Anda di halaman 1dari 8

RINGKASAN :

SEBUAH PENGENALAN TERHADAP PENELITIAN HUKUM

Oleh : Roger Brownsword

Diterjemahkan dan Diringkas Oleh :


Agung Yuriandi (087005039)

Bidang Studi Magister Ilmu Hukum


Sekolah Pasca Sarjana
Universitas Sumatera Utara
Medan
2009

I. Pendahuluan

Penelitian hukum “black law”1 adalah penelitian yang bersifat

menganalisa perundang-undangan dan kasus hukum yang terjadi di

masyarakat, integrasi peraturan perundang-undangan dan keputusan

pengadilan masuk ke dalam doktrin yang masuk akal dan berlaku.

Selama 30 – 40 tahun para peneliti akademik tidak fokus dalam

melakukan penelitian hukum. Mereka tidak meneliti dengan apa yang

menjadi kebutuhan para advokat2 dan pengacara3.

1. Black Law adalah kitab hukum Amerika Serikat contohnya seperti Yurisprudensi atau
putusan hakim.
2. Advokat adalah pengacara yang diangkat oleh Menteri Kehakiman setelah mendapat
dasihat dari Mahkamah Agung. Batas wilayah hukum tugas dari seorang advokat
adalah seluruh propinsi di Indonesia. Asiamaya. Perbedaan Advocat, Pengacara,
Konsultan Hukum.
http://www.asiamaya.com/konsultasi_hukum/ist_hukum/perbed_advokat.htm. 2009.

1
Terjadinya perubahan iklim penelitian hukum ke arah yang lebih luas,

terdapat 2 (dua) pertanyaan yang seharusnya ada dalam setiap penelitian

hukum, yaitu :

- Bagaimana keefektifan peraturan perundang-undangan?

- Bagaimana legitimasi peraturan perundang-undangan?

II. Eksposisi Doktrinal dan Analisis

Hukum beroperasi pada 2 (dua) jalur yaitu : jalur lambat dan jalur

cepat. Contoh kasus yang diangkat di dalam tulisan ini adalah mengenai

embrio manusia yang dikloning. Peraturan yang berlaku dalam contoh kasus

di atas adalah Human Fertilisation and Embryology Act, 1990.

Duduk permasalahannya :

Apakah yang diperhitungkan sebagai ‘embrio’?

Embrio adalah hidup manusia dimana embrio fertilisasi selesai dan

referensi ke sebuah janin termasuk telur dalam proses fertilisasi, dan untuk

tujuan ini, fertilisasi belum selesai sampai tampilan dua sel zygote.

Dalam kasus pro-life alliance, ada asumsi yang mengatakan bahwa

sel-sel telur manusia yang dienukleasikan akan digunakan sebagai host

3. Pengacara adalah seseorang yang membantu penggugat maupun tergugat dan


diangkat oleh Pengadilan Tinggi tertentu dan batas wilayah tugasnya hanya
diperbolehkan dalam wilayah hukum Pengadilan Tinggi tersebut. Di samping itu ia
boleh mengajukan perkara-perkara dan mewakili orang-orang yang mempunyai
perkara baik sebagai penggugat maupun sebagai tergugat tidak saja di hadapan
Pengadilan Tinggi tersebut, tetapi juga dalam wilayah hukum Pengadilan Tinggi
tersebut. Ibid.

2
untuk tujuan kloning terapeutik4. Yang menjadi pertanyaan bagaimanakah

posisi hukum dalam hal sel telur non manusia yang digunakan untuk tujuan

penelitian itu?

Dapatkah pihak yang berwenang memberikan izin kepada suatu

lembaga jaringan manusia (PGD) untuk penyesuaian jaringan?

Dalam Human Fertilisation and Embryology Act 1990 ada suatu

permasalahan yang terjadi pada Keluarga Hashmi dimana dilakukan

penyelamatan untuk seseorang dengan mengorbankan saudara yang dibuat

dengan rekayasa genetika.

Ada pertentangan antara Pengadilan Tinggi, Court of Appeal dan

House of Lords, Law Lords, dan Quintavalle. Pada Pengadilan Tinggi belum

membenarkan pihak yang berwenang dalam rekayasa genetika dalam

pemberian izin lisensi untuk melakukan penyelamatan atau disebut saviour

sibling, pada Court of Appeal dan House of Lords melakukan interpretasi

lebih luas mengenai pemaknaan tujuan umum dari peraturan tersebut, pada

pendekatan yang dilakukan oleh Law Lords adalah konservatif atau liberal,

dan quintavalle melakukan pilihan atas apa yang ditawarkan oleh Pengadilan

Tinggi, Court of Appeal dan House of Lords, Law Lords.

4. Kloning terapeutik adalah suatu tindakan mengcopy jaringan/ organ untuk tujuan
pengobatan seperti sel-sel otot jantung yang rusak akibat serangan jantung. Kalbe.
Seminar PASTI ”The Science of Growing Older without Aging”.
http://72.14.235.132/search?q=cache:i9HYGhJR0lsJ:www.kalbe.co.id/%3Fmn%3Dn
ews%26tipe%3Ddetail%26detail%3D18367+kloning+terapeutik+adalah&cd=3&hl=id
&ct=clnk&gl=id. 2008.

3
Dapatkah pihak yang berwenang memberikan izin pemakaian embrio-

embrio manusia untuk penelitian sel stem?

Secara kontroversial Human Fertilisation and Embryology Act 1990

memberikan izin dalam hal pemakaian embrio-embrio manusia untuk

penelitian apabila penelitian tersebut dinilai perlu atau diinginkan.

Ada 5 (lima) tujuan dari undang-undang tersebut, antara lain :

- Mempromosikan kemajuan dalam perawatan fertilisasi;

- Meningkatkan pengetahuan tentang penyebab penyakit kongenital;

- Meningkatkan pengetahuan tentang penyebab keguguran;

- Pengembangan teknik-teknik yang lebih efektif untuk kontrasepsi; atau

- Pengembangan metode-metode untuk pendeteksian keberadaan

anomali gen atau khromosom pada embrio sebelum implantasi.

Lalu badan legislatif mengeluarkan Human Fertilisation and Embryology

(Research Purposes) Regulation 2001 yang dikeluarkan oleh badan pembuat

undang-undang. Memang peraturan tersebut tidak secara gamblang dalam

mengesahkan penelitian sel stem melainkan, undang-undang tersebut

menambah 3 (tiga) tujuan, antara lain :

- Peningkatan pengetahuan mengenai perkembangan embrio;

- Peningkatan pengetahuan tentang penyakit serius; atau

- Memungkinkan pengetahuan apapun digunakan dalam

pengembangan pengobatan untuk penyakit-penyakit serius.

4
Dalam hal peraturan ini Lord Phillips MR memberikan tujuan peraturan

tersebut adalah bukan membantu wanita memiliki anak-anak akan tetapi

membantu wanita memiliki anak-anak yang sehat bebas dari gangguan

genetik serius dan dapat dideteksi secara lebih awal.

III. Kritis Evaluasi Doktrin, Desain Kelembagaan, dan Praktek

Ronald Dworkin membedakan antara tinjauan yang mengoperasikan

“inside out” sebagai kebalikan dari pengoperasian “outside in”.

- Inside out yaitu keadaan dimana nilai-nilai yang sudah dikenal oleh

sebuah rezim hukum tertentu, mengorganisasikan nilai-nilai dengan

cara yang lebih dapat dipertahankan, dan kemudian mengkaji apakah

beberapa doktrin, rancangan, atau praktek tertentu adalah konsisten

dengan interpretasi terbaik dari nilai-nilai sistem hukum atau tidak.

- Outside in yaitu pendekatan yang mengadopsi tempat yang

menguntungkan di luar hukum. Contohnya : Bentham yang

mengidentifikasikan utilitas sebagai prinsip utama dalam

pengoperasian hukum.

- Kasus “persetujuan lisan”, salah satu gagasan peraturan utama dalam

bidang praktek medis dan ilmiah adalah gagasan persetujuan lisan.

Bahkan, telah diterima secara luas bahwa tidak ada percobaan

penelitian yang akan dilaksanakan, atau perawatan klinis yang

diadopsi, tanpa persetujuan lisan orang tersebut.

5
IV. Penelitian Dinamika Hukum

Ada 2 (dua) tipe penyelidikan yang memaparkan dinamika hukum,

yaitu :

- Studi-studi Gap

Pada studi ini mempunyai fokus terhadap hukum yang

dilaksanakan menyimpang dari hukum dalam teori. Penelitian jenis ini

dilakukan berhubungan dengan praktek para administratur negara,

regulator (para pembuat undang-undang), dan sejenisnya; dan

pemakaian hukum yang kurang tepat oleh kelompok-kelompok dimana

hukum berkeinginan untuk membantu.

Jadi, hal ini berkaitan dengan dampak tindakan kelompok

sebagai penentang hukum privat terindividalisasikan standard yang

masuk ke dalam bidang yang paling penting dari penelitian hukum.

Dilakukan untuk menjawab apakah ada yang salah dari peraturan

perundang-undangan yang dibuat sehingga para administratur negara

tidak melakukan hal-hal yang diharuskan oleh undang-undang.

- Studi-studi Dampak

Dalam pembuatan undang-undang selalu ada yang dikatakan

dengan intervensi dari kalangan yang memiliki kekuasaan. Disini

berbicara mengenai dampak dari intervensi yang dilakukan oleh

penguasa dalam hal pembuatan peraturan yang akan diterapkan

kepada masyarakat.

6
V. Fokus Pertanyaan untuk Para Peneliti

Salah satu hal yang mencolok dalam penelitian hukum adalah bahwa

penelitian tidak dilakukan dengan standart yang sudah disesuaikan oleh

Dewan Penelitian Standart. Para peneliti hukum jarang memulai dengan

sebuah pertanyaan penelitian yang ditentukan dengan tajam, yaitu : peneliti

tidak memiliki hipotesa untuk diuji; peneliti tidak memiliki metodologi yang

diuraikan dengan jelas; dan peneliti tidak memiliki pengertian yang jelas

tentang dimana penyelidikan mereka dapat dilakukan. Seringkali peneliti

hukum bereaksi terhadap perubahan pemandangan hukum yang

berlangsung dengan cepat dan mencoba menjelaskan sesuatu yang sangat

membntu atau menarik tentang apa yang sedang terjadi akan tetapi mereka

akan sering mampu meletakkan penelitian mereka ke dalam beberapa

bentuk yang dapat dikenal hanya ketika mereka telah menyelesaikan

penyelidikan mereka.

Secara paradoks, penelitian hukum yang dilakukan jarang mendapat

dukungan dana yang baik melainkan selalu di tawar oleh Dewan Peneliti.

Dalam hal ini Dewan Peneliti mempercayai para peneliti untuk melakukan

penelitian di bidang hukum, namun pertanyaan yang harus dijawab dalam

suatu penelitian hukum adalah mengenai keefektifan hukum dan legitimasi

hukum tersebut dalam konteks pemerintahan global.

7
DAFTAR PUSTAKA

Asiamaya. Perbedaan Advocat, Pengacara, Konsultan Hukum.


http://www.asiamaya.com/konsultasi_hukum/ist_hukum/perbed_advok
at.htm. 2009.

Irianto, Sulistyowati & Antonius Cahyadi. Runtuhnya Sekat Perdata dan


Pidana : Studi Peradilan Kasus Kekerasan terhadap Perempuan.
http://books.google.co.id/books?id=3tk_iVCT9UYC&printsec=frontcove
r. 2008. h. 14.

Kalbe. Seminar PASTI ”The Science of Growing Older without Aging”.


http://72.14.235.132/search?q=cache:i9HYGhJR0lsJ:www.kalbe.co.id/
%3Fmn%3Dnews%26tipe%3Ddetail%26detail%3D18367+kloning+ter
apeutik+adalah&cd=3&hl=id&ct=clnk&gl=id. 2008.

Anda mungkin juga menyukai