Anda di halaman 1dari 2

ad@yahoo.

com
Tausiyah Of The Day
===============================
Aku Makin Cantik Hari Ini

Tahukah engkau, aku makin cantik hari ini! Sungguh, aku makin cantik! Lebih cantik dari
kemarin, dari kemarinnya lagi, dan dari kemarin-kemarinnya lagi. Coba lihat, dahiku tidak
berkerut-kerut oleh pikiran dan kepedihan seperti beberapa hari yang lalu. Bibirku tidak
mengerucut oleh kejengkelan dan kemarahan seperti kemarin. Mukaku tidak lagi tertekuk penuh
beban dan beBeTean seperti waktu-waktu yang lewat. Tubuhku tidak lagi lesu karena keputus
asaan dan kehilangan harapan.

Sungguh, aku makin cantik hari ini! Coba perhatikan, mataku bersinar-sinar oleh kegembiraan.
Bibirku merekah lebar oleh senyum ketulusan. Pipiku merona merah oleh semangat
pengharapan. Urat-urat wajahku santai memancarkan aura kepasrahan. Dan semuanya
menjadikan wajahku berseri-seri. Sungguh, cantiknya aku hari ini!

Sudah sepekan aku banyak tertawa, menari dan menyanyi, menikmati hidup ini dan tidak
membiarkan permasalahan mempengaruhi suasana hati. Ah, cantiknya diriku karenanya. Sudah
sepekan aku berusaha banyak menyapa dan memaafkan semua saudara. Dan itu telah
membuatku lebih cantik hari ini. Sudah seminggu aku berusaha lebih banyak berderma pada
sesama. Kini aku merasakan cantik sebagai balasannya. Sudah seperempat bulan aku berusaha
lebih mensyukuri setiap karunia Ilahi. Dan kini kurasakan Allah menambahi nikmat itu dengan
menjadikanku cantik sekali.

Bahagianya aku karenanya! Dan bahagia itu, kurasakan kian membuatku cantik saja.

***

Ada kalanya kita membenci diri kita sendiri. Ada kalanya kita tidak menyukai apa yang kita
lakukan. Ada kalanya kita melakukan kesalahan. Ada kalanya kita terpuruk dalam kepedihan.
Ada kalanya kita tenggelam dalam kesedihan. Ada kalanya kita tak mengerti mengapa hidup
berjalan tidak seperti yang kita bayangkan. Ada kalanya perjalanan menjadi demikian berat kita
rasakan. Hingga sikap kita pun terbawa oleh perasaan.

Hingga kita mengambil langkah tanpa pertimbangan. Tindakan yang dilakukan pun merupakan
reaksi spontan. Akibatnya yang tertinggal kemudian hanya penyesalan dan keterpurukan yang
semakin dalam. Dan tahukah dikau? Semua itu akan menyebabkan penampilan dan tampang kita
menjadi makin buruk saja..

Maka berbahagialah ketika kita bisa melewati masa-masa seperti itu dengan elegan. Saat kita bisa
menahan diri terhadapa sesuatu yang sangat kita inginkan. Saat kita bisa menghadapi segala
permasalahan dengan tenang.

Saat kita berhasil menaklukkan musibah dan hambatan penyebab kesedihan.. Hidup tidaklah
berjalan seperti yang kita inginkan, karena itu melewati saat-saat yang tidak meneyenangkan
adalah sebuah hal yang membahagiakan. Misalnya, sesungguhnya aku adalah seorang yang
sangat emosional. Adalah membahagiakan bagiku ketika dalam banyak hal akhir-akhir ini aku
dapat meredam emosiku.

Dan itu membuat aku merasa cantik sekali. Aku adalah seorang yang sangat ekspresif, sehingga
perasaan apapun yang tersimpan di hati akan nampak dengan jelas pada bahasa tubuh. Maka
sungguh membahagiakan ketika dalam banyak hal kemudian aku dapat menyembunyikan
perasaan yang sesungguhnya dan dapat tetap tampil stabil.
Dan sungguh, aku merasa makin cantik karenanya. Adalah hal yang menyenangkan ketika aku
tidak panik, padahal aslinya aku adalah seorang yang gampang panik. Maka sungguh
menyenangkan, ketika aku dapat mengontrol semua emosi, pikiran dan perasaan sehingga
berhasil mengatasi diri sendiri. Betapa membahagiakan tatkala kita berhasil mengalahkan diri
sendiri. Ketika aku dapat melakukannya, maka ini adalah pencapaian terbesar dalam hidupku.

Hingga kemudian kegagalan-kegalan yang telah kita lalui bukanlah sesuatu yang sia-sia. Selama
kita tak kehilangan pelajaran dari kegagalan yang kita alami, semua itu akan menjadi bukti
sejarah atas pembelajaran hidup. Rasulullah bersabda, sesungguhnya seorang muslim yang
terbaik bukanlah yang tidak pernah berbuat kesalahan, namun mereka yang tiap kali melakukan
kesalahan mengakuinya, menerimanya dan kemudian berusaha bangkit untuk memperbaikinya,
lagi dan lagi. Tak perlu ada sakit hati, tak perlu ada kecewa karena sesungguhnya segala sesuatu
bagi orang muslim adalah baik saja, selama dia bersyukur tiap mendapat nikmat dan sabar saat
tertimpa musibah.

Karena itu, dengan bangga kunyatakan, aku makin cantik hari ini. Apakah engkau juga? Hei,
jangan lupa, ingatkan daku jika engkau melihatku lebih jelek esok hari!