Anda di halaman 1dari 7

CACING LAUT (POLYCHAETA:ANNELIDA) ASAL PERAIRAN

KALIMANTAN BARAT1

Marine Worm (Polychaeta:Annelida) From West Kalimantan Waters

Junardi2

Abstract
A total of sixty species of polychaete were found from West Kalimantan waters. Types of habitat
including mainly estuaries, sandy beaches, and rocky shores environments. This article presented a
checklist of polychaete species currently know.

Keywords: Polychaeta, west kalimantan, marine worm, sandy beach, estuaries, rocky shores.

Pendahuluan

Polychaeta umumnya hidup di laut sehingga lebih dikenal sebagai cacing laut, walaupun tidak
semua cacing laut termasuk polychaeta. Cacing ini juga dikenal dengan sebutan cacing bersegmen
atau cacing berbulu sikat. Keanekaragamannya tinggi dan melimpah di laut dan estuari, kemudian
akan berkurang pada habitat air tawar. Jumlah polychaeta yang telah teridentifikasi sebanyak
13.000 spesies terdiri atas 83 famili dari prakiraan 25.000-30.000 spesies yang ada (Glasby et al.,
2000).
Polychaeta berperan penting dalam struktur, produksi, dinamika, dan kesehatan lingkungan
laut (Arvanitidis et al., 1999). Pada komunitas bentos laut khususnya, polychaeta berperan
membantu mendaur ulang nutrien (Glasby et al., 2000). Polychaeta juga dapat dimanfaatkan
sebagai sumber pakan ikan-ikan ekonomis penting, sumber protein, dan asam lemak tidak jenuh
yang tinggi (Batista et al., 2003; Olive, 1999). Selain peran tersebut, beberapa spesies polychaeta
juga ada yang bersimbiosis komensal dan parasit pada biota lain (Martin & Britayev, 1998).
Polychaeta di beberapa daerah di Indonesia dimanfaatkan sebagai makanan. Masyarakat di
Lombok, Maluku, dan Kalimantan Barat pada bulan-bulan tertentu menangkap polychaeta.
Polychaeta yang oleh masyarakat Pulau Lombok disebut Nyale (Eunice sp.) ditangkap dan
dimakan. Di Maluku masyarakat mengenal polychaeta dengan sebutan cacing laor (Nereididae)
yang dikenal memiliki nilai gizi tinggi. Di Kalimantan Barat, Pumpun (Diopatra sp.) dan Lintah
(Platynereis sp.) sering ditangkap oleh masyarakat dari perairan mangrove.
Polychaeta di Indonesia telah didata pada berbagai literatur, dokumen yang relatif baru antara
lain oleh Glasby (1999) dan Al-Hakim & Glasby (2004). Data-data tersebut umumnya didapat dari
hasil penelitian dan survei, namun masih terbatas pada lokasi tertentu seperti Sumatera, Jawa,

1
Makalah dipresentasikan pada seminar nasional Masyarakat Taksonomi Fauna Indonesia (MTFI) III, Cibinong 10-11
November 2009
2
Dosen Jurusan Biologi FMIPA Untan, Pontianak, Kalimantan Barat. E-mail: jun_kld@yahoo.com

1
Sulawesi, Papua, dan Maluku serta pulau-pulau kecil seperti Natuna dan Belitung (Glasby, 1999;
Al-Hakim dan Glasby, 2004). Data tertulis tentang polychaeta di Kalimantan Barat sampai saat ini
masih terbatas.
Polychaeta yang telah dilaporkan di perairan Kalimantan Barat merupakan polychaeta pada
habitat estuari (Junardi & Wardoyo, 2008). Data tentang polychaeta pada habitat yang lain seperti
pantai berbatu dan terumbu karang belum dilaporkan. Data tentang polychaeta dari perairan pulau
Natuna (Al-Hakim & Glasby, 2004) dan Laut China Selatan (Paxton & Chou, 2000) yang memiliki
kedekatan biogeografi dengan perairan Kalimantan Barat telah dilaporkan, namun tidak
mengelompokkan polychaeta berdasarkan tipe habitat. Data tentang polychaeta pada perairan
Kalimantan Barat penting diketahui sebagai basis data (data base) biota laut yang belum
terdokumentasi. Data ini juga dapat digunakan oleh semua pihak untuk berbagai tujuan seperti
taksonomi, ekologi, dan budidaya.

Bahan dan Metode


Sampel polychaeta dikoleksi mulai bulan Mei 2003 sampai Agustus 2009 dengan periode
pengambilan tidak sinambung dari beberapa tempat di perairan Kalimantan Barat. Lokasi sampling
meliputi estuari (Kendawangan, Peniti, dan Sungai Kakap), Pantai berpasir (Sedau), pantai berbatu
(Pulau Randayan, Lemukutan, Kabung, dan Penata Besar) serta Sungai Sambas Kecil. Tipe habitat
estuari adalah tipe habitat berlumpur dan liat, sedangkan tipe habitat berpasir adalah tipe habitat
dengan tekstur dominan pasir (≥90%). Tipe habitat berbatu juga termasuk tipe habitat batuan beku
dan pecahan karang mati
Sampel diambil dengan cara koleksi langsung (hand collection), untuk polychaeta penempel
dan pembuat tabung pada habitat pantai berbatu. Sampel dari substrat lunak diambil menggunakan
Ekman grab ukurun 15 x 15 cm2 dan disaring dengan sampel disaring dengan saringan 0,5 mm.
Sampel-sampel yang didapatkan diawetkan dengan formalin 10% yang dicampur dengan air laut
selama 24 jam. Sampel kemudian dicuci dengan air dan dipindahkan dalam alkohol 70% untuk
diidentifikasi. Sampel utuh yang telah diidentifikasi dikelompokkan berdasarkan famili dan tipe
habitat (estuari, pasir, batu). Spesimen yang telah diidentifikasi disimpan di Lab. Hewan Uji
FMIPA Universitas Tanjungpura.
Karakter utama yang digunakan untuk identifikasi adalah karakter morfologi meliputi tubuh,
kepala, parapodia dan tipe seta yang mengacu pada Glasby et al., (2000); Wilson et al., (2003); Day
(1967); Fauchald (1977); Fauchald (1992); dan Glasby & Bailey-Brock (2001). Sampel yang tidak
utuh tidak diidentifikasi hanya dikelompokkan berdasarkan famili.

2
Hasil dan Pembahasan
Jumlah polychaeta yang ditemukan sebanyak 60 spesies (Tabel 1), jumlah ini masih sementara
mengingat masih banyak spesimen yang belum diidentifikasi. Jumlah tersebut sebanyak 46% jika
dibandingkan dengan polychaeta dari perairan Natuna (129 spesies) dan 9% dari Laut Cina Selatan
(661 spesies). Jumlah spesies pada tiga tipe habitat yang ditemukan belum mencerminkan kekayaan
spesies, walaupun secara umum polychaeta lebih banyak ditemukan pada estuari (Fauchald, 1977;
Hutchings, 1998). Jumlah spesies estuari lebih banyak disebabkan lebih banyak sampel dari estuari
dan telah selesai diidentifikasi dibandingkan dengan sampel dari habitat lain.

Tabel 1. Spesies polychaeta asal perairan Kalimantan Barat

Jumlah Tipe Habitat


No. Famili
Spesies Estuari Pasir Batu
1 Amphinomidae 2 0 0 2
2 Pectinariidae 2 0 2 1
3 Arenicolidae 2 2 0 0
4 Nereididae 8+1(*) 7 2 0
5 Eunicidae 3 1 2 2
6 Capitellidae 5 5 0 0
7 Chaetopteridae 1 1 0 0
8 Paraonidae 1 1 0 0
9 Phyllodocidae 1 1 0 0
10 Lumbrinereidae 1 1 0 0
11 Syllidae 1 1 0 0
12 Cirratulidae 4 4 0 3
13 Onupidae 1 1 0 0
14 Sternaspidae 1 1 0 0
15 Cossuridae 2 2 0 0
16 Nephtydae 2 2 0 0
17 Glyceridae 1 1 0 0
18 Goniadidae 1 1 0 0
19 Magelonidae 2 2 0 0
20 Spionidae 6 6 0 0
21 Orbiniidae 3 3 1 0
22 Terebellidae 1 1 0 0
23 Dorvilleidae 1 1 0 0
24 Hesionidae 2 2 0 0
25 Ophellidae 1 1 0 0
26 Polynoidae 1 1 0 0
27 Sabellidae 4 3 0 1
Total 60 52 7 9
(*): Spesies yang ditemukan di habitat sungai

Spesies-spesies yang telah diidentifikasi di estuari umumnya termasuk dalam polychaeta


pemakan deposit (deposit feeder) (Fauchald & Jumars, 1979). Polychaeta pemakan deposit
memiliki karakter berupa filamen-filamen brancial di bagian kepala seperti antenna, sirrus, dan

3
palpus. Karakter tersebut merupakan karakter khas untuk polychaeta yang hidup pada perairan
dengan laju dekomposisi tinggi seperti estuari di Kalimantan Barat (Junardi & Wardoyo, 2004).
Spesimen yang belum teridentifikasi sampai tingat spesies memerlukan pemeriksaan taksonomi
lebih lanjut dengan menggunakan karakter lain seperti anatomi, reproduksi, dan genetika.
Spesies yang ditemukan juga umumnya memiliki ukuran tubuh kecil, kecuali Namalycastis
rhodochorde. Ukuran tubuh atau biomassa yang kecil merupakan sifat umum polychaeta di daerah
tropis. Ukuran tubuh yang kecil umumnya akan diikuti oleh tingginya keanekaragaman spesies.
Faktor lingkungan dan ketersediaan makanan yang fluktuatif setiap saat dapat menjadi penyebab
kecilnya ukuran tubuh dan tingginya keanekaragaman spesies polychaeta di Kalimantan Barat.
Spesies yang telah dimanfaatkan oleh masyarakat untuk umpan memancing adalah
Namalycastis rhodochorde oleh masyarakat Sungai Kakap dan Pontianak, Platynereis di Peniti dan
Diopatra sp. di Kedawangan dan Sukadana. Spesies-spesies tersebut bernilai ekonomi dan
memiliki potensi untuk dibudidayakan. Data tentang biologi dan ekologi akan sangat mendukung
untuk keberhasilan upaya budidaya.
Koleksi polychaeta pada tulisan ini masih terbatas pada perairan pantai. Polychaeta asal
perairan tawar didapatkan satu spesies dari Sungai Sambas Kecil dan masih memungkinkan
mendapatkan spesies lain pada habitat perairan tawar lain seperti danau dan rawa air tawar,
mengingat polychaeta air tawar yang telah ditemukan sebanyak 168 spesies (Glasby & Timm,
2008). Spesies yang berhasil dikoleksi masih belum mencerminkan semua tipe habitat dan kondisi
perairan Kalimantan Barat secara menyeluruh.

Simpulan

Jumlah polychaeta yang ditemukan sebanyak 60 spesies, jumlah tersebut masih lebih sedikit
dibandingkan dengan polychaeta dari perairan Natuna dan Laut Cina Selatan. Spesies yang
didapatkan umumnya termasuk dalam polychaeta pemakan deposit. Penelitian dan sampling
lanjutan sangat dibutuhkan untuk melengkapi data polychaeta pada berbagai tipe habitat di
Kalimantan Barat.

Daftar Pustaka

Al-Hakim, I.I., C.J. Glasby. 2004. Polychaeta (Annelida) of the Natuna Islands, South Cina Sea.
The Raffles Bulletin of Zoology, Supplement 11:25-45.

Arvanitidis, C., C. Koutsoubas, C. Dounas, A. Eleftheriou. 1999. Annelid fauna of Mediterranean


lagoon (Gialova lagoon, South West Greece): Community structure in a severely fluctuating
environment. Journal Marine Biology Association of United Kingdom 79: 849-856.

4
Batista. F.M, P.F. Costa, A. Ramos, A.M. Passos, P.P. Ferreira, L.C. Fonseca. 2003. Production of
ragworm Nereis diversicolor (O.F. Muller, 1776), fed with a diet for gilthead seabream
Sparus auratus L. 1758: survival, growth, feed utilization and oogenesis. Boletin Instituto
Espanol de Oceanografia 19:447-451.

Day, J.H. 1967. A monograph on the polychaeta of Southern Africa. Part 1-2. Trustee of the British
museum (Natural history): London.

Fauchald, K. 1977. Polychaetes from intertidal areas in Panama, with a review of previous shallow-
water records. Smithsonian Contribution to Zoology 221:1-81.

Fauchald, K. 1992. A review genus Eunice (Polychaeta: Eunicidae) based upon type material.
Smithsonian Contribution to Zoology 523:1-422.

Fauchald K, Jumars PA. 1979. The Diet of Worms: A study of polychaete feeding guilds.
Oceanogrphy and Marine Biology An Annual Review 193 – 284.

Glasby 1999. The Namanereidinae (Polychaeta: Nereididae) Part I. Taxonomy and phylogeny.
Records of The Australian Museum Supplement 25: 1-129.

Glasby, C. J., Bailey-Brock, J. 2001. Bait-taking fireworm (Amphinomidae: Polychaeta) and other
polychaetes. The Beagle, Records of the Museum and Art Galleries of the Northern Territory
17:34-41.

Glasby, C.J., P.A. Hutching, K. Fauchald, H. Paxton, G.W. Rouse, C.W. Russel, R.S. Wilson. 2000.
Class Polychaetes. In Polychaetes and allies: the Southern synthesis. Fauna of Australia.
Polychaeta, Myzostomida,Pogonophora, Echiura, Sipuncula. CSIRO: Melbourne.

Glasby, C.J., T. Timm. 2008. Global diversity of polychaetes (Polychaeta; Annelida) in freshwater.
Hydrobiologia 595:107-115.

Hutching, P. 1998. Biodiversity and functioning of polychaetes in bethic sediments. Biodiversity


and Conservation 7:1133-1145.

Junardi, E.R.P. Wardoyo. 2004. Keanekaragaman cacing laut (Polychaeta) dan dekomposisi
serasah hutan mangrove Peniti Besar Kalimantan Barat. Laporan Penelitian.
Pontianak:Universitas Tanjungpura.

Junardi, E.R.P. Wardoyo. 2008. Struktur komunitas dan karakteristik substrat cacing laut
(Polychaeta) di perairan pantai mangrove Peniti, Kalimantan Barat. Biodiversitas 9 (3): 213-
216.

Martin, D, T.A. Britayev. 1998. Symbiotic polychaetes: review of known species. Oceanogrphy
and Marine Biology An Annual Review 36:217-340.

Olive, PJW. 1999. Polychaete aquaculture and polychaete science: a mutual synergism.
Hydrobiologia 402: 175-183.

Paxton, H., L.M. Chou. 2000. Polychaetous annelids from the South China Sea. The Raffles
Bulletin of Zoology, Supplement 8:209-232.

5
Riyandi. 2009. Keanekaragaman annelida akuatik di perairan Sungai Sambas Kecil. Skripsi.
FMIPA. Pontianak: Universitas Tanjungpura.

Wilson, R.S, P.A. Hutchings, C.J. Glasby. 2003. An Interactive Identification Guide. CSIRO
Publishing: Melbourne.

6
Tabel 1. Spesies polychaeta asal perairan Kalimantan Barat
Tipe Habitat
No. Famili Spesies
Estuari Pasir Batu
1 Amphinomidae Chloea flava √
2 Eurythoe complanata √
3 Pectinariidae Pectinaria papillosa √
4 Pectinaria neopolitana √ √
5 Arenicolidae Arenicola sp. √
Branchiomaldane vincenti √
6 Nereididae Australonereis sp √
7 Ceratonereis japonica √
8 Namalycastis rhodochorde √
9 Namalycastis abiuma √
10 Namalycastis longicirris (*) √
11 Namanereis catarractarum √
12 Dendronereis sp. √
13 Platynereis sp. √
14 Perinereis cultrifera √
15 Eunicidae Eunice cincta √
16 Eunice aphroditois √ √
17 Lysidice oleae √ √
18 Capitellidae Clymenura tenuis √
19 Mastobranchus √
20 Nicomache sp. √
21 Notomastus fauvelii √
22 Notomastus hemipodus √
23 Chaetopteridae Chaetopterus sp. √
24 Paraonidae Paraonis sp. √
25 Phyllodocidae Polynoe sp. √
26 Lumbrinereidae Lumbrinereis sp. √
27 Syllidae Syllis sp. √
28 Cirratulidae Cirratulus chrysoderma √ √
29 Cirratulus concinus √ √
30 Cirratulus cirratus √ √
31 Dodecaceria sp. √
32 Onupidae Diopatra sp. √
33 Sternaspidae Sternaspis scutata √
34 Cossuridae Cossura sp. √
35 Cossura costa √
36 Nephtydae Nephtys sp. √
37 Nephtys hombergi √
38 Glyceridae Glycera longipinnis √
39 Goniadidae Glycinde sp. √
40 Magelonidae Magelona capensis √
41 Magelona dakini √
42 Spionidae Polydora sp. √
43 Prionospio cirrifera √
44 Prionospio ehlersi √
45 Prionospio malmgreni √
46 Prionospio pinnata √
47 Prionospio steenstrupi √
48 Orbiniidae Scoloplella cf. armata √ √
49 Scololoplos marsupialis √
50 Scololoplos simplex √
51 Terebellidae Terebellides stroemi √
52 Dorvilleidae Dorvillea sp. √
53 Hesionidae Microphthalmus √
54 Polyphtalmus pictus √
55 Ophellidae Pulliela armata √
56 Polynoidae Harmothoe imbricata √
57 Sabellidae Pseudopotamilla sp. √
58 Potamilla sp. √
59 Jasmineira sp. √
60 Sabella sp. √
Keterangan(*): Spesies ini ditemukan di Sungai Sambas Kecil (perairan tawar) (Riyandi, 2009)