Anda di halaman 1dari 2

PROVINSI BENGKULU

Provinsi Bengkulu lahir pada tanggal 18 November 1968, yaitu provinsi ke-
26 dari 27 provinsi di Indonesia saat itu. Yang mana sebelumnya Bengkulu
merupakan bagian ruang lingkup administratife Provinsi Sumatera Selatan.
Provinsi Bengkulu terletak pada pantai barat pulau Sumatera, dengan luas
19.788,7 Km². Provinsi ini sebelah utaranya berbatasan dengan Provinsi Sumatera
Barat, bagian barat berbatasan dengan Samudra Hindia, bagian Timur berbatasan
dengan Provinsi Jambi dan Provinsi Sumatera Selatan dan sebelah Selatannya
berbatasan dengan samudera Hidia dan Provinsi Lampung.
Secara administrative Provinsi ini terdiri dari 8 kabupaten yaitu Kabupaten
Bengkulu Selatan, Rejang Lebong, Bengkulu Utara, Kaur, Seluma, Muko-Muko,
Lebong dan Kepahyang serta 1 kota, yaitu kota Bengkulu yang sekaligus
merupakan ibu kota provinsi ini. Dengan kepadatan penduduk mencapai 81 jiwa
per km². Mata pencaharian masyarakat Bengkulu sebagian besar adalah petani,
dan juga berprofesi sebagai pedagang, nelayan dan PNS.
Adapun bahasa-bahasa yang digunakan masyarakat Bengkulu terdapat
empat bahasa daerah, yaitu Bahasa Melayu (Malay) Bahasa Rejang, Bahasa Pekal,
Bahasa Lembak. Serta terdiri dari tiga rumpun suku besar yakni Suku Rejang,
Suku Serawai, dan Suku Melayu. Agama yang dianut Masyarakat Bengkulu
mayoritas adalah Agama Islam dan juga terdapat agama lain seperti Kristen,
Hindu, Bhuda, dan animisme.
Bengkulu memiliki obyek wisata yang sangat beragam, baik wisata alam,
budaya maupun sejarah. Wisata Alamnya, misalnya : Bukit Kaba di Curup, Bukit
Belerang Semaleko di Lebong Selatan, Bunga Raflesia Arnoldi di Taba
Penanjung, pantai Panjang Nala di Gading Cempaka, Pantai pasir putih Pulau
Baai, danau di Selebar, danau Tes di Lebong Selatan, cagar alam Lubuk Tapi di
Pino, etc. Adapun wisata sejarah yang dapat dikunjungi di Bengkulu antara lain
rumah peninggalan Bung Karno, Benteng Malborough, dan monumen Thomas Par
di Teluk Segara. Rumah peninggalan Bung Karno yaitu tempat dimana Soekarno
pernah diasingkan oleh pemerintah colonial Belanda pada masa penjajahan.
Karena di masa itu Soekarno merupakan aktivis kemerdekaan yang ditentang oleh
Belanda. Dan pada masa itu juga Soekarno berkenalan dengan Fatmawati yang
kemudian menjadi istrinya. Sedangkan wisata budaya yang terdapat di Bengkulu
antara lain Tarian rakyat Enggano, Perayaan Tabot, dan kerajinan kain Besurek.
Semboyan masyarakat Bengkulu adalah “ Sekundang setungguan seio sekato”
yang menyangkut kepentingan bersama yang artinya seberat apapun pekerjaan jika
dikerjakan bersama-sama akan terasa ringan juga.
Untuk akses menuju Provinsi Bengkulu dapat melalui jalur udara, darat
maupun laut. Bandar udara yang terdapat di Bengkulu adalah Bandara udara
Fatmawati Soekarno di Kota Bengkulu, dan Bandara Muko-muko di Kabupaten
Muko-muko. Sedangkan pelabuhan laut di Provinsi Bengkulu yaitu Pelabuhan
Bintuhan, Pelabuhan Malakoni, dan pelabuhan Pulau Baai. Pelabuhan Pulau Baai
merupakan pelabuhan yang paling luas di Provinsi Bengkulu.
Semboyan masyarakat Bengkulu adalah “Sekundang setugguan seio
sekato” Itu adalah tentang kepentingan bersama. Yaitu ketika membuat suatu
kebijakan harus menyangkut kepentingan bersama. Gubernur Provinsi Bengkulu
sekarang adalah Agusrin M Najamudin, ST yang berusia 36 Tahun. Dan bahkan
pernah menyandang predikat Gubernur termuda se-Indonesia.

“Tabot adalah suatu perayaan tradisional yang dilaksanakan dari tanggal 1


sampai dengan tanggal 10 Muharram setiap tahunnya untuk memperingati gugurnya
Hasan dan Husen cucu Nabi Muhammad SAW oleh keluarga Yalid dari kaum Syiah,
dalam peperangan di Karbala pada tahun 61 Hijriah. Pada perayaan TABOT tersebut
dilaksanakan berbagai pameran serta lomba ikan–ikan, telong–telong, serta arak-
arakan yang menuju Pantai Panjang Bengkulu.”