P. 1
Modul Penyusunan RPJMD

Modul Penyusunan RPJMD

3.0

|Views: 10,070|Likes:
Dipublikasikan oleh Dwi Kurniawan

More info:

Published by: Dwi Kurniawan on Jul 19, 2010
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/19/2015

pdf

text

original

Sections

Bagan 1 Memperlihatkan alur proses penyusunan RPJMD
yang dikembangkan oleh LGSP-USAID, yang mengikuti
ketentuan peraturan dan perundangan yang berlaku tentang
perencanaan daerah.

Ada 3 (tiga) alur spesifik yang digambarkan di sini yaitu alur proses
teknokratis-strategis, alur proses partisipatif, dan alur proses
legislasi dan politik. Ketiga alur proses tersebut menghendaki
pendekatan yang berbeda, namun saling berinteraksi satu sama
lain untuk menghasilkan RPJMD yang terpadu.

Alur Proses Strategis

Alur ini merupakan alur teknis perencanaan, yang merupakan
dominasi para perencana daerah dan pakar perencanaan daerah.
Alur ini ditujukan menghasilkan informasi, analisis, proyeksi,
alternatif-alternatif tujuan, strategi, kebijakan, dan program sesuai
kaidah teknis perencanaan yang diharapkan dapat memberikan
masukan bagi alur proses partisipatif.

Alur Proses Partisipatif

Alur ini merupakan alur bagi keterlibatan masyarakat dalam proses
perencanaan daerah. Alur ini merupakan serangkaian public par-
ticipatory atau participatory planning events untuk menghasilkan
konsensus dan kesepakatan atas tahap-tahap penting
pengambilan keputusan perencanaan. Alur ini merupakan wahana
bagi non government stakeholder seperti NGO, CSO, CBO untuk
memberikan kontribusi yang efektif pada setiap public participa-
tory events, kemudian mereview dan mengevaluasi hasil-hasil
proses strategis.

Alur Legislasi dan Politik

Ini merupakan alur proses konsultasi dengan legislatif (DPRD)
untuk menghasilkan Perda RPJMD. Pada alur ini diharapkan
DPRD dapat memberikan kontribusi pemikirannya, review, dan
evaluasi atas hasil-hasil baik proses strategis maupun proses
partisipatif.

TOPIK

17

Orientasi Perencanaan Daerah
Pembentukan Tim Penyusun RPJMD
Penyusunan Rencana Kerja Penyiapan dokumen
RPJMD
Visi, Misi dan Program Prioritas Kepala Daerah Terpilih
Orientasi Renstra SKPD
Pembentukan Tim Penyusun Renstra SKPD
Penyusunan Rencana Kerja Penyiapan dokumen
Renstra SKPD
Identifikasi Stakeholder
Penentuan Stakeholder untuk konsultasi publik
Penyiapan draft SK Tim Penyusun dan SK Panduan
Penyusunan dokumen RPJMD
Penetapan SK Tim Penyusun dan SK Panduan
Penyusunan Dokumen RPJMD
Surat Perintah KepDa kepada GS & surat permintaan
kepada Lembaga/NGS agar berkontribusi dalam
proses RPJMD
Sosialisasi bahwa daerah akan menyusun RPJMD
Perumusan metoda dan panduan Jaring Aspirasi, FGD,
dan Musrenbang RPJMD

Pengumpulan Data/Informasi Kondisi Penyeleng-
garaan Pemerintah Daerah 5 tahunan
Penyusunan profil daerah dan prediksi masa depan
Kajian terhadap RPJMD
Kajian terhadap Visi, Misi dan Program Prioritas Kepala
Daerah terpilih
Analisis keuangan daerah
Kajian RTRW-D
Review RPJMD Provinsi dan Nasional
Jaring aspirasi: Isu dan harapan masyarakat
Formulasi Dok. Rancangan Awal RPJMD
FGDs untuk setiap Topik
Pembahasan Ranwal RPJMD bersama SKPDs
Penyusunan Rancangan Awal RPJMD untuk dibahas
dalam Musrenbang RPJMD

Pengumpulan Data/Informasi Kondisi Pelayanan
RPJMD
Penyusunan profil pelayanan RPJMD& prediksi jangka
menengah
Tupoksi RPJMD
Perumusan Visi dan Misi RPJMD

APA ITU
RPJMD?

LANDASAN
HUKUM

PRINSIP-PRINSIP
PENYUSUNAN
RPJMD

KELUARAN
UTAMA RPJMD

INDIKATOR
KUALITAS RPJMD

KERANGKA
ANALISIS
RPJMD

BAGAN ALIR
PROSES
PENYUSUNAN
RPJMD

STEP BY STEP
PENYUSUNAN
RPJMD

HANDOUT
PENDUKUNG

STEP BY STEP PENYUSUNAN RPJMD

M 1
M 2
M 3

M 7
M 12
M 13
M 14

M 17
M 18
M 20

M 21

M 22

M 23
M 19

M 4

M 5
M 6
M 8

M 9
M 10
M 11
M 24
M 25
M 29
M 30
M 36

M 15

M 16

M 26
M 27

Tahap Persiapan

Tahap Penyusunan Rancangan Awal RPJMD Daerah

Tahap Penyusunan Rancangan Awal Renstra RPJMD

TOPIK

18

Tahap Penyusunan Rancangan Akhir RPJMD Daerah /
Renstra RPJMD

STEP BY STEP PENYUSUNAN RPJMD

Evaluasi Renstra RPJMD (Renstra Dinas) periode lalu
Review Renstra K/L dan Renstra RPJMD Provinsi
Identifikasi capaian keberhasilan dan permasalahan
Perumusan program (SKPD, Lintas SKPD,
Kewilayahan)
Pembahasan Forum RPJMD
Berita Acara Hasil Kesepakatan Forum RPJMD
Penyusunan Dokumen Rancangan Renstra RPJMD

Musrenbang RPJMD
Naskah Kesepakatan Hasil Musrenbang RPJMD

Penyusunan Rancangan Akhir dokumen RPJM Daerah
Penyusunan Naskah Akademis Ranperda RPJMD
Penyusunan Rancangan Akhir dokumen Renstra
SKPD
Penyusunan Naskah Akademis Rancangan Perka
SKPD

Penyampaian Naskah Perda RPJMD kepada Gubernur
cq Bappeda Provinsi
Konsultasi dengan Gubernur cq kepala Bappeda
Provinsi
Penyampaian Naskah perda RPJMD serta lampirannya
kepada DPRD
Pembahasan DPRD tentang Ranperda RPJMD
Penetapan Ranperda menjadi Perda
Dokumen RPJM-D yang telah disyahkan
Dokumen Renstra SKPD telah disyahkan

M 28
M 31
M 33
M 32

M 34
M 35
M 37

M 38
M 39

M 40
M 42
M 41

M 43

M 44

M 45

M 46

M 47
M 48
M 49
M 50

Tahap Pelaksanaan Musrenbang Daerah Jangka Menengah

Tahap Penetapan Peraturan Daerah tentang RPJMD

TOPIK

19

APA ITU
RPJMD?

LANDASAN
HUKUM

PRINSIP-PRINSIP
PENYUSUNAN
RPJMD

KELUARAN
UTAMA RPJMD

INDIKATOR
KUALITAS RPJMD

KERANGKA
ANALISIS RPJMD

BAGAN ALIR
PROSES
PENYUSUNAN
RPJMD

STEP BY STEP
PENYUSUNAN
RPJMD

HANDOUT
PENDUKUNG

HANDOUT PENDUKUNG

Bahan Pelatihan dan Pendampingan ini didukung dengan
TEMPLATE dan penjelasan ringkas (handout) tambahan
tentang hal-hal penting dalam setiap tahapan penyusunan
RPJMD.

Handout yang dimaksud terdiri dari:
1)Arah Kebijakan Keuangan Daerah Kabupaten Pacitan
2)Proyeksi Keuangan Daerah dan Proyeksi Belanja Daerah
3)Orientasi Kerangka Regulasi Perencanaan dan Pengang-
garan Daerah
4)Millennium Development Goals
5)Prinsip-prinsip Good Governance
6)Fasilitasi dan Rekrutmen Fasilitator

20

1)Rencana Pembangunan Jangka Panjang, yang selanjutnya disingkat dengan RPJP
adalah dokumen perencanaan untuk periode dua puluh (20) tahun.
2)Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah, yang selanjutnya disingkat dengan
RPJPD adalah dokumen perencanaan Pemerintah Daerah untuk periode dua puluh
(20) tahun yang memuat visi, misi, dan arah pembangunan Daerah yang mengacu
pada RPJP Nasional.
3)Rencana Pembangunan Jangka Menengah, yang selanjutnya disingkat dengan RPJM
adalah dokumen perencanaan untuk periode lima (5) tahun.
4)Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah, yang selanjutnya disingkat dengan
RPJMD adalah dokumen perencanaan Pemerintah Daerah untuk periode lima (5) tahun
yang memuat penjabaran dari visi, misi, dan program Kepala Daerah yang
penyusunannya berpedoman pada RPJP Daerah dan memperhatikan RPJM Nasional,
memuat arah kebijakan keuangan daerah, strategi pembangunan Daerah, kebijakan
umum, dan program Satuan Kerja Perangkat Daerah, lintas Satuan Kerja Perangkat
Daerah, dan program kewilayahan disertai dengan rencana-rencana kerja dalam
kerangka regulasi dan kerangka pendanaan yang bersifat indikatif.
5)Rencana Pembangunan Tahunan Nasional, yang selanjutnya disebut Rencana Kerja
Pemerintah (RKP) adalah dokumen perencanaan Nasional untuk periode satu (1) tahun.
6)Rencana Kerja Pemerintah Daerah, yang selanjutnya disingkat dengan RKPD adalah
dokumen perencanaan Pemerintah Daerah untuk periode satu (1) tahun yang
merupakan penjabaran dari RPJM Daerah dan mengacu pada RKP Nasional, memuat
rancangan kerangka ekonomi Daerah, prioritas pembangunan Daerah, rencana kerja,
dan pendanaannya, baik yang dilaksanakan langsung oleh pemerintah maupun yang
ditempuh dengan mendorong partisipasi masyarakat.
7)Satuan Kerja Perangkat Daerah, yang selanjutnya disingkat dengan SKPD adalah
perangkat daerah pada pemerintah daerah selaku pengguna anggaran.
8)Rencana Strategis Satuan Kerja Perangkat Daerah, yang selanjutnya disingkat dengan
RENSTRA SKPD adalah dokumen perencanaan SKPD untuk periode lima (5) tahun,
yang memuat visi, misi, tujuan, strategi, kebijakan, program, dan kegiatan pembangunan
yang disusun sesuai dengan tugas dan fungsi Satuan Kerja Perangkat Daerah serta
berpedoman kepada RPJM Daerah dan bersifat indikatif.
9)Rencana Kerja Satuan Kerja Perangkat Daerah, yang selanjutnya disingkat dengan
RENJA SKPD adalah dokumen perencanaan SKPD untuk periode satu (1) tahun, yang
memuat kebijakan, program, dan kegiatan pembangunan baik yang dilaksanakan
langsung oleh pemerintah daerah maupun yang ditempuh dengan mendorong partisipasi
masyarakat.
10)Rencana Kerja dan Anggaran SKPD, yang selanjutnya disingkat dengan RKA SKPD
adalah dokumen perencanaan dan penganggaran yang berisi program dan kegiatan
SKPD yang merupakan penjabaran dari RKPD dan Renstra SKPD yang bersangkutan
dalam satu tahun anggaran, serta anggaran yang diperlukan untuk melaksanakannya.
11)Rencana Tata Ruang, yang selanjutnya disingkat dengan RTR adalah dokumen yang
memuat hasil perencanaan tata ruang.
12)Rencana Tata Ruang Wilayah, yang selanjutnya disingkat dengan RTRW adalah
dokumen yang memuat hasil perencanaan tata ruang wilayah.
13)Wilayah adalah ruang yang merupakan kesatuan geografis beserta segenap unsur terkait
padanya yang batas dan sistemnya ditentukan berdasarkan aspek administratif dan
atau aspek fungsional.

DAFTAR PERISTILAHAN DAN SINGKATAN

21

14)Visi adalah rumusan umum mengenai keadaan yang diinginkan pada akhir periode
perencanaan.
15)Misi adalah rumusan umum mengenai upaya-upaya yang akan dilaksanakan untuk
mewujudkan visi.
16)Agenda pembangunan adalah penerjemahan visi ke dalam tujuan-tujuan besar (strate-
gic goals) yang dapat mempedomani dan memberikan fokus pada penilaian dan
perumusan strategi, kebijakan, dan program.
17)Strategi pembangunan adalah langkah-langkah berisikan program-program indikatif untuk
mewujudkan visi dan misi.
18)Kebijakan pembangunan adalah arah/tindakan yang diambil oleh Pemerintah Pusat/
Daerah untuk mencapai tujuan.
19)Program pembangunan adalah instrumen kebijakan yang berisi satu atau lebih kegiatan
yang dilaksanakan oleh instansi pemerintah/lembaga untuk mencapai sasaran dan
tujuan serta memperoleh alokasi anggaran, atau kegiatan masyarakat yang
dikoordinasikan oleh instansi pemerintah.
20)Kinerja adalah adalah keluaran/hasil dari kegiatan/program yang akan atau telah dicapai
sehubungan dengan penggunaan anggran dengan kuantitas dan kualitas yang terukur.
21)Indikator kinerja adalah alat ukur spesifik secara kuantitatif dan/atau kualitatif untuk
masukan, proses, keluaran, hasil, manfaat, dan/atau dampak yang menggambarkan
tingkat capaian kinerja suatu program atau kegiatan.
22)Sasaran (target) adalah hasil yang diharapkan dari suatu program atau keluaran yang
diharapkan dari suatu kegiatan.
23)Keluaran (output) adalah barang atau jasa yang dihasilkan oleh kegiatan yang
dilaksanakan untuk mendukung pencapaian sasaran dan tujuan program dan kebijakan.
24)Hasil (outcome) adalah segala sesuatu yang mencerminkan berfungsinya keluaran dari
kegiatan-kegiatan dalam satu program.
25)MTEF atau Medium Term Expenditure Framework/Kerangka Pengeluaran Jangka
Menengah adalah pendekatan penganggaran berdasarkan kebijakan, dengan
pengambilan keputusan terhadap kebijakan tersebut dilakukan dalam perspektif lebih
dari satu tahun anggaran, dengan mempertimbangkan implikasi biaya akibat keputusan
yang bersangkutan pada tahun berikutnya yang dituangkan dalam prakiraan maju.
26)Kerangka Ekonomi Jangka Menengah Daerah merupakan kerangka prakiraan terhadap
besaran pendapatan, pengeluaran dan pembiayaan.
27)Kerangka Pendanaan (Resource Envelope) merupakan gambaran kemampuan
pendanaan daerah untuk membiayai belanja pemerintah.
28)Kerangka fiskal daerah adalah kerangka prakiraan terhadap pendapatan, hibah, pinjaman
dan belanja daerah.
29)Proyeksi fiskal daerah adalah proyeksi terhadap pendapatan, hibah, pinjaman dan belanja

daerah.

30)Target fiskal daerah adalah sasaran pendapatan dari sumber-sumber keuangan daerah.
31)Celah fiskal adalah selisih antara kebutuhan fiskal daerah dan kapasitas fiskal daerah.
32)Program Legislasi Daerah, yang selanjutnya disingkat dengan PROLEGDA adalah
instrumen perencanaan program pembentukan Peraturan Daerah yang disusun secara
berencana, terpadu, dan sistematis.

DAFTAR PERISTILAHAN DAN SINGKATAN

22

33)Stakeholder atau pemangku kepentingan adalah pihak-pihak yang langsung atau tidak
langsung mendapatkan manfaat atau dampak dari pelaksanaan pembangunan. Stake-
holder dapat berupa kelompok, organisasi, dan individu yang memiliki kepentingan/
pengaruh dalam proses pengambilan keputusan/ pelaksanaan pembangunan.
34)Konsultasi Publik adalah kegiatan partisipatif yang bertujuan untuk menghadirkan stake-
holders dalam rangka mendiskusikan dan memahami isu dan permasalahan strategis
pembangunan daerah; merumuskan kesepakatan tentang prioritas pembangunan dan
mencapai konsensus tentang pemecahan masalah-masalah strategis daerah.
Konsultasi publik dilakukan pada berbagai skala, tahapan dan tingkatan pengambilan
keputusan perencanaan daerah. Konsultasi publik dapat berupa musrenbangda di
peringkat kabupaten/kota, konsultasi forum stakeholder atau focus group discussions
di peringkat SKPD maupun di peringkat lintas SKPD.
35)Musrenbang atau Musyawarah Perencanaan Pembangunan adalah forum antarpelaku
dalam rangka menyusun rencana pembangunan nasional dan rencana pembangunan
daerah.

36)Tim Penyelenggara Musrenbang adalah Tim yang dibentuk untuk melakukan persiapan,
memfasilitasi pelaksanaan, dan menindaklajuti hasil Musrenbang.
37)Peserta adalah pihak yang memiliki hak pengambilan keputusan dalam Musrenbang
melalui pembahasan yang disepakati bersama.
38)Fasilitator adalah tenaga terlatih atau berpengalaman dalam memfasilitasi dan memandu
diskusi kelompok ataupun konsultasi publik. Seorang fasilitator harus memenuhi
kualifikasi kompetensi teknis/substansi dan memiliki keterampilan dalam penerapan
berbagai teknik dan instrumen untuk menunjang efektivitas dan partisipatifnya kegiatan.
39)Narasumber adalah pihak pemberi informasi yang perlu diketahui peserta Musrenbang
untuk proses pengambilan keputusan hasil Musrenbang.
40)Delegasi adalah perwakilan yang disepakati peserta Musrenbang untuk menghadiri
Musrenbang pada tingkat yang lebih tinggi.
41)NGO adalah singkatan dari Non-Governmental Organization atau Lembaga Swadaya
Masyarakat/LSM.
42)CBO adalah singkatan dari Community based Organization atau Kelompok Masyarakat.
43)CSO adalah singkatan dari Civil Society Organization atau Organisasi Masyarakat Sipil.

DAFTAR PERISTILAHAN DAN SINGKATAN

23

24

M-1 ORIENTASI PERENCANAAN DAERAH

Kegiatan ini dimaksudkan untuk mengadakan sosialisasi/lokakarya
tentang ketentuan sistem perencanaan daerah bagi calon anggota
tim penyusun dokumen perencanaan daerah, khususnya untuk
RPJM Daerah dan keterkaitannya dengan dokumen perencanaan
daerah lainnya. Tujuan kegiatan ini:
1)Mengetahui ketentuan regulasi yang berkaitan dengan proses
dan mekanisme pelaksanaan penyusunan RPJMD
2)Mengetahui substansi dokumen RPJMD menjadi kewajiban
daerah serta saling keterkaitan antar dokumen daerah
3)Mengetahui peran dan fungsi setiap kelompok pemangku
kepentingan dalam proses perencanaan RPJMD

1)Memahami ketentuan peraturan perundangan yang mengatur
sistem perencanaan
2)Mengetahui substansi pokok dan prinsip-prinsip dasar untuk
setiap dokumen perencanaan daerah
3)Memahami dan memiliki kemampuan untuk menyusun setiap
dokumen RPJMD untuk Tim RPJMD, serta kemampuan untuk
menyusun Renstra SKPD bagi Tim penyusun Renstra, serta
proses partisipatif yang harus dilakukan.

·Peserta lokakarya/sosialisasi orientasi perencanaan daerah
adalah staf daerah yang dicalonkan menjadi anggota Tim Teknis
Penyusunan Dokumen serta para pengambil keputusan di
daerah
·Di luar staf Pemda, dalam orientasi perlu juga melibatkan
peserta yang berasal dari non pemerintah, seperti Perguruan
Tinggi setempat, serta organisasi masyarakat dan LSM yang
memiliki kompetensi di bidang pembangunan daerah.

Dapat dilakukan melalui ceramah, diskusi kelompok dan studi
kasus, dibantu materi berupa bahan tayang.

·Bappeda menyusun rancangan agenda kegiatan penyusunan
RPJMD termasuk merencanakan lokakarya untuk orientasi
perencanaan.
·Bappeda menyusun rancangan susunan Tim Penyusun
RPJMD, yang anggotanya secara jelas diidentifikasikan nama
dan instansinya.
·Bappeda melakukan identifikasi kemungkinan individu dari
NGS yang berpotensi untuk dilibatkan menjadi anggota Tim
Penyusun, serta identifikasi lembaga atau individu-individu yang
potensial untuk diajak sebagai mitra dialog atau peserta FGD.
·Bappeda melakukan persiapan penyelenggarakan lokakarya
orientasi perencanaan daerah, baik secara mandiri maupun
melalui kerjasama dengan fasilitator/mitra/pemerintah pusat
untuk menyelenggarakan persiapan acara.

Tujuan

Keluaran

Prinsip-prinsip

Metoda

Langkah-Langkah

25

·Bappeda mengundang calon-calon anggota Tim Penyusun
dan lembaga/individu dari NGS untuk mengikuti seminar/
lokakarya Orientasi Perencanaan.

1.UU No 17/2003 tentang Keuangan Negara
2.UU No 1/2004 tentang Perbendaharaan Negara
3.UU No 15/2004 tentang Tanggung Jawab Keuangan Daerah
4.UU No 25/2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan
Nasional
5.UU No 32/2004 tentang Pemerintahan Daerah
6.PP No 58/2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah.
7.PP No 65/2005 tentang Pedoman Standar Pelayanan Mini-

mal

8.PERMENDAGRI No 6/2007 tentang Petunjuk Teknis
Penyusunan dan Penetapan Standar Pelayanan Minimal
9.SE Mendagri Tahun 2005 tentang Penyusunan RPJP-D dan
RPJM-D
10.SEB Mendagri dan MenPPN/Ketua Bappenas Tahun 2007
tentang Petunjuk Teknis Penyelenggaraan Musrenbang Tahun
2007

Kegiatan orientasi perencanaan sebaiknya lebih bermuatan teknis,
sehingga yang sifatnya “seremonial” sedapat mungkin
dihindarkan. Kegiatan ini penting untuk membangun persepsi yang
sama di antara government dan non government stakeholder
tentang esensi RPJMD

Informasi yang
disiapkan

Hal-hal penting yang
harus diperhatikan

Organisasi Masyarakat Sipil (CSO) yang diundang mengikuti kegiatan
orientasi perencanaan daerah agar mengirimkan orang yang punya
kapasitas dan/atau memunyai perhatian kuat pada bidang
perencanaan pembangunan daerah. Hal krusial yang perlu dicermati
oleh CSO dalam kegiatan orientasi perencanaan, antara lain :

Pemahaman jenis-jenis perencanaan daerah, keterkaitan antar
jenis perencanaan daerah dan proses penyusunan setiap dokumen
perencanaan daerah.

Sejauhmana payung hukum yang mengakomodasi keterlibatan CSO untuk berkontribusi dalam
proses penyusunan dokumen perencanaan.

Mempelajari ruang-ruang yang memungkinkan keterlibatan dan peranserta CSO dalam
meningkatkan proses partisipasi penyusunan dokumen perencanaan daerah, khususnya RPJMD
dan Renstra SKPD.

Mempersiapkan diri bentuk keterlibatan CSO dalam proses-proses partisipatif yang telah diatur
di dalam peraturan-perundangan, seperti pada proses-proses jaring aspirasi masyarakat dan
konsultasi publik, musrenbang, maupun dalam proses legalisasi.

M-1 ORIENTASI PERENCANAAN DAERAH

26

DPRD sebagai mitra pemerintah daerah yang memiliki fungsi
legislasi, pengawasan dan penganggaran perlu memiliki
pemahaman yang cukup berkaitan dengan sistem perencanaan
daerah, mengingat dokumen-dokumen perencanaan yang disusun
di daerah akan bermuara pada proses legalisasi yang menjadi
kompetensi DPRD.

Atas dasar tersebut, maka DPRD khususnya komisi yang terkait
dengan bidang perencanaan dan penganggaran pembangunan daerah perlu mendapatkan
pelatihan/ orientasi tentang perencanaan daerah. Adapun waktu pelaksanaan orientasi tentang
perencanaan daerah dapat dilakukan bersama-sama dengan unsur pemda dan CSO, atau dapat
juga dilakukan secara tersendiri khusus untuk anggota DPRD.

Dalam kegiatan orientasi perencanaan daerah DPRD, hal penting yang perlu dicermati adalah :

Pemahaman rangkaian proses penyusunan dokumen perencanaan daerah secara
keseluruhan, baik pada tahap persiapan, pelaksanaan penyusunan dokumen, proses-
proses jaring aspirasi masyarakat dan konsultasi publik, musrenbang, maupun dalam
proses legalisasi.

Mempelajari dan mengidentifikasi kegiatan mana yang menjadi “domain” Pemda dan mana
yang menjadi domain “DPRD” dari keseluruhan rangkaian proses perencanaan.

Mengidentifikasi tahapan kegiatan mana yang strategis bagi DPRD untuk memantau dan/
atau berkontribusi dalam proses penyusunan RPJMD/Renstra SKPD

Mempelajari kemungkinan peranserta masyarakat dalam rangkaian kegiatan yang menjadi
kewenangan (domain) DPRD.

M-1 ORIENTASI PERENCANAAN DAERAH

27

M-2 PEMBENTUKAN TIM PENYUSUN RPJMD

Kegiatan ini dimaksudkan untuk membentuk Tim Penyusun
dokumen RPJMD, yang anggotanya terdiri dari perwakilan unsur
Bappeda, unsur SKPD dan unsur NGS (Perguruan Tinggi, LSM
dan unsur perwakilan kelompok masyarakat). Tujuan utamanya
adalah terbentuknya Tim Teknis yang khusus bertanggung jawab
dalam penyiapan dokumen RPJMD.

·Terbentuknya Tim Penyusun RPJMD yang terdiri dari TIM INTI
dan KELOMPOK KERJA yang diorganisasikan menurut
kompetensi fungsi-fungsi pemerintahan daerah
·Terbentuknya Tim Pengarah
·Teridentifikasi kelompok/individu sebagai narasumber dan
mitra diskusi

·Anggota Tim Penyusun adalah yang benar-benar siap untuk
bertugas secara penuh dalam menyiapkan dokumen RPJMD
(bukan formalitas), dengan demikian perlu dipilih orang-orang
yang punya kesiapan waktu dan kemampuan teknis yang
cukup.

·Anggota Tim harus mempunyai tugas pokok atau punya
kompetensi di bidang penyusunan perencanaan di daerah
·Sedapat mungkin anggota Tim terpilih mempunyai latar
belakang atau dasar pendidikan/pengalaman di bidang
perencanaan daerah

·Buatlah skenario susunan Tim Penyusun RPJMD, yang terdiri
atas Tim Pengarah dan Tim Teknis (Pokja dan Tim Inti) lengkap
dengan kebutuhan jumlah personil dan institusinya.
·Rumuskan kriteria, tugas, dan fungsi serta kewajiban-
kewajiban tim penyusun RPJMD
·Identifikasi calon anggota Tim Penyusun (nama dan
instansinya). Pertimbangkan kualifikasi dan kinerja mereka
pada waktu mengikuti lokakarya orientasi perencanaan.
·Mintalah pada setiap calon anggota tim untuk mengisi formulir
isian “curriculum vitae”.
·Lakukan seleksi dengan memilih sesuai kebutuhan.
·Buatkan surat dari Kepala Bappeda tentang pernyataan
kesediaan calon anggota terpilih untuk menjadi anggota Tim
Penyusun serta kewajiban-kewajibannya, yang diketahui/
disetujui oleh Kepala SKPD yang bersangkutan atau Kepala
Lembaga (untuk unsur LSM dan Kelompok Masyarakat).
·Buat Surat Keputusan Kepala Bappeda tentang Penetapan
Tim Penyususan RPJMD (bila diperlukan dapat diperkuat
dengan diketahui Kepala Daerah).

Tujuan

Keluaran

Prinsip-prinsip

Langkah- Langkah

28

Informasi yang
disiapkan

Hal-hal penting yang
harus diperhatikan

Template

Jabatan dalam Tim
(2)

Penanggung jawab
Ketua
Sekretaris
Kelompok Kerja (Pokja) Fungsi
Pelayanan Umum
- SKPD
- DPRD
- CSO
Pokja Fungsi Ketertiban dan Keamanan
Pokja Fungsi Ekonomi
Pokja Fungsi Lingkungan Hidup
Pokja Fungsi Perumahan dan Fasilitas
Umum
Pokja Fungsi Kesehatan
Pokja Fungsi Pariwisata dan Budaya
Pokja Fungsi Pendidikan
Pokja Fungsi Perlindungan Sosial

Lembaga
(3)

Bupati/Walikota
Sekretaris Daerah
Kepala Bappeda
Sekretaris Bappeda

No
(1)

1
2
3
4

5
6
7
8

9
10
11
12

·Daftar kandidat/calon anggota Tim Penyusun
·Ketentuan/panduan yang mengatur pembentukan Tim
Penyusun RPJMD (SE Mendagri tentang Penyusunan RPJPD
dan RPJMD).

Anggota tim penyusun sedapat mungkin berlatar belakang
pendidikan yang bervariasi sesuai dengan muatan substansi
RPJMD, seperti Planologi, Sipil/Teknik Lingkungan, Ekonomi,
Sosial, Studi Pembangunan, Kelembagaan/Pemerintahan. Tim
Penyusun perlu mengembangkan hubungan konsultasi dengan
instansi yang relevan Pemerintah Daerah Provinsi dan Pusat yang
memungkinkan pertukaran informasi dapat dibangun selama
proses penyusunan rencana.

Susunan Organisasi Tim Penyusun RPJMD

M-2 PEMBENTUKAN TIM PENYUSUN RPJMD

29

Dalam proses pembentukan tim penyusun RPJMD, CSO
berkepentingan agar komposisi tim juga mencerminkan kompetensi
yang baik dan partisipatif, artinya anggota tim harus terdiri atas orang-
orang yang punya latar belakang pendidikan/pengalaman di bidang
perencanaan pembangunan daerah, dan berasal dari berbagai
lembaga/unsur.

Apabila di daerah terdapat lembaga/CSO yang berpengalaman
memfasilitasi atau mengerjakan kegiatan-kegiatan yang berkaitan
dengan perencanaan pembangunan, maka perlu ada keterwakilannya yang duduk sebagai anggota
tim penyusun RPJMD.

Perwakilan CSO yang diminta untuk terlibat menjadi anggota tim penyusun RPJMD wajib
mengirimkan orang yang berlatarbelakang pendidikan dan/atau pengalaman yang terkait di bidang
perencanaan pembangunan daerah, dan punya komitmen waktu dan pikiran untuk berperanserta
secara maksimal.

Dalam pembagian Pokja, perwakilan CSO tersebut diusahakan masuk pada Pokja yang sesuai
dengan bidang/ kapasitas mereka.

DPRD memantau dan menyarankan agar Tim Penyusun dokumen
RPJMD/Renstra SKPD yang dibentuk juga menyertakan perwakilan dari
kelompok masyarakat yang punya kompetensi serta telah
mempertimbangkan kesetaraan gender.

DPRD perlu membentuk Tim Khusus (Pansus/Panja) yang berfungsi
sebagai mitra (counterpart) tim penyusun RPJMD/Renstra SKPD yang
berasal dari perwakilan komisi-komisi, yang pada momen-momen
tertentu dalam proses penyusunan RPJMD dapat terlibat secara intensif.

M-2 PEMBENTUKAN TIM PENYUSUN RPJMD

30

M-3 PENYUSUNAN RENCANA KERJA
PENYIAPAN DOKUMEN RPJMD

Kegiatan ini dimaksudkan untuk menyusun rencana kerja
penyiapan dokumen RPJMD beserta kalender dan pembagian
tugasnya, yang menjadi acuan bagi Tim Penyusun dalam
melaksanakan kegiatannya. Kegiatan ini bertujuan:
·Agar ada kejelasan mengenai jenis dan tahapan kegiatan yang
harus dilaksanakan,
·Kejelasan pembagian tugas bagi setiap anggota Tim
Penyusun
·Adanya acuan target waktu penyelesaian setiap tahapan
kegiatan termasuk yang berkaitan dengan proses-proses
pelibatan masyarakat.

·Rincian jenis dan tahapan kegiatan
·Kalender kegiatan termasuk forum-forum/kegiatan yang akan
melibatkan stakeholder.
·Daftar Isi Dokumen RPJMD termasuk muatan pokok dari setiap
bab/sub bab.
·Daftar atau format kebutuhan jenis data dan informasi
·Pembagian kerja antar anggota tim

·Rencana kerja yang disusun harus jelas untuk setiap tahapan
kegiatan, kapan dimulainya suatu aktivitas dan kapan harus
diselesaikan,
·Dalam kalender kegiatan juga harus dapat memperlihatkan,
jenis kegiatan apa saja yang dapat dilakukan secara simultan
dengan kegiatan lainnya, dan tahapan kegiatan apa yang harus
menunggu tahapan kegiatan lainnya

Rapat Tim Teknis/Tim Penyusun

·Buat rancangan rencana kerja penyusunan RPJMD oleh Tim
Inti, berupa tahapan dan rincian kegiatan (termasuk kegiatan
penjaringan aspirasi, forum-forum diskusi, lokakarya dan
seminar), schedule kegiatan, rancangan daftar isi dokumen
RPJMD, identifikasi kebutuhan data, dan sumber data.
·Lakukan pertemuan seluruh anggota tim penyusun untuk
membahas, mematangkan dan menyepakati rancangan
rencana kerja dan rancangan daftar isi dokumen RPJMD.
·Lakukan pembagian Tim Penyusun ke dalam kelompok-
kelompok kerja (Pokja) yang pembagiannya disesuaikan
dengan fungsi- fungsi pemerintah daerah dan isu/tema
penting
RPJMD, misal Pokja Ekonomi, Pendidikan,
Kesehatan, Pariwisata dan Budaya, Pelayanan Umum dsb.
·Sepakati pembagian kerja dan jadwal kegiatan/kerja setiap
kelompok kerja serta agenda pertemuan lintas Pokja.

Tujuan

Keluaran

Prinsip-prinsip

Metoda

Langkah- Langkah

31

Informasi yang
disiapkan

Template

·Visi, misi dan agenda/program pokok calon Kepala Daerah
terpilih, atau calon-calon kepala daerah (bila belum
dilaksanakan pemilihan).
·Batasan waktu penyelesaian setiap tahapan sesuai ketentuan
peraturan perundangan

·Kalendar Perencanaan Penyusunan RPJMD

M-3 PENYUSUNAN RENCANA KERJA
PENYIAPAN DOKUMEN RPJMD

32

M-4 PENGUMPULAN DAN PEMUTAKHIRAN DATA/INFORMASI

Merupakan tahapan awal dari setiap proses perencanaan
pembangunan. Kualitas dan kuantitas data dan informasi akan
menentukan kualitas pengambilan keputusan rencana. Kegiatan
ini dimaksudkan untuk memutakhirkan data dan informasi yang
diperlukan untuk menunjang kebutuhan analisis dan perencanaan
pembangunan daerah jangka menengah, sehingga setiap
rumusan didasarkan atas data yang dapat dipertanggung-
jawabkan (akuntabel)

Kompilasi data dan informasi yang sistematis dan lengkap yang
dapat memberikan gambaran mutakhir tentang kinerja
penyelenggaraan fungsi-fungsi pemerintahan daerah dan
pembangunan daerah pada umumnya

·Data/informasi yang dikumpulkan dikaitkan dengan pengu-
kuran kinerja penyelenggaraan fungsi-fungsi pemerintahan
daerah
·Pengumpulan data/informasi melalui pendekatan partisipatif
mengikutsertakan stakeholder yang relevan dan interaktif,
terbuka terhadap masukan baru.
·Bila terjadi perbedaan data antara satu sumber dengan
sumber data lainnya, maka perlu kesepakatan data dan
informasi mana yang akan diambil dengan pertimbangan
validasi dan kompetensi sumber.

·Kompilasi data
·Penyebaran format isian data ke setiap SKPD

·Data terakhir dan Data time series, diusahakan minimal 5
tahun terakhir
·Format penyajian data dan analisis data

Profil Kinerja Pemerintahan Daerah

Tujuan

Keluaran

Prinsip-prinsip

Metoda

Informasi yang
disiapkan

Template

Fungsi Pemerintahan
Daerah
(1)

Pelayanan Umum

Ketertiban dan Keamanan
Ekonomi

Lingkungan Hidup
Perumahan dan Fasilitas
Umum
Kesehatan
Pariwisata dan Budaya
Pendidikan
Perlindungan Sosial

Tolok Ukur
Kinerja
(2)

1.
2.
3.

1.
2.
3.

Capaian Kinerja
Saat ini
(3)

33

M-5 PENYUSUNAN PROFIL DAERAH DAN PREDIKSI MASA DEPAN

Profil merupakan instrumen penting dalam perencanaan daerah
yang ditujukan untuk mengidentifikasi, mengorganisasikan dan
mengkoordinasikan informasi untuk pengambilan keputusan dan
kebijakan perencanaan. Profil Daerah memberikan gambaran
cepat tentang situasi dan kondisi penyelenggaraan fungsi-fungsi
pemerintahan daerah masa sekarang/eksisting. Apabila terdapat
profil secara “time series” akan memungkinkan daerah untuk
mengetahui perkembangan atau kemajuan yang dicapai dalam
penyelenggaraan fungsi-fungsi pemerintahan daerah dan
memperkirakan kemungkinannya masa mendatang

·Mengetahui gambaran umum, status, kedudukan dan kinerja
daerah dalam penyelenggaraan fungsi-fungsi pemerintahan
daerah
·Mengetahui aspek-aspek apa saja yang menonjol dan kritis
untuk segera ditangani
·Mengetahui gambaran aspek strategis daerah termasuk
potensi-potensi pembangunan yang dimiliki daerah
·Memperkirakan prediksi ke depan atas berbagai aspek
pembangunan daerah.

Sejauh mungkin penyusunan profil daerah mengikuti
pembahagian fungsi-fungsi pemerintahan daerah. Ini untuk
memudahkan analisis, penyusunan strategi, kebijakan dan pro-
gram RPJMD konsisten dengan perencanaan dan penganggaran
tahunan yang telah diatur oleh PERMENDAGRI No 13/2006.
·Profil pelayanan umum
·Profil ekonomi daerah
·Profil prasarana daerah dan prediksi kebutuhan
perkembangannya di masa datang
·Profil aspek sosial kependudukan daerah dan proyeksi
perkembangannya di masa depan.
·Profil lingkungan hidup dan penataan ruang daerah
·Profil kesehatan
·Profil Pendidikan
·Profil keuangan daerah dan kecenderungan perubahan
kebijakan keuangan bagi pembangunan daerah
·Profil kebijakan dan peraturan-perundangan daerah

·Penyajian profil sejauh mungkin juga menggambarkan sensitif
gender
·Penyajian profil sesuai dengan kebutuhan analisis
·Bentuk penyajian mudah dibaca dan dianalisis, berupa tabel,
grafik, diagram dan peta dengan diskripsi yang ringkas dan
jelas

·Pemilihan metoda analisis sesuai dengan kebutuhan analisis
dan ketersediaan data

Pengantar

Tujuan

Keluaran

Prinsip-prinsip

34

·Team Work
·Penyajian data dan Analisis oleh Tim Penyusun

·Berbagai peraturan perundangan yan terkait kebijakan
pembangunan daerah,
·Data dan informasi tentang aspek fisik-lingkungan, tata-ruang,
sosial-kependudukan, perekonomian daerah, keuangan
daerah

·Sasaran dan Indikator Kinerja Pencapaian Pembangunan
2004-2009
·Indikator Kemajuan Otonomi Daerah
·Pengukuran Kinerja Penyelenggaraan Otonomi Daerah
·Indikator Kinerja Fungsi Pemerintahan Daerah

Profil setiap fungsi perlu menampilkan serangkaian tolok ukur
kinerja (5-7 tolok ukur) yang relevan, mudah dipahami, reliable
dan mudah di akses datanya yang dapat mencerminkan secara
jelas kondisi dan situasi serta hubungan antar fungsi pemerin-
tahan daerah terkait.

Metoda

Informasi yang
disiapkan

Template

Hal-hal penting yang
harus diperhatikan

PENYUSUNAN INDIKATOR KINERJA

•Profil Daerah diperlukan sebagai bahan informasi
untuk melakukan SWOT.
•Agar dapat memberikan gambaran terpadu,
seimbang dan komprehensif atas situasi dan
kondisi daerah, sebaiknya profil daerah
mencakup indikator pembangunan berkelanjutan.
•Indikator di peringkat kabupaten/kota membantu
dalam memberikan gambaran:

dimana posisi dan kondisi daerah sekarang

kemana daerah akan menuju dan

seberapa jauh perjalanan perlu ditempuh
dari kondisi sekarang untuk mencapai
kepada kondisi yang diinginkan

1

Indikator dapat:
•Membantu mengklarifikasikan hubungan
kegiatan dengan misi, agenda dan tujuan
•Memberikan informasi kepada para pengambil
keputusan tentang seberapa jauh efektifitas
kebijakan yang dijalankan
•Memberikan informasi efektifitas dana publik
•Menelusuri konsistensi kebijakan dengan
program dan kegiatan
•Memberikan peringatan dini tentang sesuatu
kondisi sebelum menjadi lebih buruk atau parah
•Menunjukkan pada aspek-aspek mana masih
terdapat kelemahan dan
•Membantu merumuskan arah bagi perbaikan

diperlukan. 2

Indikator Kinerja bersifat:
• Relevant- memperlihatkan secara jelas sistem
yang ingin diketahui dan terkait langsung
dengan tujuan pengukuran kinerja
Mudah dipahami- baik oleh orang yang bukan

ahli

• Reliable- informasi yang dikemukakan dapat
dipercaya
• Accessible- kemudahan mendapatkan
informasi/datanya
• Consistent- digunakan secara seragam baik di
perencanaan, penganggaran, akuntansi dan
sistem pelaporan
• Comparable- memberikan kejelasan kerangka
referensi untuk menilai kecenderungan
perkembangan kinerja dari waktu ke waktu

3

•Dalam indikator perlu dilihat aspek ’keterpaduan’
indikator; karena pada dasarnya indikator tidak
berdiri sendiri tetapi saling berkaitan.
•Diperlukan ’multi dimensional indicators’ yang
memperlihatkan hubungan erat antara ekonomi,
politik, lingkungan dan sosial masyarakat.
•Ada hirarki indikator kinerja
–Masukan

: Input untuk melaksanakan
kegiatan

–Keluaran

: Hasil langsung kegiatan

–Hasil

: Perubahan segera yang
ditunjukkan

–Manfaat

: Perubahan jangka pendek yang
ditunjukkan

–Dampak

: Perubahan jangka menengah dan
panjang yang ditunjukkan

4

M-5 PENYUSUNAN PROFIL DAERAH DAN PREDIKSI MASA DEPAN

35

Indikator Keluaran adalah ukuran atas hasil langsung dari proses pelaksanaan
pekerjaan (kegiatan).
Contoh:
· Km jalan diperbaiki/ditingkatkan/dipelihara
· Luas sawah yang ditingkatkan irigasinya

Indikator Hasil adalah pernyataan kualitatif tentang perubahan atau dampak positif
segera segera (1-2 tahun) atau short term benefits yang dihasilkan oleh kegiatan. Ini
dapat diambil dari tujuan program Renja- SKPD atau RKPD terkait.
Contoh:
· % penegakan Perda IMB
· % peningkatan kesejahteraan keluarga miskin

Indikator Manfaat adalah pernyataan kualitatif tentang perubahan jangka pendek
atas penerima (beneficiaries) kegiatan sebagai akibat pelaksanaan kegiatan. Ini dapat
diambil dari Renstra SKPD atau RPJM-Daerah.
Contoh:
· % Remaja yang sehat dan terhindar dari Narkoba
· % Pedagang kaki lima berhasil ditertibkan

Indikator Dampak adalah pernyataan kualitatif tentang dampak atau akibat positif
kegiatan dalam jangka menengah dan panjang (5-10 tahun) atau konteks strategis
kegiatan. Dapat diambil dari pernyataan misi, agenda atau tujuan program RPJM-Daerah
terkait untuk menunjukkan hubungan kegiatan dengan tujuan strategis pembangunan
daerah. Perlu dilihat perubahan-perubahan apa yang terjadi pada masyarakat penerima
kegiatan (pelanggan, masyarakat).
Contoh:
· % Penduduk merasa aman
· % Penduduk sejahtera
· % Peningkatan IPM Daerah

7

Keterkaitan indikator dengan hasil
-Keluaran (Output)

Renja SKPD

-Hasil (Short Term Outcome)

RKPD

-Manfaat (Intermediate Outcome)

Renstra
SKPD

-Dampak (Long Term Outcome/Impact) RPJMD,

RPJPD
Agenda
Misi KDH

-Outcome—perubahan yang ditunjukkan
olehpeneriman kegiatan (beneficiaries) dalam
jangka pendek, menengah, dan panjang

5

Setiap SKPD perlu mengembangkan
serangkaian indikator kinerja berdasarkan
tugas pokok dan fungsinya untuk mengukur
efektifitas program dan kegiatannya

Indikator Kinerja terdiri dari:
-

Indikator Masukan

-

Indikator Keluaran

-

Indikator Hasil

-

Indikator Manfat (Benefit)

-

Indikator Dampak(Impact)

6

M-5 PENYUSUNAN PROFIL DAERAH DAN PREDIKSI MASA DEPAN

36

SUSTAINABLE DEVELOPMENT COMPONENTS

•Beberapa pertanyaan penting dalam mengembangkan ’sustainable indicators’, yaitu apakah
indikator memperlihatkan hal-hal sebagai berikut?
–Daya dukung sumber-sumber alam
–Daya dukung lingkungan (ekosistem)
–Kualitas estetika
–Kemampuan, ketrampilan, kesehatan, pendidikan penduduk (sumber daya manusia)
–Modal sosial, seperti hubungan manusia, organisasi kemasyarakatan, organisasi sosial,
dunia usaha, pemerintahan
–Community build capitals seperti infrastruktur, sistem informasi, bangunan, pertamanan
–Pandangan kedepan masyarakat
–Issues ekonomi, sosial, politik
–Issues keadilan dan pemerataan
–Hubungan antara ekonomi dan lingkungan
–Hubungan antara lingkungan dan sosial masyarakat
–Hubungan antara sosial masyarakat dan ekonomi
–Global ekonomi

SASARAN DAN INDIKATOR KINERJA PENCAPAIAN
PEMBANGUNAN 2004-2009

Sasaran RPJM Nasional 2004-2009

Indikator Kinerja yang
Berhubungan dengan Daerah

AGENDA AMAN DAN DAMAI

1)Menurunnya konflik
2)Menurunnya kriminalitas
3)Menurunnya kejahatan di lautan dan
lintas batas
4)Tertanganinya separatisme
5)Tertanganinya terorisme
6)Berperannya Indonesia dalam
menciptakan perdamaian dunia
7)Terjaganya kedaulatan NKRI

1)Jumlah konflik etnis dan sosial
2)HDI dan HPI wilayah konflik
3)Indeks kriminalitas dan rasio
penyelesaian kasus kriminalitas
4)Jumlah pecandu narkoba
5)Angka illegal logging dan illegal
trading
6)Sosialisasi dan upaya perlindungan
masyarakat terhadap aksi terorisme

AGENDA ADIL DAN DEMOKRATIS

1)Meningkatnya keadilan hukum dan
penegakan hukum
2)Terciptanya sistem hukum yang
konsekuen dan tidak diskriminatif serta
yang memberikan perlindungan dan
penghormatan terhadap hak asasi
manusia
3)Meningkatnya pelayanan masyarakat
4)Meningkatnya penyelenggaraan
otonomi daerah
5)Terpeliharanya konsolidasi demokrasi

1)Peraturan daerah yang spesifik mengenai
mekanisme dan koordinasi dana
dekonsentrasi
2)Perbaikan proses penyelenggaraan
Musrenbang
3)Tingkat Partisipasi Politik Masyarakat
dalam Pilkada
4)Angka Gender-related Development Index
(GDI); dan
5)Angka Gender Empowerment
Measurement
(GEM)

Kesejahteraan anak

6)Angka Partisipasi Sekolah (APS)
7)Status gizi balita buruk
8)Persalinan bayi oleh tenaga kesehatan

Perlindungan anak

9)Pekerja anak (%)
10)Jumlah anak yang memiliki akte Kelahiran

TEMPLATE

M-5 PENYUSUNAN PROFIL DAERAH DAN PREDIKSI MASA DEPAN

37

Ekonomi

1.Pertumbuhan PDRB
2.Struktur PBRB dan PDRB per kapita
3.Kesempatan Kerja dan Tingkat
Pengangguran Terbuka
4.Jumlah penduduk miskin
5.Investasi dan aktivitas ekspor impor
6.Peningkatan peran UKM

Pendidikan

7.Angka Buta Aksara penduduk usia 15
tahun ke atas
8.Angka Partisipasi Kasar (APK) untuk
setiap jenjang pendidikan
9.Angka Partisipasi Sekolah (APS) untuk
setiap kelompok usia sekolah
10.Angka Melanjutkan Sekolah
11.Angka Putus Sekolah
12.Angka Mengulang Kelas
13.Rata-rata Lama Penyelesaian
Pendidikan

Kesehatan

14.Umur Harapan Hidup (UHH)
15.Angka Kematian Bayi (AKB)
16.Angka Kematian Ibu (AKI)
17.Prevalensi Gizi Kurang

Kependudukan dan KB

18.Laju pertumbuhan penduduk (%)
19.Unmet need KB (%)
20.Total Fertility Rate/TFR (per perempuan)
21.Partisipasi laki-laki dalam ber-KB (%)
22.Contraceptive Prevalence Rate/CPR (%)

Lingkungan Hidup

23.Kualitas air permukaan dan air tanah
24.Tingkat Pencemaran Pesisir dan Laut
25.Angka Illegal Logging
26.Luas lahan kritis

Prasarana dan Sarana

27.Peningkatan kapasitas dan kualitas
pelayanan berbagai prasarana dan
sarana

Lanjutan Template Sasaran ..........

Sumber: Handbook SPPN RI, Bappenas 2006

AGENDA MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN RAKYAT

1)Menurunnya jumlah penduduk miskin
menjadi 8,2% pada tahun 2009
2)Terciptanya lapangan kerja untuk
mengurangi pengangguran terbuka
menjadi 5,1 persen pada tahun 2009
3)Angka pertumbuhan rata-rata 6,6 persen
pertahun
4)Berkurangnya kesenjangan pendapatan
dan kesenjangan daerah
5)Meningkatnya kualitas manusia dengan
terpenuhinya hak sosial rakyat
6)Membaiknya mutu lingkungan hidup
7)Meningkatnya dukungan infrastruktur.

M-5 PENYUSUNAN PROFIL DAERAH DAN PREDIKSI MASA DEPAN

38

INDIKATOR KEMAJUAN OTONOMI DAERAH

TEMPLATE

Sumber: Handbook SPPN RI, Bappenas 2006

No

1

2

3

Parameter

Skala Kehidupan
Ekonomi

Layanan Publik

Resiko-resiko lokal

Indikator

Pertumbuhan

Pemerataan

Kesinambungan

Pemberdayaan

Efisiensi

Sufisiensi

Fasilitasi

Keamanan

Stabilitas

Demokrasi

Otonomi

Sub Indikator

Pertumbuhan pendapatan
Pertumbuhan investasi
Pertumbuhan kesempatan kerja

Distribuís pendapatan
Pemerataan akses modal

Daya dukung lingkungan
Daya dukung manusia berkeahlian

Pemberdayaan ekonomi lemah
Pemberdayaan ekonomi lokal

Keterpaduan birokrasi
Sanitari birokrasi

Ketersediaan kebutuhan dana sosial
Ketersediaan infrastruktur

Fasilitasi partisipasi sosial
Kesetaraan gender
Fasilitasi resolusi konflik

Keamanan hak sipil
Keamanan hak politik
Keamanan hak ekonomi

Kesinambungan politik
Kesehatan makro ekonomi
Integrasi sosial

Supremasi hukum
Kontrol dan pertimbangan
Pertanggungjawaban politik
Kebebasan pers

Kemandirian daerah
Lokalisme lokal

M-5 PENYUSUNAN PROFIL DAERAH DAN PREDIKSI MASA DEPAN

39

TEMPLATE
PENGUKURAN KINERJA PENYELENGGARAAN OTONOMI DAERAH

Sumber: Handbook SPPN RI, Bappenas 2006

No

1

2

3

Parameter Umum

Derajat
kesejahteraan
umum

Derajat Pelayanan
Publik

Derajat kehidupan
demokrasi lokal

Indikator

Pertumbuhan ekonomi daerahTingkat
pendapatan rata-rata per kapita per tahun (PDRB
atau Net Income)

-

Penurunan angka pengangguran terbuka:
- Kenaikan angka partisipasi kerja
- Penurunan Indeks Kemiskinan Manusia (IKM)
- Kenaikan Indeks Pembangunan Manusia (IPM)

Jaringan Jalan:
- Rasio panjang jalan dengan luas wilayah
- Rasio panjang jalan dengan kondisi tidak rusak
per panjang jalan keseluruhan
- Rasio panjang jalan dengan jumlah kendaraan
umum roda empat
Sanitasi:
- Penurunan presentasi penduduk tanpa akses
terhadap sanitasi

Kesehatan:
- Penurunan angka kematian bayi
- Penurunan angka kematian ibu
- Rasio jumlah penduduk dengan jumlah rumah
sakit dan fasilitas kesehatan lainnya

Pendidikan:
- Rasio jumlah murid per jumlah sekolah
- Rasio jumlah murid per jumlah guru
- Rasio jumlah guru per jumlah sekolah
Angka partisipasi sekolah:
- Penurunan angka putus sekolah
- Nilai rata-rata Ebta Murni/UAN
Air bersih:
- Akses terhadap air bersih
Transportasi umum:
- Rasio jumlah kendaraan umum roda 4 per
10.000 penduduk

Kepegawaian :
Rasio jumlah penduduk dengan jumlah PNS
Pemda
Keuangan :
- Rasio PAD dengan jumlah penduduk

Pemilu:
- Rasio jumlah pemilih yang melakukan
pemilihan dengan jumlah penduduk yang
mempunyai hak pilih
Komposisi partai politik dalam Pemilu:
- Rasio jumlah partai politik pemenang Pemilu
Lokal yang memperoleh kursi di Legislatif
dengan jumlah seluruh Partai Politik peserta
Pemilu Lokal
Angka Kejadian Politik Praktis:
- Kejadian politik praktis
- Massa/demo dalam satu tahun

Ekonomi

Sosial

Infrastruktur

Kebutuhan
dasar

Pemerintahan

Politik

M-5 PENYUSUNAN PROFIL DAERAH DAN PREDIKSI MASA DEPAN

40

TEMPLATE
CONTOH TOLOK UKUR KINERJA URUSAN WAJIB DAN PILIHAN
PEMERINTAHAN DAERAH MENURUT SKPD

1

1

1

1

1

1

Kode
UrusanFungsi dan Urusan

SKPD

Contoh Tolok Ukur Kinerja

Pelayanan umum

Perencanaan
Pembangunan

Pemerintahan Umum

Kepegawaian

Statistik

Kearsipan

Komunikasi dan
Informatika

BAPPEDA,dst

DPRD,
KDH&WKDH,
SetDa,
Sekretariat DPRD
(Setwan), BPKD,
Balitbang,
Bawasda, Kantor
Penghubung,
Kecamatan,
Kelurahan

Badiklat, BKD, dst

Badan Statistik
Daerah, Kantor
Statistik Daerah,
dst

Kantor Arsip
Daerah,dst

Dinas Informasi
dan Komunikasi,
Kantor
Pengolahan Data
Elektronik, dst

•Tingkat ketersediaan dan validitas informasi perencanaan
pembangunan
•Jumlah kerjasama pembangunan antar daerah
•Tingkat disparitas pembangunan antar subwilayah
•Tingkat kelengkapan rencana wilayah strategis
•Tingkat kelengkapan rencana kawasan cepat tumbuh
•Tingkat penanganan perencanaan wilayah tertinggal²
Tingkat penanganan wilayah strategis
•Tingkat penanganan wilayah cepat tumbuh
•Tingkat penanganan perkembangan pusat-pusat kegiatan

wilayah

•Tingkat kesesuaian antara perencanaan pusat kegiatan
dengan perkembangan actual
•Tingkat penerapan perencanaan partisipatif
•Tingkat partisipasi masyarakat dalam perencanaan daerah
•Tingkat kapasitas kelembagaan perencanaan pembangunan

daerah

•Tingkat ketersediaan dokumen perencanaan daerah
•Tingkat implementasi dokumen perencanaan daerah
•Kualitas pelaksanaan Musrenbang

•Tingkat kapasitas aparatur
•Tingkat pelayanan penyelenggaraan administrasi daerah
•Tingkat kapasitas pengelolaan keuangan daerah
•Tingkat professionalisme dan kompetensi staff
•Jumlah kasus penyalahgunaan wewenang
•Jumlah kasus KKN
•Tingkat pelayanan pengaduan masyarakat
•Jumlah kerjasama antar pemerintah daerah
•Jumlah peraturan daerah yang disusun

•Tingkat kapasitas sumber daya aparatur
•Tingkat keterampilan dan aparatur
•Tingkat profesionalisme aparatur

•Tingkat ketersediaan data/informasi dan statistic daerah
•Tingkat penggunaan teknologi informasi untuk statistik daerah
•Tingkat validitas dan kemutakhiran data dan informasi daerah
•Tingkat kemudahan akses informasi

•Tingkat kelengkapan administrasi kearsipan
•Tingkat penerapan teknologi informasi dalam administrasi
kearsipan
•Tingkat penerapan teknologi informasi dalam pengelolaan
pelestarian dokumen/arsip daerah
•Tingkat pelayanan informasi kearsipan daerah
•Tingkat keterbukaan informasi kearsipan daerah bagi
masyarakat

•Tingkat perkembangan media lokal dalam penyebarluasan
informasi pembangunan daerah
•Tingkat perkembangan media lokal dalam penyebarluasan
informasi penyelenggaraan pemerintah daerah
•Tingkat kapasitas SDM bidang komunikasi dan informasi
•Akses masyarakat kepada informasi publik

M-5 PENYUSUNAN PROFIL DAERAH DAN PREDIKSI MASA DEPAN

41

Kode
UrusanFungsi dan Urusan

SKPD

Contoh Tolok Ukur Kinerja

Pertahanan *)
Ketertiban dan
ketentraman

Kesatuan Bangsa dan
Politik Dalam Negeri

Ekonomi

Perhubungan

Tenaga Kerja

Koperasi dan Usaha
Kecil Menengah

Penanaman Modal

Pemberdayaan
Masyarakat dan Desa

Pertanian

1

1

1

1

1

1

2

Dinas Kesbang
Linmas, Dinas
Ketentraman dan
Ketertiban,
Kantor SatPol PP

Dinas
Perhubungan, dst

Dinas Tenaga
Kerja, dst

Dinas Koperasi
dan UKM, dst

Badan
Penanaman
Modal Daerah,
dst

Badan
Pemberdayaan
Masyarakat
Desa, dst

Dinas Pertanian,
Dinas
Perkebunan,
Dinas
Peternakan,
Dinas Ketahanan
Pangan, dst

•Tingkat kriminalitas
•Jumlah kasus kriminalitas yang dapat diselesaikan
•Jumlah konflik sosial
•Tingkat ancaman konflik antar kelompok masyarakat
•Jumlah kasus pelanggaran PERDA
•Jumlah kasus peredaran narkoba
•Jumlah kasus penyalahgunaan narkoba
•Jumlah kasus illegal fishing
•Jumlah kasus illegal sand mining
•Jumlah kasus illegal logging
•Tingkat pendidikan politik masyarakat
•Ada/tidaknya sistem penanggulangan korban bencana alam

•Kontribusi sektor perhubungan terhadap PDRB²Tingkat
ketersediaan prasarana dan sarana/fasilitas perhubungan
•Tingkat pelayanan prasarana dan sarana/fasilitas
perhubungan
•Tingkat pelayanan prasarana dan fasilitas LLAJ
•Tingkat pelayanan prasarana dan sarana angkutan umum
•Tingkat pelayanan prasarana dan sarana angkutan
penumpang dan barang (darat, laut, udara)
•Tingkat keselamatan/keamanan lalu lintas transportasi (darat,
laut, udara)
•Tingkat kecelakaan lalu lintas transportasi

•Tingkat pengangguran terbuka
•Jumlah pekerja formal perdesaan/perkotaan
•Jumlah pekerja pada lapangan kerja kurang produktif
•Tingkat kesempatan kerja
•Kapasitas Balai Latihan Kerja
•Proporsi Tenaga Kerja Indonesia Terdidik
•Jumlah kasus pelanggaran/penyimpangan regulasi
ketenagakerjaan

•Kontribusi sektor KUKM terhadap PDRB
•Tingkat kepastian usaha dan perlindungan hukum
•Laju pertumbuhan UMKM
•Laju pertumbuhan nilai ekspor produk UMKM
•Tingkat keterampilan SDM Usaha Mikro
•Akses ke permodalan pasar
•Kapasitas usaha dan keterampilan pengelolaan usaha kecil

•Tingkat investasi dalam PDRB
•Laju pertumbuhan investasi
•Ada/tidaknya sistem informasi penanaman modal
•Jangka waktu pengurusan prosedur perijinan start up dan
operasi bisnis

•Tingkat keberdayaan masyarakat perdesaan
•Tingkat perkembangan lembaga ekonomi perdesaan
•Tingkat partisipasi masyarakat dalam pembangunan desa
•Tingkat kapasitas aparatur pemerintahan desa
•Tingkat kontribusi perempuan dalam pembangunan
perdesaan

•Kontribusi sektor pertanian terhadap PDRB
•Kualitas SDM pertanian di perdesaan
•Cakupan bantuan beras bersubsidi pada keluarga miskin
•Akses terhadap kredit usaha pertanian dan sumberdaya
permodalan
•Tingkat ketahanan pangan kelompok miskin
•Tingkat produksi bahan pangan protein hewani dan hasil
ternak dan ikan

M-5 PENYUSUNAN PROFIL DAERAH DAN PREDIKSI MASA DEPAN

42

Kode
UrusanFungsi dan Urusan

SKPD

Contoh Tolok Ukur Kinerja

•Tingkat produksi padi/beras
•Tingkat sarana hasil produksi pertanian
•Cakupan lahan beririgasi
•Kualitas pengelolaan Daerah Aliran Sungai
•Cakupan sistem penyuluhan
•Tingkat penggunaan teknologi tepat guna
•Nilai tambah hasil pertanian, peternakan, dan perikanan
•Tingkat infrastruktur perdesaan

•Kontribusi sektor kehutanan terhadap PDRB
•Laju pertumbuhan luas hutan produksi
•Laju pertumbuhan luas Hutan Tanaman Industri
•Laju deforestasi
•Nilai tambah hasil hutan kayu
•Nilai tambah hasil hutan non kayu
•Cakupan sistem pengelolaan hutan yang berkelanjutan
•Cakupan penetapan kawasan hutan dalam tata ruang

•Kontribusi sektor listrik, gas (dan air bersih) terhadap PDRB
•Ketersediaan regulasi untuk pembinaan dan pengawasan
bidang pertambangan
•Ketersediaan sistem pengawasan dan penertiban kegiatan
rakyat yang berpotensi merusak lingkungan
•Cakupan pelayanan kelistrikan

•Kontribusi sektor kelautan dan perikanan terhadap PDRB
•Tingkat perkembangan budidaya perikanan
•Tingkat perkembangan perikanan tangkap
•Ketersediaan sistem penyuluhan perikanan
•Tingkat pengelolaan produksi perikanan
•Tingkat pemasaran produksi perikanan
•Tingkat perkembangan kawasan budidaya laut, air payau,
dan air tawar
•Tingkat illegal fishing

•Kontribusi sektor perdagangan terhadap PDRB
•Ketersediaan program perlindungan konsumen
•Jumlah kerjasama perdagangan internasional/regional
•Tingkat pertumbuhan nilai ekspor
•Tingkat pertumbuhan nilai impor
•Tingkat efisiensi dan efektivitas pelayanan ekspor-impor
•Tingkat pertumbuhan realisasi omzet perdagangan per tahun
•Ketersediaan sistem pembinaan pedagang sektor informal

•Kontribusi sektor perindustrian terhadap PDRB
•Tingkat kapasitas Iptek sistem Produksi
•Tingkat penerapan standardisasi produk industri
•Laju pertumbuhan industri kecil dan menengah
•Tingkat penyerapan tenaga kerja sektor industri
•Volume ekspor produk industri dalam total ekspor daerah
•Ketersediaan kebijakan pengelolaan sentra-sentra industri
potensial

•Tingkat perkembangan areal transmigrasi
•Jumlah transmigran yang berhasil dimukimkan
•Akses transmigran kepada pelayanan pendidikan dan
kesehatan
•Ketersediaan program penyuluhan bagi transmigrasi lokal/

regional

•Tingkat kelengkapan Rencana Tata Ruang (mulai RTRW
sampai dengan RDTR)
•Tingkat pemanfaatan rencana tata ruang sebagai acuan
koordinasi dan sinkronisasi pembangunan antar sektor dan
antar subwilayah

Dinas
Kehutanan, dst

Dinas
Pertambangan,
dst

Dinas Kelautan
dan Perikanan,
dst

Dinas
Perdagangan,
Dinas Pasar, dst

Dinas
Perindustrian, dst

Dinas
Transmigrasi, dst

Dinas Tata
Ruang, dst

2

2

2

2

2

2

1

Kehutanan

Energi dan
Sumberdaya Mineral

Kelautan dan
Perikanan

Perdagangan

Perindustrian

Transmigrasi

Lingkungan hidup

Penataan Ruang

M-5 PENYUSUNAN PROFIL DAERAH DAN PREDIKSI MASA DEPAN

43

Kode
UrusanFungsi dan Urusan

SKPD

Contoh Tolok Ukur Kinerja

•Tingkat pengendalian pemanfaatan ruang
•Jumlah konflik pemanfaatan ruang antar stakeholder
setempat, antar instansi pemerintah, maupun antar
kewenangan tingkatan pemerintahan
•Perkembangan rasio luas kawasan lindung terhadap luas
total wilayah
•Proporsi rasio luas kawasan kritis terhadap luas total wilayah
•Laju pertumbuhan luas kawasan bersifat kota
•Tingkat penanganan kawasan terisolir

•Tingkat partisipasi masyarakat dalam pengendalian
pemanfaatan ruang
•Tingkat pemanfaatan sumber daya alam
•Cakupan sistem pengelolaan persampahan
•Tingkat pencemaran lingkungan (air, tanah, udara)
•Tingkat pelanggaran dan perusakan sumber daya alam dan
lingkungan hidup
•Tingkat rehabilitasi/pemulihan sumber daya alam
•Jumlah kasus kebakaran hutan
•Jumlah DAS berkondisi kritis
•Cakupan kawasan konservasi laut
•Tingkat pengelolaan ekosistem pesisir-laut
•Ketersediaan Early Warning System/Pernyataan Dini
Bencana)

•Luas daerah yang telah tercakup dalam sistem pendaftaran

tanah
•Cakupan informasi pertanahan
•Tingkat penerapan teknologi informasi pertanahan
•Jangka waktu penyelesaian administrasi pertanahan
•Tingkat penyelesaian konflik-konflik pertanahan

•Tingkat aksesibilitas wilayah
•Tingkat mobilitas orang/barang
•Tingkat kondisi prasarana transportasi
•Tingkat resiko dan periode genangan banjir
•Jumlah kejadian bencana kekeringan
•Tingkat ketersediaan jaringan prasarana dan pengelolaan air

baku

•Tingkat pemenuhan kebutuhan air untuk berbagai keperluan
(rumah tangga, permukiman, pertanian, industri)
•Tingkat pengelolaan dan konservasi sumber daya air
•Tingkat pelayanan air minum
•Tingkat pelayanan air limbah bagi masyarakat miskin
•Tingkat pengendalian potensi konflik air
•Tingkat pengendalian pemanfaatan air tanah
•Tingkat perlindungan daerah pantai dari abrasi air laut
•Tingkat kesiagaan penanganan bencana alam

•Kontribusi sektor perumahan terhadap PDRB
•Luas dan sebaran kawasan kumuh
•Jumlah rumah tangga yang belum memiliki rumah
•Tingkat kemampuan penyediaan prasarana dan sarana

rumah

•Tingkat kemantapan penyelenggaraan pembangunan
perumahan dan permukiman
•Tingkat pelayanan air bersih
•Tingkat pelayanan sanitasi
•Tingkat pelayanan penyehatan lingkungan (air limbah)
•Tingkat kesiagaan dan pencegahan bahaya kebakaran
•Tingkat ketersediaan sarana dan prasarana pemakaman

Dinas Lingkungan
Hidup, Badan
Pengendalian
Dampak
Lingkungan,
Dinas
Pertamanan,
Dinas
Kebersihan, dst

Badan
Pertahanan
Daerah

Dinas Pekerjaan
Umum, Dinas
Bina Marga,
Dinas Pengairan,
Dinas
Pengawasan
Bangunan dan
Tata Kota, Dinas
Cipta Karya, dst

Dinas
Pemukiman,
Dinas Pemadam
Kebakaran, Dinas
Pemakaman, dst

Lingkungan Hidup

Pertanahan

Perumahan dan
fasilitas umum

Pekerjaan Umum

Perumahan Rakyat

1

1

1

1

M-5 PENYUSUNAN PROFIL DAERAH DAN PREDIKSI MASA DEPAN

44

Kode
UrusanFungsi dan Urusan

SKPD

Contoh Tolok Ukur Kinerja

•Umur harapan hidup
•Angka kematian bayi
•Angka kematian ibu melahirkan
•Tingkat prevalensi/kejadian gizi kurang pada anak balita
•Angka kasus anemia gizi besi pada ibu hamil
•Tingkat ketersediaan obat dan perbekalan kesehatan
•Tingkat pemerataan obat dan perbekalan kesehatan
•Tingkat ketersediaan unit pelayanan kesehatan
•Tingkat keterjangkauan pelayanan kesehatan
•Jumlah kasus akibat pangan dan bahan berbahaya
•Jumlah kasus/kejadian penyakit menular
•Jumlah kasus penyakit malaria, DBD
•Tingkat prevalensi HIV/AIDS
•Persentase perilaku hidup sehat
•Akses penduduk terhadap sanitasi dasar
•Tingkat kunjungan penduduk miskin ke Puskesmas
•Cakupan pelayanan kesehatan dasar masyarakat miskin
•Akses masyarakat kawasan perbatasan pada pelayanan
kesehatan
•Proporsi tenaga dokter di Puskesmas
•Pemerataan tenaga kesehatan
•Tingkat pelayanan kesehatan Ibu dan bayi*
•Tingkat pelayanan kesehatan anak pra sekolah dan usia
sekolah*

•Cakupan peserta KB aktif*²Cakupan pelayanan imunisasi*
•Cakupan pelayanan kesehatan jiwa
•Cakupan pelayanan gawat darurat
•Tingkat pencegahan/pemberantasan penyakit polio, TB
Paru, dan ISPA*
•Jumlah institusi binaan untuk pelayanan kesehatan
lingkungan
*beberapa contoh dari SPM bidang Kesehatan di Kab/kota.
Selengkapnya dapat dilihat dalam KepMenKes No 1457/
MenKes/SK/X/2003 tentang Standard Pelayanan Minimal
Bidang Kesehatan di Kabupaten/Kota

•Laju pertumbuhan penduduk
•Tingkat kelahiran
•Tingkat pelayanan kontrasepsi
•Kapasitas institusi daerah dalam pelaksanaan KB

•Ketersediaan kebijakan tentang pelestarian budaya lokal

daerah

•Jumlah program pengembangan kesenian dan kebudayaan

daerah

•Kontribusi sektor pariwisata terhadap PDRB
•Tingkat perkembangan kontribusi sektor pariwisata dalam

PDRB

•Tingkat perkembangan jumlah obyek wisata
•Tingkat perkembangan jumlah wisatawan
•Tingkat perkembangan kerjasama/kemitraan pemasaran
pariwisata

•Cakupan pelayanan pendidikan usia dini
•Persentase penduduk yang selesai Program Wajib Belajar
Pendidikan Dasar 9 Tahun
•Angka partisipasi kasar penduduk yang mengikuti
pendidikan menengah
•Angka partisipasi kasar penduduk yang mengikuti
pendidikan tinggi

Dinas
Kesehatan,
Rumah Sakit
Umum Daerah,
Rumah Sakit
Jiwa, Rumah
Sakit Paru-paru,
Rumah Sakit
Kebergantungan
Obat, Dst

BKKBD, dst

Dinas
Kebudayaan,
Permuseuman
dst

Dinas
Pariwisata,
Kebun Binatang,
dst

Dinas
Pendidikan,
Kantor
Perpustakaan
Daerah, dst

Kesehatan

Kesehatan

Keluarga Berencana

Pariwisata dan
budaya

Kebudayaan

Pariwisata

Agama *)
Pendidikan

Pendidikan

1

1

1

2

1

M-5 PENYUSUNAN PROFIL DAERAH DAN PREDIKSI MASA DEPAN

45

Kode
UrusanFungsi dan Urusan

SKPD

Contoh Tolok Ukur Kinerja

•Tingkat mutu pendidik dan tenaga kependidikan pada jalur
pendidikan formal/non formal
•Angka buta aksara penduduk usia >15 th
•Persentase penduduk miskin menyelesaikan Program Wajib
Belajar Pendidikan Dasar 9 Tahun
•Akses masyarakat miskin terhadap pendidikan formal
•Pemerataan pendidikan
•Tingkat efektivitas manajemen berbasis sekolah²Jumlah
anggaran pendidikan dari APBN/D
•Tingkat partisipasi masyarakat dalam pembangunan
pendidikan
•Angka Partisipasi Kasar (APK) pendidikan dasar 9 tahun*
•Angka Putus Sekolah (APS) pada pendidikan sekolah*
dasar/sederajat
•APS pada pendidikan sekolah menengah pertama/
sederajat*
•APS pada pendidikan sekolah menengah atas/sederajat
*beberapa contoh dari SPM bidang Pendidikan.
Selengkapnya dapat dilihat dalam KepMenDikNas No 129a/
U/2004 tentang Standard Pelayanan Minimal Bidang
Pendidikan

•Tingkat kualitas pemuda (15-35 tahun)
Sports Development Index (SDI)
•Prestasi olahraga dalam event-event internasional
•Ada/tidaknya kebijakan pengelolaan prestasi olahraga

daerah

•Tingkat ketersediaan prasarana dan sarana olahraga

•Ada/tidaknya system administrasi kependudukan

•Jumlah kebijakan daerah untuk peningkatan kualitas anak
dan perempuan
•Tingkat kesenjangan antara HDI dan GDI
•Jumlah kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan
•Akses perempuan terhadap pendidikan
•Persentase penduduk perempuan berusia 10 th ke atas
yang tidak/belum pernah sekolah
•Persentase penduduk perempuan yang buta huruf
•Akses perempuan terhadap layanan kesehatan
•Angka Gender Empowerment Measurement (mengukur
ketimpangan gender di bidang ekonomi (perempuan dalam
angkatan kerja dan rata-rata upah di sektor non-pertanian),
politik (perempuan di parlemen) dan pengambilan keputusan
(perempuan pekerja profesional, pejabat tinggi, dan
manajer))
•Akses perempuan untuk terlibat dalam kegiatan public
•Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) perempuan
•Tingkat keterwakilan perempuan di lembaga legislatif
•Persentase perempuan dalam jabatan publik (PNS)
•Jumlah (persentase) pekerja anak
•Tingkat perlindungan perempuan

•Tingkat kesehatan bagi ibu, bayi, dan anak
•Tingkat/kualitas tumbuh kembang anak
•Cakupan pelayanan pasangan usia subur yang tergolong
masyarakat miskin

1

1

1

1

Pemuda dan Olah
Raga

Perlindungan
sosial

Kependudukan dan
Catatan Sipil

Pemberdayaan
Perempuan

Keluarga Sejahtera

Dinas Pemuda
dan Olahraga,
dst

Dinas
Kependudukan
dan Catatan Sipil,
dst

Dinas
Pemberdayaan
Perempuan, dst

BKKBD, dst

M-5 PENYUSUNAN PROFIL DAERAH DAN PREDIKSI MASA DEPAN

46

Kode
UrusanFungsi dan Urusan

SKPD

Contoh Tolok Ukur Kinerja

1

Sosial

Dinas Sosial,
dst

•Cakupan pembinaan gelandangan, pengemis, dan PMKS,
anak jalanan, dan anak cacat
•Akses kepada pelayanan sosial dasar bagi masyarakat

miskin

•Jumlah tenaga pelayanan social untuk berbagai jenis
kecacatan
•Peluang mengakses pelayanan umum
•Persentase penurunan jumlah fakir miskin dan keluarga
rentan sosial

Keterangan:
1 Kode Urusan Wajib
2 Kode Urusan Pilihan
Sumber: LGSP Planning Team

M-5 PENYUSUNAN PROFIL DAERAH DAN PREDIKSI MASA DEPAN

47

M-6 KAJIAN TERHADAP RPJP-DAERAH

Mengkaji arah kebijakan pembangunan jangka panjang daerah
termasuk pentahapan pembangunan berdasarkan skala prioritas
atau proses pembangunan, yang menjadi acuan dalam
penyusunan RPJMD. Kegiatan ini ditujukan untuk:
·Mengetahui arah kebijakan pembangunan jangka panjang
daerah dan relevansinya dengan rencana jangka menengah
daerah yang akan disusun.
·Mengetahui hal-hal prinsip yang harus dijadikan acuan dalam
menentukan arah kebijakan pembangunan daerah dan pro-
gram prioritas untuk periode rencana.

·Identifikasi butir-butir pokok dari rumusan visi, misi dan arah
pembangunan jangka panjang daerah
·Kedudukan, peran, dan fungsi RPJMD dalam kebijakan
pembangunan jangka panjang yang telah ditetapkan.

·Titik berat kajian review pada aspek arah kebijakan
pembangunan yang terkait dengan peran dan fungsi daerah
RPJMD, sesuai dengan periode perencanaan serta prioritas
program yang akan dilaksanakan.

·FGD Tim Teknis/Kelompok Kerja

·Dokumen RPJP Daerah

Hal-hal penting yang perlu mendapatkan review dari RPJP-
Daerah:
·Isu strategis jangka panjang daerah
·Arahan pembangunan daerah jangka panjang
·Kesesuaian tahapan 5 tahunan pembangunan daerah dengan
program RPJMD
·Target kinerja capaian program pembangunan daerah jangka
panjang
·Kesesuaian visi, misi dan program KDH Terpilih dengan visi,
misi pembangunan daerah jangka panjang

Tujuan

Keluaran

Prinsip-prinsip

Metoda

Informasi yang
disiapkan

Hal-hal penting
yang harus
diperhatikan

48

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->