Anda di halaman 1dari 4

Pertukaran Oksigen dan Carbondioksida

1. pertukaran oksigen
Kebutuhan oksigen setiap individu berbeda-beda tergantung pada umur, aktivitas, berat
badan, jenis kelamin dan jumlah makanan yang dikonsumsi makanan yang dikonsumsi.
Dalam keadaan biasa jumlah oksigen yang dibutuhkan sebanyak 300 ml perhari per
individu. Sebagian besar oksigen diangkut oleh hemoglobin dengan reaksi sebagai
berikut:

Hb4 + 4 O2 -----> 4 HbO2


Proses pengikatan dan pelepasan oksigen dipengaruhi oleh tekanan oksigen, kadar
oksigen, kadar carbondioksida dan kadar oksigen dan karbondioksida di jaringan tubuh
dan berjalan secara difusi

Penjelasan dari segi tekanan dapat dijelaskan


sebagai berikut:
Tekanan oksigen di udara(PO2=160 mmHg) lebih besar dibanding tekanan oksigen
dalam alveolus (PO2=105mmHg). sedang Tekanan oksigen di arteri 100 mmHg, tekanan
oksigen di jaringan 40 mmHg, tekanan oksigen di vena lebih kecil 40 mmHg. Jadi
tekanan oksigen di udara luar lebih besar tekanan oksigen di alveolus. Tekanan udara di
alveolus lebih besar dibandingkan tekanan oksigen di arteri. Tekanan oksigen di arteri
lebih besar dari tekanan oksigen di jaringan.
•Berapa cc O2 yang dapat diangkut oleh 5 liter darah, sekali beredar ke seluruh tubuh?
Setiap 100 cc darah di arteri mampu mengangkut 19 ccO2.
Setelah sampai di vena setiap 100 cc darah masih mengandung O2 sebanyak 12 cc Jadi
volume O2 yang tertinggal di jaringan adalah 7 cc
•Jika volume darah ada 5 liter, atau 5000 liter, maka volume O2 yang sampai ke jaringan
sekali beredar adalah:
•5000 / 100 x 7 cc = 50 x 7 = 350 cc
2. pertukaran Karbondioksida
P.CO2 di jaringan tubuh = 60 mmHg à P. CO2 di vena = 47 mmHg à P. CO2 di alveolus
(PCO2= 35 mmHg) atau luar tubuh = 0.3 mmHg
•Pengangkutan CO2 oleh darah dilakukan 3 cara yaitu:
a. Oleh plasma darah
CO2 + H2O H2CO3
Pengangkutan ini dibantu enzim karbonat anhidrase jumlah CO2 yang dapat di
angkut sebanyak 5 %
b. Oleh Hemoglobin
CO2 + Hb -----> HbCO2 (Karbominohemoglobin)
c. Pertukaran klorida
- CO2 + H2O -------> HCO3
- H2CO3 -------> H+ dan HCO3
- H+ di ikat Hb, krn bersifat racun dalam sel
- HCO3 --------> ke plasma darah
- HCO3 ---------> diganti oleh Cl-

PERTUKARAN CO2 JARINGAN TUBUH - SEL DARAH ( RESPIRASI INTERNAL)

PERTUKARAN CO2 SEL DARAH - PARU PARU ( RESPIRASI EXTERNAL)


• Changes in blood CO2 and hydrogen ion
concentration (pH) cause shifts in the oxygen
dissociation curve. These shifts enhance oxygen
release in tissues and enhance oxygen uptake in
the lungs. This is known as the BOHR EFFECT

• In exercising tissues, PCO2 is high and hydrogen


ion concentration, [H+], is also high due to the
formation of carbonic acid which dissociates to
form bicarbonate ions and hydrogen ions (there is
more information on this reaction in the carbon
dioxide transport section). This increase in CO2
and decrease in pH shifts the dissociation curve to
the right for a given PO2, releasing more oxygen
to the tissues.

• In the lungs, PCO2 is low and hydrogen ion (H+)


concentration is also low. This decrease in CO2
and increase in pH shifts the dissociation curve to
the left for a given PO2, enhancing oxygen uptake.
The red line on the graph represents
the dissociation
curve at a normal pH (pH = 7.4).

The green line represents the curve in


the blood of
exercising tissues, shifted to the right of
the normal curve.

The black line represents the curve in


the blood at the
lungs, shifted to the left of the normal
curve.
Image reproduced from Mammalian Physiology lecture notes.
Permission granted by Domnica Marghescu, Chief Technician, Physiology Department,
McGill University

Higher PCO2 = Higher [H+] = Lower pH


= Shift to the RIGHT
Lower PCO2 = Lower [H+] = Higher pH
= Shift to the LEFT
• Increased temperature, such as in exercising
tissues, shifts the curve to the right releasing
oxygen.

• Decreased temperature shifts the curve to the


left, enhancing oxygen uptake.