Anda di halaman 1dari 16

PENDAHULUAN

Sampai saat ini, bodi kendaraan masih didominasi oleh komponen berasal
dari plat besi dengan ketebalan 0,6 sampai 0,9 mm. Dalam dunia otomotif
pemanfaatan komposit sebagai pengganti plat besi yang banyak digunakan adalah
fiberglass. Namun demikian, pemanfaatan fiberglass dalam dunia industri
dianggap tidak ramah lingkungan karena limbahnya sulit untuk diuraikan. Oleh
karena itu, perlu dilakukan penelitian terhadap bahan pembuat bumper kendaraan
sebagai pengganti logam maupun fiberglass yang dianggap lebih ramah
lingkungan serta memiliki kualitas yang baik.
Penggunaan polimer dan komposit dewasa ini kian meningkat di segala
bidang kehidupan seperti untuk bodi mobil, bodi pesawat terbang, peralatan
olahraga dan lain-lain. Trend perkembangan komposit beralih dari komposit
dengan material penyusun sintesis (fiberglass) ke komposit dengan material
penyusun dari bahan alami.(Putu Lokantara, 2007) Pemanfaatan komposit sekam
padi dianggap memiliki prospek yang baik karena sifat mekanis sekam padi yang
kuat. Dari segi ketersediaan bahan baku sekam padi di Indonesia sangat
melimpah terutama pada sisa pertanian padi, sehingga potensi sekam padi sebagai
bahan pembuat bumper mobil pun sangat menguntungkan apabila diaplikasikan
pada dunia industri.
Komposit sekam padi sebagai bahan pembuatan bumper mobil perlu
diketahui teknik pengolahannya yang sesuai. Pada penelitian ini komposit dibuat
dari sekam padi yang digiling halus dengan fraksi berat sekam padi 10%, 20%,
30%, 40%, dan 50%. Pengujian dilakukan sesuai dengan ASTM-D256 dan
ASTM-D790.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kandungan fraksi
berat sekam padi terhadap kekuatan impak dan bending komposit serta
menyelidiki kelayakan komposit sekam padi sebagai bahan pembuat bumper
mobil.
Diharapkan penelitian ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat,
dunia industri,peneliti, institusi, dan pengembangan iptek.
Penelitian ini berguna dalam memberikan data kekuatan bending dan
impak komposit sekam padi sehingga diharapkan dari hasil penelitian ini dapat
memberikan bahan alternatif untuk komponen bumper mobil.

TINJAUAN PUSTAKA

Kekuatan Bending
Pada material komposit homogen yang dikenai pengujian three point
bending dengan sumbu netral terletak di tengah, kekuatan bending komposit dapat
dirumuskan dengan persamaan (ASTM D-790):
PL h
×
σb = 4 2 ⇒ σ = 12 Ρ L h ⇒ σ = 3 Ρ L ……...…...…............... (1)
3 b b
bh 8 b h3 2 b h2
12

1
dengan catatan; P = beban (N), L = panjang span (mm), b = lebar (mm),
dan h = tebal (mm). Jika defleksi maksimum yang terjadi lebih dari 10 % dari
jarak antar penumpu (L), kekuatan bendingnya dapat dihitung dengan persamaan;
3PL  δ  dδ
2

σb = 2 
1 + 6  − 4  ………………………………................(2)
2bh   L L L 
dengan δ = defleksi pada bagian tengah spesimen (mm).
P σC
ε1E1
1 c1

2 sumbu netral

1 c2 σT
L/2 L/2
(b) εβE2
(a) ε1E1
Gambar 1. (a) Pengujian bending dan (b) distribusi tegangan
pada struktur komposit (Popov, 1996)

Sifat Impak Komposit


Pengujian impak dapat dilakukan dengan dua cara yaitu impak charpy dan
impak izot. Rumusan yang digunakan untuk menghitung besarnya energi yang
terserap pada pengujian impak charpy adalah (Shackelford, 1992) :
E serap = WR[Cosβ − Cosα ] ………………………………….....(3)
dengan catatan; Eserap = energi terserap (J), W = berat pendulum (N), R = panjang
lengan pendulum (m), β = sudut pantul pendulum (0), dan α = sudut ayun
pendulum(0).
Besarnya energi terserap pada pengujian impak izot dapat dihitung dengan
rumusan (Manual book of Gotech-Izot Impact) :
  α + β 
E serap = WR (cos β − cos α ) − (cos α '− cos α )  ………..(4)
  α + α ' 
Besarnya kekuatan impak dapat dihitung dengan persamaan :
E serap
Kekua tan Im pak = ............................................................(5)
A
dengan A = luas penampang komposit yang akan dipatahkan.

Penelitian mengenai komposit sekam padi telah dilakukan oleh


Rahmatunnisa pada Tesisnya. Pada tesisnya dia membuat dua jenis komposit
poliester dengan pengisi sekam padi yaitu komposit yang mengandungi penstabil
ultra ungu (UV) dan komposit tanpa penstabil ultra ungu (UV). Prosentase sekam
padi yang digynakan yaitu 45%, 50%, 55%, dan 60%. Komposit dijemur selama
2, 4 dan 6 bulan. Dari hasil pengujian, kekuatan impak komposit meningkat
dengan meningkatnya prosentase sekam padi. Komposit dengan penstabil UV
memberikan nilai kekuatan impak yang tinggi. Semakin lama penjemuran
kekuatan impaknya semakin rendah.

2
METODE PENDEKATAN

Bahan dan Alat Penelitian


Bahan-bahan yang diperlukan dalam pembuatan spesimen uji komposit
antara lain sekam padi, matrik Unsaturated Polyester type 157 BQTN, dan
hardener metyl etyl keton peroksida (MEKPO). Peralatan utama yang digunakan
adalah mesin uji bending kapasitas kecil merek TORSEE, alat uji impak izot,
timbangan digital, alat cetak, dan peralatan pendukung lainnya .

Teknik Pengolahan Sekam Padi


Sekam padi yang telah dipisahkan dengan biji padinya, kemudian
dilakukan penggilingan menggunakan mesin penggiling tepung. Sekam padi yang
tadinya berbentuk kasar setelah digiling hingga membentuk partikulat dengan
ukuran 1 mm. Sekam padi yang sudah digiling kemudian dikeringkan selama 1
hari dibawah terik matahari.

Pembuatan Spesimen uji


Sampel uji yang dibuat terdiri dari komposit sekam padi, dan poliester
dengan prosentase fraksi berat sekam padi 10%, 20%, 30%, 40%, dan 50%.
Proses pembuatan komposit dilakukan dengan menggunakan cetakan kaca dengan
ukuran 127 mm x 62,5 mm x 3 mm untuk spesimen uji impak dan 200 mm x 140
mm x 5 mm untuk spesimen uji bending.
Sampel uji dipersiapkan dengan memotong hasil cetakan komposit dengan
menggunakan gergaji besi. Penghalusan sampel uji dilakukan dengan
menggunakan amplas. Hal ini dilakukan untuk mengeliminasi efek pemotongan
gergaji. Dimensi sampel uji dibuat sesuai dengan ukuran standar ASTM.

Metode Pengujian Spesimen Uji


Pengujian bending dilakukan dengan mesin uji bending TORSEE.
Pengujian impak dilakukan dengan alat uji impak izod. Metode pengujian bending
dilakukan dengan metode three point bending.
P
komposit

L/2 L/2
Gambar 2. Pengujian komposit
(ASTM D-790)
Gambar 3. Mesin Uji Bending TORSEE
Pengujian terhadap beban impak dilakukan sesuai prosedur pada standar
ASTM D–256 (impak izod) seperti ditunjukkan pada gambar 4 dan mesin uji
impak izod sesuai gambar 5.

3
R = 0.8 + 0.2 mm
Spesimen
Pendulum
R = 0.25 + 0.12 mm
22.0 + 0.05 mm

Tumpuan tetap Penjepit


Gambar 4. Pemegangan spesimen uji impak izod Gambar 5. Mesin uji impak
(ASTM D - 256)

PELAKSANAAN PROGRAM

Waktu dan Tempat Pelaksanaan


Pengujian bending dilakukan pada hari kamis 1 April 2010 di
Laboratorium Bahan UGM, Yogyakarta. Pengujian impak dilakukan pada hari
yang sama di Laboratorium Bahan AKPRIND, Yogyakarta. Pengolahan data dari
hasil pengujian minggu ke-10 dilakukan pada hari Selasa-Jum`at di Semarang.
Pembuatan laporan akhir dilakukan di Semarang.

Tahapan Pelaksanaan
Minggu ke-1 (Februari 2010)
Senin : Pembelian resin BQTN 157, katalis MEXPO, alat
Pres.
Rabu : Pengadaan sekam padi.
Sabtu : Penggilingan sekam padi
Minggu : Penjemuran sekam padi
Minggu ke-2 (Februari 2010)
Minggu : Penghitungan komposisi bahan yang akan digunakan.
Senin : Pembuatan cetakan uji impak.
Selasa-Rabu : Pembuatan cetakan uji bending dan penimbangan bahan.
Jum’at : Percobaan untuk mencetak spesimen uji impak.
Sabtu : Percobaan untuk mencetak spesimen uji bending.
Minggu ke-3 (Februari 2010)
Minggu : Pembuatan spesimen komposit uji bending dengan fraksi
Berat sekam padi 10%.
Kamis : Pembuatan spesimen komposit uji impak dengan fraksi
Berat sekam padi 10%.
Minggu ke-4 (Februari 2010)
Minggu : Pembuatan spesimen komposit uji bending dengan fraksi
Berat sekam padi 10%.
Rabu : Pembuatan spesimen komposit uji impak dengan fraksi
Berat sekam padi 10%.
Minggu ke-5 (Maret 2010)
Minggu : Pembuatan spesimen komposit uji bending dengan fraksi
Berat sekam padi 20%.

4
Rabu : Pembuatan spesimen komposit uji impak dengan fraksi
Berat sekam padi 20%..
Minggu ke-6 (Maret 2010)
Minggu-Senin : Pembuatan spesimen uji bending dan impak fraksi volume
Berat sekam padi 30%.
Minggu ke-7 (Maret 2010)
Minggu-Senin : Pembuatan spesimen uji bending dan impak fraksi volume
Berat sekam padi 40%.
Kamis-Jum’at : Pembuatan spesimen uji bending dan impak fraksi volume
Karbon dan grafit 50 %.
Minggu ke-8 (Maret 2010)
Sabtu : Pemotongan spesimen uji bending dan uji impak.
Minggu : Pengamplasan spesimen uji bending dan uji impak.
Minggu ke-9 (1 April 2010)
Kamis : Pengujian bending di laboratorium bahan UGM
Yogyakarta.
Pengujian impak di laboratorium bahan AKPRIND
Yogyakarta.
Minggu ke-10 (18-24 April 2010)
Minggu : Pembuatan laporan kemajuan dan pengolahan data.
Minggu ke-14 (1-8 Mei 2010)
Senin-Sabtu : Pembuatan laporan akhir.

Instrumen Pelaksanaan
Instrumen yang digunakan dalam proses pembuatan spesimen yaitu
timbangan digital, dan set alat cetak, dan peralatan laminasi. Sedangkan
instrumen yang digunakan untuk pengujian spesimen yaitu mesin uji bending,
dan alat uji impak izod.

Rancangan dan Realisasi Biaya


Ø Rancangan Biaya
URAIAN Satuan Biaya/sat Total Biaya
(Rupiah) (Rupiah)
1. BAHAN & ALAT PENELITIAN
a. Sekam padi (sekam padi) 50 kg 5.000 250.000
b. Resin polyester 20 liter 50.000 1.000.000
c. Katalis 200 ml 1.000 200.000
d. Pembelian gelas ukur 3 buah 150.000 450.000
e. Pembelian suntikan 2 buah 20.000 40.000
f. Pembelian pembersih gelas ukur 4 buah 10.000 40.000
g. Pembelian gelas kaca 4 buah 50.000 200.000
h. Pembelian sekrap 4 buah 15.000 60.000
i. Tampah penjemur 5 buah 20.000 100.000
j. Amplas 4 buah 15.000 60.000
k. Ayakan ukuran 1 mm 4 unit 150.000 600.000

5
l. Pembelian alat tekan 4 buah 200.000 800.000
m. Biaya pembuatan cetakan 4 unit 300.000 1.200.000
n. Biaya uji bending 15 sps 40.000 600.000
o. Biaya uji impak 15 sps 40.000 600.000
p. Mixer pencampur 1 unit 200.000 200.000
q. Biaya penggunaan mikroskop 1 bulan 300.000 300.000
r. Biaya penggunaan timbangan digital 1 bulan 300.000 300.000
s. Biaya sewa fotodigital
t. Sewa gerinda 1 bulan 100.000 100.000
u. Pembelian peralatan laminasi 1 bulan 250.000 250.000
(isolasi, wax, dll) 1 macam 200.000 200.000
v. Pembelian peralatan tambahan
(kuas, gergaji potong, dll)
paket 200.000 200.000

Jumlah 7.750.000

2. PERJALANAN
a. Transport Lokal untuk pembelian 3 bulan 250.000 750.000
material riset dan kegiatan riset
lainnya
b. Biaya Transport pengujian Jogja- 4 orang 200.000 800.000
Semarang
Jumlah 1.550.000

3. LAPORAN & SEMINAR


a. Biaya print, kertas, alat tulis, CD, dll Paket 200.000 200.000
b. Fotocopy & penjilidan
c. Dokumentasi (sewa foto digital) 10 eks 20.000 200.000
d. Penerbitan artikel di majalah ilmiah paket 100.000 100.000
1 kali 200.000 200.000
Jumlah 700.000

TOTAL ANGGARAN 10.000.000

Ø Realisasi Biaya
1. Biaya Bahan Habis Pakai dan Peralatan
BIAYA/SATUAN TOTAL BIAYA
No URAIAN SATUAN
(Rupiah) (Rupiah)
1 Resin polyester 4 kg 24.000 96.000
2 Katalis mexpo 100cc 8.000 8.000
3 Mesin Press 1 bh 75.000 75.000

6
4 Plat 1 m2 50.000 50.000
5 Baterai 1 pcs 12.000 12.000
6 Cutter 1 pcs 3.000 3.000
7 Materai 1 pcs 6.000 6.000
8 Kaca + potong 4 pcs 15.000 60.000
9 Karung/kantong 2 pcs 2.000 4.000
10 Sekam Padi 2 Karung 3.000 6.000
11 Giling Sekam Padi 15 kg 2.000 30.000
12 Bumper Mobil Bekas 1 pcs 130.000 130.000
13 Sarung Tangan + masker 1 pcs 10.400 10.400
14 Amplas 2 pcs 2.000 4.000
15 Mentega + plastik 1 pcs 8.100 8.100
16 Aqua Gelas 6 pcs 500 3.000
17 Gelas Ukur 1 pcs 51.700 51.700
18 Suntikan 1 pcs 2.500 2.500
19 Gergaji 2 pcs 2.000 4.000
20 Kertas 1 rim 32.000 32.000
Total 595.700
2. Biaya Perjalanan dan Konsumsi
TOTAL
SATUAN BIAYA/SATUAN
No URAIAN BIAYA
(Rupiah)
(Rupiah)
1 Perjalanan Semarang - Yogyakarta 4 orang 30.000 120.000
3 Transport pembelian alat-alat 2 orang 10.000 20.000
4 Makan 4 orang 20.000 80.000
Total 220.000
3. Biaya Pengujian Spesimen
SATUAN TOTAL
BIAYA/SATUAN
No URAIAN (spesimen) BIAYA
(Rupiah)
(Rupiah)
1 Pengujian Bending 30 20.000 600.000
2 Pengujian Impak 25 5.000 125.000
Total 725.000
4. Biaya Dokumentasi
BIAYA/SATUAN TOTAL BIAYA
No URAIAN
(Rupiah) (Rupiah)
1 Pembuatan Proposal 34.000 34.000
2 Pembuatan Laporan Kemajuan 5.000 5.000
3 Pembuatan Laporan Akhir 10.000 10.000
4 CD 2 buah 5.000 5.000
Total 54.000

7
5. Total Pengeluaran

No TOTAL PENGELUARAN TOTAL BIAYA (Rupiah)


1 Biaya bahan peralatan dan Bahan 595.700
2 Biaya perjalanan + Konsumsi 220.000
3 Biaya pengujian spesimen 725.000
4 Biaya dokumentasi 54.000
Total Pengeluaran 1.594.700

HASIL DAN PEMBAHASAN

Pengujian Bending
Tabel 1. Data hasil uji bending komposit sekam padi dan bemper asli
Fraksi Berat Pembebanan max Kekuatan bending
Sekam Padi (kg) (N/mm2 = MPa)
10% 11,96 41,10099
20% 9,66 35,23405
30% 15,8 32,47502
40% 17,04 32,68870
50% 17,66 23,50851
Bumper asli 7,74 30,45297
Berdasarkan hasil pengujian bending komposit sekam padi diperoleh kekuatan
bending tertinggi terdapat pada variasi fraksi berat sekam padi 10% sebesar 41,10
MPa seperti terlihat pada tabel 1.

Gambar 6. Grafik kekuatan bending komposit sekam padi

8
Gambar 7. Grafik perbandingan kekuatan bending komposit sekam padi dengan
bumper asli
Dari grafik pada gambar 6 kita dapat menyimpulkan bahwa semakin besar
prosentase berat sekam padi maka kekuatan bendingnya akan semakin rendah.
Hal ini menunjukkan bahwa ikatan antara matriks dan sekam padi akan semakin
lemah seiring dengan bertambahnya jumlah sekam padi karena sekam padi yang
digunakan berbentuk partikel bukan serat. Namun demikian, kekuatan bending
pada fraksi berat sekam padi 30% dan 40% memiliki nilai yang mendekati nilai
kekuatan bending bumper mobil yang sesungguhnya seperti terlihat pada gambar
7. Nilai kekuatan bumper mobil asli sebesar ± 30,45 MPa sedangkan nilai
kekuatan komposit sekam padi dengan fraksi berat sekam padi 30% dan 40%
adalah 32,47502 MPa dan 32,68870 MPa. Bumper mobil yang digunakan sebagai
pembanding pada pengujian ini adalah bumper mobil plastik Honda Accord
Prestige. Dari hasil pengujian juga dapat diketahui bahwa komposit dari sekam
padi dengan matriks Unsaturated Polyester type 157 BQTN bersifat getas
sedangkan bumper mobil asli Honda Accord Prestige dari bahan plastik bersifat
ulet. Komposit akan langsung patah ketika menerima beban maksimumnya
sedangkan bumper mobil asli tidak patah ketika menerima beban maksimumnya.

Pengujian Impak
Tabel 2. Data hasil uji impak komposit sekam padi dan bumper asli
Fraksi Volume Energi Serap Kekuatan Impak
Karbon-Grafit (J) (J/mm2)
10% -0.02155 -0.00048
20% 0.001405 0.000033
30% 0.012157 0.000283
40% 0.003949 0.000095
50% 0.021906 0.000477
Bumper asli 0.851212 0.016369

9
Dari hasil pengujian impak komposit sekam padi diperoleh kekuatan
impak tertinggi pada variasi berat sekam padi 50% sebesar 0.000477 J/mm2 dan
energi serap yang terjadi sebesar 0,021906 J seperti terlihat pada tabel 2. Grafik
energi serap dan kekuatan impak komposit sekam padi dapat dilihat pada gambar
di bawah.

Gambar 8. Grafik energi serap komposit sekam padi

Gambar 9. Grafik kekuatan impak komposit sekam padi

10
Gambar 10. Grafik perbandingan energi serap komposit sekam padi dengan
bumper asli

Gambar 11. Grafik perbandingan kekuatan impak komposit sekam padi dengan
bumper asli
Dari grafik pada gambar 8 dan 9 kita dapat melihat ada kecenderungan trendline
yang sama antara grafik energi serap dan kekuatan impak komposit, dimana
semakin besar persentase berat sekam padi maka energi serap dan kekuatan
impaknya akan semakin tinggi. Hal ini menunjukkan kemampuan menyerap
energi yang baik dari sekam padi sehingga perlu dilakukan pengkajian lebih lanjut
untuk komposit dengan fraksi berat sekam padi yang lebih tinggi. Namun

11
demikian, energi serap dan kekuatan impak komposit sekam padi ini masih jauh
dari nilai energi serap dan kekuatan impak bumper mobil asli.seperti terlihat pada
gambar 10 dan 11. Energi serap dan kekuatan impak bumper mobil plastik berada
pada kisaran 0,85 J dan 0,016 J/mm2 sedangkan untuk komposit dari sekam padi
berada pada kisaran 0.001405-0.021906 J dan 0.000033-0.000477 J/mm2. Hal ini
berarti bahwa komposit ini akan mudah pecah ketika menerima beban tumbukan
sehingga untuk saat ini belum layak digunakan sebagai bahan pembuat bumper
mobil sebagai pengganti plastik maupun fiberglas.

KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan
Berdasarkan hasil pengujian bending dan impak komposit sekam padi
dapat disimpulkan bahwa :
1. semakin besar persentase berat sekam padi maka kekuatan bendingnya
akan semakin rendah.
2. kekuatan bending tertinggi terdapat pada fraksi berat sekam padi 10%
sebesar 41,10 MPa.
3. kekuatan bending pada fraksi berat sekam padi 30% dan 40% memiliki
nilai yang mendekati nilai kekuatan bending bumper mobil yang
sesungguhnya yaitu ± 32 MPa.
4. komposit dari sekam padi dengan matriks Unsaturated Polyester type 157
BQTN bersifat getas.
5. semakin besar persentase berat sekam padi maka energi serap dan
kekuatan impaknya akan semakin tinggi.
6. kekuatan impak dan energi serap tertinggi terdapat pada fraksi berat
sekam padi 50% sebesar 0,000477 J/mm2 dan 0,021906 J.
7. nilai energi serap dan kekuatan impak komposit sekam padi berbeda jauh
dari nilai energi serap dan kekuatan impak bumper mobil asli.
8. nilai energi serap dan kekuatan impak bumper mobil plastik berada pada
kisaran 0,85 J dan 0,016 J/mm2 sedangkan untuk komposit dari sekam
padi berada pada kisaran 0.001405-0.021906 J dan 0.000033-0.000477
J/mm2.
9. Komposit sekam padi dengan variasi fraksi berat sekam padi 10%, 20%,
30%, 40%, dan 50% belum layak digunakan sebagai bahan pembuat
bumper mobil karena sifatnya yang lemah dan getas.

Saran
1. Perlu adanya penelitian lebih lanjut terhadap komposit sekam padi dengan
variasi fraksi berat yang lebih besar untuk mengetahui kekuatan impak dan
energi serapnya.
2. Perlu dilakukan proses pencetakan dengan tekanan dan temperatur tertentu
untuk mengetahui pengaruhnya terhadap kekuatan komposit.
3. Perlu adanya penelitian lebih lanjut dengan menambahkan inti pada
komposit sekam padi untuk memperkuat sifat kompositnya.

12
4. Perlu adanya penelitian lebih lanjut dengan mengganti matriks
Unsaturated Polyester tipe 157 BQTN dengan bahan yang lebih ulet.
5. Perlu adanya penelitian lebih lanjut dengan mengganti sekam padi dengan
serat alam yang lebih kuat untuk mendapatkan hasil yang mendekati
kekuatan bumper asli.

DAFTAR PUSTAKA
Aniek, S.H., dkk.2003. “Kerajinan Tangan Sabut kelapa” Balai Pengembangan
Pendidikan Luar Sekolah dan Pemuda (BPPLSP)-Jawa Tengah.

Anonim, 1998. “Annual Book ASTM Standart”, USA.

Abdullah G. dan Handiko G.W., 2000. “Aplikasi Komposit GFRP untuk Front
end KRL-Nas dan KRLI”, INKA, Madiun.

Cheng, F.H. (1997). “Static and Strenght of Materials”. New York. Mc Graw-
Hill Inc.

Dieter G., E., (1987). “Mechanical Metallurgy”, 2nd Edition, McGraw Hills
Company, Tokyo.

Gibson, O. F., 1994. “Principle of Composite Materials Mechanics”, McGraw-


Hill Inc., New York, USA.

Kaw A.K., 1997. “Mechanics of Composite Materials”, CRC Press, New York.

Popov E P, 1996. “Mekanika Teknik (Mechanics of materials)”, Erlangga,


Jakarta.

Ray, dkk. 2001.”Effect of alkali Treated Jute Fiber on Composites


properties”,Bulletin of material science, vol 24, No.2,pp.129-134, Indian
Academy of Science.

Shackelford, 1992. “Introduction to Materials Science for Engineer”, Third


Edition, MacMillan Publishing Company, New York, USA.

Taurista , dkk.2006 “Komposit Laminat Bambu Serat Woven Sebagai Bahan


Alternatif Pengganti Fiber Glass Pada Kulit Kapal”. Jurusan Teknik
Material, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya.

Yanuar D., dan Diharjo K., (2003). “ Karakteristik Mekanis Komposit Sandwich
Serat Gelas Serat Chopped Strand Mat Dengan Penambahan Lapisan
Gel Coat”, Skripsi, Teknik Mesin FT UNS, Surakarta.

13
Lampiran
Tabel Hasil Uji Bending Komposit Sekam Padi dan Bumper Asli
Fraksi berat Nomor Beban g
L (mm) b (mm) h (mm) • (MPa)
sekam padi spesimen P (kg) (m/s2)

10% 1 11.5 9.81 80 18 4.3 40.67604


2 10.6 9.81 80 18 4.2 39.29932
3 15.3 9.81 80 19 4.5 46.81263
4 11.1 9.81 80 19 4.1 40.91211
5 11.3 9.81 80 19.5 4.3 36.89412
Rata-rata 11.96 9.81 80 18.7 4.28 41.10099
20% 1 9.7 9.81 80 19 4 37.56197
2 10.9 9.81 80 19.3 4.3 35.95692
3 9.6 9.81 80 20.3 4.1 33.11751
4 10.5 9.81 80 19.3 4 40.02785
5 7.6 9.81 80 20 3.9 29.41065
Rata-rata 9.66 9.81 80 19.58 4.06 35.23405
30% 1 14.1 9.81 80 19.5 5 34.04825
2 11.5 9.81 80 21 5 25.78629
3 15.7 9.81 80 21 5.25 31.93096
4 14.5 9.81 80 21 5.5 26.87037
5 23.2 9.81 80 23 5.3 42.27257
Rata-rata 15.8 9.81 80 21.1 5.21 32.47502
40% 1 18.4 9.81 80 19 5.6 36.35285
2 18.3 9.81 80 19 5.65 35.51819
3 17.3 9.81 80 20 5.5 33.66208
4 15.8 9.81 80 19.3 5.75 29.14837
5 15.4 9.81 80 19.5 5.65 29.12323
Rata-rata 17.04 9.81 80 19.36 5.63 32.6887
50% 1 16 9.81 80 20 6.8 20.36678
2 16.4 9.81 80 19.5 6.8 21.41123
3 17.3 9.81 80 20 6.5 24.10125
4 19.6 9.81 80 19 6.65 27.46056
5 19 9.81 80 20 6.75 24.54519
Rata-rata 17.66 9.81 80 19.7 6.7 23.50851
bumper asli 1 7.5 9.81 80 18.5 4 29.8277
2 7.8 9.81 80 18 4 31.8825
3 8.1 9.81 80 20 4 29.79788
4 7.8 9.81 80 19 4 30.20447
5 7.5 9.81 80 18 4 30.65625
rata-rata 7.74 9.81 80 18.7 4 30.45297

14
Tabel Hasil Uji Impak Komposit Sekam Padi dan Bumper Asli
R= 32,7 cm g= 9,81 m/s2
W= 0,49 kg lebar spesimen = 12,5 mm
Kekuatan
Fraksi berat Nomor Luas WR
• •' • •' • E' (J) E1 (J) E2 (J) E (J) impak
sekam padi spesimen (mm2) (J)
(J/mm2)
10% 1 150 143 141 133 146 43.75 1.572 0.140283 0.127754 0.047792 -0.03526 -0.00081
2 150 143 139 132 146 45.5 1.572 0.175599 0.120234 0.047792 0.007573 0.000166
3 150 143 140 129 146 45.5 1.572 0.157941 0.160434 0.047792 -0.05028 -0.00111
4 150 143 140 133 146 43.75 1.572 0.157941 0.119029 0.047792 -0.00888 -0.0002
Rata-rata 150 143 140 131.75 146 44.625 1.572 0.157941 0.131696 0.047792 -0.02155 -0.00048
20% 1 150 143 137 131 146 42.5 1.572 0.212877 0.11215 0.047792 0.052935 0.001246
2 150 143 140 132 146 44.2 1.572 0.157941 0.129143 0.047792 -0.01899 -0.00043
3 150 143 140 133 146 40.8 1.572 0.157941 0.119029 0.047792 -0.00888 -0.00022
4 150 143 140 132 146 42.5 1.572 0.157941 0.129143 0.047792 -0.01899 -0.00045
Rata-rata 150 143 139.25 132 146 42.5 1.572 0.171675 0.122478 0.047792 0.001405 3.31E-05
30% 1 150 143 136 130 146 40.5 1.572 0.231516 0.113138 0.047792 0.070585 0.001743
2 150 143 140 132 146 45.5 1.572 0.157941 0.129143 0.047792 -0.01899 -0.00042
3 150 143 140 133 145 45.5 1.572 0.157941 0.119029 0.032252 0.00666 0.000146
4 150 143 140 133 146 40.25 1.572 0.157941 0.119029 0.047792 -0.00888 -0.00022
Rata-rata 150 143 139 132 145.75 42.9375 1.572 0.176335 0.120234 0.043944 0.012157 0.000283
40% 1 150 143 139 132 146 43.2 1.572 0.175599 0.120234 0.047792 0.007573 0.000175
2 150 143 137 130 146 40 1.572 0.212877 0.122581 0.047792 0.042504 0.001063
3 150 143 140 133 146 40 1.572 0.157941 0.119029 0.047792 -0.00888 -0.00022
4 150 143 141 134 146 43.2 1.572 0.140283 0.117804 0.047792 -0.02531 -0.00059

15
rata-rata 150 143 139.25 132.25 146 41.6 1.572 0.171675 0.119934 0.047792 0.003949 9.49E-05
50% 1 150 143 139 132 146 47.25 1.572 0.175599 0.120234 0.047792 0.007573 0.00016
2 150 143 135 130 146 43.75 1.572 0.250155 0.103523 0.047792 0.09884 0.002259
3 150 143 140 133 146 47.25 1.572 0.157941 0.119029 0.047792 -0.00888 -0.00019
4 150 143 140 133 146 45.5 1.572 0.157941 0.119029 0.047792 -0.00888 -0.0002
Rata-rata 150 143 138.5 132 146 45.9375 1.572 0.185409 0.115711 0.047792 0.021906 0.000477
bemper asli 1 150 143 97 93 156 52 1.572 1.173276 0.107622 0.180638 0.885016 0.01702
2 150 143 97 92 156 52 1.572 1.173276 0.121327 0.180638 0.871311 0.016756
3 150 143 100 96 153 52 1.572 1.091853 0.107297 0.145207 0.839349 0.016141
4 150 143 101 96 152 52 1.572 1.065366 0.120785 0.132539 0.812042 0.015616
rata-rata 150 143 98.75 94.25 154.25 52 1.572 1.125943 0.114288 0.160443 0.851212 0.016369

Keterangan :
• = sudut ayun pendulum
•' = sudut pantul pendulum tanpa beban
• = sudut pantul pendulum setelah mengenai beban
•’ = sudut pantul pendulum tanpa beban dimulai dari •
• = sudut pantul pendulum tanpa beban dimulai dari •’
E’ = tetapan energi impak sesuai dengan nilai •

16