P. 1
KTSP DOK 1 REVISI

KTSP DOK 1 REVISI

|Views: 1,333|Likes:
Dipublikasikan oleh Onepiece Tea
Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang beragam mengacu pada Standar Nasional Pendidikan untuk menjamin pencapaian tujuan pendidikan nasional. Standar Nasional Pendidikan terdiri atas standar isi, proses, kompetensi lulusan, tenaga kependidikan, sarana dan prasarana, pengelolaan, pembiayaan dan penilaian pendidikan. Dua dari kedelapan standar nasional pendidikan tersebut, yaitu Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) merupakan acuan utama bagi satuan pendidikan dalam mengembangkan kurikulum.
Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang beragam mengacu pada Standar Nasional Pendidikan untuk menjamin pencapaian tujuan pendidikan nasional. Standar Nasional Pendidikan terdiri atas standar isi, proses, kompetensi lulusan, tenaga kependidikan, sarana dan prasarana, pengelolaan, pembiayaan dan penilaian pendidikan. Dua dari kedelapan standar nasional pendidikan tersebut, yaitu Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) merupakan acuan utama bagi satuan pendidikan dalam mengembangkan kurikulum.

More info:

Published by: Onepiece Tea on Jul 18, 2010
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as RTF, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/20/2013

pdf

text

original

Kabupaten Karawang

();;.;;.;;.;;.;;.;;.;;.;;.;;;();;.;;.;;.;;.;;.;;.;;.;;.;;;.;;.;;.;;.;;.;;.;;.;;.;;.;;;();;.;;.;;.;;.;;.;;.;;.;;.;;; ();;.;;.;;.;;.;;.;;.;;.;;.;;;  ;;o;;   ;; ;;o;;   ;; ;;o;;   ;;; ;;o;;   ;; ;;o;;   ;; ;;o; ;;;;.;;.;;.;;.;;.;;.;;.;;.;;.;;;.;;.;;.;;.;;.;;.;;.;;.;;.;;; ();;.;;.;;.;;.;;.;;.;;.;;.;;;;;o;;;;;;o;;;;;;o;;;;;.;;.;;.;;.;;.;;.;;.;;.;;.;;;.;;.;;.;;.;; .;;.;;.;;.;;.;;;.;;.;;;;-;;.;;;;.;;.;;.;;;();;.;;.;;.;;.;;.;;.;;.;;.;;;

SMP NEGERI CITARUM KABUPATEN KARAWANG

Disusun Oleh :

TIM PENGEMBANG KURIKULUM KABUPATEN KARAWANG

PEMERINTAH KABUPATEN KARAWANG DINAS PENDIDIKAN
2007

BAB I PENDAHULUAN
A. Rasional B. Landasan C. Tujuan Pengembangan D. Prinsip-prinsip Pengembangan

3
3 4 4 5

BAB II TUJUAN PENDIDIKAN
A. Tujuan Pendidikan B. Visi C. Misi D. Tujuan Sekolah

7
7 7 8 8

BAB III STRUKTUR DAN MUATAN KURIKULUM
A. Struktur Kurikulum B. Muatan Kurikulum 1. Mata Pelajaran 2. Muatan Lokal 3. Kegiatan Pengembangan Diri 4. Pengaturan Beban Belajar 5. Ketuntasan Belajar 6. Kenaikan Kelas dan Penlulusan 7. Pendidikan Kecakapan Hidup 8. Pendidikan Berbasis Keunggulan Lokal dan Global

11
11 11 11 12 13 14 15 16 17 17

BAB IV KALENDER PENDIDIKAN BAB V PENUTUP LAMPIRAN-LAMPIRAN

1 8 20

2

1. 2. 3. 4. 5. 7. 8. 9. 10 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17.

Program Tahunan Program Semester Pemetaan, KKM, Silabus dan RPP Mata Pelajaran Pend. Agama Islam Pemetaan, KKM, Silabus dan RPP Mata Pelajaran Pend. Agama Kristen Pemetaan, KKM, Silabus dan RPP Mata Pelajaran Pend. Kewarganegaraan (PKn) Pemetaan, KKM, Silabus dan RPP Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Pemetaan, KKM, Silabus dan RPP Mata Pelajaran Bahasa Inggris Pemetaan, KKM, Silabus dan RPP Mata Pelajaran Matematika Pemetaan, KKM, Silabus dan RPP Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) Pemetaan, KKM, Silabus dan RPP Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Pemetaan, KKM, Silabus dan RPP Mata Pelajaran Seni Budaya Pemetaan, KKM, Silabus dan RPP Mata Pelajaran Pend. Jasmani (Penjas) Pemetaan, KKM, Silabus dan RPP Mata Pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi Pemetaan, KKM, Silabus dan RPP Mata Pelajaran Mulok Wajib Bhs Sunda Pemetaan, KKM, Silabus dan RPP Mata Pelajaran Mulok Pilihan Tata Boga SK, KD, Pemetaan, KKM, Silabus dan RPP Mata Pelajaran Mulok Pilihan PLH

3

Kurikulum dikembangkan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Tujuan tertentu ini meliputi tujuan pendidikan nasional serta kesesuaian dengan kekhasan, kondisi dan potensi daerah, satuan pendidikan dan peserta didik. Oleh sebab itu kurikulum disusun oleh satuan pendidikan untuk memungkinkan penyesuaian program pendidikan dengan kebutuhan dan potensi yang ada di SMP Negeri CITARUM. Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang beragam mengacu pada Standar Nasional Pendidikan untuk menjamin pencapaian tujuan pendidikan nasional. Standar Nasional Pendidikan terdiri atas standar isi, proses, kompetensi lulusan, tenaga kependidikan,

sarana dan prasarana, pengelolaan, pembiayaan dan penilaian pendidikan. Dua dari kedelapan standar nasional pendidikan tersebut, yaitu
Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) merupakan acuan utama bagi satuan pendidikan dalam mengembangkan kurikulum. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) disusun antara lain agar dapat memberi kesempatan peserta didik belajar untuk :

(a) beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, (b) memahami dan menghayati, (c) mampu melaksanakan dan berbuat secara efektif, (d) hidup bersama dan berguna untuk orang lain, dan membangun dan menemukan jati diri melalui proses belajar yang aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan.
Komponen KTSP terdiri dari:

Tujuan Pendidikan Sekolah Struktur dan Muatan Kurikulum Kalender Pendidikan Silabus Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
4

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. 3. Standar Isi Standar Isi (SI) mencakup lingkup materi dan tingkat kompetensi untuk mencapai kompetensi lulusan pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu. Termasuk dalam SI adalah : kerangka dasar dan struktur kurikulum, Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD) setiap mata pelajaran pada setiap semester dari setiap jenis dan jenjang pendidikan dasar dan menengah. SI ditetapkan dengan Kepmendiknas No. 22 Tahun 2006. 4. Standar Kompetensi Lulusan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) merupakan kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap, pengetahuan dan keterampilan sebagaimana yang ditetapkan dengan Kepmendiknas No. 23 Tahun 2006. Peraturan Daerah Kabupaten KARAWANG. Tentang Mulok Pendidikan Lingkungan Hidup

Tujuan Penyusunan Kurikulum ini adalah sebagai acuan dalam pengembangan kurikulum yang akan dilaksanakan di SMP Negeri CITARUM KARAWANG, terutama bagi Kepala Sekolah, Guru, TU, Siswa dan Komite Sekolah.

Kurikulum ini dikembangkan berdasarkan prinsip-prinsip sebagai berikut :

Berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya.
Kurikulum dikembangkan berdasarkan prinsip bahwa peserta didik memiliki posisi sentral untuk mengembangkan kompetensinya agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Untuk mendukung pencapaian tujuan tersebut pengembangan 5

kompetensi peserta didik disesuaikan dengan potensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan peserta didik serta tuntutan lingkungan. Memiliki posisi sentral berarti kegiatan pembelajaran berpusat pada peserta didik.

Beragam dan terpadu
Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan keragaman karakteristik peserta didik, kondisi daerah, jenjang dan jenis pendidikan, serta menghargai dan tidak diskriminatif terhadap perbedaan agama, suku, budaya, adat istiadat, status sosial ekonomi, dan jender. Kurikulum meliputi substansi komponen muatan wajib kurikulum, muatan lokal, dan pengembangan diri secara terpadu, serta disusun dalam keterkaitan dan kesinambungan yang bermakna dan tepat antarsubstansi.

Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni
Kurikulum dikembangkan atas dasar kesadaran bahwa ilmu pengetahuan, teknologi dan seni yang berkembang secara dinamis. Oleh karena itu, semangat dan isi kurikulum memberikan pengalaman belajar peserta didik untuk mengikuti dan memanfaatkan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni.

Relevan dengan kebutuhan kehidupan
Pengembangan kurikulum dilakukan dengan melibatkan pemangku kepentingan (stakeholders) untuk menjamin relevansi pendidikan dengan kebutuhan kehidupan, termasuk di dalamnya kehidupan kemasyarakatan, dunia usaha dan dunia kerja. Oleh karena itu, pengembangan keterampilan pribadi, keterampilan berpikir, keterampilan sosial, keterampilan akademik, dan keterampilan vokasional merupakan keniscayaan.

Menyeluruh dan berkesinambungan
Substansi kurikulum mencakup keseluruhan dimensi kompetensi, bidang kajian keilmuan dan mata pelajaran yang direncanakan dan disajikan secara berkesinambungan antarsemua jenjang pendidikan.

Belajar sepanjang hayat
Kurikulum diarahkan kepada proses pengembangan, pembudayaan, dan pemberdayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat. Kurikulum mencerminkan keterkaitan antara unsur-unsur pendidikan formal, nonformal, dan informal dengan memperhatikan kondisi dan tuntutan lingkungan yang selalu berkembang serta arah pengembangan manusia seutuhnya.

6

Seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah
Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan kepentingan nasional dan kepentingan daerah untuk membangun kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Kepentingan nasional dan kepentingan daerah harus saling mengisi dan memberdayakan sejalan dengan motto Bhineka Tunggal Ika dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

7

Kurikulum disusun oleh satuan pendidikan untuk memungkinkan penyesuaian program pendidikan dengan kebutuhan dan potensi yang ada di sekolah. Sekolah sebagai unit penyelenggara pendidikan juga harus memperhatikan perkembangan dan tantangan masa depan. Perkembangan dan tantangan itu misalnya menyangkut: (1) perkembangan ilmu pengetahuan dan

teknologi, (2) globalisasi yang memungkinkan sangat cepatnya arus perubahan dan mobilitas antar dan lintas sektor serta tempat, (3) era informasi, (4) pengaruh globalisasi terhadap perubahan perilaku dan moral manusia, (5) berubahnya kesadaran masyarakat dan orang tua terhadap pendidikan, (6) dan era perdagangan bebas.
Tantangan sekaligus peluang itu harus direspon oleh sekolah kami, sehingga visi sekolah diharapkan sesuai dengan arah perkembangan tersebut. Visi tidak lain merupakan citra moral yang menggambarkan profil sekolah yang diinginkan di masa datang. Namun demikian, visi sekolah kami tetap dalam koridor kebijakan pendidikan nasional. Dengan memperhatikan dan mempertimbangkan (1) potensi yang dimiliki sekolah, (2) harapan

masyarakat yang dilayani oleh sekolah.
Dalam merumuskan visi, kami melibatkan pihak-pihak terkait (stakeholders) untuk bermusyawarah, sehingga visi sekolah mewakili aspirasi berbagai kelompok yang terkait, sehingga seluruh kelompok yang terkait (guru, karyawan, siswa, orang tua, masyarakat, pemerintah) mempunyai rasa memiliki, tanggung jawab serta bersama-sama berperan aktif untuk mewujudkannya.

8

Visi SMPN CITARUM Kabupaten KARAWANG
“DI PUNCAK PRESTASI DENGAN BERPIJAK PADA IMAN DAN TAKWA” Kami memilih visi ini untuk tujuan jangka panjang, jangka menengah dan jangka pendek. Visi ini menjiwai warga sekolah kami untuk selalu mewujudkannya setiap saat dan berkelanjutan dalam mencapai tujuan sekolah. Untuk mencapai visi tersebut, perlu dilakukan suatu misi berupa kegiatan jangka panjang dengan arah yang jelas. Berikut ini merupakan misi yang dirumuskan berdasarkan visi di atas.

Misi SMPN CITARUM Kabupaten KARAWANG
Melaksanakan pembelajaran dan bimbingan secara efektif sehingga setiap siswa berkembang secara optimal, sesuai dengan potensi yang dimiliki. Mendorong dan membantu setiap siswa untuk mengenali potensi dirinya, sehingga dapat berkembang secara optimal. Menumbuhkan dan mendorong keunggulan dalam penerapan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni. Mendorong lulusan yang berkualitas, berprestasi, berakhlak tinggi, dan bertaqwa pada Tuhan Yang Maha Esa.
Misi merupakan kegiatan jangka panjang yang masih perlu diuraikan menjadi beberapa kegiatan yang memiliki tujuan lebih detil dan lebih jelas. Berikut ini jabaran tujuan yang diuraikan dari visi dan misi di atas.

Tujuan SMPN CITARUM Kabupaten KARAWANG
Tujuan dalam penyusunan Kurikulum merupakan jabaran dari visi dan misi 9

agar komunikatif dan bisa diukur sebagai berikut:

Misi 1 : Melaksanakan pembelajaran dan bimbingan secara efektif sehingga setiap siswa berkembang secara optimal, sesuai dengan potensi yang dimiliki. Tujuan :
1. Menurunnya angka siswa drop out hingga nol persen ditahun pelajaran 2008- 2010. 2. Tercapainya perolehan nilai UAN Tahun Pelajaran 2007-2008, dengan rata-rata 55.

Misi 2 : Mendorong dan membantu setiap siswa untuk mengenali potensi dirinya, sehingga dapat berkembang secara optimal. Tujuan :
1. Mempunyai keterampilan membuat makanan khas KARAWANG 2. Memiliki keterampilan berbahasa Inggris dalam berkomunikasi dengan wisatawan asing.

Misi 3 : Menumbuhkan dan mendorong keunggulan dalam penerapan ilmu pengetahuan, teknologi, olahraga dan seni. Tujuan :
Meraih minimal 5 besar di tingkat kabupaten dalam Lomba Cerdas Tangkas Mata Pelajaran Matematika. Meraih minimal Juara 3 di tingkat kabupaten dalam lomba Pidato Mata Pelajaran Bahasa Inggeris. Meraih 5 besar di tingkat kabupaten dalam olympiade Sains (Fisika, Biologi, Matematika). Memperoleh Juara 2 dalam loba Bola Basket di Wilayah III Cirebon.

Misi 4 : Menumbuhkan penghayatan terhadap ajaran agama yang dianut dan budaya bangsa sehingga terbangun siswa yang kompeten dan berakhlak mulia. Tujuan :
1. Terlaksananya ibadah sholat dhuhur berjamaah setiap hari di sekolah. 2. Terselenggaranya sholat jumat di sekolah

Misi 5 : Mendorong lulusan yang berkualitas, berprestasi, berakhlak tinggi, dan bertaqwa pada Tuhan Yang Maha Esa. Tujuan :
1. Meraih minimal juara 3 MTQ Tingkat Kabupaten 2. Dimilikinya grup kesenian yang bernuansa islami (Nasid) 10

Tujuan tersebut secara bertahap akan dimonitoring, dievaluasi, dan dikendalikan setiap kurun waktu tertentu, untuk mencapai Standar Kompetensi Lulusan (SKL) Sekolah Menengah Pertama dan Madrasah Tsanawiyah yang dibakukan secara nasional, sebagai berikut:

Meyakini, memahami, dan menjalankan ajaran agama yang diyakini dalam kehidupan. Memahami dan menjalankan hak dan kewajiban untuk berkarya dan memanfaatkan lingkungan secara bertanggung jawab. Berpikir secara logis, kritis, kreatif, inovatif dalam memecahkan masalah, serta berkomunikasi melalui berbagai media. Menyenangi dan menghargai seni. Menjalankan pola hidup bersih, bugar, dan sehat. Berpartisipasi dalam kehidupan sebagai cerminan rasa cinta dan bangga terhadap bangsa dan tanah air.
Selanjutnya, atas keputusan bersama, SKL tersebut lebih kami rinci sebagai berikut: Mampu menampilkan kebiasaan sopan santun dan berbudi pekerti sebagai cerminan akhlak mulia dan iman taqwa. Mampu berbahasa Inggris secara aktif. Mampu mengaktualisasikan diri dalam berbagai seni dan olah raga, sesuai pilihannya. Mampu mendalami cabang pengetahuan yang dipilih. Mampu mengoperasikan komputer aktif untuk program microsoft word, exsel, dan desain grafis. Mampu melanjutkan ke SMA/SMK terbaik sesuai pilihannya melalui pencapaian target pilihan yang ditentukan sendiri. Mampu bersaing dalam mengikuti berbagai kompetisi akademik dan non akademik di tingkat kecamatan, kodya, propinsi, dan nasional. Mampu memiliki kecakapan hidup personal, sosial, environmental dan pravocasional.

11

12

0100090000037800000002001c00000000000400000003010800050000000b020000000 0050000000c0210000907040000002e0118001c000000fb021000070000000000bc02000 000000102022253797374656d000009070000a14f0000985c110004ee8339580a18000c0 20000040000002d01000004000000020101001c000000fb02ceff00000000000090010000 00000440001254696d6573204e657720526f6d616e000000000000000000000000000000 0000040000002d010100050000000902000000020d000000320a2d00000001000400000 0000008071000205f1600040000002d010000030000000000 Struktur Kurikulum SMP Negeri CITARUM terdiri atas 34 jam pelajaran setiap minggu dengan setiap jam pelajaran 40 menit. Jenis program pendidikan terdiri dari (1) program umum meliputi sejumlah mata pelajaran yang wajib diikuti seluruh peserta didik dan (2) program pilihan meliputi mata pelajaran yang menjadi ciri khas keunggulan daerah berupa mata pelajaran muatan lokal. Mata pelajaran yang wajib diikuti pada program umum berjumlah 10, sementara keberadaan mata pelajaran Muatan Lokal ditentukan oleh kebijakan Dinas Pendidikan Kabupaten KARAWANG dan kebutuhan sekolah. Pengaturan beban belajar disesuaikan dengan alokasi waktu yang telah ditentukan dalam struktur kurikulum. SMPN CITARUM menambah dua jam pembelajaran per minggu secara keseluruhan. Pemanfaatan jam pembelajaran tambahan telah mempertimbangkan kebutuhan peserta didik dalam mencapai kompetensi, di samping memanfaatkan mata pelajaran lain yang dianggap penting namun tidak terdapat di dalam struktur kurikulum yang tercantum di dalam Standar Isi.

1. Mata Pelajaran
Mata pelajaran merupakan materi bahan ajar berdasarkan landasan keilmuan yang akan dibelajarkan kepada peserta didik sebagai beban belajar melalui metode dan pendekatan tertentu. Pada bagian ini sekolah mencantumkan mata pelajaran, muatan lokal, dan pengembangan diri beserta alokasi waktunya yang akan diberikan kepada peserta didik. Untuk kurikulum SMP , terdiri dari 10 mata pelajaran, muatan lokal, dan pengembangan diri yang harus diberikan kepada peserta didik. Berikut disajikan Struktur Kurikulum SMP Negeri CITARUM Kabupaten KARAWANG Komponen Kelas dan Alokasi Waktu VII
A. Mata Pelajaran 1. Pendidikan Agama 2 2 2

VIII

IX

13

2. Pendidikan Kewarganegaraan 3. Bahasa Indonesia 4. Bahasa Inggris 5. Matematika 6. Ilmu Pengetahuan Alam 7. Ilmu Pengetahuan Sosial 8. Seni Budaya 9. Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan 10. Teknologi Informasi dan Komunikasi B. Muatan Lokal Bahasa Sunda Pendidikan Lingkungan Hidup (PLH) Pendidikan Keterampilan Jasa dan Perniagaan (PKJP) **) C. Pengembangan Diri (Bimbingan Karir) Jumlah

2 4 4 4 4 4 2 2 2 2 2**) 2**) 2***) 36

2 4 4 4 4 4 2 2 2 2 2**) 2**) 2***) 36 2 4

2 4 4 4 4 2 2

2 2**) 2**) 2***) 36

*) **)

tambahan alokasi jam pelajaran merupakan mata pelajaran pilihan

2***) ekuivalen 2 jam pembelajaran

Di SMP Negeri CITARUM Kabupaten KARAWANG, terdapat program intra kurikuler seperti tabel di atas dan juga ekstra kurikuler yang dikembangkan dalam program Pengembangan Diri. Waktu belajar di sekolah kami dimulai dari pukul 7.00 pagi hingga pukul 13.40 selama 6 hari dari hari Senin hingga Sabtu. Pada Sore hari, digunakan untuk program ekstra kurikuler. Khusus hari Jum’at, jam pelajaran berakhir pukul 11.00 dilanjutkan sholat Jum’at di sekolah.

2. Muatan Lokal
Muatan lokal merupakan kegiatan kurikuler untuk mengembangkan

kompetensi yang disesuaikan dengan ciri khas dan potensi daerah, termasuk keunggulan daerah, yang materinya tidak sesuai menjadi bagian dari mata pelajaran lain dan atau terlalu banyak sehingga harus menjadi mata pelajaran tersendiri. Substansi muatan lokal
ditentukan oleh sekolah, tidak terbatas pada mata pelajaran seni-budaya dan keterampilan, tetapi juga mata pelajaran lainnya, seperti Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) . Muatan lokal yang menjadi ciri khas daerah (Provinsi Jawa Barat) dan diterapkan di sekolah kami adalah: Bahasa Sunda 14

Mulok Wajib untuk daerah Propinsi Jawa Barat, bagi semua kelas. Dengan Alokasi Waktu 2 Jam Pelajaran.

15

Pendidikan Lingkungan Hidup (PLH) Mulok Pilihan bagi semua siswa kelas VII hingga kelas IX. Alokasi waktu 1 jam pelajaran. Pendidikan Keterampilan Jasa dan Perniagaan (PKJP)

16

Mulok Pilihan bagi seluruh siswa dan diajarkan di kelas VII - IX. Alokasi waktu 1 jam pelajaran. Berikut ini tabel alokasi waktu untuk mata pelajaran Muatan Lokal yang diselenggarakan di SMPN CITARUM Kabupaten KARAWANG. No. 1 2 3 Mata Pelajaran Muatan Lokal Bahasa Sunda Pendidikan Lingkungan Hidup (PLH) Pendidikan Keterampilan Jasa dan Perniagaan (PKJP) Jumlah Alokasi Waktu (JP) VII 2 1 1 4 VIII 2 1 1 4 1 1 4 IX 2

3. Kegiatan Pengembangan Diri
Pengembangan diri adalah kegiatan yang bertujuan memberikan

kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan, bakat, minat, setiap peserta didik sesuai dengan kondisi sekolah. Kegiatan pengembangan diri di bawah bimbingan konselor, guru, atau tenaga kependidikan yang dapat dilakukan dalam bentuk kegiatan ekstrakurikuler. Kegiatan pengembangan diri dapat dilakukan antara
lain melalui kegiatan pelayanan konseling yang berkenaan dengan masalah diri pribadi dan kehidupan sosial, belajar, dan pengembangan karier peserta didik serta kegiatan ekstrakurikuler, seperti kepramukaan, kepemimpinan, kelompok seni-budaya, kelompok tim olahraga, dan kelompok ilmiah remaja. Pengembangan Diri di sekolah meliputi program berikut Bimbingan Karir (BK)

17

Dilaksanakan sebagai bagian dari program pembelajaran dengan alokasi waktu 2 jam pelajaran. Kelompok Ilmiah Remaja (KIR)

18

Rohani Islam

19

Pramuka

20

Paskibra

21

Kesenian (Paduan Suara, Karawitan, Tari)

22

Olah raga (Basket, Sepak Bola, Bola Voli) PKS (Patroli Keamanan Sekolah)

23

Palang Merah Remaja (PMR)

24

Taekwondo Karate Pencak Silat

25

Pada umumnya, program tersebut dilaksanakan sore hari diluar KBM. Khusus untuk Rohani Islam dilaksanakan setiap hari Jum’at dalam bentuk Tadarussan, sholat berjamaah, dan Upacara-upacara keagamaan.

4. Pengaturan Beban Belajar
Beban belajar yang diterapkan dalam pengelolaan program pendidikan yang berlaku di SMP Negeri CITARUM adalah sistem Paket. Adapun pengaturan beban belajar pada sistem tersebut sebagai berikut.

a. Jam pembelajaran untuk setiap mata pelajaran pada sistem paket dialokasikan sebagaimana tertera dalam struktur kurikulum. Pengaturan alokasi waktu untuk setiap mata pelajaran yang terdapat pada semester ganjil dan genap dalam satu tahun ajaran dapat dilakukan secara fleksibel dengan jumlah beban belajar yang tetap. Satuan pendidikan dimungkinkan menambah maksimum empat jam pembelajaran per minggu secara keseluruhan. Pemanfaatan jam pembelajaran tambahan mempertimbangkan kebutuhan peserta didik dalam mencapai kompetensi, di samping dimanfaatkan untuk mata pelajaran lain yang dianggap penting dan tidak terdapat di dalam struktur kurikulum yang tercantum di dalam Standar Isi. b. Alokasi waktu untuk penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur dalam sistem paket SMP Negeri CITARUM antara 0% - 50% dari waktu kegiatan tatap muka mata pelajaran yang bersangkutan. Pemanfaatan alokasi waktu tersebut mempertimbangkan potensi dan kebutuhan peserta didik dalam mencapai kompetensi. c. Alokasi waktu untuk praktik, dua jam kegiatan praktik di sekolah setara dengan satu jam tatap muka. Empat jam praktik di luar sekolah setara dengan satu jam tatap muka. Untuk kegiatan praktik di sekolah kami, misalnya pada kegiatan praktikum Bahasa Inggris yang berlangsung selama 2 jam pelajaran setara dengan 1 jam pelajaran tatap muka, sesuai yang tertulis pada Struktur Kurikulum.

5. Ketuntasan Belajar
Ketuntasan belajar setiap indikator yang dikembangkan sebagai suatu pencapaian hasil belajar dari suatu kompetensi dasar, berkisar antara 0-100%. Kriteria ideal ketuntasan untuk masing-masing indikator 75%. Sekolah kami menentukan kriteria ketuntasan minimal (KKM) sebagai target pencapaian kompetensi dengan mempertimbangkan tingkat kemampuan rata-rata peserta didik serta kemampuan sumber daya 26

pendukung dalam penyelenggaraan pembelajaran. Sekolah secara bertahap dan berkelanjutan selalu mengusahakan peningkatan kriteria ketuntasan belajar untuk mencapai kriteria ketuntasan ideal. Berikut ini tabel nilai ketuntasan belajar minimal yang menjadi target pencapaian kompetensi (TPK) di SMP Negeri CITARUM KARAWANG Tahun Pelajaran 2007-2008.
No.
1

Mata Pelajaran
Agama

Aspek Penilaian VII
Penguasaan Nilai-nilai Konsep dan 65 65 dan 65 65 65 62 70 67 55 56 60 59 58 55 52 dan 65 60 65 65 70 68 65 60 60 65 Luar 60 60

KKM ( %)

Rerata (%)

VIII
66 66 66 66 66 63 71 68 56 57 61 60 59 56 53 66 61 66 66 71 69 66 61 61 66 61 61

IX
67 67 67 67 67 64 72 69 57 58 62 61 60 57 54 67 62 67 67 72 70 67 62 62 67 62 62

VII
65

VIII
66

IX
67

Penerapan/Penugasan 2 Pendidikan Kewarganegaraan Penguasaan Nilai-nilai Penerapan 3 Bahasa Indonesia Mendengarkan Berbicara Membaca Menulis 4 Bahasa Inggris Mendengarkan Berbicara Membaca Menulis 5 Matematika Pemahaman Konsep Penalaran dan Komunikasi Pemecahan Masalah 6 IPA Pemahaman Penerapan Konsep Kinerja Ilmiah 7 IPS Penguasaan Konsep Penerapan 8 Seni Budaya Apresiasi Kreasi 9 Pendididkan Jasmani Permainan dan Olah Raga Aktivitas Pengembangan Uji diri/Senam Aktivitas Ritmik Akuatik/Pendidikan Kelas 10 Teknologi Informatika Komunikasi Etika Pemanfaatan dan Pengolahan dan Pemanfaatan Informasi Penugasan Proyek 11 12 Bahasa Sunda Pendidikan Lingkungan Hidup Konsep

65

66

67

66

67

68

57, 5

58, 5

59, 5

55

56

57

62, 5

63, 5

64, 5

65

66

67

69

70

71

62, 5

63, 5

64, 5

57

58

59

54 52 65 70

55 53 66 71

56 54 67 72 65 70 66 71 67 72

27

No.
1 13

Mata Pelajaran
Agama Pendidikan Keterampilan Jasa dan Perniagaan

Aspek Penilaian VII
Penguasaan Nilai-nilai Konsep dan 65 65

KKM ( %)

Rerata (%)

VIII
66 66

IX
67 67

VII
65 65

VIII
66 66

IX
67 67

6. Kenaikan Kelulusan

Kelas

dan

Kenaikan kelas dilaksanakan pada setiap akhir tahun ajaran. Kriteria kenaikan kelas berlaku setelah siswa memenuhi persyaratan berikut, yaitu:

a. Menyelesaikan seluruh program pembelajaran dalam tahun ajaran berlangsung; Dan mencapai ketuntasan minimal setiap kompetensi dasar, atau mencapai ”lebih dari 50%” dari indikator setiap kompetensi dasar. b. Peserta didik tetap dinyatakan naik sekalipun ada 4 mata pelajaran yang belum mencapai ketuntasan SK dan KD yang ditempuh. Jika mengulang di kelas yang sama, nilai peserta didik untuk semua SK dan KD minimal sama dengan tahun sebelumnya. Peserta didik yang mengalami ganguan kesehatan fisik, emosi atau mental yang mengakibatkan tidak berhasil, jika mempunyai alasan yang kuat dapat dibantu untuk mencapai kompetensi yang ditargetkan. Kehadiran peserta didik dalam mengikuti Proses Pembelajaran minimal 80%.
Dengan mengacu kepada ketentuan PP No. 19 Tahun 2005 Pasal 72 Ayat (1), peserta didik dinyatakan lulus dari sekolah setelah memenuhi persyaratan berikut, yaitu:

a. menyelesaikan seluruh program pembelajaran; b. memperoleh nilai minimal baik pada penilaian akhir untuk seluruh mata pelajaran kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia, kelompok kewarganegaraan dan kepribadian, kelompok mata pelajaran estetika, dan kelompok mata pelajaran jasmani, olahraga, dan kesehatan; c. lulus ujian sekolah untuk kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi;
28

lulus Ujian Nasional; Di sekolah kami, kelulusan juga mempertimbangkan kehadiran di kelas mencapai minimal 90%.

Pendidikan Kecakapan Hidup
Program pendidikan Kecakapan Hidup yang dikembangkan di SMP Negeri CITARUM Kabupaten KARAWANG, adalah kecakapan vokasional. Diantaranya :

Pertanian, yang meliputi :
Perikanan Ternak Sapi Perah

29

Budi Daya Tanaman Hias

30

Tata Boga, yang meliputi :
Pembuatan Tape Ketan

31

Pembuatan Minuman (JENIPER)

Jeruk

Nipis

32

Pengolahan Susu Sapi berasa

33

Pendidikan Berbasis Keunggulan Lokal dan Global
Program Pendidikan Berbasis Keunggulan Lokal dan Global yang dikembangkan di SMP Negeri CITARUM Kabupaten KARAWANG, adalah sebagai berikut :

Program Pendidikan Berbasis Keunggulan Lokal, meliputi : Obyek
Wisata, Budaya Daerah, dan Tempat-tempat bersejarah, yang banyak terdapat di Kabupaten KARAWANG. Hal ini dapat diimplementasikan pada mata pelajaran Seni Budaya, IPS, dan Bahasa Inggeris.

Program Pendidikan Berbasis Keunggulan Global, adalah dengan
memanfaatkan keberadaan ICT center dan TV-edu, sebagai sumber belajar yang mendukung untuk kegiatan pembelajaran semua mata pelajaran.

Kalender pendidikan adalah pengaturan waktu untuk kegiatan pembelajaran peserta didik selama satu tahun ajaran. Kalender pendidikan mencakup permulaan tahun ajaran, minggu efektif belajar, waktu pembelajaran efektif dan hari libur. Setiap permulaan tahun pelajaran, tim penyusun program di sekolah menyusun kalender pendidikan untuk mengatur waktu kegiatan pembelajaran selama satu tahun ajaran yang mencakup permulaan tahun pelajaran, minggu efektif belajar, waktu pembelajaran efektif dan hari libur. Pengaturan waktu belajar di sekolah mengacu kepada Standar Isi dan disesuaikan dengan kebutuhan daerah, karakteristik sekolah, kebutuhan peserta didik dan masyarakat, serta ketentuan dari pemerintah/pemerintah daerah. Beberapa aspek penting yang menjadi pertimbangan dalam menyusun kalender pendidikan sebagai berikut: permulaan tahun pelajaran adalah waktu dimulainya kegiatan pembelajaran pada awal tahun pelajaran pada setiap satuan pendidikan. Permulaan tahun pelajaran telah ditetapkan oleh Pemerintah yaitu bulan Juli setiap tahun dan berakhir pada bulan Juni tahun berikutnya.

34

minggu efektif belajar adalah jumlah minggu kegiatan pembelajaran untuk setiap tahun pelajaran. Sekolah/madrasah dapat mengalokasikan lamanya minggu efektif belajar sesuai dengan keadaan dan kebutuhannya.

35

waktu pembelajaran efektif adalah jumlah jam pembelajaran setiap minggu, meliputi jumlah jam pembelajaran untuk seluruh matapelajaran termasuk muatan lokal, ditambah jumlah jam untuk kegiatan pengembangan diri.

36

waktu libur adalah waktu yang ditetapkan untuk tidak diadakan kegiatan pembelajaran terjadwal. Hari libur sekolah/madrasah ditetapkan berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan Nasional, dan/atau Menteri Agama dalam hal yang terkait dengan hari raya keagamaan, Kepala Daerah tingkat Kabupaten/Kota, dan/atau organisasi penyelenggara pendidikan dapat menetapkan hari libur khusus. waktu libur dapat berbentuk jeda tengah semester, jeda antar semester, libur akhir tahun pelajaran, hari libur keagamaan, hari libur umum termasuk hari-hari besar nasional, dan hari libur khusus.

37

libur jeda tengah semester, jeda antarsemester, libur akhir tahun pelajaran digunakan untuk penyiapan kegiatan dan administrasi akhir dan awal tahun. sekolah/madrasah-sekolah pada daerah tertentu yang memerlukan libur keagamaan lebih panjang dapat mengatur hari libur keagamaan sendiri tanpa mengurangi jumlah minggu efektif belajar dan waktu pembelajaran efektif.

38

bagi sekolah/madrasah yang memerlukan kegiatan khusus dapat mengalokasikan waktu secara khusus tanpa mengurangi jumlah minggu efektif belajar dan waktu pembelajaran efektif.

39

Hari libur umum/nasional atau penetapan hari serentak untuk setiap jenjang dan jenis pendidikan disesuaikan dengan Peraturan Pemerintah Pusat/Provinsi/Kabupaten/Kota.

40

DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN KARAWANG TAHUN PELAJARAN 2007-2008
JULI 200 7 M S S R K J S 1 2 3 4 5 6 7 8 9 1 0 1 1 1 2 1 3 1 4 HBE = 11 HP 1 5 1 6 1 7 1 8 1 9 2 0 2 1 =3 2 2 2 9 2 3 3 0 2 3 4 1 2 5 2 6 2 7 2 8 AGT 200 7 M S S R K J S 1 2 3 4 5 6 7 8 9 1 0 1 1 HBE = LU 1 2 1 3 1 4 1 5 1 6 1 7 1 8 =2 1 2 9 6 2 2 0 7 2 2 1 8 2 2 2 9 2 3 3 0 2 3 4 1 2 5 SEP 200 7 M S S R K J S 1 2 3 4 5 6 7 8 HBE = 23 LU = 1 6 1 7 1 8 1 9 2 0 2 1 2 2 0 2 3 2 4 2 5 2 6 2 7 2 8 2 9 3 0 OKT 200 7 M S S R K J S 1 2 3 4 5 6 HBE = 15 LU = 2, LR 1 2 4 1 8 1 2 5 2 9 1 2 6 3 1 1 2 0 7 4 1 1 2 1 8 5 1 1 2 2 9 6 1 2 2 3 0 7 7 HBE = 24 LU = 1 6 7 1 2 3 4 5 8 9 1 0 1 1 1 2 1 3 1 4 1 5 1 6 1 7 1 8 1 9 2 0 2 1 2 2 2 3 2 4 2 5 2 6 2 7 2 8 2 9 3 0 =9 2 8 2 9 3 0 3 1 NOP 200 7 M S S R K J S 1 2 3 4 5 6 7 8 9 1 0 HBE = 26 LU 1 1 1 2 1 3 1 4 1 5 1 6 1 7 =0 1 2 8 5 1 2 9 6 2 2 0 7 2 2 1 8 2 2 2 9 2 3 3 0 2 4 DES 200 7 M S S R K J S 1 2 3 4 5 6 7 8 HBE = 20 LU = 1, LS = 5 9 1 2 6 3 1 1 2 0 7 4 1 1 2 1 8 5 1 1 2 2 9 6 1 2 2 3 0 7 1 2 2 4 1 8 1 2 2 5 2 9 HBE = 26 LU = 0 8 9 1 0 1 1 1 2 1 3 1 4 1 5 1 6 1 7 1 8 1 9 2 0 2 1 2 2 2 3 2 4 2 5 2 6 2 7 2 8 2 9 3 0

KALENDER PENDIDIKAN

9 1 0 1 1 1 2 1 3 1 4 1 5

JAN 200 8 M S S R K J S 1 2 3 4 5 6 7 8 9 1 0 1 1 1 2

HBE = 18 LU = 4, LS = 5 1 3 1 4 1 5 1 6 1 7 1 8 1 9 2 0 2 1 2 2 2 3 2 4 2 5 2 6 2 7 2 8 2 9 3 0 3 1

PEB 200 8 M S S R K J S 1 2 3 4 5 6 7 8 9

HBE = 24 LU = 0 1 0 1 1 1 2 1 3 1 4 1 5 1 6 1 7 1 8 1 9 2 0 2 1 2 2 2 3 2 4 2 5 2 6 2 7 2 8 2 9

MAR 200 8 M S S R K J S 1 2 3 4 5 6 7 8

HBE = 25 LU = 2 9 1 0 1 1 1 2 1 3 1 4 1 5 1 6 1 7 1 8 1 9 2 0 2 1 2 2 2 3 2 4 2 5 2 6 2 7 2 8 2 9 3 0 3 1

APR 200 8 M S S R K J S

MEI 200 8 M S S R K J S 1 2 3

HBE = 14 LU = 1, UN = 6, US = 6 4 1 1 2 1 8 5 5 1 1 2 2 9 6 6 1 2 2 3 0 7 7 1 2 2 4 1 8 8 1 2 2 5 2 9 9 1 2 3 6 3 0 1 1 2 3 0 7 4 1

JUN 200 8 M S S R K J S 1 2 3 4 5 6 7

JULI 2008

HBE = 11 HP = 3

Juli 2007 3 sd 15 à Libur akhir tahun ajaran 2006/2007

November 2007 -

20 à Tahun Baru Hijrah à Nyepi

1 sd 5 à Ujian praktik (lanjutan) 2 à Hari Pendidikan Nasional

20

M S S R K J S 1 2 3 4 5

6 7 8 9 1 0 1 1 1 2

1 3 1 4 1 5 1 6 1 7 1 8 1 9

2 0 2 1 2 2 2 3 2 4 2 5 2 6

2 7 2 8 2 9 3 0 3 1

17 sd 19 à Masa orientasi siswa ( MOS) kelas VII Agustus 2007 17 à Upacara HUT Proklamasi RI 21 à Isra Mi’raj Nabi Muhammad September 2007 28 sd 30 à Libur awal Ramadhan 1427 H Oktober 2007 17 sd 23 à Libur menjelang Idul Fitri 24 sd 25 à Hari Raya Idul Fitri 26 sd 28 Fitri à Libur sesudah Idul

Desember 2007 11 sd 16 à Ulangan akhir semester 23 à Pembagian rapor 25 à Hari Raya Natal 26 sd 30 à Libur akhir semester 31 à Hari Raya Idul Adha

à Imlek Februari 2008 Maret 2008 31 à Maulid Nabi Muhammad saw à Waisak April 2008

7 sd 9 à Ujian Sekolah 21 sd 23 à Ujian Nasional 24 à Kenaikan Isa Almasih Juni 2008 18 sd 23 à Ulangan umum 25 à Pengumuman kelulusan 30 à Pembagian rapor Juli 2008 2 sd 14 tahun ajaran

Januari 2008 1 à Tahun Baru Masehi 2 sd 6 à Libur akhir semester

13 à Wafatnya Isa Almasih 23 sd 30 à Ujian praktik Mei 2008

à Libur akhir

; H )

= = = =

Hari pertama (HP) sekolah dan awal semester Libur Umum (LU) Tahun 2007/2008 Pembagian Rapor Perkiraan Libur Ramadhan (LR) dan Idul Fitri

=

Libur Perkiraan hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha Kegiatan Tengah Semester Perkiraan Ujian nasional

$ # G

= = =

Hari Belajar Efektif Semester I = 119 hari hari belajar efektif (HBE) (setara 19 minggu belajar efektif) Hari Belajar Efektif Semester II = 131 hari hari belajar efektif (HBE) (setara 21 minggu belajar efektif)

20

Program Kegiatan Sekolah SMP Negeri CITARUM Kabupaten KARAWANG Tanggal 16-17 Juli 2007 21 Juli 2007 24 Juli 2007 13-15 Agust 2007 7-8 Sept 2007 22-27 Okt 2007 29 Nop 2007 10-15 Des 2007 22 Des 2007 9 Febr 2008 17-22 Mart 2008 24-26 Mart 2008 7-9 April 2008 12-14 Mei 2008 19-21 Mei 2008 22-24 Mei 2008 9-14 Juni 2008 16-18 Juni 2008 19 Juni 2008 20 Juni 2008 21 Juni 2008 28 Juni 2008 Jenis Kegiatan Masa Orientasi Sekolah Rapat Pembagian Tugas Tahun Pelajaran Baru Rapat Komite Sekolah Kemping Kegiatan Pramuka LDK Ujian Tengah Semester 1 Rapat Persiapan Ujian Akhir Sem 1 Ujian Akhir Semester 1 Pembagian Raport Rapat Komite Sosialisasi UN Ujian Tengah Semester 2 Latihan Ujian Nasional 1 Latihan Ujian Nasional 2 Ujian Nasional Ujian Sekolah Ujian Praktek Ujian Akhir Semester 2 PORSENI Perpisahan Kelas IX Rapat Pelulusan Pengumuman Pelulusan Pembagian Raport Sem 2 Keterangan OSIS Sekolah Sekolah OSIS OSIS Sekolah Sekolah Sekolah Sekolah Sekolah Sekolah Sekolah Sekolah Sekolah Sekolah Sekolah Sekolah Sekolah Sekolah Sekolah Sekolah Sekolah

20

Kurikulum SMP Negeri CITARUM Kabupaten KARAWANG ini adalah sebagai acuan untuk pelaksanaan pendidikan di sekolah. Maka, dengan adanya pedoman ini pelaksanaan pendidikan dapat berjalan dengan baik, berkesinambungan, dan terprogram. Sehingga Tujuan Pendidikan Sekolah dapat tercapai dengan maksimal dan dapat menciptakan insan Indonesia cerdas secara komprehensif, yang meliputi cerdas spiritual, cerdas emosional, cerdas sosial, cerdas intelektual, dan cerdas kinestetis.

20

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->