Anda di halaman 1dari 66

1

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah


Pada saat ini, hampir segala bidang membutuhkan komputer
sebagai alat bantu. Hal ini dikarenakan komputer memiliki kelebihan,
baik itu dari segi kecepatan, keefesienan, keefektifan maupun
ketelitiannya. Terutama untuk menangani hal – hal yang bersifat luas
dan memiliki objek yang banyak.
Peningkatan peradaban ini juga dipacu dengan mencuatnya
teknologi informasi dan telekomunikasi yang ditandai dengan serbuan
arus informasi yang dahsyat dan internetworking komputer dengan
cara mudah, cepat dan murah yang akan berdampak luas pada
aplikasi dalam kehidupan sekarang dan masa yang akan datang.
Perkembangan teknologi ini telah menciptakan aplikasi - aplikasi yang
beragam jenis dalam pemanfaatannya seperti memudahkan dalam
penyampaian informasi, mudah diproses, bersifat interaktif serta
distribusi mudah.
Kebutuhan sistem yang baik pada PD. Tjat Sentosa sangat
diperlukan untuk mencatat seluruh transaksi yang terjadi dalam
pengolahan data. Dengan adanya suatu sistem, diharapkan dapat
meringankan proses pengolahan data khususnya dalam transaksi
penjualan.
PD. Tjat Sentosa merupakan perusahaan dagang yang
bergerak dalam bidang penjualan bahan – bahan bangunan. Pada
saat ini sistem penjualan pada PD. Tjat Sentosa masih dilakukan
secara manual sehingga kinerjanya belum efektif. Dengan masih
manualnya penolahan data pada PD. Tjat Sentosa di temukan
beberapa masalah yang di mungkinkan mengganggu kinerja dari
aktifitas di PD. Tjat Sentosa. Hal itu tercermin pada seringnya terjadi
keterlambatan penyusunan laporan penjualan, menumpuknya
2

dokumen – dokumen, kesalahan pencatatan dan perhitungan


persediaan, serta pengulangan dalam pencatatan transaksi. Oleh
karena itu, PD. Tajt Sentosa bermaksud akan menjadikan sistem
penjualan yang komputerisasi untuk memaksimalkan kinerja.
Diharapkan setelah sistem penjualan dikomputerisasi, maka
pengumpulan, penyimpanan, dan pengolahan data transaksi dapat
dilakukan secara akurat dan cepat. Bersumber dengan permasalahan
yang terjadi diatas, penulis memilih judul “ANALISA SISTEM
INFORMASI PENJUALAN PADA PD. TJAT SENTOSA”.

B. Maksud dan Tujuan Penelitian


Maksud :
Maksud dari penulisan Kuliah kerja Praktek (KKP) adalah
sebagai persyaratan menempuh mata kuliah tugas akhir dan untuk
memenuhi salah satu persyaratan kelulusan program perkuliahan
Strata Satu jurusan Teknik Informatika pada Sekolah Tinggi Ilmu
Komputer Cipta Karya Informatika (STIKOM CKI) Jakarta.
Tujuan :
Tujuan dari dari penulisan Kuliah Kerja Praktek (KKP) adalah
Memberikan masukan perbaikan dan pengembangan sistem penjualan
pada PD. Tjat sentosa dengan sistem yang ada untuk menjadi sistem
yang berkomputerisasi guna meningkatkan kemampuan kinerja dan
pengolahan data pada sistem pejualan.

C. Ruang Lingkup Masalah dan batasan masalah


Seiring berjalannya waktu, dalam penggunaan sistem penjualan
manual banyak terjadi kendala-kendala dari masalah - masalah yang
dihadapi dibanding penggunaan sistem penjualan yang
berkomputerisasi diantaranya:
1. Pengulangan dalam pencatatan transaksi penjualan.
3

2. Pengulangan dalam pencatatan data pelanggan.

3. Kesalahan pencatatan dan perhitungan persediaan barang produk.

4. Sering terjadi keterlambatan penyusunan laporan

Mengingat luasnya permasalahan yang ada dan agar supaya

pembahasan lebih terarah pada sasaran, maka penulis membatasi

penelitian hanya pada sistem penjualan barang pada PD. Tjat Sentosa

dimana kegiatan yang akan dibahas meliputi : data pelanggan,

transaksi penjualan, data barang, laporan pelanggan, laporan

penjualan, laporan barang pada PD. Tjat Sentosa

D. Metode Penelitian

Dalam menunjang pencarian fakta dan pengumpulan data guna


mendapatkan pemecahan masalah yang berkaitan dengan sistem
penjualan, maka diperlukan pemahaman tentang data - data yang
diperlukan dalam pembuatan sistem tersebut. Untuk mengetahui hal
tersebut maka diperlukan beberapa metode penelitian dalam
menyusun penulisan ini, maka penelitian ini dilakukan degan cara
sebagi berikut :

1. Studi Lapangan
a. Wawancara
Pengumpulan data dilaksanakan dengan wawancara atau
dialog langsung dengan karyawan/i mengenai seluk beluk
perusahaan yang berhubungan dengan bahan laporan yang di
susun oleh penulis.
b. Observasi
Pengamatan secara langsung pada dunia kerja tentang cara
kerja, sarana dan fasilitas kerja serta untuk mendapatkan
gambaran yang nyata terhadap obyek penelitian yang dilakukan
4

sehingga mendapatkan data, informasi serta keterangan


lainnya yang diperlukan.

c. Praktek
Terjun langsung ke lapangan kerja, dan metode ini berdasarkan
pengalaman yang di alami langsung oleh penyusun di tempat
KKP.

2. Studi Pustaka
Penulis menganalisa dengan membaca dan mempelajari
teori-teori yang ada didalam artikel - artikel maupun bahan tulisan
lain yang berhubungan dengan masalah yang diteliti, khususnya
mengenai sistem penjualan dan mengadakan survey terhadap data
yang merupakan langkah penting dalam penelitian, yang berarti
menelusuri data yang ada serta menelaahnya secara tekun
merupakan kerja kepustakaan yang sangat diperlukan.

E. Sistematika Penulisan

Untuk memberikan gambaran secara menyeluruh mengenai isi


dan pembahasan Kuliah Kerja Praktek (KKP), maka dalam sistematika
penulisan ini dapat diuraikan sebagai berikut:

BAB I PENDAHULUAN
Dalam bab ini, merupakan bab pendahuluan yang
menjelaskan mengenai Latar Belakang Masalah, Maksud
dan Tujuan Penulisan, Ruang Lingkup dan Batasan
Masalah, Metodologi Penelitian, dan Sistematika
Penulisan.
BAB II LANDASAN TEORI
Dalam bab ini, menjelaskan mengenai teori-teori yang
melandasi penelitian serta pembahasan-pembahasan
pada penulisan ini, seperti Konsep Dasar Sistem, Konsep
5

Dasar Informasi, Konsep Dasar Sistem Informasi, Konsep


Dasar Sistem Informasi Menejemen, Konsep Dasar
Sistem Informasi Penjualan,Tahap Analisa, Sistem
Operasi Microsoft Windows, Alat Bantu Analisa Sistem
Flow Map, DFD.
BAB III ORGANISASI
Dalam bab ini, menjelaskan mengenai hal yang
berhubungan dengan perusahaan sebagai tempat Kuliah
Kerja Praktek (KKP), diantaranya seperti Sejarah Singkat
Organisasi, Struktur Organisasi, Tanggung Jawab dan
Kewenangan, dan Paralatan Hardware Software yang
berjalan.
BAB IV STUDI KASUS
Dalam bab ini, akan diuraikan mengenai Analisa Sistem
Berjalan, Analisa Sistem Dokumen Masukan Sistem yang
Berjalan, Analisa Sistem Keluaran yang Berjalan, Analisa
Permasalahan Sistem yang Berjalan.
BAB V PENUTUP
Bab ini merupakan bab penutup yang berisikan tentang
kesimpulan-kesimpulan dari hasil Analisa Sistem serta
saran-saran yang diajukan penulis

BAB II

LANDASAN TEORI
6

A. Definisi dan Pengertian


1. Konsep Dasar Sistem
Yang akan diuraikan dari konsep sistem ini, maka dijelaskan
beberapa pengertian sistem. Terdapat dua kelompok pendekatan
didalam mendefinisikan sistem, yaitu yang menekankan pada
prosedurnya dan yang menekankan pada komponen atau
elemennya. Pendekatan sistem yang lebih menekankan pada
prosedur mendefinisikan sistem sebagai berikut ini :
“Suatu sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur
yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk
melakukan suatu kegiatan atau untuk menyelesaikan suatu
sasaran yang tertentu”. (Pengertian Sistem dan Analis Sistem,
media.diknas.go.id).
“Suatu prosedur adalah urut-urutan yang tepat dari tahapan-
tahapan instruksi yang menerangkan Apa (What) yang harus
dikerjakan, Siapa (Who) yang mengerjakannya, Kapan (When)
dikerjakan dan Bagaimana (How) mengerjakannya”. (Pengertian
Sistem dan Analis Sistem, media.diknas.go.id).
Pendekatan sistem yang lebih menekankan pada elemen atau
komponennya mendefiniskan sistem sebagai berikut ini :
“Sistem adalah kumpulan dari elemen-elemen yang
berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan tertentu”. (Pengertian
Sistem dan Analis Sistem, media.diknas.go.id)

Kedua kelompok definisi tersebut adalah benar dan tidak


bertentangan, yang berbeda adalah cara pendekatannya.
Pendekatan sistem yang merupakan kumpulan elemen-elemen
atau komponen-komponen atau subsistem-subsistem merupakan
definisi yang lebih luas. Definisi ini lebih banyak diterima, karena
kenyataannya suatu sistem dapat terdiri dari beberapa subsistem
atau sistem bagian. Sebagai misal, sistem akuntansi dapat terdiri
7

dari beberapa subsistem-subsistem, yaitu subsistem akuntansi


penjualan, subsistem akuntansi pembelian, subsistem akuntansi
penggajian, subsistem akuntansi biaya dan lain sebagainya.
a. Sub Sistem
Subsistem sebenarnya hanyalah sistem di dalam suatu
sistem, ini berarti bahwa sistem berada pada lebih dari satu
tingkat. Pemisalan lainnya, mobil adalah suatu sistem yang
terdiri dari sistem-sistem bawahan seperti sistem mesin, sistem
badan mobil dan sistem rangka. Masing-masing sistem ini terdiri
dari sistem tingkat yang lebih rendah lagi. Misalnya, sistem
mesin adalah kombinasi dari sistem karburator, sistem
generator, sistem bahan bakar dan seterusnya.
b. Supersistem
Walaupun istilah supersistem jarang digunakan, sistem
seperti ini ada,jika suatu sistem adalah bagian dari sistem yang
lebih besar, sistem yang lebih besar itu adalah supersistem.
Contohnya, pemerintahan kota adalah suatu sistem, tetapi ia
juga merupakan bagian dari sistem yang lebih besar.
Pemerintahan propinsi adalah supersistem dari pemerintahan
kota dan juga merupakan subsistem dari pemerintahan
nasional.
Dari definisi dan penjelasan diatas dapatlah diambil
kesimpulan, suatu sistem terdiri dari elemen yang bisa
berbentuk individu atau bagian-bagian yang terpisah, kemudian
berinteraksi satu sama lain untuk mencapai tujuan. Mobil terdiri
dari bagian-bagian sistem yang berinteraksi/kerjasama untuk
tujuan mobil tersebut bergerak ke suatu arah. Keluarga,
pertama kali terdiri dari 2 individu yang terpisah yang mana
individu itu sendiri merupakan suatu sistem yang terdiri dari
subsistem.
c. Klasifikasi Sistem
8

Sistem dapat diklasifikasikan dari beberapa sudut


pandang, seperti yang akan di paparkan dibawah ini, yaitu
sebagai berikut:
1) Sistem Alamiah dan Sistem Buatan
a) Sistem alamiah adalah
Sistem yang terjadi melalui proses alam, tidak di buat
oleh manusia, misalnya sistem perputaran bumi,
terjadinya siang malam.
b) Sistem buatan manusia adalah
Merupakan sistem yang melibatkan interaksi manusia
dengan mesin (Human Machine System), contohnya
seperti sistem informasi berbasis komputer karena
menyangkut penggunaan komputer yang berinteraksi
dengan manusia.
2) Sistem Terbuka dan Sistem Tertutup
a) Sistem terbuka adalah
sistem yang berhubungan dan dipengaruhi oleh
lingkungan luarnya.
b) Sistem tertutup adalah
Sistem yang tidak berhubungan dan tidak terpengaruh
oleh lingkungan luarnya.
3) Sistem Abstrak dan Sistem Fisik
a) Sistem abstrak adalah
Sistem yang berupa pemikiran atau ide – ide yang tidak
tampak secara fisik, misalnya sistem teologi, yaitu sistem
yang berupa tentang pemikiran hubungan antara
manusia dengan tuhannya.
b) Sistem fisik adalah
Sistem yang ada secara fisik, misalnya sistem komputer,
sistem produksi, sistem penjualan, sistem administrasi
personalia dan lain sebagainya.
9

4) Sistem deterministik dan sistem probabilistik


a) Sistem deterministik adalah
Sistem yang beroperasi dengan tingkah laku yang dapat
diprediksi, contohnya sistem komputer karena tingkah
lakunya dapat diprediksikan atau di pastikan berdasarkan
program – program komputer yang dijalankan.
b) Sistem probabilistik adalah
Sistem yang kondisi masa depannya tidak dapat
diprediksi atau di pastikan, karena mengandung unsur
probabilistik
d. Karakteristik Sistem
Sebuah sistem memiliki karakteristik atau sifat – sifat
tertentu, yang mencirikan bahwa hal tersebut bisa dikatakan
sebagai suatu sistem. Adapun karakteristik yang dimaksud
adalah sebagai berikut

1) Komponen Sistem (Component)


Suatu sistem terdiri dari sejumlah dari komponen –
komponen yang saling bernteraksi, yang berarti saling
bekerjasama membentuk suatu kesatuan. Komponen –
komponen sistem tersebut dapat berupa suatu bentuk
subsistem yang memiliki sifat – sifat dari sistem yang
menjalankan suatu fungsi tertentu dan mempengaruhi
proses sistem secara keseluruhan.
10

2) Batasan Sistem (Boundary)


Ruang lingkup sistem merupakan daerah yang membatasi
antara sistem dengan sistem yang lainnya atau sistem
dengan lingkungan luarnya. Batasan sistem ini
memungkinkan suatu sistem yang dipandng sebagai satu
kesatuan yang tidak dapat dipisah – pisahkan.
3) Lingkungan Luar Sistem (Environtment)
Lingkungan luar sistem adalah bentuk apapun yang ada di
luar ruang lingkup atau batasan sistem yang mempengaruhi
sistem tersebut. Lingkungan luar sistem ini dapat
menguntungkan ataupun merugikan. Lingkungan luar yang
merugikan harus dikendalikan, karena jika tidak di
kendalikan akan mengganggu kelangsungan hidup dari
sistem, sedangkan lingkungan luar yang menguntungkan
harus dijaga diplihara.karena merugikan energi sistem.
4) Masukan Sistem (Input)
Masukan sistem adalah energi yang dimasukan kedalam
sistem, yang dapat berupa pemeliharaan ( Maintenance
Input) dan sinyal (Signal Input). Contoh dari maintenance
input adalah “program” yang dgunakan untuk
mengoperasikan komputer. Sedangkan contoh dari signal
input adalah “data” yang akan diolah menjadi informasi.

5) Pengolah Sistem (Process)


Suatu sistem dapat mempunyai proses yang merubah
masukan menjadi keluaran, contohna sistem akuntansi.
Sistem ini akan mengolah transaksi menjadi laporan –
laporan yang dibutuhkan oleh pihak manajemen.
6) Keluaran Sistem (Output)
Keluaran sistem atau output adalah hasil dari energi yang
diolah dan di klasifikasikan menjadi keluaran yang berguna,
11

yang berupa informasi yang digunakan sebagai masukan


untuk mengambil keputusan.
7) Penghubung Sistem (Interface)
Penghubung atau interface adalah media yang digunakan
untuk menghubungkan antara sistem dengan sistem yang
lainnya.
8) Sasaran Sistem (Objective)
Suatu sistem memiliki sasaran atau tujuan yang pasti yang
bersifat determinan. Jika suatu sistem tidak memiliki
sasaran, maka operasi sistem tidak akan berguna dan
sistem dikatakan berhasil bila mengenai sasaran dan tujuan
yang telah direncanakan.
e. Perancangan Sistem
Perancangan sistem adalah suatu tahap setelah
menganalisa suatu sistem dengan mempersiapkan komponen –
komponen bagi pemenuhan kebutuhan yang diperlukan oleh
suatu sistem dan persiapan untuk mengimplementasikannya
dalam suatu bentuk sistem yang nyata (real) dapat
menggambarkan sistem yang dibentuk berupa perencanaan
sistem pembuatan sketsa dan pengaturan elemen – eleman
yang saling terkait baik berupa perangkat lunak maupun
perangkat keras dari penggunakan komputer agar sistem yang
dibangun dapat berfungsi secara optimal dan maksimal.
2. Konsep Dasar Informasi
a. Informasi
Informasi ibarat darah yang mengalir dalam tubuh suatu
organisasi atau perusahaan, sehingga informasi sangat penting
di dalam suatu organisasi atau perusahaan. Suatu sistem yang
kurang mendapatkan informasi akan menjadi buruk. Dengan
demikian informasi tersebut dapat didefnisikan sebagai berikut :
“Informasi adalah data yang diolah menjadi bentuk yang lebih
12

berguna dan lebih berarti bagi yang menerimanya“. Menurut


(Jogiyanto, 1999 : 8 ).

“Informasi adalah data yang telah diolah menjadi sebuah bentuk


yang berarti bagi penerimanya dan bermanfaat dalam
mengambil keputusan saat ini atau mendatang”. Menurut
(Gordon B. Davis, 1995: 28).

Dengan difinisi yang tersebut di atas maka informasi sendiri


dapat di definisikan sebagai berikut :

1) Informasi adalah data yang telah diolah menjadi bentuk


yang lebih berguna dan lebih berarti bagi yang memakainya.
2) Informasi adalah hasil pengolahan data yang telah
mempunyai arti sehingga dapat di gunakan khususnya oleh
manejemen dalam membuat keputusan dan perencanaan.
3) Informasi adalah data yang diproses atau data yang telah
memiliki arti.
Dari definisi di atas sumber informasi adalah data.
Sedangkan definisi Data adalah “Kenyataan yang
menggambarkan suatu kejadian–kejadian dan suatu kesatuan
yang nyata”. menurut ( Jogianto HM, 1999: 8 ) Data kemudian
diolah menjadi bentuk yang lebih berguna bagi pemakainya
sehingga disebut Informasi.
Jadi definisi data dan informasi sebenarnya sangat
bergantung dari pemakainya. Namun, ada hal-hal yang
menentukan kualitas dari informasi terebut. Kualitas dari
informasi tergantung dari tiga hal yaitu akurat, tepat waktu, dan
relevan.
1) Akurat
Artinya informasinya dapat menjelaskan suatu hal dengan
sebaik – baiknya dan sebenar – benarnya sehingga bebas
13

dari kesalahan dan menimbulkan pemahaman yang benar


tentang hal ini.
2) Tepat Waktu
Artinya informasi harus datang pada saat yang di butuhkan,
tidak boleh lambat, karena kebutuhan pengambilan
keputusan yang cepat.
3) Relevan
Artinya Informasi tersebut bermanfaat dan sesuai dengan
kebutuhan pemakainya.
b. Siklus Informasi

Data yang masih merupakan bahan mentah apabila tidak


diolah data tersebut tidak akan berguna. Data tersebut akan
berguna dan menghasilkan informasi apabila diolah dalam
suatu model, penerima kemudian menerima informasi tersebut
untuk membuat suatu keputusan dan melakukan tindakan, yang
berarti menghasilkan suatu tindakan yang lain yang akan
membuat sejumlah data kembali. Data tersebut akan ditangkap
sebagai input dan diproses kembali lewat suatu model. Siklus ini
disebut juga dengan siklus informasi. (Jogiyanto H.M, 1999 : 9)
14

Gambar 1 Siklus Informasi

Kwalitas dari sistem tergantung dari tiga hal yaitu :

a) Akurat yaitu informasi harus bebas dari kesalahan – kesalahan

dan tidak menyesatkan.

b) Tepat waktu yaitu informasi yang datang pada penerima tidak

boleh terlambat.

c) Relevan yaitu informasi yaitu mempunyai manfaat untuk

pemakaian nya.

Konsep Dasar Sistem Informasi


a. Sistem Informasi
Informasi merupakan hal yang sangat penting bagi
pimpinan di dalam pengambilan keputusan. Informasi dapat di
15

peroleh dari sistem informasi Sistem informasi didefinisikan oleh


Robert A. Leitch dan K. Roscoe Davis sebagai berikut :
“Sistem Informasi adalah suatu sistem di dalam suatu
organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolah transaksi
harian, mendukung operasi, bersifat manajerial dari kegiatan
strategis suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu
dengan laporan-laporan yang diperlukan”.(Jogiyanto, 1999 :
11)
Manfaat sistem informasi adalah :
a) Organisasi menggunakan sistem informasi untuk
mengolah transaksi – transaksi mengurangi biaya dan
menghasilkan pendapatan sebagai salah satu produk
atau pelayanan.
b) Perusahaan menggunakan sistem informasi untuk
mempertahakan persediaan pada tingkat yang paling
rendah agar konsisten dengan jenis barang yang tersedia
Kegiatan sistem informasi adalah
a) Input yaitu menggambarkan suatu kegiatan untuk
meyediakan data untuk di proses
b) Proses yaitu menggambarkan bagaimana suatu data di
proses untuk menghasilkan informasi yang bernilai
tambah.
c) Output suatu kegiatan untuk menghasilkan laporan dari
proses di atas.
d) Penyeimpanan yiatu suatu kegiatan untuk memelihara
dan menyimpan data.
e) Control merupakan aktivitas untuk menjamin bahwa
sistem informasi tersebut berjalan sesuai dengan yang di
harapkan.
b. Komponen-komponen Sistem Informasi
16

Sistem informasi terdiri dari komponen-komponen yang


masing-masing saling berinteraksi satu sama lainnya
membentuk satu kesatuan untuk mencapai sasaran.
Komponen-komponen sistem informasi yaitu :
1) Blok Masukan
Input mewakili data yang masuk ke dalam sistem informasi
yang dapat berupa dokumen-dokumen dasar.

2) Blok Model
Blok ini terdiri dari kombinasi prosedur, logika, dan model
matematik yang akan memanipulasi data input dan data
yang tersimpan di basis data dengan cara tertentu untuk
menghasilkan keluaran yang diinginkan.

3) Blok keluaran
Produk dari sistem informasi adalah keluaran yang
merupakan informasi berkualitas dan dokumentasi untuk
semua tingkatan manajemen serta semua pemakai sistem.

4) Blok Teknologi
Teknologi digunakan untuk menerima input, menjalankan
model, menyimpan dan mengakses data, menghasilkan dan
mengirimkan keluaran dan membantu pengendalian dari
sistem secara keseluruhan.

5) Blok Basis Data


Basis data merupakan kumpulan data yang saling
berhubungan satu dengan lainnya, tersimpan diperangkat
keras komputer dan digunakan perangkat lunak untuk
memanipulasinya. Data perlu disimpan dibasis data untuk
keperluan penyediaan informasi lebih lanjut.

6) Blok Kendali
17

Beberapa pengendalian perlu dirancang dan diterapkan


untuk meyakinkan bahwa hal-hal yang dapat merusak
sistem dapat dicegah ataupun bila terlanjur, terjadi
kesalahan-kesalahan dapat langsung cepat teratasi.

4. Konsep Dasar Sistem Informasi Manajemen


Di dalam perusahaan, peran informasi sangat penting untuk
mengelola sumber daya, perencanaan strategis dan masih banyak
lagi. Untuk mengelola informasi ini dengan baik, diperlukan
manajemen informasi. Manajemen Informasi adalah seluruh
aktivitas memperoleh informasi, menggunakannya seefektif
mungkin.
Sistem Informasi yang ada didalam manajemen informasi
digunakan untuk mengelola sumber daya dan pengambilan
keputusan disebut Sistem Informasi Manajemen. Yang didefinisikan
: “Sistem Informasi Manajemen adalah sebuah sistem
manusia/mesin yang terpadu (terintegrated), untuk menyajikan
informasi guna mendukung fungsi operasi, manajemen, dan
pengambilan keputusan dalam sebuah organisasi”. Menurut
(Gordon B. Davis, 1995: 3)
Walaupun sistem informasi tidak harus menggunakan
komputer, namun pada saat ini sistem informasi sangat erat
kaitannya dengan komputer. Komputer digunakan dalam sistem
informasi untuk membantu dalam pengolahan data menjadi
informasi. Komputer memiliki proses pengolahan data yang cepat.
Oleh karena itu, banyak muncul istilah Sistem Informasi Berbasis
Komputer atau Computer Based Information System (CBIS).

5. Konsep Dasar Sistem Informasi Penjualan


Sistem Informasi Penjualan merupakan subset dari sistem
informasi manajemen yang menyediakan informasi untuk
18

memecahkan masalah penjualan perusahaan. Banyak orang yang


berpikiran sempit mengenai penjualan, seperti hanya mencakup
periklanan. Namun, penjualan didefinisikan sangat luas. Satu
definisi menyatakan bahwa :
“Penjualan terdiri dari kegiatan perorangan dan organisasi yang
memudahkan dan mempercepat hubungan pertukaran yang
memuaskan dalam lingkungan yang dinamis melalui penciptaan,
pendistribusian, promosi dan penentuan harga barang, jasa dan
gagasan”. Menurut (Raymond McLeod, 2001).
Dalam membahas pengertian penjualan, penulis dapat
menjelaskan sebagai suatu kejadian hubungan antara permintaan
dan penawaran yang titik temunya ialah suatu penjualan dan
pembelian, saling tukar menukar barang, jasa dan uang, sehingga
pembeli terpenuhi kebutuhannya dan penjual tercapai tujuan untuk
menyampaikan barang dan mendapatkan untungan dari hasil
usahanya, dan penjualan terbagi atas 2 jenis, yaitu
a. Penjualan Secara Tunai
Konsumen atau pelanggan menyerahkan langsung biaya yang
akan dikeluarkan untuk mendapatkan produk tersebut.
b. Penjualan Secara Kredit
Pembeli tidak langsung atau secara berkala mengeluarkan
biaya untuk mendapatkan produk.
Pesanan penjualan merupakan sumbangan yang sangat
berarti bagi kesuksesan penjualan memberikan harapan kepada
perusahaan dan bidang kegiatan pemasaran lainnya untuk
mengetahui apakah volume penjualan mengalami peningkatan atau
tidak mungkin dengan kata lain penjualan mengalami peningkatan
atau tidak dapat dibuat dari volume penjualan yang diterima.
Mengingat begitu pentingnya fungsi penjualan bagi
perusahaan untuk kelangsungan usahanya banyak perusahaan kini
19

berupaya untuk mempertahankan usahanya dengan terus menerus


meningkatkan hasil penjualan atas produknya.
Dalam kegiatan penjualan terdapat tindakan, menarik para
pembeli agar membeli hasil produk suatu perusahaan dan menjadi
pelanggan tetap. Sedangkan dalam pemasaran merupakan suatu
kegiatan proses penyaluran dari barang dan jasa yang dilakukan
agar barang tersebut bisa diperoleh dengan mudah. Penjualan
merupakan fungsi pemasaran yang penting peranannya apabila
penjualan berhasil dengan baik menghasilkan suatu laba /
keuntungan bagi perusahaan, sehingga perusahaan dapat
bertahan terus melakukan kegiatannya bahkan mengembangkan
usahanya.
6. Laporan-laporan Pada Sistem Penjualan
Pada Sistem Penjualan ini akan membahas tentang laporan-
laporan apa saja yang dapat disediakan, yang merupakan data–
data yang berguna bagi terbentuknya informasi terhadap penilaian
kemajuan atau kemunduran hasil penjualan yang dapat dilakukan
dalam tempo perhari, perminggu, perbulan, bahkan pertahun.
Ketika membuat keputusan, pimpinan tidak selalu mencoba
mencapai yang terbaik. Namun, dalam banyak kasus pimpinanlah
yang harus memutuskan alternatif mana yang terbaik.
7. Tahap Analisa
Tahap analisa adalah tahap penelitian atas sistem yang
telah ada dengan tujuan untuk merancang sistem yang baru atau
diperbaharui. Tahap ini merupakan tahap kritis dan sangat penting
karena akan dapat menentukan berhasil tidaknya sistem yang akan
dibangun atau dikembangkan. Kesalahan pada tahap analis akan
menjadikan kesalahan pada tahap-tahap yang selanjutnya. Pada
tahap analisa sistem yang sangat berperan adalah seorang analis
sistem yang memiliki tugas menganalisa sistem untuk menemukan
kelemahan-kelemahannya sehingga ia dapat mengusulkan suatu
20

perbaikan atau solusinya. Dalam tahap analisa ini, digunakan oleh


analis sistem untuk :
a. Identifikasi masalah.
Cara melakukan identifikasi masalah yang paling tepat adalah
dengan melakukan penelitian atau mengumumkan hasil
penelitian yang dilakukan pada tahap perencanaan sistem.
Rincian hasilnya berupa identifikasi penyebab masalah,
identifikasi titik keputusan, dan identifikasi personel-personel
yang terlibat.
b. Mengorganisasikan tim proyek.
Yaitu menyusun tim proyek yang terlibat termasuk pemakai
sistem yang nantinya digunakan pada kegiatannya.
c. Mendefinisikan kebutuhan informasi.
Analis sistem mempelajari kebutuhan informasi pemakai
dengan terlibat dalam berbagai kegiatan pengumpulan
informasi. Caranya yaitu dengan melakukan wawancara,
pengamatan, pencarian catatan, dan survei. Selanjutnya la
menganalisa kelemahan sistem dan menganalisa kebutuhan
data-data dan informasi. Pada langkah ini analis sistem
membuat dokumentasi yang bisa berupa diagram alir sistem
yang berjalan, diagram arus data, dan grafik serta penjelasan
naratif dari proses dan data.
d. Mendefinisikan kriteria kinerja sistem.
Langkah ini merupakan tindakan untuk memahami bagaimana
pengguna melakukan pekerjaannya dari awal hingga akhir.
Kapan dan bagaimana mulai melakukan hingga mengakhiri
aktivitas, data, informasi, dan laporan apa yang dibutuhkan dan
dihasilkannya. Pertanyaan-pertanyaan tersebut harus
ditemukan dalam langkah ini.
e. Membuat laporan hasil analisa.
21

Laporan hasil analisa menghasilkan apakah hasil dari


investigasi dan penelitian menunjukkan bahwa proyek
pengembangan sistem dapat diterima atau ditolak. Laporan
tersebut diberikan pada pihak manajemen organisasi. Apabila
laporan hasil analisis diterima maka selanjutnya harus
dipersiapkan usulan rancangan sistem yang akan
dikembangkan.
Kegiatan yang dilakukan dalam tahap analisa ini adalah :
a. Convertion
1) Tujuan : Mendeteksi sistem, apabila sistem saat ini
semakin berkurang manfaatnya (memburuk).
2) Hasil : Laporan pendahuluan tentang permasalahan yang
terjadi dalam sistem.
b. Initial investigation
1) Tujuan : Memberikan sistem saat ini dengan
penekanan pada daerah-daerah yang menimbulkan
permasalahan.
2) Hasil : Penjelasan sistem saat ini.
c. Requirement analysis (determination of ideal systems)
1) Tujuan: Mendapatkan konsensus dari komunitas
pemakai dari sistem informasi yang ideal. Sebuah
penggantian sistem akan menimbulkan jarak antara sistem
saat ini dengan sistem yang ideal (yang mengacu ke
komputerisasi).
2) Hasil : Penjelasan kebutuhan analisis terhadap sistem.
d. Generation of system alternatives
1) Tujuan: Menggali (explore) perbedaan dari alternatif
sistem dalam mengurangi jarak (gap) antara sistem saat ini
dengan sistem idealnya.
2) Hasil : Dokumen-dokumen tentang alternatif sistem yang
akan digunakan untuk memperbaiki sistem.
22

e. Selection of proper system


1) Tujuan: Membandingkan alternatif-alernatif sistem
dengan menggunakan metodologi terstruktur, memilih
alternatif sistem yang paling baik, dan menjualnya (sell)
kepada management.
2) Hasil : Hasil-hasil dari studi sistem.
8. Sistem Operasi Microsoft Windows
Windows adalah sistem operasi dengan modus tampilan
grafik atau Graphical User Inteiface (GUI) yang dikeluarkan oleh
perusahaan Microsoft, sehingga visualisasinya akan lebih menarik
penggunaanya dan lebih mudah menggunakannya. untuk
mendapatkan sistem operasi Windows kita harus membayar pada
vendornya yaitu Microsoft. Contohnya Windows 3.10, Windows
3.11 (workgroup), Windows 95, Windows 98 yang merupakan
sistem operasi untuk pengguna tunggal (singleuser). Sedangkan
untuk single maupun multiuser telah dikembangkan Windows NT,
Windows 2000, Windows XP atau disebut windows 2002, dan
Windows 2003. Hingga saat ini banyak pengguna komputer yang
mengunggulkan Windows XP karena fitur-fitur yang dimilikinya.
Windows XP (eXPerience) merupakan sistem operasi
berbasis Windows yang muncul dan perkembangan versi-versi
sebelumnya. Banyak kelebihan yang ditawarkan XP dibandingkan
dengan para pendahulunya. Windows XP dipaket dengan
antarmuka yang berbeda, lebih familiar bagi pengguna awam
sekalipun, juga integrasi dengan Internet yang semakin mantap,
dan tidak ketinggalan fasilitas multimedia yang menarik. Sebagai
sebuah sistem operasi yang besar, Windows XP membutuhkan
minimal memori sebesar 128 MB, dan hanya mau bekerja pada
komputer PC yang menggunakan prosesor berkecepatan 400 MHz
atau yang lebih tinggi. Komputer PC lama yang. akan
23

menggunakan Windows XP harus meningkatkan kemampuan BIOS


di dalam motherboard (yang merupakan inti seperangkat kode
komputer), sebuah prosedur yang mungkin tidak user-friendly bagi
para pengguna awam yang tidak mau pusing dengan masalah
teknis seperti ini.
Windows XP adalah sistem operasi komputer PC yang
sangat stabil. Stabil dalam arti yang sesungguhnya, baik dalam
kinerja hardware maupun perangkat lunaknya, sesuatu yang
selama ini menjadi dambaan para pengguna PC yang selalu kesal
karena menghadapi komputer menggantung (hang) setiap kali
menambah perangkat tertentu. Kehadiran Windows XP diharapkan
mampu meneruskan kesuksesan generasi windows sebelumnya.
Windows XP dibangun dan pengintegrasian kelebihan Windows
2000 berupa kestabilan dan sekuriti dengan fitur-fitur multimedia
dan interface yang menarik. Tidak hanya itu saja tampilan desain
antarmukanya yang baru lebih dan bagus serasa lebih hidup.
Windows XP Profesional yang merupakan penerus dan
Windows 2000 Professional lebih ditujukan pada pemakaian kelas
korporat atau Mobile User dengan menambahkan kemampuan
untuk pengguna notebook dan fasilitas untuk akses jarak jauh.
Microsoft mengklaim bahwa Windows XP Professional lebih cepat
46% dibandingkan Windows 98SE. Versi ini mempunyai kelebihan
pada fasilitas remote desktopnya, kinerja, performansi, serta
sekuriti yang bagus.

B. Alat Bantu Analisa Sistem


1. Flowmap
Flowmap adalah campuran peta dan flow chart, yang
menunjukkan pergerakan benda dari satu lokasi ke lokasi lain,
seperti jumlah orang dalam migrasi, jumlah barang yang
diperdagangkan, atau jumlah paket dalam jaringan. Flowmap
24

menolong analis dan programmer untuk memecahkan masalah


kedalam segmen-segmen yang lebih kecil dan menolong dalam
menganalisis alternatif-alternatif lain dalam pengoperasian. Bila
seorang analis dan programmer akan membuatlowmap,ada
beberapa petunjuk yang harus diperhatikan, seperti :
a. Flowmap digambarkan dari halaman atas ke bawah dan dari kiri
ke kanan.
b. Aktivitas yang digambarkan harus didefinisikan secara hati-hati
dan definisi ini harus dapat dimengerti oleh pembacanya.
c. Kapan aktivitas dimulai dan berakhir harus ditentukan secara
jelas.
d. Setiap langkah dari aktivitas harus berada pada urutan yang
benar.
e. Lingkup dan range dari aktifitas yang sedang digambarkan
harus ditelusuri dengan hati-hati.
f. Gunakan simbol-simbol flowmap yang standar.
Beberapa simbol-simbol yang digunakan dalam pembuatan
flowmap, antara lain:
a. Simbol Dokumen
adalah simbol yang digunakan untuk menunjukkan input/ output
dalam proses manual, mekanik, atau computer.

Gambar 2 Simbol Dokumen


b. Simbol Kegiatan Manual
adalah simbol yang digunakan untuk menunjukkan kegiatan
manual.
25

Gambar 3 Simbol Kegiatan Manual


c. Simbol Kartu Plong
adalah simbol yang digunakan untuk menunjukkan input/output
yang menggunakan kartu plong (punched card).

Gambar 4 Simbol Kartu Plong


d. Simbol Proses
adalah simbol yang digunakan untuk menunjukkan kegiatan
proses dari operasi program komputer.

Gambar 5 Simbol Proses

e. Simbol Operasi luar


adalah syimbol yang digunakan untuk menunjukkan operasi
yang dilakukan di luar program computer.

Gambar 6 Simbol
Operasi Luar
f. Simbol Pita Magnetik
adalah simbol yang digunakan untuk menunjukkan input/ output
menggunakan pita magnetik.
26

Gambar 7 Simbol Pita Magnetik


g. Simbol Hardisk
adalah simbol yang digunakan untuk menunjukkan input/ output
menggunakan hardisk.

Gambar 8 Simbol Hardisk


h. Simbol Diskette
adalah simbol yang digunakan untuk menunjukkan input/ output
menggunakan diskette.

Gambar 9 Simbol Disktte

i. Simbol Drum Magnetik


adalah simbol yang digunakan untuk menunjukkan input/ output
menggunakan drum magnetik.

Gambar 10 Simbol Drum Magnetik


j. Simbol Pita Kertas Berlubang
adalah simbol yang digunakan untuk menunjukkan input/ output
menggunakan kertas berlubang.
27

Gambar 11 Simbol Kertas Berlubang


k. Simbol Keyboard
adalah simbol yang digunakan untuk menunjukkan input yang
menggunakan online keyboard.

Gambar 12 Simbol Keyboard


l. Simbol Display
adalah simbol yang digunakan untuk menunjukkan output yang
menggunakan monitor.

Gambar 13 Simbol Display

m. Simbol Garis Alir


adalah simbol yang digunakan untuk menunjukkan arus atau
alur dari proses.

Gambar 14 Simbol Garis alir


n. Simbol Penghubung
28

adalah simbol yang digunakan untuk menunjukkan penghubung


ke halaman yang masih sama atau ke halaman yang lain.

Gambar 15 Simbol Penghubung

2. Diagram Arus Data (DAD atau Data Flow Diagram)


Suatu network yang menggambarkan suatu sistem automat
atau komputerisasi, manualisasi atau gabungan dari keduanya
yang penggambarannya disusun dalam bentuk kumpulan komputer
sistem yang saling berhubungan sesuai aturan mainnya.
Keuntungan dari DAD ini adalah memungkinkan kita
menggambarkan sistem dari level yang paling tinggi kemudian
menguraikan menjadi level yang lebih rendah, sedangkan
kekurangannya adalah tidak menemukan proses pengulangan,
keputusan dan proses perhitungan.
Kelebihan utama pendekatan aliran data, yaitu :
a.Kebebasan dari menjalankan implementasi teknis sistem.
b. Pemahaman lebih jauh mengenai keterkaitan satu sama
lain dalam sistem dan subsistem.
c.Mengkomunikasikan pengetahuan sistem yang ada dengan
pengguna melalui diagram aliran data.

d. Menganalisa sistem yang diajukan untuk menentukan


apakah data-data dan proses yang diperlukan sudah
ditetapkan.
Disamping itu terdapat kelebihan tambahan, yaitu :
a. Dapat digunakan sebagai latihan yang bermanfaat bagi
penganalisa, sehingga bisa memahami dengan lebih baik
keterkaitan satu sama lain dalam sistem dan subsistem.
29

b. Membedakan sistem dari lingkungannya dengan menempatkan


batas-batasnya.
c. Dapat digunakan sebagai suatu perangkat untuk berinteraksi
dengan pengguna.
d. Memungkinkan penganalisis menggambarkan setiap
komponen yang digunakan dalam diagram.
DAD dibagi menjadi tiga tingkatan / tahapan, yaitu :
a. Diagram Konteks
Diagram ini dibuat untuk menggambarkan sumber serta tujuan
data yang diproses atau dengan kata lain dagram tersebut
digunakan untuk menggambarkan sistem umum / global dari
keseluruhan sistem yang ada.
b. Diagram Nol
Diagram ini dibuat untuk menggambarkan tahapan proses yang
ada didalam diagram konteks yang penjabarannya lebih terinci.
c. Diagram Rinci
Diagram yang dibuat untuk menggambarkan arus data secara
lebih mendetail lagi dari tahapan proses yang ada didalam
diagram nol.
Simbol – simbol atau lambang – lambang yang digunakan dalam
membuat Data Flow Diagram yang lazim digunakan terdiri dari 4
(empat) buah simbol yaitu sebagai berikut :

a. Proses
Proses adalah sesuatu yang dikerjakan oleh sistem. Sebuah
proses harus memilki aliran data yang masuk kedalam proses
sehingga masukan harus mengeluarkan informasi atau hasil
dari proses tersebut (keluaran).
30

Gambar 16 Simbol Proses


b. Aliran Data (Data Flow)
Menunjukkan aliran data yang masuk dan keluar dari sistem
atau data yang mengalir diantara proses, data store dan entitas
luar. Arah dari aliran data ditujukan dengan anak panah. Dan
garis atau aliran data ini diberi nama sesuai dengan nama data
yang dialirkannya.

Gambar 17 Simbol Aliran Data


c. Entity atau entitas
Merupakan sesuatu yang berada di luar sistem, tetap dapat
memberi masukan bagi sistem atau menerima keluaran dari sistem.

Gambar 18 Simbol Entitas


d. Simpanan Data (Data Store)
Simpanan data atau data store merupakan suatu tempan
kegiatan penyimpanan data.

Gambar 19 Simbol Simpanan Data


31

BAB III
ORGANISASI

A. Sejarah Singkat Perusahaan


1. Sejarah Singkat Organisasi
PD. Tjat Sentosa adalah sebuah perusahaan dagang yang
bergerak dalam bidang penjualan bahan – bahan bangunan.Baik
penjualan dalam jumlah banyak maupun satuan. Disamping itu
selain bergerak di bidang penjulan bahan – bahan bangunan.
PD.Tjat sentosa didirikan pada tahun 1983 oleh Budyanto
Totong dan Totong Kurniawan, yang berada di Jl. Gajah Mada No.
56 Jakarta Barat. Beliau mendirikan usaha ini karena beliau melihat
usaha perdagangan bahan – bahan bangunan ke depannya sangat
bagus dengan memegang sebuah prinsip ”Pembangunan akan
semakin maju” dengan prinsip itu beliau juga mempunyai beberapa
tujuan dalam menjalankan usahanya, yaitu:
a. Membuka lapangan kerja baru yang bisa mengurangi tingkat
pengangguran.
b. Memenuhi kebutuhan masyarakat dalam bidang pengadaan
bahan – bahan bangunan.
Dari tujuan tersebut ada juga visi dan misi yang dipupukkan selama
karyawan bekerja di perusahaan ini. Adapun visi dan misi
perusahaan antara lain :
Visi
32

”Memberikan pelayanan sebaik – baiknya kepada pelanggan dan


memberikan kualitas produk yang maksimal dengan harga yang
terjangkau.”

Misi
“Berperan serta secara aktif dan selalu mencari terobosan guna
mengembangkan kerja sama, saling menguntungkan antar
perusahaan melalui hubungan kerja yang sehat dan harmonis,
membuka lapangan kerja bagi masyarakat.”
Dengan demikian PD. Tjat sentosa mempunyai fungsi
sebagai salah satu usaha untuk menjalin kerja sama yang
menguntungkan sesama mitra kerja, membangun persahabatan
antar mitra kerja, dan membuat kerja sama antar individu,
masyarakat, negara dan institusi di Indonesia.
2. Struktur Organisasi
Struktur organisasi adalah bagian dari penelitian perwujudan
pola tetap hubungan di antara fungsi – fungsi, bagian – bagian,
maupun orang yang menunjukan kedudukan seseorang untuk
bertanggung jawab atas tugas dan wewenang yang berbeda –
beda yang telah diberikan dalam suatu organisasi. Strutur
organisasi dalam suatu perusahaan merupakan suatu bentuk
tingkatan dari suatu fungsi di dalam perusahaan tersebut. Struktur
organisasi dapat juga sebagai kerangka yang mewujudkan suatu
pola tetap dari hubungan antara kedudukan dan peranan dalam
suatu lingkungan organisasi.
33

STRUKTUR ORGANISASI
PD. TJAT SENTOSA

PIMPINAN

MARKETING GUDANG KASIR

Gambar 20 Struktru Organisasi


3. Tanggung Jawab dan Kewenangan
Tanggung jawab dan kewenangan dalam suatu perusahaan
bertujuan untuk menjalankan suatu usaha dan juga untuk
mengetahui tugas dan tanggung jawab dari setiap bagian dalam
struktur organisasi tersebut. Berdasarkan bagan struktur organisasi
PD. Tjat Sentosa dapat dijelaskan tanggung jawab dan
kewenangan dari tugas masing – masing bagian adalah sebagai
berikut :
34

a. Pimpinan
Merupakan suatu posisi yang tertinggi dalam perusahaan yang
bertanggung jawab mengatur dan mengawasi dalam
berjalannya usaha tersebut.
c. Gudang
Merupakan posisi yang bertanggung jawab:
1) Membuat nota pengeluaran.
2) Membuat faktur kirim.
3) Membuat Laporan persediaan barang.
d. Marketing
Merupakan posisi yang bertanggung jawab :
1) Mencari calon pelanggan
2) Mempromosikan barang – barang yang tersedia di
PD. Tjat Sentosa untuk dijual.
3) Membuat berkas Order.
4) Membuat Faktur Penjualan.
5) Membuat Nota Permintaan.
6) Membuat Laporan Pelanggan.
7) Membuat Laporan Penjualan.
e. Kasir
Merupakan posisi yang bertanggung jawab :
1) Menerima pembayaran dari trasaksi penjualan.
2) Membuat Berkas Slip Pembayaran.
3) Membuat Struk Setoran Pembayaran.
4) Membuat Kwitansi.
B. Peralatan hardware/ Software yang Berjalan
Sistem dikatakan baik dan akan berhasil digunakan atau
diterapkan jika didukung dengan beberapa unsur atau aspek antara
lain perangkat lunak (Software), perangkat keras (Hardware), dan
pemakai (Brainware).
35

Dalam mengembangkan suatu sistem diperlukan peralatan


tambahan atau peralatan pendukung sehingga sesuai dengan apa
yang diharapkan. Ini berarti kemampuan yang cukup baik dan
berguna bagi sistem sehingga tujuan penerapan sistem dapat
tercapai.
Untuk itu penulis akan menguraikan prasarana atau peralatan
pendukung yang harus tersedia pada system di sini berarti aplikasi
program dan computer itu sendiri. Adapun spesifikasinya sebagai
berikut.

1. Perangkat Keras (Hardware)


“Perangkat keras adalah suatu alat yang bisa dilihat dan diraba
oleh manusia secara langsung, yang mendukung proses
komputerisasi.” menurut (Jack Febrian, 2004, hal : 222).
Perangkat keras yang digunakan merupakan peralatan
fisik baik peralatan input, proses maupun peralatan output pada
sistem komputer. Adapun spesifikasi minimal perangkat keras
komputer yang digunakan pada Laporan Kuliah Kerja Praktek
(KKP) ini menggunakan spesifikasi perangkat keras komputer
sebagai berikut :
a.Processor : intel(R)Core(TM)2 Duo 2.00 Ghz
b. Ram : 1.99 Gb
c.Harddisk : 320 Gb
d. Monitor : Samsung LG 17inc
e.KeyBoard : Comic
f. Mouse : Logitech
g. CD Room : Samsung LG DVD RW
h. Printer : lexsmark Z 605
36

Konfigurasi sistem komputer adalah sebagai berikut :

KEYBOARD

HARDDISK CPU DISKET

PRINTER
MONITOR

Gambar 21 Konfigurasi Sistem Komputer


2. Perangkat Lunak (Software)
“Perangkat lunak merupakan kumpulan – kumpulan perintah
yang dieksekusi oleh mesin untuk menjalankan pekerjaannya.”
menurut (Jack Febrian, 2004, hal : 382).
Adapun perangkat lunak yang digunakan pada aplikasi ini
adalah sebagai berikut :
a. Operating Sistem
: Microsoft Windows
XP Profesional
b. Paket Software : Microsoft Office
2007
37

BAB IV

STUDI KASUS

A. Analisa Sistem Berjalan


1. Flow Dokumen (Flow Map) Sistem Berjalan
Dalam suatu sistem terdepat beberapa alur atau flowmap
untuk menggambarkan keadaan sistem yang berjalan pada suatu
perusahaan yang sedang dianalisa oleh penulis. Dengan adanya
flowmap penulis bisa lebih mudah menganalisa system yang
berjalan pada PD. Tjat Sentosa, maka penulis menggambarkan
keadaan sistem yang berjalan dengan flowmap sebagai berikut
pada gambar 22 :
38

PELANGGGAN MARKETING GUDANG PENGIRIMAN KASIR PIMPINAN

Buat surat Surat Order Surat Permintaan NotaPengeluaran


order

Cek
Buat Barang+
Surat Order permintaa Buat nota
nbarang Pengeluar Buat
Faktur
an

Faktur Kirim
Surat Permintaan NotaPengeluaran Barang

Barang

Faktur Kirim
NotaPengeluaran
Barang

Faktur Penjualan
Faktur Penjualan
Strukpembayaran

Faktur kirim
barang

Buat nota
penjuala
n
Buat
kwitansi
Struk
pembayaran

Faktur penjualan

Faktur penjualan

Buat slip
pembaya
ran Buat
laporan
penjuala
n

Strukpembayaran Laporanpenjualan

Strukpembayaran

Gambar 22 Flow Map Sistem Berjalan


Kwitansi Lunas

2. Prosedur Sistem Berjalan


Setiap perusahaan memerlukan prosedur sistem agar
pekerjaan dapat terlaksana dengan baik. Oleh karena itu dalam
prosedur sistem penjualan PD. Tjat Sentosa yang berjalan terdapat
beberapa proses sebagai berikut :

a. Prosedur Order Barang


Pelanggan memesan barang kepada marketing dan
pelanggan membuat surat order untuk pembelian barang dan
diberikan kepada marketing. Marketing menerima surat order
dan membuat nota permintaan barang 2 rangkap untuk
diberikan gudang dan sebagai arsip.
b. Prosedur Permintaan Barang
39

Gudang menerima nota permintaan barang dan


membuat nota pengeluaran barang 2 rangkap untuk diberikan
kepada marketing dan sebagai arsip. Marketing menerima nota
pengeluaran barang dan kemudian membuat faktur penjualan 3
rangkap untuk diberikan kepada gudang, kasir, dan arsip.
c. Prosedur Pengeluaran Barang
Setelah nota permintaan barang di terima oleh kasir
maka kasir mengeluarkan faktur kirim,dan faktur penjualan
berserta barang ke bagian pengiriman untuk di kirim kepada
pelanggan.
d. Prosedur Pengiriman Barang
Setelah Faktur kirim barang sudah jadi di buat oleh
kasir, kemudian faktur kirim, faktur penjualan dan barang di
kirim ke pelanggan oleh bagian pengiriman
e. Prosedur pembayaran
Setelah pelanggan menerima faktur barang, faktur
penjualan sesuai dengan pesan order. Kemudian planggan
melakukan pembayaran kepada kasir dan kasir membuat
kwitansi pembayaran 2 rangkap, satu untuk pelanggan dan
satu untuk laporan kepada pimpinan
3. Data Flow Diagram (DFD) Sistem Berjalan
Setelah membuat flowmap sistem yang berjalan untuk
memudahkan penulis dalam menganalisa sistem yang berjalan
pada PD. Tjat Sentosa, maka penulis membuat diagram arus data
yang menggambarkan bagaimana arus data yang berupa masukan
diproses menjadi keluaran pada sistem yang sedang berjalan pada
PD. Tjat Sentosa antara lain terdapat pada gambar-gambar berikut:
a. Diagram Kontek Sistem Berjalan
Diagram kontek sistem berjalan pada sistem informasi
penjualan pada PD. Tjat Sentosa adalah diagram yang
menggambarkan secara keseluruhan sistem yang berjalan
40

diantaranya terdapat entitas pelanggan, marketing, gudang,


pengiriman, kasir, dan pimpinan. Juga terdapat aliran data
berjalan dan proses keseluruhan pada sistem yang berjalan
terdapat pada gambar 23.

1. SURAT ORDER 2.TERIMA SURAT ORDER


PELANGGAN MARKETING

11. PEMBAYARAN
3. SURAT ORDER KE GUDANG

4. TERIMA SURAT ORDER

GUDANG

14. TERIMA BUKTI PEMBAYARAN (KWITANSI)

10. TERIMA BARANG + FAKTUR BARANG


5. KELUAR BARANG + SURAT
8. FAKTUR BARANG + BARANG SISTEM PENJUALAN ORDER
PD. TJAT SENTOSA

6. SURAT ORDER

7. FAKTUR BARANG
9. KIRIM FAKTUR +
BARANG 12. TERIMA PEMBAYARAN
PENGIRIMAN KASIR
13. KELUAR KWITANSI LUNAS

15. LAPORAN PELANGGAN


LAPORAN PENJUALAN
LAPORAN BARANG

Gambar 23 Diagram Kontek Sistem Berjalan


PIMPINAN

b. Diagram Overview ( Zero ) Sistem Berjalan


Diagram Overview sistem berjalan pada sistem informasi
penjualan pada PD. Tjat Sentosa adalah diagram yang
menggambarkan penjabaran proses pada diagram kontek
sistem yang berjalan, diantaranya terdapat pada gambar 24.
41

Order barang Surat Order


PELANGGAN MARKETING

1.0
Data
Pelanggan
ORDER Surat Permintaan Barang
Data Order

Surat Permintaan
GUDANG
2.0

CEK
BARANG
Barang + Surat Order

Data
barang Surat Order
3.0
Pembayaran Faktur Bayar
FAKTUR
KASIR
Kwitansi BAYAR

Barang
4.0
Barang + Faktur Brang
KIRIM
BARANG PENGIRIMAN

Faktur Barang + barang

5.0

LAPORAN

Gambar 24 Diagram OverviewLaporan


Sistem Data
Pelanggan berjalan
PIMPINAN
Laporan Data Barang
Laporan Data Order

c. Diagram Rinci Sistem Berjalan


Diagram rinci sistem yang berjalan pada sistem informasi
penjualan pada PD. Tjat Sentosa adalah diagram yang
menggambarkan secara detail proses dan aliran data pada
42

zdiagram overview sistem yang berjalan sehingga semua


terlihat jelas bagaiman proses dan kegiatan yang terjadi pada
sistem informasi penjualan pada PD. Tjat Sentosa, diantaranya
terdapat pada gambar – gambar di bawah ini :
1) Diagram Rinci 1. 0
Diagram rinci 1. 0 adalah diagram rinci yang menjabarkan
proses sistem yang berjalan dalam diagram overview pada
gambar 24 yaitu proses 1. 0 di mana proses tersebut
merupakan kegiatan proses penjualan. Pada gambar 25
adalah gambaran diagram rinci 1. 0.
PELANGGAN

1.1

Surat order & data pelanggan BUAT SURAT


ORDER BARANG Pelanggan

1.2

BUAT FAKTUR
PENJUALAN
Penjualan

1.3

BUAT NOTA Nota permintaan


GUDANG
PERMINTAAN

Gambar 25 Diagram Rinci 1. 0 Sistem berjalan

Spesifikasi proses diagram rinci 1.0

a) Nomor Proses : 1.1


Nama Proses : Buat Surat Order Barang
Uraian : Dalam sistem penjualan pada PD. Tjat
Sentosa pelanggan yang memesan
43

barang harus membuat surat order


barang sehingga menghasilkan data
pelanggan.
b) Nomor Proses : 1.2
Nama Proses : Buat Faktur Penjualan
Uraian : Setelah pelanggan membuat surat
order kemudian dengan data
pelanggan dan surat order bagian
penjualan membuat faktur penjualan
berdasar data pelanggan, surat order
barang dan data penjualan.
c) Nomor Proses : 1. 3
Nama Proses : Buat Nota permintaan
Uraian : Setelah bagian penjualan membuat
faktur penjualan kemudian membuat
nota permintaan barang kepada
gudang.
2) Diagram Rinci 2. 0
Diagram rinci 2. 0 adalah diagram rinci yang menjabarkan
proses sistem yang berjalan dalam diagram overview pada
gambar 24 yaitu proses 2. 0 dimana proses tersebut
merupakan kegiatan proses pengiriman . Pada gambar 26
adalah gambaran diagram rinci 2. 0.
44

2.1

BUAT NOTA Nota pengeluaran


PELANGGAN GUDANG
PENGELUARAN

2.2

BUAT FAKT UR KIRIM Barang

2.3

Faktur kirim+faktur penjualan PENGIRIMAN


BARANG

Gambar 26 Diagram Rinci 2. 0 Sistem berjalan


Spesifikasi proses diagram rinci 2.0
a) Nomor Proses : 2.1
Nama Proses : Buat Nota Pengeluaran
Uraian : Setelah gudang menerima nota
permintaan kemudian membuat nota
pengeluaran.
b) Nomor Proses : 2. 2
Nama Proses : Buat Faktur Kirim
Uraian : Setelah gudang membuat nota
pengeluaran kemudian gudang
membuat faktur kirim berdasar data
barang yang tersedia.
c) Nomor Proses : 2. 3
Nama Proses : Pengiriman Barang
Uraian : Setelah gudang membuat faktur kirim
kemudian gudang melakukan
pengiriman dengan memberikan faktur
45

kirim dan faktur penjualan kepada


pelanggan.
3) Diagram Rinci 3. 0
Diagram rinci 3. 0 adalah diagram rinci yang menjabarkan
proses sistem yang berjalan dalam diagram overview pada
gambar 24 yaitu proses 3. 0 dimana proses tersebut
merupakan kegiatan proses pembayaran pembelian barang.
Pada gambar 27 adalah gambaran diagram rinci 3. 0.
3.1

Slip pembayaran TERIMA Slip pembayaran


PELANGGAN KASIR
PEMBAYARAN

3.2

BUAT STRUK Struk pembayaran


PEMBAYARAN

3.2

kwitansi
BUAT KWITANSI

Gambar 27 Diagram Rinci 3. 0 Sistem berjalan

Spesifikasi proses diagram rinci 3.0


a) Nomor Proses : 3.1
Nama Proses : Terima Pembayaran
Uraian : Setelah pelanggan menerima faktur
penjualan dan faktur kirim kemudian
pelanggan melakukan pembayaran
dengan memberikan slip pembayaran
kepada kasir.
b) Nomor Proses : 3. 2
46

Nama Proses : Buat Struk Pembayaran


Uraian : Setelah kasir memeriksa dan
mengelompokkan slip pembayaran
kemudian kasir membuat struk
pembayaran.
c) Nomor Proses : 3. 3
Nama Proses : Buat Kwitansi
Uraian : Setelah kasir membuat struk
pembayaran kemudian kasir membuat
kwitansi dan diberikan kepada
pelanggan.
4) Diagram Rinci 4. 0
Diagram rinci 4. 0 adalah diagram rinci yang menjabarkan
proses sistem yang berjalan dalam diagram overview pada
gambar 24 yaitu proses 4. 0 dimana proses tersebut
merupakan kegiatan proses buat laporan. Pada gambar 28
adalah gambaran diagram rinci 4. 0.
47

BUAT LAPORAN
PELANGGAN PELANGGAN

BUAT LAPORAN
PENJUALAN PENJUALAN PIMPINA

BUAT LAPORAN
BARANG BARANG

Gambar 28 Diagram Rinci 4. 0 Sistem berjalan


Spesifikasi proses diagram rinci 4.0
a) Nomor Proses : 3.1
Nama Proses : Buat Laporan Pelanggan
Uraian : Merupakan laporan tentang pelanggan
yang terdapat di perusahaan. Data
diambil dari file pelanggan.
b) Nomor Proses : 3. 2
Nama Proses : Buat Laporan Penjualan
Uraian : Merupakan laporan penjualan secara
keseluruhan. Data yang dibutuhkan
dari file penjualan.
c) Nomor Proses : 3. 3
Nama Proses : Buat Laporan Barang
48

Uraian : Merupakan laporan tentang barang


yang terdapat di perusahaan. Data
diambil dari file barang.

B. Analisa Dokumen Masukan Sistem Berjalan


Analisa dokomen masukan
Dokumen masukan adalah dokumen yang akan mengalami
pemrosesan didalam sistem berjalan. Dokumen masukkan inilah yang
akan mempengaruhi hasil laporan dari dokumen yang akan dihasilkan.
Dokumen masukan pada system penjualan PD. Tjat Sentosa adalah
sebagai berikut :
1. Nama Masukan : Surat Order
Distribusi : Pelanggan
Media : Kertas
Fungsi : Untuk memesan barang
Format : Lampiran 1
Elemen Data : No. Pesanan, Tgl Pesanan, Nama
Pelanggan, Alamat Pelanggan, Telepon,
Nama Barang, Jumlah.
Hasil Analisa : Surat Order dari pelanggan diterima oleh
marketing dan kemudian marketing
membuatkan faktur penjualan dan nota
permintaan barang ke gudang.
2. Nama Masukan : Nota Pengeluaran Barang
Distribusi : Gudang
Media : Kertas
Fungsi : Untuk membuat dokumen pengiriman barang
dan faktur kirim kepada pelanggan
Format : Lampiran 2
Elemen Data : No. Nota, Tgl Nota, Nama Pelanggan, Nama
Barang, Jumlah, Keterangan.
49

Hasil Analisa : Marketing akan menerima nota pengeluaran


barang dari gudang yang kemudian gudang
membuatkan dokumen pengiriman barang ke
pelanggan.

3. Nama Masukan : Slip Pembayaran


Distribusi : Pelanggan
Media : Kertas
Fungsi : Untuk tanda bukti pembayaran ke kasir.
Format : Lampiran 3
Elemen Data : No. Slip, Tgl Slip, Nama Pelanggan, No.
Faktur, Jumlah Bayar.
Hasil Analisa : Kasir akan menerima slip pembayaran dari
pelanggan selanjutnya kasir akan
membuatkan kwitansi ke pelanggan.
4. Nama Masukan : Struk Pembayaran
Distribusi : Kasir
Media : Kertas
Fungsi : Untuk menyatakan bahwa pelanggan telah
melakukan pembayaran.
Format : Lampiran 4
Elemen Data : No. Struk, Tgl Struk, Nama Pelanggan, No.
Faktur, Jumlah Bayar.
Hasil Analisa : Transaksi pembayaran yang telah dilakukan
oleh pelanggan terhadap barang yang telah
dikirim.
C. Analisa keluaran Sistem Berjalan
Analisa dokumen Keluaran Sistem
Dokumen keluaran adalah dokumen yang dihasilkan dari proses
sistem, yang termasuk proses Dokumen keluaran pada system
penjualan PD. Tjat Sentosa adalah sebagai berikut :
50

1. Nama Keluaran : Nota Permintaan


Distribusi : Gudang
Media : Kertas
Fungsi : Untuk memberitahuakan kepada gudang
agar mengeluarkan barang sesuai dengan
pesanan.
Format : Lampiran 5
Elemen Data : No. Nota, Tgl Nota, Nama Pelanggan, Alamat
Pelanggan, Nama Barang, Jumlah,
Keterangan.
Hasil Analisa : Nota ini dibuat oleh bagian penjualan yang
ditujukan ke bagian gudang tentang barang
yang diminta.
2. Nama Keluaran : Faktur Penjualan
Distribusi : Penjualan
Media : Kertas
Fungsi : Untuk bukti penjualan ke pelanggan dan kasir
Format : Lampiran 6
Elemen Data : No. Faktur, Tgl Faktur, No. Surat Order,
Nama Pelanggan, Nama Barang, Jumlah,
Harga Satuan, Jumlah Harga, Total.
Hasil Analisa : Faktur diserahkan kepada pelanggan dan
kasir untuk memberitahukan transaksi
penjualan yang dilakukan dan besar tagihan
yang harus dibayar oleh pelanggan dan yang
harus dterima kasir.
3. Nama Keluaran : Faktur Kirim
Distribusi : Gudang
Media : Kertas
Fungsi : Untuk membuat kwitansi dari bagian kasir.
Format : Lampiran 7
51

Elemen Data : No. Fkatur Kirim, Tgl Faktur Kirim, No.


Faktur, Nama Barang, Jumlah Barang, Harga
Satuan, Jumlah Harga.
Hasil Analisa : Pelanggan akan menerima faktur kirim dari
bagian gudang yang kemudian kasir
membuat kwitansi setelah menerima faktur
penjualan dari bagian penjualan.
4. Nama Keluaran : Kwitansi
Distribusi : Kasir
Media : Kertas
Fungsi : Untuk membuat bukti pembayaran dari kasir
kepada pelanggan.
Format : Lampiran 8
Elemen Data : No. Kwitansi, Tgl Kwitansi, Nama Pelanggan,
No. Faktur, Jumlah Bayar, Terbilang.
Hasil Analisa : Kwitansi diserahkan kepada pelanggan
dengan nilai nominal yang tercantum sebesar
nilai pembayaran.
5. Nama Keluaran : Laporan Penjualan
Distribusi : Pimpinan
Media : Kertas
Fungsi : Marketing akan membuat laporan tentang
barang yang telah dijualnya ke bagian
pimpinan.
Format : Lampiran 9
Elemen Data : -
Hasil Analisa : Bagian pimpinan akan menerima laporan
penjualan sesuai dengan barang yang telah
dijualnya oleh marketing kepada pelanggan.
6. Nama Keluaran : Laporan Pelanggan
Distribusi : Pimpinan
52

Media : Kertas
Fungsi : Marketing akan membuat laporan tentang
data pelanggan yang telah membeli baranag
yang telah dijual oleh marketing.
Format : Lampiran 10
Elemen Data : -
Hasil Analisa : Bagian pimpinan akan menerima laporan
pelanggan sesuai dengan transaksi yang
dilakukan marketing dan pelanggan.
7. Nama Keluaran : Laporan Barang
Distribusi : Pimpinan
Media : Kertas
Fungsi : Gudang akan membuat laporan tentang
jumlah stok barang yang bekurang dari
penjualan ke bagian pimpinan.
Format : Lampiran 11
Elemen Data : -
Hasil Analisa : Bagian pimpinan akan menerima laporan
penjualan sesuai dengan barang yang telah
dijualnya oleh marketing kepada pelanggan.
D. Analisa Permasalahan Sistem yang Berjalan
Setelah penulis mempelajari dan menganalisa sistem yang
sedang berjalan pada sistem penjualan PD. Tjat Sentosa, banyak
permasalahan yang ditentukan diantaranya :
1. Pencatatan data transaksi masih dilakukan secara manual,
sehingga memerlukan waktu yang relatif lama untuk dapat
mengetahui data transaksi. Program masih menggunakan excel.
2. Sering terjadi kerangkapan data.
3. Kesulitan dalam melakukan pencarian data yang diperlukan
mengenai data pelanggan.
53

4. Kesulitan dalam melakukan pencarian data yang diperlukan


mengenai data persediaan barang.
5. Pembuatan laporan masih menggunakan sistem manual, sehingga
memerlukan waktu yang relatif lama.
Mungkin dengan membangun sebuah sistem penjualan yang
komputerisasi dapat dijadikan sebagai salah satu pemecahan masalah
untuk pembangunan manajemen sebuah institusi yang sistemnya
masih dilakukan secara manual dan tentunya hal ini disesuaikan
dengan kebutuhan perusahaan serta berbagai aspek lainnya, seperti :
ketersediaan sarana pendukung yang memadai sehingga
memudahkan untuk mengimplementasikan sistem agar terlaksana
dengan baik dan berdaya guna. Dan dengan sistem penjualan yang
berkomputerisasi perusahaan juga akan mendapat keuntungan
dibanding dengan system manual, yaitu:
1. Efisiensi kerja dapat ditingkatkan
2. Tidak memerlukan tempat yang besar untuk menyimpan dokumen
informasi yang dihasilkan.
3. Proses pemeliharaan data dapat dilakukan dengan mudah dan
waktu yang relatif singkat.
4. Penyajian laporan lebih cepat dan tepat waktu bila sewaktu-waktu
diperlukan.
5. Menggunakan alat bantu yang sudah ada dan serta
mengoptimalkan sumber daya yang sudah ada.
Dan dalam suatu sistem yang bisa menguntungkan tidak menutup
kemungkinan bahwa sistem komputerisasi juga ada kerugianya,
diantaranya:
1. Membutuhkan biaya investasi untuk pembangunan serta
implementasi sistem.
2. Dibutuhkan waktu pelatihan personil serta peralihan dari sitem yang
lama ke sistem yang baru.
54

BAB V
PENUTUP

A. Kesimpulan
Setelah menganalisa permasalahan yang selama ini terjadi pada
PD. Tjat Sentosa, maka penulis dapat menyimpulkan sebagai berikut :
1. Penerapan sistem komputerisasi pada sistem penjualan PD.
Tjat Sentosa terhadap Pelanggan akan sangat membantu
perusahaan dalam memenuhi kebutuhan laporan yang diharapkan.
2. Sistem penjualan PD. Tjat Sentosa yang berkomputerisasi
dimaksudkan untuk meningkatkan efesiensi dan efektifitas kerja
dalam pengolahan data, guna memperoleh informasi dengan cepat
dan akurat sehingga dapat digunakan sebagai bahan untuk
pengambilan keputusan bagi pimpinan dalam menentukan langkah
dan tujuan yang dicapai.
B. Saran
Sistem penjualan pada PD. Tjat Sentosa yang masih
menggunakan sistem manual pembuatan laporan penjualan masih
lambat dan bisa jadi kurang akurat. Dengan sistem penjualan yang
berkomputerisasai diharapkan dapat mengurangi permasalahan yang
selama ini sering dihadapi oleh PD. Tjat Sentosa. Namun, untuk
menjaga agar sistem yang berkomputerisasi tersebut dapat berkerja
dengan baik tentunya diperlukan tenaga yang memilki kemampuan
dibidang komputer agar selalu menjaga sistem tersebut.
Program aplikasi pengolahan data yang baik dapat
menghasilkan informasi yang tepat sehingga menunjang pengambilan
keputusan. Dengan adanya bantuan komputer sebagai alat bantu
pengolahan data yang cepat dan akurat maka semua kegiatan yang
terjadi akan lebih cepat dan dapat mengurangi atau menghindari
kesalahan. Selain itu informasi yang dihasilkan akan lebih cepat dan
55

akurat sehingga mempermudah pengambilan keputusan oleh pimpinan


PD. Tjat Sentosa.
Akhir kata penulis mengucapkan semoga dengan adanya
Penelitian dan penganalisaan pada sistem penjualan PD. Tjat Sentosa
dapat menjadi bahan pertimbangan oleh pimpinan perusahaan untuk
mengembangkan sistem manual menjadi sistem yang
berkomputerisasi dalam mengefesiensikan proses pengolahan data
penjualan. Dan Penulis mengucapkan terimakasih kepada PD. Tjat
Sentosa dengan adanya Kuliah Kerja Praktek (KKP) penulis dapat
menerapkan ilmu yang diperoleh dari Sekolah Tinggi Ilmu Komputer
Cipta Karya Informatika ( STIKO CKI ).

Bp/Ibu………………..
56

………………………..
………………………..

SURAT ORDER

Kepada Yth :…………….. Nomor : …………


…………….. Tanggal : …………
………………

No Nama Barang Satuan Jumlah

Hormat Kami,

( )

Lampiran 1
FAKTUR PENJUALAN
57

Nomor Faktur : ……………………………………

Tanggal : ……………………………………

No. Surat Order : ……………………………………

Nama Pelanggan / Costumer ………………………………………………


………………………………………………
No Nama Barang Jumlah Harga Satuan Jumlah Harga

Total :

Diterima Oleh BagianPenjualan

( ) ( )

Lampiran 2
NOTA PENGELUARAN BARANG
58

Nomor Nota : …………………………

Tanggal : ………………………….

Nama Pelanggan/Counter : ……………………………………………


……………………………………………….

Sesuai dengan nota permintaan barang bagian penjualan, berikut kami


keluarkan barang-barang sesuai dengan pesanan berikut ini :

No Nama Barang Jumlah Keterangan

Demikian nota pengeluaran ini disampaikan.

Diterima Oleh Bagian penjualan

( ) ( )

Lampiran 3
FAKTUR KIRIM
59

Nomor : ……………………. Kepada Yth : ………...............

Tanggal : ……………………. …………………

No. Faktur : ……………………. …………………

No Nama Barang Jumlah Harga Jumlah Harga


Satuan

Diterima Oleh Bagian Penjualan

( ) ( )

Lampiran 4

NOTA PERMINTAAN BARANG


60

Nomor Nota : …………………

Tanggal Nota : …………………

Nama Pelanggan/Counter
: ................................................
.................
……………………………………………
……………………………………………
Mohon untuk dikeluarkan barang-barang sebagaimana permintaan
pelanggan tersebut di bawah ini :

No Nama Barang Jumlah Keterangan

Demikian permintaan ini disampaikan.

Diterima Oleh Bagian Penjualan

( ) ( )

Lampiran 5
61

KWITANSI

Nomor Kwitansi : …………………

Tanggal Kwitansi : …………………

Nama Pelanggan/Counter : .........................

No. Faktur : .........................

Jumlah Bayar : .........................

Terbilang : .........................................................................
.......................................................................................................................
.......................................................................................................................
.......................................................................................................................
..............................................

Pelanggan Kasir

( ) ( )

Lampiran 6
62

STRUK PEMBAYARAN

Nomor Struk : …………………

Tanggal Struk : …………………

Nama Pelanggan/Counter : .........................

No. Faktur : .........................

Jumlah Bayar : .........................

Kasir

( )

Lampiran 7
63

SLIP PEMBAYARAN

Nomor Slip : …………………

Tanggal Slip : …………………

Nama Pelanggan/Counter : .........................

No. Faktur : .........................

Jumlah Bayar : .........................

Pelanggan

( )

Lampiran 8
64

LAPORAN PENJUALAN
PER

No Nama Barang Jumlah Barang Harga Satuan Total Harga

No Account Debit Kredit


1. Piutang Dagang
2. Utang Dagang
3. Penjualan Barang Dagangan
4. Beaya Transport

Jakarta,…………

Pimpinan Marketing

( ) ( )

Lampiran 9
65

LAPORAN PELANGGAN
PER

No Nama Pelanggan No. Telp Alamat Keterangan

Jakarta,..............

Pimpinan Marketing

( ) ( )

Lampiran 10
66

LAPORAN BARANG
PER

No Nama Barang Kode Jumlah Barang Keterangan


Barang

Jakarta,..............

Pimpinan Gudang

( ) ( )

Lampiran 11