Anda di halaman 1dari 8

PERATURAN AKADEMIK

SMP NEGERI 1 BATURRADEN


TAHUN PELAJARAN 2010 /2011

Digunakan untuk kalangan sendiri

SMP NEGERI 1 BATURRADEN


Jl. Raya Rempoah Barat Telp (0281)681863
KAB. BANYUMAS PROVINSI JAWA TENGAH
KATA PENGANTAR

Kami panjatkan syukur Alhamdulillah kehadirat Allah SWT atas tersusunnya dokumen
“Peraturan Akademik” untuk Tahun pelajaran 2010/2011 di SMP Negeri 1 Baturraden.
Berdasarkan Undang-Undang (UU) Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem
Pendidikan Nasional dan Peraturan Pemerintah (PP) Republik Indonesia Nomor 19 Tahun
2005 tentang Standar Nasional Pendidikan mengamanatkan bahwa setiap satuan
pendidikan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah wajib memenuhi Standar
Nasional Pendidikan (SNP) yang meliputi standar isi, standar kompetensi lulusan, standar
proses, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar
pengelolaan, standar pembiayaan, dan standar penilaian pendidikan.

Standar pengelolaan adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan


perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan kegiatan pendidikan pada tingkat satuan
pendidikan, kabupaten/kota, provinsi, atau nasional agar tercapai efisiensi dan efektivitas
penyelenggaraan pendidikan. Standar pengelolaan pendidikan mencakup perencanaan
program, pelaksanaan rencana kerja, pengawasan evaluasi, kepemimpinan sekolah, dan
sistem informasi manajemen.

Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas) Nomor 19 Tahun 2007


untuk melaksanakan rencana kerja sekolah diperlukan berbagai pedoman pengelolaan
sebagai petunjuk pelaksanaan operasional. Bagian utama dari pedoman pengelolaan yang
dibutuhkan dalam pelaksanaan rencana kerja sekolah bidang kurikulum dan kegiatan
pembelajaran adalah peraturan akademik SMP.

Peraturan akademik adalah seperangkat aturan yang harus dipatuhi dan dilaksanakan oleh
semua komponen sekolah yang terkait dalam pelaksanaan rencana kerja sekolah bidang
kurikulum dan kegiatan pembelajaran yang disusun untuk satu tahun pelajaran. Maka
dalam upaya memenuhi kebutuhan satuan pendidikan guna mempercepat pemenuhan
standar pengelolaan pendidikan, SMP Negeri 1 Baturraden menyusun Peraturan Akademik
Tahun pelajaran 2010/2011.

Kami banyak mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu
sehingga Peraturan Akademik SMP negeri 1 Baturraden tahun 2010/2011 ini terselesaikan.
Semoga amal baik semuanya dibalas berlipat ganda. Amin.

Kritik dan saran yang sifatnya membangun sangat kami harapkan semi tersusunnya
peraturan akademik yang lebih baik lagi. Semoga dengan adanya dokumen peraturan
akademik ini dapat bermanfaat bagi semuanya khususnya bagi civitas akademika di SMP
negeri 1 Baturraden

.
Baturraden, Juli 2010
Kepala Sekolah

PANDU WIDJAJANTO, S.Pd


NIP
LEMBAR PENGESAHAN

Peraturan Akademik SMP Negeri 1 Baturraden disahkan dan dinyatakan berlaku


penggunaannya pada Tahun Pelajaran 2010/2011. Peraturan Akademik ini berlaku sejak
tanggal ditetapkan.

Disahkan di : Baturraden
Pada Tanggal : Juli 2010

Mengetahui Kepala Sekolah


Komite Sekolah

SUKMO AJI, S.Sos PANDU WIDJAJANTO, S.Pd


NIP.
PERATURAN AKADEMIK
SMP NEGERI 1 BATURRADEN

A. PELAKSANAAN PROSES PEMBELAJARAN


1. Proses Pembelajaran dilaksanakan dalam tahun pelajaran.
2. Satu Tahun Pelajaran dibagi menjadi dua semester.
3. Jumlah minggu efektif untuk pelaksanaan proses pembelajaran dalam satu tahun
pelajaran sebanyak 38 minggu,
4. Jumlah minggu efektif untuk pelaksanaan proses pembelajaran setiap semesternya
sebanyak 19 minggu.
5. Proses Pembelajaran dilaksanakan dengan ketentuan sebagai baerikut :
a. Hari Senin s.d. Kamis dimulai dari pukul 07.00 s.d. pukul 12.10 WIB;
b. Hari Jum’at dimulai pukul 07.30 s.d. pukul 10.35 WIB;
c. Hari Sabtu dimulai pukul 07.30 s.d. pukul 11.15 WIB.

B. KEHADIRAN SISWA
1. Peserta didik wajib hadir mengikuti proses pembelajaran selama satu tahun
pelajaran untuk setiap tingkat.
2. Setiap peserta didik wajib hadir mengikuti proses pembelajaran minimal 90 persen;
kehadiran dalam satu semester.
3. Setiap peserta didik wajib mengikuti kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan di
lapangan ( di luar kelas ) sesuai karakteristik Mata pelajaran dan tuntutan Standar
Isi setiap Mata Pelajaran.
4. Setiap peserta didika yang tidak dapat mengikuti proses pembelajaran di kelas
dihitung masuk dalam kegiatan belajar mengajar apabila:
a. Mengikuti lomba mewakili sekolah;
b. Mengikuti rapat OSIS, Pramuka atau organisasi kesiswaan yang ada di lingkungan
sekolah;
c. Menghadiri upacara/kegiatan yang ditugaskan oleh sekolah dan atau
OSIS/Pramuka/organisasi kesiswaan;
d. Mengikuti lomba/pertandingan seni/olahraga dari lembaga resmi dengan
dibuktikan dengan surat klubnya;
e. Mengerjakan sesuatu yang berkaitan dengan program sekolah.

C. KETIDAK HADIRAN SISWA


Ketidak hadiran peserta didik dalam kegiatan proses pembelajaran dapat disebabkan
karena :
a. Sakit ( dibuktikan dengan surat keterangan dokter/pemberitahuan langsung/surat
dari orang tua/wali )
b. Ijin ( didahului dengan permohonan atau surat dari orang tua/wali)
c. Ditugaskan oleh sekolah mengikuti kegiatan kurikuler dan ekstrakurikuler.
d. Sengaja tidak mengikuti kegiatan pembelajaran ( bolos ) dan atau tanpa
keterangan yang sah/Alpa.

D. PROSES PENILAIAN
1. Penilaian hasil belajar peserta didik dilaksanakan secara terencana dan
berkesinambungan melalui berbagai kegiatan ulangan dan Tugas
Mandiri/Kelompok.
2. Tugas yang dibebankan guru kepada peserta didik dapat berupa :
a. Tugas Terstruktur
b. Tugas Mandiri Tidak Tersetruktur
c. Peserta didik wajib menyelesaikan seluruh tugas yang dibebankan oleh guru.

E. KETENTUAN PENILAIAN
1. Penilaian hasil belajar peserta didik yang dilaksanakan mengacu pada standar kompetensi
lulusan untuk seluruh mata pelajaran atau kelompok mata pelajaran, yang mencakup
sikap, pengetahuan dan keterampilan.
2. Penilaian hasil belajar oleh pendidik dilakukan secara berkesinambungan, bertujuan untuk
memantau proses dan kemajuan belajar peserta didik serta untuk meningkatkan
efektivitas kegiatan pembelajaran.
3. Penilaian hasil belajar oleh satuan pendidikan dilakukan untuk menilai pencapaian
kompetensi peserta didik pada semua mata pelajaran.
4. Penilaian akhlak mulia yang merupakan aspek afektif dari kelompok mata pelajaran agama
dan akhlak mulia.
5. Penilaian kepribadian, yang merupakan perwujudan kesadaran dan tanggung jawab
sebagai warga masyarakat dan warganegara yang baik sesuai dengan norma dan nilai-nilai
luhur yang berlaku dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa, adalah bagian dari
penilaian kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian.
6. Penilaian selama proses pembelajaran berlangsung dilakukan secara periodik melalui:
ulangan harian, ulangan tengah semester, ulangan akhir semester dan
ulangan kenaikan kelas.

F. ULANGAN DAN UJIAN


1. Ulangan adalah proses yang dilakukan untuk mengukur pencapaian kompetensi
peserta didik secara berkelanjutan dalam proses pembelajaran, untuk memantau
kemajuan, melakukan perbaikan pembelajaran, dan menentukan keberhasilan
belajar peserta didik.
3. Ulangan harian adalah kegiatan yang dilakukan secara periodik untuk mengukur
pencapaian kompetensi peserta didik setelah menyelesaikan satu Kompetensi Dasar
(KD) atau lebih.
4. Ulangan tengah semester adalah kegiatan yang dilakukan oleh pendidik untuk
mengukur pencapaian kompetensi peserta didik setelah melaksanakan 8 – 9 minggu
kegiatan pembelajaran. Cakupan ulangan meliputi seluruh indikator yang
merepresentasikan seluruh KD pada periode tersebut.
5. Ulangan akhir semester adalah kegiatan yang dilakukan oleh pendidik untuk
mengukur pencapaian kompetensi peserta didik di akhir semester. Cakupan ulangan
meliputi seluruh indikator yang merepresentasikan semua KD pada semester
tersebut.
6. Ulangan kenaikan kelas adalah kegiatan yang dilakukan oleh pendidik di akhir
semester genap untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik di akhir
semester genap pada satuan pendidikan yang menggunakan sistem paket. Cakupan
ulangan meliputi seluruh indikator yang merepresentasikan KD pada semester
tersebut.
7. Ujian sekolah adalah kegiatan pengukuran pencapaian kompetensi peserta didik
yang dilakukan oleh satuan pendidikan untuk memperoleh pengakuan atas prestasi
belajar dan merupakan salah satu persyaratan kelulusan dari satuan pendidikan.
8. Ujian Nasional yang selanjutnya disebut UN adalah kegiatan pengukuran
pencapaian kompetensi peserta didik pada beberapa mata pelajaran tertentu
dalam kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi dalam rangka
menilai pencapaian Standar Nasional Pendidikan.

G. PELAKSANA ULANGAN DAN UJIAN


1. Penilaian hasil belajar yang diselenggarakan melalui ulangan harian dan
Tugas Mandiri/Kelompok dilakukan sepenuhnya oleh pendidik.
2. Penilaian hasil belajar yang diselenggarakan melalui ulangan tengah
semester, dan ulangan akhir semester, dan ulangan kenaikan kelas
dilakukan oleh pendidik dibawah koordinasi satuan pendidikan.
3. Ujian Sekolah dilaksanakan oleh satuan pendidikan
4. Ujian Nasional dilaksanakan oleh Pemerintah

H. NILAI/LAPORAN PENILAIAN
1. Nilai ahlak mulia dan kepribadian dihimpun oleh guru BP/BK dari guru Agama dan
Kewarganegaraan dengan memperhatikan penilaian dari guru mata pelajaran.
2. Nilai Pengembangan Diri dihimpun oleh guru BP/BK dari
Pelatih/Instruktur/Pembimbing kegiatan pengembangan diri.
3. Nilai harian diperoleh dari gabungan Hasil ulangan harian dengan nilai tugas dengan
perbandingan 60% : 40 %.
4. Skala nilai memakai skala ratusan dan nilai yang pecahan dibulatkan ke atas contoh
; 74,51 dibulatkan 75.
5. Skala nilai kepribadian, Sangat Baik = A, Baik = B, Kurang = C
6. Nilai akhir setiap mata pelajaran diperoleh dari 2 x Nilai Harian, 1 x Nilai Ulangan
Tengah Semester dan 1 x Nilai Ujian Akhir Semester.
7. Nilai pada laporan hasil belajar selalu ada komentar dari pendidik berdasarkan
Kompetensi Dasar yang diselesaaikan dalam satu semester.
8. Setiap peserta didik berhak menerima pengembalian hasil ulangan, ulangan harian,
ulangan tengah semester, ulangan akhir semester, ulangan kenaiakan kelas setelah
diperiksa dan diberi komentar oleh pendidik

I. REMEDIAL
1. Peserta didik yang belum mencapai KKM pada ulangan harian dan Ujian Tengah
Semester harus mengikuti pembelajaran remidi/perbaikan nilai.
2. Pembelajaran remedial diberikan setelah dilakukan analisis terhadap hasil ulangan
harian ( untuk beberapa KD ) atau Ujian tengah semester ( untuk beberapa SK ).
3. Pembelajaran remedial dapat diselenggarakan dengan berbagai kegiatan antara
lain:
a. Pemberian pembelajaran ulang dengan metode dan media yang berbeda melalui
kegiatan tatap muka di luar jam efektif.
b. Pemberian bimbingan secara khusus, misalnya bimbingan perorangan.
c. Pemberian tugas-tugas latihan secara khusus.
d. Pemanfaatan tutor sebaya.
e. Tes ulang diberikan kepada peserta didik yang telah mengikuti program
pembelajaran remedial.
4. Nilai hasil remedial tidak melebihi nilai KKM.
-
J. KENAIKAN KELAS DAN KELULUSAN
1. Kenaikan Kelas dilaksanakan pada setiap akhir tahun pelajaran atau setiap akhir
semester genap.
2. Kenaikan kelas didasarkan pada penilaian ketuntasan belajar penilaian seluruh
SK/KD pada semester ganjil dan semester genap,
3. Peserta didik dinyatakan tidak naik ke kelas, apabila
a. tidak mencapai ketuntasan belajar minimal, lebih dari 3 (tiga) mata pelajaran
b. tidak mencapai ketuntasan belajar minimal pada mata pelajaran Agama dan
Kewarganegaraan;
c. tidak memperoleh nilai minimal baik pada penilaian akhlak mulia dan
kepribadian. memiliki satu mata pelajaran dengan nilai kurang dari atau sama
dengan 40.
d. kehadiran dalam mengikuti proses pembelajaran kurang dari 90%.
4. Kelulusan peserta didik ditetapkan oleh rapat Dewan Pendidik dengan krireria :
a. menyelesaikan seluruh program pembelajaran.
b. memperoleh nilai minimal baik pada penilaian akhir untuk seluruh mata
pelajaran kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia; kelompok mata
pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian; kelompok mata pelajaran estetika;
dan kelompok mata pelajaran jasmani, olahraga, dan kesehatan.
c. lulus ujian sekolah (US) untuk kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan
teknologi;
d. lulus UN.
Kriteria peserta didik yang dinyatakan lulus secara rinci sesuai dengan Ketentuan
mengenai penilaian akhir dan ujian sekolah yang diatur lebih lanjut dengan
peraturan Menteri dan prosedur operasi standar ( POS ) tentang Ujian Nasional
yang berlaku dalam tahun pelajaran 2010/2011.

K. HAK DAN KEWAJIBAN SISWA MENGGUNAKAN FASILITAS BELAJAR


1. Setiap peserta didik berhak menggunakan fasilitas belajar dalam rangka mencapai
kompetensi dasar sesuai mata pelajaran, yang berupa :
a. Alat dan Bahan Praktikum untuk mata pelajaran Biologi, Kimia dan Fisika;
b. Media Pembelajaran;
c. Alat/perabot praktik untuk mata pelajaran Kesenian, Pendidikan jasmani
orlahraga dan kesehatan serta Keterampilan;
d. Komputer dan Internet untuk praktek mata pelajaran TIK.
2. Setiap peserta didik berhak menggunakan fasilitas perpustakaan sekolah
dalambentuk meminjam buku pelajaran, buku refrensi dan pengetahuan umum di
perpustakaan sesuai prosedur.
3. Setiap peserta didik berhak untuk mengikuti kegiatan ekstrakurikuler sebagai
wadah pengembangan bakat minat dan keterampilan.
4. Setiap peserta didik berkewajiban untuk memelihara setiap fasilitas belajar yang
terdapat di lingkungan sekolah.
-
L. LAYANAN KONSULTASI SISWA
1. Untuk membantu pencapaian kompetensi, setiap peserta didik diberi pelayanan
akademis oleh guru mata pelajaran, wali kelas maupun konselor ( Guru BK )
2. Setiap guru mata pelajaran wajib menyediakan jadwal layanan akademik kepada
setiap peserta didik asuhannya.
3. Setiap wali kelas wajib menyediakan jadwal layanan akademik kepada setiap
peserta didik asuhannya.
4. Setiap guru BK wajib menyediakan jadwal layanan akademik kepada setiap peserta
didik asuhannya.
5. Layanan khusus diberikan kepada setiap peserta didik yang memiliki masalah
khusus dalam mengikuti proses pembelajaran, seperti masalah :
a. Kehadiran
b. Kepribadian
c. Ahlak
d. Ekonomi
e. Keamanan
6. Layanan khusus diberikan secara berjenjang mulai dari guru mata pelajaran, wali
kelas dan guru BK
7. Segala bentuk pelayanan ( akademik dan khusus ) dikoordinasikan dengan guru BK.
8. Setiap peserta didik wajib melaksanakan satu jenis kegiatan pengembangan diri.
9. Setiap peserta didik berhak mendapat pelayanan untuk melaksanakan
pengembangan diri.
M. MUTASI SISWA
1. Mutasi siswa dapat berupa :
a. Mutasi Masuk
b. Mutasi Keluar
2. Proses penerimaan siswa pindah masuk dilakukan paling lambat minggu ke tiga
setiap awal tahun pelajaran dengan memperhatikan jumlah peserta didik.
3. Siswa pindah masuk harus memenuhi persyaratan :
a. Memenuhi persyaratan yang ditentukan
b. Surat permohonan orang tua yang bersangkutan
c. Memiliki Laporan Hasil belajar ( Rapor ) dengan nilai lengkap dari sekolah asal
d. Memilki Ijazah Sekolah Dasar/sederajat.
e. Memiliki surat tanda lulus dengan nilai yang tidak lebih rendah dari nilai minimal
( PPDB pada tahunnya )
f. Memiliki surat pindah dari sekolah asal dengan dilampirkan daftar 8355 ( status
peserta didik yang bersangkutan )
4. Setiap peserta didik berhak pindah keluar atas permintaan orang tua/wali murid.
5. Setiap peserta didik berpeluang pindah keluar atas pertimbangan sekolah.
6. Dalam hal menentukan penerimaan peserta didik yang pindah masuk atau keluar,
sekolah melibatkan Dewan Pertimbangan Sekolah.

Baturraden, Juli 2010


Kepala Sekolah

PANDU WIDJAJANTO, S.Pd


NIP.