Anda di halaman 1dari 4

KARYA TULIS

Identifikasi Kegagalan Inseminasi Buatan pada Sapi


Betina (Bos Taurus) dengan Metode Analisis

Oleh :
Nunung Ria Nursanti
M0409045

JURUSAN BIOLOGI
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS SEBELAS MARET
SURAKARTA
2010
Identifikasi Kegagalan Inseminasi Buatan pada Sapi Betina (Bos
Taurus) dengan Metode Analisis

A. Latar Belakang Masalah


Sebelum majunya teknologi dan berkembangnya inovasi, seorang
peternak sapi harus mendatangkan sapi jantan untuk membuat sapi-sapi
betinanya bunting. Bahkan untuk memperoleh anakan sapi yang unggul,
peternak sapi harus mendatangkan sapi jantan yang memiliki kualitas unggul.
Hal ini dikarenakan sapi betina baru bisa bunting manakala sel telur milik sapi
betina bertemu dengan spermatozoa (sel sperma) milik sapi jantang di dalam
estrus sapi betina. Namun terkadang tidak diperoleh hasil yang memuaskan.
Dibeberapa kondisi upaya tersebut tidak membuahkan hasil karena ternyata
salah satu dari sapi dalam kondisi steri, sehingga tidak terjadi ovulasi.
Selain itu, kondisi sapi betina dan sapi jantan harus dalam masa birahi.
Yakni masa di mana kedua sapi siap untuk kawin. Bilamana hanya satu sapi
yang dalam kondisi birahi, maka kegiatan fertilisasi pun tidak dapat
dilaksanakan.
Pada era modern ini banyak cara yang dapat dilakukan untuk membuat
seekor sapi betina menjadi bunting tanpa perlu mendatangkan pejantan. Salah
satunya adalah dengan Inseminasi Buatan. Inseminasi Buatan (IB) atau kawin
suntik adalah suatu cara atau teknik untuk memasukkan mani (sperma atau
semen) yang telah dicairkan dan telah diproses terlebih dahulu yang berasal
dari ternak jantan ke dalam saluran alat kelamin betina dengan menggunakan
metode dan alat khusus yang disebut 'insemination gun'. Dengan inseminasi
buatan memungkinkan manusia mengawinkan ternak betina yang dimilikinya
tanpa perlu seekor pejantan utuh.

2
Inseminasi buatan dilakukan oleh kebanyakan peternak sapi dengan
harapan memperoleh sapi anakan yang memiliki kualitas unggul. Namun tidak
selamanya kegiatan Inseminasi buatan mampu memberikan keturunan unggul
pada sapi. Bahkan dalam beberapa kasus, dikenal istilah sapi tidak bunting
meskipun sudah dilaksanakan inseminasi buatan. Hal ini menandakan bahwa
kegiatan inseminasi buatan yang telah dilaksanakan tidak berhasil atau gagal.
Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi keberhasilan peternak
dalam melakukan inseminasi buatan. Yang utama adalah inseminasi buatan
sangat ditentukan oleh kemampuan dari peternak dalam hal deteksi estrus sapi
betina, sebab dengan deteksi estrus yang tepat dapat membantu operator
inseminassi buatan dalam menentukan waktu yang tepat dalam melakukan
inseminasi buatan. Selain itu, operator inseminasi buatan juga harus
berpengalaman dalam penanganan semen dan juga penempatan semen ke
dalam saluran reproduksi sapi betina. Faktor-faktor lain yang juga turut
mempengaruhi keberhasilan inseminasi buatan adalah seperti kondisi semen
sapi jantan yang harus dalam keadaan “sehat” dan tingkat fertilitas maupun
kondisi sapi betina itu sendiri. Sehingga dapat ditentukan pula sapi betina
mana yang sehat dan cocok untuk inseminasi buatan.

B. Rumusan Masalah
Dalam penelitian ini dapat dirumuskan beberapa masalah, antara lain :
1. Mengapa dijumpai adanya sapi betina (Bos taurus) yang tidak
bunting ?
2. Bagimana cara mendeteksi sapi betina (Bos taurus) yang steril dan
fertil ?
3. Apa saja faktor yang menyebabkan sapi betina (Bos taurus) tidak
bunting meskipun telah dilakukan inseminasi buatan ?
4. Bagaimana tindakan yang perlu diambil bila dijumpai sapi betina
(Bos taurus) yang tidak bunting meskipun telah dilakukan inseminasi
buatan ?

3
C. Tujuan
Adapun tujuan dari penelitian ini adalah,
1. Mampu mengidentifikasi sapi betina (Bos taurus) yang steril dan
fertil
2. Mampu mengidentifikasi kegagalan inseminasi buatan pada sapi
betina (Bos taurus)
3. Mampu menganalisa dan menentukan faktor yang menjadi
penyebab utama kegagalan inseminasi buatan
4. Mampu memberi solusi tindakan bilamana dijumpai adanya sapi
betina (Bos taurus) yang tidak bunting ketika telah dilakukan inseminasi
buatan

D. Manfaat
Dengan dilaksanakannya penelitian ini, dapat diambil beberapa
manfaat, yaitu
1. Secara teoritis, berkontribusi menambah khasanah ilmu
pengetahuan bagi penulis maupun pembaca
2. Secara praktis, memberi informasi dan solusi bila dijumpai kasus
sapi betina (Bos Taurus) yang tidak bunting meski telah dilakukan
inseminasi buatan.