Anda di halaman 1dari 11

Motivasi siswa :

Pada bab ini, yang termasuk dalam kurikulum adalah


pokok bahasan pertidaksamaan Linear, kuadrat, dan
pecahan. Pokok bahasan pertidaksamaan bentuk akar
dan nilai mutlak merupakan materi pengayaan, tetapi
penting untuk diketahui siswa. Sebelum memasuki
pembahasan, siswa diberikan motivasi berupa tujuan
pembelajaran dan contoh aplikasi yang dapat diterapkan
di kehidupan nyata.

Subbab ini pernah dipelajari di SMP. Siswa diharapkan


mengingat kembali pokok bahasan ini.

Siswa diminta menyebutkan lebih banyak lagi contoh-


contoh dari kalimat terbuka dan kalimat tertutup
disertai dengan alasannya.

Dari contoh-contoh ini, siswa diminta menyatakan


alasannya. Misalnya mengapa kalimat nomor 2 disebut
pertidaksamaan kuadrat, dan lain sebagainya.
Terdapat 6 sifat dasar dari pertidaksamaan yang akan
digunakan untuk menyelesaikan suatu
pertidaksamaan. Untuk membahas sifat-sifat ini,
siswa dapat dibagi menjadi 6 kelompok yang
mendiskusikan keenam sifat ini, kemudian masing-
masing kelompok menjelaskan kepada kelompok
yang lain.

Bentuk ini artinya :


a > b, dengan a,b > 0
Apabila ruas kiri dan kanan dikuadratkan, maka
a2 > b2 , dengan a2, b2 > 0

Bentuk ini artinya


a < b, dengan a, b < 0
Apabila ruas kiri dan kanan dikuadratkan, maka a2 > b 2,
dengan a, b > 0
Cara kreatif ini dilakukan dengan cara :
- Untuk ruas kiri diambil nilai terbesar, yaitu antara
2 dan 0 diambil 2.
- Untuk ruas kanan diambil nilai terkecil, yaitu
antara 3 dan 2,5 diambil 2,5
- Penentuan tanda berdasarkan nilai yang diambil

Untuk lebih memahami, siswa mengerjakan LKS 2. Soal-


soal ini lebih banyak dikerjakan dengan menggunakan sifat-
sifat dasar pertidaksamaan.

Soal ini merupakan soal modifikasi yang tidak ada pada


contoh.

Materi pada subbab ini pernah diperoleh siswa di SMP.


Siswa hanya mengulang dan mengingat kembali bentuk
umum dan cara penyelesaiannya.

Siswa mempelajari sendiri contoh-contoh beserta


pembahasannya, dalam hal ini guru hanya memberi
bimbingan dan arahan seperlunya saja.
Contoh soal dengan jenis yang berbeda, yaitu terdiri dari
tiga ruas yang masing-masing ruas berupa bentuk aljabar.
Materi
Siswapada
diminta
subbab
mengamati
ini termasuk
penyelesaiannya
dalam kurikulum
dan untuk
untuklebih
kompetensi
memahami, dasar
mengerjakan
: menggunakan
LKS 2sifat
nomor
dan6aturan
bagiantentang
A dan
persamaan
nomor 2 bagian
dan pertidaksamaan
C. kuadrat dan melakukan
manipulasi aljabar dalam perhitungan yang berkaitan
dengan persamaan dan pertidaksamaan kuadrat.

Berikan contoh sederhana untuk menjelaskan langkah-


langkah penyelesaian ini. Contoh dapat diambil dari
contoh 1.
Siswa dijelaskan tentang diskriminan D = b2 -4ac, kemudian
dijelaskan pula definisi definit positif dan definit negatif.
Siswa diminta untuk memperhatikan bahwa letak
perbedaannya pada nilai a dan diskriminan D.

Gunakan contoh sederhana untuk menjelaskan langkah-


langkah penyelesaian. Contoh dapat diambil dari
contoh 1.
Siswa diminta untuk memperhatikan keterangan dalam memo,
yang perlu diperhatikan dalam menyelesaikan pertidaksamaan
pecahan, yaitu :
Penyebut tidak boleh nol dan tanda ≥ berarti ‘+’, tanda ≤
berarti (-)

Gunakan contoh untuk membahas ini,


Nomor 1) gunakan contoh 1,
Nomor 2) gunakan contoh 2, dan
Nomor 3) gunakan contoh 3
Contoh 1 menggunakan cara penyelesaian bentuk (1). Siswa
diminta menyusun kedua interval yang diperoleh kemudian
ditarik garis di batas intervalnya hingga didapat irisannya.

Siswa dijelaskan bahwa nilai mutlak dari 4, yaitu │4│= 4


dan nilai mutlak dari -4 yaitu │-4│= 4
Jadi, jika │x│=4, maka x dapat bernilai 4 dan -4.
Berikan contoh-contoh lain, misalnya nilai mutlak dari 0,
yaitu │0│= 0, sehingga diperoleh kesimpulan seperti pada
definisi.
Siswa diminta memperhatikan :
- Interval pertama menunjukkan bahwa a < b,
sehingga a-b < 0 dan b-a > 0
Berdasarkan definisi,
│a-b│= -(a-b)= b-a
- Interval kedua menunjukkan bahwa a >b, sehingga
a-b >0 dan b-a <0
Berdasarkan definisi, │a-b│= a-b

Contoh persamaan nilai mutlak yang tidak memiliki


penyelesaian.

Untuk lebih memperjelas, siswa diberikan contoh


sederhana, misalnya x=5 dan y=3
i. │x-y│=│5-(-3)│=│8│=8
│y-x│=│-3-5│=│-8│= 8
ii. xy=5.(-3)= -15
│xy│=│-15│=15
xy ≤ │xy│
iii. │x2│=│52│=│25│=25
│x│2=│5│2= 52 =25
x2 = 52 = 25
iv. │x+y│=│5+(-3)││=│2│=2
│x│+│y│=│5│+│-3│= 5+3=8
│x+y│≤│x│+│y│
v. │x│-│y│=│5│-│-3│=│5-3=2
│x│-│y│≤│x + y│
Menggunakan cara penyelesaian bentuk │f(x)│<a

Menggunakan cara penyelesaian bentuk │f(x)│>a

Untuk lebih memahami, siswa diminta mengerjakan


soal UKAB 4 dengan lebih ditekankan pada soal-soal
pertidaksamaan Linear dan pertidaksamaan kuadrat.
Siswa diminta merancang model matematika dari soal ini
dan menyelesaikannya serta menafsirkan
penyelesaiannya.