P. 1
Cara Mengetahui Jenis Transistor NPN Atau PNP

Cara Mengetahui Jenis Transistor NPN Atau PNP

|Views: 3,325|Likes:
Dipublikasikan oleh priyo

More info:

Published by: priyo on Jul 05, 2010
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/02/2013

pdf

text

original

Cara Mengetahui Jenis Transistor NPN atau PNP

By Ihsan Prawoto on 1 June, 2010 >>|>> Topics [ Electronica | | ] No comments yet

Apa itu Transistor? Yang jelas bukan makanan favorit saya lho?!. Transistor adalah sebuah komponen penting dalam sirkuit elektronika yang komplek, transistor ciri khasnya berkaki tiga berfungsi sebagai penguat, saklar otomatis (ibarat menggantikan relay switch (saklar jarak jauh)), stabilitasi tegangan, modulasi tegangan dan fungsi komplek lainnya. Ada 3 kaki di transistor B (BASIC) – C (COLLECTOR) – E (EMITOR), sedangkan jenis transistor ada dua jenis NPN (Negatif – Positif – Negatif) dan PNP ( Positif – Negatif – Postitif). Nah pada tulisan kali ini saya tidak membahas panjang apa itu transistor?, bagaimana cara kerjanya?, bahannya dari apa? Berapa tegangan optimalnya?. Tetapi yang ingin saya jelaskan adalah cara mengetahui jenis suatu transistor apakah NPN atau PNP melalui pengukuran dengan AVOmeter.

Langkah pengukuran: 1. AVOmeter, ohm meter pada skala x1 2. Taruhlah secara acak colokan warna hitam (-) di kaki 1, colokan warna merah (+) di kaki 2 dan kaki 3. Perhatikan jarum AVOmeter, bergerak di salah satu kaki 2/ kaki 3 berarti salah, jika bergerak keduanya di kaki 2 & kaki 3 berarti benar.

Keterangan : colokan hitam (-) di kaki 1 berarti B (BASIC), colokan merah (+) di kaki 2, 3 berarti COLLECTOR dan EMITOR. Type NPN bukan PNP. Kok bisa kebalik ya?

3. Jika cara poin 2 diatas masih belum benar semua, terus lakukan. Sekarang coba anda pindahkan colokan hitam (-) di kaki 2 dan terus lakukan perpindahan pengukuran seperti poin 2 di atas, jika masih salah juga, pindahkan colokan hitam (-) di kaki 3 dan lakukan pengukuran colokan merah (+) di kaki 1 dan kaki 2. Temukan hingga colokan warna merah (+) bergerak keduanya. Jadikan colokan Hitam sebagai pusat. 4. Jika colokan hitam (-) sebagai pusat (Basic) dan colokan merah (+) sebagai pencari “kebenaran” masih saja tidak membawa hasil, sekarang coba anda balik colokan merah (+) yang di jadikan pusat (Basic). Lakukan pengukuran seperti contoh di atas. 5. Selamat mencari “kebenaran” yang sejati dari transistor. Gimana gampang bukan mencari jenis “kelamin” transistor NPN atau PNP. Nanti di posting berikutnya saya akan tulis bagaimana mencari EMITOR dan COLLEKTOR Jika anda sudah mahir mencari type NPN PNP pastinya anda tidak akan TANYA sanasini jika peralatan elektronika anda rusak di rumah. Siapa tahu anda bisa jadi teknisi dadakan yang berkualitas

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->