Anda di halaman 1dari 19

BAB IV

PENGUKURAN SPESIMEN DAN GEOMETRI ULIR

1. Dasar Teori Alat Ukur


1.1 Pengertian Pengukuran Geometri Ulir
Ulir (screw thread) mempunyai peranan sangat penting didalam konstruksi
suatu mesin atau peralatan teknis lainnya. Fungsi tersebut adalah sebagai alat
pengunci atau sebagai alat penerus (transmisi) daya. Salah satu contoh
penggunaannya dalam jumbo jet sepeti boeing 747 dan Lockheed L1011 yang
memerlukan sebanyak 2,5 juta alat pengunci. Dalam pengukuran geometri ulir
ada tiga komponen utama yaitu :
v Jarak puncak ( pitch ) adalah jarak antara bentuk ulir yang berdekatan
diukur sejajar dengan sumbu ulir.
v Diameter besar ( major diameter ) adalah diameter terbesar dari ulir sekrup.
v Diameter kecil ( minor diameter ) adalah diameter terkecil dari sekrup.
pengukuran geometri ulir dimaksudkan untuk memastikan kekuatan atau daya
tahan kelelahan dari ulir atau mungkin juga untuk menjamin ketelitian
pengubahan gerak dari gerakkan (rotasi menjadi gerakkan translasi) dari system
pengubahan gerakan yang memakai ulir. ( Shigley, 1989)

1.2 Jenis-Jenis Alat untuk Pengukuran Spesimen dan Geometri Ulir


Jenis-jenis alat yang digunakan untuk pengukuran specimen dan geometri
ulir antara lain sebagai berikut :
1. Vernier Caliper

Gambar.4.1. Vernier Caliper / Jangka Sorong


Vernier caliper dapat digunakan untuk mengukur dimensi bagian dalam dan
luar suatu benda. Vernier caliper terdiri dari bilah utama dan bilah pembantu.
Bilah Utama dibagi dalam milimeter, bilah pembantu dibagi 100. 100 garis
pada bilah pembantu sama dengan 49 milimeter pada bilah utama. Jadi
panjang satu garis pada bilah pembantu adalah = 100/49 mm. Bila suatu
garis bilah pembantu berhimpit dengan suatu tanda pada skala utama, maka
harga ukurnya adalah jumlah skala dihitung dari angka 0 x 0,02 mm. (Asyari
Daryus,2000)

2. Mikrometer Ulir Digital

Gambar 4.2. Mikrometer Ulir Digital

Mikrometer ulir digunakan untuk mengukur diameter pits. Diameter


pits adalah diameter dari silinder khayal dengan sumbu yang berimpit dengan
sumbu ulir dan memotong sisi ulir sedemikian rupa sehingga tebal ulir dari
jarak ruang kosong diantara sisi ulir yang berseberangan adalah sama dengan
setengah dari pits. (Asyari Daryus,2000)

3. Three Wire Unit Gauge


Cara pengukuran diameter pits yang teliti dan banyak dipraktekkan
adalah dengan metode tiga kawat. Cara tersebut menggunakan tiga buah
kawat dengan diameter sama. Untuk menghindari banyaknya macam
diameter kawat, maka kawat pengukur ulir tersebut hanya dibuat menurut set
yang tertentu. (Syamsul Arifin, 1981)
Gambar 4.3. Three Wire Unit Gauge
Carll Zeiss membuat set yang berisi 21 buah kawat dari 0.17mm
sampai 6.35 mm yang dapat digunakan untuk mengukur ulir dengan harga
pits dari 0.25 mm sampai dengan 12 mm. Jika kawat dari set tersebut dipilih
dengan tepat, maka singgungan kawat dengan sisi ulir hanya menyinggung
terhadap diameter pits paling jauh sebesar 0.1 p (ke atas atau ke bawah).

4. Screw Pits Gauge


Adalah alat untuk menentukan jumlah pitch pada suatu ulir dalam satu
satuan panjang tertentu (inch). Missal 20 G, artinya dalam 1 inchi terdapat 20
pits. Dengan angka ini dapat diketahui jarak pits. (Asyari Daryus,2000)

Gambar 4.4 Screw Pits Gauge

5. Outside Mikrometer
Kapasitas ukur dari micrometer yang paling kecil adalah sampai dengan
25 mm. Untuk mengukur dimensi luar yang lebih besar dari 25 mm dapat
digunakan micrometer luar yang mempunyai kapasitas ukur 25-50mm, 50-
75mm dst. Kenaikan tingkat sebesar 25 mm ini dimaksudkan untuk menjaga
ketelitian dari micrometer. (Asyari Daryus,2000)

Gambar 4.5. Outside Mikrometer

1.3 Cara Menggunakan Macam-Macam Alat Ukur Spesimen dan Ulir


A. Vernier Caliper
Pada pengukuran mula-mula kit abaca skala pada bilah utama. Harga
vernier caliper diperoleh dengan melihat garis yang berimpit dengan garis
pada skala utama. (Syamsul Arifin, 1981)
B. Mikrometer Ulir
Adapun cara penggunaan alat ukur ulir yaitu pertama pilih pana ulir
sesuai dengan jarak pits teoritis. Periksa kedudukan nol, dengan cara
menyentuhkan kedua sensor pana tersebut. Ukur diameter pits (d 2) pada tiga
posisi yang berbeda.
Ujung kontak dengan sisi yang diperpendek lebih sering digunakan,
sebab pengaruh dari kesalahansudut sisi ulir maupun kesalahan dari sudut
ujung kontak tersebut dapat dieliminir sehingga dapat diukur diameter
fungsional dari ulir. (Syamsul Arifin, 1981)
Cara Setting nol Mikrometer Ulir
a. Bersihkan anvil dan spindle dengan kain bersih. Putar ratchet stopper
sampai anvil dan spindle bersentuhan. Kunci spindle pada posisi ini
dengan lock clamp. Mikrometer telah dikalibrasi dengan bendar jika titik
nol thimble lurus dengan garis pada outer sleeve.
b. Jika ketelitiannya 0,02 mm atau kurang. Kuncilah spindle dengan lock
clamp. Putarlah outer sleeve sampai tanda “0” thimble lurus dengan garis
dengan menggunakan penyetel.
c. Jika ketelitiannya melebihi 0,02 mm. Kuncilah spindle dengan lock
clamp. Kendorkan stopper sampai thimble bebas, luruskan tanda “0”
thimble dengan garis pada outer sleeve dan kencangkan kembali ratcher
stopper. Putarlah outer sleeve sampai tanda “0” thimble lurus dengan
garis dengan menggunakan penyetel.
(Syamsul Arifin, 1981)
C. Three Wire Unit Gauge
Cara pengukuran Three Wire Unit Gauge tersebut menggunakan tiga
buah kawat dengan diameter sama. Setelah tiga kawat dengan diameter yang
telah diketahui dipasang pada alur ulir, maka jarak M antara kawat yang
berseberangan dapat diukur dengan menggunakan mikrometer. Selanjutnya
diameter pits yang dicari dapat dihitung dengan menggunakan rumus.
Diameter kawat harus dipilih sedemikian rupa sehingga tepat menyinggung
sisi ulir pada lingkaran pits. (Syamsul Arifin, 1981)
D. Screw Pits Gauge
Pilih screw pits yang sesuai dengan ukuran geometri ulir Setelah
terpilih screw pits yang tepat, catat angka yang terdapat pada screw pits
tersebut. Missal 20 G, artinya dalam 1 inchi terdapat 20 pits. Dengan angka
ini dapat diketahui jarak pits. (Asyari Daryus, 2000)
E. Outside Mikrometer
Posisi pengukuran sedapat mungkin dilakukan secara vertical dengan
ditumpu pada rangka di sebelah landasan tetapnya. Apabila hal ini tidak
dimungkinkan maka sebelum pengukuran dilakukan kembali setting nol.
Penyetelan kedudukan nol ini dilaksanakan dengan memegang
micrometer dengan posisi sesuai dengan posisi pengukuran yang akan
dilakukan. Caranya rahang micrometer ditempelkan setelah itu kunci rahanh
dengan pengunci kemudian putar angka skala sehingga angka nol tepat pada
garis penunjuk, (Taufiq Rochim, 1994)
1.4 Teori Perhitungan Geometri Ulir
1. Menghitung harga H, diameter minor (d1), diameter pits (d2)

2. Menghitung untuk kualitas G

3. Menghitung apabila ulir dimisalkan mempunyai kualitas 6

4. Menghitung toleransi jarak M (Mmax dan Mmin)

1.5 Aplikasi Pengukuran Geometri Ulir dalam Kehidupan


Pengukuran geometri ulir digunakan pada indusri pembuatan ulir yang
akan di produksi masal. Langkah pembuatan ulir yang pertama kali adalah
membuat prototipenya yang kemudian di ukur menggunakan alat ukur geometri
ulir. Dari sini perusahaan atau pabrik mengetahui sejauh mana kepresisian ulir
yang akan dibuat si perancang. Sampai saat ini fenomena kepresisian ulir masih
menjadi riset oleh para engineer, mengingat penggunaan sekrup, baut, dan
semisalnya digunakan pada alat-alat yang vital dan relative tinggi harganya
seperti pada komponen mesin. (J. Shigley., and C ,Mischke, Mechanical
Engineering Design, 5th Ed., San Francisco: McGraw-Hill Inc., 1989.
Selain itu pengukuran geometri ulir juga diterapkan pada dongkrak ulir
yang merupakan komponen dari sebuah mobil.berikut ini salah satu contohnya:

Gambar 4.6. Dongkrak Ulir


Untuk melepas : Putar persambungannya dalam arah 1 sampai
dongkraknya bebas.
Untuk menyimpan : Putar persambungannya dalam arah 2 sampai dongkrak
terikat dengan kuat dan aman untuk mencegah
terlempar kedepan pada saat terjadi tabrakan atau
pengereman mendadak.
http://www.toyota.co.id/cars/reference/hilux/article.php?article_id=1849&Mod
el=Hilux

Aplikasi pengukuran geometri ulir juga diterapkan pada kompresor ulir (


screw compressor ). Kelebihan dari kompresor jenis ini adalah :
v Biaya investasinya rendah,
v bentuknya kompak, ringan
v mudah perawatannya,
v mudah operasinya dan
v fleksibel dalam pemasangannya
sehingga kompresor ini sangat popular di industri. Biasanya digunakan dengan
ukuran 30 sampai 200 hp atau 22 sampai 150 kW.

Gambar 4.8 Kompresor Screw


(Sunyoto,Dkk, 2008, Teknik Mesin Industri. Jilid I Untuk SMK, Jakarta: Direktorat
Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan)

2. Tujuan Praktikum Pengukuran Spesimen dan Geometri Ulir


2.1 Tujuan Umum
Dapat memahami tentang arti pengukuran geometri ulir baik mulai dari
fungsi serta aplikasinya.

2.2 Tujuan Khusus


1. Mengetahui jenis-jenis alat ukur yang dapat digunakan untuk mengukur
elemen geometri ulir
2. Mengetahui cara menggunakan alat ukur tersebut
3. Memahami cara mengukur elemen geometri ulir
4. Dapat membandingkan hasil dari alat ukur ulir
3. Peralatan dan Benda Ukur
3.1 Alat Ukur Praktikum dan Gambarnya
Berikut alat-alat ukur yang digunakan dalam pengukuran geometri ulir :
1. Vernier Caliper

Gambar 4.9 Vernier Calliper

2. Mikrometer Stand

Gambar 4.10 Mikrometer Stand

3. Outside Mikrometer
Gambar 4.11. Outside Mikrometer

4. Mikrometer Ulir

Gambar 4.12. Mikrometer Ulir

5. Screw Pits Gauge

Gambar 4.13. Screw Pits Gauge

6. 3 wire unit gauge

Gambar 4.14. 3 wire unit gauge


3.2 Gambar Benda Ukur Dalam Pengukuran Spesimen dan Geometri Ulir

Gambar 4.15. Benda Ukur 2D

Gambar 4.16. Benda Ukur 3D

3.3 Prosedur Pengukuran Geometri Ulir


Berikut ini prosedur pengukuran geometri ulir :
a. Penentuan Spesifikasi Ulir
1. Melakukan pemeriksaan jarak pitch ulir dengan cara menempelkan gigi
mal ulir pada ulir yang diperiksa
2. Menuliskan hasil pemeriksaan ulir tersebut seperti tercantum pada mal ulir
pada lembar kerja tabel 3.
b. Pengukuran dengan outside Mikrometer
1. Memeriksa kedudukan nol mikrometer dengan menggunakan kaliber yang
terdapat dalam nol
2. Melakukan pengukuran pada tiga tempat yang berbeda, sepanjang ulir
tersebut. Gunakan racet untuk memberikan tekanan yang relatif sama
pada setiap pengukuran.
3. Menuliskan hasil pembacaan pengukuran.
c. Pengukuran Diameter Pitch dengan Metode Tiga Kawat
1. Memilih diameter kawat yang akan digunakan. Diameter kawat (d 0) =
, dimana P = Jarak pits teoritis. Diameter kawat yang dipilih
adalah d D.
2. Mengukur jarak M (jarak antara sisi luar kawat yang bersebrangan), pada
tiga posisi yang berbeda.

dD = diameter kawat yang dipilih


• = sudut ulir (ulir isometrik • = 60o)
d2 = diameter pits yang akan dicari
3. Menghitung diameter pits (d2) berdasarkan pengukuran harga M rata-rata

4. Menuliskan hasil pengukuran dan perhitungan pada lembar kerja, tabel 6


d. Pengukuran Diameter Pitch dengan Mikrometer Ulir
1. Memilih pana ulir sesuai dengan jarak pitch teoritis
2. Memeriksa kedudukan nol, dengan cara menyentuhkan kedua
sensor pana tersebut.
3. Mengukur diameter pitch (d2) pada tiga posisi yang berbeda.
4. Menuliskan hasil pengukuran pada lembar kerja tabel 7.
4. Pembahasan
4.1 Data Pengukuran Geometri Ulir
Tabel 1. Data Alat Ukur mm
KAPASITAS
NAMA ALAT UKUR MERK KECERMATAN
UKUR
1. Spesimen
2. Vernier Caliper 0.02 15
3. Outside Mikrometer Mitutoyo 0.01 0-25
Mikrometer Screw Morhard 0.01 0-25
Screw Pitch Gage Whitworth
Mikrometer Stand
3 Wire Gage Unit
Ulir

Tabel 2. Data Pengukuran Spesimen (mm)


OBYEK HASIL PENGUKURAN
UKUR 1 2 3 Rata-rata
A 34.40 34.30 34.40 34,36
B 9.10 9.80 9.90 9.86
C 56,50 56,30 56,20 56.16
D 42,92 42.90 42.80 42,86
E 39,90 40,00 40.00 39,96
F 20,00 19,90 19,90 19,93

Tabel 3 Spesifikasi Ulir


Toleransi Yang Digunakan ISO Geometri Ulir
Diameter Mayor (standar), d 9,53
Jarak Pits, P 1/18 x 25,4 = 1,41
Profil Dasar Ulir 18 G

Tabel 4. Harga Diameter Mayor mm


Posisi Hasil Pengukuran
1 9,54

2 9,51

3 9,55
Gambar 4.17
Pengukuran diameter luar 9,53

Tabel 5. Harga Teoritik Elemen Geometri dan Toleransi Ulir mm


Besaran Rumus Geometri Ulir
H 0.86603 P 1,22
Diameter minor (d 1) (3.1) 8,005
Diameter pis (d2) (3.2) 8,615
Esg (3.3) -30,51 •m
Diameter mayor maksimum (dmax) (3.4) 9,49
Diameter pits maksimum (d2max) (3.5) 9,584
Td (6) (3.6) 0,22415
Td2 (6) (3.7) 0,129375
Diameter mayor minimum (dmin) (3.8) 9,265
Diameter pits minimum (d2min) (3.9) 8,4547
Jarak sisi luar kawat maksimum (3.10) 10,239
(Mmax)
Jarak sisi luar kawat minimum (3.11) 9,348
(Mmin)
Tabel 6. Diameter Pits (Metode Tiga Kawat) mm
Besaran Rumus Posisi Geometri Ulir
Diameter kawat teoritis, d0 0.577 P 0,82
Diamter kawat yang - 0,62
dipilih, d0
Diamter pits, d2 (3.13) 9,20
1 9,84
2 9,83
3 9,83

M 9,83

Gambar 2. Pengukuran diameter pits


dengan metode tiga kawat

Tabel 7. Diameter Pits (dengan Mikrometer Screw) mm


Posisi Hasil pengukuran
1 9,23
2 9,20
3 9,17

d2 9,2
Gambar 3. Pengukuran diameter pits
dengan mikrometer screw

a. Perhitungan
Perhitungan harga H , diameter minor (d1), diameter pits (d2)
Harga H = 0,86603P
= 0,86603 ( 1,411 )
= 1,22196833
= 1,22 (pembulatan)
Diameter minor (d1) = d – 2 ( 5/8H )
= 9,53- 2(5/(8x1,22))
= 8,005 mm
Diameter minor (d 2) = d-2(3/8H)
=9,53-2(3/(8x1.22))
= 8,615 mm
Perhitungan dmax d2max untuk kualitas G.
Esg = - ( 15+11p )
= - (15+ 11x1,41)
= -30,51 µm
Diameter mayor maksimum (d max) = d+ Esg
= 9,53 – 0,03051
= 9,49
Diameter pits maksimum (d2max) = d2 + Esg
=8,615-0,03051 = 8,584
Perhitungan dmin dan d 2min apabila ulir dimisalkan mempunyai kulitas 6.
Td (6) = –

= –

=226,8-2,65 = 224,15 = 0,22415


Td2 (6) = 90 P0,4 d 0,1
= 90x1,411 0,4 x 9,53 0,1
= 129,375 = 0,129375
dmin = d max – Td(6)
= 9,49 – 0,22415
= 9,265
d2min = d 2max – Td2 (6)
= 8,584 – 0,129375
= 8,454625
Perhitungan toleransi jarak M ( Mmax dan Mmin )
Jarak Sisi Luar Kawat Maksimum
(Mmax) = d2max + [3+0,076(P/ d2max)2]d D – 0,866P
= 9,584 + [3+ 0,076( 1,41/8,584)2]0,62 – 0,866(1,41)
= 9,584 + 1,875 – 1,22 = 10,239
Jarak sisi luar kawat minimum
(Mmin) = d2min + [3+0,076(P/ d2min)2]d D – 0,866P
= 8,4547+ [3+ 0,076( 1,41/-120,375)2]0,62 – 0,866(1,411)
= 8,4547 +2,1135 – 1,22
= 9,348
Perhitungan diameter pits (d2), berdasarkan pengukuran harga M rata-rata

d2 = M - d D

= 9,83 - 0,62

= 9,83-1,86+1,22
= 9,19

b. Analisis
Dari hasil penelitian yang diperoleh pengukuran yang paling cermat
yaitu dengan menggunakan micrometer ulir sedangkan yang kurang cermat yang
menggunakan metode 3 kawat. Sedangkan untuk mengukur ulir secara umum
dengan menggunakn mal ulir.
Benda Ukur Standar Mikrometer Ulir
Diameter Mayor 9.53 mm
Diameter Pits 8.615 mm

Dari data diatas terbukti mikromter ulir memiliki tingkat ketelitian yang
tinggi.
Penyebab perbedaan pengukuran yang terjadi dikarenakan penyimpangan
alat ukur sendiri serta penyimpangan operator pada pembacaan skala.
Penyimpangan yang terjadi pada metode 3 kawat dapat disebabkan karena
pemasang mal ulir pada mikrometer.
5. Kesimpulan dan Saran
5.1. Kesimpulan
a. Keakuratan
Dari penggunaan metode-metode di atas, yang memberikan
keakuratan dan ketelitian adalah mikrometer ulir karena dengan
menggunakan micrometer ulir kita dapat memperolah nilai seluruh diameter,
baik diameter mayor, minor, maupun diameter pits.
b. Profil Yang Tidak Dapat Diukur
Dengan pengunaan mikrometer ulir setiap profil dapat diukur.
c. Perbandingan Data
Dari data yang diperoleh,maka dapat di bandingkan hasil pengukuran
denagan menggunakan metode 3 kawat,dan dengan micrometer ulir.Harga
diameter mayor(7,44 mm) dan diameter pits (7,09 mm).Sedangkan dengan
metode 3 kawat hanya didapat diameter pits (7,78 mm).
d. Kemudahan penggunaan alat ukur

Dari kedua metoda pengukuran tersebut, sebenarnya penggunaannya


relatif mudah, namun yang paling mudah adalah menggunakan mikrometer
ulir, karena penggunaannya yang lebih sederhana

e. Kemampuan mengukur secara tepat


Untuk dapat mengukur secara tepat diperlukan latihan, keterampilan
dan pengalaman dalam menggunakan alat ukur tersebut

5.2. Saran
a. Praktikan harus mempelajari modul praktikum metrologi sebelum melakukan
praktikum metrologi.
b. Praktikan harus teliti dalam melihat skala mikrometer
c. Praktikan harus tepat dalam menempatkan 3 wire unit gauge.
d. Oleh karena itu, dalam menggunakan alat ukur tersebut diperlukan ahli yang
mempunyai keterampilan dan kecermatan dalam mengukur, dan juga dapat
menganalisa data yang diperoleh dari hasil pengukuran.
e. Pengalaman pengukur juga akan mempengaruhi hasil pengukuran. Oleh
karena itu diperlukan banyak latihan dan pengalaman dalam mengukur.