawabannya. Pasti akan terjadi kebakaran hebat, karena rumah korban berada di kompleks perumahan yang padat penduduk. Tapi saya tidak habis pikir, berani amat itu orang, di pagi hari lagi,” kata Gustav kepada Medikom. Perbuatan dengan cara melempar bom molotov ke rumah salah seorang rekanan ini, masih kata Gustav, merupakan hal yang baru bagi rekanan Pemda Kabupaten Bogor. Dia berharap apa yang sudah terjadi ini tidak terulang kembali. “Kita sebagai warga Bogor pada umumnya menginginkan kehidupan yang tenteram dan damai. So pasti, siapa pun dia. Saya juga berharap hal seperti ini tidak akan terulang kembali,” pinta Gustav mengakhiri pembicaraan kepada Medikom. (Edison)

Tidak Ada Indikasi Korupsi di Sudin PU Jalan, Jakarta Utara

Media Cetak Dijadikan Corong untuk Menjelekkan Pejabat
JAKARTA, Medikom-Salah satu kontraktor/rekanan yang sewaktu-waktu bisa berubah menjadi lembaga swadaya masyarakat (LSM), bahkan menjadi wartawan, benar-benar merasa tidak puas dengan pernyataan dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta. Pelbagai cara ditempuhnya agar Kepala Suku Dinas (Sudin) Pekerjaan Umum (PU) Jalan, Jakarta Utara, memberi proyek kepada salah satu kontraktor/ rekanan yang kalah dalam proses tender/lelang dalam instansi tersebut. Bahkan secara drastis bisa berubah wujud menjadi LSM dan wartawan. Sudah beberapa minggu Kepala Sudin PU Jalan, Jakarta Utara, Ir H Maman Suparman MEng diberitakan di salah satu media cetak terbitan Jakarta. Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati DKI Jakarta, saat ditemui membenarkan salah satu LSM menyampaikan laporan dugaan korupsi. “Memang benar sekali ada laporan dari salah satu LSM, dugaan korupsi di Sudin PU Jalan, Jakarta Utara. Bahkan Kepala Sudin PU Jalan, Jakarta Utara, Ir H Maman Suparman MEng sudah kami panggil untuk dimintai keterangan terkait dengan laporan dari salah satu LSM tersebut,” kata Aspidsus Kejati DKI Jakarta, baru-baru ini. “Namun, laporan LSM yang kami terima tidak kuat untuk ditindaklanjuti, karena tidak disertakan bukti-bukti yang akurat agar dapat ditindaklanjuti. Hal seperti ini membingungkan masyarakat. Maka kami imbau agar LSM lebih proporsional melakukan sepak terjangnya. Jangan sampai meresahkan dan harus benar-benar memahami permasalahan yang digelutinya,” lanjut Aspidsus Kejati DKI Jakarta. Kepala Sudin PU Jalan, Jakarta Utara Ir H Maman Suparman MEng, saat dijumpai, membenarkan pihaknya pernah dipanggil oleh Kejati DKI Jakarta untuk dimintai keterangan terkait laporan salah satu LSM tersebut. “Kami jelaskan apa adanya,” kata Ir H Maman Suparman MEng, di ruang kerjanya di kantor Wali Kota Jakarta Utara. Masih Ir H Maman Suparman MEng, berkata, kontraktor atau rekanan yang seperti itu, bila sudah mendapatkan proyek, maka proyeknya dijual lagi kepada kontraktor/ rekanan yang lain. “Dengan tingkah laku kontraktor/rekanan seperti itu, menjadi pelajaran bagi saya. Dan harus pilah-pilah, itu saya terapkan sejak di Sudin PU Jalan, Jakarta Utara. Tidak ada konspirasi Sudin PU Jalan, Jakarta Utara dengan kontraktor/rekanan. Bahkan ada ada beberapa kontraktor/rekanan yang menjual nama saya demi untuk mendapatkan keuntungan,” papar Ir H Maman Suparman MEng. “Kontraktor atau rekanan yang bisa berubah menjadi LSM dan wartawan tersebut, sudah memberitakan saya sejelek mungkin. Ujungujungnya minta proyek,” ujar Ir H Maman. (slamet supriyadi)

Aturan dan Kesepakatan Jangan Disamakan
CIBINONG, Medikom-Aturan dan kesepakatan tidak bisa disatukan di dalam pengadaan jasa konstruksi. Kalau memang aturan harus ditegakkan, itu lebih bagus karena kita dapat bersaing dengan sehat sesama rekanan dari mana saja. Tapi kalau kesepakatan lain ceritanya. Itu merupakan kesepakatan antara sesama rekanan saja, dalam satu wilayah kerja, dan tidak melibatkan pihak pemerintahan daerah setempat. Hal ini diungkapkan salah seorang pengusaha jasa konstruksi H Suganda Firdaus, menanggapi berbagai rangkaian kejadian seputar jasa konstruksi yang terjadi akhirakhir ini di Kabupaten Bogor. “Makanya kalau kita sesama rekanan mentaati apa yang kita sepakati bersama, pasti tidak akan terjadi miskomunikasi antarrekanan. Jadi saya kira, kejadian yang menimpa rumah Ketua DPC Gapeknas Kabupaten Bogor Taswin Nasution diduga merupakan kesalahpahaman saja. Makanya sampai sekarang kita tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi, apakah memang persaingan bisnis atau masalah pribadi semata,” ungkap H Suganda Firdaus. “Untuk diketahui saja, antara aturan dan kesepakatan tidak bisa disamakan. Aturan sudah ada undang-undang yang mengatur, sedangkan kesepakatan hanya antara sesama organisasi dalam satu wilayah kerja. Jadi, kalau hal ini bisa dipahami sesama rekanan pasti tidak akan terjadi gesekan antara pengusaha yang notabene samasama mencari sesuap nasi,” lanjutnya. Dan ketika ditanya Medikom kenapa rekanan mendapatkan jatah proyek dari Pemda Kabupaten Bogor berbeda-beda, H Suganda balik bertanya, apakah semua pengusaha yang ada di Kabupaten Bogor ini semuanya sama. “Dari kategori proyek saja sudah berbeda. Misalnya ada yang namanya grade 2, yang nilai proyeknya sekitar Rp 200 juta ke bawah, dan sampai grade 7 yang nilainya dari satu miliar sampai tak terhingga. Jadi setiap rekanan yang tergabung dalam organisasi, pasti terdapat perbedaan dalam jatah proyek,” tandas H Suganda. (Edison)

BPK dan KPK Takut Periksa Wali Kota Depok?
DEPOK, Medikom-Ini menjadi pertanyaan bagi masyarakat Kota Depok.Pasalnya, berbagai program pembangunan, baik fisik maupun non fisik di Kota Depok, Jawa Barat sebagian bisa menjadi potensi kerugian keuangan negara. Program yang dinilai merugikan itu di antaranya program unit pelayanan sampah (UPS), program Adipura, dan penyelenggaraan MTQ yang digelar belum lama ini. Program lain yang tak kalah merugikan keuangan negara adalah bantuan sosial (bansos) yang telah menelan korbannya, yaitu mantan Kepala Dinas Kesehatan Mien Hartati yang sudah ditetapkan sebagai tersangka karena diduga korupsi alat kesehatan di dua rumah sakit. “Belum lagi program asuransi kematian yang hingga kini sekitar 1.500 orang warga Depok yang belum mendapat klaim dari pihak asuransi,” kata Akbar Husein, salah seorang ketua LSM, kepada wartawan, di Balaikota Depok, Selasa (29/6/). Sejumlah LSM dan masyarakat Kota Depok, kata Akbar, tiga bulan terakhir melakukan demontrasi akibat program Wali Kota Depok yang dianggap tidak familiar. Mereka dengan lantang menyuarakan hati masyarakat yang merasa terzalimi akibat kebijakan Wali Kota Depok yang dianggap tidak memihak kepada masyarakat, melainkan hanya kepada segelintir orang saja. “Masayarakat tahu bahwa Kota Depok dalam kurun waktu lima tahun, ternyata ada kemunduran di berbagai bidang, meski ada sebagian program berhasil. Tetapi, tetap saja masyarakat sudah antipati terhadap kebijakan Wali Kota Depok,” ujar Akbar. Hal senada diungkapkan Fikri, anggota LSM lainnya. Fikri menegaskan, LSM sudah tidak percaya lagi terhadap program Pemkot Depok. “Kenapa, karena selalu gagal dan gagal. Padahal, dukungan dana terus mengalir, kenyataannya tidak ada hasilnya yang dapat memuaskan hati masyarakat Depok,” ujar Fikri kepada wartawan, di sela-sela kegiatan dialog pemuda Budaya Pancasila di Duta Residence, pekan lalu. Fikri bersama LSM lainya mengaku telah berkali-kali mendesak BPK untuk mengaudit keuangan, terutama keuangan yang digunakan Pemkot Depok dalam setap program yang telah gagal total. “Audit dulu keuangannya oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Jika terdapat indikasi penyimpangan, baru periksa orangnya melalui Komisi Pemberantasan Korusi (KPK),” tegas Fikri, sembari menandaskan optimis dan pasti jika dari hasil pemeriksaan tersebut akan ditemui penyimpangan. (Lucy/FR Ambarita)

BLK Khusus Las Condet Jaktim Sudah Optimal
JAKARTA, Medikom-Angka pengangguran merupakan salah satu indikator yang harus menjadi sentral perhatian semua pihak (bersama), terutama pemerintah. Peningkatan angka pengangguran mempunyai resiko akan munculnya berbagai persoalan ekonomi dan sosial. Salah satu cara untuk mengatasi pengangguran ialah dengan mencetak tenaga-tenaga terampil dalam berbagai bidang pekerjaan. Menurut anggota Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi DKI Jakarta dari Fraksi Partai Demokrat, Nur Afni Sajim, pengembangan tenaga terampil memang sangat dibutuhkan dalam era ini. Balai Latihan Kerja (BLK) Khusus Pengembangan Las, Condet, Jakarta Timur, di antaranya merupakan yang sudah terbukti sangat produktif dalam mendidik kemahiran dalam pekerjaan pengelasan (welding). Tenaga-tenaga terampil dalam pembuatan sertifikasi, pengelasan sangat untuk materi pelatihan dibutuhkan dalam cleaning service, dan berbagai bidang untuk membeli salah satu pekerjaan, baik dalam dan alat penunjang. Memang luar negeri. alat itu dibeli dengan Keberadaan BLK sangat mahal dan khusus Pengembangan seimbang dengan Las, Condet, Jakarta produktivitas tinggi dan Timur, menurut Nur Afni mempunyai sumber daya Nur Afni Sajim manusia (SDM) handal. Sajim, dapat membantu mengurangi angka “Kita tahu BLK Khusus pengangguran di DKI Jakarta. Pengembangan Las, Condet, Jakarta Keberadaan balai ini dinilai sangat Timur ini berfungsi menyiapkan optimal dan menyentuh masyarakat tenaga terampil,” tegas Nur Afni DKI Jakarta dalam menyalurkan Sajim. tenaga kerja dan dapat menyiapkan Masih Nur Afni Sajim, alat yang tenaga kerja terampil dan teruji, serta digunakan memang sangat mahal, memiliki referensi ke perusahaan- tapi output-nya sangat jelas paraperusahaan yang membutuhkan meternya. Artinya, dengan alat yang tenaga kerja. “Pantas apabila mahal tersebut dapat menghasilkan mendapatkan anggaran dari APBD tenaga terlatih dan terampil setiap DKI sebesar Rp36 miliar,” kata Nur tahun. “Sudah banyak tenaga Afni Sajim, politisi yang selalu terampil jebolan BLK Khusus memikirkan nasib pengangguran Pengembangan Las, Condet, Jakarta masyarakat DKI Jakarta. Timur bekerja di perusahaanNur Afni Sajim mempertegas, dari perusahaan di dalam negeri,” ujar jumlah anggaran tersebut untuk Nur Afni Sajim. (slamet supriyadi)

Ir Hj Ipih Ruyani: Mengoptimalkan Kinerja yang Tepat dan Terbaik
JAKARTA, Medikom-Guna mengoptimalkan kinerja yang tepat dan terbaik, maka satuan kerja perangkat daerah (SKPD) harus mampu menjaga kualitas sumber daya manusia (SDM) yang prima, dan kepercayaan masyarakat terhadap Pemerintah Provinsi (Pemrov) DKI Jakarta. Dan jangan berorientasi kepada uang. Itulah pernyataan Asisten Tata Praja dan Aparatur (Astaprajatur) saat pelantikan 36 eselon empat di Gedung Blok G Balaikota, Rabu (30/6). Pernyataan tersebut disambut sangat baik oleh Kepala Dinas Kelautan dan Pertanian (DKP) Provinsi DKI, Ir Hj Ipih Ruyani. Kepala DKP Provinsi DKI Jakarta, Ir Hj Ipih Ruyani pun sependapat. “Kita harus berkualitas dan mampu menjaga SDM untuk mempertahankan citra Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Untuk lebih kepercayaan masyarakat terhadap Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pelayanan harus prima, jangan berorientasi kepada uang,” tegas Ir Hj Ipih Ruyani yang didampingi Darjamuni dan Edy Santoso, usai menyaksikan pelantikan 36 eselon empat. Ir Hj Ipih Ruyani menambahkan, SDM SKPD khususnya di DKP Provinsi DKI Jakarta tepat guna dan memahami tugas pokok dan fungsi (tupoksi) mengoptimalkan kinerja yang tepat dan terbaik. SDM DKP Provinsi DKI Jakarta mampu menjaga kualitas, pelayanan yang prima. Sehingga bisa menjaga nama baik citra Pemrov DKI Jakarta. “Karena program apa pun yang telah diprogramkan oleh DKP Provinsi DKI Jakarta selalu menyentuh masyarakat. Dan masyarakat sangat puas terhadap kinerja kita,” papar Ipih, sapaan akrabnya, di SKPD DKP Provinsi DKI Jakarta. Tupoksi seberat apapun harus fokus, dan jangan berorientasi kepada uang. SKPD DKP Provinsi DKI Jakarta harus membangun Jakarta. “Kita harus ingat bahwa jabatan adalah sebuah kepercayaan dan amanah. Artinya, program sekecil apa pun harus menyejahterakan rakyat DKI Jakarta,” ujar Ipih yang terkenal jujur ini. (slamet supriyadi)

Edisi 376 Tahun VII 05 s.d. 11 Juli 2010

11

Nyambi Jual Sabu, Pemandu Lagu Diskotek Diringkus ...............................................Hal 1
Ketika dihubungi lewat handphone itu, tersangka Ip dan Ab akhirnya menemui petugas yang sedang melakukan penyamaran sebagai pembeli. “Barang haram sebanyak 1 paket dengan harga Rp300.000, langsung diserahkan kepada petugas. Dan seketika itu juga kami langsung meringkus kedua tersangka,” tegas Kapolres Indramayu AKBP Nasri Wiharto SIK melalui Kasat Narkoba Ansari Fuad SH, di ruang kerjanya. Di hadapan petugas, Ab dan Ip mengaku barang haram itu dibelinya dari tersangka Mas alias Sewol. Kemudian petugas segera melakukan pengejaran dan tersangka Sewol berhasil diamankan di rumahnya di Blok Ikan Bakar desa setempat. Tersangka Sewol juga mengaku membeli sabu dan ganja kering dari tersangka Bima (34), warga Desa Parean, Kecamatan Kandanghuar, yang sekarang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) Polres Indramayu. “Satu paket sabu seharga Rp220.000, serta ganja kering Rp100. 000,” ujar Sewol kepada penyidik. Ansari menegaskan, para tersangka dikenakan pasal 114 subsider 112 subsider 132 UU RI No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman paling singkat 5 tahun penjara dan paling lama 20 tahun,” ujarnya. (H YF)

12 Anggota Dewan Ciamis Diperkirakan Akan Hijrah
CIAMIS, Medikom–Sebanyak 12 anggota DRPD Kabupaten Ciamis diperkirakan bakal hijrah ke daerah otonom baru Kabupaten Pangandaran. Dengan pemekaran tersebut, diperkirakan sejumlah partai politik (parpol) yang sebelumnya tidak mendapatkan kursi di legislatif saat Pemilu Legislatif (Pileg) 2009, akan dapat menempatkan wakilnya. Di lain pihak, parpol yang sebelumnya mendapatkan perolehan kursi bakal kehilangan wakilnya di daerah induk Kabupaten Ciamis, maupun wilayah pemekaran. Kepastian berapa yang akan mendapatkan tambahan kursi atau kehilangan wakil, masih menunggu perhitungan hasil bilangan pembagi pemilih (BPP). Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Ciamis Nanang Herdiana mengatakan hal itu usai sosialisasi menyongsong pemekaran wilayah Ciamis yang diikuti partai politik dan ormas (organisasi kemasyarakatan), di Hotel Budi Famili, Camis, Kamis (1/7). Nanang didampingi Didi Heryadi (Divisi Hukum), Ade Rusmana (Divisi Program dan Data) dan Kikim Tarkim (Divisi Rekapitulasi Perhitungan Suara). “Apabila Kabupaten Pangandaran terbentuk, beberapa wakil rakyat Ciamis akan pidah ke daerah otonom baru. Kami perkirakan ada 12 orang yang akan pindah. Dengan demikian DPRD Ciamis juga akan kehilangan anggota cukup banyak,” tuturnya. Dari 12 anggota DPRD yang besar kemungkinan pindah, lanjutnya, sebanyak 9 orang wakil rakyat yang berasal dari daerah pemilihan (Dapil) V dan sisanya dari Dapil IV. Untuk Dapil IV masih harus diperhitungkan rumusnya karena lokasinya berada di wilayah perbatasan kabupaten induk. Wowo K, anggota Komisi III DPRD Kabupaten Ciamis dari Fraksi PPP menegaskan, secara pribadi siap jika harus hijrah ke wilayah selatan. Bahkan, ia menginginkan pemekaran Kabupaten Pangandaran secepatnya direalisasikan. “Maka dari itu secara pribadi saya siap akan hijrah ke wilayah selatan, Pemerintah Kabupaten Pangandaran, nanti,” tuturnya. (Herz/Pan)

Polres Majalengka Amankan 2,57 Kubik Kayu Pinus Penduduk Miskin Jabar 4,7 Juta Jiwa .........................................................Hal 1 2009 rata-rata pada Maret 2010. komoditas makanan tingkat ekonomi (49,21 persen). kapita di bawah Garis Besarnya nilai Garis terhadap rendah lebih untuk Ilegal .....................................................Hal 1 dibandingkan dengan Maretbesar- memilikiper bulan pengeluaran per menjadi Rp201.138pada Kemiskinan peranan garis kemiskinan sangat masyarakat padadominanmakanan Proses penghitungan Kemiskinan. Selama kurun waktu Makanan (GKM) Maret 2010 dominan dibandingkan peranan pengeluaran kebutuhan
Hasil keterangan sementara Saepul menyebutkan kalau kayu tersebut diperoleh dari hutan yang berada di blok Cipicung beberapa kilo meter dari rumahnya. Kayu tersebut digergaji setelah tumbang.”Hingga kini kita belum menetapkan siapa pelakunya, karena masih akan memintai keterangan saksi lain. Yang kita mintai keterangan baru Saepul Yadi, dia pun masih sebagai saksi,” ungkap Kapolres Sony yang akan menjerat tersangka dengan pasal 78 ayat 5 subsider pasal 50 ayat 3 huruf f dan h. Sementara itu, Saepul Yadi di Mapolres Majalengka, Senin (28/6) mengaku didatangi oleh As, salah seorang Mandor Kehutanan dari Perum Perhutani Majalengka. Dia meminta Saepul Yadi untuk menggergaji lima pohon pinus yang tumbang di Blok Cipicung. Hanya ketika itu, As tidak menyebutkan kapan harus digergaji.”Pak Mandor ketika itu mendatangi saya kemudian minta agar menggergaji kayu yang tumbang tersebut, soal waktunya tidak ditetapkan kapan. Namun karena saya ingin cepat dikerjakan maka esoknya segera menggergaji kayu-kayu tersebut,” ungkap Saepul Yadi yang mengaku saat melakukan penggergajian kayu pada keesokan harinya tepatnya Selasa, mengajak beberapa tetangganya, karena tidak bisa dikerjakan sendiri terutama saat mengangkut kayu tersebut.Setelah selesai menggergaji kayu sesuai permintaan mandor, ternyata mandor tersebut tidak juga membayar upah kerja mereka, hingga akhirnya Saepul Yadi kecewa dan berusaha mengamankan kayu tersebut di rumahnya. Sebagian disimpan di samping rumah dan sebagian lagi disimpan di garasi rumahnya.Humas Perum Perhutani Majalengka Nana Sunara saat dikonfirmasi mengenai hal tersebut menyatakan kalau status kawasan hutan di Desa Gununglarang tersebut adalah hutan lindung, sehingga kayunya tidak diperbolehkan untuk ditebang termasuk jika ada kayu yang runtuh sekalipun.”Di wilayah tersebut tidak ada penebangan karena kawasan hutannya adalah kawasan hutan lindung. Sehingga di kawasan hutan lindung jangankan ada penebangan kayu, yang runtuh pun harusnya tetap dibiarkan tidak boleh diganggu apalagi dibawa ke rumah atau dijual,” ungkap Nana. (Jur) kecilnya jumlah penduduk miskin sangat dipengaruhi oleh Garis Kemiskinan. Batasan penduduk miskin adalah penduduk yang Maret 2009-Maret 2010 Garis Kemiskinan naik sebesar 4,77 persen, yaitu dari Rp191.985 per kapita per bulan pada Maret 2009 adalah sebesar Rp144.942 dan untuk Garis Kemiskinan Non Makanan (GKNM) sebesar Rp56.196. Apabila diperhatikan tampak bahwa komoditas bukan makanan (perumahan, sandang, pendidikan dan kesehatan). “Gambaran ini menunjukkan bahwa pola konsumsi dibandingkan non makanan,” ujarnya. Laures)

Pemkab Sumedang “Keok” vs Unang Sastra Atmaja ....................................Hal 1
SK penolakan tersebut digugat lewat Pengadilan Tata Usaha Negara Bandung. Ternyata, hasil gugatan di PTUN Bandung tanggal 3 September 2008 No.52/G/2008/PTUNBDG maupun putusan Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Jakarta tanggal 16 Januari 2009, No.242/ B/2008/PT.TUN.JKT dalam pokok perkara mengabulkan gugatan Penggugat untuk seluruhnya. Selain itu, memerintahkan kepada tergugat untuk mencabut SK No.541.3/1676/Org/08, yang selanjutnya memerintahkan kepada tergugat untuk mengeluarkan Ijin Usaha Pertambangan (IUP) atas nama Penggugat. Hanya saja, kata Yovi, Pemerintah Kabupaten Sumedang terkesan tidak taat hukum, dan sampai saat ini IUP tersebut belum terealisasi. Berangkat dari putusan PTUN tersebut, pekan lalu terpaksa melakukan kegiatan penembangan pasir di lokasi yang dimohon sebelumnya. Namun, lagi-lagi di luar dugaan dengan secara paksa kegiatan tersebut dihentikan pasukan Satpol PP Sumedang dan kemudian, Unang Sastra Atmaja, diseret ke meja persidangan dengan dakwaan Tindak Pidana Ringan karena melanggar Perda No 28 Tahun 2003 tentang Pertambangan Galian Golongan C. “Saya benar-benar bersyukur, pada penzoliman terakhir ini pun, keadilan itu benar-benar ada. Seperti yang rekan-rekan saksikan di persidangan, klien saya pada akhirnya dibebaskan dari segala tuntutan. Dan yang paling menggembirakan, bahwa Unang Sastra Atmaja tidak bisa lagi dituntut baik pidana maupun perdata. Saya berharap, agar Pemkab Sumedang, taat hukum dan segera melaksanakan putusan pengadilan tersebut,” ujar Yovie dengan wajah sumringah. (Naga)

Kepercayaan Publik Terhadap Polri Rendah ................................................Hal 1
terkait rekening gendut pati Polri, Pandu menilai, Kapolri dan jajarannya harus memfokuskan pengusutan persoalan ini secara tuntas dan komprehensif. Sebab, di samping telah menjadi perhatian masyarakat, publik juga menunggu tindak lanjut penanganannya sehingga sesuai dengan kebenaran hukum. Apalagi isu rekening gendut ini sebenarnya sudah merebak cukup lama. Menjawab masih tingginya isu adanya mafia hukum di tubuh Polri, Pandu menegaskan, semestisnya pimpinan Polri dan pejabat kepolisian melakukan evaluasi secara kritis menjawab tudingan ini, dengan memberikan pertanggungjawaban secara terbuka sesuai dengan tanggung jawab. Perkembangan terakhir menyangkut pemberitaan majalah Tempo Edisi 28 Juni-4 Juli 2010 berjudul, ‘Rekening Gendut Perwira Polisi’ dikabarkan di pasaran majalah ini raib diborong oleh orangorang tertentu. Laris manisnya majalah Tempo yang membeberkan indikasi beberapa perwira tinggi polisi memiliki rekening janggal diduga dilakukan oleh pihak-pihak yang terkait dengan pemberitaan. Bahkan dalam perkembangannya majalah Tempo juga digugat oleh pihak kepolisian. Namun, pihak Polri membantah jika pihaknya sengaja memerintahkan untuk memborong majalah Tempo tersebut. “Tidak ada perintah memborong. Buat apa kita memborong? Sekarang mana bisa bungkam-bungkam (media),” ujar Kadivhumas Mabes Polri Irjen Pol Edward Aritonang, beberapa waktu lalu. Meski telah dibantah, cerita borong-memborong ini tidak lantas berhenti, malahan makin ramai. Tetapi Edward mengakui Mabes Polri memprotes cover majalah Tempo yang dinilai sangat tendensius dan menghina kepolisian. Di mana dalam karikatur itu digambarkan seorang perwira polisi sambil menggiring 3 ekor babi menjadi penyebabnya. “Penafsiran kami, personifikasi polisi bergaul dengan babi. Sama saja dengan seolah-olah menggiring babi. Kalau disebut perwira menggiring, itu seolah-olah menggiring prajuritnya,” tegas Edward. Sementara terkait materi pemberitaan, Edward menjelaskan bahwa pihaknya sedang melakukan pengecekan dan klarifikasi. Dari 1.100 Laporan Hasil Analisis PPATK ada 20 yang menyangkut perwira polisi. Setengahnya kini diklaim telah diklarifikasi kepada PPATK. “Ada sekitar 20 yang menyangkut rekening perwira Polri sudah diklarifikasi, meski belum sepenuhnya selesai,” terangnya. Mabes Polri kemudian membulatkan sikap untuk menggugat Tempo secara perdata dan pidana. Meski juga diadukan ke Dewan Pers, Polri keukeuh akan mengadukan kasus tersebut ke Bareskrim. Menurut pengamat kepolisian Bambang Widodo Umar, peringatan HUT Polri yang ke-64 mestinya menjadi momentum bagi Polri untuk berubah menjadi institusi yang akrab dengan kritik. Informasi seputar rekening mencurigakan sejumlah jenderal yang diungkap media tidak harus lantas ditanggapi dengan reaktif. “Jangan sampai Polri dinilai arogan dan terkesan mengancam. Polri justru harus terbuka dan legowo. Buktikan saja dan tunjukkan kalau rekening itu tidak bermasalah. Selesai,” kata Bambang kepada wartawan. Bambang mengingatkan, yang disorot adalah sejumlah perwiranya. Karenanya, harusnya tidak semua polisi tersinggung. “Yang tersinggung hanya yang benar-benar punya rekening (janggal),” ujarnya. Informasi terkait rekening jumbo pada beberapa jenderal itu bisa saja benar, bisa saja tidak. Jika itu benar tentu sangat memprihatinkan. Mengingat masih banyak perwira polisi yang bergaji pas-pasan, belum punya rumah hingga yang sulit menyekolahkan anaknya. Sementara, sang jenderal hidup dalam gelimang harta melimpah. “Makanya lebih baik menindaklanjuti informasi dan disampaikan ke publik. Bukan malah mengurusi gugat-menggugat media,” tandasnya. Semua kalangan berharap, urusan rekening tidak menjadi “Slilit” bagi polisi untuk berbenah diri. Toh, semua orang juga mengakui, di balik tudingan dan sorotan miring, polisi dalam usianya yang ke 64 tahun, punya prestasi tak sedikit. Menggulung gembong teroris dari Noordin M Top hingga Abdullah Sonata yang paling terakhir pun, adalah bagian dari sukses polisi yang bisa diacungi jempol. Pun juga dengan upaya polisi memberantas gembong narkoba. ***

Warga Ancam Berunjuk Rasa ............................................................Hal 1
“Tapi saya redam dulu jangan sampai suasana bertambah panas. Apalagi warga desa kami sudah menyiapkan batu untuk membangun jalan desa kami. Jadi warga sangat kecewa. Warga desa lainnya pun yang tidak kebagian mengaku siap berdemo,” ungkapnya. Ungkapan senada juga dilontarkan Ase Rusmana, Kepala Desa Sukajaya. Dia mengaku sangat menyayangkan terjadinya kekisruhan yang melibatkan antarkepala desa di Malangbong hanya karena sikap pemkab yang tidak bijaksana dalam hal penyaluran bantuan. “Padahal selama ini hal seperti ini tak pernah terjadi di Malangbong. Bahkan di antara kepala desa terjalin rasa kekeluargaan dan persaudaraan yang begitu erat,” ungkapnya. Menyikapi hal tersebut, Wakil Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Garut Ir Rajab Priyaldi menyatakan, untuk mencari penyelesaian dalam kasus tersebut, pihaknya akan memanggil Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) Kabupaten Garut, Camat Malangbong, serta unsur terkait lainnya. Mereka akan dimintai klarifikasi terkait kekisruhan yang terjadi di Malangbong berkenaan dengan pendistribusian dana bantuan PNPM. “Pemanggilan terhadap Kepala BPMPD, Camat Malangbong serta pihak pengelola PNPM lainnya kami lakukan untuk memintai klarifikasi atas pengaduan sejumlah kepala desa,” terang Rajab. Pemanggilan itu sendiri, menurutnya sangat perlu dilakukan karena situasi di lapangan sudah kurang kondusif. Ia mengaku mendengar beberapa kepala desa hampir terlibat pertengkaran akibat permasalahan PNPM yang dinilai tidak adil tersebut. Rajab juga mengaku sangat prihatin dan menyayangkan atas terjadinya kekisruhan menyusul penetapan desa penerima bantuan PNPM Pedesaan di wilayah Kecamatan Malangbong tersebut. Seharusnya kata dia, persoalan seperti itu tidak perlu terjadi jika semua pihak menjalankan aturan yang ada. “Setelah dilakukan pemanggilan terhadap pihakpihak bersangkutan dan dimintai klarifikasinya, diharapkan kisruh PNPM di Kecamatan Malangbong dapat segera diselesaikan. Pasalnya, jika tidak ada penjelasan dikhawatirkan kondisi di masyarakat akan semakin tidak terkendali,” tuturnya. Dalam kesempatan tersebut, Rajab juga mengimbau agar kepala desa dan masyarakat Malangbong dapat menahan diri untuk tidak melakukan hal-hal yang tidak diinginkan. Sebaiknya, masyarakat memberi waktu kepada dewan untuk menyelesaikan masalah ini. “Kita akan berupaya menyelesaikan masalah dana PNPM tersebut. Pertemuan nanti diharapkan ada solusi. Kami harap masyarakat bisa menahan diri. Jangan bertindak di luar aturan yang berlaku. Percayalah kami akan membantu masyarakat,” tandasnya. (ag)

7 Mustika Asih Wanoja Bandung ................................................................Hal 12
Untuk itu Wieny menambahkan, Kota Bandung masih membutuhkan sentuhan feminism dalam pengelolaannya. Konsep Eco Feminism City and Clean Land merupakan konsep yang sangat tepat dalam mengelola Kota Bandung. Apalagi, tampak jelas sekali gaya machoisme yang diterapkan oleh kepemimpinan saat ini tidak bisa memberikan yang terbaik bagi Kota Bandung. “Machoisme hanya menimbulkan vandalisme, kekerasan dan persoalan persoalan lain,” tandas Wieny. Wieny juga berpendapat, jika ditinjau dari perkembangan Kota Bandung saat ini setelah 7 tahun, apa yang dikhawatirkan, kegelisahan dan keprihatinan Seven Wonder terhadap pendekatan maskulin yang dianut oleh Wali kota terpilih menjadi kenyataan. Kota Bandung masih tetap semrawut, macet dengan jalan rusak di mana-mana. Akhirnya kondisi ini menjadikan Kota Bandung tidak nyaman untuk dihuni. Orientasi Ekonomi Kota tidak berpihak kepada rakyat, keberpihakan terhadap konglomerat (orientasi terhadap modal/uang bukan orientasi terhadap tata nilai), lihat saja, Kata Wieny, bangunan yang tumbuh adalah mal-mal yang berdiri megah, sementara keberadaan pasar tradisional digusur. Dalam kesempatan yang sama, Heni J Hernawijaya berharap pemerintah bisa lebih memperhatikan budaya dan nilainilai tradisi Sunda di masyarakat Jawa Barat khususnya Kota Bandung. Menurutnya saat ini sudah terjadi pergeseran nilai-nilai dan norma kemasyarakatan yang pada akhirnya menciptakan masyarakat yang cenderung menganut nilai-nilai negatif terutama yang diadaptasi dari budaya barat yang belum tentu sesuai dengan karakteristik bangsa kita. “Saat ini masyarakat harus kembali dibangun kesadaran berbudayanya. Selain itu masyarakat juga perlu diingatkan akan luhurnya nilai-nilai tradisi kasundaan. Tentunya selain tanggung jawab bersama, pemerintah harus bisa lebih mengambil peran aktif,” tutur Heni. Ke-12 orang Seven Wonder memang tidak semuanya berdarah Sunda. Namun demikian dalam setiap konsep yang mereka tawarkan tetap menjadikan kebudayaan Sunda sebagai aset dan falsafah dasar yang harus dipelihara. Tampaknya indahnya bumi Jawa Barat dengan segala nilai-nilai tradisinya, sangat menginspirasi para wanita ini. Buktinya masih segar dalam ingatan kita saat Ibu Ottih Rostoyati membawakan kidung Silih Wangi saat menjalan-kan fit and profer test yang dia-dakan sebuah partai dalam rangka penjaringan. Sangat bernuansa magis dan menggetarkan jiwa. Akhirnya selamat ulang tahun yang ke-7 The Seven Wonder of Woman. Tampaknya perjuangan para ibu sekalian masih dinantikan demi Kota Bandung yang lebih baik lagi. Jangan berhenti berjuang bu. Layaknya seorang ibu yang tak pernah berhenti mencintai anakanaknya. (Hary Buana)

Heni J Hernawijaya

Berawal dari Kekaguman
Bagi seorang Heni J Hernawijaya tahun Pilwalkot Bandung tahun 2003 adalah sebuah fenomena menarik. Bayangkan saja saat itu Heni melihat delapan wanita dengan kepala tegak maju dengan gagah berani mencalonkan diri menjadi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bandung. Walaupun perjalanan mereka harus terhenti akibat rekayasa dan deal-deal politik yang sangat dominan pada zaman pemilihan kepala daerah hanya oleh legislatif, tidak menyurutkan kekaguman Heni pada saat itu. “Bagi saya Seven Wonder adalah pendobrak. Keberanian mereka juga sangat menginspirasi Saya untuk ikut berbuat demi Kota Bandung yang saya cintai. Karena itu juga saya memutuskan untuk bergabung dengan Seven Wonder. Kesamaan visi dalam melihat persoalan Kota Bandung membuat saya yakin dengan bergabung di Seven Wonder saya bisa berbuat lebih,” tutur Heni. Lebih jauh aktivis KNPI Kota Bandung ini juga sangat mengagumi kapabilitas senior-seniornya yang sudah bergabung di Seven Wonder. “Bu Wieny misalnya. Beliau adalah ahli pertanian yang tidak pernah berhenti semangat untuk membagi-bagikan ilmunya kepada masyarakat. Bu Otih, beliau adalah seniman dan budayawan yang selalu concern akan nilai-nilai tradisi Sunda. Juga yang lainnya mereka sangat mumpuni dalam bidang mereka masing-masing dan sangat concern kepada kepentingan masyarakat. Di luar itu mereka terbukti sebagai ibu yang berhasil menjadi teladan juga di keluarga masing-masing,” tutup Heni. Jadi selamat bergabung ya bu Heni. (Hary Buana)

PENGADILAN NEGERI SUMEDANG Jl. Raya Sumedang-Cirebon Km. 04 No. 52 SUMEDANG RISALAH PANGGILAN Nomor : 10/Pdt.G./2010/PN. Smd. Pada hari ini : KAMIS tanggal 1 Juli 2010, saya SUHARMA Jurusita pada Pengadilan Negeri Sumedang,atas perintah Majelis Hakim Pengadilan Negeri tersebut : TELAH MEMANGGIL KEPADA : KUSMAN RAHYU NIANTO, Agama Protestan, dahulu bertempat tinggal di lingkungan Tegalsari, Rt.02, Rw,02, Kelurahan Talun, Kecamatan Sumedang Utara, Kabupaten Sumedang, dan sekarang tidak diketahui lagi bertempat tinggal di Wilayah Hukum Republik Indonesia, selanjutnya disebut sebagai TERGUGAT; Supaya ia datang menghadap di persidangan umum Pengadilan Negeri Sumedang Jl. Raya Sumedang-Cirebon Km. 04 No. 52 Sumedang, pada hari : RABU, tanggal 7 Juli 2010, pukul : 09.00 WIB, Dalam pemeriksaan perkara perdata Nomor : 10/Pdt.G./2010/PN. Smd., antara: DEDE MARIAM, KUSMAN RAHYU NIANTO, sebagai Lawan; sebagai PENGGUGAT; TERGUGAT; Medikom, oleh karena tempat tinggalnya di

Panggilan ini saya laksanakan melalui Mingguan tergugat (KUSMAN RAHYU NIANTO) tidak diketahui wilayah Hukum Republik Indonesia;

Demikian risalah panggilan ini dibuat dan ditandatangani oleh saya jurusita Pengadilan Negeri Sumedang;

Redaksi : Jalan Pratista Utara II No 12 Antapani Bandung Telp/Faks 022 7233856 Email : skmmedikom@yahoo.com Perusahaan : Jl. Peta No.149 A (Lingkar Selatan) Bandung Telp/Faks. 022 - 6001506
Diterbitkan : CV WIYATA PURNAKARYA. Berdasarkan UU No. 40/1999. Terdaftar pada Direktorat Merk Ditjen Hak & Kekayaan Intelektual Departemen Kehakiman dan HAM RI No. 556756/22 Desember 2003 Penasehat : Yodi Setiawan EDD, EDS Pendiri : LH Rahardja Pemimpin Perusahaan : HA Damini Wakil Pemimpin Perusahaan : Teddy Subarsyah SH SSos CN Dewan Redaksi : Yahya Siregar - HA Damini - Edie Nirwan S - HA Soleh Hidayat - H Rochadi Pemimpin Umum/Pemimpin Redaksi : Yahya Siregar Wakil Pemimpin Umum : Edie Nirwan S Wakil Pemimpin Redaksi : HA Soleh Hidayat Konsultan Hukum : Iwan Suwandhito SH - David Roesyidi Konsultan Kesehatan : dr Henry S Ibrahim - dr Isnindiary Sandra Dungga Manajer Keuangan : D Muliaman SE MBA Manajer Produksi : H Rochadi Manajer Iklan & Sirkulasi : Rudy Janto Soelaiman Litbang: Teddy Subarsyah SH SSos CN - Drs Heriyadi TS Redaktur Eksekutif : Dadan Supardan Redaktur Pelaksana : Hiskia Milala Redaktur Hukum : Sastrianta Sembiring Redaktur Politik: Drs A Basa MSc Redaktur Khusus : Bambang Wisono Staf Redaksi : Taryana SSos - Hary Buana - Nina Nurlinawati - Slamet Raharjo - Dudun Hamidullah - Desi Kurnia - Zulkifli SDP Lubis - Dudi Hendayat - Drs Eka Wirawan - Endang Kosasih - Kaka Suminta Koordinator Liputan/Wartawan : Kgs Dedi Iskandar Marketing : Edy Herwansyah Sekretaris Redaksi : Sulastiyah Desain Grafis : Hary Buana Sirkulasi : Sandi Lesmana Jaya - Angga Agus Junarsa - Nanang Johansyah Alamat Redaksi : Jalan Pratista Utara II No 12 Antapani Bandung Telp/Faks: 022 7233856 Perwakilan Jakarta : Jl Dr Muwardi I/37 Grogol Jakarta Barat Marketing Iklan : Jl Blitar No 13 Antapani Bandung 40291 Telp/Fax: (022) 7207988 Bank BNI 46 Cabang Kantor Unpad Bandung No Rek 6404937-3 a.n. Bpk Amin Damini H. Percetakan : CV WIYATA PURNAKARYA - Isi diluar tanggung jawab percetakan

Medikom Hadir di: Jl BKR depan Alifa, Jl BKR Depan PT INTI, Jl Peta Depan Tegalega, Jl Peta Depan RS Imanuel, Jl Peta Perempatan Jl Kopo, Jl Kopo Samping RS Imanuel, Jl Kopo Depan Alfamart, Jl Kopo Depan Bank BCA, Jl Astanaanyar, Jl Pasteur depan RSHS, Jl Pasteur Depan Yogya, Jl Pasteur samping Universitas PASIM, Jl Garuda Deket Lampu Merah, Jl Garuda, Jl Cihampelas Depan SDN Cihampelas 1,2, Jl Cihampelas Depan Pom Bensin,Jl Cihampelas Depan SMU Pasundan, Depan Alunalun, Jl Rajawali, Depan RS Rajawali, Terminal lewipanjang (dalam), Jl Terminal Leuwipanjang ( luar), Jl Tegalega Depan Museum Sri Baduga, Jl Buah Batu, Jl Buah Batu, Jl Gatot Subroto, Jl Gatot Subroto, Jl Kiaracondong, Jl Kiaracondong, Jl Soekarno Hatta, Jl Soekarno Hatta /Pasar Gede Bage, Jl Cipadung, Jl Raya Ujung Berung, Jl Raya Sumedang. Jl Padjadjaran (Depan Toko HWK), Jl Cihampelas (Depan STHB Bandung), Jl Cipaganti (Simpang Jl Dr Curie), Depan Jl Cipaganti No.37, Jl Sampurna (Depan Primajasatour), Jl Cipaganti (Depan Rumah-Praktek Prof Dr.Julianto W dan Dr Imelda A Widjojo SpPD), Jl Cipaganti (Depan Kantor Pos Cipaganti), Jl Cipaganti (Yayasan Bakti Sosial Santoso PSAA Santoso Cipaganti), Jl Setiabudhi (Depan Pizza Hut), Jl Ciumbuleuit (Depan Apotek Waringkas), Jl Ciumbuleuit (Depan Alfamart Ciumbuleuit), Jl Ciumbuleuit (Depan RSAU dr Salamun), Jl Siliwangi (Depan Siliwangi Billiards), Jl Ir H Juanda (Depan Dago Tea House), Jl Ir H Juanda Depan ITSB (Institute Tekhnologi dan Sains Bandung), Simpang Dago (Depan RM Pondok Kapau). WARTAWAN BANDUNG Kota : Mbayak Ginting - Iwan Herdiawan - Yusuf Suryaman - Laures - Eva - Akbar Kab Bandung : Suhendar R Kab Bandung Barat : K fauzi R CIMAHI : Zaenal Abidin - Fredy HS DKI Jakarta : Slamet Supriyadi - Ahmad Taufik Nawawi TASIKMALAYA : Agus Cucu SB - Anwar SB, Lukman Nurhakim CIAMIS : Heru Pramono (Kabiro) - Ipan Panuju Supriadi - Agus Supriyatman - Suherman BANJAR : Handri Martandangi CIREBON Kota : Yuyun W Kurnia BBA SE - Rudi Mulyana Indra Sunawar Kab : M Suratman - KUNINGAN : Yoyo Suhendar SUKABUMI : Anne Mustikasari - Ilham Septian B.W - Ariya Gumelar PURWAKARTA: - CIANJUR : Asep Kurnia - Rizal BOGOR : M Yusuf - Eka Wirawan - A Gani DJ - Rangga Anggoro TR Putra - Edison Nizar Jt DEPOK: FR. Ambarita - Lucia S. Andreeni Perwakilan KARAWANG : Andi Nugroho BEKASI : Iwan Gunawan - Dedi Sukandi - Stefanus Lung, Agus Nuryadin MAJALENGKA: Isa Ansori P - Juremi - Tatang Sutaryat SUMEDANG : Aidin Sinaga INDRAMAYU : H. Yonif Fatkhurony SUBANG : Loy - Slamet Supuwijara - Lodewyk Butar-butar - Asep Nasa PANTURA : Ridwan Abdullah GARUT : Engkus K - Yudi K - NIK NIK AGUS TEGAL : Dodi Yahya PANDEGLANG : - KABUPATEN LEBAK : - TANGERANG: Agus Salim - H. Bainul Amin - H. Syaiful Perwakilan JAWA TIMUR : Drs Albert PS JL Jaga Raga No 18 Surabaya (Tlp: 031 3557655/08165430289) Perwakilan YOGYAKARTA : - Perwakilan LAMPUNG BARAT : Suhardin (Kabiro) - Joniyawan Sumatera Utara : (Ka Perwakilan)-Jonpery Sinulingga Medan : Syamsul - Maradona Deli Serdang : R David Sagala - Paulus Butar Butar, HILDE TIURMA TAMPUBOLON Simanlungun/Siantar: Sailan Tarigan Langkat/Kota Binje : Sagin, Hendra Sinaga, Rusmajam Kabupaten DAIRI : Amin Sitanggang

Edisi 376 Tahun VII 05 s.d. 11 Juli 2010

12

Kolom

The 7 Wonder of Woman

Daftar Ulang
Oleh Yahya Siregar
Dunia pendidikan kita adalah dunia kacau balau. Berbagai persoalan yang menyelimutinya seakan tidak pernah tuntas. Ketika anggaran pendidikan belum ditetapkan 20% berbagai beban dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah menjadi beban orang tua. Kini setelah undang-undang mewajibkan anggaran pendidikan harus 20%, terbukti beban orangtua tetap saja belum hilang. Salah satu persoalan dari dulu hingga sekarang yang menyesakkan dada orangtua adalah kebijakan sekolah yang memberlakukan kewajiban daftar ulang. Padahal daftar ulang semestinya adalah proses pelaporan diri siswa didik dalam tahun ajaran baru. Tetapi faktanya di lapangan daftar ulang adalah menjadi instrumen bagi sekolah dalam memeras orangtua. Karena daftar ulang bersamaan dengan ada ketentuan wajib bayar. Berbagai item kewajiban ditimbulkan oleh sekolah untuk memaksa orangtua menyelesaikan berbagai pungutan yang dilakukan. Salah satu item yang wajib dalam daftar ulang adalah bayaran SPP, uang OSIS, uang perpusatakaan dan berbagai pungutan lainnya. Nilainya bila diakumulasi cukup memberatkan bagi orangtua. Tapi yang membuat kita heran, mengapa daftar ulang ini tetap saja terjadi dari tahun ke tahun. Dan bila persoalan ini marak disoal oleh masyarakat, pelaku-pelaku pendidikan sangat mampu berkilah dan beralibi menjawab persoalan ini menjadi rasional dan seolah-olah ada justifikasi pembenarannya. Pada sisi lain kita tidak tahu pasti mengapa daftar ulang ini atau keharusan lapor diri ini menjadi wajib. Karena kalau kita cermati, keharusan lapor diri ini adalah sekadar agar siswa tahu di mana kelas berikutnya, terutama bagi siswa yang kelas satu naik kelas dua, itu pun pada tingkat SMA ataupun sekolah menengah lainnya. Karena level SMA ini terkait dengan program penjurusan yang tentunya tidak terkait dengan beban biaya. Tapi anehnya seringkali daftar ulang ini diberlakukan untuk tingkatan sekolah dasar, SMP, dan SMA serta sekolah menengah kejuruan. Yang lebih aneh Depdiknas sering sekali lepas tangan bila persoalan ini disoal dan dialamatkan kepada kementerian ini. Departemen sering menjawab, persoalan daftar ulang adalah tanggung jawab dinas pendidikan kabupaten/kota. Argumentasinya bahwa ini adalah persoalan otonomi daerah. Itulah jawaban enteng dan ringan dari pengelola pendidikan. Tetapi beban orangtua tetap saja menyesakkan dada, apalagi bagi orangtua kurang m a m p u . Penderitaan panjang orangtua terkait persoalan daftar ulang ini sepertinya bagai jalan tidak berujung. Dan ini tentu sebuah hal yang menjadi duri di dunia pendidikan. Pada sisi lain, pemerintah berkoar-koar mencanangkan Program Wajib Belajar 12 Tahun. Yang maknanya tentu, adalah mewajibkan semua orangtua yang memiliki anak usia didik sampai setara dengan SMA wajib menyekolahkannya. Tetapi pemerintah belum mampu menghilangkan wajib belajar ini dengan wajib bayar yang menyertainya. Apalagi wajib bayar yang tidak ada landasan hukumnya. Padahal semua warga negara tahu bahwa memperoleh akses pendidikan seluas-luasnya merupakan hak dari watga negara. Tapi hak itu ternyata dipatahkan oleh penyelenggara pendidikan itu sendiri. Inilah negeri aneh yang menganggap pendidikan sebagai investasi, tetapi regulasi dan persoalan duri-duri di dalamnya tidak pernah terhapus bahkan ia menghujam masyarakat. Contoh lain, ketika pemerintah dalam hal ini Kementerian Pendidikan melahirkan program sekolah berstatus rintisan sekolah berstandar internasional dan sekolah berstandar internasional. Yang jelas-jelas kebijakan ini menghambat akses pendidikan bagi orang miskin. Karena di dalam praktik di lapangan, sekolah berstatus rintisan sekolah berstandar internasional dan sekolah berstandar internasional telah berubah menjadi sekolah rintisan bertarif internasional dan sekolah bertarif internasional. Apapun argumentasinya, ini adalah fakta. Penyimpangan dan pertentangan dengan konstitusi justru terjadi di dunia pendidikan sebagai basis tumbuhnya intelektual anak bangsa dan pembangunan karakter bangsa secara dini. Memang dunia pendidikan kita kacau balau. ***

7 Mustika Asih Wanoja Bandung
Hampir tepat 7 tahun yang lalu sekelompok wanita berkumpul. Namun sedikit beda dengan kaum ibu-ibu yang rata-rata kalau berkumpul sekadar bergosip, membicarakan keluarga atau sibuk memamerkan kekayaan, sekelompok wanita ini justru berkumpul dalam atmosfer yang lain. Mereka berdebat. Beragumentasi. Saling mengeluarkan pendapat dalam sebuah diskusi yang hangat dan bersifat ilmiah dengan sebuah tema besar menjadikan Kota Bandung tempat mereka dan keluarga tinggal menjadi kota yang lebih baik lagi.
Maka terbentuklah satu kekuatan politik kaum ibu yang menamakan dirinya The 7 Wonder of Women atau kalau di-Sundakan 7 Mustika Asih Wanoja Bandung. Walau mengusung angka 7 dalam namanya, ternyata anggota The Seven Wonder of Woman saat itu berjumlah delapan. Mungkin kalau namanya The Eight rasanya kurang pas di telinga umum (berkaitan dengan tujuh keajaiban dunia/ seven world miracle yang umum di masayarakat), atau angka 7 dianggap mewakili tanggal terbentuknya kelompok ini. Saat itu tepatnya tanggal 7 Juli tahun 2003 akhirnya mereka sepakat untuk menggalang kekuatan untuk maju bersama dalam sebuah perhelatan akbar perebutan kursi nomor 1 di Kota Bandung sebagai balon wali kota dan balon wakil wali kota. Sayang, walau dengan dukungan masyarakat Kota Bandung yang sangat besar saat itu, dalam perjalanannya para wanita ini harus mengakui kalau dunia politik yang penuh rekayasa dan intrik ternyata belum siap menerima mereka sebagai pemimpin Kota Bandung. Apalagi saat itu pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bandung Tahun 2003 masih dilaksanakan oleh pihak legislatif. Belum dilaksanakan secara langsung. Sangat menarik saat itu. Hampir semua media menjadikan keberanian delapan wanita menjadi isu utama di Kota Bandung. Seven Wonder (kita sebut saja demikian), terdiri dari Dewi Astuti Mudji (akademisi), Irma Bastaman Harris (pengusaha), Novia Libarawati (pengusaha), Ottih Rostoyati (akademisi/seniman), Siti Homzah (akademisi), Sutikni Utoro (PNS), Tita Damayanti Lestari (akademisi), Wieny H Rizky (akademisi). Pascakegagalan mereka di pilwalkot 2003 bukan berarti mereka berhenti berbuat untuk Kota Bandung yang mereka cintai. Seven wonder tetap berjuang dalam bentuk berbagai aktivitas sosial, penelitian dan bentuk pengabdian kepada masyarakat yang lain sesuai dengan bidang mereka masing-masing. Bahkan dalam perjalannyanya mereka kembali menambah anggota sehingga berjumlah 12 orang. Tercatat nama Ir Nurul Habsari Pertiwi seorang aktivis yang pada tahun 2003 sudah menjadi humasnya Seven Wonder saat ini memilih menjadi anggota penuh tidak hanya menjadi penyambung lidah para Seven Wonder saja. Rika Listikawati yang aktif di Kadin Jabar, Apindo Jabar, Aku Jabar, HKTI Jabar dan beberapa organisasi lain. Heni J

Dari kiri ke kanan berdiri: Dewi Astuti Mudji, Dra. M.S., Novia Libarawati, Irma Bastaman Harris, Dr. Tita Damayanti Lestari, Sutikni Utoro, Ir. M.S Dari kiri ke kanan duduk: Siti Homzah, Ir. M.S, Ottih Rosyanti, Dra. M.S, Dr. Wieny H. Rizky Hernawijaya seorang pengusaha yang juga aktif di KNPI, juga dikenal sebagai pemerhati kebudayaan Sunda, saat ini juga menjabat sebagai Ketua Komunitas Kinasihan yang concern dalam menjaga nilai-nilai budaya khususnya tradisi kesundaan. Terakhir dan paling menarik adalah Sonny Mariana SS. Tidak tanggung-tanggung ibu yang satu ini ternyata ketua dari Blue Flower alias wanita bobotoh Persib Bandung. Tentunya kecintaan Sonny akan persib merupakan bagian dari kecintaan Sonny akan Kota Bandung. Selain memimpin para wanita bobotoh Persib, Sonny juga Ketua LSM Bunga Bangsa, Ketua Umum MPL (Masyarakat Peduli Lingkungan), Penasihat GAB (Gerakan Anak Bangsa), juga aktif di ICMI Kota Bandung, Pengajar keterampilan Wanita dan

Rika Listikawati, Sonny Mariana SS, Heni J Hernawijaya, Ir Nurul Habsari Pertiwi, sering kali menjadi narasumber di berbagai kegiatan keterampilan. Dalam sebuah kesempatan, Dr Wieny H Rizky MS, Sang “Kepala Suku” dari Seven Wonder kepada Medikom mengatakan, Seven Wonder ada berawal dari rasa keprihatinan yang luar biasa dalam diri para anggotanya akan kondisi Kota Bandung. Pada saat itu tahun 2003 banyak gejala yang menunjukkan Kota Bandung sedang sakit parah. Lebih jauh seorang Hj Irma Bastaman Haris dengan lantang mengatakan Bandung dalam keadaan darurat. Sontak statemen yang diucapkan dalam sebuah pertemuan para balon wali kota dan wakil wali kota saat itu di Hotel Preanger (2003) menjadi headline di berbagai media massa. “Sayangnya saat ini kondisi itu belum banyak berubah,” tutur Ibu Wieny dalam bincang-bincang santai dengan Medikom Jumat lalu di sekretariat DPKLTS Jalan Riau Bandung.

Yurike Prastika, Senam Aerobik Sehatkan Badan
Sudah hampir sepuluh tahun senam aerobik menjadi bagian kehidupan sehari-hari Yurike Prastika. Diawalli dari sekadar hobi, Yurike akhirnya menjadi instruktur senam aerobik yang handal, bahkan bisa keliling Indonesia dengan gratis. Sebelum menjadi instuktur senam aerobik, Yurike mendapat dorongan dan bimbingan dari seseorang bernama Kartini Legimin. “Saya sangat berterima kasih kepada Ibu Kartini Legimin yang telah membimbing dan mendorong saya untuk menjadi instruktur senam aerobik karena beliau melihat saya mempunyai potensi apalagi saya sebagai seorang artis. Padahal, waktu itu saya tidak percaya diri tapi dengan adanya dorongan dan bimbingan yang terus menerus, maka jadilah saya seperti ini,” tutur Yurike kepada Medikom saat acara lomba senam aerobik di Grand Mutiara Gading Telajung Setu Bekasi, pekan silam. Selain senam aerobik, menurutnya, yoga juga dapat membantu kesehatan dan kebugaran tubuh agar dapat beraktivitas dengan baik dan konsentrasi. Ia menuturkan, senam aerobik yang sudah dikenalnya sejak tahun 1999 memberikan penghasilan tambahan dan pengalaman yang membantu di dalam keartisan. Di akhir perbincangan, Yurike menyampaikan tips, “Agar tubuh tetap sehat dan bugar kita harus cukup tidur, berolah raga secara rutin, dan mengonsumsi makanan bergizi sesuaikan dengan porsinya. (Anur)

Ke Halaman 11

Marcella Zalianty:

“Jambore KTN 2010, Diharap Jadi Batu Loncatan Perubahan”
Jambore Karya Tunas Nusantara (KTN) 2010 digelar di Bumi Perkemahan Mashudi, Kiarapayung, Jatinangor, Sumedang selama tiga hari berturutturut mulai Kamis (1/7). Kegiatan yang diikuti kurang lebih 3.000 peserta mewakili 33 provinsi se Indonesia dengan mengusung 65 tahun Indonesia merdeka ini, diprakarsai artis cantik Marcella Zalianty. Pada konferensi pers sebelum kegiatan pembukaan, Marcella Zalianty didampingi adiknya sekaligus juga pelak-sana, Olive Zalianty dan Ketua Pelaksana Jambore Azis Syamsudin serta Ginung Pratidina menuturkan, Jambore digelar dalam upaya menyosialisasikan keber-adaan Karya Tunas Nusantara. Sebagai sarana yang dapat memfasilitasi karya kaum muda seka-ligus mengisi masa liburan sekolah, KTN dapat memberikan pembekalan materi yang positif. Bertemakan ’satu nusa, satu bangsa, satu bahasa, ragam karya’, Jambore diharapkan Marcella dapat menjadi batu loncatan untuk memberikan perubahan yang bermakna bagi bangsa Indonesia melalui karya nyata dari tunastunasnya. Ketua Pelaksana Jambore, Azis Syamsudin mengatakan, keberlangsungan acara jambore tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, baik sponsor maupun donatur. Sebab, transportasi peserta hingga berada di lokasi tidak dipungut biaya dari pelaksana. Ditegaskan pula, kegiatan jambore murni sebagai kepedulian untuk memberikan sumbangsih secara moral bagi kemajuan pemuda hingga bisa berkarya secara mandiri. Jambore sendiri, dikatakan Olive Zalianty, akan dimeriahkan oleh tokoh nasional, Khofifah Indah Parawansa, Aburizal Bakrie, Emha Ainun Najib, Grup Band J-Rock, Audy, Dik Doang, Happy Salma, Mike Idol serta beberapa artis pendukung lainnya. Selain itu, pada acara yang dihadiri Wakil Gubernur Jawa Barat yang juga sebagai Kwarda Jabar, Dede Yusuf akan melakukan pemilihan karya seni favorit peserta jambore dengan 9 kategori berikut kategori favorit pilihan peserta. (Dudi)

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->